Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera
COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE
Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral

Success Stories of Save and Loan Cooperative Participants of Capitalization Strengthening for Agribusiness / Sectoral

Buku ini merupakan output dari pekerjaan/kegiatan “Penyusunan Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/ Sektoral pada Satuan Kerja Unit Deputi Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia pada Tahun Anggaran 2009 This book is the output of the work / activities "Composing of Success Stories of Incorporation KSP/USP participants OF Agribusiness Cooperatives / Sector on Work Unit of Financing Unit Deputy State Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia in Fiscal Year 2009

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

1

SAMBUTAN

P

rogram Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Program Perkuatan Permodalan Koperasi Simpan Pinjam merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk memberdayakan pengusaha mikro dan kecil yang mempunyai usaha produktif. Program tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi rakyat melalui Gerakan Koperasi di tanah air yang semakin menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu. Kemajuan itu semakin membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengentasan rakyat dari kemiskinan. Program Perkuatan Permodalan tersebut juga merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan imej koperasi yang mampu tampil sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan. Akhirnya, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan penerbitan Buku Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan ini. Kiranya berbagai kesuksesan yang telah dituliskan di dalam buku ini bisa menjadi inspirasi bagi segenap bangsa Indonesia.

Jakarta, Agustus 2009 Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Suryadharma Ali

2 ii

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Hopefully various successes that have been written in this book could be inspiration for all Indonesian people.FOREWORD M icro and small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation Capi talization Strengthening is a series of activities conducted by the Government Program trough State Ministry of Cooperation and Small and Middle Business to empower micro and small entrepreneurs having productive business. August 2009 State Minister of Small and Middle Business Suryadharma Ali K o p e r a s i P e d u l i . I’m expressing my highest appreciation to all sides that have worked hard to create the issuance of this Book of Success Stories of Save Loan Cooperation Participant of Capitalization Strengthening Program. Such capitalization strengthening is also a part of the struggle to create cooperation image that is able to appear as community partner in creating prosperity. revenue increase. Finally. R a k y a t S e j a h t e r a 3 iii . Such program is an inseparable part of the people’s economy development through Cooperation Movement in this country that shows more and more progress from time to time. and pulling out the people from poverty. Such progress lives up the trust of the community to use cooperation as economic empowerment instrument in creating work field. Jakarta.

bahwa perkuatan permodalan bagi KSP/USP-Koperasi yang telah disalurkan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM cq.KATA PENGANTAR uji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Hal pertama yang ingin kami sampaikan kepada hadirin pembaca yang budiman sehubungan dengan penerbitan Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral adalah. R a k y a t S e j a h t e r a . Mudah-mudahan buku ini akan memberikan arti dan motivasi yang lebih tinggi kepada kita dikemudian hari. Untuk itu. Deputi Bidang Pembiayaan sejak tahun 2003 sampai dengan 2005 dan tahun 2007 yang bersumber dari dana APBN sepatutnya diketahui secara luas oleh masyarakat. tingkat Provinsi dan masyarakat sekitar penerima manfaat untuk mengungkapkan peran KSP/USP-Koperasi dalam peningkatan perekonomian di wilayahnya. saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi dalam merealisasikan catatancatatan penting ke dalam buku ini. karena dengan rahmat dan ridho-Nya Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral ini dapat diselesaikan. Disadari bahwa tidak jarang kegigihan dan keberhasilan dari KSP/USP-Koperasi peserta program dengan keragaman kiat yang mereka tempuh. programprogram sejenis yang sangat mengandung tujuan mulia kelak akan menjadi suatu kontribusi penting dalam menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan bagi Bangsa Indonesia. 4 iv K o p e r a s i P e d u l i . MSP. Semoga. Akhirnya. Agustus 2009 Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Ir. P Jakarta. Penulisan buku ini menggunakan suatu pendekatan jurnalisme dimana kami mengajak partisipasi Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM selaku Pembina di tingkat Kabupaten/Kota. Agus Muharram. dapat dijadikan contoh bagi KSP/USP-Koperasi lainnya. Hal kedua yang ingin kami sampaikan adalah buku ini merupakan parade ekspose tentang manfaat dari program perkuatan permodalan serta menampilkan perjuangan mereka untuk menjadi sejahtera dan kiat-kiat keberhasilan yang telah dilaksanakan oleh KSP/USP-Koperasi peserta program. saya secara pribadi maupun sebagai Deputi Menteri Bidang Pembiayaan menyambut baik penerbitan buku ini yang menggambarkan dinamika positif dari KSP/USP-Koperasi peserta program dan para anggotanya yang memanfaatkan bantuan dana dari Pemerintah.

Agus Muharram. The first thing that we would like to convey to or readers with regard to the issuance of Success Stories of KSP/USP of Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation is that capitalization strengthening for KSP/USP-Cooperation that has been distributed by State Ministry of Cooperation and UKM through Funding Division Deputy since 2003 up to 2005 and 2007 derived from State Revenue and Expenditure Budget should be announced to the public. I personally or as Deputy Minister of Funding Field welcome the issuance of this book which describes the positive dynamic of program participating KSP/USP-Cooperation and its members who utilize fund aid from the Government. MSP. The composing of this book uses a journalism approach in which we asked the participation of Service that is in charge of Cooperation and UKM as the actor of Founder in the level of Regency/City. Province and the surrounding community as beneficiaries to express the role of KSP/ USP-Cooperation in increasing economic matters in their areas.PREFACE ur gratitude is addressed to Allah SWT. I hope similar programs that very much contain noble purposes will in the future become a significant contribution in creating fair prosperity and welfare for Indonesia as a nation. I hope this book could provide higher meaning and motivation to us in the future. August 2009 Deputy Ministry of Funding Field Ir. It is realized that the persistence and success of program participating KSP/USP-Cooperation with the various tricks that they have achieved can be set as an example for any other KSP/USPCooperation. The second thing that we would like to convey is that this book is the exposure parade on the benefit of capitalization strengthening program as well as presenting their struggles to become prosperous and the tricks of success that have been implemented by program participant KSP/USPCooperation. Finally. these success stories of KSP/USP as Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation could be com pleted. R a k y a t S e j a h t e r a 5 v . O Jakarta. since with His blessing and sincerity. For that purpose. I would like to convey my highest gratitude and honor to all sides who have provided their dedication and contribution in realizing important notes into this book. K o p e r a s i P e d u l i .

.......................................... 112 Buka Peluang Lebar-lebar................................................................................. iv Bab I Bab II Bab III Prolog ......................................................................... 2 6 Barek Samo Dipikua........................... 2 0 Propinsi Sumatera Barat Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan ................................................................ ii Pengantar Deputi Menteri Bidang Pembiayaan ... 144 Bab IV 6 vi K o p e r a s i P e d u l i .............. 8 Senyum dari Mereka yang Terbaik Parade Kisah Sukses ...... 9 8 Propinsi Kalimantan Tengah Berkawan ala Surya Sekawan ................................................................ 3 2 Propinsi Jawa Barat Tetap Eksis Setelah Enam Dekade .......... Ringan Samo Dijinjiang ........ 1 Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro ........................ 8 8 Propinsi Nusa Tenggara Timur Dari Guru untuk Masyarakat ............................................................................................................................................................... 130 Propinsi Maluku Mandiri di Usia Muda ......................................................... 104 Propinsi Sulawesi Utara Mitra Petani Cengkeh .................................................................................................................................................................... 4 4 Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses ......................................................................................... 9 4 Berani Tampil Beda ....................... 138 E p i l o g........................................................................................................ 5 0 Propinsi Jawa Tengah Agribisnis di Antara Lereng Merapi ............................................... 124 Bertindak Cermat di Masa Sulit ........................................... 4 0 Kiprah Trisula di “Kota Angin” ................ Ketat Bersyarat ............................................. 8 4 Sahabat Petani di Lereng Rinjani ...... R a k y a t S e j a h t e r a .......................................................................... 116 Propinsi Sulawesi Tenggara Maju Bersama Petani Rumput Laut ..... 5 7 Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini ..................................................................................................................................... 7 6 Propinsi Nusa Tenggara Barat Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut ..........DAFTAR ISI Sambutan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah............. 6 8 Propinsi Jawa Timur Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng ....................................................................................................................................... 6 2 Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura ..............

................... Tight Requirements .................................... 7 8 Farmers Best Friend at the Slope of Rinjani.......................... 134 Chapter IV K o p e r a s i P e d u l i ......... 128 Acting Thoroughtly in Difficult Times .................................INDEX Froeword from State Minister of Cooperation and Small and Middle Scale .. v Chapter I Chapter II Chapter III Prologue ....................... iii Preface from Deputy Minister of Funding Field ............................................ 115 Providing Wide Open opportunities..... 53 Central Java Province Agribusiness in Between the Slope of Merapi ................................................ Ringan Samo Dijinjiang ......... R a k y a t S e j a h t e r a 7 vii ........... 4 9 If there is no Lie Betrween us is the Key to Success ...................................... 120 Southeast Sulawesi Tenggara Province Moving Forward Together With Seaweed Farmers .............................................. 5 4 Togetherness Identity in the Land of Kartini .................................................................................................................. 4 3 The Progress of Trisula at “The Wind City” ........................ 7 0 West Nusa Tenggara Province Progressing Together With Tobacco and Seawees Farmers................................................................................................................................................................................................................................................ 130 E p i l o g u e ..... 2 4 West Sumatera Province If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory ……........................................ 8 8 Dare to be Different .................................................................................................................................. 6 0 Cold Hands at the East Tip of North Beach ................................ 1 6 Smiles of the Best A Parade of Success Stories............. 9 8 South Sulawesi Province Clove Farmers Partner.......................................................................... 9 2 Central Kalimantan Province Being Friends like Surya Sekawan ...................................... 3 2 (We Bare Heavy Matters Together and Carry Light Matters Together) West Java Province Still Exist After Six Decades………………............................................................... 8 2 Nusa Tenggara Timur Province Life Light at Bukit Sikka .................................................... 6 Scroling Fund For Small and Micro Business Capuital .......................................................... 3 0 Barek Samo Dipikua.............. 6 4 East Java Province Success with Joint Responsibility System .......................................................... 134 Maluku Province Independent at a Young Age ............

8 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral Success Stories of Save and Loan Cooperative Participants of Capitalization Strengthening for Agribusiness / Sectoral K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 1 .

sebagaimana nelayan. petambak. pada akhirnya kesejahteraan mereka akan semakin membaik. Dan. pendapatan menggelembung. keuntungan meningkat. bertradisikan kebersamaan dan kekeluargaan. dan lain-lain. dan mereka menuai sukses sebagai pengusaha. hingga tahap pemasarannya.Prolog Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera A 2 pa yang akan terjadi pada masyarakat yang selama ini tekun dan rajin bekerja: sejak dari aspek budi daya. Jawaban semacam itu sepenuhnya masuk di akal karena pada dasarnya mereka adalah pelaku ekonomi yang mandiri. R a k y a t S e j a h t e r a . beretos jujur dan bertindak sportif. Di negeri ini. tentu saja. atau pedagang yang modal dan ruang lingkup bisnisnya terbatas. pascapanen. proses pengolahan. perajin. jauh dari intrik-intrik kolusi. Siapa mereka itu? Siapa lagi jika bukan para petani. bila mereka diberi suntikan modal untuk memperbesar omzet usahanya? Dugaan yang paling dekat adalah omzet bisnis mereka berangsur membesar. jumlah mereka K o p e r a s i P e d u l i .

Nah. Agribisnis adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup. tersebar di kawasan perdesaan (mayoritas). Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah lantas mengeluarkan kebijakan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) untuk membiayai usaha ekonomi produktif di sektor agribisnis dan sektor usaha produktif lainnya. Meningkatkan kemampuan dan jangkauan layanan KSP khususnya di sektor K o p e r a s i P e d u l i . tidak semua dari mereka tertampung ke dalam koperasi. dan sebagian lagi di perkotaan yang bergerak dalam berbagai sektor usaha. dan usaha-usaha pengolahan hasil-hasil alam lainnya. Karena itu. agribisnis juga berarti semua usaha ekonomi yang berbasis sumber daya alam. R a k y a t S e j a h t e r a 3 . Penekanan terhadap sektor agribisnis dan sektor lain itu tentu saja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang.yang bergerak di usaha kecil dan mikro ini sangat banyak. untuk mempertegas upaya pemberdayaan terhadap usaha kecil ini. tetapi juga mereka yang mengembangkan rumput laut. Namun. Memang. Agribisnis merupakan cara pandang ekonomi masyarakat di bidang pertanian. Tujuan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui perkuatan permodalan KSP ini yaitu: Meningkatkan aktivitas dan pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui pelayanan pinjaman modal usaha yang berasal dari KSP. yang menjadi sasaran program di atas bukan hanya anggota koperasi yang bergerak di bidang pertanian saja. Mereka yang telah menjadi anggota koperasi pada umumnya memiliki kekhasan dalam etos usahanya. dinamika di atas adalah hal yang membanggakan. Bagi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

dan kemampuan teknis lainnya. 4 K o p e r a s i P e d u l i . Bisa dikatakan kredit macet di bawah angka 2% seperti batas maksimal yang diberlakukan. maka pada tahun 2005 Pemerintah memperluas usaha pengembangan melalui bantuan perkuatan Dana Bergulir Sektoral guna membiayai berbagai sektor usaha produktif lainnya. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pengelola KSP. Pengalaman menyebutkan bahwa pembinaan akan berlanjut ke anggota. Pelaksananaan program tersebut menggambarkan seperti yang terlukis di bagian awal tulisan itu. Kinerja koperasi. Karena itu. Perkuatan juga ditempuh melalui programprogram peningkatan kapasitas koperasi di dalam mengelola usahanya. Kapasitas yang dimaksud adalah bidang manajemen. sistem pelaporan dan administrasi keuangan. Program ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui Proyek Pengembangan Kebijakan Peningkatan Akses Sumberdaya Produktif yang bersumber dari dana APBN dalam bentuk pemberian bantuan perkuatan permodalan kepada KSP dengan pola dana bergulir.Kemudahan pada Koperasi Simpan Pinjam dalam memberikan bantuan modal usaha sangat membantu petani dan pengusaha kecil agribisnis. Koperasi yang telah tertata dengan baik dalam berbagai aspeknya secara natural akan menularkan berbagai keterampilan dan pengetahuannya kepada anggota. Rata-rata koperasi penerima program bantuan berhasil menyalurkan kredit penguatan modal mereka kepada para anggota. Program tersebut dimulai pada 2003 dan diteruskan pada tahun 2004. R a k y a t S e j a h t e r a . Hal ini niscaya mengingat koperasi adalah sentra usaha bagi para pengusaha kecil/ mikro. melalui sumber pembiayaan APBN. hingga wawasan kewirausahaan. baik pengembalian modal dari anggota maupun angsuran koperasi ke bank pelaksana secara nasional baik. Mengingat pelaksanaan program Bantuan Perkuatan Dana Bergulir di Sektor Agribisnis di tahun 2003 dan 2004 berlangsung cukup gemilang. Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis selanjutnya disebut Dana Bergulir KSP Agribinis adalah dana yang berasal dari Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang disalurkan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis sebagai pinjaman dana bergulir untuk disalurkan lebih lanjut kepada anggotanya dalam bentuk pinjaman. sejak 2005 program tersebut dikenal sebagai Bantuan Perkuatan Permodalan KSP Agribisnis / Sektoral.

Seorang anggota Kopdit Obor Mas (NTT) sedang menerima kunjungan petugas Kopdit. Keharmonisan hubungan antara Pengurus dan Anggota Koperasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan Koperasi.

Nah, banyak pelajaran berharga selama pelaksanaan program-program di atas. Rasanya terlalu sayang bila momentum-momentum seperti itu lenyap begitu saja. Antara lain untuk tujuan menjawab kesanksian itulah buku ini disusun. Jauh dari kesan formal, buku ini disusun melalui proses peliputan di koperasi-koperasi terbaik yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak semua yang terbaik berhasil diliput. Tim penyusun membagi beberapa koperasi di 10 provinsi yang mencerminkan keterwakilan wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Cara pemilihan kabupaten dan kota didasarkan kepada ragam jenis usaha yang dikembangkan. Namun demikian, meski buku ini jauh dari kesan formal, koperasi-koperasi yang kisah suksesnya ditampilkan dipilih berdasarkan kriteria baku. Setidaknya, ada lima kriteria sukses yang menjadi bahan pertimbangan, yakni: sukses penyaluran dana; sukses pemanfaatan dana; sukses pengembalian dana; sukses peningkatan usaha dana; dan sukses pengembangan usaha dana; Jika kemudian buku ini diberi judul Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera, itu semata karena ingin

memunculkan sebuah pesan bahwa koperasi adalah sebuah aset, sekaligus potensi, yang jika digerakkan dan dikembangkan secara optimal akan bermuara pada kesejahteraan rakyat. Tentu saja, ukuran sejahtera itu berjenjang. Rakyat, dalam konteks ini diwakili oleh para anggota koperasi penerima pinjaman bergulir, yang berhasil menaikkan taraf hidup mereka telah menuai hasil program Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agribisnis/ Sektoral. Dengan tulus, senyum mereka terkembang. Di balik senyum mereka itu ada ‘sebongkah’ kebanggaan bahwa perjuangan mereka untuk menjadi lebih sejahtera telah berada pada jalur yang benar. Di balik senyumsenyum itu pula terkandung beribu memori tentang pergulatan yang tak ringan. Pergulatan tentang mengelola sawah, kolam, tambak, bengkel, kedai makan, dan sebagainya. Di antara memori-memori itu, ada satu yang tak akan mereka lupakan—bahkan akan terwariskan kepada generasi penerus mereka kelak—yakni kepedulian insan-insan koperasi, yang sejak awal setia mendampingi pergulatan mereka itu. Melalui buku ini serempak mereka bersuara: Terima kasih Koperasi.

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

5

Prolog
Prosperous Community Care Cooperation
hat would happen to a community members who have worked dili gently: from cultural, post harvest, management process up to its marketing aspects; with honest ethos and sportive acts, far from collusion intrigues, has togetherness and family tradition, if they were provided with capital injection to enhance their business earnings? The closest assumption is that their business earnings would enhance, profit increase, income would enlarge and they would yield success as businessmen. And of course, in the end their prosperity will improve. This type of answer is fully logical since basically they are independent economic actors. Who are they? None other than farmers, fishermen, traders with limited capital and business space, such as fishermen, craftsmen, and many others. In this country, the number of those who are engaged in small and micro business is very large, scattered in village areas (majority), and some in urban areas which engage in various business sectors. For the Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business, the dynamic above

W

is a pride. Indeed not all of them are accommodated in the cooperation. Those who have become members of cooperation generally have typical characteristics in their business ethos. Well, to expressly shows the empowerment for this small business, Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Enterprises then issued Micro and Small Development through Scrolling Fund Strengthening for Save Loan Cooperation (KSP) Program to fund productive economic business in agricultural and any other productive business sectors. The emphasizing on agricultural and other sectors is of course based on proper considerations. Agribusiness is an activity of utilizing natural resources to fulfill life needs. Agribusiness is an economic perspective in agriculture sector. However, agribusiness also means all economic business with natural resources basis. Therefore the target of program above is not only cooperation members engaged in agricultural field, but also those developing sea weed, and any other natural resources products processing business. The objective of Micro and Small Entrepreneur through KSP capital strengthening is: to increase activities and income of Micro and small Entrepreneur trough business capital service derived from KSP; to increase ability and coverage of KSP service especially in agribusiness
P e d u l i , R a k y a t S e j a h t e r a

6

K o p e r a s i

sector; to increase KSP manager Human Resources quality. This program is a series of activities conducted by the Government through Productive Resources Access Increase Development Project originating from the State Revenue and Budget of 2004 fund in the form of the granting of capital strengthening aid to KSP in the pattern of scrolling fund. Such Save and Loan Cooperation (KSP) Scrolling Fund Strengthening Aid which is further referred to as Agribusiness KSP Scrolling Fund is fund deriving from the Government through the Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business which is distributed to Save Loan Cooperation (KSP) in Agricultural Sector as scrolling fund loan to further be distributed to its members in the form of loan. Such program was commenced in 2003 and was continued in 2004. Considering the success of Scrolling Fund Strengthening Aid in Agricultural Sector in 2003 and 2004, then in 2005 the Government extended development business through Sectoral Scrolling Fund strengthening aid to fund various other productive business sectors, through fund source from State Revenue and Budget. Therefore since 2005 such program was known as Agribusiness/Sectoral KSP Fund Strengthening Aid. The implementation of such program was described as what is illustrated in the early part of this writing. In average cooperations receiving the aid program were successful in distributing credits to strengthen their capital to their members. Cooperation performance, both in capital return from members and cooperation installment to the bank national wide is favorable. Non performing credit can be considered as below 2% as the applied limit. Strengthening was also sought through cooperation capacity increase programs in managing its business. The capacity concerned is in the field of management, reporting system, and financial administration, and any other technical abilities, up to entrepreneurial horizon. This matter will in turn make cooperation the center of business for small/micro entrepreneurs. Experience has shown that development will continue to members. Cooperations that have been ordered well in various aspects naturally will transfer their various skills and knowledge
K o p e r a s i P e d u l i , R a k y a t

to their members. Well, there are many valuable lessons during the above programs. It would be such a waste if such momentums disappear just like that. It is that reason, among other things, that underlies the objective to compose this book. Far from formal image, this book is composed through covering process in the best cooperations scattered all over Indonesia. Not all of the best were covered. The composing team divided several cooperations in 10 provices that reflect the represented ness of Indonesian area in western, central and eastern parts. The method in choosing regencies and cities was based on business types developed. However, even though this book is far from formal image, cooperations which success stories are presented were chosen based on raw characteristics. At least there are five successful criteria that became the material of consideration, namely: fund distribution success; fund utilization success; fund return success; fund business increase success; and fund business development success; If further this book was titled Prosperous Community Care Cooperation, it is merely because a message that cooperation is an asset and at the same time a potential which, if it is moved and developed, optimally will end up in community welfare, is intended to be set out. Of course, the size of welfare has its own levels. People, in this context is represented by members of cooperation receiving scrolling loan, who are successful in increasing their life standard after they have harvested the output of Scrolling Fund Strengthening For Loan Save Cooperaton (KPS) in Agribusiness/Sector program. Sincerely, their smiles bloom. Behind those smiles there is a “piece” of pride that their struggle to become more prosperous has been in the right lane. Behind those smiles there are also thousands of memories about heavy struggle. Struggle on the management of rice field, pond, embankment, workshops, restaurants, and etc. Among these memories there is one that they cannot forget-even when they inherit it to their future generation-the care of cooperation personnel, who since the beginning have been loyal assisting their struggle. Through this book together they will say: Thank you Cooperation.

S e j a h t e r a

7

sepenggal isi pidato Bung Hatta pada perayaan Hari Koperasi yang ke-3 berbicara tentang sejauh mana manfaat koperasi bagi rakyat petani dan pengrajin. secara retoris Bapak Koperasi Indonesia itu bertanya: “Sudahkah berkembang peternakan di kalangan rakyat yang dibiayai dengan pinjaman koperasi? Sudahkah terlaksana di mana-mana kebun sayur dibiayai dengan pinjaman koperasinya? Bagaimana koperasi di kalangan pertukangan dan kerajinan? Sampai di manakah hasil yang diperoleh dengan koperasi untuk mengatasi ijon dengan pinjaman kecil-kecil sesuai kebutuhan dan lain-lainnya?” Meski berbentuk sebuah kalimat tanya. Ketika itu. pesan Bung Hatta dalam penggalan pidatonya itu sangat jelas: bahwa Koperasi harus mampu membiayai para petani dalam berusaha. sentilan bernada P e d u l i . Berpuluh tahun kemudian. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . juga para pengusaha kecil yang bergerak di sektor riil.Bab II Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro S 8 uatu ketika pada tahun 1953.

R a k y a t S e j a h t e r a 9 . Sementara itu fakta di lapangan berbicara bahwa. Berangkat dari visi itulah lahir Program Dana Bergulir pada Kementerian Negara Koperasi dan UKM termasuk Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/Sektoral. yang dalam konteks ini diawali dengan dana stimulan dari APBN. Pemerintah dalam hal Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah merasa perlu membangun sebuah ‘jembatan’ yang bisa menghubungkan antara KUKM dan sumber permodalan.introspektif itu ternyata masih relevan untuk diungkapkan: “sudahkah koperasi mampu mendampingi para petani dan pengusaha kecil dan mikro?” Begitu kira-kira bentuk pertanyaan itu di masa kini. Atas dasar fakta itu. aspek permodalan merupakan sebuah aspek penting dalam pengembangan dan pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM). Namun. Jika mengacu pada visi Bung Hatta pada paragraf pertama tadi maka Koperasi idealnya tampil sebagai lembaga yang mampu menjawab aspek permodalan yang dibutuhkan para petani dan pengusaha kecil dan mikro tadi. kondisi sebagian besar koperasi pun setali dua uang dengan para pengusaha kecil dan mikro: sama-sama minim permodalan. KUKM dianggap belum bankable. dalam konteks pembinaan dan pengembangan koperasi dan usaha kecil dan menengah (KUKM) tersebut. baik baik dari lembaga keuangan bank maupun bukan bank masih rendah. Sementara itu. yakni meningkatkan aktivitas dan K o p e r a s i P e d u l i . Program ini memiliki tujuan yang sangat strategis. kemampuan KUKM untuk mengakses sumber permodalan. setali dua uang. meski bukan segala-galanya.

Program ini mulai dilaksanakan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM sejak tahun 2003. meningkatkan akses anggota dan calon anggota untuk memperoleh pelayanan pinjaman dari KSP. meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pengelola KSP.Aktivitas usaha di pabrik penggilingan padi milik anggota KSP Lestari Mandiri. Satu tahun kemudian. pada tahun 2007 program ini 10 K o p e r a s i P e d u l i . Selama dua tahun. Jawa Timur pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui pelayanan simpan pinjam. Dalam kurun waktu itu. Melalui mekanisme ini transfer dana dari Pemerintah Pusat pada akhirnya bisa menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi di daerah. dan membangun KSP sebagai lembaga keuangan yang handal agar dapat sejajar dengan lembaga keuangan lainnya. Kabupaten Malang. yakni pada tahun 2005. Kemudian pada tahun 2004. terutama di daerah perdesaan. meningkatkan kemampuan dan jangkauan layanan KSP yang bergerak dalam pembiayan agribisnis/sektoral. program ini bernama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”. program ini dikembangkan tak hanya untuk pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis tapi juga pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor riil lainnya dengan nama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sektoral”. terjadi beberapa dinamika kebijakan. R a k y a t S e j a h t e r a . Setelah sempat vakum satu tahun selama 2006. pro- gram Perkuatan Dana Bergulir ini fokus pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan agribisnis. Pada tahun 2003. Perputaran dana pinjaman bergulir itulah kemudian yang menjadi bahan bakar pertumbuhan ekonomi di daerah. yakni tahun 2003 dan tahun 2004. program ini bernama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”.

Dalam melayani anggota-anggota di sentra agribisnis. koperasi peserta program wajib mengembalikan angsuran pokok dan bunga kepada Bank Pelaksana. 321. Propinsi Jawa Timur merupakan propinsi dengan tingkat realisasi pencairan terbesar. Dari alokasi dana sebesar itu.968 anggota koperasi.000. Dari yang seharusnya Rp. Memiliki kantor sendiri yang telah ditempati minimal 2 (dua) tahun. 35 miliar menjadi Rp.980 dengan jumlah pemanfaat sebanyak 183. bersedia membuat unit K o p e r a s i P e d u l i . Menurut penelusuran.99% atau berkembang dari Rp.dilanjutkan dengan nama “Program Peningkatan Permodalan Dana Bergulir Sektoral Bagi Koperasi. Angka-angka pada tabel tersebut menunjukkan bahwa meskipun para koperasi peserta program sukses mengembangkan dana bergulir tersebut hingga 281 % tapi tingkat atau kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga masih belum sesuai target (lihat tabel). Usaha Mikro.000. Di samping itu.47.92 % atau Rp.700.8 miliar menjadi Rp.59 miliar. Catatan hasil monitoring itu memberi sinyal indikasi bahwa koperasi penerima program berhasil didalam mengelola dan menggulirkan bantuan yang diberikan. 104. usaha mikro dan kecil tersebut. dan Kecil”.500 baru 44.81 miliar. 39..990. yakni Propinsi Jawa Tengah dengan perkembangan sebesar 255.bagi 448 koperasi yang tersebar di 32 provinsi.797. yakni yaitu 434. 167. berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Kementerian KUKM per Maret 2009 dana pinjaman bergulir tersebut telah berkembang menjadi Rp. Di propinsi ini. Hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun terakhir berturut-turut “sehat”. kewajiban Kelompok Kerja Keuangan Kabupaten/ Kota juga dipandang belum optimal.594 yang telah ditunaikan. jumlah dana pinjaman bergulir terlah berkembang dari Rp. Kemudian.715. Syarat-Syarat Umum: a. Itu artinya telah terjadi dinamika positif hingga sebesar 281%. R a k y a t S e j a h t e r a 11 . Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi Koperasi-koperasi Simpan Pinjam calon penerima dana perkuatan. d. *** Teknis Pelaksanaan Tidak semua Koperasi bisa menerima program perkuatan permodalan bagi koperasi.000.076.150. angka pengembalian angsuran pokok dan bunga yang rendah itu disebabkan karena Bank Pelaksana dipandang masih kurang aktif dalam melakukan pembinaan dan monitoring kepada koperasi peserta program. Demi kebersinambungan program dana bergulir ini. Telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebanyak 3 (tiga) Tahun Buku terakhir. Propinsi lain yang juga memiliki kinerja bagus.609. tercatat realisasi pencairan sebesar Rp.688. Hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan bahwa di tingkat nasional. Hingga 31 Maret 2009 kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga tersebut tercermin pada tabel di bawah ini. Selama rentang waktu 2003 sampai 2005 dan 2007 Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp. 89. Jumlah dana yang tersalur dan hasil pengembangannya itu pun menjadi salah satu indikasi bahwa program ini telah berjalan dengan baik. 840. b. c.972.32%. 299.

Mempunyai Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang telah berjalan secara efektif. 2.000.000 Rp.699.214.228.500 Sebelumnya Pokok Rp. serta tidak terjadi perangkapan pekerjaan untuk fungsi-fungsi yang bertentangan.798.653.817. Beberapa pembaruan tersebut di antaranya: a. Sedangkan persyaratan bagi Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi calon penerima dana perkuatan adalah sebagai berikut: a.36. Wajar Tanpa Syarat (WTS). Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM.918.pelayanan yang berada di lokasi sentra agribisnis. Telah melakukan pemisahan dalam akuntansi usaha dari akuntansi Koperasinya. Pengelolaan Usaha KSP sudah didelegasikan kepada manajer dan didukung karyawan-karyawan yang professional.538.431.184 Bunga Rp.23.700 Sumber Data: Koperasi Peserta Program.000 Rp. Kewajiban Koperasi Ke Bank Kewajiban Kepada Bank No 1 2. g. Syarat-Syarat Khusus : a.731 Rp. 5. 6.000 Rp.001. USP Koperasi sudah menjadi unit otonom minimal 3 tahun.000 Rp. Cadangan. peternak dan nelayan (bukan pedagang). 68.000 Rp.000 Rp. Donasi dan Sisa Hasil Usaha tahun berjalan minimal sebesar 33% dari total aset.10. g.000. Simpanan Wajib.000.083 Rp. Jumlah modal sendiri yang terdiri dari Simpanan Pokok. 4.798. 57. Merupakan lembaga koperasi primer Kabupaten/Kota yang sudah berbadan hukum minimal 4 tahun. 378. b.100. f. yang dikelola dengan pola simpan pinjam dan sudah diadministrasikan secara tertib. KSP juga memiliki anggota minimal 100 orang yang bergerak dibidang usaha produktif yang sejenis antara lain: petani. Memiliki Komputer sendiri dan sanggup membeli komputer minimal Pentium 3. c.029. e. 3.000. 1 milyar.888. Anggota koperasi yang berhak menerima Tabel 1. e. 47. c. Di samping anggota secara keseluruhan.145. Kelompok masyarakat sebagai anggota KSP sudah pernah memperoleh dukungan modal dan pembinaan dari instansi teknis.313.956. Diutamakan bagi KSP yang para anggotanya mempunyai hubungan kerjasama kemitraan dengan perusahaan penghela.000. R a k y a t S e j a h t e r a .000 Rp. h.483. Merupakan koperasi primer kota/ kabupaten yang telah berbadan hukum minimal 4 (empat) tahun dan melaksanakan RAT 3 (tiga) Tahun Buku terakhir dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun berturut-turut.903. dan Bank Pelaksana (diolah) 12 K o p e r a s i P e d u l i .700 Rp.594 Sudah Dibayar Pokok Rp. b.688.496.731.000. 5.500 Rp.055. Hasil audit 2 tahun terakhir. f.676 Rp. 41.955 Rp. 630.187 Rp. 50. Tunggakan pinajaman macet maksimal 2%. i.000. Jumlah Pinjaman yang diberikan minimal Rp.146 Rp. Pada tahun 2004 syarat-syarat umum tersebut diperbarui.076. b.609. d. Bersedia mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). 25.000.150.104. Ada pihak yang menjadi Jaminan Perorangan (personal guarantee) atas Dana Perkuatan yang diterima peserta program perkuatan modal KSP.249. 25. 18. Jumlah Tahun Program 2003 2004 2005 2007 Bunga Rp.580.986. KSP telah memperoleh jaminan perorangan (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota setempat untuk mengelola Dana Bergulir KSP Agribisnis.000 Rp. 2.

d. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.000.1.(lima ratus juta rupiah). kehutanan dan perkebunan. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp..000... 1.150.000. h. Penyempurnaan ini dilakukan untuk mengakomodir pengembangan program..500.000. perdagangan dan aneka jasa lainnya. d..000. dan memiliki simpanan pokok minimal Rp. pertambangan dan galian. Pada tahun 2005.000. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada KSP.(tujuh ratus lima puluh juta rupiah). Memiliki kekayaan bersih minimal sebesar Rp.000.(satu milyar rupiah).0 00.000. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.000. f. Sedangkan beberapa perubahan pada Syarat-syarat Khusus bagi KSP calon penerima dana bergulir sektoral itu di antaranya: a. seiring dengan dinamika yang terjadi pada pelaksanaan program tahun 2003 dan 2004. Diprioritaskan bagi KSP yang anggotaanggotanya mempunyai hubungan kerjasama kemitraan dengan perusahaan penghela. Memberikan pelayanan pinjaman kepada anggota minimal 70 % (tujuh puluh per seratus) dari total pinjaman yang diberikan.000. 500. Total tunggakan pinjaman macet maksimal 2 % (dua persen). b.. c..000. 375.pinjaman dana bergulir untuk membiayai usahausaha ekonomi produktif dari alokasi dana program ini juga diatur dengan seleksi ketat. b. resiko pinjaman macet semakin kecil.000. Kementerian Negara Koperasi dan UKM kemudian kembali melakukan penyempurnaan teknis pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir tersebut.000. Memiliki aktivitas usaha produktif di bidang agribisnis/sektoral yang menciptakan nilai tambah sehingga berkemampuan untuk mengembalikan/ melunasi pinjaman. d.000. Hasil audit 2 (dua) tahun terakhir berpredikat Wajar Tanpa Syarat (WTS). industri pengolahan dan kerajinan.000.(seratus lima puluh juta rupiah). KSP telah memperoleh jaminan perorangan (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota setempat untuk mengelola Dana Bergulir Sektoral.(tujuh puluh lima juta rupiah). KSP memiliki anggota minimal 100 (seratus) orang Pengusaha Mikro dan Kecil yang bergerak disektor usaha produktif yang sejenis antara lain: pertanian.(lima ratus juta rupiah).(tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah). e.000.000.(Seratus lima puluh juta rupiah). peternakan.000.750. e.000. Bersedia atau telah melayani anggotaanggotanya di berbagai sektor usaha produktif dan membuka unit pelayanan yang berada di lokasi sentra. Telah berbadan hukum minimal 4 (empat) tahun dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 3 (tiga) Tahun Buku terakhir dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun berturut-turut serta klasifikasi minimal B.75. b. Beberapa perubahan itu di antaranya pada Syarat-syarat umum KSP calon penerima dana bergulir sektoral itu di antaranya: a.000. c. Mendapat persetujuan dari pengurus KSP atas hasil analisa kelayakan dari manajer pengelola simpan pinjam. R a k y a t S e j a h t e r a 13 . 150. Jika pada tahun 2003 dan tahun 2004 fokus program lebih pada KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis. K o p e r a s i P e d u l i . g. Memiliki jumlah kekayaan bersih minimal sebesar Rp. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.300. Pengusaha Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari KSP wajib memenuhi syarat sebagai berikut : a. Aturan ini dibuat sebagai pagar bagi KSP-KSP peserta program dalam menyalurkan pinjaman dana bergulir tersebut. KSP calon penerima diprioritaskan yang belum pernah memperoleh Dana Bergulir KSP Agribisnis. dan memiliki simpanan pokok minimal Rp. Mengajukan permohonan pinjaman kepada KSP sesuai kelayakan usaha. pada tahun 2005 sasaran KSP peserta program diperluas tak lagi terbatas pada KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis tapi juga KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di berbagao sektor riil lainnya. i. c. Terdaftar sebagai anggota KSP/calon anggota KSP. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp. Sepanjang aturan ini ditaati.000.(tiga ratus juta rupiah).(satu milyar rupiah). perikanan.

dengan cara memisahkan unit Simpan Pinjam dari koperasi untuk menjadi Koperasi Simpan Pinjam tersendiri atau mengubah nama dan bidang usaha koperasi menjadi hanya Usaha Simpan Pinjam (KSP). selain syarat-syarat yang telah ditetapkan pada petunjuk teknis tahun 2003 dan 2004. sejak tahun 2005 USPKoperasi calon penerima Dana Bergulir Sektoral wajib memenuhi syarat tambahan. Modal sendiri minimal sebesar 33 % (tiga puluh tiga per seratus) dari total aset. dibuktikan dengan neraca lajur 3 (tiga) tahun terakhir. b. yakni: a. Kemudian. c. di antaranya: a. R a k y a t S e j a h t e r a . seluruh aset USP-Koperasi menjadi aset KSP yang baru dibentuk. Selain Syarat Umum dan Syarat Khusus tersebut di atas yang berlaku bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). f.Suasana di kantor manajemen KSP Cipta Mandiri. Koperasi induk bersedia melakukan pembagian. b. Telah memiliki prosedur pemberian pinjaman ke anggota. dan siap menjadi KSP. c. Koperasi telah berbadan hukum minimal 1 (satu) tahun dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan memiliki predikat “cukup sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan yang dilakukan pejabat yang berwenang. Mempunyai aktivitas di sektor usaha produktif dan masih dapat dikembangkan serta menciptakan nilai tambah. terjadi beberapa perubahan persyaratan yang harus dipenuhi Koperasi Peserta Program. Pulau Buru. Bersedia menyimpan 5 % dari pokok pinjaman di KSP dalam bentuk Simpanan Wajib Khusus milik anggota sebagai bagian dari pemupukan modal sendiri KSP dan untuk keperluan stabilitas permodalan KSP. Pengelolaan Usaha KSP sudah didelegasikan kepada manajer yang didukung oleh karyawan yang profesional dan tidak terjadi perangkapan pekerjaan. 14 K o p e r a s i P e d u l i . *** Pada tahun 2007. d. pengelolaan Usaha KSP didelegasikan kepada manajer yang didukung oleh karyawan yang profesional e. Terdaftar sebagai anggota KSP aktif minimal 1 (satu) tahun dan dibuktikan dengan jumlah simpanan wajib di koperasi. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada KSP. manajemen USP-Koperasi telah dikelola secara otonom minimal 3 tahun. Idealnya. pada tahun 2005 Pengusaha Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari KSP juga wajib memenuhi syarat sebagai berikut: a. telah melakukan pembukuan terpisah atas pengelolaan usaha simpan pinjam dari akuntansi koperasinya. sehingga memiliki kemampuan untuk mengembalikan/ melunasi pinjaman. Beberapa persyaratan yang mengalami perubahan itu. dengan Jumlah karyawan dan manajer minimal 5 orang. d. g.

000.000. Salah satu contoh. Koperasi telah memperoleh jaminan perorangan (Personal guarantee) dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota. 500.(seratus juta rupiah). b. untuk Koperasi calon penerima dana bergulir sebesar Rp. 100.. memiliki saldo piutang minimal Rp. Selain aturan-aturan main tadi.(seratus lima puluh juta rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib minimal Rp. unit usaha koperasi yang akan mengelola dana bergulir telah menyelenggarakan pembukuan secara terpisah atas pengelolaan usaha koperasinya.000.000. manajemen unit usaha koperasi yang akan mengelola dana bergulir. untuk Koperasi calon penerima dana bergulir sebesar Rp.000.(dua ratus juta rupiah) dan memiliki jumlah anggota paling sedikit 100 orang. Total tunggakan pinjaman macet maksimal 5% (lima persen) yang dibuktikan dengan K o p e r a s i P e d u l i . memiliki saldo piutang minimal Rp.000. telah dikelola secara otonom minimal 1 (satu) tahun. 200..(lima ratus juta rupiah). Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan khusus terutama bagi koperasi-koperasi yang berlokasi di daerah tertinggal atau di daerah yang terkena bencana alam atau koperasi yang dinilai mempunyai peran strategis pada daerah tertentu. R a k y a t laporan tahunan berjalan.. S e j a h t e r a 15 . c. Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku. Pada pasal itu disebutkan bahwa “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang dinilai mempunyai peran strategis antara lain untuk keperluan pembinaan KSP/USPKoperasi di daerah yang sedang berkembang.. 12/2005. Sedangkan beberapa perubahan pada persyaratan khusus.000. yang dibuktikan dengan laporan keuangan pada tahun terakhir. daerah perbatasan/terpencil. KSP Cipta Mandiri bisa menjadi peserta program ini pada tahun 2005 berdasarkan Pasal 7 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal Rp. KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru. d.000.000. Meski baru berdiri pada tahun 2004. 100. yakni : a. d.(seratus juta rupiah) dan memiliki jumlah anggota paling sedikit 60 orang.000.(seratus juta rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib minimal Rp. b. Gambar menunjukkan suasana pelayanan di sebuah KSP.... Belum pernah memperoleh Dana Bergulir dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM. yang profilnya ditampilkan dalam buku kisah sukses ini.000.000.000.(tiga ratus juta rupiah). Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal Rp.. 100. c. dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh pada lampiran 14 peraturan ini.(lima puluh juta rupiah).000.000.Sebagian besar KSP tadinya merupakan Unit Simpan Pinjam (KSP) dari sebuah koperasi induk. 300. 150. Dalam konteks ini. 50.000.

R a k y a t S e j a h t e r a . such introspective in nature critic is still relevant to be expressed: “have cooperations been able to assist farmers and micro and small entrepreneurs?“ That is approximately the form of such statement in the present. Bung Hatta message in its speech part is very clear: that Cooperation must be able to fund farmers in running their business. In the mean time the facts on the field speak out 16 K o p e r a s i P e d u l i . Many years later. At the time.Chapter II Scrolling Fund For Small and Micro Business Capital O ne day in 1953. a piece of Bung Hatta’s speech content in the cel ebration of the 3rd Cooperation Day which discussed how far cooperation can benefit for farmers and craftsmen. rhetorically such Indonesian Cooperation Founding Father asked: “has animal farming developed in the community which is funded by cooperation loan? Has vegetable plants been funded by their cooperation loan? How are cooperations among the handicraft and craftsmen? How far is the output obtained with cooperation to overcome early crops pur- chase with small loan in accordance with needs and others?” Even though it is in the form of questions. also for small entrepreneurs who are engaged in real sectors.

Scrolling Fund Program on State Min- K o p e r a s i P e d u l i . the conditions of cooperation are as bad as small and micro entrepreneurs: they lack capitalization. From that vision. the Government in this matter State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Entrepreneurs feels the necessity to build a ‘bridge’ that can connect KUKM and capitalization source. both from bank financial institutions and non bank is still low. If referring to the mission of Bung Hatta in the first paragraph earlier. which in this context is initialized with stimulant fund from State Revenue and Expenditure (APBN).that even though it is not everything. the ability of KUKM to access capitalization source. R a k y a t S e j a h t e r a 17 . Meanwhile in the context of founding and development of coopera- tion and such small and middle scale entrepreneurs (KUKM). then ideally Cooperation appears as an institution that is able to answer capitalization aspect needed by such farmers and small and micro entrepreneurs. However. capitalization aspect is the important aspect in the development and founding of small and middle scale business (UKM). same as usual. KUKM is still considered as non bankable. Based upon that fact.

fund transfer from Central Government at the end of the day could be the moving engine of region economic activities. there have been several policy dynamics. Such scrolling fund circle then becomes the fuel of region’s economic growth. increasing activities and revenue of Micro and Small Entrepreneurs through save loan services. increasing the ability and coverage of KSP services engaging in agribusiness/sector funding. Within such period.” Then in 2004 this program was called “Micro and Small Entrepreneurs Development program Through Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan Cooperation (KSP) in Agribusiness Sector. This program has a very strategic purpose. Malang. Within two years.e. i. this program was named “Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation (KSP) Capital Strengthening in Agribusiness Sector. East Java istry of Cooperation and UKM was born and was incorporated in Small and Micro Entrepreneurs Development Program through Scrolling Fund Program for Save Loan Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/Sector funding. i. in 2005 and in 2007 this program was developed not only to develop micro and small business in agribusiness sector but also for the development of any other real sectors with the name “Micro and Small Entrepreneurs Development Program Through Scroll- 18 K o p e r a s i P e d u l i . In 2003. whose life standard was lifted after synergizing with KSP Lestari Mandiri. R a k y a t S e j a h t e r a . Your browser may not support display of this image. This program has been implemented by State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Enterprises since 2003. i. 2003 and 2004 this Scrolling Fund Strengthening was focused on Save Loan Cooperation (KSP) engaging in agribusiness funding. and developing KSP as a financial institution that is reliable in order to be in the same level as any other financial institutions. Through this mechanism.e.The economic activites at Yudi Pujianto’s rice mill. mainly in villages.” A year later.e. increasing human resources KSP managers quality.

There are requirements that must be met by Save Loan Co- operation as nominees for strengthening fund receivers. Although it was not established until 2004. along with the dynamic that took place in the program implementation of 203 and 2004. This perfection was conducted to accommodate program development. K o p e r a s i P e d u l i . Then.076. 104.715. KSP Cipta Mandiri was able to become a member of this program in 2005 based on Article 7 of Minister of Cooperation and UKM Regulation UKM No.972. In this context.609. 12/2005. One example is KSP Cipta Mandiri in Pulau Buru.47. 321.000. 840. In 2005. For the sake of the sustainability of this scrolling fund program. The amount of fund distributed and the output of its development become indicators that this program has been running well.688.700. in 2007 this program was continued with the name “Sector Scrolling Fund Capitalization Increase Program For Cooperation.797.” After being non active for a year in 2006. It means there has been positive dynamic of up to 281 %. Pulau Buru is considered as having the strategic position as ‘rice barn’ in Maluku Province. which profile has been presented in this successful stories book. 299. non performing loan risk will become smaller.990. According to investigation. Implementation Technique Not all cooperations could receive capitalization strengthening program for such cooperations.500 only 44. So long as this regulation is complied with. From such amount of fund allocation. In addition.000. Such monitoring record indicates that program receiving cooperation is successful in managing and scrolling the aid provided.ing Fund Strengthening Aid For Sector Save Loan Cooperations (KSP).594 has been paid up. Regency/City Working Group obligations are considered as non optimum. In 2003 and 2004 the program was more focused to KSP that funded micro and small business in agribusiness sector. In that article it is stated that “A minister may stipulate KSP/USP-Sector Scrolling Fund Receiving Cooperation in special manner which is considered as having strategic role among others for the need of the founding of KSP/USP-Cooperation is areas that are developing.92 % or the amount of Rp.” Within the period of 2003 up to 2005 and 2007 the Government allocated fund in the amount of Rp. R a k y a t S e j a h t e r a 19 .for 448 cooperation scattered in 32 provinces. Ministry of Cooperation and UKM also has anticipated specific possibilities mainly for cooperations located in disadvantaged area or areas that have been exposed by natural disasters or cooperations that are considered as having strategic roles on some areas. Cooperation members who are entitled to receive scrolling fund to fund productive economic business from this program fund allocation are also regulated with tight selection. From the actual Rp. in 2005 and 2007 the target of program participating KSP was extended and not only limited to KSP funding micro and small business in agribusiness sector but also KSPs that fund micro and small business in any other real sectors.968 cooperation members.980 and was utilized by 183. in March 2009 such scrolling loan fund had increased to become Rp. such low principal installment and interest return was due to the fact that Implementing Bank has been not active enough in conducting development and monitoring against program participating cooperations.000. Micro and Small Business. border/remote areas. it is noted that the disbursement realization was in the amount of Rp. participating cooperations are obligated to return principal installment with its interest to Implementing Banks. based on the monitoring output conducted by Ministry of KUKM.150. Data shows that even though participating cooperations are successful in developing such scrolling fund up to 281% however the level or performance of principal installment return has not been the same as the target.. State Ministry of Cooperation and UKM then re-perfected the implementation technique in distributing such scrolling fund implementation. This regulation is set up as fence for program participating KSPs in distributing such scrolling fund loan. micro and small business.

yang berupa pendidikan atas diri sendiri dan perbuatan.Bab III Parade Kisah Sukses S ebuah kalimat bijak tentang koperasi. Kisah-kisah sukses yang termuat di dalam bab ini bukan ditulis untuk sekadar P e d u l i . yang dibalut dengan semangat untuk senantiasa mewujudkan perbaikan. Bapak Koperasi Indonesia. Di atas jalan menuju masyarakat koperatif. Parade kisah sukses KSP peserta program perkuatan permodalan usaha agribisnis/ sektoral ini merupakan bagian dari geliat untuk senantiasa mewujudkan kemajuan bagi dunia perkoperasian di Indonesia. sebab itu dasar kita bekerja ialah: mencapai perbaikan senantiasa!” Melalui kalimatnya itu. belum ada yang sempurna. melainkan amal. Bung Hatta bicara bahwa segunung konsep untuk membangun masyarakat perkoperasian tak akan cukup jika tak bermuara pada kerja nyata. yang juga Proklamator negara ini pernah berkata bahwa “bukan semboyan yang muluk-muluk yang dibutuhkan untuk mencapai masyarakat kooperasi yang ingin kita ciptakan. R a k y a t S e j a h t e r a 20 K o p e r a s i . yang pernah diungkapkan Bung Hatta menarik untuk dicermati.

kinerja pengembalian dana dari anggota koperasi penerima pinjaman. kisah-kisah sukses yang ditulis diniatkan untuk bisa menjadi referensi. inovasi. terobosan.mengukur tingkat keberhasiloan pelaksanaan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/ Sektoral. Berbagai data tentang kinerja keuangan KSP. pertimbangan-pertimbangan kualitatif juga menentukan. Tidak hanya itu. hingga kinerja pengembangan usaha dana koperasi menjadi pertimbangan penting untuk memilih KSP-KSP mana saja yang layak diprofilkan. dan orisinalitas program yang dilakukan oleh KSP peserta program. Akhirnya. yang profil dinamikanya ditulis dalam buku ini. kinerja pemanfaatan dana. kinerja penyaluran dana bergulir. R a k y a t S e j a h t e r a 21 . sekaligus sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat koperasi di Indonesia. Lebih dari itu. serta para pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini menjadi mitra koperasi. Tentu saja. selamat mengambil manfaat. selain data-data statistik tersebut. K o p e r a s i P e d u l i . dalam memilih KSP dari sepuluh propinsi. kinerja peningkatan usaha anggota koperasi penerima pinjaman. berbagai pertimbangan dilakukan. seperti upaya inisiasi.

therefore the basis of our work is: to always seek for improvement!” Through such sentence. Bung Hatta said that a pile of concepts to develop cooperation community will not be enough if they do not end up on real work.Chapter III A Parade Of Success Stories A wise sentence about cooperation. in the form of self education and good deed. Success stories contained in the chapters of this book are not merely written to measure the success level of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan 22 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a . This Indonesian Cooperation Father. which was expressed by Bung Hatta is interesting to be analyzed. but it is the deed. wrapped with the spirit to always create improvements. On the road that leads to cooperative community. nothing is perfect. Parade of KSP success stories on this agribusiness/sector capitalization strengthening program participates is a part of the spirit to always create progress for the world of cooperation in Indonesia. who is also the state proclaimer had also said that “it is not the pompous motto that is needed to create cooperation community that we would like to have.

as well as micro and small business actors who have been partners for cooperation.Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/ Sector funding. More than that. R a k y a t S e j a h t e r a 23 . K o p e r a s i P e d u l i . up to cooperation fund business increase perfomance become important considerations to select which KSPs are worth to be profiled. At the end of the day. fund return performance by loan receiver cooperation members. in selecting KSP from ten provinces. success stories written are intended to become references. various considerations are taken into account. such as initiative. Of course. and program originality efforts conducted by program participating KSP. inovation. in addition to such statistical data. scrolling fund distribution performance. take advantage out of them. break through. Various data on KSP financial performance. fund utilization. and at the same time as the source of inspiration and motivation for cooperation community in Indonesia. Not only that. which profile dynamics are written in this book. qualitative considerations also sercve as determining factors. loan receiver cooperation members business increase.

24 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

SUMATERA BARAT West Sumatera K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 25 .

para anggota pun dituntut untuk memahami bahkan berkemampuan mengelola koperasi. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . Bukan hanya pengurus. senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako). bila sebuah koperasi juga menginginkan para anggotanya pandai mengelola koperasi. Bagi pengurus KSP Lumbuang Pusako. Sumatera Barat. Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi. Provinsi Sumatera Barat Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan ila pengurus koperasi piawai dan melahirkan kinerja koperasi menjadi semakin baik. maka hal itu menjadi luar biasa. bisa saling mengawasi. Sebab. B 26 melalui pengenalan yang memadai kepada anggota. keberhasilan anganangan belaka. Tanpa itu. itu hal biasa. itulah prinsip yang diyakini pengurus KSP Lumbuang Pusako Kota Bukitinggi. koperasi menjadi lebih dinamis. follow up pelatihan jelas. KSP LUMBUANG PUSAKO Kota Bukittingi. yakni langsung menerapkan ilmunya dalam praktik pengelolaan koperasi. Ketua KSP Lumbuang Pusako. baik untuk pengurus dan koperasi. Untuk itu. menjalankan koperasi perlu keahlian dan pengalaman. KSP bekerja sama dengan Dinas Koperasi dengan cara mengadakan pelatihanpelatihan.Kantor KSP Lumbuang Pusako. dan seterusnya. Namun.” kata Anismar Asri. “Kami selalu berusaha menjadi pengurus yang bisa menjadi panutan bagi anggota sekaligus bisa mengayomi. Bagi pengurus. Tapi. Tapi bagaimana dengan anggota? Mereka akan dimagangkan di P e d u l i .

provinsi. 9A – Kec. Melalui prosedur ini. Pihak KSP sendiri berharap. Guguak Panjang. sebuah koperasi industri kerajinan sulaman dan konveksi. ini setidaknya telah mengantongi sebelas penghargaan. anggota relatif siap menerima estafeta kepengurusan. kegiatan magang ini menjadi ajang pendidikan dan pelatihan bagi anggota untuk mengetahui bagaimana proses mengurus koperasi. R a k y a t S e j a h t e r a 27 . Seperti namanya. Selama ini. Ide pembentukannya dicetuskan sejumlah pengusaha dan perajin border. Dan. hingga tingkat nasional. koperasi yang beralamat di Jl. Bahkan. koperasi ini senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako). *** Dua dasawarsa lalu. mulai tingkat kabupaten/ kota. sulaman dan konveksi yang ada di Kota Bukittinggi. melalui Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. bukanlah hisapan jempol belaka. Lumbuang Pusako.45 – 385 – 2006. Koperasi berakta notaris No. keberlanjutan misi koperasi pun terjamin. Di usianya yang baru dua tahun. jika ada regenerasi pengurus. koperasi ini dikenal dengan nama KOPINKRA. membentuk sebuah organisasi yang mampu menampung hasil karya para perajin. keyakinan itu. Tujuannya. setiap bulan dipilih lima orang anggota untuk mengikuti kegiatan magang tersebut. Tarok Bungo No. 1702/XVII/ 1988 ini kemudian mengubah bentuknya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Bukittinggi. 188. Kelak.Salah satu usaha kecil menengah yang memanfaatkan modal usaha dari KSP Lumbung Pusako koperasi. Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi. Pola regenerasi semacam ini jelas menguntungkan sebab banyak anggota yang sudah mengerti bagaimana mengurus koperasi. Jumlah asetnya telah mencapai Rp 5 miliar. dan berganti nama menjadi KSP Lumbuang Pusako. koperasi K o p e r a s i P e d u l i . KSP Lumbuang Pusako menjadi salah satu koperasi unggulan di Kota Bukittinggi.

modal koperasi ini hanya Rp 2. beberapa tahun lalu. Misalnya dalam hal pembinaan terhadap anggota.5 miliar. jumlah dana pinjaman yang akan diberikan kepada para anggota disesuaikan masa keanggotaan. Jika ada anggota yang mengalami kesulitan. Jika dalam keanggotaan KSP terkesan blak-blakan. berkat kegigihan dan perjuangan para pengelola. tetapi melalui upaya keras para pengurusnya. pada tahun 2001 KSP ini dinobatkan sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional. pengurus tidak segan-segan memberikan solusi. Keberhasilan-keberhasilan itu tidak datang begitu saja. kini KSP Lumbuang Pusako menjadi koperasi unggulan di Kota Bukittingi. Namun. Pengurus akan memberikan pembinaan secara tidak langsung. Selain aset yang makin menggelembung. Jumlah itu sudah termasuk tambahan dana pinjaman bergulir sektoral sebesar Rp 1 miliar yang diterima pada tahun 2005. seperti bertanya tentang perkembangan usaha anggota dan kendala yang dihadapi. sebaliknya dalam hal pinjaman KSP tetap selektif. Hingga pertengahan tahun 2009 jumlah anggota mencapai 178 orang. Koperasi Sehat Tingkat Kota Bukittinggi 2002. Pengurus koperasi memberlakukan beberapa ketentuan.Peran KSP Lumbung Pusako sangat besar dalam membantu mengembangkan usaha ini telah mendapat perhatian dari pemerintah. Misalnya. misalnya. Kemudian. Padahal. jumlah anggota KSP pun terus bertambah. R a k y a t S e j a h t e r a . KSP Lumbuang Pusako pernah menerima anugerah sebagai Koperasi Terbaik I Tingkat Kota Bukittinggi 1992. kesetiaan dan jumlah tabungannya. termasuk kiat-kiat sukses dalam melakukan berbagai usaha. total aset KSP ini telah mencapai Rp5 miliar. perkembangan KSP Lumbuang Pusako menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Dari tahun ke tahun. Koperasi Berprestasi Tingkat Kota Bukittingi 2002. KSP Lumbuang Pusako memang bukanlah yang terbaik. Dari sisi aset. 28 K o p e r a s i P e d u l i . Jika bicara prestasi. Ada beberapa KSP lain di Sumatera Barat yang dianggap punya prestasi lebih membanggakan. Dalam dinamikanya. Pengurus menggunakan pendekatan persuatif yang biasanya dilakukan pada saat anggota menabung atau menyetor.

“Jadi anggota tersebut bisa mendapat pinjaman sekitar Rp 50 jutaan. Sebagai Ketua KSP. Kec. Tarok Bungo No. R a k y a t S e j a h t e r a 29 . Kab. Berdasarkan catatan dari Bank Nagari Bukittinggi.” kata Anismar Asri. Bukittinggi. 9A.45 – 385 – 2006 : Tahun 2005 : Rp1 miliar : Hj. KSP Lumbuang Pusako telah mengembalikan pokok pinjaman sebesar Rp 300 juta. Jika pun itu baru bisa dilunasi setelah ia tak lagi menjabat sebagai Ketua KSP. Guguak Panjang. Ia juga yakin bahwa dana bergulir itu akan terus bergulir memberdayakan para anggota Lumbuang Pusako. Dan. Provinsi Sumatera Barat : 2 Januari 1988 : No:188. dengan tingkat suku bunga 12% per tahun. Asnimar yakin bahwa sisa pinjaman pokok yang masih sebesar Rp 700 juta akan bisa dilunasi. ada anggota yang bisa mendapat pinjaman sebesar Rp 50 juta karena ia telah menjadi anggota sejak tahun 1986 dan simpanannya sudah mencapai Rp 20 juta. Anismar Asri : 178 orang K o p e r a s i P e d u l i . tentu saja. Boleh dikatakan tingkat kemacetan penyetoran angsuran kurang dari 1%. Hal itu dapat dilihat dari tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman anggota mengalami peningkatan.Sekadar contoh. sebagai lembaga perbankan yang membina administrasi penyaluran pinjaman dana bergulir sektoral. Salah satu usaha konveksi anggota KSP Lumbuang Pusako KSP Lumbuang Pusako Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota : Jl. yang penting. Anismar yakin para penerusnya akan melakukan itu. Keberhasilan anggota dalam mengembangkan usahanya akan berdampak positif bagi perkembangan KSP.

The amount of loan to be provided to members is adjusted to the membership period. KSP itself hopes that this apprenticeship activity will become educational and training event for members to discover the process of cooperation administration. From one year to another.” said Anismar Asri. they can supervise each other. and so forth. It may be concluded that the installment deposit nonperformance is less than 1%. Two decades ago. this cooperation has attracted attention of the government. of course. Cooperation administrators set out several conditions. i. starting from regency/ city. running a cooperation re quires skills and experience. In its dynamic.West Sumatera If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory F or administrators of KPS Lumbuang Pusako. KSP Lumbuang Pusako has returned principal loan in the amount of Rp 300 million. 30 K o p e r a s i P e d u l i . Chairman of KSP Lumbuang Pusako. KSP development has shown a significant increase. loyalty and amount of savings. Then in 2001 this KSP was crowned as Achiever Cooperation for National Level. R a k y a t S e j a h t e r a . Due to proper introduction to the members cooperation becomes more dynamic. Based on the record of Nagari Bukittinggi Bank. the follow up of trainings is obvious. Each month five members are chosen to participate in such apprenticeship. In the future. In loan affairs KSP applies effective ways. For administrators. Achiever Cooperation for Bukittinggi City level in 2002.e. members are also required to understand and even have the ability to manage the cooperation.5 billion. KSP Lumbuang Pusako received an achievement award as the Best Cooperation I for Bukittinggi City Level in 1992. success is only a fantasy. What about the members? They will participate in cooperation apprenticeship. if regeneration takes place. This can be seen from the loan return success increase rate. members are ready to accept the administration handover. to directly apply the knowledge in cooperation management practice. A couple of years ago this cooperation capital was only Rp 2. KSP in cooperation with Cooperation Services holds trainings. At its tender age of tw. “We always try to be administrators who could also be a role model for members and at the same time protect the members. This patter of regeneration is obviously profitable since there are many members who have already understood how to administer the cooperation. the total asset of this KSP has reached Rp 5 billion. The success of members in developing their business will have positive impact for the development of KSP. province up to national level. Without those elements. this cooperation was known with the name KOPINKRA. both for administrators and cooperation. In terms of asset. as the banking institution that develops sector scrolling distribution administration. KSP Lumbuang Pusako is one of superior cooperations in Bukittingi City. for instance.KSP LUMBUANG PUSAKO Bukittingi City . For that purpose. This cooperation with Rp 5 billion asset has even re- ceived eleven awards. Not only administrators. Healthy Cooperation for Bukittingi City Level in 2002. an embroidery handicraft and convection industrial cooperation.

R a k y a t S e j a h t e r a 31 .Kantor KSP Lumbuang Pusako K o p e r a s i P e d u l i .

Provinsi Sumatera Barat Barek Samo Dipikua. Sumatera Barat. R a k y a t S e j a h t e r a 32 K o p e r a s i . Sungai Kamuyang boleh menjadi sumber inspirasi bahkan dijadikan nama koperasi. Selain memiliki nama yang sama. Kinerja KSP Sungai Kamuyang yang baik selama ini adalah alasan bagi Dinas Koperasi Kabupaten Limapuluhkota merekomendasikan badan usaha ini sebagai penerima bantuan Perkuatan Permodalan Dana Bergulir Sektoral pada tahun 2006 senilai Rp 500 juta. N Kini. Najmul Irfan.” kata ketua KSP Sungai Kamuyang. Kabupaten Limapuluh Kota KSP Sungai Kamuyang Kabupaten Limapuluh Kota. Ringan Samo Dijinjiang ama KSP Sungai Kamuyang memang tidak bisa dilepaskan dari nama besar Nagari Sungai Kamuyang. P e d u l i . lokasi KSP pun berada di wilayah kenagarian yang juga dikenal dengan nama Sei Kamuyang. nama KSP Sungai Kamuyang cukup dikenal masyarakat di nagari yang berada di kaki Gunung Sago itu. sebuah nagari di Kecamatan Luak. “Kita menggunakan nama Sungai Kamuyang. Tak heran jika nama koperasi yang didirikan pada tahun 1996 ini begitu mudah dihafal. Kabupaten Limapuluhkota. selain karena kisah historisnya juga karena nama Sungai Kamuyang sudah dikenal masyarakat.Kantor KSP Sungai Kamuyang. tapi kegesitan para pengurus KSP Sungai Kamuyang tetap merupakan sebab terpenting mengapa badan usaha tersebut layak disebut bila membicarakan koperasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Pihak manajemen KSP tak sulit memberi dia pinjaman kedua sebesar Rp10 juta. hanya dibantu 15 orang karyawan. Kondisi geografis Sungai Kamuyang yang berada di kaki Gunung Sago ternyata cukup berpengaruh terhadap unit layanan usaha KSP. pemilik usaha Kerupuk Sanjai ‘’MARISA”. usaha kerupuk yang beralamat Jl. Pengalaman serupa juga dialami Kurnia dan Leni Marlina.” kata pengusaha yang kini juga memiliki perkebunan kopi. Raya Payakumbuh Lintau Sungai Kamuyang ini mampu mempekerjakan 42 orang karyawan. usaha Kerupuk Sanjai ‘’MARISA” semakin berkembang dan telah dipasarkan hingga ke luar daerah. R a k y a t S e j a h t e r a 33 . Seperti sebuah sungai. Kurnia dan Leni mulai mengembangkan usahanya. seperti bertani dan beternak.Usaha kecil yang mendapat bantuan modal usaha dari KSP Sungai Kamuyang Dalam perkembangannya. Awalnya. Awalnya. kehadiran KSP Sungai Kamuyang disambut baik oleh masyarakat. Raya Batang Tabik. Jumlah itu sebagian besar merupakan masyarakat yang berdomisili di Nagari Sungai Kamuyang. sementara istrinya baru pada tahun 2007. sehingga jumlah anggota yang bergabung semakin bertambah. jumlahnya tidaklah sebesar sektor agribisnis. Semenjak bergabung dengan KSP Sungai Kamuyang tahun 2006 dan mendapat pinjaman dana sebesar Rp 10 juta. Kini. Kurnia bergabung pada KSP Sungai Kamuyang pada tahun 2006. Yuniarti dan Kurnia hanya dua dari sekian K o p e r a s i P e d u l i . Bagi setiap anggota baru diwajibkan menyetor dana Simpan Pokok sebesar Rp 10 ribu dan Simpanan Wajib Rp 5 ribu. Pada bulan selanjutnya. sebagian besar nasabah KSP berprofesi di bidang agibisnis. Berdasarkan catatan. Sungai Kamuyang. usahanya semakin berkembang dan kini ia telah mempunyai sebuah toko grosir. Dengan modal pinjaman sebesar Rp 15 juta dari KSP. warga Jl. Kurnia dan isterinya. Sebut saja salah satunya Yurniati Ura. Kini. anggota cukup membayar Simpanan Wajib sebesar Rp 5 ribu. Leni Marlina. Yurniati membayar cicilannya Rp 650 ribu per bulan. KSP Sungai Kamuyang mengalirkan banyak manfaat yang bisa dimanfaatkan siapa saja (baca: anggota). Sedangkan untuk sektor perdagangan dan industri kecil. karena selama ini proses pengembalian pinjamannya lancar. Sampai saat ini jumlah anggota KSP mencapai 350 orang. coklat dan jeruk itu. ia hanya mempunyai usaha kue kecil-kecilan. “Kalau bisa di masa depan pinjaman bagi anggota bisa lebih besar karena usaha kami semakin berkembang.

memilih cara meregulasi hutang pokok dengan melunasi seluruh jasa dan denda. Selain itu KSP juga telah membayar bunga pinjaman sebesar Rp 88 juta. Keberhasilan itu juga dapat dilihat dari pengembalian pinjaman KSP ke bank. Kedua. Kemampuan pengembalian anggota menjadi pertimbangan kami. pinjaman tertinggi yang diberikan kepada anggota sebesar Rp 10 juta. dana KSP sudah berkembang menjadi Rp 1. Ketua KSP Sungai Kamuyang. Berdasarkan laporan terakhir. membuat kesepakatan baru. Terhadap semua jenis pinjaman. Besarnya pinjaman ini didasarkan pada besar kecilnya jenis usaha dan agunan yang dijaminkan. “Bukan berarti pengurus pilih kasih. salah seorang anggota KSP Sungai Kamuyang banyak masyarakat yang telah memanfaatkan dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang untuk mengembangkan usaha mereka. R a k y a t S e j a h t e r a .Usaha pembuatan kue milik Yuniarti. Cara 34 K o p e r a s i P e d u l i .5% dari pokok pinjaman untuk setiap keterlambatan. di mana nasabah sanggup melunasi seluruh hutang dan jasa pada tanggal yang telah disepakati tanpa dikenai denda. Pertama. Ketiga. Jika melewati tanggal yang telah ditetapkan. sementara untuk usaha mikro besarnya disesuaikan dengan kemampuan pengembalian anggota. yang sudah sejumlah Rp 100 juta melalui Bank Sumbar. Masih banyak anggota lain yang memiliki kisah sukses serupa di bidang yang berbeda berkat dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang.“ kata Najmul Irfan. Jenis usaha yang telah mapan biasanya bisa memperoleh pinjaman hingga Rp10 juta. KSP menerapkan sanksi denda sebesar 1. *** Sampai saat ini.6 miliar. Kalau anggota dengan usaha kecil kita berikan pinjaman yang besar. bukan berarti sanksi itu merupakan harga mati. KSP menetapkan batas pengembalian pada tanggal 10 setiap bulan. dengan besaran jasa pinjaman sebesar 18% per tahun. Meski demikian. KSP masih memberikan tiga pilihan bagi anggota yang kesulitan mengembalikan pinjaman ke KSP. nanti dia akan kesulitan dalam pengembaliannya. peminjam menyerahkan jaminan ke koperasi untuk menyelesaikan tunggakan. Setiap tahun pundi-pundi KSP pun terus bertambah.

Justru model pembinaan seperti ini banyak yang mencapai sasaran.Usaha kerupuk Sanjai Marisa anggota KSP Sungai Kamuyang. ringan samo dijinjiang’. seperti kata pepatah Minang. hanya dilakukan dalam bentuk konsultasi saja terutama dalam bidang usaha dan administrasi. Kec. yakni anggota senantiasa mematuhi prosedur yang telah ditetapkan. KSP Sungai Kamuyang Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota : : : : : : : : Batang Tabit. telah dipasarkan hingga ke luar daerah ini dilakukan dengan mencicil hutang setiap bulannya hingga lunas pada akhir tahun. Kab. Lantas. Kebersamaan yang terjalin. setelah si penunggak mampu membayar pinjaman itu dia tak bisa lagi memperoleh kredit dari KSP? Rumus seperti itu tidak berlaku di KSP Sungai Kamuyang. Sungai Kamuyang. Kearifan pengurus KSP Sungai Kamuyang patut menjadi catatan. Lima Puluh Kota 23 Juli 1987 No: 097/BH/LEMB-3/2006 Tahun 2006 Rp 500 juta Najmul Irfan 350 orang K o p e r a s i P e d u l i . tidak sedikit pengurus lembaga usaha sejenis yang tidak legowo ketika mengetahui kegagalan usaha anggotanya. melalui pemberian saran atau pandangan. Pembinaan dalam pengertian tidak langsung justru diberikan pada saat terjadi transaksi antara manajemen dan anggota/ nasabah. “Ada yang kita berikan pinjaman lagi agar bisa memulai kembali usahanya. R a k y a t S e j a h t e r a 35 . artinya berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Pembinaan anggota tidak dilakukan secara kontiniu. Luak. ‘Barek samo dipikua.” kata Najmul. Pasalnya.

KSP Sungai Kamuyang Management provides three options for members facing difficulties in returning loan to KSP. such as plant and 36 K o p e r a s i P e d u l i . KSP Sungai Kamuyang Limapuluh Kota. Based on the record. the location of KSP is in the state area also known by the name Sei Kamuyang. however the nimbleness of the administrators of T KSP Sungai Kamuyang is the main reason why such business entity worth mentioning when discussing cooperations in the area of West Sumatera Province. West Sumatera. most of KPS customers work in agribusiness field. Geographical condition of Kamuyang River which is located on the foot of Sago Mountain is quite affecting for business service unit of KSP. Limapuluhkota Regency. Now. R a k y a t S e j a h t e r a . Besides having the same name. a state in Lunak District. since many similar business institution administrators do not have big hearts when discovering the failure of their members’ business. No wonder the name of this cooperation established in 1996 is easy to remember. West Sumatera We bear heavy matters together and carry small matters together he name KSP Sungai Kamuyang can not be separated from the big name of Nagari Sungai Kamuyang. The wisdom of Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note. Kamuyang river may be the muse and even becomes the name of the cooperation. Favorable performance of KSP Sungai Kamuyang all this time has been the reason for Cooperation Service of Limapuluhkota Regency to recommend this business entity as receiver of Sector Fund Capitalization Strengthening in 2006 in the amount of Rp 500 million. the name KSP Sungai Kamu yang is quite known by the community of this state located in the foot of Sago Mountain.

Up to date.” said Najmul. Third drafting a new agreement. Second. ringan samo dijinjiang’. it does not mean that such penalty is a dead end. Each year KSP’s pots keeps adding. KSP still provides three options for members facing difficulties in return- ing loan to KSP. can he/she obtain credit from KSP? Such formula does not apply in Sungai Kamuyang KSP. whereas for micro business the amount is adjusted to the returning ability of its members. KSP applies penalty in the amount of 1. Whereas as to trading sector and small industry. Based on the last report. R a k y a t S e j a h t e r a 37 . Just like a river. opting the method of regulating principal loan by paying up all services and penalties. ‘Barek samo dipikua. This method is conducted by paying installment each month untill all are paid up at the end of the year. after the customer in arrears is able to pay up his/her loan. with the amount of loan service 18% per year. the number is not as large as agribusinees sector. since many similar business institution administrators do not have big hearts when discovering the failure of their members’ business. The wisdom of Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note. K o p e r a s i P e d u l i . borrower delivers security to cooperation to settle arrears. Nevertheless. This save loan cooperation has returned its KSP loan to the bank. If exceeding the stipulated date. which is in the amount of 88 million through Sumbar Bank. To all loan types. The amount of loan is based on the size business type and the collateral secured. So.animal farmings. First. in which customers are able to pay up all debts and services on the agreed date without being imposed with penality. artinya berat sama dipikul ringan sama dijinjing’ (We bear heavy matters together and carry small matters together). the highest loan provided to the members has been in the amount of Rp 10 million. “There are customers that are provided with loan so that they can restart their business. KSP sets out returning limit on the 10th each month. The type of business that is already settled usually obtains loan up to Rp 10 million.5% from the principal loan for each delay. KSP fund had developed to become Rp 1. mainly its members.6 billion. This policy is the form of Minang proverb. KSP Sungai Kamuyang flows many benefits that can be utilized by anyone.

38

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

JAWA BARAT West Java
K o p e r a s i P e d u l i , R a k y a t S e j a h t e r a

39

KSP Rukun Ikhtiar, tetap eksis dan semakin berkembang setelah enam dekade

KSP RUKUN IKHTIAR,
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat

Tetap Eksis Setelah Enam Dekade
erdirinya koperasi di Indonesia tidak lepas dari sejarah koperasi itu sendiri. Banyak koperasi dengan berbagai bentuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Kondisinya pun bermacam-macam. Ada yang tetap eksis bahkan menjadi badan usaha unggulan, namun ada juga yang dalam perjalanannya harus tumbang karena tidak bisa mengimbangi labilnya kondisi ekonomi. Salah satu koperasi yang masih eksis itu adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Ikhtiar Bandung. KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi tertua di Jawa Barat. Koperasi ini berdiri

B
40

pada tahun 1930, lebih tua dari Koperasi Susu di Pangalengan yang berdiri pada tahun 1949 oleh Gabungan Petani Peternak Sapi Indonesia Pangalengan (Gappsip). Sejarah KSP Rukun Ikhtiar dimulai dari sebuah perkumpulan di unit perbengkelan milik Angkatan Udara (dulu AURI) Husein Sastranegara. Kelahiran KSP Rukun Ikhtiar Bandung ini jelas tidak bisa dilepaskan dari unit perbengkelan milik Angkatan Udara (AURI), yang kemudian membidani pendirian sebuah perkumpulan yang diberi nama Spaar Vereeniging Luchtvaart Afdeeling, sebagai cikal bakal Koperasi Simpan Pinjam Rukun Ikhtiar. Perkumpulan itu

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Suasana ketika salah seorang anggota KSP Rukun Ikhtiar menyetor uang di kas koperasi. Selain memberikan pinjaman modal usaha, KSP RI juga menggalakkan program tabungan berhadiah.

sendiri lahir berawal dari rasa solidaritas antarpegawai. Ketika itu, salah seorang buruh bengkel terjerat hutang rentenir. Karena tidak mampu membayar, maka sang rentenir memenjarakannya. Tiga sekawan yakni R. Sukardi, Rum Affandi dan Kartawiria kemudian membentuk suatu perkumpulan yang bersifat menghimpun modal guna membantu rekan yang terjerat hutang tadi. Perkumpulan ini kemudian tumbuh dan berkembang menjadi sebuah badan usaha ekonomi yang kemudian dikenal dengan nama KSP Rukun Ikhtiar. Perjalanan KSP ini tidaklah semulus yang dibayangkan: penuh tantangan. Kondisi pasang surut mewarnai perjalanan koperasi ini hingga akhirnya menjadi salah satu badan usaha ekonomi yang cukup diperhitungkan. Berbekal umur dan pengalaman yang panjang (selama 79 tahun) tersebut, wajar jika KSP Rukun Ikhtiar mampu tumbuh dan terus berkembang, meskipun harus bersaing dengan

badan-badan usaha lain yang sejenis. Di tangan dingin H. Suryana, yang sejak 1999 memimpin KSPRI ini, Rukun Ikhtiar ini mampu bertahan, bahkan semakin menampakkan eksistensinya. Dari sisi keanggotaan, misalnya, dari tahun ke tahun jumlah anggota KSPRI semakin bertambah. Pada tahun 2008, jumlah anggota KSP ini sebanyak 9.521 orang. Pada bulan Juli 2009 jumlah anggota meningkat menjadi 10.072 orang. Pertambahan jumlah anggota ini tentu saja berpengaruh pada jumlah permodalan koperasi. Simpanan Pokok anggota pada tahun 2008 bertambah menjadi Rp 42.435.900 dan simpanan wajib sebesar Rp 1.756.449.460 serta simpanan khusus sebesar Rp 161.157.250. Menurut Ketua KSP Rukun Ikhtiar, Suryana, total aset KSP Rukun Ikhtiar saat ini telah berada pada level Rp 20 miliar. Peningkatan juga terjadi pada kualitas neraca pinjaman, yang mengalami kenaikan hingga 5,35%. Pinjaman yang diberikan pada tahun 2008 kepada 4.270 orang anggota

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

41

Jawa Barat Berdiri : 7 Agustus 1997 Badan Hukum : No: 581/PAD/20. No.072 orang Jumlah Karyawan : 20 orang 42 K o p e r a s i P e d u l i . Artinya. manajemen KSP sangat selektif.643 miliar. Dalam konteks penyaluran pinjaman. Ada agunan yang disyaratkan seperti sertifikat tanah. jumlah kredit macet di KSP Rukun Ikhtiar tidak lebih dari 1%. mulai dari yang terkecil Rp 1 juta dan maksimal Rp 20 juta. Pada tahun 2008 KSP ini mencatat laba sebesar Rp 1.DISKOP/2007.487 miliar. Sistem ini dimaksudkan untuk menekan jumlah kredit macet. yang dikhususkan untuk membiayai kebutuhan permodalan anggotanya yang bergerak di bidang usaha agribisnis dan sektor riil lainnya.mencapai jumlah Rp12. Besarnya tabungan peminjam dan tingkat pengembaliannya pun turut menjadi penentu besarnya pinjaman yang diberikan. Jumlah ini meningkat dari laba tahun 2007 yang Rp 1. tanggal 2 Mei 2007 Tahun Perkuatan Modal : 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp 20 miliar Ketua : H.Si. 435. Meivy Adha Krisnan. Drs. KSP Rukun Ikhtiar Bandung memberikan hadiah bagi anggotanya yang berprestasi. Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung. yakni sejumlah Rp12. Pada tahun 2005. M. Terbukti sistem ini cukup efektif menekan angka kredit macet. Jumlah itu lebih besar daripada jumlah pinjaman pada tahun 2007 yang diberikan kepada 3. Bandung. Berbagai rapor biru tadi akhirnya bermuara pada perolehan laba. Hingga saat ini. Atas prestasi itu. Suryana Jumlah Anggota : 10.991 anggota. misalnya. KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi dengan predikat Koperasi Sehat. KSP Rukun Ikhtiar menjadi salah satu koperasi penerima bantuan dana bergulir sektoral Rp 1 miliar. Besarnya pinjaman yang diberikan bervariasi. R a k y a t S e j a h t e r a . Otto Iskandardinata. Untuk setiap pinjaman dikenakan jasa pinjaman sebesar 3%. di antaranya berupa sepeda motor KSP Rukun Ikhtiar Alamat : Jl. “KSP Rukun Ikhtiar adalah koperasi kebanggaan Kota Bandung” kata H.66 miliar.01 miliar. Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung memberi nilai 87.2 (delapan puluh tujuh koma dua) kepada KSP Rukun Ikhtiar. KSP ini juga telah dinobatkan sebagai Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi tahun 2008 oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Equipped with such old age and long experience (79 years). There are some that still exist and even become superior business entities.2 (eighty seven point two) to KSP Rukun Ikhtiar. The increase of this number of members of course affects the amount of cooperation capitalization amount and volume of asset. M. From its membership point of view. who since 1999 has led this KSPRI .991 members i.KSP RUKUN IKHTIAR BANDUNG Still Exists After Six Decades T he establishment of cooperation in In donesia is inseparable from the history of cooperation itself. In 2008 this KSP noted a profit of Rp 1.072. This cooperation was established in 1930. In the cold hand of H. K o p e r a s i P e d u l i . from one year to another the number of members of KSPRI has become larger and larger. For each loan. Such various favorable reports finally ended up in profit gaining. KSP management is very selective. “KSP Rukun Ikhtiar is the pride cooperation of Bandung City” said H. Secretary of Cooperation Service of Small Middle Scale Enterprises (KUKM) and Industry and Trading of Bandung City. One of the cooperations that still exist is Save Loan Cooperation (KSP) of Rukun Ikhtiar Bandung. older than the Milk Cooperation in Pangalengan that was established in 1949 by the Indonesian Cow Farmers Association of Pangalengan (Gappsip). Suryana. the total asset of KSP Rukun Ikhtiar at this time is at the level of Rp 20 billion. which was focused to fund capitalization need to its members who are engaged in agribusiness field and any other real sectors. which increased by up to 5. however there are also some that had to fall in their journeys since they could not balance with the unstable economic condition. This system is proven to be effective in pressing non performing credit. R a k y a t S e j a h t e r a 43 . Increase also occurs to the loan balance quality. Cooperation Service of Small Middle Scale Enterprises (UKM) and Industry and Trading of Bandung City gave the score of 87. although it has to compete with other similar business entities.521.643 billion. this Rukun Ikhtiar is able to survive and even show more of its existence. Drs. The amount of loan provided varies from the smallest Rp 1 million to a maximum of Rp 20 million. On such achievement.01 billion. KSP Rukun Ikhtiar became one of sector scrolling fund aid receiver cooperations in the amount of Rp 1 billion.270 members reached the amount of Rp12. it is obvious that KSP Rukun Ikhtiar is able to grow and keep developing. Rp 12. KSP Rukun Ikhtiar is one of the oldest cooperations in West Java. This KSP was also crowned as the Achiever Save Loan Cooperation in 2008 by State Minister of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises.e. the number of KSP members was 9. loan service is charged in the amount of 3%.487 billion.35%.Si. The loan provided in 2008 to 4. The amount of borrower’s savings amount and the level of its return also determine the amount of loan granted. Meivy Adha Krisnan. Suryana. This system is intended to press the amount of non performing loan. Their conditions also vary. In July 2009 the number of members increased to become 10.66 billion. In 2005. Many cooperations of various types are developing in Indonesia. They require collaterals such as land certificate. This amount increased from the profit gained in 2007 which was Rp 1. That amount is higher than the loan amount in 2007 provided to 3. It means KSP Rukun Ikhtiar is one of cooperations with the predicate Healthy Cooperation. the amount of non performing loan in KSP Rukun Ikhtiar has been less than 1%. In the context of fund distribution. According to Chairman of KSP Rukun Ikhtiar. In 2008. Up to now. for example.

separuh rumah milik Subani dijadikan sebagai kantor sekaligus tempat pelayanan bagi anggota. begitulah nama yang mereka pilih untuk badan usaha yang berazaskan kekeluargaan dan gotong royong yang mereka dirikan itu.Suasana di Kantor Pelayanan KSP Trisula.175. baik dalam menyediakan berbagai kebutuhan pertanian maupun menampung hasil panen mereka. Subani pun dipilih sebagai Ketua KUD Trisula. D mereka inginkan sebuah koperasi. Dalam pertemuan rutin kelompok tani tersebut. R a k y a t S e j a h t e r a . Provinsi Jawa Barat Kiprah Trisula di “Kota Angin” ua puluh enam tahun lalu. jumlah anggota terdaftar berjumlah 139 orang dengan total modal simpanan sebesar Rp 298. Karena belum memiliki tempat untuk kegiatan. Secara aklamasi. Nama itu dipilih karena mereka ingin koperasi yang mereka dirikan itu kelak bisa menjadi Kala itu. Satu tahun berjalan. para peserta rembug pun sepakat terhadap usulan Subani. Konkretnya. mengusulkan untuk mendirikan sebuah lembaga usaha yang bisa menaungi para petani. sebuah perkumpulan petani tiga desa di Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka berembug. Subani. tepatnya tahun 1983. Mereka tergabung dalam Kelompak Tani Tegal Simpur. termasuk kepastian harga jual hasil panen. Karena masalah tersebut selama bertahun-tahun selalu mereka hadapi. namun KUD Trisula 44 K o p e r a s i P e d u l i . atau KUD Trisula. Majalengka KSP TRISULA Kabupaten Majalengka. Trisula. sang ketua kelompok.

Misalnya dalam sisi keanggotaan. tawaran dana pun mengalir bukan atas permohonan pengurus koperasi.UKM dan PM. yaitu dwi-tunggal.518/Kep.58/Kop. badan usaha harus berbentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Kinerja KUD Trisula semakin mantap. Bahkan pengelolanya pun sebagian besar direkrut dari KUD Trisula. Namun. mereka tak berputus asa. Akhirnya. Maka. Justru era itu mereka jadikan sebagai sebuah tantangan. Majalengka belum juga mendapatkan pinjaman dana dari Departemen Koperasi. K o p e r a s i P e d u l i . pada dasarnya dua lembaga ini tetap satu. Kendati terpisah. Pada tahun 1986 KUD ini mendapat penghargaan dari BPPT Jawa Barat atas keberhasilannya memproduksi benih unggul. Sejak itu berbagai penghargaan pun diperoleh baik atas nama KUD maupun atas nama Subani. Anggota yang mendirikan KSP Trisula adalah juga anggota KUD Trisula. Kas KUD menggelembung. termasuk statusnya ditingkatkan menjadi badan hukum tersendiri terpisah dari KUD. KUD Trisula mendapat kucuran dana dari pemerintah berupa kredit program agribisnis. “Meminjam istilah pemerintahan tempo dulu. berdirilah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Trisula pada tanggal 5 Agustus 2004 dengan Badan Hukum No. Nilainya Rp 1 miliar. berbagai usaha anggota di bidang usaha pengadaan pangan terutama penanaman padi unggul bisa terbiayai.Kelompok belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola oleh KSP Trisula. Berbekal semangat tinggi namun kemampuan keuangan terbatas KUD belum bisa bergerak cepat melayani berbagai kebutuhan anggota. KUD Trisula mampu menjual pupuk kepada anggota dan masyarakat luas dengan omzet yang luar biasa. Unit Simpan Pinjam (USP) yang ada di KUD Trisula pun dikembangkan menjadi koperasi baru berbasis usaha simpan pinjam. Memanfaatkan dana-dana tersbut. KUD Trisula mendapatkan kepercayaan PT Taman Sari Cirebon sebagai penyalur pupuk. tetapi atas inisiatif pihak luar. Masa-masa awal KUD ini berdiri adalah saat-saat sulit dalam mendapatkan suntikan modal. Awal Ekspansi Sekitar tahun 2004. Maka. tidak mungkin kelompok tani bisa mengelola sebuah KUD. nama Trisula pun semakin tenar. Untuk bisa mendapatkan dana itu. Alasanya. Subani pun mencoba menggandeng lembaga usaha lain. R a k y a t S e j a h t e r a 45 . Kerja sama pertama kali itu sukses. Maka.

R a k y a t S e j a h t e r a . tercatat Rp 6. Tak tanggung-tanggung. yang akrab dipanggil Abah. Demikian pula dari sisi keanggotaan. jumlah asset sudah berada di level Rp 9 miliar. Jl Raya Palasah.6 miliar. per Juni 2009 sudah melonjak jadi 1. seperti dilansir Majalah PIP edisi Agustus 2009.” jelas Susilowati. sudah tercatat lebih dari Rp 7 miliar. Bahkan menurut Susi. Subani ke Khoeruman. Majalengka. Menggunakan pola tanggung renteng (kebersamaan) dengan pendekatan kelompok. Termasuk adanya pergantian pucuk pimpinan di Trisula.541 orang. Padahal. Subani (72). berkantor di tempat yang sama. Jawa Barat. Bahkan. Jika sebelumnya (saat masih USP) hanya beroperasi di seputar Kecamatan Palasah. yang sejak 5 Mei 2009 lalu diangkat menjadi Ketua KSP Trisula. yaitu di komplek KUD Trisula. modal awal tak lebih dari Rp 300 juta. Adapun pinjaman yang disalurkan pada 2008. ternyata tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk menjadi nasabah/ anggota KSP Trisula. Dua-duanya sama-sama menggunakan nama Trisula. Seperti dikatakan oleh Khoeruman. Begitu pula dengan urusan pinjam meminjam uang untuk anggota KUD. Desa Cisambang. manajer KSP Trisula. pada neraca Juni 2009. jika pada 2005 jumlah anggota baru 468 orang. atau orang yang dituakan. kini menjadi urusan KSP Trisula. juga mengalami peningkatan. Ambil contoh dengan total aset yang dimiliki.Usaha perikanan milik Kelompok Tani Tegal Simpur anggota KSP Trisula maka kurang lebih begitulah pola keberadaan kedua koperasi ini. Maka tak heran bila 46 K o p e r a s i P e d u l i . kini KSP Trisula menjangkau beberapa kecamatan lain di kabupaten Majalengka. maka kini pembiayaannya dipasok oleh KSP Trisula. Jika dulu permodalannya berdasarkan modal kerja. meliputi 26 kecamatan dan 331 desa. juga menjadi semakin luas. Pertambahan jumlah anggota ini juga berpengaruh terhadap ruang lingkup pelayanan. begitulah sistem yang dijalankan oleh KSP Trisula dalam menyalurkan pinjaman. Misalnya dalam hal penyaluran pupuk dan pengadaan beras yang dikelola KUD. ketua yang memimpin adalah juga orang yang sama. dari H. Perubahan bentuk dari USP menjadi KSP. Pertumbuhannya tetap menunjukkan kenaikan cukup signifikan. Kedua koperasi itu memang saling mengisi dan bersinergi. Itulah H.

Saya berharap banyak koperasi seperti ini. Pada Hari Koperasi Ke-62. pinjaman tidak dapat dicairkan walaupun secara administrasi telah memenuhi persyaratan. Besarnya pinjaman bervariasi mulai dari yang terkecil Rp 1 juta hingga 150 juta dengan suku bunga 2 persen. “Kami melihat KSP Trisula punya potensi. yang merupakan salah satu binaan KSP Trisula dan permodalannya dibiayai dari dana bergulir Agribisnis/ Sektoral KSP Trisula saat ini sudah mempunyai anggota mencapai 1. KSP Trisula mendapatkan anugerah sebagai Koperasi Terbaik Tingkat Nasional tahun 2009 dengan kategori Koperasi Wirausaha Mandiri. Pikiran-pikiran kreatif K o p e r a s i P e d u l i . KSP Trisula ini telah meraih beberapa penghargaan baik di tingkat kabupaten. Penyerahan anugerah tertinggi bidang koperasi itu diberikan pada 15 Juli 2009 lalu.541 orang yang tersebar di beberapa kecamatan di “Kota Angin” ini. Prestasi ini membuat pihak bank tertarik bekerja sama dengan KSP Trisula. tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir 1 miliar telah mencapai 50% atau sebesar Rp 500 juta. manajemen Trisula juga menerapkan persyaratan kualifikatif. pinjaman bermasalah atau nonperforming loan (NPL) KSP Trisula di bawah lima persen. Selain syarat administrasi. provinsi maupun tingkat nasional. R a k y a t S e j a h t e r a 47 . misalnya. H Subani dinobatkan sebagai tokoh koperasi tingkat nasional dan mendapatkan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Pola penyaluran seperti ini mampu menekan risiko kemacetan pengembalian pinjaman. seperti Juara Koperasi Berprestasi Kelompok Koperasi Simpan Pinjam Tingkat Kabupaten Majalengka. Selain itu. Tanpa itu. Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2006. Pada neraca 2008. Menurut catatan Bank Jabar Banten Cabang Majalengka.” kata Budi Heryanto. Meskipun baru berusia 5 tahun.Peternakan kambing milik Kelompok Tani Tegal Simpur. pembina Koperasi Trisula. KSP Trisula merupakan koperasi yang tingkat pengembalian pinjaman ke bank cukup bagus. setiap peminjam harus mendapat rekomendasi dari satuan kelompok yang terdiri dari 20 hingga 50 orang. Pada pertengahan 2009. Salah satunya pinjaman dari Bank BNI sebesar Rp 20 miliar yang semuanya dialokasikan untuk sektor agribisnis. Kepala Cabang Bank Jabar Banten Cabang Majalengka. Yakni. Kini jalan lempang bagi KSP Trisula telah terbentang di depan mata.

KUD Lingga Setra. KUD Karya Sejati. Jawa Barat Berdiri : 1 Juli 1988 Badan Hukum : 518/Kep. Trisula Mandiri yang bergerak di bidang perdagangan umum serta jasa.58/KOP. Trisula Mandiri itu. UKM dan PM. Beranjak dari kebersahajaan. tanggal 5 Agustus 2004 Tahun Perkuatan Modal : 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp 1 miliar Total Aset : Rp 9 miliar Ketua : Khoeruman Jumlah Anggota : 1. KUD Bakti Jaya.para pengurusnya pun senantiasa menelorkan ide-ide baru pengembangan usaha. Kab. Subani duduk sebagai komisaris sedangkan Khoeruman sebagai direktur.541 orang Jumlah Karyawan : 15 orang 48 K o p e r a s i P e d u l i . Subani bersama 6 pengurus koperasi lain—KUD Trisula. Tak puas sukses di ‘rumah’ sendiri mereka menjajaki kesuksesan bersama koperasi-koperasi lain. KUD Mitra Tani. yang permodalannya dibiayai dana bergulir agribisnis/sektoral KSP Trisula Alamat : Desa Cisambeng. yang dalam mitos yunani adalah senjata para perwira yang berpenampilan seperti petani atau nelayan. Apa yang diperankan para pionir Koperasi Trisula jelas inspiratif. Hasil kesepakatan seluruh pengurus dan anggota ketujuh koperasi tersebut menghasilkan sebuah lembaga baru yang bernama PT. Gagasan pendirian perseroan terbatas tersebut pada awalnya merupakan inisiatif H. Tak berlebihan jika mereka menyandang nama Trisula. R a k y a t S e j a h t e r a . PLN (Persero) dalam pelayanan pembayaran rekening listrik. semangat mereka untuk terus maju terus membara. Di perusahaan itu H. Majalengka. Mereka itulah perwira-perwira itu. Kec. kemudian secara gradual menata sebuah lembaga koperasi hingga eksis. Palasah. Di antaranya membikin sebuah perusahaan dengan nama PT. KUD Mekar Jaya. Kolam tempat budidaya ikan air tawar milik salah seorang anggota KSP Trisula. Perusahaan ini antara lain menjadi mitra PT. KUD Sumber Harapan.

Trisula. R a k y a t S e j a h t e r a 49 . the business entity must be in the form of Save Loan Cooperation (KSP). Without such recommendation. Previously (when it was still in the form of USP) the operation only covered Palasah District. KUD Trisula was programmed to become a participant of scrolling fund strenghtening program from the government in the form of agribusiness program credit with a value of Rp 1 billion. On the 62th Cooperation Day. The amount of loan varies from the smallest amount Rp 1 million up to 150 million with interest rate of 2 percent.541. province and national levels. Neverthelessm. Each of the borrower must obtain recommendation from a group unit comprising 20 up to 50 persons. In 2008 balance. a farmer organization in three villages in the district of Palasah Majalengka Regency had a discussion. This type of distribution pattern is able to press non performing credit risk. The formation change from USP to become KSP. non performing loan (NPL) of KSP Trisula was under 5%. could not attract the interest of the community to become a customer/member of KSP Trisula. the level of loan return of scrolling fund in the amount of 1 billion had reached 50% or in the amount of Rp 500 million. such as Achiever Cooperation Champion for Save Loan Cooperation Group Majalengka Regency Level. is the name they picked for the business entity that they tried to establish based on kindship and working together spirit. the existing Save Loan Unit (USP) in KUD Trisula was then developed to become Save Loan Cooperation (KSP) of Trisula. it has achieved several awards in regency. The joint responsibility (togetherness) with group aproach pattern is the system used by KSP Trisula in distributing loan. the amount of asset was on the level of Rp 9 billion. Even though KSP Trisula is only 5 years old.6 billion.KSP Trisula Majalengka The Progress of Trisula in “The Wind City” wenty Six years ago. They were united under Tegalsipur Farmers Group. precisely in 1983. proposed to establish a business entity that could protect farmers. Therefore. In mid 2009. KSP performance kept showing a significant increase. In order to be able to obtain such fund. In such regular farmers meeting. both in providing various needs of farmers and accomodating their harvest output. Achiever Save Loan Cooperation West Java Province Level in 2006. Fantastic numbers! In addition to administrative requirements. In principal. The save distributed in 2008 was noted at Rp 6. for instance. or KUD Trisula. the group leader. Subani. they wanted to have a cooperation. K o p e r a s i P e d u l i . KSP Trisula is the cooperation with quite favorable level of loan return. According to the record of Jabar Banten Bank Majalengka Branch. including 26 districts and 331 village with number of members up to 1. Service scope became wider. now T KSP Trisula covers several other districts in Majalengka Regency. loan could not be liquidated even if administratively the borrower has met the requirements. Trisula management also applies qualification requirements. including the price certainty of crops sale proceeds. KSP Trisula reached the achievement as The Best Cooperation for National Level in the year 2009 with the category of Independent Business Cooperation. According to June 2009 balance. In 2004.

Jawa Barat. pada 2004. Satu di antaranya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan Subang. Subang KSP Wahana Arta Mukti Kabupaten Subang . Badan usaha yang disebut terakhir jumlahnya 46 unit. setidaknya terdapat 828 unit koperasi dengan berbagai bentuk usaha mulai dari Koperasi Unit Desa (KUD). pada tanggal 2 Oktober 2004. Mereka bersepakat untuk membentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan diberi nama Wahana Arta K o p e r a s i P e d u l i . Syaratnya penerima dana ini tentu saja koperasi simpan pinjam. Koperasi Serba Usaha (KSU). Pada waktu itu KSP Wahana Arta Mukti masih berbentuk KUD Wahana Arta Mukti. pengurus dan 29 anggota aktif KUD Wahana Arta Mukti bermusyawarah untuk mengembangkan Usaha Simpan Pinjam (USP) yang merupakan unit usaha otonom KUD Wahana Arta Mukti menjadi badan usaha yang mandiri. KSP WAM tumbuh dan berkembang di antara koperasi lainnya. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM menggulirkan dana bantuan agribisnis Rp 1 miliar. Koperasi Pemasaran. D 50 Syahdan. Karena itu. Koperasi Pondok Pesantren hingga Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Kisah sukses koperasi yang tumbuh dan berkembang di kabupaten yang dikenal sebagai penghasil nanas madu ini layak disimak.Provinsi Jawa Barat Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses i Kabupaten Subang. R a k y a t S e j a h t e r a . Koperasi Jasa.Suasana di Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan.

Subang. Hali Natapermana. Usaha yang dibiayai oleh KSP Sahana Arta Mukti meliputi usaha sektor agribisnis (pertanian. Kec.Mukti. ia telah mempunyai tiga kandang yang mampu menampung 15. Berdasarkan catatan. maka KSP belum akan memproses menjadi anggota. Kecamatan Dawuan. tanggal 5 Oktober 2004 Tahun Perkuatan Modal : 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp2. usaha kecil mikro (kerajinan. Jika selama 3 kali berturut-turut tingkat pengembaliannya bagus.198 miliar. peternakan. usaha sektor niaga (warung. nasabah dapat mengajukan menjadi calon anggota. Namun dalam praktiknya tidak semua laba itu masuk ke kas KSP. KSP Wahan Arta Mukti didukung 14 orang karyawan dengan kualifikasi pendidikan SMA dan 1 orang sarjana. Salah satunya adalah Ukanda. Yang tak kalah penting adalah upaya pengurus dan manajemen di dalam membangun mental kerja karyawan melalui internalisasi motto KSP Wahan Arta Mukti: “Tidak ada dusta di antara kita” dan “Tidak ada dendam di antara kita”. Jawa Barat Berdiri : 14 Juli 1997 Badan Hukum : 553/BH/KDK. manajemen KSP juga selektif dalam menerima anggota baru.11/X/2004 tanggal 5 Oktober 2004. tingkat pengembalian pinjaman di KSP mencapai lebih 99%.5%. jagung dan sebagainya. usaha sektor pengadaan (bahan bangunan. Jika syarat di atas belum terpenuhi. Program ini dimaksudkan untuk memacu kesadaran peminjam untuk selalu mengembalikan kredit tepat pada waktunya. Subang.000. 08/03. Kab.10. Tingkat perputaran uang yang cukup tinggi telah menjadikan aset KSP Wahana Arta Mukti bertambah besar dari hari ke hari. Pontensi inilah yang dinilai menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Kini total asetnya mencapai Rp 2. pengembalian pinjaman harus tepat waktu. kadang. dan nasabah sebanyak Rp 700 orang. dengan jasa pinjaman sebesar 2.11/X/2004. Ia mempekerjakan tiga orang karyawan dengan gaji rata-rata Rp 700 ribu per bulan.5%. ia bisa mengantongi laba Rp 10-20 juta Ukanda merupakan salah satu anggota masyarakat yang berhasil membangun usahanya dengan memanfaatkan dana pinjaman dari KSP Wahana Arta Mukti.5% per bulan. warga Kampung Buah Dua Desa Margasari. Pengurus senantiasa beruisaha meningkatkan kinerja para pengurus dengan cara mengikutsertakan para karyawannya ke berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. Pinjaman tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp 20 juta. hampir 90% warga di Kecamatan Dawuan Subang dalam kehidupan kesehariannya masih mengandalkan sektor agro seperti padi. Kini. Awalnya. KSP Wahana Arta Mukti : Desa Dawuan Kaler RT. dengan modal dan kekayaan bersih Rp 663. penghala hasil pertanian). pedagang kaki lima). Biasanya besar pinjaman tahap awal ini tidak lebih dari Rp 2 juta. tetapi juga Alamat pengusaha menengah. sebagian lagi dikembalikan ke nasabah yakni sebesar 0. Pendirian KSP Wahana Arta Mukti berbadan hukum No. ia juga mampu menampung tenaga kerja di sekitarnya. Mereka tidak hanya pedagang kecil seperti padagang asongan.266. perikanan). R a k y a t S e j a h t e r a 51 . Bukan hanya dalam hal pinjaman. Untuk bisa menjadi anggota KSP pengelola menetapkan beberapa syarat.000 ekor ayam. Sekali panen. Kalijati. mebeler). Selain itu. Pola usaha yang diterapkan adalan pinjaman pola bulanan (konvensional) dan pinjaman pola mingguan. Selain meningkatkan taraf hidupnya.000 ekor ayam. 553/BH 10. Ukanda hanya mempunyai satu blok kandang yang mampu menampung 5. usaha peternakan ayam miliknya telah mengalami kemajuan cukup pesat. Jangka waktu pengembalian pinjaman bervariasi antara 10 bulan – 18 bulan. dengan jasa pinjaman sebesar 2. di antaranya nasabah telah meminjam minimal 3 kali. Syaratnya. Dalam melayani nasabah. Spd Jumlah Anggota : 130 orang Jumlah Karyawan : 14 orang K o p e r a s i P e d u l i . Cara ini dinilai cukup berhasil. Hingga kini jumlah anggota KSP WAM berjumlah 130 orang. yang menekuni usaha ternak ayam. Saat ini.1 miliar Ketua : H.

ia bisa mempe- Ukanda dan usaha peternakan ayam yang ia kelola roleh laba hingga Rp 10-20 juta sekali panen. dan sebagai bentuk reward koperasi memberi Ukanda kelonggaran peminjaman hingga Rp 20 juta. Ya.000 per karung Nilai-nilai koperasi. apalagi bila menjelang panen tiba. Karena itu Ia bernazar akan memberi bonus kepada tiga karyawannya. Ia bisa menampung tenaga kerja lebih banyak lagi. Kini ia telah mempunyai tiga blok kandang yang mampu menampung 15. Agustus 2009 silam.500. Modal kerja tersebut dipergunakan untuk biaya bibit. Ukanda berharap dapat meminjam modal lebih besar untuk mengembangkan usahanya.4. Berkat insting kejelian dalam pengelolaan usahanya. Modal tersebut besar maknanya bagi pengembangan usahanya. Setelah dipotong biaya operasional. Warga Kp.000 ekor ayam. ia telah meminjam uang ke KSP Wahana Arta Mukti sebesar Rp 20 juta. 52 K o p e r a s i P e d u l i . Kepercayaan dari koperasi pun bertambah. Keuntungan tambahan juga Ukdanda dapatkan dari hasil menjual kotoran ayam. Ukanda mulai meminjam dana dari KSP Wahana Arta Mukti sebesar Rp 10 juta pada tahun 2005 untuk modal usaha peternakan ayam. Buahdua Desa Margasari.” tutur ayah dua anak ini sembari senyum simpul. bahkan pinjaman bisa ia dikembalikan sebelum jatuh tempo. ia sukses. Ukanda acap memberi mereka bonus bila mendapatkan keuntungan besar. kekeluargaan dna kegotongroyongan ia terapkan juga dalam pengelolaan usahanya. “Alhamdulillah. Para karyawannya mengemas kotoran ke dalam karung. ditambah uang saku mingguan sebesar Rp 25 ribu per orang. saat berada di kandang ayam. dijual dengan harga Rp 3. anggota KSP Wahana Artha Mukti Sekali Panen Bisa Untung Rp10-20 Juta A dalah saat-saat paling membahagiakan Ukanda.Kisah Sukses Peternak Ayam di Buahdua. Ia tak segan-segan memberikan bonus kepada karyawan hingga Rp 1 juta per orang. Bisanya ayam-ayam ini bisa dipanen pada usia antara umur 28-35 hari. Ia lupa entah yang keberapa pinjaman kali ini. sebentar lagi panen. Sekali panen Ukanda biasanya mendapat 800-1000 karung kotoran ayam. pakan dan obat-obatan. Setidaknya. Subang. dan selanjutnya mampu mengembalikan pinjamannya ke koperasi. dengan biaya operasional per musim sebesar Rp 10 juta. yakni kebersamaan. karena begitu sering ia meminjam dana dari KSP Wahana Arta Mukti. Ia membayangkan akan memperoleh untung yang cukup besar. R a k y a t S e j a h t e r a . Kegembiraan semakin tergambar di raut mukanya karena harga ayam di pasaran cukup tinggi. Dengan performa bisnisnya yang cukup bagus. Kecamatan Dawuan. Mereka bergaji Rp 700 ribu per bulan. tiga orang karyawan bisa merasakan hal ini. Dengan begitu.

. with loan service in the amount of 2. The term for return varied between 10 – 18 months. 553/BH 10. furniture). but are also middle scale businessmen. Another important thing is the effort of the administrators and managemewnt in developing the working mental of their staff through the internalization of KSP Wahan Arta Mukti motto: “There is no lie between us” and “There is no grudge between us. Based on the record. This program was intended to drive the awareness of borrowers to always return credits in timely maner. The amount of loan at this early stage is not more than Rp 2 million. The applied business pattern was monthly pattern loan (conventional) and weekly pattern loan. some was returned to the customers i. fishery). such as rice. and micro small business (handicraft.5% per month. KSP management is also selective in accepting new members. If the return has been favorable 3 times consecutively. the Government through Ministry of Cooperation and UMKM scrolled agribusiness aid fund in the amount of Rp 1 billion. However in practice not all profit went to KSP petty cash. Now its total asset reaches Rp 2.e. They are not only small traders such as peddlers. in the amount of 0. (kadang?). In 2004. corn.198 billion. R a k y a t S e j a h t e r a 53 . Business funded by KSP Sahana Arta Mukti includes agribusiness sector (agriculture. among others is that the customer has borrowed at least 3 times. This save loan was formerly in the form of Save Loan Unit from KUD Wahana Arta Mukti. the regency that used to be known as honey pineapple producer is worth paying attention to. etc. Up to now the number of members of KSP WAM has been 130. the customer may apply to become a member. This way was considered as quite successful. nearly 90% of denizens in Dawuan Subang District depended on agricultural sector in their daily lives.” K o p e r a s i P e d u l i .5%. It was this potential that was considered as quite promising. S Not only in terms of loan. crops processors) . pavement sellers). with loan service in the amount of 2.KSP WAHANA ARTA MUKTI If there is no Lie Betrween us is the Key to Success ave Loan Cooperation (KSP) of Wahana Arta Mukti (WAM) Dawuan Subang District grows and develops in Subang Regency.5%. the level of return at KSP reached up to more than 99%.11/X/2004 dated 5 October 2004. The highest loan was stipulated at Rp 20 million. In addition. In providing service to customers. and the number of customers has been 700. The requirements are that such return must be made in timely manner. In October 2004. KSP Wahan Arta Mukti is supported by 14 staff who are high school graduates and 1 university graduate. The high level of money circulation has made KSP Wahana Arta Mukti’s asset to increase. trading sector business (hardware store. commerce sector business (shops. Save Loan Cooperation (KSP) was born with legal entity No. To be able to become a member of KSP the manager applies several requirements. animal farming.

R a k y a t S e j a h t e r a .54 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 55 .JAWA TENGAH Central Java K o p e r a s i P e d u l i .

Kebijakan tersebut I 56 telah menaikkan antusiasme masyarakat petani dalam kegiatan budi daya pertanian. ternak. Pada tahun 2006 jumlahnya meningkat menjadi 26.077 orang atau naik sebanyak 7. atau campuran.231 orang atau naik 10. Demikian juga pada pengolahan hasil atau agroindustri telah menghasilkan kesempatan kerja tahun 2003 sebanyak 23. Gayung pun bersambut. Artinya.56% dari Wilayah Propinsi Jawa Tengah) itu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Demikian kisah pengembangan usaha agribisnis/ sektoral yang diupayakan melalui KSP Karya Usaha Dana Grabag di Kabupaten Magelang.47%. pada 2003 berjumlah 122. Bila kegiatan budi daya tanaman. angkanya meningkat menjadi 132.79%.743 orang.Suasana kawasan agropolitan di perdesaan di Kecamatan Grabag.085. Betapa tidak.73 km² atau setara 9. pengembangan agribisnis di wilayah Kabupaten Magelang yang terbentang di antara Gunung Merapi dan Merbabu (seluas 1. R a k y a t S e j a h t e r a . Provinsi Jawa Tengah Agribisnis di Antara Lereng Merapi barat perangko ketemu amplop.527 orang. Tentu saja bukan semata lantaran kebijakan tersebut bila KSP Karya Usaha Dana Grabag sukses menjalankan Program Pengem- K o p e r a s i P e d u l i . yang terletak di di lereng dan kaki Gunung Merapi KSP KARYA USAHA DANA GRABAG Kabupaten Magelang. Pemerintah Kabupaten Magelang sejak 2004 silam telah mengeluarkan kebijakan pengembangan agropolitan. pada tahun 2006.

“Sebagai kepala desa. Hingga buku ini disusun. dan peternak.” tambah Kelik. “Sebagai badan usaha berbasis budaya kekeluargaan dan kebersamaan. Yang bisa dikatakan adalah bahwa sukses KSP Karya Usaha Dana Grabag berada dalam arus besar keberhasilan Kabupaten Magelang dalam mengembangkan sektor agribisnisnya. Yang jelas. atau dalam hal ini para petani. Harmoni Pengurus dan Anggota Grabag sebagai wilayah kecamatan—di lereng dan kaki Gunung Merapi— memang telah lama dikenal daerah yang memiliki “kultur berkoperasi” yang baik. Perindustrian dan Perdagangan Kab. KSP ini langsung menjadi peserta Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di Sektor Agribisnis pada tahun itu juga.” tutur Kelik Murtandiya. Hubungan kerja sama yang harmonis antara koperasi dan Dinas Koperasi Dinas Koperasi. angkanya tentu saja telah meningkat. Kini KSP Karya Usaha Dana Grabag telah membukukan asetnya sekitar Rp Rp 2.bangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis dari Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Keberhasilan pengelolaan dana tentu saja merupakan wilayah yang berbeda dari gambaran agropolitan secara umum. manajemen KSP Karya Usaha Dana Grabag berusaha selalu dekat dengan anggota. Kultur ini menurun juga kepada KSP Karya Usaha Dana Grabag yang tumbuh–pada awalnya— sebagai bagian dari KUD Grabag itu. R a k y a t S e j a h t e r a 57 . tetapi juga Provinsi Jawa Tengah. kesuksesan itu merupakan cerminan dari keseriusan dan kepiawaian para pengurus dan manajemen Kesuksesan KSP Karya Usaha Dana Grabag dalam mengelola dana. dengan jumlah perkuatan sebesar Rp 1 miliar. Jumlah anggota per 31 Desember 2008 sebanyak 481 orang. KUD Grabag juga terkenal bukan hanya di seantero Kabupaten Magelang.922. “Hubungan kami dengan para tokoh desa di Grabag cukup akrab dan saling mengenal satu sama lain. sebelum KSP ini dibentuk KUD Grabag telah melakukan otonomisasi pengelolaan usaha simpan pinjam selama lebih dari tiga tahun. Jadi. misalnya dalam hal pengajuan Anggota KSP Dana Grabag memasarkan berbagai komoditas agribisnis di pasar agropolitan Grabag K o p e r a s i P e d u l i . Meski baru berdiri pada 2004. Gambaran sekilas tersebut melukiskan dinamika yang tercipta selama ini. perajin. Benar.274. Magelang menambah nilai tersendiri. kami saling memberikan rekomendasi. Setidaknya Kepala Desa Lebak mengakui hal ini. saya memberikan dorongan kepada warga untuk menjadi atau aktif di KSP Karya Usaha Dana Grabag.255. KSP Karya Usaha Dana Grabag ini termasuk koperasi sehat. KSP ini dinilai telah memenuhi persyaratan yang diwajibkan. Sebagai catatan.

Doni Riskiyanto, anggota KSP Dana Grabag membiayai usaha pembuatan aneka kerupuk singkong dari dana pinjaman bergulir agribisnis/ sektoral sebesar Rp 30 juta, yang dikucurkan dalam beberapa tahap

kredit,” aku Budi Solikin Kepala Desa Lebah, kecamatan Grabag. Kedekatan semacam itu menjadi kunci dari keberhasilan penyaluran sekaligus kontrol terhadap pemanfaatan dana koperasi. Ciri dari asas kekeluargaan dan kegotongroyongan koperasi semacam itu dirasakan seorang anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni Riskianto (48 th), warga Dusun Kaligandu, Grabag. Ia mendapatkan pinjaman koperasi hingga Rp 30 juta untuk melancarkan usaha pembuatan aneka krupuk singkong. Ia yang memiliki keahlian di dalam pengolahan berbagan baku singkong itu bekerja sama dengan para petani. Hasil yang diserahkan kepada Doni berupa bahan setengah jadi untuk kemudian dibumbui hingga barang jadi (mentah). Berkat pinjaman dari koperasi, ia bisa membayar puluhan petani serta mengangsur setelah produk-produknya terbeli. Doni tidak mengalami kesulitan lantaran ia telah memiliki sejumlah pelanggan, seperti dari Jakarta, Malang, dan Kabupaten Banyumas. “Kami menerapkan sistem kontan. Pada saat memesan, saya meminta para pelanggan untuk mentransfer uang pemesanan, setelah itu

barang dikirim sesuai pesanan yang sudah dibayar,” ujar Dodi menceritakan mekanisme bisnisnya. Kelik sendiri mengaku bangga memiliki nasabah seperti Doni ini. “Ia adalah prototipe nasabah yang berani dalam mengambil risiko, namun jujur dan sportif. Kami tak pernah terganggu bila, misalnya, terjadi terlambatan angsuran, sebab alasannya masuk akal. Inilah salah satu seni berkoperasi. Ada prinsip fleksibilitas tanpa harus mengorbankan risiko besar,” kata Kelik. Bahkan, untuk ukuran nasabah yang kemampuannya jauh di bawah Doni, KSP tetap memberikan pelayanan dan kesempatan untuk meminjam modal. Pengalaman Mardi, 60 tahun, membuktikan hal itu. Mardi, yang seorang petani itu, mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 700.000. Dana tersebut dipergunakan sebagai biaya untuk membesarkan seekor sapi Australia yang ia miliki, seperti yang dilakukan para petani di lingkungannya. Maklum, untuk membesarkan sapi membutuhkan waktu beberapa bulan hingga hewan piaraan tersebut layak dijual ke pasar. Ia juga mendapatkan tambahan berupa pupuk dari pengelolaan kotoran piaraannya itu.

58

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Mardi hanya mengambil untung beberapa persen dari nilai jual seekor sapi (sekitar Rp 4-7 juta). “Saya berani pinjam ke koperasi karena ada yang bisa saya hasilkan. Saya takut ngutang. Saya baru bisa kembalikan pinjaman setelah sapi ini dijual. Karena saya dipercaya, dan saya bersedia dengan persyaratan yang berlaku, ya saya mau,” tutur Mardi lugu namun tegas. Tingkatkan Kinerja Penyaluran dan hasil Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di Sektor Agribisnis yang dilakukan melalui KSP Karya Usaha Dana Grabag cukup berhasil dan tepat sasaran. Namun, jajaran manajemen tak berbangga hati, sebagaimana jajaran dewan pengurus dan pengawas KSP Karya Usaha Dana Grabag tak berpangku tangan terhadap prestasi yang telah mereka raih. Pasalnya, mereka masih “gelisah” terhadap kurang optimalnya penggalangan dana dari anggota. Mereka mengakui, selama ini pemanfaatan dana yang sampai ke anggota, meskipun sudah

cukup berhasil, masih mengandalkan modal dari luar. Hal itu mengemuka pada saat Rapat Anggota Tahunan di akhir 2008 silam. Oleh karena itu, mari kita upayakan secar bersamasama peran aktif nyata anggota,” tutur Sutaryono, ketua Pengawas KSP Karya Usaha Grabag pada kesempatan hajatan puncak itu. Kelik Murtandiya mengakui kelemahan koperasi yang ia pimpin. “Kami masih terus belajar dari kekurangan-kekurangan itu, meski kami sudah mencoba berbuat yang terbaik. Kami, misalnya, tak bosan untuk mengirimkan beberapa karyawan ke berbagai forum pelatihan peningkatan kompetensi,” aku Kelik merendah. “KSP Karya Usaha Dana Grabag di mata kami sudah cukup bagus. Karyanya nyata dan bisa dibuktikan di lapangan. Kami berharap ke depan KSP ini bisa berkinerja lebih baik,” kata Menurut Anik Indaryanti, Kasi Bina Usaha dan Permodalan Dinas Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Magelang. “Bukan melulu soal besarnya aset, tetapi jangan lupa bahwa mengelola koperasi itu juga membutuhkan semangat. Nah, dari sisi itulah KSP Karya Usaha Dana Grabag harus dilihat,” simpul Kelik.

Mardi anggota KSP Dana Grabag dan usaha penggemukan sapi yang ia kelola

KSP Karya Usaha Dana Grabag
Alamat Berdiri Badan Hukum ber 2004 Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Total Aset Manager Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : Jl. Stadion No 1 Grabag, Kab. Magelang, Provinsi Jawa Tengah : 1 Maret 1997 : No: 227/GH/II/2004, tanggal 22 Novem: : : : : : Tahun 2004 Rp1 miliar Rp2.255.922.274 Kelik Murtandiya Ph 327 orang 5 orang

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

59

KSP KARYA USAHA DANA GRABAG
Magelang Regency – Central Java

Agribusiness Between Merapi Slopes

J

ust like a stamp that meets an enve lope, this is the story of agribusiness/ sector business development sought through KSP Karya Usaha Dana Grabag in Magelang Regency. The government of Magelang Regency since 2004 has issued a policy of agropolitan development. It means, such agribusiness development in Magelang Regency area stretched between Merapi and Merbabu Mountains obtains a serious attention from regional government. Of course, the government attention is not the only factor that makes KSP Karya Usaha Dana Grabag successful in running Micro and Small Entrepreneurs Development Through Capital Save Loan Cooperation (KSP) Strengthening in Agribusiness Sector from State Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. It would be more precise to say that the success of KSP Karya Usaha Dana Grabag is in the large wave of Magelang Regency success in developing its agribusiness sector. Such success is obviously the reflection of the seriousness and expertise of the administrators and management of KSP Karya Usaha Dana Grabag in managing fund. There is a harmonious cooperative relation among Cooperation Services, Industry and Trading of Magelang Regency. Magelang has added specific value. Grabag as a district area – on the slope of Merapi Mountain – has been known for a long time as an area that has a good “cooperation culture.” KUD Grabag is also known not only throughout Magelang Regency, but also Central Java Province. This culture also descended to the staff of KSP Karya Usaha Dana Grabag who grew–initially— as parts of such KUD Grabag.

This KSP Karya Usaha Dana Grabag is quite a healthy cooperation. Even thought it was not established until 2004, this KSP immediately became participant of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Strengthening Scrolling Fund Aid for KSP in Agribusiness Sector in the same year, with strengthening fund in the amount of Rp 1 billion. This KSP is considered as having met the compulsory requirements. As a note, before this KSP was established, KUD Grabag had conducted save loan business management autonomy for more than three years. Now KSP Karya Usaha Dana Grabag has accounted its asset which is around Rp 2,255,922,274. The number of members as per 31 December 2008 is 481. Until this book was composed, the number of course has increased. The brief description provides clear dynamic that has been created all this time. “As a business entity with kinship and togetherness basis, management of KSP Karya Usaha Dana Grabag always tries to be close to members, or in this matter farmers, craftsmen, and animal farmers,” said Kelik Murtandiya, Chairman of this KSP. Such closeness becomes the key to success in distribution and control of cooperation fund utilization. These characteristics of kinship and mutual assistance are felt by a member of KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni Riskianto (48), a Kaligandu Village denizen, in Grabag. He obtained cooperation loan up to Rp 30 million to smoothen his cassava chips business. Thanks to the loan from cooperation, he could pay many farmers and pay his own installment after all his products are sold.

60

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Pasar agropolitan Grabag. R a k y a t S e j a h t e r a 61 . tempat para anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag memasarkan hasil tani mereka K o p e r a s i P e d u l i .

Anda akan menjumpai sebuah gedung dua lantai berarsitektur modern-minimalis. Jawa Tengah. terkesan bahwa bangunan itu milik perusahaan swasta nasional. dan manajemen KSP Utama Karya. R a k y a t S e j a h t e r a . Ada apa dengan bangunan tersebut? Bangunan tersebut adalah kantor pusat J Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Utama Karya. Halaman samping hingga ke belakang luas. Raya Bakalan No. Provinsi Jawa Tengah Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini ika Anda pergi ke Kabupaten Jepara. di dalam mengembangkan usahanya. Logikanya sederhana.Suasana dialog antara pengurus dan anggota KSP Utama Karya yang sedang mengajukan kredit. seperti 62 K o p e r a s i P e d u l i . atau kantor perwakilan perusahaan besar swasta. dan tampak menonjol bila dibanding beberapa bangunan di sekitarnya. 21 Kalinyamatan. Penampilan gedung ini bersih. Tidak salah bila Anda menyimpulkan bahwa penampilan bangunan tersebut mewakili performa koperasi yang berdiri pada 2004 itu. sempatkan pergi ke Jl. dan terdapat sebuah toko grosiran ala supermarket. bagaimana mungkin sebuah koperasi—atau badan usaha apa saja— mampu membangun gedung perkantoran untuk aktivitas sehari-hari bila para pengelolanya tidak memiliki dedikasi untuk maju? Motto KSP Utama Karya: Bersama Membangun Jati Diri. Kemegahan bangunan tersebut sekaligus menggambarkan dedikasi para pengurusnya. KSP UTAMA KARYA Kabupaten Jepara. Sekilas.

Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya memang terpisah secara otonomi dari Koperasi Utama Karya sebagai induk. Sebagai catatan. “Kami menjalankan kepercayaan tersebut sebagai amanah. Sebagai holding. bagaimanapun juga dana tersebut adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Dan. yang kini memiliki 7 cabang yang tersebar di sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Tengah (baca: Cita-Cita Kaum Kaki Lima). Kami percaya. Kini aset Koperasi ini secara keseluruhan sekitar Rp 80 miliar. Tak heran begitu ada Program Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis. Kepala Dinas Koperasi.” kata Sujarot. yang merupakan Kepala Pembukuan KSP Utama Karya tersebut. Induknya adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Utama Karya yang berdiri sejak 1993. anggota KSP Utama Karya memamerkan hasil kerajinan tenun hasil usaha tenun yang ia kelola K o p e r a s i P e d u l i . “KSP Utama Karya memang salah satu koperasi terbaik yang kami miliki di sini. Dari sinilah. dan progam agribisnis-sektoral itu kebetulan sama dengan misi kami di sini. puluhan karyawannya. pergerakan modal koperasi melejit. UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara Bagi jajaran pengurus KSP Utama Karya kepercayaan tersebut bukan tanpa konsekuensi. dan termasuk bersinar di antara koperasi-koperasi terbaik di Jawa Tengah. Sutomo.telah tertransformasi ke dalam etos kerja para pengurusnya. Kinerja koperasi ini adalah yang terbaik di Kabupaten Jepara. Namun. Keberadaan KSP Utama Karya memang relevan dengan potensi Kabupaten Jepara yang memiliki banyak jenis usaha agribisnis. kerajinan.” tutur Zaenal Arief. UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara memiliki peranan besar dalam menentukan koperasi mana yang berhak dan dapat dipercaya untuk mengelola pemanfaatan dana tersebut. kemauan saja tak cukup. Sebab. tentu pertimbangannya adalah kinerja. Dinas Koperasi. karena KSP Utama Karya selama ini bekerja secara profesional. Sebagai koperasi simpan pinjam. Utama Karya adalah pihak yang pas menjalankan program perkuatan modal di bidang agribnisnis-sektoral itu. seperti pertanian. Memfasilitasi Agribisnis Keputusan Dinas Koperasi dan Pengelolaan Pasar itu sangat beralasan. kesempatan itu tidak disia-siakan. R a k y a t S e j a h t e r a 63 . Utama Karya masih berusia muda. Koperasi Utama Karya bergerak di bidang perdagangan. bila pilihan jatuh kepada KSP Utama Karya. memang. bahkan para nasabahnya.

“Kami ingin mengelola koperasi ini secara profesional. Jepara.Koperasi Utama Karya kini memiliki Toko Grosir terbesar di Kabupaten Jepara. R a k y a t S e j a h t e r a . Penyaluran dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar (diterima pada tahun 2004) kepada para anggota yang bergerak di bidang agribisnis dan sektor riil lainnya bukan hal sulit bagi KSP Utama Karya. anggota KSP Utama Karya Jepara 64 K o p e r a s i P e d u l i . “Saya jelas beruntung bisa dapatkan modal usaha itu dengan persyaratan yang memudahkan saya. Desa ini memang dikenal sebagai penghasil tenun sejak 1935. Raya Bakalan No. Generasi perintis hanya berada di jajaran kepengurusan. kalem. kepercayaan para senior dalam mendorong kader-kader koperasi yang muda telah membuahkan hasil. Hal ini memang bukan tanpa kesengajaan. pada saat ini di jajaran manajemen koperasi telah memiliki seorang manajer yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bidang manajemen. Ya. perintis Koperasi Utama Karya. “Kami tutwuri handayani (mendorong dari belakang).” aku Sutomo. sebab. Mahali. Pencanggihan Manajemen Kini. 48 tahun. perajin yang produknya telah banyak dipasarkan hingga ke Bali itu. Laporan dari pihak Bank Jateng Cabang Jepara yang berperan sebagai mitra dari program perkuatan modal dana bergulir sektor agribisnis ini menyebutkan bahwa KSP Utama Karya telah menjalankan kewajibannya dengan baik dan tidak pernah menunggak. demikian namanya. 21 Kalinyamatan. mekanisme dan tradisi koperasi telah terbangun dengan baik. Teman-teman senantiasa berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat yang proses ujiannya ternyata nggak mudah. Kembali ke KSP Utama Karya. Paling tidak. Dan.” tutur Ibnu Zaenuri. Kecamatan Pecangakan. Salah satu anggota koperasi yang mendapatkan manfaat dari program di atas adalah Sutomo. Ahmad Zaeni Usaha tenun kain milik Sutomo.” tutur Mahali bangga. KSP Utama Karya Alamat : Jl. seorang perajin tenun di Desa Troso. Kab. tenaga-tenaga utama di manajemen Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya adalah anak-anak muda. Jawa Tengah Berdiri : 31 Januari 1996 Badan Hukum : No: 12047a/BH/PAD/KWK-II/1/1996 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : H. benar. kini menjabat sebagai Manajer KSP Utama Karya.

Sejumlah pionir. bahkan hingga ke arah barat Banjarnegara. A K o p e r a s i P e d u l i . Mereka bersepakat untuk membangun membangun ekonomi bersama melalui sebuah koperasi. Ibnu Zaenuri dan beberapa kawannya pernah mengelola sebuah koperasi. kini Koperasi Utama Karya telah memiliki 7 cabang di berbagai kota di sekitar Jepara. salah satu jenis usaha milik KSU Utama Karya Jepara Cita-Cita Kaum Kaki Lima walnya. di antaranya Ibnu Zaenuri. total aset Koperasi Utama Karya mencapai Rp 80 miliar. seperti motto Koperasi Utama Karya. seperti di Pati. di tahun 1993 juga keinginan bersama itu terwujud. Maka. lantas melobi Dinas Koperasi setempat. “Maju Bersama Membangun Jati Diri”. Kini. termasuk KSU Utama Karya yang kini mengelola Pusat Perbelanjaan Grosir yang tidak pernah sepi pembeli itu. Gagasan tersebut segera menyebar di kalangan PKL. pada 1993. Demikian bila kebersamaan dibangun.Pusat Grosir. Pada tahap pertama berkumpul 35 orang. sekitar 6 orang pedagang berinisiatif mendirikan sebuah paguyuban untuk menghimpun para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Jepara. Omset per hari mencapai puluhan juta rupiah. rapat anggota pun terselenggara. R a k y a t S e j a h t e r a 65 . Maka. jati diri pun terlahir. Itu melingkupi semua jenis usaha yang ada. Kebetulan. Berkat keuletan para pengurusnya. dan lahirlah Koperasi Utama Karya.

66 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a . such as agriculture and handicraft. Going back to KSP Utama Karya. Performance of this cooperation is the best in Central Java. Reports from Jateng Bank Jepara Branch who acts as a partner in this agribusiness scrolling fund capital strengthening program say that KSP Utama Karya has fulfilled its obligation well and it is never in arrears. cooperation capital movement rocketed. Cooperation. One of cooperation members who obtain benefit from the above program is Sutomo. As a record. You will meet a two-storey building with modern-minimalist architectural design. Now. From here. Such building is the head office of Save Loan Cooperation (KSP) of Utama Karya. principal powers in Utama Karya Save Loan Cooperation management are youngsters. Central Java Togetherness Identity on the Earth of Kartini f you go to Jepara Regency. Central Java. The greatness of such building is at the same describes the dedication of the administrators and management of KSP Utama Karya. stop by at Jl. Utama Karya is still young. Raya Bakalan No. 21 Kalinyamatan. a weaving craftsman in Troso Village. Pecangakan District. it did not go to waste. 48 year. indeed. Such decision of Cooperation Service and Market Management is reasonable since KSP Utama Karya has worked professionally. which now owns 7 branches. As a save loan cooperation. in developing their business. Utama Karya Cooperation now owns the Largest Grocery Store in Jepara Regency. Now this Cooperation asset in total is around Rp 80 billion. It wouldn’t be incorrect if we concluded that the building appearance represents the performance of the cooperation that was established in 2004. the distribution of strengthening fund in the amount of Rp 1 billion (received in 2004) to members who are engaged in agribusiness and any other real sectors was not a difficult matter for KSP Utama Karya. No wonder when an opportunity such as Capital Strengthening Program for Save Loan Cooperation (KSP) in Agribusiness came. “I am obviously very lucky to be able to obtain such business capital with requirements that facilitate me. or it is a private large company representative office. Save Loan Cooperation of Utama Karya is separate in terms of autonomy from Utama Karya Cooperation as the chief.” admit Sutomo. Its chief is Various Business Cooperation (KSU) of Utama Karya that was established in 1993. The presence of KSP Utama Karya is indeed relevant with Jepara Regency potential that has many types of agribusiness business. Small Middle Scale Enterprises and Jepara have a large role in determining which cooperation is en- I titled and can be trusted to manage such fund utilization. Utama Karya Cooperation is engaged in trading. there is an impression that such building belongs to national private company. At a glance. As a holding company. This building looks clean and more prominent compared to the surrounding buildings. This village is indeed has been famous for its weaving products since 1935. On the side yard up to backyard. the craftsman whose products have been marketed up to Bali.KSP UTAMA KARYA Jepara. Pioneer generation is only at administrator array. scattered in a number of regencies/cities in Central Java. there is a grocery store just like a supermarket.

Kantor KSP Utama Karya K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 67 .

Namun. Saya dan teman-teman kan baru panen setelah menunggu 11 bulan. R a k y a t S e j a h t e r a . kalau dihitung-hitung. Petani pada umumnya tidak bankable. Kabupaten Rembang. Kesulitan kami terutama untuk membeli pupuk. Ia sadar betul soal ini. pengajuan pinjaman saya dan teman-teman disetujui. Rembang KOPERASI SIMPAN PINJAM BINA UMMAT SEJAHTERA (BUS) Lasem. dan proses mengurus kredit di bank pun tak mudah. K o p e r a s i P e d u l i . Jadi.” ucap Saleh usai membaca sebuah pesan pendek dari seorang petugas koperasi simpan pinjam yang dikelola dengan sistem Syariah: Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Bina Umat Sejahtera (BUS) Lasem atau juga dikenal sebagai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bina Umat Sejahtera. Panen pertama itu baru untuk menutupi ongkos produksi. “Alhammdulillah.Kantor KSP Bina Ummat Sejahtera. guratan-guratan di dahinya segera berubah ketika telepon genggamnya berdering. Kenangan itu terjadi pada tahun 2005. selama masa itu kami makan apa?” ucap Haji Saleh. Provinsi Jawa Tengah Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura K 68 ening Haji Saleh berkerut ketika menghadapi jalan buntu untuk mendapatkan dana secara cepat bagi sekitar 40 hektar lahan tebu miliknya dan sembilan petani di kelompoknya. “Pinjaman seperti ini sungguh sangat membantu kami.

000 per hektar. Berdasarkan hitung-hitungan seperti itu. Mereka bersepakat untuk memberikan keuntungan kepada Koperasi setara dengan nilai 2%. R a k y a t S e j a h t e r a 69 . pemanfaatan dana tersebut dibagi sesuai kebutuhan masing-masing anggota. maka antara anggota dan KSP BUS lalu membuat akad kredit. dan biaya giling Rp 1. setiap orang mendapat pinjaman sebesar Rp 15 juta. Hitung-hitungannya sederhana.” tutur Martono.000. maka kelompok tani yang ia pimpin mendapat pinjaman sebesar Rp 150 juta. Saleh dan kawan-kawan sendiri telah lama menjadi anggota koperasi tersebut. masing-masing pemanfaat pinjaman akan menjadi tanggung jawba bersama kelompok.000.500.300. ia dan temanteman memang telah mendengar tentang adanya dana pinjaman Rp 1 miliar dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang akan diterima KJKS BUS Lasem untuk pengembangan usaha agribisnis/ sektoral. Rata-rata. Belum lagi untuk ongkos pengelolaan lahan. maka total biaya yang harus ditanggung petani sekitar Rp 5. Sistem Bagi Hasil Hatta. seperti membalikkan tanah (dangir) dan membikin tangkep (gundukan tanah memanjang untuk ditanamani tebu).280.Beberapa bulan sebelumnya. “Kelebihan dari sistem kelompok ini adalah pertanggungjawaban terhadap kami lebih terjamin. berdasarkan pengalaman selama ini cukup efektif. selain bisa langsung Pabrik gula tebu milik salah satu anggota KSP BUS Lasem K o p e r a s i P e d u l i . Nilai pinjaman tersebut memang atas nama kelompok. Jika dirata-rata. per satu ha lahan menghasilkan 60 ton batang tebu. Sepuluh orang dalam kelompok petani tebu itu paling tidak harus membeli 30 sampai 40 ton pupuk. para petani tebu juga harus mengeluarkan biaya tebang dan angkut Rp 3. Manajer Kredit KSP BUS Lasem.810.5% dan harga gula Rp 3. Pendapatan petani sekitar Rp 3. Selain untuk pupuk. “Anggota kami di sini sudah akrab dengan akad kredit seperti ini. Jika direkapitulasi. melainkan kepada anggota lain dalam satu kelompok yang memiliki mesin produksi gula. Sebab.000 per kg. Mereka merasa cocok karena sistem diterapkan KJKS BUS itu menggunakan sistem syariah. Anggota kelompok petani tebu tak lagi menjual kepada pabrik gula dalam bentuk batang tebu.000. Dan.000. Dengan rendemen 7. Namun.” tutur Martono menambahkan.000 per hektar per musim tanam (11 bulan) dengan perhitungan jangka waktu hanya tiga kali panen. Gula tebu ini. biaya tanam tebu pada saat ini sekitar Rp 4.

Lasem. Ia bahkan mempekerjakan 30 pembatik. para manajer dan staf mendapat berbagai training.Batik Lasem. kami akan membayar lebih mahal ketimbang batik yang modelnya biasa. seorang pengelola usaha batik tulis Lasem. Di Lasem pada khususnya. Joyo Kasmita (50). KSP BUS Lasem juga tidak mengalami kesulitan dalam menyalurkan dana agribisnis/ sektoral ini. Industri rumahan ini memiliki 7 karyawan yang dibayar dengan sistem borongan. KSP juga menawarkan pemanfaatan dana Rp 1 miliar tersebut kepada sejumlah penggiat agri-industri. Pengelolaannya bertangan dingin. Haji Saleh memproduksi kecap dari bahan dasar gula tebu itu untuk memenuhi pasar di Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Menjadi Mitra Usaha Kecil-Menengah KSP BUS Lasem memang memiliki kepedulian cukup tinggi dalam menumbuhkan sektor agrobisnis/ sektoral. para perajin yang telah memiliki pelanggan itu tidak mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman mereka. pengusaha kecil/ perajin batik di Desa Ngemplak. Pada umumnya. Demikian juga pengalaman anggota Koperasi. misalnya. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia memang menjadi prioritas di koperasi ini. Nurhidayah. Jika desainnya rumit. Mereka membawa kain dan semua kelengkapan dari sini untuk kemudian mengolahnya sesuai desain dari saya. keuntungan tidak pergi ke mana-mana. dan Rembang pada umumnya. bisa menghabiskan 7 kwintal udang kering dalam satu pekan. juga dibeli perusahaan pembuat kecap. Secara berkala.” kata Haji Saleh. karya anggota koperasi KSP BUS Lasem dijual ke pasar. “Jadi. Seperti pada kisah petani tebu. Ini bisa dimengerti bila melihat usia koperasi yang hampir dua puluh tahun sukses mengelola dana masyarakat dengan sistem syariah (Bank Muamalat Takaful-BMT). perajin terasi biasanya membutuhkan modal untuk membeli bahan baku berupa udang kering dan ongkos produksi. Manajemen Solid dan Inovatif Faktor penting keberhasilan KSP BUS dalam mengelola dana koperasi adalah manajemen yang solid. R a k y a t S e j a h t e r a 70 K o p e r a s i .” tutur Nurhidayah. “Saya membayar karyawan berdasarkan hasil pekerjaan per potong. Bahkan. terdapat sejumlah anggota yang telah bergerak di bidang yang dimaksud. Selain disalurkan kepada petani tebu. Bahkan BMT BUS P e d u l i .

” kata Martono. Kab. 1 Lasem. Provinsi Jawa Tengah Berdiri : Tahun 1996 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : H. lancar. Bahkan. KSP Bina Ummat Sejahtera Alamat : Jl Raya No.Terasi udang. Beberapa telah bersertifikat. setingkat kasi dan manajer diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas atau kompetensi. Selain manajemen.” tutur Martono menantang setengah bercanda. Rembang. R a k y a t S e j a h t e r a 71 . satu unit. salah satu produk usaha anggota KSP BUS Lasem sendiri juga membuka jasa konsultasi-pelatihan pengelolaan lembaga keuangan nonbank secara modern. “Di kami. 50% biaya kuliah dari Koperasi. bahkan mungkin di Indonesia.” kata Martono. Pelayanan ini sudah setara dengan lembaga perbankan di tingkat unit atau kantor cabang pembantu. Kita dapat fasilitas beasiswa. Abdullah Yazid Jumlah Karyawan : 200 orang K o p e r a s i P e d u l i . secara bergiliran. yakni dengan disekolahkan. KSP juga senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Salah satu inovasi yang langka bagi sebuah koperasi adalah penyediaan anjungan tunai mandiri (ATM). Koperasi sudah memiliki ATM sendiri. Kalau ada lagi. katakan begitu. Kinerja yang baik lantaran didukung sumber daya berkemampuan memadai telah mengantarkan Koperasi ini sebagai salah satu koperasi terbaik di Jawa Tengah. Bagaimana dengan cicilan pinjaman Rp 1 miliar untuk agribisnis? “Alhamdulillah. kami tak kesulitan menyalurkan dana tersebut.

KSP BUS Lasem applies farmer group system. the facial wrinkles of his forehead soon changed when his cellular phone rang. instead they sell their crops to other members in one group who have sugar producer machines. R a k y a t S e j a h t e r a . KSP BUS Lasem also does not experience difficulties in distributing this agribusiness/sector fund. If there is another fund granted. Generally farmers are not bankable.” challenged Martono jokingly. Rembang. there are members who have engaged in the concerned field. 72 K o p e r a s i P e d u l i . The managers have cold hands. each person obtains loan in the amount of Rp 15 million. Farmers group and KSP BUS then draw up a credit contract. the load submission from me and my friends is approved. One group may obtain loan in the amount of Rp 150 million. Becoming Small-Middle Scale Business Partner KSP BUS Lasem indeed has high level of care in growing agribusiness /sector. This could be understood considering the age of the cooperation which has nearly twenty years managed community fund using sharia system (Bank Muamalat Takaful-BMT). it may also be bought by soy bean sauce manufacturer companies. Particularly in Lasem. However. In addition to distributing to sugar cane farmers. and generally in Rembang. and the process of credit administration at the bank is not an easy matter either. In its operation.” said Martono. it is based on the effective experience that we have had. such fund utilization was distributed in accordance with each member’s needs. The favorable performance due to the support of appropriate resources has delivered this Cooperation as one of the best cooperations in Central Java. The important factor of KSP BUS success in managing its cooperation fund is its solid management. He was fully aware of this fact. What about the installment of Rp 1 billion for agribusiness? “Thank God it has gone well. “ said Saleh after reading a short message from an official of save loan cooperation managed using Sharia system: Sharia Financial Service Cooperation (KJKS) Prosperous Community Development (BUS) of Lasem or also known as Save Loan Cooperation (KSP) of Bina Umat Sejahtera. since each loan utilization will be the joint responsibility of the group. However. KSP also offers fund utilization of such Rp 1 billion to a number of agribusiness-industry activators. This sugar cane.” said Martono. They agreed to provide profit for the Cooperation which is equivalent to 2% value. in addition to be able to be sold directly at the market. In addition. Such loan value was indeed on behalf of the group. possibly even in Indonesia. “The advantage of this group system is that the accountability towards us is more secured. Central Java Cold Hands at the East Tip of Pantura H aji Saleh frowned when he faced a dead end to obtain fund quickly for around 40 hectares of sugar cane land of his and nine farmers of his group. In average. “Thank God. we will not face any difficulty in distributing such fund.PROSPEROUS BUSINESS DEVELOPMENT SAVE LOAN COOPERATION Lasem. Sugar cane farmers group members no longer sell to the sugar factory in the form of sugar cane.

Aktivitas produksi batik pada sebuah worksop yang dikelola oleh anggota KSP BUS Lasem K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 73 .

R a k y a t S e j a h t e r a .74 K o p e r a s i P e d u l i .

JAWA TIMUR East Java K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 75 .

” ungkap Yudi Pujianto. dalam hal ini KSP Lestari Mandiri. ia meminjam modal dari koperasi. hanya koperasi yang setia membantuku. Kota Malang. Yudi Pujianto merupakan salah satu contoh warga masyarakat di Kabupaten Malang yang taraf hidupnya terangkat setelah bersinergi dengan koperasi. R a k y a t S e j a h t e r a . Koperasi Simpan Pinjam Lestari Mandiri merupakan salah satu koperasi peserta Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Modal KSP di sektor Agribisnis. Jawa Timur KSP LESTARI MANDIRI Kota Malang. koperasi ini menerima pinjaman dana bergulir dari Pe- K o p e r a s i P e d u l i . ia meminjam sejumlah dana dari Usaha Simpan Pinjam (USP) Lestari Mandiri. Pada tahun 2003. Usaha yang ia kelola pun selamat dari kebangkrutan. yang dulu bernama USP Lestari Mandiri. Ketika itu tahun 2000. Kabupaten Malang.Kantor KSP Lestari Mandiri. Dan. pemilik usaha penggilingan gabah (selep) di kawasan Singosari. Ketika usaha penggilingan padi yang ia kelola perlu pengembangan modal. lagi-lagi ia mendapatkan pinjaman dari KSP Lestari Mandiri. “”Di saat R 76 aku jatuh. ketika usahanya sempat mengalami gonjang-ganjing karena ditipu mitra kerja pada tahun 2008. Provinsi Jawa Timur Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng asanya tidak berlebihan jika Yudi Pujianto punya rasa fanatisme yang besar terhadap eksistensi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lestari Mandiri.

1/Kep/M. yang salah satu pasalnya menyebutkan bahwa USP Koperasi penerima dana perkuatan bersedia mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam. setiap anggota KSP Lestari Mandiri otomatis menjadi anggota kelompok tanggung renteng. Menurut Ketua KSP Lestari Mandiri. seperti jasa katering. Masih menurut Khulsum Hidayati. Dengan cara ini. R a k y a t S e j a h t e r a 77 . K o p e r a s i P e d u l i . Satu kelompok terdiri dari 15 hingga 30 orang anggota koperasi. KSP ini juga membiayai permodalan di sektor jasa. Tidak hanya membiayai permodalan bagi usaha anggotanya di sektor agribisnis. Dengan jumlah anggota sudah mencapai 4. perputaran simpan pinjam pada KSP ini mencapai Rp 10. Perubahan ini merupakan amanat dari Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.012/2004 tanggal 11 November 2004. Koperasi simpan pinjam ini merupakan reinkarnasi dari Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi Citra Lestari Mandiri. dari pinjaman dana bergulir senilai Rp 1 miliar itu.2 miliar. Jika diukur dari profil keuangan KSP ini siapapun akan sepakat untuk menyatakan bahwa KSP Lestari Mandiri adalah koperasi berkinerja bagus. dan percetakan. USP Lestari Mandiri berubah status menjadi KSP Lestari Mandiri. kemudian aset mencapai Rp 7.KUKM/XI/2003.Suasana kantor pelayanan KSP Lestari Mandiri merintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM sebesar Rp 1 miliar. hingga saat ini jumlah pengembalian yang telah dilakukan oleh KSP Lestari Mandiri sudah mencapai Rp 500 juta. sistem itu berhasil menekan pinjaman yang macet. salon. salah satu kunci keberhasilan para pengurus dalam mengelola KSP ini adalah penerapan sistem tanggung renteng. Pada tahun 2004. sedangkan angsuran simpanan pokok kami lakukan pada setiap tahun. berdasarkan SK Bupati Malang nomor SK 180/ 863/ KOP/KEP/ 421. koperasi tidak memberikan pinjaman secara perorangan.268 orang.” ungkap perempuan sarjana ekonomi ini.” jelas Khulsum Hidayati.8 miliar pada tahun 2008 lalu. 143. melainkan secara kelompok. “Sistem tanggung renteng sebagai tujung tombak keberhasilan kami. Dalam sistem itu. Khulsum Hidayati. “Kami melakukan pengangsuran bunga setiap bulan.

Setiap kelompok memiliki jadwal rutin pertemuan bulanan. *** Saat ini keluarga besar KSP Lestari Mandiri mulai bisa menikmati hasil kebersamaan mereka mengelola koperasi. Hasil setoran angsuran yang terkumpul itu kemudian dibawa oleh perwakilan kelompok untuk disetorkan ke kantor KSP Lestari Mandiri. pengurus koperasi pun lebih mudah melakukan pembinaan terhadap anggota koperasi yang tergabung dalam 267 kelompok itu. meskipun pinjaman itu dialokasikan untuk anggota tertentu.” ungkap Julia Maris Herdiyanti. R a k y a t S e j a h t e r a . Mekanisme tanggung renteng ini oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’. Bagi anggota yang memerlukan jumlah pinjaman lebih dari ketentuan itu maka KSP mensyaratkan jaminan baginya.Dengan cara ini maka jika ada anggota yang kesulitan melakukan pengangsuran pinjaman maka anggota lain dalam satu kelompok ikut menanggung resiko. Selain untuk saling bertukar informasi. dan kekeluargaan adalah semangat dari tanggung renteng. Cara seperti ini merupakan konsekwensi dari sistem pinjaman yang disalurkan melalui kelompok. Kelebihan lain. pada forum bulanan itu. kegotongroyongan. salah seorang anggota KSP Lestari Mandiri. Besar pinjaman permodalan yang diberikan melalui kelompok itu maksimal Rp 8 juta per anggota dengan jangka waktu pengembalian selama 24 bulan. 78 K o p e r a s i P e d u l i . Dengan demikian potensi pinjaman macet bisa ditekan. Tak hanya para pengurus. para anggota koperasi pun ikut menikmati hasil kerja keras mereka. “Lebih mudah mengatur jadwal kunjungan ke 267 kelompok ketimbang ke empat ribuan anggota.” ujar Khulsum Hidayati. “Kebersamaan. yang memiliki usaha konsultan jasa pesta pernikahan (wedding consultant) itu. Bangunan itu dibeli dari hasil Mekanisme tanggung renteng oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’. Sebagai catatan. para anggota biasanya melakukan penyetoran angsuran pinjaman. besar bunga pinjaman ditetapkan maksimal 2%. Salah satu bentuk kerja keras itu di antaranya bangunan dua lantai seluas 400 m² yang kini menjadi Kantor KSP Lestari Mandiri.

Contoh-contoh kartu undangan produk wedding consultant yang dikelola Julia Maris Herdiyanti.24 Kec. Apalagi. Cipto No.000 per orang per bulan. akhirnya kami bisa membangun sebuah kantor yang layak. Dr. Cara itu ditempuh untuk melebarkan sayap pelayanan KSP Lestari Mandiri di antara derap kompetisi 600-an koperasi di seantero Malang. Bagaimana kelanjutan cerita KSP Lestari Mandiri kelak. “Yang jelas. KSP Lestari Mandiri Alamat : Jl. Lawang Kab. SE Jumlah Anggota : 4.012/2004 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2003 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Khulsum Hidayati. tingkat kompetisi antarkoperasi di Malang cukup tinggi. Kehadiran bank-bank perkreditan rakyat. KSP Lestari Mandiri terus berusaha menambah jumlah anggota dengan menerapkan cara member get member. Malang. anggota KSP Lestari Mandiri urunan (patungan) anggota selama 18 bulan. jawabannya ada pada seluruh pemangku kepentingan KSP Lestari Mandiri. yang artinya anggota merekrut anggota baru. Namun. “Dari urunan yang hanya Rp 2. Provinsi Jawa Timur Berdiri : 31 Juli 1999 Badan Hukum : 180/863/KUP/KEP/421.” kata Khulsum Hidayati seraya tersenyum. juga menjadi tantangan tersendiri. R a k y a t S e j a h t e r a 79 . kesuksesan itu tak lantas menyilaukan para pengurus dan anggota KSP Lestari Mandiri.268 orang K o p e r a s i P e d u l i . Bahkan.” ungkap Khulsum. kami bekerja keras untuk melayani anggota dengan pelayanan seoptimal mungkin. yang menjanjikan bunga rendah.

pemilik usaha penggilingan padi Bangkit Bersama Koperasi S eperti tulisan pembuka pada profil sukses KSP Lestari Mandiri.” kenang Puji. Yudi Pujianto adalah salah satu anggota yang telah menjadikan KSP Lestari Mandiri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kisah hidupnya. Dalam sebulan ia bisa menghasilkan laba kotor hingga Rp 50 juta perbulan. usaha penggilingan gabahnya bisa maju seiring dengan perkuatan modal yang ia terima dari KSP Lestari Mandiri. 80 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a . Puji pun bercerita tentang masa-masa sulit yang pernah dihadapinya ketika ia harus menghadapi jurang kebangkrutan akibat penipuan yang dilakukan mitra bisnisnya. “Saya ingat betul. Bahkan. ketika ia rugi hingga Rp 1 miliar karena ditipu mitra bisnisnya. saya tak mampu membeli gabah. ketika itu tak satu pihak pun yang mau membantunya hingga akhirnya sebuah telpon datang dari kantor KSP Lestari Mandiri. waktu itu Ibu Khulsum menelpon saya menawarkan bantuan. Kini. usaha selep yang ia kelola pun kembali eksis. Orang pun tidak berani menjual gabahnya kepada saya karena takut tak dibayar. Betapa tidak. Usaha selep atau penggilingan gabah yang ia kelola kini telah mempekerjakan 12 orang dengan produksi rata-rata sebesar 8 ton per hari. Yang membuat bebannya semakin berat.Yudi Pujianto anggota KSP Lestari Mandiri. “Uang habis. KSP Lestari Mandiri kembali hadir sebagai ‘dewa penyelamat’.” lanjut Puji.

In such system. Lestari Mandiri Save Loan Cooperation is one of cooperations participating in Micro and Small Entrepreneur Development Program through KSP Capital Strengthening in Agribusiness sector. from such scrolling fund loan in the amount or Rp 1 billion. Khulsum Hidayati.” described Khulsum Hidayati. Therefore the potential non performing loan can be pressed. In 2003.” said Yudi Pujianto. Another advantage. In addition to exchanging information. only cooperation that was there to help me. With this method if there is a member who faces difficulties in paying the loan installment. East Java Success with Joint Responsibility System I t wouldn’t be exaggerating if Yudi Pujianto had the feeling of huge fanaticism towards the presence of Save Loan Cooperation (KSP) of Lestari Mandiri. The collected installment deposit is then carried by group representatives to be deposited to KSP Lestari Mandiri. This way each member of KSP Lestari Mandiri automatically becomes a member of joint responsibility. business owner of rice mill. the circulation of save loan in this KSP reached Rp 10. For members who need more than the stipulated amount of loan. cooperation administrators will find it easier to develop cooperation members who are united in such 267 groups. One group consists of 15 up to 30 cooperation members. other members within the group will also bare the risk. again he obtained loan from KSP Lestari Mandiri. At the time it was 2000.2 bil- lion. he borrowed capital from cooperation. As a note. then the asset reached Rp 7. Still according to Khulsum Hidayati. members usually make loan installment deposit in such monthly forum. up to now the amount of return that has been paid by KSP Lestari Mandiri has reached Rp 500 million. K o p e r a s i P e d u l i . Each group has a regular schedule of monthly meeting. The business that he managed was saved from bankruptcy. which used to be known as USP Lestari Mandiri. the amount of loan interest is stipulated at a maximum of 2%.KSP Lestari Mandiri Malang. in this matter KSP Lestari Mandiri. one of the keys to the success of administrators in managing this KSP is the application of joint responsibility system.268. this cooperation received scrolling fund from the Government through State Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises in the amount of Rp 1 billion. When his business went through ups and downs since he was deceived by his business partner in 2008. the cooperation does not provide individual loan. KSP will require security for them. The amount of capital provided through such groups is at a maximum of RP 8 million per member with the term of 24 months. “When I fell. With number of members of up to 4. “Joint responsibility system as the tip of the spear of our success has been successful also in terms of pressing the non performing loan. R a k y a t S e j a h t e r a 81 . According to Chairman of KSP Lestari Mandiri. This save loan cooperation is the reincarnation of Save Loan Unit (USP) of Citra Lestari Mandiri Cooperation.8 billion last year (2008). When rice mill that he managed needed capital development. whose life standard was lifted after synergizing with cooperation. he borrowed fund from Save Loan Business (USP) of Lestari Mandiri. instead it is provided for groups.

82 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

NUSA TENGGARA BARAT West Nusa Tenggara K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 83 .

K o p e r a s i P e d u l i . Harga rumput laut yang sejak beberapa terakhir ini terus naik membuat para nelayan di wilayah pesisir Lombok Timur mengaku menjadi petani rumput laut lebih menguntungkan daripada nelayan.000 rupiah per kilogram. Kab. Sebagai gambaran. R a k y a t S e j a h t e r a . Di Jerowaru. Betapa tidak. harga rumput laut basah dijual Rp 1. bisa mengembangkan usaha budidaya rumput laut setelah memperoleh suntikan modal usaha kecil dari KSP tersebut.6. sedangkan yang kering harganya bisa mencapai Rp. Sebagian besar dari mereka. Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut K 84 omoditas rumput laut tak hanya sedang naik daun. Padahal para petani rumput laut di wilayah tersebut tidak pernah menuntut kepada pengepul. para petani rumput laut itu sebagian di antaranya adalah anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Mandiri. Di sepanjang kawasan pantai di Kecamatan Jerowaru. Saat musim kemarau rumput laut cukup dikeringkan selama dua hari. yang datang langsung ke dusun mereka agar harga rumput laut dinaikan. bahkan. sejumlah nelayan yang kini beralih profesi menjadi petani rumput laut tampak bergairah.7. Jerowaru.400 s/d Rp. harga komoditi rumput laut yang kini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan itu harganya terus meningkat.000 per kilogram.Petani tembakau anggota KSP Karya Mandiri ketika hasil panen tembakau yang sudah siap untuk dikeringkan KSP KARYA MANDIRI Kec.

Seiring dengan perubahan status tersebut. Apalagi. *** Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri berdiri sejak 11 September 2000. jumlah anggota KSP Karya Madiri berjumlah 445 orang. Dana bergulir itu kemudian disalurkan kepada 80 petani untuk menghidupkan kebun tembakau dan budidaya rumput laut. Lombok Tengah. KSP Surya Mandiri merupakan satu dari 14 KSP berbasis agribisnis penerima kucuran dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar tersebut.000 rupiah per kilogram.Anggota KSP Karya Mandiri ketika memanen rumput laut terutama melalui perkuatan modal dana bergulir Program Agribisnis/Sektoral. Perubahan tersebut dilakukan dengan pertimbangan agar usaha yang dikelola terfokus pada satu bidang usaha yakni memberikan layanan Simpan Pinjam. Koperasi ini semula merupakan KSU. hingga akhir tahun 2008. Kelebihan yang bisa dinikmati para petani atau nelayan anggota KSP ini adalah: “Bila pinjam di bank bisa sebulan baru cair. Simpanan Wajib. Permodalan KSP Karya Mandiri berasal dari Simpanan Pokok.6. setelah KSP ini membuka cabang di luar Lombok Timur. Dalam setiap rakit rata-rata bisa menghasilkan tiga kwintal rumput laut basah. Di koperasi cepat cair. Menurut Ahmad Zulyadaen. Selain dua jenis usaha agribisnis itu. dan Dana S e j a h t e r a 85 . Koperasi yang diketuai Ahmad Zulyadaen ini memperoleh kucuran dana perkuatan modal tersebut pada tahun 2004. akte pendirian KSP Karya Mandiri pun mengalami perubahan.400 s/d Rp. Padahal pada saat berdiri pada tahun 2000 jumlah anggotanya hanya 21 orang. seminggu setelah disurvai. Padahal. setiap peminjam dikenai biaya bunga rata-rata sebesar 2 % per bulan.7. yang berdasarkan Rapat Anggota kemudian berubah menjadi KSP pada tahun 2003. Perluasan wilayah layanan itu jelas memerlukan pengesahan dari Dinas Koperasi dan UKM Propinsi NTB.” Tak sulit bagi mereka untuk mengembalikan pinjaman modal usaha tersebut. seperti di Kecamatan Praya. Tinggal hitung jika harganya mencapai Rp. Menurut Ahmad Zulyadaen. Bayangkan. modal K o p e r a s i P e d u l i . setiap petani rumput laut rata-rata memiliki lima rakit. ada juga petani padi yang menerima pinjaman bergulir dari KSP Surya Mandiri. R a k y a t untuk membiayai satu rakit hanya berkisar Rp 150 ribu.

kemajuan pesat yang dialami KSP Karya Mandiri itu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan anggotanya.000. yang paling tinggi hanya mengeluarkan 5% hingga 6% dari hasil usaha untuk mengembalikan angsuran ke koperasi. “Mudah dan cepat. Lalu Jumairi. dengan bunga hingga 50 % per 40 hari kerja. Kemudian. yang petani tembakau di Desa Jerowaru. Yang jelas.5 % prosedur peminjaman pun tak berbelit-belit. Eskalasi volume usaha tersebut kini telah berkembang pesat. Dan. R a k y a t S e j a h t e r a . hingga tahun 2008 jumlah permodalan sudah mencapai angka Rp.125.796 miliar. tercatat sebesar Rp.592 miliar. Kab. Di mata mereka. Selanjutnya per 31 Desember 2001 jumlah modal meningkat menjadi menjadi Rp 36. Sedangkan modal dari luar yang bersumber dari Tabungan Sukarela Anggota/Calon Anggota dan Pinjaman yang diterima hingga 31 Desember 2008. KSP Karya Mandiri Alamat : : Berdiri : Badan Hukum : Tahun Perkuatan Modal : Jumlah Perkuatan Modal : Ketua : Jumlah Anggota : Kecamatan Jerowaru. Lalu Jumairi berhasil meningkatkan skala produksi tembakaunya hingga 50 persen dari sebelumnya. program perkuatan modal sektoral membuat para petani di Jerowaru semakin mudah mengakses pinjaman modal usaha.” simpul Lalu Jumairi. 1. Sebagai penerima pinjaman modal usaha.14. Lombok Timur. Menurut ia. yang saat berdirinya pada November 2000 tercatat Modal Awal sebesar Rp 21 juta. sejak saat itu pula dilakukan ekspansi besar-besaran dalam pelayanan pinjaman.564 miliar. Permodalan KSP Karya Mandiri yang bersumber dari luar meningkat drastis pada tahun 2004 yakni menjadi senilai Rp. yang otomatis mendorong semua sendi Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri.1.704 juta. maka per 31 Desember 2008 lalu sudah melonjak menjadi sebesar Rp. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 11 September 2000 No: 518/31/BH/DISKOP DAN UKM/X/2004 Tahun 2004 Rp1 miliar Ahmad Zulyadaen 445 orang Seorang anggota KSP Karya Mandiri merawat tanaman rumputlaut yang sudah hampir siap panen 86 K o p e r a s i P e d u l i .Cadangan dan Modal Penyertaan.980 miliar setelah mendapat bantuan dana bergulir sektor Agrobisnis dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI sebesar Rp 1 milyar. Lalu Jumairi pun mengenang masa-masa ketika para petani tembakau di desanya harus berhubungan dengan para rentenir. misalnya. Beberapa tahun silam. banyak di antara petani di desanya yang terjerat renternir. yakni hanya 1.6. Bandingkan dengan program bantuan dana bergulir. Jika pada akhir tahun 2001 volume Usaha KSP Karya Mandiri berbentuk pinjaman yang diberikan kepada masyarakat sebesar baru senilai Rp. selain bunga yang relatif rendah.

e. When it was established in 2000 the number of members was only 21. Some of seaweed farmers in Jerowaru District. Such scrolling fund was then distributed to 80 farmers to revive tobacco plantation and seaweed cultivation business. after this KSP opened a branch outside East Lombok. At the end of 2001 Business Volume of KSP Karya Mandiri business in the form of loan provided to the community was only in the amount of Rp 704 million. Central Lombok.592 billion. the number of members of KSP Karya Madiri had been 445. “Easy and fast. As a business capital loan receiver. The price of seaweed for the last couple of years has been increasing and made farmers in East Lombok coastal area admit that it is more profitable to be seaweed farmers than to be fishermen. In addition to those two agribusiness types. there are also rice farmers who obtain scrolling loan from KSP Surya Mandiri. Lalu Jumairi. Such change was conducted with the consideration to make the business managed focused on one field. KSP Karya Mandiri establishment deed was also amended. Lalu Jumairi has been successful in increasing his tobacco production scale up to 50 percent from previous production. are members of Save Loan Cooperation (KSP) of Karya Mandiri. Each loan is imposed with interest in the average amount of 2 % per month.KSP KARYA MANDIRI JEROWARU DISTRICT East Lombok Regency Progressing Together With Tobacco and Seaweed Farmers eaweed is not only a hot commodity at the market. which then changed to become KSP in 2003. K o p e r a s i P e d u l i . East Lombok are members of KSP Karya Mandiri. Obviously. Along with such status change. KSP Surya Mandiri is one of KSP with agribusiness basis receiver of strengthening fund in the amount of Rp 1 billion.e. Such area expansion obviously needed ratification from Cooperation Service and UKM of NTB Province. R a k y a t S e j a h t e r a 87 . who is a tobacco farmer in Jerowaru Village opines that in addition to its relatively low interest. such vast progress experienced by KSP Karya Mandiri is parallel with the increase of its members’ prosperity. Most of them even develop seaweed cultivation business after obtaining business capital fund aid from such cooperation. such as in Praya District.” concluded Lalu Jumairi. Until the end of 2008. based on Members Resolution. East Lombok. providing Save Loan services. mainly through scrolling fund strengthening of Agribusiness/ Sector Program. sector capital strengthening program makes farmers in Jerowaru find it easier to access business capital loan. S Seaweed farmers in Jerowaru. for example. 1. Moreover. the loan procedures are not complicated. then as per 31 December 2008 it went up to become Rp.5% up to [?]%.14. i. This cooperation led by Ahmad Zulyadaen obtained such capital strengthening fund in 2004. To them. Initially this cooperation was a KSU. Volume escalation of KSP Karya Mandiri business keeps developing fast. i. Karya Mandiri Save Loan Cooperation was established on 11 September 2000.

berupa hambatan permodalan. Dari fakta yang ada.000 hektar itu separuhnya ada di Lombok Timur. yang 30% petani tembakau swadaya cukup sering mengalami hambatan dalam berproduksi. sekitar 70 persen petani tembakau di Lombok Timur telah menjadi binaan para perusahaan pengelola Intensifikasi Tembakau Virginia itu. Selong. teknologi pengolahan yang minim. Fakta tentang hal itu juga dialami oleh para petani tembakau di Kecamatan Selong. para petani tembakau swadaya itu terpaksa mengetuk pintu rumah para rentenir dengan bunga pinjaman hingga sebesar 50% per 40 hari kerja. Untuk kebutuhan modal. Salah satunya adalah tembakau virginia.Lombok Timur. Karena potensinya itu. R a k y a t S e j a h t e r a . Berangkat dari keprihatinan itu KSP Rinjani 88 K o p e r a s i P e d u l i . suku bunga pinjaman yang sebesar itu sangat mencekik petani. Lombok Timur KSP RINJANI PERKASA Kec. Kab. hingga pemasaran. Rata-rata tiap hektar ladang tembakau bisa menghasilkan dua ton. yakni seluas 29. Separuh potensi tanaman tembakau virginia di pulau Lombok yang seluas 58. Mereka yang 70% ini relatif tidak mengalami hambatan baik dalam aspek permodalan maupun pemasaran.Kesibukan di KSP Rinjani Perkasa.000 hektare. Jelas. saat ini 15 perusahaan pengelola dan pabrikan rokok besar dari Jawa yang membeli tembakau dari Lombok. Nusa Tenggara Barat Sahabat Petani di Lereng Rinjani L ombok Timur identik dengan banyak hal. Sebaliknya.

sejak tahun 2004 hingga tahun 2008 perputaran pinjaman. Sementara itu. dana bergulir itu juga sudah dimanfaatkan untuk membiayai permodalan berbagai usaha sektor riil. R a k y a t dibebani biaya bulanan. Pada awalnya. KSP Rinjani Perkasa menyiapkan sebuah paket pinjaman musiman. Koperasi simpan pinjam yang berkantor di Desa Sandubaya ini pun segera menjadi solusi bagi para petani tembakau yang hampir tiap tahun mengaku kesulitan modal tadi. serta warga masyarakat yang bukan anggota KSP. Koperasi Simpan Pinjam Rinjani Perkasa merupakan salah satu koperasi peserta program perkuatan permodalan pengusaha kecil dan mikro melalui dana bergulir agribisnis. hingga buku ini disusun. pinjaman model ini sangat meringankan petani. KSP ini menerima pinjaman dana bergulir agribisnis senilai Rp 1 miliar. proses pencairan pinjaman pun tak serumit jika petani meminjam dari bank. restoran dan warung kecil. Selain untuk membiayai usaha kecil dan mikro sektor agribisnis. karena mereka tidak K o p e r a s i P e d u l i . Sejak mulai menggulirkan dana senilai Rp 1 miliar tersebut. Cara pengembaliannya pun lebih mudah.Lahan pertanian padi yang dikelola oleh para anggota KSP Rinjani Perkasa dan permodalannya dibiayai melalui paket pinjaman musiman bagi para petani Perkasa didirikan. jumlah outstanding pinjaman bergulir tersebut sudah mencapai Rp 1.4 miliar. Besarnya jasa pinjaman dihitung sekaligus berdasarkan jangka waktu pinjaman dan dikembalikan bersama besarnya pinjaman. Dari beberapa aspek. KSP Rinjani S e j a h t e r a 89 . yang dialokasikan sebagai pinjaman permodalan untuk membiayai berbagai sektor usaha anggotanya. seperti sektor perdagangan. suku bunga pinjaman di KSP ini sangat rendah. Para petani peminjam cukup mengeluarkan rata-rata 5% sampai 5% dari hasil panen untuk membayar angsuran pinjaman ke koperasi atau dengan bunga pinjaman yang hanya berkisar 1% hingga 2 %. Selain paket pinjaman konvensional. Selain suku bunga yang rendah. Sesuai dengan prinsip koperasi. Pada paket pinjaman musiman ini para petani mengangsur pinjamannya pada setiap musim panen dengan kisaran masa panen antara empat sampai tujuh bulan. KSP tersebut merupakan unit simpan pinjam Koperasi Rinjani Perkasa yang telah berdiri sejak tahun 1995. Pada tahun 2003. Betapa tidak. bahkan mencapai Rp 7 miliar. Model pinjaman ini juga dikenal sebagai model pinjaman yarnen (bayar panen).

Namun. kelautan hingga perdagangan. Lombok Timur.Perkasa melayani kebutuhan permodalan usaha di berbagai sektor yang dikelola masyarakat.485. Manfaat yang ditebarkan koperasi ini akhirnya menuai hasil.5/XI/2004 Tahun 2003 Rp1 miliar Rp3. Harapan besar pun dipikul KSP ini.” simpul Muhammad Idrus.DKP/08. peternakan. Idus. Sebagian besar warga di Selong. Tanaman tembakau yang dikelola para petani tembakau KSP Rinjani Perkasa KSP Rinjani Perkasa Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Total Aset Ketua Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : : : : : : : : : Kecamatan Selong.718 Ir.” kata Ketua Koperasi Rinjani Perkasa. mulai dari sektor pertanian. “Kami berusaha membantu masyarakat dengan memberikan kemudahan mendapatkan modal usaha.a/BH/PAD/. seperti nama koperasi ini. kami ingin sahabatsahabat kami juga perkasa. Muhammad Idrus. R a k y a t S e j a h t e r a . MM 209 orang 15 orang 90 K o p e r a s i P e d u l i . pembiayaan sektor agrobisnis memang yang terbesar karena mayoritas penduduk Selong yang bermatapencaharian petani. M. memuji kinerja KSP yang kini telah memiliki aset senilai Rp3.196. NTB 29 Desember 1998 No: 11.H. dari semua sektor itu.5 miliar itu. Pada musim penghujan mereka bertani padi. sedangkan pada musim kemarau berkebun tembakau. Para petani Selong berharap KSP Rinjani Perkasa adalah bagian penting dari perwujudan mimpi-mimpi mereka untuk menjadi petani-petani perkasa di lereng Rinjani. “Kami adalah sahabat para petani. terutama yang pernah berhubungan dengan KSP Rinjani Perkasa.

this KSP received agribusiness scrolling fund loan in the amount of Rp 1 billion. whereas in hot season they plant tobacco.000 hectare. This loan model is also known as yarnen loan model (harvest payment). Rinjani Perkasa Save Loan Cooperation is one of participating cooperations in small and micro entrepreneurs capitalization strengthening program participants through agribusiness scrolling fund. loan disbursement process is also not as complicated as if the farmers borrow from the bank.” concluded Muhammad Idrus. This Save Loan Cooperation with its office at Sandubaya Village then became the solution for tobacco farmers who almost each year had difficulties in capitalization matters. The return method is also easier. until this book is composed. having an asset of Rp 3. Due to such potential. i. For capital need. in the form of capitalization. However. covering an area of 29. the 30% of independent tobacco farmers often face obstacles in production. R a k y a t S e j a h t e r a 91 . since majority of Selong denizens work as farmers. K o p e r a s i P e d u l i . Besides the low interest rate. starting from agriculture. From such concern KSP Rinjani Perkasa was established in 1995. Selong farmers hope that KSP Rinjani Perkasa is an important part of the realization of their dreams to become powerful farmers at the slope of Rinjani.KSP RINJANI PERKASA AT SELONG REGENCY East Lombok – Nusa Tenggara Barat Farmers Best Fried at the Slope of Rinjani E ast Lombok is identical with many things. In average. from all such factors. It is obvious that such large loan interest made it more difficult for farmers. Since commencing such fund scrolling in the amount of Rp 1 billion. we wish our best friends could also be powerful. In raining season they plant rice. From the present facts. This 70% does not face any obstacles both in capitalization and marketing aspects. the amount of outstanding of such scrolling loan has been Rp 1. In 2003. animal farming. up to trading sectors. each tobacco plantation can produce up to two tons. at this time there are 15 managing companies and large cigarette factories in Java that purchase tobacco from Lombok. mainly those who have had relations with this cooperation. One of them is Virginian to bacco. approximately 70% of tobacco farmers in East Lombok have become the developed personnel by managing companies engaging in such Virginian Tobacco Intensification. Half of the potential of Virginian tobacco plants in Lombok island is in East Lombok. marine. minimum processing technology.5 billion. compliment such KSP performance. up to marketing obstacles.e. With very low loan interest rate in this KSP. “We are farmers’ best friends. Most of denizens in Selong. On the contrary. Chairman of KSP Rinjani Perkasa. In accordance to cooperation principal. such independent tobacco farmers had to borrow from loan sharks with loan interest of 50% per 40 working days. borrower farmers only spend 5% of the harvest proceeds to pay loan installment to such cooperation or with loan interest of only approximately 1% up to 2%. KSP Rinjani Perkasa provides service in business capitalization need in various sectors managed by the community. Benefits spread by this cooperation finally resulted in output. High hopes are carried by this KSP.4 billion. agribusiness sector funding is the largest. Farmers can also pay their loan installment in each harvest season with approximately harvest period of four up to seven months.

R a k y a t S e j a h t e r a .92 K o p e r a s i P e d u l i .

NUSA TENGGARA TIMUR East Nusa Tenggara K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 93 .

adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka yang merasa prihatin melihat nasib para guru SD yang sering telat menerima gaji bulanan mereka. begitu Ia biasa disapa. Walaupun para guru ini mendapat penghasilan tetap. Parera. Kabupaten Sikka KOPERASI KREDIT OBOR MAS Kabupaten Sikka. Di sisi lain. kesehatan. membentuk arisan di kalangan guru SD. pendapatan sebagai PNS sangat tidak berlebih. Kondisi ini menyebabkan para guru di Kabupaten Sikka mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga yang serba mendesak dan mendasar seperti kebutuhan biaya pendidikan. dalam 94 K o p e r a s i P e d u l i . perbaikan rumah. Yosef.Kantor Koperasi Kredit Obor Mas. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka bersama Ramiggus S. Bermula dari kesulitan yang dialami para guru SD Kabupaten Sikka di tahun 1972 koperasi ini dibentuk. Maumere. rentenir menjadi satu pemecahan soal dana. Walaupun. Namun. Ketua Kelompok Kerja Guru di Sikka. kini Koperasi tersebut justru menjadi salah satu koperasi kredit yang cukup maju di Sikka. Bahkan. Yosef Doing. Akhirnya. Menyadari hal tersebut. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dari Guru untuk Masyarakat M endirikan koperasi mungkin bukan citacita Yosef Doing saat itu. hingga tiga bulan sekali baru menerima gaji. Alih-alih membentuk organisasi yang membantu para guru dalam mendapatkan pinjaman. dll. namun kenyataannya sering terlambat menerima gaji. R a k y a t S e j a h t e r a . mereka menyadari bahwa terlibat dengan rentenir sangat tidak menguntungkan.

000 untuk biaya pernikahan. Kewapante.955 orang (31%) adalah masyarakat umum. peternakan. peternakan dan nelayan. Lalu muncul pemikiran untuk membentuk sebuah kelompok usaha bersama simpan pinjam. Nelayan dalam bentuk pinjaman bulanan dan triwulan. Nelle. dengan rincian 4.500.25 flat/bulan. atas inisiatif Yosef Doing. pertanian. pemberian modal kerja bagi anggota Kopdit Obormas yang bergerak di bidang usaha Pertanian. jumlah anggota berjumlah 98 orang. Selain itu juga dibuka Unit Agribisnis di Jl. Kopdit Obormas membuka Kantor cabang di komplek pasar tingkat sebagai tempat layanan simpan pinjam bagi Kec. Sampai akhir 2008. didirikan sebuah Koperasi untuk kalangan Guru SD dan Pegawai TU Dinas P dan K dengan nama Credit Union Obormas. pada tanggal 29 Oktober 1994. Kala itu. Tepatnya pembentukan unit ini pada tanggal 1 April 2005. nama CU Obormas diganti dengan nama Koperasi Kredit Obormas atau Kopdit Obormas. Dari modal sebesar tersebut. R a k y a t S e j a h t e r a 95 . Untuk ukuran sebuah kabupatan. Kemudian ditahun 1974.267 anggota. Unit ini dibentuk dengan modal awal bersumber dari pinjaman lunak Kementerian Negara Koperasi Republik Indonesia sebesar Rp1miliar. Alok Timur. tepatnya pada tanggang 04 November. Tujuannya. sebagai pusat layanan anggota di bidang perdagangan. Kini koperasi ini telah menempati gedung mewah lantai tiga. sarana prasarana yang dimiliki oleh Koperasi Kredit Obormas tergolong mewah. Karena jumlah nasabah yang semakin banyak dan jangkauan yang semakin luas. pertama kali pemberian pinjaman diberikan kepada salah seorang guru dari Desa Nele. Unit Agrobisnis ini juga menekankan agar anggota yang berhasil dapat menabung di SIMANIS (Simpanan Masyarakat Agrobisnis) yang akan bermanfaat untuk dapat membantu Usaha penjahitan baju yang dikelola oleh salah satu anggota Kopdit Obor Mas K o p e r a s i P e d u l i . dengan suku bunga 2.perjalanannya disadari bahwa kelompok arisan ini tidak mampu mengakomodasi keinginan para peserta untuk menjadi lembaga yang permanen. dengan jumlah simpanan anggota yang berhasil dihimpun sebesar Rp105. Setelah berkiprah selama 20 tahun. Kopdit Obormas telah memiliki 6.5% IOB atau 1. Kec.312 orang (69%) adalah Pegawai Negeri Sipil dan 1. Kangae dan Kec. yang dikenal sebagai Credit Union. Dengan Harapan modal ini dapat meningkatkan produktifitas usaha mereka. Kec. sebesar Rp100. Kesehatan No 04 Maumere lantai II.

Koperasi Kredit Obor Mas Alamat : Jl. Dengan sistem ini akan terbentuk semangat solidaritas tolong-menolong diantara pelaku agrobisnis yang menjadi binaan Kopdit Obormas.anggota lain yang juga membutuhkan modal usaha. dengan keuntungan bersih rata-rata Rp 6-7 juta per bulan.267 anggota 96 K o p e r a s i P e d u l i . Lembaga ini juga selalu menjalin dan memelihara hubungan kerjasama yang baik dengan sesame gerakan koperasi maupun dengan instansi pemerintah. di Kecamatan Kawapante. koperasi ini selalu Aktivitas petani cengkeh anggota Kopdit Obor Mas membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam nuansa saling mendukung dan saling menyelamatkan. Nusa Tenggara Timur Berdiri : 29 Oktober 1994 Badan Hukum : Nomor: 716/BH/XIV/X/1994 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Remius Noang Jumlah Anggota : 6. Kesehatan No. ia dapat meningkatkan produksi rata-rata hasil ternak ayam potong setiap 3 bulan sehingga bisa menghasilkan Rp30 juta. sang Manajer Kopdit Obormas kebijakan itu ditempuh karena Unit Agrobisnis hanya melayani angsuran pinjaman bulanan atau triwulan. 04 Maumere. Sebagai sebuah badan usaha yang bergerak di jasa keuangan. Dengan adanya dana agrobisnis Kopdit Obormas. R a k y a t S e j a h t e r a . Pengurus menggunakan boks yang kuncinya dipegang oleh petugas dari koperasi. khususnya suku Bajo yang tinggal di kawasan pantai masih suka menyimpan uang di rumah daripada di lembaga keuangan. Seperti halnya Abraham. Banyak anggota yang meningkat taraf hidupnya. sedangkan budaya nelayan. menurut Abraham penghasilannya lebih meningkat. Menurut Fredianto. untuk memudahkan dibuatlah kotak yang mereka isi setiap memperoleh uang dari hasil penjualan ikan atau dari usaha dagang ikan asin yang menjadi andalan pendapatan rata-rata keluarga di kawasan ini. salah seorang Guru SMK 1 Sikka. Dengan dana pinjaman terakhir sebesar Rp60 juta dengan jangka waktu 1 tahun. Koperasi Kredit Obormas terlibat aktif sebagai anggota Puskopdit Swadaya Utama. sebagai anggota Dekopinda Kabupaten Sikka. Sebagai badan usaha keuangan. Maka. yang mempunyai usaha sampingan peternakan ayam potong. kiprah Kopdit Obormas dinilai cukup berhasil. Ada Keunikan lain dalam pemberian pinjaman kepada masyarakt agrobisnis di sektor nelayan. Sikka-Maumere-NTT.

In 1974. However. meanwhile in fishermen culture. who is the Head of Educational and Cultural Services of Sikka Regency felt concerned for the fate of Primary School teachers who were often delayed in receiving their monthly pay checks. Up to 2008. Kopdit Obor Mas services have also been expanded to provide services in agribusiness/ sector capitalization funding since 1 April 2005. had less than enough income. such policy is adopted since Agribusiness Unit only serves monthly or quarterly installment. Teachers in Sikka Regency were often delayed in receiving their pay checks. For fishermen. R a k y a t S e j a h t e r a 97 . upon Yosef Doing’s initiative. Now this cooperation inhibits a threestorey luxurious building. Parera. According to Fredianto. the manager of Kopdit Obor Mas. They. This has been the largest expansion ever done by Kopdit Obor Mas within several decades since it was established. mainly to fishermen in Kawapante District. On the other hand their daily needs had to be fulfilled. Yosef. on October 29. many Civil Servants and teachers in Sikka Regency utilized loan sharks’ service as short term solution for daily life needs. These two men then established an “arisan” ( monthly meeting with the purpose of saving money) for Primary School teachers. the teachers. Along with the establishment of such unit. such program entrusted Kopdit Obor Mas to distribute working capital for members who are engaged in agribusiness sector. That method was also adopted without the awareness of the fact that getting involved with loan shark was actually a non profitable act. and others. a Cooperation for Primary School teachers and Administrative employees of Educational and Cultural Services with the name of Obor Mas Credit Union was established. Consequently.955 members (31%) are the public. Once they even received pay checks once in three months. Chairman of Teacher Working Group in Sikka Regency. as Civil Servants. Yosef with his friends then established an institution to manage save loan with members who are Primary School teachers.5% IOB or 1. There is uniqueness in loan granting to agribusiness community.312 members (69%) are State Civil Servants and 1. The story of Yosef concern took place in 1972. to be exact on November 4. This institution is the embryo of cooperation that later will become ‘the light” of the community of Sikka Regency.KOPDIT OBOR MAS Sikka Life Light at Bukit Sikka E stablishing a cooperation may not be the goal of Yosef Doing. K o p e r a s i P e d u l i . From there. which mostly is hilly. vanilla. This fact encouraged Yosef Doing together with Ramiggus S.25 flat/month. Agribusiness sector development is the accurate step considering the topography of Sikka Regency. pecan. After operating for 20 years. they still like to save their money in their homes rather than in financial institutions. Kopdit Obor Mas created a product in the form of monthly and quarterly loan with interest rate of 2. as the resource of produce such as variety of vegetable such as chilly. Kopdit Obor had had 6. The administrators use a box which key is held by a special cooperation officer. mainly who are engaged in agriculture and animal farming business fields. Further. with the following details: 4. especially Bajo tribe who lives in coastal area. Kopdit Obor Mas was given the trust to manage Micro and Small Entrepreneur Development Program through Save Loan Cooperation capitalization strengthening from State Ministry of Cooperation of the Republic of Indonesia in the amount of Rp 1 billion. Fantastic. 1994 CU Obor Mas changed its name to become Credit Cooperation of Obor Mas or Kopdit Obor Mas. Sikka Regency also has coastal water area which is potential for fishermen. his nick name. Meanwhile. to seek for alternative solution.267 members.

825. Ada satu trik unik yang diterapkan Daniel.Kesibukan di Kantor Kopdit Swasti Sari. Kota Kupang KOPERASI KREDIT SWASTI SARI Kota Kupang.000 pada tahun 2008. dkk dalam merekrut nasabah. ternyata mereka mempunyai potensi yang luar biasa. Hal itu telah dibuktikan oleh Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari. Salah satunya dengan memberikan bunga pinjaman yang lebih rendah dari unit jasa keuangan lainnya. Jika lembaga keuangan mematok bunga minimal sebesar 2%.058. R a k y a t S e j a h t e r a . kini. Namun jika diorganisir dengan benar. mencapai Rp27. Drs. kegiatan koperasi yang didirikan pada 10 April 1997 ini difokuskan pada pemberian bantuan permodalan kepada para petani dan nelayan di pantai Kupang. Karena mampu merangkul kalangan ‘akar rumput’ tersebut. artinya harus mampu melayani masyarakat miskin atau masyarakat lapisan bawah. Seperti koperasi kredit pada umumnya. Daniel Tapobali sedikit berpromosi. “Sesuai dengan visi Kopdit Swasti Sari bahwa koperasi harus dapat diakses oleh masyarakat pada tingkat ‘akar rumput’. Kopdit Swasti Sari menjadi lembaga jasa keuangan yang cukup maju. Provinsi Nusa Tenggara Timur Berani Tampil Beda apisan ‘akar rumput’ memang lapisan masyarakat ekonomi bawah.” kata Ketua Kopdit L Swasti Sari. bahkan cukup diperhitungkan di Kota Kupang. Kopdit Swasti Sari mampu 98 K o p e r a s i P e d u l i . Jumlahnya cukup besar.

maka surplus Hasil Usaha (HU) yang bisa dikantongi sebesar Rp 989. Berdasarkan hasil Laporan Rapat Angota Tahunan (RAT) 2008 yang dilaksanakan Maret 2009.052. Rapor Kopdit Sawti Sari berhiaskan angka biru.670. Beralih Ke Sektor Agribisbis Awalnya. Inkopdit dan Akuntan Publik BWP dan Rekan Registerred Public Accountants Jakarta-Indonesia pada Pebruari 2009. Daniel Tapobali yang dibantu oleh 8 karyawan selalu menekankan pentingnya kebersamaan. Koperasi Kredit (Kopdit) yang berdiri pada 10 April 1997.345. Di bawah kendali tangan dingin Daniel Tapobali.383. sementara jumlah total nasabah yang sudah dilayani oleh Kopdit Swasti Sari mencapai 8.” tambah Daniel beralibi.867.536.334. selalu kita pecahkan bersama.000 orang. Drs. mereka akan kesulitan. lebih banyak berkosentrasi pada bidang perdagangan. kelebihan ini yang justru menarik minat masyarakat. Bukan hanya sisi keanggotaan saja yang mengalami kenaikan. Kopdit Swasti Sari telah membukukan omzet senilai Rp5. Hingga Maret 2009. deviden/BJP yang dibagikan kepada anggota pada tahun 2008 sebesar Rp1. Sekadar catatan.” kata Daniel. Kebersamaan dengan anggota diantaranya diwujudkan dengan rutin melakukan kunjungan ke anggota. Berdasarkan hasil audit dari Puskopdit Bekatigade Timor. Baik kebersamaan antara sesama pengurus maupun kebersamaan pengurus dengan anggota.974. menyatakan bahwa Koperasi Kredit Swasti Sari Kupang dinyatakan Sehat dan Layak. Jumlah anggota Kopdit Swasti Sari dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Trik ‘tampil beda’ ini tergolong berani.617. grafik neraca keuangan juga menunjukkan peningkatan. “Kalau mereka diberikan bunga yang tinggi. Selain menyampaikan informasi tentang sejauhmana efektivitas penggunaan dana pinjaman terhadap usaha anggota. Jika kurangi biaya bunga dan operasional yang harus dikeluarkan senilai Rp4. Hasilnya pun dapat dirasakan. Namun.409.5% saja. Kopdit Swasti Sari mengalami kemajuan yang cukup signifikan. “Jika ada anggota yang mengalami kesulitan berusaha.memberikan bunga pinjaman hanya 1. anggota Kopdit berjumlah 4. R a k y a t S e j a h t e r a 99 . Misalnya dari sisi keanggotaan. Dalam hal pengelolaan. Salah Toko serba ada milik Kopdit Swasti Sari K o p e r a s i P e d u l i .701 orang.676.

448. “Karena ini dana program agribisnis. R a k y a t S e j a h t e r a .214.650. Thamrin Oepoi. ketika koperasi ini mendapat bantuan dana bergulir agribisnis melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM Rp1 miliyar pada tahun 2005.598. Daniel Tapobali Jumlah Anggota : 4. Simpanan Non Saham sebesar Rp4.020. Namun. KSP Swasti Sari kemudian banting stir.701 orang 100 K o p e r a s i P e d u l i . Cakupan layannya kini lebih banyak ke sektor agribisnis.709. Cengkeh hasil dari petani anggota Kopdit Swasti Sari Koperasi Kredit Swasti Sari Alamat : Jl. dengan rincian 65% sebagai pinjaman Kesra dan sisanya sebesar 35% merupakan pinjaman produktif.000.702. juga didukung oleh dana swadaya. Selain modal pinjaman dari pemerintah.satu alasannya karena base camp koperasi yang berada di jantung Kota Kupang. Pada tahun 2008. Pinjaman Beredar sebesar Rp26. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Berdiri : 10 April 1997 Badan Hukum : Nomor: 10/PAD/KWK/IV/1997 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Drs.153.” kata Daniel Tapobali. Jumlah ini dialokasikan untuk 1.852.762 orang. sumber dana koperasi yang kini memiliki asset lebih Rp29 M ini. dengan memberikan bantuan permodalan para petani jagung dan nelayan di pantai Kupang.297. ya kita jalankan sesuai prosedur. jumlah pinjaman yang dicairkan untuk sektor ini sebesar Rp 27.058.825.351. Kota Kupang. dan Dana Cadangan Rp960. di antaranya bersumber dari Simpanan Saham sebesar Rp17.

Kopdit of Swasti Sari also scrolled their own fund to strengthen such capitalization for farmers.000. Such experience has been proven by Credit Cooperation (Kopdit) of Swasti Sari in the city of Kupang. now Kopdit of Swasti Sari—established on April 10. 1997— becomes an advanced financial service institution. even though for that we are considered as different. The number of Kopdit of Swasti Sari members increased from one year to another. they will face difficulties. R a k y a t S e j a h t e r a 101 . “I think. Meanwhile farmers and fishermen in the area of sub-urban in the city of Kupang expected that they could also obtain capital aid service. in the amount of Rp 1 billion.701. East Nusa Tenggara Dare to be Different ow class community. Daniel Tapobali together with eight staff always emphasize the important meaning of togetherness. L In terms of management. especially corn farmers and fishermen in Kupang beach. KSP of Swasti Sari service scale was extended by opening credit services for agricultural sector. Just like any other cooperation in general. it is even quite prominent in the City of Kupang. “If they are given high interest. Kopdit service scale is more open. However. both with administrators. fund source of the cooperation that now owns asset worth more than Rp 29 billion is also supported by independent fund.000. and with members. while the total number of customers serviced by Kopdit of Swasti Sari reached 8. one thing that can be modeled is the innovative nature adopted by the administrators. indeed. Their wishes were granted.” concluded Daniel.058. Initially Swasti Sari Credit Cooperation concentrated in trading field. NTT. that is the meaning of togetherness in cooperation basis. In addition to loan capital from the government. Different from KSP. both as members and non members. This “appear differently” trick is quite daring. One of the reasons is that the cooperation base camp which is located in the heart of the City of Kupang is the busiest transaction center throughout such NTT capital city. if “handled” properly. Kopdit of Swasti Sari is able to provide loan interest in the amount of only 1.” said Daniel.5%. that only services members. If a financial institution sets a minimum interest in the amount of 2%. Up to March 2009. Indeed. Kopdit of Swasti Sari actively distributes credit fund that is normally utilized as working capital for farmers and fishermen in Kupang beach. which is to sit together to solve problems faced by the members or otherwise. Since it was able to put its hands around the “grass root” class. will show outstanding potential. not only strengthening fund in the amount of Rp 1 billion that was scrolled.” added Daniel Tapobali.825. K o p e r a s i P e d u l i . who generally has low income. With such large scrolling loan fund.KOPDIT SWASTI SARI Kupang. Considering the favorable track record of Kopdit of Swasti Sari that shows this Kopdit has successfully managed scrolling loan fund. Chairman of Kopdit of Swastisari providing alibis. “Innovation is important. One of which is by ways of providing lower loan interest than any other financial services. the number of members of Kopdit was 4. of course crucial question arises: What is the secret behind the success of that Kopdit of Swasti Sari? There is one strategy applied by Daniel and partners administrators of Kopdit in recruiting customers. The number is quite large during 2008 which reached Rp 27. then it harvested the interests of those who wish to become customers and members. Tracing back the story of Kopdit Swasti of Sari. in 2005 this cooperation was participated in capital strengthening program through sector scrolling fund aid through State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business in the amount of Rp 1 billion.

R a k y a t S e j a h t e r a .102 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 103 .KALIMANTAN TENGAH Central Kalimantan K o p e r a s i P e d u l i .

Tak hanya para pengurus. Dana bergulir sebesar Rp1 miliar pun mengucur ke kas koperasi ini. dan berkawan dengan pengusaha. status KSU pun dinaikkan menjadi Koperasi Simpan Pinjam. berkawan dengan pemerintah. Kalimantan Tengah KSP SURYA SEKAWAN Kab. menjadi satu kata. K operasi Simpan Pinjam Surya Sekawan dibentuk pada tahun 1997 dengan modal awal tak lebih dari Rp 10 juta itu. yang kemudian disebut-sebut sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini. Kinerja positif itu akhirnya menghantarkan Surya Sekawan terpilih sebagai koperasi peserta Program Agribisnis/Sektoral pada periode tahun 20042005. menjadi satu kata. tapi juga para anggota. Tak hanya para pengurus. Amanah. Kapuas. Amanah. Jika sekarang ini KSP Surya Sekawan mendapat label sebagai koperasi berprestasi hal itu tentu saja tak diperoleh tanpa sebab.Muhammad Nasir di Kantor KSP Surya Sekawan di Jl Barito no. tapi juga para 104 K o p e r a s i P e d u l i . Pada tahun 2003. R a k y a t S e j a h t e r a . 26 Kuala Kapuas. berkawan dengan perbankan. yang kemudian disebutsebut sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini. Provinsi Kalimantan Tengah Berkawan ala Surya Sekawan Berkawan dengan anggota.

Sebut saja. Menilik latar belakangnya itu. yang pada tahun 2006 memperoleh pinjaman bergulir sebesar Rp20 juta dari KSP Surya Sekawan. *** Sedikit kilas balik.” lanjut Pandih. kelahiran koperasi ini tak bisa dilepaskan dari peran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kapuas. namun empat tahun mendatang. Kini.” jelasnya. Hj. “Berkawan dengan anggota. saat ini tersebar 225 orang anggota KSP ini. Muhammad Nasir. KSP Surya Sekawan tak lagi milik warga Muhammadiyah. koperasi ini awalnya didirikan oleh para pengurus Muhammadiyah. petani kebun karet di areal tanah hutan rakyat di Desa Barimba. seorang pengusaha peternakan burung puyuh. Juga. Kecamatan Pulau Petak. R a k y a t S e j a h t e r a 105 . tapi juga konsisten dan kerja keras. seiring dengan skala layanan yang telah berkembang hingga ke beberapa kecamatan tetangga di sekitar Kecamatan Selat. “Memang. Pandih juga menyebut sebuah strategi yang menurut ia menjadi simpul kesuksesan KSP yang kini ia pimpin: perkawanan. Tidak sedikit dari para anggota itu kini berada pada taraf hidup yang jauh lebih baik sejak bergabung dengan KSP Surya Sekawan. dan berkawan dengan pengusaha.” tegas Pandih.anggota. berkawan dengan perbankan. seperti Kecamatan Kapuas Hilir. Di empat kecamatan itu. seorang pensiunan PNS Dinas Pertanian yang sudah beberapa periode terakhir dipercaya sebagai Ketua KSP Surya Sekawan. dan Kecamatan Kapuas Timur. Pengurus dan karyawan KSP Surya Sekawan K o p e r a s i P e d u l i . koperasi yang dikelola oleh lembaga berlatar belakang Muhammadiyah pun diberi nama serupa. Beberapa figur anggota koperasi penerima pinjaman bergulir bahkan telah mampu mengembangkan usahanya pada level yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. tapi siapapun bisa menjadi anggota koperasi ini. berkawan dengan pemerintah. Kecamatan Kapuas Hilir. Di beberapa daerah. Naji Maturpah. Meski hingga tulisan ini disusun ia belum pernah memanen karet dari 3.000 pohon karet yang bibitnya ia beli dari dana pinjaman bergulir. “Amanah bukan sekadar dalam makna jujur. Nasir akan segera menikmati hasilnya (lihat boks: Mereka yang Tersenyum di Bibir Kapuas). wajar jika kemudian Surya Sekawan dipilih sebagai nama koperasi yang kini telah mengelola dana pinjaman bergulir senilai Rp 2.9 miliar itu. Selain amanah.

Pada tahun 2006. “Meski dinamai tim buser. Naji Maturpah. “Setidaknya. Bayangkan. dana tersebut telah berkembang hingga mencapai Rp 2. soto babat dan rawon ini memang memulai usaha rumah makannya dengan modal sendiri pada tahun 2006.5 juta per hari. *** Sebagai koperasi peserta Program Perkuatan Modal KSP Agribisnis/Sektoral. Pemilik usaha restoran bakso. R a k y a t S e j a h t e r a . dari total pinjaman bergulir Program Agribisnis/Sektoral yang pernah diterima KSP Surya Sekawan.Hj. Itulah salah satu bentuk berkawan dengan anggota tadi. Besaran dana pinjaman berupa suntikan modal usaha tadi memang bervariasi antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta dengan bunga pinjaman sebesar Rp 16 % per tahun. peluang menjadi kredit macet semakin kecil. tak semua anggota yang menerima pinjaman permodalan itu disiplin menunaikan angsuran. Selain disiplin melakukan angsuran pinjaman.9 miliar. KSP jelas pantang pilih kasih. anggota-anggota yang telah memiliki basis usaha kuat memang mendapat semacam kemudahan untuk menerima pinjaman. Anggotaanggota yang baru akan memulai usaha pun tetap mendapatkan pinjaman. ia bisa menabung sebesar Rp200 ribu per hari. Namun demikian.” lanjut Pandih. nama Umi Suyatmi juga pantas dimunculkan sebagai profil anggota yang sukses mengelola usaha berkat dana pinjaman dari KSP Surya Sekawan. Kini dengan omset Rp1. setidaknya Umi bisa menambah pundi-pundi tabungannya hingga Rp 6 juta per bulan.5 juta hingga Rp2. Nah. Memang. koperasi ini juga dianggap memiliki strategi yang efektif dalam memilih anggota penerima pinjaman. tapi dalam praktiknya tidak sesangar namanya. Dari jumlah pinjaman pokok sebesar Rp1 miliar tersebut. KSP telah menunaikan kewajiban pengembalian 106 K o p e r a s i P e d u l i . ia mengajukan pinjaman permodalan sebesar Rp 15 juta pada tahun 2008 dan Rp20 juta pada tahun 2008. pengurus KSP membentuk sebuah “tim buser” yang secara intensif melakukan pendekatan persuasif kepada anggota yang menunggak tersebut. Saat ini.” ungkap Pandih menjabarkan kebijakan itu. Menurut Pandih. menurut laporan keuangan per bulan Juli 2009. oleh BPD Kalteng KSP Surya Sekawan memiliki reputasi terpuji. justru kedatangan tim tersebut untuk membantu mencari solusi masalah. untuk mengantisipasi kredit macet semacam ini. anggota KSP Surya Sekawan di peternakanan burung puyuh miliknya Selain dua pengusaha di bidang agribisnis tadi.

Selain itu. Surya Sekawan akan terus menjalin perkawanan dengan siapapun. Bahkan. selama dua tahun. Selain itu. ada pengawas yang ahli di bidang Alamat akuntansi dan perbankan. Salah satunya. pengurus lain pun mendapat giliran tugas serupa. terutama dalam jejaring pemasaran hasil produksi anggota koperasi. Kepala Cabang BRI Kuala Kapuas didaulat sebagai Pengawas pada struktur kepengurusan KSP Surya Sekawan. rutin melakukan safari kunjungan ke rumah-rumah anggota koperasi.” lanjut Zulianto. Di masa mendatang.” ungkap Zulianto melengkapi. Kab. Barito No. misalnya. KSP Surya Sekawan : Jl. R a k y a t S e j a h t e r a 107 . Kuala Kapuas. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami kerjakan. Yang unik.Pengurus KSP Surya Sekawan mengunjungi salah seorang anggota KSP yang mengelola usaha perkebunan karet senilai Rp280 juta. “Setidaknya. “Kami pasti bisa mewujudkan itu. Profil kinerja yang semacam itu tak terlepas dari strategi manajemen yang diterapkan para pengampu koperasi ini.26.Sp Jumlah Anggota : 225 orang Jumlah Karyawan : 12 orang K o p e r a s i P e d u l i . Sekretaris KSP. Sederet rapor biru tadi. komunikasi dengan BPD Kalteng pun terbina dengan baik. KSP Surya Sekawan juga telah menunaikan kewajiban bunga pinjaman sebesar Rp120 juta. Selain Pandih. telah dibuat sebuah program tabungan khusus bagi para anggota KSP. Pandih.S. para pengurus KSP Surya Sekawan mengimpikan sebuah sinergi yang saling menguntungkan antara KSP dan para pengusaha itu.” simpul Pandih mengakhiri. tanggal 9 Februari 2006 Tahun Perkuatan Modal : 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Pandih M. program jejaring kemitraan dengan komunitas pengusaha di wilayah itu. Provinsi Kalimantan Tengah Berdiri : Tahun 1997 Badan Hukum : No: 333/PAD/DPPK/KOP-1/II/2006. tentu saja tak membuat para pengurus KSP Surya Sekawan berpuas diri.

Ia juga penerima pinjaman dana bergulir. total asset yang dikelola telah mencapai Rp 200 jt. Helmi. Penerima pinjaman lain bernama Hj. Helmi. Nasir akan bisa memanen setidaknya 500 kg getah karet per satu hektar atau sekitar 2 ton getah karet per bulan. senyum yang ditebar oleh keberhasilan KSP Surya Sekawan ini pun merambat hingga ke bibir Kapuas. hanyalah segelintir nama yang senyumnya terabadikan dalam buku ini.” ungkap ia. H. Sementara itu. Kelak. sekitar empat tahun mendatang. ia kemudian mengajukan suntikan modal sebesar 20jt pada tahun 2008. Kecamatan Kapuas Hilir. Suryadarma. 108 K o p e r a s i P e d u l i . Kuala Kapuas. Usaha peternakan puyuhnya saat ini telah berkembang hingga sekitar 3. senyum-senyum anggota lain mengembang mengiringi asa yang kian benderang. yang seluruhnya dipergunakan untuk membeli bibit pohon karet sebanyak 3. Namun.10.000 per kg maka omset usaha kebun karet miliknya itu akan mencapai Rp 20 jt per bulan.000 bibit karet. “Setidaknya. Kini. tersebut seorang petani karet bernama Muhammad Nasir. anggota koperasi ini tersebar hingga ke bibir sungai yang membentang hingga ke Propinsi Kalimantan Selatan itu. bahkan. seorang anggota KSPSurya Sekawan di gudang pupuk miliknya Mereka yang Tersenyum di Bibir Kapuas J arak Desa Selat Hulu. Memulai usaha penanaman pohon karet dengan modal awal sebesar Rp 60 jt di atas lahan kelola seluas 4 hektar. pemilik usaha toko pakaian di Pasar Sari Mulya. Dengan skala usaha yang seperti itu ia bisa mengantongi laba bersih senilai Rp 8 jt per bulan. R a k y a t S e j a h t e r a . Di Desa Barimba.000 butir per hari. Naji Maturpah. Dengan asumsi harga getah karet itu Rp. jika telah menuai panen. Nama-nama tadi. Kuala Kapuas H. Alhasil. tempat para pengurus KSP Surya Sekawan berkantor memang tak berada di bibir sungai Kapuas. Hj. dengan rata-rata produksi telur sebanyak 4.Hj. misalnya. Di luar sana. anggota KSP Surya Sekawan pemilik usaha toko pakaian di Pasar Sari Mulya. menambah skala usaha distribusi pupuk produksi Petrokimia Gresik dari suntikan modal usaha sebesar Rp20 juta pada tahun 2007. Ia.000 ekor. berhasil melunasi pinjaman itu sebelum tenggat akhir pinjaman. dengan usaha ini saya sudah bisa mempekerjakan penduduk kampung. Ia telah dua kali mendapatkan pinjaman suntikan modal usaha masing-masing senilai Rp 20 jt rupiah pada tahun 2006 dan tahun 2008. di Kecamatan Kapuas Hilir. Suryadarma. seorang warga Kelurahan Umbulau.

the total amount of Agribusiness/Sector program scrolling that was received by KSP Surya Sekawan. for example. this cooperation is also considered as having effective strategy in selecting loan receiver members. However. Some of members of scrolling loan receiver cooperation have even been able to develop their business to the level that they had never expected before. At this time. there is a strategy that is believed to the knot of this KSP Surya Sekawan success. Indeed. KSP Surya Sekawan has also fulfilled its obligation in returning the loan interest in the amount of Rp 120 million. A special savings for KSP members has even been established. KSP has fulfilled its obligations to return the loan in the amount of Rp 280 million. for two years. Naji Maturpah. namely: “Being friends with the members. Secretary of KSP. According to Pandih. Such positive performance finally brought Surya Sekawan to be selected as participating cooperation in Agribusiness Sector KSP Capitalization Strengthening Program for the period of 2004. In 2003. R a k y a t S e j a h t e r a 109 . In these four regencies at this time there are 225 members of this KSP. From the principal loan in the amount of Rp 1 billion. an entrepreneur of quail farm. in 2006 obtained scrolling loan in the amount of Rp 20 million from KSP Surya Sekawan. Besides that. Hj. and East Kapuas District.9 billion. along with this KSP financial ability. according to financial report per July 2009. the service scale has also been developed up to several neighboring districts that surround Selat Regency. such as Kapuas Hilir District. and being friends with entrepreneurs”. In addition to trusteeship.” continued Zulianto. The new members who are just commencing their business will also obtain loan. K o p e r a s i P e d u l i . In ad- S dition to being discipline in paying for loan installment. Well. administrators apply trusteeship philosophy. members who have strong business basis indeed have some sort of facility in receiving loan. has developed to up to Rp 2. Many of them have now been living in better living standards since they joined with KSP Surya Sekawan. Just to name one. KSP Surya Sekawan has a remarkable reputation. KSP administrators established what is so called as an “ambush team” which intensively conducts intensive approach to such members who are in arrears. being friends with banking. As a cooperation that is a member of Agribusiness/Sector KSP Strengthening Program.KSP SURYA SEKAWAN Kapuas Being Friends like Surya Sekawan urya Sekawan Save Loan Coopera tion was established in 1997 with working capital of not more than Rp 10 million. KSU status was promoted to become Save Loan Cooperation. In managing KSP Surya Sekawan. Scrolling fund in the amount of Rp 1 billion was distributed to this cooperation treasury. Pulau Petak District. Pandih. “At least there is an expert in accounting and banking as a supervisor. according to BPD Kalteng. the communication with BPD has also been favorable. This type of performance profile is inseparable from management strategy applied by these cooperation administrators. being friends with the government. Now. In addition. regularly visits the cooperation members’ homes. KSP is not allowed to apply favoritism. to anticipate this type of non performing credit. not all members who have received such capitalization loan are discipline in paying installment. The unique thing is Branch Head of BRI Kuala Kapuas is assigned to become the Supervisor in KSP Surya Sekawan administrative structure.

R a k y a t S e j a h t e r a .110 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 111 .SULAWESI UTARA South Sulawesi K o p e r a s i P e d u l i .

Kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Eris sejak tahun 1962 ini dikenal sebagai salah salah satu produsen cengkeh terbesar di Minahasa. Bukan 112 K o p e r a s i P e d u l i . Tak lama lagi musim petik tiba. Kecamatan Kombi. bahkan seantero Provinsi Sulawesi Utara.Suasana Kantor Pelayanan KSP Ayamen Mandiri. Seperti kehidupan petani cengkeh pada umumnya. Maka. ia menghidupi istri dan dua orang anaknya. 35 th. Bentuk hubungan yang dimaksud adalah pemanfaatan fasilitas pinjaman modal usaha yang disediakan lembaga keuangan oleh para petani cengkeh. R a k y a t S e j a h t e r a . ia akan panen cengkeh. Jika harga sedang bagus. Dari hasil kebun seluas 1. cengkeh dari Kombi terkenal karena mempunyai kualitas yang bagus. Kabupaten Minahasa KSP AYAMEN MANDIRI Kabupaten Minahasa. tak heran jika sebagian besar masyarakat Kombi tertarik untuk mengembangkan jenis komoditas cengkeh. ia selalu sibuk merawat kebun cengkeh miliknya. Provinsi Sulawesi Utara Mitra Petani Cengkeh W ajah Alfi Waleleng. sumringah pada hari-hari belakangan ini (akhir Juli 2009 lalu). Nama Kombi bagi sebagian orang memang sudah tak asing lagi. Selain hasilnya yang melimpah. Ia senantiasa tersenyum setiap kali melihat kebun cengkeh miliknya mulai berbuah. Alfi adalah salah satu petani cengkeh di Desa Kombi. Kabupaten Minahasa. berharap panen kali ini menuai hasil melimpah. Peran lembaga keuangan sebagai mitra petani terjalin baik di sini. Alfi bisa mengantongi untung yang lumayan besar. Alfi juga bergantung dari hasil budi daya cengkeh.5 hektar. Letak geografi Kombi yang berada di daereh pegunungan sangat cocok untuk budi daya jenis tanaman ini. Setiap menjelang musim panen.

R a k y a t S e j a h t e r a 113 . interaksi yang baik telah tercipta sejak KPS itu masih berbentuk Koperasi Unit Desa (KUD)— berubah menjadi KSP pada tanggal 6 Januari 2005 lalu. Alfi adalah salah satu nasabah KSP Ayamen Mandiri yang paling aktif. Koperasi yang berkantor di Desa Kombi ini telah lama menjadi mitra masyarakat di Kecamatan Kombi. sementara Bank Prisma Dana berperan menjadi pensuplai dana bagi KSP kekurangan dana untuk memenuhi permintaan pinjaman. Dulu kami pinjam uang dari bank harian. Ketika itu. yakni Bank Sulut dan Bank Prisma Dana. Sejurus dengan itu. Bank Sulut merupakan bank penyalur dana bergulir agribisnis Rp1 miliar. KSP Ayamen Mandiri tak hanya sebatas berkiprah di Desa Kombi. koperasi ini telah menunjukkan pola kinerjanya yang baik. “Pada musim tanam banyak anggota yang mengajukan pinjaman. bantuan modal usaha itu pun terkucur dari lembaga keuangan seperti koperasi.P Montong. namun kesulitan mengembalikan karena harus menyetor tiap hari. “Koperasi ini sangat membantu kami. Lantaran program ini pula. khususnya pada momen-momen tertentu.” kata Alfi. Dari sisi keanggotaan. Salah satunya adalah Koperasi Simpan Pinjam Ayamen Mandiri. Biasanya kami kekurangan dana. Hubungan antara KPS Ayamen Mandiri dan masyarakat cukup harmonis. Wajar jika KSP Ayamen Mandiri telah dikenal luas masyarakat. KSP Ayamen Mandiri menjalin kerja sama dengan dua bank di Sulawesi Utara. Layanan KSP Ayamen Mandiri bagi warga mendorong warga lain yang belum menjadi anggota mengajukan aplikasi permohonan Alfri Waleleng merasa lebih mudah dan nyaman mengajukan kredit di koperasi untuk modal bertani cengkeh K o p e r a s i P e d u l i .” kata Ketua KSP Ayamen Mandiri. namun juga telah merambah ke beberapa desa di Kecamatan Kombi. Hesky Z. dan cakupan layanannya pun semakin meluas. misalnya. Hingga tahun 2008 jumlah anggota KSP telah mencapai 120 orang. jumlahnya bertambah dari waktu ke waktu. Kini kami memilih koperasi karena bisa bayar setelah panen.hanya dari bank milik pemerintah dan swasta. Meski baru berusia empat tahun. KPS Ayamen Mandiri adalah alasan senyum Alfi di atas. KSP Ayamen Mandiri dipercaya untuk mengelola Progran Dana Bantuan Perkuatan KSP Agribisnis/ Sektoral pada tahun 2006. Bahkan. bahkan berinovasi. Puncak kinerja pada empat tahun usianya. kepercayaan masyarakat menjadi vitamin-suplemen tersendiri bagi pengurus KSP Ayamen Mandiri untuk terus berkiprah.

Montong Jumlah Anggota : 120 orang 114 K o p e r a s i P e d u l i . jumlah kekayaan KSP pada tahun 2008 berada pada level Rp 1. Untuk meminimalir angka kemacetan itu. Meskipun hubungan demikian dekat.701. Provinsi Sulawesi Utara Berdiri : 10 Mei 1997 Badan Hukum : No: 2499/BH-KOP. jumlah SHU senilai Rp 27. Dalam bermitra perlu ada pola kemitraan yang sehat di antara koperasi dan petani. jumlah HSU melonjak hingga dua kali lipat.P Montong. Semua langkah tadi.354. “Kami hadir sebagai mitra bagi para petani. Bagaimanapun.575. “Kami berusaha mengenal lebih dekat para anggota maupun calon anggota. Angka-angka tersebut tidak terlalu besar. Angka ini cukup fantastik jika dibandingkan dengan jumlah kekayaan awal ketika berdiri yang hanya Rp 40 juta.P. tambah Hesky.256. tetapi menarik jika dilihat dari kontribusinya terhadap kekayaan koperasi. menjadi salah satu koperasi unggulan di Minahasa. KSP tetap bisa menerapkan sistem sanksi berupa denda sebesar 30% dari besarnya pinjaman terhadap setiap kasus keterlambatan pengembalian pinjaman.000.” kata Hesky Z.718. Hesky Z.323. Pada tahun 2008. omzet koperasi mencapai Rp 1. yakni mencapai Rp 45.” simpul Hesky.P Montong.000 Ketua : Drs. Tapi yang jelas.865. Tak berlebihan jika KSP Ayamen Mandiri.354. Bahkan tak jarang Ketua KSP turun langsung untuk berdialog dan mendengar keluh kesah anggota. Bila pada 2006.menjadi anggota. Lahan perikanan nmilik anggota KSP Ayamen Mandiri KSP Ayamen Mandiri Alamat : Desa Kombi. Bagi KSP.575. Kabupaten Minahasa. pertambahan jumlah anggota itu berimplikasi pada necara keuangan koperasi. Angka Sisa Hasil Usaha (SHU) pun naik dari tahun ke tahun. Salah satunya. kini. Menurut Hesky Z. Meskipun telah mencapai beberapa prestasi dinamika positif KSP Ayamen Mandiri tadi sesekali tersandung kendala. tak ada gading yang tak retak. merupakan upaya untuk membantu para petani yang rata-rata kesulitan mendapatkan pinjaman modal kerja.000. ulah nasabah ‘nakal’ yang enggan mengembalikan pinjaman tepat waktu. pada dua tahun berikutnya. R a k y a t S e j a h t e r a . kedewasaan anggota adalah modal bagi sebuah pola kemitraan yang sehat. kebijakan sanksi tersebut ditempuh untuk mendewasakan anggota. tambah Hesky. kunjungan dan pembinaan rutin terhadap anggota pun dilakukan. tak semua aplikasi serta merta dikabulkan.000. tanggal 6 Januari 2005 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2006 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp1. Ia berharap kerja sama antara koperasi dan masyarakat tetap terjalin secara harmonis. Memang. 2008. Kecamatan Kombi. *** Memang.

Hesky Z. According to Hesky Z. This number is quite fantastic if it it is compared to the number when the cooperation was first established which was only Rp 40 million. KPS Ayamen Mandiri is the reason of Alfi’s smile above. to apply for membership. the trust of the community becomes a supplement vitamin for KSP Ayamen Mandiri administrators to keep acting. It is obvious that KSP Ayamen Mandiri has been widely known. the value of asset of KSP in 2008 was at the level of Rp 1. However it is clear that such number of members increase implicates the cooperation financial balance. for example. this cooperation has shown its favorable performance pattern. “This cooperation helps us a lot. KSP Ayamen Mandiri was not limited to only operate in Kombi Village. Sulut Bank is the distributing bank for agribusiness scrolling fund in the amount of Rp 1 billion.KSP AYAMEN MANDIRI Clove Farmers Partner he name “Kombi” for some people does not sound strange anymore. KSP Ayamen Mandiri was trusted to manage Agribusiness/Sector KSP Aid Fund Program in 2006. K o p e r a s i P e d u l i . The peak performance of its fourth year. and even innovating.” said Alfi. such business capital is also provided by financial institution such as cooperation. the number of KSP members reached up to 120 people. R a k y a t S e j a h t e r a 115 . KSP Ayamen Mandiri cooperated with two banks in North Sulawesi. encourages other denizens who are non members. It is also quite often that Chairman of KSP directly participates and has dialogs as well as listens to the grievances of members. In addition to its abundance produce.P Montong. not all applications could merely be granted. but also had spread to several villages in Kombi Regency.” said Chairman of KSP Ayamen Mandiri.P Montong. We used to borrow money from daily bank. One of such cooperations is Save Loan Cooperation Ayamen Mandiri. Even though it is only four years old. Then. meanwhile Prisma Dana Bank has the role of fund supplier for KSPs that are lack of fund to fulfill loan request.575. the clove from Kombi is famous for its good quality. No wonder if most of Kombi communities are interested in developing clove commodity type. The new district as a result of Eris District extension since 1962 has been known as one of the largest clove producers in Minahasa. Indeed. The intended form of relationship is the utilization of business capital loan provided by financial institution by clove farmers. has become one of superior cooperations in Minahasa. In terms of membership. In line with that. the number increases from time to time. who is also one of the farmers there. T Until 2008. The relation between KPS Ayamen Mandiri and the community is quite harmonious. especially on specific moments. The financial institution as farmers’ partner plays a very good role here. The service of KSP Ayamen Mandiri for denizens. regular visits and development on members are conducted. namely Sulut Bank and Prisma Dana Bank. Geographic location of Kombi which is on the mountain range is suitable for the cultivation of this type of plant. even in the entire North Sulawesi Province. and its service coverage became wider.354. Now we choose cooperation because we can pay after the harvest. Not only from state and private owned banks. Usually we are lack of fund. Alfi is one of the most active customers of KSP Ayamen Mandiri. “In the planting season there are many members who apply for loan. Due to this program also. The favorable interaction that has been created since such KPS was still in the form of Village Unit Cooperation (KUD)— changed to become KSP on 6 January 2005. now.000. It will not be exaggerating to say that KSP Ayamen Mandiri. The Cooperation that has its office at Kombi Village has been the partner of the community in Kombi Regency for a long time. but we found it difficult to return the money because we had to deposit every day. To minimize the amount of non performing loan.

gurami. Tahun 2005. Kecamatan Dimembe. dan beberapa lagi di Manado. Provinsi Sulawesi Utara Buka Peluang Lebar-lebar. Bantuan modal sejumlah Rp 5 juta pun ia peroleh. Sumiati mengajukan perkuatan modal usaha perikanan yang ia kelola. Ia tinggal di Desa Tatelu. Di balik kebersahajaannya itu sesungguhnya ia adalah perempuan pengusaha tangguh. Ketat Bersyarat S 116 umiati adalah sosok wanita bersahaja. Kolam-kolam itu ia gunakan untuk membesarkan ikan-ikan mas. Sejak tahun 2001 silam. yang masing-masing berukuran 10 x 20 meter.Suasana pelayanan di KSP Tamporok Timampas KSP TAMPOROK TIMAMPAS Kab. Bersama sang suami. yang kelak ia suplai ke rumah-rumah makan di Minahasa. “Jika mengingat masa-masa itu penghasilan torang pas-pasan.” kenang Sumiati. Beruntung Sumiati adalah anggota KUD Tamporok. yang kelak melahirkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas. dan mujair. Sebuah kolam tambahan pun ia sewa. Sumiati pun mendaftar menjadi anggota KSP. perempuan yang kini berusia 38 tahun itu mengawali bisnisnya dengan sebuah kolam ikan. Uang sebesar itu ia gunakan untuk untuk membeli bibit K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a . Minahasa Utara. Ketika KSP Tamporok Timampas terbentuk pada tahun 2003. Ketika usahanya mulai berbuah hasil. penerima perkuatan modal dari dana bergulir Program Agribisnis/Sektoral. Sumiati adalah pengelola usaha kecil sektor perikanan darat.

*** Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas berdiri pada tahun 2003. dan Desa Klabat. bahkan kegagalan. seperti Desa Pinilih. Beruntung. R a k y a t yang sudah siap panen itu tiba-tiba mati. Kelahiran KSP ini memiliki sejarah erat dengan eksistensi KUD Tamporok. Selain menyuplai ikan untuk kebutuhan rumah-rumah makan di Minahasa dan Manado. Kali ini sebesar Rp 10 juta. Sumiati tipe pengusaha gigih.” tegas Sumiati. Awalnya. Itulah sekelumit kisah tentang Sumiati. Desa Wassian. Penuh onak dan duri. Desa Warukapas. Keberhasilan Sumi mengelola dana bergulir permodalan jelas menginspirasi warga lain di Desa Tatelu. Sumiati juga berjualan ikan di Pasar KUD Tamporok pada setiap hari Minggu. satu dari sekian anggota KSP Tamporok Timampas yang berhasil menaikkan taraf hidupnya. Bahkan. Pinjaman modal itu ternyata efektif menaikkan skala usaha kolam ikan miliknya. Suatu ketika. aplikasi pinjaman tahap kedua yang ia ajukan diterima. “Semua uang itu torang gunakan untuk modal usaha. Ikan-ikan mas K o p e r a s i P e d u l i . kini Sumiati telah memiliki enam kolam ikan. Lantaran termasuk anggota KSP yang disiplin menunaikan angsuran pinjaman. dalam sebulan kini ia bisa memperoleh laba bersih senilai Rp 4. Desa Lumpias. grafik usaha Sumiati tak selamanya meniti jalan mendaki. Sumiati pernah mengalami kerugian besar akibat ikan-ikan yang ia biakkan terserang penyakit. KUD Tamporok S e j a h t e r a 117 . Memang.5 juta. Terkadang. terselip juga kisah duka dalam mengelola usaha miliknya. Bahkan. Ratusan warga desa-desa itu kini antri menunggu persetujuan untuk menjadi anggota KSP Tamporok Timampas. berkat kegigihannya mengelola usaha. kini Sumiati kembali meminjam perkuatan modal sebesar Rp 15 juta. bukan untuk membeli barangbarang kebutuhan rumah tangga. warga desa-desa di sekitar Tatelu. aral seperti itu tak lantas menyurutkan semangatnya untuk maju. Delapan tahun berselang.Sumiati dan usaha budidaya ikan air tawar ikan dan pakan. Kini.

Hasilnya. saat ini aset yang dimiliki sudah bernilai Rp 800 juta. Grafik neraca keuangan pun setali dua uang. Untuk ukuran sebuah koperasi simpan pinjam. KSP Tamporok Timampas kembali mendapat suntikan modal serupa sebesar Rp500 juta. R a k y a t S e j a h t e r a . Bayang-bayang KSP yang gulung tikar karena seret modal sempat menghantui para pengurus KSP Tamporok Timampas. “Peningkatan itu diperoleh dari laba usaha simpan pinjam yang dijalankan. Modal awal KSP ini tentu saja berasal dari kas USP yang menjadi cikal bakal kelahirannya. Setahun kemudian. Berkaca dari jejak rekam KSP Tamporok Timampas tadi wajar jika kemudian proposal mereka untuk bantuan perkuatan modal Program Agribisnis/Sektoral sebesar Rp 1 miliar terkabul pada tahun 2005. tepatnya pada akhir 2004.147. Keberhasilan KSP Tamporok Timampas menggali berbagai potensi permodalan efektif menggerakkan grafik aset dan neraca keuangan KSP ke level yang lebih baik. baik swasta maupun lembaga pemerintah dilakukan. dana senilai itu jelas tergolong minim. Hanya Rp. dana bergulir sebesar Rp1 miliar itu kini. Berkat disiplin mengelola sistem. telah berkembang menjadi lebih dari Rp 2 miliar. berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan Tahun 2003. yang selanjutnya diberi nama KSP Tamporok Timampas. Hanya berselang tiga tahun. seluruh pinjaman dari PT PNM tersebut berhasil dilunasi.509. sebagai penyalur dana bergulir agribisnis Rp 1 miliar. terbentuklah Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Beberapa penjajakan kerjasama dengan badan usaha lain. Bantuan permodalan sebesar Rp 250 juta pun mengucur pada akhir tahun 2003. Berdasarkan track record Bank Sulsel. KSP Temporok pada 2008 telah menyetor dana sebesar Rp 100 juta ditambah bunga. empat tahun kemudian.230. tempat para anggota KSP Tamporok Timampas memasarkan hasil panen 118 K o p e r a s i P e d u l i . Juliantje Kaunang. Menurut data KSP. beberapa tokoh KUD Tamporok kemudian mengusulkan agar unit usaha simpan pinjam itu dikukuhkan saja menjadi sebuah koperasi tersendiri yang memiliki badan hukum. KSP Tamporok Timampas berhasil menjalin kerjasama dengan PT. Singkat cerita. Keberhasilan itu juga mempengaruhi tingkat pengembalian dana pinjaman ke bank. Tak ingin bernasib serupa. Pasar tradisional milik KUD Tamporok. Jumlahnya tidak besar.mengelola sebuah unit simpan pinjam (USP). para pengurus KSP baru itu pun mulai menyusun strategi.” ungkap Ketua KSP Tamporok Timampas. Tahun demi tahun neraca keuangan menunjukkan peningkatan yang cukup untuk membuat para pengurus KSP ini tersenyum puas. yang baru saja berdiri itu. Permodalan Nasional Madani (PNM). Seiring dengan dinamika USP itu.

KSP Tamporok Timampas terpilih sebagai koperasi penerima bantuan dana bergulir perkuatan modal bidang agribisnis dari Pemerintah sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2005/ 2006. Kinerja keuangan yang kinclong tersebut merupakan buah dari sistem penyaluran dana bergulir yang relatif ketat. Dimembe. Tapi.507. bisa berpengaruh terhadap besar kecilnya pinjaman yang dikeluarkan. di masing-masing desa ditempatkan seorang manajer.” kata Ketua KSP Tamporok Timampas. Warukapas. Juliantje Kaunang. Setidaknya.4% per tahun. ternyata membuahkan hasil. jumlah kredit yang tersalur meningkat menjadi Rp1. Pertimbangan utamanya tetap pada kinerja koperasi itu sendiri.199. namun melalui perjuangan keras yang cukup panjang dari para pengurus.925. Sedangkan tingkat suku bunga yang digunakan adalah sebesar 20.Salah satu indikator. Untuk syarat yang satu ini pengurus tidak memberi toleransi. yang tersebar tidak hanya di Desa Tatelu tapi juga desa- desa sekitarnya. sang Ketua KSP Tamporok Timampas. Bahkan. Hasilnya adalah jumlah anggota yang banyak dan selektif. T. Dalam hal keanggotaan. KSP Tamporok Timampas baru mempunyai anggota tetap sebanyak 25 orang. Sebagai bentuk dukungan Pemda.300 dengan laba usaha juga meningkat menjadi Rp27. Hingga tahun 2009 calon anggota KSP mencapai 1. sinar kinerja KSP Tamporok Timampas terganggu oleh sebuah catatan kaki dari Bank Sulut. Juliantje Kaunang. Misalnya keberhasilan pengurus KSP dalam menembus birokrasi lembaga usaha yang selama ini terkesan enggan bekerja sama dengan koperasi. baru Rp 100 juta yang dikembalikan. Wassian.Minahasa Utara : 10 Mei 1997 : No: 2473/BH-KOP/IX-2003 : Tahun 2004 : Rp1 miliar : Lebih dari Rp2 miliar : Juliantje Kaunang : 25 orang : 23 orang K o p e r a s i P e d u l i .” KSP Tamporok Timampas Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Peningkatan Dana Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : Desa Tatelu. “Kami harus selektif dalam menerima anggota.278.300. yang kemudian menghasilkan laba usaha senilai Rp24. Artinya. Kredibilitas calon anggota dan jenis usaha yang dilakukan menjadi pertimbangan KSP untuk meluncurkan kredit.604 orang. Keca. hanya bisa berujar: “kami masih prioritas pada perguliran dana.998. Track record bagus itu tidak datang begitu saja. Lumpias. Salah satunya prestasi pengembalian yang tidak boleh cacat selama dua kali pengajuan kredit. Menyikapi pertanyaan nakal atas fakta itu. KSP menerapkan sistem open house. jumlah pinjaman dana bergulir Program Agribisnis Sektoral yang sebesar Rp 1 miliar yang diterima KSP Tamporok Timampas. membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat atau calon anggota yang ingin menjadi anggota KSP. Rondor dan Klabat. Wajar jika sampai waktu tertentu. seperti Pinilih. Kebijakan pintu dibuka lebar-lebar di satu pihak.” jelas Juliantje Kaunang. Pemerintah Daerah mulai mempertimbangkan keberadaan KSP. Sayang. dan pemberlakuan ketat di dalam persyaratannya di pihak lain. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi anggota KSP. Kab. Namun. Menurut Data Bank Sulut. mulai dari yang terkecil Rp500 ribu hingga Rp20 juta dengan berbagai program pilihan. Sebagai catatan.181. Sedangkan untuk memudahkan pembinaan. Satu tahun kemudian.808. misalnya. Pada tahun 2007 jumlah kredit yang disalurkan mencapai senilai Rp1. bukan hanya alasan lobi kenapa KSP pantas untuk menjalankan program dari Kementerian Negara Koperasi dan usaha Kecil dan Menengah. Di sana kepiawaian pengurus teruji. R a k y a t S e j a h t e r a 119 . semakin bergulir semakin kuat koperasi kami. bisa dilihat dari jumlah kredit yang dikeluarkan. besaran pinjaman atau kredit yang disalurkan bervariasi. “Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon anggota untuk menjadi anggota KSP.967. seorang kasir dan seorang juru tagih berstatus karyawan KSP.

Dimembe District. Juliantje Kaunang.967.” said Chairman of KSP Tamporok Timampas. Lumpias. On of the indicators. she bought fish seed and food.998. Juliantje Kaunang. The wide open door policy by one side. scrolling fund in the amount of Rp 1 billion has now four years later. Sumiati is a hard work type of business woman.181. not for purchasing household goods. Such sparkling financial performance is the fruit of scrolling fund distribution system which is relatively tight. In 2005. Be hind her simplicity she is actually a strong business woman. for example. Warukapas. In addition she also supplies fish for restaurants in Minahasa and Manado.925. According to KSP data. their proposal to obtain scrolling fund aid for Sector KSP in the amount of Rp 1 billion was granted in 2005.5 million. Norht Sulawesi Providing Wide Open opportunities. Eight years later. and then she applied for the second stage loan. then the third one in the amount of Rp 15 million. can be seen from the amount of credit issued. Since 2001. It means. Sumiati is the manager of land fishery small business sector. thanks to her hard work in managing her business. now Sumiati has had six fish ponds. which then produced business profit in the amount of Rp24.808. She lives in Tatelu Village. Now. Rondor and Klabat. R a k y a t S e j a h t e r a . 120 K o p e r a s i P e d u l i . receiver of scrolling fund strengthening for Sector KSP. Sumiati is a member of Loan Save Cooperation (KSP) of Tamporok Timampas. in a month she can obtain a net profit of Rp 4.604 scattered not only in Tatelu Village but also the surrounding villages such as Pinilih. the amount of credit distributed increased to become Rp1. financial balance also shows enough increase to make all administrators smile in satisfaction.300 with business profit that also increased to become Rp27. “I used all that money for business capital.300. KSP applies the open house system. Sumiati submitted a proposal on capital strengthening for fishery business that she managed. “Such increase was obtained from profit of the managed loan save business. any hindrances do not stop her spirit from progressing. Because of the discipline in system management. In 2007 the amount of credit distributed reached the amount of Rp1. and the tight enactment in its requirements are actually fruitful. In terms of membership. Loan Save Cooperation (KSP) Tamporok Timampas was established in 2003. As a discipline member of KSP she paid back the loan installment. T. Up to 2009 members of KSP have reached 1. In 2008 Temporok returned such scrolling loan fund in the amount of Rp 100 million plus interest. The output is the large and selective number of members. Such success also affects the return level of loan fund to the bank.” said Sumiati expressly. Meanwhile. A year later. Tight Requirements S Sector umiati is a simple woman. Capital aid with the value of Rp 5 million was obtained by her. in the amount of 10 million. Because of its good recording system.” said Chairman of KSP Tamporok Timampas.507. it opens the door widely for communities or future members who wish to become KSP members. “We provide opportunities wide open for future members to become members of KPS. Wassian.199. With that much money.278.KSP TAMPOROK TIMAMPAS North Minahasa. currently asset that is owned has reached the amount of Rp 800 million. developed to become Rp 2 billion.

Lahan persawahan di Kabupaten Minahasa K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 121 .

R a k y a t S e j a h t e r a .122 K o p e r a s i P e d u l i .

SULAWESI TENGGARA Southeast Sulawesi K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 123 .

Tanpa modal yang cukup. Namun. terlalu banyak persyaratan administratif yang tak bisa mereka penuhi. para petani rumput laut itu jelas tak bisa berbuat banyak.” kenang La Saimuna. Keresahan itu akhirnya bermuara di forum pertemuan anggota Koperasi Simpan Pinjam Tunas Sari. satu demi satu mereka beralih profesi menjadi petani rumput laut. “Seperti ada tembok besar di hadapan kami. Sulawesi Tenggara Maju Bersama Petani Rumput Laut M 124 asyarakat Labone terkenal sebagai masyarakat pembudidaya rumput laut. seiring dengan perkembangan usaha budidaya rumput laut yang dianggap lebih potensial. Secara geografis masyarakat Desa Labone terletak di tepi selat Buton yang memang cocok untuk budidaya rumput laut. Padahal. Ketua sekaligus Manager K o p e r a s i P e d u l i . Lagi-lagi alasan minim modal membuat para petani rumput laut itu sulit melakukan eskalasi usaha mereka.Aktivitas anggota KSP Tunas Sari dalam melakukan pemilihan bibit rumput laut KSP TUNAS SARI Kabupaten Muna. Meskipun harga rumput laut tergolong labil dianggap tetapi usaha ini dianggap lebih prospektif daripada menjadi nelayan kecil. mereka berprofesi sebagai nelayan. Untuk meminjam modal ke bank. Awalnya. R a k y a t S e j a h t e r a . Para petani rumput laut mengeluh. permintaan pasar terhadap rumput laut semakin tinggi.

Sejak menerima perkuatan modal bergulir Program Agribisnis/Sektoral. 100. Begitu mendengar bahwa Kementerian KUKM meluncurkan program perkuatan permodalan bagi KSP yang membiayai UKM sektor agribisnis. padahal jumlah pinjaman tertinggi kami hanya Rp. selain pengawas sebanyak 3 orang. KSP Tunas Sari telah memiliki anggota hampir 2000 orang dengan modal mencapai Rp 3. R a k y a t Sedikit kilas balik. Ketika itu.000.276. Sebagai catatan. jumlah anggotanya sudah relatif banyak: 200 orang. mereka yakin bahwa proposal itu akan dikabulkan. K o p e r a s i P e d u l i . Karena USP dari KUD Tunas sari ini tumbuh dengan pesat dan menjadi unit usaha primadona maka pada 1995 diputuskan untuk berdiri sendiri dengan nama KSP Tunas Sari. koperasi simpan pinjam berkembang dari sebuah unit usaha Simpan Pinjam pada KUD Tunas sari yang telah berdiri sejak tahun 1992 di Desa Labone. Memang. Kecamatan Lasalepa. kami masih membutuhkan perkuatan modal untuk membiayai usaha mikro para petani rumput laut yang menjadi anggota KSP. satu orang karyawan. Ketika itu tahun 2003. berkat sentuhan tangan dingin dari para pengurusnya. “Dengan anggota sebanyak itu modal kami habis berputar. berbelas tahun kemudian. doa para petani rumput laut Lasalepa terkabul. KSP Tunas Sari telah mengembangkan usaha simpan pinjamnya. Satu tahun kemudian. Berbekal neraca keuangan yang stabil. Kini.5 persen. para pengurus KSP Tunas Sari sepakat untuk mengajukan proposal.Rumput laut hasil produksi usaha tambak rumput laut milik anggota KSP Tunas Sari KSP Tunas Sari menggambarkan suasana hati para petani rumput laut yang menjadi anggotanya. “Dengan anggota sebanyak itu. modal awalnya hanya sebesar Rp 8 juta rupiah dengan jumlah pengurus sebanyak 3 orang. yang harus lunas selama 5-10 bulan dengan bunga rata-rata 2.” ungkap La Saimuna.275.092. pada tahun 2003.” kenang La Saimuna. Proposal KSP untuk memperoleh perkuatan permodalan sebesar Rp 1 miliar melalui Perkuatan Modal KSP Sektor Agribisnis disetujui. S e j a h t e r a 125 .

901.830 KSP TUNAS SARI Alamat 823.816 : Desa Labone.624. karena KSP Tunas Sari memberikan persyaratan yang mudah.050 14.150 34. Hingga akhir 2008. Sepanjang calon anggota tersebut disiplin melunasi pinjamannya selama dua kali putaran.468 orang dengan total modal yang mencapai senilai Rp 5.34 miliar.214. La Saimuna.097 -14 Peningkatan (%) 28 4.49 11.511. Pertambahan anggota yang cukup pesat itu tak mengherankan. Cukup dengan mengisi formulir pendaftaran.21/XI/1995 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp1. Ketua KSP Tunas Sari (kiri).134.84 miliar dengan volume usaha sebesar Rp 14. yang mesti lunas dalam kurun waktu 10 tahun.473. Pada tahun 2004 jumlah anggotanya telah mencapai 2. Dari hasil penyaluran pinjaman selama Tahun Buku 2008 tersebut. Lasalepa.200 788.450. Cabang KSP Tunas Sari di Kendari (kanan) Kondisi KSP Tunas Sari 2007-2008 2007 Volume usaha Hasil Usaha (HU) Jumlah anggota 2008 Peningkatan (Rp) 3. Pencapaian itu meningkat 28 persen jika dibandingkan prestasi keuangan pada tahun 2007 dengan volume usaha sebesar Rp 11.628 Ketua : La Saimuna Jumlah Anggota : 2000 orang Jumlah Karyawan : 32 orang 126 K o p e r a s i P e d u l i . Kinerja keuangan yang baik itu juga diiringi dengan kinerja pengembalian dana bergulir yang sebesar Rp 1 miliar. R a k y a t S e j a h t e r a . Menurut data Bank Sultra KSP Tunas Sari tergolong koperasi yang disiplin melakukan pengangsuran.jumlah anggota KSP ini merangkak naik.658 2. jumlah pinjaman yang digulirkan kepada para anggota mencapai Rp 11. Kab. Sekadar menampilkan data statistik.023.347.561 2.920.67 miliar.4 -0.9 juta (lihat tabel).981. Kec. Provinsi Sulawesi Tenggara Berdiri : 21 Juli 1995 Badan Hukum : No: 16/BH/KWK. mereka berhak menjadi anggota. KSP Tunas Sari telah menunaikan kewajiban pengembalian sebesar Rp 450 juta. menyetor simpanan pokok sebesar Rp10.000 dan membayar simpanan wajib yang besarnya 5% dari total pinjaman. KSP Tunas Sari meraih pendapatan Hasil Usaha (HU) senilai Rp823.21 miliar.Muna. pada tahun 2008 lalu.

Sebelum membudidaya rumput laut.Inspirasi La Rimu M enjadi petani rumput laut sudah menjadi pilihan hidup La Rimu. “Sempat terpikir untuk meminjam uang di Bank. Bahkan ia telah mempunyai deposito puluhan juta rupiah di KSP Tunas Sari. saya juga ingin menjadi pengepul. Namun. Memang harga rumput laut kering sering tidak stabil. La Rimu telah beberapa kali mengajukan pinjaman. tetapi saya pikir kenapa tak pinjam di Koperasi saja yang persyaratannya ternyata lebih mudah. Pria 49 tahun ini memiliki sebidang lahan seluas 400 x 300 meter persegi yang ia manfaatkan sebagai arena budidaya rumput laut. K o p e r a s i P e d u l i . suatu waktu bisa melambung hingga Rp 15. yang kebetulan bersiap melanjutkan ke jenjang SMA dan SMP secara bersamaan. Ternyata usaha La Rimu La Rimu menuai hasil bagus. Setiap 45 hari sekali ia bisa memanen rumput laut rata-rata 1 ton rumput laut kering.000/ kg. Dalam satu tahun ia bisa memanen hingga lima sampai enam kali panen. Uang simpanannya hampir habis untuk biaya sekolah anak-anaknya.Suatu ketika. Saat usaha budidaya rumput lautnya mengalami kemajuan.5 juta yang ia gunakan untuk menambah luas area budidaya rumput laut miliknya.Harga rumput laut kering saat ini Rp 8. La Rimu terbentur sebuah situasi sulit. Kadang turun hingga kisaran Rp 4. La Rimu bekerja sebagai pedagang kelontong sekaligus bertani di ladang.” kenang La Rimu. Kini ia mampu membiayai kedua anaknya kuliah di Unhalu Kendari. naluri dagang La Rimu menyeruak. Akhirnya dengan tekad bulat La Rimu datang ke kantor KSP Tunas Sari untuk mendaftar menjadi anggota koperasi sekaligus mengajukan pinjaman modal sebesar Rp 1 juta. La Rimu pun akhirnya bisa membayar hutangnya ke koperasi dengan lancar. Pinjaman kedua ini pun bisa ia kembalikan tepat waktu. Di satu sisi ia memerlukan biaya untuk kedua anaknya. La Rimu kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp 10 juta untuk modal menjadi pengepul rumput laut kering.” ujarnya. Kini. Usahanya berjalan lancar.500/kg. hasil panennya berkualitas baik. R a k y a t S e j a h t e r a 127 . Rata-rata para petani rumput laut bisa mengantongi untung setidaknya 200% hingga 300% dari modal yang mereka keluarkan. “Selain menanam sendiri. ketika itu harga rumput laut juga sedang tinggi.000/kg. Di saat panen. Sementara itu. Sebagian uang tersebut ia gunakan untuk membangun gudang penampungan rumput laut kering. Hal itulah yang membuat La Rimu tetap setia dengan usaha budidaya rumput laut. Pinjaman kedua sebesar Rp 2. Untuk membeli bibit ia terpaksa menggunakan uang simpanan yang masih sedikit tersisa. Uang itu ia gunakan untuk membeli tambang sebagai media tanam rumput laut seluas 100 m x 50 m.

Since receiving scrolling capital strengthening for Agribusinees/Sector Program. 128 K o p e r a s i P e d u l i . Equiped with stable financial balance. that must be paid up wihtin 10 years. when there was news that Ministry of KUKM launched capital strengthening program for KSPs that have UKM in agribusiness sector. this business is considered as more prospective compared to being small fishermen. From the output of loan distribution during such Financial Year of 2008. In 2003.000 people with capital that reached Rp 3. A year later. save loan cooperation developed from a business unit of Save Loan in KUD of Tunas Sari that has been established since 1992 in Labone Village. Geographically. they were certain that such proposal will be granted. market demand for seaweed increased. In 2004 the number of members had reached 2. minimum capital becomes the reason for the seaweed farmers as the difficulties in escalating their business. KSP Tunas Sari has developed its save loan business. KSP Tunas Sari obtained a business revenue (HU) with a value of Rp823. the amount of loan scrolled to the members reached Rp 11. the prayers of Lasalepa seaweed farmers were granted. Such favorable financial performance was also in line with scrolling fund return performance in the amount of Rp 1 billion. Up to the end of 2008.092. Initially.” said La Saimuna. then in 1995 it was decided to become independent with the name KSP Tunas Sari.276. KSP Proposal to obtain capital strengthening in the amount of Rp 1 billion through Capital Strenghtening for KSP Agribusiness Sector Program was approved. On the other hand. “There seems to be a great wall in front of us. However. Chairman and Manager of KSP Tunas Sari describing the feeling of seaweed farmers who were his members. along witht the development of seaweed cultivation that is considered as more potential. Again. KSP Tunas Sari had fulfilled its obligation in returning loan in the amount of Rp 450 million.275. years later. Lasalepa District. administrators of KSP Tunas Sari agreed to submit a proposal.21 billion. Since this USP from KUD of Tunas Sari grew fast and became the main business unit.KSP OF TUNAS SARI Southeast Sulawesi Moving Forward Together With Seaweed Farmers L abone Community is famous as sea weed cultivator community. Even though the price of seaweed is rather unstable.84 billion with a business volume of Rp 14. Labone Village community is on the edge of Buton strait which is suitable for seaweed cultivation. R a k y a t S e j a h t e r a . in 2008.67 billion.9 million (see table). Without enough capital. As a note. According to Sultra Bank data KSP Tunas Sari is a discipline cooperation in paying the installment. there are too many administrative requirements that thay could not meet. Just to present a statistic data. such seaweed farmers obviously could not gain much. A little flash back.34 billion. KSP Tunas Sari had had members up to 2.468 people with a total capital value of Rp 5. Now. they were fishermen. Such achievement increased by 28 percent if compared to the financial achievement in 2007 with a business volume of Rp 11. due to the touch of the administrators’ cold hands. one by one the community members changed jobs to become seaweed farmers. Such anxiety finally ended up in meeting forum of Tunas Sari Save Loan Cooperation members. To apply for loan from the bank. Seaweed farmers complained. the number of KSP members has begun to go up. in 2003.

R a k y a t S e j a h t e r a 129 .Aktivitas petani rumput laut anggota KSP Tunas Sari K o p e r a s i P e d u l i .

Ia lantas mencarikan alternatif usaha bagi anggota yang mengalami kesulitan. Provinsi Sulawesi Tenggara Bertindak Cermat di Masa Sulit P “ engalaman adalah guru terbaik”.” kata Jaya. Keadaan yang tak menguntungkan ini berimbas terhadap penurunan tingkat pendapatan anggota. ketika usaha budi daya rumput laut dan teripang yang ditekuni sebagian anggota KSP sedang mengalami kelesuan. Sulawesi Tenggara. tidak tinggal diam. Di kepalanya tercetus gagasan untuk mengajak sejumlah anggota yang sebelumnya bergerak di bidang budi daya rumput lut dan teripang itu untuk beralih sementara bekerja menyadap getah pinus bahkan sampai ke pengolahan. Pengurus KSP ini senantiasa belajar kepada pengalaman mereka sendiri di masa lalu sehingga bekerja lebih cermat pada masa-masa berikutnya. dan pada akirnya mempengaruhi kelancaran pengembalian pinjaman kepada koperasi. “Anggota yang sedang sulit usahanya saya ajak untuk bekerja menyadap dan mengolah getah pinus bekerja sama dengan Dinas Kehutanan. Meskipun masa-masa sulit juga dialami badan usaha serupa. KSP 130 K o p e r a s i P e d u l i .Kantor KSP Mina Sejahtera di Kabupaten Kolaka KSP MINA SEJAHTERA Kabupaten Kolaka. Muhammad Jaya. Begitulah pesan yang bisa ditangkap dari kisah perjalanan KSP Mina Sejahtera Kabupaten Kolaka. Ketua KSP Mina Sejahtera. Ujian demi ujian telah menempa KDP Mina Sejahtera. R a k y a t S e j a h t e r a . KSP Mina Sejahtera mampu keluar dari ujian tersebut. Misalnya. Dalam kerja sama tersebut.

Manfaat program simpan pinjam ini sungguh besar. koperasi ini juga melayani simpan pinjam. Selain itu. di antaranya sebagai penyalur pupuk saprodi (sarana produksi padi). koperasi ini telah melakukan berbagai kegiatan usaha. Saat itu. kebutuhan modal usaha pun ikut meningkat. lebih mudah memperoleh pinjaman modal dari koperasi daripada lembaga keuangan lainnya. K o p e r a s i P e d u l i . yang berpengaruh terhadap pola usaha masyarakat. Para pengurus pun akhirnya menjalin kata sepakat: meningkatkan status Mina Mandiri dari KSU menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). menampung hasil budi daya kelautan seperti teripang dan rumput laut dan warung serba ada (waserba). yang ketika itu masih berbentuk KSU. mereka pun mengajukan pinjaman modal ke koperasi Mina sejahtera yang pada saat itu masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU). terutama bagi anggota dan calon anggota di lingkungan Tanggetada yang sebagian besar merupakan petani dan nelayan.” tambah Jaya. sebagian besar dari mereka tidak mempunyai modal cukup untuk memulai usaha budi daya tersebut. warga Tanggetada ramairamai membudidayakan rumput laut dan teripang. “Hasilnya nanti akan kita sepakati bersama. menampung dan menyalurkan hasil berbagai budi daya pertanian dan perkebunan. tak mampu mengakomodasi peningkatan kebutuhan modal usaha itu.” tambah Jaya. R a k y a t S e j a h t e r a 131 . Menurut Jaya. Bahkan ketika masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) Mina Sejahtera pada tahun 1998. Hanya saja. Satu contoh terjadi pada saat booming budi daya rumput laut dan teripang beberapa waktu lalu. Sebagai solusi. sementara Dinas Kehutanan menyediakan lahannya. *** Kehadiran KSP Mina Sejahtera telah banyak membantu masyarakat. Ketika skala usaha budidaya rumput laut masyarakat Tanggetada meningkat. Kehadiran KSP ini sangat membantu masyarakat Tanggetada dalam mendapatkan modal usaha. “Sekarang kita berusaha untuk memperlancar pengembalian pinjaman. Mina Mandiri. upaya itu dilakukan agar pinjaman dana yang telah dikucurkan dapat dikembalikan oleh masyarakat.Aktivitas KSP Mina Sejahtera dalam memberikan pelayanan bagi para anggotanya menyediakan jasa tenaga. Bagi mereka.

salah satunya. Hal itu dihadapi oleh hampir seluruh KSP. Kini. dialami Pelampang yang di masa lalu bisa menghasilkan 1 ton rumput laut dari lahan berukuran 100 m x 50 m. Setelah mendapatkan bantuan dana dana bergulir perkuatan modal sektor agribisnis sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2004. R a k y a t S e j a h t e r a . Arus surat pengajuan pinjaman dari masyarakat yang begitu deras membuat pengurus KSP kelabakan.” tutur Palampang (53).450.” kata Jaya. KSP Mina Mandiri mulai bisa mencukupi kebutuhan pinjaman anggota. jika pinjam ke rentenir.“Persyaratan peminjaman ke bank itu repot. Pasalnya. Saat ini. “Kami sempat kerepotan melayani permintaan anggota karena keterbatasan modal yang ada di kas koperasi.372 dibandingkan SHU pada tahun 2007 yang hanya sebesar Rp 5. Sementara. Ketersendatan pengembalian pinjaman itu terjadi.033. Kini. Fenomena ini.” tambah Jaya. Dinamika Koperasi Problem pengembalian pinjaman adalah masalah klasik. Dari tahun ke tahun neraca KSP menunjukkan peningkatan. jelas kami tak sanggup dengan bunga dan sistem pengembalian pinjaman. adanya peningkatan SHU pada tahun 2008 sebesar Rp 194. misalnya. KSP Mina Sejahtera mempunyai anggota sebanyak 126 orang dan calon anggota 1. termasuk KSP Mina Sejahtera. Sebagai contoh. “Mungkin karena laut kami mulai tercemar. di lahan yang sama. salah seorang anggota KSP Mina Sejahtera yang hingga kini menggeluti budi daya rumput laut demi untuk menghidupi keluarganya. Dalam kurun waktu empat Usaha pengepulan rumput laut yang mendapat suntikan modal dari KSP Mina Sejahtera 132 K o p e r a s i P e d u l i . kisah kekurangan dana itu menjadi cerita masa lalu. karena hasil bisnis budidaya teripang dan rumput laut yang dikelola anggota sedang menurun alias tak sebagus dulu. Dari situlah kemudian KSP Mina Sejahtera mulai fokus pada kegiatan usaha simpan pinjam.250 orang. Meski mengalami kelesuan. Pelampang hanya bisa memanen paling banyak 600 kg rumput laut.345. pengajuan pinjaman ternyata lebih besar dari stok dana yang ada di koperasi. tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir agribisnis yang pernah disalurkan KSP Mina Sejahtera tergolong lancar.

Kab.Aktivitas anggota KSP Mina Sejahtera dalam proses produksi rumput laut tahun.723. Para pengurus koperasi ini yakin kecermatan dalam bertindak perlu diasah. Kec. dan magang adalah upaya untuk mengasah kecermatan itu. kursus. Kolaka. Untuk menutupi hutang ini. KSP Mina Sejahtera telah mengembalikan pinjaman dana bergulir agribisnis/ sektoral sebesar Rp 400 juta melalui Bank BPD Sultra.316. R a k y a t S e j a h t e r a 133 .3. Tanggetada. KSP Mina Sejahtera tak segan untuk mengirim karyawan atau pengurus mengikuti berbagai pelatihan/kursus yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan PKM Provinsi Sulawesi Tenggara serta instansi terkait atau mengikuti magang di koperasi lain yang telah mapan. KSP Mina Sejahtera Alamat : Desa Tanggetada. Artinya. KSP menerapkan subsidi silang. karena aturannya memang demikian. Di balik kemampuan KSP Mina Sejahtera menghadapi berbagai situasi sulit di atas adalah kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam kepengurusan. KSP Mina Sejahtera tak pernah menunggak. Pelatihan.078 Ketua : Muhammad Jaya Jumlah Anggota : 126 orang Jumlah Karyawan : 10 orang K o p e r a s i P e d u l i . Provinsi Sulawesi Tenggara Berdiri : 5 Oktober 1998 Badan Hukum : No: 359/BH/DKPPM/II/05 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp.

The unfavorable circumstance had affected the level decrease of members’ revenue and in the end would affect the smoothness of loan return to the cooperation. In such cooperation. One example was when seaweed and trepang cultivation went booming a couple of years ago. loan application demand was so high that KSP administrators became overwhelmed. For example.KSP MINA SEJAHTERA Kolaka. now the story of fund shortage becomes the story of the past. The issue of loan return is classical. It means KSP Mina Sejahtera has never been in arrears. they applied for loan to KSP Mina Sejahtera. At this time. especially for members and future members in Tanggetada area. 134 K o p e r a s i P e d u l i . However. “Now we are thriving to smoothen out the return of loan. did not stand still. The stagnation of loan return occurs. To pay up this debt KSP applies cross subsidize. KSP provided manpower. meanwhile Forestry Services provided the land.” Jaya added. When the scale of seaweed cultivation business of Tanggetada community increased. “Members who were experiencing difficulties were invited by me to work as tapers and process pine gum in cooperation with Forestry Service. One day. However. The loan application turned out to be larger than the fund reserve in the cooperation. the need of business capital also increased. such effort was made in order for fund loan that has been distributed to be returned by the community. the level of agribusiness scrolling fund loan return distributed by KSP Mina Sejahtera was rather high.250 future members. Muhammad Jaya. In his head there was an idea to ask a number of members who previously were engaged in seaweed and trepang cultivation to shift jobs temporarily and worked as pine gum tapers and even involved up to the processing stage. At the time. which affected the business pattern of the community. The presence of KSP Mina Sejahtera in the vicinity of seaweed farmers is considered as something quite large. KSP Mina Sejahtera has 126 members and 1. most of them did not have enough capital to start such cultivation. According to Jaya.” Jaya added. since it is regulated that way. Chairman of KSP Mina Sejahtera. After receiving agribusiness sector capital strengthening scrolling fund aid in the amount of Rp 1 billion in 2004. Southeast Sulawesi Acting Carefully in a Difficult Period O ne ordeal after another has shaped KSP Mina Sejahtera. Within four years. among others. Even though it went through listlessness. It is faced by nearly all KSPs including KSP Mina Sejahtera. He then sought business alternatives for members who faced difficulties. As a solution. KSP Mina Mandiri began to be able to fulfill the needs of loan for the members. “The production will be jointly agreed upon later. KSP Mina Sejahtera has returned agribusiness/sector scrolling fund loan in the amount of Rp 400 million through BPD Sultra Bank. when seaweed and trepang (sea cucumber) cultivation was elaborated members of KSP experienced listlessness.” said Jaya. Tanggetada denizens together cultivated seaweed and trepang. R a k y a t S e j a h t e r a . due to the production of trepang and seaweed cultivation managed by the members that decreased or in other words that was not as good as it used to.

R a k y a t S e j a h t e r a 135 .Para pengurus KSP Mina Sejahtera K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a .136 K o p e r a s i P e d u l i .

MALUKU Maluku K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 137 .

yang pada akhir dekade 1960-an menjadi pulau ‘tefaat’ (baca: tempat pemanfaatan) para tahanan politik. ketimbang menghapus citra lama itu. pulau ini memasok padi sebanyak 2. yang tak bisa dihapus begitu saja. Citra suram itu jelas fakta. Bersama penduduk asli. Itulah yang dilakukan warga Buru. Mereka adalah para transmigran. yang berhasil meneruskan mimpi para pendatang awal di pulau ini untuk menjadikan pulau Buru sebagai pulau lumbung beras. Pertanian dan P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . Setiap tahun. Kabupaten Buru KSP CIPTA MANDIRI Kabupaten Buru. Namun.Suasana di Kantor KSP Cipta Mandiri. masih ada citra dari masa lampau yang masih melekat pada pulau Buru. bagi warga Buru. Memang. yang juga sebagian besar pendatang dari tanah Jawa. pulau Buru kini menjadi lumbung padi wilayah Maluku. Provinsi Maluku Mandiri di Usia Muda M 138 ereka itu para pendatang dari tanah Jawa. mereka juga mengubah hutan dan savana menjadi beras dan palawija. yang sebagian besar bekerja sebagai penyuling minyak kayu putih. Sebuah buku berjudul “Cerita dari Pulau Buru” menulis bahwa mereka telah mengubah Pulau Buru yang tandus menjadi pulau yang mengalirkan ‘emas putih’ (istilah untuk sagu) dan ‘emas merah’ (istilah untuk kayu meranti).500 ton. sebagian lagi menyebutnya sebagai pulau pangan. membangun citra baru dianggap lebih bijak.

*** Sejarah KSP Cipta Mandiri bermula dari sebuah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri. yang juga berkembang sebagai penopang aktivitas masyarakat Pulau Buru dalam menggerakkan aktivitas mereka dalam bertani dan berkebun. pertumbuhan koperasi di Indonesia meningkat pesat. Dari mereka terkumpul modal awal sebesar Rp6 juta. anda akan menjumpai bangunan Rice Milling Unit (RMU) milik KSPCM. Sayang. Konsisten mengkawal jati dirinya. Bangunan itu menjulang tinggi di antara bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Koperasi Simpan Pinjam Cipta Mandiri. Bertolak dari karakteristik yang demikian itu berbagai dinamika kehidupan di pulau ini pun tak jauh-jauh dari urusan kedua sektor tersebut. Ketika berdiri pada tahun 2003. seiring dengan pemberlakuan Inpres No. juga lahir dari dinamika kedua sektor tadi. ada 23 orang yang menjadi anggota pertama. Meski agak terlambat. 18/1998. enam tahun kemudian. termasuk dinamika perkoperasian. sebuah kecamatan di pulau ini. Dua sektor ini menyumbang 70% devisa dari total devisa yang dihasilkan pulau ini.4/1984 yang menyebutkan bahwa dalam satu wilayah kecamatan hanya boleh ada satu koperasi. Ketika berdiri pada tahun 2003.Aktivitas usaha penggilingan gabah milik anggota KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru perkebunan adalah nafas pulau Buru. Koperasi ini hadir diantara kelesuan usaha perkoperasian di Waeapo. mereka tak bisa mendirikan koperasi karena amanat Inpres No. Bahkan. 4/1984 dicabut. salah satu koperasi terkemuka di Propinsi Maluku. jika anda berjalan-jalan ke Waeapo. Ketika Inpres No. Impian lama para petani di Pulau Buru untuk memiliki sebuah koperasi akhirnya terwujud. KSPCM masih berbentuk KSU dengan usaha pengadaan beras sebagai andalan utama. pada tahun 2003 berdirilah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri. tidak berlebihan jika ada pihak yang menyebut Koperasi ini sebagai salah satu dinamo aktivitas bisnis di pulau Buru. KSP Citra Mandiri (KSPCM) tumbuh sebagai koperasi multiprestasi. R a k y a t S e j a h t e r a 139 . yang K o p e r a s i P e d u l i . Sebagai gambaran. Ketika itu tahun 1980an.

KSP Cipta Mandiri telah memberi contoh kepada masyarakat di Pulau Buru bahwa kerja keras adalah awal dari kesuksesan. Tak puas.5 miliar—yang di dalamnya sudah termasuk dana pinjaman bergulir sebesar Rp 500 juta. Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku. Pemerintah pun mulai melirik kinerja apik KSUCM tersebut. KSP Cipta Mandiri kini memiliki kekayaan senilai Rp 1. Tantangan itu dijawab dengan akhir memuaskan. Dalam usia yang masih relatif muda. Para petani Waeapo pun tertarik untuk bergabung. Di bawah kepemimpinan Slamet. misalnya. serta nilai strategis koperasi ini pada pertumbuhan ekonomi kawasan. 12/2005 yang menyebutkan bahwa “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang dinilai mempunyai peran strategis antara lain untuk keperluan pembinaan KSP/USP-Koperasi di daerah yang sedang berkembang. Anton Suparman.Mbok Sutinah. Sebuah tawaran yang sangat menggiurkan. di warung kelontongnya. Meski berumur muda. R a k y a t S e j a h t e r a . KSU-CM dilibatkan dalam pengadaan beras dengan kuantitas pasokan sebanyak 50 ton pada setiap musim panen. sekaligus menantang. Pada tahun 2005. 67 th. *** Cerita sukses KSP Cipta Mandiri tadi tampaknya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. berdirilah KSP Cipta Mandiri. empat tahun. Dalam konteks ini. petani asal Banyuwangi yang hijrah ke Buru tahun 1981. sebagai ketua KSU. Slamet Haryono terus mencari peluang dan terobosan bisnis lain. Koperasi ini pun menerima pinjaman perkuatan permodalan sebesar Rp 500 juta. Dalam tempo singkat. setia pada KSP Cipta Mandiri berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Isi kontrak itu. KSU-CM berhasil menggandeng 14 kelompok penggilingan padi untuk memasok beras 50 ton per musim. Warung serba ada (waserba) merupakan usaha pertama yang dirintis KSU Cipta Mandiri (KSU-CM). KSU-CM mendapat peluang kontrak kerjasama dengan Divisi Regional Bulog Provinsi Maluku. yang merupakan ‘anak kandung’ dari KSU Cipta Mandiri. Melihat jejak rekam KSU Cipta Mandiri dan konsistensi para pengurusnya. jumlah anggota KSU KCM melonjak hingga tiga kali lipat menjadi 67 orang. Cerita sukses itu tersiar luas. Akhirnya. Ia telah beberapa kali memperoleh pinjaman permodalan 140 K o p e r a s i P e d u l i . Kebijakan ini didasarkan pada Pasal 7 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. Tak hanya apresiasi dari masyarakat. daerah perbatasan/terpencil. pada tahun itu juga (tahun 2005) KSP Cita Mandiri mendapat kepercayaan sebagai peserta program perkuatan permodalan dana bergulir sektoral dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM.

Lahan pertanian yang dikelola oleh salah satu anggota KSP Cipta Mandiri dari KSP. Anton kembali dipercaya untuk memperoleh pinjaman permodalan senilai Rp10 juta. Anton mampu membiayai pendidikan dua anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi: seorang di Akper Ambon dan seorang lagi di Universitas Siliwangi Tasikmalaya. karena seringnya ia meminjam modal ke KSP. Modal usaha itu digunakan untuk memperbesar skala usaha usaha penggilingan padi miliknya dan biaya pengolahan tanah seluas 1 ha. kini ia telah memiliki sebuah toko kelontong yang cukup besar. Dari usaha ini ia mampu menghidupi sembilan orang anaknya.” ungkap nenek 13 orang cucu ini. Bahkan. Seperti kebanyakan pengusaha mikro lainnya. Berbekal keahlian membuat tempe. tanggal 04 Mei 2006 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp500 juta Ketua : Slamet Haryono Jumlah Anggota : 67 orang Jumlah Karyawan : 11 orang K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 141 . bagi Mbok Sutinah. transmigran asal Banyuwangi juga bisa menjadi sisi terang dinamika anggota KSP Cipta Mandiri. Waeapo. Selain Anton. ia membuka usaha pembuatan tempe. KSP Cipta Mandiri Alamat : Desa Waekasar. 56 tahun. Provinsi Maluku Berdiri : 29 November 2002 Badan Hukum : No: 518-80/BH/DK-UKM/V/2006. Dari usahanya tersebut. hanya Rp500 ribu. Jawa Barat. Dari usaha pembuatan tempe itu. yang senilaiRp5 juta. “Uang itu untuk biaya beli bahan-bahan. Setelah berhasil melunasi pinjaman pertamanya. Buru. Kab.” katanya seraya tersenyum. permodalan sempat menjadi masalah. dengan jumlah pinjaman yang tidak terlalu besar. ia pun kembali mengajukan pinjaman. “Karena sering minjem jadi nggak ingat sudah berapa kami minjem ke koperasi. Ketika pinjaman telah lunas. Ia pun lalu mengajukan pinjaman ke koperasi. Begtulah seterusnya hingga usahanya berkembang. Mbok Sutinah. Sutinah tidak ingat lagi berapa kali telah meminjam modal ke koperasi. Kec.

various life dynamics in this island are not far from the two sectors’ affairs. who are successful in continuing the dreams of the early pilgrims in this island who turned Buru island into rice barn. Each year. This policy is based on Article 7 of State Minister of Cooperation and Small Middle Scale Business Regulation No. there were 23 first members. now Buru Island has become rice barn for Maluku area. Looking at the track record of KSU Cipta Mandiri and the consistency of its administrators as well as the strategic value of this cooperation on the area economic growth. This cooperation was present among the resistance of cooperation business in Waeapo. It was a convenient store (waserba) that was first managed by KSU Cipta Mandiri (KSU-CM). These two sectors contribute 70% of the total revenue produced by this island. which also developed as Buru island community activities supporter in motoring their activities of farming and gardening. and some other people call it as the food island. Agriculture and plantation are the breath of Buru island. The history of KSP Cipta Mandiri started from a Various Business Cooperation Cipta Mandiri. In its relatively young age. *** 142 K o p e r a s i P e d u l i . In 2005. KSP Cipta Mandiri has given examples to the community in Buru Island that hard work is the beginning of success. Even tough it is still young. one of prominent cooperations in Maluku Province. four years. A book titled “A Story from Buru Island” says that they have converted the dry land of Buru Island to become an island where ‘white gold’ (the term for sago palm) and ‘red gold’ (the term for timber tree wood) flow. they also turned forests and deserts to become rice and crops. When it was established in 2003. Buru Island is considered as having the strategic position as ‘rice barn’ in Maluku Province. From them working capital in the amount of Rp 6 million was collected. and this KSP is the “biological son” of KSU Cipta Mandiri. 12/2005 which states that “Minister may stipulate KSP/USP-Sector Scrolling Fund Receiver Cooperation particularly which is considered as having strategic role among others for the need of development of KSP/USP-Cooperation in the developing areas and border/remote areas. For the natives.KSP CIPTA MANDIRI Buru. was also born from the dynamics of those two sectors. deriving from main savings and members’ compulsory savings. When it was established in 2003. R a k y a t S e j a h t e r a .500 tons of rice. From such characteristics. They are the transmigrated people. in the same year (2005) KSP Cipta Mandiri was granted a trust to become a member of sector scrolling fund strengthening program from Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. who mostly work as sandal wood oil refiners. Cipta Mandiri Save Loan Cooperation. KSP Cipta Mandiri now owns asset with a value of Rp 1. KSP Cipta Mandiri was established. KSPCM was still in the form of KSU with rice trading business as its mainstay. including the dynamics of cooperation matters. In this context.5 billion—in which scrolling fund in the amount of Rp 500 million is included. Maluku Independent at a Young Age T hey are pilgrims from Java land. this island supplies 2. This cooperation then received a capital strengthening loan in the amount of Rp 500 million.

R a k y a t S e j a h t e r a 143 .Para pengurus KSP Cipta Mandiri K o p e r a s i P e d u l i .

Koperasi bisa menyediakan modal yang dibutuhkan dengan persyaratan yang lebih ringan ketimbang lembaga perbankan. Kedua. Melalui komunikasi dan interkasi yang intensif. apalagi didukung tradisi kekeluargaan. memenuhi amanah konstitusi Undang-Undang Dasar 1945. koperasi merupakan titik simpul penting bagi pengusaha kecil yang tergabung ke dalam badan usaha tersebut dalam melakukan berbagai kegiatan bisnis sehari-hari. Sebab. yang di dalamnya melibatkan warga negara terbesar dan merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Meningkatkan kapasitas koperasi secara kelembagaan maupun permodalan otomatis berarti memberikan ruang yang luas bagi berkembangnya pengusaha kecil / mikro. memperkuat pilar ekonomi kerakyatan.Epilog Epilog Demi Amanah Konstitusi U paya pembinaan koperasi memiliki dua makna penting dalam waktu bersamaan. Pertama. Aktivitas penting itu misalnya penyediaan modal jangka pendek bagi usaha kecil / mikro. Titik tekan pembinaan paling tidak terfokus kepada upaya peningkatan kemampuan produksi serta kapasitas usaha. kebersamaan serta kegotongroyongan. nasional maupun global. Dalam situasi iklim usaha baik di tingkat lokal. upaya pembinaan terhadap koperasi tersebut jelas memiliki makna P e d u l i . yang mengutamakan kompetisi. R a k y a t S e j a h t e r a 144 K o p e r a s i . proses pembinaan terhadap para pengusaha kecil/ mikro sudah otomatis berlangsung.

pada masa krisis ekonomi Indonesia pada 2007 yang masih terasa dampaknya hingga pada saat ini. yang dilaksanakan sejak tahun 2003. tetapi juga meringankan tugas negara mengingat mereka adalah bagian terbesar dari bangsa ini. Dari sisi ini. Perhatian pemerintah kepada usaha kecil dan mikro tak boleh berhenti karena peranannya K o p e r a s i P e d u l i . Keberhasilan yang ditunjukan ratusan koperasi simpan pinjam koperasi penerima Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Modal Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di bidang Agribisnis/ Sektoral. S e j a h t e r a 145 . merupakan langkah nyata yang diperlukan bagi usaha perkuatan ekonomi kerakyatan yang dimaksud. Buktinya. Amanah konstitusi tersebut merupakan hal prinsip karena Indonesia penganut paradigma negara kesejahteraan (welfare state). adalah penjelasan terang benderang bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan di negeri ini memiliki prospek yang cerah di masa mendatang. Dalam perspektif demikian. ketika membina koperasi berarti negara telah memberikan jaminan bagi pewujudan keadilan sosial. Artinya. dan tentu saja juga kesuksesan pengusaha kecil di dalam memanfaatkan kredit. bahkan kekuatan yang memberikan kontribusi kepada angka pertumbuhan ekonomi nasional tidak anjlok atau bertahan di angka 4%. Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang membiayai kegiatan ekonomi di sektor Agribisnis maupun sektoral lainnya. R a k y a t tidak kecil bagi kekuatan perekonomian nasional. mereka–bersama usaha menengah— pada umumnya masih eksis. koperasi sebagai wadah pembinaan usaha bagi masyarakat senantiasa relevan.besar tidak hanya bagi peningkatan kapasitas pengusaha kecil/ mikro yang tergabung dalam berbagai jenis usaha koperasi.

Through interactive and intensive communications. R a k y a t S e j a h t e r a . Cooperation is able to provide the needed capital with more lenient requirements compared to banking institutions. more over if they are supported by family. in which the largest citizens are being involved and which constitute the important part of the national economic and Second. togetherness and mutual cooperation. to strengthen populist economic pillars. to fulfill The 1945 Constitution mandate. the process of development of small/micro entrepreneurs has automatically taken place.Epilog Epilog For The Sake of Constitutional Mandate he effort of cooperation development has two important meanings simulta neously: First. Cooperation is the point of important knot for T small entrepreneurs as members of such business entities in running daily business. Such important activities are long term capital supply for small/micro business. Increasing the cooperation capacity both in institutional and capitalization manners automatically means providing wide space for the development of small/micro business. Development emphasizing point at least is focused on the effort of production as well as business ca- 146 K o p e r a s i P e d u l i .

The government attention to small and mi- cro business cannot be ceased since its role is not insignificant for the national economic power. The sucess shown by hundreds of save loan cooprations or cooprations the receivers of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through the Strengthening of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) in Agricultural/ Sectoral fields. by developing cooperation a country has provided security for the creation of social welfare. development effort on such cooperation clearly has large meaning not only for the increase of small/micro entrepreneurs who are members of various types of cooperation. which has been implemented since 2003. It meas. Within this perspective. is the real step required for the concerned populist economic. are crystal clear descriptions that this country’s populist economic development has bright prospect in the future. In the favorable business climate either in local. From this perspective. K o p e r a s i P e d u l i .pacity increase. they-together with middle scale business-generally still existed. As evidence. cooperation as the accomodation for business develpoment for the community has always been relevant. R a k y a t S e j a h t e r a 147 . national or global levels. but also to lighten the state duties in reminding them as the largest part of this nation. Such constitutional mandate is a principal matter since Indonesia adopts the welfare state paradigm. which emphasize in competition. Micro and Small Entrepreneurs Development Program through the Strengthening of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) which funds the economic activities in Agricultural or any other sectors. even the power that provides contribution to the number of national economic growth did not plumet or otherwise it remained stable at the level of 4%. in the Indonesian economic crisis period of 2007 which effect is still felt until today. and of course the success of small entrepreneurs in benefiting from credits.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful