SOP

  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 

 

(SOP) 
     
BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I ‐ V 

 
 
       

DEPARTEMEN AGAMA RI  INSPEKTORAT JENDERAL  TAHUN 2009 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, dapat disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Penyusunan SOP ini dilandasi suatu pemikiran bahwa tantangan yang dihadapi Departemen Agama dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi masih cukup berat. Dalam rangka percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Agama, telah dikeluarkan Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Departemen Agama. Pada instruksi kedua adalah agar seluruh unit kerja melakukan penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Inspektorat Jenderal sebagai salah satu unit eselon I di Departemen Agama juga telah menyusun SOP. Diharapkan SOP yang telah disusun ini menjadi pedoman atau acuan kerja bagi pejabat dan pelaksana pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar, efektif, dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaannya. Semoga SOP ini bermanfaat dalam rangka sumbangsih Inspektorat Jenderal dalam percepatan reformasi birokrasi guna mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan Departemen Agama.

Jakarta, Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

H. M. SUPARTA NIP.195407071984021001

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... SURAT KEPUTUSAN INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA ........................ BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. A. Latar Belakang ............................................................................... B. Maksud dan Tujuan ......................................................................... C. Ruang Lingkup ................................................................................ D. Manfaat............................................................................................ E. Sistematika ..................................................................................... i ii

iii 1 1 1 1 2 2 4 4 5 6 7 66 90 116 189 229 275 313 354 379 423 468 496 554

BAB II PENJELASAN DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP ....................... A. Isi Form SOP ................................................................................... B. Prinsip Pelaksanaan SOP ............................................................... BAB III SOP PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEP. AGAMA ................... A. Lampiran 1 SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan ................. B. Lampiran 2 SOP Subbag Keuangan ............................................. C. Lampiran 3 SOP Subbag Evaluasi & Pelaporan ............................ D. Lampiran 4 SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian ........................ E. Lampiran 5 SOP Subbag Ortala ..................................................... F. Lampiran 6 SOP Subbag Hukum & Perundang-undangan ........... G. Lampiran 7 SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan ............. H. Lampiran 8 SOP Subbag AHP Eksternal & Dumas ....................... I. Lampiran 9 SOP Subbag Data & Informasi HASWAS ................... J. Lampiran 10 SOP Bagian Umum ................................................... K. Lampiran 11 SOP Subbag Rumah Tangga ................................... L. Lampiran 12 SOP Subbag Perlengkapan ...................................... M. Lampiran 13 SOP Inspektur Wilayah ............................................. BAB IV PENUTUP ............................................................................................

ii

mam KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA,

Menimbang

: a. bahwa dalam rangka menjaga konsistensi dan kinerja bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama, dipandang perlu menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pegawai; b. bahwa berdasarkan point a di atas perlu ditetapkan dengan surat keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama RI. : 1. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama;

Mengingat

iii

6. Keputusan Menteri Agama Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2008 tentang Reformasi Birokrasi; 8. Keputusan Inspektur Jenderal Nomor IJ/147/ 2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas, dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana tersebut dalam lampiran 1 sampai dengan 13 Keputusan ini. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU di atas merupakan pedoman pelaksanaan tugas bagi para pejabat dan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama dan merupakan satu kesatuan dengan surat keputusan ini. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

KESATU

KEDUA

KETIGA

H.M. SUPARTA NIP 195407071984021001

iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Reformasi Birokrasi yang digulirkan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan pemerintahan bersih sudah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sehingga semua departemen dituntut untuk melakukan pembenahan birokrasi di jajarannya baik di pusat maupun di daerah. Salah satu langkah dari reformasi birokrasi adalah penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Departemen Agama sebagai bagian dari birokrasi pemerintah juga mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Inspektorat Jenderal merupakan salah satu unit eselon satu di Departemen Agama mempunyai tugas meyelenggarakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen Agama. Kegiatan pengawasan dilakukan agar mampu menjamin bahwa kegiatan yang dilakukan oleh satuan organisasi/kerja di lingkungan Departemen Agama berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan, dan kebijakan yang telah digariskan dapat menjadi alat kendali dan alat ukur terhadap proses dan hasil kerja yang ingin dicapai oleh Departemen Agama. Upaya Inspektorat Jenderal Departemen Agama dalam memudahkan pelaksanaan tugas dan melaksanakan salah satu langkah reformasi birokrasi adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) B. Maksud dan Tujuan Maksud Standar Operasional Prosedur (SOP) dimaksudkan sebagai tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja. Tujuan: 1. Terwujudnya pedoman dan standar kerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama RI; 2. Terwujudnya persamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan; 3. Terwujudnya alur tugas, wewenang, dan tanggungjawab dari pelaksanaaan tugas;

1

C. Ruang Lingkup SOP ini digunakan untuk seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. D. Manfaat Manfaat SOP dalam lingkup pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal Departemen Agama meliputi antara lain: 1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pejabat dan pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. 2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang dalam menyelesaikan tugas. 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pejabat dan pelaksana dan organisasi secara keseluruhan. 4. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas. 5. Menciptakan ukuran standar kinerja pejabat dan pelaksana dalam memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan. 6. Memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berlangsung dalam berbagai situasi, secara efektif, efisien, dan akuntabel. 7. Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 8. Memberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi pejabat dan pelaksana. 9. Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 10. Sebagai instrumen yang dapat melindungi pejabat dan pelaksana dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan. 11. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas dan fungsi. E. Sistematika Sistematika penulisan buku Standar Operasonal Prosedur (SOP) ini terdiri dari empat bab. Pada Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, manfaat dan sistematika penulisan. Pada bab ini membahas tentang latar belakang mengapa buku SOP ini ditulis, maksud dan tujuan yang hendak dicapai, manfaat yang akan diperoleh, ruang lingkup permasalahan apa yang dikemukakan dalam buku ini serta sistematika penulisan. Sementara itu, pada Bab II berisi tentang penjelasan dan prinsip pelaksanaan SOP yang meliputi isi form SOP dan prinsip pelaksanaan sop. Pada bab ini akan di bahas tentang Isi form SOP yang memuat informasi dan istilah-istilah tentang SOP dan beberapa prinsip dadsar yang harus dipenuhi dalam penyusunan SOP. Selanjutnya, pada Bab III berisi SOP pada Inspektorat Jenderal Departeman Agama. Bab ini akan membahas tentang uraian Standar Operasioanal Prosedur yang ada 2

di lingkungan Itjen Departemen Agama, yang meliputi bagian-bagian atau unit kerja yang ada, yaitu: SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan; SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian; SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan; SOP Bagian Umum; dan SOP Inspektur Wilayah I sampai dengan V; Dan terakhir, pada Bab IV yaitu, Penutup yang berisi kata akhir.

3

BAB II PENJELASAN FORM DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP A. Isi Form SOP Dokumen SOP merupakan dokumen yang berisi prosedur-prosedur yang distandarkan, yang secara keseluruhan prosedur-prosedur tersebut membentuk satu kesatuan proses. Adapun informasi yang dimuat dalam dokumen SOP antara lain sebagai berikut: 1. Nama SOP: nama prosedur yang di-SOP-kan; 2. 3. 4. 5. 6. 7. Satuan Kerja/Unit Kerja: Inspektorat Jenderal; Nomor SOP: nomor prosedur yang di-SOP-kan; Tanggal Pembuatan: tanggal pertama kali SOP dibuat; Tanggal Revisi: tanggal SOP Prosedur direvisi; Tanggal Efektif: tanggal mulai diberlakukan; Disahkan Oleh: Pengesahan oleh pejabat yang berkompeten pada tingkat satuan kerja; Dasar Hukum: peraturan perundang-undangan yang mendasari prosedur; Keterkaitan: memberikan penjelasan mengenai keterkaitan prosedur yang distandarkan dengan prosedur lain yang distandarkan.

8. 9.

10. Peringatan: memberikan penjelasan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika prosedur dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. Peringatan memberikan indikasi berbagai permasalahan yang mungkin muncul dan berada di luar kendali pelaksana ketika prosedur dilaksanakan, serta berbagai dampak lain yang ditimbulkan. Dalam hal ini dijelaskan pula bagaimana cara mengatasinya. 11. Kualifikasi Pelaksana: memberikan penjelasan mengenai kualifikasi pegawai yang dibutuhkan dalam melaksanakan perannya pada prosedur yang distandarkan. 12. Peralatan dan Perlengkapan: memberikan penjelasan mengenai daftar peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. 13. Pencatatan: memuat berbagai hal yang perlu didata dan dicatat oleh setiap pejabat dan pelaksana yang berperan dalam pelaksanaan prosedur yang telah distandarkan. Dalam kaitan ini, perlu dibuat formulir-formulir tertentu yang akan diisi oleh setiap pejabat dan pelaksana yang terlibat dalam proses (Misalnya formulir 4

yang menunjukkan perjalanan sebuah proses pengolahan dokumen pelayanan perijinan. Atas formulir dasar ini akan diketahui apakah prosedur sudah sesuai dengan mutu baku yang ditetapkan dalam SOP). Setiap pegawai yang ikut berperan dalam proses, diwajibkan untuk mencatat dan mendata apa yang sudah dilakukannya, dan memberikan pengesahan bahwa langkah yang ditanganinya dapat dilanjutkan pada langkah selanjutnya. Pendataan dan pencatatan akan menjadi dokumen yang memberikan informasi penting mengenai “apakah prosedur telah dijalankan dengan benar”. 14. Uraian SOP: menjelaskan langkah-langkah kegiatan secara terinci dan sistematis dari prosedur yang distandarkan. Agar SOP ini terkait dengan kinerja, maka setiap aktivitas hendaknya mengidentifikasikan mutu baku tertentu, seperti: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan persyaratan/kelengkapan yang diperlukan (standar input) dan outputnya. Mutu baku ini akan menjadi alat kendali mutu sehingga produk akhirnya (end product) dari sebuah proses benar-benar memenuhi kualitas yang diharapkan, sebagaimana ditetapkan dalam standar pelayanan. B. Prinsip pelaksanaan SOP Pelaksanaan SOP harus memenuhi prinsip sebagai berikut: 1. Konsisten SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapa pun dan dalam kondisi apa pun oleh seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Komitmen SOP harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dari seluruh jajaran organisasi, dari level yang paling rendah sampai yang tertinggi. 3. Perbaikan berkelanjutan Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap segala penyempurnaan untuk memperoleh prosedur yang benar-benar efisien dan efektif. 4. Mengikat SOP harus mengikat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan. 5. Seluruh unsur memiliki peran penting Seluruh pegawai berperan dalam setiap prosedur yang distandarkan. Jika ada pegawai yang tidak melaksanakan perannya dengan baik, maka akan mengganggu keseluruhan proses, yang akhirnya juga berdampak pada proses penyelenggaraan pemerintahan. 6. Didokumentasikan dengan baik Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus didokumentasikan dengan baik, sehingga dapat selalu dijadikan referensi.

5

BAB III  
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)  PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMAN AGAMA 

 
           

BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I – V 

 

6

SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN                  7 .Lampiran 1        STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN        1. SUBBAG KEUANGAN  3. SUBBAG PERENCANAAN PROGRAM  2.

4. 2. 9. 17. 15. 8. 19. 12. SOP Evaluasi Action Plan  SOP Administrasi Surat Masuk dan Keluar  SOP Pengecekan SPPD  SOP Kalender Kegiatan  SOP Kompilasi DIPA dan RKA‐KL 5 Wilayah  SOP Kompilasi Surat Tugas  SOP Panduan PPA  SOP Penyusunan Rekonsiliasi RKAT  SOP Penyusunan Jangkauan Audit  SOP Penyusunan Buku KPKPI  SOP Penyusunan Buku Non PKPT  SOP Penyusunan Buku Penetapan Kinerja  SOP Penyusunan Buku RKAT  SOP Penyusunan Direktori Obyek Audit  SOP Penyusunan Tim Monitoring dan Evaluasi  SOP Penyusunan RKAT  SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan  SOP Penyusunan Usulan RKAT  SOP Penyusunan RKA‐KL  SOP Standar Biaya Khusus                8 . 14. 10. 6. 11. 16. 3.      STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)  SUBBAG PERENCANAAN DAN PROGRAM    1. 7. 18. 20. 5. 13.

PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kursi. 2. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Workshop PPA Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP TOT PPA. 2. 2. 7. 2. 5. 6. Modul Sosialisasi PPA. Meja. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. LCD.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI ACTION PLAN Dasar Hukum: 1. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Memiliki kemampuan mengevaluasi kegiatan. TOR. 1 2 3 4 5 Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Staf Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag 1 2 Pencatatan dan Pendataan: 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 Jam 40 menit 5 Menit 15 menit 1 Jam Ket. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. 4. ATK. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Bahan tayang. Kasubbag untuk ditandatangani Membuat rekap Action Staf Plan dari Lokasi Sosialisasi PPA Membuat Draft pedoman/Panduan Staf Ses 6 Pelaksanaan Program Sosialisasi PPA 3 hari 9 . 3. Memahami PPA secara keseluruhan. Mengajukan SK. 3. Laptop. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). maka tidak diketahui kelemahan-kelemahan hasil pelaksanaan Sosialisasi PPA tahun yang lalu Pelaksana No.

SK dan TOR ke Subbag Keuangan. Kasubbag Ses 8 9 Staf Kasubbag Ses Mendistribusikan surat Staf tugas dan panduan kepada petugas pelaksana Action Plan PPA 10 Menyerahkan copy Staf rekap surat tugas.Pelaksana No. dan laporan Sosialisasi PPA tahun sebelumnya Terlaksana Evaluasi Action Plan 3 Hari 10 . 7 Aktivitas Meminta persetujuan pimpinan tentang pedoman Membuat surat tugas Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 jam 45 Menit 1 jam Ket. Subbag Evalap. Modul Sosialisasi. dan Subbag Per-UU-an 11 Melaksanakan Staf evaluasi Action Plan Telah ditandatangani oleh Sekretaris Itjen 1 jam Kasubbag Kabag Buku Panduan.

dan TOR ke Subbag Keuangan.FLOW CHART SOP EVALUASI ACTION PLAN MULAI Menyusun TOR Periksa TOR dan SK Diterima Ditolak Memaraf SK dan TOR Menandatangi SK dan TOR Membuat Rekap Sosialisasi PPA Menyusun Panduan Meminta Persetujuan Panduan Periksa Tor dan SK Ditolak Diterima Membuat Surat Tugas Mendistribusikan Surat Tugas dan Panduan Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas. SK. Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan kegiatan SELESAI 11 .

Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 12 . Uraian Tugas. Alat Tulis Kantor. 2.Tersusun1 an Dinas nya rekapiJam tulasi surat masuk dan keluar 1 TersusunMinggu nya laporan surat masuk dan keluar Ket. Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak disusun. 2. Komputer.Tertatanya an Dinas administrasi menit surat 15 Buku pencata. 1 Aktivitas 1 2 Kasubbag 3 Staf 2. Tata Persuratan Dinas. Buku Pencatatan Surat. 3. Memiliki kecermatan dan Ketelitian. 6.Terdapat15 an Dinas nya nomor menit surat masuk dan keluar Tata Persurat. Menerima surat Kabag masuk yang didisposisikan pimpinan Mencatat surat Staf masuk dan surat keluar Kabag Mengarsipkan surat masuk dan membuat surat keluar sesuai isi disposisi pimpinan Memberi nomor Staf surat masuk dan surat keluar Staf Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan Surat Masuk dan Surat Keluar dalam kurun waktu 1 tahun Staf Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Tata Persurat. 3 Kasubbag Staf 4 5. Pelaksana No. Printer. maka akan kesulitan melacak surat yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pimpinan.Tercatatnya tan surat surat masuk menit dan surat keluar Tata Persurat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan mengadministrasikan surat. Peralatan/Perlengkapan: 1.Tersusun30 an Dinas nya surat menit keluar dan terarsipkannya surat masuk Tata Persurat.

FLOW CHART SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR MULAI Menerima Surat Masuk Menindaklanjuti apabila Surat Keluar Mengarsipkan apabila Surat Masuk Pencatatan dan Penomoran dalam buku Pencatatan dan Penomoran dalam buku Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan dalam Kurun Waktu 1 Tahun SELESAI 13 .

Pencatatan dan Pendataan: PELAKSANA No Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag Perencanaan 2 3 1. Pelaksana Subbag Perencanaan Kasubbag Perencanaan SPPD telah selesai Paraf Disetujui 30 detik 5 Menit 14 . Meja. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/281/2006 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Redaksi SPPD. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dan dasar penerbitan SPPD 3. Alat Tulis Kantor. Golongan/ Pangkat. Teliti dan Cermat. Menerima SPPD dari subbagian Rumah Tangga 2. Mengajukan kepada Pimpinan 4. Memeriksa Berkas berdasarkan Nama. Memiliki kemampuan komputer. 2. akan terjadi pertanggungKualifikasi Pelaksana: 1. 2. maka kesalahan dalam administrasi jawabannya. Mesin Fotocopy. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGECEKAN SPPD Dasar Hukum: 1. NIP. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pengesahan SPPD MUTU BAKU Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Sesuai 1 Berkas RAB dan Menit SPPD Kegiatan diterima Sesuai Selesai 1 RAB dan Pengecek Jam Kegiatan -an SPPD Ket. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT. Rincian Anggaran Biaya. mengoperasikan Peralatan/Perlengkapan: 1.

FLOW CHART SOP PENGECEKAN SPPD MULAI SPPD dari Rumah Tangga Menerima SPPD Memeriksa SPPD SPPD BENAR Tidak Ya Mengajukan Kepada Pimpinan Pengesahan SELESAI 15 .

Pencatatan dan Pendataan: 2. UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Mengoreksi draft kalender kegiatan Kasubbag Kabag 5. komputer.Buku Renca. 2. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KALENDER KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Buku Rencana Kinerja.Tersusunnya analisa na Kinerja program . 3. Staf MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan .Buku Renca. 2. SOP Penyusunan Database Perencanaan. 2. laptop.Terkoreksina Kinerja nya draft .Tersusunna Kinerja nya rekapi. Aktivitas Menganalisa Staf program kegiatan hasil pembahasan RKT Merekap program Staf kegiatan hasil pembahasan RKT sesuai Bagian dan Irwil Menyusun draft Staf kalender kegiatan.Tersusunnya draft na Kinerja jadwal pe.Buku Renca. Perpres Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2004-2009.Buku PO DIPA RKA-KL laksanaan kegiatan .Buku Renca. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. maka akan terjadi benturan penjadwalan program kegiatan dalam waktu 1 tahun PELAKSANA No 1. 4.Buku PO DIPA RKA-KL kegiatan . Buku POK DIPA RKA-KL. Keterkaitan: 1.Buku PO tulasi progDIPA RKA-KL ram kegiatan .Buku PO kalender DIPA RKA-KL kegiatan Draf kalender Draft Buku yang terkoreksi Kalender di setujui Tercetaknya Buku Kalender Kegiatan Waktu 1 hari Ket. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. 4. 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 1 hari 1 hari 40 menit 1 hari 1 minggu 16 . Peringatan: Jika tidak disusun. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Alat tulis kantor. SOP Penyusunan Usulan RKAT. Mengajukan kepada pimpinan Menggandakan buku kalender kegiatan Kasubbag Kabag Ses Itjen 6. kertas. printer. Mempunyai kompetensi dalam mengoperasikan komputer. Memiliki kemampuan menyusun kalender kegiatan.

FLOWCHART SOP KALENDER KEGIATAN MULAI Analisa Program Kegiatan dalam Penyusunan RKT Merekapitulasi Program Kegiatan Menyusun Draft Kalender Kegiatan Koreksi Ditolak Diterima Mengajukan ke Pimpinan Kalender Kegiatan SELESAI 17 .

3. Pencatatan dan Pendataan: Waktu 15 menit Ket. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009. Software Program Microsof Acces. 6. Memahami dalam membaca DIPA dan RKAKL 2. 5. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH Dasar Hukum: 1. 4. Printer. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Memahami tentang anggaran 3. 1 Aktivitas Menyusun konsep surat keluar permohonan DIPA RKAKL. Standar Biaya Umum. 2 Kasubbag Kabag 30 menit 45 menit 1 minggu 3 Kasubbag Kabag 4. 4. Keterkaitan: 1.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007. Mendistribusikan surat Staf keluar ke Satker Departemen Agama 18 . 3. Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Alat Tulis Kantor. 2. 2. Komputer. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Mengajukan konsep surat keluar untuk dikoreksi Mengajukan kepada pimpinan Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Tata PersuTersusunratan Dinas nya draft konsep surat keluar Draft konsep surat keluar Ses Itjen Konsep surat keluar yang dikoreksi Surat Keluar yang disetujui Tersusunnya konsep surat keluar Tersusunnya surat keluar Terdistribusikannya surat keluar Kualifikasi Pelaksana: 1. PMK Nomor 105/ PMK. RKA-KL. SOP Surat Masuk dan Keluar Peringatan: Jika tidak disusun. Penelaahan. maka akan kekurangan data dukung audit keuangan PELAKSANA No.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan. SOP RKA-KL. SOP PO DIPA. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. PMK Nomor 96/PMK. PMK Nomor 08/PMK. 2. 8. 3.

Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses. Mencetak dan menggandakan draft Kompilasi DIPA Staf 1 minggu 19 . 5. Aktivitas Mengadakan koordinasi dengan Ditjen Perbendaharaan Mengumpulkan data DIPA RKA-KL dari satker Depag baik pusat maupun daerah Mengolah data dari satker Depag dan Ditjen Perbendaharaan Mengoreksi draft kompilasi DIPA Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Terdapatyang disetujui nya data DIPA RKAKL Terdapatnya data DIPA RKAKL PO DIPA TersusunRKA-KL nya draft kompilasi DIPA Draft KompiTerkoreksilasi DIPA nya draft\ Kompilasi DIPA Draft Buku Draft Kompilasi DIPA yang Kompilasi DIPA dikoreksi disetujui Buku Kompilasi DIPA Waktu 1 hari Ket. Staf 1 minggu 7. Kasubbag Kabag 45 menit 10. 6. Staf 3 hari 8. Itjen 30 menit 11.PELAKSANA No.

Agama Mengolah Data DIPA Mencetak Draft Kompilasi Mengoreksi Draft Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mencetak/Menggandakan Pendistribusian SELESAI 20 .FLOWCHART SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH MULAI Membuat Surat Keluar (Dinas) ke Sator/Satker tentang Permintaan DIPA Mengkoreksi Surat Keluar Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mendistribusikan Surat Koordinasi dan meminta DIPA seluruh Sator/Satker di Departemen Agama Mengumpulkan Data Dipa dari Sator/Satker di lingkungan Dep.

Staf 5. Staf 21 . Komputer. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. maka kesulitan dalam pengumpulan angka kredit auditor. Memiliki kemampuan dalam mengkompilasi surat tugas. maka kesulitan dalam melacak hilangnya surat-surat yang dibutuhkan pimpinan. 3. Data Auditor 4. Surat Tugas Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: 3. SOP Surat Masuk dan Keluar. Keterkaitan: 1. Jika tidak disusun. 4. 3. 4. 2. Ket. SOP Penyusunan Pemantauan. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer 2. Uraian Tugas. Printer. Jika tidak disusun. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: 1. Jika tidak disusun. Kasubbag Kabag 6. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. maka kesulitan dalam memberikan informasi kepada pemeriksa eksternal. 2. Pelaksana No. 1. 3. 2. 4. 1 2. Kasubbag Kabag Ses Itjen 7. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Aktivitas Menginventarisir surat-surat tugas Merekapitulasi surat–surat tugas Menyusun draft kompilasi surat tugas Mengoreksi draft kompilasi surat tugas Mengajukan Draft Kompilasi pada pimpinan Menggandakan Kompilasi Surat Tugas Staf Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Tugas Terkumpulnya 2 Surat Tugas jam 2 Surat tugas Tersusunnya jam rekapitulasi surat tugas Surat Tugas Tersusunnya 1 Draft Kompihari lasi Surat Tugas Surat Tugas Terkoreksi40 nya Draft menit Kompilasi Surat Tugas Draft Kompilasi Draft Kompi15 lasi Surat Surat Tugas menit yang dikoreksi Tugas disetujui Draf Kompilasi Surat Tugas Buku Kompilasi Surat Tugas 1 minggu Kualifikasi Pelaksana: 1. Alat Tulis Kantor. SOP Surat Tugas PKPT. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI SURAT TUGAS Dasar Hukum: 1. SOP Usulan RKAT. Data Obyek Audit.

FLOWCHART SOP KOMPILASI SURAT TUGAS MULAI Inventarisasi Surat Tugas Audit Merekapitulasi jumlah surat tugas sesuai jenisnya Menyusun draft kompilasi surat tugas Koreksi Tidak Ya Mengajukan pada Pimpinan Menggandakan SELESAI 22 .

3. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Ket. Modul Sosialisasi PPA.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PANDUAN PPA Dasar Hukum: 1. 1. TOR. Keterkaitan: 1. Pelaksana Pelaksana Kasubbag Ses 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). Peringatan: Jika tidak disusun. 2. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 6. Peralatan/Perlengkapan: 1. 5. untuk ditandatangani Membuat Draft Panduan PPA Membuat undangan pembahasan panduan PPA Membahas draft Panduan PPA Meminta persetujuan dari pimpinan 1 Pelaksana Kasubbag Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag Ses 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Meja. Bahan tayang. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. 2. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. SOP Action Plan PPA. ATK. 3. 3. 3. Laptop. 4. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Kursi. Memiliki kemampuan menyusun panduan. Waktu 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 3 hari 1 hari 5. 6. 2. LCD. SOP Workshop PPA. Menguasai Program Pengawasan Agama. 7. Pencatatan dan Pendataan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Mengajukan SK. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pelaksana Kasubbag Kabag Ses Draft Panduan PPA selesai 23 . 2. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. maka kesulitan dalam pelaksanaan sosialisasi PPA di lokasi Pelaksana No. 2. SOP Pelaksanaan Survey Lokasi PPA. 4.

Pelaksana No. 9. SK dan TOR ke Subbag Keuangan. 10 . dan Subbag PerUUan Melaksanakan Evaluasi Action Plan 1 Pelaksana Pelaksana Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 minggu 1 hari 1 hari Ket. Telah ditanda tangani oleh Sekretaris Itjen Buku Panduan. Subbag Evalap. 11 Aktivitas Mencetak buku panduan PPA Mendistribusikan buku Menyerahkan copy rekap surat tugas. PPA 12 Pelaksana Kasubbag Kabag 3 hari 24 .

FLOW CHART SOP PANDUAN PPA MULAI Menyusun TOR dan SK Periksa Tor dan SK Ya Memaraf SK dan TOR Tidak Menandatangani SK dan TOR Membuat Draft Panduan Sosialisasi PPA Membuat Undangan Membahas draft Meminta Persetujuan Pimpinan Disetujui Tidak Ya Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas. Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan Kegiatan SELESAI 25 . SK. dan TOR ke Subbag Keuangan.

Merumuskan hasil Rekonsiliasi RKAT Itjen BPKP Mutu Baku Ket. garanya Buku Direktori Hari Rekonsiliasi Obyek Audit. Persyaratan/ 3 Waktu Output Perlengkapan Staf Surat EdarDiterimaan Rekonnya Surat siliasi Edaran Rekonsiliasi Staf Buku URKAT 1 TerkoordiMinggu nasikannya pelaksanaan Rekonsiliasi RKAT 3 TerselengMenpan Buku URKAT. Keterkaitan: 1. SOP Buku RKAT. Memiliki kemapuan menyusun rekonsiliasi. 5. Agama dengan BPKP Pelaksana No. 4. 2. 2. 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. 3. Buku Peta Wilayah Pengawasan. 3. Melakukan Koordinasi Sekretaris dengan BPKP dan Menpan tentang rencana Rekonsiliasi RKAT Itjen Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi RKAT Kabag/ Kasubbag BPKP 4. 5. Buku Direktori Obyek Audit. Printer. Rekapitulasi Jangkauan Audit. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Jika tidak ada Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan maka Pelaksanaan Audit akan tumpang tindih antara Itjen Dep. 4. Surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: B/85/DIV. SOP Buku URKAT. Komputer. 3. SOP Penyusunan RKAT 2.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Buku URKAT. Alat Tulis Kantor. RKAT Buku Peta Wilayah dan Rekapitulasi Jangkauan Audit.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP).INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT Dasar Hukum: 1. Aktivitas Menerima Surat Edaran Rekonsiliasi dari Menpan 1 Sekretaris 2 Kabag/ Kasubbag Peralatan/Perlengkapan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. Pencatatan dan Pendataan: 2. 3. Menpan Hasil 3 Naskah Rekonsiliasi Hari Berita Acara dan Doku- 26 . 6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03.

Menggandakan Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Staf 6. Mendistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT ke MenPan.Pelaksana No. dan Irwil. BPKP. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output men hasil Rekonsiliasi Buku hasil Rekonsiliasi RKAT Ket. 27 . 5. Staf Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT 2 Hari 1 Hari Terdistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT MULAI Menerima Surat dari Menpan Melakukan Koordinasi dengan BPKP dan Menpan Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi Menggandakan Naskah Rekonsiliasi Mendistribusikan Buku SELESAI 28 .

SOP Penyusunan Buku URKAT. Pelaksana No. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Direktori Obyek Audit. Jika tidak disusun. Fungsi. SOP Penyusunan RKAT. Keppres RI Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. 4. Jika tidak disusun. Komputer. Mengoreksi draft Kasubbag Kabag 40 29 . 3. 2. Staf 5. SOP Penyusunan Buku RKAT. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Printer. Peringatan: 1. 2. SOP Direktori Obyek Audit. 3. Memiliki pengetahuan tentang wilayah audit. Alat Tulis Kantor. 5. Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Staf 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT Dasar Hukum: 1. Tugas. Buku Audit Khusus. 2. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Jika tidak disusun. 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Buku URKAT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. maka kesulitan dalam pengajuan kenaikan anggaran. Buku Audit Kasus. 3. Memiliki kemampuan menyusun jangkauan audit. Menganalisa Direktori Obyek Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 PO DIPA Hari dan Buku RKAT serta URKAT 2 Buku Hari Direktori Obyek Audit Buku Kompilasi Audit Kasus Buku Kompilasi Audit Khusus Kompilasi draft Jangkauan Audit Draft buku 2 Hari 2 Hari Output Terdapatnya data anggaran PKPT Terdapatnya data Obyek Audit Terdapatnya data audit kasus Terdapatnya data audit khusus Tersusunnya draft buku jangkauan audit Terkoreksi Ket. maka kesulitan dalam pemenuhan informasi bagi pemeriksan eksternal. Melakukan kompilasi data audit Staf 2 Hari 6. 4. Pencatatan dan Pendataan: 2. 3. Kewenangan. 3. Keterkaitan: 1. Aktivitas Menganalisa program PKPT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 1. 6. 3. Buku RKAT. maka tidak dapat diperoleh informasi bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan.

Mencetak dan menggandakan Buku Jangkauan Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan jangkauan Menit nya draft audit buku jangkauan audit 30 Draft Buku Draft buku Menit Jangkauan jangkauan Audit yang audit yang disetujui.Pelaksana No. Aktivitas buku jangkauan audit 1 2 3 7. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses Itjen 8. 30 . dikoreksi Draft Buku 1 Buku Jangkauan Minggu Jangkauan Audit yang Audit disetujui Ket.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT MULAI Menganalisa program PKPT Menganalsia Direktori Obyek Audit Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Kompilasi Data Dikoreksi Tidak Ya Mencetak Buku SELESAI 31 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI Dasar Hukum: 1. 3. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Peralatan/Perlengkapan: 1. 8. 2. Meja. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Kewenangan. 5. 2. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku 2 DiperolehUPKPT Jam nya data Usulan PKPT Buku PKPT 2 DiperolehJam nya data PKPT Buku Non 2 Terperoleh PKPT Jam nya data Non PKPT Dokumen 2 Diperolehhasil RekonJam nya data siliasi PKPT kebijakan PKPT Ket. Kewenangan. Kursi. Buku Non PKPT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Printer. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Pencatatan dan Pendataan: 2. SOP Rekonsiliasi PKPT. 1. Memiliki kemampuan menyusun buku KPKPI. 3. 2. 4. Peringatan: Jika tidak disusun. SOP Penyusunan Buku Non PKPT. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 6. 4. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyusunan Buku Usulan PKPT. Staf 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Aktivitas Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Program PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsilisasi PKPT Staf 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. Inpres RI Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Tugas. Tugas. 32 . Staf 4.Agama Pelaksana No. 5. Fungsi. Buku Usulan PKPT. 3. maka akan kesulitan dalam penetapan arah dan kebijakan pengawasan di lingkungan Itjen Dep. Fungsi. SOP Penyusunan Buku PKPT. Buku PKPT. Komputer. 4. Alat Tulis Kantor. 2.

5. Penggandaan buku Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 TersusunJam nya kompilasi data PKPT 2 TersusunJam nya buku KPKPI Ket.Pelaksana No. 33 . Aktivitas Kompilasi data Staf 1 2 3 6.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI MULAI Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Buku PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsiliasi PKPT Kompilasi data Penggandaan SELESAI 34 .

maka kesulitan dalam menyediakan data bagi pemeriksa eksternal. Memiliki kemampuan menyusun Buku. Menentukan obyek pemantauan Staf 3. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. 2. SOP Penyusunan Pemantauan Kualifikasi Pelaksana: 1. Tugas. Peringatan: Jika tidak disusun. 4. Kewenangan. 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Data staf Pencatatan dan Pendataan: 2. Aktivitas Menganalisa Program Non PKPT hasil RKT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Pelaksana No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Fungsi. Komputer. 1. 3. Kewenangan. 4. Mengajukan kepada pimpinan Mencetak dan Kasubbag Staf Kabag Ses Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TerdapatRencana Hari nya data Kinerja obyek peTahunan mantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya draft obyek pemantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya forData Staf masi staf RKT 1 TersusunData Staf Jam nya draf kompilasi buku non pkpt RKT 40 Draft Data Staf Menit kompilasi non pkpt terkoreksi Draft kompi30 Kompilasi lasi non PKPT Menit Non PKPT Kompilasi 30 Buku Ket. 7. Alat Tulis Kantor. Keterkaitan: 1. Standar Biaya Umum. 35 . Fungsi. Mengoreksi draft kompilasi non pkpt Kasubbag Kabag 6. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan pengetahuan tentang monitoring. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Menyusun formasi jumlah staf yang akan diberangkatkan Menggabungkan data obyek pemantauan dengan formasi staf Staf Staf 5. 3. 4. Program Non PKPT hasil RKT. 2. Printer. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 3. 2. Tugas. SOP Direktori Obyek Audit 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.

Aktivitas menggandakan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Non PKPT Menit Kompilasi Non PKPT Ket.Pelaksana No. 36 .

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Khusus Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Data Pendukung Kompilasi Data Penggandaan Buku SELESAI 37 .

Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT. 7. Aktivitas Mempelajari dan Staf menelaah DIPA tahun berjalan Mempelajari dan Staf Menelaah Kegiatan yang ada dalam DIPA 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA Dasar Hukum: 1. Telah dipahami Kegiatan dalam DIPA 3. 2. Mengajukan Draft Ke Pimpinan Penggandaan Staf Staf Kabag Sekreta ris Draft selesai 45 Menit 2 Hari 38 . Membuat Form/Matrik Staf Penetapan Kinerja Mengisi Form/Matrik Kompilasi Staf Staf Output dan Outcome Kegiatan 1 Jam 2 Jam 2 Hari Selesainya Input Tersusunnya Draft Penkin Draft di setujui Tersusunnya buku Penetapan Kinerja. 6. Peringatan: Jika tidak disusun. 1. 2. 4. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Printer. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. Memiliki kemampuan menyusun buku pentapan kinerja. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 4. 3. Alat Tulis Kantor. maka akan kesulitan dalam penentuan kinerja program dan kegiatan Pelaksana No. Peralatan/Perlengkapan: 1. Kursi Pencatatan dan Pendataan: Form pengisian output dan outcome Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan DIPA tahun 2 berjalan Jam 2 Jam Output Ket. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memiliki pemahaman penetapan kinerja. 5. 2. Komputer. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 2.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Mempelajari dan Menelaah Kegiatan dalam DIPA Membuat Form/Matrik Mengisi Form Menyusun Draft Meminta persetujuan Pimpinan Penggandaan SELESAI 39 .

7. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. SOP Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Kualifikasi Pelaksana: 1. Data Auditor Pencatatan dan Pendataan: disusun maka Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 3 Berita Acara Buku Hari Rekonsiliasi URKAT. 3. Fungsi. Tugas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT Dasar Hukum: 1. Memiliki pemahaman tentang jangkauan audit. Komputer. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Apabila Buku RKAT tidak pelaksanaan audit tidak terarah. 6. 3. Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. 3. SOP Penyusunan RKAT. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. 6. Kewenangan. Data Obyek Audit. 5. Tugas. 8. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Alat Tulis Kantor. Memiliki kemampuan berkoordinasi. RKAT beKebijakan serta dokuPengawasmen laman Menpan pirannya Pelaksana 1 2 3 Staf Ket. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. Printer. 4. 9. Aktivitas Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Peralatan/Perlengkapan: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Fungsi. Inpres R. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Buku Usulan PKPT 4. 1. 4. 5. Memiliki kemampuan menusun buku. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 2. Kode Wilayah dan Kode Auditan. Keterkaitan: 1. 10. Standar Biaya Umum. Sekretaris Kasubbag /Kabag 40 .I. SOP Direktori Obyek Audit. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 031 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Kewenangan.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. No.

Tersusunnya Naskah RKAT Buku RKAT Terdistribusikanya Buku RKAT 2 Hari 1 Jam 41 . 5.Pelaksana No. 9. 6. 3. Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Irwil TU Irwil Staf Form RKAT 30 Menit 2 Hari 4. 2. Menyusun RKAT berdasarkan Hasil Telahaan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT Kabag Kasubbag Staf Staf Staf Susunan Tim RKAT Hasil Telahaan Naskah RKAT Buku RKAT 1 Hari Terkirimnya Susunan Tim RKAT Hasil Telaahan Susunan Tim RKAT. Mengirimkan Susunan Tim RKAT kepada Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Irwil TU Irwil Staf Form RKAT. Aktivitas Mendistribusikan dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi kepada Para Irwil sebagai bahan Penyusunan Tim RKAT. 8. rekap Tim Audit tahun sebelumnya dan Data Auditor Susunan Tim RKAT Susunan Tim RKAT 1 Jam 1 Hari Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag 7. Mendistribusikan Form RKAT ke Irwil Menyusun Tim RKAT 1 2 3 Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Dokumen Hari RKAT hasil rekonsiliasi dan data auditor Output Terdistribusikannya Dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi Terdistribusikanya Form RKAT Tersusunnya Tim RKAT Ket.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT MULAI Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Mendistribusikan Hasil Rekonsiliasi dengan Menpan dan BPKP ke Para Irwil Mendistribusikan Form RKAT ke Para Irwil Menyusun Tim RKAT Mengirimkan Susunan Tim RKAT ke Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Menyusun RKAT berdasarkan hasil Tela’ahan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT SELESAI 42 .

2. SOP Peta Wilayah. Peringatan: Jika tidak ada Direktori Obyek Audit maka akan kesulitan menetapkan Obyek Audit dan Monev. Pemutakhiran data auditi Staf 3. Data auditi 3 Draft Hari Kompilasi Direktori data auditi Kompilasi 1 Terkoreksi Direktori Hari nya Data data auditi Direktori Draft Buku 1 Draft Buku Direktori Hari Direktori yang disetujui terkoreksi Ses 1 TercetakMinggu nya Buku Ket. Data Pemekaran wilayah dan Pengembangan Lembaga Pencatatan dan Pendataan: . Mengoreksi Data Direktori Mengajukan pada Pimpinan Kasubbag 4. Aktivitas Menginventarisasi data yang berkaitan dengan pemekaran wilayah dan pengembangan lembaga baru Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Data PemeData dari: .. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Komputer. ngembang. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Surat Keputusan tentang pengembangan lembaga di lingkungan Departemen Agama. 2.Biro Ortala Minggu karan wilayah dan pe. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana No. Kasubbag Kabag Ses Itjen 5. Memiliki kemampuan mengoperasikan computer.Ditjen Bimas Islam.Sator/Satker Depag. SOP Penyusunan Tim Monev. 2. Memiliki kemampuan dalam mengolah data. 2. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03.Biro Keuang an lembaga an dan IKN di lingkung.Ditjen an Dep. Pendis Agama .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT Dasar Hukum: 1. Alat Tulis Kantor. 5. Penggandaan buku Direktori Obyek Audit Staf 43 . . 3. Memahami Tugas dan Fungsi Itjen. Printer. Keterkaitan: 1. 2. 1. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. 3.Biro Perenc.

6. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Direktori Obyek Audit Terdistribu sinya Buku Direktori Ket. Pendistribusian Buku Staf Buku Direktori 1 Jam 44 .Pelaksana No.

FLOW CHART SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT MULAI Data Direktori Yang lama Data Pemekaran Lembaga Inventarisasi data Bandingkan data Mengupdate/ menyempunakan Kompilasi data Koreksi Diterima Mengajukan Ke Pimpinan Tidak SELESAI 45 .

Pencatatan dan Pendataan: Kuesioner/Form/Matrik MONEV. Memiliki kemampuan untuk menganalisa data. SOP Penyusunan Direktori. 7. 8. 1. Keterkaitan: 1. Kewenangan. SOP Buku Non RKAT. 2. 3. Fungsi. 5. 2. Komputer. Standar Biaya Umum. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. Printer. Fungsi. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. pelaksanaan tugas Monitoring dan Evaluasi tidak terarah. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Aktivitas Mempelajari alokasi anggaran Monitoring dan Evaluasi Mempersiapkan bahan pendukung Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Kewenangan. 46 . Data Pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Alat Tulis Kantor. data Jam pendukung pegawai di lingkungan Sekretariat. Kualifikasi Pelaksana: 1. Tugas. 4. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai PO 2 Memahami DIPA dan Jam POK kaitanRKT nya dengan Monev 2 Bahan data Direktori. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. SOP Penyusunan Peta Wilayah. Pelaksana No. SBU. 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Data Direktori. 2. 6. 4. Rencana Kinerja Tahunan.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Form/ blangko. Tugas. 2. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. Peringatan: Apabila tidak ada SOP Monev.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI Dasar Hukum: 1. instrumen Monev Ket.

Kasubbag Kabag Ses Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Disposisi 2 Sekretaris Hari Disepakati 2 Para Kabag Hari dan TU Irwil Konsep Tim 1 Monev Jam Output Draft Tim Monev Susunan Tim Konsep disetujui oleh Sekretaris Surat Tugas Monev Ket.dikoreksi dan diparaf oleh Kasubbag dan kabag selanjutnya ditandatangani oleh Sekretaris) Pendistribusian Surat Tugas Kasubbag Kabag 1 2 3 5.Pelaksana No. 3. Staf Kasubbag Ses dan Kabag Sesuai dengan Susunan Tim yang disetujui oleh Ses 1 Hari 7. Staf Surat Tugas 1 Jam Terdistribu sinya Surat Tugas 47 . Mengajukan konsep Tim Monev pada Sekretaris Menerbitkan Surat Tugas (staf membuat surat tugas . 4. 6. Aktivitas Menyusun Tim Monev Staf Melakukan koreksi terhadap draft susunan Tim.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI MULAI Mempelajari Alokasi Anggaran Mempersiapkan Bahan Pendukung Penilaian terhadap Petugas Pemantau Menyusun Jadwal dan Daftar Petugas Mengajukan Konsep Disetujui Tidak Ya Distribusikan Surat Tugas Selesai 48 .

6. Fungsi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 9. 7. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Rencana Kinerja Tahunan. 2. 4. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Staf 49 . Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Memiliki kemampuan menyusun buku. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004.PAN/ I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Alat Tulis Kantor. 2. 8. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 2. Data Auditor. SOP Penyusunan Usulan RKAT. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. maka akan terjadi kesulitan dalam penetapan obyek audit dan penugasan tim audit. 4. Data Obyek Audit. Printer. 5. Komputer. 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 10. 3.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Tugas. Kewenangan. SOP Penyusunan RKT. 1. Kewenangan. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03. Keterkaitan: 1.. Kualifikasi Pelaksana: 1. Edaran Menpan. Tugas. 3. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. Pelaksana No. 3. Aktivitas Mempelajari dan menelaah kebijakan Pengawasan Nasional yang ditetapkan oleh Menpan Mempelajari dan menelaah kebijakan Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN RKAT Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdapat2 Edaran dari Jam nya inforMenpan masi kebijakan pengawasan Edaran dari BPKP 2 Jam Terdapatnya infor- Ket. Fungsi. 2. Peringatan: Jika tidak disusun. 5. SOP Penyusunan Buku Direktori Obyek Audit. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.

Menyiapkan bahan pendukung Staf 5.Obrik 1 .PO DIPA . Menyusun RKAT Staf Kasubbag Kabag 6. Mempelajari dan menelah kebijakan yang tertulis dalam RKT tahun berjalan Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output masi kebijakan pengawasan Terdapatnya informasi kebijakan pengawasan Tersusunnya data bahan pendukung Ket.Pelaksana No.Kode wilayah & Kode Auditan .SBU . Melakukan Rekonsi. 7.Staf liasi dengan BPKP didampingi oleh MENPAN Kabag Ses Itjen dan Irjen Kasubbag 3 Hari RKAT Itjen Departemen Agama 50 . Aktivitas pengawasan oleh BPKP 3.Form/ blangko . Tahunan Ditandatangani oleh Irjen Draft RKAT 1 Jam Terkirimnya RKAT Itjen Kasubbag Kabag 8.Buku UPKPT Sesuai 1 TersusunUsulan Irwil Minggu nya Draft RKAT 3 Tersusun-Draft Hari nya Konsep menjadi Rencana Bahan Audit Kerja RKAT. RKT tahun berjalan 2 Jam 4.Data auditor Hari . Melakukan Pembahasan RKAT dengan Inspektur Wilayah dalam Pembahasan RKT Mengirim Konsep RKAT ke MENPAN Staf Kasubbag Kabag .

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN RKAT MULAI Kebijakan Menpan tentang Pengawasan Kebijakan BPKP Data dukung Dipelajari dan ditelaah Draft dibahas dengan Irwil I -V Menyusun Draft RKAT Mengirim Draft RKAT ke Menpan Rekonsiliasi dengan BPKP didampingi Menpan Rencana Kerja Audit Tahunan ITJEN Dep. Agama SELESAI 51 .

RPJMN berjalan. Kursi.Nomor hari nya Form . Membagikan form rencana kinerja kepada Para Kepala Bagian dan para Inspektur Wilayah Mengisi form Rencana Kinerja Tahunan Melakukan kompilasi atas hasil usulan kegiatan bagian/irwil Membahas Usulan Form RKT Staf Kasubbag TU Irwil Staf 5. kebijakankebijakan pemerintah.Indikator Kinerja Output. UU. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pelaksana pada Subag Perencanaan. Menteri dan Inspektur Jenderal. maka sasaran pelaksanaan tugas dan fungsi instansi tidak berjalan Pelaksana No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN Dasar Hukum: 1. Kasubbag dan Kabag Irwil I-V Ses Itjen 52 . 2. ATK. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Peringatan: Jika tidak dibuat. Memiliki kompetensi dalam menganalisa rencana. 2.Indikator Kinerja Outcome . Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan FormTerdiri: 1 Tersusun. 4.Program Rencana Utama Kinerja .Anggaran Form 15 Terbaginya Rencana menit Form Kerja Rencana Tahunan Kinerja Tahunan 1 Terisinya Usulan hari data setiap Bagian dan bagian/irwil Irwil Form RKT 1 Terkumpultelah terisi Jam nya usulan Form RKT Draft RKT yang telah terisi 3 Hari Draft RKT Ket. 3. Aktivitas Menyusun form rencana kinerja Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Pencatatan dan Pendataan: Form usulan kegiatan bagian/irwil. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. mesin tik. . 1.Sasaran. 2. Renstra. 2. 4. . Meja. Keterkaitan: SOP Penyusunan Renstra. Komputer dan printer.

53 . 6. Staf 8. Aktivitas Melaporkan hasil pembahasan pada Inspektur Wilayah melalui Sekretaris Melakukan kompilasi hasil pembahasan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Ses Itjen 7. Penggandaan Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft RKT 15 Tersosialimenit sasikannya hasil pembahasan 2 Draft Hari Buku Rencana Kerja Draft Buku 1 Buku RKT Rencana Minggu Itjen Kerja Ket.Pelaksana No.

FLOW CHART SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN MULAI Mempersiapkan Form/Matrik RKT Mengirimkan Form/Matrik RKT Mengisi dan Mengevaluasi Menyusun Form/ Matrik RKT Membahas Konsep Form/Matrik RKT melalu Sidang Komisi Melaporkan Hasil pada Irwil Melakukan Kompilasi Hasil Penggandaan Hasil Kompilasi SELESAI 54 .

2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT Dasar Hukum: 1. 8. Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag 3. 7. maka tidak tersusun program RKAT Pelaksana No. Kode Wilayah dan Kode Auditan.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Tugas. 9. Standar Biaya Umum. Kewenangan. 4. Data Obyek Audit. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. Pencatatan dan Pendataan: Form/Blanko Usulan RKAT Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Form URKAT 30 Form Menit URKAT Surat Pengantar dan Form URKAT Form URKAT dan Direktori 1 Jam Terkirimnya Form URKAT Draft URKAT Ket. Fungsi. program Program Peringatan: Jika tidak ada usulan RKAT. Printer. Tugas. Fungsi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Irwil TU Irwil Staf 2 Hari 55 . Kewenangan. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. 2. Komputer. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. 2. 10. 2. 4. 5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Data Auditor. 1. Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami perencanaan pengawasan. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.PAN/I /2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. 2. SOP Direktori Obyek Audit. 3. 6. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Alat Tulis Kantor. SOP Peta Wilayah. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Aktivitas Membuat Form Usulan rencana kerja audit tahunan Mengedarkan Form URKAT pada TU Irwil dengan surat pengantar Mengisi form URKAT 1 Kabag 2 Kasubbag 3 Staf Peralatan/Perlengkapan: 1. Keterkaitan: 1. Memiliki Kompetensi dengan Komputer (Mengolah Data).

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

4.

5

Mengirim draft URKAT ke Sekretaris Menelaah draft URKAT dari Irwil

Irwil

TU Irwil

Staf

Kabag

Kasubbag Staf

6.

Menyusun URKAT

Kabag

Kasubbag Staf

7. 8.

Menggandakan naskah URKAT Mendistribusikan buku URKAT kepada para Irwil

Staf Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan para Irwil Obyek Audit, Rekap Audit Tahun Lalu Draft URKAT 30 TerkirimMenit nya URKAT Draft Draft URKAT 1 URKAT para Irwil; Hari telah Direktori ditelaah Obyek Audit; Rekap Audit Tahun sebelumnya Draft URKAT 2 Naskah hasil telaahHari URKAT an Naskah 2 Buku URKAT Hari URKAT Buku URKAT 30 TerdistribuMenit sikannya buku URKAT

Ket.

56

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT

MULAI

Membuat Form/Matrik UPKPT

Mengirim Form/Blanko ke Irwil I-V

Entry data Form/Blangko

Form dikembalikan ke Bagian Perencanaan Up. Subbag Perencanaan

Penelahaan UPKPT

Subbag Perencanaan melakukan Kompilasi UPKPT

Penggandaan UPKPT

SELESAI

57

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/ 2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKT; 2. SOP PO DIPA RKA-KL Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang anggaran; 2. Mempunyai kompetensi dalam operasian komputer

peng-

Peringatan: Jika tidak dibuat, maka program dan kegiatan tidak berjalan. Pelaksana No. 1 Aktivitas Memenuhi data tentang analisis kebutuhan jumlah anggaran yang diminta oleh Sekretariat Jenderal c.q Biro Perencanaan meliputi jumlah pegawai, inventaris kantor, jumlah kegiatan dan program dalam satu tahun, serta jumlah unit kerja instansi. Menerima infromasi mengenai pagu indikatif Departemen Agama per program Staf 1 2 3

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. Software Program RKA-KL; 3. Standar Biaya Umum; 4. RKT Tahun 2010. Pencatatan dan Pendataan:

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 45 TerpenuhiSesuai menit nya infordengan data masi mesetiap bagian ngenai data tentang Inspektorat Jenderal Dep.Agama

Ket.

2

Staf

Kasubbag

Kabag

30 menit

Terdapatnya informasi anggaran

58

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Itjen Dep. Agama

Ket.

3

4.

5.

6.

7.

anggaran, untuk kemudian dianalisa oleh para pimpinan. Staf Mengajukan usulan anggaran untuk biaya program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan, beserta prakiraan maju berupa implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanannya bedasarkan pagu indikatif yang telah diterima Mengkonfirmasikan Staf prakiraan maju yang telah disetujui oleh Biro Perencanaan menjadi dasar penyusunan usulan kegiatan anggaran Inspektorat Jenderal Dep.Agama pada tahun anggaran berikutnya. Menyusun anggaran Staf Inspektorat Jenderal Dep.Agama berdasarkan usulan program, kegiatan dan jenis dari setiap bagian dan inspektur wilayah disesuaikan dengan Pagu Indikatif dari Biro perencanaan Dep. Agama untuk menghasilkan RKAKL Pagu Indikatif Staf Mengkoreksi RKAKL Pagu Indikatif yang telah disusun harus berdasarkan anggaran berbasis kinerja dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk output dan outcome. Mengadakan Staf pembahasan dengan Komisi VIII DPR tentang kondisi

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja Itjen Dep. Agama

1 jam

Tersajinya data tentang program dan kegiatan Itjen Dep.Agama

Kasubbag dan Kabag

1 jam

Tersusunnya usulan anggaran yang proporsional

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja dan Per Menkeu

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Renja dan Per Menkeu

45 menit

Terkoreksinya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag Irjen dan RKA-KL dan Kabag Ses.Itjen Pagu Indikatif

1 hari

Terbahasnya data RKA-KL Pagu

59

Pelaksana No. Aktivitas internal Inspektorat Jenderal Dep.Agama untuk mengetahui besaran anggaran yang akan dialokasikan oleh Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Menyerahkan hasil pembahasan yang telah disetujui oleh Komisi VIII DPR kepada Sekretaris Jenderal Dep.Agama c.q. Biro Perencanaan untuk menetapkan Pagu Sementara Inpsektorat Jenderal Dep.Agama Mendapatkan Pagu Sementara dari Biro Perencanaan Menyusun RKA-KL Pagu Sementara Inspektorat Jenderal Dep. Agama berdasar kan usulan program, kegiatan dan jenis belanja dari setiap bagian dan inspektur wilayah. Mengadakan pembahasan dan pengkoreksian terhadap RKA-KL Pagu Sementara bersama dengan Ditjen Anggaran Depkeu Menerima pagu definitif dari Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Mengadakan penyusunan dan pembahasan untuk menetapkan finalisasi RKA-KL Inspektorat Jenderal Pagu Definitif Mengadakan pembahasan bersama dengan Ditjen Anggaran sesuai Pagu Definitif 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Indikatif

Ket.

8.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan hasil Komisi VIII DPR

1 hari

Tersusunnya rekomendasi pagu sementara Itjen Dep. Agama

9.

10.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan usulan progam dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Sementara

11.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan 3 dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

12.

Staf

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Surat Sekretariat Jenderal

30 menit

13.

Staf

3 Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masing-masing bagian dan Irwil Kasubbag dan Kabag 1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

14.

Staf

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

60

No. 15.

Aktivitas Menyerahkan hasil pembahasan untuk dikoreksi oleh seluruh Kabag dan Kasubbag Mengajukan hasil koreksi dari Kabag dan Kasubbag untuk disetujui oleh pimpinan

1 Staf

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Perlengkapan Kasubbag Ses.Itjen 45 dan Kabag menit

Pelaksana

Output

Ket.

16.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen dan Kabag

45 menit

17.

Mencetak dan mendistribusikan RKA-KL terakhir kepada pihak terkait

Staf

1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif hasil persetujuan pimpinan Terdistribusikannya RKA-KL Pagu Definitif Terkirimnya konsep DIPA Terbahasny a konsep DIPA Terkoreksinya konsep DIPA oleh pimpinan Terkirimnya konsep DIPA

18.

19.

20.

21.

22.

Mengajukan konsep DIPA kepada Dirjen Perbendaharaan Mengadakan pembahasan DIPA dengan Ditjen Perbendaharaan Menyerahkan konsep DIPA hasil pembahasan untuk ditandatangani pimpinan Mengembalikan konsep DIPA untuk ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan Mengambil DIPA RKA-KL pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Staf

Kasubbag dan Kabag Kasubbag dan Kabag

SAPSK Itjen Dep. Agama Konsep DIPA Itjen Dep. Agama

3 hari 1 hari

Staf

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Konsep DIPA dan Kabag hasil pembahasan

1 hari

Staf

Konsep DIPA yang telah dikoreksi

1 hari

Staf

1 hari

Tersusunnya konsep DIPA RKA-KL

61

FLOW CHART SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
MULAI

B

Data Analis Kebutuhan

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Sementara

Pagu Indikatif turun dari ROCAN

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu sementara

Mengajukan Usulan Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pagu Definitif turun dari ROCAN

Konfirmasi ke ROCAN tentang Prakiran Maju ITJEN Dep. Agama

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Ya Menelaah dan Mengkoreksi Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Menyerahkan Pembahasan Kepada Para Kepala Bagian dan Kasubbag

Pengajuan Hasil Koreksi ke Pimpinan

Tidak
Disetujui

Mencetak dan Mendistribusikan ke Pihak terkait

Mengajukan Konsep di DIPA ke DJPB Ya Rapat dengan Komisi VIII DPR tentang Anggaran yang dibutuhkan ITJEN Departemen Agama Melakukan Pembahasan DIPA dengan DJPB

A
Menyerahkan hasil Pembahasan kepada Pimpinan

Menyerahkan Hasil Rapat ke ROCAN untuk mendapatkan Pagu Sementara

Mengembalikan Konsep DIPA ke DJPB untuk Disahkan

Mengambil DIPA RKA-KL ke DJPB Pagu Sementara dari ROCAN

62

SELESAI

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP STANDAR BIAYA KHUSUS
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 6. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama; 7. PMA Nomor 2 Tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkungan Departemen Agama; 8. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 9. PMK Nomor 96/PMK.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 11. PMK Nomor 105/PMK.05/ 2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKA-KL; 2. SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang proses penyusunan anggaran. 2. Memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer.

Peringatan:

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. RKA-KL 3. DIPA 4. SBU 5. RKT 6. Peraturan DJA tentang Penyusunan SBK Pencatatan dan Pendataan: Form kegiatan yang ingin di jadikan SBK

Pelaksana No. 1. Aktivitas Membentuk Tim Penyusun 1 Eselon II

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon III Pelaksana PO DIPA 1 Terbentuk& IV RKA-KL hari nya tim penyusunan

Ket.

63

No. 2.

3.

4.

5.

6.

7.

8. 9.

Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon II Eselon III Pelaksana Rencana 1 TersusunMenentukan & IV Hari nya ProgProgram/Kegiatan Kinerja ram yang yang di SBK-Kan Tahunan Ingin di SBK-Kan Mengajukan kepada Kasubbag Kabag Ses Draft 30 Draft & pimpinan Itjen Program & menit Program Kegiatan Kegiatan Menyusun Program Staf Draft 3 Draft SBK dan Anggaran yang Program & hari akan dikeluarkan Kegiatan Staf Kasubbag Kabag SBU 3 Draft SBK Melakukan Peraturan hari Hasil PemPembahasan tentang SBK bahasan dengan Dirjen Anggaran Staf Kasubbag Ses Draft hasil 30 TersusunMengajukan hasil & Kabag Itjen SBK Hasil Menit nya konsep Pembahasan untuk Pembahasan SBK disetujui oleh pimpinan TerkirimKasubbag Kabag Ses Konsep SBK Mengajukan Dratf nya SBK Itjen Hasil SBK ke DJA cq Biro Pembahasan Perencanaan Dep. Agama Penelahaan SBK Tim DJA Konsep SBK SBK telah oleh DJA disetujui SBK telah Dimasukan Ditandatangani oleh Tim DJA disetujui dalam SK pimpinan untuk Menteri disetujui oleh Keuangan Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di seluruh Indonesia Aktivitas

Pelaksana

Ket.

64

FLOWCHART SOP STANDAR BIAYA KHUSUS MULAI

Membentuk Tim

Menentukan Program yang di SBK-Kan

Mengajukan pada Pimpinan
Tidak

Disetujui Ya

Menyusun Program dan Anggaran

Pembahasan dengan DJA

Mengajukan ke Pimpinan

Disetujui Ya

Tidak

Mengajukan Draft SBK ke DJA cq Rocan

Penelahaan oleh Tim SBK DJA

SK Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di Indonesia

SELESAI

65

Lampiran 2 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)
SUBBAG KEUANGAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. SOP Pencairan Anggaran SOP Pengelolaan Keuangan SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan SOP Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SOP Pencairan Anggaran-LS SOP Pengelolaan Pajak SOP Pembukuan Kas Umum SOP Pengelolaan Buku Pembantu SOP Laporan Keuangan

66

Buku-buku pembantu. Pencairan harus melalui rekening yang telah disetujui. 5. SPM. Bendahara. Pelaksana No 1. komputer. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. 4. 2. ATK. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/ Lembaga. Bendahara Menyimpan Dana di brankas Dana yang telah diambil 15 menit 67 .06/2005 tentang petunjuk penyusunan. PMK Nomor 134/PMK. Keterkaitan: 1. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. Penerbitan SP2D/Pencairan dana lewat bank persepsi Pencairan uang ke bank Petugas KPPN Mutu Baku Ket. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. 6. SOP Pengelolaan Keuangan. 2. 2. kalkulator. Pejabat Penguji Tagihan. 2. penelaahan. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. SP2D.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. 3. Aktivitas Input SPM Pemeriksaan SPM 1 Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. 4. telepon. 2. Kasubbag Keuangan. sarana transportasi. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Aplikasi SPM Terisinya 30 SPM menit 2 SPM yang Dokumen jam harus lengkap.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. BKU. 4. Kuasa Pengguna Anggaran. 4. 3. 3. 3. Peringatan: 1. kursi. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. 3. brankas. Pelaksana bidang keuangan. PMK Nomor 96/PMK. SOP Pencairan Anggaran-LS. Pejabat Pembuat Komitmen. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. SPM Harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang. 4. telah di verifikasi Tanda pengenal Dana telah 2 Transfer SPM telah cair hari ke rekediverifikasi ning Itjen dengan benar Dana telah cair ke rekening Itjen Pengambilan uang sesuai cek yang telah ditandatangani Dana siap didistribusikan 3 jam Uang telah siap diambil setelah konfirmasi ke pihak bank Pelaksana bidang keuangan Bendahara KPA 5.

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN Mulai Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Pemeriksa an SPM Ditolak Ditolak Diterima Penerbitan SP2D Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 68 .

penyetoran dan pelaporannya. Melakukan pembukuan sesuai ketentuan yang berlaku. Buku Pembantu Pajak. 3. Menyusun Rencana pelaksanaan anggaran sesuai DIPA. Memotong dan/atau memungut. Laporan keuangan kementerian/lembaga tahun anggaran 2005. ATK. 4. Meneliti tersedianya dana yang bersangkutan 6. SSBP. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. 8. Buku Pembantu Kas Persediaan. 5. SOP Buku-buku pembantu. 3. 6. penelaahan. 4.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara. Uang tunai dalam brankas tidak boleh melebihi ketentuan yang berlaku. Menandatangani dan mempertanggungjawabkan semua dokumen pengeluaran yang dikelolanya. SOP Pencairan Anggaran. Kuasa Pengguna Anggaran harus mengawasi pelaksanaan anggaran satuan kerja. KMK Nomor 563/KMK. Buku Pembantu Kas Tunai. 9. menyetor. 3. 2. 8. 4. 69 . Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN. 2. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. 4. 4. SOP Pencairan Anggaran-LS. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang pelaksanaan penyusunan. 7. Pencatatan dan Pendataan: 1. brankas.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. Buku Pembantu Bank. 5. kalkulator Peringatan: 1. Keterkaitan: 1. 6. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. 2. 9. 7. PMK Nomor 134/PMK. Menyusun laporan realisasi anggaran. mesin tik. SOP Buku Kas Umum.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. 2. kursi. 3. BKU. komputer. 2. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen Kasubbag Keuangan Bendahara Peralatan/Perlengkapan: Meja. Aplikasi SAI. LRA. telepon. menyetorkan dan melaporkan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Membayar tagihan setelah mendapat persetujuan pejabat pembuat komitmen. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 7. PMK Nomor 96/PMK. SSP. 5. Kualifikasi Pelaksana: 1.

Pertanggung.Pelaksana No 1.Bendahara Atasan jawaban langsung bendahara Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Uang yang Tersimpan15 telah diambil nya uang menit dengan baik Uang telah Tersusunnya 1 tersimpan rencana hari dengan baik pengeluaran anggaran 3 Tersusunnya Kesepahamjam an tentang rencana pengeluaran alokasi dana yang akan Anggaran digunakan Kesepaham. Pengelola kegiatan 4. Aktivitas Menyimpan uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran anggaran Koordinasi dengan seluruh Pengelola kegiatan Pendistribusian dana 1 Bendahara 2 3 2. Bendahara Pelaksana kegiatan 5. Bendahara Memungut pajak dan menyetorkannya 6. Kasubbag keuangan 3.Dana telah 1 an tentang sampai hari alokasi dana kepada yang yang akan berhak digunakan Memungut Dana telah 1 disampaikan dan/atau hari kepada yang memotong pajak dan berhak melaporkan sesuai ketentuan Dokumen Bukti-bukti 1 pengeluaran. telah siap di minggu pertanggungkwitansi jawabkan 70 .

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Mulai Penyimpanan Uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran A Koordinasi dengan seluruh Pemakai A Pendistribusian Dana Memungut/Menyetorkan Pajak Pertanggung jawaban Selesai 71 .

PP Nomor 21 tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga. SK. Rencana pengeluaran. SK. Pengeluaran harus disetujui oleh KPA. SOP Pencairan Anggaran 2. TOR.disposisi disposisi Sub. RAB Pelaksana diajukan ke kegiatan Subbag Keuangan 5. Kuasa Pengguna Anggaran. 2. Aktivitas Persiapan dokumen pencairan 1 Pelaksana kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Kasubbag Keuangan. 5. 3. Dana di Bank telah tersedia dan siap diambil oleh keuangan. TOR. kalkulator Pencatatan dan Pendataan: 1. Pengeluaran dana harus sesuai perjanjian. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Evalap 4. 3. 5. brankas. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: 1. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pelaksana No 1. Petunjuk operasional. Faktur. RAB. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN. SPM sudah disetujui oleh KPPN. PMK Nomor 134/PMK. 2. Memverifikasi kegiatan dan harus sudah sesuai dengan PO. mesin tik. SK. 4. pengajuan hari TOR anggaran telah siap 1 Dokumen pe.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara.Telah di beri Subbag ngajuan yang nomor dan di hari hukum telah siap disposisi dan Peroleh subbag UU hukum dan Per-UU 1 Telah diberi Subbag Dokumen hari Evalap yang telah di. 4. Bendahara. 4. TOR. RAB. 2. Pelaksana bidang keuangan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 6. kursi. ATK. 2. Dokumen 1 Kwitansi. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke Sekretaris SK. Peralatan/Perlengkapan: Meja.oleh subbag bag Hukum Evalap dan Per-UU 1 Telah ditanda Sekretaris Dokumen Itjen yang telah di tangani oleh hari disposisi oleh Sekretaris subbag Evalap Dana Bendahara Kasubbag Dokumen 1 keuangan yang telah di diterima hari tandatangani pelaksana kegiatan oleh Ses. 4. Kwitansi. 3. TOR. komputer. Ket 72 . Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan SK. Keterkaitan: 1. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Hukum dan Per-UU 3. TOR. telepon. 3.

FLOW CHART SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Mulai Persiapan Pencairan Dokumen Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Evalap Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Hukum dan Per-UU Dokumen diajukan ke Sekretaris Itjen Dokumen diajukan ke Subbag Keuangan Selesai 73 .

Pelaksana bidang keuangan yang telah mengikuti Diklat SAI. 5. Pelaksana bidang perlengkapan yang telah mengikuti Diklat SAI. Keterkaitan: SOP Laporan Keuangan Peringatan: 1. UU Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara.06/2007 tentang sistem Akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. 2. Operator Operator SAI SIMAKBMN Operator Operator SAI SIMAKBMN 2. 2. Aplikasi SIMAK-BMN 2. Pelaksana bidang keuangan yang memahami alur proses pertanggungjawaban keuangan.BMN SIMAK-BMN hari sesuai yang telah di telah direkondengan input siliasi pencairan dana/Aset yang tercantum di neraca 1 SAI yang telah SAI telah dihari direkonsiliasi rekonsiliasi dengan Biro Keuangan 74 . Aktivitas Menginput Data SAI dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. agar rekonsiliasi antara SAK dan SIMAK-BMN dilakukan 1 bulan sekali. komputer.dokumen Terinputnya 1 pengadaan data di SAI bulan dan SIMAKBMN SAK dan SAK dan 1 harus SIMAK . 4. Aplikasi SAK 2. mesin tik. Data yang ada di Aplikasi SAI harus sudah melalui proses rekonsiliasi dengan pihak KPPN Pelaksana No 1. Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Depag Operator Pelaksana SAI Biro Keuangan Mutu Baku Ket Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SP2D. 3. 4. telepon. 3. ATK. Untuk memudahkan penggabungan. brankas. kalkulator. Rekonsiliasi harus sesuai dengan periode waktu berjalan. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. PMK Nomor 171/PMK. 3. 3. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja Instansi pemerintah. Data yang diinput di SAK dan SIMAK-BMN harus sesuai dengan data yang ada di SP2D. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Dasar Hukum: 1. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang standar Akuntansi Pemerintahan.

FLOW CHART SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Mulai Input SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Tidak sama Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Sama sama Selesai 75 .

7. 6. 2. Jika menyangkut pencairan dana pihak ketiga/ rekanan. SOP Pencairan Anggaran Peringatan: 1. Input SPM 3. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga. 4. kalkulator. SSP. Pelaksana bidang keuangan. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. kursi. SP2D. PMK Nomor 96/PMK. 3. PMK Nomor 134/PMK. Keterkaitan: 1. Pejabat Pembuat Komitmen. 4. 2. 4. SOP Pengelolaan Anggaran 2. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Dasar Hukum: 1. SPP. nilai Pembelian harus dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. Keppres Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. 3. 3.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. komputer. telepon. 5. Pejabat Penguji Tagihan. 5. Kuasa Pengguna Anggaran. Transaksi yang berlangsung dengan pihak ketiga/rekanan. 4. 2. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. sarana transportasi. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. Pejabat Penandatangan SPM. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 4. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. BKU. 5. 3. Aktivitas Verifikasi dokumen 1 Pelaksana bidang keuangan Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 6. adaan sesuai Jam dengan PO DIPA 15 Dokumen yang Terinputnya menit sesuai dengan SPM PO DIPA SPM yang Terverifikasinya 2 sudah diinput data SPM jam SPM yang telah disetujui Dana telah cair/ transfer ke 2 hari Ket Penerbitan Petugas SP2D/Pencairan KPPN 76 . SPM. di dalam pengajuan ke KPPN harus disertakan Resume Kontrak. 2. SPM harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang. Pemeriksaan SPM Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Dokumen Dokumen peng1 Pengadaan. penelahaan. Kasubbag Keuangan. Pelaksana No 1. 5. Pencairan dana langsung ke pihak ketiga/ rekanan atau rekening Bendahara. ATK.

Pelaksana No Aktivitas dana lewat bank persepsi 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output rekening itjen/ transfer ke rekening pihak ketiga/rekanan Pengambilan Dana sesuai cek yang telah ditandatangani Waktu Ket 5. Menyimpan Dana di brankas Bendahara Dana yang telah diambil Dana siap distribusikan di 15 menit 77 . Pencairan uang ke bank Pelaksana Bendahara bidang keuangan KPA Dana telah ditransfer ke rekening Itjen 3 Jam Uang telah siap di ambil setelah konfirmasi ke pihak bank 6.

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Mulai Verifikasi Dokumen Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Ditolak Pemeriksaan SPM Diterima Penerbitan SP2D Transfer ke Rekening Pihak ketiga/Rekanan Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 78 .

2. 5. BKU. sarana transportasi. KMK Nomor 563/KMK. Semua pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan pemerintah harus dipungut PPN dan atau PPn BM. kursi. Buku pembantu pajak. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. 4.Pajak yang Jam suai dengan telah dihinilai pembelitung an Pajak yang Telah dipo1 telah dihitung tongnya pajak jam Pajak hasil Pajak telah 2 Faktur pajak pemotongan disetorkan jam ditanda- 79 . Pelaksana Bidang keuangan. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Faktur pajak. kecuali yang tercantum dalam pasal 4 ayat (1) KMK Nomor 563/KMK. Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Memungut pajak Penyetoran Pajak Bendaharawan Bendaharawan Pelaksana Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 SSP SSP sesuai Jam dengan nilai pembelian 1 SSP yang se. 3. mesin tik. Bendahara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN PAJAK Dasar Hukum: 1. komputer. Pajak yang dipungut harus disetorkan ke bank persepsi atau kantor pos. 6. Faktur pajak dan SSP merupakan bukti pemungutan dan penyetoran PPN dan PPh. 4. 4. 3.03/2003. 4. penyetoran dan pelaporannya. 3.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keterkaitan: SOP Pengelolaan Anggaran Peringatan: 1. Pelaksana No 1. menyetor. Dasar pemungutan pajak adalah jumlah pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan sebagaimana tersebut dalam SPM. 2. kalkulator. ATK. SSP harus di cantumkan NPWP pihak ketiga. 2. Pemungutan pajak dilakukan pada saat pembayaran oleh bendaharawan kepada rekanan pemerintah. 2. SSP. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Aktivitas Menerima Faktur pajak dari rekanan Menghitung Pajak 1 Bendaharawan Bendaharawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 bidang keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan tangani oleh bendahara dan pada lembar faktur pajak wajib di bubuhi cap “disetor tanggal.” 5.... Pelaporan Pajak Bendaharawan Pajak yang telah disetorkan Telah dilaporkannya pajak 3 jam 80 .

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN PAJAK Mulai Menerima Faktur Pajak Menghitung Pajak Memungut Pajak Menyetorkan Pajak Melaporkan Pajak Selesai 81 .

BKU. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Dasar Hukum: 1. ATK. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. 2. 4. Penutupan register BKU harus ditandatangani oleh atasan langsung bendahara. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER-21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005. kursi. 4. SPM. 2. Tertib admintrasi keuangan. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. kalkulator.06/2004. 5. Bendahara. KMK Nomor332/M/V/9/1968 tentang buku kas umum dan cara mengerjakannya. Pelaks ana bidang keuang an BendaPelakharawan sana bidang Pelaksana bidang keuang an Bendahara 3 jam Bukti-bukti yang telah dicocokkan Setiap ada transaksi Saldo di BKU harus dicocokkan KPA Transaksi yang telah dibukukan BKU telah Setiap ditutup/ditan. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Buku Cek. komputer. 5. Aktivitas Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran 1 Bendahara 2 Pelaksana bidang keuang an 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Pembukuan BKU harus sesuai isinya dengan SPTB. PMK Nomor 606/PMK. 7. Keterkaitan: 1. nya buktiFaktur Pajak bukti pembayaran Bukti-bukti pembayaran Telah dicocokkannya bukti pembayaran dengan SPTB Transaksi yang telah dibukukan Waktu 1 Jam Keterangan 2. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. Mencocokkan bukti pembayaran dengan SPTB Pembukuan awal bulan dan pembukuan selanjutnya Penutupan BKU 3. Semua transaksi keuangan harus dibukukan dalam BKU. Peringatan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kwitansi Terkumpulpembayaran. Pelaksana No 1.Akhir datangani oleh bulan 82 . 6. SPTB. SOP Pembukuan buku pembantu. 4. 2. 3. SP2D. 4. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. Buku Kas Umum. Kwitansi Pembayaran. 5. 6. Pulpen. 2. Rekening Koran. 3. Pembukuan BKU waktunya sesudah ada bukti transaksi. 2. SOP Pengelolaan Keuangan.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bendahara dan atasan langsung Bendahara Waktu Keterangan jumlahnya dengan saldo bank dan buku kas tunai 83 .

FLOW CHART SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Mulai Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran Entry SPTB Pengisian Lembar Pertama BKU Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan BKU Selesai 84 .

Tertib Administrasi. Peralatan/Perlengkapan: Meja. ATK. komputer. Buku Kas Tunai. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. 4. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 3. kursi. MengumpulBendahara Pelaksana kan bukti-bukti bidang transaksi keuangan Bendahara Pelaksana Pembukuan bidang awal bulan keuangan dan pembukuan selanjutnya 2. Buku Pajak. PMK Nomor 134/PMK. Buku Kas Persediaan. Penggunaan buku pembantu adalah untuk memudahkan dalam pengawasan anggaran. 2. 5. 3. Bendahara. Pelaksana No 1. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. Penggunaan buku-buku pembantu juga untuk memudahkan dalam melakukan pertanggungjawaban anggaran. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005 Keterkaitan: 1. Buku Bank. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Bukti-bukti Terkumpul1 transaksi nya buktijam bukti transaksi 1 Bukti-bukti Bukti-bukti transaksi yang telah hari di bukukan Keterangan Format buku-buku pembantu adalah Staffel kecuali buku pembantu pajak yang formatnya scontro 3. Penutupan pembukuan Bendahara Pelaksana bidang keuangan Hasil pembukuan Setiap Transaksi yang telah ada tranditutup saksi 85 . 2. 2. Untuk pengklasifikasian jenis dana. 3.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. kalkulator. Pencatatan arus kas keuangan. 2. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Dasar Hukum: 1. 4. Bukubuku pembantu. 3. 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Peringatan: 1. Pulpen. Administrasi keuangan. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Mulai Mengumpulkan Bukti Transaksi Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan Pembukuan Selesai 86 .

1. 5. Pulpen. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Neraca. Keterkaitan: 1. Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Depag 1 hari 87 . alat transportasi Peringatan: Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. Laporan Keuangan tidak boleh melebihi batas waktu ketentuan.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER24/PB/2006 Tentang pelaksanaan penyusunan laporan keuangan Kementerian Negara/ Lembaga. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. SAI. 2. Isi Laporan keuangan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Ditjen Perbendaharaan. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. Pensil. Bendahara. 3. Bukubuku pembantu. Periode Laporan keuangan adalah 1 bulan. Kasubbag Keuangan. Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SAI yang telah direkonsiliasi dengan KPPN 1 hari 4. KPPN. Pelaksana No 1. Pelaksana bidang keuangan. 4. 3. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. semesteran dan tahunan. Pejabat Pembuat Komitmen. 3. Triwulan. Ditjen Anggaran. Aktivitas Entry SP2D 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. PMK Nomor 134/PMK. 2. 3. 5. kalkulator. 2. 2. 6. LRA. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. komputer. 4. 2. Biro Keuangan Depag. Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Pelaksana bidang keuangan Pelaksana Pelaksana bidang bidang keuangan perlengkapan Pelaksana bidang keuangan Pelaksana bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Terinputnya SP2D SP2D yang telah diinput SAK dan SIMAKBMN telah direkonsiliasi SAI telah sesuai dengan KPPN SAI telah sesuai dengan Biro Keuangan Waktu 1 jam 1 hari Keterangan 3. kursi. ATK. Kuasa Pengguna Anggaran.

semester.Pelaksana No 5. Aktivitas Pembuatan Buku Laporan Keuangan 1 Pelaksana bidang keuangan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerwujudSAI yang nya buku sesuai laporan dengan Biro keuangan Keuangan yang telah ditandatangani oleh KPA Waktu 3 hari Keterangan Pembuatan buku yaitu Triwulan. dan tahunan 88 .

FLOW CHART SOP LAPORAN KEUANGAN Mulai Entry SP2D Tidak sama Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Pembuatan Buku Laporan Keuangan Selesai 89 .

5. 3. 8. 6. SOP Evaluasi Realisasi Kinerja  SOP Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Itjen  SOP Monitoring Perjalanan Dinas  SOP Penerbitan SK Kegiatan  SOP Realisasi PKPT  SOP Sinkronisasi Realisasi Anggaran Kegiatan  SOP Monitoring SK Kegiatan  SOP Verifikasi Anggaran  90 . 2.Lampiran 3  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)        SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN    1. 4. 7.

PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 3. 2. 4. SOP Pelaksanaan Kegiatan. Aktifitas Mengumpulkan bahan dari masing Subbag dan Irwil Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan Irwil per triwulan 1 Subbag dan Irwil Subbag Evalap 2 Subbag Keuang an Pencatatan dan Pendataan: 1. Seluruh kegiatan yang sudah dipertanggungjawabkan harus dituangkan ke dalam laporan SAI. 5. Mampu/memahami dokumen Rencana Kinerja. Mampu/memahami dokumen RKA-KL. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Laporan Keuangan. Lap RA&K 5 hari 91 . 2. Keterkaitan: 1. Pendataan realisasi anggaran per bagian. Peralatan/Perlengkapan: 1. karena kalau tidak dibuatkan Renja tersebut maka tidak akan memperoleh anggaran yang tepat. karena kalau tidak dibuat laporannya maka tidak akan jelas berapa anggaran yang telah dikeluarkan dari pihak penanggungjawab kegiatan tersebut. 3. 4. Setiap awal tahun anggaran selalu dibuatkan Rencana Kinerja Tahunan oleh setiap Satker. 4. RKT. 2. RKT. dan juga tidak akan dapat dilakukannya evaluasi kinerja. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 3. 5. 2. Evalap 2. Persyaratan/ 3 Perlengkapan Subbag 1. Lap RA&K 1. 3. SP2D. Setiap bagian atau penanggungjawab kegiatan wajib membuat laporan realisasi anggaran. Mampu melakukan analisa/evaluasi terhadap kinerja anggaran. 3. Pencatatan hasil evaluasi anggaran sementara. 3. Mutu Baku Output Terkumpulnya semua bahan evaluasi Terukurnya keberhasilan kinerja setiap bagian dan Irwil Waktu 3 hari Ket. SAI. ATK Komputer PC POK Renja Laporan realisasi anggaran (SAI) Laporan realisasi anggaran per bagian Peringatan: 1. 2. Pelaksana No 1. Kualifikasi Pelaksana: 1. jika tidak maka dianggap anggaran belum terserap. SOP Kalender Kegiatan. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA Dasar Hukum: 1. 6. 2.

RKT. Lakip hari 3. SP2D. 5. SP2D. SAI. 3. Draft PKK 5 2. Aktifitas Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen Per triwulan Menganalisis hasil kinerja. SAI. Subbag Evalap 6. SAI. 4. Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1. Lap RA&K Rencana Kinerja Tahunan 1. daya serap hari anggaran Itjen per triwulan 1. Kalender Kegiatan Kalender Kegiatan 3 hari Ket. 4. SP2D.Pelaksana No 3. Subbag Evalap 2 Laporan Evaluasi Realisa. 5. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya Menyusun Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 1 Subbag Evalap 2 3 4. Lap RA&K. RKT. 2.hari si Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 92 . Terukurnya 5 2.

Draft Pengukuran Kinerja (PKK) LAKIP Kalender Kegiatan Menyusun laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan Arsip Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran Laporan Diserahkan untuk Sekretaris dan Setiap Bagian SELESAI 93 . Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen per triwulan. 2. Lap. 2. 3. SAI. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan. Menganalisis hasil kinerja. 1. 1. 3. 5. RKT. RA & K. Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya. Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan irwil per triwulan. 4. SP2D.FLOWCHART SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA MULAI Mengumpulkan Bahan Dari Setiap Subbag dan Irwil 1. 6.

Mampu menganalisa laporan realisasi keuangan. 5. 4. Apabila laporan konsolidasi program dan kegiatan tidak dibuat dan diserahkan ke Sekjen Dep.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN Dasar Hukum: 1.Evalap an Laporan realisasi anggaran Laporan SAI 1 bulan 94 . SOP Pengelolaan Keuangan. Pencatatan laporan realisasi anggaran SAI.Subbag s. Pencatatan laporan konsolidasi Bagian I Masing.d. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. ATK Komputer PC Laporan SAI RKA-KL/DIPA/POK Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Apabila pada masing-masing bagian (penanggungjawab kegiatan) tidak membuat laporan realisasi anggaran per bulan. 3. 2. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. IV masing Evalap Subbag Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Laporan Laporan bulan Realisasi realisasi Anggaran anggaran dan Kegiatan Ket. 2.bagian keuangan terlambat dalam penyusunan laporan keuangan (SAI) maka juga akan menghambat proses pertanggungjawaban laporan konsolidasi per kegiatan dan program untuk tingkat unit eselon I pusat. Pelaksana NO 1. Aktifitas Masing-masing Bagian di lingkungan Itjen Dep. 3. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. 4. 2. Mampu mengoperasikan Komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. 3. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 2. 2. maka akan menghambat proses penyusunan laporan keuangan (SAI). 3. 3. Agama secara bulanan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dan program Meminta data realisasi anggaran yang sudah diinput ke dalam aplikasi SAI per bulan 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Subbag Subbag Keuang. Keterkaitan: 1. Apabila sub. Memahami dan mempunyai kemampuan dalam hal membaca dokumen RKAKL/DIPA/POK. Agama cq Biro Perencanaan maka satker tersebut dianggap tidak melaksanakan suatu kegiatan dan anggaran tersebut tidak terserap. 2.

Laporan realisasi anggaran 2. Sekreta. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket.Kabag Subbag ris Itjen Program Evalap 5. Konsep La. Agama Melakukan pengiriman laporan konsolidasi ke biro perencanaan melalui email atau surat. Laporan SAI 6. 4. Melakukan pencocokan data realisasi anggaran dari masing-masing bagian dengan data SAI Menyusun laporan Subbag laporan konsolidasi Evalap Program dan Kegiatan Pengesahan laporan konsolidasi oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan diketahui oleh Sekretaris Itjen Dep.hari solidasi Program dan Kegiatan Konsep Lapor.1 poran Kon. Subbag Evalap Biro Perencana an 95 .Pelaksana NO 3.Laporan 1 an Konsolidasi Konsolidasi hari Program dan Program Kegiatan dan Kegiatan per triwulan. 1 hari 1. Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per triwulan.

d. Konsolidasi Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Penyerahan Dokumen LRA kepada Subbag Evalap Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Arsip 1 Persetujuan Laporan Konsolidasi Program & Kegiatan Itjen Depag per triwulan oleh Kabag I dan ditandatangani oleh Sekretaris. IV dan Irwil I s.d. Pengiriman Laporan Konsolidasi ke Biro Perencanaan melalui Email SELESAI 96 .d. LRA & Kegiatan Sudah Membuat Lap.d. AGAMA Bagian I s. V Bagian I Subbag Evalap MULAI Membuat LRA & Kegiatan 1 Meminta data realisasi keuangan yang sudah disusun ke dalam SAI (dr Subbag Keuangan) Subbag Keuangan Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s. IV Dan TU Irwil I s.FLOWCHART SOP KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN DEP. V) Dokumen LRA & Kegiatan dan Dokumen SAI Melakukan konfirmasi data apabila terjadi ketidakcocokkan antara data LRA dengan SAI Proses Penge cekan Belum Proses Penco cokan Belum Sudah Dok.

2. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. Monev. dan Kegiatan non Audit. SOP penerbitan SK Tim dan SK Kegiatan 2. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Verifikasi Perjalanan Dinas. 2. SPTB (Surat Pertanggungjawaban) Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan Data Kegiatan Audit. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. SK Kegiatan 5. 2. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT 3. monitoring perjalanan dinas. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Apabila setiap auditor dan pegawai yang telah melakukan perjalanan dinas (kembali ke Jakarta) tidak segera membuat/ menyelesaikan verifikasi perjalanan dinas maka akan menghambat proses laporan realisasi anggaran. IV Subbag Evalap RAB kegiatan RAB Perjanon audit dan lanan Dinas kegiatan monev non audit 1 hari 97 . dan Rekap Surat Tugas untuk kegiatan Audit dan Monev Permintaan data RAB untuk kegiatan non Audit dan Monev 1 2 3 Subbag Subbag Program Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan RAB audit dan RAB Perja1 monev lanan Dinas hari kegiatan audit dan monev Ket. Komputer PC 3. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Peringatan: 1. Surat Tugas 4. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Renca-na Pembangunan. Aktifitas Permintaan data. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka program audit akan tidak jelas. dan pelaksanaan kegiatan lainnya untuk bulan berikutnya. Keterkaitan: 1. 6. Bagian I s. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. Kualifikasi Pelaksana: 1.d. Memahami dalam hal penyusunan program audit. 2. 5. Surat tugas dan SK Kegiatan belum dibuat maka kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana NO 1. 3. SK. ATK 2. Perencanaan Audit.

Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu 3 hari Ket.Subbag Data realisasi Laporan verifikasi perjalan.Keuang.Laporan Entry data moni. Evalap perjalanan verifikasi an dinas kegiatan jalanan dan Irwil I dinas perjalanan audit dan monev Dinas s.d. V dinas kemaupun kegiatan giatan/non non audit dan audit dan monev monev Permintaan data Subbag Tim Veri. 3.fikasi Per. IV.s.d. 4.perjalanan verifikasi an dinas Tangga jalanan an dinas Perjalanan Dinas Dinas Laporan Veri. 5. dan monev Permintaan data Tim Veri.Subbag Monitoring fikasi Perjatoring perjalanan Evalap hari Perjalanan Dinas dinas lanan Dinas 2 hari 3 hari 98 .Rumah fikasi Per.Bagian I Subbag Data realisasi Laporan realisasi perjalan.

FLOWCHART SOP MONITORING PERJALANAN DINAS MULAI Permintaan Data Perencanaan Audit. Verifikasi PD. SPTB. 4. SK Kegiatan. SPTB. Melakukan Entry Data Perjalanan Dinas berdasarkan data yang telah dikumpulkan Dokumen Laporan Monitoring Perjalanan Dinas Itjen Per Triwulan SELESAI 99 . 3. 5. IV) Verifikasi PD (Subbag RT) SPTB (Subbag Keuangan) 1. Surat Tugas. Perencanaan Audit. dan Verifikasi PD Perencanaan Audit (Subbag Program) Surat Tugas (Subbag Program) SK Kegiatan (Bagian I s. 2.d. SK. Surat Tugas.

Pencatatan jenis kegiatan kedalam buku kendali kegiatan. 1. dan moderator). PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Bagian 3 Ket. maksud dan tujuan 1 SK Panitia. Jumlah anggaran kegiatan. dalam RKA-KL Pelaksana No Aktifitas 1 2 Masingmasing sub. Jumlah per. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Peraturan lama 1 diganti yang hari SK Kegiatan. narasumber. baru. 3. 3. Keterkaitan: 1. Pemeriksaan data Subbag atau pagu anggaran Evalap Subbag Keuangan 100 . TOR Kegiatan. Ketepatan dalam penulisan latar. Yang mampu memahami dalam penelahaan dokumen RKA-KL dan POK. Pengecekan per. Adanya proses pencoco kan data dengan RKAKL/POK. 2. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: Apabila setiap kegiatan tidak dibuatkan SK Kegiatan. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. SOP Kalender Kegiatan 2. 2. Komputer PC 3. dan RAB maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah (tidak diperbolehkan) dan anggaran kegiatan tersebut tidak akan cair (keluar). peserta. SK Kegiatan Pencatatan dan Pendataan: 1.Subbag aturan-peraturan Per-UU(dasar hukum) an 3. 1. 3. RKA-KL 4. moderator) ke dalam buku kendali TOR dan SK. 1. Pengajuan TOR Bagian I dan SK Kegiatan s. IV 2. hari SK Kegiatan peserta. dan TOR 2. Mampu mengoperasikan komputer. Kualifikasi Pelaksana: 1. Kegiatan tersebut ada di hari SK Kegiatan. Ketepatan dalam penulisan sesuai aturan dalam bahasa Indonesia.d. biaya honor. Waktu & tempat pelaksanaan kegiatan SK Panitia.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 1. 2. hal Peralatan/Perlengkapan: 1. ATK 2. jumlah personil panitia. Pencatatan TOR dan SK Kegiatan (jumlah anggaran.3 sonil (panitia. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Panitia. 2. naradan TOR sumber. SOP SK Kegiatan 3.

Pengesahan/persetujuan pelaksanaan kegiatan Subbag Evalap Subbag Per-UUan Pejabat KPA (Sekretaris Itjen) 5. Lembar memo persetujuan 1 SK Panitia. Diserahkan kepada Sekretaris Itjen. Memo persetujuan dari Subbag Evalap. 2. Buku Laporan 4 SK Kegiat. SK dan TOR Kegiatan disetujui dan ditanda tangani oleh Sekretaris SK Panitia. 3. subbag PerTOR. 5. Pengiriman arsip MasingSK dan TOR yang masing sudah ditanda. 1. 4. jawaban Pelaksadan data naan Kegiatan hasil dari kegiatan tersebut Ket. Ketepatan RAB jumlah anggaran dengan RKA-KL dan POK.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 4. 101 . Memo persetujuan dari hari SK Kegiatan. UU-an. Subbag Per-UUan. Subbag Evalap. 3. 2. TOR. Kesesuaian komponen kegiatan dalam rincian biaya.Pertanggunghari an.Subbag tangani Sekretaris Itjen Subbag Evalap Subbag Keuang an Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan TOR. Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK. Subbag Keuangan. dan dan POK.

TOR & SK (Draft) Dok.FLOWCHART SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Bagian I s.d. IV dan Irwil I s. TOR & SK (Draft) Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s.Bag Per-UU 1 Bagian I Subbag.d. TOR & SK (Draft) Ya Dok. V Bagian II Sub. TOR & SK (Draft) Tdk 2 3 DISETUJUI SELESAI 102 . V Pengecekan Peraturan – peraturan yang berlaku Pengecekan/ Pencocokan terhadap kesesuaian dengan Pagu di POK Tdk Proses Tdk Ya Proses Pemberian No SK Proses Penge sahan Ya Dok.d. Evalap 2 MULAI Membuat TOR & SK Dok.d. IV Dan TU Irwil I s. TOR & SK (Draft) 1 Dok.

TOR & SK (Draft) Dok.d. TOR & SK (Final) Penandatanganan Subbag Per-UU Subbag Evalap Subbag Keuangan Dok. TOR & SK (Final) SELESAI 103 . IV dan TU Irwil I s. Agama 3 Di kembalikan kepada yang bersangkutan dalam hal ini Bagian I s.Sekretaris Itjen Dep. V Disertai dengan lembar pengesahan dari Per-UU dan Evalap Dok.d.

3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT Dasar Hukum: 1. 5. 104 . Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dilakukan/dibuat. 3. Penyusunan LAKIP. selain itu juga akan dapat menghambat proses penyerapan anggaran. Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: 1. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.Non PKPT kasi Perja. 3. 2. Rekap PKPT Laporan Entry Data realisasi Subbag. NO 1. RAB Audit tidak dibuat maka tidak dapat membandingkan antara perencanaan anggaran dengan realisasi anggaran. 3. Keterkaitan: 1.(sementara) lanan Dinas Aktifitas Ket. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 2.Rumah Verifikasi Evalap perjalanan Verifikasi Tangga Perjalanan dinas dinas perjalanan an Dinas dinas 2 1. SOP Kalender Kegiatan SOP SK Kegiatan SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Pelaksanaan Kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Verifi. 4. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaks. Mampu mengoperasikan komputer. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan Permintaan data Subbag Data Rekap Laporan 1 rekap PKPT dan PerencaPKPT dan rekap PKPT hari Non PKPT naan Non PKPT dan Non PKPT 1 Laporan Subbag. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 2. 2. Pendataan verifikasi perjalanan dinas yang sudah selesai. 4. 5. PKPT PKPT dan 2. Apabila verifikasi perjalanan dinas tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dibuat. Lap. 3. ATK Komputer PC RAB Verifikasi Perjalanan Dinas Peringatan: 1. Rekap Subbag Tim Permintaan data hari verifikasi sementara verifikasi perjalan. 2. Peralatan/Perlengkapan: 1. Mempunyai kemampuan dalam administrasi. 2. hari Evalap dan Non Realisasi PKPT dan Non PKPT. Pencatatan rekap rencana PKPT.

d. 3. Rekap PKPT dan Non TU Irwil I Evalap PKPT. Laporan Verifikasi Perjalanan Dinas Mutu Baku Output Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT (final) Waktu 2 hari Ket. 105 . Rekap Surat Tugas.Pelaksana NO 4. 1. V 2. s. Aktifitas Konfirmasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor 1 Auditor Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Subbag Subbag.

3.FLOWCHART SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT MULAI Permintaan Data Pendukung Program Audit dari Subbag Program Permintaan Data SPTB dari Subbag Keuangan Dokumen Perencanaan Audit dan Surat Tugas Melakukan konfimasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor Dokumen SPTB (Surat Pertanggungjawaban Belanja) 1. Perencanaan Audit Rekap Surat Tugas Hasil Konfimasi SPTB Penyusunan Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT sesuai dengan data yang diperoleh Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT triwulan SELESAI 106 . 2. 4.

Pengisian formulir Kabag I Seluruh Kasubag realisasi anggaran s. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. Komputer PC 3. Laporan realisasi sasi. SOP Verifikasi Penyerapan Anggaran 3. IV kepada penanggungjawab kegiatan 3. 2. PP No. 1. 2.d. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. RAB. RAB. 3. Memahami masalah laporan realisasi anggaran kegiatan Itjen Dep. Laporan dan LPJ Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK).1. 2. RAB 4. SOP Pengelolaan Keuangan 2. Permintaan formulir Kabag I realisasi dan LPJ s. Formulir Laporan realisasi Form anggaran Realisasi kegiatan Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan Form Reali. Data Pendukung Lainnya Pencatatan dan Pendataan: 1. Agama.d. Pencatatan realisasi anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). Bagi masing-masing Bagian sebagai penanggungjawab kegiatan tidak membuat laporan realisasi anggaran maka akan memperlambat proses laporan realisasi anggaran kegiatan. Laporan realisasi Waktu 1 hari Ket. 2. anggaran dan LPJ dari subbag keuangan . Memahami dan mampu membaca dokumen RKA-KL dan POK. Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Setelah pelaksanaan kegiatan 1 hari 1 hari 107 . Pencatatan waktu pelaksanaan kegiatan. 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. Bagian Keuangan. ATK 2. Kepres No. 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP.Subbag patan dalam peng. Apabila pagu anggaran suatu kegiatan yang diajukan pada masing-masing bagian tidak sesuai dengan dokumen RKA-KL dan DIPA maka hasil akhir laporan realisasi anggaran kegiatan tidak akan sama dengan data SAI yang ada di Sub. PMA No. Adanya proses pencocokan data dengan RKA-KL/ POK. Pemeriksaan kete. IV kegiatan 2.Evalap isian formulir realisasi anggaran Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Form. Keterkaitan: 1.

Pencocokan RAB Subbag dengan Pagu Evalap Anggaran RKA-KL. POK. 1 Laporan hari Form Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). 1 Laporan hasil hari evaluasi realisasi anggaran kegiatan. RAB. SAI. Melakukan perbandingan data realisasi anggaran kegiatan dari masingmasing penanggungjawab kegiatan dengan laporan realisasi anggaran (SAI) 6. Pencatatan atau entry data realisasi Subbag Evalap Subbag Keuangan Form Realisasi. RAB. dan data pendukung lainnya anggaran dari penanggu ngjawab kegiatan. dan laporan evaluasi realisasi anggaran Laporan Rea. Subbag Evalap Form Realisasi.1 lisasi Penye. SAI. dan Form Realisasi 5. 4.hari rapan Anggaran Kegiatan dan non Kegiatan per bulan/ triwulan 108 .Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket.

(Subbag Evalap) Bagian I s.FLOWCHART SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN Bagian I. IV dan TU Irwil I s.d. V Form Realisasi MULAI Pembuatan Form Realisasi Penyusunan from realisasi anggaran & Kegiatan Form Realisasi Form Realisasi LRA dan LPJ MULAI Pengisian formulir realisasi anggaran kegiatan Permintaan Laporan Realisasi Angggaran kegiatan kepada masing-masing Bagian Pemeriksaan formulir realisasi anggaran Pencocokan RAB dengan Pagu Anggaran Melakukan perbandingan data/laporan realisasi anggaran kegiatan Pencatatan atau entry data realisasi SELESAI 109 .d.

Mampu/memahami dokumen POK. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. apabila kegiatan yang akan dilaksanakan tidak dibuatkan SK maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah. 3. Mampu mengoperasikan computer. SK Kegiat. Memahami peraturan dalam hal penyusunan SK Kegiatan. 3. 5. 2. 3. Keterkaitan: 1. Aktifitas Penerimaan SK Kegiatan Penelahaan SK Kegiatan dengan dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan bahwa SK tersebut telah sesuai dengan POK 1 Bagian I s. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. dan Narasumber). 3. Moderator. Pendataan Jumlah SK Kegiatan yang masuk atau yang akan dilaksanakan. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. SK harus dilampir -kan lembar pengesahan dari 110 . PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Dalam suatu pelaksanaan kegiatan kepada masing penanggungjawab kegiatan wajib membuat SK Kegiatan. 4. Juga tidak akan dapat dikendalikan dari segi namanama personilnya. 2.d. 2. SOP Kalender Kegiatan. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Kegiatan Konsep SK Kegiatan SK KegiatDokumen an dan POK pengesahan SK 1. 2. POK. Panitia. 2. SOP SK Kegiatan. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 3. ATK Komputer PC POK SK Peringatan: 1.SK Kegiatan (final) an. SK Kegiatan didalamnya harus disertakan atau di tulis jumlah maupun nama-nama personil yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Lembar pengesahan Waktu 1 hari 1 hari 1 hari Ket. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. apabila tidak dibuatkan maka akan sulit untuk mengendalikan kegiatan tersebut apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak. Pelaksana No 1. Pencatatan jumlah personil (Peserta. 2. IV Subbag Evalap Kasubbag Evalap 2 Subbag Evalap 3 Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1.

SK Kegiatan.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. Pencatatan SK Kegiatan yang sudah selesai ke dalam buku kendali SK Kegiatan Subbag Evalap Tim Monitoring SK 1. 2.Lembar pengesahan Laporan Monitoring SK Kegiatan per bulan 3 hari 111 .POK. 3. subbag Evalap untuk dilanjutkan ke Sekretaris untuk ditanda tangani 4.

d.FLOWCHART SOP MONITORING SK KEGIATAN MULAI Penerimaan SK Kegiatan dari masing-masing Bagian I s. IV (Pelaksana Kegiatan) Penelaahan SK Kegiatan dengan Dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan oleh Kasubag Evalap Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK Kegiatan) SELESAI 112 .

3. Kabag Perencanaan dan Program harus melakukan pengujian SPM dari Keuangan. 3. Kegiatan. dan data pendukung lainnya Kualifikasi Pelaksana: 1. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.s. Pelaksana NO 1.d. Bukti pengeluaran. Realisasi Anggaran berdasarkan SAI. SOP Kalender Kegiatan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. 2. Mampu dan memahami dokumen RKA-KL/ DIPA dan POK. SOP Riksus. 2. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. 6. 8. dan Sub. Apabila seluruh penanggungjawab kegiatan (Bagian I s. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. V) setelah kegiatan tersebut dilaksanakan tidak membuat laporan realisasi anggaran kegiatannya maka anggaran kegiatan tersebut tidak dapat dikendalikan oleh Subbag Evalap. Peringatan: 1. SOP SK Kegiatan. 5. Realisasi Anggaran berdasarkan pelaksanaan kegiatan. Keterkaitan: 1. 7. RAB 2. Mampu mengoperasikan komputer. Bagian 113 . PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Setelah pelaksanaan Kegiatan tersebut Permintaan data Bagian I MasingRealisasi Angga. 2. Peralatan/Perlengkapan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Pelaksanaan Kegiatan. 4. 2. 3. ATK Komputer PC SAI Copyan SPM Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan/pemilahan per Program. 5. 3. Apabila SPM tidak diuji oleh pejabat penguji SPM dan dicopy untuk diserahkan ke Subbag Evalap maka tidak dapat dilakukannya verifikasi penyerapan anggaran antara data keuangan dengan pelaksana kegiatan. Memahami verifikasi anggaran. Apabila SAI tidak dibuat maka tidak dapat mengetahui realisasi anggaran yang sudah dipertanggungjawabkan di KPPN dan untuk sebagai bahan evaluasi anggaran. 4. SOP Pelaksanaan PKAT.d. 4. 2. 3. IV dan TU Irwil I s.Kegiatan.d. SPM dari Keuangan. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. IV masing ran Kegiatan Sub. Mutu Baku Output Laporan Realisasi Anggaran Kegiatan Waktu 2 hari Ket.

Laporan Draft lapor5 Realisasi. dan Per MAK. SAI. 2. an realisasi hari 2. anggaran 3. Sub. 5. Kegiatan. Perlengkapan Dokumen SAI Laporan SAI 2 Data hari setelah di SPJ–kan di KPPN SPM Copyan 1 Dokumen SPM hari didapat setelah dilakukan pengujian SPM oleh Kabag I (Penguji SPM) 1.Pelaksana NO 2. 3. 6. Pengelompokan Anggaran berdasarkan Program. Permintaan copyan SPM 4. SPM Draft Laporan Verifikasi Draft Laporan Verifikasi 3 hari Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran per Triwulan (final) 2 hari 114 . Aktifitas Permintaan SAI 1 2 3 data Subbag. SAI. Kegiatan. SPM per Triwulan Subbag Evalap Subbag Evalap 1. Melakukan Verifikasi Data Laporan Realisasi Anggaran Entry Data hasil verifikasi realisasi anggaran Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Ket. Subbag Keuang Evalap an Kabag Subbag Perenca Keuang -naan an dan Keuang an Subbag Evalap 3. Laporan Realisasi.

V Form R A K MULAI Membuat Form Realisasi Anggaran & Kegiatan (RAK) Megisi Form Realisasi Anggaran & Kegiatan Form R A K Proses Penge cekan blm Lap. R A K Lap. SAI Dilakukannya Verifikasi Anggaran terhadap LRAK dan SAI Entry data yang telah diverifikasi Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran SELESAI 115 .d. Evalap) Bagian I s.d. R A K Lap. SAI (Subbag Keuangan) sdh Lap. IV TU Irwil I s.FLOWCHART SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Bagian I (Subbag.

SUBBAG ORGANISASI DAN TATALAKSANA 3. SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN 116 .Lampiran 4  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN 1. SUBBAG KEPEGAWAIAN 2.

22. SOP Rekapitulasi Absensi Pegawai SOP Rapat Baperjakat SOP Proses Cuti SOP Pemutakhiran Database Kepegawaian SOP Pembuatan DP3 SOP Izin/ Tugas Belajar SOP Mutasi Kenaikan Pangkat SOP Kenaikan Gaji Berkala SOP Mutasi Jabatan Struktural SOP Mutasi Tempat Tugas Pegawai di Lingkungan Inspektorat Jenderal SOP Pelantikan Pejabat SOP Penetapan Peserta Diklat SOP Pengadaan CPNS SOP Pembuatan Kartu Istri/Kartu Suami SOP Pengajuan Kartu ASKES SOP Pembuatan Kartu Pegawai SOP Pembuatan Kartu Taspen SOP Pengajuan Satya Lancana Karyasatya SOP Pengajuan Pembayaran Pensiun Pertama.Lampiran 2. 16. 13. 17. 9. 4. 23. 5. 14.1  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG KEPEGAWAIAN 1. dan Asuransi Kematian PT. 24. THT. 7. 21. 12. TASPEN SOP Pengangkatan ke Dalam Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengangkatan CPNS Menjadi PNS SOP Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengajuan Pensiun SOP Ujian Dinas UPKP 117 . 6. 2. 20. 18. 10. 3. 11. 15. 8. 19.

Keterkaitan: SOP Proses Cuti Peringatan: 1. Mesin Tik.30 dan 16. Pencatatan dan Pendataan: 1. Filling Kabinet. Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan tepat waktu. ATK. 2. Surat Permohonan Cuti 2.00 Pegawai yang tidak masuk menyerahkan surat ijin/surat tugas/ surat cuti ke subbag kepegawaian Mengambil data fingger print (Awal Bulan) Mencocokan data fingger print dengan surat ijin/surat tugas/ surat cuti Merekapitulasi hasil rekonsiliasi data absen 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pengolahan absensi pegawai Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI Dasar Hukum: 1. Kursi. Surat Ijin 4. 2 Pegawai Pengadministrasi Umum Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Setiap Surat Ijin/ Hari Surat Kerja Tugas/ Surat Cuti 3 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Fingger Print 1 Jam Data Absen Fingger Print Data hasil rekonsiliasi 4 Database Fingger Print dan Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Data Hasil rekonsiliasi 1 Hari 5 Pengadministrasi Umum 1 Hari Rekapitulasi Absen Pegawai 118 . Surat Tugas 5. Rekapitulasi Daftar Absen Pegawai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Setiap Data Absen 1. maka akan menghambat proses pembayaran uang makan pegawai. 2. Finger Print Hari 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai mengisi daftar hadir melalui Finnger Print setiap hari kerja jam 07. Ruang Kerja. Finger Printer. Komputer. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Lemari Arsip. Buku Daftar Kerja Hadir Ket. maka tidak dapat dibuat data informasi kehadiran pegawai kepada pimpinan. Kartu Cuti 3. Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan.

Pelaksana No 6 Aktivitas Menyampaikan rekapitulasi absen ke pimpinan dan Subbag rumah tangga 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Rekapitulasi 1 Jam Rekapitulasi Absen Pegawai Absen Pegawai Ket. 119 .

00 PEGAWAI YANG TIDAK MASUK MENYERAHKAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/ SURAT CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGAMBIL DATA FINGGER PRINT (AWAL BULAN) MENCOCOKAN DATA FINGGER PRINT DENGAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/SURAT CUTI MEREKAPITULASI HASIL PENCOCOKAN DATA ABSEN MENYAMPAIKAN REKAPITULASI ABSEN KE PIMPINAN DAN SUBBAG RUMAH TANGGA SELESAI 120 .30 DAN 16.FLOWCHART SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI MULAI PEGAWAI ABSEN MELALUI FINNGER PRINT SETIAP HARI KERJA JAM 07.

Filling Kabinet. KMA Nomor 350 tahun 1998 tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Notulen 2. 2. 3. Mesin Tik. Komputer. Sarana Transportasi. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1. Ruang. Draft Surat Keputusan/ Surat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan No 1 Aktivitas 1 2 3 Output Ket. Agama. 2 3 4 Menyiapkan bahan Baperjakat Meneliti bahan Baperjakat Membuat dan menyampaikan undangan Rapat Baperjakat Melaksanakan Rapat Baperjakat Menyiapkan memorandum tentang laporan hasil Rapat Baperjakat untuk menyampaikan Rancangan Keputusan dan konsep surat Membuat rancangan keputusan Penandatanganan surat keputusan Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Pejabat Eselon II 2 Buku Daftar Jam Urut Kepegawaian Buku Daftar Urut 3 Rekapitulasi Kepegawaian Jam Bahan Baperjakat Daftar Undangan 3 Surat Jam Undangan disampaiakan kepada undangan 3 Notulen Hasil Rekapitulasi Jam Sidang bahan Baperjakat Baperjakat Notulen Hasil Sidang Baperjakat 3 Jam Laporan Hasil Sidang Baperjakat 5 Pengadministrasi Umum 6 Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 7 Laporan Hasil sidang Baperjakat Draft Surat Keputusan/ draft surat 1 Jam 1 Jam Rancangan keputusan Surat Keputusan/ Surat 121 . Lemari Arsip.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT BAPERJAKAT Dasar Hukum: 1. Kursi. maka akan menghambat proses kegiatan dan atau putusan yang akan diambil pimpinan Pelaksana Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat Peralatan/Perlengkapan: Meja. ATK. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal SOP tidak dilaksanakan.

FLOWCHART SOP RAPAT BAPERJAKAT MULAI MENYIAPKAN BAHAN BAPERJAKAT MENELITI BAHAN BAPERJAKAT MEMBUAT DAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN SELESAI 122 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROSES CUTI Dasar Hukum: 1. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Pegawai yang tidak melaksanakan proses cuti dianggap tidak masuk tanpa ijin Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai meminta kartu kendali cuti ke Subbag Kepegawaian Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan ijin cuti ke atasan langsung Atasan langsung menelaah surat permohonan Ijin cuti pegawai dan memberikan catatan pertimbangan pada surat pengajuan Meneruskan surat permohonan ijin cuti ke pejabat yang berwenang memberikan cuti Pejabat yang berwenang memberikan 1 Pengadminis trasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Cuti Pegawai. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Filling Kabinet. Ruang. 4. ATK. Agama Nomor 6 Tahun 1988. SOP Data Base Kepegawaian 2. 2. 5. KMA Nomor 234 Tahun 1987 tentang Pendelegasian Wewenang Pemberian Cuti PNS di Lingkungan Dep. Keterkaitan: 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Output Kartu Kendali Cuti diserahkan ke Pegawai Surat permohonan Ijin Cuti 2 Pegawai Pemohon Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 3 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 1 Jam Surat permohonan ijin cuti telah diberi catatan 4 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 10 Menit draft surat ijin cuti 5 Pejabat yang berwenang Draft Surat Ijin Cuti 1 Jam Surat Ijin Cuti 123 . PP Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti. Surat Cuti Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 10 Kartu Kendali Menit cuti Buku Ekspedisi Ket. Komputer. tentang Juklak Pelaksanaan Cuti PNS. Mesin Tik. Pencatatan dan Pendataan: 1. SE Sekjen Dep. 3. SE BAKN Nomor 01/SE/1977 tentang Cuti.Agama. Kursi. Lemari Arsip. Kartu Kendali Cuti 2.

Pelaksana No Aktivitas cuti memberikan putusan dan menandatangani Surat Ijin Cuti Putusan disampaikan kepada Atasan langsung pegawai Atasan langsung memberi paraf memberi catatan pada Kartu Kendali Cuti Pegawai Pemohon Cuti memberikan Surat Cuti kepada pegawai dan Subbag Kepegawaian Subbag kepegawaian menerima surat ijin cuti dan kartu kendali cuti kemudian mengarsipkan 1 memberikan cuti 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 6 7 Pejabat yang berwenang memberikan cuti Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti 30 Menit Surat Ijin Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 30 Menit Ijin Cuti dicatat pada Kartu Kendali cuti 8 Atasan langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diterima Subbag Kepegawaian Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diarsipkan 9 Pengadministrasi Umum Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 124 .

FLOWCHART SOP PROSES CUTI MULAI PEGAWAI MEMINTA KARTU KENDALI CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI KE ATASAN LANGSUNG ATASAN LANGSUNG MENELAAH SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI PEGAWAI DAN MEMBERIKAN CATATAN PERTIMBANGAN PADA SURAT PENGAJUAN ATASAN LANGSUNG MENERUSKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI DAN MEMBUAT DRAFT SURAT IJIN CUTI KE PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI MEMBERIKAN PUTUSAN DAN MENANDATANGANI SURAT IJIN CUTI PUTUSAN DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN LANGSUNG PEGAWAI ATASAN LANGSUNG MEMBERI CATATAN PADA KARTU KENDALI CUTI DAN MENYAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN ATASAN LANGSUNG MEMBERIKAN SURAT CUTI KEPADA PEGAWAI DAN SUBBAG KEPEGAWAIAN SUBBAG KEPEGAWAIAN MENERIMA SURAT IJIN CUTI DAN KARTU KENDALI CUTI KEMUDIAN MENGARSIPKAN SELESAI 125 .

Pencatatan dan Pendataan: Database Kepegawaian Mutu Baku Ket. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakannya SOP di atas maka data pegawai tidak akurat. Server. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ada perubahan 1 Hari Foto kopi data pegawai perubahan data kepegawaian Foto kopi 5 Menit Perubahan data perubahan data /data pegawai kepegawaian terinput ke database Perubahan data 30 Rekapitulasi pegawai terinput Menit Data Pegawai ke database 15 Rekapitulasi Perubahan data Menit Data Pegawai pegawai terinput diterima ke database Pimpinan 2 3 4 126 . Ruang. ATK. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima foto kopi perubahan data kepegawaian Menginput data terbaru ke dalam Database Kepegawaian Merekapitulasi data pegawai Memberikan rekapitulasi data kepegawaian terbaru kepada pimpinan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penataan Database Kepegawaian. Kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Komputer/Laptop. Peralatan/Perlengkapan: Meja.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN MULAI MENERIMA FOTO KOPI PERUBAHAN DATA KEPEGAWAIAN MENGINPUT DATA TERBARU KE DALAM DATABASE KEPEGAWAIAN MEREKAPITULASI DATA PEGAWAI MEMBERIKAN REKAPITULASI DATA KEPEGAWAIAN TERBARU KEPADA PIMPINAN SELESAI 127 .

KMA Nomor 57 Tahun 1980 tentang Pembuatan DP-3. 4. SE BAKN Nomor 30/SE/1985 tentang Perubahan SE BAKN Nomor 02/SE/1980. Kursi. 3. Pencatatan dan Pendataan: DP-3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Blangko DP3 Jam 1 Hari Blangko DP3 diterima atasan langsung masing2 pegawai Blangko DP3 telah di isi Ket. Mesin Tik. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. maka pengembangan karier pegawai akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Blangko DP3 Menyampaikan Blangko DP3 kepada atasan langsung dari pegawai pada akhir bulan Desember Pejabat penilai/ Atasan langsung memberi nilai pada blangko DP3 Pejabat penilai/ Atasan langsung memberikan paraf konsep nilai DP3 dan memberikan ke masing-masing pegawai untuk diketik ulang rangkap 3 Pegawai mengisi pada kolom 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pembuatan DP3. Komputer. 2 3 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Blangko DP3 1 Hari 4 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Pegawai Dinilai Blangko DP3 telah di isi 2 Jam Blangko DP3 diparaf 5 Pegawai Dinilai Blangko DP3 diparaf 3 Jam DP 3 128 . 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 5. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal pembuatan DP3 tidak dilaksanakan. Lemari Arsip. SE BAKN Nomor 02/SE/1979 tentang Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN DP3 Dasar Hukum: 1. tentang Pembuatan DP-3 di Lingkungan Departemen Agama. PP Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS. Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1985. Filling Kabinet. Ruang. 6. ATK. Sarana Transportasi.

6 Pegawai Dinilai Pejabat Penilai/Atas an Langsung DP3 1 Jam DP3 ditandatangani pejabat penilai 7 Pejabat Penilai/Atas an Langsung Pegawai Dinilai Atasan Pejabat Penilai DP3 ditanda1 tangani pejabat Jam penilai DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 8 Pengadministrasi Umum DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 2 Jam Subbag kepegawaian menerima DP3 dan diarsipkan 9 Pengadmini strasi Umum 1.Pelaksana No Aktivitas keberatan jika merasa keberatan dengan nilai yang diberikan Pegawai yang dinilai menyerahkan kembali DP3 kepada pejabat penilai untuk ditanda tangani DP3 disampaikan kepada atasan pejabat penilai untuk ditandatangani Pegawai menyampaikan DP3 yang sudah ditandatangani ke Subbagian Kepegawaian Menyimpan Arsip DP3 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. DP3 yang ditandatangani atasan pejabat penilai 2. Filling Kabinet 10 Menit Arsip DP3 129 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN DP3 MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI SESUAI SUBBAG DAN BAGIAN MENYIAPKAN BLANGKO DP3 MENYAMPAIKAN BLANGKO DP3 KEPADA ATASAN LANGSUNG DARI PEGAWAI PADA AWAL BULAN JANUARI PEJABAT PENILAI/ATASAN LANGSUNG MENGISI BLANGKO DP3 PEJABAT PENILAI/ ATASAN LANGSUNG MEMARAF KONSEP NILAI DP3 DAN MEMBERIKAN KE MASING-MASING PEGAWAI UNTUK DIKETIK ULANG RANGKAP 3 PEGAWAI MENGISI PADA KOLOM KEBERATAN JIKA MERASA KEBERATAN DENGAN NILAI YANG DIBERIKAN PEGAWAI YANG DINILAI MENYERAHKAN KEMBALI DP3 KEPADA PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN UNTUK DIARSIPKAN SELESAI 130 .

Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat Pengantar. Surat Keterangan dari PT dan Jadwal Kuliah Surat permohon3 an ijin/ Tugas Jam Belajar Berkas Pengajuan 1 Jam Output Surat Permohonan Ket. FC SK Terkhir 3. Surat permohonan. Kursi. SOP Data Base Kepegawaian 2. ATK. Komputer. 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ijin/Tugas Belajar. Lemari Arsip. Peralatan/Perlengkapan: Meja. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR Dasar Hukum: UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Keterkaitan: 1. Mesin Tik. FC DP3 dua tahun terakhir 4. 2 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Ijin/ Tugas Belajar lengkap Surat Pengantar 3 4 Pengadministrasi Umum Surat pengantar dan Berkas pengajuan 6 jam Surat pengantar dan berkas diterima Biro Kepegawaian 5 Kepala Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Minggu Surat Ijin/ Tugas Belajar 6 Pengadmi nistrasi Umum Surat Ijin/ Tugas Belajar 1 Jam Surat Ijin/ Tugas Belajar didistribusikan dan diarsipkan 131 . FC SK PNS Hari 2. SOP DP3 Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan ijin/tugas belajar maka Ijasah tidak diakui secara kedinasan Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan Ijin/Tugas Belajar ke Sekretaris Memeriksa Berkas Ijin/ Tugas Belajar Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq. Ruang. Filling Kabinet. dan berkas ke Biro Kepegawaian Kepala Biro menerbitkan Surat Ijin/ Tugas Belajar dan dikirimkan ke Inspektorat Jenderal Menyampaikan Surat Ijin/ Tugas Belajar kepada pegawai dan mengarsipkan.

FLOWCHART SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN/TUGAS BELAJAR KE SEKRETARIS MEMERIKSA BERKAS IJIN/TUGAS BELAJAR LENGKAP ? Ya Tidak MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ. KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR. DAN BERKAS KE BIRO KEPEGAWAIAN KEPALA BIRO MENERBITKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR DAN DIKIRIMKAN KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYAMPAIKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR KEPADA PEGAWAI DAN MENGARSIPKAN SELESAI 132 . SURAT PERMOHONAN.

SK KP terakhir. 2. 4. Lulus Ujian dinas bagi Gol II ke III. Biro Kepegawaian dan BKN. Penetapan angka Kredit (PAK) bagi Pejabat Ket. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Baperjakat. SOP DP3. Telepon. 5. 2. Nota BKN. 5. SOP Penilaian Angka Kredit. Mesin Tik. Formulir D2. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar Kepegawaian Jam pegawai yang akan naik pangkat 2 Berkas 1. 7. SOP Pengajuan Kartu Pegawai. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. Faximile. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. SK Jabatan (jika menjabat) 5. Sarana Transportasi. Filling Kabinet. 2. 4. PP Nomor 100 Tahun 2000 jo. 2 133 . baik di Subbag Kepegawaian. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. SOP Ujian Dinas/UPKP. 3. 4. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan naik pangkat. Karpeg. Komputer. 3. 3. Lemari Arsip. Ruang. 3. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Formulir D2. Peringatan: 1. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan naik pangkat Pegawai menyiapkan bahan naik pangkat dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian 1 Kasubbag Kepegawaian Pegawai yang akan naik pangkat 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Kenaikan Pangkat. 4. 2. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. SOP Data Base Kepegawaian. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT Dasar Hukum: 1. Pangkat 2. Keterkaitan: 1. Papan Pengumuman Pencatatan dan Pendataan: 1. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. SOP Penetapan Peserta Diklat. Kursi. Persetujuan. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. DP3 2 Tahun Hari Kenaikan Terakhir. ATK. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural.

IV/c ke atas terkirim ke Setneg Nota Persetuju3 SK Kenaikan an BKN Hari Pangkat III/c s/d IV/b Surat Pengantar. 7. Per berkas 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Kasubbag Mengirimkan bahan kenaik. IV/c ke atas gawian dan Persetujuan Teknis untuk Gol.Kepegaan pangkat ke waian Biro Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 7 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 8 Proses di BKN BKN 9 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 10 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian 11 Untuk Pangkat di atas IV/c Biro Kepegawaian Surat Pengantar.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 3 4 Memeriksa kelengkapan bahan kenaikan pangkat Mengisi Formulir D II Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Fungsional. Forantar. Formulir mulir D II & D II & Berkas Berkas KeKenaikan naikan Pangkat terkirim ke BKN Surat Peng1 Nota BKN antar. IV/c ke atas Nota BKN dan 1 Nota BKN Persetujuan Hari terkirim ke Teknis untuk Biro KepeGol. STTPP Diklatpim.Keweantar & Nota nangan 134 . Surat Pernyataan Pelantikan. Berkas Kenaik2 Berkas an Pangkat Jam Kenaikan Pangkat lengkap Berkas Kenaik2 Terisinya an Pangkat Jam Formulir D II Formulir D II 1 Jam Surat Pengantar Ket. 8. Formulir D II & Berkas Kenaikan Pangkat terkirim ke Biro Kepegawaian 2 Surat PengSurat PengHari antar. Formulir Minggu dan PerD II & Berkas setujuan Kenaikan Teknis untuk Gol. Formulir D II & Berkas Kenaikan 1 Hari Kewenangan Biro Kepegawaian Kewenangan BKN Kewenangan BKN Kewenangan Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Peng.

dan didistrusikan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Persetujuan BKN Ket.Pelaksana No Aktivitas nota BKN dan Surat Pengantar dari Kepala Biro dan disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Untuk Pangkat sampai III/b Nota BKN dan Surat Pengantar diteruskan ke Inspektorat Jenderal Membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Gol III/b ke bawah Surat Keputusan Kenaikan Pangkat di sampaikan ke Pegawai. Biro Kepegawaian 12 Sekretariat Negara Surat Pengantar 2 SK Kenaikan Kewe& Nota PerBulan Pangkat nangan setujuan BKN IV/c ke atas Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 1 Hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 13 Biro Kepegawaian 14 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota Persetujuan BKN 2 Jam SK Kenaikan Pangkat s/d III/b 15 Kasubbag Kepegawaian SK Kenaikan Pangkat 1 Jam Sk Kenaikan Pangkat terdistribusi 135 .

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT MULAI Membuat Daftar Pegawai Yang Akan Naik Pangkat Pegawai Menyiapkan Bahan Naik Pangkat dan Menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa Kelengkapan Bahan Kenaikan Pangkat Lengkap ? Tidak Ya Membuat Surat Pengantar Dari Sekretaris Yang Ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan Surat Pengantar dan Berkas Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Berkas Kenaikan Pangkat Biro Kepegawaian Mengirimkan Berkas ke BKN BKN Menerbitkan Nota Kenaikan pangkat BKN mengirimkan Nota BKN ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN Tidak Ya Gol IV/b ke bawah ? Tidak Biro Kepegawaian Membuat Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN dan Membuat Surat Pengantar ke Setneg Biro Kepegawaian Mengirim Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN BKN Membuat Persetujuan Teknis BKN mengirim persetujuan teknis ke Setneg dengan tembusan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian mengirm surat pengantar dan berkas kenaikan pangkat ke Setneg Gol III/b Kebawah ? Ya Setneg menerima berkas kenaikan pangkat dari biro kepegawaian dan menerima nota persetujuan Teknis dari BKN Setneg Membuat SK Kenaikan Pangkat Untuk Golongan IV/c ke Atas Setneg Mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Mengirim Nota BKN ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Membuat SK Kenaikan Pangkat Golongan III/b ke Bawah Biro Kepegawaian membuat SK Kenaikan Pangkat untuk Golongan III/c s/d IV/b Biro Kepegawaian mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Menyampaikan SK Kenaikan Pangkat ke Pegawai SELESAI 136 .

Draft SK KGB 2. 2. Komputer. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. Filling Kabinet. Ruang. Buku Kendali KGB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pegawai yang 1 sudah 2 tahun Jam belum naik gaji berkala Database Kepegawaian 1 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA Dasar Hukum: 1. Membuat Pengadmidaftar pegawai nistrasi yang akan naik Umum naik gaji berkala Menyiapkan bahan kenaikan gaji berkala Membuat draft SK Kenaikan Gaji Berkala Memeriksa draft SK Kenaikan Gaji Berkala Membuat SK Kenaikan Gaji Berkala Menandatangani SK Kenaikan Gaji Berkala Mendistribusikan SK Kenaikan Gaji Berkala dan pencatatan pada buku kendali KGB Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian 2 3 4 5 SK Kenaikan Gaji Berkala Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 1 Jam 2 Jam Berkas Kenaikan Pangkat Draft SK Kenaikan Gaji Berkala Draft SK Kenaikan Gaji Berkala telah benar SK Kenaikan Gaji Berkala SK Kenaikan Gaji Berkala yang sudah ditandatanga ni SK KGB terdistribusi dan tercatat pada buku kendali KGB 6 7 Pengadministrasi Umum SK KGB 1 Jam 137 . SK KGB Jam Terakhir. 3. Kursi. Mesin Tik. 2. ATK. Lemari Arsip. Pencatatan dan Pendataan: 1. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal kegiatan ini tidak dilaksanakan. Daftar Gaji 2 Jam Draft SK KGB Output Daftar pegawai yang akan naik gaji berkala Ket. maka pegawai yang akan naik gaji berkalanya akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Kenaikan Gaji Berkala. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN NAIK GAJI BERKALA MENYIAPKAN BAHAN KENAIKAN GAJI BERKALA MEMBUAT DRAFT SK KENAIKAN GAJI BERKALA BENAR ? Ya Tidak MEMBUAT SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENANDATANGANI SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENDISTRIBUSIKAN SK KENAIKAN GAJI BERKALA SELESAI 138 .

6. 1998. PP Nomor 13 th 2002. KMA Nomor 350 th. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. Komputer. daftar jabatan Bahan rapat 3 Laporan Baperjakat Jam Hasil Sidang Baperjakat 1 Rancangan Laporan Hasil Jam Surat Sidang Keputusan Baperjakat Rancangan 1 Surat Surat Keputusan Jam Keputusan Undangan 2 Hari 3 Jam Undangan terkirim Pejabat telah dilantik 2 Mempersiapkan sidang Baperjakat Pengadmini strasi Umum 3 4 5 6 Melaksanakan Sidang Baperjakat Membuat rancangan Surat Keputusan Penandatanganan Surat Keputusan Persiapan Pelantikan Melaksanakan Pelantikan Kasubbag Kepala KepegaBagian waian Pengadmini strasi Umum Inspektur Jenderal Pengadmini strasi Umum Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon I & II 7 Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Keputusan 139 . SOP Pelantikan Peringatan: Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Bahan Mutasi Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: 1. PP Nomor 100 th 2000. Mesin Tik. ATK. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Ket. tentang Perubahan PP Nomor 100 Tahun 2000. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. 4. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar pejaKepegawaian Jam bat struktural dan calon pejabat struktural. Agama. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. 5. Keterkaitan: 1. Kursi. 2. Daftar jabatan Daftar pejabat 1 Bahan Rapat struktural dan Hari Baperjakat calon pejabat struktural. SOP Baperjakat 2. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000. 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL Dasar Hukum: 1. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Mutasi Jabatan. Ruang. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Strurktural.

Pelaksana No 8 Aktivitas Penyiapan SPP dan SPMT Penyampaian salinan dan petikan Surat Keputusan Penyiapan memorandum permohonan pembayaran Tunjangan Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum Pengadmini strasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft SPP dan 1 SPP dan SPMT Jam SPMT Surat Keputusan 1 Jam Surat Keputusan terdistribusikan SK. SPP. SPMT terdistribusikan Ket. 9 10 Pengadmini strasi Umum SK. SPMT 2 Jam 140 . SPP.

FLOWCHART SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL MULAI MENYIAPKAN BAHAN MUTASI JABATAN STRUKTURAL MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN PERSIAPAN PELANTIKAN PENYIAPAN SPP DAN SPMT PENYAMPAIAN SALINAN DAN PETIKAN SURAT KEPUTUSAN PENYIAPAN MEMORANDUM PERMOHONAN PEMBAYARAN TUNJANGAN JABATAN STRUKTURAL SELESAI 141 .

PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. 4. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Pencatatan dan Pendataan: 1. Kabag. KMA RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Lemari Arsip. 2 3 4 PengadMembuat surat ministrasi edaran/memoUmum randum/nota dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan mutasi pegawai PengadPimpinan unit ministrasi kerja (KasubUmum bag. ATK. Surat Keputusan Mutasi Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Disposisi 1 Hari Surat EdarPimpinan an/Memorandum/ Nota Dinas Ket. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang mutasi pegawai. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mutasi Membuat daftar Pengadministrasi pegawai yang Umum diusulkan akan mutasi Mempersiapkan Kasubbag rapat pimpinan Kepegawaian Melaksanakan rapat pimpinan Membuat ranKepala Subbagian PengadKepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Edaran/ 3 Hari Memorandum/ Nota Dinas Usulan Mutasi 5 6 Daftar pegawai yang akan diusulkan mutasi 2 Jam Daftar pegaDaftar pegawai yang wai yang diusulkan diusulkan mutasi mutasi Daftar pegawai 3 Jam Laporan/Notulen Hasil yang diusulkan Rapim mutasi Laporan/Notu2 Rancangan Database Kepegawaian Usulan Mutasi 2 Jam 142 . UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA RI Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. Faximile. Kursi. Telepon. Daftar Usulan Pegawai 2. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL Dasar Hukum: 1. Filling Kabinet. 2. Mesin Tik. Komputer.. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Ruang.

7 8 1 Jam Surat Keputusan Mutasi terdistribusi Selesai 143 .Pelaksana No Aktivitas cangan Surat Keputusan mutasi Membuat Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi didistribusikan ke pihak terkait 1 ministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan len Hasil Rapat Jam Surat KepuPimpinan tusan Mutasi Rancangan Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi 2 Jam Surat Keputusan Mutasi Ket.

KABAG.FLOWCHART SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL MULAI MEMBUAT SURAT EDARAN/MEMORANDUM/ NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN MUTASI PEGAWAI PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG. IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MUTASI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MUTASI MELAKSANAKAN RAPAT PIMPINAN MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MUTASI MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN MUTASI SURAT KEPUTUSAN MUTASI DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 144 .

tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. Lemari Arsip. SOP Baperjakat Peringatan: Dalam hal salah satu aktivitas tidak dilaksanakan akan menghambat pelaksanaan pelantikan Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan dilantik Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan Menyiapkan surat permohonan menjadi saksi pelantikan Menyiapkan surat permohonan rohaniawan Menyiapkan memorandum permohonan untuk tempat. Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 1 Pejabat yang Keputusan Jam akan dilantik mendapat undangan Daftar pejabat 2 Jam Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan surat permohonan menjadi saksi pelantikan surat permohonan rohaniawan Tempat. Kursi. 2 Pengadministrasi Umum 3 Pengadministrasi Umum Daftar pejabat 1 Jam 4 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Konsep surat permohonan rohaniawan Surat memorandum 1 Jam 5 1 Jam 145 . 3. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. tentang Perubahan PP Nomor 100 th 2000. 2. Jamuan. 5. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. PP Nomor 100 th 2000. PP Nomor 13 th 2002. Sarana Transportasi. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. Undangan 2. SOP Data Base Kepegawaian 2. KMA Nomor 350 Tahun 1998. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Mesin Tik. Ruang.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELANTIKAN PEJABAT Dasar Hukum: 1. Filling Kabinet. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. 6. ATK. Petugas Keamanan penyelengKet. 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pelantikan Pejabat. Keterkaitan: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. Agama. jamuan.

Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 8 Pengadministrasi Umum Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Undangan. 6 Pengadministrasi Umum 2 Jam Susunan Acara Pelantikan 7 Pengadministrasi Umum Undangan.Pelaksana No Aktivitas petugas keamanan penyelenggaraan pelantikan ke Kabag Umum Menyiapkan susunan acara pelantikan dan naskah sumpah jabatan Menyiapkan berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah Penyampaian Undangan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output garaan pelantikan siap Ket. memorandum 2 jam Draft Berita Acara dan Pengambilan Sumpah Undangan dan memorandum terkirim Pejabat telah dilantik. memorandum 1 Hari 9 Melaksanakan Kasubbag Pelantikan Kepegawaian Surat Keputusan. Surat Keputusan. Draft Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 3 Jam 146 .

FLOWCHART SOP PELANTIKAN PEJABAT MULAI MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN DILANTIK MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN MENGHADIRI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN MENJADI SAKSI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN ROHANIAWAN MENYIAPKAN MEMORANDUM PERMOHONAN UNTUK TEMPAT. PETUGAS KEAMANAN PENYELENGGARAAN PELANTIKAN KE KABAG UMUM MENYIAPKAN SUSUNAN ACARA PELANTIKAN DAN NASKAH SUMPAH JABATAN MENYIAPKAN BERITA ACARA PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH PENYAMPAIAN UNDANGAN MELAKSANAKAN PELANTIKAN SELESAI 147 . JAMUAN.

Pencatatan dan Pendataan: 1. Agama. 3. Daftar Usulan Calon Peserta Diklat 2. Kursi. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mengikuti Diklat Membuat daftar pegawai yang diusulkan akan mengikuti Diklat Melakukan verifikasi daftar yang akan mengikuti diklat Membuat rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Diklat Pegawai. tentang Diklat Prajabatan PN. 4. 2. Surat Penetapan/Tugas Peserta Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Permintaan 1 MemoranPeserta Diklat Jam dum/nota dinas Ket. PP Nomor 101 Tahun 2000. Komputer. Kabag. Telepon. Lemari Arsip. tentang Juklak Diklat Bagi PNS Di Lingkungan Dep. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ Nota Dinas 3 Hari Usulan Peserta Diklat 3 Pengadministrasi Umum Usulan peserta Diklat 3 Jam Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi Rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 4 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat 3 Jam 6 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi 1 Jam 148 . Mesin Tik. Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA Nomor 192 Tahun 1992. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/ Nota Dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan Calon Peserta Diklat Pimpinan unit kerja (Kasubbag. ATK. Keppres Nomor 5 Tahun 1996.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT Dasar Hukum: 1. Ruang. Filling Kabinet. tentang Diklat Jabatan. Faximile..

Pelaksana No 7 Aktivitas 1 2 Kabag Ortala & Kepegawaian 3 Sekretaris 8 Kasubbag Membuat KepegaSurat Penetapan/ Surat waian Tugas Diklat PengadmiSurat Surat nistrasi Penetapan/ Umum Surat Tugas Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Rancangan Jam Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 2 Surat Surat PeJam netapan/ Surat Tugas Diklat Output Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat terdistribusi Ket. Selesai 149 .

IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMVERIFIKASI DAFTAR YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT MEMBUAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SELESAI 150 .FLOWCHART SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN CALON PESERTA DIKLAT PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG. KABAG.

Mempunyai SK Panitia. Pengumuman Peserta yang diterima 7. Lemari Arsip.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN CPNS Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Fungsi. Ruang. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Kursi. Lembar Jawaban Ujian 6. 4. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakan salah satu kegiatan akan menghambat proses penerimaan CPNS Kualifikasi Pelaksanaan: 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 3. Tanda Terima Berkas 3. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mempunyai SK Penempatan di Subbag Kepegawaian. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengadaan CPNS. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Komputer. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima Jadwal dan formasi Penerimaan CPNS dari Biro Kepegawaian Membuat SK Tim Panitia Pengadaan CPNS Melakukan Rapat Panitia Persiapan Mengumumkan Pengadaan CPNS 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Kasubbag Kepegawaian Panitia 3 Kabag Ortala & Kepegaw aian Pimpinan Sekretaris Database Kepegawaian 2 Jam SK Panitia Pengadaan CPNS Notulen Hasil Rapat 4 Panitia Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 3 Jam 1 PengumumMinggu an Pengadaan CPNS 151 . Sarana Transportasi. 3. Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 2. Kartu Ujian 4.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Mesin Tik. Filling Kabinet. Susunan Organisasi. Surat Keputusan CPNS Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Jadwal & Jam Formasi Pengadaan CPNS Ket. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. ATK. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Nota BKN 8. 2. Soal Ujian 5. Tugas.

Berkas Pendaftar Melakukan rapat evaluasi hasil pemberkasan dan persiapan ujian tertulis Pengadaan CPNS 8 Melaksanakan Ujian Tertulis dan melakukan pengawasan ujian 9 Menyerahkan Lembar Jawaban ke Biro Kepegawaian untuk di scanning 10 Menerima Hasil Scanning Ujian Tertulis 11 Melaksanakan rapat persiapan persiapan psikotes dan wawancara 12 Melaksanakan Psikotes dan wawancara 7 Pimpinan Berkas Pendaftar 1 Berkas Minggu Pendaftar yang Lulus Berkas dan Kartu Ujian 3 Notulen Jam Hasil Rapat & Pelaksanaan Ujian tertulis telah siap Panitia Kartu Ujian.Pelaksana No 5 Aktivitas 1 2 Panitia 3 6 Melaksanakan Peserta Pendaftaran Pengadaan CPNS Melaksanakan Panitia Pemberkasan Pengadaan CPNS Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tanda Terima 1 Berkas Berkas Minggu Pendaftar Ket. Soal Ujian & lembar jawab 1 Hari Lembar Jawaban Panitia Lembar Jawaban 2 Jam Lembar jawaban diterima Biro kepegawaian Hasil Scanning ujian tertulis diterima Panitia Notulen Hasil Rapat Pengadministrasi Umum Hasil Scanning ujian tertulis 1 Jam Panitia Pimpinan Hasil Scanning ujian tertulis dan SK Panitia 3 Jam 13 Mengadakan rapat evaluasi hasil psikotes dan wawancara 14 Melaksanakan Panitia pengumuman CPNS yang diterima 15 Melakukan Pemberkasan Pengadaan CPNS 16 Mengajukan berkas CPNS ke BKN Panitia Peserta yang lulus Ujian Tertulis Panitia Panitia Tim Penguji Soal Psikotes dan Wawancara 2 Hari Hasil Psikotes dan Wawancara Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Pengumum an Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Berkas CPNS Hasil Psikotes dan Wawancara 3 Jam Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Data dan berkas CPNS 3 Jam 3 Hari Pengadministrasi Umum Panitia Berkas CPNS 3 Jam Surat Usulan dan Berkas CPNS 152 .

17 18 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Nota BKN 1 Jam 2 Hari Nota BKN diterima Surat Keputusan CPNS selesai Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Surat Penempatan Tugas 19 Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota BKN & Konsep Surat Keputusan Konsep Surat Keputusan 1 Jam 20 Kasubbag Kepegawaian Konsep Surat Penempatan Tugas 1 Jam 153 .Pelaksana No Aktivitas melalui Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN CPNS Membuat SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Membuat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Membuat Surat Penempatan Tugas CPNS 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PENGADAAN CPNS MULAI MENERIMA JADWAL DAN FORMASI PENERIMAAN CPNS DARI BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SK TIM PANITIA PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT PANITIA PERSIAPAN MELAKSANAKAN PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PENDAFTARAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT EVALUASI HASIL PEMBERKASAN DAN PERSIAPAN UJIAN TERTULIS PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN UJIAN TERTULIS DAN MELAKUKAN PENGAWASAN UJIAN MENYERAHKAN LEMBAR JAWABAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DISCANNING MENERIMA HASIL SCANNING UJIAN TERTULIS MELAKSANAKAN RAPAT PERSIAPAN PERSIAPAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MENGADAKAN RAPAT EVALUASI HASIL PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PENGUMUMAN CPNS YANG DITERIMA MELAKUKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MENGAJUKAN BERKAS CPNS KE BKN MELALUI BIRO KEPEGAWAIAN MENERIMA NOTA BKN CPNS MEMBUAT SK CALON PEGAWAI MEMBUAT SURAT PERYATAAN MELAKSANAKAN TUGAS (SPMT) MEMBUAT SURAT PENEMPATAN TUGAS CPNS SELESAI 154 .

Surat Pengantar 2. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu istri / kartu suami Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Istri/ Kartu Suami. 3. Lemari Arsip. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI Dasar Hukum: 1. Kursi. FC sah Kartu Hari persyaratan Keluarga 2. tentang Kartu Isteri/Kartu Suami PNS. Komputer. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas Pengajuan 1 Surat Jam Pengantar Ket. Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Keputusan Kep. Mesin Tik. BAKN Nomor 115 a/Kep/1983. FC sah Kutipan Akta Nikah 3. ATK. Kartu Istri / Kartu Suami Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2 3 4 5 Pengadmi Sekretaris Membuat Surat nistrasi Pengantar dari Umum Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Pengadmi Menyampaikan Surat pengantar nistrasi Umum dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Biro Kepegawaia Kepegawaian n memproses pengajuan Karis/Karsu ke BKN BKN BKN memproses pengajuan Karis/ Karsu dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Kartu Istri / Minggu kartu Pegawai 155 . sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. SE BAKN Nomor 01/SE/1975. Filling Kabinet. Ruang. tentang Petunjuk Permintaan.

Pelaksana No 6 Aktivitas Biro Kepegawaian menyampaikan Karis /Karsu ke Inspektorat Jenderal Menyerahkan Karis/Karsu ke Pegawai yang bersangkutan 1 Biro Kepegawai an 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Kartu Istri / kartu 1 Hari Pegawai Output Kartu Istri/ kartu Pegawai diterima Inspektorat Jenderal Kartu Istri / kartu Pegawai diterima yang bersangkutan Ket. 7 Pengadmini strasi Umum Kartu Istri / kartu Pegawai 1 Jam 156 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES PENGAJUAN BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARIS/KARSU DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARIS/ KARSU KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARIS/KARSU KEPADA PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 157 .

Filling Kabinet.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN KARTU ASKES Dasar Hukum: 1. FC sah Kutipan Surat Nikah 6. Keterkaitan: 1. FC Akte Kelahiran anak Berkas Pengajuan 1 Hari Berkas persyaratan Ket. 2 Menyiapkan PengadmiBlangko ASKES nistrasi Umum Pegawai yang Pegawai bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 3 4 Mengisi Blangko ASKES dan meminta tanda tangan atasan langsung Menyampaikan Blangko Askes dan berkas pengajuan ke kantor cabang Pegawai Atasan Langsung 1 Jam Blangko dan Berkas Pegajuan Pegawai Blangko dan Berkas Pengajuan 1 Hari Blangko dan Berkas Pengajuan diterima PT Askes 158 . FC sah daftar gaji 7. Kursi. tentang Asuransi Sosial PNS (Askes). FC sah SK pertama dan Terakhir 2. SOP Data Base Kepegawaian 2. PP Nomor 25 th 1981. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar (Suami istri dan anak di atas 5 tahun) 5. Ruang. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu ASKES Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Askes. Surat Pengantar 2. 2. FC sah Kartu Keluarga 4. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Mesin Tik. Komputer. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Lemari Arsip. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. FC sah KTP Suami Istri 3. Kartu Askes Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Blangko Hari ASKES 1.

Pelaksana No Aktivitas PT Askes sesuai domisili PT ASKES memproses pengajuan Kartu ASKES dan menyampaikan Pegawai 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 5 PT. ASKES Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Kartu ASKES diterima Pegawai Sel es ai 159 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN KARTU ASKES MULAI MENYIAPKAN BLANGKO ASKES MENGISI BLANGKO ASKES DAN MEMINTA TANDA TANGAN ATASAN LANGSUNG MENYAMPAIKAN BLANGKO ASKES DAN BERKAS PENGAJUAN KE KANTOR CABANG PT ASKES SESUAI DOMISILI PT ASKES MEMPROSES PENGAJUAN KARTU ASKES DAN MENYAMPAIKAN KEPADA PEGAWAI SELESAI 160 .

SE BAKN Nomor 01/SE/1975 tentang Petunjuk Permintaan. ATK. FC SK PNS 3. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas 1 Surat Pengantar Pengajuan Jam 2 3 4 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian memproses pengajuan Kartu Pegawai ke BKN BKN memproses pengajuan Kartu Pegawai dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Biro Kepegawaian menyampaikan Kartu Pegawai ke Pengadministrasi Umum Sekretaris Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Kartu Pegawai BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Kartu Pegawai 1 Hari Kartu Pegawai di terima Inspektorat Jenderal 161 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. Surat Pengantar 2. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Komputer. FC SK CPNS Hari persyaratan 2. Ruang. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI Dasar Hukum: 1. 2. Lemari Arsip. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Kursi. FC DP3 satu tahun terakhir 4. SOP Data Base kepegawaian 2. Filling Kabinet. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu pegawai Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. Mesin Tik. Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. Kartu Pegawai Mutu Baku Ket.

7 Pengadministrasi Umum Kartu Pegawai Kartu Pegawai di terima yang bersangkutan 162 .Pelaksana No Aktivitas Inspektorat Jenderal Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU PEGAWAI BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARTU PEGAWAI KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARTU PEGAWAI KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 163 .

Surat Pengantar 3. 2 Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Pengajuan 1 Jam Surat Pengantar 3 Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari 4 PT TASPEN Surat pengantar dan Berkas pengajuan Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima PT TASPEN 1 Kartu Hari TASPEN 5 Pengadministrasi Umum Kartu PT TASPEN Kartu TASPEN di terima yang bersangkutan 164 . Kartu TASPEN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu TASPEN Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke PT TASPEN Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke PT TASPEN PT TASPEN memproses pengajuan Kartu TASPEN dan menyampaikan hasilnya ke Subbag Kepegawaian Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. Mesin Tik. ATK. SOP Data Base Kepegawaian 2. Lemari Arsip.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Filling Kabinet. Komputer. FC SK PNS Hari persyaratan Ket. Ruang. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Kursi. FC SK CPNS 1 Berkas 2. Berkas Pengajuan 2. Keterkaitan: 1. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE PT TASPEN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE PT TASPEN PT TASPEN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU TASPEN DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENYERAHKAN KARTU TASPEN KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 165 .

Memorandum/ 166 . 3. Telepon. Pimpinan unit kerja (Kabag & Irwil) mengusulkan pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Pencatatan dan Pendataan: 1. Membuat daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. ATK. Keputusan Kepala BKN Nomor 02/2005 tentang ketentuan pelaksanaan penganugrahan Satyalancana Karya Satya.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA Dasar Hukum 1. Ruang. 2. Mempersiapkan 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Hari Output Memorandum/ nota dinas Ket. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Satyalancana Karya Satya. Kursi. Mesin Tik. 1994 tentang Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 3 Pengadministrasi Umum Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Memorandum/ 3 Jam 4 Pengadmi- 3 Jam Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Sarana transportasi. Daftar Usulan Calon Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini tidak ada pegawai yang mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/n ota dinas kepada pimpinan unit (Kabag & Irwil) untuk mengusulkan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 2. PP Nomor 25 th. Filling Kabinet. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ nota dinas 3 Hari Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Faximile. Lemari Arsip.

Memorandum/ Nota Dinas 2 Jam Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Rapat Pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 6 1 Minggu Berkas persyaratan 7 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Rancangan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas persyaratan 2 Jam Surat Pengantar 8 3 Jam Selesai 167 . 5 Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon II & III Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.Pelaksana No Aktivitas rapat pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Membuat memorandum/n ota dinas kepada Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Untuk menyampaikan persyaratan Membuat Surat Pengantar ke Biro Kepegawaian Menyampaikan Berkas Pengajuan ke Biro Kepegawaian untuk Diproses ke Setneg 1 nistrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Nota Dinas Mutu Baku Waktu Output Nota Dinas terkirim Ket.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT (KABAG & IRWIL) UNTUK MENGUSULKAN CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA PIMPINAN UNIT KERJA (KABAG & IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMPERSIAPKAN RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN UNTUK MENYAMPAIKAN PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DIPROSES KE SETNEG SELESAI 168 .

SP3R. SP4B. AKT 3. THT dan Asuransi PT TASPEN. ATK. KPPP. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. AKT 2. AKT 1. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. AKT 3. AKT 2. SK Pensiun 2. 2. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN Dasar Hukum 1. AKT4 dan SPTB 4 Pengadministrasi Umum SKPP 1 Hari SKPP diterima pegawai 169 . Komputer. Biro Kepegawaian. SOP Data Base Kepegawaian 2. Mesin Tik. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. AKT 1. Ruang. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. SP3R. Pencatatan dan Pendataan: 1. Kursi. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. untuk diterbitkan SKPP Penyiapan dan pengisian formulir-formulir (SP4A. Faximile. AKT4 dan SPTB) untuk ke Taspen Pengambilan SKPP yang telah diterbitkan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pengajuan Taspen. AKT 1. SP4B.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. 4. 2 15 Copy SK Menit Pensiun/ Pemberhentian 15 SK Pensiun/ Menit Pemberhentian 3 Pegawai Pengadmin istrasi Umum Formulir SP4A. AKT 2. Formulir SP4A. AKT 3. 2. 3. SP4B. SOP Pensiun Peringatan: 1. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. AKT4 dan SPTB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan SK Pensiun/ Pemberhentian SK Pensiun/ Pemberhentian Output Ket. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. AKT 3. SP3R. Telepon. SKPP 3. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. PT TASPEN. Sarana Transportasi. Filling Kabinet. Keterkaitan: 1. Lemari Arsip. AKT 1. AKT4 dan SPTB 3 Hari SP4A. AKT 2. SP4B. baik di Subbag Kepegawaian. Pelaksana No A 1 Aktivitas Persiapan Penggandaan SK pensiun/ pemberhentian Penyampaian tembusan SK Pensiun/pember hentian ke KPPN melalui Subbag RT. SP3R.

SP4B. 5 Pegawai SKPP. SP4A. AKT 1.Pelaksana No Aktivitas oleh KPPN melalui Subbag RT Penyiapan dan penyampaian kelengkapan persyaratan administrasi pembayaran pensiun pertama. THT dan Asuransi Kematian kepada PNS/ penerima pensiun untuk diusulkan ke Taspen oleh yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. AKT 3. THT dan asuransi terbayarkan 170 . AKT 2. AKT4 dan SPTB 1 Hari Pembayaran pensiun pertama. SP3R.

AKT 3. THT DAN ASURANSI KEMATIAN KEPADA PNS/ PENERIMA PENSIUN UNTUK DIUSULKAN KE TASPEN OLEH YANG BERSANGKUTAN SELESAI 171 .FLOWCHART SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN MULAI PENGGANDAAN SK PENSIUN/ PEMBERHENTIAN PENYAMPAIAN TEMBUSAN SK PENSIUN/PEMBERHENTIAN KE KPPN MELALUI SUBBAG RT. AKT4 DAN SPTB) UNTUK KE TASPEN PENGAMBILAN SKPP YANG TELAH DITERBITKAN OLEH KPPN MELALUI SUBBAG RT KARIS/KARSU KE BKN PENYIAPAN DAN PENYAMPAIAN KELENGKAPAN PERSYARATAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. UNTUK DITERBITKAN SKPP PENYIAPAN DAN PENGISIAN FORMULIR-FORMULIR (SP4A. SP3R. AKT 2. SP4B. AKT 1.

DP3 Tahun Terakhir. 3. SOP Penilaian Angka Kredit Peringatan: 1. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Pencatatan dan Pendataan: 1. Faximile. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193. 2 Pegawai 1. maka akan menghambat proses Pengangkatan Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Pegawai menyiapkan bahan usulan pengajuan dan menyerahkan ke Subbag 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan Auditor. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SK CPNS 5. BPKP 6. Keterkaitan: 1. Telepon. baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP. SOP Data Base kepegawaian 2.. Lemari Arsip. Ruang. Surat Persetujuan Teknis 4. Keputusan Bersama BKN. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. Sarana Transportasi. 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2. ATK. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 7. Surat Keputusan Mutu Baku Waktu 2 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Ket. Filling Kabinet. 2. Daftar Usulan PAK 2. Komputer. SK KP Terakhir. Surat Pengajuan Pengangkatan 3. SK Jabatan 2 Berkas usulan Minggu Auditor 172 . 4. Kursi. 5. 4. Mesin Tik. Karpeg. 3.

Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 hari 5 Surat Pengantar dan Berkas DUPAK Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP 1 Surat Bulan Persetujuan Teknis 6 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Surat Persetujuan Teknis 1 Hari Disposisi Sekretaris 7 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Pejabat Eselon I & II 8 Melaksanakan Kasubbag Sidang KepegaBaperjakat waian Pengadministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Surat Persetujuan Teknis dan Disposisi Sekretaris Bahan Rapat Baperjakat 2 Hari Bahan Rapat Baperjakat 1 Hari Laporan Hasil Sidang Baperjakat Rancangan Surat Keputusan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Membuat rancangan Surat Keputusan 10 Membuat Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor 9 Laporan Hasil Sidang Baperjakat Sekretaris Irjen Rancangan Surat Keputusan 2 Hari 2 Hari 173 . Daftar Usulan PAK Berkas usulan 1 Surat Hari Pengantar Ket. Pegawai yang Lulus Ujian Jabatan Fungsional Auditor atau PNS Formasi Calon Auditor 7.Pelaksana No Aktivitas Kepegawaian 1 2 3 3 4 Membuat surat pengantar ke kepala BPKP dan rekapitulasi pegawai yang diusulkan Mengirimkan Berkas usulan dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP Pusbin JFA BPKP memproses Persetujuan Teknis Pengangkatan Auditor Melaporkan hasil persetujuan teknis pengangkatan Auditor kepada Sekretaris Mempersiapkan sidang baperjakat Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan (jika menjabat) 6.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Mutu Baku Waktu 1 Hari Output Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor terdistribusi Ket. Sel es ai Pengadmini 11 Surat strasi Keputusan Pengangkatan Umum Ajabatan Fungsional Auditor didistribusikan ke pihak terkait 174 .

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN DIUSULKAN MENJADI AUDITOR PEGAWAI MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE KEPALA BPKP DAN REKAPITULASI PEGAWAI YANG DIUSULKAN MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR MELAPORKAN HASIL PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR KEPADA SEKRETARIS MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 175 .

Surat Perintah Melaksanakan Tugas 3. Tugas. KPPP. Kursi. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Pencatatan dan Pendataan: 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. THT dan Asuransi PT TASPEN. SOP Data Base Kepegawaian 2.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. Mesin Tik. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. Hasil General Chek Up 5. Surat Keputusan PNS Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Jam 1 Jam Output Daftar CPNS Daftar CPNS diterima Badan Litbang & Diklat Surat Pangilan Diklat Prajabatan Ket. PT TASPEN. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Sarana Transportasi. 2. Filling Kabinet. ATK. baik di Subbag Kepegawaian. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. 4. Ruang. Surat Tanda Tamat Pelatihan Prajabatan 4. 2 Kabag Ortala & Kepegawai an Sekretaris Daftar CPNS 3 Pengadministrasi Umum Surat Panggilan Diklat 1 Jam 176 . 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS Dasar Hukum 1. Komputer. Surat Keputusan CPNS 2. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Fungsi. Lemari Arsip. SOP Penetapan Peserta Diklat Peringatan: 1. Pelaksana No 1 Aktivitas Menginventarisir CPNS Mengusulkan daftar CPNS ke Badan Litbang & Diklat Menerima surat panggilan prajabatan dari Balai Diklat 1 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawai an 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan CPNS menjadi PNS. 3. Susunan Organisasi. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Pengadaan CPNS 3. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Biro Kepegawaian. Keterkaitan: 1. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama.

Hasil Tes Kesehatan 4. 5 CPNS 6 Kasubbag Kepegawai an CPNS Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris Surat Tugas Diklat Prajabatan CPNS yang lulus Diklat Prajabatan Surat Tugas Tes Kesehatan 1. Telah melaksanakan tugas minimal 1 Tahun 2. SPMT Konsep Surat Keputusan 2 Minggu 1 Jam Surat Tugas Tes Kesehatan Hasil Tes Kesehatan Konsep Surat Keputusan 7 8 2 Hari 1 Hari 9 Menandatang Kasubbag ani Surat Kepegawai Keputusan an dan mendistribusik an Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris 1 Hari Surat Keputusan Pegawai dan pihak terkait menerima SK Acara pengambil an sumpah siap dilaksanakan Berita Acara Pengambilan Sumpah PNS 10 Mempersiapkan acara pengambilan sumpah PNS Surat Keputusan 3 Hari 11 Melaksanakan CPNS Pengambilan Sumpah PNS Pimpinan Surat Keputusan Naskah Sumpah PNS Konsep Berita Acara 3 Jam 177 .Pelaksana No 4 Aktivitas Menugaskan CPNS mengikuti Diklat Prajabatan Diklat Prajabatan Menugaskan CPNS mengikuti Tes Kesehatan Mengikuti Tes Kesehatan Membuat Konsep Surat Keputusan Pengangkatan CPNS menjadi PNS 1 Kasubbag Kepegawai an 2 Kabag Ortala & Kepegawai an 3 Sekreta ris Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Surat Panggilan Diklat Prajabatan Waktu 1 Jam Output Surat Tugas Dikat Prajabatan STTPP Ket. STTPP 3.

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MULAI MENGINVENTARISIR CPNS MENGUSULKAN DAFTAR CPNS KE BADAN LITBANG & DIKLAT MENERIMA SURAT PANGGILAN PRAJABATAN DARI BALAI DIKLAT MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI DIKLAT PRAJABATAN DIKLAT PRAJABATAN MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI TES KESEHATAN MENGIKUTI TES KESEHATAN MEMBUAT KONSEP SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN DAN MENDISTRIBUSIKAN MEMPERSIAPKAN ACARA PENGAMBILAN SUMPAH PNS MELAKSANAKAN PENGAMBILAN SUMPAH PNS SELESAI 178 .

Surat Keputusan Tim Penilai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Nota Dinas Surat BPKP & Hari Jadwal Pengumpulan DUPAK ( Bulan Januari dan Juli) 1 Hari Surat Keputusan Ket. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Mesin Tik. Surat Penetapan Angka Kredit 4.. Telepon. Lemari Arsip. Kursi. Faximile. Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. 5. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Filling Kabinet. Keputusan Bersama BKN. 2 Kasubbag Kepegawaian Pegawai Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris 3 DUPAK 2 Berkas Minggu usulan DUPAK 179 . baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP. ATK. BPKP 6. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). Peringatan: 1. Surat Pengantar 3. Ruang. Daftar Usulam PAK 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penilaian Angka Kredit Auditor. 3. maka akan menghambat proses karier Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat Nota Dinas ke Inspektur Wilayah tentang pengumpulan DUPAK Auditor Membuat Surat Keputusan Tim Penilai Angka Kredit Auditor menyiapkan bahan usulan peng1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. Sarana Transportasi. Komputer. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. 2. 2. 7. 4. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.

1 Membuat Surat Ahli Madya dan Hari Pengantar Ahli Utama DUPAK ke BPKP 1 Surat Pengantar PengadmiA. ajuan DUPAK dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian DUPAK 1 4 Mengelompokk PengadmiMinggu nistrasi an Daftar Umum Usulan Penetapan Angka Kredit A.Pengadmikan dan nistrasi mengarsipkan Umum Surat Penetapan PAK Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan B.3 Pusbin JFA BPKP memproses DUPAK dan menetapkan angka kredit (PAK) A.4 Menerima Penetapan PAK Tim Penilai Pusbin JFA Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 Bulan Rekapitulasi DUPAK Surat Pengantar Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Pengadministrasi Umum A.3 Menyelenggarakan Kegiatan penetapan Angka Kredit B. DUPAK Auditor Trampil dan Ahli Pertama serta Ahli Muda Berkas DUPAK 1 Rekapitulasi PengadmiMinggu Kertas Kerja nistrasi Tim Penilai Umum Pengadministrasi Umum 3 Hari Pelaksanaan Penghitungan Siap Pengadministrasi Umum Tim Penilai Berkas DUPAk dan Rekapitulasi Kertas Kerja Tim Penilai Kertas Kerja Tim Penilai 3 hari Kertas Kerja tim Penilai Pengadministrasi Umum Tim Penilai 1 Hari 1 Sekretaris Inspektur Draft Penetapan Draft Penetapan angka Kredit Penetapan 180 .5 Mendistribusi. DUPAK Auditor Ahli Madya dan Ahli Utama DUPAK Auditor 1 A.2 Mempersiapkan Kegiatan Pelaksanaan Penilaian angka Kredit B.2 Mengirimkan Hari dan Berkas Berkas usulan nistrasi DUPAK Umum DUPAK dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP A.1 Merekap DUPAK masing-masing Auditor sesuai format Kertas Kerja Tim Penilai B.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Auditor Ket.5 Menanda- B.4 Membuat Draft Penetapan Angka Kredit B.

6 Mendistribusi.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Jenderal tangani Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit B.Pengadmikan dan meng.nistrasi arsipkan Surat Umum Penetapan PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Angka Kredit Hari Angka Kredit Ket. Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan 181 .

FLOWCHART SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Mulai MEMBUAT NOTA DINAS KE INSPEKTUR WILAYAH TENTANG PENGUMPULAN DUPAK AUDITOR MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN TIM PENILAI ANGKA KREDIT AUDITOR MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DUPAK DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGELOMPOKKAN DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT AUDITOR AHLI Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DUPAK KE BPKP MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DUPAK DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES DUPAK DAN MENETAPKAN ANGKA KREDIT (PAK) MENERIMA PENETAPAN PAK Tidak MEREKAP DUPAK MASING-MASING AUDITOR SESUAI FORMAT KERTAS KERJA TIM PENILAI MEMPERSIAPKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENILAIAN ANGKA KREDIT MENYELENGGARAKAN KEGIATAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MEMBUAT KONSEP PENETAPAN ANGKA KREDIT MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MENDISTRIBUSIKAN DAN MENGARSIPKAN SURAT PENETAPAN PAK SELESAI 182 .

ATK. 2. 3. Lemari Arsip. Biro Kepegawaian dan BKN. Keterkaitan: 1. maka akan menghambat proses Pensiun. Persetujuan Teknis BKN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Database Kepegawaian 2 Hari Output Memorandum/ Nota Dinas Ket. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Komputer. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 4. Telepon. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan Pensiun 2. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Pencatatan dan Pendataan: 1. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pensiun. Kursi. Mesin Tik.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PENSIUN Dasar Hukum: 1. SOP Data Base Kepegawaian 2. Sarana Transportasi. Nota BKN 3. Faximile. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 1 2 3 4 5 Membuat memorandum /Nota Dinas pemberitahuan kepada PNS yang mencapai BUP Pegawai menyiapkan berkas Pensiun dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa kelengkapan berkas pensiun Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan berkas pensiun ke Biro Kepegawaian Pegawai Memorandum/ Nota Dinas 2 Hari Berkas Pensiun Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Berkas Pensiun 2 Hari 1 Hari Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Draft Surat Pengantar Berkas Pensiun lengkap Surat Pengantar Kasubbag Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pensiun 1 Hari Surat Pengantar & Berkas Pensiun ter- 183 . baik di Subbag Kepegawaian. Ruang. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Filling Kabinet. 2. SOP Pengajuan TASPEN Peringatan: 1.

IV/c keatas Kewena 1 Nota BKN Nota BKN dan ngan Hari terkirim ke Persetujuan Biro Kepega. III/c s/d ngan Persetujuan Biro IV/b BKN Kepega waian Biro Kepegawaian Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. 6 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 7 Proses di BKN BKN 8 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 9 10 11 12 13 14 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Untuk Pangkat diatas IV/c Pertimbangan Teknis BKN disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara Membuat Surat Keputusan Pensiun Surat Keputusan Pensiun di sampaikan ke Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Biro Kepegawaian kirim ke Biro Kepegawaian Surat Pengantar 2 Surat Usul & Kewena& Berkas Hari Berkas ngan Pensiun Pensiun Biro terkirim ke Kepega BKN waian Surat Usul & 1 Nota BKN Kewena Berkas Pensiun Minggu dan ngan Persetujuan BKN Teknis untuk Gol. IV/c ke atas diterima Biro Kepegawaian SK Pensiun Gol. IV/c ke atas Kewena ngan Sekretar iat Negara Sekretariat Negara 1 Hari Biro Kepegawai an Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. IV/c keatas 2 SK Pensiun Bulan Gol. IV/c ke atas terkirim ke Setneg 3 SK Pensiun Kewena Nota Hari Gol. III/c s/d IV/b diterima pegawai Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN Kewena ngan Biro Kepega waian Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN SK Pensiun Gol. IV/c keatas 1 Hari SK Pensiun Gol. III/c s/d IV/b 1 Hari SK Pensiun Gol. IV/c ke atas Persetujuan Teknis untuk Gol.BKN Teknis untuk waian dan Gol.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. IV/c keatas diterima Pegawai 184 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN PENSIUN Mulai MEMBUAT MEMORANDUM / NOTA DINAS PEMBERITAHUAN KEPADA PNS YANG MENCAPAI BUP PEGAWAI MENYIAPKAN BERKAS PENSIUN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMERIKSA KELENGKAPAN BERKAS PENSIUN Tidak LENGKAP? Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS YANG DITUJUKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIRIMKAN BERKAS PENSIUN KE BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BKN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN/PERTIMBANGAN TEKNIS Tidak Gol IV/c Ya PERTIMBANGAAN TEKNIS BKN DISAMPAIKAN KE SEKRETARIAT NEGARA SEKRETARIAT NEGARA MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN DI SAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN DISAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SK PENSIUN DISAMPAIKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 185 .

ATK. Mesin Tik. Ijazah 2. Komputer. Ruang. 3. Pemindahan. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1. 4. atau salah satu kegiatan belum terpenuhi. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Agama. Surat Izin Tugas Belajar 3. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Filling Kabinet. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Jika izin tugas belajar belum terpenuhi. 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Sarana Tranportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. PP Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. 7. Lemari Arsip. 2. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat/penyesuaian ijazah pegawai. 5. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Tugas. KMA Nomor 172 Tahun 1988 tentang Pedoman Ujian Dinas di Lingkungan Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP UJIAN DINAS/UPKP Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: 1. Kenaikan pangkat dari Gol II ke Gol III 3. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Kursi. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Finger Printer. Pegawai yang mempunyai ijazah setingkat lebih tinggi 1 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan Ujian dinas/ UPKP Ket. Database Kepegawaian 2. Fungsi. 6. SOP Izin Tugas Belajar Peringatan: 1. SOP Data Base Kepegawaian 2. Jika kelengkapan data base pegawai tidak lengkap. maka akan menghambat proses penyesuaian ijazah pegawai Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ujian Dinas/ UPKP. 1 Inventarisasi pegawai yang akan diajukan untuk mengikuti Ujian Dinas/UPKP 186 .

3 4 Pengadministrasi Umum Mengirimkan Pengadmiberkas dan surat nistrasi pengantar ke Umum Biro Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pengajuan 1 Hari 5 Mengikuti Ujian Tertulis Mengikuti Ujian Karya Tulis Mengikuti Ujian Kompetensi Biro Kepegawaian menerbitkan Sertifikat Lulus Ujian Dinas/ UPKP Sertifikat di serahkan ke pegawai melalui Subbag Kepegawaian Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Biro Kepegawaian Hasil Ujian 6 7 8 Sertifikat Lulus 9 Pengadministrasi Umum Sertifikat Lulus Sertifikat Lulus diterima pegawai 187 .Pelaksana No 2 Aktivitas Mengumpulkan berkas persyaratan. membuat karya tulis Membuat Surat Pengantar 1 Pegawai 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Minggu Konsep Surat Pengantar 1 Minggu Output Berkas Persyaratan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Ket.

FLOWCHART SOP UJIAN DINAS/UPKP MULAI INVENTARISASI PEGAWAI YANG AKAN DIAJUKAN UNTUK MENGIKUTI UJIAN DINAS/UPKP MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN. MEMBUAT KARYA TULIS MEMBUAT SURAT PENGANTAR MENGIRIMKAN BERKAS DAN SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIKUTI UJIAN TERTULIS MENGIKUTI UJIAN KARYA TULIS MENGIKUTI UJIAN KOPETENSI Tidak LULUS ? Ya BIRO KEPEGAWAIAN MENERBITKAN SERTIFIKAT LULUS UJIAN DINAS/UPKP SERTIFIKAT DI SERAHKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 188 .

6. 12. 11. 3. 8. 2. 9. SOP Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SOP Keortalaan SOP Notulen Rapat SOP Pelaksanaan Kegiatan SOP Pelaksanaan Rapat SOP Pelaporan Kegiatan SOP Pembuatan TOR Kegiatan SOP Pembukaan Kegiatan SOP Penerbitan Majalah SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen SOP Perekrutan Pemantau Haji SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 189 .Lampiran 5  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG ORTALA 1. 7. 4. 10. 5.

1. SOP Pelaporan Kegiatan Peringatan: 1.Umum giatan 3. printer. Transportasi Kasubbag 15 Terevaluasinya menit Acara Pembukaan Hasil 1 Terevaluasi Kegiatan jam Pelaksanaan Kegiatan Tempat 15 Terevaluasinya Acara menit Tempat Acara Konsumsi 15 Terevaluasinya menit penyediaan konsumsi SPJ 1 Terevaluasinya Keuangan Jam SPJ Keuangan 15 Terevaluasinya Perlengkapan menit penggunaan yang perlengkapan digunakan 15 Terevaluasinya Transportasi menit penggunaan yang transportasi digunakan Dokumentasi pembukaan 190 . ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Tempat Acara d. Keterkaitan: 1. PP No. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan/kompetensi dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Laporan Ke1 Bahan evaluasi giatan Jam penyelenggaraan kegiatan Bahan 1 Terperiksanya evaluasi Jam kelengkapan kegiatan bahan evaluasi kegiatan Ket. Mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan. PMA No. SOP Penyusunan TOR Kegiatan 2. SOP Pelaksanaan Kegiatan 4. Laporan hasil kegiatan.Pengadmi hasil penyelenggara. layar. 5. PMA No. 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Pelaksana No. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 3. Inpres No. LCD. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Memeriksa kelengministrasi kapan hasil-hasil penyelenggaraan ke. 4. Inpres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pengelolaan Keuangan f. Konsumsi Kasubbag Kasubbag Kasubbag e. 2. Acara Pembukaan Kasubbag b. Data-data yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. 2. meliputi: a. Kegiatan tidak optimal. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Kegiatan dianggap fiktif. Perlengkapan Kasubbag Kasubbag g. 3. Mempersiapkan hasil. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.nistrasi Umum an kegiatan Pengad2. Pelaksanaan kegiatan c. 2.

Aktivitas h. 191 . kegiatan Ket. Menyampaikan surat Pengadministrasi hasil evaluasi Umum kegiatan pada Sekretaris Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Dokumentasi 30 Terevaluasinya Kegiatan menit kelengkapan dokumentasi Hasil evaluasi 2 Tersusunnya pelaksanaan Jam draft surat hasil kegiatan evaluasi kegiatan Draft surat 30 Koreksi surat evaluasi Menit hasil evaluasi kegiatan kegiatan Surat hasil 10 Surat hasil evaevaluasi Menit luasi kegiatan kegiatan yang telah ditandatangani 5 Diterimanya Surat hasil Menit surat hasil evaevaluasi luasi kegiatan. Dokumentasi 1 Kasubbag 2 3 4.Pelaksana No. 6. Membuat surat hasil evaluasi kegiatan Pengadministrasi Umum Kasubbag 5. Mengoreksi draft surat hasil evaluasi kegiatan Menandatangani surat hasil evaluasi kegiatan Kabag 7.

FLOWCHART SOP EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MENELITI KELENGKAPAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP: ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN TEMPAT ACARA KONSUMSI PENGELOLAAN KEUANGAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DOKUMENTASI MEMBUAT DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENGOREKSI DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENANDATANGANI SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN MENYAMPAIKAN SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN SELESAI 192 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEORTALAAN Dasar Hukum: 1. Pelaksanaan kegiatan pada Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. mekanisme dan tata kerja yg ada dan yg diperlukan Hasil analisa tugas. PMA No. mekanisme dan tata kerja Itjen. mekanisme dan tata kerja 5. Tugas Mekanisme dan Tata Kerja di Lingkungan Inspektorat Jenderal. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. mekanisme dan tata kerja di lingkungan Itjen akan mengganggu keortalaan di Itjen. Usulan 2 Laporan hasil Jam analisa pengor. 3 Identifikasi Hari kebutuhan organisasi 3 Hasil analisa Hari tugas. Mengumpulkan bahan untuk penyusunan uraian tugas. 3 Hasil telaah Hari tugas. Pelaksana No Aktivitas 1 Tim analisis ortala Itjen 2 3 1. Mengidentifikasi kebutuhan pengorganisasian pada Itjen 4. Keterkaitan: 1. Peringatan: 1. Menganalisa antara tugas. Mekanisme dan tata kerja Itjen yg ada Tugas. Peraturan dan kebijakan pengorganisasian Itjen Tugas.Tim analisis ortala organisasian Itjen sesuai hasil analisa Itjen 6. Membuat draft peng. Tidak adanya struktur organisasi yang jelas/ sesuai akan menyebabkan hambatan dalam organisasi. mekanisme dan tata kerja yang Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Memahami tugas dan fungsi di lingkungan Inspektorat Jenderal. 3. Tugas. Hari mekanisme dan tata kerja yang tidak tumpang. Fungsi. 2. Mekanisme dan tata kerja yg diperlukan Perbandingan tugas. mekanisme dan tata kerja Itjen yang ada 3. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. mekanisme dan tata kerja Draft tugas. ATK. Pelaksanaan kegiatan setiap bagian pada Sekretariat 2. printer. Struktur organisasi Inspektorat Jenderal. Waktu minimal yg dibutuhkan. Tidak terlaksananya tugas. mekanisme dan tata kerja. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. mekanisme dan tata kerja yang ada dengan yang dibutuhkan. Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen 2 Bahan penyuHari sunan uraian tugas.penyeganisasian Itjen suaian 193 . Menelaah tugas. Memahami keortalaan. mekanisme dan tata kerja 2. PMA No. Membuat laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Tim analisis ortala Itjen 3 Draft tugas.

Menyelenggarakan pembahasan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen 9. 7. Mengajukan SK tentang keortalaan pada Irjen 15. Membuat kesepakatan hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Ketua tim analisis 15 TersampaikanMenit nya laporan Tim anali. Membuat konsep uraian jabatan. Menyampaikan hasil kesepakatan pada pimpinan 11. Membuat konsep keputusan Irjen tentang (penyesuaian) pengorganisasian 12.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen Tim anali.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 tidak tumpang Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. beban tugas dan fungsi pada Itjen 10 Diterimanya Menit hasil kesepakatan 2 Konsep SK Irjen Jam Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 30 Hasil koreksi Menit Konsep SK Irjen 15 Konsep SK Irjen Menit yang telah disetujui dan diparaf Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 16. beban tugas dan fungsi pada pimpinan 1 SK Irjen yang Hari telah ditandatangani 3 Konsep uraian Hari jabatan. beban tugas dan fungsi pada Itjen 194 . Mengoreksi konsep SK Irjen tentang keortalaan 13.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen 3 Hasil diskusi/ Hari pembahasan analisa pengorganisasian Itjen 1 Kesepakatan Jam hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Tidak adanya tumpang tindih dalam pengorganisasi an Itjen 10. Mengajukan konsep Subbag Ortala uraian jabatan. Menyampaikan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen pada pimpinan. beban tugas dan fungsi Tim analisis ortala Itjen Subbag Ortala hasil kesepakatan Hasil kesepakatan analisis organisasi Konsep SK Irjen tentang organisasi Koreksi konsep SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang Keortalaan Konsep uraian jabatan. 8. beban tugas dan fungsi pada Itjen 3 DitandatanganiHari nya konsep uraian jabatan. Mengajukan Konsep SK Irjen tentang keortalaan pada Kepala Bagian untuk disetujui 14.

BEBAN TUGAS DAN FUNGSI MENYAMPAIKAN HASIL KESEPAKATAN PADA PIMPINAN MENGAJUKAN KONSEP URAIAN JABATAN. MEKANISME DAN TATA KERJA MENELAAH TUGAS. MEMBUAT DRAFT PENGORGANISASIAN ITJEN SESUAI HASIL ANALISA MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGOREKSI KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN MENYAMPAIKAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN PADA PIMPINAN. BEBAN TUGAS DAN FUNGSI PADA PIMPINAN MEMBUAT KONSEP KEPUTUSAN IRJEN TENTANG (PENYESUAIAN) PENGORGANISASIAN SELESAI 195 . MENGAJUKAN KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN PADA KEPALA BAGIAN UNTUK DISETUJUI MENYELENGGARAKAN PEMBAHASAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGAJUKAN SK TENTANG KEORTALAAN PADA IRJEN MEMBUAT KESEPAKATAN HASIL PEMBAHASAN ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MEMBUAT KONSEP URAIAN JABATAN. MEKANISME DAN TATA KERJA ITJEN YANG ADA MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGORGANISASIAN PADA ITJEN MENGANALISA ANTARA TUGAS.FLOWCHART SOP KEORTALAAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN UNTUK PENYUSUNAN URAIAN TUGAS. MEKANISME DAN TATA KERJA YANG ADA DENGAN YANG DIBUTUHKAN.

6. Usulan dan masukan dari para peserta 2. Fungsi. Mampu menyimpulkan pendapat dan usulan dengan baik. Mencatat semua usulan dan pendapat dari para peserta rapat selama rapat berlangsung Notulen 3. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 5 Diterimanya menit apa saja agenda yang akan dibahas dalam rapat Komputer atau Selama Tercatatnya semua Laptop rapat berlang usulan dan pendapat sung dari para peserta selama rapat berlang-sung Komputer atau Selama Tercatatnya hasil-hasil Laptop rapat berlang akhir keputusan rapat sung 5 Dibacakannya Komputer atau Laptop dan menit hasil akhir keputusan rapat printer oleh pimpinan rapat Pelaksana No 1. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 4. Printer. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Hasil akhir rapat 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Pendokumentasian hasil-hasil rapat Mutu Baku Ket. Mencatat hasilhasil akhir keputusan rapat Menyerahkan hasil akhir keputusan rapat kepada pimpinan rapat untuk dibacakan sebelum rapat ditutup Notulen 4. Tugas. Notulen 196 . 3. Aktivitas 1 2 3 Meminta agenda Notulen rapat dari pimpinan rapat 2. 2. 5. Mampu mengetik dengan cepat. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. ATK. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3. 2. Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP NOTULEN RAPAT Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terlaksana notulen rapat Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. dan lain-lain.

Notulen Mutu Baku Ket. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Mesin fotokopi 10 Tergandakan menit nya hasil akhir keputusan rapat Hasil keputus10 Terdistribusian rapat yang menit kan nya hasil sudah diganda keputusan kan rapat kepada para peserta rapat 2 Diarsipkannya menit hasil-hasil keputusan rapat 197 .Pelaksana No 5. Mendistribusikan hasil keputusan rapat kepada para peserta rapat Mengarsipkan hasil keputusan rapat Notulen 7. Aktivitas Menggandakan hasil akhir keputusan rapat 1 Notulen 2 3 6.

FLOWCHART SOP NOTULEN RAPAT MULAI MEMINTA AGENDA RAPAT DARI PIMPINAN RAPAT MENCATAT SEMUA USULAN DAN PENDAPAT DARI PARA PESERTA RAPAT SELAMA RAPAT BERLANGSUNG MENCATAT HASIL-HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENYERAHKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT KEPADA PIMPINAN RAPAT UNTUK DIBACAKAN SEBELUM RAPAT DITUTUP MENGGANDAKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENDISTRIBUSIKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT MENGARSIPKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT SELESAI 198 .

PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Palu. 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 2. printer. Pelaksana No 1. mesin foto copy. mesin tik. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Keterkaitan: 1. Laporan Panitia. dan Kendaraan roda empat. Aktivitas Penyiapan Tempat Acara 1 Panitia 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Tugas. Fungsi. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. LCD. SOP Permintaan Barang 5. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Memahami tugas dan fungsinya Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Lagu Indonesia Raya. Pencatatan dan Pendataan: 1. Acara Pembukaan Panitia/MC Pimpinan 3. Tabel Tag. dan Tabel Tag Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. 3. 6. SOP Penyusunan TOR kegiatan. 2. 5. Sound system. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. Spanduk. Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. 2. Pelaksanaan Narasumber Moderator Acara Layar. Rincian keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Daftar hadir 2. ATK. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. SOP Pencairan Anggaran 4. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Laptop. 4. dan Do’a Paparan dari Narasumber 1 jam Tempat acara yang siap untuk digunakan Terselenggaranya acara pembukaan 1 jam 3 hari Terselenggaranya acara kegiatan 199 . 4. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. Sound system. LCD. Layar. Mampu menganalisis materi-materi kegiatan 3. Palu. Kegiatan tidak optimal 3. Spanduk. Arahan Pimpinan.

Aktivitas Acara Penutupan 1 Panitia Pelaksana Kegiatan 2 Pimpinan 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Laporan Panitia dan Arahan Penutup 1 jam Terselenggar anya acara penutupan 200 .Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI PENYIAPAN TEMPAT ACARA ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN ACARA ACARA PENUTUPAN SELESAI 201 .

Membuka rapat Pelaksanaan rapat Pimpinan rapat Pimpinan rapat Peserta rapat Notulen Mutu Baku Ket. SOP Notulen Rapat Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN RAPAT Dasar Hukum: 1. Layar. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Memiliki kemampuan memahami masalah yang akan dibahas dalam rapat 3. Keterkaitan: 1. SOP Pemakaian ruang dan peralatan 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Menyiapkan Pelaksana surat undangan dan absen Mendistribu. LCD. Pencatatan dan Pendataan: 1.Pelaksana sikan surat undangan Menyiapkan Pelaksana tempat rapat 3.Waktu peserta rapat sional nya rapat tergantung agenda rapat 202 . Dll Para peserta 5 Dimulainya telah hadir menit rapat Diikuti para Kondi. 3. Sound System. 6. Tidak tersedianya ruang untuk rapat 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Permintaan Konsumsi 2. Printer. Fungsi. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. ATK. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.Terlaksana. 5. Layar. Mampu mencatat hasil-hasil rapat dengan cepat Peralatan/Perlengkapan: Kursi. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Bahan Rapat 2. Tugas. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 30 Undangan Laptop. Menit siap untuk Kertas. menit siap untuk digunakan Daftar Absen Kehadiran. 4. Mampu mengoperasikan Laptop dan LCD 4. 2. busikan Stempel Surat undangan 20 Surat undangyang sudah menit an diterima digandakan seluruh peserta 30 Tempat rapat LCD. 5. Tidak tercatatnya hasil rapat Pelaksana No 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Printer. Sound System. Komputer. SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris 4. 4. Memiliki Kewenangan Menetapkan Peraturan dan Kebijakan 2. Meja. Mesin didistriFoto Copy. Daftar hadir 2. Tidak tersEdianya konsumsi rapat 2. Tidak tersdianya sarana untuk rapat 4.

203 . Aktivitas 1 2 3 Pembacaan Pimpinan rapat hasil-hasil rapat 7.Pelaksana No 6. Menutup rapat Pimpinan rapat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Notulen rapat 10 Kesimpulan menit hasil-hasil rapat diketahui seluruh peserta agenda rapat Rapat selesai 5 telah selesai menit dibicarakan Ket.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN RAPAT MULAI PENYIAPAN SURAT UNDANGAN DAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENYIAPAN TEMPAT RAPAT PEMBUKAAN RAPAT PELAKSANAAN RAPAT PEMBACAAN HASIL-HASIL PENUTUPAN RAPAT SELESAI 204 .

SK Kegiatan dalam menyusun Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Spanduk. Mutu Baku Waktu 1 jam Output Terkumpulnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah selesai dilaksanakan Ket. SOP Pelaksanaan Kegiatan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 3. 2. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Layar. Tugas. mesin foto copy. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. Bahan Hasil Sidang Pleno. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Keterkaitan: 1. Memiliki kemampuan laporan 2. mesin tik. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Bahan hasil sidang Komisi. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. 2. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. LCD. Bahan Narasumber. 3. 4. 6. Palu.Pelaksana kan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan setelah kegiatan selesai dilaksanakan Pelaksana Menyusun bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan Mengoreksi Kasubbag bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kumpulan bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kabag Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 1 jam Tersusunnya bahan-bahan dan hasilhasil kegiatan Terkoreksinya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 jam 205 . Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Kualifikasi Pelaksana: 1. Pelaksana No 1. Tabel Tag. Mengumpul. 4. SOP Pembuatan TOR kegiatan. Peringatan: 1. Daftar Hadir. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Kendaraan roda empat. 3. Tidak ada yang dilaaporkan. Kegiatan tidak optimal. 2. Fungsi. dan Hotel Pencatatan dan Pendataan: 1. printer. ATK. 3. 5. Sound system. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. 2.

Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit 8. Aktivitas Memaraf bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menandatangani bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menggandakan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menyampaikan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke subbag Evalap dan Subbag Keuangan Mendokumentasikan satu naskah bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Waktu 5 menit Output Terparafnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Ket. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit Terdokumentasikannya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 206 .Pelaksana No 4. Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 2 Jam Tergandakannya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Sampainya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke Subbag Evalap 7. Sekretaris 5 menit Tertandatanga ninya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 6.

FLOWCHART SOP PELAPORAN KEGIATAN MULAI MENGUMPULAN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN SETELAH KEGIATAN SELESAI DILAKSANAKAN MENYUSUN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN MENGOREKSI BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MEMARAF BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENANDATANGANI BAHAN-BAHAN DAN HASILHASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENGGANDAKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENYAMPAIKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN KE SUBBAG EVALAP DAN SUBBAG KEUANGAN MENDOKUMENTASIKAN SATU NASKAH BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN SELESAI 207 .

sasaran. 2 Kualifikasi Pelaksana: 1. Menandatangani TOR kegiatan 6. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tidak adanya payung hukum dari kegiatan yang akan dilaksanakan. SOP Kalender Kegiatan 2. Membuat konsep TOR kegiatan 4. 2. Mengoreksi dan memaraf konsep TOR kegiatan 5. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. Mengumpulkan peraturan perundangundangan terkait 3. Mengumpulkan bahan-bahan yang terkait dengan kegiatan yang akan dibuatkan TORnya 2. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Tumpang tindihnya kegiatan 2. printer. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Menyerahkan TOR asli ke Sub Bagian Keuangan dan Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 10 menit Output Terkumpul nya bahanbahan untuk pembuatan TOR Terkumpul nya peraturan per-UU-an terkait Tersusunny a Konsep TOR Kegiatan Terkoreksin ya konsep TOR kegiatan Ditandatanganinya TOR Diterimany a TOR asli oleh Sub Bagian Keuangan dan Evalap Ket. SOP SK Kegiatan 3. Mampu mengoperasikan komputer 2. dan tujuan Konsep TOR Kegiatan 15 menit 10 menit Sekretaris Itjen Pengadministrasi Umum TOR kegiatan 10 yang telah menit diparaf 5 menit 208 . Pengadministrasi Umum 10 menit Pengadministrasi Umum Kasubag Kepala Bagian Memuat latar belakang. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: 1. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu menganalisis kegiatan yang akan dilaksanakan.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN MENGUMPULKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAHAN MENYUSUN KONSEP TOR KOREKSI KOREKSI DAN PEMARAFAN PENANDATANGANAN PENGGANDAAN DAN PENGARSIPAN PENYERAHAN TOR ASLI KE SUBBAG KEUANGAN SELESAI 209 .

Mampu mengoperasikan komputer 2. Doa Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Susunan 5 informasi Acara. 3. menit susunan Soundsistem acara pembuka an Al Quran. 6. 6. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Soundmenit Pimpinan sistem terhadap kegiatan 5 Doa menit Ket. Fungsi. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Tugas. SOP Penyusunan TOR kegiatan. Kegiatan tidak optimal Pelaksana No 1. 2. Mampu menjadi MC Peralatan/Perlengkapan: Komputer. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. printer. Sound kegiatan sistem Naskah arah30 Arahan an.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUKAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. 3. 210 . 4. 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mampu melaksanakan suatu kegiatan 3. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Keterkaitan: 1. 5. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Menyanyikan lagu Indonesia Raya Laporan Panitia Arahan Pimpinan Panitia Ketua Panitia Pimpinan 5. Absen peserta. 5 Lantunan Soundsistem menit Ayat suci sesuai dengan kegiatan Soundsistem 5 Lantunan menit Lagu Indonesia Raya 10 Informasi Naskah Lapormenit tentang an. Pembacaan Panitia susunan acara pembukaan Pembacaan Panitia Ayat Suci 2. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. Jadwal acara. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui.

FLOWCHART SOP PEMBUKAAN KEGIATAN MULAI PEMBACAAN SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN PEMBACAAN AYAT SUCI MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA LAPORAN PANITIA ARAHAN PIMPINAN DOA SELESAI 211 .

3. Bank Naskah Konsep tema Konsep Tema dan Bahan Rapat tema majalah 1 Hari 1 hari 50 hari 50 hari Bahan rapat majalah FP Hasil rapat dan Tema Majalah Informasi tema majalah Terkumpulnya naskah 3. Menerima/Mengum Pelaksana pulkan naskah yang masuk Mensortir/klasifikasi Pelaksana naskah Naskah dari penulis 5. 2. 2. Naskah yang masuk 2 hari Terkumpulnya naskah yang sesuai tema 6. Majalah tidak tercetak. Mempunyai kemampuan komputer Peralatan/Perlengkapan: Flash disk. Gambar/foto kegiatan Itjen. meja. ATK. Menyusun Lay out Pelaksana Naskah yang sesuai tema Internet atau foto kegiatan 5 hari 4 hari Pelaksana Naskah dan gambar/foto 3 hari 7. SOP Pelaksanaan Rapat. Mempunyai wawasan pengawasan 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN MAJALAH FOKUS PENGAWASAN Dasar Hukum: PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Mendistribusikan Pelaksana Draft Majalah 1 Naskah yang dientry ke computer Gambar/foto sesuai dengan naskah Naskah dan gambar/foto yang telah di layout Terdistibusi- 212 . SK Dewan Penyunting Majalah FP. 2. Selama naskah masuk 4. Tidak adanya susunan pengorganisasian yang sesuai maka Penyusunan Majalah FP tidak berjalan. Editing naskah. 3. Mempunyai kemampuan desain grafis 3. SOP Keortalaan. kursi. Mempunyai kemampuan menulis 2. printer. Aktivitas Mempersiapkan bahan rapat Mengadakan rapat pembahasan tema Mengumumkan tema majalah 1 Pelaksana Dewan Penyunting Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. maka dapat menghambat kegiatan. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. Peringatan: 1. meliputi: 3. Menambah gambar/foto yg sesuai dengan tulisan c. Kualifikasi Pelaksana: 1. Mengentry Pelaksana naskah b. Bank Naskah. Keterkaitan: 1. Jika penyusunan Majalah FP tidak melalui Rapat yang sesuai SOP Pelaksanaan Rapat. 2. Pelaksana No 1. Komputer PC. SOP Pencetakan Buku/Majalah.

jam Mengoreksi draft majalah 9. Memperbaiki naskah sesuai hasil perbaikan/koreksi 11. Mendistribusikan hasil cetakan majalah Kasubag Ortala Kabag Sekre.Pelaksana No Aktivitas draft majalah ke dewan penyunting 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Menyerahkan Majalah untuk dicetak ke Subbag Perlengkapan 15. Pencetakan majalah 16. Persetujuan cover majalah 13.alternatif Ortapeg taris design cover majalah Pelaksana Majalah Subag Ortala Subag Perlengkapan Soft copy dan hard copy Majalah Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah 1 Jam 1 hari 15 Meni t 10 hari Rekanan Print out majalah Diterimanya Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah Terdistribusinya majalah Subag Perlengkapan Subag Tata Usaha 213 . Mengumpulkan hasil koreksi draft majalah 10. Finalisasi majalah yang akan dicetak 14. Dewan Penyunting Pelaksana Draft Majalah Hasil koreksi draft majalah Hasil koreksi draft majalah Beberapa contoh design cover majalah 5 hari 1 hari 3 hari 3 hari Pelaksana nya draft majalah untuk dikoreksi dewan penyunting Hasil koreksi draft majalah Terkumpulnya hasil koreksi draft majalah Hasil editing Majalah Beberapa alternatif design cover majalah Cover majalah Pelaksana 12. Pembuatan Design Cover Majalah 8.

FLOWCHART SOP MAJALAH FOKUS PENGAWASAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN RAPAT MENGADAKAN RAPAT PEMBAHASAN TEMA MENGUMUMKAN TEMA PENGUMPULAN GAMBAR/FOTO PENGUMPULAN NASKAH PEMILIHAN GAMBAR/FOTO MENSORTIR NASKAH MENGENTRY NASKAH KE DALAM KOMPUTER MENYUSUN LAY OUT DISTRIBUSI DRAFT MAJALAH KE DEWAN PENYUNTING KOREKSI OLEH DEWAN PENYUNTING DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI MENGUMPULKAN DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI 214 .

PENGETIKAN PERBAIKAN NASKAH SESUAI HASIL PERBAIKAN/KOREKSI PEMBUATAN COVER MAJALAH SESUAI TEMA PERSETUJUAN COVER MAJALAH FINALISASI MAJALAH YANG AKAN DICETAK PENYERAHAN MAJALAH YANG SIAP CETAK KE SUBBAG PERLENGKAPAN PENCETAKAN MAJALAH PENDISTRIBUSIAN MAJALAH SELESAI 215 .

Fungsi. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mampu berkoodinasi dengan sub.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO IRJEN Dasar Hukum: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. Printer. SOP Pelaksanaan Kegiatan 2. 3. Mampu mengkompilasi naskah pidato Ijen 2. Tidak tercetaknya buku/majalah Pelaksana No 1 Aktivitas Mengumpulkan pidato Irjen dari seluruh Bagian 1 Pelaksana 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Flashdisk untuk copian filefilenya Naskah-naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Memuat tema umum dari seluruh arah kebijakan yang tertuang dalam pidato-pidato Irjen Kualifikasi Pelaksana: 1. 2 Menggabung Pelaksana naskah-naskah pidato Irjen yang sudah terkumpul Membuat Lay Out naskahnaskah yang sudah tersusun Menyusun draft sambutan Sekretaris atas nama Irjen untuk buku kumpulan pidato tersebut Pelaksana 1 hari 3 1 hari 4 Pelaksana 2 jam 216 . dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: Menginventarisir kegiatan Irjen Mutu Baku Waktu 1 hari Output Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Setingan kumpulan naskah pidato Irjen dalam bentuk buku Buku kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Tersusunnya draft sambutan sekretaris untuk buku kumpulan pidato Irjen Ket. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 6. Bagian lain 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. ATK. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 5. Keterkaitan: 1. Tidak tersedianya pidato Irjen 2. Memiliki keahlian komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. SOP pencetakan buku/majalah Peringatan: 1.

Pelaksana No 5 Aktivitas Mengoreksi dan memaraf draft kata sambutan Mengoreksi dan menandatangani draft sambutan Menyerahkan draft yang sudah ditandatangani ke subbag perlengkapan untuk digandakan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 6 Sekretaris 7 Pelaksana Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terkoreksi dan Draft kumpulan terparafnya naskah pidatokata sambutan pidato Irjen Sekretaris berikut kata sambutannya Draft kumpulan 1 Terkoreksi dan naskah pidatojam ditandatanganipidato Irjen nya sambutan berikut kata Sekretaris sambutannya Draft kumpulan 1 Tergandakannaskah pidatomenit nya buku pidato Irjen yang kumpulan sudah ditandapidato Irjen tangani kata sambutannya oleh Sekretaris Ket. 217 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO INSPEKTUR JENDERAL MULAI PENGUMPULAN NASKAH PIDATO IRJEN DARI SELURUH BAGIAN MENGGABUNG NASKAHNASKAH PIDATO IRJEN YANG SUDAH TERKUMPUL MEMBUAT LAY OUT NASKAH-NASKAH YANG SUDAH TERSUSUN MENYUSUN DRAFT SAMBUTAN SEKRETARIS ATAS NAMA INSPEKTUR JENDERAL UNTUK BUKU KUMPULAN PIDATO TERSEBUT MENGOREKSI DAN MEMARAF DRAFT KATA SAMBUTAN MENGOREKSI DAN MENANDATANGANI DRAFT SAMBUTAN MENYERAHKAN DRAFT YANG SUDAH DISETUJUI KE SUBBAG PERLENGKAPAN UNTUK DIGANDAKAN SELESAI 218 .

3. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI Dasar Hukum: 1. 4. Tidak terlaksana tugas pemantauan 4. 5. 4. Memahami tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal. Peringatan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Petugas 1 (satu) pemantau yang hari sesuai dengan kualifikasi Output Tersaringnya calon petugas pemantau haji Ket 1. Tidak tersedianya SPPD Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Irjen 4 Kualifikasi Pelaksana: 1. Tidak tersaringnya calon petugas pemantau haji yang sesuai dengan kualifikasi 2. Penyusunan Program Kerja Pemantauan dan Uraian Tugas Para Para pimpinan Inspektur sekretariat Wilayah Subbag Perencanaan dan program Sekretaris Irjen Ditandatangani oleh Sekretaris/ Inspektur Jenderal Petugas pemantau Data tentang pelaksanaan pelayanan haji 1 (satu) Ditetapkanhari nya nama calon petugas pemantau melalui Surat Tugas 1 (satu) Tersusunhari nya Program Kerja Pemantauan beserta Uraian Tugasnya 219 . Perpres Nomor 53 Tahun 2008 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1429 H/ 2008 M. ATK. dan Sarana Transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Tidak pernah dikenakan sanksi PP 30. 2. Surat Kesehatan. 5. Tidak tersedianya petugas hasil seleksi 3. Surat Penetapan calon petugas pemantau berupa Surat Tugas 3. Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Komputer/Laptop. Pas Photo. Tiket Pesawat. Biodata Petugas Pemantau. SOP SPPD. SOP Notulen Rapat 3. Memiliki pangkat/jabatan minimal 3b/Penata Muda Tk.I dengan masa kerja minimal 10 tahun. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tidak tersedianya anggaran 5. 3. 2. Visa. SOP Pencairan Anggaran 5. UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. KMA Nomor 396 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. printer. Memiliki Penilaian Kerja (DP3) minimal predikat “baik” dalam dua (2) tahun terakhir. 4. Rapat pimpinan penyaringan calon petugas pemantau 2. SOP Pelaksanaan Rapat 2. Paspor. SOP Surat Tugas Pemantauan 4. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Sekret aris 4 Pembuatan surat pengusulan petugas pemantau ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri Pelaksana Kasubbag Kabag pada bagian perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 (satu) Surat Surat Usulan hari Usulan petugas petugas pemantau pemantau ke Setneg Ket 5.persetujuan tau dari Setneg 8. Pencairan dana pemantauan Pelaksana Surat pengajuan Paspor Persyaratan pembuatan Visa 1 (satu) Surat hari Pengajuan Visa Surat Pengajuan Visa 1 (satu) minggu Visa Subbag keuangan Petugas Pemantau SPPD 1 (satu) Diterimajam nya dana pemantauan 220 . Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantaua n ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri 6. Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantauan ke Setneg 7 Menerima surat persetujuan dari Setneg Subbag TU Sekretaris Irjen Berkas petugas pemantau 2 (dua) hari Surat usulan penugasan ke Setneg Berkas petugas pemantau 1 (satu) Persetujuminggu an penugasan pemantauan Petugas Surat peman. Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Visa 11. Pengajuan Visa ke Kedubes Kerajaan Saudi Arabia 12. Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Paspor Persyaratan pegajuan Paspor 1 (satu) Kelengkap hari an berkas untuk petugas pemantau 1 (satu) Surat hari pengajuan Paspor ke Dep. Luar Negeri 1 (satu) Paspor minggu 9. Pengajuan Pelaksana ke Departemen Luar Negeri 10.

Pelaksana. Penyusunan laporan Para pemantau Mutu Baku Ket Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Informasi tugas 1 (satu) Para Tim Pemantau hari pemantau memahami tugastugas pemantauan Pelayanan 30 TerpantauIbadah haji di Hari nya pelakArab Saudi sanaan haji Indonesia di Tanah Suci 1 (satu) DilaporkanMemuat hasilbulan nya hasilhasil pehasil pemantauan mantauan pelaksanaan haji Indohaji selama di nesia Tanah kepada Pimpinan 221 . Pembekalan para pemantau 14.Para an peman.pemantau tauan 15.Pelaksana No Aktivitas 1 Sekretaris Irjen 2 3 Para pemantau 4 13.

FLOWCHART SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI MULAI RAPAT PENYARINGAN SURAT PENETAPAN CALON PETUGAS PEMANTAU BERUPA SURAT TUGAS PENYUSUNAN PROGRAM KERJA PEMANTAUAN DAN URAIAN TUGAS PEMBUATAN SURAT PENGUSULAN PETUGAS PEMANTAU KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SEKRETARIAT NEGARA MENERIMA SURAT PERSETUJUAN DARI SEKRETARIAT NEGARA PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN PASPOR PENGAJUAN KE DEPARTEMEN LUAR NEGERI PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN VISA 222 .

PENGAJUAN VISA KE KEDUBES KERAJAAN SAUDI ARABIA PENCAIRAN DANA PEMANTAUAN PEMBEKALAN PARA PEMANTAU PELAKSANAAN PEMANTAUAN PENYUSUNAN LAPORAN SELESAI 223 .

2. Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan. SOP Peminjaman dan Pengembalian BarangBarang Inventaris. 4. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. 4. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 2. Persiapan 1. Mengarsipkan TOR dan SK Staf Pelaksana Setelah ditanda tangani oleh Sekretaris/Irjen Panitia 5. printer 15 SK kegiatmenit an yang telah diberi nomor 2 Diarsipkanmenit nya TOR dan SK kegiatan 3 Pembagian jam Tugas Panitia 1 Hotel hari Tempat Kegiatan 15 Draft surat menit permohonan mem- 224 . Memiliki kemampuan membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB). Memiliki pengetahuan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. Form peminjaman kendaraan. ATK. Alternatif Tempat Kegiatan Pengetikan/kom puter. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Draft Kepanitiaan TOR harus memuat latar belakang kegiatan berikut sasaran dan tujuannya SK Kegiatan 1 hari 3. 2. Pelaksana 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Form pengeluaran barang. 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengoperasikan komputer. Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 Kasubbag 3 Kepala Bagian Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. Form peminjaman barang. 4. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Ceklis persiapan. 3. 2. Penyiapan surat Pelaksana permohonan membuka acara 6. Penomoran SK kegiatan Subbag Kumdang 4. Rapat Panitia Panitia Pelaksana Hotel Pemesanan Tempat Kegiatan Penyiapan Administrasi Persuratan dan Naskah 1. mesin foto copy. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. Membentuk Panitia Pembuatan TOR dan SK kegiatan 2. SOP Penyusunan TOR Kegiatan. printer. 3. mesin tik.5 jam Output Terbentuk nya kepanitiaan Terwujudnya TOR dan SK kegiatan Ket.

Koreksi Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 8.Laporan Panitia ris dan Arahan Irjen/Sekretaris 9. moderator. Pelaksana 7. Pengarsipan Arahan. dan surat kegiatan 11. Koreksi suratsurat Kasubbag Kepala Bagian Draft surat buka acara 15 Draft surat hari undangan peserta. Penyiapan surat undangan peserta. dan narasumber 3. laporan panitia. Penggandaan naskah Pelaksana Naskah yang akan digandakan Arahan. naskah.Surat yang siap ris untuk ditandatangani Surat yang sudah ditandatangani Bahan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 5. Pengumpulan naskah yang masuk dari narasumber Pelaksana Naskah yang masuk dari narasumber 10. Pendistribusian surat Penyusunan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Pelaksana 6. moderator. naskah. naskah. dan narasumber yang siap untuk dikoreksi 10 Surat yang menit siap untuk ditandatangani 5 Surat yang menit sudah ditandatangani 5 Terdistribu menit sinya surat 30 Draft menit Laporan Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris 20 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris yang telah dikoreksi 15 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekret aris yang telah ditandatangani 15 Naskah menit yang masuk dari narasumber untuk digandakan 1 hari Selesai dan tergandakan -nya naskah kegiatan 4. laporan panitia. 2. dan surat ke- 225 . dan surat kegiatan Pelaksana 5 Tersimpanmenit nya arahan. Penandatanganan surat Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. Penandatangan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. printer Output Ket. laporan panitia.Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pengetikan/kom puter.

Pembuatan PUM RAB 2. Pengajuan RAB PUM Kasubbag Kepala ke Subbag Bagian keuangan 3. Pencairan Anggaran dan Pelaksanaan Kegiatan 1.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output giatan Ket. Pencairan anggaran kegiatan Pelaksanaan kegiatan PUM Subbag Keuangan Rencana Anggaran Belanja Setelah RAB di SPJ-kan oleh bagian keuangan Setelah seluruh persiapan selesai 1 jam 10 menit Terwujudnya RAB Masuknya RAB ke subbag keuangan 30 Cairnya menit anggaran kegiatan 3 hari Terlaksana nya kegiatan 4. Panitia Para peserta Narasumber dan moderator 226 .

MODERATOR DAN NARASUMBER PELAKSANAAN KEGIATAN PENGARSIPAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER PENCAIRAN ANGGARAN KEGIATAN KOREKSI DAN PEMARAFAN TOR & SK PENANDATANGANAN TOR & SK PENANDATANGANAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER PENGAJUAN RAB KE SUBBAG KEUANGAN PENOMORAN SK KOREKSI SURAT UNDANGAN PESERTA.FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSAAN KEGIATAN MULAI PERSIAPAN PEMBENTUKAN PANITIA PEMBUATAN TOR & SK PENYIAPAN ADMINISTRASI PERSURATAN DAN NASKAH PENCAIRAN ANGGARAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KOREKSI TOR & SK PENYIAPAN SURAT PERMOHONAN MEMBUKA ACARA PEMBUATAN RAB PENGAJUAN TOR & SK KE SUBBAG EVALAP PENYIAPAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER RAPAT PANITIA PENYUSUNAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PEMESANAN TEMPAT KEGIATAN KOREKSI DRAFT LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PENANDATANGANAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS 227 .

PENGUMPULAN NASKAHPENGUMPULAN NASKAHNASKAH DARI NARASUMBER NASKAH DARI NARASUMBER PENGGANDAAN NASKAH PENGGANDAAN NASKAH PENDISTRIBUSIAN PENDISTRIBUSIAN NASKAH UNTUK PESERTA NASKAH UNTUK PESERTA PENGARSIPAN SELESAI 228 .

5. 15. 14. SOP Entry Data Sirandang  SOP Entry Data Perpustakaan ke SIPUS  SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan  SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan  SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan  SOP Administrasi Perpustakaan  SOP Persiapan Sidang DPSTL  SOP Sidang DPSTL  SOP Pelaporan Sidang DPSTL  SOP Persiapan Sidang DPA  SOP Sidang DPA  SOP Pelaporan Sidang DPA  SOP Pengadministrasian Hasil Sidang DPSTL  SOP Penyusunan Yurisprudensi  SOP Penerbitan Nomor SK Tim  SOP Penyusunan Randang    229 . 12. 2. 13. 3. 9. 7. 6. 4.Lampiran 6  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG‐UNDANGAN    1. 8. 11. 10. 16.

PMA No. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. scanner. Aktivitas 1 2 3 Menghimpun Pengadmirandang terbaru nistrasi di lingkungan Itjen umum Menghimpun randang terbaru pada instansi/unit organisasi lain Mendownload randang melalui internet Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2. KMA No. maka tidak dapat dilaksanakan entry data sirandang Pelaksana No 1. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada peraturan perundang-undangan (Randang). printer. komputer server. jaringan internet. eksternal disk. filling cabinet. 81 Tahun 2007 tentang Juklak Waskat di Lingkungan Departemen Agama. telepon. lemari arsip. 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang randang. 3. faksimili. sarana transportasi. Mennscanning produk randang yang berbentuk hardcopy Pengadministrasi umum Randang dalam bentuk hardcopy 30 Softcopy menit randang Waktu 20 menit untuk setiap satu download randang Waktu 30 menit untuk masingmasing randang 5. PMA No. Mengelompokkan Pengadmirandang sesuai nistrasi dengan tingkatan umum urutan randang Randang yang 3 dihasilkan dari jam inventarisasi dan download internet 6. SIM Randang. Memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. acces point. kursi. meja. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Peraturan 1 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru Peraturan 3 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru 20 Peraturan Peraturan menit perundangperundangundangan undangan Keterangan 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 2. Entry data ke dalam Sistem Informasi Randang Pengadministrasi umum Randang 1 jam Terkelompokkannya Randang berdasarkan tingkatan urutan Randang Tersimpannya Randang ke dalam data Waktu 1 jam untuk masingmasing 230 .

Pendokumentasi an/penjilidan randang yang berbentuk hard copy Pengadministrasi umum 231 .Pelaksana No Aktivitas (SIRANDANG) 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan base sirandang Randang 3 hari Terdokume ntasi/terjilidnya randang dalam bentuk buku Keterangan randang 7.

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIRANDANG MULAI UNIT ORGANISASI/INSTANSI MENGHIMPUN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INTERNET HARD COPY SOFT COPY SCANNING PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENGELEMPOKAN JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ENTRY DATA SIRANDANG DATA BASE SIRANDANG JILID SELESAI 232 .

67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. baik elektronik maupun manual Terlabelisasinya buku Keterangan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 2. PMA No. jaringan internet. Mencatat ke dalam katalog manual Pustakawan Buku perpustakaan 10 menit Untuk masingmasing buku 4. Keppres No. ATK. komputer.katalog manual Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada buku baru. Mencatat ke dalam buku kendali penerimaan Pustakawan 3. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. SIM Perpustakaan. Entry data ke dalam database SIM Perpustakaan Pustakawan 15 menit Terinputnya data base buku ke dalam SIM Perpustakaan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 233 . Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. 2. buku kendali penerimaan. Melakukan pelabelan buku Pustakawan Label. buku perpustakaan Buku yang sudah berlabel 15 menit 5. meja dan kursi kerja. Aktivitas Menghimpun buku perpustakaan 1 Pustakawan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku per15 Terhimpunpustakaan menit nya bukubuku perpustakaan Buku perpustakaan 10 menit Tercatatnya buku-buku perpustakaan ke dalam buku kendali penerimaan Tercatatnya buku-buku perpustakaan dalam katalog. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN Dasar Hukum: 1.

FLOWCHART SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

MULAI

PENGHIMPUNAN BUKU PERPUSTAKAAN

MENCATAT KE DALAM BUKU KENDALI PENERIMAAN

MENCATAT KE DALAM KATALOG MANUAL

PELABELAN BUKU

ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

SELESAI

DATA BASE PERPUSTAKAAN

234

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Entry Data Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer (SIM Perpustakaan), komputer (elektronik katalog), manual katalog, printer, telepon, lemari arsip, buku pendaftaran anggota, buku tamu, kartu anggota, ATK Pencatatan dan Pendataan: Form pendaftaran anggota perpustakaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu, 10 ATK menit 10 Form menit pendaftaran anggota perpustakaan

Peringatan: Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi daftar tamu Menyiapkan form pendaftaran anggota perpustakaan 1 Pustakawan Pustakawan 2 3

Output Terisinya buku tamu Tersedianya form pendaftaran anggota perpustakaan

Ket.

3.

Mendata identitas pendaftar

Pustakawan

Buku pendaftaran anggota, ATK

4.

Menyiapkan kartu anggota Mengisi data pendaftar dalam kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

20 Tercatatnya menit data pendaftar baik secara manual maupun elektronik 5 Tersedianya menit kartu anggota 15 menit Tercatatnya nama pendaftar dalam kartu anggota Tersampaikannya kartu anggota kepada pendaftar

5.

Pustakawan

Kartu Anggota, ATK

6.

Menyerahkan kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

5 menit

235

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

236

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No. 1. 2. 3. Aktivitas Mengisi buku tamu Mendata buku yang akan dipinjam Mengecek data peminjaman buku Mencari buku yang dipinjam Mendata identitas peminjam 1 Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, manual katalog, buku kendali peminjaman, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapa n Buku tamu Data buku yang dipinjam Buku kendali peminjaman buku Katalog buku, komputer Kartu Anggota, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam Waktu 10 menit 15 menit 15 menit 15 menit 20 menit Output Terisinya buku tamu Data buku yang dipinjam Data peminjaman buku Data buku perpustakaan yang dipinjam Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dipinjam Ket.

4.

5.

6.

7.

Mencatat buku yang dipinjam ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali peminjaman Menyerahkan buku

Pustakawan

15 menit

Pustakawan

5 menit

Tersampaikannya buku yang dipinjam kepada peminjam

237

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

238

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi buku tamu Menerima buku 1 Pustakawan Pustakawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, buku kendali pengembalian, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu 10 menit Buku yang 5 dipinjam menit Kartu anggota, komputer 20 menit

Output Terisinya buku tamu Diterimanya buku yang dikembalikan Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dikembalikan

Ket.

3.

Mendata identitas peminjam buku

Pustakawan

4.

5.

Mencatat buku yang dikembalikan ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali pengembalian Mengembalikan buku ke dalam lemari buku

Pustakawan

Komputer, buku yang dipinjam, buku kendali pengembalian

15 menit

Pustakawan

Buku yang dipinjam, lemari buku

10 menit

Tertatanya kembali buku dalam lemari buku

239

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI 240

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengenai perpustakaan. dan pengetahuan

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, rak/lemari buku, jaringan internet, komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Form laporan

Mempersiapkan Pustakawan penatausahaan perpustakaan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Buku tamu, buku jam kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK Komputer, ATK 1 hari

Output Terdatanya jumlah pengunjung perpustakaan Terdatanya jumlah buku perpustakaan Data kecocokan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Terdatanya jumlah peminjam buku perpustakaan Terdatanya ketertiban pengembalian

Ket.

2.

Melakukan pendataan jumlah buku perpustakaan Mencocokkan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Melakukan pendataan peminjam Melakukan pendataan ketertiban pengembalian

Pustakawan

3.

Pustakawan

Komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK

1 hari

4.

Pustakawan

Buku kendali peminjaman, ATK Buku kendali pengembalian, ATK

2 jam

5.

Pustakawan

4 jam

241

Pelaksana No 6. Aktivitas Melakukan pendataan pengunjung perpustakaan Menyusun konsep laporan 1 Pustakawan 2 3

7.

Pustakawan

8.

9.

10.

11.

12.

Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Membubuhkan paraf Menandatangani net laporan

Pustakawan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdatanya Buku tamu, ATK 4 jumlah jam pengunjung perpustakaan Komputer, 2 Konsep printer, ATK, jam laporan data hasil kegiatan Konsep laporan, 1 Hasil koreksi ATK jam Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Konsep laporan, ATK Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Net laporan, ATK Net laporan, ATK 30 menit 1 jam 30 menit 5 menit 5 menit Konsep laporan Hasil koreksi

Ket.

Laporan bulan an

Pustakawan

Kabag

Pustakawan

Net laporan

Kasubag

13.

Kabag

14.

Menyampaikan laporan

Pengadministrasi umum

Laporan, buku ekspedisi

10 menit

Net laporan yang sudah diparaf Net laporan yang sudah ditandatangani Laporan

242

FLOWCHART SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN

MULAI

PENDATAAN PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN

PENDATAAN PEMINJAM

PENDATAAN JUMLAH BUKU PERPUSTAKAAN

PEMELIHARAAN PERPUSTAKAAN

SELESAI

243

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT
Dasar Hukum: 1. PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 2. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980; 3. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 6. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 7. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 2. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.

Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL), maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. Aktivitas Menyusun undangan DPSTL Menyampai kan undangan DPSTL 1 Pengadmi nistrasi umum Pengadmi nistrasi umum 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang, meja, kursi, komputer/laptop, LCD, layar, sound system, printer, telepon, lemari arsip, ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Formulir undangan sidang DPSTL 2. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer, ATK Waktu 1 hari Output Undangan DPSTL Ket.

2.

Undangan DPSTL

20 menit

Tersampaikan nya undangan DPSTL kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

3.

4.

Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menyampai kan form

Pengadmi nistrasi umum

Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

25 menit

Pengadmi nistrasi

Form daftar pegawai yang

20 menit

Tersampaikannya form daftar

244

lap top. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL 15 menit Tersampaikan nya bahan sidang DPSTL kepada Ketua dan Sekretaris DPSTL Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. komputer. Menyiapkan ruang sidang DPSTL Pengadmi nistrasi umum Ruang sidang. Pengadmi nistrasi umum Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL 6.Pelaksana No Aktivitas daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menghimpu n dan mencatat bahan sidang DPSTL Menyampai kan bahan sidang DPTL 1 umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Waktu Output pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL kepada seluruh Ketua Tim 5 menit Diterimanya bahan sidang DPSTL Ket. sound system. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL. 5. LCD 1 jam 245 . ATK 1 hari Tersedianya bahan sidang DPSTL 7.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPSTL FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPSTL MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPSTL SES. DPSTL 246 .

telepon. Tersampaikannya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. PP No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. sound system. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. KMA No. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. Memutuskan hasil pembahas an Mencatat hasil pembahasan Ketua DPSTL Bahan sidang DPSTL 15 menit Pengadmi nistrasi umum Hasil pembahasan 20 menit Catatan hasil pembahasan 247 . IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. KMA No. kursi. 5. LCD. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. meja. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. Aktivitas Membuka sidang DPSTL Memaparkan permasalahan 1 Ketua DPSTL Ketua Tim 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Pelaksana No 1. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. 3. ATK Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPSTL menit Bahan sidang DPSTL 15 menit Output Keterangan 2. lemari arsip. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. 2. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. Membahas Tim permasala DPSTL han Bahan sidang DPSTL 20 menit 4. Jika anggota DPSTL yang hadir tidak memenuhi quorum. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. KMA No. PMA No. 2. PMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. printer. komputer/laptop. layar.

Pelaksana No 6. Aktivitas Menutup sidang DPSTL 1 Ketua DPSTL 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Catatan hasil 15 Terselesaipembahasan menit kannya sidang DPSTL Keterangan 248 .

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMANAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL I IRWIL V IRWIL III IRWIL IV SELESAI 249 IRWIL II .

Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 2. kursi. 3. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. KMA No. telepon. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. sound system. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep 1 Hasil sidang laporan hasil hari DPSTL. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. sidang komputer. KMA No. layar. Komputer. DPSTL ATK Konsep laporan. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. meja. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. PMA No. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. PP No. LCD. Kasubag Kumdang Pengadmi nistrasi umum Sekretaris DPSTL 3. KMA No. PMA No. ATK 15 menit Net laporan 250 . Pelaksana No 1. komputer/laptop.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. printer. PMA No. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPSTL Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuh kan paraf pada net laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK 2 jam 1 jam Konsep laporan Net laporan Ket. ATK Konsep laporan. lemari arsip. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Net laporan. 2. 2. 4. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut.

ATK 15 menit Laporan 12. Ketua DPSTL 7. Itjen Membubuh kan paraf pada laporan Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Mengganda kan laporan yang sudah ditandatang ani Ketua DPSTL Mendistribu sikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net laporan 10 Tersampaimenit kannya net laporan kepada Ketua DPSTL Net laporan. Pengadmi nistrasi umum Laporan 2 jam 251 .Pelaksana No 5. Sekretaris Itjen Inspektur Jenderal Laporan. ATK 15 menit Tertandatanganinya net laporan Ket. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Laporan. Aktivitas Menyampai kan net laporan kepada Ketua DPTSL Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Menyampai kan laporan hasil sidang DPSTL kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPSTL Memperbai ki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses. Pengadmi nistrasi umum Laporan 1 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumentasikannya laporan 13. Pengadmi nistrasi umum Laporan 10 menit Tersampaikannya laporan hasil sidang DPSTL 8. Ketua DPSTL Laporan. ATK 3 jam Laporan 9. 6. ATK 1 jam Laporan 10. ATK 15 menit Laporan 11. Komputer. Pengadmi nistrasi umum Laporan 30 menit 14. Pengadmi nistrasi umum Laporan.

FLOWCHART SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL II IRWIL I IRWIL IV IRWIL III IRWIL V SELESAI 252 .

Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. lemari arsip. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer. 4. ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. telepon. PP No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. Undangan DPA 3. layar. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. printer. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA No. LCD.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. Formulir undangan sidang DPA 2. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. ATK Ket. Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Auditor (DPA). Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menyampaikan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA 25 menit Tersampaikannya undangan DP kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Tersampaikannya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA kepada seluruh Ketua Tim Pengadministrasi umum 20 menit 253 . sound system. kursi. 2. PMA No. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. komputer/laptop. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. PMA No. KMA No. Aktivitas Menyusun undangan DPA Menyampaikan undangan DPA 1 Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2 3 Waktu 1 hari 20 menit Output Undangan DPA 2. meja. KMA No. Pelaksana No 1. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan.

Menyampaikan Pengadbahan sidang ministrasi DPTL umum Bahan sidang DPA 15 menit Tersampaikanny a bahan sidang DPA kepada Ketua dan Sekretaris DPA Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. LCD 1jam 254 . Aktivitas Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menghimpun dan mencatat bahan sidang DPA 1 Pengadministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Bahan sidang DPA. sound system. 6. Pengadministrasi umum 1 hari Tersedianya bahan sidang DPA 7. Menyiapkan ruang sidang DPA Pengadministrasi umum Ruang sidang. komputer.Pelaksana No 5. ATK Mutu Baku Waktu 5 menit Output Diterimanya bahan sidang DPA Ket. lap top.

DPA 255 .FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPA FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPA MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPA SES.

3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. LCD. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. sound system. KMA No. Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPA menit Bahan sidang DPA Bahan sidang DPA 15 menit 20 menit Output Keterangan 2. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. PMA No. KMA No. Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. telepon. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 2. Jika anggota DPA yang hadir tidak memenuhi quorum. KMA No. komputer/laptop. 3. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. lemari arsip. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. printer. Pelaksana No 1. Aktivitas Membuka sidang DPA 1 Ketua DPA 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. layar. ATK. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. meja. 3. 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. PP No. kursi. PMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. PMA No. Memutuskan hasil pembahasan Mencatat hasil pembahasan Menutup sidang DPA Ketua DPA Bahan sidang DPA Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan 15 menit 20 menit 15 menit Tersampaikan nya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan Terselesaikan nya sidang DPA Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan Pengadminis trasi umum Ketua DPA 256 . maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. 5. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Memaparkan Ketua Tim permasalahan Tim DPA Membahas permasalahan 4.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MEMBUKA SIDANG MEMAPARKAN PERMASALAHAN MEMBAHAS PERMASALAHAN MEMUTUSKAN HASIL PEMBAHASAN MENCATAT HASIL PEMBAHASAN HASIL SIDANG MENUTUP SIDANG SELESAI 257 .

Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. ATK Sekretaris DPA Konsep laporan. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor 2. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. telepon. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. PMA No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. komputer. Komputer. Pelaksana No 1. 3. komputer/laptop. ATK Konsep laporan. KMA No. kursi. Kasubag Kumdang Pengadminis trasi umum Sekretaris DPA 15 menit 10 menit Net laporan 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. lemari arsip. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. sound system. PP No. 2. printer. 3. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep laporan hasil sidang DPA Konsep laporan Net laporan Ket. KMA No. KMA No. LCD. Kasubbag Kumdang Pengadminis trasi umum 2 jam 1 jam 4. meja. layar. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPA Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuhkan paraf pada net laporan Menyampaikan net laporan 1 Pengadminis trasi umum 2 3 Hasil sidang DPA. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. 2. ATK Net laporan Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Tersampaikannya net 258 . ATK Net laporan. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. PMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan.

Mendokumentasikan laporan Pengadminis trasi umum Laporan 2 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumen tasikannya laporan 259 . Laporan. Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menyampaikan laporan hasil sidang DPA kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPA Memperbaiki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses. ATK Laporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu Output laporan kepada Ketua DPA Tertandata nganinya net laporan Tersampaikannya laporan hasil sidang DPA Ket. ATK Laporan 10. Pengadminis trasi umum Laporan 30 menit 14. Pengadminis trasi umum 8. ATK 3 jam 1 jam Laporan 9. Komputer. Laporan. Itjen Membubuhkan paraf pada laporan Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menggandakan laporan yang sudah ditandatangani Ketua DPA Mendistribusikan laporan kepada pihak terkait Ketua DPA Net laporan. Kasubag Kumdang Ketua DPA Sekretaris DPA Laporan. 15 menit 10 menit 7. Pengadminis trasi umum Laporan 13. ATK Laporan 12. Sekretaris Itjen Pengadminis trasi umum Inspektur Jenderal Laporan. ATK 15 menit 15 menit 1 jam Laporan 11.Pelaksana No Aktivitas kepada Ketua DPTSL 6.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPA ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA PELAKSANAAN SIDANG DPA LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KPD SEKRETARIAT DPA PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA PARA IRWIL IRWIL V SELESAI IRWIL I IRWIL II IRWIL III IRWIL IV 260 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. KMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: Jika tidak ada SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. daftar hadir. komputer/laptop. ATK Pencatatan dan Pendataan: Hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Formulir hari undangan. laporan hasil sidang DPSTL. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. PMA No. Mengkompilasi laporan hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum 3. meja. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. LCD. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. printer. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. Melakukan penjilidan hasil kompilasi Pengadministrasi umum Hasil kompilasi laporan sidang DPSTL. komputer. PMA No. PMA No. telepon. 2. sarana menjilid laporan 3 hari Terkompilasinya laporan hasil sidang DPSTL secara kompilasi Terjilidnya hasil kompilasi Dilaksanakan setiap satu tahun sekali Dilaksanakan setiap triwulan 261 . ATK Laporan hasil sidang DPSTL selama 1 tahun yang lalu 1 hari Output Terhimpun dan tersusunnya hasil sidang DPSTL Keterangan Dilaksanakan setiap satu bulan sekali 2. maka SOP ini tidak dapat dilakanakan Pelaksana No 1. layar. formulir daftar nama pegawai yang disidang. sound system. PP No. lemari arsip. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. Aktivitas Menghimpun dan menyusun hasil sidang DPSTL 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. kursi. KMA No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4.

Aktivitas Melakukan Pengarsipan hasil kompilasi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 5 Hasil kompilasi menit laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Output Tersimpannya kompilasi laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Keterangan 262 .Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PENATAUSAHAAN DOSIR SIDANG DPSTL PENGKOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL KOMPILASI PENGARSIPAN HASIL KOMPILASI SELESAI 263 .

kursi. komputer. layar. SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. LCD. lemari arsip. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 2. sarana menjilid laporan 10 hari Tersusunnya yurisprudensill aporan hasil sidang DPSTL Terjilidnya yurisprudensi hasil sidang DPSTL Tersimpannya yurisprudensi Penyebutan nama pegawai secara inisial 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 2. PMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Aktivitas Mersiapkan penyusunan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menyusun yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menjilid hasil yurisprudensi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. PMA No. sound system. Jika tidak ada SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. Pelaksana No 1. Mengarsipkan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum Yurisprudensi yang sudah dijilid 5 menit 264 . 2. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI Dasar Hukum: 1. ATK Output Tersedianya bahan yurisprudensi laporan hasil sidang DPSTL Keterangan Tahunan 2. komputer/laptop. ATK Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 hari Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. KMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. meja. SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. PMA No. telepon. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. Jika tidak ada SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. Pengadministrasi umum 3 hari 4. Pengadministrasi umum Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen Yurisprudensi DPSTL.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI MULAI PERSIAPAN PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL YURISPRUDENSI PENGARSIPAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL SELESAI 265 .

ATK 20 menit Terselesaikannya penelitian konsep SK Tim Tersampaikannya konsep SK Tim kepada unit pengolah 4. lemari arsip. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. jaringan internet. printer. ATK 5 menit Tercatatnya konsep SK Tim dalam buku kendali Untuk masingmasing konsep SK Tim 3. buku ekspedisi 5 menit 266 . kursi. eksternal disk. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN NOMOR SURAT KEPUTUSAN TIM Dasar Hukum: 1. KMA No. faksimili. filling cabinet. UU No. telepon. Pengad Mengemministrasi balikan konsep SK umum Tim kepada unit pengolah Konsep SK Tim yang sudah diteliti. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. PMA No. buku kendali peraturan perundang-undangan. Kasubag Hukum dan Perundangundangan Pengad ministrasi umum Konsep SK Tim. Pengad ministrasi umum Komputer. PMA No. Tugas. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. meja. buku kendali SK Tim. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2. Memiliki kemampuan dan pengetahuan memahami peraturan perundang-undangan 2. scanner. Perpres No. Aktivitas Membuat konsep Surat Keputusan Tim (SK Tim) Menerima dan mencatat konsep SK Tim dari unit pengolah Meneliti konsep SK Tim 1 Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep SK Tim Keterangan 2. konsep SK Tim. buku ekspedisi. komputer.

Aktivitas Menerima konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki beserta konsep SK Tim yang sudah dikoreksi Meneliti kembali konsep net SK Tim Memberi nomor SK/SK Tim 1 Pengad ministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. 12. buku kendali penerimaan SK Tim. Memberi memo penomoran Mengembalikan net SK Tim kepada unit pengolah Membubuh kan paraf oleh pejabat yang berwenang Menandatangani net SK Tim oleh pimpinan/pejabat yang berwenang Mendokumentasikan SK Tim Pengad ministrasi umum Pengad ministrasi umum 5 menit 5 menit Pejabat eselon IV Pejabat Eselon III Inspektur Jenderal atau Sekretaris Itjen Pengad ministrasi umum Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. ATK Mutu Baku Waktu 3 menit Output Tercatatnya konsep net SK Tim ke dalam buku kendali penerimaan SK Tim Keterangan 6. konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah dibubuhi paraf 5 menit Tercetaknya memo penomoran Tersampaikannya net SK Tim kepada unit pengolah Terbubuhinya paraf pada net SK Tim Tertandatanganinya net SK Tim 5 menit Lemari arsip. Pengad ministrasi umum 10 menit Terselesaikannya penelitian konsep net SK Tim Terselesaikannya pemberian nomor SK/SK Tim Untuk masingmasing konsep net SK Tim 8. Pengad ministrasi umum Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. SK Tim yang sudah ditandatangani oleh Inspektur Jenderal. 11. ATK 5 menit Terdokumentasinya SK Tim ke dalam lemari arsip 267 . ATK Komputer.Pelaksana No 5. 10. ATK 10 menit 7. ATK Komputer. buku kendali penomoran SK Tim. 9.

FLOWCHART SOP PENERBITAN NOMOR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT KONSEP SK MEMBUAT KONSEP SK ADA PERBAIKAN MENELITI KONSEP SK PEMBERIAN NOMOR SK MEMBERIKAN MEMO SK MENGEMBALIKAN SK SUBAG EVALAP PENGENDALIAN SK MENERIMA SK YANG SUDAH DITANDA TANGANI PEMBUBUHAN PARAF PADA SK PENDOKUMENTA SIAN SK SK SELESAI PENANDATANGANAN PADA SK UNIT TERKAIT 268 .

filling cabinet. PMA No. buku ekspedisi. printer. ATK 20 Rancangan menit randang. Perpres No. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No. jaringan internet. 1. Fungsi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. eksternal disk. ATK Tercatatnya rancangan randang dalam buku kendali Terselesaikannya penelitian rancangan randang Untuk masingmasing konsep randang 269 . Aktivitas Menyusun rancangan peraturan perundangundangan (randang) 1 Unit pengolah 2 3 2. Tugas. faksimili.nyesu kannya ber/referensi. rancangan randang. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2. printer.jaring an internet. UU No. aikan rancangan randang peraturan perundangundangan terkait. Menerima bahan penyusunan peraturan perundangundangan (randang) Mencatat rancangan peraturan perundangundangan (randang) Meneliti rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan TerselesaiMeKomputer. PMA No. KMA No. ATK Konsep 15 Konsep awal menit awal randang randang Keteranga n Pengadministrasi umum Kasubbag Hukum dan Perundangundangan 5 Komputer. meja. 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. kursi. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. telepon. scanner. 4. lemari arsip. 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. bahan sum. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan-perundang-undangan. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. komputer. buku kendali menit randang.

Aktivitas Membuat telaahan rancangan randang 1 Pengadministrasi umum 2 3 6. Pengadministrasi umum Rancangan randang. 7. sound system Randangan randang. cangan rancomputer. ruang sidang. Memperbaiki rancangan randang setelah mendapat masukan dan telaahan dari para pejabat terkait Melakukan pembahasan terhadap rancangan randang Memperbaiki rancangan randang setelah dibahas Pengadministrasi umum Rancangan randang 1 hari Ditelaahnya dan tersampaikannya masukan oleh para pejabat terkait Terselesaik annya perbaikan rancangan randang Pejabat terkait Pengadministrasi umum 14. computer. ATK. LCD. Menyampaikan rancangan randang dalam bentuk telaahan kepada pejabat terkait Menelaah dan memberikan masukan pada rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 2 hari TerselesaiRancangan kannya ranrandang. kannya komputer. randang ATK yang sudah diteliti Rancangan 2 jam Terselesairandang. menit nganinya ATK rancangan randang dalam bentuk telaahan Rancangan 15 Tersampairandang menit kannya rancangan randang Kabag Irwil Ses Itjen Rancangan randang 3 hari 12. Meneliti rancangan randang dalam bentuk telaahan Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Membubuhkan paraf pada rancangan randang dalam bentuk telaahan Menandatangani rancangan randang dalam bentuk telaahan Kasubag Kumdang Kabag Pengadministrasi umum 8. lap top. Kasubag Kumdang 9. dang dalam ATK bentuk telaahan Rancangan 1 hari Rancangan randang. pada ATK rancangan randang Rancangan 10 Tertandatarandang. 5. ATK 1 hari Terbahasnya rancangan randang 2 jam Terselesaikannya perbaikan rancangan randang 270 .Pelaksana No. Kabag 10. 13. 11. perbaikan ATK rancangan randang 10 TerbubuhiRancangan menit nya paraf randang.

Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Irjen Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menandatangani net randang Mendistribusikan randang kepada para pejabat Pengadministrasi umum Kabag Ses Itjen 15 menit Net randang 23. menit nganinya ATK rancangan randang 10 TersampaiLaporan menit kannya larancangan poran ranrandang cangan randang 1 Rancangan Rancangan hari randang randang. 15. Pengadministrasi umum 17. Mendokumentasi kan randang Pengadministrasi umum Randang 15 menit Terdisitribu sikannya randang kepada para pejabat Terdokumentasikannya Randang 271 . Pengadministrasi umum Randang. 22. rancangan ATK randang 10 Tersampai Rancangan menit kannya randang. Aktivitas Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menyampai-kan rancangan randang yang sudah diparaf kepada pimpinan Menandatangani rancangan randang Menyampaikan laporan rancangan randang kepada Irjen Meneliti rancangan randang 1 Kasubag Kumdang 2 Kabag 3 16. Pengadministrasi umum 20. rancangan buku randang ekspedisi kepada pimpinan Rancangan 10 Tertandata randang. yang sudah ATK diteliti Rancangan randang. Irjen Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 15 Terbubuhin Rancangan menit ya randang. Ses Itjen 18. computer. Irjen Net randang 15 menit 30 menit Randang 24. buku ekspedisi 25. ATK Net randang.Pelaksana No. ATK 2 jam Net Randang 21.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENYUSUN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) MEMBUAT TELAAHAN RANCANGAN RANDANG ADA/TIDAK ADA PERBAIKAN MEMBUBUHKAN PARAF KASUBBAG 272 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI 1 PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENCATATAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) PENELITIAN RANCANGAN RANDANG PENGEMBALIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA UNIT PENGOLAH UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENERIMAAN RANCANGAN RANDANG YANG SUDAH DIKOREKSI OLEH PIMPINAN PERBAIKAN TERHADAP RANCANGAN RANDANG PENELITIAN TERHADAP PERBAIKAN RANCANGAN RANDANG PEMBERIAN NOMOR SK/RANDANG PEMBERIAN MEMO PENOMORAN MEMO PENOMORAN 2 273 .

1 PEMBUBUHAN PARAF OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENYAMPAIAN NET RANDANG BESERTA KONSEP HASIL KOREKSI AWAL KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENANDATANGANAN NET RANDANG OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENERIMAAN RANDANG YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENDOKUMENTASIAN RANDANG SELESAI 274 .

SUBBAG AHP INTERNAL  2. SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS  3. SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 275 .Lampiran 7  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN       1.

6. 7.  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG AHP INTERNAL    1. 4. 10.Lampiran 3. SOP Analisis Hasil Audit Khusus  SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif  SOP Entry Data Hukuman Disiplin  SOP Entry Data TPTGR  SOP Feedback  SOP Kompilasi Hasil RIKSUS  SOP Pemutakhiran Data TPTGR  SOP Pemutakhiran Hukuman Disiplin  SOP Penatausahaan STL  SOP Penatausahaan TL  276 .1. 2. 5. 9. 3. 8.

13. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. SOP Penatausahaan STL. komputer/laptop. kursi. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Tugas. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. UU No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. PMA No. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Agama. 9. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Fungsi. 6. 3. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1980. Kualifikasi Pelaksana: 1. KMA No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 10. PMA No. PP No. SOP Pengiriman LHA dan STL. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. 7. 5. SOP entry data SIM-HP. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 4. 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 15. 11. 277 . IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. SOP Penatausahaan LHA. 12. PP No. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. ATK. Mampu menganalisis permasalahan hasil audit khusus. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 5. SOP Riksus. lemari arsip/filling cabinet printer. 14. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Agama Keterkaitan: 1. 8. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

ekspedisi hasil LHA/STL dan buku hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit 278 . SOP entry data TPTGR Peringatan: 1. analisis. Form Permasa-lahan dalam permasalahan LHA/STL LHA/STL terinventa-risir dan tercatat 30 menit 5. Pelaksana No Aktivitas 1 1. Buku Kendali LHA/STL Ket. Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP KasubKetua bag AHP Tim/ Internal auditor 30 Buku catatan Terinventarisir dan tercatat. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan 4. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL 7. 7. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. terutama temuan-temuannya. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Khusus Waktu 15 menit 2. 2. Membuat analisis 3. Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Pengana. Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Tindak Lanjut (STL) Khusus Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Sub-bab AHP Internal 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL khusus Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Khusus. Analisis hasil audit khusus mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan 6.6. SOP entry data hukuman disiplin. analisis Tersusunnya Form analisis 2 hari LHA/STL.menit permasalahan kegiatan analisis nya permasalahan dalam kegiatan analisis 30 Catatan Diterimanya permasalahan laporan dan menit catatan permasalahan dalam LHA/ STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan LHA/STL Permasalah-an 1 komprehenshif dalam LHA/ minggu STL terkonfirmasi Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi LHA/STL. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait.Kasublisis pada bag AHP Internal Subbag AHP Internal LHA/STL Khusus.

Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10.Pelaksana No Aktivitas 1 8. Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP Penganali sis pada Subbag AHP Internal STL Khusus. dan copy STL/ buku ekspedisi LHA sampai pada tim entri data TPTGR 15 menit Penganalisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis. Hasil analisis hasil analisis. dan STL buku ekspedisi sampai pada tim entri data hukdis Ket. Hasil analisis hasil analisis. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan STL Khusus. Menyimpan hasil analisis file Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis. Waktu 15 menit 9. kabinet filling Hasil analisis terarsip 15 menit 279 . Diterimanya buku ekspedisi kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Khusus Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 280 .

Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. printer. lemari arsip/filling cabinet Peringatan: 1. komputer/laptop. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengoperasikan komputer. terutama temuan-temuannya. Aktivitas 1 Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Pengana -lisis pada Subbag AHP 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Subbab AHP 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL komprehensif Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Koprehenshif. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan STL SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Pelaksana No 1. 9. 6. Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Mampu menganalisis Hasil Pengawasan (AHP) Internal. 7. Buku Kendali LHA/STL Ket. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8. 7. kursi. 4. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Analisis hasil audit yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. 5. KMA No. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Komprehenshif Waktu 15 menit 281 . 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA No. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. KMA No. ATK. 2. 6. 4. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSHIF Dasar Hukum: 1. 5. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA No. Agama Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3.

Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry Pengana -lisis pada Subbag Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR LHA/STL. Form permasalahan LHA/STL Permasalahan dalam LHA/STL terinventarisir dan tercatat Terinventarisir dan tercatatnya permasalahan dalam kegiatan analisis Diterima-nya laporan dan catatan permasalahan dalam LHA/STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan Permasalahan dalam LHA/STL terkonfir-masi 30 menit Buku catatan permasalahan kegiatan analisis 30 menit 5. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP Kasubbag AHP Internal Ketua Tim/ auditor LHA/STL komprehenshif 1 minggu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 8. 4. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 9. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan Catatan permasalahan 30 menit 6. Output Waktu 2. hasil analisis. Hasil analisis dan copy STL/LHA sampai pada 15 menit 282 .Pelaksana No Aktivitas 1 Tindak Lanjut (STL) Komprehensif Membuat analisis Internal 2 Internal 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Ket. 7. 3. Buku ekspedisi Hasil analisis dan STL sampai pada tim entri data hukdis 15 menit STL Komprehens hif. hasil analisis. hasil analisis. Form analisis Tersusun-nya analisis 2 hari LHA/STL. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal LHA/STL Komprehenshif. buku ekspedisi LHA/STL dan hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit STL Komprehenshif.

Menyimpan file hasil analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Analisis.Pelaksana No Aktivitas 1 data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10 Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP AHP Internal 2 pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan buku tim entri data ekspedisi TPTGR Ket. filling kabinet Hasil analisis terarsip 15 menit 283 . Waktu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis. buku ekspedisi Diterima-nya kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSIF Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 284 .

PMA No. PP No. 7. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin. 2. Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Agama. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawa-san Melekat. 2. PP No. 4. Tugas. 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 3. 2. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Aplikasi data hukuman disiplin 285 . 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. computer. 3. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. 10. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif Kualifikasi Pelaksana: 1. Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. lemari arsip/filling cabinet. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8. 6. 12. 14. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: Meja. printer. PP No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 11. KMA No. 15. KMA No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 5. kursi. UU No. 9. PMA No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. KMA No. ATK. 13. 4. Fungsi.

Membuat rekap Tim entry dan perkemba. Berita hari nya Acara Pemeriksaan. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan temuan disiplin. SIM hukuman disiplin Rekapitulasi data hukuman disiplin. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit.5. berkas hukuman Buku Kendali disiplin Waktu 15 menit Ket 2. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut hukuman disiplin tidak terdokumentasi dengan baik. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. 2. SIM hukuman disiplin Terinputnya data hukuman disiplin 1 hari 286 . Rekap disiplin tersimpan data hukuman disiplin. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan hukuman disiplin 1 Tim entry hukuman disiplin 2 Penga n-alisis pada Subba g AHP Internal 3 Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Diterima dan STL. Berkas TL. Berita Acara Pemeriksaan. SOP Penatausaaan STL 7. Tim entry hukuman disiplin 6. Berita Acara Dokumen menit hukuman Pemeriksaan. Tanpa adanya penanganan hukuman disiplin secara khusus. berkas TL. berkas TL. SK.disiplin kuman disiplin Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin pada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Tim entry hukuman disiplin Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 4. Lemari Arsip/Filling cabinet 1 TerpantauSTL. Tim entry Melakukan hukuman pengecekan disiplin fisik terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen hukuman disiplin secara berkala Terselesaikan 1 nya rekap dan hari perkembangan data hukuman disiplin Rekapitulasi Diterimanya 1 data hukuman rekap dan jam disiplin perkembangan data hukuman disiplin oleh pimpinan 15 STL. keberadaan dokumen Rekap data hukuman disiplin. Berita tercatatnya Acara Pemeriksaan. Mengentry data Tim entry hukuman hukuman disiplin disiplin 3. 5. hukuman disiplin Lemari Arsip/ Filling cabinet STL. Pelaksana No 1. Peringatan: 1. menyebabkan pemantauan tindak lanjut hukuman disiplin dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. SOP Analisis LHA/STL Khusus 6. berkas TL.hukuman ngan data hu.

FLOWCHART ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menerima dan mencatat berkas hukuman disiplin Mengentry data hukuman disiplin Membuat rekap dan perkembangan data hukuman disiplin Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin kepada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen hukuman disiplin Selesai 287 .

Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Agama Keterkaitan: 1. BPKP. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Dumas SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausaaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Tugas. 2. PP No. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan TPTGR. lemari arsip/filling cabinet. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut TPTGR tidak terdokumentasi dengan baik. 5. 8. Fungsi. Tanpa adanya penanganan TPTGR secara khusus. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 2. computer. 9. 7. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. 6. KMA No. Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. 8. 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. kursi. 9. 4. 6. Aplikasi data TPTGR Peringatan: 1. ATK. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. KMA No. Agama. 7. Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan TPTGR 288 . SOP Tindak Lanjut BPK-RI. printer. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. PMA No. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 2. menyebabkan pemantauan tindak lanjut TPTGR dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. PMA No. 3. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.

SIM TPTGR Terinput-nya data TPTGR 1 hari 4. LHA/STL. Nota Dinas. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan TPTGR 1 Tim entry TPTGR 2 Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 3 BPK Persyaratan/ Perlengkapan STL/LHA. Surat Keluar. Mengentry data TPTGR Tim entry TPTGR Tim entry TPTGR 3. Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Komputer. Buku Kendali. Tim Melakukan pengecekan fisik entry TPTGR terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TPTGR secara berkala. Nota Dinas.Pelaksana No 1. Laporan BPK Rekapitulasi dataTPTGR. Waktu 15 menit Ke t 2. Laporan BPK. Lemari Arsip/Filling cabinet LHA/STL. Laporan data TPTGR. Laporan data TPTGR. Rekap data TPTGR. Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR pada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Tim entry TPTGR Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Rekapitulasi data TPTGR Tim entry TPTGR 6. Lemari Arsip/ Filling cabinet Terselesaikannya rekap dan perkembangan data TPTGR Diterimanya rekap dan perkembangan data TPTGR oleh pimpinan Dokumen TPTGR tersimpan 1 hari 1 jam 15 menit Terpantaunya keberadaan dokumen TPTGR 1 hari 289 . SIM TPTGR Mutu Baku Output Diterima dan tercatatnya berkas TPTGR. 5. LHA/STL. Laporan BPK. Rekap data TPTGR. Surat Keluar. SIM TPTGR. Laporan BPK. Komputer.

FLOWCHART ENTRY DATA TP/TGR Mulai Menerima dan mencatat berkas TPTGR Mengentry data TPTGR Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR kepada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen TPTGR Selesai 290 .

8. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. analisis hasil audit Peringatan: 1. 2. 7. 4. Mempunyai kemampuan mengoperasikan SIM HP. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. 6. 3. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 5. 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR SOP Analisis Hasil audit Kmprehenshif SOP Analisis Hasil Audit Khusus SOP Penatausahaan Penyelsaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. 10. ATK. Agama. lemari arsip/filling cabinet. kursi. menyebabkan Feedback hasil pengawasan tidak berjalan lancar. KMA No. 3. Mesin foto copy. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Form minggu nya bahan feedback feedback Ket. PMA No. Aplikasi TPTGR. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. printer. 4. Mempunyai kemampuan membuat Feedback hasil pengawasan dan mengoperasikan komputer. 9. Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan bahan pembuatan laporan 1 Penganalisis pada Subbag 2 3 Pencatatan dan Pendataan: Pengolahan dan pengklasisfikasian hasil audit (LHA/STL) dan perkembangan tindak lanjutnya 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TersediaAnalisis hasil audit. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Agama No IJ/36/2002 tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Dep. Agama. 2. 6. Aplikasi Hukdis. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin dan TPTGR 4. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Agama Keterkaitan: 1. komputer. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. 5. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA No. Mempunyai kemampuan membuat feedback hasil pengawasan. SIM HP. 291 . Feedback hasil pengawasan mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit berdasarkan klasifikasinya.

Laporan Feedback 7.Pelaksana No Aktivitas feedback 2. Laporan Feedback 6. Mendokumentasikan berkas Feedback Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis Hasil Audit. Form feedback Kasubbag Kabag AHP PHP Internal SES Itjen Laporan Feedback 2 Tersusunminggu nya Laporan feedback Diterimanya Laporan Feedback oleh pimpinan 1 Terkorekminggu sinya Laporan feedback 2 Laporan hari Feedback sudah diperbaiki 1 hari Tercetak. tergandakan dan terdistribu sikannya Laporan Feedback Terdokumentasikannya berkas Feedback 15 menit 3. Membuat Laporan Feedback 1 AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Kasubba g AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ket. Analisis hasil audit. Laporan Feedback 1 hari 292 . menggandakan dan mendistribusikan Laporan Feedback Kabag PHP SES Itjen Laporan Feedback 5. Mengoreksi Laporan Feedback Memperbaiki feedback sesuai dengan perbaikan pimpinan Mencetak. Form Feedback. Menyampaikan Laporan Feedback kepada pimpinan 4.

FLOWCHART SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Mulai Mengumpulkan bahan feedback Membuat Laporan Feedback Menyerahkan Laporan Feedback kepada pimpinan Memeriksa Laporan Feedback Ada perbaikan Tidak ada perbaikan Memperbaiki Laporan Feedback Mencetak. menggandakan & mendistribusikan Laporan Feedback Mendokumentasikan Laporan Feedback Selesai 293 .

KMA No. Mempunyai kemampuan mengentry data Hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. KMA No. komputer. Mempunyai kemampuan mengentry data SIMHP 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. SOP Surat Tugas Audit Kasus Kualifikasi Pelaksana: 1. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. KMA No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. 3. Tugas. SIMHP. 2. Fungsi. UU No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. PP No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. Mempunyai kemampuan membuat kompilasi hasil audit khusus. kursi. PMA No. Agama 14. Mesin foto copy. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. printer. PMA No. lemari arsip/filling cabinet. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. PP No. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. ATK. SOP Riksus 3. 6. Aplikasi hukuman disiplin. SOP Pengiriman LHA-STL 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Agama Keterkaitan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Aplikasi TPTGR 294 .

Tanpa adanya kompilasi hasil riksus menyebabkan hasil riksus tidak terdokumentasi dengan baik dan menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan. Rekap realisasi audit 2 Terinventarihari sir dan terselesaikannya rekap surat tugas audit khusus. 7. realisasi audit khusus. Rekap STL audit khusus. Analisis riksus yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil riksus. Waktu 1 jam Output Didapatnya daftar/rekap surat tugas audit khusus Petugas Pelaksa kompilasi na pada Subbag perenca -naan dan program Surat tugas audit khusus 2 Petugas Pelakkompilasi sana pada Subbag Evalap Petugas Pelaksa kompilasi -na pada Subbag Tata Usaha Sekretariat Petugas kompilasi Rekap realisasi audit khusus Didapatnya rekap realisasi audit khusus 1 jam 3. Rekap Surat tugas audit khusus. Evalap Mengambil daftar/rekap STL audit khusus yang dibuat Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat Menginventarisir dan membuat rekapitulasi seluruh realisasi audit khusus beserta LHA/ STL dan analisis hasil audit khusus serta lampirannya secara lengkap Mengumpulkan bahanbahan kompilasi 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. Pelaksana No 1 Aktivitas Mengambil daftar surat tugas audit khusus (riksus) yang dibuat Sub Bagian Perencanaan dan program Mengambil daftar realisasi audit khusus yang dibuat Sub bag. 6. 8. 3. 9. Petugas Pengana. Rekap realisasi audit khusus.Pelak kompilasi lisis pada sana pada Subbag TU AHP Sekret Internal Pelaksa na pada TU Itwil Rekap Surat tugas audit khusus. Rekap STL audit khusus Didapatnya daftar/rekap STL audit khusus 1 jam 4.4. STL. SOP Realisasi PKPT SOP Penatausahaan LHA SOP Penaausahaan STL SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR Pencatatan dan Pendataan: LHA/STL khusus dan bukti bukti pendukung-nya Peringatan: 1. 2. 5. LHA/ STL audit khusus dan analisis serta lampirannya secara lengkap 1Min Terkumpulggu nya bahanbahan kompiilasi 295 . Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab proses kompilasi tidak berjalan lancar. BAP dan data pendukung hasil audit 5.

Waktu Output ariat 6. KasubKabag bag PHP AHP Internal Memperbaiki Petugas kompilasi kompilasi sesuai dengan perbaikan pimpinan Petugas Mencetak. 9. 10 11. Membuat kompilasi hasil audit khusus Petugas kompilasi 7. menggandak kompilasi an dan mendistribusi kan kompilasi hasil audit khusus Petugas Mendokumentasikan kompilasi kompilasi hasil audit khusus Menyerahkan kompilasi pada pimpinan untuk dikoreksi Memeriksa kompilasi Petugas Kasubkompilasi bag AHP Internal SES khusus. BAP dan data pendukung hasil audit Kompilasi hasil audit khusus Tersusunnya kompilasi hasil audit khusus 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tersampaikannya kompilasi pada pimpinan Terkoreksinya hasil kompilasi Kompilasi sudah diperbaiki 15 menit 1min ggu 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tercetak. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya. BAP dan data pendukung hasil audit STL. Rekap STL audit khusus. 8. tergandakan dan terdistribusikannya kompilasi hasil audit khusus Terdokumentasikannya kompilasi hasil audit khusus 2 hari 1 jam 296 . STL.

menggandakan & mendistribusikan kompilasi Mendokumentasikan kompilasi hasil audit khusus Selesai 297 . LHA/STL dan dokumen pendukung lainnya Mengumpulkan bahan kompilasi Mengkompilasi hasil audit khusus Menyerahkan hasil kompilasi kepada pimpinan Ada perbaikan Memeriksa kompilasi Memperbaiki kompilasi Tidak ada perbaikan Mencetak.FLOWCHART KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Meminta daftar surat tugas audit khusus Meminta daftar realisasi audit khusus Meminta rekap LHA/STL audit khusus Menginventarisasi dan membuat rekap realisasi audit khusus.

PMA No. PP No. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. dan Dumas 2. KMA No. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. PP No. bahan arahan Irjen. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. BPKP. UU No. 6. surat undangan. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. KMA No. KMA No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. SPPD. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. Fungsi. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Termasuk dalam anggota DPSTL 2. Agama Keterkaitan: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Memamahami peraturan Kepegawaian 3. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. Tugas. ruang sidang (meja 298 . bahan laporan panitia. RAB. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. materi nara sumber. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 4. PMA No. SOP Pengiriman LHA-STL Kualifikasi Pelaksana: 1. Agama 14. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. SK kegiatan. Mempunyai kemampuan dalam menganalisis hukuman disiplin Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan.

ATK. Rekapitulasi hukuman disiplin.. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. 8. 11. 7. Pelaksana No. ATK RAB kegiatan 3 hari 5. Surat undangan. terkirim dan terkonfirmasinya undangan dan bahan pemutakhiran Terselenggarakannya acara pemutakhiran hukuman disiplin 3 hari 3 hari 3 hari 299 . Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya. Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Terbuat. bahan pemutakhiran.. sehingga hasilnya tidak optimal. mengi. SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP pengajuan Anggaran SOP Sidang DPSTL SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausahaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12.Panitia rimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Panitia Mengadakan acara pemutakhiran data hukuman disiplin LHA/STL yang berkaitan dengan temuan hukuman disiplin. SK dan RAB kegiatan Tersiapkan dan tergandakannya bahanbahan pemutakhiran data hukuman disiplin Waktu 3 hari Ket. Agama 4. Aktivitas 1 2 3 kursi). berita acara hasil pemutakhiran. 4. 10. Menyusun TOR. bukti TL. 5. 2. handycam. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Dep. 9. Bukti TL.3. Tanpa adanya koordinasi antara bagianbagian yang terkait. LCD proyektor. printer. 3. 6. Aplikasi hukuman disiplin. 1. bahan pemutakhiranTPTG. 4.Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data hukuman disiplin Membuat. komputer (laptop). buku agenda surat keluar Bahan pemutakhiran. sound system. Fax. SOP Entry Data hukuman disiplin Peringatan: 1. Telp. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Tersiapkannya TOR. 2. Menyiapkan ako. Panitia SK dan RAB pemutakhiran data hukuman disiplin Menyiapkan dan Panitia menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Tersedianya anggaran Kabag PHP 3.

Mengadakan eva. bahan laporan panitia. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data hukuman disiplin Panitia Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran data hukuman disiplin Kasubbag Kabag AHP Internal PHP 7. handycam Laporan yang dilampiri dengan dokumendokumen terkait 3 hari 3 hari 1 jam 2 jam 300 . hasil dan pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat. printer. materi nara sumber. ATK. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. Menyusun laporan Panitia kegiatan. komputer (laptop). sound system.pemutakhiran dokumen terkait SPPD.Tergandakan dan terdistrian dan hasil busikannya pemutakhiran data hukuman laporan kegiatan dan hasil disiplin pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait Laporan yang Terdokumendilampiri detasikannya ngan dokumen. bahan arahan Irjen. Mendokumentasik Panitia an hasil pemutakhiran data 9. 6. LCD proyektor. ruang sidang (meja kursi).Panitia luasi kegiatan pemutakhiran data Tersusunnya laporan kegiatan.Pelaksana No. 8.hasil pemutadokumen khiran data terkait hukuman disiplin Laporan yang Terevaluasidilampiri denya kegiatan ngan dokumen.

mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggarakan acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 301 .FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menyusun TOR. SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat.

Agama. 6. KMA No. dan Dumas 2. Mempunyai kewenangan yang ditunjuk oleh pimpinan (tertuang dalam SK Kepanitiaan). Bahan laporan panitia. Tugas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1.. SOP Riksus 4. sound system. SOP Pengiriman LHA-STL 3. ATK. KMA No. surat undangan. SOP Penatausahaan LHA 11. Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. komputer (laptop). 9. SK kegiatan. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. 4. handycam. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Analisis LHA/STL Khusus 9. SOP Entry Data TPTGR Peringatan: 1. 3. BPKP. bahan pemutakhiranTPTG. 2. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. printer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Bahan Arahan Irjen. 5. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Penatausahaan STL 10. 3. Telp. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR.. materi nara sumber. SOP Pelaksanaan PKAT 5. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. Fax. ruang sidang (meja kursi). 3. PP No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. LCD proyektor. Fungsi. SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif 8. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 8. SOP Sidang DPSTL 7. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR meKualifikasi Pelaksana: 1. SPPD. Keterkaitan: 1. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut TPTGR 302 . 2. RAB. Agama. SOP Pencairan Anggaran 6. 7. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. PMA No.

Aplika.bahan si TPTGR. bahan arahan Irjen. rakannya acara pemutakhiran berita acara TPTGR hasil pemutakhiran.Tergandakan an dan hasil dan terdistribupemutakhiran sikannya lapor- Tersedianya anggaran 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 303 . Pelaksana Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan No. materi nara sumber. Re. Bukti TL. sound system. SPPD. teran. handycam Tersusunnya Laporan yang dilampiri dengan laporan kegiatan. 5. SK dan RAB kegiatan LHA/STL yang Tersiapkan dan tergandakanberkaitan dengan temuan nya bahanTPTGR. Panitia 6. ATK. Tanpa adanya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait.pemutakhiran data TPTGR kapitulasi TPTGR. Menyusun laporan Panitia kegiatan. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik. 1. Menyiapkan ako. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data TPTGR Menggandakan dan mendistribusikan laporan Panitia Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 7. bahan laporan panitia. komputer (laptop). Tersiapkannya TOR. mengirimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Mengadakan acara pemutakhiran data TPTGR Panitia 4. ATK RAB kegiatan Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Surat undangTerbuat.Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data TPTGR Membuat. Panitia Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 2.Terselenggakhiran. sehingga hasilnya tidak optimal. Aktivitas Menyusun TOR. konfirmasinya buku agenda undangan dan surat keluar bahan pemutakhiran Bahan pemuta. SK dan RAB pemutakhiran data TPTGR Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK 1 2 Output Waktu 3 hari Ket. bahan kirim dan terpemutakhiran. Agama.4. hasil dan dokumendokumen terkait pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat. bukti TL. LCD proyektor. ruang sidang (meja kursi). nyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan BPK-RI dan Biro Keuangan dan BMN Setjen Dep. Panitia Kabag PHP 3. printer.

an kegiatan dan hasil pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait TerdokumenLaporan yang tasikannya dilampiri hasil pemutadengan khiran data dokumendokumen terkait TPTGR TerevaluasiLaporan yang dilampiri dengan nya kegiatan pemutakhiran dokumendokumen terkait data TPTGR 8. Aktivitas kegiatan dan hasil pemutakhiran data TPTGR 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket.Pelaksana No. Mengadakan Panitia evaluasi kegiatan pemutakhiran data 2 jam 304 . Mendokumentasikan hasil pemutakhiran data Panitia 1 jam 9.

SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat. mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggara acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 305 .FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Mulai Menyusun TOR.

4. 6. Agama. KMA No. 7. SOP Entry SIMHP. 2. 4. STL Terinventarisirnya STL 1 hari 306 . Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. Mesin foto copy Peringatan: Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab penatausahaan STL bejalan tidak rapi dan STL tidak lengkap. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. 9. 5. 6. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Analisis Hasil Audit Khusus. lemari arsip/filling cabinet. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Pelaksanaan PKAT. KMA No. 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 7. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. SOP Pengiriman LHA-STL. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3.pada Sub. sehingga menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan Pelaksana No 1.STL. Keputusan Inspektur Jenderal Dep.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar nistrasi pada Sub. SOP Riksus. SOP Penerimaan Surat Masuk. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. PMA No. komputer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: STL Mengambil Pengadmi. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 3. Pengadmi. SOP Analisis Hasil audit Komprehenshif.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN STL Dasar Hukum: 1.Pelaksana pada Subrekap/daftar STL nistrasi bag TU pada Subbag TU STL Sekretariat setiap bulan sekali Mengecek dan menginventari- Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Rekap/daftar Diterimanya STL daftar/rekap STL Waktu 1 hari Ket. 8. Agama Keterkaitan: 1. kursi. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep.

buku STL diterima. Mengambil STL Pengadmi.pada Sub.Kasubbag 11.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar Diterimanya 1 pada Sub. 1 Komputer.pada Sub. Mengentri data Pengadmikomputer data STL hari nistrasi STL pada STL aplikasi exel 15 STL. Pengadmi. filling nya keberahari ngecekan fisik STL kabiet daan STL terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan STL secara berkala. Mendistribusimenit kendali kannya STL lisis pada nistrasi kan STL pada pada Subbag pelaksana anali. Terekapnya 1 data STL setiap nistrasi rekap STL data STL hari bulan sekali STL STL. rekap Terpantau1 10. 1 memeriksa dan nistrasi pada Sub.Pengadministrasi STL. 307 . Melakukan pe. buku TerdistribusiPengadmi. STL STL oleh yang belum nistrasi minggu masuk di SubSTL bag TU bag TU pengadminisbag AHP InterIrwil trasi STL nal pada Subpada Subbag bag TU SekreAHP Internal tariat atau Subbag TU Irwil 4.Tim entri 7.Pengana6.No Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan sir STL yang STL bag TU bag TU yang belum belum masuk Irwil masuk 3. Menyimpan STL PengadmiSTL. filing Tersimpan15 nistrasi kabinet nya STL menit STL 9.STL Pelaksana AHP sis sesuai deanalisis Internal ngan wilayahnya 15 STL dan buku Diterimanya Pengadmi. aplikasi hukdis dan aplikasi TPTGR 8. Menerima menit SIMHP kendali STL oleh nistrasi kembali STL PengadminisSTL yang telah trasi STL dientri pada SIMHP. Sampainya Pengadmi.nistrasi kembangan Internal STL bangan data data STL STL pada pimpada pinan setiap pimpinan bulan sekali Aktivitas Pelaksana Ket. Menerima. Dientrinya 1 5.STL. Membuat rekap PengadmiKomputer.kendali diperiksa dan jam mencatat STL STL bag TU bag TU dicatat dalam pada buku buku kendali kendali STL STL.Pelaksana Pelaksana STL. Membuat hari rekap STL laporan perAHP laporan perkem.

memeriksa dan mencatat STL Mengentry data STL Mendistribusikan STL kepada penganalis Menerima kembali STL yang telah dienty pada SIMHP Menyimpan STL ARSIP Melakukan pengecekan berkala Merekapitulasi STL Membuat laporan kepada pimpinan Selesai 308 .FLOWCHART PENATAUSAHAAN STL Mulai Mengambil rekap/daftar STL Mengecek & menginventarisir STL yang masuk Mengambil STL yang belum masuk Menerima.

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Dasar Hukum: 1. Agama. Aktivitas Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut 1 Pengadmi nistrasi surat masuk pada 2 Pengadministrasi surat masuk SES 3 Pencatatan dan Pendataan: Bukti Tindak Lanjut hasil audit Mutu Baku 4 Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Bukti TL. buku kendali Bukti penye15 lesaian TL menit diterima dan dicatat 309 . Mempunyai kemampuan mengoperasikan Komputer SIMHP. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 8. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 8. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. PMA No. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan Surat Masuk Bagian PHP SOP Penatausahaan Surat Masuk Subbag AHP Internal SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. 6. KMA No. Agama. PMA No. 4. Mesin foto copy. menyebabkan proses analisis. kursi. printer. KMA No. pemantauan tindak lanjut dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 3. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Pelaksana No 1. Mempunyai kemampuan entry data hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. buku kendali Peringatan: Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. 9. 3. 3. 6. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. komputer. lemari arsip/filling cabinet. ATK. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 5. 4. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Keterkaitan: 1. 7. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 5. 7. 2.

menit lembar dispo. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Bukti TL. isi disposisi Kabag PHP diterima dan dicatat Kasubbag AHP Internal Bukti TL. Menelaah dan memberikan disposisi terhadap bukti TL yang masuk 4. lembar disposisi. lembar disposisi.lesaian TL.Pelaksana No Aktivitas (TL) 2. 5. buku Kabag PHP kendali diterima dan dicatat Lembar disposisi. 8. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL. Bukti TL Bukti penyelesaian TL diperiksa 1 hari 310 . Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Memberikan bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP kepada pengadminis trasi surat masuk pada Subbag AHP internal Mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Menyerahkan bukti TL dan disposisi dari Kabag PHP pada Kasubbag AHP Internal Menelaah dan memberikan dis- Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP 1 Bukti penyehari lesaian TL diperiksa dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kabag PHP 15 Bukti penyeBukti TL. Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP 1 Bagian PHP Pengadmi nistrasi surat masuk pada Bagian PHP Kabag PHP 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Kabag PHP Bukti TL 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kabag PHP 3. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan isi disposisi dari Kabag PHP diterima 7. lembar disposisi 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. 6. Bukti TL Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Bukti TL. isi disposisi sisi.

buku kendali Lembar disposisi.data Huk.data HukHP dis tim entry data Subbag AHP SIMHP dan tim entry data Internal hukuman disiplin jika terdapat TL yang terkait dengan hukuman disiplin serta pada tim entry data TPTGR jika terkait dengan TL TPTGR 13. Bukti TL.Pelaksana No Aktivitas posisi terhadap bukti TL yang masuk 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Menerima dan mencatat disposisi dan bukti TL dari Kasubbag AHP Internal 10. Bukti TL. Bukti TL.pimpinan nal Pengana. Lembar disposisi. Memenuhi disposisi pimpinan Pengana. Hukdis dan TPTGR 15 menit Lembar disposisi. buku kendali dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kasubbag AHP Internal 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan disposisi Kasubbag AHP Internal diterima dan dicatat 15 Diterimanya bukti penye. Menyimpan Tim entry Tim entry Tim entry bukti TL data SIM.menit lesaian TL dan lembar disposisi oleh penganalsis dan pelaksana lain yang ditunjuk oleh pimpinan Terpenuhi1 nya dispohari sisi pimpinan Bukti TL diterima oleh Tim entry data SIMHP. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. Bukti TL. buku kendali Tersimpannya bukti TL Terpantaunya dokumen TL 15 menit 1 hari 311 .Tim entry Tim entry 12.Pelaksalisis pada na yang Subbag ditunjuk AHP Inter. Bukti TL. buku kendali 11. Melakukan Tim entry Tim entry Tim entry pengecekan data TPdata data fisik terhadap TGR Hukdis SIMHP keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TL secara berkala. buku kendali Penganalisis yang memegang wilayahnya Pelaksana yang ditunjuk pimpinan Lembar disposisi. Mengirim bukti TL pada lisis pada data SIM.data TPTGR dis HP 14. Bukti TL. buku kendali Tim entry data TPTGR Lembar disposisi. Mendistribusikan bukti TL sesuai disposisi 9.

Hukdis dan atau TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala dokumen TL Menyimpan bukti tindak lanjut SELESAI 312 .FLOWCHART PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Mulai Menerima dan mencatat bukti tindak lanjut (TL) Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kabag PHP dan bukti TL Memberikan disposisi Kabag dan bukti TL pada Subbag AHP Internal Mencatat bukti TL dan disposisi dalam buku kendali di Subbag AHP Internal Menyerahkan bukti TL pada Kasubbag AHP Internal Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kasubbag AHP Internal dan bukti TL Mendistribusikan bukti tindaklanjut sesuai disposisi Memenuhi disposisi pimpinan Mengirim bukti tindak lanjut kepada tim entry data SIMHP.

6. 3. 4. 5. 7.Lampiran 8  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS 1. 12. 11. 10. SOP Analisis BPKP SOP Pemutakhiran BPKP SOP Tindak Lanjut BPKP SOP Analisis BPK SOP Pemutakhiran BPK SOP Pra Pemutakhiran BPK SOP Tindak Lanjut BPK SOP Penanganan Dumas Non TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000 SOP Pemutakhiran Dumas TP 5000 SOP Penanganan Dumas TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas TP 5000 313 . 9. 2. 8.

4. SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas SOP Pembuatan Surat dinas Kualifikasi Pelaksana: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan 1.ATK Komputer PC Lemari arsip LHP-BPK-RI temuan Peringatan: 1. Pelaksana NO 1. 3. nilai penyebab. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya analisis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI tidak terdokumentasi dengan baik. 5. Menganalisis LHP BPK-RI Kabag PHP 314 . akibat dan rekomendasi. Meja. Keterkaitan: 1. Komputer PC 3. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Pelaksana pengolah LHP BPKRI Pelaksana pengolah LHP BPKRI LHP BPK-RI 15 teradministra. akibat serta rekomendasi Hasil pemeriksaan BPKRI. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. 2. 2. 2. Aktifitas Mengadministrasikan LHP BPK-RI 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. 4. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Buku agenda surat masuk 1. 3. 3. LHP-BPKRI 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1.Menit sikan dengan baik Tersusunnya hasil analisis LHP BPK-RI 1 hari 2. 2. penyebab. 3. Tanpa adanya analisis LHP BPK-RI sulit diketahui jumlah dan nilai temuan. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Form Output Waktu Ket. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian tindak lanjut atas rekomendasi BPK-RI. LHP BPKRI 2. kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.

Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan analisis BPK-RI 1. Mutu Baku Output Waktu Ket. Sekjen. Surat pengantar distribusi hasil analisis LHP BPKRI 2. 3. unit kerja terkait) Terdokumen. Mendistribusikan hasil analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. Buku agen da surat ke luar 1. Mendokumentasikan Hasil Analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Terdistribusi1 kannya hasil hari analisis LHP BPK-RI ke stakeholder (BPK-RI. para Irwil. Menag. Lemari arsip 2.15 tasikannya Menit hasil analisis LHP-BPK-RI dengan baik. Irjen. audit-an. Hasil anali sis LHP BPK-RI 3. Hasil Anali sis LHP BPKRI. Sekre-taris. 315 .

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN LHP-BPK-RI MENGANALISIS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN HASIL ANALISIS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASI HASIL ANALISIS LHP-BPK-RI SELESAI 316 .

2. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. Buku ternal dan hasil Ket. Lemari arsip 2. 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP. Laptop/Komputer PC. akibat serta rekomendasi hasil pengawasan BPKP. Buku Tri wulan Dumas pengawas agenda hasil pengan BPKP surat ma. Keterkaitan: 1. Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil peng- Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. LHAmenit trasikannya BPKP AHP Eks. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelsaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Tindak lanjut BPKP 2. Tanpa adanya analisis atas Laporan Hasil Audit (LHA) BPKP mengakibatkan temuan tidak terdokumentasi dengan baik. temuan Peringatan: 1. 317 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyajian Data 3. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP Dasar Hukum: 1. nilai penyebab. akibat dan rekomendasi.awasan suk BPKP berupa hardcopy dan softcopy 15 TeradminisKasubbag Pelaksana 1. 2. 3. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. ATK. Meja.pengolah tugas data laporan hari ternal dan hasil 2. penyebab. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. Pelaksana NO 1. kursi. Surat Tersedianya 2 AHP Eks. 3. Aktifitas Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas BPKP 1 Kabag PHP 2.pengolah laporan tri 2. Peralatan/Perlengkapan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP atau hasil pengawasan BPKP 3. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Tanpa adanya analisis hasil pengawasan BPKP sulit diketahui jumlah dan nilai temuan.

Mengentry/Mendo wnload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP 5. BPKP Sekjen. Laporan Terinputnya 1 Tri wulan Analisis hasil hari hasil audit pengawasan 2. Hasil Sekretaris. hasil pe. Lemari pengawasan Menit arsip BPKP ter2.Pelaksana NO Aktifitas awasan BPKP 1 2 Dumas 3 pengawas an BPKP 3.Kabag PHP kan Analisis hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan wulan atas agenda hasil pengsurat awasan masuk BPKP dengan baik 1. Mendokumentasi. Komputer BPKP PC 3. SIM-HP BPKP 1. dengan baik. 318 . Irjen. Buku agenda surat keluar 15 Analisis hasil 1. 4.auditan) ngawasan BPKP 3. 2.BPKP terdislisis hasil tribusikan ke pengastakeholder wasan (Menag. analisis para Irwil. Surat Hasil analisis 1 pengantar hasil penghari distribusi awasan hasil ana. Ket. Analisis dokumenhasil pengawas tasikan an BPKP.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP MULAI Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mengentry/Mendownload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendokumentasi Analisis atas hasil pengawasan BPKP/Laporan triwulan BPKP SELESAI 319 .

peralatan soundsystem. Buku agenDumas da surat an BPKP masuk Tindak lanjut 1 hari atas rekomendasi BPKP terhimpun dengan baik 320 . Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. Materi Narasumber 9. TOR kegiatan 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1. RAB 4. Agama maupun auditan. Aktifitas Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. 2. Pelaksana NO 1. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. 3. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. Surat undangan 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. SK kegiatan 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyajian Data 3. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas temuan dan saran BPKP. Keterkaitan: 1. mesin fotocopy 10.printer. Peringatan: 1. Bahan Arahan Irjen 7.pengolah LHA-BPKP ternal dan hasil pengawas 2. 2. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. 2. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. SPPD 5. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Bahan Laporan panitia 8. Bahan pemutakhiran data BPKP 11. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPKP dengan Inspektorat Jenderal Dep. SOP Tindak lanjut BPKP 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1.Laptop.

Berita Acara pemutakhiran 3. 4. Lemari arsip AHP Eks. mesin fotocopy. Hasil pemutakhiran data BPKP 2. Ruang rapat 2. Terselenggaranya pemutakhiran data BPKP Waktu Ket. ATK 4. SK kegiatan. 1 hari 3. Buku agenda surat keluar Mutu Baku Output Tersusunnya TOR. proyektor. handycam. Bukti-bukti penggunaan anggaran. 3 hari Tersusunnya laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 2 hari Terdistribu sikannya hasil pemutakhiran data BPKP kepada para auditan 2 hari Terdokumen 30 tasi dengan Menit baik hasil pemutakhiran data BPKP. Panitia 5 Panitia Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP 7 Mendokumentasi. Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Menyelenggaraka n pemutakhiran data BPKP Panitia 1 hari 4. printer. Bahan pemutakhiran 3. RAB 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. dan RAB Surat undangan di buat dan tersampaikan kepada para peserta rapat. Kasubbag Pelaksana 1. Jumlah peserta AHP Eks. 321 . Bahan pemutakhiran 3. Surat undangan 2.Kabag kan Hasil PHP pemutakhiran data BPKP 1.Pelaksana NO 2. sound sistem 5. Laptop. Surat pengantar pengiriman 3. Program SIM-HP BPKP 1.pengolah 2.pengolah 2. Dokumen ternal dan hasil hasil pemuDumas pengawas takhiran data an BPKP BPKP. Hasil pemutakhiran data BPKP 2. Tersedia ternal dan hasil anggaran pengawas Dumas an BPKP 1. Aktifitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan. SPPD 1. Berita Acara pemutakhira n data.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP MULAI Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP Menyusun TOR dan SK Kegiatan. RAB Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Mengadakan acara pemutakhiran data BPKP Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Penggandaan dan pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP Pendokumentasian hasil pemutakhiran data BPKP SELESAI 322 .

2. 7. SOP Tindak lanjut Dumas 2.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. peralatan soundsystem. Ruang Rapat. 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Kementrian Negara PAN Peralatan/Perlengkapan: 1. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Kabag 1. Agama maupun auditan. 3. 6. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Bukti tindak lanjut atas penangana n pengaduan masyarakat TP Output Waktu Ket. Pelaksana NO Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. 4. 8. Bahan pemutakhiran data Dumas TP5000 11. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut surat pengaduan masyarakat. Laptop. Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. 2. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada Kementrian Negara PAN dengan Inspektorat Jenderal Dep. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. mesin fotocopy 10.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyajian Data 3. Menghimpun PHP Bahan Pemutakhiran penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 Bukti tindak hari lanjut atas penanganan pengaduan masyarakat 323 . Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. printer. 5. 4. 9. Mempunyai kemampuan analis Data Dumas TP 5000. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 2. 3. Peringatan: 1.

Membuat surat Panitia undangan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 kepada Kementrian Negara PAN dan peserta. Hasil pemu.TP 5000 riman hasil kepada pemutakhir. 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 3 1. Ruang rapat Terseleng hari 2. Bahan pemutakhiran 3.gungjawaan ban 3. Mengadakan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 TP 5000 sebagai bahan pemutakhiran terhimpun dengan baik Tersusun1 nya TOR.masyarakat antar pengi.garanya mutakhiran pemutakhiran 3. Panitia 4. Surat peng. Tersedia anggaran 1. hari SK kegiatan.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 5000 2. mesin an pengaduan fotocopy. Sek3. masyarakat TP sound 5000 sistem 1. Jumlah peserta 2.Terdistribuhari sikannya takhiran data pe.penangan tor. Surat undangan 2. 2.stakeholder an data Du.hasil pemutakhiran nanganan pengaduan data pemasyarakat nanganan pengaduan TP 5000 2. handycam. pemutakhir. Berita Acara retaris. prin. ATK 4.(Menag. proyek. Ke 324 . Buku agenda surat keluar 3. Menyusun TOR. SK Kegiatan dan RAB Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. 4. mas TP 5000 Irjen. Bahan pe. dan RAB Surat unda. Bukti-bukti keuangan penggunaan anggaran. Laptop.data ter. SPPD 2 1. Hasil rapat Tersusun2 pemutakhi. Berita Acara pertangpemutakhir.1 ngan dibuat hari dan tersampaikan kepada para peserta.nya lapohari ran data ran Dumas TP kegiatan 5000 dan 2. Buku agenda surat masuk Mutu Baku Output Waktu Ket.Irwil.

Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan an data. 7 MendokumentasiKabag kan hasil pemutaPHP khiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Mutu Baku Output Waktu Ket. mentrian Negara PAN. Dokumen hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. instansi ter lapor dan instansi terkait lainnya) Terdoku30 mentasikan Menit nya hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 dengan baik 325 . Lemari arsip 2.

DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 KEPADA KEMENTRIAN NEGARA PAN DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP5000 PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 PENDOKUMENTASIAN HASIL PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 SELESAI ARSIP 326 .FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGHIMPUN BAHAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 MENYUSUN TOR. SK KEGIATAN.

327 . Agama. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. Keterkaitan: 1. 3. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. 7. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 5. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. 5. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. nilai temuan dan rekomendasi/saran. printer. Laptop. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. 2. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 7. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Peringatan: 1. 2. 6. 9. 6. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPK-RI dengan Inspektorat Jenderal Dep. SOP Penyajian Data 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. soundsystem. 8. mesin fotocopy 10.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Bahan pemutakhiran data BPK-RI 11.

Surat para auditan. 328 .jawaban RI keuangan 2. Lemari Terdoku15 pengolah arsip mentasi Menit Ket. 3. Ruang hari garanya rapat. proyektor. Hasil Tersusunnya hari rapat laporan pemutakegiatan dan khiran pertanggungdata BPK. agen-da surat keluar 3 Terseleng1. Bukti 1 Tindak lanjut tindak pengolah atas reko. Bahan pe. handycam.2. 4. Mengadakan rapat Panitia pemutakhiran data BPK-RI 5 Penyusunan lapor. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kabag Menghimpun Bahan Pemuta. Hasil Terdistribu2 rapat sikannya hari pemutahasil rapat khiran pemutakhirdata BPK. pengantar Irwil. Laptop. sound sistem 2 1. PHP RAB Membuat undang. Pelaksana 1. printer. Bukti-bukti penggunaan anggaran. ATK 4. SK hari pengolah peserta kegiat-an. SPPD 1. Bahan pe. LHP BPK. Sekretaris. Buku pat. mesin fotocopy.Kabag kan laporan hasil PHP Kasubbag AHP Eks- Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Waktu Perlengkapan Pelaksana 1.hari lanjut atas mendasi LHP BPKLHP-BPK. Tersedia anggaran dan RAB RI 1. Surat Surat unda1 undangan dibuat hari ngan dan tersam2.an data BPKRI RI kepada 2. Menyusun TOR Kabag dan SK Kegiatan. Jumlah nya TOR. Buku agenda surat masuk Tersusun1 Pelaksana 1. 2.Panitia an kegiatan dan pertanggungjawab an keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian laporan hasil rapat pemutakhiran data BPK-RI 7 Mendokumentasi.BPK-RI terRI RI himpun dengan baik 2.Pelaksana NO 1.rapat pemutakhiran data muBPK-RI takhiran 3.paikan kemutakhipada para ran peserta ra3.PHP khiran Data BPKRI 2.Panitia an pemutakhiran data BPK-RI kepada BPK-RI dan peserta Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3.

329 . Dokumen dengan baik rapat Dumas RI hasil rapat hasil pemutakhirpemutaan data BPKkhiran data BPK.2.NO Aktifitas rapat pemutakhiran data BPK-RI 1 Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan ternal dan LHP BPK.RI. Pelaksana Ket. RI.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR. SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITOR BPK DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN LAPORAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI SELESAI ARSIP 330 .

Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi. Pelaksana NO 1. 4. 2.1 hari nya telaahan terhadap surat Dumas yang 331 . Penelaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Persyaratan/ 3 Perlengkapan Pelaksana 1. Keterkaitan: 1. ATK. Meja. Surat pengaduan masyarakat 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas Non TP 5000. Surat Dumas pengolah non TP Surat 5000 Dumas 2. Mengadministra Kabag PHP sikan surat pengaduan masyarakat melalui Non TP 5000 2. 3.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Peralatan/Perlengkapan: 1. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku Output Waktu Ket. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. Surat Dupengolah mas non Surat DuTP 5000 mas Non 2. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat. kursi. 2. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1. Komputer TP 5000 PC 15 Teradministrasikan menit nya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusun. 3. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1. kolusi serta Nepotisme (KKN). 2. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Laptop/Komputer PC. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. 3. 2.PAN/ 4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Lemari arsip 2. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengandung kadar pengawasan. Buku eksnon TP pedisi 5000 surat masuk Pelaksana 1.

Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Surat Dumas non TP 5000 2. Surat Dumas yang tidak berkadar pengawasan 2. Mengusulkan Kabag audit khusus ter. surat klarifikasi dan telaahan usulan Riksus kedalam SIM HP dumas Terdokume ntasikannya surat Waktu Ket. Surat klarifikasi 3.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan Terdokumentasikannya surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Terpenuhin ya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Terkirimnya surat klarifikasi dumas kepada pimpinan satker terlapor Terinputnya surat dumas non TP 5000. Surat tugas Riksus 4. Telaahan usulan Riksus 15 menit 30 menit 8 Mendokumenta. Surat Dumas non TP 5000 2. Surat klarifikasi 3. 3. Hasil telaahan surat Dumas 3. Komputer 5-7 hari 2 jam 6 Pelaksana pengolah surat Dumas Non TP 5000 Subbag Tata Usaha 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Surat Dumas non TP 5000 2. Lemari arsip 2. surat Kasubbag AHP Eksternal dan Pelaksana pengolah surat Du- 1. Surat Du- 15 Menit 332 . Surat dumas non TP 5000 2. Hasil telaahan surat Dumas 3. Buku ekspedisi surat keluar 1. Buku ekspedisi surat keluar 1.Kabag PHP sikan surat Dumas.PHP hadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker terlapor yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry surat pengaduan masyarakat ke SIM dumas Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP5000 5 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Lemari arsip 15 menit 4.

333 . Mutu Baku Output dumas non TP 5000.Pelaksana NO Aktifitas klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus 1 2 Dumas 3 mas Non TP 5000 Persyaratan/ Perlengkapan mas. Waktu Ket. surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus. surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus dengan baik.

surat klarifikasi.FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Penelahaan Surat dumas non TP 5000 Mendokumentasikan surat dumas non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan Audit Khusus Terhadap Surat Dumas non TP 5000 yang Berkadar Pengawasan Membuat surat klarifikasi terhadap surat Dumas non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry dalam SIM-HP Dumas Mendokumentasi Surat Dumas non TP 5000. telaahan usulan Riksus dan surat tugas Riksus SELESAI 334 .

Keterkaitan: 1.pengolah Dumas 2. Meja. Surat AHP Eks. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas TP 5000. 2.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. 5. Komputer 1 hari 335 . 4. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. Lemari arsip 2. Pelaksana NO 1. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. 3. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat. Laptop/Komputer PC. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. kursi. MengadminisKabag trasikan surat PHP pengaduan masyarakat melalui TP 5000 Penelahaan surat pengaduan masyarakat Kabag PHP 2.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Surat AHP Eks. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Teradministrasikannya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusunnya telaahan terhadap Waktu 15 menit Ket. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1. 2. 4. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengadung kadar pengawasan. 2. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. kolusi serta Nepotisme (KKN). PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi. 2. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Surat pengaduan masyarakat 3. ATK. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1.pengolah Dumas ternal dan Surat 2. Buku ternal dan Surat agenda Dumas Dumas surat masuk Kasubbag Pelaksana 1.

Kabag PHP sikan surat pengaduan Masyarakat TP 5000. Surat DuTerdokumen 15 mas yang tasikannya menit tidak bersurat Dumas kadar peng. Komputer PC 1. Buku agenda keluar 1.dung kadar sip pengawasan 1. Hasil telaahan surat Dumas 3. Surat Dumas. Surat tugas Riksus 4. Buku agenda surat keluar 1. Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 5 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat Dumas 2 jam 6 Pelaksana pengolah Surat Dumas Subbag Tata Usaha 1.yang tidak awasan mengan2. Lemari ar. surat klarifikasi. Surat Dumas 2.Pelaksana NO Aktifitas melalui TP 5000 1 2 Dumas 3 Dumas 3. Terkirimnya surat klarifikasi kepada pimpinan Satker terlapor 1 jam 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas 8 Mendokumenta. 4.15 Menit tasi surat Dumas. dan telaahan audit khusus. Surat klarifikasi 3. Komputer Terpenuhinya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat Dumas 5-7 hari Ket. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan audit khusus terhadap terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan Satker yang punya kewenangan menindaklanjuti Membuat rekapitulasi atas penanganan Dumas TP 5000 Pelaksana pengolah surat Dumas Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan PC surat Dumas yang berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan 1. Hasil telaahan surat Dumas 3. Surat Dumas 2. Lemari arsip 2. 336 . telaahan usulan audit khusus. Surat Dumas 2. Tindak lanjut atas Dumas TP 5000 2. surat klarifikasi. surat klarifikasi. dan telaahan usulan audit khusus Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 3 Tersusunjam nya rekapitulasi penanganan Dumas TP 5000 Terdokumen.

FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN SURAT PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 PENELAHAAN SURAT DUMAS TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN SURAT DUMAS TP 5000 YANG TIDAK BERKADAR PENGAWASAN MENGUSULKAN AUDIT KHUSUS TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MEMBUAT SURAT KLARIFIKASI TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MENGIRIM SURAT KLARIFIKASI KEPADA SATKER YANG PUNYA KEWENANGANAN MENINDAKLANJUTI MENGENTRY KE DALAM SIM-HP DUMAS MEMBUAT REKAPITULASI ATAS PENANGANAN DUMAS TP 5000 ARSIP SIMDUMAS MENDOKUMENTASIKAN SELESAI 337 .

338 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8. 7. 5. 2. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Bahan pra pemutakhiran data BPK-RI 11. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian di auditan dengan Inspektorat Jenderal Dep. mesin fotocopy 10. printer. Laptop.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. soundsystem. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawas-an di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. 7. 6. Keterkaitan: 1. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. SOP Penyajian Data 3. Peringatan: 1. 3. 6. 3. 4. Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. 5. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. 4. 2. 9. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI.

Membuat surat undangan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI kepada auditan dan peserta rapat Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Panitia 4. prin ter. Bahan peserta rapat. Buku ekspe. Bukti-bukti jawaban penggunaan keuangan anggaran.BPK-RI kepada stakeholngantar 3. pra pemutak hiran 4. 3. Irwil.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah LHP BPKRI 1.hari pemutakhi. Nota paikan kepa Dinas da para 3. RAB 3. 339 . disi keluar. Ruang rapat Terselengga3 2. SK kepeserta giatan. mesin fotocopy.der (Irjen.laporan kekhiran data giatan dan pertanggungBPK-RI 2. Laporan ha. peralatan sound sis tem 2 1. Bukti hari atas rekotindak mendasi lanjut BPK-RI teratas himpun LHPdengan baik BPK-RI 2. dan instansi terkait) Ket. Menghimpun Bahan Rapat Pra Pemutakhiran Data BPK-RI 2. handycam. Bahan pra ranya rapat hari pemutakhi. dan 2. Menyusun TOR dan SK Kegiatan. auditan.pra pemutaran khiran data 3. ATK BPK-RI 4.Terdistribusisil rapat pra kannya lapor. Hasil rapat Tersusunnya hari pra pemuta.an hasil rapat ran data pra pemutakhiran data BPK-RI 2. proyektor. Buku agenda surat masuk 1 Tersusunnya 1.Surat undahari ngan dibuat dangan dan tersam2. Surat un. SPPD 2 1. Buku agenda surat keluar 1. Laptop. Surat pe. Mengadakan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan pendistribusian laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Tindak lanjut 1. Jumlah hari TOR. Tersedia anggaran RAB 1 1. Sekretaris.

NO 7 Aktifitas Mendokumentasikan Laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPKRI 1 Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Dokumen Menit hasil rapat laporan hasil ternal dan LHP BPKRI Dumas pra pemuta rapat pra pemutakhiran data khiran data BPK-RI dengan BPK-RI. Lemari arsip Terdokumen30 tasikannya AHP Eks.pengolah 2. baik Pelaksana Ket. 340 .

FLOWCHART SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR. SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITAN DAN PESERTA RAPAT MENGADAKAN ACARA RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI ARSIP SELESAI 341 .

3. akibat serta rekomendasi. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. 4. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. ATK 2. 2. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. 2.pengolah dak lanjut ternal dan LHP BPKatas LHPDumas RI BPK-RI Tindak 15 lanjut atas Menit rekomenda si BPK-RI 342 . Aktifitas Mengadministrasikan Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Mutu Baku Output Waktu Ket. nilai temuan dan rekomendasi/saran. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. penyebab. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan. Peringatan: 1. 7. 3. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. Bukti tinAHP Eks. Bukti tindak lanjut atas saran BPK-RI Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 4. Pelaksana NO 1. 2. 2. 3. Komputer PC 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. Persyaratan/ 1 2 3 Perlengkapan Kabag PHP Kasubbag Pelaksana 1. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. 6. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas rekomendasi BPK-RI.

Komputer nya laporan hasil PC 3. Sekanalisis tindak lanjut retaris. Lemari arsip Laporan 2. Mendistribusikan Kabag Laporan hasil ana. Laporan hasil Sekjen.hasil analisil analisis sis tindak tindak lanjut lanjut atas atas LHP LHP-BPKRI terdokuBPK-RI.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 2.Hasil analisis LHP antar distriBPK-RI ter busi hasil distribusianalisis tinkan ke dak lanjut atas LHP stakeholder (Menag. auditatas LHP an dan BPK-RI 3. 1 hari 1 hari 15 Menit 343 . BPK-RI 2.teradminisda surat trasikan dengan masuk baik 1.analisis lisis BPK. Bukti tin.PHP lisis tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. para Irwil. Form ana. Mendokumentasikan Laporan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 2. Menganalisis bukti Kabag PHP tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 3. mentasi dengan baik. Surat peng. Buku ageninstansi terkait lainnya) da surat ke luar 1.tindak lanjut atas reRI komendasi BPK-RI 1.Terinputdak lanjut nya tindak atas LHP lanjut dan tersusunBPK-RI 2. Irjen. Laporan ha. Waktu Ket. Buku agen.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENGANALISIS BUKTI TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI SELESAI 344 .

Kabag trasikan Tindak PHP Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. lemari arsip 2. 2. Peringatan: 1.pengolah tindak ternal dan hasil pelanjut atas Dumas ngawasan hasil pengBPKP awasan BPKP 2. 3. Bukti AHP Eks. ATK. 2. Bukti tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPKP 3. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. Pelaksana NO 1. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Laptop/Komputer PC. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 4. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan. Keterkaitan: 1. 4. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. akibat serta rekomendasi. Buku agenda surat masuk Tindak lanjut 15 Menit atas rekomendasi BPKP teradministrasikan dengan baik 345 . SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPKP SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. Meja. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mengadminis. penyebab. 3. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. 3. kursi. nilai temuan dan rekomendasi/saran. 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1.

Surat pengantar distribusi hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 2. Sekretaris. Hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 3. Mendistribusi. Aktifitas Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ Perlengkapan 1. Komputer PC 3. Irjen. 3. Pusinfowas BPKP. Komputer PC/ laptop 3. Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP 4.Kabag kan/melakukan PHP konfirmasi hasil analisis tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 5. auditan) Hasil analisis tindak lanjut atas LHABPKP terdokumentasi dengan baik. para Irwil. SIM-HP BPKP 1. Berkas tindak lanjut 2. 1 hari 15 Menit 346 . Mendokumentasikan Analisis Tindak Lanjut hasil pengawasan BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Terinput-nya Analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP Hasil analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP terdistribusikan ke stakeholder (Menag. Program SIM-HP BPKP 1. Bukti tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 2. Mutu Baku Output Teranalisisnya berkas tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Waktu 1 hari Ket. Sekjen.Pelaksana NO 2. Lemari arsip 2. Buku agenda surat keluar 1. Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA BPKP.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut Atas hasil pengawasan BPKP Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan/melakukan Konfirmasi Hasil Analisis Tindak lanjut atas LHA BPKP Mendokumentasikan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA-BPKP SELESAI 347 .

4. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pihak terkait. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama.pengolah Dumas Non ternal dan Surat TP 5000 Dumas Dumas 2.PAN/4/ 2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. 2. Keterkaitan: 1. Komputer PC/latop 3. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. lemari arsip 2. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000. ATK. 3. 3. Pelaksana NO 1. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Peralatan/Perlengkapan: 1. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. Aktifitas Mengadministrasikan tindak lanjut jawaban/ hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. 2. Laptop/Komputer PC. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. 3. Bukti tindak lanjut atas pengolah Dumas Non Surat TP 5000 Dumas 2. Peringatan: 1. Buku ekspedisi surat masuk Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. Program SIM-HP 2. Peraturan Menteri PAN No: Per/05/M. Menganalisis tindak Kabag lanjut jawaban/hasil PHP klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 15 Tindak lanjut atas Menit Dumas Non TP 5000 teradministra sikan dengan baik 1 Hasil analisis tindak hari lanjut atas Dumas Non TP 5000 348 . kursi. Meja. 2. 2. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat Non TP 5000 3.

Tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 2. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 jam 6. Buku ekspedisi surat keluar 1. Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas 4. Surat jawaban pengolah Itjen atas hasil Surat tindak lanjut Dumas Dumas Non TP 5000 2.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Dumas Kasubbag Pelaksana 1. Komputer PC 1 jam 5. 1 hari 3. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Hasil tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 20 Menit 349 . KPK. Tindak lanjut atas Dumas AHP Eks. dll Tersusunn ya rekapitulasi penyelesaian atas Dumas Non TP 5000 Terdokum entasikannya penyelesaian tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 Waktu Ket. Komputer PC Mutu Baku Output Terinputnya hasil tindak lanjut atas penyelesaian Dumas Non TP 5000 terentry dengan baik Tersusun dan terkirimnya surat jawaban Itjen ke BKN.pengolah Non TP 5000 ternal dan Surat 2. Program SIMDumas Dumas HP Dumas 3. Membuat surat Kabag jawaban ke Instansi PHP terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. Lemari arsip 2.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Menganalisis Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas Membuat surat jawaban ke Instansi terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 SELESAI 350 .

Bukti tindak AHP Eks. Peringatan: 1.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. 2. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah.pengolah lanjut atas ternal dan Surat Dumas TP Dumas Dumas 5000 2. Pelaksana NO 1. Keterkaitan: 1. 5. 4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. SOP Pembuatan Surat Dinas 2. Mengadministrasikan Kabag tindak lanjut jawaban/ PHP hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 2. Bukti AHP Eks. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag Menganalisis tindak PHP lanjut jawaban/hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. 3. Buku agenda surat masuk Kasubbag Pelaksana 1. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas TP 5000. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000. SOP Penyajian Data 4. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000. 2. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat TP 5000 3. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000. SOP Tindak lanjut Dumas 3. Laptop/Komputer PC. Meja. ATK. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pimpinan terkait.Menit nya tindak lanjut atas Dumas TP 5000 dengan baik 1 Teranalihari sisnya hasil tindak lanjut atas 351 . PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. kursi.pengolah tindak ternal dan Surat lanjut atas Dumas Dumas Dumas TP 5000 15 Teradmini strasikan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. lemari arsip 2. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. 3.

Menit arsip 2. Hasil tindak kannya lanjut atas penyeles Dumas TP aian tindak lan5000 jut atas Dumas TP 5000 352 . Komputer PC/latop 3. Lemari mentasi. Buku Negara agenda PAN surat keluar 1 Tersusun 1. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas Terinput1 nya hasil hari tindak lanjut atas penyelesai an Dumas TP 5000 terentry dengan baik 1. Surat Tersusun 1 jawaban dan terjam Itjen atas kirimnya hasil tindak surat lanjut jawaban Dumas TP Itjen ke 5000 Menteri 2. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 6. Komputer PC Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Mutu Baku Output Dumas TP 5000 Waktu Ket. Membuat surat jawaban ke Menteri Negara PAN atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat TP 5000 Kabag PHP 5.pengolah jut atas duternal dan Surat mas TP Dumas Dumas 5000 2. Mengentry tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 ke SIM-HP Dumas Kabag PHP 4. Komputer an atas Dumas TP PC 5000 20 Terdoku 1. Tindak lanAHP Eks. Program SIM-HP Dumas Kasubbag Pelaksana 1. 3. Program SIM-HP Dumas 3. Tindak jam lanjut atas rekapituDumas Tp lasi penyelesai5000 2.Pelaksana NO Aktifitas 1 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan 2.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGENTRY TINDAK LANJUT SURAT DUMAS TP5000 KE SIM-HP DUMAS MEMBUAT SURAT JAWABAN KE MENTERI NEGARA PAN ATAS HASIL PENYELESAIAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MEMBUAT REKAPITULASI PENYELESAIAN ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 ARSIP SELESAI 353 .

5. 2. 3.Lampiran 9  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 1. 6. SOP Penyusunan Naskah Pidato Pimpinan SOP Entry Data LHA SOP Laporan Triwulan SOP Monev Laporan LHA SOP Pengadministrasian LHA SOP Penyajian Dataf SOP Profil Haswas SOP Statistik Haswas 354 . 8. 4. 7.

Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kabag PHP 2. Kasubbag Data dan Informasi 3. UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Menyusun Kasubbag draft naskah Data dan Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 30 Diterimanya Surat permodisposisi dari menit honan materi pimpinan tendan disposisi tang rencana pimpinan penyajian materi 1 Bahan /data Terinventarihari sirnya bahan naskah Ket Draft naskah Tersusunnya draft naskah 1 hari 355 . Fungsi. Aktivitas 1 2 Kasubbag Data dan Info 3 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi -Sekretaris Menerima disposisi dari -Kabag PHP pimpinan Kualifikasi Pelaksana: 1. Jika materi naskah tidak sesuai dengan tema akan mengakibatkan kesalahan informasi yang disampaikan tidak tepat sasaran. 4. 8. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 5. Printer. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN Dasar Hukum: 1. Menyiapkan bahan naskah Kasubbag Data dan Info 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Jika data dan informasi belum memadai akan mengakibatkan informasi yang disampaikan kurang sempurna. 3. USB Pencatatan dan Pendataan: Lembar disposisi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pelaksana No 1. Mencari data yang dibutuhkan berdasarkan tema naskah b. SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen. Keterkaitan: 1. Kolusi dan Nepotisme. 2. 2. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tugas. 7. Mengoperasikan komputer dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Menyusun skema sistematis atau outline naskah c. 6. buku ekspedisi surat keluar 2. SOP Pembukaan Kegiatan. Menarasikan data berdasarkan outline menjadi naskah d. ATK. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. buku kendali surat masuk. Peringatan: 1. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.

Pelaksana No Aktivitas Info 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

6.

7.

Subbag Data dan Informasi Kasubbag Mengkoreksi Pengolah data pada Data dan draft awal naskah oleh Subbag Da- Info ta dan Info atasan Mengkoreksi Kabag PHP Sekretaris draft final naskah oleh atasan Kasubag Pengolah Membuat dan mence- data pada Data dan Info Subbag tak materi Data dan penyajian Info (power point) berdasarkan naskah Kabag PHP Sekretaris Menyerahkan hasil penyusunan naskah dan bahan tayangan

Kabag PHP

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Naskah net

Tersajinya bahan penyajian/ tayangan naskah

2 jam

Inspektur Jenderal

Naskah dan bahan tayangan

Bahan penya- 15 menit jian naskah pimpinan

356

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN

MULAI

Penerimaan disposisi pimpinan

Penyiapan Bahan

Penyusunan Draft

Koreksi Ya Draft Naskah

Perbaikan Draft Naskah

Tidak Penyusunan tayangan pencetakan naskah

Penyerahan hasil naskah

SELESAI

357

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ENTRY DATA SIMHP
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; Keterkaitan: 1. SOP Penatausahaan LHA 2. SOP Analisis LHA/STL Khusus 3. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Peringatan: 1. Jika analisis LHA belum dikirim ke subbag Data dan Info dalam waktu 3 hari per LHA/STL setelah tanggal penerimaan akan memperlambat proses pengentrian. 2. Jika hasil analisis tidak segera dientry mengakibatkan penyajian data tidak aktual. Pelaksana No 1. Aktivitas Menerima hasil analisis LHA 1 Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info 2 Pengolah data pada Subbag data dan info 3 Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. Memahami aplikasi SIMHP 2. Mampu mengoperasikan aplikasi SIMHP 3. Telah mengikuti pelatihan aplikasi SIMHP

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, lemari arsip, ATK, Buku kendali, buku petunjuk pengoperasian SIMHP, buku kodefikasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Hasil analisis 2. Rekap data SIMHP

2.

Mengadministrasikan hasil analisis LHA ke dalam buku kendali 3. Menginput hasil analisis ke dalam aplikasi SIMHP sesuai

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 1. Hasil Analisis Terhimpunmenit nya data 2. LHA hasil analisis dan LHA 15 Teradminis1. LHA menit trasikannya 2. Buku hasil analisis kendali dan LHA

Ket

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

1. Hasil analisis Terinputnya 2. Aplikasi SIM- hasil analisis pada aplikasi HP SIMHP

1 hari

358

Pelaksana No Aktivitas prosedur baku entry data Mengendalikan entry data Mengkonfirmasikan data yang kurang jelas Mengembalikan analisis LHA yang telah dientry 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

Kasubbag Data dan Info Tim Audit

Kabag PHP

Aplikasi SIM HP Tim entry SIMHP LHA

Kasubbag Data dan Info Penganalisis pada Subbag AHP Internal

6.

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

Hasil analisis

Terciptanya 1 pengendalihari an entry data Terciptanya 1 data entry hari yang valid & akuntabel 30 Terkirimnya hasil analisis menit LHA ke Subbag AHP Internal

359

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIMHP

MULAI

Penerimaan Hasil Analisis LHA

Pengadministrasian Hasil Analisis

SELESAI

Pengembalian Hasil Analisis

Entry Data Hasil Analisis

Pengendalian Entry Data

Konfirmasi Permasalahan Data ya

tidak

Kasubbag AHP Internal

Auditor

360

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP LAPORAN TRI WULAN HASIL PENGAWASAN
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Sidang DPSTL SOP Analisis BPK-RI, BPKP, dan Dumas SOP Penyajian Data SOP Pengadministrasian LHA Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data hasil kinerja pengawasan; b. Mengolah data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI, dan Dumas; c. Mengolah data pendukung pengawasan (perencanaan, keuangan, SDM, Kepegawaian, Tata Usaha)

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, ATK, USB

Peringatan: 1. Agar masing-masing subbagian menyerahkan data ke subbagian Data dan Informasi Hawas paling lambat 7 hari setelah berakhirnya triwulan ybs. 2. Keterlambatan penyerahan data akan mengakibatkan terlambatnya penerbitan laporan triwulan. Pelaksana No 1. Aktivitas Mengumpulkan data dari bagian terkait 1 Kasubbag Data dan Info 2 1.Bag I 2.Bag II 3.BagIV 4.Irwil 3

Pencatatan dan Pendataan: Rekap data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI dan Dumas Kegiatan kesekretariatan Kegiatan Pimpinan Perkembangan SDM

Pengolah data pada subbag Data dan Informasi

2.

Mengolah data

Pengolah data pada

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Terkumpulnya 1. Surat hari permintaan data: - Realisasi 2. Instrumen PKPT 3. Telepon - Realisasi Non PKPT - Kepegawaian - Keuangan - Data hasil pengawasan Data dari Sub- Terolahnya 5 Sub Bagian data untuk hari

Ket

361

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3

3.

4.

5.

6.

7.

8.

subbag Data dan Informasi Menyusun Pengolah draft naskah data pada laporan subbag Data dan Informasi MenyerahPengolah kan draft data pada naskah subbag laporan Data dan Informasi Mengoreksi 1.Kasubbag draft naskah di Bagian laporan PHP 2.Kasubbag TU Irwil 3.Kasubbag Evalap Memperbaiki Pengolah draft naskah data pada subbag yang telah Data dan dikoreksi Informasi Pengolah Mencetak draft naskah data pada final laporan subbag Data dan Informasi MenandataKabag PHP ngani naskah laporan Menggandakan laporan Rekanan percetakan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan draft naskah yang telah terkumpul, komputer Data dari Sub- Tersusunnya 3 sub bagian, draft naskah hari komputer laporan

Ket

Kasubbag Data dan Info

Kabag PHP

Draft naskah yang telah selesai dibuat

Diterimanya draft naskah laporan

20 menit

Kabag PHP

Sekretaris

Draft naskah laporan yang telah selesai dibuat

Terkoreksinya draft naskah laporan

2 hari

Draft naskah hasil koreksi

Terselesaikannya naskah laporan Tercetaknya draft naskah final laporan

1 hari

Draft naskah final laporan

1 jam

Sekretaris

Naskah final laporan

9.

Laporan yang telah ditandatangani 1. Laporan 2. Surat pengantar 3. Buku ekspedisi

10. Mendistribu- Pengolah sikan laporan data pada subbag Data dan Informasi

Ditandatanganinya naskah laporan Terealisasinya penggandaan laporan Terdistribusikannya laporan kepada pihak-pihak terkait

2 jam

2 hari

1 hari

362

FLOWCHART SOP LAPORAN TRIWULAN HASIL PENGAWASAN

MULAI

Pengumpulan Data

Pengolahan data

Penyusunan Draft Laporan

Koreksi Laporan

Tidak

Cetak Laporan

Penggandaan Laporan

Ya Perbaikan Draft Naskah Laporan Pendistribusian Laporan

SELESAI

363

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP MONITORING PENERBITAN LHA
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 369 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 tentang Penye-lenggaraan Ibadah Haji dan Umrah; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT; 2. SOP Pelaksanaan Riksus; 3. SOP Pengadministrasian LHA. Peringatan: Jika laporan monev penerbitan LHA tidak disusun mengakibatkan sulitnya membandingkan antara realisasi audit dengan realisasi penerbitan LHA Pelaksana No Aktivitas 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Perencanaan dan Program 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data penerbitan LHA; b. Mengkonfirmasikan data penerbitan LHA yang belum terbit kepada Subag TU Inspektur Wilayah; c. Mengolah dan menyajikan data penerbitan LHA; d. Mengoperasikan komputer.

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, Printer, ATK

Pencatatan dan Pendataan: Realisasi PKAT per bulan; buku kendali LHA; Rekap RKAT per bulan

1. Menghimpun data auditan yang tercantum dalam RKAT perbulan 2. Menghimpun data realisasi PKAT bulan lalu 3. Menghimpun data realisasi penerbitan LHA 4. Mencatat dan menginput data auditan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Data RKAT TerkumpulJam nya data auditan RKAT per bulan Data realisasi PKAT Terkumpulnya data realisasi PKAT Terhimpunnya data LHA terbit 1 Jam

Ket

Pelaksana pada Subbag Evalap

Para Kasubbag TU Irwil

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Data realisasi penerbitan LHA

1 Jam

Pengolah data pada Subbag

Data RKAT, Data realisasi PKAT,

Tercatat dan terinputnya data RKAT

2 jam

364

No

Aktivitas

1

Data dan yang tercanInfo tum dalam RKAT dan realisasi PKAT

5.

Membandingkan data realisasi PKAT yang telah diinput dengan realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

6.

Mengkoreksi rekap data monitoring realisasi penerbitan LHA

Kasubbag Data dan Info

7.

Mencetak data monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

8.

Menyampaikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan komputer , dan data Buku Kendali realisasi PKAT dalam buku kendali dan komputer -LHA Tersinkro1 -Buku Kendali nisasinya jam -Data realisasi data -PKAT realisasi PKAT dengan realisasi penerbitan LHA Kasubbag Pengolah Rekap data Terkoreksi1 TU Irwil data pada LHA terbit di nya rekap jam Subbag sekretariat, data Data dan rekap data monitoring Info LHA terbit di realisasi Irwil penerbitan LHA 1 TercetakRekap data Jam nya rekap monitoring data realisasi monitoring penerbitan realisasi LHA penerbitan LHA 30 Kasubbag Kabag PHP Rekap data Tersampaimenit Data dan Info monitoring kannya data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA kepada Sekretaris Terdokumentasikannya rekap data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA 15 menit

Pelaksana

Ket

9.

Mendokumentasikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

365

FLOWCHART SOP MONITORING PENERBITAN LHA

MULAI

Penghimpunan Data RKAT

Penghimpunan Data Realisasi PKAT

Penghimpunan Data Realisasi Penerbitan LHA

Pencatatan Data RKAT dan realisasi PKPT

Pembandingan Data realisasi PKAT dg realisasi penerbitan LHA

Koreksi Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Cetak Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Penyampaian data monitoring realisasi penerbitan LHA

ARSIP

SELESAI

366

KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengadministrasikan LHA pada buku kendali 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pelaksana No 1. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. Jika LHA tidak teradministrasi dengan baik akan menyulitkan pelayanan pada bagianbagian yang membutuhkan. Jika pengembalian LHA yang telah dianalisis melebihi batas yang telah ditentukan. 7. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keterkaitan: 1. kursi. Tugas. Buku kendali Pencatatan dan Pendataan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Buku jam kendali per LHA pada buku kendali Irwil 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. SOP Analisis LHA/STL Khusus. Ekspedisi LHA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Tercatatnya 1. 2. Peminjaman LHA 2. lemari arsip. 4. Memahami sistem pendokumentasian LHA Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN LHA Dasar Hukum: 1. LHA 2. 2. 6. komputer. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 5. LHA Terdistribusikannya LHA ke Subbag AHP Internal Tercatatnya LHA pada buku kendali 1 hari Ket 2. 3. maka mendapat teguran dari atasan langsung. 1. Peringatan: 1. Fungsi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif. Buku kendali 7 hari 367 . LHA 1. Aktivitas Menerima dan mencatat LHA dari TU Irwil Mendistribusikan LHA ke Subbag AHP Internal untuk dianalisis Menerima LHA yang telah dianalisis 1 Pelaksana TU Irwil 2 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Buku kendali per Irwil 2.

Aktivitas Mendokumentasikan LHA 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 1. Almari arsip tasikannya LHA per Irwil pada almari arsip secara sistematis Ket 368 . LHA Terdokumen jam 2.Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN LHA MULAI Penerimaan LHA Dari Irwil Pencatatan LHA Pendistribusian LHA untuk dianalisis Penerimaan LHA Hasil analisis Pendokumentasian LHA SELESAI 369 .

Mampu menjalankan aplikasi SIMHP 2. Tugas. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Analisis BPK-RI. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6.Kabag PHP Kasubbag risir data yang Data dan dibutuhkan Informasi Hawas Menjalankan/ Pelaksana mengoperasi pada Subkan program bag Data aplikasi SIM. kursi. 3. komputer. SOP Penyusunan Profil Haswas 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Mampu menyajikan data dengan format yang benar Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. 5. Mampu melakukan pengolahan data 3. Printer.dan Informasi HP Mensortir data Pelaksana berdasarkan pada Subpermintaan/ke bag Data dan Inforbutuhan masi Memeriksa Kasubbag format peData dan nyajian data Informasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kertas dan Terinvenpulpen tarisirnya data yang dibutuhkan Program Komputer deaplikasi ngan aplikasi SIMHP SIM HP Waktu 1 jam Ket 5 menit Komputer dengan aplikasi SIMHP Tersortirnya data sesuai permintaan /kebutuhan Terperiksanya format laporan 5 menit Format laporan penyajian data 5 menit 370 . ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan analisis SIMHP 2. BPKP. dan Dumas 2. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 7. Fungsi. 3. 4 Menginventa. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 4. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Penyusunan Statistik Haswas Peringatan: Penyajian data dan informasi hasil pengawasan bersifat rahasia dan harus dapat dipastikan bahwa pengguna data ini merupakan pihak-pihak yang bertanggungjawab Pelaksana No 1.

Tersampai10 masi Hasil Pekannya hasil menit ngawasan penyajian data kepada pihak-pihak terkait Ket 371 . Mencetakan data sesuai dengan format yang telah dikoreksi Pelaksana pada Subbag Data dan Informasi 6. Mendistribusi kan hasil pencetakan Kasubbag Data dan Informasi Kabag PHP Pengguna /pimpinan Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan penyajian data secara utuh dan benar 10 TerselesaiKertas kannya pen.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 5.menit Printer Aplikasi SIMHP cetakan data dan informasi hasil pengawasan dengan baik sesuai kebutuhan Data dan Infor.

FLOWCHART SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS MULAI Inventarisir Data Pengoperasian Program Aplikasi SIMHP Pensortiran Data Koreksi Format Data Tidak Ya Perbaikan Format Data Cetak Laporan Mendistribusikan Laporan SELESAI 372 .

Mampu menyusun profil hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 TerkumpulRekap data hari nya data Itjen. BPKP. Printer. 4. 3. BPKP. temuan hasil BPK RI dan audit Itjen. BPK-RI dan Dumas 3. 3. Peringatan: Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan dan pengolahan data. dan Dumas. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 2. BPKP. BPKRI. BPKP.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PROFIL HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Pengolah data pada Subbag data dan info haswas Mengolah data Pengolah data pada temuan Subbag haswas data dan info haswas Penyusunan Pengolah profil haswas data pada Subbag data dan info haswas Data temuan/ rekap Itjen. BPK RI dan dumas Terolahnya data temuan haswas 2 jam Data temuan/ rekap Itjen. Dumas BPKP. SOP Analisis BPK-RI. Rekap data temuan Itjen. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 4. Mampu mengoperasikan komputer 2. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. USB Pencatatan dan Pendataan: 1. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. BPK RI dan Dumas Tersusunnya draft profil haswas 2 jam 373 . Fungsi. BPK-RI dan Dumas Menginventarisir data temuan 1 Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Penganalisis pada Subbag AHP eksternal dan Dumas 3 Penganalisis pada Subbag AHP internal Ket 2. 2. ATK. 3. Rekap data temuan BPK-RI. Rekap data temuan Dumas. Tugas. BPKP. dan Dumas 2 Terinvenjam tarisirnya data temuan Pelaksana No 1. 4. Aktivitas Mengumpulkan data temuan hasil audit Itjen. Rekap data temuan BPKP. SOP Penyajian Data. BPKP.

Aktivitas Mengkoreksi draft profil haswas 1 Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Kasubbag Data dan Info 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Draft profil Terkoreksinya draft profil haswas Waktu 30 menit Ket 6.Pelaksana No 5. Penyampaian profil haswas Kasubbag data dan info Kabag PHP Tersampai10 kannya profil menit haswas kepada Sekretaris 374 . Mencetak profil haswas Tercetaknya profil haswas 5 menit 7.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PROFIL PENGAWASAN MULAI Pengumpulan Data Penginventarisir Data Pengolahan Data Penyusunan Draft Profil Koreksi Profil tidak Cetak Profil ya Perbaikan Draft Penyampaian Hasil Profil SELESAI 375 .

3. Rekap data bentuk Waktu 1 hari Ket 2 hari 1 hari 376 . 2. Rekap data Dumas 1. kursi. Rekap data Tersajinya data Itjen 2. BPKP. Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan data. Mengolah data dan informasi haswas Pelaksana pada Subbag Data dan Info 3. Rekap data Dumas 1. Rekap data BPKRI 4. 2. Rekap data BPK-RI 4. Peringatan: 1. BPKP. 4. Rekap data informasi haswas BPKP 3. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan informasi haswas 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Penyajian Data. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Fungsi. Printer. Jika data dan informasi yang dibutuhkan tidak lengkap dan akurat maka akan mempersulit proses pengolahan data. Rekap nya data data Itjen dan 2. Menghimpun data dan informasi haswas 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana pada Subbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Analisis Haswas Eksternal dan Dumas 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Rekap informasi data haswas BPKP 3. komputer. Tugas. BPK-RI dan Dumas 2. dan Dumas 2. Keterkaitan: 1. Rekap data Terolahnya data dan Itjen 2. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. Mampu menyusun statistik hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Meja. Menyajikan data dan informasi haswas dalam bentuk Pelaksana pada Subbag Data dan Info Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terhimpun 1. Memahami ilmu statistik 3. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Rekap data haswas dalam BPKP 3. SOP Analisis BPK-RI.

Rekap data statistik Dumas Tersusun Rekap data nya laporan hasil pengstatistik awasan haswas Konsep laporan Terkoreksi statistik nya laporan statistik haswas TerselesaiKertas kannya Printer pencetakan File Laporan laporan Statistik statistik hasil pengawasan Buku laporan Terganda statistik kan dan terdistribusikannya laporan statistik Waktu Ket 10 hari 1 hari 1 hari 7. Mengkoreksi laporan statistik haswas 6.Pelaksana No Aktivitas grafik dan statistik 4. Mencetak laporan statistik Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kabag pelaporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan grafik dan BPK-RI 4. Menyusun laporan statistik haswas 5. Menggandakan dan mendistribusikan laporan statistik kepada pihakpihak terkait Pelaksana pada Subbag Data dan Info 1 hari 377 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN MULAI PENGHIMPUNAN DATA PENGOLAHAN DATA PENYAJIAN DATA PENYUSUNAN LAPORAN KOREKSI LAPORAN tidak ya PERBAIKAN LAPORAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN LAPORAN SELESAI 378 .

Lampiran 10  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM 1. SUBBAG PERLENGKAPAN   379 . SUBBAG TATA USAHA 2. SUBBAG RUMAH TANGGA 3.

SOP Verifikasi Perjalanan Dinas SOP Penggandaan Dokumen SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Penomoran Surat SOP Penerimaan Faksimile SOP Penatausahaan Surat Masuk SOP Pengiriman Surat Khusus Dan Biasa SOP Pengiriman LHA-STL SOP Peminjaman Arsip SOP Retensi Arsip SOP Kliping Berita Pengawasan SOP Arsip Bersejarah SOP Penataan Berkas Arsip 380 . 13. 10. 4. 9. 8. 7.1. 11.Lampiran 4. 3. 6. 12. 2.  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG TATA USAHA 1. 5.

Komputer. 6.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pegawai Negeri. ATK. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-37/PB/2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-34/PB/2007 tentang Petunjuk Pelaksaanaan Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Seluruh bukti Terkumpulperjalanan nya bukti dinas (tiket. PMK Nomor 07/PMK. Aktivitas Pegawai yang melakukan perjalanan dinas memberikan bukti-bukti perjalanan dinasnya kepada tim verifikasi 1 Pegawai yang melakukan perjalanan dinas 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT 4. dan Pegawai Tidak Tetap. SOP SPPD 2. SOP Pencairan Anggaran 3. SOP Monev Peringatan: Bukti-bukti perjalanan tersebut kepada tim verifikasi paling lambat 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas. SOP Riksus 5. meja. pensil. 7. kursi. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 4. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Kertas. 5.05/2008 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK. 1. 2. bukti perbukti hotel dll) jalanan dinas dari pegawai yang melakukan perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan 381 . 3. keterlambatan akan berakibat pada keterlambatan SPPD rampung dan penghitungan selisih lebih/kurang Pelaksana NO. Pegawai Negeri. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/148/2006 tentang Analisis Beban Tugas dan Uraian Jabatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Memiliki kemampuan verifikasi. dan Pegawai Tidak Tetap.

bukti perRincian Awal jalanan dari Bendadinas dari hara. Tiket. yang meBoarding Pass lakukan perjalanan dan Invoice dinas Hotel Terverifikasinya berkas perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan Pelaksana Berkas KPPN perjalanan dinas 25 Menit Pelaksana Subbag RT Hasil rekap verifikasi Terevaluasinya kebenaran berkas rekap verifikasi sebelum disetujui Pejabat Pembuat Komitmen 30 Menit Hasil Rekap yang disetujui diberikan kepada Subbag Keuangan dan Subbag Rumah Tangga Hasil Rekap Verifikasi . bukti-bukti perjalanan dinas auditor dan inspektur wilayah Menerima Tim dan mem. 5. Bukti Riil pegawai Kuitansi.Verifikasi verifikasi berkasberkas perjalanan dinas pegawai dan auditor serta mengecek kembali Kewajaran. Kasubag mengum. Selanjutnya hasil rekap verifikasi diberikan kepada Sekretaris Tim. Menerima.Hasil Rekap Subbag RT 382 .Pelaksana NO. 2 Aktivitas 1 2 Pelaksana Subbag RT 3 3 4. Menerima. TerkumpulSurat Pernya buktinyataan. menyetu-jui dan menandatangani Hasil Rekap Verifikasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas.TU Irwil pulkan dan merekap berkas. .Tersele1 Hari saikan-nya 6. Sekretaris Tim memberiVerfikasi kan paraf pada Hasil Rekap verifikasi yang disetujui serta menyerahkan hasil Rekap Verifikasi ke Pejabat Pembuat Komitmen Pejabat Menerima Hasil Rekap Pembuat Komitmen Verifikasi.

.Merekap Selisih Lebih/atau kurang.Menerima Kuitansi Riil Perjalanan Dinas setelah ditandatangani oleh yang bersangku tan.Terwujudnya kuitansi Riil Perjalanan Dinas. .Mendistribusikan Kuitansi Riil Kepada Yang bersangku tan . .Terdistribusikannya Kuitansi Riil kepada yang bersangkutan Subbag Keuangan SPPD Rampung.Terselesaikannya 1 Hari keuangan beserta masalah lebih/ kurangnya 7. .Membuat Kuitansi Riil Perjalanan Dinas.Terdatanya rekap selisih lebih/ kurang .Pelaksana NO. Aktivitas Verifikasi diolah guna penyelesaian SPPD Rampung .Menyelesaikan Keuangan yang terdapat selisih lebih/atau kurang harus disertai dengan kuitansi yang dikeluarkan oleh bendahara keuangan Memberitahukan kepada pegawai atau auditor hasil final rekap verifikasi untuk mengeta1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SPPD Rampung Waktu Keterangan . Tim verifikasi Kuitansi Riil Tersampaikannya Kuitansi riil 1 hari • Tanggapan atas selisih kurang atau lebih diberikan waktu 1 hari setelah menerima 383 . . Kuitansi Riil.Terkumpulnya kuitansi yang telah ditandatangani oleh yg bersangkutan .

Aktivitas hui adanya selisih kurang atau lebih 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan rekap pemberitahuan. • Selisih kurang atau lebih harus diselesaikan paling lambat 3 hari setelah menerima kuitansi riil. 384 .Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS MULAI PEGAWAI/ AUDITOR KASUBAG TU IRWIL TOLAK TIM VERIFI KASI TERIMA SEKRETARIS TIM VERIFIKASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SUBBAG RUMAH TANGGA SUBBAG KEUANGAN TIM VERIFIKASI SELESAI 385 .

Pencatatan dan Pendataan: 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Mampu mengoperasikan Fotokopi 2.Kasubbag TU kasi permohonan penggandaan dokumen Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. 4. Mampu mengoperasikan Risograph Peralatan/Perlengkapan: Mesin fotokopi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGGANDAAN DOKUMEN (FOTOKOPI/RISOGRAPH) Dasar Hukum: 1. 3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. 5. 7. SOP Pengadaan barang 2. Formulir peminjaman arsip 2 Memverifi. dapat menghambat penggandaan dokumen Pelaksana NO. Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. 2. Kertas. 1. kursi. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. Agenda arsip surat 2. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. meja. formulir penggandaan dokumen. ATK. TertandaFormulir tanganinya permohonan penggandaan Formulir permohondokumen an pengditandagandaan tangani barang. SOP Permintaan Barang Persediaan Peringatan: Keterlambatan permintaan kertas pada kondisi kertas habis. 6. Agenda penggandaan dokumen.Terwujudni Kasubag nya tanda sebagai bukti pemohon permohonan penggandaan dokumen. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: 1. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. Terisinya Formulir formulir Penggandaan pengganDokumen daan yang telah dokumen ditandatanga 2. Risograph. Kasubag TU Waktu 10 Menit Keterangan 5 Menit 386 . pensil. Aktivitas Mengajukan Penggandaan Dokumen 1 Pemohon 2 Kasubbag Pemohon 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.

pemohon Agenda Penggandaan Penggandaan Dokumen Dokumen Dokumen Terlakyang akan sananya digandakan permohonan penggandaan Dokumen Dokumen Terpastiyang akan kannya digandakan jumlah dokumen yang digandakan Terkendali nya jumlah kertas yang terpakai Terlaksananya Permohonan Penggandaan dokumen Waktu 30 Menit Keterangan 10 Menit 10 Menit 5 Menit 2 Menit 387 . Menggandakan Dokumen Pengadministrasi Umum 5. Menyerahkan dokumen yang telah digandakan kepada pemohon Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerdataFormulir Penggandaan nya informasi Dokumen. Mencatat Jumlah dokumen yang tellah digandakan 7.Pelaksana NO. 3 Aktivitas Mencatat Permohonan Penggandaan Dokumen 1 Pengadministrasi Umum 2 3 4. Menghitung Pengadmijumlah nistrasi dokumen Umum yang digandakan 6.

FLOWCHART SOP PENGGANDAAN DOKUMEN MULAI PENGAJUAN PENGGANDAAN DOKUMEN PENCATAAN PERMOHONAN PENGGANDAAN DOKUMEN MENGGANDAKAN DOKUMEN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENYERAHKAN DOKUMEN YANG TELAH DIGANDAKAN KEPADA PEMOHON SELESAI 388 .

Pena. dan pemSurat yang STL berian paraf berurutan dapat secara Konsep dipertanghirarkis Surat gungjawab kan Aktivitas Keterangan 389 . Konsep Surat. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peringatan: 1. Kursi. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. 2 Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output Waktu 1 2 3 Perlengkapan 30 Dasar Konsep TerkonsepPembuatan PengadmiMenit Surat. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Dossier nya surat/ nistrasi Konsep LHA-STL LHA-STL Surat Biasa/ Umum Unit Pengolah LHA-STL 15 Konsep Surat. 1. Konsep Surat diteliti kemudian diparaf oleh pejabat terkait sebelum ditandatangani oleh pejabat berwenang guna pertanggungjawaban surat. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 3. 5. Printer. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN SURAT DINAS Dasar Hukum: 1. TerciptaPejabat Penelitian Konsep LHA. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Komputer. Pensil. 4.nya konsep Menit terkait. Buku Surat Keluar Pencatatan dan Pendataan: Buku Surat Keluar NO. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2.

NO. 3 Aktivitas Penandatanganan Surat Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Konsep Surat TersediaPejabat nya Surat yang telah yang berKeluar/ diparaf wenang LHA-STL yang telah ditandatangani Pejabat Waktu 15 Menit Keterangan 390 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN SURAT DINAS MULAI PEMBUATAN KONSEP SURAT PENELITIAN DAN PEMBERIAN PARAF KONSEP SURAT TOLAK TERIMA PENANDA TANGANAN SURAT TOLAK TERIMA SURAT DINAS ARSIP SELESAI 391 .

Agenda Arsip surat keluar. Buku Kendali Surat Keluar. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Agenda Arsip Surat Keluar Peringatan: 1. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peralatan/Perlengkapan: Meja. 6. Komputer. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Pengajuan PengadmiPenomoran nistrasi Surat Umum Unit Pengolah 2 Pemilahan surat atas Jenis Penomoran Surat (Surat Keluar. Buku Ekspedisi Surat 3. 5. Pena. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENOMORAN SURAT Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Konsep Surat. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 2. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. Printer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. 3. Kursi. Nota Pengadministrasi Umum Unit Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 Surat Keluar/ Tersusunnya secara Menit LHA-STL urut suratyang telah surat yang ditandasiap detangani ngan penoPejabat moran sesuai kartu kendali 15 Surat Keluar/ Terklasifika -sinya surat Menit LHA-STL hingga peyang telah nomoranditandanya tangani Pejabat Keterangan 392 . Buku Kendali Surat Keluar 2. 4. Pensil. Kualifikasi Pelaksana: 1.

Penggandaan Surat guna pengarsipan Pengadministrasi Umum Unit Pengolah Surat Keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Terciptanya surat keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Tersedianya Arsip Surat pada Unit Pengolah dan Unit tata Usaha 10 Menit 10 Menit 393 .Pelaksana NO. Surat Tugas) Penomoran PengadmiSurat nistrasi Umum Unit Tata Usaha Buku Kendali Surat Keluar. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3 Dinas. Surat Tugas 4. Nota Dinas. SK. SK.

NOTA DINAS. SK. SURAT TUGAS) PENOMORAN SURAT PENGGANDAAN SURAT GUNA PENGARSIPAN ARSIP SELESAI 394 .FLOWCHART SOP PENOMORAN SURAT MULAI PENGAJUAN PENOMORAN SURAT KLASIFIKASI SURAT ATAS JENIS PENOMORAN SURAT (SURAT KELUAR.

6. 1. ATK. faksimili. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. Aktivitas Menerima Faks Masuk 1 Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks 2 2 Pemberian Nomor dan Tanggal Surat Masuk terhadap faks yang diterima Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks Pengadministrasi Umum TU Sekretriat Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Daftar Faks Adanya Masuk Penanggung jawab Penerima Faks Masuk. 5. Arsip Surat Masuk Peringatan: Kealpaan/keterlambatan permintaan nomor dan tanggal surat masuk atas facsimile yang diterima mengakibatkan kesalahan dalam pengagendaan surat masuk dan akan menjadi kendala ketika surat akan dimintakan kembali. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Pelaksana NO. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. taunya Alat PenoInformasi moran Surat Surat masuk Masuk Waktu 15 Menit Keterangan 15 Menit 10 Menit 395 . pensil. komputer. Pengagendaan surat masuk 2. 4. 2. Faks Masuk. TerwuDaftar Faks judnya Masuk pengendalian nomor Surat PengadminisDaftar Masuk trasi Umum Surat TU Sekretriat 2. TerpanMasuk. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan faksimile Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 1. kursi. meja. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. agenda surat.

Pelaksana NO. 3. Aktivitas Penggandaan Surat guna pengarsipan 1 Pengadministrasi Umum Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Tersedianya Arsip yang telah Surat pada ditandaUnit Pengtangani dan olah dan memiliki Unit tata tanggal dan nomor Surat Usaha Waktu 10 Menit Keterangan 396 .

FLOWCHART SOP PENERIMAAN FAKS MASUK MULAI MENERIMA FAKS MASUK PEMBERIAN NOMOR DAN TANGGAL SURAT MASUK TERHADAP FAKS YANG DITERIMA ARSIP PENYAMPAIAN LEMBAR FAKS KEPADA PEJABAT TUJUAN FAKS SELESAI 397 .

dan tanggal masuk surat. 4. Seluruh surat dinas selain surat dinas yang bersifat rahasia diperkenankan dibuka dan ditelaah isinya atas persetujuan Kepala Subbagian Tata Usaha. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Surat PriAgenda Surat badi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pengagendaan surat masuk 2. meja. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. tujuan surat. Pelaksana NO.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. 2. agenda surat. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. Aktivitas Menerima Surat Masuk 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Pemilahan Surat Pengagendaan Surat Pribadi Pengadministrasi Umum. 1. 5. 2. komputer. Surat Pribadi cukup dicatat asal surat. kursi. 3. Keterlambatan surat atau paket oleh pihak pos atau ekspedisi mengakibatkan keterlambatan pengolahan surat. Pengadministrasi Umum. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Adanya PeMasuk nanggung jawab penerima Surat Masuk Surat Masuk. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. faksimili.terklasifikasi atas Surat kasi Surat Dinas dan Masuk Surat Pribadi. ATK. 6. tanpa pemberian nomor surat masuk. Terdatanya Pribadi Surat Pribadi dalam Agenda Waktu 10 Menit Keterangan 15 Menit 15 Menit 398 . Arsip Surat Masuk Peringatan: 1. Surat Masuk Daftar Klasifi. pensil. 3.

Penting. telah tersurat . Terdatanya Surat Dinas dalam Agenda Surat Dinas Masuk Surat Dinas Surat Dinas 10 Surat yang Masuk. atau yang Masuk Mesin ditujukan penting/ Photocopy kepada khusus. mendesak Surat Scanner. Setiap 15 Masuk. Surat 10 buku kendali masuk telah Menit surat masuk.Biasa Buku Agenda Surat Dinas Masuk 10 Untuk surat Adanya Surat Dinas Menit tertentu/ arsip/Copy Masuk penting/ arsip atas Penting. Daftar Masuk Menit telah terKlasifikasi terklasifiklasifikasi Surat Masuk kasi atas diserahkan surat untuk pada pengIrjen. Sekadministrasi retaris dan Khusus Para Irwil pada Unit tata usaha Terklasifi10 Urgensi Surat Dinas kasinya atas Menit surat: Masuk yang atas urgensi . Pengadministrasi Umum. klasifikasi. Serahterima PengadmiSurat ke nistrasi unit tujuan Khusus surat Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Masuk Pribadi. 5. Pengagendaan Surat Dinas Pengadministrasi Umum.Khusus dasarkan urgensi surat Arsiparis 6.Pelaksana NO. Pemilahan Pengadmi Surat Dinas nistrasi Masuk ber. . Aktivitas 1 2 3 3. dikonsultasikan kepada Kasubbag TU atau Kabag Umum. Daftar Surat Dinas Menit Klasifikasi Masuk Surat Masuk mendapat nomor dan tanggal surat masuk 2. dipindai (scan)/ dicopy untuk pengarsipan Surat masuk.Rahasia. terserahterimakan ke unit tujuan surat Buku Kendali Surat masuk Surat masuk 10 TerserahMenit Surat Dinas yang tidak Pengadmi nistrasi 399 . 4. Surat Dinas 1. Irjen. Pemilahan Surat Dinas Masuk berdasark an tujuan surat.

Aktivitas 1 2 Umum Unit tujuan surat 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan terimakan kepada Pejabat Tujuan Surat dengan melampirkan lembar disposisi. buku kendali surat masuk. Ses. Surat masuk.Pelaksana NO. Waktu Keterangan didisposisikan lebih lanjut oleh Irjen. selanjutnya disimpan sebagai arsip. dan para Irwil. 7. Serah terima disposisi surat ke unit pengolah Pengadministrasi Umum Unit tujuan surat Pengadmi nistrasi Umum Unit Pengolah Surat Buku Kendali Surat masuk Surat Masuk 10 Telah terMenit serahterimakan ke unit pengolah surat Surat masuk 10 Terserahteri Menit makan dari Pejabat Tujuan Surat ke pengolah surat untuk ditindaklanjuti 400 .

SEKRETARIS.FLOWCHART SOP PENATAUSAHAAN SURAT MASUK MULAI MENERIMA SURAT MASUK PEMILAHAN SURAT ATAS SURAT PRIBADI DAN SURAT DINAS PENGAGENDAAN SURAT PRIBADI PENGAGENDAAN SURAT DINAS PEMILAHAN SURAT BERDASARKAN TUJUAN SURAT (IRJEN. PARA IRWIL) ARSIP SURAT IRJEN PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT SURAT SES PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PARA IRWIL PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PENYAMPAIAN SURAT PRIBADI KEPADA YBS PENYAMPAIAN SURAT KE IRJEN PENYAMPAIAN SURAT KE SES PENYAMPAIAN SURAT KE PARA IRWIL IRJEN SEKRETARIS PARA IRWIL PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH S E L E S A I 401 .

dengan Tujuan surat. Pengiriman surat Khusus dalam kota (DKI Caraka/ Kurir Bendahara Itjen/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Terdatanya Keluar Surat keluar. buku kendali surat keluar Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA Dasar Hukum: 1. Buku Kendali Surat Keluar Mencatat Pengadmisurat keluar nistrasi siap kirim Umum dalam buku agenda surat keluar serta mengarsipkannya Arsiparis 2. Pelaksana NO. Bermaksud memberi penjelasan lebih lanjut tentang isi surat. Cara ini dilakukan bila . 6. Hal surat. Caraka/Kurir 2. 5. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Dikehendaki tanggapan segera . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Surat khusus dalam Kota (Pusat dan DKI Jakarta) dibawa sendiri oleh petugas yang ditunjuk untuk menyelesaikan persoalan dalam surat tersebut. 1. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Peringatan: 1. Agenda Surat Keluar 2. TerkirimAgenda Surat nya Surat Keluar Kuitansi Terbayarkan nya biaya Waktu 10 Menit Keterangan 10 Menit 60 Menit 15 Menit 402 . 2. Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. Keterlambatan atau penundaan pengiriman surat akan berakibat pada keterlambatan penyampaian surat. faksimili. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Tanggal dan Nomor surat keluar Daftar Arsip Adanya arsip Surat Keluar Surat keluar Surat Keluar. 4. Surat berkualifikasi sangat rahasia. 3. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. agenda surat keluar. Kualifikasi Pelaksana: 1.

Agenda Surat Keluar. Aktivitas Jakarta. Bukti pengiriman melalui jasa pos Waktu Keterangan 30 Menit Terbayarkannya biaya pos dan pengiriman surat 15 Menit Surat luar kota dikirim dengan jasa pos/telegram/ faksimile/jasa ekspedisi sesuai dengan urgensi surat 403 . Bukti pengiriman surat Kuitansi. Pusat) 1 2 3 3. Pengadministrasi Umum Pengiriman Caraka/ Kurir atau surat PengadmiKhusus & nistrasi Biasa luar Umum kota Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pengiriman surat Surat Keluar.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA MULAI MENERIMA SURAT KELUAR ARSIP PENCATATAN SURAT KELUAR PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 404 .

Khusus terhadap pengiriman LHA/STL penjatuhan hukuman disiplin. 3. guna menjamin kepastian dan pengendalian penyampaian. disampaikan langsung kepada pejabat terkait pada Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Departemen Agama 2. SOP Pelaksanaan PKAT 3. Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama.LHA-STL STL 60 Menit 405 . Agenda Arsip LHA-STL Mencatat LHA-STL siap kirim dalam buku agenda LHA-STL serta mengarsipkannya 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. agenda pengiriman LHASTL. Pelaksana NO. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. LHA/STL Daerah dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi tercatat. menggunakan surat pengantar pengiriman disertai dengan ceklist/Berita Acara Pengiriman.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN LHA-STL Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: 1. SOP Sidang DPSTL Peringatan: 1. 5. agenda Arsip LHA-STL. Agenda LHA. Daftar Arsip LHA-STL Adanya arsip LHASTL 10 Menit Keterangan Arsiparis Caraka/ Kurir Terkirimnya LHA-STL. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. 3. Agenda Pengiriman LHA-STL 2. SOP Riksus 2. 6. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pengiriman LHA-STL dalam kota Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Daftar LHATerdatanya Menit STL LHA-STL secara rinci. LHA-STL untuk Pusat dan DKI Jakarta. Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Caraka/Kurir 2. dikirim dengan kurir (caraka) yang ditunjuk secara khusus guna efektifitas dan keamanan. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2.

Agenda Surat Keluar. Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Pengiriman Caraka/ LHA-STL Kurir luar kota Kwitansi Terbayarkannya biaya pengiriman LHA-STL. 15 Menit Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Surat Keluar. Bukti Terbayarkannya pengiriman melalui jasa biaya pos pengiriman pos LHA-STL 30 Menit 15 Menit 406 . Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3.Pelaksana NO. Bukti pengiriman surat Kwitansi.

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN LHA-STL MULAI PENCATATAN LHA-STL ARSIP PENGIRIMAN LHA-STL DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN LHA-STL LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 407 .

ATK. 5. 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. meja. Penerimaan PengadmiPengajuan nistrasi Peminjaman Umum arsip Arsiparis 2. 3. 7. Arsip dapat dipinjamkan dengan rentang waktu tidak lebih dari 3 jam.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN ARSIP Dasar Hukum: 1. pensil. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. lebih dari itu dikhawatirkan arsip akan sulit dipertanggungjawabkan. Agenda peminjam Waktu 10 Menit Keterangan 20 Menit 30 Menit 408 . 2. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Formulir peminjaman arsip 1. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip surat. Pencatatan dan Pendataan: 1. Kartu Tanda Penduduk/Kartu Indentitas peminjam arsip agar ditinggal dalam buku peminjaman selama arsip belum dikembalikan sebagai jaminan pengembalian arsip. Pencatatan Pengadmi Peminjaman nistrasi Umum Arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. formulir peminjaman arsip. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. 6. kursi. 4. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: SOP Penataan Berkas arsip Peringatan: 1.Terwujudnya tanda bukti permohonan peminjam -an arsip Daftar Arsip/ Penemuan LHA-STL kembali arsip yang dibutuhkan Terdatanya Formulir informasi peminjaman arsip. komputer. Pelaksana NO. Terisinya Formulir formulir Peminjaman penimjam arsip -an arsip 2. Agenda arsip surat 2.

Pelaksana NO. Data 1. Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Peminjaman arsip dan Arsip arsip yang dipinjam 15 Tergantikan Formulir Menit Peminjaman nya arsip arsip.Terdatanya 10 ngembalian bahwa arsip Menit Arsip yang dipinjam telah dikembalikan 60 Arsip. TerwuMenit Arsip/LHAjudnya STL pengembalian arsip pada folder/ tempat dimana arsip itu berasal 2. Dapat dipastikan arsip dalam keadaan baik dan lengkap Keterangan 409 . Aktivitas 1 2 3 Arsiparis 3. Menerima arsip yang telah dikembalikan Memeriksa kelengkapan dan keadaan arsip secara berkala Pengadmi nistrasi Umum 4. Folder yang tempat arsip dipinjam yang dipinjam dengan formulir yang telah diisi oleh peminjam arsip. Formulir Pe.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN ARSIP MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN ARSIP PENCATATAN PEMINJAMAN ARSIP PEMINJAM ARSIP PENCARIAN ARSIP OLEH ARSIPARIS MENERIMA ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN MEMERIKSA KELENGKAPAN ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN PENGEMBALIAN ARSIP KE PENYIMPANAN SEMULA SELESAI 410 .

7. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. 6. TerdataRetensi Arsip nya arsip- Waktu 5 Tahun Sekali Keterangan 2 Jam 2 x 24 Jam 411 . Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis 5. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. lembar berita acara pemindahan arsip. lembar berita acara pemusnahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Berita Acara Pemusnahan Arsip. Pelaksana NO. Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip 4. 1. lembar jadwal retensi arsip. lembar permohonan persetujuan pemusnahan arsip. SOP Arsip Bersejarah Peralatan/Perlengkapan: Agenda Arsip Surat. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. SOP Penataan Berkas Arsip 2. ATK. alat penghancur kertas.TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip Stasis. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RETENSI ARSIP Dasar Hukum: 1. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. 4. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Jadwal Retensi Arsip 3. 2. Terkumpul -nya arsip Berita Acara Pemindahan statis dari unit pengArsip olah ke unit arsiparis TU Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Acara PeArsip mindahan Arsip Jadwal 1. 3. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. Keterkaitan: 1. Peringatan: 1. Pemusnahan Surat hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan. Daftar Pertelaan Pemusnahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dimusnahkan. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Pengecekan Arsiparis Arsip berda. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. 2.

Pengisian Berita Acara Pemusnah an Arsip Pemusnahan Arsip Arsiparis TU 6. Aktivitas sarkan Jadwal Retensi Arsip 1 2 3 3.Pelaksana NO. 412 . Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. Arsip hkannya Arsip In in Aktif yang Aktif yang akan dimusnahkan telah tidak terpakai Waktu Keterangan Terpantaunya secara hirarkis arsiparsip yang akan dimusnahkan 15 Menit 15 Menit 1 Jam Arsip yang dimusnahkan harus benar-benar musnah. Terdatanya arsip statis yang bernilai sejarah 1 Jam Surat Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Subbag Tata Usaha Surat Permo1 Jam honan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kabag Umum Terisinya Formulir Daftar Pertelaan Pemusnahan Pertelaan PemusArsip nahan Arsip Daftar Berita Terisinya Berita Acara Pemusnahan Acara PemusArsip nahan Arsip Termusna Persetujuan atasan. Arsiparis TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan arsip berdasarkan urgensi dan jadwal retensinya 2. Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Pemusnaha n arsip Kepala Subbag Tata Usaha 4.

FLOWCHART SOP RETENSI ARSIP MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS IN-AKTIF PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN JADWAL RETENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PEMUSNAHAN ARSIP PEMUSNAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 413 .

Umum/ bahan lain Pengadminstrasi Subbagian Teknis Perlengka Kliping pan 2. 1. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Internet. minstrasi Teknis Agama Kliping Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Bahan TerkumpulMenit Kliping. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. Pengantar Kepala Bagian Pencatatan dan Pendataan: 1. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. majalah. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. lembar print-out pemberitaan internet yang menjadi bahan kliping yang memadai 15 Bahan 1. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. lembar kendali. Keterlambatan. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Pengambilan Pengadmisurat kabar nistrasi dan bahan. 3. Agama. 4. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pemahaman pengawasan analisis berita Peralatan/Perlengkapan: Koran. ketiadaan pengiriman kliping berita pengawasan dapat mempe-ngaruhi kinerja Inspektorat Jenderal Pelaksana NO. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. SOP Riksus 2. 2. Majalah. Lembar Kendali. ATK. 5. Jadwal Retensi Arsip 3. 7. ATK nya surat kabar. PengadmiMembaca dan Mencari nistrasi berita yang Umum/ Pengadberkaitan dengan Dep. ATK tifikasinya bahanbahan kliping dari pem- Keterangan 414 . SOP Dumas Peringatan: Pemberitaan Pengawasan di lingkungan Dep. 2. 6. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. Agama di media massa mutlak diketahui seluruh pimpinan Inspektorat Jenderal Dep. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. TerindenMenit Kliping.

Dengan peruntukan : .Para Irwil (5) PengadmiMengirim nistrasi kliping Umum/ dengan kartu kendali Pengaddan peng.Pelaksana NO. 5. . 2. Pengadministrasi Umum/ Pengadminstrasi Teknis Kliping Mengganda.Irjen. ATK nya kliping Menit berita pengawasan Dep. serta dapat dipantau keterkirimannya secara berkelanjutan 20 Menit 415 . .Para kabag (4) . Tersedianya bahan kliping Bahan Terwujud15 Kliping. Mengkliping Surat kabar.Sekretaris. fotokopi Tersedian ya kliping berita pengawas an 20 Menit Keterangan Kliping. Surat Pengantar Kepala bagian Umum Terkendalinya pengiriman kliping pengawasan.Pengadmikan kliping nistrasi Umum/ tersebut Pengaddengan minstrasi fotokopi sebanyak 11 Teknis Kliping Eksp. Aktivitas 1 2 3 3. Kartu Kendali. majalah pada blanko kliping yang telah dibuat 4. Agama Kliping.minstrasi antar Kepala Teknis Kliping Bagian Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan beritaan yang telah dibaca.

FLOWCHART SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN MULAI PENERIMAAN SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MEMBACA DAN MENCARI BERITA YANG BERKAITAN DENGAN DEPAG MENGKLIPING SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MENGGANDAKAN KLIPING ARSIP MENGIRIM KLIPING SELESAI 416 .

Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. 3.Sesuai Arsip Stasis. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. 6. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Peringatan: 1. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. Pemindahan arsip hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan 2. Keterkaitan: SOP Retensi Arsip Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip. Jadwal Retensi Arsip 3. 7. 4.arsip Arsip olah ke unit arsiparis TU 2 Jam Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Arsip Acara Pemindahan Arsip Jadwal Terdatanya 2 x 24 Jam Retensi Arsip arsip statis yang bernilai sejarah Keterangan 417 . nya arsip Berita Acara jadwal Pemindahan statis dari retensi unit peng. 2. jadwal retensi Arsip. Daftar Pertelaan Pemindahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dipindahkan ke ANRI. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH Dasar Hukum: 1.TU aran urgensi arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terkumpul. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip Statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2. lembar permohonan persetujuan pemindahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. 5. Pelaksana NO. 1. Pengecekan Arsiparis Arsip berda. sarana transportasi. lembar berita acara pemindahan arsip. ATK. 3.

Aktivitas 1 2 3 Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Penyerahan arsip Kepala Subbag Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Permo.hirarkis nyerahan Arsip arsip-arsip yang ditujukan bersejarah kepada Kasub.Pelaksana NO.Terpantaunya secara honan Persetujuan Pe.Nasional honan Perse. Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. Arsip Bersejarah Waktu 1 Jam Keterangan 1 Jam 4. Terisinya 15 Daftar Menit Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah 15 Terisinya Menit Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah 1 Jam Terwujudnya Penyerahan Arsip Bersejarah ke Arsip Nasional (ANRI) 418 . 3.yang akan diserahkan bag Tata ke Arsip Usaha Surat Permo. Arsiparis Pengisian Berita Acara TU Penyerahan Arsip Bersejarah Penyerahan Arsiparis TU Arsip Bersejarah 6.(ANRI) tujuan Penyerahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Bagian Umum Formulir Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah Daftar Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah Persetujuan atasan.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN URGENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PENYERAHAN ARSIP KE ANRI PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PENYERAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PENYERAHAN ARSIP PENYERAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 419 .

5. 7. 4. kartu kendali.Pengadmikasi Arsip nistrasi Umum/ Arsiparis 3. 3. yang berisikan pengelompokan berdasarkan rincian masalah dan pelaksanaan fungsi dan kegiatan. Mengindeks PengadmiArsip nistrasi Umum/ Arsiparis 4. folder. Keterkaitan: 1. Terwujuddaftar indeks nya tanda arsip pengenal Waktu 15 Menit Keterangan 10 Menit 15 Menit 15 Menit 420 . Menentukan PengadmiIndeks nistrasi Berkas (titel) Umum/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip. Mengklasifi. doos/boks arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. Daftar klasifikasi arsip Penerimaan PengadmiArsip Masuk nistrasi Umum/ Arsiparis 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Dafftar klasifikasi arsip. 1. Daftar arsip 2. SOP Retensi Arsip 2. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. SOP Arsip Bersejarah Peringatan: Arsip disusun berdasarkan daftar klasifikasi surat. rak arsip. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Daftar Terkumpulnya arsip klasifikasi statis dari arsip unit pengolah ke unit arsiparis TU Arsip. Pelaksana NO. lembar Terbedaindeks arsip kannya arsip/ surat dengan yang lainnya dalam satu berkas Berkas arsip. 6. agenda arsip. 2. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Daftar Terklasifika -sinya arsip klasifikasi berdasararsip kan klasifikasi arsip fasilitatif Arsip.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAAN BERKAS ARSIP Dasar Hukum: 1.

Menit rak arsip an arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Keterangan Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Daftar arsip. rubrik atau seri Berkas arsip. nya penata. Kode klasifikasi arsip 15 TerwujudMenit nya kartu kendali arsip guna mempermudah Pencarian arsip 421 . Penataan Arsip dalam doos/boks arsip serta penyusunan -nya pada rak arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Penyusunan kartu kendali Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan berkas yang tersesuaikan apakah dalam bentuk dossier. 6.Pelaksana NO. Aktivitas 1 Arsiparis 2 3 5. Tersusun30 boks arsip.

FLOWCHART SOP PENATAAN BERKAS ARSIP MULAI PENERIMAAN ARSIP MASUK MENGKLASIFIKASI ARSIP MENGINDEKS ARSIP MENENTUKAN INDEKS BERKAS (TITEL) PENATAAN BERKAS DALAM BOKS/DOOS BERDASARKAN KLASIFIKASI ARSIP PENYUSUNAN KARTU KENDALI ARSIP SELESAI 422 .

13. 12. 7. 3.Lampiran 11  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG RUMAH TANGGA 1. 4. 6. 5. 11. 8. 9. 2. SOP Gaji SOP Pelayanan Tamu SOP Pemakaian Ruangan dan Peralatan SOP Pemeliharaan SOP Penayangan Berita Website SOP Pengamanan SOP Perbaikan Instalasi Listrik SOP Permintaan Konsumsi SOP Permintaan Perbaikan SOP Peminjaman Kendaraan SOP Protokoler SOP SPPD SOP Uang Makan 423 . 10.

ATK. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar Hukum: 1. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. membuat rekap. slip. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. faksimile. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. amplop berserta nomor 1 Pelaksana Sub bag RT 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah. Pejabat Negara. komputer/laptop. telepon. slip. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. 2. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. kursi. SOP Pengajuan Anggaran. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO. setiap tgl 5 amplop dan hari bulan sebenomor lumnya pengambilan 424 . PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. Rekap gaji 2. dan Penerima Pensiun/ Tunjangan 4. Daftar gaji Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 4 Dimulai Rekap.

PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji 3 hari 2 jam 3. Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG Terkirimnya daftar gaji SP2D PDG 7 hari Pelaksana Subbag RT Data pengambilan gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag Keuangan RT Tersedianya uang gaji di kantor 1 hari 425 . Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. a. Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b.Pelaksana NO. Aktivitas pengambilan Membuat Daftar Gaji 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 2. Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANG Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 426 .

kursi. 2. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. Dan Penerima Pensiun/Tunjangan 4. 1. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. faksimile. slip. SOP Pengajuan Anggaran.SATKER INSPEKTORAT JENDERAL Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar hukum: 1. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah. komputer/laptop. Rekap gaji 2. Daftar gaji NO. Pelaksana slip. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. membuat rekap. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. amplop berserta nomor pengam- Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Rekap. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. Pejabat Negara. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. telepon. Sub bag amplop RT dan nomor pengambilan Waktu 4 hari Keterangan Dimulai setiap tgl 5 bulan sebelumnya 427 . ATK. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera.

Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG 2 jam PDG 7 hari Pelaksan a Subbag RT Data pengambil an gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag KeuRT angan Tersedian ya uang gaji di kantor 1 hari 428 . Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. Membuat Daftar Gaji Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji Terkirimn ya daftar gaji SP2D Waktu 3 hari Keterangan 2. Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6. Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5. Aktivitas bilan. a. 3.NO.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANGAN Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 429 .

ATK. 1. kursi. telepon Pencatatan dan Pendataan: Buku Tamu Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan DiketahuiKartu Idennya Kartu titas dan Identitas atau Surat dan atau Tugas Surat Tugas dari tamu yang datang Buku Tamu Tercatatnya Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Teridentifikasinya setiap tamu yang datang Waktu 5 menit Keterangan 2 Resepsionis 5 menit 3 Resepsionis Kartu Tamu 1 menit 4 5 Mengkomu nikasikan kepada pimpinan melalui staff pimpinan perihal kedatangan Tamu Mengkonfirmasikan kesediaan Resepsionis Telephone 5 menit Resepsionis Telephone Informasi kesediaan dan waktu 5 menit 430 . Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN TAMU Dasar hukum: 1. SOP Pengamanan Peringatan: Setiap tamu yang datang harus menunjukkan Kartu Identitas dan atau Surat Tugas (kecuali untuk tamu VVIP) Pelaksana No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Pengajuan Konsumsi 2. Aktivitas Meminta Kartu Identitas dan atau Surat Tugas dari setiap tamu yang datang Mencatat Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Memberikan Kartu Tamu 1 Satuan Pengamanan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Umum Peralatan/Perlengkapan: Meja.

Aktivitas dan waktu pimpinan untuk menerima tamu Mengarahkan tamu ke ruang pimpinan Menyiapkan jamuan tamu pimpinan Menyiapkan kendaraan untuk transportasi tamu pimpinan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pimpinan untuk menerima tamu Tertujunya tamu pada pimpinan yang dimaksud Tersedian ya jamuan tamu Tersedianya kendaraan. Waktu Keterangan 6 Satuan Pengamanan 5 menit 7 Staff Pimpinan Permintaan jamuan tamu 1 jam 8 Petugas Pengemudi Kasubbag Rumah Tangga Permintaan peminjaman kendaraan dinas 15 menit 431 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PELAYANAN TAMU MULAI MEMINTA KARTU IDENTITAS ATAU SURAT TUGAS TAMU MENCATAT IDENTITAS TAMU MEMBERIKAN KARTU TAMU MENGKOMUNIKASIKAN KEPADA PIMPINAN MELALUI STAFF PIMPINAN PERIHAL KEDATANGAN TAMU MENGARAHKAN TAMU KE RUANG PIMPINAN MENYIAPKAN JAMUAN TAMU PIMPINAN SELESAI 432 .

Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Pelaksana NO. Mencatat peminjaman ruangan/ peralatan dalam Buku Kendali. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Peminjaman/penggunaan ruangan dan peralatan dilayani jika tidak sedang digunakan dalam kegiatan lain. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Menyiapkan ruangan/ peralatan dan Kasub bag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit Pelaksana Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Tercatatnya peminjaman ruangan/ peralatan di buku kendali Tersedianya ruangan/ peralatan yang siap untuk 5 menit Pemohon Ruangan / peralatan yang siap digunakan 1 jam 433 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN Dasar hukum: 1. Buku kendali Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terkirimnya Blangko / blangko/ surat permohonan surat permohonan Waktu 1 jam Keterangan Mengajukan permohonan penggunaan ruangan/ peralatan ke Subbag Rumah Tangga 2 Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga 3 1. Surat/blanko permohonan penggunaan ruangan/peralatan 2. kursi. ATK. meja. telepon. komputer/ laptop. Aktivitas 1 Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang peralatan terkait Peralatan/Perlengkapan: Ruangan. 1. peralatan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 4 menyerah kannya pada penanggung jawab dari pihak peminjam sesuai aturan yang berlaku Melaporkan Pemohon pemakaian ruang / tempat kepada Subbag Rumah Tangga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan digunakan Waktu Keterangan Kasubbag Rumah Tangga Laporan Kembalinya Ruangan dan peralatan dalam kondisi seperti semula 5 menit 434 .

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON LAPORAN SELESAI KEGIATAN PEMOHON SELESAI 435 .

GEDUNG. terselesaikannya analisa disposisi Kabag Umum 2. SOP Pengadaan 3. KENDARAAN DINAS. telepon. Penyedia Jasa Peringatan: Seluruh jenis pemeliharaan BMN harus dilaksanakan oleh Subbag Rumah Tangga dengan persetujuan PPK Pelaksana NO. faksimile. Menganalisa surat yang telah didisposisi Kabag Umum 2. KMA Nomor 324 tahun 2002 tentang Petunjuk pengadaan. SOP Pencairan dana LS 2. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN. PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS Dasar hukum: 1. kursi. ATK.Tersampai kannya perintah pembuata n surat permintaan penawaran 1 jam 436 .Kabag Umum sisi surat permintaan perbaikan kepada Kepala Subbagian Rumah Tangga (RT) untuk memproses pelaksanaan pekerjaan 2 1. mesin tik. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. 1. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat permintaan penawaran harga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Nota dinas Terdisposisinya Surat Permintaan perbaikan Wakt Keterangan u 1 jam Kasubbag RT Surat tugas/Memo 1. Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Mendispo. komputer/laptop. KMA Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama 2.

Menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Terserah -kannya konsep HPS kepada Kasubbag RT 2 hari Kasubbag RT 1. 1. Tersampaikannya perintah untuk mengirim surat permintaan penawaran kepada rekanan Pelaksana Surat RT Permintaan Penawaran Terkirimnya Surat Permintaan Penawaran 2 Jam 1 jam 437 . Konsep buhinya Surat tanda Permintaan tangan Penawaran pada surat 2. Menyerahkan konsep Surat Permintaan Penawaran dan HPS kepada Kasubbag RT 4. 3 1. Tersiapkannya HPS 3. Mengana -lisa dan menanda -tangani konsep surat perminta an penawar an 2. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Wakt Keterangan u kepada penyedia barang/ jasa terpilih. 2. Menyampai kan Surat Permintaan Penawaran kepada penyedia barang/jasa Pelaksana Disposisi RT Kabag umum 1. 3. Membuat konsep Surat Permintaan Penawaran. Meneliti HPS.Pelaksana NO. Terbu1. Terselesaikannya analisa HPS 3. Menugaskan pelaksan a untuk mengirim Surat Perminta an Penawar an kepada penyedia barang/ jasa. Konsep perminHPS taan penawaran 2. Terselesaikannya konsep Surat Perminta an Penawaran 2. 3. 5.

Pelaksana NO. Aktivitas 1 Kasubbag RT 2 PPK 3

6. 1. Menerima, meneliti penawara n harga dari penyedia barang/ jasa. 2. Mengoreksi dan menegosiasi harga penawara n dengan penyedia barang/ jasa; 3. Membuat dan menyeles a-ikan Surat Perintah Kerja (SPK) 4. Meneliti kuitansi, faktur, SSP dan faktur pajak selanjutny a menugaskan pelaksana untuk membuat Bukti Kas Tetap (BKT) 7. Membuat konsep BKT dan menyampai kannya kepada Kasubbag RT 8 Meneliti dan memaraf BKT dan menyampaikannya kepada Kabag Umum/PPK 9 Meneliti dan menandatangani BKT

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Surat 1. Kuitansi, Penafaktur, SSP waran dan faktur Harga pajak 2. Surat Pena- 2. SPK 3. Faktur waran 4. Kuitansi Harga, Berita Acara Pemenang Pemilihan Lelang

Wakt Keterangan u Maksimal 30 hari

Pelaksana RT

Setelah pekerjaan selesai

Kasubbag RT

BKT

Terbubuhinya paraf pada BKT

1 Jam

Kabag Umum

BKT

Terbubuhinya tanda

1 Jam

438

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3

dan menugaskan pelaksana untuk menyampaikannya kepada Bendahara Pengeluaran 10 Menyampaikannya BKT kepada bendahara pengeluaran

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan tangan pada BKT

Wakt Keterangan u

Pelaksana BKT RT

Tersampaikannya BKT kpd bendahara pengeluaran

1 jam

439

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN, GEDUNG, KENDARAAN DINAS, PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS

MULAI

PENGAJUAN

KONSEP SURAT PERMINTAAN PENAWARAN HARGA KEPADA PENYEDIA JASA

MENYIAPKAN HPS

MENYAMPAIKAN SURAT PERMINTAAN PENAWARAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA

ANALISA

SETUJU

DITOLAK

KONSEP BUKTI KAS TETAP

PPK

BENDAHARA PENGELUARAN SELESAI

440

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE
Dasar hukum: 1. PP No 09 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 2. KMA No 137 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Informasi Keagamaan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Kegiatan Peringatan: Berita tidak akan ditayangkan jika tidak melalui dewan penyunting Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai jurnalistik dasar-dasar

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer/laptop, Kamera, ATK, Alat Perekam Pencatatan dan Pendataan: Database berita website Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bahan berita Bahan berita

Waktu 2 jam

Keterangan

2

Pelaksana Mencari Itjen dan menulis berita Mengumpu Tim lkan berita Website

Materi Berita

3

Menyunting berita Menayangkan berita

Dewan penyunting Tim Website

4.

Disposisi Kabag umum Materi berita

Terkumpulnya bahan berita Tersuntingnya berita Tayangan berita

1 Jam

2 hari 2 jam

441

FLOWCHART SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE

MULAI

PENCARIAN & PENULISAN BERITA

PENGUMPULAN BERITA

PENYUNTINGAN BERITA

PENANYANGAN BERITA

SELESAI

442

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENGAMANAN
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 13 Tahun 1961 tentang ketentuanketentuan pokok kepolisian negara 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Ketentuanketentuan pokok-pokok kepegawaian Keterkaitan: 1. SOP SIMAK 2. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: Kualifikasi Pelaksana: Satuan Pengamanan yang mendapatkan Surat Tugas

Peralatan/Perlengkapan: Kamera CCTV, HT, Lampu Senter, Buku laporan, Metal Detektor, Pentungan. Pencatatan dan Pendataan: 1. Daftar absensi satuan pengamanan 2. Buku catatan peristiwa 3. Buku catatan keluar masuk barang dari kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas Terdapatnya perintah secara umum Surat Tugas Terdapatnya perintah harian dan terkoordinasikannya kegiatan harian Surat Tugas Terlaksananya tugas harian Satuan Pengamanan Ket

Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3

Waktu 5 Menit 5 Menit

KomanMemberikan perintah secara dan Peleton umum 2 Mengeluarkan perintah harian dan mengkoordinasikan kegiatan harian 3 a. Melakukan tindakan pengaman-an gedung beserta barang inventaris kanto b. Melakukan pengamanan pada kendaraan dinas kantor da kendaraan pribadi c. Memberikan pelayanan kepada setiap pimpinan Inspektorat Jenderal d. Mengawasi keluar masuknya barang inventaris kanto e. Menutup dan mengunci seluruh pintu termasuk pintu gerbang pada

Koman dan Regu

Anggota

24 jam

443

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan

Mutu Baku Output Waktu Ket

hari jum’at mulai pukul 12.00 sampai dengan 12.30 (sholat Jum’at) f. Mencatat Setiap kendaraan yang keluar masuk d lingkungan Inspektorat Jenderal g. Menanyakan dan memeriksa setiap tamu yang datang baik keperluan maupun tujuannya 4. Menerima laporan pelaksana perihal kehilangan barang, Mengeluarkan barang dari kantor, penitipan kendaraan bermotor 5. Menerima perintah: 1. Menginvestigasi kasus kehilangan (Pencu-rian) 2. Mendampingi pelaksana pada saat mengeluarka n barang dari kantor 3. Menjaga kendaraan bermotor 6 Melaporkan kasus Pencurian kepada Kabag Umum dan Mengkoordinasikan kasus pencurian/ Tindak pidana lainnya dengan Kepolisian Wilayah jika dibutuhkan

Koman dan regu

Laporan

Teridentifikasinya laporan

5 menit

Anggota

Perintah

a. Terinvestigasinya kasus kehilangan b. Terdampinginya pelaksa-na pada saat mengeluarkan barang c. Terja-ganya kenda-raan bermotor

-

Koman dan regu

Bukti

Terdapatnya laporan kepada Kabag Umum dan terkoordinasinya dengan polda

segera

444

FLOWCHART SOP PENGAMANAN

MULAI

PERINTAH UMUM KOMANDAN PELETON

PERINTAH HARIAN KOMANDAN REGU

PELAKSANAAN TUGAS PENGAMAN

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS

LAPORAN KASUS/TINDAK PIDANA KE POLDA

SELESAI

445

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR
Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Permintaan Perbaikan 2. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. Prosedur ini tidak berlaku bagi perawatan rutin dan berkala. 2. Usulan perbaikan yang dilayani adalah untuk perbaikan ringan atau sifatnya betul-betul mendesak. Pelaksana NO. 1. Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik / air Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memeriksa tingkat kerusakan dan mencatatnya dalam Buku Kendali 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Keahlian dalam perbaikan instalasi listrik

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, ATK, telepon, peralatan tekhnisi Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat / blanko permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik 2. Buku Kendali

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Blangko/ Terkirimsurat nya blangpermohonan ko/surat permohon an

Waktu 1 jam

Keterangan

2

Kasubbag Rumah Tangga

Blangko/ surat permohonan

Terdisposisinya blangko/ surat permohonan

5 menit

3

Pelaksana Subbag Rumah Tangga

Anggota

Disposisi Kasubbag Rumah Tangga

4.

Memperbaiki kerusakan

Teknisi

Petugas PLN / PAM

Bukti kerusakan

10 Terdetekmenit sinya tingkat kerusakan dan tercatatnya jenis kerusakan dalam Buku Kendali 1 jam Teratasiatau nya keterganrusakan

Jika tingkat kerusakan ringan

446

Pelaksana NO. Aktivitas instalasi listrik / air 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan instalasi listrik / air

Waktu tung tingkat kerusa kan

Keterangan ditangani secara swakelola, tapi jika tidak mampu maka dilaporkan kepada PLN / PAM

5.

Melaporkan pelaksanaan perbaikan kepada Kasubbag Rumah Tangga

Teknisi

Anggota

Laporan

Adanya laporan pelaksanaan perbaikan

10 menit

447

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR

MULAI

SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT

KASUBBAG RUMAH TANGGA

PENGECEKAN DAN PENCATATAN TINGKAT KERUSAKAN

TEKHNISI SUBBAG RUMAH TANGGA

PETUGAS PLN

LAPORAN

SELESAI

448

Buku Kas Subbag RT Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerkirimBlangko / surat permo. Surat / blanko permohonan permintaan konsumsi 2. Pelaksana NO. Untuk permintaan konsumsi bagi lebih dari 50 orang. telepon. Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan konsumsi pada Subbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memesan konsumsi sesuai dengan permintaan pemohon Menerima konsumsi yang dipesan 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengatur menu Peralatan/Perlengkapan: ATK. 2. 1. Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Prosedur ini tidak berlaku bagi unit-unit kerja yang telah memiliki dana talangan konsumsi tersendiri. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Penyedia jasa konsumsi Pelaksana Subbag Rumah Tangga Tanda Terima / Kuitansi Diterimanya konsumsi yang dipesan 10 menit 449 .nya blangko/ surat honan permohonan Waktu 1 jam Keterangan 2 Kasubbag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit 3 Pelaksana Penyedia jasa Subbag konsumsi Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Pesanan konsumsi 10 menit 4. direktori toko kue dan rumah makan Pencatatan dan Pendataan: 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Rapat Peringatan: 1. Surat Permohonan diajukan ke Subbag Rumah Tangga maksimal 1 hari sebelum hari H.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI Dasar Hukum: 1.

5.TercatatSubbag luaran Kas nya bukti Rumah dari Penyedia pengeTangga Jasa Konluaran di sumsi Buku Kas Subbag Waktu 5 menit Keterangan 5 menit 450 .Pelaksana NO. Aktivitas Menyerahkan pesanan konsumsi kepada pemohon. Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan DiterimaPelaksana Pesanan konsumsi nya peSubbag sanan Rumah konsumsi Tangga oleh pemohon Pelaksana Bukti Penge. Mencatat Bukti Pengeluaran di Buku Kas Subbag 1 2 6.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK PEMESANAN KONSUMSI KEPADA PENYEDIA JASA PEMOHON PENYERAHAN PESANAN KONSUMSI KEPADA PEMOHON PENCATATAN BUKTI PENGELUARAN KAS SELESAI 451 .

peralatan tehnisi Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Melaporkan Pelaksana kerusakan terkait barang inventaris kepada Subbag terkait. komputer/laptop. Terdapattingkat nya kerusakan barang alat olah inventaris data pada yang subbag rusak Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bukti TersamKerusakan paikannya laporan kerusakan Waktu 5 menit Keterangan Terealisasinya pembuatan surat permintaan perbaikan 1 jam Terdisposisinya Surat permintaan perbaikan kepada Pelaksana Terselesaikannya perbaikan barang inventaris jika kerusakan ringan 5 menit 5 jam 452 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR Dasar Hukum: Keputusan Menteri Agama Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/ kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Kasubbag Laporan 2 Subbag Terkait Kerusakan terkait membuat surat permintaan perbaikan ditujukan kepada Kasubbag Rumah Tangga (RT). Disposisi 4. SOP Pengadaan barang 2. Kasubbag Surat 3 Kasubbag RT permintaan RT mendisperbaikan posisikan surat tersebut kepada Pelaksana RT Pelaksana 1. 1. SOP Pemeliharaan Peringatan: Jika tidak koordinasi dengan Subbag perlengkapan (SOP Pengadaan barang) maka tidak mendapatkan penggantian barang yang baru Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai Keahlian memperbaiki komputer dan alat-alat kantor Peralatan/Perlengkapan: Meja. Melakukan RT Surat analisa Perbaikan awal terhadap 2. kursi. a.

Sub-bag 5. Melakukan penggantian spare part jika perlu D. Membuat Terkait surat izin mengeluarkan barang kepada pelaksana RT 6.Pelaksana NO. E. A. Mengem -balikan alat olah data Barang inventaris mengalami kerusakan berat Pelaksana Surat izin RT mengeluarkan barang Terealisasinya pembuatan surat izin mengeluarkan barang Terselesaikannya perbaikan barang inventaris kantor 5 menit Jika Barang tersebut mengalami kerusakan berat 6 jam 453 . Memperbaiki alat barang inventaris di subbag terkait jika tingkat kerusakan ringan c. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan terkait b. Mengarsipkan surat tersebut B. Memperbaiki barang inventaris di Subbag RT jika tingkat kerusakan berat. Melakukan perbaikan di Subbag RT C. Mengajukan pembelian spare part. Membuat laporan hasil kerja perbaika n olah data F.

Pelaksana NO.) Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan TerealiPelaksana Barang sasinya RT inventaris nota tidak dapat dinas diperbaiki rekomendasi Waktu 5 menit Keterangan Nota Dinas rekomendasi penggantian barang baru 5 menit Terealisasinya penggantian barang baru 454 . Aktivitas 1 2 8 Memberikan nota dinas rekomendasi penggantian barang inventaris jika sudah tidak layak pakai kepada Subbag terkait ditujukan kepada Subbag Perlengkapan Kasubbag Mengajuterkait kan permintaan alat olah data (sebagaimana diatur di dalam SOP Pengadaan barang No … tahun. 7. ….

FLOWCHART SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR MULAI LAPORAN KERUSAKAN KEPADA SUBBAG RUMAH TANGGA ANALISA TINGKAT KERUSAKAN RINGAN BERAT PELAKSANAAN PERBAIKAN DI SUBBAG TERKAIT SURAT IJIN MENGELUAR KAN BARANG PROSES PERBAIKAN DI SUBBAG RT LAPORAN PERBAIKAN MASIH LAYAK PAKAI TIDAK LAYAK PAKAI PENGEMBALIAN BARANG KE SUBBAG TERKAIT NOTA DINAS REKOMENDASI PENGGANTIAN BARANG SELESAI 455 .

Surat / blanko permohonan penggunaan kendaraan dinas 2. Buku kendali Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Blangko / Terkirimnya jam surat blangko/ permohonan surat permohonan 2 Kasubbag Rumah Tangga Kasubbag Terkait Blangko / surat permohonan 5 Terdispomenit sisinya blangko/ surat permohonan 3 Pelaksana Kasubbag RT Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga 5 Tercatatnya peminjaman menit kendaraan dinas di buku kendali Terselesaikannya 5 menit 4. telepon. 2. meja. Aktivitas Mengajukan permohonan penggunaan kendaraan dinas ke Kasubbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Mencatat peminjaman kendaraan dinas dalam Buku Kendali Menugaskan kepada 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS Dasar Hukum: 1. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Mampu mengemudikan kendaraan mesin/ Peralatan/Perlengkapan: Kendaraan Dinas. 1. kursi. ATK. Keputusan Menteri Agama Nomor 324 tahun 2002 tentang petunjuk pengadaan. Pengemudi atau Perintah atau serah 456 . Peminjaman/penggunaan kendaraan dinas dilayani jika kendaraan dinas tersedia dan dalam kondisi layak jalan. Jika terjadi kerusakan / kecelakaan / kehilangan maka menjadi tanggung jawab peminjam Pelaksana NO. Memiliki pengetahuan tentang kendaraan 2. SOP Kegiatan 2. komputer/laptop. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1.

Pelaksana NO. Pengemu di atau pemohon Pelaksana PengembaRT lian kunci kendaraan + STNK Kembali-nya 5 kendaraan menit dinas dalam kondisi seperti semula 457 . Aktivitas pengemudi atau penanggung jawab dari pihak peminjam untuk mengemudikan kendaraan yang dipinjam Mengembalikan kendaraan kepada Subbag Rumah Tangga 1 pemohon 2 3 Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan serah terima terima kunci kendaraan + peminjaman kendaraan STNK dinas 5.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS MULAI SURAT PERMOHONAN DARI PEGAWAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON PENGEMUDI PENGEMBALIAN PEMOHON SELESAI 458 .

SOP SPPD Peringatan: Pelaksana NO. 1. Buku Agenda.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEPROTOKOLERAN Dasar Hukum: 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Kasubbag RT Subbag terkait Soft copy dan print out materi dan arahan 1 hari 5.SPPD naan Tersedianya kelengkapan administrasi 1 hari 459 . Aktivitas Mendapatkan informasi kunjungan kerja pimpinan Membuat jadwal deskriptif keberangkatan dan kepulangan pimpinan dari daerah Menyiapkan petugas pendamping perjalanan pimpinan Berkoordinasi dengan sub bagian lain tentang materi dan arahan pimpinan di daerah Menyiapkan administrasi perjalanan dinas pimpinan dan pendam pingnya 1 Staff Pimpinan dan Petugas Protokoler Petugas Protokoler 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas Protokol Peralatan/Perlengkapan: HT. Laptop. Keuangan Perenca. ID Card. Kartu Pass Bandara. Kendaraan Operasional Pencatatan dan Pendataan: Buku Agenda Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Undangan / Informasi Surat Tugas kunjungan kerja pimpinan Keterangan Waktu 5 menit Kasubbag Kabag RT Umum 2 Kasubbag RT Laptop / komputer Jadwal 15 deskriptif menit keberangka an dan kepulangan pimpinan 3 Kasubbag RT Surat Tugas Adanya petugas pendamping pimpinan Materi dan arahan 1 jam 4. SOP Peminjaman Kendaraan 2. Kasubbag RT Kasubbag Kasubbag Surat Tugas. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2.

Petugas Protokoler Kasubbag RT Kendaraan Kesiapan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan 1 hari 9. 6. Aktivitas Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan pimpinan dan pendamping ke daerah Melakukan konfirmasi dan koordinasi petugas protokoler daerah Menyiapkan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan di bandara/ stasiun keberangka tan Melaporkan ke Kabag Umum terkait pelaksanaan keprotokoleran 1 Petugas Protokoler Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Perlengkapan TersediaKasubbag Kasubbag Tiket nya tiket RT Keuangan/ Bendahara Waktu 1 hari Keterangan 7.Pelaksana NO. Protokoler RT Fax Informasi dan koordinasi 1 hari 8. Petugas Protokoler Kasubbag RT Laporan Adanya laporan pelaksanaan keprotokoleran 1 jam 460 . Petugas Protokoler daerah Petugas Kasubbag Telephone.

FLOWCHART SOP KEPROTOKOLERAN MULAI KABAG UMUM KASUBBAG RUMAH TANGGA PELAKSANA RUMAH TANGGA PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS KEPROTOKOLERAN LAPORAN SELESAI 461 .

Pegawai Negeri. dan Pegawai Tidak Tetap 4. SOP Riksus 3. dan Pegawai Tidak Tetap 3. 1. SOP Kegiatan Peringatan: Jika tidak mendapatkan surat tugas atau memo dari esseon III ke atas maka SPPD tidak akan diterbitkan Pelaksana NO. Petunjuk Pelaksanaan Dirjen Perbendaharaan Nomor 21 tahun 2008 tentang perjalanan dinas jabatan dalam Negeri bagi Pejabat Negara. telepon. 2. Inpres Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri.Pelaksana Kabag Subbag pe Perencan rencanaan aan . Form SPPD. SPPD Rampung 3. dan pegawai tidak tetap Keterkaitan: 1. Surat Tugas/ memo esselon III ke atas Keterangan 2 Membuat SPPD Memberik an paraf pada SPPD Memberikan tanda tangan pada SPPD . dan Pegawai Tidak Tetap 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN SPPD Dasar Hukum: 1. faksimile. ATK. PMK Nomor 64 Tahun 2008 tentang Standar Biaya Umum tahun anggaran 2009 5. Pegawai Negeri. PMK Nomor 45 Tahun 2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. PMK Nomor 62 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. SPPD yang sudah diparaf Terbubuhinya tanda tangan 1 hari 462 . Rekap Tim/Individu 2. Pegawai Negeri.Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag RT Kasubbag Perencanaan Sekretaris/ Irjen Kabag I Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Sekretaris Nota dinas Terbitnya surat tugas Waktu 1 hari Surat tugas/ Memo SPPD Terbitnya SPPD Terbubuhinya paraf 1 hari 1 hari 3 4. SOP Pelaksanaan PKAT 2. Petunjuk pelaksanaan Badan Kepegawaian Nasional Nomor 12 Tahun 2001 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. Aktivitas Membuat surat tugas perjalanan dinas 1 2 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Komputer/laptop. mesin tik.05/2007 Tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. Pencatatan dan Pendataan: 1. Pegawai Negeri.

Pelaksana NO. terklasifitangan kasinya dan terdistribusinya SPPD Waktu 1 hari Keterangan Pejabat obrik /satker yang dituju Pelaksana Subbag RT 7. Membubuhi stempel pada SPPD tersebut 2. 1. Mendistri -busikan SPPD kepada yang bersangkutan. SPPD SPPD Rampung terbubuhi stempel Itjen dan tanda tangan Terisinya SPPD Yang Nomor sudah dan dibubuhi tanda tangan tanggal SPPD dan stempel satker 1 hari 1 minggu 463 . 6. Mengklasifikasika n SPPD tersebut berdasar -kan tim 3. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag RT 2 3 5. Menandatangani dan membubuhi stempel Memberi Nomor dan tanggal Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerbubuSPPD yang hinya sudah di bubuhi tanda stempel.

FLOWCHART SOP PENERBITAN SPPD MULAI SURAT TUGAS 1 SUBBAG RUMAH TANGGA 2 SPPD SPPD DIPARAF OLEH KASUBBAG PERENCANAAN & KABAG I 3 SPPD DITANDATANGANI OLEH SEKRETARIS ITJEN ATAU IRJEN SPPD DIDISTRIBUSIKAN KEPADA PEGAWAI / PEJABAT YANG BERTUGAS SPPD RAMPUNG 4 5 PEMBERIAN NOMOR SPPD RAMPUNG SELESAI 464 .

02/2008 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2009 Keterkaitan: 1.05/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22/PMK. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN Dasar Hukum: 1. faksimile. ATK. Melakukan potonganpotongan. SOP Pencairan Anggaran 2. PMK Nomor 64/PMK. Membuat daftar uang makan c. Rekap uang makan 2. Daftar uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Database Terkirimnya rekap finger print absensi Waktu 1 jam Keterangan Mengirimkan rekap absensi pegawai ke Subbag RT setiap awal bulan 2 a. kursi. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. maka uang makan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Kepegawaian 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 3. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. telepon. amplop berserta nomor pengambilan b. PMK Nomor 22/PMK.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 2. Mengirimkan daftar uang makan ke KPPN 3 Menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Pelaksana Subbag RT Rekap uang makan Terbitnya SP2D 4 hari Pelaksana KPPN Daftar uang makan Terbitnya SP2D 1 minggu 465 . PMK Nomor 06/PMK. komputer/laptop.

Terdistribusinya uang makan Waktu 1 hari Keterangan 1 hari 466 . Amplop 1. Memasu Pelaksana Subbag kkan RT uang makan ke dalam amplop masingmasing pegawai b.Pelaksana NO. 4. Aktivitas Mengkonfirmasikan pencairan uang di Bank 1 2 Pelaksana Sub-bag RT 3 5. Mendistri busikan amplop uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Tersampaikannya informasi tentang pencairan uang di Bank a. Daftar uang pannya makan uang c. Nomor makan Pengamdi dalam bilan amplop 2. a. Tersimb.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN MULAI REKAP ABSENSI PEGAWAI POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR UANG MAKAN KPPN SP2D BANK 2 BAGIAN KEUANGAN 3 AMPLOP UANG MAKAN PEGAWAI SELESAI 467 .

7. SOP SIMAK SOP SIKAP SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris SOP Pengadaan Barang SOP Penghapusan Barang SOP Penggantian Barang Inventaris SOP Permintaan Barang Kebutuhan Sehari-hari SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN 468 . 9. 8. 6. 10. 11. 5.Lampiran 12  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG PERLENGKAPAN 4.

5. 2. PMK 59/PMK. 2. SOP Penghapusan Barang. aplikasi SIMAK BMN Peringatan: 1. Data barang nya data jenis SIMAK BMN penginventaris adaan diinput lengkap dgn penomoran & lokasi barang 3. 2. Setiap Pengadaan harus segera diinput ke dalam aplikasi SIMAK BMN. SOP Pengadaan barang. 6. Penginputan Petugas data input data SIMAK BMN 1. 3. KMA Nomor 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama.Sesuai 2. 2. PMA Nomor 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Ter-update. SOP SIKAP. printer. SOP Pengelolaan dan Pndistribusian BMN. sehingga tidak terlewat saat SIMAK akan dilaporkan. Keterkaitan: 1. SP2D. Mengikuti Diklat SAI-SIMAK BMN Peralatan/Perlengkapan: Komputer. SOP Rekonsiliasi SAK-Simak.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA Dasar Hukum: 1. Barang Persediaan Alat Tulis Kantor Bahan Komputer Alat Rumah Tangga Bahan Cetakan Barang inventaris kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan Itjen atas Barang barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan Diperoleh SP2D 2. 4. Kualifikasi Pelaksana: Paham Administrasi. Aktivitas Pengadaan Barang 1 Panitia Pengadaan 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. Data barang persediaan diinput masuk keluar per satuan barang 469 . 5. Pelaksana NO 1. Saat laporan SIMAK BMN selesai perlu dilakukan rekonsiliasi antara SIMAK BMN dengan SAI sehingga data yang dilaporkan sinkron. 3. 3.

Laporan Tersajinya SAI. Laporan laporan SAI SIMAK & SIMAK BMN BMN Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 3 hari 470 . kesesuaian 2.Pelaksana NO Aktivitas 1 Petugas input data SIMAK BMN 2 3 3. Penyiapan laporan semesteran dan laporan tahunan 4. Rekonsiliasi Laporan SAI dengan Laporan SIMAK BMN Petugas Input data SIMAK BMN Petugas input data SAI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Tersajinya Seluruh kontrak/SPK laporan BMN dg & SP2D format dari semester aplikasi berjalan SIMAK BMN 1.

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI MULAI DOKUMEN PENGADAAN SP2D INPUT DATA BARANG LAPORAN SEMESTERAN DAN LAPORAN TAHUNAN REKONSILIASI LAPORAN SAI DAN SIMAK BMN SELESAI 471 .

Berita Acara Terlaksaserah terima nanya distribusi babarang.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN. 6. printer. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan barang Barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari kantor 1. Saat barang telah didistribusikan pada ruangan yang membutuhkan. DIR. 2. Paham Administrasi 2. 3. Penomoran Barang inventaris. PMA 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Barang Persediaan. 3. SOP Pengadaan Barang. Pengadaan Barang inventaris kantor. Data barang. Terlaksana nya penda2. Data barang. SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris. 2. Keterkaitan: 1. Pengadaan Panitia Barang Pengadaan 2. Urutan penomoran. Setiap 6 bulan sekali diadakan OFBI untuk pengecekan ulang. taris yang diperlukan 1. maka segera diisi data ruangan sesuai berita acara yang ada. SIKAP harus di up date setiap saat. 5. rang inven2. Kualifikasi Pelaksana: 1. Input data barang inventaris Petugas input data SIKAP Sesuai jumlah barang 472 . di setiap ruangan. 4. taan barang sesuai nomor yang diberikan 1. Pendistribu. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. nya data Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 1. SOP SIMAK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) Dasar Hukum: 1. 4. Mampu mengoperasikan Aplikasi Komputer SIKAP Peralatan/Perlengkapan: Komputer.Pengadmisian barang nistrasi barang inventaris inventaris Sesuai jumlah barang 4. 3. Nomor updatebarang. Penomoran Pengadministrasi barang barang inventaris inventaris Sesuai dg jml pengadaan 3. KMA 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. Ter2. 2. agar DIR dan data dari SIKAP sinkron. Pendistribusian Barang inventaris. PMK 59/PMK. Pendataan Barang inv. Pelaksana NO. Peringatan: 1. Aplikasi SIMAK BMN. Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). 2. 3.

Input data peminjaman Input data SIKAP barang mobile/ barang pinjam Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 3. Tanda sediaan tangan dari atasan pemohon. Kartu Persediaan 2. Permintaan Pemohon barang persediaan Administrasi barang persediaan 7.Pelaksana NO. Faktur nya lap barang. 3. TersajiBarang nya lap barang persediaan terakhir dg format SIKAP. Form Pedata peminjaman minjam. jenis barang 2. Tersajinya kesesuaian data SIKAP & SIMAK BMN 1. barang per2. Pengisian Terpenuhiform nya kebupermintaan tuhan barang.input data SIKAP sediaan 6. Tersajinya kesesuaia n data SIKAP & SIMAK BMN Tersajinya 1. Up date DIR 1.5 Input data barang per. SIKAP. Data SIMAK format BMN. BMN dg 2. Persetujuan dari kasubbag Perlengkapan Bon Permintaan 1. Berita Acara SIKAP serah terima barang. 4. Barang nomor & Inventaris. Tersaji1. Aktivitas 1 2 3 Petugas . Input data penggunaan barang persediaan Petugas input data SIKAP Petugas 8. 2. 3. Data jumlah yang barang dipinjam mobile/ Tersajinya barang data terpinjam yang sebut dalam format tersedia aplikasi SIKAP Waktu Keterangan Sesuai jumlah barang 10 menit Sesuai jumlah pengeluaran barang 5 menit 473 .

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) MULAI PENGADAAN BARANG BARANG PERSEDIAAN INPUT DATA PERMINTAAN BARANG INPUT DATA BARANG INPUT DATA PENGELUARAN BARANG BARANG INVENTARIS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGISIAN FORM PEMINJAMAN INPUT DATA PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGEMBALIAN BARANG DISTRIBUSI BARANG INPUT DATA PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS SELESAI 474 .

1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Barang tersedia 2. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. UU No. 5. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1. Pelaksana NO Aktivitas 1 Penanggung jawab (Kasubbag) Pengadministrasi Barang Pinjam 2 Peminjam 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. maka peminjam harus bertanggungjawab atas kerusakan dan atau kehilangan barang tersebut. SOP SIKAP. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Keterkaitan: 1. 449 Tahun 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. Tdk ada kebutuhan lain yang lebih 5 menit 475 . UU No.00/0792/2008. Apabila terjadi kerusakan dan/atau kehilangan selama peminjaman. Form Isian Peminjaman Pencatatan dan Pendataan: Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. 3. Pengecekan ketersediaan barang mobile/ barang pinjam 3. Peminjaman harus dilakukan sesuai dengan prosedur. KMA No. Peminjam wajib mengembalikan barang tersebut dalam keadaan semula 4. PP No. Surat Edaran Inspektur Jenderal Departemen Agama No.IJ/C/4/HM. printer. Petugas Administrasi Barang Pinjam dapat menarik barang sewaktu-waktu apabila barang tersebut dibutuhkan untuk kegiatan yang mendesak. 2. 2. 1. Persetujuan 10 menit Diketahui merek dan nomor barang Kasubbag Perlengkapan 1. 2. 4. Pengajuan Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerpenuhiSurat Pernya surat mohonan Peminjaman permohonan peminBarang jaman Data Inventaris Gudang Barang Pinjam Kepastian mengenai tersedianya barang yang akan dipinjam Tervalidasi nya permohon an peminjama n Waktu 5 menit Keterangan 2.

Waktu Peminjaman Peminjam Barang Maksimal peminjaman barang adalah 30 hari kalender Terpenuhi persyaratan peminjama n waktu maksimal 6. Kasubbag terkait 30 Bila masih hari dibutuhkan. Membawa Formulir Peminjaman Pengadministrasi barang pinjam Memeriksa barang yang dikembalikan oleh peminjam 8. 1. Peminjam 9. akan ada peringatan pada komputer SIKAP 5 menit 5 menit 5 menit 476 . Pengisian Form Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Perlengkapan mendesak Terisinya Diketahui Formulir Peminjam PenangPeminjaman Formulir Barang gungjawab oleh Peminjam (Kasubbag Inspektur Barang an Barang Inventaris dan atau Wilayah Inventaris (pd Irwil) Kabag) Pelaksana Waktu 5 menit Keterangan 5.NO Aktivitas 4. Input data peminjaman ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Formulir Peminjaman Barang Inventaris Terinputnya data peminjama n dalam SIKAP 7. 2. Terdatanya barang yang telah Formulir rangkap 3. 7. Pengembalian barang Peminjam barang 1. Kondisi barang sesuai pada saat dipinjam. Perlengkap an 8. dapat diperpanjang dgn mengisi kembali formulir peminjaman dengan catatan barang tersebut tidak dibutuhkan untuk kegiatan lain 3 Saat waktu menit peminjaman yg disepakati berakhir. Up date data Inventaris barang mobile/ barang Pengadministrasi barang pinjam Mencatat barang yang telah kembali ke gudang barang Dikembalikannya barang pinjam sesuai waktu peminjaman yang tercantum dalam Formulir Terkembalikannya barang pinjam sesuai kondisi saat dipinjam.

Terupdatenya data gudang barang pinjam apabila sewaktuwaktu dibutuhkan Formulir Pe.Terinput-nya 3 minjaman data menit Barang Inven. Input data pengembali an ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pinjam kembali.Pelaksana NO Aktivitas pinjam 1 2 3 9.pengembataris yang lian dalam telah ditandai SIKAP oleh Pengadministrasi barang pinjam 477 . 2.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG TIDAK PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN YA PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG INPUT DATA PEMINJAMAN KE SIKAP WAKTU PEMINJAMAN MAKSIMAL 30 HARI KURANG CUKUP PENGEMBALIAN BARANG PENGECEKAN BARANG OK UP DATE DATA BARANG MOBILE/BARANG PINJAM INPUT DATA PENGEMBALIAN KE SIKAP TIDAK OK HILANG = TGR RUSAK = PERBAIKAN SELESAI 478 .

6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. 7. SOP SIMAK BMN. 2. 4. 6. OE dan RKS. Memiliki Sertifikat Pengadaan Barjas 2. 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 2. Memiliki pengetahuan tentang pengadaan barang Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Penerimaan dan Pemeriksaan Barang. Pembentukan Panitia Pengadaan dan Pemeriksa Barang. 3. Standar Harga Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP SIKAP Peringatan: 1. Keppres No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pengadaan s.d. Pengadaan s. 2. Pengajuan Kwitansi ke Subbagian Keuangan 2. Panitia Survey harga dan Pengajenis barang daan 3. 100jt dengan Pemilihan Langsung. printer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN BARANG Dasar Hukum: 1. 3. Prosedur penga- Panitia Penga- Persetujuan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk nya PaniJenderal tia PengDepag adaan dan Panitia Pemeriksa an Barang Brosur dan Terpenuhidaftar harga nya kelengkapan data untuk pembuatan OE dan rencana TerdapatOE tdk nya kepasmelebihi tian keteranggaran sediaan dalam DIPA dana Dipenuhinya Terpilihnya persyaratan rekanan Waktu 2 hari Keterangan 1 hari 10 menit Sesuai jenis 3 macam pengadaan. 479 . 5. 4. Apabila terdapat keterlambatan terhadap pelaksanaan penyediaan barang oleh Penyedia. 50jt dengan Penunjukkan Langsung. UU No. 3. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 8. Prosedur pengadaan. Kontrak/Surat Perintah Kerja. Aktivitas Pembentukan Panitia Pengadaan & Pemeriksaan Barang 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. 4. jaringan internet. 5. Pengadaan harus sesuai dengan spesifikasi dan hal-hal lain yang dipersyaratkan/disepakati dalam kontrak/SPK. Ketersediaan dana pada DIPA. Pembuatan rencana. Survey harga. Panitia Alokasi dana dalam Pengadaan DIPA 4. Pengadaan di atas 100 jt dengan Lelang. PP No. kurs dollar dan jenis barang.d. Ditetapkan oleh SK Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa 3. 2. UU No. Pelaksana NO. maka akan dikenai sanksi sesuai yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja/Kontrak. 1.

Pemeriksa riksaan Barang barang Penyedia barang Pejabat Pembuat Komitmen masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Berita Acara Pemeriksaan Barang Berita Acara Terlaksa. Terpenu dokumen hinya pengadaan persyadari surat ratan permintaan kelengka penawaran pan harga sampai pengada Berita Acara an untuk Penerimaan diajukan Berita Acara Serah Penerimaan Barang 5 menit Pelaksana pada Subbagian Perlengkapan 7. SIKAP b.daan terlambat tercantum an barang dari waktu dalam SPK yang ditentukan a. Penerimaan Panitia dan peme.5 menit Serah Terima nanya Pekerjaan pengadaan barang sesuai SPK/ kontrak Tersimpan nya barang hasil pengadaan di Gudang Perlengkapan 1. nya data pengadaan dalam SIKAP Seluruh 1. Input data Tim input peminjaman data ke dalam SIKAP SIKAP Pengumpul Panitia an dokuPengadaan men dan pengajuan pembayaran ke Subbagian Keuangan Sesuai jenis pengadaan Sesuai jenis pengadaan Barang diberi nomor inventaris terlebih dahulu 8. sesuai peraturan yang berlaku Kedua pihak Terpenuhi Sesuai Terdapat harus menya perjenis sanksi bila menuhi persyaratan penga. spesifikasi yang akan ada dalam diinginkan peringatan lampiran pada SPK atau komputer faktur. SPK. 480 .pengapengadaan nawarkan daan sesuai harga yang peraturan yang berlaku menguntungkan negara Keterangan 5. Surat Perintah Kerja/ Kontrak Pejabat Pembuat Komitmen (Pihak Pertama) Rekanan/ Penyedia Barang (Pihak Kedua) 6. Terinput2. Aktivitas daan 1 daan 2 Pejabat Pembuat Komitmen 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan yang me.pengadaan syaratan yang pengada. Kondisi Terkontrol 5 menit Saat waktu dan jumlah nya mutu peminjaman barang barang yg sesuai sesuai disepakati dengan spesifikasi berakhir. Faktur.Pelaksana NO.

Pelaksana NO. yarannya dilengkapi ke KPPN kuitansi dan faktur pajak 2. Terselesaikannya proses pengadaan barang dan jasa Keterangan 481 . Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pembaBarang.

FLOWCHART SOP PENGADAAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA PANITIA PEMERIKSAAN PANITIA PENGADAAN SURVEY HARGA DAN JENIS BARANG (INTERNET & SURVEY ALOKASI DANA DIPA RENCANA (RKS) & OE/HPS PROSEDUR PENGADAAN PERSETUJUAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SURAT PERINTAH PENGIRIMAN BARANG PENGECEKAN BARANG BA PEMERIKSAAN PENERIMAAN BARANG OLEH PELAKSANA SUBBAG PERLENGKAPAN BA PENERIMAAN BA SERAH TERIMA PEKERJAAN INPUT DATA PENGADAAN KE SIKAP PENGUMPULAN DOKUMEN PENGAJUAN PEMBAYARAN SELESAI 482 .

6. Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara. 3. 520 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penghapusan. 1.minggu data nilai perolehan kapan data Keterangan Pelaksana NO. 8. PMK 96/PMK. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. SOP SIMAK BMN. 2.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.minggu barang yang kapan data hendak barang dihapuskan inventaris untuk pengajuan usul penghapus an TerpenuhiDilengkapi 1 nya keleng. jaringan internet. 6. Pengajuan Usul Penghapusan kepada Sekretariat Jenderal Departemen Agama disertai data pendukung yang diperlukan. 2. Keterkaitan: 1. Persetujuan/penolakan/kekurangan data dari Departemen Keuanganfoto barang. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGHAPUSAN BARANG Dasar hukum: 1. Peringatan: 1. Pemanfaatan. KMA No. 4. Pengajuan permohonan kepada Departemen Keuangan. Pembentukan Panitia Penghapusan Barang. 7. printer. PP No. Pemanfaatan dan Tukar Menukar Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. 5. 3. SOP SIKAP. Memahami prosedur penghapusan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Opname Fisik Barang Inventarisasi (OFBI). Penghapusan data barang dari SIMAK BMN Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk2 Jenderal nya Panitia hari Depag Penghapus an Pendokumen Terpenuhi1 tasian nya keleng. 2.06/2007 tentang Tata Cara Penggunaan. Pembuatan Daftar Perkiraan Harga. Aktivitas Pembentuk an Panitia Penghapus an Opname Fisik Barang Inventaris 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) Panitia Penghapu san 2 3 2. UU No. 2. UU No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Akan menjadi beban pengelola barang bila tidak dilakukan penghapusan Kualifikasi Pelaksana: 1. PMK 59/PMK. kamera Pencatatan dan Pendataan: 1. Pembuatan Panitia Pengdaftar hapusan perkiraan 483 . 4. Pelaksana Penghapusan Barang harus mengerti benar mengenai peraturan yang berlaku dan melaksanakan peraturan tersebut. 5. Pelaksanaan Pelelangan dan penyetoran ke kas negara. Administrasi Umum 2. 3.

PelaksaPanitia naan PengPelelangan hapusan Penghapusan 8. Bila telah mendapat persetujuan dari Depkeu 484 . Pengajuan usul penghapusan kepada Setjen Depag Panitia Penghapu san . Pengajuan Permohonan penghapusan kepada Departemen Keuangan Sekretariat Jenderal Departemen Agama 6.Terlaksa1 toran nanya hari penyetoran hasil Keterangan Bila tdk disetujui disertai alasan. Aktivitas harga 1 2 3 4. Keteranga an pengn kondisi & hapusan kepada lokasi Kuasa barang. 3. Penyetoran Panitia hasil lelang Pengke kas hapusan negara Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan barang barang & inventtaris tahun untuk pengpengadaan ajuan usul penghapusan Terpenuhi Sesuai 1. Harga & thn Pengguna perolehan Barang dan nilai barang saat ini. Foto barang.jenis ajuan usul pengan Pengpermohon adaan hapusan. 6. Dokumen kepemilikan.Pelaksana NO.nya peng. TerpeBundel nuhinya lampiran pengajuan yang telah diajukan oleh usul permoPanitia honan Penghapenghapusan pusan kepada Kuasa Pengguna Barang Terpenuhi Surat Persetujuan/ nya pengajuan penolakan/ usul kekurangan permodata dari honan Depkeu penghapusan kepada Kuasa Pengguna Barang 1 Berita Acara Terlakhari Pelelangan sananya proses pelelangan untuk penghapusan Bukti Penye. 5. Persetujuan Departemen / penolakan Keuangan dari Departemen Keuangan 7. Surat Permohon.5. KIB. 4. 2.

Aktivitas 1 2 3 9.Pelaksana NO. Tersajipenghapusan nya data penghapusan pada Aplikasi. 2. Panitia PenghaPengpusan barang dari hapusan daftar inventaris/ SIMAK dan SIKAP Petugas Input data SIMAK. Petugas input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan lelang ke kas negara Dokumen penghapusan Waktu Keterangan 1 hari Dokumen 1. Tercantumnya data penghapusan pada laporan BMN Semesteran & Tahunan 1 hari 485 .

Kondisi dan lokasi barang 2.FLOWCHART SOP PENGHAPUSAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA OPNAME FISIK BARANG INVENTARIS 1. Harga saat ini 4. KIB 6. SESUAI PERATURAN SELESAI 486 . Harga & tahun perolehan 3. BIRO KEUANGAN DAN BMN PENGAJUAN PERMOHONAN PENGHAPUSAN KPD DEPKEU DATA LENGKAP PELAKSANAAN PELELANGAN PENGHAPUSAN PENYETORAN HASIL LELANG KE KAS NEGARA PENGHAPUSAN BARANG DARI DAFTAR BMN PENCANTUMAN LAPORAN PENGHAPUSAN PADA LAPORAN BMN SEMESTERAN DAN TAHUNAN (PENGHAPUSAN DARI SIMAK DAN SIKAP) ALASAN LAIN YANG MENYEBABKAN PENGHAPUSAN TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN. Foto PENGAJUAN USUL KEPADA SEKRETARIAT JENDERAL DEPAG UP. Dokumen kepemilikan 5.

printer. Pengajuan permintaan barang sesuai dengan rencana pengadaan tahun berjalan dapat segera dipenuhi apabila pengadaan telah dilaksanakan..Terpeajuan permo. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Persetujuan dari Kabag Umum/PPK. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. PP No. Peringatan: 1. Ketersediaan dana. Keterkaitan: 1. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP SIKAP. SOP SIMAK. 3. Pengadaan barang. Inspektur Wilayah (pd Irwil) PengadKeterministrasi sediaan dana pada Barang Inventaris DIPA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat peng. Pelaksana NO. UU No. 2. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Administrasi Umum 2. KMA No. UU No. 2. inventaris b. KMA No. SOP Pendistribusian barang. 5 Pendistribusian barang 2. 479 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dan Pendistribusian Barang di Lingkungan Depag. 3. Pengajuan Pemohon Diketahui (kasubbag) oleh : permohonan a.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. 2. 3. 4. Surat pemohonan pengajuan permintaan dan atau penggantian barang Inventaris. Kabag permintaan (pd Se&/ penggankretatian barang riat). 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. Persetujuan Kabag Umum/ Sisa dana yang tersedia cukup utk pengadaan barang rutin yang telah direcanakan Surat pengajuan Terdapatnya kepastian ketersediaan dana Persetujuan 1 hari 1 hari 487 . 4.nuhinya surat honan perpermintaan mintaan &/ penggantian barang yang barang dibutuhkan inventaris Keterangan 3. 5. Pengajuan permintaan barang diluar rencana tahun berjalan dapat terpenuhi apabila dana tersedia atau kebutuhan atas barang tersebut benar-benar mendesak. SOP Pengadaan barang. 4.

Pengajuan Pengadaan Barang Pengadministrasi Barang Inventaris . inventaris 4. Dokume Tersajin permo. sesuai peraturan yang berlaku Terdapat sanksi bila pengadaan terlambat dari waktu yang ditentukan 3 hari 488 . Up date DIR Waktu Keterangan 1 hari Sesuai jenis pengadaan 3 macam pengadaan. 2. Aktivitas PPK 1 2 3 4. Pengadaan Barang Panitia Pengadaan 6. barang 3. masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Berita acara permintaan &/ penggan serah terima tian barang.nya data penghonan. Penomoran. Input data Terlakbarang ke sananya pendisSIMAK & tribusian SIKAP. 2.Pelaksana NO. Daftar ajuan barang perminyang taan diminta barang kepada Panitia Pengadaan Terlaksananya pengadaan barang yang diminta sesuai dengan prosedur 1. Pendistribusian barang Pengadmi nistrasi Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan permohonan pengajuan mendapat perminnota taan &/ persetujuan penggansecara tian tertulis oleh barang Kabag inventaris Umum/PPK 1.5.

MENGETAHUI (KABAG/IRWIL) PENGECEKAN KETERSEDIAAN DANA DALAM DIPA TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK DISETUJUI PERSETUJUAN KABAG UMUM/PPK DISETUJUI PENGAJUAN PENGADAAN BARANG PENGADAAN BARANG PENDISTRIBUSIAN BARANG: Input data ke SIMAK & SIKAP. 4. Penomoran Berita Acara Serah Terima Up Date DIR 1. PEMOHON (KASUBBAG) 2. SELESAI 489 . 2. 3.FLOWCHART SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN/ ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PERMOHONAN PERMINTAAN &/ PENGGANTIAN BARANG INVETARIS: 1.

3. Pengisian Kartu Persediaan. Keterkaitan: 1. PP No. UU No. 4. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. 4. Form Bon Barang. Persetujuan dari Kasubbag Perlengkapan. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. SOP Pengadaan Barang. Pengecekan ketersediaan barang yang diminta di Gudang Barang Persediaan. 2. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2. UU No. SOP SIMAK. Pemberian barang kebutuhan sehari-hari dengan item dan jumlah yang telah disetujui. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terpenuhi5 Form Bon menit Barang harus nya permintaan di tandabarang tangani oleh Kasubbag atau YMK Subbagian bersangkutan 5 Barang yang Terdapattersedia nya kepas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI Dasar Hukum: 1. Pengisian Form Bon Barang yang ditandatangani oleh Kasubbag bersangkutan. KMA No. Up date data pada SIMAK dan SIKAP. Terdapat barang-barang tertentu yang perminta-annya dibatasi jumlah dan waktu. 5. Kualifikasi Pelaksana: 1. Aktivitas Pengisian Form Bon Barang 1 2 3 Pengambil Pemohon barang (Ka(Pelaksana) subbag) 2. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. 3. Pengecekan ketersediaan barang di Gudang Barang Persediaan Evaluasi kewajaran permintaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Data kebutuhan sehari-hari setiap bagian Terlaksa2 nanya menit evaluasi permintaan dalam batas wajar 490 . Kartu Persediaan Pencatatan dan Pendataan: 1. 6. Administrasi Umum 2. Terdapat barang-barang tertentu yang peruntukannya hanya bagi pejabat eselon II ke atas. 2. Pengevaluasian kewajaran permintaan bagi kebutuhan kantor sehari-hari. printer. SOP SIKAP. 3.menit tian ketersediaan barang Keterangan Pelaksana NO. 2. Peringatan: 1. 4. 1. 3. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Pengadministrasi barang persediaan dapat mengurangi jumlah barang yang diminta apabila dinilai tidak wajar untuk kebutuhan sehari. 7. SOP Pendistribusian Barang.

Aktivitas 1 2 3 Persetujuan Kasubbag Perlengkapan 5. 1. tuhan b. tandapemetangan nuhan pemberi kebubarang. ditandabarang tangani seharipenerima hari Form Bon TersajiBarang yang nya data telah pengelulengkap aran ditandatanga barang ni pihakkebutuhan pihak terkait sehari-hari Kartu Ter-up Persediaan date-nya data barang kebutuhan sehari-hari Waktu 1 menit Keterangan 5 menit 2 menit 2 menit 491 . Pengisian Pengadmi Kartu nistrasi Persediaan Barang Persediaan 7. Petugas Up date Input data data SIMAK SIMAK. Pemberian Barang Pengadmi nistrasi Barang Persediaan 6. Petuga s input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Persetuju Form Bon an perBarang mintaan ditandabarang tangani seharihari Form Bon TerlaksaBarang: nanya a. dan SIKAP 2. 4.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI MULAI PENGISIAN FORM BON BARANG DITANDATANGANI KASUBBAG/YMK BERSANGKUTAN PENGECEKAN KETERSEDIAAN DI GUDANG BARANG PERSEDIAAN TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK WAJAR EVALUASI KEWAJARAN PERMINTAAN WAJAR PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN TIDAK DISETUJUI DISETUJUI PEMBERIAN BARANG PENGISIAN KARTU PERSEDIAAN UP DATE DATA SIMAK & SIKAP SELESAI 492 .

6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Pengadaan barang sesuai kebutuhan. Peringatan: 1. PP No. SOP Pengadaan Barang. 2. printer.Terpenuhinya honan permintaan permintaan barang barang inv. 1. keter2. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas Pengadministrasi Barang Inventaris 1 hari 3. Up-date nya data daftar penomor. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat permo. UU No. Penomoran Pengadmi nistrasi Barang Barang Inventaris Inventaris 1 hari 493 .sediaan dan tujuan mohon pendistribusian barang Tersaji1. inventaris sesuai kebutuhan Terdapat1. 3. Jabatan pe. Aktivitas 1 2 3 Waktu Sesuai jenis pengadaan Pengadaan Panitia barang Pengadaan Barang 2. SOP SIMAK. 3. 4. Rekapitulasi barang inventaris. UU No. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Berita Acara Serah Terima Barang. 4. Pendistribusian barang diajukan sesuai dengan pengajuan permohonan barang. 5. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Kualifikasi Pelaksana: 1. Administrasi Umum 2..barang sesuai an yang jenis dan ada. KMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Tanggal nya surat kepastian permintaan barang. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas apabila jumlah barang tidak sebanding dengan permintaan. Pemberia nomor urutnya n label nomor di setiap barang Keterangan Pelaksana NO. SOP SIKAP. Penomoran Barang Inventaris. 3. 2. 2. Pendistribusian barang sebaiknya segera dilakukan untuk menghindari penumpukan barang pada Gudang Perlengkapan. 2. Up date DIR 6. 2. Keterkaitan: 1.

pendistribusian barang 1. barang ke Petugas dalam input SIMAK dan data SIKAP SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Berita Acara TersajiSerah Terima nya data dokumen Barang. Lokasi. pendistriMencanbusian tumkan: 1. Berita barang acara pada serah Aplikasi terima SIMAK dan barang. Berita acara nya serah laporan terima kondisi barang. Data penomoran data penomoran . Input data Petugas Input penomoran data dan lokasi SIMAK. nuhinya DIR yang 2. 4. Rekapitula si Barang Inventaris Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 7. 1. inventaris 3. paling lama 6 bulan sekali 1 hari Sesuai jenis pengadaan 494 . Aktivitas Penyerahan barang inventaris 1 Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 2 3 5.Pelaksana NO. dan lokasi 2. SIKAP Waktu 1 hari Keterangan 3 hari Di up-date sesuai kebutuhan. Penomoran. Up date DIR Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 6. Nomor. Data Terpepenomoran. Berita acara sesuai serah dengan terima data barang. 3. 2. Spesifikasi. Tersaji2. DIR secara riil dan tertib Tersajinya 1.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN MULAI PENGADAAN BARANG PENENTUAN DISTRIBUSI BARANG DAN SKALA PRIORITAS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PENYERAHAN BARANG INVENTARIS UP DATE DIR REKAPITULASI BARANG INVENTARIS INPUT DATA KE SIMAK DAN SIKAP SELESAI 495 .

7. 4. 12. 11. 17. 10. 3.   SOP Pengusulan Angka Kredit   SOP Pelaksanaan PKAT  SOP Pelaksanaan Reviu Meeting  SOP Rapat Pembekalan Inspektur Wilayah  SOP Pemeliharaan Sarana dan Prasarana  SOP Peminjaman Barang Inventaris Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Sarana dan Prasarana Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Tim Riksus Inspektur Wilayah   SOP Pengetikan dan Penggandaan LHA/STL   SOP Pengusulan Auditee PKAT   SOP Penyusunan PKA TIM   SOP Persiapan Pelaksanaan PKAT  SOP Protokoler Inspektur Wilayah  SOP Rapat Internal Inspektur Wilayah   SOP Usulan Penyusunan Hasil Reviu Laporan Keuangan   SOP Usulan Pelaksanaan Audit Khusus   SOP Tugas Supervisor   SOP Penyusunan Tim Audit  496 . 5. 16. 13. 6. 2. 14. 8. 15. 18.Lampiran 13  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    PADA INSPEKTUR WILAYAH  I ‐ V          1. 9.

3. ATK. Formulir PAK 2. Daftar usulan penilaian angka kredit (DUPAK) 6. Surat tugas Inspektur Wilayah 4. Mampu mengoperasikan Komputer Peringatan: Bila SOP ini tidak diikuti. Surat Keputusan Menteri Negara PAN No. 2. Surat tugas Inspektur Jenderal 3. Formulir hari PAK 2. Auditor kehilangan kesempatan untuk memperoleh nilai angkat kredit. 220 Tahun 2008 tentang Penghitungan Angka Kredit Keterkaitan: SOP Penilaian Angka Kredit Kualifikasi Pelaksana: 1. Surat pernyataan melaksanakan tugas 5. PMA No. 1. kalkulator. Komputer. maka: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Buku Panduan Penghitungan Angka Kredit. Aktivitas Menerima surat pemberitahuan batas waktu pengusulan dan penilaian angka kredit Menyampaikan informasi kepada seluruh auditor Menghitung angka kredit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Ket 2. Surat 5 usulan menit Inspektur Terlaksananya pengesahan penghitung an angka kredit Tersampai kannya surat usul- 497 . Pengesahan usulan penghitungan angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 5. Kursi. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mengajukan usulan penilaian angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 3 1. Berkas pendukung angka kredit 1. Auditor 4. KMA No. Formulir 1 PAK hari 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Penandatanganan berkas usulan 7. Berkas pendukung angka kredit 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai keahlian dalam bidang audit. 4. 2. Mesin Foto copy. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. Mampu menghitung angka kredit. 2. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT Dasar Hukum: 1. Auditor akan terlambat naik pangkat. Berkas pendukung PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat pem5 Terlaksana beritahuan menit nya penerimaan surat pemberitahuan Disposisi Irwil 10 menit Terinforma sikannya pemberita huan Terhitungnya angka kredit Pelaksana No. Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil 3.

Aktivitas kepada tim Penilai Angka Kredit 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Wilayah 2. Berkas penghitun gan angka kredit Output an pengajuan angka kredit Ket 498 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT MULAI MENERIMA SURAT PEMBERITAHUAN PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL PEMBERITAHUAN KEPADA SELURUH AUDITOR SURAT PEMBERITAHUAN PENERIMAAN PENGAJUAN ANGKA KREDIT AUDITOR USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 499 .

Dosir hari auditi 2. SOP perjalanan dinas.PKA . Dosir yang terindikasi kan 1. Dosir. flashdisk. 2. 3. 4. LAKIP auditi 3. LAKIP auditi 7 1. kamera. KMA No. 3. tape recorder. PMA No. Pencatatan dan Pendataan: 1. Dosir hari auditi 2. 2. SOP verifikasi perjalanan dinas. 3.Surat tugas jam . Aktivitas Melaksanakan Entry Briefing 1 Supervisor 2 Tim audit 3 Auditi Kualifikasi Pelaksana: 1. instrumen audit. Memahami bidang dan tugas fungsi. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. Inpres No. Lembar Temuan Audit. ATK. Pelaksana No. Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. 2. 2. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. 5. Dosir yang 1 terindikasi hari kan masingmasing bidang 2. printer. Keterkaitan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.Naskah entry 1 1. 3. SOP pembuatan surat tugas PKAT . Kodefikasi temuan Output Terlaksananya entry briefing Terkumpul nya data auditi Terlaksananya penilaian kelayakan data Ket. Mampu mengoperasikan komputer. Lap top.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 TU Irwil SOP PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan audit. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 . Tim audit 4.SPPD . 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. alat bantu audit. 1. 4. Jangkauan audit tidak tercapai. PKAT tidak terealisasi. Peraturan perundang-undangan. Program Kerja Audit. 4. 2. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. PMA No. SOP Analisis laporan hasil audit. Mengumpulkan data sesuai bidang audit Menilai dan mencatat datadata yang diindikasikan dalam KKA Tim Audit Auditi 3. SPPD. Mengidentifikasi masalah temuan hasil audit Tim audit Tercatatnya datadata yang diindikasikan dalam KKA 500 .

laptop. Menerima tanggapan LTA dari auditi Auditi Tim audit Tanggapan LTA 15 menit 12. Lampiran jam penunjang KKA 1. ATK. Merevieu LTA Ketua tim Supervisor 9. KKA 2 2. dan lembaran penunjang KKA LTA 2 jam 10. LCD. Mempersiapkan penyusunan LHA Tim audit Supervisor Supervisor Supervisor Auditi Tim Audit Tim audit KKA. Aktivitas Mengkomunikasi kan data yang terindikasikan kepada pihak pelaksana auditi Merevieu KKA 1 Tim audit 2 Auditi 3 6. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA. Menyusun bahan expose 13 Melaksanakan expose 14.Pelaksana No. LTA masingmasing bidang. 5. KKA. Lampiran dosir yang terindikasi kan 1. LTA. printer. KKA LTA masingmasing bidang 2 jam Output Terganda kannya PKA Ket. Memberikan LTA pada auditi Ketua tim Anggota tim Auditi 15 menit 11. LTA. LTA 3 masingjam masing bidang 2. Ketua tim Supervisor 7. Menyusun LTA Anggota tim Ketua tim Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. laptop Naskah expose. KKA hari 2. 5 jam 3 jam 2 jam Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Terlaksananya penyerahan LTA Terlaksananya penerimaan tanggapan auditi Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA 501 . tanggapan. Terlaksa nanya reviu KKA Tersusun nya LTA 8. laptop.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR USULAN RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN USULAN RKAT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 502 .

Pencatatan dan Pendataan: 1. Mesin Foto copy. Memiliki kemampuan audit 2. Tugas. Tidak akan ada kesamaan rekomendasi pada temuan yang sama. Penandatanganan Kasubbag TU Irwil surat undangan Revieu meeting Inspektur Wilayah 503 . Mampu mengoperasikan komputer 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. Memahami peraturan perundang-undangan yang terkait Peralatan/Perlengkapan: Meja. Surat undangan 2. 5. Inpres No. Aktivitas Pembuatan surat undangan revieu meeting 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING Dasar Hukum: 1. Pembubuhan paraf surat undangan revieu meeting Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubag TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksaundangan menit nanya pembuatan surat undangan revieu meeting Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat undangan revieu meeting Surat undangan 10 menit Tertandata nganinya surat undangan revieu meeting Ket 3. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Bahan revieu meeting 2. 2. Keterkaitan: SOP Penyajian Data Peringatan: 1. KMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. PMA No. 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Perpres No. 3. Kursi. Tidak akan ada kesamaan kriteria yang digunakan atas temuan yang sama. KMA No. Fungsi. Komputer. ATK. Pelaksana NO 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 7. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Keppres No. PMA No.

Aktivitas Penomoran surat keluar 1 Pengadministrasi TU Irwil 2 3 5.Auditor nistrasi TU Irwil 8. Penyampaian undangan revieu meeting Pengadmi.Pelaksana NO 4. Pengadministrasi TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat undangan revieu meeting Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat undangan revieu meeting 1 jam TerwujudKonsep nya bahan LHA/STL revieu meeting Absen 15 Terwujudkehadiran menit nya absen revieu kehadiran meeting peserta revieu meeting Ket 504 . Penggandaan surat undangan Pengadmi nistrasi TU Irwil 7. Pencatatan surat keluar Pengadministrasi TU Irwil 6. Penyiapan bahan revieu meeting Pembuatan absen kehadiran revieu meeting Ketua Tim Audit 9.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN BAHAN REVIEU MEETING PENGUMPULAN BAHAN PELAKSANAAN SELESAI 505 .

Fungsi. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keppres No. Surat undangan 2. Keterkaitan: 1. KMA No. 4. ATK. 7. PMA No. 3. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 5. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. PMA No. Bahan Pembekalan. Pelaksana NO 1. Penomoran surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil Pencatatan surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil 506 . Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pembuatan surat Pengadministrasi undangan Subbag TU pembekalan Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Kasubbag surat pembekalan TU Irwil Pembubuhan paraf surat pembekalan Kasubag TU Irwil 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mesin Foto copy. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Memiliki kemampuan audit 2. 6. Tugas. Inpres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. SOP Permintaan Konsumsi Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksana undangan menit nya pembuatan surat pembekalan Surat 10 Terbubuhiundangan menit nya paraf surat pembekalan Surat 10 Tertandata undangan menit nganinya surat pembekalan Surat 10 Ternomoriundangan menit nya surat pembekalan Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat pembekalan KET. 2. 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. SOP Pemakaian Ruang dan Peralatan 2. Perpres No. Komputer. Kursi. Inspektur Wilayah 4.

Pelaksana NO 6. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penyampaian Pengadmi. 8.Auditor pembekalan nistrasi Subbag TU Irwil Penyiapan bahan Ketua Tim pembekalan Audit 9. Aktivitas Penggandaan surat undangan pembekalan 1 2 3 7. Pembuatan absen Pengadministrasi kehadiran pemSubbag TU bekalan Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat pembekalan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat pembekalan Berbagai per. 507 .3 jam Terwujudnya bahan masalahan pembekalan 15 TerwujudAbsen menit nya absen kehadiran kehadiran pembekalan peserta pembekalan KET.

FLOWCHART SOP PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENGUMPULAN BAHAN PEMBEKALAN BAHAN PEMBEKALAN PELAKSANAAN SELESAI 508 .

2. Koreksi dan Analisis 4. KMA No.U. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. 2. Fungsi. PMA No. Aktivitas Pendataan barang inventaris 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris Peringatan: 1. Pencatatan dalam buku agenda TU Irwil Koreksi dan paraf 3. Irwil. PMA No. Menginventarisir barang yang ada di Subbag T. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Meja.U. Komputer. Agar menjaga dan merawat barang inventaris dengan baik dan benar Pelaksana No. 7. Mesin Ketik Manual. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 509 . 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Kerusakan barang inventaris menjadi tanggung jawab T. Tugas. Irwil 2. Perpres No. 4. 5. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA Dasar Hukum: 1. Koreksi dan revisi oleh Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan DiterimaKonsep jenis nya dan model konsep barang barang dan jenis barang Konsep & Tercatattata pemelinya haraan konsep l barang Terkorek sinya format konsep pemeliharaan barang Ketera ngan 2. Kursi. KMA No. Pencatatan dalam buku Agenda. Mesin Foto copy. 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. 1. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 6. Keppres No. Pencatatan dan Pendataan: 1. Inpres No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 3.

Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep jenis barang yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkorek sinya konsep jenis barang Ketera ngan 510 . 4.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN BARANG PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI SARANA NET KONSEP BARANG PRASARANA PENANDATANGANAN PENOMORAN SELESAI 511 .

Pencatatan dalam buku 3. PMA No. 1. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana Irwil Pencatatan dan Pendataan: 1. Koreksi dan tanda tangan Net Surat Pengajuan pinjaman Barang 512 . KMA No. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag T.U. 7. Fungsi. 2. 3. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Peringatan: 1. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS IRWIL Dasar Hukum: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Bertanggung jawab terhadap barang pinjaman Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Mampu mengoperasikan komputer 2. 5. Irwil Dikirim Ke Subag terkait. Menjaga keutuhan barang pinjaman. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Perpres No. 2. PMA No. 5. Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. 3. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 KET 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 6. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4. KMA No. Tugas.U. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. Irwil Konsep barang pinjaman yang dibutuhkan Tercatatnya kebutuhan peminjaman barang Terkoreksinya format konsep Pelaksana No. Inpres No. Keppres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.U.

4..Pelaksana No. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan pinjaman barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkoreksinya konsep pengajuan pinjaman barang KET 513 .

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN PEMINJAMAN PENGIRIMAN SELESAI 514 .

2. 4. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1. 4. 5. 7.. Memiliki kemampuan administrasi. 2.U. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.U. Inpres No. komputer. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA IRWIL Dasar Hukum: 1. sarana transportasi. KMA No. Pencatatan dalam buku Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Inspektur 3. telepon. 6. 5. Barang yang diajukan memang benar-benar dibutuhkan. 6. PMA No. KMA No. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PMA No. Fungsi. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. ATK. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. kursi. Perpres No. kalkulator. 515 . 3. Tugas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 1. brankas. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pengahuan Barang berdasarkan prinsip chek and balance. Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keppres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Koreksi dan tanda tangan Koreksi dan 4. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Mutu Baku Keter Persyaratan/ angan Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag TU Irwil Konsep barang yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Barang Konsep Tercatatnya kebutuhan barang Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi Pelaksana No. Mampu mengoperasikan komputer. Irwil Dikirim Ke Subag terkait.

Aktivitas Revisi 1 Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan pengajuan barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output nya konsep pengajuan barang Keter angan 516 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN NET KONSEP PENGIRIMAN SELESAI 517 .

Pencatatan dalam buku 3. 3. 2. Mengajukan Tim ke bagian 1 6.U. Peringatan: 1. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Pengajuan Tim harus melihat permasalahan kasus. Irwil 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS IRWIL Dasar Hukum: 1. Irwil Tercatatnya kegiatan riksus Terkoreksinya format konsep 2. SOP Penanganan Dumas TP 5000 3. 6. Memahami peraturan perundangan berlaku 3. Keterkaitan: 1. KMA No. Mampu mengoperasikan komputer yang Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana kebutuhan Riksus Pencatatan dan Pendataan: 1. Menerima usulan dari Inspektur Jenderal Konsultasi dengan Inspekur Wilayah Menelaah kasus yang akan di riksus Menganalisis kasus dimaksud oleh Kasubag T. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PMA No. SOP Penanganan Dumas Non TP 5000. 1. 3. KMA No. 5. SOP Penyajian Data 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Aktivitas Penerimaan usulan kasus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya surat pengajuan kasubag T. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Kasus yang diajukan harus memenuhi berbagai unsur. Menerima Surat Tugas 7. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Disetujui oleh Inspektur Jenderal Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Sesuai dengan ajuan dari Inspektur Jenderal Konsep surat riksus yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Tim Ketera ngan Pelaksana No. Keppres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memiliki kemampuan audit 2. Inpres No. Tugas. 7. 4. Perpres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Koreksi dan paraf 518 .U. Fungsi.

4.Pelaksana No. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan Tim dan di paraf oleh Kasubag T.U. Irwil Output Terkoreksinya konsep surat Ketera ngan 519 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS MULAI PENERIMAAN USULAN KASUS PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL NET KONSEP SURAT TIM IRJEN PENANDATANGANAN SURAT TUGAS TIM SPPD PELAKSANAAN SELESAI 520 .

Keppres No. Mesin Ketik Manual. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Penggandaan LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep LHA/ STL. Surat Pernyataan Konsep LHA/ STL & berkasberkasnya. LHA/STL tidak akan terdata secara formal (penomoran dan pengarsipan) serta terkirim kepada sasaran LHA termasuk tembusannya. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Komputer. 2. Buku kendali KET Pelaksana No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Kartu kendali. Tugas. SOP Entry data LHA. Koreksi dan revisi 5. PMA No. Kursi. map LHA. Keterkaitan: 1. Fungsi. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. BAP. 2. PMA No. 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3. Perpres No. Penandatanganan LHA/STL 7. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Peringatan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 4. Mesin Foto copy. 2. Konsep LHA/STL dan berkas-berkas pendukungnya dari ketua tim. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pencatatan dalam buku kendali LHA 521 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL Dasar Hukum: 1. KMA No. 1. Aktivitas Penerimaan konsep dan berkas LHA/STL 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya konsep LHA/ STL dari ketua tim Tercatatnya konsep LHA yang diterima Subbag TU Irwil 2. Koreksi dan Paraf 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pencatatan dalam buku kendali LHA/STL. 7. ATK. Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA No. 6. SOP Pengiriman surat khusus dan surat biasa. Pencatatan dan Pendataan: 1. 5. LHA/STL tidak akan masuk ke data SIMHP dan TLHP tidak akan terpantau. Inpres No. LTA. Penomoran LHA/STL 8. Pengetikan revisi LHA/STL 6.

1. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Inspektur LHA/STL Wilayah Inspektur Jenderal Pengetikan Revisi LHA/STL 9. Penggandaan LHA/STL Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep LHA. Terkore LTA. Surat pernyataan Revisi konsep TerketikLHA/STL nya hasil revisi LHA/STL LHA Net Tertanda tanganinya LHA STL Net Tertanda tanganinya STL LHA/STL Net bertandatangan LHA/STL Net KET Terganda.Sesuai dengan kannya LHA/STL jumlah tujuan LHA. BAP ksinya format konsep LHA 2. dan arsip 522 . Terkorek Konsep STL sinya yang telah dikonsep koreksi formatSTL nya dan diparaf oleh Inspektur Wilayah dan Sekretaris Itjen. Inspektur Jenderal 7. BAP. LTA. 3. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 6. 8. Aktivitas Koreksi dan paraf 1 Kasubbag TU Irwil 2 Ketua Tim 3 4. BAP. Surat ksinya Pernyataan format konsep STL 2. Inspektur Wilayah Sekretari s Itjen 5. Penomoran LHA/STL 10 .Pelaksana No. Terparaf nya konsep LHA Konsep STL. tembus an. Terparaf nya konsep STL Konsep LHA Terkorek yang telah sinya dikoreksi konsep formatnya dan LHA diparaf oleh Kasubbag TU Irwil dan Ketua Tim. Terkore BAP. 1.

11 .Pengadmi.LHA nistrasi nistrasi nistrasi Subbag Subbag Subbag Data dan TU Itjen TU Irwil Informasi Pelaksana Output KET 523 .No. Aktivitas Pengiriman LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Perlengkapan Pengadmi.Pengadmi.

FLOWCHART SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL MULAI PENYERAHAN KONSEP LHA/STL PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI LHA PENGETIKAN HASIL REVISI STL PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGGANDAAN PENGIRIMAN SELESAI 524 .

KMA No. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 525 . Ditanda tangani oleh Inspektur Wilayah 6. Memiliki kemampuan audit 3. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 7. Mampu mengoperasikan komputer 2. Keppres No. Perpres No. Koreksi oleh Kasubag T. 1. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. PMA No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 3. 5. Auditee harus benar valid dan akurat 2. Membuat peta wilayah audit 2. 2. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Menganalisis auditee yang akan diaudit 3. Aktivitas Membuat peta wilayah audit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2. PMA No. Keterkaitan: SOP Penyusulan Usulan RKAT Peringatan: 1. Menganalisis auditee 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tugas.U. 6. Irwil 5. Dikirim Ke Subbag terkait Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Auditee Sesuai tidak ber dengan ulangkebutuhan ulang Konsep audit yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan auditee Konsep pengajuan auditee ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Tercatatnya kebutuhan audit Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi nya konsep pengajuan auditee KET Pelaksana No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Memahami peraturan perundang-undangan Peralatan/Perlengkapan: Komputer Pencatatan dan Pendataan: 1. Tidak berulang-ulang auditee yang pernah di audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN AUDITEE PKAT Dasar Hukum: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mengajukan ke Kasubbag inspektur Wilayah TU Irwil 4. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mengajukan ke Inspektur Wilayah 4.

6.Pelaksana No. Aktivitas Penandatanganan Irwil Pengiriman Kasubbag 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net konsep Net auditee auditee KET 526 . 5.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN AUDITEE MULAI MEMBUAT PETA WILAYAH AUDITEE MENGANALISIS AUDITEE ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL PENGETIKAN HASIL REVISI KASUBBAG PENANDATANGANAN PENGIRIMAN SELESAI 527 .

Mesin Foto copy. 4. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 7. Inpres No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 6. PMA No. KMA No. Menyampaikan rekap surat tugas audit kepada Inspektur Wilayah PengadmiMenyampaikan surat tugas audit nistrasi Subbag kepada auditor TU Irwil Mengadakan Ketua Tim rapat tim audit Inspektur Wilayah Rekap Surat Tugas audit 10 menit Auditor Surat Tugas 10 menit Anggota Tim Surat Tugas. Fungsi. Memiliki kemampuan audit Peralatan/Perlengkapan: Meja. 5. Komputer. Buku Direktori Auditan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterimamenit nya surat tugas audit KET 2. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. PKA tidak tersusun sesuai prosedur. Tugas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PKA TIM Dasar Hukum: 1. ATK. Mampu mengoperasikan komputer 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Kursi. 4. 5. Perpres No. Hasil audit tidak maksimal Pelaksana NO 1. Rekap Temuan Tahun lalu 1 jam 528 . 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Surat Tugas 2. Mencatat dalam buku kendali surat masuk Surat Tugas 10 menit Tercatatnya surat tugas Tersampai kannya rekap surat tugas audit Diterimanya Surat Tugas audit Terseleng garanya rapat tim audit dengan baik 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Keppres No. PMA No. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKAT Peringatan: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Aktivitas Menerima Surat Tugas audit 1 Pengadministrasi Subbag Perencana an Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadm inistrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3.

Aktivitas Menyusun PKA 1 Sekretaris tim 2 Ketua Tim 3 7. 8.Staf nistrasi Sekretaris Subbag TU Irwil 529 . Menyampaikan PKA kepada Inspektur Wilayah Menyampaikan PKA kepada Sekretaris Itjen Ketua Tim Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tipologi 3 Tersusunsatker jam nya PKA dengan baik PKA Tim 30 Tersampai menit kannya PKA Tim PKA Tim 10 menit Tersampai kannya PKA Tim KET Pengadmi.Pelaksana NO 6.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PKA TIM fc MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENCATAT DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK MENYAMPAIKAN REKAP SURAT TUGAS AUDIT KEPADA INSPEKTUR WILAYAH MENGADAKAN RAPAT TIM AUDIT Bahan Rapat MENYUSUN PKA Notulen Hasil Rapat MENYAMPAIKAN PKA KEPADA INSPEKTUR WILAYAH SELESAI 530 .

Reviu PKA Anggota Tim Reviu PKA Ketua Tim 4. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. 2. Pengesahan PKA Supervisor Kasubbag TU Irwil Supervisor 5. SOP perjalanan dinas. KET 2. printer. jam nya rapat LHA sebelumtim nya. 3. Penggandaan PKA Rapat tim audit 6. tape recorder. Jangkauan audit tidak tercapai. SPPD. SPPD. alat bantu audit. Menyusun PKA Ketua tim 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. instrumen audit. Lap top. Mampu mengoperasikan komputer 2. 2. flashdisk. 5. surat 3 Terlaksana tugas. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. PMA No. 4. Memiliki kemampuan audit 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PKAT tidak terealisasi dengan baik. Inpres No. Keterkaitan: 1. Dumas. 3. ATK. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Pengadministrasi TU Irwil Anggota tim Ketua Tim 2 Kasubbag TU Irwil 3 Auditor Kualifikasi Pelaksana: 1. LHA sebehari nya PKA lumnya 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. SOP pembuatan surat tugas PKAT 2. KMA No. Memiliki sertifikasi JFA 4. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 15 Terlaksana menit nya penerimaan surat tugas 2 Tersusun1. Dosir. Program Kerja Audit 3. Peraturan perundang-undangan 2. Pelaksana No. SOP pencairan dana Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. kamera. Lembar Temuan Audit. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1. Dumas PKA anggota 1 Terwujudtim hari nya PKA anggota tim PKA ketua 1 Terwujudtim jam nya PKA tim PKA tim 5 Terwujudmenit nya PKA yang telah disahkan PKA 3 Tergandajam kannya PKA PKA. PMA No. Pengadministrasi TU Irwil Supervisor Ketua tim Anggota tim Kasubbag TU 531 .

7.Pelaksana No. surat tugas. SPPD. Aktivitas Persiapan pemberangkatan PKAT 1 Ketua tim 2 Anggota tim 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan PKA. lumpsum. Output Terlaksana nya persiapan pemberangkatan PKAT KET 532 . tiket.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 533 .

Perpres No. Komputer. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 7. Keterkaitan: SOP SPPD Peringatan: Kegiatan Inspektur Wilayah tidak terencana/ terprogram. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. 5. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Menerima SPPD Inspektur Wilayah Pengadmi nistrasi Subbag Rumah Tangga Pengadministrasi Subbag TU Irwil 534 . 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Kursi. Mesin Foto copy. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. Menghubungi pihak-pihak terkait Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterima menit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tercatatmenit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tersampai menit kannya surat tugas Inspektur Wilayah SPPD 10 Diterima menit nya SPPD Inspektur Wilayah 2. PMA No. 6. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. KMA No. Fungsi. Pelaksana NO 1. ATK. 4. Keppres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Aktivitas Menerima Surat Tugas Supervisi Inspektur Wilayah Mencatat dalam buku kendali surat masuk 1 Pengadimi nistrasi Subbag Perencana an Pengadmi nistrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas protokol Peralatan/Perlengkapan: Meja. Tugas. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Menyampaikan surat tugas kepada Inspektur Wilayah 4. PMA No. Membuat schedule kegiatan Inspektur Wilayah 2. KMA No.

Pelaksana NO 5. Aktivitas Menentukan waktu keberangkatan Inspektur Wilayah Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan Inspektur Wilayah 1 Kasubbag TU Irwil 2 3 6. Kasubbag TU Irwil Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Jadwal kebe10 Terjadwal rangkatan menit nya keberangkatan Inspektur Wilayah Tiket 30 Diperoleh pesawat/ menit nya tiket kereta/bus keberangk atan dan kepulangan 535 .

FLOWCHART SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENERIMA SPPD PENJADWALAN KEBERANGKATAN MENCARIKAN TIKET BAHAN RAPAT MENYAMPAIKAN TIKET NOTULEN HASIL RAPAT BERANGKAT SELESAI 536 .

Penomoran surat keluar Pencatatan surat keluar Penggandaan surat undangan rapat 5. PMA No. Tugas. Mesin Foto copy. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. 7. 4. Mampu mengoperasikan rapat 2. KMA No. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksan undangan menit anya pembuatan surat rapat Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat rapat Surat 10 Tertandaundangan menit tanganinya surat rapat Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat rapat Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat rapat Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat rapat Pelaksana Aktivitas 1. Bahan Rapat. 2. KMA No. Pencatatan dan Pendataan: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Pembuatan surat undangan rapat 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Kasubag TU Irwil 2 3 KET 2. Mampu menganalisis permasalahan Peralatan/Perlengkapan: Meja. 6. 5. Inpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. ATK. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. Pembubuhan paraf surat rapat 3. Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil 537 . PMA No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keppres No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. 3. Kursi. Perpres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. Penandatanganan surat rapat Inspektur Wilayah 4. Komputer. Kualifikasi Pelaksana: 1. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Surat undangan 2.

Pelaksana Aktivitas 7. Penyiapan bahan rapat Pembuatan absen kehadiran rapat 9. 538 . Penyampaian rapat 1 Pengadministrasi TU Irwil Ketua Tim Audit Pengadministrasi TU Irwil 2 Auditor 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat rapat Berbagai permasalahan Absen kehadiran rapat 3 jam 15 menit Terwujudnya bahan rapat Terwujudnya absen kehadiran peserta rapat KET 8.

FLOWCHART SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN Surat Undangan PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN Bahan Rapat PENGUMPULAN BAHAN RAPAT PELAKSANAAN SELESAI 539 .

ATK. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. KMA No. KMA No. SOP Entry Data LHA 2. Memiliki pengetahuan tentang Reviu Laporan Keuangan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Hasil revieu LK 540 . 2. SOP Pengadministrasian LHA Peringatan: Laporan hasil dengan baik No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Fungsi. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tugas. 7. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. Kursi. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Keterkaitan: 1. 3. kegiatan tidak teradministrasi Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: Konsep hasil revieu LK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil revieu LK 60 Terkorekmenit sinya konsep hasil revieu LK 30 Terselesaimenit kannya koreksi konsep hasil revieu 10 Ditandamenit tanganinya revieu LK Aktivitas Penerimaan konsep hasil revieu LK 1 Auditor 2 Pengadmistrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. Keppres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Mesin Foto copy. Kualifikasi Pelaksana: 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 1. PMA No. Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 4. PMA No. 6. Perbaikan konsep Kasubbag Pengadhasil revieu LK TU Irwil mistrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan surat usulan audit khusus Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah Konsep hasil revieu LK 5. Perpres No. Inpres No. Pencatatan dalam Pengadbuku kendali surat ministrasi masuk Subbag TU Irwil Koreksi konsep Kasubbag hasil revieu LK TU Irwil Inspektur Wilayah 4. Mampu mengoperasikan komputer 2.

6. Pengadmistrasi Subbag TU Irwil Pengiriman surat Pengadmistrasi usulan audit Subbag TU khusus Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Hasil revieu 10 TernomoriLK menit nya hasil revieu LK 10 Terkirimmenit nya hasil revieu LK KET Pengadministrasi Subbag Pelaporan Pengadmi.Hasil revieu nistrasi LK Subbag TU Itjen 541 . Aktivitas Penomoran hasil revieu LK 1 2 3 7.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN MULAI PENERIMAAN KONSEP HASIL REVIEU LK PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIKOREKSI IRWIL Konsep Hasil Revieu LK DIPERBAIKI SUBBAG TU IRWIL Konsep Hasil Revieu LK PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 542 .

3. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Komputer. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tidak tertib administrasi program non-PKAT Pelaksana No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Pencatatan dan Pendataan: 1. Inspektur Wilayah Surat Dumas 30 menit 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 5. Keppres No. 7. ATK. KMA No. Perpres No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 30 menit 543 . 3. Surat pengaduan masyarakat 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA No. Inpres No. Aktivitas Penerimaan surat pengaduan masyarakat Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Membaca dan mengetahui isi Dumas 1 Pengadministrasi Subbag TU Itjen Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Memahami peraturan perundangan yang berlaku Peralatan/Perlengkapan: Meja. PMA No. Tugas. Surat nota dinas usulan audit khusus Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Dumas 10 Diterimamenit nya Dumas Surat Dumas 10 menit Tercatatnya Dumas Terbaca dan terpahaminya surat Dumas Terbitnya disposisi Inspektur Wilayah Terselesai kannya telaah Dumas KET 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Terjadi tumpang tindih program non PKAT 2. Mesin Foto copy. 6. Inspektur Pemberian Wilayah disposisi oleh Inspektur Wilayah Pembuatan telaah atas Dumas Kasubbag TU Irwil Koordinator Kelompok Auditor Disposisi Inspektur Wilayah Konsep telaah Dumas 10 menit 5. Fungsi. 1. KMA No. 4. Kursi. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Surat hasil telaah pengaduan masyarakat 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT Peringatan: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.

Pelaksana No. 6. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag Perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat usulan 15 Terselesai audit khusus menit kannya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Tertandaaudit khusus menit tanganinya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Ternomoaudit Khusus menit rinya surat audit khusus 10 TerkirimSurat usulan menit nya surat audit Khusus usulan Telaah audit Dumas khusus KET 544 . Penandatanganan surat usulan audit khusus Inspektur Wilayah 8. Penomoran surat usulan audit khusus Pengiriman surat usulan audit khusus 9. Aktivitas Penyusunan surat usulan audit khusus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Kasubbag TU 3 7.

FLOWCHART SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS MULAI PENERIMAAN DUMAS PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL Telaah Dumas PENYUSUNAN TELAAH DUMAS OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Audit Khusus PENGETIKAN USULAN AUDIT KHUSUS PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 545 .

rapat perLHA sebelumsiapan tim nya. Mereviu PKA tim audit Supervisor 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. 1. PMA No. 5. 3. SOP verifikasi perjalanan dinas. SOP perjalanan dinas. Rapat persiapan tim audit Supervisor Ketua tim Anggota tim 4. PMA No. Kertas Kerja Audit. surat jam nanya tugas. SPPD. 4. Memiliki kemampuan managerial 2. Inpres No. 5. Program Kerja Audit 3. SPPD. 3. 7. Lap top. Melaksanakan Entry Briefing Supervisor Tim audit Auditi 546 . SOP Penyusunan Laporan Hasil Audit. SOP persiapan pelaksanaan PKAT. 4. KMA No. Dumas. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. Pembinaan terhadap tim audit tidak berjalan. KMA No. Memiliki pengetahuan tentang audit Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. 2.Naskah entry 2. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Kasubbag TU Irwil 2 Supervisor 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 5 Terlaksamenit nanya penerima an surat tugas PKA tim audit 1 Terlaksajam nanya reviu PKA tim audit 3 TerlaksaPKA. SOP Pelaksanaan PKAT. instrumen audit. Pelaksana No. 5. 4.PKA briefing . Peraturan perundang-undangan 2. 2. SOP pembuatan surat tugas PKAT. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1. 5. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Laporan Hasil Audit. Lembar Temuan Audit. Pembinaan wilayah kurang maksimal. SOP Analisis laporan hasil audit.Surat tugas jam nanya . 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. audit 2 Terlaksa. SOP Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL).INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP TUGAS SUPERVISOR Dasar Hukum: 1. Tugas Supervisor tidak optimal. ATK. 4. 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. flashdisk. Keterkaitan: 1. Mutu hasil audit kurang maksimal.SPPD entry . 8.

laptop. LTA. KKA. tanggapan.Pelaksana No. LCD. LTA. Aktivitas Merevieu KKA 1 2 3 Supervisor Ketua tim 6. laptop. laptop. Finalisasi LHA/STL Supervisor Ketua dan Kasubbag Sekretaris TU Irwil tim 3 hari 13 . BAP. Lampiran penunjang KKA LTA masing2 masing bidang jam Output Terlaksananya reviu KKA Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA Terlaksananya reviu meeting Terwujudnya LHA final Ketera ngan 7. KKA jam 2. Merevieu LTA Supervisor Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. LHA. LTA. Supervisor Ketua tim dan auditor terkait Menyusun laporan Supervisor pelaksanaan tugas supervisor Dewan Pertimbangan STL 1 hari 2 jam Terlaksananya sidang DP STL Terwujudnya laporan tugas supervisor 547 . Menyusun bahan Supervisor expose Melaksanakan expose Supervisor 5 jam 3 jam 2 jam 9. 5. lampiran penunjang KKA. LTA masingmasing bidang. 2 jam 8. Catatan tugas tim dari Supervisor. ATK. LTA masingmasing bidang. printer. KKA. LTA. dan lembaran penunjang KKA KKA. printer. rekap hasil DP STL. lampiran penunjang LTA dan BAP. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA. lampiran penunjang KKA. 10 . Melaksanakan reviu meeting Supervisor Tim audit 1 hari 12 . Temuan hasil audit. Mempersiapkan Supervisor penyusunan LHA 11 . BAP. Mengikuti sidang DP STL 14 . ATK. laptop Naskah expose.

FLOWCHART SOP TUGAS SUPERVISOR MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT S A S A A PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 548 .

Surat per5 Tersampai mintaan menit kannya usulan surat per2. 1 hari Tersusunn direktori. Peralatan/Perlengkapan: 1. sekretaris dan anggota tim. 549 . 2. PKAT tidak dapat dilaksanakan. PMA No. Peringatan: Apabila SOP tidak diikuti maka: 1. SOP Penyusunan PKAT. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat per5 Terlaksana mintaan menit nya peneusulan rimaan surat permintaan usulan PKAT 1. Anggaran pengawasan tidak akan terserap. ATK usulan Buku eks05 Tersampai pedisi menit kannya nota usulan PKAT Pelaksana No. Nama auditi. Memilki kemampuan audit. Data temuan tahun lalu yang belum ditindaklanjuti. Lembar mintaan disposisi usulan Data auditor. Direktori Pengawasan/data auditi. Memahami tugas dan fungsi. Keterkaitan: 1. KMA No. Mampu mengoperasikan komputer. Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN PKAT Dasar Hukum: 1. SOP Perjalanan Dinas. Aktivitas Menerima surat permintaan usulan PKAT dari Sekretariat 1 Pengadministrasi pada Subbag TU Irwil 2 3 Ket. menit nya Nota printer. 30 Tersusun Data auditor. peta wilayah. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. Nama supervisor. Melaksanakan disposisi Irwil Kasubbag Kapok TU Irwil dan Auditor Kasubbag Kapok TU Irwil Irwil 4. Atlas. 2. 2. 2. 2. 3. peta PKAT wilayah. ketua. Laptop/komputer. 2. Pembahasan konsep PKAT 5. PKAT. ya konsep RKAT. 3. 1. 3. Menyampaikan surat permintaan usulan ke Irwil Kasubbag Inspektur TU Irwil Wilayah 3. Dumas 30 Terwujud Komputer. ATK. Membuat nota usulan PKAT Menyampaikan nota usulan PKAT Kasubbag Irwil TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6. 2. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. menit nya PKAT direktori.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN PKAT MULAI MENERIMA SURAT PERMINTAAN USULAN PKAT DARI SEKRETARIAT MENERUSKAN SURAT PERMINTAAN USULAN KE IRWIL MENINDAKLANJUTI DISPOSISI IRWIL PENGAJUAN KONSEP USULAN KEPADA IRWIL MEMBUAT NOTA DAN DAFTAR USULAN KEPADA IRJEN PARAF/PENANDATANGAN SURAT USULAN PEMBERIAN NOMOR NOTA USULAN PENGIRIMAN NOTA USULAN NOTA USULAN DIARSIPKAN SELESAI 550 .

Keppres No. ATK. Inspektur Wilayah 551 . 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Program audit tumpang tindih dengan audit eksternal Kualifikasi Pelaksana: 1. Perpres No. 2. Pengiriman surat usulan Tim Audit Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep usulan 10 Diterimausulan Tim menit nya konAudit sep usulan Tim Audit Irwil TercatatKonsep usulan 10 menit nya Tim Audit konsep Inspektur usulan tim willayah Audit 20 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Pengetikan revisi susunan Tim Audit 5. Mampu mengoperasikan komputer 2. 7. Konsep susunan tim audit 2. 4. SOP Penyusunan PKAT 2. Program audit tidak sesuai rencana 2. Tugas. Aktivitas Penerimaan konsep usulan Tim Audit bulan yang akan datang Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Koreksi Inspektur Wilayah 1 Pengadministrasi Subbag Perencan aan Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Buku kendali penugasan auditor 3. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT Dasar Hukum: 1. Fungsi. 3. Komputer. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA No. Terkore Konsep menit ksinya usulan tim konsep Audit usulan Tim Audit Pelaksana No. SOP Perjalanan Dinas Peringatan: 1. Keterkaitan: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 6. PMA No. Mesin Foto copy. Memahami tugas dan fungsi Peralatan/Perlengkapan: Meja. Inpres No. Kursi. Memilki kemampuan audit 3. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA No. KMA No. Penandatanganan usulan Tim Audit 6. Koreksi dan revisi 4. Penomoran surat usulan Tim Audit 7. 1. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.

Terbitnya disposisi Inspektu r Wilayah Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit KET 4. Pengiriman surat usulan Tim Audit Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Konsep usulan 15 Tim Audit menit yang telah dikoreksi susunannya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil 10 Susunan Tim menit Audit yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag. Penomoran surat usulan Tim Audit 8.Pelaksana No. Pengajuan tanda-tangan Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 7. Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output 2. Tanda-tangan Inspektur Wilayah Surat usulan 5 tim Audit menit Ditandatanganinya surat usulan Tim Audit tersebut Surat usulan Tim Audit 10 menit Ternomori nya surat usulan Tim Audit Pengarsip an surat usulan Tim Audit 552 . Pembahasan dengan para Koordinator Kelompok Auditor Penyusunan revisi usulan Tim Audit Kasubbag TU Irwil Koordinat or Kelompo k Auditor Konsep usulan RKAT 30 menit 5.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT MULAI PENERIMAAN SUSUNAN TIM AUDIT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan Susunan Tim Audit PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Susunan Tim Audit PENGETIKAN REVISI SUSUNAN TIM PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 553 .

SOP sebagai pedoman tentang langkah-langkah/proses pekerjaan yang harus dilakukan. bekerja makin terarah. 554 . memiliki peran penting dalam menciptakan pemerintahan yang efisien.BAB IV PENUTUP Meskipun SOP merupakan bagian kecil dari aspek penyelenggaraan administrasi pemerintahan. efektif dan konsisten dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu. memudahkan mereka dalam memantau hasil pekerjaan. Karena pentingnya SOP setiap jenis kegiatan memiliki SOP untuk menghindari kemungkinan terjadi penyimpangan dalam prosedur dan tumpang tindih aktivitas antara bagian yang satu dengan yang lain. SOP ini menjadi instrumen yang penting untuk mendorong setiap pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan dengan efisien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful