STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 

 

(SOP) 
     
BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I ‐ V 

 
 
       

DEPARTEMEN AGAMA RI  INSPEKTORAT JENDERAL  TAHUN 2009 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, dapat disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Penyusunan SOP ini dilandasi suatu pemikiran bahwa tantangan yang dihadapi Departemen Agama dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi masih cukup berat. Dalam rangka percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Agama, telah dikeluarkan Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Departemen Agama. Pada instruksi kedua adalah agar seluruh unit kerja melakukan penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Inspektorat Jenderal sebagai salah satu unit eselon I di Departemen Agama juga telah menyusun SOP. Diharapkan SOP yang telah disusun ini menjadi pedoman atau acuan kerja bagi pejabat dan pelaksana pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar, efektif, dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaannya. Semoga SOP ini bermanfaat dalam rangka sumbangsih Inspektorat Jenderal dalam percepatan reformasi birokrasi guna mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan Departemen Agama.

Jakarta, Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

H. M. SUPARTA NIP.195407071984021001

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... SURAT KEPUTUSAN INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA ........................ BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. A. Latar Belakang ............................................................................... B. Maksud dan Tujuan ......................................................................... C. Ruang Lingkup ................................................................................ D. Manfaat............................................................................................ E. Sistematika ..................................................................................... i ii

iii 1 1 1 1 2 2 4 4 5 6 7 66 90 116 189 229 275 313 354 379 423 468 496 554

BAB II PENJELASAN DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP ....................... A. Isi Form SOP ................................................................................... B. Prinsip Pelaksanaan SOP ............................................................... BAB III SOP PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEP. AGAMA ................... A. Lampiran 1 SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan ................. B. Lampiran 2 SOP Subbag Keuangan ............................................. C. Lampiran 3 SOP Subbag Evaluasi & Pelaporan ............................ D. Lampiran 4 SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian ........................ E. Lampiran 5 SOP Subbag Ortala ..................................................... F. Lampiran 6 SOP Subbag Hukum & Perundang-undangan ........... G. Lampiran 7 SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan ............. H. Lampiran 8 SOP Subbag AHP Eksternal & Dumas ....................... I. Lampiran 9 SOP Subbag Data & Informasi HASWAS ................... J. Lampiran 10 SOP Bagian Umum ................................................... K. Lampiran 11 SOP Subbag Rumah Tangga ................................... L. Lampiran 12 SOP Subbag Perlengkapan ...................................... M. Lampiran 13 SOP Inspektur Wilayah ............................................. BAB IV PENUTUP ............................................................................................

ii

mam KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA,

Menimbang

: a. bahwa dalam rangka menjaga konsistensi dan kinerja bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama, dipandang perlu menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pegawai; b. bahwa berdasarkan point a di atas perlu ditetapkan dengan surat keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama RI. : 1. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama;

Mengingat

iii

6. Keputusan Menteri Agama Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2008 tentang Reformasi Birokrasi; 8. Keputusan Inspektur Jenderal Nomor IJ/147/ 2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas, dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana tersebut dalam lampiran 1 sampai dengan 13 Keputusan ini. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU di atas merupakan pedoman pelaksanaan tugas bagi para pejabat dan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama dan merupakan satu kesatuan dengan surat keputusan ini. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

KESATU

KEDUA

KETIGA

H.M. SUPARTA NIP 195407071984021001

iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Reformasi Birokrasi yang digulirkan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan pemerintahan bersih sudah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sehingga semua departemen dituntut untuk melakukan pembenahan birokrasi di jajarannya baik di pusat maupun di daerah. Salah satu langkah dari reformasi birokrasi adalah penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Departemen Agama sebagai bagian dari birokrasi pemerintah juga mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Inspektorat Jenderal merupakan salah satu unit eselon satu di Departemen Agama mempunyai tugas meyelenggarakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen Agama. Kegiatan pengawasan dilakukan agar mampu menjamin bahwa kegiatan yang dilakukan oleh satuan organisasi/kerja di lingkungan Departemen Agama berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan, dan kebijakan yang telah digariskan dapat menjadi alat kendali dan alat ukur terhadap proses dan hasil kerja yang ingin dicapai oleh Departemen Agama. Upaya Inspektorat Jenderal Departemen Agama dalam memudahkan pelaksanaan tugas dan melaksanakan salah satu langkah reformasi birokrasi adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) B. Maksud dan Tujuan Maksud Standar Operasional Prosedur (SOP) dimaksudkan sebagai tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja. Tujuan: 1. Terwujudnya pedoman dan standar kerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama RI; 2. Terwujudnya persamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan; 3. Terwujudnya alur tugas, wewenang, dan tanggungjawab dari pelaksanaaan tugas;

1

C. Ruang Lingkup SOP ini digunakan untuk seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. D. Manfaat Manfaat SOP dalam lingkup pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal Departemen Agama meliputi antara lain: 1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pejabat dan pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. 2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang dalam menyelesaikan tugas. 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pejabat dan pelaksana dan organisasi secara keseluruhan. 4. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas. 5. Menciptakan ukuran standar kinerja pejabat dan pelaksana dalam memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan. 6. Memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berlangsung dalam berbagai situasi, secara efektif, efisien, dan akuntabel. 7. Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 8. Memberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi pejabat dan pelaksana. 9. Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 10. Sebagai instrumen yang dapat melindungi pejabat dan pelaksana dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan. 11. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas dan fungsi. E. Sistematika Sistematika penulisan buku Standar Operasonal Prosedur (SOP) ini terdiri dari empat bab. Pada Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, manfaat dan sistematika penulisan. Pada bab ini membahas tentang latar belakang mengapa buku SOP ini ditulis, maksud dan tujuan yang hendak dicapai, manfaat yang akan diperoleh, ruang lingkup permasalahan apa yang dikemukakan dalam buku ini serta sistematika penulisan. Sementara itu, pada Bab II berisi tentang penjelasan dan prinsip pelaksanaan SOP yang meliputi isi form SOP dan prinsip pelaksanaan sop. Pada bab ini akan di bahas tentang Isi form SOP yang memuat informasi dan istilah-istilah tentang SOP dan beberapa prinsip dadsar yang harus dipenuhi dalam penyusunan SOP. Selanjutnya, pada Bab III berisi SOP pada Inspektorat Jenderal Departeman Agama. Bab ini akan membahas tentang uraian Standar Operasioanal Prosedur yang ada 2

di lingkungan Itjen Departemen Agama, yang meliputi bagian-bagian atau unit kerja yang ada, yaitu: SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan; SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian; SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan; SOP Bagian Umum; dan SOP Inspektur Wilayah I sampai dengan V; Dan terakhir, pada Bab IV yaitu, Penutup yang berisi kata akhir.

3

BAB II PENJELASAN FORM DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP A. Isi Form SOP Dokumen SOP merupakan dokumen yang berisi prosedur-prosedur yang distandarkan, yang secara keseluruhan prosedur-prosedur tersebut membentuk satu kesatuan proses. Adapun informasi yang dimuat dalam dokumen SOP antara lain sebagai berikut: 1. Nama SOP: nama prosedur yang di-SOP-kan; 2. 3. 4. 5. 6. 7. Satuan Kerja/Unit Kerja: Inspektorat Jenderal; Nomor SOP: nomor prosedur yang di-SOP-kan; Tanggal Pembuatan: tanggal pertama kali SOP dibuat; Tanggal Revisi: tanggal SOP Prosedur direvisi; Tanggal Efektif: tanggal mulai diberlakukan; Disahkan Oleh: Pengesahan oleh pejabat yang berkompeten pada tingkat satuan kerja; Dasar Hukum: peraturan perundang-undangan yang mendasari prosedur; Keterkaitan: memberikan penjelasan mengenai keterkaitan prosedur yang distandarkan dengan prosedur lain yang distandarkan.

8. 9.

10. Peringatan: memberikan penjelasan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika prosedur dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. Peringatan memberikan indikasi berbagai permasalahan yang mungkin muncul dan berada di luar kendali pelaksana ketika prosedur dilaksanakan, serta berbagai dampak lain yang ditimbulkan. Dalam hal ini dijelaskan pula bagaimana cara mengatasinya. 11. Kualifikasi Pelaksana: memberikan penjelasan mengenai kualifikasi pegawai yang dibutuhkan dalam melaksanakan perannya pada prosedur yang distandarkan. 12. Peralatan dan Perlengkapan: memberikan penjelasan mengenai daftar peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. 13. Pencatatan: memuat berbagai hal yang perlu didata dan dicatat oleh setiap pejabat dan pelaksana yang berperan dalam pelaksanaan prosedur yang telah distandarkan. Dalam kaitan ini, perlu dibuat formulir-formulir tertentu yang akan diisi oleh setiap pejabat dan pelaksana yang terlibat dalam proses (Misalnya formulir 4

yang menunjukkan perjalanan sebuah proses pengolahan dokumen pelayanan perijinan. Atas formulir dasar ini akan diketahui apakah prosedur sudah sesuai dengan mutu baku yang ditetapkan dalam SOP). Setiap pegawai yang ikut berperan dalam proses, diwajibkan untuk mencatat dan mendata apa yang sudah dilakukannya, dan memberikan pengesahan bahwa langkah yang ditanganinya dapat dilanjutkan pada langkah selanjutnya. Pendataan dan pencatatan akan menjadi dokumen yang memberikan informasi penting mengenai “apakah prosedur telah dijalankan dengan benar”. 14. Uraian SOP: menjelaskan langkah-langkah kegiatan secara terinci dan sistematis dari prosedur yang distandarkan. Agar SOP ini terkait dengan kinerja, maka setiap aktivitas hendaknya mengidentifikasikan mutu baku tertentu, seperti: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan persyaratan/kelengkapan yang diperlukan (standar input) dan outputnya. Mutu baku ini akan menjadi alat kendali mutu sehingga produk akhirnya (end product) dari sebuah proses benar-benar memenuhi kualitas yang diharapkan, sebagaimana ditetapkan dalam standar pelayanan. B. Prinsip pelaksanaan SOP Pelaksanaan SOP harus memenuhi prinsip sebagai berikut: 1. Konsisten SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapa pun dan dalam kondisi apa pun oleh seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Komitmen SOP harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dari seluruh jajaran organisasi, dari level yang paling rendah sampai yang tertinggi. 3. Perbaikan berkelanjutan Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap segala penyempurnaan untuk memperoleh prosedur yang benar-benar efisien dan efektif. 4. Mengikat SOP harus mengikat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan. 5. Seluruh unsur memiliki peran penting Seluruh pegawai berperan dalam setiap prosedur yang distandarkan. Jika ada pegawai yang tidak melaksanakan perannya dengan baik, maka akan mengganggu keseluruhan proses, yang akhirnya juga berdampak pada proses penyelenggaraan pemerintahan. 6. Didokumentasikan dengan baik Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus didokumentasikan dengan baik, sehingga dapat selalu dijadikan referensi.

5

BAB III  
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)  PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMAN AGAMA 

 
           

BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I – V 

 

6

SUBBAG KEUANGAN  3. SUBBAG PERENCANAAN PROGRAM  2.Lampiran 1        STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN        1. SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN                  7 .

      STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)  SUBBAG PERENCANAAN DAN PROGRAM    1. 2. 7. 10. 3. 5. 15. 9. 19. 8. 11. 6. 18. 13. 4. SOP Evaluasi Action Plan  SOP Administrasi Surat Masuk dan Keluar  SOP Pengecekan SPPD  SOP Kalender Kegiatan  SOP Kompilasi DIPA dan RKA‐KL 5 Wilayah  SOP Kompilasi Surat Tugas  SOP Panduan PPA  SOP Penyusunan Rekonsiliasi RKAT  SOP Penyusunan Jangkauan Audit  SOP Penyusunan Buku KPKPI  SOP Penyusunan Buku Non PKPT  SOP Penyusunan Buku Penetapan Kinerja  SOP Penyusunan Buku RKAT  SOP Penyusunan Direktori Obyek Audit  SOP Penyusunan Tim Monitoring dan Evaluasi  SOP Penyusunan RKAT  SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan  SOP Penyusunan Usulan RKAT  SOP Penyusunan RKA‐KL  SOP Standar Biaya Khusus                8 . 16. 12. 17. 20. 14.

2. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. 4. Laptop. 6. Peralatan/Perlengkapan: 1. Mengajukan SK. 3. 2. 2. 7. maka tidak diketahui kelemahan-kelemahan hasil pelaksanaan Sosialisasi PPA tahun yang lalu Pelaksana No. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. SOP Workshop PPA Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami PPA secara keseluruhan. Modul Sosialisasi PPA. Bahan tayang. SOP TOT PPA. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. 1 2 3 4 5 Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Staf Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag 1 2 Pencatatan dan Pendataan: 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 Jam 40 menit 5 Menit 15 menit 1 Jam Ket. Memiliki kemampuan mengevaluasi kegiatan. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. 5. ATK. TOR. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). Kasubbag untuk ditandatangani Membuat rekap Action Staf Plan dari Lokasi Sosialisasi PPA Membuat Draft pedoman/Panduan Staf Ses 6 Pelaksanaan Program Sosialisasi PPA 3 hari 9 . Kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI ACTION PLAN Dasar Hukum: 1. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3. LCD. Keterkaitan: 1. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Meja.

Subbag Evalap. dan laporan Sosialisasi PPA tahun sebelumnya Terlaksana Evaluasi Action Plan 3 Hari 10 . Kasubbag Ses 8 9 Staf Kasubbag Ses Mendistribusikan surat Staf tugas dan panduan kepada petugas pelaksana Action Plan PPA 10 Menyerahkan copy Staf rekap surat tugas. 7 Aktivitas Meminta persetujuan pimpinan tentang pedoman Membuat surat tugas Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 jam 45 Menit 1 jam Ket. SK dan TOR ke Subbag Keuangan.Pelaksana No. dan Subbag Per-UU-an 11 Melaksanakan Staf evaluasi Action Plan Telah ditandatangani oleh Sekretaris Itjen 1 jam Kasubbag Kabag Buku Panduan. Modul Sosialisasi.

Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan kegiatan SELESAI 11 .FLOW CHART SOP EVALUASI ACTION PLAN MULAI Menyusun TOR Periksa TOR dan SK Diterima Ditolak Memaraf SK dan TOR Menandatangi SK dan TOR Membuat Rekap Sosialisasi PPA Menyusun Panduan Meminta Persetujuan Panduan Periksa Tor dan SK Ditolak Diterima Membuat Surat Tugas Mendistribusikan Surat Tugas dan Panduan Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas. dan TOR ke Subbag Keuangan. SK.

Terdapat15 an Dinas nya nomor menit surat masuk dan keluar Tata Persurat. Tata Persuratan Dinas. Alat Tulis Kantor. 3. Uraian Tugas. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Peralatan/Perlengkapan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak disusun. Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR Dasar Hukum: 1. maka akan kesulitan melacak surat yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pimpinan.Tersusun30 an Dinas nya surat menit keluar dan terarsipkannya surat masuk Tata Persurat. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT Kualifikasi Pelaksana: 1. Pelaksana No. 2. Memiliki kecermatan dan Ketelitian. 1 Aktivitas 1 2 Kasubbag 3 Staf 2. Buku Pencatatan Surat. Printer. 2. 12 . 2. Menerima surat Kabag masuk yang didisposisikan pimpinan Mencatat surat Staf masuk dan surat keluar Kabag Mengarsipkan surat masuk dan membuat surat keluar sesuai isi disposisi pimpinan Memberi nomor Staf surat masuk dan surat keluar Staf Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan Surat Masuk dan Surat Keluar dalam kurun waktu 1 tahun Staf Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Tata Persurat. 3 Kasubbag Staf 4 5. 6.Tertatanya an Dinas administrasi menit surat 15 Buku pencata.Tercatatnya tan surat surat masuk menit dan surat keluar Tata Persurat.Tersusun1 an Dinas nya rekapiJam tulasi surat masuk dan keluar 1 TersusunMinggu nya laporan surat masuk dan keluar Ket. Memiliki kemampuan mengadministrasikan surat. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama.

FLOW CHART SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR MULAI Menerima Surat Masuk Menindaklanjuti apabila Surat Keluar Mengarsipkan apabila Surat Masuk Pencatatan dan Penomoran dalam buku Pencatatan dan Penomoran dalam buku Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan dalam Kurun Waktu 1 Tahun SELESAI 13 .

Mengajukan kepada Pimpinan 4. Mesin Fotocopy. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT. Meja. Pencatatan dan Pendataan: PELAKSANA No Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag Perencanaan 2 3 1. NIP. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pengesahan SPPD MUTU BAKU Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Sesuai 1 Berkas RAB dan Menit SPPD Kegiatan diterima Sesuai Selesai 1 RAB dan Pengecek Jam Kegiatan -an SPPD Ket. Memiliki kemampuan komputer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/281/2006 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. Memeriksa Berkas berdasarkan Nama. 2. akan terjadi pertanggungKualifikasi Pelaksana: 1. maka kesalahan dalam administrasi jawabannya. Redaksi SPPD. mengoperasikan Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Teliti dan Cermat. Alat Tulis Kantor. Menerima SPPD dari subbagian Rumah Tangga 2. Rincian Anggaran Biaya. 3. Golongan/ Pangkat. Pelaksana Subbag Perencanaan Kasubbag Perencanaan SPPD telah selesai Paraf Disetujui 30 detik 5 Menit 14 . dan dasar penerbitan SPPD 3. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGECEKAN SPPD Dasar Hukum: 1.

FLOW CHART SOP PENGECEKAN SPPD MULAI SPPD dari Rumah Tangga Menerima SPPD Memeriksa SPPD SPPD BENAR Tidak Ya Mengajukan Kepada Pimpinan Pengesahan SELESAI 15 .

3. Pencatatan dan Pendataan: 2.Buku PO kalender DIPA RKA-KL kegiatan Draf kalender Draft Buku yang terkoreksi Kalender di setujui Tercetaknya Buku Kalender Kegiatan Waktu 1 hari Ket. 2. SOP Penyusunan Database Perencanaan. Perpres Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2004-2009. Mengoreksi draft kalender kegiatan Kasubbag Kabag 5.Buku Renca. 3.Tersusunnya analisa na Kinerja program . 4. SOP Penyusunan Usulan RKAT. 2. kertas. Peringatan: Jika tidak disusun. Keterkaitan: 1. Buku POK DIPA RKA-KL. Alat tulis kantor.Buku PO tulasi progDIPA RKA-KL ram kegiatan . Aktivitas Menganalisa Staf program kegiatan hasil pembahasan RKT Merekap program Staf kegiatan hasil pembahasan RKT sesuai Bagian dan Irwil Menyusun draft Staf kalender kegiatan. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Staf MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan . Kualifikasi Pelaksana: 1.Buku PO DIPA RKA-KL kegiatan .Buku Renca. laptop.Tersusunna Kinerja nya rekapi. maka akan terjadi benturan penjadwalan program kegiatan dalam waktu 1 tahun PELAKSANA No 1. 2.Tersusunnya draft na Kinerja jadwal pe. 2. UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 3.Buku Renca.Terkoreksina Kinerja nya draft . komputer. Mempunyai kompetensi dalam mengoperasikan komputer. 1 hari 1 hari 40 menit 1 hari 1 minggu 16 .Buku PO DIPA RKA-KL laksanaan kegiatan . 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KALENDER KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan menyusun kalender kegiatan.Buku Renca. Buku Rencana Kinerja. 4. Mengajukan kepada pimpinan Menggandakan buku kalender kegiatan Kasubbag Kabag Ses Itjen 6. printer.

FLOWCHART SOP KALENDER KEGIATAN MULAI Analisa Program Kegiatan dalam Penyusunan RKT Merekapitulasi Program Kegiatan Menyusun Draft Kalender Kegiatan Koreksi Ditolak Diterima Mengajukan ke Pimpinan Kalender Kegiatan SELESAI 17 .

Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. 4. SOP PO DIPA. Mengajukan konsep surat keluar untuk dikoreksi Mengajukan kepada pimpinan Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Tata PersuTersusunratan Dinas nya draft konsep surat keluar Draft konsep surat keluar Ses Itjen Konsep surat keluar yang dikoreksi Surat Keluar yang disetujui Tersusunnya konsep surat keluar Tersusunnya surat keluar Terdistribusikannya surat keluar Kualifikasi Pelaksana: 1. 6.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan. 4. Software Program Microsof Acces. Mendistribusikan surat Staf keluar ke Satker Departemen Agama 18 . 7. SOP Surat Masuk dan Keluar Peringatan: Jika tidak disusun. PMK Nomor 96/PMK. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Printer. PMK Nomor 105/ PMK. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Alat Tulis Kantor. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. 3. 2 Kasubbag Kabag 30 menit 45 menit 1 minggu 3 Kasubbag Kabag 4.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009. Memahami dalam membaca DIPA dan RKAKL 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH Dasar Hukum: 1. Standar Biaya Umum. 2. 8. PMK Nomor 08/PMK. 3. RKA-KL. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Penelaahan. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Memahami tentang anggaran 3.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007. 2. 2. Keterkaitan: 1. 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. SOP RKA-KL. maka akan kekurangan data dukung audit keuangan PELAKSANA No. 1 Aktivitas Menyusun konsep surat keluar permohonan DIPA RKAKL. Komputer. 5. Pencatatan dan Pendataan: Waktu 15 menit Ket.

Staf 3 hari 8. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses. 6.PELAKSANA No. Mencetak dan menggandakan draft Kompilasi DIPA Staf 1 minggu 19 . Aktivitas Mengadakan koordinasi dengan Ditjen Perbendaharaan Mengumpulkan data DIPA RKA-KL dari satker Depag baik pusat maupun daerah Mengolah data dari satker Depag dan Ditjen Perbendaharaan Mengoreksi draft kompilasi DIPA Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Terdapatyang disetujui nya data DIPA RKAKL Terdapatnya data DIPA RKAKL PO DIPA TersusunRKA-KL nya draft kompilasi DIPA Draft KompiTerkoreksilasi DIPA nya draft\ Kompilasi DIPA Draft Buku Draft Kompilasi DIPA yang Kompilasi DIPA dikoreksi disetujui Buku Kompilasi DIPA Waktu 1 hari Ket. Kasubbag Kabag 45 menit 10. 5. Itjen 30 menit 11. Staf 1 minggu 7.

FLOWCHART SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH MULAI Membuat Surat Keluar (Dinas) ke Sator/Satker tentang Permintaan DIPA Mengkoreksi Surat Keluar Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mendistribusikan Surat Koordinasi dan meminta DIPA seluruh Sator/Satker di Departemen Agama Mengumpulkan Data Dipa dari Sator/Satker di lingkungan Dep. Agama Mengolah Data DIPA Mencetak Draft Kompilasi Mengoreksi Draft Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mencetak/Menggandakan Pendistribusian SELESAI 20 .

Jika tidak disusun. Uraian Tugas. Staf 21 . Pelaksana No. Ket. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Staf 5. Surat Tugas Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: 3. Jika tidak disusun. Data Auditor 4. 3. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI SURAT TUGAS Dasar Hukum: 1. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Alat Tulis Kantor. 3. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer 2. 2. Kasubbag Kabag 6. Data Obyek Audit. maka kesulitan dalam melacak hilangnya surat-surat yang dibutuhkan pimpinan. Aktivitas Menginventarisir surat-surat tugas Merekapitulasi surat–surat tugas Menyusun draft kompilasi surat tugas Mengoreksi draft kompilasi surat tugas Mengajukan Draft Kompilasi pada pimpinan Menggandakan Kompilasi Surat Tugas Staf Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Tugas Terkumpulnya 2 Surat Tugas jam 2 Surat tugas Tersusunnya jam rekapitulasi surat tugas Surat Tugas Tersusunnya 1 Draft Kompihari lasi Surat Tugas Surat Tugas Terkoreksi40 nya Draft menit Kompilasi Surat Tugas Draft Kompilasi Draft Kompi15 lasi Surat Surat Tugas menit yang dikoreksi Tugas disetujui Draf Kompilasi Surat Tugas Buku Kompilasi Surat Tugas 1 minggu Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Komputer. Jika tidak disusun. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 1 2. 2. Memiliki kemampuan dalam mengkompilasi surat tugas. maka kesulitan dalam memberikan informasi kepada pemeriksa eksternal. 4. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. SOP Usulan RKAT. SOP Penyusunan Pemantauan. Keterkaitan: 1. Kasubbag Kabag Ses Itjen 7. 2. SOP Surat Tugas PKPT. SOP Surat Masuk dan Keluar. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. maka kesulitan dalam pengumpulan angka kredit auditor. Peralatan/Perlengkapan: 1. Printer. 3. 2.

FLOWCHART SOP KOMPILASI SURAT TUGAS MULAI Inventarisasi Surat Tugas Audit Merekapitulasi jumlah surat tugas sesuai jenisnya Menyusun draft kompilasi surat tugas Koreksi Tidak Ya Mengajukan pada Pimpinan Menggandakan SELESAI 22 .

untuk ditandatangani Membuat Draft Panduan PPA Membuat undangan pembahasan panduan PPA Membahas draft Panduan PPA Meminta persetujuan dari pimpinan 1 Pelaksana Kasubbag Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag Ses 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. TOR. 7. 6. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. Kursi. Peringatan: Jika tidak disusun. 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. ATK. Waktu 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 3 hari 1 hari 5. 2. Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Mengajukan SK. Memiliki kemampuan menyusun panduan. Keterkaitan: 1. 1. 5. 4. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. maka kesulitan dalam pelaksanaan sosialisasi PPA di lokasi Pelaksana No. Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Modul Sosialisasi PPA. 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Laptop. SOP Pelaksanaan Survey Lokasi PPA.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PANDUAN PPA Dasar Hukum: 1. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. LCD. 8. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Ket. SOP Action Plan PPA. 2. 3. Pelaksana Kasubbag Kabag Ses Draft Panduan PPA selesai 23 . 6. SOP Workshop PPA. Menguasai Program Pengawasan Agama. Meja. Pelaksana Pelaksana Kasubbag Ses 7. Bahan tayang. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). 4.

Subbag Evalap. 11 Aktivitas Mencetak buku panduan PPA Mendistribusikan buku Menyerahkan copy rekap surat tugas. dan Subbag PerUUan Melaksanakan Evaluasi Action Plan 1 Pelaksana Pelaksana Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 minggu 1 hari 1 hari Ket. 9.Pelaksana No. SK dan TOR ke Subbag Keuangan. PPA 12 Pelaksana Kasubbag Kabag 3 hari 24 . 10 . Telah ditanda tangani oleh Sekretaris Itjen Buku Panduan.

Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan Kegiatan SELESAI 25 . dan TOR ke Subbag Keuangan. SK.FLOW CHART SOP PANDUAN PPA MULAI Menyusun TOR dan SK Periksa Tor dan SK Ya Memaraf SK dan TOR Tidak Menandatangani SK dan TOR Membuat Draft Panduan Sosialisasi PPA Membuat Undangan Membahas draft Meminta Persetujuan Pimpinan Disetujui Tidak Ya Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas.

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT Dasar Hukum: 1. SOP Buku RKAT. Aktivitas Menerima Surat Edaran Rekonsiliasi dari Menpan 1 Sekretaris 2 Kabag/ Kasubbag Peralatan/Perlengkapan: 1. RKAT Buku Peta Wilayah dan Rekapitulasi Jangkauan Audit. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Buku URKAT. Agama dengan BPKP Pelaksana No. garanya Buku Direktori Hari Rekonsiliasi Obyek Audit. Persyaratan/ 3 Waktu Output Perlengkapan Staf Surat EdarDiterimaan Rekonnya Surat siliasi Edaran Rekonsiliasi Staf Buku URKAT 1 TerkoordiMinggu nasikannya pelaksanaan Rekonsiliasi RKAT 3 TerselengMenpan Buku URKAT. Melakukan Koordinasi Sekretaris dengan BPKP dan Menpan tentang rencana Rekonsiliasi RKAT Itjen Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi RKAT Kabag/ Kasubbag BPKP 4. Memiliki kemapuan menyusun rekonsiliasi. 6. 4. 5. 5. Pencatatan dan Pendataan: 2. Menpan Hasil 3 Naskah Rekonsiliasi Hari Berita Acara dan Doku- 26 . 4. 2. Merumuskan hasil Rekonsiliasi RKAT Itjen BPKP Mutu Baku Ket. Buku Direktori Obyek Audit. 3. Komputer. 1. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. 2. Buku Peta Wilayah Pengawasan. 3. Surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: B/85/DIV. Printer.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). 2. Alat Tulis Kantor. 3. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Penyusunan RKAT 2. Rekapitulasi Jangkauan Audit. 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Jika tidak ada Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan maka Pelaksanaan Audit akan tumpang tindih antara Itjen Dep. SOP Buku URKAT.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006.

5. BPKP. Mendistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT ke MenPan. Staf Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT 2 Hari 1 Hari Terdistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT. Menggandakan Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Staf 6. 27 . dan Irwil. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output men hasil Rekonsiliasi Buku hasil Rekonsiliasi RKAT Ket.Pelaksana No.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT MULAI Menerima Surat dari Menpan Melakukan Koordinasi dengan BPKP dan Menpan Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi Menggandakan Naskah Rekonsiliasi Mendistribusikan Buku SELESAI 28 .

PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Penyusunan Buku URKAT. Memiliki pengetahuan tentang wilayah audit. 3. Kewenangan. SOP Penyusunan Buku RKAT. Memiliki kemampuan menyusun jangkauan audit. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 1. 3. Alat Tulis Kantor. Keppres RI Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Printer. Aktivitas Menganalisa program PKPT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Jika tidak disusun. Fungsi. Direktori Obyek Audit. Tugas. Mengoreksi draft Kasubbag Kabag 40 29 . 2. 2. 3. 3. 4. Buku URKAT. Kualifikasi Pelaksana: 1. Komputer. 4. Buku Audit Khusus. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. maka kesulitan dalam pengajuan kenaikan anggaran. 3. Melakukan kompilasi data audit Staf 2 Hari 6. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 2. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT Dasar Hukum: 1. 6. Staf 5. Pencatatan dan Pendataan: 2. Jika tidak disusun. SOP Penyusunan RKAT. Buku RKAT. 5. maka kesulitan dalam pemenuhan informasi bagi pemeriksan eksternal. Pelaksana No. Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Staf 4. Keterkaitan: 1. 2. Menganalisa Direktori Obyek Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 PO DIPA Hari dan Buku RKAT serta URKAT 2 Buku Hari Direktori Obyek Audit Buku Kompilasi Audit Kasus Buku Kompilasi Audit Khusus Kompilasi draft Jangkauan Audit Draft buku 2 Hari 2 Hari Output Terdapatnya data anggaran PKPT Terdapatnya data Obyek Audit Terdapatnya data audit kasus Terdapatnya data audit khusus Tersusunnya draft buku jangkauan audit Terkoreksi Ket. Peringatan: 1. maka tidak dapat diperoleh informasi bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan. 4. Buku Audit Kasus. Jika tidak disusun. 2. SOP Direktori Obyek Audit.

30 . dikoreksi Draft Buku 1 Buku Jangkauan Minggu Jangkauan Audit yang Audit disetujui Ket. Aktivitas buku jangkauan audit 1 2 3 7.Pelaksana No. Mencetak dan menggandakan Buku Jangkauan Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan jangkauan Menit nya draft audit buku jangkauan audit 30 Draft Buku Draft buku Menit Jangkauan jangkauan Audit yang audit yang disetujui. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses Itjen 8.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT MULAI Menganalisa program PKPT Menganalsia Direktori Obyek Audit Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Kompilasi Data Dikoreksi Tidak Ya Mencetak Buku SELESAI 31 .

Kewenangan. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Keterkaitan: 1. 5. 2. 4. 3. Alat Tulis Kantor. Peringatan: Jika tidak disusun. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Buku Non PKPT. 8. Inpres RI Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 1. 2. 4. maka akan kesulitan dalam penetapan arah dan kebijakan pengawasan di lingkungan Itjen Dep. 3. SOP Penyusunan Buku Usulan PKPT. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI Dasar Hukum: 1. 4. Printer. 32 . 5. Buku Usulan PKPT. Aktivitas Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Program PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsilisasi PKPT Staf 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Fungsi. 7. Staf 3. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku 2 DiperolehUPKPT Jam nya data Usulan PKPT Buku PKPT 2 DiperolehJam nya data PKPT Buku Non 2 Terperoleh PKPT Jam nya data Non PKPT Dokumen 2 Diperolehhasil RekonJam nya data siliasi PKPT kebijakan PKPT Ket. SOP Penyusunan Buku PKPT. Fungsi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kewenangan. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Tugas.Agama Pelaksana No. SOP Rekonsiliasi PKPT. Staf 4. Memiliki kemampuan menyusun buku KPKPI. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Tugas. 3. Buku PKPT. 6. 2. Meja. Pencatatan dan Pendataan: 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Kursi. Peralatan/Perlengkapan: 1. Komputer. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyusunan Buku Non PKPT.

33 .Pelaksana No. Aktivitas Kompilasi data Staf 1 2 3 6. Penggandaan buku Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 TersusunJam nya kompilasi data PKPT 2 TersusunJam nya buku KPKPI Ket. 5.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI MULAI Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Buku PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsiliasi PKPT Kompilasi data Penggandaan SELESAI 34 .

Memiliki kemampuan pengetahuan tentang monitoring. 4. 4. Fungsi. Tugas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT Dasar Hukum: 1. Menyusun formasi jumlah staf yang akan diberangkatkan Menggabungkan data obyek pemantauan dengan formasi staf Staf Staf 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Alat Tulis Kantor. 3. Data staf Pencatatan dan Pendataan: 2. 3. 5. Fungsi. 2. SOP Penyusunan Pemantauan Kualifikasi Pelaksana: 1. Standar Biaya Umum. Memiliki kemampuan menyusun Buku. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 1. 35 . Menentukan obyek pemantauan Staf 3. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Kewenangan. 3. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). SOP Direktori Obyek Audit 2. Tugas. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mengajukan kepada pimpinan Mencetak dan Kasubbag Staf Kabag Ses Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TerdapatRencana Hari nya data Kinerja obyek peTahunan mantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya draft obyek pemantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya forData Staf masi staf RKT 1 TersusunData Staf Jam nya draf kompilasi buku non pkpt RKT 40 Draft Data Staf Menit kompilasi non pkpt terkoreksi Draft kompi30 Kompilasi lasi non PKPT Menit Non PKPT Kompilasi 30 Buku Ket. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Peringatan: Jika tidak disusun. 7. Komputer. Aktivitas Menganalisa Program Non PKPT hasil RKT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. maka kesulitan dalam menyediakan data bagi pemeriksa eksternal. Program Non PKPT hasil RKT. Printer. Keterkaitan: 1. Mengoreksi draft kompilasi non pkpt Kasubbag Kabag 6. 2. Kewenangan. Pelaksana No.

Aktivitas menggandakan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Non PKPT Menit Kompilasi Non PKPT Ket. 36 .Pelaksana No.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Khusus Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Data Pendukung Kompilasi Data Penggandaan Buku SELESAI 37 .

Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT. Mengajukan Draft Ke Pimpinan Penggandaan Staf Staf Kabag Sekreta ris Draft selesai 45 Menit 2 Hari 38 . Alat Tulis Kantor. Peringatan: Jika tidak disusun. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. 2. 2. 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. 3. Memiliki kemampuan menyusun buku pentapan kinerja. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA Dasar Hukum: 1. 3. Membuat Form/Matrik Staf Penetapan Kinerja Mengisi Form/Matrik Kompilasi Staf Staf Output dan Outcome Kegiatan 1 Jam 2 Jam 2 Hari Selesainya Input Tersusunnya Draft Penkin Draft di setujui Tersusunnya buku Penetapan Kinerja. maka akan kesulitan dalam penentuan kinerja program dan kegiatan Pelaksana No. 6. Peralatan/Perlengkapan: 1. Telah dipahami Kegiatan dalam DIPA 3. Memiliki pemahaman penetapan kinerja. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 4. Printer. Komputer. Aktivitas Mempelajari dan Staf menelaah DIPA tahun berjalan Mempelajari dan Staf Menelaah Kegiatan yang ada dalam DIPA 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. 2. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. 1. Meja. Kursi Pencatatan dan Pendataan: Form pengisian output dan outcome Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan DIPA tahun 2 berjalan Jam 2 Jam Output Ket.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Mempelajari dan Menelaah Kegiatan dalam DIPA Membuat Form/Matrik Mengisi Form Menyusun Draft Meminta persetujuan Pimpinan Penggandaan SELESAI 39 .

Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Komputer. 5. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. RKAT beKebijakan serta dokuPengawasmen laman Menpan pirannya Pelaksana 1 2 3 Staf Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT Dasar Hukum: 1. 9. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Apabila Buku RKAT tidak pelaksanaan audit tidak terarah. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 5. Inpres R. Keterkaitan: 1. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. 2. Memiliki kemampuan menusun buku. 6. 3. Data Auditor Pencatatan dan Pendataan: disusun maka Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 3 Berita Acara Buku Hari Rekonsiliasi URKAT. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Printer. 10.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. 6. 3. 2. SOP Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Kualifikasi Pelaksana: 1. Buku Usulan PKPT 4. 8. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. 1. Tugas. 2. 2. SOP Penyusunan RKAT. Tugas. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Fungsi. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Standar Biaya Umum. Kode Wilayah dan Kode Auditan. Data Obyek Audit. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 031 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). 4. Kewenangan. 3. 3. 7. No.I. Alat Tulis Kantor. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Aktivitas Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Peralatan/Perlengkapan: 1. Memiliki pemahaman tentang jangkauan audit. Kewenangan. Memiliki kemampuan berkoordinasi. SOP Direktori Obyek Audit. Sekretaris Kasubbag /Kabag 40 .

Mengirimkan Susunan Tim RKAT kepada Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Irwil TU Irwil Staf Form RKAT. 9. rekap Tim Audit tahun sebelumnya dan Data Auditor Susunan Tim RKAT Susunan Tim RKAT 1 Jam 1 Hari Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag 7. 5. 8. Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Irwil TU Irwil Staf Form RKAT 30 Menit 2 Hari 4. Mendistribusikan Form RKAT ke Irwil Menyusun Tim RKAT 1 2 3 Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Dokumen Hari RKAT hasil rekonsiliasi dan data auditor Output Terdistribusikannya Dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi Terdistribusikanya Form RKAT Tersusunnya Tim RKAT Ket. 6.Pelaksana No. 2. Aktivitas Mendistribusikan dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi kepada Para Irwil sebagai bahan Penyusunan Tim RKAT. Menyusun RKAT berdasarkan Hasil Telahaan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT Kabag Kasubbag Staf Staf Staf Susunan Tim RKAT Hasil Telahaan Naskah RKAT Buku RKAT 1 Hari Terkirimnya Susunan Tim RKAT Hasil Telaahan Susunan Tim RKAT. Tersusunnya Naskah RKAT Buku RKAT Terdistribusikanya Buku RKAT 2 Hari 1 Jam 41 . 3.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT MULAI Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Mendistribusikan Hasil Rekonsiliasi dengan Menpan dan BPKP ke Para Irwil Mendistribusikan Form RKAT ke Para Irwil Menyusun Tim RKAT Mengirimkan Susunan Tim RKAT ke Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Menyusun RKAT berdasarkan hasil Tela’ahan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT SELESAI 42 .

Biro Ortala Minggu karan wilayah dan pe. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT Dasar Hukum: 1. SOP Peta Wilayah. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.Biro Keuang an lembaga an dan IKN di lingkung.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Data Pemekaran wilayah dan Pengembangan Lembaga Pencatatan dan Pendataan: . Pendis Agama .Sator/Satker Depag. Data auditi 3 Draft Hari Kompilasi Direktori data auditi Kompilasi 1 Terkoreksi Direktori Hari nya Data data auditi Direktori Draft Buku 1 Draft Buku Direktori Hari Direktori yang disetujui terkoreksi Ses 1 TercetakMinggu nya Buku Ket. Mengoreksi Data Direktori Mengajukan pada Pimpinan Kasubbag 4. SOP Penyusunan Tim Monev. Memiliki kemampuan mengoperasikan computer. 2. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Komputer. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Data PemeData dari: . Aktivitas Menginventarisasi data yang berkaitan dengan pemekaran wilayah dan pengembangan lembaga baru Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Printer.Biro Perenc. Penggandaan buku Direktori Obyek Audit Staf 43 .Ditjen an Dep. Memiliki kemampuan dalam mengolah data. Memahami Tugas dan Fungsi Itjen. 3. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03.Ditjen Bimas Islam. .. Peringatan: Jika tidak ada Direktori Obyek Audit maka akan kesulitan menetapkan Obyek Audit dan Monev. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pemutakhiran data auditi Staf 3. Kasubbag Kabag Ses Itjen 5. Surat Keputusan tentang pengembangan lembaga di lingkungan Departemen Agama. 5. 3. 2. 3. 2. Keterkaitan: 1. Pelaksana No. Kualifikasi Pelaksana: 1. ngembang. 2. 1. Alat Tulis Kantor. 4.

Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Direktori Obyek Audit Terdistribu sinya Buku Direktori Ket.Pelaksana No. Pendistribusian Buku Staf Buku Direktori 1 Jam 44 . 6.

FLOW CHART SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT MULAI Data Direktori Yang lama Data Pemekaran Lembaga Inventarisasi data Bandingkan data Mengupdate/ menyempunakan Kompilasi data Koreksi Diterima Mengajukan Ke Pimpinan Tidak SELESAI 45 .

PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. Aktivitas Mempelajari alokasi anggaran Monitoring dan Evaluasi Mempersiapkan bahan pendukung Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Tugas. Alat Tulis Kantor. 8. Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. Tugas. 46 . 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Komputer. Keterkaitan: 1. SOP Buku Non RKAT. 3. Peringatan: Apabila tidak ada SOP Monev. Kewenangan. instrumen Monev Ket.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). SBU. Rencana Kinerja Tahunan. SOP Penyusunan Direktori. pelaksanaan tugas Monitoring dan Evaluasi tidak terarah. 6. 7. Pelaksana No. 1. 2. Fungsi. Kewenangan. Data Direktori. Standar Biaya Umum. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 2. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai PO 2 Memahami DIPA dan Jam POK kaitanRKT nya dengan Monev 2 Bahan data Direktori. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 5. Printer. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. 3. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. SOP Penyusunan Peta Wilayah. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan untuk menganalisa data. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Pencatatan dan Pendataan: Kuesioner/Form/Matrik MONEV. 4. Data Pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. data Jam pendukung pegawai di lingkungan Sekretariat. 4. Form/ blangko.

Mengajukan konsep Tim Monev pada Sekretaris Menerbitkan Surat Tugas (staf membuat surat tugas . Kasubbag Kabag Ses Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Disposisi 2 Sekretaris Hari Disepakati 2 Para Kabag Hari dan TU Irwil Konsep Tim 1 Monev Jam Output Draft Tim Monev Susunan Tim Konsep disetujui oleh Sekretaris Surat Tugas Monev Ket. 6.dikoreksi dan diparaf oleh Kasubbag dan kabag selanjutnya ditandatangani oleh Sekretaris) Pendistribusian Surat Tugas Kasubbag Kabag 1 2 3 5.Pelaksana No. Staf Surat Tugas 1 Jam Terdistribu sinya Surat Tugas 47 . Staf Kasubbag Ses dan Kabag Sesuai dengan Susunan Tim yang disetujui oleh Ses 1 Hari 7. 4. 3. Aktivitas Menyusun Tim Monev Staf Melakukan koreksi terhadap draft susunan Tim.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI MULAI Mempelajari Alokasi Anggaran Mempersiapkan Bahan Pendukung Penilaian terhadap Petugas Pemantau Menyusun Jadwal dan Daftar Petugas Mengajukan Konsep Disetujui Tidak Ya Distribusikan Surat Tugas Selesai 48 .

2. Data Obyek Audit. maka akan terjadi kesulitan dalam penetapan obyek audit dan penugasan tim audit. Keterkaitan: 1. Pelaksana No. Rencana Kinerja Tahunan. 3. Staf 49 . 8. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 1. 2.. Alat Tulis Kantor. 6. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03.PAN/ I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). SOP Penyusunan Usulan RKAT. Tugas. Kewenangan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. Printer. 7. 5. Kualifikasi Pelaksana: 1. Komputer. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 10. 2. 3.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Kewenangan. 4. 9. 5. Peringatan: Jika tidak disusun. 4. Fungsi. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdapat2 Edaran dari Jam nya inforMenpan masi kebijakan pengawasan Edaran dari BPKP 2 Jam Terdapatnya infor- Ket. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Memiliki kemampuan menyusun buku. Tugas. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Penyusunan Buku Direktori Obyek Audit. Fungsi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN RKAT Dasar Hukum: 1. Aktivitas Mempelajari dan menelaah kebijakan Pengawasan Nasional yang ditetapkan oleh Menpan Mempelajari dan menelaah kebijakan Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 2. Data Auditor. SOP Penyusunan RKT. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Edaran Menpan.

Aktivitas pengawasan oleh BPKP 3. Menyusun RKAT Staf Kasubbag Kabag 6. Melakukan Rekonsi. 7.Obrik 1 . Melakukan Pembahasan RKAT dengan Inspektur Wilayah dalam Pembahasan RKT Mengirim Konsep RKAT ke MENPAN Staf Kasubbag Kabag .Form/ blangko .Data auditor Hari .PO DIPA .Kode wilayah & Kode Auditan .SBU . RKT tahun berjalan 2 Jam 4. Mempelajari dan menelah kebijakan yang tertulis dalam RKT tahun berjalan Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output masi kebijakan pengawasan Terdapatnya informasi kebijakan pengawasan Tersusunnya data bahan pendukung Ket.Pelaksana No. Tahunan Ditandatangani oleh Irjen Draft RKAT 1 Jam Terkirimnya RKAT Itjen Kasubbag Kabag 8.Buku UPKPT Sesuai 1 TersusunUsulan Irwil Minggu nya Draft RKAT 3 Tersusun-Draft Hari nya Konsep menjadi Rencana Bahan Audit Kerja RKAT.Staf liasi dengan BPKP didampingi oleh MENPAN Kabag Ses Itjen dan Irjen Kasubbag 3 Hari RKAT Itjen Departemen Agama 50 . Menyiapkan bahan pendukung Staf 5.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN RKAT MULAI Kebijakan Menpan tentang Pengawasan Kebijakan BPKP Data dukung Dipelajari dan ditelaah Draft dibahas dengan Irwil I -V Menyusun Draft RKAT Mengirim Draft RKAT ke Menpan Rekonsiliasi dengan BPKP didampingi Menpan Rencana Kerja Audit Tahunan ITJEN Dep. Agama SELESAI 51 .

ATK.Indikator Kinerja Outcome . 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. 2. RPJMN berjalan. Keterkaitan: SOP Penyusunan Renstra. Memiliki kompetensi dalam menganalisa rencana. Meja. 3. Komputer dan printer.Program Rencana Utama Kinerja . 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah.Nomor hari nya Form . Pencatatan dan Pendataan: Form usulan kegiatan bagian/irwil. Membagikan form rencana kinerja kepada Para Kepala Bagian dan para Inspektur Wilayah Mengisi form Rencana Kinerja Tahunan Melakukan kompilasi atas hasil usulan kegiatan bagian/irwil Membahas Usulan Form RKT Staf Kasubbag TU Irwil Staf 5. mesin tik. 4. Kursi.Anggaran Form 15 Terbaginya Rencana menit Form Kerja Rencana Tahunan Kinerja Tahunan 1 Terisinya Usulan hari data setiap Bagian dan bagian/irwil Irwil Form RKT 1 Terkumpultelah terisi Jam nya usulan Form RKT Draft RKT yang telah terisi 3 Hari Draft RKT Ket. Menteri dan Inspektur Jenderal.Indikator Kinerja Output. .Sasaran. Aktivitas Menyusun form rencana kinerja Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan FormTerdiri: 1 Tersusun. 3. Pelaksana pada Subag Perencanaan. Peringatan: Jika tidak dibuat. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. . kebijakankebijakan pemerintah. Kasubbag dan Kabag Irwil I-V Ses Itjen 52 . 1. UU. maka sasaran pelaksanaan tugas dan fungsi instansi tidak berjalan Pelaksana No. 2. Renstra.

Penggandaan Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft RKT 15 Tersosialimenit sasikannya hasil pembahasan 2 Draft Hari Buku Rencana Kerja Draft Buku 1 Buku RKT Rencana Minggu Itjen Kerja Ket.Pelaksana No. 53 . Staf 8. 6. Aktivitas Melaporkan hasil pembahasan pada Inspektur Wilayah melalui Sekretaris Melakukan kompilasi hasil pembahasan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Ses Itjen 7.

FLOW CHART SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN MULAI Mempersiapkan Form/Matrik RKT Mengirimkan Form/Matrik RKT Mengisi dan Mengevaluasi Menyusun Form/ Matrik RKT Membahas Konsep Form/Matrik RKT melalu Sidang Komisi Melaporkan Hasil pada Irwil Melakukan Kompilasi Hasil Penggandaan Hasil Kompilasi SELESAI 54 .

Memahami perencanaan pengawasan.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). 2. 5. Keterkaitan: 1. 3. Printer. Alat Tulis Kantor. SOP Direktori Obyek Audit. 10. Fungsi. 6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. Data Auditor. 2. Kode Wilayah dan Kode Auditan. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 1. Pencatatan dan Pendataan: Form/Blanko Usulan RKAT Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Form URKAT 30 Form Menit URKAT Surat Pengantar dan Form URKAT Form URKAT dan Direktori 1 Jam Terkirimnya Form URKAT Draft URKAT Ket. SOP Peta Wilayah. 5. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. maka tidak tersusun program RKAT Pelaksana No. 2. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. 4. Irwil TU Irwil Staf 2 Hari 55 . KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Fungsi. 2. Memiliki Kompetensi dengan Komputer (Mengolah Data). Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kewenangan. Standar Biaya Umum. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Kewenangan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT Dasar Hukum: 1. program Program Peringatan: Jika tidak ada usulan RKAT. Data Obyek Audit.PAN/I /2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Aktivitas Membuat Form Usulan rencana kerja audit tahunan Mengedarkan Form URKAT pada TU Irwil dengan surat pengantar Mengisi form URKAT 1 Kabag 2 Kasubbag 3 Staf Peralatan/Perlengkapan: 1. Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag 3. 7. Tugas. Komputer. 9. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 3. Tugas. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 8.

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

4.

5

Mengirim draft URKAT ke Sekretaris Menelaah draft URKAT dari Irwil

Irwil

TU Irwil

Staf

Kabag

Kasubbag Staf

6.

Menyusun URKAT

Kabag

Kasubbag Staf

7. 8.

Menggandakan naskah URKAT Mendistribusikan buku URKAT kepada para Irwil

Staf Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan para Irwil Obyek Audit, Rekap Audit Tahun Lalu Draft URKAT 30 TerkirimMenit nya URKAT Draft Draft URKAT 1 URKAT para Irwil; Hari telah Direktori ditelaah Obyek Audit; Rekap Audit Tahun sebelumnya Draft URKAT 2 Naskah hasil telaahHari URKAT an Naskah 2 Buku URKAT Hari URKAT Buku URKAT 30 TerdistribuMenit sikannya buku URKAT

Ket.

56

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT

MULAI

Membuat Form/Matrik UPKPT

Mengirim Form/Blanko ke Irwil I-V

Entry data Form/Blangko

Form dikembalikan ke Bagian Perencanaan Up. Subbag Perencanaan

Penelahaan UPKPT

Subbag Perencanaan melakukan Kompilasi UPKPT

Penggandaan UPKPT

SELESAI

57

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/ 2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKT; 2. SOP PO DIPA RKA-KL Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang anggaran; 2. Mempunyai kompetensi dalam operasian komputer

peng-

Peringatan: Jika tidak dibuat, maka program dan kegiatan tidak berjalan. Pelaksana No. 1 Aktivitas Memenuhi data tentang analisis kebutuhan jumlah anggaran yang diminta oleh Sekretariat Jenderal c.q Biro Perencanaan meliputi jumlah pegawai, inventaris kantor, jumlah kegiatan dan program dalam satu tahun, serta jumlah unit kerja instansi. Menerima infromasi mengenai pagu indikatif Departemen Agama per program Staf 1 2 3

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. Software Program RKA-KL; 3. Standar Biaya Umum; 4. RKT Tahun 2010. Pencatatan dan Pendataan:

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 45 TerpenuhiSesuai menit nya infordengan data masi mesetiap bagian ngenai data tentang Inspektorat Jenderal Dep.Agama

Ket.

2

Staf

Kasubbag

Kabag

30 menit

Terdapatnya informasi anggaran

58

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Itjen Dep. Agama

Ket.

3

4.

5.

6.

7.

anggaran, untuk kemudian dianalisa oleh para pimpinan. Staf Mengajukan usulan anggaran untuk biaya program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan, beserta prakiraan maju berupa implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanannya bedasarkan pagu indikatif yang telah diterima Mengkonfirmasikan Staf prakiraan maju yang telah disetujui oleh Biro Perencanaan menjadi dasar penyusunan usulan kegiatan anggaran Inspektorat Jenderal Dep.Agama pada tahun anggaran berikutnya. Menyusun anggaran Staf Inspektorat Jenderal Dep.Agama berdasarkan usulan program, kegiatan dan jenis dari setiap bagian dan inspektur wilayah disesuaikan dengan Pagu Indikatif dari Biro perencanaan Dep. Agama untuk menghasilkan RKAKL Pagu Indikatif Staf Mengkoreksi RKAKL Pagu Indikatif yang telah disusun harus berdasarkan anggaran berbasis kinerja dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk output dan outcome. Mengadakan Staf pembahasan dengan Komisi VIII DPR tentang kondisi

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja Itjen Dep. Agama

1 jam

Tersajinya data tentang program dan kegiatan Itjen Dep.Agama

Kasubbag dan Kabag

1 jam

Tersusunnya usulan anggaran yang proporsional

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja dan Per Menkeu

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Renja dan Per Menkeu

45 menit

Terkoreksinya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag Irjen dan RKA-KL dan Kabag Ses.Itjen Pagu Indikatif

1 hari

Terbahasnya data RKA-KL Pagu

59

Pelaksana No. Aktivitas internal Inspektorat Jenderal Dep.Agama untuk mengetahui besaran anggaran yang akan dialokasikan oleh Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Menyerahkan hasil pembahasan yang telah disetujui oleh Komisi VIII DPR kepada Sekretaris Jenderal Dep.Agama c.q. Biro Perencanaan untuk menetapkan Pagu Sementara Inpsektorat Jenderal Dep.Agama Mendapatkan Pagu Sementara dari Biro Perencanaan Menyusun RKA-KL Pagu Sementara Inspektorat Jenderal Dep. Agama berdasar kan usulan program, kegiatan dan jenis belanja dari setiap bagian dan inspektur wilayah. Mengadakan pembahasan dan pengkoreksian terhadap RKA-KL Pagu Sementara bersama dengan Ditjen Anggaran Depkeu Menerima pagu definitif dari Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Mengadakan penyusunan dan pembahasan untuk menetapkan finalisasi RKA-KL Inspektorat Jenderal Pagu Definitif Mengadakan pembahasan bersama dengan Ditjen Anggaran sesuai Pagu Definitif 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Indikatif

Ket.

8.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan hasil Komisi VIII DPR

1 hari

Tersusunnya rekomendasi pagu sementara Itjen Dep. Agama

9.

10.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan usulan progam dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Sementara

11.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan 3 dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

12.

Staf

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Surat Sekretariat Jenderal

30 menit

13.

Staf

3 Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masing-masing bagian dan Irwil Kasubbag dan Kabag 1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

14.

Staf

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

60

No. 15.

Aktivitas Menyerahkan hasil pembahasan untuk dikoreksi oleh seluruh Kabag dan Kasubbag Mengajukan hasil koreksi dari Kabag dan Kasubbag untuk disetujui oleh pimpinan

1 Staf

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Perlengkapan Kasubbag Ses.Itjen 45 dan Kabag menit

Pelaksana

Output

Ket.

16.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen dan Kabag

45 menit

17.

Mencetak dan mendistribusikan RKA-KL terakhir kepada pihak terkait

Staf

1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif hasil persetujuan pimpinan Terdistribusikannya RKA-KL Pagu Definitif Terkirimnya konsep DIPA Terbahasny a konsep DIPA Terkoreksinya konsep DIPA oleh pimpinan Terkirimnya konsep DIPA

18.

19.

20.

21.

22.

Mengajukan konsep DIPA kepada Dirjen Perbendaharaan Mengadakan pembahasan DIPA dengan Ditjen Perbendaharaan Menyerahkan konsep DIPA hasil pembahasan untuk ditandatangani pimpinan Mengembalikan konsep DIPA untuk ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan Mengambil DIPA RKA-KL pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Staf

Kasubbag dan Kabag Kasubbag dan Kabag

SAPSK Itjen Dep. Agama Konsep DIPA Itjen Dep. Agama

3 hari 1 hari

Staf

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Konsep DIPA dan Kabag hasil pembahasan

1 hari

Staf

Konsep DIPA yang telah dikoreksi

1 hari

Staf

1 hari

Tersusunnya konsep DIPA RKA-KL

61

FLOW CHART SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
MULAI

B

Data Analis Kebutuhan

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Sementara

Pagu Indikatif turun dari ROCAN

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu sementara

Mengajukan Usulan Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pagu Definitif turun dari ROCAN

Konfirmasi ke ROCAN tentang Prakiran Maju ITJEN Dep. Agama

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Ya Menelaah dan Mengkoreksi Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Menyerahkan Pembahasan Kepada Para Kepala Bagian dan Kasubbag

Pengajuan Hasil Koreksi ke Pimpinan

Tidak
Disetujui

Mencetak dan Mendistribusikan ke Pihak terkait

Mengajukan Konsep di DIPA ke DJPB Ya Rapat dengan Komisi VIII DPR tentang Anggaran yang dibutuhkan ITJEN Departemen Agama Melakukan Pembahasan DIPA dengan DJPB

A
Menyerahkan hasil Pembahasan kepada Pimpinan

Menyerahkan Hasil Rapat ke ROCAN untuk mendapatkan Pagu Sementara

Mengembalikan Konsep DIPA ke DJPB untuk Disahkan

Mengambil DIPA RKA-KL ke DJPB Pagu Sementara dari ROCAN

62

SELESAI

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP STANDAR BIAYA KHUSUS
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 6. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama; 7. PMA Nomor 2 Tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkungan Departemen Agama; 8. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 9. PMK Nomor 96/PMK.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 11. PMK Nomor 105/PMK.05/ 2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKA-KL; 2. SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang proses penyusunan anggaran. 2. Memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer.

Peringatan:

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. RKA-KL 3. DIPA 4. SBU 5. RKT 6. Peraturan DJA tentang Penyusunan SBK Pencatatan dan Pendataan: Form kegiatan yang ingin di jadikan SBK

Pelaksana No. 1. Aktivitas Membentuk Tim Penyusun 1 Eselon II

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon III Pelaksana PO DIPA 1 Terbentuk& IV RKA-KL hari nya tim penyusunan

Ket.

63

No. 2.

3.

4.

5.

6.

7.

8. 9.

Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon II Eselon III Pelaksana Rencana 1 TersusunMenentukan & IV Hari nya ProgProgram/Kegiatan Kinerja ram yang yang di SBK-Kan Tahunan Ingin di SBK-Kan Mengajukan kepada Kasubbag Kabag Ses Draft 30 Draft & pimpinan Itjen Program & menit Program Kegiatan Kegiatan Menyusun Program Staf Draft 3 Draft SBK dan Anggaran yang Program & hari akan dikeluarkan Kegiatan Staf Kasubbag Kabag SBU 3 Draft SBK Melakukan Peraturan hari Hasil PemPembahasan tentang SBK bahasan dengan Dirjen Anggaran Staf Kasubbag Ses Draft hasil 30 TersusunMengajukan hasil & Kabag Itjen SBK Hasil Menit nya konsep Pembahasan untuk Pembahasan SBK disetujui oleh pimpinan TerkirimKasubbag Kabag Ses Konsep SBK Mengajukan Dratf nya SBK Itjen Hasil SBK ke DJA cq Biro Pembahasan Perencanaan Dep. Agama Penelahaan SBK Tim DJA Konsep SBK SBK telah oleh DJA disetujui SBK telah Dimasukan Ditandatangani oleh Tim DJA disetujui dalam SK pimpinan untuk Menteri disetujui oleh Keuangan Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di seluruh Indonesia Aktivitas

Pelaksana

Ket.

64

FLOWCHART SOP STANDAR BIAYA KHUSUS MULAI

Membentuk Tim

Menentukan Program yang di SBK-Kan

Mengajukan pada Pimpinan
Tidak

Disetujui Ya

Menyusun Program dan Anggaran

Pembahasan dengan DJA

Mengajukan ke Pimpinan

Disetujui Ya

Tidak

Mengajukan Draft SBK ke DJA cq Rocan

Penelahaan oleh Tim SBK DJA

SK Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di Indonesia

SELESAI

65

Lampiran 2 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)
SUBBAG KEUANGAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. SOP Pencairan Anggaran SOP Pengelolaan Keuangan SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan SOP Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SOP Pencairan Anggaran-LS SOP Pengelolaan Pajak SOP Pembukuan Kas Umum SOP Pengelolaan Buku Pembantu SOP Laporan Keuangan

66

4. Kasubbag Keuangan. SP2D. 4. SOP Pencairan Anggaran-LS. Pejabat Penguji Tagihan. sarana transportasi. 4. Bendahara. Pejabat Pembuat Komitmen. telah di verifikasi Tanda pengenal Dana telah 2 Transfer SPM telah cair hari ke rekediverifikasi ning Itjen dengan benar Dana telah cair ke rekening Itjen Pengambilan uang sesuai cek yang telah ditandatangani Dana siap didistribusikan 3 jam Uang telah siap diambil setelah konfirmasi ke pihak bank Pelaksana bidang keuangan Bendahara KPA 5. 2. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Aplikasi SPM Terisinya 30 SPM menit 2 SPM yang Dokumen jam harus lengkap. Keterkaitan: 1. komputer. 4. PMK Nomor 134/PMK. telepon. 4. kalkulator.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. Peringatan: 1. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. BKU. 2. 3. brankas. Bendahara Menyimpan Dana di brankas Dana yang telah diambil 15 menit 67 . SPM Harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang. Penerbitan SP2D/Pencairan dana lewat bank persepsi Pencairan uang ke bank Petugas KPPN Mutu Baku Ket. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. penelaahan. 5. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/ Lembaga. 2. 6.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. kursi. Pelaksana bidang keuangan. 3. SOP Pengelolaan Keuangan.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. SPM. 3. Pelaksana No 1. Aktivitas Input SPM Pemeriksaan SPM 1 Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. 5. Pencairan harus melalui rekening yang telah disetujui. 3. 2. PMK Nomor 96/PMK. ATK. 3. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Kuasa Pengguna Anggaran. Buku-buku pembantu.

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN Mulai Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Pemeriksa an SPM Ditolak Ditolak Diterima Penerbitan SP2D Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 68 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. kalkulator Peringatan: 1. Uang tunai dalam brankas tidak boleh melebihi ketentuan yang berlaku. 3. telepon. SSP. Kualifikasi Pelaksana: 1. PMK Nomor 96/PMK. 4. 4. PMK Nomor 134/PMK. Buku Pembantu Kas Persediaan. 5. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. BKU. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN. SOP Buku-buku pembantu. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. penelaahan. menyetor. Buku Pembantu Bank. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen Kasubbag Keuangan Bendahara Peralatan/Perlengkapan: Meja. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang pelaksanaan penyusunan. 5. LRA. 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. kursi. 3. Laporan keuangan kementerian/lembaga tahun anggaran 2005.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara. 2. Aplikasi SAI. Menyusun Rencana pelaksanaan anggaran sesuai DIPA.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. KMK Nomor 563/KMK. Melakukan pembukuan sesuai ketentuan yang berlaku. Meneliti tersedianya dana yang bersangkutan 6. penyetoran dan pelaporannya. 3. SOP Buku Kas Umum. SSBP. 8. 2. 7. 2. 6. Kuasa Pengguna Anggaran harus mengawasi pelaksanaan anggaran satuan kerja. 7. 3. Membayar tagihan setelah mendapat persetujuan pejabat pembuat komitmen. 6. 2. 4.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. SOP Pencairan Anggaran. 5. 69 . Menandatangani dan mempertanggungjawabkan semua dokumen pengeluaran yang dikelolanya. komputer. mesin tik. 2. 8. Keterkaitan: 1. 9. SOP Pencairan Anggaran-LS. Memotong dan/atau memungut. 7. menyetorkan dan melaporkan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. 3. brankas. 4. 9. Buku Pembantu Pajak. Menyusun laporan realisasi anggaran. ATK. Buku Pembantu Kas Tunai.

Kasubbag keuangan 3.Bendahara Atasan jawaban langsung bendahara Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Uang yang Tersimpan15 telah diambil nya uang menit dengan baik Uang telah Tersusunnya 1 tersimpan rencana hari dengan baik pengeluaran anggaran 3 Tersusunnya Kesepahamjam an tentang rencana pengeluaran alokasi dana yang akan Anggaran digunakan Kesepaham. Aktivitas Menyimpan uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran anggaran Koordinasi dengan seluruh Pengelola kegiatan Pendistribusian dana 1 Bendahara 2 3 2.Dana telah 1 an tentang sampai hari alokasi dana kepada yang yang akan berhak digunakan Memungut Dana telah 1 disampaikan dan/atau hari kepada yang memotong pajak dan berhak melaporkan sesuai ketentuan Dokumen Bukti-bukti 1 pengeluaran. Bendahara Memungut pajak dan menyetorkannya 6. telah siap di minggu pertanggungkwitansi jawabkan 70 .Pelaksana No 1. Pengelola kegiatan 4. Pertanggung. Bendahara Pelaksana kegiatan 5.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Mulai Penyimpanan Uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran A Koordinasi dengan seluruh Pemakai A Pendistribusian Dana Memungut/Menyetorkan Pajak Pertanggung jawaban Selesai 71 .

oleh subbag bag Hukum Evalap dan Per-UU 1 Telah ditanda Sekretaris Dokumen Itjen yang telah di tangani oleh hari disposisi oleh Sekretaris subbag Evalap Dana Bendahara Kasubbag Dokumen 1 keuangan yang telah di diterima hari tandatangani pelaksana kegiatan oleh Ses. 4. 5. Kwitansi. RAB. 3. TOR. Aktivitas Persiapan dokumen pencairan 1 Pelaksana kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Memverifikasi kegiatan dan harus sudah sesuai dengan PO. 3. 2. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Hukum dan Per-UU 3. SOP Pencairan Anggaran 2. kursi. 6. Pelaksana No 1. Petunjuk operasional. 4. 4. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. SK. TOR. 3. Keterkaitan: 1. komputer.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. Rencana pengeluaran. SK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. brankas. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN. SPM sudah disetujui oleh KPPN. 5. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke Sekretaris SK. pengajuan hari TOR anggaran telah siap 1 Dokumen pe. Dokumen 1 Kwitansi. Pelaksana bidang keuangan. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: 1. TOR. RAB. RAB Pelaksana diajukan ke kegiatan Subbag Keuangan 5. 4. Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan SK. kalkulator Pencatatan dan Pendataan: 1. 2.disposisi disposisi Sub. telepon. Ket 72 . TOR. 2.Telah di beri Subbag ngajuan yang nomor dan di hari hukum telah siap disposisi dan Peroleh subbag UU hukum dan Per-UU 1 Telah diberi Subbag Dokumen hari Evalap yang telah di. 3. Kuasa Pengguna Anggaran. TOR. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Kasubbag Keuangan. PP Nomor 21 tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga. Pengeluaran harus disetujui oleh KPA. 2. Faktur. SK. Dana di Bank telah tersedia dan siap diambil oleh keuangan. PMK Nomor 134/PMK. Bendahara. Pengeluaran dana harus sesuai perjanjian. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Evalap 4. mesin tik. ATK.

FLOW CHART SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Mulai Persiapan Pencairan Dokumen Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Evalap Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Hukum dan Per-UU Dokumen diajukan ke Sekretaris Itjen Dokumen diajukan ke Subbag Keuangan Selesai 73 .

5. Data yang diinput di SAK dan SIMAK-BMN harus sesuai dengan data yang ada di SP2D. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Aktivitas Menginput Data SAI dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: SOP Laporan Keuangan Peringatan: 1. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja Instansi pemerintah. kalkulator. Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Depag Operator Pelaksana SAI Biro Keuangan Mutu Baku Ket Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SP2D. Operator Operator SAI SIMAKBMN Operator Operator SAI SIMAKBMN 2. mesin tik. Rekonsiliasi harus sesuai dengan periode waktu berjalan. komputer. kursi. Untuk memudahkan penggabungan.06/2007 tentang sistem Akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. 3. Data yang ada di Aplikasi SAI harus sudah melalui proses rekonsiliasi dengan pihak KPPN Pelaksana No 1.dokumen Terinputnya 1 pengadaan data di SAI bulan dan SIMAKBMN SAK dan SAK dan 1 harus SIMAK . 3. 3. 2.BMN SIMAK-BMN hari sesuai yang telah di telah direkondengan input siliasi pencairan dana/Aset yang tercantum di neraca 1 SAI yang telah SAI telah dihari direkonsiliasi rekonsiliasi dengan Biro Keuangan 74 . UU Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara. ATK. Pelaksana bidang perlengkapan yang telah mengikuti Diklat SAI. 3. PMK Nomor 171/PMK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Dasar Hukum: 1. 2. 4. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. Aplikasi SIMAK-BMN 2. 4. brankas. telepon. agar rekonsiliasi antara SAK dan SIMAK-BMN dilakukan 1 bulan sekali. Pelaksana bidang keuangan yang telah mengikuti Diklat SAI. Pelaksana bidang keuangan yang memahami alur proses pertanggungjawaban keuangan. Aplikasi SAK 2. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang standar Akuntansi Pemerintahan.

FLOW CHART SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Mulai Input SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Tidak sama Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Sama sama Selesai 75 .

telepon. 5. 2. 6. Pelaksana No 1. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: 1. 4. 4. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga. 4. Pelaksana bidang keuangan. Kuasa Pengguna Anggaran. adaan sesuai Jam dengan PO DIPA 15 Dokumen yang Terinputnya menit sesuai dengan SPM PO DIPA SPM yang Terverifikasinya 2 sudah diinput data SPM jam SPM yang telah disetujui Dana telah cair/ transfer ke 2 hari Ket Penerbitan Petugas SP2D/Pencairan KPPN 76 . Keppres Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. komputer. SPM harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang. 6. Pejabat Penguji Tagihan. Peralatan/Perlengkapan: Meja.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. nilai Pembelian harus dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. 4. Jika menyangkut pencairan dana pihak ketiga/ rekanan. 3. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. ATK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. BKU. 2. SPP. 5. 2. Input SPM 3. Pejabat Pembuat Komitmen. SOP Pengelolaan Anggaran 2. di dalam pengajuan ke KPPN harus disertakan Resume Kontrak. penelahaan. 2. SP2D. 3. sarana transportasi. SOP Pencairan Anggaran Peringatan: 1. PMK Nomor 134/PMK. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. 5. Pejabat Penandatangan SPM. 5. SSP. Transaksi yang berlangsung dengan pihak ketiga/rekanan. 3. Pencairan dana langsung ke pihak ketiga/ rekanan atau rekening Bendahara. Aktivitas Verifikasi dokumen 1 Pelaksana bidang keuangan Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Kasubbag Keuangan. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. 3. kursi. 2. SPM. 7. 4. kalkulator.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Dasar Hukum: 1. Pemeriksaan SPM Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Dokumen Dokumen peng1 Pengadaan. PMK Nomor 96/PMK.

Menyimpan Dana di brankas Bendahara Dana yang telah diambil Dana siap distribusikan di 15 menit 77 .Pelaksana No Aktivitas dana lewat bank persepsi 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output rekening itjen/ transfer ke rekening pihak ketiga/rekanan Pengambilan Dana sesuai cek yang telah ditandatangani Waktu Ket 5. Pencairan uang ke bank Pelaksana Bendahara bidang keuangan KPA Dana telah ditransfer ke rekening Itjen 3 Jam Uang telah siap di ambil setelah konfirmasi ke pihak bank 6.

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Mulai Verifikasi Dokumen Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Ditolak Pemeriksaan SPM Diterima Penerbitan SP2D Transfer ke Rekening Pihak ketiga/Rekanan Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 78 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN PAJAK Dasar Hukum: 1. 6. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Faktur pajak. 4. 2. Faktur pajak dan SSP merupakan bukti pemungutan dan penyetoran PPN dan PPh. 2. Aktivitas Menerima Faktur pajak dari rekanan Menghitung Pajak 1 Bendaharawan Bendaharawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. menyetor. ATK. Pelaksana Bidang keuangan. SSP harus di cantumkan NPWP pihak ketiga. kursi. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. penyetoran dan pelaporannya. BKU. Pelaksana No 1. kecuali yang tercantum dalam pasal 4 ayat (1) KMK Nomor 563/KMK. mesin tik. komputer. 4. 4. 2. kalkulator. SSP. 5. 2. Pajak yang dipungut harus disetorkan ke bank persepsi atau kantor pos. 4. 3. Dasar pemungutan pajak adalah jumlah pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan sebagaimana tersebut dalam SPM. 2. Buku pembantu pajak.Pajak yang Jam suai dengan telah dihinilai pembelitung an Pajak yang Telah dipo1 telah dihitung tongnya pajak jam Pajak hasil Pajak telah 2 Faktur pajak pemotongan disetorkan jam ditanda- 79 . Pencatatan dan Pendataan: 1. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. Keterkaitan: SOP Pengelolaan Anggaran Peringatan: 1. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara.03/2003. Pemungutan pajak dilakukan pada saat pembayaran oleh bendaharawan kepada rekanan pemerintah. Memungut pajak Penyetoran Pajak Bendaharawan Bendaharawan Pelaksana Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 SSP SSP sesuai Jam dengan nilai pembelian 1 SSP yang se. KMK Nomor 563/KMK. 3. Bendahara. sarana transportasi. 3. Semua pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan pemerintah harus dipungut PPN dan atau PPn BM. 3.

” 5. Pelaporan Pajak Bendaharawan Pajak yang telah disetorkan Telah dilaporkannya pajak 3 jam 80 ..Pelaksana No Aktivitas 1 2 bidang keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan tangani oleh bendahara dan pada lembar faktur pajak wajib di bubuhi cap “disetor tanggal...

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN PAJAK Mulai Menerima Faktur Pajak Menghitung Pajak Memungut Pajak Menyetorkan Pajak Melaporkan Pajak Selesai 81 .

Penutupan register BKU harus ditandatangani oleh atasan langsung bendahara. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. 5. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. 3. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kwitansi Terkumpulpembayaran. Semua transaksi keuangan harus dibukukan dalam BKU. kursi. 3. 2. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. SOP Pembukuan buku pembantu. 4. 2. Buku Cek. 5. KMK Nomor332/M/V/9/1968 tentang buku kas umum dan cara mengerjakannya. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. SPTB. Buku Kas Umum. Pelaksana No 1. Pulpen. Pembukuan BKU harus sesuai isinya dengan SPTB. PMK Nomor 606/PMK. komputer. BKU. ATK. Tertib admintrasi keuangan. 3. 6. SOP Pengelolaan Keuangan. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 6. Peringatan: 1.Akhir datangani oleh bulan 82 . 4. 7. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER-21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005. SPM. 4. 5. kalkulator. 4. Pelaks ana bidang keuang an BendaPelakharawan sana bidang Pelaksana bidang keuang an Bendahara 3 jam Bukti-bukti yang telah dicocokkan Setiap ada transaksi Saldo di BKU harus dicocokkan KPA Transaksi yang telah dibukukan BKU telah Setiap ditutup/ditan. SP2D.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Dasar Hukum: 1. 2.06/2004. Pembukuan BKU waktunya sesudah ada bukti transaksi. 2. nya buktiFaktur Pajak bukti pembayaran Bukti-bukti pembayaran Telah dicocokkannya bukti pembayaran dengan SPTB Transaksi yang telah dibukukan Waktu 1 Jam Keterangan 2. Keterkaitan: 1. Kwitansi Pembayaran. Bendahara. Rekening Koran. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Mencocokkan bukti pembayaran dengan SPTB Pembukuan awal bulan dan pembukuan selanjutnya Penutupan BKU 3. 2. Aktivitas Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran 1 Bendahara 2 Pelaksana bidang keuang an 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bendahara dan atasan langsung Bendahara Waktu Keterangan jumlahnya dengan saldo bank dan buku kas tunai 83 .

FLOW CHART SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Mulai Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran Entry SPTB Pengisian Lembar Pertama BKU Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan BKU Selesai 84 .

Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK. 3. 4. 3. Pelaksana No 1. Buku Pajak. Untuk pengklasifikasian jenis dana.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. 2. 5. MengumpulBendahara Pelaksana kan bukti-bukti bidang transaksi keuangan Bendahara Pelaksana Pembukuan bidang awal bulan keuangan dan pembukuan selanjutnya 2. komputer. Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Dasar Hukum: 1. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. PMK Nomor 134/PMK. Bendahara. Pencatatan arus kas keuangan. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005 Keterkaitan: 1. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2. 2. Pulpen. Peringatan: 1. 3. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. Penggunaan buku pembantu adalah untuk memudahkan dalam pengawasan anggaran. Bukubuku pembantu. 3. 4. 2. kalkulator. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. 2. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Penggunaan buku-buku pembantu juga untuk memudahkan dalam melakukan pertanggungjawaban anggaran. kursi. Tertib Administrasi. Buku Kas Persediaan. Administrasi keuangan. Buku Kas Tunai. Buku Bank. Penutupan pembukuan Bendahara Pelaksana bidang keuangan Hasil pembukuan Setiap Transaksi yang telah ada tranditutup saksi 85 . Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Bukti-bukti Terkumpul1 transaksi nya buktijam bukti transaksi 1 Bukti-bukti Bukti-bukti transaksi yang telah hari di bukukan Keterangan Format buku-buku pembantu adalah Staffel kecuali buku pembantu pajak yang formatnya scontro 3.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Mulai Mengumpulkan Bukti Transaksi Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan Pembukuan Selesai 86 .

ATK. Isi Laporan keuangan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. LRA. Neraca. alat transportasi Peringatan: Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: 1. 5.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. 4. kalkulator. 3. Ditjen Perbendaharaan. 6. 4. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kuasa Pengguna Anggaran. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER24/PB/2006 Tentang pelaksanaan penyusunan laporan keuangan Kementerian Negara/ Lembaga. 3. 3. 2. kursi. Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Depag 1 hari 87 . 2. Triwulan. Bukubuku pembantu. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Biro Keuangan Depag. 4. 2. 2. semesteran dan tahunan. Pelaksana No 1. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. KPPN. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Pensil. Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Pelaksana bidang keuangan Pelaksana Pelaksana bidang bidang keuangan perlengkapan Pelaksana bidang keuangan Pelaksana bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Terinputnya SP2D SP2D yang telah diinput SAK dan SIMAKBMN telah direkonsiliasi SAI telah sesuai dengan KPPN SAI telah sesuai dengan Biro Keuangan Waktu 1 jam 1 hari Keterangan 3. Bendahara. Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. Pelaksana bidang keuangan. Pulpen. 1. 2. 3. 3. SAI. Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SAI yang telah direkonsiliasi dengan KPPN 1 hari 4. PMK Nomor 134/PMK. Laporan Keuangan tidak boleh melebihi batas waktu ketentuan. 2. Pejabat Pembuat Komitmen. Ditjen Anggaran. Periode Laporan keuangan adalah 1 bulan. Aktivitas Entry SP2D 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. Kasubbag Keuangan. komputer.

semester. dan tahunan 88 . Aktivitas Pembuatan Buku Laporan Keuangan 1 Pelaksana bidang keuangan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerwujudSAI yang nya buku sesuai laporan dengan Biro keuangan Keuangan yang telah ditandatangani oleh KPA Waktu 3 hari Keterangan Pembuatan buku yaitu Triwulan.Pelaksana No 5.

FLOW CHART SOP LAPORAN KEUANGAN Mulai Entry SP2D Tidak sama Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Pembuatan Buku Laporan Keuangan Selesai 89 .

2. 8. 6. 7. 5.Lampiran 3  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)        SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN    1. 4. SOP Evaluasi Realisasi Kinerja  SOP Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Itjen  SOP Monitoring Perjalanan Dinas  SOP Penerbitan SK Kegiatan  SOP Realisasi PKPT  SOP Sinkronisasi Realisasi Anggaran Kegiatan  SOP Monitoring SK Kegiatan  SOP Verifikasi Anggaran  90 . 3.

3. Lap RA&K 1. SAI. Pelaksana No 1. 2. 3. Setiap awal tahun anggaran selalu dibuatkan Rencana Kinerja Tahunan oleh setiap Satker.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 2. 3. dan juga tidak akan dapat dilakukannya evaluasi kinerja. karena kalau tidak dibuatkan Renja tersebut maka tidak akan memperoleh anggaran yang tepat. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 5. jika tidak maka dianggap anggaran belum terserap. 2. 4. 2. Keterkaitan: 1. SOP Kalender Kegiatan. Seluruh kegiatan yang sudah dipertanggungjawabkan harus dituangkan ke dalam laporan SAI. Peralatan/Perlengkapan: 1. 6. Mampu melakukan analisa/evaluasi terhadap kinerja anggaran. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Pendataan realisasi anggaran per bagian. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. SOP Laporan Keuangan. Mampu/memahami dokumen Rencana Kinerja. karena kalau tidak dibuat laporannya maka tidak akan jelas berapa anggaran yang telah dikeluarkan dari pihak penanggungjawab kegiatan tersebut. RKT. Persyaratan/ 3 Perlengkapan Subbag 1. 5. 4. 3. 3. Aktifitas Mengumpulkan bahan dari masing Subbag dan Irwil Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan Irwil per triwulan 1 Subbag dan Irwil Subbag Evalap 2 Subbag Keuang an Pencatatan dan Pendataan: 1. Setiap bagian atau penanggungjawab kegiatan wajib membuat laporan realisasi anggaran. 2. Mutu Baku Output Terkumpulnya semua bahan evaluasi Terukurnya keberhasilan kinerja setiap bagian dan Irwil Waktu 3 hari Ket. 4. 2. SP2D. Mampu/memahami dokumen RKA-KL. 3. 2. Evalap 2. 2. Pencatatan hasil evaluasi anggaran sementara. Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Pelaksanaan Kegiatan. ATK Komputer PC POK Renja Laporan realisasi anggaran (SAI) Laporan realisasi anggaran per bagian Peringatan: 1. RKT. Lap RA&K 5 hari 91 .

Terukurnya 5 2. 4. SP2D. 3. SAI. Kalender Kegiatan Kalender Kegiatan 3 hari Ket. SP2D. Subbag Evalap 2 Laporan Evaluasi Realisa. Subbag Evalap 6. SAI. Lap RA&K. Lakip hari 3.Pelaksana No 3. Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1. Lap RA&K Rencana Kinerja Tahunan 1. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya Menyusun Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 1 Subbag Evalap 2 3 4.hari si Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 92 . 2. 4. RKT. 5. RKT. 5. SAI. SP2D. Draft PKK 5 2. daya serap hari anggaran Itjen per triwulan 1. Aktifitas Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen Per triwulan Menganalisis hasil kinerja.

RA & K. 3. RKT. SP2D. Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen per triwulan. Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya. 2. 2. 5. 4. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan.FLOWCHART SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA MULAI Mengumpulkan Bahan Dari Setiap Subbag dan Irwil 1. Menganalisis hasil kinerja. 6. 1. 1. 3. Draft Pengukuran Kinerja (PKK) LAKIP Kalender Kegiatan Menyusun laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan Arsip Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran Laporan Diserahkan untuk Sekretaris dan Setiap Bagian SELESAI 93 . Lap. SAI. Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan irwil per triwulan.

2. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. 4. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Mampu mengoperasikan Komputer Peralatan/Perlengkapan: 1.d.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN Dasar Hukum: 1. Mampu menganalisa laporan realisasi keuangan. maka akan menghambat proses penyusunan laporan keuangan (SAI). 2. 3.bagian keuangan terlambat dalam penyusunan laporan keuangan (SAI) maka juga akan menghambat proses pertanggungjawaban laporan konsolidasi per kegiatan dan program untuk tingkat unit eselon I pusat. Apabila pada masing-masing bagian (penanggungjawab kegiatan) tidak membuat laporan realisasi anggaran per bulan. 3. 5.Evalap an Laporan realisasi anggaran Laporan SAI 1 bulan 94 . 2. Subbag Subbag Keuang. Apabila laporan konsolidasi program dan kegiatan tidak dibuat dan diserahkan ke Sekjen Dep. 2.Subbag s. IV masing Evalap Subbag Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Laporan Laporan bulan Realisasi realisasi Anggaran anggaran dan Kegiatan Ket. Memahami dan mempunyai kemampuan dalam hal membaca dokumen RKAKL/DIPA/POK. Pelaksana NO 1. Agama cq Biro Perencanaan maka satker tersebut dianggap tidak melaksanakan suatu kegiatan dan anggaran tersebut tidak terserap. 3. 3. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Keterkaitan: 1. Agama secara bulanan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dan program Meminta data realisasi anggaran yang sudah diinput ke dalam aplikasi SAI per bulan 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT. Apabila sub. Pencatatan laporan realisasi anggaran SAI. 2. 3. 4. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 2. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Aktifitas Masing-masing Bagian di lingkungan Itjen Dep. SOP Pengelolaan Keuangan. ATK Komputer PC Laporan SAI RKA-KL/DIPA/POK Pencatatan dan Pendataan: 1. Pencatatan laporan konsolidasi Bagian I Masing.

Agama Melakukan pengiriman laporan konsolidasi ke biro perencanaan melalui email atau surat.hari solidasi Program dan Kegiatan Konsep Lapor.Laporan 1 an Konsolidasi Konsolidasi hari Program dan Program Kegiatan dan Kegiatan per triwulan. Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per triwulan. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. Melakukan pencocokan data realisasi anggaran dari masing-masing bagian dengan data SAI Menyusun laporan Subbag laporan konsolidasi Evalap Program dan Kegiatan Pengesahan laporan konsolidasi oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan diketahui oleh Sekretaris Itjen Dep. Laporan realisasi anggaran 2.1 poran Kon. Subbag Evalap Biro Perencana an 95 .Pelaksana NO 3. Sekreta.Kabag Subbag ris Itjen Program Evalap 5. Konsep La. Laporan SAI 6. 1 hari 1. 4.

Konsolidasi Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Penyerahan Dokumen LRA kepada Subbag Evalap Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Arsip 1 Persetujuan Laporan Konsolidasi Program & Kegiatan Itjen Depag per triwulan oleh Kabag I dan ditandatangani oleh Sekretaris. AGAMA Bagian I s. IV dan Irwil I s. V Bagian I Subbag Evalap MULAI Membuat LRA & Kegiatan 1 Meminta data realisasi keuangan yang sudah disusun ke dalam SAI (dr Subbag Keuangan) Subbag Keuangan Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s. V) Dokumen LRA & Kegiatan dan Dokumen SAI Melakukan konfirmasi data apabila terjadi ketidakcocokkan antara data LRA dengan SAI Proses Penge cekan Belum Proses Penco cokan Belum Sudah Dok.FLOWCHART SOP KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN DEP. Pengiriman Laporan Konsolidasi ke Biro Perencanaan melalui Email SELESAI 96 . LRA & Kegiatan Sudah Membuat Lap.d.d.d.d. IV Dan TU Irwil I s.

Verifikasi Perjalanan Dinas. 2. monitoring perjalanan dinas. IV Subbag Evalap RAB kegiatan RAB Perjanon audit dan lanan Dinas kegiatan monev non audit 1 hari 97 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. Bagian I s. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dan pelaksanaan kegiatan lainnya untuk bulan berikutnya. 2. 3. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. dan Kegiatan non Audit. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka program audit akan tidak jelas. SK. Memahami dalam hal penyusunan program audit. Apabila setiap auditor dan pegawai yang telah melakukan perjalanan dinas (kembali ke Jakarta) tidak segera membuat/ menyelesaikan verifikasi perjalanan dinas maka akan menghambat proses laporan realisasi anggaran. SPTB (Surat Pertanggungjawaban) Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan Data Kegiatan Audit. Aktifitas Permintaan data. Komputer PC 3. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT 3. 2. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara.d. Surat tugas dan SK Kegiatan belum dibuat maka kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. Pelaksana NO 1. 3. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Monev. SOP penerbitan SK Tim dan SK Kegiatan 2. 6. 4. Surat Tugas 4. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Renca-na Pembangunan. ATK 2. Keterkaitan: 1. Perencanaan Audit. SK Kegiatan 5. Peringatan: 1. dan Rekap Surat Tugas untuk kegiatan Audit dan Monev Permintaan data RAB untuk kegiatan non Audit dan Monev 1 2 3 Subbag Subbag Program Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan RAB audit dan RAB Perja1 monev lanan Dinas hari kegiatan audit dan monev Ket.

Subbag Monitoring fikasi Perjatoring perjalanan Evalap hari Perjalanan Dinas dinas lanan Dinas 2 hari 3 hari 98 .perjalanan verifikasi an dinas Tangga jalanan an dinas Perjalanan Dinas Dinas Laporan Veri. 3.Rumah fikasi Per. 5.Laporan Entry data moni.Subbag Data realisasi Laporan verifikasi perjalan.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu 3 hari Ket.Bagian I Subbag Data realisasi Laporan realisasi perjalan. V dinas kemaupun kegiatan giatan/non non audit dan audit dan monev monev Permintaan data Subbag Tim Veri.Keuang.d.s. IV.fikasi Per.d. Evalap perjalanan verifikasi an dinas kegiatan jalanan dan Irwil I dinas perjalanan audit dan monev Dinas s. dan monev Permintaan data Tim Veri. 4.

5. SPTB. SK. Perencanaan Audit. Verifikasi PD. Surat Tugas. SK Kegiatan. 4. Surat Tugas. IV) Verifikasi PD (Subbag RT) SPTB (Subbag Keuangan) 1. dan Verifikasi PD Perencanaan Audit (Subbag Program) Surat Tugas (Subbag Program) SK Kegiatan (Bagian I s. 2. Melakukan Entry Data Perjalanan Dinas berdasarkan data yang telah dikumpulkan Dokumen Laporan Monitoring Perjalanan Dinas Itjen Per Triwulan SELESAI 99 . 3.FLOWCHART SOP MONITORING PERJALANAN DINAS MULAI Permintaan Data Perencanaan Audit. SPTB.d.

3. Peraturan lama 1 diganti yang hari SK Kegiatan. ATK 2. Kegiatan tersebut ada di hari SK Kegiatan. 3. baru. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 2. Jumlah per. 2. Ketepatan dalam penulisan sesuai aturan dalam bahasa Indonesia. hal Peralatan/Perlengkapan: 1. Kualifikasi Pelaksana: 1. Waktu & tempat pelaksanaan kegiatan SK Panitia. Jumlah anggaran kegiatan. Pencatatan TOR dan SK Kegiatan (jumlah anggaran. 1. narasumber. moderator) ke dalam buku kendali TOR dan SK. SK Kegiatan Pencatatan dan Pendataan: 1.d. dan TOR 2. Komputer PC 3.Subbag aturan-peraturan Per-UU(dasar hukum) an 3. dan moderator). biaya honor. jumlah personil panitia. Pengecekan per. 1. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Pemeriksaan data Subbag atau pagu anggaran Evalap Subbag Keuangan 100 . dalam RKA-KL Pelaksana No Aktifitas 1 2 Masingmasing sub. Adanya proses pencoco kan data dengan RKAKL/POK. 1. RKA-KL 4. maksud dan tujuan 1 SK Panitia. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Panitia. Pencatatan jenis kegiatan kedalam buku kendali kegiatan. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: Apabila setiap kegiatan tidak dibuatkan SK Kegiatan. Mampu mengoperasikan komputer. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 3. IV 2. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Bagian 3 Ket. dan RAB maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah (tidak diperbolehkan) dan anggaran kegiatan tersebut tidak akan cair (keluar). SOP SK Kegiatan 3. Ketepatan dalam penulisan latar. peserta.3 sonil (panitia. Yang mampu memahami dalam penelahaan dokumen RKA-KL dan POK. TOR Kegiatan. hari SK Kegiatan peserta. Pengajuan TOR Bagian I dan SK Kegiatan s. SOP Kalender Kegiatan 2. naradan TOR sumber. 1. 2. 2.

2. Memo persetujuan dari hari SK Kegiatan. 3. 4. jawaban Pelaksadan data naan Kegiatan hasil dari kegiatan tersebut Ket. Buku Laporan 4 SK Kegiat. Diserahkan kepada Sekretaris Itjen. Pengesahan/persetujuan pelaksanaan kegiatan Subbag Evalap Subbag Per-UUan Pejabat KPA (Sekretaris Itjen) 5. Subbag Per-UUan. SK dan TOR Kegiatan disetujui dan ditanda tangani oleh Sekretaris SK Panitia. Subbag Evalap. Lembar memo persetujuan 1 SK Panitia. subbag PerTOR. 1. 2.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 4. TOR. Subbag Keuangan.Pertanggunghari an. 3. Memo persetujuan dari Subbag Evalap.Subbag tangani Sekretaris Itjen Subbag Evalap Subbag Keuang an Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan TOR. Ketepatan RAB jumlah anggaran dengan RKA-KL dan POK. 101 . 5. dan dan POK. Pengiriman arsip MasingSK dan TOR yang masing sudah ditanda. Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK. UU-an. Kesesuaian komponen kegiatan dalam rincian biaya.

d. V Pengecekan Peraturan – peraturan yang berlaku Pengecekan/ Pencocokan terhadap kesesuaian dengan Pagu di POK Tdk Proses Tdk Ya Proses Pemberian No SK Proses Penge sahan Ya Dok. IV Dan TU Irwil I s. TOR & SK (Draft) 1 Dok. TOR & SK (Draft) Dok. TOR & SK (Draft) Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s. V Bagian II Sub.d. Evalap 2 MULAI Membuat TOR & SK Dok.d.FLOWCHART SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Bagian I s.d. IV dan Irwil I s. TOR & SK (Draft) Ya Dok. TOR & SK (Draft) Tdk 2 3 DISETUJUI SELESAI 102 .Bag Per-UU 1 Bagian I Subbag.

V Disertai dengan lembar pengesahan dari Per-UU dan Evalap Dok.d. TOR & SK (Final) Penandatanganan Subbag Per-UU Subbag Evalap Subbag Keuangan Dok. Agama 3 Di kembalikan kepada yang bersangkutan dalam hal ini Bagian I s. IV dan TU Irwil I s.Sekretaris Itjen Dep.d. TOR & SK (Draft) Dok. TOR & SK (Final) SELESAI 103 .

hari Evalap dan Non Realisasi PKPT dan Non PKPT. Rekap PKPT Laporan Entry Data realisasi Subbag. 2. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 104 . Penyusunan LAKIP.Non PKPT kasi Perja. PKPT PKPT dan 2. Apabila verifikasi perjalanan dinas tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dibuat. Keterkaitan: 1. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 4. 5. Lap. 3. 4. Peralatan/Perlengkapan: 1. 3. Verifi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT Dasar Hukum: 1. 2. 2. SOP Kalender Kegiatan SOP SK Kegiatan SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Pelaksanaan Kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. NO 1. 3. RAB Audit tidak dibuat maka tidak dapat membandingkan antara perencanaan anggaran dengan realisasi anggaran. 2. Pencatatan rekap rencana PKPT. 3. 5. 2. 2. 3. Pendataan verifikasi perjalanan dinas yang sudah selesai. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dilakukan/dibuat. Mempunyai kemampuan dalam administrasi. selain itu juga akan dapat menghambat proses penyerapan anggaran. Mampu mengoperasikan komputer. ATK Komputer PC RAB Verifikasi Perjalanan Dinas Peringatan: 1. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaks.Rumah Verifikasi Evalap perjalanan Verifikasi Tangga Perjalanan dinas dinas perjalanan an Dinas dinas 2 1. 4. Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan Permintaan data Subbag Data Rekap Laporan 1 rekap PKPT dan PerencaPKPT dan rekap PKPT hari Non PKPT naan Non PKPT dan Non PKPT 1 Laporan Subbag. Rekap Subbag Tim Permintaan data hari verifikasi sementara verifikasi perjalan.(sementara) lanan Dinas Aktifitas Ket. 2. Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: 1.

Pelaksana NO 4. Laporan Verifikasi Perjalanan Dinas Mutu Baku Output Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT (final) Waktu 2 hari Ket. V 2. 105 . Rekap Surat Tugas. 1. 3. Rekap PKPT dan Non TU Irwil I Evalap PKPT.d. Aktifitas Konfirmasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor 1 Auditor Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Subbag Subbag. s.

3. Perencanaan Audit Rekap Surat Tugas Hasil Konfimasi SPTB Penyusunan Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT sesuai dengan data yang diperoleh Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT triwulan SELESAI 106 . 2.FLOWCHART SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT MULAI Permintaan Data Pendukung Program Audit dari Subbag Program Permintaan Data SPTB dari Subbag Keuangan Dokumen Perencanaan Audit dan Surat Tugas Melakukan konfimasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor Dokumen SPTB (Surat Pertanggungjawaban Belanja) 1. 4.

72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. SOP Pengelolaan Keuangan 2.Subbag patan dalam peng. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. PMA No. 2. 2. Setelah pelaksanaan kegiatan 1 hari 1 hari 107 . ATK 2. 3. anggaran dan LPJ dari subbag keuangan . Laporan dan LPJ Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). Kepres No. Memahami dan mampu membaca dokumen RKA-KL dan POK. PP No. 2. Apabila pagu anggaran suatu kegiatan yang diajukan pada masing-masing bagian tidak sesuai dengan dokumen RKA-KL dan DIPA maka hasil akhir laporan realisasi anggaran kegiatan tidak akan sama dengan data SAI yang ada di Sub. Laporan realisasi Waktu 1 hari Ket. RAB 4. Agama. Memahami masalah laporan realisasi anggaran kegiatan Itjen Dep. SOP Verifikasi Penyerapan Anggaran 3. Bagi masing-masing Bagian sebagai penanggungjawab kegiatan tidak membuat laporan realisasi anggaran maka akan memperlambat proses laporan realisasi anggaran kegiatan. IV kegiatan 2. IV kepada penanggungjawab kegiatan 3. RAB.d. RAB. Pemeriksaan kete.1. Bagian Keuangan. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1.Evalap isian formulir realisasi anggaran Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Form. Adanya proses pencocokan data dengan RKA-KL/ POK. Data Pendukung Lainnya Pencatatan dan Pendataan: 1. Komputer PC 3. Peralatan/Perlengkapan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 1. Formulir Laporan realisasi Form anggaran Realisasi kegiatan Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan Form Reali. Permintaan formulir Kabag I realisasi dan LPJ s. 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Laporan realisasi sasi. Pengisian formulir Kabag I Seluruh Kasubag realisasi anggaran s. Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Pencatatan realisasi anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). Keterkaitan: 1. 2.d. Pencatatan waktu pelaksanaan kegiatan.

dan laporan evaluasi realisasi anggaran Laporan Rea. 4. 1 Laporan hari Form Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK).Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. dan Form Realisasi 5. Pencatatan atau entry data realisasi Subbag Evalap Subbag Keuangan Form Realisasi. RAB. RAB.hari rapan Anggaran Kegiatan dan non Kegiatan per bulan/ triwulan 108 . SAI. POK.1 lisasi Penye. 1 Laporan hasil hari evaluasi realisasi anggaran kegiatan. SAI. Melakukan perbandingan data realisasi anggaran kegiatan dari masingmasing penanggungjawab kegiatan dengan laporan realisasi anggaran (SAI) 6. dan data pendukung lainnya anggaran dari penanggu ngjawab kegiatan. Subbag Evalap Form Realisasi. Pencocokan RAB Subbag dengan Pagu Evalap Anggaran RKA-KL.

FLOWCHART SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN Bagian I. V Form Realisasi MULAI Pembuatan Form Realisasi Penyusunan from realisasi anggaran & Kegiatan Form Realisasi Form Realisasi LRA dan LPJ MULAI Pengisian formulir realisasi anggaran kegiatan Permintaan Laporan Realisasi Angggaran kegiatan kepada masing-masing Bagian Pemeriksaan formulir realisasi anggaran Pencocokan RAB dengan Pagu Anggaran Melakukan perbandingan data/laporan realisasi anggaran kegiatan Pencatatan atau entry data realisasi SELESAI 109 . IV dan TU Irwil I s. (Subbag Evalap) Bagian I s.d.d.

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Kegiatan Konsep SK Kegiatan SK KegiatDokumen an dan POK pengesahan SK 1. dan Narasumber). SK harus dilampir -kan lembar pengesahan dari 110 . SOP Kalender Kegiatan. Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. 2. apabila tidak dibuatkan maka akan sulit untuk mengendalikan kegiatan tersebut apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP SK Kegiatan. 2. Juga tidak akan dapat dikendalikan dari segi namanama personilnya. Aktifitas Penerimaan SK Kegiatan Penelahaan SK Kegiatan dengan dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan bahwa SK tersebut telah sesuai dengan POK 1 Bagian I s. 2. 3. 2. Pendataan Jumlah SK Kegiatan yang masuk atau yang akan dilaksanakan. Keterkaitan: 1. 3.SK Kegiatan (final) an. 4. ATK Komputer PC POK SK Peringatan: 1. apabila kegiatan yang akan dilaksanakan tidak dibuatkan SK maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 5. 3. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Mampu mengoperasikan computer. Panitia. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Pencatatan jumlah personil (Peserta. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Dalam suatu pelaksanaan kegiatan kepada masing penanggungjawab kegiatan wajib membuat SK Kegiatan. Moderator. 2.d. SK Kegiatan didalamnya harus disertakan atau di tulis jumlah maupun nama-nama personil yang akan mengikuti kegiatan tersebut. 3. 2. Memahami peraturan dalam hal penyusunan SK Kegiatan. Lembar pengesahan Waktu 1 hari 1 hari 1 hari Ket. Pelaksana No 1. SK Kegiat. 2. 3. Mampu/memahami dokumen POK. IV Subbag Evalap Kasubbag Evalap 2 Subbag Evalap 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. POK.

Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. 2. subbag Evalap untuk dilanjutkan ke Sekretaris untuk ditanda tangani 4.SK Kegiatan.Lembar pengesahan Laporan Monitoring SK Kegiatan per bulan 3 hari 111 .POK. 3. Pencatatan SK Kegiatan yang sudah selesai ke dalam buku kendali SK Kegiatan Subbag Evalap Tim Monitoring SK 1.

FLOWCHART SOP MONITORING SK KEGIATAN MULAI Penerimaan SK Kegiatan dari masing-masing Bagian I s. IV (Pelaksana Kegiatan) Penelaahan SK Kegiatan dengan Dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan oleh Kasubag Evalap Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK Kegiatan) SELESAI 112 .d.

6. 2. Bagian 113 . SOP SK Kegiatan. 2. Kabag Perencanaan dan Program harus melakukan pengujian SPM dari Keuangan. RAB 2.d. SOP Riksus. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. 3. Realisasi Anggaran berdasarkan SAI. Setelah pelaksanaan Kegiatan tersebut Permintaan data Bagian I MasingRealisasi Angga. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 3. SOP Pelaksanaan Kegiatan. Apabila seluruh penanggungjawab kegiatan (Bagian I s. Mampu mengoperasikan komputer. dan data pendukung lainnya Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. 5. 4. Peralatan/Perlengkapan: 1. 5. IV dan TU Irwil I s. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI.s. Apabila SAI tidak dibuat maka tidak dapat mengetahui realisasi anggaran yang sudah dipertanggungjawabkan di KPPN dan untuk sebagai bahan evaluasi anggaran. Bukti pengeluaran. Kegiatan.Kegiatan. Memahami verifikasi anggaran. 4. Peringatan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT. ATK Komputer PC SAI Copyan SPM Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan/pemilahan per Program. Mutu Baku Output Laporan Realisasi Anggaran Kegiatan Waktu 2 hari Ket. 3. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. IV masing ran Kegiatan Sub. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Pelaksana NO 1.d. SPM dari Keuangan. 4. Realisasi Anggaran berdasarkan pelaksanaan kegiatan. Mampu dan memahami dokumen RKA-KL/ DIPA dan POK. 3.d. SOP Kalender Kegiatan. Keterkaitan: 1. V) setelah kegiatan tersebut dilaksanakan tidak membuat laporan realisasi anggaran kegiatannya maka anggaran kegiatan tersebut tidak dapat dikendalikan oleh Subbag Evalap. 8. 2. Apabila SPM tidak diuji oleh pejabat penguji SPM dan dicopy untuk diserahkan ke Subbag Evalap maka tidak dapat dilakukannya verifikasi penyerapan anggaran antara data keuangan dengan pelaksana kegiatan. dan Sub. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. 2.

Aktifitas Permintaan SAI 1 2 3 data Subbag. Perlengkapan Dokumen SAI Laporan SAI 2 Data hari setelah di SPJ–kan di KPPN SPM Copyan 1 Dokumen SPM hari didapat setelah dilakukan pengujian SPM oleh Kabag I (Penguji SPM) 1. SPM per Triwulan Subbag Evalap Subbag Evalap 1. Kegiatan. SPM Draft Laporan Verifikasi Draft Laporan Verifikasi 3 hari Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran per Triwulan (final) 2 hari 114 . 3. Laporan Realisasi. Kegiatan. 6. Laporan Draft lapor5 Realisasi. anggaran 3. an realisasi hari 2. SAI.Pelaksana NO 2. SAI. 2. dan Per MAK. Subbag Keuang Evalap an Kabag Subbag Perenca Keuang -naan an dan Keuang an Subbag Evalap 3. Melakukan Verifikasi Data Laporan Realisasi Anggaran Entry Data hasil verifikasi realisasi anggaran Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Ket. Sub. Pengelompokan Anggaran berdasarkan Program. Permintaan copyan SPM 4. 5.

R A K Lap. R A K Lap. IV TU Irwil I s. SAI Dilakukannya Verifikasi Anggaran terhadap LRAK dan SAI Entry data yang telah diverifikasi Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran SELESAI 115 .d.FLOWCHART SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Bagian I (Subbag. V Form R A K MULAI Membuat Form Realisasi Anggaran & Kegiatan (RAK) Megisi Form Realisasi Anggaran & Kegiatan Form R A K Proses Penge cekan blm Lap.d. SAI (Subbag Keuangan) sdh Lap. Evalap) Bagian I s.

SUBBAG KEPEGAWAIAN 2. SUBBAG ORGANISASI DAN TATALAKSANA 3. SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN 116 .Lampiran 4  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN 1.

4. THT. 16. 8. 23. 21. 19. 6. 5. 7. 20. 14. 3.Lampiran 2. 2. TASPEN SOP Pengangkatan ke Dalam Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengangkatan CPNS Menjadi PNS SOP Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengajuan Pensiun SOP Ujian Dinas UPKP 117 . 12. 24. 11.1  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG KEPEGAWAIAN 1. 13. 18. 17. 10. 22. 9. 15. SOP Rekapitulasi Absensi Pegawai SOP Rapat Baperjakat SOP Proses Cuti SOP Pemutakhiran Database Kepegawaian SOP Pembuatan DP3 SOP Izin/ Tugas Belajar SOP Mutasi Kenaikan Pangkat SOP Kenaikan Gaji Berkala SOP Mutasi Jabatan Struktural SOP Mutasi Tempat Tugas Pegawai di Lingkungan Inspektorat Jenderal SOP Pelantikan Pejabat SOP Penetapan Peserta Diklat SOP Pengadaan CPNS SOP Pembuatan Kartu Istri/Kartu Suami SOP Pengajuan Kartu ASKES SOP Pembuatan Kartu Pegawai SOP Pembuatan Kartu Taspen SOP Pengajuan Satya Lancana Karyasatya SOP Pengajuan Pembayaran Pensiun Pertama. dan Asuransi Kematian PT.

maka akan menghambat proses pembayaran uang makan pegawai. Keterkaitan: SOP Proses Cuti Peringatan: 1. Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan. 2. Finger Printer. Surat Permohonan Cuti 2. Kursi. 2. Surat Ijin 4. Surat Tugas 5. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Rekapitulasi Daftar Absen Pegawai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Setiap Data Absen 1. Filling Kabinet. Komputer. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Pencatatan dan Pendataan: 1. Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan tepat waktu. Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai mengisi daftar hadir melalui Finnger Print setiap hari kerja jam 07.30 dan 16. ATK. Lemari Arsip. Ruang Kerja.00 Pegawai yang tidak masuk menyerahkan surat ijin/surat tugas/ surat cuti ke subbag kepegawaian Mengambil data fingger print (Awal Bulan) Mencocokan data fingger print dengan surat ijin/surat tugas/ surat cuti Merekapitulasi hasil rekonsiliasi data absen 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pengolahan absensi pegawai Peralatan/Perlengkapan: Meja. Buku Daftar Kerja Hadir Ket. Kartu Cuti 3. Mesin Tik. Finger Print Hari 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI Dasar Hukum: 1. 2 Pegawai Pengadministrasi Umum Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Setiap Surat Ijin/ Hari Surat Kerja Tugas/ Surat Cuti 3 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Fingger Print 1 Jam Data Absen Fingger Print Data hasil rekonsiliasi 4 Database Fingger Print dan Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Data Hasil rekonsiliasi 1 Hari 5 Pengadministrasi Umum 1 Hari Rekapitulasi Absen Pegawai 118 . maka tidak dapat dibuat data informasi kehadiran pegawai kepada pimpinan.

119 .Pelaksana No 6 Aktivitas Menyampaikan rekapitulasi absen ke pimpinan dan Subbag rumah tangga 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Rekapitulasi 1 Jam Rekapitulasi Absen Pegawai Absen Pegawai Ket.

30 DAN 16.00 PEGAWAI YANG TIDAK MASUK MENYERAHKAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/ SURAT CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGAMBIL DATA FINGGER PRINT (AWAL BULAN) MENCOCOKAN DATA FINGGER PRINT DENGAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/SURAT CUTI MEREKAPITULASI HASIL PENCOCOKAN DATA ABSEN MENYAMPAIKAN REKAPITULASI ABSEN KE PIMPINAN DAN SUBBAG RUMAH TANGGA SELESAI 120 .FLOWCHART SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI MULAI PEGAWAI ABSEN MELALUI FINNGER PRINT SETIAP HARI KERJA JAM 07.

Notulen 2. KMA Nomor 350 tahun 1998 tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. 2 3 4 Menyiapkan bahan Baperjakat Meneliti bahan Baperjakat Membuat dan menyampaikan undangan Rapat Baperjakat Melaksanakan Rapat Baperjakat Menyiapkan memorandum tentang laporan hasil Rapat Baperjakat untuk menyampaikan Rancangan Keputusan dan konsep surat Membuat rancangan keputusan Penandatanganan surat keputusan Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Pejabat Eselon II 2 Buku Daftar Jam Urut Kepegawaian Buku Daftar Urut 3 Rekapitulasi Kepegawaian Jam Bahan Baperjakat Daftar Undangan 3 Surat Jam Undangan disampaiakan kepada undangan 3 Notulen Hasil Rekapitulasi Jam Sidang bahan Baperjakat Baperjakat Notulen Hasil Sidang Baperjakat 3 Jam Laporan Hasil Sidang Baperjakat 5 Pengadministrasi Umum 6 Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 7 Laporan Hasil sidang Baperjakat Draft Surat Keputusan/ draft surat 1 Jam 1 Jam Rancangan keputusan Surat Keputusan/ Surat 121 . Filling Kabinet. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kursi. Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT BAPERJAKAT Dasar Hukum: 1. Lemari Arsip. Komputer. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 3. Ruang. Sarana Transportasi. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal SOP tidak dilaksanakan. 2. Draft Surat Keputusan/ Surat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan No 1 Aktivitas 1 2 3 Output Ket. Mesin Tik. ATK. maka akan menghambat proses kegiatan dan atau putusan yang akan diambil pimpinan Pelaksana Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat Peralatan/Perlengkapan: Meja.

FLOWCHART SOP RAPAT BAPERJAKAT MULAI MENYIAPKAN BAHAN BAPERJAKAT MENELITI BAHAN BAPERJAKAT MEMBUAT DAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN SELESAI 122 .

tentang Juklak Pelaksanaan Cuti PNS. 5. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. SE BAKN Nomor 01/SE/1977 tentang Cuti. PP Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti. KMA Nomor 234 Tahun 1987 tentang Pendelegasian Wewenang Pemberian Cuti PNS di Lingkungan Dep. Kartu Kendali Cuti 2. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keterkaitan: 1. Ruang. SOP Data Base Kepegawaian 2. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROSES CUTI Dasar Hukum: 1. Filling Kabinet. Agama Nomor 6 Tahun 1988. 3. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Pegawai yang tidak melaksanakan proses cuti dianggap tidak masuk tanpa ijin Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai meminta kartu kendali cuti ke Subbag Kepegawaian Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan ijin cuti ke atasan langsung Atasan langsung menelaah surat permohonan Ijin cuti pegawai dan memberikan catatan pertimbangan pada surat pengajuan Meneruskan surat permohonan ijin cuti ke pejabat yang berwenang memberikan cuti Pejabat yang berwenang memberikan 1 Pengadminis trasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Cuti Pegawai. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. SE Sekjen Dep. Output Kartu Kendali Cuti diserahkan ke Pegawai Surat permohonan Ijin Cuti 2 Pegawai Pemohon Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 3 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 1 Jam Surat permohonan ijin cuti telah diberi catatan 4 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 10 Menit draft surat ijin cuti 5 Pejabat yang berwenang Draft Surat Ijin Cuti 1 Jam Surat Ijin Cuti 123 . Komputer. Mesin Tik. Surat Cuti Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 10 Kartu Kendali Menit cuti Buku Ekspedisi Ket. 4.Agama. Lemari Arsip. Kursi.

6 7 Pejabat yang berwenang memberikan cuti Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti 30 Menit Surat Ijin Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 30 Menit Ijin Cuti dicatat pada Kartu Kendali cuti 8 Atasan langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diterima Subbag Kepegawaian Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diarsipkan 9 Pengadministrasi Umum Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 124 .Pelaksana No Aktivitas cuti memberikan putusan dan menandatangani Surat Ijin Cuti Putusan disampaikan kepada Atasan langsung pegawai Atasan langsung memberi paraf memberi catatan pada Kartu Kendali Cuti Pegawai Pemohon Cuti memberikan Surat Cuti kepada pegawai dan Subbag Kepegawaian Subbag kepegawaian menerima surat ijin cuti dan kartu kendali cuti kemudian mengarsipkan 1 memberikan cuti 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PROSES CUTI MULAI PEGAWAI MEMINTA KARTU KENDALI CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI KE ATASAN LANGSUNG ATASAN LANGSUNG MENELAAH SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI PEGAWAI DAN MEMBERIKAN CATATAN PERTIMBANGAN PADA SURAT PENGAJUAN ATASAN LANGSUNG MENERUSKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI DAN MEMBUAT DRAFT SURAT IJIN CUTI KE PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI MEMBERIKAN PUTUSAN DAN MENANDATANGANI SURAT IJIN CUTI PUTUSAN DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN LANGSUNG PEGAWAI ATASAN LANGSUNG MEMBERI CATATAN PADA KARTU KENDALI CUTI DAN MENYAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN ATASAN LANGSUNG MEMBERIKAN SURAT CUTI KEPADA PEGAWAI DAN SUBBAG KEPEGAWAIAN SUBBAG KEPEGAWAIAN MENERIMA SURAT IJIN CUTI DAN KARTU KENDALI CUTI KEMUDIAN MENGARSIPKAN SELESAI 125 .

ATK. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakannya SOP di atas maka data pegawai tidak akurat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Pencatatan dan Pendataan: Database Kepegawaian Mutu Baku Ket. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima foto kopi perubahan data kepegawaian Menginput data terbaru ke dalam Database Kepegawaian Merekapitulasi data pegawai Memberikan rekapitulasi data kepegawaian terbaru kepada pimpinan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penataan Database Kepegawaian. Ruang. Server. Komputer/Laptop. Kursi. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ada perubahan 1 Hari Foto kopi data pegawai perubahan data kepegawaian Foto kopi 5 Menit Perubahan data perubahan data /data pegawai kepegawaian terinput ke database Perubahan data 30 Rekapitulasi pegawai terinput Menit Data Pegawai ke database 15 Rekapitulasi Perubahan data Menit Data Pegawai pegawai terinput diterima ke database Pimpinan 2 3 4 126 . Peralatan/Perlengkapan: Meja.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN MULAI MENERIMA FOTO KOPI PERUBAHAN DATA KEPEGAWAIAN MENGINPUT DATA TERBARU KE DALAM DATABASE KEPEGAWAIAN MEREKAPITULASI DATA PEGAWAI MEMBERIKAN REKAPITULASI DATA KEPEGAWAIAN TERBARU KEPADA PIMPINAN SELESAI 127 .

Lemari Arsip. Filling Kabinet. Pencatatan dan Pendataan: DP-3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Blangko DP3 Jam 1 Hari Blangko DP3 diterima atasan langsung masing2 pegawai Blangko DP3 telah di isi Ket. Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN DP3 Dasar Hukum: 1. 5. Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1985. 2 3 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Blangko DP3 1 Hari 4 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Pegawai Dinilai Blangko DP3 telah di isi 2 Jam Blangko DP3 diparaf 5 Pegawai Dinilai Blangko DP3 diparaf 3 Jam DP 3 128 . UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. maka pengembangan karier pegawai akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Blangko DP3 Menyampaikan Blangko DP3 kepada atasan langsung dari pegawai pada akhir bulan Desember Pejabat penilai/ Atasan langsung memberi nilai pada blangko DP3 Pejabat penilai/ Atasan langsung memberikan paraf konsep nilai DP3 dan memberikan ke masing-masing pegawai untuk diketik ulang rangkap 3 Pegawai mengisi pada kolom 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pembuatan DP3. 3. 6. 2. ATK. SE BAKN Nomor 02/SE/1979 tentang Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. Mesin Tik. Kursi. Komputer. SE BAKN Nomor 30/SE/1985 tentang Perubahan SE BAKN Nomor 02/SE/1980. PP Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS. Ruang. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal pembuatan DP3 tidak dilaksanakan. KMA Nomor 57 Tahun 1980 tentang Pembuatan DP-3. tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. Sarana Transportasi. tentang Pembuatan DP-3 di Lingkungan Departemen Agama. 4.

Filling Kabinet 10 Menit Arsip DP3 129 .Pelaksana No Aktivitas keberatan jika merasa keberatan dengan nilai yang diberikan Pegawai yang dinilai menyerahkan kembali DP3 kepada pejabat penilai untuk ditanda tangani DP3 disampaikan kepada atasan pejabat penilai untuk ditandatangani Pegawai menyampaikan DP3 yang sudah ditandatangani ke Subbagian Kepegawaian Menyimpan Arsip DP3 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 6 Pegawai Dinilai Pejabat Penilai/Atas an Langsung DP3 1 Jam DP3 ditandatangani pejabat penilai 7 Pejabat Penilai/Atas an Langsung Pegawai Dinilai Atasan Pejabat Penilai DP3 ditanda1 tangani pejabat Jam penilai DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 8 Pengadministrasi Umum DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 2 Jam Subbag kepegawaian menerima DP3 dan diarsipkan 9 Pengadmini strasi Umum 1. DP3 yang ditandatangani atasan pejabat penilai 2.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN DP3 MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI SESUAI SUBBAG DAN BAGIAN MENYIAPKAN BLANGKO DP3 MENYAMPAIKAN BLANGKO DP3 KEPADA ATASAN LANGSUNG DARI PEGAWAI PADA AWAL BULAN JANUARI PEJABAT PENILAI/ATASAN LANGSUNG MENGISI BLANGKO DP3 PEJABAT PENILAI/ ATASAN LANGSUNG MEMARAF KONSEP NILAI DP3 DAN MEMBERIKAN KE MASING-MASING PEGAWAI UNTUK DIKETIK ULANG RANGKAP 3 PEGAWAI MENGISI PADA KOLOM KEBERATAN JIKA MERASA KEBERATAN DENGAN NILAI YANG DIBERIKAN PEGAWAI YANG DINILAI MENYERAHKAN KEMBALI DP3 KEPADA PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN UNTUK DIARSIPKAN SELESAI 130 .

Komputer. dan berkas ke Biro Kepegawaian Kepala Biro menerbitkan Surat Ijin/ Tugas Belajar dan dikirimkan ke Inspektorat Jenderal Menyampaikan Surat Ijin/ Tugas Belajar kepada pegawai dan mengarsipkan. 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ijin/Tugas Belajar. Filling Kabinet. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Surat permohonan. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 1. SOP DP3 Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan ijin/tugas belajar maka Ijasah tidak diakui secara kedinasan Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan Ijin/Tugas Belajar ke Sekretaris Memeriksa Berkas Ijin/ Tugas Belajar Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq. FC SK PNS Hari 2. SOP Data Base Kepegawaian 2. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR Dasar Hukum: UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Keterkaitan: 1. Lemari Arsip. Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat Pengantar. Kursi. 2 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Ijin/ Tugas Belajar lengkap Surat Pengantar 3 4 Pengadministrasi Umum Surat pengantar dan Berkas pengajuan 6 jam Surat pengantar dan berkas diterima Biro Kepegawaian 5 Kepala Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Minggu Surat Ijin/ Tugas Belajar 6 Pengadmi nistrasi Umum Surat Ijin/ Tugas Belajar 1 Jam Surat Ijin/ Tugas Belajar didistribusikan dan diarsipkan 131 . Ruang. FC SK Terkhir 3. FC DP3 dua tahun terakhir 4. Mesin Tik. Surat Keterangan dari PT dan Jadwal Kuliah Surat permohon3 an ijin/ Tugas Jam Belajar Berkas Pengajuan 1 Jam Output Surat Permohonan Ket.

DAN BERKAS KE BIRO KEPEGAWAIAN KEPALA BIRO MENERBITKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR DAN DIKIRIMKAN KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYAMPAIKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR KEPADA PEGAWAI DAN MENGARSIPKAN SELESAI 132 .FLOWCHART SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN/TUGAS BELAJAR KE SEKRETARIS MEMERIKSA BERKAS IJIN/TUGAS BELAJAR LENGKAP ? Ya Tidak MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ. SURAT PERMOHONAN. KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR.

Penetapan angka Kredit (PAK) bagi Pejabat Ket. Lemari Arsip. SOP Ujian Dinas/UPKP. 7. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural. Sarana Transportasi. Formulir D2. 4. 2. 2. Lulus Ujian dinas bagi Gol II ke III. 5. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Komputer. 4. Filling Kabinet. 5. Papan Pengumuman Pencatatan dan Pendataan: 1. Ruang. SOP Data Base Kepegawaian. 3. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. SOP Pengajuan Kartu Pegawai. Biro Kepegawaian dan BKN. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar Kepegawaian Jam pegawai yang akan naik pangkat 2 Berkas 1. baik di Subbag Kepegawaian. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. Karpeg. SOP Penilaian Angka Kredit. Faximile. 2. SOP Baperjakat. Keterkaitan: 1. Formulir D2. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan naik pangkat. Nota BKN. 6. 2 133 . 3. Mesin Tik. 3. Kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT Dasar Hukum: 1. SOP Penetapan Peserta Diklat. Pangkat 2. 2. Telepon. SK KP terakhir. DP3 2 Tahun Hari Kenaikan Terakhir. PP Nomor 100 Tahun 2000 jo. 4. SOP DP3. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Persetujuan. 4. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan naik pangkat Pegawai menyiapkan bahan naik pangkat dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian 1 Kasubbag Kepegawaian Pegawai yang akan naik pangkat 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Kenaikan Pangkat. ATK. 3. Peringatan: 1. SK Jabatan (jika menjabat) 5.

8.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 3 4 Memeriksa kelengkapan bahan kenaikan pangkat Mengisi Formulir D II Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Fungsional. IV/c ke atas terkirim ke Setneg Nota Persetuju3 SK Kenaikan an BKN Hari Pangkat III/c s/d IV/b Surat Pengantar. Formulir mulir D II & D II & Berkas Berkas KeKenaikan naikan Pangkat terkirim ke BKN Surat Peng1 Nota BKN antar. Berkas Kenaik2 Berkas an Pangkat Jam Kenaikan Pangkat lengkap Berkas Kenaik2 Terisinya an Pangkat Jam Formulir D II Formulir D II 1 Jam Surat Pengantar Ket. 7. Forantar. Per berkas 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Kasubbag Mengirimkan bahan kenaik. Surat Pernyataan Pelantikan.Keweantar & Nota nangan 134 . IV/c ke atas gawian dan Persetujuan Teknis untuk Gol. Formulir Minggu dan PerD II & Berkas setujuan Kenaikan Teknis untuk Gol. STTPP Diklatpim.Kepegaan pangkat ke waian Biro Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 7 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 8 Proses di BKN BKN 9 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 10 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian 11 Untuk Pangkat di atas IV/c Biro Kepegawaian Surat Pengantar. IV/c ke atas Nota BKN dan 1 Nota BKN Persetujuan Hari terkirim ke Teknis untuk Biro KepeGol. Formulir D II & Berkas Kenaikan 1 Hari Kewenangan Biro Kepegawaian Kewenangan BKN Kewenangan BKN Kewenangan Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Peng. Formulir D II & Berkas Kenaikan Pangkat terkirim ke Biro Kepegawaian 2 Surat PengSurat PengHari antar.

Biro Kepegawaian 12 Sekretariat Negara Surat Pengantar 2 SK Kenaikan Kewe& Nota PerBulan Pangkat nangan setujuan BKN IV/c ke atas Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 1 Hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 13 Biro Kepegawaian 14 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota Persetujuan BKN 2 Jam SK Kenaikan Pangkat s/d III/b 15 Kasubbag Kepegawaian SK Kenaikan Pangkat 1 Jam Sk Kenaikan Pangkat terdistribusi 135 .Pelaksana No Aktivitas nota BKN dan Surat Pengantar dari Kepala Biro dan disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Untuk Pangkat sampai III/b Nota BKN dan Surat Pengantar diteruskan ke Inspektorat Jenderal Membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Gol III/b ke bawah Surat Keputusan Kenaikan Pangkat di sampaikan ke Pegawai. dan didistrusikan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Persetujuan BKN Ket.

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT MULAI Membuat Daftar Pegawai Yang Akan Naik Pangkat Pegawai Menyiapkan Bahan Naik Pangkat dan Menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa Kelengkapan Bahan Kenaikan Pangkat Lengkap ? Tidak Ya Membuat Surat Pengantar Dari Sekretaris Yang Ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan Surat Pengantar dan Berkas Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Berkas Kenaikan Pangkat Biro Kepegawaian Mengirimkan Berkas ke BKN BKN Menerbitkan Nota Kenaikan pangkat BKN mengirimkan Nota BKN ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN Tidak Ya Gol IV/b ke bawah ? Tidak Biro Kepegawaian Membuat Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN dan Membuat Surat Pengantar ke Setneg Biro Kepegawaian Mengirim Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN BKN Membuat Persetujuan Teknis BKN mengirim persetujuan teknis ke Setneg dengan tembusan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian mengirm surat pengantar dan berkas kenaikan pangkat ke Setneg Gol III/b Kebawah ? Ya Setneg menerima berkas kenaikan pangkat dari biro kepegawaian dan menerima nota persetujuan Teknis dari BKN Setneg Membuat SK Kenaikan Pangkat Untuk Golongan IV/c ke Atas Setneg Mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Mengirim Nota BKN ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Membuat SK Kenaikan Pangkat Golongan III/b ke Bawah Biro Kepegawaian membuat SK Kenaikan Pangkat untuk Golongan III/c s/d IV/b Biro Kepegawaian mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Menyampaikan SK Kenaikan Pangkat ke Pegawai SELESAI 136 .

pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Draft SK KGB 2. Daftar Gaji 2 Jam Draft SK KGB Output Daftar pegawai yang akan naik gaji berkala Ket. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Komputer. SK KGB Jam Terakhir. Lemari Arsip. 3. Membuat Pengadmidaftar pegawai nistrasi yang akan naik Umum naik gaji berkala Menyiapkan bahan kenaikan gaji berkala Membuat draft SK Kenaikan Gaji Berkala Memeriksa draft SK Kenaikan Gaji Berkala Membuat SK Kenaikan Gaji Berkala Menandatangani SK Kenaikan Gaji Berkala Mendistribusikan SK Kenaikan Gaji Berkala dan pencatatan pada buku kendali KGB Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian 2 3 4 5 SK Kenaikan Gaji Berkala Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 1 Jam 2 Jam Berkas Kenaikan Pangkat Draft SK Kenaikan Gaji Berkala Draft SK Kenaikan Gaji Berkala telah benar SK Kenaikan Gaji Berkala SK Kenaikan Gaji Berkala yang sudah ditandatanga ni SK KGB terdistribusi dan tercatat pada buku kendali KGB 6 7 Pengadministrasi Umum SK KGB 1 Jam 137 . PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. Pencatatan dan Pendataan: 1. Mesin Tik. Filling Kabinet. maka pegawai yang akan naik gaji berkalanya akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Kenaikan Gaji Berkala.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Ruang. Buku Kendali KGB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pegawai yang 1 sudah 2 tahun Jam belum naik gaji berkala Database Kepegawaian 1 1. 2. 2. Kursi. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal kegiatan ini tidak dilaksanakan. ATK.

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN NAIK GAJI BERKALA MENYIAPKAN BAHAN KENAIKAN GAJI BERKALA MEMBUAT DRAFT SK KENAIKAN GAJI BERKALA BENAR ? Ya Tidak MEMBUAT SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENANDATANGANI SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENDISTRIBUSIKAN SK KENAIKAN GAJI BERKALA SELESAI 138 .

SOP Baperjakat 2. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. 4. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000. Daftar jabatan Daftar pejabat 1 Bahan Rapat struktural dan Hari Baperjakat calon pejabat struktural. 3. tentang Perubahan PP Nomor 100 Tahun 2000. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar pejaKepegawaian Jam bat struktural dan calon pejabat struktural. Kursi. 1998. Agama. 2. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Mutasi Jabatan. KMA Nomor 350 th. daftar jabatan Bahan rapat 3 Laporan Baperjakat Jam Hasil Sidang Baperjakat 1 Rancangan Laporan Hasil Jam Surat Sidang Keputusan Baperjakat Rancangan 1 Surat Surat Keputusan Jam Keputusan Undangan 2 Hari 3 Jam Undangan terkirim Pejabat telah dilantik 2 Mempersiapkan sidang Baperjakat Pengadmini strasi Umum 3 4 5 6 Melaksanakan Sidang Baperjakat Membuat rancangan Surat Keputusan Penandatanganan Surat Keputusan Persiapan Pelantikan Melaksanakan Pelantikan Kasubbag Kepala KepegaBagian waian Pengadmini strasi Umum Inspektur Jenderal Pengadmini strasi Umum Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon I & II 7 Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Keputusan 139 . PP Nomor 13 th 2002. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Ket. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Strurktural. 2. SOP Pelantikan Peringatan: Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Bahan Mutasi Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: 1. Mesin Tik. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL Dasar Hukum: 1. Komputer. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. 6. Ruang. PP Nomor 100 th 2000. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. 5. Keterkaitan: 1.

Pelaksana No 8 Aktivitas Penyiapan SPP dan SPMT Penyampaian salinan dan petikan Surat Keputusan Penyiapan memorandum permohonan pembayaran Tunjangan Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum Pengadmini strasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft SPP dan 1 SPP dan SPMT Jam SPMT Surat Keputusan 1 Jam Surat Keputusan terdistribusikan SK. 9 10 Pengadmini strasi Umum SK. SPP. SPMT 2 Jam 140 . SPP. SPMT terdistribusikan Ket.

FLOWCHART SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL MULAI MENYIAPKAN BAHAN MUTASI JABATAN STRUKTURAL MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN PERSIAPAN PELANTIKAN PENYIAPAN SPP DAN SPMT PENYAMPAIAN SALINAN DAN PETIKAN SURAT KEPUTUSAN PENYIAPAN MEMORANDUM PERMOHONAN PEMBAYARAN TUNJANGAN JABATAN STRUKTURAL SELESAI 141 .

Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Mesin Tik. Telepon. Lemari Arsip. ATK. Daftar Usulan Pegawai 2. Filling Kabinet. Faximile. Kabag. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mutasi Membuat daftar Pengadministrasi pegawai yang Umum diusulkan akan mutasi Mempersiapkan Kasubbag rapat pimpinan Kepegawaian Melaksanakan rapat pimpinan Membuat ranKepala Subbagian PengadKepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Edaran/ 3 Hari Memorandum/ Nota Dinas Usulan Mutasi 5 6 Daftar pegawai yang akan diusulkan mutasi 2 Jam Daftar pegaDaftar pegawai yang wai yang diusulkan diusulkan mutasi mutasi Daftar pegawai 3 Jam Laporan/Notulen Hasil yang diusulkan Rapim mutasi Laporan/Notu2 Rancangan Database Kepegawaian Usulan Mutasi 2 Jam 142 .. Surat Keputusan Mutasi Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Disposisi 1 Hari Surat EdarPimpinan an/Memorandum/ Nota Dinas Ket. 4. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang mutasi pegawai. KMA RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. 2. Kursi. KMA RI Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. 2 3 4 PengadMembuat surat ministrasi edaran/memoUmum randum/nota dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan mutasi pegawai PengadPimpinan unit ministrasi kerja (KasubUmum bag. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL Dasar Hukum: 1. Ruang. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. 3.

Pelaksana No Aktivitas cangan Surat Keputusan mutasi Membuat Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi didistribusikan ke pihak terkait 1 ministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan len Hasil Rapat Jam Surat KepuPimpinan tusan Mutasi Rancangan Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi 2 Jam Surat Keputusan Mutasi Ket. 7 8 1 Jam Surat Keputusan Mutasi terdistribusi Selesai 143 .

FLOWCHART SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL MULAI MEMBUAT SURAT EDARAN/MEMORANDUM/ NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN MUTASI PEGAWAI PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG. IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MUTASI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MUTASI MELAKSANAKAN RAPAT PIMPINAN MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MUTASI MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN MUTASI SURAT KEPUTUSAN MUTASI DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 144 . KABAG.

Komputer. tentang Perubahan PP Nomor 100 th 2000. SOP Data Base Kepegawaian 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pelantikan Pejabat. Petugas Keamanan penyelengKet. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 1 Pejabat yang Keputusan Jam akan dilantik mendapat undangan Daftar pejabat 2 Jam Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan surat permohonan menjadi saksi pelantikan surat permohonan rohaniawan Tempat. Mesin Tik. Kursi. ATK. Agama. jamuan. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Ruang. 6. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELANTIKAN PEJABAT Dasar Hukum: 1. 4. 2. SOP Baperjakat Peringatan: Dalam hal salah satu aktivitas tidak dilaksanakan akan menghambat pelaksanaan pelantikan Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan dilantik Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan Menyiapkan surat permohonan menjadi saksi pelantikan Menyiapkan surat permohonan rohaniawan Menyiapkan memorandum permohonan untuk tempat. PP Nomor 100 th 2000. Keterkaitan: 1. Lemari Arsip. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. 5. PP Nomor 13 th 2002. Pencatatan dan Pendataan: 1. Jamuan. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. Filling Kabinet. KMA Nomor 350 Tahun 1998. Sarana Transportasi. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. 2 Pengadministrasi Umum 3 Pengadministrasi Umum Daftar pejabat 1 Jam 4 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Konsep surat permohonan rohaniawan Surat memorandum 1 Jam 5 1 Jam 145 . Undangan 2. 3.

Surat Keputusan. memorandum 2 jam Draft Berita Acara dan Pengambilan Sumpah Undangan dan memorandum terkirim Pejabat telah dilantik.Pelaksana No Aktivitas petugas keamanan penyelenggaraan pelantikan ke Kabag Umum Menyiapkan susunan acara pelantikan dan naskah sumpah jabatan Menyiapkan berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah Penyampaian Undangan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output garaan pelantikan siap Ket. Draft Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 3 Jam 146 . 6 Pengadministrasi Umum 2 Jam Susunan Acara Pelantikan 7 Pengadministrasi Umum Undangan. memorandum 1 Hari 9 Melaksanakan Kasubbag Pelantikan Kepegawaian Surat Keputusan. Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 8 Pengadministrasi Umum Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Undangan.

FLOWCHART SOP PELANTIKAN PEJABAT MULAI MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN DILANTIK MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN MENGHADIRI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN MENJADI SAKSI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN ROHANIAWAN MENYIAPKAN MEMORANDUM PERMOHONAN UNTUK TEMPAT. JAMUAN. PETUGAS KEAMANAN PENYELENGGARAAN PELANTIKAN KE KABAG UMUM MENYIAPKAN SUSUNAN ACARA PELANTIKAN DAN NASKAH SUMPAH JABATAN MENYIAPKAN BERITA ACARA PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH PENYAMPAIAN UNDANGAN MELAKSANAKAN PELANTIKAN SELESAI 147 .

Komputer. tentang Diklat Jabatan. Mesin Tik. Kursi. Kabag. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mengikuti Diklat Membuat daftar pegawai yang diusulkan akan mengikuti Diklat Melakukan verifikasi daftar yang akan mengikuti diklat Membuat rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Diklat Pegawai. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/ Nota Dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan Calon Peserta Diklat Pimpinan unit kerja (Kasubbag. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Surat Penetapan/Tugas Peserta Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Permintaan 1 MemoranPeserta Diklat Jam dum/nota dinas Ket. Telepon. Agama. Ruang. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ Nota Dinas 3 Hari Usulan Peserta Diklat 3 Pengadministrasi Umum Usulan peserta Diklat 3 Jam Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi Rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 4 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat 3 Jam 6 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi 1 Jam 148 .. Keppres Nomor 5 Tahun 1996. 3. 4. Faximile. 2. tentang Diklat Prajabatan PN. Pencatatan dan Pendataan: 1. KMA Nomor 192 Tahun 1992.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT Dasar Hukum: 1. Daftar Usulan Calon Peserta Diklat 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. ATK. tentang Juklak Diklat Bagi PNS Di Lingkungan Dep. Filling Kabinet. Lemari Arsip. PP Nomor 101 Tahun 2000.

Selesai 149 .Pelaksana No 7 Aktivitas 1 2 Kabag Ortala & Kepegawaian 3 Sekretaris 8 Kasubbag Membuat KepegaSurat Penetapan/ Surat waian Tugas Diklat PengadmiSurat Surat nistrasi Penetapan/ Umum Surat Tugas Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Rancangan Jam Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 2 Surat Surat PeJam netapan/ Surat Tugas Diklat Output Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat terdistribusi Ket.

FLOWCHART SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN CALON PESERTA DIKLAT PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG. IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMVERIFIKASI DAFTAR YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT MEMBUAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SELESAI 150 . KABAG.

PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Surat Keputusan CPNS Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Jadwal & Jam Formasi Pengadaan CPNS Ket. Soal Ujian 5. 3. Mesin Tik. Kursi. Komputer. Filling Kabinet. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Mempunyai SK Panitia. Fungsi. Kartu Ujian 4. Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Ruang. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengadaan CPNS. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Lembar Jawaban Ujian 6. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN CPNS Dasar Hukum: 1. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Tugas. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Nota BKN 8. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Mempunyai SK Penempatan di Subbag Kepegawaian.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. 2. Lemari Arsip. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakan salah satu kegiatan akan menghambat proses penerimaan CPNS Kualifikasi Pelaksanaan: 1. ATK. Sarana Transportasi. Pencatatan dan Pendataan: 1. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima Jadwal dan formasi Penerimaan CPNS dari Biro Kepegawaian Membuat SK Tim Panitia Pengadaan CPNS Melakukan Rapat Panitia Persiapan Mengumumkan Pengadaan CPNS 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Kasubbag Kepegawaian Panitia 3 Kabag Ortala & Kepegaw aian Pimpinan Sekretaris Database Kepegawaian 2 Jam SK Panitia Pengadaan CPNS Notulen Hasil Rapat 4 Panitia Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 3 Jam 1 PengumumMinggu an Pengadaan CPNS 151 . Tanda Terima Berkas 3. 4. 2. Susunan Organisasi. Pengumuman Peserta yang diterima 7. Peralatan/Perlengkapan: Meja.

Soal Ujian & lembar jawab 1 Hari Lembar Jawaban Panitia Lembar Jawaban 2 Jam Lembar jawaban diterima Biro kepegawaian Hasil Scanning ujian tertulis diterima Panitia Notulen Hasil Rapat Pengadministrasi Umum Hasil Scanning ujian tertulis 1 Jam Panitia Pimpinan Hasil Scanning ujian tertulis dan SK Panitia 3 Jam 13 Mengadakan rapat evaluasi hasil psikotes dan wawancara 14 Melaksanakan Panitia pengumuman CPNS yang diterima 15 Melakukan Pemberkasan Pengadaan CPNS 16 Mengajukan berkas CPNS ke BKN Panitia Peserta yang lulus Ujian Tertulis Panitia Panitia Tim Penguji Soal Psikotes dan Wawancara 2 Hari Hasil Psikotes dan Wawancara Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Pengumum an Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Berkas CPNS Hasil Psikotes dan Wawancara 3 Jam Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Data dan berkas CPNS 3 Jam 3 Hari Pengadministrasi Umum Panitia Berkas CPNS 3 Jam Surat Usulan dan Berkas CPNS 152 .Pelaksana No 5 Aktivitas 1 2 Panitia 3 6 Melaksanakan Peserta Pendaftaran Pengadaan CPNS Melaksanakan Panitia Pemberkasan Pengadaan CPNS Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tanda Terima 1 Berkas Berkas Minggu Pendaftar Ket. Berkas Pendaftar Melakukan rapat evaluasi hasil pemberkasan dan persiapan ujian tertulis Pengadaan CPNS 8 Melaksanakan Ujian Tertulis dan melakukan pengawasan ujian 9 Menyerahkan Lembar Jawaban ke Biro Kepegawaian untuk di scanning 10 Menerima Hasil Scanning Ujian Tertulis 11 Melaksanakan rapat persiapan persiapan psikotes dan wawancara 12 Melaksanakan Psikotes dan wawancara 7 Pimpinan Berkas Pendaftar 1 Berkas Minggu Pendaftar yang Lulus Berkas dan Kartu Ujian 3 Notulen Jam Hasil Rapat & Pelaksanaan Ujian tertulis telah siap Panitia Kartu Ujian.

17 18 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Nota BKN 1 Jam 2 Hari Nota BKN diterima Surat Keputusan CPNS selesai Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Surat Penempatan Tugas 19 Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota BKN & Konsep Surat Keputusan Konsep Surat Keputusan 1 Jam 20 Kasubbag Kepegawaian Konsep Surat Penempatan Tugas 1 Jam 153 .Pelaksana No Aktivitas melalui Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN CPNS Membuat SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Membuat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Membuat Surat Penempatan Tugas CPNS 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PENGADAAN CPNS MULAI MENERIMA JADWAL DAN FORMASI PENERIMAAN CPNS DARI BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SK TIM PANITIA PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT PANITIA PERSIAPAN MELAKSANAKAN PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PENDAFTARAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT EVALUASI HASIL PEMBERKASAN DAN PERSIAPAN UJIAN TERTULIS PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN UJIAN TERTULIS DAN MELAKUKAN PENGAWASAN UJIAN MENYERAHKAN LEMBAR JAWABAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DISCANNING MENERIMA HASIL SCANNING UJIAN TERTULIS MELAKSANAKAN RAPAT PERSIAPAN PERSIAPAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MENGADAKAN RAPAT EVALUASI HASIL PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PENGUMUMAN CPNS YANG DITERIMA MELAKUKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MENGAJUKAN BERKAS CPNS KE BKN MELALUI BIRO KEPEGAWAIAN MENERIMA NOTA BKN CPNS MEMBUAT SK CALON PEGAWAI MEMBUAT SURAT PERYATAAN MELAKSANAKAN TUGAS (SPMT) MEMBUAT SURAT PENEMPATAN TUGAS CPNS SELESAI 154 .

Surat Pengantar 2. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. SE BAKN Nomor 01/SE/1975. tentang Petunjuk Permintaan. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu istri / kartu suami Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Istri/ Kartu Suami. 3. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Kartu Istri / Kartu Suami Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. FC sah Kartu Hari persyaratan Keluarga 2. BAKN Nomor 115 a/Kep/1983. Keputusan Kep. FC sah Kutipan Akta Nikah 3. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas Pengajuan 1 Surat Jam Pengantar Ket. Kursi. tentang Kartu Isteri/Kartu Suami PNS. Filling Kabinet. 2 3 4 5 Pengadmi Sekretaris Membuat Surat nistrasi Pengantar dari Umum Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Pengadmi Menyampaikan Surat pengantar nistrasi Umum dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Biro Kepegawaia Kepegawaian n memproses pengajuan Karis/Karsu ke BKN BKN BKN memproses pengajuan Karis/ Karsu dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Kartu Istri / Minggu kartu Pegawai 155 . Mesin Tik. Komputer. Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI Dasar Hukum: 1. 2. Lemari Arsip. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Ruang.

Pelaksana No 6 Aktivitas Biro Kepegawaian menyampaikan Karis /Karsu ke Inspektorat Jenderal Menyerahkan Karis/Karsu ke Pegawai yang bersangkutan 1 Biro Kepegawai an 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Kartu Istri / kartu 1 Hari Pegawai Output Kartu Istri/ kartu Pegawai diterima Inspektorat Jenderal Kartu Istri / kartu Pegawai diterima yang bersangkutan Ket. 7 Pengadmini strasi Umum Kartu Istri / kartu Pegawai 1 Jam 156 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES PENGAJUAN BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARIS/KARSU DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARIS/ KARSU KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARIS/KARSU KEPADA PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 157 .

Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN KARTU ASKES Dasar Hukum: 1. Ruang. Komputer. Kursi. 2. Keterkaitan: 1. Surat Pengantar 2. FC sah daftar gaji 7. Mesin Tik. FC Akte Kelahiran anak Berkas Pengajuan 1 Hari Berkas persyaratan Ket. FC sah Kutipan Surat Nikah 6. FC sah Kartu Keluarga 4. FC sah KTP Suami Istri 3. PP Nomor 25 th 1981. SOP Data Base Kepegawaian 2. ATK. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar (Suami istri dan anak di atas 5 tahun) 5. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. FC sah SK pertama dan Terakhir 2. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu ASKES Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Askes. Lemari Arsip. Filling Kabinet. 2 Menyiapkan PengadmiBlangko ASKES nistrasi Umum Pegawai yang Pegawai bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 3 4 Mengisi Blangko ASKES dan meminta tanda tangan atasan langsung Menyampaikan Blangko Askes dan berkas pengajuan ke kantor cabang Pegawai Atasan Langsung 1 Jam Blangko dan Berkas Pegajuan Pegawai Blangko dan Berkas Pengajuan 1 Hari Blangko dan Berkas Pengajuan diterima PT Askes 158 . tentang Asuransi Sosial PNS (Askes). Kartu Askes Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Blangko Hari ASKES 1.

ASKES Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Kartu ASKES diterima Pegawai Sel es ai 159 .Pelaksana No Aktivitas PT Askes sesuai domisili PT ASKES memproses pengajuan Kartu ASKES dan menyampaikan Pegawai 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 5 PT.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN KARTU ASKES MULAI MENYIAPKAN BLANGKO ASKES MENGISI BLANGKO ASKES DAN MEMINTA TANDA TANGAN ATASAN LANGSUNG MENYAMPAIKAN BLANGKO ASKES DAN BERKAS PENGAJUAN KE KANTOR CABANG PT ASKES SESUAI DOMISILI PT ASKES MEMPROSES PENGAJUAN KARTU ASKES DAN MENYAMPAIKAN KEPADA PEGAWAI SELESAI 160 .

sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Filling Kabinet. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu pegawai Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. Mesin Tik. Keterkaitan: 1. 2. Lemari Arsip. ATK. FC DP3 satu tahun terakhir 4. Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. SE BAKN Nomor 01/SE/1975 tentang Petunjuk Permintaan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI Dasar Hukum: 1. Kartu Pegawai Mutu Baku Ket. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas 1 Surat Pengantar Pengajuan Jam 2 3 4 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian memproses pengajuan Kartu Pegawai ke BKN BKN memproses pengajuan Kartu Pegawai dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Biro Kepegawaian menyampaikan Kartu Pegawai ke Pengadministrasi Umum Sekretaris Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Kartu Pegawai BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Kartu Pegawai 1 Hari Kartu Pegawai di terima Inspektorat Jenderal 161 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. Kursi. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Surat Pengantar 2. Ruang. Komputer. SOP Data Base kepegawaian 2. FC SK CPNS Hari persyaratan 2. FC SK PNS 3.

Pelaksana No Aktivitas Inspektorat Jenderal Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 7 Pengadministrasi Umum Kartu Pegawai Kartu Pegawai di terima yang bersangkutan 162 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU PEGAWAI BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARTU PEGAWAI KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARTU PEGAWAI KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 163 .

Lemari Arsip. Filling Kabinet. Surat Pengantar 3. SOP Data Base Kepegawaian 2. ATK. Kursi. Komputer. 2 Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Pengajuan 1 Jam Surat Pengantar 3 Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari 4 PT TASPEN Surat pengantar dan Berkas pengajuan Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima PT TASPEN 1 Kartu Hari TASPEN 5 Pengadministrasi Umum Kartu PT TASPEN Kartu TASPEN di terima yang bersangkutan 164 . FC SK PNS Hari persyaratan Ket. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu TASPEN Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke PT TASPEN Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke PT TASPEN PT TASPEN memproses pengajuan Kartu TASPEN dan menyampaikan hasilnya ke Subbag Kepegawaian Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. Keterkaitan: 1. Berkas Pengajuan 2. Ruang. Kartu TASPEN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1. Mesin Tik.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Peralatan/Perlengkapan: Meja. FC SK CPNS 1 Berkas 2. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE PT TASPEN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE PT TASPEN PT TASPEN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU TASPEN DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENYERAHKAN KARTU TASPEN KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 165 .

Pimpinan unit kerja (Kabag & Irwil) mengusulkan pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Memorandum/ 166 . Ruang. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2. PP Nomor 25 th. Keputusan Kepala BKN Nomor 02/2005 tentang ketentuan pelaksanaan penganugrahan Satyalancana Karya Satya. Komputer. 3. Mesin Tik. 1994 tentang Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Filling Kabinet.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA Dasar Hukum 1. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Hari Output Memorandum/ nota dinas Ket. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini tidak ada pegawai yang mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/n ota dinas kepada pimpinan unit (Kabag & Irwil) untuk mengusulkan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Sarana transportasi. Telepon. ATK. 2. Daftar Usulan Calon Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 3 Pengadministrasi Umum Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Memorandum/ 3 Jam 4 Pengadmi- 3 Jam Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Satyalancana Karya Satya. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ nota dinas 3 Hari Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Faximile. Lemari Arsip. Kursi. Membuat daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Mempersiapkan 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja.

5 Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon II & III Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Rapat Pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.Pelaksana No Aktivitas rapat pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Membuat memorandum/n ota dinas kepada Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Untuk menyampaikan persyaratan Membuat Surat Pengantar ke Biro Kepegawaian Menyampaikan Berkas Pengajuan ke Biro Kepegawaian untuk Diproses ke Setneg 1 nistrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Nota Dinas Mutu Baku Waktu Output Nota Dinas terkirim Ket. Memorandum/ Nota Dinas 2 Jam Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 6 1 Minggu Berkas persyaratan 7 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Rancangan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas persyaratan 2 Jam Surat Pengantar 8 3 Jam Selesai 167 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT (KABAG & IRWIL) UNTUK MENGUSULKAN CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA PIMPINAN UNIT KERJA (KABAG & IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMPERSIAPKAN RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN UNTUK MENYAMPAIKAN PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DIPROSES KE SETNEG SELESAI 168 .

3. AKT 1. AKT4 dan SPTB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan SK Pensiun/ Pemberhentian SK Pensiun/ Pemberhentian Output Ket. SP4B. AKT 2. 4. SK Pensiun 2. Mesin Tik. Biro Kepegawaian. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. Komputer. ATK. AKT 2. AKT 1. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. PT TASPEN. SP4B. SP3R. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. AKT 2. SOP Data Base Kepegawaian 2. Ruang. AKT 1. 2 15 Copy SK Menit Pensiun/ Pemberhentian 15 SK Pensiun/ Menit Pemberhentian 3 Pegawai Pengadmin istrasi Umum Formulir SP4A. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN Dasar Hukum 1. SP3R. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. AKT 3. AKT4 dan SPTB) untuk ke Taspen Pengambilan SKPP yang telah diterbitkan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pengajuan Taspen. AKT 3. AKT 3. AKT4 dan SPTB 4 Pengadministrasi Umum SKPP 1 Hari SKPP diterima pegawai 169 . SP3R. SKPP 3. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pelaksana No A 1 Aktivitas Persiapan Penggandaan SK pensiun/ pemberhentian Penyampaian tembusan SK Pensiun/pember hentian ke KPPN melalui Subbag RT. 2. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. SP3R. KPPP. Lemari Arsip. 2. AKT 1. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Formulir SP4A. Sarana Transportasi. AKT4 dan SPTB 3 Hari SP4A. SOP Pensiun Peringatan: 1. AKT 3. Kursi. untuk diterbitkan SKPP Penyiapan dan pengisian formulir-formulir (SP4A. Telepon. Keterkaitan: 1. Filling Kabinet. SP4B. Pencatatan dan Pendataan: 1. baik di Subbag Kepegawaian. AKT 2. Faximile. THT dan Asuransi PT TASPEN.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. SP4B.

SP4A. AKT 1. THT dan Asuransi Kematian kepada PNS/ penerima pensiun untuk diusulkan ke Taspen oleh yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 5 Pegawai SKPP. SP3R.Pelaksana No Aktivitas oleh KPPN melalui Subbag RT Penyiapan dan penyampaian kelengkapan persyaratan administrasi pembayaran pensiun pertama. SP4B. AKT 3. THT dan asuransi terbayarkan 170 . AKT 2. AKT4 dan SPTB 1 Hari Pembayaran pensiun pertama.

AKT 2. AKT 1. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN MULAI PENGGANDAAN SK PENSIUN/ PEMBERHENTIAN PENYAMPAIAN TEMBUSAN SK PENSIUN/PEMBERHENTIAN KE KPPN MELALUI SUBBAG RT. THT DAN ASURANSI KEMATIAN KEPADA PNS/ PENERIMA PENSIUN UNTUK DIUSULKAN KE TASPEN OLEH YANG BERSANGKUTAN SELESAI 171 .FLOWCHART SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. SP4B. AKT 3. SP3R. AKT4 DAN SPTB) UNTUK KE TASPEN PENGAMBILAN SKPP YANG TELAH DITERBITKAN OLEH KPPN MELALUI SUBBAG RT KARIS/KARSU KE BKN PENYIAPAN DAN PENYAMPAIAN KELENGKAPAN PERSYARATAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. UNTUK DITERBITKAN SKPP PENYIAPAN DAN PENGISIAN FORMULIR-FORMULIR (SP4A.

Mesin Tik.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. 2 Pegawai 1. DP3 Tahun Terakhir. Ruang. Keputusan Bersama BKN. SK Jabatan 2 Berkas usulan Minggu Auditor 172 . PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Daftar Usulan PAK 2. ATK. Lemari Arsip. SOP Data Base kepegawaian 2. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Surat Keputusan Mutu Baku Waktu 2 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Ket. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 3. Surat Persetujuan Teknis 4. BPKP 6. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. SK CPNS 5. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Surat Pengajuan Pengangkatan 3. 4. 2. 2. SOP Penilaian Angka Kredit Peringatan: 1.. 4. 3. 5. Keterkaitan: 1. Telepon. Karpeg. Faximile. Kursi. Sarana Transportasi. maka akan menghambat proses Pengangkatan Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Pegawai menyiapkan bahan usulan pengajuan dan menyerahkan ke Subbag 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan Auditor. Pencatatan dan Pendataan: 1. Filling Kabinet. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). SK KP Terakhir. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193. Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. 7. baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP. 2.

Daftar Usulan PAK Berkas usulan 1 Surat Hari Pengantar Ket. Pegawai yang Lulus Ujian Jabatan Fungsional Auditor atau PNS Formasi Calon Auditor 7.Pelaksana No Aktivitas Kepegawaian 1 2 3 3 4 Membuat surat pengantar ke kepala BPKP dan rekapitulasi pegawai yang diusulkan Mengirimkan Berkas usulan dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP Pusbin JFA BPKP memproses Persetujuan Teknis Pengangkatan Auditor Melaporkan hasil persetujuan teknis pengangkatan Auditor kepada Sekretaris Mempersiapkan sidang baperjakat Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan (jika menjabat) 6. Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 hari 5 Surat Pengantar dan Berkas DUPAK Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP 1 Surat Bulan Persetujuan Teknis 6 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Surat Persetujuan Teknis 1 Hari Disposisi Sekretaris 7 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Pejabat Eselon I & II 8 Melaksanakan Kasubbag Sidang KepegaBaperjakat waian Pengadministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Surat Persetujuan Teknis dan Disposisi Sekretaris Bahan Rapat Baperjakat 2 Hari Bahan Rapat Baperjakat 1 Hari Laporan Hasil Sidang Baperjakat Rancangan Surat Keputusan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Membuat rancangan Surat Keputusan 10 Membuat Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor 9 Laporan Hasil Sidang Baperjakat Sekretaris Irjen Rancangan Surat Keputusan 2 Hari 2 Hari 173 .

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Mutu Baku Waktu 1 Hari Output Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor terdistribusi Ket. Sel es ai Pengadmini 11 Surat strasi Keputusan Pengangkatan Umum Ajabatan Fungsional Auditor didistribusikan ke pihak terkait 174 .

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN DIUSULKAN MENJADI AUDITOR PEGAWAI MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE KEPALA BPKP DAN REKAPITULASI PEGAWAI YANG DIUSULKAN MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR MELAPORKAN HASIL PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR KEPADA SEKRETARIS MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 175 .

Tugas. Kursi. Pelaksana No 1 Aktivitas Menginventarisir CPNS Mengusulkan daftar CPNS ke Badan Litbang & Diklat Menerima surat panggilan prajabatan dari Balai Diklat 1 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawai an 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan CPNS menjadi PNS. Hasil General Chek Up 5. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. Surat Perintah Melaksanakan Tugas 3. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS Dasar Hukum 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. THT dan Asuransi PT TASPEN. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Filling Kabinet. 4. Surat Tanda Tamat Pelatihan Prajabatan 4. Mesin Tik. 2 Kabag Ortala & Kepegawai an Sekretaris Daftar CPNS 3 Pengadministrasi Umum Surat Panggilan Diklat 1 Jam 176 . Ruang. PT TASPEN. KPPP. Fungsi. Sarana Transportasi. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. Keterkaitan: 1. Biro Kepegawaian. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Penetapan Peserta Diklat Peringatan: 1. Lemari Arsip. SOP Data Base Kepegawaian 2. Komputer. Susunan Organisasi. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Surat Keputusan CPNS 2. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Peralatan/Perlengkapan: Meja. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Surat Keputusan PNS Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Jam 1 Jam Output Daftar CPNS Daftar CPNS diterima Badan Litbang & Diklat Surat Pangilan Diklat Prajabatan Ket. ATK. 2. 2. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. baik di Subbag Kepegawaian. SOP Pengadaan CPNS 3.

SPMT Konsep Surat Keputusan 2 Minggu 1 Jam Surat Tugas Tes Kesehatan Hasil Tes Kesehatan Konsep Surat Keputusan 7 8 2 Hari 1 Hari 9 Menandatang Kasubbag ani Surat Kepegawai Keputusan an dan mendistribusik an Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris 1 Hari Surat Keputusan Pegawai dan pihak terkait menerima SK Acara pengambil an sumpah siap dilaksanakan Berita Acara Pengambilan Sumpah PNS 10 Mempersiapkan acara pengambilan sumpah PNS Surat Keputusan 3 Hari 11 Melaksanakan CPNS Pengambilan Sumpah PNS Pimpinan Surat Keputusan Naskah Sumpah PNS Konsep Berita Acara 3 Jam 177 . Telah melaksanakan tugas minimal 1 Tahun 2. Hasil Tes Kesehatan 4. 5 CPNS 6 Kasubbag Kepegawai an CPNS Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris Surat Tugas Diklat Prajabatan CPNS yang lulus Diklat Prajabatan Surat Tugas Tes Kesehatan 1. STTPP 3.Pelaksana No 4 Aktivitas Menugaskan CPNS mengikuti Diklat Prajabatan Diklat Prajabatan Menugaskan CPNS mengikuti Tes Kesehatan Mengikuti Tes Kesehatan Membuat Konsep Surat Keputusan Pengangkatan CPNS menjadi PNS 1 Kasubbag Kepegawai an 2 Kabag Ortala & Kepegawai an 3 Sekreta ris Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Surat Panggilan Diklat Prajabatan Waktu 1 Jam Output Surat Tugas Dikat Prajabatan STTPP Ket.

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MULAI MENGINVENTARISIR CPNS MENGUSULKAN DAFTAR CPNS KE BADAN LITBANG & DIKLAT MENERIMA SURAT PANGGILAN PRAJABATAN DARI BALAI DIKLAT MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI DIKLAT PRAJABATAN DIKLAT PRAJABATAN MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI TES KESEHATAN MENGIKUTI TES KESEHATAN MEMBUAT KONSEP SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN DAN MENDISTRIBUSIKAN MEMPERSIAPKAN ACARA PENGAMBILAN SUMPAH PNS MELAKSANAKAN PENGAMBILAN SUMPAH PNS SELESAI 178 .

Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. Daftar Usulam PAK 2. Ruang. Sarana Transportasi. Surat Pengantar 3. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Lemari Arsip. Peringatan: 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Telepon. 2.. 3. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. BPKP 6. Mesin Tik. Surat Penetapan Angka Kredit 4. 4. Keputusan Bersama BKN. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Filling Kabinet. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penilaian Angka Kredit Auditor. Komputer. Surat Keputusan Tim Penilai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Nota Dinas Surat BPKP & Hari Jadwal Pengumpulan DUPAK ( Bulan Januari dan Juli) 1 Hari Surat Keputusan Ket. maka akan menghambat proses karier Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat Nota Dinas ke Inspektur Wilayah tentang pengumpulan DUPAK Auditor Membuat Surat Keputusan Tim Penilai Angka Kredit Auditor menyiapkan bahan usulan peng1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. 7. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193. Faximile. ATK. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). Kursi. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. 2 Kasubbag Kepegawaian Pegawai Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris 3 DUPAK 2 Berkas Minggu usulan DUPAK 179 . baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP.

4 Membuat Draft Penetapan Angka Kredit B.2 Mempersiapkan Kegiatan Pelaksanaan Penilaian angka Kredit B.2 Mengirimkan Hari dan Berkas Berkas usulan nistrasi DUPAK Umum DUPAK dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP A. DUPAK Auditor Ahli Madya dan Ahli Utama DUPAK Auditor 1 A.Pengadmikan dan nistrasi mengarsipkan Umum Surat Penetapan PAK Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan B. ajuan DUPAK dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian DUPAK 1 4 Mengelompokk PengadmiMinggu nistrasi an Daftar Umum Usulan Penetapan Angka Kredit A.1 Merekap DUPAK masing-masing Auditor sesuai format Kertas Kerja Tim Penilai B.5 Mendistribusi.3 Menyelenggarakan Kegiatan penetapan Angka Kredit B.4 Menerima Penetapan PAK Tim Penilai Pusbin JFA Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 Bulan Rekapitulasi DUPAK Surat Pengantar Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Pengadministrasi Umum A.1 Membuat Surat Ahli Madya dan Hari Pengantar Ahli Utama DUPAK ke BPKP 1 Surat Pengantar PengadmiA.3 Pusbin JFA BPKP memproses DUPAK dan menetapkan angka kredit (PAK) A.5 Menanda- B.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Auditor Ket. DUPAK Auditor Trampil dan Ahli Pertama serta Ahli Muda Berkas DUPAK 1 Rekapitulasi PengadmiMinggu Kertas Kerja nistrasi Tim Penilai Umum Pengadministrasi Umum 3 Hari Pelaksanaan Penghitungan Siap Pengadministrasi Umum Tim Penilai Berkas DUPAk dan Rekapitulasi Kertas Kerja Tim Penilai Kertas Kerja Tim Penilai 3 hari Kertas Kerja tim Penilai Pengadministrasi Umum Tim Penilai 1 Hari 1 Sekretaris Inspektur Draft Penetapan Draft Penetapan angka Kredit Penetapan 180 .

Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan 181 .Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Jenderal tangani Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit B.Pengadmikan dan meng.6 Mendistribusi.nistrasi arsipkan Surat Umum Penetapan PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Angka Kredit Hari Angka Kredit Ket.

FLOWCHART SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Mulai MEMBUAT NOTA DINAS KE INSPEKTUR WILAYAH TENTANG PENGUMPULAN DUPAK AUDITOR MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN TIM PENILAI ANGKA KREDIT AUDITOR MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DUPAK DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGELOMPOKKAN DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT AUDITOR AHLI Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DUPAK KE BPKP MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DUPAK DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES DUPAK DAN MENETAPKAN ANGKA KREDIT (PAK) MENERIMA PENETAPAN PAK Tidak MEREKAP DUPAK MASING-MASING AUDITOR SESUAI FORMAT KERTAS KERJA TIM PENILAI MEMPERSIAPKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENILAIAN ANGKA KREDIT MENYELENGGARAKAN KEGIATAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MEMBUAT KONSEP PENETAPAN ANGKA KREDIT MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MENDISTRIBUSIKAN DAN MENGARSIPKAN SURAT PENETAPAN PAK SELESAI 182 .

Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pensiun. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Lemari Arsip. Sarana Transportasi. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. SOP Data Base Kepegawaian 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan Pensiun 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 1 2 3 4 5 Membuat memorandum /Nota Dinas pemberitahuan kepada PNS yang mencapai BUP Pegawai menyiapkan berkas Pensiun dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa kelengkapan berkas pensiun Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan berkas pensiun ke Biro Kepegawaian Pegawai Memorandum/ Nota Dinas 2 Hari Berkas Pensiun Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Berkas Pensiun 2 Hari 1 Hari Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Draft Surat Pengantar Berkas Pensiun lengkap Surat Pengantar Kasubbag Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pensiun 1 Hari Surat Pengantar & Berkas Pensiun ter- 183 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. Biro Kepegawaian dan BKN. Faximile. Telepon. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 4. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PENSIUN Dasar Hukum: 1. Filling Kabinet. baik di Subbag Kepegawaian. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. maka akan menghambat proses Pensiun. ATK. Ruang. Komputer. Persetujuan Teknis BKN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Database Kepegawaian 2 Hari Output Memorandum/ Nota Dinas Ket. 2. SOP Pengajuan TASPEN Peringatan: 1. Kursi. 2. Nota BKN 3. Mesin Tik.

IV/c ke atas Persetujuan Teknis untuk Gol.BKN Teknis untuk waian dan Gol. IV/c ke atas Kewena ngan Sekretar iat Negara Sekretariat Negara 1 Hari Biro Kepegawai an Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. IV/c keatas 1 Hari SK Pensiun Gol. III/c s/d IV/b diterima pegawai Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN Kewena ngan Biro Kepega waian Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN SK Pensiun Gol. IV/c ke atas diterima Biro Kepegawaian SK Pensiun Gol. IV/c keatas 2 SK Pensiun Bulan Gol. IV/c keatas diterima Pegawai 184 . III/c s/d IV/b 1 Hari SK Pensiun Gol. III/c s/d ngan Persetujuan Biro IV/b BKN Kepega waian Biro Kepegawaian Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. 6 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 7 Proses di BKN BKN 8 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 9 10 11 12 13 14 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Untuk Pangkat diatas IV/c Pertimbangan Teknis BKN disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara Membuat Surat Keputusan Pensiun Surat Keputusan Pensiun di sampaikan ke Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Biro Kepegawaian kirim ke Biro Kepegawaian Surat Pengantar 2 Surat Usul & Kewena& Berkas Hari Berkas ngan Pensiun Pensiun Biro terkirim ke Kepega BKN waian Surat Usul & 1 Nota BKN Kewena Berkas Pensiun Minggu dan ngan Persetujuan BKN Teknis untuk Gol.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. IV/c keatas Kewena 1 Nota BKN Nota BKN dan ngan Hari terkirim ke Persetujuan Biro Kepega. IV/c ke atas terkirim ke Setneg 3 SK Pensiun Kewena Nota Hari Gol.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN PENSIUN Mulai MEMBUAT MEMORANDUM / NOTA DINAS PEMBERITAHUAN KEPADA PNS YANG MENCAPAI BUP PEGAWAI MENYIAPKAN BERKAS PENSIUN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMERIKSA KELENGKAPAN BERKAS PENSIUN Tidak LENGKAP? Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS YANG DITUJUKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIRIMKAN BERKAS PENSIUN KE BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BKN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN/PERTIMBANGAN TEKNIS Tidak Gol IV/c Ya PERTIMBANGAAN TEKNIS BKN DISAMPAIKAN KE SEKRETARIAT NEGARA SEKRETARIAT NEGARA MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN DI SAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN DISAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SK PENSIUN DISAMPAIKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 185 .

5. Jika izin tugas belajar belum terpenuhi. 6. 2. Pegawai yang mempunyai ijazah setingkat lebih tinggi 1 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan Ujian dinas/ UPKP Ket. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Agama. Filling Kabinet. Lemari Arsip. PP Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. SOP Data Base Kepegawaian 2. maka akan menghambat proses penyesuaian ijazah pegawai Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ujian Dinas/ UPKP. 1 Inventarisasi pegawai yang akan diajukan untuk mengikuti Ujian Dinas/UPKP 186 . maka akan menghambat proses kenaikan pangkat/penyesuaian ijazah pegawai. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1. Komputer. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Kursi. SOP Izin Tugas Belajar Peringatan: 1. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 7. KMA Nomor 172 Tahun 1988 tentang Pedoman Ujian Dinas di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP UJIAN DINAS/UPKP Dasar Hukum: 1. Ijazah 2. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Ruang. Keterkaitan: 1. Tugas. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Fungsi. Kenaikan pangkat dari Gol II ke Gol III 3. Finger Printer. atau salah satu kegiatan belum terpenuhi. 3. Mesin Tik. ATK. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Database Kepegawaian 2. 2. Pemindahan. Jika kelengkapan data base pegawai tidak lengkap. Sarana Tranportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat Izin Tugas Belajar 3.

3 4 Pengadministrasi Umum Mengirimkan Pengadmiberkas dan surat nistrasi pengantar ke Umum Biro Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pengajuan 1 Hari 5 Mengikuti Ujian Tertulis Mengikuti Ujian Karya Tulis Mengikuti Ujian Kompetensi Biro Kepegawaian menerbitkan Sertifikat Lulus Ujian Dinas/ UPKP Sertifikat di serahkan ke pegawai melalui Subbag Kepegawaian Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Biro Kepegawaian Hasil Ujian 6 7 8 Sertifikat Lulus 9 Pengadministrasi Umum Sertifikat Lulus Sertifikat Lulus diterima pegawai 187 .Pelaksana No 2 Aktivitas Mengumpulkan berkas persyaratan. membuat karya tulis Membuat Surat Pengantar 1 Pegawai 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Minggu Konsep Surat Pengantar 1 Minggu Output Berkas Persyaratan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Ket.

FLOWCHART SOP UJIAN DINAS/UPKP MULAI INVENTARISASI PEGAWAI YANG AKAN DIAJUKAN UNTUK MENGIKUTI UJIAN DINAS/UPKP MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN. MEMBUAT KARYA TULIS MEMBUAT SURAT PENGANTAR MENGIRIMKAN BERKAS DAN SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIKUTI UJIAN TERTULIS MENGIKUTI UJIAN KARYA TULIS MENGIKUTI UJIAN KOPETENSI Tidak LULUS ? Ya BIRO KEPEGAWAIAN MENERBITKAN SERTIFIKAT LULUS UJIAN DINAS/UPKP SERTIFIKAT DI SERAHKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 188 .

2. 5. 8. 3. 12. 9. 11. 4. SOP Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SOP Keortalaan SOP Notulen Rapat SOP Pelaksanaan Kegiatan SOP Pelaksanaan Rapat SOP Pelaporan Kegiatan SOP Pembuatan TOR Kegiatan SOP Pembukaan Kegiatan SOP Penerbitan Majalah SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen SOP Perekrutan Pemantau Haji SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 189 . 7. 10.Lampiran 5  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG ORTALA 1. 6.

SOP Penyusunan TOR Kegiatan 2. Konsumsi Kasubbag Kasubbag Kasubbag e. PP No. SOP Pelaporan Kegiatan Peringatan: 1. Mempersiapkan hasil. Pelaksana No. Acara Pembukaan Kasubbag b. Perlengkapan Kasubbag Kasubbag g. Mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan. Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Laporan Ke1 Bahan evaluasi giatan Jam penyelenggaraan kegiatan Bahan 1 Terperiksanya evaluasi Jam kelengkapan kegiatan bahan evaluasi kegiatan Ket. 2. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Data-data yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. PMA No. ATK. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah. Inpres No. 3. Laporan hasil kegiatan. Pengelolaan Keuangan f.Umum giatan 3. Tempat Acara d. 3.nistrasi Umum an kegiatan Pengad2. Memeriksa kelengministrasi kapan hasil-hasil penyelenggaraan ke.Pengadmi hasil penyelenggara. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Keterkaitan: 1. 2. meliputi: a. 5. Inpres No. SOP Pelaksanaan Kegiatan 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. printer. 1. Pelaksanaan kegiatan c. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 3. 4. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan/kompetensi dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. LCD. 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. layar. Transportasi Kasubbag 15 Terevaluasinya menit Acara Pembukaan Hasil 1 Terevaluasi Kegiatan jam Pelaksanaan Kegiatan Tempat 15 Terevaluasinya Acara menit Tempat Acara Konsumsi 15 Terevaluasinya menit penyediaan konsumsi SPJ 1 Terevaluasinya Keuangan Jam SPJ Keuangan 15 Terevaluasinya Perlengkapan menit penggunaan yang perlengkapan digunakan 15 Terevaluasinya Transportasi menit penggunaan yang transportasi digunakan Dokumentasi pembukaan 190 . 2. Kegiatan tidak optimal. Kegiatan dianggap fiktif.

Mengoreksi draft surat hasil evaluasi kegiatan Menandatangani surat hasil evaluasi kegiatan Kabag 7. 6. Dokumentasi 1 Kasubbag 2 3 4. kegiatan Ket. 191 .Pelaksana No. Aktivitas h. Membuat surat hasil evaluasi kegiatan Pengadministrasi Umum Kasubbag 5. Menyampaikan surat Pengadministrasi hasil evaluasi Umum kegiatan pada Sekretaris Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Dokumentasi 30 Terevaluasinya Kegiatan menit kelengkapan dokumentasi Hasil evaluasi 2 Tersusunnya pelaksanaan Jam draft surat hasil kegiatan evaluasi kegiatan Draft surat 30 Koreksi surat evaluasi Menit hasil evaluasi kegiatan kegiatan Surat hasil 10 Surat hasil evaevaluasi Menit luasi kegiatan kegiatan yang telah ditandatangani 5 Diterimanya Surat hasil Menit surat hasil evaevaluasi luasi kegiatan.

FLOWCHART SOP EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MENELITI KELENGKAPAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP: ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN TEMPAT ACARA KONSUMSI PENGELOLAAN KEUANGAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DOKUMENTASI MEMBUAT DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENGOREKSI DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENANDATANGANI SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN MENYAMPAIKAN SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN SELESAI 192 .

Menganalisa antara tugas.Tim analisis ortala organisasian Itjen sesuai hasil analisa Itjen 6. Waktu minimal yg dibutuhkan. Membuat draft peng. Pelaksana No Aktivitas 1 Tim analisis ortala Itjen 2 3 1. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. Tugas Mekanisme dan Tata Kerja di Lingkungan Inspektorat Jenderal. mekanisme dan tata kerja 5. Menelaah tugas. mekanisme dan tata kerja Itjen yang ada 3. mekanisme dan tata kerja 2. mekanisme dan tata kerja Draft tugas.penyeganisasian Itjen suaian 193 . Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mengidentifikasi kebutuhan pengorganisasian pada Itjen 4. 3. PMA No. 2. Tidak terlaksananya tugas. mekanisme dan tata kerja. Struktur organisasi Inspektorat Jenderal.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEORTALAAN Dasar Hukum: 1. mekanisme dan tata kerja yang ada dengan yang dibutuhkan. 3 Hasil telaah Hari tugas. Mekanisme dan tata kerja Itjen yg ada Tugas. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Hari mekanisme dan tata kerja yang tidak tumpang. mekanisme dan tata kerja Itjen. 2. Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen 2 Bahan penyuHari sunan uraian tugas. Fungsi. mekanisme dan tata kerja yang Kualifikasi Pelaksana: 1. Mekanisme dan tata kerja yg diperlukan Perbandingan tugas. Membuat laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Tim analisis ortala Itjen 3 Draft tugas. Memahami tugas dan fungsi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Tugas. printer. Peraturan dan kebijakan pengorganisasian Itjen Tugas. Memahami keortalaan. Keterkaitan: 1. Tidak adanya struktur organisasi yang jelas/ sesuai akan menyebabkan hambatan dalam organisasi. 2. Usulan 2 Laporan hasil Jam analisa pengor. 2. mekanisme dan tata kerja di lingkungan Itjen akan mengganggu keortalaan di Itjen. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Peringatan: 1. Pelaksanaan kegiatan setiap bagian pada Sekretariat 2. mekanisme dan tata kerja yg ada dan yg diperlukan Hasil analisa tugas. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pelaksanaan kegiatan pada Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 3 Identifikasi Hari kebutuhan organisasi 3 Hasil analisa Hari tugas. Mengumpulkan bahan untuk penyusunan uraian tugas.

Mengajukan konsep Subbag Ortala uraian jabatan. Menyampaikan hasil kesepakatan pada pimpinan 11. Mengajukan SK tentang keortalaan pada Irjen 15. Mengoreksi konsep SK Irjen tentang keortalaan 13. Menyampaikan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen pada pimpinan. Membuat konsep keputusan Irjen tentang (penyesuaian) pengorganisasian 12.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen Tim anali. beban tugas dan fungsi pada Itjen 194 . beban tugas dan fungsi pada Itjen 10 Diterimanya Menit hasil kesepakatan 2 Konsep SK Irjen Jam Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 30 Hasil koreksi Menit Konsep SK Irjen 15 Konsep SK Irjen Menit yang telah disetujui dan diparaf Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 16. Mengajukan Konsep SK Irjen tentang keortalaan pada Kepala Bagian untuk disetujui 14. beban tugas dan fungsi pada pimpinan 1 SK Irjen yang Hari telah ditandatangani 3 Konsep uraian Hari jabatan. 8. Membuat kesepakatan hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Ketua tim analisis 15 TersampaikanMenit nya laporan Tim anali. beban tugas dan fungsi pada Itjen 3 DitandatanganiHari nya konsep uraian jabatan.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 tidak tumpang Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen 3 Hasil diskusi/ Hari pembahasan analisa pengorganisasian Itjen 1 Kesepakatan Jam hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Tidak adanya tumpang tindih dalam pengorganisasi an Itjen 10. Menyelenggarakan pembahasan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen 9. 7. Membuat konsep uraian jabatan. beban tugas dan fungsi Tim analisis ortala Itjen Subbag Ortala hasil kesepakatan Hasil kesepakatan analisis organisasi Konsep SK Irjen tentang organisasi Koreksi konsep SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang Keortalaan Konsep uraian jabatan.

MEKANISME DAN TATA KERJA ITJEN YANG ADA MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGORGANISASIAN PADA ITJEN MENGANALISA ANTARA TUGAS. MEKANISME DAN TATA KERJA YANG ADA DENGAN YANG DIBUTUHKAN. MEMBUAT DRAFT PENGORGANISASIAN ITJEN SESUAI HASIL ANALISA MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGOREKSI KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN MENYAMPAIKAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN PADA PIMPINAN. BEBAN TUGAS DAN FUNGSI PADA PIMPINAN MEMBUAT KONSEP KEPUTUSAN IRJEN TENTANG (PENYESUAIAN) PENGORGANISASIAN SELESAI 195 . MENGAJUKAN KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN PADA KEPALA BAGIAN UNTUK DISETUJUI MENYELENGGARAKAN PEMBAHASAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGAJUKAN SK TENTANG KEORTALAAN PADA IRJEN MEMBUAT KESEPAKATAN HASIL PEMBAHASAN ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MEMBUAT KONSEP URAIAN JABATAN.FLOWCHART SOP KEORTALAAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN UNTUK PENYUSUNAN URAIAN TUGAS. BEBAN TUGAS DAN FUNGSI MENYAMPAIKAN HASIL KESEPAKATAN PADA PIMPINAN MENGAJUKAN KONSEP URAIAN JABATAN. MEKANISME DAN TATA KERJA MENELAAH TUGAS.

Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. 6. Tugas. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP NOTULEN RAPAT Dasar Hukum: 1. Aktivitas 1 2 3 Meminta agenda Notulen rapat dari pimpinan rapat 2. 3. dan lain-lain. Pencatatan dan Pendataan: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Mencatat semua usulan dan pendapat dari para peserta rapat selama rapat berlangsung Notulen 3. Fungsi. Mencatat hasilhasil akhir keputusan rapat Menyerahkan hasil akhir keputusan rapat kepada pimpinan rapat untuk dibacakan sebelum rapat ditutup Notulen 4. 4. 5. Mampu mengetik dengan cepat. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terlaksana notulen rapat Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK. Usulan dan masukan dari para peserta 2. Hasil akhir rapat 3. Notulen 196 . Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 5 Diterimanya menit apa saja agenda yang akan dibahas dalam rapat Komputer atau Selama Tercatatnya semua Laptop rapat berlang usulan dan pendapat sung dari para peserta selama rapat berlang-sung Komputer atau Selama Tercatatnya hasil-hasil Laptop rapat berlang akhir keputusan rapat sung 5 Dibacakannya Komputer atau Laptop dan menit hasil akhir keputusan rapat printer oleh pimpinan rapat Pelaksana No 1. Printer. 2. Mampu menyimpulkan pendapat dan usulan dengan baik. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pendokumentasian hasil-hasil rapat Mutu Baku Ket. Peralatan/Perlengkapan: Komputer.

Notulen Mutu Baku Ket. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Mesin fotokopi 10 Tergandakan menit nya hasil akhir keputusan rapat Hasil keputus10 Terdistribusian rapat yang menit kan nya hasil sudah diganda keputusan kan rapat kepada para peserta rapat 2 Diarsipkannya menit hasil-hasil keputusan rapat 197 . Mendistribusikan hasil keputusan rapat kepada para peserta rapat Mengarsipkan hasil keputusan rapat Notulen 7.Pelaksana No 5. Aktivitas Menggandakan hasil akhir keputusan rapat 1 Notulen 2 3 6.

FLOWCHART SOP NOTULEN RAPAT MULAI MEMINTA AGENDA RAPAT DARI PIMPINAN RAPAT MENCATAT SEMUA USULAN DAN PENDAPAT DARI PARA PESERTA RAPAT SELAMA RAPAT BERLANGSUNG MENCATAT HASIL-HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENYERAHKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT KEPADA PIMPINAN RAPAT UNTUK DIBACAKAN SEBELUM RAPAT DITUTUP MENGGANDAKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENDISTRIBUSIKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT MENGARSIPKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT SELESAI 198 .

Palu. 3. 5. Layar. 2. 2. LCD. Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. Memahami tugas dan fungsinya Peralatan/Perlengkapan: Komputer. dan Kendaraan roda empat. Keterkaitan: 1. ATK. SOP Pencairan Anggaran 4. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. mesin tik. Pelaksanaan Narasumber Moderator Acara Layar. Arahan Pimpinan. Laporan Panitia. Mampu menganalisis materi-materi kegiatan 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. dan Tabel Tag Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an. Spanduk. 6. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. Spanduk. Aktivitas Penyiapan Tempat Acara 1 Panitia 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Fungsi. printer. Sound system. Daftar hadir 2. 5. LCD. SOP Penyusunan TOR kegiatan. Palu. SOP Permintaan Barang 5. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Laptop. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Lagu Indonesia Raya. dan Do’a Paparan dari Narasumber 1 jam Tempat acara yang siap untuk digunakan Terselenggaranya acara pembukaan 1 jam 3 hari Terselenggaranya acara kegiatan 199 . 2. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. 4. Rincian keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. Kegiatan tidak optimal 3. Tabel Tag. Pelaksana No 1. Sound system. 2. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tugas. mesin foto copy. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Acara Pembukaan Panitia/MC Pimpinan 3.

Aktivitas Acara Penutupan 1 Panitia Pelaksana Kegiatan 2 Pimpinan 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.Pelaksana No 4. Laporan Panitia dan Arahan Penutup 1 jam Terselenggar anya acara penutupan 200 .

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI PENYIAPAN TEMPAT ACARA ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN ACARA ACARA PENUTUPAN SELESAI 201 .

Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tugas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN RAPAT Dasar Hukum: 1. Menit siap untuk Kertas. Membuka rapat Pelaksanaan rapat Pimpinan rapat Pimpinan rapat Peserta rapat Notulen Mutu Baku Ket. Meja. Tidak tersEdianya konsumsi rapat 2.Terlaksana. Memiliki kemampuan memahami masalah yang akan dibahas dalam rapat 3. Sound System. Printer. Fungsi.Waktu peserta rapat sional nya rapat tergantung agenda rapat 202 . Tidak tersdianya sarana untuk rapat 4. busikan Stempel Surat undangan 20 Surat undangyang sudah menit an diterima digandakan seluruh peserta 30 Tempat rapat LCD. Keterkaitan: 1.Pelaksana sikan surat undangan Menyiapkan Pelaksana tempat rapat 3. 5. Menyiapkan Pelaksana surat undangan dan absen Mendistribu. Sound System. SOP Pemakaian ruang dan peralatan 3. Mesin didistriFoto Copy. SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris 4. Komputer. Mampu mencatat hasil-hasil rapat dengan cepat Peralatan/Perlengkapan: Kursi. Daftar hadir 2. Bahan Rapat 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. ATK. Pencatatan dan Pendataan: 1. 6. Tidak tercatatnya hasil rapat Pelaksana No 1. 4. Mampu mengoperasikan Laptop dan LCD 4. 3. Tidak tersedianya ruang untuk rapat 3. Printer. SOP Notulen Rapat Peringatan: 1. Layar. 2. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. menit siap untuk digunakan Daftar Absen Kehadiran. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Permintaan Konsumsi 2. LCD. Layar. Memiliki Kewenangan Menetapkan Peraturan dan Kebijakan 2. 5. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 30 Undangan Laptop. Dll Para peserta 5 Dimulainya telah hadir menit rapat Diikuti para Kondi. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.

Aktivitas 1 2 3 Pembacaan Pimpinan rapat hasil-hasil rapat 7.Pelaksana No 6. 203 . Menutup rapat Pimpinan rapat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Notulen rapat 10 Kesimpulan menit hasil-hasil rapat diketahui seluruh peserta agenda rapat Rapat selesai 5 telah selesai menit dibicarakan Ket.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN RAPAT MULAI PENYIAPAN SURAT UNDANGAN DAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENYIAPAN TEMPAT RAPAT PEMBUKAAN RAPAT PELAKSANAAN RAPAT PEMBACAAN HASIL-HASIL PENUTUPAN RAPAT SELESAI 204 .

Mengumpul. 2.Pelaksana kan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan setelah kegiatan selesai dilaksanakan Pelaksana Menyusun bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan Mengoreksi Kasubbag bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kumpulan bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kabag Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 1 jam Tersusunnya bahan-bahan dan hasilhasil kegiatan Terkoreksinya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 jam 205 . 6. Bahan hasil sidang Komisi. 4. 2. 3. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. Palu. 4. Kendaraan roda empat. SOP Pelaksanaan Kegiatan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Sound system. Peringatan: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mutu Baku Waktu 1 jam Output Terkumpulnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah selesai dilaksanakan Ket. Tabel Tag. SOP Pembuatan TOR kegiatan. ATK. mesin tik. 3. 3. Tugas. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. mesin foto copy. dan Hotel Pencatatan dan Pendataan: 1. Bahan Narasumber. Spanduk. 2. LCD. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Bahan Hasil Sidang Pleno. SK Kegiatan dalam menyusun Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Kegiatan tidak optimal. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Memiliki kemampuan laporan 2. printer. 2. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Tidak ada yang dilaaporkan. Fungsi. Pelaksana No 1. Daftar Hadir. Layar.

Pelaksana No 4. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit Terdokumentasikannya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 206 . Aktivitas Memaraf bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menandatangani bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menggandakan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menyampaikan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke subbag Evalap dan Subbag Keuangan Mendokumentasikan satu naskah bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Waktu 5 menit Output Terparafnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Ket. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 2 Jam Tergandakannya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Sampainya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke Subbag Evalap 7. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit 8. Sekretaris 5 menit Tertandatanga ninya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 6. Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5.

FLOWCHART SOP PELAPORAN KEGIATAN MULAI MENGUMPULAN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN SETELAH KEGIATAN SELESAI DILAKSANAKAN MENYUSUN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN MENGOREKSI BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MEMARAF BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENANDATANGANI BAHAN-BAHAN DAN HASILHASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENGGANDAKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENYAMPAIKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN KE SUBBAG EVALAP DAN SUBBAG KEUANGAN MENDOKUMENTASIKAN SATU NASKAH BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN SELESAI 207 .

Mampu menganalisis kegiatan yang akan dilaksanakan. SOP SK Kegiatan 3. Tumpang tindihnya kegiatan 2. 2. dan tujuan Konsep TOR Kegiatan 15 menit 10 menit Sekretaris Itjen Pengadministrasi Umum TOR kegiatan 10 yang telah menit diparaf 5 menit 208 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN Dasar Hukum: 1. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. printer. sasaran. Menandatangani TOR kegiatan 6. SOP Kalender Kegiatan 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Membuat konsep TOR kegiatan 4. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Mengumpulkan bahan-bahan yang terkait dengan kegiatan yang akan dibuatkan TORnya 2. Mampu mengoperasikan komputer 2. 3. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: 1. Mengumpulkan peraturan perundangundangan terkait 3. Tidak adanya payung hukum dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Menyerahkan TOR asli ke Sub Bagian Keuangan dan Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 10 menit Output Terkumpul nya bahanbahan untuk pembuatan TOR Terkumpul nya peraturan per-UU-an terkait Tersusunny a Konsep TOR Kegiatan Terkoreksin ya konsep TOR kegiatan Ditandatanganinya TOR Diterimany a TOR asli oleh Sub Bagian Keuangan dan Evalap Ket. Pengadministrasi Umum 10 menit Pengadministrasi Umum Kasubag Kepala Bagian Memuat latar belakang. 2 Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. Mengoreksi dan memaraf konsep TOR kegiatan 5.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN MENGUMPULKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAHAN MENYUSUN KONSEP TOR KOREKSI KOREKSI DAN PEMARAFAN PENANDATANGANAN PENGGANDAAN DAN PENGARSIPAN PENYERAHAN TOR ASLI KE SUBBAG KEUANGAN SELESAI 209 .

2. Doa Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Susunan 5 informasi Acara. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Soundmenit Pimpinan sistem terhadap kegiatan 5 Doa menit Ket. SOP Penyusunan TOR kegiatan. Mampu mengoperasikan komputer 2. 2. 2. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. printer. Mampu menjadi MC Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Absen peserta. 5. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUKAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. Jadwal acara. 5 Lantunan Soundsistem menit Ayat suci sesuai dengan kegiatan Soundsistem 5 Lantunan menit Lagu Indonesia Raya 10 Informasi Naskah Lapormenit tentang an. 4. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 6. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4. Kegiatan tidak optimal Pelaksana No 1. Mampu melaksanakan suatu kegiatan 3. 3. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Menyanyikan lagu Indonesia Raya Laporan Panitia Arahan Pimpinan Panitia Ketua Panitia Pimpinan 5. Tugas. 210 . Pembacaan Panitia susunan acara pembukaan Pembacaan Panitia Ayat Suci 2. Fungsi. 6. Sound kegiatan sistem Naskah arah30 Arahan an. menit susunan Soundsistem acara pembuka an Al Quran.

FLOWCHART SOP PEMBUKAAN KEGIATAN MULAI PEMBACAAN SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN PEMBACAAN AYAT SUCI MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA LAPORAN PANITIA ARAHAN PIMPINAN DOA SELESAI 211 .

SOP Keortalaan. Menambah gambar/foto yg sesuai dengan tulisan c. Menerima/Mengum Pelaksana pulkan naskah yang masuk Mensortir/klasifikasi Pelaksana naskah Naskah dari penulis 5. Jika penyusunan Majalah FP tidak melalui Rapat yang sesuai SOP Pelaksanaan Rapat. SOP Pencetakan Buku/Majalah. Mempunyai kemampuan desain grafis 3. meliputi: 3. Gambar/foto kegiatan Itjen. Mengentry Pelaksana naskah b. Naskah yang masuk 2 hari Terkumpulnya naskah yang sesuai tema 6. 2. Tidak adanya susunan pengorganisasian yang sesuai maka Penyusunan Majalah FP tidak berjalan. printer. Mempunyai kemampuan komputer Peralatan/Perlengkapan: Flash disk. SOP Pelaksanaan Rapat. Menyusun Lay out Pelaksana Naskah yang sesuai tema Internet atau foto kegiatan 5 hari 4 hari Pelaksana Naskah dan gambar/foto 3 hari 7. Majalah tidak tercetak. maka dapat menghambat kegiatan. 2. 3. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. SK Dewan Penyunting Majalah FP. Mempunyai wawasan pengawasan 4. 2. Keterkaitan: 1. Komputer PC. Bank Naskah Konsep tema Konsep Tema dan Bahan Rapat tema majalah 1 Hari 1 hari 50 hari 50 hari Bahan rapat majalah FP Hasil rapat dan Tema Majalah Informasi tema majalah Terkumpulnya naskah 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN MAJALAH FOKUS PENGAWASAN Dasar Hukum: PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Pelaksana No 1. Kualifikasi Pelaksana: 1. kursi. ATK. 3. Mempunyai kemampuan menulis 2. Mendistribusikan Pelaksana Draft Majalah 1 Naskah yang dientry ke computer Gambar/foto sesuai dengan naskah Naskah dan gambar/foto yang telah di layout Terdistibusi- 212 . Peringatan: 1. Bank Naskah. 2. Aktivitas Mempersiapkan bahan rapat Mengadakan rapat pembahasan tema Mengumumkan tema majalah 1 Pelaksana Dewan Penyunting Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Editing naskah. Selama naskah masuk 4. meja.

Pencetakan majalah 16. Finalisasi majalah yang akan dicetak 14.Pelaksana No Aktivitas draft majalah ke dewan penyunting 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Dewan Penyunting Pelaksana Draft Majalah Hasil koreksi draft majalah Hasil koreksi draft majalah Beberapa contoh design cover majalah 5 hari 1 hari 3 hari 3 hari Pelaksana nya draft majalah untuk dikoreksi dewan penyunting Hasil koreksi draft majalah Terkumpulnya hasil koreksi draft majalah Hasil editing Majalah Beberapa alternatif design cover majalah Cover majalah Pelaksana 12. Persetujuan cover majalah 13. Mengumpulkan hasil koreksi draft majalah 10.alternatif Ortapeg taris design cover majalah Pelaksana Majalah Subag Ortala Subag Perlengkapan Soft copy dan hard copy Majalah Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah 1 Jam 1 hari 15 Meni t 10 hari Rekanan Print out majalah Diterimanya Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah Terdistribusinya majalah Subag Perlengkapan Subag Tata Usaha 213 . Mendistribusikan hasil cetakan majalah Kasubag Ortala Kabag Sekre. Menyerahkan Majalah untuk dicetak ke Subbag Perlengkapan 15. Pembuatan Design Cover Majalah 8. Memperbaiki naskah sesuai hasil perbaikan/koreksi 11. jam Mengoreksi draft majalah 9.

FLOWCHART SOP MAJALAH FOKUS PENGAWASAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN RAPAT MENGADAKAN RAPAT PEMBAHASAN TEMA MENGUMUMKAN TEMA PENGUMPULAN GAMBAR/FOTO PENGUMPULAN NASKAH PEMILIHAN GAMBAR/FOTO MENSORTIR NASKAH MENGENTRY NASKAH KE DALAM KOMPUTER MENYUSUN LAY OUT DISTRIBUSI DRAFT MAJALAH KE DEWAN PENYUNTING KOREKSI OLEH DEWAN PENYUNTING DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI MENGUMPULKAN DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI 214 .

PENGETIKAN PERBAIKAN NASKAH SESUAI HASIL PERBAIKAN/KOREKSI PEMBUATAN COVER MAJALAH SESUAI TEMA PERSETUJUAN COVER MAJALAH FINALISASI MAJALAH YANG AKAN DICETAK PENYERAHAN MAJALAH YANG SIAP CETAK KE SUBBAG PERLENGKAPAN PENCETAKAN MAJALAH PENDISTRIBUSIAN MAJALAH SELESAI 215 .

3. SOP pencetakan buku/majalah Peringatan: 1. 5. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 6. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tidak tersedianya pidato Irjen 2. ATK. Printer. Fungsi. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: Menginventarisir kegiatan Irjen Mutu Baku Waktu 1 hari Output Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Setingan kumpulan naskah pidato Irjen dalam bentuk buku Buku kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Tersusunnya draft sambutan sekretaris untuk buku kumpulan pidato Irjen Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO IRJEN Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Pelaksanaan Kegiatan 2. Bagian lain 3. 2 Menggabung Pelaksana naskah-naskah pidato Irjen yang sudah terkumpul Membuat Lay Out naskahnaskah yang sudah tersusun Menyusun draft sambutan Sekretaris atas nama Irjen untuk buku kumpulan pidato tersebut Pelaksana 1 hari 3 1 hari 4 Pelaksana 2 jam 216 . Memiliki keahlian komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Mampu berkoodinasi dengan sub. Tidak tercetaknya buku/majalah Pelaksana No 1 Aktivitas Mengumpulkan pidato Irjen dari seluruh Bagian 1 Pelaksana 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Flashdisk untuk copian filefilenya Naskah-naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Memuat tema umum dari seluruh arah kebijakan yang tertuang dalam pidato-pidato Irjen Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 4. Mampu mengkompilasi naskah pidato Ijen 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: 1. Tugas.

217 .Pelaksana No 5 Aktivitas Mengoreksi dan memaraf draft kata sambutan Mengoreksi dan menandatangani draft sambutan Menyerahkan draft yang sudah ditandatangani ke subbag perlengkapan untuk digandakan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 6 Sekretaris 7 Pelaksana Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terkoreksi dan Draft kumpulan terparafnya naskah pidatokata sambutan pidato Irjen Sekretaris berikut kata sambutannya Draft kumpulan 1 Terkoreksi dan naskah pidatojam ditandatanganipidato Irjen nya sambutan berikut kata Sekretaris sambutannya Draft kumpulan 1 Tergandakannaskah pidatomenit nya buku pidato Irjen yang kumpulan sudah ditandapidato Irjen tangani kata sambutannya oleh Sekretaris Ket.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO INSPEKTUR JENDERAL MULAI PENGUMPULAN NASKAH PIDATO IRJEN DARI SELURUH BAGIAN MENGGABUNG NASKAHNASKAH PIDATO IRJEN YANG SUDAH TERKUMPUL MEMBUAT LAY OUT NASKAH-NASKAH YANG SUDAH TERSUSUN MENYUSUN DRAFT SAMBUTAN SEKRETARIS ATAS NAMA INSPEKTUR JENDERAL UNTUK BUKU KUMPULAN PIDATO TERSEBUT MENGOREKSI DAN MEMARAF DRAFT KATA SAMBUTAN MENGOREKSI DAN MENANDATANGANI DRAFT SAMBUTAN MENYERAHKAN DRAFT YANG SUDAH DISETUJUI KE SUBBAG PERLENGKAPAN UNTUK DIGANDAKAN SELESAI 218 .

Surat Penetapan calon petugas pemantau berupa Surat Tugas 3. dan Sarana Transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Tidak tersedianya petugas hasil seleksi 3. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI Dasar Hukum: 1. 2. 2. Peringatan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Petugas 1 (satu) pemantau yang hari sesuai dengan kualifikasi Output Tersaringnya calon petugas pemantau haji Ket 1.I dengan masa kerja minimal 10 tahun. Peralatan/Perlengkapan: Komputer/Laptop. 3. SOP Notulen Rapat 3. Memahami tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal. Penyusunan Program Kerja Pemantauan dan Uraian Tugas Para Para pimpinan Inspektur sekretariat Wilayah Subbag Perencanaan dan program Sekretaris Irjen Ditandatangani oleh Sekretaris/ Inspektur Jenderal Petugas pemantau Data tentang pelaksanaan pelayanan haji 1 (satu) Ditetapkanhari nya nama calon petugas pemantau melalui Surat Tugas 1 (satu) Tersusunhari nya Program Kerja Pemantauan beserta Uraian Tugasnya 219 . Paspor. 3. Tidak tersaringnya calon petugas pemantau haji yang sesuai dengan kualifikasi 2. Tiket Pesawat. printer. ATK. Tidak tersedianya SPPD Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Irjen 4 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. SOP Surat Tugas Pemantauan 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. Pas Photo. Surat Kesehatan. 6. Memiliki pangkat/jabatan minimal 3b/Penata Muda Tk. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 5. KMA Nomor 396 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. SOP Pelaksanaan Rapat 2. Memiliki Penilaian Kerja (DP3) minimal predikat “baik” dalam dua (2) tahun terakhir. Tidak terlaksana tugas pemantauan 4. 4. Visa. Biodata Petugas Pemantau. Tidak pernah dikenakan sanksi PP 30. 4. 2. SOP SPPD. Rapat pimpinan penyaringan calon petugas pemantau 2. SOP Pencairan Anggaran 5. Perpres Nomor 53 Tahun 2008 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1429 H/ 2008 M. UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Tidak tersedianya anggaran 5.

Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Visa 11. Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantaua n ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri 6. Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Paspor Persyaratan pegajuan Paspor 1 (satu) Kelengkap hari an berkas untuk petugas pemantau 1 (satu) Surat hari pengajuan Paspor ke Dep. Luar Negeri 1 (satu) Paspor minggu 9.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Sekret aris 4 Pembuatan surat pengusulan petugas pemantau ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri Pelaksana Kasubbag Kabag pada bagian perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 (satu) Surat Surat Usulan hari Usulan petugas petugas pemantau pemantau ke Setneg Ket 5. Pengajuan Visa ke Kedubes Kerajaan Saudi Arabia 12.persetujuan tau dari Setneg 8. Pencairan dana pemantauan Pelaksana Surat pengajuan Paspor Persyaratan pembuatan Visa 1 (satu) Surat hari Pengajuan Visa Surat Pengajuan Visa 1 (satu) minggu Visa Subbag keuangan Petugas Pemantau SPPD 1 (satu) Diterimajam nya dana pemantauan 220 . Pengajuan Pelaksana ke Departemen Luar Negeri 10. Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantauan ke Setneg 7 Menerima surat persetujuan dari Setneg Subbag TU Sekretaris Irjen Berkas petugas pemantau 2 (dua) hari Surat usulan penugasan ke Setneg Berkas petugas pemantau 1 (satu) Persetujuminggu an penugasan pemantauan Petugas Surat peman.

pemantau tauan 15.Pelaksana No Aktivitas 1 Sekretaris Irjen 2 3 Para pemantau 4 13. Penyusunan laporan Para pemantau Mutu Baku Ket Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Informasi tugas 1 (satu) Para Tim Pemantau hari pemantau memahami tugastugas pemantauan Pelayanan 30 TerpantauIbadah haji di Hari nya pelakArab Saudi sanaan haji Indonesia di Tanah Suci 1 (satu) DilaporkanMemuat hasilbulan nya hasilhasil pehasil pemantauan mantauan pelaksanaan haji Indohaji selama di nesia Tanah kepada Pimpinan 221 . Pembekalan para pemantau 14.Para an peman. Pelaksana.

FLOWCHART SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI MULAI RAPAT PENYARINGAN SURAT PENETAPAN CALON PETUGAS PEMANTAU BERUPA SURAT TUGAS PENYUSUNAN PROGRAM KERJA PEMANTAUAN DAN URAIAN TUGAS PEMBUATAN SURAT PENGUSULAN PETUGAS PEMANTAU KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SEKRETARIAT NEGARA MENERIMA SURAT PERSETUJUAN DARI SEKRETARIAT NEGARA PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN PASPOR PENGAJUAN KE DEPARTEMEN LUAR NEGERI PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN VISA 222 .

PENGAJUAN VISA KE KEDUBES KERAJAAN SAUDI ARABIA PENCAIRAN DANA PEMANTAUAN PEMBEKALAN PARA PEMANTAU PELAKSANAAN PEMANTAUAN PENYUSUNAN LAPORAN SELESAI 223 .

Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 Kasubbag 3 Kepala Bagian Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Memiliki pengetahuan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Penyiapan surat Pelaksana permohonan membuka acara 6. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. Form peminjaman barang. mesin tik. Rapat Panitia Panitia Pelaksana Hotel Pemesanan Tempat Kegiatan Penyiapan Administrasi Persuratan dan Naskah 1. Mengarsipkan TOR dan SK Staf Pelaksana Setelah ditanda tangani oleh Sekretaris/Irjen Panitia 5. 3. Form peminjaman kendaraan. 2. Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Membentuk Panitia Pembuatan TOR dan SK kegiatan 2. Persiapan 1. Ceklis persiapan. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1. Memiliki kemampuan membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB). SOP Penyusunan TOR Kegiatan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan. SOP Peminjaman dan Pengembalian BarangBarang Inventaris. Pelaksana 3. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Draft Kepanitiaan TOR harus memuat latar belakang kegiatan berikut sasaran dan tujuannya SK Kegiatan 1 hari 3. 2. 4. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. printer. Form pengeluaran barang. mesin foto copy.5 jam Output Terbentuk nya kepanitiaan Terwujudnya TOR dan SK kegiatan Ket. ATK. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. Keterkaitan: 1. Alternatif Tempat Kegiatan Pengetikan/kom puter. Mampu mengoperasikan komputer. 3. printer 15 SK kegiatmenit an yang telah diberi nomor 2 Diarsipkanmenit nya TOR dan SK kegiatan 3 Pembagian jam Tugas Panitia 1 Hotel hari Tempat Kegiatan 15 Draft surat menit permohonan mem- 224 . 4. Penomoran SK kegiatan Subbag Kumdang 4. 4. 2. 3. 3. 2.

naskah. Koreksi suratsurat Kasubbag Kepala Bagian Draft surat buka acara 15 Draft surat hari undangan peserta. moderator. naskah. 2. laporan panitia. printer Output Ket. moderator. Penandatanganan surat Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. Pengarsipan Arahan.Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pengetikan/kom puter. Koreksi Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 8. Pengumpulan naskah yang masuk dari narasumber Pelaksana Naskah yang masuk dari narasumber 10. Penggandaan naskah Pelaksana Naskah yang akan digandakan Arahan. dan surat kegiatan 11. Penyiapan surat undangan peserta. Pendistribusian surat Penyusunan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Pelaksana 6. laporan panitia. dan narasumber yang siap untuk dikoreksi 10 Surat yang menit siap untuk ditandatangani 5 Surat yang menit sudah ditandatangani 5 Terdistribu menit sinya surat 30 Draft menit Laporan Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris 20 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris yang telah dikoreksi 15 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekret aris yang telah ditandatangani 15 Naskah menit yang masuk dari narasumber untuk digandakan 1 hari Selesai dan tergandakan -nya naskah kegiatan 4. dan narasumber 3. dan surat kegiatan Pelaksana 5 Tersimpanmenit nya arahan. Pelaksana 7. Penandatangan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. dan surat ke- 225 .Surat yang siap ris untuk ditandatangani Surat yang sudah ditandatangani Bahan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 5. naskah.Laporan Panitia ris dan Arahan Irjen/Sekretaris 9. laporan panitia.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output giatan Ket. Pengajuan RAB PUM Kasubbag Kepala ke Subbag Bagian keuangan 3. Pencairan Anggaran dan Pelaksanaan Kegiatan 1. Pembuatan PUM RAB 2. Panitia Para peserta Narasumber dan moderator 226 . Pencairan anggaran kegiatan Pelaksanaan kegiatan PUM Subbag Keuangan Rencana Anggaran Belanja Setelah RAB di SPJ-kan oleh bagian keuangan Setelah seluruh persiapan selesai 1 jam 10 menit Terwujudnya RAB Masuknya RAB ke subbag keuangan 30 Cairnya menit anggaran kegiatan 3 hari Terlaksana nya kegiatan 4.

MODERATOR DAN NARASUMBER PENGAJUAN RAB KE SUBBAG KEUANGAN PENOMORAN SK KOREKSI SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER RAPAT PANITIA PENYUSUNAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PEMESANAN TEMPAT KEGIATAN KOREKSI DRAFT LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PENANDATANGANAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS 227 .FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSAAN KEGIATAN MULAI PERSIAPAN PEMBENTUKAN PANITIA PEMBUATAN TOR & SK PENYIAPAN ADMINISTRASI PERSURATAN DAN NASKAH PENCAIRAN ANGGARAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KOREKSI TOR & SK PENYIAPAN SURAT PERMOHONAN MEMBUKA ACARA PEMBUATAN RAB PENGAJUAN TOR & SK KE SUBBAG EVALAP PENYIAPAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER PENCAIRAN ANGGARAN KEGIATAN KOREKSI DAN PEMARAFAN TOR & SK PENANDATANGANAN TOR & SK PENANDATANGANAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER PELAKSANAAN KEGIATAN PENGARSIPAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PESERTA.

PENGUMPULAN NASKAHPENGUMPULAN NASKAHNASKAH DARI NARASUMBER NASKAH DARI NARASUMBER PENGGANDAAN NASKAH PENGGANDAAN NASKAH PENDISTRIBUSIAN PENDISTRIBUSIAN NASKAH UNTUK PESERTA NASKAH UNTUK PESERTA PENGARSIPAN SELESAI 228 .

11. 14. 3. 7. 6. 8. 10. 15. 12. 13. 4. 2. 5.Lampiran 6  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG‐UNDANGAN    1. 9. SOP Entry Data Sirandang  SOP Entry Data Perpustakaan ke SIPUS  SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan  SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan  SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan  SOP Administrasi Perpustakaan  SOP Persiapan Sidang DPSTL  SOP Sidang DPSTL  SOP Pelaporan Sidang DPSTL  SOP Persiapan Sidang DPA  SOP Sidang DPA  SOP Pelaporan Sidang DPA  SOP Pengadministrasian Hasil Sidang DPSTL  SOP Penyusunan Yurisprudensi  SOP Penerbitan Nomor SK Tim  SOP Penyusunan Randang    229 . 16.

Memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. printer. scanner. Mennscanning produk randang yang berbentuk hardcopy Pengadministrasi umum Randang dalam bentuk hardcopy 30 Softcopy menit randang Waktu 20 menit untuk setiap satu download randang Waktu 30 menit untuk masingmasing randang 5. Aktivitas 1 2 3 Menghimpun Pengadmirandang terbaru nistrasi di lingkungan Itjen umum Menghimpun randang terbaru pada instansi/unit organisasi lain Mendownload randang melalui internet Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada peraturan perundang-undangan (Randang). 2. PMA No. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. komputer server. 2. lemari arsip. Mengelompokkan Pengadmirandang sesuai nistrasi dengan tingkatan umum urutan randang Randang yang 3 dihasilkan dari jam inventarisasi dan download internet 6. KMA No. eksternal disk. jaringan internet. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Peraturan 1 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru Peraturan 3 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru 20 Peraturan Peraturan menit perundangperundangundangan undangan Keterangan 4. Memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang randang. 81 Tahun 2007 tentang Juklak Waskat di Lingkungan Departemen Agama. SIM Randang.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. faksimili. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. kursi. sarana transportasi. Entry data ke dalam Sistem Informasi Randang Pengadministrasi umum Randang 1 jam Terkelompokkannya Randang berdasarkan tingkatan urutan Randang Tersimpannya Randang ke dalam data Waktu 1 jam untuk masingmasing 230 . filling cabinet. 3. PMA No. maka tidak dapat dilaksanakan entry data sirandang Pelaksana No 1. acces point. telepon. meja.

Pelaksana No Aktivitas (SIRANDANG) 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan base sirandang Randang 3 hari Terdokume ntasi/terjilidnya randang dalam bentuk buku Keterangan randang 7. Pendokumentasi an/penjilidan randang yang berbentuk hard copy Pengadministrasi umum 231 .

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIRANDANG MULAI UNIT ORGANISASI/INSTANSI MENGHIMPUN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INTERNET HARD COPY SOFT COPY SCANNING PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENGELEMPOKAN JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ENTRY DATA SIRANDANG DATA BASE SIRANDANG JILID SELESAI 232 .

maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. Melakukan pelabelan buku Pustakawan Label. komputer. baik elektronik maupun manual Terlabelisasinya buku Keterangan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 2. ATK. meja dan kursi kerja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN Dasar Hukum: 1. SIM Perpustakaan. Keppres No. Aktivitas Menghimpun buku perpustakaan 1 Pustakawan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku per15 Terhimpunpustakaan menit nya bukubuku perpustakaan Buku perpustakaan 10 menit Tercatatnya buku-buku perpustakaan ke dalam buku kendali penerimaan Tercatatnya buku-buku perpustakaan dalam katalog. PMA No. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja.katalog manual Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada buku baru. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. jaringan internet. Mencatat ke dalam katalog manual Pustakawan Buku perpustakaan 10 menit Untuk masingmasing buku 4. buku kendali penerimaan. buku perpustakaan Buku yang sudah berlabel 15 menit 5. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. Entry data ke dalam database SIM Perpustakaan Pustakawan 15 menit Terinputnya data base buku ke dalam SIM Perpustakaan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 233 . Mencatat ke dalam buku kendali penerimaan Pustakawan 3. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2.

FLOWCHART SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

MULAI

PENGHIMPUNAN BUKU PERPUSTAKAAN

MENCATAT KE DALAM BUKU KENDALI PENERIMAAN

MENCATAT KE DALAM KATALOG MANUAL

PELABELAN BUKU

ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

SELESAI

DATA BASE PERPUSTAKAAN

234

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Entry Data Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer (SIM Perpustakaan), komputer (elektronik katalog), manual katalog, printer, telepon, lemari arsip, buku pendaftaran anggota, buku tamu, kartu anggota, ATK Pencatatan dan Pendataan: Form pendaftaran anggota perpustakaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu, 10 ATK menit 10 Form menit pendaftaran anggota perpustakaan

Peringatan: Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi daftar tamu Menyiapkan form pendaftaran anggota perpustakaan 1 Pustakawan Pustakawan 2 3

Output Terisinya buku tamu Tersedianya form pendaftaran anggota perpustakaan

Ket.

3.

Mendata identitas pendaftar

Pustakawan

Buku pendaftaran anggota, ATK

4.

Menyiapkan kartu anggota Mengisi data pendaftar dalam kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

20 Tercatatnya menit data pendaftar baik secara manual maupun elektronik 5 Tersedianya menit kartu anggota 15 menit Tercatatnya nama pendaftar dalam kartu anggota Tersampaikannya kartu anggota kepada pendaftar

5.

Pustakawan

Kartu Anggota, ATK

6.

Menyerahkan kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

5 menit

235

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

236

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No. 1. 2. 3. Aktivitas Mengisi buku tamu Mendata buku yang akan dipinjam Mengecek data peminjaman buku Mencari buku yang dipinjam Mendata identitas peminjam 1 Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, manual katalog, buku kendali peminjaman, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapa n Buku tamu Data buku yang dipinjam Buku kendali peminjaman buku Katalog buku, komputer Kartu Anggota, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam Waktu 10 menit 15 menit 15 menit 15 menit 20 menit Output Terisinya buku tamu Data buku yang dipinjam Data peminjaman buku Data buku perpustakaan yang dipinjam Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dipinjam Ket.

4.

5.

6.

7.

Mencatat buku yang dipinjam ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali peminjaman Menyerahkan buku

Pustakawan

15 menit

Pustakawan

5 menit

Tersampaikannya buku yang dipinjam kepada peminjam

237

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

238

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi buku tamu Menerima buku 1 Pustakawan Pustakawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, buku kendali pengembalian, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu 10 menit Buku yang 5 dipinjam menit Kartu anggota, komputer 20 menit

Output Terisinya buku tamu Diterimanya buku yang dikembalikan Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dikembalikan

Ket.

3.

Mendata identitas peminjam buku

Pustakawan

4.

5.

Mencatat buku yang dikembalikan ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali pengembalian Mengembalikan buku ke dalam lemari buku

Pustakawan

Komputer, buku yang dipinjam, buku kendali pengembalian

15 menit

Pustakawan

Buku yang dipinjam, lemari buku

10 menit

Tertatanya kembali buku dalam lemari buku

239

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI 240

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengenai perpustakaan. dan pengetahuan

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, rak/lemari buku, jaringan internet, komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Form laporan

Mempersiapkan Pustakawan penatausahaan perpustakaan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Buku tamu, buku jam kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK Komputer, ATK 1 hari

Output Terdatanya jumlah pengunjung perpustakaan Terdatanya jumlah buku perpustakaan Data kecocokan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Terdatanya jumlah peminjam buku perpustakaan Terdatanya ketertiban pengembalian

Ket.

2.

Melakukan pendataan jumlah buku perpustakaan Mencocokkan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Melakukan pendataan peminjam Melakukan pendataan ketertiban pengembalian

Pustakawan

3.

Pustakawan

Komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK

1 hari

4.

Pustakawan

Buku kendali peminjaman, ATK Buku kendali pengembalian, ATK

2 jam

5.

Pustakawan

4 jam

241

Pelaksana No 6. Aktivitas Melakukan pendataan pengunjung perpustakaan Menyusun konsep laporan 1 Pustakawan 2 3

7.

Pustakawan

8.

9.

10.

11.

12.

Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Membubuhkan paraf Menandatangani net laporan

Pustakawan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdatanya Buku tamu, ATK 4 jumlah jam pengunjung perpustakaan Komputer, 2 Konsep printer, ATK, jam laporan data hasil kegiatan Konsep laporan, 1 Hasil koreksi ATK jam Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Konsep laporan, ATK Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Net laporan, ATK Net laporan, ATK 30 menit 1 jam 30 menit 5 menit 5 menit Konsep laporan Hasil koreksi

Ket.

Laporan bulan an

Pustakawan

Kabag

Pustakawan

Net laporan

Kasubag

13.

Kabag

14.

Menyampaikan laporan

Pengadministrasi umum

Laporan, buku ekspedisi

10 menit

Net laporan yang sudah diparaf Net laporan yang sudah ditandatangani Laporan

242

FLOWCHART SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN

MULAI

PENDATAAN PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN

PENDATAAN PEMINJAM

PENDATAAN JUMLAH BUKU PERPUSTAKAAN

PEMELIHARAAN PERPUSTAKAAN

SELESAI

243

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT
Dasar Hukum: 1. PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 2. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980; 3. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 6. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 7. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 2. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.

Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL), maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. Aktivitas Menyusun undangan DPSTL Menyampai kan undangan DPSTL 1 Pengadmi nistrasi umum Pengadmi nistrasi umum 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang, meja, kursi, komputer/laptop, LCD, layar, sound system, printer, telepon, lemari arsip, ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Formulir undangan sidang DPSTL 2. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer, ATK Waktu 1 hari Output Undangan DPSTL Ket.

2.

Undangan DPSTL

20 menit

Tersampaikan nya undangan DPSTL kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

3.

4.

Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menyampai kan form

Pengadmi nistrasi umum

Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

25 menit

Pengadmi nistrasi

Form daftar pegawai yang

20 menit

Tersampaikannya form daftar

244

Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL 15 menit Tersampaikan nya bahan sidang DPSTL kepada Ketua dan Sekretaris DPSTL Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. Pengadmi nistrasi umum Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL 6.Pelaksana No Aktivitas daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menghimpu n dan mencatat bahan sidang DPSTL Menyampai kan bahan sidang DPTL 1 umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Waktu Output pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL kepada seluruh Ketua Tim 5 menit Diterimanya bahan sidang DPSTL Ket. Menyiapkan ruang sidang DPSTL Pengadmi nistrasi umum Ruang sidang. 5. LCD 1 jam 245 . komputer. ATK 1 hari Tersedianya bahan sidang DPSTL 7. lap top. sound system. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPSTL FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPSTL MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPSTL SES. DPSTL 246 .

PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. sound system. 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. Jika anggota DPSTL yang hadir tidak memenuhi quorum. KMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. ATK Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPSTL menit Bahan sidang DPSTL 15 menit Output Keterangan 2. Tersampaikannya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan 3. komputer/laptop. KMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. 3. LCD. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. PP No. KMA No. Memutuskan hasil pembahas an Mencatat hasil pembahasan Ketua DPSTL Bahan sidang DPSTL 15 menit Pengadmi nistrasi umum Hasil pembahasan 20 menit Catatan hasil pembahasan 247 . 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. printer. kursi. Pelaksana No 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. telepon. PMA No. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. 2. Membahas Tim permasala DPSTL han Bahan sidang DPSTL 20 menit 4. meja. layar. lemari arsip. PMA No. Aktivitas Membuka sidang DPSTL Memaparkan permasalahan 1 Ketua DPSTL Ketua Tim 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.

Aktivitas Menutup sidang DPSTL 1 Ketua DPSTL 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Catatan hasil 15 Terselesaipembahasan menit kannya sidang DPSTL Keterangan 248 .Pelaksana No 6.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMANAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL I IRWIL V IRWIL III IRWIL IV SELESAI 249 IRWIL II .

KMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. ATK 2 jam 1 jam Konsep laporan Net laporan Ket. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. 4. DPSTL ATK Konsep laporan. PMA No. Komputer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. telepon. Pelaksana No 1. ATK 15 menit Net laporan 250 . 3. KMA No. kursi. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. PMA No. LCD. meja. sidang komputer. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Net laporan. ATK Konsep laporan. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. sound system. PMA No. KMA No. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. PP No. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep 1 Hasil sidang laporan hasil hari DPSTL. Kasubag Kumdang Pengadmi nistrasi umum Sekretaris DPSTL 3. 2. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. 2. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 2. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. komputer/laptop.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. layar. printer. lemari arsip. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPSTL Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuh kan paraf pada net laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.

ATK 3 jam Laporan 9. Pengadmi nistrasi umum Laporan 10 menit Tersampaikannya laporan hasil sidang DPSTL 8. Sekretaris Itjen Inspektur Jenderal Laporan. Pengadmi nistrasi umum Laporan 30 menit 14. 6. Pengadmi nistrasi umum Laporan 2 jam 251 . Ketua DPSTL Laporan. Itjen Membubuh kan paraf pada laporan Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Mengganda kan laporan yang sudah ditandatang ani Ketua DPSTL Mendistribu sikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net laporan 10 Tersampaimenit kannya net laporan kepada Ketua DPSTL Net laporan. ATK 15 menit Laporan 11.Pelaksana No 5. Pengadmi nistrasi umum Laporan. ATK 1 jam Laporan 10. Komputer. Pengadmi nistrasi umum Laporan 1 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumentasikannya laporan 13. ATK 15 menit Laporan 12. Ketua DPSTL 7. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Laporan. ATK 15 menit Tertandatanganinya net laporan Ket. Aktivitas Menyampai kan net laporan kepada Ketua DPTSL Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Menyampai kan laporan hasil sidang DPSTL kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPSTL Memperbai ki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses.

FLOWCHART SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL II IRWIL I IRWIL IV IRWIL III IRWIL V SELESAI 252 .

IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. kursi. Pelaksana No 1. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. ATK Ket. lemari arsip. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. 3. PMA No. PP No. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. PMA No. PMA No. Aktivitas Menyusun undangan DPA Menyampaikan undangan DPA 1 Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2 3 Waktu 1 hari 20 menit Output Undangan DPA 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. Formulir undangan sidang DPA 2. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Undangan DPA 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menyampaikan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA 25 menit Tersampaikannya undangan DP kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Tersampaikannya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA kepada seluruh Ketua Tim Pengadministrasi umum 20 menit 253 . 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Auditor (DPA). 2. KMA No. LCD. layar. KMA No. KMA No. 4. sound system. printer. meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. komputer/laptop. telepon.

Menyiapkan ruang sidang DPA Pengadministrasi umum Ruang sidang. Menyampaikan Pengadbahan sidang ministrasi DPTL umum Bahan sidang DPA 15 menit Tersampaikanny a bahan sidang DPA kepada Ketua dan Sekretaris DPA Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. lap top. ATK Mutu Baku Waktu 5 menit Output Diterimanya bahan sidang DPA Ket. 6. LCD 1jam 254 . sound system. komputer. Pengadministrasi umum 1 hari Tersedianya bahan sidang DPA 7.Pelaksana No 5. Aktivitas Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menghimpun dan mencatat bahan sidang DPA 1 Pengadministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Bahan sidang DPA.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPA FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPA MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPA SES. DPA 255 .

Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. 2. Jika anggota DPA yang hadir tidak memenuhi quorum. 5. KMA No. PMA No. Aktivitas Membuka sidang DPA 1 Ketua DPA 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memutuskan hasil pembahasan Mencatat hasil pembahasan Menutup sidang DPA Ketua DPA Bahan sidang DPA Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan 15 menit 20 menit 15 menit Tersampaikan nya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan Terselesaikan nya sidang DPA Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan Pengadminis trasi umum Ketua DPA 256 . KMA No. 3. kursi. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. PP No. Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. lemari arsip. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. KMA No. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. printer. komputer/laptop. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. sound system. layar. 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. ATK. LCD. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPA menit Bahan sidang DPA Bahan sidang DPA 15 menit 20 menit Output Keterangan 2. Memaparkan Ketua Tim permasalahan Tim DPA Membahas permasalahan 4. telepon. 3. PMA No. 6. meja. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. PMA No. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MEMBUKA SIDANG MEMAPARKAN PERMASALAHAN MEMBAHAS PERMASALAHAN MEMUTUSKAN HASIL PEMBAHASAN MENCATAT HASIL PEMBAHASAN HASIL SIDANG MENUTUP SIDANG SELESAI 257 .

ATK Net laporan. ATK Sekretaris DPA Konsep laporan. KMA No. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. telepon. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. Kasubag Kumdang Pengadminis trasi umum Sekretaris DPA 15 menit 10 menit Net laporan 5. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. komputer/laptop. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. PMA No. PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. LCD. lemari arsip.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. layar. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. 2. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. sound system. KMA No. ATK Net laporan Kualifikasi Pelaksana: 1. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPA Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuhkan paraf pada net laporan Menyampaikan net laporan 1 Pengadminis trasi umum 2 3 Hasil sidang DPA. KMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. 2. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 2. kursi. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. 3. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. Pelaksana No 1. ATK Konsep laporan. printer. Kasubbag Kumdang Pengadminis trasi umum 2 jam 1 jam 4. meja. komputer. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor 2. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep laporan hasil sidang DPA Konsep laporan Net laporan Ket. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Komputer. PMA No. Tersampaikannya net 258 . 3. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1.

Laporan. Komputer. Mendokumentasikan laporan Pengadminis trasi umum Laporan 2 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumen tasikannya laporan 259 . Pengadminis trasi umum 8. 15 menit 10 menit 7. Kasubag Kumdang Ketua DPA Sekretaris DPA Laporan. ATK 15 menit 15 menit 1 jam Laporan 11. ATK Laporan 10. Sekretaris Itjen Pengadminis trasi umum Inspektur Jenderal Laporan. Laporan. ATK Laporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu Output laporan kepada Ketua DPA Tertandata nganinya net laporan Tersampaikannya laporan hasil sidang DPA Ket. Pengadminis trasi umum Laporan 13. ATK Laporan 12. ATK 3 jam 1 jam Laporan 9. Itjen Membubuhkan paraf pada laporan Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menggandakan laporan yang sudah ditandatangani Ketua DPA Mendistribusikan laporan kepada pihak terkait Ketua DPA Net laporan. Pengadminis trasi umum Laporan 30 menit 14.Pelaksana No Aktivitas kepada Ketua DPTSL 6. Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menyampaikan laporan hasil sidang DPA kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPA Memperbaiki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPA ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA PELAKSANAAN SIDANG DPA LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KPD SEKRETARIAT DPA PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA PARA IRWIL IRWIL V SELESAI IRWIL I IRWIL II IRWIL III IRWIL IV 260 .

Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. komputer. lemari arsip. telepon. 2. KMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. meja. ATK Laporan hasil sidang DPSTL selama 1 tahun yang lalu 1 hari Output Terhimpun dan tersusunnya hasil sidang DPSTL Keterangan Dilaksanakan setiap satu bulan sekali 2. PMA No. formulir daftar nama pegawai yang disidang. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. daftar hadir. sound system.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. PMA No. maka SOP ini tidak dapat dilakanakan Pelaksana No 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. ATK Pencatatan dan Pendataan: Hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Formulir hari undangan. KMA No. sarana menjilid laporan 3 hari Terkompilasinya laporan hasil sidang DPSTL secara kompilasi Terjilidnya hasil kompilasi Dilaksanakan setiap satu tahun sekali Dilaksanakan setiap triwulan 261 . 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. KMA No. komputer/laptop. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: Jika tidak ada SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Mengkompilasi laporan hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum 3. LCD. PP No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. printer. Aktivitas Menghimpun dan menyusun hasil sidang DPSTL 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. layar. Melakukan penjilidan hasil kompilasi Pengadministrasi umum Hasil kompilasi laporan sidang DPSTL. laporan hasil sidang DPSTL. kursi. PMA No.

Aktivitas Melakukan Pengarsipan hasil kompilasi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 5 Hasil kompilasi menit laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Output Tersimpannya kompilasi laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Keterangan 262 .Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PENATAUSAHAAN DOSIR SIDANG DPSTL PENGKOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL KOMPILASI PENGARSIPAN HASIL KOMPILASI SELESAI 263 .

8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. KMA No. ATK Output Tersedianya bahan yurisprudensi laporan hasil sidang DPSTL Keterangan Tahunan 2. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI Dasar Hukum: 1. 2. layar. ATK Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 hari Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen. komputer. sound system. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. lemari arsip. Mengarsipkan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum Yurisprudensi yang sudah dijilid 5 menit 264 . Pelaksana No 1. LCD. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 3. SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. Pengadministrasi umum Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen Yurisprudensi DPSTL. meja. telepon. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. komputer/laptop. PMA No. Jika tidak ada SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. PMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Jika tidak ada SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 2. Pengadministrasi umum 3 hari 4. sarana menjilid laporan 10 hari Tersusunnya yurisprudensill aporan hasil sidang DPSTL Terjilidnya yurisprudensi hasil sidang DPSTL Tersimpannya yurisprudensi Penyebutan nama pegawai secara inisial 3. Aktivitas Mersiapkan penyusunan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menyusun yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menjilid hasil yurisprudensi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. 2. kursi.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI MULAI PERSIAPAN PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL YURISPRUDENSI PENGARSIPAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL SELESAI 265 .

buku kendali SK Tim. Pengad Mengemministrasi balikan konsep SK umum Tim kepada unit pengolah Konsep SK Tim yang sudah diteliti. buku kendali peraturan perundang-undangan. filling cabinet. printer. scanner. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN NOMOR SURAT KEPUTUSAN TIM Dasar Hukum: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. Aktivitas Membuat konsep Surat Keputusan Tim (SK Tim) Menerima dan mencatat konsep SK Tim dari unit pengolah Meneliti konsep SK Tim 1 Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep SK Tim Keterangan 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA No. buku ekspedisi 5 menit 266 . ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No 1. eksternal disk. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. lemari arsip. meja. Memiliki kemampuan dan pengetahuan memahami peraturan perundang-undangan 2. buku ekspedisi. UU No. jaringan internet. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. faksimili. komputer. Tugas. kursi. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. konsep SK Tim. ATK 20 menit Terselesaikannya penelitian konsep SK Tim Tersampaikannya konsep SK Tim kepada unit pengolah 4. Perpres No. telepon. Kasubag Hukum dan Perundangundangan Pengad ministrasi umum Konsep SK Tim. Pengad ministrasi umum Komputer. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PMA No. KMA No. Fungsi. ATK 5 menit Tercatatnya konsep SK Tim dalam buku kendali Untuk masingmasing konsep SK Tim 3.

buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah dibubuhi paraf 5 menit Tercetaknya memo penomoran Tersampaikannya net SK Tim kepada unit pengolah Terbubuhinya paraf pada net SK Tim Tertandatanganinya net SK Tim 5 menit Lemari arsip. konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. SK Tim yang sudah ditandatangani oleh Inspektur Jenderal. buku kendali penerimaan SK Tim. ATK Komputer. Pengad ministrasi umum Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. 10. Aktivitas Menerima konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki beserta konsep SK Tim yang sudah dikoreksi Meneliti kembali konsep net SK Tim Memberi nomor SK/SK Tim 1 Pengad ministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. Memberi memo penomoran Mengembalikan net SK Tim kepada unit pengolah Membubuh kan paraf oleh pejabat yang berwenang Menandatangani net SK Tim oleh pimpinan/pejabat yang berwenang Mendokumentasikan SK Tim Pengad ministrasi umum Pengad ministrasi umum 5 menit 5 menit Pejabat eselon IV Pejabat Eselon III Inspektur Jenderal atau Sekretaris Itjen Pengad ministrasi umum Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. 12. ATK 5 menit Terdokumentasinya SK Tim ke dalam lemari arsip 267 . buku kendali penomoran SK Tim.Pelaksana No 5. ATK 10 menit 7. 9. Pengad ministrasi umum 10 menit Terselesaikannya penelitian konsep net SK Tim Terselesaikannya pemberian nomor SK/SK Tim Untuk masingmasing konsep net SK Tim 8. 11. ATK Komputer. ATK Mutu Baku Waktu 3 menit Output Tercatatnya konsep net SK Tim ke dalam buku kendali penerimaan SK Tim Keterangan 6.

FLOWCHART SOP PENERBITAN NOMOR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT KONSEP SK MEMBUAT KONSEP SK ADA PERBAIKAN MENELITI KONSEP SK PEMBERIAN NOMOR SK MEMBERIKAN MEMO SK MENGEMBALIKAN SK SUBAG EVALAP PENGENDALIAN SK MENERIMA SK YANG SUDAH DITANDA TANGANI PEMBUBUHAN PARAF PADA SK PENDOKUMENTA SIAN SK SK SELESAI PENANDATANGANAN PADA SK UNIT TERKAIT 268 .

lemari arsip. 1.jaring an internet.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. ATK 20 Rancangan menit randang. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No. aikan rancangan randang peraturan perundangundangan terkait. kursi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. bahan sum. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. faksimili. Tugas. 2. rancangan randang. PMA No. 3. ATK Tercatatnya rancangan randang dalam buku kendali Terselesaikannya penelitian rancangan randang Untuk masingmasing konsep randang 269 . Fungsi. eksternal disk. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2. Perpres No. telepon. jaringan internet. buku kendali menit randang. ATK Konsep 15 Konsep awal menit awal randang randang Keteranga n Pengadministrasi umum Kasubbag Hukum dan Perundangundangan 5 Komputer. buku ekspedisi. meja. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5.nyesu kannya ber/referensi. printer. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. komputer. KMA No. Aktivitas Menyusun rancangan peraturan perundangundangan (randang) 1 Unit pengolah 2 3 2. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan-perundang-undangan. printer. filling cabinet. Menerima bahan penyusunan peraturan perundangundangan (randang) Mencatat rancangan peraturan perundangundangan (randang) Meneliti rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan TerselesaiMeKomputer. scanner.

sound system Randangan randang. Meneliti rancangan randang dalam bentuk telaahan Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Membubuhkan paraf pada rancangan randang dalam bentuk telaahan Menandatangani rancangan randang dalam bentuk telaahan Kasubag Kumdang Kabag Pengadministrasi umum 8. ruang sidang. pada ATK rancangan randang Rancangan 10 Tertandatarandang.Pelaksana No. LCD. Kasubag Kumdang 9. ATK. kannya komputer. Memperbaiki rancangan randang setelah mendapat masukan dan telaahan dari para pejabat terkait Melakukan pembahasan terhadap rancangan randang Memperbaiki rancangan randang setelah dibahas Pengadministrasi umum Rancangan randang 1 hari Ditelaahnya dan tersampaikannya masukan oleh para pejabat terkait Terselesaik annya perbaikan rancangan randang Pejabat terkait Pengadministrasi umum 14. 5. 13. Aktivitas Membuat telaahan rancangan randang 1 Pengadministrasi umum 2 3 6. lap top. 11. menit nganinya ATK rancangan randang dalam bentuk telaahan Rancangan 15 Tersampairandang menit kannya rancangan randang Kabag Irwil Ses Itjen Rancangan randang 3 hari 12. Pengadministrasi umum Rancangan randang. computer. 7. Menyampaikan rancangan randang dalam bentuk telaahan kepada pejabat terkait Menelaah dan memberikan masukan pada rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 2 hari TerselesaiRancangan kannya ranrandang. randang ATK yang sudah diteliti Rancangan 2 jam Terselesairandang. ATK 1 hari Terbahasnya rancangan randang 2 jam Terselesaikannya perbaikan rancangan randang 270 . perbaikan ATK rancangan randang 10 TerbubuhiRancangan menit nya paraf randang. Kabag 10. dang dalam ATK bentuk telaahan Rancangan 1 hari Rancangan randang. cangan rancomputer.

15. Pengadministrasi umum 20. Ses Itjen 18. buku ekspedisi 25. 22. yang sudah ATK diteliti Rancangan randang. computer. ATK Net randang. menit nganinya ATK rancangan randang 10 TersampaiLaporan menit kannya larancangan poran ranrandang cangan randang 1 Rancangan Rancangan hari randang randang. Pengadministrasi umum 17. rancangan ATK randang 10 Tersampai Rancangan menit kannya randang. Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Irjen Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menandatangani net randang Mendistribusikan randang kepada para pejabat Pengadministrasi umum Kabag Ses Itjen 15 menit Net randang 23. ATK 2 jam Net Randang 21. Aktivitas Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menyampai-kan rancangan randang yang sudah diparaf kepada pimpinan Menandatangani rancangan randang Menyampaikan laporan rancangan randang kepada Irjen Meneliti rancangan randang 1 Kasubag Kumdang 2 Kabag 3 16. rancangan buku randang ekspedisi kepada pimpinan Rancangan 10 Tertandata randang. Pengadministrasi umum Randang. Irjen Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 15 Terbubuhin Rancangan menit ya randang. Irjen Net randang 15 menit 30 menit Randang 24. Mendokumentasi kan randang Pengadministrasi umum Randang 15 menit Terdisitribu sikannya randang kepada para pejabat Terdokumentasikannya Randang 271 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENYUSUN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) MEMBUAT TELAAHAN RANCANGAN RANDANG ADA/TIDAK ADA PERBAIKAN MEMBUBUHKAN PARAF KASUBBAG 272 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI 1 PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENCATATAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) PENELITIAN RANCANGAN RANDANG PENGEMBALIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA UNIT PENGOLAH UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENERIMAAN RANCANGAN RANDANG YANG SUDAH DIKOREKSI OLEH PIMPINAN PERBAIKAN TERHADAP RANCANGAN RANDANG PENELITIAN TERHADAP PERBAIKAN RANCANGAN RANDANG PEMBERIAN NOMOR SK/RANDANG PEMBERIAN MEMO PENOMORAN MEMO PENOMORAN 2 273 .

1 PEMBUBUHAN PARAF OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENYAMPAIAN NET RANDANG BESERTA KONSEP HASIL KOREKSI AWAL KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENANDATANGANAN NET RANDANG OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENERIMAAN RANDANG YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENDOKUMENTASIAN RANDANG SELESAI 274 .

SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 275 .Lampiran 7  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN       1. SUBBAG AHP INTERNAL  2. SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS  3.

5. 3.1. 4. 2.Lampiran 3. SOP Analisis Hasil Audit Khusus  SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif  SOP Entry Data Hukuman Disiplin  SOP Entry Data TPTGR  SOP Feedback  SOP Kompilasi Hasil RIKSUS  SOP Pemutakhiran Data TPTGR  SOP Pemutakhiran Hukuman Disiplin  SOP Penatausahaan STL  SOP Penatausahaan TL  276 . 10. 6. 8. 9.  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG AHP INTERNAL    1. 7.

Peralatan/Perlengkapan: Meja. Fungsi. 14. 2. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1980. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. Agama Keterkaitan: 1. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. lemari arsip/filling cabinet printer. KMA No. 12. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. SOP Pengiriman LHA dan STL. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Penatausahaan LHA. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. PP No. Keputusan Inspektur Jenderal Dep.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. 13. 8. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. kursi. KMA No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. 4. 9. 7. 10. SOP Penatausahaan STL. SOP entry data SIM-HP. 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. PP No. Tugas. ATK. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. KMA No. 6. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. 277 . komputer/laptop. PMA No. 5. Mampu menganalisis permasalahan hasil audit khusus. 5. SOP Riksus. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. UU No. 11. 15. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. 4. PMA No.

Buku Kendali LHA/STL Ket. ekspedisi hasil LHA/STL dan buku hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit 278 . Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. 7. Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP KasubKetua bag AHP Tim/ Internal auditor 30 Buku catatan Terinventarisir dan tercatat. Analisis hasil audit khusus mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. analisis.Kasublisis pada bag AHP Internal Subbag AHP Internal LHA/STL Khusus. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan 6. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan 4. analisis Tersusunnya Form analisis 2 hari LHA/STL. Pelaksana No Aktivitas 1 1. Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Tindak Lanjut (STL) Khusus Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Sub-bab AHP Internal 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL khusus Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Khusus. Membuat analisis 3. SOP entry data hukuman disiplin. Form Permasa-lahan dalam permasalahan LHA/STL LHA/STL terinventa-risir dan tercatat 30 menit 5. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar.menit permasalahan kegiatan analisis nya permasalahan dalam kegiatan analisis 30 Catatan Diterimanya permasalahan laporan dan menit catatan permasalahan dalam LHA/ STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan LHA/STL Permasalah-an 1 komprehenshif dalam LHA/ minggu STL terkonfirmasi Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi LHA/STL. terutama temuan-temuannya. Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Pengana. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Khusus Waktu 15 menit 2. SOP entry data TPTGR Peringatan: 1.6. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL 7. 2.

Hasil analisis hasil analisis. dan STL buku ekspedisi sampai pada tim entri data hukdis Ket. Menyimpan hasil analisis file Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis. Diterimanya buku ekspedisi kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11. Waktu 15 menit 9. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan STL Khusus. kabinet filling Hasil analisis terarsip 15 menit 279 .Pelaksana No Aktivitas 1 8. Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10. Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP Penganali sis pada Subbag AHP Internal STL Khusus. dan copy STL/ buku ekspedisi LHA sampai pada tim entri data TPTGR 15 menit Penganalisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis. Hasil analisis hasil analisis.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Khusus Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 280 .

printer. 2. Mampu mengoperasikan komputer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 6. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Agama Keterkaitan: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan STL SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. Buku Kendali LHA/STL Ket. 9. 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pelaksana No 1. Aktivitas 1 Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Pengana -lisis pada Subbag AHP 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Subbab AHP 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL komprehensif Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Koprehenshif. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 3. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. KMA No. 2. 6. PMA No. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. 4. kursi. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 7. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Analisis hasil audit yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. 4. Mampu menganalisis Hasil Pengawasan (AHP) Internal. KMA No. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Komprehenshif Waktu 15 menit 281 . terutama temuan-temuannya. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. komputer/laptop. lemari arsip/filling cabinet Peringatan: 1. 5. 3. PMA No. 7. 8. Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSHIF Dasar Hukum: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Agama. 2.

7. hasil analisis. Output Waktu 2. Buku ekspedisi Hasil analisis dan STL sampai pada tim entri data hukdis 15 menit STL Komprehens hif. Form analisis Tersusun-nya analisis 2 hari LHA/STL. Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry Pengana -lisis pada Subbag Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR LHA/STL. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal LHA/STL Komprehenshif. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan Catatan permasalahan 30 menit 6. hasil analisis.Pelaksana No Aktivitas 1 Tindak Lanjut (STL) Komprehensif Membuat analisis Internal 2 Internal 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Ket. 4. buku ekspedisi LHA/STL dan hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit STL Komprehenshif. hasil analisis. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 9. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP Kasubbag AHP Internal Ketua Tim/ auditor LHA/STL komprehenshif 1 minggu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 8. Form permasalahan LHA/STL Permasalahan dalam LHA/STL terinventarisir dan tercatat Terinventarisir dan tercatatnya permasalahan dalam kegiatan analisis Diterima-nya laporan dan catatan permasalahan dalam LHA/STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan Permasalahan dalam LHA/STL terkonfir-masi 30 menit Buku catatan permasalahan kegiatan analisis 30 menit 5. 3. Hasil analisis dan copy STL/LHA sampai pada 15 menit 282 .

buku ekspedisi Diterima-nya kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11.Pelaksana No Aktivitas 1 data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10 Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP AHP Internal 2 pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan buku tim entri data ekspedisi TPTGR Ket. Menyimpan file hasil analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Analisis. filling kabinet Hasil analisis terarsip 15 menit 283 . Waktu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSIF Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 284 .

Keterkaitan: 1. 5. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA No. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. UU No. 4. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 13. 11. 9. computer. kursi. Fungsi. 6. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. PP No. PMA No. Agama. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 15. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. printer. Agama. PP No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Tugas. 12. lemari arsip/filling cabinet. KMA No. 3. 10. KMA No. Aplikasi data hukuman disiplin 285 . 2. PMA No. PP No. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 8. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 4. 14. 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawa-san Melekat. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep.

menyebabkan penyelesaian tindak lanjut hukuman disiplin tidak terdokumentasi dengan baik. SIM hukuman disiplin Terinputnya data hukuman disiplin 1 hari 286 . hukuman disiplin Lemari Arsip/ Filling cabinet STL. berkas TL. Tim entry hukuman disiplin 6. Berita hari nya Acara Pemeriksaan. Berita Acara Pemeriksaan. Tanpa adanya penanganan hukuman disiplin secara khusus. SK. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Membuat rekap Tim entry dan perkemba. Tim entry Melakukan hukuman pengecekan disiplin fisik terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen hukuman disiplin secara berkala Terselesaikan 1 nya rekap dan hari perkembangan data hukuman disiplin Rekapitulasi Diterimanya 1 data hukuman rekap dan jam disiplin perkembangan data hukuman disiplin oleh pimpinan 15 STL. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit. 5. Rekap disiplin tersimpan data hukuman disiplin. Peringatan: 1. Mengentry data Tim entry hukuman hukuman disiplin disiplin 3. SIM hukuman disiplin Rekapitulasi data hukuman disiplin. Pelaksana No 1. 2. SOP Analisis LHA/STL Khusus 6.5. Berita tercatatnya Acara Pemeriksaan. Berkas TL.hukuman ngan data hu. SOP Penatausaaan STL 7. menyebabkan pemantauan tindak lanjut hukuman disiplin dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. berkas TL. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan temuan disiplin. keberadaan dokumen Rekap data hukuman disiplin. berkas TL. Berita Acara Dokumen menit hukuman Pemeriksaan.disiplin kuman disiplin Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin pada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Tim entry hukuman disiplin Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 4. berkas hukuman Buku Kendali disiplin Waktu 15 menit Ket 2. Lemari Arsip/Filling cabinet 1 TerpantauSTL. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan hukuman disiplin 1 Tim entry hukuman disiplin 2 Penga n-alisis pada Subba g AHP Internal 3 Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Diterima dan STL.

FLOWCHART ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menerima dan mencatat berkas hukuman disiplin Mengentry data hukuman disiplin Membuat rekap dan perkembangan data hukuman disiplin Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin kepada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen hukuman disiplin Selesai 287 .

kursi. 5. PP No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 4. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. KMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Agama. 4. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8. 2. 6. Tanpa adanya penanganan TPTGR secara khusus. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. printer. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. BPKP. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 9. 8. ATK. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut TPTGR tidak terdokumentasi dengan baik. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PMA No. Aplikasi data TPTGR Peringatan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. lemari arsip/filling cabinet. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 9. 7. Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan TPTGR 288 . 3. Tugas. 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Agama Keterkaitan: 1. Dumas SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausaaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Peralatan/Perlengkapan: Meja. menyebabkan pemantauan tindak lanjut TPTGR dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. Fungsi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1. computer. Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. 3. 6. 2. PMA No. 7. 2. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan TPTGR. 5. KMA No.

SIM TPTGR Mutu Baku Output Diterima dan tercatatnya berkas TPTGR. Lemari Arsip/Filling cabinet LHA/STL. Tim Melakukan pengecekan fisik entry TPTGR terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TPTGR secara berkala. Mengentry data TPTGR Tim entry TPTGR Tim entry TPTGR 3. Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Komputer. Laporan BPK. LHA/STL. LHA/STL. SIM TPTGR Terinput-nya data TPTGR 1 hari 4. Laporan data TPTGR. Buku Kendali. Surat Keluar. 5. Nota Dinas. Rekap data TPTGR. Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR pada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Tim entry TPTGR Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Rekapitulasi data TPTGR Tim entry TPTGR 6. Laporan BPK Rekapitulasi dataTPTGR. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan TPTGR 1 Tim entry TPTGR 2 Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 3 BPK Persyaratan/ Perlengkapan STL/LHA. Waktu 15 menit Ke t 2. Laporan data TPTGR. Nota Dinas.Pelaksana No 1. Laporan BPK. Lemari Arsip/ Filling cabinet Terselesaikannya rekap dan perkembangan data TPTGR Diterimanya rekap dan perkembangan data TPTGR oleh pimpinan Dokumen TPTGR tersimpan 1 hari 1 jam 15 menit Terpantaunya keberadaan dokumen TPTGR 1 hari 289 . Laporan BPK. Komputer. SIM TPTGR. Rekap data TPTGR. Surat Keluar.

FLOWCHART ENTRY DATA TP/TGR Mulai Menerima dan mencatat berkas TPTGR Mengentry data TPTGR Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR kepada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen TPTGR Selesai 290 .

SIM HP. Feedback hasil pengawasan mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit berdasarkan klasifikasinya. Mempunyai kemampuan membuat feedback hasil pengawasan. 5. Agama. komputer. ATK. 3. Mesin foto copy. Agama Keterkaitan: 1. 7. Aplikasi Hukdis. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8. Peralatan/Perlengkapan: Meja. analisis hasil audit Peringatan: 1. Agama No IJ/36/2002 tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Dep. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. 6. PMA No. 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. PMA No. lemari arsip/filling cabinet. Form minggu nya bahan feedback feedback Ket. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. KMA No. 2. Mempunyai kemampuan mengoperasikan SIM HP. 10. 4. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. menyebabkan Feedback hasil pengawasan tidak berjalan lancar. kursi. 5. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Mempunyai kemampuan membuat Feedback hasil pengawasan dan mengoperasikan komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. 4. 6. 2. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. printer. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 2. Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan bahan pembuatan laporan 1 Penganalisis pada Subbag 2 3 Pencatatan dan Pendataan: Pengolahan dan pengklasisfikasian hasil audit (LHA/STL) dan perkembangan tindak lanjutnya 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TersediaAnalisis hasil audit. 3. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin dan TPTGR 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 9. 291 . KMA No. SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR SOP Analisis Hasil audit Kmprehenshif SOP Analisis Hasil Audit Khusus SOP Penatausahaan Penyelsaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Agama. Aplikasi TPTGR.

Menyampaikan Laporan Feedback kepada pimpinan 4. Form feedback Kasubbag Kabag AHP PHP Internal SES Itjen Laporan Feedback 2 Tersusunminggu nya Laporan feedback Diterimanya Laporan Feedback oleh pimpinan 1 Terkorekminggu sinya Laporan feedback 2 Laporan hari Feedback sudah diperbaiki 1 hari Tercetak. Laporan Feedback 6. Mendokumentasikan berkas Feedback Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis Hasil Audit.Pelaksana No Aktivitas feedback 2. menggandakan dan mendistribusikan Laporan Feedback Kabag PHP SES Itjen Laporan Feedback 5. Form Feedback. tergandakan dan terdistribu sikannya Laporan Feedback Terdokumentasikannya berkas Feedback 15 menit 3. Mengoreksi Laporan Feedback Memperbaiki feedback sesuai dengan perbaikan pimpinan Mencetak. Laporan Feedback 1 hari 292 . Membuat Laporan Feedback 1 AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Kasubba g AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ket. Analisis hasil audit. Laporan Feedback 7.

FLOWCHART SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Mulai Mengumpulkan bahan feedback Membuat Laporan Feedback Menyerahkan Laporan Feedback kepada pimpinan Memeriksa Laporan Feedback Ada perbaikan Tidak ada perbaikan Memperbaiki Laporan Feedback Mencetak. menggandakan & mendistribusikan Laporan Feedback Mendokumentasikan Laporan Feedback Selesai 293 .

Mempunyai kemampuan membuat kompilasi hasil audit khusus. SIMHP. Aplikasi hukuman disiplin. Agama 14. 3. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. Fungsi. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. printer. PP No. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. PP No. Mempunyai kemampuan mengentry data SIMHP 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. Mempunyai kemampuan mengentry data Hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA No. PMA No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. SOP Pengiriman LHA-STL 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. komputer. SOP Surat Tugas Audit Kasus Kualifikasi Pelaksana: 1. 6. 2. UU No. KMA No. PMA No. SOP Riksus 3. Mesin foto copy. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. Tugas. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. ATK. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. KMA No. Agama Keterkaitan: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. Aplikasi TPTGR 294 . 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. lemari arsip/filling cabinet.

LHA/ STL audit khusus dan analisis serta lampirannya secara lengkap 1Min Terkumpulggu nya bahanbahan kompiilasi 295 . 9. Analisis riksus yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil riksus. 5. realisasi audit khusus.Pelak kompilasi lisis pada sana pada Subbag TU AHP Sekret Internal Pelaksa na pada TU Itwil Rekap Surat tugas audit khusus. 8. 2. SOP Realisasi PKPT SOP Penatausahaan LHA SOP Penaausahaan STL SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR Pencatatan dan Pendataan: LHA/STL khusus dan bukti bukti pendukung-nya Peringatan: 1. Rekap STL audit khusus. 3. Evalap Mengambil daftar/rekap STL audit khusus yang dibuat Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat Menginventarisir dan membuat rekapitulasi seluruh realisasi audit khusus beserta LHA/ STL dan analisis hasil audit khusus serta lampirannya secara lengkap Mengumpulkan bahanbahan kompilasi 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. BAP dan data pendukung hasil audit 5. 6. Rekap STL audit khusus Didapatnya daftar/rekap STL audit khusus 1 jam 4. Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab proses kompilasi tidak berjalan lancar. Waktu 1 jam Output Didapatnya daftar/rekap surat tugas audit khusus Petugas Pelaksa kompilasi na pada Subbag perenca -naan dan program Surat tugas audit khusus 2 Petugas Pelakkompilasi sana pada Subbag Evalap Petugas Pelaksa kompilasi -na pada Subbag Tata Usaha Sekretariat Petugas kompilasi Rekap realisasi audit khusus Didapatnya rekap realisasi audit khusus 1 jam 3. 7.4. Tanpa adanya kompilasi hasil riksus menyebabkan hasil riksus tidak terdokumentasi dengan baik dan menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan. Rekap realisasi audit khusus. Pelaksana No 1 Aktivitas Mengambil daftar surat tugas audit khusus (riksus) yang dibuat Sub Bagian Perencanaan dan program Mengambil daftar realisasi audit khusus yang dibuat Sub bag. STL. Rekap Surat tugas audit khusus. Rekap realisasi audit 2 Terinventarihari sir dan terselesaikannya rekap surat tugas audit khusus. Petugas Pengana.

BAP dan data pendukung hasil audit Kompilasi hasil audit khusus Tersusunnya kompilasi hasil audit khusus 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tersampaikannya kompilasi pada pimpinan Terkoreksinya hasil kompilasi Kompilasi sudah diperbaiki 15 menit 1min ggu 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tercetak. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya. KasubKabag bag PHP AHP Internal Memperbaiki Petugas kompilasi kompilasi sesuai dengan perbaikan pimpinan Petugas Mencetak. BAP dan data pendukung hasil audit STL. Membuat kompilasi hasil audit khusus Petugas kompilasi 7. 9. 8. tergandakan dan terdistribusikannya kompilasi hasil audit khusus Terdokumentasikannya kompilasi hasil audit khusus 2 hari 1 jam 296 .Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. Waktu Output ariat 6. STL. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya. 10 11. menggandak kompilasi an dan mendistribusi kan kompilasi hasil audit khusus Petugas Mendokumentasikan kompilasi kompilasi hasil audit khusus Menyerahkan kompilasi pada pimpinan untuk dikoreksi Memeriksa kompilasi Petugas Kasubkompilasi bag AHP Internal SES khusus. Rekap STL audit khusus.

LHA/STL dan dokumen pendukung lainnya Mengumpulkan bahan kompilasi Mengkompilasi hasil audit khusus Menyerahkan hasil kompilasi kepada pimpinan Ada perbaikan Memeriksa kompilasi Memperbaiki kompilasi Tidak ada perbaikan Mencetak. menggandakan & mendistribusikan kompilasi Mendokumentasikan kompilasi hasil audit khusus Selesai 297 .FLOWCHART KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Meminta daftar surat tugas audit khusus Meminta daftar realisasi audit khusus Meminta rekap LHA/STL audit khusus Menginventarisasi dan membuat rekap realisasi audit khusus.

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. PP No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 6. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. ruang sidang (meja 298 . Memamahami peraturan Kepegawaian 3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. bahan laporan panitia. PP No. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. Agama 14. KMA No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. SOP Pengiriman LHA-STL Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. surat undangan. PMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. dan Dumas 2. RAB. Tugas. Agama Keterkaitan: 1. KMA No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. bahan arahan Irjen. Fungsi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Mempunyai kemampuan dalam menganalisis hukuman disiplin Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. Termasuk dalam anggota DPSTL 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. UU No. SPPD. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. BPKP. SK kegiatan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. materi nara sumber. PMA No.

Bukti TL. 4. SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP pengajuan Anggaran SOP Sidang DPSTL SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausahaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. 2. bahan pemutakhiranTPTG. Agama 4. Panitia SK dan RAB pemutakhiran data hukuman disiplin Menyiapkan dan Panitia menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Tersedianya anggaran Kabag PHP 3.Panitia rimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Panitia Mengadakan acara pemutakhiran data hukuman disiplin LHA/STL yang berkaitan dengan temuan hukuman disiplin. 1. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik. bukti TL. Aplikasi hukuman disiplin. Fax. 8. Menyusun TOR. sound system. berita acara hasil pemutakhiran. Rekapitulasi hukuman disiplin. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. ATK RAB kegiatan 3 hari 5. 2. komputer (laptop). Surat undangan. 11. LCD proyektor. ATK. 6. handycam. 9. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Tersiapkannya TOR. Tanpa adanya koordinasi antara bagianbagian yang terkait. buku agenda surat keluar Bahan pemutakhiran. SK dan RAB kegiatan Tersiapkan dan tergandakannya bahanbahan pemutakhiran data hukuman disiplin Waktu 3 hari Ket. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Dep. 10. Aktivitas 1 2 3 kursi). 7. 4. printer. 3. sehingga hasilnya tidak optimal. Menyiapkan ako. mengi. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya.Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data hukuman disiplin Membuat. terkirim dan terkonfirmasinya undangan dan bahan pemutakhiran Terselenggarakannya acara pemutakhiran hukuman disiplin 3 hari 3 hari 3 hari 299 . SOP Entry Data hukuman disiplin Peringatan: 1. bahan pemutakhiran..3. Pelaksana No.. Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Terbuat. Telp. 5.

sound system. 8.Pelaksana No. Menyusun laporan Panitia kegiatan.Tergandakan dan terdistrian dan hasil busikannya pemutakhiran data hukuman laporan kegiatan dan hasil disiplin pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait Laporan yang Terdokumendilampiri detasikannya ngan dokumen. ruang sidang (meja kursi). LCD proyektor. bahan arahan Irjen. printer. hasil dan pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat.Panitia luasi kegiatan pemutakhiran data Tersusunnya laporan kegiatan. 6. bahan laporan panitia. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data hukuman disiplin Panitia Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran data hukuman disiplin Kasubbag Kabag AHP Internal PHP 7. handycam Laporan yang dilampiri dengan dokumendokumen terkait 3 hari 3 hari 1 jam 2 jam 300 . Mendokumentasik Panitia an hasil pemutakhiran data 9. Mengadakan eva.pemutakhiran dokumen terkait SPPD.hasil pemutadokumen khiran data terkait hukuman disiplin Laporan yang Terevaluasidilampiri denya kegiatan ngan dokumen. komputer (laptop). ATK. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. materi nara sumber.

FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menyusun TOR. SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat. mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggarakan acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 301 .

printer. SOP Analisis LHA/STL Khusus 9. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. RAB. SOP Penatausahaan STL 10. SOP Penatausahaan LHA 11. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. KMA No. 7. dan Dumas 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif 8. 9. SOP Sidang DPSTL 7. PMA No. 3. 2. Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. handycam. materi nara sumber. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. PP No. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 4. Keterkaitan: 1. 2. Mempunyai kewenangan yang ditunjuk oleh pimpinan (tertuang dalam SK Kepanitiaan). bahan pemutakhiranTPTG. Telp. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Agama. LCD proyektor. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1.. PMA No. Fax. SOP Pencairan Anggaran 6. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. 2. sound system. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR meKualifikasi Pelaksana: 1. Bahan Arahan Irjen. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. 3. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. 8. BPKP. surat undangan. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 5. Agama. 6. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut TPTGR 302 . Fungsi. SPPD. SOP Riksus 4. ruang sidang (meja kursi). SOP Entry Data TPTGR Peringatan: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. Tugas. SOP Pengiriman LHA-STL 3. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. komputer (laptop). Bahan laporan panitia. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. SK kegiatan.. SOP Pelaksanaan PKAT 5.

Aktivitas Menyusun TOR. 1. 5.Terselenggakhiran. Menyiapkan ako. Agama. SK dan RAB pemutakhiran data TPTGR Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK 1 2 Output Waktu 3 hari Ket. printer. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data TPTGR Menggandakan dan mendistribusikan laporan Panitia Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 7. komputer (laptop). ruang sidang (meja kursi). nyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan BPK-RI dan Biro Keuangan dan BMN Setjen Dep. Re. rakannya acara pemutakhiran berita acara TPTGR hasil pemutakhiran. Bukti TL. Panitia Kabag PHP 3. bahan laporan panitia. LCD proyektor. bahan kirim dan terpemutakhiran.pemutakhiran data TPTGR kapitulasi TPTGR. teran. bukti TL. Pelaksana Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan No. hasil dan dokumendokumen terkait pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat.Tergandakan an dan hasil dan terdistribupemutakhiran sikannya lapor- Tersedianya anggaran 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 303 . Menyusun laporan Panitia kegiatan. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik. Aplika. ATK. Tanpa adanya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. bahan arahan Irjen. mengirimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Mengadakan acara pemutakhiran data TPTGR Panitia 4. SPPD. materi nara sumber. handycam Tersusunnya Laporan yang dilampiri dengan laporan kegiatan. Panitia 6.bahan si TPTGR. Tersiapkannya TOR. ATK RAB kegiatan Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Surat undangTerbuat. Panitia Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 2.4. sehingga hasilnya tidak optimal. SK dan RAB kegiatan LHA/STL yang Tersiapkan dan tergandakanberkaitan dengan temuan nya bahanTPTGR.Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data TPTGR Membuat. konfirmasinya buku agenda undangan dan surat keluar bahan pemutakhiran Bahan pemuta. sound system.

Mendokumentasikan hasil pemutakhiran data Panitia 1 jam 9. an kegiatan dan hasil pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait TerdokumenLaporan yang tasikannya dilampiri hasil pemutadengan khiran data dokumendokumen terkait TPTGR TerevaluasiLaporan yang dilampiri dengan nya kegiatan pemutakhiran dokumendokumen terkait data TPTGR 8. Aktivitas kegiatan dan hasil pemutakhiran data TPTGR 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. Mengadakan Panitia evaluasi kegiatan pemutakhiran data 2 jam 304 .Pelaksana No.

SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat. mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggara acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 305 .FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Mulai Menyusun TOR.

KMA No. 4. 6. sehingga menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan Pelaksana No 1.STL. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No.Pelaksana pada Subrekap/daftar STL nistrasi bag TU pada Subbag TU STL Sekretariat setiap bulan sekali Mengecek dan menginventari- Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Rekap/daftar Diterimanya STL daftar/rekap STL Waktu 1 hari Ket. 3. KMA No. SOP Pelaksanaan PKAT. 3. SOP Riksus. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. ATK. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: STL Mengambil Pengadmi. 7. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 7.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar nistrasi pada Sub. Agama. STL Terinventarisirnya STL 1 hari 306 . 5. SOP Analisis Hasil Audit Khusus.pada Sub. lemari arsip/filling cabinet. 2. SOP Entry SIMHP. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. PMA No. Pengadmi. kursi. 6. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Mesin foto copy Peringatan: Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab penatausahaan STL bejalan tidak rapi dan STL tidak lengkap. 9. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Agama Keterkaitan: 1. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Penerimaan Surat Masuk. komputer. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Kualifikasi Pelaksana: 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 8. SOP Pengiriman LHA-STL. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. 5. printer. SOP Analisis Hasil audit Komprehenshif. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN STL Dasar Hukum: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. PMA No. 4.

Mendistribusimenit kendali kannya STL lisis pada nistrasi kan STL pada pada Subbag pelaksana anali.Pengana6. rekap Terpantau1 10. Mengentri data Pengadmikomputer data STL hari nistrasi STL pada STL aplikasi exel 15 STL. aplikasi hukdis dan aplikasi TPTGR 8.kendali diperiksa dan jam mencatat STL STL bag TU bag TU dicatat dalam pada buku buku kendali kendali STL STL. Menerima.Kasubbag 11. 1 Komputer.STL. buku TerdistribusiPengadmi. STL STL oleh yang belum nistrasi minggu masuk di SubSTL bag TU bag TU pengadminisbag AHP InterIrwil trasi STL nal pada Subpada Subbag bag TU SekreAHP Internal tariat atau Subbag TU Irwil 4. filling nya keberahari ngecekan fisik STL kabiet daan STL terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan STL secara berkala. Terekapnya 1 data STL setiap nistrasi rekap STL data STL hari bulan sekali STL STL.pada Sub.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar Diterimanya 1 pada Sub. Menyimpan STL PengadmiSTL. Pengadmi. Dientrinya 1 5. Mengambil STL Pengadmi. 307 .pada Sub. Melakukan pe.nistrasi kembangan Internal STL bangan data data STL STL pada pimpada pinan setiap pimpinan bulan sekali Aktivitas Pelaksana Ket. buku STL diterima. Membuat hari rekap STL laporan perAHP laporan perkem. 1 memeriksa dan nistrasi pada Sub.No Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan sir STL yang STL bag TU bag TU yang belum belum masuk Irwil masuk 3. Membuat rekap PengadmiKomputer.Pengadministrasi STL. filing Tersimpan15 nistrasi kabinet nya STL menit STL 9.Tim entri 7. Sampainya Pengadmi.Pelaksana Pelaksana STL.STL Pelaksana AHP sis sesuai deanalisis Internal ngan wilayahnya 15 STL dan buku Diterimanya Pengadmi. Menerima menit SIMHP kendali STL oleh nistrasi kembali STL PengadminisSTL yang telah trasi STL dientri pada SIMHP.

memeriksa dan mencatat STL Mengentry data STL Mendistribusikan STL kepada penganalis Menerima kembali STL yang telah dienty pada SIMHP Menyimpan STL ARSIP Melakukan pengecekan berkala Merekapitulasi STL Membuat laporan kepada pimpinan Selesai 308 .FLOWCHART PENATAUSAHAAN STL Mulai Mengambil rekap/daftar STL Mengecek & menginventarisir STL yang masuk Mengambil STL yang belum masuk Menerima.

Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. buku kendali Peringatan: Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. 4. 5. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. buku kendali Bukti penye15 lesaian TL menit diterima dan dicatat 309 . 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 9. 3. 2. ATK. 3. PMA No. komputer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Agama. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 3. 2. 8. Keterkaitan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 6. KMA No. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Dasar Hukum: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 6. Mesin foto copy. KMA No. kursi. Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 7. Aktivitas Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut 1 Pengadmi nistrasi surat masuk pada 2 Pengadministrasi surat masuk SES 3 Pencatatan dan Pendataan: Bukti Tindak Lanjut hasil audit Mutu Baku 4 Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Bukti TL. lemari arsip/filling cabinet. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. Mempunyai kemampuan mengoperasikan Komputer SIMHP. printer. Mempunyai kemampuan entry data hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. pemantauan tindak lanjut dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. 8. menyebabkan proses analisis. Pelaksana No 1. PMA No. 4. SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan Surat Masuk Bagian PHP SOP Penatausahaan Surat Masuk Subbag AHP Internal SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. 5.

6. 8. lembar disposisi. Menelaah dan memberikan disposisi terhadap bukti TL yang masuk 4. Bukti TL Bukti penyelesaian TL diperiksa 1 hari 310 . lembar disposisi 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. menit lembar dispo. isi disposisi sisi. buku Kabag PHP kendali diterima dan dicatat Lembar disposisi. Bukti TL Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Bukti TL. Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP 1 Bagian PHP Pengadmi nistrasi surat masuk pada Bagian PHP Kabag PHP 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Kabag PHP Bukti TL 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kabag PHP 3. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan isi disposisi dari Kabag PHP diterima 7. lembar disposisi. isi disposisi Kabag PHP diterima dan dicatat Kasubbag AHP Internal Bukti TL.lesaian TL. Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Memberikan bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP kepada pengadminis trasi surat masuk pada Subbag AHP internal Mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Menyerahkan bukti TL dan disposisi dari Kabag PHP pada Kasubbag AHP Internal Menelaah dan memberikan dis- Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP 1 Bukti penyehari lesaian TL diperiksa dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kabag PHP 15 Bukti penyeBukti TL. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Bukti TL. 5.Pelaksana No Aktivitas (TL) 2. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL.

Hukdis dan TPTGR 15 menit Lembar disposisi. Bukti TL.menit lesaian TL dan lembar disposisi oleh penganalsis dan pelaksana lain yang ditunjuk oleh pimpinan Terpenuhi1 nya dispohari sisi pimpinan Bukti TL diterima oleh Tim entry data SIMHP. Bukti TL. Bukti TL. Mengirim bukti TL pada lisis pada data SIM. Menyimpan Tim entry Tim entry Tim entry bukti TL data SIM. Lembar disposisi.Pelaksalisis pada na yang Subbag ditunjuk AHP Inter. buku kendali Lembar disposisi. Memenuhi disposisi pimpinan Pengana. buku kendali Tim entry data TPTGR Lembar disposisi.pimpinan nal Pengana. buku kendali Tersimpannya bukti TL Terpantaunya dokumen TL 15 menit 1 hari 311 . buku kendali dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kasubbag AHP Internal 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan disposisi Kasubbag AHP Internal diterima dan dicatat 15 Diterimanya bukti penye.Pelaksana No Aktivitas posisi terhadap bukti TL yang masuk 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Menerima dan mencatat disposisi dan bukti TL dari Kasubbag AHP Internal 10.Tim entry Tim entry 12. Bukti TL. Bukti TL. buku kendali 11.data Huk.data TPTGR dis HP 14. Bukti TL. Mendistribusikan bukti TL sesuai disposisi 9. Melakukan Tim entry Tim entry Tim entry pengecekan data TPdata data fisik terhadap TGR Hukdis SIMHP keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TL secara berkala. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. buku kendali Penganalisis yang memegang wilayahnya Pelaksana yang ditunjuk pimpinan Lembar disposisi.data HukHP dis tim entry data Subbag AHP SIMHP dan tim entry data Internal hukuman disiplin jika terdapat TL yang terkait dengan hukuman disiplin serta pada tim entry data TPTGR jika terkait dengan TL TPTGR 13.

FLOWCHART PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Mulai Menerima dan mencatat bukti tindak lanjut (TL) Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kabag PHP dan bukti TL Memberikan disposisi Kabag dan bukti TL pada Subbag AHP Internal Mencatat bukti TL dan disposisi dalam buku kendali di Subbag AHP Internal Menyerahkan bukti TL pada Kasubbag AHP Internal Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kasubbag AHP Internal dan bukti TL Mendistribusikan bukti tindaklanjut sesuai disposisi Memenuhi disposisi pimpinan Mengirim bukti tindak lanjut kepada tim entry data SIMHP. Hukdis dan atau TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala dokumen TL Menyimpan bukti tindak lanjut SELESAI 312 .

7. 8. SOP Analisis BPKP SOP Pemutakhiran BPKP SOP Tindak Lanjut BPKP SOP Analisis BPK SOP Pemutakhiran BPK SOP Pra Pemutakhiran BPK SOP Tindak Lanjut BPK SOP Penanganan Dumas Non TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000 SOP Pemutakhiran Dumas TP 5000 SOP Penanganan Dumas TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas TP 5000 313 . 4. 12. 6. 10. 11. 2. 3. 5. 9.Lampiran 8  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS 1.

Pelaksana pengolah LHP BPKRI Pelaksana pengolah LHP BPKRI LHP BPK-RI 15 teradministra. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pelaksana NO 1. Tanpa adanya analisis LHP BPK-RI sulit diketahui jumlah dan nilai temuan. nilai penyebab.Menit sikan dengan baik Tersusunnya hasil analisis LHP BPK-RI 1 hari 2. 4. Menganalisis LHP BPK-RI Kabag PHP 314 . LHP BPKRI 2. 3. 3. Form Output Waktu Ket. Aktifitas Mengadministrasikan LHP BPK-RI 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. 2. 4. 5. Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan 1.ATK Komputer PC Lemari arsip LHP-BPK-RI temuan Peringatan: 1. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. 2. 3. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Meja. penyebab. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. 2. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. Komputer PC 3. 2. 2. akibat serta rekomendasi Hasil pemeriksaan BPKRI. Buku agenda surat masuk 1. Tanpa adanya analisis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI tidak terdokumentasi dengan baik. kursi. akibat dan rekomendasi. SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas SOP Pembuatan Surat dinas Kualifikasi Pelaksana: 1. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian tindak lanjut atas rekomendasi BPK-RI. LHP-BPKRI 2. 4.

Mendistribusikan hasil analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. Sekjen. para Irwil. audit-an.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan analisis BPK-RI 1. Mutu Baku Output Waktu Ket. unit kerja terkait) Terdokumen. Buku agen da surat ke luar 1. Lemari arsip 2. Hasil anali sis LHP BPK-RI 3. Hasil Anali sis LHP BPKRI. Sekre-taris. 315 . Menag. 3. Irjen. Surat pengantar distribusi hasil analisis LHP BPKRI 2. Mendokumentasikan Hasil Analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Terdistribusi1 kannya hasil hari analisis LHP BPK-RI ke stakeholder (BPK-RI.15 tasikannya Menit hasil analisis LHP-BPK-RI dengan baik.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN LHP-BPK-RI MENGANALISIS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN HASIL ANALISIS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASI HASIL ANALISIS LHP-BPK-RI SELESAI 316 .

akibat serta rekomendasi hasil pengawasan BPKP.pengolah laporan tri 2. Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP atau hasil pengawasan BPKP 3. Meja. Pelaksana NO 1. 2. Keterkaitan: 1. LHAmenit trasikannya BPKP AHP Eks. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelsaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP. akibat dan rekomendasi. 3. Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil peng- Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. Buku Tri wulan Dumas pengawas agenda hasil pengan BPKP surat ma. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. Surat Tersedianya 2 AHP Eks. nilai penyebab. ATK. Buku ternal dan hasil Ket. penyebab. Laptop/Komputer PC. Tanpa adanya analisis atas Laporan Hasil Audit (LHA) BPKP mengakibatkan temuan tidak terdokumentasi dengan baik. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. Lemari arsip 2. kursi. Peralatan/Perlengkapan: 1.pengolah tugas data laporan hari ternal dan hasil 2. 2. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP Dasar Hukum: 1. 2. 3. 4. Tanpa adanya analisis hasil pengawasan BPKP sulit diketahui jumlah dan nilai temuan. SOP Penyajian Data 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. temuan Peringatan: 1. Aktifitas Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas BPKP 1 Kabag PHP 2. 317 . SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Tindak lanjut BPKP 2.awasan suk BPKP berupa hardcopy dan softcopy 15 TeradminisKasubbag Pelaksana 1.

Lemari pengawasan Menit arsip BPKP ter2. Mengentry/Mendo wnload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP 5.BPKP terdislisis hasil tribusikan ke pengastakeholder wasan (Menag. Komputer BPKP PC 3. Surat Hasil analisis 1 pengantar hasil penghari distribusi awasan hasil ana. SIM-HP BPKP 1. Hasil Sekretaris. dengan baik. hasil pe. analisis para Irwil. 2.Kabag PHP kan Analisis hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan wulan atas agenda hasil pengsurat awasan masuk BPKP dengan baik 1.Pelaksana NO Aktifitas awasan BPKP 1 2 Dumas 3 pengawas an BPKP 3.auditan) ngawasan BPKP 3. 4. Irjen. BPKP Sekjen. Ket. Buku agenda surat keluar 15 Analisis hasil 1. Mendokumentasi. 318 . Laporan Terinputnya 1 Tri wulan Analisis hasil hari hasil audit pengawasan 2. Analisis dokumenhasil pengawas tasikan an BPKP.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP MULAI Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mengentry/Mendownload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendokumentasi Analisis atas hasil pengawasan BPKP/Laporan triwulan BPKP SELESAI 319 .

Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. mesin fotocopy 10. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1. Agama maupun auditan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Surat undangan 6. Materi Narasumber 9. Peringatan: 1. Bahan Laporan panitia 8. Bahan Arahan Irjen 7. Buku agenDumas da surat an BPKP masuk Tindak lanjut 1 hari atas rekomendasi BPKP terhimpun dengan baik 320 . RAB 4. TOR kegiatan 2. SOP Penyajian Data 3. 2. Aktifitas Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. 4. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPKP dengan Inspektorat Jenderal Dep. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 2.printer.Laptop. Keterkaitan: 1. SPPD 5. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. SOP Tindak lanjut BPKP 2. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas temuan dan saran BPKP. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. Bahan pemutakhiran data BPKP 11. Pelaksana NO 1. ATK. peralatan soundsystem. 2.pengolah LHA-BPKP ternal dan hasil pengawas 2. SK kegiatan 3.

RAB 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1.Pelaksana NO 2. SK kegiatan. Buku agenda surat keluar Mutu Baku Output Tersusunnya TOR. Jumlah peserta AHP Eks. Laptop. sound sistem 5. Berita Acara pemutakhiran 3. 3 hari Tersusunnya laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 2 hari Terdistribu sikannya hasil pemutakhiran data BPKP kepada para auditan 2 hari Terdokumen 30 tasi dengan Menit baik hasil pemutakhiran data BPKP. Program SIM-HP BPKP 1. Dokumen ternal dan hasil hasil pemuDumas pengawas takhiran data an BPKP BPKP. mesin fotocopy. Bahan pemutakhiran 3. handycam. proyektor. Bahan pemutakhiran 3.Kabag kan Hasil PHP pemutakhiran data BPKP 1.pengolah 2. 4. Kasubbag Pelaksana 1. Panitia 5 Panitia Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP 7 Mendokumentasi. Terselenggaranya pemutakhiran data BPKP Waktu Ket. Tersedia ternal dan hasil anggaran pengawas Dumas an BPKP 1. Hasil pemutakhiran data BPKP 2. Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Menyelenggaraka n pemutakhiran data BPKP Panitia 1 hari 4. Hasil pemutakhiran data BPKP 2. Aktifitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan. printer.pengolah 2. 321 . 1 hari 3. dan RAB Surat undangan di buat dan tersampaikan kepada para peserta rapat. Surat pengantar pengiriman 3. Ruang rapat 2. ATK 4. Bukti-bukti penggunaan anggaran. Lemari arsip AHP Eks. SPPD 1. Surat undangan 2. Berita Acara pemutakhira n data.

RAB Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Mengadakan acara pemutakhiran data BPKP Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Penggandaan dan pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP Pendokumentasian hasil pemutakhiran data BPKP SELESAI 322 .FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP MULAI Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP Menyusun TOR dan SK Kegiatan.

9. Agama maupun auditan. 5.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. 4. 5.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. mesin fotocopy 10. Pelaksana NO Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut surat pengaduan masyarakat. Mempunyai kemampuan analis Data Dumas TP 5000. Menghimpun PHP Bahan Pemutakhiran penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 Bukti tindak hari lanjut atas penanganan pengaduan masyarakat 323 . 7. Kabag 1. 2. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. Ruang Rapat. Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. Laptop. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Kementrian Negara PAN Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Tindak lanjut Dumas 2. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. SOP Penyajian Data 3. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada Kementrian Negara PAN dengan Inspektorat Jenderal Dep. Peringatan: 1. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Bahan pemutakhiran data Dumas TP5000 11. Keterkaitan: 1. 8. 4. 6. printer. 3. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. peralatan soundsystem. 2. 2. Bukti tindak lanjut atas penangana n pengaduan masyarakat TP Output Waktu Ket.

Jumlah peserta 2.1 ngan dibuat hari dan tersampaikan kepada para peserta. dan RAB Surat unda. Tersedia anggaran 1. pemutakhir.nya lapohari ran data ran Dumas TP kegiatan 5000 dan 2. Buku agenda surat keluar 3. Surat undangan 2. Buku agenda surat masuk Mutu Baku Output Waktu Ket.stakeholder an data Du. 4. 2. Bukti-bukti keuangan penggunaan anggaran.penangan tor. Berita Acara retaris. ATK 4.(Menag. Bahan pe.hasil pemutakhiran nanganan pengaduan data pemasyarakat nanganan pengaduan TP 5000 2. hari SK kegiatan. Menyusun TOR. Panitia 4. Mengadakan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 TP 5000 sebagai bahan pemutakhiran terhimpun dengan baik Tersusun1 nya TOR. mesin an pengaduan fotocopy. SK Kegiatan dan RAB Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. SPPD 2 1.TP 5000 riman hasil kepada pemutakhir. mas TP 5000 Irjen. masyarakat TP sound 5000 sistem 1. Hasil pemu. 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 3 1.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 5000 2.Terdistribuhari sikannya takhiran data pe. Laptop.garanya mutakhiran pemutakhiran 3.Irwil.masyarakat antar pengi. Surat peng. proyek. handycam. Bahan pemutakhiran 3. Sek3. prin. Ke 324 .gungjawaan ban 3.data ter. Ruang rapat Terseleng hari 2. Membuat surat Panitia undangan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 kepada Kementrian Negara PAN dan peserta. Hasil rapat Tersusun2 pemutakhi. Berita Acara pertangpemutakhir.

Lemari arsip 2. Dokumen hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan an data. mentrian Negara PAN. 7 MendokumentasiKabag kan hasil pemutaPHP khiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Mutu Baku Output Waktu Ket. instansi ter lapor dan instansi terkait lainnya) Terdoku30 mentasikan Menit nya hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 dengan baik 325 .

SK KEGIATAN.FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGHIMPUN BAHAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 MENYUSUN TOR. DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 KEPADA KEMENTRIAN NEGARA PAN DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP5000 PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 PENDOKUMENTASIAN HASIL PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 SELESAI ARSIP 326 .

Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 6. 2. 8. 5. soundsystem.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. 9. 2. Agama. 3. 4. printer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyajian Data 3. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPK-RI dengan Inspektorat Jenderal Dep. 2. 7. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Bahan pemutakhiran data BPK-RI 11. mesin fotocopy 10. 2. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. Peringatan: 1. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. 6. 5. 4. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. 327 . Laptop. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 7. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI. 3.

Laptop. LHP BPK. 328 . Hasil Tersusunnya hari rapat laporan pemutakegiatan dan khiran pertanggungdata BPK. proyektor.Panitia an kegiatan dan pertanggungjawab an keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian laporan hasil rapat pemutakhiran data BPK-RI 7 Mendokumentasi.hari lanjut atas mendasi LHP BPKLHP-BPK. Sekretaris. Mengadakan rapat Panitia pemutakhiran data BPK-RI 5 Penyusunan lapor. Ruang hari garanya rapat. SPPD 1. Menyusun TOR Kabag dan SK Kegiatan.Pelaksana NO 1. handycam. Pelaksana 1. Bukti-bukti penggunaan anggaran. 2.BPK-RI terRI RI himpun dengan baik 2. agen-da surat keluar 3 Terseleng1. Jumlah nya TOR. Hasil Terdistribu2 rapat sikannya hari pemutahasil rapat khiran pemutakhirdata BPK. Lemari Terdoku15 pengolah arsip mentasi Menit Ket. Surat Surat unda1 undangan dibuat hari ngan dan tersam2. printer.Kabag kan laporan hasil PHP Kasubbag AHP Eks- Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Waktu Perlengkapan Pelaksana 1.jawaban RI keuangan 2. pengantar Irwil. Bukti 1 Tindak lanjut tindak pengolah atas reko. Buku pat. sound sistem 2 1. Bahan pe. Bahan pe.rapat pemutakhiran data muBPK-RI takhiran 3. ATK 4. Surat para auditan. Tersedia anggaran dan RAB RI 1.PHP khiran Data BPKRI 2. SK hari pengolah peserta kegiat-an.Panitia an pemutakhiran data BPK-RI kepada BPK-RI dan peserta Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3.paikan kemutakhipada para ran peserta ra3.2.an data BPKRI RI kepada 2. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kabag Menghimpun Bahan Pemuta. 3. Buku agenda surat masuk Tersusun1 Pelaksana 1. PHP RAB Membuat undang. 4. mesin fotocopy.

RI.2. Pelaksana Ket. Dokumen dengan baik rapat Dumas RI hasil rapat hasil pemutakhirpemutaan data BPKkhiran data BPK. 329 .RI.NO Aktifitas rapat pemutakhiran data BPK-RI 1 Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan ternal dan LHP BPK.

SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITOR BPK DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN LAPORAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI SELESAI ARSIP 330 .FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR.

Komputer TP 5000 PC 15 Teradministrasikan menit nya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusun. 2. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. 2. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku Output Waktu Ket. kursi. Pelaksana NO 1. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat pengaduan masyarakat 3. Laptop/Komputer PC. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. 3. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Penelaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Persyaratan/ 3 Perlengkapan Pelaksana 1. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengandung kadar pengawasan. Peralatan/Perlengkapan: 1. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1.PAN/ 4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Surat Dumas pengolah non TP Surat 5000 Dumas 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. Mengadministra Kabag PHP sikan surat pengaduan masyarakat melalui Non TP 5000 2. 2. 4. kolusi serta Nepotisme (KKN). Lemari arsip 2. ATK.1 hari nya telaahan terhadap surat Dumas yang 331 . Keterkaitan: 1. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas Non TP 5000. Surat Dupengolah mas non Surat DuTP 5000 mas Non 2. 3. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat. Meja. 2. Buku eksnon TP pedisi 5000 surat masuk Pelaksana 1. 3.

Buku ekspedisi surat keluar 1. Lemari arsip 2. Hasil telaahan surat Dumas 3. Surat Dumas non TP 5000 2. 3. surat klarifikasi dan telaahan usulan Riksus kedalam SIM HP dumas Terdokume ntasikannya surat Waktu Ket. Surat Du- 15 Menit 332 .Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan Terdokumentasikannya surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Terpenuhin ya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Terkirimnya surat klarifikasi dumas kepada pimpinan satker terlapor Terinputnya surat dumas non TP 5000. Komputer 5-7 hari 2 jam 6 Pelaksana pengolah surat Dumas Non TP 5000 Subbag Tata Usaha 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Surat Dumas non TP 5000 2. Surat tugas Riksus 4. Mengusulkan Kabag audit khusus ter. Telaahan usulan Riksus 15 menit 30 menit 8 Mendokumenta. Surat Dumas yang tidak berkadar pengawasan 2. Hasil telaahan surat Dumas 3. Surat klarifikasi 3. Buku ekspedisi surat keluar 1. Surat dumas non TP 5000 2. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. surat Kasubbag AHP Eksternal dan Pelaksana pengolah surat Du- 1. Surat Dumas non TP 5000 2.PHP hadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker terlapor yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry surat pengaduan masyarakat ke SIM dumas Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP5000 5 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Lemari arsip 15 menit 4.Kabag PHP sikan surat Dumas. Surat klarifikasi 3.

surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus dengan baik. Mutu Baku Output dumas non TP 5000.Pelaksana NO Aktifitas klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus 1 2 Dumas 3 mas Non TP 5000 Persyaratan/ Perlengkapan mas. Waktu Ket. 333 . surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus.

telaahan usulan Riksus dan surat tugas Riksus SELESAI 334 . surat klarifikasi.FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Penelahaan Surat dumas non TP 5000 Mendokumentasikan surat dumas non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan Audit Khusus Terhadap Surat Dumas non TP 5000 yang Berkadar Pengawasan Membuat surat klarifikasi terhadap surat Dumas non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry dalam SIM-HP Dumas Mendokumentasi Surat Dumas non TP 5000.

KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Buku ternal dan Surat agenda Dumas Dumas surat masuk Kasubbag Pelaksana 1.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah.pengolah Dumas ternal dan Surat 2. Meja. 2. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengadung kadar pengawasan. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. Lemari arsip 2. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: 1. 2. Laptop/Komputer PC. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas TP 5000. Surat AHP Eks. 3. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. 2. 2. Komputer 1 hari 335 . MengadminisKabag trasikan surat PHP pengaduan masyarakat melalui TP 5000 Penelahaan surat pengaduan masyarakat Kabag PHP 2. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. kolusi serta Nepotisme (KKN).pengolah Dumas 2. 4. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Teradministrasikannya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusunnya telaahan terhadap Waktu 15 menit Ket. 3. Surat AHP Eks. ATK. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Pelaksana NO 1. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi. Surat pengaduan masyarakat 3. Peralatan/Perlengkapan: 1. kursi. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1. 3.

surat klarifikasi. surat klarifikasi. Surat tugas Riksus 4. Lemari arsip 2. Buku agenda surat keluar 1. Buku agenda keluar 1.yang tidak awasan mengan2. Surat Dumas 2. Surat Dumas 2.dung kadar sip pengawasan 1.Pelaksana NO Aktifitas melalui TP 5000 1 2 Dumas 3 Dumas 3. Terkirimnya surat klarifikasi kepada pimpinan Satker terlapor 1 jam 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas 8 Mendokumenta. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan audit khusus terhadap terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan Satker yang punya kewenangan menindaklanjuti Membuat rekapitulasi atas penanganan Dumas TP 5000 Pelaksana pengolah surat Dumas Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan PC surat Dumas yang berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan 1. Komputer Terpenuhinya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat Dumas 5-7 hari Ket. Komputer PC 1.15 Menit tasi surat Dumas. Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 5 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat Dumas 2 jam 6 Pelaksana pengolah Surat Dumas Subbag Tata Usaha 1. telaahan usulan audit khusus. Lemari ar. dan telaahan usulan audit khusus Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 3 Tersusunjam nya rekapitulasi penanganan Dumas TP 5000 Terdokumen. Surat Dumas 2. Tindak lanjut atas Dumas TP 5000 2. dan telaahan audit khusus. 4. surat klarifikasi. Surat DuTerdokumen 15 mas yang tasikannya menit tidak bersurat Dumas kadar peng. Surat Dumas. Surat klarifikasi 3. Hasil telaahan surat Dumas 3.Kabag PHP sikan surat pengaduan Masyarakat TP 5000. 336 . Hasil telaahan surat Dumas 3.

FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN SURAT PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 PENELAHAAN SURAT DUMAS TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN SURAT DUMAS TP 5000 YANG TIDAK BERKADAR PENGAWASAN MENGUSULKAN AUDIT KHUSUS TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MEMBUAT SURAT KLARIFIKASI TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MENGIRIM SURAT KLARIFIKASI KEPADA SATKER YANG PUNYA KEWENANGANAN MENINDAKLANJUTI MENGENTRY KE DALAM SIM-HP DUMAS MEMBUAT REKAPITULASI ATAS PENANGANAN DUMAS TP 5000 ARSIP SIMDUMAS MENDOKUMENTASIKAN SELESAI 337 .

Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian di auditan dengan Inspektorat Jenderal Dep. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. nilai temuan dan rekomendasi/saran. 3. 2. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Agama. 6. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyajian Data 3. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. printer. soundsystem. 2. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Laptop. 7. Peringatan: 1. 3. 7. 9. 4. 5. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. 338 . 8. 6. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawas-an di Lingkungan Departemen Agama. 2. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. Bahan pra pemutakhiran data BPK-RI 11. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. mesin fotocopy 10. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI.

Tersedia anggaran RAB 1 1. Buku agenda surat masuk 1 Tersusunnya 1. Bahan peserta rapat.Surat undahari ngan dibuat dangan dan tersam2. Membuat surat undangan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI kepada auditan dan peserta rapat Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Panitia 4. Surat pe. Menghimpun Bahan Rapat Pra Pemutakhiran Data BPK-RI 2. 3.an hasil rapat ran data pra pemutakhiran data BPK-RI 2. Bukti hari atas rekotindak mendasi lanjut BPK-RI teratas himpun LHPdengan baik BPK-RI 2. Buku agenda surat keluar 1. Irwil.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah LHP BPKRI 1. proyektor. handycam.BPK-RI kepada stakeholngantar 3. dan 2. Hasil rapat Tersusunnya hari pra pemuta.der (Irjen. Laptop. pra pemutak hiran 4. mesin fotocopy. prin ter. peralatan sound sis tem 2 1.pra pemutaran khiran data 3. ATK BPK-RI 4. auditan. dan instansi terkait) Ket.hari pemutakhi. 339 . Surat un.laporan kekhiran data giatan dan pertanggungBPK-RI 2. Bukti-bukti jawaban penggunaan keuangan anggaran. SPPD 2 1. SK kepeserta giatan. Sekretaris. Menyusun TOR dan SK Kegiatan. Nota paikan kepa Dinas da para 3. Jumlah hari TOR. Laporan ha.Terdistribusisil rapat pra kannya lapor. disi keluar. Mengadakan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan pendistribusian laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Tindak lanjut 1. Ruang rapat Terselengga3 2. Buku ekspe. RAB 3. Bahan pra ranya rapat hari pemutakhi.

Lemari arsip Terdokumen30 tasikannya AHP Eks. baik Pelaksana Ket.NO 7 Aktifitas Mendokumentasikan Laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPKRI 1 Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1.pengolah 2. Dokumen Menit hasil rapat laporan hasil ternal dan LHP BPKRI Dumas pra pemuta rapat pra pemutakhiran data khiran data BPK-RI dengan BPK-RI. 340 .

FLOWCHART SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR. SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITAN DAN PESERTA RAPAT MENGADAKAN ACARA RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI ARSIP SELESAI 341 .

3. 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. 2. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Komputer PC 3. 4. ATK 2. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan.pengolah dak lanjut ternal dan LHP BPKatas LHPDumas RI BPK-RI Tindak 15 lanjut atas Menit rekomenda si BPK-RI 342 . 3. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. akibat serta rekomendasi. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. 6. Bukti tindak lanjut atas saran BPK-RI Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Persyaratan/ 1 2 3 Perlengkapan Kabag PHP Kasubbag Pelaksana 1. 3. Aktifitas Mengadministrasikan Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Mutu Baku Output Waktu Ket. Keterkaitan: 1. Peringatan: 1. 2. Pelaksana NO 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas rekomendasi BPK-RI. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Bukti tinAHP Eks. penyebab. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI.

Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 2. Sekanalisis tindak lanjut retaris. Form ana. Lemari arsip Laporan 2. 1 hari 1 hari 15 Menit 343 . Surat peng.Hasil analisis LHP antar distriBPK-RI ter busi hasil distribusianalisis tinkan ke dak lanjut atas LHP stakeholder (Menag. Irjen. Bukti tin. Buku ageninstansi terkait lainnya) da surat ke luar 1.analisis lisis BPK. auditatas LHP an dan BPK-RI 3.hasil analisil analisis sis tindak tindak lanjut lanjut atas atas LHP LHP-BPKRI terdokuBPK-RI. Mendokumentasikan Laporan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 2.Terinputdak lanjut nya tindak atas LHP lanjut dan tersusunBPK-RI 2. para Irwil. Waktu Ket.PHP lisis tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. Menganalisis bukti Kabag PHP tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 3. Buku agen. Mendistribusikan Kabag Laporan hasil ana. BPK-RI 2.tindak lanjut atas reRI komendasi BPK-RI 1. Komputer nya laporan hasil PC 3. Laporan ha. Laporan hasil Sekjen.teradminisda surat trasikan dengan masuk baik 1. mentasi dengan baik.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENGANALISIS BUKTI TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI SELESAI 344 .

3. 2. Mengadminis. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket. 4. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Buku agenda surat masuk Tindak lanjut 15 Menit atas rekomendasi BPKP teradministrasikan dengan baik 345 . penyebab. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. ATK. 3. Keterkaitan: 1. 2. Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. Bukti AHP Eks. Pelaksana NO 1. Laptop/Komputer PC.pengolah tindak ternal dan hasil pelanjut atas Dumas ngawasan hasil pengBPKP awasan BPKP 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1. akibat serta rekomendasi. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP.Kabag trasikan Tindak PHP Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPKP SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan. Bukti tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPKP 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Peringatan: 1. 2. 2. 4. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. nilai temuan dan rekomendasi/saran. lemari arsip 2.

Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA BPKP. Mendokumentasikan Analisis Tindak Lanjut hasil pengawasan BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Terinput-nya Analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP Hasil analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP terdistribusikan ke stakeholder (Menag. Buku agenda surat keluar 1.Kabag kan/melakukan PHP konfirmasi hasil analisis tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 5. 3. Program SIM-HP BPKP 1. Bukti tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 2. SIM-HP BPKP 1. Sekjen. auditan) Hasil analisis tindak lanjut atas LHABPKP terdokumentasi dengan baik. 1 hari 15 Menit 346 . Hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 3. Komputer PC 3. Aktifitas Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ Perlengkapan 1.Pelaksana NO 2. Komputer PC/ laptop 3. Surat pengantar distribusi hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 2. Sekretaris. Lemari arsip 2. Mutu Baku Output Teranalisisnya berkas tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Waktu 1 hari Ket. Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP 4. Berkas tindak lanjut 2. Pusinfowas BPKP. Mendistribusi. para Irwil. Irjen.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut Atas hasil pengawasan BPKP Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan/melakukan Konfirmasi Hasil Analisis Tindak lanjut atas LHA BPKP Mendokumentasikan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA-BPKP SELESAI 347 .

Keterkaitan: 1. Meja. 2. Program SIM-HP 2. 3. Buku ekspedisi surat masuk Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Komputer PC/latop 3. kursi. Bukti tindak lanjut atas pengolah Dumas Non Surat TP 5000 Dumas 2. Peringatan: 1. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. Menganalisis tindak Kabag lanjut jawaban/hasil PHP klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 15 Tindak lanjut atas Menit Dumas Non TP 5000 teradministra sikan dengan baik 1 Hasil analisis tindak hari lanjut atas Dumas Non TP 5000 348 . 4. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000. 3. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. 2. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M.PAN/4/ 2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Peralatan/Perlengkapan: 1.pengolah Dumas Non ternal dan Surat TP 5000 Dumas Dumas 2. 3. lemari arsip 2. Pelaksana NO 1. Laptop/Komputer PC. 2. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat Non TP 5000 3.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pihak terkait. Aktifitas Mengadministrasikan tindak lanjut jawaban/ hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Peraturan Menteri PAN No: Per/05/M. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. ATK.

Lemari arsip 2.pengolah Non TP 5000 ternal dan Surat 2. Komputer PC Mutu Baku Output Terinputnya hasil tindak lanjut atas penyelesaian Dumas Non TP 5000 terentry dengan baik Tersusun dan terkirimnya surat jawaban Itjen ke BKN. 1 hari 3. KPK. Tindak lanjut atas Dumas AHP Eks. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Surat jawaban pengolah Itjen atas hasil Surat tindak lanjut Dumas Dumas Non TP 5000 2. Komputer PC 1 jam 5. Hasil tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 20 Menit 349 . dll Tersusunn ya rekapitulasi penyelesaian atas Dumas Non TP 5000 Terdokum entasikannya penyelesaian tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 Waktu Ket. Program SIMDumas Dumas HP Dumas 3. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 jam 6. Membuat surat Kabag jawaban ke Instansi PHP terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. Buku ekspedisi surat keluar 1. Tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 2.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Dumas Kasubbag Pelaksana 1. Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas 4.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Menganalisis Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas Membuat surat jawaban ke Instansi terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 SELESAI 350 .

Buku agenda surat masuk Kasubbag Pelaksana 1.pengolah lanjut atas ternal dan Surat Dumas TP Dumas Dumas 5000 2. 2. SOP Penyajian Data 4. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000. Pelaksana NO 1. Laptop/Komputer PC. 4. 3. 5. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000. Bukti AHP Eks.pengolah tindak ternal dan Surat lanjut atas Dumas Dumas Dumas TP 5000 15 Teradmini strasikan. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat TP 5000 3. Kabag Menganalisis tindak PHP lanjut jawaban/hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas TP 5000. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. Bukti tindak AHP Eks. ATK. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pimpinan terkait. Peringatan: 1. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket. kursi. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. SOP Tindak lanjut Dumas 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.Menit nya tindak lanjut atas Dumas TP 5000 dengan baik 1 Teranalihari sisnya hasil tindak lanjut atas 351 . 3. SOP Pembuatan Surat Dinas 2. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Meja. 2. Mengadministrasikan Kabag tindak lanjut jawaban/ PHP hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 2. lemari arsip 2. 2. Peralatan/Perlengkapan: 1.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah.

Lemari mentasi.Pelaksana NO Aktifitas 1 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan 2. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 6. Surat Tersusun 1 jawaban dan terjam Itjen atas kirimnya hasil tindak surat lanjut jawaban Dumas TP Itjen ke 5000 Menteri 2. Program SIM-HP Dumas 3. Buku Negara agenda PAN surat keluar 1 Tersusun 1.pengolah jut atas duternal dan Surat mas TP Dumas Dumas 5000 2.Menit arsip 2. Tindak jam lanjut atas rekapituDumas Tp lasi penyelesai5000 2. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas Terinput1 nya hasil hari tindak lanjut atas penyelesai an Dumas TP 5000 terentry dengan baik 1. Komputer PC/latop 3. Komputer an atas Dumas TP PC 5000 20 Terdoku 1. Membuat surat jawaban ke Menteri Negara PAN atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat TP 5000 Kabag PHP 5. Program SIM-HP Dumas Kasubbag Pelaksana 1. 3. Mengentry tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 ke SIM-HP Dumas Kabag PHP 4. Komputer PC Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Mutu Baku Output Dumas TP 5000 Waktu Ket. Tindak lanAHP Eks. Hasil tindak kannya lanjut atas penyeles Dumas TP aian tindak lan5000 jut atas Dumas TP 5000 352 .

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGENTRY TINDAK LANJUT SURAT DUMAS TP5000 KE SIM-HP DUMAS MEMBUAT SURAT JAWABAN KE MENTERI NEGARA PAN ATAS HASIL PENYELESAIAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MEMBUAT REKAPITULASI PENYELESAIAN ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 ARSIP SELESAI 353 .

8. 7. 4. SOP Penyusunan Naskah Pidato Pimpinan SOP Entry Data LHA SOP Laporan Triwulan SOP Monev Laporan LHA SOP Pengadministrasian LHA SOP Penyajian Dataf SOP Profil Haswas SOP Statistik Haswas 354 . 3.Lampiran 9  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 1. 6. 5. 2.

Pelaksana No 1. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. buku kendali surat masuk. ATK. Menyusun Kasubbag draft naskah Data dan Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 30 Diterimanya Surat permodisposisi dari menit honan materi pimpinan tendan disposisi tang rencana pimpinan penyajian materi 1 Bahan /data Terinventarihari sirnya bahan naskah Ket Draft naskah Tersusunnya draft naskah 1 hari 355 . PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Printer. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Aktivitas 1 2 Kasubbag Data dan Info 3 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi -Sekretaris Menerima disposisi dari -Kabag PHP pimpinan Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Fungsi. SOP Pembukaan Kegiatan. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Menyiapkan bahan naskah Kasubbag Data dan Info 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kasubbag Data dan Informasi 3. 2. 4. SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen. 3. Tugas. 8. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN Dasar Hukum: 1. Menyusun skema sistematis atau outline naskah c. Mencari data yang dibutuhkan berdasarkan tema naskah b. Menarasikan data berdasarkan outline menjadi naskah d. buku ekspedisi surat keluar 2. Peringatan: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Jika data dan informasi belum memadai akan mengakibatkan informasi yang disampaikan kurang sempurna. Mengoperasikan komputer dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Kabag PHP 2. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. 2. Jika materi naskah tidak sesuai dengan tema akan mengakibatkan kesalahan informasi yang disampaikan tidak tepat sasaran. Keterkaitan: 1. 6. USB Pencatatan dan Pendataan: Lembar disposisi. 7. Kolusi dan Nepotisme. 2.

Pelaksana No Aktivitas Info 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

6.

7.

Subbag Data dan Informasi Kasubbag Mengkoreksi Pengolah data pada Data dan draft awal naskah oleh Subbag Da- Info ta dan Info atasan Mengkoreksi Kabag PHP Sekretaris draft final naskah oleh atasan Kasubag Pengolah Membuat dan mence- data pada Data dan Info Subbag tak materi Data dan penyajian Info (power point) berdasarkan naskah Kabag PHP Sekretaris Menyerahkan hasil penyusunan naskah dan bahan tayangan

Kabag PHP

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Naskah net

Tersajinya bahan penyajian/ tayangan naskah

2 jam

Inspektur Jenderal

Naskah dan bahan tayangan

Bahan penya- 15 menit jian naskah pimpinan

356

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN

MULAI

Penerimaan disposisi pimpinan

Penyiapan Bahan

Penyusunan Draft

Koreksi Ya Draft Naskah

Perbaikan Draft Naskah

Tidak Penyusunan tayangan pencetakan naskah

Penyerahan hasil naskah

SELESAI

357

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ENTRY DATA SIMHP
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; Keterkaitan: 1. SOP Penatausahaan LHA 2. SOP Analisis LHA/STL Khusus 3. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Peringatan: 1. Jika analisis LHA belum dikirim ke subbag Data dan Info dalam waktu 3 hari per LHA/STL setelah tanggal penerimaan akan memperlambat proses pengentrian. 2. Jika hasil analisis tidak segera dientry mengakibatkan penyajian data tidak aktual. Pelaksana No 1. Aktivitas Menerima hasil analisis LHA 1 Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info 2 Pengolah data pada Subbag data dan info 3 Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. Memahami aplikasi SIMHP 2. Mampu mengoperasikan aplikasi SIMHP 3. Telah mengikuti pelatihan aplikasi SIMHP

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, lemari arsip, ATK, Buku kendali, buku petunjuk pengoperasian SIMHP, buku kodefikasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Hasil analisis 2. Rekap data SIMHP

2.

Mengadministrasikan hasil analisis LHA ke dalam buku kendali 3. Menginput hasil analisis ke dalam aplikasi SIMHP sesuai

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 1. Hasil Analisis Terhimpunmenit nya data 2. LHA hasil analisis dan LHA 15 Teradminis1. LHA menit trasikannya 2. Buku hasil analisis kendali dan LHA

Ket

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

1. Hasil analisis Terinputnya 2. Aplikasi SIM- hasil analisis pada aplikasi HP SIMHP

1 hari

358

Pelaksana No Aktivitas prosedur baku entry data Mengendalikan entry data Mengkonfirmasikan data yang kurang jelas Mengembalikan analisis LHA yang telah dientry 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

Kasubbag Data dan Info Tim Audit

Kabag PHP

Aplikasi SIM HP Tim entry SIMHP LHA

Kasubbag Data dan Info Penganalisis pada Subbag AHP Internal

6.

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

Hasil analisis

Terciptanya 1 pengendalihari an entry data Terciptanya 1 data entry hari yang valid & akuntabel 30 Terkirimnya hasil analisis menit LHA ke Subbag AHP Internal

359

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIMHP

MULAI

Penerimaan Hasil Analisis LHA

Pengadministrasian Hasil Analisis

SELESAI

Pengembalian Hasil Analisis

Entry Data Hasil Analisis

Pengendalian Entry Data

Konfirmasi Permasalahan Data ya

tidak

Kasubbag AHP Internal

Auditor

360

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP LAPORAN TRI WULAN HASIL PENGAWASAN
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Sidang DPSTL SOP Analisis BPK-RI, BPKP, dan Dumas SOP Penyajian Data SOP Pengadministrasian LHA Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data hasil kinerja pengawasan; b. Mengolah data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI, dan Dumas; c. Mengolah data pendukung pengawasan (perencanaan, keuangan, SDM, Kepegawaian, Tata Usaha)

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, ATK, USB

Peringatan: 1. Agar masing-masing subbagian menyerahkan data ke subbagian Data dan Informasi Hawas paling lambat 7 hari setelah berakhirnya triwulan ybs. 2. Keterlambatan penyerahan data akan mengakibatkan terlambatnya penerbitan laporan triwulan. Pelaksana No 1. Aktivitas Mengumpulkan data dari bagian terkait 1 Kasubbag Data dan Info 2 1.Bag I 2.Bag II 3.BagIV 4.Irwil 3

Pencatatan dan Pendataan: Rekap data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI dan Dumas Kegiatan kesekretariatan Kegiatan Pimpinan Perkembangan SDM

Pengolah data pada subbag Data dan Informasi

2.

Mengolah data

Pengolah data pada

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Terkumpulnya 1. Surat hari permintaan data: - Realisasi 2. Instrumen PKPT 3. Telepon - Realisasi Non PKPT - Kepegawaian - Keuangan - Data hasil pengawasan Data dari Sub- Terolahnya 5 Sub Bagian data untuk hari

Ket

361

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3

3.

4.

5.

6.

7.

8.

subbag Data dan Informasi Menyusun Pengolah draft naskah data pada laporan subbag Data dan Informasi MenyerahPengolah kan draft data pada naskah subbag laporan Data dan Informasi Mengoreksi 1.Kasubbag draft naskah di Bagian laporan PHP 2.Kasubbag TU Irwil 3.Kasubbag Evalap Memperbaiki Pengolah draft naskah data pada subbag yang telah Data dan dikoreksi Informasi Pengolah Mencetak draft naskah data pada final laporan subbag Data dan Informasi MenandataKabag PHP ngani naskah laporan Menggandakan laporan Rekanan percetakan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan draft naskah yang telah terkumpul, komputer Data dari Sub- Tersusunnya 3 sub bagian, draft naskah hari komputer laporan

Ket

Kasubbag Data dan Info

Kabag PHP

Draft naskah yang telah selesai dibuat

Diterimanya draft naskah laporan

20 menit

Kabag PHP

Sekretaris

Draft naskah laporan yang telah selesai dibuat

Terkoreksinya draft naskah laporan

2 hari

Draft naskah hasil koreksi

Terselesaikannya naskah laporan Tercetaknya draft naskah final laporan

1 hari

Draft naskah final laporan

1 jam

Sekretaris

Naskah final laporan

9.

Laporan yang telah ditandatangani 1. Laporan 2. Surat pengantar 3. Buku ekspedisi

10. Mendistribu- Pengolah sikan laporan data pada subbag Data dan Informasi

Ditandatanganinya naskah laporan Terealisasinya penggandaan laporan Terdistribusikannya laporan kepada pihak-pihak terkait

2 jam

2 hari

1 hari

362

FLOWCHART SOP LAPORAN TRIWULAN HASIL PENGAWASAN

MULAI

Pengumpulan Data

Pengolahan data

Penyusunan Draft Laporan

Koreksi Laporan

Tidak

Cetak Laporan

Penggandaan Laporan

Ya Perbaikan Draft Naskah Laporan Pendistribusian Laporan

SELESAI

363

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP MONITORING PENERBITAN LHA
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 369 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 tentang Penye-lenggaraan Ibadah Haji dan Umrah; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT; 2. SOP Pelaksanaan Riksus; 3. SOP Pengadministrasian LHA. Peringatan: Jika laporan monev penerbitan LHA tidak disusun mengakibatkan sulitnya membandingkan antara realisasi audit dengan realisasi penerbitan LHA Pelaksana No Aktivitas 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Perencanaan dan Program 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data penerbitan LHA; b. Mengkonfirmasikan data penerbitan LHA yang belum terbit kepada Subag TU Inspektur Wilayah; c. Mengolah dan menyajikan data penerbitan LHA; d. Mengoperasikan komputer.

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, Printer, ATK

Pencatatan dan Pendataan: Realisasi PKAT per bulan; buku kendali LHA; Rekap RKAT per bulan

1. Menghimpun data auditan yang tercantum dalam RKAT perbulan 2. Menghimpun data realisasi PKAT bulan lalu 3. Menghimpun data realisasi penerbitan LHA 4. Mencatat dan menginput data auditan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Data RKAT TerkumpulJam nya data auditan RKAT per bulan Data realisasi PKAT Terkumpulnya data realisasi PKAT Terhimpunnya data LHA terbit 1 Jam

Ket

Pelaksana pada Subbag Evalap

Para Kasubbag TU Irwil

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Data realisasi penerbitan LHA

1 Jam

Pengolah data pada Subbag

Data RKAT, Data realisasi PKAT,

Tercatat dan terinputnya data RKAT

2 jam

364

No

Aktivitas

1

Data dan yang tercanInfo tum dalam RKAT dan realisasi PKAT

5.

Membandingkan data realisasi PKAT yang telah diinput dengan realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

6.

Mengkoreksi rekap data monitoring realisasi penerbitan LHA

Kasubbag Data dan Info

7.

Mencetak data monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

8.

Menyampaikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan komputer , dan data Buku Kendali realisasi PKAT dalam buku kendali dan komputer -LHA Tersinkro1 -Buku Kendali nisasinya jam -Data realisasi data -PKAT realisasi PKAT dengan realisasi penerbitan LHA Kasubbag Pengolah Rekap data Terkoreksi1 TU Irwil data pada LHA terbit di nya rekap jam Subbag sekretariat, data Data dan rekap data monitoring Info LHA terbit di realisasi Irwil penerbitan LHA 1 TercetakRekap data Jam nya rekap monitoring data realisasi monitoring penerbitan realisasi LHA penerbitan LHA 30 Kasubbag Kabag PHP Rekap data Tersampaimenit Data dan Info monitoring kannya data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA kepada Sekretaris Terdokumentasikannya rekap data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA 15 menit

Pelaksana

Ket

9.

Mendokumentasikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

365

FLOWCHART SOP MONITORING PENERBITAN LHA

MULAI

Penghimpunan Data RKAT

Penghimpunan Data Realisasi PKAT

Penghimpunan Data Realisasi Penerbitan LHA

Pencatatan Data RKAT dan realisasi PKPT

Pembandingan Data realisasi PKAT dg realisasi penerbitan LHA

Koreksi Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Cetak Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Penyampaian data monitoring realisasi penerbitan LHA

ARSIP

SELESAI

366

6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Buku kendali 7 hari 367 . Peringatan: 1. maka mendapat teguran dari atasan langsung. 4. SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif. 2. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pelaksana No 1. SOP Analisis LHA/STL Khusus. Mampu mengadministrasikan LHA pada buku kendali 2. 2. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. LHA Terdistribusikannya LHA ke Subbag AHP Internal Tercatatnya LHA pada buku kendali 1 hari Ket 2. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. LHA 1. 1. komputer. Fungsi. Jika pengembalian LHA yang telah dianalisis melebihi batas yang telah ditentukan. Buku kendali per Irwil 2. ATK. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. LHA 2. Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 7. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 5. Jika LHA tidak teradministrasi dengan baik akan menyulitkan pelayanan pada bagianbagian yang membutuhkan. Peminjaman LHA 2. Aktivitas Menerima dan mencatat LHA dari TU Irwil Mendistribusikan LHA ke Subbag AHP Internal untuk dianalisis Menerima LHA yang telah dianalisis 1 Pelaksana TU Irwil 2 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN LHA Dasar Hukum: 1. Ekspedisi LHA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Tercatatnya 1. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal 3. Buku jam kendali per LHA pada buku kendali Irwil 2. lemari arsip. Memahami sistem pendokumentasian LHA Peralatan/Perlengkapan: Meja. Buku kendali Pencatatan dan Pendataan: 1.

LHA Terdokumen jam 2. Aktivitas Mendokumentasikan LHA 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 1.Pelaksana No 4. Almari arsip tasikannya LHA per Irwil pada almari arsip secara sistematis Ket 368 .

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN LHA MULAI Penerimaan LHA Dari Irwil Pencatatan LHA Pendistribusian LHA untuk dianalisis Penerimaan LHA Hasil analisis Pendokumentasian LHA SELESAI 369 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. BPKP. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. SOP Penyusunan Statistik Haswas Peringatan: Penyajian data dan informasi hasil pengawasan bersifat rahasia dan harus dapat dipastikan bahwa pengguna data ini merupakan pihak-pihak yang bertanggungjawab Pelaksana No 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. kursi. komputer. Keterkaitan: 1. 5. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Penyusunan Profil Haswas 3. Mampu melakukan pengolahan data 3. Mampu menjalankan aplikasi SIMHP 2. 3. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 7.Kabag PHP Kasubbag risir data yang Data dan dibutuhkan Informasi Hawas Menjalankan/ Pelaksana mengoperasi pada Subkan program bag Data aplikasi SIM. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. dan Dumas 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.dan Informasi HP Mensortir data Pelaksana berdasarkan pada Subpermintaan/ke bag Data dan Inforbutuhan masi Memeriksa Kasubbag format peData dan nyajian data Informasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kertas dan Terinvenpulpen tarisirnya data yang dibutuhkan Program Komputer deaplikasi ngan aplikasi SIMHP SIM HP Waktu 1 jam Ket 5 menit Komputer dengan aplikasi SIMHP Tersortirnya data sesuai permintaan /kebutuhan Terperiksanya format laporan 5 menit Format laporan penyajian data 5 menit 370 . 3. 6. 4 Menginventa. Mampu menyajikan data dengan format yang benar Peralatan/Perlengkapan: Meja. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Printer. SOP Analisis BPK-RI. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan analisis SIMHP 2. 2. Fungsi.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 5. Mencetakan data sesuai dengan format yang telah dikoreksi Pelaksana pada Subbag Data dan Informasi 6.menit Printer Aplikasi SIMHP cetakan data dan informasi hasil pengawasan dengan baik sesuai kebutuhan Data dan Infor. Mendistribusi kan hasil pencetakan Kasubbag Data dan Informasi Kabag PHP Pengguna /pimpinan Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan penyajian data secara utuh dan benar 10 TerselesaiKertas kannya pen.Tersampai10 masi Hasil Pekannya hasil menit ngawasan penyajian data kepada pihak-pihak terkait Ket 371 .

FLOWCHART SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS MULAI Inventarisir Data Pengoperasian Program Aplikasi SIMHP Pensortiran Data Koreksi Format Data Tidak Ya Perbaikan Format Data Cetak Laporan Mendistribusikan Laporan SELESAI 372 .

BPKP. Pengolah data pada Subbag data dan info haswas Mengolah data Pengolah data pada temuan Subbag haswas data dan info haswas Penyusunan Pengolah profil haswas data pada Subbag data dan info haswas Data temuan/ rekap Itjen.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PROFIL HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. BPK-RI dan Dumas Menginventarisir data temuan 1 Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Penganalisis pada Subbag AHP eksternal dan Dumas 3 Penganalisis pada Subbag AHP internal Ket 2. Printer. Rekap data temuan Itjen. Tugas. Aktivitas Mengumpulkan data temuan hasil audit Itjen. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 TerkumpulRekap data hari nya data Itjen. BPKP. BPK RI dan Dumas Tersusunnya draft profil haswas 2 jam 373 . dan Dumas 2 Terinvenjam tarisirnya data temuan Pelaksana No 1. 2. ATK. 4. BPKP. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Dumas BPKP. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. 3. Mampu menyusun profil hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Rekap data temuan Dumas. Rekap data temuan BPK-RI. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. BPK RI dan dumas Terolahnya data temuan haswas 2 jam Data temuan/ rekap Itjen. BPK-RI dan Dumas 3. 2. Rekap data temuan BPKP. temuan hasil BPK RI dan audit Itjen. Mampu mengoperasikan komputer 2. Keterkaitan: 1. 4. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. 4. dan Dumas. 3. BPKRI. BPKP. Peringatan: Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan dan pengolahan data. 3. Fungsi. BPKP. USB Pencatatan dan Pendataan: 1. BPKP. SOP Penyajian Data. SOP Analisis BPK-RI. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2.

Aktivitas Mengkoreksi draft profil haswas 1 Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Kasubbag Data dan Info 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Draft profil Terkoreksinya draft profil haswas Waktu 30 menit Ket 6.Pelaksana No 5. Penyampaian profil haswas Kasubbag data dan info Kabag PHP Tersampai10 kannya profil menit haswas kepada Sekretaris 374 . Mencetak profil haswas Tercetaknya profil haswas 5 menit 7.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PROFIL PENGAWASAN MULAI Pengumpulan Data Penginventarisir Data Pengolahan Data Penyusunan Draft Profil Koreksi Profil tidak Cetak Profil ya Perbaikan Draft Penyampaian Hasil Profil SELESAI 375 .

4. Rekap data Dumas 1. Rekap data Tersajinya data Itjen 2. Fungsi. Peringatan: 1. SOP Analisis BPK-RI. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keterkaitan: 1. Rekap nya data data Itjen dan 2. SOP Penyajian Data. Rekap data Dumas 1. Memahami ilmu statistik 3. 2. Rekap data informasi haswas BPKP 3. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. BPKP. BPKP. Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan data. Jika data dan informasi yang dibutuhkan tidak lengkap dan akurat maka akan mempersulit proses pengolahan data. komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. Rekap data bentuk Waktu 1 hari Ket 2 hari 1 hari 376 . Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana pada Subbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Analisis Haswas Eksternal dan Dumas 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. dan Dumas 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Mengolah data dan informasi haswas Pelaksana pada Subbag Data dan Info 3. Rekap informasi data haswas BPKP 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Menyajikan data dan informasi haswas dalam bentuk Pelaksana pada Subbag Data dan Info Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terhimpun 1. Mampu menyusun statistik hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Meja. kursi. Rekap data haswas dalam BPKP 3. Tugas. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Menghimpun data dan informasi haswas 2. Rekap data BPK-RI 4. BPK-RI dan Dumas 2. Printer. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan informasi haswas 1. 2. Rekap data BPKRI 4. Rekap data Terolahnya data dan Itjen 2. 3.

Mencetak laporan statistik Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kabag pelaporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan grafik dan BPK-RI 4. Menyusun laporan statistik haswas 5. Menggandakan dan mendistribusikan laporan statistik kepada pihakpihak terkait Pelaksana pada Subbag Data dan Info 1 hari 377 . Mengkoreksi laporan statistik haswas 6.Pelaksana No Aktivitas grafik dan statistik 4. Rekap data statistik Dumas Tersusun Rekap data nya laporan hasil pengstatistik awasan haswas Konsep laporan Terkoreksi statistik nya laporan statistik haswas TerselesaiKertas kannya Printer pencetakan File Laporan laporan Statistik statistik hasil pengawasan Buku laporan Terganda statistik kan dan terdistribusikannya laporan statistik Waktu Ket 10 hari 1 hari 1 hari 7.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN MULAI PENGHIMPUNAN DATA PENGOLAHAN DATA PENYAJIAN DATA PENYUSUNAN LAPORAN KOREKSI LAPORAN tidak ya PERBAIKAN LAPORAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN LAPORAN SELESAI 378 .

SUBBAG RUMAH TANGGA 3.Lampiran 10  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM 1. SUBBAG TATA USAHA 2. SUBBAG PERLENGKAPAN   379 .

6.1. 8. 4. 5. 12. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas SOP Penggandaan Dokumen SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Penomoran Surat SOP Penerimaan Faksimile SOP Penatausahaan Surat Masuk SOP Pengiriman Surat Khusus Dan Biasa SOP Pengiriman LHA-STL SOP Peminjaman Arsip SOP Retensi Arsip SOP Kliping Berita Pengawasan SOP Arsip Bersejarah SOP Penataan Berkas Arsip 380 . 9. 13.Lampiran 4. 7. 11. 2.  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG TATA USAHA 1. 3. 10.

5. Pegawai Negeri. keterlambatan akan berakibat pada keterlambatan SPPD rampung dan penghitungan selisih lebih/kurang Pelaksana NO. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. SOP Monev Peringatan: Bukti-bukti perjalanan tersebut kepada tim verifikasi paling lambat 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-37/PB/2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-34/PB/2007 tentang Petunjuk Pelaksaanaan Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. SOP SPPD 2. SOP Riksus 5. kursi. Pegawai Negeri. 2. 7. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Kertas. dan Pegawai Tidak Tetap. pensil.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. SOP Pelaksanaan PKAT 4. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. PMK Nomor 07/PMK. ATK. 1. Keterkaitan: 1. Aktivitas Pegawai yang melakukan perjalanan dinas memberikan bukti-bukti perjalanan dinasnya kepada tim verifikasi 1 Pegawai yang melakukan perjalanan dinas 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Komputer. 2. 6. 3. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Seluruh bukti Terkumpulperjalanan nya bukti dinas (tiket.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. SOP Pencairan Anggaran 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dan Pegawai Tidak Tetap. Memiliki kemampuan verifikasi. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. bukti perbukti hotel dll) jalanan dinas dari pegawai yang melakukan perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan 381 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/148/2006 tentang Analisis Beban Tugas dan Uraian Jabatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.05/2008 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK. 4. meja.

Tiket.Tersele1 Hari saikan-nya 6. Sekretaris Tim memberiVerfikasi kan paraf pada Hasil Rekap verifikasi yang disetujui serta menyerahkan hasil Rekap Verifikasi ke Pejabat Pembuat Komitmen Pejabat Menerima Hasil Rekap Pembuat Komitmen Verifikasi.TU Irwil pulkan dan merekap berkas. yang meBoarding Pass lakukan perjalanan dan Invoice dinas Hotel Terverifikasinya berkas perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan Pelaksana Berkas KPPN perjalanan dinas 25 Menit Pelaksana Subbag RT Hasil rekap verifikasi Terevaluasinya kebenaran berkas rekap verifikasi sebelum disetujui Pejabat Pembuat Komitmen 30 Menit Hasil Rekap yang disetujui diberikan kepada Subbag Keuangan dan Subbag Rumah Tangga Hasil Rekap Verifikasi . . bukti-bukti perjalanan dinas auditor dan inspektur wilayah Menerima Tim dan mem. TerkumpulSurat Pernya buktinyataan. 2 Aktivitas 1 2 Pelaksana Subbag RT 3 3 4. Selanjutnya hasil rekap verifikasi diberikan kepada Sekretaris Tim. Kasubag mengum. Menerima. Menerima. menyetu-jui dan menandatangani Hasil Rekap Verifikasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas. bukti perRincian Awal jalanan dari Bendadinas dari hara. Bukti Riil pegawai Kuitansi.Verifikasi verifikasi berkasberkas perjalanan dinas pegawai dan auditor serta mengecek kembali Kewajaran. 5.Hasil Rekap Subbag RT 382 .Pelaksana NO.

.Terwujudnya kuitansi Riil Perjalanan Dinas.Mendistribusikan Kuitansi Riil Kepada Yang bersangku tan .Terkumpulnya kuitansi yang telah ditandatangani oleh yg bersangkutan .Terselesaikannya 1 Hari keuangan beserta masalah lebih/ kurangnya 7.Merekap Selisih Lebih/atau kurang. .Pelaksana NO. .Terdatanya rekap selisih lebih/ kurang .Menerima Kuitansi Riil Perjalanan Dinas setelah ditandatangani oleh yang bersangku tan.Menyelesaikan Keuangan yang terdapat selisih lebih/atau kurang harus disertai dengan kuitansi yang dikeluarkan oleh bendahara keuangan Memberitahukan kepada pegawai atau auditor hasil final rekap verifikasi untuk mengeta1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SPPD Rampung Waktu Keterangan .Membuat Kuitansi Riil Perjalanan Dinas. Tim verifikasi Kuitansi Riil Tersampaikannya Kuitansi riil 1 hari • Tanggapan atas selisih kurang atau lebih diberikan waktu 1 hari setelah menerima 383 .Terdistribusikannya Kuitansi Riil kepada yang bersangkutan Subbag Keuangan SPPD Rampung. Aktivitas Verifikasi diolah guna penyelesaian SPPD Rampung . . Kuitansi Riil. .

Pelaksana NO. 384 . • Selisih kurang atau lebih harus diselesaikan paling lambat 3 hari setelah menerima kuitansi riil. Aktivitas hui adanya selisih kurang atau lebih 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan rekap pemberitahuan.

FLOWCHART SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS MULAI PEGAWAI/ AUDITOR KASUBAG TU IRWIL TOLAK TIM VERIFI KASI TERIMA SEKRETARIS TIM VERIFIKASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SUBBAG RUMAH TANGGA SUBBAG KEUANGAN TIM VERIFIKASI SELESAI 385 .

Kasubbag TU kasi permohonan penggandaan dokumen Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Formulir peminjaman arsip 2 Memverifi. Mampu mengoperasikan Fotokopi 2. TertandaFormulir tanganinya permohonan penggandaan Formulir permohondokumen an pengditandagandaan tangani barang. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. SOP Pengadaan barang 2. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. 7. Risograph. Terisinya Formulir formulir Penggandaan pengganDokumen daan yang telah dokumen ditandatanga 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGGANDAAN DOKUMEN (FOTOKOPI/RISOGRAPH) Dasar Hukum: 1. meja. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: 1. Kasubag TU Waktu 10 Menit Keterangan 5 Menit 386 .Terwujudni Kasubag nya tanda sebagai bukti pemohon permohonan penggandaan dokumen. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Agenda arsip surat 2. 1. Aktivitas Mengajukan Penggandaan Dokumen 1 Pemohon 2 Kasubbag Pemohon 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. ATK. 6. 5. Kertas. Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. pensil. 3. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Mampu mengoperasikan Risograph Peralatan/Perlengkapan: Mesin fotokopi. 2. SOP Permintaan Barang Persediaan Peringatan: Keterlambatan permintaan kertas pada kondisi kertas habis. dapat menghambat penggandaan dokumen Pelaksana NO. Agenda penggandaan dokumen. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. formulir penggandaan dokumen.

Menggandakan Dokumen Pengadministrasi Umum 5. 3 Aktivitas Mencatat Permohonan Penggandaan Dokumen 1 Pengadministrasi Umum 2 3 4.Pelaksana NO. Mencatat Jumlah dokumen yang tellah digandakan 7. Menyerahkan dokumen yang telah digandakan kepada pemohon Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerdataFormulir Penggandaan nya informasi Dokumen. pemohon Agenda Penggandaan Penggandaan Dokumen Dokumen Dokumen Terlakyang akan sananya digandakan permohonan penggandaan Dokumen Dokumen Terpastiyang akan kannya digandakan jumlah dokumen yang digandakan Terkendali nya jumlah kertas yang terpakai Terlaksananya Permohonan Penggandaan dokumen Waktu 30 Menit Keterangan 10 Menit 10 Menit 5 Menit 2 Menit 387 . Menghitung Pengadmijumlah nistrasi dokumen Umum yang digandakan 6.

FLOWCHART SOP PENGGANDAAN DOKUMEN MULAI PENGAJUAN PENGGANDAAN DOKUMEN PENCATAAN PERMOHONAN PENGGANDAAN DOKUMEN MENGGANDAKAN DOKUMEN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENYERAHKAN DOKUMEN YANG TELAH DIGANDAKAN KEPADA PEMOHON SELESAI 388 .

4. Konsep Surat. Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Pena. 5. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Buku Surat Keluar Pencatatan dan Pendataan: Buku Surat Keluar NO. Konsep Surat diteliti kemudian diparaf oleh pejabat terkait sebelum ditandatangani oleh pejabat berwenang guna pertanggungjawaban surat. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. TerciptaPejabat Penelitian Konsep LHA. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 2 Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output Waktu 1 2 3 Perlengkapan 30 Dasar Konsep TerkonsepPembuatan PengadmiMenit Surat. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peringatan: 1. 6. Pensil. 3. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Dossier nya surat/ nistrasi Konsep LHA-STL LHA-STL Surat Biasa/ Umum Unit Pengolah LHA-STL 15 Konsep Surat. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. dan pemSurat yang STL berian paraf berurutan dapat secara Konsep dipertanghirarkis Surat gungjawab kan Aktivitas Keterangan 389 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Printer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN SURAT DINAS Dasar Hukum: 1. 1. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Komputer. Kursi. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 3.nya konsep Menit terkait.

NO. 3 Aktivitas Penandatanganan Surat Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Konsep Surat TersediaPejabat nya Surat yang telah yang berKeluar/ diparaf wenang LHA-STL yang telah ditandatangani Pejabat Waktu 15 Menit Keterangan 390 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN SURAT DINAS MULAI PEMBUATAN KONSEP SURAT PENELITIAN DAN PEMBERIAN PARAF KONSEP SURAT TOLAK TERIMA PENANDA TANGANAN SURAT TOLAK TERIMA SURAT DINAS ARSIP SELESAI 391 .

PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. 1. Printer. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 2. Kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Buku Kendali Surat Keluar 2. Pensil. Buku Ekspedisi Surat 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. Komputer. 5. Agenda Arsip Surat Keluar Peringatan: 1. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peralatan/Perlengkapan: Meja. Agenda Arsip surat keluar. Nota Pengadministrasi Umum Unit Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 Surat Keluar/ Tersusunnya secara Menit LHA-STL urut suratyang telah surat yang ditandasiap detangani ngan penoPejabat moran sesuai kartu kendali 15 Surat Keluar/ Terklasifika -sinya surat Menit LHA-STL hingga peyang telah nomoranditandanya tangani Pejabat Keterangan 392 . Buku Kendali Surat Keluar. 3. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Pelaksana NO. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENOMORAN SURAT Dasar Hukum: 1. 4. Pena. 6. Aktivitas 1 2 3 Pengajuan PengadmiPenomoran nistrasi Surat Umum Unit Pengolah 2 Pemilahan surat atas Jenis Penomoran Surat (Surat Keluar. Konsep Surat. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris.

Penggandaan Surat guna pengarsipan Pengadministrasi Umum Unit Pengolah Surat Keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Terciptanya surat keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Tersedianya Arsip Surat pada Unit Pengolah dan Unit tata Usaha 10 Menit 10 Menit 393 . Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3 Dinas.Pelaksana NO. Surat Tugas 4. Surat Tugas) Penomoran PengadmiSurat nistrasi Umum Unit Tata Usaha Buku Kendali Surat Keluar. SK. Nota Dinas. SK.

SK. SURAT TUGAS) PENOMORAN SURAT PENGGANDAAN SURAT GUNA PENGARSIPAN ARSIP SELESAI 394 .FLOWCHART SOP PENOMORAN SURAT MULAI PENGAJUAN PENOMORAN SURAT KLASIFIKASI SURAT ATAS JENIS PENOMORAN SURAT (SURAT KELUAR. NOTA DINAS.

PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. pensil. TerwuDaftar Faks judnya Masuk pengendalian nomor Surat PengadminisDaftar Masuk trasi Umum Surat TU Sekretriat 2. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan faksimile Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. Pelaksana NO. meja. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Pengagendaan surat masuk 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 1. komputer. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. agenda surat. taunya Alat PenoInformasi moran Surat Surat masuk Masuk Waktu 15 Menit Keterangan 15 Menit 10 Menit 395 . ATK. TerpanMasuk. 4. 6. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Aktivitas Menerima Faks Masuk 1 Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks 2 2 Pemberian Nomor dan Tanggal Surat Masuk terhadap faks yang diterima Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks Pengadministrasi Umum TU Sekretriat Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Daftar Faks Adanya Masuk Penanggung jawab Penerima Faks Masuk. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. 1. kursi. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Arsip Surat Masuk Peringatan: Kealpaan/keterlambatan permintaan nomor dan tanggal surat masuk atas facsimile yang diterima mengakibatkan kesalahan dalam pengagendaan surat masuk dan akan menjadi kendala ketika surat akan dimintakan kembali. 5. faksimili. Faks Masuk.

3.Pelaksana NO. Aktivitas Penggandaan Surat guna pengarsipan 1 Pengadministrasi Umum Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Tersedianya Arsip yang telah Surat pada ditandaUnit Pengtangani dan olah dan memiliki Unit tata tanggal dan nomor Surat Usaha Waktu 10 Menit Keterangan 396 .

FLOWCHART SOP PENERIMAAN FAKS MASUK MULAI MENERIMA FAKS MASUK PEMBERIAN NOMOR DAN TANGGAL SURAT MASUK TERHADAP FAKS YANG DITERIMA ARSIP PENYAMPAIAN LEMBAR FAKS KEPADA PEJABAT TUJUAN FAKS SELESAI 397 .

kursi. Surat PriAgenda Surat badi. 2. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Adanya PeMasuk nanggung jawab penerima Surat Masuk Surat Masuk. 5. Pengadministrasi Umum. agenda surat. 6. meja. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. Aktivitas Menerima Surat Masuk 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Pemilahan Surat Pengagendaan Surat Pribadi Pengadministrasi Umum. tanpa pemberian nomor surat masuk. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. komputer. Seluruh surat dinas selain surat dinas yang bersifat rahasia diperkenankan dibuka dan ditelaah isinya atas persetujuan Kepala Subbagian Tata Usaha. tujuan surat. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Pengagendaan surat masuk 2.terklasifikasi atas Surat kasi Surat Dinas dan Masuk Surat Pribadi. Arsip Surat Masuk Peringatan: 1. pensil. 3. 1. dan tanggal masuk surat. 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. 4. Keterlambatan surat atau paket oleh pihak pos atau ekspedisi mengakibatkan keterlambatan pengolahan surat. faksimili. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat Pribadi cukup dicatat asal surat. ATK. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Pelaksana NO. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Terdatanya Pribadi Surat Pribadi dalam Agenda Waktu 10 Menit Keterangan 15 Menit 15 Menit 398 . Surat Masuk Daftar Klasifi.

dipindai (scan)/ dicopy untuk pengarsipan Surat masuk.Khusus dasarkan urgensi surat Arsiparis 6. klasifikasi. telah tersurat . Sekadministrasi retaris dan Khusus Para Irwil pada Unit tata usaha Terklasifi10 Urgensi Surat Dinas kasinya atas Menit surat: Masuk yang atas urgensi . Pengadministrasi Umum. Surat Dinas 1. mendesak Surat Scanner. Irjen. atau yang Masuk Mesin ditujukan penting/ Photocopy kepada khusus.Penting. Setiap 15 Masuk. Surat 10 buku kendali masuk telah Menit surat masuk. Pemilahan Surat Dinas Masuk berdasark an tujuan surat. 5. Serahterima PengadmiSurat ke nistrasi unit tujuan Khusus surat Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Masuk Pribadi. Pengagendaan Surat Dinas Pengadministrasi Umum.Pelaksana NO. Terdatanya Surat Dinas dalam Agenda Surat Dinas Masuk Surat Dinas Surat Dinas 10 Surat yang Masuk. Pemilahan Pengadmi Surat Dinas nistrasi Masuk ber. .Biasa Buku Agenda Surat Dinas Masuk 10 Untuk surat Adanya Surat Dinas Menit tertentu/ arsip/Copy Masuk penting/ arsip atas Penting. terserahterimakan ke unit tujuan surat Buku Kendali Surat masuk Surat masuk 10 TerserahMenit Surat Dinas yang tidak Pengadmi nistrasi 399 . Aktivitas 1 2 3 3. dikonsultasikan kepada Kasubbag TU atau Kabag Umum.Rahasia. Daftar Surat Dinas Menit Klasifikasi Masuk Surat Masuk mendapat nomor dan tanggal surat masuk 2. 4. Daftar Masuk Menit telah terKlasifikasi terklasifiklasifikasi Surat Masuk kasi atas diserahkan surat untuk pada pengIrjen.

buku kendali surat masuk. Ses. selanjutnya disimpan sebagai arsip. dan para Irwil. 7. Serah terima disposisi surat ke unit pengolah Pengadministrasi Umum Unit tujuan surat Pengadmi nistrasi Umum Unit Pengolah Surat Buku Kendali Surat masuk Surat Masuk 10 Telah terMenit serahterimakan ke unit pengolah surat Surat masuk 10 Terserahteri Menit makan dari Pejabat Tujuan Surat ke pengolah surat untuk ditindaklanjuti 400 .Pelaksana NO. Surat masuk. Waktu Keterangan didisposisikan lebih lanjut oleh Irjen. Aktivitas 1 2 Umum Unit tujuan surat 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan terimakan kepada Pejabat Tujuan Surat dengan melampirkan lembar disposisi.

PARA IRWIL) ARSIP SURAT IRJEN PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT SURAT SES PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PARA IRWIL PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PENYAMPAIAN SURAT PRIBADI KEPADA YBS PENYAMPAIAN SURAT KE IRJEN PENYAMPAIAN SURAT KE SES PENYAMPAIAN SURAT KE PARA IRWIL IRJEN SEKRETARIS PARA IRWIL PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH S E L E S A I 401 . SEKRETARIS.FLOWCHART SOP PENATAUSAHAAN SURAT MASUK MULAI MENERIMA SURAT MASUK PEMILAHAN SURAT ATAS SURAT PRIBADI DAN SURAT DINAS PENGAGENDAAN SURAT PRIBADI PENGAGENDAAN SURAT DINAS PEMILAHAN SURAT BERDASARKAN TUJUAN SURAT (IRJEN.

Surat berkualifikasi sangat rahasia. Agenda Surat Keluar 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Caraka/Kurir 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Cara ini dilakukan bila . Pengiriman surat Khusus dalam kota (DKI Caraka/ Kurir Bendahara Itjen/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Terdatanya Keluar Surat keluar. agenda surat keluar. Dikehendaki tanggapan segera . PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Keterlambatan atau penundaan pengiriman surat akan berakibat pada keterlambatan penyampaian surat. Surat khusus dalam Kota (Pusat dan DKI Jakarta) dibawa sendiri oleh petugas yang ditunjuk untuk menyelesaikan persoalan dalam surat tersebut. 3. 5. Pelaksana NO. 6. Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA Dasar Hukum: 1. 2. Hal surat. Tanggal dan Nomor surat keluar Daftar Arsip Adanya arsip Surat Keluar Surat keluar Surat Keluar. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Peringatan: 1. 1. TerkirimAgenda Surat nya Surat Keluar Kuitansi Terbayarkan nya biaya Waktu 10 Menit Keterangan 10 Menit 60 Menit 15 Menit 402 . Kualifikasi Pelaksana: 1. Bermaksud memberi penjelasan lebih lanjut tentang isi surat. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. dengan Tujuan surat. faksimili. buku kendali surat keluar Pencatatan dan Pendataan: 1. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Buku Kendali Surat Keluar Mencatat Pengadmisurat keluar nistrasi siap kirim Umum dalam buku agenda surat keluar serta mengarsipkannya Arsiparis 2.

Bukti pengiriman surat Kuitansi.Pelaksana NO. Pengadministrasi Umum Pengiriman Caraka/ Kurir atau surat PengadmiKhusus & nistrasi Biasa luar Umum kota Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pengiriman surat Surat Keluar. Aktivitas Jakarta. Bukti pengiriman melalui jasa pos Waktu Keterangan 30 Menit Terbayarkannya biaya pos dan pengiriman surat 15 Menit Surat luar kota dikirim dengan jasa pos/telegram/ faksimile/jasa ekspedisi sesuai dengan urgensi surat 403 . Pusat) 1 2 3 3. Agenda Surat Keluar.

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA MULAI MENERIMA SURAT KELUAR ARSIP PENCATATAN SURAT KELUAR PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 404 .

Caraka/Kurir 2. 6. dikirim dengan kurir (caraka) yang ditunjuk secara khusus guna efektifitas dan keamanan. SOP Pelaksanaan PKAT 3. Pelaksana NO. Kualifikasi Pelaksana: 1. LHA/STL Daerah dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi tercatat. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN LHA-STL Dasar Hukum: 1. Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Khusus terhadap pengiriman LHA/STL penjatuhan hukuman disiplin. menggunakan surat pengantar pengiriman disertai dengan ceklist/Berita Acara Pengiriman. agenda Arsip LHA-STL. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. 3. 1. 3. 4. 5. SOP Riksus 2. SOP Sidang DPSTL Peringatan: 1.LHA-STL STL 60 Menit 405 . Pencatatan dan Pendataan: 1. disampaikan langsung kepada pejabat terkait pada Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Departemen Agama 2. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Agenda Pengiriman LHA-STL 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. guna menjamin kepastian dan pengendalian penyampaian. LHA-STL untuk Pusat dan DKI Jakarta. Agenda Arsip LHA-STL Mencatat LHA-STL siap kirim dalam buku agenda LHA-STL serta mengarsipkannya 2. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Daftar Arsip LHA-STL Adanya arsip LHASTL 10 Menit Keterangan Arsiparis Caraka/ Kurir Terkirimnya LHA-STL. Keterkaitan: 1. agenda pengiriman LHASTL. Pengiriman LHA-STL dalam kota Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Daftar LHATerdatanya Menit STL LHA-STL secara rinci. Agenda LHA.

Bukti Terbayarkannya pengiriman melalui jasa biaya pos pengiriman pos LHA-STL 30 Menit 15 Menit 406 .Pelaksana NO. Agenda Surat Keluar. 15 Menit Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Surat Keluar. Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Pengiriman Caraka/ LHA-STL Kurir luar kota Kwitansi Terbayarkannya biaya pengiriman LHA-STL. Bukti pengiriman surat Kwitansi. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3.

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN LHA-STL MULAI PENCATATAN LHA-STL ARSIP PENGIRIMAN LHA-STL DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN LHA-STL LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 407 .

lebih dari itu dikhawatirkan arsip akan sulit dipertanggungjawabkan. 4. komputer. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. 2. Agenda arsip surat 2. meja. Terisinya Formulir formulir Peminjaman penimjam arsip -an arsip 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: SOP Penataan Berkas arsip Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN ARSIP Dasar Hukum: 1. pensil. Arsip dapat dipinjamkan dengan rentang waktu tidak lebih dari 3 jam. Pencatatan Pengadmi Peminjaman nistrasi Umum Arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Agenda peminjam Waktu 10 Menit Keterangan 20 Menit 30 Menit 408 . ATK. kursi. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip surat. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Pencatatan dan Pendataan: 1. Pelaksana NO. formulir peminjaman arsip. 7. 5. Formulir peminjaman arsip 1. 6. 3. Kartu Tanda Penduduk/Kartu Indentitas peminjam arsip agar ditinggal dalam buku peminjaman selama arsip belum dikembalikan sebagai jaminan pengembalian arsip. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan.Terwujudnya tanda bukti permohonan peminjam -an arsip Daftar Arsip/ Penemuan LHA-STL kembali arsip yang dibutuhkan Terdatanya Formulir informasi peminjaman arsip. Penerimaan PengadmiPengajuan nistrasi Peminjaman Umum arsip Arsiparis 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 2. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah.

Terdatanya 10 ngembalian bahwa arsip Menit Arsip yang dipinjam telah dikembalikan 60 Arsip. Folder yang tempat arsip dipinjam yang dipinjam dengan formulir yang telah diisi oleh peminjam arsip. TerwuMenit Arsip/LHAjudnya STL pengembalian arsip pada folder/ tempat dimana arsip itu berasal 2. Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Peminjaman arsip dan Arsip arsip yang dipinjam 15 Tergantikan Formulir Menit Peminjaman nya arsip arsip.Pelaksana NO. Menerima arsip yang telah dikembalikan Memeriksa kelengkapan dan keadaan arsip secara berkala Pengadmi nistrasi Umum 4. Formulir Pe. Aktivitas 1 2 3 Arsiparis 3. Dapat dipastikan arsip dalam keadaan baik dan lengkap Keterangan 409 . Data 1.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN ARSIP MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN ARSIP PENCATATAN PEMINJAMAN ARSIP PEMINJAM ARSIP PENCARIAN ARSIP OLEH ARSIPARIS MENERIMA ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN MEMERIKSA KELENGKAPAN ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN PENGEMBALIAN ARSIP KE PENYIMPANAN SEMULA SELESAI 410 .

TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip Stasis. Terkumpul -nya arsip Berita Acara Pemindahan statis dari unit pengArsip olah ke unit arsiparis TU Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Acara PeArsip mindahan Arsip Jadwal 1. SOP Arsip Bersejarah Peralatan/Perlengkapan: Agenda Arsip Surat. lembar berita acara pemindahan arsip. alat penghancur kertas. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. lembar jadwal retensi arsip. 4. 7. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2. Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis 5. 6. lembar berita acara pemusnahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Pengecekan Arsiparis Arsip berda. Berita Acara Pemusnahan Arsip. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. lembar permohonan persetujuan pemusnahan arsip. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Keterkaitan: 1. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. 1. Peringatan: 1. Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip 4. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. 2. Jadwal Retensi Arsip 3. Pelaksana NO.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RETENSI ARSIP Dasar Hukum: 1. ATK. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Pemusnahan Surat hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan. 3. Daftar Pertelaan Pemusnahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dimusnahkan. TerdataRetensi Arsip nya arsip- Waktu 5 Tahun Sekali Keterangan 2 Jam 2 x 24 Jam 411 . 2. SOP Penataan Berkas Arsip 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis.

Arsiparis TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan arsip berdasarkan urgensi dan jadwal retensinya 2. Aktivitas sarkan Jadwal Retensi Arsip 1 2 3 3. Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Pemusnaha n arsip Kepala Subbag Tata Usaha 4. Arsip hkannya Arsip In in Aktif yang Aktif yang akan dimusnahkan telah tidak terpakai Waktu Keterangan Terpantaunya secara hirarkis arsiparsip yang akan dimusnahkan 15 Menit 15 Menit 1 Jam Arsip yang dimusnahkan harus benar-benar musnah. Pengisian Berita Acara Pemusnah an Arsip Pemusnahan Arsip Arsiparis TU 6. 412 .Pelaksana NO. Terdatanya arsip statis yang bernilai sejarah 1 Jam Surat Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Subbag Tata Usaha Surat Permo1 Jam honan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kabag Umum Terisinya Formulir Daftar Pertelaan Pemusnahan Pertelaan PemusArsip nahan Arsip Daftar Berita Terisinya Berita Acara Pemusnahan Acara PemusArsip nahan Arsip Termusna Persetujuan atasan.

FLOWCHART SOP RETENSI ARSIP MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS IN-AKTIF PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN JADWAL RETENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PEMUSNAHAN ARSIP PEMUSNAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 413 .

4. Keterlambatan. 3. Agama di media massa mutlak diketahui seluruh pimpinan Inspektorat Jenderal Dep. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Pengambilan Pengadmisurat kabar nistrasi dan bahan. TerindenMenit Kliping. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. Lembar Kendali. 1. 5. ketiadaan pengiriman kliping berita pengawasan dapat mempe-ngaruhi kinerja Inspektorat Jenderal Pelaksana NO. SOP Dumas Peringatan: Pemberitaan Pengawasan di lingkungan Dep. Majalah.Umum/ bahan lain Pengadminstrasi Subbagian Teknis Perlengka Kliping pan 2. Pengantar Kepala Bagian Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: 1. ATK tifikasinya bahanbahan kliping dari pem- Keterangan 414 . ATK. majalah. Internet. Agama. 6. PengadmiMembaca dan Mencari nistrasi berita yang Umum/ Pengadberkaitan dengan Dep. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. lembar kendali. SOP Riksus 2. Jadwal Retensi Arsip 3. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pemahaman pengawasan analisis berita Peralatan/Perlengkapan: Koran. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 2. lembar print-out pemberitaan internet yang menjadi bahan kliping yang memadai 15 Bahan 1. 2. minstrasi Teknis Agama Kliping Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Bahan TerkumpulMenit Kliping. 7. ATK nya surat kabar.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN Dasar Hukum: 1.

Irjen.Sekretaris. 5. Surat Pengantar Kepala bagian Umum Terkendalinya pengiriman kliping pengawasan. Mengkliping Surat kabar.Pengadmikan kliping nistrasi Umum/ tersebut Pengaddengan minstrasi fotokopi sebanyak 11 Teknis Kliping Eksp.Para Irwil (5) PengadmiMengirim nistrasi kliping Umum/ dengan kartu kendali Pengaddan peng.Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 3. majalah pada blanko kliping yang telah dibuat 4. Kartu Kendali. Pengadministrasi Umum/ Pengadminstrasi Teknis Kliping Mengganda. . 2.Para kabag (4) . . ATK nya kliping Menit berita pengawasan Dep.minstrasi antar Kepala Teknis Kliping Bagian Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan beritaan yang telah dibaca. Dengan peruntukan : . Tersedianya bahan kliping Bahan Terwujud15 Kliping. serta dapat dipantau keterkirimannya secara berkelanjutan 20 Menit 415 . fotokopi Tersedian ya kliping berita pengawas an 20 Menit Keterangan Kliping. Agama Kliping.

FLOWCHART SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN MULAI PENERIMAAN SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MEMBACA DAN MENCARI BERITA YANG BERKAITAN DENGAN DEPAG MENGKLIPING SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MENGGANDAKAN KLIPING ARSIP MENGIRIM KLIPING SELESAI 416 .

arsip Arsip olah ke unit arsiparis TU 2 Jam Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Arsip Acara Pemindahan Arsip Jadwal Terdatanya 2 x 24 Jam Retensi Arsip arsip statis yang bernilai sejarah Keterangan 417 . Pengecekan Arsiparis Arsip berda. Pemindahan arsip hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 7. 3.Sesuai Arsip Stasis. 3. 4. 6. 2. nya arsip Berita Acara jadwal Pemindahan statis dari retensi unit peng. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Pelaksana NO.TU aran urgensi arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terkumpul. jadwal retensi Arsip. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH Dasar Hukum: 1. lembar permohonan persetujuan pemindahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: SOP Retensi Arsip Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip. Jadwal Retensi Arsip 3. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip Statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2. 1. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Daftar Pertelaan Pemindahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dipindahkan ke ANRI. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. sarana transportasi. 5. lembar berita acara pemindahan arsip. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. ATK.

Nasional honan Perse. Arsip Bersejarah Waktu 1 Jam Keterangan 1 Jam 4.Pelaksana NO. Arsiparis Pengisian Berita Acara TU Penyerahan Arsip Bersejarah Penyerahan Arsiparis TU Arsip Bersejarah 6.(ANRI) tujuan Penyerahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Bagian Umum Formulir Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah Daftar Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah Persetujuan atasan. Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5.Terpantaunya secara honan Persetujuan Pe. 3. Terisinya 15 Daftar Menit Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah 15 Terisinya Menit Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah 1 Jam Terwujudnya Penyerahan Arsip Bersejarah ke Arsip Nasional (ANRI) 418 .yang akan diserahkan bag Tata ke Arsip Usaha Surat Permo.hirarkis nyerahan Arsip arsip-arsip yang ditujukan bersejarah kepada Kasub. Aktivitas 1 2 3 Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Penyerahan arsip Kepala Subbag Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Permo.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN URGENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PENYERAHAN ARSIP KE ANRI PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PENYERAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PENYERAHAN ARSIP PENYERAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 419 .

agenda arsip. Mengindeks PengadmiArsip nistrasi Umum/ Arsiparis 4. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. yang berisikan pengelompokan berdasarkan rincian masalah dan pelaksanaan fungsi dan kegiatan. lembar Terbedaindeks arsip kannya arsip/ surat dengan yang lainnya dalam satu berkas Berkas arsip. 7. SOP Arsip Bersejarah Peringatan: Arsip disusun berdasarkan daftar klasifikasi surat. Daftar Terkumpulnya arsip klasifikasi statis dari arsip unit pengolah ke unit arsiparis TU Arsip. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Terwujuddaftar indeks nya tanda arsip pengenal Waktu 15 Menit Keterangan 10 Menit 15 Menit 15 Menit 420 . Keterkaitan: 1. 3. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. kartu kendali. rak arsip. Daftar Terklasifika -sinya arsip klasifikasi berdasararsip kan klasifikasi arsip fasilitatif Arsip. 5. SOP Retensi Arsip 2. doos/boks arsip Pencatatan dan Pendataan: 1.Pengadmikasi Arsip nistrasi Umum/ Arsiparis 3. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 2. Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Dafftar klasifikasi arsip. Mengklasifi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAAN BERKAS ARSIP Dasar Hukum: 1. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. folder. Daftar klasifikasi arsip Penerimaan PengadmiArsip Masuk nistrasi Umum/ Arsiparis 2. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. 6. Daftar arsip 2. Menentukan PengadmiIndeks nistrasi Berkas (titel) Umum/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip. 4. 1. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan.

rubrik atau seri Berkas arsip. Tersusun30 boks arsip.Pelaksana NO. Kode klasifikasi arsip 15 TerwujudMenit nya kartu kendali arsip guna mempermudah Pencarian arsip 421 . Penataan Arsip dalam doos/boks arsip serta penyusunan -nya pada rak arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Penyusunan kartu kendali Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan berkas yang tersesuaikan apakah dalam bentuk dossier. 6.Menit rak arsip an arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Keterangan Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Daftar arsip. Aktivitas 1 Arsiparis 2 3 5. nya penata.

FLOWCHART SOP PENATAAN BERKAS ARSIP MULAI PENERIMAAN ARSIP MASUK MENGKLASIFIKASI ARSIP MENGINDEKS ARSIP MENENTUKAN INDEKS BERKAS (TITEL) PENATAAN BERKAS DALAM BOKS/DOOS BERDASARKAN KLASIFIKASI ARSIP PENYUSUNAN KARTU KENDALI ARSIP SELESAI 422 .

9.Lampiran 11  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG RUMAH TANGGA 1. 4. 5. 6. 11. 7. 10. 2. 8. 3. SOP Gaji SOP Pelayanan Tamu SOP Pemakaian Ruangan dan Peralatan SOP Pemeliharaan SOP Penayangan Berita Website SOP Pengamanan SOP Perbaikan Instalasi Listrik SOP Permintaan Konsumsi SOP Permintaan Perbaikan SOP Peminjaman Kendaraan SOP Protokoler SOP SPPD SOP Uang Makan 423 . 12. 13.

PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. SOP Pengajuan Anggaran. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. setiap tgl 5 amplop dan hari bulan sebenomor lumnya pengambilan 424 . slip. amplop berserta nomor 1 Pelaksana Sub bag RT 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. Rekap gaji 2. membuat rekap. Pejabat Negara. telepon. kursi. komputer/laptop. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar Hukum: 1. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. 2. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. slip. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. dan Penerima Pensiun/ Tunjangan 4. faksimile. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. 1. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. Daftar gaji Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 4 Dimulai Rekap.

Pelaksana NO. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6. Aktivitas pengambilan Membuat Daftar Gaji 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 2. Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG Terkirimnya daftar gaji SP2D PDG 7 hari Pelaksana Subbag RT Data pengambilan gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag Keuangan RT Tersedianya uang gaji di kantor 1 hari 425 . Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b. a. PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji 3 hari 2 jam 3. Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANG Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 426 .

Rekap gaji 2. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. komputer/laptop. Pelaksana slip. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. amplop berserta nomor pengam- Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Rekap. Dan Penerima Pensiun/Tunjangan 4. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. SOP Pengajuan Anggaran. membuat rekap. kursi. faksimile. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. 1.SATKER INSPEKTORAT JENDERAL Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar hukum: 1. slip. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. telepon. Pejabat Negara. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. Daftar gaji NO. 2. Sub bag amplop RT dan nomor pengambilan Waktu 4 hari Keterangan Dimulai setiap tgl 5 bulan sebelumnya 427 . Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK.

Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b. Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. a. 3.NO. Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG 2 jam PDG 7 hari Pelaksan a Subbag RT Data pengambil an gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag KeuRT angan Tersedian ya uang gaji di kantor 1 hari 428 . Membuat Daftar Gaji Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji Terkirimn ya daftar gaji SP2D Waktu 3 hari Keterangan 2. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6. Aktivitas bilan. Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANGAN Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 429 .

1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN TAMU Dasar hukum: 1. telepon Pencatatan dan Pendataan: Buku Tamu Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan DiketahuiKartu Idennya Kartu titas dan Identitas atau Surat dan atau Tugas Surat Tugas dari tamu yang datang Buku Tamu Tercatatnya Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Teridentifikasinya setiap tamu yang datang Waktu 5 menit Keterangan 2 Resepsionis 5 menit 3 Resepsionis Kartu Tamu 1 menit 4 5 Mengkomu nikasikan kepada pimpinan melalui staff pimpinan perihal kedatangan Tamu Mengkonfirmasikan kesediaan Resepsionis Telephone 5 menit Resepsionis Telephone Informasi kesediaan dan waktu 5 menit 430 . SOP Pengajuan Konsumsi 2. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. ATK. Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Aktivitas Meminta Kartu Identitas dan atau Surat Tugas dari setiap tamu yang datang Mencatat Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Memberikan Kartu Tamu 1 Satuan Pengamanan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Umum Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. kursi. SOP Pengamanan Peringatan: Setiap tamu yang datang harus menunjukkan Kartu Identitas dan atau Surat Tugas (kecuali untuk tamu VVIP) Pelaksana No.

Aktivitas dan waktu pimpinan untuk menerima tamu Mengarahkan tamu ke ruang pimpinan Menyiapkan jamuan tamu pimpinan Menyiapkan kendaraan untuk transportasi tamu pimpinan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pimpinan untuk menerima tamu Tertujunya tamu pada pimpinan yang dimaksud Tersedian ya jamuan tamu Tersedianya kendaraan. Waktu Keterangan 6 Satuan Pengamanan 5 menit 7 Staff Pimpinan Permintaan jamuan tamu 1 jam 8 Petugas Pengemudi Kasubbag Rumah Tangga Permintaan peminjaman kendaraan dinas 15 menit 431 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PELAYANAN TAMU MULAI MEMINTA KARTU IDENTITAS ATAU SURAT TUGAS TAMU MENCATAT IDENTITAS TAMU MEMBERIKAN KARTU TAMU MENGKOMUNIKASIKAN KEPADA PIMPINAN MELALUI STAFF PIMPINAN PERIHAL KEDATANGAN TAMU MENGARAHKAN TAMU KE RUANG PIMPINAN MENYIAPKAN JAMUAN TAMU PIMPINAN SELESAI 432 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN Dasar hukum: 1. kursi. Mencatat peminjaman ruangan/ peralatan dalam Buku Kendali. Buku kendali Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terkirimnya Blangko / blangko/ surat permohonan surat permohonan Waktu 1 jam Keterangan Mengajukan permohonan penggunaan ruangan/ peralatan ke Subbag Rumah Tangga 2 Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga 3 1. Surat/blanko permohonan penggunaan ruangan/peralatan 2. komputer/ laptop. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. meja. Pencatatan dan Pendataan: 1. telepon. Aktivitas 1 Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang peralatan terkait Peralatan/Perlengkapan: Ruangan. 2. ATK. Menyiapkan ruangan/ peralatan dan Kasub bag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit Pelaksana Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Tercatatnya peminjaman ruangan/ peralatan di buku kendali Tersedianya ruangan/ peralatan yang siap untuk 5 menit Pemohon Ruangan / peralatan yang siap digunakan 1 jam 433 . Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Peminjaman/penggunaan ruangan dan peralatan dilayani jika tidak sedang digunakan dalam kegiatan lain. peralatan. Pelaksana NO.

Aktivitas 1 2 3 4 menyerah kannya pada penanggung jawab dari pihak peminjam sesuai aturan yang berlaku Melaporkan Pemohon pemakaian ruang / tempat kepada Subbag Rumah Tangga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan digunakan Waktu Keterangan Kasubbag Rumah Tangga Laporan Kembalinya Ruangan dan peralatan dalam kondisi seperti semula 5 menit 434 .Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON LAPORAN SELESAI KEGIATAN PEMOHON SELESAI 435 .

Penyedia Jasa Peringatan: Seluruh jenis pemeliharaan BMN harus dilaksanakan oleh Subbag Rumah Tangga dengan persetujuan PPK Pelaksana NO. SOP Pencairan dana LS 2. 1. ATK.Kabag Umum sisi surat permintaan perbaikan kepada Kepala Subbagian Rumah Tangga (RT) untuk memproses pelaksanaan pekerjaan 2 1.Tersampai kannya perintah pembuata n surat permintaan penawaran 1 jam 436 . KENDARAAN DINAS. Menganalisa surat yang telah didisposisi Kabag Umum 2. komputer/laptop. Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Mendispo. GEDUNG. KMA Nomor 324 tahun 2002 tentang Petunjuk pengadaan. SOP Pengadaan 3. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. mesin tik. KMA Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat permintaan penawaran harga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Nota dinas Terdisposisinya Surat Permintaan perbaikan Wakt Keterangan u 1 jam Kasubbag RT Surat tugas/Memo 1. telepon. PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS Dasar hukum: 1. faksimile. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN. terselesaikannya analisa disposisi Kabag Umum 2.

5. 3. Tersampaikannya perintah untuk mengirim surat permintaan penawaran kepada rekanan Pelaksana Surat RT Permintaan Penawaran Terkirimnya Surat Permintaan Penawaran 2 Jam 1 jam 437 . Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Wakt Keterangan u kepada penyedia barang/ jasa terpilih. Terselesaikannya konsep Surat Perminta an Penawaran 2. Meneliti HPS. 1. 3. Membuat konsep Surat Permintaan Penawaran. Menugaskan pelaksan a untuk mengirim Surat Perminta an Penawar an kepada penyedia barang/ jasa. Terserah -kannya konsep HPS kepada Kasubbag RT 2 hari Kasubbag RT 1. Tersiapkannya HPS 3. 2.Pelaksana NO. Konsep perminHPS taan penawaran 2. Menyerahkan konsep Surat Permintaan Penawaran dan HPS kepada Kasubbag RT 4. Konsep buhinya Surat tanda Permintaan tangan Penawaran pada surat 2. Terbu1. 3 1. Mengana -lisa dan menanda -tangani konsep surat perminta an penawar an 2. Menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Terselesaikannya analisa HPS 3. Menyampai kan Surat Permintaan Penawaran kepada penyedia barang/jasa Pelaksana Disposisi RT Kabag umum 1.

Pelaksana NO. Aktivitas 1 Kasubbag RT 2 PPK 3

6. 1. Menerima, meneliti penawara n harga dari penyedia barang/ jasa. 2. Mengoreksi dan menegosiasi harga penawara n dengan penyedia barang/ jasa; 3. Membuat dan menyeles a-ikan Surat Perintah Kerja (SPK) 4. Meneliti kuitansi, faktur, SSP dan faktur pajak selanjutny a menugaskan pelaksana untuk membuat Bukti Kas Tetap (BKT) 7. Membuat konsep BKT dan menyampai kannya kepada Kasubbag RT 8 Meneliti dan memaraf BKT dan menyampaikannya kepada Kabag Umum/PPK 9 Meneliti dan menandatangani BKT

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Surat 1. Kuitansi, Penafaktur, SSP waran dan faktur Harga pajak 2. Surat Pena- 2. SPK 3. Faktur waran 4. Kuitansi Harga, Berita Acara Pemenang Pemilihan Lelang

Wakt Keterangan u Maksimal 30 hari

Pelaksana RT

Setelah pekerjaan selesai

Kasubbag RT

BKT

Terbubuhinya paraf pada BKT

1 Jam

Kabag Umum

BKT

Terbubuhinya tanda

1 Jam

438

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3

dan menugaskan pelaksana untuk menyampaikannya kepada Bendahara Pengeluaran 10 Menyampaikannya BKT kepada bendahara pengeluaran

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan tangan pada BKT

Wakt Keterangan u

Pelaksana BKT RT

Tersampaikannya BKT kpd bendahara pengeluaran

1 jam

439

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN, GEDUNG, KENDARAAN DINAS, PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS

MULAI

PENGAJUAN

KONSEP SURAT PERMINTAAN PENAWARAN HARGA KEPADA PENYEDIA JASA

MENYIAPKAN HPS

MENYAMPAIKAN SURAT PERMINTAAN PENAWARAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA

ANALISA

SETUJU

DITOLAK

KONSEP BUKTI KAS TETAP

PPK

BENDAHARA PENGELUARAN SELESAI

440

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE
Dasar hukum: 1. PP No 09 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 2. KMA No 137 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Informasi Keagamaan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Kegiatan Peringatan: Berita tidak akan ditayangkan jika tidak melalui dewan penyunting Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai jurnalistik dasar-dasar

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer/laptop, Kamera, ATK, Alat Perekam Pencatatan dan Pendataan: Database berita website Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bahan berita Bahan berita

Waktu 2 jam

Keterangan

2

Pelaksana Mencari Itjen dan menulis berita Mengumpu Tim lkan berita Website

Materi Berita

3

Menyunting berita Menayangkan berita

Dewan penyunting Tim Website

4.

Disposisi Kabag umum Materi berita

Terkumpulnya bahan berita Tersuntingnya berita Tayangan berita

1 Jam

2 hari 2 jam

441

FLOWCHART SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE

MULAI

PENCARIAN & PENULISAN BERITA

PENGUMPULAN BERITA

PENYUNTINGAN BERITA

PENANYANGAN BERITA

SELESAI

442

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENGAMANAN
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 13 Tahun 1961 tentang ketentuanketentuan pokok kepolisian negara 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Ketentuanketentuan pokok-pokok kepegawaian Keterkaitan: 1. SOP SIMAK 2. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: Kualifikasi Pelaksana: Satuan Pengamanan yang mendapatkan Surat Tugas

Peralatan/Perlengkapan: Kamera CCTV, HT, Lampu Senter, Buku laporan, Metal Detektor, Pentungan. Pencatatan dan Pendataan: 1. Daftar absensi satuan pengamanan 2. Buku catatan peristiwa 3. Buku catatan keluar masuk barang dari kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas Terdapatnya perintah secara umum Surat Tugas Terdapatnya perintah harian dan terkoordinasikannya kegiatan harian Surat Tugas Terlaksananya tugas harian Satuan Pengamanan Ket

Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3

Waktu 5 Menit 5 Menit

KomanMemberikan perintah secara dan Peleton umum 2 Mengeluarkan perintah harian dan mengkoordinasikan kegiatan harian 3 a. Melakukan tindakan pengaman-an gedung beserta barang inventaris kanto b. Melakukan pengamanan pada kendaraan dinas kantor da kendaraan pribadi c. Memberikan pelayanan kepada setiap pimpinan Inspektorat Jenderal d. Mengawasi keluar masuknya barang inventaris kanto e. Menutup dan mengunci seluruh pintu termasuk pintu gerbang pada

Koman dan Regu

Anggota

24 jam

443

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan

Mutu Baku Output Waktu Ket

hari jum’at mulai pukul 12.00 sampai dengan 12.30 (sholat Jum’at) f. Mencatat Setiap kendaraan yang keluar masuk d lingkungan Inspektorat Jenderal g. Menanyakan dan memeriksa setiap tamu yang datang baik keperluan maupun tujuannya 4. Menerima laporan pelaksana perihal kehilangan barang, Mengeluarkan barang dari kantor, penitipan kendaraan bermotor 5. Menerima perintah: 1. Menginvestigasi kasus kehilangan (Pencu-rian) 2. Mendampingi pelaksana pada saat mengeluarka n barang dari kantor 3. Menjaga kendaraan bermotor 6 Melaporkan kasus Pencurian kepada Kabag Umum dan Mengkoordinasikan kasus pencurian/ Tindak pidana lainnya dengan Kepolisian Wilayah jika dibutuhkan

Koman dan regu

Laporan

Teridentifikasinya laporan

5 menit

Anggota

Perintah

a. Terinvestigasinya kasus kehilangan b. Terdampinginya pelaksa-na pada saat mengeluarkan barang c. Terja-ganya kenda-raan bermotor

-

Koman dan regu

Bukti

Terdapatnya laporan kepada Kabag Umum dan terkoordinasinya dengan polda

segera

444

FLOWCHART SOP PENGAMANAN

MULAI

PERINTAH UMUM KOMANDAN PELETON

PERINTAH HARIAN KOMANDAN REGU

PELAKSANAAN TUGAS PENGAMAN

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS

LAPORAN KASUS/TINDAK PIDANA KE POLDA

SELESAI

445

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR
Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Permintaan Perbaikan 2. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. Prosedur ini tidak berlaku bagi perawatan rutin dan berkala. 2. Usulan perbaikan yang dilayani adalah untuk perbaikan ringan atau sifatnya betul-betul mendesak. Pelaksana NO. 1. Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik / air Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memeriksa tingkat kerusakan dan mencatatnya dalam Buku Kendali 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Keahlian dalam perbaikan instalasi listrik

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, ATK, telepon, peralatan tekhnisi Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat / blanko permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik 2. Buku Kendali

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Blangko/ Terkirimsurat nya blangpermohonan ko/surat permohon an

Waktu 1 jam

Keterangan

2

Kasubbag Rumah Tangga

Blangko/ surat permohonan

Terdisposisinya blangko/ surat permohonan

5 menit

3

Pelaksana Subbag Rumah Tangga

Anggota

Disposisi Kasubbag Rumah Tangga

4.

Memperbaiki kerusakan

Teknisi

Petugas PLN / PAM

Bukti kerusakan

10 Terdetekmenit sinya tingkat kerusakan dan tercatatnya jenis kerusakan dalam Buku Kendali 1 jam Teratasiatau nya keterganrusakan

Jika tingkat kerusakan ringan

446

Pelaksana NO. Aktivitas instalasi listrik / air 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan instalasi listrik / air

Waktu tung tingkat kerusa kan

Keterangan ditangani secara swakelola, tapi jika tidak mampu maka dilaporkan kepada PLN / PAM

5.

Melaporkan pelaksanaan perbaikan kepada Kasubbag Rumah Tangga

Teknisi

Anggota

Laporan

Adanya laporan pelaksanaan perbaikan

10 menit

447

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR

MULAI

SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT

KASUBBAG RUMAH TANGGA

PENGECEKAN DAN PENCATATAN TINGKAT KERUSAKAN

TEKHNISI SUBBAG RUMAH TANGGA

PETUGAS PLN

LAPORAN

SELESAI

448

nya blangko/ surat honan permohonan Waktu 1 jam Keterangan 2 Kasubbag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit 3 Pelaksana Penyedia jasa Subbag konsumsi Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Pesanan konsumsi 10 menit 4. Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan konsumsi pada Subbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memesan konsumsi sesuai dengan permintaan pemohon Menerima konsumsi yang dipesan 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengatur menu Peralatan/Perlengkapan: ATK. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Surat Permohonan diajukan ke Subbag Rumah Tangga maksimal 1 hari sebelum hari H.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI Dasar Hukum: 1. Buku Kas Subbag RT Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerkirimBlangko / surat permo. Pelaksana NO. Prosedur ini tidak berlaku bagi unit-unit kerja yang telah memiliki dana talangan konsumsi tersendiri. Surat / blanko permohonan permintaan konsumsi 2. 1. direktori toko kue dan rumah makan Pencatatan dan Pendataan: 1. telepon. Untuk permintaan konsumsi bagi lebih dari 50 orang. 2. Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Rapat Peringatan: 1. Penyedia jasa konsumsi Pelaksana Subbag Rumah Tangga Tanda Terima / Kuitansi Diterimanya konsumsi yang dipesan 10 menit 449 .

Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan DiterimaPelaksana Pesanan konsumsi nya peSubbag sanan Rumah konsumsi Tangga oleh pemohon Pelaksana Bukti Penge. Aktivitas Menyerahkan pesanan konsumsi kepada pemohon. 5. Mencatat Bukti Pengeluaran di Buku Kas Subbag 1 2 6.TercatatSubbag luaran Kas nya bukti Rumah dari Penyedia pengeTangga Jasa Konluaran di sumsi Buku Kas Subbag Waktu 5 menit Keterangan 5 menit 450 .Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK PEMESANAN KONSUMSI KEPADA PENYEDIA JASA PEMOHON PENYERAHAN PESANAN KONSUMSI KEPADA PEMOHON PENCATATAN BUKTI PENGELUARAN KAS SELESAI 451 .

Kasubbag Surat 3 Kasubbag RT permintaan RT mendisperbaikan posisikan surat tersebut kepada Pelaksana RT Pelaksana 1. 1. SOP Pemeliharaan Peringatan: Jika tidak koordinasi dengan Subbag perlengkapan (SOP Pengadaan barang) maka tidak mendapatkan penggantian barang yang baru Pelaksana NO. SOP Pengadaan barang 2. Kasubbag Laporan 2 Subbag Terkait Kerusakan terkait membuat surat permintaan perbaikan ditujukan kepada Kasubbag Rumah Tangga (RT).INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR Dasar Hukum: Keputusan Menteri Agama Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/ kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. kursi. komputer/laptop. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai Keahlian memperbaiki komputer dan alat-alat kantor Peralatan/Perlengkapan: Meja. peralatan tehnisi Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Melaporkan Pelaksana kerusakan terkait barang inventaris kepada Subbag terkait. Terdapattingkat nya kerusakan barang alat olah inventaris data pada yang subbag rusak Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bukti TersamKerusakan paikannya laporan kerusakan Waktu 5 menit Keterangan Terealisasinya pembuatan surat permintaan perbaikan 1 jam Terdisposisinya Surat permintaan perbaikan kepada Pelaksana Terselesaikannya perbaikan barang inventaris jika kerusakan ringan 5 menit 5 jam 452 . a. Disposisi 4. Melakukan RT Surat analisa Perbaikan awal terhadap 2.

Membuat laporan hasil kerja perbaika n olah data F. Memperbaiki barang inventaris di Subbag RT jika tingkat kerusakan berat. Sub-bag 5. Melakukan penggantian spare part jika perlu D. A. Mengarsipkan surat tersebut B.Pelaksana NO. Mengajukan pembelian spare part. Melakukan perbaikan di Subbag RT C. E. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan terkait b. Mengem -balikan alat olah data Barang inventaris mengalami kerusakan berat Pelaksana Surat izin RT mengeluarkan barang Terealisasinya pembuatan surat izin mengeluarkan barang Terselesaikannya perbaikan barang inventaris kantor 5 menit Jika Barang tersebut mengalami kerusakan berat 6 jam 453 . Memperbaiki alat barang inventaris di subbag terkait jika tingkat kerusakan ringan c. Membuat Terkait surat izin mengeluarkan barang kepada pelaksana RT 6.

) Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan TerealiPelaksana Barang sasinya RT inventaris nota tidak dapat dinas diperbaiki rekomendasi Waktu 5 menit Keterangan Nota Dinas rekomendasi penggantian barang baru 5 menit Terealisasinya penggantian barang baru 454 . 7. …. Aktivitas 1 2 8 Memberikan nota dinas rekomendasi penggantian barang inventaris jika sudah tidak layak pakai kepada Subbag terkait ditujukan kepada Subbag Perlengkapan Kasubbag Mengajuterkait kan permintaan alat olah data (sebagaimana diatur di dalam SOP Pengadaan barang No … tahun.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR MULAI LAPORAN KERUSAKAN KEPADA SUBBAG RUMAH TANGGA ANALISA TINGKAT KERUSAKAN RINGAN BERAT PELAKSANAAN PERBAIKAN DI SUBBAG TERKAIT SURAT IJIN MENGELUAR KAN BARANG PROSES PERBAIKAN DI SUBBAG RT LAPORAN PERBAIKAN MASIH LAYAK PAKAI TIDAK LAYAK PAKAI PENGEMBALIAN BARANG KE SUBBAG TERKAIT NOTA DINAS REKOMENDASI PENGGANTIAN BARANG SELESAI 455 .

Keputusan Menteri Agama Nomor 324 tahun 2002 tentang petunjuk pengadaan. komputer/laptop. Memiliki pengetahuan tentang kendaraan 2. ATK. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama 2. 2. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. Peminjaman/penggunaan kendaraan dinas dilayani jika kendaraan dinas tersedia dan dalam kondisi layak jalan. Pengemudi atau Perintah atau serah 456 . Pencatatan dan Pendataan: 1. Aktivitas Mengajukan permohonan penggunaan kendaraan dinas ke Kasubbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Mencatat peminjaman kendaraan dinas dalam Buku Kendali Menugaskan kepada 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS Dasar Hukum: 1. Jika terjadi kerusakan / kecelakaan / kehilangan maka menjadi tanggung jawab peminjam Pelaksana NO. SOP Kegiatan 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Surat / blanko permohonan penggunaan kendaraan dinas 2. kursi. Mampu mengemudikan kendaraan mesin/ Peralatan/Perlengkapan: Kendaraan Dinas. 1. Buku kendali Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Blangko / Terkirimnya jam surat blangko/ permohonan surat permohonan 2 Kasubbag Rumah Tangga Kasubbag Terkait Blangko / surat permohonan 5 Terdispomenit sisinya blangko/ surat permohonan 3 Pelaksana Kasubbag RT Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga 5 Tercatatnya peminjaman menit kendaraan dinas di buku kendali Terselesaikannya 5 menit 4. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. meja. telepon.

Pelaksana NO. Aktivitas pengemudi atau penanggung jawab dari pihak peminjam untuk mengemudikan kendaraan yang dipinjam Mengembalikan kendaraan kepada Subbag Rumah Tangga 1 pemohon 2 3 Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan serah terima terima kunci kendaraan + peminjaman kendaraan STNK dinas 5. Pengemu di atau pemohon Pelaksana PengembaRT lian kunci kendaraan + STNK Kembali-nya 5 kendaraan menit dinas dalam kondisi seperti semula 457 .

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS MULAI SURAT PERMOHONAN DARI PEGAWAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON PENGEMUDI PENGEMBALIAN PEMOHON SELESAI 458 .

Kartu Pass Bandara. Kasubbag RT Subbag terkait Soft copy dan print out materi dan arahan 1 hari 5. SOP SPPD Peringatan: Pelaksana NO. Kendaraan Operasional Pencatatan dan Pendataan: Buku Agenda Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Undangan / Informasi Surat Tugas kunjungan kerja pimpinan Keterangan Waktu 5 menit Kasubbag Kabag RT Umum 2 Kasubbag RT Laptop / komputer Jadwal 15 deskriptif menit keberangka an dan kepulangan pimpinan 3 Kasubbag RT Surat Tugas Adanya petugas pendamping pimpinan Materi dan arahan 1 jam 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEPROTOKOLERAN Dasar Hukum: 1. Aktivitas Mendapatkan informasi kunjungan kerja pimpinan Membuat jadwal deskriptif keberangkatan dan kepulangan pimpinan dari daerah Menyiapkan petugas pendamping perjalanan pimpinan Berkoordinasi dengan sub bagian lain tentang materi dan arahan pimpinan di daerah Menyiapkan administrasi perjalanan dinas pimpinan dan pendam pingnya 1 Staff Pimpinan dan Petugas Protokoler Petugas Protokoler 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas Protokol Peralatan/Perlengkapan: HT. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. 1.SPPD naan Tersedianya kelengkapan administrasi 1 hari 459 . Kasubbag RT Kasubbag Kasubbag Surat Tugas. Laptop. SOP Peminjaman Kendaraan 2. Buku Agenda. ID Card. Keuangan Perenca. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1.

Protokoler RT Fax Informasi dan koordinasi 1 hari 8. Aktivitas Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan pimpinan dan pendamping ke daerah Melakukan konfirmasi dan koordinasi petugas protokoler daerah Menyiapkan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan di bandara/ stasiun keberangka tan Melaporkan ke Kabag Umum terkait pelaksanaan keprotokoleran 1 Petugas Protokoler Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Perlengkapan TersediaKasubbag Kasubbag Tiket nya tiket RT Keuangan/ Bendahara Waktu 1 hari Keterangan 7. Petugas Protokoler Kasubbag RT Kendaraan Kesiapan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan 1 hari 9. Petugas Protokoler daerah Petugas Kasubbag Telephone.Pelaksana NO. 6. Petugas Protokoler Kasubbag RT Laporan Adanya laporan pelaksanaan keprotokoleran 1 jam 460 .

FLOWCHART SOP KEPROTOKOLERAN MULAI KABAG UMUM KASUBBAG RUMAH TANGGA PELAKSANA RUMAH TANGGA PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS KEPROTOKOLERAN LAPORAN SELESAI 461 .

1. Rekap Tim/Individu 2. Petunjuk pelaksanaan Badan Kepegawaian Nasional Nomor 12 Tahun 2001 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. Pegawai Negeri. Form SPPD. Inpres Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri. ATK. dan Pegawai Tidak Tetap 6. SOP Pelaksanaan PKAT 2.Pelaksana Kabag Subbag pe Perencan rencanaan aan . SOP Riksus 3. dan pegawai tidak tetap Keterkaitan: 1. faksimile. PMK Nomor 45 Tahun 2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. Pencatatan dan Pendataan: 1.Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag RT Kasubbag Perencanaan Sekretaris/ Irjen Kabag I Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Sekretaris Nota dinas Terbitnya surat tugas Waktu 1 hari Surat tugas/ Memo SPPD Terbitnya SPPD Terbubuhinya paraf 1 hari 1 hari 3 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN SPPD Dasar Hukum: 1. PMK Nomor 62 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. Aktivitas Membuat surat tugas perjalanan dinas 1 2 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Komputer/laptop. dan Pegawai Tidak Tetap 4. Pegawai Negeri. PMK Nomor 64 Tahun 2008 tentang Standar Biaya Umum tahun anggaran 2009 5. mesin tik. SOP Kegiatan Peringatan: Jika tidak mendapatkan surat tugas atau memo dari esseon III ke atas maka SPPD tidak akan diterbitkan Pelaksana NO. Petunjuk Pelaksanaan Dirjen Perbendaharaan Nomor 21 tahun 2008 tentang perjalanan dinas jabatan dalam Negeri bagi Pejabat Negara. telepon. Surat Tugas/ memo esselon III ke atas Keterangan 2 Membuat SPPD Memberik an paraf pada SPPD Memberikan tanda tangan pada SPPD . SPPD yang sudah diparaf Terbubuhinya tanda tangan 1 hari 462 . SPPD Rampung 3.05/2007 Tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. dan Pegawai Tidak Tetap 3. Pegawai Negeri. Pegawai Negeri. 2.

6. SPPD SPPD Rampung terbubuhi stempel Itjen dan tanda tangan Terisinya SPPD Yang Nomor sudah dan dibubuhi tanda tangan tanggal SPPD dan stempel satker 1 hari 1 minggu 463 . Membubuhi stempel pada SPPD tersebut 2. terklasifitangan kasinya dan terdistribusinya SPPD Waktu 1 hari Keterangan Pejabat obrik /satker yang dituju Pelaksana Subbag RT 7. Mengklasifikasika n SPPD tersebut berdasar -kan tim 3.Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag RT 2 3 5. Mendistri -busikan SPPD kepada yang bersangkutan. Menandatangani dan membubuhi stempel Memberi Nomor dan tanggal Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerbubuSPPD yang hinya sudah di bubuhi tanda stempel.

FLOWCHART SOP PENERBITAN SPPD MULAI SURAT TUGAS 1 SUBBAG RUMAH TANGGA 2 SPPD SPPD DIPARAF OLEH KASUBBAG PERENCANAAN & KABAG I 3 SPPD DITANDATANGANI OLEH SEKRETARIS ITJEN ATAU IRJEN SPPD DIDISTRIBUSIKAN KEPADA PEGAWAI / PEJABAT YANG BERTUGAS SPPD RAMPUNG 4 5 PEMBERIAN NOMOR SPPD RAMPUNG SELESAI 464 .

Daftar uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Database Terkirimnya rekap finger print absensi Waktu 1 jam Keterangan Mengirimkan rekap absensi pegawai ke Subbag RT setiap awal bulan 2 a.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 3.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 2. 1. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Kepegawaian 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. faksimile. PMK Nomor 06/PMK. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. ATK.05/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22/PMK. kursi. Membuat daftar uang makan c. Mengirimkan daftar uang makan ke KPPN 3 Menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Pelaksana Subbag RT Rekap uang makan Terbitnya SP2D 4 hari Pelaksana KPPN Daftar uang makan Terbitnya SP2D 1 minggu 465 . Melakukan potonganpotongan. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. maka uang makan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO. PMK Nomor 22/PMK. komputer/laptop.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN Dasar Hukum: 1. telepon. PMK Nomor 64/PMK.02/2008 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2009 Keterkaitan: 1. SOP Pencairan Anggaran 2. amplop berserta nomor pengambilan b. Rekap uang makan 2.

4. Nomor makan Pengamdi dalam bilan amplop 2. Memasu Pelaksana Subbag kkan RT uang makan ke dalam amplop masingmasing pegawai b.Pelaksana NO. Mendistri busikan amplop uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Tersampaikannya informasi tentang pencairan uang di Bank a. Daftar uang pannya makan uang c. Aktivitas Mengkonfirmasikan pencairan uang di Bank 1 2 Pelaksana Sub-bag RT 3 5. Terdistribusinya uang makan Waktu 1 hari Keterangan 1 hari 466 . a. Amplop 1. Tersimb.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN MULAI REKAP ABSENSI PEGAWAI POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR UANG MAKAN KPPN SP2D BANK 2 BAGIAN KEUANGAN 3 AMPLOP UANG MAKAN PEGAWAI SELESAI 467 .

9. 11. 8. SOP SIMAK SOP SIKAP SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris SOP Pengadaan Barang SOP Penghapusan Barang SOP Penggantian Barang Inventaris SOP Permintaan Barang Kebutuhan Sehari-hari SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN 468 . 5. 7. 10.Lampiran 12  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG PERLENGKAPAN 4. 6.

6. SP2D. 2. PMA Nomor 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. printer. KMA Nomor 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. Penginputan Petugas data input data SIMAK BMN 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA Dasar Hukum: 1.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. sehingga tidak terlewat saat SIMAK akan dilaporkan. 2. Setiap Pengadaan harus segera diinput ke dalam aplikasi SIMAK BMN. SOP Pengadaan barang. PMK 59/PMK. SOP Rekonsiliasi SAK-Simak. Ter-update. SOP Penghapusan Barang.Sesuai 2. 2. 2. 3. SOP SIKAP. 4. Mengikuti Diklat SAI-SIMAK BMN Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 3. Data barang nya data jenis SIMAK BMN penginventaris adaan diinput lengkap dgn penomoran & lokasi barang 3. Keterkaitan: 1. 5. Barang Persediaan Alat Tulis Kantor Bahan Komputer Alat Rumah Tangga Bahan Cetakan Barang inventaris kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan Itjen atas Barang barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan Diperoleh SP2D 2. Pelaksana NO 1. 4. Data barang persediaan diinput masuk keluar per satuan barang 469 . 5. 3. aplikasi SIMAK BMN Peringatan: 1. SOP Pengelolaan dan Pndistribusian BMN. Saat laporan SIMAK BMN selesai perlu dilakukan rekonsiliasi antara SIMAK BMN dengan SAI sehingga data yang dilaporkan sinkron. Aktivitas Pengadaan Barang 1 Panitia Pengadaan 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. Kualifikasi Pelaksana: Paham Administrasi.

Penyiapan laporan semesteran dan laporan tahunan 4. Laporan laporan SAI SIMAK & SIMAK BMN BMN Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 3 hari 470 . Laporan Tersajinya SAI. kesesuaian 2. Rekonsiliasi Laporan SAI dengan Laporan SIMAK BMN Petugas Input data SIMAK BMN Petugas input data SAI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Tersajinya Seluruh kontrak/SPK laporan BMN dg & SP2D format dari semester aplikasi berjalan SIMAK BMN 1.Pelaksana NO Aktivitas 1 Petugas input data SIMAK BMN 2 3 3.

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI MULAI DOKUMEN PENGADAAN SP2D INPUT DATA BARANG LAPORAN SEMESTERAN DAN LAPORAN TAHUNAN REKONSILIASI LAPORAN SAI DAN SIMAK BMN SELESAI 471 .

5. PMA 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Terlaksana nya penda2.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pendistribusian Barang inventaris. Kualifikasi Pelaksana: 1.Pengadmisian barang nistrasi barang inventaris inventaris Sesuai jumlah barang 4. Penomoran Pengadministrasi barang barang inventaris inventaris Sesuai dg jml pengadaan 3. Data barang. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan barang Barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari kantor 1. 4. SIKAP harus di up date setiap saat. SOP SIMAK. Keterkaitan: 1. Nomor updatebarang. SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris. taris yang diperlukan 1. Peringatan: 1. agar DIR dan data dari SIKAP sinkron. rang inven2. KMA 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. Paham Administrasi 2. nya data Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 1. taan barang sesuai nomor yang diberikan 1. 3. printer. Mampu mengoperasikan Aplikasi Komputer SIKAP Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Pendataan Barang inv. Barang Persediaan. Data barang. 6. PMK 59/PMK. 3. 2. Pengadaan Panitia Barang Pengadaan 2. SOP Pengadaan Barang. 2. Pengadaan Barang inventaris kantor. 4. DIR. Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). Urutan penomoran. Penomoran Barang inventaris. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. di setiap ruangan. Ter2. Saat barang telah didistribusikan pada ruangan yang membutuhkan. Setiap 6 bulan sekali diadakan OFBI untuk pengecekan ulang. 2. Pendistribu. Input data barang inventaris Petugas input data SIKAP Sesuai jumlah barang 472 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) Dasar Hukum: 1. Berita Acara Terlaksaserah terima nanya distribusi babarang. 3. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN. 2. maka segera diisi data ruangan sesuai berita acara yang ada. 3. Aplikasi SIMAK BMN. Pelaksana NO.

Tersaji1. Faktur nya lap barang. Tanda sediaan tangan dari atasan pemohon.Pelaksana NO. jenis barang 2. Up date DIR 1. Input data peminjaman Input data SIKAP barang mobile/ barang pinjam Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 3. 3. Input data penggunaan barang persediaan Petugas input data SIKAP Petugas 8. Tersajinya kesesuaia n data SIKAP & SIMAK BMN Tersajinya 1. Data SIMAK format BMN. 3. Form Pedata peminjaman minjam. BMN dg 2.5 Input data barang per. 4.input data SIKAP sediaan 6. Berita Acara SIKAP serah terima barang. Barang nomor & Inventaris. Aktivitas 1 2 3 Petugas . TersajiBarang nya lap barang persediaan terakhir dg format SIKAP. Persetujuan dari kasubbag Perlengkapan Bon Permintaan 1. Data jumlah yang barang dipinjam mobile/ Tersajinya barang data terpinjam yang sebut dalam format tersedia aplikasi SIKAP Waktu Keterangan Sesuai jumlah barang 10 menit Sesuai jumlah pengeluaran barang 5 menit 473 . 2. barang per2. SIKAP. Kartu Persediaan 2. Tersajinya kesesuaian data SIKAP & SIMAK BMN 1. Pengisian Terpenuhiform nya kebupermintaan tuhan barang. Permintaan Pemohon barang persediaan Administrasi barang persediaan 7.

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) MULAI PENGADAAN BARANG BARANG PERSEDIAAN INPUT DATA PERMINTAAN BARANG INPUT DATA BARANG INPUT DATA PENGELUARAN BARANG BARANG INVENTARIS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGISIAN FORM PEMINJAMAN INPUT DATA PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGEMBALIAN BARANG DISTRIBUSI BARANG INPUT DATA PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS SELESAI 474 .

Pelaksana NO Aktivitas 1 Penanggung jawab (Kasubbag) Pengadministrasi Barang Pinjam 2 Peminjam 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Form Isian Peminjaman Pencatatan dan Pendataan: Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). 3. KMA No. PP No. Petugas Administrasi Barang Pinjam dapat menarik barang sewaktu-waktu apabila barang tersebut dibutuhkan untuk kegiatan yang mendesak. Peminjam wajib mengembalikan barang tersebut dalam keadaan semula 4. maka peminjam harus bertanggungjawab atas kerusakan dan atau kehilangan barang tersebut. SOP SIKAP. Tdk ada kebutuhan lain yang lebih 5 menit 475 . Surat Edaran Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Pengajuan Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerpenuhiSurat Pernya surat mohonan Peminjaman permohonan peminBarang jaman Data Inventaris Gudang Barang Pinjam Kepastian mengenai tersedianya barang yang akan dipinjam Tervalidasi nya permohon an peminjama n Waktu 5 menit Keterangan 2. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Barang tersedia 2.00/0792/2008. Keterkaitan: 1. Pengecekan ketersediaan barang mobile/ barang pinjam 3. Peminjaman harus dilakukan sesuai dengan prosedur. Apabila terjadi kerusakan dan/atau kehilangan selama peminjaman. 2. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. printer. UU No. 2. 2. 449 Tahun 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1.IJ/C/4/HM. UU No. 5. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Persetujuan 10 menit Diketahui merek dan nomor barang Kasubbag Perlengkapan 1. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 1.

Kasubbag terkait 30 Bila masih hari dibutuhkan. Terdatanya barang yang telah Formulir rangkap 3. Kondisi barang sesuai pada saat dipinjam. dapat diperpanjang dgn mengisi kembali formulir peminjaman dengan catatan barang tersebut tidak dibutuhkan untuk kegiatan lain 3 Saat waktu menit peminjaman yg disepakati berakhir. Perlengkap an 8. Up date data Inventaris barang mobile/ barang Pengadministrasi barang pinjam Mencatat barang yang telah kembali ke gudang barang Dikembalikannya barang pinjam sesuai waktu peminjaman yang tercantum dalam Formulir Terkembalikannya barang pinjam sesuai kondisi saat dipinjam. 7. 2. Peminjam 9.NO Aktivitas 4. akan ada peringatan pada komputer SIKAP 5 menit 5 menit 5 menit 476 . Membawa Formulir Peminjaman Pengadministrasi barang pinjam Memeriksa barang yang dikembalikan oleh peminjam 8. Pengembalian barang Peminjam barang 1. 1. Input data peminjaman ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Formulir Peminjaman Barang Inventaris Terinputnya data peminjama n dalam SIKAP 7. Pengisian Form Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Perlengkapan mendesak Terisinya Diketahui Formulir Peminjam PenangPeminjaman Formulir Barang gungjawab oleh Peminjam (Kasubbag Inspektur Barang an Barang Inventaris dan atau Wilayah Inventaris (pd Irwil) Kabag) Pelaksana Waktu 5 menit Keterangan 5. Waktu Peminjaman Peminjam Barang Maksimal peminjaman barang adalah 30 hari kalender Terpenuhi persyaratan peminjama n waktu maksimal 6.

Input data pengembali an ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pinjam kembali.Terinput-nya 3 minjaman data menit Barang Inven.Pelaksana NO Aktivitas pinjam 1 2 3 9. Terupdatenya data gudang barang pinjam apabila sewaktuwaktu dibutuhkan Formulir Pe. 2.pengembataris yang lian dalam telah ditandai SIKAP oleh Pengadministrasi barang pinjam 477 .

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG TIDAK PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN YA PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG INPUT DATA PEMINJAMAN KE SIKAP WAKTU PEMINJAMAN MAKSIMAL 30 HARI KURANG CUKUP PENGEMBALIAN BARANG PENGECEKAN BARANG OK UP DATE DATA BARANG MOBILE/BARANG PINJAM INPUT DATA PENGEMBALIAN KE SIKAP TIDAK OK HILANG = TGR RUSAK = PERBAIKAN SELESAI 478 .

Memiliki Sertifikat Pengadaan Barjas 2. 479 . SOP SIMAK BMN. kurs dollar dan jenis barang. 4. Pembuatan rencana. Pengadaan harus sesuai dengan spesifikasi dan hal-hal lain yang dipersyaratkan/disepakati dalam kontrak/SPK. printer. 8. 100jt dengan Pemilihan Langsung. Memiliki pengetahuan tentang pengadaan barang Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Pengadaan di atas 100 jt dengan Lelang. jaringan internet. Apabila terdapat keterlambatan terhadap pelaksanaan penyediaan barang oleh Penyedia. 2. Panitia Alokasi dana dalam Pengadaan DIPA 4. Penerimaan dan Pemeriksaan Barang. Kontrak/Surat Perintah Kerja. OE dan RKS. 4. UU No. Pengajuan Kwitansi ke Subbagian Keuangan 2. 2. Aktivitas Pembentukan Panitia Pengadaan & Pemeriksaan Barang 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. 7. Keterkaitan: 1. 3.d. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 5. 2. 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Panitia Survey harga dan Pengajenis barang daan 3. 1. Survey harga. 50jt dengan Penunjukkan Langsung. Pengadaan s. Keppres No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Ketersediaan dana pada DIPA. Ditetapkan oleh SK Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa 3. Prosedur penga- Panitia Penga- Persetujuan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk nya PaniJenderal tia PengDepag adaan dan Panitia Pemeriksa an Barang Brosur dan Terpenuhidaftar harga nya kelengkapan data untuk pembuatan OE dan rencana TerdapatOE tdk nya kepasmelebihi tian keteranggaran sediaan dalam DIPA dana Dipenuhinya Terpilihnya persyaratan rekanan Waktu 2 hari Keterangan 1 hari 10 menit Sesuai jenis 3 macam pengadaan. Standar Harga Pencatatan dan Pendataan: 1. maka akan dikenai sanksi sesuai yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja/Kontrak. Pengadaan s.d.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN BARANG Dasar Hukum: 1. 3. 3. 4. Prosedur pengadaan. UU No. Pelaksana NO. Pembentukan Panitia Pengadaan dan Pemeriksa Barang. SOP SIKAP Peringatan: 1. PP No. 2. 6.

Terpenu dokumen hinya pengadaan persyadari surat ratan permintaan kelengka penawaran pan harga sampai pengada Berita Acara an untuk Penerimaan diajukan Berita Acara Serah Penerimaan Barang 5 menit Pelaksana pada Subbagian Perlengkapan 7. nya data pengadaan dalam SIKAP Seluruh 1. SIKAP b. SPK.pengapengadaan nawarkan daan sesuai harga yang peraturan yang berlaku menguntungkan negara Keterangan 5. Surat Perintah Kerja/ Kontrak Pejabat Pembuat Komitmen (Pihak Pertama) Rekanan/ Penyedia Barang (Pihak Kedua) 6. Berita Acara Pemeriksaan Barang Berita Acara Terlaksa.pengadaan syaratan yang pengada. Penerimaan Panitia dan peme.daan terlambat tercantum an barang dari waktu dalam SPK yang ditentukan a. spesifikasi yang akan ada dalam diinginkan peringatan lampiran pada SPK atau komputer faktur. 480 .Pemeriksa riksaan Barang barang Penyedia barang Pejabat Pembuat Komitmen masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Terinput2. Input data Tim input peminjaman data ke dalam SIKAP SIKAP Pengumpul Panitia an dokuPengadaan men dan pengajuan pembayaran ke Subbagian Keuangan Sesuai jenis pengadaan Sesuai jenis pengadaan Barang diberi nomor inventaris terlebih dahulu 8. Kondisi Terkontrol 5 menit Saat waktu dan jumlah nya mutu peminjaman barang barang yg sesuai sesuai disepakati dengan spesifikasi berakhir.Pelaksana NO. Faktur. sesuai peraturan yang berlaku Kedua pihak Terpenuhi Sesuai Terdapat harus menya perjenis sanksi bila menuhi persyaratan penga. Aktivitas daan 1 daan 2 Pejabat Pembuat Komitmen 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan yang me.5 menit Serah Terima nanya Pekerjaan pengadaan barang sesuai SPK/ kontrak Tersimpan nya barang hasil pengadaan di Gudang Perlengkapan 1.

Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pembaBarang. yarannya dilengkapi ke KPPN kuitansi dan faktur pajak 2. Terselesaikannya proses pengadaan barang dan jasa Keterangan 481 .Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PENGADAAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA PANITIA PEMERIKSAAN PANITIA PENGADAAN SURVEY HARGA DAN JENIS BARANG (INTERNET & SURVEY ALOKASI DANA DIPA RENCANA (RKS) & OE/HPS PROSEDUR PENGADAAN PERSETUJUAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SURAT PERINTAH PENGIRIMAN BARANG PENGECEKAN BARANG BA PEMERIKSAAN PENERIMAAN BARANG OLEH PELAKSANA SUBBAG PERLENGKAPAN BA PENERIMAAN BA SERAH TERIMA PEKERJAAN INPUT DATA PENGADAAN KE SIKAP PENGUMPULAN DOKUMEN PENGAJUAN PEMBAYARAN SELESAI 482 .

4. Pelaksana Penghapusan Barang harus mengerti benar mengenai peraturan yang berlaku dan melaksanakan peraturan tersebut. Pengajuan Usul Penghapusan kepada Sekretariat Jenderal Departemen Agama disertai data pendukung yang diperlukan. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Peringatan: 1. KMA No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pemanfaatan. Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara. 6. 6. 2.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Opname Fisik Barang Inventarisasi (OFBI).minggu data nilai perolehan kapan data Keterangan Pelaksana NO. 1. 2. PMK 59/PMK. 3.minggu barang yang kapan data hendak barang dihapuskan inventaris untuk pengajuan usul penghapus an TerpenuhiDilengkapi 1 nya keleng. Pengajuan permohonan kepada Departemen Keuangan. kamera Pencatatan dan Pendataan: 1. PMK 96/PMK. Pembuatan Daftar Perkiraan Harga. printer. Administrasi Umum 2. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Penghapusan data barang dari SIMAK BMN Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk2 Jenderal nya Panitia hari Depag Penghapus an Pendokumen Terpenuhi1 tasian nya keleng. 5. SOP SIKAP.06/2007 tentang Tata Cara Penggunaan. Pemanfaatan dan Tukar Menukar Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. Memahami prosedur penghapusan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Aktivitas Pembentuk an Panitia Penghapus an Opname Fisik Barang Inventaris 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) Panitia Penghapu san 2 3 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGHAPUSAN BARANG Dasar hukum: 1. 5. Persetujuan/penolakan/kekurangan data dari Departemen Keuanganfoto barang. 520 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penghapusan. 7. 8. 2. 2. jaringan internet. 3. SOP SIMAK BMN. Pembentukan Panitia Penghapusan Barang. 4. UU No. Pembuatan Panitia Pengdaftar hapusan perkiraan 483 . Keterkaitan: 1. 3. PP No. Pelaksanaan Pelelangan dan penyetoran ke kas negara. Akan menjadi beban pengelola barang bila tidak dilakukan penghapusan Kualifikasi Pelaksana: 1.

Penyetoran Panitia hasil lelang Pengke kas hapusan negara Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan barang barang & inventtaris tahun untuk pengpengadaan ajuan usul penghapusan Terpenuhi Sesuai 1.5. Dokumen kepemilikan.Terlaksa1 toran nanya hari penyetoran hasil Keterangan Bila tdk disetujui disertai alasan.jenis ajuan usul pengan Pengpermohon adaan hapusan. Foto barang.Pelaksana NO.nya peng. Keteranga an pengn kondisi & hapusan kepada lokasi Kuasa barang. TerpeBundel nuhinya lampiran pengajuan yang telah diajukan oleh usul permoPanitia honan Penghapenghapusan pusan kepada Kuasa Pengguna Barang Terpenuhi Surat Persetujuan/ nya pengajuan penolakan/ usul kekurangan permodata dari honan Depkeu penghapusan kepada Kuasa Pengguna Barang 1 Berita Acara Terlakhari Pelelangan sananya proses pelelangan untuk penghapusan Bukti Penye. Persetujuan Departemen / penolakan Keuangan dari Departemen Keuangan 7. Harga & thn Pengguna perolehan Barang dan nilai barang saat ini. Pengajuan usul penghapusan kepada Setjen Depag Panitia Penghapu san . Surat Permohon. 4. Bila telah mendapat persetujuan dari Depkeu 484 . PelaksaPanitia naan PengPelelangan hapusan Penghapusan 8. 5. 3. 6. Aktivitas harga 1 2 3 4. KIB. 2. Pengajuan Permohonan penghapusan kepada Departemen Keuangan Sekretariat Jenderal Departemen Agama 6.

Aktivitas 1 2 3 9. 2. Tercantumnya data penghapusan pada laporan BMN Semesteran & Tahunan 1 hari 485 . Tersajipenghapusan nya data penghapusan pada Aplikasi. Panitia PenghaPengpusan barang dari hapusan daftar inventaris/ SIMAK dan SIKAP Petugas Input data SIMAK. Petugas input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan lelang ke kas negara Dokumen penghapusan Waktu Keterangan 1 hari Dokumen 1.Pelaksana NO.

Harga & tahun perolehan 3. Kondisi dan lokasi barang 2. Harga saat ini 4. BIRO KEUANGAN DAN BMN PENGAJUAN PERMOHONAN PENGHAPUSAN KPD DEPKEU DATA LENGKAP PELAKSANAAN PELELANGAN PENGHAPUSAN PENYETORAN HASIL LELANG KE KAS NEGARA PENGHAPUSAN BARANG DARI DAFTAR BMN PENCANTUMAN LAPORAN PENGHAPUSAN PADA LAPORAN BMN SEMESTERAN DAN TAHUNAN (PENGHAPUSAN DARI SIMAK DAN SIKAP) ALASAN LAIN YANG MENYEBABKAN PENGHAPUSAN TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN. KIB 6. SESUAI PERATURAN SELESAI 486 . Dokumen kepemilikan 5.FLOWCHART SOP PENGHAPUSAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA OPNAME FISIK BARANG INVENTARIS 1. Foto PENGAJUAN USUL KEPADA SEKRETARIAT JENDERAL DEPAG UP.

Peringatan: 1. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. PP No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. SOP SIKAP. Administrasi Umum 2. Surat pemohonan pengajuan permintaan dan atau penggantian barang Inventaris.. Pengajuan Pemohon Diketahui (kasubbag) oleh : permohonan a. 479 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dan Pendistribusian Barang di Lingkungan Depag. Persetujuan dari Kabag Umum/PPK. inventaris b. KMA No. 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. Kabag permintaan (pd Se&/ penggankretatian barang riat). 2. 3. 4. Pelaksana NO. 2. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Pengadaan barang. 5 Pendistribusian barang 2. 4. UU No. Inspektur Wilayah (pd Irwil) PengadKeterministrasi sediaan dana pada Barang Inventaris DIPA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat peng. Keterkaitan: 1. SOP Pengadaan barang. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Pengajuan permintaan barang sesuai dengan rencana pengadaan tahun berjalan dapat segera dipenuhi apabila pengadaan telah dilaksanakan. Pengajuan permintaan barang diluar rencana tahun berjalan dapat terpenuhi apabila dana tersedia atau kebutuhan atas barang tersebut benar-benar mendesak. KMA No.Terpeajuan permo. 5. Ketersediaan dana. SOP Pendistribusian barang. Persetujuan Kabag Umum/ Sisa dana yang tersedia cukup utk pengadaan barang rutin yang telah direcanakan Surat pengajuan Terdapatnya kepastian ketersediaan dana Persetujuan 1 hari 1 hari 487 .nuhinya surat honan perpermintaan mintaan &/ penggantian barang yang barang dibutuhkan inventaris Keterangan 3. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2. UU No. 1. printer. SOP SIMAK. 3. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2.

Pendistribusian barang Pengadmi nistrasi Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan permohonan pengajuan mendapat perminnota taan &/ persetujuan penggansecara tian tertulis oleh barang Kabag inventaris Umum/PPK 1. sesuai peraturan yang berlaku Terdapat sanksi bila pengadaan terlambat dari waktu yang ditentukan 3 hari 488 . Pengajuan Pengadaan Barang Pengadministrasi Barang Inventaris . Dokume Tersajin permo. 2. Berita acara permintaan &/ penggan serah terima tian barang. Up date DIR Waktu Keterangan 1 hari Sesuai jenis pengadaan 3 macam pengadaan. barang 3. Daftar ajuan barang perminyang taan diminta barang kepada Panitia Pengadaan Terlaksananya pengadaan barang yang diminta sesuai dengan prosedur 1.Pelaksana NO. inventaris 4. Aktivitas PPK 1 2 3 4. 2.nya data penghonan. masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda.5. Pengadaan Barang Panitia Pengadaan 6. Penomoran. Input data Terlakbarang ke sananya pendisSIMAK & tribusian SIKAP.

MENGETAHUI (KABAG/IRWIL) PENGECEKAN KETERSEDIAAN DANA DALAM DIPA TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK DISETUJUI PERSETUJUAN KABAG UMUM/PPK DISETUJUI PENGAJUAN PENGADAAN BARANG PENGADAAN BARANG PENDISTRIBUSIAN BARANG: Input data ke SIMAK & SIKAP.FLOWCHART SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN/ ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PERMOHONAN PERMINTAAN &/ PENGGANTIAN BARANG INVETARIS: 1. Penomoran Berita Acara Serah Terima Up Date DIR 1. SELESAI 489 . PEMOHON (KASUBBAG) 2. 4. 2. 3.

Pengecekan ketersediaan barang yang diminta di Gudang Barang Persediaan. Pengecekan ketersediaan barang di Gudang Barang Persediaan Evaluasi kewajaran permintaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Data kebutuhan sehari-hari setiap bagian Terlaksa2 nanya menit evaluasi permintaan dalam batas wajar 490 . 7. KMA No. 3. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 4. Peringatan: 1. UU No. 3. 4. 2. Pengevaluasian kewajaran permintaan bagi kebutuhan kantor sehari-hari. Pemberian barang kebutuhan sehari-hari dengan item dan jumlah yang telah disetujui. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terpenuhi5 Form Bon menit Barang harus nya permintaan di tandabarang tangani oleh Kasubbag atau YMK Subbagian bersangkutan 5 Barang yang Terdapattersedia nya kepas. 3. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. 3. 1. Keterkaitan: 1.menit tian ketersediaan barang Keterangan Pelaksana NO. 2. Up date data pada SIMAK dan SIKAP. Pengisian Kartu Persediaan. SOP Pendistribusian Barang. PP No. 6. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kartu Persediaan Pencatatan dan Pendataan: 1. 5. 3. Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. Pengisian Form Bon Barang yang ditandatangani oleh Kasubbag bersangkutan. Persetujuan dari Kasubbag Perlengkapan. Pengadministrasi barang persediaan dapat mengurangi jumlah barang yang diminta apabila dinilai tidak wajar untuk kebutuhan sehari. Form Bon Barang.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI Dasar Hukum: 1. Aktivitas Pengisian Form Bon Barang 1 2 3 Pengambil Pemohon barang (Ka(Pelaksana) subbag) 2. SOP SIKAP. Terdapat barang-barang tertentu yang peruntukannya hanya bagi pejabat eselon II ke atas. SOP Pengadaan Barang. 2. 4. Terdapat barang-barang tertentu yang perminta-annya dibatasi jumlah dan waktu. 2. SOP SIMAK. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. UU No. Administrasi Umum 2.

Petugas Up date Input data data SIMAK SIMAK. 1. Aktivitas 1 2 3 Persetujuan Kasubbag Perlengkapan 5. ditandabarang tangani seharipenerima hari Form Bon TersajiBarang yang nya data telah pengelulengkap aran ditandatanga barang ni pihakkebutuhan pihak terkait sehari-hari Kartu Ter-up Persediaan date-nya data barang kebutuhan sehari-hari Waktu 1 menit Keterangan 5 menit 2 menit 2 menit 491 . tandapemetangan nuhan pemberi kebubarang. dan SIKAP 2.Pelaksana NO. Pengisian Pengadmi Kartu nistrasi Persediaan Barang Persediaan 7. Petuga s input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Persetuju Form Bon an perBarang mintaan ditandabarang tangani seharihari Form Bon TerlaksaBarang: nanya a. tuhan b. Pemberian Barang Pengadmi nistrasi Barang Persediaan 6. 4.

FLOWCHART SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI MULAI PENGISIAN FORM BON BARANG DITANDATANGANI KASUBBAG/YMK BERSANGKUTAN PENGECEKAN KETERSEDIAAN DI GUDANG BARANG PERSEDIAAN TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK WAJAR EVALUASI KEWAJARAN PERMINTAAN WAJAR PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN TIDAK DISETUJUI DISETUJUI PEMBERIAN BARANG PENGISIAN KARTU PERSEDIAAN UP DATE DATA SIMAK & SIKAP SELESAI 492 .

5. 4. 3. Keterkaitan: 1. Pengadaan barang sesuai kebutuhan. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas Pengadministrasi Barang Inventaris 1 hari 3. KMA No. Pendistribusian barang sebaiknya segera dilakukan untuk menghindari penumpukan barang pada Gudang Perlengkapan. SOP SIKAP. 4. Aktivitas 1 2 3 Waktu Sesuai jenis pengadaan Pengadaan Panitia barang Pengadaan Barang 2. Administrasi Umum 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN Dasar Hukum: 1. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2.Terpenuhinya honan permintaan permintaan barang barang inv. 2. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. inventaris sesuai kebutuhan Terdapat1. Rekapitulasi barang inventaris. Jabatan pe. Penomoran Pengadmi nistrasi Barang Barang Inventaris Inventaris 1 hari 493 . UU No. 2.sediaan dan tujuan mohon pendistribusian barang Tersaji1. 3. Tanggal nya surat kepastian permintaan barang. 1. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat permo. Penomoran Barang Inventaris. keter2. Pemberia nomor urutnya n label nomor di setiap barang Keterangan Pelaksana NO. Berita Acara Serah Terima Barang. Kualifikasi Pelaksana: 1. Up date DIR 6. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2.barang sesuai an yang jenis dan ada. SOP Pengadaan Barang. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas apabila jumlah barang tidak sebanding dengan permintaan. UU No. Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Peringatan: 1. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Pendistribusian barang diajukan sesuai dengan pengajuan permohonan barang. PP No. 2. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. printer. Up-date nya data daftar penomor.. SOP SIMAK.

Penomoran. pendistriMencanbusian tumkan: 1. inventaris 3. Rekapitula si Barang Inventaris Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 7. barang ke Petugas dalam input SIMAK dan data SIKAP SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Berita Acara TersajiSerah Terima nya data dokumen Barang. Input data Petugas Input penomoran data dan lokasi SIMAK. Tersaji2. Nomor. Berita acara sesuai serah dengan terima data barang. dan lokasi 2. Berita barang acara pada serah Aplikasi terima SIMAK dan barang. Aktivitas Penyerahan barang inventaris 1 Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 2 3 5. Lokasi. SIKAP Waktu 1 hari Keterangan 3 hari Di up-date sesuai kebutuhan. Data Terpepenomoran. Spesifikasi. Data penomoran data penomoran . Berita acara nya serah laporan terima kondisi barang. pendistribusian barang 1. DIR secara riil dan tertib Tersajinya 1. paling lama 6 bulan sekali 1 hari Sesuai jenis pengadaan 494 . nuhinya DIR yang 2. 4. 3. Up date DIR Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 6. 2. 1.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN MULAI PENGADAAN BARANG PENENTUAN DISTRIBUSI BARANG DAN SKALA PRIORITAS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PENYERAHAN BARANG INVENTARIS UP DATE DIR REKAPITULASI BARANG INVENTARIS INPUT DATA KE SIMAK DAN SIKAP SELESAI 495 .

9. 18. 7.   SOP Pengusulan Angka Kredit   SOP Pelaksanaan PKAT  SOP Pelaksanaan Reviu Meeting  SOP Rapat Pembekalan Inspektur Wilayah  SOP Pemeliharaan Sarana dan Prasarana  SOP Peminjaman Barang Inventaris Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Sarana dan Prasarana Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Tim Riksus Inspektur Wilayah   SOP Pengetikan dan Penggandaan LHA/STL   SOP Pengusulan Auditee PKAT   SOP Penyusunan PKA TIM   SOP Persiapan Pelaksanaan PKAT  SOP Protokoler Inspektur Wilayah  SOP Rapat Internal Inspektur Wilayah   SOP Usulan Penyusunan Hasil Reviu Laporan Keuangan   SOP Usulan Pelaksanaan Audit Khusus   SOP Tugas Supervisor   SOP Penyusunan Tim Audit  496 . 3. 6. 14. 13. 17. 16. 4. 11. 15. 10. 12. 5. 2.Lampiran 13  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    PADA INSPEKTUR WILAYAH  I ‐ V          1. 8.

207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. kalkulator. ATK. 3. Berkas pendukung angka kredit 1. Formulir 1 PAK hari 2. 2. PMA No. Berkas pendukung angka kredit 1. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Surat tugas Inspektur Jenderal 3. Surat pernyataan melaksanakan tugas 5. 2. Mengajukan usulan penilaian angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 3 1. maka: 1. Surat 5 usulan menit Inspektur Terlaksananya pengesahan penghitung an angka kredit Tersampai kannya surat usul- 497 . Daftar usulan penilaian angka kredit (DUPAK) 6. Formulir PAK 2. 3. Mampu menghitung angka kredit. Komputer. PMA No. Mesin Foto copy.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT Dasar Hukum: 1. 220 Tahun 2008 tentang Penghitungan Angka Kredit Keterkaitan: SOP Penilaian Angka Kredit Kualifikasi Pelaksana: 1. Aktivitas Menerima surat pemberitahuan batas waktu pengusulan dan penilaian angka kredit Menyampaikan informasi kepada seluruh auditor Menghitung angka kredit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Ket 2. Surat Keputusan Menteri Negara PAN No. Mempunyai keahlian dalam bidang audit. Formulir hari PAK 2. Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil 3. Penandatanganan berkas usulan 7. Buku Panduan Penghitungan Angka Kredit. Auditor akan terlambat naik pangkat. Auditor kehilangan kesempatan untuk memperoleh nilai angkat kredit. Pengesahan usulan penghitungan angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kursi. Berkas pendukung PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat pem5 Terlaksana beritahuan menit nya penerimaan surat pemberitahuan Disposisi Irwil 10 menit Terinforma sikannya pemberita huan Terhitungnya angka kredit Pelaksana No. 1. Surat tugas Inspektur Wilayah 4. KMA No. Pencatatan dan Pendataan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengoperasikan Komputer Peringatan: Bila SOP ini tidak diikuti. Auditor 4. 4.

Aktivitas kepada tim Penilai Angka Kredit 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Wilayah 2. Berkas penghitun gan angka kredit Output an pengajuan angka kredit Ket 498 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT MULAI MENERIMA SURAT PEMBERITAHUAN PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL PEMBERITAHUAN KEPADA SELURUH AUDITOR SURAT PEMBERITAHUAN PENERIMAAN PENGAJUAN ANGKA KREDIT AUDITOR USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 499 .

Dosir yang 1 terindikasi hari kan masingmasing bidang 2. 3. tape recorder. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SPPD. Kodefikasi temuan Output Terlaksananya entry briefing Terkumpul nya data auditi Terlaksananya penilaian kelayakan data Ket. 5. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.SPPD . Mengidentifikasi masalah temuan hasil audit Tim audit Tercatatnya datadata yang diindikasikan dalam KKA 500 . Mengumpulkan data sesuai bidang audit Menilai dan mencatat datadata yang diindikasikan dalam KKA Tim Audit Auditi 3. Memiliki kemampuan audit. PKAT tidak terealisasi. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.Surat tugas jam . 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. Memahami bidang dan tugas fungsi. Peraturan perundang-undangan. 3. instrumen audit. Pencatatan dan Pendataan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP pembuatan surat tugas PKAT . Lembar Temuan Audit. Aktivitas Melaksanakan Entry Briefing 1 Supervisor 2 Tim audit 3 Auditi Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. LAKIP auditi 3. 2. Dosir. alat bantu audit. SOP Analisis laporan hasil audit. flashdisk. Program Kerja Audit. 2. 1. ATK. Tim audit 4. printer. 2. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. 3.Naskah entry 1 1. PMA No. 4. 2. 4. KMA No. Lap top. 3. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 . Dosir hari auditi 2. SOP verifikasi perjalanan dinas. Jangkauan audit tidak tercapai.PKA . LAKIP auditi 7 1. PMA No. kamera. Mampu mengoperasikan komputer. Dosir hari auditi 2. 4. KMA No. 2. Keterkaitan: 1. SOP perjalanan dinas. Dosir yang terindikasi kan 1. Inpres No. Pelaksana No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 TU Irwil SOP PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1.

Lampiran jam penunjang KKA 1. LTA 3 masingjam masing bidang 2. 5. Menyusun LTA Anggota tim Ketua tim Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. laptop. LTA. KKA LTA masingmasing bidang 2 jam Output Terganda kannya PKA Ket. KKA hari 2. Terlaksa nanya reviu KKA Tersusun nya LTA 8. ATK. LTA. Memberikan LTA pada auditi Ketua tim Anggota tim Auditi 15 menit 11. laptop. laptop Naskah expose. KKA. LTA masingmasing bidang. printer. Ketua tim Supervisor 7. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA.Pelaksana No. Mempersiapkan penyusunan LHA Tim audit Supervisor Supervisor Supervisor Auditi Tim Audit Tim audit KKA. Aktivitas Mengkomunikasi kan data yang terindikasikan kepada pihak pelaksana auditi Merevieu KKA 1 Tim audit 2 Auditi 3 6. 5 jam 3 jam 2 jam Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Terlaksananya penyerahan LTA Terlaksananya penerimaan tanggapan auditi Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA 501 . KKA 2 2. dan lembaran penunjang KKA LTA 2 jam 10. Menerima tanggapan LTA dari auditi Auditi Tim audit Tanggapan LTA 15 menit 12. Menyusun bahan expose 13 Melaksanakan expose 14. tanggapan. LCD. Lampiran dosir yang terindikasi kan 1. Merevieu LTA Ketua tim Supervisor 9.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR USULAN RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN USULAN RKAT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 502 .

PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 7. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keppres No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Perpres No. Kursi. ATK. Memiliki kemampuan audit 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING Dasar Hukum: 1. 6. KMA No. PMA No. Bahan revieu meeting 2. 4. Aktivitas Pembuatan surat undangan revieu meeting 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Penandatanganan Kasubbag TU Irwil surat undangan Revieu meeting Inspektur Wilayah 503 . 3. Mesin Foto copy. Tugas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pelaksana NO 1. Pembubuhan paraf surat undangan revieu meeting Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubag TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksaundangan menit nanya pembuatan surat undangan revieu meeting Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat undangan revieu meeting Surat undangan 10 menit Tertandata nganinya surat undangan revieu meeting Ket 3. 5. Tidak akan ada kesamaan kriteria yang digunakan atas temuan yang sama. Memahami peraturan perundang-undangan yang terkait Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. Surat undangan 2. Keterkaitan: SOP Penyajian Data Peringatan: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Pencatatan dan Pendataan: 1. Tidak akan ada kesamaan rekomendasi pada temuan yang sama. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Fungsi. Komputer. Mampu mengoperasikan komputer 3. Inpres No. 2. KMA No.

Aktivitas Penomoran surat keluar 1 Pengadministrasi TU Irwil 2 3 5. Penggandaan surat undangan Pengadmi nistrasi TU Irwil 7.Pelaksana NO 4. Pengadministrasi TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat undangan revieu meeting Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat undangan revieu meeting 1 jam TerwujudKonsep nya bahan LHA/STL revieu meeting Absen 15 Terwujudkehadiran menit nya absen revieu kehadiran meeting peserta revieu meeting Ket 504 . Penyiapan bahan revieu meeting Pembuatan absen kehadiran revieu meeting Ketua Tim Audit 9. Pencatatan surat keluar Pengadministrasi TU Irwil 6.Auditor nistrasi TU Irwil 8. Penyampaian undangan revieu meeting Pengadmi.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN BAHAN REVIEU MEETING PENGUMPULAN BAHAN PELAKSANAAN SELESAI 505 .

Pelaksana NO 1. ATK. Pencatatan dan Pendataan: 1. Komputer. Perpres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. SOP Pemakaian Ruang dan Peralatan 2. 2. Keterkaitan: 1. Tugas. Inspektur Wilayah 4. PMA No. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Penomoran surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil Pencatatan surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil 506 . 3. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Inpres No. 5. Surat undangan 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Permintaan Konsumsi Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. Bahan Pembekalan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 7. 6. KMA No. PMA No. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksana undangan menit nya pembuatan surat pembekalan Surat 10 Terbubuhiundangan menit nya paraf surat pembekalan Surat 10 Tertandata undangan menit nganinya surat pembekalan Surat 10 Ternomoriundangan menit nya surat pembekalan Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat pembekalan KET. Pembuatan surat Pengadministrasi undangan Subbag TU pembekalan Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Kasubbag surat pembekalan TU Irwil Pembubuhan paraf surat pembekalan Kasubag TU Irwil 2. Memiliki kemampuan audit 2. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Meja. 5. KMA No. Mesin Foto copy. Kursi. Keppres No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.

Pembuatan absen Pengadministrasi kehadiran pemSubbag TU bekalan Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat pembekalan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat pembekalan Berbagai per.Pelaksana NO 6. Aktivitas Penggandaan surat undangan pembekalan 1 2 3 7. 507 . Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penyampaian Pengadmi.3 jam Terwujudnya bahan masalahan pembekalan 15 TerwujudAbsen menit nya absen kehadiran kehadiran pembekalan peserta pembekalan KET. 8.Auditor pembekalan nistrasi Subbag TU Irwil Penyiapan bahan Ketua Tim pembekalan Audit 9.

FLOWCHART SOP PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENGUMPULAN BAHAN PEMBEKALAN BAHAN PEMBEKALAN PELAKSANAAN SELESAI 508 .

Komputer. 1. KMA No. Aktivitas Pendataan barang inventaris 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kerusakan barang inventaris menjadi tanggung jawab T. 3. Kursi.U. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Pencatatan dalam buku agenda TU Irwil Koreksi dan paraf 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Menginventarisir barang yang ada di Subbag T. 5. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 6. Irwil. Irwil 2. Pencatatan dalam buku Agenda. KMA No. Mesin Foto copy. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. 2. PMA No. Agar menjaga dan merawat barang inventaris dengan baik dan benar Pelaksana No. Perpres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Fungsi. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keppres No. 2. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris Peringatan: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA Dasar Hukum: 1. 7. ATK. Mesin Ketik Manual. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 509 . 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres No.U. Koreksi dan revisi oleh Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan DiterimaKonsep jenis nya dan model konsep barang barang dan jenis barang Konsep & Tercatattata pemelinya haraan konsep l barang Terkorek sinya format konsep pemeliharaan barang Ketera ngan 2. Koreksi dan Analisis 4. Tugas. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

4. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep jenis barang yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkorek sinya konsep jenis barang Ketera ngan 510 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN BARANG PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI SARANA NET KONSEP BARANG PRASARANA PENANDATANGANAN PENOMORAN SELESAI 511 .

Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana Irwil Pencatatan dan Pendataan: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Pencatatan dalam buku 3. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 6. Mampu mengoperasikan komputer 2. Inpres No. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Peringatan: 1. 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Tugas. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Perpres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Irwil Dikirim Ke Subag terkait. 4. KMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS IRWIL Dasar Hukum: 1. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 KET 2. PMA No. Fungsi. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 5. Menjaga keutuhan barang pinjaman. 2. 7. Koreksi dan tanda tangan Net Surat Pengajuan pinjaman Barang 512 . Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T.U. 6. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 1. Keppres No. KMA No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.U. 5. 3. Bertanggung jawab terhadap barang pinjaman Kualifikasi Pelaksana: 1.U. Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Irwil Konsep barang pinjaman yang dibutuhkan Tercatatnya kebutuhan peminjaman barang Terkoreksinya format konsep Pelaksana No. 2. 2. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag T. 4.

. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan pinjaman barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkoreksinya konsep pengajuan pinjaman barang KET 513 . 4.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN PEMINJAMAN PENGIRIMAN SELESAI 514 .

ATK. Memiliki kemampuan administrasi. Tugas. sarana transportasi. 2. 4. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.U. komputer. kursi. Koreksi dan tanda tangan Koreksi dan 4. 5. Peralatan/Perlengkapan: Meja.. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. brankas. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2. telepon. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. Keterkaitan: SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1. 1. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA IRWIL Dasar Hukum: 1.U. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Irwil Dikirim Ke Subag terkait. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 6. Inpres No. Pengahuan Barang berdasarkan prinsip chek and balance. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Keppres No. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Mutu Baku Keter Persyaratan/ angan Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag TU Irwil Konsep barang yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Barang Konsep Tercatatnya kebutuhan barang Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi Pelaksana No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengoperasikan komputer. 3. Kualifikasi Pelaksana: 1. 6. KMA No. Pencatatan dalam buku Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Inspektur 3. Fungsi. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. 7. 515 . Perpres No. 2. 3. Barang yang diajukan memang benar-benar dibutuhkan. 5. PMA No. Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. KMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. kalkulator.

Pelaksana No. Aktivitas Revisi 1 Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan pengajuan barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output nya konsep pengajuan barang Keter angan 516 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN NET KONSEP PENGIRIMAN SELESAI 517 .

3. Fungsi. 2. Inpres No. 4. PMA No. PMA No. SOP Penyajian Data 2. 6. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Mampu mengoperasikan komputer yang Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana kebutuhan Riksus Pencatatan dan Pendataan: 1. Memahami peraturan perundangan berlaku 3. KMA No.U. KMA No. 7.U. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Menerima Surat Tugas 7. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pengajuan Tim harus melihat permasalahan kasus. Mengajukan Tim ke bagian 1 6. Irwil Tercatatnya kegiatan riksus Terkoreksinya format konsep 2. Irwil 5. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 2. Menerima usulan dari Inspektur Jenderal Konsultasi dengan Inspekur Wilayah Menelaah kasus yang akan di riksus Menganalisis kasus dimaksud oleh Kasubag T. 5. Disetujui oleh Inspektur Jenderal Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Sesuai dengan ajuan dari Inspektur Jenderal Konsep surat riksus yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Tim Ketera ngan Pelaksana No. Kualifikasi Pelaksana: 1. 1. Perpres No. Aktivitas Penerimaan usulan kasus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya surat pengajuan kasubag T. Peringatan: 1. 2. Tugas. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Memiliki kemampuan audit 2. Koreksi dan paraf 518 . Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS IRWIL Dasar Hukum: 1. Keppres No. Kasus yang diajukan harus memenuhi berbagai unsur. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Pencatatan dalam buku 3. SOP Penanganan Dumas TP 5000 3. SOP Penanganan Dumas Non TP 5000. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 4.

Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan Tim dan di paraf oleh Kasubag T.U.Pelaksana No. Irwil Output Terkoreksinya konsep surat Ketera ngan 519 . 4.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS MULAI PENERIMAAN USULAN KASUS PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL NET KONSEP SURAT TIM IRJEN PENANDATANGANAN SURAT TUGAS TIM SPPD PELAKSANAAN SELESAI 520 .

Koreksi dan revisi 5. Tugas. 4. 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. map LHA. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mesin Ketik Manual. Konsep LHA/STL dan berkas-berkas pendukungnya dari ketua tim. 2. Keterkaitan: 1. 2. Mesin Foto copy. BAP. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. LHA/STL tidak akan terdata secara formal (penomoran dan pengarsipan) serta terkirim kepada sasaran LHA termasuk tembusannya. Koreksi dan Paraf 4. LHA/STL tidak akan masuk ke data SIMHP dan TLHP tidak akan terpantau. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Entry data LHA. Inpres No. Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL Dasar Hukum: 1. Surat Pernyataan Konsep LHA/ STL & berkasberkasnya. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pencatatan dalam buku kendali LHA/STL. 2. Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Meja. Buku kendali KET Pelaksana No. 2. Kursi. Komputer. KMA No. 3. 7. 6. Perpres No. 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. LTA. Penggandaan LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep LHA/ STL. 5. Kartu kendali. PMA No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Aktivitas Penerimaan konsep dan berkas LHA/STL 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya konsep LHA/ STL dari ketua tim Tercatatnya konsep LHA yang diterima Subbag TU Irwil 2. Fungsi. Penandatanganan LHA/STL 7. Pengetikan revisi LHA/STL 6. SOP Pengiriman surat khusus dan surat biasa. Penomoran LHA/STL 8. Keppres No. PMA No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. KMA No. ATK. Peringatan: 1. Pencatatan dalam buku kendali LHA 521 .

8. BAP ksinya format konsep LHA 2. 1. dan arsip 522 . BAP. Terkore BAP. Terparaf nya konsep LHA Konsep STL. 3. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 6. 1.Sesuai dengan kannya LHA/STL jumlah tujuan LHA. tembus an. Terkorek Konsep STL sinya yang telah dikonsep koreksi formatSTL nya dan diparaf oleh Inspektur Wilayah dan Sekretaris Itjen. BAP.Pelaksana No. Penomoran LHA/STL 10 . Terkore LTA. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Inspektur LHA/STL Wilayah Inspektur Jenderal Pengetikan Revisi LHA/STL 9. Surat ksinya Pernyataan format konsep STL 2. LTA. Inspektur Wilayah Sekretari s Itjen 5. Surat pernyataan Revisi konsep TerketikLHA/STL nya hasil revisi LHA/STL LHA Net Tertanda tanganinya LHA STL Net Tertanda tanganinya STL LHA/STL Net bertandatangan LHA/STL Net KET Terganda. Terparaf nya konsep STL Konsep LHA Terkorek yang telah sinya dikoreksi konsep formatnya dan LHA diparaf oleh Kasubbag TU Irwil dan Ketua Tim. Aktivitas Koreksi dan paraf 1 Kasubbag TU Irwil 2 Ketua Tim 3 4. Inspektur Jenderal 7. Penggandaan LHA/STL Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep LHA.

Pengadmi.LHA nistrasi nistrasi nistrasi Subbag Subbag Subbag Data dan TU Itjen TU Irwil Informasi Pelaksana Output KET 523 .Pengadmi.No. 11 . Aktivitas Pengiriman LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Perlengkapan Pengadmi.

FLOWCHART SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL MULAI PENYERAHAN KONSEP LHA/STL PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI LHA PENGETIKAN HASIL REVISI STL PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGGANDAAN PENGIRIMAN SELESAI 524 .

Memiliki kemampuan audit 3. 5. 2. Perpres No. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.U. Auditee harus benar valid dan akurat 2. Fungsi. Keterkaitan: SOP Penyusulan Usulan RKAT Peringatan: 1. Tugas. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 525 . KMA No. 6. Menganalisis auditee yang akan diaudit 3. 1. Mampu mengoperasikan komputer 2. 7. Memahami peraturan perundang-undangan Peralatan/Perlengkapan: Komputer Pencatatan dan Pendataan: 1. Irwil 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keppres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Menganalisis auditee 3. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Tidak berulang-ulang auditee yang pernah di audit Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN AUDITEE PKAT Dasar Hukum: 1. Membuat peta wilayah audit 2. Koreksi oleh Kasubag T. Mengajukan ke Inspektur Wilayah 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Ditanda tangani oleh Inspektur Wilayah 6. Aktivitas Membuat peta wilayah audit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA No. Mengajukan ke Kasubbag inspektur Wilayah TU Irwil 4. PMA No. 4. Inpres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 3. Dikirim Ke Subbag terkait Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Auditee Sesuai tidak ber dengan ulangkebutuhan ulang Konsep audit yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan auditee Konsep pengajuan auditee ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Tercatatnya kebutuhan audit Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi nya konsep pengajuan auditee KET Pelaksana No.

Aktivitas Penandatanganan Irwil Pengiriman Kasubbag 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net konsep Net auditee auditee KET 526 . 6.Pelaksana No. 5.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN AUDITEE MULAI MEMBUAT PETA WILAYAH AUDITEE MENGANALISIS AUDITEE ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL PENGETIKAN HASIL REVISI KASUBBAG PENANDATANGANAN PENGIRIMAN SELESAI 527 .

KMA No. 4. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Inpres No. Tugas. Mesin Foto copy. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. PMA No. Buku Direktori Auditan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterimamenit nya surat tugas audit KET 2. Hasil audit tidak maksimal Pelaksana NO 1. ATK. PKA tidak tersusun sesuai prosedur. Mampu mengoperasikan komputer 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Menyampaikan rekap surat tugas audit kepada Inspektur Wilayah PengadmiMenyampaikan surat tugas audit nistrasi Subbag kepada auditor TU Irwil Mengadakan Ketua Tim rapat tim audit Inspektur Wilayah Rekap Surat Tugas audit 10 menit Auditor Surat Tugas 10 menit Anggota Tim Surat Tugas. Perpres No. 4. Mencatat dalam buku kendali surat masuk Surat Tugas 10 menit Tercatatnya surat tugas Tersampai kannya rekap surat tugas audit Diterimanya Surat Tugas audit Terseleng garanya rapat tim audit dengan baik 3. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. 5. Rekap Temuan Tahun lalu 1 jam 528 . Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Kursi. 7. Fungsi. 2. 5. 2. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKAT Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PKA TIM Dasar Hukum: 1. Aktivitas Menerima Surat Tugas audit 1 Pengadministrasi Subbag Perencana an Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadm inistrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keppres No. Surat Tugas 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 6. KMA No. Memiliki kemampuan audit Peralatan/Perlengkapan: Meja.

Pelaksana NO 6. Menyampaikan PKA kepada Inspektur Wilayah Menyampaikan PKA kepada Sekretaris Itjen Ketua Tim Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tipologi 3 Tersusunsatker jam nya PKA dengan baik PKA Tim 30 Tersampai menit kannya PKA Tim PKA Tim 10 menit Tersampai kannya PKA Tim KET Pengadmi. 8. Aktivitas Menyusun PKA 1 Sekretaris tim 2 Ketua Tim 3 7.Staf nistrasi Sekretaris Subbag TU Irwil 529 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PKA TIM fc MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENCATAT DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK MENYAMPAIKAN REKAP SURAT TUGAS AUDIT KEPADA INSPEKTUR WILAYAH MENGADAKAN RAPAT TIM AUDIT Bahan Rapat MENYUSUN PKA Notulen Hasil Rapat MENYAMPAIKAN PKA KEPADA INSPEKTUR WILAYAH SELESAI 530 .

1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. LHA sebehari nya PKA lumnya 2. SOP perjalanan dinas. 2. 3. SOP pembuatan surat tugas PKAT 2. 4. Memiliki kemampuan audit 3. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Menyusun PKA Ketua tim 3. PMA No. Pelaksana No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1. Jangkauan audit tidak tercapai. Inpres No. 4. 5. ATK. PKAT tidak terealisasi dengan baik. KMA No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SPPD. PMA No. Program Kerja Audit 3. kamera. 2. Pengesahan PKA Supervisor Kasubbag TU Irwil Supervisor 5. KMA No. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 15 Terlaksana menit nya penerimaan surat tugas 2 Tersusun1. Mampu mengoperasikan komputer 2. Lembar Temuan Audit. Dumas. KET 2. SOP pencairan dana Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. SPPD. Pengadministrasi TU Irwil Supervisor Ketua tim Anggota tim Kasubbag TU 531 . 3. Memiliki sertifikasi JFA 4. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Pengadministrasi TU Irwil Anggota tim Ketua Tim 2 Kasubbag TU Irwil 3 Auditor Kualifikasi Pelaksana: 1. surat 3 Terlaksana tugas. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. Dumas PKA anggota 1 Terwujudtim hari nya PKA anggota tim PKA ketua 1 Terwujudtim jam nya PKA tim PKA tim 5 Terwujudmenit nya PKA yang telah disahkan PKA 3 Tergandajam kannya PKA PKA. Peraturan perundang-undangan 2. Keterkaitan: 1. 3. Lap top. tape recorder. printer. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. alat bantu audit. instrumen audit. flashdisk. jam nya rapat LHA sebelumtim nya. Dosir. Reviu PKA Anggota Tim Reviu PKA Ketua Tim 4. Penggandaan PKA Rapat tim audit 6.

tiket. SPPD. lumpsum.Pelaksana No. Output Terlaksana nya persiapan pemberangkatan PKAT KET 532 . 7. Aktivitas Persiapan pemberangkatan PKAT 1 Ketua tim 2 Anggota tim 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan PKA. surat tugas.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 533 .

Aktivitas Menerima Surat Tugas Supervisi Inspektur Wilayah Mencatat dalam buku kendali surat masuk 1 Pengadimi nistrasi Subbag Perencana an Pengadmi nistrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas protokol Peralatan/Perlengkapan: Meja. 7. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Menyampaikan surat tugas kepada Inspektur Wilayah 4. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Pencatatan dan Pendataan: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Membuat schedule kegiatan Inspektur Wilayah 2. Keppres No. Tugas. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pelaksana NO 1. Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. KMA No. 3. 2. ATK. PMA No. 4. Menghubungi pihak-pihak terkait Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterima menit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tercatatmenit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tersampai menit kannya surat tugas Inspektur Wilayah SPPD 10 Diterima menit nya SPPD Inspektur Wilayah 2. Kursi. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 5. Mesin Foto copy. Keterkaitan: SOP SPPD Peringatan: Kegiatan Inspektur Wilayah tidak terencana/ terprogram. PMA No. Menerima SPPD Inspektur Wilayah Pengadmi nistrasi Subbag Rumah Tangga Pengadministrasi Subbag TU Irwil 534 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. KMA No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Inpres No. 6. 3. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Komputer. Fungsi. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.

Kasubbag TU Irwil Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Jadwal kebe10 Terjadwal rangkatan menit nya keberangkatan Inspektur Wilayah Tiket 30 Diperoleh pesawat/ menit nya tiket kereta/bus keberangk atan dan kepulangan 535 . Aktivitas Menentukan waktu keberangkatan Inspektur Wilayah Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan Inspektur Wilayah 1 Kasubbag TU Irwil 2 3 6.Pelaksana NO 5.

FLOWCHART SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENERIMA SPPD PENJADWALAN KEBERANGKATAN MENCARIKAN TIKET BAHAN RAPAT MENYAMPAIKAN TIKET NOTULEN HASIL RAPAT BERANGKAT SELESAI 536 .

Tugas. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 7. Surat undangan 2. 5. 6. Pencatatan dan Pendataan: 1. 6. Komputer. 2. Inpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. KMA No. Pembuatan surat undangan rapat 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Kasubag TU Irwil 2 3 KET 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Penomoran surat keluar Pencatatan surat keluar Penggandaan surat undangan rapat 5. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. ATK. Kursi. Fungsi. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keppres No. Mampu menganalisis permasalahan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Mampu mengoperasikan rapat 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Penandatanganan surat rapat Inspektur Wilayah 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. PMA No. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksan undangan menit anya pembuatan surat rapat Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat rapat Surat 10 Tertandaundangan menit tanganinya surat rapat Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat rapat Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat rapat Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat rapat Pelaksana Aktivitas 1. 4. Bahan Rapat. Pembubuhan paraf surat rapat 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil 537 . Mesin Foto copy. KMA No. PMA No. Perpres No. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terjadi koordinasi.

538 . Penyiapan bahan rapat Pembuatan absen kehadiran rapat 9.Pelaksana Aktivitas 7. Penyampaian rapat 1 Pengadministrasi TU Irwil Ketua Tim Audit Pengadministrasi TU Irwil 2 Auditor 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat rapat Berbagai permasalahan Absen kehadiran rapat 3 jam 15 menit Terwujudnya bahan rapat Terwujudnya absen kehadiran peserta rapat KET 8.

FLOWCHART SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN Surat Undangan PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN Bahan Rapat PENGUMPULAN BAHAN RAPAT PELAKSANAAN SELESAI 539 .

Inpres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. Perbaikan konsep Kasubbag Pengadhasil revieu LK TU Irwil mistrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan surat usulan audit khusus Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah Konsep hasil revieu LK 5. Keppres No. 5. SOP Entry Data LHA 2. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. KMA No. SOP Pengadministrasian LHA Peringatan: Laporan hasil dengan baik No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kursi. PMA No. Perpres No. Memiliki pengetahuan tentang Reviu Laporan Keuangan Peralatan/Perlengkapan: Meja. kegiatan tidak teradministrasi Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: Konsep hasil revieu LK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil revieu LK 60 Terkorekmenit sinya konsep hasil revieu LK 30 Terselesaimenit kannya koreksi konsep hasil revieu 10 Ditandamenit tanganinya revieu LK Aktivitas Penerimaan konsep hasil revieu LK 1 Auditor 2 Pengadmistrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. KMA No. 6. Keterkaitan: 1. Kualifikasi Pelaksana: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mesin Foto copy. 1. 3. 2. Fungsi. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Komputer. Pencatatan dalam Pengadbuku kendali surat ministrasi masuk Subbag TU Irwil Koreksi konsep Kasubbag hasil revieu LK TU Irwil Inspektur Wilayah 4. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. 7. 3. Mampu mengoperasikan komputer 2. Hasil revieu LK 540 . 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. PMA No.

6.Pelaksana No. Aktivitas Penomoran hasil revieu LK 1 2 3 7.Hasil revieu nistrasi LK Subbag TU Itjen 541 . Pengadmistrasi Subbag TU Irwil Pengiriman surat Pengadmistrasi usulan audit Subbag TU khusus Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Hasil revieu 10 TernomoriLK menit nya hasil revieu LK 10 Terkirimmenit nya hasil revieu LK KET Pengadministrasi Subbag Pelaporan Pengadmi.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN MULAI PENERIMAAN KONSEP HASIL REVIEU LK PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIKOREKSI IRWIL Konsep Hasil Revieu LK DIPERBAIKI SUBBAG TU IRWIL Konsep Hasil Revieu LK PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 542 .

72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT Peringatan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Surat nota dinas usulan audit khusus Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Dumas 10 Diterimamenit nya Dumas Surat Dumas 10 menit Tercatatnya Dumas Terbaca dan terpahaminya surat Dumas Terbitnya disposisi Inspektur Wilayah Terselesai kannya telaah Dumas KET 2. Perpres No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. Inpres No. PMA No. Fungsi. Mesin Foto copy. 5. ATK. Inspektur Pemberian Wilayah disposisi oleh Inspektur Wilayah Pembuatan telaah atas Dumas Kasubbag TU Irwil Koordinator Kelompok Auditor Disposisi Inspektur Wilayah Konsep telaah Dumas 10 menit 5. Pencatatan dan Pendataan: 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keppres No. Aktivitas Penerimaan surat pengaduan masyarakat Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Membaca dan mengetahui isi Dumas 1 Pengadministrasi Subbag TU Itjen Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Memahami peraturan perundangan yang berlaku Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. Tidak tertib administrasi program non-PKAT Pelaksana No. 2. PMA No. 30 menit 543 . Surat pengaduan masyarakat 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Inspektur Wilayah Surat Dumas 30 menit 4. Tugas. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Kursi. 4. 3. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Surat hasil telaah pengaduan masyarakat 3. KMA No. Komputer. 6. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Terjadi tumpang tindih program non PKAT 2. KMA No. 7. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.

Penomoran surat usulan audit khusus Pengiriman surat usulan audit khusus 9.Pelaksana No. Penandatanganan surat usulan audit khusus Inspektur Wilayah 8. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag Perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat usulan 15 Terselesai audit khusus menit kannya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Tertandaaudit khusus menit tanganinya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Ternomoaudit Khusus menit rinya surat audit khusus 10 TerkirimSurat usulan menit nya surat audit Khusus usulan Telaah audit Dumas khusus KET 544 . 6. Aktivitas Penyusunan surat usulan audit khusus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Kasubbag TU 3 7.

FLOWCHART SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS MULAI PENERIMAAN DUMAS PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL Telaah Dumas PENYUSUNAN TELAAH DUMAS OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Audit Khusus PENGETIKAN USULAN AUDIT KHUSUS PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 545 .

SOP perjalanan dinas. SOP Analisis laporan hasil audit. Kertas Kerja Audit. SOP verifikasi perjalanan dinas. instrumen audit. audit 2 Terlaksa. Memiliki kemampuan managerial 2. Program Kerja Audit 3. SOP Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL). Lap top. Tugas Supervisor tidak optimal. 4. Mutu hasil audit kurang maksimal. 5. 4. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. ATK. 2. KMA No. PMA No. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP TUGAS SUPERVISOR Dasar Hukum: 1. flashdisk. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 5 Terlaksamenit nanya penerima an surat tugas PKA tim audit 1 Terlaksajam nanya reviu PKA tim audit 3 TerlaksaPKA.PKA briefing . 7. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Kasubbag TU Irwil 2 Supervisor 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Rapat persiapan tim audit Supervisor Ketua tim Anggota tim 4. SPPD. rapat perLHA sebelumsiapan tim nya. SOP persiapan pelaksanaan PKAT. 8. Melaksanakan Entry Briefing Supervisor Tim audit Auditi 546 . 3. SOP pembuatan surat tugas PKAT. 1.Surat tugas jam nanya . SPPD. Laporan Hasil Audit. Inpres No. 3. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.Naskah entry 2. 2. 3. Pelaksana No. Pembinaan wilayah kurang maksimal. SOP Penyusunan Laporan Hasil Audit. PMA No. Memiliki pengetahuan tentang audit Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. Mereviu PKA tim audit Supervisor 3. 4. 5. surat jam nanya tugas. Peraturan perundang-undangan 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Keterkaitan: 1. 4.SPPD entry . 5. Pembinaan terhadap tim audit tidak berjalan. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 5. Lembar Temuan Audit. KMA No. Dumas. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1.

BAP. KKA. Melaksanakan reviu meeting Supervisor Tim audit 1 hari 12 . 5. KKA. Finalisasi LHA/STL Supervisor Ketua dan Kasubbag Sekretaris TU Irwil tim 3 hari 13 . printer. LTA. rekap hasil DP STL. printer. KKA jam 2. dan lembaran penunjang KKA KKA. lampiran penunjang LTA dan BAP. Catatan tugas tim dari Supervisor. LTA. laptop. Merevieu LTA Supervisor Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. LTA. Temuan hasil audit. tanggapan. LTA masingmasing bidang. LTA. Aktivitas Merevieu KKA 1 2 3 Supervisor Ketua tim 6. LTA masingmasing bidang. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA. laptop. lampiran penunjang KKA. ATK. 10 .Pelaksana No. BAP. lampiran penunjang KKA. Supervisor Ketua tim dan auditor terkait Menyusun laporan Supervisor pelaksanaan tugas supervisor Dewan Pertimbangan STL 1 hari 2 jam Terlaksananya sidang DP STL Terwujudnya laporan tugas supervisor 547 . Mengikuti sidang DP STL 14 . ATK. Mempersiapkan Supervisor penyusunan LHA 11 . LHA. 2 jam 8. laptop. LCD. laptop Naskah expose. Menyusun bahan Supervisor expose Melaksanakan expose Supervisor 5 jam 3 jam 2 jam 9. Lampiran penunjang KKA LTA masing2 masing bidang jam Output Terlaksananya reviu KKA Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA Terlaksananya reviu meeting Terwujudnya LHA final Ketera ngan 7.

FLOWCHART SOP TUGAS SUPERVISOR MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT S A S A A PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 548 .

Surat per5 Tersampai mintaan menit kannya usulan surat per2. 1 hari Tersusunn direktori. Data temuan tahun lalu yang belum ditindaklanjuti. Keterkaitan: 1. PKAT tidak dapat dilaksanakan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Memahami tugas dan fungsi. Melaksanakan disposisi Irwil Kasubbag Kapok TU Irwil dan Auditor Kasubbag Kapok TU Irwil Irwil 4. Peringatan: Apabila SOP tidak diikuti maka: 1. 2. sekretaris dan anggota tim. Mampu mengoperasikan komputer. menit nya Nota printer. 2. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat per5 Terlaksana mintaan menit nya peneusulan rimaan surat permintaan usulan PKAT 1. Lembar mintaan disposisi usulan Data auditor. ya konsep RKAT. 3. PMA No. Pembahasan konsep PKAT 5. Nama auditi. 2. 2. PMA No. ATK. Laptop/komputer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. Memilki kemampuan audit. 549 . 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Penyusunan PKAT. Direktori Pengawasan/data auditi. 2. Aktivitas Menerima surat permintaan usulan PKAT dari Sekretariat 1 Pengadministrasi pada Subbag TU Irwil 2 3 Ket. peta wilayah. peta PKAT wilayah. 3. PKAT. Membuat nota usulan PKAT Menyampaikan nota usulan PKAT Kasubbag Irwil TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN PKAT Dasar Hukum: 1. SOP Perjalanan Dinas. Dumas 30 Terwujud Komputer. 1. menit nya PKAT direktori. 3. Peralatan/Perlengkapan: 1. ketua. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. Nama supervisor. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. Menyampaikan surat permintaan usulan ke Irwil Kasubbag Inspektur TU Irwil Wilayah 3. ATK usulan Buku eks05 Tersampai pedisi menit kannya nota usulan PKAT Pelaksana No. 30 Tersusun Data auditor. Atlas. Anggaran pengawasan tidak akan terserap.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN PKAT MULAI MENERIMA SURAT PERMINTAAN USULAN PKAT DARI SEKRETARIAT MENERUSKAN SURAT PERMINTAAN USULAN KE IRWIL MENINDAKLANJUTI DISPOSISI IRWIL PENGAJUAN KONSEP USULAN KEPADA IRWIL MEMBUAT NOTA DAN DAFTAR USULAN KEPADA IRJEN PARAF/PENANDATANGAN SURAT USULAN PEMBERIAN NOMOR NOTA USULAN PENGIRIMAN NOTA USULAN NOTA USULAN DIARSIPKAN SELESAI 550 .

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Buku kendali penugasan auditor 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Aktivitas Penerimaan konsep usulan Tim Audit bulan yang akan datang Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Koreksi Inspektur Wilayah 1 Pengadministrasi Subbag Perencan aan Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. Mampu mengoperasikan komputer 2. 7. Pengetikan revisi susunan Tim Audit 5. ATK. Fungsi. 6. Terkore Konsep menit ksinya usulan tim konsep Audit usulan Tim Audit Pelaksana No. KMA No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Penandatanganan usulan Tim Audit 6. Pencatatan dan Pendataan: 1. Program audit tidak sesuai rencana 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mesin Foto copy. Penomoran surat usulan Tim Audit 7. SOP Perjalanan Dinas Peringatan: 1. Tugas. 4. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Inspektur Wilayah 551 . 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3. KMA No. 3. PMA No. Pengiriman surat usulan Tim Audit Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep usulan 10 Diterimausulan Tim menit nya konAudit sep usulan Tim Audit Irwil TercatatKonsep usulan 10 menit nya Tim Audit konsep Inspektur usulan tim willayah Audit 20 1. Memilki kemampuan audit 3. 2. Memahami tugas dan fungsi Peralatan/Perlengkapan: Meja. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT Dasar Hukum: 1. Keppres No. Koreksi dan revisi 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Komputer. Konsep susunan tim audit 2. 1. Kursi. 5. Keterkaitan: 1. Program audit tumpang tindih dengan audit eksternal Kualifikasi Pelaksana: 1. Perpres No. SOP Penyusunan PKAT 2. Inpres No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.

Pengiriman surat usulan Tim Audit Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Konsep usulan 15 Tim Audit menit yang telah dikoreksi susunannya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil 10 Susunan Tim menit Audit yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag. Tanda-tangan Inspektur Wilayah Surat usulan 5 tim Audit menit Ditandatanganinya surat usulan Tim Audit tersebut Surat usulan Tim Audit 10 menit Ternomori nya surat usulan Tim Audit Pengarsip an surat usulan Tim Audit 552 . Penomoran surat usulan Tim Audit 8. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output 2. Pengajuan tanda-tangan Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 7. Terbitnya disposisi Inspektu r Wilayah Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit KET 4.Pelaksana No. Pembahasan dengan para Koordinator Kelompok Auditor Penyusunan revisi usulan Tim Audit Kasubbag TU Irwil Koordinat or Kelompo k Auditor Konsep usulan RKAT 30 menit 5. Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT MULAI PENERIMAAN SUSUNAN TIM AUDIT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan Susunan Tim Audit PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Susunan Tim Audit PENGETIKAN REVISI SUSUNAN TIM PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 553 .

efektif dan konsisten dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat. bekerja makin terarah.BAB IV PENUTUP Meskipun SOP merupakan bagian kecil dari aspek penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Oleh karena itu. SOP sebagai pedoman tentang langkah-langkah/proses pekerjaan yang harus dilakukan. memiliki peran penting dalam menciptakan pemerintahan yang efisien. memudahkan mereka dalam memantau hasil pekerjaan. SOP ini menjadi instrumen yang penting untuk mendorong setiap pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan dengan efisien. Karena pentingnya SOP setiap jenis kegiatan memiliki SOP untuk menghindari kemungkinan terjadi penyimpangan dalam prosedur dan tumpang tindih aktivitas antara bagian yang satu dengan yang lain. 554 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful