Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM BIOMETRI AKURASI DAN PRESISI SERTA TAMPILAN DATA

Disusun Oleh :

NAMA NIM KEL

:YASINTA ANA :F05110022 : TIGA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2012

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar belakang

Dalam praktikum biologi seperti meneteskan sampel pada praktikum biokimia dan melakukan pengukuran panjang dan lebar daun pada morfologi tumbuhan adalah kegiatan yang sering dilakukan. Namun seberapa banyak satu tetes dari setiap praktikan dan seberapa panjang yang diukur praktikan tidak selalu sama, Jika dalam penelitian diperlukan konsistensi jumlah dan ukuran yang sama tentu memerlukan latihan agar satu tetes dan setiap panjang setara dengan yang diinginkan. Jumlah volume dan panjang ini dapat diuji dengan melakukan beberapa kali pengulangan sehingga diperoleh hasil selisih perbedaan yang kecil. Ketelitian dan ketepatan dalam padatan merupakan prosedur mutlak dalam pengamatan untuk praktikum atau penelitian. Jenis dan jumlah data serta cara pengukuran atau pengambilan sampel akan mempengaruhi hasil dan interpretasi data sekaligus kesimpulan (inference). Ketelitian akan mendukung akurasi data, dan konsentrasi dalam pengukuran menunjukkan presisi data. Untuk membuktikan keakuratan dan kepresisian sebuah data, maka perlu dilakukan praktikum untuk menentukan akurasi, presisi dan melaporkan dengan pilihan tampilan data yang sesuai dengan projek.

B.

Landasan Teori

Verifikasi merupakan suatu uji kinerja metode standar. Verifikasi ini dilakukan terhadap suatu metode standar sebelum diterapkan di laboratorium. Verifikasi sebuah metode bermaksud untuk membuktikan bahwa laboratorium yang bersangkutan mampu melakukan pengujian dengan metode tersebut dengan hasil yang valid. Disamping itu verifikasi juga bertujuan untuk membuktikan bahwa laboratorium memiliki data kinerja. Hal ini dikarenakan laboratorium yang berbeda memiliki kondisi dan kompetensi personil serta kemampuan peralatan yang berbeda. Sehingga, kinerja antara satu laboratorium dengan laboratorium lainnya tidaklah sama.

Didalam verifikasi metode, kinerja yang akan diuji adalah keselektifan seperti uji akurasi (ketepatan) dan presisi (kecermatan). Dua hal ini merupakan hal yang paling minimal harus dilakukan dalam verifikasi sebuah metode. Suatu metoda yang presisi (cermat) belum menjadi jaminan bahwa metode tersebut dikatakan tepat (akurat). Begitu juga sebaliknya, suatu metode yang tepat (akurat) belum tentu presisi (Saputra, 2009) ACCURACY Accuracy descibes the nearness of a measurement to the standard or true value, i.e., a highly accurate measuring device will provide measurements very close to the standard, true or known values.Example: in target shooting a high score indicates the nearness to the bull's eye and is a measure of the shooter's accuracy.

PRECISION Precision is the degree to which several measurements provide answers very close to each other. It is an indicator of the scatter in the data.The lesser the scatter, higher the precision. (Anonim, tanpa tahun).

Faktor-faktor presisi

dan bias sangat ditentukan oleh terjadinya faktor-

faktor kesalahan yang terjadi selama pengukuran. Akurasi dan presisi dapat bersumber dari individuyang melakukan pengukuran dan alat yang digunakan. Tiap individu memiliki keterampilanyang berbeda dalam melakukan pengukuran khususnya dalam menggunakan alat sehinggadiperlukan latihan-latihan dalam meningkatkan akurasi dan presisi hingga hasil yang diperolehmendekati hasil yang sebenarnya. Begitu juga alat memiliki tingkat akurasi dan presisi yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya (Tsividis, 2001).

C.

Permasalahan

Adapun permasalahan dari praktikum kali ini yang akan dibahas adalah : 1. Berapa tendensi sentral dan standar deviasi pada kedua kasus yang

diberikan ditinjau dari individu maupun alat yang digunakan? 2. Bagaimana presisi dan akurasi atas kedua kasus tersebut ditinjau dari

individu maupun alat yang digunakan?

3. tersebut?

Bagaimana hubungan antara presisi dan akurasi berdasarkan kedua kasus

D.

Tujuan

Adapun tujuan praktikum kali ini adalah : 1. Menghitung mean dan standar deviasi pada kedua kasus yang diberikan

ditinjau dari individu maupun alat yang digunakan? 2. Mengetahui presisi dan akurasi pada kedua kasus yang diberikan ditinjau

dari individu maupun alat yang digunakan? 3. tersebut. Mengetahui hubungan antara presisi dan akurasi berdasarkan kedua kasus

BAB II METODOLOGI A. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu pipet tetes, pipet volume, bolb, beaker glass, beaker glass plastik, penggaris dan ubin. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu air.

B.

Cara Kerja

- Kasus 1 Disediakan alat seperti beaker glass kaca 50ml, beaker glas plastik, dan pipet tetes, kemudian bahan yang digunakan yaitu air. Air disediakan didalam beaker glass plastik. Ambil air menggunakan pipet tetes, kemudian perlahan lahan lakukan penetesan 5 kali penetesan dengan 5 tetes air. Penetesan dilakukan oleh setiap orang. Air ditetesi kedalam beaker glass, kemudian air yang didalam beaker glas tersebut ditimbang menggunakan neraca digital. Lakukan percobaan yang sama dengan menggunakan pipet volume. Catat data yang didapat ke dalam Log Book, hitung median, mean, modus, dan standar deviasinya. - Kasus 2

Disediakan penggaris dan Log Book. Setiap kelompok mengukur panjang dan lebar ubin yang ada di sekitar laboratorium P.Biologi Untan. Setiap kelompok mengukur 50 ubin. Tulis hasilnya ke Log Book, kemudian hitung median, mean, modus, dan standar deviasinya. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung standar deviasi dan error adalah : Standar Deviasi

x = mean atau rata-rata nilai x i = apapun nilai tunggal N = jumlah total nilai-nilai yang diamati

Standar Error

s = standar deviasi n = jumlah data

BAB III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A. Kasus 1 Tabel 1. Hasil percobaan pengetesan dengan menggunakan pipet tetes Pengulangan pipet tetes 1 0,24 0,25 2 0,22 0,20 3 0,22 0,23 4 0,22 0,23 5 0,25 0,23 Standar Deviasi 0,014 0,017 Hasil Pengamatan

Nama Irwin Reno

Mean 0,23 0,22

Modus 0,22 0,23

Median 0,22 0,23

Sinta

0,29

0,27

0,27

0,28

0,25

0,27

0,27

0,27

0,018

Tabel 2. Hasil percobaan pengetesan dengan menggunakan pipet Bulb Pengulangan pipet bulb 1 2 3 4 5 Standar Deviasi 0,083 0,011 0,025

Nama Irwin Reno Sinta

Mean 0,22 0,26

Modus

Median

0,24 0,23 0,22 0,23 0,25 0,26 0,26 0,26 0,25 0,27

0,22 ; 0,23 0,23 0,26 0,26

0,28 0,22 0,23 0,23 0,252 0,23

0,22 ; 0,23 0,23

Tabel 3. Standar Deviasi pipet tetes Tetes 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Total standar deviasi berat 0,24 0,22 0,22 0,22 0,25 0,25 0,2 0,23 0,23 0,32 0,29 0,27 0,27 0,28 0,25 Mean 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 0,247 |x-| -0,007 -0,027 -0,027 -0,027 0,003 0,003 -0,047 -0,017 -0,017 0,073 0,043 0,023 0,023 0,033 0,003 |x-|^2 4,9E-05 0,000729 0,000729 0,000729 9E-06 9E-06 0,002209 0,000289 0,000289 0,005329 0,001849 0,000529 0,000529 0,001089 9E-06 0,014375 0,032043497 0,22 ; 0,23 ; 0,25 (3 Modus kali)

Median

0,24

Tabel 4. Standar Deviasi pipet bulb Tetes 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Total standar deviasi Modus Median berat 0,24 0,23 0,22 0,23 0,22 0,26 0,26 0,26 0,25 0,27 0,28 0,22 0,23 0,23 0,22 Mean 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 0,241 |x-| -0,001 -0,011 -0,021 -0,011 -0,021 0,019 0,019 0,019 0,009 0,029 0,039 -0,021 -0,011 -0,011 -0,021 |x-|^2 0,000001 0,000121 0,000441 0,000121 0,000441 0,000361 0,000361 0,000361 8,1E-05 0,000841 0,001521 0,000441 0,000121 0,000121 0,000441 0,005775 0,020310096 0,22 ; 0,23 (4 kali) 0,24

Kasus 2 Tabel 5. Data pengukuran tehel disekitar laboratorium biologi Tehel 1 2 3 Panjang Lebar 29,5 29,5 30 29,6 29,6 30 Luas 873,2 873,2 900 Mean |x-| |x-|^2 4,24112836 4,24112836

871,1406 2,0594 871,1406 2,0594

871,1406 28,8594 832,8649684

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

29,5 29,5 29,5 29,5 29,2 29,4 29,4 29,4 29,5 29,5 29,5 29,6 29,5 29,6 29,4 29,5 29,6 29,5 29,6 29,5 29,6 29,4 29,5 29,6 29,4 29,5 29,5 29,5 29,6 29,4 29,4 29,6

29,2 29,5 29,4 29,5 29,6 29,4 29,5 29,6 29,6 29,4 29,4 29,6 29,5 29,5 29,4 29,5 29,6 29,4 29,5 29,5 29,6 29,4 29,5 29,5 29,6 29,6 29,6 29,5 29,5 29,5 29,6 29,5

861,4 870,25 867,3 870,25 864,32 864,36 867,3 870,24 873,2 867,3 867,3 876,16 870,25 873,2 864,36 870,25 876,16 867,3 873,2 870,25 876,16 864,36 870,25 873,2 870,24 873,2 873,2 870,25 873,2 867,3 870,24 873,2

871,1406 -9,7406 871,1406 -0,8906 871,1406 -3,8406 871,1406 -0,8906 871,1406 -6,8206 871,1406 -6,7806 871,1406 -3,8406 871,1406 -0,9006 871,1406 2,0594 871,1406 -3,8406 871,1406 -3,8406 871,1406 5,0194 871,1406 -0,8906 871,1406 2,0594 871,1406 -6,7806 871,1406 -0,8906 871,1406 5,0194 871,1406 -3,8406 871,1406 2,0594 871,1406 -0,8906 871,1406 5,0194 871,1406 -6,7806 871,1406 -0,8906 871,1406 2,0594 871,1406 -0,9006 871,1406 2,0594 871,1406 2,0594 871,1406 -0,8906 871,1406 2,0594 871,1406 -3,8406 871,1406 -0,9006 871,1406 2,0594

94,87928836 0,79316836 14,75020836 0,79316836 46,52058436 45,97653636 14,75020836 0,81108036 4,24112836 14,75020836 14,75020836 25,19437636 0,79316836 4,24112836 45,97653636 0,79316836 25,19437636 14,75020836 4,24112836 0,79316836 25,19437636 45,97653636 0,79316836 4,24112836 0,81108036 4,24112836 4,24112836 0,79316836 4,24112836 14,75020836 0,81108036 4,24112836

36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Total

29,4 29,4 29,5 29,6 29,5 29,5 29,5 29,5 29,7 29,4 29,5 29,4 29,4 29,6 29,6

29,5 29,6 29,6 29,5 29,5 29,4 29,5 29,6 29,6 29,4 29,6 29,6 29,5 29,7 29,5

867,3 870,24 873,2 873,2 870,25 867,3 870,25 873,2 879,12 864,36 873,2 870,24 867,3 879,12 873,2

871,1406 -3,8406 871,1406 -0,9006 871,1406 2,0594 871,1406 2,0594 871,1406 -0,8906 871,1406 -3,8406 871,1406 -0,8906 871,1406 2,0594 871,1406 7,9794 871,1406 -6,7806 871,1406 2,0594 871,1406 -0,9006 871,1406 -3,8406 871,1406 7,9794 871,1406 2,0594

14,75020836 0,81108036 4,24112836 4,24112836 0,79316836 14,75020836 0,79316836 4,24112836 63,67082436 45,97653636 4,24112836 0,81108036 14,75020836 63,67082436 4,24112836 1568,658482 873,2 (15

Modus Median Standar deviasi

kali) 870,25 5,658041924

B.

Pembahasan

Pada praktikum kali ini dilakukan pengujian akurasi dan presisi dengan cara mengambil larutan menggunakan pipet tetes dan mengukur luas Ubin di laboratorium FKIP Untan. Harus diketahui terlebih dahulu akurasi merupakan seberapa dekat suatu angka hasil pengukuran terhadap angka sebenarnya. Sementara presisi merupakan derajat kedekatan kesamaan pengukuran antara satu dengan lainnya. Untuk mengetahui presisi dan akurasi pada sebuah metode penelitian, dapat dilihat dari kedua kasus dibawah ini. dimana kasus pertama adalah mengukur seberapa banyak volume air yang diambil

menggunakan pipet tetes oleh individu yang berbeda. Dan kasus kedua adalah pengukuran luas Ubin sebanyak 50 buah. Kasus 1 Pengukuran penetesan dilakukan dengan pipit tetes dan pipet bulb . pada penetesan Irwin memiliki akurasi tinggi karena memiliki kedekatan nilai mean yang diperoleh yaitu 0,230 ml dengan nilai rata-rata mean yaitu 0,243 ml dan presisi tinggi karena memiliki SD paling kecil yakni 0,14 dibandingkan kedua lainnya. Pada penetesan menggunakan pipet bulb. Penetesan sinta memiliki akurasi tinggi karena memiliki kedekatan nilai mean yang diperoleh yaitu 0,23 ml dengan nilai rata-rata mean yaitu 0,243 ml. Sedangkan Reno memiliki presisi tertinggi dikarenakan seringnya muncul angka yang sama

dipengulangannya sehingga reno memiliki SD paling kecil yakni 0,11. Perbedaan hasil yang diperoleh oleh setiap individu disebabkan oleh ketelitian masing-masing individu dalam menggunakan alat. Setiap individu memiliki tingkat pemberian tetesan yang berbeda sesuai kondisinya saat itu. Namun semua faktor luar tersebut dianggap sama. Berdasarkan kasus tersebut, jika hasil pengukuran saling berdekatan (mengumpul) maka dikatakan mempunyai presisi tinggi dan sebaliknya jika hasil pengukuran menyebar maka dikatakan mempunyai presisi rendah. Presisi diindikasikan dengan penyebaran distribusi probabilitas. Distribusi yang sempit mempunyai presisi tinggi dan sebaliknya. Ukuran presisi yang sering digunakan adalah standar deviasi ( ). Presisi tinggi nilai standar deviasinya kecil dan sebaliknya. Kasus 2 Pengukuran ini menghitung luas ubin yang ada di lab. Biologi. Dimana ubin ini memiliki ukuran standar 30X30 CM. Ini dapat dilihat saat pembelian ubin. Namun, setelah dilakukan pengkuran terhadap 50 ubin. Hanya 1 ubin yang memliki keakuasian paling tinggi yakni ubin nomor 3. Sedangkan ke 49 ubin lainnya tidak mencapai ukuran 30X30 CM. Diperoleh nilai yang sering muncul adalah dengan luas 873,2 sebanyak 15 kali, ratarata luas ubin tersebut adalah 870,25, lalu diperoleh juga SD yang cukup bsar yakni 5,65. SD menunjukkan keragaman data yang diperoleh, semakin kecil SD maka tingkat akurasi dan presisinya juga semakin tinggi. Selain melakukan perhitungan SD, biasanya dicari juga perhitungan SE (Standard error). Standard error dapat menunjukkan bagaimana tingkat fluktuasi dari penduga atau

statistic. Standard error juga dapat diintepretasikan seberapa akurat penduga dalam menduga parameter. Hubungan antara akurasi dan presisi dapat terjadi dalam empat hal:

Akurasi dan presisi sama-sama rendah Presisi tinggi, akurasi rendah Presisi rendah, akurasi tinggi Akurasi dan Presisi tinggi(Saputra, 2009)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa presisi tertinggi dapat dilihat dari nilai modus yang sering muncul dan nilai mean yang mendekati mean kelompok.Presisi dan akurasi tertinggi diperoleh dari pendekatan nilai dari standar acuan yang ditentukan. Terjadinya perbedaan pengukuran disetiap pengulangan dan setiap individu disebabkan oleh oleh ketelitian masing-masing individu dalam menggunakan alat.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.

Tanpa

Tahun.

Accuracy

and

Precision.

(Online) (7

http://webphysics.iupui.edu/NH/Projects/TEAMS%5B2%5D/err6.html Oktober 2012)

Saputra. 2009. Verifikasi dan validasi Metode di Laboratorium. (Online) http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_analisis/verifikasi-dan-validasimetoda-di-laboratorium/ (7 Oktober 2012) Y. Tsividis, A First Lab in Circuits and Electronics, Jons Wiley and Sons, 2001. Dalam Juniar, Nita. 2010 Laporan Praktikum Presisi dan Akurasi. (Online)

http://juniarnita.blogspot.com/2010/11/laporan-praktikum-presisi-danakuarsi.html (7 Oktober 2012)