Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera
COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE
Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral

Success Stories of Save and Loan Cooperative Participants of Capitalization Strengthening for Agribusiness / Sectoral

Buku ini merupakan output dari pekerjaan/kegiatan “Penyusunan Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/ Sektoral pada Satuan Kerja Unit Deputi Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia pada Tahun Anggaran 2009 This book is the output of the work / activities "Composing of Success Stories of Incorporation KSP/USP participants OF Agribusiness Cooperatives / Sector on Work Unit of Financing Unit Deputy State Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia in Fiscal Year 2009

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

1

SAMBUTAN

P

rogram Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Program Perkuatan Permodalan Koperasi Simpan Pinjam merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk memberdayakan pengusaha mikro dan kecil yang mempunyai usaha produktif. Program tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi rakyat melalui Gerakan Koperasi di tanah air yang semakin menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu. Kemajuan itu semakin membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengentasan rakyat dari kemiskinan. Program Perkuatan Permodalan tersebut juga merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan imej koperasi yang mampu tampil sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan. Akhirnya, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan penerbitan Buku Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan ini. Kiranya berbagai kesuksesan yang telah dituliskan di dalam buku ini bisa menjadi inspirasi bagi segenap bangsa Indonesia.

Jakarta, Agustus 2009 Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Suryadharma Ali

2 ii

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

R a k y a t S e j a h t e r a 3 iii . Such program is an inseparable part of the people’s economy development through Cooperation Movement in this country that shows more and more progress from time to time. Finally. revenue increase. and pulling out the people from poverty. Hopefully various successes that have been written in this book could be inspiration for all Indonesian people.FOREWORD M icro and small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation Capi talization Strengthening is a series of activities conducted by the Government Program trough State Ministry of Cooperation and Small and Middle Business to empower micro and small entrepreneurs having productive business. August 2009 State Minister of Small and Middle Business Suryadharma Ali K o p e r a s i P e d u l i . I’m expressing my highest appreciation to all sides that have worked hard to create the issuance of this Book of Success Stories of Save Loan Cooperation Participant of Capitalization Strengthening Program. Jakarta. Such capitalization strengthening is also a part of the struggle to create cooperation image that is able to appear as community partner in creating prosperity. Such progress lives up the trust of the community to use cooperation as economic empowerment instrument in creating work field.

saya secara pribadi maupun sebagai Deputi Menteri Bidang Pembiayaan menyambut baik penerbitan buku ini yang menggambarkan dinamika positif dari KSP/USP-Koperasi peserta program dan para anggotanya yang memanfaatkan bantuan dana dari Pemerintah. 4 iv K o p e r a s i P e d u l i . Disadari bahwa tidak jarang kegigihan dan keberhasilan dari KSP/USP-Koperasi peserta program dengan keragaman kiat yang mereka tempuh. P Jakarta. saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi dalam merealisasikan catatancatatan penting ke dalam buku ini. Agus Muharram. karena dengan rahmat dan ridho-Nya Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral ini dapat diselesaikan. Semoga. Agustus 2009 Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Ir. Hal kedua yang ingin kami sampaikan adalah buku ini merupakan parade ekspose tentang manfaat dari program perkuatan permodalan serta menampilkan perjuangan mereka untuk menjadi sejahtera dan kiat-kiat keberhasilan yang telah dilaksanakan oleh KSP/USP-Koperasi peserta program. Akhirnya. tingkat Provinsi dan masyarakat sekitar penerima manfaat untuk mengungkapkan peran KSP/USP-Koperasi dalam peningkatan perekonomian di wilayahnya. R a k y a t S e j a h t e r a . programprogram sejenis yang sangat mengandung tujuan mulia kelak akan menjadi suatu kontribusi penting dalam menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan bagi Bangsa Indonesia. Untuk itu. Mudah-mudahan buku ini akan memberikan arti dan motivasi yang lebih tinggi kepada kita dikemudian hari. bahwa perkuatan permodalan bagi KSP/USP-Koperasi yang telah disalurkan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM cq. dapat dijadikan contoh bagi KSP/USP-Koperasi lainnya.KATA PENGANTAR uji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Hal pertama yang ingin kami sampaikan kepada hadirin pembaca yang budiman sehubungan dengan penerbitan Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral adalah. Deputi Bidang Pembiayaan sejak tahun 2003 sampai dengan 2005 dan tahun 2007 yang bersumber dari dana APBN sepatutnya diketahui secara luas oleh masyarakat. MSP. Penulisan buku ini menggunakan suatu pendekatan jurnalisme dimana kami mengajak partisipasi Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM selaku Pembina di tingkat Kabupaten/Kota.

I hope similar programs that very much contain noble purposes will in the future become a significant contribution in creating fair prosperity and welfare for Indonesia as a nation. It is realized that the persistence and success of program participating KSP/USP-Cooperation with the various tricks that they have achieved can be set as an example for any other KSP/USPCooperation. R a k y a t S e j a h t e r a 5 v . Agus Muharram. I would like to convey my highest gratitude and honor to all sides who have provided their dedication and contribution in realizing important notes into this book. The second thing that we would like to convey is that this book is the exposure parade on the benefit of capitalization strengthening program as well as presenting their struggles to become prosperous and the tricks of success that have been implemented by program participant KSP/USPCooperation. The first thing that we would like to convey to or readers with regard to the issuance of Success Stories of KSP/USP of Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation is that capitalization strengthening for KSP/USP-Cooperation that has been distributed by State Ministry of Cooperation and UKM through Funding Division Deputy since 2003 up to 2005 and 2007 derived from State Revenue and Expenditure Budget should be announced to the public. MSP. since with His blessing and sincerity. K o p e r a s i P e d u l i . The composing of this book uses a journalism approach in which we asked the participation of Service that is in charge of Cooperation and UKM as the actor of Founder in the level of Regency/City. August 2009 Deputy Ministry of Funding Field Ir. I personally or as Deputy Minister of Funding Field welcome the issuance of this book which describes the positive dynamic of program participating KSP/USP-Cooperation and its members who utilize fund aid from the Government. these success stories of KSP/USP as Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation could be com pleted. Province and the surrounding community as beneficiaries to express the role of KSP/ USP-Cooperation in increasing economic matters in their areas. O Jakarta.PREFACE ur gratitude is addressed to Allah SWT. For that purpose. I hope this book could provide higher meaning and motivation to us in the future. Finally.

................................................... 4 4 Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 6 8 Propinsi Jawa Timur Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng .. Ketat Bersyarat ...... 8 4 Sahabat Petani di Lereng Rinjani ......................................DAFTAR ISI Sambutan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.................................................................................................................................................................................. R a k y a t S e j a h t e r a ......... 7 6 Propinsi Nusa Tenggara Barat Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut ...................................................................................................................................................................................... 3 2 Propinsi Jawa Barat Tetap Eksis Setelah Enam Dekade .......................................................................... 9 4 Berani Tampil Beda ........................ 5 0 Propinsi Jawa Tengah Agribisnis di Antara Lereng Merapi ......... Ringan Samo Dijinjiang .. 2 6 Barek Samo Dipikua................. 8 8 Propinsi Nusa Tenggara Timur Dari Guru untuk Masyarakat ........................ 8 Senyum dari Mereka yang Terbaik Parade Kisah Sukses ............................ 144 Bab IV 6 vi K o p e r a s i P e d u l i ............................... 138 E p i l o g............................................. 116 Propinsi Sulawesi Tenggara Maju Bersama Petani Rumput Laut ............. 130 Propinsi Maluku Mandiri di Usia Muda ..................... iv Bab I Bab II Bab III Prolog ...................................... 6 2 Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura .................... 2 0 Propinsi Sumatera Barat Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan ................................... ii Pengantar Deputi Menteri Bidang Pembiayaan ................................................................................................ 112 Buka Peluang Lebar-lebar................................. 4 0 Kiprah Trisula di “Kota Angin” ...................................................................... 9 8 Propinsi Kalimantan Tengah Berkawan ala Surya Sekawan ...................................................................... 104 Propinsi Sulawesi Utara Mitra Petani Cengkeh ..... 5 7 Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini ........................................... 124 Bertindak Cermat di Masa Sulit ...... 1 Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro ...............

............................. 134 Maluku Province Independent at a Young Age ................................ Tight Requirements .. R a k y a t S e j a h t e r a 7 vii .................................................... iii Preface from Deputy Minister of Funding Field ...............................................INDEX Froeword from State Minister of Cooperation and Small and Middle Scale .............. 6 4 East Java Province Success with Joint Responsibility System ...................................................................................... 6 0 Cold Hands at the East Tip of North Beach ........................................... 9 8 South Sulawesi Province Clove Farmers Partner.................... 115 Providing Wide Open opportunities.......................................... 9 2 Central Kalimantan Province Being Friends like Surya Sekawan .......... 3 0 Barek Samo Dipikua............................................... 130 E p i l o g u e .......... 4 3 The Progress of Trisula at “The Wind City” ......... 120 Southeast Sulawesi Tenggara Province Moving Forward Together With Seaweed Farmers .................................. 5 4 Togetherness Identity in the Land of Kartini .............................. 2 4 West Sumatera Province If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory ……........... 8 8 Dare to be Different ............................ 53 Central Java Province Agribusiness in Between the Slope of Merapi ............. 8 2 Nusa Tenggara Timur Province Life Light at Bukit Sikka ... 1 6 Smiles of the Best A Parade of Success Stories...................................................... 3 2 (We Bare Heavy Matters Together and Carry Light Matters Together) West Java Province Still Exist After Six Decades……………….................................................................. 6 Scroling Fund For Small and Micro Business Capuital ........................................................................................................................... v Chapter I Chapter II Chapter III Prologue .................................................................................... 7 0 West Nusa Tenggara Province Progressing Together With Tobacco and Seawees Farmers............................................................................................................. Ringan Samo Dijinjiang .................................. 134 Chapter IV K o p e r a s i P e d u l i .............................. 128 Acting Thoroughtly in Difficult Times ............................................. 7 8 Farmers Best Friend at the Slope of Rinjani..................................................................................................................................................................................... 4 9 If there is no Lie Betrween us is the Key to Success ............................

R a k y a t S e j a h t e r a .8 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 1 .Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral Success Stories of Save and Loan Cooperative Participants of Capitalization Strengthening for Agribusiness / Sectoral K o p e r a s i P e d u l i .

bertradisikan kebersamaan dan kekeluargaan. Dan. Jawaban semacam itu sepenuhnya masuk di akal karena pada dasarnya mereka adalah pelaku ekonomi yang mandiri. perajin. R a k y a t S e j a h t e r a . Siapa mereka itu? Siapa lagi jika bukan para petani. Di negeri ini. beretos jujur dan bertindak sportif. pada akhirnya kesejahteraan mereka akan semakin membaik. hingga tahap pemasarannya. pascapanen.Prolog Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera A 2 pa yang akan terjadi pada masyarakat yang selama ini tekun dan rajin bekerja: sejak dari aspek budi daya. keuntungan meningkat. atau pedagang yang modal dan ruang lingkup bisnisnya terbatas. dan lain-lain. sebagaimana nelayan. bila mereka diberi suntikan modal untuk memperbesar omzet usahanya? Dugaan yang paling dekat adalah omzet bisnis mereka berangsur membesar. proses pengolahan. petambak. dan mereka menuai sukses sebagai pengusaha. pendapatan menggelembung. jauh dari intrik-intrik kolusi. tentu saja. jumlah mereka K o p e r a s i P e d u l i .

dan sebagian lagi di perkotaan yang bergerak dalam berbagai sektor usaha. dan usaha-usaha pengolahan hasil-hasil alam lainnya.yang bergerak di usaha kecil dan mikro ini sangat banyak. Memang. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah lantas mengeluarkan kebijakan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) untuk membiayai usaha ekonomi produktif di sektor agribisnis dan sektor usaha produktif lainnya. tidak semua dari mereka tertampung ke dalam koperasi. Meningkatkan kemampuan dan jangkauan layanan KSP khususnya di sektor K o p e r a s i P e d u l i . Agribisnis adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Karena itu. untuk mempertegas upaya pemberdayaan terhadap usaha kecil ini. yang menjadi sasaran program di atas bukan hanya anggota koperasi yang bergerak di bidang pertanian saja. Nah. Agribisnis merupakan cara pandang ekonomi masyarakat di bidang pertanian. tetapi juga mereka yang mengembangkan rumput laut. Mereka yang telah menjadi anggota koperasi pada umumnya memiliki kekhasan dalam etos usahanya. tersebar di kawasan perdesaan (mayoritas). Namun. R a k y a t S e j a h t e r a 3 . Tujuan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui perkuatan permodalan KSP ini yaitu: Meningkatkan aktivitas dan pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui pelayanan pinjaman modal usaha yang berasal dari KSP. agribisnis juga berarti semua usaha ekonomi yang berbasis sumber daya alam. Penekanan terhadap sektor agribisnis dan sektor lain itu tentu saja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang. dinamika di atas adalah hal yang membanggakan. Bagi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

sejak 2005 program tersebut dikenal sebagai Bantuan Perkuatan Permodalan KSP Agribisnis / Sektoral. Rata-rata koperasi penerima program bantuan berhasil menyalurkan kredit penguatan modal mereka kepada para anggota. Koperasi yang telah tertata dengan baik dalam berbagai aspeknya secara natural akan menularkan berbagai keterampilan dan pengetahuannya kepada anggota. maka pada tahun 2005 Pemerintah memperluas usaha pengembangan melalui bantuan perkuatan Dana Bergulir Sektoral guna membiayai berbagai sektor usaha produktif lainnya. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pengelola KSP. Program tersebut dimulai pada 2003 dan diteruskan pada tahun 2004. Bisa dikatakan kredit macet di bawah angka 2% seperti batas maksimal yang diberlakukan. dan kemampuan teknis lainnya. Kinerja koperasi. Pengalaman menyebutkan bahwa pembinaan akan berlanjut ke anggota. melalui sumber pembiayaan APBN. Hal ini niscaya mengingat koperasi adalah sentra usaha bagi para pengusaha kecil/ mikro. Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis selanjutnya disebut Dana Bergulir KSP Agribinis adalah dana yang berasal dari Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang disalurkan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis sebagai pinjaman dana bergulir untuk disalurkan lebih lanjut kepada anggotanya dalam bentuk pinjaman. Perkuatan juga ditempuh melalui programprogram peningkatan kapasitas koperasi di dalam mengelola usahanya. 4 K o p e r a s i P e d u l i . hingga wawasan kewirausahaan. Program ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui Proyek Pengembangan Kebijakan Peningkatan Akses Sumberdaya Produktif yang bersumber dari dana APBN dalam bentuk pemberian bantuan perkuatan permodalan kepada KSP dengan pola dana bergulir. sistem pelaporan dan administrasi keuangan. Kapasitas yang dimaksud adalah bidang manajemen. R a k y a t S e j a h t e r a . baik pengembalian modal dari anggota maupun angsuran koperasi ke bank pelaksana secara nasional baik. Mengingat pelaksanaan program Bantuan Perkuatan Dana Bergulir di Sektor Agribisnis di tahun 2003 dan 2004 berlangsung cukup gemilang.Kemudahan pada Koperasi Simpan Pinjam dalam memberikan bantuan modal usaha sangat membantu petani dan pengusaha kecil agribisnis. Karena itu. Pelaksananaan program tersebut menggambarkan seperti yang terlukis di bagian awal tulisan itu.

Seorang anggota Kopdit Obor Mas (NTT) sedang menerima kunjungan petugas Kopdit. Keharmonisan hubungan antara Pengurus dan Anggota Koperasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan Koperasi.

Nah, banyak pelajaran berharga selama pelaksanaan program-program di atas. Rasanya terlalu sayang bila momentum-momentum seperti itu lenyap begitu saja. Antara lain untuk tujuan menjawab kesanksian itulah buku ini disusun. Jauh dari kesan formal, buku ini disusun melalui proses peliputan di koperasi-koperasi terbaik yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak semua yang terbaik berhasil diliput. Tim penyusun membagi beberapa koperasi di 10 provinsi yang mencerminkan keterwakilan wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Cara pemilihan kabupaten dan kota didasarkan kepada ragam jenis usaha yang dikembangkan. Namun demikian, meski buku ini jauh dari kesan formal, koperasi-koperasi yang kisah suksesnya ditampilkan dipilih berdasarkan kriteria baku. Setidaknya, ada lima kriteria sukses yang menjadi bahan pertimbangan, yakni: sukses penyaluran dana; sukses pemanfaatan dana; sukses pengembalian dana; sukses peningkatan usaha dana; dan sukses pengembangan usaha dana; Jika kemudian buku ini diberi judul Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera, itu semata karena ingin

memunculkan sebuah pesan bahwa koperasi adalah sebuah aset, sekaligus potensi, yang jika digerakkan dan dikembangkan secara optimal akan bermuara pada kesejahteraan rakyat. Tentu saja, ukuran sejahtera itu berjenjang. Rakyat, dalam konteks ini diwakili oleh para anggota koperasi penerima pinjaman bergulir, yang berhasil menaikkan taraf hidup mereka telah menuai hasil program Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agribisnis/ Sektoral. Dengan tulus, senyum mereka terkembang. Di balik senyum mereka itu ada ‘sebongkah’ kebanggaan bahwa perjuangan mereka untuk menjadi lebih sejahtera telah berada pada jalur yang benar. Di balik senyumsenyum itu pula terkandung beribu memori tentang pergulatan yang tak ringan. Pergulatan tentang mengelola sawah, kolam, tambak, bengkel, kedai makan, dan sebagainya. Di antara memori-memori itu, ada satu yang tak akan mereka lupakan—bahkan akan terwariskan kepada generasi penerus mereka kelak—yakni kepedulian insan-insan koperasi, yang sejak awal setia mendampingi pergulatan mereka itu. Melalui buku ini serempak mereka bersuara: Terima kasih Koperasi.

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

5

Prolog
Prosperous Community Care Cooperation
hat would happen to a community members who have worked dili gently: from cultural, post harvest, management process up to its marketing aspects; with honest ethos and sportive acts, far from collusion intrigues, has togetherness and family tradition, if they were provided with capital injection to enhance their business earnings? The closest assumption is that their business earnings would enhance, profit increase, income would enlarge and they would yield success as businessmen. And of course, in the end their prosperity will improve. This type of answer is fully logical since basically they are independent economic actors. Who are they? None other than farmers, fishermen, traders with limited capital and business space, such as fishermen, craftsmen, and many others. In this country, the number of those who are engaged in small and micro business is very large, scattered in village areas (majority), and some in urban areas which engage in various business sectors. For the Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business, the dynamic above

W

is a pride. Indeed not all of them are accommodated in the cooperation. Those who have become members of cooperation generally have typical characteristics in their business ethos. Well, to expressly shows the empowerment for this small business, Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Enterprises then issued Micro and Small Development through Scrolling Fund Strengthening for Save Loan Cooperation (KSP) Program to fund productive economic business in agricultural and any other productive business sectors. The emphasizing on agricultural and other sectors is of course based on proper considerations. Agribusiness is an activity of utilizing natural resources to fulfill life needs. Agribusiness is an economic perspective in agriculture sector. However, agribusiness also means all economic business with natural resources basis. Therefore the target of program above is not only cooperation members engaged in agricultural field, but also those developing sea weed, and any other natural resources products processing business. The objective of Micro and Small Entrepreneur through KSP capital strengthening is: to increase activities and income of Micro and small Entrepreneur trough business capital service derived from KSP; to increase ability and coverage of KSP service especially in agribusiness
P e d u l i , R a k y a t S e j a h t e r a

6

K o p e r a s i

sector; to increase KSP manager Human Resources quality. This program is a series of activities conducted by the Government through Productive Resources Access Increase Development Project originating from the State Revenue and Budget of 2004 fund in the form of the granting of capital strengthening aid to KSP in the pattern of scrolling fund. Such Save and Loan Cooperation (KSP) Scrolling Fund Strengthening Aid which is further referred to as Agribusiness KSP Scrolling Fund is fund deriving from the Government through the Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business which is distributed to Save Loan Cooperation (KSP) in Agricultural Sector as scrolling fund loan to further be distributed to its members in the form of loan. Such program was commenced in 2003 and was continued in 2004. Considering the success of Scrolling Fund Strengthening Aid in Agricultural Sector in 2003 and 2004, then in 2005 the Government extended development business through Sectoral Scrolling Fund strengthening aid to fund various other productive business sectors, through fund source from State Revenue and Budget. Therefore since 2005 such program was known as Agribusiness/Sectoral KSP Fund Strengthening Aid. The implementation of such program was described as what is illustrated in the early part of this writing. In average cooperations receiving the aid program were successful in distributing credits to strengthen their capital to their members. Cooperation performance, both in capital return from members and cooperation installment to the bank national wide is favorable. Non performing credit can be considered as below 2% as the applied limit. Strengthening was also sought through cooperation capacity increase programs in managing its business. The capacity concerned is in the field of management, reporting system, and financial administration, and any other technical abilities, up to entrepreneurial horizon. This matter will in turn make cooperation the center of business for small/micro entrepreneurs. Experience has shown that development will continue to members. Cooperations that have been ordered well in various aspects naturally will transfer their various skills and knowledge
K o p e r a s i P e d u l i , R a k y a t

to their members. Well, there are many valuable lessons during the above programs. It would be such a waste if such momentums disappear just like that. It is that reason, among other things, that underlies the objective to compose this book. Far from formal image, this book is composed through covering process in the best cooperations scattered all over Indonesia. Not all of the best were covered. The composing team divided several cooperations in 10 provices that reflect the represented ness of Indonesian area in western, central and eastern parts. The method in choosing regencies and cities was based on business types developed. However, even though this book is far from formal image, cooperations which success stories are presented were chosen based on raw characteristics. At least there are five successful criteria that became the material of consideration, namely: fund distribution success; fund utilization success; fund return success; fund business increase success; and fund business development success; If further this book was titled Prosperous Community Care Cooperation, it is merely because a message that cooperation is an asset and at the same time a potential which, if it is moved and developed, optimally will end up in community welfare, is intended to be set out. Of course, the size of welfare has its own levels. People, in this context is represented by members of cooperation receiving scrolling loan, who are successful in increasing their life standard after they have harvested the output of Scrolling Fund Strengthening For Loan Save Cooperaton (KPS) in Agribusiness/Sector program. Sincerely, their smiles bloom. Behind those smiles there is a “piece” of pride that their struggle to become more prosperous has been in the right lane. Behind those smiles there are also thousands of memories about heavy struggle. Struggle on the management of rice field, pond, embankment, workshops, restaurants, and etc. Among these memories there is one that they cannot forget-even when they inherit it to their future generation-the care of cooperation personnel, who since the beginning have been loyal assisting their struggle. Through this book together they will say: Thank you Cooperation.

S e j a h t e r a

7

Bab II Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro S 8 uatu ketika pada tahun 1953. Berpuluh tahun kemudian. juga para pengusaha kecil yang bergerak di sektor riil. pesan Bung Hatta dalam penggalan pidatonya itu sangat jelas: bahwa Koperasi harus mampu membiayai para petani dalam berusaha. sentilan bernada P e d u l i . Ketika itu. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . sepenggal isi pidato Bung Hatta pada perayaan Hari Koperasi yang ke-3 berbicara tentang sejauh mana manfaat koperasi bagi rakyat petani dan pengrajin. secara retoris Bapak Koperasi Indonesia itu bertanya: “Sudahkah berkembang peternakan di kalangan rakyat yang dibiayai dengan pinjaman koperasi? Sudahkah terlaksana di mana-mana kebun sayur dibiayai dengan pinjaman koperasinya? Bagaimana koperasi di kalangan pertukangan dan kerajinan? Sampai di manakah hasil yang diperoleh dengan koperasi untuk mengatasi ijon dengan pinjaman kecil-kecil sesuai kebutuhan dan lain-lainnya?” Meski berbentuk sebuah kalimat tanya.

Sementara itu. yang dalam konteks ini diawali dengan dana stimulan dari APBN. dalam konteks pembinaan dan pengembangan koperasi dan usaha kecil dan menengah (KUKM) tersebut. aspek permodalan merupakan sebuah aspek penting dalam pengembangan dan pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM). Pemerintah dalam hal Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah merasa perlu membangun sebuah ‘jembatan’ yang bisa menghubungkan antara KUKM dan sumber permodalan. Berangkat dari visi itulah lahir Program Dana Bergulir pada Kementerian Negara Koperasi dan UKM termasuk Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/Sektoral. Program ini memiliki tujuan yang sangat strategis. Jika mengacu pada visi Bung Hatta pada paragraf pertama tadi maka Koperasi idealnya tampil sebagai lembaga yang mampu menjawab aspek permodalan yang dibutuhkan para petani dan pengusaha kecil dan mikro tadi. kondisi sebagian besar koperasi pun setali dua uang dengan para pengusaha kecil dan mikro: sama-sama minim permodalan. Atas dasar fakta itu. yakni meningkatkan aktivitas dan K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 9 . meski bukan segala-galanya. setali dua uang. KUKM dianggap belum bankable. baik baik dari lembaga keuangan bank maupun bukan bank masih rendah. Sementara itu fakta di lapangan berbicara bahwa. Namun.introspektif itu ternyata masih relevan untuk diungkapkan: “sudahkah koperasi mampu mendampingi para petani dan pengusaha kecil dan mikro?” Begitu kira-kira bentuk pertanyaan itu di masa kini. kemampuan KUKM untuk mengakses sumber permodalan.

program ini dikembangkan tak hanya untuk pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis tapi juga pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor riil lainnya dengan nama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sektoral”. program ini bernama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”. Selama dua tahun. R a k y a t S e j a h t e r a . Melalui mekanisme ini transfer dana dari Pemerintah Pusat pada akhirnya bisa menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi di daerah. yakni tahun 2003 dan tahun 2004. yakni pada tahun 2005. Dalam kurun waktu itu. Pada tahun 2003. terjadi beberapa dinamika kebijakan. dan membangun KSP sebagai lembaga keuangan yang handal agar dapat sejajar dengan lembaga keuangan lainnya. pada tahun 2007 program ini 10 K o p e r a s i P e d u l i . Perputaran dana pinjaman bergulir itulah kemudian yang menjadi bahan bakar pertumbuhan ekonomi di daerah. meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pengelola KSP.Aktivitas usaha di pabrik penggilingan padi milik anggota KSP Lestari Mandiri. terutama di daerah perdesaan. Setelah sempat vakum satu tahun selama 2006. Kemudian pada tahun 2004. Program ini mulai dilaksanakan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM sejak tahun 2003. meningkatkan kemampuan dan jangkauan layanan KSP yang bergerak dalam pembiayan agribisnis/sektoral. program ini bernama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”. Kabupaten Malang. Jawa Timur pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui pelayanan simpan pinjam. meningkatkan akses anggota dan calon anggota untuk memperoleh pelayanan pinjaman dari KSP. Satu tahun kemudian. pro- gram Perkuatan Dana Bergulir ini fokus pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan agribisnis.

32%. usaha mikro dan kecil tersebut. jumlah dana pinjaman bergulir terlah berkembang dari Rp.99% atau berkembang dari Rp. berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Kementerian KUKM per Maret 2009 dana pinjaman bergulir tersebut telah berkembang menjadi Rp.980 dengan jumlah pemanfaat sebanyak 183. 35 miliar menjadi Rp. Menurut penelusuran. 104. Hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan bahwa di tingkat nasional. R a k y a t S e j a h t e r a 11 .990. Angka-angka pada tabel tersebut menunjukkan bahwa meskipun para koperasi peserta program sukses mengembangkan dana bergulir tersebut hingga 281 % tapi tingkat atau kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga masih belum sesuai target (lihat tabel). Di samping itu.150. Jumlah dana yang tersalur dan hasil pengembangannya itu pun menjadi salah satu indikasi bahwa program ini telah berjalan dengan baik. Kemudian. Demi kebersinambungan program dana bergulir ini. b. 299. Memiliki kantor sendiri yang telah ditempati minimal 2 (dua) tahun.81 miliar. angka pengembalian angsuran pokok dan bunga yang rendah itu disebabkan karena Bank Pelaksana dipandang masih kurang aktif dalam melakukan pembinaan dan monitoring kepada koperasi peserta program. 39.594 yang telah ditunaikan. Propinsi lain yang juga memiliki kinerja bagus. *** Teknis Pelaksanaan Tidak semua Koperasi bisa menerima program perkuatan permodalan bagi koperasi. Syarat-Syarat Umum: a. Usaha Mikro.972. Hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun terakhir berturut-turut “sehat”.700. Telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebanyak 3 (tiga) Tahun Buku terakhir.47.. dan Kecil”.bagi 448 koperasi yang tersebar di 32 provinsi.dilanjutkan dengan nama “Program Peningkatan Permodalan Dana Bergulir Sektoral Bagi Koperasi. yakni yaitu 434. Selama rentang waktu 2003 sampai 2005 dan 2007 Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp.000.92 % atau Rp.076.609. Propinsi Jawa Timur merupakan propinsi dengan tingkat realisasi pencairan terbesar. Catatan hasil monitoring itu memberi sinyal indikasi bahwa koperasi penerima program berhasil didalam mengelola dan menggulirkan bantuan yang diberikan. Dalam melayani anggota-anggota di sentra agribisnis. Dari yang seharusnya Rp. tercatat realisasi pencairan sebesar Rp.500 baru 44.715. 321. 840. koperasi peserta program wajib mengembalikan angsuran pokok dan bunga kepada Bank Pelaksana. Itu artinya telah terjadi dinamika positif hingga sebesar 281%. kewajiban Kelompok Kerja Keuangan Kabupaten/ Kota juga dipandang belum optimal. Hingga 31 Maret 2009 kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga tersebut tercermin pada tabel di bawah ini. yakni Propinsi Jawa Tengah dengan perkembangan sebesar 255.797. Di propinsi ini.8 miliar menjadi Rp.688. 89. d. c. Dari alokasi dana sebesar itu. bersedia membuat unit K o p e r a s i P e d u l i . 167. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi Koperasi-koperasi Simpan Pinjam calon penerima dana perkuatan.59 miliar.968 anggota koperasi.000.000.

Donasi dan Sisa Hasil Usaha tahun berjalan minimal sebesar 33% dari total aset.145.076.000. 4. 630. e.956.676 Rp. Merupakan koperasi primer kota/ kabupaten yang telah berbadan hukum minimal 4 (empat) tahun dan melaksanakan RAT 3 (tiga) Tahun Buku terakhir dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun berturut-turut.538. 50. Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM. 18.500 Sebelumnya Pokok Rp.228.903.000. Simpanan Wajib.653.798. 2.10. Pada tahun 2004 syarat-syarat umum tersebut diperbarui.000 Rp.986.483. 1 milyar. Bersedia mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). g. R a k y a t S e j a h t e r a . b. h.699.pelayanan yang berada di lokasi sentra agribisnis. Tunggakan pinajaman macet maksimal 2%. Telah melakukan pemisahan dalam akuntansi usaha dari akuntansi Koperasinya. Jumlah modal sendiri yang terdiri dari Simpanan Pokok. Sedangkan persyaratan bagi Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi calon penerima dana perkuatan adalah sebagai berikut: a.000 Rp. 3. c.580. Di samping anggota secara keseluruhan. Kelompok masyarakat sebagai anggota KSP sudah pernah memperoleh dukungan modal dan pembinaan dari instansi teknis.100. c.000. d.888. 5. i. Mempunyai Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang telah berjalan secara efektif. Cadangan.500 Rp. USP Koperasi sudah menjadi unit otonom minimal 3 tahun. g. Kewajiban Koperasi Ke Bank Kewajiban Kepada Bank No 1 2. 25.150.496. KSP juga memiliki anggota minimal 100 orang yang bergerak dibidang usaha produktif yang sejenis antara lain: petani.000 Rp.000 Rp. dan Bank Pelaksana (diolah) 12 K o p e r a s i P e d u l i .731 Rp.955 Rp.000.000 Rp.36.798.817. f. Ada pihak yang menjadi Jaminan Perorangan (personal guarantee) atas Dana Perkuatan yang diterima peserta program perkuatan modal KSP.104. b.001. Wajar Tanpa Syarat (WTS).688.609.249.313.000 Rp.184 Bunga Rp.700 Rp.700 Sumber Data: Koperasi Peserta Program. peternak dan nelayan (bukan pedagang). serta tidak terjadi perangkapan pekerjaan untuk fungsi-fungsi yang bertentangan. 68. Jumlah Tahun Program 2003 2004 2005 2007 Bunga Rp.000. Jumlah Pinjaman yang diberikan minimal Rp. yang dikelola dengan pola simpan pinjam dan sudah diadministrasikan secara tertib.000.083 Rp. Memiliki Komputer sendiri dan sanggup membeli komputer minimal Pentium 3.431.187 Rp.000 Rp. Diutamakan bagi KSP yang para anggotanya mempunyai hubungan kerjasama kemitraan dengan perusahaan penghela. Pengelolaan Usaha KSP sudah didelegasikan kepada manajer dan didukung karyawan-karyawan yang professional. Beberapa pembaruan tersebut di antaranya: a. b. 41. f. Anggota koperasi yang berhak menerima Tabel 1.731. 5.000 Rp.918.000.23.029.146 Rp.594 Sudah Dibayar Pokok Rp. Hasil audit 2 tahun terakhir. Syarat-Syarat Khusus : a.214. 378. e. 2. 47. 25.055.000. Merupakan lembaga koperasi primer Kabupaten/Kota yang sudah berbadan hukum minimal 4 tahun. KSP telah memperoleh jaminan perorangan (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota setempat untuk mengelola Dana Bergulir KSP Agribisnis. 57. 6.

000. Mendapat persetujuan dari pengurus KSP atas hasil analisa kelayakan dari manajer pengelola simpan pinjam. Pada tahun 2005.000. d.1. d. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp. g. seiring dengan dinamika yang terjadi pada pelaksanaan program tahun 2003 dan 2004. Penyempurnaan ini dilakukan untuk mengakomodir pengembangan program.. Mengajukan permohonan pinjaman kepada KSP sesuai kelayakan usaha.000. Memiliki kekayaan bersih minimal sebesar Rp. Total tunggakan pinjaman macet maksimal 2 % (dua persen). Beberapa perubahan itu di antaranya pada Syarat-syarat umum KSP calon penerima dana bergulir sektoral itu di antaranya: a. peternakan. 500. Sepanjang aturan ini ditaati. Memiliki jumlah kekayaan bersih minimal sebesar Rp. dan memiliki simpanan pokok minimal Rp. Bersedia atau telah melayani anggotaanggotanya di berbagai sektor usaha produktif dan membuka unit pelayanan yang berada di lokasi sentra..(lima ratus juta rupiah). c. c.(lima ratus juta rupiah). perikanan.(tiga ratus juta rupiah).000. industri pengolahan dan kerajinan. Kementerian Negara Koperasi dan UKM kemudian kembali melakukan penyempurnaan teknis pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir tersebut. 375. resiko pinjaman macet semakin kecil. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.75.000. KSP memiliki anggota minimal 100 (seratus) orang Pengusaha Mikro dan Kecil yang bergerak disektor usaha produktif yang sejenis antara lain: pertanian.(Seratus lima puluh juta rupiah).(seratus lima puluh juta rupiah).000.. b.750.000.pinjaman dana bergulir untuk membiayai usahausaha ekonomi produktif dari alokasi dana program ini juga diatur dengan seleksi ketat. Memiliki aktivitas usaha produktif di bidang agribisnis/sektoral yang menciptakan nilai tambah sehingga berkemampuan untuk mengembalikan/ melunasi pinjaman. b. KSP telah memperoleh jaminan perorangan (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota setempat untuk mengelola Dana Bergulir Sektoral. pada tahun 2005 sasaran KSP peserta program diperluas tak lagi terbatas pada KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis tapi juga KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di berbagao sektor riil lainnya.000. Sedangkan beberapa perubahan pada Syarat-syarat Khusus bagi KSP calon penerima dana bergulir sektoral itu di antaranya: a. Jika pada tahun 2003 dan tahun 2004 fokus program lebih pada KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis. 1. Telah berbadan hukum minimal 4 (empat) tahun dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 3 (tiga) Tahun Buku terakhir dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun berturut-turut serta klasifikasi minimal B.(tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah). Pengusaha Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari KSP wajib memenuhi syarat sebagai berikut : a. perdagangan dan aneka jasa lainnya.000. Memberikan pelayanan pinjaman kepada anggota minimal 70 % (tujuh puluh per seratus) dari total pinjaman yang diberikan.(tujuh puluh lima juta rupiah).. K o p e r a s i P e d u l i . b. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada KSP. e. d. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.150. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp.000. e. kehutanan dan perkebunan.000.000. Hasil audit 2 (dua) tahun terakhir berpredikat Wajar Tanpa Syarat (WTS).300. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.500. c. f.000.(tujuh ratus lima puluh juta rupiah).000. Diprioritaskan bagi KSP yang anggotaanggotanya mempunyai hubungan kerjasama kemitraan dengan perusahaan penghela. h.(satu milyar rupiah).000.0 00.000. R a k y a t S e j a h t e r a 13 . bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp. KSP calon penerima diprioritaskan yang belum pernah memperoleh Dana Bergulir KSP Agribisnis. pertambangan dan galian. dan memiliki simpanan pokok minimal Rp. 150.(satu milyar rupiah).000.000. Aturan ini dibuat sebagai pagar bagi KSP-KSP peserta program dalam menyalurkan pinjaman dana bergulir tersebut.000. i....000.000. Terdaftar sebagai anggota KSP/calon anggota KSP.

14 K o p e r a s i P e d u l i . Telah memiliki prosedur pemberian pinjaman ke anggota. Koperasi induk bersedia melakukan pembagian. *** Pada tahun 2007. selain syarat-syarat yang telah ditetapkan pada petunjuk teknis tahun 2003 dan 2004. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada KSP. c. seluruh aset USP-Koperasi menjadi aset KSP yang baru dibentuk. yakni: a. sehingga memiliki kemampuan untuk mengembalikan/ melunasi pinjaman. telah melakukan pembukuan terpisah atas pengelolaan usaha simpan pinjam dari akuntansi koperasinya. dengan cara memisahkan unit Simpan Pinjam dari koperasi untuk menjadi Koperasi Simpan Pinjam tersendiri atau mengubah nama dan bidang usaha koperasi menjadi hanya Usaha Simpan Pinjam (KSP). Pengelolaan Usaha KSP sudah didelegasikan kepada manajer yang didukung oleh karyawan yang profesional dan tidak terjadi perangkapan pekerjaan. Mempunyai aktivitas di sektor usaha produktif dan masih dapat dikembangkan serta menciptakan nilai tambah. manajemen USP-Koperasi telah dikelola secara otonom minimal 3 tahun. b. pada tahun 2005 Pengusaha Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari KSP juga wajib memenuhi syarat sebagai berikut: a. Bersedia menyimpan 5 % dari pokok pinjaman di KSP dalam bentuk Simpanan Wajib Khusus milik anggota sebagai bagian dari pemupukan modal sendiri KSP dan untuk keperluan stabilitas permodalan KSP. Idealnya. Selain Syarat Umum dan Syarat Khusus tersebut di atas yang berlaku bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP).Suasana di kantor manajemen KSP Cipta Mandiri. c. Terdaftar sebagai anggota KSP aktif minimal 1 (satu) tahun dan dibuktikan dengan jumlah simpanan wajib di koperasi. Kemudian. f. dengan Jumlah karyawan dan manajer minimal 5 orang. di antaranya: a. dibuktikan dengan neraca lajur 3 (tiga) tahun terakhir. terjadi beberapa perubahan persyaratan yang harus dipenuhi Koperasi Peserta Program. b. Beberapa persyaratan yang mengalami perubahan itu. dan siap menjadi KSP. g. Modal sendiri minimal sebesar 33 % (tiga puluh tiga per seratus) dari total aset. d. Pulau Buru. sejak tahun 2005 USPKoperasi calon penerima Dana Bergulir Sektoral wajib memenuhi syarat tambahan. Koperasi telah berbadan hukum minimal 1 (satu) tahun dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan memiliki predikat “cukup sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan yang dilakukan pejabat yang berwenang. d. pengelolaan Usaha KSP didelegasikan kepada manajer yang didukung oleh karyawan yang profesional e. R a k y a t S e j a h t e r a .

KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru. b. b.(dua ratus juta rupiah) dan memiliki jumlah anggota paling sedikit 100 orang.(lima puluh juta rupiah).000. daerah perbatasan/terpencil.000. yang profilnya ditampilkan dalam buku kisah sukses ini. memiliki saldo piutang minimal Rp.000. KSP Cipta Mandiri bisa menjadi peserta program ini pada tahun 2005 berdasarkan Pasal 7 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. Selain aturan-aturan main tadi.000.000. Gambar menunjukkan suasana pelayanan di sebuah KSP.(lima ratus juta rupiah).000. d.(seratus juta rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib minimal Rp.000. 200. Meski baru berdiri pada tahun 2004. yakni : a. Sedangkan beberapa perubahan pada persyaratan khusus. S e j a h t e r a 15 .000. yang dibuktikan dengan laporan keuangan pada tahun terakhir.000. Dalam konteks ini. 300. dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh pada lampiran 14 peraturan ini.000.000.000. 150. untuk Koperasi calon penerima dana bergulir sebesar Rp.. R a k y a t laporan tahunan berjalan. c.000. untuk Koperasi calon penerima dana bergulir sebesar Rp. Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal Rp.000.(seratus juta rupiah) dan memiliki jumlah anggota paling sedikit 60 orang. c..(tiga ratus juta rupiah).(seratus juta rupiah).. Belum pernah memperoleh Dana Bergulir dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM. manajemen unit usaha koperasi yang akan mengelola dana bergulir. Pada pasal itu disebutkan bahwa “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang dinilai mempunyai peran strategis antara lain untuk keperluan pembinaan KSP/USPKoperasi di daerah yang sedang berkembang.000.. Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan khusus terutama bagi koperasi-koperasi yang berlokasi di daerah tertinggal atau di daerah yang terkena bencana alam atau koperasi yang dinilai mempunyai peran strategis pada daerah tertentu. Koperasi telah memperoleh jaminan perorangan (Personal guarantee) dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal Rp.. 12/2005.000. Salah satu contoh. 100. d.Sebagian besar KSP tadinya merupakan Unit Simpan Pinjam (KSP) dari sebuah koperasi induk. 50.(seratus lima puluh juta rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib minimal Rp.. 100. memiliki saldo piutang minimal Rp. telah dikelola secara otonom minimal 1 (satu) tahun.. 500. unit usaha koperasi yang akan mengelola dana bergulir telah menyelenggarakan pembukuan secara terpisah atas pengelolaan usaha koperasinya. Total tunggakan pinjaman macet maksimal 5% (lima persen) yang dibuktikan dengan K o p e r a s i P e d u l i .. 100.

Bung Hatta message in its speech part is very clear: that Cooperation must be able to fund farmers in running their business. In the mean time the facts on the field speak out 16 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .Chapter II Scrolling Fund For Small and Micro Business Capital O ne day in 1953. a piece of Bung Hatta’s speech content in the cel ebration of the 3rd Cooperation Day which discussed how far cooperation can benefit for farmers and craftsmen. such introspective in nature critic is still relevant to be expressed: “have cooperations been able to assist farmers and micro and small entrepreneurs?“ That is approximately the form of such statement in the present. rhetorically such Indonesian Cooperation Founding Father asked: “has animal farming developed in the community which is funded by cooperation loan? Has vegetable plants been funded by their cooperation loan? How are cooperations among the handicraft and craftsmen? How far is the output obtained with cooperation to overcome early crops pur- chase with small loan in accordance with needs and others?” Even though it is in the form of questions. Many years later. At the time. also for small entrepreneurs who are engaged in real sectors.

both from bank financial institutions and non bank is still low. KUKM is still considered as non bankable. Scrolling Fund Program on State Min- K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 17 . From that vision. the Government in this matter State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Entrepreneurs feels the necessity to build a ‘bridge’ that can connect KUKM and capitalization source. which in this context is initialized with stimulant fund from State Revenue and Expenditure (APBN). Based upon that fact. If referring to the mission of Bung Hatta in the first paragraph earlier.that even though it is not everything. However. capitalization aspect is the important aspect in the development and founding of small and middle scale business (UKM). same as usual. Meanwhile in the context of founding and development of coopera- tion and such small and middle scale entrepreneurs (KUKM). then ideally Cooperation appears as an institution that is able to answer capitalization aspect needed by such farmers and small and micro entrepreneurs. the ability of KUKM to access capitalization source. the conditions of cooperation are as bad as small and micro entrepreneurs: they lack capitalization.

Your browser may not support display of this image. 2003 and 2004 this Scrolling Fund Strengthening was focused on Save Loan Cooperation (KSP) engaging in agribusiness funding. in 2005 and in 2007 this program was developed not only to develop micro and small business in agribusiness sector but also for the development of any other real sectors with the name “Micro and Small Entrepreneurs Development Program Through Scroll- 18 K o p e r a s i P e d u l i . Within two years. East Java istry of Cooperation and UKM was born and was incorporated in Small and Micro Entrepreneurs Development Program through Scrolling Fund Program for Save Loan Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/Sector funding. increasing activities and revenue of Micro and Small Entrepreneurs through save loan services. This program has been implemented by State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Enterprises since 2003. Through this mechanism. increasing the ability and coverage of KSP services engaging in agribusiness/sector funding. Malang. Such scrolling fund circle then becomes the fuel of region’s economic growth. R a k y a t S e j a h t e r a .e. whose life standard was lifted after synergizing with KSP Lestari Mandiri. this program was named “Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation (KSP) Capital Strengthening in Agribusiness Sector.” A year later. In 2003. fund transfer from Central Government at the end of the day could be the moving engine of region economic activities.” Then in 2004 this program was called “Micro and Small Entrepreneurs Development program Through Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan Cooperation (KSP) in Agribusiness Sector. and developing KSP as a financial institution that is reliable in order to be in the same level as any other financial institutions. i. i. mainly in villages. there have been several policy dynamics. increasing human resources KSP managers quality. Within such period. This program has a very strategic purpose.The economic activites at Yudi Pujianto’s rice mill.e. i.e.

000. in 2007 this program was continued with the name “Sector Scrolling Fund Capitalization Increase Program For Cooperation.” After being non active for a year in 2006.990. One example is KSP Cipta Mandiri in Pulau Buru. According to investigation.594 has been paid up.ing Fund Strengthening Aid For Sector Save Loan Cooperations (KSP). The amount of fund distributed and the output of its development become indicators that this program has been running well. There are requirements that must be met by Save Loan Co- operation as nominees for strengthening fund receivers.076.688. This perfection was conducted to accommodate program development. Then.609. Cooperation members who are entitled to receive scrolling fund to fund productive economic business from this program fund allocation are also regulated with tight selection. 299.500 only 44. 12/2005.for 448 cooperation scattered in 32 provinces.92 % or the amount of Rp. This regulation is set up as fence for program participating KSPs in distributing such scrolling fund loan. border/remote areas. 321. KSP Cipta Mandiri was able to become a member of this program in 2005 based on Article 7 of Minister of Cooperation and UKM Regulation UKM No.972. Pulau Buru is considered as having the strategic position as ‘rice barn’ in Maluku Province.000. From such amount of fund allocation.150.” Within the period of 2003 up to 2005 and 2007 the Government allocated fund in the amount of Rp. it is noted that the disbursement realization was in the amount of Rp. For the sake of the sustainability of this scrolling fund program.715. in 2005 and 2007 the target of program participating KSP was extended and not only limited to KSP funding micro and small business in agribusiness sector but also KSPs that fund micro and small business in any other real sectors.47. It means there has been positive dynamic of up to 281 %. Such monitoring record indicates that program receiving cooperation is successful in managing and scrolling the aid provided. 104.000. 840. In this context.968 cooperation members. based on the monitoring output conducted by Ministry of KUKM. In that article it is stated that “A minister may stipulate KSP/USP-Sector Scrolling Fund Receiving Cooperation in special manner which is considered as having strategic role among others for the need of the founding of KSP/USP-Cooperation is areas that are developing.700. Ministry of Cooperation and UKM also has anticipated specific possibilities mainly for cooperations located in disadvantaged area or areas that have been exposed by natural disasters or cooperations that are considered as having strategic roles on some areas. Implementation Technique Not all cooperations could receive capitalization strengthening program for such cooperations. Micro and Small Business. In 2005. micro and small business. In 2003 and 2004 the program was more focused to KSP that funded micro and small business in agribusiness sector. participating cooperations are obligated to return principal installment with its interest to Implementing Banks.797.. Data shows that even though participating cooperations are successful in developing such scrolling fund up to 281% however the level or performance of principal installment return has not been the same as the target. K o p e r a s i P e d u l i . In addition.980 and was utilized by 183. non performing loan risk will become smaller. along with the dynamic that took place in the program implementation of 203 and 2004. So long as this regulation is complied with. R a k y a t S e j a h t e r a 19 . State Ministry of Cooperation and UKM then re-perfected the implementation technique in distributing such scrolling fund implementation. From the actual Rp. which profile has been presented in this successful stories book. Although it was not established until 2004. in March 2009 such scrolling loan fund had increased to become Rp. such low principal installment and interest return was due to the fact that Implementing Bank has been not active enough in conducting development and monitoring against program participating cooperations. Regency/City Working Group obligations are considered as non optimum.

Bab III Parade Kisah Sukses S ebuah kalimat bijak tentang koperasi. yang dibalut dengan semangat untuk senantiasa mewujudkan perbaikan. Kisah-kisah sukses yang termuat di dalam bab ini bukan ditulis untuk sekadar P e d u l i . yang pernah diungkapkan Bung Hatta menarik untuk dicermati. Parade kisah sukses KSP peserta program perkuatan permodalan usaha agribisnis/ sektoral ini merupakan bagian dari geliat untuk senantiasa mewujudkan kemajuan bagi dunia perkoperasian di Indonesia. R a k y a t S e j a h t e r a 20 K o p e r a s i . Bapak Koperasi Indonesia. yang juga Proklamator negara ini pernah berkata bahwa “bukan semboyan yang muluk-muluk yang dibutuhkan untuk mencapai masyarakat kooperasi yang ingin kita ciptakan. Bung Hatta bicara bahwa segunung konsep untuk membangun masyarakat perkoperasian tak akan cukup jika tak bermuara pada kerja nyata. sebab itu dasar kita bekerja ialah: mencapai perbaikan senantiasa!” Melalui kalimatnya itu. melainkan amal. Di atas jalan menuju masyarakat koperatif. belum ada yang sempurna. yang berupa pendidikan atas diri sendiri dan perbuatan.

K o p e r a s i P e d u l i . pertimbangan-pertimbangan kualitatif juga menentukan. sekaligus sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat koperasi di Indonesia. dan orisinalitas program yang dilakukan oleh KSP peserta program. kinerja pemanfaatan dana. hingga kinerja pengembangan usaha dana koperasi menjadi pertimbangan penting untuk memilih KSP-KSP mana saja yang layak diprofilkan. inovasi. berbagai pertimbangan dilakukan. Tentu saja. Akhirnya. kisah-kisah sukses yang ditulis diniatkan untuk bisa menjadi referensi.mengukur tingkat keberhasiloan pelaksanaan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/ Sektoral. Berbagai data tentang kinerja keuangan KSP. Tidak hanya itu. yang profil dinamikanya ditulis dalam buku ini. selain data-data statistik tersebut. kinerja pengembalian dana dari anggota koperasi penerima pinjaman. dalam memilih KSP dari sepuluh propinsi. seperti upaya inisiasi. terobosan. serta para pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini menjadi mitra koperasi. Lebih dari itu. kinerja penyaluran dana bergulir. R a k y a t S e j a h t e r a 21 . kinerja peningkatan usaha anggota koperasi penerima pinjaman. selamat mengambil manfaat.

Success stories contained in the chapters of this book are not merely written to measure the success level of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan 22 K o p e r a s i P e d u l i . in the form of self education and good deed. Parade of KSP success stories on this agribusiness/sector capitalization strengthening program participates is a part of the spirit to always create progress for the world of cooperation in Indonesia. R a k y a t S e j a h t e r a . but it is the deed.Chapter III A Parade Of Success Stories A wise sentence about cooperation. Bung Hatta said that a pile of concepts to develop cooperation community will not be enough if they do not end up on real work. This Indonesian Cooperation Father. which was expressed by Bung Hatta is interesting to be analyzed. nothing is perfect. wrapped with the spirit to always create improvements. who is also the state proclaimer had also said that “it is not the pompous motto that is needed to create cooperation community that we would like to have. On the road that leads to cooperative community. therefore the basis of our work is: to always seek for improvement!” Through such sentence.

take advantage out of them. fund return performance by loan receiver cooperation members. in selecting KSP from ten provinces. Various data on KSP financial performance. At the end of the day. which profile dynamics are written in this book. break through. such as initiative. as well as micro and small business actors who have been partners for cooperation. K o p e r a s i P e d u l i . qualitative considerations also sercve as determining factors. scrolling fund distribution performance. various considerations are taken into account. fund utilization. in addition to such statistical data. loan receiver cooperation members business increase. inovation. up to cooperation fund business increase perfomance become important considerations to select which KSPs are worth to be profiled. and at the same time as the source of inspiration and motivation for cooperation community in Indonesia. Not only that.Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/ Sector funding. and program originality efforts conducted by program participating KSP. Of course. R a k y a t S e j a h t e r a 23 . success stories written are intended to become references. More than that.

R a k y a t S e j a h t e r a .24 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 25 .SUMATERA BARAT West Sumatera K o p e r a s i P e d u l i .

B 26 melalui pengenalan yang memadai kepada anggota. Sumatera Barat. Namun. Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi. para anggota pun dituntut untuk memahami bahkan berkemampuan mengelola koperasi. keberhasilan anganangan belaka. KSP LUMBUANG PUSAKO Kota Bukittingi. yakni langsung menerapkan ilmunya dalam praktik pengelolaan koperasi. Bukan hanya pengurus. Tanpa itu. dan seterusnya. Bagi pengurus KSP Lumbuang Pusako. itu hal biasa. menjalankan koperasi perlu keahlian dan pengalaman. Ketua KSP Lumbuang Pusako.Kantor KSP Lumbuang Pusako. senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako). bila sebuah koperasi juga menginginkan para anggotanya pandai mengelola koperasi. “Kami selalu berusaha menjadi pengurus yang bisa menjadi panutan bagi anggota sekaligus bisa mengayomi. bisa saling mengawasi. Tapi bagaimana dengan anggota? Mereka akan dimagangkan di P e d u l i . Bagi pengurus. follow up pelatihan jelas. KSP bekerja sama dengan Dinas Koperasi dengan cara mengadakan pelatihanpelatihan. Untuk itu. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . baik untuk pengurus dan koperasi. Provinsi Sumatera Barat Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan ila pengurus koperasi piawai dan melahirkan kinerja koperasi menjadi semakin baik. koperasi menjadi lebih dinamis. Tapi. itulah prinsip yang diyakini pengurus KSP Lumbuang Pusako Kota Bukitinggi. Sebab. maka hal itu menjadi luar biasa.” kata Anismar Asri.

Tarok Bungo No. hingga tingkat nasional. Dan. koperasi yang beralamat di Jl. KSP Lumbuang Pusako menjadi salah satu koperasi unggulan di Kota Bukittinggi. Pola regenerasi semacam ini jelas menguntungkan sebab banyak anggota yang sudah mengerti bagaimana mengurus koperasi. Melalui prosedur ini. 188. provinsi. membentuk sebuah organisasi yang mampu menampung hasil karya para perajin. sulaman dan konveksi yang ada di Kota Bukittinggi. keyakinan itu. melalui Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.45 – 385 – 2006. R a k y a t S e j a h t e r a 27 . Koperasi berakta notaris No. Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi. Selama ini. Di usianya yang baru dua tahun. keberlanjutan misi koperasi pun terjamin. anggota relatif siap menerima estafeta kepengurusan. Bukittinggi. Lumbuang Pusako. sebuah koperasi industri kerajinan sulaman dan konveksi. ini setidaknya telah mengantongi sebelas penghargaan. koperasi ini dikenal dengan nama KOPINKRA. Pihak KSP sendiri berharap. Seperti namanya. koperasi K o p e r a s i P e d u l i . Kelak. setiap bulan dipilih lima orang anggota untuk mengikuti kegiatan magang tersebut. Ide pembentukannya dicetuskan sejumlah pengusaha dan perajin border. 1702/XVII/ 1988 ini kemudian mengubah bentuknya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Jumlah asetnya telah mencapai Rp 5 miliar. mulai tingkat kabupaten/ kota. dan berganti nama menjadi KSP Lumbuang Pusako. bukanlah hisapan jempol belaka. Tujuannya. koperasi ini senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako).Salah satu usaha kecil menengah yang memanfaatkan modal usaha dari KSP Lumbung Pusako koperasi. Bahkan. *** Dua dasawarsa lalu. kegiatan magang ini menjadi ajang pendidikan dan pelatihan bagi anggota untuk mengetahui bagaimana proses mengurus koperasi. jika ada regenerasi pengurus. Guguak Panjang. 9A – Kec.

Pengurus akan memberikan pembinaan secara tidak langsung. KSP Lumbuang Pusako memang bukanlah yang terbaik. beberapa tahun lalu. berkat kegigihan dan perjuangan para pengelola. Namun. Jumlah itu sudah termasuk tambahan dana pinjaman bergulir sektoral sebesar Rp 1 miliar yang diterima pada tahun 2005.Peran KSP Lumbung Pusako sangat besar dalam membantu mengembangkan usaha ini telah mendapat perhatian dari pemerintah. KSP Lumbuang Pusako pernah menerima anugerah sebagai Koperasi Terbaik I Tingkat Kota Bukittinggi 1992. pengurus tidak segan-segan memberikan solusi.5 miliar. Pengurus koperasi memberlakukan beberapa ketentuan. kini KSP Lumbuang Pusako menjadi koperasi unggulan di Kota Bukittingi. Koperasi Sehat Tingkat Kota Bukittinggi 2002. Jika bicara prestasi. 28 K o p e r a s i P e d u l i . Dari tahun ke tahun. total aset KSP ini telah mencapai Rp5 miliar. modal koperasi ini hanya Rp 2. tetapi melalui upaya keras para pengurusnya. Jika dalam keanggotaan KSP terkesan blak-blakan. perkembangan KSP Lumbuang Pusako menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hingga pertengahan tahun 2009 jumlah anggota mencapai 178 orang. Jika ada anggota yang mengalami kesulitan. seperti bertanya tentang perkembangan usaha anggota dan kendala yang dihadapi. Pengurus menggunakan pendekatan persuatif yang biasanya dilakukan pada saat anggota menabung atau menyetor. Dari sisi aset. termasuk kiat-kiat sukses dalam melakukan berbagai usaha. Keberhasilan-keberhasilan itu tidak datang begitu saja. Koperasi Berprestasi Tingkat Kota Bukittingi 2002. Misalnya dalam hal pembinaan terhadap anggota. Selain aset yang makin menggelembung. Dalam dinamikanya. R a k y a t S e j a h t e r a . pada tahun 2001 KSP ini dinobatkan sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional. jumlah dana pinjaman yang akan diberikan kepada para anggota disesuaikan masa keanggotaan. Ada beberapa KSP lain di Sumatera Barat yang dianggap punya prestasi lebih membanggakan. misalnya. sebaliknya dalam hal pinjaman KSP tetap selektif. Kemudian. jumlah anggota KSP pun terus bertambah. Misalnya. Padahal. kesetiaan dan jumlah tabungannya.

45 – 385 – 2006 : Tahun 2005 : Rp1 miliar : Hj. Ia juga yakin bahwa dana bergulir itu akan terus bergulir memberdayakan para anggota Lumbuang Pusako. tentu saja. sebagai lembaga perbankan yang membina administrasi penyaluran pinjaman dana bergulir sektoral. Hal itu dapat dilihat dari tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman anggota mengalami peningkatan. Berdasarkan catatan dari Bank Nagari Bukittinggi. Dan. ada anggota yang bisa mendapat pinjaman sebesar Rp 50 juta karena ia telah menjadi anggota sejak tahun 1986 dan simpanannya sudah mencapai Rp 20 juta. Kab. Keberhasilan anggota dalam mengembangkan usahanya akan berdampak positif bagi perkembangan KSP. KSP Lumbuang Pusako telah mengembalikan pokok pinjaman sebesar Rp 300 juta.Sekadar contoh. R a k y a t S e j a h t e r a 29 . Jika pun itu baru bisa dilunasi setelah ia tak lagi menjabat sebagai Ketua KSP. yang penting. Guguak Panjang.” kata Anismar Asri. Tarok Bungo No. Asnimar yakin bahwa sisa pinjaman pokok yang masih sebesar Rp 700 juta akan bisa dilunasi. Anismar yakin para penerusnya akan melakukan itu. 9A. dengan tingkat suku bunga 12% per tahun. Provinsi Sumatera Barat : 2 Januari 1988 : No:188. Salah satu usaha konveksi anggota KSP Lumbuang Pusako KSP Lumbuang Pusako Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota : Jl. Anismar Asri : 178 orang K o p e r a s i P e d u l i . Sebagai Ketua KSP. Bukittinggi. Boleh dikatakan tingkat kemacetan penyetoran angsuran kurang dari 1%. Kec. “Jadi anggota tersebut bisa mendapat pinjaman sekitar Rp 50 jutaan.

both for administrators and cooperation. KSP in cooperation with Cooperation Services holds trainings. starting from regency/ city. For that purpose. In loan affairs KSP applies effective ways. and so forth. Then in 2001 this KSP was crowned as Achiever Cooperation for National Level. What about the members? They will participate in cooperation apprenticeship.KSP LUMBUANG PUSAKO Bukittingi City . For administrators. It may be concluded that the installment deposit nonperformance is less than 1%. this cooperation has attracted attention of the government. to directly apply the knowledge in cooperation management practice. members are also required to understand and even have the ability to manage the cooperation. Due to proper introduction to the members cooperation becomes more dynamic. Each month five members are chosen to participate in such apprenticeship. KSP Lumbuang Pusako has returned principal loan in the amount of Rp 300 million. R a k y a t S e j a h t e r a . Not only administrators. Chairman of KSP Lumbuang Pusako. The amount of loan to be provided to members is adjusted to the membership period. members are ready to accept the administration handover. an embroidery handicraft and convection industrial cooperation. KSP Lumbuang Pusako is one of superior cooperations in Bukittingi City. KSP Lumbuang Pusako received an achievement award as the Best Cooperation I for Bukittinggi City Level in 1992. i. This can be seen from the loan return success increase rate. This cooperation with Rp 5 billion asset has even re- ceived eleven awards. Cooperation administrators set out several conditions. of course. the follow up of trainings is obvious. At its tender age of tw. From one year to another. the total asset of this KSP has reached Rp 5 billion. This patter of regeneration is obviously profitable since there are many members who have already understood how to administer the cooperation. The success of members in developing their business will have positive impact for the development of KSP. Based on the record of Nagari Bukittinggi Bank. they can supervise each other.” said Anismar Asri. if regeneration takes place. Two decades ago. In terms of asset. Without those elements. “We always try to be administrators who could also be a role model for members and at the same time protect the members. running a cooperation re quires skills and experience. loyalty and amount of savings. Achiever Cooperation for Bukittinggi City level in 2002.5 billion. as the banking institution that develops sector scrolling distribution administration.e. this cooperation was known with the name KOPINKRA. 30 K o p e r a s i P e d u l i . KSP itself hopes that this apprenticeship activity will become educational and training event for members to discover the process of cooperation administration. province up to national level. A couple of years ago this cooperation capital was only Rp 2.West Sumatera If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory F or administrators of KPS Lumbuang Pusako. KSP development has shown a significant increase. In its dynamic. for instance. success is only a fantasy. In the future. Healthy Cooperation for Bukittingi City Level in 2002.

R a k y a t S e j a h t e r a 31 .Kantor KSP Lumbuang Pusako K o p e r a s i P e d u l i .

lokasi KSP pun berada di wilayah kenagarian yang juga dikenal dengan nama Sei Kamuyang. nama KSP Sungai Kamuyang cukup dikenal masyarakat di nagari yang berada di kaki Gunung Sago itu. Kabupaten Limapuluh Kota KSP Sungai Kamuyang Kabupaten Limapuluh Kota. Selain memiliki nama yang sama. Sumatera Barat. R a k y a t S e j a h t e r a 32 K o p e r a s i . “Kita menggunakan nama Sungai Kamuyang.” kata ketua KSP Sungai Kamuyang. Ringan Samo Dijinjiang ama KSP Sungai Kamuyang memang tidak bisa dilepaskan dari nama besar Nagari Sungai Kamuyang. Kinerja KSP Sungai Kamuyang yang baik selama ini adalah alasan bagi Dinas Koperasi Kabupaten Limapuluhkota merekomendasikan badan usaha ini sebagai penerima bantuan Perkuatan Permodalan Dana Bergulir Sektoral pada tahun 2006 senilai Rp 500 juta. Kabupaten Limapuluhkota. selain karena kisah historisnya juga karena nama Sungai Kamuyang sudah dikenal masyarakat. Tak heran jika nama koperasi yang didirikan pada tahun 1996 ini begitu mudah dihafal. P e d u l i . Najmul Irfan. tapi kegesitan para pengurus KSP Sungai Kamuyang tetap merupakan sebab terpenting mengapa badan usaha tersebut layak disebut bila membicarakan koperasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat.Kantor KSP Sungai Kamuyang. N Kini. sebuah nagari di Kecamatan Luak. Provinsi Sumatera Barat Barek Samo Dipikua. Sungai Kamuyang boleh menjadi sumber inspirasi bahkan dijadikan nama koperasi.

Kurnia dan isterinya. usaha Kerupuk Sanjai ‘’MARISA” semakin berkembang dan telah dipasarkan hingga ke luar daerah. kehadiran KSP Sungai Kamuyang disambut baik oleh masyarakat. Yuniarti dan Kurnia hanya dua dari sekian K o p e r a s i P e d u l i . Semenjak bergabung dengan KSP Sungai Kamuyang tahun 2006 dan mendapat pinjaman dana sebesar Rp 10 juta.Usaha kecil yang mendapat bantuan modal usaha dari KSP Sungai Kamuyang Dalam perkembangannya. Kini. Raya Batang Tabik. sehingga jumlah anggota yang bergabung semakin bertambah. Awalnya. seperti bertani dan beternak. Pengalaman serupa juga dialami Kurnia dan Leni Marlina. warga Jl. pemilik usaha Kerupuk Sanjai ‘’MARISA”. Kurnia bergabung pada KSP Sungai Kamuyang pada tahun 2006. KSP Sungai Kamuyang mengalirkan banyak manfaat yang bisa dimanfaatkan siapa saja (baca: anggota). coklat dan jeruk itu. hanya dibantu 15 orang karyawan. Raya Payakumbuh Lintau Sungai Kamuyang ini mampu mempekerjakan 42 orang karyawan. sementara istrinya baru pada tahun 2007. Kurnia dan Leni mulai mengembangkan usahanya. Sedangkan untuk sektor perdagangan dan industri kecil. Sungai Kamuyang. jumlahnya tidaklah sebesar sektor agribisnis. Kini. Leni Marlina. Bagi setiap anggota baru diwajibkan menyetor dana Simpan Pokok sebesar Rp 10 ribu dan Simpanan Wajib Rp 5 ribu. Sebut saja salah satunya Yurniati Ura. Kondisi geografis Sungai Kamuyang yang berada di kaki Gunung Sago ternyata cukup berpengaruh terhadap unit layanan usaha KSP. Yurniati membayar cicilannya Rp 650 ribu per bulan. Jumlah itu sebagian besar merupakan masyarakat yang berdomisili di Nagari Sungai Kamuyang. karena selama ini proses pengembalian pinjamannya lancar. Awalnya. usaha kerupuk yang beralamat Jl. “Kalau bisa di masa depan pinjaman bagi anggota bisa lebih besar karena usaha kami semakin berkembang. R a k y a t S e j a h t e r a 33 .” kata pengusaha yang kini juga memiliki perkebunan kopi. Dengan modal pinjaman sebesar Rp 15 juta dari KSP. Pihak manajemen KSP tak sulit memberi dia pinjaman kedua sebesar Rp10 juta. Berdasarkan catatan. Sampai saat ini jumlah anggota KSP mencapai 350 orang. Pada bulan selanjutnya. sebagian besar nasabah KSP berprofesi di bidang agibisnis. Seperti sebuah sungai. ia hanya mempunyai usaha kue kecil-kecilan. anggota cukup membayar Simpanan Wajib sebesar Rp 5 ribu. usahanya semakin berkembang dan kini ia telah mempunyai sebuah toko grosir.

sementara untuk usaha mikro besarnya disesuaikan dengan kemampuan pengembalian anggota. Keberhasilan itu juga dapat dilihat dari pengembalian pinjaman KSP ke bank. peminjam menyerahkan jaminan ke koperasi untuk menyelesaikan tunggakan. Ketiga. membuat kesepakatan baru.“ kata Najmul Irfan. memilih cara meregulasi hutang pokok dengan melunasi seluruh jasa dan denda. dana KSP sudah berkembang menjadi Rp 1. Meski demikian.5% dari pokok pinjaman untuk setiap keterlambatan. Kemampuan pengembalian anggota menjadi pertimbangan kami. pinjaman tertinggi yang diberikan kepada anggota sebesar Rp 10 juta. Kedua. Jika melewati tanggal yang telah ditetapkan.6 miliar. Setiap tahun pundi-pundi KSP pun terus bertambah. KSP menerapkan sanksi denda sebesar 1. Ketua KSP Sungai Kamuyang. Selain itu KSP juga telah membayar bunga pinjaman sebesar Rp 88 juta. KSP masih memberikan tiga pilihan bagi anggota yang kesulitan mengembalikan pinjaman ke KSP. Berdasarkan laporan terakhir. salah seorang anggota KSP Sungai Kamuyang banyak masyarakat yang telah memanfaatkan dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang untuk mengembangkan usaha mereka. Jenis usaha yang telah mapan biasanya bisa memperoleh pinjaman hingga Rp10 juta. R a k y a t S e j a h t e r a . bukan berarti sanksi itu merupakan harga mati. Besarnya pinjaman ini didasarkan pada besar kecilnya jenis usaha dan agunan yang dijaminkan. “Bukan berarti pengurus pilih kasih.Usaha pembuatan kue milik Yuniarti. Masih banyak anggota lain yang memiliki kisah sukses serupa di bidang yang berbeda berkat dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang. dengan besaran jasa pinjaman sebesar 18% per tahun. Cara 34 K o p e r a s i P e d u l i . nanti dia akan kesulitan dalam pengembaliannya. *** Sampai saat ini. yang sudah sejumlah Rp 100 juta melalui Bank Sumbar. Pertama. Terhadap semua jenis pinjaman. KSP menetapkan batas pengembalian pada tanggal 10 setiap bulan. Kalau anggota dengan usaha kecil kita berikan pinjaman yang besar. di mana nasabah sanggup melunasi seluruh hutang dan jasa pada tanggal yang telah disepakati tanpa dikenai denda.

hanya dilakukan dalam bentuk konsultasi saja terutama dalam bidang usaha dan administrasi. Pembinaan anggota tidak dilakukan secara kontiniu. Lima Puluh Kota 23 Juli 1987 No: 097/BH/LEMB-3/2006 Tahun 2006 Rp 500 juta Najmul Irfan 350 orang K o p e r a s i P e d u l i . KSP Sungai Kamuyang Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota : : : : : : : : Batang Tabit.Usaha kerupuk Sanjai Marisa anggota KSP Sungai Kamuyang. Pembinaan dalam pengertian tidak langsung justru diberikan pada saat terjadi transaksi antara manajemen dan anggota/ nasabah. ringan samo dijinjiang’. setelah si penunggak mampu membayar pinjaman itu dia tak bisa lagi memperoleh kredit dari KSP? Rumus seperti itu tidak berlaku di KSP Sungai Kamuyang. artinya berat sama dipikul ringan sama dijinjing. tidak sedikit pengurus lembaga usaha sejenis yang tidak legowo ketika mengetahui kegagalan usaha anggotanya. telah dipasarkan hingga ke luar daerah ini dilakukan dengan mencicil hutang setiap bulannya hingga lunas pada akhir tahun. melalui pemberian saran atau pandangan. ‘Barek samo dipikua. Pasalnya. Kebersamaan yang terjalin. yakni anggota senantiasa mematuhi prosedur yang telah ditetapkan. Sungai Kamuyang.” kata Najmul. Kearifan pengurus KSP Sungai Kamuyang patut menjadi catatan. Kab. Justru model pembinaan seperti ini banyak yang mencapai sasaran. Luak. Lantas. “Ada yang kita berikan pinjaman lagi agar bisa memulai kembali usahanya. R a k y a t S e j a h t e r a 35 . Kec. seperti kata pepatah Minang.

Kamuyang river may be the muse and even becomes the name of the cooperation. Limapuluhkota Regency. West Sumatera We bear heavy matters together and carry small matters together he name KSP Sungai Kamuyang can not be separated from the big name of Nagari Sungai Kamuyang. most of KPS customers work in agribusiness field. No wonder the name of this cooperation established in 1996 is easy to remember. Now. however the nimbleness of the administrators of T KSP Sungai Kamuyang is the main reason why such business entity worth mentioning when discussing cooperations in the area of West Sumatera Province. Besides having the same name. the name KSP Sungai Kamu yang is quite known by the community of this state located in the foot of Sago Mountain. R a k y a t S e j a h t e r a . West Sumatera. a state in Lunak District.KSP Sungai Kamuyang Management provides three options for members facing difficulties in returning loan to KSP. the location of KSP is in the state area also known by the name Sei Kamuyang. Favorable performance of KSP Sungai Kamuyang all this time has been the reason for Cooperation Service of Limapuluhkota Regency to recommend this business entity as receiver of Sector Fund Capitalization Strengthening in 2006 in the amount of Rp 500 million. such as plant and 36 K o p e r a s i P e d u l i . Geographical condition of Kamuyang River which is located on the foot of Sago Mountain is quite affecting for business service unit of KSP. KSP Sungai Kamuyang Limapuluh Kota. since many similar business institution administrators do not have big hearts when discovering the failure of their members’ business. The wisdom of Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note. Based on the record.

which is in the amount of 88 million through Sumbar Bank. since many similar business institution administrators do not have big hearts when discovering the failure of their members’ business. Nevertheless. ‘Barek samo dipikua. R a k y a t S e j a h t e r a 37 . So. after the customer in arrears is able to pay up his/her loan. Third drafting a new agreement. the number is not as large as agribusinees sector.5% from the principal loan for each delay. artinya berat sama dipikul ringan sama dijinjing’ (We bear heavy matters together and carry small matters together). “There are customers that are provided with loan so that they can restart their business. ringan samo dijinjiang’.animal farmings. Second. KSP sets out returning limit on the 10th each month. whereas for micro business the amount is adjusted to the returning ability of its members. KSP applies penalty in the amount of 1.” said Najmul. opting the method of regulating principal loan by paying up all services and penalties. The type of business that is already settled usually obtains loan up to Rp 10 million. can he/she obtain credit from KSP? Such formula does not apply in Sungai Kamuyang KSP. Each year KSP’s pots keeps adding. KSP Sungai Kamuyang flows many benefits that can be utilized by anyone. KSP fund had developed to become Rp 1. KSP still provides three options for members facing difficulties in return- ing loan to KSP.6 billion. If exceeding the stipulated date. Up to date. Just like a river. the highest loan provided to the members has been in the amount of Rp 10 million. in which customers are able to pay up all debts and services on the agreed date without being imposed with penality. borrower delivers security to cooperation to settle arrears. First. This save loan cooperation has returned its KSP loan to the bank. K o p e r a s i P e d u l i . it does not mean that such penalty is a dead end. The amount of loan is based on the size business type and the collateral secured. This method is conducted by paying installment each month untill all are paid up at the end of the year. To all loan types. mainly its members. Whereas as to trading sector and small industry. This policy is the form of Minang proverb. Based on the last report. The wisdom of Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note. with the amount of loan service 18% per year.

38

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

JAWA BARAT West Java
K o p e r a s i P e d u l i , R a k y a t S e j a h t e r a

39

KSP Rukun Ikhtiar, tetap eksis dan semakin berkembang setelah enam dekade

KSP RUKUN IKHTIAR,
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat

Tetap Eksis Setelah Enam Dekade
erdirinya koperasi di Indonesia tidak lepas dari sejarah koperasi itu sendiri. Banyak koperasi dengan berbagai bentuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Kondisinya pun bermacam-macam. Ada yang tetap eksis bahkan menjadi badan usaha unggulan, namun ada juga yang dalam perjalanannya harus tumbang karena tidak bisa mengimbangi labilnya kondisi ekonomi. Salah satu koperasi yang masih eksis itu adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Ikhtiar Bandung. KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi tertua di Jawa Barat. Koperasi ini berdiri

B
40

pada tahun 1930, lebih tua dari Koperasi Susu di Pangalengan yang berdiri pada tahun 1949 oleh Gabungan Petani Peternak Sapi Indonesia Pangalengan (Gappsip). Sejarah KSP Rukun Ikhtiar dimulai dari sebuah perkumpulan di unit perbengkelan milik Angkatan Udara (dulu AURI) Husein Sastranegara. Kelahiran KSP Rukun Ikhtiar Bandung ini jelas tidak bisa dilepaskan dari unit perbengkelan milik Angkatan Udara (AURI), yang kemudian membidani pendirian sebuah perkumpulan yang diberi nama Spaar Vereeniging Luchtvaart Afdeeling, sebagai cikal bakal Koperasi Simpan Pinjam Rukun Ikhtiar. Perkumpulan itu

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Suasana ketika salah seorang anggota KSP Rukun Ikhtiar menyetor uang di kas koperasi. Selain memberikan pinjaman modal usaha, KSP RI juga menggalakkan program tabungan berhadiah.

sendiri lahir berawal dari rasa solidaritas antarpegawai. Ketika itu, salah seorang buruh bengkel terjerat hutang rentenir. Karena tidak mampu membayar, maka sang rentenir memenjarakannya. Tiga sekawan yakni R. Sukardi, Rum Affandi dan Kartawiria kemudian membentuk suatu perkumpulan yang bersifat menghimpun modal guna membantu rekan yang terjerat hutang tadi. Perkumpulan ini kemudian tumbuh dan berkembang menjadi sebuah badan usaha ekonomi yang kemudian dikenal dengan nama KSP Rukun Ikhtiar. Perjalanan KSP ini tidaklah semulus yang dibayangkan: penuh tantangan. Kondisi pasang surut mewarnai perjalanan koperasi ini hingga akhirnya menjadi salah satu badan usaha ekonomi yang cukup diperhitungkan. Berbekal umur dan pengalaman yang panjang (selama 79 tahun) tersebut, wajar jika KSP Rukun Ikhtiar mampu tumbuh dan terus berkembang, meskipun harus bersaing dengan

badan-badan usaha lain yang sejenis. Di tangan dingin H. Suryana, yang sejak 1999 memimpin KSPRI ini, Rukun Ikhtiar ini mampu bertahan, bahkan semakin menampakkan eksistensinya. Dari sisi keanggotaan, misalnya, dari tahun ke tahun jumlah anggota KSPRI semakin bertambah. Pada tahun 2008, jumlah anggota KSP ini sebanyak 9.521 orang. Pada bulan Juli 2009 jumlah anggota meningkat menjadi 10.072 orang. Pertambahan jumlah anggota ini tentu saja berpengaruh pada jumlah permodalan koperasi. Simpanan Pokok anggota pada tahun 2008 bertambah menjadi Rp 42.435.900 dan simpanan wajib sebesar Rp 1.756.449.460 serta simpanan khusus sebesar Rp 161.157.250. Menurut Ketua KSP Rukun Ikhtiar, Suryana, total aset KSP Rukun Ikhtiar saat ini telah berada pada level Rp 20 miliar. Peningkatan juga terjadi pada kualitas neraca pinjaman, yang mengalami kenaikan hingga 5,35%. Pinjaman yang diberikan pada tahun 2008 kepada 4.270 orang anggota

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

41

Drs. Terbukti sistem ini cukup efektif menekan angka kredit macet.991 anggota. Besarnya tabungan peminjam dan tingkat pengembaliannya pun turut menjadi penentu besarnya pinjaman yang diberikan.487 miliar. KSP Rukun Ikhtiar Bandung memberikan hadiah bagi anggotanya yang berprestasi. Untuk setiap pinjaman dikenakan jasa pinjaman sebesar 3%.DISKOP/2007. KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi dengan predikat Koperasi Sehat. Besarnya pinjaman yang diberikan bervariasi. jumlah kredit macet di KSP Rukun Ikhtiar tidak lebih dari 1%. Jawa Barat Berdiri : 7 Agustus 1997 Badan Hukum : No: 581/PAD/20.Si. M. Ada agunan yang disyaratkan seperti sertifikat tanah.mencapai jumlah Rp12. di antaranya berupa sepeda motor KSP Rukun Ikhtiar Alamat : Jl.66 miliar. misalnya. manajemen KSP sangat selektif. Artinya. yakni sejumlah Rp12. Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung. Berbagai rapor biru tadi akhirnya bermuara pada perolehan laba. Otto Iskandardinata. KSP ini juga telah dinobatkan sebagai Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi tahun 2008 oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Atas prestasi itu. tanggal 2 Mei 2007 Tahun Perkuatan Modal : 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp 20 miliar Ketua : H. R a k y a t S e j a h t e r a . Pada tahun 2005. No. Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung memberi nilai 87. “KSP Rukun Ikhtiar adalah koperasi kebanggaan Kota Bandung” kata H. Dalam konteks penyaluran pinjaman. 435.01 miliar. Jumlah itu lebih besar daripada jumlah pinjaman pada tahun 2007 yang diberikan kepada 3. Jumlah ini meningkat dari laba tahun 2007 yang Rp 1. Pada tahun 2008 KSP ini mencatat laba sebesar Rp 1. yang dikhususkan untuk membiayai kebutuhan permodalan anggotanya yang bergerak di bidang usaha agribisnis dan sektor riil lainnya.072 orang Jumlah Karyawan : 20 orang 42 K o p e r a s i P e d u l i . Bandung. mulai dari yang terkecil Rp 1 juta dan maksimal Rp 20 juta. Suryana Jumlah Anggota : 10. Sistem ini dimaksudkan untuk menekan jumlah kredit macet. Hingga saat ini. Meivy Adha Krisnan.643 miliar. KSP Rukun Ikhtiar menjadi salah satu koperasi penerima bantuan dana bergulir sektoral Rp 1 miliar.2 (delapan puluh tujuh koma dua) kepada KSP Rukun Ikhtiar.

They require collaterals such as land certificate. although it has to compete with other similar business entities. This KSP was also crowned as the Achiever Save Loan Cooperation in 2008 by State Minister of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. One of the cooperations that still exist is Save Loan Cooperation (KSP) of Rukun Ikhtiar Bandung. In the cold hand of H. Many cooperations of various types are developing in Indonesia. which increased by up to 5. KSP Rukun Ikhtiar is one of the oldest cooperations in West Java. loan service is charged in the amount of 3%. This cooperation was established in 1930. KSP management is very selective.521. which was focused to fund capitalization need to its members who are engaged in agribusiness field and any other real sectors. it is obvious that KSP Rukun Ikhtiar is able to grow and keep developing. This system is proven to be effective in pressing non performing credit. Cooperation Service of Small Middle Scale Enterprises (UKM) and Industry and Trading of Bandung City gave the score of 87. R a k y a t S e j a h t e r a 43 . In July 2009 the number of members increased to become 10. Meivy Adha Krisnan.643 billion.01 billion. Such various favorable reports finally ended up in profit gaining. From its membership point of view. KSP Rukun Ikhtiar became one of sector scrolling fund aid receiver cooperations in the amount of Rp 1 billion. Increase also occurs to the loan balance quality. According to Chairman of KSP Rukun Ikhtiar. Suryana. That amount is higher than the loan amount in 2007 provided to 3. There are some that still exist and even become superior business entities. the amount of non performing loan in KSP Rukun Ikhtiar has been less than 1%. M. The increase of this number of members of course affects the amount of cooperation capitalization amount and volume of asset.991 members i.KSP RUKUN IKHTIAR BANDUNG Still Exists After Six Decades T he establishment of cooperation in In donesia is inseparable from the history of cooperation itself. “KSP Rukun Ikhtiar is the pride cooperation of Bandung City” said H. Up to now. K o p e r a s i P e d u l i .2 (eighty seven point two) to KSP Rukun Ikhtiar. Suryana. who since 1999 has led this KSPRI . Secretary of Cooperation Service of Small Middle Scale Enterprises (KUKM) and Industry and Trading of Bandung City. The amount of borrower’s savings amount and the level of its return also determine the amount of loan granted. On such achievement. In 2008 this KSP noted a profit of Rp 1. In the context of fund distribution. Rp 12. This amount increased from the profit gained in 2007 which was Rp 1. In 2005. It means KSP Rukun Ikhtiar is one of cooperations with the predicate Healthy Cooperation. from one year to another the number of members of KSPRI has become larger and larger. this Rukun Ikhtiar is able to survive and even show more of its existence. for example. For each loan. In 2008. Equipped with such old age and long experience (79 years). Their conditions also vary.e. however there are also some that had to fall in their journeys since they could not balance with the unstable economic condition. older than the Milk Cooperation in Pangalengan that was established in 1949 by the Indonesian Cow Farmers Association of Pangalengan (Gappsip).Si. the number of KSP members was 9. This system is intended to press the amount of non performing loan. the total asset of KSP Rukun Ikhtiar at this time is at the level of Rp 20 billion. The amount of loan provided varies from the smallest Rp 1 million to a maximum of Rp 20 million. The loan provided in 2008 to 4.35%.66 billion. Drs.072.487 billion.270 members reached the amount of Rp12.

baik dalam menyediakan berbagai kebutuhan pertanian maupun menampung hasil panen mereka. Subani pun dipilih sebagai Ketua KUD Trisula. Satu tahun berjalan. Trisula. Majalengka KSP TRISULA Kabupaten Majalengka. separuh rumah milik Subani dijadikan sebagai kantor sekaligus tempat pelayanan bagi anggota. Subani. tepatnya tahun 1983. sebuah perkumpulan petani tiga desa di Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka berembug. Karena masalah tersebut selama bertahun-tahun selalu mereka hadapi. Nama itu dipilih karena mereka ingin koperasi yang mereka dirikan itu kelak bisa menjadi Kala itu. atau KUD Trisula. Dalam pertemuan rutin kelompok tani tersebut. begitulah nama yang mereka pilih untuk badan usaha yang berazaskan kekeluargaan dan gotong royong yang mereka dirikan itu. sang ketua kelompok. Provinsi Jawa Barat Kiprah Trisula di “Kota Angin” ua puluh enam tahun lalu. termasuk kepastian harga jual hasil panen. Konkretnya. namun KUD Trisula 44 K o p e r a s i P e d u l i . jumlah anggota terdaftar berjumlah 139 orang dengan total modal simpanan sebesar Rp 298. para peserta rembug pun sepakat terhadap usulan Subani.Suasana di Kantor Pelayanan KSP Trisula.175. D mereka inginkan sebuah koperasi. Karena belum memiliki tempat untuk kegiatan. R a k y a t S e j a h t e r a . Mereka tergabung dalam Kelompak Tani Tegal Simpur. Secara aklamasi. mengusulkan untuk mendirikan sebuah lembaga usaha yang bisa menaungi para petani.

tidak mungkin kelompok tani bisa mengelola sebuah KUD. Nilainya Rp 1 miliar.Kelompok belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola oleh KSP Trisula. “Meminjam istilah pemerintahan tempo dulu. R a k y a t S e j a h t e r a 45 . KUD Trisula mendapat kucuran dana dari pemerintah berupa kredit program agribisnis. Sejak itu berbagai penghargaan pun diperoleh baik atas nama KUD maupun atas nama Subani. Maka. Alasanya. termasuk statusnya ditingkatkan menjadi badan hukum tersendiri terpisah dari KUD. Kendati terpisah.UKM dan PM. Anggota yang mendirikan KSP Trisula adalah juga anggota KUD Trisula. K o p e r a s i P e d u l i . Akhirnya. tawaran dana pun mengalir bukan atas permohonan pengurus koperasi. Maka. Misalnya dalam sisi keanggotaan. Untuk bisa mendapatkan dana itu. pada dasarnya dua lembaga ini tetap satu. Kerja sama pertama kali itu sukses.518/Kep. Kinerja KUD Trisula semakin mantap. Berbekal semangat tinggi namun kemampuan keuangan terbatas KUD belum bisa bergerak cepat melayani berbagai kebutuhan anggota. Memanfaatkan dana-dana tersbut. Bahkan pengelolanya pun sebagian besar direkrut dari KUD Trisula. Majalengka belum juga mendapatkan pinjaman dana dari Departemen Koperasi. berbagai usaha anggota di bidang usaha pengadaan pangan terutama penanaman padi unggul bisa terbiayai. Namun. KUD Trisula mampu menjual pupuk kepada anggota dan masyarakat luas dengan omzet yang luar biasa. Pada tahun 1986 KUD ini mendapat penghargaan dari BPPT Jawa Barat atas keberhasilannya memproduksi benih unggul. yaitu dwi-tunggal. KUD Trisula mendapatkan kepercayaan PT Taman Sari Cirebon sebagai penyalur pupuk. badan usaha harus berbentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP). tetapi atas inisiatif pihak luar. berdirilah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Trisula pada tanggal 5 Agustus 2004 dengan Badan Hukum No. Masa-masa awal KUD ini berdiri adalah saat-saat sulit dalam mendapatkan suntikan modal. Maka. Subani pun mencoba menggandeng lembaga usaha lain. Justru era itu mereka jadikan sebagai sebuah tantangan.58/Kop. Awal Ekspansi Sekitar tahun 2004. nama Trisula pun semakin tenar. mereka tak berputus asa. Kas KUD menggelembung. Unit Simpan Pinjam (USP) yang ada di KUD Trisula pun dikembangkan menjadi koperasi baru berbasis usaha simpan pinjam.

per Juni 2009 sudah melonjak jadi 1. kini menjadi urusan KSP Trisula. juga menjadi semakin luas. meliputi 26 kecamatan dan 331 desa. Kedua koperasi itu memang saling mengisi dan bersinergi. tercatat Rp 6. Desa Cisambang.Usaha perikanan milik Kelompok Tani Tegal Simpur anggota KSP Trisula maka kurang lebih begitulah pola keberadaan kedua koperasi ini. dari H. modal awal tak lebih dari Rp 300 juta. Perubahan bentuk dari USP menjadi KSP.541 orang. maka kini pembiayaannya dipasok oleh KSP Trisula. yang sejak 5 Mei 2009 lalu diangkat menjadi Ketua KSP Trisula. Termasuk adanya pergantian pucuk pimpinan di Trisula. berkantor di tempat yang sama. ketua yang memimpin adalah juga orang yang sama. R a k y a t S e j a h t e r a . Menggunakan pola tanggung renteng (kebersamaan) dengan pendekatan kelompok. ternyata tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk menjadi nasabah/ anggota KSP Trisula. yaitu di komplek KUD Trisula. Bahkan. Jawa Barat. Dua-duanya sama-sama menggunakan nama Trisula. atau orang yang dituakan. Itulah H. Seperti dikatakan oleh Khoeruman. Jl Raya Palasah. Pertumbuhannya tetap menunjukkan kenaikan cukup signifikan. Misalnya dalam hal penyaluran pupuk dan pengadaan beras yang dikelola KUD. Maka tak heran bila 46 K o p e r a s i P e d u l i . Bahkan menurut Susi. seperti dilansir Majalah PIP edisi Agustus 2009. begitulah sistem yang dijalankan oleh KSP Trisula dalam menyalurkan pinjaman. jumlah asset sudah berada di level Rp 9 miliar. Tak tanggung-tanggung. Padahal. Subani ke Khoeruman. juga mengalami peningkatan. Adapun pinjaman yang disalurkan pada 2008. Ambil contoh dengan total aset yang dimiliki.6 miliar. Demikian pula dari sisi keanggotaan. Begitu pula dengan urusan pinjam meminjam uang untuk anggota KUD. yang akrab dipanggil Abah. pada neraca Juni 2009. Majalengka. sudah tercatat lebih dari Rp 7 miliar. Jika dulu permodalannya berdasarkan modal kerja. Pertambahan jumlah anggota ini juga berpengaruh terhadap ruang lingkup pelayanan. kini KSP Trisula menjangkau beberapa kecamatan lain di kabupaten Majalengka.” jelas Susilowati. jika pada 2005 jumlah anggota baru 468 orang. manajer KSP Trisula. Jika sebelumnya (saat masih USP) hanya beroperasi di seputar Kecamatan Palasah. Subani (72).

Kepala Cabang Bank Jabar Banten Cabang Majalengka. pinjaman tidak dapat dicairkan walaupun secara administrasi telah memenuhi persyaratan. misalnya. setiap peminjam harus mendapat rekomendasi dari satuan kelompok yang terdiri dari 20 hingga 50 orang. KSP Trisula ini telah meraih beberapa penghargaan baik di tingkat kabupaten. Tanpa itu. Prestasi ini membuat pihak bank tertarik bekerja sama dengan KSP Trisula. Selain syarat administrasi. provinsi maupun tingkat nasional. pembina Koperasi Trisula. yang merupakan salah satu binaan KSP Trisula dan permodalannya dibiayai dari dana bergulir Agribisnis/ Sektoral KSP Trisula saat ini sudah mempunyai anggota mencapai 1. tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir 1 miliar telah mencapai 50% atau sebesar Rp 500 juta. Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2006. Meskipun baru berusia 5 tahun. H Subani dinobatkan sebagai tokoh koperasi tingkat nasional dan mendapatkan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Menurut catatan Bank Jabar Banten Cabang Majalengka.” kata Budi Heryanto. Kini jalan lempang bagi KSP Trisula telah terbentang di depan mata. Yakni. Pada pertengahan 2009.541 orang yang tersebar di beberapa kecamatan di “Kota Angin” ini. Selain itu. Besarnya pinjaman bervariasi mulai dari yang terkecil Rp 1 juta hingga 150 juta dengan suku bunga 2 persen. Pikiran-pikiran kreatif K o p e r a s i P e d u l i . seperti Juara Koperasi Berprestasi Kelompok Koperasi Simpan Pinjam Tingkat Kabupaten Majalengka. KSP Trisula merupakan koperasi yang tingkat pengembalian pinjaman ke bank cukup bagus. Penyerahan anugerah tertinggi bidang koperasi itu diberikan pada 15 Juli 2009 lalu. Saya berharap banyak koperasi seperti ini. pinjaman bermasalah atau nonperforming loan (NPL) KSP Trisula di bawah lima persen. Pola penyaluran seperti ini mampu menekan risiko kemacetan pengembalian pinjaman. “Kami melihat KSP Trisula punya potensi. R a k y a t S e j a h t e r a 47 . KSP Trisula mendapatkan anugerah sebagai Koperasi Terbaik Tingkat Nasional tahun 2009 dengan kategori Koperasi Wirausaha Mandiri. Salah satunya pinjaman dari Bank BNI sebesar Rp 20 miliar yang semuanya dialokasikan untuk sektor agribisnis.Peternakan kambing milik Kelompok Tani Tegal Simpur. manajemen Trisula juga menerapkan persyaratan kualifikatif. Pada Hari Koperasi Ke-62. Pada neraca 2008.

Subani bersama 6 pengurus koperasi lain—KUD Trisula. yang dalam mitos yunani adalah senjata para perwira yang berpenampilan seperti petani atau nelayan. Tak puas sukses di ‘rumah’ sendiri mereka menjajaki kesuksesan bersama koperasi-koperasi lain. R a k y a t S e j a h t e r a . Kolam tempat budidaya ikan air tawar milik salah seorang anggota KSP Trisula. Apa yang diperankan para pionir Koperasi Trisula jelas inspiratif. yang permodalannya dibiayai dana bergulir agribisnis/sektoral KSP Trisula Alamat : Desa Cisambeng. semangat mereka untuk terus maju terus membara. Hasil kesepakatan seluruh pengurus dan anggota ketujuh koperasi tersebut menghasilkan sebuah lembaga baru yang bernama PT. Gagasan pendirian perseroan terbatas tersebut pada awalnya merupakan inisiatif H. Majalengka. Tak berlebihan jika mereka menyandang nama Trisula. KUD Karya Sejati. KUD Bakti Jaya. Beranjak dari kebersahajaan. UKM dan PM. PLN (Persero) dalam pelayanan pembayaran rekening listrik. KUD Mekar Jaya.para pengurusnya pun senantiasa menelorkan ide-ide baru pengembangan usaha. Kab. Trisula Mandiri yang bergerak di bidang perdagangan umum serta jasa. Trisula Mandiri itu. tanggal 5 Agustus 2004 Tahun Perkuatan Modal : 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp 1 miliar Total Aset : Rp 9 miliar Ketua : Khoeruman Jumlah Anggota : 1. Subani duduk sebagai komisaris sedangkan Khoeruman sebagai direktur. Mereka itulah perwira-perwira itu. Kec.58/KOP. KUD Mitra Tani. Jawa Barat Berdiri : 1 Juli 1988 Badan Hukum : 518/Kep. Perusahaan ini antara lain menjadi mitra PT. KUD Sumber Harapan. Di perusahaan itu H. Palasah. Di antaranya membikin sebuah perusahaan dengan nama PT. kemudian secara gradual menata sebuah lembaga koperasi hingga eksis. KUD Lingga Setra.541 orang Jumlah Karyawan : 15 orang 48 K o p e r a s i P e d u l i .

KSP Trisula Majalengka The Progress of Trisula in “The Wind City” wenty Six years ago. non performing loan (NPL) of KSP Trisula was under 5%. In order to be able to obtain such fund. precisely in 1983. On the 62th Cooperation Day. such as Achiever Cooperation Champion for Save Loan Cooperation Group Majalengka Regency Level. province and national levels. the level of loan return of scrolling fund in the amount of 1 billion had reached 50% or in the amount of Rp 500 million. In mid 2009. for instance. According to June 2009 balance. K o p e r a s i P e d u l i . they wanted to have a cooperation. KSP Trisula is the cooperation with quite favorable level of loan return. both in providing various needs of farmers and accomodating their harvest output. loan could not be liquidated even if administratively the borrower has met the requirements. According to the record of Jabar Banten Bank Majalengka Branch. They were united under Tegalsipur Farmers Group. The amount of loan varies from the smallest amount Rp 1 million up to 150 million with interest rate of 2 percent. could not attract the interest of the community to become a customer/member of KSP Trisula. In principal. or KUD Trisula. KSP Trisula reached the achievement as The Best Cooperation for National Level in the year 2009 with the category of Independent Business Cooperation. Even though KSP Trisula is only 5 years old. the group leader. The formation change from USP to become KSP. Trisula management also applies qualification requirements. now T KSP Trisula covers several other districts in Majalengka Regency. KUD Trisula was programmed to become a participant of scrolling fund strenghtening program from the government in the form of agribusiness program credit with a value of Rp 1 billion. including the price certainty of crops sale proceeds. Without such recommendation. The joint responsibility (togetherness) with group aproach pattern is the system used by KSP Trisula in distributing loan. proposed to establish a business entity that could protect farmers. Previously (when it was still in the form of USP) the operation only covered Palasah District.541. a farmer organization in three villages in the district of Palasah Majalengka Regency had a discussion. the business entity must be in the form of Save Loan Cooperation (KSP). In 2008 balance. Each of the borrower must obtain recommendation from a group unit comprising 20 up to 50 persons.6 billion. Service scope became wider. Therefore. it has achieved several awards in regency. Neverthelessm. R a k y a t S e j a h t e r a 49 . Subani. KSP performance kept showing a significant increase. This type of distribution pattern is able to press non performing credit risk. including 26 districts and 331 village with number of members up to 1. In 2004. the amount of asset was on the level of Rp 9 billion. The save distributed in 2008 was noted at Rp 6. Achiever Save Loan Cooperation West Java Province Level in 2006. In such regular farmers meeting. Fantastic numbers! In addition to administrative requirements. Trisula. is the name they picked for the business entity that they tried to establish based on kindship and working together spirit. the existing Save Loan Unit (USP) in KUD Trisula was then developed to become Save Loan Cooperation (KSP) of Trisula.

Satu di antaranya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan Subang.Provinsi Jawa Barat Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses i Kabupaten Subang. pengurus dan 29 anggota aktif KUD Wahana Arta Mukti bermusyawarah untuk mengembangkan Usaha Simpan Pinjam (USP) yang merupakan unit usaha otonom KUD Wahana Arta Mukti menjadi badan usaha yang mandiri. R a k y a t S e j a h t e r a . KSP WAM tumbuh dan berkembang di antara koperasi lainnya.Suasana di Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan. pada tanggal 2 Oktober 2004. pada 2004. Karena itu. Koperasi Jasa. Subang KSP Wahana Arta Mukti Kabupaten Subang . Koperasi Pemasaran. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM menggulirkan dana bantuan agribisnis Rp 1 miliar. Jawa Barat. Kisah sukses koperasi yang tumbuh dan berkembang di kabupaten yang dikenal sebagai penghasil nanas madu ini layak disimak. Pada waktu itu KSP Wahana Arta Mukti masih berbentuk KUD Wahana Arta Mukti. Mereka bersepakat untuk membentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan diberi nama Wahana Arta K o p e r a s i P e d u l i . setidaknya terdapat 828 unit koperasi dengan berbagai bentuk usaha mulai dari Koperasi Unit Desa (KUD). Koperasi Serba Usaha (KSU). Koperasi Pondok Pesantren hingga Koperasi Simpan Pinjam (KSP). D 50 Syahdan. Badan usaha yang disebut terakhir jumlahnya 46 unit. Syaratnya penerima dana ini tentu saja koperasi simpan pinjam.

Subang. Namun dalam praktiknya tidak semua laba itu masuk ke kas KSP. Awalnya. mebeler). Yang tak kalah penting adalah upaya pengurus dan manajemen di dalam membangun mental kerja karyawan melalui internalisasi motto KSP Wahan Arta Mukti: “Tidak ada dusta di antara kita” dan “Tidak ada dendam di antara kita”. KSP Wahana Arta Mukti : Desa Dawuan Kaler RT. perikanan). Kec. usaha sektor pengadaan (bahan bangunan. Pontensi inilah yang dinilai menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Tingkat perputaran uang yang cukup tinggi telah menjadikan aset KSP Wahana Arta Mukti bertambah besar dari hari ke hari. Pengurus senantiasa beruisaha meningkatkan kinerja para pengurus dengan cara mengikutsertakan para karyawannya ke berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. penghala hasil pertanian). manajemen KSP juga selektif dalam menerima anggota baru. tingkat pengembalian pinjaman di KSP mencapai lebih 99%. usaha kecil mikro (kerajinan. Kini total asetnya mencapai Rp 2. R a k y a t S e j a h t e r a 51 . Dalam melayani nasabah. Spd Jumlah Anggota : 130 orang Jumlah Karyawan : 14 orang K o p e r a s i P e d u l i . peternakan.000 ekor ayam. Pinjaman tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp 20 juta. dengan jasa pinjaman sebesar 2. Kalijati. sebagian lagi dikembalikan ke nasabah yakni sebesar 0. Pendirian KSP Wahana Arta Mukti berbadan hukum No. Kab.198 miliar.11/X/2004. Jawa Barat Berdiri : 14 Juli 1997 Badan Hukum : 553/BH/KDK. dengan jasa pinjaman sebesar 2. Mereka tidak hanya pedagang kecil seperti padagang asongan.5% per bulan.10. ia telah mempunyai tiga kandang yang mampu menampung 15.5%. pengembalian pinjaman harus tepat waktu. tetapi juga Alamat pengusaha menengah. Selain meningkatkan taraf hidupnya. Kini. Kecamatan Dawuan. Salah satunya adalah Ukanda. KSP Wahan Arta Mukti didukung 14 orang karyawan dengan kualifikasi pendidikan SMA dan 1 orang sarjana. hampir 90% warga di Kecamatan Dawuan Subang dalam kehidupan kesehariannya masih mengandalkan sektor agro seperti padi.1 miliar Ketua : H. Biasanya besar pinjaman tahap awal ini tidak lebih dari Rp 2 juta. Program ini dimaksudkan untuk memacu kesadaran peminjam untuk selalu mengembalikan kredit tepat pada waktunya. usaha sektor niaga (warung. ia juga mampu menampung tenaga kerja di sekitarnya. Jangka waktu pengembalian pinjaman bervariasi antara 10 bulan – 18 bulan. Berdasarkan catatan. Jika syarat di atas belum terpenuhi. Hali Natapermana. Bukan hanya dalam hal pinjaman. Saat ini. yang menekuni usaha ternak ayam. 08/03. kadang.000 ekor ayam. di antaranya nasabah telah meminjam minimal 3 kali. dengan modal dan kekayaan bersih Rp 663. nasabah dapat mengajukan menjadi calon anggota. usaha peternakan ayam miliknya telah mengalami kemajuan cukup pesat. Selain itu. maka KSP belum akan memproses menjadi anggota. Cara ini dinilai cukup berhasil. Pola usaha yang diterapkan adalan pinjaman pola bulanan (konvensional) dan pinjaman pola mingguan.Mukti. tanggal 5 Oktober 2004 Tahun Perkuatan Modal : 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp2. ia bisa mengantongi laba Rp 10-20 juta Ukanda merupakan salah satu anggota masyarakat yang berhasil membangun usahanya dengan memanfaatkan dana pinjaman dari KSP Wahana Arta Mukti. 553/BH 10. jagung dan sebagainya. Subang.5%. Syaratnya. dan nasabah sebanyak Rp 700 orang. Usaha yang dibiayai oleh KSP Sahana Arta Mukti meliputi usaha sektor agribisnis (pertanian. Sekali panen. pedagang kaki lima). Ukanda hanya mempunyai satu blok kandang yang mampu menampung 5. warga Kampung Buah Dua Desa Margasari. Untuk bisa menjadi anggota KSP pengelola menetapkan beberapa syarat. Ia mempekerjakan tiga orang karyawan dengan gaji rata-rata Rp 700 ribu per bulan.000. Jika selama 3 kali berturut-turut tingkat pengembaliannya bagus.11/X/2004 tanggal 5 Oktober 2004. Hingga kini jumlah anggota KSP WAM berjumlah 130 orang.266.

500. yakni kebersamaan. dan sebagai bentuk reward koperasi memberi Ukanda kelonggaran peminjaman hingga Rp 20 juta. Sekali panen Ukanda biasanya mendapat 800-1000 karung kotoran ayam.000 per karung Nilai-nilai koperasi.Kisah Sukses Peternak Ayam di Buahdua. Dengan performa bisnisnya yang cukup bagus. dengan biaya operasional per musim sebesar Rp 10 juta. ia bisa mempe- Ukanda dan usaha peternakan ayam yang ia kelola roleh laba hingga Rp 10-20 juta sekali panen. Karena itu Ia bernazar akan memberi bonus kepada tiga karyawannya. Ukanda acap memberi mereka bonus bila mendapatkan keuntungan besar. Kepercayaan dari koperasi pun bertambah. Modal kerja tersebut dipergunakan untuk biaya bibit. Berkat insting kejelian dalam pengelolaan usahanya. Ukanda berharap dapat meminjam modal lebih besar untuk mengembangkan usahanya. pakan dan obat-obatan. Setidaknya. kekeluargaan dna kegotongroyongan ia terapkan juga dalam pengelolaan usahanya. apalagi bila menjelang panen tiba. Ya. dijual dengan harga Rp 3. 52 K o p e r a s i P e d u l i . ia sukses. Keuntungan tambahan juga Ukdanda dapatkan dari hasil menjual kotoran ayam. Mereka bergaji Rp 700 ribu per bulan. Ia membayangkan akan memperoleh untung yang cukup besar. R a k y a t S e j a h t e r a . Para karyawannya mengemas kotoran ke dalam karung. Ia bisa menampung tenaga kerja lebih banyak lagi. Setelah dipotong biaya operasional. Kecamatan Dawuan. Dengan begitu. Ukanda mulai meminjam dana dari KSP Wahana Arta Mukti sebesar Rp 10 juta pada tahun 2005 untuk modal usaha peternakan ayam. Ia tak segan-segan memberikan bonus kepada karyawan hingga Rp 1 juta per orang. Subang. Buahdua Desa Margasari. saat berada di kandang ayam. Modal tersebut besar maknanya bagi pengembangan usahanya. dan selanjutnya mampu mengembalikan pinjamannya ke koperasi. Warga Kp. ia telah meminjam uang ke KSP Wahana Arta Mukti sebesar Rp 20 juta.4. bahkan pinjaman bisa ia dikembalikan sebelum jatuh tempo. Agustus 2009 silam. tiga orang karyawan bisa merasakan hal ini. karena begitu sering ia meminjam dana dari KSP Wahana Arta Mukti.” tutur ayah dua anak ini sembari senyum simpul. Ia lupa entah yang keberapa pinjaman kali ini. Kini ia telah mempunyai tiga blok kandang yang mampu menampung 15. ditambah uang saku mingguan sebesar Rp 25 ribu per orang. “Alhamdulillah. Bisanya ayam-ayam ini bisa dipanen pada usia antara umur 28-35 hari.000 ekor ayam. Kegembiraan semakin tergambar di raut mukanya karena harga ayam di pasaran cukup tinggi. sebentar lagi panen. anggota KSP Wahana Artha Mukti Sekali Panen Bisa Untung Rp10-20 Juta A dalah saat-saat paling membahagiakan Ukanda.

in the amount of 0. KSP management is also selective in accepting new members. etc. Save Loan Cooperation (KSP) was born with legal entity No. commerce sector business (shops.. R a k y a t S e j a h t e r a 53 . with loan service in the amount of 2. with loan service in the amount of 2.KSP WAHANA ARTA MUKTI If there is no Lie Betrween us is the Key to Success ave Loan Cooperation (KSP) of Wahana Arta Mukti (WAM) Dawuan Subang District grows and develops in Subang Regency.5% per month.” K o p e r a s i P e d u l i . crops processors) . The term for return varied between 10 – 18 months. The amount of loan at this early stage is not more than Rp 2 million.e. The highest loan was stipulated at Rp 20 million.198 billion. 553/BH 10. However in practice not all profit went to KSP petty cash. Up to now the number of members of KSP WAM has been 130. This save loan was formerly in the form of Save Loan Unit from KUD Wahana Arta Mukti. the level of return at KSP reached up to more than 99%. KSP Wahan Arta Mukti is supported by 14 staff who are high school graduates and 1 university graduate. Now its total asset reaches Rp 2. and the number of customers has been 700. furniture). among others is that the customer has borrowed at least 3 times. In providing service to customers. corn. In addition. Business funded by KSP Sahana Arta Mukti includes agribusiness sector (agriculture. If the return has been favorable 3 times consecutively. and micro small business (handicraft. The high level of money circulation has made KSP Wahana Arta Mukti’s asset to increase. Based on the record. This way was considered as quite successful.5%. The applied business pattern was monthly pattern loan (conventional) and weekly pattern loan. trading sector business (hardware store. To be able to become a member of KSP the manager applies several requirements. but are also middle scale businessmen. some was returned to the customers i. the regency that used to be known as honey pineapple producer is worth paying attention to. such as rice. In 2004. They are not only small traders such as peddlers. fishery).11/X/2004 dated 5 October 2004. nearly 90% of denizens in Dawuan Subang District depended on agricultural sector in their daily lives. pavement sellers). animal farming. This program was intended to drive the awareness of borrowers to always return credits in timely maner. Another important thing is the effort of the administrators and managemewnt in developing the working mental of their staff through the internalization of KSP Wahan Arta Mukti motto: “There is no lie between us” and “There is no grudge between us. the customer may apply to become a member. the Government through Ministry of Cooperation and UMKM scrolled agribusiness aid fund in the amount of Rp 1 billion. (kadang?).5%. The requirements are that such return must be made in timely manner. S Not only in terms of loan. In October 2004. It was this potential that was considered as quite promising.

R a k y a t S e j a h t e r a .54 K o p e r a s i P e d u l i .

JAWA TENGAH Central Java K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 55 .

79%. pada 2003 berjumlah 122. ternak. Artinya. angkanya meningkat menjadi 132.231 orang atau naik 10.56% dari Wilayah Propinsi Jawa Tengah) itu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.085.73 km² atau setara 9.743 orang.Suasana kawasan agropolitan di perdesaan di Kecamatan Grabag. atau campuran. Pada tahun 2006 jumlahnya meningkat menjadi 26. Pemerintah Kabupaten Magelang sejak 2004 silam telah mengeluarkan kebijakan pengembangan agropolitan. pengembangan agribisnis di wilayah Kabupaten Magelang yang terbentang di antara Gunung Merapi dan Merbabu (seluas 1. Tentu saja bukan semata lantaran kebijakan tersebut bila KSP Karya Usaha Dana Grabag sukses menjalankan Program Pengem- K o p e r a s i P e d u l i .47%.527 orang. Demikian juga pada pengolahan hasil atau agroindustri telah menghasilkan kesempatan kerja tahun 2003 sebanyak 23. pada tahun 2006. Provinsi Jawa Tengah Agribisnis di Antara Lereng Merapi barat perangko ketemu amplop. Bila kegiatan budi daya tanaman.077 orang atau naik sebanyak 7. R a k y a t S e j a h t e r a . Kebijakan tersebut I 56 telah menaikkan antusiasme masyarakat petani dalam kegiatan budi daya pertanian. Gayung pun bersambut. Demikian kisah pengembangan usaha agribisnis/ sektoral yang diupayakan melalui KSP Karya Usaha Dana Grabag di Kabupaten Magelang. Betapa tidak. yang terletak di di lereng dan kaki Gunung Merapi KSP KARYA USAHA DANA GRABAG Kabupaten Magelang.

KSP ini dinilai telah memenuhi persyaratan yang diwajibkan. KUD Grabag juga terkenal bukan hanya di seantero Kabupaten Magelang. angkanya tentu saja telah meningkat. dan peternak. Magelang menambah nilai tersendiri. atau dalam hal ini para petani. Yang bisa dikatakan adalah bahwa sukses KSP Karya Usaha Dana Grabag berada dalam arus besar keberhasilan Kabupaten Magelang dalam mengembangkan sektor agribisnisnya. manajemen KSP Karya Usaha Dana Grabag berusaha selalu dekat dengan anggota. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Jadi.922. Setidaknya Kepala Desa Lebak mengakui hal ini. Kultur ini menurun juga kepada KSP Karya Usaha Dana Grabag yang tumbuh–pada awalnya— sebagai bagian dari KUD Grabag itu. Keberhasilan pengelolaan dana tentu saja merupakan wilayah yang berbeda dari gambaran agropolitan secara umum.” tutur Kelik Murtandiya. Yang jelas. “Sebagai badan usaha berbasis budaya kekeluargaan dan kebersamaan. misalnya dalam hal pengajuan Anggota KSP Dana Grabag memasarkan berbagai komoditas agribisnis di pasar agropolitan Grabag K o p e r a s i P e d u l i . Hubungan kerja sama yang harmonis antara koperasi dan Dinas Koperasi Dinas Koperasi. saya memberikan dorongan kepada warga untuk menjadi atau aktif di KSP Karya Usaha Dana Grabag. Gambaran sekilas tersebut melukiskan dinamika yang tercipta selama ini. tetapi juga Provinsi Jawa Tengah.274. kami saling memberikan rekomendasi. “Hubungan kami dengan para tokoh desa di Grabag cukup akrab dan saling mengenal satu sama lain. dengan jumlah perkuatan sebesar Rp 1 miliar. R a k y a t S e j a h t e r a 57 . sebelum KSP ini dibentuk KUD Grabag telah melakukan otonomisasi pengelolaan usaha simpan pinjam selama lebih dari tiga tahun. Meski baru berdiri pada 2004.255. Hingga buku ini disusun. kesuksesan itu merupakan cerminan dari keseriusan dan kepiawaian para pengurus dan manajemen Kesuksesan KSP Karya Usaha Dana Grabag dalam mengelola dana. Benar. Jumlah anggota per 31 Desember 2008 sebanyak 481 orang.” tambah Kelik.bangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis dari Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. perajin. KSP ini langsung menjadi peserta Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di Sektor Agribisnis pada tahun itu juga. KSP Karya Usaha Dana Grabag ini termasuk koperasi sehat. Sebagai catatan. Kini KSP Karya Usaha Dana Grabag telah membukukan asetnya sekitar Rp Rp 2. “Sebagai kepala desa. Harmoni Pengurus dan Anggota Grabag sebagai wilayah kecamatan—di lereng dan kaki Gunung Merapi— memang telah lama dikenal daerah yang memiliki “kultur berkoperasi” yang baik.

Doni Riskiyanto, anggota KSP Dana Grabag membiayai usaha pembuatan aneka kerupuk singkong dari dana pinjaman bergulir agribisnis/ sektoral sebesar Rp 30 juta, yang dikucurkan dalam beberapa tahap

kredit,” aku Budi Solikin Kepala Desa Lebah, kecamatan Grabag. Kedekatan semacam itu menjadi kunci dari keberhasilan penyaluran sekaligus kontrol terhadap pemanfaatan dana koperasi. Ciri dari asas kekeluargaan dan kegotongroyongan koperasi semacam itu dirasakan seorang anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni Riskianto (48 th), warga Dusun Kaligandu, Grabag. Ia mendapatkan pinjaman koperasi hingga Rp 30 juta untuk melancarkan usaha pembuatan aneka krupuk singkong. Ia yang memiliki keahlian di dalam pengolahan berbagan baku singkong itu bekerja sama dengan para petani. Hasil yang diserahkan kepada Doni berupa bahan setengah jadi untuk kemudian dibumbui hingga barang jadi (mentah). Berkat pinjaman dari koperasi, ia bisa membayar puluhan petani serta mengangsur setelah produk-produknya terbeli. Doni tidak mengalami kesulitan lantaran ia telah memiliki sejumlah pelanggan, seperti dari Jakarta, Malang, dan Kabupaten Banyumas. “Kami menerapkan sistem kontan. Pada saat memesan, saya meminta para pelanggan untuk mentransfer uang pemesanan, setelah itu

barang dikirim sesuai pesanan yang sudah dibayar,” ujar Dodi menceritakan mekanisme bisnisnya. Kelik sendiri mengaku bangga memiliki nasabah seperti Doni ini. “Ia adalah prototipe nasabah yang berani dalam mengambil risiko, namun jujur dan sportif. Kami tak pernah terganggu bila, misalnya, terjadi terlambatan angsuran, sebab alasannya masuk akal. Inilah salah satu seni berkoperasi. Ada prinsip fleksibilitas tanpa harus mengorbankan risiko besar,” kata Kelik. Bahkan, untuk ukuran nasabah yang kemampuannya jauh di bawah Doni, KSP tetap memberikan pelayanan dan kesempatan untuk meminjam modal. Pengalaman Mardi, 60 tahun, membuktikan hal itu. Mardi, yang seorang petani itu, mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 700.000. Dana tersebut dipergunakan sebagai biaya untuk membesarkan seekor sapi Australia yang ia miliki, seperti yang dilakukan para petani di lingkungannya. Maklum, untuk membesarkan sapi membutuhkan waktu beberapa bulan hingga hewan piaraan tersebut layak dijual ke pasar. Ia juga mendapatkan tambahan berupa pupuk dari pengelolaan kotoran piaraannya itu.

58

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Mardi hanya mengambil untung beberapa persen dari nilai jual seekor sapi (sekitar Rp 4-7 juta). “Saya berani pinjam ke koperasi karena ada yang bisa saya hasilkan. Saya takut ngutang. Saya baru bisa kembalikan pinjaman setelah sapi ini dijual. Karena saya dipercaya, dan saya bersedia dengan persyaratan yang berlaku, ya saya mau,” tutur Mardi lugu namun tegas. Tingkatkan Kinerja Penyaluran dan hasil Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di Sektor Agribisnis yang dilakukan melalui KSP Karya Usaha Dana Grabag cukup berhasil dan tepat sasaran. Namun, jajaran manajemen tak berbangga hati, sebagaimana jajaran dewan pengurus dan pengawas KSP Karya Usaha Dana Grabag tak berpangku tangan terhadap prestasi yang telah mereka raih. Pasalnya, mereka masih “gelisah” terhadap kurang optimalnya penggalangan dana dari anggota. Mereka mengakui, selama ini pemanfaatan dana yang sampai ke anggota, meskipun sudah

cukup berhasil, masih mengandalkan modal dari luar. Hal itu mengemuka pada saat Rapat Anggota Tahunan di akhir 2008 silam. Oleh karena itu, mari kita upayakan secar bersamasama peran aktif nyata anggota,” tutur Sutaryono, ketua Pengawas KSP Karya Usaha Grabag pada kesempatan hajatan puncak itu. Kelik Murtandiya mengakui kelemahan koperasi yang ia pimpin. “Kami masih terus belajar dari kekurangan-kekurangan itu, meski kami sudah mencoba berbuat yang terbaik. Kami, misalnya, tak bosan untuk mengirimkan beberapa karyawan ke berbagai forum pelatihan peningkatan kompetensi,” aku Kelik merendah. “KSP Karya Usaha Dana Grabag di mata kami sudah cukup bagus. Karyanya nyata dan bisa dibuktikan di lapangan. Kami berharap ke depan KSP ini bisa berkinerja lebih baik,” kata Menurut Anik Indaryanti, Kasi Bina Usaha dan Permodalan Dinas Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Magelang. “Bukan melulu soal besarnya aset, tetapi jangan lupa bahwa mengelola koperasi itu juga membutuhkan semangat. Nah, dari sisi itulah KSP Karya Usaha Dana Grabag harus dilihat,” simpul Kelik.

Mardi anggota KSP Dana Grabag dan usaha penggemukan sapi yang ia kelola

KSP Karya Usaha Dana Grabag
Alamat Berdiri Badan Hukum ber 2004 Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Total Aset Manager Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : Jl. Stadion No 1 Grabag, Kab. Magelang, Provinsi Jawa Tengah : 1 Maret 1997 : No: 227/GH/II/2004, tanggal 22 Novem: : : : : : Tahun 2004 Rp1 miliar Rp2.255.922.274 Kelik Murtandiya Ph 327 orang 5 orang

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

59

KSP KARYA USAHA DANA GRABAG
Magelang Regency – Central Java

Agribusiness Between Merapi Slopes

J

ust like a stamp that meets an enve lope, this is the story of agribusiness/ sector business development sought through KSP Karya Usaha Dana Grabag in Magelang Regency. The government of Magelang Regency since 2004 has issued a policy of agropolitan development. It means, such agribusiness development in Magelang Regency area stretched between Merapi and Merbabu Mountains obtains a serious attention from regional government. Of course, the government attention is not the only factor that makes KSP Karya Usaha Dana Grabag successful in running Micro and Small Entrepreneurs Development Through Capital Save Loan Cooperation (KSP) Strengthening in Agribusiness Sector from State Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. It would be more precise to say that the success of KSP Karya Usaha Dana Grabag is in the large wave of Magelang Regency success in developing its agribusiness sector. Such success is obviously the reflection of the seriousness and expertise of the administrators and management of KSP Karya Usaha Dana Grabag in managing fund. There is a harmonious cooperative relation among Cooperation Services, Industry and Trading of Magelang Regency. Magelang has added specific value. Grabag as a district area – on the slope of Merapi Mountain – has been known for a long time as an area that has a good “cooperation culture.” KUD Grabag is also known not only throughout Magelang Regency, but also Central Java Province. This culture also descended to the staff of KSP Karya Usaha Dana Grabag who grew–initially— as parts of such KUD Grabag.

This KSP Karya Usaha Dana Grabag is quite a healthy cooperation. Even thought it was not established until 2004, this KSP immediately became participant of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Strengthening Scrolling Fund Aid for KSP in Agribusiness Sector in the same year, with strengthening fund in the amount of Rp 1 billion. This KSP is considered as having met the compulsory requirements. As a note, before this KSP was established, KUD Grabag had conducted save loan business management autonomy for more than three years. Now KSP Karya Usaha Dana Grabag has accounted its asset which is around Rp 2,255,922,274. The number of members as per 31 December 2008 is 481. Until this book was composed, the number of course has increased. The brief description provides clear dynamic that has been created all this time. “As a business entity with kinship and togetherness basis, management of KSP Karya Usaha Dana Grabag always tries to be close to members, or in this matter farmers, craftsmen, and animal farmers,” said Kelik Murtandiya, Chairman of this KSP. Such closeness becomes the key to success in distribution and control of cooperation fund utilization. These characteristics of kinship and mutual assistance are felt by a member of KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni Riskianto (48), a Kaligandu Village denizen, in Grabag. He obtained cooperation loan up to Rp 30 million to smoothen his cassava chips business. Thanks to the loan from cooperation, he could pay many farmers and pay his own installment after all his products are sold.

60

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

tempat para anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag memasarkan hasil tani mereka K o p e r a s i P e d u l i .Pasar agropolitan Grabag. R a k y a t S e j a h t e r a 61 .

Provinsi Jawa Tengah Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini ika Anda pergi ke Kabupaten Jepara. R a k y a t S e j a h t e r a . sempatkan pergi ke Jl. dan manajemen KSP Utama Karya. Logikanya sederhana. Raya Bakalan No. Penampilan gedung ini bersih. seperti 62 K o p e r a s i P e d u l i . dan tampak menonjol bila dibanding beberapa bangunan di sekitarnya. KSP UTAMA KARYA Kabupaten Jepara. dan terdapat sebuah toko grosiran ala supermarket. Jawa Tengah. Sekilas. atau kantor perwakilan perusahaan besar swasta. terkesan bahwa bangunan itu milik perusahaan swasta nasional. Halaman samping hingga ke belakang luas. Kemegahan bangunan tersebut sekaligus menggambarkan dedikasi para pengurusnya. 21 Kalinyamatan. Anda akan menjumpai sebuah gedung dua lantai berarsitektur modern-minimalis.Suasana dialog antara pengurus dan anggota KSP Utama Karya yang sedang mengajukan kredit. Tidak salah bila Anda menyimpulkan bahwa penampilan bangunan tersebut mewakili performa koperasi yang berdiri pada 2004 itu. Ada apa dengan bangunan tersebut? Bangunan tersebut adalah kantor pusat J Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Utama Karya. di dalam mengembangkan usahanya. bagaimana mungkin sebuah koperasi—atau badan usaha apa saja— mampu membangun gedung perkantoran untuk aktivitas sehari-hari bila para pengelolanya tidak memiliki dedikasi untuk maju? Motto KSP Utama Karya: Bersama Membangun Jati Diri.

memang. kesempatan itu tidak disia-siakan. R a k y a t S e j a h t e r a 63 . Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya memang terpisah secara otonomi dari Koperasi Utama Karya sebagai induk. Namun. Memfasilitasi Agribisnis Keputusan Dinas Koperasi dan Pengelolaan Pasar itu sangat beralasan. bahkan para nasabahnya. Induknya adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Utama Karya yang berdiri sejak 1993. kemauan saja tak cukup. yang kini memiliki 7 cabang yang tersebar di sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Tengah (baca: Cita-Cita Kaum Kaki Lima). tentu pertimbangannya adalah kinerja. Sebagai koperasi simpan pinjam.” kata Sujarot. Sebab. “Kami menjalankan kepercayaan tersebut sebagai amanah. dan progam agribisnis-sektoral itu kebetulan sama dengan misi kami di sini. Tak heran begitu ada Program Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis. Utama Karya masih berusia muda. Dari sinilah. Koperasi Utama Karya bergerak di bidang perdagangan. karena KSP Utama Karya selama ini bekerja secara profesional. Dinas Koperasi. pergerakan modal koperasi melejit.” tutur Zaenal Arief. dan termasuk bersinar di antara koperasi-koperasi terbaik di Jawa Tengah. Sebagai holding. bagaimanapun juga dana tersebut adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Kami percaya. bila pilihan jatuh kepada KSP Utama Karya.telah tertransformasi ke dalam etos kerja para pengurusnya. Keberadaan KSP Utama Karya memang relevan dengan potensi Kabupaten Jepara yang memiliki banyak jenis usaha agribisnis. Utama Karya adalah pihak yang pas menjalankan program perkuatan modal di bidang agribnisnis-sektoral itu. Kini aset Koperasi ini secara keseluruhan sekitar Rp 80 miliar. yang merupakan Kepala Pembukuan KSP Utama Karya tersebut. Dan. anggota KSP Utama Karya memamerkan hasil kerajinan tenun hasil usaha tenun yang ia kelola K o p e r a s i P e d u l i . Sutomo. Kinerja koperasi ini adalah yang terbaik di Kabupaten Jepara. UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara memiliki peranan besar dalam menentukan koperasi mana yang berhak dan dapat dipercaya untuk mengelola pemanfaatan dana tersebut. Kepala Dinas Koperasi. kerajinan. UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara Bagi jajaran pengurus KSP Utama Karya kepercayaan tersebut bukan tanpa konsekuensi. seperti pertanian. “KSP Utama Karya memang salah satu koperasi terbaik yang kami miliki di sini. puluhan karyawannya. Sebagai catatan.

Ya. Dan. kini menjabat sebagai Manajer KSP Utama Karya. Jepara. Paling tidak. Raya Bakalan No. Ahmad Zaeni Usaha tenun kain milik Sutomo. Jawa Tengah Berdiri : 31 Januari 1996 Badan Hukum : No: 12047a/BH/PAD/KWK-II/1/1996 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : H. Teman-teman senantiasa berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat yang proses ujiannya ternyata nggak mudah. perintis Koperasi Utama Karya. 48 tahun. Kembali ke KSP Utama Karya. mekanisme dan tradisi koperasi telah terbangun dengan baik. kepercayaan para senior dalam mendorong kader-kader koperasi yang muda telah membuahkan hasil. anggota KSP Utama Karya Jepara 64 K o p e r a s i P e d u l i . Laporan dari pihak Bank Jateng Cabang Jepara yang berperan sebagai mitra dari program perkuatan modal dana bergulir sektor agribisnis ini menyebutkan bahwa KSP Utama Karya telah menjalankan kewajibannya dengan baik dan tidak pernah menunggak. seorang perajin tenun di Desa Troso. sebab.Koperasi Utama Karya kini memiliki Toko Grosir terbesar di Kabupaten Jepara. Pencanggihan Manajemen Kini. Hal ini memang bukan tanpa kesengajaan. tenaga-tenaga utama di manajemen Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya adalah anak-anak muda.” tutur Ibnu Zaenuri. Penyaluran dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar (diterima pada tahun 2004) kepada para anggota yang bergerak di bidang agribisnis dan sektor riil lainnya bukan hal sulit bagi KSP Utama Karya. pada saat ini di jajaran manajemen koperasi telah memiliki seorang manajer yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bidang manajemen. Desa ini memang dikenal sebagai penghasil tenun sejak 1935. perajin yang produknya telah banyak dipasarkan hingga ke Bali itu. Generasi perintis hanya berada di jajaran kepengurusan.” aku Sutomo. Salah satu anggota koperasi yang mendapatkan manfaat dari program di atas adalah Sutomo.” tutur Mahali bangga. benar. R a k y a t S e j a h t e r a . demikian namanya. KSP Utama Karya Alamat : Jl. “Kami tutwuri handayani (mendorong dari belakang). 21 Kalinyamatan. Mahali. “Saya jelas beruntung bisa dapatkan modal usaha itu dengan persyaratan yang memudahkan saya. Kecamatan Pecangakan. Kab. “Kami ingin mengelola koperasi ini secara profesional. kalem.

Maka. Kini. bahkan hingga ke arah barat Banjarnegara. Demikian bila kebersamaan dibangun. seperti motto Koperasi Utama Karya. sekitar 6 orang pedagang berinisiatif mendirikan sebuah paguyuban untuk menghimpun para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Jepara. termasuk KSU Utama Karya yang kini mengelola Pusat Perbelanjaan Grosir yang tidak pernah sepi pembeli itu. A K o p e r a s i P e d u l i . total aset Koperasi Utama Karya mencapai Rp 80 miliar. Itu melingkupi semua jenis usaha yang ada. pada 1993. Sejumlah pionir. rapat anggota pun terselenggara. di tahun 1993 juga keinginan bersama itu terwujud. Pada tahap pertama berkumpul 35 orang. “Maju Bersama Membangun Jati Diri”. Berkat keuletan para pengurusnya. Kebetulan.Pusat Grosir. dan lahirlah Koperasi Utama Karya. jati diri pun terlahir. Omset per hari mencapai puluhan juta rupiah. di antaranya Ibnu Zaenuri. Gagasan tersebut segera menyebar di kalangan PKL. R a k y a t S e j a h t e r a 65 . Ibnu Zaenuri dan beberapa kawannya pernah mengelola sebuah koperasi. kini Koperasi Utama Karya telah memiliki 7 cabang di berbagai kota di sekitar Jepara. lantas melobi Dinas Koperasi setempat. Mereka bersepakat untuk membangun membangun ekonomi bersama melalui sebuah koperasi. Maka. seperti di Pati. salah satu jenis usaha milik KSU Utama Karya Jepara Cita-Cita Kaum Kaki Lima walnya.

the craftsman whose products have been marketed up to Bali. Pioneer generation is only at administrator array. Cooperation. Central Java Togetherness Identity on the Earth of Kartini f you go to Jepara Regency. Save Loan Cooperation of Utama Karya is separate in terms of autonomy from Utama Karya Cooperation as the chief.” admit Sutomo. Now this Cooperation asset in total is around Rp 80 billion. On the side yard up to backyard. which now owns 7 branches. or it is a private large company representative office. “I am obviously very lucky to be able to obtain such business capital with requirements that facilitate me. At a glance. indeed. Its chief is Various Business Cooperation (KSU) of Utama Karya that was established in 1993. 21 Kalinyamatan. the distribution of strengthening fund in the amount of Rp 1 billion (received in 2004) to members who are engaged in agribusiness and any other real sectors was not a difficult matter for KSP Utama Karya. Now. Central Java. 48 year. stop by at Jl. The greatness of such building is at the same describes the dedication of the administrators and management of KSP Utama Karya. scattered in a number of regencies/cities in Central Java. a weaving craftsman in Troso Village. such as agriculture and handicraft. R a k y a t S e j a h t e r a . in developing their business. From here. Pecangakan District. It wouldn’t be incorrect if we concluded that the building appearance represents the performance of the cooperation that was established in 2004. Such decision of Cooperation Service and Market Management is reasonable since KSP Utama Karya has worked professionally. 66 K o p e r a s i P e d u l i . Reports from Jateng Bank Jepara Branch who acts as a partner in this agribusiness scrolling fund capital strengthening program say that KSP Utama Karya has fulfilled its obligation well and it is never in arrears. it did not go to waste. Utama Karya Cooperation now owns the Largest Grocery Store in Jepara Regency. Raya Bakalan No. As a record. As a save loan cooperation. No wonder when an opportunity such as Capital Strengthening Program for Save Loan Cooperation (KSP) in Agribusiness came. This village is indeed has been famous for its weaving products since 1935. principal powers in Utama Karya Save Loan Cooperation management are youngsters. there is a grocery store just like a supermarket. cooperation capital movement rocketed. The presence of KSP Utama Karya is indeed relevant with Jepara Regency potential that has many types of agribusiness business. Small Middle Scale Enterprises and Jepara have a large role in determining which cooperation is en- I titled and can be trusted to manage such fund utilization. This building looks clean and more prominent compared to the surrounding buildings. Utama Karya is still young. there is an impression that such building belongs to national private company. Going back to KSP Utama Karya. As a holding company. Performance of this cooperation is the best in Central Java.KSP UTAMA KARYA Jepara. One of cooperation members who obtain benefit from the above program is Sutomo. Such building is the head office of Save Loan Cooperation (KSP) of Utama Karya. You will meet a two-storey building with modern-minimalist architectural design. Utama Karya Cooperation is engaged in trading.

R a k y a t S e j a h t e r a 67 .Kantor KSP Utama Karya K o p e r a s i P e d u l i .

Petani pada umumnya tidak bankable. selama masa itu kami makan apa?” ucap Haji Saleh.Kantor KSP Bina Ummat Sejahtera. K o p e r a s i P e d u l i . guratan-guratan di dahinya segera berubah ketika telepon genggamnya berdering. Jadi. Provinsi Jawa Tengah Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura K 68 ening Haji Saleh berkerut ketika menghadapi jalan buntu untuk mendapatkan dana secara cepat bagi sekitar 40 hektar lahan tebu miliknya dan sembilan petani di kelompoknya. Saya dan teman-teman kan baru panen setelah menunggu 11 bulan. Rembang KOPERASI SIMPAN PINJAM BINA UMMAT SEJAHTERA (BUS) Lasem. R a k y a t S e j a h t e r a . Ia sadar betul soal ini. kalau dihitung-hitung.” ucap Saleh usai membaca sebuah pesan pendek dari seorang petugas koperasi simpan pinjam yang dikelola dengan sistem Syariah: Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Bina Umat Sejahtera (BUS) Lasem atau juga dikenal sebagai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bina Umat Sejahtera. Kenangan itu terjadi pada tahun 2005. Panen pertama itu baru untuk menutupi ongkos produksi. Namun. Kesulitan kami terutama untuk membeli pupuk. dan proses mengurus kredit di bank pun tak mudah. “Alhammdulillah. “Pinjaman seperti ini sungguh sangat membantu kami. pengajuan pinjaman saya dan teman-teman disetujui. Kabupaten Rembang.

Pendapatan petani sekitar Rp 3. setiap orang mendapat pinjaman sebesar Rp 15 juta. Jika direkapitulasi.000. “Anggota kami di sini sudah akrab dengan akad kredit seperti ini. R a k y a t S e j a h t e r a 69 .000.” tutur Martono menambahkan.280. Selain untuk pupuk. Rata-rata. Anggota kelompok petani tebu tak lagi menjual kepada pabrik gula dalam bentuk batang tebu.Beberapa bulan sebelumnya.5% dan harga gula Rp 3. Jika dirata-rata. per satu ha lahan menghasilkan 60 ton batang tebu.000. Mereka bersepakat untuk memberikan keuntungan kepada Koperasi setara dengan nilai 2%. Hitung-hitungannya sederhana. “Kelebihan dari sistem kelompok ini adalah pertanggungjawaban terhadap kami lebih terjamin. maka antara anggota dan KSP BUS lalu membuat akad kredit. melainkan kepada anggota lain dalam satu kelompok yang memiliki mesin produksi gula.000 per hektar per musim tanam (11 bulan) dengan perhitungan jangka waktu hanya tiga kali panen.810.300. maka kelompok tani yang ia pimpin mendapat pinjaman sebesar Rp 150 juta.000. pemanfaatan dana tersebut dibagi sesuai kebutuhan masing-masing anggota. Belum lagi untuk ongkos pengelolaan lahan. para petani tebu juga harus mengeluarkan biaya tebang dan angkut Rp 3.000 per hektar. Sepuluh orang dalam kelompok petani tebu itu paling tidak harus membeli 30 sampai 40 ton pupuk. Nilai pinjaman tersebut memang atas nama kelompok. berdasarkan pengalaman selama ini cukup efektif. Manajer Kredit KSP BUS Lasem. Sebab. ia dan temanteman memang telah mendengar tentang adanya dana pinjaman Rp 1 miliar dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang akan diterima KJKS BUS Lasem untuk pengembangan usaha agribisnis/ sektoral. Gula tebu ini. seperti membalikkan tanah (dangir) dan membikin tangkep (gundukan tanah memanjang untuk ditanamani tebu).000 per kg. Berdasarkan hitung-hitungan seperti itu. dan biaya giling Rp 1. Dan. biaya tanam tebu pada saat ini sekitar Rp 4. selain bisa langsung Pabrik gula tebu milik salah satu anggota KSP BUS Lasem K o p e r a s i P e d u l i . Mereka merasa cocok karena sistem diterapkan KJKS BUS itu menggunakan sistem syariah. Saleh dan kawan-kawan sendiri telah lama menjadi anggota koperasi tersebut.” tutur Martono. Dengan rendemen 7. maka total biaya yang harus ditanggung petani sekitar Rp 5. Sistem Bagi Hasil Hatta.500. Namun. masing-masing pemanfaat pinjaman akan menjadi tanggung jawba bersama kelompok.

bisa menghabiskan 7 kwintal udang kering dalam satu pekan. para perajin yang telah memiliki pelanggan itu tidak mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman mereka. terdapat sejumlah anggota yang telah bergerak di bidang yang dimaksud. perajin terasi biasanya membutuhkan modal untuk membeli bahan baku berupa udang kering dan ongkos produksi. juga dibeli perusahaan pembuat kecap. pengusaha kecil/ perajin batik di Desa Ngemplak. Demikian juga pengalaman anggota Koperasi. Lasem. Pengelolaannya bertangan dingin. keuntungan tidak pergi ke mana-mana. kami akan membayar lebih mahal ketimbang batik yang modelnya biasa. Jika desainnya rumit.” tutur Nurhidayah.Batik Lasem. Pada umumnya. Ia bahkan mempekerjakan 30 pembatik. Bahkan BMT BUS P e d u l i . Peningkatan kemampuan sumber daya manusia memang menjadi prioritas di koperasi ini. para manajer dan staf mendapat berbagai training. dan Rembang pada umumnya. seorang pengelola usaha batik tulis Lasem. misalnya. Seperti pada kisah petani tebu. Secara berkala. Industri rumahan ini memiliki 7 karyawan yang dibayar dengan sistem borongan. Joyo Kasmita (50). Manajemen Solid dan Inovatif Faktor penting keberhasilan KSP BUS dalam mengelola dana koperasi adalah manajemen yang solid. “Saya membayar karyawan berdasarkan hasil pekerjaan per potong. Menjadi Mitra Usaha Kecil-Menengah KSP BUS Lasem memang memiliki kepedulian cukup tinggi dalam menumbuhkan sektor agrobisnis/ sektoral. R a k y a t S e j a h t e r a 70 K o p e r a s i . Bahkan. Di Lasem pada khususnya.” kata Haji Saleh. “Jadi. KSP BUS Lasem juga tidak mengalami kesulitan dalam menyalurkan dana agribisnis/ sektoral ini. Mereka membawa kain dan semua kelengkapan dari sini untuk kemudian mengolahnya sesuai desain dari saya. KSP juga menawarkan pemanfaatan dana Rp 1 miliar tersebut kepada sejumlah penggiat agri-industri. Nurhidayah. Selain disalurkan kepada petani tebu. Haji Saleh memproduksi kecap dari bahan dasar gula tebu itu untuk memenuhi pasar di Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Ini bisa dimengerti bila melihat usia koperasi yang hampir dua puluh tahun sukses mengelola dana masyarakat dengan sistem syariah (Bank Muamalat Takaful-BMT). karya anggota koperasi KSP BUS Lasem dijual ke pasar.

Abdullah Yazid Jumlah Karyawan : 200 orang K o p e r a s i P e d u l i . Bahkan. Bagaimana dengan cicilan pinjaman Rp 1 miliar untuk agribisnis? “Alhamdulillah. Kita dapat fasilitas beasiswa. 50% biaya kuliah dari Koperasi.” kata Martono. 1 Lasem. Kalau ada lagi. kami tak kesulitan menyalurkan dana tersebut. KSP juga senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Salah satu inovasi yang langka bagi sebuah koperasi adalah penyediaan anjungan tunai mandiri (ATM). Kinerja yang baik lantaran didukung sumber daya berkemampuan memadai telah mengantarkan Koperasi ini sebagai salah satu koperasi terbaik di Jawa Tengah. setingkat kasi dan manajer diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas atau kompetensi. yakni dengan disekolahkan. Koperasi sudah memiliki ATM sendiri. bahkan mungkin di Indonesia.Terasi udang. lancar. Beberapa telah bersertifikat. salah satu produk usaha anggota KSP BUS Lasem sendiri juga membuka jasa konsultasi-pelatihan pengelolaan lembaga keuangan nonbank secara modern. R a k y a t S e j a h t e r a 71 .” kata Martono. Kab. Selain manajemen. Provinsi Jawa Tengah Berdiri : Tahun 1996 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : H. Pelayanan ini sudah setara dengan lembaga perbankan di tingkat unit atau kantor cabang pembantu. katakan begitu. Rembang. “Di kami. secara bergiliran. satu unit. KSP Bina Ummat Sejahtera Alamat : Jl Raya No.” tutur Martono menantang setengah bercanda.

PROSPEROUS BUSINESS DEVELOPMENT SAVE LOAN COOPERATION Lasem. This sugar cane. Central Java Cold Hands at the East Tip of Pantura H aji Saleh frowned when he faced a dead end to obtain fund quickly for around 40 hectares of sugar cane land of his and nine farmers of his group. in addition to be able to be sold directly at the market. Becoming Small-Middle Scale Business Partner KSP BUS Lasem indeed has high level of care in growing agribusiness /sector. Farmers group and KSP BUS then draw up a credit contract. Particularly in Lasem. R a k y a t S e j a h t e r a . Sugar cane farmers group members no longer sell to the sugar factory in the form of sugar cane. each person obtains loan in the amount of Rp 15 million. we will not face any difficulty in distributing such fund. In its operation. 72 K o p e r a s i P e d u l i . it may also be bought by soy bean sauce manufacturer companies. However. KSP also offers fund utilization of such Rp 1 billion to a number of agribusiness-industry activators. “ said Saleh after reading a short message from an official of save loan cooperation managed using Sharia system: Sharia Financial Service Cooperation (KJKS) Prosperous Community Development (BUS) of Lasem or also known as Save Loan Cooperation (KSP) of Bina Umat Sejahtera. In addition. The important factor of KSP BUS success in managing its cooperation fund is its solid management. In addition to distributing to sugar cane farmers. What about the installment of Rp 1 billion for agribusiness? “Thank God it has gone well. such fund utilization was distributed in accordance with each member’s needs.” challenged Martono jokingly. the load submission from me and my friends is approved. One group may obtain loan in the amount of Rp 150 million.” said Martono. Generally farmers are not bankable. This could be understood considering the age of the cooperation which has nearly twenty years managed community fund using sharia system (Bank Muamalat Takaful-BMT). possibly even in Indonesia. since each loan utilization will be the joint responsibility of the group. The favorable performance due to the support of appropriate resources has delivered this Cooperation as one of the best cooperations in Central Java. instead they sell their crops to other members in one group who have sugar producer machines. The managers have cold hands. Such loan value was indeed on behalf of the group. “The advantage of this group system is that the accountability towards us is more secured. They agreed to provide profit for the Cooperation which is equivalent to 2% value. KSP BUS Lasem also does not experience difficulties in distributing this agribusiness/sector fund. KSP BUS Lasem applies farmer group system. If there is another fund granted. there are members who have engaged in the concerned field. In average.” said Martono. He was fully aware of this fact. and generally in Rembang. “Thank God. Rembang. it is based on the effective experience that we have had. However. and the process of credit administration at the bank is not an easy matter either. the facial wrinkles of his forehead soon changed when his cellular phone rang.

Aktivitas produksi batik pada sebuah worksop yang dikelola oleh anggota KSP BUS Lasem K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 73 .

74 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

JAWA TIMUR East Java K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 75 .

Jawa Timur KSP LESTARI MANDIRI Kota Malang. pemilik usaha penggilingan gabah (selep) di kawasan Singosari.Kantor KSP Lestari Mandiri. lagi-lagi ia mendapatkan pinjaman dari KSP Lestari Mandiri. dalam hal ini KSP Lestari Mandiri. ia meminjam sejumlah dana dari Usaha Simpan Pinjam (USP) Lestari Mandiri. yang dulu bernama USP Lestari Mandiri. Provinsi Jawa Timur Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng asanya tidak berlebihan jika Yudi Pujianto punya rasa fanatisme yang besar terhadap eksistensi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lestari Mandiri. Yudi Pujianto merupakan salah satu contoh warga masyarakat di Kabupaten Malang yang taraf hidupnya terangkat setelah bersinergi dengan koperasi. Ketika usaha penggilingan padi yang ia kelola perlu pengembangan modal. Pada tahun 2003. hanya koperasi yang setia membantuku.” ungkap Yudi Pujianto. Ketika itu tahun 2000. Kota Malang. ia meminjam modal dari koperasi. ketika usahanya sempat mengalami gonjang-ganjing karena ditipu mitra kerja pada tahun 2008. Dan. Usaha yang ia kelola pun selamat dari kebangkrutan. Kabupaten Malang. koperasi ini menerima pinjaman dana bergulir dari Pe- K o p e r a s i P e d u l i . Koperasi Simpan Pinjam Lestari Mandiri merupakan salah satu koperasi peserta Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Modal KSP di sektor Agribisnis. “”Di saat R 76 aku jatuh. R a k y a t S e j a h t e r a .

1/Kep/M. Dalam sistem itu. salah satu kunci keberhasilan para pengurus dalam mengelola KSP ini adalah penerapan sistem tanggung renteng. Masih menurut Khulsum Hidayati. KSP ini juga membiayai permodalan di sektor jasa.Suasana kantor pelayanan KSP Lestari Mandiri merintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM sebesar Rp 1 miliar. melainkan secara kelompok. dan percetakan. Pada tahun 2004. Tidak hanya membiayai permodalan bagi usaha anggotanya di sektor agribisnis. dari pinjaman dana bergulir senilai Rp 1 miliar itu. Koperasi simpan pinjam ini merupakan reinkarnasi dari Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi Citra Lestari Mandiri. sedangkan angsuran simpanan pokok kami lakukan pada setiap tahun. Dengan jumlah anggota sudah mencapai 4. hingga saat ini jumlah pengembalian yang telah dilakukan oleh KSP Lestari Mandiri sudah mencapai Rp 500 juta. salon. Khulsum Hidayati. “Kami melakukan pengangsuran bunga setiap bulan. setiap anggota KSP Lestari Mandiri otomatis menjadi anggota kelompok tanggung renteng. 143. perputaran simpan pinjam pada KSP ini mencapai Rp 10. kemudian aset mencapai Rp 7.2 miliar. sistem itu berhasil menekan pinjaman yang macet.268 orang. Perubahan ini merupakan amanat dari Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. Satu kelompok terdiri dari 15 hingga 30 orang anggota koperasi. yang salah satu pasalnya menyebutkan bahwa USP Koperasi penerima dana perkuatan bersedia mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam.012/2004 tanggal 11 November 2004.8 miliar pada tahun 2008 lalu.” jelas Khulsum Hidayati.” ungkap perempuan sarjana ekonomi ini. seperti jasa katering. “Sistem tanggung renteng sebagai tujung tombak keberhasilan kami. R a k y a t S e j a h t e r a 77 .KUKM/XI/2003. Menurut Ketua KSP Lestari Mandiri. Dengan cara ini. berdasarkan SK Bupati Malang nomor SK 180/ 863/ KOP/KEP/ 421. koperasi tidak memberikan pinjaman secara perorangan. USP Lestari Mandiri berubah status menjadi KSP Lestari Mandiri. K o p e r a s i P e d u l i . Jika diukur dari profil keuangan KSP ini siapapun akan sepakat untuk menyatakan bahwa KSP Lestari Mandiri adalah koperasi berkinerja bagus.

” ungkap Julia Maris Herdiyanti. dan kekeluargaan adalah semangat dari tanggung renteng. meskipun pinjaman itu dialokasikan untuk anggota tertentu. Tak hanya para pengurus. pada forum bulanan itu. “Lebih mudah mengatur jadwal kunjungan ke 267 kelompok ketimbang ke empat ribuan anggota. para anggota koperasi pun ikut menikmati hasil kerja keras mereka. Cara seperti ini merupakan konsekwensi dari sistem pinjaman yang disalurkan melalui kelompok. “Kebersamaan. Bagi anggota yang memerlukan jumlah pinjaman lebih dari ketentuan itu maka KSP mensyaratkan jaminan baginya. Dengan demikian potensi pinjaman macet bisa ditekan. besar bunga pinjaman ditetapkan maksimal 2%. Kelebihan lain.” ujar Khulsum Hidayati. Sebagai catatan. Hasil setoran angsuran yang terkumpul itu kemudian dibawa oleh perwakilan kelompok untuk disetorkan ke kantor KSP Lestari Mandiri. 78 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .Dengan cara ini maka jika ada anggota yang kesulitan melakukan pengangsuran pinjaman maka anggota lain dalam satu kelompok ikut menanggung resiko. pengurus koperasi pun lebih mudah melakukan pembinaan terhadap anggota koperasi yang tergabung dalam 267 kelompok itu. Besar pinjaman permodalan yang diberikan melalui kelompok itu maksimal Rp 8 juta per anggota dengan jangka waktu pengembalian selama 24 bulan. Mekanisme tanggung renteng ini oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’. yang memiliki usaha konsultan jasa pesta pernikahan (wedding consultant) itu. *** Saat ini keluarga besar KSP Lestari Mandiri mulai bisa menikmati hasil kebersamaan mereka mengelola koperasi. Selain untuk saling bertukar informasi. Bangunan itu dibeli dari hasil Mekanisme tanggung renteng oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’. Setiap kelompok memiliki jadwal rutin pertemuan bulanan. salah seorang anggota KSP Lestari Mandiri. kegotongroyongan. para anggota biasanya melakukan penyetoran angsuran pinjaman. Salah satu bentuk kerja keras itu di antaranya bangunan dua lantai seluas 400 m² yang kini menjadi Kantor KSP Lestari Mandiri.

yang artinya anggota merekrut anggota baru. Provinsi Jawa Timur Berdiri : 31 Juli 1999 Badan Hukum : 180/863/KUP/KEP/421. juga menjadi tantangan tersendiri. SE Jumlah Anggota : 4.24 Kec. KSP Lestari Mandiri terus berusaha menambah jumlah anggota dengan menerapkan cara member get member. tingkat kompetisi antarkoperasi di Malang cukup tinggi. Dr. Malang. R a k y a t S e j a h t e r a 79 . Kehadiran bank-bank perkreditan rakyat. KSP Lestari Mandiri Alamat : Jl. yang menjanjikan bunga rendah. Cara itu ditempuh untuk melebarkan sayap pelayanan KSP Lestari Mandiri di antara derap kompetisi 600-an koperasi di seantero Malang.012/2004 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2003 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Khulsum Hidayati.” ungkap Khulsum. “Yang jelas. Cipto No. kami bekerja keras untuk melayani anggota dengan pelayanan seoptimal mungkin. jawabannya ada pada seluruh pemangku kepentingan KSP Lestari Mandiri.000 per orang per bulan. Lawang Kab. Apalagi. kesuksesan itu tak lantas menyilaukan para pengurus dan anggota KSP Lestari Mandiri. Bahkan. Bagaimana kelanjutan cerita KSP Lestari Mandiri kelak.268 orang K o p e r a s i P e d u l i . akhirnya kami bisa membangun sebuah kantor yang layak.Contoh-contoh kartu undangan produk wedding consultant yang dikelola Julia Maris Herdiyanti. anggota KSP Lestari Mandiri urunan (patungan) anggota selama 18 bulan. “Dari urunan yang hanya Rp 2.” kata Khulsum Hidayati seraya tersenyum. Namun.

Dalam sebulan ia bisa menghasilkan laba kotor hingga Rp 50 juta perbulan. KSP Lestari Mandiri kembali hadir sebagai ‘dewa penyelamat’. usaha selep yang ia kelola pun kembali eksis. ketika ia rugi hingga Rp 1 miliar karena ditipu mitra bisnisnya. Orang pun tidak berani menjual gabahnya kepada saya karena takut tak dibayar. Usaha selep atau penggilingan gabah yang ia kelola kini telah mempekerjakan 12 orang dengan produksi rata-rata sebesar 8 ton per hari. 80 K o p e r a s i P e d u l i . waktu itu Ibu Khulsum menelpon saya menawarkan bantuan.” lanjut Puji. “Uang habis. Betapa tidak. Kini. “Saya ingat betul. usaha penggilingan gabahnya bisa maju seiring dengan perkuatan modal yang ia terima dari KSP Lestari Mandiri. saya tak mampu membeli gabah. R a k y a t S e j a h t e r a . ketika itu tak satu pihak pun yang mau membantunya hingga akhirnya sebuah telpon datang dari kantor KSP Lestari Mandiri.Yudi Pujianto anggota KSP Lestari Mandiri. Puji pun bercerita tentang masa-masa sulit yang pernah dihadapinya ketika ia harus menghadapi jurang kebangkrutan akibat penipuan yang dilakukan mitra bisnisnya. pemilik usaha penggilingan padi Bangkit Bersama Koperasi S eperti tulisan pembuka pada profil sukses KSP Lestari Mandiri. Yang membuat bebannya semakin berat. Bahkan.” kenang Puji. Yudi Pujianto adalah salah satu anggota yang telah menjadikan KSP Lestari Mandiri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kisah hidupnya.

According to Chairman of KSP Lestari Mandiri. Lestari Mandiri Save Loan Cooperation is one of cooperations participating in Micro and Small Entrepreneur Development Program through KSP Capital Strengthening in Agribusiness sector. one of the keys to the success of administrators in managing this KSP is the application of joint responsibility system. instead it is provided for groups. In such system. other members within the group will also bare the risk. One group consists of 15 up to 30 cooperation members. The amount of capital provided through such groups is at a maximum of RP 8 million per member with the term of 24 months.2 bil- lion. This save loan cooperation is the reincarnation of Save Loan Unit (USP) of Citra Lestari Mandiri Cooperation. he borrowed fund from Save Loan Business (USP) of Lestari Mandiri. R a k y a t S e j a h t e r a 81 . again he obtained loan from KSP Lestari Mandiri. whose life standard was lifted after synergizing with cooperation. members usually make loan installment deposit in such monthly forum. With number of members of up to 4. East Java Success with Joint Responsibility System I t wouldn’t be exaggerating if Yudi Pujianto had the feeling of huge fanaticism towards the presence of Save Loan Cooperation (KSP) of Lestari Mandiri. When rice mill that he managed needed capital development. At the time it was 2000. the cooperation does not provide individual loan. “When I fell. in this matter KSP Lestari Mandiri.KSP Lestari Mandiri Malang.” said Yudi Pujianto.8 billion last year (2008). then the asset reached Rp 7. KSP will require security for them. “Joint responsibility system as the tip of the spear of our success has been successful also in terms of pressing the non performing loan. which used to be known as USP Lestari Mandiri. Another advantage. In 2003. The collected installment deposit is then carried by group representatives to be deposited to KSP Lestari Mandiri. This way each member of KSP Lestari Mandiri automatically becomes a member of joint responsibility. In addition to exchanging information. business owner of rice mill. Khulsum Hidayati. this cooperation received scrolling fund from the Government through State Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises in the amount of Rp 1 billion. Therefore the potential non performing loan can be pressed. the amount of loan interest is stipulated at a maximum of 2%. the circulation of save loan in this KSP reached Rp 10. With this method if there is a member who faces difficulties in paying the loan installment. For members who need more than the stipulated amount of loan. When his business went through ups and downs since he was deceived by his business partner in 2008. The business that he managed was saved from bankruptcy. he borrowed capital from cooperation.” described Khulsum Hidayati. cooperation administrators will find it easier to develop cooperation members who are united in such 267 groups.268. from such scrolling fund loan in the amount or Rp 1 billion. Still according to Khulsum Hidayati. only cooperation that was there to help me. K o p e r a s i P e d u l i . Each group has a regular schedule of monthly meeting. up to now the amount of return that has been paid by KSP Lestari Mandiri has reached Rp 500 million. As a note.

82 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

NUSA TENGGARA BARAT West Nusa Tenggara K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 83 .

000 per kilogram. K o p e r a s i P e d u l i . bisa mengembangkan usaha budidaya rumput laut setelah memperoleh suntikan modal usaha kecil dari KSP tersebut. harga rumput laut basah dijual Rp 1. Sebagai gambaran. Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut K 84 omoditas rumput laut tak hanya sedang naik daun. Sebagian besar dari mereka.7. R a k y a t S e j a h t e r a .6. Betapa tidak. yang datang langsung ke dusun mereka agar harga rumput laut dinaikan. bahkan. para petani rumput laut itu sebagian di antaranya adalah anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Mandiri. Harga rumput laut yang sejak beberapa terakhir ini terus naik membuat para nelayan di wilayah pesisir Lombok Timur mengaku menjadi petani rumput laut lebih menguntungkan daripada nelayan.000 rupiah per kilogram. Kab. harga komoditi rumput laut yang kini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan itu harganya terus meningkat.400 s/d Rp. Di Jerowaru. Padahal para petani rumput laut di wilayah tersebut tidak pernah menuntut kepada pengepul. sejumlah nelayan yang kini beralih profesi menjadi petani rumput laut tampak bergairah. Jerowaru.Petani tembakau anggota KSP Karya Mandiri ketika hasil panen tembakau yang sudah siap untuk dikeringkan KSP KARYA MANDIRI Kec. Di sepanjang kawasan pantai di Kecamatan Jerowaru. sedangkan yang kering harganya bisa mencapai Rp. Saat musim kemarau rumput laut cukup dikeringkan selama dua hari.

jumlah anggota KSP Karya Madiri berjumlah 445 orang. Simpanan Wajib. seminggu setelah disurvai. setelah KSP ini membuka cabang di luar Lombok Timur. Bayangkan.400 s/d Rp. setiap petani rumput laut rata-rata memiliki lima rakit. Tinggal hitung jika harganya mencapai Rp. Selain dua jenis usaha agribisnis itu. *** Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri berdiri sejak 11 September 2000. KSP Surya Mandiri merupakan satu dari 14 KSP berbasis agribisnis penerima kucuran dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar tersebut.” Tak sulit bagi mereka untuk mengembalikan pinjaman modal usaha tersebut. Padahal.6. hingga akhir tahun 2008. Apalagi. Di koperasi cepat cair. setiap peminjam dikenai biaya bunga rata-rata sebesar 2 % per bulan. yang berdasarkan Rapat Anggota kemudian berubah menjadi KSP pada tahun 2003. R a k y a t untuk membiayai satu rakit hanya berkisar Rp 150 ribu. akte pendirian KSP Karya Mandiri pun mengalami perubahan. Perubahan tersebut dilakukan dengan pertimbangan agar usaha yang dikelola terfokus pada satu bidang usaha yakni memberikan layanan Simpan Pinjam. Menurut Ahmad Zulyadaen. Dana bergulir itu kemudian disalurkan kepada 80 petani untuk menghidupkan kebun tembakau dan budidaya rumput laut. Permodalan KSP Karya Mandiri berasal dari Simpanan Pokok. Lombok Tengah. Perluasan wilayah layanan itu jelas memerlukan pengesahan dari Dinas Koperasi dan UKM Propinsi NTB. seperti di Kecamatan Praya. Dalam setiap rakit rata-rata bisa menghasilkan tiga kwintal rumput laut basah. Kelebihan yang bisa dinikmati para petani atau nelayan anggota KSP ini adalah: “Bila pinjam di bank bisa sebulan baru cair. ada juga petani padi yang menerima pinjaman bergulir dari KSP Surya Mandiri. Seiring dengan perubahan status tersebut. Padahal pada saat berdiri pada tahun 2000 jumlah anggotanya hanya 21 orang. dan Dana S e j a h t e r a 85 .7. Koperasi ini semula merupakan KSU.000 rupiah per kilogram. Koperasi yang diketuai Ahmad Zulyadaen ini memperoleh kucuran dana perkuatan modal tersebut pada tahun 2004. modal K o p e r a s i P e d u l i .Anggota KSP Karya Mandiri ketika memanen rumput laut terutama melalui perkuatan modal dana bergulir Program Agribisnis/Sektoral. Menurut Ahmad Zulyadaen.

796 miliar.980 miliar setelah mendapat bantuan dana bergulir sektor Agrobisnis dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI sebesar Rp 1 milyar. Kab. Sedangkan modal dari luar yang bersumber dari Tabungan Sukarela Anggota/Calon Anggota dan Pinjaman yang diterima hingga 31 Desember 2008. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 11 September 2000 No: 518/31/BH/DISKOP DAN UKM/X/2004 Tahun 2004 Rp1 miliar Ahmad Zulyadaen 445 orang Seorang anggota KSP Karya Mandiri merawat tanaman rumputlaut yang sudah hampir siap panen 86 K o p e r a s i P e d u l i . Di mata mereka. program perkuatan modal sektoral membuat para petani di Jerowaru semakin mudah mengakses pinjaman modal usaha.Cadangan dan Modal Penyertaan. Selanjutnya per 31 Desember 2001 jumlah modal meningkat menjadi menjadi Rp 36. Permodalan KSP Karya Mandiri yang bersumber dari luar meningkat drastis pada tahun 2004 yakni menjadi senilai Rp.125. yang saat berdirinya pada November 2000 tercatat Modal Awal sebesar Rp 21 juta. R a k y a t S e j a h t e r a . selain bunga yang relatif rendah.000.” simpul Lalu Jumairi. yang petani tembakau di Desa Jerowaru. yakni hanya 1. Jika pada akhir tahun 2001 volume Usaha KSP Karya Mandiri berbentuk pinjaman yang diberikan kepada masyarakat sebesar baru senilai Rp. “Mudah dan cepat. Dan. 1.14. Yang jelas. Kemudian. misalnya. hingga tahun 2008 jumlah permodalan sudah mencapai angka Rp. sejak saat itu pula dilakukan ekspansi besar-besaran dalam pelayanan pinjaman. Bandingkan dengan program bantuan dana bergulir. yang otomatis mendorong semua sendi Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri. Menurut ia. KSP Karya Mandiri Alamat : : Berdiri : Badan Hukum : Tahun Perkuatan Modal : Jumlah Perkuatan Modal : Ketua : Jumlah Anggota : Kecamatan Jerowaru. Sebagai penerima pinjaman modal usaha. kemajuan pesat yang dialami KSP Karya Mandiri itu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan anggotanya.5 % prosedur peminjaman pun tak berbelit-belit. tercatat sebesar Rp. Lombok Timur. yang paling tinggi hanya mengeluarkan 5% hingga 6% dari hasil usaha untuk mengembalikan angsuran ke koperasi.564 miliar. Beberapa tahun silam. Lalu Jumairi. Lalu Jumairi pun mengenang masa-masa ketika para petani tembakau di desanya harus berhubungan dengan para rentenir. dengan bunga hingga 50 % per 40 hari kerja. banyak di antara petani di desanya yang terjerat renternir.6.1. Lalu Jumairi berhasil meningkatkan skala produksi tembakaunya hingga 50 persen dari sebelumnya.704 juta. maka per 31 Desember 2008 lalu sudah melonjak menjadi sebesar Rp.592 miliar. Eskalasi volume usaha tersebut kini telah berkembang pesat.

providing Save Loan services. Volume escalation of KSP Karya Mandiri business keeps developing fast.592 billion.e. i. Karya Mandiri Save Loan Cooperation was established on 11 September 2000. When it was established in 2000 the number of members was only 21. As a business capital loan receiver. which then changed to become KSP in 2003.5% up to [?]%. i. Along with such status change.” concluded Lalu Jumairi. Such scrolling fund was then distributed to 80 farmers to revive tobacco plantation and seaweed cultivation business. To them. Central Lombok. East Lombok. there are also rice farmers who obtain scrolling loan from KSP Surya Mandiri. Each loan is imposed with interest in the average amount of 2 % per month. after this KSP opened a branch outside East Lombok. East Lombok are members of KSP Karya Mandiri. KSP Surya Mandiri is one of KSP with agribusiness basis receiver of strengthening fund in the amount of Rp 1 billion. such as in Praya District. R a k y a t S e j a h t e r a 87 . Lalu Jumairi. Such area expansion obviously needed ratification from Cooperation Service and UKM of NTB Province. Lalu Jumairi has been successful in increasing his tobacco production scale up to 50 percent from previous production. “Easy and fast. At the end of 2001 Business Volume of KSP Karya Mandiri business in the form of loan provided to the community was only in the amount of Rp 704 million. This cooperation led by Ahmad Zulyadaen obtained such capital strengthening fund in 2004. who is a tobacco farmer in Jerowaru Village opines that in addition to its relatively low interest. are members of Save Loan Cooperation (KSP) of Karya Mandiri. Until the end of 2008. sector capital strengthening program makes farmers in Jerowaru find it easier to access business capital loan. the number of members of KSP Karya Madiri had been 445.KSP KARYA MANDIRI JEROWARU DISTRICT East Lombok Regency Progressing Together With Tobacco and Seaweed Farmers eaweed is not only a hot commodity at the market. KSP Karya Mandiri establishment deed was also amended.e. Most of them even develop seaweed cultivation business after obtaining business capital fund aid from such cooperation. In addition to those two agribusiness types. Obviously. Moreover. then as per 31 December 2008 it went up to become Rp. such vast progress experienced by KSP Karya Mandiri is parallel with the increase of its members’ prosperity. based on Members Resolution. Such change was conducted with the consideration to make the business managed focused on one field. Initially this cooperation was a KSU. S Seaweed farmers in Jerowaru. for example. the loan procedures are not complicated. The price of seaweed for the last couple of years has been increasing and made farmers in East Lombok coastal area admit that it is more profitable to be seaweed farmers than to be fishermen.14. K o p e r a s i P e d u l i . Some of seaweed farmers in Jerowaru District. 1. mainly through scrolling fund strengthening of Agribusiness/ Sector Program.

Nusa Tenggara Barat Sahabat Petani di Lereng Rinjani L ombok Timur identik dengan banyak hal.Kesibukan di KSP Rinjani Perkasa. yakni seluas 29. Separuh potensi tanaman tembakau virginia di pulau Lombok yang seluas 58. saat ini 15 perusahaan pengelola dan pabrikan rokok besar dari Jawa yang membeli tembakau dari Lombok. Untuk kebutuhan modal. teknologi pengolahan yang minim. Kab.000 hektare. Dari fakta yang ada. yang 30% petani tembakau swadaya cukup sering mengalami hambatan dalam berproduksi. Karena potensinya itu.Lombok Timur. Salah satunya adalah tembakau virginia. Jelas. Lombok Timur KSP RINJANI PERKASA Kec. Fakta tentang hal itu juga dialami oleh para petani tembakau di Kecamatan Selong. Mereka yang 70% ini relatif tidak mengalami hambatan baik dalam aspek permodalan maupun pemasaran. para petani tembakau swadaya itu terpaksa mengetuk pintu rumah para rentenir dengan bunga pinjaman hingga sebesar 50% per 40 hari kerja. hingga pemasaran. suku bunga pinjaman yang sebesar itu sangat mencekik petani. berupa hambatan permodalan. Sebaliknya. sekitar 70 persen petani tembakau di Lombok Timur telah menjadi binaan para perusahaan pengelola Intensifikasi Tembakau Virginia itu. Berangkat dari keprihatinan itu KSP Rinjani 88 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a . Selong.000 hektar itu separuhnya ada di Lombok Timur. Rata-rata tiap hektar ladang tembakau bisa menghasilkan dua ton.

Dari beberapa aspek. Pada tahun 2003. suku bunga pinjaman di KSP ini sangat rendah. KSP Rinjani Perkasa menyiapkan sebuah paket pinjaman musiman. Koperasi simpan pinjam yang berkantor di Desa Sandubaya ini pun segera menjadi solusi bagi para petani tembakau yang hampir tiap tahun mengaku kesulitan modal tadi. KSP tersebut merupakan unit simpan pinjam Koperasi Rinjani Perkasa yang telah berdiri sejak tahun 1995.Lahan pertanian padi yang dikelola oleh para anggota KSP Rinjani Perkasa dan permodalannya dibiayai melalui paket pinjaman musiman bagi para petani Perkasa didirikan. Pada paket pinjaman musiman ini para petani mengangsur pinjamannya pada setiap musim panen dengan kisaran masa panen antara empat sampai tujuh bulan. karena mereka tidak K o p e r a s i P e d u l i . KSP Rinjani S e j a h t e r a 89 .4 miliar. pinjaman model ini sangat meringankan petani. serta warga masyarakat yang bukan anggota KSP. Selain paket pinjaman konvensional. Pada awalnya. Koperasi Simpan Pinjam Rinjani Perkasa merupakan salah satu koperasi peserta program perkuatan permodalan pengusaha kecil dan mikro melalui dana bergulir agribisnis. bahkan mencapai Rp 7 miliar. proses pencairan pinjaman pun tak serumit jika petani meminjam dari bank. R a k y a t dibebani biaya bulanan. sejak tahun 2004 hingga tahun 2008 perputaran pinjaman. restoran dan warung kecil. Selain suku bunga yang rendah. Sementara itu. Sesuai dengan prinsip koperasi. jumlah outstanding pinjaman bergulir tersebut sudah mencapai Rp 1. Model pinjaman ini juga dikenal sebagai model pinjaman yarnen (bayar panen). Cara pengembaliannya pun lebih mudah. Betapa tidak. Sejak mulai menggulirkan dana senilai Rp 1 miliar tersebut. yang dialokasikan sebagai pinjaman permodalan untuk membiayai berbagai sektor usaha anggotanya. hingga buku ini disusun. seperti sektor perdagangan. dana bergulir itu juga sudah dimanfaatkan untuk membiayai permodalan berbagai usaha sektor riil. KSP ini menerima pinjaman dana bergulir agribisnis senilai Rp 1 miliar. Selain untuk membiayai usaha kecil dan mikro sektor agribisnis. Besarnya jasa pinjaman dihitung sekaligus berdasarkan jangka waktu pinjaman dan dikembalikan bersama besarnya pinjaman. Para petani peminjam cukup mengeluarkan rata-rata 5% sampai 5% dari hasil panen untuk membayar angsuran pinjaman ke koperasi atau dengan bunga pinjaman yang hanya berkisar 1% hingga 2 %.

Manfaat yang ditebarkan koperasi ini akhirnya menuai hasil. terutama yang pernah berhubungan dengan KSP Rinjani Perkasa.718 Ir.” kata Ketua Koperasi Rinjani Perkasa. R a k y a t S e j a h t e r a . Para petani Selong berharap KSP Rinjani Perkasa adalah bagian penting dari perwujudan mimpi-mimpi mereka untuk menjadi petani-petani perkasa di lereng Rinjani. Muhammad Idrus.DKP/08. Harapan besar pun dipikul KSP ini. Pada musim penghujan mereka bertani padi. peternakan. “Kami berusaha membantu masyarakat dengan memberikan kemudahan mendapatkan modal usaha.196. pembiayaan sektor agrobisnis memang yang terbesar karena mayoritas penduduk Selong yang bermatapencaharian petani. kami ingin sahabatsahabat kami juga perkasa. Lombok Timur. MM 209 orang 15 orang 90 K o p e r a s i P e d u l i . dari semua sektor itu. “Kami adalah sahabat para petani. NTB 29 Desember 1998 No: 11. seperti nama koperasi ini.H. mulai dari sektor pertanian. Tanaman tembakau yang dikelola para petani tembakau KSP Rinjani Perkasa KSP Rinjani Perkasa Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Total Aset Ketua Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : : : : : : : : : Kecamatan Selong.5 miliar itu. sedangkan pada musim kemarau berkebun tembakau.Perkasa melayani kebutuhan permodalan usaha di berbagai sektor yang dikelola masyarakat. Namun. kelautan hingga perdagangan.” simpul Muhammad Idrus. M. memuji kinerja KSP yang kini telah memiliki aset senilai Rp3. Idus.485.5/XI/2004 Tahun 2003 Rp1 miliar Rp3.a/BH/PAD/. Sebagian besar warga di Selong.

From such concern KSP Rinjani Perkasa was established in 1995. Selong farmers hope that KSP Rinjani Perkasa is an important part of the realization of their dreams to become powerful farmers at the slope of Rinjani. This Save Loan Cooperation with its office at Sandubaya Village then became the solution for tobacco farmers who almost each year had difficulties in capitalization matters. until this book is composed. With very low loan interest rate in this KSP. Since commencing such fund scrolling in the amount of Rp 1 billion.e. The return method is also easier. i.KSP RINJANI PERKASA AT SELONG REGENCY East Lombok – Nusa Tenggara Barat Farmers Best Fried at the Slope of Rinjani E ast Lombok is identical with many things. This loan model is also known as yarnen loan model (harvest payment). However. Farmers can also pay their loan installment in each harvest season with approximately harvest period of four up to seven months. High hopes are carried by this KSP. On the contrary. Rinjani Perkasa Save Loan Cooperation is one of participating cooperations in small and micro entrepreneurs capitalization strengthening program participants through agribusiness scrolling fund. covering an area of 29. Half of the potential of Virginian tobacco plants in Lombok island is in East Lombok. KSP Rinjani Perkasa provides service in business capitalization need in various sectors managed by the community. mainly those who have had relations with this cooperation. From the present facts. since majority of Selong denizens work as farmers. at this time there are 15 managing companies and large cigarette factories in Java that purchase tobacco from Lombok. in the form of capitalization.” concluded Muhammad Idrus. Benefits spread by this cooperation finally resulted in output. the 30% of independent tobacco farmers often face obstacles in production. the amount of outstanding of such scrolling loan has been Rp 1. up to marketing obstacles. we wish our best friends could also be powerful. whereas in hot season they plant tobacco. this KSP received agribusiness scrolling fund loan in the amount of Rp 1 billion. animal farming. K o p e r a s i P e d u l i .000 hectare. In 2003. loan disbursement process is also not as complicated as if the farmers borrow from the bank. R a k y a t S e j a h t e r a 91 . Chairman of KSP Rinjani Perkasa. such independent tobacco farmers had to borrow from loan sharks with loan interest of 50% per 40 working days. In average. starting from agriculture. each tobacco plantation can produce up to two tons. approximately 70% of tobacco farmers in East Lombok have become the developed personnel by managing companies engaging in such Virginian Tobacco Intensification. Most of denizens in Selong. It is obvious that such large loan interest made it more difficult for farmers. In accordance to cooperation principal. In raining season they plant rice. agribusiness sector funding is the largest. from all such factors.4 billion. “We are farmers’ best friends. Besides the low interest rate.5 billion. Due to such potential. For capital need. compliment such KSP performance. marine. borrower farmers only spend 5% of the harvest proceeds to pay loan installment to such cooperation or with loan interest of only approximately 1% up to 2%. One of them is Virginian to bacco. having an asset of Rp 3. up to trading sectors. minimum processing technology. This 70% does not face any obstacles both in capitalization and marketing aspects.

92 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

R a k y a t S e j a h t e r a 93 .NUSA TENGGARA TIMUR East Nusa Tenggara K o p e r a s i P e d u l i .

begitu Ia biasa disapa. Kondisi ini menyebabkan para guru di Kabupaten Sikka mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga yang serba mendesak dan mendasar seperti kebutuhan biaya pendidikan. Bermula dari kesulitan yang dialami para guru SD Kabupaten Sikka di tahun 1972 koperasi ini dibentuk. kini Koperasi tersebut justru menjadi salah satu koperasi kredit yang cukup maju di Sikka. dll. R a k y a t S e j a h t e r a . Walaupun para guru ini mendapat penghasilan tetap. Akhirnya. Maumere. membentuk arisan di kalangan guru SD. Bahkan.Kantor Koperasi Kredit Obor Mas. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dari Guru untuk Masyarakat M endirikan koperasi mungkin bukan citacita Yosef Doing saat itu. kesehatan. namun kenyataannya sering terlambat menerima gaji. Alih-alih membentuk organisasi yang membantu para guru dalam mendapatkan pinjaman. Kabupaten Sikka KOPERASI KREDIT OBOR MAS Kabupaten Sikka. hingga tiga bulan sekali baru menerima gaji. pendapatan sebagai PNS sangat tidak berlebih. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka bersama Ramiggus S. dalam 94 K o p e r a s i P e d u l i . adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka yang merasa prihatin melihat nasib para guru SD yang sering telat menerima gaji bulanan mereka. Yosef Doing. rentenir menjadi satu pemecahan soal dana. Menyadari hal tersebut. mereka menyadari bahwa terlibat dengan rentenir sangat tidak menguntungkan. Ketua Kelompok Kerja Guru di Sikka. perbaikan rumah. Walaupun. Namun. Parera. Di sisi lain. Yosef.

Tepatnya pembentukan unit ini pada tanggal 1 April 2005. Kec. sebagai pusat layanan anggota di bidang perdagangan. Unit Agrobisnis ini juga menekankan agar anggota yang berhasil dapat menabung di SIMANIS (Simpanan Masyarakat Agrobisnis) yang akan bermanfaat untuk dapat membantu Usaha penjahitan baju yang dikelola oleh salah satu anggota Kopdit Obor Mas K o p e r a s i P e d u l i . Kini koperasi ini telah menempati gedung mewah lantai tiga. R a k y a t S e j a h t e r a 95 .955 orang (31%) adalah masyarakat umum. Kangae dan Kec. sebesar Rp100. Kemudian ditahun 1974. Unit ini dibentuk dengan modal awal bersumber dari pinjaman lunak Kementerian Negara Koperasi Republik Indonesia sebesar Rp1miliar. Kewapante. dengan jumlah simpanan anggota yang berhasil dihimpun sebesar Rp105. Kec.267 anggota. didirikan sebuah Koperasi untuk kalangan Guru SD dan Pegawai TU Dinas P dan K dengan nama Credit Union Obormas. Untuk ukuran sebuah kabupatan. Sampai akhir 2008. pemberian modal kerja bagi anggota Kopdit Obormas yang bergerak di bidang usaha Pertanian. tepatnya pada tanggang 04 November. Dengan Harapan modal ini dapat meningkatkan produktifitas usaha mereka. Karena jumlah nasabah yang semakin banyak dan jangkauan yang semakin luas. jumlah anggota berjumlah 98 orang. Alok Timur. Kopdit Obormas membuka Kantor cabang di komplek pasar tingkat sebagai tempat layanan simpan pinjam bagi Kec.25 flat/bulan. sarana prasarana yang dimiliki oleh Koperasi Kredit Obormas tergolong mewah. Lalu muncul pemikiran untuk membentuk sebuah kelompok usaha bersama simpan pinjam. pada tanggal 29 Oktober 1994.312 orang (69%) adalah Pegawai Negeri Sipil dan 1. pertama kali pemberian pinjaman diberikan kepada salah seorang guru dari Desa Nele. dengan rincian 4. Kala itu. Kesehatan No 04 Maumere lantai II. Selain itu juga dibuka Unit Agribisnis di Jl. nama CU Obormas diganti dengan nama Koperasi Kredit Obormas atau Kopdit Obormas. Dari modal sebesar tersebut. peternakan dan nelayan. yang dikenal sebagai Credit Union. atas inisiatif Yosef Doing.5% IOB atau 1. Nelle. pertanian. Tujuannya.perjalanannya disadari bahwa kelompok arisan ini tidak mampu mengakomodasi keinginan para peserta untuk menjadi lembaga yang permanen. Setelah berkiprah selama 20 tahun. dengan suku bunga 2. Kopdit Obormas telah memiliki 6. Nelayan dalam bentuk pinjaman bulanan dan triwulan.000 untuk biaya pernikahan.500. peternakan.

Dengan dana pinjaman terakhir sebesar Rp60 juta dengan jangka waktu 1 tahun. dengan keuntungan bersih rata-rata Rp 6-7 juta per bulan. Kesehatan No.anggota lain yang juga membutuhkan modal usaha. Seperti halnya Abraham. Dengan adanya dana agrobisnis Kopdit Obormas. kiprah Kopdit Obormas dinilai cukup berhasil. menurut Abraham penghasilannya lebih meningkat. Maka. Menurut Fredianto. sebagai anggota Dekopinda Kabupaten Sikka. untuk memudahkan dibuatlah kotak yang mereka isi setiap memperoleh uang dari hasil penjualan ikan atau dari usaha dagang ikan asin yang menjadi andalan pendapatan rata-rata keluarga di kawasan ini. yang mempunyai usaha sampingan peternakan ayam potong. Pengurus menggunakan boks yang kuncinya dipegang oleh petugas dari koperasi. khususnya suku Bajo yang tinggal di kawasan pantai masih suka menyimpan uang di rumah daripada di lembaga keuangan. Sikka-Maumere-NTT. Koperasi Kredit Obormas terlibat aktif sebagai anggota Puskopdit Swadaya Utama. Dengan sistem ini akan terbentuk semangat solidaritas tolong-menolong diantara pelaku agrobisnis yang menjadi binaan Kopdit Obormas. koperasi ini selalu Aktivitas petani cengkeh anggota Kopdit Obor Mas membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam nuansa saling mendukung dan saling menyelamatkan. sedangkan budaya nelayan. Sebagai sebuah badan usaha yang bergerak di jasa keuangan. Sebagai badan usaha keuangan. di Kecamatan Kawapante. Banyak anggota yang meningkat taraf hidupnya. Ada Keunikan lain dalam pemberian pinjaman kepada masyarakt agrobisnis di sektor nelayan. Koperasi Kredit Obor Mas Alamat : Jl.267 anggota 96 K o p e r a s i P e d u l i . sang Manajer Kopdit Obormas kebijakan itu ditempuh karena Unit Agrobisnis hanya melayani angsuran pinjaman bulanan atau triwulan. Nusa Tenggara Timur Berdiri : 29 Oktober 1994 Badan Hukum : Nomor: 716/BH/XIV/X/1994 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Remius Noang Jumlah Anggota : 6. ia dapat meningkatkan produksi rata-rata hasil ternak ayam potong setiap 3 bulan sehingga bisa menghasilkan Rp30 juta. R a k y a t S e j a h t e r a . Lembaga ini juga selalu menjalin dan memelihara hubungan kerjasama yang baik dengan sesame gerakan koperasi maupun dengan instansi pemerintah. 04 Maumere. salah seorang Guru SMK 1 Sikka.

The administrators use a box which key is held by a special cooperation officer.25 flat/month. This fact encouraged Yosef Doing together with Ramiggus S. Teachers in Sikka Regency were often delayed in receiving their pay checks. and others. to be exact on November 4. Sikka Regency also has coastal water area which is potential for fishermen. Parera. vanilla. Consequently. as the resource of produce such as variety of vegetable such as chilly. Kopdit Obor Mas services have also been expanded to provide services in agribusiness/ sector capitalization funding since 1 April 2005. Kopdit Obor had had 6. This institution is the embryo of cooperation that later will become ‘the light” of the community of Sikka Regency. On the other hand their daily needs had to be fulfilled. Now this cooperation inhibits a threestorey luxurious building. such program entrusted Kopdit Obor Mas to distribute working capital for members who are engaged in agribusiness sector. with the following details: 4.312 members (69%) are State Civil Servants and 1. Agribusiness sector development is the accurate step considering the topography of Sikka Regency. Yosef with his friends then established an institution to manage save loan with members who are Primary School teachers. as Civil Servants.5% IOB or 1. From there. Kopdit Obor Mas was given the trust to manage Micro and Small Entrepreneur Development Program through Save Loan Cooperation capitalization strengthening from State Ministry of Cooperation of the Republic of Indonesia in the amount of Rp 1 billion. However.KOPDIT OBOR MAS Sikka Life Light at Bukit Sikka E stablishing a cooperation may not be the goal of Yosef Doing. Fantastic. 1994 CU Obor Mas changed its name to become Credit Cooperation of Obor Mas or Kopdit Obor Mas. the teachers. Along with the establishment of such unit. to seek for alternative solution. Kopdit Obor Mas created a product in the form of monthly and quarterly loan with interest rate of 2. Further. such policy is adopted since Agribusiness Unit only serves monthly or quarterly installment. the manager of Kopdit Obor Mas. They. had less than enough income. Chairman of Teacher Working Group in Sikka Regency. Yosef. meanwhile in fishermen culture. In 1974. This has been the largest expansion ever done by Kopdit Obor Mas within several decades since it was established. mainly who are engaged in agriculture and animal farming business fields. mainly to fishermen in Kawapante District. who is the Head of Educational and Cultural Services of Sikka Regency felt concerned for the fate of Primary School teachers who were often delayed in receiving their monthly pay checks. That method was also adopted without the awareness of the fact that getting involved with loan shark was actually a non profitable act. many Civil Servants and teachers in Sikka Regency utilized loan sharks’ service as short term solution for daily life needs. Meanwhile. on October 29. K o p e r a s i P e d u l i . they still like to save their money in their homes rather than in financial institutions. Once they even received pay checks once in three months. According to Fredianto. upon Yosef Doing’s initiative. pecan.955 members (31%) are the public. After operating for 20 years. a Cooperation for Primary School teachers and Administrative employees of Educational and Cultural Services with the name of Obor Mas Credit Union was established. There is uniqueness in loan granting to agribusiness community.267 members. For fishermen. The story of Yosef concern took place in 1972. R a k y a t S e j a h t e r a 97 . which mostly is hilly. his nick name. These two men then established an “arisan” ( monthly meeting with the purpose of saving money) for Primary School teachers. especially Bajo tribe who lives in coastal area. Up to 2008.

” kata Ketua Kopdit L Swasti Sari.825. Salah satunya dengan memberikan bunga pinjaman yang lebih rendah dari unit jasa keuangan lainnya. Kota Kupang KOPERASI KREDIT SWASTI SARI Kota Kupang. artinya harus mampu melayani masyarakat miskin atau masyarakat lapisan bawah.Kesibukan di Kantor Kopdit Swasti Sari. Jumlahnya cukup besar. kini. Daniel Tapobali sedikit berpromosi. “Sesuai dengan visi Kopdit Swasti Sari bahwa koperasi harus dapat diakses oleh masyarakat pada tingkat ‘akar rumput’. kegiatan koperasi yang didirikan pada 10 April 1997 ini difokuskan pada pemberian bantuan permodalan kepada para petani dan nelayan di pantai Kupang. Karena mampu merangkul kalangan ‘akar rumput’ tersebut. Ada satu trik unik yang diterapkan Daniel. Jika lembaga keuangan mematok bunga minimal sebesar 2%. Provinsi Nusa Tenggara Timur Berani Tampil Beda apisan ‘akar rumput’ memang lapisan masyarakat ekonomi bawah. Namun jika diorganisir dengan benar. Kopdit Swasti Sari menjadi lembaga jasa keuangan yang cukup maju. Seperti koperasi kredit pada umumnya. Kopdit Swasti Sari mampu 98 K o p e r a s i P e d u l i . bahkan cukup diperhitungkan di Kota Kupang. dkk dalam merekrut nasabah. Hal itu telah dibuktikan oleh Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari.000 pada tahun 2008. mencapai Rp27. Drs. R a k y a t S e j a h t e r a .058. ternyata mereka mempunyai potensi yang luar biasa.

974. Sekadar catatan. sementara jumlah total nasabah yang sudah dilayani oleh Kopdit Swasti Sari mencapai 8. selalu kita pecahkan bersama.345. menyatakan bahwa Koperasi Kredit Swasti Sari Kupang dinyatakan Sehat dan Layak. “Jika ada anggota yang mengalami kesulitan berusaha.” kata Daniel. Trik ‘tampil beda’ ini tergolong berani. “Kalau mereka diberikan bunga yang tinggi. Drs. R a k y a t S e j a h t e r a 99 . Jumlah anggota Kopdit Swasti Sari dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil Laporan Rapat Angota Tahunan (RAT) 2008 yang dilaksanakan Maret 2009. Kopdit Swasti Sari mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Jika kurangi biaya bunga dan operasional yang harus dikeluarkan senilai Rp4.867. mereka akan kesulitan. anggota Kopdit berjumlah 4.536.701 orang. Inkopdit dan Akuntan Publik BWP dan Rekan Registerred Public Accountants Jakarta-Indonesia pada Pebruari 2009. Misalnya dari sisi keanggotaan.000 orang.676.” tambah Daniel beralibi. Baik kebersamaan antara sesama pengurus maupun kebersamaan pengurus dengan anggota.334. lebih banyak berkosentrasi pada bidang perdagangan.5% saja.670. Kopdit Swasti Sari telah membukukan omzet senilai Rp5. maka surplus Hasil Usaha (HU) yang bisa dikantongi sebesar Rp 989. Bukan hanya sisi keanggotaan saja yang mengalami kenaikan.383. Selain menyampaikan informasi tentang sejauhmana efektivitas penggunaan dana pinjaman terhadap usaha anggota. Hasilnya pun dapat dirasakan.052. Koperasi Kredit (Kopdit) yang berdiri pada 10 April 1997.memberikan bunga pinjaman hanya 1. grafik neraca keuangan juga menunjukkan peningkatan. Dalam hal pengelolaan. Berdasarkan hasil audit dari Puskopdit Bekatigade Timor. Kebersamaan dengan anggota diantaranya diwujudkan dengan rutin melakukan kunjungan ke anggota. Namun. Hingga Maret 2009. deviden/BJP yang dibagikan kepada anggota pada tahun 2008 sebesar Rp1. Daniel Tapobali yang dibantu oleh 8 karyawan selalu menekankan pentingnya kebersamaan. Di bawah kendali tangan dingin Daniel Tapobali. Salah Toko serba ada milik Kopdit Swasti Sari K o p e r a s i P e d u l i . Beralih Ke Sektor Agribisbis Awalnya.617. Rapor Kopdit Sawti Sari berhiaskan angka biru.409. kelebihan ini yang justru menarik minat masyarakat.

297.825. juga didukung oleh dana swadaya. sumber dana koperasi yang kini memiliki asset lebih Rp29 M ini.058. Kota Kupang.701 orang 100 K o p e r a s i P e d u l i .709.” kata Daniel Tapobali.000. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Berdiri : 10 April 1997 Badan Hukum : Nomor: 10/PAD/KWK/IV/1997 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Drs. Daniel Tapobali Jumlah Anggota : 4. Namun.351.satu alasannya karena base camp koperasi yang berada di jantung Kota Kupang.650. dengan rincian 65% sebagai pinjaman Kesra dan sisanya sebesar 35% merupakan pinjaman produktif. Pinjaman Beredar sebesar Rp26.702. dan Dana Cadangan Rp960.762 orang. Thamrin Oepoi. Cakupan layannya kini lebih banyak ke sektor agribisnis. “Karena ini dana program agribisnis. ya kita jalankan sesuai prosedur. di antaranya bersumber dari Simpanan Saham sebesar Rp17. jumlah pinjaman yang dicairkan untuk sektor ini sebesar Rp 27. R a k y a t S e j a h t e r a . KSP Swasti Sari kemudian banting stir.020.852. Simpanan Non Saham sebesar Rp4. Selain modal pinjaman dari pemerintah. Pada tahun 2008.448.153. Cengkeh hasil dari petani anggota Kopdit Swasti Sari Koperasi Kredit Swasti Sari Alamat : Jl. dengan memberikan bantuan permodalan para petani jagung dan nelayan di pantai Kupang.214. ketika koperasi ini mendapat bantuan dana bergulir agribisnis melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM Rp1 miliyar pada tahun 2005.598. Jumlah ini dialokasikan untuk 1.

” concluded Daniel. both with administrators. especially corn farmers and fishermen in Kupang beach. Kopdit of Swasti Sari also scrolled their own fund to strengthen such capitalization for farmers. East Nusa Tenggara Dare to be Different ow class community. One of which is by ways of providing lower loan interest than any other financial services. With such large scrolling loan fund. Up to March 2009. The number of Kopdit of Swasti Sari members increased from one year to another. This “appear differently” trick is quite daring. now Kopdit of Swasti Sari—established on April 10. However. both as members and non members. indeed. Tracing back the story of Kopdit Swasti of Sari. not only strengthening fund in the amount of Rp 1 billion that was scrolled.058. Kopdit service scale is more open. Kopdit of Swasti Sari is able to provide loan interest in the amount of only 1. If a financial institution sets a minimum interest in the amount of 2%. Meanwhile farmers and fishermen in the area of sub-urban in the city of Kupang expected that they could also obtain capital aid service. One of the reasons is that the cooperation base camp which is located in the heart of the City of Kupang is the busiest transaction center throughout such NTT capital city. “I think. 1997— becomes an advanced financial service institution. it is even quite prominent in the City of Kupang. NTT.KOPDIT SWASTI SARI Kupang. Daniel Tapobali together with eight staff always emphasize the important meaning of togetherness. Just like any other cooperation in general. Kopdit of Swasti Sari actively distributes credit fund that is normally utilized as working capital for farmers and fishermen in Kupang beach. “Innovation is important. the number of members of Kopdit was 4. which is to sit together to solve problems faced by the members or otherwise. one thing that can be modeled is the innovative nature adopted by the administrators. in the amount of Rp 1 billion. Considering the favorable track record of Kopdit of Swasti Sari that shows this Kopdit has successfully managed scrolling loan fund. while the total number of customers serviced by Kopdit of Swasti Sari reached 8. even though for that we are considered as different. they will face difficulties.000. Indeed. Such experience has been proven by Credit Cooperation (Kopdit) of Swasti Sari in the city of Kupang. Their wishes were granted. Chairman of Kopdit of Swastisari providing alibis.825. in 2005 this cooperation was participated in capital strengthening program through sector scrolling fund aid through State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business in the amount of Rp 1 billion. of course crucial question arises: What is the secret behind the success of that Kopdit of Swasti Sari? There is one strategy applied by Daniel and partners administrators of Kopdit in recruiting customers.” said Daniel. fund source of the cooperation that now owns asset worth more than Rp 29 billion is also supported by independent fund. K o p e r a s i P e d u l i .5%. will show outstanding potential. who generally has low income. if “handled” properly. that is the meaning of togetherness in cooperation basis.701. then it harvested the interests of those who wish to become customers and members. L In terms of management. R a k y a t S e j a h t e r a 101 .000. Since it was able to put its hands around the “grass root” class. “If they are given high interest. KSP of Swasti Sari service scale was extended by opening credit services for agricultural sector. and with members. Initially Swasti Sari Credit Cooperation concentrated in trading field. that only services members. Different from KSP. The number is quite large during 2008 which reached Rp 27.” added Daniel Tapobali. In addition to loan capital from the government.

102 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

KALIMANTAN TENGAH Central Kalimantan K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 103 .

K operasi Simpan Pinjam Surya Sekawan dibentuk pada tahun 1997 dengan modal awal tak lebih dari Rp 10 juta itu. yang kemudian disebutsebut sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini. Dana bergulir sebesar Rp1 miliar pun mengucur ke kas koperasi ini. Tak hanya para pengurus. tapi juga para 104 K o p e r a s i P e d u l i .Muhammad Nasir di Kantor KSP Surya Sekawan di Jl Barito no. berkawan dengan pemerintah. Kinerja positif itu akhirnya menghantarkan Surya Sekawan terpilih sebagai koperasi peserta Program Agribisnis/Sektoral pada periode tahun 20042005. Kalimantan Tengah KSP SURYA SEKAWAN Kab. tapi juga para anggota. status KSU pun dinaikkan menjadi Koperasi Simpan Pinjam. Provinsi Kalimantan Tengah Berkawan ala Surya Sekawan Berkawan dengan anggota. 26 Kuala Kapuas. Jika sekarang ini KSP Surya Sekawan mendapat label sebagai koperasi berprestasi hal itu tentu saja tak diperoleh tanpa sebab. Tak hanya para pengurus. Pada tahun 2003. berkawan dengan perbankan. Kapuas. R a k y a t S e j a h t e r a . dan berkawan dengan pengusaha. menjadi satu kata. Amanah. menjadi satu kata. Amanah. yang kemudian disebut-sebut sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini.

KSP Surya Sekawan tak lagi milik warga Muhammadiyah. seperti Kecamatan Kapuas Hilir. wajar jika kemudian Surya Sekawan dipilih sebagai nama koperasi yang kini telah mengelola dana pinjaman bergulir senilai Rp 2. R a k y a t S e j a h t e r a 105 . seorang pensiunan PNS Dinas Pertanian yang sudah beberapa periode terakhir dipercaya sebagai Ketua KSP Surya Sekawan. Hj. *** Sedikit kilas balik. namun empat tahun mendatang. berkawan dengan pemerintah.9 miliar itu. Meski hingga tulisan ini disusun ia belum pernah memanen karet dari 3. Naji Maturpah. “Memang.anggota. Di beberapa daerah. yang pada tahun 2006 memperoleh pinjaman bergulir sebesar Rp20 juta dari KSP Surya Sekawan. tapi siapapun bisa menjadi anggota koperasi ini. “Berkawan dengan anggota. Muhammad Nasir. Menilik latar belakangnya itu. Kecamatan Pulau Petak. seiring dengan skala layanan yang telah berkembang hingga ke beberapa kecamatan tetangga di sekitar Kecamatan Selat. Kini. dan Kecamatan Kapuas Timur. Tidak sedikit dari para anggota itu kini berada pada taraf hidup yang jauh lebih baik sejak bergabung dengan KSP Surya Sekawan. Beberapa figur anggota koperasi penerima pinjaman bergulir bahkan telah mampu mengembangkan usahanya pada level yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. tapi juga konsisten dan kerja keras. dan berkawan dengan pengusaha.” jelasnya. Di empat kecamatan itu. Juga. Pandih juga menyebut sebuah strategi yang menurut ia menjadi simpul kesuksesan KSP yang kini ia pimpin: perkawanan. koperasi ini awalnya didirikan oleh para pengurus Muhammadiyah. “Amanah bukan sekadar dalam makna jujur. kelahiran koperasi ini tak bisa dilepaskan dari peran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kapuas.” lanjut Pandih.” tegas Pandih. Kecamatan Kapuas Hilir. saat ini tersebar 225 orang anggota KSP ini. seorang pengusaha peternakan burung puyuh. koperasi yang dikelola oleh lembaga berlatar belakang Muhammadiyah pun diberi nama serupa. berkawan dengan perbankan. Pengurus dan karyawan KSP Surya Sekawan K o p e r a s i P e d u l i .000 pohon karet yang bibitnya ia beli dari dana pinjaman bergulir. Selain amanah. Nasir akan segera menikmati hasilnya (lihat boks: Mereka yang Tersenyum di Bibir Kapuas). Sebut saja. petani kebun karet di areal tanah hutan rakyat di Desa Barimba.

Hj. oleh BPD Kalteng KSP Surya Sekawan memiliki reputasi terpuji. untuk mengantisipasi kredit macet semacam ini. Saat ini. Selain disiplin melakukan angsuran pinjaman. Anggotaanggota yang baru akan memulai usaha pun tetap mendapatkan pinjaman. KSP telah menunaikan kewajiban pengembalian 106 K o p e r a s i P e d u l i . Nah. Namun demikian.9 miliar. “Meski dinamai tim buser. anggota-anggota yang telah memiliki basis usaha kuat memang mendapat semacam kemudahan untuk menerima pinjaman. “Setidaknya. Bayangkan. *** Sebagai koperasi peserta Program Perkuatan Modal KSP Agribisnis/Sektoral. peluang menjadi kredit macet semakin kecil. dari total pinjaman bergulir Program Agribisnis/Sektoral yang pernah diterima KSP Surya Sekawan. setidaknya Umi bisa menambah pundi-pundi tabungannya hingga Rp 6 juta per bulan. ia bisa menabung sebesar Rp200 ribu per hari. Dari jumlah pinjaman pokok sebesar Rp1 miliar tersebut. Pemilik usaha restoran bakso. KSP jelas pantang pilih kasih. koperasi ini juga dianggap memiliki strategi yang efektif dalam memilih anggota penerima pinjaman. tapi dalam praktiknya tidak sesangar namanya.5 juta hingga Rp2. menurut laporan keuangan per bulan Juli 2009. nama Umi Suyatmi juga pantas dimunculkan sebagai profil anggota yang sukses mengelola usaha berkat dana pinjaman dari KSP Surya Sekawan. Menurut Pandih. pengurus KSP membentuk sebuah “tim buser” yang secara intensif melakukan pendekatan persuasif kepada anggota yang menunggak tersebut.” ungkap Pandih menjabarkan kebijakan itu. Besaran dana pinjaman berupa suntikan modal usaha tadi memang bervariasi antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta dengan bunga pinjaman sebesar Rp 16 % per tahun. soto babat dan rawon ini memang memulai usaha rumah makannya dengan modal sendiri pada tahun 2006. ia mengajukan pinjaman permodalan sebesar Rp 15 juta pada tahun 2008 dan Rp20 juta pada tahun 2008. Pada tahun 2006. Naji Maturpah. R a k y a t S e j a h t e r a . anggota KSP Surya Sekawan di peternakanan burung puyuh miliknya Selain dua pengusaha di bidang agribisnis tadi. Kini dengan omset Rp1. justru kedatangan tim tersebut untuk membantu mencari solusi masalah. Memang. Itulah salah satu bentuk berkawan dengan anggota tadi. tak semua anggota yang menerima pinjaman permodalan itu disiplin menunaikan angsuran.5 juta per hari. dana tersebut telah berkembang hingga mencapai Rp 2.” lanjut Pandih.

Kab. Barito No. “Kami pasti bisa mewujudkan itu. Salah satunya. Selain itu. KSP Surya Sekawan : Jl. misalnya. Profil kinerja yang semacam itu tak terlepas dari strategi manajemen yang diterapkan para pengampu koperasi ini. R a k y a t S e j a h t e r a 107 . KSP Surya Sekawan juga telah menunaikan kewajiban bunga pinjaman sebesar Rp120 juta. komunikasi dengan BPD Kalteng pun terbina dengan baik. Bahkan. terutama dalam jejaring pemasaran hasil produksi anggota koperasi. Kepala Cabang BRI Kuala Kapuas didaulat sebagai Pengawas pada struktur kepengurusan KSP Surya Sekawan. pengurus lain pun mendapat giliran tugas serupa.” simpul Pandih mengakhiri. para pengurus KSP Surya Sekawan mengimpikan sebuah sinergi yang saling menguntungkan antara KSP dan para pengusaha itu. tanggal 9 Februari 2006 Tahun Perkuatan Modal : 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Pandih M. tentu saja tak membuat para pengurus KSP Surya Sekawan berpuas diri. Di masa mendatang. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami kerjakan.26.” lanjut Zulianto. Sekretaris KSP. telah dibuat sebuah program tabungan khusus bagi para anggota KSP.Pengurus KSP Surya Sekawan mengunjungi salah seorang anggota KSP yang mengelola usaha perkebunan karet senilai Rp280 juta. selama dua tahun. program jejaring kemitraan dengan komunitas pengusaha di wilayah itu. Kuala Kapuas.” ungkap Zulianto melengkapi. Selain itu. ada pengawas yang ahli di bidang Alamat akuntansi dan perbankan. “Setidaknya. Sederet rapor biru tadi. Surya Sekawan akan terus menjalin perkawanan dengan siapapun.S. Pandih.Sp Jumlah Anggota : 225 orang Jumlah Karyawan : 12 orang K o p e r a s i P e d u l i . rutin melakukan safari kunjungan ke rumah-rumah anggota koperasi. Selain Pandih. Provinsi Kalimantan Tengah Berdiri : Tahun 1997 Badan Hukum : No: 333/PAD/DPPK/KOP-1/II/2006. Yang unik.

Helmi. di Kecamatan Kapuas Hilir. seorang warga Kelurahan Umbulau. Di luar sana. ia kemudian mengajukan suntikan modal sebesar 20jt pada tahun 2008.000 per kg maka omset usaha kebun karet miliknya itu akan mencapai Rp 20 jt per bulan. Kecamatan Kapuas Hilir. Dengan asumsi harga getah karet itu Rp. Hj. berhasil melunasi pinjaman itu sebelum tenggat akhir pinjaman. Suryadarma. Namun.” ungkap ia.000 ekor. tersebut seorang petani karet bernama Muhammad Nasir. dengan usaha ini saya sudah bisa mempekerjakan penduduk kampung. 108 K o p e r a s i P e d u l i . Helmi. Sementara itu. menambah skala usaha distribusi pupuk produksi Petrokimia Gresik dari suntikan modal usaha sebesar Rp20 juta pada tahun 2007. hanyalah segelintir nama yang senyumnya terabadikan dalam buku ini. pemilik usaha toko pakaian di Pasar Sari Mulya. Kelak.10. Nama-nama tadi. anggota koperasi ini tersebar hingga ke bibir sungai yang membentang hingga ke Propinsi Kalimantan Selatan itu. R a k y a t S e j a h t e r a . anggota KSP Surya Sekawan pemilik usaha toko pakaian di Pasar Sari Mulya. tempat para pengurus KSP Surya Sekawan berkantor memang tak berada di bibir sungai Kapuas. Nasir akan bisa memanen setidaknya 500 kg getah karet per satu hektar atau sekitar 2 ton getah karet per bulan. yang seluruhnya dipergunakan untuk membeli bibit pohon karet sebanyak 3. Ia telah dua kali mendapatkan pinjaman suntikan modal usaha masing-masing senilai Rp 20 jt rupiah pada tahun 2006 dan tahun 2008. Dengan skala usaha yang seperti itu ia bisa mengantongi laba bersih senilai Rp 8 jt per bulan. Kini. Kuala Kapuas H. total asset yang dikelola telah mencapai Rp 200 jt. seorang anggota KSPSurya Sekawan di gudang pupuk miliknya Mereka yang Tersenyum di Bibir Kapuas J arak Desa Selat Hulu. Alhasil. bahkan. Ia juga penerima pinjaman dana bergulir. Suryadarma. Kuala Kapuas.000 bibit karet. Ia. H. Naji Maturpah. Di Desa Barimba. Memulai usaha penanaman pohon karet dengan modal awal sebesar Rp 60 jt di atas lahan kelola seluas 4 hektar. senyum yang ditebar oleh keberhasilan KSP Surya Sekawan ini pun merambat hingga ke bibir Kapuas. jika telah menuai panen.000 butir per hari. Penerima pinjaman lain bernama Hj. senyum-senyum anggota lain mengembang mengiringi asa yang kian benderang. Usaha peternakan puyuhnya saat ini telah berkembang hingga sekitar 3. dengan rata-rata produksi telur sebanyak 4. sekitar empat tahun mendatang.Hj. “Setidaknya. misalnya.

In addition. in 2006 obtained scrolling loan in the amount of Rp 20 million from KSP Surya Sekawan. not all members who have received such capitalization loan are discipline in paying installment. As a cooperation that is a member of Agribusiness/Sector KSP Strengthening Program. such as Kapuas Hilir District. KSU status was promoted to become Save Loan Cooperation. KSP is not allowed to apply favoritism. this cooperation is also considered as having effective strategy in selecting loan receiver members. A special savings for KSP members has even been established. to anticipate this type of non performing credit. the total amount of Agribusiness/Sector program scrolling that was received by KSP Surya Sekawan. being friends with the government. being friends with banking. according to financial report per July 2009. The unique thing is Branch Head of BRI Kuala Kapuas is assigned to become the Supervisor in KSP Surya Sekawan administrative structure. KSP has fulfilled its obligations to return the loan in the amount of Rp 280 million. and East Kapuas District. KSP Surya Sekawan has a remarkable reputation. Now. for example. Well. Hj. Scrolling fund in the amount of Rp 1 billion was distributed to this cooperation treasury. members who have strong business basis indeed have some sort of facility in receiving loan. KSP Surya Sekawan has also fulfilled its obligation in returning the loan interest in the amount of Rp 120 million. Indeed. Such positive performance finally brought Surya Sekawan to be selected as participating cooperation in Agribusiness Sector KSP Capitalization Strengthening Program for the period of 2004.” continued Zulianto. In managing KSP Surya Sekawan. KSP administrators established what is so called as an “ambush team” which intensively conducts intensive approach to such members who are in arrears. According to Pandih. for two years. In 2003. The new members who are just commencing their business will also obtain loan. administrators apply trusteeship philosophy. Naji Maturpah. an entrepreneur of quail farm. This type of performance profile is inseparable from management strategy applied by these cooperation administrators. Many of them have now been living in better living standards since they joined with KSP Surya Sekawan. In these four regencies at this time there are 225 members of this KSP. R a k y a t S e j a h t e r a 109 . In ad- S dition to being discipline in paying for loan installment. Pandih. From the principal loan in the amount of Rp 1 billion. namely: “Being friends with the members. and being friends with entrepreneurs”. the service scale has also been developed up to several neighboring districts that surround Selat Regency. However. the communication with BPD has also been favorable. Besides that. according to BPD Kalteng. Pulau Petak District.9 billion. regularly visits the cooperation members’ homes. In addition to trusteeship. there is a strategy that is believed to the knot of this KSP Surya Sekawan success. “At least there is an expert in accounting and banking as a supervisor. At this time.KSP SURYA SEKAWAN Kapuas Being Friends like Surya Sekawan urya Sekawan Save Loan Coopera tion was established in 1997 with working capital of not more than Rp 10 million. has developed to up to Rp 2. Secretary of KSP. Just to name one. K o p e r a s i P e d u l i . Some of members of scrolling loan receiver cooperation have even been able to develop their business to the level that they had never expected before. along with this KSP financial ability.

R a k y a t S e j a h t e r a .110 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 111 .SULAWESI UTARA South Sulawesi K o p e r a s i P e d u l i .

Alfi juga bergantung dari hasil budi daya cengkeh.Suasana Kantor Pelayanan KSP Ayamen Mandiri. Jika harga sedang bagus. ia menghidupi istri dan dua orang anaknya. Selain hasilnya yang melimpah. Bentuk hubungan yang dimaksud adalah pemanfaatan fasilitas pinjaman modal usaha yang disediakan lembaga keuangan oleh para petani cengkeh. Ia senantiasa tersenyum setiap kali melihat kebun cengkeh miliknya mulai berbuah. Tak lama lagi musim petik tiba. 35 th. Alfi adalah salah satu petani cengkeh di Desa Kombi. sumringah pada hari-hari belakangan ini (akhir Juli 2009 lalu). Seperti kehidupan petani cengkeh pada umumnya. ia akan panen cengkeh.5 hektar. Alfi bisa mengantongi untung yang lumayan besar. Kecamatan Kombi. Dari hasil kebun seluas 1. cengkeh dari Kombi terkenal karena mempunyai kualitas yang bagus. R a k y a t S e j a h t e r a . Maka. Setiap menjelang musim panen. Letak geografi Kombi yang berada di daereh pegunungan sangat cocok untuk budi daya jenis tanaman ini. Kabupaten Minahasa KSP AYAMEN MANDIRI Kabupaten Minahasa. Bukan 112 K o p e r a s i P e d u l i . Kabupaten Minahasa. berharap panen kali ini menuai hasil melimpah. tak heran jika sebagian besar masyarakat Kombi tertarik untuk mengembangkan jenis komoditas cengkeh. ia selalu sibuk merawat kebun cengkeh miliknya. Nama Kombi bagi sebagian orang memang sudah tak asing lagi. Kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Eris sejak tahun 1962 ini dikenal sebagai salah salah satu produsen cengkeh terbesar di Minahasa. Provinsi Sulawesi Utara Mitra Petani Cengkeh W ajah Alfi Waleleng. Peran lembaga keuangan sebagai mitra petani terjalin baik di sini. bahkan seantero Provinsi Sulawesi Utara.

“Pada musim tanam banyak anggota yang mengajukan pinjaman. Dari sisi keanggotaan. Dulu kami pinjam uang dari bank harian. misalnya. namun kesulitan mengembalikan karena harus menyetor tiap hari. sementara Bank Prisma Dana berperan menjadi pensuplai dana bagi KSP kekurangan dana untuk memenuhi permintaan pinjaman. KSP Ayamen Mandiri dipercaya untuk mengelola Progran Dana Bantuan Perkuatan KSP Agribisnis/ Sektoral pada tahun 2006. Salah satunya adalah Koperasi Simpan Pinjam Ayamen Mandiri. “Koperasi ini sangat membantu kami. Puncak kinerja pada empat tahun usianya. Layanan KSP Ayamen Mandiri bagi warga mendorong warga lain yang belum menjadi anggota mengajukan aplikasi permohonan Alfri Waleleng merasa lebih mudah dan nyaman mengajukan kredit di koperasi untuk modal bertani cengkeh K o p e r a s i P e d u l i . bantuan modal usaha itu pun terkucur dari lembaga keuangan seperti koperasi. Lantaran program ini pula. Bank Sulut merupakan bank penyalur dana bergulir agribisnis Rp1 miliar.” kata Alfi. jumlahnya bertambah dari waktu ke waktu. namun juga telah merambah ke beberapa desa di Kecamatan Kombi. KPS Ayamen Mandiri adalah alasan senyum Alfi di atas. Koperasi yang berkantor di Desa Kombi ini telah lama menjadi mitra masyarakat di Kecamatan Kombi. Ketika itu.P Montong. bahkan berinovasi. interaksi yang baik telah tercipta sejak KPS itu masih berbentuk Koperasi Unit Desa (KUD)— berubah menjadi KSP pada tanggal 6 Januari 2005 lalu. Bahkan. Kini kami memilih koperasi karena bisa bayar setelah panen. khususnya pada momen-momen tertentu. Biasanya kami kekurangan dana. Sejurus dengan itu. KSP Ayamen Mandiri menjalin kerja sama dengan dua bank di Sulawesi Utara. Meski baru berusia empat tahun.” kata Ketua KSP Ayamen Mandiri. yakni Bank Sulut dan Bank Prisma Dana. R a k y a t S e j a h t e r a 113 . Hesky Z. kepercayaan masyarakat menjadi vitamin-suplemen tersendiri bagi pengurus KSP Ayamen Mandiri untuk terus berkiprah. Hubungan antara KPS Ayamen Mandiri dan masyarakat cukup harmonis.hanya dari bank milik pemerintah dan swasta. koperasi ini telah menunjukkan pola kinerjanya yang baik. dan cakupan layanannya pun semakin meluas. KSP Ayamen Mandiri tak hanya sebatas berkiprah di Desa Kombi. Wajar jika KSP Ayamen Mandiri telah dikenal luas masyarakat. Hingga tahun 2008 jumlah anggota KSP telah mencapai 120 orang. Alfi adalah salah satu nasabah KSP Ayamen Mandiri yang paling aktif.

256. tambah Hesky. Bagaimanapun.000. Kabupaten Minahasa. jumlah HSU melonjak hingga dua kali lipat. “Kami hadir sebagai mitra bagi para petani. Angka ini cukup fantastik jika dibandingkan dengan jumlah kekayaan awal ketika berdiri yang hanya Rp 40 juta.701.P Montong. Tapi yang jelas. kini. tanggal 6 Januari 2005 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2006 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp1.000 Ketua : Drs. Pada tahun 2008.P Montong. Bila pada 2006.” kata Hesky Z. Montong Jumlah Anggota : 120 orang 114 K o p e r a s i P e d u l i . tak semua aplikasi serta merta dikabulkan. jumlah kekayaan KSP pada tahun 2008 berada pada level Rp 1. tetapi menarik jika dilihat dari kontribusinya terhadap kekayaan koperasi.575. Angka-angka tersebut tidak terlalu besar.P. Bahkan tak jarang Ketua KSP turun langsung untuk berdialog dan mendengar keluh kesah anggota. Meskipun hubungan demikian dekat.354.575.000. “Kami berusaha mengenal lebih dekat para anggota maupun calon anggota. Angka Sisa Hasil Usaha (SHU) pun naik dari tahun ke tahun.menjadi anggota. Salah satunya. jumlah SHU senilai Rp 27.323. yakni mencapai Rp 45. tak ada gading yang tak retak.354. Memang. menjadi salah satu koperasi unggulan di Minahasa. Meskipun telah mencapai beberapa prestasi dinamika positif KSP Ayamen Mandiri tadi sesekali tersandung kendala. Ia berharap kerja sama antara koperasi dan masyarakat tetap terjalin secara harmonis. Kecamatan Kombi. *** Memang. Bagi KSP. KSP tetap bisa menerapkan sistem sanksi berupa denda sebesar 30% dari besarnya pinjaman terhadap setiap kasus keterlambatan pengembalian pinjaman.000. Menurut Hesky Z. ulah nasabah ‘nakal’ yang enggan mengembalikan pinjaman tepat waktu. pertambahan jumlah anggota itu berimplikasi pada necara keuangan koperasi. Provinsi Sulawesi Utara Berdiri : 10 Mei 1997 Badan Hukum : No: 2499/BH-KOP. tambah Hesky. kedewasaan anggota adalah modal bagi sebuah pola kemitraan yang sehat. Hesky Z. pada dua tahun berikutnya. Untuk meminimalir angka kemacetan itu.865. 2008. R a k y a t S e j a h t e r a .718.” simpul Hesky. Lahan perikanan nmilik anggota KSP Ayamen Mandiri KSP Ayamen Mandiri Alamat : Desa Kombi. Dalam bermitra perlu ada pola kemitraan yang sehat di antara koperasi dan petani. merupakan upaya untuk membantu para petani yang rata-rata kesulitan mendapatkan pinjaman modal kerja. kunjungan dan pembinaan rutin terhadap anggota pun dilakukan. Tak berlebihan jika KSP Ayamen Mandiri. Semua langkah tadi. kebijakan sanksi tersebut ditempuh untuk mendewasakan anggota. omzet koperasi mencapai Rp 1.

Hesky Z. The relation between KPS Ayamen Mandiri and the community is quite harmonious.354. the trust of the community becomes a supplement vitamin for KSP Ayamen Mandiri administrators to keep acting. It is obvious that KSP Ayamen Mandiri has been widely known. meanwhile Prisma Dana Bank has the role of fund supplier for KSPs that are lack of fund to fulfill loan request. has become one of superior cooperations in Minahasa. In terms of membership. the number increases from time to time. KSP Ayamen Mandiri cooperated with two banks in North Sulawesi. We used to borrow money from daily bank. to apply for membership. and even innovating. regular visits and development on members are conducted. In line with that. The new district as a result of Eris District extension since 1962 has been known as one of the largest clove producers in Minahasa. Alfi is one of the most active customers of KSP Ayamen Mandiri. who is also one of the farmers there. KPS Ayamen Mandiri is the reason of Alfi’s smile above. Sulut Bank is the distributing bank for agribusiness scrolling fund in the amount of Rp 1 billion. the number of KSP members reached up to 120 people. According to Hesky Z. the value of asset of KSP in 2008 was at the level of Rp 1. this cooperation has shown its favorable performance pattern. “In the planting season there are many members who apply for loan. The intended form of relationship is the utilization of business capital loan provided by financial institution by clove farmers. but we found it difficult to return the money because we had to deposit every day. Now we choose cooperation because we can pay after the harvest. even in the entire North Sulawesi Province. The peak performance of its fourth year.” said Chairman of KSP Ayamen Mandiri. It is also quite often that Chairman of KSP directly participates and has dialogs as well as listens to the grievances of members. such business capital is also provided by financial institution such as cooperation. To minimize the amount of non performing loan. for example. KSP Ayamen Mandiri was trusted to manage Agribusiness/Sector KSP Aid Fund Program in 2006. Not only from state and private owned banks. especially on specific moments. This number is quite fantastic if it it is compared to the number when the cooperation was first established which was only Rp 40 million. T Until 2008. Then. and its service coverage became wider.000. No wonder if most of Kombi communities are interested in developing clove commodity type. The financial institution as farmers’ partner plays a very good role here.” said Alfi. Geographic location of Kombi which is on the mountain range is suitable for the cultivation of this type of plant.P Montong. not all applications could merely be granted. The service of KSP Ayamen Mandiri for denizens. R a k y a t S e j a h t e r a 115 . Even though it is only four years old. K o p e r a s i P e d u l i . “This cooperation helps us a lot. However it is clear that such number of members increase implicates the cooperation financial balance. KSP Ayamen Mandiri was not limited to only operate in Kombi Village. Due to this program also. but also had spread to several villages in Kombi Regency. Indeed. the clove from Kombi is famous for its good quality. The Cooperation that has its office at Kombi Village has been the partner of the community in Kombi Regency for a long time.KSP AYAMEN MANDIRI Clove Farmers Partner he name “Kombi” for some people does not sound strange anymore. encourages other denizens who are non members. It will not be exaggerating to say that KSP Ayamen Mandiri. namely Sulut Bank and Prisma Dana Bank. now. The favorable interaction that has been created since such KPS was still in the form of Village Unit Cooperation (KUD)— changed to become KSP on 6 January 2005.575. In addition to its abundance produce. Usually we are lack of fund. One of such cooperations is Save Loan Cooperation Ayamen Mandiri.P Montong.

Suasana pelayanan di KSP Tamporok Timampas KSP TAMPOROK TIMAMPAS Kab. Uang sebesar itu ia gunakan untuk untuk membeli bibit K o p e r a s i P e d u l i . Bantuan modal sejumlah Rp 5 juta pun ia peroleh. “Jika mengingat masa-masa itu penghasilan torang pas-pasan. dan mujair. gurami. yang kelak melahirkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas. Ketika usahanya mulai berbuah hasil. Kolam-kolam itu ia gunakan untuk membesarkan ikan-ikan mas. Di balik kebersahajaannya itu sesungguhnya ia adalah perempuan pengusaha tangguh. Ia tinggal di Desa Tatelu. Sumiati mengajukan perkuatan modal usaha perikanan yang ia kelola. Tahun 2005. Minahasa Utara. Beruntung Sumiati adalah anggota KUD Tamporok.” kenang Sumiati. Sumiati adalah pengelola usaha kecil sektor perikanan darat. yang masing-masing berukuran 10 x 20 meter. Sejak tahun 2001 silam. Sumiati pun mendaftar menjadi anggota KSP. perempuan yang kini berusia 38 tahun itu mengawali bisnisnya dengan sebuah kolam ikan. Bersama sang suami. penerima perkuatan modal dari dana bergulir Program Agribisnis/Sektoral. R a k y a t S e j a h t e r a . dan beberapa lagi di Manado. Ketika KSP Tamporok Timampas terbentuk pada tahun 2003. Sebuah kolam tambahan pun ia sewa. Provinsi Sulawesi Utara Buka Peluang Lebar-lebar. Ketat Bersyarat S 116 umiati adalah sosok wanita bersahaja. Kecamatan Dimembe. yang kelak ia suplai ke rumah-rumah makan di Minahasa.

kini Sumiati kembali meminjam perkuatan modal sebesar Rp 15 juta. Beruntung. Selain menyuplai ikan untuk kebutuhan rumah-rumah makan di Minahasa dan Manado. Suatu ketika. aral seperti itu tak lantas menyurutkan semangatnya untuk maju. Kelahiran KSP ini memiliki sejarah erat dengan eksistensi KUD Tamporok. Kini. satu dari sekian anggota KSP Tamporok Timampas yang berhasil menaikkan taraf hidupnya. Pinjaman modal itu ternyata efektif menaikkan skala usaha kolam ikan miliknya. Desa Wassian. Awalnya. Kali ini sebesar Rp 10 juta. Bahkan. Desa Warukapas.Sumiati dan usaha budidaya ikan air tawar ikan dan pakan. Terkadang. Itulah sekelumit kisah tentang Sumiati. Delapan tahun berselang.5 juta. seperti Desa Pinilih. Penuh onak dan duri. Ratusan warga desa-desa itu kini antri menunggu persetujuan untuk menjadi anggota KSP Tamporok Timampas. dan Desa Klabat. aplikasi pinjaman tahap kedua yang ia ajukan diterima. bahkan kegagalan. warga desa-desa di sekitar Tatelu. KUD Tamporok S e j a h t e r a 117 . grafik usaha Sumiati tak selamanya meniti jalan mendaki. Ikan-ikan mas K o p e r a s i P e d u l i . Memang. dalam sebulan kini ia bisa memperoleh laba bersih senilai Rp 4. terselip juga kisah duka dalam mengelola usaha miliknya. kini Sumiati telah memiliki enam kolam ikan. Sumiati juga berjualan ikan di Pasar KUD Tamporok pada setiap hari Minggu. Sumiati pernah mengalami kerugian besar akibat ikan-ikan yang ia biakkan terserang penyakit. *** Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas berdiri pada tahun 2003. Desa Lumpias.” tegas Sumiati. Bahkan. bukan untuk membeli barangbarang kebutuhan rumah tangga. berkat kegigihannya mengelola usaha. R a k y a t yang sudah siap panen itu tiba-tiba mati. Lantaran termasuk anggota KSP yang disiplin menunaikan angsuran pinjaman. “Semua uang itu torang gunakan untuk modal usaha. Sumiati tipe pengusaha gigih. Keberhasilan Sumi mengelola dana bergulir permodalan jelas menginspirasi warga lain di Desa Tatelu.

Tahun demi tahun neraca keuangan menunjukkan peningkatan yang cukup untuk membuat para pengurus KSP ini tersenyum puas. “Peningkatan itu diperoleh dari laba usaha simpan pinjam yang dijalankan. Beberapa penjajakan kerjasama dengan badan usaha lain. dana senilai itu jelas tergolong minim. Juliantje Kaunang. Bayang-bayang KSP yang gulung tikar karena seret modal sempat menghantui para pengurus KSP Tamporok Timampas. Hanya berselang tiga tahun. Seiring dengan dinamika USP itu. Jumlahnya tidak besar. KSP Temporok pada 2008 telah menyetor dana sebesar Rp 100 juta ditambah bunga. Berkat disiplin mengelola sistem. yang selanjutnya diberi nama KSP Tamporok Timampas. Hanya Rp. sebagai penyalur dana bergulir agribisnis Rp 1 miliar.230. Berkaca dari jejak rekam KSP Tamporok Timampas tadi wajar jika kemudian proposal mereka untuk bantuan perkuatan modal Program Agribisnis/Sektoral sebesar Rp 1 miliar terkabul pada tahun 2005. Berdasarkan track record Bank Sulsel. Modal awal KSP ini tentu saja berasal dari kas USP yang menjadi cikal bakal kelahirannya. Bantuan permodalan sebesar Rp 250 juta pun mengucur pada akhir tahun 2003. R a k y a t S e j a h t e r a . Pasar tradisional milik KUD Tamporok.mengelola sebuah unit simpan pinjam (USP). Permodalan Nasional Madani (PNM). Grafik neraca keuangan pun setali dua uang. Keberhasilan KSP Tamporok Timampas menggali berbagai potensi permodalan efektif menggerakkan grafik aset dan neraca keuangan KSP ke level yang lebih baik. tepatnya pada akhir 2004. Hasilnya.147. Untuk ukuran sebuah koperasi simpan pinjam. telah berkembang menjadi lebih dari Rp 2 miliar. Singkat cerita.509. saat ini aset yang dimiliki sudah bernilai Rp 800 juta. Setahun kemudian. terbentuklah Koperasi Simpan Pinjam (KSP).” ungkap Ketua KSP Tamporok Timampas. berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan Tahun 2003. para pengurus KSP baru itu pun mulai menyusun strategi. Menurut data KSP. empat tahun kemudian. beberapa tokoh KUD Tamporok kemudian mengusulkan agar unit usaha simpan pinjam itu dikukuhkan saja menjadi sebuah koperasi tersendiri yang memiliki badan hukum. tempat para anggota KSP Tamporok Timampas memasarkan hasil panen 118 K o p e r a s i P e d u l i . KSP Tamporok Timampas berhasil menjalin kerjasama dengan PT. Keberhasilan itu juga mempengaruhi tingkat pengembalian dana pinjaman ke bank. seluruh pinjaman dari PT PNM tersebut berhasil dilunasi. Tak ingin bernasib serupa. baik swasta maupun lembaga pemerintah dilakukan. yang baru saja berdiri itu. dana bergulir sebesar Rp1 miliar itu kini. KSP Tamporok Timampas kembali mendapat suntikan modal serupa sebesar Rp500 juta.

300. Misalnya keberhasilan pengurus KSP dalam menembus birokrasi lembaga usaha yang selama ini terkesan enggan bekerja sama dengan koperasi. besaran pinjaman atau kredit yang disalurkan bervariasi. misalnya. Untuk syarat yang satu ini pengurus tidak memberi toleransi. “Kami harus selektif dalam menerima anggota. Rondor dan Klabat.808. mulai dari yang terkecil Rp500 ribu hingga Rp20 juta dengan berbagai program pilihan.998. Pemerintah Daerah mulai mempertimbangkan keberadaan KSP.925. di masing-masing desa ditempatkan seorang manajer. Sebagai bentuk dukungan Pemda. yang tersebar tidak hanya di Desa Tatelu tapi juga desa- desa sekitarnya. Dalam hal keanggotaan. yang kemudian menghasilkan laba usaha senilai Rp24. Sayang.4% per tahun.181. hanya bisa berujar: “kami masih prioritas pada perguliran dana. Satu tahun kemudian. Hasilnya adalah jumlah anggota yang banyak dan selektif.278.” kata Ketua KSP Tamporok Timampas. semakin bergulir semakin kuat koperasi kami.604 orang. Track record bagus itu tidak datang begitu saja. Namun. Kebijakan pintu dibuka lebar-lebar di satu pihak. Keca.” jelas Juliantje Kaunang. Bahkan.967. Di sana kepiawaian pengurus teruji. Warukapas. sinar kinerja KSP Tamporok Timampas terganggu oleh sebuah catatan kaki dari Bank Sulut. Salah satunya prestasi pengembalian yang tidak boleh cacat selama dua kali pengajuan kredit. KSP Tamporok Timampas terpilih sebagai koperasi penerima bantuan dana bergulir perkuatan modal bidang agribisnis dari Pemerintah sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2005/ 2006. sang Ketua KSP Tamporok Timampas. bisa dilihat dari jumlah kredit yang dikeluarkan. Kab. dan pemberlakuan ketat di dalam persyaratannya di pihak lain. namun melalui perjuangan keras yang cukup panjang dari para pengurus. Juliantje Kaunang. seperti Pinilih. Wassian.300 dengan laba usaha juga meningkat menjadi Rp27.” KSP Tamporok Timampas Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Peningkatan Dana Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : Desa Tatelu. jumlah pinjaman dana bergulir Program Agribisnis Sektoral yang sebesar Rp 1 miliar yang diterima KSP Tamporok Timampas. Lumpias.199. Hingga tahun 2009 calon anggota KSP mencapai 1. jumlah kredit yang tersalur meningkat menjadi Rp1.507. R a k y a t S e j a h t e r a 119 . Sebagai catatan. T. “Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon anggota untuk menjadi anggota KSP. Pertimbangan utamanya tetap pada kinerja koperasi itu sendiri. Tapi. bukan hanya alasan lobi kenapa KSP pantas untuk menjalankan program dari Kementerian Negara Koperasi dan usaha Kecil dan Menengah. ternyata membuahkan hasil. Kredibilitas calon anggota dan jenis usaha yang dilakukan menjadi pertimbangan KSP untuk meluncurkan kredit. Menyikapi pertanyaan nakal atas fakta itu. KSP Tamporok Timampas baru mempunyai anggota tetap sebanyak 25 orang. Sedangkan untuk memudahkan pembinaan. Artinya. baru Rp 100 juta yang dikembalikan. Dimembe.Salah satu indikator.Minahasa Utara : 10 Mei 1997 : No: 2473/BH-KOP/IX-2003 : Tahun 2004 : Rp1 miliar : Lebih dari Rp2 miliar : Juliantje Kaunang : 25 orang : 23 orang K o p e r a s i P e d u l i . Juliantje Kaunang. Kinerja keuangan yang kinclong tersebut merupakan buah dari sistem penyaluran dana bergulir yang relatif ketat. Sedangkan tingkat suku bunga yang digunakan adalah sebesar 20. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi anggota KSP. Pada tahun 2007 jumlah kredit yang disalurkan mencapai senilai Rp1. KSP menerapkan sistem open house. bisa berpengaruh terhadap besar kecilnya pinjaman yang dikeluarkan. Setidaknya. Wajar jika sampai waktu tertentu. membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat atau calon anggota yang ingin menjadi anggota KSP. seorang kasir dan seorang juru tagih berstatus karyawan KSP. Menurut Data Bank Sulut.

“We provide opportunities wide open for future members to become members of KPS. and the tight enactment in its requirements are actually fruitful. T. Eight years later. “Such increase was obtained from profit of the managed loan save business. 120 K o p e r a s i P e d u l i . Capital aid with the value of Rp 5 million was obtained by her. Sumiati is a member of Loan Save Cooperation (KSP) of Tamporok Timampas.” said Sumiati expressly. developed to become Rp 2 billion. With that much money. R a k y a t S e j a h t e r a . Tight Requirements S Sector umiati is a simple woman. It means. Norht Sulawesi Providing Wide Open opportunities. According to KSP data. In 2008 Temporok returned such scrolling loan fund in the amount of Rp 100 million plus interest. Dimembe District. The wide open door policy by one side. the amount of credit distributed increased to become Rp1. it opens the door widely for communities or future members who wish to become KSP members.5 million. In 2005.199. which then produced business profit in the amount of Rp24. Because of the discipline in system management.967. On of the indicators. in the amount of 10 million. Lumpias. any hindrances do not stop her spirit from progressing. Sumiati is the manager of land fishery small business sector. Meanwhile.” said Chairman of KSP Tamporok Timampas. now Sumiati has had six fish ponds. Such sparkling financial performance is the fruit of scrolling fund distribution system which is relatively tight. Be hind her simplicity she is actually a strong business woman.181. can be seen from the amount of credit issued. for example. Sumiati submitted a proposal on capital strengthening for fishery business that she managed. Wassian. Because of its good recording system. In terms of membership.” said Chairman of KSP Tamporok Timampas. not for purchasing household goods. The output is the large and selective number of members. Since 2001. currently asset that is owned has reached the amount of Rp 800 million. receiver of scrolling fund strengthening for Sector KSP.278.300. KSP applies the open house system.507. financial balance also shows enough increase to make all administrators smile in satisfaction. thanks to her hard work in managing her business. in a month she can obtain a net profit of Rp 4.998. Warukapas. then the third one in the amount of Rp 15 million. As a discipline member of KSP she paid back the loan installment. In addition she also supplies fish for restaurants in Minahasa and Manado.KSP TAMPOROK TIMAMPAS North Minahasa. scrolling fund in the amount of Rp 1 billion has now four years later. and then she applied for the second stage loan. In 2007 the amount of credit distributed reached the amount of Rp1. She lives in Tatelu Village. Such success also affects the return level of loan fund to the bank. Up to 2009 members of KSP have reached 1. Sumiati is a hard work type of business woman. Loan Save Cooperation (KSP) Tamporok Timampas was established in 2003. she bought fish seed and food.300 with business profit that also increased to become Rp27.604 scattered not only in Tatelu Village but also the surrounding villages such as Pinilih. A year later. their proposal to obtain scrolling fund aid for Sector KSP in the amount of Rp 1 billion was granted in 2005.808. Juliantje Kaunang. Rondor and Klabat. Now. “I used all that money for business capital.925. Juliantje Kaunang.

Lahan persawahan di Kabupaten Minahasa K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 121 .

R a k y a t S e j a h t e r a .122 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 123 .SULAWESI TENGGARA Southeast Sulawesi K o p e r a s i P e d u l i .

” kenang La Saimuna. permintaan pasar terhadap rumput laut semakin tinggi. terlalu banyak persyaratan administratif yang tak bisa mereka penuhi. Para petani rumput laut mengeluh. Lagi-lagi alasan minim modal membuat para petani rumput laut itu sulit melakukan eskalasi usaha mereka. Namun. seiring dengan perkembangan usaha budidaya rumput laut yang dianggap lebih potensial. satu demi satu mereka beralih profesi menjadi petani rumput laut. Awalnya. para petani rumput laut itu jelas tak bisa berbuat banyak. Tanpa modal yang cukup. Secara geografis masyarakat Desa Labone terletak di tepi selat Buton yang memang cocok untuk budidaya rumput laut.Aktivitas anggota KSP Tunas Sari dalam melakukan pemilihan bibit rumput laut KSP TUNAS SARI Kabupaten Muna. Keresahan itu akhirnya bermuara di forum pertemuan anggota Koperasi Simpan Pinjam Tunas Sari. R a k y a t S e j a h t e r a . mereka berprofesi sebagai nelayan. Meskipun harga rumput laut tergolong labil dianggap tetapi usaha ini dianggap lebih prospektif daripada menjadi nelayan kecil. Sulawesi Tenggara Maju Bersama Petani Rumput Laut M 124 asyarakat Labone terkenal sebagai masyarakat pembudidaya rumput laut. Ketua sekaligus Manager K o p e r a s i P e d u l i . “Seperti ada tembok besar di hadapan kami. Padahal. Untuk meminjam modal ke bank.

Kecamatan Lasalepa. berbelas tahun kemudian. KSP Tunas Sari telah mengembangkan usaha simpan pinjamnya. para pengurus KSP Tunas Sari sepakat untuk mengajukan proposal.” kenang La Saimuna.092. Ketika itu tahun 2003. padahal jumlah pinjaman tertinggi kami hanya Rp. Ketika itu.Rumput laut hasil produksi usaha tambak rumput laut milik anggota KSP Tunas Sari KSP Tunas Sari menggambarkan suasana hati para petani rumput laut yang menjadi anggotanya. Sejak menerima perkuatan modal bergulir Program Agribisnis/Sektoral. KSP Tunas Sari telah memiliki anggota hampir 2000 orang dengan modal mencapai Rp 3. S e j a h t e r a 125 .” ungkap La Saimuna. koperasi simpan pinjam berkembang dari sebuah unit usaha Simpan Pinjam pada KUD Tunas sari yang telah berdiri sejak tahun 1992 di Desa Labone. Sebagai catatan. Begitu mendengar bahwa Kementerian KUKM meluncurkan program perkuatan permodalan bagi KSP yang membiayai UKM sektor agribisnis.5 persen. Kini. K o p e r a s i P e d u l i . Memang. berkat sentuhan tangan dingin dari para pengurusnya. “Dengan anggota sebanyak itu modal kami habis berputar. satu orang karyawan.275. Proposal KSP untuk memperoleh perkuatan permodalan sebesar Rp 1 miliar melalui Perkuatan Modal KSP Sektor Agribisnis disetujui. doa para petani rumput laut Lasalepa terkabul. jumlah anggotanya sudah relatif banyak: 200 orang. “Dengan anggota sebanyak itu. mereka yakin bahwa proposal itu akan dikabulkan. modal awalnya hanya sebesar Rp 8 juta rupiah dengan jumlah pengurus sebanyak 3 orang. Berbekal neraca keuangan yang stabil.276. Karena USP dari KUD Tunas sari ini tumbuh dengan pesat dan menjadi unit usaha primadona maka pada 1995 diputuskan untuk berdiri sendiri dengan nama KSP Tunas Sari. R a k y a t Sedikit kilas balik. pada tahun 2003. Satu tahun kemudian. selain pengawas sebanyak 3 orang. yang harus lunas selama 5-10 bulan dengan bunga rata-rata 2.000. 100. kami masih membutuhkan perkuatan modal untuk membiayai usaha mikro para petani rumput laut yang menjadi anggota KSP.

Lasalepa.561 2. Hingga akhir 2008. Pencapaian itu meningkat 28 persen jika dibandingkan prestasi keuangan pada tahun 2007 dengan volume usaha sebesar Rp 11.450.4 -0.023.21 miliar.Muna.134.658 2. Cabang KSP Tunas Sari di Kendari (kanan) Kondisi KSP Tunas Sari 2007-2008 2007 Volume usaha Hasil Usaha (HU) Jumlah anggota 2008 Peningkatan (Rp) 3.830 KSP TUNAS SARI Alamat 823.000 dan membayar simpanan wajib yang besarnya 5% dari total pinjaman. Provinsi Sulawesi Tenggara Berdiri : 21 Juli 1995 Badan Hukum : No: 16/BH/KWK. KSP Tunas Sari telah menunaikan kewajiban pengembalian sebesar Rp 450 juta. Menurut data Bank Sultra KSP Tunas Sari tergolong koperasi yang disiplin melakukan pengangsuran.214.901. Kec.347. mereka berhak menjadi anggota.981.150 34.816 : Desa Labone.jumlah anggota KSP ini merangkak naik.920.473.050 14.511.49 11. Sepanjang calon anggota tersebut disiplin melunasi pinjamannya selama dua kali putaran. pada tahun 2008 lalu. R a k y a t S e j a h t e r a . Dari hasil penyaluran pinjaman selama Tahun Buku 2008 tersebut. Pada tahun 2004 jumlah anggotanya telah mencapai 2. menyetor simpanan pokok sebesar Rp10.21/XI/1995 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp1. Cukup dengan mengisi formulir pendaftaran.468 orang dengan total modal yang mencapai senilai Rp 5. jumlah pinjaman yang digulirkan kepada para anggota mencapai Rp 11.200 788.84 miliar dengan volume usaha sebesar Rp 14. Kab.34 miliar. Kinerja keuangan yang baik itu juga diiringi dengan kinerja pengembalian dana bergulir yang sebesar Rp 1 miliar.624. yang mesti lunas dalam kurun waktu 10 tahun. La Saimuna. Sekadar menampilkan data statistik.097 -14 Peningkatan (%) 28 4.628 Ketua : La Saimuna Jumlah Anggota : 2000 orang Jumlah Karyawan : 32 orang 126 K o p e r a s i P e d u l i . karena KSP Tunas Sari memberikan persyaratan yang mudah. Ketua KSP Tunas Sari (kiri).9 juta (lihat tabel). KSP Tunas Sari meraih pendapatan Hasil Usaha (HU) senilai Rp823.67 miliar. Pertambahan anggota yang cukup pesat itu tak mengherankan.

Di satu sisi ia memerlukan biaya untuk kedua anaknya. Setiap 45 hari sekali ia bisa memanen rumput laut rata-rata 1 ton rumput laut kering. Untuk membeli bibit ia terpaksa menggunakan uang simpanan yang masih sedikit tersisa. Akhirnya dengan tekad bulat La Rimu datang ke kantor KSP Tunas Sari untuk mendaftar menjadi anggota koperasi sekaligus mengajukan pinjaman modal sebesar Rp 1 juta. La Rimu telah beberapa kali mengajukan pinjaman. yang kebetulan bersiap melanjutkan ke jenjang SMA dan SMP secara bersamaan. Uang itu ia gunakan untuk membeli tambang sebagai media tanam rumput laut seluas 100 m x 50 m. Rata-rata para petani rumput laut bisa mengantongi untung setidaknya 200% hingga 300% dari modal yang mereka keluarkan. Bahkan ia telah mempunyai deposito puluhan juta rupiah di KSP Tunas Sari. Kini. Sementara itu. Di saat panen. Hal itulah yang membuat La Rimu tetap setia dengan usaha budidaya rumput laut. Pinjaman kedua sebesar Rp 2. Pinjaman kedua ini pun bisa ia kembalikan tepat waktu.500/kg. Uang simpanannya hampir habis untuk biaya sekolah anak-anaknya. La Rimu bekerja sebagai pedagang kelontong sekaligus bertani di ladang. La Rimu pun akhirnya bisa membayar hutangnya ke koperasi dengan lancar. La Rimu kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp 10 juta untuk modal menjadi pengepul rumput laut kering. tetapi saya pikir kenapa tak pinjam di Koperasi saja yang persyaratannya ternyata lebih mudah. Kini ia mampu membiayai kedua anaknya kuliah di Unhalu Kendari.000/kg. suatu waktu bisa melambung hingga Rp 15. hasil panennya berkualitas baik. Dalam satu tahun ia bisa memanen hingga lima sampai enam kali panen. Sebagian uang tersebut ia gunakan untuk membangun gudang penampungan rumput laut kering. Saat usaha budidaya rumput lautnya mengalami kemajuan. Namun. “Selain menanam sendiri. saya juga ingin menjadi pengepul. Ternyata usaha La Rimu La Rimu menuai hasil bagus.Inspirasi La Rimu M enjadi petani rumput laut sudah menjadi pilihan hidup La Rimu. Pria 49 tahun ini memiliki sebidang lahan seluas 400 x 300 meter persegi yang ia manfaatkan sebagai arena budidaya rumput laut.Harga rumput laut kering saat ini Rp 8.Suatu ketika.000/ kg. Memang harga rumput laut kering sering tidak stabil. Usahanya berjalan lancar. “Sempat terpikir untuk meminjam uang di Bank. Kadang turun hingga kisaran Rp 4. naluri dagang La Rimu menyeruak.5 juta yang ia gunakan untuk menambah luas area budidaya rumput laut miliknya. ketika itu harga rumput laut juga sedang tinggi. R a k y a t S e j a h t e r a 127 . K o p e r a s i P e d u l i . Sebelum membudidaya rumput laut. La Rimu terbentur sebuah situasi sulit.” ujarnya.” kenang La Rimu.

From the output of loan distribution during such Financial Year of 2008. R a k y a t S e j a h t e r a . Geographically.84 billion with a business volume of Rp 14.” said La Saimuna. Chairman and Manager of KSP Tunas Sari describing the feeling of seaweed farmers who were his members. Such achievement increased by 28 percent if compared to the financial achievement in 2007 with a business volume of Rp 11. 128 K o p e r a s i P e d u l i . “There seems to be a great wall in front of us. Initially. According to Sultra Bank data KSP Tunas Sari is a discipline cooperation in paying the installment. A little flash back.468 people with a total capital value of Rp 5. this business is considered as more prospective compared to being small fishermen. then in 1995 it was decided to become independent with the name KSP Tunas Sari.KSP OF TUNAS SARI Southeast Sulawesi Moving Forward Together With Seaweed Farmers L abone Community is famous as sea weed cultivator community. Seaweed farmers complained. A year later. KSP Tunas Sari obtained a business revenue (HU) with a value of Rp823. market demand for seaweed increased. KSP Tunas Sari had fulfilled its obligation in returning loan in the amount of Rp 450 million. Without enough capital. along witht the development of seaweed cultivation that is considered as more potential.092. the prayers of Lasalepa seaweed farmers were granted. save loan cooperation developed from a business unit of Save Loan in KUD of Tunas Sari that has been established since 1992 in Labone Village.21 billion. Such anxiety finally ended up in meeting forum of Tunas Sari Save Loan Cooperation members. the number of KSP members has begun to go up. Such favorable financial performance was also in line with scrolling fund return performance in the amount of Rp 1 billion. Again. As a note. one by one the community members changed jobs to become seaweed farmers. Even though the price of seaweed is rather unstable.276. minimum capital becomes the reason for the seaweed farmers as the difficulties in escalating their business. However.000 people with capital that reached Rp 3. there are too many administrative requirements that thay could not meet. they were certain that such proposal will be granted. In 2004 the number of members had reached 2. Labone Village community is on the edge of Buton strait which is suitable for seaweed cultivation. that must be paid up wihtin 10 years. In 2003. Since this USP from KUD of Tunas Sari grew fast and became the main business unit. Lasalepa District. due to the touch of the administrators’ cold hands. in 2003. Now. KSP Tunas Sari has developed its save loan business.9 million (see table). they were fishermen. Just to present a statistic data. Since receiving scrolling capital strengthening for Agribusinees/Sector Program. Up to the end of 2008. On the other hand. KSP Tunas Sari had had members up to 2. in 2008. KSP Proposal to obtain capital strengthening in the amount of Rp 1 billion through Capital Strenghtening for KSP Agribusiness Sector Program was approved. the amount of loan scrolled to the members reached Rp 11. years later. administrators of KSP Tunas Sari agreed to submit a proposal. such seaweed farmers obviously could not gain much. when there was news that Ministry of KUKM launched capital strengthening program for KSPs that have UKM in agribusiness sector.275. To apply for loan from the bank.67 billion. Equiped with stable financial balance.34 billion.

R a k y a t S e j a h t e r a 129 .Aktivitas petani rumput laut anggota KSP Tunas Sari K o p e r a s i P e d u l i .

ketika usaha budi daya rumput laut dan teripang yang ditekuni sebagian anggota KSP sedang mengalami kelesuan. Provinsi Sulawesi Tenggara Bertindak Cermat di Masa Sulit P “ engalaman adalah guru terbaik”. Ia lantas mencarikan alternatif usaha bagi anggota yang mengalami kesulitan. tidak tinggal diam. Sulawesi Tenggara.Kantor KSP Mina Sejahtera di Kabupaten Kolaka KSP MINA SEJAHTERA Kabupaten Kolaka. Dalam kerja sama tersebut. Keadaan yang tak menguntungkan ini berimbas terhadap penurunan tingkat pendapatan anggota. Meskipun masa-masa sulit juga dialami badan usaha serupa. Begitulah pesan yang bisa ditangkap dari kisah perjalanan KSP Mina Sejahtera Kabupaten Kolaka. Pengurus KSP ini senantiasa belajar kepada pengalaman mereka sendiri di masa lalu sehingga bekerja lebih cermat pada masa-masa berikutnya. “Anggota yang sedang sulit usahanya saya ajak untuk bekerja menyadap dan mengolah getah pinus bekerja sama dengan Dinas Kehutanan.” kata Jaya. Misalnya. KSP Mina Sejahtera mampu keluar dari ujian tersebut. Di kepalanya tercetus gagasan untuk mengajak sejumlah anggota yang sebelumnya bergerak di bidang budi daya rumput lut dan teripang itu untuk beralih sementara bekerja menyadap getah pinus bahkan sampai ke pengolahan. Ujian demi ujian telah menempa KDP Mina Sejahtera. Ketua KSP Mina Sejahtera. KSP 130 K o p e r a s i P e d u l i . dan pada akirnya mempengaruhi kelancaran pengembalian pinjaman kepada koperasi. Muhammad Jaya. R a k y a t S e j a h t e r a .

di antaranya sebagai penyalur pupuk saprodi (sarana produksi padi). Selain itu. sebagian besar dari mereka tidak mempunyai modal cukup untuk memulai usaha budi daya tersebut. menampung dan menyalurkan hasil berbagai budi daya pertanian dan perkebunan. Para pengurus pun akhirnya menjalin kata sepakat: meningkatkan status Mina Mandiri dari KSU menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). *** Kehadiran KSP Mina Sejahtera telah banyak membantu masyarakat.” tambah Jaya. warga Tanggetada ramairamai membudidayakan rumput laut dan teripang. R a k y a t S e j a h t e r a 131 . upaya itu dilakukan agar pinjaman dana yang telah dikucurkan dapat dikembalikan oleh masyarakat. yang ketika itu masih berbentuk KSU. menampung hasil budi daya kelautan seperti teripang dan rumput laut dan warung serba ada (waserba).Aktivitas KSP Mina Sejahtera dalam memberikan pelayanan bagi para anggotanya menyediakan jasa tenaga. koperasi ini telah melakukan berbagai kegiatan usaha. kebutuhan modal usaha pun ikut meningkat. Sebagai solusi. “Sekarang kita berusaha untuk memperlancar pengembalian pinjaman. Ketika skala usaha budidaya rumput laut masyarakat Tanggetada meningkat. Saat itu. Bahkan ketika masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) Mina Sejahtera pada tahun 1998. Bagi mereka. sementara Dinas Kehutanan menyediakan lahannya. Satu contoh terjadi pada saat booming budi daya rumput laut dan teripang beberapa waktu lalu. mereka pun mengajukan pinjaman modal ke koperasi Mina sejahtera yang pada saat itu masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU). K o p e r a s i P e d u l i . tak mampu mengakomodasi peningkatan kebutuhan modal usaha itu. terutama bagi anggota dan calon anggota di lingkungan Tanggetada yang sebagian besar merupakan petani dan nelayan. Mina Mandiri. Manfaat program simpan pinjam ini sungguh besar. “Hasilnya nanti akan kita sepakati bersama. yang berpengaruh terhadap pola usaha masyarakat. Menurut Jaya.” tambah Jaya. Hanya saja. lebih mudah memperoleh pinjaman modal dari koperasi daripada lembaga keuangan lainnya. Kehadiran KSP ini sangat membantu masyarakat Tanggetada dalam mendapatkan modal usaha. koperasi ini juga melayani simpan pinjam.

Dalam kurun waktu empat Usaha pengepulan rumput laut yang mendapat suntikan modal dari KSP Mina Sejahtera 132 K o p e r a s i P e d u l i .“Persyaratan peminjaman ke bank itu repot.250 orang.372 dibandingkan SHU pada tahun 2007 yang hanya sebesar Rp 5. salah seorang anggota KSP Mina Sejahtera yang hingga kini menggeluti budi daya rumput laut demi untuk menghidupi keluarganya.” tambah Jaya. Hal itu dihadapi oleh hampir seluruh KSP.450.” tutur Palampang (53). “Kami sempat kerepotan melayani permintaan anggota karena keterbatasan modal yang ada di kas koperasi. R a k y a t S e j a h t e r a . jelas kami tak sanggup dengan bunga dan sistem pengembalian pinjaman. Fenomena ini. dialami Pelampang yang di masa lalu bisa menghasilkan 1 ton rumput laut dari lahan berukuran 100 m x 50 m. Dari situlah kemudian KSP Mina Sejahtera mulai fokus pada kegiatan usaha simpan pinjam. termasuk KSP Mina Sejahtera. salah satunya. Sebagai contoh. jika pinjam ke rentenir. pengajuan pinjaman ternyata lebih besar dari stok dana yang ada di koperasi. KSP Mina Sejahtera mempunyai anggota sebanyak 126 orang dan calon anggota 1. di lahan yang sama. Kini. Saat ini. Kini. Meski mengalami kelesuan. misalnya. kisah kekurangan dana itu menjadi cerita masa lalu. Setelah mendapatkan bantuan dana dana bergulir perkuatan modal sektor agribisnis sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2004.033. karena hasil bisnis budidaya teripang dan rumput laut yang dikelola anggota sedang menurun alias tak sebagus dulu. KSP Mina Mandiri mulai bisa mencukupi kebutuhan pinjaman anggota. Dari tahun ke tahun neraca KSP menunjukkan peningkatan.345. tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir agribisnis yang pernah disalurkan KSP Mina Sejahtera tergolong lancar. Ketersendatan pengembalian pinjaman itu terjadi. Arus surat pengajuan pinjaman dari masyarakat yang begitu deras membuat pengurus KSP kelabakan.” kata Jaya. Sementara. Pasalnya. adanya peningkatan SHU pada tahun 2008 sebesar Rp 194. Dinamika Koperasi Problem pengembalian pinjaman adalah masalah klasik. Pelampang hanya bisa memanen paling banyak 600 kg rumput laut. “Mungkin karena laut kami mulai tercemar.

KSP Mina Sejahtera tak segan untuk mengirim karyawan atau pengurus mengikuti berbagai pelatihan/kursus yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan PKM Provinsi Sulawesi Tenggara serta instansi terkait atau mengikuti magang di koperasi lain yang telah mapan. Kab.3. dan magang adalah upaya untuk mengasah kecermatan itu. Kolaka. KSP menerapkan subsidi silang. Pelatihan.316. KSP Mina Sejahtera Alamat : Desa Tanggetada. Kec. Artinya. R a k y a t S e j a h t e r a 133 .078 Ketua : Muhammad Jaya Jumlah Anggota : 126 orang Jumlah Karyawan : 10 orang K o p e r a s i P e d u l i . Di balik kemampuan KSP Mina Sejahtera menghadapi berbagai situasi sulit di atas adalah kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam kepengurusan.723. KSP Mina Sejahtera telah mengembalikan pinjaman dana bergulir agribisnis/ sektoral sebesar Rp 400 juta melalui Bank BPD Sultra. Tanggetada. Provinsi Sulawesi Tenggara Berdiri : 5 Oktober 1998 Badan Hukum : No: 359/BH/DKPPM/II/05 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp. KSP Mina Sejahtera tak pernah menunggak.Aktivitas anggota KSP Mina Sejahtera dalam proses produksi rumput laut tahun. kursus. karena aturannya memang demikian. Untuk menutupi hutang ini. Para pengurus koperasi ini yakin kecermatan dalam bertindak perlu diasah.

As a solution. among others. At this time. For example. meanwhile Forestry Services provided the land. Tanggetada denizens together cultivated seaweed and trepang. especially for members and future members in Tanggetada area. loan application demand was so high that KSP administrators became overwhelmed.” Jaya added. The unfavorable circumstance had affected the level decrease of members’ revenue and in the end would affect the smoothness of loan return to the cooperation. KSP Mina Mandiri began to be able to fulfill the needs of loan for the members.KSP MINA SEJAHTERA Kolaka. One day. However. At the time. To pay up this debt KSP applies cross subsidize. It is faced by nearly all KSPs including KSP Mina Sejahtera. R a k y a t S e j a h t e r a . now the story of fund shortage becomes the story of the past. After receiving agribusiness sector capital strengthening scrolling fund aid in the amount of Rp 1 billion in 2004. KSP Mina Sejahtera has 126 members and 1. The stagnation of loan return occurs. when seaweed and trepang (sea cucumber) cultivation was elaborated members of KSP experienced listlessness. According to Jaya. the level of agribusiness scrolling fund loan return distributed by KSP Mina Sejahtera was rather high. they applied for loan to KSP Mina Sejahtera.” said Jaya. The presence of KSP Mina Sejahtera in the vicinity of seaweed farmers is considered as something quite large. 134 K o p e r a s i P e d u l i . “Now we are thriving to smoothen out the return of loan.250 future members. In such cooperation. It means KSP Mina Sejahtera has never been in arrears. due to the production of trepang and seaweed cultivation managed by the members that decreased or in other words that was not as good as it used to. The loan application turned out to be larger than the fund reserve in the cooperation.” Jaya added. since it is regulated that way. “The production will be jointly agreed upon later. He then sought business alternatives for members who faced difficulties. KSP provided manpower. most of them did not have enough capital to start such cultivation. When the scale of seaweed cultivation business of Tanggetada community increased. the need of business capital also increased. Chairman of KSP Mina Sejahtera. “Members who were experiencing difficulties were invited by me to work as tapers and process pine gum in cooperation with Forestry Service. Within four years. In his head there was an idea to ask a number of members who previously were engaged in seaweed and trepang cultivation to shift jobs temporarily and worked as pine gum tapers and even involved up to the processing stage. One example was when seaweed and trepang cultivation went booming a couple of years ago. which affected the business pattern of the community. The issue of loan return is classical. Muhammad Jaya. did not stand still. Even though it went through listlessness. However. such effort was made in order for fund loan that has been distributed to be returned by the community. KSP Mina Sejahtera has returned agribusiness/sector scrolling fund loan in the amount of Rp 400 million through BPD Sultra Bank. Southeast Sulawesi Acting Carefully in a Difficult Period O ne ordeal after another has shaped KSP Mina Sejahtera.

R a k y a t S e j a h t e r a 135 .Para pengurus KSP Mina Sejahtera K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a .136 K o p e r a s i P e d u l i .

MALUKU Maluku K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 137 .

500 ton. Kabupaten Buru KSP CIPTA MANDIRI Kabupaten Buru. yang berhasil meneruskan mimpi para pendatang awal di pulau ini untuk menjadikan pulau Buru sebagai pulau lumbung beras. yang sebagian besar bekerja sebagai penyuling minyak kayu putih. Memang. Pertanian dan P e d u l i . Provinsi Maluku Mandiri di Usia Muda M 138 ereka itu para pendatang dari tanah Jawa. yang tak bisa dihapus begitu saja. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . Citra suram itu jelas fakta. Sebuah buku berjudul “Cerita dari Pulau Buru” menulis bahwa mereka telah mengubah Pulau Buru yang tandus menjadi pulau yang mengalirkan ‘emas putih’ (istilah untuk sagu) dan ‘emas merah’ (istilah untuk kayu meranti). bagi warga Buru. yang pada akhir dekade 1960-an menjadi pulau ‘tefaat’ (baca: tempat pemanfaatan) para tahanan politik. Mereka adalah para transmigran. Namun. Setiap tahun.Suasana di Kantor KSP Cipta Mandiri. pulau ini memasok padi sebanyak 2. masih ada citra dari masa lampau yang masih melekat pada pulau Buru. mereka juga mengubah hutan dan savana menjadi beras dan palawija. yang juga sebagian besar pendatang dari tanah Jawa. sebagian lagi menyebutnya sebagai pulau pangan. pulau Buru kini menjadi lumbung padi wilayah Maluku. Bersama penduduk asli. Itulah yang dilakukan warga Buru. membangun citra baru dianggap lebih bijak. ketimbang menghapus citra lama itu.

juga lahir dari dinamika kedua sektor tadi. yang juga berkembang sebagai penopang aktivitas masyarakat Pulau Buru dalam menggerakkan aktivitas mereka dalam bertani dan berkebun. pertumbuhan koperasi di Indonesia meningkat pesat. seiring dengan pemberlakuan Inpres No. Ketika Inpres No. enam tahun kemudian.4/1984 yang menyebutkan bahwa dalam satu wilayah kecamatan hanya boleh ada satu koperasi. KSP Citra Mandiri (KSPCM) tumbuh sebagai koperasi multiprestasi.Aktivitas usaha penggilingan gabah milik anggota KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru perkebunan adalah nafas pulau Buru. Koperasi ini hadir diantara kelesuan usaha perkoperasian di Waeapo. sebuah kecamatan di pulau ini. *** Sejarah KSP Cipta Mandiri bermula dari sebuah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri. Impian lama para petani di Pulau Buru untuk memiliki sebuah koperasi akhirnya terwujud. Bangunan itu menjulang tinggi di antara bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Bahkan. ada 23 orang yang menjadi anggota pertama. pada tahun 2003 berdirilah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri. Koperasi Simpan Pinjam Cipta Mandiri. Ketika berdiri pada tahun 2003. KSPCM masih berbentuk KSU dengan usaha pengadaan beras sebagai andalan utama. Ketika berdiri pada tahun 2003. Konsisten mengkawal jati dirinya. Sebagai gambaran. Sayang. yang K o p e r a s i P e d u l i . tidak berlebihan jika ada pihak yang menyebut Koperasi ini sebagai salah satu dinamo aktivitas bisnis di pulau Buru. Dua sektor ini menyumbang 70% devisa dari total devisa yang dihasilkan pulau ini. anda akan menjumpai bangunan Rice Milling Unit (RMU) milik KSPCM. termasuk dinamika perkoperasian. Ketika itu tahun 1980an. Bertolak dari karakteristik yang demikian itu berbagai dinamika kehidupan di pulau ini pun tak jauh-jauh dari urusan kedua sektor tersebut. 4/1984 dicabut. 18/1998. Meski agak terlambat. salah satu koperasi terkemuka di Propinsi Maluku. R a k y a t S e j a h t e r a 139 . Dari mereka terkumpul modal awal sebesar Rp6 juta. jika anda berjalan-jalan ke Waeapo. mereka tak bisa mendirikan koperasi karena amanat Inpres No.

Isi kontrak itu. Ia telah beberapa kali memperoleh pinjaman permodalan 140 K o p e r a s i P e d u l i . Dalam tempo singkat. sekaligus menantang. Cerita sukses itu tersiar luas. pada tahun itu juga (tahun 2005) KSP Cita Mandiri mendapat kepercayaan sebagai peserta program perkuatan permodalan dana bergulir sektoral dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Anton Suparman. Dalam usia yang masih relatif muda. empat tahun. misalnya. Warung serba ada (waserba) merupakan usaha pertama yang dirintis KSU Cipta Mandiri (KSU-CM). sebagai ketua KSU. 67 th. di warung kelontongnya. daerah perbatasan/terpencil. Akhirnya.Mbok Sutinah. Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku. KSU-CM mendapat peluang kontrak kerjasama dengan Divisi Regional Bulog Provinsi Maluku. Melihat jejak rekam KSU Cipta Mandiri dan konsistensi para pengurusnya. R a k y a t S e j a h t e r a . Sebuah tawaran yang sangat menggiurkan. serta nilai strategis koperasi ini pada pertumbuhan ekonomi kawasan. Pada tahun 2005. 12/2005 yang menyebutkan bahwa “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang dinilai mempunyai peran strategis antara lain untuk keperluan pembinaan KSP/USP-Koperasi di daerah yang sedang berkembang. Tak puas. berdirilah KSP Cipta Mandiri. *** Cerita sukses KSP Cipta Mandiri tadi tampaknya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. KSU-CM dilibatkan dalam pengadaan beras dengan kuantitas pasokan sebanyak 50 ton pada setiap musim panen. yang merupakan ‘anak kandung’ dari KSU Cipta Mandiri. Kebijakan ini didasarkan pada Pasal 7 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. Koperasi ini pun menerima pinjaman perkuatan permodalan sebesar Rp 500 juta. Meski berumur muda. Slamet Haryono terus mencari peluang dan terobosan bisnis lain. Para petani Waeapo pun tertarik untuk bergabung. jumlah anggota KSU KCM melonjak hingga tiga kali lipat menjadi 67 orang. Pemerintah pun mulai melirik kinerja apik KSUCM tersebut. petani asal Banyuwangi yang hijrah ke Buru tahun 1981. KSP Cipta Mandiri kini memiliki kekayaan senilai Rp 1. Tak hanya apresiasi dari masyarakat. Dalam konteks ini.5 miliar—yang di dalamnya sudah termasuk dana pinjaman bergulir sebesar Rp 500 juta. KSU-CM berhasil menggandeng 14 kelompok penggilingan padi untuk memasok beras 50 ton per musim. Tantangan itu dijawab dengan akhir memuaskan. KSP Cipta Mandiri telah memberi contoh kepada masyarakat di Pulau Buru bahwa kerja keras adalah awal dari kesuksesan. Di bawah kepemimpinan Slamet. setia pada KSP Cipta Mandiri berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota.

Seperti kebanyakan pengusaha mikro lainnya. permodalan sempat menjadi masalah. tanggal 04 Mei 2006 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp500 juta Ketua : Slamet Haryono Jumlah Anggota : 67 orang Jumlah Karyawan : 11 orang K o p e r a s i P e d u l i . Anton kembali dipercaya untuk memperoleh pinjaman permodalan senilai Rp10 juta. Setelah berhasil melunasi pinjaman pertamanya. ia membuka usaha pembuatan tempe. Mbok Sutinah.” katanya seraya tersenyum. Sutinah tidak ingat lagi berapa kali telah meminjam modal ke koperasi. Buru. Dari usaha ini ia mampu menghidupi sembilan orang anaknya. Provinsi Maluku Berdiri : 29 November 2002 Badan Hukum : No: 518-80/BH/DK-UKM/V/2006. 56 tahun. R a k y a t S e j a h t e r a 141 . Selain Anton. hanya Rp500 ribu. Anton mampu membiayai pendidikan dua anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi: seorang di Akper Ambon dan seorang lagi di Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Ia pun lalu mengajukan pinjaman ke koperasi.” ungkap nenek 13 orang cucu ini. Jawa Barat. “Uang itu untuk biaya beli bahan-bahan. kini ia telah memiliki sebuah toko kelontong yang cukup besar. Kec. Kab. Berbekal keahlian membuat tempe.Lahan pertanian yang dikelola oleh salah satu anggota KSP Cipta Mandiri dari KSP. KSP Cipta Mandiri Alamat : Desa Waekasar. karena seringnya ia meminjam modal ke KSP. Waeapo. Modal usaha itu digunakan untuk memperbesar skala usaha usaha penggilingan padi miliknya dan biaya pengolahan tanah seluas 1 ha. Bahkan. Begtulah seterusnya hingga usahanya berkembang. transmigran asal Banyuwangi juga bisa menjadi sisi terang dinamika anggota KSP Cipta Mandiri. ia pun kembali mengajukan pinjaman. Ketika pinjaman telah lunas. Dari usahanya tersebut. Dari usaha pembuatan tempe itu. dengan jumlah pinjaman yang tidak terlalu besar. bagi Mbok Sutinah. “Karena sering minjem jadi nggak ingat sudah berapa kami minjem ke koperasi. yang senilaiRp5 juta.

there were 23 first members. The history of KSP Cipta Mandiri started from a Various Business Cooperation Cipta Mandiri. This cooperation was present among the resistance of cooperation business in Waeapo. and some other people call it as the food island. Each year. they also turned forests and deserts to become rice and crops. In 2005. KSP Cipta Mandiri now owns asset with a value of Rp 1. one of prominent cooperations in Maluku Province. Agriculture and plantation are the breath of Buru island. KSP Cipta Mandiri has given examples to the community in Buru Island that hard work is the beginning of success. From them working capital in the amount of Rp 6 million was collected. KSPCM was still in the form of KSU with rice trading business as its mainstay. four years. For the natives. Cipta Mandiri Save Loan Cooperation.500 tons of rice. 12/2005 which states that “Minister may stipulate KSP/USP-Sector Scrolling Fund Receiver Cooperation particularly which is considered as having strategic role among others for the need of development of KSP/USP-Cooperation in the developing areas and border/remote areas. From such characteristics. was also born from the dynamics of those two sectors. which also developed as Buru island community activities supporter in motoring their activities of farming and gardening. including the dynamics of cooperation matters. various life dynamics in this island are not far from the two sectors’ affairs. this island supplies 2. A book titled “A Story from Buru Island” says that they have converted the dry land of Buru Island to become an island where ‘white gold’ (the term for sago palm) and ‘red gold’ (the term for timber tree wood) flow. now Buru Island has become rice barn for Maluku area.5 billion—in which scrolling fund in the amount of Rp 500 million is included. R a k y a t S e j a h t e r a . Maluku Independent at a Young Age T hey are pilgrims from Java land. who are successful in continuing the dreams of the early pilgrims in this island who turned Buru island into rice barn. Even tough it is still young. and this KSP is the “biological son” of KSU Cipta Mandiri. in the same year (2005) KSP Cipta Mandiri was granted a trust to become a member of sector scrolling fund strengthening program from Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. In this context. KSP Cipta Mandiri was established. When it was established in 2003.KSP CIPTA MANDIRI Buru. This cooperation then received a capital strengthening loan in the amount of Rp 500 million. These two sectors contribute 70% of the total revenue produced by this island. Looking at the track record of KSU Cipta Mandiri and the consistency of its administrators as well as the strategic value of this cooperation on the area economic growth. Buru Island is considered as having the strategic position as ‘rice barn’ in Maluku Province. They are the transmigrated people. deriving from main savings and members’ compulsory savings. *** 142 K o p e r a s i P e d u l i . It was a convenient store (waserba) that was first managed by KSU Cipta Mandiri (KSU-CM). This policy is based on Article 7 of State Minister of Cooperation and Small Middle Scale Business Regulation No. who mostly work as sandal wood oil refiners. In its relatively young age. When it was established in 2003.

Para pengurus KSP Cipta Mandiri K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 143 .

Aktivitas penting itu misalnya penyediaan modal jangka pendek bagi usaha kecil / mikro. nasional maupun global. Dalam situasi iklim usaha baik di tingkat lokal. yang mengutamakan kompetisi. Meningkatkan kapasitas koperasi secara kelembagaan maupun permodalan otomatis berarti memberikan ruang yang luas bagi berkembangnya pengusaha kecil / mikro. yang di dalamnya melibatkan warga negara terbesar dan merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Sebab. Koperasi bisa menyediakan modal yang dibutuhkan dengan persyaratan yang lebih ringan ketimbang lembaga perbankan. R a k y a t S e j a h t e r a 144 K o p e r a s i . Titik tekan pembinaan paling tidak terfokus kepada upaya peningkatan kemampuan produksi serta kapasitas usaha. kebersamaan serta kegotongroyongan.Epilog Epilog Demi Amanah Konstitusi U paya pembinaan koperasi memiliki dua makna penting dalam waktu bersamaan. Pertama. memenuhi amanah konstitusi Undang-Undang Dasar 1945. memperkuat pilar ekonomi kerakyatan. apalagi didukung tradisi kekeluargaan. upaya pembinaan terhadap koperasi tersebut jelas memiliki makna P e d u l i . koperasi merupakan titik simpul penting bagi pengusaha kecil yang tergabung ke dalam badan usaha tersebut dalam melakukan berbagai kegiatan bisnis sehari-hari. proses pembinaan terhadap para pengusaha kecil/ mikro sudah otomatis berlangsung. Kedua. Melalui komunikasi dan interkasi yang intensif.

Perhatian pemerintah kepada usaha kecil dan mikro tak boleh berhenti karena peranannya K o p e r a s i P e d u l i . Dari sisi ini. adalah penjelasan terang benderang bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan di negeri ini memiliki prospek yang cerah di masa mendatang. ketika membina koperasi berarti negara telah memberikan jaminan bagi pewujudan keadilan sosial. Amanah konstitusi tersebut merupakan hal prinsip karena Indonesia penganut paradigma negara kesejahteraan (welfare state). dan tentu saja juga kesuksesan pengusaha kecil di dalam memanfaatkan kredit. mereka–bersama usaha menengah— pada umumnya masih eksis. merupakan langkah nyata yang diperlukan bagi usaha perkuatan ekonomi kerakyatan yang dimaksud. Buktinya. yang dilaksanakan sejak tahun 2003. R a k y a t tidak kecil bagi kekuatan perekonomian nasional. S e j a h t e r a 145 . bahkan kekuatan yang memberikan kontribusi kepada angka pertumbuhan ekonomi nasional tidak anjlok atau bertahan di angka 4%. Keberhasilan yang ditunjukan ratusan koperasi simpan pinjam koperasi penerima Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Modal Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di bidang Agribisnis/ Sektoral. Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang membiayai kegiatan ekonomi di sektor Agribisnis maupun sektoral lainnya.besar tidak hanya bagi peningkatan kapasitas pengusaha kecil/ mikro yang tergabung dalam berbagai jenis usaha koperasi. pada masa krisis ekonomi Indonesia pada 2007 yang masih terasa dampaknya hingga pada saat ini. Dalam perspektif demikian. koperasi sebagai wadah pembinaan usaha bagi masyarakat senantiasa relevan. tetapi juga meringankan tugas negara mengingat mereka adalah bagian terbesar dari bangsa ini. Artinya.

to fulfill The 1945 Constitution mandate. more over if they are supported by family. Development emphasizing point at least is focused on the effort of production as well as business ca- 146 K o p e r a s i P e d u l i . Cooperation is the point of important knot for T small entrepreneurs as members of such business entities in running daily business. Increasing the cooperation capacity both in institutional and capitalization manners automatically means providing wide space for the development of small/micro business. togetherness and mutual cooperation. R a k y a t S e j a h t e r a .Epilog Epilog For The Sake of Constitutional Mandate he effort of cooperation development has two important meanings simulta neously: First. Through interactive and intensive communications. in which the largest citizens are being involved and which constitute the important part of the national economic and Second. the process of development of small/micro entrepreneurs has automatically taken place. Cooperation is able to provide the needed capital with more lenient requirements compared to banking institutions. Such important activities are long term capital supply for small/micro business. to strengthen populist economic pillars.

Such constitutional mandate is a principal matter since Indonesia adopts the welfare state paradigm. are crystal clear descriptions that this country’s populist economic development has bright prospect in the future. which emphasize in competition. Within this perspective. It meas. The government attention to small and mi- cro business cannot be ceased since its role is not insignificant for the national economic power. and of course the success of small entrepreneurs in benefiting from credits. which has been implemented since 2003. even the power that provides contribution to the number of national economic growth did not plumet or otherwise it remained stable at the level of 4%. by developing cooperation a country has provided security for the creation of social welfare. In the favorable business climate either in local. development effort on such cooperation clearly has large meaning not only for the increase of small/micro entrepreneurs who are members of various types of cooperation. From this perspective. in the Indonesian economic crisis period of 2007 which effect is still felt until today. K o p e r a s i P e d u l i . is the real step required for the concerned populist economic. they-together with middle scale business-generally still existed. As evidence. R a k y a t S e j a h t e r a 147 . Micro and Small Entrepreneurs Development Program through the Strengthening of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) which funds the economic activities in Agricultural or any other sectors. The sucess shown by hundreds of save loan cooprations or cooprations the receivers of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through the Strengthening of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) in Agricultural/ Sectoral fields.pacity increase. but also to lighten the state duties in reminding them as the largest part of this nation. national or global levels. cooperation as the accomodation for business develpoment for the community has always been relevant.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful