Anda di halaman 1dari 4

ANEKA PUISI NATAL PUISI 1: ANDA AKAN MENGENAL DIA KETIKA IA DATANG Anda akan mengenal Dia saat

Ia datang, Bukan karena genderang yang bertalu-talu, Atau udara segar yang dihembuskan-Nya, Ataupun segala sesuatu yang dikenakan-Nya, Bukan juga karena mahkota-Nya, Ataupun jubah-Nya Tetapi kehadiran-Nya pasti akan dikenal Karena keselarasan yang kudus Yang hadir di dalam diri Anda ketika Ia melawat Anda. - Anonim PUISI 2: DOA NATAL Ya Tuhan, Terang sudah tiba, Lilin di Betlehem menyala. Tolonglah saya untuk bersukacita dalam terang dan dalam cahaya itu melihat sesama saya apa adanya. Tolonglah saya untuk tetap mengenal dia sementara Natal tiba, dan cakrawala malam, sekali lagi dipenuhi dengan terang kelahiran-Mu. Amin! - Gordon Neel PUISI 3: YANG KUDUS Mereka semua mencari seorang raja Membantai musuh mereka dan mengangkat mereka; Engkau datang, seorang bayi kecil Kedatangan-Mu membuat seorang perempuan menangis. O, Anak manusia, luruskan hidup saya yang sia-sia Kehadiran-Mu memberi arti; Bukan karena roda-roda-Mu di jalan, Juga bukan karena lautan yang Kau arungi!

Engkau tidak peduli bagaimana atau siapa saya, Bahkan Engkau turun ke dunia Untuk menjawab semua kebutuhan saya, Ya, setia doa yang telah dipanjatkan. - George MacDonald

Kidung Damai Untuk Dunia Disaat kedatanganMu Tuhan Disaat-saat kelahiranMu wahai Penebus Dunia.. begitu jua adanya.. Perang, kemelaratan dan kemiskinan ketidakpastian dan putus asa telah melanda se-isi dunia Bau amis darah, bercampur asap mesiu jerit tangis mereka yang kehilangan kekasih, jerit tangis mereka yang kehilangan saudara.. Oh Tuhan, kapankah semuanya ini akan berakhir kapankah semuanya ini akan selesai ? Kepak sayapmu wahai burung putih terbanglah dengan segala sukacita Nyanyikanlah lagu damai untuk dunia dalam menyambut kelahiran Kristus sang Juru Slamat.. Amin.

Puisi Natal Senandung Natal

Nyanyi suci di malam hari Mengalun setanggi sesela hati Adik mengapa dikau sendiri Bersama abang mari ziarah ke gereja suci Sunyi hati di gelap hari Serangga mati di nyala api Kristus janganlah pergi sertai kami dalam sepi jalan sendiri Dan bulan, kerinduan yang dalam menikam nurani pengembara di perlawatan Tuhan di palungan betapa pun kebesaran Manusia nikmat tertidur di peristirahatan Nyanyi suci di malam sepi Mengalun hati diayun setanggi Adik mari berlutut di sini Tuhan hadir bagi insani Sunyi suci di gelap dini Berayun hati digetar nyanyi Dan adik mari bukakan diri Kristus istirahlah di hati kami Kristus! Lindungilah dan berkati Ajar kami berendah-hati Dan biarlah tanganmu suci

di dahi kami tersilang aman abadi