Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia

1. 2. 3. 4. 5. Created by : Annissa Dwi Dewi Widihandari Fitriani Rahmi Eldyani Stellye Maricha Widya Jati Adikka

Percayakah Anda bahwa Demokrasi memiliki sisi buruk???

Kekuatan Demokrasi berada di tangan perusak dan koruptor.

Orang yang jujur dan mampu jarang terpilih di dalam demokrasi. .

Demokrasi Liberal .

. 29 Agustus 1945. . Soekarno yang menjadi Ketua PPKI dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia.1. Demokrasi Liberal (1945-1959) . Soekarno dilantik oleh Kasman Singodimedjo. Orde Lama a. Ir. Ir. 17 Agustus 1945 (Setelah Kemerdekaan Indonesia).

Bersamaan dengan itu. Badan ini bertujuan untuk membantu tugas Presiden. 2) Pembagian wilayah pemerintahan RI menjadi 8 provinsiyang masing-masing terdiri dari beberapa karesidenan.. dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). . Hasilnya antara lain : 1) Terbentuknya 12 departemen kenegaraan dalam pemerintahan yang baru.

. 7 Oktober 1945 lahir memorandum yang ditandatangani oleh 50 orang dari 150 orang anggota KNIP.. Isinya antara lain : .Namun. kebebasandan kemerdekaan berdemokrasi di dalam KNIP justru mengusung pemerintah RI kepada sistem parlementer untuk menghindari kekuasaan Presiden yang terpusat.

1) Mendesak Presiden untuk segera membentuk MPR. 2) Meminta kepada Presiden agar anggotaanggota KNIP turut berwenang melakukan fungsi dan tugas MPR. . 16 Oktober 1945 keluar Maklumat Wakil Presiden No. X tahun 1945 yang isinya : . sebelum badan tersebut terbentuk.

sebelum terbentuk MPR dan DPR diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN. serta menyetujui bahwa pekerjaan komite-komite pusat sehari-hari berhubung dengan gentingnya keadaan dijalankan oleh sebuah badan pekerja yang dipilih di antara mereka dan bertanggung jawab kepada komite nasional pusat.” .“Bahwa komite nasional pusat.

3 November 1945. .. keluar maklumat untuk kebebasan membentuk banyak partai atau multipartai sebagai persiapan pemilu yang akan diselenggarakan bulan Juni 1946. 14 November 1945 terbentuk susunan kabinet berdasarkan sistem parlementer (Demokrasi Liberal). . Sejak berlakunya UUDS1950 pada 17 Agustus 1950 dengan sistem demokrasi liberal selama 9 tahun tidak menunjukkan adanya hasil yang sesuai harapan rakyat. .

Permesta. . muncul disintegrasi bangsa. atau DI/TII yang ingin melepaskan diri dari NKRI.Bahkan. Antara lain : 1) Pemberontakan PRRI. Untuk mengatasi hal tsb dikeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. 2) Konstituante tidak berhasil menetapkan UUD sehingga negara benar-benar dalam keadaan darurat.

karena tidak sesuai dengan pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia. .Hal ini menandakan bahwa Sistem demokrasi liberal tidak berhasil dilaksanakan di Indonesia.

.

dan angkatan darat. maka demokrasi liberaldiganti dengan demokrasi terpimpin. Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. . PKI. . Demokrasi Terpimpin (1959-1966) .b. Situasi politik pada masa demokrasi terpimpin diwarnai tiga kekuatan politik utama yaitu Soekarno.

Terutama PKI membutuhkan Soekarno untuk menghadapi angkatan darat yang menyainginya dan meminta perlindungan. .Ketiga kekuatan tersebut saling merangkul satu sama lain. membutuhkan Soekarno untuk legitimasi keterlibatannya di dunia politik. Begitu juga angkatan darat.

apabila tidak terjadi mufakat dl sidang legislatif. Jadi.Dalam demokrasi terpimpin. rakyat maupun wakil rakyat tidak memiliki peranan penting dalam Demokrasi Terpimpin. . maka permasalahan itu diserahkan kepada presiden sebagai pemimpin besar revolusi untuk dapat diputuskan dalam hal anggota DPR tidak mencapai mufakat (sesuai Peraturan Tata Tertib Peraturan Presiden).

. • Pemerintahan Orde Lama beserta Demokrasi terpimpinnya jatuh setelah terjadinya Peristiwa G30S / PKI pada tahun 1965 dengan diikuti krisis ekonomi yang cukup parah hingga dikeluarkannya Supersemar (Surat perintah sebelas Maret).Akhirnya.

. persatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang berkemanusiaan yang adil dan beradab. Demokrasi Pancasila Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dijiwai oleh sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berKetuhanan Yang Maha Esa.2.

Orde Baru .

pemerintahan Orde Baru berupaya menciptakan stabilitas politik dan keamanan untuk menjalankan pemerintahannya. Orde Baru (1966-1998) • Berdasarkan pengalaman Orde Lama.a. Namun kenyataannya justru mengekang kelompok-kelompok kepentingan dan parpol lain yang menginginkan perubahan demokrasi dg merangkul AD sbg kekuatan birokrasi dl proses politik. .

pembangunan mental bangsa semakin merosot. LSM dan para politisi. Kolusi. Dengan timbulnya KKN (Korupsi. kritik. . unjuk rasa yang dipelopori oleh mahasiswa. Akibatnya. dosen. pelajar. Nepotisme). ungkapan realistis di masyarakat kecuali mendapat izin dari pemerintah. praktisi.Media massa dan rakyat dibayang-bayangi ketakutan apabila ingin membeberkan berita. kepercayaan rakyat terhadap pemerintah hilang.

2) Mendorong meluasnya gerakan massa untuk menuntut perubahan tata pemerintahan. Hal ini menyebabkan : 1) Menurunkan legitimasi pemerintahan Orde Baru. krisis ekonomi yang melanda Indonesia mulai terasa pada pertengahan 1977. . Pada masa Orde Baru.Terlebih dengan krisis ekonomi yang hampir terjadi di seluruh dunia.

rezim Orde Baru tidak mampu mempertahankan kekuasaannya.Akibat adanya tuntutan massa untuk diadakan reformasi di dalam segala bidang. Habibie. J. . Dan terpaksa Soeharto mundur dari kekuasaannya dan kekuasaannya dilimpahkan kepada B.

Masa Reformasi (1998-sekarang) .

Abdurrahman Wahid terpilih secara demokratis di parlemen sebagai Presiden RI. Kepemimpinan rezim B. J. melalui pemilu presiden yang ke4 K. Habibie tidak ada legitimasi dan tida mendapat dukungan sosial politik dari sebagian besar masyarakat. J.Pada masa ini. Akibatnya B. Kemudian. Habibie tidak mampu mempertahankan kekuasaannya. H. .

Abdurrahman Wahid membuat beberapa kebijakan yang kurang sejalan dengan proses demokratisasi itu sendiri. H. maka pemerintahan sipil K. Transisi menuju demokratisasi beralih dari K. Abdurrahman Wahid ke Megawati Soekarnoputri melalui pemilihan secara demokratis di parlemen.Akan tetapi. Abdurrahman Wahid terpaksa tersingkir dengan melalui proses yang cukup panjang serta melelahkan di parlemen. H. . karena K. H.

Proses pemerintahan demokrasi pada masa Megawati Soekarnoputri masih cukup sulit untuk dievaluasi dan diketahui secara optimal. ketidakpuasaan akan pelaksanaan pemerintahan dirasakan kembali oleh rakyat dan hampir terjadi krisis kepemimpinan. Akibatnya. Rakyat merasa bahwa siapa yang berkuasa di pemerintahan hanya ingin mencari keuntungan semata. . bukan untuk kepentingan rakyat.

pemerintahan diuji kembali. .Pada kepemimpinan Soesilo Bambang Yudhoyono.

Terima Kasih atas perhatiannya KWN/13Nov2008/eL .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful