P. 1
STATISTIK Dipersi Kemiringan Dan Keruncingan

STATISTIK Dipersi Kemiringan Dan Keruncingan

|Views: 1,905|Likes:
Dipublikasikan oleh Dedi Dukun

Statistik :Ilmu tentang bagaimana cara mengolah data dan pengambilan kesimpulan. Data primer : Data yang diambil oleh orang berkepentingan. Data sekunder : Data yang tidak diambil oleh dirisendiri. Populasi : Seluruh objek diambil. Sampel : Bagian dari populasi.

Statistik :Ilmu tentang bagaimana cara mengolah data dan pengambilan kesimpulan. Data primer : Data yang diambil oleh orang berkepentingan. Data sekunder : Data yang tidak diambil oleh dirisendiri. Populasi : Seluruh objek diambil. Sampel : Bagian dari populasi.

More info:

Published by: Dedi Dukun on Feb 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2014

pdf

text

STATISTIK

Statistik :Ilmu tentang bagaimana cara mengolah data dan pengambilan
kesimpulan.
Data primer : Data yang diambil oleh orang berkepentingan.
Data sekunder : Data yang tidak diambil oleh dirisendiri.
Populasi : Seluruh objek diambil.
Sampel : Bagian dari populasi.


TABEL DAN GRAFIK

Tabel : Kumpulan angka yang disusun menurut kategori-kategori sehingga
memudahkan untuk menganalisa data.
Bentuktabel:
1. Tabel satu arah : Pendidikan masa kerja, jenis, merk, harga
2. Tabel dua arah : pendidikan, masa kerja, umur.
3. Tabel tiga arah :
Contoh tabel satu arah
Jenis Banyaknya
Contoh Tabel dua arah

Grafik
1. Grafik Garis Tunggal
- Hanya mempunyai garis satu
2. Grafik Garis Ganda
- Mempunyai garis lebih dari satu
3. Grafik Garis Komponen Berganda
- Berwarna



 Grafik batang (Histogram)
 Grafik lingkaran
Cara mencari persen
% 5 , 37 % 100
200
75
= × % 25 % 100
200
50
= ×
Cara mencari derajat
37,4% x 360° = 135° ° = ° × 135 360
100
4 , 37

Data hasil akhirbagian statistika dari 60 orang mahasiswa:
23, 60, 79, 32, 57, 74, 52, 70, 82, 36, 80, 77, 81, 95, 41, 65,92, 85, 55, 76, 52, 10,
64, 75, 78, 25, 80, 98, 81, 67, 41, 71, 83, 54, 64, 72, 88, 62, 74, 43, 60, 78, 89, 76,
84, 48, 84, 90, 15, 79, 34, 67, 17, 82, 69, 74, 63, 80, 85, 61.
Urutkan data:
1. 10
2. Range (r) maks-min
88
10 98
=
÷ = r

3. (60) log 3,3 1 k + =
(genap) 7
6,841
5,841 1
(1,77) 3,3 1
=
=
+ =
+ =

4.
k
r
C=
13 57 , 12
841 , 6
88
= = =
TabelDistribusiFrekuensi (Tabel Yang Didalamnya Ada Interval, Limit)

Kelebihan : Dapat mengetahui gambaran secara menyeluruh.
Kekurangan : Rincian data informasi awal menjadi hilang.
Contoh tabel distribusi frekuensi
Interval Frekuensi
151 – 153 20
154 – 156 12

- Limit kelasbawah : Nilai terkecil dari tabel diatas
Ex: 151
- Limit kelasatas : Nilai terbesar dari nilai tabel diatas
Ex: 153
- Batas kelas :
- Lebarkelas : (interval) jarak antar kelas atas/bawah
Ex: (151 – 153)

Cara Membuat Tabel Distribusi Frekuensi
1. Urutkan data
2. Menentukan range Mak – Min
3. Menentukan banyaknya interval kelas (k) rumus: (n) log 3,3 1 k + =
4. Lebarkelas (c) rumus:
k
r
C=
Interval Frekuensi Batas Kelas Frek. relatif
10 – 22 3 9,5 – 22,5
% 5 ) 100 (
60
3
= ×
23 – 35 4 22,5 – 35,5 6%
36 – 48 5 35,5 – 48,5 8%
49 – 61 8 48,5 – 61,5 13%
62 – 74 14 61,5 – 74,5 23%
75 – 87 20 74,5 – 87,5 33%
88 – 100 6 87,5 – 100,55 10%


Latihan
1. 19, 23, 18, 43, 30, 20, 37, 42, 30, 26, 40, 16, 27, 56, 17, 27, 26, 27, 37, 28, 38, 26,
33, 45 50, 22, 28, 38, 31, 39, 31, 30, 31, 41, 62, 37, 51, 42, 25, 42, 42, 41, 27, 26,
19, 42, 63, 16, 18, 55.
47
16 63 r
=
÷ =

(50) log 3,3 1 k + =
7
6,577
5,577 1
(1,69) 3,3 1
=
=
+ =
+ =

k
r
C=
7
577 , 6
47
= =
Lebarkelas÷selisih antara kelas atasdengan limit kelas atas (interval)
Membuat tabel frekuensi distribusi
1. Urutkan data
2. Menentukan range Mak – Min
3. Menentukanbanyaknya interval kelas (k) rumus: (n) log 3,3 1 k + =
4. Lebarkelas (c) rumus:
k
r
C=
Ex:
Data hasil statistic hasil ujian akhir dari 60 mahasiswa
23, 60, 79, 32, 57, 74, 52, 70, 82, 36, 80, 77, 81, 95, 41, 65, 92, 85, 55, 76, 52, 10,
64, 75, 78, 25, 80, 98, 81, 67, 41, 71, 83, 54, 64, 72, 88, 62, 74, 43, 60, 78, 89, 76,
84, 48, 84, 90, 15, 79, 34, 67, 17, 82, 69, 74, 63, 80, 85, 61.
10 (terkecil)
98 (terbesar)
Jawab:
1. 10 (terkecil) 98 ( terbesar)
2. Range (r) Maks- Min
88
10 98
=
÷ = r

3. (60) log 3,3 1 k + =
7
6,841
5,841 1
(1,77) 3,3 1
=
=
+ =
+ =

4.
k
r
C=
13 57 , 12
841 , 6
88
= = =

UkuranPemusatan Data
¬yang dimaksud dengan ukuran pemusatan suatu data adalah
- Rata-rata
- Median
- Modus
Rata-rata hitungadalah:
n
x ... x x
X
n 2 1
+ + +
=
Modus = B
modus
+ P
)
`
¹
¹
´
¦
+
2 1
1
b b
b

¬B
mod=
batas bawah kelas modus yaitu kelas dengan frekuensi terbanyak.
p = panjan gkelas modus.
b
1
= selisih frekuensi kelas modus
Median (Data paling tengah)
Median = B
modus
+ P
¦
)
¦
`
¹
¦
¹
¦
´
¦
÷
us f
F
n
mod
2
7 X
2
22
2
1 21
2
1 n
X
II
= = =
|
.
|

\
| +
=
|
.
|

\
| +

78,0 71,1 41,5
2
83
2
1 82
2
1 n
X ÷ = = =
|
.
|

\
| +
=
|
.
|

\
| +


Interval Frekuensi Batas Kelas Frek. relatif
16 – 22 9 15,5 – 22,5
% 18 ) 100 (
50
9
= ×
23 – 29 12 22,5 – 29,5 24%
30 – 36 7 29,5 – 36,5 14%
37 – 43 15 36,5 – 43,5 30%
44 – 50 2 43,5 – 50,5 4%
51 – 57 3 50,5 – 57,5 6%
58 – 64 2 57,5 – 64,5 4%
50 = ¿
Batas Bawah Frek.
Kumulatif<
Frek. Kumulatif> Persen Kun <
>< 15,5 0 50 0
>< 22,5 9 48
% 18 ) 100 (
50
9
= ×
>< 29,5 21 45
>< 36,5 28 43
>< 43,5 43 28
>< 50,5 43 21
>< 57,5 48 9
>< 64,5 50 0

Ex:
Interval Frekuensi Nilai Tengah (X)
16 – 22 9 19
23 – 29 12 26
30 – 36 7 33
37 – 43 15 40
44 – 50 2 47
51 – 57 3 54
58 – 64 2 61

19
2
38
2
5 , 22 5 , 15
X
1
= =
+
=

Rata-rata
50
) 2 ( 61 ) 3 ( 54 ) 2 ( 47 ) 15 ( 40 ) 7 ( 33 ) 12 ( 26 ) 9 ( 19 + + + + + +
=
84 , 33
50
122 162 94 600 231 312 171
=
+ + + + + +
=

Modus = 26 + P
|
|
.
|

\
|
+
2 1
1
b b
b

|
|
.
|

\
|
+
+ =
13 8
8
7 5 , 36
1 , 39
21
56
5 , 36
21
8
7 5 , 36
= + =
|
.
|

\
|
+ =

Median
|
|
|
|
.
|

\
|
÷
+ =
7
21
2
50
7 5 , 29 B
modus
+ P
¦
)
¦
`
¹
¦
¹
¦
´
¦
÷
us f
f
n
mod
2

48 , 33 98 , 3 5 , 29
7
4
7 5 , 29
= + =
|
.
|

\
|
+ =


Pengukuran dipersi kemiringan dan keruncingan

Dipersi : sejauh mana data-data itu menyebar
1. Jangkauan : selisih data yang tinggi dengan rendah
2. Simpangan rata-rata
3. Variasi atau ragam
4. Standar deviasi
5. Simpangan kuartil

Kemiringan data
A. Persen
1. Jangkauan
R = nilai maximum –nilai minimum
“ semakin kecl nilai r maka kualitas data semakin baik”
2. Simpangan rata-rata
“ jumlah mulai mutlak dari selesih semua nilai-nilai
Data tidak berkelompok
t
x x
se
÷ ¿
=
Data berkelompok
f
x x f
sr
¿
÷ ¿
=

Mencari simpangan rata-rata
SR =
30,40,50,60,70
1 = data ke
N = jumlah data 5
=
5
50 70 50 60 50 50 50 40 50 30 ÷ + ÷ + ÷ + ÷ + ÷

= 12
5
60
5
20 10 0 10 20
= =
+ + + +

Simpangan rata-rata
1 = data yang kesatu
= 9 , 65 93 6 9 , 65 28 4 9 , 65 15 3 ÷ + + ÷ + ÷ 
= 15,76+159,76+ ...+162,48
= 69 , 16
60
76 , 998
=
NB= 65,9 adalah X (X bar)

Variansi
Data tidak berkelompok
( )
1
2
2
÷
÷ ¿
=
n
x x
s atau
( )
( ) 1
2 2
2
÷
¿ ÷ ¿
=
n n
X x n
s
Data berkelompok
( )
1
2
2
÷ ¿
÷ ¿
=
f
x x f
s atau
( )
( ) 1
1
2 2
2
÷
¿ ¿
=
n n
fX x n
s
f n ¿ =
Rata-rata kuadrat selisih dari semua nilai rata-rata terhadap nilai rata-rata hitung
Ex: 30,40,50,60,70,= ( )
2
1
2
¿
÷
÷
n
i
x i x s
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
2
2 2 2 2
rumus dikurang data banyak 1 5
50 70 50 60 50 50 50 40 50 30
= ÷
÷ + ÷ ÷ + ÷ + ÷

250
4
100
4
400 100 0 100 400
= ÷
+ + + +

Kemiringan distribusi data
Derajat atau ukuran dari ketidaksimetrian suatu distribusi data
Ada 3 rumus
1. Pearson
2. Momon
3. Bowley
Rumus pearson
|
|
.
|

\
|
÷
=
÷
=
s s
x
a
mod x
3 a atau
mod

A = drajat kemiringan pearson
x = rata-rata
s =

bila
1. a = 0, maka distribusi datanya simetri
2. a < 0, maka distribusi datanya miring kekiri
3. a > 0, maka distribusi datanya simetri miring kanan

1. Rumus momen
data tidak berkelompok
( )
2 3
ns
X X
q
÷
¿ =
Data berkelompok
Bila dipakai 1 rumus saja
( )
2
3
x x f q ÷ ¿ =
Med =
F
f n
l
2
0
÷
+
=
12
2
19 60
13 5 , 60
÷
+
= ( )
12
11
13 5 , 60 +
=71,49
Rumus momen
2
3
3
|
|
.
|

\
|
÷
¿ =
s n
X X
a
( )
3
3
s f
X x f
¿
÷ ¿
= c
F = frekuensi
X : nilai tengah
60 = ¿ f
S = 21,04
S
3
= 21,04 x 21,54 x 2,04


( ) X X ÷
F
( )
9
x X
-50,9
-37,9
-24,9
-11,9
1,08
14,08
27,08
-132028
-545262
-15475,5
-169367
1,25971
2791,31
1985,5
3
4
4
6
12
23
6
-396083
-218105
-61901,9
-135494
15,1165
642001
119151
-506273




Keruncingan Distribusi data
Derajat atau ukuran tinggi rendahnya uncak suatu distribusi data terhadap
distribusi normal datanya.
Disebut juga kurtosis

Ada 3 jenis
1. Leptokurtis puncaknya relatif tinggi
2. Tesokurtis puncaknya relatif normal
3. Platikurtis puncaknya relatif rendah
Keruncingan distribusi data
( )
4
4
4
ns
X X
a
÷ ¿
=

a4 -3 = mesokurtis
a4 >3 = leptokurtis
a4 <3 = platikurtis




uji satu sampel
menguji apakah satu sampel sama/berbeda dengan rata-rata populasinya
- Hitung rata-rata dan standar deviansinya
- df 1 ÷ t
- tingkat singnifikan (a = 0,025 atau, 0,05
- pengujian apakah menggunakan 1ekor atau 2 ekor
- diperoleh t hitung lalu dibandingkan dengan t
tabel
jika t
hitung
> + tabel H
0

ditolak
H
0
= P
1
– P
2

Diperoleh rata-rata 17,26 standar deviasi : 7,6 : df : 89 t
hitung
= 11,55, berdasarkan
tabel df 89 dan alfa 0,05 diperoleh t
tabel
: 1,987
Rumusnya
n s
uy X
/
÷

t
hitung
:
90 6 , 7
0 26 , 17 ÷

= 55 , 11
90 / 6 , 7
26 , 17
=
t
tabel
= 0,05 = 1,987
t
hitung
> t
tabel
sehingga H
0
ditolak
rata-rata yang di perlukan mahasiswa untuk daftar ulang pada awal semester di
suatu universitas pada semester yang lalu adalah 45 menit dan standar deviasinya
8 menit suatu pendaftaran baru dengan memakai komputer diharapkan dapat
mengurangi waktu pendaftaran bagi mahasiswa di bandingkan dengan cara yang
lama diambil sample sebanyak 10 orang mahasiswa dan ternyata waktu
pendaftaran yang dignunakan adalah 35 menit dengan standar deviasi 9,5 menit
pertanyaan : apakah anda percaya dengan harapan tersebut berdasarkan hasil
pengujian hipotesis pada taraf ditanya 1 %


N = 45
Standar deviasi 8
35 = X
Standar 9,5 , n =10
c (alfa) 1 % = 0,01
Df = n - 1 = 9
t
tabel
= 3,25
t
hitung =
n s
X
/
24 =

10 / 5 , 9
45 35 ÷

-10 =-3,26
t
hitung
(3,26)
t
tabel
(3,25)
t
hitung
< t
tabel
÷ , H
0
diterima
pengelola pasar perbelanjaan akan melakukan reposisi jika ada perubahan pada
target marketnya untuk itu dilakukan pengujian apakah penyaluran rata-rata
pengunjung lebih besar dari pada Rp. 400.000-, setiap kali kunjungan seperti
yang diharapkan dalam melakukan pengkajian yang diharapkan dalam melakukan
pengkajian tersebut diambil sampel acak sebesar 20 pengunjung dan besar nya
pengeluaran tiap pengunjung sebagai berikut :
450, 300, 480, 500, 370, 290, 410, 360, 405, 520, 360, 380, 420, 470, 400, 350,
310, 370, 390, 425
Lakukan pengujian apakah benar besarnya uang rata-rata yang dibelanjakan tiap
pengunjung setiap kali kunjungan lebih besar dari 400.000 dengan ( c ) alfanya 5
%.
s
2

1
(
1
÷
÷ ¿
n
X X

tabel = 0,05 19 = 209
t hitung =
¢
¢ ÷ X

mencari X (x bar )
20
425 390 300 450 + + + +
=

X
Setalah itu dicari s 2 s =dilakukan
1 20
65 , 4 425 ( ) 5 , 416 300 ( ) 5 , 416 450 (
2 2
2
÷
+ + + ÷ + ÷
=

S
( ) ( ) ( )
1 20
65 , 4 425 5 , 416 300 5 , 116 ) 5 , 33 (
2 2 2
÷
+ + + ÷ + ÷ + ÷
=


S
2
= skuadrat mencari
1
) 1 (
2
2
÷
÷
÷ ¿
n
x x

Pemeriksaan kenormalan
1) urutan data
x
1
< x
2
< x
3
< x
4
x
5
<.... x
12

2) Beri indeks data
3) Hitung :
n
P
2
1
1
÷
=

4) Menentukan nilai peluang P yaitu nilai P
2
tabel 2 0 ì
5) Plot data x
1
dengan nilai peluang pada tabel > jika plot mendakti garis lurus
maka data berdistribusi normal.
Contoh
Beri indeks data
X
1
Indeks P
1
2
x

15
17
18
19
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
0,05
0,15
0,25
0,35
0,45
0,55
0,65

-0,25
-021
-0,12
(1-0,05 = 095 ( hasil ditabel 2)

Cara mencari Pi
Caranya :
n
P
2
1
1
÷
=

10
2
1
1
÷
= P

Rebresi
4 = t X + +
1 0
| | eror
regresi

Untuk mentukan besarnya pendapatan atau pengeluaran
Caranya :
( )( )
( )
n
X
X
n
y x Xy
i
2
2
¿
÷ ¿
¿ ¿ ÷ ¿
= |
X y
1 0
| | ÷ =
e x y + + =
1 0
ˆ | | ÷eror (y
1
- yˆ ) y sebenarnya y dugaan
r = 0,62
45 , 0
1
÷ = |
825 , 35
0
÷ = |
e x y + + =
1 0
ˆ | |
e x y + ÷ = 45 , 0 825 , 35 ˆ (pendapatan)
Jika x = 25 tentukan nilai y (pengeluaran)
) 25 ( 45 , 0 825 . 30 ˆ ÷ = y
= 24,57





Korelasi product moment
Hubungan antara x & y
X =besar biaya pendapat
Y =besarnya pengeluaran
Koefisen korelasi (r)-1
- 1 - 0,8 = kuat
- 0,8 -0,5 atau 0,5 8 cukup kuat
- 0,5 atau 0,5 lemah
R=0 tidak ada hubungan
x y
15 25
30 28
29 27
40 12

Koef korelasi
(r)
N √ ( )*

( )

R =4 (375+840+783+480)-(144.92)
√( ( )( )
= 9912 – 10488 =-576 = -576
√14264-12996).(9128-8464) √1268.664 914

=0,63
3. uji t⤍ jika 2 sample berpasangan.
T hitung :
̅
-

So/√n

̅
= ∑ =∑ (×-×)
n n
s

=n∑

-(∑)2
N N (ⁿ-1)

Ho :

=

⤍D :

=

Hi :

D:

=

= 0

Nama Xa sebelum Xb (sesudah) d
Romi 65 70 5
Ani 70 68 2
Ana 90 80 10
Andi 85 95 10
dedi 65 70 5

̅
∑ = 32 = 6,4
5
S

=

(∑)

T tabel = n-1 = 4 = 2,78
N (n-1)
= 5 (254) – (1024)
5 (5-1)
=1270-1024 =√12,3=3,50
20
=
̅
-Do = 6,4-0 = 6,4
So/√ 3,5/√5 3,5 / 2,23
= 6,4 = 4,1 2,78 ⤍ TERIMA HO
1,56

Jadi cukup kuat hubungan antara besar nya pendapat dengan besarnya
pengeluaran .
KP :

x 100 %

X 100 %
=0,384 X100 % = 38,4 %

- Satu arah (berarah)
- 2 arah (tidak berarah)
Ho:

=

Hi :

x y
40 35
60 75
95 60
75 85
80 98
35 50




2. Menguji apakah rata-rata dua kelompok yang tidak berhubungan sama
agar garis miring berbeda
T hitung = ̅ -̅ =-7,369. T tabel .
S ̅ -̅
S ̅ = √(∑

+∑

) (

+

(ⁿ×=ⁿ-)
Ho : pengahsilan guru s1 = penghasilan guru s3
T hitung = -7,369 t tabel – 1,994
Ho: nilai x = nilai y
Hi nilai x nilai y
X = 5 %
T (0,05),df : 6-1
=5 ⤍2,75
T hitung = ̅ -̅ =64,16-67,16
S ̅ -̅
S ̅ -̅ = √(∑

+∑

(

+

)
n×+ⁿ-2
= (2745 +29779 ) (

) (

)
6+6-2

=

= 0,068
10 10

T hitung ⤍
T hitung
T hitung > : tolak : ho

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->