Anda di halaman 1dari 12

TUGAS TEORI AKUNTANSI PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN DAN RERANGKA KONSEPTUAL

OLEH : KELOMPOK 9 YULIMEL SARI (13067/2009) FEGI SYAHPUTRA (13069/2009) IMAM ARIF PERMANA (98621/2009) AYU PURNAMA SARI (98635/2009) ROBERT DWI VANO (98637/2009)

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

Perekayasaan Pelaporan Keuangan Dan Rerangka Konseptual


Pertemuan kedua : A. Perekayasaan pelaporan keuangan 1. Proses Perekayasaan 2. Konsep Informasi Akuntansi 3. Rerangka Konseptual 4. Prinsip Akuntansi Berterima Umum B. Kerangka konseptual 1. Pengertian dan Sasaran 2. Manfaat dan Kungsi 3. Rerangka Konseptual FASB Tujuan pelaporan keuangan Criteria kualitas informasi elemen-element statemen keuangan Pengukuran dan pengakuan Pertemuan ketiga : 4. Rerangka Konseptual SAK Kerangka konseptual digunakan sebagai pedoman penyusunan standar dalam mengembangkan standar masa mendatang, sebagai pedoman dalam menyelesaikan permasalahan akuntansi yang belum diatur dalam standar yang telah ada. Penerapan standar oleh manajemen harus menggunakan pertimbangn profesional dalam menentukan kebijakan akuntansi sehingga menghasilkan informasi yang relevan dan andal. Manajemen mempertimbangkan defenisi, kriteria pengakuan, serta konsep pengukuran untuk asset , liabilitas, pendapatan dan beban dalam kerangka konseptual. Kerangka konseptual di tujukan untuk: 1. Penyusun standar akuntansi keuangan dalam pelaksanaan tugasnya 2. Penyusun laporan keuangan untuk menanggulangi masalah akuntansi yang di atur dalam standar akuntansi keuangan. 3. Auditor dalm memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan di susun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. 4. Para pemakai dalam menafsirkan informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan.

Kerangka konseptual bukan merupakan standar akuntansi keuangan. Dalam hal ini terjadi pertentangan antar ketentuan standar akuntansi keuangan dengan ketentuan dalam kerangka konseptual, maka ketentuan dalam standar akuntansi keuangan di unggulkan. Penyusunan standar menggunakan kerangka konseptual ini sebagai acuan sehingga di harapkan konflik antar standar dan kerangka konseptual akan berkurang dengan berlalunya waktu. Contoh: kerangka konseptual menggunakan konsep harga perolehan dalam mencatat nilai asset,, namun dalam PSAK 19 asset tak berujud menyatakan bahwa pengakuan nilai asset tak berwujud dari kegiatan pengembangan internal di lakukan setelah memenuhi kriteria tertentu. Berdasarkan konsep tersebut biaya yang telah di keluarkan pada periode seblumnya tidak di kapitalisasi sehingga nilai asset tak berwujud tidak mencerminkan substansi ekonomi nilai perolehan dari asset tak berwujud tersebut. Kerangka konseptual menurut PSAK terdiri atas 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pengguna laporan keuangan Tujuan laporan keuangan Asumsi dasar Karakteristik kualitatif Konsep pengakuan unsur laporan keuangan Konsep pemeliharaan modal

Informasi keuangan di tujukan untuk pengambilan keputusan bagi para pemakai. Informasi keuangan yang di susun harus memenuhi karakteristik kualitatif, relevan, keandalan, dan dapat di pahami. Agar memiliki kualitas yang Relevan, laporan keuangan harus memiliki niali prediksi, niali konformasi, dan memperhatikan konsep materialitas. Untuk dapat memiliki kualitas keandalan, informasi harus bebas dari bias dengan pertimbangan yang sehat, memperhatikan kelengkapan, serta penyajian yang wajar dengan berpegang pada konsep substansi mengungguli bentuk. Laporan keuangan harus dapat di bandingkan dengan , menjaga prinsip konsistensi dan pengungkapannya. Penyusunan laporan harus memperhatikan faktor tepat waktu, keseimbangan antara karakteristik kualitatif. Kerangka konseptual mengatur tentang pengakuan dan pengukuran unsur-unsur dalam laporan keuangan. Unsur laporan keuangan yang di jelaskan adalah asset, liabilitas, pendapatan dan beban. Kaidah dalam konseptual ini di gunakan jika dalam praktek tidak ada standar akuntansi khusus yang mengatur tentang transaksi tersebut. Contoh, pengaturan tentang asset tetap tidak mengikuti peraturan umum dalam kerangka konseptual karena telah ada standar akuntansi yang mengatur yaitu PSAK 16. Namun untuk perlakuan akuntansi biaya dibayar di muka, penyususnan laporan keuangan dapat menggunakan asumsi dasar akrual, konsep umum pengakuan beban sebagai dasar dalam mengakui, dan mengukur biaya di bayar di muka.

Konsep pembiayaan modal menjelaskan dua hal pemeliharaan modal yaitu modal fisik dan modal keuangan. Konsep ini akan mempengaruhi pemahaman tentang laba suatu entitas karena menggunakan sudut pandang yang berbeda. Keberadaan kerangka konseptual yang komprehensif mempengaruhi arah pengembangan standar akuntansi dimasa mendatang yang akirnya akan mempengaruhi kulitas informasi yang di hasilkan
Keranka konseptual menurut IFRS pengguna laporan keuangan

Pengguna dan kebutuhan informasi

tujian LK

Keputusan informasi yang berguna dalm laporan keuangan Dasar akrual Kelangsungan usaha

asumsi mendasari karakteristik kualitatif LK

Dapat di pahami

relevan komposisi karakteristik LK materialitas

keandalan

Dapat di bandingkan

Konsistensi,pengungkapan

Penyajian wajar

Nilai prediksi

Nilai konfirmasi

Bebas dari bias netralitas

Substansi mengungguli bentuk

Pertimbangan sehat

kelengkapan

Tepat wakrtu

Keseimbangan antara biaya dan manfaat

keseimbangan di antara karakteristik kualitatif

A. Pengguna dan tujuan laporan keuangan Laporan keuangan dugunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berbeda di antaranya sbb: 1. Investor : menilai entitas dan kemampuan entitas membayar ddividen, di masa mendatang 2. Karyawan : kemampuan memberkan balas jasa, manfaat, pension, dan kesempatan kerja. 3. Pemberi jaminan : kemampuan membayar utang dan bunga yang akan mempengaruhi keputusan apakah akan memberikan pinjaman. 4. Pemasok dan kreditur lain : kemampuan entitas membayar liabilitinya pada saat jatuh tempo. 5. Pelanggan : kemampuan entitas menjamin kelangsungan hidupnya. 6. Pemerintah: menilai bagaimana alokasi sumber daya. 7. Masyarakat : menilai tren perkembangan kemakmuran entitas. Menurut kerangka konseptual IFRS , tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut pisisi keuangan yang bermanfaat bagi sebagian besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan menyajikan informasi perubahan posisi keuangan dan tidak di wajibkan menyediakan informasi non keuangan.. Laporan posisi keuangan (neraca) menyediakan informasi mengenai posisi keuangan entitas pada saat waktu tertentu. Posisi keuangan menggambarkan sumber daya yang dikendalikan oleh sebuah entitas dan dan sumber pendanaan dari sumber daya tersebut. Struktur dan komponen laporan keuangan menggambarkan kemampuan entitas untuk membayar liabilities yang akan jatuh tempo dan kemampuan entitas untuk mememnuhi ke wajibannya secara keseluruhaan. Posisi keuangan dapat menggambarkan keputusan entitas untuk beradaptasi terhadap lingkungannya. Entitas yang memiliki liabilities yang dominan dalam struktur pendanaannya cenderung tidak fleksibel beradaptasi terhadap investasi baru yang potensisal karena entitas ahrus memenuhi komitmen untuk membayar bunga dan pokoknya. Profitabilitas yang dilaporkan dalam laporan laba rugi komporehensif memberikan informasi efisiensi dan efektifitas pengelolaan sumber daya yang di kendalika suatu entitas. Pemakai menggunakan ukuran profitabilitas untuk menilai kinerja entitas, menilai potensi arus kas, dan kelangsungan usaha di masa depan. Perubahan posisi keuangan menggambarkan perubahan sumber daya yang di kendalikan entitas dengan menggunakan basis kas yang tercantum dalam laporan arus kas. Informasi tersebut di gunakan oleh pemakai dalam menilai aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama periode pelaporan. Laporan keuangan memberikan

tambahan informasi dalam catatan atas laporan keuangan dan jika di perlukan dapat memberikan informasi tambahan yang disertakan dalam laporan keuangan. Catatan laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan yang berisikan kebijakan akuntansi, informasi menjelaskan pos pos dalam laporan keuangan dan daftar detail dari apa yang telah di sajikan dalam laporan keuangan. Dengan informasi terseburt pemakai dapat menilai resiko ketidakpastian atas sumber daya. B. Asumsi Basis akrual merupakan asumsi yang ,mendasari penyusunan laporan keuangan. Pengaruh transaksi dan peristiwa lain di akui pada saat terjadinya. Berdasarkan asumsi ini, entitas tidak hanya mengakui kas yang di terima tetapi juga mengakui klaim pada pihak lain, liabilities dari pihak lain, mengakui asset selain kas. Suatu entitas telah mengirimkan barang kepada pelanggan namun belum di bayarkan. Basis akrual akan mencatat transaksi ini sebagai penjualan dan piutang. Pencatatan transaksi tersebut mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya, karena entitas telah melakukan pengiriman maka pendapatan harus di akui pada sisi lain karena belum di bayarkan entitas mencatat klaim kepda pelanggan tersebut sebagai piutang. Dalam menentukan masa manfaat gedung, entitas dapat menetapkan waktu 20 tahun, karena entitas beramsumsi akan terus melanjutkan usahanya sampai 20 tahun mendatang . Jika entitas bermaksud melikuidasi entitas dalam jangka waktu tertentu maka entitas akan menggunakan penilaian lain dan harus mengungkapkan kondisi ini dalam laporan keuangan. Contoh : entitas yang di bentuk untik menyelesaikan suatu proyek pembangunan jalan didirikan untuk jangka waktu 5 tahun. Dalam mengestimasi perlatan maksimal 5 tahun , karena peralatan tersebut digunakan selam proyek tersebut. Entitas dapat menetapkan nilai sisa yang tinggi atas peralatan yang di pakai yang di harapkan akan di jual setelah proyek tersebut selesai. Nilai likuidasi akan lebih relevan dalam menentukan nilai sumber daya pada akir penyelesaian proyek karena pada akir tahun ke lima entitas akan di likuidasi. C. Karakteristik kualitatif Laporan keuangan berisikan informasi keuangan yang hakikatnya adalah laporan keuangan kuantitatif. Informasi keuangan dalam laporan keuangan dapat memenuhi kebutuhan pemakai. Menurut PSAK ada 4 karakteristik kualitatif pokok yaitu dapat di pahami, relevan, keandalan, dan dapat di bandingkan. Dapat di pahami. Para pemakai laporan keuangan di asumsikan dapat memiliki pengetahuan tentang aktivita ekonomi, bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi.

Contoh tanah, entitas menyajikan nilai tanah 4 Ha dengan nilai Rp 11.110 juta dalam laporan keuangan dengan menggunakan dasar harga perolehan sesuai dengan ketentuan dalam Standar Akuntnsi Keuangan tentang asset tetap. Dapat di bandingkan. Untuk tujuan perbandingan antar periode dan dengan entitas lain, maka pengukuran dan penyajian dari transaksidan peristiwa yang serupa harus di lakukan secara konsiten antar periode. Implikasi karakteristik kualitatif dapat di bandingkan adalah bahwa pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yang di gunakan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan kebijakan akuntansi antar periode. Entitas tidak perlu meneruskan kebijakan akuntansi yang tidak sesuai dengan karakteristik kualitatif relevansi dan keandalan Relevan. Informasi di katakana relevan jika informasi mempengaruhi keputusan ekonomi, membantu mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, masa depan. Materialitas. Relevansi informasi berhubungan dengan materialitas. Informasi yang tidak material tidak relevan dalam pengambilan keputusan. Material tergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang di nilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan pencatatan. Relevansi akuntansi di pengaruhi oleh hakikat materialitasnya. Misalnya, pelaporan segmen usaha merupakan informasi yang relevan bagi pemakai karena mempengaruhi penilaian resikio dan peluang bisnis masa depan. Keandalan. Informasi mungkin relevan namun jika hakikat atau penyajiannya tidaka dpaat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut dapat menyesatkan. Misalnya, jika keabsahan dan jumalah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih di persengketakan, mungkin tidak dapat lagi bagi entitas untuk mengakui tuntutan dalam neraca. o penyajian jujur. Neraca harus menggambarkan dengan jujur nialai asset, liabilities, dan ekuitas entitas pada tanggal pelaporan yang memenuhi criteria pelaporan. o Substansi mengungguli bentuk. Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalu konsisten dengan bentuk hukum, misalnya asset melalui kontrak leasing pembiayaan. Secara hukum pembelian baru terjadi saat pembeli baru melunasi seluruh pembayarannya. Realita ekonominya, entitas pembeli telah menikamati manfaat ekonomi dari

asset tersebut dan resiko telah berpindah, sehingga transaksi pembelian secara substansi ekonomi telah terjadi. Netralis. Informasi tidak boleh di tujukan untuk menguntungkan beberapa pihak yang di sisi lain merugikan kepintangan pihak lain yang berlawanan. Pertimbangan sehat. Pertimbangan sehat mengandung unsure kehati hatian saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidak pastian, sehingga asset atau penghasilan tidak di nyatakan terlalu tinggi, dan liabilities serta beban tidak dinyatakan terlalu rendah. Penggunaan petimbangan sehat memperkenankan pembentukan cadangan tersembunyi, penyisihan berlebihan, dan menetapkan asset atau penghasilan lebih rendah atau pencatatan liabilities/beban terlalu tinggi, sehingga laporan keuangan menjadi tak netral hingga kehilangan keandalan. Kelengkapan. Informasi harus lengkap dalam batasan materlialitas dan mempertimbangkan biaya penyusunan. Penyajian wajar Lakoran keuangan harus menyajikan secara wajar tentang posisi keuangan, kinera, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas.

Kendala informasi yang relevan dan andal o Tepat waktu. Untuk menyediakan informasi yang andal perlu waktu lama sehingga informasi dapat di sajikan terlambat, sehingga mengurangi relevansi informasi tersebut. o Keseimbangan antar biaya dan manfaat. Manfaat yang di hasilkan harus melebihi biaya penyusunan. Biaya tersebut tidak perlu di pikul oleh pemakai informasi yang menikmati manfaat. Keseimbangan di antar karakteristik kualitatif Keseimbangan antara karakteristik kualitatif sangat di perlukan. Tujuannya untuk mencapai suatu keseimbangan yang tepat antara berbagai karakteristik untuk memenuhi tujuan laporan keuangan.

D. Unsur laporan keuangan Unsur yang berkaitan dengan posisi keuangan adalah asset, liabilities, dan ekuitas. Unsur yang berkaitan dengan kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Penyajian dalam nerca dan laporan laba rugi komprehensif memerlukan proses subklasifikasi lebih detail tergantung kebutuhan pengguna dalam pengambilan keputusan.

Posisi keuangan o Asset adalah sumber daya yang di kuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi masa depan. Masa manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dari asset dapat mengalir ke dalam entitas dengan beberapa cara misalnya asset dapat: Digunakan baik sendiri maupun bersama asset lain dalam produksi barang dan jasa yang di jual oleh entitas Di pertukarkan dengan asset lain Digunakan untuk menyelesaikan kewajiban Di bagikan kepada pemilik entitas o Liabilities merupakan utang entitas masa kini yangtimbul dari peristiwa masa lalu penyelesaiannya di harapkan mengakibatkan arus kas keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi Penyelesaian entitas dapat di lakukan dengan beberapa cara: Pembayarankas Penyerahan asset lain Pemberian jasa Penggantian liabilities tersebut dengan liabilities lain Konversi liabilities menjadi ekuitas o Ekuitas adalah hak residual atas asset entitas setelah dikurangi semua liabilities ekuitas dapat di buat subklasifikasi di dalam neraca, misalnya untuk perseroan terbatas di klasifikasikan sebagai setoran modal, saldo laba, dan pencadangan saldo laba Kinerja Laba digunakan sebagai ukuran kinerja atau kinerja saham dalam melihat kinerja laba per saham. Unsur yang langsung berkaita dengn laba adalah penghasilan dan beban. Unsur pendapatan dan beban di defenisikan sebagai berikut: o Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi dalam satu periode penghasilan/pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa di sebut penjualan, penghasilan jasa, penghasilan bunga. Keuntungan mencerminkan kenaikan manfaat ekonomi sehingga hakikatnya tidak berbeda dengan pendapatan. o Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya asset atau terjadinya liabilities yang mengakibatkan penuruna ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Beban meliputi: kerugian yang belum di realisasi. Kerugian disajikan terpisah dalam laporan laba rugi komprehensif karena pengetahuan pos tersebut berguna untuk pengambilan keputusan

E. Pengakuan unsur laporan keuangan. Pengakuan menetukan waktu saat pos akan di sajikan sehingga membawa konsekuensi pencatatan atas transaksi tersebut harus di lakukan. Pos yang memenuhi defenisi suatu unsur laporan keuangan harus diakui jika : o Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau kedalam entitas. o Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat di ukur dengan modal. Dalam pengakuan konsep probabilitas digunakan untuk menggambarkan ketidakpastian di masa depan. Pengkajian derajat ketidakpastian yang melekat dalam arus manfaat ekonomi masa depan dilakukan atas dasar bukti yang tersedia pada saat penyusunan laporan keuangan. Pengunaan estimasi yang layak merupakan bagian esensi dalam penyusunan laporan keuangan tanpa mengurangi tingkat keandalan. Jika estimasi yang layak tak mungkin di lakukan, pos tersebut tidak di akui dalam neraca atau laporan laba rugi komprehensif. Jika pengeluaran tidak menghasilkkan manfaat ekonomi di masa datang maka pengeluaran tersebut tidak dapat di akui sebagai asset, sebaliknya menimbulkan pengakuan beban dalam laporan laba rugi. Liabilities diakui dalam neraca jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang akan di lakukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang dan jumlahnya dapat di ukur dengan andal. Penghasilan di akui jika kenaikan manfaat ekonomi masa depan berkaitan dengan peningkatan asset atau penurunan liabilities telah terjadi dan di ukur dengan andal. Beban di akui jika penurunan manfaat ekonomi masa depan berkaitan dengan penurunan asset atau peningkatan liabilities telah terjadi. Jika manfaat ekonomi di harapkan timbul selama beberapa periode akuntansi beban diakui dalam laporan laba rugi komprehensif atas dasar prosedur alokasi yang rasional dan sistematis dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi masa depan atau jiak perolehan manfaat ekonomi masa depan tidak memenuhi syarat untuk di akui dalam neraca sebagai asset.

F. Pengukuran unsure laporan keuangan. Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk unsure laporan keuangan yang di sajikan dalam neraca dalam laba rugi komprehensif. Berbagai dasar pengukuran tersebut adalah: o Biaya historis. Adalah biaya perolehan pada tanggal transaksi o Biaya kini Biaya yang seharus di peroleh saat ini atau pada saat pengukuran o Nilai realisai Nilai yang dapat di peroleh dalam penjualan asset saat pelepasan normal. o Nilai kini Adalah arus kas neto masa depan yang di diskontokan ke biaya kini dari pos yang di harapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. G. Konsep pemeliharaan modal. Menurut konsep modal adalah asset neto atau ekuitas entitas yaitu uang atau daya beli yang di investasikan. Menurut konsep modal fisik, modal di pandang sebagai kapasitas produktif suatu entitas yang di dasarkan pada hasil output per hari atau kemampuan utnuk berproduksi. Dua konsep pemeliharaan modal ini menciptakan dua konsep laba sebagai berikut: o Pemeliharaan modal keuangan Menurut konsep laba hanya di peroleh jika jumlah financial dari asset neto pada periode melebihi jumlah financial dari asset neto pada awal periode, setelah memasukan kembali distribusi dan mengeluarkan setiap kontribusi dari para pemilik selam satu periode o Pemeliharaan modal fisik. Menurut konsep, laba hanya diperoleh jika kapasitas produktif fisik pada akir periode melebihi kapasitas produktif fisik pada awal periode setelah memasukan kembali distribusi dan mengeluarkan setiapkontribusi dari para pemilik selama satu periode. Pemeliharaan dasar pengukuran dan konsep pemeliharaan modal akan menentukan model akuntansi yang akan di gunakan dalam menyusun laporan keuangan. Modal akuntansi yang berbeda menunjukan derejat relevansi yang berbeda menejemen harus mencari keseimbangan atar relevansi dan keandalan. Kerangka konseptual ini berlaku untuk serangkaian model akuntansi dan memberikan bimbingan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

Kerangka konseptual menurut US GAAP