Anda di halaman 1dari 59

Ayu Nindya Sari (11.2011.199) Pembimbing : Dr. Al Rasyid, Sp.

Jaringan pelindung
Meningen : Duramater (lapisan paling luar,keras, fleksibel) Arachnoidmater (lembut, berongga, dibawah lapisan duramater) Piamater (lapisan paling bawah, melindungi otak, saraf) Sistem

Ventrikular

Sistem Ventrikuler


Ventrikel lateral ventrikel ketiga = foramen interventrikularis/ Monro di midbrain V ketiga V keempat oleh aquaductus cerebri menghubungkan ujung caudal ventrikel keempat dengan canalis centralis V keempat ruang subarakhnoid = foramen magendie (apertura mediana) dan foramen luschka ( apertura lateralis)

LCS diproduksi di Pleksus Choroideus. LCS di reabsorpsi kembali lewat Villi Granulasio arakhnoidales

SS. pusat otak Med.spinalis

ss.perifer

ss. Somatik

ss. otonom

Forebrain

Hindbrain

Midbrain Reticular Formation (extend to midbrain)

Efferent nerves Afferent nerves Symphathetic

Parasymphahetic
Limbic system

Cerebrum Thalamus

Medulla
Cerebelum Pons

Hypothalamus

Struktur Utama Otak


Forebrain
Telencephalon Diencephalon
Cortex Sistem lymbik Basal ganglia Thalamus Hipothalamus

Midbrain

Hindbrain

Tectum Tegmentum

Methncephalon
Myelencephalon
Pons cerebellum

Cerebrum

Cortex Gyrus Precentral : mengatur fungsi motorik Gyrus postcentral : saraf somatosensorik Superior temporal gyri : auditory

Lobus Frontalis Terdiri Atas 4 Gyrus: 1 Gyrus Vertikal: Gyrus Precentralis (Area Motorik

Primer/Area 4) 3 Gyrus Horisontal: Gyrus Frontalis Superior, Media Dan Inferior Area Premotor (Area 6) Terletak Di Depan Area 4. Area Lapang Pandang Frontal (Area 8) Terletak Di Depan Area 6. Gyrus Frontalis Inferior Terdiri Dari: Pars Orbitalis, Pars Opercularis Dan Pars Triangularis Pars Triangularis Dan Opercularis Pada Hemisfer Dominan Area Bicara Motorik Broca/Area 45 Dan 44

Lobus Parietalis
Gyrus Postcentralis Pusat Somatosensorik Primer/Area 3,1 Dan 2 Lobulus Parietal Superior Lobulus Parietal Inferior, Yang Terdiri Atas Gyrus Supramarginalis Dan Angularis Area Bicara Sensorik Wernicke/Area 40 Dan 39

Lobus Temporalis
Gyrus Temporalis Superior Disebut Pula Gyrus Tranversal Heschl Pusat Pendengaran (Auditory) Primer/Area 41 Gyrus Temporalis Medius Dan Inferior Dikenal Sebagai Cortex Para Auditory (Area 42 Dan 22)

Lobus occipitalis
Daerah Cortex Pada Atas (Upper Lip) Dan Bawah (Lower Lip) Sulcus Calcarinus Merupakan Area Penglihatan Primer (Area 17) berfungsi menerima informasi visual

Area Asosiasi Penglihatan Adalah Area 18 Dan 19

Basal ganglia
Kumpulan subcortical nuclei pada forebrain yang terletak di bagian anterior dari ventrikel lateral Terdiri dari : Globus pallidus (lateral thalamus tiap sisi hemisfer) Putamen (lateral globus pallidus) Caudate (melingkar di ujung anterior putamen)

Terletak di permukaan lateral dan dorsal dari pons Berfungsi dalam keseimbangan dan keharmonisan dalam pergerakan, koordinasi gerakan motorik halus.menerima informasi visual, auditory, vestibular dan somatosensory. Menerima informasi gerakan muskuler otot dan memodifikasi dalam gerakan motorik yang terkoordinasi dan halus.

Cerebellum

Batang otak
Terdiri dari 3 bagian besar : Mesensephalon (III,IV) Pons (V,VI,VII) Medulla oblongata (IX, X, XI, XII). Komponen vital karena pusat kesadaran, pengaturan nafas dan jantung.

Sistem sensorik
Fungsi Sel saraf sensori :

menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

Root entry zone dan kornu posterior


Serabut saraf aferen memasuki MS melalui : dorsal root entry zone (DREZ) / zona redlich Obersteiner

Columna Posterior Serabut dri ekstresmitas atas bergbung d MS setinggi C terltak bagian lateral fasikulus cuneatus Ekstremts bawah fasikulus gracilis

Trk talamokortikalis (brjln melalui capsula interna Dan corona radiata) Trks bulbotalamikus

(berakhir di nukleus ventralis


posterolateralis talami)

Lesi columna posterior


Sensasi kinestetik: hilangnya sensasi posisi dan gerakan Asterognosia: tdk dpt mengenali bentuk dan berat objek dgn sensasi raba Agrafestesia: tdk dpt mengenali angka / huruf yg d gambar d telapak tangan Hilangnya diskriminasi dua titik Hilangnya sensasi getar: garpu tala pada tulang Tanda romberg positif

Traktus spinoserebelaris

Traktus spinoserebelaris anterior Dari medulla spinalis sinaps dgn neuron fonikularis di kornu post dan substansia grisea MS berjalan ipsi dan kontralateral menyilang d dsr ventrikel IV pedunculus serebelaris superior & velum medulare vermis serebri Traktus spinoresebelaris posterior Sinaps d kornu anterior ipsilateral pedunculus serebelaris inferior vermis serebri

Traktus spinotalamikus
Spinotalamikus anterior persepsi raba kasar dan tekan Spinotalamikus lateralis nyeri dan suhu (geli, gatal sex)


Traktus spinotalamikus anterior dan lateralis Impuls dri reseptor kutaneus serabut saraf perifer masuk MS melalui radiks posterior mmbntuk sinaptik di subs grisea kornu poterior menyilang di komisura spinalis anterior brjln memalui funikulus anterolateralis kontalaterl VPL girus presentralis Traktus spinotalamikus lateralis Serabut dri ekstremitas bawah lateral Serabut dri ekstremitas atas medial

Sistem Motorik
Sistem ini menghantarkan segala perintah dari korteks motorik serebri menuju sirkuit lokal (otot) Sistem motorik: 1. Sistem motorik Neuron/UMN) 2. Sistem motorik Neuron/LMN).

sentral perifer

(Upper (Lower

Motor Motor

Traktus piramidalis

Traktus piramidal kumpulan susunan serabut saraf yang mengatur gerakan volunter otot rangka Serat-serat ini adalah akson dari neuron yang terletak dalam regio motorik, yaitu girus presentralis ( area sitoarsitektonik Brodmann 4 ) capsula interna ( corona radiata/subcortex) mesensephalon pons m oblongata menyilang d dekusasio piramidalis

80 85% serat dari setiap traktus piramidalis, menyilang ke sisi yang berlawanan dalam dekusasio piramidalis dan menjadi traktus kortikospinal lateral turun ke medula spinalis melalui funikulus lateralis kontralateral

Sisa dari serat-serat tersebut, terus berjalan ke bawah tidak menyilang dalam funikulus anterior sebagai traktus kortikospinalis anterior turun medula spinalis melalui funikulus anterior ipsilateral


Traktus kortikospinal menstimulasi motor neuron pada medulla spinalis yang bertugas menggerakkan otot-otot aksial tubuh, tangan dan tungkai Traktus kortikospinal lateral berakhir di motor neuron yang bekerja untuk pergerakkan sebagian besar segmen distal tangan dan tungkai Sedangkan traktus kortikospinal medial berakhir di motor neuron untuk pergerakkan otot aksial tubuh dan segmen proksimal tangan dan tungkai

Traktus piramidalis


Lesi subkortikal (hematom, infark, tumor, dan sebagainya). Paresis kontralateral lengan atau tangan serta melibatkan gerakan-gerakan keterampilan. Lesi kecil dikorteks area 4 akan menyebabkan paresis flasid dan sering disertai terjadinya serangan epilepsi fokal (jackson) Lesi kapsula interna, Hemiplegia spastik (sehubungan dengan serabut piramidal dan ekstrapiramidal yang tersusun padat). Keterlibatan traktus kortikonuklear akan menyebabkan terjadinya paralisa fasial dan hipoglosus kontralateral. Kebanyakan nukleus motorik saraf kranial mempunyai inervasi bilateral.


Lesi pedunkulus akan menyebabkan terjadinya hemiplegi spastik yang kontralateral dan disertai dengan paralisa n. III ipsilateral. Lesi pons dapat menyebabkan hemiplegia kontralateral atau bilateral. lesi-lesi ini sering disertai oleh kelumpuhan n. VI dan n. V ipsilateral.


Lesi piramid biasanya menyebabkan hemiparese flasid kontralateral (bukan hemiplegia mengingat traktus yang terlibat hanya traktus piramidal, sedangkan ekstrapiramidal tetap intak). Lesi servikal. Keterlibatan traktus piramidalis lateralis (akibat amyotropic lateral sclerosis atau multipelsklerosis) akan menyebabkan hemiplegia spastik ipsilateral. Spastisitas ini dikaitkan dengan kerusakan traktus piramidal dan traktus ekstrapiramidal.


Lesi kornu anterior. Kelumpuhan akibat lesi ini adalah ipsilateral dan bersifat flasid akibat gangguan LMN.

Lesi dekusasio traktus piramidalis akan menampilkan sindrom (jarang) yang dikenal dengan hemiplegia alternans.

Traktus kortikomesensefalikus
Berjln bersama tr. Kortikonuklearis, tpi berasal dri area brodman 8 (lapang mata frontal) u/ gerak bola mata konjugat brjln menuju N III, IV, VI

Traktus kortikkonuklearis

Beberapa serabut tr. Piramidalis membentuk cabang ketika melewati otak tengah dan kemudian berjln ke dorsal menuju nukelui nervi kranialis Sebagian menyilang, dan ada yang tidak menyilang Nuklei tersbt adalah nuclei yg memediasi gerakna involunter otot2 melalui N V, VII, IX, X, XI, XII


Serabut saraf motorik dlm MS di bagi dalam 2 kelompok: Lateral : tr kortikospinalis + rubospinalis u/ gerakan volunter motorik halus dan terampil dri ekst. Atas (lengan bawah dan tangan) Medial: tr retikulospinalis + vestibulospinalis + kortikospinalis ant. u/ gerakan tubuh dan ekst bawah (postur dan gait)

Lokasi keluarnya saraf kranialis

Terletak dibawah korteks frontobasalis (orbitofrontalis) Dari bulbus olfactori berjalan membentuk traktus olfactori menuju striatum lateral olfactory (gyrus parahipocampal) dan striatum medial olfaktorius (Syst.Limbic)

N. Olfaktorius (I)

Traktus serat yang berjalan naik dari mata ke chiasma disebut Saraf Opticus, separuh berasal dari sisi nasal retina menyebrang melalui chiasma ke sisi yang berlawanan, separuh sisi temporal retina berjalan ipsilateral. Di belakang chiasma semua bergabung membentuk traktus optikus. Setiap traktus berakhir pada corpus geniculatum lateral. Akson dari neuron-neuron membentuk radiasio optika, berproyeksi ke dalam kortek penglihatan (kalkarina) yang meluas sepanjang fisurra kalkarina (area broadman 17)

N. Opticus (II)

N. Oculomotorius (III)
Nervus oculomotorius terbagi menjadi ramus superior dan ramus inferior yang muncul dari permukaan anterior mesencephalon, berjalan ke dalam fosaa cranii media dari dinding lateral sinus cavernosus yang memasuki rongga orbita melalui fissura orbitalis superior.


Nervus oculomotorius mempersarafi otot-otot ekstrinsik mata : musculus levator palpebrae superioris, musculus rectus medialis, musculus rectus inferior, dan musculus obliqus inferior. Mempersarafi otot-otot intrinsik mata : musculus konstriktor pupillae iris dan musculus ciliaris.

N. Trochlearis (IV)
Saraf cranial yang keluar melalui permukaan posterior batang otak, berasal dari mesensephalon berjalan ke depan melalui fossa cranii media pada dinding lateral sinus cavernosus dan masuk ke rongga orbita melalui fisura orbitalis superior. Saraf ini memepersarafi musculus obliqus superior bola mata. Nervus trochlearis bersifat motorik murni dan membantu menggerakkan bola mata ke bawah dan lateral.

N. Trigeminus (V)
Dari pons berjalan ke arah apex menembus duramater bercabang menjadi V1 yang berjalan masuk melalui fissure orbitalis, V2 melalui for. Rotundum, dan V3 melalui for. ovale

N. Abdusens (VI)
Serabut nervus VI melintas ke anterior melalui pons berjalan ke depan melalui sinus cavernosus yang terletak dibawah dan lateral a. carotis interna. Selanjutnya masuk ke orbita melalui fissura orbitalis superior. Nervus abducens berfungsi motorik murni dan mempersarafi musculus rectus lateralis. Berfungsi untuk menggerakkan bola mata ke lateral

N. Fasialis (VII)
Keluar dari pons berjalan di bagian lateral pons masuk ke meatus akustikus internus. Berjalan dalam kanalis fasialis dan kemudian masuk ke dalam os. Mastoid, keluar melalui for. Stilomastoi dan bercabang untuk mempersarafi otot-otot wajah.

N. Vestibulocochlearis (VIII)
N. VIII memasuki batang otak tepat dibelakang N. VII pada suatu daerah berbentuk segitiga yg dibatasi oleh pons, flocculus,daan medula oblongata. Keduanya kemudian terpisah dan mempunyai hubungan ke pusat yang berbeda. N. Vestibularis dan N. Cochlearis kembali bersatu memasuki meatus acusticus internus disebelah bawah N. VII.

N. Glossopharyngeus (IX)
Berasal dari medula oblongata memasuki foramen jugularis berjalan di antara a. karotis interna dan v. jugularis interna ke otot stilofaringeus. Mempersarafi mukosa faring, tonsil, dan 1/3 posterior lidah.

N. Vagus (X)
Memiliki 2 ganglion : ganglion superior/jugularis dan ganglion inferior/nodusum. Keduanya terletak pada daerah foramen jugularis, bersama-sama membentuk pleksus esophagus.

Memiliki 2 pasang radiks ; kranialis dan spinalis. Keduanya dipisahkan oleh foramen jugulare. Bagian spinal nervus accesorius merupakan motorik murni dan membentang dari C2-C6. saraf ini bercabang lagi membentuk cabang eksternal (ramus eksternus) sedangkan pars kranialis bergabung dengan N. Vagus. Ramus ini berjalan kembali menuju region leher untuk mempersarafi M. Sternocleidomastoideus dan M. Trapezius.

N. Accesorius (XI)

N. Hypoglossus (XII)
Keluar dari medula oblongata melewati canalis hypoglossus yang terletak di tepi lateral for. Magnum. Mempersarafi otot - otot Thyrohyoideus, Geniohyoideus, dan Infrahyoideus.