Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera
COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE
Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral

Success Stories of Save and Loan Cooperative Participants of Capitalization Strengthening for Agribusiness / Sectoral

Buku ini merupakan output dari pekerjaan/kegiatan “Penyusunan Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/ Sektoral pada Satuan Kerja Unit Deputi Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia pada Tahun Anggaran 2009 This book is the output of the work / activities "Composing of Success Stories of Incorporation KSP/USP participants OF Agribusiness Cooperatives / Sector on Work Unit of Financing Unit Deputy State Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia in Fiscal Year 2009

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

1

SAMBUTAN

P

rogram Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Program Perkuatan Permodalan Koperasi Simpan Pinjam merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk memberdayakan pengusaha mikro dan kecil yang mempunyai usaha produktif. Program tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi rakyat melalui Gerakan Koperasi di tanah air yang semakin menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu. Kemajuan itu semakin membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengentasan rakyat dari kemiskinan. Program Perkuatan Permodalan tersebut juga merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan imej koperasi yang mampu tampil sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan. Akhirnya, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan penerbitan Buku Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan ini. Kiranya berbagai kesuksesan yang telah dituliskan di dalam buku ini bisa menjadi inspirasi bagi segenap bangsa Indonesia.

Jakarta, Agustus 2009 Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Suryadharma Ali

2 ii

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Finally. I’m expressing my highest appreciation to all sides that have worked hard to create the issuance of this Book of Success Stories of Save Loan Cooperation Participant of Capitalization Strengthening Program.FOREWORD M icro and small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation Capi talization Strengthening is a series of activities conducted by the Government Program trough State Ministry of Cooperation and Small and Middle Business to empower micro and small entrepreneurs having productive business. revenue increase. and pulling out the people from poverty. R a k y a t S e j a h t e r a 3 iii . Jakarta. Hopefully various successes that have been written in this book could be inspiration for all Indonesian people. Such program is an inseparable part of the people’s economy development through Cooperation Movement in this country that shows more and more progress from time to time. Such capitalization strengthening is also a part of the struggle to create cooperation image that is able to appear as community partner in creating prosperity. August 2009 State Minister of Small and Middle Business Suryadharma Ali K o p e r a s i P e d u l i . Such progress lives up the trust of the community to use cooperation as economic empowerment instrument in creating work field.

Agustus 2009 Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Ir. karena dengan rahmat dan ridho-Nya Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral ini dapat diselesaikan. R a k y a t S e j a h t e r a . Deputi Bidang Pembiayaan sejak tahun 2003 sampai dengan 2005 dan tahun 2007 yang bersumber dari dana APBN sepatutnya diketahui secara luas oleh masyarakat. Akhirnya. saya secara pribadi maupun sebagai Deputi Menteri Bidang Pembiayaan menyambut baik penerbitan buku ini yang menggambarkan dinamika positif dari KSP/USP-Koperasi peserta program dan para anggotanya yang memanfaatkan bantuan dana dari Pemerintah. Hal pertama yang ingin kami sampaikan kepada hadirin pembaca yang budiman sehubungan dengan penerbitan Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral adalah. saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi dalam merealisasikan catatancatatan penting ke dalam buku ini. programprogram sejenis yang sangat mengandung tujuan mulia kelak akan menjadi suatu kontribusi penting dalam menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan bagi Bangsa Indonesia. Untuk itu. Hal kedua yang ingin kami sampaikan adalah buku ini merupakan parade ekspose tentang manfaat dari program perkuatan permodalan serta menampilkan perjuangan mereka untuk menjadi sejahtera dan kiat-kiat keberhasilan yang telah dilaksanakan oleh KSP/USP-Koperasi peserta program. P Jakarta. dapat dijadikan contoh bagi KSP/USP-Koperasi lainnya. Semoga.KATA PENGANTAR uji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan buku ini akan memberikan arti dan motivasi yang lebih tinggi kepada kita dikemudian hari. Penulisan buku ini menggunakan suatu pendekatan jurnalisme dimana kami mengajak partisipasi Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM selaku Pembina di tingkat Kabupaten/Kota. 4 iv K o p e r a s i P e d u l i . Agus Muharram. Disadari bahwa tidak jarang kegigihan dan keberhasilan dari KSP/USP-Koperasi peserta program dengan keragaman kiat yang mereka tempuh. bahwa perkuatan permodalan bagi KSP/USP-Koperasi yang telah disalurkan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM cq. MSP. tingkat Provinsi dan masyarakat sekitar penerima manfaat untuk mengungkapkan peran KSP/USP-Koperasi dalam peningkatan perekonomian di wilayahnya.

O Jakarta. I personally or as Deputy Minister of Funding Field welcome the issuance of this book which describes the positive dynamic of program participating KSP/USP-Cooperation and its members who utilize fund aid from the Government. these success stories of KSP/USP as Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation could be com pleted. R a k y a t S e j a h t e r a 5 v . Finally. since with His blessing and sincerity. The composing of this book uses a journalism approach in which we asked the participation of Service that is in charge of Cooperation and UKM as the actor of Founder in the level of Regency/City. Agus Muharram. The first thing that we would like to convey to or readers with regard to the issuance of Success Stories of KSP/USP of Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation is that capitalization strengthening for KSP/USP-Cooperation that has been distributed by State Ministry of Cooperation and UKM through Funding Division Deputy since 2003 up to 2005 and 2007 derived from State Revenue and Expenditure Budget should be announced to the public. I hope similar programs that very much contain noble purposes will in the future become a significant contribution in creating fair prosperity and welfare for Indonesia as a nation. For that purpose. I would like to convey my highest gratitude and honor to all sides who have provided their dedication and contribution in realizing important notes into this book. I hope this book could provide higher meaning and motivation to us in the future. The second thing that we would like to convey is that this book is the exposure parade on the benefit of capitalization strengthening program as well as presenting their struggles to become prosperous and the tricks of success that have been implemented by program participant KSP/USPCooperation. MSP. Province and the surrounding community as beneficiaries to express the role of KSP/ USP-Cooperation in increasing economic matters in their areas.PREFACE ur gratitude is addressed to Allah SWT. It is realized that the persistence and success of program participating KSP/USP-Cooperation with the various tricks that they have achieved can be set as an example for any other KSP/USPCooperation. August 2009 Deputy Ministry of Funding Field Ir. K o p e r a s i P e d u l i .

....................................................................... 1 Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro ............ 104 Propinsi Sulawesi Utara Mitra Petani Cengkeh ................. R a k y a t S e j a h t e r a .................................. 130 Propinsi Maluku Mandiri di Usia Muda ............................... 7 6 Propinsi Nusa Tenggara Barat Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut .......................DAFTAR ISI Sambutan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah............................. 116 Propinsi Sulawesi Tenggara Maju Bersama Petani Rumput Laut ...................................................................................................................................... Ketat Bersyarat ...................... 8 8 Propinsi Nusa Tenggara Timur Dari Guru untuk Masyarakat .......... 6 8 Propinsi Jawa Timur Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng ................................................................ 138 E p i l o g.................................................................................... 3 2 Propinsi Jawa Barat Tetap Eksis Setelah Enam Dekade .................................................................................. ii Pengantar Deputi Menteri Bidang Pembiayaan ........... 2 6 Barek Samo Dipikua................................................................................................................ 5 7 Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini ............................... 112 Buka Peluang Lebar-lebar..... 2 0 Propinsi Sumatera Barat Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan ......................................................................................................................................... iv Bab I Bab II Bab III Prolog ......................... 8 4 Sahabat Petani di Lereng Rinjani ............ 5 0 Propinsi Jawa Tengah Agribisnis di Antara Lereng Merapi ............................ 144 Bab IV 6 vi K o p e r a s i P e d u l i ..................................... 4 0 Kiprah Trisula di “Kota Angin” ...................................................................................... 6 2 Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura ................................................................................................. 9 8 Propinsi Kalimantan Tengah Berkawan ala Surya Sekawan .................................................... 8 Senyum dari Mereka yang Terbaik Parade Kisah Sukses ......... 9 4 Berani Tampil Beda ...................................................................................................................................................................... Ringan Samo Dijinjiang ............ 124 Bertindak Cermat di Masa Sulit .................................................................................... 4 4 Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses ....................................

.............................................................................................. Tight Requirements ................................................................. 9 2 Central Kalimantan Province Being Friends like Surya Sekawan .....INDEX Froeword from State Minister of Cooperation and Small and Middle Scale .............. 134 Chapter IV K o p e r a s i P e d u l i ................. 120 Southeast Sulawesi Tenggara Province Moving Forward Together With Seaweed Farmers .............................................. 115 Providing Wide Open opportunities............................................ 5 4 Togetherness Identity in the Land of Kartini .............................. 1 6 Smiles of the Best A Parade of Success Stories............................................................................................................................... 6 Scroling Fund For Small and Micro Business Capuital ................................... 53 Central Java Province Agribusiness in Between the Slope of Merapi ............................................ 130 E p i l o g u e ............................................................. 4 3 The Progress of Trisula at “The Wind City” ........ iii Preface from Deputy Minister of Funding Field ............................................................. 6 4 East Java Province Success with Joint Responsibility System .................... Ringan Samo Dijinjiang .......................................................................... 3 0 Barek Samo Dipikua........ 8 2 Nusa Tenggara Timur Province Life Light at Bukit Sikka ............................................................................................................................................................... R a k y a t S e j a h t e r a 7 vii ................................................. v Chapter I Chapter II Chapter III Prologue ................................... 134 Maluku Province Independent at a Young Age ..................................... 7 0 West Nusa Tenggara Province Progressing Together With Tobacco and Seawees Farmers.................. 128 Acting Thoroughtly in Difficult Times ..... 4 9 If there is no Lie Betrween us is the Key to Success .................................................................................................................................................. 9 8 South Sulawesi Province Clove Farmers Partner........... 8 8 Dare to be Different ............................... 6 0 Cold Hands at the East Tip of North Beach ... 7 8 Farmers Best Friend at the Slope of Rinjani............................................... 2 4 West Sumatera Province If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory ……... 3 2 (We Bare Heavy Matters Together and Carry Light Matters Together) West Java Province Still Exist After Six Decades………………...................

8 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral Success Stories of Save and Loan Cooperative Participants of Capitalization Strengthening for Agribusiness / Sectoral K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 1 .

perajin. keuntungan meningkat.Prolog Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera A 2 pa yang akan terjadi pada masyarakat yang selama ini tekun dan rajin bekerja: sejak dari aspek budi daya. pada akhirnya kesejahteraan mereka akan semakin membaik. Siapa mereka itu? Siapa lagi jika bukan para petani. atau pedagang yang modal dan ruang lingkup bisnisnya terbatas. dan mereka menuai sukses sebagai pengusaha. Jawaban semacam itu sepenuhnya masuk di akal karena pada dasarnya mereka adalah pelaku ekonomi yang mandiri. jumlah mereka K o p e r a s i P e d u l i . pascapanen. bertradisikan kebersamaan dan kekeluargaan. hingga tahap pemasarannya. bila mereka diberi suntikan modal untuk memperbesar omzet usahanya? Dugaan yang paling dekat adalah omzet bisnis mereka berangsur membesar. beretos jujur dan bertindak sportif. tentu saja. sebagaimana nelayan. dan lain-lain. R a k y a t S e j a h t e r a . Di negeri ini. proses pengolahan. Dan. jauh dari intrik-intrik kolusi. petambak. pendapatan menggelembung.

Bagi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Mereka yang telah menjadi anggota koperasi pada umumnya memiliki kekhasan dalam etos usahanya. Agribisnis merupakan cara pandang ekonomi masyarakat di bidang pertanian. Tujuan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui perkuatan permodalan KSP ini yaitu: Meningkatkan aktivitas dan pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui pelayanan pinjaman modal usaha yang berasal dari KSP. untuk mempertegas upaya pemberdayaan terhadap usaha kecil ini. Karena itu. dan usaha-usaha pengolahan hasil-hasil alam lainnya. dinamika di atas adalah hal yang membanggakan. Memang. Meningkatkan kemampuan dan jangkauan layanan KSP khususnya di sektor K o p e r a s i P e d u l i .yang bergerak di usaha kecil dan mikro ini sangat banyak. R a k y a t S e j a h t e r a 3 . Nah. tidak semua dari mereka tertampung ke dalam koperasi. agribisnis juga berarti semua usaha ekonomi yang berbasis sumber daya alam. Agribisnis adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup. tersebar di kawasan perdesaan (mayoritas). Namun. dan sebagian lagi di perkotaan yang bergerak dalam berbagai sektor usaha. Penekanan terhadap sektor agribisnis dan sektor lain itu tentu saja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang. tetapi juga mereka yang mengembangkan rumput laut. yang menjadi sasaran program di atas bukan hanya anggota koperasi yang bergerak di bidang pertanian saja. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah lantas mengeluarkan kebijakan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) untuk membiayai usaha ekonomi produktif di sektor agribisnis dan sektor usaha produktif lainnya.

sistem pelaporan dan administrasi keuangan. Pengalaman menyebutkan bahwa pembinaan akan berlanjut ke anggota. Rata-rata koperasi penerima program bantuan berhasil menyalurkan kredit penguatan modal mereka kepada para anggota. Perkuatan juga ditempuh melalui programprogram peningkatan kapasitas koperasi di dalam mengelola usahanya. 4 K o p e r a s i P e d u l i . hingga wawasan kewirausahaan. Program ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui Proyek Pengembangan Kebijakan Peningkatan Akses Sumberdaya Produktif yang bersumber dari dana APBN dalam bentuk pemberian bantuan perkuatan permodalan kepada KSP dengan pola dana bergulir. Pelaksananaan program tersebut menggambarkan seperti yang terlukis di bagian awal tulisan itu. Hal ini niscaya mengingat koperasi adalah sentra usaha bagi para pengusaha kecil/ mikro.Kemudahan pada Koperasi Simpan Pinjam dalam memberikan bantuan modal usaha sangat membantu petani dan pengusaha kecil agribisnis. Bisa dikatakan kredit macet di bawah angka 2% seperti batas maksimal yang diberlakukan. Koperasi yang telah tertata dengan baik dalam berbagai aspeknya secara natural akan menularkan berbagai keterampilan dan pengetahuannya kepada anggota. Kapasitas yang dimaksud adalah bidang manajemen. Kinerja koperasi. Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis selanjutnya disebut Dana Bergulir KSP Agribinis adalah dana yang berasal dari Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang disalurkan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis sebagai pinjaman dana bergulir untuk disalurkan lebih lanjut kepada anggotanya dalam bentuk pinjaman. maka pada tahun 2005 Pemerintah memperluas usaha pengembangan melalui bantuan perkuatan Dana Bergulir Sektoral guna membiayai berbagai sektor usaha produktif lainnya. Mengingat pelaksanaan program Bantuan Perkuatan Dana Bergulir di Sektor Agribisnis di tahun 2003 dan 2004 berlangsung cukup gemilang. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pengelola KSP. baik pengembalian modal dari anggota maupun angsuran koperasi ke bank pelaksana secara nasional baik. sejak 2005 program tersebut dikenal sebagai Bantuan Perkuatan Permodalan KSP Agribisnis / Sektoral. melalui sumber pembiayaan APBN. Karena itu. Program tersebut dimulai pada 2003 dan diteruskan pada tahun 2004. R a k y a t S e j a h t e r a . dan kemampuan teknis lainnya.

Seorang anggota Kopdit Obor Mas (NTT) sedang menerima kunjungan petugas Kopdit. Keharmonisan hubungan antara Pengurus dan Anggota Koperasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan Koperasi.

Nah, banyak pelajaran berharga selama pelaksanaan program-program di atas. Rasanya terlalu sayang bila momentum-momentum seperti itu lenyap begitu saja. Antara lain untuk tujuan menjawab kesanksian itulah buku ini disusun. Jauh dari kesan formal, buku ini disusun melalui proses peliputan di koperasi-koperasi terbaik yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak semua yang terbaik berhasil diliput. Tim penyusun membagi beberapa koperasi di 10 provinsi yang mencerminkan keterwakilan wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur. Cara pemilihan kabupaten dan kota didasarkan kepada ragam jenis usaha yang dikembangkan. Namun demikian, meski buku ini jauh dari kesan formal, koperasi-koperasi yang kisah suksesnya ditampilkan dipilih berdasarkan kriteria baku. Setidaknya, ada lima kriteria sukses yang menjadi bahan pertimbangan, yakni: sukses penyaluran dana; sukses pemanfaatan dana; sukses pengembalian dana; sukses peningkatan usaha dana; dan sukses pengembangan usaha dana; Jika kemudian buku ini diberi judul Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera, itu semata karena ingin

memunculkan sebuah pesan bahwa koperasi adalah sebuah aset, sekaligus potensi, yang jika digerakkan dan dikembangkan secara optimal akan bermuara pada kesejahteraan rakyat. Tentu saja, ukuran sejahtera itu berjenjang. Rakyat, dalam konteks ini diwakili oleh para anggota koperasi penerima pinjaman bergulir, yang berhasil menaikkan taraf hidup mereka telah menuai hasil program Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agribisnis/ Sektoral. Dengan tulus, senyum mereka terkembang. Di balik senyum mereka itu ada ‘sebongkah’ kebanggaan bahwa perjuangan mereka untuk menjadi lebih sejahtera telah berada pada jalur yang benar. Di balik senyumsenyum itu pula terkandung beribu memori tentang pergulatan yang tak ringan. Pergulatan tentang mengelola sawah, kolam, tambak, bengkel, kedai makan, dan sebagainya. Di antara memori-memori itu, ada satu yang tak akan mereka lupakan—bahkan akan terwariskan kepada generasi penerus mereka kelak—yakni kepedulian insan-insan koperasi, yang sejak awal setia mendampingi pergulatan mereka itu. Melalui buku ini serempak mereka bersuara: Terima kasih Koperasi.

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

5

Prolog
Prosperous Community Care Cooperation
hat would happen to a community members who have worked dili gently: from cultural, post harvest, management process up to its marketing aspects; with honest ethos and sportive acts, far from collusion intrigues, has togetherness and family tradition, if they were provided with capital injection to enhance their business earnings? The closest assumption is that their business earnings would enhance, profit increase, income would enlarge and they would yield success as businessmen. And of course, in the end their prosperity will improve. This type of answer is fully logical since basically they are independent economic actors. Who are they? None other than farmers, fishermen, traders with limited capital and business space, such as fishermen, craftsmen, and many others. In this country, the number of those who are engaged in small and micro business is very large, scattered in village areas (majority), and some in urban areas which engage in various business sectors. For the Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business, the dynamic above

W

is a pride. Indeed not all of them are accommodated in the cooperation. Those who have become members of cooperation generally have typical characteristics in their business ethos. Well, to expressly shows the empowerment for this small business, Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Enterprises then issued Micro and Small Development through Scrolling Fund Strengthening for Save Loan Cooperation (KSP) Program to fund productive economic business in agricultural and any other productive business sectors. The emphasizing on agricultural and other sectors is of course based on proper considerations. Agribusiness is an activity of utilizing natural resources to fulfill life needs. Agribusiness is an economic perspective in agriculture sector. However, agribusiness also means all economic business with natural resources basis. Therefore the target of program above is not only cooperation members engaged in agricultural field, but also those developing sea weed, and any other natural resources products processing business. The objective of Micro and Small Entrepreneur through KSP capital strengthening is: to increase activities and income of Micro and small Entrepreneur trough business capital service derived from KSP; to increase ability and coverage of KSP service especially in agribusiness
P e d u l i , R a k y a t S e j a h t e r a

6

K o p e r a s i

sector; to increase KSP manager Human Resources quality. This program is a series of activities conducted by the Government through Productive Resources Access Increase Development Project originating from the State Revenue and Budget of 2004 fund in the form of the granting of capital strengthening aid to KSP in the pattern of scrolling fund. Such Save and Loan Cooperation (KSP) Scrolling Fund Strengthening Aid which is further referred to as Agribusiness KSP Scrolling Fund is fund deriving from the Government through the Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business which is distributed to Save Loan Cooperation (KSP) in Agricultural Sector as scrolling fund loan to further be distributed to its members in the form of loan. Such program was commenced in 2003 and was continued in 2004. Considering the success of Scrolling Fund Strengthening Aid in Agricultural Sector in 2003 and 2004, then in 2005 the Government extended development business through Sectoral Scrolling Fund strengthening aid to fund various other productive business sectors, through fund source from State Revenue and Budget. Therefore since 2005 such program was known as Agribusiness/Sectoral KSP Fund Strengthening Aid. The implementation of such program was described as what is illustrated in the early part of this writing. In average cooperations receiving the aid program were successful in distributing credits to strengthen their capital to their members. Cooperation performance, both in capital return from members and cooperation installment to the bank national wide is favorable. Non performing credit can be considered as below 2% as the applied limit. Strengthening was also sought through cooperation capacity increase programs in managing its business. The capacity concerned is in the field of management, reporting system, and financial administration, and any other technical abilities, up to entrepreneurial horizon. This matter will in turn make cooperation the center of business for small/micro entrepreneurs. Experience has shown that development will continue to members. Cooperations that have been ordered well in various aspects naturally will transfer their various skills and knowledge
K o p e r a s i P e d u l i , R a k y a t

to their members. Well, there are many valuable lessons during the above programs. It would be such a waste if such momentums disappear just like that. It is that reason, among other things, that underlies the objective to compose this book. Far from formal image, this book is composed through covering process in the best cooperations scattered all over Indonesia. Not all of the best were covered. The composing team divided several cooperations in 10 provices that reflect the represented ness of Indonesian area in western, central and eastern parts. The method in choosing regencies and cities was based on business types developed. However, even though this book is far from formal image, cooperations which success stories are presented were chosen based on raw characteristics. At least there are five successful criteria that became the material of consideration, namely: fund distribution success; fund utilization success; fund return success; fund business increase success; and fund business development success; If further this book was titled Prosperous Community Care Cooperation, it is merely because a message that cooperation is an asset and at the same time a potential which, if it is moved and developed, optimally will end up in community welfare, is intended to be set out. Of course, the size of welfare has its own levels. People, in this context is represented by members of cooperation receiving scrolling loan, who are successful in increasing their life standard after they have harvested the output of Scrolling Fund Strengthening For Loan Save Cooperaton (KPS) in Agribusiness/Sector program. Sincerely, their smiles bloom. Behind those smiles there is a “piece” of pride that their struggle to become more prosperous has been in the right lane. Behind those smiles there are also thousands of memories about heavy struggle. Struggle on the management of rice field, pond, embankment, workshops, restaurants, and etc. Among these memories there is one that they cannot forget-even when they inherit it to their future generation-the care of cooperation personnel, who since the beginning have been loyal assisting their struggle. Through this book together they will say: Thank you Cooperation.

S e j a h t e r a

7

sepenggal isi pidato Bung Hatta pada perayaan Hari Koperasi yang ke-3 berbicara tentang sejauh mana manfaat koperasi bagi rakyat petani dan pengrajin.Bab II Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro S 8 uatu ketika pada tahun 1953. Berpuluh tahun kemudian. sentilan bernada P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . juga para pengusaha kecil yang bergerak di sektor riil. Ketika itu. pesan Bung Hatta dalam penggalan pidatonya itu sangat jelas: bahwa Koperasi harus mampu membiayai para petani dalam berusaha. secara retoris Bapak Koperasi Indonesia itu bertanya: “Sudahkah berkembang peternakan di kalangan rakyat yang dibiayai dengan pinjaman koperasi? Sudahkah terlaksana di mana-mana kebun sayur dibiayai dengan pinjaman koperasinya? Bagaimana koperasi di kalangan pertukangan dan kerajinan? Sampai di manakah hasil yang diperoleh dengan koperasi untuk mengatasi ijon dengan pinjaman kecil-kecil sesuai kebutuhan dan lain-lainnya?” Meski berbentuk sebuah kalimat tanya.

Pemerintah dalam hal Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah merasa perlu membangun sebuah ‘jembatan’ yang bisa menghubungkan antara KUKM dan sumber permodalan. Berangkat dari visi itulah lahir Program Dana Bergulir pada Kementerian Negara Koperasi dan UKM termasuk Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/Sektoral. R a k y a t S e j a h t e r a 9 . Atas dasar fakta itu. aspek permodalan merupakan sebuah aspek penting dalam pengembangan dan pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM). baik baik dari lembaga keuangan bank maupun bukan bank masih rendah. kondisi sebagian besar koperasi pun setali dua uang dengan para pengusaha kecil dan mikro: sama-sama minim permodalan. Sementara itu fakta di lapangan berbicara bahwa.introspektif itu ternyata masih relevan untuk diungkapkan: “sudahkah koperasi mampu mendampingi para petani dan pengusaha kecil dan mikro?” Begitu kira-kira bentuk pertanyaan itu di masa kini. Program ini memiliki tujuan yang sangat strategis. meski bukan segala-galanya. yakni meningkatkan aktivitas dan K o p e r a s i P e d u l i . setali dua uang. Jika mengacu pada visi Bung Hatta pada paragraf pertama tadi maka Koperasi idealnya tampil sebagai lembaga yang mampu menjawab aspek permodalan yang dibutuhkan para petani dan pengusaha kecil dan mikro tadi. kemampuan KUKM untuk mengakses sumber permodalan. dalam konteks pembinaan dan pengembangan koperasi dan usaha kecil dan menengah (KUKM) tersebut. KUKM dianggap belum bankable. Sementara itu. Namun. yang dalam konteks ini diawali dengan dana stimulan dari APBN.

meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pengelola KSP. program ini bernama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”. Program ini mulai dilaksanakan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM sejak tahun 2003. pada tahun 2007 program ini 10 K o p e r a s i P e d u l i . terjadi beberapa dinamika kebijakan. yakni pada tahun 2005. program ini bernama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”. meningkatkan akses anggota dan calon anggota untuk memperoleh pelayanan pinjaman dari KSP. Perputaran dana pinjaman bergulir itulah kemudian yang menjadi bahan bakar pertumbuhan ekonomi di daerah. Setelah sempat vakum satu tahun selama 2006. Selama dua tahun. meningkatkan kemampuan dan jangkauan layanan KSP yang bergerak dalam pembiayan agribisnis/sektoral. Jawa Timur pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui pelayanan simpan pinjam. program ini dikembangkan tak hanya untuk pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis tapi juga pengembangan usaha mikro dan kecil di sektor riil lainnya dengan nama “Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sektoral”. Pada tahun 2003.Aktivitas usaha di pabrik penggilingan padi milik anggota KSP Lestari Mandiri. Kabupaten Malang. pro- gram Perkuatan Dana Bergulir ini fokus pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan agribisnis. Kemudian pada tahun 2004. R a k y a t S e j a h t e r a . dan membangun KSP sebagai lembaga keuangan yang handal agar dapat sejajar dengan lembaga keuangan lainnya. terutama di daerah perdesaan. Satu tahun kemudian. Dalam kurun waktu itu. Melalui mekanisme ini transfer dana dari Pemerintah Pusat pada akhirnya bisa menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi di daerah. yakni tahun 2003 dan tahun 2004.

Menurut penelusuran. d. 89.8 miliar menjadi Rp.47. 104.609. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi Koperasi-koperasi Simpan Pinjam calon penerima dana perkuatan. yakni Propinsi Jawa Tengah dengan perkembangan sebesar 255.bagi 448 koperasi yang tersebar di 32 provinsi. Dari alokasi dana sebesar itu.59 miliar.99% atau berkembang dari Rp. Propinsi lain yang juga memiliki kinerja bagus. Angka-angka pada tabel tersebut menunjukkan bahwa meskipun para koperasi peserta program sukses mengembangkan dana bergulir tersebut hingga 281 % tapi tingkat atau kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga masih belum sesuai target (lihat tabel). 299. berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan Kementerian KUKM per Maret 2009 dana pinjaman bergulir tersebut telah berkembang menjadi Rp. Hingga 31 Maret 2009 kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga tersebut tercermin pada tabel di bawah ini. 39.972. kewajiban Kelompok Kerja Keuangan Kabupaten/ Kota juga dipandang belum optimal. Selama rentang waktu 2003 sampai 2005 dan 2007 Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp.81 miliar. koperasi peserta program wajib mengembalikan angsuran pokok dan bunga kepada Bank Pelaksana. Jumlah dana yang tersalur dan hasil pengembangannya itu pun menjadi salah satu indikasi bahwa program ini telah berjalan dengan baik. R a k y a t S e j a h t e r a 11 . dan Kecil”. Syarat-Syarat Umum: a.980 dengan jumlah pemanfaat sebanyak 183. angka pengembalian angsuran pokok dan bunga yang rendah itu disebabkan karena Bank Pelaksana dipandang masih kurang aktif dalam melakukan pembinaan dan monitoring kepada koperasi peserta program. Hasil monitoring dan evaluasi juga menunjukkan bahwa di tingkat nasional. Kemudian. Propinsi Jawa Timur merupakan propinsi dengan tingkat realisasi pencairan terbesar.990.000. *** Teknis Pelaksanaan Tidak semua Koperasi bisa menerima program perkuatan permodalan bagi koperasi. Usaha Mikro. 35 miliar menjadi Rp. 840. c. Telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebanyak 3 (tiga) Tahun Buku terakhir. b. Di samping itu.688. 321. Hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun terakhir berturut-turut “sehat”. 167. Dalam melayani anggota-anggota di sentra agribisnis.92 % atau Rp.715.150.076. tercatat realisasi pencairan sebesar Rp. Itu artinya telah terjadi dinamika positif hingga sebesar 281%..700. usaha mikro dan kecil tersebut.000.dilanjutkan dengan nama “Program Peningkatan Permodalan Dana Bergulir Sektoral Bagi Koperasi. Catatan hasil monitoring itu memberi sinyal indikasi bahwa koperasi penerima program berhasil didalam mengelola dan menggulirkan bantuan yang diberikan.797.968 anggota koperasi.500 baru 44.32%. jumlah dana pinjaman bergulir terlah berkembang dari Rp. Demi kebersinambungan program dana bergulir ini. Dari yang seharusnya Rp. yakni yaitu 434. Di propinsi ini.594 yang telah ditunaikan. Memiliki kantor sendiri yang telah ditempati minimal 2 (dua) tahun. bersedia membuat unit K o p e r a s i P e d u l i .000.

630. b.000. Bersedia mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). 2.817.000 Rp. Merupakan lembaga koperasi primer Kabupaten/Kota yang sudah berbadan hukum minimal 4 tahun.184 Bunga Rp. Pada tahun 2004 syarat-syarat umum tersebut diperbarui. h. KSP juga memiliki anggota minimal 100 orang yang bergerak dibidang usaha produktif yang sejenis antara lain: petani.986. 5. yang dikelola dengan pola simpan pinjam dan sudah diadministrasikan secara tertib. 4. R a k y a t S e j a h t e r a .500 Rp. 41. Merupakan koperasi primer kota/ kabupaten yang telah berbadan hukum minimal 4 (empat) tahun dan melaksanakan RAT 3 (tiga) Tahun Buku terakhir dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun berturut-turut.000 Rp.798.228. Beberapa pembaruan tersebut di antaranya: a.000. Donasi dan Sisa Hasil Usaha tahun berjalan minimal sebesar 33% dari total aset. 57. peternak dan nelayan (bukan pedagang).104.029. 50. g.956.000. Diutamakan bagi KSP yang para anggotanya mempunyai hubungan kerjasama kemitraan dengan perusahaan penghela. Syarat-Syarat Khusus : a. Mempunyai Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang telah berjalan secara efektif.150.731.083 Rp.500 Sebelumnya Pokok Rp. f. 18. Jumlah Pinjaman yang diberikan minimal Rp.000 Rp. i.000 Rp. USP Koperasi sudah menjadi unit otonom minimal 3 tahun. b. KSP telah memperoleh jaminan perorangan (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota setempat untuk mengelola Dana Bergulir KSP Agribisnis.594 Sudah Dibayar Pokok Rp.313.653.798. 2. Sedangkan persyaratan bagi Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi calon penerima dana perkuatan adalah sebagai berikut: a.609.pelayanan yang berada di lokasi sentra agribisnis.700 Sumber Data: Koperasi Peserta Program. Kelompok masyarakat sebagai anggota KSP sudah pernah memperoleh dukungan modal dan pembinaan dari instansi teknis.903. 6. Telah melakukan pemisahan dalam akuntansi usaha dari akuntansi Koperasinya. Memiliki Komputer sendiri dan sanggup membeli komputer minimal Pentium 3.580. Simpanan Wajib.076.688. b.955 Rp.36.000. 5.145.146 Rp.000 Rp.731 Rp. f. Hasil audit 2 tahun terakhir. 3. Cadangan.496. g.100. Kewajiban Koperasi Ke Bank Kewajiban Kepada Bank No 1 2.699. 25. Anggota koperasi yang berhak menerima Tabel 1.000.249.676 Rp. Di samping anggota secara keseluruhan. c.000 Rp.000. Pengelolaan Usaha KSP sudah didelegasikan kepada manajer dan didukung karyawan-karyawan yang professional. Jumlah Tahun Program 2003 2004 2005 2007 Bunga Rp.431.001. Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM. 68.10. serta tidak terjadi perangkapan pekerjaan untuk fungsi-fungsi yang bertentangan.000 Rp.000. Ada pihak yang menjadi Jaminan Perorangan (personal guarantee) atas Dana Perkuatan yang diterima peserta program perkuatan modal KSP. Wajar Tanpa Syarat (WTS). 1 milyar.000. c. e. 47.700 Rp. 378.187 Rp. 25.888. Tunggakan pinajaman macet maksimal 2%. Jumlah modal sendiri yang terdiri dari Simpanan Pokok.000 Rp. e.538. d.918. dan Bank Pelaksana (diolah) 12 K o p e r a s i P e d u l i .23.055.214.483.

KSP memiliki anggota minimal 100 (seratus) orang Pengusaha Mikro dan Kecil yang bergerak disektor usaha produktif yang sejenis antara lain: pertanian.000. R a k y a t S e j a h t e r a 13 .000.000. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.(seratus lima puluh juta rupiah). c.000. perikanan. K o p e r a s i P e d u l i .(tujuh puluh lima juta rupiah). e. perdagangan dan aneka jasa lainnya.000.. Mengajukan permohonan pinjaman kepada KSP sesuai kelayakan usaha. h.. Diprioritaskan bagi KSP yang anggotaanggotanya mempunyai hubungan kerjasama kemitraan dengan perusahaan penghela. Memberikan pelayanan pinjaman kepada anggota minimal 70 % (tujuh puluh per seratus) dari total pinjaman yang diberikan. Pengusaha Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari KSP wajib memenuhi syarat sebagai berikut : a.000.750.000. b. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp. resiko pinjaman macet semakin kecil.000.000.(Seratus lima puluh juta rupiah). Mendapat persetujuan dari pengurus KSP atas hasil analisa kelayakan dari manajer pengelola simpan pinjam. d. Total tunggakan pinjaman macet maksimal 2 % (dua persen).(satu milyar rupiah). KSP calon penerima diprioritaskan yang belum pernah memperoleh Dana Bergulir KSP Agribisnis.000. 500.(tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah). Pada tahun 2005. Beberapa perubahan itu di antaranya pada Syarat-syarat umum KSP calon penerima dana bergulir sektoral itu di antaranya: a..000.(tiga ratus juta rupiah). KSP telah memperoleh jaminan perorangan (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota setempat untuk mengelola Dana Bergulir Sektoral.(lima ratus juta rupiah). kehutanan dan perkebunan. b. b.75. Sedangkan beberapa perubahan pada Syarat-syarat Khusus bagi KSP calon penerima dana bergulir sektoral itu di antaranya: a. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada KSP. 150. i. Sepanjang aturan ini ditaati.000.000.000. g.000.(satu milyar rupiah). f. peternakan. industri pengolahan dan kerajinan. pertambangan dan galian. Aturan ini dibuat sebagai pagar bagi KSP-KSP peserta program dalam menyalurkan pinjaman dana bergulir tersebut.(lima ratus juta rupiah). bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp. seiring dengan dinamika yang terjadi pada pelaksanaan program tahun 2003 dan 2004. Telah berbadan hukum minimal 4 (empat) tahun dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 3 (tiga) Tahun Buku terakhir dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun berturut-turut serta klasifikasi minimal B. Hasil audit 2 (dua) tahun terakhir berpredikat Wajar Tanpa Syarat (WTS).000. dan memiliki simpanan pokok minimal Rp. d. 1. Bersedia atau telah melayani anggotaanggotanya di berbagai sektor usaha produktif dan membuka unit pelayanan yang berada di lokasi sentra. Kementerian Negara Koperasi dan UKM kemudian kembali melakukan penyempurnaan teknis pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir tersebut.. Memiliki jumlah kekayaan bersih minimal sebesar Rp.300. Memiliki kekayaan bersih minimal sebesar Rp. Penyempurnaan ini dilakukan untuk mengakomodir pengembangan program..0 00. 375.. bagi KSP Calon Penerima Dana Bergulir Sektoral sebesar Rp.pinjaman dana bergulir untuk membiayai usahausaha ekonomi produktif dari alokasi dana program ini juga diatur dengan seleksi ketat.000.000.1.000. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp. Memiliki aktivitas usaha produktif di bidang agribisnis/sektoral yang menciptakan nilai tambah sehingga berkemampuan untuk mengembalikan/ melunasi pinjaman. c. Terdaftar sebagai anggota KSP/calon anggota KSP. e. c. d.(tujuh ratus lima puluh juta rupiah).500. dan memiliki simpanan pokok minimal Rp.000. pada tahun 2005 sasaran KSP peserta program diperluas tak lagi terbatas pada KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis tapi juga KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di berbagao sektor riil lainnya.150.000. Jika pada tahun 2003 dan tahun 2004 fokus program lebih pada KSP yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor agribisnis.

di antaranya: a. c. telah melakukan pembukuan terpisah atas pengelolaan usaha simpan pinjam dari akuntansi koperasinya. Kemudian. terjadi beberapa perubahan persyaratan yang harus dipenuhi Koperasi Peserta Program. d. R a k y a t S e j a h t e r a . dengan Jumlah karyawan dan manajer minimal 5 orang. dengan cara memisahkan unit Simpan Pinjam dari koperasi untuk menjadi Koperasi Simpan Pinjam tersendiri atau mengubah nama dan bidang usaha koperasi menjadi hanya Usaha Simpan Pinjam (KSP). c. sehingga memiliki kemampuan untuk mengembalikan/ melunasi pinjaman. d. dibuktikan dengan neraca lajur 3 (tiga) tahun terakhir. b. f. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada KSP. Selain Syarat Umum dan Syarat Khusus tersebut di atas yang berlaku bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Koperasi telah berbadan hukum minimal 1 (satu) tahun dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan memiliki predikat “cukup sehat” berdasarkan hasil penilaian kesehatan yang dilakukan pejabat yang berwenang. selain syarat-syarat yang telah ditetapkan pada petunjuk teknis tahun 2003 dan 2004. g. Mempunyai aktivitas di sektor usaha produktif dan masih dapat dikembangkan serta menciptakan nilai tambah. *** Pada tahun 2007. Pengelolaan Usaha KSP sudah didelegasikan kepada manajer yang didukung oleh karyawan yang profesional dan tidak terjadi perangkapan pekerjaan. Telah memiliki prosedur pemberian pinjaman ke anggota. Bersedia menyimpan 5 % dari pokok pinjaman di KSP dalam bentuk Simpanan Wajib Khusus milik anggota sebagai bagian dari pemupukan modal sendiri KSP dan untuk keperluan stabilitas permodalan KSP. seluruh aset USP-Koperasi menjadi aset KSP yang baru dibentuk. pengelolaan Usaha KSP didelegasikan kepada manajer yang didukung oleh karyawan yang profesional e. yakni: a. sejak tahun 2005 USPKoperasi calon penerima Dana Bergulir Sektoral wajib memenuhi syarat tambahan. manajemen USP-Koperasi telah dikelola secara otonom minimal 3 tahun. Beberapa persyaratan yang mengalami perubahan itu. 14 K o p e r a s i P e d u l i . dan siap menjadi KSP. Pulau Buru. b. pada tahun 2005 Pengusaha Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari KSP juga wajib memenuhi syarat sebagai berikut: a. Idealnya.Suasana di kantor manajemen KSP Cipta Mandiri. Terdaftar sebagai anggota KSP aktif minimal 1 (satu) tahun dan dibuktikan dengan jumlah simpanan wajib di koperasi. Modal sendiri minimal sebesar 33 % (tiga puluh tiga per seratus) dari total aset. Koperasi induk bersedia melakukan pembagian.

.(seratus lima puluh juta rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib minimal Rp. Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan khusus terutama bagi koperasi-koperasi yang berlokasi di daerah tertinggal atau di daerah yang terkena bencana alam atau koperasi yang dinilai mempunyai peran strategis pada daerah tertentu.. yakni : a.(seratus juta rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib minimal Rp.000. Gambar menunjukkan suasana pelayanan di sebuah KSP.000. d.000.000. 150. KSP Cipta Mandiri bisa menjadi peserta program ini pada tahun 2005 berdasarkan Pasal 7 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.000.000. c.(seratus juta rupiah) dan memiliki jumlah anggota paling sedikit 60 orang. 12/2005.000. R a k y a t laporan tahunan berjalan.000. 50.(dua ratus juta rupiah) dan memiliki jumlah anggota paling sedikit 100 orang.000. Meski baru berdiri pada tahun 2004. 100.000.(lima puluh juta rupiah).Sebagian besar KSP tadinya merupakan Unit Simpan Pinjam (KSP) dari sebuah koperasi induk. unit usaha koperasi yang akan mengelola dana bergulir telah menyelenggarakan pembukuan secara terpisah atas pengelolaan usaha koperasinya.000. Pada pasal itu disebutkan bahwa “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang dinilai mempunyai peran strategis antara lain untuk keperluan pembinaan KSP/USPKoperasi di daerah yang sedang berkembang.000. S e j a h t e r a 15 .. d. untuk Koperasi calon penerima dana bergulir sebesar Rp. Belum pernah memperoleh Dana Bergulir dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM.000.000.(lima ratus juta rupiah). memiliki saldo piutang minimal Rp..000.(seratus juta rupiah). 500. yang profilnya ditampilkan dalam buku kisah sukses ini. Total tunggakan pinjaman macet maksimal 5% (lima persen) yang dibuktikan dengan K o p e r a s i P e d u l i . 100. manajemen unit usaha koperasi yang akan mengelola dana bergulir. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal Rp. yang dibuktikan dengan laporan keuangan pada tahun terakhir. Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku. telah dikelola secara otonom minimal 1 (satu) tahun.(tiga ratus juta rupiah). Koperasi telah memperoleh jaminan perorangan (Personal guarantee) dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota. b.000. Sedangkan beberapa perubahan pada persyaratan khusus. dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh pada lampiran 14 peraturan ini. 300. b. KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru. memiliki saldo piutang minimal Rp.. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal Rp.. daerah perbatasan/terpencil.. Selain aturan-aturan main tadi.. Salah satu contoh. 200. untuk Koperasi calon penerima dana bergulir sebesar Rp. c. 100. Dalam konteks ini.

In the mean time the facts on the field speak out 16 K o p e r a s i P e d u l i . At the time. R a k y a t S e j a h t e r a . also for small entrepreneurs who are engaged in real sectors. a piece of Bung Hatta’s speech content in the cel ebration of the 3rd Cooperation Day which discussed how far cooperation can benefit for farmers and craftsmen. rhetorically such Indonesian Cooperation Founding Father asked: “has animal farming developed in the community which is funded by cooperation loan? Has vegetable plants been funded by their cooperation loan? How are cooperations among the handicraft and craftsmen? How far is the output obtained with cooperation to overcome early crops pur- chase with small loan in accordance with needs and others?” Even though it is in the form of questions.Chapter II Scrolling Fund For Small and Micro Business Capital O ne day in 1953. Bung Hatta message in its speech part is very clear: that Cooperation must be able to fund farmers in running their business. Many years later. such introspective in nature critic is still relevant to be expressed: “have cooperations been able to assist farmers and micro and small entrepreneurs?“ That is approximately the form of such statement in the present.

the conditions of cooperation are as bad as small and micro entrepreneurs: they lack capitalization. the ability of KUKM to access capitalization source. Scrolling Fund Program on State Min- K o p e r a s i P e d u l i . both from bank financial institutions and non bank is still low. then ideally Cooperation appears as an institution that is able to answer capitalization aspect needed by such farmers and small and micro entrepreneurs. From that vision.that even though it is not everything. If referring to the mission of Bung Hatta in the first paragraph earlier. Based upon that fact. the Government in this matter State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Entrepreneurs feels the necessity to build a ‘bridge’ that can connect KUKM and capitalization source. KUKM is still considered as non bankable. However. R a k y a t S e j a h t e r a 17 . same as usual. capitalization aspect is the important aspect in the development and founding of small and middle scale business (UKM). Meanwhile in the context of founding and development of coopera- tion and such small and middle scale entrepreneurs (KUKM). which in this context is initialized with stimulant fund from State Revenue and Expenditure (APBN).

and developing KSP as a financial institution that is reliable in order to be in the same level as any other financial institutions. Your browser may not support display of this image. This program has a very strategic purpose. fund transfer from Central Government at the end of the day could be the moving engine of region economic activities.e.” A year later. 2003 and 2004 this Scrolling Fund Strengthening was focused on Save Loan Cooperation (KSP) engaging in agribusiness funding. Through this mechanism. In 2003. East Java istry of Cooperation and UKM was born and was incorporated in Small and Micro Entrepreneurs Development Program through Scrolling Fund Program for Save Loan Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/Sector funding. i.e.e. this program was named “Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation (KSP) Capital Strengthening in Agribusiness Sector.” Then in 2004 this program was called “Micro and Small Entrepreneurs Development program Through Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan Cooperation (KSP) in Agribusiness Sector. increasing human resources KSP managers quality. Within such period. mainly in villages. in 2005 and in 2007 this program was developed not only to develop micro and small business in agribusiness sector but also for the development of any other real sectors with the name “Micro and Small Entrepreneurs Development Program Through Scroll- 18 K o p e r a s i P e d u l i . Within two years.The economic activites at Yudi Pujianto’s rice mill. whose life standard was lifted after synergizing with KSP Lestari Mandiri. Such scrolling fund circle then becomes the fuel of region’s economic growth. Malang. increasing the ability and coverage of KSP services engaging in agribusiness/sector funding. i. increasing activities and revenue of Micro and Small Entrepreneurs through save loan services. This program has been implemented by State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Enterprises since 2003. there have been several policy dynamics. i. R a k y a t S e j a h t e r a .

KSP Cipta Mandiri was able to become a member of this program in 2005 based on Article 7 of Minister of Cooperation and UKM Regulation UKM No. participating cooperations are obligated to return principal installment with its interest to Implementing Banks. border/remote areas. in 2005 and 2007 the target of program participating KSP was extended and not only limited to KSP funding micro and small business in agribusiness sector but also KSPs that fund micro and small business in any other real sectors. For the sake of the sustainability of this scrolling fund program.700. non performing loan risk will become smaller. This regulation is set up as fence for program participating KSPs in distributing such scrolling fund loan. In 2003 and 2004 the program was more focused to KSP that funded micro and small business in agribusiness sector. such low principal installment and interest return was due to the fact that Implementing Bank has been not active enough in conducting development and monitoring against program participating cooperations. Pulau Buru is considered as having the strategic position as ‘rice barn’ in Maluku Province.” After being non active for a year in 2006.594 has been paid up. in March 2009 such scrolling loan fund had increased to become Rp.. 12/2005. K o p e r a s i P e d u l i .609.47. it is noted that the disbursement realization was in the amount of Rp.500 only 44. micro and small business. This perfection was conducted to accommodate program development. From the actual Rp.ing Fund Strengthening Aid For Sector Save Loan Cooperations (KSP). One example is KSP Cipta Mandiri in Pulau Buru. It means there has been positive dynamic of up to 281 %.968 cooperation members.076. There are requirements that must be met by Save Loan Co- operation as nominees for strengthening fund receivers.972. based on the monitoring output conducted by Ministry of KUKM. Regency/City Working Group obligations are considered as non optimum. Cooperation members who are entitled to receive scrolling fund to fund productive economic business from this program fund allocation are also regulated with tight selection.for 448 cooperation scattered in 32 provinces.150.980 and was utilized by 183. In addition. Then. which profile has been presented in this successful stories book. The amount of fund distributed and the output of its development become indicators that this program has been running well. in 2007 this program was continued with the name “Sector Scrolling Fund Capitalization Increase Program For Cooperation. Implementation Technique Not all cooperations could receive capitalization strengthening program for such cooperations.000. So long as this regulation is complied with. R a k y a t S e j a h t e r a 19 . 840.000. Ministry of Cooperation and UKM also has anticipated specific possibilities mainly for cooperations located in disadvantaged area or areas that have been exposed by natural disasters or cooperations that are considered as having strategic roles on some areas. In this context. 321. According to investigation. In that article it is stated that “A minister may stipulate KSP/USP-Sector Scrolling Fund Receiving Cooperation in special manner which is considered as having strategic role among others for the need of the founding of KSP/USP-Cooperation is areas that are developing. From such amount of fund allocation. In 2005.688. Micro and Small Business. Although it was not established until 2004.” Within the period of 2003 up to 2005 and 2007 the Government allocated fund in the amount of Rp. State Ministry of Cooperation and UKM then re-perfected the implementation technique in distributing such scrolling fund implementation. Such monitoring record indicates that program receiving cooperation is successful in managing and scrolling the aid provided.000. along with the dynamic that took place in the program implementation of 203 and 2004. 104. Data shows that even though participating cooperations are successful in developing such scrolling fund up to 281% however the level or performance of principal installment return has not been the same as the target.797.715.990.92 % or the amount of Rp. 299.

yang juga Proklamator negara ini pernah berkata bahwa “bukan semboyan yang muluk-muluk yang dibutuhkan untuk mencapai masyarakat kooperasi yang ingin kita ciptakan. Kisah-kisah sukses yang termuat di dalam bab ini bukan ditulis untuk sekadar P e d u l i . yang pernah diungkapkan Bung Hatta menarik untuk dicermati. R a k y a t S e j a h t e r a 20 K o p e r a s i . Parade kisah sukses KSP peserta program perkuatan permodalan usaha agribisnis/ sektoral ini merupakan bagian dari geliat untuk senantiasa mewujudkan kemajuan bagi dunia perkoperasian di Indonesia. belum ada yang sempurna. sebab itu dasar kita bekerja ialah: mencapai perbaikan senantiasa!” Melalui kalimatnya itu. yang berupa pendidikan atas diri sendiri dan perbuatan. Di atas jalan menuju masyarakat koperatif. yang dibalut dengan semangat untuk senantiasa mewujudkan perbaikan. Bapak Koperasi Indonesia.Bab III Parade Kisah Sukses S ebuah kalimat bijak tentang koperasi. Bung Hatta bicara bahwa segunung konsep untuk membangun masyarakat perkoperasian tak akan cukup jika tak bermuara pada kerja nyata. melainkan amal.

kinerja pemanfaatan dana. K o p e r a s i P e d u l i . yang profil dinamikanya ditulis dalam buku ini. selain data-data statistik tersebut. R a k y a t S e j a h t e r a 21 . dalam memilih KSP dari sepuluh propinsi. berbagai pertimbangan dilakukan. inovasi. kinerja penyaluran dana bergulir. Berbagai data tentang kinerja keuangan KSP. kinerja pengembalian dana dari anggota koperasi penerima pinjaman.mengukur tingkat keberhasiloan pelaksanaan Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/ Sektoral. Akhirnya. kisah-kisah sukses yang ditulis diniatkan untuk bisa menjadi referensi. terobosan. selamat mengambil manfaat. hingga kinerja pengembangan usaha dana koperasi menjadi pertimbangan penting untuk memilih KSP-KSP mana saja yang layak diprofilkan. kinerja peningkatan usaha anggota koperasi penerima pinjaman. seperti upaya inisiasi. Tidak hanya itu. sekaligus sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi masyarakat koperasi di Indonesia. serta para pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini menjadi mitra koperasi. Lebih dari itu. Tentu saja. dan orisinalitas program yang dilakukan oleh KSP peserta program. pertimbangan-pertimbangan kualitatif juga menentukan.

who is also the state proclaimer had also said that “it is not the pompous motto that is needed to create cooperation community that we would like to have. This Indonesian Cooperation Father. R a k y a t S e j a h t e r a . which was expressed by Bung Hatta is interesting to be analyzed. Success stories contained in the chapters of this book are not merely written to measure the success level of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan 22 K o p e r a s i P e d u l i . Parade of KSP success stories on this agribusiness/sector capitalization strengthening program participates is a part of the spirit to always create progress for the world of cooperation in Indonesia.Chapter III A Parade Of Success Stories A wise sentence about cooperation. On the road that leads to cooperative community. nothing is perfect. wrapped with the spirit to always create improvements. in the form of self education and good deed. but it is the deed. therefore the basis of our work is: to always seek for improvement!” Through such sentence. Bung Hatta said that a pile of concepts to develop cooperation community will not be enough if they do not end up on real work.

in selecting KSP from ten provinces. which profile dynamics are written in this book. More than that. fund utilization. qualitative considerations also sercve as determining factors. as well as micro and small business actors who have been partners for cooperation. and at the same time as the source of inspiration and motivation for cooperation community in Indonesia. Not only that. in addition to such statistical data. Various data on KSP financial performance. up to cooperation fund business increase perfomance become important considerations to select which KSPs are worth to be profiled. loan receiver cooperation members business increase. At the end of the day. Of course. take advantage out of them. fund return performance by loan receiver cooperation members. break through. inovation. R a k y a t S e j a h t e r a 23 . scrolling fund distribution performance. success stories written are intended to become references.Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/ Sector funding. K o p e r a s i P e d u l i . such as initiative. and program originality efforts conducted by program participating KSP. various considerations are taken into account.

24 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

SUMATERA BARAT West Sumatera K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 25 .

” kata Anismar Asri. itu hal biasa. bila sebuah koperasi juga menginginkan para anggotanya pandai mengelola koperasi. Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi. Namun. “Kami selalu berusaha menjadi pengurus yang bisa menjadi panutan bagi anggota sekaligus bisa mengayomi. KSP bekerja sama dengan Dinas Koperasi dengan cara mengadakan pelatihanpelatihan. Provinsi Sumatera Barat Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan ila pengurus koperasi piawai dan melahirkan kinerja koperasi menjadi semakin baik. Sumatera Barat. yakni langsung menerapkan ilmunya dalam praktik pengelolaan koperasi. Sebab. Ketua KSP Lumbuang Pusako. Tapi bagaimana dengan anggota? Mereka akan dimagangkan di P e d u l i . Bagi pengurus. itulah prinsip yang diyakini pengurus KSP Lumbuang Pusako Kota Bukitinggi. keberhasilan anganangan belaka. koperasi menjadi lebih dinamis. follow up pelatihan jelas. KSP LUMBUANG PUSAKO Kota Bukittingi. B 26 melalui pengenalan yang memadai kepada anggota. bisa saling mengawasi. para anggota pun dituntut untuk memahami bahkan berkemampuan mengelola koperasi. Tanpa itu. senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako). baik untuk pengurus dan koperasi. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . Untuk itu. maka hal itu menjadi luar biasa. Tapi.Kantor KSP Lumbuang Pusako. Bukan hanya pengurus. dan seterusnya. Bagi pengurus KSP Lumbuang Pusako. menjalankan koperasi perlu keahlian dan pengalaman.

mulai tingkat kabupaten/ kota. membentuk sebuah organisasi yang mampu menampung hasil karya para perajin. Ide pembentukannya dicetuskan sejumlah pengusaha dan perajin border. Selama ini. Tujuannya. Bukittinggi. koperasi ini senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako). keberlanjutan misi koperasi pun terjamin. kegiatan magang ini menjadi ajang pendidikan dan pelatihan bagi anggota untuk mengetahui bagaimana proses mengurus koperasi. Guguak Panjang.Salah satu usaha kecil menengah yang memanfaatkan modal usaha dari KSP Lumbung Pusako koperasi. 188. koperasi yang beralamat di Jl. sulaman dan konveksi yang ada di Kota Bukittinggi. Di usianya yang baru dua tahun. Jumlah asetnya telah mencapai Rp 5 miliar. anggota relatif siap menerima estafeta kepengurusan. Tarok Bungo No. KSP Lumbuang Pusako menjadi salah satu koperasi unggulan di Kota Bukittinggi. setiap bulan dipilih lima orang anggota untuk mengikuti kegiatan magang tersebut. Pihak KSP sendiri berharap. Lumbuang Pusako. bukanlah hisapan jempol belaka. Koperasi berakta notaris No. Pola regenerasi semacam ini jelas menguntungkan sebab banyak anggota yang sudah mengerti bagaimana mengurus koperasi. Bahkan. koperasi K o p e r a s i P e d u l i . ini setidaknya telah mengantongi sebelas penghargaan. Melalui prosedur ini.45 – 385 – 2006. provinsi. koperasi ini dikenal dengan nama KOPINKRA. dan berganti nama menjadi KSP Lumbuang Pusako. Dan. jika ada regenerasi pengurus. keyakinan itu. Kelak. 1702/XVII/ 1988 ini kemudian mengubah bentuknya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). sebuah koperasi industri kerajinan sulaman dan konveksi. melalui Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. *** Dua dasawarsa lalu. R a k y a t S e j a h t e r a 27 . 9A – Kec. Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi. hingga tingkat nasional. Seperti namanya.

Pengurus akan memberikan pembinaan secara tidak langsung. Ada beberapa KSP lain di Sumatera Barat yang dianggap punya prestasi lebih membanggakan. Jika dalam keanggotaan KSP terkesan blak-blakan. Hingga pertengahan tahun 2009 jumlah anggota mencapai 178 orang. Pengurus menggunakan pendekatan persuatif yang biasanya dilakukan pada saat anggota menabung atau menyetor. kini KSP Lumbuang Pusako menjadi koperasi unggulan di Kota Bukittingi. KSP Lumbuang Pusako pernah menerima anugerah sebagai Koperasi Terbaik I Tingkat Kota Bukittinggi 1992. Keberhasilan-keberhasilan itu tidak datang begitu saja. R a k y a t S e j a h t e r a . Selain aset yang makin menggelembung.Peran KSP Lumbung Pusako sangat besar dalam membantu mengembangkan usaha ini telah mendapat perhatian dari pemerintah. Misalnya. beberapa tahun lalu.5 miliar. Padahal. Jumlah itu sudah termasuk tambahan dana pinjaman bergulir sektoral sebesar Rp 1 miliar yang diterima pada tahun 2005. Pengurus koperasi memberlakukan beberapa ketentuan. jumlah dana pinjaman yang akan diberikan kepada para anggota disesuaikan masa keanggotaan. modal koperasi ini hanya Rp 2. 28 K o p e r a s i P e d u l i . pengurus tidak segan-segan memberikan solusi. pada tahun 2001 KSP ini dinobatkan sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional. kesetiaan dan jumlah tabungannya. Misalnya dalam hal pembinaan terhadap anggota. berkat kegigihan dan perjuangan para pengelola. misalnya. Namun. Jika bicara prestasi. Koperasi Sehat Tingkat Kota Bukittinggi 2002. perkembangan KSP Lumbuang Pusako menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. seperti bertanya tentang perkembangan usaha anggota dan kendala yang dihadapi. termasuk kiat-kiat sukses dalam melakukan berbagai usaha. Jika ada anggota yang mengalami kesulitan. Dari sisi aset. Dari tahun ke tahun. Kemudian. KSP Lumbuang Pusako memang bukanlah yang terbaik. jumlah anggota KSP pun terus bertambah. Koperasi Berprestasi Tingkat Kota Bukittingi 2002. sebaliknya dalam hal pinjaman KSP tetap selektif. tetapi melalui upaya keras para pengurusnya. Dalam dinamikanya. total aset KSP ini telah mencapai Rp5 miliar.

Ia juga yakin bahwa dana bergulir itu akan terus bergulir memberdayakan para anggota Lumbuang Pusako. KSP Lumbuang Pusako telah mengembalikan pokok pinjaman sebesar Rp 300 juta. ada anggota yang bisa mendapat pinjaman sebesar Rp 50 juta karena ia telah menjadi anggota sejak tahun 1986 dan simpanannya sudah mencapai Rp 20 juta. Kab. Kec. Dan. 9A. dengan tingkat suku bunga 12% per tahun. Tarok Bungo No. R a k y a t S e j a h t e r a 29 . sebagai lembaga perbankan yang membina administrasi penyaluran pinjaman dana bergulir sektoral. Salah satu usaha konveksi anggota KSP Lumbuang Pusako KSP Lumbuang Pusako Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota : Jl. yang penting.” kata Anismar Asri. Sebagai Ketua KSP.45 – 385 – 2006 : Tahun 2005 : Rp1 miliar : Hj. Bukittinggi. Asnimar yakin bahwa sisa pinjaman pokok yang masih sebesar Rp 700 juta akan bisa dilunasi. Boleh dikatakan tingkat kemacetan penyetoran angsuran kurang dari 1%. Keberhasilan anggota dalam mengembangkan usahanya akan berdampak positif bagi perkembangan KSP. Anismar Asri : 178 orang K o p e r a s i P e d u l i . Guguak Panjang. Berdasarkan catatan dari Bank Nagari Bukittinggi.Sekadar contoh. “Jadi anggota tersebut bisa mendapat pinjaman sekitar Rp 50 jutaan. Hal itu dapat dilihat dari tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman anggota mengalami peningkatan. tentu saja. Jika pun itu baru bisa dilunasi setelah ia tak lagi menjabat sebagai Ketua KSP. Anismar yakin para penerusnya akan melakukan itu. Provinsi Sumatera Barat : 2 Januari 1988 : No:188.

this cooperation was known with the name KOPINKRA.West Sumatera If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory F or administrators of KPS Lumbuang Pusako. and so forth. loyalty and amount of savings. This patter of regeneration is obviously profitable since there are many members who have already understood how to administer the cooperation. Achiever Cooperation for Bukittinggi City level in 2002. KSP Lumbuang Pusako has returned principal loan in the amount of Rp 300 million.KSP LUMBUANG PUSAKO Bukittingi City . running a cooperation re quires skills and experience. Not only administrators. KSP Lumbuang Pusako is one of superior cooperations in Bukittingi City. R a k y a t S e j a h t e r a . In terms of asset. 30 K o p e r a s i P e d u l i . Two decades ago. to directly apply the knowledge in cooperation management practice. It may be concluded that the installment deposit nonperformance is less than 1%. In its dynamic. the total asset of this KSP has reached Rp 5 billion. both for administrators and cooperation. This cooperation with Rp 5 billion asset has even re- ceived eleven awards. Based on the record of Nagari Bukittinggi Bank. Cooperation administrators set out several conditions. this cooperation has attracted attention of the government. At its tender age of tw. the follow up of trainings is obvious. an embroidery handicraft and convection industrial cooperation. In loan affairs KSP applies effective ways. The amount of loan to be provided to members is adjusted to the membership period. The success of members in developing their business will have positive impact for the development of KSP. if regeneration takes place. province up to national level. KSP in cooperation with Cooperation Services holds trainings. Chairman of KSP Lumbuang Pusako. of course. Due to proper introduction to the members cooperation becomes more dynamic. From one year to another. KSP development has shown a significant increase. What about the members? They will participate in cooperation apprenticeship. Each month five members are chosen to participate in such apprenticeship. In the future. Then in 2001 this KSP was crowned as Achiever Cooperation for National Level.5 billion. Without those elements. starting from regency/ city. Healthy Cooperation for Bukittingi City Level in 2002. members are also required to understand and even have the ability to manage the cooperation. KSP itself hopes that this apprenticeship activity will become educational and training event for members to discover the process of cooperation administration. they can supervise each other.e. members are ready to accept the administration handover. KSP Lumbuang Pusako received an achievement award as the Best Cooperation I for Bukittinggi City Level in 1992. as the banking institution that develops sector scrolling distribution administration. For that purpose.” said Anismar Asri. “We always try to be administrators who could also be a role model for members and at the same time protect the members. This can be seen from the loan return success increase rate. For administrators. i. success is only a fantasy. A couple of years ago this cooperation capital was only Rp 2. for instance.

R a k y a t S e j a h t e r a 31 .Kantor KSP Lumbuang Pusako K o p e r a s i P e d u l i .

Selain memiliki nama yang sama. R a k y a t S e j a h t e r a 32 K o p e r a s i . nama KSP Sungai Kamuyang cukup dikenal masyarakat di nagari yang berada di kaki Gunung Sago itu. Najmul Irfan. selain karena kisah historisnya juga karena nama Sungai Kamuyang sudah dikenal masyarakat.Kantor KSP Sungai Kamuyang. Sungai Kamuyang boleh menjadi sumber inspirasi bahkan dijadikan nama koperasi. P e d u l i . Ringan Samo Dijinjiang ama KSP Sungai Kamuyang memang tidak bisa dilepaskan dari nama besar Nagari Sungai Kamuyang. N Kini. Provinsi Sumatera Barat Barek Samo Dipikua. Kabupaten Limapuluhkota. tapi kegesitan para pengurus KSP Sungai Kamuyang tetap merupakan sebab terpenting mengapa badan usaha tersebut layak disebut bila membicarakan koperasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. lokasi KSP pun berada di wilayah kenagarian yang juga dikenal dengan nama Sei Kamuyang. Sumatera Barat. sebuah nagari di Kecamatan Luak.” kata ketua KSP Sungai Kamuyang. Kinerja KSP Sungai Kamuyang yang baik selama ini adalah alasan bagi Dinas Koperasi Kabupaten Limapuluhkota merekomendasikan badan usaha ini sebagai penerima bantuan Perkuatan Permodalan Dana Bergulir Sektoral pada tahun 2006 senilai Rp 500 juta. “Kita menggunakan nama Sungai Kamuyang. Kabupaten Limapuluh Kota KSP Sungai Kamuyang Kabupaten Limapuluh Kota. Tak heran jika nama koperasi yang didirikan pada tahun 1996 ini begitu mudah dihafal.

coklat dan jeruk itu. Raya Batang Tabik. Seperti sebuah sungai. Pada bulan selanjutnya. Berdasarkan catatan. Kurnia dan isterinya. sebagian besar nasabah KSP berprofesi di bidang agibisnis. Kurnia dan Leni mulai mengembangkan usahanya. Kondisi geografis Sungai Kamuyang yang berada di kaki Gunung Sago ternyata cukup berpengaruh terhadap unit layanan usaha KSP. Kurnia bergabung pada KSP Sungai Kamuyang pada tahun 2006. Pihak manajemen KSP tak sulit memberi dia pinjaman kedua sebesar Rp10 juta.” kata pengusaha yang kini juga memiliki perkebunan kopi. usaha kerupuk yang beralamat Jl. warga Jl.Usaha kecil yang mendapat bantuan modal usaha dari KSP Sungai Kamuyang Dalam perkembangannya. Semenjak bergabung dengan KSP Sungai Kamuyang tahun 2006 dan mendapat pinjaman dana sebesar Rp 10 juta. Dengan modal pinjaman sebesar Rp 15 juta dari KSP. Sebut saja salah satunya Yurniati Ura. Sungai Kamuyang. Jumlah itu sebagian besar merupakan masyarakat yang berdomisili di Nagari Sungai Kamuyang. Awalnya. R a k y a t S e j a h t e r a 33 . Sampai saat ini jumlah anggota KSP mencapai 350 orang. Leni Marlina. anggota cukup membayar Simpanan Wajib sebesar Rp 5 ribu. Raya Payakumbuh Lintau Sungai Kamuyang ini mampu mempekerjakan 42 orang karyawan. Yurniati membayar cicilannya Rp 650 ribu per bulan. jumlahnya tidaklah sebesar sektor agribisnis. KSP Sungai Kamuyang mengalirkan banyak manfaat yang bisa dimanfaatkan siapa saja (baca: anggota). hanya dibantu 15 orang karyawan. Sedangkan untuk sektor perdagangan dan industri kecil. “Kalau bisa di masa depan pinjaman bagi anggota bisa lebih besar karena usaha kami semakin berkembang. ia hanya mempunyai usaha kue kecil-kecilan. usahanya semakin berkembang dan kini ia telah mempunyai sebuah toko grosir. Pengalaman serupa juga dialami Kurnia dan Leni Marlina. usaha Kerupuk Sanjai ‘’MARISA” semakin berkembang dan telah dipasarkan hingga ke luar daerah. sehingga jumlah anggota yang bergabung semakin bertambah. sementara istrinya baru pada tahun 2007. karena selama ini proses pengembalian pinjamannya lancar. Bagi setiap anggota baru diwajibkan menyetor dana Simpan Pokok sebesar Rp 10 ribu dan Simpanan Wajib Rp 5 ribu. pemilik usaha Kerupuk Sanjai ‘’MARISA”. seperti bertani dan beternak. kehadiran KSP Sungai Kamuyang disambut baik oleh masyarakat. Awalnya. Kini. Yuniarti dan Kurnia hanya dua dari sekian K o p e r a s i P e d u l i . Kini.

“Bukan berarti pengurus pilih kasih. nanti dia akan kesulitan dalam pengembaliannya. Jenis usaha yang telah mapan biasanya bisa memperoleh pinjaman hingga Rp10 juta. Ketua KSP Sungai Kamuyang.5% dari pokok pinjaman untuk setiap keterlambatan. Selain itu KSP juga telah membayar bunga pinjaman sebesar Rp 88 juta. Meski demikian. Ketiga. Keberhasilan itu juga dapat dilihat dari pengembalian pinjaman KSP ke bank. Kemampuan pengembalian anggota menjadi pertimbangan kami.“ kata Najmul Irfan. *** Sampai saat ini. dengan besaran jasa pinjaman sebesar 18% per tahun. Besarnya pinjaman ini didasarkan pada besar kecilnya jenis usaha dan agunan yang dijaminkan.6 miliar. Kedua. KSP menerapkan sanksi denda sebesar 1. membuat kesepakatan baru. KSP masih memberikan tiga pilihan bagi anggota yang kesulitan mengembalikan pinjaman ke KSP. Berdasarkan laporan terakhir. R a k y a t S e j a h t e r a . Cara 34 K o p e r a s i P e d u l i . pinjaman tertinggi yang diberikan kepada anggota sebesar Rp 10 juta. bukan berarti sanksi itu merupakan harga mati. sementara untuk usaha mikro besarnya disesuaikan dengan kemampuan pengembalian anggota. Terhadap semua jenis pinjaman. Setiap tahun pundi-pundi KSP pun terus bertambah. dana KSP sudah berkembang menjadi Rp 1. Jika melewati tanggal yang telah ditetapkan. yang sudah sejumlah Rp 100 juta melalui Bank Sumbar. Kalau anggota dengan usaha kecil kita berikan pinjaman yang besar. KSP menetapkan batas pengembalian pada tanggal 10 setiap bulan. salah seorang anggota KSP Sungai Kamuyang banyak masyarakat yang telah memanfaatkan dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang untuk mengembangkan usaha mereka. di mana nasabah sanggup melunasi seluruh hutang dan jasa pada tanggal yang telah disepakati tanpa dikenai denda.Usaha pembuatan kue milik Yuniarti. Masih banyak anggota lain yang memiliki kisah sukses serupa di bidang yang berbeda berkat dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang. memilih cara meregulasi hutang pokok dengan melunasi seluruh jasa dan denda. peminjam menyerahkan jaminan ke koperasi untuk menyelesaikan tunggakan. Pertama.

yakni anggota senantiasa mematuhi prosedur yang telah ditetapkan. Pasalnya. seperti kata pepatah Minang. Sungai Kamuyang. ‘Barek samo dipikua. Lantas. Justru model pembinaan seperti ini banyak yang mencapai sasaran. “Ada yang kita berikan pinjaman lagi agar bisa memulai kembali usahanya. Kec.Usaha kerupuk Sanjai Marisa anggota KSP Sungai Kamuyang. Luak. artinya berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Lima Puluh Kota 23 Juli 1987 No: 097/BH/LEMB-3/2006 Tahun 2006 Rp 500 juta Najmul Irfan 350 orang K o p e r a s i P e d u l i .” kata Najmul. tidak sedikit pengurus lembaga usaha sejenis yang tidak legowo ketika mengetahui kegagalan usaha anggotanya. R a k y a t S e j a h t e r a 35 . Kearifan pengurus KSP Sungai Kamuyang patut menjadi catatan. Kebersamaan yang terjalin. setelah si penunggak mampu membayar pinjaman itu dia tak bisa lagi memperoleh kredit dari KSP? Rumus seperti itu tidak berlaku di KSP Sungai Kamuyang. hanya dilakukan dalam bentuk konsultasi saja terutama dalam bidang usaha dan administrasi. Pembinaan dalam pengertian tidak langsung justru diberikan pada saat terjadi transaksi antara manajemen dan anggota/ nasabah. KSP Sungai Kamuyang Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota : : : : : : : : Batang Tabit. melalui pemberian saran atau pandangan. Pembinaan anggota tidak dilakukan secara kontiniu. ringan samo dijinjiang’. telah dipasarkan hingga ke luar daerah ini dilakukan dengan mencicil hutang setiap bulannya hingga lunas pada akhir tahun. Kab.

KSP Sungai Kamuyang Management provides three options for members facing difficulties in returning loan to KSP. most of KPS customers work in agribusiness field. Besides having the same name. The wisdom of Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note. the name KSP Sungai Kamu yang is quite known by the community of this state located in the foot of Sago Mountain. a state in Lunak District. Kamuyang river may be the muse and even becomes the name of the cooperation. since many similar business institution administrators do not have big hearts when discovering the failure of their members’ business. Favorable performance of KSP Sungai Kamuyang all this time has been the reason for Cooperation Service of Limapuluhkota Regency to recommend this business entity as receiver of Sector Fund Capitalization Strengthening in 2006 in the amount of Rp 500 million. Limapuluhkota Regency. R a k y a t S e j a h t e r a . No wonder the name of this cooperation established in 1996 is easy to remember. West Sumatera We bear heavy matters together and carry small matters together he name KSP Sungai Kamuyang can not be separated from the big name of Nagari Sungai Kamuyang. Geographical condition of Kamuyang River which is located on the foot of Sago Mountain is quite affecting for business service unit of KSP. KSP Sungai Kamuyang Limapuluh Kota. the location of KSP is in the state area also known by the name Sei Kamuyang. Based on the record. however the nimbleness of the administrators of T KSP Sungai Kamuyang is the main reason why such business entity worth mentioning when discussing cooperations in the area of West Sumatera Province. West Sumatera. such as plant and 36 K o p e r a s i P e d u l i . Now.

” said Najmul. in which customers are able to pay up all debts and services on the agreed date without being imposed with penality. If exceeding the stipulated date. The type of business that is already settled usually obtains loan up to Rp 10 million.5% from the principal loan for each delay. “There are customers that are provided with loan so that they can restart their business. KSP applies penalty in the amount of 1. with the amount of loan service 18% per year. So. after the customer in arrears is able to pay up his/her loan. KSP Sungai Kamuyang flows many benefits that can be utilized by anyone. KSP sets out returning limit on the 10th each month. To all loan types. it does not mean that such penalty is a dead end. borrower delivers security to cooperation to settle arrears. the number is not as large as agribusinees sector. which is in the amount of 88 million through Sumbar Bank. K o p e r a s i P e d u l i . Up to date.animal farmings. This policy is the form of Minang proverb. Whereas as to trading sector and small industry. The wisdom of Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note. The amount of loan is based on the size business type and the collateral secured. ringan samo dijinjiang’. KSP fund had developed to become Rp 1. Nevertheless. Each year KSP’s pots keeps adding. Based on the last report. Second. This method is conducted by paying installment each month untill all are paid up at the end of the year. can he/she obtain credit from KSP? Such formula does not apply in Sungai Kamuyang KSP. opting the method of regulating principal loan by paying up all services and penalties. This save loan cooperation has returned its KSP loan to the bank. whereas for micro business the amount is adjusted to the returning ability of its members. mainly its members. First. Third drafting a new agreement. KSP still provides three options for members facing difficulties in return- ing loan to KSP. since many similar business institution administrators do not have big hearts when discovering the failure of their members’ business. the highest loan provided to the members has been in the amount of Rp 10 million. artinya berat sama dipikul ringan sama dijinjing’ (We bear heavy matters together and carry small matters together). ‘Barek samo dipikua.6 billion. Just like a river. R a k y a t S e j a h t e r a 37 .

38

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

JAWA BARAT West Java
K o p e r a s i P e d u l i , R a k y a t S e j a h t e r a

39

KSP Rukun Ikhtiar, tetap eksis dan semakin berkembang setelah enam dekade

KSP RUKUN IKHTIAR,
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat

Tetap Eksis Setelah Enam Dekade
erdirinya koperasi di Indonesia tidak lepas dari sejarah koperasi itu sendiri. Banyak koperasi dengan berbagai bentuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Kondisinya pun bermacam-macam. Ada yang tetap eksis bahkan menjadi badan usaha unggulan, namun ada juga yang dalam perjalanannya harus tumbang karena tidak bisa mengimbangi labilnya kondisi ekonomi. Salah satu koperasi yang masih eksis itu adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Ikhtiar Bandung. KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi tertua di Jawa Barat. Koperasi ini berdiri

B
40

pada tahun 1930, lebih tua dari Koperasi Susu di Pangalengan yang berdiri pada tahun 1949 oleh Gabungan Petani Peternak Sapi Indonesia Pangalengan (Gappsip). Sejarah KSP Rukun Ikhtiar dimulai dari sebuah perkumpulan di unit perbengkelan milik Angkatan Udara (dulu AURI) Husein Sastranegara. Kelahiran KSP Rukun Ikhtiar Bandung ini jelas tidak bisa dilepaskan dari unit perbengkelan milik Angkatan Udara (AURI), yang kemudian membidani pendirian sebuah perkumpulan yang diberi nama Spaar Vereeniging Luchtvaart Afdeeling, sebagai cikal bakal Koperasi Simpan Pinjam Rukun Ikhtiar. Perkumpulan itu

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Suasana ketika salah seorang anggota KSP Rukun Ikhtiar menyetor uang di kas koperasi. Selain memberikan pinjaman modal usaha, KSP RI juga menggalakkan program tabungan berhadiah.

sendiri lahir berawal dari rasa solidaritas antarpegawai. Ketika itu, salah seorang buruh bengkel terjerat hutang rentenir. Karena tidak mampu membayar, maka sang rentenir memenjarakannya. Tiga sekawan yakni R. Sukardi, Rum Affandi dan Kartawiria kemudian membentuk suatu perkumpulan yang bersifat menghimpun modal guna membantu rekan yang terjerat hutang tadi. Perkumpulan ini kemudian tumbuh dan berkembang menjadi sebuah badan usaha ekonomi yang kemudian dikenal dengan nama KSP Rukun Ikhtiar. Perjalanan KSP ini tidaklah semulus yang dibayangkan: penuh tantangan. Kondisi pasang surut mewarnai perjalanan koperasi ini hingga akhirnya menjadi salah satu badan usaha ekonomi yang cukup diperhitungkan. Berbekal umur dan pengalaman yang panjang (selama 79 tahun) tersebut, wajar jika KSP Rukun Ikhtiar mampu tumbuh dan terus berkembang, meskipun harus bersaing dengan

badan-badan usaha lain yang sejenis. Di tangan dingin H. Suryana, yang sejak 1999 memimpin KSPRI ini, Rukun Ikhtiar ini mampu bertahan, bahkan semakin menampakkan eksistensinya. Dari sisi keanggotaan, misalnya, dari tahun ke tahun jumlah anggota KSPRI semakin bertambah. Pada tahun 2008, jumlah anggota KSP ini sebanyak 9.521 orang. Pada bulan Juli 2009 jumlah anggota meningkat menjadi 10.072 orang. Pertambahan jumlah anggota ini tentu saja berpengaruh pada jumlah permodalan koperasi. Simpanan Pokok anggota pada tahun 2008 bertambah menjadi Rp 42.435.900 dan simpanan wajib sebesar Rp 1.756.449.460 serta simpanan khusus sebesar Rp 161.157.250. Menurut Ketua KSP Rukun Ikhtiar, Suryana, total aset KSP Rukun Ikhtiar saat ini telah berada pada level Rp 20 miliar. Peningkatan juga terjadi pada kualitas neraca pinjaman, yang mengalami kenaikan hingga 5,35%. Pinjaman yang diberikan pada tahun 2008 kepada 4.270 orang anggota

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

41

Si. misalnya. yang dikhususkan untuk membiayai kebutuhan permodalan anggotanya yang bergerak di bidang usaha agribisnis dan sektor riil lainnya. Suryana Jumlah Anggota : 10. Besarnya tabungan peminjam dan tingkat pengembaliannya pun turut menjadi penentu besarnya pinjaman yang diberikan.66 miliar. Atas prestasi itu. mulai dari yang terkecil Rp 1 juta dan maksimal Rp 20 juta. 435. Jumlah ini meningkat dari laba tahun 2007 yang Rp 1.DISKOP/2007. Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung. Jumlah itu lebih besar daripada jumlah pinjaman pada tahun 2007 yang diberikan kepada 3. No. Pada tahun 2008 KSP ini mencatat laba sebesar Rp 1. KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi dengan predikat Koperasi Sehat. yakni sejumlah Rp12. Besarnya pinjaman yang diberikan bervariasi. Drs. jumlah kredit macet di KSP Rukun Ikhtiar tidak lebih dari 1%. tanggal 2 Mei 2007 Tahun Perkuatan Modal : 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp 20 miliar Ketua : H. “KSP Rukun Ikhtiar adalah koperasi kebanggaan Kota Bandung” kata H.072 orang Jumlah Karyawan : 20 orang 42 K o p e r a s i P e d u l i . Bandung. Terbukti sistem ini cukup efektif menekan angka kredit macet.mencapai jumlah Rp12. Berbagai rapor biru tadi akhirnya bermuara pada perolehan laba.643 miliar. KSP ini juga telah dinobatkan sebagai Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi tahun 2008 oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung memberi nilai 87. Artinya. R a k y a t S e j a h t e r a .991 anggota. KSP Rukun Ikhtiar menjadi salah satu koperasi penerima bantuan dana bergulir sektoral Rp 1 miliar.01 miliar. Untuk setiap pinjaman dikenakan jasa pinjaman sebesar 3%. Jawa Barat Berdiri : 7 Agustus 1997 Badan Hukum : No: 581/PAD/20. KSP Rukun Ikhtiar Bandung memberikan hadiah bagi anggotanya yang berprestasi. Otto Iskandardinata. di antaranya berupa sepeda motor KSP Rukun Ikhtiar Alamat : Jl. Dalam konteks penyaluran pinjaman. Pada tahun 2005.2 (delapan puluh tujuh koma dua) kepada KSP Rukun Ikhtiar. M. Hingga saat ini. Meivy Adha Krisnan. Ada agunan yang disyaratkan seperti sertifikat tanah. manajemen KSP sangat selektif.487 miliar. Sistem ini dimaksudkan untuk menekan jumlah kredit macet.

R a k y a t S e j a h t e r a 43 .072. In July 2009 the number of members increased to become 10. Such various favorable reports finally ended up in profit gaining. Suryana. Cooperation Service of Small Middle Scale Enterprises (UKM) and Industry and Trading of Bandung City gave the score of 87.2 (eighty seven point two) to KSP Rukun Ikhtiar. “KSP Rukun Ikhtiar is the pride cooperation of Bandung City” said H. Secretary of Cooperation Service of Small Middle Scale Enterprises (KUKM) and Industry and Trading of Bandung City. For each loan.643 billion. There are some that still exist and even become superior business entities. which was focused to fund capitalization need to its members who are engaged in agribusiness field and any other real sectors. On such achievement. This system is proven to be effective in pressing non performing credit. which increased by up to 5. it is obvious that KSP Rukun Ikhtiar is able to grow and keep developing. from one year to another the number of members of KSPRI has become larger and larger. the total asset of KSP Rukun Ikhtiar at this time is at the level of Rp 20 billion. In 2008 this KSP noted a profit of Rp 1. The amount of borrower’s savings amount and the level of its return also determine the amount of loan granted. In 2008. although it has to compete with other similar business entities. the amount of non performing loan in KSP Rukun Ikhtiar has been less than 1%. KSP Rukun Ikhtiar is one of the oldest cooperations in West Java. That amount is higher than the loan amount in 2007 provided to 3. loan service is charged in the amount of 3%. Rp 12. older than the Milk Cooperation in Pangalengan that was established in 1949 by the Indonesian Cow Farmers Association of Pangalengan (Gappsip). who since 1999 has led this KSPRI . the number of KSP members was 9. Equipped with such old age and long experience (79 years). They require collaterals such as land certificate. The amount of loan provided varies from the smallest Rp 1 million to a maximum of Rp 20 million.e. this Rukun Ikhtiar is able to survive and even show more of its existence. This KSP was also crowned as the Achiever Save Loan Cooperation in 2008 by State Minister of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. From its membership point of view. According to Chairman of KSP Rukun Ikhtiar.487 billion. In 2005. This cooperation was established in 1930.35%. Suryana. One of the cooperations that still exist is Save Loan Cooperation (KSP) of Rukun Ikhtiar Bandung. In the cold hand of H. Drs.991 members i. The increase of this number of members of course affects the amount of cooperation capitalization amount and volume of asset.66 billion. KSP management is very selective.521. M. Their conditions also vary. It means KSP Rukun Ikhtiar is one of cooperations with the predicate Healthy Cooperation.Si. In the context of fund distribution. This amount increased from the profit gained in 2007 which was Rp 1. Up to now. Increase also occurs to the loan balance quality. The loan provided in 2008 to 4. for example.KSP RUKUN IKHTIAR BANDUNG Still Exists After Six Decades T he establishment of cooperation in In donesia is inseparable from the history of cooperation itself. Many cooperations of various types are developing in Indonesia. KSP Rukun Ikhtiar became one of sector scrolling fund aid receiver cooperations in the amount of Rp 1 billion. This system is intended to press the amount of non performing loan. Meivy Adha Krisnan.270 members reached the amount of Rp12. K o p e r a s i P e d u l i .01 billion. however there are also some that had to fall in their journeys since they could not balance with the unstable economic condition.

sang ketua kelompok. D mereka inginkan sebuah koperasi. Dalam pertemuan rutin kelompok tani tersebut. Majalengka KSP TRISULA Kabupaten Majalengka. Karena masalah tersebut selama bertahun-tahun selalu mereka hadapi. mengusulkan untuk mendirikan sebuah lembaga usaha yang bisa menaungi para petani. jumlah anggota terdaftar berjumlah 139 orang dengan total modal simpanan sebesar Rp 298. namun KUD Trisula 44 K o p e r a s i P e d u l i . termasuk kepastian harga jual hasil panen. atau KUD Trisula. sebuah perkumpulan petani tiga desa di Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka berembug. separuh rumah milik Subani dijadikan sebagai kantor sekaligus tempat pelayanan bagi anggota. Nama itu dipilih karena mereka ingin koperasi yang mereka dirikan itu kelak bisa menjadi Kala itu. R a k y a t S e j a h t e r a . Konkretnya. begitulah nama yang mereka pilih untuk badan usaha yang berazaskan kekeluargaan dan gotong royong yang mereka dirikan itu. tepatnya tahun 1983. Subani. Karena belum memiliki tempat untuk kegiatan. Provinsi Jawa Barat Kiprah Trisula di “Kota Angin” ua puluh enam tahun lalu. baik dalam menyediakan berbagai kebutuhan pertanian maupun menampung hasil panen mereka.Suasana di Kantor Pelayanan KSP Trisula. Secara aklamasi. Subani pun dipilih sebagai Ketua KUD Trisula. para peserta rembug pun sepakat terhadap usulan Subani. Trisula. Mereka tergabung dalam Kelompak Tani Tegal Simpur. Satu tahun berjalan.175.

Memanfaatkan dana-dana tersbut. Bahkan pengelolanya pun sebagian besar direkrut dari KUD Trisula. Sejak itu berbagai penghargaan pun diperoleh baik atas nama KUD maupun atas nama Subani. yaitu dwi-tunggal. mereka tak berputus asa. Subani pun mencoba menggandeng lembaga usaha lain. Kendati terpisah. Misalnya dalam sisi keanggotaan. Nilainya Rp 1 miliar. Anggota yang mendirikan KSP Trisula adalah juga anggota KUD Trisula. nama Trisula pun semakin tenar. Kas KUD menggelembung. Kerja sama pertama kali itu sukses.58/Kop. tetapi atas inisiatif pihak luar. KUD Trisula mampu menjual pupuk kepada anggota dan masyarakat luas dengan omzet yang luar biasa. Pada tahun 1986 KUD ini mendapat penghargaan dari BPPT Jawa Barat atas keberhasilannya memproduksi benih unggul. “Meminjam istilah pemerintahan tempo dulu. Maka. Justru era itu mereka jadikan sebagai sebuah tantangan. Unit Simpan Pinjam (USP) yang ada di KUD Trisula pun dikembangkan menjadi koperasi baru berbasis usaha simpan pinjam. termasuk statusnya ditingkatkan menjadi badan hukum tersendiri terpisah dari KUD. Berbekal semangat tinggi namun kemampuan keuangan terbatas KUD belum bisa bergerak cepat melayani berbagai kebutuhan anggota.Kelompok belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola oleh KSP Trisula. Namun. Alasanya. K o p e r a s i P e d u l i . Maka. Untuk bisa mendapatkan dana itu. Kinerja KUD Trisula semakin mantap. berbagai usaha anggota di bidang usaha pengadaan pangan terutama penanaman padi unggul bisa terbiayai. tidak mungkin kelompok tani bisa mengelola sebuah KUD. Masa-masa awal KUD ini berdiri adalah saat-saat sulit dalam mendapatkan suntikan modal. Maka.518/Kep. berdirilah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Trisula pada tanggal 5 Agustus 2004 dengan Badan Hukum No. Awal Ekspansi Sekitar tahun 2004. Majalengka belum juga mendapatkan pinjaman dana dari Departemen Koperasi. pada dasarnya dua lembaga ini tetap satu. tawaran dana pun mengalir bukan atas permohonan pengurus koperasi. Akhirnya. R a k y a t S e j a h t e r a 45 . KUD Trisula mendapat kucuran dana dari pemerintah berupa kredit program agribisnis. badan usaha harus berbentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP).UKM dan PM. KUD Trisula mendapatkan kepercayaan PT Taman Sari Cirebon sebagai penyalur pupuk.

6 miliar. jika pada 2005 jumlah anggota baru 468 orang. modal awal tak lebih dari Rp 300 juta. Perubahan bentuk dari USP menjadi KSP. Jika sebelumnya (saat masih USP) hanya beroperasi di seputar Kecamatan Palasah. Begitu pula dengan urusan pinjam meminjam uang untuk anggota KUD. Pertambahan jumlah anggota ini juga berpengaruh terhadap ruang lingkup pelayanan. juga menjadi semakin luas. ketua yang memimpin adalah juga orang yang sama. juga mengalami peningkatan. pada neraca Juni 2009. R a k y a t S e j a h t e r a . yaitu di komplek KUD Trisula. Seperti dikatakan oleh Khoeruman. jumlah asset sudah berada di level Rp 9 miliar. Menggunakan pola tanggung renteng (kebersamaan) dengan pendekatan kelompok. berkantor di tempat yang sama. sudah tercatat lebih dari Rp 7 miliar. Bahkan menurut Susi. Bahkan. Itulah H. Adapun pinjaman yang disalurkan pada 2008. kini menjadi urusan KSP Trisula. per Juni 2009 sudah melonjak jadi 1. Jika dulu permodalannya berdasarkan modal kerja. Misalnya dalam hal penyaluran pupuk dan pengadaan beras yang dikelola KUD.Usaha perikanan milik Kelompok Tani Tegal Simpur anggota KSP Trisula maka kurang lebih begitulah pola keberadaan kedua koperasi ini. yang sejak 5 Mei 2009 lalu diangkat menjadi Ketua KSP Trisula. Desa Cisambang. begitulah sistem yang dijalankan oleh KSP Trisula dalam menyalurkan pinjaman. Ambil contoh dengan total aset yang dimiliki. ternyata tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk menjadi nasabah/ anggota KSP Trisula. Jawa Barat. meliputi 26 kecamatan dan 331 desa. Subani ke Khoeruman. Demikian pula dari sisi keanggotaan. atau orang yang dituakan. Majalengka.541 orang. Kedua koperasi itu memang saling mengisi dan bersinergi. Maka tak heran bila 46 K o p e r a s i P e d u l i . yang akrab dipanggil Abah. Tak tanggung-tanggung.” jelas Susilowati. Dua-duanya sama-sama menggunakan nama Trisula. tercatat Rp 6. dari H. seperti dilansir Majalah PIP edisi Agustus 2009. Padahal. manajer KSP Trisula. Subani (72). Pertumbuhannya tetap menunjukkan kenaikan cukup signifikan. Jl Raya Palasah. kini KSP Trisula menjangkau beberapa kecamatan lain di kabupaten Majalengka. maka kini pembiayaannya dipasok oleh KSP Trisula. Termasuk adanya pergantian pucuk pimpinan di Trisula.

misalnya. KSP Trisula ini telah meraih beberapa penghargaan baik di tingkat kabupaten.” kata Budi Heryanto.541 orang yang tersebar di beberapa kecamatan di “Kota Angin” ini. Penyerahan anugerah tertinggi bidang koperasi itu diberikan pada 15 Juli 2009 lalu. Prestasi ini membuat pihak bank tertarik bekerja sama dengan KSP Trisula. manajemen Trisula juga menerapkan persyaratan kualifikatif. Pada neraca 2008. KSP Trisula merupakan koperasi yang tingkat pengembalian pinjaman ke bank cukup bagus. Selain itu. Menurut catatan Bank Jabar Banten Cabang Majalengka. pinjaman bermasalah atau nonperforming loan (NPL) KSP Trisula di bawah lima persen. Tanpa itu. R a k y a t S e j a h t e r a 47 . Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2006. yang merupakan salah satu binaan KSP Trisula dan permodalannya dibiayai dari dana bergulir Agribisnis/ Sektoral KSP Trisula saat ini sudah mempunyai anggota mencapai 1. Selain syarat administrasi. provinsi maupun tingkat nasional. Salah satunya pinjaman dari Bank BNI sebesar Rp 20 miliar yang semuanya dialokasikan untuk sektor agribisnis. Pada Hari Koperasi Ke-62. H Subani dinobatkan sebagai tokoh koperasi tingkat nasional dan mendapatkan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. setiap peminjam harus mendapat rekomendasi dari satuan kelompok yang terdiri dari 20 hingga 50 orang.Peternakan kambing milik Kelompok Tani Tegal Simpur. “Kami melihat KSP Trisula punya potensi. Kini jalan lempang bagi KSP Trisula telah terbentang di depan mata. Meskipun baru berusia 5 tahun. Saya berharap banyak koperasi seperti ini. pinjaman tidak dapat dicairkan walaupun secara administrasi telah memenuhi persyaratan. tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir 1 miliar telah mencapai 50% atau sebesar Rp 500 juta. Pikiran-pikiran kreatif K o p e r a s i P e d u l i . pembina Koperasi Trisula. Yakni. seperti Juara Koperasi Berprestasi Kelompok Koperasi Simpan Pinjam Tingkat Kabupaten Majalengka. Kepala Cabang Bank Jabar Banten Cabang Majalengka. KSP Trisula mendapatkan anugerah sebagai Koperasi Terbaik Tingkat Nasional tahun 2009 dengan kategori Koperasi Wirausaha Mandiri. Besarnya pinjaman bervariasi mulai dari yang terkecil Rp 1 juta hingga 150 juta dengan suku bunga 2 persen. Pada pertengahan 2009. Pola penyaluran seperti ini mampu menekan risiko kemacetan pengembalian pinjaman.

UKM dan PM. R a k y a t S e j a h t e r a . Apa yang diperankan para pionir Koperasi Trisula jelas inspiratif. Trisula Mandiri itu.para pengurusnya pun senantiasa menelorkan ide-ide baru pengembangan usaha. Di perusahaan itu H. KUD Mitra Tani. Kab. KUD Bakti Jaya. Mereka itulah perwira-perwira itu. Palasah. KUD Sumber Harapan. yang permodalannya dibiayai dana bergulir agribisnis/sektoral KSP Trisula Alamat : Desa Cisambeng. Hasil kesepakatan seluruh pengurus dan anggota ketujuh koperasi tersebut menghasilkan sebuah lembaga baru yang bernama PT. Kec. Di antaranya membikin sebuah perusahaan dengan nama PT. semangat mereka untuk terus maju terus membara. KUD Mekar Jaya.541 orang Jumlah Karyawan : 15 orang 48 K o p e r a s i P e d u l i . Beranjak dari kebersahajaan. Tak berlebihan jika mereka menyandang nama Trisula. tanggal 5 Agustus 2004 Tahun Perkuatan Modal : 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp 1 miliar Total Aset : Rp 9 miliar Ketua : Khoeruman Jumlah Anggota : 1. Perusahaan ini antara lain menjadi mitra PT. Gagasan pendirian perseroan terbatas tersebut pada awalnya merupakan inisiatif H. Subani duduk sebagai komisaris sedangkan Khoeruman sebagai direktur. kemudian secara gradual menata sebuah lembaga koperasi hingga eksis.58/KOP. KUD Lingga Setra. yang dalam mitos yunani adalah senjata para perwira yang berpenampilan seperti petani atau nelayan. Tak puas sukses di ‘rumah’ sendiri mereka menjajaki kesuksesan bersama koperasi-koperasi lain. PLN (Persero) dalam pelayanan pembayaran rekening listrik. Majalengka. KUD Karya Sejati. Subani bersama 6 pengurus koperasi lain—KUD Trisula. Trisula Mandiri yang bergerak di bidang perdagangan umum serta jasa. Kolam tempat budidaya ikan air tawar milik salah seorang anggota KSP Trisula. Jawa Barat Berdiri : 1 Juli 1988 Badan Hukum : 518/Kep.

In mid 2009. Without such recommendation. could not attract the interest of the community to become a customer/member of KSP Trisula. According to June 2009 balance. or KUD Trisula. KSP Trisula reached the achievement as The Best Cooperation for National Level in the year 2009 with the category of Independent Business Cooperation. KSP performance kept showing a significant increase. Previously (when it was still in the form of USP) the operation only covered Palasah District. the existing Save Loan Unit (USP) in KUD Trisula was then developed to become Save Loan Cooperation (KSP) of Trisula. proposed to establish a business entity that could protect farmers. In principal. According to the record of Jabar Banten Bank Majalengka Branch. In 2008 balance. Therefore. Trisula. non performing loan (NPL) of KSP Trisula was under 5%. The save distributed in 2008 was noted at Rp 6. is the name they picked for the business entity that they tried to establish based on kindship and working together spirit. The amount of loan varies from the smallest amount Rp 1 million up to 150 million with interest rate of 2 percent. In such regular farmers meeting. the group leader. the amount of asset was on the level of Rp 9 billion.KSP Trisula Majalengka The Progress of Trisula in “The Wind City” wenty Six years ago. a farmer organization in three villages in the district of Palasah Majalengka Regency had a discussion. now T KSP Trisula covers several other districts in Majalengka Regency. including 26 districts and 331 village with number of members up to 1. Trisula management also applies qualification requirements. Fantastic numbers! In addition to administrative requirements. R a k y a t S e j a h t e r a 49 . Even though KSP Trisula is only 5 years old. Subani. for instance. the business entity must be in the form of Save Loan Cooperation (KSP). precisely in 1983. they wanted to have a cooperation. This type of distribution pattern is able to press non performing credit risk. Each of the borrower must obtain recommendation from a group unit comprising 20 up to 50 persons. province and national levels. Neverthelessm. the level of loan return of scrolling fund in the amount of 1 billion had reached 50% or in the amount of Rp 500 million. it has achieved several awards in regency. In order to be able to obtain such fund. The formation change from USP to become KSP. such as Achiever Cooperation Champion for Save Loan Cooperation Group Majalengka Regency Level. On the 62th Cooperation Day. The joint responsibility (togetherness) with group aproach pattern is the system used by KSP Trisula in distributing loan. loan could not be liquidated even if administratively the borrower has met the requirements. Achiever Save Loan Cooperation West Java Province Level in 2006. K o p e r a s i P e d u l i .6 billion. KUD Trisula was programmed to become a participant of scrolling fund strenghtening program from the government in the form of agribusiness program credit with a value of Rp 1 billion. KSP Trisula is the cooperation with quite favorable level of loan return. They were united under Tegalsipur Farmers Group. including the price certainty of crops sale proceeds.541. In 2004. Service scope became wider. both in providing various needs of farmers and accomodating their harvest output.

Badan usaha yang disebut terakhir jumlahnya 46 unit. Pada waktu itu KSP Wahana Arta Mukti masih berbentuk KUD Wahana Arta Mukti. Koperasi Pondok Pesantren hingga Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM menggulirkan dana bantuan agribisnis Rp 1 miliar. KSP WAM tumbuh dan berkembang di antara koperasi lainnya. Mereka bersepakat untuk membentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan diberi nama Wahana Arta K o p e r a s i P e d u l i . pada 2004. Koperasi Serba Usaha (KSU). Jawa Barat. Koperasi Pemasaran. Koperasi Jasa. Kisah sukses koperasi yang tumbuh dan berkembang di kabupaten yang dikenal sebagai penghasil nanas madu ini layak disimak. pengurus dan 29 anggota aktif KUD Wahana Arta Mukti bermusyawarah untuk mengembangkan Usaha Simpan Pinjam (USP) yang merupakan unit usaha otonom KUD Wahana Arta Mukti menjadi badan usaha yang mandiri. Subang KSP Wahana Arta Mukti Kabupaten Subang .Provinsi Jawa Barat Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses i Kabupaten Subang. Satu di antaranya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan Subang.Suasana di Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan. pada tanggal 2 Oktober 2004. Karena itu. D 50 Syahdan. Syaratnya penerima dana ini tentu saja koperasi simpan pinjam. setidaknya terdapat 828 unit koperasi dengan berbagai bentuk usaha mulai dari Koperasi Unit Desa (KUD). R a k y a t S e j a h t e r a .

Pinjaman tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp 20 juta. Hali Natapermana. pengembalian pinjaman harus tepat waktu. 08/03. perikanan). Berdasarkan catatan. maka KSP belum akan memproses menjadi anggota. Kini. Sekali panen. Saat ini. Mereka tidak hanya pedagang kecil seperti padagang asongan. Pendirian KSP Wahana Arta Mukti berbadan hukum No. hampir 90% warga di Kecamatan Dawuan Subang dalam kehidupan kesehariannya masih mengandalkan sektor agro seperti padi. nasabah dapat mengajukan menjadi calon anggota. sebagian lagi dikembalikan ke nasabah yakni sebesar 0.1 miliar Ketua : H. Pontensi inilah yang dinilai menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Ukanda hanya mempunyai satu blok kandang yang mampu menampung 5. Namun dalam praktiknya tidak semua laba itu masuk ke kas KSP. dengan jasa pinjaman sebesar 2. ia juga mampu menampung tenaga kerja di sekitarnya. tingkat pengembalian pinjaman di KSP mencapai lebih 99%. KSP Wahana Arta Mukti : Desa Dawuan Kaler RT.11/X/2004. Pola usaha yang diterapkan adalan pinjaman pola bulanan (konvensional) dan pinjaman pola mingguan. Jangka waktu pengembalian pinjaman bervariasi antara 10 bulan – 18 bulan. peternakan. Subang. Subang. Bukan hanya dalam hal pinjaman. Usaha yang dibiayai oleh KSP Sahana Arta Mukti meliputi usaha sektor agribisnis (pertanian. Jika syarat di atas belum terpenuhi.198 miliar.5% per bulan. R a k y a t S e j a h t e r a 51 . Program ini dimaksudkan untuk memacu kesadaran peminjam untuk selalu mengembalikan kredit tepat pada waktunya. Spd Jumlah Anggota : 130 orang Jumlah Karyawan : 14 orang K o p e r a s i P e d u l i . Yang tak kalah penting adalah upaya pengurus dan manajemen di dalam membangun mental kerja karyawan melalui internalisasi motto KSP Wahan Arta Mukti: “Tidak ada dusta di antara kita” dan “Tidak ada dendam di antara kita”. dan nasabah sebanyak Rp 700 orang. dengan modal dan kekayaan bersih Rp 663. di antaranya nasabah telah meminjam minimal 3 kali. Kalijati. Kini total asetnya mencapai Rp 2.Mukti. tanggal 5 Oktober 2004 Tahun Perkuatan Modal : 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp2. Hingga kini jumlah anggota KSP WAM berjumlah 130 orang.000 ekor ayam. Ia mempekerjakan tiga orang karyawan dengan gaji rata-rata Rp 700 ribu per bulan.000.11/X/2004 tanggal 5 Oktober 2004. penghala hasil pertanian). pedagang kaki lima). yang menekuni usaha ternak ayam. Awalnya. 553/BH 10. dengan jasa pinjaman sebesar 2. jagung dan sebagainya. Dalam melayani nasabah. Selain itu. tetapi juga Alamat pengusaha menengah. Jawa Barat Berdiri : 14 Juli 1997 Badan Hukum : 553/BH/KDK. Jika selama 3 kali berturut-turut tingkat pengembaliannya bagus. usaha peternakan ayam miliknya telah mengalami kemajuan cukup pesat. Kab. Kecamatan Dawuan. Tingkat perputaran uang yang cukup tinggi telah menjadikan aset KSP Wahana Arta Mukti bertambah besar dari hari ke hari. kadang.5%. mebeler). Biasanya besar pinjaman tahap awal ini tidak lebih dari Rp 2 juta.10. usaha sektor niaga (warung. Untuk bisa menjadi anggota KSP pengelola menetapkan beberapa syarat. usaha kecil mikro (kerajinan. ia bisa mengantongi laba Rp 10-20 juta Ukanda merupakan salah satu anggota masyarakat yang berhasil membangun usahanya dengan memanfaatkan dana pinjaman dari KSP Wahana Arta Mukti. ia telah mempunyai tiga kandang yang mampu menampung 15. Selain meningkatkan taraf hidupnya.266. Pengurus senantiasa beruisaha meningkatkan kinerja para pengurus dengan cara mengikutsertakan para karyawannya ke berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. KSP Wahan Arta Mukti didukung 14 orang karyawan dengan kualifikasi pendidikan SMA dan 1 orang sarjana. Kec. usaha sektor pengadaan (bahan bangunan. warga Kampung Buah Dua Desa Margasari. Cara ini dinilai cukup berhasil. manajemen KSP juga selektif dalam menerima anggota baru.5%.000 ekor ayam. Salah satunya adalah Ukanda. Syaratnya.

Ya. Ukanda mulai meminjam dana dari KSP Wahana Arta Mukti sebesar Rp 10 juta pada tahun 2005 untuk modal usaha peternakan ayam. yakni kebersamaan. dengan biaya operasional per musim sebesar Rp 10 juta. bahkan pinjaman bisa ia dikembalikan sebelum jatuh tempo. ia telah meminjam uang ke KSP Wahana Arta Mukti sebesar Rp 20 juta. Agustus 2009 silam. Kini ia telah mempunyai tiga blok kandang yang mampu menampung 15. saat berada di kandang ayam. Mereka bergaji Rp 700 ribu per bulan. Ukanda acap memberi mereka bonus bila mendapatkan keuntungan besar.000 ekor ayam. Dengan performa bisnisnya yang cukup bagus. pakan dan obat-obatan. Berkat insting kejelian dalam pengelolaan usahanya. dijual dengan harga Rp 3. Kepercayaan dari koperasi pun bertambah. Keuntungan tambahan juga Ukdanda dapatkan dari hasil menjual kotoran ayam. dan sebagai bentuk reward koperasi memberi Ukanda kelonggaran peminjaman hingga Rp 20 juta. Ukanda berharap dapat meminjam modal lebih besar untuk mengembangkan usahanya. Ia membayangkan akan memperoleh untung yang cukup besar. Ia bisa menampung tenaga kerja lebih banyak lagi. Para karyawannya mengemas kotoran ke dalam karung. 52 K o p e r a s i P e d u l i . ia bisa mempe- Ukanda dan usaha peternakan ayam yang ia kelola roleh laba hingga Rp 10-20 juta sekali panen. Kegembiraan semakin tergambar di raut mukanya karena harga ayam di pasaran cukup tinggi.500. karena begitu sering ia meminjam dana dari KSP Wahana Arta Mukti. Buahdua Desa Margasari. kekeluargaan dna kegotongroyongan ia terapkan juga dalam pengelolaan usahanya. Setidaknya. Setelah dipotong biaya operasional. Dengan begitu. Bisanya ayam-ayam ini bisa dipanen pada usia antara umur 28-35 hari. Modal tersebut besar maknanya bagi pengembangan usahanya. ia sukses. Modal kerja tersebut dipergunakan untuk biaya bibit. Kecamatan Dawuan. dan selanjutnya mampu mengembalikan pinjamannya ke koperasi.000 per karung Nilai-nilai koperasi. “Alhamdulillah. Karena itu Ia bernazar akan memberi bonus kepada tiga karyawannya.4. Sekali panen Ukanda biasanya mendapat 800-1000 karung kotoran ayam.” tutur ayah dua anak ini sembari senyum simpul. Ia lupa entah yang keberapa pinjaman kali ini. R a k y a t S e j a h t e r a . Ia tak segan-segan memberikan bonus kepada karyawan hingga Rp 1 juta per orang. Subang. sebentar lagi panen. apalagi bila menjelang panen tiba. anggota KSP Wahana Artha Mukti Sekali Panen Bisa Untung Rp10-20 Juta A dalah saat-saat paling membahagiakan Ukanda. ditambah uang saku mingguan sebesar Rp 25 ribu per orang. Warga Kp.Kisah Sukses Peternak Ayam di Buahdua. tiga orang karyawan bisa merasakan hal ini.

corn.KSP WAHANA ARTA MUKTI If there is no Lie Betrween us is the Key to Success ave Loan Cooperation (KSP) of Wahana Arta Mukti (WAM) Dawuan Subang District grows and develops in Subang Regency. the level of return at KSP reached up to more than 99%. To be able to become a member of KSP the manager applies several requirements. with loan service in the amount of 2. etc. This program was intended to drive the awareness of borrowers to always return credits in timely maner. The amount of loan at this early stage is not more than Rp 2 million. with loan service in the amount of 2. In October 2004. Business funded by KSP Sahana Arta Mukti includes agribusiness sector (agriculture.. furniture). (kadang?). R a k y a t S e j a h t e r a 53 . The applied business pattern was monthly pattern loan (conventional) and weekly pattern loan. among others is that the customer has borrowed at least 3 times. but are also middle scale businessmen. the regency that used to be known as honey pineapple producer is worth paying attention to. commerce sector business (shops. Save Loan Cooperation (KSP) was born with legal entity No. in the amount of 0. animal farming.e. KSP management is also selective in accepting new members. pavement sellers). 553/BH 10. such as rice. They are not only small traders such as peddlers. In 2004. If the return has been favorable 3 times consecutively.11/X/2004 dated 5 October 2004. crops processors) . Now its total asset reaches Rp 2. In providing service to customers. the customer may apply to become a member. trading sector business (hardware store.5%. fishery). the Government through Ministry of Cooperation and UMKM scrolled agribusiness aid fund in the amount of Rp 1 billion. some was returned to the customers i.5% per month.5%. and the number of customers has been 700. Up to now the number of members of KSP WAM has been 130. nearly 90% of denizens in Dawuan Subang District depended on agricultural sector in their daily lives. This save loan was formerly in the form of Save Loan Unit from KUD Wahana Arta Mukti. However in practice not all profit went to KSP petty cash. KSP Wahan Arta Mukti is supported by 14 staff who are high school graduates and 1 university graduate.198 billion. S Not only in terms of loan. It was this potential that was considered as quite promising.” K o p e r a s i P e d u l i . In addition. The highest loan was stipulated at Rp 20 million. This way was considered as quite successful. The requirements are that such return must be made in timely manner. The term for return varied between 10 – 18 months. The high level of money circulation has made KSP Wahana Arta Mukti’s asset to increase. Another important thing is the effort of the administrators and managemewnt in developing the working mental of their staff through the internalization of KSP Wahan Arta Mukti motto: “There is no lie between us” and “There is no grudge between us. and micro small business (handicraft. Based on the record.

R a k y a t S e j a h t e r a .54 K o p e r a s i P e d u l i .

JAWA TENGAH Central Java K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 55 .

085. Provinsi Jawa Tengah Agribisnis di Antara Lereng Merapi barat perangko ketemu amplop. Gayung pun bersambut. pengembangan agribisnis di wilayah Kabupaten Magelang yang terbentang di antara Gunung Merapi dan Merbabu (seluas 1. Artinya.743 orang. Betapa tidak.077 orang atau naik sebanyak 7. atau campuran. R a k y a t S e j a h t e r a .56% dari Wilayah Propinsi Jawa Tengah) itu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Demikian kisah pengembangan usaha agribisnis/ sektoral yang diupayakan melalui KSP Karya Usaha Dana Grabag di Kabupaten Magelang. Kebijakan tersebut I 56 telah menaikkan antusiasme masyarakat petani dalam kegiatan budi daya pertanian. pada tahun 2006. Pemerintah Kabupaten Magelang sejak 2004 silam telah mengeluarkan kebijakan pengembangan agropolitan.79%.47%. Demikian juga pada pengolahan hasil atau agroindustri telah menghasilkan kesempatan kerja tahun 2003 sebanyak 23.Suasana kawasan agropolitan di perdesaan di Kecamatan Grabag. Tentu saja bukan semata lantaran kebijakan tersebut bila KSP Karya Usaha Dana Grabag sukses menjalankan Program Pengem- K o p e r a s i P e d u l i . angkanya meningkat menjadi 132. ternak.527 orang. pada 2003 berjumlah 122. yang terletak di di lereng dan kaki Gunung Merapi KSP KARYA USAHA DANA GRABAG Kabupaten Magelang. Bila kegiatan budi daya tanaman.73 km² atau setara 9. Pada tahun 2006 jumlahnya meningkat menjadi 26.231 orang atau naik 10.

Magelang menambah nilai tersendiri. tetapi juga Provinsi Jawa Tengah. Yang jelas. perajin. saya memberikan dorongan kepada warga untuk menjadi atau aktif di KSP Karya Usaha Dana Grabag. Keberhasilan pengelolaan dana tentu saja merupakan wilayah yang berbeda dari gambaran agropolitan secara umum. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Meski baru berdiri pada 2004.” tutur Kelik Murtandiya. Gambaran sekilas tersebut melukiskan dinamika yang tercipta selama ini. KSP Karya Usaha Dana Grabag ini termasuk koperasi sehat.255. misalnya dalam hal pengajuan Anggota KSP Dana Grabag memasarkan berbagai komoditas agribisnis di pasar agropolitan Grabag K o p e r a s i P e d u l i . atau dalam hal ini para petani.” tambah Kelik. Jadi. Benar. KSP ini langsung menjadi peserta Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di Sektor Agribisnis pada tahun itu juga. angkanya tentu saja telah meningkat. “Hubungan kami dengan para tokoh desa di Grabag cukup akrab dan saling mengenal satu sama lain. Setidaknya Kepala Desa Lebak mengakui hal ini. manajemen KSP Karya Usaha Dana Grabag berusaha selalu dekat dengan anggota. Kultur ini menurun juga kepada KSP Karya Usaha Dana Grabag yang tumbuh–pada awalnya— sebagai bagian dari KUD Grabag itu. “Sebagai kepala desa. kami saling memberikan rekomendasi. “Sebagai badan usaha berbasis budaya kekeluargaan dan kebersamaan. sebelum KSP ini dibentuk KUD Grabag telah melakukan otonomisasi pengelolaan usaha simpan pinjam selama lebih dari tiga tahun. Hubungan kerja sama yang harmonis antara koperasi dan Dinas Koperasi Dinas Koperasi. dengan jumlah perkuatan sebesar Rp 1 miliar. Sebagai catatan. KSP ini dinilai telah memenuhi persyaratan yang diwajibkan. Kini KSP Karya Usaha Dana Grabag telah membukukan asetnya sekitar Rp Rp 2. R a k y a t S e j a h t e r a 57 . Yang bisa dikatakan adalah bahwa sukses KSP Karya Usaha Dana Grabag berada dalam arus besar keberhasilan Kabupaten Magelang dalam mengembangkan sektor agribisnisnya.274.922. Hingga buku ini disusun. Harmoni Pengurus dan Anggota Grabag sebagai wilayah kecamatan—di lereng dan kaki Gunung Merapi— memang telah lama dikenal daerah yang memiliki “kultur berkoperasi” yang baik.bangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis dari Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. kesuksesan itu merupakan cerminan dari keseriusan dan kepiawaian para pengurus dan manajemen Kesuksesan KSP Karya Usaha Dana Grabag dalam mengelola dana. Jumlah anggota per 31 Desember 2008 sebanyak 481 orang. KUD Grabag juga terkenal bukan hanya di seantero Kabupaten Magelang. dan peternak.

Doni Riskiyanto, anggota KSP Dana Grabag membiayai usaha pembuatan aneka kerupuk singkong dari dana pinjaman bergulir agribisnis/ sektoral sebesar Rp 30 juta, yang dikucurkan dalam beberapa tahap

kredit,” aku Budi Solikin Kepala Desa Lebah, kecamatan Grabag. Kedekatan semacam itu menjadi kunci dari keberhasilan penyaluran sekaligus kontrol terhadap pemanfaatan dana koperasi. Ciri dari asas kekeluargaan dan kegotongroyongan koperasi semacam itu dirasakan seorang anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni Riskianto (48 th), warga Dusun Kaligandu, Grabag. Ia mendapatkan pinjaman koperasi hingga Rp 30 juta untuk melancarkan usaha pembuatan aneka krupuk singkong. Ia yang memiliki keahlian di dalam pengolahan berbagan baku singkong itu bekerja sama dengan para petani. Hasil yang diserahkan kepada Doni berupa bahan setengah jadi untuk kemudian dibumbui hingga barang jadi (mentah). Berkat pinjaman dari koperasi, ia bisa membayar puluhan petani serta mengangsur setelah produk-produknya terbeli. Doni tidak mengalami kesulitan lantaran ia telah memiliki sejumlah pelanggan, seperti dari Jakarta, Malang, dan Kabupaten Banyumas. “Kami menerapkan sistem kontan. Pada saat memesan, saya meminta para pelanggan untuk mentransfer uang pemesanan, setelah itu

barang dikirim sesuai pesanan yang sudah dibayar,” ujar Dodi menceritakan mekanisme bisnisnya. Kelik sendiri mengaku bangga memiliki nasabah seperti Doni ini. “Ia adalah prototipe nasabah yang berani dalam mengambil risiko, namun jujur dan sportif. Kami tak pernah terganggu bila, misalnya, terjadi terlambatan angsuran, sebab alasannya masuk akal. Inilah salah satu seni berkoperasi. Ada prinsip fleksibilitas tanpa harus mengorbankan risiko besar,” kata Kelik. Bahkan, untuk ukuran nasabah yang kemampuannya jauh di bawah Doni, KSP tetap memberikan pelayanan dan kesempatan untuk meminjam modal. Pengalaman Mardi, 60 tahun, membuktikan hal itu. Mardi, yang seorang petani itu, mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 700.000. Dana tersebut dipergunakan sebagai biaya untuk membesarkan seekor sapi Australia yang ia miliki, seperti yang dilakukan para petani di lingkungannya. Maklum, untuk membesarkan sapi membutuhkan waktu beberapa bulan hingga hewan piaraan tersebut layak dijual ke pasar. Ia juga mendapatkan tambahan berupa pupuk dari pengelolaan kotoran piaraannya itu.

58

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

Mardi hanya mengambil untung beberapa persen dari nilai jual seekor sapi (sekitar Rp 4-7 juta). “Saya berani pinjam ke koperasi karena ada yang bisa saya hasilkan. Saya takut ngutang. Saya baru bisa kembalikan pinjaman setelah sapi ini dijual. Karena saya dipercaya, dan saya bersedia dengan persyaratan yang berlaku, ya saya mau,” tutur Mardi lugu namun tegas. Tingkatkan Kinerja Penyaluran dan hasil Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di Sektor Agribisnis yang dilakukan melalui KSP Karya Usaha Dana Grabag cukup berhasil dan tepat sasaran. Namun, jajaran manajemen tak berbangga hati, sebagaimana jajaran dewan pengurus dan pengawas KSP Karya Usaha Dana Grabag tak berpangku tangan terhadap prestasi yang telah mereka raih. Pasalnya, mereka masih “gelisah” terhadap kurang optimalnya penggalangan dana dari anggota. Mereka mengakui, selama ini pemanfaatan dana yang sampai ke anggota, meskipun sudah

cukup berhasil, masih mengandalkan modal dari luar. Hal itu mengemuka pada saat Rapat Anggota Tahunan di akhir 2008 silam. Oleh karena itu, mari kita upayakan secar bersamasama peran aktif nyata anggota,” tutur Sutaryono, ketua Pengawas KSP Karya Usaha Grabag pada kesempatan hajatan puncak itu. Kelik Murtandiya mengakui kelemahan koperasi yang ia pimpin. “Kami masih terus belajar dari kekurangan-kekurangan itu, meski kami sudah mencoba berbuat yang terbaik. Kami, misalnya, tak bosan untuk mengirimkan beberapa karyawan ke berbagai forum pelatihan peningkatan kompetensi,” aku Kelik merendah. “KSP Karya Usaha Dana Grabag di mata kami sudah cukup bagus. Karyanya nyata dan bisa dibuktikan di lapangan. Kami berharap ke depan KSP ini bisa berkinerja lebih baik,” kata Menurut Anik Indaryanti, Kasi Bina Usaha dan Permodalan Dinas Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Magelang. “Bukan melulu soal besarnya aset, tetapi jangan lupa bahwa mengelola koperasi itu juga membutuhkan semangat. Nah, dari sisi itulah KSP Karya Usaha Dana Grabag harus dilihat,” simpul Kelik.

Mardi anggota KSP Dana Grabag dan usaha penggemukan sapi yang ia kelola

KSP Karya Usaha Dana Grabag
Alamat Berdiri Badan Hukum ber 2004 Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Total Aset Manager Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : Jl. Stadion No 1 Grabag, Kab. Magelang, Provinsi Jawa Tengah : 1 Maret 1997 : No: 227/GH/II/2004, tanggal 22 Novem: : : : : : Tahun 2004 Rp1 miliar Rp2.255.922.274 Kelik Murtandiya Ph 327 orang 5 orang

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

59

KSP KARYA USAHA DANA GRABAG
Magelang Regency – Central Java

Agribusiness Between Merapi Slopes

J

ust like a stamp that meets an enve lope, this is the story of agribusiness/ sector business development sought through KSP Karya Usaha Dana Grabag in Magelang Regency. The government of Magelang Regency since 2004 has issued a policy of agropolitan development. It means, such agribusiness development in Magelang Regency area stretched between Merapi and Merbabu Mountains obtains a serious attention from regional government. Of course, the government attention is not the only factor that makes KSP Karya Usaha Dana Grabag successful in running Micro and Small Entrepreneurs Development Through Capital Save Loan Cooperation (KSP) Strengthening in Agribusiness Sector from State Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. It would be more precise to say that the success of KSP Karya Usaha Dana Grabag is in the large wave of Magelang Regency success in developing its agribusiness sector. Such success is obviously the reflection of the seriousness and expertise of the administrators and management of KSP Karya Usaha Dana Grabag in managing fund. There is a harmonious cooperative relation among Cooperation Services, Industry and Trading of Magelang Regency. Magelang has added specific value. Grabag as a district area – on the slope of Merapi Mountain – has been known for a long time as an area that has a good “cooperation culture.” KUD Grabag is also known not only throughout Magelang Regency, but also Central Java Province. This culture also descended to the staff of KSP Karya Usaha Dana Grabag who grew–initially— as parts of such KUD Grabag.

This KSP Karya Usaha Dana Grabag is quite a healthy cooperation. Even thought it was not established until 2004, this KSP immediately became participant of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through Strengthening Scrolling Fund Aid for KSP in Agribusiness Sector in the same year, with strengthening fund in the amount of Rp 1 billion. This KSP is considered as having met the compulsory requirements. As a note, before this KSP was established, KUD Grabag had conducted save loan business management autonomy for more than three years. Now KSP Karya Usaha Dana Grabag has accounted its asset which is around Rp 2,255,922,274. The number of members as per 31 December 2008 is 481. Until this book was composed, the number of course has increased. The brief description provides clear dynamic that has been created all this time. “As a business entity with kinship and togetherness basis, management of KSP Karya Usaha Dana Grabag always tries to be close to members, or in this matter farmers, craftsmen, and animal farmers,” said Kelik Murtandiya, Chairman of this KSP. Such closeness becomes the key to success in distribution and control of cooperation fund utilization. These characteristics of kinship and mutual assistance are felt by a member of KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni Riskianto (48), a Kaligandu Village denizen, in Grabag. He obtained cooperation loan up to Rp 30 million to smoothen his cassava chips business. Thanks to the loan from cooperation, he could pay many farmers and pay his own installment after all his products are sold.

60

K o p e r a s i

P e d u l i ,

R a k y a t

S e j a h t e r a

tempat para anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag memasarkan hasil tani mereka K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 61 .Pasar agropolitan Grabag.

Provinsi Jawa Tengah Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini ika Anda pergi ke Kabupaten Jepara. Anda akan menjumpai sebuah gedung dua lantai berarsitektur modern-minimalis. di dalam mengembangkan usahanya. R a k y a t S e j a h t e r a . KSP UTAMA KARYA Kabupaten Jepara. atau kantor perwakilan perusahaan besar swasta. Halaman samping hingga ke belakang luas. Jawa Tengah. Logikanya sederhana.Suasana dialog antara pengurus dan anggota KSP Utama Karya yang sedang mengajukan kredit. Tidak salah bila Anda menyimpulkan bahwa penampilan bangunan tersebut mewakili performa koperasi yang berdiri pada 2004 itu. Kemegahan bangunan tersebut sekaligus menggambarkan dedikasi para pengurusnya. Raya Bakalan No. seperti 62 K o p e r a s i P e d u l i . Sekilas. 21 Kalinyamatan. dan manajemen KSP Utama Karya. bagaimana mungkin sebuah koperasi—atau badan usaha apa saja— mampu membangun gedung perkantoran untuk aktivitas sehari-hari bila para pengelolanya tidak memiliki dedikasi untuk maju? Motto KSP Utama Karya: Bersama Membangun Jati Diri. Ada apa dengan bangunan tersebut? Bangunan tersebut adalah kantor pusat J Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Utama Karya. dan tampak menonjol bila dibanding beberapa bangunan di sekitarnya. Penampilan gedung ini bersih. terkesan bahwa bangunan itu milik perusahaan swasta nasional. dan terdapat sebuah toko grosiran ala supermarket. sempatkan pergi ke Jl.

Keberadaan KSP Utama Karya memang relevan dengan potensi Kabupaten Jepara yang memiliki banyak jenis usaha agribisnis. Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya memang terpisah secara otonomi dari Koperasi Utama Karya sebagai induk. kesempatan itu tidak disia-siakan. bahkan para nasabahnya. “KSP Utama Karya memang salah satu koperasi terbaik yang kami miliki di sini. Kami percaya. pergerakan modal koperasi melejit. Tak heran begitu ada Program Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis. Induknya adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Utama Karya yang berdiri sejak 1993. Sebab. Koperasi Utama Karya bergerak di bidang perdagangan. “Kami menjalankan kepercayaan tersebut sebagai amanah. Dan. Dinas Koperasi.” kata Sujarot. Sebagai koperasi simpan pinjam. bagaimanapun juga dana tersebut adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. tentu pertimbangannya adalah kinerja. kerajinan. seperti pertanian. Dari sinilah. yang kini memiliki 7 cabang yang tersebar di sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Tengah (baca: Cita-Cita Kaum Kaki Lima).telah tertransformasi ke dalam etos kerja para pengurusnya.” tutur Zaenal Arief. bila pilihan jatuh kepada KSP Utama Karya. Kini aset Koperasi ini secara keseluruhan sekitar Rp 80 miliar. UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara Bagi jajaran pengurus KSP Utama Karya kepercayaan tersebut bukan tanpa konsekuensi. R a k y a t S e j a h t e r a 63 . Sebagai catatan. memang. puluhan karyawannya. Kepala Dinas Koperasi. anggota KSP Utama Karya memamerkan hasil kerajinan tenun hasil usaha tenun yang ia kelola K o p e r a s i P e d u l i . Sutomo. Sebagai holding. Namun. UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara memiliki peranan besar dalam menentukan koperasi mana yang berhak dan dapat dipercaya untuk mengelola pemanfaatan dana tersebut. yang merupakan Kepala Pembukuan KSP Utama Karya tersebut. Utama Karya masih berusia muda. Memfasilitasi Agribisnis Keputusan Dinas Koperasi dan Pengelolaan Pasar itu sangat beralasan. Kinerja koperasi ini adalah yang terbaik di Kabupaten Jepara. kemauan saja tak cukup. dan termasuk bersinar di antara koperasi-koperasi terbaik di Jawa Tengah. dan progam agribisnis-sektoral itu kebetulan sama dengan misi kami di sini. Utama Karya adalah pihak yang pas menjalankan program perkuatan modal di bidang agribnisnis-sektoral itu. karena KSP Utama Karya selama ini bekerja secara profesional.

perintis Koperasi Utama Karya. demikian namanya. Jawa Tengah Berdiri : 31 Januari 1996 Badan Hukum : No: 12047a/BH/PAD/KWK-II/1/1996 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : H. pada saat ini di jajaran manajemen koperasi telah memiliki seorang manajer yang telah mengantongi sertifikat kompetensi di bidang manajemen. seorang perajin tenun di Desa Troso. Dan. kini menjabat sebagai Manajer KSP Utama Karya.” tutur Mahali bangga. “Kami ingin mengelola koperasi ini secara profesional. Jepara. “Saya jelas beruntung bisa dapatkan modal usaha itu dengan persyaratan yang memudahkan saya. kalem. Laporan dari pihak Bank Jateng Cabang Jepara yang berperan sebagai mitra dari program perkuatan modal dana bergulir sektor agribisnis ini menyebutkan bahwa KSP Utama Karya telah menjalankan kewajibannya dengan baik dan tidak pernah menunggak. perajin yang produknya telah banyak dipasarkan hingga ke Bali itu. Penyaluran dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar (diterima pada tahun 2004) kepada para anggota yang bergerak di bidang agribisnis dan sektor riil lainnya bukan hal sulit bagi KSP Utama Karya. kepercayaan para senior dalam mendorong kader-kader koperasi yang muda telah membuahkan hasil. 48 tahun. Kembali ke KSP Utama Karya. Paling tidak. Pencanggihan Manajemen Kini. Desa ini memang dikenal sebagai penghasil tenun sejak 1935. tenaga-tenaga utama di manajemen Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya adalah anak-anak muda. Kecamatan Pecangakan. 21 Kalinyamatan. sebab. anggota KSP Utama Karya Jepara 64 K o p e r a s i P e d u l i . Salah satu anggota koperasi yang mendapatkan manfaat dari program di atas adalah Sutomo. R a k y a t S e j a h t e r a . “Kami tutwuri handayani (mendorong dari belakang). Kab. benar. KSP Utama Karya Alamat : Jl.Koperasi Utama Karya kini memiliki Toko Grosir terbesar di Kabupaten Jepara. Mahali. Teman-teman senantiasa berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat yang proses ujiannya ternyata nggak mudah. Generasi perintis hanya berada di jajaran kepengurusan. mekanisme dan tradisi koperasi telah terbangun dengan baik. Raya Bakalan No.” aku Sutomo. Ya. Hal ini memang bukan tanpa kesengajaan.” tutur Ibnu Zaenuri. Ahmad Zaeni Usaha tenun kain milik Sutomo.

Demikian bila kebersamaan dibangun. Ibnu Zaenuri dan beberapa kawannya pernah mengelola sebuah koperasi. di antaranya Ibnu Zaenuri. Mereka bersepakat untuk membangun membangun ekonomi bersama melalui sebuah koperasi. Maka. bahkan hingga ke arah barat Banjarnegara. salah satu jenis usaha milik KSU Utama Karya Jepara Cita-Cita Kaum Kaki Lima walnya. Kebetulan. Berkat keuletan para pengurusnya. lantas melobi Dinas Koperasi setempat.Pusat Grosir. Maka. R a k y a t S e j a h t e r a 65 . “Maju Bersama Membangun Jati Diri”. Pada tahap pertama berkumpul 35 orang. Omset per hari mencapai puluhan juta rupiah. pada 1993. Itu melingkupi semua jenis usaha yang ada. dan lahirlah Koperasi Utama Karya. termasuk KSU Utama Karya yang kini mengelola Pusat Perbelanjaan Grosir yang tidak pernah sepi pembeli itu. jati diri pun terlahir. Kini. sekitar 6 orang pedagang berinisiatif mendirikan sebuah paguyuban untuk menghimpun para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Jepara. rapat anggota pun terselenggara. A K o p e r a s i P e d u l i . kini Koperasi Utama Karya telah memiliki 7 cabang di berbagai kota di sekitar Jepara. Gagasan tersebut segera menyebar di kalangan PKL. seperti di Pati. total aset Koperasi Utama Karya mencapai Rp 80 miliar. di tahun 1993 juga keinginan bersama itu terwujud. Sejumlah pionir. seperti motto Koperasi Utama Karya.

such as agriculture and handicraft. From here. No wonder when an opportunity such as Capital Strengthening Program for Save Loan Cooperation (KSP) in Agribusiness came. 48 year. the craftsman whose products have been marketed up to Bali. principal powers in Utama Karya Save Loan Cooperation management are youngsters. a weaving craftsman in Troso Village. there is an impression that such building belongs to national private company. Its chief is Various Business Cooperation (KSU) of Utama Karya that was established in 1993. in developing their business. Pecangakan District. The greatness of such building is at the same describes the dedication of the administrators and management of KSP Utama Karya. Utama Karya Cooperation is engaged in trading. Such building is the head office of Save Loan Cooperation (KSP) of Utama Karya. 66 K o p e r a s i P e d u l i . As a record. Going back to KSP Utama Karya. Utama Karya Cooperation now owns the Largest Grocery Store in Jepara Regency. which now owns 7 branches. the distribution of strengthening fund in the amount of Rp 1 billion (received in 2004) to members who are engaged in agribusiness and any other real sectors was not a difficult matter for KSP Utama Karya. stop by at Jl. This building looks clean and more prominent compared to the surrounding buildings. Such decision of Cooperation Service and Market Management is reasonable since KSP Utama Karya has worked professionally. At a glance. You will meet a two-storey building with modern-minimalist architectural design. Pioneer generation is only at administrator array. scattered in a number of regencies/cities in Central Java. Now this Cooperation asset in total is around Rp 80 billion. cooperation capital movement rocketed. Save Loan Cooperation of Utama Karya is separate in terms of autonomy from Utama Karya Cooperation as the chief. Now. Reports from Jateng Bank Jepara Branch who acts as a partner in this agribusiness scrolling fund capital strengthening program say that KSP Utama Karya has fulfilled its obligation well and it is never in arrears. It wouldn’t be incorrect if we concluded that the building appearance represents the performance of the cooperation that was established in 2004. As a holding company. This village is indeed has been famous for its weaving products since 1935. Performance of this cooperation is the best in Central Java. Raya Bakalan No. Utama Karya is still young. Central Java. or it is a private large company representative office. Cooperation. it did not go to waste. On the side yard up to backyard. “I am obviously very lucky to be able to obtain such business capital with requirements that facilitate me. indeed. One of cooperation members who obtain benefit from the above program is Sutomo.” admit Sutomo. 21 Kalinyamatan. there is a grocery store just like a supermarket. Central Java Togetherness Identity on the Earth of Kartini f you go to Jepara Regency.KSP UTAMA KARYA Jepara. As a save loan cooperation. The presence of KSP Utama Karya is indeed relevant with Jepara Regency potential that has many types of agribusiness business. Small Middle Scale Enterprises and Jepara have a large role in determining which cooperation is en- I titled and can be trusted to manage such fund utilization. R a k y a t S e j a h t e r a .

R a k y a t S e j a h t e r a 67 .Kantor KSP Utama Karya K o p e r a s i P e d u l i .

Kantor KSP Bina Ummat Sejahtera. pengajuan pinjaman saya dan teman-teman disetujui. Kabupaten Rembang. K o p e r a s i P e d u l i . Kenangan itu terjadi pada tahun 2005. kalau dihitung-hitung. Namun. Provinsi Jawa Tengah Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura K 68 ening Haji Saleh berkerut ketika menghadapi jalan buntu untuk mendapatkan dana secara cepat bagi sekitar 40 hektar lahan tebu miliknya dan sembilan petani di kelompoknya. “Alhammdulillah. Petani pada umumnya tidak bankable. guratan-guratan di dahinya segera berubah ketika telepon genggamnya berdering. Rembang KOPERASI SIMPAN PINJAM BINA UMMAT SEJAHTERA (BUS) Lasem. selama masa itu kami makan apa?” ucap Haji Saleh. Jadi. “Pinjaman seperti ini sungguh sangat membantu kami. Saya dan teman-teman kan baru panen setelah menunggu 11 bulan.” ucap Saleh usai membaca sebuah pesan pendek dari seorang petugas koperasi simpan pinjam yang dikelola dengan sistem Syariah: Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Bina Umat Sejahtera (BUS) Lasem atau juga dikenal sebagai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bina Umat Sejahtera. Panen pertama itu baru untuk menutupi ongkos produksi. R a k y a t S e j a h t e r a . Kesulitan kami terutama untuk membeli pupuk. Ia sadar betul soal ini. dan proses mengurus kredit di bank pun tak mudah.

maka kelompok tani yang ia pimpin mendapat pinjaman sebesar Rp 150 juta. Nilai pinjaman tersebut memang atas nama kelompok.300. seperti membalikkan tanah (dangir) dan membikin tangkep (gundukan tanah memanjang untuk ditanamani tebu). pemanfaatan dana tersebut dibagi sesuai kebutuhan masing-masing anggota.810. para petani tebu juga harus mengeluarkan biaya tebang dan angkut Rp 3. Manajer Kredit KSP BUS Lasem. R a k y a t S e j a h t e r a 69 . Anggota kelompok petani tebu tak lagi menjual kepada pabrik gula dalam bentuk batang tebu.280. Mereka bersepakat untuk memberikan keuntungan kepada Koperasi setara dengan nilai 2%. biaya tanam tebu pada saat ini sekitar Rp 4. Gula tebu ini. setiap orang mendapat pinjaman sebesar Rp 15 juta. melainkan kepada anggota lain dalam satu kelompok yang memiliki mesin produksi gula. Pendapatan petani sekitar Rp 3.000.000 per hektar per musim tanam (11 bulan) dengan perhitungan jangka waktu hanya tiga kali panen.000 per hektar. masing-masing pemanfaat pinjaman akan menjadi tanggung jawba bersama kelompok.000 per kg. Sebab.500.000. maka total biaya yang harus ditanggung petani sekitar Rp 5.” tutur Martono.5% dan harga gula Rp 3. Rata-rata. Dengan rendemen 7. Hitung-hitungannya sederhana. Jika dirata-rata. Saleh dan kawan-kawan sendiri telah lama menjadi anggota koperasi tersebut. Selain untuk pupuk. Jika direkapitulasi. berdasarkan pengalaman selama ini cukup efektif. selain bisa langsung Pabrik gula tebu milik salah satu anggota KSP BUS Lasem K o p e r a s i P e d u l i . Mereka merasa cocok karena sistem diterapkan KJKS BUS itu menggunakan sistem syariah.Beberapa bulan sebelumnya. ia dan temanteman memang telah mendengar tentang adanya dana pinjaman Rp 1 miliar dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang akan diterima KJKS BUS Lasem untuk pengembangan usaha agribisnis/ sektoral. per satu ha lahan menghasilkan 60 ton batang tebu. Namun.” tutur Martono menambahkan. Sepuluh orang dalam kelompok petani tebu itu paling tidak harus membeli 30 sampai 40 ton pupuk. Berdasarkan hitung-hitungan seperti itu. Dan. maka antara anggota dan KSP BUS lalu membuat akad kredit.000. Belum lagi untuk ongkos pengelolaan lahan. dan biaya giling Rp 1. “Anggota kami di sini sudah akrab dengan akad kredit seperti ini. “Kelebihan dari sistem kelompok ini adalah pertanggungjawaban terhadap kami lebih terjamin. Sistem Bagi Hasil Hatta.000.

Joyo Kasmita (50). perajin terasi biasanya membutuhkan modal untuk membeli bahan baku berupa udang kering dan ongkos produksi. Demikian juga pengalaman anggota Koperasi. Ia bahkan mempekerjakan 30 pembatik. “Jadi. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia memang menjadi prioritas di koperasi ini. terdapat sejumlah anggota yang telah bergerak di bidang yang dimaksud. Ini bisa dimengerti bila melihat usia koperasi yang hampir dua puluh tahun sukses mengelola dana masyarakat dengan sistem syariah (Bank Muamalat Takaful-BMT). “Saya membayar karyawan berdasarkan hasil pekerjaan per potong. dan Rembang pada umumnya. Lasem. para perajin yang telah memiliki pelanggan itu tidak mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman mereka. Haji Saleh memproduksi kecap dari bahan dasar gula tebu itu untuk memenuhi pasar di Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Bahkan. bisa menghabiskan 7 kwintal udang kering dalam satu pekan. keuntungan tidak pergi ke mana-mana. KSP juga menawarkan pemanfaatan dana Rp 1 miliar tersebut kepada sejumlah penggiat agri-industri. Di Lasem pada khususnya. Bahkan BMT BUS P e d u l i .” kata Haji Saleh. Nurhidayah. karya anggota koperasi KSP BUS Lasem dijual ke pasar. Seperti pada kisah petani tebu. Pengelolaannya bertangan dingin. Secara berkala. R a k y a t S e j a h t e r a 70 K o p e r a s i . Selain disalurkan kepada petani tebu.Batik Lasem. Industri rumahan ini memiliki 7 karyawan yang dibayar dengan sistem borongan. pengusaha kecil/ perajin batik di Desa Ngemplak. Menjadi Mitra Usaha Kecil-Menengah KSP BUS Lasem memang memiliki kepedulian cukup tinggi dalam menumbuhkan sektor agrobisnis/ sektoral. KSP BUS Lasem juga tidak mengalami kesulitan dalam menyalurkan dana agribisnis/ sektoral ini.” tutur Nurhidayah. Pada umumnya. Manajemen Solid dan Inovatif Faktor penting keberhasilan KSP BUS dalam mengelola dana koperasi adalah manajemen yang solid. kami akan membayar lebih mahal ketimbang batik yang modelnya biasa. misalnya. Jika desainnya rumit. Mereka membawa kain dan semua kelengkapan dari sini untuk kemudian mengolahnya sesuai desain dari saya. juga dibeli perusahaan pembuat kecap. para manajer dan staf mendapat berbagai training. seorang pengelola usaha batik tulis Lasem.

Provinsi Jawa Tengah Berdiri : Tahun 1996 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : H. Rembang. satu unit. Bahkan.” kata Martono. R a k y a t S e j a h t e r a 71 . katakan begitu. Beberapa telah bersertifikat. KSP juga senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Bagaimana dengan cicilan pinjaman Rp 1 miliar untuk agribisnis? “Alhamdulillah.” tutur Martono menantang setengah bercanda. lancar. Koperasi sudah memiliki ATM sendiri. KSP Bina Ummat Sejahtera Alamat : Jl Raya No. setingkat kasi dan manajer diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas atau kompetensi.Terasi udang.” kata Martono. kami tak kesulitan menyalurkan dana tersebut. salah satu produk usaha anggota KSP BUS Lasem sendiri juga membuka jasa konsultasi-pelatihan pengelolaan lembaga keuangan nonbank secara modern. secara bergiliran. “Di kami. Kab. Kinerja yang baik lantaran didukung sumber daya berkemampuan memadai telah mengantarkan Koperasi ini sebagai salah satu koperasi terbaik di Jawa Tengah. bahkan mungkin di Indonesia. Salah satu inovasi yang langka bagi sebuah koperasi adalah penyediaan anjungan tunai mandiri (ATM). Kita dapat fasilitas beasiswa. Pelayanan ini sudah setara dengan lembaga perbankan di tingkat unit atau kantor cabang pembantu. yakni dengan disekolahkan. 1 Lasem. Selain manajemen. Kalau ada lagi. 50% biaya kuliah dari Koperasi. Abdullah Yazid Jumlah Karyawan : 200 orang K o p e r a s i P e d u l i .

in addition to be able to be sold directly at the market. and generally in Rembang. it may also be bought by soy bean sauce manufacturer companies. instead they sell their crops to other members in one group who have sugar producer machines.” challenged Martono jokingly.” said Martono. In addition. “ said Saleh after reading a short message from an official of save loan cooperation managed using Sharia system: Sharia Financial Service Cooperation (KJKS) Prosperous Community Development (BUS) of Lasem or also known as Save Loan Cooperation (KSP) of Bina Umat Sejahtera.PROSPEROUS BUSINESS DEVELOPMENT SAVE LOAN COOPERATION Lasem. Becoming Small-Middle Scale Business Partner KSP BUS Lasem indeed has high level of care in growing agribusiness /sector. KSP BUS Lasem also does not experience difficulties in distributing this agribusiness/sector fund. “Thank God. He was fully aware of this fact. What about the installment of Rp 1 billion for agribusiness? “Thank God it has gone well. However. there are members who have engaged in the concerned field. Rembang. Generally farmers are not bankable. and the process of credit administration at the bank is not an easy matter either. we will not face any difficulty in distributing such fund. Sugar cane farmers group members no longer sell to the sugar factory in the form of sugar cane. Farmers group and KSP BUS then draw up a credit contract. Such loan value was indeed on behalf of the group. They agreed to provide profit for the Cooperation which is equivalent to 2% value. the load submission from me and my friends is approved.” said Martono. KSP also offers fund utilization of such Rp 1 billion to a number of agribusiness-industry activators. 72 K o p e r a s i P e d u l i . The important factor of KSP BUS success in managing its cooperation fund is its solid management. such fund utilization was distributed in accordance with each member’s needs. In its operation. each person obtains loan in the amount of Rp 15 million. Particularly in Lasem. In average. the facial wrinkles of his forehead soon changed when his cellular phone rang. possibly even in Indonesia. If there is another fund granted. Central Java Cold Hands at the East Tip of Pantura H aji Saleh frowned when he faced a dead end to obtain fund quickly for around 40 hectares of sugar cane land of his and nine farmers of his group. In addition to distributing to sugar cane farmers. KSP BUS Lasem applies farmer group system. “The advantage of this group system is that the accountability towards us is more secured. This sugar cane. it is based on the effective experience that we have had. The managers have cold hands. R a k y a t S e j a h t e r a . since each loan utilization will be the joint responsibility of the group. One group may obtain loan in the amount of Rp 150 million. This could be understood considering the age of the cooperation which has nearly twenty years managed community fund using sharia system (Bank Muamalat Takaful-BMT). The favorable performance due to the support of appropriate resources has delivered this Cooperation as one of the best cooperations in Central Java. However.

R a k y a t S e j a h t e r a 73 .Aktivitas produksi batik pada sebuah worksop yang dikelola oleh anggota KSP BUS Lasem K o p e r a s i P e d u l i .

74 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

JAWA TIMUR East Java K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 75 .

” ungkap Yudi Pujianto. hanya koperasi yang setia membantuku. Kota Malang. R a k y a t S e j a h t e r a . ia meminjam modal dari koperasi. Usaha yang ia kelola pun selamat dari kebangkrutan. Ketika itu tahun 2000. Pada tahun 2003. yang dulu bernama USP Lestari Mandiri.Kantor KSP Lestari Mandiri. Provinsi Jawa Timur Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng asanya tidak berlebihan jika Yudi Pujianto punya rasa fanatisme yang besar terhadap eksistensi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lestari Mandiri. Ketika usaha penggilingan padi yang ia kelola perlu pengembangan modal. dalam hal ini KSP Lestari Mandiri. lagi-lagi ia mendapatkan pinjaman dari KSP Lestari Mandiri. koperasi ini menerima pinjaman dana bergulir dari Pe- K o p e r a s i P e d u l i . Kabupaten Malang. Dan. Jawa Timur KSP LESTARI MANDIRI Kota Malang. pemilik usaha penggilingan gabah (selep) di kawasan Singosari. ketika usahanya sempat mengalami gonjang-ganjing karena ditipu mitra kerja pada tahun 2008. ia meminjam sejumlah dana dari Usaha Simpan Pinjam (USP) Lestari Mandiri. Yudi Pujianto merupakan salah satu contoh warga masyarakat di Kabupaten Malang yang taraf hidupnya terangkat setelah bersinergi dengan koperasi. “”Di saat R 76 aku jatuh. Koperasi Simpan Pinjam Lestari Mandiri merupakan salah satu koperasi peserta Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Modal KSP di sektor Agribisnis.

dan percetakan. Perubahan ini merupakan amanat dari Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. Khulsum Hidayati.KUKM/XI/2003. melainkan secara kelompok.” jelas Khulsum Hidayati. Dalam sistem itu. Pada tahun 2004. Masih menurut Khulsum Hidayati. setiap anggota KSP Lestari Mandiri otomatis menjadi anggota kelompok tanggung renteng.8 miliar pada tahun 2008 lalu. sedangkan angsuran simpanan pokok kami lakukan pada setiap tahun.268 orang. Satu kelompok terdiri dari 15 hingga 30 orang anggota koperasi. Tidak hanya membiayai permodalan bagi usaha anggotanya di sektor agribisnis. yang salah satu pasalnya menyebutkan bahwa USP Koperasi penerima dana perkuatan bersedia mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam. dari pinjaman dana bergulir senilai Rp 1 miliar itu. perputaran simpan pinjam pada KSP ini mencapai Rp 10. sistem itu berhasil menekan pinjaman yang macet. salon. Koperasi simpan pinjam ini merupakan reinkarnasi dari Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi Citra Lestari Mandiri. Jika diukur dari profil keuangan KSP ini siapapun akan sepakat untuk menyatakan bahwa KSP Lestari Mandiri adalah koperasi berkinerja bagus. 143. Menurut Ketua KSP Lestari Mandiri. seperti jasa katering. K o p e r a s i P e d u l i . KSP ini juga membiayai permodalan di sektor jasa. “Kami melakukan pengangsuran bunga setiap bulan.” ungkap perempuan sarjana ekonomi ini. “Sistem tanggung renteng sebagai tujung tombak keberhasilan kami. Dengan jumlah anggota sudah mencapai 4. kemudian aset mencapai Rp 7. berdasarkan SK Bupati Malang nomor SK 180/ 863/ KOP/KEP/ 421. Dengan cara ini. salah satu kunci keberhasilan para pengurus dalam mengelola KSP ini adalah penerapan sistem tanggung renteng. R a k y a t S e j a h t e r a 77 . hingga saat ini jumlah pengembalian yang telah dilakukan oleh KSP Lestari Mandiri sudah mencapai Rp 500 juta. koperasi tidak memberikan pinjaman secara perorangan.012/2004 tanggal 11 November 2004. USP Lestari Mandiri berubah status menjadi KSP Lestari Mandiri.1/Kep/M.2 miliar.Suasana kantor pelayanan KSP Lestari Mandiri merintah melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM sebesar Rp 1 miliar.

para anggota koperasi pun ikut menikmati hasil kerja keras mereka. para anggota biasanya melakukan penyetoran angsuran pinjaman. Sebagai catatan. Bagi anggota yang memerlukan jumlah pinjaman lebih dari ketentuan itu maka KSP mensyaratkan jaminan baginya. meskipun pinjaman itu dialokasikan untuk anggota tertentu. kegotongroyongan. besar bunga pinjaman ditetapkan maksimal 2%. Tak hanya para pengurus. 78 K o p e r a s i P e d u l i .” ujar Khulsum Hidayati.Dengan cara ini maka jika ada anggota yang kesulitan melakukan pengangsuran pinjaman maka anggota lain dalam satu kelompok ikut menanggung resiko.” ungkap Julia Maris Herdiyanti. “Kebersamaan. Setiap kelompok memiliki jadwal rutin pertemuan bulanan. Kelebihan lain. Mekanisme tanggung renteng ini oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’. pengurus koperasi pun lebih mudah melakukan pembinaan terhadap anggota koperasi yang tergabung dalam 267 kelompok itu. *** Saat ini keluarga besar KSP Lestari Mandiri mulai bisa menikmati hasil kebersamaan mereka mengelola koperasi. “Lebih mudah mengatur jadwal kunjungan ke 267 kelompok ketimbang ke empat ribuan anggota. Dengan demikian potensi pinjaman macet bisa ditekan. Besar pinjaman permodalan yang diberikan melalui kelompok itu maksimal Rp 8 juta per anggota dengan jangka waktu pengembalian selama 24 bulan. Salah satu bentuk kerja keras itu di antaranya bangunan dua lantai seluas 400 m² yang kini menjadi Kantor KSP Lestari Mandiri. R a k y a t S e j a h t e r a . Selain untuk saling bertukar informasi. pada forum bulanan itu. dan kekeluargaan adalah semangat dari tanggung renteng. Bangunan itu dibeli dari hasil Mekanisme tanggung renteng oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’. Hasil setoran angsuran yang terkumpul itu kemudian dibawa oleh perwakilan kelompok untuk disetorkan ke kantor KSP Lestari Mandiri. yang memiliki usaha konsultan jasa pesta pernikahan (wedding consultant) itu. Cara seperti ini merupakan konsekwensi dari sistem pinjaman yang disalurkan melalui kelompok. salah seorang anggota KSP Lestari Mandiri.

Bagaimana kelanjutan cerita KSP Lestari Mandiri kelak. Malang. Cipto No. yang artinya anggota merekrut anggota baru.012/2004 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2003 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Khulsum Hidayati.” ungkap Khulsum. KSP Lestari Mandiri terus berusaha menambah jumlah anggota dengan menerapkan cara member get member.268 orang K o p e r a s i P e d u l i . Cara itu ditempuh untuk melebarkan sayap pelayanan KSP Lestari Mandiri di antara derap kompetisi 600-an koperasi di seantero Malang. Kehadiran bank-bank perkreditan rakyat. Bahkan. Provinsi Jawa Timur Berdiri : 31 Juli 1999 Badan Hukum : 180/863/KUP/KEP/421. kami bekerja keras untuk melayani anggota dengan pelayanan seoptimal mungkin. Lawang Kab. KSP Lestari Mandiri Alamat : Jl.” kata Khulsum Hidayati seraya tersenyum. kesuksesan itu tak lantas menyilaukan para pengurus dan anggota KSP Lestari Mandiri. anggota KSP Lestari Mandiri urunan (patungan) anggota selama 18 bulan. jawabannya ada pada seluruh pemangku kepentingan KSP Lestari Mandiri. akhirnya kami bisa membangun sebuah kantor yang layak. “Dari urunan yang hanya Rp 2. juga menjadi tantangan tersendiri. Dr. Apalagi.000 per orang per bulan. tingkat kompetisi antarkoperasi di Malang cukup tinggi. “Yang jelas.Contoh-contoh kartu undangan produk wedding consultant yang dikelola Julia Maris Herdiyanti. yang menjanjikan bunga rendah. Namun. R a k y a t S e j a h t e r a 79 . SE Jumlah Anggota : 4.24 Kec.

” lanjut Puji. usaha penggilingan gabahnya bisa maju seiring dengan perkuatan modal yang ia terima dari KSP Lestari Mandiri. waktu itu Ibu Khulsum menelpon saya menawarkan bantuan.Yudi Pujianto anggota KSP Lestari Mandiri. pemilik usaha penggilingan padi Bangkit Bersama Koperasi S eperti tulisan pembuka pada profil sukses KSP Lestari Mandiri. Yudi Pujianto adalah salah satu anggota yang telah menjadikan KSP Lestari Mandiri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kisah hidupnya. Kini. Dalam sebulan ia bisa menghasilkan laba kotor hingga Rp 50 juta perbulan. Puji pun bercerita tentang masa-masa sulit yang pernah dihadapinya ketika ia harus menghadapi jurang kebangkrutan akibat penipuan yang dilakukan mitra bisnisnya. saya tak mampu membeli gabah.” kenang Puji. Yang membuat bebannya semakin berat. R a k y a t S e j a h t e r a . KSP Lestari Mandiri kembali hadir sebagai ‘dewa penyelamat’. 80 K o p e r a s i P e d u l i . Bahkan. ketika ia rugi hingga Rp 1 miliar karena ditipu mitra bisnisnya. Usaha selep atau penggilingan gabah yang ia kelola kini telah mempekerjakan 12 orang dengan produksi rata-rata sebesar 8 ton per hari. usaha selep yang ia kelola pun kembali eksis. Orang pun tidak berani menjual gabahnya kepada saya karena takut tak dibayar. ketika itu tak satu pihak pun yang mau membantunya hingga akhirnya sebuah telpon datang dari kantor KSP Lestari Mandiri. Betapa tidak. “Uang habis. “Saya ingat betul.

Still according to Khulsum Hidayati. Khulsum Hidayati. With this method if there is a member who faces difficulties in paying the loan installment. As a note.8 billion last year (2008). then the asset reached Rp 7. K o p e r a s i P e d u l i . one of the keys to the success of administrators in managing this KSP is the application of joint responsibility system. In 2003. in this matter KSP Lestari Mandiri. the circulation of save loan in this KSP reached Rp 10. whose life standard was lifted after synergizing with cooperation. which used to be known as USP Lestari Mandiri. the cooperation does not provide individual loan. For members who need more than the stipulated amount of loan. this cooperation received scrolling fund from the Government through State Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises in the amount of Rp 1 billion. “When I fell. This save loan cooperation is the reincarnation of Save Loan Unit (USP) of Citra Lestari Mandiri Cooperation. When rice mill that he managed needed capital development. the amount of loan interest is stipulated at a maximum of 2%. East Java Success with Joint Responsibility System I t wouldn’t be exaggerating if Yudi Pujianto had the feeling of huge fanaticism towards the presence of Save Loan Cooperation (KSP) of Lestari Mandiri. At the time it was 2000. When his business went through ups and downs since he was deceived by his business partner in 2008. he borrowed fund from Save Loan Business (USP) of Lestari Mandiri. from such scrolling fund loan in the amount or Rp 1 billion. up to now the amount of return that has been paid by KSP Lestari Mandiri has reached Rp 500 million.268. cooperation administrators will find it easier to develop cooperation members who are united in such 267 groups. R a k y a t S e j a h t e r a 81 . The amount of capital provided through such groups is at a maximum of RP 8 million per member with the term of 24 months. In such system.2 bil- lion. KSP will require security for them. With number of members of up to 4. This way each member of KSP Lestari Mandiri automatically becomes a member of joint responsibility. The collected installment deposit is then carried by group representatives to be deposited to KSP Lestari Mandiri. he borrowed capital from cooperation. The business that he managed was saved from bankruptcy. Therefore the potential non performing loan can be pressed. In addition to exchanging information. instead it is provided for groups. Each group has a regular schedule of monthly meeting.” said Yudi Pujianto. members usually make loan installment deposit in such monthly forum. only cooperation that was there to help me. Lestari Mandiri Save Loan Cooperation is one of cooperations participating in Micro and Small Entrepreneur Development Program through KSP Capital Strengthening in Agribusiness sector. again he obtained loan from KSP Lestari Mandiri. One group consists of 15 up to 30 cooperation members. business owner of rice mill. According to Chairman of KSP Lestari Mandiri. other members within the group will also bare the risk. “Joint responsibility system as the tip of the spear of our success has been successful also in terms of pressing the non performing loan.” described Khulsum Hidayati.KSP Lestari Mandiri Malang. Another advantage.

R a k y a t S e j a h t e r a .82 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 83 .NUSA TENGGARA BARAT West Nusa Tenggara K o p e r a s i P e d u l i .

K o p e r a s i P e d u l i . Di Jerowaru. harga rumput laut basah dijual Rp 1. Sebagian besar dari mereka. Betapa tidak. para petani rumput laut itu sebagian di antaranya adalah anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Mandiri.400 s/d Rp.000 per kilogram.000 rupiah per kilogram. Harga rumput laut yang sejak beberapa terakhir ini terus naik membuat para nelayan di wilayah pesisir Lombok Timur mengaku menjadi petani rumput laut lebih menguntungkan daripada nelayan. yang datang langsung ke dusun mereka agar harga rumput laut dinaikan. Jerowaru. sedangkan yang kering harganya bisa mencapai Rp.6. bisa mengembangkan usaha budidaya rumput laut setelah memperoleh suntikan modal usaha kecil dari KSP tersebut. R a k y a t S e j a h t e r a . Di sepanjang kawasan pantai di Kecamatan Jerowaru. Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut K 84 omoditas rumput laut tak hanya sedang naik daun. Sebagai gambaran. Saat musim kemarau rumput laut cukup dikeringkan selama dua hari.Petani tembakau anggota KSP Karya Mandiri ketika hasil panen tembakau yang sudah siap untuk dikeringkan KSP KARYA MANDIRI Kec. sejumlah nelayan yang kini beralih profesi menjadi petani rumput laut tampak bergairah. Padahal para petani rumput laut di wilayah tersebut tidak pernah menuntut kepada pengepul. bahkan.7. Kab. harga komoditi rumput laut yang kini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan itu harganya terus meningkat.

*** Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri berdiri sejak 11 September 2000.000 rupiah per kilogram. Kelebihan yang bisa dinikmati para petani atau nelayan anggota KSP ini adalah: “Bila pinjam di bank bisa sebulan baru cair. dan Dana S e j a h t e r a 85 .Anggota KSP Karya Mandiri ketika memanen rumput laut terutama melalui perkuatan modal dana bergulir Program Agribisnis/Sektoral.7.” Tak sulit bagi mereka untuk mengembalikan pinjaman modal usaha tersebut. Menurut Ahmad Zulyadaen. setiap peminjam dikenai biaya bunga rata-rata sebesar 2 % per bulan. jumlah anggota KSP Karya Madiri berjumlah 445 orang. ada juga petani padi yang menerima pinjaman bergulir dari KSP Surya Mandiri. Perluasan wilayah layanan itu jelas memerlukan pengesahan dari Dinas Koperasi dan UKM Propinsi NTB. Selain dua jenis usaha agribisnis itu. modal K o p e r a s i P e d u l i . Bayangkan. Permodalan KSP Karya Mandiri berasal dari Simpanan Pokok. Padahal pada saat berdiri pada tahun 2000 jumlah anggotanya hanya 21 orang. Dalam setiap rakit rata-rata bisa menghasilkan tiga kwintal rumput laut basah. akte pendirian KSP Karya Mandiri pun mengalami perubahan. yang berdasarkan Rapat Anggota kemudian berubah menjadi KSP pada tahun 2003. R a k y a t untuk membiayai satu rakit hanya berkisar Rp 150 ribu. Perubahan tersebut dilakukan dengan pertimbangan agar usaha yang dikelola terfokus pada satu bidang usaha yakni memberikan layanan Simpan Pinjam. Koperasi yang diketuai Ahmad Zulyadaen ini memperoleh kucuran dana perkuatan modal tersebut pada tahun 2004. Apalagi. Koperasi ini semula merupakan KSU. Seiring dengan perubahan status tersebut. setiap petani rumput laut rata-rata memiliki lima rakit. Tinggal hitung jika harganya mencapai Rp. Di koperasi cepat cair. Lombok Tengah. Dana bergulir itu kemudian disalurkan kepada 80 petani untuk menghidupkan kebun tembakau dan budidaya rumput laut.400 s/d Rp.6. Menurut Ahmad Zulyadaen. Simpanan Wajib. setelah KSP ini membuka cabang di luar Lombok Timur. KSP Surya Mandiri merupakan satu dari 14 KSP berbasis agribisnis penerima kucuran dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar tersebut. seminggu setelah disurvai. seperti di Kecamatan Praya. Padahal. hingga akhir tahun 2008.

5 % prosedur peminjaman pun tak berbelit-belit.125. Beberapa tahun silam. yakni hanya 1. maka per 31 Desember 2008 lalu sudah melonjak menjadi sebesar Rp. 1.6. Dan.704 juta. Eskalasi volume usaha tersebut kini telah berkembang pesat.592 miliar. Lalu Jumairi pun mengenang masa-masa ketika para petani tembakau di desanya harus berhubungan dengan para rentenir. Jika pada akhir tahun 2001 volume Usaha KSP Karya Mandiri berbentuk pinjaman yang diberikan kepada masyarakat sebesar baru senilai Rp. kemajuan pesat yang dialami KSP Karya Mandiri itu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan anggotanya.” simpul Lalu Jumairi.796 miliar. Kemudian. Bandingkan dengan program bantuan dana bergulir. tercatat sebesar Rp. Yang jelas. yang saat berdirinya pada November 2000 tercatat Modal Awal sebesar Rp 21 juta. Lalu Jumairi berhasil meningkatkan skala produksi tembakaunya hingga 50 persen dari sebelumnya. yang otomatis mendorong semua sendi Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri. R a k y a t S e j a h t e r a .1.14. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 11 September 2000 No: 518/31/BH/DISKOP DAN UKM/X/2004 Tahun 2004 Rp1 miliar Ahmad Zulyadaen 445 orang Seorang anggota KSP Karya Mandiri merawat tanaman rumputlaut yang sudah hampir siap panen 86 K o p e r a s i P e d u l i . Sedangkan modal dari luar yang bersumber dari Tabungan Sukarela Anggota/Calon Anggota dan Pinjaman yang diterima hingga 31 Desember 2008. yang petani tembakau di Desa Jerowaru. program perkuatan modal sektoral membuat para petani di Jerowaru semakin mudah mengakses pinjaman modal usaha.564 miliar.Cadangan dan Modal Penyertaan. selain bunga yang relatif rendah. Di mata mereka. Lalu Jumairi. hingga tahun 2008 jumlah permodalan sudah mencapai angka Rp. Menurut ia. Permodalan KSP Karya Mandiri yang bersumber dari luar meningkat drastis pada tahun 2004 yakni menjadi senilai Rp. Sebagai penerima pinjaman modal usaha. “Mudah dan cepat. Kab. sejak saat itu pula dilakukan ekspansi besar-besaran dalam pelayanan pinjaman. misalnya. KSP Karya Mandiri Alamat : : Berdiri : Badan Hukum : Tahun Perkuatan Modal : Jumlah Perkuatan Modal : Ketua : Jumlah Anggota : Kecamatan Jerowaru. dengan bunga hingga 50 % per 40 hari kerja. banyak di antara petani di desanya yang terjerat renternir. Selanjutnya per 31 Desember 2001 jumlah modal meningkat menjadi menjadi Rp 36.000.980 miliar setelah mendapat bantuan dana bergulir sektor Agrobisnis dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI sebesar Rp 1 milyar. yang paling tinggi hanya mengeluarkan 5% hingga 6% dari hasil usaha untuk mengembalikan angsuran ke koperasi. Lombok Timur.

such as in Praya District. sector capital strengthening program makes farmers in Jerowaru find it easier to access business capital loan.14. Initially this cooperation was a KSU. Along with such status change. Each loan is imposed with interest in the average amount of 2 % per month. Lalu Jumairi has been successful in increasing his tobacco production scale up to 50 percent from previous production. East Lombok are members of KSP Karya Mandiri. the loan procedures are not complicated. Most of them even develop seaweed cultivation business after obtaining business capital fund aid from such cooperation. As a business capital loan receiver. the number of members of KSP Karya Madiri had been 445. are members of Save Loan Cooperation (KSP) of Karya Mandiri. Obviously. after this KSP opened a branch outside East Lombok. such vast progress experienced by KSP Karya Mandiri is parallel with the increase of its members’ prosperity. S Seaweed farmers in Jerowaru. Until the end of 2008.” concluded Lalu Jumairi. then as per 31 December 2008 it went up to become Rp. i.KSP KARYA MANDIRI JEROWARU DISTRICT East Lombok Regency Progressing Together With Tobacco and Seaweed Farmers eaweed is not only a hot commodity at the market. Volume escalation of KSP Karya Mandiri business keeps developing fast. there are also rice farmers who obtain scrolling loan from KSP Surya Mandiri. providing Save Loan services. who is a tobacco farmer in Jerowaru Village opines that in addition to its relatively low interest. In addition to those two agribusiness types. which then changed to become KSP in 2003. Such area expansion obviously needed ratification from Cooperation Service and UKM of NTB Province. KSP Surya Mandiri is one of KSP with agribusiness basis receiver of strengthening fund in the amount of Rp 1 billion. Moreover. When it was established in 2000 the number of members was only 21. R a k y a t S e j a h t e r a 87 . for example. Karya Mandiri Save Loan Cooperation was established on 11 September 2000. K o p e r a s i P e d u l i . “Easy and fast. Central Lombok. Such change was conducted with the consideration to make the business managed focused on one field.e. 1. At the end of 2001 Business Volume of KSP Karya Mandiri business in the form of loan provided to the community was only in the amount of Rp 704 million. mainly through scrolling fund strengthening of Agribusiness/ Sector Program. Lalu Jumairi. East Lombok. i. based on Members Resolution. The price of seaweed for the last couple of years has been increasing and made farmers in East Lombok coastal area admit that it is more profitable to be seaweed farmers than to be fishermen. Such scrolling fund was then distributed to 80 farmers to revive tobacco plantation and seaweed cultivation business. Some of seaweed farmers in Jerowaru District.5% up to [?]%.592 billion. This cooperation led by Ahmad Zulyadaen obtained such capital strengthening fund in 2004. To them.e. KSP Karya Mandiri establishment deed was also amended.

para petani tembakau swadaya itu terpaksa mengetuk pintu rumah para rentenir dengan bunga pinjaman hingga sebesar 50% per 40 hari kerja. Separuh potensi tanaman tembakau virginia di pulau Lombok yang seluas 58.Kesibukan di KSP Rinjani Perkasa. R a k y a t S e j a h t e r a .000 hektare. Salah satunya adalah tembakau virginia. Jelas. yakni seluas 29. teknologi pengolahan yang minim. Nusa Tenggara Barat Sahabat Petani di Lereng Rinjani L ombok Timur identik dengan banyak hal. berupa hambatan permodalan. Sebaliknya. Kab. suku bunga pinjaman yang sebesar itu sangat mencekik petani.000 hektar itu separuhnya ada di Lombok Timur. Mereka yang 70% ini relatif tidak mengalami hambatan baik dalam aspek permodalan maupun pemasaran. Selong. saat ini 15 perusahaan pengelola dan pabrikan rokok besar dari Jawa yang membeli tembakau dari Lombok. Dari fakta yang ada. Untuk kebutuhan modal.Lombok Timur. Fakta tentang hal itu juga dialami oleh para petani tembakau di Kecamatan Selong. sekitar 70 persen petani tembakau di Lombok Timur telah menjadi binaan para perusahaan pengelola Intensifikasi Tembakau Virginia itu. Karena potensinya itu. yang 30% petani tembakau swadaya cukup sering mengalami hambatan dalam berproduksi. Lombok Timur KSP RINJANI PERKASA Kec. Rata-rata tiap hektar ladang tembakau bisa menghasilkan dua ton. Berangkat dari keprihatinan itu KSP Rinjani 88 K o p e r a s i P e d u l i . hingga pemasaran.

Para petani peminjam cukup mengeluarkan rata-rata 5% sampai 5% dari hasil panen untuk membayar angsuran pinjaman ke koperasi atau dengan bunga pinjaman yang hanya berkisar 1% hingga 2 %. Sementara itu. restoran dan warung kecil. jumlah outstanding pinjaman bergulir tersebut sudah mencapai Rp 1. Selain paket pinjaman konvensional. yang dialokasikan sebagai pinjaman permodalan untuk membiayai berbagai sektor usaha anggotanya. suku bunga pinjaman di KSP ini sangat rendah. Selain suku bunga yang rendah. Koperasi simpan pinjam yang berkantor di Desa Sandubaya ini pun segera menjadi solusi bagi para petani tembakau yang hampir tiap tahun mengaku kesulitan modal tadi. KSP Rinjani S e j a h t e r a 89 . proses pencairan pinjaman pun tak serumit jika petani meminjam dari bank. karena mereka tidak K o p e r a s i P e d u l i . Dari beberapa aspek. Model pinjaman ini juga dikenal sebagai model pinjaman yarnen (bayar panen). Cara pengembaliannya pun lebih mudah. Betapa tidak. Sesuai dengan prinsip koperasi. serta warga masyarakat yang bukan anggota KSP. Pada awalnya. Koperasi Simpan Pinjam Rinjani Perkasa merupakan salah satu koperasi peserta program perkuatan permodalan pengusaha kecil dan mikro melalui dana bergulir agribisnis. seperti sektor perdagangan. Pada tahun 2003. Selain untuk membiayai usaha kecil dan mikro sektor agribisnis. R a k y a t dibebani biaya bulanan. Sejak mulai menggulirkan dana senilai Rp 1 miliar tersebut.4 miliar. bahkan mencapai Rp 7 miliar. KSP ini menerima pinjaman dana bergulir agribisnis senilai Rp 1 miliar. KSP tersebut merupakan unit simpan pinjam Koperasi Rinjani Perkasa yang telah berdiri sejak tahun 1995. KSP Rinjani Perkasa menyiapkan sebuah paket pinjaman musiman. pinjaman model ini sangat meringankan petani. Besarnya jasa pinjaman dihitung sekaligus berdasarkan jangka waktu pinjaman dan dikembalikan bersama besarnya pinjaman. dana bergulir itu juga sudah dimanfaatkan untuk membiayai permodalan berbagai usaha sektor riil. sejak tahun 2004 hingga tahun 2008 perputaran pinjaman. Pada paket pinjaman musiman ini para petani mengangsur pinjamannya pada setiap musim panen dengan kisaran masa panen antara empat sampai tujuh bulan. hingga buku ini disusun.Lahan pertanian padi yang dikelola oleh para anggota KSP Rinjani Perkasa dan permodalannya dibiayai melalui paket pinjaman musiman bagi para petani Perkasa didirikan.

Pada musim penghujan mereka bertani padi. seperti nama koperasi ini. NTB 29 Desember 1998 No: 11.485. Namun. memuji kinerja KSP yang kini telah memiliki aset senilai Rp3. Manfaat yang ditebarkan koperasi ini akhirnya menuai hasil. Para petani Selong berharap KSP Rinjani Perkasa adalah bagian penting dari perwujudan mimpi-mimpi mereka untuk menjadi petani-petani perkasa di lereng Rinjani. pembiayaan sektor agrobisnis memang yang terbesar karena mayoritas penduduk Selong yang bermatapencaharian petani. Harapan besar pun dipikul KSP ini.DKP/08. kami ingin sahabatsahabat kami juga perkasa.H. R a k y a t S e j a h t e r a . “Kami adalah sahabat para petani. peternakan.” kata Ketua Koperasi Rinjani Perkasa. Idus. MM 209 orang 15 orang 90 K o p e r a s i P e d u l i . terutama yang pernah berhubungan dengan KSP Rinjani Perkasa. Sebagian besar warga di Selong.718 Ir. “Kami berusaha membantu masyarakat dengan memberikan kemudahan mendapatkan modal usaha.” simpul Muhammad Idrus. dari semua sektor itu.5 miliar itu. kelautan hingga perdagangan. Lombok Timur.a/BH/PAD/. mulai dari sektor pertanian.Perkasa melayani kebutuhan permodalan usaha di berbagai sektor yang dikelola masyarakat.5/XI/2004 Tahun 2003 Rp1 miliar Rp3.196. Tanaman tembakau yang dikelola para petani tembakau KSP Rinjani Perkasa KSP Rinjani Perkasa Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Total Aset Ketua Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : : : : : : : : : Kecamatan Selong. Muhammad Idrus. sedangkan pada musim kemarau berkebun tembakau. M.

It is obvious that such large loan interest made it more difficult for farmers.KSP RINJANI PERKASA AT SELONG REGENCY East Lombok – Nusa Tenggara Barat Farmers Best Fried at the Slope of Rinjani E ast Lombok is identical with many things. approximately 70% of tobacco farmers in East Lombok have become the developed personnel by managing companies engaging in such Virginian Tobacco Intensification. For capital need. at this time there are 15 managing companies and large cigarette factories in Java that purchase tobacco from Lombok. In average. KSP Rinjani Perkasa provides service in business capitalization need in various sectors managed by the community. the amount of outstanding of such scrolling loan has been Rp 1. this KSP received agribusiness scrolling fund loan in the amount of Rp 1 billion. R a k y a t S e j a h t e r a 91 . i. we wish our best friends could also be powerful.5 billion. up to trading sectors. One of them is Virginian to bacco. having an asset of Rp 3. up to marketing obstacles. the 30% of independent tobacco farmers often face obstacles in production. Selong farmers hope that KSP Rinjani Perkasa is an important part of the realization of their dreams to become powerful farmers at the slope of Rinjani. From the present facts. In accordance to cooperation principal. borrower farmers only spend 5% of the harvest proceeds to pay loan installment to such cooperation or with loan interest of only approximately 1% up to 2%. each tobacco plantation can produce up to two tons. whereas in hot season they plant tobacco. loan disbursement process is also not as complicated as if the farmers borrow from the bank.e. Due to such potential. The return method is also easier. minimum processing technology. From such concern KSP Rinjani Perkasa was established in 1995. With very low loan interest rate in this KSP. Chairman of KSP Rinjani Perkasa. agribusiness sector funding is the largest. such independent tobacco farmers had to borrow from loan sharks with loan interest of 50% per 40 working days. marine. This loan model is also known as yarnen loan model (harvest payment). until this book is composed. Rinjani Perkasa Save Loan Cooperation is one of participating cooperations in small and micro entrepreneurs capitalization strengthening program participants through agribusiness scrolling fund. K o p e r a s i P e d u l i . mainly those who have had relations with this cooperation.000 hectare.4 billion. High hopes are carried by this KSP. However. In raining season they plant rice. starting from agriculture. compliment such KSP performance.” concluded Muhammad Idrus. since majority of Selong denizens work as farmers. “We are farmers’ best friends. Half of the potential of Virginian tobacco plants in Lombok island is in East Lombok. Since commencing such fund scrolling in the amount of Rp 1 billion. On the contrary. This 70% does not face any obstacles both in capitalization and marketing aspects. Besides the low interest rate. from all such factors. Farmers can also pay their loan installment in each harvest season with approximately harvest period of four up to seven months. Most of denizens in Selong. Benefits spread by this cooperation finally resulted in output. animal farming. in the form of capitalization. This Save Loan Cooperation with its office at Sandubaya Village then became the solution for tobacco farmers who almost each year had difficulties in capitalization matters. In 2003. covering an area of 29.

R a k y a t S e j a h t e r a .92 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 93 .NUSA TENGGARA TIMUR East Nusa Tenggara K o p e r a s i P e d u l i .

kesehatan. Yosef Doing.Kantor Koperasi Kredit Obor Mas. adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka yang merasa prihatin melihat nasib para guru SD yang sering telat menerima gaji bulanan mereka. Yosef. Bahkan. Kabupaten Sikka KOPERASI KREDIT OBOR MAS Kabupaten Sikka. Walaupun. dalam 94 K o p e r a s i P e d u l i . begitu Ia biasa disapa. pendapatan sebagai PNS sangat tidak berlebih. Ketua Kelompok Kerja Guru di Sikka. Alih-alih membentuk organisasi yang membantu para guru dalam mendapatkan pinjaman. namun kenyataannya sering terlambat menerima gaji. R a k y a t S e j a h t e r a . Namun. rentenir menjadi satu pemecahan soal dana. Kondisi ini menyebabkan para guru di Kabupaten Sikka mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga yang serba mendesak dan mendasar seperti kebutuhan biaya pendidikan. Menyadari hal tersebut. hingga tiga bulan sekali baru menerima gaji. membentuk arisan di kalangan guru SD. mereka menyadari bahwa terlibat dengan rentenir sangat tidak menguntungkan. Maumere. kini Koperasi tersebut justru menjadi salah satu koperasi kredit yang cukup maju di Sikka. dll. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka bersama Ramiggus S. perbaikan rumah. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dari Guru untuk Masyarakat M endirikan koperasi mungkin bukan citacita Yosef Doing saat itu. Di sisi lain. Parera. Akhirnya. Bermula dari kesulitan yang dialami para guru SD Kabupaten Sikka di tahun 1972 koperasi ini dibentuk. Walaupun para guru ini mendapat penghasilan tetap.

Tujuannya. Alok Timur. dengan rincian 4. Untuk ukuran sebuah kabupatan. Nelle. jumlah anggota berjumlah 98 orang. Kec. Nelayan dalam bentuk pinjaman bulanan dan triwulan. sebagai pusat layanan anggota di bidang perdagangan. Kec.500. sarana prasarana yang dimiliki oleh Koperasi Kredit Obormas tergolong mewah. atas inisiatif Yosef Doing. Kopdit Obormas telah memiliki 6. Karena jumlah nasabah yang semakin banyak dan jangkauan yang semakin luas. Kopdit Obormas membuka Kantor cabang di komplek pasar tingkat sebagai tempat layanan simpan pinjam bagi Kec. Lalu muncul pemikiran untuk membentuk sebuah kelompok usaha bersama simpan pinjam. Unit ini dibentuk dengan modal awal bersumber dari pinjaman lunak Kementerian Negara Koperasi Republik Indonesia sebesar Rp1miliar. Setelah berkiprah selama 20 tahun. Kewapante. Selain itu juga dibuka Unit Agribisnis di Jl.5% IOB atau 1. Kala itu.000 untuk biaya pernikahan.312 orang (69%) adalah Pegawai Negeri Sipil dan 1. yang dikenal sebagai Credit Union. dengan suku bunga 2. tepatnya pada tanggang 04 November. Sampai akhir 2008. Unit Agrobisnis ini juga menekankan agar anggota yang berhasil dapat menabung di SIMANIS (Simpanan Masyarakat Agrobisnis) yang akan bermanfaat untuk dapat membantu Usaha penjahitan baju yang dikelola oleh salah satu anggota Kopdit Obor Mas K o p e r a s i P e d u l i . peternakan dan nelayan. Kemudian ditahun 1974. dengan jumlah simpanan anggota yang berhasil dihimpun sebesar Rp105. pertama kali pemberian pinjaman diberikan kepada salah seorang guru dari Desa Nele. peternakan. Dengan Harapan modal ini dapat meningkatkan produktifitas usaha mereka. Kangae dan Kec. pada tanggal 29 Oktober 1994. Tepatnya pembentukan unit ini pada tanggal 1 April 2005.25 flat/bulan.267 anggota. pertanian. Dari modal sebesar tersebut. sebesar Rp100. Kini koperasi ini telah menempati gedung mewah lantai tiga. nama CU Obormas diganti dengan nama Koperasi Kredit Obormas atau Kopdit Obormas. pemberian modal kerja bagi anggota Kopdit Obormas yang bergerak di bidang usaha Pertanian.955 orang (31%) adalah masyarakat umum.perjalanannya disadari bahwa kelompok arisan ini tidak mampu mengakomodasi keinginan para peserta untuk menjadi lembaga yang permanen. Kesehatan No 04 Maumere lantai II. didirikan sebuah Koperasi untuk kalangan Guru SD dan Pegawai TU Dinas P dan K dengan nama Credit Union Obormas. R a k y a t S e j a h t e r a 95 .

Dengan adanya dana agrobisnis Kopdit Obormas. yang mempunyai usaha sampingan peternakan ayam potong. Sebagai sebuah badan usaha yang bergerak di jasa keuangan. Sikka-Maumere-NTT.267 anggota 96 K o p e r a s i P e d u l i . Dengan sistem ini akan terbentuk semangat solidaritas tolong-menolong diantara pelaku agrobisnis yang menjadi binaan Kopdit Obormas. dengan keuntungan bersih rata-rata Rp 6-7 juta per bulan. Dengan dana pinjaman terakhir sebesar Rp60 juta dengan jangka waktu 1 tahun. Kesehatan No. Koperasi Kredit Obormas terlibat aktif sebagai anggota Puskopdit Swadaya Utama. menurut Abraham penghasilannya lebih meningkat. Menurut Fredianto. khususnya suku Bajo yang tinggal di kawasan pantai masih suka menyimpan uang di rumah daripada di lembaga keuangan. Pengurus menggunakan boks yang kuncinya dipegang oleh petugas dari koperasi. koperasi ini selalu Aktivitas petani cengkeh anggota Kopdit Obor Mas membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam nuansa saling mendukung dan saling menyelamatkan. ia dapat meningkatkan produksi rata-rata hasil ternak ayam potong setiap 3 bulan sehingga bisa menghasilkan Rp30 juta. Koperasi Kredit Obor Mas Alamat : Jl. kiprah Kopdit Obormas dinilai cukup berhasil. sedangkan budaya nelayan. Lembaga ini juga selalu menjalin dan memelihara hubungan kerjasama yang baik dengan sesame gerakan koperasi maupun dengan instansi pemerintah. Banyak anggota yang meningkat taraf hidupnya. di Kecamatan Kawapante. Ada Keunikan lain dalam pemberian pinjaman kepada masyarakt agrobisnis di sektor nelayan.anggota lain yang juga membutuhkan modal usaha. Seperti halnya Abraham. R a k y a t S e j a h t e r a . sebagai anggota Dekopinda Kabupaten Sikka. sang Manajer Kopdit Obormas kebijakan itu ditempuh karena Unit Agrobisnis hanya melayani angsuran pinjaman bulanan atau triwulan. untuk memudahkan dibuatlah kotak yang mereka isi setiap memperoleh uang dari hasil penjualan ikan atau dari usaha dagang ikan asin yang menjadi andalan pendapatan rata-rata keluarga di kawasan ini. salah seorang Guru SMK 1 Sikka. Maka. 04 Maumere. Nusa Tenggara Timur Berdiri : 29 Oktober 1994 Badan Hukum : Nomor: 716/BH/XIV/X/1994 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Remius Noang Jumlah Anggota : 6. Sebagai badan usaha keuangan.

such program entrusted Kopdit Obor Mas to distribute working capital for members who are engaged in agribusiness sector. These two men then established an “arisan” ( monthly meeting with the purpose of saving money) for Primary School teachers. mainly who are engaged in agriculture and animal farming business fields. Further. Sikka Regency also has coastal water area which is potential for fishermen. Kopdit Obor Mas was given the trust to manage Micro and Small Entrepreneur Development Program through Save Loan Cooperation capitalization strengthening from State Ministry of Cooperation of the Republic of Indonesia in the amount of Rp 1 billion. with the following details: 4. many Civil Servants and teachers in Sikka Regency utilized loan sharks’ service as short term solution for daily life needs. In 1974. After operating for 20 years. they still like to save their money in their homes rather than in financial institutions. The story of Yosef concern took place in 1972. Teachers in Sikka Regency were often delayed in receiving their pay checks. to be exact on November 4. as the resource of produce such as variety of vegetable such as chilly.267 members. meanwhile in fishermen culture. Kopdit Obor Mas services have also been expanded to provide services in agribusiness/ sector capitalization funding since 1 April 2005. had less than enough income. 1994 CU Obor Mas changed its name to become Credit Cooperation of Obor Mas or Kopdit Obor Mas. On the other hand their daily needs had to be fulfilled. However. and others. Up to 2008. There is uniqueness in loan granting to agribusiness community. This fact encouraged Yosef Doing together with Ramiggus S. the manager of Kopdit Obor Mas. Yosef with his friends then established an institution to manage save loan with members who are Primary School teachers. vanilla. who is the Head of Educational and Cultural Services of Sikka Regency felt concerned for the fate of Primary School teachers who were often delayed in receiving their monthly pay checks. Agribusiness sector development is the accurate step considering the topography of Sikka Regency. to seek for alternative solution. mainly to fishermen in Kawapante District. For fishermen. Once they even received pay checks once in three months. Along with the establishment of such unit. Yosef. Consequently. especially Bajo tribe who lives in coastal area. They. Fantastic.25 flat/month. a Cooperation for Primary School teachers and Administrative employees of Educational and Cultural Services with the name of Obor Mas Credit Union was established. pecan. as Civil Servants.5% IOB or 1. This has been the largest expansion ever done by Kopdit Obor Mas within several decades since it was established.312 members (69%) are State Civil Servants and 1. Meanwhile. That method was also adopted without the awareness of the fact that getting involved with loan shark was actually a non profitable act. Now this cooperation inhibits a threestorey luxurious building. Kopdit Obor Mas created a product in the form of monthly and quarterly loan with interest rate of 2. on October 29. which mostly is hilly. From there. This institution is the embryo of cooperation that later will become ‘the light” of the community of Sikka Regency. upon Yosef Doing’s initiative. the teachers.955 members (31%) are the public. The administrators use a box which key is held by a special cooperation officer. his nick name. K o p e r a s i P e d u l i . According to Fredianto. such policy is adopted since Agribusiness Unit only serves monthly or quarterly installment. Kopdit Obor had had 6. R a k y a t S e j a h t e r a 97 . Parera.KOPDIT OBOR MAS Sikka Life Light at Bukit Sikka E stablishing a cooperation may not be the goal of Yosef Doing. Chairman of Teacher Working Group in Sikka Regency.

Seperti koperasi kredit pada umumnya. Kota Kupang KOPERASI KREDIT SWASTI SARI Kota Kupang. bahkan cukup diperhitungkan di Kota Kupang. Ada satu trik unik yang diterapkan Daniel. R a k y a t S e j a h t e r a . “Sesuai dengan visi Kopdit Swasti Sari bahwa koperasi harus dapat diakses oleh masyarakat pada tingkat ‘akar rumput’. Kopdit Swasti Sari mampu 98 K o p e r a s i P e d u l i .” kata Ketua Kopdit L Swasti Sari.000 pada tahun 2008. Karena mampu merangkul kalangan ‘akar rumput’ tersebut.Kesibukan di Kantor Kopdit Swasti Sari. Provinsi Nusa Tenggara Timur Berani Tampil Beda apisan ‘akar rumput’ memang lapisan masyarakat ekonomi bawah. artinya harus mampu melayani masyarakat miskin atau masyarakat lapisan bawah. ternyata mereka mempunyai potensi yang luar biasa. kini. Namun jika diorganisir dengan benar. Salah satunya dengan memberikan bunga pinjaman yang lebih rendah dari unit jasa keuangan lainnya.058. dkk dalam merekrut nasabah. kegiatan koperasi yang didirikan pada 10 April 1997 ini difokuskan pada pemberian bantuan permodalan kepada para petani dan nelayan di pantai Kupang. Hal itu telah dibuktikan oleh Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari.825. mencapai Rp27. Drs. Kopdit Swasti Sari menjadi lembaga jasa keuangan yang cukup maju. Jika lembaga keuangan mematok bunga minimal sebesar 2%. Daniel Tapobali sedikit berpromosi. Jumlahnya cukup besar.

676.” kata Daniel. grafik neraca keuangan juga menunjukkan peningkatan. Inkopdit dan Akuntan Publik BWP dan Rekan Registerred Public Accountants Jakarta-Indonesia pada Pebruari 2009. mereka akan kesulitan. selalu kita pecahkan bersama.052. anggota Kopdit berjumlah 4. Selain menyampaikan informasi tentang sejauhmana efektivitas penggunaan dana pinjaman terhadap usaha anggota. R a k y a t S e j a h t e r a 99 .5% saja.617. Rapor Kopdit Sawti Sari berhiaskan angka biru. “Jika ada anggota yang mengalami kesulitan berusaha. Jumlah anggota Kopdit Swasti Sari dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.383. Bukan hanya sisi keanggotaan saja yang mengalami kenaikan. Hasilnya pun dapat dirasakan. Namun. “Kalau mereka diberikan bunga yang tinggi.334. menyatakan bahwa Koperasi Kredit Swasti Sari Kupang dinyatakan Sehat dan Layak. Kopdit Swasti Sari telah membukukan omzet senilai Rp5. deviden/BJP yang dibagikan kepada anggota pada tahun 2008 sebesar Rp1. Salah Toko serba ada milik Kopdit Swasti Sari K o p e r a s i P e d u l i . Berdasarkan hasil audit dari Puskopdit Bekatigade Timor.memberikan bunga pinjaman hanya 1.409.974. Baik kebersamaan antara sesama pengurus maupun kebersamaan pengurus dengan anggota. Koperasi Kredit (Kopdit) yang berdiri pada 10 April 1997.536. Kebersamaan dengan anggota diantaranya diwujudkan dengan rutin melakukan kunjungan ke anggota. Di bawah kendali tangan dingin Daniel Tapobali. Kopdit Swasti Sari mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Misalnya dari sisi keanggotaan. maka surplus Hasil Usaha (HU) yang bisa dikantongi sebesar Rp 989. Trik ‘tampil beda’ ini tergolong berani.701 orang. Drs. Dalam hal pengelolaan. lebih banyak berkosentrasi pada bidang perdagangan.867. Beralih Ke Sektor Agribisbis Awalnya.670. Berdasarkan hasil Laporan Rapat Angota Tahunan (RAT) 2008 yang dilaksanakan Maret 2009.” tambah Daniel beralibi. Hingga Maret 2009. kelebihan ini yang justru menarik minat masyarakat.345. Daniel Tapobali yang dibantu oleh 8 karyawan selalu menekankan pentingnya kebersamaan. Jika kurangi biaya bunga dan operasional yang harus dikeluarkan senilai Rp4.000 orang. Sekadar catatan. sementara jumlah total nasabah yang sudah dilayani oleh Kopdit Swasti Sari mencapai 8.

di antaranya bersumber dari Simpanan Saham sebesar Rp17. “Karena ini dana program agribisnis.598. Jumlah ini dialokasikan untuk 1. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Berdiri : 10 April 1997 Badan Hukum : Nomor: 10/PAD/KWK/IV/1997 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Drs. jumlah pinjaman yang dicairkan untuk sektor ini sebesar Rp 27. Cengkeh hasil dari petani anggota Kopdit Swasti Sari Koperasi Kredit Swasti Sari Alamat : Jl.825. juga didukung oleh dana swadaya.702.709.020.153. sumber dana koperasi yang kini memiliki asset lebih Rp29 M ini. Cakupan layannya kini lebih banyak ke sektor agribisnis. KSP Swasti Sari kemudian banting stir.762 orang.852. Thamrin Oepoi. Selain modal pinjaman dari pemerintah. Pada tahun 2008.058. R a k y a t S e j a h t e r a .297.701 orang 100 K o p e r a s i P e d u l i . dan Dana Cadangan Rp960. Daniel Tapobali Jumlah Anggota : 4.214. Namun.650.” kata Daniel Tapobali. dengan rincian 65% sebagai pinjaman Kesra dan sisanya sebesar 35% merupakan pinjaman produktif. Pinjaman Beredar sebesar Rp26. Simpanan Non Saham sebesar Rp4.satu alasannya karena base camp koperasi yang berada di jantung Kota Kupang.351. ya kita jalankan sesuai prosedur.000.448. ketika koperasi ini mendapat bantuan dana bergulir agribisnis melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM Rp1 miliyar pada tahun 2005. dengan memberikan bantuan permodalan para petani jagung dan nelayan di pantai Kupang. Kota Kupang.

” said Daniel. Daniel Tapobali together with eight staff always emphasize the important meaning of togetherness. Since it was able to put its hands around the “grass root” class. even though for that we are considered as different.” added Daniel Tapobali. that only services members. now Kopdit of Swasti Sari—established on April 10. The number is quite large during 2008 which reached Rp 27. both with administrators. In addition to loan capital from the government. Such experience has been proven by Credit Cooperation (Kopdit) of Swasti Sari in the city of Kupang. This “appear differently” trick is quite daring. Kopdit service scale is more open. Kopdit of Swasti Sari actively distributes credit fund that is normally utilized as working capital for farmers and fishermen in Kupang beach. Initially Swasti Sari Credit Cooperation concentrated in trading field. it is even quite prominent in the City of Kupang. KSP of Swasti Sari service scale was extended by opening credit services for agricultural sector. However. The number of Kopdit of Swasti Sari members increased from one year to another. that is the meaning of togetherness in cooperation basis. One of the reasons is that the cooperation base camp which is located in the heart of the City of Kupang is the busiest transaction center throughout such NTT capital city. who generally has low income. in 2005 this cooperation was participated in capital strengthening program through sector scrolling fund aid through State Ministry of Cooperation and Small and Middle Scale Business in the amount of Rp 1 billion.058.825. fund source of the cooperation that now owns asset worth more than Rp 29 billion is also supported by independent fund. which is to sit together to solve problems faced by the members or otherwise. K o p e r a s i P e d u l i . of course crucial question arises: What is the secret behind the success of that Kopdit of Swasti Sari? There is one strategy applied by Daniel and partners administrators of Kopdit in recruiting customers.701. both as members and non members. especially corn farmers and fishermen in Kupang beach. “I think. then it harvested the interests of those who wish to become customers and members. not only strengthening fund in the amount of Rp 1 billion that was scrolled. and with members. indeed. Indeed. Kopdit of Swasti Sari also scrolled their own fund to strengthen such capitalization for farmers. Chairman of Kopdit of Swastisari providing alibis. Tracing back the story of Kopdit Swasti of Sari. Different from KSP. “Innovation is important. Their wishes were granted. Considering the favorable track record of Kopdit of Swasti Sari that shows this Kopdit has successfully managed scrolling loan fund. Kopdit of Swasti Sari is able to provide loan interest in the amount of only 1. while the total number of customers serviced by Kopdit of Swasti Sari reached 8.KOPDIT SWASTI SARI Kupang. If a financial institution sets a minimum interest in the amount of 2%. “If they are given high interest.” concluded Daniel. With such large scrolling loan fund. they will face difficulties. the number of members of Kopdit was 4. One of which is by ways of providing lower loan interest than any other financial services. R a k y a t S e j a h t e r a 101 . one thing that can be modeled is the innovative nature adopted by the administrators. L In terms of management.000. will show outstanding potential. if “handled” properly.000. 1997— becomes an advanced financial service institution. NTT. East Nusa Tenggara Dare to be Different ow class community. Meanwhile farmers and fishermen in the area of sub-urban in the city of Kupang expected that they could also obtain capital aid service.5%. Just like any other cooperation in general. Up to March 2009. in the amount of Rp 1 billion.

R a k y a t S e j a h t e r a .102 K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a 103 .KALIMANTAN TENGAH Central Kalimantan K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a . menjadi satu kata. Tak hanya para pengurus. status KSU pun dinaikkan menjadi Koperasi Simpan Pinjam. Jika sekarang ini KSP Surya Sekawan mendapat label sebagai koperasi berprestasi hal itu tentu saja tak diperoleh tanpa sebab. Pada tahun 2003. 26 Kuala Kapuas. menjadi satu kata. berkawan dengan perbankan. tapi juga para 104 K o p e r a s i P e d u l i . K operasi Simpan Pinjam Surya Sekawan dibentuk pada tahun 1997 dengan modal awal tak lebih dari Rp 10 juta itu. tapi juga para anggota. Kinerja positif itu akhirnya menghantarkan Surya Sekawan terpilih sebagai koperasi peserta Program Agribisnis/Sektoral pada periode tahun 20042005. Kapuas. Provinsi Kalimantan Tengah Berkawan ala Surya Sekawan Berkawan dengan anggota. yang kemudian disebut-sebut sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini. Tak hanya para pengurus. Amanah. Dana bergulir sebesar Rp1 miliar pun mengucur ke kas koperasi ini. dan berkawan dengan pengusaha.Muhammad Nasir di Kantor KSP Surya Sekawan di Jl Barito no. Amanah. Kalimantan Tengah KSP SURYA SEKAWAN Kab. berkawan dengan pemerintah. yang kemudian disebutsebut sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini.

seorang pensiunan PNS Dinas Pertanian yang sudah beberapa periode terakhir dipercaya sebagai Ketua KSP Surya Sekawan. Muhammad Nasir.” tegas Pandih.000 pohon karet yang bibitnya ia beli dari dana pinjaman bergulir. koperasi yang dikelola oleh lembaga berlatar belakang Muhammadiyah pun diberi nama serupa. Kini. namun empat tahun mendatang. seiring dengan skala layanan yang telah berkembang hingga ke beberapa kecamatan tetangga di sekitar Kecamatan Selat. tapi juga konsisten dan kerja keras. berkawan dengan pemerintah. R a k y a t S e j a h t e r a 105 . Beberapa figur anggota koperasi penerima pinjaman bergulir bahkan telah mampu mengembangkan usahanya pada level yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Juga. Kecamatan Pulau Petak.anggota. koperasi ini awalnya didirikan oleh para pengurus Muhammadiyah. tapi siapapun bisa menjadi anggota koperasi ini. Naji Maturpah. saat ini tersebar 225 orang anggota KSP ini. Hj. Menilik latar belakangnya itu. “Berkawan dengan anggota. Meski hingga tulisan ini disusun ia belum pernah memanen karet dari 3. berkawan dengan perbankan. dan Kecamatan Kapuas Timur.9 miliar itu. Di beberapa daerah. “Memang. petani kebun karet di areal tanah hutan rakyat di Desa Barimba.” lanjut Pandih. *** Sedikit kilas balik. kelahiran koperasi ini tak bisa dilepaskan dari peran Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kapuas.” jelasnya. Di empat kecamatan itu. Selain amanah. Sebut saja. wajar jika kemudian Surya Sekawan dipilih sebagai nama koperasi yang kini telah mengelola dana pinjaman bergulir senilai Rp 2. KSP Surya Sekawan tak lagi milik warga Muhammadiyah. seperti Kecamatan Kapuas Hilir. Pandih juga menyebut sebuah strategi yang menurut ia menjadi simpul kesuksesan KSP yang kini ia pimpin: perkawanan. Pengurus dan karyawan KSP Surya Sekawan K o p e r a s i P e d u l i . “Amanah bukan sekadar dalam makna jujur. dan berkawan dengan pengusaha. seorang pengusaha peternakan burung puyuh. Tidak sedikit dari para anggota itu kini berada pada taraf hidup yang jauh lebih baik sejak bergabung dengan KSP Surya Sekawan. yang pada tahun 2006 memperoleh pinjaman bergulir sebesar Rp20 juta dari KSP Surya Sekawan. Nasir akan segera menikmati hasilnya (lihat boks: Mereka yang Tersenyum di Bibir Kapuas). Kecamatan Kapuas Hilir.

Selain disiplin melakukan angsuran pinjaman. Dari jumlah pinjaman pokok sebesar Rp1 miliar tersebut.” lanjut Pandih.5 juta per hari. KSP jelas pantang pilih kasih. anggota-anggota yang telah memiliki basis usaha kuat memang mendapat semacam kemudahan untuk menerima pinjaman. pengurus KSP membentuk sebuah “tim buser” yang secara intensif melakukan pendekatan persuasif kepada anggota yang menunggak tersebut. koperasi ini juga dianggap memiliki strategi yang efektif dalam memilih anggota penerima pinjaman. R a k y a t S e j a h t e r a . peluang menjadi kredit macet semakin kecil.5 juta hingga Rp2. Nah. Memang. ia mengajukan pinjaman permodalan sebesar Rp 15 juta pada tahun 2008 dan Rp20 juta pada tahun 2008. soto babat dan rawon ini memang memulai usaha rumah makannya dengan modal sendiri pada tahun 2006. menurut laporan keuangan per bulan Juli 2009. dari total pinjaman bergulir Program Agribisnis/Sektoral yang pernah diterima KSP Surya Sekawan. ia bisa menabung sebesar Rp200 ribu per hari. setidaknya Umi bisa menambah pundi-pundi tabungannya hingga Rp 6 juta per bulan. KSP telah menunaikan kewajiban pengembalian 106 K o p e r a s i P e d u l i . “Setidaknya. tapi dalam praktiknya tidak sesangar namanya. Menurut Pandih. anggota KSP Surya Sekawan di peternakanan burung puyuh miliknya Selain dua pengusaha di bidang agribisnis tadi. Itulah salah satu bentuk berkawan dengan anggota tadi. dana tersebut telah berkembang hingga mencapai Rp 2.9 miliar. justru kedatangan tim tersebut untuk membantu mencari solusi masalah. oleh BPD Kalteng KSP Surya Sekawan memiliki reputasi terpuji. nama Umi Suyatmi juga pantas dimunculkan sebagai profil anggota yang sukses mengelola usaha berkat dana pinjaman dari KSP Surya Sekawan. Bayangkan. Saat ini. Anggotaanggota yang baru akan memulai usaha pun tetap mendapatkan pinjaman.Hj. Pemilik usaha restoran bakso. Kini dengan omset Rp1.” ungkap Pandih menjabarkan kebijakan itu. Namun demikian. tak semua anggota yang menerima pinjaman permodalan itu disiplin menunaikan angsuran. “Meski dinamai tim buser. *** Sebagai koperasi peserta Program Perkuatan Modal KSP Agribisnis/Sektoral. Besaran dana pinjaman berupa suntikan modal usaha tadi memang bervariasi antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta dengan bunga pinjaman sebesar Rp 16 % per tahun. untuk mengantisipasi kredit macet semacam ini. Pada tahun 2006. Naji Maturpah.

Di masa mendatang. KSP Surya Sekawan : Jl.” simpul Pandih mengakhiri. Provinsi Kalimantan Tengah Berdiri : Tahun 1997 Badan Hukum : No: 333/PAD/DPPK/KOP-1/II/2006. Bahkan. telah dibuat sebuah program tabungan khusus bagi para anggota KSP. Sekretaris KSP. Pandih. terutama dalam jejaring pemasaran hasil produksi anggota koperasi. program jejaring kemitraan dengan komunitas pengusaha di wilayah itu.26. selama dua tahun.” lanjut Zulianto. misalnya. komunikasi dengan BPD Kalteng pun terbina dengan baik. Kab. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami kerjakan.Pengurus KSP Surya Sekawan mengunjungi salah seorang anggota KSP yang mengelola usaha perkebunan karet senilai Rp280 juta. Kepala Cabang BRI Kuala Kapuas didaulat sebagai Pengawas pada struktur kepengurusan KSP Surya Sekawan. Salah satunya. KSP Surya Sekawan juga telah menunaikan kewajiban bunga pinjaman sebesar Rp120 juta. tanggal 9 Februari 2006 Tahun Perkuatan Modal : 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Ketua : Pandih M. Barito No. tentu saja tak membuat para pengurus KSP Surya Sekawan berpuas diri. Kuala Kapuas. Selain itu. rutin melakukan safari kunjungan ke rumah-rumah anggota koperasi. para pengurus KSP Surya Sekawan mengimpikan sebuah sinergi yang saling menguntungkan antara KSP dan para pengusaha itu. R a k y a t S e j a h t e r a 107 . Sederet rapor biru tadi.S.” ungkap Zulianto melengkapi.Sp Jumlah Anggota : 225 orang Jumlah Karyawan : 12 orang K o p e r a s i P e d u l i . Selain itu. Surya Sekawan akan terus menjalin perkawanan dengan siapapun. pengurus lain pun mendapat giliran tugas serupa. “Kami pasti bisa mewujudkan itu. Yang unik. Selain Pandih. ada pengawas yang ahli di bidang Alamat akuntansi dan perbankan. Profil kinerja yang semacam itu tak terlepas dari strategi manajemen yang diterapkan para pengampu koperasi ini. “Setidaknya.

Dengan asumsi harga getah karet itu Rp. Penerima pinjaman lain bernama Hj. sekitar empat tahun mendatang. Naji Maturpah. Kini. Kuala Kapuas. senyum-senyum anggota lain mengembang mengiringi asa yang kian benderang. Di luar sana.000 per kg maka omset usaha kebun karet miliknya itu akan mencapai Rp 20 jt per bulan. total asset yang dikelola telah mencapai Rp 200 jt. senyum yang ditebar oleh keberhasilan KSP Surya Sekawan ini pun merambat hingga ke bibir Kapuas.Hj. tersebut seorang petani karet bernama Muhammad Nasir.000 bibit karet. Di Desa Barimba. Ia juga penerima pinjaman dana bergulir. anggota KSP Surya Sekawan pemilik usaha toko pakaian di Pasar Sari Mulya. Suryadarma. seorang anggota KSPSurya Sekawan di gudang pupuk miliknya Mereka yang Tersenyum di Bibir Kapuas J arak Desa Selat Hulu. anggota koperasi ini tersebar hingga ke bibir sungai yang membentang hingga ke Propinsi Kalimantan Selatan itu. Kecamatan Kapuas Hilir. 108 K o p e r a s i P e d u l i .10. dengan rata-rata produksi telur sebanyak 4. dengan usaha ini saya sudah bisa mempekerjakan penduduk kampung. Hj. ia kemudian mengajukan suntikan modal sebesar 20jt pada tahun 2008. di Kecamatan Kapuas Hilir. H. berhasil melunasi pinjaman itu sebelum tenggat akhir pinjaman. Nama-nama tadi. pemilik usaha toko pakaian di Pasar Sari Mulya. seorang warga Kelurahan Umbulau. hanyalah segelintir nama yang senyumnya terabadikan dalam buku ini. misalnya. Kuala Kapuas H.” ungkap ia. Sementara itu. menambah skala usaha distribusi pupuk produksi Petrokimia Gresik dari suntikan modal usaha sebesar Rp20 juta pada tahun 2007. Helmi. Suryadarma.000 ekor. Kelak. “Setidaknya. Ia telah dua kali mendapatkan pinjaman suntikan modal usaha masing-masing senilai Rp 20 jt rupiah pada tahun 2006 dan tahun 2008. yang seluruhnya dipergunakan untuk membeli bibit pohon karet sebanyak 3. Nasir akan bisa memanen setidaknya 500 kg getah karet per satu hektar atau sekitar 2 ton getah karet per bulan.000 butir per hari. Dengan skala usaha yang seperti itu ia bisa mengantongi laba bersih senilai Rp 8 jt per bulan. jika telah menuai panen. Usaha peternakan puyuhnya saat ini telah berkembang hingga sekitar 3. Helmi. Memulai usaha penanaman pohon karet dengan modal awal sebesar Rp 60 jt di atas lahan kelola seluas 4 hektar. Ia. tempat para pengurus KSP Surya Sekawan berkantor memang tak berada di bibir sungai Kapuas. bahkan. R a k y a t S e j a h t e r a . Namun. Alhasil.

Many of them have now been living in better living standards since they joined with KSP Surya Sekawan. not all members who have received such capitalization loan are discipline in paying installment. Naji Maturpah. for example. and East Kapuas District. namely: “Being friends with the members. Pandih. this cooperation is also considered as having effective strategy in selecting loan receiver members. KSP Surya Sekawan has also fulfilled its obligation in returning the loan interest in the amount of Rp 120 million. Scrolling fund in the amount of Rp 1 billion was distributed to this cooperation treasury. and being friends with entrepreneurs”. According to Pandih. The new members who are just commencing their business will also obtain loan. Now. KSP administrators established what is so called as an “ambush team” which intensively conducts intensive approach to such members who are in arrears. the total amount of Agribusiness/Sector program scrolling that was received by KSP Surya Sekawan. R a k y a t S e j a h t e r a 109 . such as Kapuas Hilir District. K o p e r a s i P e d u l i . administrators apply trusteeship philosophy. Secretary of KSP. In addition to trusteeship.” continued Zulianto. an entrepreneur of quail farm. regularly visits the cooperation members’ homes. Such positive performance finally brought Surya Sekawan to be selected as participating cooperation in Agribusiness Sector KSP Capitalization Strengthening Program for the period of 2004. Just to name one. In ad- S dition to being discipline in paying for loan installment. in 2006 obtained scrolling loan in the amount of Rp 20 million from KSP Surya Sekawan. according to financial report per July 2009. there is a strategy that is believed to the knot of this KSP Surya Sekawan success. being friends with banking. to anticipate this type of non performing credit. However. This type of performance profile is inseparable from management strategy applied by these cooperation administrators. At this time. KSU status was promoted to become Save Loan Cooperation. has developed to up to Rp 2. along with this KSP financial ability. being friends with the government. KSP Surya Sekawan has a remarkable reputation. according to BPD Kalteng. In managing KSP Surya Sekawan. From the principal loan in the amount of Rp 1 billion.KSP SURYA SEKAWAN Kapuas Being Friends like Surya Sekawan urya Sekawan Save Loan Coopera tion was established in 1997 with working capital of not more than Rp 10 million. Besides that. As a cooperation that is a member of Agribusiness/Sector KSP Strengthening Program. The unique thing is Branch Head of BRI Kuala Kapuas is assigned to become the Supervisor in KSP Surya Sekawan administrative structure. Some of members of scrolling loan receiver cooperation have even been able to develop their business to the level that they had never expected before. “At least there is an expert in accounting and banking as a supervisor.9 billion. KSP is not allowed to apply favoritism. Hj. In these four regencies at this time there are 225 members of this KSP. members who have strong business basis indeed have some sort of facility in receiving loan. Well. Indeed. KSP has fulfilled its obligations to return the loan in the amount of Rp 280 million. the communication with BPD has also been favorable. the service scale has also been developed up to several neighboring districts that surround Selat Regency. Pulau Petak District. In 2003. In addition. A special savings for KSP members has even been established. for two years.

R a k y a t S e j a h t e r a .110 K o p e r a s i P e d u l i .

SULAWESI UTARA South Sulawesi K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 111 .

Seperti kehidupan petani cengkeh pada umumnya. Alfi juga bergantung dari hasil budi daya cengkeh. Peran lembaga keuangan sebagai mitra petani terjalin baik di sini. Alfi adalah salah satu petani cengkeh di Desa Kombi. Nama Kombi bagi sebagian orang memang sudah tak asing lagi. Kabupaten Minahasa KSP AYAMEN MANDIRI Kabupaten Minahasa. bahkan seantero Provinsi Sulawesi Utara. Setiap menjelang musim panen. ia selalu sibuk merawat kebun cengkeh miliknya. Tak lama lagi musim petik tiba. Alfi bisa mengantongi untung yang lumayan besar.5 hektar. Kabupaten Minahasa. Maka. Kecamatan Kombi. Bentuk hubungan yang dimaksud adalah pemanfaatan fasilitas pinjaman modal usaha yang disediakan lembaga keuangan oleh para petani cengkeh. Bukan 112 K o p e r a s i P e d u l i . tak heran jika sebagian besar masyarakat Kombi tertarik untuk mengembangkan jenis komoditas cengkeh.Suasana Kantor Pelayanan KSP Ayamen Mandiri. Provinsi Sulawesi Utara Mitra Petani Cengkeh W ajah Alfi Waleleng. sumringah pada hari-hari belakangan ini (akhir Juli 2009 lalu). Selain hasilnya yang melimpah. cengkeh dari Kombi terkenal karena mempunyai kualitas yang bagus. Ia senantiasa tersenyum setiap kali melihat kebun cengkeh miliknya mulai berbuah. ia menghidupi istri dan dua orang anaknya. Jika harga sedang bagus. ia akan panen cengkeh. Letak geografi Kombi yang berada di daereh pegunungan sangat cocok untuk budi daya jenis tanaman ini. 35 th. berharap panen kali ini menuai hasil melimpah. R a k y a t S e j a h t e r a . Dari hasil kebun seluas 1. Kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Eris sejak tahun 1962 ini dikenal sebagai salah salah satu produsen cengkeh terbesar di Minahasa.

namun juga telah merambah ke beberapa desa di Kecamatan Kombi. Ketika itu. namun kesulitan mengembalikan karena harus menyetor tiap hari. yakni Bank Sulut dan Bank Prisma Dana. Bahkan. Salah satunya adalah Koperasi Simpan Pinjam Ayamen Mandiri. Dulu kami pinjam uang dari bank harian. khususnya pada momen-momen tertentu. R a k y a t S e j a h t e r a 113 . dan cakupan layanannya pun semakin meluas. Dari sisi keanggotaan. Kini kami memilih koperasi karena bisa bayar setelah panen. Puncak kinerja pada empat tahun usianya. bahkan berinovasi. Bank Sulut merupakan bank penyalur dana bergulir agribisnis Rp1 miliar.hanya dari bank milik pemerintah dan swasta. KSP Ayamen Mandiri menjalin kerja sama dengan dua bank di Sulawesi Utara. kepercayaan masyarakat menjadi vitamin-suplemen tersendiri bagi pengurus KSP Ayamen Mandiri untuk terus berkiprah. sementara Bank Prisma Dana berperan menjadi pensuplai dana bagi KSP kekurangan dana untuk memenuhi permintaan pinjaman.” kata Ketua KSP Ayamen Mandiri. interaksi yang baik telah tercipta sejak KPS itu masih berbentuk Koperasi Unit Desa (KUD)— berubah menjadi KSP pada tanggal 6 Januari 2005 lalu. Layanan KSP Ayamen Mandiri bagi warga mendorong warga lain yang belum menjadi anggota mengajukan aplikasi permohonan Alfri Waleleng merasa lebih mudah dan nyaman mengajukan kredit di koperasi untuk modal bertani cengkeh K o p e r a s i P e d u l i . bantuan modal usaha itu pun terkucur dari lembaga keuangan seperti koperasi. koperasi ini telah menunjukkan pola kinerjanya yang baik. Wajar jika KSP Ayamen Mandiri telah dikenal luas masyarakat. Lantaran program ini pula.P Montong. KSP Ayamen Mandiri tak hanya sebatas berkiprah di Desa Kombi. Koperasi yang berkantor di Desa Kombi ini telah lama menjadi mitra masyarakat di Kecamatan Kombi. Sejurus dengan itu. KPS Ayamen Mandiri adalah alasan senyum Alfi di atas. Biasanya kami kekurangan dana. Hingga tahun 2008 jumlah anggota KSP telah mencapai 120 orang. Hesky Z. misalnya. Meski baru berusia empat tahun.” kata Alfi. “Pada musim tanam banyak anggota yang mengajukan pinjaman. Hubungan antara KPS Ayamen Mandiri dan masyarakat cukup harmonis. “Koperasi ini sangat membantu kami. jumlahnya bertambah dari waktu ke waktu. KSP Ayamen Mandiri dipercaya untuk mengelola Progran Dana Bantuan Perkuatan KSP Agribisnis/ Sektoral pada tahun 2006. Alfi adalah salah satu nasabah KSP Ayamen Mandiri yang paling aktif.

merupakan upaya untuk membantu para petani yang rata-rata kesulitan mendapatkan pinjaman modal kerja.701.575. tak semua aplikasi serta merta dikabulkan. “Kami hadir sebagai mitra bagi para petani. Bagi KSP. Kecamatan Kombi.000. tambah Hesky.000. Bagaimanapun. kebijakan sanksi tersebut ditempuh untuk mendewasakan anggota. Memang. “Kami berusaha mengenal lebih dekat para anggota maupun calon anggota. menjadi salah satu koperasi unggulan di Minahasa. kini. Montong Jumlah Anggota : 120 orang 114 K o p e r a s i P e d u l i . Hesky Z.menjadi anggota. ulah nasabah ‘nakal’ yang enggan mengembalikan pinjaman tepat waktu.” simpul Hesky. Kabupaten Minahasa. pertambahan jumlah anggota itu berimplikasi pada necara keuangan koperasi. kunjungan dan pembinaan rutin terhadap anggota pun dilakukan.” kata Hesky Z. jumlah SHU senilai Rp 27.P Montong. Bila pada 2006. yakni mencapai Rp 45.718. jumlah kekayaan KSP pada tahun 2008 berada pada level Rp 1. Provinsi Sulawesi Utara Berdiri : 10 Mei 1997 Badan Hukum : No: 2499/BH-KOP. KSP tetap bisa menerapkan sistem sanksi berupa denda sebesar 30% dari besarnya pinjaman terhadap setiap kasus keterlambatan pengembalian pinjaman. Tapi yang jelas. Meskipun hubungan demikian dekat. Tak berlebihan jika KSP Ayamen Mandiri. Lahan perikanan nmilik anggota KSP Ayamen Mandiri KSP Ayamen Mandiri Alamat : Desa Kombi. Pada tahun 2008. Menurut Hesky Z. Untuk meminimalir angka kemacetan itu. tanggal 6 Januari 2005 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2006 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp1.354. omzet koperasi mencapai Rp 1. R a k y a t S e j a h t e r a . Angka ini cukup fantastik jika dibandingkan dengan jumlah kekayaan awal ketika berdiri yang hanya Rp 40 juta. Semua langkah tadi. Salah satunya. kedewasaan anggota adalah modal bagi sebuah pola kemitraan yang sehat.P. Ia berharap kerja sama antara koperasi dan masyarakat tetap terjalin secara harmonis. jumlah HSU melonjak hingga dua kali lipat.865. pada dua tahun berikutnya.323.575. Dalam bermitra perlu ada pola kemitraan yang sehat di antara koperasi dan petani.354. Angka-angka tersebut tidak terlalu besar. Meskipun telah mencapai beberapa prestasi dinamika positif KSP Ayamen Mandiri tadi sesekali tersandung kendala. Bahkan tak jarang Ketua KSP turun langsung untuk berdialog dan mendengar keluh kesah anggota.000.P Montong. Angka Sisa Hasil Usaha (SHU) pun naik dari tahun ke tahun.000 Ketua : Drs. tambah Hesky. 2008.256. *** Memang. tak ada gading yang tak retak. tetapi menarik jika dilihat dari kontribusinya terhadap kekayaan koperasi.

Usually we are lack of fund. The financial institution as farmers’ partner plays a very good role here. now.575. and its service coverage became wider. who is also one of the farmers there. “In the planting season there are many members who apply for loan. KSP Ayamen Mandiri cooperated with two banks in North Sulawesi. T Until 2008. Sulut Bank is the distributing bank for agribusiness scrolling fund in the amount of Rp 1 billion. Indeed. The intended form of relationship is the utilization of business capital loan provided by financial institution by clove farmers. the value of asset of KSP in 2008 was at the level of Rp 1.” said Alfi. Even though it is only four years old. It is obvious that KSP Ayamen Mandiri has been widely known. regular visits and development on members are conducted.000. In terms of membership. In addition to its abundance produce. R a k y a t S e j a h t e r a 115 . and even innovating. for example. the number increases from time to time. The peak performance of its fourth year. To minimize the amount of non performing loan. Not only from state and private owned banks. K o p e r a s i P e d u l i . such business capital is also provided by financial institution such as cooperation. KSP Ayamen Mandiri was not limited to only operate in Kombi Village. even in the entire North Sulawesi Province. to apply for membership.KSP AYAMEN MANDIRI Clove Farmers Partner he name “Kombi” for some people does not sound strange anymore. meanwhile Prisma Dana Bank has the role of fund supplier for KSPs that are lack of fund to fulfill loan request. The Cooperation that has its office at Kombi Village has been the partner of the community in Kombi Regency for a long time.354. KPS Ayamen Mandiri is the reason of Alfi’s smile above. It will not be exaggerating to say that KSP Ayamen Mandiri. The new district as a result of Eris District extension since 1962 has been known as one of the largest clove producers in Minahasa. According to Hesky Z. Now we choose cooperation because we can pay after the harvest. “This cooperation helps us a lot. In line with that.P Montong. The favorable interaction that has been created since such KPS was still in the form of Village Unit Cooperation (KUD)— changed to become KSP on 6 January 2005. namely Sulut Bank and Prisma Dana Bank. but also had spread to several villages in Kombi Regency. No wonder if most of Kombi communities are interested in developing clove commodity type. Due to this program also. not all applications could merely be granted. The relation between KPS Ayamen Mandiri and the community is quite harmonious. the clove from Kombi is famous for its good quality. The service of KSP Ayamen Mandiri for denizens. especially on specific moments. KSP Ayamen Mandiri was trusted to manage Agribusiness/Sector KSP Aid Fund Program in 2006. Alfi is one of the most active customers of KSP Ayamen Mandiri. We used to borrow money from daily bank. Geographic location of Kombi which is on the mountain range is suitable for the cultivation of this type of plant. It is also quite often that Chairman of KSP directly participates and has dialogs as well as listens to the grievances of members. this cooperation has shown its favorable performance pattern. but we found it difficult to return the money because we had to deposit every day. the trust of the community becomes a supplement vitamin for KSP Ayamen Mandiri administrators to keep acting. Then. has become one of superior cooperations in Minahasa. the number of KSP members reached up to 120 people. One of such cooperations is Save Loan Cooperation Ayamen Mandiri. Hesky Z. However it is clear that such number of members increase implicates the cooperation financial balance. This number is quite fantastic if it it is compared to the number when the cooperation was first established which was only Rp 40 million.P Montong.” said Chairman of KSP Ayamen Mandiri. encourages other denizens who are non members.

penerima perkuatan modal dari dana bergulir Program Agribisnis/Sektoral. Kolam-kolam itu ia gunakan untuk membesarkan ikan-ikan mas. Beruntung Sumiati adalah anggota KUD Tamporok. Minahasa Utara. Sumiati adalah pengelola usaha kecil sektor perikanan darat. Ketika KSP Tamporok Timampas terbentuk pada tahun 2003. Ketika usahanya mulai berbuah hasil. Bantuan modal sejumlah Rp 5 juta pun ia peroleh. dan mujair. Sejak tahun 2001 silam. Uang sebesar itu ia gunakan untuk untuk membeli bibit K o p e r a s i P e d u l i . Provinsi Sulawesi Utara Buka Peluang Lebar-lebar. “Jika mengingat masa-masa itu penghasilan torang pas-pasan. Sebuah kolam tambahan pun ia sewa. Sumiati mengajukan perkuatan modal usaha perikanan yang ia kelola. R a k y a t S e j a h t e r a . Sumiati pun mendaftar menjadi anggota KSP. yang kelak melahirkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas.Suasana pelayanan di KSP Tamporok Timampas KSP TAMPOROK TIMAMPAS Kab.” kenang Sumiati. yang kelak ia suplai ke rumah-rumah makan di Minahasa. Tahun 2005. dan beberapa lagi di Manado. Kecamatan Dimembe. gurami. perempuan yang kini berusia 38 tahun itu mengawali bisnisnya dengan sebuah kolam ikan. Bersama sang suami. Di balik kebersahajaannya itu sesungguhnya ia adalah perempuan pengusaha tangguh. Ia tinggal di Desa Tatelu. yang masing-masing berukuran 10 x 20 meter. Ketat Bersyarat S 116 umiati adalah sosok wanita bersahaja.

kini Sumiati kembali meminjam perkuatan modal sebesar Rp 15 juta. Sumiati juga berjualan ikan di Pasar KUD Tamporok pada setiap hari Minggu. aplikasi pinjaman tahap kedua yang ia ajukan diterima. satu dari sekian anggota KSP Tamporok Timampas yang berhasil menaikkan taraf hidupnya. kini Sumiati telah memiliki enam kolam ikan. berkat kegigihannya mengelola usaha. Bahkan. Terkadang. terselip juga kisah duka dalam mengelola usaha miliknya. Selain menyuplai ikan untuk kebutuhan rumah-rumah makan di Minahasa dan Manado. Ikan-ikan mas K o p e r a s i P e d u l i . Awalnya. warga desa-desa di sekitar Tatelu. “Semua uang itu torang gunakan untuk modal usaha. Kali ini sebesar Rp 10 juta. *** Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas berdiri pada tahun 2003. Sumiati tipe pengusaha gigih. Itulah sekelumit kisah tentang Sumiati. dan Desa Klabat. Ratusan warga desa-desa itu kini antri menunggu persetujuan untuk menjadi anggota KSP Tamporok Timampas. dalam sebulan kini ia bisa memperoleh laba bersih senilai Rp 4. Beruntung. bukan untuk membeli barangbarang kebutuhan rumah tangga. grafik usaha Sumiati tak selamanya meniti jalan mendaki. Kini. Penuh onak dan duri. Memang. Delapan tahun berselang. Keberhasilan Sumi mengelola dana bergulir permodalan jelas menginspirasi warga lain di Desa Tatelu. Kelahiran KSP ini memiliki sejarah erat dengan eksistensi KUD Tamporok. seperti Desa Pinilih.Sumiati dan usaha budidaya ikan air tawar ikan dan pakan. Sumiati pernah mengalami kerugian besar akibat ikan-ikan yang ia biakkan terserang penyakit. Desa Lumpias.5 juta. Desa Warukapas. aral seperti itu tak lantas menyurutkan semangatnya untuk maju. bahkan kegagalan. Bahkan. Desa Wassian. Suatu ketika. Pinjaman modal itu ternyata efektif menaikkan skala usaha kolam ikan miliknya. KUD Tamporok S e j a h t e r a 117 .” tegas Sumiati. R a k y a t yang sudah siap panen itu tiba-tiba mati. Lantaran termasuk anggota KSP yang disiplin menunaikan angsuran pinjaman.

telah berkembang menjadi lebih dari Rp 2 miliar. Keberhasilan KSP Tamporok Timampas menggali berbagai potensi permodalan efektif menggerakkan grafik aset dan neraca keuangan KSP ke level yang lebih baik. para pengurus KSP baru itu pun mulai menyusun strategi. Modal awal KSP ini tentu saja berasal dari kas USP yang menjadi cikal bakal kelahirannya. Setahun kemudian. Singkat cerita. Seiring dengan dinamika USP itu. Menurut data KSP. Permodalan Nasional Madani (PNM). yang baru saja berdiri itu. Tak ingin bernasib serupa. dana senilai itu jelas tergolong minim. Tahun demi tahun neraca keuangan menunjukkan peningkatan yang cukup untuk membuat para pengurus KSP ini tersenyum puas. baik swasta maupun lembaga pemerintah dilakukan. KSP Tamporok Timampas kembali mendapat suntikan modal serupa sebesar Rp500 juta. terbentuklah Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Grafik neraca keuangan pun setali dua uang. seluruh pinjaman dari PT PNM tersebut berhasil dilunasi. beberapa tokoh KUD Tamporok kemudian mengusulkan agar unit usaha simpan pinjam itu dikukuhkan saja menjadi sebuah koperasi tersendiri yang memiliki badan hukum. Hanya berselang tiga tahun. Berdasarkan track record Bank Sulsel. saat ini aset yang dimiliki sudah bernilai Rp 800 juta. KSP Temporok pada 2008 telah menyetor dana sebesar Rp 100 juta ditambah bunga.230.” ungkap Ketua KSP Tamporok Timampas. sebagai penyalur dana bergulir agribisnis Rp 1 miliar. tepatnya pada akhir 2004. Berkat disiplin mengelola sistem. Juliantje Kaunang. berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan Tahun 2003. Untuk ukuran sebuah koperasi simpan pinjam. Keberhasilan itu juga mempengaruhi tingkat pengembalian dana pinjaman ke bank. Jumlahnya tidak besar. Pasar tradisional milik KUD Tamporok. Bantuan permodalan sebesar Rp 250 juta pun mengucur pada akhir tahun 2003. dana bergulir sebesar Rp1 miliar itu kini. empat tahun kemudian. Hanya Rp. Bayang-bayang KSP yang gulung tikar karena seret modal sempat menghantui para pengurus KSP Tamporok Timampas.mengelola sebuah unit simpan pinjam (USP). KSP Tamporok Timampas berhasil menjalin kerjasama dengan PT. “Peningkatan itu diperoleh dari laba usaha simpan pinjam yang dijalankan. Hasilnya. yang selanjutnya diberi nama KSP Tamporok Timampas.147.509. R a k y a t S e j a h t e r a . Berkaca dari jejak rekam KSP Tamporok Timampas tadi wajar jika kemudian proposal mereka untuk bantuan perkuatan modal Program Agribisnis/Sektoral sebesar Rp 1 miliar terkabul pada tahun 2005. Beberapa penjajakan kerjasama dengan badan usaha lain. tempat para anggota KSP Tamporok Timampas memasarkan hasil panen 118 K o p e r a s i P e d u l i .

Sedangkan tingkat suku bunga yang digunakan adalah sebesar 20. Misalnya keberhasilan pengurus KSP dalam menembus birokrasi lembaga usaha yang selama ini terkesan enggan bekerja sama dengan koperasi.967. T. Artinya. Lumpias. Wajar jika sampai waktu tertentu. Menyikapi pertanyaan nakal atas fakta itu. “Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon anggota untuk menjadi anggota KSP.808. Satu tahun kemudian.4% per tahun. sang Ketua KSP Tamporok Timampas. R a k y a t S e j a h t e r a 119 .Salah satu indikator.925. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi anggota KSP.” kata Ketua KSP Tamporok Timampas. KSP menerapkan sistem open house. Wassian.278. jumlah pinjaman dana bergulir Program Agribisnis Sektoral yang sebesar Rp 1 miliar yang diterima KSP Tamporok Timampas. Rondor dan Klabat. Dalam hal keanggotaan. Pada tahun 2007 jumlah kredit yang disalurkan mencapai senilai Rp1.507. KSP Tamporok Timampas baru mempunyai anggota tetap sebanyak 25 orang. Kredibilitas calon anggota dan jenis usaha yang dilakukan menjadi pertimbangan KSP untuk meluncurkan kredit.” KSP Tamporok Timampas Alamat Berdiri Badan Hukum Tahun Perkuatan Modal Jumlah Perkuatan Modal Peningkatan Dana Perkuatan Modal Ketua Jumlah Anggota Jumlah Karyawan : Desa Tatelu. Salah satunya prestasi pengembalian yang tidak boleh cacat selama dua kali pengajuan kredit.300. KSP Tamporok Timampas terpilih sebagai koperasi penerima bantuan dana bergulir perkuatan modal bidang agribisnis dari Pemerintah sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2005/ 2006. Track record bagus itu tidak datang begitu saja. Hasilnya adalah jumlah anggota yang banyak dan selektif. seperti Pinilih. Keca. Hingga tahun 2009 calon anggota KSP mencapai 1. dan pemberlakuan ketat di dalam persyaratannya di pihak lain. Warukapas. Setidaknya. Untuk syarat yang satu ini pengurus tidak memberi toleransi. seorang kasir dan seorang juru tagih berstatus karyawan KSP. Sayang.998. baru Rp 100 juta yang dikembalikan. bisa berpengaruh terhadap besar kecilnya pinjaman yang dikeluarkan. Dimembe.199. Juliantje Kaunang.300 dengan laba usaha juga meningkat menjadi Rp27. Di sana kepiawaian pengurus teruji. bukan hanya alasan lobi kenapa KSP pantas untuk menjalankan program dari Kementerian Negara Koperasi dan usaha Kecil dan Menengah.181. Sebagai catatan. membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat atau calon anggota yang ingin menjadi anggota KSP.604 orang. Tapi. Sedangkan untuk memudahkan pembinaan. besaran pinjaman atau kredit yang disalurkan bervariasi. jumlah kredit yang tersalur meningkat menjadi Rp1. ternyata membuahkan hasil.Minahasa Utara : 10 Mei 1997 : No: 2473/BH-KOP/IX-2003 : Tahun 2004 : Rp1 miliar : Lebih dari Rp2 miliar : Juliantje Kaunang : 25 orang : 23 orang K o p e r a s i P e d u l i . Pertimbangan utamanya tetap pada kinerja koperasi itu sendiri. misalnya. Kinerja keuangan yang kinclong tersebut merupakan buah dari sistem penyaluran dana bergulir yang relatif ketat. mulai dari yang terkecil Rp500 ribu hingga Rp20 juta dengan berbagai program pilihan.” jelas Juliantje Kaunang. hanya bisa berujar: “kami masih prioritas pada perguliran dana. yang kemudian menghasilkan laba usaha senilai Rp24. semakin bergulir semakin kuat koperasi kami. Pemerintah Daerah mulai mempertimbangkan keberadaan KSP. yang tersebar tidak hanya di Desa Tatelu tapi juga desa- desa sekitarnya. Kebijakan pintu dibuka lebar-lebar di satu pihak. di masing-masing desa ditempatkan seorang manajer. sinar kinerja KSP Tamporok Timampas terganggu oleh sebuah catatan kaki dari Bank Sulut. “Kami harus selektif dalam menerima anggota. Kab. Bahkan. Juliantje Kaunang. Sebagai bentuk dukungan Pemda. Namun. Menurut Data Bank Sulut. namun melalui perjuangan keras yang cukup panjang dari para pengurus. bisa dilihat dari jumlah kredit yang dikeluarkan.

604 scattered not only in Tatelu Village but also the surrounding villages such as Pinilih. Sumiati is a member of Loan Save Cooperation (KSP) of Tamporok Timampas. “Such increase was obtained from profit of the managed loan save business. Loan Save Cooperation (KSP) Tamporok Timampas was established in 2003. As a discipline member of KSP she paid back the loan installment.5 million.507. With that much money. In addition she also supplies fish for restaurants in Minahasa and Manado. currently asset that is owned has reached the amount of Rp 800 million. KSP applies the open house system. Such success also affects the return level of loan fund to the bank. T.925. Meanwhile. “We provide opportunities wide open for future members to become members of KPS. receiver of scrolling fund strengthening for Sector KSP. Sumiati is the manager of land fishery small business sector. Tight Requirements S Sector umiati is a simple woman. in a month she can obtain a net profit of Rp 4. In 2005. Now. developed to become Rp 2 billion. In terms of membership. According to KSP data. In 2008 Temporok returned such scrolling loan fund in the amount of Rp 100 million plus interest. R a k y a t S e j a h t e r a . any hindrances do not stop her spirit from progressing. A year later. which then produced business profit in the amount of Rp24.278. It means.998. Because of its good recording system. not for purchasing household goods.300 with business profit that also increased to become Rp27. the amount of credit distributed increased to become Rp1. Warukapas. she bought fish seed and food. Sumiati is a hard work type of business woman. Rondor and Klabat.” said Chairman of KSP Tamporok Timampas. it opens the door widely for communities or future members who wish to become KSP members. their proposal to obtain scrolling fund aid for Sector KSP in the amount of Rp 1 billion was granted in 2005. Capital aid with the value of Rp 5 million was obtained by her. and the tight enactment in its requirements are actually fruitful.808. In 2007 the amount of credit distributed reached the amount of Rp1.199. “I used all that money for business capital. for example. Juliantje Kaunang. Norht Sulawesi Providing Wide Open opportunities. The output is the large and selective number of members. now Sumiati has had six fish ponds. scrolling fund in the amount of Rp 1 billion has now four years later. She lives in Tatelu Village. can be seen from the amount of credit issued. Be hind her simplicity she is actually a strong business woman. Lumpias.967. and then she applied for the second stage loan. Up to 2009 members of KSP have reached 1. Dimembe District. 120 K o p e r a s i P e d u l i . then the third one in the amount of Rp 15 million.300.” said Sumiati expressly. Because of the discipline in system management. Sumiati submitted a proposal on capital strengthening for fishery business that she managed.181. Wassian. Juliantje Kaunang. On of the indicators.KSP TAMPOROK TIMAMPAS North Minahasa. financial balance also shows enough increase to make all administrators smile in satisfaction. Since 2001. in the amount of 10 million. The wide open door policy by one side. Eight years later. Such sparkling financial performance is the fruit of scrolling fund distribution system which is relatively tight. thanks to her hard work in managing her business.” said Chairman of KSP Tamporok Timampas.

Lahan persawahan di Kabupaten Minahasa K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 121 .

122 K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a .

SULAWESI TENGGARA Southeast Sulawesi K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 123 .

“Seperti ada tembok besar di hadapan kami. Para petani rumput laut mengeluh. Namun. Secara geografis masyarakat Desa Labone terletak di tepi selat Buton yang memang cocok untuk budidaya rumput laut.” kenang La Saimuna. Tanpa modal yang cukup. Lagi-lagi alasan minim modal membuat para petani rumput laut itu sulit melakukan eskalasi usaha mereka. seiring dengan perkembangan usaha budidaya rumput laut yang dianggap lebih potensial. Padahal. Awalnya. Sulawesi Tenggara Maju Bersama Petani Rumput Laut M 124 asyarakat Labone terkenal sebagai masyarakat pembudidaya rumput laut. mereka berprofesi sebagai nelayan. terlalu banyak persyaratan administratif yang tak bisa mereka penuhi. R a k y a t S e j a h t e r a . Meskipun harga rumput laut tergolong labil dianggap tetapi usaha ini dianggap lebih prospektif daripada menjadi nelayan kecil. permintaan pasar terhadap rumput laut semakin tinggi. Keresahan itu akhirnya bermuara di forum pertemuan anggota Koperasi Simpan Pinjam Tunas Sari. para petani rumput laut itu jelas tak bisa berbuat banyak.Aktivitas anggota KSP Tunas Sari dalam melakukan pemilihan bibit rumput laut KSP TUNAS SARI Kabupaten Muna. satu demi satu mereka beralih profesi menjadi petani rumput laut. Ketua sekaligus Manager K o p e r a s i P e d u l i . Untuk meminjam modal ke bank.

Sejak menerima perkuatan modal bergulir Program Agribisnis/Sektoral. berbelas tahun kemudian. Proposal KSP untuk memperoleh perkuatan permodalan sebesar Rp 1 miliar melalui Perkuatan Modal KSP Sektor Agribisnis disetujui. Karena USP dari KUD Tunas sari ini tumbuh dengan pesat dan menjadi unit usaha primadona maka pada 1995 diputuskan untuk berdiri sendiri dengan nama KSP Tunas Sari. “Dengan anggota sebanyak itu. K o p e r a s i P e d u l i .000. jumlah anggotanya sudah relatif banyak: 200 orang. Ketika itu. mereka yakin bahwa proposal itu akan dikabulkan. 100. selain pengawas sebanyak 3 orang. para pengurus KSP Tunas Sari sepakat untuk mengajukan proposal. “Dengan anggota sebanyak itu modal kami habis berputar. modal awalnya hanya sebesar Rp 8 juta rupiah dengan jumlah pengurus sebanyak 3 orang. Kecamatan Lasalepa. satu orang karyawan. pada tahun 2003. KSP Tunas Sari telah memiliki anggota hampir 2000 orang dengan modal mencapai Rp 3. Kini. Sebagai catatan. KSP Tunas Sari telah mengembangkan usaha simpan pinjamnya.5 persen. kami masih membutuhkan perkuatan modal untuk membiayai usaha mikro para petani rumput laut yang menjadi anggota KSP. padahal jumlah pinjaman tertinggi kami hanya Rp. Begitu mendengar bahwa Kementerian KUKM meluncurkan program perkuatan permodalan bagi KSP yang membiayai UKM sektor agribisnis. Memang.092.Rumput laut hasil produksi usaha tambak rumput laut milik anggota KSP Tunas Sari KSP Tunas Sari menggambarkan suasana hati para petani rumput laut yang menjadi anggotanya.276.” kenang La Saimuna. R a k y a t Sedikit kilas balik. yang harus lunas selama 5-10 bulan dengan bunga rata-rata 2.275. doa para petani rumput laut Lasalepa terkabul. Berbekal neraca keuangan yang stabil. Ketika itu tahun 2003.” ungkap La Saimuna. koperasi simpan pinjam berkembang dari sebuah unit usaha Simpan Pinjam pada KUD Tunas sari yang telah berdiri sejak tahun 1992 di Desa Labone. berkat sentuhan tangan dingin dari para pengurusnya. Satu tahun kemudian. S e j a h t e r a 125 .

jumlah anggota KSP ini merangkak naik.150 34. Lasalepa.473. mereka berhak menjadi anggota.134. Pencapaian itu meningkat 28 persen jika dibandingkan prestasi keuangan pada tahun 2007 dengan volume usaha sebesar Rp 11.21/XI/1995 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp1.981.816 : Desa Labone.34 miliar. Hingga akhir 2008. yang mesti lunas dalam kurun waktu 10 tahun.658 2. menyetor simpanan pokok sebesar Rp10.200 788. pada tahun 2008 lalu.347. Kab.450. R a k y a t S e j a h t e r a . Sekadar menampilkan data statistik. Cukup dengan mengisi formulir pendaftaran.4 -0. Ketua KSP Tunas Sari (kiri).214.920.901.050 14. Kec.9 juta (lihat tabel).Muna. Pada tahun 2004 jumlah anggotanya telah mencapai 2. Menurut data Bank Sultra KSP Tunas Sari tergolong koperasi yang disiplin melakukan pengangsuran. Sepanjang calon anggota tersebut disiplin melunasi pinjamannya selama dua kali putaran.000 dan membayar simpanan wajib yang besarnya 5% dari total pinjaman. La Saimuna.21 miliar.511.84 miliar dengan volume usaha sebesar Rp 14.561 2.468 orang dengan total modal yang mencapai senilai Rp 5. Pertambahan anggota yang cukup pesat itu tak mengherankan. Provinsi Sulawesi Tenggara Berdiri : 21 Juli 1995 Badan Hukum : No: 16/BH/KWK.830 KSP TUNAS SARI Alamat 823. Dari hasil penyaluran pinjaman selama Tahun Buku 2008 tersebut. karena KSP Tunas Sari memberikan persyaratan yang mudah. KSP Tunas Sari telah menunaikan kewajiban pengembalian sebesar Rp 450 juta.628 Ketua : La Saimuna Jumlah Anggota : 2000 orang Jumlah Karyawan : 32 orang 126 K o p e r a s i P e d u l i .023.097 -14 Peningkatan (%) 28 4. jumlah pinjaman yang digulirkan kepada para anggota mencapai Rp 11.49 11. Kinerja keuangan yang baik itu juga diiringi dengan kinerja pengembalian dana bergulir yang sebesar Rp 1 miliar. KSP Tunas Sari meraih pendapatan Hasil Usaha (HU) senilai Rp823.67 miliar.624. Cabang KSP Tunas Sari di Kendari (kanan) Kondisi KSP Tunas Sari 2007-2008 2007 Volume usaha Hasil Usaha (HU) Jumlah anggota 2008 Peningkatan (Rp) 3.

000/kg.5 juta yang ia gunakan untuk menambah luas area budidaya rumput laut miliknya. Namun. yang kebetulan bersiap melanjutkan ke jenjang SMA dan SMP secara bersamaan. La Rimu bekerja sebagai pedagang kelontong sekaligus bertani di ladang. Dalam satu tahun ia bisa memanen hingga lima sampai enam kali panen.Harga rumput laut kering saat ini Rp 8. La Rimu terbentur sebuah situasi sulit. La Rimu telah beberapa kali mengajukan pinjaman. tetapi saya pikir kenapa tak pinjam di Koperasi saja yang persyaratannya ternyata lebih mudah. hasil panennya berkualitas baik. “Selain menanam sendiri. Sementara itu. Bahkan ia telah mempunyai deposito puluhan juta rupiah di KSP Tunas Sari. Pinjaman kedua ini pun bisa ia kembalikan tepat waktu.Suatu ketika. Kini ia mampu membiayai kedua anaknya kuliah di Unhalu Kendari. Pinjaman kedua sebesar Rp 2. Memang harga rumput laut kering sering tidak stabil. Akhirnya dengan tekad bulat La Rimu datang ke kantor KSP Tunas Sari untuk mendaftar menjadi anggota koperasi sekaligus mengajukan pinjaman modal sebesar Rp 1 juta.000/ kg. Pria 49 tahun ini memiliki sebidang lahan seluas 400 x 300 meter persegi yang ia manfaatkan sebagai arena budidaya rumput laut. La Rimu pun akhirnya bisa membayar hutangnya ke koperasi dengan lancar. La Rimu kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp 10 juta untuk modal menjadi pengepul rumput laut kering. Kadang turun hingga kisaran Rp 4. K o p e r a s i P e d u l i . Hal itulah yang membuat La Rimu tetap setia dengan usaha budidaya rumput laut. Saat usaha budidaya rumput lautnya mengalami kemajuan. Ternyata usaha La Rimu La Rimu menuai hasil bagus.” kenang La Rimu. Sebelum membudidaya rumput laut.” ujarnya. Kini.500/kg. Untuk membeli bibit ia terpaksa menggunakan uang simpanan yang masih sedikit tersisa. “Sempat terpikir untuk meminjam uang di Bank. ketika itu harga rumput laut juga sedang tinggi. Di satu sisi ia memerlukan biaya untuk kedua anaknya. naluri dagang La Rimu menyeruak. R a k y a t S e j a h t e r a 127 . Sebagian uang tersebut ia gunakan untuk membangun gudang penampungan rumput laut kering. suatu waktu bisa melambung hingga Rp 15. Rata-rata para petani rumput laut bisa mengantongi untung setidaknya 200% hingga 300% dari modal yang mereka keluarkan. Setiap 45 hari sekali ia bisa memanen rumput laut rata-rata 1 ton rumput laut kering. saya juga ingin menjadi pengepul.Inspirasi La Rimu M enjadi petani rumput laut sudah menjadi pilihan hidup La Rimu. Usahanya berjalan lancar. Uang itu ia gunakan untuk membeli tambang sebagai media tanam rumput laut seluas 100 m x 50 m. Uang simpanannya hampir habis untuk biaya sekolah anak-anaknya. Di saat panen.

9 million (see table). Even though the price of seaweed is rather unstable. there are too many administrative requirements that thay could not meet. Such favorable financial performance was also in line with scrolling fund return performance in the amount of Rp 1 billion. then in 1995 it was decided to become independent with the name KSP Tunas Sari. However. Up to the end of 2008. Labone Village community is on the edge of Buton strait which is suitable for seaweed cultivation. KSP Tunas Sari has developed its save loan business. the prayers of Lasalepa seaweed farmers were granted.000 people with capital that reached Rp 3. one by one the community members changed jobs to become seaweed farmers. Lasalepa District. Initially. the number of KSP members has begun to go up. Equiped with stable financial balance.34 billion. due to the touch of the administrators’ cold hands. On the other hand. in 2003.” said La Saimuna. in 2008. Just to present a statistic data.KSP OF TUNAS SARI Southeast Sulawesi Moving Forward Together With Seaweed Farmers L abone Community is famous as sea weed cultivator community. Since receiving scrolling capital strengthening for Agribusinees/Sector Program. Such anxiety finally ended up in meeting forum of Tunas Sari Save Loan Cooperation members. In 2004 the number of members had reached 2. they were certain that such proposal will be granted. R a k y a t S e j a h t e r a . Without enough capital. A year later. KSP Proposal to obtain capital strengthening in the amount of Rp 1 billion through Capital Strenghtening for KSP Agribusiness Sector Program was approved. Such achievement increased by 28 percent if compared to the financial achievement in 2007 with a business volume of Rp 11.21 billion. KSP Tunas Sari obtained a business revenue (HU) with a value of Rp823. that must be paid up wihtin 10 years. they were fishermen. As a note. Seaweed farmers complained. “There seems to be a great wall in front of us. Again. administrators of KSP Tunas Sari agreed to submit a proposal.67 billion. 128 K o p e r a s i P e d u l i .276. along witht the development of seaweed cultivation that is considered as more potential. the amount of loan scrolled to the members reached Rp 11. Chairman and Manager of KSP Tunas Sari describing the feeling of seaweed farmers who were his members. KSP Tunas Sari had had members up to 2. A little flash back. save loan cooperation developed from a business unit of Save Loan in KUD of Tunas Sari that has been established since 1992 in Labone Village.84 billion with a business volume of Rp 14. Since this USP from KUD of Tunas Sari grew fast and became the main business unit. To apply for loan from the bank. Now. According to Sultra Bank data KSP Tunas Sari is a discipline cooperation in paying the installment. KSP Tunas Sari had fulfilled its obligation in returning loan in the amount of Rp 450 million. this business is considered as more prospective compared to being small fishermen.275. market demand for seaweed increased. such seaweed farmers obviously could not gain much. years later. In 2003. minimum capital becomes the reason for the seaweed farmers as the difficulties in escalating their business. when there was news that Ministry of KUKM launched capital strengthening program for KSPs that have UKM in agribusiness sector. From the output of loan distribution during such Financial Year of 2008.468 people with a total capital value of Rp 5.092. Geographically.

R a k y a t S e j a h t e r a 129 .Aktivitas petani rumput laut anggota KSP Tunas Sari K o p e r a s i P e d u l i .

Provinsi Sulawesi Tenggara Bertindak Cermat di Masa Sulit P “ engalaman adalah guru terbaik”. “Anggota yang sedang sulit usahanya saya ajak untuk bekerja menyadap dan mengolah getah pinus bekerja sama dengan Dinas Kehutanan. Ketua KSP Mina Sejahtera. ketika usaha budi daya rumput laut dan teripang yang ditekuni sebagian anggota KSP sedang mengalami kelesuan. Keadaan yang tak menguntungkan ini berimbas terhadap penurunan tingkat pendapatan anggota.Kantor KSP Mina Sejahtera di Kabupaten Kolaka KSP MINA SEJAHTERA Kabupaten Kolaka. Ia lantas mencarikan alternatif usaha bagi anggota yang mengalami kesulitan. Pengurus KSP ini senantiasa belajar kepada pengalaman mereka sendiri di masa lalu sehingga bekerja lebih cermat pada masa-masa berikutnya. Sulawesi Tenggara. KSP Mina Sejahtera mampu keluar dari ujian tersebut. tidak tinggal diam. Ujian demi ujian telah menempa KDP Mina Sejahtera. Di kepalanya tercetus gagasan untuk mengajak sejumlah anggota yang sebelumnya bergerak di bidang budi daya rumput lut dan teripang itu untuk beralih sementara bekerja menyadap getah pinus bahkan sampai ke pengolahan. R a k y a t S e j a h t e r a . Begitulah pesan yang bisa ditangkap dari kisah perjalanan KSP Mina Sejahtera Kabupaten Kolaka.” kata Jaya. Meskipun masa-masa sulit juga dialami badan usaha serupa. Dalam kerja sama tersebut. dan pada akirnya mempengaruhi kelancaran pengembalian pinjaman kepada koperasi. KSP 130 K o p e r a s i P e d u l i . Misalnya. Muhammad Jaya.

Selain itu. Saat itu. koperasi ini juga melayani simpan pinjam. “Sekarang kita berusaha untuk memperlancar pengembalian pinjaman.Aktivitas KSP Mina Sejahtera dalam memberikan pelayanan bagi para anggotanya menyediakan jasa tenaga.” tambah Jaya. Para pengurus pun akhirnya menjalin kata sepakat: meningkatkan status Mina Mandiri dari KSU menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP). menampung dan menyalurkan hasil berbagai budi daya pertanian dan perkebunan. R a k y a t S e j a h t e r a 131 .” tambah Jaya. Sebagai solusi. tak mampu mengakomodasi peningkatan kebutuhan modal usaha itu. yang berpengaruh terhadap pola usaha masyarakat. menampung hasil budi daya kelautan seperti teripang dan rumput laut dan warung serba ada (waserba). yang ketika itu masih berbentuk KSU. warga Tanggetada ramairamai membudidayakan rumput laut dan teripang. Bahkan ketika masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) Mina Sejahtera pada tahun 1998. Menurut Jaya. Satu contoh terjadi pada saat booming budi daya rumput laut dan teripang beberapa waktu lalu. koperasi ini telah melakukan berbagai kegiatan usaha. Manfaat program simpan pinjam ini sungguh besar. upaya itu dilakukan agar pinjaman dana yang telah dikucurkan dapat dikembalikan oleh masyarakat. Mina Mandiri. Bagi mereka. sementara Dinas Kehutanan menyediakan lahannya. Ketika skala usaha budidaya rumput laut masyarakat Tanggetada meningkat. Kehadiran KSP ini sangat membantu masyarakat Tanggetada dalam mendapatkan modal usaha. mereka pun mengajukan pinjaman modal ke koperasi Mina sejahtera yang pada saat itu masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU). *** Kehadiran KSP Mina Sejahtera telah banyak membantu masyarakat. Hanya saja. di antaranya sebagai penyalur pupuk saprodi (sarana produksi padi). kebutuhan modal usaha pun ikut meningkat. “Hasilnya nanti akan kita sepakati bersama. sebagian besar dari mereka tidak mempunyai modal cukup untuk memulai usaha budi daya tersebut. terutama bagi anggota dan calon anggota di lingkungan Tanggetada yang sebagian besar merupakan petani dan nelayan. K o p e r a s i P e d u l i . lebih mudah memperoleh pinjaman modal dari koperasi daripada lembaga keuangan lainnya.

372 dibandingkan SHU pada tahun 2007 yang hanya sebesar Rp 5. Dari situlah kemudian KSP Mina Sejahtera mulai fokus pada kegiatan usaha simpan pinjam.033. Meski mengalami kelesuan. karena hasil bisnis budidaya teripang dan rumput laut yang dikelola anggota sedang menurun alias tak sebagus dulu. pengajuan pinjaman ternyata lebih besar dari stok dana yang ada di koperasi.” kata Jaya. Dinamika Koperasi Problem pengembalian pinjaman adalah masalah klasik. Pasalnya. Kini.“Persyaratan peminjaman ke bank itu repot. misalnya. jika pinjam ke rentenir.250 orang. salah seorang anggota KSP Mina Sejahtera yang hingga kini menggeluti budi daya rumput laut demi untuk menghidupi keluarganya.” tambah Jaya.345. Ketersendatan pengembalian pinjaman itu terjadi. termasuk KSP Mina Sejahtera. KSP Mina Sejahtera mempunyai anggota sebanyak 126 orang dan calon anggota 1. jelas kami tak sanggup dengan bunga dan sistem pengembalian pinjaman. Sementara. “Kami sempat kerepotan melayani permintaan anggota karena keterbatasan modal yang ada di kas koperasi.” tutur Palampang (53). “Mungkin karena laut kami mulai tercemar. dialami Pelampang yang di masa lalu bisa menghasilkan 1 ton rumput laut dari lahan berukuran 100 m x 50 m. Arus surat pengajuan pinjaman dari masyarakat yang begitu deras membuat pengurus KSP kelabakan. Saat ini. tingkat pengembalian pinjaman dana bergulir agribisnis yang pernah disalurkan KSP Mina Sejahtera tergolong lancar. kisah kekurangan dana itu menjadi cerita masa lalu. di lahan yang sama. Hal itu dihadapi oleh hampir seluruh KSP.450. R a k y a t S e j a h t e r a . Kini. Dari tahun ke tahun neraca KSP menunjukkan peningkatan. salah satunya. Setelah mendapatkan bantuan dana dana bergulir perkuatan modal sektor agribisnis sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2004. Fenomena ini. Dalam kurun waktu empat Usaha pengepulan rumput laut yang mendapat suntikan modal dari KSP Mina Sejahtera 132 K o p e r a s i P e d u l i . KSP Mina Mandiri mulai bisa mencukupi kebutuhan pinjaman anggota. adanya peningkatan SHU pada tahun 2008 sebesar Rp 194. Sebagai contoh. Pelampang hanya bisa memanen paling banyak 600 kg rumput laut.

Tanggetada.723. KSP Mina Sejahtera tak segan untuk mengirim karyawan atau pengurus mengikuti berbagai pelatihan/kursus yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan PKM Provinsi Sulawesi Tenggara serta instansi terkait atau mengikuti magang di koperasi lain yang telah mapan. Para pengurus koperasi ini yakin kecermatan dalam bertindak perlu diasah. Untuk menutupi hutang ini.078 Ketua : Muhammad Jaya Jumlah Anggota : 126 orang Jumlah Karyawan : 10 orang K o p e r a s i P e d u l i . KSP menerapkan subsidi silang. Provinsi Sulawesi Tenggara Berdiri : 5 Oktober 1998 Badan Hukum : No: 359/BH/DKPPM/II/05 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar Total Aset : Rp. KSP Mina Sejahtera Alamat : Desa Tanggetada. Artinya.316. Kec. R a k y a t S e j a h t e r a 133 . Di balik kemampuan KSP Mina Sejahtera menghadapi berbagai situasi sulit di atas adalah kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam kepengurusan. KSP Mina Sejahtera telah mengembalikan pinjaman dana bergulir agribisnis/ sektoral sebesar Rp 400 juta melalui Bank BPD Sultra. kursus. Pelatihan. karena aturannya memang demikian. Kab. Kolaka.3. dan magang adalah upaya untuk mengasah kecermatan itu.Aktivitas anggota KSP Mina Sejahtera dalam proses produksi rumput laut tahun. KSP Mina Sejahtera tak pernah menunggak.

At the time. the need of business capital also increased. When the scale of seaweed cultivation business of Tanggetada community increased. when seaweed and trepang (sea cucumber) cultivation was elaborated members of KSP experienced listlessness.” Jaya added. Muhammad Jaya.” said Jaya. The stagnation of loan return occurs. the level of agribusiness scrolling fund loan return distributed by KSP Mina Sejahtera was rather high. “Members who were experiencing difficulties were invited by me to work as tapers and process pine gum in cooperation with Forestry Service. loan application demand was so high that KSP administrators became overwhelmed. Southeast Sulawesi Acting Carefully in a Difficult Period O ne ordeal after another has shaped KSP Mina Sejahtera. they applied for loan to KSP Mina Sejahtera. now the story of fund shortage becomes the story of the past. meanwhile Forestry Services provided the land. “The production will be jointly agreed upon later. After receiving agribusiness sector capital strengthening scrolling fund aid in the amount of Rp 1 billion in 2004. especially for members and future members in Tanggetada area. KSP provided manpower. since it is regulated that way. For example. due to the production of trepang and seaweed cultivation managed by the members that decreased or in other words that was not as good as it used to. The loan application turned out to be larger than the fund reserve in the cooperation. However. One example was when seaweed and trepang cultivation went booming a couple of years ago. As a solution. At this time. However. Tanggetada denizens together cultivated seaweed and trepang. among others. R a k y a t S e j a h t e r a . Within four years. It is faced by nearly all KSPs including KSP Mina Sejahtera. He then sought business alternatives for members who faced difficulties. Chairman of KSP Mina Sejahtera. “Now we are thriving to smoothen out the return of loan. Even though it went through listlessness. such effort was made in order for fund loan that has been distributed to be returned by the community. most of them did not have enough capital to start such cultivation. KSP Mina Sejahtera has returned agribusiness/sector scrolling fund loan in the amount of Rp 400 million through BPD Sultra Bank. The unfavorable circumstance had affected the level decrease of members’ revenue and in the end would affect the smoothness of loan return to the cooperation. According to Jaya. which affected the business pattern of the community. KSP Mina Mandiri began to be able to fulfill the needs of loan for the members. The presence of KSP Mina Sejahtera in the vicinity of seaweed farmers is considered as something quite large. One day. To pay up this debt KSP applies cross subsidize. KSP Mina Sejahtera has 126 members and 1. The issue of loan return is classical.KSP MINA SEJAHTERA Kolaka.250 future members.” Jaya added. did not stand still. It means KSP Mina Sejahtera has never been in arrears. In his head there was an idea to ask a number of members who previously were engaged in seaweed and trepang cultivation to shift jobs temporarily and worked as pine gum tapers and even involved up to the processing stage. 134 K o p e r a s i P e d u l i . In such cooperation.

R a k y a t S e j a h t e r a 135 .Para pengurus KSP Mina Sejahtera K o p e r a s i P e d u l i .

R a k y a t S e j a h t e r a .136 K o p e r a s i P e d u l i .

MALUKU Maluku K o p e r a s i P e d u l i . R a k y a t S e j a h t e r a 137 .

bagi warga Buru. masih ada citra dari masa lampau yang masih melekat pada pulau Buru. Citra suram itu jelas fakta. yang pada akhir dekade 1960-an menjadi pulau ‘tefaat’ (baca: tempat pemanfaatan) para tahanan politik. Setiap tahun. yang sebagian besar bekerja sebagai penyuling minyak kayu putih. mereka juga mengubah hutan dan savana menjadi beras dan palawija.Suasana di Kantor KSP Cipta Mandiri. yang berhasil meneruskan mimpi para pendatang awal di pulau ini untuk menjadikan pulau Buru sebagai pulau lumbung beras.500 ton. Memang. Itulah yang dilakukan warga Buru. pulau Buru kini menjadi lumbung padi wilayah Maluku. Namun. Kabupaten Buru KSP CIPTA MANDIRI Kabupaten Buru. pulau ini memasok padi sebanyak 2. Provinsi Maluku Mandiri di Usia Muda M 138 ereka itu para pendatang dari tanah Jawa. R a k y a t S e j a h t e r a K o p e r a s i . Mereka adalah para transmigran. Bersama penduduk asli. Sebuah buku berjudul “Cerita dari Pulau Buru” menulis bahwa mereka telah mengubah Pulau Buru yang tandus menjadi pulau yang mengalirkan ‘emas putih’ (istilah untuk sagu) dan ‘emas merah’ (istilah untuk kayu meranti). membangun citra baru dianggap lebih bijak. ketimbang menghapus citra lama itu. Pertanian dan P e d u l i . sebagian lagi menyebutnya sebagai pulau pangan. yang juga sebagian besar pendatang dari tanah Jawa. yang tak bisa dihapus begitu saja.

Koperasi Simpan Pinjam Cipta Mandiri. pertumbuhan koperasi di Indonesia meningkat pesat. juga lahir dari dinamika kedua sektor tadi. yang juga berkembang sebagai penopang aktivitas masyarakat Pulau Buru dalam menggerakkan aktivitas mereka dalam bertani dan berkebun. Ketika itu tahun 1980an. R a k y a t S e j a h t e r a 139 . Bangunan itu menjulang tinggi di antara bangunan-bangunan lain di sekitarnya. yang K o p e r a s i P e d u l i . salah satu koperasi terkemuka di Propinsi Maluku. tidak berlebihan jika ada pihak yang menyebut Koperasi ini sebagai salah satu dinamo aktivitas bisnis di pulau Buru. termasuk dinamika perkoperasian. sebuah kecamatan di pulau ini. ada 23 orang yang menjadi anggota pertama. anda akan menjumpai bangunan Rice Milling Unit (RMU) milik KSPCM. Dua sektor ini menyumbang 70% devisa dari total devisa yang dihasilkan pulau ini.4/1984 yang menyebutkan bahwa dalam satu wilayah kecamatan hanya boleh ada satu koperasi. Koperasi ini hadir diantara kelesuan usaha perkoperasian di Waeapo. KSPCM masih berbentuk KSU dengan usaha pengadaan beras sebagai andalan utama. Impian lama para petani di Pulau Buru untuk memiliki sebuah koperasi akhirnya terwujud. Sayang. enam tahun kemudian. KSP Citra Mandiri (KSPCM) tumbuh sebagai koperasi multiprestasi. Bertolak dari karakteristik yang demikian itu berbagai dinamika kehidupan di pulau ini pun tak jauh-jauh dari urusan kedua sektor tersebut. Ketika Inpres No. Dari mereka terkumpul modal awal sebesar Rp6 juta. mereka tak bisa mendirikan koperasi karena amanat Inpres No. Konsisten mengkawal jati dirinya. Ketika berdiri pada tahun 2003.Aktivitas usaha penggilingan gabah milik anggota KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru perkebunan adalah nafas pulau Buru. jika anda berjalan-jalan ke Waeapo. Ketika berdiri pada tahun 2003. pada tahun 2003 berdirilah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri. Bahkan. 4/1984 dicabut. seiring dengan pemberlakuan Inpres No. Sebagai gambaran. Meski agak terlambat. 18/1998. *** Sejarah KSP Cipta Mandiri bermula dari sebuah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri.

sebagai ketua KSU. pada tahun itu juga (tahun 2005) KSP Cita Mandiri mendapat kepercayaan sebagai peserta program perkuatan permodalan dana bergulir sektoral dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Para petani Waeapo pun tertarik untuk bergabung. Dalam tempo singkat. KSP Cipta Mandiri kini memiliki kekayaan senilai Rp 1. R a k y a t S e j a h t e r a . empat tahun. *** Cerita sukses KSP Cipta Mandiri tadi tampaknya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. Anton Suparman. Melihat jejak rekam KSU Cipta Mandiri dan konsistensi para pengurusnya. KSU-CM mendapat peluang kontrak kerjasama dengan Divisi Regional Bulog Provinsi Maluku. Warung serba ada (waserba) merupakan usaha pertama yang dirintis KSU Cipta Mandiri (KSU-CM). Di bawah kepemimpinan Slamet. Kebijakan ini didasarkan pada Pasal 7 Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. Cerita sukses itu tersiar luas. Tantangan itu dijawab dengan akhir memuaskan. Meski berumur muda. Tak puas. KSP Cipta Mandiri telah memberi contoh kepada masyarakat di Pulau Buru bahwa kerja keras adalah awal dari kesuksesan. daerah perbatasan/terpencil. sekaligus menantang. Ia telah beberapa kali memperoleh pinjaman permodalan 140 K o p e r a s i P e d u l i . 12/2005 yang menyebutkan bahwa “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang dinilai mempunyai peran strategis antara lain untuk keperluan pembinaan KSP/USP-Koperasi di daerah yang sedang berkembang.5 miliar—yang di dalamnya sudah termasuk dana pinjaman bergulir sebesar Rp 500 juta. Sebuah tawaran yang sangat menggiurkan. Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku. Tak hanya apresiasi dari masyarakat. setia pada KSP Cipta Mandiri berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. petani asal Banyuwangi yang hijrah ke Buru tahun 1981. Akhirnya. KSU-CM dilibatkan dalam pengadaan beras dengan kuantitas pasokan sebanyak 50 ton pada setiap musim panen. Pada tahun 2005. Pemerintah pun mulai melirik kinerja apik KSUCM tersebut. 67 th. Koperasi ini pun menerima pinjaman perkuatan permodalan sebesar Rp 500 juta. Isi kontrak itu. Slamet Haryono terus mencari peluang dan terobosan bisnis lain. KSU-CM berhasil menggandeng 14 kelompok penggilingan padi untuk memasok beras 50 ton per musim.Mbok Sutinah. di warung kelontongnya. misalnya. serta nilai strategis koperasi ini pada pertumbuhan ekonomi kawasan. jumlah anggota KSU KCM melonjak hingga tiga kali lipat menjadi 67 orang. yang merupakan ‘anak kandung’ dari KSU Cipta Mandiri. berdirilah KSP Cipta Mandiri. Dalam konteks ini. Dalam usia yang masih relatif muda.

Provinsi Maluku Berdiri : 29 November 2002 Badan Hukum : No: 518-80/BH/DK-UKM/V/2006.” katanya seraya tersenyum. Anton kembali dipercaya untuk memperoleh pinjaman permodalan senilai Rp10 juta. Seperti kebanyakan pengusaha mikro lainnya. yang senilaiRp5 juta. hanya Rp500 ribu. Buru. Selain Anton. transmigran asal Banyuwangi juga bisa menjadi sisi terang dinamika anggota KSP Cipta Mandiri. Modal usaha itu digunakan untuk memperbesar skala usaha usaha penggilingan padi miliknya dan biaya pengolahan tanah seluas 1 ha. Dari usaha ini ia mampu menghidupi sembilan orang anaknya. ia pun kembali mengajukan pinjaman. Ketika pinjaman telah lunas. karena seringnya ia meminjam modal ke KSP. Bahkan.” ungkap nenek 13 orang cucu ini. Kec. Berbekal keahlian membuat tempe. “Karena sering minjem jadi nggak ingat sudah berapa kami minjem ke koperasi. KSP Cipta Mandiri Alamat : Desa Waekasar. Begtulah seterusnya hingga usahanya berkembang. Waeapo. kini ia telah memiliki sebuah toko kelontong yang cukup besar. bagi Mbok Sutinah. tanggal 04 Mei 2006 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005 Jumlah Perkuatan Modal : Rp500 juta Ketua : Slamet Haryono Jumlah Anggota : 67 orang Jumlah Karyawan : 11 orang K o p e r a s i P e d u l i . permodalan sempat menjadi masalah. Dari usahanya tersebut. Setelah berhasil melunasi pinjaman pertamanya. Anton mampu membiayai pendidikan dua anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi: seorang di Akper Ambon dan seorang lagi di Universitas Siliwangi Tasikmalaya. R a k y a t S e j a h t e r a 141 . Mbok Sutinah. Kab. ia membuka usaha pembuatan tempe. “Uang itu untuk biaya beli bahan-bahan. Jawa Barat. Dari usaha pembuatan tempe itu. Ia pun lalu mengajukan pinjaman ke koperasi.Lahan pertanian yang dikelola oleh salah satu anggota KSP Cipta Mandiri dari KSP. Sutinah tidak ingat lagi berapa kali telah meminjam modal ke koperasi. dengan jumlah pinjaman yang tidak terlalu besar. 56 tahun.

This cooperation was present among the resistance of cooperation business in Waeapo. four years. KSP Cipta Mandiri now owns asset with a value of Rp 1. Maluku Independent at a Young Age T hey are pilgrims from Java land. They are the transmigrated people. which also developed as Buru island community activities supporter in motoring their activities of farming and gardening. R a k y a t S e j a h t e r a . they also turned forests and deserts to become rice and crops. KSP Cipta Mandiri was established. Cipta Mandiri Save Loan Cooperation. now Buru Island has become rice barn for Maluku area. Agriculture and plantation are the breath of Buru island. and some other people call it as the food island. A book titled “A Story from Buru Island” says that they have converted the dry land of Buru Island to become an island where ‘white gold’ (the term for sago palm) and ‘red gold’ (the term for timber tree wood) flow. who mostly work as sandal wood oil refiners. various life dynamics in this island are not far from the two sectors’ affairs. In 2005.500 tons of rice. This policy is based on Article 7 of State Minister of Cooperation and Small Middle Scale Business Regulation No. These two sectors contribute 70% of the total revenue produced by this island. From such characteristics. deriving from main savings and members’ compulsory savings. Each year. one of prominent cooperations in Maluku Province. Even tough it is still young. *** 142 K o p e r a s i P e d u l i . When it was established in 2003. In its relatively young age.KSP CIPTA MANDIRI Buru. In this context. there were 23 first members. was also born from the dynamics of those two sectors. in the same year (2005) KSP Cipta Mandiri was granted a trust to become a member of sector scrolling fund strengthening program from Ministry of Cooperation and Small Middle Scale Enterprises. including the dynamics of cooperation matters. From them working capital in the amount of Rp 6 million was collected. When it was established in 2003. KSP Cipta Mandiri has given examples to the community in Buru Island that hard work is the beginning of success. 12/2005 which states that “Minister may stipulate KSP/USP-Sector Scrolling Fund Receiver Cooperation particularly which is considered as having strategic role among others for the need of development of KSP/USP-Cooperation in the developing areas and border/remote areas. This cooperation then received a capital strengthening loan in the amount of Rp 500 million. For the natives.5 billion—in which scrolling fund in the amount of Rp 500 million is included. KSPCM was still in the form of KSU with rice trading business as its mainstay. It was a convenient store (waserba) that was first managed by KSU Cipta Mandiri (KSU-CM). this island supplies 2. who are successful in continuing the dreams of the early pilgrims in this island who turned Buru island into rice barn. Looking at the track record of KSU Cipta Mandiri and the consistency of its administrators as well as the strategic value of this cooperation on the area economic growth. Buru Island is considered as having the strategic position as ‘rice barn’ in Maluku Province. and this KSP is the “biological son” of KSU Cipta Mandiri. The history of KSP Cipta Mandiri started from a Various Business Cooperation Cipta Mandiri.

R a k y a t S e j a h t e r a 143 .Para pengurus KSP Cipta Mandiri K o p e r a s i P e d u l i .

koperasi merupakan titik simpul penting bagi pengusaha kecil yang tergabung ke dalam badan usaha tersebut dalam melakukan berbagai kegiatan bisnis sehari-hari. Pertama.Epilog Epilog Demi Amanah Konstitusi U paya pembinaan koperasi memiliki dua makna penting dalam waktu bersamaan. Dalam situasi iklim usaha baik di tingkat lokal. Meningkatkan kapasitas koperasi secara kelembagaan maupun permodalan otomatis berarti memberikan ruang yang luas bagi berkembangnya pengusaha kecil / mikro. Melalui komunikasi dan interkasi yang intensif. yang mengutamakan kompetisi. apalagi didukung tradisi kekeluargaan. R a k y a t S e j a h t e r a 144 K o p e r a s i . nasional maupun global. Titik tekan pembinaan paling tidak terfokus kepada upaya peningkatan kemampuan produksi serta kapasitas usaha. kebersamaan serta kegotongroyongan. memperkuat pilar ekonomi kerakyatan. proses pembinaan terhadap para pengusaha kecil/ mikro sudah otomatis berlangsung. Kedua. memenuhi amanah konstitusi Undang-Undang Dasar 1945. upaya pembinaan terhadap koperasi tersebut jelas memiliki makna P e d u l i . Aktivitas penting itu misalnya penyediaan modal jangka pendek bagi usaha kecil / mikro. Sebab. yang di dalamnya melibatkan warga negara terbesar dan merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Koperasi bisa menyediakan modal yang dibutuhkan dengan persyaratan yang lebih ringan ketimbang lembaga perbankan.

bahkan kekuatan yang memberikan kontribusi kepada angka pertumbuhan ekonomi nasional tidak anjlok atau bertahan di angka 4%. koperasi sebagai wadah pembinaan usaha bagi masyarakat senantiasa relevan. Artinya. mereka–bersama usaha menengah— pada umumnya masih eksis. Perhatian pemerintah kepada usaha kecil dan mikro tak boleh berhenti karena peranannya K o p e r a s i P e d u l i . merupakan langkah nyata yang diperlukan bagi usaha perkuatan ekonomi kerakyatan yang dimaksud. Amanah konstitusi tersebut merupakan hal prinsip karena Indonesia penganut paradigma negara kesejahteraan (welfare state). Dalam perspektif demikian. adalah penjelasan terang benderang bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan di negeri ini memiliki prospek yang cerah di masa mendatang.besar tidak hanya bagi peningkatan kapasitas pengusaha kecil/ mikro yang tergabung dalam berbagai jenis usaha koperasi. pada masa krisis ekonomi Indonesia pada 2007 yang masih terasa dampaknya hingga pada saat ini. Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang membiayai kegiatan ekonomi di sektor Agribisnis maupun sektoral lainnya. S e j a h t e r a 145 . Keberhasilan yang ditunjukan ratusan koperasi simpan pinjam koperasi penerima Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Perkuatan Modal Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di bidang Agribisnis/ Sektoral. Dari sisi ini. tetapi juga meringankan tugas negara mengingat mereka adalah bagian terbesar dari bangsa ini. ketika membina koperasi berarti negara telah memberikan jaminan bagi pewujudan keadilan sosial. R a k y a t tidak kecil bagi kekuatan perekonomian nasional. Buktinya. yang dilaksanakan sejak tahun 2003. dan tentu saja juga kesuksesan pengusaha kecil di dalam memanfaatkan kredit.

togetherness and mutual cooperation. to strengthen populist economic pillars. more over if they are supported by family. Development emphasizing point at least is focused on the effort of production as well as business ca- 146 K o p e r a s i P e d u l i . Through interactive and intensive communications. Such important activities are long term capital supply for small/micro business. in which the largest citizens are being involved and which constitute the important part of the national economic and Second. R a k y a t S e j a h t e r a . the process of development of small/micro entrepreneurs has automatically taken place. to fulfill The 1945 Constitution mandate. Increasing the cooperation capacity both in institutional and capitalization manners automatically means providing wide space for the development of small/micro business.Epilog Epilog For The Sake of Constitutional Mandate he effort of cooperation development has two important meanings simulta neously: First. Cooperation is able to provide the needed capital with more lenient requirements compared to banking institutions. Cooperation is the point of important knot for T small entrepreneurs as members of such business entities in running daily business.

K o p e r a s i P e d u l i . in the Indonesian economic crisis period of 2007 which effect is still felt until today. is the real step required for the concerned populist economic. they-together with middle scale business-generally still existed. cooperation as the accomodation for business develpoment for the community has always been relevant. The sucess shown by hundreds of save loan cooprations or cooprations the receivers of Micro and Small Entrepreneurs Development Program through the Strengthening of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) in Agricultural/ Sectoral fields. which emphasize in competition. Within this perspective.pacity increase. Such constitutional mandate is a principal matter since Indonesia adopts the welfare state paradigm. development effort on such cooperation clearly has large meaning not only for the increase of small/micro entrepreneurs who are members of various types of cooperation. and of course the success of small entrepreneurs in benefiting from credits. which has been implemented since 2003. It meas. national or global levels. As evidence. In the favorable business climate either in local. The government attention to small and mi- cro business cannot be ceased since its role is not insignificant for the national economic power. by developing cooperation a country has provided security for the creation of social welfare. R a k y a t S e j a h t e r a 147 . even the power that provides contribution to the number of national economic growth did not plumet or otherwise it remained stable at the level of 4%. From this perspective. Micro and Small Entrepreneurs Development Program through the Strengthening of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) which funds the economic activities in Agricultural or any other sectors. are crystal clear descriptions that this country’s populist economic development has bright prospect in the future. but also to lighten the state duties in reminding them as the largest part of this nation.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful