Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera
COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE
Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral

Success Stories of Save and Loan Cooperative Participants of Capitalization Strengthening for Agribusiness / Sectoral

Buku ini merupakan output dari pekerjaan/kegiatan “Penyusunan Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/ Sektoral pada Satuan Kerja Unit Deputi Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia pada Tahun Anggaran 2009 This book is the output of the work / activities "Composing of Success Stories of Incorporation KSP/USP participants OF Agribusiness Cooperatives / Sector on Work Unit of Financing Unit Deputy State Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia in Fiscal Year 2009

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

1

SAMBUTAN

P

rogram Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Program Perkuatan Permodalan Koperasi Simpan Pinjam merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk memberdayakan pengusaha mikro dan kecil yang mempunyai usaha produktif. Program tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi rakyat melalui Gerakan Koperasi di tanah air yang semakin menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu. Kemajuan itu semakin membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengentasan rakyat dari kemiskinan. Program Perkuatan Permodalan tersebut juga merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan imej koperasi yang mampu tampil sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan. Akhirnya, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan penerbitan Buku Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan ini. Kiranya berbagai kesuksesan yang telah dituliskan di dalam buku ini bisa menjadi inspirasi bagi segenap bangsa Indonesia.

Jakarta, Agustus 2009 Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Suryadharma Ali

2 ii

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

and pulling out the people from poverty. I’m expressing my highest appreciation to all sides that have worked hard to create the issuance of this Book of Success Stories of Save Loan Cooperation Participant of Capitalization Strengthening Program. Such progress lives up the trust of the community to use cooperation as economic empowerment instrument in creating work field. Jakarta. Hopefully various successes that have been written in this book could be inspiration for all Indonesian people. R a k y a t S e j a h t e r a 3 iii . Such capitalization strengthening is also a part of the struggle to create cooperation image that is able to appear as community partner in creating prosperity. August 2009 State Minister of Small and Middle Business Suryadharma Ali K o p e r a s i P e d u l i .FOREWORD M icro and small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation Capi talization Strengthening is a series of activities conducted by the Government Program trough State Ministry of Cooperation and Small and Middle Business to empower micro and small entrepreneurs having productive business. revenue increase. Finally. Such program is an inseparable part of the people’s economy development through Cooperation Movement in this country that shows more and more progress from time to time.

Deputi Bidang Pembiayaan sejak tahun 2003 sampai dengan 2005 dan tahun 2007 yang bersumber dari dana APBN sepatutnya diketahui secara luas oleh masyarakat. saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi dalam merealisasikan catatancatatan penting ke dalam buku ini. MSP. Penulisan buku ini menggunakan suatu pendekatan jurnalisme dimana kami mengajak partisipasi Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM selaku Pembina di tingkat Kabupaten/Kota. P Jakarta. Mudah-mudahan buku ini akan memberikan arti dan motivasi yang lebih tinggi kepada kita dikemudian hari. Agus Muharram. Disadari bahwa tidak jarang kegigihan dan keberhasilan dari KSP/USP-Koperasi peserta program dengan keragaman kiat yang mereka tempuh. R a k y a t S e j a h t e r a . 4 iv K o p e r a s i P e d u l i . programprogram sejenis yang sangat mengandung tujuan mulia kelak akan menjadi suatu kontribusi penting dalam menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan bagi Bangsa Indonesia. saya secara pribadi maupun sebagai Deputi Menteri Bidang Pembiayaan menyambut baik penerbitan buku ini yang menggambarkan dinamika positif dari KSP/USP-Koperasi peserta program dan para anggotanya yang memanfaatkan bantuan dana dari Pemerintah. Semoga. Untuk itu. Agustus 2009 Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Ir.KATA PENGANTAR uji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Hal kedua yang ingin kami sampaikan adalah buku ini merupakan parade ekspose tentang manfaat dari program perkuatan permodalan serta menampilkan perjuangan mereka untuk menjadi sejahtera dan kiat-kiat keberhasilan yang telah dilaksanakan oleh KSP/USP-Koperasi peserta program. karena dengan rahmat dan ridho-Nya Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral ini dapat diselesaikan. Akhirnya. bahwa perkuatan permodalan bagi KSP/USP-Koperasi yang telah disalurkan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM cq. dapat dijadikan contoh bagi KSP/USP-Koperasi lainnya. tingkat Provinsi dan masyarakat sekitar penerima manfaat untuk mengungkapkan peran KSP/USP-Koperasi dalam peningkatan perekonomian di wilayahnya. Hal pertama yang ingin kami sampaikan kepada hadirin pembaca yang budiman sehubungan dengan penerbitan Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral adalah.

Finally. It is realized that the persistence and success of program participating KSP/USP-Cooperation with the various tricks that they have achieved can be set as an example for any other KSP/USPCooperation. I would like to convey my highest gratitude and honor to all sides who have provided their dedication and contribution in realizing important notes into this book. since with His blessing and sincerity. K o p e r a s i P e d u l i . The second thing that we would like to convey is that this book is the exposure parade on the benefit of capitalization strengthening program as well as presenting their struggles to become prosperous and the tricks of success that have been implemented by program participant KSP/USPCooperation. I hope similar programs that very much contain noble purposes will in the future become a significant contribution in creating fair prosperity and welfare for Indonesia as a nation. Agus Muharram. these success stories of KSP/USP as Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation could be com pleted. I hope this book could provide higher meaning and motivation to us in the future. The composing of this book uses a journalism approach in which we asked the participation of Service that is in charge of Cooperation and UKM as the actor of Founder in the level of Regency/City.PREFACE ur gratitude is addressed to Allah SWT. R a k y a t S e j a h t e r a 5 v . I personally or as Deputy Minister of Funding Field welcome the issuance of this book which describes the positive dynamic of program participating KSP/USP-Cooperation and its members who utilize fund aid from the Government. MSP. Province and the surrounding community as beneficiaries to express the role of KSP/ USP-Cooperation in increasing economic matters in their areas. August 2009 Deputy Ministry of Funding Field Ir. The first thing that we would like to convey to or readers with regard to the issuance of Success Stories of KSP/USP of Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation is that capitalization strengthening for KSP/USP-Cooperation that has been distributed by State Ministry of Cooperation and UKM through Funding Division Deputy since 2003 up to 2005 and 2007 derived from State Revenue and Expenditure Budget should be announced to the public. O Jakarta. For that purpose.

..................... 2 6 Barek Samo Dipikua............................... iv Bab I Bab II Bab III Prolog ..... 144 Bab IV 6 vi K o p e r a s i P e d u l i ..... R a k y a t S e j a h t e r a ........................................ Ringan Samo Dijinjiang ..............DAFTAR ISI Sambutan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah............................................................................................................................. 8 4 Sahabat Petani di Lereng Rinjani .......................... 104 Propinsi Sulawesi Utara Mitra Petani Cengkeh .................................................................. 112 Buka Peluang Lebar-lebar.............. 9 4 Berani Tampil Beda ...... 3 2 Propinsi Jawa Barat Tetap Eksis Setelah Enam Dekade ........................................ 2 0 Propinsi Sumatera Barat Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan .................................................................................................................... 8 Senyum dari Mereka yang Terbaik Parade Kisah Sukses .............................................. 130 Propinsi Maluku Mandiri di Usia Muda ........................................ Ketat Bersyarat ............................................................................................................................ 5 7 Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini .......................... 4 0 Kiprah Trisula di “Kota Angin” ....................................................................................................... 5 0 Propinsi Jawa Tengah Agribisnis di Antara Lereng Merapi ....................... 124 Bertindak Cermat di Masa Sulit ................................................... 6 2 Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura .......................................................................... 138 E p i l o g................... 4 4 Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses ....................... 9 8 Propinsi Kalimantan Tengah Berkawan ala Surya Sekawan .......................................................................................................................................... 7 6 Propinsi Nusa Tenggara Barat Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut ...... ii Pengantar Deputi Menteri Bidang Pembiayaan ..................................................................................................................................................... 1 Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro .............................................. 8 8 Propinsi Nusa Tenggara Timur Dari Guru untuk Masyarakat ............................................................ 6 8 Propinsi Jawa Timur Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng ......................................................................... 116 Propinsi Sulawesi Tenggara Maju Bersama Petani Rumput Laut ...........................................

.................... 128 Acting Thoroughtly in Difficult Times ............................................................................................................................................................................................................... v Chapter I Chapter II Chapter III Prologue ...................................................................... 6 Scroling Fund For Small and Micro Business Capuital .......... 9 2 Central Kalimantan Province Being Friends like Surya Sekawan ........................................... 7 0 West Nusa Tenggara Province Progressing Together With Tobacco and Seawees Farmers............... 7 8 Farmers Best Friend at the Slope of Rinjani..INDEX Froeword from State Minister of Cooperation and Small and Middle Scale . Tight Requirements .............................................. 5 4 Togetherness Identity in the Land of Kartini ............................................... 4 3 The Progress of Trisula at “The Wind City” ............... 115 Providing Wide Open opportunities........................ 3 0 Barek Samo Dipikua................................................. 120 Southeast Sulawesi Tenggara Province Moving Forward Together With Seaweed Farmers ............................ 8 2 Nusa Tenggara Timur Province Life Light at Bukit Sikka .. 6 0 Cold Hands at the East Tip of North Beach ......................................... 130 E p i l o g u e ..................................................................................................................................................................................................................................... 3 2 (We Bare Heavy Matters Together and Carry Light Matters Together) West Java Province Still Exist After Six Decades………………............................................................ 1 6 Smiles of the Best A Parade of Success Stories. 53 Central Java Province Agribusiness in Between the Slope of Merapi ....................................................... 4 9 If there is no Lie Betrween us is the Key to Success ............................... 9 8 South Sulawesi Province Clove Farmers Partner.... R a k y a t S e j a h t e r a 7 vii . 2 4 West Sumatera Province If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory ……................................... 6 4 East Java Province Success with Joint Responsibility System ................................................. iii Preface from Deputy Minister of Funding Field ............................................. 8 8 Dare to be Different .................................................................................................... Ringan Samo Dijinjiang ............................................................................ 134 Maluku Province Independent at a Young Age ...... 134 Chapter IV K o p e r a s i P e d u l i ....

R a k y a t S e j a h t e r a .8 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 1 .Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral Success Stories of Save and Loan Cooperative Participants of Capitalization Strengthening for Agribusiness / Sectoral K o p e r a s i P e d u l i .

Di negeri ini. pada akhirnya kesejahteraan mereka akan semakin membaik. dan mereka menuai sukses sebagai pengusaha. sebagaimana nelayan. bila mereka diberi suntikan modal untuk memperbesar omzet usahanya? Dugaan yang paling dekat adalah omzet bisnis mereka berangsur membesar. hingga tahap pemasarannya. petambak. proses pengolahan. Jawaban semacam itu sepenuhnya masuk di akal karena pada dasarnya mereka adalah pelaku ekonomi yang mandiri. jumlah mereka K o p e r a s i P e d u l i . tentu saja. bertradisikan kebersamaan dan kekeluargaan. atau pedagang yang modal dan ruang lingkup bisnisnya terbatas. jauh dari intrik-intrik kolusi. keuntungan meningkat. pascapanen. pendapatan menggelembung. R a k y a t S e j a h t e r a . perajin. Siapa mereka itu? Siapa lagi jika bukan para petani. dan lain-lain. beretos jujur dan bertindak sportif. Dan.Prolog Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera A 2 pa yang akan terjadi pada masyarakat yang selama ini tekun dan rajin bekerja: sejak dari aspek budi daya.

dan usaha-usaha pengolahan hasil-hasil alam lainnya. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah lantas mengeluarkan kebijakan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) untuk membiayai usaha ekonomi produktif di sektor agribisnis dan sektor usaha produktif lainnya. Karena itu. Memang. Meningkatkan kemampuan dan jangkauan layanan KSP khususnya di sektor K o p e r a s i P e d u l i . Bagi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. dan sebagian lagi di perkotaan yang bergerak dalam berbagai sektor usaha. tetapi juga mereka yang mengembangkan rumput laut. R a k y a t S e j a h t e r a 3 . untuk mempertegas upaya pemberdayaan terhadap usaha kecil ini. dinamika di atas adalah hal yang membanggakan.yang bergerak di usaha kecil dan mikro ini sangat banyak. tersebar di kawasan perdesaan (mayoritas). Agribisnis adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup. tidak semua dari mereka tertampung ke dalam koperasi. Nah. Namun. agribisnis juga berarti semua usaha ekonomi yang berbasis sumber daya alam. Tujuan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui perkuatan permodalan KSP ini yaitu: Meningkatkan aktivitas dan pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui pelayanan pinjaman modal usaha yang berasal dari KSP. Agribisnis merupakan cara pandang ekonomi masyarakat di bidang pertanian. Penekanan terhadap sektor agribisnis dan sektor lain itu tentu saja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang. yang menjadi sasaran program di atas bukan hanya anggota koperasi yang bergerak di bidang pertanian saja. Mereka yang telah menjadi anggota koperasi pada umumnya memiliki kekhasan dalam etos usahanya.

melalui sumber pembiayaan APBN. R a k y a t S e j a h t e r a . Kapasitas yang dimaksud adalah bidang manajemen. Hal ini niscaya mengingat koperasi adalah sentra usaha bagi para pengusaha kecil/ mikro. Bisa dikatakan kredit macet di bawah angka 2% seperti batas maksimal yang diberlakukan. Program ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui Proyek Pengembangan Kebijakan Peningkatan Akses Sumberdaya Produktif yang bersumber dari dana APBN dalam bentuk pemberian bantuan perkuatan permodalan kepada KSP dengan pola dana bergulir. sistem pelaporan dan administrasi keuangan. hingga wawasan kewirausahaan. Perkuatan juga ditempuh melalui programprogram peningkatan kapasitas koperasi di dalam mengelola usahanya. Program tersebut dimulai pada 2003 dan diteruskan pada tahun 2004. Pengalaman menyebutkan bahwa pembinaan akan berlanjut ke anggota. sejak 2005 program tersebut dikenal sebagai Bantuan Perkuatan Permodalan KSP Agribisnis / Sektoral. Rata-rata koperasi penerima program bantuan berhasil menyalurkan kredit penguatan modal mereka kepada para anggota. Koperasi yang telah tertata dengan baik dalam berbagai aspeknya secara natural akan menularkan berbagai keterampilan dan pengetahuannya kepada anggota. maka pada tahun 2005 Pemerintah memperluas usaha pengembangan melalui bantuan perkuatan Dana Bergulir Sektoral guna membiayai berbagai sektor usaha produktif lainnya. Pelaksananaan program tersebut menggambarkan seperti yang terlukis di bagian awal tulisan itu. Karena itu. 4 K o p e r a s i P e d u l i .Kemudahan pada Koperasi Simpan Pinjam dalam memberikan bantuan modal usaha sangat membantu petani dan pengusaha kecil agribisnis. Kinerja koperasi. Mengingat pelaksanaan program Bantuan Perkuatan Dana Bergulir di Sektor Agribisnis di tahun 2003 dan 2004 berlangsung cukup gemilang. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pengelola KSP. dan kemampuan teknis lainnya. Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis selanjutnya disebut Dana Bergulir KSP Agribinis adalah dana yang berasal dari Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang disalurkan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis sebagai pinjaman dana bergulir untuk disalurkan lebih lanjut kepada anggotanya dalam bentuk pinjaman. baik pengembalian modal dari anggota maupun angsuran koperasi ke bank pelaksana secara nasional baik.

Seorang anggota Kopdit Obor Mas (NTT) sedang menerima kunjungan petugas Kopdit. Keharmonisan hubungan antara Pengurus dan Anggota Koperasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan Koperasi.

Nah, banyak pelajaran berharga selama pelaksanaan program-program di atas. Rasanya terlalu sayang bila momentum-momentum seperti itu lenyap begitu saja. Antara lain untuk tujuan menjawab kesanksian itulah buku ini disusun. Jauh dari kesan formal, buku ini disusun melalui proses peliputan di koperasi-koperasi terbaik yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak semua yang terbaik berhasil diliput. Tim penyusun membagi beberapa koperasi di 10 provinsi yang mencerminkan keterwakilan wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Cara pemilihan kabupaten dan kota didasarkan kepada ragam jenis usaha yang dikembangkan. Namun demikian, meski buku ini jauh dari kesan formal, koperasi-koperasi yang kisah suksesnya ditampilkan dipilih berdasarkan kriteria baku. Setidaknya, ada lima kriteria sukses yang menjadi bahan pertimbangan, yakni: sukses penyaluran dana; sukses pemanfaatan dana; sukses pengembalian dana; sukses peningkatan usaha dana; dan sukses pengembangan usaha dana; Jika kemudian buku ini diberi judul Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera, itu semata karena ingin

memunculkan sebuah pesan bahwa koperasi adalah sebuah aset, sekaligus potensi, yang jika digerakkan dan dikembangkan secara optimal akan bermuara pada kesejahteraan rakyat. Tentu saja, ukuran sejahtera itu berjenjang. Rakyat, dalam konteks ini diwakili oleh para anggota koperasi penerima pinjaman bergulir, yang berhasil menaikkan taraf hidup mereka telah menuai hasil program Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agribisnis/ Sektoral. Dengan tulus, senyum mereka terkembang. Di balik senyum mereka itu ada ‘sebongkah’ kebanggaan bahwa perjuangan mereka untuk menjadi lebih sejahtera telah berada pada jalur yang benar. Di balik senyumsenyum itu pula terkandung beribu memori tentang pergulatan yang tak ringan. Pergulatan tentang mengelola sawah, kolam, tambak, bengkel, kedai makan, dan sebagainya. Di antara memori-memori itu, ada satu yang tak akan mereka lupakan—bahkan akan terwariskan kepada generasi penerus mereka kelak—yakni kepedulian insan-insan koperasi, yang sejak awal setia mendampingi pergulatan mereka itu. Melalui buku ini serempak mereka bersuara: Terima kasih Koperasi.

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

5

Prolog
Prosperous Community Care Cooperation
hat would happen to a community members who have worked dili gently: from cultural, post harvest, management process up to its marketing aspects; with honest ethos and sportive acts, far from collusion intrigues, has togetherness and family tradition, if they were provided with capital injection to enhance their business earnings? The closest assumption is that their business earnings would enhance, profit increase, income would enlarge and they would yield success as businessmen. And of course, in the end their prosperity will improve. This type of answer is fully logical since basically they are independent economic actors. Who are they? None other than farmers, fishermen, traders with limited capital and business space, such as fishermen, craftsmen, and many others. In this country, the number of those who are engaged in small and micro business is very large, scattered in village areas (majority), and some in urban areas which engage in various business sectors. For the Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business, the dynamic above

W

is a pride. Indeed not all of them are accommodated in the cooperation. Those who have become members of cooperation generally have typical characteristics in their business ethos. Well, to expressly shows the empowerment for this small business, Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Enterprises then issued Micro and Small Development through Scrolling Fund Strengthening for Save Loan Cooperation (KSP) Program to fund productive economic business in agricultural and any other productive business sectors. The emphasizing on agricultural and other sectors is of course based on proper considerations. Agribusiness is an activity of utilizing natural resources to fulfill life needs. Agribusiness is an economic perspective in agriculture sector. However, agribusiness also means all economic business with natural resources basis. Therefore the target of program above is not only cooperation members engaged in agricultural field, but also those developing sea weed, and any other natural resources products processing business. The objective of Micro and Small Entrepreneur through KSP capital strengthening is: to increase activities and income of Micro and small Entrepreneur trough business capital service derived from KSP; to increase ability and coverage of KSP service especially in agribusiness
P e d u l i , R a k y a t S e j a h t e r a

6

K o p e r a s i

sector; to increase KSP manager Human Resources quality. This program is a series of activities conducted by the Government through Productive Resources Access Increase Development Project originating from the State Revenue and Budget of 2004 fund in the form of the granting of capital strengthening aid to KSP in the pattern of scrolling fund. Such Save and Loan Cooperation (KSP) Scrolling Fund Strengthening Aid which is further referred to as Agribusiness KSP Scrolling Fund is fund deriving from the Government through the Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business which is distributed to Save Loan Cooperation (KSP) in Agricultural Sector as scrolling fund loan to further be distributed to its members in the form of loan. Such program was commenced in 2003 and was continued in 2004. Considering the success of Scrolling Fund Strengthening Aid in Agricultural Sector in 2003 and 2004, then in 2005 the Government extended development business through Sectoral Scrolling Fund strengthening aid to fund various other productive business sectors, through fund source from State Revenue and Budget. Therefore since 2005 such program was known as Agribusiness/Sectoral KSP Fund Strengthening Aid. The implementation of such program was described as what is illustrated in the early part of this writing. In average cooperations receiving the aid program were successful in distributing credits to strengthen their capital to their members. Cooperation performance, both in capital return from members and cooperation installment to the bank national wide is favorable. Non performing credit can be considered as below 2% as the applied limit. Strengthening was also sought through cooperation capacity increase programs in managing its business. The capacity concerned is in the field of management, reporting system, and financial administration, and any other technical abilities, up to entrepreneurial horizon. This matter will in turn make cooperation the center of business for small/micro entrepreneurs. Experience has shown that development will continue to members. Cooperations that have been ordered well in various aspects naturally will transfer their various skills and knowledge
K o p e r a s i P e d u l i , R a k y a t

to their members. Well, there are many valuable lessons during the above programs. It would be such a waste if such momentums disappear just like that. It is that reason, among other things, that underlies the objective to compose this book. Far from formal image, this book is composed through covering process in the best cooperations scattered all over Indonesia. Not all of the best were covered. The composing team divided several cooperations in 10 provices that reflect the represented ness of Indonesian area in western, central and eastern parts. The method in choosing regencies and cities was based on business types developed. However, even though this book is far from formal image, cooperations which success stories are presented were chosen based on raw characteristics. At least there are five successful criteria that became the material of consideration, namely: fund distribution success; fund utilization success; fund return success; fund business increase success; and fund business development success; If further this book was titled Prosperous Community Care Cooperation, it is merely because a message that cooperation is an asset and at the same time a potential which, if it is moved and developed, optimally will end up in community welfare, is intended to be set out. Of course, the size of welfare has its own levels. People, in this context is represented by members of cooperation receiving scrolling loan, who are successful in increasing their life standard after they have harvested the output of Scrolling Fund Strengthening For Loan Save Cooperaton (KPS) in Agribusiness/Sector program. Sincerely, their smiles bloom. Behind those smiles there is a “piece” of pride that their struggle to become more prosperous has been in the right lane. Behind those smiles there are also thousands of memories about heavy struggle. Struggle on the management of rice field, pond, embankment, workshops, restaurants, and etc. Among these memories there is one that they cannot forget-even when they inherit it to their future generation-the care of cooperation personnel, who since the beginning have been loyal assisting their struggle. Through this book together they will say: Thank you Cooperation.

S e j a h t e r a

7

R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . juga para pengusaha kecil yang bergerak di sektor riil. Berpuluh tahun kemudian. Ketika itu. secara retoris Bapak Koperasi Indonesia itu bertanya: “Sudahkah berkembang peternakan di kalangan rakyat yang dibiayai dengan pinjaman koperasi? Sudahkah terlaksana di mana-mana kebun sayur dibiayai dengan pinjaman koperasinya? Bagaimana koperasi di kalangan pertukangan dan kerajinan? Sampai di manakah hasil yang diperoleh dengan koperasi untuk mengatasi ijon dengan pinjaman kecil-kecil sesuai kebutuhan dan lain-lainnya?” Meski berbentuk sebuah kalimat tanya.Bab II Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro S 8 uatu ketika pada tahun 1953. sepenggal isi pidato Bung Hatta pada perayaan Hari Koperasi yang ke-3 berbicara tentang sejauh mana manfaat koperasi bagi rakyat petani dan pengrajin. sentilan bernada P e d u l i . pesan Bung Hatta dalam penggalan pidatonya itu sangat jelas: bahwa Koperasi harus mampu membiayai para petani dalam berusaha.

Jika mengacu pada visi Bung Hatta pada paragraf pertama tadi maka Koperasi idealnya tampil sebagai lembaga yang mampu menjawab aspek permodalan yang dibutuhkan para petani dan pengusaha kecil dan mikro tadi. kondisi sebagian besar koperasi pun setali dua uang dengan para pengusaha kecil dan mikro: sama-sama minim permodalan. Sementara itu. Program ini memiliki tujuan yang sangat strategis. KUKM dianggap belum bankable. Namun. Sementara itu fakta di lapangan berbicara bahwa. yakni meningkatkan aktivitas dan K o p e r a s i P e d u l i . Berangkat dari visi itulah lahir Program Dana Bergulir pada Kementerian Negara Koperasi dan UKM termasuk Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/Sektoral. R a k y a t S e j a h t e r a 9 .introspektif itu ternyata masih relevan untuk diungkapkan: “sudahkah koperasi mampu mendampingi para petani dan pengusaha kecil dan mikro?” Begitu kira-kira bentuk pertanyaan itu di masa kini. kemampuan KUKM untuk mengakses sumber permodalan. dalam konteks pembinaan dan pengembangan koperasi dan usaha kecil dan menengah (KUKM) tersebut. meski bukan segala-galanya. setali dua uang. aspek permodalan merupakan sebuah aspek penting dalam pengembangan dan pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM). Atas dasar fakta itu. Pemerintah dalam hal Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah merasa perlu membangun sebuah ‘jembatan’ yang bisa menghubungkan antara KUKM dan sumber permodalan. baik baik dari lembaga keuangan bank maupun bukan bank masih rendah. yang dalam konteks ini diawali dengan dana stimulan dari APBN.

Kemudian pada tahun 2004. program ini bernama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”. Pada tahun 2003. Satu tahun kemudian. terutama di daerah perdesaan. Program ini mulai dilaksanakan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM sejak tahun 2003. R a k y a t S e j a h t e r a . Jawa Timur pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui pelayanan simpan pinjam. meningkatkan akses anggota dan calon anggota untuk memperoleh pelayanan pinjaman dari KSP. Dalam kurun waktu itu.Aktivitas usaha di pabrik penggilingan padi milik anggota KSP Lestari Mandiri. Selama dua tahun. pro- gram Perkuatan Dana Bergulir ini fokus pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan agribisnis. yakni tahun 2003 dan tahun 2004. yakni pada tahun 2005. meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pengelola KSP. Setelah sempat vakum satu tahun selama 2006. dan membangun KSP sebagai lembaga keuangan yang handal agar dapat sejajar dengan lembaga keuangan lainnya. Perputaran dana pinjaman bergulir itulah kemudian yang menjadi bahan bakar pertumbuhan ekonomi di daerah. pada tahun 2007 program ini 10 K o p e r a s i P e d u l i . program ini dikembangkan tak hanya untuk pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis tapi juga pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor riil lainnya dengan nama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sektoral”. Kabupaten Malang. program ini bernama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”. Melalui mekanisme ini transfer dana dari Pemerintah Pusat pada akhirnya bisa menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi di daerah. meningkatkan kemampuan dan jangkauan layanan KSP yang bergerak dalam pembiayan agribisnis/sektoral. terjadi beberapa dinamika kebijakan.

kewajiban Kelompok Kerja Keuangan Kabupaten/ Kota juga dipandang belum optimal. Usaha Mikro. *** Teknis Pelaksanaan Tidak semua Koperasi bisa menerima program perkuatan permodalan bagi koperasi. 167. Itu artinya telah terjadi dinamika positif hingga sebesar 281%. 89. Dari yang seharusnya Rp. dan Kecil”. tercatat realisasi pencairan sebesar Rp. yakni yaitu 434.000. Di samping itu.. Selama rentang waktu 2003 sampai 2005 dan 2007 Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp.594 yang telah ditunaikan. Propinsi lain yang juga memiliki kinerja bagus. Propinsi Jawa Timur merupakan propinsi dengan tingkat realisasi pencairan terbesar. Catatan hasil monitoring itu memberi sinyal indikasi bahwa koperasi penerima program berhasil didalam mengelola dan menggulirkan bantuan yang diberikan. 840. Hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan bahwa di tingkat nasional. R a k y a t S e j a h t e r a 11 . b. Kemudian.59 miliar. Demi kebersinambungan program dana bergulir ini. Syarat-Syarat Umum: a. 299. Angka-angka pada tabel tersebut menunjukkan bahwa meskipun para koperasi peserta program sukses mengembangkan dana bergulir tersebut hingga 281 % tapi tingkat atau kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga masih belum sesuai target (lihat tabel).000.609. Memiliki kantor sendiri yang telah ditempati minimal 2 (dua) tahun. Telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebanyak 3 (tiga) Tahun Buku terakhir. 321. Menurut penelusuran.81 miliar. jumlah dana pinjaman bergulir terlah berkembang dari Rp.000. Di propinsi ini. Dari alokasi dana sebesar itu.92 % atau Rp. bersedia membuat unit K o p e r a s i P e d u l i .968 anggota koperasi.797.dilanjutkan dengan nama “Program Peningkatan Permodalan Dana Bergulir Sektoral Bagi Koperasi.980 dengan jumlah pemanfaat sebanyak 183.bagi 448 koperasi yang tersebar di 32 provinsi. Hingga 31 Maret 2009 kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga tersebut tercermin pada tabel di bawah ini.47.8 miliar menjadi Rp. Hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun terakhir berturut-turut “sehat”. angka pengembalian angsuran pokok dan bunga yang rendah itu disebabkan karena Bank Pelaksana dipandang masih kurang aktif dalam melakukan pembinaan dan monitoring kepada koperasi peserta program.500 baru 44.076. koperasi peserta program wajib mengembalikan angsuran pokok dan bunga kepada Bank Pelaksana. 104.972. usaha mikro dan kecil tersebut. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi Koperasi-koperasi Simpan Pinjam calon penerima dana perkuatan. c.150. berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Kementerian KUKM per Maret 2009 dana pinjaman bergulir tersebut telah berkembang menjadi Rp. Dalam melayani anggota-anggota di sentra agribisnis. yakni Propinsi Jawa Tengah dengan perkembangan sebesar 255. 39. Jumlah dana yang tersalur dan hasil pengembangannya itu pun menjadi salah satu indikasi bahwa program ini telah berjalan dengan baik.715. d.700.990.688. 35 miliar menjadi Rp.99% atau berkembang dari Rp.32%.

Jumlah Pinjaman yang diberikan minimal Rp. 57.000. 1 milyar. Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM. yang dikelola dengan pola simpan pinjam dan sudah diadministrasikan secara tertib.000 Rp. Di samping anggota secara keseluruhan. USP Koperasi sudah menjadi unit otonom minimal 3 tahun. 50.688.000 Rp.431. 6.228. peternak dan nelayan (bukan pedagang).888. 25. 41.798.214. Pada tahun 2004 syarat-syarat umum tersebut diperbarui.000 Rp.000. Sedangkan persyaratan bagi Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi calon penerima dana perkuatan adalah sebagai berikut: a.000. 2.500 Sebelumnya Pokok Rp.699.313. d.986. 25. Ada pihak yang menjadi Jaminan Perorangan (personal guarantee) atas Dana Perkuatan yang diterima peserta program perkuatan modal KSP. f. KSP juga memiliki anggota minimal 100 orang yang bergerak dibidang usaha produktif yang sejenis antara lain: petani. Memiliki Komputer sendiri dan sanggup membeli komputer minimal Pentium 3. Merupakan lembaga koperasi primer Kabupaten/Kota yang sudah berbadan hukum minimal 4 tahun.000 Rp.184 Bunga Rp.700 Sumber Data: Koperasi Peserta Program.676 Rp. e.pelayanan yang berada di lokasi sentra agribisnis.000 Rp. 630.000.150.731 Rp. 3. dan Bank Pelaksana (diolah) 12 K o p e r a s i P e d u l i .000.104. KSP telah memperoleh jaminan perorangan (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota setempat untuk mengelola Dana Bergulir KSP Agribisnis. Kelompok masyarakat sebagai anggota KSP sudah pernah memperoleh dukungan modal dan pembinaan dari instansi teknis. Donasi dan Sisa Hasil Usaha tahun berjalan minimal sebesar 33% dari total aset. b.145.083 Rp. b. Jumlah modal sendiri yang terdiri dari Simpanan Pokok.956. i. Mempunyai Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang telah berjalan secara efektif. Wajar Tanpa Syarat (WTS).798. g.700 Rp. Jumlah Tahun Program 2003 2004 2005 2007 Bunga Rp. Pengelolaan Usaha KSP sudah didelegasikan kepada manajer dan didukung karyawan-karyawan yang professional. f. Bersedia mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). 2.903.483.055.000.000 Rp. Kewajiban Koperasi Ke Bank Kewajiban Kepada Bank No 1 2.496.10. Anggota koperasi yang berhak menerima Tabel 1.001. Beberapa pembaruan tersebut di antaranya: a. c. e. 4. Syarat-Syarat Khusus : a. b. Hasil audit 2 tahun terakhir. Tunggakan pinajaman macet maksimal 2%.23. R a k y a t S e j a h t e r a .076.000 Rp. 5.500 Rp. h.000. Simpanan Wajib. 378.594 Sudah Dibayar Pokok Rp.029.187 Rp. serta tidak terjadi perangkapan pekerjaan untuk fungsi-fungsi yang bertentangan.817.000 Rp.731.538.249.653.955 Rp.580.146 Rp.36. 68. Telah melakukan pemisahan dalam akuntansi usaha dari akuntansi Koperasinya. 18. Cadangan.609. g. 47. Merupakan koperasi primer kota/ kabupaten yang telah berbadan hukum minimal 4 (empat) tahun dan melaksanakan RAT 3 (tiga) Tahun Buku terakhir dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun berturut-turut.100. c. 5.918. Diutamakan bagi KSP yang para anggotanya mempunyai hubungan kerjasama kemitraan dengan perusahaan penghela.000.

000.000.(satu milyar rupiah).000.. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.000.. resiko pinjaman macet semakin kecil. e. KSP telah memperoleh jaminan perorangan (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota setempat untuk mengelola Dana Bergulir Sektoral. K o p e r a s i P e d u l i .(lima ratus juta rupiah). KSP memiliki anggota minimal 100 (seratus) orang Pengusaha Mikro dan Kecil yang bergerak disektor usaha produktif yang sejenis antara lain: pertanian.(Seratus lima puluh juta rupiah). kehutanan dan perkebunan. peternakan.750. Mendapat persetujuan dari pengurus KSP atas hasil analisa kelayakan dari manajer pengelola simpan pinjam.000.000. Aturan ini dibuat sebagai pagar bagi KSP-KSP peserta program dalam menyalurkan pinjaman dana bergulir tersebut. b.000.0 00.. Sedangkan beberapa perubahan pada Syarat-syarat Khusus bagi KSP calon penerima dana bergulir sektoral itu di antaranya: a. d.500. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp.pinjaman dana bergulir untuk membiayai usahausaha ekonomi produktif dari alokasi dana program ini juga diatur dengan seleksi ketat. 1. dan memiliki simpanan pokok minimal Rp. Pada tahun 2005.000.000. g. KSP calon penerima diprioritaskan yang belum pernah memperoleh Dana Bergulir KSP Agribisnis. Total tunggakan pinjaman macet maksimal 2 % (dua persen).. c. Memberikan pelayanan pinjaman kepada anggota minimal 70 % (tujuh puluh per seratus) dari total pinjaman yang diberikan.150.000.000. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.000. b. b. Memiliki aktivitas usaha produktif di bidang agribisnis/sektoral yang menciptakan nilai tambah sehingga berkemampuan untuk mengembalikan/ melunasi pinjaman. h. 375.000. perikanan.. Diprioritaskan bagi KSP yang anggotaanggotanya mempunyai hubungan kerjasama kemitraan dengan perusahaan penghela. pada tahun 2005 sasaran KSP peserta program diperluas tak lagi terbatas pada KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis tapi juga KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di berbagao sektor riil lainnya. d. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.(tujuh ratus lima puluh juta rupiah).75. i.(tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah).000. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada KSP. Memiliki kekayaan bersih minimal sebesar Rp. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp.(seratus lima puluh juta rupiah).(tiga ratus juta rupiah). Kementerian Negara Koperasi dan UKM kemudian kembali melakukan penyempurnaan teknis pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir tersebut. seiring dengan dinamika yang terjadi pada pelaksanaan program tahun 2003 dan 2004..(lima ratus juta rupiah).300. R a k y a t S e j a h t e r a 13 . d.000. e.1. Jika pada tahun 2003 dan tahun 2004 fokus program lebih pada KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis.. c.(tujuh puluh lima juta rupiah). Hasil audit 2 (dua) tahun terakhir berpredikat Wajar Tanpa Syarat (WTS). 500.000. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp. c. Terdaftar sebagai anggota KSP/calon anggota KSP. Bersedia atau telah melayani anggotaanggotanya di berbagai sektor usaha produktif dan membuka unit pelayanan yang berada di lokasi sentra. Mengajukan permohonan pinjaman kepada KSP sesuai kelayakan usaha. 150. Pengusaha Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari KSP wajib memenuhi syarat sebagai berikut : a. Memiliki jumlah kekayaan bersih minimal sebesar Rp. Telah berbadan hukum minimal 4 (empat) tahun dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 3 (tiga) Tahun Buku terakhir dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun berturut-turut serta klasifikasi minimal B. perdagangan dan aneka jasa lainnya. dan memiliki simpanan pokok minimal Rp. f. pertambangan dan galian. industri pengolahan dan kerajinan. Sepanjang aturan ini ditaati.(satu milyar rupiah).000. Penyempurnaan ini dilakukan untuk mengakomodir pengembangan program. Beberapa perubahan itu di antaranya pada Syarat-syarat umum KSP calon penerima dana bergulir sektoral itu di antaranya: a.000.000.000.000.

Beberapa persyaratan yang mengalami perubahan itu. Koperasi telah berbadan hukum minimal 1 (satu) tahun dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan memiliki predikat “cukup sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan yang dilakukan pejabat yang berwenang. b. c. dengan Jumlah karyawan dan manajer minimal 5 orang. b. Bersedia menyimpan 5 % dari pokok pinjaman di KSP dalam bentuk Simpanan Wajib Khusus milik anggota sebagai bagian dari pemupukan modal sendiri KSP dan untuk keperluan stabilitas permodalan KSP. Idealnya. Pulau Buru. selain syarat-syarat yang telah ditetapkan pada petunjuk teknis tahun 2003 dan 2004. sehingga memiliki kemampuan untuk mengembalikan/ melunasi pinjaman. yakni: a. seluruh aset USP-Koperasi menjadi aset KSP yang baru dibentuk. manajemen USP-Koperasi telah dikelola secara otonom minimal 3 tahun. g. Terdaftar sebagai anggota KSP aktif minimal 1 (satu) tahun dan dibuktikan dengan jumlah simpanan wajib di koperasi. dengan cara memisahkan unit Simpan Pinjam dari koperasi untuk menjadi Koperasi Simpan Pinjam tersendiri atau mengubah nama dan bidang usaha koperasi menjadi hanya Usaha Simpan Pinjam (KSP). di antaranya: a. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada KSP. Modal sendiri minimal sebesar 33 % (tiga puluh tiga per seratus) dari total aset. pada tahun 2005 Pengusaha Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari KSP juga wajib memenuhi syarat sebagai berikut: a. sejak tahun 2005 USPKoperasi calon penerima Dana Bergulir Sektoral wajib memenuhi syarat tambahan. terjadi beberapa perubahan persyaratan yang harus dipenuhi Koperasi Peserta Program. c.Suasana di kantor manajemen KSP Cipta Mandiri. telah melakukan pembukuan terpisah atas pengelolaan usaha simpan pinjam dari akuntansi koperasinya. Pengelolaan Usaha KSP sudah didelegasikan kepada manajer yang didukung oleh karyawan yang profesional dan tidak terjadi perangkapan pekerjaan. Selain Syarat Umum dan Syarat Khusus tersebut di atas yang berlaku bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). 14 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a . d. dibuktikan dengan neraca lajur 3 (tiga) tahun terakhir. f. Kemudian. pengelolaan Usaha KSP didelegasikan kepada manajer yang didukung oleh karyawan yang profesional e. *** Pada tahun 2007. d. Telah memiliki prosedur pemberian pinjaman ke anggota. Mempunyai aktivitas di sektor usaha produktif dan masih dapat dikembangkan serta menciptakan nilai tambah. Koperasi induk bersedia melakukan pembagian. dan siap menjadi KSP.

Koperasi telah memperoleh jaminan perorangan (Personal guarantee) dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota.000.000.000.. 100.(dua ratus juta rupiah) dan memiliki jumlah anggota paling sedikit 100 orang. 12/2005. telah dikelola secara otonom minimal 1 (satu) tahun..000. Gambar menunjukkan suasana pelayanan di sebuah KSP. Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku. Pada pasal itu disebutkan bahwa “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang dinilai mempunyai peran strategis antara lain untuk keperluan pembinaan KSP/USPKoperasi di daerah yang sedang berkembang. 200.(tiga ratus juta rupiah).(seratus juta rupiah). 150.. KSP Cipta Mandiri bisa menjadi peserta program ini pada tahun 2005 berdasarkan Pasal 7 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.. manajemen unit usaha koperasi yang akan mengelola dana bergulir. S e j a h t e r a 15 .000. c. Sedangkan beberapa perubahan pada persyaratan khusus.. untuk Koperasi calon penerima dana bergulir sebesar Rp. Total tunggakan pinjaman macet maksimal 5% (lima persen) yang dibuktikan dengan K o p e r a s i P e d u l i . yang dibuktikan dengan laporan keuangan pada tahun terakhir.(seratus lima puluh juta rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib minimal Rp. 100.000. dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh pada lampiran 14 peraturan ini.Sebagian besar KSP tadinya merupakan Unit Simpan Pinjam (KSP) dari sebuah koperasi induk. daerah perbatasan/terpencil.(seratus juta rupiah) dan memiliki jumlah anggota paling sedikit 60 orang.. b. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal Rp. d.(seratus juta rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib minimal Rp. 100. Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan khusus terutama bagi koperasi-koperasi yang berlokasi di daerah tertinggal atau di daerah yang terkena bencana alam atau koperasi yang dinilai mempunyai peran strategis pada daerah tertentu.000. 500. untuk Koperasi calon penerima dana bergulir sebesar Rp. 50.(lima puluh juta rupiah). memiliki saldo piutang minimal Rp. c.000. unit usaha koperasi yang akan mengelola dana bergulir telah menyelenggarakan pembukuan secara terpisah atas pengelolaan usaha koperasinya.000. d..(lima ratus juta rupiah).000. Meski baru berdiri pada tahun 2004. R a k y a t laporan tahunan berjalan.000. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal Rp. Salah satu contoh. Dalam konteks ini. yakni : a. yang profilnya ditampilkan dalam buku kisah sukses ini.000. Belum pernah memperoleh Dana Bergulir dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM. b.000..000.000. KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru. 300. Selain aturan-aturan main tadi. memiliki saldo piutang minimal Rp.000.

Bung Hatta message in its speech part is very clear: that Cooperation must be able to fund farmers in running their business. Many years later. rhetorically such Indonesian Cooperation Founding Father asked: “has animal farming developed in the community which is funded by cooperation loan? Has vegetable plants been funded by their cooperation loan? How are cooperations among the handicraft and craftsmen? How far is the output obtained with cooperation to overcome early crops pur- chase with small loan in accordance with needs and others?” Even though it is in the form of questions. R a k y a t S e j a h t e r a . At the time. a piece of Bung Hatta’s speech content in the cel ebration of the 3rd Cooperation Day which discussed how far cooperation can benefit for farmers and craftsmen. such introspective in nature critic is still relevant to be expressed: “have cooperations been able to assist farmers and micro and small entrepreneurs?“ That is approximately the form of such statement in the present. In the mean time the facts on the field speak out 16 K o p e r a s i P e d u l i . also for small entrepreneurs who are engaged in real sectors.Chapter II Scrolling Fund For Small and Micro Business Capital O ne day in 1953.

Meanwhile in the context of founding and development of coopera- tion and such small and middle scale entrepreneurs (KUKM). If referring to the mission of Bung Hatta in the first paragraph earlier. the Government in this matter State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Entrepreneurs feels the necessity to build a ‘bridge’ that can connect KUKM and capitalization source. capitalization aspect is the important aspect in the development and founding of small and middle scale business (UKM). From that vision. KUKM is still considered as non bankable. Based upon that fact. same as usual. which in this context is initialized with stimulant fund from State Revenue and Expenditure (APBN). the conditions of cooperation are as bad as small and micro entrepreneurs: they lack capitalization. Scrolling Fund Program on State Min- K o p e r a s i P e d u l i .that even though it is not everything. the ability of KUKM to access capitalization source. both from bank financial institutions and non bank is still low. then ideally Cooperation appears as an institution that is able to answer capitalization aspect needed by such farmers and small and micro entrepreneurs. R a k y a t S e j a h t e r a 17 . However.

and developing KSP as a financial institution that is reliable in order to be in the same level as any other financial institutions. R a k y a t S e j a h t e r a . increasing activities and revenue of Micro and Small Entrepreneurs through save loan services. This program has a very strategic purpose. there have been several policy dynamics. East Java istry of Cooperation and UKM was born and was incorporated in Small and Micro Entrepreneurs Development Program through Scrolling Fund Program for Save Loan Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/Sector funding. i. i. Within two years. 2003 and 2004 this Scrolling Fund Strengthening was focused on Save Loan Cooperation (KSP) engaging in agribusiness funding. this program was named “Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation (KSP) Capital Strengthening in Agribusiness Sector. Through this mechanism. mainly in villages. fund transfer from Central Government at the end of the day could be the moving engine of region economic activities. This program has been implemented by State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Enterprises since 2003. In 2003. increasing human resources KSP managers quality. Your browser may not support display of this image. Such scrolling fund circle then becomes the fuel of region’s economic growth. increasing the ability and coverage of KSP services engaging in agribusiness/sector funding. Within such period. i.The economic activites at Yudi Pujianto’s rice mill. in 2005 and in 2007 this program was developed not only to develop micro and small business in agribusiness sector but also for the development of any other real sectors with the name “Micro and Small Entrepreneurs Development Program Through Scroll- 18 K o p e r a s i P e d u l i .” A year later.e.e. Malang. whose life standard was lifted after synergizing with KSP Lestari Mandiri.e.” Then in 2004 this program was called “Micro and Small Entrepreneurs Development program Through Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan Cooperation (KSP) in Agribusiness Sector.

715. State Ministry of Cooperation and UKM then re-perfected the implementation technique in distributing such scrolling fund implementation.700. In 2005.” After being non active for a year in 2006.000. Ministry of Cooperation and UKM also has anticipated specific possibilities mainly for cooperations located in disadvantaged area or areas that have been exposed by natural disasters or cooperations that are considered as having strategic roles on some areas.980 and was utilized by 183. Regency/City Working Group obligations are considered as non optimum. 12/2005.. KSP Cipta Mandiri was able to become a member of this program in 2005 based on Article 7 of Minister of Cooperation and UKM Regulation UKM No. There are requirements that must be met by Save Loan Co- operation as nominees for strengthening fund receivers. along with the dynamic that took place in the program implementation of 203 and 2004.076. Cooperation members who are entitled to receive scrolling fund to fund productive economic business from this program fund allocation are also regulated with tight selection. K o p e r a s i P e d u l i . According to investigation. Data shows that even though participating cooperations are successful in developing such scrolling fund up to 281% however the level or performance of principal installment return has not been the same as the target.ing Fund Strengthening Aid For Sector Save Loan Cooperations (KSP).609.500 only 44.000.972.990. One example is KSP Cipta Mandiri in Pulau Buru. 840. non performing loan risk will become smaller. Then. Pulau Buru is considered as having the strategic position as ‘rice barn’ in Maluku Province. Micro and Small Business. R a k y a t S e j a h t e r a 19 . From the actual Rp. Implementation Technique Not all cooperations could receive capitalization strengthening program for such cooperations. it is noted that the disbursement realization was in the amount of Rp. In 2003 and 2004 the program was more focused to KSP that funded micro and small business in agribusiness sector. 321.47. based on the monitoring output conducted by Ministry of KUKM. This perfection was conducted to accommodate program development.92 % or the amount of Rp. In this context. 299.797.150. in 2007 this program was continued with the name “Sector Scrolling Fund Capitalization Increase Program For Cooperation. It means there has been positive dynamic of up to 281 %.688.000. 104. border/remote areas. Such monitoring record indicates that program receiving cooperation is successful in managing and scrolling the aid provided.594 has been paid up. in March 2009 such scrolling loan fund had increased to become Rp. such low principal installment and interest return was due to the fact that Implementing Bank has been not active enough in conducting development and monitoring against program participating cooperations. This regulation is set up as fence for program participating KSPs in distributing such scrolling fund loan.968 cooperation members. which profile has been presented in this successful stories book. micro and small business. in 2005 and 2007 the target of program participating KSP was extended and not only limited to KSP funding micro and small business in agribusiness sector but also KSPs that fund micro and small business in any other real sectors. From such amount of fund allocation. The amount of fund distributed and the output of its development become indicators that this program has been running well. In that article it is stated that “A minister may stipulate KSP/USP-Sector Scrolling Fund Receiving Cooperation in special manner which is considered as having strategic role among others for the need of the founding of KSP/USP-Cooperation is areas that are developing. So long as this regulation is complied with.for 448 cooperation scattered in 32 provinces. participating cooperations are obligated to return principal installment with its interest to Implementing Banks. For the sake of the sustainability of this scrolling fund program. Although it was not established until 2004. In addition.” Within the period of 2003 up to 2005 and 2007 the Government allocated fund in the amount of Rp.

R a k y a t S e j a h t e r a 20 K o p e r a s i .Bab III Parade Kisah Sukses S ebuah kalimat bijak tentang koperasi. Di atas jalan menuju masyarakat koperatif. belum ada yang sempurna. Parade kisah sukses KSP peserta program perkuatan permodalan usaha agribisnis/ sektoral ini merupakan bagian dari geliat untuk senantiasa mewujudkan kemajuan bagi dunia perkoperasian di Indonesia. yang berupa pendidikan atas diri sendiri dan perbuatan. yang pernah diungkapkan Bung Hatta menarik untuk dicermati. Bung Hatta bicara bahwa segunung konsep untuk membangun masyarakat perkoperasian tak akan cukup jika tak bermuara pada kerja nyata. sebab itu dasar kita bekerja ialah: mencapai perbaikan senantiasa!” Melalui kalimatnya itu. yang dibalut dengan semangat untuk senantiasa mewujudkan perbaikan. Bapak Koperasi Indonesia. Kisah-kisah sukses yang termuat di dalam bab ini bukan ditulis untuk sekadar P e d u l i . melainkan amal. yang juga Proklamator negara ini pernah berkata bahwa “bukan semboyan yang muluk-muluk yang dibutuhkan untuk mencapai masyarakat kooperasi yang ingin kita ciptakan.

kinerja pengembalian dana dari anggota koperasi penerima pinjaman. sekaligus sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat koperasi di Indonesia. kinerja peningkatan usaha anggota koperasi penerima pinjaman. kisah-kisah sukses yang ditulis diniatkan untuk bisa menjadi referensi. K o p e r a s i P e d u l i . pertimbangan-pertimbangan kualitatif juga menentukan. hingga kinerja pengembangan usaha dana koperasi menjadi pertimbangan penting untuk memilih KSP-KSP mana saja yang layak diprofilkan. berbagai pertimbangan dilakukan. kinerja pemanfaatan dana. selamat mengambil manfaat. Lebih dari itu. seperti upaya inisiasi. serta para pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini menjadi mitra koperasi. Tentu saja. terobosan. kinerja penyaluran dana bergulir. yang profil dinamikanya ditulis dalam buku ini. Berbagai data tentang kinerja keuangan KSP. dalam memilih KSP dari sepuluh propinsi. inovasi. Tidak hanya itu. Akhirnya.mengukur tingkat keberhasiloan pelaksanaan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/ Sektoral. R a k y a t S e j a h t e r a 21 . selain data-data statistik tersebut. dan orisinalitas program yang dilakukan oleh KSP peserta program.

which was expressed by Bung Hatta is interesting to be analyzed. This Indonesian Cooperation Father. who is also the state proclaimer had also said that “it is not the pompous motto that is needed to create cooperation community that we would like to have. but it is the deed. On the road that leads to cooperative community. wrapped with the spirit to always create improvements. therefore the basis of our work is: to always seek for improvement!” Through such sentence. Bung Hatta said that a pile of concepts to develop cooperation community will not be enough if they do not end up on real work. R a k y a t S e j a h t e r a . in the form of self education and good deed. Parade of KSP success stories on this agribusiness/sector capitalization strengthening program participates is a part of the spirit to always create progress for the world of cooperation in Indonesia. nothing is perfect. Success stories contained in the chapters of this book are not merely written to measure the success level of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan 22 K o p e r a s i P e d u l i .Chapter III A Parade Of Success Stories A wise sentence about cooperation.

scrolling fund distribution performance. various considerations are taken into account. break through. inovation. and program originality efforts conducted by program participating KSP. qualitative considerations also sercve as determining factors. At the end of the day. More than that. fund utilization. fund return performance by loan receiver cooperation members. Of course. K o p e r a s i P e d u l i . success stories written are intended to become references. as well as micro and small business actors who have been partners for cooperation. Not only that. take advantage out of them. in addition to such statistical data.Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/ Sector funding. up to cooperation fund business increase perfomance become important considerations to select which KSPs are worth to be profiled. in selecting KSP from ten provinces. such as initiative. loan receiver cooperation members business increase. Various data on KSP financial performance. and at the same time as the source of inspiration and motivation for cooperation community in Indonesia. R a k y a t S e j a h t e r a 23 . which profile dynamics are written in this book.

R a k y a t S e j a h t e r a .24 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 25 .SUMATERA BARAT West Sumatera K o p e r a s i P e d u l i .

B 26 melalui pengenalan yang memadai kepada anggota. Tapi. keberhasilan anganangan belaka. Tapi bagaimana dengan anggota? Mereka akan dimagangkan di P e d u l i . bila sebuah koperasi juga menginginkan para anggotanya pandai mengelola koperasi. Bagi pengurus. KSP LUMBUANG PUSAKO Kota Bukittingi. menjalankan koperasi perlu keahlian dan pengalaman. Bagi pengurus KSP Lumbuang Pusako. baik untuk pengurus dan koperasi. koperasi menjadi lebih dinamis. Ketua KSP Lumbuang Pusako. yakni langsung menerapkan ilmunya dalam praktik pengelolaan koperasi. “Kami selalu berusaha menjadi pengurus yang bisa menjadi panutan bagi anggota sekaligus bisa mengayomi. dan seterusnya. Provinsi Sumatera Barat Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan ila pengurus koperasi piawai dan melahirkan kinerja koperasi menjadi semakin baik.Kantor KSP Lumbuang Pusako. follow up pelatihan jelas. maka hal itu menjadi luar biasa. KSP bekerja sama dengan Dinas Koperasi dengan cara mengadakan pelatihanpelatihan. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . Namun. Sumatera Barat.” kata Anismar Asri. Tanpa itu. itulah prinsip yang diyakini pengurus KSP Lumbuang Pusako Kota Bukitinggi. senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako). Sebab. itu hal biasa. Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi. Untuk itu. para anggota pun dituntut untuk memahami bahkan berkemampuan mengelola koperasi. Bukan hanya pengurus. bisa saling mengawasi.

hingga tingkat nasional. Pola regenerasi semacam ini jelas menguntungkan sebab banyak anggota yang sudah mengerti bagaimana mengurus koperasi. Seperti namanya. Tujuannya. Bahkan. jika ada regenerasi pengurus. keberlanjutan misi koperasi pun terjamin.Salah satu usaha kecil menengah yang memanfaatkan modal usaha dari KSP Lumbung Pusako koperasi. koperasi ini dikenal dengan nama KOPINKRA. provinsi. Melalui prosedur ini. KSP Lumbuang Pusako menjadi salah satu koperasi unggulan di Kota Bukittinggi. koperasi yang beralamat di Jl. anggota relatif siap menerima estafeta kepengurusan. sebuah koperasi industri kerajinan sulaman dan konveksi. Guguak Panjang. koperasi K o p e r a s i P e d u l i . melalui Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. dan berganti nama menjadi KSP Lumbuang Pusako. Di usianya yang baru dua tahun. keyakinan itu. 9A – Kec. Ide pembentukannya dicetuskan sejumlah pengusaha dan perajin border. 1702/XVII/ 1988 ini kemudian mengubah bentuknya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). sulaman dan konveksi yang ada di Kota Bukittinggi.45 – 385 – 2006. koperasi ini senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako). Bukittinggi. Pihak KSP sendiri berharap. R a k y a t S e j a h t e r a 27 . Koperasi berakta notaris No. Lumbuang Pusako. Dan. setiap bulan dipilih lima orang anggota untuk mengikuti kegiatan magang tersebut. Tarok Bungo No. ini setidaknya telah mengantongi sebelas penghargaan. Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi. membentuk sebuah organisasi yang mampu menampung hasil karya para perajin. kegiatan magang ini menjadi ajang pendidikan dan pelatihan bagi anggota untuk mengetahui bagaimana proses mengurus koperasi. Jumlah asetnya telah mencapai Rp 5 miliar. bukanlah hisapan jempol belaka. mulai tingkat kabupaten/ kota. Kelak. 188. Selama ini. *** Dua dasawarsa lalu.

Keberhasilan-keberhasilan itu tidak datang begitu saja. Dari sisi aset. total aset KSP ini telah mencapai Rp5 miliar. Jika ada anggota yang mengalami kesulitan. tetapi melalui upaya keras para pengurusnya. Koperasi Sehat Tingkat Kota Bukittinggi 2002. pada tahun 2001 KSP ini dinobatkan sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional. kesetiaan dan jumlah tabungannya. Padahal. R a k y a t S e j a h t e r a . Hingga pertengahan tahun 2009 jumlah anggota mencapai 178 orang. jumlah dana pinjaman yang akan diberikan kepada para anggota disesuaikan masa keanggotaan. Pengurus menggunakan pendekatan persuatif yang biasanya dilakukan pada saat anggota menabung atau menyetor. termasuk kiat-kiat sukses dalam melakukan berbagai usaha.Peran KSP Lumbung Pusako sangat besar dalam membantu mengembangkan usaha ini telah mendapat perhatian dari pemerintah. Selain aset yang makin menggelembung. Namun. Koperasi Berprestasi Tingkat Kota Bukittingi 2002. Misalnya. seperti bertanya tentang perkembangan usaha anggota dan kendala yang dihadapi. Dari tahun ke tahun. Kemudian. perkembangan KSP Lumbuang Pusako menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. berkat kegigihan dan perjuangan para pengelola. misalnya. Jumlah itu sudah termasuk tambahan dana pinjaman bergulir sektoral sebesar Rp 1 miliar yang diterima pada tahun 2005. sebaliknya dalam hal pinjaman KSP tetap selektif. modal koperasi ini hanya Rp 2. Dalam dinamikanya. pengurus tidak segan-segan memberikan solusi. KSP Lumbuang Pusako memang bukanlah yang terbaik. Misalnya dalam hal pembinaan terhadap anggota. Pengurus akan memberikan pembinaan secara tidak langsung.5 miliar. Pengurus koperasi memberlakukan beberapa ketentuan. jumlah anggota KSP pun terus bertambah. kini KSP Lumbuang Pusako menjadi koperasi unggulan di Kota Bukittingi. Jika dalam keanggotaan KSP terkesan blak-blakan. KSP Lumbuang Pusako pernah menerima anugerah sebagai Koperasi Terbaik I Tingkat Kota Bukittinggi 1992. beberapa tahun lalu. Jika bicara prestasi. Ada beberapa KSP lain di Sumatera Barat yang dianggap punya prestasi lebih membanggakan. 28 K o p e r a s i P e d u l i .

Kab. Hal itu dapat dilihat dari tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman anggota mengalami peningkatan. Salah satu usaha konveksi anggota KSP Lumbuang Pusako KSP Lumbuang Pusako Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota : Jl. Sebagai Ketua KSP. sebagai lembaga perbankan yang membina administrasi penyaluran pinjaman dana bergulir sektoral.” kata Anismar Asri. yang penting. Ia juga yakin bahwa dana bergulir itu akan terus bergulir memberdayakan para anggota Lumbuang Pusako. Bukittinggi. Asnimar yakin bahwa sisa pinjaman pokok yang masih sebesar Rp 700 juta akan bisa dilunasi. Berdasarkan catatan dari Bank Nagari Bukittinggi. KSP Lumbuang Pusako telah mengembalikan pokok pinjaman sebesar Rp 300 juta. Anismar yakin para penerusnya akan melakukan itu. Kec. tentu saja. Provinsi Sumatera Barat : 2 Januari 1988 : No:188. Jika pun itu baru bisa dilunasi setelah ia tak lagi menjabat sebagai Ketua KSP. Dan. “Jadi anggota tersebut bisa mendapat pinjaman sekitar Rp 50 jutaan.Sekadar contoh.45 – 385 – 2006 : Tahun 2005 : Rp1 miliar : Hj. Guguak Panjang. R a k y a t S e j a h t e r a 29 . ada anggota yang bisa mendapat pinjaman sebesar Rp 50 juta karena ia telah menjadi anggota sejak tahun 1986 dan simpanannya sudah mencapai Rp 20 juta. Boleh dikatakan tingkat kemacetan penyetoran angsuran kurang dari 1%. Tarok Bungo No. Keberhasilan anggota dalam mengembangkan usahanya akan berdampak positif bagi perkembangan KSP. Anismar Asri : 178 orang K o p e r a s i P e d u l i . 9A. dengan tingkat suku bunga 12% per tahun.

This can be seen from the loan return success increase rate. of course. The amount of loan to be provided to members is adjusted to the membership period. KSP development has shown a significant increase. Achiever Cooperation for Bukittinggi City level in 2002. i. At its tender age of tw. KSP in cooperation with Cooperation Services holds trainings. What about the members? They will participate in cooperation apprenticeship.e. R a k y a t S e j a h t e r a . In the future. as the banking institution that develops sector scrolling distribution administration. From one year to another. Chairman of KSP Lumbuang Pusako. the follow up of trainings is obvious. In its dynamic. KSP itself hopes that this apprenticeship activity will become educational and training event for members to discover the process of cooperation administration. running a cooperation re quires skills and experience. they can supervise each other. 30 K o p e r a s i P e d u l i . both for administrators and cooperation.” said Anismar Asri. Then in 2001 this KSP was crowned as Achiever Cooperation for National Level. Each month five members are chosen to participate in such apprenticeship. loyalty and amount of savings. an embroidery handicraft and convection industrial cooperation. The success of members in developing their business will have positive impact for the development of KSP. “We always try to be administrators who could also be a role model for members and at the same time protect the members. Without those elements. Not only administrators. KSP Lumbuang Pusako has returned principal loan in the amount of Rp 300 million. Due to proper introduction to the members cooperation becomes more dynamic. This cooperation with Rp 5 billion asset has even re- ceived eleven awards.KSP LUMBUANG PUSAKO Bukittingi City . success is only a fantasy. Based on the record of Nagari Bukittinggi Bank. province up to national level. KSP Lumbuang Pusako is one of superior cooperations in Bukittingi City. Healthy Cooperation for Bukittingi City Level in 2002. to directly apply the knowledge in cooperation management practice. if regeneration takes place. In loan affairs KSP applies effective ways. this cooperation was known with the name KOPINKRA. members are also required to understand and even have the ability to manage the cooperation. this cooperation has attracted attention of the government. Two decades ago. For that purpose. KSP Lumbuang Pusako received an achievement award as the Best Cooperation I for Bukittinggi City Level in 1992. Cooperation administrators set out several conditions. starting from regency/ city. For administrators.5 billion. and so forth. It may be concluded that the installment deposit nonperformance is less than 1%. for instance. members are ready to accept the administration handover.West Sumatera If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory F or administrators of KPS Lumbuang Pusako. A couple of years ago this cooperation capital was only Rp 2. In terms of asset. This patter of regeneration is obviously profitable since there are many members who have already understood how to administer the cooperation. the total asset of this KSP has reached Rp 5 billion.

Kantor KSP Lumbuang Pusako K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 31 .

P e d u l i . Kinerja KSP Sungai Kamuyang yang baik selama ini adalah alasan bagi Dinas Koperasi Kabupaten Limapuluhkota merekomendasikan badan usaha ini sebagai penerima bantuan Perkuatan Permodalan Dana Bergulir Sektoral pada tahun 2006 senilai Rp 500 juta.Kantor KSP Sungai Kamuyang. lokasi KSP pun berada di wilayah kenagarian yang juga dikenal dengan nama Sei Kamuyang. selain karena kisah historisnya juga karena nama Sungai Kamuyang sudah dikenal masyarakat. Sungai Kamuyang boleh menjadi sumber inspirasi bahkan dijadikan nama koperasi. nama KSP Sungai Kamuyang cukup dikenal masyarakat di nagari yang berada di kaki Gunung Sago itu. tapi kegesitan para pengurus KSP Sungai Kamuyang tetap merupakan sebab terpenting mengapa badan usaha tersebut layak disebut bila membicarakan koperasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat.” kata ketua KSP Sungai Kamuyang. Najmul Irfan. sebuah nagari di Kecamatan Luak. N Kini. Tak heran jika nama koperasi yang didirikan pada tahun 1996 ini begitu mudah dihafal. Ringan Samo Dijinjiang ama KSP Sungai Kamuyang memang tidak bisa dilepaskan dari nama besar Nagari Sungai Kamuyang. Kabupaten Limapuluhkota. Selain memiliki nama yang sama. “Kita menggunakan nama Sungai Kamuyang. Kabupaten Limapuluh Kota KSP Sungai Kamuyang Kabupaten Limapuluh Kota. Provinsi Sumatera Barat Barek Samo Dipikua. Sumatera Barat. R a k y a t S e j a h t e r a 32 K o p e r a s i .

Kondisi geografis Sungai Kamuyang yang berada di kaki Gunung Sago ternyata cukup berpengaruh terhadap unit layanan usaha KSP. Pengalaman serupa juga dialami Kurnia dan Leni Marlina. Raya Batang Tabik. KSP Sungai Kamuyang mengalirkan banyak manfaat yang bisa dimanfaatkan siapa saja (baca: anggota). sementara istrinya baru pada tahun 2007. Dengan modal pinjaman sebesar Rp 15 juta dari KSP. Yuniarti dan Kurnia hanya dua dari sekian K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 33 . sebagian besar nasabah KSP berprofesi di bidang agibisnis. usahanya semakin berkembang dan kini ia telah mempunyai sebuah toko grosir. usaha Kerupuk Sanjai ‘’MARISA” semakin berkembang dan telah dipasarkan hingga ke luar daerah. Sampai saat ini jumlah anggota KSP mencapai 350 orang. Jumlah itu sebagian besar merupakan masyarakat yang berdomisili di Nagari Sungai Kamuyang. Raya Payakumbuh Lintau Sungai Kamuyang ini mampu mempekerjakan 42 orang karyawan. Berdasarkan catatan. Awalnya. Pihak manajemen KSP tak sulit memberi dia pinjaman kedua sebesar Rp10 juta. Bagi setiap anggota baru diwajibkan menyetor dana Simpan Pokok sebesar Rp 10 ribu dan Simpanan Wajib Rp 5 ribu. Yurniati membayar cicilannya Rp 650 ribu per bulan. Sebut saja salah satunya Yurniati Ura. jumlahnya tidaklah sebesar sektor agribisnis. kehadiran KSP Sungai Kamuyang disambut baik oleh masyarakat. Sungai Kamuyang. Awalnya. Kurnia dan isterinya. pemilik usaha Kerupuk Sanjai ‘’MARISA”. ia hanya mempunyai usaha kue kecil-kecilan. Kurnia dan Leni mulai mengembangkan usahanya. warga Jl. Sedangkan untuk sektor perdagangan dan industri kecil. Leni Marlina. Pada bulan selanjutnya. hanya dibantu 15 orang karyawan. Seperti sebuah sungai. sehingga jumlah anggota yang bergabung semakin bertambah.” kata pengusaha yang kini juga memiliki perkebunan kopi. karena selama ini proses pengembalian pinjamannya lancar. Semenjak bergabung dengan KSP Sungai Kamuyang tahun 2006 dan mendapat pinjaman dana sebesar Rp 10 juta. seperti bertani dan beternak. anggota cukup membayar Simpanan Wajib sebesar Rp 5 ribu. coklat dan jeruk itu. Kurnia bergabung pada KSP Sungai Kamuyang pada tahun 2006. usaha kerupuk yang beralamat Jl. Kini.Usaha kecil yang mendapat bantuan modal usaha dari KSP Sungai Kamuyang Dalam perkembangannya. Kini. “Kalau bisa di masa depan pinjaman bagi anggota bisa lebih besar karena usaha kami semakin berkembang.

peminjam menyerahkan jaminan ke koperasi untuk menyelesaikan tunggakan. Jenis usaha yang telah mapan biasanya bisa memperoleh pinjaman hingga Rp10 juta. Pertama. Jika melewati tanggal yang telah ditetapkan. pinjaman tertinggi yang diberikan kepada anggota sebesar Rp 10 juta.“ kata Najmul Irfan.6 miliar. nanti dia akan kesulitan dalam pengembaliannya. Cara 34 K o p e r a s i P e d u l i . dengan besaran jasa pinjaman sebesar 18% per tahun. Kedua. Berdasarkan laporan terakhir. KSP menetapkan batas pengembalian pada tanggal 10 setiap bulan. Ketua KSP Sungai Kamuyang. memilih cara meregulasi hutang pokok dengan melunasi seluruh jasa dan denda. Besarnya pinjaman ini didasarkan pada besar kecilnya jenis usaha dan agunan yang dijaminkan. dana KSP sudah berkembang menjadi Rp 1. *** Sampai saat ini. Kemampuan pengembalian anggota menjadi pertimbangan kami. di mana nasabah sanggup melunasi seluruh hutang dan jasa pada tanggal yang telah disepakati tanpa dikenai denda. R a k y a t S e j a h t e r a .5% dari pokok pinjaman untuk setiap keterlambatan. Meski demikian. Keberhasilan itu juga dapat dilihat dari pengembalian pinjaman KSP ke bank.Usaha pembuatan kue milik Yuniarti. KSP menerapkan sanksi denda sebesar 1. KSP masih memberikan tiga pilihan bagi anggota yang kesulitan mengembalikan pinjaman ke KSP. Terhadap semua jenis pinjaman. Masih banyak anggota lain yang memiliki kisah sukses serupa di bidang yang berbeda berkat dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang. Kalau anggota dengan usaha kecil kita berikan pinjaman yang besar. Selain itu KSP juga telah membayar bunga pinjaman sebesar Rp 88 juta. yang sudah sejumlah Rp 100 juta melalui Bank Sumbar. “Bukan berarti pengurus pilih kasih. membuat kesepakatan baru. sementara untuk usaha mikro besarnya disesuaikan dengan kemampuan pengembalian anggota. Ketiga. Setiap tahun pundi-pundi KSP pun terus bertambah. bukan berarti sanksi itu merupakan harga mati. salah seorang anggota KSP Sungai Kamuyang banyak masyarakat yang telah memanfaatkan dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang untuk mengembangkan usaha mereka.

melalui pemberian saran atau pandangan. Sungai Kamuyang. Kebersamaan yang terjalin. setelah si penunggak mampu membayar pinjaman itu dia tak bisa lagi memperoleh kredit dari KSP? Rumus seperti itu tidak berlaku di KSP Sungai Kamuyang. Pasalnya. ringan samo dijinjiang’. yakni anggota senantiasa mematuhi prosedur yang telah ditetapkan. “Ada yang kita berikan pinjaman lagi agar bisa memulai kembali usahanya. telah dipasarkan hingga ke luar daerah ini dilakukan dengan mencicil hutang setiap bulannya hingga lunas pada akhir tahun. Kec. hanya dilakukan dalam bentuk konsultasi saja terutama dalam bidang usaha dan administrasi.” kata Najmul. KSP Sungai Kamuyang Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota : : : : : : : : Batang Tabit. Kearifan pengurus KSP Sungai Kamuyang patut menjadi catatan. Pembinaan dalam pengertian tidak langsung justru diberikan pada saat terjadi transaksi antara manajemen dan anggota/ nasabah. Lima Puluh Kota 23 Juli 1987 No: 097/BH/LEMB-3/2006 Tahun 2006 Rp 500 juta Najmul Irfan 350 orang K o p e r a s i P e d u l i . artinya berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Justru model pembinaan seperti ini banyak yang mencapai sasaran. Luak. Lantas.Usaha kerupuk Sanjai Marisa anggota KSP Sungai Kamuyang. Kab. R a k y a t S e j a h t e r a 35 . tidak sedikit pengurus lembaga usaha sejenis yang tidak legowo ketika mengetahui kegagalan usaha anggotanya. Pembinaan anggota tidak dilakukan secara kontiniu. ‘Barek samo dipikua. seperti kata pepatah Minang.

The wisdom of Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note. the name KSP Sungai Kamu yang is quite known by the community of this state located in the foot of Sago Mountain. the location of KSP is in the state area also known by the name Sei Kamuyang. a state in Lunak District. Limapuluhkota Regency. KSP Sungai Kamuyang Limapuluh Kota. No wonder the name of this cooperation established in 1996 is easy to remember. West Sumatera. Favorable performance of KSP Sungai Kamuyang all this time has been the reason for Cooperation Service of Limapuluhkota Regency to recommend this business entity as receiver of Sector Fund Capitalization Strengthening in 2006 in the amount of Rp 500 million. R a k y a t S e j a h t e r a . Geographical condition of Kamuyang River which is located on the foot of Sago Mountain is quite affecting for business service unit of KSP. however the nimbleness of the administrators of T KSP Sungai Kamuyang is the main reason why such business entity worth mentioning when discussing cooperations in the area of West Sumatera Province. Besides having the same name. West Sumatera We bear heavy matters together and carry small matters together he name KSP Sungai Kamuyang can not be separated from the big name of Nagari Sungai Kamuyang. Now. since many similar business institution administrators do not have big hearts when discovering the failure of their members’ business. Based on the record.KSP Sungai Kamuyang Management provides three options for members facing difficulties in returning loan to KSP. such as plant and 36 K o p e r a s i P e d u l i . most of KPS customers work in agribusiness field. Kamuyang river may be the muse and even becomes the name of the cooperation.

So. KSP applies penalty in the amount of 1.animal farmings. since many similar business institution administrators do not have big hearts when discovering the failure of their members’ business. The type of business that is already settled usually obtains loan up to Rp 10 million.” said Najmul. Each year KSP’s pots keeps adding. opting the method of regulating principal loan by paying up all services and penalties. the highest loan provided to the members has been in the amount of Rp 10 million. in which customers are able to pay up all debts and services on the agreed date without being imposed with penality. ringan samo dijinjiang’. Third drafting a new agreement. The amount of loan is based on the size business type and the collateral secured. KSP Sungai Kamuyang flows many benefits that can be utilized by anyone. ‘Barek samo dipikua. Just like a river. KSP still provides three options for members facing difficulties in return- ing loan to KSP. can he/she obtain credit from KSP? Such formula does not apply in Sungai Kamuyang KSP. it does not mean that such penalty is a dead end. This policy is the form of Minang proverb. Up to date. To all loan types. the number is not as large as agribusinees sector. which is in the amount of 88 million through Sumbar Bank. “There are customers that are provided with loan so that they can restart their business. R a k y a t S e j a h t e r a 37 . This method is conducted by paying installment each month untill all are paid up at the end of the year. First. If exceeding the stipulated date. KSP sets out returning limit on the 10th each month. Second. mainly its members. KSP fund had developed to become Rp 1. artinya berat sama dipikul ringan sama dijinjing’ (We bear heavy matters together and carry small matters together).6 billion. Nevertheless. K o p e r a s i P e d u l i . after the customer in arrears is able to pay up his/her loan. whereas for micro business the amount is adjusted to the returning ability of its members. borrower delivers security to cooperation to settle arrears. The wisdom of Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note. with the amount of loan service 18% per year. Whereas as to trading sector and small industry. This save loan cooperation has returned its KSP loan to the bank.5% from the principal loan for each delay. Based on the last report.

38

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

JAWA BARAT West Java
K o p e r a s i P e d u l i , R a k y a t S e j a h t e r a

39

KSP Rukun Ikhtiar, tetap eksis dan semakin berkembang setelah enam dekade

KSP RUKUN IKHTIAR,
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat

Tetap Eksis Setelah Enam Dekade
erdirinya koperasi di Indonesia tidak lepas dari sejarah koperasi itu sendiri. Banyak koperasi dengan berbagai bentuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Kondisinya pun bermacam-macam. Ada yang tetap eksis bahkan menjadi badan usaha unggulan, namun ada juga yang dalam perjalanannya harus tumbang karena tidak bisa mengimbangi labilnya kondisi ekonomi. Salah satu koperasi yang masih eksis itu adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Ikhtiar Bandung. KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi tertua di Jawa Barat. Koperasi ini berdiri

B
40

pada tahun 1930, lebih tua dari Koperasi Susu di Pangalengan yang berdiri pada tahun 1949 oleh Gabungan Petani Peternak Sapi Indonesia Pangalengan (Gappsip). Sejarah KSP Rukun Ikhtiar dimulai dari sebuah perkumpulan di unit perbengkelan milik Angkatan Udara (dulu AURI) Husein Sastranegara. Kelahiran KSP Rukun Ikhtiar Bandung ini jelas tidak bisa dilepaskan dari unit perbengkelan milik Angkatan Udara (AURI), yang kemudian membidani pendirian sebuah perkumpulan yang diberi nama Spaar Vereeniging Luchtvaart Afdeeling, sebagai cikal bakal Koperasi Simpan Pinjam Rukun Ikhtiar. Perkumpulan itu

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Suasana ketika salah seorang anggota KSP Rukun Ikhtiar menyetor uang di kas koperasi. Selain memberikan pinjaman modal usaha, KSP RI juga menggalakkan program tabungan berhadiah.

sendiri lahir berawal dari rasa solidaritas antarpegawai. Ketika itu, salah seorang buruh bengkel terjerat hutang rentenir. Karena tidak mampu membayar, maka sang rentenir memenjarakannya. Tiga sekawan yakni R. Sukardi, Rum Affandi dan Kartawiria kemudian membentuk suatu perkumpulan yang bersifat menghimpun modal guna membantu rekan yang terjerat hutang tadi. Perkumpulan ini kemudian tumbuh dan berkembang menjadi sebuah badan usaha ekonomi yang kemudian dikenal dengan nama KSP Rukun Ikhtiar. Perjalanan KSP ini tidaklah semulus yang dibayangkan: penuh tantangan. Kondisi pasang surut mewarnai perjalanan koperasi ini hingga akhirnya menjadi salah satu badan usaha ekonomi yang cukup diperhitungkan. Berbekal umur dan pengalaman yang panjang (selama 79 tahun) tersebut, wajar jika KSP Rukun Ikhtiar mampu tumbuh dan terus berkembang, meskipun harus bersaing dengan

badan-badan usaha lain yang sejenis. Di tangan dingin H. Suryana, yang sejak 1999 memimpin KSPRI ini, Rukun Ikhtiar ini mampu bertahan, bahkan semakin menampakkan eksistensinya. Dari sisi keanggotaan, misalnya, dari tahun ke tahun jumlah anggota KSPRI semakin bertambah. Pada tahun 2008, jumlah anggota KSP ini sebanyak 9.521 orang. Pada bulan Juli 2009 jumlah anggota meningkat menjadi 10.072 orang. Pertambahan jumlah anggota ini tentu saja berpengaruh pada jumlah permodalan koperasi. Simpanan Pokok anggota pada tahun 2008 bertambah menjadi Rp 42.435.900 dan simpanan wajib sebesar Rp 1.756.449.460 serta simpanan khusus sebesar Rp 161.157.250. Menurut Ketua KSP Rukun Ikhtiar, Suryana, total aset KSP Rukun Ikhtiar saat ini telah berada pada level Rp 20 miliar. Peningkatan juga terjadi pada kualitas neraca pinjaman, yang mengalami kenaikan hingga 5,35%. Pinjaman yang diberikan pada tahun 2008 kepada 4.270 orang anggota

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

41

Artinya. Drs. KSP Rukun Ikhtiar menjadi salah satu koperasi penerima bantuan dana bergulir sektoral Rp 1 miliar. Besarnya pinjaman yang diberikan bervariasi.01 miliar. Otto Iskandardinata. Dalam konteks penyaluran pinjaman.072 orang Jumlah Karyawan : 20 orang 42 K o p e r a s i P e d u l i . Jumlah ini meningkat dari laba tahun 2007 yang Rp 1. Ada agunan yang disyaratkan seperti sertifikat tanah. tanggal 2 Mei 2007 Tahun Perkuatan Modal : 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp 20 miliar Ketua : H. Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung memberi nilai 87. Bandung.mencapai jumlah Rp12. manajemen KSP sangat selektif.2 (delapan puluh tujuh koma dua) kepada KSP Rukun Ikhtiar. KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi dengan predikat Koperasi Sehat. KSP ini juga telah dinobatkan sebagai Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi tahun 2008 oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. misalnya.66 miliar. Suryana Jumlah Anggota : 10. 435. R a k y a t S e j a h t e r a . No. mulai dari yang terkecil Rp 1 juta dan maksimal Rp 20 juta. M.Si. “KSP Rukun Ikhtiar adalah koperasi kebanggaan Kota Bandung” kata H. Jawa Barat Berdiri : 7 Agustus 1997 Badan Hukum : No: 581/PAD/20. Jumlah itu lebih besar daripada jumlah pinjaman pada tahun 2007 yang diberikan kepada 3. Besarnya tabungan peminjam dan tingkat pengembaliannya pun turut menjadi penentu besarnya pinjaman yang diberikan. yang dikhususkan untuk membiayai kebutuhan permodalan anggotanya yang bergerak di bidang usaha agribisnis dan sektor riil lainnya.487 miliar. jumlah kredit macet di KSP Rukun Ikhtiar tidak lebih dari 1%. Sistem ini dimaksudkan untuk menekan jumlah kredit macet. Atas prestasi itu. Pada tahun 2005.643 miliar.991 anggota. yakni sejumlah Rp12. Berbagai rapor biru tadi akhirnya bermuara pada perolehan laba. di antaranya berupa sepeda motor KSP Rukun Ikhtiar Alamat : Jl.DISKOP/2007. Untuk setiap pinjaman dikenakan jasa pinjaman sebesar 3%. Pada tahun 2008 KSP ini mencatat laba sebesar Rp 1. Terbukti sistem ini cukup efektif menekan angka kredit macet. Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung. Hingga saat ini. KSP Rukun Ikhtiar Bandung memberikan hadiah bagi anggotanya yang berprestasi. Meivy Adha Krisnan.

Suryana. Many cooperations of various types are developing in Indonesia. Up to now. Secretary of Cooperation Service of Small Middle Scale Enterprises (KUKM) and Industry and Trading of Bandung City.01 billion. who since 1999 has led this KSPRI . This KSP was also crowned as the Achiever Save Loan Cooperation in 2008 by State Minister of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises.Si.2 (eighty seven point two) to KSP Rukun Ikhtiar. Suryana.270 members reached the amount of Rp12. K o p e r a s i P e d u l i . the amount of non performing loan in KSP Rukun Ikhtiar has been less than 1%. which was focused to fund capitalization need to its members who are engaged in agribusiness field and any other real sectors.KSP RUKUN IKHTIAR BANDUNG Still Exists After Six Decades T he establishment of cooperation in In donesia is inseparable from the history of cooperation itself. the number of KSP members was 9. R a k y a t S e j a h t e r a 43 . This system is proven to be effective in pressing non performing credit. KSP management is very selective.643 billion. From its membership point of view. They require collaterals such as land certificate. Such various favorable reports finally ended up in profit gaining. This amount increased from the profit gained in 2007 which was Rp 1. That amount is higher than the loan amount in 2007 provided to 3. Increase also occurs to the loan balance quality. KSP Rukun Ikhtiar became one of sector scrolling fund aid receiver cooperations in the amount of Rp 1 billion. According to Chairman of KSP Rukun Ikhtiar. In July 2009 the number of members increased to become 10. For each loan. The amount of loan provided varies from the smallest Rp 1 million to a maximum of Rp 20 million. from one year to another the number of members of KSPRI has become larger and larger. Rp 12. which increased by up to 5. this Rukun Ikhtiar is able to survive and even show more of its existence. This cooperation was established in 1930. Cooperation Service of Small Middle Scale Enterprises (UKM) and Industry and Trading of Bandung City gave the score of 87. the total asset of KSP Rukun Ikhtiar at this time is at the level of Rp 20 billion. In 2008 this KSP noted a profit of Rp 1. although it has to compete with other similar business entities. There are some that still exist and even become superior business entities. it is obvious that KSP Rukun Ikhtiar is able to grow and keep developing. The loan provided in 2008 to 4. Meivy Adha Krisnan. older than the Milk Cooperation in Pangalengan that was established in 1949 by the Indonesian Cow Farmers Association of Pangalengan (Gappsip). KSP Rukun Ikhtiar is one of the oldest cooperations in West Java.66 billion. Their conditions also vary.487 billion. It means KSP Rukun Ikhtiar is one of cooperations with the predicate Healthy Cooperation. M. Drs. however there are also some that had to fall in their journeys since they could not balance with the unstable economic condition.e. for example. On such achievement. “KSP Rukun Ikhtiar is the pride cooperation of Bandung City” said H. In 2005. Equipped with such old age and long experience (79 years).521. This system is intended to press the amount of non performing loan. In the context of fund distribution.35%.991 members i.072. In 2008. One of the cooperations that still exist is Save Loan Cooperation (KSP) of Rukun Ikhtiar Bandung. The amount of borrower’s savings amount and the level of its return also determine the amount of loan granted. loan service is charged in the amount of 3%. In the cold hand of H. The increase of this number of members of course affects the amount of cooperation capitalization amount and volume of asset.

Konkretnya. Trisula. sang ketua kelompok. Nama itu dipilih karena mereka ingin koperasi yang mereka dirikan itu kelak bisa menjadi Kala itu. Satu tahun berjalan.175. sebuah perkumpulan petani tiga desa di Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka berembug. para peserta rembug pun sepakat terhadap usulan Subani. Majalengka KSP TRISULA Kabupaten Majalengka. Karena belum memiliki tempat untuk kegiatan. R a k y a t S e j a h t e r a . separuh rumah milik Subani dijadikan sebagai kantor sekaligus tempat pelayanan bagi anggota.Suasana di Kantor Pelayanan KSP Trisula. baik dalam menyediakan berbagai kebutuhan pertanian maupun menampung hasil panen mereka. Subani. begitulah nama yang mereka pilih untuk badan usaha yang berazaskan kekeluargaan dan gotong royong yang mereka dirikan itu. mengusulkan untuk mendirikan sebuah lembaga usaha yang bisa menaungi para petani. Karena masalah tersebut selama bertahun-tahun selalu mereka hadapi. Dalam pertemuan rutin kelompok tani tersebut. termasuk kepastian harga jual hasil panen. namun KUD Trisula 44 K o p e r a s i P e d u l i . jumlah anggota terdaftar berjumlah 139 orang dengan total modal simpanan sebesar Rp 298. Provinsi Jawa Barat Kiprah Trisula di “Kota Angin” ua puluh enam tahun lalu. tepatnya tahun 1983. Subani pun dipilih sebagai Ketua KUD Trisula. atau KUD Trisula. Secara aklamasi. D mereka inginkan sebuah koperasi. Mereka tergabung dalam Kelompak Tani Tegal Simpur.

badan usaha harus berbentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Berbekal semangat tinggi namun kemampuan keuangan terbatas KUD belum bisa bergerak cepat melayani berbagai kebutuhan anggota. yaitu dwi-tunggal. Misalnya dalam sisi keanggotaan. nama Trisula pun semakin tenar. Majalengka belum juga mendapatkan pinjaman dana dari Departemen Koperasi. “Meminjam istilah pemerintahan tempo dulu. Nilainya Rp 1 miliar. K o p e r a s i P e d u l i . Maka. Awal Ekspansi Sekitar tahun 2004. tawaran dana pun mengalir bukan atas permohonan pengurus koperasi. berbagai usaha anggota di bidang usaha pengadaan pangan terutama penanaman padi unggul bisa terbiayai.Kelompok belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola oleh KSP Trisula. KUD Trisula mendapat kucuran dana dari pemerintah berupa kredit program agribisnis. termasuk statusnya ditingkatkan menjadi badan hukum tersendiri terpisah dari KUD. Memanfaatkan dana-dana tersbut. tidak mungkin kelompok tani bisa mengelola sebuah KUD. Masa-masa awal KUD ini berdiri adalah saat-saat sulit dalam mendapatkan suntikan modal. Bahkan pengelolanya pun sebagian besar direkrut dari KUD Trisula.518/Kep. KUD Trisula mampu menjual pupuk kepada anggota dan masyarakat luas dengan omzet yang luar biasa.UKM dan PM. pada dasarnya dua lembaga ini tetap satu. Pada tahun 1986 KUD ini mendapat penghargaan dari BPPT Jawa Barat atas keberhasilannya memproduksi benih unggul. Kas KUD menggelembung. Alasanya. Namun. Anggota yang mendirikan KSP Trisula adalah juga anggota KUD Trisula. Justru era itu mereka jadikan sebagai sebuah tantangan. tetapi atas inisiatif pihak luar. R a k y a t S e j a h t e r a 45 . Maka. Kerja sama pertama kali itu sukses. Akhirnya. Kendati terpisah. KUD Trisula mendapatkan kepercayaan PT Taman Sari Cirebon sebagai penyalur pupuk.58/Kop. mereka tak berputus asa. Unit Simpan Pinjam (USP) yang ada di KUD Trisula pun dikembangkan menjadi koperasi baru berbasis usaha simpan pinjam. Sejak itu berbagai penghargaan pun diperoleh baik atas nama KUD maupun atas nama Subani. Subani pun mencoba menggandeng lembaga usaha lain. Kinerja KUD Trisula semakin mantap. Maka. Untuk bisa mendapatkan dana itu. berdirilah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Trisula pada tanggal 5 Agustus 2004 dengan Badan Hukum No.

atau orang yang dituakan. Termasuk adanya pergantian pucuk pimpinan di Trisula. Jl Raya Palasah. Pertambahan jumlah anggota ini juga berpengaruh terhadap ruang lingkup pelayanan.” jelas Susilowati. kini menjadi urusan KSP Trisula. seperti dilansir Majalah PIP edisi Agustus 2009. jika pada 2005 jumlah anggota baru 468 orang. R a k y a t S e j a h t e r a . kini KSP Trisula menjangkau beberapa kecamatan lain di kabupaten Majalengka. Bahkan menurut Susi. berkantor di tempat yang sama. begitulah sistem yang dijalankan oleh KSP Trisula dalam menyalurkan pinjaman. Begitu pula dengan urusan pinjam meminjam uang untuk anggota KUD.6 miliar. maka kini pembiayaannya dipasok oleh KSP Trisula.Usaha perikanan milik Kelompok Tani Tegal Simpur anggota KSP Trisula maka kurang lebih begitulah pola keberadaan kedua koperasi ini. Seperti dikatakan oleh Khoeruman. Subani ke Khoeruman. Menggunakan pola tanggung renteng (kebersamaan) dengan pendekatan kelompok. Pertumbuhannya tetap menunjukkan kenaikan cukup signifikan. yang sejak 5 Mei 2009 lalu diangkat menjadi Ketua KSP Trisula. Itulah H. Majalengka. Jika dulu permodalannya berdasarkan modal kerja. ternyata tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk menjadi nasabah/ anggota KSP Trisula. juga mengalami peningkatan. Ambil contoh dengan total aset yang dimiliki. Maka tak heran bila 46 K o p e r a s i P e d u l i . Dua-duanya sama-sama menggunakan nama Trisula. ketua yang memimpin adalah juga orang yang sama. Perubahan bentuk dari USP menjadi KSP. pada neraca Juni 2009. meliputi 26 kecamatan dan 331 desa. modal awal tak lebih dari Rp 300 juta.541 orang. Misalnya dalam hal penyaluran pupuk dan pengadaan beras yang dikelola KUD. yaitu di komplek KUD Trisula. tercatat Rp 6. Padahal. Kedua koperasi itu memang saling mengisi dan bersinergi. Adapun pinjaman yang disalurkan pada 2008. Demikian pula dari sisi keanggotaan. dari H. per Juni 2009 sudah melonjak jadi 1. Subani (72). Jika sebelumnya (saat masih USP) hanya beroperasi di seputar Kecamatan Palasah. Jawa Barat. manajer KSP Trisula. sudah tercatat lebih dari Rp 7 miliar. Bahkan. jumlah asset sudah berada di level Rp 9 miliar. Tak tanggung-tanggung. Desa Cisambang. juga menjadi semakin luas. yang akrab dipanggil Abah.

tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir 1 miliar telah mencapai 50% atau sebesar Rp 500 juta. yang merupakan salah satu binaan KSP Trisula dan permodalannya dibiayai dari dana bergulir Agribisnis/ Sektoral KSP Trisula saat ini sudah mempunyai anggota mencapai 1. H Subani dinobatkan sebagai tokoh koperasi tingkat nasional dan mendapatkan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. KSP Trisula merupakan koperasi yang tingkat pengembalian pinjaman ke bank cukup bagus. pinjaman bermasalah atau nonperforming loan (NPL) KSP Trisula di bawah lima persen. KSP Trisula ini telah meraih beberapa penghargaan baik di tingkat kabupaten. “Kami melihat KSP Trisula punya potensi. Pada neraca 2008. Meskipun baru berusia 5 tahun. Kepala Cabang Bank Jabar Banten Cabang Majalengka. Pola penyaluran seperti ini mampu menekan risiko kemacetan pengembalian pinjaman. R a k y a t S e j a h t e r a 47 .Peternakan kambing milik Kelompok Tani Tegal Simpur. Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2006. Pada pertengahan 2009.” kata Budi Heryanto. KSP Trisula mendapatkan anugerah sebagai Koperasi Terbaik Tingkat Nasional tahun 2009 dengan kategori Koperasi Wirausaha Mandiri. pembina Koperasi Trisula. Besarnya pinjaman bervariasi mulai dari yang terkecil Rp 1 juta hingga 150 juta dengan suku bunga 2 persen. setiap peminjam harus mendapat rekomendasi dari satuan kelompok yang terdiri dari 20 hingga 50 orang. Saya berharap banyak koperasi seperti ini. Prestasi ini membuat pihak bank tertarik bekerja sama dengan KSP Trisula. manajemen Trisula juga menerapkan persyaratan kualifikatif.541 orang yang tersebar di beberapa kecamatan di “Kota Angin” ini. Penyerahan anugerah tertinggi bidang koperasi itu diberikan pada 15 Juli 2009 lalu. Pada Hari Koperasi Ke-62. Kini jalan lempang bagi KSP Trisula telah terbentang di depan mata. Yakni. Tanpa itu. Salah satunya pinjaman dari Bank BNI sebesar Rp 20 miliar yang semuanya dialokasikan untuk sektor agribisnis. provinsi maupun tingkat nasional. Selain itu. Menurut catatan Bank Jabar Banten Cabang Majalengka. pinjaman tidak dapat dicairkan walaupun secara administrasi telah memenuhi persyaratan. misalnya. Selain syarat administrasi. seperti Juara Koperasi Berprestasi Kelompok Koperasi Simpan Pinjam Tingkat Kabupaten Majalengka. Pikiran-pikiran kreatif K o p e r a s i P e d u l i .

Trisula Mandiri itu. yang permodalannya dibiayai dana bergulir agribisnis/sektoral KSP Trisula Alamat : Desa Cisambeng. Subani bersama 6 pengurus koperasi lain—KUD Trisula. KUD Mekar Jaya. Gagasan pendirian perseroan terbatas tersebut pada awalnya merupakan inisiatif H. KUD Sumber Harapan. Beranjak dari kebersahajaan. kemudian secara gradual menata sebuah lembaga koperasi hingga eksis. Di antaranya membikin sebuah perusahaan dengan nama PT. tanggal 5 Agustus 2004 Tahun Perkuatan Modal : 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp 1 miliar Total Aset : Rp 9 miliar Ketua : Khoeruman Jumlah Anggota : 1. KUD Karya Sejati. Hasil kesepakatan seluruh pengurus dan anggota ketujuh koperasi tersebut menghasilkan sebuah lembaga baru yang bernama PT. KUD Lingga Setra. Trisula Mandiri yang bergerak di bidang perdagangan umum serta jasa. Perusahaan ini antara lain menjadi mitra PT. Kec. KUD Bakti Jaya. Kolam tempat budidaya ikan air tawar milik salah seorang anggota KSP Trisula. KUD Mitra Tani. UKM dan PM. Tak berlebihan jika mereka menyandang nama Trisula. Majalengka. Palasah. Apa yang diperankan para pionir Koperasi Trisula jelas inspiratif. Mereka itulah perwira-perwira itu.541 orang Jumlah Karyawan : 15 orang 48 K o p e r a s i P e d u l i . Jawa Barat Berdiri : 1 Juli 1988 Badan Hukum : 518/Kep. Subani duduk sebagai komisaris sedangkan Khoeruman sebagai direktur. semangat mereka untuk terus maju terus membara. R a k y a t S e j a h t e r a .para pengurusnya pun senantiasa menelorkan ide-ide baru pengembangan usaha. Di perusahaan itu H. yang dalam mitos yunani adalah senjata para perwira yang berpenampilan seperti petani atau nelayan. PLN (Persero) dalam pelayanan pembayaran rekening listrik. Kab.58/KOP. Tak puas sukses di ‘rumah’ sendiri mereka menjajaki kesuksesan bersama koperasi-koperasi lain.

the level of loan return of scrolling fund in the amount of 1 billion had reached 50% or in the amount of Rp 500 million. the group leader. Fantastic numbers! In addition to administrative requirements.541. or KUD Trisula. KSP Trisula reached the achievement as The Best Cooperation for National Level in the year 2009 with the category of Independent Business Cooperation. could not attract the interest of the community to become a customer/member of KSP Trisula. On the 62th Cooperation Day. In mid 2009. it has achieved several awards in regency. The save distributed in 2008 was noted at Rp 6. the existing Save Loan Unit (USP) in KUD Trisula was then developed to become Save Loan Cooperation (KSP) of Trisula. According to June 2009 balance. KSP Trisula is the cooperation with quite favorable level of loan return. Subani. Each of the borrower must obtain recommendation from a group unit comprising 20 up to 50 persons. In 2008 balance.KSP Trisula Majalengka The Progress of Trisula in “The Wind City” wenty Six years ago. In such regular farmers meeting. Service scope became wider. is the name they picked for the business entity that they tried to establish based on kindship and working together spirit. Previously (when it was still in the form of USP) the operation only covered Palasah District. In principal. Trisula. In order to be able to obtain such fund. This type of distribution pattern is able to press non performing credit risk. Even though KSP Trisula is only 5 years old. province and national levels. loan could not be liquidated even if administratively the borrower has met the requirements. K o p e r a s i P e d u l i . Without such recommendation. the business entity must be in the form of Save Loan Cooperation (KSP). both in providing various needs of farmers and accomodating their harvest output. for instance. precisely in 1983. they wanted to have a cooperation. such as Achiever Cooperation Champion for Save Loan Cooperation Group Majalengka Regency Level. proposed to establish a business entity that could protect farmers. According to the record of Jabar Banten Bank Majalengka Branch. KSP performance kept showing a significant increase. R a k y a t S e j a h t e r a 49 . The formation change from USP to become KSP. non performing loan (NPL) of KSP Trisula was under 5%. KUD Trisula was programmed to become a participant of scrolling fund strenghtening program from the government in the form of agribusiness program credit with a value of Rp 1 billion. Neverthelessm. The joint responsibility (togetherness) with group aproach pattern is the system used by KSP Trisula in distributing loan. The amount of loan varies from the smallest amount Rp 1 million up to 150 million with interest rate of 2 percent.6 billion. including 26 districts and 331 village with number of members up to 1. Achiever Save Loan Cooperation West Java Province Level in 2006. the amount of asset was on the level of Rp 9 billion. Therefore. including the price certainty of crops sale proceeds. Trisula management also applies qualification requirements. now T KSP Trisula covers several other districts in Majalengka Regency. a farmer organization in three villages in the district of Palasah Majalengka Regency had a discussion. They were united under Tegalsipur Farmers Group. In 2004.

R a k y a t S e j a h t e r a . Mereka bersepakat untuk membentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan diberi nama Wahana Arta K o p e r a s i P e d u l i .Provinsi Jawa Barat Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses i Kabupaten Subang. setidaknya terdapat 828 unit koperasi dengan berbagai bentuk usaha mulai dari Koperasi Unit Desa (KUD). Koperasi Serba Usaha (KSU). Kisah sukses koperasi yang tumbuh dan berkembang di kabupaten yang dikenal sebagai penghasil nanas madu ini layak disimak. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM menggulirkan dana bantuan agribisnis Rp 1 miliar. Karena itu. pada 2004. Pada waktu itu KSP Wahana Arta Mukti masih berbentuk KUD Wahana Arta Mukti. Koperasi Jasa. Jawa Barat. Syaratnya penerima dana ini tentu saja koperasi simpan pinjam.Suasana di Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan. Koperasi Pemasaran. KSP WAM tumbuh dan berkembang di antara koperasi lainnya. Satu di antaranya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan Subang. Koperasi Pondok Pesantren hingga Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Badan usaha yang disebut terakhir jumlahnya 46 unit. pengurus dan 29 anggota aktif KUD Wahana Arta Mukti bermusyawarah untuk mengembangkan Usaha Simpan Pinjam (USP) yang merupakan unit usaha otonom KUD Wahana Arta Mukti menjadi badan usaha yang mandiri. pada tanggal 2 Oktober 2004. Subang KSP Wahana Arta Mukti Kabupaten Subang . D 50 Syahdan.

hampir 90% warga di Kecamatan Dawuan Subang dalam kehidupan kesehariannya masih mengandalkan sektor agro seperti padi. jagung dan sebagainya. penghala hasil pertanian). Jika syarat di atas belum terpenuhi. Kecamatan Dawuan. perikanan). Kini total asetnya mencapai Rp 2. dan nasabah sebanyak Rp 700 orang. Salah satunya adalah Ukanda. usaha sektor pengadaan (bahan bangunan. Pontensi inilah yang dinilai menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Selain meningkatkan taraf hidupnya. Subang. Kec. Yang tak kalah penting adalah upaya pengurus dan manajemen di dalam membangun mental kerja karyawan melalui internalisasi motto KSP Wahan Arta Mukti: “Tidak ada dusta di antara kita” dan “Tidak ada dendam di antara kita”.11/X/2004 tanggal 5 Oktober 2004. Kini. Pengurus senantiasa beruisaha meningkatkan kinerja para pengurus dengan cara mengikutsertakan para karyawannya ke berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. manajemen KSP juga selektif dalam menerima anggota baru. Dalam melayani nasabah. yang menekuni usaha ternak ayam. Pola usaha yang diterapkan adalan pinjaman pola bulanan (konvensional) dan pinjaman pola mingguan. Program ini dimaksudkan untuk memacu kesadaran peminjam untuk selalu mengembalikan kredit tepat pada waktunya.1 miliar Ketua : H. ia juga mampu menampung tenaga kerja di sekitarnya. 553/BH 10. Usaha yang dibiayai oleh KSP Sahana Arta Mukti meliputi usaha sektor agribisnis (pertanian. tingkat pengembalian pinjaman di KSP mencapai lebih 99%.266. Cara ini dinilai cukup berhasil. Pinjaman tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp 20 juta. Untuk bisa menjadi anggota KSP pengelola menetapkan beberapa syarat. dengan jasa pinjaman sebesar 2. tanggal 5 Oktober 2004 Tahun Perkuatan Modal : 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp2. Hali Natapermana. Spd Jumlah Anggota : 130 orang Jumlah Karyawan : 14 orang K o p e r a s i P e d u l i . Hingga kini jumlah anggota KSP WAM berjumlah 130 orang. maka KSP belum akan memproses menjadi anggota. Jika selama 3 kali berturut-turut tingkat pengembaliannya bagus.000.5%.000 ekor ayam. Ukanda hanya mempunyai satu blok kandang yang mampu menampung 5. mebeler).10. Awalnya. ia telah mempunyai tiga kandang yang mampu menampung 15. pedagang kaki lima).5%. kadang. Namun dalam praktiknya tidak semua laba itu masuk ke kas KSP. Biasanya besar pinjaman tahap awal ini tidak lebih dari Rp 2 juta. 08/03. dengan modal dan kekayaan bersih Rp 663. Subang. Bukan hanya dalam hal pinjaman. warga Kampung Buah Dua Desa Margasari. Mereka tidak hanya pedagang kecil seperti padagang asongan. Selain itu. tetapi juga Alamat pengusaha menengah.5% per bulan. Kalijati.11/X/2004. peternakan. usaha sektor niaga (warung. KSP Wahana Arta Mukti : Desa Dawuan Kaler RT. Saat ini. Pendirian KSP Wahana Arta Mukti berbadan hukum No. Ia mempekerjakan tiga orang karyawan dengan gaji rata-rata Rp 700 ribu per bulan. Jawa Barat Berdiri : 14 Juli 1997 Badan Hukum : 553/BH/KDK. KSP Wahan Arta Mukti didukung 14 orang karyawan dengan kualifikasi pendidikan SMA dan 1 orang sarjana. pengembalian pinjaman harus tepat waktu. Sekali panen. R a k y a t S e j a h t e r a 51 .000 ekor ayam. Jangka waktu pengembalian pinjaman bervariasi antara 10 bulan – 18 bulan. di antaranya nasabah telah meminjam minimal 3 kali. nasabah dapat mengajukan menjadi calon anggota. sebagian lagi dikembalikan ke nasabah yakni sebesar 0. Syaratnya. ia bisa mengantongi laba Rp 10-20 juta Ukanda merupakan salah satu anggota masyarakat yang berhasil membangun usahanya dengan memanfaatkan dana pinjaman dari KSP Wahana Arta Mukti.Mukti. Tingkat perputaran uang yang cukup tinggi telah menjadikan aset KSP Wahana Arta Mukti bertambah besar dari hari ke hari. Berdasarkan catatan. usaha kecil mikro (kerajinan. usaha peternakan ayam miliknya telah mengalami kemajuan cukup pesat.198 miliar. dengan jasa pinjaman sebesar 2. Kab.

000 per karung Nilai-nilai koperasi. dan selanjutnya mampu mengembalikan pinjamannya ke koperasi. kekeluargaan dna kegotongroyongan ia terapkan juga dalam pengelolaan usahanya. dijual dengan harga Rp 3. Para karyawannya mengemas kotoran ke dalam karung. dan sebagai bentuk reward koperasi memberi Ukanda kelonggaran peminjaman hingga Rp 20 juta. Setelah dipotong biaya operasional.” tutur ayah dua anak ini sembari senyum simpul. ia telah meminjam uang ke KSP Wahana Arta Mukti sebesar Rp 20 juta. pakan dan obat-obatan. Karena itu Ia bernazar akan memberi bonus kepada tiga karyawannya. Buahdua Desa Margasari. Modal kerja tersebut dipergunakan untuk biaya bibit. tiga orang karyawan bisa merasakan hal ini.500. Berkat insting kejelian dalam pengelolaan usahanya. yakni kebersamaan. Ya. Kegembiraan semakin tergambar di raut mukanya karena harga ayam di pasaran cukup tinggi. sebentar lagi panen. Dengan begitu. ia bisa mempe- Ukanda dan usaha peternakan ayam yang ia kelola roleh laba hingga Rp 10-20 juta sekali panen. Subang. bahkan pinjaman bisa ia dikembalikan sebelum jatuh tempo. Dengan performa bisnisnya yang cukup bagus. R a k y a t S e j a h t e r a . 52 K o p e r a s i P e d u l i . ia sukses. karena begitu sering ia meminjam dana dari KSP Wahana Arta Mukti. Ia lupa entah yang keberapa pinjaman kali ini. apalagi bila menjelang panen tiba. ditambah uang saku mingguan sebesar Rp 25 ribu per orang. Modal tersebut besar maknanya bagi pengembangan usahanya. Ukanda acap memberi mereka bonus bila mendapatkan keuntungan besar.Kisah Sukses Peternak Ayam di Buahdua. Warga Kp. Kecamatan Dawuan.000 ekor ayam. Ia tak segan-segan memberikan bonus kepada karyawan hingga Rp 1 juta per orang. saat berada di kandang ayam. Mereka bergaji Rp 700 ribu per bulan. Kepercayaan dari koperasi pun bertambah. Sekali panen Ukanda biasanya mendapat 800-1000 karung kotoran ayam. Bisanya ayam-ayam ini bisa dipanen pada usia antara umur 28-35 hari. Ukanda berharap dapat meminjam modal lebih besar untuk mengembangkan usahanya. Ia bisa menampung tenaga kerja lebih banyak lagi.4. Setidaknya. Agustus 2009 silam. “Alhamdulillah. anggota KSP Wahana Artha Mukti Sekali Panen Bisa Untung Rp10-20 Juta A dalah saat-saat paling membahagiakan Ukanda. Keuntungan tambahan juga Ukdanda dapatkan dari hasil menjual kotoran ayam. dengan biaya operasional per musim sebesar Rp 10 juta. Ukanda mulai meminjam dana dari KSP Wahana Arta Mukti sebesar Rp 10 juta pada tahun 2005 untuk modal usaha peternakan ayam. Kini ia telah mempunyai tiga blok kandang yang mampu menampung 15. Ia membayangkan akan memperoleh untung yang cukup besar.

pavement sellers). Up to now the number of members of KSP WAM has been 130.5%. S Not only in terms of loan. KSP Wahan Arta Mukti is supported by 14 staff who are high school graduates and 1 university graduate.11/X/2004 dated 5 October 2004. the customer may apply to become a member. commerce sector business (shops. corn. In 2004. and micro small business (handicraft. nearly 90% of denizens in Dawuan Subang District depended on agricultural sector in their daily lives. In October 2004. The high level of money circulation has made KSP Wahana Arta Mukti’s asset to increase. They are not only small traders such as peddlers. Based on the record. fishery). among others is that the customer has borrowed at least 3 times. some was returned to the customers i. in the amount of 0. Business funded by KSP Sahana Arta Mukti includes agribusiness sector (agriculture. and the number of customers has been 700. furniture). (kadang?). with loan service in the amount of 2. the Government through Ministry of Cooperation and UMKM scrolled agribusiness aid fund in the amount of Rp 1 billion. trading sector business (hardware store.KSP WAHANA ARTA MUKTI If there is no Lie Betrween us is the Key to Success ave Loan Cooperation (KSP) of Wahana Arta Mukti (WAM) Dawuan Subang District grows and develops in Subang Regency. the level of return at KSP reached up to more than 99%.e. Now its total asset reaches Rp 2. with loan service in the amount of 2. This way was considered as quite successful.” K o p e r a s i P e d u l i . In providing service to customers. Another important thing is the effort of the administrators and managemewnt in developing the working mental of their staff through the internalization of KSP Wahan Arta Mukti motto: “There is no lie between us” and “There is no grudge between us. such as rice. the regency that used to be known as honey pineapple producer is worth paying attention to. The requirements are that such return must be made in timely manner. In addition. crops processors) . To be able to become a member of KSP the manager applies several requirements. animal farming. If the return has been favorable 3 times consecutively. Save Loan Cooperation (KSP) was born with legal entity No. It was this potential that was considered as quite promising.198 billion. The amount of loan at this early stage is not more than Rp 2 million. The term for return varied between 10 – 18 months.5%. This program was intended to drive the awareness of borrowers to always return credits in timely maner. The applied business pattern was monthly pattern loan (conventional) and weekly pattern loan. This save loan was formerly in the form of Save Loan Unit from KUD Wahana Arta Mukti. etc.. The highest loan was stipulated at Rp 20 million. but are also middle scale businessmen. However in practice not all profit went to KSP petty cash. R a k y a t S e j a h t e r a 53 . KSP management is also selective in accepting new members.5% per month. 553/BH 10.

R a k y a t S e j a h t e r a .54 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 55 .JAWA TENGAH Central Java K o p e r a s i P e d u l i .

pada tahun 2006. Betapa tidak. pengembangan agribisnis di wilayah Kabupaten Magelang yang terbentang di antara Gunung Merapi dan Merbabu (seluas 1.743 orang. Gayung pun bersambut.085. pada 2003 berjumlah 122. ternak. Demikian kisah pengembangan usaha agribisnis/ sektoral yang diupayakan melalui KSP Karya Usaha Dana Grabag di Kabupaten Magelang.47%. R a k y a t S e j a h t e r a .527 orang.231 orang atau naik 10. yang terletak di di lereng dan kaki Gunung Merapi KSP KARYA USAHA DANA GRABAG Kabupaten Magelang. Kebijakan tersebut I 56 telah menaikkan antusiasme masyarakat petani dalam kegiatan budi daya pertanian. atau campuran.79%. angkanya meningkat menjadi 132.077 orang atau naik sebanyak 7. Pemerintah Kabupaten Magelang sejak 2004 silam telah mengeluarkan kebijakan pengembangan agropolitan.73 km² atau setara 9. Artinya.56% dari Wilayah Propinsi Jawa Tengah) itu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.Suasana kawasan agropolitan di perdesaan di Kecamatan Grabag. Demikian juga pada pengolahan hasil atau agroindustri telah menghasilkan kesempatan kerja tahun 2003 sebanyak 23. Bila kegiatan budi daya tanaman. Pada tahun 2006 jumlahnya meningkat menjadi 26. Provinsi Jawa Tengah Agribisnis di Antara Lereng Merapi barat perangko ketemu amplop. Tentu saja bukan semata lantaran kebijakan tersebut bila KSP Karya Usaha Dana Grabag sukses menjalankan Program Pengem- K o p e r a s i P e d u l i .

Hingga buku ini disusun. “Sebagai kepala desa. Harmoni Pengurus dan Anggota Grabag sebagai wilayah kecamatan—di lereng dan kaki Gunung Merapi— memang telah lama dikenal daerah yang memiliki “kultur berkoperasi” yang baik. Hubungan kerja sama yang harmonis antara koperasi dan Dinas Koperasi Dinas Koperasi. Yang bisa dikatakan adalah bahwa sukses KSP Karya Usaha Dana Grabag berada dalam arus besar keberhasilan Kabupaten Magelang dalam mengembangkan sektor agribisnisnya. Keberhasilan pengelolaan dana tentu saja merupakan wilayah yang berbeda dari gambaran agropolitan secara umum. saya memberikan dorongan kepada warga untuk menjadi atau aktif di KSP Karya Usaha Dana Grabag. Kultur ini menurun juga kepada KSP Karya Usaha Dana Grabag yang tumbuh–pada awalnya— sebagai bagian dari KUD Grabag itu. Setidaknya Kepala Desa Lebak mengakui hal ini. dengan jumlah perkuatan sebesar Rp 1 miliar. Sebagai catatan. tetapi juga Provinsi Jawa Tengah. atau dalam hal ini para petani. Yang jelas. sebelum KSP ini dibentuk KUD Grabag telah melakukan otonomisasi pengelolaan usaha simpan pinjam selama lebih dari tiga tahun. Magelang menambah nilai tersendiri. KSP Karya Usaha Dana Grabag ini termasuk koperasi sehat. kami saling memberikan rekomendasi. KSP ini langsung menjadi peserta Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di Sektor Agribisnis pada tahun itu juga. Benar. misalnya dalam hal pengajuan Anggota KSP Dana Grabag memasarkan berbagai komoditas agribisnis di pasar agropolitan Grabag K o p e r a s i P e d u l i .” tambah Kelik.922. kesuksesan itu merupakan cerminan dari keseriusan dan kepiawaian para pengurus dan manajemen Kesuksesan KSP Karya Usaha Dana Grabag dalam mengelola dana. Kini KSP Karya Usaha Dana Grabag telah membukukan asetnya sekitar Rp Rp 2.274.bangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis dari Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. “Sebagai badan usaha berbasis budaya kekeluargaan dan kebersamaan. Meski baru berdiri pada 2004. R a k y a t S e j a h t e r a 57 . KUD Grabag juga terkenal bukan hanya di seantero Kabupaten Magelang.255. dan peternak. “Hubungan kami dengan para tokoh desa di Grabag cukup akrab dan saling mengenal satu sama lain. Gambaran sekilas tersebut melukiskan dinamika yang tercipta selama ini. Jadi. perajin. Jumlah anggota per 31 Desember 2008 sebanyak 481 orang. KSP ini dinilai telah memenuhi persyaratan yang diwajibkan. manajemen KSP Karya Usaha Dana Grabag berusaha selalu dekat dengan anggota. angkanya tentu saja telah meningkat.” tutur Kelik Murtandiya. Perindustrian dan Perdagangan Kab.

Doni Riskiyanto, anggota KSP Dana Grabag membiayai usaha pembuatan aneka kerupuk singkong dari dana pinjaman bergulir agribisnis/ sektoral sebesar Rp 30 juta, yang dikucurkan dalam beberapa tahap

kredit,” aku Budi Solikin Kepala Desa Lebah, kecamatan Grabag. Kedekatan semacam itu menjadi kunci dari keberhasilan penyaluran sekaligus kontrol terhadap pemanfaatan dana koperasi. Ciri dari asas kekeluargaan dan kegotongroyongan koperasi semacam itu dirasakan seorang anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni Riskianto (48 th), warga Dusun Kaligandu, Grabag. Ia mendapatkan pinjaman koperasi hingga Rp 30 juta untuk melancarkan usaha pembuatan aneka krupuk singkong. Ia yang memiliki keahlian di dalam pengolahan berbagan baku singkong itu bekerja sama dengan para petani. Hasil yang diserahkan kepada Doni berupa bahan setengah jadi untuk kemudian dibumbui hingga barang jadi (mentah). Berkat pinjaman dari koperasi, ia bisa membayar puluhan petani serta mengangsur setelah produk-produknya terbeli. Doni tidak mengalami kesulitan lantaran ia telah memiliki sejumlah pelanggan, seperti dari Jakarta, Malang, dan Kabupaten Banyumas. “Kami menerapkan sistem kontan. Pada saat memesan, saya meminta para pelanggan untuk mentransfer uang pemesanan, setelah itu

barang dikirim sesuai pesanan yang sudah dibayar,” ujar Dodi menceritakan mekanisme bisnisnya. Kelik sendiri mengaku bangga memiliki nasabah seperti Doni ini. “Ia adalah prototipe nasabah yang berani dalam mengambil risiko, namun jujur dan sportif. Kami tak pernah terganggu bila, misalnya, terjadi terlambatan angsuran, sebab alasannya masuk akal. Inilah salah satu seni berkoperasi. Ada prinsip fleksibilitas tanpa harus mengorbankan risiko besar,” kata Kelik. Bahkan, untuk ukuran nasabah yang kemampuannya jauh di bawah Doni, KSP tetap memberikan pelayanan dan kesempatan untuk meminjam modal. Pengalaman Mardi, 60 tahun, membuktikan hal itu. Mardi, yang seorang petani itu, mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 700.000. Dana tersebut dipergunakan sebagai biaya untuk membesarkan seekor sapi Australia yang ia miliki, seperti yang dilakukan para petani di lingkungannya. Maklum, untuk membesarkan sapi membutuhkan waktu beberapa bulan hingga hewan piaraan tersebut layak dijual ke pasar. Ia juga mendapatkan tambahan berupa pupuk dari pengelolaan kotoran piaraannya itu.

58

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Mardi hanya mengambil untung beberapa persen dari nilai jual seekor sapi (sekitar Rp 4-7 juta). “Saya berani pinjam ke koperasi karena ada yang bisa saya hasilkan. Saya takut ngutang. Saya baru bisa kembalikan pinjaman setelah sapi ini dijual. Karena saya dipercaya, dan saya bersedia dengan persyaratan yang berlaku, ya saya mau,” tutur Mardi lugu namun tegas. Tingkatkan Kinerja Penyaluran dan hasil Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di Sektor Agribisnis yang dilakukan melalui KSP Karya Usaha Dana Grabag cukup berhasil dan tepat sasaran. Namun, jajaran manajemen tak berbangga hati, sebagaimana jajaran dewan pengurus dan pengawas KSP Karya Usaha Dana Grabag tak berpangku tangan terhadap prestasi yang telah mereka raih. Pasalnya, mereka masih “gelisah” terhadap kurang optimalnya penggalangan dana dari anggota. Mereka mengakui, selama ini pemanfaatan dana yang sampai ke anggota, meskipun sudah

cukup berhasil, masih mengandalkan modal dari luar. Hal itu mengemuka pada saat Rapat Anggota Tahunan di akhir 2008 silam. Oleh karena itu, mari kita upayakan secar bersamasama peran aktif nyata anggota,” tutur Sutaryono, ketua Pengawas KSP Karya Usaha Grabag pada kesempatan hajatan puncak itu. Kelik Murtandiya mengakui kelemahan koperasi yang ia pimpin. “Kami masih terus belajar dari kekurangan-kekurangan itu, meski kami sudah mencoba berbuat yang terbaik. Kami, misalnya, tak bosan untuk mengirimkan beberapa karyawan ke berbagai forum pelatihan peningkatan kompetensi,” aku Kelik merendah. “KSP Karya Usaha Dana Grabag di mata kami sudah cukup bagus. Karyanya nyata dan bisa dibuktikan di lapangan. Kami berharap ke depan KSP ini bisa berkinerja lebih baik,” kata Menurut Anik Indaryanti, Kasi Bina Usaha dan Permodalan Dinas Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Magelang. “Bukan melulu soal besarnya aset, tetapi jangan lupa bahwa mengelola koperasi itu juga membutuhkan semangat. Nah, dari sisi itulah KSP Karya Usaha Dana Grabag harus dilihat,” simpul Kelik.

Mardi anggota KSP Dana Grabag dan usaha penggemukan sapi yang ia kelola

KSP Karya Usaha Dana Grabag
Alamat Berdiri Badan Hukum ber 2004 Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Total Aset Manager Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : Jl. Stadion No 1 Grabag, Kab. Magelang, Provinsi Jawa Tengah : 1 Maret 1997 : No: 227/GH/II/2004, tanggal 22 Novem: : : : : : Tahun 2004 Rp1 miliar Rp2.255.922.274 Kelik Murtandiya Ph 327 orang 5 orang

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

59

KSP KARYA USAHA DANA GRABAG
Magelang Regency – Central Java

Agribusiness Between Merapi Slopes

J

ust like a stamp that meets an enve lope, this is the story of agribusiness/ sector business development sought through KSP Karya Usaha Dana Grabag in Magelang Regency. The government of Magelang Regency since 2004 has issued a policy of agropolitan development. It means, such agribusiness development in Magelang Regency area stretched between Merapi and Merbabu Mountains obtains a serious attention from regional government. Of course, the government attention is not the only factor that makes KSP Karya Usaha Dana Grabag successful in running Micro and Small Entrepreneurs Development Through Capital Save Loan Cooperation (KSP) Strengthening in Agribusiness Sector from State Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. It would be more precise to say that the success of KSP Karya Usaha Dana Grabag is in the large wave of Magelang Regency success in developing its agribusiness sector. Such success is obviously the reflection of the seriousness and expertise of the administrators and management of KSP Karya Usaha Dana Grabag in managing fund. There is a harmonious cooperative relation among Cooperation Services, Industry and Trading of Magelang Regency. Magelang has added specific value. Grabag as a district area – on the slope of Merapi Mountain – has been known for a long time as an area that has a good “cooperation culture.” KUD Grabag is also known not only throughout Magelang Regency, but also Central Java Province. This culture also descended to the staff of KSP Karya Usaha Dana Grabag who grew–initially— as parts of such KUD Grabag.

This KSP Karya Usaha Dana Grabag is quite a healthy cooperation. Even thought it was not established until 2004, this KSP immediately became participant of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Strengthening Scrolling Fund Aid for KSP in Agribusiness Sector in the same year, with strengthening fund in the amount of Rp 1 billion. This KSP is considered as having met the compulsory requirements. As a note, before this KSP was established, KUD Grabag had conducted save loan business management autonomy for more than three years. Now KSP Karya Usaha Dana Grabag has accounted its asset which is around Rp 2,255,922,274. The number of members as per 31 December 2008 is 481. Until this book was composed, the number of course has increased. The brief description provides clear dynamic that has been created all this time. “As a business entity with kinship and togetherness basis, management of KSP Karya Usaha Dana Grabag always tries to be close to members, or in this matter farmers, craftsmen, and animal farmers,” said Kelik Murtandiya, Chairman of this KSP. Such closeness becomes the key to success in distribution and control of cooperation fund utilization. These characteristics of kinship and mutual assistance are felt by a member of KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni Riskianto (48), a Kaligandu Village denizen, in Grabag. He obtained cooperation loan up to Rp 30 million to smoothen his cassava chips business. Thanks to the loan from cooperation, he could pay many farmers and pay his own installment after all his products are sold.

60

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

tempat para anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag memasarkan hasil tani mereka K o p e r a s i P e d u l i .Pasar agropolitan Grabag. R a k y a t S e j a h t e r a 61 .

di dalam mengembangkan usahanya. R a k y a t S e j a h t e r a . 21 Kalinyamatan. Ada apa dengan bangunan tersebut? Bangunan tersebut adalah kantor pusat J Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Utama Karya. seperti 62 K o p e r a s i P e d u l i . Kemegahan bangunan tersebut sekaligus menggambarkan dedikasi para pengurusnya. Provinsi Jawa Tengah Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini ika Anda pergi ke Kabupaten Jepara. atau kantor perwakilan perusahaan besar swasta.Suasana dialog antara pengurus dan anggota KSP Utama Karya yang sedang mengajukan kredit. Raya Bakalan No. Jawa Tengah. Tidak salah bila Anda menyimpulkan bahwa penampilan bangunan tersebut mewakili performa koperasi yang berdiri pada 2004 itu. Penampilan gedung ini bersih. KSP UTAMA KARYA Kabupaten Jepara. terkesan bahwa bangunan itu milik perusahaan swasta nasional. Halaman samping hingga ke belakang luas. dan tampak menonjol bila dibanding beberapa bangunan di sekitarnya. Sekilas. sempatkan pergi ke Jl. dan manajemen KSP Utama Karya. Anda akan menjumpai sebuah gedung dua lantai berarsitektur modern-minimalis. bagaimana mungkin sebuah koperasi—atau badan usaha apa saja— mampu membangun gedung perkantoran untuk aktivitas sehari-hari bila para pengelolanya tidak memiliki dedikasi untuk maju? Motto KSP Utama Karya: Bersama Membangun Jati Diri. Logikanya sederhana. dan terdapat sebuah toko grosiran ala supermarket.

Utama Karya adalah pihak yang pas menjalankan program perkuatan modal di bidang agribnisnis-sektoral itu. Sebagai holding. Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya memang terpisah secara otonomi dari Koperasi Utama Karya sebagai induk. Namun. anggota KSP Utama Karya memamerkan hasil kerajinan tenun hasil usaha tenun yang ia kelola K o p e r a s i P e d u l i . Memfasilitasi Agribisnis Keputusan Dinas Koperasi dan Pengelolaan Pasar itu sangat beralasan. dan progam agribisnis-sektoral itu kebetulan sama dengan misi kami di sini. Dinas Koperasi. Induknya adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Utama Karya yang berdiri sejak 1993. puluhan karyawannya. UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara memiliki peranan besar dalam menentukan koperasi mana yang berhak dan dapat dipercaya untuk mengelola pemanfaatan dana tersebut. seperti pertanian. dan termasuk bersinar di antara koperasi-koperasi terbaik di Jawa Tengah. karena KSP Utama Karya selama ini bekerja secara profesional. bahkan para nasabahnya. bagaimanapun juga dana tersebut adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. “Kami menjalankan kepercayaan tersebut sebagai amanah. Kepala Dinas Koperasi. yang kini memiliki 7 cabang yang tersebar di sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Tengah (baca: Cita-Cita Kaum Kaki Lima). Kami percaya. yang merupakan Kepala Pembukuan KSP Utama Karya tersebut. kesempatan itu tidak disia-siakan.” tutur Zaenal Arief. Dan. pergerakan modal koperasi melejit. “KSP Utama Karya memang salah satu koperasi terbaik yang kami miliki di sini. Tak heran begitu ada Program Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis.telah tertransformasi ke dalam etos kerja para pengurusnya. tentu pertimbangannya adalah kinerja. kemauan saja tak cukup. Kini aset Koperasi ini secara keseluruhan sekitar Rp 80 miliar. kerajinan. Sebab. UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara Bagi jajaran pengurus KSP Utama Karya kepercayaan tersebut bukan tanpa konsekuensi. Keberadaan KSP Utama Karya memang relevan dengan potensi Kabupaten Jepara yang memiliki banyak jenis usaha agribisnis. memang. Dari sinilah. R a k y a t S e j a h t e r a 63 . Sebagai koperasi simpan pinjam. Koperasi Utama Karya bergerak di bidang perdagangan.” kata Sujarot. bila pilihan jatuh kepada KSP Utama Karya. Utama Karya masih berusia muda. Sebagai catatan. Kinerja koperasi ini adalah yang terbaik di Kabupaten Jepara. Sutomo.

Kembali ke KSP Utama Karya. seorang perajin tenun di Desa Troso. demikian namanya. Ya. mekanisme dan tradisi koperasi telah terbangun dengan baik. pada saat ini di jajaran manajemen koperasi telah memiliki seorang manajer yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bidang manajemen. Paling tidak. “Kami tutwuri handayani (mendorong dari belakang). Penyaluran dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar (diterima pada tahun 2004) kepada para anggota yang bergerak di bidang agribisnis dan sektor riil lainnya bukan hal sulit bagi KSP Utama Karya. kini menjabat sebagai Manajer KSP Utama Karya. R a k y a t S e j a h t e r a . Jawa Tengah Berdiri : 31 Januari 1996 Badan Hukum : No: 12047a/BH/PAD/KWK-II/1/1996 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : H.” aku Sutomo. tenaga-tenaga utama di manajemen Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya adalah anak-anak muda. perintis Koperasi Utama Karya.” tutur Ibnu Zaenuri. Desa ini memang dikenal sebagai penghasil tenun sejak 1935. Salah satu anggota koperasi yang mendapatkan manfaat dari program di atas adalah Sutomo. “Kami ingin mengelola koperasi ini secara profesional. Jepara. Kab. sebab.” tutur Mahali bangga. “Saya jelas beruntung bisa dapatkan modal usaha itu dengan persyaratan yang memudahkan saya. kalem. Generasi perintis hanya berada di jajaran kepengurusan. Hal ini memang bukan tanpa kesengajaan. Ahmad Zaeni Usaha tenun kain milik Sutomo. benar. anggota KSP Utama Karya Jepara 64 K o p e r a s i P e d u l i . Teman-teman senantiasa berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat yang proses ujiannya ternyata nggak mudah. Dan. KSP Utama Karya Alamat : Jl. Mahali. Kecamatan Pecangakan. Pencanggihan Manajemen Kini. Raya Bakalan No. perajin yang produknya telah banyak dipasarkan hingga ke Bali itu. Laporan dari pihak Bank Jateng Cabang Jepara yang berperan sebagai mitra dari program perkuatan modal dana bergulir sektor agribisnis ini menyebutkan bahwa KSP Utama Karya telah menjalankan kewajibannya dengan baik dan tidak pernah menunggak. 48 tahun. 21 Kalinyamatan.Koperasi Utama Karya kini memiliki Toko Grosir terbesar di Kabupaten Jepara. kepercayaan para senior dalam mendorong kader-kader koperasi yang muda telah membuahkan hasil.

R a k y a t S e j a h t e r a 65 . pada 1993. Demikian bila kebersamaan dibangun. Maka. “Maju Bersama Membangun Jati Diri”. Omset per hari mencapai puluhan juta rupiah. lantas melobi Dinas Koperasi setempat. kini Koperasi Utama Karya telah memiliki 7 cabang di berbagai kota di sekitar Jepara. Gagasan tersebut segera menyebar di kalangan PKL. seperti motto Koperasi Utama Karya. di tahun 1993 juga keinginan bersama itu terwujud. Berkat keuletan para pengurusnya. rapat anggota pun terselenggara. Sejumlah pionir. termasuk KSU Utama Karya yang kini mengelola Pusat Perbelanjaan Grosir yang tidak pernah sepi pembeli itu. bahkan hingga ke arah barat Banjarnegara. Itu melingkupi semua jenis usaha yang ada. Mereka bersepakat untuk membangun membangun ekonomi bersama melalui sebuah koperasi. salah satu jenis usaha milik KSU Utama Karya Jepara Cita-Cita Kaum Kaki Lima walnya. Pada tahap pertama berkumpul 35 orang. sekitar 6 orang pedagang berinisiatif mendirikan sebuah paguyuban untuk menghimpun para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Jepara. Kebetulan. Ibnu Zaenuri dan beberapa kawannya pernah mengelola sebuah koperasi.Pusat Grosir. Maka. di antaranya Ibnu Zaenuri. Kini. total aset Koperasi Utama Karya mencapai Rp 80 miliar. jati diri pun terlahir. A K o p e r a s i P e d u l i . seperti di Pati. dan lahirlah Koperasi Utama Karya.

21 Kalinyamatan. Pioneer generation is only at administrator array. This village is indeed has been famous for its weaving products since 1935. stop by at Jl. it did not go to waste. It wouldn’t be incorrect if we concluded that the building appearance represents the performance of the cooperation that was established in 2004. there is a grocery store just like a supermarket. or it is a private large company representative office. On the side yard up to backyard. The greatness of such building is at the same describes the dedication of the administrators and management of KSP Utama Karya. Utama Karya is still young. such as agriculture and handicraft. “I am obviously very lucky to be able to obtain such business capital with requirements that facilitate me. Small Middle Scale Enterprises and Jepara have a large role in determining which cooperation is en- I titled and can be trusted to manage such fund utilization. principal powers in Utama Karya Save Loan Cooperation management are youngsters. At a glance. cooperation capital movement rocketed. indeed. 66 K o p e r a s i P e d u l i . scattered in a number of regencies/cities in Central Java. R a k y a t S e j a h t e r a . there is an impression that such building belongs to national private company. Pecangakan District. As a record. Central Java Togetherness Identity on the Earth of Kartini f you go to Jepara Regency. the craftsman whose products have been marketed up to Bali. a weaving craftsman in Troso Village. Now this Cooperation asset in total is around Rp 80 billion. Utama Karya Cooperation now owns the Largest Grocery Store in Jepara Regency. Performance of this cooperation is the best in Central Java. Save Loan Cooperation of Utama Karya is separate in terms of autonomy from Utama Karya Cooperation as the chief. From here. As a holding company. As a save loan cooperation. Such building is the head office of Save Loan Cooperation (KSP) of Utama Karya. Such decision of Cooperation Service and Market Management is reasonable since KSP Utama Karya has worked professionally. Raya Bakalan No. Going back to KSP Utama Karya. The presence of KSP Utama Karya is indeed relevant with Jepara Regency potential that has many types of agribusiness business. Cooperation. Reports from Jateng Bank Jepara Branch who acts as a partner in this agribusiness scrolling fund capital strengthening program say that KSP Utama Karya has fulfilled its obligation well and it is never in arrears. the distribution of strengthening fund in the amount of Rp 1 billion (received in 2004) to members who are engaged in agribusiness and any other real sectors was not a difficult matter for KSP Utama Karya. You will meet a two-storey building with modern-minimalist architectural design. Utama Karya Cooperation is engaged in trading. Now. Central Java. which now owns 7 branches. Its chief is Various Business Cooperation (KSU) of Utama Karya that was established in 1993. This building looks clean and more prominent compared to the surrounding buildings. No wonder when an opportunity such as Capital Strengthening Program for Save Loan Cooperation (KSP) in Agribusiness came. 48 year. One of cooperation members who obtain benefit from the above program is Sutomo.KSP UTAMA KARYA Jepara. in developing their business.” admit Sutomo.

R a k y a t S e j a h t e r a 67 .Kantor KSP Utama Karya K o p e r a s i P e d u l i .

selama masa itu kami makan apa?” ucap Haji Saleh.Kantor KSP Bina Ummat Sejahtera. kalau dihitung-hitung. Panen pertama itu baru untuk menutupi ongkos produksi. dan proses mengurus kredit di bank pun tak mudah. “Alhammdulillah. Jadi. pengajuan pinjaman saya dan teman-teman disetujui. Kesulitan kami terutama untuk membeli pupuk. Saya dan teman-teman kan baru panen setelah menunggu 11 bulan. Petani pada umumnya tidak bankable. R a k y a t S e j a h t e r a .” ucap Saleh usai membaca sebuah pesan pendek dari seorang petugas koperasi simpan pinjam yang dikelola dengan sistem Syariah: Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Bina Umat Sejahtera (BUS) Lasem atau juga dikenal sebagai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bina Umat Sejahtera. guratan-guratan di dahinya segera berubah ketika telepon genggamnya berdering. Provinsi Jawa Tengah Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura K 68 ening Haji Saleh berkerut ketika menghadapi jalan buntu untuk mendapatkan dana secara cepat bagi sekitar 40 hektar lahan tebu miliknya dan sembilan petani di kelompoknya. Ia sadar betul soal ini. Kabupaten Rembang. K o p e r a s i P e d u l i . “Pinjaman seperti ini sungguh sangat membantu kami. Namun. Kenangan itu terjadi pada tahun 2005. Rembang KOPERASI SIMPAN PINJAM BINA UMMAT SEJAHTERA (BUS) Lasem.

000 per hektar.300.280. Jika dirata-rata. selain bisa langsung Pabrik gula tebu milik salah satu anggota KSP BUS Lasem K o p e r a s i P e d u l i . setiap orang mendapat pinjaman sebesar Rp 15 juta. melainkan kepada anggota lain dalam satu kelompok yang memiliki mesin produksi gula. Dengan rendemen 7.5% dan harga gula Rp 3. Sepuluh orang dalam kelompok petani tebu itu paling tidak harus membeli 30 sampai 40 ton pupuk. Belum lagi untuk ongkos pengelolaan lahan. maka total biaya yang harus ditanggung petani sekitar Rp 5. Jika direkapitulasi.000. seperti membalikkan tanah (dangir) dan membikin tangkep (gundukan tanah memanjang untuk ditanamani tebu).000. Anggota kelompok petani tebu tak lagi menjual kepada pabrik gula dalam bentuk batang tebu. Mereka merasa cocok karena sistem diterapkan KJKS BUS itu menggunakan sistem syariah. Manajer Kredit KSP BUS Lasem. Hitung-hitungannya sederhana.810. Sistem Bagi Hasil Hatta. Rata-rata. Nilai pinjaman tersebut memang atas nama kelompok. Gula tebu ini. para petani tebu juga harus mengeluarkan biaya tebang dan angkut Rp 3. per satu ha lahan menghasilkan 60 ton batang tebu. masing-masing pemanfaat pinjaman akan menjadi tanggung jawba bersama kelompok. maka kelompok tani yang ia pimpin mendapat pinjaman sebesar Rp 150 juta.000. “Kelebihan dari sistem kelompok ini adalah pertanggungjawaban terhadap kami lebih terjamin.000.” tutur Martono. Dan. “Anggota kami di sini sudah akrab dengan akad kredit seperti ini. berdasarkan pengalaman selama ini cukup efektif. dan biaya giling Rp 1. maka antara anggota dan KSP BUS lalu membuat akad kredit.000 per hektar per musim tanam (11 bulan) dengan perhitungan jangka waktu hanya tiga kali panen. R a k y a t S e j a h t e r a 69 . Pendapatan petani sekitar Rp 3. biaya tanam tebu pada saat ini sekitar Rp 4. Sebab. Mereka bersepakat untuk memberikan keuntungan kepada Koperasi setara dengan nilai 2%. Berdasarkan hitung-hitungan seperti itu.” tutur Martono menambahkan. pemanfaatan dana tersebut dibagi sesuai kebutuhan masing-masing anggota. Selain untuk pupuk.Beberapa bulan sebelumnya. Namun.500. ia dan temanteman memang telah mendengar tentang adanya dana pinjaman Rp 1 miliar dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang akan diterima KJKS BUS Lasem untuk pengembangan usaha agribisnis/ sektoral. Saleh dan kawan-kawan sendiri telah lama menjadi anggota koperasi tersebut.000 per kg.

juga dibeli perusahaan pembuat kecap. para manajer dan staf mendapat berbagai training. perajin terasi biasanya membutuhkan modal untuk membeli bahan baku berupa udang kering dan ongkos produksi. Menjadi Mitra Usaha Kecil-Menengah KSP BUS Lasem memang memiliki kepedulian cukup tinggi dalam menumbuhkan sektor agrobisnis/ sektoral. terdapat sejumlah anggota yang telah bergerak di bidang yang dimaksud. Bahkan BMT BUS P e d u l i . Selain disalurkan kepada petani tebu. misalnya.Batik Lasem. Di Lasem pada khususnya. Manajemen Solid dan Inovatif Faktor penting keberhasilan KSP BUS dalam mengelola dana koperasi adalah manajemen yang solid. Pengelolaannya bertangan dingin. Lasem. Ia bahkan mempekerjakan 30 pembatik. Jika desainnya rumit. Demikian juga pengalaman anggota Koperasi. Secara berkala. dan Rembang pada umumnya. Nurhidayah. karya anggota koperasi KSP BUS Lasem dijual ke pasar. Industri rumahan ini memiliki 7 karyawan yang dibayar dengan sistem borongan. Mereka membawa kain dan semua kelengkapan dari sini untuk kemudian mengolahnya sesuai desain dari saya. para perajin yang telah memiliki pelanggan itu tidak mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman mereka. kami akan membayar lebih mahal ketimbang batik yang modelnya biasa. Haji Saleh memproduksi kecap dari bahan dasar gula tebu itu untuk memenuhi pasar di Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Pada umumnya. KSP juga menawarkan pemanfaatan dana Rp 1 miliar tersebut kepada sejumlah penggiat agri-industri. Ini bisa dimengerti bila melihat usia koperasi yang hampir dua puluh tahun sukses mengelola dana masyarakat dengan sistem syariah (Bank Muamalat Takaful-BMT). keuntungan tidak pergi ke mana-mana. R a k y a t S e j a h t e r a 70 K o p e r a s i . “Jadi.” tutur Nurhidayah. Seperti pada kisah petani tebu. seorang pengelola usaha batik tulis Lasem. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia memang menjadi prioritas di koperasi ini.” kata Haji Saleh. Joyo Kasmita (50). pengusaha kecil/ perajin batik di Desa Ngemplak. Bahkan. KSP BUS Lasem juga tidak mengalami kesulitan dalam menyalurkan dana agribisnis/ sektoral ini. bisa menghabiskan 7 kwintal udang kering dalam satu pekan. “Saya membayar karyawan berdasarkan hasil pekerjaan per potong.

” tutur Martono menantang setengah bercanda. Bagaimana dengan cicilan pinjaman Rp 1 miliar untuk agribisnis? “Alhamdulillah. setingkat kasi dan manajer diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas atau kompetensi. 50% biaya kuliah dari Koperasi. 1 Lasem. salah satu produk usaha anggota KSP BUS Lasem sendiri juga membuka jasa konsultasi-pelatihan pengelolaan lembaga keuangan nonbank secara modern. kami tak kesulitan menyalurkan dana tersebut. Pelayanan ini sudah setara dengan lembaga perbankan di tingkat unit atau kantor cabang pembantu. Rembang. Beberapa telah bersertifikat. katakan begitu. bahkan mungkin di Indonesia. yakni dengan disekolahkan. Provinsi Jawa Tengah Berdiri : Tahun 1996 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : H. secara bergiliran. Selain manajemen. “Di kami. Abdullah Yazid Jumlah Karyawan : 200 orang K o p e r a s i P e d u l i . Kita dapat fasilitas beasiswa. KSP Bina Ummat Sejahtera Alamat : Jl Raya No. R a k y a t S e j a h t e r a 71 . Koperasi sudah memiliki ATM sendiri.” kata Martono. lancar. Kalau ada lagi. Kab. Kinerja yang baik lantaran didukung sumber daya berkemampuan memadai telah mengantarkan Koperasi ini sebagai salah satu koperasi terbaik di Jawa Tengah. Salah satu inovasi yang langka bagi sebuah koperasi adalah penyediaan anjungan tunai mandiri (ATM). KSP juga senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. satu unit.” kata Martono. Bahkan.Terasi udang.

R a k y a t S e j a h t e r a . In average. If there is another fund granted. In addition to distributing to sugar cane farmers. there are members who have engaged in the concerned field. Sugar cane farmers group members no longer sell to the sugar factory in the form of sugar cane. the load submission from me and my friends is approved. and the process of credit administration at the bank is not an easy matter either. However. the facial wrinkles of his forehead soon changed when his cellular phone rang. each person obtains loan in the amount of Rp 15 million. it is based on the effective experience that we have had. KSP BUS Lasem applies farmer group system. In its operation. and generally in Rembang. The favorable performance due to the support of appropriate resources has delivered this Cooperation as one of the best cooperations in Central Java. However. Farmers group and KSP BUS then draw up a credit contract.PROSPEROUS BUSINESS DEVELOPMENT SAVE LOAN COOPERATION Lasem. What about the installment of Rp 1 billion for agribusiness? “Thank God it has gone well.” said Martono. KSP also offers fund utilization of such Rp 1 billion to a number of agribusiness-industry activators. instead they sell their crops to other members in one group who have sugar producer machines. “Thank God. “ said Saleh after reading a short message from an official of save loan cooperation managed using Sharia system: Sharia Financial Service Cooperation (KJKS) Prosperous Community Development (BUS) of Lasem or also known as Save Loan Cooperation (KSP) of Bina Umat Sejahtera. possibly even in Indonesia. it may also be bought by soy bean sauce manufacturer companies. The important factor of KSP BUS success in managing its cooperation fund is its solid management. KSP BUS Lasem also does not experience difficulties in distributing this agribusiness/sector fund. in addition to be able to be sold directly at the market. Generally farmers are not bankable.” said Martono. Becoming Small-Middle Scale Business Partner KSP BUS Lasem indeed has high level of care in growing agribusiness /sector. They agreed to provide profit for the Cooperation which is equivalent to 2% value. This could be understood considering the age of the cooperation which has nearly twenty years managed community fund using sharia system (Bank Muamalat Takaful-BMT). Particularly in Lasem. The managers have cold hands. This sugar cane. Such loan value was indeed on behalf of the group. “The advantage of this group system is that the accountability towards us is more secured. Rembang. In addition. Central Java Cold Hands at the East Tip of Pantura H aji Saleh frowned when he faced a dead end to obtain fund quickly for around 40 hectares of sugar cane land of his and nine farmers of his group. such fund utilization was distributed in accordance with each member’s needs. 72 K o p e r a s i P e d u l i . we will not face any difficulty in distributing such fund. since each loan utilization will be the joint responsibility of the group.” challenged Martono jokingly. He was fully aware of this fact. One group may obtain loan in the amount of Rp 150 million.

Aktivitas produksi batik pada sebuah worksop yang dikelola oleh anggota KSP BUS Lasem K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 73 .

74 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

JAWA TIMUR East Java K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 75 .

ia meminjam modal dari koperasi. Koperasi Simpan Pinjam Lestari Mandiri merupakan salah satu koperasi peserta Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Modal KSP di sektor Agribisnis. Ketika itu tahun 2000. dalam hal ini KSP Lestari Mandiri. Kota Malang. Jawa Timur KSP LESTARI MANDIRI Kota Malang. R a k y a t S e j a h t e r a .” ungkap Yudi Pujianto. ketika usahanya sempat mengalami gonjang-ganjing karena ditipu mitra kerja pada tahun 2008. Kabupaten Malang. koperasi ini menerima pinjaman dana bergulir dari Pe- K o p e r a s i P e d u l i . Yudi Pujianto merupakan salah satu contoh warga masyarakat di Kabupaten Malang yang taraf hidupnya terangkat setelah bersinergi dengan koperasi. ia meminjam sejumlah dana dari Usaha Simpan Pinjam (USP) Lestari Mandiri. Provinsi Jawa Timur Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng asanya tidak berlebihan jika Yudi Pujianto punya rasa fanatisme yang besar terhadap eksistensi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lestari Mandiri. pemilik usaha penggilingan gabah (selep) di kawasan Singosari. “”Di saat R 76 aku jatuh. yang dulu bernama USP Lestari Mandiri. Dan. Usaha yang ia kelola pun selamat dari kebangkrutan. hanya koperasi yang setia membantuku. lagi-lagi ia mendapatkan pinjaman dari KSP Lestari Mandiri.Kantor KSP Lestari Mandiri. Pada tahun 2003. Ketika usaha penggilingan padi yang ia kelola perlu pengembangan modal.

koperasi tidak memberikan pinjaman secara perorangan. salah satu kunci keberhasilan para pengurus dalam mengelola KSP ini adalah penerapan sistem tanggung renteng.1/Kep/M. USP Lestari Mandiri berubah status menjadi KSP Lestari Mandiri. sistem itu berhasil menekan pinjaman yang macet. hingga saat ini jumlah pengembalian yang telah dilakukan oleh KSP Lestari Mandiri sudah mencapai Rp 500 juta. Masih menurut Khulsum Hidayati.Suasana kantor pelayanan KSP Lestari Mandiri merintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM sebesar Rp 1 miliar. Dalam sistem itu. sedangkan angsuran simpanan pokok kami lakukan pada setiap tahun. Satu kelompok terdiri dari 15 hingga 30 orang anggota koperasi. berdasarkan SK Bupati Malang nomor SK 180/ 863/ KOP/KEP/ 421. perputaran simpan pinjam pada KSP ini mencapai Rp 10. “Sistem tanggung renteng sebagai tujung tombak keberhasilan kami.” jelas Khulsum Hidayati. Khulsum Hidayati. seperti jasa katering. setiap anggota KSP Lestari Mandiri otomatis menjadi anggota kelompok tanggung renteng.” ungkap perempuan sarjana ekonomi ini. Koperasi simpan pinjam ini merupakan reinkarnasi dari Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi Citra Lestari Mandiri.8 miliar pada tahun 2008 lalu. Tidak hanya membiayai permodalan bagi usaha anggotanya di sektor agribisnis. dan percetakan. KSP ini juga membiayai permodalan di sektor jasa. salon.2 miliar. Dengan jumlah anggota sudah mencapai 4. Jika diukur dari profil keuangan KSP ini siapapun akan sepakat untuk menyatakan bahwa KSP Lestari Mandiri adalah koperasi berkinerja bagus. R a k y a t S e j a h t e r a 77 . kemudian aset mencapai Rp 7. Dengan cara ini. melainkan secara kelompok. Perubahan ini merupakan amanat dari Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.012/2004 tanggal 11 November 2004. “Kami melakukan pengangsuran bunga setiap bulan. 143.KUKM/XI/2003. Menurut Ketua KSP Lestari Mandiri. Pada tahun 2004. dari pinjaman dana bergulir senilai Rp 1 miliar itu. yang salah satu pasalnya menyebutkan bahwa USP Koperasi penerima dana perkuatan bersedia mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam.268 orang. K o p e r a s i P e d u l i .

Dengan cara ini maka jika ada anggota yang kesulitan melakukan pengangsuran pinjaman maka anggota lain dalam satu kelompok ikut menanggung resiko. Tak hanya para pengurus. Mekanisme tanggung renteng ini oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’. kegotongroyongan. 78 K o p e r a s i P e d u l i . besar bunga pinjaman ditetapkan maksimal 2%. Bangunan itu dibeli dari hasil Mekanisme tanggung renteng oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’. pada forum bulanan itu. Salah satu bentuk kerja keras itu di antaranya bangunan dua lantai seluas 400 m² yang kini menjadi Kantor KSP Lestari Mandiri. “Kebersamaan. “Lebih mudah mengatur jadwal kunjungan ke 267 kelompok ketimbang ke empat ribuan anggota. Besar pinjaman permodalan yang diberikan melalui kelompok itu maksimal Rp 8 juta per anggota dengan jangka waktu pengembalian selama 24 bulan. dan kekeluargaan adalah semangat dari tanggung renteng. Kelebihan lain. R a k y a t S e j a h t e r a . Selain untuk saling bertukar informasi. meskipun pinjaman itu dialokasikan untuk anggota tertentu. Dengan demikian potensi pinjaman macet bisa ditekan. Setiap kelompok memiliki jadwal rutin pertemuan bulanan. para anggota koperasi pun ikut menikmati hasil kerja keras mereka. Cara seperti ini merupakan konsekwensi dari sistem pinjaman yang disalurkan melalui kelompok.” ujar Khulsum Hidayati. *** Saat ini keluarga besar KSP Lestari Mandiri mulai bisa menikmati hasil kebersamaan mereka mengelola koperasi.” ungkap Julia Maris Herdiyanti. para anggota biasanya melakukan penyetoran angsuran pinjaman. Hasil setoran angsuran yang terkumpul itu kemudian dibawa oleh perwakilan kelompok untuk disetorkan ke kantor KSP Lestari Mandiri. Bagi anggota yang memerlukan jumlah pinjaman lebih dari ketentuan itu maka KSP mensyaratkan jaminan baginya. pengurus koperasi pun lebih mudah melakukan pembinaan terhadap anggota koperasi yang tergabung dalam 267 kelompok itu. Sebagai catatan. yang memiliki usaha konsultan jasa pesta pernikahan (wedding consultant) itu. salah seorang anggota KSP Lestari Mandiri.

24 Kec. yang artinya anggota merekrut anggota baru.268 orang K o p e r a s i P e d u l i . Provinsi Jawa Timur Berdiri : 31 Juli 1999 Badan Hukum : 180/863/KUP/KEP/421. Apalagi. SE Jumlah Anggota : 4. Malang. Bahkan. Cara itu ditempuh untuk melebarkan sayap pelayanan KSP Lestari Mandiri di antara derap kompetisi 600-an koperasi di seantero Malang. Cipto No. KSP Lestari Mandiri Alamat : Jl. Dr. R a k y a t S e j a h t e r a 79 . “Yang jelas.Contoh-contoh kartu undangan produk wedding consultant yang dikelola Julia Maris Herdiyanti. jawabannya ada pada seluruh pemangku kepentingan KSP Lestari Mandiri. kesuksesan itu tak lantas menyilaukan para pengurus dan anggota KSP Lestari Mandiri. kami bekerja keras untuk melayani anggota dengan pelayanan seoptimal mungkin. KSP Lestari Mandiri terus berusaha menambah jumlah anggota dengan menerapkan cara member get member. “Dari urunan yang hanya Rp 2. Bagaimana kelanjutan cerita KSP Lestari Mandiri kelak. Lawang Kab. tingkat kompetisi antarkoperasi di Malang cukup tinggi. Namun. akhirnya kami bisa membangun sebuah kantor yang layak. Kehadiran bank-bank perkreditan rakyat.” ungkap Khulsum. juga menjadi tantangan tersendiri.” kata Khulsum Hidayati seraya tersenyum. yang menjanjikan bunga rendah.000 per orang per bulan. anggota KSP Lestari Mandiri urunan (patungan) anggota selama 18 bulan.012/2004 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2003 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Khulsum Hidayati.

Puji pun bercerita tentang masa-masa sulit yang pernah dihadapinya ketika ia harus menghadapi jurang kebangkrutan akibat penipuan yang dilakukan mitra bisnisnya. saya tak mampu membeli gabah. pemilik usaha penggilingan padi Bangkit Bersama Koperasi S eperti tulisan pembuka pada profil sukses KSP Lestari Mandiri. ketika itu tak satu pihak pun yang mau membantunya hingga akhirnya sebuah telpon datang dari kantor KSP Lestari Mandiri. “Uang habis.” lanjut Puji. Yang membuat bebannya semakin berat.” kenang Puji. usaha penggilingan gabahnya bisa maju seiring dengan perkuatan modal yang ia terima dari KSP Lestari Mandiri. KSP Lestari Mandiri kembali hadir sebagai ‘dewa penyelamat’. Usaha selep atau penggilingan gabah yang ia kelola kini telah mempekerjakan 12 orang dengan produksi rata-rata sebesar 8 ton per hari. usaha selep yang ia kelola pun kembali eksis. Betapa tidak.Yudi Pujianto anggota KSP Lestari Mandiri. 80 K o p e r a s i P e d u l i . ketika ia rugi hingga Rp 1 miliar karena ditipu mitra bisnisnya. Yudi Pujianto adalah salah satu anggota yang telah menjadikan KSP Lestari Mandiri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kisah hidupnya. “Saya ingat betul. R a k y a t S e j a h t e r a . Dalam sebulan ia bisa menghasilkan laba kotor hingga Rp 50 juta perbulan. waktu itu Ibu Khulsum menelpon saya menawarkan bantuan. Kini. Orang pun tidak berani menjual gabahnya kepada saya karena takut tak dibayar. Bahkan.

members usually make loan installment deposit in such monthly forum. When his business went through ups and downs since he was deceived by his business partner in 2008. which used to be known as USP Lestari Mandiri. In 2003. the circulation of save loan in this KSP reached Rp 10.” described Khulsum Hidayati. up to now the amount of return that has been paid by KSP Lestari Mandiri has reached Rp 500 million.” said Yudi Pujianto. the amount of loan interest is stipulated at a maximum of 2%. The collected installment deposit is then carried by group representatives to be deposited to KSP Lestari Mandiri. from such scrolling fund loan in the amount or Rp 1 billion. one of the keys to the success of administrators in managing this KSP is the application of joint responsibility system. Lestari Mandiri Save Loan Cooperation is one of cooperations participating in Micro and Small Entrepreneur Development Program through KSP Capital Strengthening in Agribusiness sector. Each group has a regular schedule of monthly meeting. the cooperation does not provide individual loan. Khulsum Hidayati. in this matter KSP Lestari Mandiri. With this method if there is a member who faces difficulties in paying the loan installment. At the time it was 2000.KSP Lestari Mandiri Malang. In addition to exchanging information. One group consists of 15 up to 30 cooperation members. As a note.268. then the asset reached Rp 7. R a k y a t S e j a h t e r a 81 . East Java Success with Joint Responsibility System I t wouldn’t be exaggerating if Yudi Pujianto had the feeling of huge fanaticism towards the presence of Save Loan Cooperation (KSP) of Lestari Mandiri. “When I fell. The amount of capital provided through such groups is at a maximum of RP 8 million per member with the term of 24 months. Therefore the potential non performing loan can be pressed. this cooperation received scrolling fund from the Government through State Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises in the amount of Rp 1 billion. other members within the group will also bare the risk. For members who need more than the stipulated amount of loan. he borrowed capital from cooperation. The business that he managed was saved from bankruptcy. “Joint responsibility system as the tip of the spear of our success has been successful also in terms of pressing the non performing loan.8 billion last year (2008). again he obtained loan from KSP Lestari Mandiri. This save loan cooperation is the reincarnation of Save Loan Unit (USP) of Citra Lestari Mandiri Cooperation. When rice mill that he managed needed capital development.2 bil- lion. With number of members of up to 4. only cooperation that was there to help me. KSP will require security for them. whose life standard was lifted after synergizing with cooperation. business owner of rice mill. K o p e r a s i P e d u l i . he borrowed fund from Save Loan Business (USP) of Lestari Mandiri. According to Chairman of KSP Lestari Mandiri. Still according to Khulsum Hidayati. instead it is provided for groups. This way each member of KSP Lestari Mandiri automatically becomes a member of joint responsibility. Another advantage. cooperation administrators will find it easier to develop cooperation members who are united in such 267 groups. In such system.

82 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

R a k y a t S e j a h t e r a 83 .NUSA TENGGARA BARAT West Nusa Tenggara K o p e r a s i P e d u l i .

K o p e r a s i P e d u l i . Saat musim kemarau rumput laut cukup dikeringkan selama dua hari. Harga rumput laut yang sejak beberapa terakhir ini terus naik membuat para nelayan di wilayah pesisir Lombok Timur mengaku menjadi petani rumput laut lebih menguntungkan daripada nelayan. sedangkan yang kering harganya bisa mencapai Rp. para petani rumput laut itu sebagian di antaranya adalah anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Mandiri. harga rumput laut basah dijual Rp 1.000 per kilogram. R a k y a t S e j a h t e r a . Betapa tidak. sejumlah nelayan yang kini beralih profesi menjadi petani rumput laut tampak bergairah. Padahal para petani rumput laut di wilayah tersebut tidak pernah menuntut kepada pengepul. bisa mengembangkan usaha budidaya rumput laut setelah memperoleh suntikan modal usaha kecil dari KSP tersebut.7.400 s/d Rp. Kab. Sebagian besar dari mereka.Petani tembakau anggota KSP Karya Mandiri ketika hasil panen tembakau yang sudah siap untuk dikeringkan KSP KARYA MANDIRI Kec. Sebagai gambaran. Di Jerowaru. Di sepanjang kawasan pantai di Kecamatan Jerowaru. Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut K 84 omoditas rumput laut tak hanya sedang naik daun. harga komoditi rumput laut yang kini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan itu harganya terus meningkat. Jerowaru.000 rupiah per kilogram.6. bahkan. yang datang langsung ke dusun mereka agar harga rumput laut dinaikan.

Menurut Ahmad Zulyadaen.000 rupiah per kilogram. setiap peminjam dikenai biaya bunga rata-rata sebesar 2 % per bulan.Anggota KSP Karya Mandiri ketika memanen rumput laut terutama melalui perkuatan modal dana bergulir Program Agribisnis/Sektoral. Apalagi.” Tak sulit bagi mereka untuk mengembalikan pinjaman modal usaha tersebut.400 s/d Rp. seperti di Kecamatan Praya. Kelebihan yang bisa dinikmati para petani atau nelayan anggota KSP ini adalah: “Bila pinjam di bank bisa sebulan baru cair. ada juga petani padi yang menerima pinjaman bergulir dari KSP Surya Mandiri. Padahal pada saat berdiri pada tahun 2000 jumlah anggotanya hanya 21 orang. modal K o p e r a s i P e d u l i . Dalam setiap rakit rata-rata bisa menghasilkan tiga kwintal rumput laut basah. Bayangkan. Padahal. akte pendirian KSP Karya Mandiri pun mengalami perubahan. Lombok Tengah. R a k y a t untuk membiayai satu rakit hanya berkisar Rp 150 ribu. seminggu setelah disurvai. Di koperasi cepat cair. yang berdasarkan Rapat Anggota kemudian berubah menjadi KSP pada tahun 2003. Perubahan tersebut dilakukan dengan pertimbangan agar usaha yang dikelola terfokus pada satu bidang usaha yakni memberikan layanan Simpan Pinjam. Koperasi ini semula merupakan KSU. Dana bergulir itu kemudian disalurkan kepada 80 petani untuk menghidupkan kebun tembakau dan budidaya rumput laut. Permodalan KSP Karya Mandiri berasal dari Simpanan Pokok. Selain dua jenis usaha agribisnis itu. Koperasi yang diketuai Ahmad Zulyadaen ini memperoleh kucuran dana perkuatan modal tersebut pada tahun 2004. Perluasan wilayah layanan itu jelas memerlukan pengesahan dari Dinas Koperasi dan UKM Propinsi NTB. setelah KSP ini membuka cabang di luar Lombok Timur. *** Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri berdiri sejak 11 September 2000. Menurut Ahmad Zulyadaen. hingga akhir tahun 2008. jumlah anggota KSP Karya Madiri berjumlah 445 orang. KSP Surya Mandiri merupakan satu dari 14 KSP berbasis agribisnis penerima kucuran dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar tersebut.6. dan Dana S e j a h t e r a 85 . setiap petani rumput laut rata-rata memiliki lima rakit. Tinggal hitung jika harganya mencapai Rp. Seiring dengan perubahan status tersebut. Simpanan Wajib.7.

Menurut ia. Yang jelas. Sebagai penerima pinjaman modal usaha. banyak di antara petani di desanya yang terjerat renternir.Cadangan dan Modal Penyertaan. 1.1.980 miliar setelah mendapat bantuan dana bergulir sektor Agrobisnis dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI sebesar Rp 1 milyar. Selanjutnya per 31 Desember 2001 jumlah modal meningkat menjadi menjadi Rp 36. Lombok Timur.14.796 miliar. Permodalan KSP Karya Mandiri yang bersumber dari luar meningkat drastis pada tahun 2004 yakni menjadi senilai Rp.564 miliar.592 miliar. yang saat berdirinya pada November 2000 tercatat Modal Awal sebesar Rp 21 juta.6. Kemudian. Kab. kemajuan pesat yang dialami KSP Karya Mandiri itu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan anggotanya. Lalu Jumairi berhasil meningkatkan skala produksi tembakaunya hingga 50 persen dari sebelumnya. Beberapa tahun silam. misalnya.704 juta. tercatat sebesar Rp. Lalu Jumairi.000. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 11 September 2000 No: 518/31/BH/DISKOP DAN UKM/X/2004 Tahun 2004 Rp1 miliar Ahmad Zulyadaen 445 orang Seorang anggota KSP Karya Mandiri merawat tanaman rumputlaut yang sudah hampir siap panen 86 K o p e r a s i P e d u l i . KSP Karya Mandiri Alamat : : Berdiri : Badan Hukum : Tahun Perkuatan Modal : Jumlah Perkuatan Modal : Ketua : Jumlah Anggota : Kecamatan Jerowaru. Dan. yang paling tinggi hanya mengeluarkan 5% hingga 6% dari hasil usaha untuk mengembalikan angsuran ke koperasi. maka per 31 Desember 2008 lalu sudah melonjak menjadi sebesar Rp. selain bunga yang relatif rendah. Di mata mereka. dengan bunga hingga 50 % per 40 hari kerja. Jika pada akhir tahun 2001 volume Usaha KSP Karya Mandiri berbentuk pinjaman yang diberikan kepada masyarakat sebesar baru senilai Rp.5 % prosedur peminjaman pun tak berbelit-belit.125. Lalu Jumairi pun mengenang masa-masa ketika para petani tembakau di desanya harus berhubungan dengan para rentenir. R a k y a t S e j a h t e r a . Sedangkan modal dari luar yang bersumber dari Tabungan Sukarela Anggota/Calon Anggota dan Pinjaman yang diterima hingga 31 Desember 2008. program perkuatan modal sektoral membuat para petani di Jerowaru semakin mudah mengakses pinjaman modal usaha. yang petani tembakau di Desa Jerowaru. yakni hanya 1. sejak saat itu pula dilakukan ekspansi besar-besaran dalam pelayanan pinjaman. Bandingkan dengan program bantuan dana bergulir. Eskalasi volume usaha tersebut kini telah berkembang pesat. hingga tahun 2008 jumlah permodalan sudah mencapai angka Rp. yang otomatis mendorong semua sendi Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri. “Mudah dan cepat.” simpul Lalu Jumairi.

Obviously. mainly through scrolling fund strengthening of Agribusiness/ Sector Program. Along with such status change. are members of Save Loan Cooperation (KSP) of Karya Mandiri.KSP KARYA MANDIRI JEROWARU DISTRICT East Lombok Regency Progressing Together With Tobacco and Seaweed Farmers eaweed is not only a hot commodity at the market. based on Members Resolution. Volume escalation of KSP Karya Mandiri business keeps developing fast. such as in Praya District. East Lombok. Such change was conducted with the consideration to make the business managed focused on one field. then as per 31 December 2008 it went up to become Rp. R a k y a t S e j a h t e r a 87 . Most of them even develop seaweed cultivation business after obtaining business capital fund aid from such cooperation. the number of members of KSP Karya Madiri had been 445.e. Lalu Jumairi. KSP Karya Mandiri establishment deed was also amended. The price of seaweed for the last couple of years has been increasing and made farmers in East Lombok coastal area admit that it is more profitable to be seaweed farmers than to be fishermen. Moreover. Each loan is imposed with interest in the average amount of 2 % per month. for example. “Easy and fast. In addition to those two agribusiness types. Such scrolling fund was then distributed to 80 farmers to revive tobacco plantation and seaweed cultivation business. which then changed to become KSP in 2003. i. This cooperation led by Ahmad Zulyadaen obtained such capital strengthening fund in 2004. Some of seaweed farmers in Jerowaru District. Karya Mandiri Save Loan Cooperation was established on 11 September 2000. Initially this cooperation was a KSU. At the end of 2001 Business Volume of KSP Karya Mandiri business in the form of loan provided to the community was only in the amount of Rp 704 million. there are also rice farmers who obtain scrolling loan from KSP Surya Mandiri.” concluded Lalu Jumairi.e. after this KSP opened a branch outside East Lombok. 1. When it was established in 2000 the number of members was only 21. Central Lombok. sector capital strengthening program makes farmers in Jerowaru find it easier to access business capital loan. Such area expansion obviously needed ratification from Cooperation Service and UKM of NTB Province. East Lombok are members of KSP Karya Mandiri. As a business capital loan receiver. such vast progress experienced by KSP Karya Mandiri is parallel with the increase of its members’ prosperity. Until the end of 2008. providing Save Loan services. Lalu Jumairi has been successful in increasing his tobacco production scale up to 50 percent from previous production. who is a tobacco farmer in Jerowaru Village opines that in addition to its relatively low interest.14. KSP Surya Mandiri is one of KSP with agribusiness basis receiver of strengthening fund in the amount of Rp 1 billion. K o p e r a s i P e d u l i .5% up to [?]%. i. the loan procedures are not complicated. To them.592 billion. S Seaweed farmers in Jerowaru.

Selong. Lombok Timur KSP RINJANI PERKASA Kec. teknologi pengolahan yang minim. Kab. Separuh potensi tanaman tembakau virginia di pulau Lombok yang seluas 58.000 hektar itu separuhnya ada di Lombok Timur. hingga pemasaran. yakni seluas 29. Mereka yang 70% ini relatif tidak mengalami hambatan baik dalam aspek permodalan maupun pemasaran. Nusa Tenggara Barat Sahabat Petani di Lereng Rinjani L ombok Timur identik dengan banyak hal. Rata-rata tiap hektar ladang tembakau bisa menghasilkan dua ton. Jelas. suku bunga pinjaman yang sebesar itu sangat mencekik petani. Untuk kebutuhan modal.Lombok Timur. Karena potensinya itu. R a k y a t S e j a h t e r a . Dari fakta yang ada. para petani tembakau swadaya itu terpaksa mengetuk pintu rumah para rentenir dengan bunga pinjaman hingga sebesar 50% per 40 hari kerja. Salah satunya adalah tembakau virginia. yang 30% petani tembakau swadaya cukup sering mengalami hambatan dalam berproduksi. Berangkat dari keprihatinan itu KSP Rinjani 88 K o p e r a s i P e d u l i .Kesibukan di KSP Rinjani Perkasa. Fakta tentang hal itu juga dialami oleh para petani tembakau di Kecamatan Selong. Sebaliknya. sekitar 70 persen petani tembakau di Lombok Timur telah menjadi binaan para perusahaan pengelola Intensifikasi Tembakau Virginia itu. saat ini 15 perusahaan pengelola dan pabrikan rokok besar dari Jawa yang membeli tembakau dari Lombok. berupa hambatan permodalan.000 hektare.

KSP Rinjani S e j a h t e r a 89 .4 miliar. Selain untuk membiayai usaha kecil dan mikro sektor agribisnis. Sejak mulai menggulirkan dana senilai Rp 1 miliar tersebut. pinjaman model ini sangat meringankan petani. Dari beberapa aspek. Koperasi simpan pinjam yang berkantor di Desa Sandubaya ini pun segera menjadi solusi bagi para petani tembakau yang hampir tiap tahun mengaku kesulitan modal tadi. Sesuai dengan prinsip koperasi. proses pencairan pinjaman pun tak serumit jika petani meminjam dari bank. yang dialokasikan sebagai pinjaman permodalan untuk membiayai berbagai sektor usaha anggotanya. Besarnya jasa pinjaman dihitung sekaligus berdasarkan jangka waktu pinjaman dan dikembalikan bersama besarnya pinjaman. R a k y a t dibebani biaya bulanan. bahkan mencapai Rp 7 miliar. Selain paket pinjaman konvensional. KSP tersebut merupakan unit simpan pinjam Koperasi Rinjani Perkasa yang telah berdiri sejak tahun 1995. Pada awalnya. sejak tahun 2004 hingga tahun 2008 perputaran pinjaman. dana bergulir itu juga sudah dimanfaatkan untuk membiayai permodalan berbagai usaha sektor riil. Sementara itu.Lahan pertanian padi yang dikelola oleh para anggota KSP Rinjani Perkasa dan permodalannya dibiayai melalui paket pinjaman musiman bagi para petani Perkasa didirikan. Koperasi Simpan Pinjam Rinjani Perkasa merupakan salah satu koperasi peserta program perkuatan permodalan pengusaha kecil dan mikro melalui dana bergulir agribisnis. Pada paket pinjaman musiman ini para petani mengangsur pinjamannya pada setiap musim panen dengan kisaran masa panen antara empat sampai tujuh bulan. suku bunga pinjaman di KSP ini sangat rendah. restoran dan warung kecil. Pada tahun 2003. hingga buku ini disusun. karena mereka tidak K o p e r a s i P e d u l i . Para petani peminjam cukup mengeluarkan rata-rata 5% sampai 5% dari hasil panen untuk membayar angsuran pinjaman ke koperasi atau dengan bunga pinjaman yang hanya berkisar 1% hingga 2 %. KSP Rinjani Perkasa menyiapkan sebuah paket pinjaman musiman. Betapa tidak. Cara pengembaliannya pun lebih mudah. serta warga masyarakat yang bukan anggota KSP. KSP ini menerima pinjaman dana bergulir agribisnis senilai Rp 1 miliar. jumlah outstanding pinjaman bergulir tersebut sudah mencapai Rp 1. Model pinjaman ini juga dikenal sebagai model pinjaman yarnen (bayar panen). seperti sektor perdagangan. Selain suku bunga yang rendah.

kami ingin sahabatsahabat kami juga perkasa. “Kami adalah sahabat para petani.718 Ir. Manfaat yang ditebarkan koperasi ini akhirnya menuai hasil. Sebagian besar warga di Selong. Lombok Timur.DKP/08. terutama yang pernah berhubungan dengan KSP Rinjani Perkasa. memuji kinerja KSP yang kini telah memiliki aset senilai Rp3. Pada musim penghujan mereka bertani padi.” kata Ketua Koperasi Rinjani Perkasa. M. R a k y a t S e j a h t e r a . Namun. pembiayaan sektor agrobisnis memang yang terbesar karena mayoritas penduduk Selong yang bermatapencaharian petani.196.485.a/BH/PAD/. kelautan hingga perdagangan. MM 209 orang 15 orang 90 K o p e r a s i P e d u l i . Muhammad Idrus.H. dari semua sektor itu. Harapan besar pun dipikul KSP ini. mulai dari sektor pertanian. “Kami berusaha membantu masyarakat dengan memberikan kemudahan mendapatkan modal usaha. peternakan.5 miliar itu. sedangkan pada musim kemarau berkebun tembakau. NTB 29 Desember 1998 No: 11. Para petani Selong berharap KSP Rinjani Perkasa adalah bagian penting dari perwujudan mimpi-mimpi mereka untuk menjadi petani-petani perkasa di lereng Rinjani. seperti nama koperasi ini.Perkasa melayani kebutuhan permodalan usaha di berbagai sektor yang dikelola masyarakat. Idus. Tanaman tembakau yang dikelola para petani tembakau KSP Rinjani Perkasa KSP Rinjani Perkasa Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Total Aset Ketua Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : : : : : : : : : Kecamatan Selong.5/XI/2004 Tahun 2003 Rp1 miliar Rp3.” simpul Muhammad Idrus.

In raining season they plant rice. marine. approximately 70% of tobacco farmers in East Lombok have become the developed personnel by managing companies engaging in such Virginian Tobacco Intensification. the amount of outstanding of such scrolling loan has been Rp 1. R a k y a t S e j a h t e r a 91 . starting from agriculture. compliment such KSP performance. covering an area of 29. In accordance to cooperation principal.KSP RINJANI PERKASA AT SELONG REGENCY East Lombok – Nusa Tenggara Barat Farmers Best Fried at the Slope of Rinjani E ast Lombok is identical with many things. in the form of capitalization. loan disbursement process is also not as complicated as if the farmers borrow from the bank. i. Most of denizens in Selong. this KSP received agribusiness scrolling fund loan in the amount of Rp 1 billion. Besides the low interest rate. The return method is also easier. High hopes are carried by this KSP. Chairman of KSP Rinjani Perkasa. Benefits spread by this cooperation finally resulted in output. “We are farmers’ best friends.000 hectare.5 billion. we wish our best friends could also be powerful. whereas in hot season they plant tobacco. Rinjani Perkasa Save Loan Cooperation is one of participating cooperations in small and micro entrepreneurs capitalization strengthening program participants through agribusiness scrolling fund. Half of the potential of Virginian tobacco plants in Lombok island is in East Lombok. In 2003. One of them is Virginian to bacco.4 billion. For capital need. Since commencing such fund scrolling in the amount of Rp 1 billion. borrower farmers only spend 5% of the harvest proceeds to pay loan installment to such cooperation or with loan interest of only approximately 1% up to 2%. With very low loan interest rate in this KSP.e. This Save Loan Cooperation with its office at Sandubaya Village then became the solution for tobacco farmers who almost each year had difficulties in capitalization matters. It is obvious that such large loan interest made it more difficult for farmers. animal farming. On the contrary. This 70% does not face any obstacles both in capitalization and marketing aspects. the 30% of independent tobacco farmers often face obstacles in production.” concluded Muhammad Idrus. From such concern KSP Rinjani Perkasa was established in 1995. such independent tobacco farmers had to borrow from loan sharks with loan interest of 50% per 40 working days. at this time there are 15 managing companies and large cigarette factories in Java that purchase tobacco from Lombok. K o p e r a s i P e d u l i . Selong farmers hope that KSP Rinjani Perkasa is an important part of the realization of their dreams to become powerful farmers at the slope of Rinjani. minimum processing technology. Due to such potential. From the present facts. KSP Rinjani Perkasa provides service in business capitalization need in various sectors managed by the community. Farmers can also pay their loan installment in each harvest season with approximately harvest period of four up to seven months. having an asset of Rp 3. each tobacco plantation can produce up to two tons. from all such factors. This loan model is also known as yarnen loan model (harvest payment). In average. up to marketing obstacles. agribusiness sector funding is the largest. since majority of Selong denizens work as farmers. However. mainly those who have had relations with this cooperation. up to trading sectors. until this book is composed.

92 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

R a k y a t S e j a h t e r a 93 .NUSA TENGGARA TIMUR East Nusa Tenggara K o p e r a s i P e d u l i .

Bermula dari kesulitan yang dialami para guru SD Kabupaten Sikka di tahun 1972 koperasi ini dibentuk. mereka menyadari bahwa terlibat dengan rentenir sangat tidak menguntungkan. Yosef. Walaupun. kini Koperasi tersebut justru menjadi salah satu koperasi kredit yang cukup maju di Sikka. Alih-alih membentuk organisasi yang membantu para guru dalam mendapatkan pinjaman. hingga tiga bulan sekali baru menerima gaji. Namun. Kabupaten Sikka KOPERASI KREDIT OBOR MAS Kabupaten Sikka. rentenir menjadi satu pemecahan soal dana. Ketua Kelompok Kerja Guru di Sikka. R a k y a t S e j a h t e r a . Menyadari hal tersebut. membentuk arisan di kalangan guru SD.Kantor Koperasi Kredit Obor Mas. Akhirnya. Kondisi ini menyebabkan para guru di Kabupaten Sikka mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga yang serba mendesak dan mendasar seperti kebutuhan biaya pendidikan. adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka yang merasa prihatin melihat nasib para guru SD yang sering telat menerima gaji bulanan mereka. Walaupun para guru ini mendapat penghasilan tetap. Parera. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dari Guru untuk Masyarakat M endirikan koperasi mungkin bukan citacita Yosef Doing saat itu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka bersama Ramiggus S. begitu Ia biasa disapa. namun kenyataannya sering terlambat menerima gaji. pendapatan sebagai PNS sangat tidak berlebih. dalam 94 K o p e r a s i P e d u l i . perbaikan rumah. dll. Bahkan. Di sisi lain. Yosef Doing. kesehatan. Maumere.

Kala itu. Dari modal sebesar tersebut.500. Karena jumlah nasabah yang semakin banyak dan jangkauan yang semakin luas.25 flat/bulan. didirikan sebuah Koperasi untuk kalangan Guru SD dan Pegawai TU Dinas P dan K dengan nama Credit Union Obormas. Tujuannya. Kemudian ditahun 1974. dengan rincian 4. peternakan. Kopdit Obormas telah memiliki 6. dengan suku bunga 2. Nelle. yang dikenal sebagai Credit Union. Setelah berkiprah selama 20 tahun. Kec. sebagai pusat layanan anggota di bidang perdagangan. Untuk ukuran sebuah kabupatan. R a k y a t S e j a h t e r a 95 . pemberian modal kerja bagi anggota Kopdit Obormas yang bergerak di bidang usaha Pertanian. atas inisiatif Yosef Doing. Kini koperasi ini telah menempati gedung mewah lantai tiga. Dengan Harapan modal ini dapat meningkatkan produktifitas usaha mereka. Nelayan dalam bentuk pinjaman bulanan dan triwulan. Tepatnya pembentukan unit ini pada tanggal 1 April 2005. peternakan dan nelayan. Unit ini dibentuk dengan modal awal bersumber dari pinjaman lunak Kementerian Negara Koperasi Republik Indonesia sebesar Rp1miliar. dengan jumlah simpanan anggota yang berhasil dihimpun sebesar Rp105.955 orang (31%) adalah masyarakat umum.5% IOB atau 1. Unit Agrobisnis ini juga menekankan agar anggota yang berhasil dapat menabung di SIMANIS (Simpanan Masyarakat Agrobisnis) yang akan bermanfaat untuk dapat membantu Usaha penjahitan baju yang dikelola oleh salah satu anggota Kopdit Obor Mas K o p e r a s i P e d u l i . Sampai akhir 2008. Kesehatan No 04 Maumere lantai II. sarana prasarana yang dimiliki oleh Koperasi Kredit Obormas tergolong mewah. nama CU Obormas diganti dengan nama Koperasi Kredit Obormas atau Kopdit Obormas. pertanian. Selain itu juga dibuka Unit Agribisnis di Jl. tepatnya pada tanggang 04 November. pada tanggal 29 Oktober 1994. sebesar Rp100. Kangae dan Kec. jumlah anggota berjumlah 98 orang. Kewapante. Kec. Alok Timur.267 anggota. Lalu muncul pemikiran untuk membentuk sebuah kelompok usaha bersama simpan pinjam.312 orang (69%) adalah Pegawai Negeri Sipil dan 1.000 untuk biaya pernikahan. pertama kali pemberian pinjaman diberikan kepada salah seorang guru dari Desa Nele. Kopdit Obormas membuka Kantor cabang di komplek pasar tingkat sebagai tempat layanan simpan pinjam bagi Kec.perjalanannya disadari bahwa kelompok arisan ini tidak mampu mengakomodasi keinginan para peserta untuk menjadi lembaga yang permanen.

Nusa Tenggara Timur Berdiri : 29 Oktober 1994 Badan Hukum : Nomor: 716/BH/XIV/X/1994 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Remius Noang Jumlah Anggota : 6. Seperti halnya Abraham. khususnya suku Bajo yang tinggal di kawasan pantai masih suka menyimpan uang di rumah daripada di lembaga keuangan. Koperasi Kredit Obor Mas Alamat : Jl. sebagai anggota Dekopinda Kabupaten Sikka. menurut Abraham penghasilannya lebih meningkat. Dengan dana pinjaman terakhir sebesar Rp60 juta dengan jangka waktu 1 tahun. Menurut Fredianto. Koperasi Kredit Obormas terlibat aktif sebagai anggota Puskopdit Swadaya Utama. untuk memudahkan dibuatlah kotak yang mereka isi setiap memperoleh uang dari hasil penjualan ikan atau dari usaha dagang ikan asin yang menjadi andalan pendapatan rata-rata keluarga di kawasan ini. Dengan sistem ini akan terbentuk semangat solidaritas tolong-menolong diantara pelaku agrobisnis yang menjadi binaan Kopdit Obormas. Banyak anggota yang meningkat taraf hidupnya. di Kecamatan Kawapante. dengan keuntungan bersih rata-rata Rp 6-7 juta per bulan. Maka. 04 Maumere. Kesehatan No. Sebagai sebuah badan usaha yang bergerak di jasa keuangan. Ada Keunikan lain dalam pemberian pinjaman kepada masyarakt agrobisnis di sektor nelayan. kiprah Kopdit Obormas dinilai cukup berhasil. Pengurus menggunakan boks yang kuncinya dipegang oleh petugas dari koperasi. Sikka-Maumere-NTT.anggota lain yang juga membutuhkan modal usaha. ia dapat meningkatkan produksi rata-rata hasil ternak ayam potong setiap 3 bulan sehingga bisa menghasilkan Rp30 juta. Lembaga ini juga selalu menjalin dan memelihara hubungan kerjasama yang baik dengan sesame gerakan koperasi maupun dengan instansi pemerintah. R a k y a t S e j a h t e r a . salah seorang Guru SMK 1 Sikka. koperasi ini selalu Aktivitas petani cengkeh anggota Kopdit Obor Mas membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam nuansa saling mendukung dan saling menyelamatkan. Sebagai badan usaha keuangan. Dengan adanya dana agrobisnis Kopdit Obormas. yang mempunyai usaha sampingan peternakan ayam potong. sang Manajer Kopdit Obormas kebijakan itu ditempuh karena Unit Agrobisnis hanya melayani angsuran pinjaman bulanan atau triwulan.267 anggota 96 K o p e r a s i P e d u l i . sedangkan budaya nelayan.

Yosef. Once they even received pay checks once in three months. After operating for 20 years. Kopdit Obor Mas was given the trust to manage Micro and Small Entrepreneur Development Program through Save Loan Cooperation capitalization strengthening from State Ministry of Cooperation of the Republic of Indonesia in the amount of Rp 1 billion. they still like to save their money in their homes rather than in financial institutions. to seek for alternative solution. These two men then established an “arisan” ( monthly meeting with the purpose of saving money) for Primary School teachers. Kopdit Obor Mas services have also been expanded to provide services in agribusiness/ sector capitalization funding since 1 April 2005. This fact encouraged Yosef Doing together with Ramiggus S. on October 29. with the following details: 4. This institution is the embryo of cooperation that later will become ‘the light” of the community of Sikka Regency. In 1974. Now this cooperation inhibits a threestorey luxurious building. Fantastic.25 flat/month.955 members (31%) are the public. such program entrusted Kopdit Obor Mas to distribute working capital for members who are engaged in agribusiness sector. They. For fishermen. Teachers in Sikka Regency were often delayed in receiving their pay checks. K o p e r a s i P e d u l i . According to Fredianto. the teachers. Meanwhile. mainly to fishermen in Kawapante District. The story of Yosef concern took place in 1972. as the resource of produce such as variety of vegetable such as chilly. as Civil Servants. and others. who is the Head of Educational and Cultural Services of Sikka Regency felt concerned for the fate of Primary School teachers who were often delayed in receiving their monthly pay checks. Sikka Regency also has coastal water area which is potential for fishermen. such policy is adopted since Agribusiness Unit only serves monthly or quarterly installment. his nick name. 1994 CU Obor Mas changed its name to become Credit Cooperation of Obor Mas or Kopdit Obor Mas. had less than enough income. There is uniqueness in loan granting to agribusiness community. pecan. Up to 2008. However.5% IOB or 1. which mostly is hilly. Along with the establishment of such unit. Consequently. Chairman of Teacher Working Group in Sikka Regency. meanwhile in fishermen culture. That method was also adopted without the awareness of the fact that getting involved with loan shark was actually a non profitable act. many Civil Servants and teachers in Sikka Regency utilized loan sharks’ service as short term solution for daily life needs. vanilla. upon Yosef Doing’s initiative. Kopdit Obor Mas created a product in the form of monthly and quarterly loan with interest rate of 2. mainly who are engaged in agriculture and animal farming business fields. the manager of Kopdit Obor Mas.KOPDIT OBOR MAS Sikka Life Light at Bukit Sikka E stablishing a cooperation may not be the goal of Yosef Doing. On the other hand their daily needs had to be fulfilled. to be exact on November 4. R a k y a t S e j a h t e r a 97 . Parera. a Cooperation for Primary School teachers and Administrative employees of Educational and Cultural Services with the name of Obor Mas Credit Union was established. The administrators use a box which key is held by a special cooperation officer. especially Bajo tribe who lives in coastal area. Kopdit Obor had had 6.312 members (69%) are State Civil Servants and 1. This has been the largest expansion ever done by Kopdit Obor Mas within several decades since it was established. Further.267 members. Yosef with his friends then established an institution to manage save loan with members who are Primary School teachers. Agribusiness sector development is the accurate step considering the topography of Sikka Regency. From there.

000 pada tahun 2008. bahkan cukup diperhitungkan di Kota Kupang. Salah satunya dengan memberikan bunga pinjaman yang lebih rendah dari unit jasa keuangan lainnya. Hal itu telah dibuktikan oleh Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari. Jika lembaga keuangan mematok bunga minimal sebesar 2%. artinya harus mampu melayani masyarakat miskin atau masyarakat lapisan bawah. Provinsi Nusa Tenggara Timur Berani Tampil Beda apisan ‘akar rumput’ memang lapisan masyarakat ekonomi bawah. Jumlahnya cukup besar. mencapai Rp27.825. Drs. Kota Kupang KOPERASI KREDIT SWASTI SARI Kota Kupang. Kopdit Swasti Sari mampu 98 K o p e r a s i P e d u l i . Kopdit Swasti Sari menjadi lembaga jasa keuangan yang cukup maju. Seperti koperasi kredit pada umumnya. kini. Karena mampu merangkul kalangan ‘akar rumput’ tersebut. kegiatan koperasi yang didirikan pada 10 April 1997 ini difokuskan pada pemberian bantuan permodalan kepada para petani dan nelayan di pantai Kupang. R a k y a t S e j a h t e r a . “Sesuai dengan visi Kopdit Swasti Sari bahwa koperasi harus dapat diakses oleh masyarakat pada tingkat ‘akar rumput’.058.” kata Ketua Kopdit L Swasti Sari.Kesibukan di Kantor Kopdit Swasti Sari. Ada satu trik unik yang diterapkan Daniel. Namun jika diorganisir dengan benar. ternyata mereka mempunyai potensi yang luar biasa. dkk dalam merekrut nasabah. Daniel Tapobali sedikit berpromosi.

345.000 orang. Kebersamaan dengan anggota diantaranya diwujudkan dengan rutin melakukan kunjungan ke anggota.701 orang. Baik kebersamaan antara sesama pengurus maupun kebersamaan pengurus dengan anggota. lebih banyak berkosentrasi pada bidang perdagangan. Berdasarkan hasil audit dari Puskopdit Bekatigade Timor. Salah Toko serba ada milik Kopdit Swasti Sari K o p e r a s i P e d u l i .676. Di bawah kendali tangan dingin Daniel Tapobali. Jika kurangi biaya bunga dan operasional yang harus dikeluarkan senilai Rp4. kelebihan ini yang justru menarik minat masyarakat.” tambah Daniel beralibi. Berdasarkan hasil Laporan Rapat Angota Tahunan (RAT) 2008 yang dilaksanakan Maret 2009. mereka akan kesulitan. Dalam hal pengelolaan. “Kalau mereka diberikan bunga yang tinggi. Inkopdit dan Akuntan Publik BWP dan Rekan Registerred Public Accountants Jakarta-Indonesia pada Pebruari 2009. Bukan hanya sisi keanggotaan saja yang mengalami kenaikan. deviden/BJP yang dibagikan kepada anggota pada tahun 2008 sebesar Rp1.670. Kopdit Swasti Sari telah membukukan omzet senilai Rp5.” kata Daniel. Rapor Kopdit Sawti Sari berhiaskan angka biru. Namun. Kopdit Swasti Sari mengalami kemajuan yang cukup signifikan.5% saja.memberikan bunga pinjaman hanya 1. selalu kita pecahkan bersama. menyatakan bahwa Koperasi Kredit Swasti Sari Kupang dinyatakan Sehat dan Layak. R a k y a t S e j a h t e r a 99 .617. grafik neraca keuangan juga menunjukkan peningkatan. Jumlah anggota Kopdit Swasti Sari dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.974. anggota Kopdit berjumlah 4. Drs. Hingga Maret 2009. sementara jumlah total nasabah yang sudah dilayani oleh Kopdit Swasti Sari mencapai 8.052.383. Hasilnya pun dapat dirasakan.536. Sekadar catatan.409.867. Trik ‘tampil beda’ ini tergolong berani. Selain menyampaikan informasi tentang sejauhmana efektivitas penggunaan dana pinjaman terhadap usaha anggota. “Jika ada anggota yang mengalami kesulitan berusaha. Misalnya dari sisi keanggotaan.334. Beralih Ke Sektor Agribisbis Awalnya. Daniel Tapobali yang dibantu oleh 8 karyawan selalu menekankan pentingnya kebersamaan. maka surplus Hasil Usaha (HU) yang bisa dikantongi sebesar Rp 989. Koperasi Kredit (Kopdit) yang berdiri pada 10 April 1997.

Simpanan Non Saham sebesar Rp4. “Karena ini dana program agribisnis. dengan memberikan bantuan permodalan para petani jagung dan nelayan di pantai Kupang.000. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Berdiri : 10 April 1997 Badan Hukum : Nomor: 10/PAD/KWK/IV/1997 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Drs. sumber dana koperasi yang kini memiliki asset lebih Rp29 M ini. Cakupan layannya kini lebih banyak ke sektor agribisnis.351. jumlah pinjaman yang dicairkan untuk sektor ini sebesar Rp 27. di antaranya bersumber dari Simpanan Saham sebesar Rp17. Jumlah ini dialokasikan untuk 1. ya kita jalankan sesuai prosedur.058.702. Pada tahun 2008.297.448. dan Dana Cadangan Rp960.709.” kata Daniel Tapobali. Selain modal pinjaman dari pemerintah. dengan rincian 65% sebagai pinjaman Kesra dan sisanya sebesar 35% merupakan pinjaman produktif. Daniel Tapobali Jumlah Anggota : 4. KSP Swasti Sari kemudian banting stir.020.762 orang.153. Kota Kupang. juga didukung oleh dana swadaya. ketika koperasi ini mendapat bantuan dana bergulir agribisnis melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM Rp1 miliyar pada tahun 2005.satu alasannya karena base camp koperasi yang berada di jantung Kota Kupang. R a k y a t S e j a h t e r a .701 orang 100 K o p e r a s i P e d u l i .214. Cengkeh hasil dari petani anggota Kopdit Swasti Sari Koperasi Kredit Swasti Sari Alamat : Jl.650. Pinjaman Beredar sebesar Rp26. Namun.598.825. Thamrin Oepoi.852.

Their wishes were granted. which is to sit together to solve problems faced by the members or otherwise. In addition to loan capital from the government.” said Daniel. in 2005 this cooperation was participated in capital strengthening program through sector scrolling fund aid through State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business in the amount of Rp 1 billion. both with administrators. the number of members of Kopdit was 4. Meanwhile farmers and fishermen in the area of sub-urban in the city of Kupang expected that they could also obtain capital aid service. then it harvested the interests of those who wish to become customers and members. while the total number of customers serviced by Kopdit of Swasti Sari reached 8. KSP of Swasti Sari service scale was extended by opening credit services for agricultural sector. that only services members. This “appear differently” trick is quite daring.” added Daniel Tapobali. Since it was able to put its hands around the “grass root” class. Such experience has been proven by Credit Cooperation (Kopdit) of Swasti Sari in the city of Kupang. will show outstanding potential. R a k y a t S e j a h t e r a 101 . 1997— becomes an advanced financial service institution. of course crucial question arises: What is the secret behind the success of that Kopdit of Swasti Sari? There is one strategy applied by Daniel and partners administrators of Kopdit in recruiting customers. Indeed. both as members and non members. Kopdit service scale is more open. not only strengthening fund in the amount of Rp 1 billion that was scrolled. fund source of the cooperation that now owns asset worth more than Rp 29 billion is also supported by independent fund. Daniel Tapobali together with eight staff always emphasize the important meaning of togetherness. The number of Kopdit of Swasti Sari members increased from one year to another. One of which is by ways of providing lower loan interest than any other financial services. who generally has low income. If a financial institution sets a minimum interest in the amount of 2%.5%. Considering the favorable track record of Kopdit of Swasti Sari that shows this Kopdit has successfully managed scrolling loan fund. in the amount of Rp 1 billion. indeed. “I think. that is the meaning of togetherness in cooperation basis. However.000. The number is quite large during 2008 which reached Rp 27. now Kopdit of Swasti Sari—established on April 10. Up to March 2009. One of the reasons is that the cooperation base camp which is located in the heart of the City of Kupang is the busiest transaction center throughout such NTT capital city. NTT. K o p e r a s i P e d u l i . Kopdit of Swasti Sari also scrolled their own fund to strengthen such capitalization for farmers. Tracing back the story of Kopdit Swasti of Sari. Just like any other cooperation in general.825.058. they will face difficulties. if “handled” properly. East Nusa Tenggara Dare to be Different ow class community. With such large scrolling loan fund.” concluded Daniel.701. “Innovation is important. one thing that can be modeled is the innovative nature adopted by the administrators. Initially Swasti Sari Credit Cooperation concentrated in trading field.000.KOPDIT SWASTI SARI Kupang. even though for that we are considered as different. Kopdit of Swasti Sari is able to provide loan interest in the amount of only 1. Different from KSP. and with members. especially corn farmers and fishermen in Kupang beach. “If they are given high interest. L In terms of management. Chairman of Kopdit of Swastisari providing alibis. it is even quite prominent in the City of Kupang. Kopdit of Swasti Sari actively distributes credit fund that is normally utilized as working capital for farmers and fishermen in Kupang beach.

R a k y a t S e j a h t e r a .102 K o p e r a s i P e d u l i .

KALIMANTAN TENGAH Central Kalimantan K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 103 .

Dana bergulir sebesar Rp1 miliar pun mengucur ke kas koperasi ini. yang kemudian disebutsebut sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini. dan berkawan dengan pengusaha. Jika sekarang ini KSP Surya Sekawan mendapat label sebagai koperasi berprestasi hal itu tentu saja tak diperoleh tanpa sebab. Amanah. menjadi satu kata.Muhammad Nasir di Kantor KSP Surya Sekawan di Jl Barito no. Kapuas. 26 Kuala Kapuas. Kalimantan Tengah KSP SURYA SEKAWAN Kab. Kinerja positif itu akhirnya menghantarkan Surya Sekawan terpilih sebagai koperasi peserta Program Agribisnis/Sektoral pada periode tahun 20042005. Provinsi Kalimantan Tengah Berkawan ala Surya Sekawan Berkawan dengan anggota. berkawan dengan perbankan. berkawan dengan pemerintah. Tak hanya para pengurus. yang kemudian disebut-sebut sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini. status KSU pun dinaikkan menjadi Koperasi Simpan Pinjam. R a k y a t S e j a h t e r a . menjadi satu kata. Amanah. Tak hanya para pengurus. tapi juga para anggota. K operasi Simpan Pinjam Surya Sekawan dibentuk pada tahun 1997 dengan modal awal tak lebih dari Rp 10 juta itu. tapi juga para 104 K o p e r a s i P e d u l i . Pada tahun 2003.

Menilik latar belakangnya itu. Nasir akan segera menikmati hasilnya (lihat boks: Mereka yang Tersenyum di Bibir Kapuas). yang pada tahun 2006 memperoleh pinjaman bergulir sebesar Rp20 juta dari KSP Surya Sekawan. seorang pengusaha peternakan burung puyuh. Kecamatan Pulau Petak. tapi juga konsisten dan kerja keras. berkawan dengan pemerintah. dan Kecamatan Kapuas Timur. “Berkawan dengan anggota. saat ini tersebar 225 orang anggota KSP ini. Hj. “Amanah bukan sekadar dalam makna jujur. seiring dengan skala layanan yang telah berkembang hingga ke beberapa kecamatan tetangga di sekitar Kecamatan Selat. Pengurus dan karyawan KSP Surya Sekawan K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 105 . seorang pensiunan PNS Dinas Pertanian yang sudah beberapa periode terakhir dipercaya sebagai Ketua KSP Surya Sekawan. Naji Maturpah. koperasi yang dikelola oleh lembaga berlatar belakang Muhammadiyah pun diberi nama serupa.anggota. Muhammad Nasir.000 pohon karet yang bibitnya ia beli dari dana pinjaman bergulir. kelahiran koperasi ini tak bisa dilepaskan dari peran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kapuas. “Memang. Juga.” tegas Pandih. KSP Surya Sekawan tak lagi milik warga Muhammadiyah. seperti Kecamatan Kapuas Hilir. Di beberapa daerah.” lanjut Pandih. Di empat kecamatan itu. berkawan dengan perbankan. tapi siapapun bisa menjadi anggota koperasi ini. Tidak sedikit dari para anggota itu kini berada pada taraf hidup yang jauh lebih baik sejak bergabung dengan KSP Surya Sekawan. dan berkawan dengan pengusaha. wajar jika kemudian Surya Sekawan dipilih sebagai nama koperasi yang kini telah mengelola dana pinjaman bergulir senilai Rp 2. Meski hingga tulisan ini disusun ia belum pernah memanen karet dari 3.” jelasnya. Pandih juga menyebut sebuah strategi yang menurut ia menjadi simpul kesuksesan KSP yang kini ia pimpin: perkawanan. Sebut saja. koperasi ini awalnya didirikan oleh para pengurus Muhammadiyah. petani kebun karet di areal tanah hutan rakyat di Desa Barimba. Selain amanah. *** Sedikit kilas balik.9 miliar itu. Kecamatan Kapuas Hilir. namun empat tahun mendatang. Kini. Beberapa figur anggota koperasi penerima pinjaman bergulir bahkan telah mampu mengembangkan usahanya pada level yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

anggota-anggota yang telah memiliki basis usaha kuat memang mendapat semacam kemudahan untuk menerima pinjaman. Pada tahun 2006.5 juta per hari. ia bisa menabung sebesar Rp200 ribu per hari. oleh BPD Kalteng KSP Surya Sekawan memiliki reputasi terpuji. nama Umi Suyatmi juga pantas dimunculkan sebagai profil anggota yang sukses mengelola usaha berkat dana pinjaman dari KSP Surya Sekawan. menurut laporan keuangan per bulan Juli 2009. setidaknya Umi bisa menambah pundi-pundi tabungannya hingga Rp 6 juta per bulan.” lanjut Pandih. Kini dengan omset Rp1. KSP jelas pantang pilih kasih. peluang menjadi kredit macet semakin kecil. dana tersebut telah berkembang hingga mencapai Rp 2. anggota KSP Surya Sekawan di peternakanan burung puyuh miliknya Selain dua pengusaha di bidang agribisnis tadi. Nah. soto babat dan rawon ini memang memulai usaha rumah makannya dengan modal sendiri pada tahun 2006.9 miliar. Naji Maturpah. Anggotaanggota yang baru akan memulai usaha pun tetap mendapatkan pinjaman. Saat ini. *** Sebagai koperasi peserta Program Perkuatan Modal KSP Agribisnis/Sektoral. Selain disiplin melakukan angsuran pinjaman. Itulah salah satu bentuk berkawan dengan anggota tadi.5 juta hingga Rp2.Hj. Namun demikian. KSP telah menunaikan kewajiban pengembalian 106 K o p e r a s i P e d u l i . Besaran dana pinjaman berupa suntikan modal usaha tadi memang bervariasi antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta dengan bunga pinjaman sebesar Rp 16 % per tahun. tapi dalam praktiknya tidak sesangar namanya. tak semua anggota yang menerima pinjaman permodalan itu disiplin menunaikan angsuran. “Meski dinamai tim buser. Menurut Pandih. untuk mengantisipasi kredit macet semacam ini.” ungkap Pandih menjabarkan kebijakan itu. R a k y a t S e j a h t e r a . ia mengajukan pinjaman permodalan sebesar Rp 15 juta pada tahun 2008 dan Rp20 juta pada tahun 2008. koperasi ini juga dianggap memiliki strategi yang efektif dalam memilih anggota penerima pinjaman. Bayangkan. “Setidaknya. Memang. pengurus KSP membentuk sebuah “tim buser” yang secara intensif melakukan pendekatan persuasif kepada anggota yang menunggak tersebut. Dari jumlah pinjaman pokok sebesar Rp1 miliar tersebut. justru kedatangan tim tersebut untuk membantu mencari solusi masalah. Pemilik usaha restoran bakso. dari total pinjaman bergulir Program Agribisnis/Sektoral yang pernah diterima KSP Surya Sekawan.

” lanjut Zulianto. “Setidaknya. Salah satunya. selama dua tahun. tentu saja tak membuat para pengurus KSP Surya Sekawan berpuas diri. Selain Pandih. Selain itu. tanggal 9 Februari 2006 Tahun Perkuatan Modal : 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Pandih M. Surya Sekawan akan terus menjalin perkawanan dengan siapapun. para pengurus KSP Surya Sekawan mengimpikan sebuah sinergi yang saling menguntungkan antara KSP dan para pengusaha itu. Selain itu. Provinsi Kalimantan Tengah Berdiri : Tahun 1997 Badan Hukum : No: 333/PAD/DPPK/KOP-1/II/2006. Pandih.” simpul Pandih mengakhiri.26. Di masa mendatang. KSP Surya Sekawan juga telah menunaikan kewajiban bunga pinjaman sebesar Rp120 juta. “Kami pasti bisa mewujudkan itu. R a k y a t S e j a h t e r a 107 . Sekretaris KSP. Yang unik. Sederet rapor biru tadi. Barito No. KSP Surya Sekawan : Jl.Pengurus KSP Surya Sekawan mengunjungi salah seorang anggota KSP yang mengelola usaha perkebunan karet senilai Rp280 juta. Profil kinerja yang semacam itu tak terlepas dari strategi manajemen yang diterapkan para pengampu koperasi ini.Sp Jumlah Anggota : 225 orang Jumlah Karyawan : 12 orang K o p e r a s i P e d u l i . komunikasi dengan BPD Kalteng pun terbina dengan baik. pengurus lain pun mendapat giliran tugas serupa.S. program jejaring kemitraan dengan komunitas pengusaha di wilayah itu. Kepala Cabang BRI Kuala Kapuas didaulat sebagai Pengawas pada struktur kepengurusan KSP Surya Sekawan. Bahkan. misalnya. Kab.” ungkap Zulianto melengkapi. terutama dalam jejaring pemasaran hasil produksi anggota koperasi. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami kerjakan. Kuala Kapuas. ada pengawas yang ahli di bidang Alamat akuntansi dan perbankan. rutin melakukan safari kunjungan ke rumah-rumah anggota koperasi. telah dibuat sebuah program tabungan khusus bagi para anggota KSP.

” ungkap ia. bahkan. di Kecamatan Kapuas Hilir. R a k y a t S e j a h t e r a . misalnya. “Setidaknya. Kuala Kapuas. Hj. Kuala Kapuas H. dengan usaha ini saya sudah bisa mempekerjakan penduduk kampung. Sementara itu. Kini. Dengan asumsi harga getah karet itu Rp. senyum-senyum anggota lain mengembang mengiringi asa yang kian benderang. anggota KSP Surya Sekawan pemilik usaha toko pakaian di Pasar Sari Mulya. Helmi. Ia telah dua kali mendapatkan pinjaman suntikan modal usaha masing-masing senilai Rp 20 jt rupiah pada tahun 2006 dan tahun 2008. seorang warga Kelurahan Umbulau. Nasir akan bisa memanen setidaknya 500 kg getah karet per satu hektar atau sekitar 2 ton getah karet per bulan. Memulai usaha penanaman pohon karet dengan modal awal sebesar Rp 60 jt di atas lahan kelola seluas 4 hektar. menambah skala usaha distribusi pupuk produksi Petrokimia Gresik dari suntikan modal usaha sebesar Rp20 juta pada tahun 2007. jika telah menuai panen. Di luar sana. Alhasil. Penerima pinjaman lain bernama Hj. dengan rata-rata produksi telur sebanyak 4. Dengan skala usaha yang seperti itu ia bisa mengantongi laba bersih senilai Rp 8 jt per bulan. H. Nama-nama tadi. senyum yang ditebar oleh keberhasilan KSP Surya Sekawan ini pun merambat hingga ke bibir Kapuas. tersebut seorang petani karet bernama Muhammad Nasir. Suryadarma. 108 K o p e r a s i P e d u l i . Usaha peternakan puyuhnya saat ini telah berkembang hingga sekitar 3.10. Ia. ia kemudian mengajukan suntikan modal sebesar 20jt pada tahun 2008. Ia juga penerima pinjaman dana bergulir. Namun. tempat para pengurus KSP Surya Sekawan berkantor memang tak berada di bibir sungai Kapuas.000 ekor. berhasil melunasi pinjaman itu sebelum tenggat akhir pinjaman. hanyalah segelintir nama yang senyumnya terabadikan dalam buku ini. pemilik usaha toko pakaian di Pasar Sari Mulya.000 butir per hari. yang seluruhnya dipergunakan untuk membeli bibit pohon karet sebanyak 3. Di Desa Barimba.000 per kg maka omset usaha kebun karet miliknya itu akan mencapai Rp 20 jt per bulan. Helmi. sekitar empat tahun mendatang.000 bibit karet. Suryadarma. seorang anggota KSPSurya Sekawan di gudang pupuk miliknya Mereka yang Tersenyum di Bibir Kapuas J arak Desa Selat Hulu. Kelak. total asset yang dikelola telah mencapai Rp 200 jt.Hj. Naji Maturpah. Kecamatan Kapuas Hilir. anggota koperasi ini tersebar hingga ke bibir sungai yang membentang hingga ke Propinsi Kalimantan Selatan itu.

According to Pandih. and being friends with entrepreneurs”. there is a strategy that is believed to the knot of this KSP Surya Sekawan success. members who have strong business basis indeed have some sort of facility in receiving loan. along with this KSP financial ability. The new members who are just commencing their business will also obtain loan. Naji Maturpah. the communication with BPD has also been favorable. At this time. Hj. administrators apply trusteeship philosophy. and East Kapuas District. to anticipate this type of non performing credit. Secretary of KSP. this cooperation is also considered as having effective strategy in selecting loan receiver members. Such positive performance finally brought Surya Sekawan to be selected as participating cooperation in Agribusiness Sector KSP Capitalization Strengthening Program for the period of 2004. “At least there is an expert in accounting and banking as a supervisor. according to BPD Kalteng. In these four regencies at this time there are 225 members of this KSP. being friends with the government. In addition.” continued Zulianto. Now. In addition to trusteeship. not all members who have received such capitalization loan are discipline in paying installment. As a cooperation that is a member of Agribusiness/Sector KSP Strengthening Program.KSP SURYA SEKAWAN Kapuas Being Friends like Surya Sekawan urya Sekawan Save Loan Coopera tion was established in 1997 with working capital of not more than Rp 10 million. KSP Surya Sekawan has also fulfilled its obligation in returning the loan interest in the amount of Rp 120 million. Well. In 2003. being friends with banking. Besides that. for two years. KSU status was promoted to become Save Loan Cooperation. Pulau Petak District. KSP Surya Sekawan has a remarkable reputation. an entrepreneur of quail farm. R a k y a t S e j a h t e r a 109 . according to financial report per July 2009. In managing KSP Surya Sekawan. In ad- S dition to being discipline in paying for loan installment. K o p e r a s i P e d u l i . KSP has fulfilled its obligations to return the loan in the amount of Rp 280 million. A special savings for KSP members has even been established.9 billion. the service scale has also been developed up to several neighboring districts that surround Selat Regency. This type of performance profile is inseparable from management strategy applied by these cooperation administrators. Some of members of scrolling loan receiver cooperation have even been able to develop their business to the level that they had never expected before. Pandih. in 2006 obtained scrolling loan in the amount of Rp 20 million from KSP Surya Sekawan. namely: “Being friends with the members. Just to name one. Scrolling fund in the amount of Rp 1 billion was distributed to this cooperation treasury. Indeed. for example. the total amount of Agribusiness/Sector program scrolling that was received by KSP Surya Sekawan. However. such as Kapuas Hilir District. KSP administrators established what is so called as an “ambush team” which intensively conducts intensive approach to such members who are in arrears. From the principal loan in the amount of Rp 1 billion. has developed to up to Rp 2. regularly visits the cooperation members’ homes. Many of them have now been living in better living standards since they joined with KSP Surya Sekawan. KSP is not allowed to apply favoritism. The unique thing is Branch Head of BRI Kuala Kapuas is assigned to become the Supervisor in KSP Surya Sekawan administrative structure.

R a k y a t S e j a h t e r a .110 K o p e r a s i P e d u l i .

SULAWESI UTARA South Sulawesi K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 111 .

Kabupaten Minahasa KSP AYAMEN MANDIRI Kabupaten Minahasa. Provinsi Sulawesi Utara Mitra Petani Cengkeh W ajah Alfi Waleleng. Jika harga sedang bagus. Tak lama lagi musim petik tiba. Ia senantiasa tersenyum setiap kali melihat kebun cengkeh miliknya mulai berbuah. ia menghidupi istri dan dua orang anaknya.Suasana Kantor Pelayanan KSP Ayamen Mandiri. Selain hasilnya yang melimpah. Alfi adalah salah satu petani cengkeh di Desa Kombi. Alfi juga bergantung dari hasil budi daya cengkeh. ia selalu sibuk merawat kebun cengkeh miliknya. Setiap menjelang musim panen. Bentuk hubungan yang dimaksud adalah pemanfaatan fasilitas pinjaman modal usaha yang disediakan lembaga keuangan oleh para petani cengkeh. Kecamatan Kombi. bahkan seantero Provinsi Sulawesi Utara. Kabupaten Minahasa. berharap panen kali ini menuai hasil melimpah. tak heran jika sebagian besar masyarakat Kombi tertarik untuk mengembangkan jenis komoditas cengkeh. 35 th. Bukan 112 K o p e r a s i P e d u l i . Letak geografi Kombi yang berada di daereh pegunungan sangat cocok untuk budi daya jenis tanaman ini.5 hektar. Nama Kombi bagi sebagian orang memang sudah tak asing lagi. cengkeh dari Kombi terkenal karena mempunyai kualitas yang bagus. ia akan panen cengkeh. Dari hasil kebun seluas 1. Kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Eris sejak tahun 1962 ini dikenal sebagai salah salah satu produsen cengkeh terbesar di Minahasa. R a k y a t S e j a h t e r a . sumringah pada hari-hari belakangan ini (akhir Juli 2009 lalu). Maka. Alfi bisa mengantongi untung yang lumayan besar. Seperti kehidupan petani cengkeh pada umumnya. Peran lembaga keuangan sebagai mitra petani terjalin baik di sini.

Hubungan antara KPS Ayamen Mandiri dan masyarakat cukup harmonis. sementara Bank Prisma Dana berperan menjadi pensuplai dana bagi KSP kekurangan dana untuk memenuhi permintaan pinjaman. Hingga tahun 2008 jumlah anggota KSP telah mencapai 120 orang. jumlahnya bertambah dari waktu ke waktu. Koperasi yang berkantor di Desa Kombi ini telah lama menjadi mitra masyarakat di Kecamatan Kombi.” kata Ketua KSP Ayamen Mandiri. Ketika itu.P Montong. KSP Ayamen Mandiri dipercaya untuk mengelola Progran Dana Bantuan Perkuatan KSP Agribisnis/ Sektoral pada tahun 2006. KPS Ayamen Mandiri adalah alasan senyum Alfi di atas. “Koperasi ini sangat membantu kami. khususnya pada momen-momen tertentu. Wajar jika KSP Ayamen Mandiri telah dikenal luas masyarakat. “Pada musim tanam banyak anggota yang mengajukan pinjaman. Sejurus dengan itu. Puncak kinerja pada empat tahun usianya. namun juga telah merambah ke beberapa desa di Kecamatan Kombi. Meski baru berusia empat tahun. kepercayaan masyarakat menjadi vitamin-suplemen tersendiri bagi pengurus KSP Ayamen Mandiri untuk terus berkiprah. Salah satunya adalah Koperasi Simpan Pinjam Ayamen Mandiri. Layanan KSP Ayamen Mandiri bagi warga mendorong warga lain yang belum menjadi anggota mengajukan aplikasi permohonan Alfri Waleleng merasa lebih mudah dan nyaman mengajukan kredit di koperasi untuk modal bertani cengkeh K o p e r a s i P e d u l i . misalnya. bantuan modal usaha itu pun terkucur dari lembaga keuangan seperti koperasi. Alfi adalah salah satu nasabah KSP Ayamen Mandiri yang paling aktif. bahkan berinovasi.” kata Alfi.hanya dari bank milik pemerintah dan swasta. Bank Sulut merupakan bank penyalur dana bergulir agribisnis Rp1 miliar. Bahkan. Kini kami memilih koperasi karena bisa bayar setelah panen. KSP Ayamen Mandiri tak hanya sebatas berkiprah di Desa Kombi. Lantaran program ini pula. R a k y a t S e j a h t e r a 113 . interaksi yang baik telah tercipta sejak KPS itu masih berbentuk Koperasi Unit Desa (KUD)— berubah menjadi KSP pada tanggal 6 Januari 2005 lalu. dan cakupan layanannya pun semakin meluas. yakni Bank Sulut dan Bank Prisma Dana. namun kesulitan mengembalikan karena harus menyetor tiap hari. Dari sisi keanggotaan. koperasi ini telah menunjukkan pola kinerjanya yang baik. Biasanya kami kekurangan dana. Dulu kami pinjam uang dari bank harian. Hesky Z. KSP Ayamen Mandiri menjalin kerja sama dengan dua bank di Sulawesi Utara.

tak semua aplikasi serta merta dikabulkan.865. Memang. yakni mencapai Rp 45.000 Ketua : Drs. Ia berharap kerja sama antara koperasi dan masyarakat tetap terjalin secara harmonis.718.” kata Hesky Z. pada dua tahun berikutnya.354. Angka ini cukup fantastik jika dibandingkan dengan jumlah kekayaan awal ketika berdiri yang hanya Rp 40 juta. kunjungan dan pembinaan rutin terhadap anggota pun dilakukan. Salah satunya. Menurut Hesky Z. 2008. Provinsi Sulawesi Utara Berdiri : 10 Mei 1997 Badan Hukum : No: 2499/BH-KOP. jumlah HSU melonjak hingga dua kali lipat. Angka-angka tersebut tidak terlalu besar. kini. kebijakan sanksi tersebut ditempuh untuk mendewasakan anggota. menjadi salah satu koperasi unggulan di Minahasa. Semua langkah tadi. Meskipun telah mencapai beberapa prestasi dinamika positif KSP Ayamen Mandiri tadi sesekali tersandung kendala. tetapi menarik jika dilihat dari kontribusinya terhadap kekayaan koperasi.256.354. Hesky Z. kedewasaan anggota adalah modal bagi sebuah pola kemitraan yang sehat. Untuk meminimalir angka kemacetan itu. Montong Jumlah Anggota : 120 orang 114 K o p e r a s i P e d u l i . Bagaimanapun.menjadi anggota. Meskipun hubungan demikian dekat.701. Bagi KSP. Angka Sisa Hasil Usaha (SHU) pun naik dari tahun ke tahun. “Kami berusaha mengenal lebih dekat para anggota maupun calon anggota.575.323. Kabupaten Minahasa.” simpul Hesky.P. Tak berlebihan jika KSP Ayamen Mandiri. omzet koperasi mencapai Rp 1. merupakan upaya untuk membantu para petani yang rata-rata kesulitan mendapatkan pinjaman modal kerja. R a k y a t S e j a h t e r a .575. *** Memang. tak ada gading yang tak retak. Kecamatan Kombi. Dalam bermitra perlu ada pola kemitraan yang sehat di antara koperasi dan petani. Lahan perikanan nmilik anggota KSP Ayamen Mandiri KSP Ayamen Mandiri Alamat : Desa Kombi. “Kami hadir sebagai mitra bagi para petani.000. pertambahan jumlah anggota itu berimplikasi pada necara keuangan koperasi. jumlah kekayaan KSP pada tahun 2008 berada pada level Rp 1. Pada tahun 2008. tanggal 6 Januari 2005 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2006 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp1. KSP tetap bisa menerapkan sistem sanksi berupa denda sebesar 30% dari besarnya pinjaman terhadap setiap kasus keterlambatan pengembalian pinjaman.P Montong.000. ulah nasabah ‘nakal’ yang enggan mengembalikan pinjaman tepat waktu. jumlah SHU senilai Rp 27. tambah Hesky. Tapi yang jelas. tambah Hesky. Bahkan tak jarang Ketua KSP turun langsung untuk berdialog dan mendengar keluh kesah anggota.P Montong. Bila pada 2006.000.

the number of KSP members reached up to 120 people. namely Sulut Bank and Prisma Dana Bank. to apply for membership. the value of asset of KSP in 2008 was at the level of Rp 1. We used to borrow money from daily bank. has become one of superior cooperations in Minahasa. this cooperation has shown its favorable performance pattern. In terms of membership. KPS Ayamen Mandiri is the reason of Alfi’s smile above. regular visits and development on members are conducted. “This cooperation helps us a lot. especially on specific moments.575. The peak performance of its fourth year.P Montong. The Cooperation that has its office at Kombi Village has been the partner of the community in Kombi Regency for a long time. In addition to its abundance produce. This number is quite fantastic if it it is compared to the number when the cooperation was first established which was only Rp 40 million. Now we choose cooperation because we can pay after the harvest. R a k y a t S e j a h t e r a 115 . The favorable interaction that has been created since such KPS was still in the form of Village Unit Cooperation (KUD)— changed to become KSP on 6 January 2005.KSP AYAMEN MANDIRI Clove Farmers Partner he name “Kombi” for some people does not sound strange anymore. who is also one of the farmers there. It will not be exaggerating to say that KSP Ayamen Mandiri. One of such cooperations is Save Loan Cooperation Ayamen Mandiri. Sulut Bank is the distributing bank for agribusiness scrolling fund in the amount of Rp 1 billion. encourages other denizens who are non members. In line with that. Even though it is only four years old. The service of KSP Ayamen Mandiri for denizens.P Montong. However it is clear that such number of members increase implicates the cooperation financial balance. Indeed. KSP Ayamen Mandiri was trusted to manage Agribusiness/Sector KSP Aid Fund Program in 2006. Geographic location of Kombi which is on the mountain range is suitable for the cultivation of this type of plant. The relation between KPS Ayamen Mandiri and the community is quite harmonious. and its service coverage became wider. Usually we are lack of fund. The new district as a result of Eris District extension since 1962 has been known as one of the largest clove producers in Minahasa. To minimize the amount of non performing loan. and even innovating.” said Alfi. Not only from state and private owned banks. KSP Ayamen Mandiri was not limited to only operate in Kombi Village. No wonder if most of Kombi communities are interested in developing clove commodity type. the trust of the community becomes a supplement vitamin for KSP Ayamen Mandiri administrators to keep acting. K o p e r a s i P e d u l i . such business capital is also provided by financial institution such as cooperation. even in the entire North Sulawesi Province. but also had spread to several villages in Kombi Regency. Then. but we found it difficult to return the money because we had to deposit every day.000. the number increases from time to time.354. now. It is also quite often that Chairman of KSP directly participates and has dialogs as well as listens to the grievances of members. meanwhile Prisma Dana Bank has the role of fund supplier for KSPs that are lack of fund to fulfill loan request.” said Chairman of KSP Ayamen Mandiri. According to Hesky Z. It is obvious that KSP Ayamen Mandiri has been widely known. The financial institution as farmers’ partner plays a very good role here. Hesky Z. KSP Ayamen Mandiri cooperated with two banks in North Sulawesi. the clove from Kombi is famous for its good quality. Alfi is one of the most active customers of KSP Ayamen Mandiri. not all applications could merely be granted. The intended form of relationship is the utilization of business capital loan provided by financial institution by clove farmers. “In the planting season there are many members who apply for loan. T Until 2008. Due to this program also. for example.

yang kelak melahirkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas.Suasana pelayanan di KSP Tamporok Timampas KSP TAMPOROK TIMAMPAS Kab. Ketika usahanya mulai berbuah hasil. Kolam-kolam itu ia gunakan untuk membesarkan ikan-ikan mas. Bantuan modal sejumlah Rp 5 juta pun ia peroleh. Provinsi Sulawesi Utara Buka Peluang Lebar-lebar. Tahun 2005. Sumiati mengajukan perkuatan modal usaha perikanan yang ia kelola. dan beberapa lagi di Manado. yang kelak ia suplai ke rumah-rumah makan di Minahasa. Sumiati adalah pengelola usaha kecil sektor perikanan darat. Ia tinggal di Desa Tatelu. Uang sebesar itu ia gunakan untuk untuk membeli bibit K o p e r a s i P e d u l i . perempuan yang kini berusia 38 tahun itu mengawali bisnisnya dengan sebuah kolam ikan. Di balik kebersahajaannya itu sesungguhnya ia adalah perempuan pengusaha tangguh. gurami. Ketika KSP Tamporok Timampas terbentuk pada tahun 2003. yang masing-masing berukuran 10 x 20 meter. Beruntung Sumiati adalah anggota KUD Tamporok. “Jika mengingat masa-masa itu penghasilan torang pas-pasan. Sejak tahun 2001 silam.” kenang Sumiati. Kecamatan Dimembe. penerima perkuatan modal dari dana bergulir Program Agribisnis/Sektoral. R a k y a t S e j a h t e r a . Sumiati pun mendaftar menjadi anggota KSP. dan mujair. Ketat Bersyarat S 116 umiati adalah sosok wanita bersahaja. Bersama sang suami. Minahasa Utara. Sebuah kolam tambahan pun ia sewa.

*** Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas berdiri pada tahun 2003. R a k y a t yang sudah siap panen itu tiba-tiba mati. satu dari sekian anggota KSP Tamporok Timampas yang berhasil menaikkan taraf hidupnya. Awalnya. Ratusan warga desa-desa itu kini antri menunggu persetujuan untuk menjadi anggota KSP Tamporok Timampas. kini Sumiati kembali meminjam perkuatan modal sebesar Rp 15 juta. Memang.5 juta.” tegas Sumiati. Terkadang. Itulah sekelumit kisah tentang Sumiati. Desa Warukapas. Ikan-ikan mas K o p e r a s i P e d u l i . Lantaran termasuk anggota KSP yang disiplin menunaikan angsuran pinjaman. seperti Desa Pinilih. Sumiati tipe pengusaha gigih. berkat kegigihannya mengelola usaha. “Semua uang itu torang gunakan untuk modal usaha. KUD Tamporok S e j a h t e r a 117 . aplikasi pinjaman tahap kedua yang ia ajukan diterima. Selain menyuplai ikan untuk kebutuhan rumah-rumah makan di Minahasa dan Manado. dalam sebulan kini ia bisa memperoleh laba bersih senilai Rp 4. Penuh onak dan duri. Sumiati pernah mengalami kerugian besar akibat ikan-ikan yang ia biakkan terserang penyakit. Suatu ketika. bahkan kegagalan. Desa Lumpias. warga desa-desa di sekitar Tatelu. Bahkan. dan Desa Klabat. Kali ini sebesar Rp 10 juta. bukan untuk membeli barangbarang kebutuhan rumah tangga.Sumiati dan usaha budidaya ikan air tawar ikan dan pakan. Delapan tahun berselang. kini Sumiati telah memiliki enam kolam ikan. Sumiati juga berjualan ikan di Pasar KUD Tamporok pada setiap hari Minggu. Beruntung. grafik usaha Sumiati tak selamanya meniti jalan mendaki. Kini. aral seperti itu tak lantas menyurutkan semangatnya untuk maju. terselip juga kisah duka dalam mengelola usaha miliknya. Bahkan. Kelahiran KSP ini memiliki sejarah erat dengan eksistensi KUD Tamporok. Desa Wassian. Pinjaman modal itu ternyata efektif menaikkan skala usaha kolam ikan miliknya. Keberhasilan Sumi mengelola dana bergulir permodalan jelas menginspirasi warga lain di Desa Tatelu.

Singkat cerita. Berkat disiplin mengelola sistem. Modal awal KSP ini tentu saja berasal dari kas USP yang menjadi cikal bakal kelahirannya. dana bergulir sebesar Rp1 miliar itu kini. Bayang-bayang KSP yang gulung tikar karena seret modal sempat menghantui para pengurus KSP Tamporok Timampas. Untuk ukuran sebuah koperasi simpan pinjam. Menurut data KSP. Tahun demi tahun neraca keuangan menunjukkan peningkatan yang cukup untuk membuat para pengurus KSP ini tersenyum puas. Seiring dengan dinamika USP itu. KSP Tamporok Timampas berhasil menjalin kerjasama dengan PT. Hasilnya. yang selanjutnya diberi nama KSP Tamporok Timampas. Tak ingin bernasib serupa. berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan Tahun 2003. dana senilai itu jelas tergolong minim. Grafik neraca keuangan pun setali dua uang. Juliantje Kaunang. telah berkembang menjadi lebih dari Rp 2 miliar. tepatnya pada akhir 2004. tempat para anggota KSP Tamporok Timampas memasarkan hasil panen 118 K o p e r a s i P e d u l i . para pengurus KSP baru itu pun mulai menyusun strategi. KSP Tamporok Timampas kembali mendapat suntikan modal serupa sebesar Rp500 juta.” ungkap Ketua KSP Tamporok Timampas. Beberapa penjajakan kerjasama dengan badan usaha lain. Pasar tradisional milik KUD Tamporok.230. Setahun kemudian. Hanya Rp. KSP Temporok pada 2008 telah menyetor dana sebesar Rp 100 juta ditambah bunga. “Peningkatan itu diperoleh dari laba usaha simpan pinjam yang dijalankan. Keberhasilan KSP Tamporok Timampas menggali berbagai potensi permodalan efektif menggerakkan grafik aset dan neraca keuangan KSP ke level yang lebih baik.509. yang baru saja berdiri itu. R a k y a t S e j a h t e r a . Keberhasilan itu juga mempengaruhi tingkat pengembalian dana pinjaman ke bank. seluruh pinjaman dari PT PNM tersebut berhasil dilunasi. baik swasta maupun lembaga pemerintah dilakukan. Berkaca dari jejak rekam KSP Tamporok Timampas tadi wajar jika kemudian proposal mereka untuk bantuan perkuatan modal Program Agribisnis/Sektoral sebesar Rp 1 miliar terkabul pada tahun 2005. saat ini aset yang dimiliki sudah bernilai Rp 800 juta.mengelola sebuah unit simpan pinjam (USP). empat tahun kemudian. Hanya berselang tiga tahun. Bantuan permodalan sebesar Rp 250 juta pun mengucur pada akhir tahun 2003. terbentuklah Koperasi Simpan Pinjam (KSP). sebagai penyalur dana bergulir agribisnis Rp 1 miliar. Permodalan Nasional Madani (PNM). Berdasarkan track record Bank Sulsel.147. beberapa tokoh KUD Tamporok kemudian mengusulkan agar unit usaha simpan pinjam itu dikukuhkan saja menjadi sebuah koperasi tersendiri yang memiliki badan hukum. Jumlahnya tidak besar.

bisa dilihat dari jumlah kredit yang dikeluarkan. Sedangkan untuk memudahkan pembinaan.808.199. T. KSP Tamporok Timampas terpilih sebagai koperasi penerima bantuan dana bergulir perkuatan modal bidang agribisnis dari Pemerintah sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2005/ 2006.967. Pada tahun 2007 jumlah kredit yang disalurkan mencapai senilai Rp1. Setidaknya. Bahkan.925.181. mulai dari yang terkecil Rp500 ribu hingga Rp20 juta dengan berbagai program pilihan. bukan hanya alasan lobi kenapa KSP pantas untuk menjalankan program dari Kementerian Negara Koperasi dan usaha Kecil dan Menengah. ternyata membuahkan hasil. seperti Pinilih.4% per tahun. Kab.300.” KSP Tamporok Timampas Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Peningkatan Dana Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : Desa Tatelu.998.300 dengan laba usaha juga meningkat menjadi Rp27. Hasilnya adalah jumlah anggota yang banyak dan selektif.Minahasa Utara : 10 Mei 1997 : No: 2473/BH-KOP/IX-2003 : Tahun 2004 : Rp1 miliar : Lebih dari Rp2 miliar : Juliantje Kaunang : 25 orang : 23 orang K o p e r a s i P e d u l i .” kata Ketua KSP Tamporok Timampas. sang Ketua KSP Tamporok Timampas. Artinya. Juliantje Kaunang. Untuk syarat yang satu ini pengurus tidak memberi toleransi. Wassian. KSP Tamporok Timampas baru mempunyai anggota tetap sebanyak 25 orang. Menyikapi pertanyaan nakal atas fakta itu. Salah satunya prestasi pengembalian yang tidak boleh cacat selama dua kali pengajuan kredit. sinar kinerja KSP Tamporok Timampas terganggu oleh sebuah catatan kaki dari Bank Sulut. Sedangkan tingkat suku bunga yang digunakan adalah sebesar 20. “Kami harus selektif dalam menerima anggota. seorang kasir dan seorang juru tagih berstatus karyawan KSP. besaran pinjaman atau kredit yang disalurkan bervariasi. Dimembe. hanya bisa berujar: “kami masih prioritas pada perguliran dana. Kinerja keuangan yang kinclong tersebut merupakan buah dari sistem penyaluran dana bergulir yang relatif ketat. Juliantje Kaunang. Sebagai bentuk dukungan Pemda.507. Track record bagus itu tidak datang begitu saja. Rondor dan Klabat. Menurut Data Bank Sulut. Wajar jika sampai waktu tertentu. Kredibilitas calon anggota dan jenis usaha yang dilakukan menjadi pertimbangan KSP untuk meluncurkan kredit. KSP menerapkan sistem open house. yang kemudian menghasilkan laba usaha senilai Rp24. Di sana kepiawaian pengurus teruji. bisa berpengaruh terhadap besar kecilnya pinjaman yang dikeluarkan. “Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon anggota untuk menjadi anggota KSP. Satu tahun kemudian. Sebagai catatan. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi anggota KSP. Lumpias. membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat atau calon anggota yang ingin menjadi anggota KSP. Tapi. Keca. baru Rp 100 juta yang dikembalikan. Namun. misalnya. Misalnya keberhasilan pengurus KSP dalam menembus birokrasi lembaga usaha yang selama ini terkesan enggan bekerja sama dengan koperasi. Hingga tahun 2009 calon anggota KSP mencapai 1.604 orang. jumlah pinjaman dana bergulir Program Agribisnis Sektoral yang sebesar Rp 1 miliar yang diterima KSP Tamporok Timampas. dan pemberlakuan ketat di dalam persyaratannya di pihak lain. namun melalui perjuangan keras yang cukup panjang dari para pengurus. jumlah kredit yang tersalur meningkat menjadi Rp1. di masing-masing desa ditempatkan seorang manajer.278. semakin bergulir semakin kuat koperasi kami. Sayang.Salah satu indikator. Kebijakan pintu dibuka lebar-lebar di satu pihak. R a k y a t S e j a h t e r a 119 . yang tersebar tidak hanya di Desa Tatelu tapi juga desa- desa sekitarnya. Pemerintah Daerah mulai mempertimbangkan keberadaan KSP. Pertimbangan utamanya tetap pada kinerja koperasi itu sendiri.” jelas Juliantje Kaunang. Dalam hal keanggotaan. Warukapas.

Be hind her simplicity she is actually a strong business woman. for example. As a discipline member of KSP she paid back the loan installment. Loan Save Cooperation (KSP) Tamporok Timampas was established in 2003. In 2008 Temporok returned such scrolling loan fund in the amount of Rp 100 million plus interest. It means. the amount of credit distributed increased to become Rp1. “I used all that money for business capital.967. Such success also affects the return level of loan fund to the bank. With that much money. she bought fish seed and food. and the tight enactment in its requirements are actually fruitful. Wassian. receiver of scrolling fund strengthening for Sector KSP. thanks to her hard work in managing her business.181. Sumiati is the manager of land fishery small business sector. Capital aid with the value of Rp 5 million was obtained by her. The output is the large and selective number of members. Juliantje Kaunang. not for purchasing household goods. Now. “Such increase was obtained from profit of the managed loan save business. A year later. any hindrances do not stop her spirit from progressing. Such sparkling financial performance is the fruit of scrolling fund distribution system which is relatively tight.300. Eight years later.998. The wide open door policy by one side. it opens the door widely for communities or future members who wish to become KSP members.808.507. Since 2001. “We provide opportunities wide open for future members to become members of KPS. 120 K o p e r a s i P e d u l i . According to KSP data. In addition she also supplies fish for restaurants in Minahasa and Manado.KSP TAMPOROK TIMAMPAS North Minahasa. Lumpias.925. can be seen from the amount of credit issued. Meanwhile. in a month she can obtain a net profit of Rp 4.” said Sumiati expressly. in the amount of 10 million. Juliantje Kaunang. Norht Sulawesi Providing Wide Open opportunities.278. Sumiati submitted a proposal on capital strengthening for fishery business that she managed. scrolling fund in the amount of Rp 1 billion has now four years later. In 2007 the amount of credit distributed reached the amount of Rp1. In 2005.” said Chairman of KSP Tamporok Timampas. Sumiati is a member of Loan Save Cooperation (KSP) of Tamporok Timampas. then the third one in the amount of Rp 15 million. now Sumiati has had six fish ponds. Warukapas. Tight Requirements S Sector umiati is a simple woman. currently asset that is owned has reached the amount of Rp 800 million. R a k y a t S e j a h t e r a . developed to become Rp 2 billion.5 million. In terms of membership. Because of its good recording system.604 scattered not only in Tatelu Village but also the surrounding villages such as Pinilih.300 with business profit that also increased to become Rp27. KSP applies the open house system.199. Sumiati is a hard work type of business woman. On of the indicators. financial balance also shows enough increase to make all administrators smile in satisfaction. and then she applied for the second stage loan. which then produced business profit in the amount of Rp24. Up to 2009 members of KSP have reached 1. She lives in Tatelu Village. Because of the discipline in system management. Dimembe District. T. their proposal to obtain scrolling fund aid for Sector KSP in the amount of Rp 1 billion was granted in 2005.” said Chairman of KSP Tamporok Timampas. Rondor and Klabat.

R a k y a t S e j a h t e r a 121 .Lahan persawahan di Kabupaten Minahasa K o p e r a s i P e d u l i .

122 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

SULAWESI TENGGARA Southeast Sulawesi K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 123 .

Meskipun harga rumput laut tergolong labil dianggap tetapi usaha ini dianggap lebih prospektif daripada menjadi nelayan kecil. Lagi-lagi alasan minim modal membuat para petani rumput laut itu sulit melakukan eskalasi usaha mereka. R a k y a t S e j a h t e r a . mereka berprofesi sebagai nelayan. permintaan pasar terhadap rumput laut semakin tinggi. Awalnya. “Seperti ada tembok besar di hadapan kami. Padahal. Namun. Untuk meminjam modal ke bank. Tanpa modal yang cukup. Ketua sekaligus Manager K o p e r a s i P e d u l i . Para petani rumput laut mengeluh.Aktivitas anggota KSP Tunas Sari dalam melakukan pemilihan bibit rumput laut KSP TUNAS SARI Kabupaten Muna. Secara geografis masyarakat Desa Labone terletak di tepi selat Buton yang memang cocok untuk budidaya rumput laut. Sulawesi Tenggara Maju Bersama Petani Rumput Laut M 124 asyarakat Labone terkenal sebagai masyarakat pembudidaya rumput laut. satu demi satu mereka beralih profesi menjadi petani rumput laut. terlalu banyak persyaratan administratif yang tak bisa mereka penuhi.” kenang La Saimuna. Keresahan itu akhirnya bermuara di forum pertemuan anggota Koperasi Simpan Pinjam Tunas Sari. para petani rumput laut itu jelas tak bisa berbuat banyak. seiring dengan perkembangan usaha budidaya rumput laut yang dianggap lebih potensial.

Karena USP dari KUD Tunas sari ini tumbuh dengan pesat dan menjadi unit usaha primadona maka pada 1995 diputuskan untuk berdiri sendiri dengan nama KSP Tunas Sari. “Dengan anggota sebanyak itu modal kami habis berputar. Kini.092. S e j a h t e r a 125 . selain pengawas sebanyak 3 orang.275. modal awalnya hanya sebesar Rp 8 juta rupiah dengan jumlah pengurus sebanyak 3 orang. Begitu mendengar bahwa Kementerian KUKM meluncurkan program perkuatan permodalan bagi KSP yang membiayai UKM sektor agribisnis. jumlah anggotanya sudah relatif banyak: 200 orang. berkat sentuhan tangan dingin dari para pengurusnya. para pengurus KSP Tunas Sari sepakat untuk mengajukan proposal. doa para petani rumput laut Lasalepa terkabul. Ketika itu tahun 2003. Berbekal neraca keuangan yang stabil. K o p e r a s i P e d u l i . “Dengan anggota sebanyak itu. KSP Tunas Sari telah memiliki anggota hampir 2000 orang dengan modal mencapai Rp 3.Rumput laut hasil produksi usaha tambak rumput laut milik anggota KSP Tunas Sari KSP Tunas Sari menggambarkan suasana hati para petani rumput laut yang menjadi anggotanya.” ungkap La Saimuna. Ketika itu. KSP Tunas Sari telah mengembangkan usaha simpan pinjamnya.5 persen.000. Proposal KSP untuk memperoleh perkuatan permodalan sebesar Rp 1 miliar melalui Perkuatan Modal KSP Sektor Agribisnis disetujui. R a k y a t Sedikit kilas balik.276.” kenang La Saimuna. Sebagai catatan. koperasi simpan pinjam berkembang dari sebuah unit usaha Simpan Pinjam pada KUD Tunas sari yang telah berdiri sejak tahun 1992 di Desa Labone. berbelas tahun kemudian. yang harus lunas selama 5-10 bulan dengan bunga rata-rata 2. satu orang karyawan. Sejak menerima perkuatan modal bergulir Program Agribisnis/Sektoral. Memang. kami masih membutuhkan perkuatan modal untuk membiayai usaha mikro para petani rumput laut yang menjadi anggota KSP. pada tahun 2003. 100. Satu tahun kemudian. padahal jumlah pinjaman tertinggi kami hanya Rp. Kecamatan Lasalepa. mereka yakin bahwa proposal itu akan dikabulkan.

Muna.920. Hingga akhir 2008. Provinsi Sulawesi Tenggara Berdiri : 21 Juli 1995 Badan Hukum : No: 16/BH/KWK.816 : Desa Labone. Sekadar menampilkan data statistik. Kab. Sepanjang calon anggota tersebut disiplin melunasi pinjamannya selama dua kali putaran.511.901.49 11. Cukup dengan mengisi formulir pendaftaran.628 Ketua : La Saimuna Jumlah Anggota : 2000 orang Jumlah Karyawan : 32 orang 126 K o p e r a s i P e d u l i . Kec. mereka berhak menjadi anggota. KSP Tunas Sari telah menunaikan kewajiban pengembalian sebesar Rp 450 juta.450.000 dan membayar simpanan wajib yang besarnya 5% dari total pinjaman.134.200 788. KSP Tunas Sari meraih pendapatan Hasil Usaha (HU) senilai Rp823. pada tahun 2008 lalu. karena KSP Tunas Sari memberikan persyaratan yang mudah. Cabang KSP Tunas Sari di Kendari (kanan) Kondisi KSP Tunas Sari 2007-2008 2007 Volume usaha Hasil Usaha (HU) Jumlah anggota 2008 Peningkatan (Rp) 3.150 34. yang mesti lunas dalam kurun waktu 10 tahun.214.34 miliar. Dari hasil penyaluran pinjaman selama Tahun Buku 2008 tersebut.830 KSP TUNAS SARI Alamat 823.050 14.4 -0.21 miliar.981. Pencapaian itu meningkat 28 persen jika dibandingkan prestasi keuangan pada tahun 2007 dengan volume usaha sebesar Rp 11.561 2. R a k y a t S e j a h t e r a .jumlah anggota KSP ini merangkak naik.473. Ketua KSP Tunas Sari (kiri). Pertambahan anggota yang cukup pesat itu tak mengherankan. Lasalepa.84 miliar dengan volume usaha sebesar Rp 14.658 2.21/XI/1995 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp1. Menurut data Bank Sultra KSP Tunas Sari tergolong koperasi yang disiplin melakukan pengangsuran. Pada tahun 2004 jumlah anggotanya telah mencapai 2. menyetor simpanan pokok sebesar Rp10.097 -14 Peningkatan (%) 28 4.624.347. Kinerja keuangan yang baik itu juga diiringi dengan kinerja pengembalian dana bergulir yang sebesar Rp 1 miliar.468 orang dengan total modal yang mencapai senilai Rp 5.023. jumlah pinjaman yang digulirkan kepada para anggota mencapai Rp 11.9 juta (lihat tabel).67 miliar. La Saimuna.

R a k y a t S e j a h t e r a 127 . La Rimu telah beberapa kali mengajukan pinjaman. Setiap 45 hari sekali ia bisa memanen rumput laut rata-rata 1 ton rumput laut kering. La Rimu pun akhirnya bisa membayar hutangnya ke koperasi dengan lancar. Sementara itu. La Rimu kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp 10 juta untuk modal menjadi pengepul rumput laut kering. tetapi saya pikir kenapa tak pinjam di Koperasi saja yang persyaratannya ternyata lebih mudah. Hal itulah yang membuat La Rimu tetap setia dengan usaha budidaya rumput laut. ketika itu harga rumput laut juga sedang tinggi. Pinjaman kedua sebesar Rp 2.5 juta yang ia gunakan untuk menambah luas area budidaya rumput laut miliknya. naluri dagang La Rimu menyeruak. Di saat panen. yang kebetulan bersiap melanjutkan ke jenjang SMA dan SMP secara bersamaan. Pinjaman kedua ini pun bisa ia kembalikan tepat waktu. Namun.Suatu ketika. Uang simpanannya hampir habis untuk biaya sekolah anak-anaknya. Dalam satu tahun ia bisa memanen hingga lima sampai enam kali panen. Kadang turun hingga kisaran Rp 4. Kini. La Rimu terbentur sebuah situasi sulit. Di satu sisi ia memerlukan biaya untuk kedua anaknya.” ujarnya. Memang harga rumput laut kering sering tidak stabil.500/kg.000/kg. Ternyata usaha La Rimu La Rimu menuai hasil bagus. hasil panennya berkualitas baik. “Sempat terpikir untuk meminjam uang di Bank. Untuk membeli bibit ia terpaksa menggunakan uang simpanan yang masih sedikit tersisa. saya juga ingin menjadi pengepul.000/ kg. suatu waktu bisa melambung hingga Rp 15. Uang itu ia gunakan untuk membeli tambang sebagai media tanam rumput laut seluas 100 m x 50 m. Sebagian uang tersebut ia gunakan untuk membangun gudang penampungan rumput laut kering. Kini ia mampu membiayai kedua anaknya kuliah di Unhalu Kendari. Sebelum membudidaya rumput laut.Harga rumput laut kering saat ini Rp 8. Usahanya berjalan lancar. Bahkan ia telah mempunyai deposito puluhan juta rupiah di KSP Tunas Sari. “Selain menanam sendiri. La Rimu bekerja sebagai pedagang kelontong sekaligus bertani di ladang. Pria 49 tahun ini memiliki sebidang lahan seluas 400 x 300 meter persegi yang ia manfaatkan sebagai arena budidaya rumput laut.” kenang La Rimu. K o p e r a s i P e d u l i . Akhirnya dengan tekad bulat La Rimu datang ke kantor KSP Tunas Sari untuk mendaftar menjadi anggota koperasi sekaligus mengajukan pinjaman modal sebesar Rp 1 juta.Inspirasi La Rimu M enjadi petani rumput laut sudah menjadi pilihan hidup La Rimu. Rata-rata para petani rumput laut bisa mengantongi untung setidaknya 200% hingga 300% dari modal yang mereka keluarkan. Saat usaha budidaya rumput lautnya mengalami kemajuan.

this business is considered as more prospective compared to being small fishermen. Just to present a statistic data. such seaweed farmers obviously could not gain much. in 2008.84 billion with a business volume of Rp 14. Initially. when there was news that Ministry of KUKM launched capital strengthening program for KSPs that have UKM in agribusiness sector. there are too many administrative requirements that thay could not meet. Geographically. Since receiving scrolling capital strengthening for Agribusinees/Sector Program. Now. On the other hand. minimum capital becomes the reason for the seaweed farmers as the difficulties in escalating their business. administrators of KSP Tunas Sari agreed to submit a proposal. Equiped with stable financial balance. along witht the development of seaweed cultivation that is considered as more potential. Chairman and Manager of KSP Tunas Sari describing the feeling of seaweed farmers who were his members. To apply for loan from the bank. A year later. KSP Tunas Sari obtained a business revenue (HU) with a value of Rp823.276. market demand for seaweed increased. they were fishermen.21 billion.092.9 million (see table). then in 1995 it was decided to become independent with the name KSP Tunas Sari. Since this USP from KUD of Tunas Sari grew fast and became the main business unit. Such anxiety finally ended up in meeting forum of Tunas Sari Save Loan Cooperation members. As a note. Lasalepa District. Such favorable financial performance was also in line with scrolling fund return performance in the amount of Rp 1 billion. one by one the community members changed jobs to become seaweed farmers. KSP Tunas Sari had had members up to 2. Again. Labone Village community is on the edge of Buton strait which is suitable for seaweed cultivation. Even though the price of seaweed is rather unstable. In 2004 the number of members had reached 2.34 billion. in 2003. years later. KSP Tunas Sari had fulfilled its obligation in returning loan in the amount of Rp 450 million. KSP Proposal to obtain capital strengthening in the amount of Rp 1 billion through Capital Strenghtening for KSP Agribusiness Sector Program was approved. Such achievement increased by 28 percent if compared to the financial achievement in 2007 with a business volume of Rp 11. KSP Tunas Sari has developed its save loan business.KSP OF TUNAS SARI Southeast Sulawesi Moving Forward Together With Seaweed Farmers L abone Community is famous as sea weed cultivator community. save loan cooperation developed from a business unit of Save Loan in KUD of Tunas Sari that has been established since 1992 in Labone Village.” said La Saimuna. the prayers of Lasalepa seaweed farmers were granted. due to the touch of the administrators’ cold hands.67 billion.468 people with a total capital value of Rp 5. Seaweed farmers complained. In 2003. the number of KSP members has begun to go up. they were certain that such proposal will be granted.000 people with capital that reached Rp 3. According to Sultra Bank data KSP Tunas Sari is a discipline cooperation in paying the installment. R a k y a t S e j a h t e r a . From the output of loan distribution during such Financial Year of 2008.275. Without enough capital. A little flash back. “There seems to be a great wall in front of us. 128 K o p e r a s i P e d u l i . Up to the end of 2008. However. that must be paid up wihtin 10 years. the amount of loan scrolled to the members reached Rp 11.

Aktivitas petani rumput laut anggota KSP Tunas Sari K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 129 .

Di kepalanya tercetus gagasan untuk mengajak sejumlah anggota yang sebelumnya bergerak di bidang budi daya rumput lut dan teripang itu untuk beralih sementara bekerja menyadap getah pinus bahkan sampai ke pengolahan. R a k y a t S e j a h t e r a . Keadaan yang tak menguntungkan ini berimbas terhadap penurunan tingkat pendapatan anggota. dan pada akirnya mempengaruhi kelancaran pengembalian pinjaman kepada koperasi. KSP 130 K o p e r a s i P e d u l i .Kantor KSP Mina Sejahtera di Kabupaten Kolaka KSP MINA SEJAHTERA Kabupaten Kolaka. KSP Mina Sejahtera mampu keluar dari ujian tersebut.” kata Jaya. Pengurus KSP ini senantiasa belajar kepada pengalaman mereka sendiri di masa lalu sehingga bekerja lebih cermat pada masa-masa berikutnya. Muhammad Jaya. Provinsi Sulawesi Tenggara Bertindak Cermat di Masa Sulit P “ engalaman adalah guru terbaik”. tidak tinggal diam. Ujian demi ujian telah menempa KDP Mina Sejahtera. Meskipun masa-masa sulit juga dialami badan usaha serupa. Begitulah pesan yang bisa ditangkap dari kisah perjalanan KSP Mina Sejahtera Kabupaten Kolaka. Ketua KSP Mina Sejahtera. ketika usaha budi daya rumput laut dan teripang yang ditekuni sebagian anggota KSP sedang mengalami kelesuan. Sulawesi Tenggara. Ia lantas mencarikan alternatif usaha bagi anggota yang mengalami kesulitan. “Anggota yang sedang sulit usahanya saya ajak untuk bekerja menyadap dan mengolah getah pinus bekerja sama dengan Dinas Kehutanan. Dalam kerja sama tersebut. Misalnya.

koperasi ini juga melayani simpan pinjam. upaya itu dilakukan agar pinjaman dana yang telah dikucurkan dapat dikembalikan oleh masyarakat. sebagian besar dari mereka tidak mempunyai modal cukup untuk memulai usaha budi daya tersebut. terutama bagi anggota dan calon anggota di lingkungan Tanggetada yang sebagian besar merupakan petani dan nelayan. menampung hasil budi daya kelautan seperti teripang dan rumput laut dan warung serba ada (waserba). Mina Mandiri. Manfaat program simpan pinjam ini sungguh besar. “Sekarang kita berusaha untuk memperlancar pengembalian pinjaman. Saat itu. warga Tanggetada ramairamai membudidayakan rumput laut dan teripang. Kehadiran KSP ini sangat membantu masyarakat Tanggetada dalam mendapatkan modal usaha. tak mampu mengakomodasi peningkatan kebutuhan modal usaha itu. Selain itu. lebih mudah memperoleh pinjaman modal dari koperasi daripada lembaga keuangan lainnya. “Hasilnya nanti akan kita sepakati bersama. *** Kehadiran KSP Mina Sejahtera telah banyak membantu masyarakat.” tambah Jaya. Bagi mereka. K o p e r a s i P e d u l i . Hanya saja. koperasi ini telah melakukan berbagai kegiatan usaha. Satu contoh terjadi pada saat booming budi daya rumput laut dan teripang beberapa waktu lalu. Para pengurus pun akhirnya menjalin kata sepakat: meningkatkan status Mina Mandiri dari KSU menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). yang ketika itu masih berbentuk KSU. Ketika skala usaha budidaya rumput laut masyarakat Tanggetada meningkat. sementara Dinas Kehutanan menyediakan lahannya. menampung dan menyalurkan hasil berbagai budi daya pertanian dan perkebunan. Menurut Jaya. R a k y a t S e j a h t e r a 131 . di antaranya sebagai penyalur pupuk saprodi (sarana produksi padi). mereka pun mengajukan pinjaman modal ke koperasi Mina sejahtera yang pada saat itu masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU).” tambah Jaya. Sebagai solusi. kebutuhan modal usaha pun ikut meningkat. Bahkan ketika masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) Mina Sejahtera pada tahun 1998.Aktivitas KSP Mina Sejahtera dalam memberikan pelayanan bagi para anggotanya menyediakan jasa tenaga. yang berpengaruh terhadap pola usaha masyarakat.

Dinamika Koperasi Problem pengembalian pinjaman adalah masalah klasik. Pasalnya. Meski mengalami kelesuan.372 dibandingkan SHU pada tahun 2007 yang hanya sebesar Rp 5. Dalam kurun waktu empat Usaha pengepulan rumput laut yang mendapat suntikan modal dari KSP Mina Sejahtera 132 K o p e r a s i P e d u l i . jika pinjam ke rentenir.250 orang. Dari situlah kemudian KSP Mina Sejahtera mulai fokus pada kegiatan usaha simpan pinjam. karena hasil bisnis budidaya teripang dan rumput laut yang dikelola anggota sedang menurun alias tak sebagus dulu.” tutur Palampang (53). kisah kekurangan dana itu menjadi cerita masa lalu. Setelah mendapatkan bantuan dana dana bergulir perkuatan modal sektor agribisnis sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2004.450. R a k y a t S e j a h t e r a . “Kami sempat kerepotan melayani permintaan anggota karena keterbatasan modal yang ada di kas koperasi. Sebagai contoh. Fenomena ini. misalnya. Sementara.” tambah Jaya. termasuk KSP Mina Sejahtera.345. KSP Mina Mandiri mulai bisa mencukupi kebutuhan pinjaman anggota. Dari tahun ke tahun neraca KSP menunjukkan peningkatan. jelas kami tak sanggup dengan bunga dan sistem pengembalian pinjaman. di lahan yang sama. adanya peningkatan SHU pada tahun 2008 sebesar Rp 194. dialami Pelampang yang di masa lalu bisa menghasilkan 1 ton rumput laut dari lahan berukuran 100 m x 50 m. Arus surat pengajuan pinjaman dari masyarakat yang begitu deras membuat pengurus KSP kelabakan.“Persyaratan peminjaman ke bank itu repot. tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir agribisnis yang pernah disalurkan KSP Mina Sejahtera tergolong lancar. Kini. Saat ini.” kata Jaya. salah satunya. Ketersendatan pengembalian pinjaman itu terjadi. KSP Mina Sejahtera mempunyai anggota sebanyak 126 orang dan calon anggota 1. salah seorang anggota KSP Mina Sejahtera yang hingga kini menggeluti budi daya rumput laut demi untuk menghidupi keluarganya.033. “Mungkin karena laut kami mulai tercemar. Kini. pengajuan pinjaman ternyata lebih besar dari stok dana yang ada di koperasi. Pelampang hanya bisa memanen paling banyak 600 kg rumput laut. Hal itu dihadapi oleh hampir seluruh KSP.

3. KSP Mina Sejahtera tak pernah menunggak. Para pengurus koperasi ini yakin kecermatan dalam bertindak perlu diasah. Kec. karena aturannya memang demikian. Artinya. KSP Mina Sejahtera telah mengembalikan pinjaman dana bergulir agribisnis/ sektoral sebesar Rp 400 juta melalui Bank BPD Sultra. Provinsi Sulawesi Tenggara Berdiri : 5 Oktober 1998 Badan Hukum : No: 359/BH/DKPPM/II/05 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp. KSP Mina Sejahtera Alamat : Desa Tanggetada.078 Ketua : Muhammad Jaya Jumlah Anggota : 126 orang Jumlah Karyawan : 10 orang K o p e r a s i P e d u l i . Kab.316. KSP Mina Sejahtera tak segan untuk mengirim karyawan atau pengurus mengikuti berbagai pelatihan/kursus yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan PKM Provinsi Sulawesi Tenggara serta instansi terkait atau mengikuti magang di koperasi lain yang telah mapan. dan magang adalah upaya untuk mengasah kecermatan itu.Aktivitas anggota KSP Mina Sejahtera dalam proses produksi rumput laut tahun. KSP menerapkan subsidi silang. Pelatihan. R a k y a t S e j a h t e r a 133 .723. Di balik kemampuan KSP Mina Sejahtera menghadapi berbagai situasi sulit di atas adalah kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam kepengurusan. Kolaka. Untuk menutupi hutang ini. kursus. Tanggetada.

“The production will be jointly agreed upon later. “Now we are thriving to smoothen out the return of loan. did not stand still. KSP Mina Sejahtera has 126 members and 1. At this time. most of them did not have enough capital to start such cultivation. the need of business capital also increased. However. Muhammad Jaya. the level of agribusiness scrolling fund loan return distributed by KSP Mina Sejahtera was rather high. now the story of fund shortage becomes the story of the past. The issue of loan return is classical.” Jaya added. One day. especially for members and future members in Tanggetada area. Tanggetada denizens together cultivated seaweed and trepang. The loan application turned out to be larger than the fund reserve in the cooperation. Southeast Sulawesi Acting Carefully in a Difficult Period O ne ordeal after another has shaped KSP Mina Sejahtera.” said Jaya. meanwhile Forestry Services provided the land. According to Jaya. As a solution. 134 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a . when seaweed and trepang (sea cucumber) cultivation was elaborated members of KSP experienced listlessness. He then sought business alternatives for members who faced difficulties. loan application demand was so high that KSP administrators became overwhelmed.KSP MINA SEJAHTERA Kolaka. It is faced by nearly all KSPs including KSP Mina Sejahtera. KSP provided manpower. “Members who were experiencing difficulties were invited by me to work as tapers and process pine gum in cooperation with Forestry Service. KSP Mina Mandiri began to be able to fulfill the needs of loan for the members. The presence of KSP Mina Sejahtera in the vicinity of seaweed farmers is considered as something quite large. they applied for loan to KSP Mina Sejahtera. After receiving agribusiness sector capital strengthening scrolling fund aid in the amount of Rp 1 billion in 2004. since it is regulated that way. In his head there was an idea to ask a number of members who previously were engaged in seaweed and trepang cultivation to shift jobs temporarily and worked as pine gum tapers and even involved up to the processing stage. In such cooperation. due to the production of trepang and seaweed cultivation managed by the members that decreased or in other words that was not as good as it used to. To pay up this debt KSP applies cross subsidize. Chairman of KSP Mina Sejahtera. At the time. However. Within four years. It means KSP Mina Sejahtera has never been in arrears. which affected the business pattern of the community.250 future members. When the scale of seaweed cultivation business of Tanggetada community increased.” Jaya added. The unfavorable circumstance had affected the level decrease of members’ revenue and in the end would affect the smoothness of loan return to the cooperation. One example was when seaweed and trepang cultivation went booming a couple of years ago. Even though it went through listlessness. For example. The stagnation of loan return occurs. KSP Mina Sejahtera has returned agribusiness/sector scrolling fund loan in the amount of Rp 400 million through BPD Sultra Bank. among others. such effort was made in order for fund loan that has been distributed to be returned by the community.

R a k y a t S e j a h t e r a 135 .Para pengurus KSP Mina Sejahtera K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a .136 K o p e r a s i P e d u l i .

MALUKU Maluku K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 137 .

Memang. pulau Buru kini menjadi lumbung padi wilayah Maluku. membangun citra baru dianggap lebih bijak. yang sebagian besar bekerja sebagai penyuling minyak kayu putih. Citra suram itu jelas fakta. yang juga sebagian besar pendatang dari tanah Jawa. Namun. sebagian lagi menyebutnya sebagai pulau pangan. yang tak bisa dihapus begitu saja. mereka juga mengubah hutan dan savana menjadi beras dan palawija.500 ton. masih ada citra dari masa lampau yang masih melekat pada pulau Buru. Setiap tahun. Pertanian dan P e d u l i . bagi warga Buru. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . Sebuah buku berjudul “Cerita dari Pulau Buru” menulis bahwa mereka telah mengubah Pulau Buru yang tandus menjadi pulau yang mengalirkan ‘emas putih’ (istilah untuk sagu) dan ‘emas merah’ (istilah untuk kayu meranti). Kabupaten Buru KSP CIPTA MANDIRI Kabupaten Buru. ketimbang menghapus citra lama itu. Mereka adalah para transmigran. Itulah yang dilakukan warga Buru. yang pada akhir dekade 1960-an menjadi pulau ‘tefaat’ (baca: tempat pemanfaatan) para tahanan politik.Suasana di Kantor KSP Cipta Mandiri. Provinsi Maluku Mandiri di Usia Muda M 138 ereka itu para pendatang dari tanah Jawa. Bersama penduduk asli. pulau ini memasok padi sebanyak 2. yang berhasil meneruskan mimpi para pendatang awal di pulau ini untuk menjadikan pulau Buru sebagai pulau lumbung beras.

4/1984 dicabut. seiring dengan pemberlakuan Inpres No. Sebagai gambaran. Impian lama para petani di Pulau Buru untuk memiliki sebuah koperasi akhirnya terwujud. termasuk dinamika perkoperasian. Bangunan itu menjulang tinggi di antara bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Ketika berdiri pada tahun 2003. Koperasi ini hadir diantara kelesuan usaha perkoperasian di Waeapo. tidak berlebihan jika ada pihak yang menyebut Koperasi ini sebagai salah satu dinamo aktivitas bisnis di pulau Buru. Meski agak terlambat. Ketika itu tahun 1980an.Aktivitas usaha penggilingan gabah milik anggota KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru perkebunan adalah nafas pulau Buru. Dari mereka terkumpul modal awal sebesar Rp6 juta. KSPCM masih berbentuk KSU dengan usaha pengadaan beras sebagai andalan utama. Sayang.4/1984 yang menyebutkan bahwa dalam satu wilayah kecamatan hanya boleh ada satu koperasi. pada tahun 2003 berdirilah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri. Dua sektor ini menyumbang 70% devisa dari total devisa yang dihasilkan pulau ini. 18/1998. juga lahir dari dinamika kedua sektor tadi. jika anda berjalan-jalan ke Waeapo. enam tahun kemudian. yang K o p e r a s i P e d u l i . salah satu koperasi terkemuka di Propinsi Maluku. Koperasi Simpan Pinjam Cipta Mandiri. anda akan menjumpai bangunan Rice Milling Unit (RMU) milik KSPCM. Ketika Inpres No. Ketika berdiri pada tahun 2003. ada 23 orang yang menjadi anggota pertama. Bertolak dari karakteristik yang demikian itu berbagai dinamika kehidupan di pulau ini pun tak jauh-jauh dari urusan kedua sektor tersebut. KSP Citra Mandiri (KSPCM) tumbuh sebagai koperasi multiprestasi. Bahkan. mereka tak bisa mendirikan koperasi karena amanat Inpres No. pertumbuhan koperasi di Indonesia meningkat pesat. R a k y a t S e j a h t e r a 139 . sebuah kecamatan di pulau ini. Konsisten mengkawal jati dirinya. yang juga berkembang sebagai penopang aktivitas masyarakat Pulau Buru dalam menggerakkan aktivitas mereka dalam bertani dan berkebun. *** Sejarah KSP Cipta Mandiri bermula dari sebuah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri.

serta nilai strategis koperasi ini pada pertumbuhan ekonomi kawasan. Meski berumur muda.5 miliar—yang di dalamnya sudah termasuk dana pinjaman bergulir sebesar Rp 500 juta. Warung serba ada (waserba) merupakan usaha pertama yang dirintis KSU Cipta Mandiri (KSU-CM). KSU-CM berhasil menggandeng 14 kelompok penggilingan padi untuk memasok beras 50 ton per musim. Dalam tempo singkat. Di bawah kepemimpinan Slamet. 67 th. Cerita sukses itu tersiar luas. Para petani Waeapo pun tertarik untuk bergabung. Tak puas. Tantangan itu dijawab dengan akhir memuaskan. KSU-CM mendapat peluang kontrak kerjasama dengan Divisi Regional Bulog Provinsi Maluku. Ia telah beberapa kali memperoleh pinjaman permodalan 140 K o p e r a s i P e d u l i . Sebuah tawaran yang sangat menggiurkan. jumlah anggota KSU KCM melonjak hingga tiga kali lipat menjadi 67 orang. Anton Suparman. Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku. KSP Cipta Mandiri kini memiliki kekayaan senilai Rp 1. yang merupakan ‘anak kandung’ dari KSU Cipta Mandiri. 12/2005 yang menyebutkan bahwa “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang dinilai mempunyai peran strategis antara lain untuk keperluan pembinaan KSP/USP-Koperasi di daerah yang sedang berkembang. Dalam konteks ini. R a k y a t S e j a h t e r a . setia pada KSP Cipta Mandiri berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. daerah perbatasan/terpencil. misalnya. pada tahun itu juga (tahun 2005) KSP Cita Mandiri mendapat kepercayaan sebagai peserta program perkuatan permodalan dana bergulir sektoral dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM. *** Cerita sukses KSP Cipta Mandiri tadi tampaknya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. petani asal Banyuwangi yang hijrah ke Buru tahun 1981. Kebijakan ini didasarkan pada Pasal 7 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. sekaligus menantang. Akhirnya. Slamet Haryono terus mencari peluang dan terobosan bisnis lain. empat tahun. Tak hanya apresiasi dari masyarakat. Isi kontrak itu. Dalam usia yang masih relatif muda. berdirilah KSP Cipta Mandiri.Mbok Sutinah. Koperasi ini pun menerima pinjaman perkuatan permodalan sebesar Rp 500 juta. KSU-CM dilibatkan dalam pengadaan beras dengan kuantitas pasokan sebanyak 50 ton pada setiap musim panen. Pada tahun 2005. sebagai ketua KSU. di warung kelontongnya. Melihat jejak rekam KSU Cipta Mandiri dan konsistensi para pengurusnya. Pemerintah pun mulai melirik kinerja apik KSUCM tersebut. KSP Cipta Mandiri telah memberi contoh kepada masyarakat di Pulau Buru bahwa kerja keras adalah awal dari kesuksesan.

ia pun kembali mengajukan pinjaman. Waeapo. permodalan sempat menjadi masalah. Anton kembali dipercaya untuk memperoleh pinjaman permodalan senilai Rp10 juta. ia membuka usaha pembuatan tempe. Bahkan. Provinsi Maluku Berdiri : 29 November 2002 Badan Hukum : No: 518-80/BH/DK-UKM/V/2006. “Uang itu untuk biaya beli bahan-bahan. Setelah berhasil melunasi pinjaman pertamanya. Dari usahanya tersebut. Selain Anton. Anton mampu membiayai pendidikan dua anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi: seorang di Akper Ambon dan seorang lagi di Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Kab. Modal usaha itu digunakan untuk memperbesar skala usaha usaha penggilingan padi miliknya dan biaya pengolahan tanah seluas 1 ha. Begtulah seterusnya hingga usahanya berkembang. Seperti kebanyakan pengusaha mikro lainnya. Sutinah tidak ingat lagi berapa kali telah meminjam modal ke koperasi. transmigran asal Banyuwangi juga bisa menjadi sisi terang dinamika anggota KSP Cipta Mandiri. Ketika pinjaman telah lunas. Berbekal keahlian membuat tempe. hanya Rp500 ribu.” ungkap nenek 13 orang cucu ini. Ia pun lalu mengajukan pinjaman ke koperasi. karena seringnya ia meminjam modal ke KSP. R a k y a t S e j a h t e r a 141 .” katanya seraya tersenyum. bagi Mbok Sutinah. Buru. Jawa Barat. kini ia telah memiliki sebuah toko kelontong yang cukup besar. Dari usaha ini ia mampu menghidupi sembilan orang anaknya. dengan jumlah pinjaman yang tidak terlalu besar.Lahan pertanian yang dikelola oleh salah satu anggota KSP Cipta Mandiri dari KSP. yang senilaiRp5 juta. tanggal 04 Mei 2006 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp500 juta Ketua : Slamet Haryono Jumlah Anggota : 67 orang Jumlah Karyawan : 11 orang K o p e r a s i P e d u l i . Kec. “Karena sering minjem jadi nggak ingat sudah berapa kami minjem ke koperasi. 56 tahun. Dari usaha pembuatan tempe itu. Mbok Sutinah. KSP Cipta Mandiri Alamat : Desa Waekasar.

including the dynamics of cooperation matters. Buru Island is considered as having the strategic position as ‘rice barn’ in Maluku Province. which also developed as Buru island community activities supporter in motoring their activities of farming and gardening.5 billion—in which scrolling fund in the amount of Rp 500 million is included. When it was established in 2003. deriving from main savings and members’ compulsory savings. In 2005. who are successful in continuing the dreams of the early pilgrims in this island who turned Buru island into rice barn. was also born from the dynamics of those two sectors. A book titled “A Story from Buru Island” says that they have converted the dry land of Buru Island to become an island where ‘white gold’ (the term for sago palm) and ‘red gold’ (the term for timber tree wood) flow. Each year. The history of KSP Cipta Mandiri started from a Various Business Cooperation Cipta Mandiri. These two sectors contribute 70% of the total revenue produced by this island. there were 23 first members. KSPCM was still in the form of KSU with rice trading business as its mainstay. Agriculture and plantation are the breath of Buru island. they also turned forests and deserts to become rice and crops. In its relatively young age. KSP Cipta Mandiri was established. This cooperation was present among the resistance of cooperation business in Waeapo. KSP Cipta Mandiri has given examples to the community in Buru Island that hard work is the beginning of success. Even tough it is still young. various life dynamics in this island are not far from the two sectors’ affairs. in the same year (2005) KSP Cipta Mandiri was granted a trust to become a member of sector scrolling fund strengthening program from Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. this island supplies 2. who mostly work as sandal wood oil refiners. and some other people call it as the food island.500 tons of rice.KSP CIPTA MANDIRI Buru. This policy is based on Article 7 of State Minister of Cooperation and Small Middle Scale Business Regulation No. Cipta Mandiri Save Loan Cooperation. 12/2005 which states that “Minister may stipulate KSP/USP-Sector Scrolling Fund Receiver Cooperation particularly which is considered as having strategic role among others for the need of development of KSP/USP-Cooperation in the developing areas and border/remote areas. and this KSP is the “biological son” of KSU Cipta Mandiri. R a k y a t S e j a h t e r a . *** 142 K o p e r a s i P e d u l i . From such characteristics. When it was established in 2003. This cooperation then received a capital strengthening loan in the amount of Rp 500 million. They are the transmigrated people. It was a convenient store (waserba) that was first managed by KSU Cipta Mandiri (KSU-CM). now Buru Island has become rice barn for Maluku area. one of prominent cooperations in Maluku Province. KSP Cipta Mandiri now owns asset with a value of Rp 1. four years. In this context. From them working capital in the amount of Rp 6 million was collected. Maluku Independent at a Young Age T hey are pilgrims from Java land. Looking at the track record of KSU Cipta Mandiri and the consistency of its administrators as well as the strategic value of this cooperation on the area economic growth. For the natives.

R a k y a t S e j a h t e r a 143 .Para pengurus KSP Cipta Mandiri K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 144 K o p e r a s i . koperasi merupakan titik simpul penting bagi pengusaha kecil yang tergabung ke dalam badan usaha tersebut dalam melakukan berbagai kegiatan bisnis sehari-hari. memenuhi amanah konstitusi Undang-Undang Dasar 1945. yang di dalamnya melibatkan warga negara terbesar dan merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Titik tekan pembinaan paling tidak terfokus kepada upaya peningkatan kemampuan produksi serta kapasitas usaha. nasional maupun global.Epilog Epilog Demi Amanah Konstitusi U paya pembinaan koperasi memiliki dua makna penting dalam waktu bersamaan. Koperasi bisa menyediakan modal yang dibutuhkan dengan persyaratan yang lebih ringan ketimbang lembaga perbankan. kebersamaan serta kegotongroyongan. Dalam situasi iklim usaha baik di tingkat lokal. Meningkatkan kapasitas koperasi secara kelembagaan maupun permodalan otomatis berarti memberikan ruang yang luas bagi berkembangnya pengusaha kecil / mikro. upaya pembinaan terhadap koperasi tersebut jelas memiliki makna P e d u l i . apalagi didukung tradisi kekeluargaan. Melalui komunikasi dan interkasi yang intensif. Aktivitas penting itu misalnya penyediaan modal jangka pendek bagi usaha kecil / mikro. Kedua. Sebab. yang mengutamakan kompetisi. proses pembinaan terhadap para pengusaha kecil/ mikro sudah otomatis berlangsung. memperkuat pilar ekonomi kerakyatan. Pertama.

Keberhasilan yang ditunjukan ratusan koperasi simpan pinjam koperasi penerima Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Modal Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di bidang Agribisnis/ Sektoral.besar tidak hanya bagi peningkatan kapasitas pengusaha kecil/ mikro yang tergabung dalam berbagai jenis usaha koperasi. Dalam perspektif demikian. koperasi sebagai wadah pembinaan usaha bagi masyarakat senantiasa relevan. pada masa krisis ekonomi Indonesia pada 2007 yang masih terasa dampaknya hingga pada saat ini. merupakan langkah nyata yang diperlukan bagi usaha perkuatan ekonomi kerakyatan yang dimaksud. Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang membiayai kegiatan ekonomi di sektor Agribisnis maupun sektoral lainnya. dan tentu saja juga kesuksesan pengusaha kecil di dalam memanfaatkan kredit. Perhatian pemerintah kepada usaha kecil dan mikro tak boleh berhenti karena peranannya K o p e r a s i P e d u l i . Dari sisi ini. S e j a h t e r a 145 . ketika membina koperasi berarti negara telah memberikan jaminan bagi pewujudan keadilan sosial. yang dilaksanakan sejak tahun 2003. Artinya. bahkan kekuatan yang memberikan kontribusi kepada angka pertumbuhan ekonomi nasional tidak anjlok atau bertahan di angka 4%. tetapi juga meringankan tugas negara mengingat mereka adalah bagian terbesar dari bangsa ini. R a k y a t tidak kecil bagi kekuatan perekonomian nasional. Amanah konstitusi tersebut merupakan hal prinsip karena Indonesia penganut paradigma negara kesejahteraan (welfare state). mereka–bersama usaha menengah— pada umumnya masih eksis. adalah penjelasan terang benderang bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan di negeri ini memiliki prospek yang cerah di masa mendatang. Buktinya.

to fulfill The 1945 Constitution mandate. to strengthen populist economic pillars.Epilog Epilog For The Sake of Constitutional Mandate he effort of cooperation development has two important meanings simulta neously: First. Cooperation is the point of important knot for T small entrepreneurs as members of such business entities in running daily business. Such important activities are long term capital supply for small/micro business. Development emphasizing point at least is focused on the effort of production as well as business ca- 146 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a . Through interactive and intensive communications. togetherness and mutual cooperation. the process of development of small/micro entrepreneurs has automatically taken place. in which the largest citizens are being involved and which constitute the important part of the national economic and Second. Increasing the cooperation capacity both in institutional and capitalization manners automatically means providing wide space for the development of small/micro business. Cooperation is able to provide the needed capital with more lenient requirements compared to banking institutions. more over if they are supported by family.

From this perspective. and of course the success of small entrepreneurs in benefiting from credits. The government attention to small and mi- cro business cannot be ceased since its role is not insignificant for the national economic power. Micro and Small Entrepreneurs Development Program through the Strengthening of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) which funds the economic activities in Agricultural or any other sectors. they-together with middle scale business-generally still existed. which emphasize in competition. cooperation as the accomodation for business develpoment for the community has always been relevant. national or global levels.pacity increase. which has been implemented since 2003. As evidence. It meas. but also to lighten the state duties in reminding them as the largest part of this nation. development effort on such cooperation clearly has large meaning not only for the increase of small/micro entrepreneurs who are members of various types of cooperation. R a k y a t S e j a h t e r a 147 . are crystal clear descriptions that this country’s populist economic development has bright prospect in the future. K o p e r a s i P e d u l i . by developing cooperation a country has provided security for the creation of social welfare. in the Indonesian economic crisis period of 2007 which effect is still felt until today. The sucess shown by hundreds of save loan cooprations or cooprations the receivers of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through the Strengthening of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) in Agricultural/ Sectoral fields. Within this perspective. In the favorable business climate either in local. even the power that provides contribution to the number of national economic growth did not plumet or otherwise it remained stable at the level of 4%. Such constitutional mandate is a principal matter since Indonesia adopts the welfare state paradigm. is the real step required for the concerned populist economic.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful