Anda di halaman 1dari 53

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya

Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Pneumonia merupakan pembunuh utama anak dibawah usia lima tahun (Balita) di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), dari data tahun 2008 didapatkan lebih dari 1,16 juta kematian balita yang disebabkan oleh pneumonia yang terjadi pada 15 negara di dunia, yaitu India, Nigeria, Kongo, Pakistan, Afghanistan, China, Ethiopia, Indonesia, Angola, Kenya, Niger, Bangladesh, Uganda, Tanzania dan Burkina Faso. Negara-negara tersebut mencakup tiga perempat kematian balita di dunia akibat pneumonia.1 Oleh karena itu pneumonia disebut sebagai pembunuh balita no.1 (the number one killer of children), selain itu pneumonia merupakan penyakit yang terabaikan (the neglected disease) atau penyakit yang terlupakan (the forgotten disease) karena begitu banyak balita yang meninggal karena pneumonia namun sangat sedikit perhatian yang diberikan kepada masalah pneumonia.2 Angka kejadian pneumonia tertinggi terdapat di Asia Selatan dan Afrika, dengan India sebagai peringkat pertama. Di wilayah Asia Tenggara setiap menit terdapat 1 anak balita yang meninggal akibat pneumonia.1 WHO pada tahun 2005 melaporkan proporsi penyebab kematian anak-balita di negara berkembang adalah pneumonia 19%, diare 17%, malaria 8% dan campak 4%. Insiden pneumonia di negara berkembang adalah 10 - 20 kasus / 100 anak / tahun (10 20 % anak).3 Di
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

negara berkembang, pneumonia tidak saja lebih sering terjadi, tetapi juga lebih berat. Hanya sekitar 20% anak yang menderita pneumonia di Asia Tenggara yang mendapatkan terapi antibiotik yang memadai untuk mengobati penyakitnya.4,5 Menurut Pneumonia Report Card pada tahun 2010, Indonesia menduduki peringkat ke-8.1 Data yang diperoleh dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2011 terdapat total 480.033 balita penderita pneumonia. Di Provinsi DKI Jakarta sendiri, tahun 2011 kasus pneumonia pada balita ditemukan sebanyak 40.296 balita.6 Di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara terjadi peningkatan angka kejadian pneumonia dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, tercatat 35 balita dari 160 pasien balita (21,8%) menderita pneumonia. Sedangkan pada bulan Januari Agustus 2012 tercatat 41 balita dari 134 pasien balita (30,5%). Penelitian ini dilakukan karena adanya peningkatan penderita pneumonia di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara dan didapatkan sebanyak 10 pasien (24,4%) mempunyai riwayat berat badan lahir rendah (BBLR). Berdasarkan hal ini penulis ingin mengetahui adakah hubungan antara berat badan lahir dengan pneumonia pada balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara.

I.2. Perumusan Masalah I.2.1. Pernyataan Masalah Meningkatnya jumlah balita penderita pneumonia di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

I.2.2. Pertanyaan Masalah Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka diajukan beberapa pertanyaan masalah sebagai berikut : 1. Berapa banyak balita yang menderita pneumonia di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara? 2. Berapa rerata berat badan lahir balita penderita pneumonia di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara? 3. Adakah hubungan antara berat badan lahir dengan pneumonia pada balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara?

I.3. Tujuan I.3.1. Tujuan Umum Diturunkannya jumlah balita penderita pneumonia dengan diketahuinya hubungan antara berat badan lahir dengan pneumonia pada balita.

I.3.2. Tujuan Khusus 1. Diketahuinya jumlah balita yang menderita pneumonia di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara. 2. Diketahuinya rerata berat badan lahir balita penderita pneumonia di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara. 3. Diketahuinya hubungan antara berat badan lahir dengan pneumonia pada balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

I.4. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian bagi puskesmas : Mendapatkan informasi tentang hubungan antara berat badan lahir dengan pneumonia pada balita. Manfaat penelitian bagi peneliti : 1. Mendapatkan penelitian. 2. Memperluas wawasan dalam bidang kesehatan masyarakat pada umumnya, terutama yang berkaitan dengan bidang yang diteliti. 3. Hasil penelitian dapat dijadikan bahan atau acuan dalam penelitian selanjutnya. pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Pneumonia II.1.1. Definisi Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Terjadinya pneumonia pada anak sering kali bersamaan dengan terjadinya proses infeksi akut pada bronkus yang disebut bronkopneumonia.3 World Health Organization (WHO) mendefinisikan pneumonia sebagai infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru terutama alveoli yang berfungsi sebagai tempat pertukaran udara. Dimana ketika seseorang menderita

pneumonia, maka alveoli akan terisi dengan nanah dan cairan, yang akan menyebabkan sesak dan terbatasnya oksigen yang masuk pada saat bernapas.7 Sedangkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendefinisikan pneumonia adalah inflamasi yang mengenai parenkim paru. Sebagian besar disebabkan oleh mikroorganisme (virus/bakteri) dan sebagian kecil disebabkan oleh hal lain (aspirasi, radiasi, dll).8 Secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit. Pneumonia yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis tidak termasuk. Sedangkan peradangan paru yang disebabkan oleh non-mikroorganisme (bahan kimia, radiasi, aspirasi bahan toksik, obat-obatan, dll) disebut pneumonitis.9
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

II.1.2. Etiologi Usia pasien merupakan faktor yang memegang peranan penting pada perbedaan dan kekhasan pneumonia anak, terutama dalam spektrum etiologi, gambaran klinis dan strategi pengobatan.8 Tabel II.1.2.1. Etiologi Pneumonia Pada Balita Berdasarkan Usia8 Usia Lahir 20 hari Etiologi yang sering Bakteri : E. colli Streptococcus group B Listeria monocytogenesis Etiologi yang jarang Bakteri : Bakteri anaerob Streptococcus group D Haemophilus influenza Streptococcus influenza Ureaplasma urealytican Virus : Virus Sitomegalo Virus Herpes simpleks Bakteri : Bordatella pertusis Haemophilus influenza type B Moraxella catharalis Staphylococcus aureus Ureaplasma urealyticum Virus : Virus Sitomegalo Bakteri : Haemophilus influenza tipe B Moraxella catharalis Neisseria meningitides Staphylococcus aureus Virus : Virus Varicella-zoster

3 minggu 3 bulan

Bakteri : Chlamydia trachomatis Streptococcus pneumonia Virus : Virus Adeno Virus Influenza Virus Parainfluenza 1,2,3 Respiratory Syncytial virus Bakteri : Chlamydia pneumoniae Mycoplasma pneumoniae Streptococcus pneumonia Virus : Virus Adeno Virus Influenza Virus Parainfluenza Virus Rino Respiratory Syncytial virus

4 bulan 5 tahun

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Streptococcus grup B dan bakteri enterik gram negatif merupakan penyebab pneumonia yang paling umum pada neonatus. Pada neonatus berumur 3 minggu sampai 3 bulan, pneumonia paling sering disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia. Pada balita usia 4 bulan sampai 5 tahun, virus merupakan penyebab tersering dari pneumonia, yaitu respiratory syncytial virus. Sedangkan pada usia 5 tahun sampai dewasa, umumnya pneumonia disebabkan oleh bakteri lain selain Streptococcus pneumonia.4

II.1.3. Gambaran Klinis Gambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak tergantung pada berat ringannya infeksi, tetapi secara umum adalah sebagai berikut :8 Gejala infeksi umum, yaitu demam, sakit kepala, gelisah, malaise, penurunan napsu makan, keluhan gastrointestinal seperti mual, muntah atau diare. Gejala gangguan respiratori, yaitu batuk, sesak napas, retraksi dada, takipnea, napas cuping hidung dan sianosis

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

II.1.4. Diagnosis Pneumonia Tabel II.1.4.1. Diagnosis Pneumonia Berdasarkan Kelompok Umur5

Kelompok Umur 2 bulan - <5 tahun

Klasifikasi

Tanda penyerta selain batuk dan atau sesak bernapas

Pnemonia Berat

Tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam (Chest Indrawing)

Pneumonia

Napas cepat sesuai golongan umur 2 bulan - < 1 tahun : 50 kali atau lebih/menit 1 - < 5 tahun : 40 kali atau lebih/menit

Bukan Pneumonia

Tidak ada napas cepat dan tidak ada tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam

< 2 bulan

Pneumonia Berat

Napas cepat : > 60 kali atau lebih per menit atau tarikan kuat dinding dada bagian bawah ke dalam

Bukan Pneumonia

Tidak ada napas cepat dan tidak ada tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam

II.2. Patofisiologi Faktor Resiko II.2.1. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir.12

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Ada dua keadaan bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu : 12 a. Bayi lahir kecil karena kurang bulan (prematur) yaitu bayi baru lahir pada umur kehamilan antar 28-36 minggu. Bayi lahir kurang bulan belum mempunyai organ dan alat-alat tubuh yang belum berfungsi normal untuk bertahan hidup diluar rahim. Makin muda umur kehamilan, fungsi organ tubuh bayi makin kurang sempurna, sehingga prognosisnya juga memburuk. b. Bayi lahir kecil untuk masa kehamilan yaitu bayi lahir kecil akibat retardasi pertumbuhan janin dalam rahim. Organ dan alat-alat tubuh bayi kecil masa kehamilan cukup sudah matang (matur) dan berfungsi lebih baik dibanding dengan bayi lahir kurang bulan, walaupun berat badan nya sama. Bayi kecil umur kehamilan cukup bulan,umumnya adalah bayi dengan berat lahir < 2500 gram dan umur kehamilan 37 minggu. Pada bayi BBLR, pembentukan zat anti kekebalan kurang sempurna sehingga lebih mudah terkena penyakit infeksi terutama Pneumonia dan penyakit saluran pernapasan lainnya.13 Semakin rendah berat badan lahir bayi, ukuran alveoli cenderung lebih kecil dan pembuluh darah yang mengelilingi stroma seluler matur cenderung lebih sedikit. Sedangkan pada bayi yang memiliki berat badan lebih besar, maka alveoli memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih banyak pembuluh darah pada stroma selulernya. Pada bayi dengan berat badan lahir rendah juga didapatkan kekurangan lain seperti otot pernapasan yang lebih lemah dengan pusat pernapasan yang kurang berkembang.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Selain itu terdapat pula kekurangan lipoprotein paru-paru, yaitu surfaktan yang berfungsi mencegah terjadinya kolaps paru pada saat respirasi dengan cara menstabilkan alveoli yang kecil.13

II.2.2. Usia Usia merupakan salah satu faktor resiko utama pada berbagai penyakit termasuk pneumonia. Hal ini disebabkan karena umur dapat memperlihatkan kondisi keadaan seseorang. Bayi dengan usia < 2 bulan lebih rentan dengan penyakit pneumonia dibandingkan anak-anak dengan usia lebih tua. Hal ini disebabkan imunitas yang belum sempurna dan saluran pernafasan yang masih relatif sempit. Saluran pernapasan yang sempit ini dapat menyebabkan hambatan akibat sekresi maupun edema yang dapat menyebabakan masalah yang serius seperti pneumonia.14

II.2.3. Pemberian ASI inadekuat Air susu ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. ASI diproduksi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. ASI pertama yang keluar disebut kolostrum dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi, karena sistem imun pada bayi belum matang.11,15 Pemberian ASI sangat disarankan pada anak sampai berusia 6 bulan tanpa diberikan makanan tambahan (ASI eksklusif). ASI dapat mengurangi angka kematian dan kesakitan yang disebabkan oleh infeksi pencernaan dan infeksi saluran napas.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

10

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Komponen ASI yang terdiri dari immunoglobulin A, laktoferin, oligosakarida dan komponen ASI lainnya dapat melindungi anak dari infeksi.11 Immunoglobulin A11 Immunoglobulin A (IgA) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. IgA di sekresi oleh kelenjar mammae dan kelenjar eksokrin lainnya selama masa menyusu. Sekretori IgA tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaaan dan saluran pernapasan. Sehingga IgA dapat mencegah serangan dari bakteri atau virus pada mukosa epithelium yang berpotensi terinfeksi. Laktoferin16 Laktoferin merupakan protein yang terikat dengan zat besi, diproduksi oleh makrofag, neutrofil, dan epitel kelenjar payudara bersifat bakteriostatik dan bakterisid. Menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan dengan zat besi sehingga tidak tersedia zat besi untuk kebutuhan bakteri patogen. Kadar dalam ASI 16 mg/ml dan tertinggi pada kolostrum (600 mg/dL). Laktoferin juga dapat menghambat pertumbuhan kandida. Oligosakarida16 Oligosakarida menghadang serangan Streptococcus pneumonia dan

Haemopilus influenza dengan cara bekerja sebagai reseptor dan mengalihkan bakteri patogen atau toksin mendekat ke faring. komponen ASI lainnya16

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

11

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Sebagian besar komponen lain pada ASI terdiri dari makrofag. Sel makrofag ASI merupakan sel fagosit aktif sehingga dapat menghambat multiplikasi bakteri pada infeksi mukosa saluran pernapasan. Selain sifat fagositik, sel makrofag juga memproduksi lisozim, C3 dan C4, laktoferin, monokin seperti IL-1 serta enzim lainnya. Selain itu juga terdapat limfosit yang berfungsi mensintesis antibodi IgA. Diketahui pula bahwa sekretori IgA sangat berperan dalam mempertahankan integritas mukosa saluran pernapasan.11

II.2.4. Imunisasi Campak Campak adalah penyakit akut yang sangat menular, disebabkan oleh infeksi virus yang termasuk golongan Paramyxovirus yang umumnya menyerang anak, yang ditandai gejala klinis yaitu coryza (pilek), conjungtivitis (mata meradang), cough (batuk) dan demam tinggi beberapa hari diikuti dengan timbulnya ruam.17 Campak dapat menimbulkan komplikasi pneumonia yang ditandai dengan adanya batuk, meningkatnya frekuensi napas, dan adanya rhonki basah halus. Komplikasi ini diakibatkan oleh reaksi viremia primer atau infeksi sekunder yang menyebabkan penyebaran virus pada sistem pernapasan yang dapat menimbulkan kematian.18 Daerah epitel yang nekrotik di nasofaring dan saluran pernapasan memberikan kesempatan terjadinya infeksi sekunder berupa pneumonia.17 Pemberian imunisasi dapat mencegah berbagai jenis penyakit infeksi termasuk ISPA. Penelitian pada daerah KLB campak di Papua New Guinea pada tahun 1999 menunjukkan bahwa komplikasi campak pada anak-anak yaitu

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

12

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

pneumonia berat sangat sering terjadi pada anak-anak yang tidak divaksinasi campak dibandingkan dengan anak-anak yang telah divaksinasi campak.18 Penelitian di Gweru, Zimbabwe menunjukkan bahwa risiko terjadinya komplikasi pada anak balita penderita campak lebih tinggi pada anak yang tidak divaksinasi campak. Vaksinasi campak sangat melindungi terhadap terjadinya komplikasi pada penderita campak 18

II.2.5. Asap Rokok Paparan asap rokok merupakan masalah besar dalam bidang kesehatan masyarakat. Pembakaran tembakau sebagai sumber zat iritan dapat menghasilkan campuran gas yang kompleks dan partikel partikel berbahaya. Lebih dari 4500 jenis kontaminan telah dideteksi dalam tembakau, diantaranya hidrokarbon polisiklik, karbon monoksida, karbondioksida, nitrit oksida, dan akrolein. 19 Asap rokok diketahui merangsang produksi mukus dan menurunkan pergerakan silia. Dengan demikian terjadi akumulasi mukus yang kental dan terperangkapnya partikel atau mikroorganisme pada jalan napas yang dapat menurunkan pergerakan udara dan meningkatkan risiko pertumbuhan

mikroorganisme. Infeksi saluran pernapasan bawah lebih sering terjadi pada bayi dan anak anak yang terpapar asap rokok.20 Bayi dan anak yang terpajan asap rokok sebelum atau sesudah kelahiran memperlihatkan peningkatan angka ISPA, infeksi saluran pernapasan bawah

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

13

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

misalnya pneumonia dibandingkan dengan bayi dan anak anak dari orang tua bukan perokok.20

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

14

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

II.3. Kerangka Teori

Berat badan lahir <2500 gram Paparan Asap Rokok Usia < 2 bulan

Pneumonia

Tidak mendapatkan Imunisasi campak

Pemberian ASI inadekuat

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

15

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS PENELITIAN, DAN DEFINISI OPERASIONAL

III.1. Kerangka Konsep Berat badan lahir dipilih sebagai variabel bebas (independent) karena pada10 dari 41 pasien balita (24,4%) penderita pneumonia yang datang ke Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara memiliki berat badan lahir dibawah 2500 gram yang merupakan salah satu faktor risiko dari pneumonia.

Gambar III.1.1. Skema Hubungan antara Berat Badan Lahir dengan Pneumonia Variabel bebas Variabel tergantung

Berat Badan Lahir

Pneumonia

III.2. Hipotesis Penelitian Hipotesis alternatif (Ha) : terdapat hubungan bermakna antara berat badan lahir dengan Pneumonia.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

16

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

III.3. Definisi Operasional Variabel III.3.1. Berat Badan Lahir Definisi variabel : Berat badan lahir responden yang lahir dengan usia kehamilan 37 minggu. Cara Ukur Alat ukur Hasil ukur Skala ukur : wawancara : kuesioner : Didapatkan berat badan responden dalam gram. : Data numerik skala rasio

III.3.2. Pneumonia Definisi variabel : Pneumonia dinilai beradasarkan catatan pada rekam medis: 1. Pasien yang sudah didiagnosis pneumonia atau 2. Pasien tidak didiagnosis pneumonia tetapi tercatat gejala pneumonia : Batuk, dan sesak nafas, Jumlah pernapasan (RR) : > 60 x/menit untuk balita berusia < 2 bulan, > 50x/menit untuk balita berusia 2 bulan < 1 tahun, > 40x/menit untuk balita berusia 1 < 5 tahun. Suhu tubuh 37,5oC : rekam medis

Cara ukur

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

17

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Hasil ukur : 1. Pneumonia : jika komponen 1 atau 2 terpenuhi. 2. Tidak Pneumonia : jika tidak ada komponen yang terpenuhi..

Skala ukur : Data kategorik skala nominal

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

18

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

IV. 1. Metode IV. 1. 1. Desain Penelitian dan Variabel Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain studi case-control dengan variabel tergantung (dependent) adalah pneumonia dan sebagai variabel bebas (independent) adalah berat badan lahir. Sedangkan variabel perancu potensial adalah asap rokok.

IV. 1. 2. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Waktu : Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara : 21 26 September 2012

IV. 1. 3. Populasi Penelitian Semua pasien yang berobat ke Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara selama periode Januari Agustus 2012 Kriteria inklusi untuk kelompok case : Responden berusia < 60 bulan. Responden dengan diagnosis pneumonia atau terdapat gejala pneumonia. Data identitas tercatat lengkap.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

19

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Kriteria inklusi untuk kelompok control : Responden berusia < 60 bulan. Responden yang tidak didiagnosis pneumonia atau tidak terdapat gejala pneumonia. Data identitas pasien tercatat lengkap.

Kriteria eksklusi untuk kelompok case dan kelompok control : Responden tidak dapat ditemukan di alamat seperti yang tercantum di rekam medis.

IV. 1. 4. Sampel IV.1.4.1. Sampel Penelitian Sampel penelitian adalah pasien yang berobat di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara selama periode Januari Agustus 2012 yang memenuhi kriteria inklusi.

IV.1.4.2. Perhitungan Besar Sampel Perhitungan besar sampel dengan menggunakan rumus : 21

((

) (

( )

))

P1 : Proporsi pasien yang menderita pneumonia dengan riwayat BBLR (didapatkan dari hasil perhitungan)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

20

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

P2 : Proporsi pasien yang tidak menderita pneumonia dengan riwayat BBLR = 0,04 (didapatkan dari jurnal)22

Derivat baku normal untuk = 5%, Z = 1,96 untuk 95% confidence interval Derivat baku normal b = 20%, Z = 0.84

P2

= P1 + 20% P1

Q1 = 1 P1 = 1 0,03 = 0, 97

Q2 = 1 P2 = 1 0,04 = 0,96

0,04 = 1,2 P1 P1 = 0,03

P = (P1 + P2) = (0,03 + 0,04) = 0,035

Q =1P = 1 0,035 = 0,965

n1 = n2

= (Z 2PQ + Z P1Q1 + P2Q2) (P1-P2) = (1.96 2 . 0,035 . 0,965 + 0.84 0.03 . 0,97 + 0,04 . 0,96) (0,03 0,04) = ((1.96 x 0,26) + (0.84 x 0,26)) 0,0001 = 0,53 0.0001 = 5.300

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

21

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Dengan demikian untuk masing-masing kelompok diperlukan 5.300 subjek, sehingga total subjek untuk penelitian adalah 10.600 orang.

IV. 1. 4. 3. Cara Pengambilan Sampel Pengambilan sampel dengan non-random sampling secara consecutive dilakukan pada semua balita yang menderita pneumonia yang tercatat pada rekam medis datang berobat ke Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara selama periode Januari Agustus 2012 yang memenuhi kriteria inklusi.

IV. 1. 5. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medis dan kuesioner.

IV. 1. 6. Cara Pengumpulan Data Penelitian dilakukan setelah mendapat ijin dari kepala Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara. Pasien yang berusia di bawah 5 tahun yang datang berobat ke Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara berdasarkan catatan rekam medis pada bulan Januari - Agustus 2012, diambil menjadi responden dan dicatat data identitas serta data medisnya oleh peneliti A untuk dikelompokan menjadi kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kemudian peneliti B, C, D, E mengunjungi responden ke rumah responden berdasarkan data identitas yang diberikan oleh peneliti A untuk mencari informasi

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

22

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

yang dibutuhkan. Peneliti A mengisi kuisioner mengenai pneumonia, sedangkan masing masing peneliti B, C, D, E mengisi kuisioner mengenai faktor risiko. Selanjutnya dihitung rerata berat badan lahir pada kelompok balita penderita pneumonia dan pada kelompok balita yang tidak menderita pneumonia.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

23

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

IV. 2. Alur Pengumpulan Data Data pasien balita yang berobat ke Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara dicatat oleh peneliti A berdasarkan Rekam Medis untuk menentukan kelompok kasus dan kontrol

Peneliti A mengisi kuisioner I

Masing masing peneliti B,C,D,E mendatangi alamat responden yang diberikan oleh peneliti A

Alamat responden tidak ditemukan

Alamat responden ditemukan

Tidak dimasukan dalam sampel

Dimasukan dalam sampel

Masing masing peneliti B,C,D,E menanyakan adanya faktor risiko pneumonia pada responden

Pneumonia

Tidak Pneumonia

Rerata berat badan lahir

Rerata berat badan lahir

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

24

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

IV.3. Teknik dan Analisa Data Seluruh data yang diperoleh dari rekam medis dan hasil wawancara dengan kuesioner diolah untuk kemudian disajikan dalam bentuk tekstular dan tabular.

IV. 3.1. Analisa Asosiasi Statistik Analisis asosiasi statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji statistik Logistic Regression dengan menggunakan software SPSS versi 18 untuk mengetahui derajat kemaknaan antara variabel bebas (independent variable) berskala rasio (data numerik) dan variabel tergantung (dependent variable) berskala nominal (data kategorik). Kemaknaan hubungan antara kedua variabel tersebut dinilai dari nilai p. Jika p < 0,05 Ho ditolak, jadi ada hubungan yang bermakna diantara variabel yang diteliti. Jika p 0,05 Ho diterima, jadi tidak ada hubungan yang bermakna diantara variabel yang diteliti. Analisis statistik untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh faktor perancu terhadap hubungan antara berat badan lahir dengan pneumonia yaitu dengan menggunakan uji statistik multivariat Logistic Regression.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

25

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

IV. 3.2. Analisa Asosiasi Epidemiologi Analisis asosiasi epidemiologi diperoleh dengan menghitung asosiasi relatif Odds Ratio menggunakan Logistic Regression

Odds Ratio (OR) = Log [ P (Y=1) / (Y=0) ] = O + 1X1 +............+ nXn atau P (Y=1) / (Y=0) = exp (0 + 1X1 + ...........+ nXn)

Keterangan : Odds Ratio : Besar risiko balita menderita pneumonia setiap peningkatan 1 gram berat badan lahir pada kelompok dengan rerata berat badan lahir <2500 gram dibandingkan balita dengan berat badan lahir 2500 gram.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

26

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

BAB V HASIL PENELITIAN

V. 1. Bivariat Dari 15 responden yang menderita pneumonia, terdapat 10 balita (66,7%) laki laki, 5 balita (33,3%) perempuan. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia, didapatkan 6 balita (40%) laki laki, 9 balita (60%) perempuan. Nilai tengah usia responden yang menderita pneumonia adalah 10 bulan dengan usia termuda 1 bulan dan usia tertua adalah 36 bulan. Sedangkan nilai tengah usia responden yang tidak menderita pneumonia adalah 17 bulan dengan usia termuda 1 bulan, sedangkan usia tertua 49 bulan. Dari 15 responden yang menderita pneumonia, terdapat 15 balita (100%) menderita batuk. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia, didapatkan 3 balita (20%) menderita batuk. Dari 15 responden yang menderita pneumonia, terdapat 15 balita (100%) menderita demam. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia, didapatkan 4 balita (26,7%) menderita demam. Dari 15 responden yang menderita pneumonia, terdapat 15 balita (100%) dengan napas cepat. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia, tidak didapatkan balita (0%) dengan napas cepat. Dari 15 responden yang menderita pneumonia, tidak ditemukan (0%) balita dengan tarikan dinding dada. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia, tidak ditemukan (0%) balita dengan tarikan dinding dada.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

27

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Nilai tengah berat badan lahir responden yang menderita pneumonia adalah 2400 gram dengan berat badan lahir terkecil 1900 gram dan berat badan lahir terbesar 3200 gram, sedangkan nilai tengah berat badan lahir responden yang tidak menderita pneumonia adalah 2900 gram dengan berat badan lahir terkecil 2300 gram dan berat badan lahir terbesar 3400 gram. Dari 15 responden dengan pneumonia didapatkan rerata berat badan lahir 2467 ( 453) gram. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia didapatkan rerata berat badan lahir 2827 ( 367) gram. Secara epidemiologi risiko menderita pneumonia pada kelompok balita dengan rerata berat badan lahir < 2500 gram tidak berbeda dibandingkan balita dengan berat badan lahir 2500 gram. Secara statistik didapatkan hubungan bermakna antara berat badan lahir dengan pneumonia. (OR = 1,00 ; p-value = 0,02) Dari 15 responden yang menderita pneumonia, terdapat 7 balita (46,7%) terpapar asap rokok. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia, didapatkan 3 balita (20%) terpapar asap rokok. Dari 15 responden yang menderita pneumonia, terdapat 8 balita (53,3%) mendapat ASI eksklusif. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia, didapatkan 9 balita (60%) mendapat ASI eksklusif. Dari 15 responden yang menderita pneumonia, terdapat 9 balita (60%) yang mendapat imunisasi campak. Dari 15 responden yang tidak menderita pneumonia, didapatkan 13 balita (86,7%) mendapat imunisasi campak.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

28

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Tabel V. 1. 1. Hasil Analisa Penelitian Berbagai Variabel Terhadap Pneumonia pada 30 Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Periode 21 26 September 2012 Pneumonia (n=15) Karakteristik Jumlah (%) Jenis Kelamin Laki-laki 10 (66,7%) Perempuan 5 (33,3%) 6 (40%) 9 (60%) Mean SD Median (Min,Max) Tidak Pneumonia (n=15) Jumlah % Mean SD Median (Min,Max)

Umur (bulan)

12,73 9,37

10 (1,36)

20,60 15, 40

17 (1,49)

Batuk Ya 15 (100%) Tidak 0 (0%) 3 (20%) 12 (80%)

Demam Ya 15 (100%) Tidak 0 (0%) 4 (26,7%) 11 (73,3%) Bersambung


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

29

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Pneumonia (n=15) Karakteristik Jumlah (%) Napas Cepat Ya 15 (100%) Tidak 0 (0%) Mean SD Median (Min,Max)

Sambungan Tidak Pneumonia (n=15) Jumlah % Mean SD Median (Min,Max)

0 (0%) 15 (100%)

Tarikan Dinding Dada Ya 0 (0%) Tidak 0 (0%) 0 (0%) 0 (0%)

Berat Badan Lahir (gram)

2466,67 453

2400 (1900,3200)

2826,67 367,4

2900 (2300,3400)

Paparan Asap Rokok Ya 7 (46,7%) Tidak 8 (53,3%) OR = 1,00 3 (20,0%) 12 (80%) Bersambung

p-value = 0,02

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

30

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Sambungan Pneumonia (n=15) Karakteristik Jumlah (%) ASI Eksklusif Ya 8 (53,3%) Tidak 7 (46,7%) 9 (60%) 6 (40,0%) Mean SD Median (Min,Max) Tidak Pneumonia (n=15) Jumlah % Mean SD Median (Min,Max)

Imunisasi Campak Ya 9 (60%) Tidak 1 (6,7%) Belum Waktunya 5 (33,3%) 13 (86,7%) 0 (0%) 2 (13,3%)

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

31

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

V.2. Multivariat Analisa multivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Logistic Regression yang dilakukan pada faktor perancu potensial (potential confounding factor) yaitu asap rokok terhadap hubungan antara berat badan lahir dengan Pneumonia. Dari hasil analisis statistik didapatkan hubungan bermakna antara berat badan lahir dengan Pneumonia (p-value 0,02), yang mana hubungan tersebut tetap bermakna setelah faktor perancu dikendalikan (p-value = 0,04).

Tabel V.2.1. Hubungan antara Pneumonia dengan Faktor Perancu atau Confounding Factor pada 30 Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Periode 21 26 September 2012 Faktor Risiko Model Dasar Berat badan lahir Model dasar dengan faktor perancu Berat badan lahir Paparan asap rokok 1,00 0,04 1,00 0,02 Odds Ratio p- value

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

32

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

BAB VI PEMBAHASAN

VI.1. Temuan Utama Secara epidemiologi risiko menderita pneumonia pada kelompok balita dengan rerata berat badan lahir < 2500 gram tidak berbeda dibandingkan balita dengan berat badan lahir 2500 gram. Secara statistik didapatkan hubungan bermakna antara berat badan lahir dengan pneumonia. (OR = 1,00 ; p-value = 0,02) Hasil temuan ini tidak sesuai dengan teori dan hipotesis penelitian bahwa berat badan lahir rendah merupakan faktor resiko dari pneumonia, hal ini kemungkinan dapat disebabkan karena jumlah sampel yang terlalu sedikit sehingga menyebabkan didapatkannya hasil penelitian ini secara kebetulan, atau dapat juga disebabkan karena adanya faktor risiko lain yang lebih berpengaruh terhadap kejadian pneumonia.

VI.2. Keterbatasan Penelitian VI.2.1. Bias Seleksi Bias seleksi tidak dapat disingkirikan karena sampel tidak diambil dengan cara random sampling, tetapi dengan cara non-random consecutive sampling dimana tiap subyek dalam populasi terjangkau tidak memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih atau tidak terpilih sebagai sampel penelitian sehingga terdapat perbedaan distribusi faktor risiko dan efek dengan populasi yang sesungguhnya.
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

33

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

VI.2.2. Bias Perancu Faktor perancu yang dianalisa adalah paparan asap rokok, setelah disetarakan dengan metode Logistic Regression sehingga tidak merancukan nilai. Selain itu, pada penelitian ini tidak dapat disingkirkan kemungkinan terjadinya bias perancu, oleh karena faktor faktor lain yang tidak diteliti yang mungkin mempengaruhi terjadinya pneumonia, seperti pemberian ASI yang inadekuat dan tidak diberikannya imunisasi campak pada balita.

VI.2.3. Chance Kemungkinan ditemukan hasil penelitian secara kebetulan tidak dapat disingkirkan karena berdasarkan perhitungan didapatkan = 88 % (pada = 0,20) dan = 8 % (pada = 0,05).

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

34

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN


VII.I. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dengan metode case-control terhadap 30 responden yang terdiri dari 15 responden sebagai kelompok kasus dan 15 responden sebagai kelompok kontrol, di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara pada tanggal 21 26 September 2012, dapat disimpulkan : 1. Sebanyak 15 balita menderita pneumonia. 2. Rerata ( SD) berat badan lahir balita yang menderita pneumonia di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara adalah 2467 ( 453) gram. 3. Secara epidemiologi risiko menderita pneumonia pada kelompok balita dengan rerata berat badan lahir < 2500 gram tidak berbeda dibandingkan balita dengan berat badan lahir 2500 gram. Secara statistik didapatkan hubungan bermakna antara berat badan lahir dengan pneumonia. (OR = 1,00 ; p-value = 0,02)

VII.II. Saran Perlu dilakukan penelitian serupa dengan jumlah sampel yang lebih besar sehingga diharapkan mendapatkan sampel yang dianggap dapat lebih mewakili populasi dan didapatkan hasil penelitian yang lebih baik.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

35

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

DAFTAR PUSTAKA
1. International Vaccine Access Center At The John Hopkins University Bloomberg School of Public Health. Global pneumonia disease burden. ( Updated November 2010, accessed on September 18 2012 ). Available at : http://wordpneumoniaday.org/pneumoniareport 2. Wardlaw T, Johansson EW, Hodge M. Pneumonia the forgotten killer of children. ( Updated 2006, accessed on September 18 ). Available at : http://whqlibdoc.who.int/publications/2006/9280640489_eng.pdf 3. Said M. Pengendalian pneumonia anak-balita dalam rangka pencapaian mdgs. ( Updated 2010, accessed on September 18 2012 ). Available at : http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/buletin/BULETIN%20PNEUM ONIA.pdf 4. Departemen Kesehatan RI. Pedoman pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut. Jakarta: Depkes RI; 2006: 2-4 5. Departemen Kesehatan RI. Rencana kerja jangka menengah nasional penanggulangan pneumonia balita tahun 2005-2009. Jakarta: Depkes RI; 2010: 7-11 6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil data kesehatan indonesia tahun 2011. Jakarta: Depkes RI; 2012: 92 7. World Health Organization. Pneumonia. ( Updated August 2012, accessed on September 19 2012 ). Available at : http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs331/en/index.html 8. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pneumonia. Dalam: Buku Ajar Respirologi Anak, Edisi ke-1. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2008 9. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pneumonia komuniti pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di indonesia. ( Updated 2003, accessed on September 19 2012 ). Available at : http://www.klikpdpi.com/konsensus/konsensuspneumoniakom/pnkomuniti.pdf 10. Tuomanen EI, Austrian R, Masure HR. Pathogenesis of pneumococcal infection. (Updated 1995, accessed on September 19 2012 ). Available at : http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJM199505113321907

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

36

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

11. Permaesih D, Hardinsyah, Setiawan B, Tanumiharjo SA. Kadar sIgA dan laktoferin air susu ibu. ( Updated 2009, accessed on September 19 2012 ). Available at : www.persagi.org/document/makalah/141_makalah.doc 12. Damanik S. Klasifikasi bayi menurut berat lahir dan masa gestasi. Dalam : Buku Ajar Neonatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, edisi ke-1. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2010: 11-28 13. Sukmawati, Ayu SD. Hubungan status gizi, berat badan lahir, imunisasi dan ispa. (Updated Desember 2012, accessed on September 21 ). Available at : http://jurnalmediagizipangan.files.wordpress.com 14. Esposito S, MarcheseA, Tozzi AE, Rossi GA, Dalt LD, Bona G, et all. Bacteremic pneumococcal community-acquired pneumonia in children less than 5 years of age in italy. ( Updated 2012, accessed on September 20 ). Available at : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22426300 15. Pediatrics. Breastfeeding and the use of human milk. (Update Februari 2012, accessed on September 19 2012 ). Available at : http://pediatrics.aappublications.org/content/129/3/e827.full.html 16. Aldy OS, Lubis BM, Sianturi P, Azlin E, Tjipta DG. Dampak proteksi air susu ibu terhadap infeksi. (Updated 2009, accessed on September 20 2012 ). Available at : http://www.idai.or.id/saripediatri/fulltext.asp?q=613 17. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Campak. Dalam : Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis, edisi ke-2. Jakarta : Balai Penerbit FK UI; 2012: 109-18 18. Salim A, Basuki H, Syahrul F. Indikator Prediksi Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Propinsi Jawa Barat. The Indonesian Journal of Public Health ; 2007, Vol 4, 111-15. 19. Cinar N, Dede C, Cevahir R, Sevimli D. Smoking status in parents of children hospitalized with a diagnosis of respiratory system disorders. Bosnian Journal of Basic Medical Sciences. ( Updated Oktober 2010, accessed on September 19 2012 ). Available at : http://journal.lib.unair.ac.id/index.php/IJPH/article/view/773/772 20. Corwin EJ. Sistem pernapasan. Dalam : Buku Saku Patofisiologi, edisi ke-3. Jakarta: EGC; 2009: 541-44. 21. Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, edisi ke-4. Jakarta: Sagung Seto: 2011.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

37

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

22. Yushananta, P. Analisis pneumonia pada balita di kota bandar lampung tahun 2007. ( Updated Desember 2008, accessed on September 20 2012 ). Available at : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21108615

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

38

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

LAMPIRAN KUISIONER I
(Diisi berdasarkan catatan rekam medis)

Nama Usia

: :

Jenis Kelamin : Alamat :

1. Apakah anak Anda batuk ? a. Ya b. Tidak

2. Apakah anak Anda sesak napas ? a. Ya b. Tidak

Catatan hasil pemeriksaan fisik : Suhu tubuh : .oC : x / menit

Jumlah pernafasan

Tarikan dinding dada : a. Ada b. Tidak ada

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

39

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

KUISIONER II
Nama Usia : :

Jenis Kelamin : Alamat :

1. Berapakah berat badan lahir anak Anda ? .. gram 2. Berapakah usia kehamilan saat anak Anda lahir ? .minggu

3. Apakah di lingkungan rumah Anda ada yang merokok ? a. Ya ( lanjut ke pertanyaan no.4) b. Tidak (lanjut ke pertanyaan no.5)

4. Jika Anda menjawab ya pada pertanyaan no.3, Apakah asap rokok tersebut sering terhirup oleh anak Anda ? a. Ya b. Tidak

5. Apakah anak Anda mendapatkan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan ? a. Ya b. Tidak

6. Apakah anak Anda mendapatkan imunisasi campak ? a. Ya b. Tidak c. Belum waktunya

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

40

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Bivariat
jenis kelamin * pneumonia Crosstabulation pneumonia ya jenis kelamin laki-laki Count % within pneumonia perempuan Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 10 66.7% 5 33.3% 15 100.0% tidak 6 40.0% 9 60.0% 15 100.0% Total 16 53.3% 14 46.7% 30 100.0%

Apakah anak anda batuk * pneumonia Crosstabulation pneumonia ya Apakah anak anda batuk ya Count % within pneumonia tidak Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 15 100.0% 0 .0% 15 100.0% tidak 3 20.0% 12 80.0% 15 100.0% Total 18 60.0% 12 40.0% 30 100.0%

Apakah anak anda demam? * pneumonia Crosstabulation pneumonia ya Apakah anak anda demam? Ya Count % within pneumonia Tidak Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 15 100.0% 0 .0% 15 100.0% tidak 4 26.7% 11 73.3% 15 100.0% Total 19 63.3% 11 36.7% 30 100.0%

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

41

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Napas_cepat * pneumonia Crosstabulation pneumonia ya Napas_cepat ya Count % within pneumonia tidak Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 15 100.0% 0 .0% 15 100.0% tidak 0 .0% 15 100.0% 15 100.0% Total 15 50.0% 15 50.0% 30 100.0%

Retraksi dinding dada? * pneumonia Crosstabulation pneumonia ya Retraksi dinding dada? tidak Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 15 100.0% 15 100.0% tidak 15 100.0% 15 100.0% Total 30 100.0% 30 100.0%

terpapar * pneumonia Crosstabulation pneumonia ya terpapar ya Count % within pneumonia tidak Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 7 46.7% 8 53.3% 15 100.0% tidak 3 20.0% 12 80.0% 15 100.0% Total 10 33.3% 20 66.7% 30 100.0%

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

42

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Apakah anak anda mendapatkan ASI eksklusif 6 bulan? * pneumonia Crosstabulation pneumonia ya Apakah anak anda mendapatkan ASI eksklusif 6 bulan? tidak ya Count % within pneumonia Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 9 60.0% 6 40.0% 15 100.0% tidak 8 53.3% 7 46.7% 15 100.0% Total 17 56.7% 13 43.3% 30 100.0%

Apakah anak anda mendapatkan imunisasi campak? * pneumonia Crosstabulation Pneumonia ya Apakah anak anda mendapatkan imunisasi campak? belum sudah Count % within pneumonia Count % within pneumonia belum waktunya Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 9 60.0% 1 6.7% 5 33.3% 15 100.0% Tidak 13 86.7% 0 .0% 2 13.3% 15 100.0% Total 22 73.3% 1 3.3% 7 23.3% 30 100.0%

penderita pneumoni kurang dari 2 bln * pneumonia Crosstabulation pneumonia ya penderita pneumoni kurang dari 2 bln tidak ya Count % within pneumonia Count % within pneumonia Total Count % within pneumonia 1 6.7% 14 93.3% 15 100.0% tidak 1 6.7% 14 93.3% 15 100.0% Total 2 6.7% 28 93.3% 30 100.0%

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

43

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Descriptives Pneumonia usia berdasarkan rm ya Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis tidak Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Lower Bound Upper Bound Lower Bound Upper Bound Statistic 12.73 7.54 17.93 12.09 10.00 87.924 9.377 1 36 35 10 1.534 2.050 20.60 12.07 29.13 20.11 17.00 237.257 15.403 1 49 48 19 .844 -.324 .580 1.121 .580 1.121 3.977 Std. Error 2.421

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

44

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Descriptives pneumonia Berapakah berat badan lahir? ya Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis tidak Mean 95% Confidence Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Lower Bound Upper Bound Lower Bound Upper Bound Statistic 2466.67 2215.79 2717.55 2457.41 2400.00 205238.095 453.032 1900 3200 1300 700 .389 -1.206 2826.67 2623.23 3030.10 2824.07 2900.00 134952.381 367.359 2300 3400 1100 700 -.275 -1.099 .580 1.121 .580 1.121 94.852 Std. Error 116.972

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

45

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Analisa Asosiasi Statistik & Epidemiologi Logistic Regression

Case Processing Summary Unweighted Cases Selected Cases


a

N Included in Analysis Missing Cases Total 30 0 30 0 30

Percent 100.0 .0 100.0 .0 100.0

Unselected Cases Total

a. If weight is in effect, see classification table for the total number of cases. Dependent Variable Encoding Original Value ya
dimension0

Internal Value 0 1

tidak

Block 1: Method = Enter

Omnibus Tests of Model Coefficients Chi-square Step 1 Step Block Model 5.369 5.369 5.369 df 1 1 1 Sig. .020 .020 .020

Model Summary Step -2 Log likelihood 1 36.220


a

Cox & Snell R Square .164

Nagelkerke R Square .218

a. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than .001.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

46

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Classification Table Observed

Predicted pneumonia Ya tidak 9 5 6 10 Percentage Correct 60.0 66.7 63.3

Step 1

pneumonia

Ya Tidak

Overall Percentage a. The cut value is .500

Variables in the Equation B Step 1


a

S.E. .002 .001 2.653

Wald 4.546 4.425

df 1 1

Sig. .033 .035

Exp(B) 1.002 .004

BBL Constant

-5.581

a. Variable(s) entered on step 1: BBL.

Multivariat
Logistic Regression
Case Processing Summary Unweighted Cases Selected Cases
a

N Included in Analysis Missing Cases Total 30 0 30 0 30

Percent 100.0 .0 100.0 .0 100.0

Unselected Cases Total

a. If weight is in effect, see classification table for the total number of cases.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

47

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Dependent Variable Encoding Original Value ya


dimension0

Internal Value 0 1

tidak

Block 1: Method = Enter


Omnibus Tests of Model Coefficients Chi-square Step 1 Step Block Model 6.456 6.456 6.456 df 2 2 2 Sig. .040 .040 .040

Model Summary Step -2 Log likelihood 1 35.133


a

Cox & Snell R Square .194

Nagelkerke R Square .258

a. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than .001.

Classification Table Observed

Predicted pneumonia Ya tidak 10 6 5 9 Percentage Correct 66.7 60.0 63.3

Step 1

Pneumonia

ya tidak

Overall Percentage a. The cut value is .500

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

48

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Variables in the Equation B Step 1


a

S.E. .002 .920 .001 .892 2.988

Wald 3.538 1.064 4.925

df 1 1 1

Sig. .060 .302 .026

Exp(B) 1.002 2.508 .001

BBL Terpapar Constant

-6.631

a. Variable(s) entered on step 1: BBL, terpapar.

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

49

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Perhitungan dan

Pneumonia BBLR Tidak BBLR Total 9 6 15

Tidak Pneumonia 4 11 15

P1 = proporsi pasien yang menderita pneumonia dengan BBLR P2 = proporsi pasien yang tidak menderita pneumonia dengan BBLR P1 = 9/15 = 0,6 P = (P1 + P2) = (0,6 + 0,27) = 0,435 Q1 = (1- 0,6) = 0,4 Z = 1,96 n = 30 : 2 = 15 P2= 4/15 = 0,27 Q=1P = 1 0,435 = 0,565 Q2 = (1-0,27) = 0,73 Z = 0,84

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

50

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Perhitungan Z dan n1= n2 = (Z 2PQ + Z P1Q1 + P2Q2) (P1-P2) 15 = (Z 2 . 0,435 . 0,565 + 0.84 0.6 . 0,4 + 0,27 . 0,73) (0,6 0,27) 15 = ((Z 0,491) + (0.84 0,24 + 0,19)) (0,33) 15 = ((Z . 0,7) + (0,55)) 0,109

15 x 0,109 0,422 0,422-0,55 0,12 Z Z 1-

= 0,7 Z + 0,55 = 0,7 Z + 0,55 = 0,7 Z = 0.7 Z = 0,12 / 0,7 = 0,17 = 0,56 = 1 0,56 = 0,44 x 100% = 44 %

dikalikan 2 = 44% x 2 = 88 %

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

51

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

Perhitungan Z dan n1 = n2 = (Z 2PQ + Z P1Q1 + P2Q2) (P1-P2) 15 = (1,96 2 . 0,435 . 0,565 + Z 0.6 . 0,4 + 0,27 . 0,73) (0,6 0,27) 15 = ((Z 0,491) + (0.84 0,24 + 0,19)) (0,33) 15 = ((1,96 x 0,7) + (Z x 0,65)) 0,109 15 x 0,109 0,422-1,372 0,95 Z Z 1- = 1,372 + 0,65 Z = 0,65 Z = 0,65 Z = 0,95 / 0,65 = 1,46 = 0,92 = 1 0,92 = 0,08 x 100% = 8 %

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

52

Hubungan Antara Riwayat Berat Badan Lahir dengan Pneumonia pada Balita di Puskesmas Kelurahan Kembangan Utara Kotamadya Jakarta Barat Periode 21 26 September 2012.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Nama Okta Variq Fitriah Dhia Indah Filza Akbar Danis Farhan Sifa Dafi Kayla Lestari Kenji Kanza Silvana Rizky Fakir Hafis Fauzan Oktavia Rahma Intan Nazwa Ane Raihan Alif Fandi Sekar Hafiz

JK P L P P P L L L L P L P P L L P L L L L P P P P P L L L P L

Usia (bln) 6 7 6 11 36 10 12 1 43 15 17 9 19 19 9 17 10 17 19 30 28 48 11 9 3 49 10 1 26 12

Batuk Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Tidak

Demam Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak Tidak

Suhu (oC) 37,9 37,8 37,7 37,7 38 37,8 38 37,9 36,6 37 36,7 36,8 36,7 36,8 38 38 37,8 38,5 38,5 38,2 38 36,6 37,6 36,7 36,7 36,7 38,2 38,3 36,5 36,6

Sesak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Tidak

RR (x/mnt) 52 52 56 56 46 54 52 32 30 36 36 40 33 36 56 52 53 48 48 44 36 28 38 38 40 36 56 64 36 38

Napas Cepat Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Tidak

Retraksi Dada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Pneumonia Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Tidak

Usia <2bln Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Tidak

BBL 2200 2400 3200 3000 2300 2800 2100 2300 3300 2900 2300 3100 3100 2900 2400 2700 2800 1900 3200 2000 3100 3400 2900 3000 2400 2300 1900 2100 2600 2800

BBLR Ya Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak

Usia Kehamilan 37 38 38 37 37 37 37 38 37 38 37 37 37 37 37 38 37 37 38 37 38 37 38 38 37 38 37 37 38 37

Lingk. Rokok Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya

Paparan Ya Ya Ya tidak Tidak Ya Tidak Tidak N/A Ya Tidak Tidak Tidak Ya Tidak N/A Tidak Ya N/A Ya N/A N/A Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Ya N/A Tidak

Terpapar Ya Ya Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak

ASI Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak Tidak Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya

Imunisasi Campak Blm waktunya Blm waktunya Blm waktunya Sudah Sudah Belum Sudah Blm waktunya Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Blm waktunya Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Sudah Blm waktunya Sudah Sudah Blm waktunya Sudah Sudah

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 3 September 6 Oktober 2012

53