Anda di halaman 1dari 1

1.

Virus hepatitis B (HBV) Karsinogenitas virus hepatitis B terhadap hati mungkin terjadi melalui prosesinflamasi kronik, peningkatan proliferasi hepatosit, integrasi HBV DNA ke dalamDNA sel penjamu, dan aktifitas protein spesifik-HBV berintegrasi dengan genhati. Pada dasarnya, perubahan hepatosit dari kondisi inaktif ( viescent ) menjadisel yang aktif bereplikasi menentukan tingkat karsinogenitas hati. Siklus sel dapatdiaktifkan secara tidak langsung oleh kompensasi proliferatif meresponsnekroinflamasi sel hati, atau akibat dipicu oleh ekspresi berlebihan suatu atau beberapa gen yang berubah akibat HBV. 2.Virus hepatitis C (HCV)Hepatokarsinogenesis akibat infeksi HCV diduga melalui aktifitasnekroinflamasi kronik dan sirosis hati. Dalam meta analisis penelitian,disimpulkan bahwa risiko terjadinya hepatoma pada pengidap infeksi HCV adalah17 kali lipat dibandingkan dengan risiko pada bukan pengidap. 3.Sirosis hatiSirosis hati merupakan faktor risiko utama hepatoma di dunia danmelatarbelakangi lebih dari 8-% kasus hepatoma. K omplikasi yang sering terjadi pada sirosis adalah asites, perdarahan saluran cerna bagian atas, ensefalopatihepatika, dan sindrom hepatorenal. Sindrom hepatorenal adalah suatu keadaan pada pasien dengan hepatitis kronik, kegagalan fungsi hati, hipertensi portal, yangditandai dengan gangguan fungsi ginjal dan sirkulasi darah. Sindrom inimempunyai risiko kematian yang tinggi. 4.Aflatoksin Aflatoksin B1 (AFB1) merupakan mikotoksin yang diproduksi oleh jamur A spergillus . Dari percobaan binatang, diketahui bahwa AFB1 bersifatkarsinogenik. Metabolit AFB1 yaitu AFB 1-2-3-epoksid merupakan karsinogenutama dari kelompok aflatoksin yang mampu membentuk ikatan dengan DNAmaupun RNA. Salah satu mekanisme hepatokarsinogenesisnya ialah kemampuanAFB1 menginduksi mutasi pada kodon 249 dari gen supresor tumor p53. 5O besitas O besitas merupakan faktor risiko utama untuk non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), khususnya nonalcoholic steatohepatitis (NASH) yang dapat berkembang menjadi sirosis hati dan kemudian dapt berlanjut menjadi Hepatocelluler Carcinoma (HCC). 6Diabetes mellitus Pada penderita DM , terjadi perlemakan hati dan steatohepatis non-alkoholik (NASH). Di samping itu, DM dihubungkan dengan peningkatan kadar insulin daninsulin-like growth hormone faktors (IGFs) yang merupakan faktor promotif potensial untuk kanker 7.Alkohol Meskipun alkohol tidak memiliki kemampuan mutagenik, peminum beratalkohol berisiko untuk menderita hepatoma melalui sirosis hati alkoholik