STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 

 

(SOP) 
     
BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I ‐ V 

 
 
       

DEPARTEMEN AGAMA RI  INSPEKTORAT JENDERAL  TAHUN 2009 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, dapat disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Penyusunan SOP ini dilandasi suatu pemikiran bahwa tantangan yang dihadapi Departemen Agama dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi masih cukup berat. Dalam rangka percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Agama, telah dikeluarkan Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Departemen Agama. Pada instruksi kedua adalah agar seluruh unit kerja melakukan penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Inspektorat Jenderal sebagai salah satu unit eselon I di Departemen Agama juga telah menyusun SOP. Diharapkan SOP yang telah disusun ini menjadi pedoman atau acuan kerja bagi pejabat dan pelaksana pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar, efektif, dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaannya. Semoga SOP ini bermanfaat dalam rangka sumbangsih Inspektorat Jenderal dalam percepatan reformasi birokrasi guna mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan Departemen Agama.

Jakarta, Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

H. M. SUPARTA NIP.195407071984021001

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... SURAT KEPUTUSAN INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA ........................ BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. A. Latar Belakang ............................................................................... B. Maksud dan Tujuan ......................................................................... C. Ruang Lingkup ................................................................................ D. Manfaat............................................................................................ E. Sistematika ..................................................................................... i ii

iii 1 1 1 1 2 2 4 4 5 6 7 66 90 116 189 229 275 313 354 379 423 468 496 554

BAB II PENJELASAN DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP ....................... A. Isi Form SOP ................................................................................... B. Prinsip Pelaksanaan SOP ............................................................... BAB III SOP PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEP. AGAMA ................... A. Lampiran 1 SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan ................. B. Lampiran 2 SOP Subbag Keuangan ............................................. C. Lampiran 3 SOP Subbag Evaluasi & Pelaporan ............................ D. Lampiran 4 SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian ........................ E. Lampiran 5 SOP Subbag Ortala ..................................................... F. Lampiran 6 SOP Subbag Hukum & Perundang-undangan ........... G. Lampiran 7 SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan ............. H. Lampiran 8 SOP Subbag AHP Eksternal & Dumas ....................... I. Lampiran 9 SOP Subbag Data & Informasi HASWAS ................... J. Lampiran 10 SOP Bagian Umum ................................................... K. Lampiran 11 SOP Subbag Rumah Tangga ................................... L. Lampiran 12 SOP Subbag Perlengkapan ...................................... M. Lampiran 13 SOP Inspektur Wilayah ............................................. BAB IV PENUTUP ............................................................................................

ii

mam KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA,

Menimbang

: a. bahwa dalam rangka menjaga konsistensi dan kinerja bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama, dipandang perlu menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pegawai; b. bahwa berdasarkan point a di atas perlu ditetapkan dengan surat keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama RI. : 1. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama;

Mengingat

iii

6. Keputusan Menteri Agama Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2008 tentang Reformasi Birokrasi; 8. Keputusan Inspektur Jenderal Nomor IJ/147/ 2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas, dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana tersebut dalam lampiran 1 sampai dengan 13 Keputusan ini. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU di atas merupakan pedoman pelaksanaan tugas bagi para pejabat dan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama dan merupakan satu kesatuan dengan surat keputusan ini. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

KESATU

KEDUA

KETIGA

H.M. SUPARTA NIP 195407071984021001

iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Reformasi Birokrasi yang digulirkan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan pemerintahan bersih sudah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sehingga semua departemen dituntut untuk melakukan pembenahan birokrasi di jajarannya baik di pusat maupun di daerah. Salah satu langkah dari reformasi birokrasi adalah penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Departemen Agama sebagai bagian dari birokrasi pemerintah juga mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Inspektorat Jenderal merupakan salah satu unit eselon satu di Departemen Agama mempunyai tugas meyelenggarakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen Agama. Kegiatan pengawasan dilakukan agar mampu menjamin bahwa kegiatan yang dilakukan oleh satuan organisasi/kerja di lingkungan Departemen Agama berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan, dan kebijakan yang telah digariskan dapat menjadi alat kendali dan alat ukur terhadap proses dan hasil kerja yang ingin dicapai oleh Departemen Agama. Upaya Inspektorat Jenderal Departemen Agama dalam memudahkan pelaksanaan tugas dan melaksanakan salah satu langkah reformasi birokrasi adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) B. Maksud dan Tujuan Maksud Standar Operasional Prosedur (SOP) dimaksudkan sebagai tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja. Tujuan: 1. Terwujudnya pedoman dan standar kerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama RI; 2. Terwujudnya persamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan; 3. Terwujudnya alur tugas, wewenang, dan tanggungjawab dari pelaksanaaan tugas;

1

C. Ruang Lingkup SOP ini digunakan untuk seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. D. Manfaat Manfaat SOP dalam lingkup pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal Departemen Agama meliputi antara lain: 1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pejabat dan pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. 2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang dalam menyelesaikan tugas. 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pejabat dan pelaksana dan organisasi secara keseluruhan. 4. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas. 5. Menciptakan ukuran standar kinerja pejabat dan pelaksana dalam memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan. 6. Memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berlangsung dalam berbagai situasi, secara efektif, efisien, dan akuntabel. 7. Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 8. Memberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi pejabat dan pelaksana. 9. Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 10. Sebagai instrumen yang dapat melindungi pejabat dan pelaksana dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan. 11. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas dan fungsi. E. Sistematika Sistematika penulisan buku Standar Operasonal Prosedur (SOP) ini terdiri dari empat bab. Pada Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, manfaat dan sistematika penulisan. Pada bab ini membahas tentang latar belakang mengapa buku SOP ini ditulis, maksud dan tujuan yang hendak dicapai, manfaat yang akan diperoleh, ruang lingkup permasalahan apa yang dikemukakan dalam buku ini serta sistematika penulisan. Sementara itu, pada Bab II berisi tentang penjelasan dan prinsip pelaksanaan SOP yang meliputi isi form SOP dan prinsip pelaksanaan sop. Pada bab ini akan di bahas tentang Isi form SOP yang memuat informasi dan istilah-istilah tentang SOP dan beberapa prinsip dadsar yang harus dipenuhi dalam penyusunan SOP. Selanjutnya, pada Bab III berisi SOP pada Inspektorat Jenderal Departeman Agama. Bab ini akan membahas tentang uraian Standar Operasioanal Prosedur yang ada 2

di lingkungan Itjen Departemen Agama, yang meliputi bagian-bagian atau unit kerja yang ada, yaitu: SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan; SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian; SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan; SOP Bagian Umum; dan SOP Inspektur Wilayah I sampai dengan V; Dan terakhir, pada Bab IV yaitu, Penutup yang berisi kata akhir.

3

BAB II PENJELASAN FORM DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP A. Isi Form SOP Dokumen SOP merupakan dokumen yang berisi prosedur-prosedur yang distandarkan, yang secara keseluruhan prosedur-prosedur tersebut membentuk satu kesatuan proses. Adapun informasi yang dimuat dalam dokumen SOP antara lain sebagai berikut: 1. Nama SOP: nama prosedur yang di-SOP-kan; 2. 3. 4. 5. 6. 7. Satuan Kerja/Unit Kerja: Inspektorat Jenderal; Nomor SOP: nomor prosedur yang di-SOP-kan; Tanggal Pembuatan: tanggal pertama kali SOP dibuat; Tanggal Revisi: tanggal SOP Prosedur direvisi; Tanggal Efektif: tanggal mulai diberlakukan; Disahkan Oleh: Pengesahan oleh pejabat yang berkompeten pada tingkat satuan kerja; Dasar Hukum: peraturan perundang-undangan yang mendasari prosedur; Keterkaitan: memberikan penjelasan mengenai keterkaitan prosedur yang distandarkan dengan prosedur lain yang distandarkan.

8. 9.

10. Peringatan: memberikan penjelasan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika prosedur dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. Peringatan memberikan indikasi berbagai permasalahan yang mungkin muncul dan berada di luar kendali pelaksana ketika prosedur dilaksanakan, serta berbagai dampak lain yang ditimbulkan. Dalam hal ini dijelaskan pula bagaimana cara mengatasinya. 11. Kualifikasi Pelaksana: memberikan penjelasan mengenai kualifikasi pegawai yang dibutuhkan dalam melaksanakan perannya pada prosedur yang distandarkan. 12. Peralatan dan Perlengkapan: memberikan penjelasan mengenai daftar peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. 13. Pencatatan: memuat berbagai hal yang perlu didata dan dicatat oleh setiap pejabat dan pelaksana yang berperan dalam pelaksanaan prosedur yang telah distandarkan. Dalam kaitan ini, perlu dibuat formulir-formulir tertentu yang akan diisi oleh setiap pejabat dan pelaksana yang terlibat dalam proses (Misalnya formulir 4

yang menunjukkan perjalanan sebuah proses pengolahan dokumen pelayanan perijinan. Atas formulir dasar ini akan diketahui apakah prosedur sudah sesuai dengan mutu baku yang ditetapkan dalam SOP). Setiap pegawai yang ikut berperan dalam proses, diwajibkan untuk mencatat dan mendata apa yang sudah dilakukannya, dan memberikan pengesahan bahwa langkah yang ditanganinya dapat dilanjutkan pada langkah selanjutnya. Pendataan dan pencatatan akan menjadi dokumen yang memberikan informasi penting mengenai “apakah prosedur telah dijalankan dengan benar”. 14. Uraian SOP: menjelaskan langkah-langkah kegiatan secara terinci dan sistematis dari prosedur yang distandarkan. Agar SOP ini terkait dengan kinerja, maka setiap aktivitas hendaknya mengidentifikasikan mutu baku tertentu, seperti: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan persyaratan/kelengkapan yang diperlukan (standar input) dan outputnya. Mutu baku ini akan menjadi alat kendali mutu sehingga produk akhirnya (end product) dari sebuah proses benar-benar memenuhi kualitas yang diharapkan, sebagaimana ditetapkan dalam standar pelayanan. B. Prinsip pelaksanaan SOP Pelaksanaan SOP harus memenuhi prinsip sebagai berikut: 1. Konsisten SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapa pun dan dalam kondisi apa pun oleh seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Komitmen SOP harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dari seluruh jajaran organisasi, dari level yang paling rendah sampai yang tertinggi. 3. Perbaikan berkelanjutan Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap segala penyempurnaan untuk memperoleh prosedur yang benar-benar efisien dan efektif. 4. Mengikat SOP harus mengikat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan. 5. Seluruh unsur memiliki peran penting Seluruh pegawai berperan dalam setiap prosedur yang distandarkan. Jika ada pegawai yang tidak melaksanakan perannya dengan baik, maka akan mengganggu keseluruhan proses, yang akhirnya juga berdampak pada proses penyelenggaraan pemerintahan. 6. Didokumentasikan dengan baik Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus didokumentasikan dengan baik, sehingga dapat selalu dijadikan referensi.

5

BAB III  
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)  PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMAN AGAMA 

 
           

BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I – V 

 

6

SUBBAG PERENCANAAN PROGRAM  2.Lampiran 1        STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN        1. SUBBAG KEUANGAN  3. SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN                  7 .

10. 19. 2. 3. 6. 12. 7. 13.      STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)  SUBBAG PERENCANAAN DAN PROGRAM    1. 18. 20. 17. SOP Evaluasi Action Plan  SOP Administrasi Surat Masuk dan Keluar  SOP Pengecekan SPPD  SOP Kalender Kegiatan  SOP Kompilasi DIPA dan RKA‐KL 5 Wilayah  SOP Kompilasi Surat Tugas  SOP Panduan PPA  SOP Penyusunan Rekonsiliasi RKAT  SOP Penyusunan Jangkauan Audit  SOP Penyusunan Buku KPKPI  SOP Penyusunan Buku Non PKPT  SOP Penyusunan Buku Penetapan Kinerja  SOP Penyusunan Buku RKAT  SOP Penyusunan Direktori Obyek Audit  SOP Penyusunan Tim Monitoring dan Evaluasi  SOP Penyusunan RKAT  SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan  SOP Penyusunan Usulan RKAT  SOP Penyusunan RKA‐KL  SOP Standar Biaya Khusus                8 . 16. 14. 5. 11. 4. 15. 8. 9.

TOR. 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Kasubbag untuk ditandatangani Membuat rekap Action Staf Plan dari Lokasi Sosialisasi PPA Membuat Draft pedoman/Panduan Staf Ses 6 Pelaksanaan Program Sosialisasi PPA 3 hari 9 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI ACTION PLAN Dasar Hukum: 1. Laptop. Meja. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. maka tidak diketahui kelemahan-kelemahan hasil pelaksanaan Sosialisasi PPA tahun yang lalu Pelaksana No. Mengajukan SK. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1 2 3 4 5 Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Staf Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag 1 2 Pencatatan dan Pendataan: 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 Jam 40 menit 5 Menit 15 menit 1 Jam Ket. SOP Workshop PPA Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. 2. 4. Modul Sosialisasi PPA. 2. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Memahami PPA secara keseluruhan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). Memiliki kemampuan mengevaluasi kegiatan. Keterkaitan: 1. 6. SOP TOT PPA. 5. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. Kursi. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Peralatan/Perlengkapan: 1. ATK. Bahan tayang. 4. LCD. 3. 2. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

dan laporan Sosialisasi PPA tahun sebelumnya Terlaksana Evaluasi Action Plan 3 Hari 10 . Subbag Evalap.Pelaksana No. dan Subbag Per-UU-an 11 Melaksanakan Staf evaluasi Action Plan Telah ditandatangani oleh Sekretaris Itjen 1 jam Kasubbag Kabag Buku Panduan. 7 Aktivitas Meminta persetujuan pimpinan tentang pedoman Membuat surat tugas Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 jam 45 Menit 1 jam Ket. SK dan TOR ke Subbag Keuangan. Modul Sosialisasi. Kasubbag Ses 8 9 Staf Kasubbag Ses Mendistribusikan surat Staf tugas dan panduan kepada petugas pelaksana Action Plan PPA 10 Menyerahkan copy Staf rekap surat tugas.

dan TOR ke Subbag Keuangan. SK.FLOW CHART SOP EVALUASI ACTION PLAN MULAI Menyusun TOR Periksa TOR dan SK Diterima Ditolak Memaraf SK dan TOR Menandatangi SK dan TOR Membuat Rekap Sosialisasi PPA Menyusun Panduan Meminta Persetujuan Panduan Periksa Tor dan SK Ditolak Diterima Membuat Surat Tugas Mendistribusikan Surat Tugas dan Panduan Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas. Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan kegiatan SELESAI 11 .

Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. maka akan kesulitan melacak surat yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pimpinan.Tersusun1 an Dinas nya rekapiJam tulasi surat masuk dan keluar 1 TersusunMinggu nya laporan surat masuk dan keluar Ket. 2. Tata Persuratan Dinas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR Dasar Hukum: 1. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 1 Aktivitas 1 2 Kasubbag 3 Staf 2. Menerima surat Kabag masuk yang didisposisikan pimpinan Mencatat surat Staf masuk dan surat keluar Kabag Mengarsipkan surat masuk dan membuat surat keluar sesuai isi disposisi pimpinan Memberi nomor Staf surat masuk dan surat keluar Staf Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan Surat Masuk dan Surat Keluar dalam kurun waktu 1 tahun Staf Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Tata Persurat.Terdapat15 an Dinas nya nomor menit surat masuk dan keluar Tata Persurat. Alat Tulis Kantor. 3. Uraian Tugas.Tersusun30 an Dinas nya surat menit keluar dan terarsipkannya surat masuk Tata Persurat. Memiliki kemampuan mengadministrasikan surat.Tertatanya an Dinas administrasi menit surat 15 Buku pencata. Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak disusun. Komputer. Peralatan/Perlengkapan: 1. 12 . 6. Memiliki kecermatan dan Ketelitian. Pelaksana No. Buku Pencatatan Surat. 3 Kasubbag Staf 4 5. Printer.Tercatatnya tan surat surat masuk menit dan surat keluar Tata Persurat. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT Kualifikasi Pelaksana: 1. 2.

FLOW CHART SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR MULAI Menerima Surat Masuk Menindaklanjuti apabila Surat Keluar Mengarsipkan apabila Surat Masuk Pencatatan dan Penomoran dalam buku Pencatatan dan Penomoran dalam buku Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan dalam Kurun Waktu 1 Tahun SELESAI 13 .

PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pelaksana Subbag Perencanaan Kasubbag Perencanaan SPPD telah selesai Paraf Disetujui 30 detik 5 Menit 14 . 2. Pengesahan SPPD MUTU BAKU Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Sesuai 1 Berkas RAB dan Menit SPPD Kegiatan diterima Sesuai Selesai 1 RAB dan Pengecek Jam Kegiatan -an SPPD Ket. maka kesalahan dalam administrasi jawabannya. 3. Meja. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGECEKAN SPPD Dasar Hukum: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/281/2006 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: PELAKSANA No Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag Perencanaan 2 3 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Memiliki kemampuan komputer. 2. NIP. Teliti dan Cermat. Golongan/ Pangkat. mengoperasikan Peralatan/Perlengkapan: 1. Memeriksa Berkas berdasarkan Nama. dan dasar penerbitan SPPD 3. 2. Mengajukan kepada Pimpinan 4. Redaksi SPPD. akan terjadi pertanggungKualifikasi Pelaksana: 1. Alat Tulis Kantor. Rincian Anggaran Biaya. Mesin Fotocopy. Menerima SPPD dari subbagian Rumah Tangga 2. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan.

FLOW CHART SOP PENGECEKAN SPPD MULAI SPPD dari Rumah Tangga Menerima SPPD Memeriksa SPPD SPPD BENAR Tidak Ya Mengajukan Kepada Pimpinan Pengesahan SELESAI 15 .

Buku PO kalender DIPA RKA-KL kegiatan Draf kalender Draft Buku yang terkoreksi Kalender di setujui Tercetaknya Buku Kalender Kegiatan Waktu 1 hari Ket. 3. laptop. Peringatan: Jika tidak disusun. Aktivitas Menganalisa Staf program kegiatan hasil pembahasan RKT Merekap program Staf kegiatan hasil pembahasan RKT sesuai Bagian dan Irwil Menyusun draft Staf kalender kegiatan. komputer.Buku PO tulasi progDIPA RKA-KL ram kegiatan . Kualifikasi Pelaksana: 1.Buku Renca.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KALENDER KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 3.Tersusunna Kinerja nya rekapi.Tersusunnya analisa na Kinerja program . PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. printer.Buku PO DIPA RKA-KL kegiatan .Buku Renca. SOP Penyusunan Database Perencanaan.Buku Renca. 2. Staf MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan . 2. maka akan terjadi benturan penjadwalan program kegiatan dalam waktu 1 tahun PELAKSANA No 1. 2. Buku POK DIPA RKA-KL. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 4. kertas. Pencatatan dan Pendataan: 2. 2.Buku Renca. Mengajukan kepada pimpinan Menggandakan buku kalender kegiatan Kasubbag Kabag Ses Itjen 6. Memiliki kemampuan menyusun kalender kegiatan. 3. Mempunyai kompetensi dalam mengoperasikan komputer. 1 hari 1 hari 40 menit 1 hari 1 minggu 16 . Mengoreksi draft kalender kegiatan Kasubbag Kabag 5. 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1.Tersusunnya draft na Kinerja jadwal pe. Perpres Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2004-2009. Alat tulis kantor. Buku Rencana Kinerja.Terkoreksina Kinerja nya draft .Buku PO DIPA RKA-KL laksanaan kegiatan . 4. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan Usulan RKAT.

FLOWCHART SOP KALENDER KEGIATAN MULAI Analisa Program Kegiatan dalam Penyusunan RKT Merekapitulasi Program Kegiatan Menyusun Draft Kalender Kegiatan Koreksi Ditolak Diterima Mengajukan ke Pimpinan Kalender Kegiatan SELESAI 17 .

PMK Nomor 08/PMK. Software Program Microsof Acces. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Alat Tulis Kantor. Memahami dalam membaca DIPA dan RKAKL 2. 7. maka akan kekurangan data dukung audit keuangan PELAKSANA No. SOP PO DIPA. RKA-KL. Memahami tentang anggaran 3. SOP Surat Masuk dan Keluar Peringatan: Jika tidak disusun.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH Dasar Hukum: 1. 2. 3. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. Komputer. 1 Aktivitas Menyusun konsep surat keluar permohonan DIPA RKAKL. 2 Kasubbag Kabag 30 menit 45 menit 1 minggu 3 Kasubbag Kabag 4. 3. 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. PMK Nomor 105/ PMK. Standar Biaya Umum. 6. PMK Nomor 96/PMK. Mendistribusikan surat Staf keluar ke Satker Departemen Agama 18 . Keterkaitan: 1. Mengajukan konsep surat keluar untuk dikoreksi Mengajukan kepada pimpinan Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Tata PersuTersusunratan Dinas nya draft konsep surat keluar Draft konsep surat keluar Ses Itjen Konsep surat keluar yang dikoreksi Surat Keluar yang disetujui Tersusunnya konsep surat keluar Tersusunnya surat keluar Terdistribusikannya surat keluar Kualifikasi Pelaksana: 1. Pencatatan dan Pendataan: Waktu 15 menit Ket. Penelaahan. Printer. 4.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009. SOP RKA-KL. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 3. 2.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan. 4. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 5. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. 8. Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009.

Kasubbag Kabag 45 menit 10. Staf 1 minggu 7. 6. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses. Aktivitas Mengadakan koordinasi dengan Ditjen Perbendaharaan Mengumpulkan data DIPA RKA-KL dari satker Depag baik pusat maupun daerah Mengolah data dari satker Depag dan Ditjen Perbendaharaan Mengoreksi draft kompilasi DIPA Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Terdapatyang disetujui nya data DIPA RKAKL Terdapatnya data DIPA RKAKL PO DIPA TersusunRKA-KL nya draft kompilasi DIPA Draft KompiTerkoreksilasi DIPA nya draft\ Kompilasi DIPA Draft Buku Draft Kompilasi DIPA yang Kompilasi DIPA dikoreksi disetujui Buku Kompilasi DIPA Waktu 1 hari Ket. Mencetak dan menggandakan draft Kompilasi DIPA Staf 1 minggu 19 . Staf 3 hari 8. Itjen 30 menit 11. 5.PELAKSANA No.

Agama Mengolah Data DIPA Mencetak Draft Kompilasi Mengoreksi Draft Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mencetak/Menggandakan Pendistribusian SELESAI 20 .FLOWCHART SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH MULAI Membuat Surat Keluar (Dinas) ke Sator/Satker tentang Permintaan DIPA Mengkoreksi Surat Keluar Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mendistribusikan Surat Koordinasi dan meminta DIPA seluruh Sator/Satker di Departemen Agama Mengumpulkan Data Dipa dari Sator/Satker di lingkungan Dep.

Data Auditor 4. SOP Surat Masuk dan Keluar. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI SURAT TUGAS Dasar Hukum: 1. 4. Data Obyek Audit. 2. 4. SOP Surat Tugas PKPT. 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Jika tidak disusun. Peralatan/Perlengkapan: 1. Memiliki kemampuan dalam mengkompilasi surat tugas. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 3. SOP Usulan RKAT. Ket. Jika tidak disusun. 3. Keterkaitan: 1. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. maka kesulitan dalam melacak hilangnya surat-surat yang dibutuhkan pimpinan. maka kesulitan dalam memberikan informasi kepada pemeriksa eksternal. Uraian Tugas. 1 2. Staf 21 . PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Staf 5. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. SOP Penyusunan Pemantauan. Kasubbag Kabag Ses Itjen 7. Komputer. 1. Printer. Pelaksana No. Jika tidak disusun. Kasubbag Kabag 6. 2. Alat Tulis Kantor. Aktivitas Menginventarisir surat-surat tugas Merekapitulasi surat–surat tugas Menyusun draft kompilasi surat tugas Mengoreksi draft kompilasi surat tugas Mengajukan Draft Kompilasi pada pimpinan Menggandakan Kompilasi Surat Tugas Staf Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Tugas Terkumpulnya 2 Surat Tugas jam 2 Surat tugas Tersusunnya jam rekapitulasi surat tugas Surat Tugas Tersusunnya 1 Draft Kompihari lasi Surat Tugas Surat Tugas Terkoreksi40 nya Draft menit Kompilasi Surat Tugas Draft Kompilasi Draft Kompi15 lasi Surat Surat Tugas menit yang dikoreksi Tugas disetujui Draf Kompilasi Surat Tugas Buku Kompilasi Surat Tugas 1 minggu Kualifikasi Pelaksana: 1. maka kesulitan dalam pengumpulan angka kredit auditor. 2. 2. Surat Tugas Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: 3.

FLOWCHART SOP KOMPILASI SURAT TUGAS MULAI Inventarisasi Surat Tugas Audit Merekapitulasi jumlah surat tugas sesuai jenisnya Menyusun draft kompilasi surat tugas Koreksi Tidak Ya Mengajukan pada Pimpinan Menggandakan SELESAI 22 .

2. 3. 4. ATK. 2. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Modul Sosialisasi PPA. 7. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Memiliki kemampuan menyusun panduan. 2. 3. 8.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PANDUAN PPA Dasar Hukum: 1. 6. maka kesulitan dalam pelaksanaan sosialisasi PPA di lokasi Pelaksana No. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Workshop PPA. Peringatan: Jika tidak disusun. SOP Action Plan PPA. Bahan tayang. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. 1. Menguasai Program Pengawasan Agama. 2. untuk ditandatangani Membuat Draft Panduan PPA Membuat undangan pembahasan panduan PPA Membahas draft Panduan PPA Meminta persetujuan dari pimpinan 1 Pelaksana Kasubbag Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag Ses 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. TOR. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Ket. Peralatan/Perlengkapan: 1. Waktu 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 3 hari 1 hari 5. Meja. 4. LCD. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. 2. 3. Pelaksana Pelaksana Kasubbag Ses 7. Pencatatan dan Pendataan: 1. Laptop. SOP Pelaksanaan Survey Lokasi PPA. 3. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana Kasubbag Kabag Ses Draft Panduan PPA selesai 23 . 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). 2. Kursi. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Mengajukan SK.

PPA 12 Pelaksana Kasubbag Kabag 3 hari 24 .Pelaksana No. Telah ditanda tangani oleh Sekretaris Itjen Buku Panduan. 9. Subbag Evalap. SK dan TOR ke Subbag Keuangan. dan Subbag PerUUan Melaksanakan Evaluasi Action Plan 1 Pelaksana Pelaksana Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 minggu 1 hari 1 hari Ket. 11 Aktivitas Mencetak buku panduan PPA Mendistribusikan buku Menyerahkan copy rekap surat tugas. 10 .

FLOW CHART SOP PANDUAN PPA MULAI Menyusun TOR dan SK Periksa Tor dan SK Ya Memaraf SK dan TOR Tidak Menandatangani SK dan TOR Membuat Draft Panduan Sosialisasi PPA Membuat Undangan Membahas draft Meminta Persetujuan Pimpinan Disetujui Tidak Ya Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas. Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan Kegiatan SELESAI 25 . dan TOR ke Subbag Keuangan. SK.

Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Penyusunan RKAT 2. RKAT Buku Peta Wilayah dan Rekapitulasi Jangkauan Audit. Buku Peta Wilayah Pengawasan. 1. 5. 5. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 3. 2. Persyaratan/ 3 Waktu Output Perlengkapan Staf Surat EdarDiterimaan Rekonnya Surat siliasi Edaran Rekonsiliasi Staf Buku URKAT 1 TerkoordiMinggu nasikannya pelaksanaan Rekonsiliasi RKAT 3 TerselengMenpan Buku URKAT. Pencatatan dan Pendataan: 2. Melakukan Koordinasi Sekretaris dengan BPKP dan Menpan tentang rencana Rekonsiliasi RKAT Itjen Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi RKAT Kabag/ Kasubbag BPKP 4. Merumuskan hasil Rekonsiliasi RKAT Itjen BPKP Mutu Baku Ket. 4. 3. Agama dengan BPKP Pelaksana No.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: B/85/DIV. 2. garanya Buku Direktori Hari Rekonsiliasi Obyek Audit.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Memiliki kemapuan menyusun rekonsiliasi. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Jika tidak ada Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan maka Pelaksanaan Audit akan tumpang tindih antara Itjen Dep. 3. Rekapitulasi Jangkauan Audit. Alat Tulis Kantor. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. Buku URKAT. Komputer. SOP Buku RKAT. Menpan Hasil 3 Naskah Rekonsiliasi Hari Berita Acara dan Doku- 26 . 6. Aktivitas Menerima Surat Edaran Rekonsiliasi dari Menpan 1 Sekretaris 2 Kabag/ Kasubbag Peralatan/Perlengkapan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT Dasar Hukum: 1. Kualifikasi Pelaksana: 1. Buku Direktori Obyek Audit. 4. 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Buku URKAT. Printer.

dan Irwil. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output men hasil Rekonsiliasi Buku hasil Rekonsiliasi RKAT Ket. Mendistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT ke MenPan. 5. Menggandakan Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Staf 6. 27 . Staf Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT 2 Hari 1 Hari Terdistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT.Pelaksana No. BPKP.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT MULAI Menerima Surat dari Menpan Melakukan Koordinasi dengan BPKP dan Menpan Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi Menggandakan Naskah Rekonsiliasi Mendistribusikan Buku SELESAI 28 .

2. Buku URKAT. Komputer. 4. Peringatan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Jika tidak disusun. 2. Memiliki pengetahuan tentang wilayah audit. Staf 5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Pencatatan dan Pendataan: 2. Direktori Obyek Audit. 2. Pelaksana No. 3. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT Dasar Hukum: 1. 6. Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Staf 4. Jika tidak disusun. Keppres RI Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. 4. Kualifikasi Pelaksana: 1. Fungsi. 5. Menganalisa Direktori Obyek Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 PO DIPA Hari dan Buku RKAT serta URKAT 2 Buku Hari Direktori Obyek Audit Buku Kompilasi Audit Kasus Buku Kompilasi Audit Khusus Kompilasi draft Jangkauan Audit Draft buku 2 Hari 2 Hari Output Terdapatnya data anggaran PKPT Terdapatnya data Obyek Audit Terdapatnya data audit kasus Terdapatnya data audit khusus Tersusunnya draft buku jangkauan audit Terkoreksi Ket. Printer. Buku Audit Khusus. 3. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Direktori Obyek Audit. SOP Penyusunan Buku URKAT. 4. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Buku Audit Kasus. Memiliki kemampuan menyusun jangkauan audit. Jika tidak disusun. 2. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Aktivitas Menganalisa program PKPT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor. 2. SOP Penyusunan Buku RKAT. Melakukan kompilasi data audit Staf 2 Hari 6. Tugas. Keterkaitan: 1. 3. 3. maka kesulitan dalam pengajuan kenaikan anggaran. 3. Buku RKAT. Kewenangan. maka kesulitan dalam pemenuhan informasi bagi pemeriksan eksternal. maka tidak dapat diperoleh informasi bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan. SOP Penyusunan RKAT. Mengoreksi draft Kasubbag Kabag 40 29 .

dikoreksi Draft Buku 1 Buku Jangkauan Minggu Jangkauan Audit yang Audit disetujui Ket. Aktivitas buku jangkauan audit 1 2 3 7. Mencetak dan menggandakan Buku Jangkauan Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan jangkauan Menit nya draft audit buku jangkauan audit 30 Draft Buku Draft buku Menit Jangkauan jangkauan Audit yang audit yang disetujui.Pelaksana No. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses Itjen 8. 30 .

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT MULAI Menganalisa program PKPT Menganalsia Direktori Obyek Audit Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Kompilasi Data Dikoreksi Tidak Ya Mencetak Buku SELESAI 31 .

Meja. 7. SOP Penyusunan Buku Non PKPT. Inpres RI Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. SOP Penyusunan Buku Usulan PKPT. Fungsi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Rekonsiliasi PKPT. Alat Tulis Kantor. 32 . 5. Kewenangan. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. maka akan kesulitan dalam penetapan arah dan kebijakan pengawasan di lingkungan Itjen Dep. Fungsi. Peralatan/Perlengkapan: 1. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 6. 2. 5. 3.Agama Pelaksana No. Pencatatan dan Pendataan: 2. Buku Non PKPT. Staf 3. 1. 3. Kursi. Tugas. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Buku Usulan PKPT. 4. Peringatan: Jika tidak disusun. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Printer. 3. 4. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Staf 4. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku 2 DiperolehUPKPT Jam nya data Usulan PKPT Buku PKPT 2 DiperolehJam nya data PKPT Buku Non 2 Terperoleh PKPT Jam nya data Non PKPT Dokumen 2 Diperolehhasil RekonJam nya data siliasi PKPT kebijakan PKPT Ket. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 4. Kewenangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI Dasar Hukum: 1. Aktivitas Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Program PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsilisasi PKPT Staf 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Penyusunan Buku PKPT. Buku PKPT. Komputer. Keterkaitan: 1. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Tugas. Memiliki kemampuan menyusun buku KPKPI. 8.

Pelaksana No. 5. Penggandaan buku Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 TersusunJam nya kompilasi data PKPT 2 TersusunJam nya buku KPKPI Ket. 33 . Aktivitas Kompilasi data Staf 1 2 3 6.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI MULAI Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Buku PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsiliasi PKPT Kompilasi data Penggandaan SELESAI 34 .

5. Peringatan: Jika tidak disusun. Mengoreksi draft kompilasi non pkpt Kasubbag Kabag 6. 1. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Fungsi. 4. Memiliki kemampuan pengetahuan tentang monitoring. 3. SOP Penyusunan Pemantauan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Aktivitas Menganalisa Program Non PKPT hasil RKT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Data staf Pencatatan dan Pendataan: 2. Memiliki kemampuan menyusun Buku. 7. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Menentukan obyek pemantauan Staf 3. Pelaksana No. 2. 3. Tugas. 2. Kewenangan. 4. Printer. Alat Tulis Kantor.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT Dasar Hukum: 1. Mengajukan kepada pimpinan Mencetak dan Kasubbag Staf Kabag Ses Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TerdapatRencana Hari nya data Kinerja obyek peTahunan mantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya draft obyek pemantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya forData Staf masi staf RKT 1 TersusunData Staf Jam nya draf kompilasi buku non pkpt RKT 40 Draft Data Staf Menit kompilasi non pkpt terkoreksi Draft kompi30 Kompilasi lasi non PKPT Menit Non PKPT Kompilasi 30 Buku Ket. Tugas. 2. Menyusun formasi jumlah staf yang akan diberangkatkan Menggabungkan data obyek pemantauan dengan formasi staf Staf Staf 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keterkaitan: 1. Program Non PKPT hasil RKT. Standar Biaya Umum. 35 . SOP Direktori Obyek Audit 2. 3. Kewenangan. maka kesulitan dalam menyediakan data bagi pemeriksa eksternal. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Komputer. Fungsi.

Aktivitas menggandakan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Non PKPT Menit Kompilasi Non PKPT Ket.Pelaksana No. 36 .

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Khusus Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Data Pendukung Kompilasi Data Penggandaan Buku SELESAI 37 .

3. Aktivitas Mempelajari dan Staf menelaah DIPA tahun berjalan Mempelajari dan Staf Menelaah Kegiatan yang ada dalam DIPA 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Mengajukan Draft Ke Pimpinan Penggandaan Staf Staf Kabag Sekreta ris Draft selesai 45 Menit 2 Hari 38 . 4. Peringatan: Jika tidak disusun.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA Dasar Hukum: 1. 7. 2. Memiliki pemahaman penetapan kinerja. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Kursi Pencatatan dan Pendataan: Form pengisian output dan outcome Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan DIPA tahun 2 berjalan Jam 2 Jam Output Ket. 2. 3. Alat Tulis Kantor. 5. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Peralatan/Perlengkapan: 1. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. 1. 2. Komputer. maka akan kesulitan dalam penentuan kinerja program dan kegiatan Pelaksana No. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Membuat Form/Matrik Staf Penetapan Kinerja Mengisi Form/Matrik Kompilasi Staf Staf Output dan Outcome Kegiatan 1 Jam 2 Jam 2 Hari Selesainya Input Tersusunnya Draft Penkin Draft di setujui Tersusunnya buku Penetapan Kinerja. Memiliki kemampuan menyusun buku pentapan kinerja. 4. Telah dipahami Kegiatan dalam DIPA 3. Meja. 6. Printer.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Mempelajari dan Menelaah Kegiatan dalam DIPA Membuat Form/Matrik Mengisi Form Menyusun Draft Meminta persetujuan Pimpinan Penggandaan SELESAI 39 .

No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Data Obyek Audit. Kode Wilayah dan Kode Auditan. SOP Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Apabila Buku RKAT tidak pelaksanaan audit tidak terarah. SOP Penyusunan RKAT. 9. Tugas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Memiliki kemampuan berkoordinasi. Fungsi. 2. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 031 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Sekretaris Kasubbag /Kabag 40 . 5. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Standar Biaya Umum. Buku Usulan PKPT 4. 7. Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. Kewenangan. 3. Memiliki kemampuan menusun buku. SOP Direktori Obyek Audit. 1. Fungsi. Printer. 10. 5. Tugas. Memiliki pemahaman tentang jangkauan audit. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Alat Tulis Kantor.I. 6. 6. 2. 2. Kewenangan. 8. 3. Aktivitas Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Peralatan/Perlengkapan: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Data Auditor Pencatatan dan Pendataan: disusun maka Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 3 Berita Acara Buku Hari Rekonsiliasi URKAT. Komputer. 4. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT Dasar Hukum: 1. Inpres R. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. RKAT beKebijakan serta dokuPengawasmen laman Menpan pirannya Pelaksana 1 2 3 Staf Ket.

Aktivitas Mendistribusikan dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi kepada Para Irwil sebagai bahan Penyusunan Tim RKAT. Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Irwil TU Irwil Staf Form RKAT 30 Menit 2 Hari 4. 3. Tersusunnya Naskah RKAT Buku RKAT Terdistribusikanya Buku RKAT 2 Hari 1 Jam 41 . 5. 2. Menyusun RKAT berdasarkan Hasil Telahaan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT Kabag Kasubbag Staf Staf Staf Susunan Tim RKAT Hasil Telahaan Naskah RKAT Buku RKAT 1 Hari Terkirimnya Susunan Tim RKAT Hasil Telaahan Susunan Tim RKAT. Mendistribusikan Form RKAT ke Irwil Menyusun Tim RKAT 1 2 3 Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Dokumen Hari RKAT hasil rekonsiliasi dan data auditor Output Terdistribusikannya Dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi Terdistribusikanya Form RKAT Tersusunnya Tim RKAT Ket. rekap Tim Audit tahun sebelumnya dan Data Auditor Susunan Tim RKAT Susunan Tim RKAT 1 Jam 1 Hari Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag 7. Mengirimkan Susunan Tim RKAT kepada Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Irwil TU Irwil Staf Form RKAT. 6. 8. 9.Pelaksana No.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT MULAI Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Mendistribusikan Hasil Rekonsiliasi dengan Menpan dan BPKP ke Para Irwil Mendistribusikan Form RKAT ke Para Irwil Menyusun Tim RKAT Mengirimkan Susunan Tim RKAT ke Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Menyusun RKAT berdasarkan hasil Tela’ahan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT SELESAI 42 .

Memahami Tugas dan Fungsi Itjen. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pendis Agama . Peringatan: Jika tidak ada Direktori Obyek Audit maka akan kesulitan menetapkan Obyek Audit dan Monev.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Pelaksana No.Biro Ortala Minggu karan wilayah dan pe.Biro Perenc. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Penyusunan Tim Monev.. Kasubbag Kabag Ses Itjen 5. 1. Data Pemekaran wilayah dan Pengembangan Lembaga Pencatatan dan Pendataan: . Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Data PemeData dari: . Memiliki kemampuan dalam mengolah data.Ditjen Bimas Islam. 2. 2. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03. Aktivitas Menginventarisasi data yang berkaitan dengan pemekaran wilayah dan pengembangan lembaga baru Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT Dasar Hukum: 1. 3.Sator/Satker Depag. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pemutakhiran data auditi Staf 3. Printer. Penggandaan buku Direktori Obyek Audit Staf 43 . Surat Keputusan tentang pengembangan lembaga di lingkungan Departemen Agama.Ditjen an Dep. ngembang.Biro Keuang an lembaga an dan IKN di lingkung. Memiliki kemampuan mengoperasikan computer. 3. Alat Tulis Kantor. 2. 2. Keterkaitan: 1. 2. Mengoreksi Data Direktori Mengajukan pada Pimpinan Kasubbag 4. 3. Data auditi 3 Draft Hari Kompilasi Direktori data auditi Kompilasi 1 Terkoreksi Direktori Hari nya Data data auditi Direktori Draft Buku 1 Draft Buku Direktori Hari Direktori yang disetujui terkoreksi Ses 1 TercetakMinggu nya Buku Ket. 4. Komputer. SOP Peta Wilayah. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. .

6. Pendistribusian Buku Staf Buku Direktori 1 Jam 44 . Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Direktori Obyek Audit Terdistribu sinya Buku Direktori Ket.Pelaksana No.

FLOW CHART SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT MULAI Data Direktori Yang lama Data Pemekaran Lembaga Inventarisasi data Bandingkan data Mengupdate/ menyempunakan Kompilasi data Koreksi Diterima Mengajukan Ke Pimpinan Tidak SELESAI 45 .

Komputer. pelaksanaan tugas Monitoring dan Evaluasi tidak terarah. Fungsi. Rencana Kinerja Tahunan. 3. 7. Printer. Form/ blangko. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Tugas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: 1. 8. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kualifikasi Pelaksana: 1.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Alat Tulis Kantor. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyusunan Peta Wilayah. 5. Memiliki kemampuan untuk menganalisa data. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Standar Biaya Umum. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. 2. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. data Jam pendukung pegawai di lingkungan Sekretariat. 5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. 3. 3. Peringatan: Apabila tidak ada SOP Monev. instrumen Monev Ket. 2. 2. Kewenangan. SOP Buku Non RKAT. 4. 2. 46 . Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai PO 2 Memahami DIPA dan Jam POK kaitanRKT nya dengan Monev 2 Bahan data Direktori. SOP Penyusunan Direktori. SBU. Fungsi. Pencatatan dan Pendataan: Kuesioner/Form/Matrik MONEV. Data Pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. Data Direktori. 1. 6. Tugas. Kewenangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Aktivitas Mempelajari alokasi anggaran Monitoring dan Evaluasi Mempersiapkan bahan pendukung Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Pelaksana No.

4. Aktivitas Menyusun Tim Monev Staf Melakukan koreksi terhadap draft susunan Tim.Pelaksana No.dikoreksi dan diparaf oleh Kasubbag dan kabag selanjutnya ditandatangani oleh Sekretaris) Pendistribusian Surat Tugas Kasubbag Kabag 1 2 3 5. Staf Surat Tugas 1 Jam Terdistribu sinya Surat Tugas 47 . 3. Kasubbag Kabag Ses Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Disposisi 2 Sekretaris Hari Disepakati 2 Para Kabag Hari dan TU Irwil Konsep Tim 1 Monev Jam Output Draft Tim Monev Susunan Tim Konsep disetujui oleh Sekretaris Surat Tugas Monev Ket. 6. Mengajukan konsep Tim Monev pada Sekretaris Menerbitkan Surat Tugas (staf membuat surat tugas . Staf Kasubbag Ses dan Kabag Sesuai dengan Susunan Tim yang disetujui oleh Ses 1 Hari 7.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI MULAI Mempelajari Alokasi Anggaran Mempersiapkan Bahan Pendukung Penilaian terhadap Petugas Pemantau Menyusun Jadwal dan Daftar Petugas Mengajukan Konsep Disetujui Tidak Ya Distribusikan Surat Tugas Selesai 48 .

Fungsi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN RKAT Dasar Hukum: 1. maka akan terjadi kesulitan dalam penetapan obyek audit dan penugasan tim audit. 4. 2. Edaran Menpan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Fungsi. Kewenangan. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 2. 2. Tugas. 3. Aktivitas Mempelajari dan menelaah kebijakan Pengawasan Nasional yang ditetapkan oleh Menpan Mempelajari dan menelaah kebijakan Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Data Auditor. Pelaksana No. Tugas. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 10. Komputer. Keterkaitan: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Data Obyek Audit. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03. 4. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. 9. 8. Kewenangan. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Kualifikasi Pelaksana: 1. Printer. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdapat2 Edaran dari Jam nya inforMenpan masi kebijakan pengawasan Edaran dari BPKP 2 Jam Terdapatnya infor- Ket. 6. 3. 7.PAN/ I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. 3. Staf 49 . SOP Penyusunan RKT. 1. Alat Tulis Kantor. Rencana Kinerja Tahunan. 2. Memiliki kemampuan menyusun buku. SOP Penyusunan Buku Direktori Obyek Audit. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.. SOP Penyusunan Usulan RKAT. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Peringatan: Jika tidak disusun. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan.

Obrik 1 .Kode wilayah & Kode Auditan . Menyusun RKAT Staf Kasubbag Kabag 6.PO DIPA .Pelaksana No.Data auditor Hari .Buku UPKPT Sesuai 1 TersusunUsulan Irwil Minggu nya Draft RKAT 3 Tersusun-Draft Hari nya Konsep menjadi Rencana Bahan Audit Kerja RKAT. 7.Staf liasi dengan BPKP didampingi oleh MENPAN Kabag Ses Itjen dan Irjen Kasubbag 3 Hari RKAT Itjen Departemen Agama 50 .Form/ blangko . Melakukan Pembahasan RKAT dengan Inspektur Wilayah dalam Pembahasan RKT Mengirim Konsep RKAT ke MENPAN Staf Kasubbag Kabag . Melakukan Rekonsi.SBU . Tahunan Ditandatangani oleh Irjen Draft RKAT 1 Jam Terkirimnya RKAT Itjen Kasubbag Kabag 8. Menyiapkan bahan pendukung Staf 5. Aktivitas pengawasan oleh BPKP 3. RKT tahun berjalan 2 Jam 4. Mempelajari dan menelah kebijakan yang tertulis dalam RKT tahun berjalan Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output masi kebijakan pengawasan Terdapatnya informasi kebijakan pengawasan Tersusunnya data bahan pendukung Ket.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN RKAT MULAI Kebijakan Menpan tentang Pengawasan Kebijakan BPKP Data dukung Dipelajari dan ditelaah Draft dibahas dengan Irwil I -V Menyusun Draft RKAT Mengirim Draft RKAT ke Menpan Rekonsiliasi dengan BPKP didampingi Menpan Rencana Kerja Audit Tahunan ITJEN Dep. Agama SELESAI 51 .

PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Kursi. Peringatan: Jika tidak dibuat. Aktivitas Menyusun form rencana kinerja Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 1.Anggaran Form 15 Terbaginya Rencana menit Form Kerja Rencana Tahunan Kinerja Tahunan 1 Terisinya Usulan hari data setiap Bagian dan bagian/irwil Irwil Form RKT 1 Terkumpultelah terisi Jam nya usulan Form RKT Draft RKT yang telah terisi 3 Hari Draft RKT Ket.Indikator Kinerja Output. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. . . Membagikan form rencana kinerja kepada Para Kepala Bagian dan para Inspektur Wilayah Mengisi form Rencana Kinerja Tahunan Melakukan kompilasi atas hasil usulan kegiatan bagian/irwil Membahas Usulan Form RKT Staf Kasubbag TU Irwil Staf 5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. 2. Kasubbag dan Kabag Irwil I-V Ses Itjen 52 . UU. 4. 3.Sasaran.Indikator Kinerja Outcome . mesin tik. Memiliki kompetensi dalam menganalisa rencana. Meja. kebijakankebijakan pemerintah.Program Rencana Utama Kinerja . Pencatatan dan Pendataan: Form usulan kegiatan bagian/irwil. Keterkaitan: SOP Penyusunan Renstra. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan FormTerdiri: 1 Tersusun. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. Komputer dan printer. Renstra.Nomor hari nya Form . 4. maka sasaran pelaksanaan tugas dan fungsi instansi tidak berjalan Pelaksana No. 3. Pelaksana pada Subag Perencanaan. ATK. RPJMN berjalan. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN Dasar Hukum: 1. Menteri dan Inspektur Jenderal. 2.

Staf 8. 53 .Pelaksana No. Aktivitas Melaporkan hasil pembahasan pada Inspektur Wilayah melalui Sekretaris Melakukan kompilasi hasil pembahasan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Ses Itjen 7. Penggandaan Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft RKT 15 Tersosialimenit sasikannya hasil pembahasan 2 Draft Hari Buku Rencana Kerja Draft Buku 1 Buku RKT Rencana Minggu Itjen Kerja Ket. 6.

FLOW CHART SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN MULAI Mempersiapkan Form/Matrik RKT Mengirimkan Form/Matrik RKT Mengisi dan Mengevaluasi Menyusun Form/ Matrik RKT Membahas Konsep Form/Matrik RKT melalu Sidang Komisi Melaporkan Hasil pada Irwil Melakukan Kompilasi Hasil Penggandaan Hasil Kompilasi SELESAI 54 .

Kode Wilayah dan Kode Auditan. Data Obyek Audit. 10. Keterkaitan: 1. 2. Memiliki Kompetensi dengan Komputer (Mengolah Data). Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Kewenangan. Tugas. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: Form/Blanko Usulan RKAT Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Form URKAT 30 Form Menit URKAT Surat Pengantar dan Form URKAT Form URKAT dan Direktori 1 Jam Terkirimnya Form URKAT Draft URKAT Ket. Alat Tulis Kantor. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. program Program Peringatan: Jika tidak ada usulan RKAT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. maka tidak tersusun program RKAT Pelaksana No. 5. 1. 8. Printer. 2. Memahami perencanaan pengawasan. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. Aktivitas Membuat Form Usulan rencana kerja audit tahunan Mengedarkan Form URKAT pada TU Irwil dengan surat pengantar Mengisi form URKAT 1 Kabag 2 Kasubbag 3 Staf Peralatan/Perlengkapan: 1. Fungsi. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Direktori Obyek Audit. Standar Biaya Umum. Komputer. SOP Peta Wilayah. 5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Data Auditor. 3. 9. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT Dasar Hukum: 1. 3. 7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. Kewenangan. 2. Fungsi. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.PAN/I /2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag 3. 4. Tugas. Irwil TU Irwil Staf 2 Hari 55 . Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 6. Kualifikasi Pelaksana: 1. 2.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP).

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

4.

5

Mengirim draft URKAT ke Sekretaris Menelaah draft URKAT dari Irwil

Irwil

TU Irwil

Staf

Kabag

Kasubbag Staf

6.

Menyusun URKAT

Kabag

Kasubbag Staf

7. 8.

Menggandakan naskah URKAT Mendistribusikan buku URKAT kepada para Irwil

Staf Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan para Irwil Obyek Audit, Rekap Audit Tahun Lalu Draft URKAT 30 TerkirimMenit nya URKAT Draft Draft URKAT 1 URKAT para Irwil; Hari telah Direktori ditelaah Obyek Audit; Rekap Audit Tahun sebelumnya Draft URKAT 2 Naskah hasil telaahHari URKAT an Naskah 2 Buku URKAT Hari URKAT Buku URKAT 30 TerdistribuMenit sikannya buku URKAT

Ket.

56

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT

MULAI

Membuat Form/Matrik UPKPT

Mengirim Form/Blanko ke Irwil I-V

Entry data Form/Blangko

Form dikembalikan ke Bagian Perencanaan Up. Subbag Perencanaan

Penelahaan UPKPT

Subbag Perencanaan melakukan Kompilasi UPKPT

Penggandaan UPKPT

SELESAI

57

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/ 2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKT; 2. SOP PO DIPA RKA-KL Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang anggaran; 2. Mempunyai kompetensi dalam operasian komputer

peng-

Peringatan: Jika tidak dibuat, maka program dan kegiatan tidak berjalan. Pelaksana No. 1 Aktivitas Memenuhi data tentang analisis kebutuhan jumlah anggaran yang diminta oleh Sekretariat Jenderal c.q Biro Perencanaan meliputi jumlah pegawai, inventaris kantor, jumlah kegiatan dan program dalam satu tahun, serta jumlah unit kerja instansi. Menerima infromasi mengenai pagu indikatif Departemen Agama per program Staf 1 2 3

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. Software Program RKA-KL; 3. Standar Biaya Umum; 4. RKT Tahun 2010. Pencatatan dan Pendataan:

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 45 TerpenuhiSesuai menit nya infordengan data masi mesetiap bagian ngenai data tentang Inspektorat Jenderal Dep.Agama

Ket.

2

Staf

Kasubbag

Kabag

30 menit

Terdapatnya informasi anggaran

58

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Itjen Dep. Agama

Ket.

3

4.

5.

6.

7.

anggaran, untuk kemudian dianalisa oleh para pimpinan. Staf Mengajukan usulan anggaran untuk biaya program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan, beserta prakiraan maju berupa implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanannya bedasarkan pagu indikatif yang telah diterima Mengkonfirmasikan Staf prakiraan maju yang telah disetujui oleh Biro Perencanaan menjadi dasar penyusunan usulan kegiatan anggaran Inspektorat Jenderal Dep.Agama pada tahun anggaran berikutnya. Menyusun anggaran Staf Inspektorat Jenderal Dep.Agama berdasarkan usulan program, kegiatan dan jenis dari setiap bagian dan inspektur wilayah disesuaikan dengan Pagu Indikatif dari Biro perencanaan Dep. Agama untuk menghasilkan RKAKL Pagu Indikatif Staf Mengkoreksi RKAKL Pagu Indikatif yang telah disusun harus berdasarkan anggaran berbasis kinerja dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk output dan outcome. Mengadakan Staf pembahasan dengan Komisi VIII DPR tentang kondisi

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja Itjen Dep. Agama

1 jam

Tersajinya data tentang program dan kegiatan Itjen Dep.Agama

Kasubbag dan Kabag

1 jam

Tersusunnya usulan anggaran yang proporsional

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja dan Per Menkeu

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Renja dan Per Menkeu

45 menit

Terkoreksinya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag Irjen dan RKA-KL dan Kabag Ses.Itjen Pagu Indikatif

1 hari

Terbahasnya data RKA-KL Pagu

59

Pelaksana No. Aktivitas internal Inspektorat Jenderal Dep.Agama untuk mengetahui besaran anggaran yang akan dialokasikan oleh Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Menyerahkan hasil pembahasan yang telah disetujui oleh Komisi VIII DPR kepada Sekretaris Jenderal Dep.Agama c.q. Biro Perencanaan untuk menetapkan Pagu Sementara Inpsektorat Jenderal Dep.Agama Mendapatkan Pagu Sementara dari Biro Perencanaan Menyusun RKA-KL Pagu Sementara Inspektorat Jenderal Dep. Agama berdasar kan usulan program, kegiatan dan jenis belanja dari setiap bagian dan inspektur wilayah. Mengadakan pembahasan dan pengkoreksian terhadap RKA-KL Pagu Sementara bersama dengan Ditjen Anggaran Depkeu Menerima pagu definitif dari Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Mengadakan penyusunan dan pembahasan untuk menetapkan finalisasi RKA-KL Inspektorat Jenderal Pagu Definitif Mengadakan pembahasan bersama dengan Ditjen Anggaran sesuai Pagu Definitif 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Indikatif

Ket.

8.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan hasil Komisi VIII DPR

1 hari

Tersusunnya rekomendasi pagu sementara Itjen Dep. Agama

9.

10.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan usulan progam dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Sementara

11.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan 3 dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

12.

Staf

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Surat Sekretariat Jenderal

30 menit

13.

Staf

3 Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masing-masing bagian dan Irwil Kasubbag dan Kabag 1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

14.

Staf

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

60

No. 15.

Aktivitas Menyerahkan hasil pembahasan untuk dikoreksi oleh seluruh Kabag dan Kasubbag Mengajukan hasil koreksi dari Kabag dan Kasubbag untuk disetujui oleh pimpinan

1 Staf

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Perlengkapan Kasubbag Ses.Itjen 45 dan Kabag menit

Pelaksana

Output

Ket.

16.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen dan Kabag

45 menit

17.

Mencetak dan mendistribusikan RKA-KL terakhir kepada pihak terkait

Staf

1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif hasil persetujuan pimpinan Terdistribusikannya RKA-KL Pagu Definitif Terkirimnya konsep DIPA Terbahasny a konsep DIPA Terkoreksinya konsep DIPA oleh pimpinan Terkirimnya konsep DIPA

18.

19.

20.

21.

22.

Mengajukan konsep DIPA kepada Dirjen Perbendaharaan Mengadakan pembahasan DIPA dengan Ditjen Perbendaharaan Menyerahkan konsep DIPA hasil pembahasan untuk ditandatangani pimpinan Mengembalikan konsep DIPA untuk ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan Mengambil DIPA RKA-KL pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Staf

Kasubbag dan Kabag Kasubbag dan Kabag

SAPSK Itjen Dep. Agama Konsep DIPA Itjen Dep. Agama

3 hari 1 hari

Staf

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Konsep DIPA dan Kabag hasil pembahasan

1 hari

Staf

Konsep DIPA yang telah dikoreksi

1 hari

Staf

1 hari

Tersusunnya konsep DIPA RKA-KL

61

FLOW CHART SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
MULAI

B

Data Analis Kebutuhan

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Sementara

Pagu Indikatif turun dari ROCAN

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu sementara

Mengajukan Usulan Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pagu Definitif turun dari ROCAN

Konfirmasi ke ROCAN tentang Prakiran Maju ITJEN Dep. Agama

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Ya Menelaah dan Mengkoreksi Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Menyerahkan Pembahasan Kepada Para Kepala Bagian dan Kasubbag

Pengajuan Hasil Koreksi ke Pimpinan

Tidak
Disetujui

Mencetak dan Mendistribusikan ke Pihak terkait

Mengajukan Konsep di DIPA ke DJPB Ya Rapat dengan Komisi VIII DPR tentang Anggaran yang dibutuhkan ITJEN Departemen Agama Melakukan Pembahasan DIPA dengan DJPB

A
Menyerahkan hasil Pembahasan kepada Pimpinan

Menyerahkan Hasil Rapat ke ROCAN untuk mendapatkan Pagu Sementara

Mengembalikan Konsep DIPA ke DJPB untuk Disahkan

Mengambil DIPA RKA-KL ke DJPB Pagu Sementara dari ROCAN

62

SELESAI

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP STANDAR BIAYA KHUSUS
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 6. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama; 7. PMA Nomor 2 Tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkungan Departemen Agama; 8. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 9. PMK Nomor 96/PMK.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 11. PMK Nomor 105/PMK.05/ 2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKA-KL; 2. SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang proses penyusunan anggaran. 2. Memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer.

Peringatan:

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. RKA-KL 3. DIPA 4. SBU 5. RKT 6. Peraturan DJA tentang Penyusunan SBK Pencatatan dan Pendataan: Form kegiatan yang ingin di jadikan SBK

Pelaksana No. 1. Aktivitas Membentuk Tim Penyusun 1 Eselon II

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon III Pelaksana PO DIPA 1 Terbentuk& IV RKA-KL hari nya tim penyusunan

Ket.

63

No. 2.

3.

4.

5.

6.

7.

8. 9.

Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon II Eselon III Pelaksana Rencana 1 TersusunMenentukan & IV Hari nya ProgProgram/Kegiatan Kinerja ram yang yang di SBK-Kan Tahunan Ingin di SBK-Kan Mengajukan kepada Kasubbag Kabag Ses Draft 30 Draft & pimpinan Itjen Program & menit Program Kegiatan Kegiatan Menyusun Program Staf Draft 3 Draft SBK dan Anggaran yang Program & hari akan dikeluarkan Kegiatan Staf Kasubbag Kabag SBU 3 Draft SBK Melakukan Peraturan hari Hasil PemPembahasan tentang SBK bahasan dengan Dirjen Anggaran Staf Kasubbag Ses Draft hasil 30 TersusunMengajukan hasil & Kabag Itjen SBK Hasil Menit nya konsep Pembahasan untuk Pembahasan SBK disetujui oleh pimpinan TerkirimKasubbag Kabag Ses Konsep SBK Mengajukan Dratf nya SBK Itjen Hasil SBK ke DJA cq Biro Pembahasan Perencanaan Dep. Agama Penelahaan SBK Tim DJA Konsep SBK SBK telah oleh DJA disetujui SBK telah Dimasukan Ditandatangani oleh Tim DJA disetujui dalam SK pimpinan untuk Menteri disetujui oleh Keuangan Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di seluruh Indonesia Aktivitas

Pelaksana

Ket.

64

FLOWCHART SOP STANDAR BIAYA KHUSUS MULAI

Membentuk Tim

Menentukan Program yang di SBK-Kan

Mengajukan pada Pimpinan
Tidak

Disetujui Ya

Menyusun Program dan Anggaran

Pembahasan dengan DJA

Mengajukan ke Pimpinan

Disetujui Ya

Tidak

Mengajukan Draft SBK ke DJA cq Rocan

Penelahaan oleh Tim SBK DJA

SK Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di Indonesia

SELESAI

65

Lampiran 2 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)
SUBBAG KEUANGAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. SOP Pencairan Anggaran SOP Pengelolaan Keuangan SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan SOP Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SOP Pencairan Anggaran-LS SOP Pengelolaan Pajak SOP Pembukuan Kas Umum SOP Pengelolaan Buku Pembantu SOP Laporan Keuangan

66

Pejabat Pembuat Komitmen. 4. 3. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. 5. 3. kalkulator. Aktivitas Input SPM Pemeriksaan SPM 1 Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. Kasubbag Keuangan. Peringatan: 1. brankas. 2. Pejabat Penguji Tagihan. 4. 4. Buku-buku pembantu. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Pelaksana No 1. 4. 5. 6. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. PMK Nomor 134/PMK. 2. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Pengelolaan Keuangan. Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Aplikasi SPM Terisinya 30 SPM menit 2 SPM yang Dokumen jam harus lengkap. PMK Nomor 96/PMK. 2. SPM. penelaahan. 2. BKU. kursi. 3. ATK. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. Bendahara. Pencairan harus melalui rekening yang telah disetujui. komputer. Pelaksana bidang keuangan. 3. 2. Kuasa Pengguna Anggaran. SP2D. Keterkaitan: 1. Bendahara Menyimpan Dana di brankas Dana yang telah diambil 15 menit 67 . Penerbitan SP2D/Pencairan dana lewat bank persepsi Pencairan uang ke bank Petugas KPPN Mutu Baku Ket. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/ Lembaga.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. telah di verifikasi Tanda pengenal Dana telah 2 Transfer SPM telah cair hari ke rekediverifikasi ning Itjen dengan benar Dana telah cair ke rekening Itjen Pengambilan uang sesuai cek yang telah ditandatangani Dana siap didistribusikan 3 jam Uang telah siap diambil setelah konfirmasi ke pihak bank Pelaksana bidang keuangan Bendahara KPA 5. SOP Pencairan Anggaran-LS. SPM Harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. sarana transportasi. telepon. 4. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional.

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN Mulai Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Pemeriksa an SPM Ditolak Ditolak Diterima Penerbitan SP2D Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 68 .

2. SSP. 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. 4. Buku Pembantu Bank. KMK Nomor 563/KMK. SOP Pencairan Anggaran-LS. 3. komputer. 6. 3. 2. SOP Buku Kas Umum. kalkulator Peringatan: 1. 5. 8. 7. SOP Buku-buku pembantu. Keterkaitan: 1. 9. Memotong dan/atau memungut. 5. Buku Pembantu Kas Tunai. Menyusun laporan realisasi anggaran. mesin tik. menyetor. 9. Menyusun Rencana pelaksanaan anggaran sesuai DIPA.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN. penelaahan. SOP Pencairan Anggaran. menyetorkan dan melaporkan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen Kasubbag Keuangan Bendahara Peralatan/Perlengkapan: Meja. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. PMK Nomor 96/PMK. 3. 7. LRA. Laporan keuangan kementerian/lembaga tahun anggaran 2005. 3.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. SSBP. Buku Pembantu Pajak. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang pelaksanaan penyusunan. brankas. Meneliti tersedianya dana yang bersangkutan 6. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. 8. Buku Pembantu Kas Persediaan. kursi. Membayar tagihan setelah mendapat persetujuan pejabat pembuat komitmen. telepon. Aplikasi SAI. penyetoran dan pelaporannya. 4. PMK Nomor 134/PMK.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. Menandatangani dan mempertanggungjawabkan semua dokumen pengeluaran yang dikelolanya.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara. ATK. 69 . Uang tunai dalam brankas tidak boleh melebihi ketentuan yang berlaku. 2. Melakukan pembukuan sesuai ketentuan yang berlaku. 6. 5. 3. 7. Kuasa Pengguna Anggaran harus mengawasi pelaksanaan anggaran satuan kerja. BKU. 4.

Pertanggung.Pelaksana No 1. Bendahara Memungut pajak dan menyetorkannya 6. Pengelola kegiatan 4.Bendahara Atasan jawaban langsung bendahara Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Uang yang Tersimpan15 telah diambil nya uang menit dengan baik Uang telah Tersusunnya 1 tersimpan rencana hari dengan baik pengeluaran anggaran 3 Tersusunnya Kesepahamjam an tentang rencana pengeluaran alokasi dana yang akan Anggaran digunakan Kesepaham.Dana telah 1 an tentang sampai hari alokasi dana kepada yang yang akan berhak digunakan Memungut Dana telah 1 disampaikan dan/atau hari kepada yang memotong pajak dan berhak melaporkan sesuai ketentuan Dokumen Bukti-bukti 1 pengeluaran. Bendahara Pelaksana kegiatan 5. Aktivitas Menyimpan uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran anggaran Koordinasi dengan seluruh Pengelola kegiatan Pendistribusian dana 1 Bendahara 2 3 2. telah siap di minggu pertanggungkwitansi jawabkan 70 . Kasubbag keuangan 3.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Mulai Penyimpanan Uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran A Koordinasi dengan seluruh Pemakai A Pendistribusian Dana Memungut/Menyetorkan Pajak Pertanggung jawaban Selesai 71 .

SPM sudah disetujui oleh KPPN. Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan SK. 2. 2. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Evalap 4. 4. Pengeluaran harus disetujui oleh KPA. Pelaksana bidang keuangan. Faktur. Memverifikasi kegiatan dan harus sudah sesuai dengan PO. kalkulator Pencatatan dan Pendataan: 1. Kasubbag Keuangan. 6. mesin tik. Kwitansi. 4. 3. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Hukum dan Per-UU 3. Pengeluaran dana harus sesuai perjanjian. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. 3. Ket 72 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. RAB. SOP Pencairan Anggaran 2. telepon. Dana di Bank telah tersedia dan siap diambil oleh keuangan. 2. ATK. 2. Pelaksana No 1. Keterkaitan: 1. RAB. 2.disposisi disposisi Sub. pengajuan hari TOR anggaran telah siap 1 Dokumen pe. TOR. Petunjuk operasional.oleh subbag bag Hukum Evalap dan Per-UU 1 Telah ditanda Sekretaris Dokumen Itjen yang telah di tangani oleh hari disposisi oleh Sekretaris subbag Evalap Dana Bendahara Kasubbag Dokumen 1 keuangan yang telah di diterima hari tandatangani pelaksana kegiatan oleh Ses. Dokumen 1 Kwitansi. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: 1. 5. TOR. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. kursi. Rencana pengeluaran. PMK Nomor 134/PMK.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. PP Nomor 21 tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga. TOR. brankas. 5. komputer. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke Sekretaris SK.Telah di beri Subbag ngajuan yang nomor dan di hari hukum telah siap disposisi dan Peroleh subbag UU hukum dan Per-UU 1 Telah diberi Subbag Dokumen hari Evalap yang telah di. Bendahara. TOR. SK. Kuasa Pengguna Anggaran. Aktivitas Persiapan dokumen pencairan 1 Pelaksana kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. TOR. 3. RAB Pelaksana diajukan ke kegiatan Subbag Keuangan 5. 4. 4. SK. SK. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN.

FLOW CHART SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Mulai Persiapan Pencairan Dokumen Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Evalap Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Hukum dan Per-UU Dokumen diajukan ke Sekretaris Itjen Dokumen diajukan ke Subbag Keuangan Selesai 73 .

agar rekonsiliasi antara SAK dan SIMAK-BMN dilakukan 1 bulan sekali. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. brankas. mesin tik. Rekonsiliasi harus sesuai dengan periode waktu berjalan. Data yang diinput di SAK dan SIMAK-BMN harus sesuai dengan data yang ada di SP2D. telepon. 3. komputer. Peralatan/Perlengkapan: Meja. PMK Nomor 171/PMK.06/2007 tentang sistem Akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. Aktivitas Menginput Data SAI dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang standar Akuntansi Pemerintahan. Aplikasi SIMAK-BMN 2. 4. 3. Pelaksana bidang keuangan yang telah mengikuti Diklat SAI. 4. Untuk memudahkan penggabungan. Pelaksana bidang keuangan yang memahami alur proses pertanggungjawaban keuangan.BMN SIMAK-BMN hari sesuai yang telah di telah direkondengan input siliasi pencairan dana/Aset yang tercantum di neraca 1 SAI yang telah SAI telah dihari direkonsiliasi rekonsiliasi dengan Biro Keuangan 74 . 5. UU Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara. Pelaksana bidang perlengkapan yang telah mengikuti Diklat SAI. kalkulator. Data yang ada di Aplikasi SAI harus sudah melalui proses rekonsiliasi dengan pihak KPPN Pelaksana No 1. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja Instansi pemerintah. Aplikasi SAK 2. Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Depag Operator Pelaksana SAI Biro Keuangan Mutu Baku Ket Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SP2D.dokumen Terinputnya 1 pengadaan data di SAI bulan dan SIMAKBMN SAK dan SAK dan 1 harus SIMAK .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Dasar Hukum: 1. kursi. 3. 3. Operator Operator SAI SIMAKBMN Operator Operator SAI SIMAKBMN 2. 2. ATK. Keterkaitan: SOP Laporan Keuangan Peringatan: 1. 2.

FLOW CHART SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Mulai Input SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Tidak sama Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Sama sama Selesai 75 .

3. Input SPM 3. adaan sesuai Jam dengan PO DIPA 15 Dokumen yang Terinputnya menit sesuai dengan SPM PO DIPA SPM yang Terverifikasinya 2 sudah diinput data SPM jam SPM yang telah disetujui Dana telah cair/ transfer ke 2 hari Ket Penerbitan Petugas SP2D/Pencairan KPPN 76 . Aktivitas Verifikasi dokumen 1 Pelaksana bidang keuangan Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. 6. SOP Pengelolaan Anggaran 2. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. 3. penelahaan. SOP Pencairan Anggaran Peringatan: 1. di dalam pengajuan ke KPPN harus disertakan Resume Kontrak. Pelaksana No 1. 4. 4. Pejabat Pembuat Komitmen. Keppres Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. BKU. SSP. Pencairan dana langsung ke pihak ketiga/ rekanan atau rekening Bendahara. 4. Kasubbag Keuangan. SPM harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang. nilai Pembelian harus dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. 7. kalkulator. 4. 4. 3. ATK. Transaksi yang berlangsung dengan pihak ketiga/rekanan. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. Pejabat Penandatangan SPM.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. telepon. kursi. 6. Pemeriksaan SPM Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Dokumen Dokumen peng1 Pengadaan. SPM. komputer. 3. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga. Keterkaitan: 1. PMK Nomor 134/PMK. Jika menyangkut pencairan dana pihak ketiga/ rekanan. Pejabat Penguji Tagihan. SPP. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. 2. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. Pelaksana bidang keuangan. sarana transportasi. Kuasa Pengguna Anggaran.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Dasar Hukum: 1. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. 2.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. 5. 2. PMK Nomor 96/PMK. SP2D. 5. 2. 5.

Pelaksana No Aktivitas dana lewat bank persepsi 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output rekening itjen/ transfer ke rekening pihak ketiga/rekanan Pengambilan Dana sesuai cek yang telah ditandatangani Waktu Ket 5. Pencairan uang ke bank Pelaksana Bendahara bidang keuangan KPA Dana telah ditransfer ke rekening Itjen 3 Jam Uang telah siap di ambil setelah konfirmasi ke pihak bank 6. Menyimpan Dana di brankas Bendahara Dana yang telah diambil Dana siap distribusikan di 15 menit 77 .

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Mulai Verifikasi Dokumen Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Ditolak Pemeriksaan SPM Diterima Penerbitan SP2D Transfer ke Rekening Pihak ketiga/Rekanan Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 78 .

Memungut pajak Penyetoran Pajak Bendaharawan Bendaharawan Pelaksana Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 SSP SSP sesuai Jam dengan nilai pembelian 1 SSP yang se.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN PAJAK Dasar Hukum: 1. Semua pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan pemerintah harus dipungut PPN dan atau PPn BM. 4. Buku pembantu pajak. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 3. 6. Pemungutan pajak dilakukan pada saat pembayaran oleh bendaharawan kepada rekanan pemerintah.Pajak yang Jam suai dengan telah dihinilai pembelitung an Pajak yang Telah dipo1 telah dihitung tongnya pajak jam Pajak hasil Pajak telah 2 Faktur pajak pemotongan disetorkan jam ditanda- 79 . 2. sarana transportasi. Faktur pajak. SSP harus di cantumkan NPWP pihak ketiga. mesin tik. 5. Dasar pemungutan pajak adalah jumlah pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan sebagaimana tersebut dalam SPM. komputer. 3. Bendahara. kalkulator.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. Pencatatan dan Pendataan: 1. KMK Nomor 563/KMK. 4. BKU. penyetoran dan pelaporannya. SSP. Peralatan/Perlengkapan: Meja. ATK. 2. Pajak yang dipungut harus disetorkan ke bank persepsi atau kantor pos. 2. menyetor. Faktur pajak dan SSP merupakan bukti pemungutan dan penyetoran PPN dan PPh. 4. Keterkaitan: SOP Pengelolaan Anggaran Peringatan: 1. kecuali yang tercantum dalam pasal 4 ayat (1) KMK Nomor 563/KMK. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Pelaksana No 1.03/2003. Aktivitas Menerima Faktur pajak dari rekanan Menghitung Pajak 1 Bendaharawan Bendaharawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. 3. Pelaksana Bidang keuangan. 4. kursi. 3. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. 2. 2.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 bidang keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan tangani oleh bendahara dan pada lembar faktur pajak wajib di bubuhi cap “disetor tanggal.. Pelaporan Pajak Bendaharawan Pajak yang telah disetorkan Telah dilaporkannya pajak 3 jam 80 .” 5...

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN PAJAK Mulai Menerima Faktur Pajak Menghitung Pajak Memungut Pajak Menyetorkan Pajak Melaporkan Pajak Selesai 81 .

Pulpen. SP2D.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Dasar Hukum: 1. 2. ATK. 4. Pembukuan BKU harus sesuai isinya dengan SPTB. komputer. Bendahara. Semua transaksi keuangan harus dibukukan dalam BKU. 2. 6. SOP Pengelolaan Keuangan. 4. 5. kalkulator. Peringatan: 1. Pembukuan BKU waktunya sesudah ada bukti transaksi. PMK Nomor 606/PMK. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. Tertib admintrasi keuangan. 5. 4. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 6. 5. 2. Pelaks ana bidang keuang an BendaPelakharawan sana bidang Pelaksana bidang keuang an Bendahara 3 jam Bukti-bukti yang telah dicocokkan Setiap ada transaksi Saldo di BKU harus dicocokkan KPA Transaksi yang telah dibukukan BKU telah Setiap ditutup/ditan. Keterkaitan: 1. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER-21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kwitansi Terkumpulpembayaran. nya buktiFaktur Pajak bukti pembayaran Bukti-bukti pembayaran Telah dicocokkannya bukti pembayaran dengan SPTB Transaksi yang telah dibukukan Waktu 1 Jam Keterangan 2. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. 7. BKU. Penutupan register BKU harus ditandatangani oleh atasan langsung bendahara. Pelaksana No 1. 3. Buku Kas Umum. 2.Akhir datangani oleh bulan 82 . Buku Cek. Aktivitas Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran 1 Bendahara 2 Pelaksana bidang keuang an 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. KMK Nomor332/M/V/9/1968 tentang buku kas umum dan cara mengerjakannya. Kwitansi Pembayaran. SOP Pembukuan buku pembantu. 2. Rekening Koran. kursi. SPTB. Mencocokkan bukti pembayaran dengan SPTB Pembukuan awal bulan dan pembukuan selanjutnya Penutupan BKU 3. SPM. 3. 4. 3.06/2004.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bendahara dan atasan langsung Bendahara Waktu Keterangan jumlahnya dengan saldo bank dan buku kas tunai 83 .

FLOW CHART SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Mulai Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran Entry SPTB Pengisian Lembar Pertama BKU Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan BKU Selesai 84 .

Buku Kas Persediaan. MengumpulBendahara Pelaksana kan bukti-bukti bidang transaksi keuangan Bendahara Pelaksana Pembukuan bidang awal bulan keuangan dan pembukuan selanjutnya 2. Penggunaan buku-buku pembantu juga untuk memudahkan dalam melakukan pertanggungjawaban anggaran. Untuk pengklasifikasian jenis dana. 2. Peringatan: 1. Buku Pajak. Penggunaan buku pembantu adalah untuk memudahkan dalam pengawasan anggaran. Bendahara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Dasar Hukum: 1. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005 Keterkaitan: 1. komputer. PMK Nomor 134/PMK. Penutupan pembukuan Bendahara Pelaksana bidang keuangan Hasil pembukuan Setiap Transaksi yang telah ada tranditutup saksi 85 . Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Bukti-bukti Terkumpul1 transaksi nya buktijam bukti transaksi 1 Bukti-bukti Bukti-bukti transaksi yang telah hari di bukukan Keterangan Format buku-buku pembantu adalah Staffel kecuali buku pembantu pajak yang formatnya scontro 3. 4. Pulpen. 2. Buku Kas Tunai. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. Bukubuku pembantu. 5. kalkulator. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. ATK. 3. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Tertib Administrasi. 4. Pencatatan arus kas keuangan. 3. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. 2. Buku Bank.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. Administrasi keuangan. Pelaksana No 1. 3. 2. kursi.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Mulai Mengumpulkan Bukti Transaksi Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan Pembukuan Selesai 86 .

KPPN. 5. semesteran dan tahunan. Triwulan. Keterkaitan: 1. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Peralatan/Perlengkapan: Meja. alat transportasi Peringatan: Pencatatan dan Pendataan: 1. Pulpen. 3. Biro Keuangan Depag. 3. 3. komputer. Pelaksana No 1. 4. ATK. Ditjen Perbendaharaan. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2. Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Pelaksana bidang keuangan Pelaksana Pelaksana bidang bidang keuangan perlengkapan Pelaksana bidang keuangan Pelaksana bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Terinputnya SP2D SP2D yang telah diinput SAK dan SIMAKBMN telah direkonsiliasi SAI telah sesuai dengan KPPN SAI telah sesuai dengan Biro Keuangan Waktu 1 jam 1 hari Keterangan 3. 1. 2. SAI. Periode Laporan keuangan adalah 1 bulan. 6. 3.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. Bendahara. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 2. 2. 2. 3. Pejabat Pembuat Komitmen. Kuasa Pengguna Anggaran. Kasubbag Keuangan. kalkulator. kursi. LRA. Ditjen Anggaran. 5. PMK Nomor 134/PMK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER24/PB/2006 Tentang pelaksanaan penyusunan laporan keuangan Kementerian Negara/ Lembaga. 4. 2. Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Depag 1 hari 87 . Bukubuku pembantu. Aktivitas Entry SP2D 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Isi Laporan keuangan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Laporan Keuangan tidak boleh melebihi batas waktu ketentuan. 4. Neraca. Pelaksana bidang keuangan. Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SAI yang telah direkonsiliasi dengan KPPN 1 hari 4. Pensil. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara.

Pelaksana No 5. Aktivitas Pembuatan Buku Laporan Keuangan 1 Pelaksana bidang keuangan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerwujudSAI yang nya buku sesuai laporan dengan Biro keuangan Keuangan yang telah ditandatangani oleh KPA Waktu 3 hari Keterangan Pembuatan buku yaitu Triwulan. semester. dan tahunan 88 .

FLOW CHART SOP LAPORAN KEUANGAN Mulai Entry SP2D Tidak sama Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Pembuatan Buku Laporan Keuangan Selesai 89 .

Lampiran 3  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)        SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN    1. 3. 5. 2. 7. 4. SOP Evaluasi Realisasi Kinerja  SOP Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Itjen  SOP Monitoring Perjalanan Dinas  SOP Penerbitan SK Kegiatan  SOP Realisasi PKPT  SOP Sinkronisasi Realisasi Anggaran Kegiatan  SOP Monitoring SK Kegiatan  SOP Verifikasi Anggaran  90 . 6. 8.

SOP Kalender Kegiatan. 3. 2. 2. Lap RA&K 1. Mampu/memahami dokumen RKA-KL. 2. Persyaratan/ 3 Perlengkapan Subbag 1. karena kalau tidak dibuatkan Renja tersebut maka tidak akan memperoleh anggaran yang tepat. Mutu Baku Output Terkumpulnya semua bahan evaluasi Terukurnya keberhasilan kinerja setiap bagian dan Irwil Waktu 3 hari Ket. 2. 3. Seluruh kegiatan yang sudah dipertanggungjawabkan harus dituangkan ke dalam laporan SAI. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 2. RKT. 4. RKT. Setiap awal tahun anggaran selalu dibuatkan Rencana Kinerja Tahunan oleh setiap Satker. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 6. 2. Pelaksana No 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. 5. Setiap bagian atau penanggungjawab kegiatan wajib membuat laporan realisasi anggaran. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA Dasar Hukum: 1. Pencatatan hasil evaluasi anggaran sementara. Evalap 2. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 4. 3. 2. Mampu melakukan analisa/evaluasi terhadap kinerja anggaran. Kualifikasi Pelaksana: 1. Mampu/memahami dokumen Rencana Kinerja. Lap RA&K 5 hari 91 . Pendataan realisasi anggaran per bagian. 4. 3. dan juga tidak akan dapat dilakukannya evaluasi kinerja. SP2D. SOP Laporan Keuangan. 5. 3. 3. jika tidak maka dianggap anggaran belum terserap. karena kalau tidak dibuat laporannya maka tidak akan jelas berapa anggaran yang telah dikeluarkan dari pihak penanggungjawab kegiatan tersebut. Aktifitas Mengumpulkan bahan dari masing Subbag dan Irwil Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan Irwil per triwulan 1 Subbag dan Irwil Subbag Evalap 2 Subbag Keuang an Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. ATK Komputer PC POK Renja Laporan realisasi anggaran (SAI) Laporan realisasi anggaran per bagian Peringatan: 1. Keterkaitan: 1. SAI. SOP Pelaksanaan Kegiatan.

SP2D. 3. 5. SAI. SP2D. Subbag Evalap 6. SAI. 5. Draft PKK 5 2. Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1. 2. RKT. SAI. RKT. Aktifitas Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen Per triwulan Menganalisis hasil kinerja. 4. Lakip hari 3. Lap RA&K Rencana Kinerja Tahunan 1.hari si Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 92 . SP2D. Lap RA&K. Subbag Evalap 2 Laporan Evaluasi Realisa.Pelaksana No 3. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya Menyusun Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 1 Subbag Evalap 2 3 4. Kalender Kegiatan Kalender Kegiatan 3 hari Ket. Terukurnya 5 2. daya serap hari anggaran Itjen per triwulan 1. 4.

3. Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya. Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen per triwulan. Draft Pengukuran Kinerja (PKK) LAKIP Kalender Kegiatan Menyusun laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan Arsip Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran Laporan Diserahkan untuk Sekretaris dan Setiap Bagian SELESAI 93 . 2. 3. 6. RA & K. Menganalisis hasil kinerja. 1. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan. RKT.FLOWCHART SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA MULAI Mengumpulkan Bahan Dari Setiap Subbag dan Irwil 1. 2. 1. Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan irwil per triwulan. Lap. SAI. SP2D. 5. 4.

3. 2. Mampu mengoperasikan Komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. Apabila laporan konsolidasi program dan kegiatan tidak dibuat dan diserahkan ke Sekjen Dep. Agama secara bulanan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dan program Meminta data realisasi anggaran yang sudah diinput ke dalam aplikasi SAI per bulan 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Pengelolaan Keuangan. Aktifitas Masing-masing Bagian di lingkungan Itjen Dep. 3.d. 3. Apabila sub. IV masing Evalap Subbag Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Laporan Laporan bulan Realisasi realisasi Anggaran anggaran dan Kegiatan Ket. Keterkaitan: 1. maka akan menghambat proses penyusunan laporan keuangan (SAI). Pencatatan laporan konsolidasi Bagian I Masing. Pelaksana NO 1. 2. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 3. 5. 3. 2. Memahami dan mempunyai kemampuan dalam hal membaca dokumen RKAKL/DIPA/POK. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Subbag Subbag Keuang. Pencatatan laporan realisasi anggaran SAI. 2. ATK Komputer PC Laporan SAI RKA-KL/DIPA/POK Pencatatan dan Pendataan: 1. 2.Evalap an Laporan realisasi anggaran Laporan SAI 1 bulan 94 . 2. 4.bagian keuangan terlambat dalam penyusunan laporan keuangan (SAI) maka juga akan menghambat proses pertanggungjawaban laporan konsolidasi per kegiatan dan program untuk tingkat unit eselon I pusat. 4. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Mampu menganalisa laporan realisasi keuangan.Subbag s.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN Dasar Hukum: 1. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT. Apabila pada masing-masing bagian (penanggungjawab kegiatan) tidak membuat laporan realisasi anggaran per bulan. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Agama cq Biro Perencanaan maka satker tersebut dianggap tidak melaksanakan suatu kegiatan dan anggaran tersebut tidak terserap. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1.

Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per triwulan.Pelaksana NO 3.Kabag Subbag ris Itjen Program Evalap 5.1 poran Kon. Subbag Evalap Biro Perencana an 95 . Laporan SAI 6. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. Laporan realisasi anggaran 2. Sekreta.hari solidasi Program dan Kegiatan Konsep Lapor. Konsep La. Agama Melakukan pengiriman laporan konsolidasi ke biro perencanaan melalui email atau surat.Laporan 1 an Konsolidasi Konsolidasi hari Program dan Program Kegiatan dan Kegiatan per triwulan. 4. Melakukan pencocokan data realisasi anggaran dari masing-masing bagian dengan data SAI Menyusun laporan Subbag laporan konsolidasi Evalap Program dan Kegiatan Pengesahan laporan konsolidasi oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan diketahui oleh Sekretaris Itjen Dep. 1 hari 1.

d. IV dan Irwil I s.d. Pengiriman Laporan Konsolidasi ke Biro Perencanaan melalui Email SELESAI 96 . V Bagian I Subbag Evalap MULAI Membuat LRA & Kegiatan 1 Meminta data realisasi keuangan yang sudah disusun ke dalam SAI (dr Subbag Keuangan) Subbag Keuangan Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s.d.d. IV Dan TU Irwil I s. AGAMA Bagian I s. LRA & Kegiatan Sudah Membuat Lap.FLOWCHART SOP KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN DEP. Konsolidasi Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Penyerahan Dokumen LRA kepada Subbag Evalap Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Arsip 1 Persetujuan Laporan Konsolidasi Program & Kegiatan Itjen Depag per triwulan oleh Kabag I dan ditandatangani oleh Sekretaris. V) Dokumen LRA & Kegiatan dan Dokumen SAI Melakukan konfirmasi data apabila terjadi ketidakcocokkan antara data LRA dengan SAI Proses Penge cekan Belum Proses Penco cokan Belum Sudah Dok.

PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 3. IV Subbag Evalap RAB kegiatan RAB Perjanon audit dan lanan Dinas kegiatan monev non audit 1 hari 97 . Surat tugas dan SK Kegiatan belum dibuat maka kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas. 2. Peringatan: 1. Bagian I s. dan Rekap Surat Tugas untuk kegiatan Audit dan Monev Permintaan data RAB untuk kegiatan non Audit dan Monev 1 2 3 Subbag Subbag Program Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan RAB audit dan RAB Perja1 monev lanan Dinas hari kegiatan audit dan monev Ket. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SK. SPTB (Surat Pertanggungjawaban) Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan Data Kegiatan Audit. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Renca-na Pembangunan. Komputer PC 3. Pelaksana NO 1. SK Kegiatan 5. 3. ATK 2. 2. 5. monitoring perjalanan dinas. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka program audit akan tidak jelas. dan pelaksanaan kegiatan lainnya untuk bulan berikutnya.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. 2. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT 3. Keterkaitan: 1. Apabila setiap auditor dan pegawai yang telah melakukan perjalanan dinas (kembali ke Jakarta) tidak segera membuat/ menyelesaikan verifikasi perjalanan dinas maka akan menghambat proses laporan realisasi anggaran. 6. Verifikasi Perjalanan Dinas. Memahami dalam hal penyusunan program audit. SOP penerbitan SK Tim dan SK Kegiatan 2. 4. Aktifitas Permintaan data. Perencanaan Audit. Monev. 2. dan Kegiatan non Audit. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Surat Tugas 4. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI.d.

Subbag Data realisasi Laporan verifikasi perjalan. V dinas kemaupun kegiatan giatan/non non audit dan audit dan monev monev Permintaan data Subbag Tim Veri.fikasi Per.Subbag Monitoring fikasi Perjatoring perjalanan Evalap hari Perjalanan Dinas dinas lanan Dinas 2 hari 3 hari 98 . IV.d.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu 3 hari Ket. dan monev Permintaan data Tim Veri. 5. 3. Evalap perjalanan verifikasi an dinas kegiatan jalanan dan Irwil I dinas perjalanan audit dan monev Dinas s.perjalanan verifikasi an dinas Tangga jalanan an dinas Perjalanan Dinas Dinas Laporan Veri.Bagian I Subbag Data realisasi Laporan realisasi perjalan.Keuang. 4.Laporan Entry data moni.d.Rumah fikasi Per.s.

IV) Verifikasi PD (Subbag RT) SPTB (Subbag Keuangan) 1. SPTB. SK Kegiatan. SPTB. 4. Surat Tugas.d. Verifikasi PD. 2. Melakukan Entry Data Perjalanan Dinas berdasarkan data yang telah dikumpulkan Dokumen Laporan Monitoring Perjalanan Dinas Itjen Per Triwulan SELESAI 99 . dan Verifikasi PD Perencanaan Audit (Subbag Program) Surat Tugas (Subbag Program) SK Kegiatan (Bagian I s. 3. Perencanaan Audit.FLOWCHART SOP MONITORING PERJALANAN DINAS MULAI Permintaan Data Perencanaan Audit. Surat Tugas. 5. SK.

Komputer PC 3. dan moderator). PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 2. SK Kegiatan Pencatatan dan Pendataan: 1. 1. moderator) ke dalam buku kendali TOR dan SK. jumlah personil panitia. Peraturan lama 1 diganti yang hari SK Kegiatan.d. Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Kalender Kegiatan 2.3 sonil (panitia. biaya honor. 3. maksud dan tujuan 1 SK Panitia. Adanya proses pencoco kan data dengan RKAKL/POK. 3. narasumber. Ketepatan dalam penulisan latar. Jumlah per. 3. Pencatatan TOR dan SK Kegiatan (jumlah anggaran. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Panitia. dan RAB maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah (tidak diperbolehkan) dan anggaran kegiatan tersebut tidak akan cair (keluar). dan TOR 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. IV 2. 1. baru. Yang mampu memahami dalam penelahaan dokumen RKA-KL dan POK. Mampu mengoperasikan komputer. 1. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: Apabila setiap kegiatan tidak dibuatkan SK Kegiatan. hari SK Kegiatan peserta. Kegiatan tersebut ada di hari SK Kegiatan. RKA-KL 4. TOR Kegiatan. 2. 1. Keterkaitan: 1. Pencatatan jenis kegiatan kedalam buku kendali kegiatan. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara.Subbag aturan-peraturan Per-UU(dasar hukum) an 3. Waktu & tempat pelaksanaan kegiatan SK Panitia. naradan TOR sumber. ATK 2. SOP SK Kegiatan 3. Ketepatan dalam penulisan sesuai aturan dalam bahasa Indonesia. Jumlah anggaran kegiatan. Pengajuan TOR Bagian I dan SK Kegiatan s. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Pemeriksaan data Subbag atau pagu anggaran Evalap Subbag Keuangan 100 . hal Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Pengecekan per. 2. dalam RKA-KL Pelaksana No Aktifitas 1 2 Masingmasing sub. Bagian 3 Ket. peserta.

Subbag Evalap. 3. Buku Laporan 4 SK Kegiat. Memo persetujuan dari hari SK Kegiatan.Pertanggunghari an. Diserahkan kepada Sekretaris Itjen. 1. 2. Pengesahan/persetujuan pelaksanaan kegiatan Subbag Evalap Subbag Per-UUan Pejabat KPA (Sekretaris Itjen) 5.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 4. 4. TOR. SK dan TOR Kegiatan disetujui dan ditanda tangani oleh Sekretaris SK Panitia. Kesesuaian komponen kegiatan dalam rincian biaya. 101 . subbag PerTOR. UU-an. jawaban Pelaksadan data naan Kegiatan hasil dari kegiatan tersebut Ket. dan dan POK. 2. Memo persetujuan dari Subbag Evalap. Lembar memo persetujuan 1 SK Panitia. Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK. Ketepatan RAB jumlah anggaran dengan RKA-KL dan POK. Subbag Keuangan. Pengiriman arsip MasingSK dan TOR yang masing sudah ditanda.Subbag tangani Sekretaris Itjen Subbag Evalap Subbag Keuang an Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan TOR. Subbag Per-UUan. 5. 3.

Bag Per-UU 1 Bagian I Subbag.FLOWCHART SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Bagian I s.d. IV dan Irwil I s.d. TOR & SK (Draft) Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s. V Bagian II Sub. TOR & SK (Draft) Tdk 2 3 DISETUJUI SELESAI 102 . TOR & SK (Draft) Dok.d. TOR & SK (Draft) 1 Dok. TOR & SK (Draft) Ya Dok. IV Dan TU Irwil I s. V Pengecekan Peraturan – peraturan yang berlaku Pengecekan/ Pencocokan terhadap kesesuaian dengan Pagu di POK Tdk Proses Tdk Ya Proses Pemberian No SK Proses Penge sahan Ya Dok.d. Evalap 2 MULAI Membuat TOR & SK Dok.

d. Agama 3 Di kembalikan kepada yang bersangkutan dalam hal ini Bagian I s.d. TOR & SK (Final) Penandatanganan Subbag Per-UU Subbag Evalap Subbag Keuangan Dok.Sekretaris Itjen Dep. IV dan TU Irwil I s. TOR & SK (Draft) Dok. V Disertai dengan lembar pengesahan dari Per-UU dan Evalap Dok. TOR & SK (Final) SELESAI 103 .

104 . 2.(sementara) lanan Dinas Aktifitas Ket. Mempunyai kemampuan dalam administrasi. Verifi. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dilakukan/dibuat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT Dasar Hukum: 1. 4. 3. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Mampu mengoperasikan komputer. selain itu juga akan dapat menghambat proses penyerapan anggaran. 2. Keterkaitan: 1. 4. 5. 2. Lap. hari Evalap dan Non Realisasi PKPT dan Non PKPT. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Pendataan verifikasi perjalanan dinas yang sudah selesai. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaks. Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan Permintaan data Subbag Data Rekap Laporan 1 rekap PKPT dan PerencaPKPT dan rekap PKPT hari Non PKPT naan Non PKPT dan Non PKPT 1 Laporan Subbag. Rekap PKPT Laporan Entry Data realisasi Subbag.Non PKPT kasi Perja. 5. 3. 3. Apabila verifikasi perjalanan dinas tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dibuat. ATK Komputer PC RAB Verifikasi Perjalanan Dinas Peringatan: 1. Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. PKPT PKPT dan 2. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. NO 1. SOP Kalender Kegiatan SOP SK Kegiatan SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Pelaksanaan Kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. 4. 2. RAB Audit tidak dibuat maka tidak dapat membandingkan antara perencanaan anggaran dengan realisasi anggaran.Rumah Verifikasi Evalap perjalanan Verifikasi Tangga Perjalanan dinas dinas perjalanan an Dinas dinas 2 1. Pencatatan rekap rencana PKPT. 3. Penyusunan LAKIP. Rekap Subbag Tim Permintaan data hari verifikasi sementara verifikasi perjalan.

d. 105 . Rekap Surat Tugas.Pelaksana NO 4. 3. Aktifitas Konfirmasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor 1 Auditor Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Subbag Subbag. s. V 2. Laporan Verifikasi Perjalanan Dinas Mutu Baku Output Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT (final) Waktu 2 hari Ket. 1. Rekap PKPT dan Non TU Irwil I Evalap PKPT.

3.FLOWCHART SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT MULAI Permintaan Data Pendukung Program Audit dari Subbag Program Permintaan Data SPTB dari Subbag Keuangan Dokumen Perencanaan Audit dan Surat Tugas Melakukan konfimasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor Dokumen SPTB (Surat Pertanggungjawaban Belanja) 1. 2. 4. Perencanaan Audit Rekap Surat Tugas Hasil Konfimasi SPTB Penyusunan Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT sesuai dengan data yang diperoleh Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT triwulan SELESAI 106 .

2.Evalap isian formulir realisasi anggaran Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Form. RAB 4. RAB. SOP Pengelolaan Keuangan 2. Pencatatan waktu pelaksanaan kegiatan. Peralatan/Perlengkapan: 1. Laporan realisasi sasi. Laporan realisasi Waktu 1 hari Ket. Bagian Keuangan. Pemeriksaan kete. Komputer PC 3. Pengisian formulir Kabag I Seluruh Kasubag realisasi anggaran s. 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 2. 3. Laporan dan LPJ Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). Pencatatan realisasi anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK).Subbag patan dalam peng. 1. RAB. Data Pendukung Lainnya Pencatatan dan Pendataan: 1. Apabila pagu anggaran suatu kegiatan yang diajukan pada masing-masing bagian tidak sesuai dengan dokumen RKA-KL dan DIPA maka hasil akhir laporan realisasi anggaran kegiatan tidak akan sama dengan data SAI yang ada di Sub. Adanya proses pencocokan data dengan RKA-KL/ POK. IV kegiatan 2. PMA No. 2.1. Formulir Laporan realisasi Form anggaran Realisasi kegiatan Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan Form Reali. Permintaan formulir Kabag I realisasi dan LPJ s. 2. IV kepada penanggungjawab kegiatan 3. 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. SOP Verifikasi Penyerapan Anggaran 3. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. PP No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Bagi masing-masing Bagian sebagai penanggungjawab kegiatan tidak membuat laporan realisasi anggaran maka akan memperlambat proses laporan realisasi anggaran kegiatan. anggaran dan LPJ dari subbag keuangan . 2. Setelah pelaksanaan kegiatan 1 hari 1 hari 107 .d.d. Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami masalah laporan realisasi anggaran kegiatan Itjen Dep. Memahami dan mampu membaca dokumen RKA-KL dan POK. ATK 2. Keterkaitan: 1. Kepres No. Agama.

1 Laporan hasil hari evaluasi realisasi anggaran kegiatan. Pencocokan RAB Subbag dengan Pagu Evalap Anggaran RKA-KL. POK. dan laporan evaluasi realisasi anggaran Laporan Rea. 4. RAB.1 lisasi Penye. RAB. Pencatatan atau entry data realisasi Subbag Evalap Subbag Keuangan Form Realisasi. dan Form Realisasi 5. 1 Laporan hari Form Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). SAI.hari rapan Anggaran Kegiatan dan non Kegiatan per bulan/ triwulan 108 . Melakukan perbandingan data realisasi anggaran kegiatan dari masingmasing penanggungjawab kegiatan dengan laporan realisasi anggaran (SAI) 6. dan data pendukung lainnya anggaran dari penanggu ngjawab kegiatan. SAI. Subbag Evalap Form Realisasi.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket.

IV dan TU Irwil I s. (Subbag Evalap) Bagian I s.d.d.FLOWCHART SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN Bagian I. V Form Realisasi MULAI Pembuatan Form Realisasi Penyusunan from realisasi anggaran & Kegiatan Form Realisasi Form Realisasi LRA dan LPJ MULAI Pengisian formulir realisasi anggaran kegiatan Permintaan Laporan Realisasi Angggaran kegiatan kepada masing-masing Bagian Pemeriksaan formulir realisasi anggaran Pencocokan RAB dengan Pagu Anggaran Melakukan perbandingan data/laporan realisasi anggaran kegiatan Pencatatan atau entry data realisasi SELESAI 109 .

Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. 2. ATK Komputer PC POK SK Peringatan: 1. SK Kegiat. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 2. 3. 3. Memahami peraturan dalam hal penyusunan SK Kegiatan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: 1. SOP SK Kegiatan. 2. 2. SK Kegiatan didalamnya harus disertakan atau di tulis jumlah maupun nama-nama personil yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Aktifitas Penerimaan SK Kegiatan Penelahaan SK Kegiatan dengan dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan bahwa SK tersebut telah sesuai dengan POK 1 Bagian I s. 2. Mampu mengoperasikan computer. IV Subbag Evalap Kasubbag Evalap 2 Subbag Evalap 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. SOP Kalender Kegiatan. apabila kegiatan yang akan dilaksanakan tidak dibuatkan SK maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah. 4. Dalam suatu pelaksanaan kegiatan kepada masing penanggungjawab kegiatan wajib membuat SK Kegiatan. apabila tidak dibuatkan maka akan sulit untuk mengendalikan kegiatan tersebut apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak. 4. Pencatatan jumlah personil (Peserta. 2. Panitia. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Kegiatan Konsep SK Kegiatan SK KegiatDokumen an dan POK pengesahan SK 1. 5. Lembar pengesahan Waktu 1 hari 1 hari 1 hari Ket.d. Pelaksana No 1. SK harus dilampir -kan lembar pengesahan dari 110 . 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Pendataan Jumlah SK Kegiatan yang masuk atau yang akan dilaksanakan. Juga tidak akan dapat dikendalikan dari segi namanama personilnya. dan Narasumber). 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Moderator.SK Kegiatan (final) an. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 3. Mampu/memahami dokumen POK. 3. POK.

3. subbag Evalap untuk dilanjutkan ke Sekretaris untuk ditanda tangani 4. 2.POK.SK Kegiatan.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket.Lembar pengesahan Laporan Monitoring SK Kegiatan per bulan 3 hari 111 . Pencatatan SK Kegiatan yang sudah selesai ke dalam buku kendali SK Kegiatan Subbag Evalap Tim Monitoring SK 1.

d. IV (Pelaksana Kegiatan) Penelaahan SK Kegiatan dengan Dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan oleh Kasubag Evalap Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK Kegiatan) SELESAI 112 .FLOWCHART SOP MONITORING SK KEGIATAN MULAI Penerimaan SK Kegiatan dari masing-masing Bagian I s.

Apabila SAI tidak dibuat maka tidak dapat mengetahui realisasi anggaran yang sudah dipertanggungjawabkan di KPPN dan untuk sebagai bahan evaluasi anggaran. Bukti pengeluaran. 6. SOP SK Kegiatan. SOP Kalender Kegiatan. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. ATK Komputer PC SAI Copyan SPM Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan/pemilahan per Program. 3.d. Realisasi Anggaran berdasarkan SAI. Realisasi Anggaran berdasarkan pelaksanaan kegiatan. Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Riksus. 2. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Kegiatan. Kabag Perencanaan dan Program harus melakukan pengujian SPM dari Keuangan. SOP Pelaksanaan PKAT. Mutu Baku Output Laporan Realisasi Anggaran Kegiatan Waktu 2 hari Ket. Memahami verifikasi anggaran. V) setelah kegiatan tersebut dilaksanakan tidak membuat laporan realisasi anggaran kegiatannya maka anggaran kegiatan tersebut tidak dapat dikendalikan oleh Subbag Evalap. 4. 2.d. 2. 8. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.s. Peringatan: 1. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. 4. 5. 3. 2. SOP Pelaksanaan Kegiatan. Apabila seluruh penanggungjawab kegiatan (Bagian I s. Apabila SPM tidak diuji oleh pejabat penguji SPM dan dicopy untuk diserahkan ke Subbag Evalap maka tidak dapat dilakukannya verifikasi penyerapan anggaran antara data keuangan dengan pelaksana kegiatan. SPM dari Keuangan. Setelah pelaksanaan Kegiatan tersebut Permintaan data Bagian I MasingRealisasi Angga. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. 5. Pelaksana NO 1. 7. dan Sub. Mampu mengoperasikan komputer. Bagian 113 . 3.d. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. dan data pendukung lainnya Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. 3. IV masing ran Kegiatan Sub. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 3. IV dan TU Irwil I s. Mampu dan memahami dokumen RKA-KL/ DIPA dan POK.Kegiatan. RAB 2.

5. Perlengkapan Dokumen SAI Laporan SAI 2 Data hari setelah di SPJ–kan di KPPN SPM Copyan 1 Dokumen SPM hari didapat setelah dilakukan pengujian SPM oleh Kabag I (Penguji SPM) 1. Aktifitas Permintaan SAI 1 2 3 data Subbag. dan Per MAK. SAI. Laporan Realisasi. 2. Laporan Draft lapor5 Realisasi. SAI. an realisasi hari 2. SPM Draft Laporan Verifikasi Draft Laporan Verifikasi 3 hari Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran per Triwulan (final) 2 hari 114 . anggaran 3. Kegiatan. Kegiatan. SPM per Triwulan Subbag Evalap Subbag Evalap 1. Pengelompokan Anggaran berdasarkan Program.Pelaksana NO 2. 3. Subbag Keuang Evalap an Kabag Subbag Perenca Keuang -naan an dan Keuang an Subbag Evalap 3. Sub. Permintaan copyan SPM 4. Melakukan Verifikasi Data Laporan Realisasi Anggaran Entry Data hasil verifikasi realisasi anggaran Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Ket. 6.

d. Evalap) Bagian I s.FLOWCHART SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Bagian I (Subbag. SAI Dilakukannya Verifikasi Anggaran terhadap LRAK dan SAI Entry data yang telah diverifikasi Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran SELESAI 115 . SAI (Subbag Keuangan) sdh Lap. R A K Lap.d. R A K Lap. V Form R A K MULAI Membuat Form Realisasi Anggaran & Kegiatan (RAK) Megisi Form Realisasi Anggaran & Kegiatan Form R A K Proses Penge cekan blm Lap. IV TU Irwil I s.

SUBBAG KEPEGAWAIAN 2.Lampiran 4  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN 1. SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN 116 . SUBBAG ORGANISASI DAN TATALAKSANA 3.

3. 24. 2. 6. dan Asuransi Kematian PT. 15.Lampiran 2. TASPEN SOP Pengangkatan ke Dalam Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengangkatan CPNS Menjadi PNS SOP Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengajuan Pensiun SOP Ujian Dinas UPKP 117 . 21. 5. 22. 12. 7. 9. 18. 23. 19. 17. 13. SOP Rekapitulasi Absensi Pegawai SOP Rapat Baperjakat SOP Proses Cuti SOP Pemutakhiran Database Kepegawaian SOP Pembuatan DP3 SOP Izin/ Tugas Belajar SOP Mutasi Kenaikan Pangkat SOP Kenaikan Gaji Berkala SOP Mutasi Jabatan Struktural SOP Mutasi Tempat Tugas Pegawai di Lingkungan Inspektorat Jenderal SOP Pelantikan Pejabat SOP Penetapan Peserta Diklat SOP Pengadaan CPNS SOP Pembuatan Kartu Istri/Kartu Suami SOP Pengajuan Kartu ASKES SOP Pembuatan Kartu Pegawai SOP Pembuatan Kartu Taspen SOP Pengajuan Satya Lancana Karyasatya SOP Pengajuan Pembayaran Pensiun Pertama. 20. THT. 4. 8. 16.1  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG KEPEGAWAIAN 1. 10. 14. 11.

Finger Print Hari 2. Lemari Arsip.30 dan 16. Rekapitulasi Daftar Absen Pegawai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Setiap Data Absen 1. Filling Kabinet. Mesin Tik. ATK. Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai mengisi daftar hadir melalui Finnger Print setiap hari kerja jam 07. maka tidak dapat dibuat data informasi kehadiran pegawai kepada pimpinan. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kartu Cuti 3. Komputer. Surat Permohonan Cuti 2.00 Pegawai yang tidak masuk menyerahkan surat ijin/surat tugas/ surat cuti ke subbag kepegawaian Mengambil data fingger print (Awal Bulan) Mencocokan data fingger print dengan surat ijin/surat tugas/ surat cuti Merekapitulasi hasil rekonsiliasi data absen 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pengolahan absensi pegawai Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. Surat Tugas 5. Surat Ijin 4. maka akan menghambat proses pembayaran uang makan pegawai. Buku Daftar Kerja Hadir Ket. Pencatatan dan Pendataan: 1. Ruang Kerja. Finger Printer. Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan tepat waktu.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI Dasar Hukum: 1. 2. Keterkaitan: SOP Proses Cuti Peringatan: 1. 2 Pegawai Pengadministrasi Umum Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Setiap Surat Ijin/ Hari Surat Kerja Tugas/ Surat Cuti 3 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Fingger Print 1 Jam Data Absen Fingger Print Data hasil rekonsiliasi 4 Database Fingger Print dan Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Data Hasil rekonsiliasi 1 Hari 5 Pengadministrasi Umum 1 Hari Rekapitulasi Absen Pegawai 118 . Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Kursi.

Pelaksana No 6 Aktivitas Menyampaikan rekapitulasi absen ke pimpinan dan Subbag rumah tangga 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Rekapitulasi 1 Jam Rekapitulasi Absen Pegawai Absen Pegawai Ket. 119 .

00 PEGAWAI YANG TIDAK MASUK MENYERAHKAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/ SURAT CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGAMBIL DATA FINGGER PRINT (AWAL BULAN) MENCOCOKAN DATA FINGGER PRINT DENGAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/SURAT CUTI MEREKAPITULASI HASIL PENCOCOKAN DATA ABSEN MENYAMPAIKAN REKAPITULASI ABSEN KE PIMPINAN DAN SUBBAG RUMAH TANGGA SELESAI 120 .FLOWCHART SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI MULAI PEGAWAI ABSEN MELALUI FINNGER PRINT SETIAP HARI KERJA JAM 07.30 DAN 16.

2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT BAPERJAKAT Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 350 tahun 1998 tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. Draft Surat Keputusan/ Surat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan No 1 Aktivitas 1 2 3 Output Ket. Notulen 2. Agama. Sarana Transportasi. 2 3 4 Menyiapkan bahan Baperjakat Meneliti bahan Baperjakat Membuat dan menyampaikan undangan Rapat Baperjakat Melaksanakan Rapat Baperjakat Menyiapkan memorandum tentang laporan hasil Rapat Baperjakat untuk menyampaikan Rancangan Keputusan dan konsep surat Membuat rancangan keputusan Penandatanganan surat keputusan Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Pejabat Eselon II 2 Buku Daftar Jam Urut Kepegawaian Buku Daftar Urut 3 Rekapitulasi Kepegawaian Jam Bahan Baperjakat Daftar Undangan 3 Surat Jam Undangan disampaiakan kepada undangan 3 Notulen Hasil Rekapitulasi Jam Sidang bahan Baperjakat Baperjakat Notulen Hasil Sidang Baperjakat 3 Jam Laporan Hasil Sidang Baperjakat 5 Pengadministrasi Umum 6 Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 7 Laporan Hasil sidang Baperjakat Draft Surat Keputusan/ draft surat 1 Jam 1 Jam Rancangan keputusan Surat Keputusan/ Surat 121 . Pencatatan dan Pendataan: 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal SOP tidak dilaksanakan. Komputer. Filling Kabinet. maka akan menghambat proses kegiatan dan atau putusan yang akan diambil pimpinan Pelaksana Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat Peralatan/Perlengkapan: Meja. Mesin Tik. Lemari Arsip. Ruang. 3. Kursi.

FLOWCHART SOP RAPAT BAPERJAKAT MULAI MENYIAPKAN BAHAN BAPERJAKAT MENELITI BAHAN BAPERJAKAT MEMBUAT DAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN SELESAI 122 .

Filling Kabinet. Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROSES CUTI Dasar Hukum: 1. PP Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti. Lemari Arsip. KMA Nomor 234 Tahun 1987 tentang Pendelegasian Wewenang Pemberian Cuti PNS di Lingkungan Dep. Komputer. SOP Data Base Kepegawaian 2. Kartu Kendali Cuti 2. SE Sekjen Dep. Output Kartu Kendali Cuti diserahkan ke Pegawai Surat permohonan Ijin Cuti 2 Pegawai Pemohon Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 3 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 1 Jam Surat permohonan ijin cuti telah diberi catatan 4 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 10 Menit draft surat ijin cuti 5 Pejabat yang berwenang Draft Surat Ijin Cuti 1 Jam Surat Ijin Cuti 123 . 5. Mesin Tik. Agama Nomor 6 Tahun 1988. SE BAKN Nomor 01/SE/1977 tentang Cuti. tentang Juklak Pelaksanaan Cuti PNS. Kursi. ATK. Ruang. 2. 3. Surat Cuti Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 10 Kartu Kendali Menit cuti Buku Ekspedisi Ket. Keterkaitan: 1. 4. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Pegawai yang tidak melaksanakan proses cuti dianggap tidak masuk tanpa ijin Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai meminta kartu kendali cuti ke Subbag Kepegawaian Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan ijin cuti ke atasan langsung Atasan langsung menelaah surat permohonan Ijin cuti pegawai dan memberikan catatan pertimbangan pada surat pengajuan Meneruskan surat permohonan ijin cuti ke pejabat yang berwenang memberikan cuti Pejabat yang berwenang memberikan 1 Pengadminis trasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Cuti Pegawai.Agama.

6 7 Pejabat yang berwenang memberikan cuti Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti 30 Menit Surat Ijin Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 30 Menit Ijin Cuti dicatat pada Kartu Kendali cuti 8 Atasan langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diterima Subbag Kepegawaian Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diarsipkan 9 Pengadministrasi Umum Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 124 .Pelaksana No Aktivitas cuti memberikan putusan dan menandatangani Surat Ijin Cuti Putusan disampaikan kepada Atasan langsung pegawai Atasan langsung memberi paraf memberi catatan pada Kartu Kendali Cuti Pegawai Pemohon Cuti memberikan Surat Cuti kepada pegawai dan Subbag Kepegawaian Subbag kepegawaian menerima surat ijin cuti dan kartu kendali cuti kemudian mengarsipkan 1 memberikan cuti 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PROSES CUTI MULAI PEGAWAI MEMINTA KARTU KENDALI CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI KE ATASAN LANGSUNG ATASAN LANGSUNG MENELAAH SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI PEGAWAI DAN MEMBERIKAN CATATAN PERTIMBANGAN PADA SURAT PENGAJUAN ATASAN LANGSUNG MENERUSKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI DAN MEMBUAT DRAFT SURAT IJIN CUTI KE PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI MEMBERIKAN PUTUSAN DAN MENANDATANGANI SURAT IJIN CUTI PUTUSAN DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN LANGSUNG PEGAWAI ATASAN LANGSUNG MEMBERI CATATAN PADA KARTU KENDALI CUTI DAN MENYAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN ATASAN LANGSUNG MEMBERIKAN SURAT CUTI KEPADA PEGAWAI DAN SUBBAG KEPEGAWAIAN SUBBAG KEPEGAWAIAN MENERIMA SURAT IJIN CUTI DAN KARTU KENDALI CUTI KEMUDIAN MENGARSIPKAN SELESAI 125 .

Ruang. Peralatan/Perlengkapan: Meja. ATK. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima foto kopi perubahan data kepegawaian Menginput data terbaru ke dalam Database Kepegawaian Merekapitulasi data pegawai Memberikan rekapitulasi data kepegawaian terbaru kepada pimpinan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penataan Database Kepegawaian. Kursi. Pencatatan dan Pendataan: Database Kepegawaian Mutu Baku Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Komputer/Laptop. Server. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakannya SOP di atas maka data pegawai tidak akurat. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ada perubahan 1 Hari Foto kopi data pegawai perubahan data kepegawaian Foto kopi 5 Menit Perubahan data perubahan data /data pegawai kepegawaian terinput ke database Perubahan data 30 Rekapitulasi pegawai terinput Menit Data Pegawai ke database 15 Rekapitulasi Perubahan data Menit Data Pegawai pegawai terinput diterima ke database Pimpinan 2 3 4 126 .

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN MULAI MENERIMA FOTO KOPI PERUBAHAN DATA KEPEGAWAIAN MENGINPUT DATA TERBARU KE DALAM DATABASE KEPEGAWAIAN MEREKAPITULASI DATA PEGAWAI MEMBERIKAN REKAPITULASI DATA KEPEGAWAIAN TERBARU KEPADA PIMPINAN SELESAI 127 .

Sarana Transportasi. 4. ATK. KMA Nomor 57 Tahun 1980 tentang Pembuatan DP-3. 2 3 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Blangko DP3 1 Hari 4 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Pegawai Dinilai Blangko DP3 telah di isi 2 Jam Blangko DP3 diparaf 5 Pegawai Dinilai Blangko DP3 diparaf 3 Jam DP 3 128 . 5. Lemari Arsip. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal pembuatan DP3 tidak dilaksanakan. PP Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS. Filling Kabinet. Pencatatan dan Pendataan: DP-3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Blangko DP3 Jam 1 Hari Blangko DP3 diterima atasan langsung masing2 pegawai Blangko DP3 telah di isi Ket. Mesin Tik. SE BAKN Nomor 02/SE/1979 tentang Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. maka pengembangan karier pegawai akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Blangko DP3 Menyampaikan Blangko DP3 kepada atasan langsung dari pegawai pada akhir bulan Desember Pejabat penilai/ Atasan langsung memberi nilai pada blangko DP3 Pejabat penilai/ Atasan langsung memberikan paraf konsep nilai DP3 dan memberikan ke masing-masing pegawai untuk diketik ulang rangkap 3 Pegawai mengisi pada kolom 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pembuatan DP3. Komputer. tentang Pembuatan DP-3 di Lingkungan Departemen Agama. SE BAKN Nomor 30/SE/1985 tentang Perubahan SE BAKN Nomor 02/SE/1980. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN DP3 Dasar Hukum: 1. 6. Ruang. tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. 2. Kursi. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1985.

Pelaksana No Aktivitas keberatan jika merasa keberatan dengan nilai yang diberikan Pegawai yang dinilai menyerahkan kembali DP3 kepada pejabat penilai untuk ditanda tangani DP3 disampaikan kepada atasan pejabat penilai untuk ditandatangani Pegawai menyampaikan DP3 yang sudah ditandatangani ke Subbagian Kepegawaian Menyimpan Arsip DP3 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 6 Pegawai Dinilai Pejabat Penilai/Atas an Langsung DP3 1 Jam DP3 ditandatangani pejabat penilai 7 Pejabat Penilai/Atas an Langsung Pegawai Dinilai Atasan Pejabat Penilai DP3 ditanda1 tangani pejabat Jam penilai DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 8 Pengadministrasi Umum DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 2 Jam Subbag kepegawaian menerima DP3 dan diarsipkan 9 Pengadmini strasi Umum 1. Filling Kabinet 10 Menit Arsip DP3 129 . DP3 yang ditandatangani atasan pejabat penilai 2.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN DP3 MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI SESUAI SUBBAG DAN BAGIAN MENYIAPKAN BLANGKO DP3 MENYAMPAIKAN BLANGKO DP3 KEPADA ATASAN LANGSUNG DARI PEGAWAI PADA AWAL BULAN JANUARI PEJABAT PENILAI/ATASAN LANGSUNG MENGISI BLANGKO DP3 PEJABAT PENILAI/ ATASAN LANGSUNG MEMARAF KONSEP NILAI DP3 DAN MEMBERIKAN KE MASING-MASING PEGAWAI UNTUK DIKETIK ULANG RANGKAP 3 PEGAWAI MENGISI PADA KOLOM KEBERATAN JIKA MERASA KEBERATAN DENGAN NILAI YANG DIBERIKAN PEGAWAI YANG DINILAI MENYERAHKAN KEMBALI DP3 KEPADA PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN UNTUK DIARSIPKAN SELESAI 130 .

Surat Keterangan dari PT dan Jadwal Kuliah Surat permohon3 an ijin/ Tugas Jam Belajar Berkas Pengajuan 1 Jam Output Surat Permohonan Ket. FC SK Terkhir 3. Kursi. Lemari Arsip. 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ijin/Tugas Belajar. Ruang. Surat permohonan. ATK. Mesin Tik. FC SK PNS Hari 2. FC DP3 dua tahun terakhir 4. SOP Data Base Kepegawaian 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP DP3 Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan ijin/tugas belajar maka Ijasah tidak diakui secara kedinasan Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan Ijin/Tugas Belajar ke Sekretaris Memeriksa Berkas Ijin/ Tugas Belajar Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq. Komputer. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 1. dan berkas ke Biro Kepegawaian Kepala Biro menerbitkan Surat Ijin/ Tugas Belajar dan dikirimkan ke Inspektorat Jenderal Menyampaikan Surat Ijin/ Tugas Belajar kepada pegawai dan mengarsipkan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR Dasar Hukum: UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Keterkaitan: 1. Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat Pengantar. 2 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Ijin/ Tugas Belajar lengkap Surat Pengantar 3 4 Pengadministrasi Umum Surat pengantar dan Berkas pengajuan 6 jam Surat pengantar dan berkas diterima Biro Kepegawaian 5 Kepala Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Minggu Surat Ijin/ Tugas Belajar 6 Pengadmi nistrasi Umum Surat Ijin/ Tugas Belajar 1 Jam Surat Ijin/ Tugas Belajar didistribusikan dan diarsipkan 131 . Filling Kabinet.

DAN BERKAS KE BIRO KEPEGAWAIAN KEPALA BIRO MENERBITKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR DAN DIKIRIMKAN KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYAMPAIKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR KEPADA PEGAWAI DAN MENGARSIPKAN SELESAI 132 .FLOWCHART SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN/TUGAS BELAJAR KE SEKRETARIS MEMERIKSA BERKAS IJIN/TUGAS BELAJAR LENGKAP ? Ya Tidak MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ. SURAT PERMOHONAN. KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR.

Filling Kabinet. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Nota BKN. 6. 3. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. SOP Baperjakat. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural. 4. 2. Ruang. ATK. SOP DP3. Formulir D2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Lemari Arsip. Papan Pengumuman Pencatatan dan Pendataan: 1. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. SOP Pengajuan Kartu Pegawai. SOP Ujian Dinas/UPKP. 4. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar Kepegawaian Jam pegawai yang akan naik pangkat 2 Berkas 1. 3. Penetapan angka Kredit (PAK) bagi Pejabat Ket. 2. Peringatan: 1. 5. Formulir D2. 6. 3. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. 7. 5. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. SOP Penetapan Peserta Diklat. Mesin Tik. Komputer. 2 133 . Persetujuan. SK KP terakhir. Sarana Transportasi. DP3 2 Tahun Hari Kenaikan Terakhir. Faximile. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan naik pangkat Pegawai menyiapkan bahan naik pangkat dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian 1 Kasubbag Kepegawaian Pegawai yang akan naik pangkat 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Kenaikan Pangkat. Pangkat 2. Telepon. baik di Subbag Kepegawaian. SK Jabatan (jika menjabat) 5. 3. 4. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan naik pangkat. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Lulus Ujian dinas bagi Gol II ke III. SOP Data Base Kepegawaian. SOP Penilaian Angka Kredit. Biro Kepegawaian dan BKN. 4. Kursi. 2. 2. Keterkaitan: 1. Karpeg. PP Nomor 100 Tahun 2000 jo.

IV/c ke atas gawian dan Persetujuan Teknis untuk Gol.Kepegaan pangkat ke waian Biro Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 7 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 8 Proses di BKN BKN 9 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 10 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian 11 Untuk Pangkat di atas IV/c Biro Kepegawaian Surat Pengantar. 7. Berkas Kenaik2 Berkas an Pangkat Jam Kenaikan Pangkat lengkap Berkas Kenaik2 Terisinya an Pangkat Jam Formulir D II Formulir D II 1 Jam Surat Pengantar Ket. Formulir D II & Berkas Kenaikan 1 Hari Kewenangan Biro Kepegawaian Kewenangan BKN Kewenangan BKN Kewenangan Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Peng. Surat Pernyataan Pelantikan. 8. Forantar. STTPP Diklatpim. IV/c ke atas terkirim ke Setneg Nota Persetuju3 SK Kenaikan an BKN Hari Pangkat III/c s/d IV/b Surat Pengantar.Keweantar & Nota nangan 134 . Formulir mulir D II & D II & Berkas Berkas KeKenaikan naikan Pangkat terkirim ke BKN Surat Peng1 Nota BKN antar. Formulir D II & Berkas Kenaikan Pangkat terkirim ke Biro Kepegawaian 2 Surat PengSurat PengHari antar. Formulir Minggu dan PerD II & Berkas setujuan Kenaikan Teknis untuk Gol. Per berkas 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Kasubbag Mengirimkan bahan kenaik. IV/c ke atas Nota BKN dan 1 Nota BKN Persetujuan Hari terkirim ke Teknis untuk Biro KepeGol.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 3 4 Memeriksa kelengkapan bahan kenaikan pangkat Mengisi Formulir D II Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Fungsional.

Biro Kepegawaian 12 Sekretariat Negara Surat Pengantar 2 SK Kenaikan Kewe& Nota PerBulan Pangkat nangan setujuan BKN IV/c ke atas Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 1 Hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 13 Biro Kepegawaian 14 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota Persetujuan BKN 2 Jam SK Kenaikan Pangkat s/d III/b 15 Kasubbag Kepegawaian SK Kenaikan Pangkat 1 Jam Sk Kenaikan Pangkat terdistribusi 135 .Pelaksana No Aktivitas nota BKN dan Surat Pengantar dari Kepala Biro dan disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Untuk Pangkat sampai III/b Nota BKN dan Surat Pengantar diteruskan ke Inspektorat Jenderal Membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Gol III/b ke bawah Surat Keputusan Kenaikan Pangkat di sampaikan ke Pegawai. dan didistrusikan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Persetujuan BKN Ket.

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT MULAI Membuat Daftar Pegawai Yang Akan Naik Pangkat Pegawai Menyiapkan Bahan Naik Pangkat dan Menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa Kelengkapan Bahan Kenaikan Pangkat Lengkap ? Tidak Ya Membuat Surat Pengantar Dari Sekretaris Yang Ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan Surat Pengantar dan Berkas Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Berkas Kenaikan Pangkat Biro Kepegawaian Mengirimkan Berkas ke BKN BKN Menerbitkan Nota Kenaikan pangkat BKN mengirimkan Nota BKN ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN Tidak Ya Gol IV/b ke bawah ? Tidak Biro Kepegawaian Membuat Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN dan Membuat Surat Pengantar ke Setneg Biro Kepegawaian Mengirim Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN BKN Membuat Persetujuan Teknis BKN mengirim persetujuan teknis ke Setneg dengan tembusan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian mengirm surat pengantar dan berkas kenaikan pangkat ke Setneg Gol III/b Kebawah ? Ya Setneg menerima berkas kenaikan pangkat dari biro kepegawaian dan menerima nota persetujuan Teknis dari BKN Setneg Membuat SK Kenaikan Pangkat Untuk Golongan IV/c ke Atas Setneg Mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Mengirim Nota BKN ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Membuat SK Kenaikan Pangkat Golongan III/b ke Bawah Biro Kepegawaian membuat SK Kenaikan Pangkat untuk Golongan III/c s/d IV/b Biro Kepegawaian mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Menyampaikan SK Kenaikan Pangkat ke Pegawai SELESAI 136 .

Buku Kendali KGB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pegawai yang 1 sudah 2 tahun Jam belum naik gaji berkala Database Kepegawaian 1 1. Kursi. Mesin Tik. Komputer. Draft SK KGB 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA Dasar Hukum: 1. Membuat Pengadmidaftar pegawai nistrasi yang akan naik Umum naik gaji berkala Menyiapkan bahan kenaikan gaji berkala Membuat draft SK Kenaikan Gaji Berkala Memeriksa draft SK Kenaikan Gaji Berkala Membuat SK Kenaikan Gaji Berkala Menandatangani SK Kenaikan Gaji Berkala Mendistribusikan SK Kenaikan Gaji Berkala dan pencatatan pada buku kendali KGB Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian 2 3 4 5 SK Kenaikan Gaji Berkala Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 1 Jam 2 Jam Berkas Kenaikan Pangkat Draft SK Kenaikan Gaji Berkala Draft SK Kenaikan Gaji Berkala telah benar SK Kenaikan Gaji Berkala SK Kenaikan Gaji Berkala yang sudah ditandatanga ni SK KGB terdistribusi dan tercatat pada buku kendali KGB 6 7 Pengadministrasi Umum SK KGB 1 Jam 137 . KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. ATK. Ruang. Filling Kabinet. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Daftar Gaji 2 Jam Draft SK KGB Output Daftar pegawai yang akan naik gaji berkala Ket. 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. SK KGB Jam Terakhir. Pencatatan dan Pendataan: 1. Lemari Arsip. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal kegiatan ini tidak dilaksanakan. 3. maka pegawai yang akan naik gaji berkalanya akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Kenaikan Gaji Berkala. 2.

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN NAIK GAJI BERKALA MENYIAPKAN BAHAN KENAIKAN GAJI BERKALA MEMBUAT DRAFT SK KENAIKAN GAJI BERKALA BENAR ? Ya Tidak MEMBUAT SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENANDATANGANI SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENDISTRIBUSIKAN SK KENAIKAN GAJI BERKALA SELESAI 138 .

Mesin Tik. 5. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. 2. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. PP Nomor 100 th 2000. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. Ruang. Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL Dasar Hukum: 1. 2. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Mutasi Jabatan. 1998. ATK. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat. KMA Nomor 350 th. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar pejaKepegawaian Jam bat struktural dan calon pejabat struktural. tentang Perubahan PP Nomor 100 Tahun 2000. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Ket. SOP Pelantikan Peringatan: Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Bahan Mutasi Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: 1. Kursi. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 4. Daftar jabatan Daftar pejabat 1 Bahan Rapat struktural dan Hari Baperjakat calon pejabat struktural. 3. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Strurktural. PP Nomor 13 th 2002. 6. Agama. daftar jabatan Bahan rapat 3 Laporan Baperjakat Jam Hasil Sidang Baperjakat 1 Rancangan Laporan Hasil Jam Surat Sidang Keputusan Baperjakat Rancangan 1 Surat Surat Keputusan Jam Keputusan Undangan 2 Hari 3 Jam Undangan terkirim Pejabat telah dilantik 2 Mempersiapkan sidang Baperjakat Pengadmini strasi Umum 3 4 5 6 Melaksanakan Sidang Baperjakat Membuat rancangan Surat Keputusan Penandatanganan Surat Keputusan Persiapan Pelantikan Melaksanakan Pelantikan Kasubbag Kepala KepegaBagian waian Pengadmini strasi Umum Inspektur Jenderal Pengadmini strasi Umum Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon I & II 7 Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Keputusan 139 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Baperjakat 2. Keterkaitan: 1.

9 10 Pengadmini strasi Umum SK. SPMT 2 Jam 140 . SPP.Pelaksana No 8 Aktivitas Penyiapan SPP dan SPMT Penyampaian salinan dan petikan Surat Keputusan Penyiapan memorandum permohonan pembayaran Tunjangan Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum Pengadmini strasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft SPP dan 1 SPP dan SPMT Jam SPMT Surat Keputusan 1 Jam Surat Keputusan terdistribusikan SK. SPP. SPMT terdistribusikan Ket.

FLOWCHART SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL MULAI MENYIAPKAN BAHAN MUTASI JABATAN STRUKTURAL MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN PERSIAPAN PELANTIKAN PENYIAPAN SPP DAN SPMT PENYAMPAIAN SALINAN DAN PETIKAN SURAT KEPUTUSAN PENYIAPAN MEMORANDUM PERMOHONAN PEMBAYARAN TUNJANGAN JABATAN STRUKTURAL SELESAI 141 .

2 3 4 PengadMembuat surat ministrasi edaran/memoUmum randum/nota dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan mutasi pegawai PengadPimpinan unit ministrasi kerja (KasubUmum bag. Mesin Tik. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang mutasi pegawai. Kursi. KMA RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Ruang.. Komputer. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat Keputusan Mutasi Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Disposisi 1 Hari Surat EdarPimpinan an/Memorandum/ Nota Dinas Ket. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 3. Filling Kabinet. Faximile. 2. 4. Kabag.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL Dasar Hukum: 1. KMA RI Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. Daftar Usulan Pegawai 2. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mutasi Membuat daftar Pengadministrasi pegawai yang Umum diusulkan akan mutasi Mempersiapkan Kasubbag rapat pimpinan Kepegawaian Melaksanakan rapat pimpinan Membuat ranKepala Subbagian PengadKepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Edaran/ 3 Hari Memorandum/ Nota Dinas Usulan Mutasi 5 6 Daftar pegawai yang akan diusulkan mutasi 2 Jam Daftar pegaDaftar pegawai yang wai yang diusulkan diusulkan mutasi mutasi Daftar pegawai 3 Jam Laporan/Notulen Hasil yang diusulkan Rapim mutasi Laporan/Notu2 Rancangan Database Kepegawaian Usulan Mutasi 2 Jam 142 . Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Lemari Arsip. Telepon. ATK. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.

7 8 1 Jam Surat Keputusan Mutasi terdistribusi Selesai 143 .Pelaksana No Aktivitas cangan Surat Keputusan mutasi Membuat Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi didistribusikan ke pihak terkait 1 ministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan len Hasil Rapat Jam Surat KepuPimpinan tusan Mutasi Rancangan Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi 2 Jam Surat Keputusan Mutasi Ket.

FLOWCHART SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL MULAI MEMBUAT SURAT EDARAN/MEMORANDUM/ NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN MUTASI PEGAWAI PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG. IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MUTASI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MUTASI MELAKSANAKAN RAPAT PIMPINAN MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MUTASI MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN MUTASI SURAT KEPUTUSAN MUTASI DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 144 . KABAG.

4. Mesin Tik. Agama. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keterkaitan: 1. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. Sarana Transportasi. Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELANTIKAN PEJABAT Dasar Hukum: 1. Lemari Arsip. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1. Filling Kabinet. tentang Perubahan PP Nomor 100 th 2000. Ruang. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. ATK. SOP Baperjakat Peringatan: Dalam hal salah satu aktivitas tidak dilaksanakan akan menghambat pelaksanaan pelantikan Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan dilantik Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan Menyiapkan surat permohonan menjadi saksi pelantikan Menyiapkan surat permohonan rohaniawan Menyiapkan memorandum permohonan untuk tempat. Kursi. 3. PP Nomor 13 th 2002. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. PP Nomor 100 th 2000. Petugas Keamanan penyelengKet. 5. SOP Data Base Kepegawaian 2. 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pelantikan Pejabat. 2 Pengadministrasi Umum 3 Pengadministrasi Umum Daftar pejabat 1 Jam 4 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Konsep surat permohonan rohaniawan Surat memorandum 1 Jam 5 1 Jam 145 . 6. KMA Nomor 350 Tahun 1998. Undangan 2. Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 1 Pejabat yang Keputusan Jam akan dilantik mendapat undangan Daftar pejabat 2 Jam Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan surat permohonan menjadi saksi pelantikan surat permohonan rohaniawan Tempat. jamuan. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. Jamuan. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep.

Pelaksana No Aktivitas petugas keamanan penyelenggaraan pelantikan ke Kabag Umum Menyiapkan susunan acara pelantikan dan naskah sumpah jabatan Menyiapkan berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah Penyampaian Undangan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output garaan pelantikan siap Ket. Draft Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 3 Jam 146 . Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 8 Pengadministrasi Umum Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Undangan. Surat Keputusan. 6 Pengadministrasi Umum 2 Jam Susunan Acara Pelantikan 7 Pengadministrasi Umum Undangan. memorandum 1 Hari 9 Melaksanakan Kasubbag Pelantikan Kepegawaian Surat Keputusan. memorandum 2 jam Draft Berita Acara dan Pengambilan Sumpah Undangan dan memorandum terkirim Pejabat telah dilantik.

FLOWCHART SOP PELANTIKAN PEJABAT MULAI MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN DILANTIK MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN MENGHADIRI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN MENJADI SAKSI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN ROHANIAWAN MENYIAPKAN MEMORANDUM PERMOHONAN UNTUK TEMPAT. PETUGAS KEAMANAN PENYELENGGARAAN PELANTIKAN KE KABAG UMUM MENYIAPKAN SUSUNAN ACARA PELANTIKAN DAN NASKAH SUMPAH JABATAN MENYIAPKAN BERITA ACARA PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH PENYAMPAIAN UNDANGAN MELAKSANAKAN PELANTIKAN SELESAI 147 . JAMUAN.

Surat Penetapan/Tugas Peserta Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Permintaan 1 MemoranPeserta Diklat Jam dum/nota dinas Ket. Faximile. Telepon. KMA Nomor 192 Tahun 1992. Agama. ATK. Mesin Tik. Kabag. PP Nomor 101 Tahun 2000. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/ Nota Dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan Calon Peserta Diklat Pimpinan unit kerja (Kasubbag. 2. Komputer. Ruang. 4.. Peralatan/Perlengkapan: Meja. tentang Juklak Diklat Bagi PNS Di Lingkungan Dep. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ Nota Dinas 3 Hari Usulan Peserta Diklat 3 Pengadministrasi Umum Usulan peserta Diklat 3 Jam Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi Rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 4 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat 3 Jam 6 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi 1 Jam 148 . Daftar Usulan Calon Peserta Diklat 2. tentang Diklat Prajabatan PN.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT Dasar Hukum: 1. 3. Filling Kabinet. Keppres Nomor 5 Tahun 1996. Kursi. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mengikuti Diklat Membuat daftar pegawai yang diusulkan akan mengikuti Diklat Melakukan verifikasi daftar yang akan mengikuti diklat Membuat rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Diklat Pegawai. Pencatatan dan Pendataan: 1. Lemari Arsip. tentang Diklat Jabatan. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.

Selesai 149 .Pelaksana No 7 Aktivitas 1 2 Kabag Ortala & Kepegawaian 3 Sekretaris 8 Kasubbag Membuat KepegaSurat Penetapan/ Surat waian Tugas Diklat PengadmiSurat Surat nistrasi Penetapan/ Umum Surat Tugas Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Rancangan Jam Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 2 Surat Surat PeJam netapan/ Surat Tugas Diklat Output Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat terdistribusi Ket.

IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMVERIFIKASI DAFTAR YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT MEMBUAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SELESAI 150 .FLOWCHART SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN CALON PESERTA DIKLAT PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG. KABAG.

2. Tanda Terima Berkas 3. Lemari Arsip. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mempunyai SK Penempatan di Subbag Kepegawaian. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima Jadwal dan formasi Penerimaan CPNS dari Biro Kepegawaian Membuat SK Tim Panitia Pengadaan CPNS Melakukan Rapat Panitia Persiapan Mengumumkan Pengadaan CPNS 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Kasubbag Kepegawaian Panitia 3 Kabag Ortala & Kepegaw aian Pimpinan Sekretaris Database Kepegawaian 2 Jam SK Panitia Pengadaan CPNS Notulen Hasil Rapat 4 Panitia Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 3 Jam 1 PengumumMinggu an Pengadaan CPNS 151 . 3. Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN CPNS Dasar Hukum: 1. Mempunyai SK Panitia. Ruang. 3. 4. Fungsi. Pengumuman Peserta yang diterima 7. Susunan Organisasi. Sarana Transportasi. Komputer. ATK. Surat Keputusan CPNS Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Jadwal & Jam Formasi Pengadaan CPNS Ket. Soal Ujian 5. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 2. Filling Kabinet. Nota BKN 8. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Mesin Tik. Kursi. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengadaan CPNS. Kartu Ujian 4. Tugas.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. Lembar Jawaban Ujian 6. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakan salah satu kegiatan akan menghambat proses penerimaan CPNS Kualifikasi Pelaksanaan: 1.

Soal Ujian & lembar jawab 1 Hari Lembar Jawaban Panitia Lembar Jawaban 2 Jam Lembar jawaban diterima Biro kepegawaian Hasil Scanning ujian tertulis diterima Panitia Notulen Hasil Rapat Pengadministrasi Umum Hasil Scanning ujian tertulis 1 Jam Panitia Pimpinan Hasil Scanning ujian tertulis dan SK Panitia 3 Jam 13 Mengadakan rapat evaluasi hasil psikotes dan wawancara 14 Melaksanakan Panitia pengumuman CPNS yang diterima 15 Melakukan Pemberkasan Pengadaan CPNS 16 Mengajukan berkas CPNS ke BKN Panitia Peserta yang lulus Ujian Tertulis Panitia Panitia Tim Penguji Soal Psikotes dan Wawancara 2 Hari Hasil Psikotes dan Wawancara Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Pengumum an Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Berkas CPNS Hasil Psikotes dan Wawancara 3 Jam Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Data dan berkas CPNS 3 Jam 3 Hari Pengadministrasi Umum Panitia Berkas CPNS 3 Jam Surat Usulan dan Berkas CPNS 152 . Berkas Pendaftar Melakukan rapat evaluasi hasil pemberkasan dan persiapan ujian tertulis Pengadaan CPNS 8 Melaksanakan Ujian Tertulis dan melakukan pengawasan ujian 9 Menyerahkan Lembar Jawaban ke Biro Kepegawaian untuk di scanning 10 Menerima Hasil Scanning Ujian Tertulis 11 Melaksanakan rapat persiapan persiapan psikotes dan wawancara 12 Melaksanakan Psikotes dan wawancara 7 Pimpinan Berkas Pendaftar 1 Berkas Minggu Pendaftar yang Lulus Berkas dan Kartu Ujian 3 Notulen Jam Hasil Rapat & Pelaksanaan Ujian tertulis telah siap Panitia Kartu Ujian.Pelaksana No 5 Aktivitas 1 2 Panitia 3 6 Melaksanakan Peserta Pendaftaran Pengadaan CPNS Melaksanakan Panitia Pemberkasan Pengadaan CPNS Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tanda Terima 1 Berkas Berkas Minggu Pendaftar Ket.

Pelaksana No Aktivitas melalui Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN CPNS Membuat SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Membuat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Membuat Surat Penempatan Tugas CPNS 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 17 18 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Nota BKN 1 Jam 2 Hari Nota BKN diterima Surat Keputusan CPNS selesai Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Surat Penempatan Tugas 19 Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota BKN & Konsep Surat Keputusan Konsep Surat Keputusan 1 Jam 20 Kasubbag Kepegawaian Konsep Surat Penempatan Tugas 1 Jam 153 .

FLOWCHART SOP PENGADAAN CPNS MULAI MENERIMA JADWAL DAN FORMASI PENERIMAAN CPNS DARI BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SK TIM PANITIA PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT PANITIA PERSIAPAN MELAKSANAKAN PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PENDAFTARAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT EVALUASI HASIL PEMBERKASAN DAN PERSIAPAN UJIAN TERTULIS PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN UJIAN TERTULIS DAN MELAKUKAN PENGAWASAN UJIAN MENYERAHKAN LEMBAR JAWABAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DISCANNING MENERIMA HASIL SCANNING UJIAN TERTULIS MELAKSANAKAN RAPAT PERSIAPAN PERSIAPAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MENGADAKAN RAPAT EVALUASI HASIL PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PENGUMUMAN CPNS YANG DITERIMA MELAKUKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MENGAJUKAN BERKAS CPNS KE BKN MELALUI BIRO KEPEGAWAIAN MENERIMA NOTA BKN CPNS MEMBUAT SK CALON PEGAWAI MEMBUAT SURAT PERYATAAN MELAKSANAKAN TUGAS (SPMT) MEMBUAT SURAT PENEMPATAN TUGAS CPNS SELESAI 154 .

Mesin Tik. Peralatan/Perlengkapan: Meja. FC sah Kutipan Akta Nikah 3. Kartu Istri / Kartu Suami Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. 2 3 4 5 Pengadmi Sekretaris Membuat Surat nistrasi Pengantar dari Umum Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Pengadmi Menyampaikan Surat pengantar nistrasi Umum dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Biro Kepegawaia Kepegawaian n memproses pengajuan Karis/Karsu ke BKN BKN BKN memproses pengajuan Karis/ Karsu dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Kartu Istri / Minggu kartu Pegawai 155 . tentang Kartu Isteri/Kartu Suami PNS.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI Dasar Hukum: 1. Ruang. Keputusan Kep. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu istri / kartu suami Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Istri/ Kartu Suami. Lemari Arsip. Surat Pengantar 2. BAKN Nomor 115 a/Kep/1983. Komputer. 3. ATK. 2. Filling Kabinet. Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. tentang Petunjuk Permintaan. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas Pengajuan 1 Surat Jam Pengantar Ket. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Kursi. FC sah Kartu Hari persyaratan Keluarga 2. SE BAKN Nomor 01/SE/1975.

Pelaksana No 6 Aktivitas Biro Kepegawaian menyampaikan Karis /Karsu ke Inspektorat Jenderal Menyerahkan Karis/Karsu ke Pegawai yang bersangkutan 1 Biro Kepegawai an 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Kartu Istri / kartu 1 Hari Pegawai Output Kartu Istri/ kartu Pegawai diterima Inspektorat Jenderal Kartu Istri / kartu Pegawai diterima yang bersangkutan Ket. 7 Pengadmini strasi Umum Kartu Istri / kartu Pegawai 1 Jam 156 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES PENGAJUAN BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARIS/KARSU DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARIS/ KARSU KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARIS/KARSU KEPADA PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 157 .

Ruang. 2 Menyiapkan PengadmiBlangko ASKES nistrasi Umum Pegawai yang Pegawai bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 3 4 Mengisi Blangko ASKES dan meminta tanda tangan atasan langsung Menyampaikan Blangko Askes dan berkas pengajuan ke kantor cabang Pegawai Atasan Langsung 1 Jam Blangko dan Berkas Pegajuan Pegawai Blangko dan Berkas Pengajuan 1 Hari Blangko dan Berkas Pengajuan diterima PT Askes 158 . Surat Pengantar 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2. Kartu Askes Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Blangko Hari ASKES 1. PP Nomor 25 th 1981. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN KARTU ASKES Dasar Hukum: 1. Lemari Arsip. FC sah KTP Suami Istri 3. FC sah daftar gaji 7. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu ASKES Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Askes. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar (Suami istri dan anak di atas 5 tahun) 5. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. tentang Asuransi Sosial PNS (Askes). Kursi. FC Akte Kelahiran anak Berkas Pengajuan 1 Hari Berkas persyaratan Ket. SOP Data Base Kepegawaian 2. FC sah Kutipan Surat Nikah 6. FC sah Kartu Keluarga 4. Mesin Tik. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. Filling Kabinet. FC sah SK pertama dan Terakhir 2.

5 PT.Pelaksana No Aktivitas PT Askes sesuai domisili PT ASKES memproses pengajuan Kartu ASKES dan menyampaikan Pegawai 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. ASKES Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Kartu ASKES diterima Pegawai Sel es ai 159 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN KARTU ASKES MULAI MENYIAPKAN BLANGKO ASKES MENGISI BLANGKO ASKES DAN MEMINTA TANDA TANGAN ATASAN LANGSUNG MENYAMPAIKAN BLANGKO ASKES DAN BERKAS PENGAJUAN KE KANTOR CABANG PT ASKES SESUAI DOMISILI PT ASKES MEMPROSES PENGAJUAN KARTU ASKES DAN MENYAMPAIKAN KEPADA PEGAWAI SELESAI 160 .

Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. Keterkaitan: 1. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas 1 Surat Pengantar Pengajuan Jam 2 3 4 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian memproses pengajuan Kartu Pegawai ke BKN BKN memproses pengajuan Kartu Pegawai dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Biro Kepegawaian menyampaikan Kartu Pegawai ke Pengadministrasi Umum Sekretaris Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Kartu Pegawai BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Kartu Pegawai 1 Hari Kartu Pegawai di terima Inspektorat Jenderal 161 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI Dasar Hukum: 1. SOP Data Base kepegawaian 2. Komputer. Ruang. Lemari Arsip. 2. FC DP3 satu tahun terakhir 4. FC SK CPNS Hari persyaratan 2. Kursi. Surat Pengantar 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Peralatan/Perlengkapan: Meja. FC SK PNS 3. SE BAKN Nomor 01/SE/1975 tentang Petunjuk Permintaan. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu pegawai Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Kartu Pegawai Mutu Baku Ket. ATK. Mesin Tik. Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. Filling Kabinet.

7 Pengadministrasi Umum Kartu Pegawai Kartu Pegawai di terima yang bersangkutan 162 .Pelaksana No Aktivitas Inspektorat Jenderal Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU PEGAWAI BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARTU PEGAWAI KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARTU PEGAWAI KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 163 .

Lemari Arsip. FC SK PNS Hari persyaratan Ket. ATK. Keterkaitan: 1. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Mesin Tik. FC SK CPNS 1 Berkas 2. Filling Kabinet. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu TASPEN Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke PT TASPEN Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke PT TASPEN PT TASPEN memproses pengajuan Kartu TASPEN dan menyampaikan hasilnya ke Subbag Kepegawaian Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. SOP Data Base Kepegawaian 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Ruang. Surat Pengantar 3. Kursi. Kartu TASPEN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1. Berkas Pengajuan 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2 Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Pengajuan 1 Jam Surat Pengantar 3 Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari 4 PT TASPEN Surat pengantar dan Berkas pengajuan Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima PT TASPEN 1 Kartu Hari TASPEN 5 Pengadministrasi Umum Kartu PT TASPEN Kartu TASPEN di terima yang bersangkutan 164 . Komputer.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE PT TASPEN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE PT TASPEN PT TASPEN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU TASPEN DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENYERAHKAN KARTU TASPEN KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 165 .

2. 3. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA Dasar Hukum 1. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Satyalancana Karya Satya. Memorandum/ 166 . Filling Kabinet. 2. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini tidak ada pegawai yang mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/n ota dinas kepada pimpinan unit (Kabag & Irwil) untuk mengusulkan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Kursi. 1994 tentang Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 3 Pengadministrasi Umum Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Memorandum/ 3 Jam 4 Pengadmi- 3 Jam Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. ATK. PP Nomor 25 th. Sarana transportasi. Mesin Tik. Pimpinan unit kerja (Kabag & Irwil) mengusulkan pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Telepon. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Hari Output Memorandum/ nota dinas Ket. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ nota dinas 3 Hari Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Membuat daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Daftar Usulan Calon Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Lemari Arsip. Keputusan Kepala BKN Nomor 02/2005 tentang ketentuan pelaksanaan penganugrahan Satyalancana Karya Satya. Pencatatan dan Pendataan: 1. Mempersiapkan 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. Faximile. Ruang. Komputer.

6 1 Minggu Berkas persyaratan 7 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Rancangan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas persyaratan 2 Jam Surat Pengantar 8 3 Jam Selesai 167 . Memorandum/ Nota Dinas 2 Jam Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.Pelaksana No Aktivitas rapat pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Membuat memorandum/n ota dinas kepada Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Untuk menyampaikan persyaratan Membuat Surat Pengantar ke Biro Kepegawaian Menyampaikan Berkas Pengajuan ke Biro Kepegawaian untuk Diproses ke Setneg 1 nistrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Nota Dinas Mutu Baku Waktu Output Nota Dinas terkirim Ket. 5 Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon II & III Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Rapat Pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT (KABAG & IRWIL) UNTUK MENGUSULKAN CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA PIMPINAN UNIT KERJA (KABAG & IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMPERSIAPKAN RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN UNTUK MENYAMPAIKAN PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DIPROSES KE SETNEG SELESAI 168 .

SP3R. SP3R. Lemari Arsip. AKT 3. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. SOP Data Base Kepegawaian 2. SKPP 3. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN Dasar Hukum 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. AKT 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. AKT 3. AKT 1. 2. baik di Subbag Kepegawaian.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. untuk diterbitkan SKPP Penyiapan dan pengisian formulir-formulir (SP4A. Ruang. 2. SP4B. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. SK Pensiun 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. Telepon. AKT 1. Filling Kabinet. 2 15 Copy SK Menit Pensiun/ Pemberhentian 15 SK Pensiun/ Menit Pemberhentian 3 Pegawai Pengadmin istrasi Umum Formulir SP4A. SOP Pensiun Peringatan: 1. AKT 3. AKT4 dan SPTB 4 Pengadministrasi Umum SKPP 1 Hari SKPP diterima pegawai 169 . Faximile. Komputer. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. SP4B. SP4B. Sarana Transportasi. AKT 1. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. Pelaksana No A 1 Aktivitas Persiapan Penggandaan SK pensiun/ pemberhentian Penyampaian tembusan SK Pensiun/pember hentian ke KPPN melalui Subbag RT. AKT4 dan SPTB) untuk ke Taspen Pengambilan SKPP yang telah diterbitkan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pengajuan Taspen. SP3R. Formulir SP4A. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. AKT4 dan SPTB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan SK Pensiun/ Pemberhentian SK Pensiun/ Pemberhentian Output Ket. SP3R. Biro Kepegawaian. AKT 2. Kursi. AKT 1. THT dan Asuransi PT TASPEN. SP4B. 3. AKT4 dan SPTB 3 Hari SP4A. Mesin Tik. PT TASPEN. ATK. AKT 2. Keterkaitan: 1. AKT 2. KPPP. AKT 3.

THT dan Asuransi Kematian kepada PNS/ penerima pensiun untuk diusulkan ke Taspen oleh yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. THT dan asuransi terbayarkan 170 . AKT 3. AKT4 dan SPTB 1 Hari Pembayaran pensiun pertama. SP4B. SP3R. 5 Pegawai SKPP. AKT 1. SP4A. AKT 2.Pelaksana No Aktivitas oleh KPPN melalui Subbag RT Penyiapan dan penyampaian kelengkapan persyaratan administrasi pembayaran pensiun pertama.

AKT 2.FLOWCHART SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. AKT4 DAN SPTB) UNTUK KE TASPEN PENGAMBILAN SKPP YANG TELAH DITERBITKAN OLEH KPPN MELALUI SUBBAG RT KARIS/KARSU KE BKN PENYIAPAN DAN PENYAMPAIAN KELENGKAPAN PERSYARATAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN MULAI PENGGANDAAN SK PENSIUN/ PEMBERHENTIAN PENYAMPAIAN TEMBUSAN SK PENSIUN/PEMBERHENTIAN KE KPPN MELALUI SUBBAG RT. UNTUK DITERBITKAN SKPP PENYIAPAN DAN PENGISIAN FORMULIR-FORMULIR (SP4A. AKT 1. THT DAN ASURANSI KEMATIAN KEPADA PNS/ PENERIMA PENSIUN UNTUK DIUSULKAN KE TASPEN OLEH YANG BERSANGKUTAN SELESAI 171 . SP4B. SP3R. AKT 3.

2. maka akan menghambat proses Pengangkatan Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Pegawai menyiapkan bahan usulan pengajuan dan menyerahkan ke Subbag 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan Auditor.. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. 7. 4. 2. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193. SK KP Terakhir. Faximile. Kursi. DP3 Tahun Terakhir. baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP. Komputer. Ruang. ATK. SOP Data Base kepegawaian 2. 4. Surat Keputusan Mutu Baku Waktu 2 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Ket. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2 Pegawai 1. Surat Persetujuan Teknis 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. SK Jabatan 2 Berkas usulan Minggu Auditor 172 . PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Telepon. SOP Penilaian Angka Kredit Peringatan: 1. Mesin Tik. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Karpeg. Surat Pengajuan Pengangkatan 3. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 3. SK CPNS 5. Daftar Usulan PAK 2. 2. 3. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. BPKP 6. 5. Sarana Transportasi. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). Pencatatan dan Pendataan: 1. Lemari Arsip. Keputusan Bersama BKN. Filling Kabinet.

Pelaksana No Aktivitas Kepegawaian 1 2 3 3 4 Membuat surat pengantar ke kepala BPKP dan rekapitulasi pegawai yang diusulkan Mengirimkan Berkas usulan dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP Pusbin JFA BPKP memproses Persetujuan Teknis Pengangkatan Auditor Melaporkan hasil persetujuan teknis pengangkatan Auditor kepada Sekretaris Mempersiapkan sidang baperjakat Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan (jika menjabat) 6. Pegawai yang Lulus Ujian Jabatan Fungsional Auditor atau PNS Formasi Calon Auditor 7. Daftar Usulan PAK Berkas usulan 1 Surat Hari Pengantar Ket. Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 hari 5 Surat Pengantar dan Berkas DUPAK Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP 1 Surat Bulan Persetujuan Teknis 6 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Surat Persetujuan Teknis 1 Hari Disposisi Sekretaris 7 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Pejabat Eselon I & II 8 Melaksanakan Kasubbag Sidang KepegaBaperjakat waian Pengadministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Surat Persetujuan Teknis dan Disposisi Sekretaris Bahan Rapat Baperjakat 2 Hari Bahan Rapat Baperjakat 1 Hari Laporan Hasil Sidang Baperjakat Rancangan Surat Keputusan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Membuat rancangan Surat Keputusan 10 Membuat Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor 9 Laporan Hasil Sidang Baperjakat Sekretaris Irjen Rancangan Surat Keputusan 2 Hari 2 Hari 173 .

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Mutu Baku Waktu 1 Hari Output Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor terdistribusi Ket. Sel es ai Pengadmini 11 Surat strasi Keputusan Pengangkatan Umum Ajabatan Fungsional Auditor didistribusikan ke pihak terkait 174 .

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN DIUSULKAN MENJADI AUDITOR PEGAWAI MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE KEPALA BPKP DAN REKAPITULASI PEGAWAI YANG DIUSULKAN MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR MELAPORKAN HASIL PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR KEPADA SEKRETARIS MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 175 .

Pencatatan dan Pendataan: 1. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Susunan Organisasi. Surat Keputusan PNS Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Jam 1 Jam Output Daftar CPNS Daftar CPNS diterima Badan Litbang & Diklat Surat Pangilan Diklat Prajabatan Ket. Sarana Transportasi. ATK. Keterkaitan: 1. Mesin Tik. Pelaksana No 1 Aktivitas Menginventarisir CPNS Mengusulkan daftar CPNS ke Badan Litbang & Diklat Menerima surat panggilan prajabatan dari Balai Diklat 1 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawai an 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan CPNS menjadi PNS. 2. SOP Data Base Kepegawaian 2.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. Filling Kabinet. Fungsi. 4. Biro Kepegawaian. PT TASPEN. Lemari Arsip. THT dan Asuransi PT TASPEN. Surat Keputusan CPNS 2. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. SOP Pengadaan CPNS 3. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Surat Perintah Melaksanakan Tugas 3. baik di Subbag Kepegawaian. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS Dasar Hukum 1. KPPP. Tugas. 2 Kabag Ortala & Kepegawai an Sekretaris Daftar CPNS 3 Pengadministrasi Umum Surat Panggilan Diklat 1 Jam 176 . Surat Tanda Tamat Pelatihan Prajabatan 4. Ruang. Peralatan/Perlengkapan: Meja. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. 3. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. SOP Penetapan Peserta Diklat Peringatan: 1. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. Komputer. Hasil General Chek Up 5. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Kursi.

STTPP 3.Pelaksana No 4 Aktivitas Menugaskan CPNS mengikuti Diklat Prajabatan Diklat Prajabatan Menugaskan CPNS mengikuti Tes Kesehatan Mengikuti Tes Kesehatan Membuat Konsep Surat Keputusan Pengangkatan CPNS menjadi PNS 1 Kasubbag Kepegawai an 2 Kabag Ortala & Kepegawai an 3 Sekreta ris Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Surat Panggilan Diklat Prajabatan Waktu 1 Jam Output Surat Tugas Dikat Prajabatan STTPP Ket. Telah melaksanakan tugas minimal 1 Tahun 2. Hasil Tes Kesehatan 4. 5 CPNS 6 Kasubbag Kepegawai an CPNS Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris Surat Tugas Diklat Prajabatan CPNS yang lulus Diklat Prajabatan Surat Tugas Tes Kesehatan 1. SPMT Konsep Surat Keputusan 2 Minggu 1 Jam Surat Tugas Tes Kesehatan Hasil Tes Kesehatan Konsep Surat Keputusan 7 8 2 Hari 1 Hari 9 Menandatang Kasubbag ani Surat Kepegawai Keputusan an dan mendistribusik an Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris 1 Hari Surat Keputusan Pegawai dan pihak terkait menerima SK Acara pengambil an sumpah siap dilaksanakan Berita Acara Pengambilan Sumpah PNS 10 Mempersiapkan acara pengambilan sumpah PNS Surat Keputusan 3 Hari 11 Melaksanakan CPNS Pengambilan Sumpah PNS Pimpinan Surat Keputusan Naskah Sumpah PNS Konsep Berita Acara 3 Jam 177 .

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MULAI MENGINVENTARISIR CPNS MENGUSULKAN DAFTAR CPNS KE BADAN LITBANG & DIKLAT MENERIMA SURAT PANGGILAN PRAJABATAN DARI BALAI DIKLAT MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI DIKLAT PRAJABATAN DIKLAT PRAJABATAN MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI TES KESEHATAN MENGIKUTI TES KESEHATAN MEMBUAT KONSEP SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN DAN MENDISTRIBUSIKAN MEMPERSIAPKAN ACARA PENGAMBILAN SUMPAH PNS MELAKSANAKAN PENGAMBILAN SUMPAH PNS SELESAI 178 .

maka akan menghambat proses karier Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat Nota Dinas ke Inspektur Wilayah tentang pengumpulan DUPAK Auditor Membuat Surat Keputusan Tim Penilai Angka Kredit Auditor menyiapkan bahan usulan peng1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. 5. Surat Keputusan Tim Penilai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Nota Dinas Surat BPKP & Hari Jadwal Pengumpulan DUPAK ( Bulan Januari dan Juli) 1 Hari Surat Keputusan Ket. Sarana Transportasi. Filling Kabinet. Faximile. Telepon. Kursi. Peringatan: 1. 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama.. Keputusan Bersama BKN. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. BPKP 6. 3. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penilaian Angka Kredit Auditor. 2 Kasubbag Kepegawaian Pegawai Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris 3 DUPAK 2 Berkas Minggu usulan DUPAK 179 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). Komputer. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. ATK. Surat Pengantar 3. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). Daftar Usulam PAK 2. Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Lemari Arsip. Ruang. 7. baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP. Surat Penetapan Angka Kredit 4. 4. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. Mesin Tik. 2. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193.

Pengadmikan dan nistrasi mengarsipkan Umum Surat Penetapan PAK Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan B.5 Mendistribusi.4 Menerima Penetapan PAK Tim Penilai Pusbin JFA Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 Bulan Rekapitulasi DUPAK Surat Pengantar Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Pengadministrasi Umum A.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Auditor Ket.3 Pusbin JFA BPKP memproses DUPAK dan menetapkan angka kredit (PAK) A.2 Mengirimkan Hari dan Berkas Berkas usulan nistrasi DUPAK Umum DUPAK dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP A.5 Menanda- B.2 Mempersiapkan Kegiatan Pelaksanaan Penilaian angka Kredit B. DUPAK Auditor Ahli Madya dan Ahli Utama DUPAK Auditor 1 A.1 Merekap DUPAK masing-masing Auditor sesuai format Kertas Kerja Tim Penilai B.3 Menyelenggarakan Kegiatan penetapan Angka Kredit B.4 Membuat Draft Penetapan Angka Kredit B. DUPAK Auditor Trampil dan Ahli Pertama serta Ahli Muda Berkas DUPAK 1 Rekapitulasi PengadmiMinggu Kertas Kerja nistrasi Tim Penilai Umum Pengadministrasi Umum 3 Hari Pelaksanaan Penghitungan Siap Pengadministrasi Umum Tim Penilai Berkas DUPAk dan Rekapitulasi Kertas Kerja Tim Penilai Kertas Kerja Tim Penilai 3 hari Kertas Kerja tim Penilai Pengadministrasi Umum Tim Penilai 1 Hari 1 Sekretaris Inspektur Draft Penetapan Draft Penetapan angka Kredit Penetapan 180 .1 Membuat Surat Ahli Madya dan Hari Pengantar Ahli Utama DUPAK ke BPKP 1 Surat Pengantar PengadmiA. ajuan DUPAK dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian DUPAK 1 4 Mengelompokk PengadmiMinggu nistrasi an Daftar Umum Usulan Penetapan Angka Kredit A.

6 Mendistribusi.nistrasi arsipkan Surat Umum Penetapan PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Angka Kredit Hari Angka Kredit Ket.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Jenderal tangani Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit B. Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan 181 .Pengadmikan dan meng.

FLOWCHART SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Mulai MEMBUAT NOTA DINAS KE INSPEKTUR WILAYAH TENTANG PENGUMPULAN DUPAK AUDITOR MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN TIM PENILAI ANGKA KREDIT AUDITOR MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DUPAK DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGELOMPOKKAN DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT AUDITOR AHLI Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DUPAK KE BPKP MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DUPAK DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES DUPAK DAN MENETAPKAN ANGKA KREDIT (PAK) MENERIMA PENETAPAN PAK Tidak MEREKAP DUPAK MASING-MASING AUDITOR SESUAI FORMAT KERTAS KERJA TIM PENILAI MEMPERSIAPKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENILAIAN ANGKA KREDIT MENYELENGGARAKAN KEGIATAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MEMBUAT KONSEP PENETAPAN ANGKA KREDIT MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MENDISTRIBUSIKAN DAN MENGARSIPKAN SURAT PENETAPAN PAK SELESAI 182 .

Persetujuan Teknis BKN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Database Kepegawaian 2 Hari Output Memorandum/ Nota Dinas Ket. 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Telepon. Kursi. 4. Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pensiun. Nota BKN 3. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PENSIUN Dasar Hukum: 1. SOP Pengajuan TASPEN Peringatan: 1. Ruang. Mesin Tik. 2. Faximile. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 3. Biro Kepegawaian dan BKN. Keterkaitan: 1. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 1 2 3 4 5 Membuat memorandum /Nota Dinas pemberitahuan kepada PNS yang mencapai BUP Pegawai menyiapkan berkas Pensiun dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa kelengkapan berkas pensiun Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan berkas pensiun ke Biro Kepegawaian Pegawai Memorandum/ Nota Dinas 2 Hari Berkas Pensiun Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Berkas Pensiun 2 Hari 1 Hari Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Draft Surat Pengantar Berkas Pensiun lengkap Surat Pengantar Kasubbag Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pensiun 1 Hari Surat Pengantar & Berkas Pensiun ter- 183 . baik di Subbag Kepegawaian. ATK. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. Filling Kabinet. Lemari Arsip. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan Pensiun 2. SOP Data Base Kepegawaian 2. maka akan menghambat proses Pensiun. Sarana Transportasi. Komputer.

IV/c ke atas Kewena ngan Sekretar iat Negara Sekretariat Negara 1 Hari Biro Kepegawai an Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. 6 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 7 Proses di BKN BKN 8 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 9 10 11 12 13 14 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Untuk Pangkat diatas IV/c Pertimbangan Teknis BKN disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara Membuat Surat Keputusan Pensiun Surat Keputusan Pensiun di sampaikan ke Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Biro Kepegawaian kirim ke Biro Kepegawaian Surat Pengantar 2 Surat Usul & Kewena& Berkas Hari Berkas ngan Pensiun Pensiun Biro terkirim ke Kepega BKN waian Surat Usul & 1 Nota BKN Kewena Berkas Pensiun Minggu dan ngan Persetujuan BKN Teknis untuk Gol. III/c s/d ngan Persetujuan Biro IV/b BKN Kepega waian Biro Kepegawaian Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. IV/c ke atas Persetujuan Teknis untuk Gol. IV/c ke atas diterima Biro Kepegawaian SK Pensiun Gol.BKN Teknis untuk waian dan Gol.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. IV/c keatas diterima Pegawai 184 . IV/c ke atas terkirim ke Setneg 3 SK Pensiun Kewena Nota Hari Gol. III/c s/d IV/b diterima pegawai Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN Kewena ngan Biro Kepega waian Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN SK Pensiun Gol. IV/c keatas 2 SK Pensiun Bulan Gol. IV/c keatas Kewena 1 Nota BKN Nota BKN dan ngan Hari terkirim ke Persetujuan Biro Kepega. IV/c keatas 1 Hari SK Pensiun Gol. III/c s/d IV/b 1 Hari SK Pensiun Gol.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN PENSIUN Mulai MEMBUAT MEMORANDUM / NOTA DINAS PEMBERITAHUAN KEPADA PNS YANG MENCAPAI BUP PEGAWAI MENYIAPKAN BERKAS PENSIUN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMERIKSA KELENGKAPAN BERKAS PENSIUN Tidak LENGKAP? Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS YANG DITUJUKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIRIMKAN BERKAS PENSIUN KE BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BKN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN/PERTIMBANGAN TEKNIS Tidak Gol IV/c Ya PERTIMBANGAAN TEKNIS BKN DISAMPAIKAN KE SEKRETARIAT NEGARA SEKRETARIAT NEGARA MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN DI SAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN DISAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SK PENSIUN DISAMPAIKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 185 .

3. SOP Izin Tugas Belajar Peringatan: 1. Jika kelengkapan data base pegawai tidak lengkap. Tugas. 4. SOP Data Base Kepegawaian 2. Kursi. Finger Printer. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Sarana Tranportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Mesin Tik. Pemindahan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Agama. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat/penyesuaian ijazah pegawai. 1 Inventarisasi pegawai yang akan diajukan untuk mengikuti Ujian Dinas/UPKP 186 . Kenaikan pangkat dari Gol II ke Gol III 3. Komputer. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 5. 6. Surat Izin Tugas Belajar 3. Lemari Arsip. atau salah satu kegiatan belum terpenuhi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Pegawai yang mempunyai ijazah setingkat lebih tinggi 1 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan Ujian dinas/ UPKP Ket. KMA Nomor 172 Tahun 1988 tentang Pedoman Ujian Dinas di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. Database Kepegawaian 2. PP Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Jika izin tugas belajar belum terpenuhi. ATK. Fungsi. 2. maka akan menghambat proses penyesuaian ijazah pegawai Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ujian Dinas/ UPKP. Ijazah 2. 2. 7. Filling Kabinet. Ruang.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP UJIAN DINAS/UPKP Dasar Hukum: 1.

3 4 Pengadministrasi Umum Mengirimkan Pengadmiberkas dan surat nistrasi pengantar ke Umum Biro Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pengajuan 1 Hari 5 Mengikuti Ujian Tertulis Mengikuti Ujian Karya Tulis Mengikuti Ujian Kompetensi Biro Kepegawaian menerbitkan Sertifikat Lulus Ujian Dinas/ UPKP Sertifikat di serahkan ke pegawai melalui Subbag Kepegawaian Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Biro Kepegawaian Hasil Ujian 6 7 8 Sertifikat Lulus 9 Pengadministrasi Umum Sertifikat Lulus Sertifikat Lulus diterima pegawai 187 . membuat karya tulis Membuat Surat Pengantar 1 Pegawai 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Minggu Konsep Surat Pengantar 1 Minggu Output Berkas Persyaratan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Ket.Pelaksana No 2 Aktivitas Mengumpulkan berkas persyaratan.

FLOWCHART SOP UJIAN DINAS/UPKP MULAI INVENTARISASI PEGAWAI YANG AKAN DIAJUKAN UNTUK MENGIKUTI UJIAN DINAS/UPKP MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN. MEMBUAT KARYA TULIS MEMBUAT SURAT PENGANTAR MENGIRIMKAN BERKAS DAN SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIKUTI UJIAN TERTULIS MENGIKUTI UJIAN KARYA TULIS MENGIKUTI UJIAN KOPETENSI Tidak LULUS ? Ya BIRO KEPEGAWAIAN MENERBITKAN SERTIFIKAT LULUS UJIAN DINAS/UPKP SERTIFIKAT DI SERAHKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 188 .

2. 11. 6. 5. 4. 3. 9. 10. 7.Lampiran 5  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG ORTALA 1. 12. 8. SOP Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SOP Keortalaan SOP Notulen Rapat SOP Pelaksanaan Kegiatan SOP Pelaksanaan Rapat SOP Pelaporan Kegiatan SOP Pembuatan TOR Kegiatan SOP Pembukaan Kegiatan SOP Penerbitan Majalah SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen SOP Perekrutan Pemantau Haji SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 189 .

SOP Pelaksanaan Kegiatan 4. PP No. 4. 2. 3. Pelaksanaan kegiatan c. Data-data yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. Pelaksana No. PMA No. Tempat Acara d. Pengelolaan Keuangan f. printer. 3. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. Mempersiapkan hasil. Inpres No.Umum giatan 3. Transportasi Kasubbag 15 Terevaluasinya menit Acara Pembukaan Hasil 1 Terevaluasi Kegiatan jam Pelaksanaan Kegiatan Tempat 15 Terevaluasinya Acara menit Tempat Acara Konsumsi 15 Terevaluasinya menit penyediaan konsumsi SPJ 1 Terevaluasinya Keuangan Jam SPJ Keuangan 15 Terevaluasinya Perlengkapan menit penggunaan yang perlengkapan digunakan 15 Terevaluasinya Transportasi menit penggunaan yang transportasi digunakan Dokumentasi pembukaan 190 . 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 3. SOP Pelaporan Kegiatan Peringatan: 1. Kegiatan dianggap fiktif. layar. 2. 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan/kompetensi dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. Acara Pembukaan Kasubbag b.Pengadmi hasil penyelenggara. Laporan hasil kegiatan. Keterkaitan: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.nistrasi Umum an kegiatan Pengad2. Mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan. Inpres No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Perlengkapan Kasubbag Kasubbag g. meliputi: a. 5. ATK. PMA No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah. Kegiatan tidak optimal. Konsumsi Kasubbag Kasubbag Kasubbag e. SOP Penyusunan TOR Kegiatan 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Memeriksa kelengministrasi kapan hasil-hasil penyelenggaraan ke. Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Laporan Ke1 Bahan evaluasi giatan Jam penyelenggaraan kegiatan Bahan 1 Terperiksanya evaluasi Jam kelengkapan kegiatan bahan evaluasi kegiatan Ket. LCD.

Menyampaikan surat Pengadministrasi hasil evaluasi Umum kegiatan pada Sekretaris Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Dokumentasi 30 Terevaluasinya Kegiatan menit kelengkapan dokumentasi Hasil evaluasi 2 Tersusunnya pelaksanaan Jam draft surat hasil kegiatan evaluasi kegiatan Draft surat 30 Koreksi surat evaluasi Menit hasil evaluasi kegiatan kegiatan Surat hasil 10 Surat hasil evaevaluasi Menit luasi kegiatan kegiatan yang telah ditandatangani 5 Diterimanya Surat hasil Menit surat hasil evaevaluasi luasi kegiatan.Pelaksana No. 191 . Mengoreksi draft surat hasil evaluasi kegiatan Menandatangani surat hasil evaluasi kegiatan Kabag 7. 6. Aktivitas h. Membuat surat hasil evaluasi kegiatan Pengadministrasi Umum Kasubbag 5. kegiatan Ket. Dokumentasi 1 Kasubbag 2 3 4.

FLOWCHART SOP EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MENELITI KELENGKAPAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP: ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN TEMPAT ACARA KONSUMSI PENGELOLAAN KEUANGAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DOKUMENTASI MEMBUAT DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENGOREKSI DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENANDATANGANI SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN MENYAMPAIKAN SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN SELESAI 192 .

dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. Pelaksanaan kegiatan setiap bagian pada Sekretariat 2. 3 Hasil telaah Hari tugas. Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen 2 Bahan penyuHari sunan uraian tugas. Memahami tugas dan fungsi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Fungsi.penyeganisasian Itjen suaian 193 . Peringatan: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Mengidentifikasi kebutuhan pengorganisasian pada Itjen 4. Pelaksanaan kegiatan pada Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEORTALAAN Dasar Hukum: 1. 2. Peraturan dan kebijakan pengorganisasian Itjen Tugas. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.Tim analisis ortala organisasian Itjen sesuai hasil analisa Itjen 6. mekanisme dan tata kerja Itjen. mekanisme dan tata kerja yang Kualifikasi Pelaksana: 1. mekanisme dan tata kerja 5. 2. 3. Keterkaitan: 1. PMA No. PMA No. Usulan 2 Laporan hasil Jam analisa pengor. Mengumpulkan bahan untuk penyusunan uraian tugas. Struktur organisasi Inspektorat Jenderal. Pelaksana No Aktivitas 1 Tim analisis ortala Itjen 2 3 1. mekanisme dan tata kerja yg ada dan yg diperlukan Hasil analisa tugas. Mekanisme dan tata kerja Itjen yg ada Tugas. mekanisme dan tata kerja Draft tugas. Membuat laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Tim analisis ortala Itjen 3 Draft tugas. 2. Menganalisa antara tugas. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Menelaah tugas. printer. Tidak adanya struktur organisasi yang jelas/ sesuai akan menyebabkan hambatan dalam organisasi. ATK. Hari mekanisme dan tata kerja yang tidak tumpang. Tugas Mekanisme dan Tata Kerja di Lingkungan Inspektorat Jenderal. Mekanisme dan tata kerja yg diperlukan Perbandingan tugas. Memahami keortalaan. mekanisme dan tata kerja di lingkungan Itjen akan mengganggu keortalaan di Itjen. mekanisme dan tata kerja Itjen yang ada 3. 2. mekanisme dan tata kerja yang ada dengan yang dibutuhkan. Tidak terlaksananya tugas. mekanisme dan tata kerja 2. Waktu minimal yg dibutuhkan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3 Identifikasi Hari kebutuhan organisasi 3 Hasil analisa Hari tugas. Membuat draft peng. mekanisme dan tata kerja. Tugas. Peralatan/Perlengkapan: Komputer.

Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen Tim anali. Menyampaikan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen pada pimpinan. Mengoreksi konsep SK Irjen tentang keortalaan 13. Menyampaikan hasil kesepakatan pada pimpinan 11. beban tugas dan fungsi Tim analisis ortala Itjen Subbag Ortala hasil kesepakatan Hasil kesepakatan analisis organisasi Konsep SK Irjen tentang organisasi Koreksi konsep SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang Keortalaan Konsep uraian jabatan. Membuat kesepakatan hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Ketua tim analisis 15 TersampaikanMenit nya laporan Tim anali.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 tidak tumpang Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Mengajukan Konsep SK Irjen tentang keortalaan pada Kepala Bagian untuk disetujui 14. beban tugas dan fungsi pada Itjen 10 Diterimanya Menit hasil kesepakatan 2 Konsep SK Irjen Jam Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 30 Hasil koreksi Menit Konsep SK Irjen 15 Konsep SK Irjen Menit yang telah disetujui dan diparaf Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 16.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen 3 Hasil diskusi/ Hari pembahasan analisa pengorganisasian Itjen 1 Kesepakatan Jam hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Tidak adanya tumpang tindih dalam pengorganisasi an Itjen 10. Mengajukan SK tentang keortalaan pada Irjen 15. Membuat konsep uraian jabatan. 8. beban tugas dan fungsi pada Itjen 3 DitandatanganiHari nya konsep uraian jabatan. Menyelenggarakan pembahasan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen 9. beban tugas dan fungsi pada Itjen 194 . 7. Membuat konsep keputusan Irjen tentang (penyesuaian) pengorganisasian 12. Mengajukan konsep Subbag Ortala uraian jabatan. beban tugas dan fungsi pada pimpinan 1 SK Irjen yang Hari telah ditandatangani 3 Konsep uraian Hari jabatan.

BEBAN TUGAS DAN FUNGSI PADA PIMPINAN MEMBUAT KONSEP KEPUTUSAN IRJEN TENTANG (PENYESUAIAN) PENGORGANISASIAN SELESAI 195 . MEKANISME DAN TATA KERJA MENELAAH TUGAS. MEKANISME DAN TATA KERJA YANG ADA DENGAN YANG DIBUTUHKAN. MENGAJUKAN KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN PADA KEPALA BAGIAN UNTUK DISETUJUI MENYELENGGARAKAN PEMBAHASAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGAJUKAN SK TENTANG KEORTALAAN PADA IRJEN MEMBUAT KESEPAKATAN HASIL PEMBAHASAN ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MEMBUAT KONSEP URAIAN JABATAN. MEKANISME DAN TATA KERJA ITJEN YANG ADA MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGORGANISASIAN PADA ITJEN MENGANALISA ANTARA TUGAS.FLOWCHART SOP KEORTALAAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN UNTUK PENYUSUNAN URAIAN TUGAS. BEBAN TUGAS DAN FUNGSI MENYAMPAIKAN HASIL KESEPAKATAN PADA PIMPINAN MENGAJUKAN KONSEP URAIAN JABATAN. MEMBUAT DRAFT PENGORGANISASIAN ITJEN SESUAI HASIL ANALISA MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGOREKSI KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN MENYAMPAIKAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN PADA PIMPINAN.

Hasil akhir rapat 3. Mampu mengetik dengan cepat. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 5. Notulen 196 . Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 5 Diterimanya menit apa saja agenda yang akan dibahas dalam rapat Komputer atau Selama Tercatatnya semua Laptop rapat berlang usulan dan pendapat sung dari para peserta selama rapat berlang-sung Komputer atau Selama Tercatatnya hasil-hasil Laptop rapat berlang akhir keputusan rapat sung 5 Dibacakannya Komputer atau Laptop dan menit hasil akhir keputusan rapat printer oleh pimpinan rapat Pelaksana No 1. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. ATK. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Mencatat hasilhasil akhir keputusan rapat Menyerahkan hasil akhir keputusan rapat kepada pimpinan rapat untuk dibacakan sebelum rapat ditutup Notulen 4. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terlaksana notulen rapat Kualifikasi Pelaksana: 1. Mampu menyimpulkan pendapat dan usulan dengan baik. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. Usulan dan masukan dari para peserta 2. 2. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Printer. Fungsi. 4. dan lain-lain. 3. Mencatat semua usulan dan pendapat dari para peserta rapat selama rapat berlangsung Notulen 3. Aktivitas 1 2 3 Meminta agenda Notulen rapat dari pimpinan rapat 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP NOTULEN RAPAT Dasar Hukum: 1. Pendokumentasian hasil-hasil rapat Mutu Baku Ket. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tugas.

Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Mesin fotokopi 10 Tergandakan menit nya hasil akhir keputusan rapat Hasil keputus10 Terdistribusian rapat yang menit kan nya hasil sudah diganda keputusan kan rapat kepada para peserta rapat 2 Diarsipkannya menit hasil-hasil keputusan rapat 197 . Notulen Mutu Baku Ket. Mendistribusikan hasil keputusan rapat kepada para peserta rapat Mengarsipkan hasil keputusan rapat Notulen 7. Aktivitas Menggandakan hasil akhir keputusan rapat 1 Notulen 2 3 6.Pelaksana No 5.

FLOWCHART SOP NOTULEN RAPAT MULAI MEMINTA AGENDA RAPAT DARI PIMPINAN RAPAT MENCATAT SEMUA USULAN DAN PENDAPAT DARI PARA PESERTA RAPAT SELAMA RAPAT BERLANGSUNG MENCATAT HASIL-HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENYERAHKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT KEPADA PIMPINAN RAPAT UNTUK DIBACAKAN SEBELUM RAPAT DITUTUP MENGGANDAKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENDISTRIBUSIKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT MENGARSIPKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT SELESAI 198 .

2. Palu. Daftar hadir 2. 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Permintaan Barang 5. Spanduk. Fungsi. Keterkaitan: 1. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. Layar. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. 3. Laporan Panitia. Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. Pelaksanaan Narasumber Moderator Acara Layar. Lagu Indonesia Raya. Sound system. dan Kendaraan roda empat. mesin tik. 5. 3. Aktivitas Penyiapan Tempat Acara 1 Panitia 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. SOP Pencairan Anggaran 4. Acara Pembukaan Panitia/MC Pimpinan 3. LCD. Arahan Pimpinan. 4. Kegiatan tidak optimal 3. 5. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. printer. mesin foto copy. dan Do’a Paparan dari Narasumber 1 jam Tempat acara yang siap untuk digunakan Terselenggaranya acara pembukaan 1 jam 3 hari Terselenggaranya acara kegiatan 199 . SOP Penyusunan TOR kegiatan. Pelaksana No 1. 2. Mampu menganalisis materi-materi kegiatan 3. Sound system. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Spanduk. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dan Tabel Tag Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 6. ATK. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Memahami tugas dan fungsinya Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. 2. Palu. LCD. Tabel Tag. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Tugas. Rincian keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Laptop.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1.

Laporan Panitia dan Arahan Penutup 1 jam Terselenggar anya acara penutupan 200 . Aktivitas Acara Penutupan 1 Panitia Pelaksana Kegiatan 2 Pimpinan 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI PENYIAPAN TEMPAT ACARA ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN ACARA ACARA PENUTUPAN SELESAI 201 .

Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Tidak tersEdianya konsumsi rapat 2. SOP Notulen Rapat Peringatan: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Memiliki kemampuan memahami masalah yang akan dibahas dalam rapat 3. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Permintaan Konsumsi 2. Layar. SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris 4. Printer. Menit siap untuk Kertas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN RAPAT Dasar Hukum: 1. Fungsi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. ATK. menit siap untuk digunakan Daftar Absen Kehadiran. Dll Para peserta 5 Dimulainya telah hadir menit rapat Diikuti para Kondi. Tugas. Mampu mengoperasikan Laptop dan LCD 4. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. 6. Mesin didistriFoto Copy. Mampu mencatat hasil-hasil rapat dengan cepat Peralatan/Perlengkapan: Kursi. 4. Tidak tersedianya ruang untuk rapat 3.Terlaksana. Tidak tersdianya sarana untuk rapat 4. Membuka rapat Pelaksanaan rapat Pimpinan rapat Pimpinan rapat Peserta rapat Notulen Mutu Baku Ket. Sound System. Pencatatan dan Pendataan: 1. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 30 Undangan Laptop.Waktu peserta rapat sional nya rapat tergantung agenda rapat 202 . 5. Daftar hadir 2. Komputer. 5. SOP Pemakaian ruang dan peralatan 3. Meja. Bahan Rapat 2. Memiliki Kewenangan Menetapkan Peraturan dan Kebijakan 2. Layar. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. LCD. Tidak tercatatnya hasil rapat Pelaksana No 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Menyiapkan Pelaksana surat undangan dan absen Mendistribu. busikan Stempel Surat undangan 20 Surat undangyang sudah menit an diterima digandakan seluruh peserta 30 Tempat rapat LCD. Sound System. Keterkaitan: 1. Printer.Pelaksana sikan surat undangan Menyiapkan Pelaksana tempat rapat 3.

Pelaksana No 6. 203 . Menutup rapat Pimpinan rapat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Notulen rapat 10 Kesimpulan menit hasil-hasil rapat diketahui seluruh peserta agenda rapat Rapat selesai 5 telah selesai menit dibicarakan Ket. Aktivitas 1 2 3 Pembacaan Pimpinan rapat hasil-hasil rapat 7.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN RAPAT MULAI PENYIAPAN SURAT UNDANGAN DAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENYIAPAN TEMPAT RAPAT PEMBUKAAN RAPAT PELAKSANAAN RAPAT PEMBACAAN HASIL-HASIL PENUTUPAN RAPAT SELESAI 204 .

Memiliki kemampuan laporan 2. Tidak ada yang dilaaporkan. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 5. Fungsi. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Bahan hasil sidang Komisi. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan Kegiatan. 3. 4. Palu. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.Pelaksana kan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan setelah kegiatan selesai dilaksanakan Pelaksana Menyusun bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan Mengoreksi Kasubbag bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kumpulan bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kabag Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 1 jam Tersusunnya bahan-bahan dan hasilhasil kegiatan Terkoreksinya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 jam 205 . PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3. Mengumpul. 2. mesin foto copy. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 3. SK Kegiatan dalam menyusun Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. 2. 2. Sound system. 6. Pelaksana No 1. LCD. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Kualifikasi Pelaksana: 1. Kendaraan roda empat. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. mesin tik. Tabel Tag. Mutu Baku Waktu 1 jam Output Terkumpulnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah selesai dilaksanakan Ket. Kegiatan tidak optimal. Peringatan: 1. dan Hotel Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Layar. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Daftar Hadir. 4. Bahan Hasil Sidang Pleno. Spanduk. 3. Bahan Narasumber. Tugas. ATK. printer. 3. SOP Pembuatan TOR kegiatan.

Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit 8. Sekretaris 5 menit Tertandatanga ninya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 6. Aktivitas Memaraf bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menandatangani bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menggandakan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menyampaikan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke subbag Evalap dan Subbag Keuangan Mendokumentasikan satu naskah bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Waktu 5 menit Output Terparafnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Ket. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 2 Jam Tergandakannya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Sampainya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke Subbag Evalap 7. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit Terdokumentasikannya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 206 . Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5.Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PELAPORAN KEGIATAN MULAI MENGUMPULAN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN SETELAH KEGIATAN SELESAI DILAKSANAKAN MENYUSUN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN MENGOREKSI BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MEMARAF BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENANDATANGANI BAHAN-BAHAN DAN HASILHASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENGGANDAKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENYAMPAIKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN KE SUBBAG EVALAP DAN SUBBAG KEUANGAN MENDOKUMENTASIKAN SATU NASKAH BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN SELESAI 207 .

Keterkaitan: 1. Tidak adanya payung hukum dari kegiatan yang akan dilaksanakan. 2 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Menandatangani TOR kegiatan 6. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mampu menganalisis kegiatan yang akan dilaksanakan. Menyerahkan TOR asli ke Sub Bagian Keuangan dan Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 10 menit Output Terkumpul nya bahanbahan untuk pembuatan TOR Terkumpul nya peraturan per-UU-an terkait Tersusunny a Konsep TOR Kegiatan Terkoreksin ya konsep TOR kegiatan Ditandatanganinya TOR Diterimany a TOR asli oleh Sub Bagian Keuangan dan Evalap Ket. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 1. Mampu mengoperasikan komputer 2. dan tujuan Konsep TOR Kegiatan 15 menit 10 menit Sekretaris Itjen Pengadministrasi Umum TOR kegiatan 10 yang telah menit diparaf 5 menit 208 . SOP SK Kegiatan 3. Pengadministrasi Umum 10 menit Pengadministrasi Umum Kasubag Kepala Bagian Memuat latar belakang.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mengumpulkan bahan-bahan yang terkait dengan kegiatan yang akan dibuatkan TORnya 2. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: 1. Mengoreksi dan memaraf konsep TOR kegiatan 5. Membuat konsep TOR kegiatan 4. Mengumpulkan peraturan perundangundangan terkait 3. Tumpang tindihnya kegiatan 2. 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. printer. SOP Kalender Kegiatan 2. sasaran. Peralatan/Perlengkapan: Komputer.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN MENGUMPULKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAHAN MENYUSUN KONSEP TOR KOREKSI KOREKSI DAN PEMARAFAN PENANDATANGANAN PENGGANDAAN DAN PENGARSIPAN PENYERAHAN TOR ASLI KE SUBBAG KEUANGAN SELESAI 209 .

Absen peserta. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. Keterkaitan: 1. Pembacaan Panitia susunan acara pembukaan Pembacaan Panitia Ayat Suci 2. menit susunan Soundsistem acara pembuka an Al Quran. Mampu mengoperasikan komputer 2. Tugas. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Mampu menjadi MC Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Doa Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Susunan 5 informasi Acara. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. 3. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 210 . Mampu melaksanakan suatu kegiatan 3. 4. 5. 2. 3. 5 Lantunan Soundsistem menit Ayat suci sesuai dengan kegiatan Soundsistem 5 Lantunan menit Lagu Indonesia Raya 10 Informasi Naskah Lapormenit tentang an. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Fungsi. Jadwal acara. 6. SOP Penyusunan TOR kegiatan. Kegiatan tidak optimal Pelaksana No 1. Sound kegiatan sistem Naskah arah30 Arahan an. Menyanyikan lagu Indonesia Raya Laporan Panitia Arahan Pimpinan Panitia Ketua Panitia Pimpinan 5. printer. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUKAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Soundmenit Pimpinan sistem terhadap kegiatan 5 Doa menit Ket. 6. 2.

FLOWCHART SOP PEMBUKAAN KEGIATAN MULAI PEMBACAAN SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN PEMBACAAN AYAT SUCI MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA LAPORAN PANITIA ARAHAN PIMPINAN DOA SELESAI 211 .

Editing naskah. Aktivitas Mempersiapkan bahan rapat Mengadakan rapat pembahasan tema Mengumumkan tema majalah 1 Pelaksana Dewan Penyunting Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Naskah yang masuk 2 hari Terkumpulnya naskah yang sesuai tema 6. Gambar/foto kegiatan Itjen.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN MAJALAH FOKUS PENGAWASAN Dasar Hukum: PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Majalah tidak tercetak. printer. meliputi: 3. ATK. Peringatan: 1. Mempunyai kemampuan menulis 2. Mengentry Pelaksana naskah b. SOP Pencetakan Buku/Majalah. Kualifikasi Pelaksana: 1. Mempunyai kemampuan komputer Peralatan/Perlengkapan: Flash disk. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: 1. Jika penyusunan Majalah FP tidak melalui Rapat yang sesuai SOP Pelaksanaan Rapat. Mendistribusikan Pelaksana Draft Majalah 1 Naskah yang dientry ke computer Gambar/foto sesuai dengan naskah Naskah dan gambar/foto yang telah di layout Terdistibusi- 212 . Pelaksana No 1. 2. Menyusun Lay out Pelaksana Naskah yang sesuai tema Internet atau foto kegiatan 5 hari 4 hari Pelaksana Naskah dan gambar/foto 3 hari 7. Mempunyai kemampuan desain grafis 3. meja. Tidak adanya susunan pengorganisasian yang sesuai maka Penyusunan Majalah FP tidak berjalan. Menambah gambar/foto yg sesuai dengan tulisan c. Mempunyai wawasan pengawasan 4. kursi. Bank Naskah. SOP Pelaksanaan Rapat. SOP Keortalaan. Menerima/Mengum Pelaksana pulkan naskah yang masuk Mensortir/klasifikasi Pelaksana naskah Naskah dari penulis 5. 2. Selama naskah masuk 4. 3. 3. SK Dewan Penyunting Majalah FP. Bank Naskah Konsep tema Konsep Tema dan Bahan Rapat tema majalah 1 Hari 1 hari 50 hari 50 hari Bahan rapat majalah FP Hasil rapat dan Tema Majalah Informasi tema majalah Terkumpulnya naskah 3. maka dapat menghambat kegiatan. 2. Komputer PC. 2.

Pencetakan majalah 16. Menyerahkan Majalah untuk dicetak ke Subbag Perlengkapan 15. jam Mengoreksi draft majalah 9.Pelaksana No Aktivitas draft majalah ke dewan penyunting 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Mengumpulkan hasil koreksi draft majalah 10. Mendistribusikan hasil cetakan majalah Kasubag Ortala Kabag Sekre.alternatif Ortapeg taris design cover majalah Pelaksana Majalah Subag Ortala Subag Perlengkapan Soft copy dan hard copy Majalah Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah 1 Jam 1 hari 15 Meni t 10 hari Rekanan Print out majalah Diterimanya Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah Terdistribusinya majalah Subag Perlengkapan Subag Tata Usaha 213 . Persetujuan cover majalah 13. Finalisasi majalah yang akan dicetak 14. Pembuatan Design Cover Majalah 8. Memperbaiki naskah sesuai hasil perbaikan/koreksi 11. Dewan Penyunting Pelaksana Draft Majalah Hasil koreksi draft majalah Hasil koreksi draft majalah Beberapa contoh design cover majalah 5 hari 1 hari 3 hari 3 hari Pelaksana nya draft majalah untuk dikoreksi dewan penyunting Hasil koreksi draft majalah Terkumpulnya hasil koreksi draft majalah Hasil editing Majalah Beberapa alternatif design cover majalah Cover majalah Pelaksana 12.

FLOWCHART SOP MAJALAH FOKUS PENGAWASAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN RAPAT MENGADAKAN RAPAT PEMBAHASAN TEMA MENGUMUMKAN TEMA PENGUMPULAN GAMBAR/FOTO PENGUMPULAN NASKAH PEMILIHAN GAMBAR/FOTO MENSORTIR NASKAH MENGENTRY NASKAH KE DALAM KOMPUTER MENYUSUN LAY OUT DISTRIBUSI DRAFT MAJALAH KE DEWAN PENYUNTING KOREKSI OLEH DEWAN PENYUNTING DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI MENGUMPULKAN DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI 214 .

PENGETIKAN PERBAIKAN NASKAH SESUAI HASIL PERBAIKAN/KOREKSI PEMBUATAN COVER MAJALAH SESUAI TEMA PERSETUJUAN COVER MAJALAH FINALISASI MAJALAH YANG AKAN DICETAK PENYERAHAN MAJALAH YANG SIAP CETAK KE SUBBAG PERLENGKAPAN PENCETAKAN MAJALAH PENDISTRIBUSIAN MAJALAH SELESAI 215 .

SOP pencetakan buku/majalah Peringatan: 1. ATK. Fungsi. Tugas. Bagian lain 3. Tidak tersedianya pidato Irjen 2. Memiliki keahlian komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Tidak tercetaknya buku/majalah Pelaksana No 1 Aktivitas Mengumpulkan pidato Irjen dari seluruh Bagian 1 Pelaksana 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Flashdisk untuk copian filefilenya Naskah-naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Memuat tema umum dari seluruh arah kebijakan yang tertuang dalam pidato-pidato Irjen Kualifikasi Pelaksana: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2 Menggabung Pelaksana naskah-naskah pidato Irjen yang sudah terkumpul Membuat Lay Out naskahnaskah yang sudah tersusun Menyusun draft sambutan Sekretaris atas nama Irjen untuk buku kumpulan pidato tersebut Pelaksana 1 hari 3 1 hari 4 Pelaksana 2 jam 216 . SOP Pelaksanaan Kegiatan 2. 4. Mampu berkoodinasi dengan sub. Keterkaitan: 1. 6. 2. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO IRJEN Dasar Hukum: 1. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: Menginventarisir kegiatan Irjen Mutu Baku Waktu 1 hari Output Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Setingan kumpulan naskah pidato Irjen dalam bentuk buku Buku kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Tersusunnya draft sambutan sekretaris untuk buku kumpulan pidato Irjen Ket. 3. Mampu mengkompilasi naskah pidato Ijen 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Printer. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.

Pelaksana No 5 Aktivitas Mengoreksi dan memaraf draft kata sambutan Mengoreksi dan menandatangani draft sambutan Menyerahkan draft yang sudah ditandatangani ke subbag perlengkapan untuk digandakan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 6 Sekretaris 7 Pelaksana Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terkoreksi dan Draft kumpulan terparafnya naskah pidatokata sambutan pidato Irjen Sekretaris berikut kata sambutannya Draft kumpulan 1 Terkoreksi dan naskah pidatojam ditandatanganipidato Irjen nya sambutan berikut kata Sekretaris sambutannya Draft kumpulan 1 Tergandakannaskah pidatomenit nya buku pidato Irjen yang kumpulan sudah ditandapidato Irjen tangani kata sambutannya oleh Sekretaris Ket. 217 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO INSPEKTUR JENDERAL MULAI PENGUMPULAN NASKAH PIDATO IRJEN DARI SELURUH BAGIAN MENGGABUNG NASKAHNASKAH PIDATO IRJEN YANG SUDAH TERKUMPUL MEMBUAT LAY OUT NASKAH-NASKAH YANG SUDAH TERSUSUN MENYUSUN DRAFT SAMBUTAN SEKRETARIS ATAS NAMA INSPEKTUR JENDERAL UNTUK BUKU KUMPULAN PIDATO TERSEBUT MENGOREKSI DAN MEMARAF DRAFT KATA SAMBUTAN MENGOREKSI DAN MENANDATANGANI DRAFT SAMBUTAN MENYERAHKAN DRAFT YANG SUDAH DISETUJUI KE SUBBAG PERLENGKAPAN UNTUK DIGANDAKAN SELESAI 218 .

Rapat pimpinan penyaringan calon petugas pemantau 2.I dengan masa kerja minimal 10 tahun. 6. Visa. KMA Nomor 396 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Tidak tersedianya anggaran 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI Dasar Hukum: 1. Surat Kesehatan. 3. 3. UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. 2. SOP SPPD. Tidak terlaksana tugas pemantauan 4. 4. SOP Surat Tugas Pemantauan 4. Peringatan: 1. 4. dan Sarana Transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. 5. 2. Tidak pernah dikenakan sanksi PP 30. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tidak tersedianya petugas hasil seleksi 3. Biodata Petugas Pemantau. printer. SOP Pelaksanaan Rapat 2. Memiliki Penilaian Kerja (DP3) minimal predikat “baik” dalam dua (2) tahun terakhir. Perpres Nomor 53 Tahun 2008 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1429 H/ 2008 M. Tidak tersaringnya calon petugas pemantau haji yang sesuai dengan kualifikasi 2. 2. Memahami tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal. 5. 3. Peralatan/Perlengkapan: Komputer/Laptop. Memiliki pangkat/jabatan minimal 3b/Penata Muda Tk. Surat Penetapan calon petugas pemantau berupa Surat Tugas 3. SOP Notulen Rapat 3. Pas Photo. Keterkaitan: 1. Tidak tersedianya SPPD Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Irjen 4 Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK. SOP Pencairan Anggaran 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Petugas 1 (satu) pemantau yang hari sesuai dengan kualifikasi Output Tersaringnya calon petugas pemantau haji Ket 1. Penyusunan Program Kerja Pemantauan dan Uraian Tugas Para Para pimpinan Inspektur sekretariat Wilayah Subbag Perencanaan dan program Sekretaris Irjen Ditandatangani oleh Sekretaris/ Inspektur Jenderal Petugas pemantau Data tentang pelaksanaan pelayanan haji 1 (satu) Ditetapkanhari nya nama calon petugas pemantau melalui Surat Tugas 1 (satu) Tersusunhari nya Program Kerja Pemantauan beserta Uraian Tugasnya 219 . Paspor. Tiket Pesawat.

Pengajuan Pelaksana ke Departemen Luar Negeri 10. Pengajuan Visa ke Kedubes Kerajaan Saudi Arabia 12. Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Visa 11. Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantaua n ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri 6. Luar Negeri 1 (satu) Paspor minggu 9. Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Paspor Persyaratan pegajuan Paspor 1 (satu) Kelengkap hari an berkas untuk petugas pemantau 1 (satu) Surat hari pengajuan Paspor ke Dep.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Sekret aris 4 Pembuatan surat pengusulan petugas pemantau ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri Pelaksana Kasubbag Kabag pada bagian perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 (satu) Surat Surat Usulan hari Usulan petugas petugas pemantau pemantau ke Setneg Ket 5. Pencairan dana pemantauan Pelaksana Surat pengajuan Paspor Persyaratan pembuatan Visa 1 (satu) Surat hari Pengajuan Visa Surat Pengajuan Visa 1 (satu) minggu Visa Subbag keuangan Petugas Pemantau SPPD 1 (satu) Diterimajam nya dana pemantauan 220 .persetujuan tau dari Setneg 8. Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantauan ke Setneg 7 Menerima surat persetujuan dari Setneg Subbag TU Sekretaris Irjen Berkas petugas pemantau 2 (dua) hari Surat usulan penugasan ke Setneg Berkas petugas pemantau 1 (satu) Persetujuminggu an penugasan pemantauan Petugas Surat peman.

Pelaksana No Aktivitas 1 Sekretaris Irjen 2 3 Para pemantau 4 13. Penyusunan laporan Para pemantau Mutu Baku Ket Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Informasi tugas 1 (satu) Para Tim Pemantau hari pemantau memahami tugastugas pemantauan Pelayanan 30 TerpantauIbadah haji di Hari nya pelakArab Saudi sanaan haji Indonesia di Tanah Suci 1 (satu) DilaporkanMemuat hasilbulan nya hasilhasil pehasil pemantauan mantauan pelaksanaan haji Indohaji selama di nesia Tanah kepada Pimpinan 221 . Pelaksana.pemantau tauan 15.Para an peman. Pembekalan para pemantau 14.

FLOWCHART SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI MULAI RAPAT PENYARINGAN SURAT PENETAPAN CALON PETUGAS PEMANTAU BERUPA SURAT TUGAS PENYUSUNAN PROGRAM KERJA PEMANTAUAN DAN URAIAN TUGAS PEMBUATAN SURAT PENGUSULAN PETUGAS PEMANTAU KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SEKRETARIAT NEGARA MENERIMA SURAT PERSETUJUAN DARI SEKRETARIAT NEGARA PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN PASPOR PENGAJUAN KE DEPARTEMEN LUAR NEGERI PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN VISA 222 .

PENGAJUAN VISA KE KEDUBES KERAJAAN SAUDI ARABIA PENCAIRAN DANA PEMANTAUAN PEMBEKALAN PARA PEMANTAU PELAKSANAAN PEMANTAUAN PENYUSUNAN LAPORAN SELESAI 223 .

Form peminjaman barang. printer. Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. Persiapan 1. mesin tik. ATK. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. Pelaksana 3. 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Form peminjaman kendaraan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memiliki kemampuan membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB). Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. Membentuk Panitia Pembuatan TOR dan SK kegiatan 2. SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan. Ceklis persiapan. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. Keterkaitan: 1. 4. 4. Mengarsipkan TOR dan SK Staf Pelaksana Setelah ditanda tangani oleh Sekretaris/Irjen Panitia 5. printer 15 SK kegiatmenit an yang telah diberi nomor 2 Diarsipkanmenit nya TOR dan SK kegiatan 3 Pembagian jam Tugas Panitia 1 Hotel hari Tempat Kegiatan 15 Draft surat menit permohonan mem- 224 . SOP Peminjaman dan Pengembalian BarangBarang Inventaris. 4. 2. mesin foto copy. Memiliki pengetahuan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. Penomoran SK kegiatan Subbag Kumdang 4. Alternatif Tempat Kegiatan Pengetikan/kom puter. Mampu mengoperasikan komputer. 2. SOP Penyusunan TOR Kegiatan. 3.5 jam Output Terbentuk nya kepanitiaan Terwujudnya TOR dan SK kegiatan Ket. Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 Kasubbag 3 Kepala Bagian Kualifikasi Pelaksana: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Draft Kepanitiaan TOR harus memuat latar belakang kegiatan berikut sasaran dan tujuannya SK Kegiatan 1 hari 3. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Form pengeluaran barang. Rapat Panitia Panitia Pelaksana Hotel Pemesanan Tempat Kegiatan Penyiapan Administrasi Persuratan dan Naskah 1. Penyiapan surat Pelaksana permohonan membuka acara 6. 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2.

Penyiapan surat undangan peserta.Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pengetikan/kom puter. naskah. laporan panitia. dan surat kegiatan 11. dan surat kegiatan Pelaksana 5 Tersimpanmenit nya arahan. Penggandaan naskah Pelaksana Naskah yang akan digandakan Arahan. Penandatangan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. Pengarsipan Arahan. dan narasumber yang siap untuk dikoreksi 10 Surat yang menit siap untuk ditandatangani 5 Surat yang menit sudah ditandatangani 5 Terdistribu menit sinya surat 30 Draft menit Laporan Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris 20 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris yang telah dikoreksi 15 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekret aris yang telah ditandatangani 15 Naskah menit yang masuk dari narasumber untuk digandakan 1 hari Selesai dan tergandakan -nya naskah kegiatan 4. Pelaksana 7. laporan panitia. Penandatanganan surat Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. moderator. Pengumpulan naskah yang masuk dari narasumber Pelaksana Naskah yang masuk dari narasumber 10. dan narasumber 3. moderator. Koreksi suratsurat Kasubbag Kepala Bagian Draft surat buka acara 15 Draft surat hari undangan peserta. dan surat ke- 225 . printer Output Ket.Surat yang siap ris untuk ditandatangani Surat yang sudah ditandatangani Bahan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 5. naskah. 2. Koreksi Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 8. Pendistribusian surat Penyusunan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Pelaksana 6.Laporan Panitia ris dan Arahan Irjen/Sekretaris 9. laporan panitia. naskah.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output giatan Ket. Pencairan Anggaran dan Pelaksanaan Kegiatan 1. Pencairan anggaran kegiatan Pelaksanaan kegiatan PUM Subbag Keuangan Rencana Anggaran Belanja Setelah RAB di SPJ-kan oleh bagian keuangan Setelah seluruh persiapan selesai 1 jam 10 menit Terwujudnya RAB Masuknya RAB ke subbag keuangan 30 Cairnya menit anggaran kegiatan 3 hari Terlaksana nya kegiatan 4. Panitia Para peserta Narasumber dan moderator 226 . Pembuatan PUM RAB 2. Pengajuan RAB PUM Kasubbag Kepala ke Subbag Bagian keuangan 3.

MODERATOR DAN NARASUMBER PENGAJUAN RAB KE SUBBAG KEUANGAN PENOMORAN SK KOREKSI SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER PELAKSANAAN KEGIATAN PENGARSIPAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PESERTA.FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSAAN KEGIATAN MULAI PERSIAPAN PEMBENTUKAN PANITIA PEMBUATAN TOR & SK PENYIAPAN ADMINISTRASI PERSURATAN DAN NASKAH PENCAIRAN ANGGARAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KOREKSI TOR & SK PENYIAPAN SURAT PERMOHONAN MEMBUKA ACARA PEMBUATAN RAB PENGAJUAN TOR & SK KE SUBBAG EVALAP PENYIAPAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER RAPAT PANITIA PENYUSUNAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PEMESANAN TEMPAT KEGIATAN KOREKSI DRAFT LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PENANDATANGANAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS 227 . MODERATOR DAN NARASUMBER PENCAIRAN ANGGARAN KEGIATAN KOREKSI DAN PEMARAFAN TOR & SK PENANDATANGANAN TOR & SK PENANDATANGANAN SURAT UNDANGAN PESERTA.

PENGUMPULAN NASKAHPENGUMPULAN NASKAHNASKAH DARI NARASUMBER NASKAH DARI NARASUMBER PENGGANDAAN NASKAH PENGGANDAAN NASKAH PENDISTRIBUSIAN PENDISTRIBUSIAN NASKAH UNTUK PESERTA NASKAH UNTUK PESERTA PENGARSIPAN SELESAI 228 .

16. 12. SOP Entry Data Sirandang  SOP Entry Data Perpustakaan ke SIPUS  SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan  SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan  SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan  SOP Administrasi Perpustakaan  SOP Persiapan Sidang DPSTL  SOP Sidang DPSTL  SOP Pelaporan Sidang DPSTL  SOP Persiapan Sidang DPA  SOP Sidang DPA  SOP Pelaporan Sidang DPA  SOP Pengadministrasian Hasil Sidang DPSTL  SOP Penyusunan Yurisprudensi  SOP Penerbitan Nomor SK Tim  SOP Penyusunan Randang    229 . 10. 6. 14. 13. 7. 15. 5. 9. 11. 4. 2. 3. 8.Lampiran 6  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG‐UNDANGAN    1.

sarana transportasi. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. printer. KMA No. telepon. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada peraturan perundang-undangan (Randang). filling cabinet. komputer server. Entry data ke dalam Sistem Informasi Randang Pengadministrasi umum Randang 1 jam Terkelompokkannya Randang berdasarkan tingkatan urutan Randang Tersimpannya Randang ke dalam data Waktu 1 jam untuk masingmasing 230 . 81 Tahun 2007 tentang Juklak Waskat di Lingkungan Departemen Agama. eksternal disk. Mennscanning produk randang yang berbentuk hardcopy Pengadministrasi umum Randang dalam bentuk hardcopy 30 Softcopy menit randang Waktu 20 menit untuk setiap satu download randang Waktu 30 menit untuk masingmasing randang 5. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. scanner. lemari arsip. SIM Randang. PMA No. Aktivitas 1 2 3 Menghimpun Pengadmirandang terbaru nistrasi di lingkungan Itjen umum Menghimpun randang terbaru pada instansi/unit organisasi lain Mendownload randang melalui internet Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2. Memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang randang. 2. kursi. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Peraturan 1 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru Peraturan 3 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru 20 Peraturan Peraturan menit perundangperundangundangan undangan Keterangan 4. jaringan internet. acces point. maka tidak dapat dilaksanakan entry data sirandang Pelaksana No 1. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. meja. 3. Mengelompokkan Pengadmirandang sesuai nistrasi dengan tingkatan umum urutan randang Randang yang 3 dihasilkan dari jam inventarisasi dan download internet 6. PMA No. 3. faksimili.

Pendokumentasi an/penjilidan randang yang berbentuk hard copy Pengadministrasi umum 231 .Pelaksana No Aktivitas (SIRANDANG) 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan base sirandang Randang 3 hari Terdokume ntasi/terjilidnya randang dalam bentuk buku Keterangan randang 7.

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIRANDANG MULAI UNIT ORGANISASI/INSTANSI MENGHIMPUN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INTERNET HARD COPY SOFT COPY SCANNING PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENGELEMPOKAN JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ENTRY DATA SIRANDANG DATA BASE SIRANDANG JILID SELESAI 232 .

Melakukan pelabelan buku Pustakawan Label. ATK. baik elektronik maupun manual Terlabelisasinya buku Keterangan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 2. Mencatat ke dalam katalog manual Pustakawan Buku perpustakaan 10 menit Untuk masingmasing buku 4. Keppres No. Mencatat ke dalam buku kendali penerimaan Pustakawan 3.katalog manual Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada buku baru. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. Aktivitas Menghimpun buku perpustakaan 1 Pustakawan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku per15 Terhimpunpustakaan menit nya bukubuku perpustakaan Buku perpustakaan 10 menit Tercatatnya buku-buku perpustakaan ke dalam buku kendali penerimaan Tercatatnya buku-buku perpustakaan dalam katalog. jaringan internet. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. buku perpustakaan Buku yang sudah berlabel 15 menit 5. komputer. SIM Perpustakaan. meja dan kursi kerja. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. Entry data ke dalam database SIM Perpustakaan Pustakawan 15 menit Terinputnya data base buku ke dalam SIM Perpustakaan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 233 . 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN Dasar Hukum: 1. buku kendali penerimaan.

FLOWCHART SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

MULAI

PENGHIMPUNAN BUKU PERPUSTAKAAN

MENCATAT KE DALAM BUKU KENDALI PENERIMAAN

MENCATAT KE DALAM KATALOG MANUAL

PELABELAN BUKU

ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

SELESAI

DATA BASE PERPUSTAKAAN

234

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Entry Data Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer (SIM Perpustakaan), komputer (elektronik katalog), manual katalog, printer, telepon, lemari arsip, buku pendaftaran anggota, buku tamu, kartu anggota, ATK Pencatatan dan Pendataan: Form pendaftaran anggota perpustakaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu, 10 ATK menit 10 Form menit pendaftaran anggota perpustakaan

Peringatan: Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi daftar tamu Menyiapkan form pendaftaran anggota perpustakaan 1 Pustakawan Pustakawan 2 3

Output Terisinya buku tamu Tersedianya form pendaftaran anggota perpustakaan

Ket.

3.

Mendata identitas pendaftar

Pustakawan

Buku pendaftaran anggota, ATK

4.

Menyiapkan kartu anggota Mengisi data pendaftar dalam kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

20 Tercatatnya menit data pendaftar baik secara manual maupun elektronik 5 Tersedianya menit kartu anggota 15 menit Tercatatnya nama pendaftar dalam kartu anggota Tersampaikannya kartu anggota kepada pendaftar

5.

Pustakawan

Kartu Anggota, ATK

6.

Menyerahkan kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

5 menit

235

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

236

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No. 1. 2. 3. Aktivitas Mengisi buku tamu Mendata buku yang akan dipinjam Mengecek data peminjaman buku Mencari buku yang dipinjam Mendata identitas peminjam 1 Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, manual katalog, buku kendali peminjaman, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapa n Buku tamu Data buku yang dipinjam Buku kendali peminjaman buku Katalog buku, komputer Kartu Anggota, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam Waktu 10 menit 15 menit 15 menit 15 menit 20 menit Output Terisinya buku tamu Data buku yang dipinjam Data peminjaman buku Data buku perpustakaan yang dipinjam Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dipinjam Ket.

4.

5.

6.

7.

Mencatat buku yang dipinjam ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali peminjaman Menyerahkan buku

Pustakawan

15 menit

Pustakawan

5 menit

Tersampaikannya buku yang dipinjam kepada peminjam

237

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

238

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi buku tamu Menerima buku 1 Pustakawan Pustakawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, buku kendali pengembalian, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu 10 menit Buku yang 5 dipinjam menit Kartu anggota, komputer 20 menit

Output Terisinya buku tamu Diterimanya buku yang dikembalikan Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dikembalikan

Ket.

3.

Mendata identitas peminjam buku

Pustakawan

4.

5.

Mencatat buku yang dikembalikan ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali pengembalian Mengembalikan buku ke dalam lemari buku

Pustakawan

Komputer, buku yang dipinjam, buku kendali pengembalian

15 menit

Pustakawan

Buku yang dipinjam, lemari buku

10 menit

Tertatanya kembali buku dalam lemari buku

239

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI 240

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengenai perpustakaan. dan pengetahuan

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, rak/lemari buku, jaringan internet, komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Form laporan

Mempersiapkan Pustakawan penatausahaan perpustakaan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Buku tamu, buku jam kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK Komputer, ATK 1 hari

Output Terdatanya jumlah pengunjung perpustakaan Terdatanya jumlah buku perpustakaan Data kecocokan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Terdatanya jumlah peminjam buku perpustakaan Terdatanya ketertiban pengembalian

Ket.

2.

Melakukan pendataan jumlah buku perpustakaan Mencocokkan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Melakukan pendataan peminjam Melakukan pendataan ketertiban pengembalian

Pustakawan

3.

Pustakawan

Komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK

1 hari

4.

Pustakawan

Buku kendali peminjaman, ATK Buku kendali pengembalian, ATK

2 jam

5.

Pustakawan

4 jam

241

Pelaksana No 6. Aktivitas Melakukan pendataan pengunjung perpustakaan Menyusun konsep laporan 1 Pustakawan 2 3

7.

Pustakawan

8.

9.

10.

11.

12.

Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Membubuhkan paraf Menandatangani net laporan

Pustakawan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdatanya Buku tamu, ATK 4 jumlah jam pengunjung perpustakaan Komputer, 2 Konsep printer, ATK, jam laporan data hasil kegiatan Konsep laporan, 1 Hasil koreksi ATK jam Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Konsep laporan, ATK Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Net laporan, ATK Net laporan, ATK 30 menit 1 jam 30 menit 5 menit 5 menit Konsep laporan Hasil koreksi

Ket.

Laporan bulan an

Pustakawan

Kabag

Pustakawan

Net laporan

Kasubag

13.

Kabag

14.

Menyampaikan laporan

Pengadministrasi umum

Laporan, buku ekspedisi

10 menit

Net laporan yang sudah diparaf Net laporan yang sudah ditandatangani Laporan

242

FLOWCHART SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN

MULAI

PENDATAAN PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN

PENDATAAN PEMINJAM

PENDATAAN JUMLAH BUKU PERPUSTAKAAN

PEMELIHARAAN PERPUSTAKAAN

SELESAI

243

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT
Dasar Hukum: 1. PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 2. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980; 3. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 6. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 7. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 2. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.

Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL), maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. Aktivitas Menyusun undangan DPSTL Menyampai kan undangan DPSTL 1 Pengadmi nistrasi umum Pengadmi nistrasi umum 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang, meja, kursi, komputer/laptop, LCD, layar, sound system, printer, telepon, lemari arsip, ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Formulir undangan sidang DPSTL 2. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer, ATK Waktu 1 hari Output Undangan DPSTL Ket.

2.

Undangan DPSTL

20 menit

Tersampaikan nya undangan DPSTL kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

3.

4.

Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menyampai kan form

Pengadmi nistrasi umum

Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

25 menit

Pengadmi nistrasi

Form daftar pegawai yang

20 menit

Tersampaikannya form daftar

244

Pelaksana No Aktivitas daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menghimpu n dan mencatat bahan sidang DPSTL Menyampai kan bahan sidang DPTL 1 umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Waktu Output pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL kepada seluruh Ketua Tim 5 menit Diterimanya bahan sidang DPSTL Ket. LCD 1 jam 245 . sound system. lap top. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL 15 menit Tersampaikan nya bahan sidang DPSTL kepada Ketua dan Sekretaris DPSTL Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. 5. Menyiapkan ruang sidang DPSTL Pengadmi nistrasi umum Ruang sidang. ATK 1 hari Tersedianya bahan sidang DPSTL 7. Pengadmi nistrasi umum Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL 6. komputer.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPSTL FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPSTL MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPSTL SES. DPSTL 246 .

Pelaksana No 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. Aktivitas Membuka sidang DPSTL Memaparkan permasalahan 1 Ketua DPSTL Ketua Tim 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. KMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. telepon. layar. Jika anggota DPSTL yang hadir tidak memenuhi quorum. komputer/laptop. PP No. KMA No. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. 3. Memutuskan hasil pembahas an Mencatat hasil pembahasan Ketua DPSTL Bahan sidang DPSTL 15 menit Pengadmi nistrasi umum Hasil pembahasan 20 menit Catatan hasil pembahasan 247 . meja. LCD. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. 2. PMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. Membahas Tim permasala DPSTL han Bahan sidang DPSTL 20 menit 4. ATK Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPSTL menit Bahan sidang DPSTL 15 menit Output Keterangan 2. PMA No. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. KMA No. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. lemari arsip. sound system. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 2. Tersampaikannya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan 3. 5. kursi. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3.

Aktivitas Menutup sidang DPSTL 1 Ketua DPSTL 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Catatan hasil 15 Terselesaipembahasan menit kannya sidang DPSTL Keterangan 248 .Pelaksana No 6.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMANAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL I IRWIL V IRWIL III IRWIL IV SELESAI 249 IRWIL II .

Komputer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. Pelaksana No 1. kursi. sidang komputer. komputer/laptop. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. layar. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. 4. PMA No. lemari arsip. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. meja. telepon. KMA No. ATK Konsep laporan. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. KMA No. 2. ATK 2 jam 1 jam Konsep laporan Net laporan Ket. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. LCD. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. printer. 2. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep 1 Hasil sidang laporan hasil hari DPSTL. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Net laporan. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 2. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. ATK 15 menit Net laporan 250 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. sound system. KMA No. Kasubag Kumdang Pengadmi nistrasi umum Sekretaris DPSTL 3. PMA No. 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. PMA No. PP No. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPSTL Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuh kan paraf pada net laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. DPSTL ATK Konsep laporan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7.

Sekretaris Itjen Inspektur Jenderal Laporan. Pengadmi nistrasi umum Laporan 1 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumentasikannya laporan 13. ATK 15 menit Laporan 11. Pengadmi nistrasi umum Laporan. ATK 15 menit Tertandatanganinya net laporan Ket. Komputer. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Laporan. Ketua DPSTL Laporan.Pelaksana No 5. ATK 3 jam Laporan 9. 6. Aktivitas Menyampai kan net laporan kepada Ketua DPTSL Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Menyampai kan laporan hasil sidang DPSTL kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPSTL Memperbai ki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses. Itjen Membubuh kan paraf pada laporan Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Mengganda kan laporan yang sudah ditandatang ani Ketua DPSTL Mendistribu sikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net laporan 10 Tersampaimenit kannya net laporan kepada Ketua DPSTL Net laporan. Pengadmi nistrasi umum Laporan 2 jam 251 . ATK 15 menit Laporan 12. ATK 1 jam Laporan 10. Ketua DPSTL 7. Pengadmi nistrasi umum Laporan 10 menit Tersampaikannya laporan hasil sidang DPSTL 8. Pengadmi nistrasi umum Laporan 30 menit 14.

FLOWCHART SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL II IRWIL I IRWIL IV IRWIL III IRWIL V SELESAI 252 .

ATK Ket. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. Undangan DPA 3. meja. Formulir undangan sidang DPA 2. 2. Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menyampaikan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA 25 menit Tersampaikannya undangan DP kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Tersampaikannya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA kepada seluruh Ketua Tim Pengadministrasi umum 20 menit 253 . Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Auditor (DPA). 4. KMA No. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 3. ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. lemari arsip. KMA No. komputer/laptop. layar. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. PMA No. PMA No. telepon. kursi. KMA No. PP No. LCD. Aktivitas Menyusun undangan DPA Menyampaikan undangan DPA 1 Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2 3 Waktu 1 hari 20 menit Output Undangan DPA 2. PMA No. Pelaksana No 1. sound system.

Pengadministrasi umum 1 hari Tersedianya bahan sidang DPA 7. lap top.Pelaksana No 5. sound system. ATK Mutu Baku Waktu 5 menit Output Diterimanya bahan sidang DPA Ket. Menyampaikan Pengadbahan sidang ministrasi DPTL umum Bahan sidang DPA 15 menit Tersampaikanny a bahan sidang DPA kepada Ketua dan Sekretaris DPA Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. 6. Aktivitas Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menghimpun dan mencatat bahan sidang DPA 1 Pengadministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Bahan sidang DPA. komputer. Menyiapkan ruang sidang DPA Pengadministrasi umum Ruang sidang. LCD 1jam 254 .

DPA 255 .FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPA FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPA MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPA SES.

IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. meja. PMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. KMA No. printer. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. lemari arsip. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. 2. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Pelaksana No 1. PMA No. Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1. 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. Memutuskan hasil pembahasan Mencatat hasil pembahasan Menutup sidang DPA Ketua DPA Bahan sidang DPA Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan 15 menit 20 menit 15 menit Tersampaikan nya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan Terselesaikan nya sidang DPA Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan Pengadminis trasi umum Ketua DPA 256 . Memaparkan Ketua Tim permasalahan Tim DPA Membahas permasalahan 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. 3. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. telepon. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. ATK. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPA menit Bahan sidang DPA Bahan sidang DPA 15 menit 20 menit Output Keterangan 2. sound system. 3. 6. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. 5. LCD. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. PP No. komputer/laptop. KMA No. KMA No. kursi. Aktivitas Membuka sidang DPA 1 Ketua DPA 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. layar. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. Jika anggota DPA yang hadir tidak memenuhi quorum. PMA No.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MEMBUKA SIDANG MEMAPARKAN PERMASALAHAN MEMBAHAS PERMASALAHAN MEMUTUSKAN HASIL PEMBAHASAN MENCATAT HASIL PEMBAHASAN HASIL SIDANG MENUTUP SIDANG SELESAI 257 .

SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. LCD. Komputer. ATK Konsep laporan. KMA No. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. 3. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 2. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. sound system. komputer. kursi. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. layar. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPA Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuhkan paraf pada net laporan Menyampaikan net laporan 1 Pengadminis trasi umum 2 3 Hasil sidang DPA. telepon. 2. KMA No. PMA No. KMA No. lemari arsip. 2. printer. PP No. ATK Sekretaris DPA Konsep laporan. Pelaksana No 1. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. ATK Net laporan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. Kasubbag Kumdang Pengadminis trasi umum 2 jam 1 jam 4. ATK Net laporan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. komputer/laptop. PMA No. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep laporan hasil sidang DPA Konsep laporan Net laporan Ket. Kasubag Kumdang Pengadminis trasi umum Sekretaris DPA 15 menit 10 menit Net laporan 5. Tersampaikannya net 258 . meja. PMA No.

Laporan. Sekretaris Itjen Pengadminis trasi umum Inspektur Jenderal Laporan. Mendokumentasikan laporan Pengadminis trasi umum Laporan 2 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumen tasikannya laporan 259 . ATK 15 menit 15 menit 1 jam Laporan 11. 15 menit 10 menit 7. Pengadminis trasi umum 8. Pengadminis trasi umum Laporan 30 menit 14. ATK Laporan 12. ATK Laporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu Output laporan kepada Ketua DPA Tertandata nganinya net laporan Tersampaikannya laporan hasil sidang DPA Ket. ATK 3 jam 1 jam Laporan 9. Komputer. Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menyampaikan laporan hasil sidang DPA kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPA Memperbaiki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses.Pelaksana No Aktivitas kepada Ketua DPTSL 6. Pengadminis trasi umum Laporan 13. Kasubag Kumdang Ketua DPA Sekretaris DPA Laporan. Laporan. Itjen Membubuhkan paraf pada laporan Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menggandakan laporan yang sudah ditandatangani Ketua DPA Mendistribusikan laporan kepada pihak terkait Ketua DPA Net laporan. ATK Laporan 10.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPA ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA PELAKSANAAN SIDANG DPA LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KPD SEKRETARIAT DPA PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA PARA IRWIL IRWIL V SELESAI IRWIL I IRWIL II IRWIL III IRWIL IV 260 .

Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. ATK Laporan hasil sidang DPSTL selama 1 tahun yang lalu 1 hari Output Terhimpun dan tersusunnya hasil sidang DPSTL Keterangan Dilaksanakan setiap satu bulan sekali 2. 2. komputer/laptop. maka SOP ini tidak dapat dilakanakan Pelaksana No 1. Melakukan penjilidan hasil kompilasi Pengadministrasi umum Hasil kompilasi laporan sidang DPSTL. sarana menjilid laporan 3 hari Terkompilasinya laporan hasil sidang DPSTL secara kompilasi Terjilidnya hasil kompilasi Dilaksanakan setiap satu tahun sekali Dilaksanakan setiap triwulan 261 . 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. komputer. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: Jika tidak ada SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. PP No. laporan hasil sidang DPSTL. ATK Pencatatan dan Pendataan: Hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Formulir hari undangan. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. meja. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. formulir daftar nama pegawai yang disidang. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. PMA No. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. sound system. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. KMA No. lemari arsip. Aktivitas Menghimpun dan menyusun hasil sidang DPSTL 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. KMA No. printer. daftar hadir. Mengkompilasi laporan hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum 3. layar. KMA No. LCD. kursi. telepon.

Pelaksana No 4. Aktivitas Melakukan Pengarsipan hasil kompilasi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 5 Hasil kompilasi menit laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Output Tersimpannya kompilasi laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Keterangan 262 .

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PENATAUSAHAAN DOSIR SIDANG DPSTL PENGKOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL KOMPILASI PENGARSIPAN HASIL KOMPILASI SELESAI 263 .

8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. kursi. ATK Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 hari Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen. sound system. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. layar. meja. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 3. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Mengarsipkan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum Yurisprudensi yang sudah dijilid 5 menit 264 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI Dasar Hukum: 1. printer. Jika tidak ada SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. 2. Pengadministrasi umum 3 hari 4. KMA No. ATK Output Tersedianya bahan yurisprudensi laporan hasil sidang DPSTL Keterangan Tahunan 2. lemari arsip. SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 2. Jika tidak ada SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. Pengadministrasi umum Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen Yurisprudensi DPSTL. komputer/laptop. Pelaksana No 1. sarana menjilid laporan 10 hari Tersusunnya yurisprudensill aporan hasil sidang DPSTL Terjilidnya yurisprudensi hasil sidang DPSTL Tersimpannya yurisprudensi Penyebutan nama pegawai secara inisial 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. PMA No. 2. PMA No. telepon. Aktivitas Mersiapkan penyusunan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menyusun yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menjilid hasil yurisprudensi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. komputer. LCD. PMA No.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI MULAI PERSIAPAN PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL YURISPRUDENSI PENGARSIPAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL SELESAI 265 .

filling cabinet. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN NOMOR SURAT KEPUTUSAN TIM Dasar Hukum: 1. buku kendali peraturan perundang-undangan. buku kendali SK Tim. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. komputer. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. meja. KMA No. Pengad ministrasi umum Komputer. faksimili. kursi. konsep SK Tim. buku ekspedisi 5 menit 266 . Fungsi. ATK 5 menit Tercatatnya konsep SK Tim dalam buku kendali Untuk masingmasing konsep SK Tim 3. PMA No. Kasubag Hukum dan Perundangundangan Pengad ministrasi umum Konsep SK Tim. Aktivitas Membuat konsep Surat Keputusan Tim (SK Tim) Menerima dan mencatat konsep SK Tim dari unit pengolah Meneliti konsep SK Tim 1 Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep SK Tim Keterangan 2. Tugas. ATK 20 menit Terselesaikannya penelitian konsep SK Tim Tersampaikannya konsep SK Tim kepada unit pengolah 4. jaringan internet. Pengad Mengemministrasi balikan konsep SK umum Tim kepada unit pengolah Konsep SK Tim yang sudah diteliti. PMA No. Memiliki kemampuan dan pengetahuan memahami peraturan perundang-undangan 2. lemari arsip. UU No. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No 1. printer. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. buku ekspedisi. telepon. scanner. eksternal disk. Perpres No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2.

Pengad ministrasi umum Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. SK Tim yang sudah ditandatangani oleh Inspektur Jenderal. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah dibubuhi paraf 5 menit Tercetaknya memo penomoran Tersampaikannya net SK Tim kepada unit pengolah Terbubuhinya paraf pada net SK Tim Tertandatanganinya net SK Tim 5 menit Lemari arsip. buku kendali penomoran SK Tim. 10. konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. ATK Komputer. ATK Komputer. Pengad ministrasi umum 10 menit Terselesaikannya penelitian konsep net SK Tim Terselesaikannya pemberian nomor SK/SK Tim Untuk masingmasing konsep net SK Tim 8. Aktivitas Menerima konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki beserta konsep SK Tim yang sudah dikoreksi Meneliti kembali konsep net SK Tim Memberi nomor SK/SK Tim 1 Pengad ministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. 11. 12. ATK 10 menit 7. ATK 5 menit Terdokumentasinya SK Tim ke dalam lemari arsip 267 .Pelaksana No 5. Memberi memo penomoran Mengembalikan net SK Tim kepada unit pengolah Membubuh kan paraf oleh pejabat yang berwenang Menandatangani net SK Tim oleh pimpinan/pejabat yang berwenang Mendokumentasikan SK Tim Pengad ministrasi umum Pengad ministrasi umum 5 menit 5 menit Pejabat eselon IV Pejabat Eselon III Inspektur Jenderal atau Sekretaris Itjen Pengad ministrasi umum Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. buku kendali penerimaan SK Tim. ATK Mutu Baku Waktu 3 menit Output Tercatatnya konsep net SK Tim ke dalam buku kendali penerimaan SK Tim Keterangan 6. 9.

FLOWCHART SOP PENERBITAN NOMOR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT KONSEP SK MEMBUAT KONSEP SK ADA PERBAIKAN MENELITI KONSEP SK PEMBERIAN NOMOR SK MEMBERIKAN MEMO SK MENGEMBALIKAN SK SUBAG EVALAP PENGENDALIAN SK MENERIMA SK YANG SUDAH DITANDA TANGANI PEMBUBUHAN PARAF PADA SK PENDOKUMENTA SIAN SK SK SELESAI PENANDATANGANAN PADA SK UNIT TERKAIT 268 .

8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. 1. scanner.jaring an internet. ATK 20 Rancangan menit randang. meja. filling cabinet. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. 4. PMA No. bahan sum. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No. buku kendali menit randang. faksimili. printer. Menerima bahan penyusunan peraturan perundangundangan (randang) Mencatat rancangan peraturan perundangundangan (randang) Meneliti rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan TerselesaiMeKomputer. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. ATK Tercatatnya rancangan randang dalam buku kendali Terselesaikannya penelitian rancangan randang Untuk masingmasing konsep randang 269 . ATK Konsep 15 Konsep awal menit awal randang randang Keteranga n Pengadministrasi umum Kasubbag Hukum dan Perundangundangan 5 Komputer. eksternal disk. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2. 2. PMA No.nyesu kannya ber/referensi. buku ekspedisi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. aikan rancangan randang peraturan perundangundangan terkait. KMA No. printer. telepon. Tugas. Perpres No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Aktivitas Menyusun rancangan peraturan perundangundangan (randang) 1 Unit pengolah 2 3 2. komputer. lemari arsip. UU No. jaringan internet. kursi. Fungsi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan-perundang-undangan. 3. rancangan randang.

LCD. dang dalam ATK bentuk telaahan Rancangan 1 hari Rancangan randang. kannya komputer. 5. Memperbaiki rancangan randang setelah mendapat masukan dan telaahan dari para pejabat terkait Melakukan pembahasan terhadap rancangan randang Memperbaiki rancangan randang setelah dibahas Pengadministrasi umum Rancangan randang 1 hari Ditelaahnya dan tersampaikannya masukan oleh para pejabat terkait Terselesaik annya perbaikan rancangan randang Pejabat terkait Pengadministrasi umum 14. 7. Kasubag Kumdang 9. lap top. 13. 11. ruang sidang. Meneliti rancangan randang dalam bentuk telaahan Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Membubuhkan paraf pada rancangan randang dalam bentuk telaahan Menandatangani rancangan randang dalam bentuk telaahan Kasubag Kumdang Kabag Pengadministrasi umum 8. menit nganinya ATK rancangan randang dalam bentuk telaahan Rancangan 15 Tersampairandang menit kannya rancangan randang Kabag Irwil Ses Itjen Rancangan randang 3 hari 12. Menyampaikan rancangan randang dalam bentuk telaahan kepada pejabat terkait Menelaah dan memberikan masukan pada rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 2 hari TerselesaiRancangan kannya ranrandang.Pelaksana No. Pengadministrasi umum Rancangan randang. Kabag 10. sound system Randangan randang. Aktivitas Membuat telaahan rancangan randang 1 Pengadministrasi umum 2 3 6. computer. pada ATK rancangan randang Rancangan 10 Tertandatarandang. perbaikan ATK rancangan randang 10 TerbubuhiRancangan menit nya paraf randang. ATK 1 hari Terbahasnya rancangan randang 2 jam Terselesaikannya perbaikan rancangan randang 270 . randang ATK yang sudah diteliti Rancangan 2 jam Terselesairandang. ATK. cangan rancomputer.

Irjen Net randang 15 menit 30 menit Randang 24. Aktivitas Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menyampai-kan rancangan randang yang sudah diparaf kepada pimpinan Menandatangani rancangan randang Menyampaikan laporan rancangan randang kepada Irjen Meneliti rancangan randang 1 Kasubag Kumdang 2 Kabag 3 16. computer. yang sudah ATK diteliti Rancangan randang. menit nganinya ATK rancangan randang 10 TersampaiLaporan menit kannya larancangan poran ranrandang cangan randang 1 Rancangan Rancangan hari randang randang. 22. Pengadministrasi umum 17. Ses Itjen 18. rancangan buku randang ekspedisi kepada pimpinan Rancangan 10 Tertandata randang. ATK 2 jam Net Randang 21. buku ekspedisi 25. Mendokumentasi kan randang Pengadministrasi umum Randang 15 menit Terdisitribu sikannya randang kepada para pejabat Terdokumentasikannya Randang 271 . ATK Net randang. Pengadministrasi umum Randang. Irjen Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 15 Terbubuhin Rancangan menit ya randang. Pengadministrasi umum 20.Pelaksana No. rancangan ATK randang 10 Tersampai Rancangan menit kannya randang. 15. Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Irjen Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menandatangani net randang Mendistribusikan randang kepada para pejabat Pengadministrasi umum Kabag Ses Itjen 15 menit Net randang 23.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENYUSUN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) MEMBUAT TELAAHAN RANCANGAN RANDANG ADA/TIDAK ADA PERBAIKAN MEMBUBUHKAN PARAF KASUBBAG 272 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI 1 PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENCATATAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) PENELITIAN RANCANGAN RANDANG PENGEMBALIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA UNIT PENGOLAH UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENERIMAAN RANCANGAN RANDANG YANG SUDAH DIKOREKSI OLEH PIMPINAN PERBAIKAN TERHADAP RANCANGAN RANDANG PENELITIAN TERHADAP PERBAIKAN RANCANGAN RANDANG PEMBERIAN NOMOR SK/RANDANG PEMBERIAN MEMO PENOMORAN MEMO PENOMORAN 2 273 .

1 PEMBUBUHAN PARAF OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENYAMPAIAN NET RANDANG BESERTA KONSEP HASIL KOREKSI AWAL KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENANDATANGANAN NET RANDANG OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENERIMAAN RANDANG YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENDOKUMENTASIAN RANDANG SELESAI 274 .

Lampiran 7  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN       1. SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS  3. SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 275 . SUBBAG AHP INTERNAL  2.

1. 2. 10. 8. 4. 3. 9. 7. 6.Lampiran 3.  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG AHP INTERNAL    1. 5. SOP Analisis Hasil Audit Khusus  SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif  SOP Entry Data Hukuman Disiplin  SOP Entry Data TPTGR  SOP Feedback  SOP Kompilasi Hasil RIKSUS  SOP Pemutakhiran Data TPTGR  SOP Pemutakhiran Hukuman Disiplin  SOP Penatausahaan STL  SOP Penatausahaan TL  276 .

4. PP No. 5. PMA No. PP No. 9. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. KMA No. ATK. Tugas. SOP entry data SIM-HP. 14. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. SOP Penatausahaan STL. 15. SOP Riksus. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: Meja. komputer/laptop. SOP Pengiriman LHA dan STL. 2. Fungsi. 6. 7. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. KMA No. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA No. Agama Keterkaitan: 1. 13. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. kursi. 2. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Agama. UU No. 12. 2. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. KMA No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 8. Mampu menganalisis permasalahan hasil audit khusus. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 10. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 5. 11. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 277 . 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1980. SOP Penatausahaan LHA. lemari arsip/filling cabinet printer. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.

ekspedisi hasil LHA/STL dan buku hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit 278 .Kasublisis pada bag AHP Internal Subbag AHP Internal LHA/STL Khusus. 2. Pelaksana No Aktivitas 1 1. analisis. analisis Tersusunnya Form analisis 2 hari LHA/STL. Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP KasubKetua bag AHP Tim/ Internal auditor 30 Buku catatan Terinventarisir dan tercatat. Form Permasa-lahan dalam permasalahan LHA/STL LHA/STL terinventa-risir dan tercatat 30 menit 5.menit permasalahan kegiatan analisis nya permasalahan dalam kegiatan analisis 30 Catatan Diterimanya permasalahan laporan dan menit catatan permasalahan dalam LHA/ STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan LHA/STL Permasalah-an 1 komprehenshif dalam LHA/ minggu STL terkonfirmasi Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi LHA/STL. Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Tindak Lanjut (STL) Khusus Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Sub-bab AHP Internal 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL khusus Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Khusus. Buku Kendali LHA/STL Ket. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Analisis hasil audit khusus mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. SOP entry data TPTGR Peringatan: 1. terutama temuan-temuannya. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan 6. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan 4. 7. SOP entry data hukuman disiplin. Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Pengana.6. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL 7. Membuat analisis 3. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Khusus Waktu 15 menit 2.

kabinet filling Hasil analisis terarsip 15 menit 279 . Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan STL Khusus. Diterimanya buku ekspedisi kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11. Menyimpan hasil analisis file Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis. dan copy STL/ buku ekspedisi LHA sampai pada tim entri data TPTGR 15 menit Penganalisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis.Pelaksana No Aktivitas 1 8. Hasil analisis hasil analisis. dan STL buku ekspedisi sampai pada tim entri data hukdis Ket. Hasil analisis hasil analisis. Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP Penganali sis pada Subbag AHP Internal STL Khusus. Waktu 15 menit 9. Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Khusus Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 280 .

81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mampu menganalisis Hasil Pengawasan (AHP) Internal. 6. lemari arsip/filling cabinet Peringatan: 1. 5. Mampu mengoperasikan komputer. Buku Kendali LHA/STL Ket. 2. terutama temuan-temuannya. Pelaksana No 1. kursi. Analisis hasil audit yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. PMA No. 8. 3. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan STL SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK. Agama Keterkaitan: 1. 2. 3. 7. Agama. 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 6. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. KMA No. PMA No. 2. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Komprehenshif Waktu 15 menit 281 . Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Aktivitas 1 Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Pengana -lisis pada Subbag AHP 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Subbab AHP 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL komprehensif Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Koprehenshif. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. KMA No. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSHIF Dasar Hukum: 1. 2. 5. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 9. printer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. komputer/laptop. 7.

Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry Pengana -lisis pada Subbag Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR LHA/STL. Output Waktu 2. hasil analisis. Buku ekspedisi Hasil analisis dan STL sampai pada tim entri data hukdis 15 menit STL Komprehens hif. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan Catatan permasalahan 30 menit 6. Form permasalahan LHA/STL Permasalahan dalam LHA/STL terinventarisir dan tercatat Terinventarisir dan tercatatnya permasalahan dalam kegiatan analisis Diterima-nya laporan dan catatan permasalahan dalam LHA/STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan Permasalahan dalam LHA/STL terkonfir-masi 30 menit Buku catatan permasalahan kegiatan analisis 30 menit 5. hasil analisis. 3. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 9. 4. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal LHA/STL Komprehenshif. Form analisis Tersusun-nya analisis 2 hari LHA/STL. Hasil analisis dan copy STL/LHA sampai pada 15 menit 282 . hasil analisis.Pelaksana No Aktivitas 1 Tindak Lanjut (STL) Komprehensif Membuat analisis Internal 2 Internal 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Ket. buku ekspedisi LHA/STL dan hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit STL Komprehenshif. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP Kasubbag AHP Internal Ketua Tim/ auditor LHA/STL komprehenshif 1 minggu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 8. 7.

filling kabinet Hasil analisis terarsip 15 menit 283 . Waktu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis.Pelaksana No Aktivitas 1 data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10 Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP AHP Internal 2 pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan buku tim entri data ekspedisi TPTGR Ket. buku ekspedisi Diterima-nya kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11. Menyimpan file hasil analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Analisis.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSIF Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 284 .

printer. 11. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Tugas. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. KMA No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 5. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 10. 4. PMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. KMA No. lemari arsip/filling cabinet. PMA No. 9. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawa-san Melekat. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 12. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Agama. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 15. PP No. 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. 4. 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 2. PP No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. KMA No. 3. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif Kualifikasi Pelaksana: 1. 13. PP No. ATK. 7. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Aplikasi data hukuman disiplin 285 . 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. kursi. 6. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 14. 8. computer. Fungsi. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. UU No. Agama. 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980.

Berkas TL. berkas TL. 5. SOP Analisis LHA/STL Khusus 6. Membuat rekap Tim entry dan perkemba. Pelaksana No 1. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. berkas hukuman Buku Kendali disiplin Waktu 15 menit Ket 2. Berita tercatatnya Acara Pemeriksaan. Mengentry data Tim entry hukuman hukuman disiplin disiplin 3.5. Tim entry hukuman disiplin 6. SK. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan hukuman disiplin 1 Tim entry hukuman disiplin 2 Penga n-alisis pada Subba g AHP Internal 3 Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Diterima dan STL. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit. Berita Acara Pemeriksaan.disiplin kuman disiplin Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin pada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Tim entry hukuman disiplin Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 4. SIM hukuman disiplin Terinputnya data hukuman disiplin 1 hari 286 . Berita Acara Dokumen menit hukuman Pemeriksaan. SIM hukuman disiplin Rekapitulasi data hukuman disiplin. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut hukuman disiplin tidak terdokumentasi dengan baik. berkas TL. 2. berkas TL. SOP Penatausaaan STL 7. Rekap disiplin tersimpan data hukuman disiplin. Lemari Arsip/Filling cabinet 1 TerpantauSTL. Tim entry Melakukan hukuman pengecekan disiplin fisik terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen hukuman disiplin secara berkala Terselesaikan 1 nya rekap dan hari perkembangan data hukuman disiplin Rekapitulasi Diterimanya 1 data hukuman rekap dan jam disiplin perkembangan data hukuman disiplin oleh pimpinan 15 STL. Berita hari nya Acara Pemeriksaan. Tanpa adanya penanganan hukuman disiplin secara khusus. keberadaan dokumen Rekap data hukuman disiplin. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan temuan disiplin. menyebabkan pemantauan tindak lanjut hukuman disiplin dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. hukuman disiplin Lemari Arsip/ Filling cabinet STL.hukuman ngan data hu. Peringatan: 1.

FLOWCHART ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menerima dan mencatat berkas hukuman disiplin Mengentry data hukuman disiplin Membuat rekap dan perkembangan data hukuman disiplin Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin kepada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen hukuman disiplin Selesai 287 .

9. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Agama. 4. PMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan TPTGR 288 . 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. lemari arsip/filling cabinet. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. Tugas. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut TPTGR tidak terdokumentasi dengan baik. PMA No. KMA No. 4. printer. 6. BPKP. 3. KMA No. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 7. PP No. Agama Keterkaitan: 1. menyebabkan pemantauan tindak lanjut TPTGR dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. 2. computer. 6. 2. kursi. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Tanpa adanya penanganan TPTGR secara khusus. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. ATK. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Fungsi. 2. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan TPTGR. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 5. 9. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. 5. 7. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 8. Dumas SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausaaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 8. Aplikasi data TPTGR Peringatan: 1.

5. Mengentry data TPTGR Tim entry TPTGR Tim entry TPTGR 3. Tim Melakukan pengecekan fisik entry TPTGR terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TPTGR secara berkala. LHA/STL. Laporan data TPTGR. Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR pada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Tim entry TPTGR Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Rekapitulasi data TPTGR Tim entry TPTGR 6. Laporan BPK Rekapitulasi dataTPTGR. Nota Dinas. SIM TPTGR. Laporan BPK. Rekap data TPTGR. Rekap data TPTGR. Buku Kendali. Komputer. Waktu 15 menit Ke t 2. LHA/STL. Surat Keluar. Laporan data TPTGR. Surat Keluar. Laporan BPK. Nota Dinas. SIM TPTGR Terinput-nya data TPTGR 1 hari 4. Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Komputer.Pelaksana No 1. SIM TPTGR Mutu Baku Output Diterima dan tercatatnya berkas TPTGR. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan TPTGR 1 Tim entry TPTGR 2 Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 3 BPK Persyaratan/ Perlengkapan STL/LHA. Lemari Arsip/Filling cabinet LHA/STL. Lemari Arsip/ Filling cabinet Terselesaikannya rekap dan perkembangan data TPTGR Diterimanya rekap dan perkembangan data TPTGR oleh pimpinan Dokumen TPTGR tersimpan 1 hari 1 jam 15 menit Terpantaunya keberadaan dokumen TPTGR 1 hari 289 . Laporan BPK.

FLOWCHART ENTRY DATA TP/TGR Mulai Menerima dan mencatat berkas TPTGR Mengentry data TPTGR Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR kepada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen TPTGR Selesai 290 .

Mempunyai kemampuan membuat Feedback hasil pengawasan dan mengoperasikan komputer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR SOP Analisis Hasil audit Kmprehenshif SOP Analisis Hasil Audit Khusus SOP Penatausahaan Penyelsaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. PMA No. Aplikasi TPTGR. analisis hasil audit Peringatan: 1. Mempunyai kemampuan mengoperasikan SIM HP. 10. 3. 6. Agama. Aplikasi Hukdis. ATK. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 5. 2. 9. 2. 7. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. KMA No. Agama Keterkaitan: 1. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin dan TPTGR 4. PMA No. 5. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 6. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. printer. 8. menyebabkan Feedback hasil pengawasan tidak berjalan lancar. KMA No. Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan bahan pembuatan laporan 1 Penganalisis pada Subbag 2 3 Pencatatan dan Pendataan: Pengolahan dan pengklasisfikasian hasil audit (LHA/STL) dan perkembangan tindak lanjutnya 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TersediaAnalisis hasil audit. Form minggu nya bahan feedback feedback Ket. kursi. Mesin foto copy. 2. 291 . lemari arsip/filling cabinet. Feedback hasil pengawasan mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit berdasarkan klasifikasinya. Agama No IJ/36/2002 tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. SIM HP. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mempunyai kemampuan membuat feedback hasil pengawasan. 4. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Agama. komputer. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1.

Membuat Laporan Feedback 1 AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Kasubba g AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ket. Menyampaikan Laporan Feedback kepada pimpinan 4. Laporan Feedback 1 hari 292 . Laporan Feedback 6. Mengoreksi Laporan Feedback Memperbaiki feedback sesuai dengan perbaikan pimpinan Mencetak. Mendokumentasikan berkas Feedback Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis Hasil Audit. menggandakan dan mendistribusikan Laporan Feedback Kabag PHP SES Itjen Laporan Feedback 5. Laporan Feedback 7.Pelaksana No Aktivitas feedback 2. Form Feedback. Form feedback Kasubbag Kabag AHP PHP Internal SES Itjen Laporan Feedback 2 Tersusunminggu nya Laporan feedback Diterimanya Laporan Feedback oleh pimpinan 1 Terkorekminggu sinya Laporan feedback 2 Laporan hari Feedback sudah diperbaiki 1 hari Tercetak. tergandakan dan terdistribu sikannya Laporan Feedback Terdokumentasikannya berkas Feedback 15 menit 3. Analisis hasil audit.

menggandakan & mendistribusikan Laporan Feedback Mendokumentasikan Laporan Feedback Selesai 293 .FLOWCHART SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Mulai Mengumpulkan bahan feedback Membuat Laporan Feedback Menyerahkan Laporan Feedback kepada pimpinan Memeriksa Laporan Feedback Ada perbaikan Tidak ada perbaikan Memperbaiki Laporan Feedback Mencetak.

Mempunyai kemampuan mengentry data SIMHP 4. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. SIMHP. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. KMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. PMA No. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Agama Keterkaitan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. Fungsi. Mesin foto copy. UU No. Mempunyai kemampuan membuat kompilasi hasil audit khusus. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. KMA No. komputer. Aplikasi TPTGR 294 . Mempunyai kemampuan mengentry data Hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. Aplikasi hukuman disiplin. Tugas. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. SOP Riksus 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. PP No. 2. 6. PMA No. KMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. SOP Surat Tugas Audit Kasus Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK. Agama 14. SOP Pengiriman LHA-STL 2. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. kursi. printer. lemari arsip/filling cabinet.

BAP dan data pendukung hasil audit 5. STL. 2. 9. SOP Realisasi PKPT SOP Penatausahaan LHA SOP Penaausahaan STL SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR Pencatatan dan Pendataan: LHA/STL khusus dan bukti bukti pendukung-nya Peringatan: 1. Rekap realisasi audit 2 Terinventarihari sir dan terselesaikannya rekap surat tugas audit khusus. Rekap STL audit khusus. Tanpa adanya kompilasi hasil riksus menyebabkan hasil riksus tidak terdokumentasi dengan baik dan menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan. Rekap realisasi audit khusus. 7.4. Rekap Surat tugas audit khusus. Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab proses kompilasi tidak berjalan lancar. 8. 6. Evalap Mengambil daftar/rekap STL audit khusus yang dibuat Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat Menginventarisir dan membuat rekapitulasi seluruh realisasi audit khusus beserta LHA/ STL dan analisis hasil audit khusus serta lampirannya secara lengkap Mengumpulkan bahanbahan kompilasi 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. Analisis riksus yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil riksus.Pelak kompilasi lisis pada sana pada Subbag TU AHP Sekret Internal Pelaksa na pada TU Itwil Rekap Surat tugas audit khusus. 3. realisasi audit khusus. Pelaksana No 1 Aktivitas Mengambil daftar surat tugas audit khusus (riksus) yang dibuat Sub Bagian Perencanaan dan program Mengambil daftar realisasi audit khusus yang dibuat Sub bag. Rekap STL audit khusus Didapatnya daftar/rekap STL audit khusus 1 jam 4. LHA/ STL audit khusus dan analisis serta lampirannya secara lengkap 1Min Terkumpulggu nya bahanbahan kompiilasi 295 . Waktu 1 jam Output Didapatnya daftar/rekap surat tugas audit khusus Petugas Pelaksa kompilasi na pada Subbag perenca -naan dan program Surat tugas audit khusus 2 Petugas Pelakkompilasi sana pada Subbag Evalap Petugas Pelaksa kompilasi -na pada Subbag Tata Usaha Sekretariat Petugas kompilasi Rekap realisasi audit khusus Didapatnya rekap realisasi audit khusus 1 jam 3. Petugas Pengana. 5.

tergandakan dan terdistribusikannya kompilasi hasil audit khusus Terdokumentasikannya kompilasi hasil audit khusus 2 hari 1 jam 296 . Waktu Output ariat 6. BAP dan data pendukung hasil audit Kompilasi hasil audit khusus Tersusunnya kompilasi hasil audit khusus 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tersampaikannya kompilasi pada pimpinan Terkoreksinya hasil kompilasi Kompilasi sudah diperbaiki 15 menit 1min ggu 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tercetak. 9. KasubKabag bag PHP AHP Internal Memperbaiki Petugas kompilasi kompilasi sesuai dengan perbaikan pimpinan Petugas Mencetak. Membuat kompilasi hasil audit khusus Petugas kompilasi 7.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. BAP dan data pendukung hasil audit STL. menggandak kompilasi an dan mendistribusi kan kompilasi hasil audit khusus Petugas Mendokumentasikan kompilasi kompilasi hasil audit khusus Menyerahkan kompilasi pada pimpinan untuk dikoreksi Memeriksa kompilasi Petugas Kasubkompilasi bag AHP Internal SES khusus. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya. 10 11. Rekap STL audit khusus. STL. 8. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya.

LHA/STL dan dokumen pendukung lainnya Mengumpulkan bahan kompilasi Mengkompilasi hasil audit khusus Menyerahkan hasil kompilasi kepada pimpinan Ada perbaikan Memeriksa kompilasi Memperbaiki kompilasi Tidak ada perbaikan Mencetak.FLOWCHART KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Meminta daftar surat tugas audit khusus Meminta daftar realisasi audit khusus Meminta rekap LHA/STL audit khusus Menginventarisasi dan membuat rekap realisasi audit khusus. menggandakan & mendistribusikan kompilasi Mendokumentasikan kompilasi hasil audit khusus Selesai 297 .

surat undangan. 4. Mempunyai kemampuan dalam menganalisis hukuman disiplin Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. Memamahami peraturan Kepegawaian 3. Fungsi. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. BPKP.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. PP No. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. SOP Pengiriman LHA-STL Kualifikasi Pelaksana: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PMA No. dan Dumas 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. KMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. UU No. SK kegiatan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. Tugas. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. materi nara sumber. ruang sidang (meja 298 . 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. bahan arahan Irjen. Termasuk dalam anggota DPSTL 2. RAB. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. SPPD. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Agama 14. PMA No. PP No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. KMA No. bahan laporan panitia. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. 6. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. KMA No. Agama Keterkaitan: 1.

Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data hukuman disiplin Membuat. 11. SOP Entry Data hukuman disiplin Peringatan: 1.. Pelaksana No. terkirim dan terkonfirmasinya undangan dan bahan pemutakhiran Terselenggarakannya acara pemutakhiran hukuman disiplin 3 hari 3 hari 3 hari 299 . 2. LCD proyektor. 1. 3. mengi. bukti TL. Fax. 10. 2. Rekapitulasi hukuman disiplin.3. berita acara hasil pemutakhiran. Aktivitas 1 2 3 kursi). Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Dep. Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Terbuat. 7. SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP pengajuan Anggaran SOP Sidang DPSTL SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausahaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. sehingga hasilnya tidak optimal. bahan pemutakhiranTPTG.Panitia rimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Panitia Mengadakan acara pemutakhiran data hukuman disiplin LHA/STL yang berkaitan dengan temuan hukuman disiplin. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Tersiapkannya TOR. 5. bahan pemutakhiran. 6. Aplikasi hukuman disiplin. Panitia SK dan RAB pemutakhiran data hukuman disiplin Menyiapkan dan Panitia menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Tersedianya anggaran Kabag PHP 3. Menyiapkan ako. Telp. Surat undangan. 8. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya.. buku agenda surat keluar Bahan pemutakhiran. Tanpa adanya koordinasi antara bagianbagian yang terkait. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya. ATK. 4. printer. ATK RAB kegiatan 3 hari 5. komputer (laptop). 4. 9. handycam. sound system. Agama 4. Bukti TL. SK dan RAB kegiatan Tersiapkan dan tergandakannya bahanbahan pemutakhiran data hukuman disiplin Waktu 3 hari Ket. Menyusun TOR. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik.

Menyusun laporan Panitia kegiatan. 8. handycam Laporan yang dilampiri dengan dokumendokumen terkait 3 hari 3 hari 1 jam 2 jam 300 .Pelaksana No. ruang sidang (meja kursi).Tergandakan dan terdistrian dan hasil busikannya pemutakhiran data hukuman laporan kegiatan dan hasil disiplin pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait Laporan yang Terdokumendilampiri detasikannya ngan dokumen.pemutakhiran dokumen terkait SPPD. ATK. Mendokumentasik Panitia an hasil pemutakhiran data 9. 6. bahan laporan panitia. LCD proyektor. bahan arahan Irjen. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data hukuman disiplin Panitia Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran data hukuman disiplin Kasubbag Kabag AHP Internal PHP 7. materi nara sumber. sound system. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. Mengadakan eva. printer. komputer (laptop).Panitia luasi kegiatan pemutakhiran data Tersusunnya laporan kegiatan. hasil dan pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat.hasil pemutadokumen khiran data terkait hukuman disiplin Laporan yang Terevaluasidilampiri denya kegiatan ngan dokumen.

SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat. mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggarakan acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 301 .FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menyusun TOR.

. 7. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR meKualifikasi Pelaksana: 1. Bahan laporan panitia. 8. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya. printer. 5. Fax. RAB. KMA No. materi nara sumber. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. Fungsi. PMA No. SOP Pelaksanaan PKAT 5. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1. SOP Penatausahaan LHA 11. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PP No. 3. surat undangan. Telp. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Pencairan Anggaran 6. SOP Entry Data TPTGR Peringatan: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 9. KMA No. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. SOP Riksus 4. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut TPTGR 302 . Tugas. Keputusan Inspektur Jenderal Dep.. SPPD. dan Dumas 2. 2. PMA No. 6. Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. 3. Bahan Arahan Irjen. 2. BPKP. Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. komputer (laptop). Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. bahan pemutakhiranTPTG. Mempunyai kewenangan yang ditunjuk oleh pimpinan (tertuang dalam SK Kepanitiaan). handycam. SOP Analisis LHA/STL Khusus 9. SK kegiatan. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. LCD proyektor. ruang sidang (meja kursi). 2. SOP Pengiriman LHA-STL 3. SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif 8. Agama. Agama. ATK. SOP Penatausahaan STL 10. SOP Sidang DPSTL 7. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 3. sound system.

5. ATK RAB kegiatan Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Surat undangTerbuat.bahan si TPTGR. bahan kirim dan terpemutakhiran. bahan laporan panitia.Tergandakan an dan hasil dan terdistribupemutakhiran sikannya lapor- Tersedianya anggaran 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 303 . teran. hasil dan dokumendokumen terkait pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat.Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data TPTGR Membuat. 1. Panitia Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 2. Pelaksana Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan No. handycam Tersusunnya Laporan yang dilampiri dengan laporan kegiatan.pemutakhiran data TPTGR kapitulasi TPTGR. bukti TL. Aktivitas Menyusun TOR. SPPD. sehingga hasilnya tidak optimal. Re. Aplika. konfirmasinya buku agenda undangan dan surat keluar bahan pemutakhiran Bahan pemuta. Tersiapkannya TOR. mengirimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Mengadakan acara pemutakhiran data TPTGR Panitia 4. SK dan RAB pemutakhiran data TPTGR Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK 1 2 Output Waktu 3 hari Ket. komputer (laptop). Menyiapkan ako. ruang sidang (meja kursi).Terselenggakhiran. Menyusun laporan Panitia kegiatan. SK dan RAB kegiatan LHA/STL yang Tersiapkan dan tergandakanberkaitan dengan temuan nya bahanTPTGR. Bukti TL. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data TPTGR Menggandakan dan mendistribusikan laporan Panitia Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 7. materi nara sumber. sound system. nyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan BPK-RI dan Biro Keuangan dan BMN Setjen Dep. LCD proyektor. printer. bahan arahan Irjen. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik.4. Panitia 6. ATK. rakannya acara pemutakhiran berita acara TPTGR hasil pemutakhiran. Tanpa adanya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Panitia Kabag PHP 3. Agama.

Mengadakan Panitia evaluasi kegiatan pemutakhiran data 2 jam 304 . Aktivitas kegiatan dan hasil pemutakhiran data TPTGR 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. Mendokumentasikan hasil pemutakhiran data Panitia 1 jam 9. an kegiatan dan hasil pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait TerdokumenLaporan yang tasikannya dilampiri hasil pemutadengan khiran data dokumendokumen terkait TPTGR TerevaluasiLaporan yang dilampiri dengan nya kegiatan pemutakhiran dokumendokumen terkait data TPTGR 8.Pelaksana No.

mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggara acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 305 .FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Mulai Menyusun TOR. SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat.

7. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. KMA No. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. KMA No. SOP Penerimaan Surat Masuk. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 5. Agama. SOP Pelaksanaan PKAT.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN STL Dasar Hukum: 1.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar nistrasi pada Sub. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. 4. SOP Entry SIMHP. 3. SOP Riksus. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. STL Terinventarisirnya STL 1 hari 306 . 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: STL Mengambil Pengadmi. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 8. Mesin foto copy Peringatan: Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab penatausahaan STL bejalan tidak rapi dan STL tidak lengkap. 9. 2. SOP Analisis Hasil audit Komprehenshif. 6. 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Analisis Hasil Audit Khusus. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. kursi. Pengadmi. sehingga menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan Pelaksana No 1. lemari arsip/filling cabinet. 4. 2.STL. PMA No. 2. komputer.pada Sub.Pelaksana pada Subrekap/daftar STL nistrasi bag TU pada Subbag TU STL Sekretariat setiap bulan sekali Mengecek dan menginventari- Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Rekap/daftar Diterimanya STL daftar/rekap STL Waktu 1 hari Ket. PMA No. printer. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. 7. Agama Keterkaitan: 1. ATK. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Pengiriman LHA-STL. Kualifikasi Pelaksana: 1.

buku TerdistribusiPengadmi.Pengadministrasi STL. buku STL diterima. Menerima. Membuat hari rekap STL laporan perAHP laporan perkem. Terekapnya 1 data STL setiap nistrasi rekap STL data STL hari bulan sekali STL STL.STL. Mengentri data Pengadmikomputer data STL hari nistrasi STL pada STL aplikasi exel 15 STL. Menerima menit SIMHP kendali STL oleh nistrasi kembali STL PengadminisSTL yang telah trasi STL dientri pada SIMHP. 307 . Mendistribusimenit kendali kannya STL lisis pada nistrasi kan STL pada pada Subbag pelaksana anali. filing Tersimpan15 nistrasi kabinet nya STL menit STL 9. Dientrinya 1 5. Sampainya Pengadmi. aplikasi hukdis dan aplikasi TPTGR 8. Pengadmi. Melakukan pe. Mengambil STL Pengadmi. STL STL oleh yang belum nistrasi minggu masuk di SubSTL bag TU bag TU pengadminisbag AHP InterIrwil trasi STL nal pada Subpada Subbag bag TU SekreAHP Internal tariat atau Subbag TU Irwil 4.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar Diterimanya 1 pada Sub.Tim entri 7. 1 Komputer. Membuat rekap PengadmiKomputer.nistrasi kembangan Internal STL bangan data data STL STL pada pimpada pinan setiap pimpinan bulan sekali Aktivitas Pelaksana Ket. filling nya keberahari ngecekan fisik STL kabiet daan STL terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan STL secara berkala.Pelaksana Pelaksana STL.Pengana6. Menyimpan STL PengadmiSTL.STL Pelaksana AHP sis sesuai deanalisis Internal ngan wilayahnya 15 STL dan buku Diterimanya Pengadmi. rekap Terpantau1 10.No Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan sir STL yang STL bag TU bag TU yang belum belum masuk Irwil masuk 3.pada Sub. 1 memeriksa dan nistrasi pada Sub.Kasubbag 11.pada Sub.kendali diperiksa dan jam mencatat STL STL bag TU bag TU dicatat dalam pada buku buku kendali kendali STL STL.

memeriksa dan mencatat STL Mengentry data STL Mendistribusikan STL kepada penganalis Menerima kembali STL yang telah dienty pada SIMHP Menyimpan STL ARSIP Melakukan pengecekan berkala Merekapitulasi STL Membuat laporan kepada pimpinan Selesai 308 .FLOWCHART PENATAUSAHAAN STL Mulai Mengambil rekap/daftar STL Mengecek & menginventarisir STL yang masuk Mengambil STL yang belum masuk Menerima.

Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 7. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 5. 4. 5. Keterkaitan: 1. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan Surat Masuk Bagian PHP SOP Penatausahaan Surat Masuk Subbag AHP Internal SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. KMA No. Aktivitas Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut 1 Pengadmi nistrasi surat masuk pada 2 Pengadministrasi surat masuk SES 3 Pencatatan dan Pendataan: Bukti Tindak Lanjut hasil audit Mutu Baku 4 Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Bukti TL. 8. Pelaksana No 1. buku kendali Bukti penye15 lesaian TL menit diterima dan dicatat 309 . printer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. 4. lemari arsip/filling cabinet. KMA No. PMA No. 3. 6. komputer. Mempunyai kemampuan mengoperasikan Komputer SIMHP. 9. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Mesin foto copy. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 7. Agama. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 3. 8. Agama. buku kendali Peringatan: Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. PMA No. 6. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Dasar Hukum: 1. 2. Mempunyai kemampuan entry data hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. menyebabkan proses analisis. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. ATK. 4. pemantauan tindak lanjut dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar.

Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Memberikan bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP kepada pengadminis trasi surat masuk pada Subbag AHP internal Mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Menyerahkan bukti TL dan disposisi dari Kabag PHP pada Kasubbag AHP Internal Menelaah dan memberikan dis- Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP 1 Bukti penyehari lesaian TL diperiksa dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kabag PHP 15 Bukti penyeBukti TL. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Bukti TL. Bukti TL Bukti penyelesaian TL diperiksa 1 hari 310 . Menelaah dan memberikan disposisi terhadap bukti TL yang masuk 4. lembar disposisi 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL.Pelaksana No Aktivitas (TL) 2. 5. Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP 1 Bagian PHP Pengadmi nistrasi surat masuk pada Bagian PHP Kabag PHP 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Kabag PHP Bukti TL 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kabag PHP 3. lembar disposisi. menit lembar dispo. Bukti TL Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Bukti TL. 8. isi disposisi Kabag PHP diterima dan dicatat Kasubbag AHP Internal Bukti TL.lesaian TL. lembar disposisi. buku Kabag PHP kendali diterima dan dicatat Lembar disposisi. isi disposisi sisi. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan isi disposisi dari Kabag PHP diterima 7. 6.

Bukti TL. Mengirim bukti TL pada lisis pada data SIM. Bukti TL. Bukti TL. Mendistribusikan bukti TL sesuai disposisi 9. Melakukan Tim entry Tim entry Tim entry pengecekan data TPdata data fisik terhadap TGR Hukdis SIMHP keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TL secara berkala.Tim entry Tim entry 12. Bukti TL.pimpinan nal Pengana. buku kendali Tim entry data TPTGR Lembar disposisi. buku kendali Tersimpannya bukti TL Terpantaunya dokumen TL 15 menit 1 hari 311 . buku kendali dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kasubbag AHP Internal 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan disposisi Kasubbag AHP Internal diterima dan dicatat 15 Diterimanya bukti penye. Bukti TL. Hukdis dan TPTGR 15 menit Lembar disposisi. buku kendali Lembar disposisi. buku kendali Penganalisis yang memegang wilayahnya Pelaksana yang ditunjuk pimpinan Lembar disposisi. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. Memenuhi disposisi pimpinan Pengana.data HukHP dis tim entry data Subbag AHP SIMHP dan tim entry data Internal hukuman disiplin jika terdapat TL yang terkait dengan hukuman disiplin serta pada tim entry data TPTGR jika terkait dengan TL TPTGR 13.data TPTGR dis HP 14. buku kendali 11. Bukti TL. Menyimpan Tim entry Tim entry Tim entry bukti TL data SIM. Lembar disposisi.data Huk.menit lesaian TL dan lembar disposisi oleh penganalsis dan pelaksana lain yang ditunjuk oleh pimpinan Terpenuhi1 nya dispohari sisi pimpinan Bukti TL diterima oleh Tim entry data SIMHP.Pelaksana No Aktivitas posisi terhadap bukti TL yang masuk 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Menerima dan mencatat disposisi dan bukti TL dari Kasubbag AHP Internal 10.Pelaksalisis pada na yang Subbag ditunjuk AHP Inter.

FLOWCHART PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Mulai Menerima dan mencatat bukti tindak lanjut (TL) Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kabag PHP dan bukti TL Memberikan disposisi Kabag dan bukti TL pada Subbag AHP Internal Mencatat bukti TL dan disposisi dalam buku kendali di Subbag AHP Internal Menyerahkan bukti TL pada Kasubbag AHP Internal Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kasubbag AHP Internal dan bukti TL Mendistribusikan bukti tindaklanjut sesuai disposisi Memenuhi disposisi pimpinan Mengirim bukti tindak lanjut kepada tim entry data SIMHP. Hukdis dan atau TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala dokumen TL Menyimpan bukti tindak lanjut SELESAI 312 .

3. 6. 12. 9. 4.Lampiran 8  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS 1. 10. 5. 8. 7. 11. SOP Analisis BPKP SOP Pemutakhiran BPKP SOP Tindak Lanjut BPKP SOP Analisis BPK SOP Pemutakhiran BPK SOP Pra Pemutakhiran BPK SOP Tindak Lanjut BPK SOP Penanganan Dumas Non TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000 SOP Pemutakhiran Dumas TP 5000 SOP Penanganan Dumas TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas TP 5000 313 . 2.

LHP BPKRI 2. Aktifitas Mengadministrasikan LHP BPK-RI 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. Form Output Waktu Ket. Pelaksana pengolah LHP BPKRI Pelaksana pengolah LHP BPKRI LHP BPK-RI 15 teradministra. akibat serta rekomendasi Hasil pemeriksaan BPKRI. Buku agenda surat masuk 1. 2. 4. 2. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. 2.Menit sikan dengan baik Tersusunnya hasil analisis LHP BPK-RI 1 hari 2. Pelaksana NO 1. Menganalisis LHP BPK-RI Kabag PHP 314 . Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Tanpa adanya analisis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI tidak terdokumentasi dengan baik. Keterkaitan: 1. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan 1. 4. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. LHP-BPKRI 2. 2. penyebab. 5. 3. SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas SOP Pembuatan Surat dinas Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Tanpa adanya analisis LHP BPK-RI sulit diketahui jumlah dan nilai temuan. Meja. akibat dan rekomendasi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Komputer PC 3. 3. nilai penyebab. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI.ATK Komputer PC Lemari arsip LHP-BPK-RI temuan Peringatan: 1. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian tindak lanjut atas rekomendasi BPK-RI. 3.

Lemari arsip 2. Hasil Anali sis LHP BPKRI.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan analisis BPK-RI 1. Sekre-taris. audit-an. Mutu Baku Output Waktu Ket. Buku agen da surat ke luar 1. Surat pengantar distribusi hasil analisis LHP BPKRI 2. 3. Mendistribusikan hasil analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. 315 . Hasil anali sis LHP BPK-RI 3. Irjen.15 tasikannya Menit hasil analisis LHP-BPK-RI dengan baik. Menag. para Irwil. Sekjen. unit kerja terkait) Terdokumen. Mendokumentasikan Hasil Analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Terdistribusi1 kannya hasil hari analisis LHP BPK-RI ke stakeholder (BPK-RI.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN LHP-BPK-RI MENGANALISIS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN HASIL ANALISIS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASI HASIL ANALISIS LHP-BPK-RI SELESAI 316 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP Dasar Hukum: 1. Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil peng- Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. nilai penyebab. ATK. Buku Tri wulan Dumas pengawas agenda hasil pengan BPKP surat ma. Pelaksana NO 1. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP.awasan suk BPKP berupa hardcopy dan softcopy 15 TeradminisKasubbag Pelaksana 1. 3. Laptop/Komputer PC. 2. Keterkaitan: 1. 3. Tanpa adanya analisis hasil pengawasan BPKP sulit diketahui jumlah dan nilai temuan. penyebab. LHAmenit trasikannya BPKP AHP Eks. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelsaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 2. Peralatan/Perlengkapan: 1. 317 . akibat serta rekomendasi hasil pengawasan BPKP. Surat Tersedianya 2 AHP Eks. SOP Penyajian Data 3. SOP Tindak lanjut BPKP 2. Buku ternal dan hasil Ket. kursi. 4. Lemari arsip 2. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Tanpa adanya analisis atas Laporan Hasil Audit (LHA) BPKP mengakibatkan temuan tidak terdokumentasi dengan baik.pengolah tugas data laporan hari ternal dan hasil 2. Aktifitas Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas BPKP 1 Kabag PHP 2. Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP atau hasil pengawasan BPKP 3.pengolah laporan tri 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Meja. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. akibat dan rekomendasi. temuan Peringatan: 1.

Buku agenda surat keluar 15 Analisis hasil 1. Lemari pengawasan Menit arsip BPKP ter2. Analisis dokumenhasil pengawas tasikan an BPKP. dengan baik. Surat Hasil analisis 1 pengantar hasil penghari distribusi awasan hasil ana. Laporan Terinputnya 1 Tri wulan Analisis hasil hari hasil audit pengawasan 2.Kabag PHP kan Analisis hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan wulan atas agenda hasil pengsurat awasan masuk BPKP dengan baik 1. Ket. Mendokumentasi. Hasil Sekretaris. BPKP Sekjen. Komputer BPKP PC 3. 2. 318 . SIM-HP BPKP 1.auditan) ngawasan BPKP 3. Irjen. 4. Mengentry/Mendo wnload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP 5. analisis para Irwil. hasil pe.BPKP terdislisis hasil tribusikan ke pengastakeholder wasan (Menag.Pelaksana NO Aktifitas awasan BPKP 1 2 Dumas 3 pengawas an BPKP 3.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP MULAI Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mengentry/Mendownload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendokumentasi Analisis atas hasil pengawasan BPKP/Laporan triwulan BPKP SELESAI 319 .

Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. Aktifitas Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. Materi Narasumber 9. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Keterkaitan: 1. Bahan Arahan Irjen 7. 2.printer. Bahan pemutakhiran data BPKP 11. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. RAB 4. 4.pengolah LHA-BPKP ternal dan hasil pengawas 2. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1. TOR kegiatan 2. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. SK kegiatan 3. 3. mesin fotocopy 10. SOP Penyajian Data 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. SPPD 5. 2. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas temuan dan saran BPKP. Pelaksana NO 1. peralatan soundsystem. Peringatan: 1. SOP Tindak lanjut BPKP 2. Bahan Laporan panitia 8. Agama maupun auditan.Laptop. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPKP dengan Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. Surat undangan 6. 2. Buku agenDumas da surat an BPKP masuk Tindak lanjut 1 hari atas rekomendasi BPKP terhimpun dengan baik 320 .

Hasil pemutakhiran data BPKP 2. handycam.pengolah 2. RAB 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. SPPD 1. mesin fotocopy. Tersedia ternal dan hasil anggaran pengawas Dumas an BPKP 1. Bahan pemutakhiran 3. Terselenggaranya pemutakhiran data BPKP Waktu Ket. 321 . Program SIM-HP BPKP 1.pengolah 2. Panitia 5 Panitia Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP 7 Mendokumentasi. Kasubbag Pelaksana 1. Surat pengantar pengiriman 3. Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Menyelenggaraka n pemutakhiran data BPKP Panitia 1 hari 4. sound sistem 5. 3 hari Tersusunnya laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 2 hari Terdistribu sikannya hasil pemutakhiran data BPKP kepada para auditan 2 hari Terdokumen 30 tasi dengan Menit baik hasil pemutakhiran data BPKP. Aktifitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan. Dokumen ternal dan hasil hasil pemuDumas pengawas takhiran data an BPKP BPKP. Jumlah peserta AHP Eks. printer. Berita Acara pemutakhiran 3. Bukti-bukti penggunaan anggaran. Lemari arsip AHP Eks. ATK 4. Berita Acara pemutakhira n data. Ruang rapat 2. Buku agenda surat keluar Mutu Baku Output Tersusunnya TOR.Pelaksana NO 2. Laptop. Bahan pemutakhiran 3. 1 hari 3. dan RAB Surat undangan di buat dan tersampaikan kepada para peserta rapat. SK kegiatan.Kabag kan Hasil PHP pemutakhiran data BPKP 1. 4. proyektor. Surat undangan 2. Hasil pemutakhiran data BPKP 2.

RAB Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Mengadakan acara pemutakhiran data BPKP Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Penggandaan dan pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP Pendokumentasian hasil pemutakhiran data BPKP SELESAI 322 .FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP MULAI Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP Menyusun TOR dan SK Kegiatan.

9. 2. Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. SOP Penyajian Data 3. Agama maupun auditan. 3. 2. Bahan pemutakhiran data Dumas TP5000 11. Mempunyai kemampuan analis Data Dumas TP 5000. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. 3. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada Kementrian Negara PAN dengan Inspektorat Jenderal Dep. Ruang Rapat. 2. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. Kabag 1. 7. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut surat pengaduan masyarakat. 2. SOP Tindak lanjut Dumas 2.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Pelaksana NO Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. printer. Laptop. mesin fotocopy 10. 5. Peringatan: 1. Bukti tindak lanjut atas penangana n pengaduan masyarakat TP Output Waktu Ket. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Kementrian Negara PAN Peralatan/Perlengkapan: 1. 8. peralatan soundsystem. 6.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. 4. Menghimpun PHP Bahan Pemutakhiran penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 Bukti tindak hari lanjut atas penanganan pengaduan masyarakat 323 . 5.

Berita Acara retaris. Jumlah peserta 2. Bahan pemutakhiran 3. Bukti-bukti keuangan penggunaan anggaran. ATK 4. Panitia 4. Menyusun TOR. Bahan pe. Surat peng.masyarakat antar pengi. Surat undangan 2. Mengadakan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 TP 5000 sebagai bahan pemutakhiran terhimpun dengan baik Tersusun1 nya TOR. Hasil rapat Tersusun2 pemutakhi.hasil pemutakhiran nanganan pengaduan data pemasyarakat nanganan pengaduan TP 5000 2. mesin an pengaduan fotocopy.gungjawaan ban 3. 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 3 1. Ke 324 .TP 5000 riman hasil kepada pemutakhir. masyarakat TP sound 5000 sistem 1. 2.nya lapohari ran data ran Dumas TP kegiatan 5000 dan 2. Membuat surat Panitia undangan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 kepada Kementrian Negara PAN dan peserta. dan RAB Surat unda. prin.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 5000 2. Buku agenda surat masuk Mutu Baku Output Waktu Ket. Berita Acara pertangpemutakhir.1 ngan dibuat hari dan tersampaikan kepada para peserta. Sek3. Hasil pemu. SPPD 2 1.(Menag. pemutakhir. 4. Buku agenda surat keluar 3. Tersedia anggaran 1. Ruang rapat Terseleng hari 2. mas TP 5000 Irjen.stakeholder an data Du.Irwil.data ter.garanya mutakhiran pemutakhiran 3. SK Kegiatan dan RAB Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Laptop. proyek.penangan tor. handycam.Terdistribuhari sikannya takhiran data pe. hari SK kegiatan.

7 MendokumentasiKabag kan hasil pemutaPHP khiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. instansi ter lapor dan instansi terkait lainnya) Terdoku30 mentasikan Menit nya hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 dengan baik 325 . Lemari arsip 2. Dokumen hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. Penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Mutu Baku Output Waktu Ket.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan an data. mentrian Negara PAN.

DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 KEPADA KEMENTRIAN NEGARA PAN DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP5000 PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 PENDOKUMENTASIAN HASIL PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 SELESAI ARSIP 326 . SK KEGIATAN.FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGHIMPUN BAHAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 MENYUSUN TOR.

4. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 5. 2. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Penyajian Data 3. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI. Laptop. 5. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. 2. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Peringatan: 1. Agama. printer. 7. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. 7. 3. soundsystem. 2. Keterkaitan: 1. 9. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. mesin fotocopy 10. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. nilai temuan dan rekomendasi/saran.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPK-RI dengan Inspektorat Jenderal Dep. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. 8. 3. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 327 . 6. Bahan pemutakhiran data BPK-RI 11.

Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kabag Menghimpun Bahan Pemuta.Kabag kan laporan hasil PHP Kasubbag AHP Eks- Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Waktu Perlengkapan Pelaksana 1.hari lanjut atas mendasi LHP BPKLHP-BPK. Hasil Tersusunnya hari rapat laporan pemutakegiatan dan khiran pertanggungdata BPK.paikan kemutakhipada para ran peserta ra3. Lemari Terdoku15 pengolah arsip mentasi Menit Ket. proyektor. Surat Surat unda1 undangan dibuat hari ngan dan tersam2. Surat para auditan. 4. Bahan pe.PHP khiran Data BPKRI 2. Bahan pe. Menyusun TOR Kabag dan SK Kegiatan.Pelaksana NO 1. 328 . sound sistem 2 1. Bukti 1 Tindak lanjut tindak pengolah atas reko.Panitia an kegiatan dan pertanggungjawab an keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian laporan hasil rapat pemutakhiran data BPK-RI 7 Mendokumentasi.an data BPKRI RI kepada 2.jawaban RI keuangan 2. printer. ATK 4.rapat pemutakhiran data muBPK-RI takhiran 3. Mengadakan rapat Panitia pemutakhiran data BPK-RI 5 Penyusunan lapor. pengantar Irwil. Bukti-bukti penggunaan anggaran. agen-da surat keluar 3 Terseleng1. Buku agenda surat masuk Tersusun1 Pelaksana 1.Panitia an pemutakhiran data BPK-RI kepada BPK-RI dan peserta Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3. 2. LHP BPK. Pelaksana 1. Sekretaris. Laptop.BPK-RI terRI RI himpun dengan baik 2. SK hari pengolah peserta kegiat-an. SPPD 1. handycam. Jumlah nya TOR. Ruang hari garanya rapat. mesin fotocopy. 3. Tersedia anggaran dan RAB RI 1.2. Hasil Terdistribu2 rapat sikannya hari pemutahasil rapat khiran pemutakhirdata BPK. Buku pat. PHP RAB Membuat undang.

Pelaksana Ket.RI.NO Aktifitas rapat pemutakhiran data BPK-RI 1 Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan ternal dan LHP BPK. 329 . RI. Dokumen dengan baik rapat Dumas RI hasil rapat hasil pemutakhirpemutaan data BPKkhiran data BPK.2.

SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITOR BPK DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN LAPORAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI SELESAI ARSIP 330 .FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR.

Pelaksana NO 1. 3. 2. Lemari arsip 2. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas Non TP 5000. kursi. Meja.PAN/ 4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Mengadministra Kabag PHP sikan surat pengaduan masyarakat melalui Non TP 5000 2. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengandung kadar pengawasan. 4. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat. Surat pengaduan masyarakat 3. 2. Keterkaitan: 1. Surat Dumas pengolah non TP Surat 5000 Dumas 2. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Laptop/Komputer PC. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku Output Waktu Ket. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. Penelaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Persyaratan/ 3 Perlengkapan Pelaksana 1. 2. Komputer TP 5000 PC 15 Teradministrasikan menit nya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusun. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1. ATK. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi.1 hari nya telaahan terhadap surat Dumas yang 331 . 3. kolusi serta Nepotisme (KKN).PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. 2. Surat Dupengolah mas non Surat DuTP 5000 mas Non 2. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1. Buku eksnon TP pedisi 5000 surat masuk Pelaksana 1. Peralatan/Perlengkapan: 1.

Hasil telaahan surat Dumas 3.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan Terdokumentasikannya surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Terpenuhin ya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Terkirimnya surat klarifikasi dumas kepada pimpinan satker terlapor Terinputnya surat dumas non TP 5000. 3. Buku ekspedisi surat keluar 1. Surat Dumas non TP 5000 2. Surat tugas Riksus 4. Mengusulkan Kabag audit khusus ter. Surat Dumas non TP 5000 2. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Buku ekspedisi surat keluar 1. Surat klarifikasi 3. Telaahan usulan Riksus 15 menit 30 menit 8 Mendokumenta. Hasil telaahan surat Dumas 3.Kabag PHP sikan surat Dumas. Surat Du- 15 Menit 332 . Komputer 5-7 hari 2 jam 6 Pelaksana pengolah surat Dumas Non TP 5000 Subbag Tata Usaha 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Surat klarifikasi 3. Lemari arsip 2.PHP hadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker terlapor yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry surat pengaduan masyarakat ke SIM dumas Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP5000 5 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Lemari arsip 15 menit 4. Surat Dumas non TP 5000 2. Surat dumas non TP 5000 2. surat klarifikasi dan telaahan usulan Riksus kedalam SIM HP dumas Terdokume ntasikannya surat Waktu Ket. surat Kasubbag AHP Eksternal dan Pelaksana pengolah surat Du- 1. Surat Dumas yang tidak berkadar pengawasan 2.

surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus dengan baik. Waktu Ket. 333 . surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus. Mutu Baku Output dumas non TP 5000.Pelaksana NO Aktifitas klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus 1 2 Dumas 3 mas Non TP 5000 Persyaratan/ Perlengkapan mas.

FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Penelahaan Surat dumas non TP 5000 Mendokumentasikan surat dumas non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan Audit Khusus Terhadap Surat Dumas non TP 5000 yang Berkadar Pengawasan Membuat surat klarifikasi terhadap surat Dumas non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry dalam SIM-HP Dumas Mendokumentasi Surat Dumas non TP 5000. telaahan usulan Riksus dan surat tugas Riksus SELESAI 334 . surat klarifikasi.

Surat AHP Eks.pengolah Dumas 2. Keterkaitan: 1. 4.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Komputer 1 hari 335 . 2. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. 5. 3. 2.pengolah Dumas ternal dan Surat 2. ATK. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Surat pengaduan masyarakat 3. 2. MengadminisKabag trasikan surat PHP pengaduan masyarakat melalui TP 5000 Penelahaan surat pengaduan masyarakat Kabag PHP 2. Laptop/Komputer PC. 3. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Teradministrasikannya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusunnya telaahan terhadap Waktu 15 menit Ket. 2. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas TP 5000. kolusi serta Nepotisme (KKN).INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. Surat AHP Eks. Peralatan/Perlengkapan: 1. Pelaksana NO 1. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. kursi. Meja. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengadung kadar pengawasan. Buku ternal dan Surat agenda Dumas Dumas surat masuk Kasubbag Pelaksana 1. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. 4. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi. Lemari arsip 2. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1.

dan telaahan audit khusus. Surat Dumas 2. surat klarifikasi. Surat Dumas 2. Terkirimnya surat klarifikasi kepada pimpinan Satker terlapor 1 jam 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas 8 Mendokumenta. Surat DuTerdokumen 15 mas yang tasikannya menit tidak bersurat Dumas kadar peng. dan telaahan usulan audit khusus Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 3 Tersusunjam nya rekapitulasi penanganan Dumas TP 5000 Terdokumen. Hasil telaahan surat Dumas 3. Surat Dumas. Buku agenda surat keluar 1. Hasil telaahan surat Dumas 3. surat klarifikasi. 4. Surat Dumas 2. Lemari arsip 2.Kabag PHP sikan surat pengaduan Masyarakat TP 5000.dung kadar sip pengawasan 1.15 Menit tasi surat Dumas. Buku agenda keluar 1. Surat klarifikasi 3. 336 . Komputer PC 1. Komputer Terpenuhinya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat Dumas 5-7 hari Ket. Lemari ar. surat klarifikasi. telaahan usulan audit khusus.Pelaksana NO Aktifitas melalui TP 5000 1 2 Dumas 3 Dumas 3.yang tidak awasan mengan2. Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 5 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat Dumas 2 jam 6 Pelaksana pengolah Surat Dumas Subbag Tata Usaha 1. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan audit khusus terhadap terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan Satker yang punya kewenangan menindaklanjuti Membuat rekapitulasi atas penanganan Dumas TP 5000 Pelaksana pengolah surat Dumas Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan PC surat Dumas yang berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan 1. Surat tugas Riksus 4. Tindak lanjut atas Dumas TP 5000 2.

FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN SURAT PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 PENELAHAAN SURAT DUMAS TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN SURAT DUMAS TP 5000 YANG TIDAK BERKADAR PENGAWASAN MENGUSULKAN AUDIT KHUSUS TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MEMBUAT SURAT KLARIFIKASI TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MENGIRIM SURAT KLARIFIKASI KEPADA SATKER YANG PUNYA KEWENANGANAN MENINDAKLANJUTI MENGENTRY KE DALAM SIM-HP DUMAS MEMBUAT REKAPITULASI ATAS PENANGANAN DUMAS TP 5000 ARSIP SIMDUMAS MENDOKUMENTASIKAN SELESAI 337 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. 7. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. 5. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Agama. Bahan pra pemutakhiran data BPK-RI 11. 6. 6. 2. 9. soundsystem. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian di auditan dengan Inspektorat Jenderal Dep. 5. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. mesin fotocopy 10. 7. 2. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Laptop. SOP Penyajian Data 3. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawas-an di Lingkungan Departemen Agama. 3. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Keterkaitan: 1. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. 338 . 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 8. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. 4. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. printer. 4. Peringatan: 1. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.

Laporan ha. 339 . SPPD 2 1. Buku agenda surat masuk 1 Tersusunnya 1.laporan kekhiran data giatan dan pertanggungBPK-RI 2. Menghimpun Bahan Rapat Pra Pemutakhiran Data BPK-RI 2.der (Irjen. Buku ekspe. Nota paikan kepa Dinas da para 3. handycam.Terdistribusisil rapat pra kannya lapor. Bukti-bukti jawaban penggunaan keuangan anggaran. pra pemutak hiran 4. Menyusun TOR dan SK Kegiatan. mesin fotocopy. Surat un. dan instansi terkait) Ket. ATK BPK-RI 4. proyektor. Hasil rapat Tersusunnya hari pra pemuta.an hasil rapat ran data pra pemutakhiran data BPK-RI 2.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah LHP BPKRI 1. Laptop. auditan. Sekretaris. SK kepeserta giatan.Surat undahari ngan dibuat dangan dan tersam2. Jumlah hari TOR. Irwil. Surat pe. RAB 3. 3. disi keluar. Membuat surat undangan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI kepada auditan dan peserta rapat Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Panitia 4.pra pemutaran khiran data 3. Ruang rapat Terselengga3 2.BPK-RI kepada stakeholngantar 3. Tersedia anggaran RAB 1 1. Buku agenda surat keluar 1. Bahan peserta rapat. Bahan pra ranya rapat hari pemutakhi. dan 2.hari pemutakhi. peralatan sound sis tem 2 1. Mengadakan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan pendistribusian laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Tindak lanjut 1. Bukti hari atas rekotindak mendasi lanjut BPK-RI teratas himpun LHPdengan baik BPK-RI 2. prin ter.

340 . baik Pelaksana Ket. Dokumen Menit hasil rapat laporan hasil ternal dan LHP BPKRI Dumas pra pemuta rapat pra pemutakhiran data khiran data BPK-RI dengan BPK-RI. Lemari arsip Terdokumen30 tasikannya AHP Eks.pengolah 2.NO 7 Aktifitas Mendokumentasikan Laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPKRI 1 Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1.

FLOWCHART SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR. SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITAN DAN PESERTA RAPAT MENGADAKAN ACARA RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI ARSIP SELESAI 341 .

5. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI.pengolah dak lanjut ternal dan LHP BPKatas LHPDumas RI BPK-RI Tindak 15 lanjut atas Menit rekomenda si BPK-RI 342 . Keterkaitan: 1. penyebab. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Bukti tinAHP Eks. nilai temuan dan rekomendasi/saran. 3. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan. ATK 2. Aktifitas Mengadministrasikan Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Mutu Baku Output Waktu Ket. 2. 3. Peringatan: 1. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Pelaksana NO 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas rekomendasi BPK-RI. 2. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. Komputer PC 3. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. 7. 4. Bukti tindak lanjut atas saran BPK-RI Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 2. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Persyaratan/ 1 2 3 Perlengkapan Kabag PHP Kasubbag Pelaksana 1. akibat serta rekomendasi. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. 4. 3. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.

Form ana.tindak lanjut atas reRI komendasi BPK-RI 1. Waktu Ket. Buku ageninstansi terkait lainnya) da surat ke luar 1. Buku agen. Lemari arsip Laporan 2. 1 hari 1 hari 15 Menit 343 .Terinputdak lanjut nya tindak atas LHP lanjut dan tersusunBPK-RI 2.Hasil analisis LHP antar distriBPK-RI ter busi hasil distribusianalisis tinkan ke dak lanjut atas LHP stakeholder (Menag.PHP lisis tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. Laporan hasil Sekjen. Sekanalisis tindak lanjut retaris. BPK-RI 2. Bukti tin. Menganalisis bukti Kabag PHP tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 3. mentasi dengan baik. Mendokumentasikan Laporan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 2. Irjen.analisis lisis BPK. auditatas LHP an dan BPK-RI 3. Surat peng. Mendistribusikan Kabag Laporan hasil ana.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 2.hasil analisil analisis sis tindak tindak lanjut lanjut atas atas LHP LHP-BPKRI terdokuBPK-RI.teradminisda surat trasikan dengan masuk baik 1. para Irwil. Komputer nya laporan hasil PC 3. Laporan ha.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENGANALISIS BUKTI TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI SELESAI 344 .

SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPKP SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket. ATK.Kabag trasikan Tindak PHP Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. Pelaksana NO 1. Keterkaitan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Mengadminis. Meja. 2. 2. 4. Peringatan: 1. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. 2. lemari arsip 2. Laptop/Komputer PC. nilai temuan dan rekomendasi/saran. kursi. Buku agenda surat masuk Tindak lanjut 15 Menit atas rekomendasi BPKP teradministrasikan dengan baik 345 . Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. 2. 4. akibat serta rekomendasi. Bukti tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPKP 3. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. penyebab. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan.pengolah tindak ternal dan hasil pelanjut atas Dumas ngawasan hasil pengBPKP awasan BPKP 2. Bukti AHP Eks.

Hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 3. Komputer PC 3. Lemari arsip 2. Sekretaris. Sekjen. Aktifitas Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ Perlengkapan 1. Mendokumentasikan Analisis Tindak Lanjut hasil pengawasan BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Terinput-nya Analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP Hasil analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP terdistribusikan ke stakeholder (Menag. 3. Komputer PC/ laptop 3. Mendistribusi. SIM-HP BPKP 1. Pusinfowas BPKP. Irjen. auditan) Hasil analisis tindak lanjut atas LHABPKP terdokumentasi dengan baik. Mutu Baku Output Teranalisisnya berkas tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Waktu 1 hari Ket. Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP 4.Pelaksana NO 2.Kabag kan/melakukan PHP konfirmasi hasil analisis tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 5. 1 hari 15 Menit 346 . Program SIM-HP BPKP 1. Buku agenda surat keluar 1. Berkas tindak lanjut 2. para Irwil. Bukti tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 2. Surat pengantar distribusi hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 2. Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA BPKP.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut Atas hasil pengawasan BPKP Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan/melakukan Konfirmasi Hasil Analisis Tindak lanjut atas LHA BPKP Mendokumentasikan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA-BPKP SELESAI 347 .

Peralatan/Perlengkapan: 1. Laptop/Komputer PC. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pihak terkait. ATK. 4. Peringatan: 1. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks.pengolah Dumas Non ternal dan Surat TP 5000 Dumas Dumas 2. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M. 2.PAN/4/ 2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Bukti tindak lanjut atas pengolah Dumas Non Surat TP 5000 Dumas 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. kursi. Pelaksana NO 1. 3. 2.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Aktifitas Mengadministrasikan tindak lanjut jawaban/ hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. lemari arsip 2. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. 3. Peraturan Menteri PAN No: Per/05/M. Menganalisis tindak Kabag lanjut jawaban/hasil PHP klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 15 Tindak lanjut atas Menit Dumas Non TP 5000 teradministra sikan dengan baik 1 Hasil analisis tindak hari lanjut atas Dumas Non TP 5000 348 . 2. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. 3. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. Keterkaitan: 1. Buku ekspedisi surat masuk Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. Program SIM-HP 2. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat Non TP 5000 3. Komputer PC/latop 3. 2. Meja. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1.

Hasil tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 20 Menit 349 . Komputer PC Mutu Baku Output Terinputnya hasil tindak lanjut atas penyelesaian Dumas Non TP 5000 terentry dengan baik Tersusun dan terkirimnya surat jawaban Itjen ke BKN.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Dumas Kasubbag Pelaksana 1. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 jam 6. dll Tersusunn ya rekapitulasi penyelesaian atas Dumas Non TP 5000 Terdokum entasikannya penyelesaian tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 Waktu Ket. Program SIMDumas Dumas HP Dumas 3. Surat jawaban pengolah Itjen atas hasil Surat tindak lanjut Dumas Dumas Non TP 5000 2. KPK. Lemari arsip 2. Buku ekspedisi surat keluar 1.pengolah Non TP 5000 ternal dan Surat 2. 1 hari 3. Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas 4. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 2. Komputer PC 1 jam 5. Tindak lanjut atas Dumas AHP Eks. Membuat surat Kabag jawaban ke Instansi PHP terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Menganalisis Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas Membuat surat jawaban ke Instansi terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 SELESAI 350 .

Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas TP 5000. Mengadministrasikan Kabag tindak lanjut jawaban/ PHP hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 2. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket. Bukti AHP Eks. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pimpinan terkait. kursi. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Bukti tindak AHP Eks. 3. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. SOP Pembuatan Surat Dinas 2.Menit nya tindak lanjut atas Dumas TP 5000 dengan baik 1 Teranalihari sisnya hasil tindak lanjut atas 351 . Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000. 2. 5. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000. SOP Tindak lanjut Dumas 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. 2. Pelaksana NO 1. 4. 2. 3. SOP Penyajian Data 4. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: 1. ATK. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat TP 5000 3.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. lemari arsip 2.pengolah tindak ternal dan Surat lanjut atas Dumas Dumas Dumas TP 5000 15 Teradmini strasikan. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Kabag Menganalisis tindak PHP lanjut jawaban/hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Meja. Buku agenda surat masuk Kasubbag Pelaksana 1. Laptop/Komputer PC.pengolah lanjut atas ternal dan Surat Dumas TP Dumas Dumas 5000 2. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. Peringatan: 1.

Program SIM-HP Dumas Kasubbag Pelaksana 1. 3.Menit arsip 2. Hasil tindak kannya lanjut atas penyeles Dumas TP aian tindak lan5000 jut atas Dumas TP 5000 352 . Komputer PC Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Mutu Baku Output Dumas TP 5000 Waktu Ket.pengolah jut atas duternal dan Surat mas TP Dumas Dumas 5000 2. Tindak jam lanjut atas rekapituDumas Tp lasi penyelesai5000 2. Tindak lanAHP Eks. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas Terinput1 nya hasil hari tindak lanjut atas penyelesai an Dumas TP 5000 terentry dengan baik 1. Mengentry tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 ke SIM-HP Dumas Kabag PHP 4. Komputer PC/latop 3. Membuat surat jawaban ke Menteri Negara PAN atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat TP 5000 Kabag PHP 5. Lemari mentasi. Surat Tersusun 1 jawaban dan terjam Itjen atas kirimnya hasil tindak surat lanjut jawaban Dumas TP Itjen ke 5000 Menteri 2. Komputer an atas Dumas TP PC 5000 20 Terdoku 1.Pelaksana NO Aktifitas 1 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan 2. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 6. Buku Negara agenda PAN surat keluar 1 Tersusun 1. Program SIM-HP Dumas 3.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGENTRY TINDAK LANJUT SURAT DUMAS TP5000 KE SIM-HP DUMAS MEMBUAT SURAT JAWABAN KE MENTERI NEGARA PAN ATAS HASIL PENYELESAIAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MEMBUAT REKAPITULASI PENYELESAIAN ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 ARSIP SELESAI 353 .

3. 2. 4.Lampiran 9  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 1. 7. 6. SOP Penyusunan Naskah Pidato Pimpinan SOP Entry Data LHA SOP Laporan Triwulan SOP Monev Laporan LHA SOP Pengadministrasian LHA SOP Penyajian Dataf SOP Profil Haswas SOP Statistik Haswas 354 . 5. 8.

PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Mencari data yang dibutuhkan berdasarkan tema naskah b. USB Pencatatan dan Pendataan: Lembar disposisi. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. Menyusun skema sistematis atau outline naskah c.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN Dasar Hukum: 1. Aktivitas 1 2 Kasubbag Data dan Info 3 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi -Sekretaris Menerima disposisi dari -Kabag PHP pimpinan Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Menyiapkan bahan naskah Kasubbag Data dan Info 3. Fungsi. Pelaksana No 1. 5. Keterkaitan: 1. Menarasikan data berdasarkan outline menjadi naskah d. 6. buku kendali surat masuk. Jika materi naskah tidak sesuai dengan tema akan mengakibatkan kesalahan informasi yang disampaikan tidak tepat sasaran. Mengoperasikan komputer dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Kasubbag Data dan Informasi 3. SOP Pembukaan Kegiatan. UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Jika data dan informasi belum memadai akan mengakibatkan informasi yang disampaikan kurang sempurna. buku ekspedisi surat keluar 2. Menyusun Kasubbag draft naskah Data dan Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 30 Diterimanya Surat permodisposisi dari menit honan materi pimpinan tendan disposisi tang rencana pimpinan penyajian materi 1 Bahan /data Terinventarihari sirnya bahan naskah Ket Draft naskah Tersusunnya draft naskah 1 hari 355 . Peringatan: 1. Tugas. 3. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 7. 8. Kabag PHP 2. ATK. SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen. Printer. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Kolusi dan Nepotisme.

Pelaksana No Aktivitas Info 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

6.

7.

Subbag Data dan Informasi Kasubbag Mengkoreksi Pengolah data pada Data dan draft awal naskah oleh Subbag Da- Info ta dan Info atasan Mengkoreksi Kabag PHP Sekretaris draft final naskah oleh atasan Kasubag Pengolah Membuat dan mence- data pada Data dan Info Subbag tak materi Data dan penyajian Info (power point) berdasarkan naskah Kabag PHP Sekretaris Menyerahkan hasil penyusunan naskah dan bahan tayangan

Kabag PHP

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Naskah net

Tersajinya bahan penyajian/ tayangan naskah

2 jam

Inspektur Jenderal

Naskah dan bahan tayangan

Bahan penya- 15 menit jian naskah pimpinan

356

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN

MULAI

Penerimaan disposisi pimpinan

Penyiapan Bahan

Penyusunan Draft

Koreksi Ya Draft Naskah

Perbaikan Draft Naskah

Tidak Penyusunan tayangan pencetakan naskah

Penyerahan hasil naskah

SELESAI

357

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ENTRY DATA SIMHP
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; Keterkaitan: 1. SOP Penatausahaan LHA 2. SOP Analisis LHA/STL Khusus 3. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Peringatan: 1. Jika analisis LHA belum dikirim ke subbag Data dan Info dalam waktu 3 hari per LHA/STL setelah tanggal penerimaan akan memperlambat proses pengentrian. 2. Jika hasil analisis tidak segera dientry mengakibatkan penyajian data tidak aktual. Pelaksana No 1. Aktivitas Menerima hasil analisis LHA 1 Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info 2 Pengolah data pada Subbag data dan info 3 Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. Memahami aplikasi SIMHP 2. Mampu mengoperasikan aplikasi SIMHP 3. Telah mengikuti pelatihan aplikasi SIMHP

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, lemari arsip, ATK, Buku kendali, buku petunjuk pengoperasian SIMHP, buku kodefikasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Hasil analisis 2. Rekap data SIMHP

2.

Mengadministrasikan hasil analisis LHA ke dalam buku kendali 3. Menginput hasil analisis ke dalam aplikasi SIMHP sesuai

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 1. Hasil Analisis Terhimpunmenit nya data 2. LHA hasil analisis dan LHA 15 Teradminis1. LHA menit trasikannya 2. Buku hasil analisis kendali dan LHA

Ket

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

1. Hasil analisis Terinputnya 2. Aplikasi SIM- hasil analisis pada aplikasi HP SIMHP

1 hari

358

Pelaksana No Aktivitas prosedur baku entry data Mengendalikan entry data Mengkonfirmasikan data yang kurang jelas Mengembalikan analisis LHA yang telah dientry 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

Kasubbag Data dan Info Tim Audit

Kabag PHP

Aplikasi SIM HP Tim entry SIMHP LHA

Kasubbag Data dan Info Penganalisis pada Subbag AHP Internal

6.

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

Hasil analisis

Terciptanya 1 pengendalihari an entry data Terciptanya 1 data entry hari yang valid & akuntabel 30 Terkirimnya hasil analisis menit LHA ke Subbag AHP Internal

359

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIMHP

MULAI

Penerimaan Hasil Analisis LHA

Pengadministrasian Hasil Analisis

SELESAI

Pengembalian Hasil Analisis

Entry Data Hasil Analisis

Pengendalian Entry Data

Konfirmasi Permasalahan Data ya

tidak

Kasubbag AHP Internal

Auditor

360

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP LAPORAN TRI WULAN HASIL PENGAWASAN
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Sidang DPSTL SOP Analisis BPK-RI, BPKP, dan Dumas SOP Penyajian Data SOP Pengadministrasian LHA Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data hasil kinerja pengawasan; b. Mengolah data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI, dan Dumas; c. Mengolah data pendukung pengawasan (perencanaan, keuangan, SDM, Kepegawaian, Tata Usaha)

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, ATK, USB

Peringatan: 1. Agar masing-masing subbagian menyerahkan data ke subbagian Data dan Informasi Hawas paling lambat 7 hari setelah berakhirnya triwulan ybs. 2. Keterlambatan penyerahan data akan mengakibatkan terlambatnya penerbitan laporan triwulan. Pelaksana No 1. Aktivitas Mengumpulkan data dari bagian terkait 1 Kasubbag Data dan Info 2 1.Bag I 2.Bag II 3.BagIV 4.Irwil 3

Pencatatan dan Pendataan: Rekap data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI dan Dumas Kegiatan kesekretariatan Kegiatan Pimpinan Perkembangan SDM

Pengolah data pada subbag Data dan Informasi

2.

Mengolah data

Pengolah data pada

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Terkumpulnya 1. Surat hari permintaan data: - Realisasi 2. Instrumen PKPT 3. Telepon - Realisasi Non PKPT - Kepegawaian - Keuangan - Data hasil pengawasan Data dari Sub- Terolahnya 5 Sub Bagian data untuk hari

Ket

361

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3

3.

4.

5.

6.

7.

8.

subbag Data dan Informasi Menyusun Pengolah draft naskah data pada laporan subbag Data dan Informasi MenyerahPengolah kan draft data pada naskah subbag laporan Data dan Informasi Mengoreksi 1.Kasubbag draft naskah di Bagian laporan PHP 2.Kasubbag TU Irwil 3.Kasubbag Evalap Memperbaiki Pengolah draft naskah data pada subbag yang telah Data dan dikoreksi Informasi Pengolah Mencetak draft naskah data pada final laporan subbag Data dan Informasi MenandataKabag PHP ngani naskah laporan Menggandakan laporan Rekanan percetakan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan draft naskah yang telah terkumpul, komputer Data dari Sub- Tersusunnya 3 sub bagian, draft naskah hari komputer laporan

Ket

Kasubbag Data dan Info

Kabag PHP

Draft naskah yang telah selesai dibuat

Diterimanya draft naskah laporan

20 menit

Kabag PHP

Sekretaris

Draft naskah laporan yang telah selesai dibuat

Terkoreksinya draft naskah laporan

2 hari

Draft naskah hasil koreksi

Terselesaikannya naskah laporan Tercetaknya draft naskah final laporan

1 hari

Draft naskah final laporan

1 jam

Sekretaris

Naskah final laporan

9.

Laporan yang telah ditandatangani 1. Laporan 2. Surat pengantar 3. Buku ekspedisi

10. Mendistribu- Pengolah sikan laporan data pada subbag Data dan Informasi

Ditandatanganinya naskah laporan Terealisasinya penggandaan laporan Terdistribusikannya laporan kepada pihak-pihak terkait

2 jam

2 hari

1 hari

362

FLOWCHART SOP LAPORAN TRIWULAN HASIL PENGAWASAN

MULAI

Pengumpulan Data

Pengolahan data

Penyusunan Draft Laporan

Koreksi Laporan

Tidak

Cetak Laporan

Penggandaan Laporan

Ya Perbaikan Draft Naskah Laporan Pendistribusian Laporan

SELESAI

363

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP MONITORING PENERBITAN LHA
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 369 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 tentang Penye-lenggaraan Ibadah Haji dan Umrah; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT; 2. SOP Pelaksanaan Riksus; 3. SOP Pengadministrasian LHA. Peringatan: Jika laporan monev penerbitan LHA tidak disusun mengakibatkan sulitnya membandingkan antara realisasi audit dengan realisasi penerbitan LHA Pelaksana No Aktivitas 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Perencanaan dan Program 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data penerbitan LHA; b. Mengkonfirmasikan data penerbitan LHA yang belum terbit kepada Subag TU Inspektur Wilayah; c. Mengolah dan menyajikan data penerbitan LHA; d. Mengoperasikan komputer.

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, Printer, ATK

Pencatatan dan Pendataan: Realisasi PKAT per bulan; buku kendali LHA; Rekap RKAT per bulan

1. Menghimpun data auditan yang tercantum dalam RKAT perbulan 2. Menghimpun data realisasi PKAT bulan lalu 3. Menghimpun data realisasi penerbitan LHA 4. Mencatat dan menginput data auditan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Data RKAT TerkumpulJam nya data auditan RKAT per bulan Data realisasi PKAT Terkumpulnya data realisasi PKAT Terhimpunnya data LHA terbit 1 Jam

Ket

Pelaksana pada Subbag Evalap

Para Kasubbag TU Irwil

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Data realisasi penerbitan LHA

1 Jam

Pengolah data pada Subbag

Data RKAT, Data realisasi PKAT,

Tercatat dan terinputnya data RKAT

2 jam

364

No

Aktivitas

1

Data dan yang tercanInfo tum dalam RKAT dan realisasi PKAT

5.

Membandingkan data realisasi PKAT yang telah diinput dengan realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

6.

Mengkoreksi rekap data monitoring realisasi penerbitan LHA

Kasubbag Data dan Info

7.

Mencetak data monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

8.

Menyampaikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan komputer , dan data Buku Kendali realisasi PKAT dalam buku kendali dan komputer -LHA Tersinkro1 -Buku Kendali nisasinya jam -Data realisasi data -PKAT realisasi PKAT dengan realisasi penerbitan LHA Kasubbag Pengolah Rekap data Terkoreksi1 TU Irwil data pada LHA terbit di nya rekap jam Subbag sekretariat, data Data dan rekap data monitoring Info LHA terbit di realisasi Irwil penerbitan LHA 1 TercetakRekap data Jam nya rekap monitoring data realisasi monitoring penerbitan realisasi LHA penerbitan LHA 30 Kasubbag Kabag PHP Rekap data Tersampaimenit Data dan Info monitoring kannya data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA kepada Sekretaris Terdokumentasikannya rekap data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA 15 menit

Pelaksana

Ket

9.

Mendokumentasikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

365

FLOWCHART SOP MONITORING PENERBITAN LHA

MULAI

Penghimpunan Data RKAT

Penghimpunan Data Realisasi PKAT

Penghimpunan Data Realisasi Penerbitan LHA

Pencatatan Data RKAT dan realisasi PKPT

Pembandingan Data realisasi PKAT dg realisasi penerbitan LHA

Koreksi Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Cetak Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Penyampaian data monitoring realisasi penerbitan LHA

ARSIP

SELESAI

366

SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Jika pengembalian LHA yang telah dianalisis melebihi batas yang telah ditentukan. 4. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal 3. Memahami sistem pendokumentasian LHA Peralatan/Perlengkapan: Meja. lemari arsip. Fungsi. 5. Pelaksana No 1. SOP Analisis LHA/STL Khusus. Buku kendali per Irwil 2. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. 2. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN LHA Dasar Hukum: 1. Ekspedisi LHA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Tercatatnya 1. Buku kendali 7 hari 367 . 3. Tugas. komputer. 1. Peminjaman LHA 2. maka mendapat teguran dari atasan langsung. Peringatan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengadministrasikan LHA pada buku kendali 2. LHA 2. Keterkaitan: 1. ATK. LHA Terdistribusikannya LHA ke Subbag AHP Internal Tercatatnya LHA pada buku kendali 1 hari Ket 2. LHA 1. Aktivitas Menerima dan mencatat LHA dari TU Irwil Mendistribusikan LHA ke Subbag AHP Internal untuk dianalisis Menerima LHA yang telah dianalisis 1 Pelaksana TU Irwil 2 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. 6. Jika LHA tidak teradministrasi dengan baik akan menyulitkan pelayanan pada bagianbagian yang membutuhkan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Buku kendali Pencatatan dan Pendataan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Buku jam kendali per LHA pada buku kendali Irwil 2.

Aktivitas Mendokumentasikan LHA 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 1. LHA Terdokumen jam 2.Pelaksana No 4. Almari arsip tasikannya LHA per Irwil pada almari arsip secara sistematis Ket 368 .

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN LHA MULAI Penerimaan LHA Dari Irwil Pencatatan LHA Pendistribusian LHA untuk dianalisis Penerimaan LHA Hasil analisis Pendokumentasian LHA SELESAI 369 .

SOP Penyusunan Profil Haswas 3. Mampu menyajikan data dengan format yang benar Peralatan/Perlengkapan: Meja.dan Informasi HP Mensortir data Pelaksana berdasarkan pada Subpermintaan/ke bag Data dan Inforbutuhan masi Memeriksa Kasubbag format peData dan nyajian data Informasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kertas dan Terinvenpulpen tarisirnya data yang dibutuhkan Program Komputer deaplikasi ngan aplikasi SIMHP SIM HP Waktu 1 jam Ket 5 menit Komputer dengan aplikasi SIMHP Tersortirnya data sesuai permintaan /kebutuhan Terperiksanya format laporan 5 menit Format laporan penyajian data 5 menit 370 . 7. 3. Printer. 4 Menginventa. Mampu menjalankan aplikasi SIMHP 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Penyusunan Statistik Haswas Peringatan: Penyajian data dan informasi hasil pengawasan bersifat rahasia dan harus dapat dipastikan bahwa pengguna data ini merupakan pihak-pihak yang bertanggungjawab Pelaksana No 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. kursi. 4. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan analisis SIMHP 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. Tugas. dan Dumas 2. BPKP. 2. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. Mampu melakukan pengolahan data 3. Keterkaitan: 1.Kabag PHP Kasubbag risir data yang Data dan dibutuhkan Informasi Hawas Menjalankan/ Pelaksana mengoperasi pada Subkan program bag Data aplikasi SIM. 6. SOP Analisis BPK-RI. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS Dasar Hukum: 1. komputer. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 5. Mendistribusi kan hasil pencetakan Kasubbag Data dan Informasi Kabag PHP Pengguna /pimpinan Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan penyajian data secara utuh dan benar 10 TerselesaiKertas kannya pen.Tersampai10 masi Hasil Pekannya hasil menit ngawasan penyajian data kepada pihak-pihak terkait Ket 371 .menit Printer Aplikasi SIMHP cetakan data dan informasi hasil pengawasan dengan baik sesuai kebutuhan Data dan Infor. Mencetakan data sesuai dengan format yang telah dikoreksi Pelaksana pada Subbag Data dan Informasi 6.

FLOWCHART SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS MULAI Inventarisir Data Pengoperasian Program Aplikasi SIMHP Pensortiran Data Koreksi Format Data Tidak Ya Perbaikan Format Data Cetak Laporan Mendistribusikan Laporan SELESAI 372 .

BPKP. SOP Analisis BPK-RI. 2. Rekap data temuan BPKP. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. BPK-RI dan Dumas 3. dan Dumas. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. BPK RI dan Dumas Tersusunnya draft profil haswas 2 jam 373 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PROFIL HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. BPKP. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. 3. Fungsi. Tugas. BPK-RI dan Dumas Menginventarisir data temuan 1 Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Penganalisis pada Subbag AHP eksternal dan Dumas 3 Penganalisis pada Subbag AHP internal Ket 2. USB Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. Rekap data temuan Dumas. Keterkaitan: 1. SOP Penyajian Data. Mampu mengoperasikan komputer 2. 3. BPKP. BPKP. 3. Peringatan: Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan dan pengolahan data. Pengolah data pada Subbag data dan info haswas Mengolah data Pengolah data pada temuan Subbag haswas data dan info haswas Penyusunan Pengolah profil haswas data pada Subbag data dan info haswas Data temuan/ rekap Itjen. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. 4. BPKP. temuan hasil BPK RI dan audit Itjen. 4. Rekap data temuan Itjen. Printer. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 TerkumpulRekap data hari nya data Itjen. 4. Dumas BPKP. BPKRI. dan Dumas 2 Terinvenjam tarisirnya data temuan Pelaksana No 1. Aktivitas Mengumpulkan data temuan hasil audit Itjen. Mampu menyusun profil hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Rekap data temuan BPK-RI. BPK RI dan dumas Terolahnya data temuan haswas 2 jam Data temuan/ rekap Itjen. BPKP.

Penyampaian profil haswas Kasubbag data dan info Kabag PHP Tersampai10 kannya profil menit haswas kepada Sekretaris 374 .Pelaksana No 5. Mencetak profil haswas Tercetaknya profil haswas 5 menit 7. Aktivitas Mengkoreksi draft profil haswas 1 Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Kasubbag Data dan Info 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Draft profil Terkoreksinya draft profil haswas Waktu 30 menit Ket 6.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PROFIL PENGAWASAN MULAI Pengumpulan Data Penginventarisir Data Pengolahan Data Penyusunan Draft Profil Koreksi Profil tidak Cetak Profil ya Perbaikan Draft Penyampaian Hasil Profil SELESAI 375 .

Rekap informasi data haswas BPKP 3. Rekap data informasi haswas BPKP 3. Rekap nya data data Itjen dan 2. Fungsi. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. komputer. 2. SOP Analisis BPK-RI. Rekap data Terolahnya data dan Itjen 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Rekap data haswas dalam BPKP 3. BPKP. Tugas. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan informasi haswas 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Penyajian Data. Menghimpun data dan informasi haswas 2. Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana pada Subbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Analisis Haswas Eksternal dan Dumas 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Rekap data BPKRI 4. 3. Printer. Rekap data Dumas 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Rekap data BPK-RI 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. dan Dumas 2. Jika data dan informasi yang dibutuhkan tidak lengkap dan akurat maka akan mempersulit proses pengolahan data. BPKP. Rekap data bentuk Waktu 1 hari Ket 2 hari 1 hari 376 . BPK-RI dan Dumas 2. Menyajikan data dan informasi haswas dalam bentuk Pelaksana pada Subbag Data dan Info Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terhimpun 1. 2. Keterkaitan: 1. 4. Rekap data Tersajinya data Itjen 2. Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan data. Mengolah data dan informasi haswas Pelaksana pada Subbag Data dan Info 3. Rekap data Dumas 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peringatan: 1. kursi. Memahami ilmu statistik 3. Mampu menyusun statistik hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1.

Mengkoreksi laporan statistik haswas 6.Pelaksana No Aktivitas grafik dan statistik 4. Menyusun laporan statistik haswas 5. Mencetak laporan statistik Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kabag pelaporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan grafik dan BPK-RI 4. Menggandakan dan mendistribusikan laporan statistik kepada pihakpihak terkait Pelaksana pada Subbag Data dan Info 1 hari 377 . Rekap data statistik Dumas Tersusun Rekap data nya laporan hasil pengstatistik awasan haswas Konsep laporan Terkoreksi statistik nya laporan statistik haswas TerselesaiKertas kannya Printer pencetakan File Laporan laporan Statistik statistik hasil pengawasan Buku laporan Terganda statistik kan dan terdistribusikannya laporan statistik Waktu Ket 10 hari 1 hari 1 hari 7.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN MULAI PENGHIMPUNAN DATA PENGOLAHAN DATA PENYAJIAN DATA PENYUSUNAN LAPORAN KOREKSI LAPORAN tidak ya PERBAIKAN LAPORAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN LAPORAN SELESAI 378 .

SUBBAG TATA USAHA 2. SUBBAG RUMAH TANGGA 3. SUBBAG PERLENGKAPAN   379 .Lampiran 10  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM 1.

6. 2. 7. 3. 13. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas SOP Penggandaan Dokumen SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Penomoran Surat SOP Penerimaan Faksimile SOP Penatausahaan Surat Masuk SOP Pengiriman Surat Khusus Dan Biasa SOP Pengiriman LHA-STL SOP Peminjaman Arsip SOP Retensi Arsip SOP Kliping Berita Pengawasan SOP Arsip Bersejarah SOP Penataan Berkas Arsip 380 . 12. 10. 5.Lampiran 4.  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG TATA USAHA 1. 11. 8. 9.1. 4.

Komputer. SOP Riksus 5. Memiliki kemampuan verifikasi. 2. SOP SPPD 2. bukti perbukti hotel dll) jalanan dinas dari pegawai yang melakukan perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan 381 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. Pegawai Negeri. 5. pensil. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-37/PB/2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-34/PB/2007 tentang Petunjuk Pelaksaanaan Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Seluruh bukti Terkumpulperjalanan nya bukti dinas (tiket. kursi. ATK. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. dan Pegawai Tidak Tetap.05/2008 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK. SOP Pencairan Anggaran 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/148/2006 tentang Analisis Beban Tugas dan Uraian Jabatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 6. keterlambatan akan berakibat pada keterlambatan SPPD rampung dan penghitungan selisih lebih/kurang Pelaksana NO. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Kertas. Keterkaitan: 1. Aktivitas Pegawai yang melakukan perjalanan dinas memberikan bukti-bukti perjalanan dinasnya kepada tim verifikasi 1 Pegawai yang melakukan perjalanan dinas 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. 1. SOP Pelaksanaan PKAT 4. PMK Nomor 07/PMK. dan Pegawai Tidak Tetap. meja. 3. 7. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. SOP Monev Peringatan: Bukti-bukti perjalanan tersebut kepada tim verifikasi paling lambat 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas. Pegawai Negeri.

yang meBoarding Pass lakukan perjalanan dan Invoice dinas Hotel Terverifikasinya berkas perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan Pelaksana Berkas KPPN perjalanan dinas 25 Menit Pelaksana Subbag RT Hasil rekap verifikasi Terevaluasinya kebenaran berkas rekap verifikasi sebelum disetujui Pejabat Pembuat Komitmen 30 Menit Hasil Rekap yang disetujui diberikan kepada Subbag Keuangan dan Subbag Rumah Tangga Hasil Rekap Verifikasi . Menerima.Tersele1 Hari saikan-nya 6.Verifikasi verifikasi berkasberkas perjalanan dinas pegawai dan auditor serta mengecek kembali Kewajaran. TerkumpulSurat Pernya buktinyataan.TU Irwil pulkan dan merekap berkas.Pelaksana NO. 2 Aktivitas 1 2 Pelaksana Subbag RT 3 3 4. Bukti Riil pegawai Kuitansi. bukti-bukti perjalanan dinas auditor dan inspektur wilayah Menerima Tim dan mem. Kasubag mengum. Tiket. 5. Sekretaris Tim memberiVerfikasi kan paraf pada Hasil Rekap verifikasi yang disetujui serta menyerahkan hasil Rekap Verifikasi ke Pejabat Pembuat Komitmen Pejabat Menerima Hasil Rekap Pembuat Komitmen Verifikasi. Selanjutnya hasil rekap verifikasi diberikan kepada Sekretaris Tim. Menerima. menyetu-jui dan menandatangani Hasil Rekap Verifikasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas.Hasil Rekap Subbag RT 382 . bukti perRincian Awal jalanan dari Bendadinas dari hara. .

Terselesaikannya 1 Hari keuangan beserta masalah lebih/ kurangnya 7.Menyelesaikan Keuangan yang terdapat selisih lebih/atau kurang harus disertai dengan kuitansi yang dikeluarkan oleh bendahara keuangan Memberitahukan kepada pegawai atau auditor hasil final rekap verifikasi untuk mengeta1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SPPD Rampung Waktu Keterangan .Terkumpulnya kuitansi yang telah ditandatangani oleh yg bersangkutan .Terdatanya rekap selisih lebih/ kurang .Terwujudnya kuitansi Riil Perjalanan Dinas. Aktivitas Verifikasi diolah guna penyelesaian SPPD Rampung . Kuitansi Riil. . . .Terdistribusikannya Kuitansi Riil kepada yang bersangkutan Subbag Keuangan SPPD Rampung. .Merekap Selisih Lebih/atau kurang.Pelaksana NO.Menerima Kuitansi Riil Perjalanan Dinas setelah ditandatangani oleh yang bersangku tan. Tim verifikasi Kuitansi Riil Tersampaikannya Kuitansi riil 1 hari • Tanggapan atas selisih kurang atau lebih diberikan waktu 1 hari setelah menerima 383 .Membuat Kuitansi Riil Perjalanan Dinas.Mendistribusikan Kuitansi Riil Kepada Yang bersangku tan . .

Aktivitas hui adanya selisih kurang atau lebih 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan rekap pemberitahuan.Pelaksana NO. 384 . • Selisih kurang atau lebih harus diselesaikan paling lambat 3 hari setelah menerima kuitansi riil.

FLOWCHART SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS MULAI PEGAWAI/ AUDITOR KASUBAG TU IRWIL TOLAK TIM VERIFI KASI TERIMA SEKRETARIS TIM VERIFIKASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SUBBAG RUMAH TANGGA SUBBAG KEUANGAN TIM VERIFIKASI SELESAI 385 .

Kertas. 3. pensil. meja. 1.Terwujudni Kasubag nya tanda sebagai bukti pemohon permohonan penggandaan dokumen. Formulir peminjaman arsip 2 Memverifi. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGGANDAAN DOKUMEN (FOTOKOPI/RISOGRAPH) Dasar Hukum: 1. Kasubag TU Waktu 10 Menit Keterangan 5 Menit 386 . kursi. 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. Mampu mengoperasikan Risograph Peralatan/Perlengkapan: Mesin fotokopi. SOP Permintaan Barang Persediaan Peringatan: Keterlambatan permintaan kertas pada kondisi kertas habis. ATK. Risograph. SOP Pengadaan barang 2.Kasubbag TU kasi permohonan penggandaan dokumen Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. dapat menghambat penggandaan dokumen Pelaksana NO. 2. 7. Aktivitas Mengajukan Penggandaan Dokumen 1 Pemohon 2 Kasubbag Pemohon 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. TertandaFormulir tanganinya permohonan penggandaan Formulir permohondokumen an pengditandagandaan tangani barang. 6. Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Agenda arsip surat 2. Agenda penggandaan dokumen. formulir penggandaan dokumen. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Mampu mengoperasikan Fotokopi 2. Terisinya Formulir formulir Penggandaan pengganDokumen daan yang telah dokumen ditandatanga 2.

Menyerahkan dokumen yang telah digandakan kepada pemohon Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerdataFormulir Penggandaan nya informasi Dokumen. Mencatat Jumlah dokumen yang tellah digandakan 7. Menghitung Pengadmijumlah nistrasi dokumen Umum yang digandakan 6. 3 Aktivitas Mencatat Permohonan Penggandaan Dokumen 1 Pengadministrasi Umum 2 3 4. Menggandakan Dokumen Pengadministrasi Umum 5.Pelaksana NO. pemohon Agenda Penggandaan Penggandaan Dokumen Dokumen Dokumen Terlakyang akan sananya digandakan permohonan penggandaan Dokumen Dokumen Terpastiyang akan kannya digandakan jumlah dokumen yang digandakan Terkendali nya jumlah kertas yang terpakai Terlaksananya Permohonan Penggandaan dokumen Waktu 30 Menit Keterangan 10 Menit 10 Menit 5 Menit 2 Menit 387 .

FLOWCHART SOP PENGGANDAAN DOKUMEN MULAI PENGAJUAN PENGGANDAAN DOKUMEN PENCATAAN PERMOHONAN PENGGANDAAN DOKUMEN MENGGANDAKAN DOKUMEN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENYERAHKAN DOKUMEN YANG TELAH DIGANDAKAN KEPADA PEMOHON SELESAI 388 .

Kursi. Konsep Surat diteliti kemudian diparaf oleh pejabat terkait sebelum ditandatangani oleh pejabat berwenang guna pertanggungjawaban surat. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN SURAT DINAS Dasar Hukum: 1. Dossier nya surat/ nistrasi Konsep LHA-STL LHA-STL Surat Biasa/ Umum Unit Pengolah LHA-STL 15 Konsep Surat. TerciptaPejabat Penelitian Konsep LHA. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Kualifikasi Pelaksana: 1. Pensil. 2. 5. dan pemSurat yang STL berian paraf berurutan dapat secara Konsep dipertanghirarkis Surat gungjawab kan Aktivitas Keterangan 389 . Konsep Surat. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Printer. Buku Surat Keluar Pencatatan dan Pendataan: Buku Surat Keluar NO. Pena. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 3. 1. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peringatan: 1. 4.nya konsep Menit terkait. 6. 2 Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output Waktu 1 2 3 Perlengkapan 30 Dasar Konsep TerkonsepPembuatan PengadmiMenit Surat. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.

3 Aktivitas Penandatanganan Surat Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Konsep Surat TersediaPejabat nya Surat yang telah yang berKeluar/ diparaf wenang LHA-STL yang telah ditandatangani Pejabat Waktu 15 Menit Keterangan 390 .NO.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN SURAT DINAS MULAI PEMBUATAN KONSEP SURAT PENELITIAN DAN PEMBERIAN PARAF KONSEP SURAT TOLAK TERIMA PENANDA TANGANAN SURAT TOLAK TERIMA SURAT DINAS ARSIP SELESAI 391 .

1. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Pelaksana NO. Pencatatan dan Pendataan: 1. Kursi. Agenda Arsip Surat Keluar Peringatan: 1. Pena.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENOMORAN SURAT Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. Buku Ekspedisi Surat 3. 4. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Printer. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Agenda Arsip surat keluar. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Buku Kendali Surat Keluar. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. 3. 5. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Buku Kendali Surat Keluar 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 2. Konsep Surat. Pensil. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Nota Pengadministrasi Umum Unit Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 Surat Keluar/ Tersusunnya secara Menit LHA-STL urut suratyang telah surat yang ditandasiap detangani ngan penoPejabat moran sesuai kartu kendali 15 Surat Keluar/ Terklasifika -sinya surat Menit LHA-STL hingga peyang telah nomoranditandanya tangani Pejabat Keterangan 392 . 6. Aktivitas 1 2 3 Pengajuan PengadmiPenomoran nistrasi Surat Umum Unit Pengolah 2 Pemilahan surat atas Jenis Penomoran Surat (Surat Keluar.

Surat Tugas) Penomoran PengadmiSurat nistrasi Umum Unit Tata Usaha Buku Kendali Surat Keluar. SK. Nota Dinas. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3 Dinas. SK.Pelaksana NO. Surat Tugas 4. Penggandaan Surat guna pengarsipan Pengadministrasi Umum Unit Pengolah Surat Keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Terciptanya surat keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Tersedianya Arsip Surat pada Unit Pengolah dan Unit tata Usaha 10 Menit 10 Menit 393 .

NOTA DINAS. SURAT TUGAS) PENOMORAN SURAT PENGGANDAAN SURAT GUNA PENGARSIPAN ARSIP SELESAI 394 . SK.FLOWCHART SOP PENOMORAN SURAT MULAI PENGAJUAN PENOMORAN SURAT KLASIFIKASI SURAT ATAS JENIS PENOMORAN SURAT (SURAT KELUAR.

ATK. agenda surat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. TerpanMasuk. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. komputer. Aktivitas Menerima Faks Masuk 1 Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks 2 2 Pemberian Nomor dan Tanggal Surat Masuk terhadap faks yang diterima Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks Pengadministrasi Umum TU Sekretriat Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Daftar Faks Adanya Masuk Penanggung jawab Penerima Faks Masuk. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Pengagendaan surat masuk 2. 2. faksimili. pensil. Arsip Surat Masuk Peringatan: Kealpaan/keterlambatan permintaan nomor dan tanggal surat masuk atas facsimile yang diterima mengakibatkan kesalahan dalam pengagendaan surat masuk dan akan menjadi kendala ketika surat akan dimintakan kembali. 1. 1. Faks Masuk. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. meja. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. taunya Alat PenoInformasi moran Surat Surat masuk Masuk Waktu 15 Menit Keterangan 15 Menit 10 Menit 395 . PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan faksimile Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. TerwuDaftar Faks judnya Masuk pengendalian nomor Surat PengadminisDaftar Masuk trasi Umum Surat TU Sekretriat 2. 5. 6. kursi. Pelaksana NO.

Pelaksana NO. 3. Aktivitas Penggandaan Surat guna pengarsipan 1 Pengadministrasi Umum Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Tersedianya Arsip yang telah Surat pada ditandaUnit Pengtangani dan olah dan memiliki Unit tata tanggal dan nomor Surat Usaha Waktu 10 Menit Keterangan 396 .

FLOWCHART SOP PENERIMAAN FAKS MASUK MULAI MENERIMA FAKS MASUK PEMBERIAN NOMOR DAN TANGGAL SURAT MASUK TERHADAP FAKS YANG DITERIMA ARSIP PENYAMPAIAN LEMBAR FAKS KEPADA PEJABAT TUJUAN FAKS SELESAI 397 .

faksimili. 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Surat Masuk Daftar Klasifi. 4. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Seluruh surat dinas selain surat dinas yang bersifat rahasia diperkenankan dibuka dan ditelaah isinya atas persetujuan Kepala Subbagian Tata Usaha. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Adanya PeMasuk nanggung jawab penerima Surat Masuk Surat Masuk. 5. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama.terklasifikasi atas Surat kasi Surat Dinas dan Masuk Surat Pribadi. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. Pelaksana NO. tanpa pemberian nomor surat masuk. Arsip Surat Masuk Peringatan: 1. pensil. agenda surat. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. Pengadministrasi Umum. Pengagendaan surat masuk 2. 6. komputer. 3. Terdatanya Pribadi Surat Pribadi dalam Agenda Waktu 10 Menit Keterangan 15 Menit 15 Menit 398 . Keterlambatan surat atau paket oleh pihak pos atau ekspedisi mengakibatkan keterlambatan pengolahan surat. Aktivitas Menerima Surat Masuk 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Pemilahan Surat Pengagendaan Surat Pribadi Pengadministrasi Umum. ATK. tujuan surat. meja. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. dan tanggal masuk surat. Surat PriAgenda Surat badi. Surat Pribadi cukup dicatat asal surat. kursi. 2. 3.

Rahasia. klasifikasi. telah tersurat . atau yang Masuk Mesin ditujukan penting/ Photocopy kepada khusus. . Serahterima PengadmiSurat ke nistrasi unit tujuan Khusus surat Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Masuk Pribadi. Sekadministrasi retaris dan Khusus Para Irwil pada Unit tata usaha Terklasifi10 Urgensi Surat Dinas kasinya atas Menit surat: Masuk yang atas urgensi . Pemilahan Pengadmi Surat Dinas nistrasi Masuk ber. Terdatanya Surat Dinas dalam Agenda Surat Dinas Masuk Surat Dinas Surat Dinas 10 Surat yang Masuk. Daftar Masuk Menit telah terKlasifikasi terklasifiklasifikasi Surat Masuk kasi atas diserahkan surat untuk pada pengIrjen. dikonsultasikan kepada Kasubbag TU atau Kabag Umum. Aktivitas 1 2 3 3. dipindai (scan)/ dicopy untuk pengarsipan Surat masuk. Pemilahan Surat Dinas Masuk berdasark an tujuan surat. Surat 10 buku kendali masuk telah Menit surat masuk. terserahterimakan ke unit tujuan surat Buku Kendali Surat masuk Surat masuk 10 TerserahMenit Surat Dinas yang tidak Pengadmi nistrasi 399 . Pengagendaan Surat Dinas Pengadministrasi Umum.Khusus dasarkan urgensi surat Arsiparis 6. Daftar Surat Dinas Menit Klasifikasi Masuk Surat Masuk mendapat nomor dan tanggal surat masuk 2. Setiap 15 Masuk. Irjen. 5.Biasa Buku Agenda Surat Dinas Masuk 10 Untuk surat Adanya Surat Dinas Menit tertentu/ arsip/Copy Masuk penting/ arsip atas Penting. Pengadministrasi Umum. mendesak Surat Scanner. Surat Dinas 1. 4.Pelaksana NO.Penting.

7. Waktu Keterangan didisposisikan lebih lanjut oleh Irjen. dan para Irwil. selanjutnya disimpan sebagai arsip. Aktivitas 1 2 Umum Unit tujuan surat 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan terimakan kepada Pejabat Tujuan Surat dengan melampirkan lembar disposisi. Serah terima disposisi surat ke unit pengolah Pengadministrasi Umum Unit tujuan surat Pengadmi nistrasi Umum Unit Pengolah Surat Buku Kendali Surat masuk Surat Masuk 10 Telah terMenit serahterimakan ke unit pengolah surat Surat masuk 10 Terserahteri Menit makan dari Pejabat Tujuan Surat ke pengolah surat untuk ditindaklanjuti 400 .Pelaksana NO. buku kendali surat masuk. Ses. Surat masuk.

FLOWCHART SOP PENATAUSAHAAN SURAT MASUK MULAI MENERIMA SURAT MASUK PEMILAHAN SURAT ATAS SURAT PRIBADI DAN SURAT DINAS PENGAGENDAAN SURAT PRIBADI PENGAGENDAAN SURAT DINAS PEMILAHAN SURAT BERDASARKAN TUJUAN SURAT (IRJEN. PARA IRWIL) ARSIP SURAT IRJEN PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT SURAT SES PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PARA IRWIL PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PENYAMPAIAN SURAT PRIBADI KEPADA YBS PENYAMPAIAN SURAT KE IRJEN PENYAMPAIAN SURAT KE SES PENYAMPAIAN SURAT KE PARA IRWIL IRJEN SEKRETARIS PARA IRWIL PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH S E L E S A I 401 . SEKRETARIS.

Bermaksud memberi penjelasan lebih lanjut tentang isi surat. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Dikehendaki tanggapan segera . 3. Buku Kendali Surat Keluar Mencatat Pengadmisurat keluar nistrasi siap kirim Umum dalam buku agenda surat keluar serta mengarsipkannya Arsiparis 2. Tanggal dan Nomor surat keluar Daftar Arsip Adanya arsip Surat Keluar Surat keluar Surat Keluar. Surat berkualifikasi sangat rahasia. TerkirimAgenda Surat nya Surat Keluar Kuitansi Terbayarkan nya biaya Waktu 10 Menit Keterangan 10 Menit 60 Menit 15 Menit 402 . Surat khusus dalam Kota (Pusat dan DKI Jakarta) dibawa sendiri oleh petugas yang ditunjuk untuk menyelesaikan persoalan dalam surat tersebut. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Peringatan: 1. 2. buku kendali surat keluar Pencatatan dan Pendataan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pelaksana NO. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. Caraka/Kurir 2. Agenda Surat Keluar 2. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. agenda surat keluar. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. 4. Hal surat. Cara ini dilakukan bila . Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 1. 6. Pengiriman surat Khusus dalam kota (DKI Caraka/ Kurir Bendahara Itjen/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Terdatanya Keluar Surat keluar. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. faksimili.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA Dasar Hukum: 1. 5. Keterlambatan atau penundaan pengiriman surat akan berakibat pada keterlambatan penyampaian surat. dengan Tujuan surat.

Aktivitas Jakarta. Agenda Surat Keluar. Bukti pengiriman melalui jasa pos Waktu Keterangan 30 Menit Terbayarkannya biaya pos dan pengiriman surat 15 Menit Surat luar kota dikirim dengan jasa pos/telegram/ faksimile/jasa ekspedisi sesuai dengan urgensi surat 403 . Pengadministrasi Umum Pengiriman Caraka/ Kurir atau surat PengadmiKhusus & nistrasi Biasa luar Umum kota Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pengiriman surat Surat Keluar. Pusat) 1 2 3 3.Pelaksana NO. Bukti pengiriman surat Kuitansi.

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA MULAI MENERIMA SURAT KELUAR ARSIP PENCATATAN SURAT KELUAR PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 404 .

SOP Pelaksanaan PKAT 3. dikirim dengan kurir (caraka) yang ditunjuk secara khusus guna efektifitas dan keamanan.LHA-STL STL 60 Menit 405 . agenda pengiriman LHASTL. 3. Kualifikasi Pelaksana: 1. 1. 3. Pengiriman LHA-STL dalam kota Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Daftar LHATerdatanya Menit STL LHA-STL secara rinci. guna menjamin kepastian dan pengendalian penyampaian. Caraka/Kurir 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Daftar Arsip LHA-STL Adanya arsip LHASTL 10 Menit Keterangan Arsiparis Caraka/ Kurir Terkirimnya LHA-STL. 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Agenda Arsip LHA-STL Mencatat LHA-STL siap kirim dalam buku agenda LHA-STL serta mengarsipkannya 2. 4. disampaikan langsung kepada pejabat terkait pada Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Departemen Agama 2. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Agenda LHA.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN LHA-STL Dasar Hukum: 1. SOP Riksus 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. agenda Arsip LHA-STL. Agenda Pengiriman LHA-STL 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pelaksana NO. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Keterkaitan: 1. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. menggunakan surat pengantar pengiriman disertai dengan ceklist/Berita Acara Pengiriman. 5. Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. SOP Sidang DPSTL Peringatan: 1. LHA-STL untuk Pusat dan DKI Jakarta. LHA/STL Daerah dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi tercatat. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Khusus terhadap pengiriman LHA/STL penjatuhan hukuman disiplin.

Agenda Surat Keluar. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3.Pelaksana NO. Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Pengiriman Caraka/ LHA-STL Kurir luar kota Kwitansi Terbayarkannya biaya pengiriman LHA-STL. Bukti pengiriman surat Kwitansi. Bukti Terbayarkannya pengiriman melalui jasa biaya pos pengiriman pos LHA-STL 30 Menit 15 Menit 406 . 15 Menit Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Surat Keluar.

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN LHA-STL MULAI PENCATATAN LHA-STL ARSIP PENGIRIMAN LHA-STL DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN LHA-STL LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 407 .

PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: SOP Penataan Berkas arsip Peringatan: 1. 6. Terisinya Formulir formulir Peminjaman penimjam arsip -an arsip 2. Agenda arsip surat 2. lebih dari itu dikhawatirkan arsip akan sulit dipertanggungjawabkan. Formulir peminjaman arsip 1. 3. 2. 2. ATK. Kartu Tanda Penduduk/Kartu Indentitas peminjam arsip agar ditinggal dalam buku peminjaman selama arsip belum dikembalikan sebagai jaminan pengembalian arsip. 5. kursi. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Arsip dapat dipinjamkan dengan rentang waktu tidak lebih dari 3 jam. formulir peminjaman arsip. Agenda peminjam Waktu 10 Menit Keterangan 20 Menit 30 Menit 408 . Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah.Terwujudnya tanda bukti permohonan peminjam -an arsip Daftar Arsip/ Penemuan LHA-STL kembali arsip yang dibutuhkan Terdatanya Formulir informasi peminjaman arsip. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. meja. Pencatatan Pengadmi Peminjaman nistrasi Umum Arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. pensil. 7. Pelaksana NO. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip surat. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN ARSIP Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Penerimaan PengadmiPengajuan nistrasi Peminjaman Umum arsip Arsiparis 2. 4.

TerwuMenit Arsip/LHAjudnya STL pengembalian arsip pada folder/ tempat dimana arsip itu berasal 2. Dapat dipastikan arsip dalam keadaan baik dan lengkap Keterangan 409 .Terdatanya 10 ngembalian bahwa arsip Menit Arsip yang dipinjam telah dikembalikan 60 Arsip. Folder yang tempat arsip dipinjam yang dipinjam dengan formulir yang telah diisi oleh peminjam arsip.Pelaksana NO. Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Peminjaman arsip dan Arsip arsip yang dipinjam 15 Tergantikan Formulir Menit Peminjaman nya arsip arsip. Aktivitas 1 2 3 Arsiparis 3. Data 1. Formulir Pe. Menerima arsip yang telah dikembalikan Memeriksa kelengkapan dan keadaan arsip secara berkala Pengadmi nistrasi Umum 4.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN ARSIP MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN ARSIP PENCATATAN PEMINJAMAN ARSIP PEMINJAM ARSIP PENCARIAN ARSIP OLEH ARSIPARIS MENERIMA ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN MEMERIKSA KELENGKAPAN ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN PENGEMBALIAN ARSIP KE PENYIMPANAN SEMULA SELESAI 410 .

4. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2. 6. lembar berita acara pemusnahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Penataan Berkas Arsip 2. alat penghancur kertas. Keterkaitan: 1. Terkumpul -nya arsip Berita Acara Pemindahan statis dari unit pengArsip olah ke unit arsiparis TU Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Acara PeArsip mindahan Arsip Jadwal 1. Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip 4. Peringatan: 1. Jadwal Retensi Arsip 3. Pelaksana NO. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. TerdataRetensi Arsip nya arsip- Waktu 5 Tahun Sekali Keterangan 2 Jam 2 x 24 Jam 411 . Pemusnahan Surat hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Berita Acara Pemusnahan Arsip. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. lembar jadwal retensi arsip. 3. Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis 5. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. SOP Arsip Bersejarah Peralatan/Perlengkapan: Agenda Arsip Surat. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RETENSI ARSIP Dasar Hukum: 1. lembar permohonan persetujuan pemusnahan arsip. ATK. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip Stasis. Daftar Pertelaan Pemusnahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dimusnahkan. 3. lembar berita acara pemindahan arsip. 2. 2. 1. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. Pengecekan Arsiparis Arsip berda. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan.

Pelaksana NO. Pengisian Berita Acara Pemusnah an Arsip Pemusnahan Arsip Arsiparis TU 6. Terdatanya arsip statis yang bernilai sejarah 1 Jam Surat Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Subbag Tata Usaha Surat Permo1 Jam honan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kabag Umum Terisinya Formulir Daftar Pertelaan Pemusnahan Pertelaan PemusArsip nahan Arsip Daftar Berita Terisinya Berita Acara Pemusnahan Acara PemusArsip nahan Arsip Termusna Persetujuan atasan. Arsip hkannya Arsip In in Aktif yang Aktif yang akan dimusnahkan telah tidak terpakai Waktu Keterangan Terpantaunya secara hirarkis arsiparsip yang akan dimusnahkan 15 Menit 15 Menit 1 Jam Arsip yang dimusnahkan harus benar-benar musnah. Arsiparis TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan arsip berdasarkan urgensi dan jadwal retensinya 2. Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Pemusnaha n arsip Kepala Subbag Tata Usaha 4. Aktivitas sarkan Jadwal Retensi Arsip 1 2 3 3. 412 .

FLOWCHART SOP RETENSI ARSIP MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS IN-AKTIF PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN JADWAL RETENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PEMUSNAHAN ARSIP PEMUSNAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 413 .

Pengantar Kepala Bagian Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. 3. Keterkaitan: 1. ATK nya surat kabar. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. majalah. minstrasi Teknis Agama Kliping Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Bahan TerkumpulMenit Kliping. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Majalah. Keterlambatan. SOP Dumas Peringatan: Pemberitaan Pengawasan di lingkungan Dep. SOP Riksus 2. Internet. ATK. 1. Agama di media massa mutlak diketahui seluruh pimpinan Inspektorat Jenderal Dep. ketiadaan pengiriman kliping berita pengawasan dapat mempe-ngaruhi kinerja Inspektorat Jenderal Pelaksana NO. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. 2. 6. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pemahaman pengawasan analisis berita Peralatan/Perlengkapan: Koran. 2. Agama.Umum/ bahan lain Pengadminstrasi Subbagian Teknis Perlengka Kliping pan 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Pengambilan Pengadmisurat kabar nistrasi dan bahan. Lembar Kendali. ATK tifikasinya bahanbahan kliping dari pem- Keterangan 414 . TerindenMenit Kliping. PengadmiMembaca dan Mencari nistrasi berita yang Umum/ Pengadberkaitan dengan Dep. Jadwal Retensi Arsip 3. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. lembar kendali. lembar print-out pemberitaan internet yang menjadi bahan kliping yang memadai 15 Bahan 1. 5.

Surat Pengantar Kepala bagian Umum Terkendalinya pengiriman kliping pengawasan. 5. Tersedianya bahan kliping Bahan Terwujud15 Kliping. . Pengadministrasi Umum/ Pengadminstrasi Teknis Kliping Mengganda. Agama Kliping.Sekretaris. Aktivitas 1 2 3 3.minstrasi antar Kepala Teknis Kliping Bagian Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan beritaan yang telah dibaca. serta dapat dipantau keterkirimannya secara berkelanjutan 20 Menit 415 . Mengkliping Surat kabar.Irjen.Pelaksana NO. majalah pada blanko kliping yang telah dibuat 4.Pengadmikan kliping nistrasi Umum/ tersebut Pengaddengan minstrasi fotokopi sebanyak 11 Teknis Kliping Eksp.Para Irwil (5) PengadmiMengirim nistrasi kliping Umum/ dengan kartu kendali Pengaddan peng. 2.Para kabag (4) . ATK nya kliping Menit berita pengawasan Dep. Kartu Kendali. Dengan peruntukan : . fotokopi Tersedian ya kliping berita pengawas an 20 Menit Keterangan Kliping. .

FLOWCHART SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN MULAI PENERIMAAN SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MEMBACA DAN MENCARI BERITA YANG BERKAITAN DENGAN DEPAG MENGKLIPING SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MENGGANDAKAN KLIPING ARSIP MENGIRIM KLIPING SELESAI 416 .

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. nya arsip Berita Acara jadwal Pemindahan statis dari retensi unit peng. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. lembar permohonan persetujuan pemindahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Pemindahan arsip hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan 2. Daftar Pertelaan Pemindahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dipindahkan ke ANRI. 5.TU aran urgensi arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terkumpul. 2. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Peringatan: 1. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip Statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2. ATK.Sesuai Arsip Stasis. 4. Pelaksana NO. lembar berita acara pemindahan arsip. 3. Keterkaitan: SOP Retensi Arsip Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip. 7. 1. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. jadwal retensi Arsip. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. Jadwal Retensi Arsip 3. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.arsip Arsip olah ke unit arsiparis TU 2 Jam Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Arsip Acara Pemindahan Arsip Jadwal Terdatanya 2 x 24 Jam Retensi Arsip arsip statis yang bernilai sejarah Keterangan 417 . Pengecekan Arsiparis Arsip berda. sarana transportasi. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH Dasar Hukum: 1. 3.

hirarkis nyerahan Arsip arsip-arsip yang ditujukan bersejarah kepada Kasub.(ANRI) tujuan Penyerahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Bagian Umum Formulir Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah Daftar Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah Persetujuan atasan. Aktivitas 1 2 3 Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Penyerahan arsip Kepala Subbag Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Permo.Terpantaunya secara honan Persetujuan Pe. Arsiparis Pengisian Berita Acara TU Penyerahan Arsip Bersejarah Penyerahan Arsiparis TU Arsip Bersejarah 6.yang akan diserahkan bag Tata ke Arsip Usaha Surat Permo. 3.Nasional honan Perse. Terisinya 15 Daftar Menit Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah 15 Terisinya Menit Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah 1 Jam Terwujudnya Penyerahan Arsip Bersejarah ke Arsip Nasional (ANRI) 418 . Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. Arsip Bersejarah Waktu 1 Jam Keterangan 1 Jam 4.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN URGENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PENYERAHAN ARSIP KE ANRI PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PENYERAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PENYERAHAN ARSIP PENYERAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 419 .

3. 6. Mengindeks PengadmiArsip nistrasi Umum/ Arsiparis 4. doos/boks arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAAN BERKAS ARSIP Dasar Hukum: 1. lembar Terbedaindeks arsip kannya arsip/ surat dengan yang lainnya dalam satu berkas Berkas arsip. 4. Daftar Terklasifika -sinya arsip klasifikasi berdasararsip kan klasifikasi arsip fasilitatif Arsip. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. rak arsip. Daftar klasifikasi arsip Penerimaan PengadmiArsip Masuk nistrasi Umum/ Arsiparis 2. Menentukan PengadmiIndeks nistrasi Berkas (titel) Umum/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip. kartu kendali. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. folder. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Daftar Terkumpulnya arsip klasifikasi statis dari arsip unit pengolah ke unit arsiparis TU Arsip. 2. Keterkaitan: 1. Pelaksana NO.Pengadmikasi Arsip nistrasi Umum/ Arsiparis 3. Daftar arsip 2. 1. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. SOP Retensi Arsip 2. yang berisikan pengelompokan berdasarkan rincian masalah dan pelaksanaan fungsi dan kegiatan. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 7. Terwujuddaftar indeks nya tanda arsip pengenal Waktu 15 Menit Keterangan 10 Menit 15 Menit 15 Menit 420 . SOP Arsip Bersejarah Peringatan: Arsip disusun berdasarkan daftar klasifikasi surat. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. Mengklasifi. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Dafftar klasifikasi arsip. agenda arsip. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

Penataan Arsip dalam doos/boks arsip serta penyusunan -nya pada rak arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Penyusunan kartu kendali Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan berkas yang tersesuaikan apakah dalam bentuk dossier. nya penata.Pelaksana NO. rubrik atau seri Berkas arsip. Aktivitas 1 Arsiparis 2 3 5. Kode klasifikasi arsip 15 TerwujudMenit nya kartu kendali arsip guna mempermudah Pencarian arsip 421 . 6. Tersusun30 boks arsip.Menit rak arsip an arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Keterangan Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Daftar arsip.

FLOWCHART SOP PENATAAN BERKAS ARSIP MULAI PENERIMAAN ARSIP MASUK MENGKLASIFIKASI ARSIP MENGINDEKS ARSIP MENENTUKAN INDEKS BERKAS (TITEL) PENATAAN BERKAS DALAM BOKS/DOOS BERDASARKAN KLASIFIKASI ARSIP PENYUSUNAN KARTU KENDALI ARSIP SELESAI 422 .

10. 9. 4. 7. 11. 3. 2.Lampiran 11  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG RUMAH TANGGA 1. 6. 13. 5. SOP Gaji SOP Pelayanan Tamu SOP Pemakaian Ruangan dan Peralatan SOP Pemeliharaan SOP Penayangan Berita Website SOP Pengamanan SOP Perbaikan Instalasi Listrik SOP Permintaan Konsumsi SOP Permintaan Perbaikan SOP Peminjaman Kendaraan SOP Protokoler SOP SPPD SOP Uang Makan 423 . 12. 8.

ATK. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. membuat rekap. slip. faksimile. Pejabat Negara. 2. Rekap gaji 2. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. 1. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar Hukum: 1. setiap tgl 5 amplop dan hari bulan sebenomor lumnya pengambilan 424 . Daftar gaji Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 4 Dimulai Rekap. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. telepon. SOP Pengajuan Anggaran. slip. dan Penerima Pensiun/ Tunjangan 4. kursi. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. amplop berserta nomor 1 Pelaksana Sub bag RT 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. komputer/laptop. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6.

a. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6. Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG Terkirimnya daftar gaji SP2D PDG 7 hari Pelaksana Subbag RT Data pengambilan gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag Keuangan RT Tersedianya uang gaji di kantor 1 hari 425 . Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b. Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5. Aktivitas pengambilan Membuat Daftar Gaji 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 2.Pelaksana NO. PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji 3 hari 2 jam 3.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANG Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 426 .

Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. telepon. ATK. kursi. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. Sub bag amplop RT dan nomor pengambilan Waktu 4 hari Keterangan Dimulai setiap tgl 5 bulan sebelumnya 427 . PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. faksimile. amplop berserta nomor pengam- Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Rekap. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1.SATKER INSPEKTORAT JENDERAL Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar hukum: 1. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. Dan Penerima Pensiun/Tunjangan 4. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. Pelaksana slip. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. Rekap gaji 2. 1. Pejabat Negara. Daftar gaji NO. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. membuat rekap. slip. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. 2. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah. SOP Pengajuan Anggaran. komputer/laptop.

3. Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5. Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. a. Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b. Membuat Daftar Gaji Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji Terkirimn ya daftar gaji SP2D Waktu 3 hari Keterangan 2. Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG 2 jam PDG 7 hari Pelaksan a Subbag RT Data pengambil an gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag KeuRT angan Tersedian ya uang gaji di kantor 1 hari 428 .NO. Aktivitas bilan. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANGAN Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 429 .

Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. SOP Pengamanan Peringatan: Setiap tamu yang datang harus menunjukkan Kartu Identitas dan atau Surat Tugas (kecuali untuk tamu VVIP) Pelaksana No. 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. Aktivitas Meminta Kartu Identitas dan atau Surat Tugas dari setiap tamu yang datang Mencatat Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Memberikan Kartu Tamu 1 Satuan Pengamanan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Umum Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Pengajuan Konsumsi 2. ATK. telepon Pencatatan dan Pendataan: Buku Tamu Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan DiketahuiKartu Idennya Kartu titas dan Identitas atau Surat dan atau Tugas Surat Tugas dari tamu yang datang Buku Tamu Tercatatnya Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Teridentifikasinya setiap tamu yang datang Waktu 5 menit Keterangan 2 Resepsionis 5 menit 3 Resepsionis Kartu Tamu 1 menit 4 5 Mengkomu nikasikan kepada pimpinan melalui staff pimpinan perihal kedatangan Tamu Mengkonfirmasikan kesediaan Resepsionis Telephone 5 menit Resepsionis Telephone Informasi kesediaan dan waktu 5 menit 430 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN TAMU Dasar hukum: 1.

Waktu Keterangan 6 Satuan Pengamanan 5 menit 7 Staff Pimpinan Permintaan jamuan tamu 1 jam 8 Petugas Pengemudi Kasubbag Rumah Tangga Permintaan peminjaman kendaraan dinas 15 menit 431 .Pelaksana No. Aktivitas dan waktu pimpinan untuk menerima tamu Mengarahkan tamu ke ruang pimpinan Menyiapkan jamuan tamu pimpinan Menyiapkan kendaraan untuk transportasi tamu pimpinan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pimpinan untuk menerima tamu Tertujunya tamu pada pimpinan yang dimaksud Tersedian ya jamuan tamu Tersedianya kendaraan.

FLOWCHART SOP PELAYANAN TAMU MULAI MEMINTA KARTU IDENTITAS ATAU SURAT TUGAS TAMU MENCATAT IDENTITAS TAMU MEMBERIKAN KARTU TAMU MENGKOMUNIKASIKAN KEPADA PIMPINAN MELALUI STAFF PIMPINAN PERIHAL KEDATANGAN TAMU MENGARAHKAN TAMU KE RUANG PIMPINAN MENYIAPKAN JAMUAN TAMU PIMPINAN SELESAI 432 .

1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN Dasar hukum: 1. peralatan. Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. komputer/ laptop. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Peminjaman/penggunaan ruangan dan peralatan dilayani jika tidak sedang digunakan dalam kegiatan lain. kursi. 2. Buku kendali Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terkirimnya Blangko / blangko/ surat permohonan surat permohonan Waktu 1 jam Keterangan Mengajukan permohonan penggunaan ruangan/ peralatan ke Subbag Rumah Tangga 2 Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga 3 1. meja. Menyiapkan ruangan/ peralatan dan Kasub bag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit Pelaksana Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Tercatatnya peminjaman ruangan/ peralatan di buku kendali Tersedianya ruangan/ peralatan yang siap untuk 5 menit Pemohon Ruangan / peralatan yang siap digunakan 1 jam 433 . ATK. Pencatatan dan Pendataan: 1. telepon. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Pelaksana NO. Aktivitas 1 Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang peralatan terkait Peralatan/Perlengkapan: Ruangan. Surat/blanko permohonan penggunaan ruangan/peralatan 2. Mencatat peminjaman ruangan/ peralatan dalam Buku Kendali.

Aktivitas 1 2 3 4 menyerah kannya pada penanggung jawab dari pihak peminjam sesuai aturan yang berlaku Melaporkan Pemohon pemakaian ruang / tempat kepada Subbag Rumah Tangga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan digunakan Waktu Keterangan Kasubbag Rumah Tangga Laporan Kembalinya Ruangan dan peralatan dalam kondisi seperti semula 5 menit 434 .Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON LAPORAN SELESAI KEGIATAN PEMOHON SELESAI 435 .

faksimile. mesin tik. ATK. KENDARAAN DINAS. KMA Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama 2. kursi. SOP Pencairan dana LS 2. Penyedia Jasa Peringatan: Seluruh jenis pemeliharaan BMN harus dilaksanakan oleh Subbag Rumah Tangga dengan persetujuan PPK Pelaksana NO.Kabag Umum sisi surat permintaan perbaikan kepada Kepala Subbagian Rumah Tangga (RT) untuk memproses pelaksanaan pekerjaan 2 1. SOP Pengadaan 3. terselesaikannya analisa disposisi Kabag Umum 2. Menganalisa surat yang telah didisposisi Kabag Umum 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat permintaan penawaran harga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Nota dinas Terdisposisinya Surat Permintaan perbaikan Wakt Keterangan u 1 jam Kasubbag RT Surat tugas/Memo 1. komputer/laptop. Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Mendispo. telepon.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN. GEDUNG.Tersampai kannya perintah pembuata n surat permintaan penawaran 1 jam 436 . 1. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. KMA Nomor 324 tahun 2002 tentang Petunjuk pengadaan. PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS Dasar hukum: 1.

Tersampaikannya perintah untuk mengirim surat permintaan penawaran kepada rekanan Pelaksana Surat RT Permintaan Penawaran Terkirimnya Surat Permintaan Penawaran 2 Jam 1 jam 437 . Terselesaikannya konsep Surat Perminta an Penawaran 2. 3. Meneliti HPS. Konsep perminHPS taan penawaran 2. Menyerahkan konsep Surat Permintaan Penawaran dan HPS kepada Kasubbag RT 4. Terbu1. 3 1. Konsep buhinya Surat tanda Permintaan tangan Penawaran pada surat 2. Tersiapkannya HPS 3. 3. Terserah -kannya konsep HPS kepada Kasubbag RT 2 hari Kasubbag RT 1. 1. Mengana -lisa dan menanda -tangani konsep surat perminta an penawar an 2. 5. Menyampai kan Surat Permintaan Penawaran kepada penyedia barang/jasa Pelaksana Disposisi RT Kabag umum 1.Pelaksana NO. Terselesaikannya analisa HPS 3. Menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). 2. Membuat konsep Surat Permintaan Penawaran. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Wakt Keterangan u kepada penyedia barang/ jasa terpilih. Menugaskan pelaksan a untuk mengirim Surat Perminta an Penawar an kepada penyedia barang/ jasa.

Pelaksana NO. Aktivitas 1 Kasubbag RT 2 PPK 3

6. 1. Menerima, meneliti penawara n harga dari penyedia barang/ jasa. 2. Mengoreksi dan menegosiasi harga penawara n dengan penyedia barang/ jasa; 3. Membuat dan menyeles a-ikan Surat Perintah Kerja (SPK) 4. Meneliti kuitansi, faktur, SSP dan faktur pajak selanjutny a menugaskan pelaksana untuk membuat Bukti Kas Tetap (BKT) 7. Membuat konsep BKT dan menyampai kannya kepada Kasubbag RT 8 Meneliti dan memaraf BKT dan menyampaikannya kepada Kabag Umum/PPK 9 Meneliti dan menandatangani BKT

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Surat 1. Kuitansi, Penafaktur, SSP waran dan faktur Harga pajak 2. Surat Pena- 2. SPK 3. Faktur waran 4. Kuitansi Harga, Berita Acara Pemenang Pemilihan Lelang

Wakt Keterangan u Maksimal 30 hari

Pelaksana RT

Setelah pekerjaan selesai

Kasubbag RT

BKT

Terbubuhinya paraf pada BKT

1 Jam

Kabag Umum

BKT

Terbubuhinya tanda

1 Jam

438

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3

dan menugaskan pelaksana untuk menyampaikannya kepada Bendahara Pengeluaran 10 Menyampaikannya BKT kepada bendahara pengeluaran

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan tangan pada BKT

Wakt Keterangan u

Pelaksana BKT RT

Tersampaikannya BKT kpd bendahara pengeluaran

1 jam

439

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN, GEDUNG, KENDARAAN DINAS, PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS

MULAI

PENGAJUAN

KONSEP SURAT PERMINTAAN PENAWARAN HARGA KEPADA PENYEDIA JASA

MENYIAPKAN HPS

MENYAMPAIKAN SURAT PERMINTAAN PENAWARAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA

ANALISA

SETUJU

DITOLAK

KONSEP BUKTI KAS TETAP

PPK

BENDAHARA PENGELUARAN SELESAI

440

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE
Dasar hukum: 1. PP No 09 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 2. KMA No 137 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Informasi Keagamaan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Kegiatan Peringatan: Berita tidak akan ditayangkan jika tidak melalui dewan penyunting Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai jurnalistik dasar-dasar

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer/laptop, Kamera, ATK, Alat Perekam Pencatatan dan Pendataan: Database berita website Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bahan berita Bahan berita

Waktu 2 jam

Keterangan

2

Pelaksana Mencari Itjen dan menulis berita Mengumpu Tim lkan berita Website

Materi Berita

3

Menyunting berita Menayangkan berita

Dewan penyunting Tim Website

4.

Disposisi Kabag umum Materi berita

Terkumpulnya bahan berita Tersuntingnya berita Tayangan berita

1 Jam

2 hari 2 jam

441

FLOWCHART SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE

MULAI

PENCARIAN & PENULISAN BERITA

PENGUMPULAN BERITA

PENYUNTINGAN BERITA

PENANYANGAN BERITA

SELESAI

442

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENGAMANAN
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 13 Tahun 1961 tentang ketentuanketentuan pokok kepolisian negara 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Ketentuanketentuan pokok-pokok kepegawaian Keterkaitan: 1. SOP SIMAK 2. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: Kualifikasi Pelaksana: Satuan Pengamanan yang mendapatkan Surat Tugas

Peralatan/Perlengkapan: Kamera CCTV, HT, Lampu Senter, Buku laporan, Metal Detektor, Pentungan. Pencatatan dan Pendataan: 1. Daftar absensi satuan pengamanan 2. Buku catatan peristiwa 3. Buku catatan keluar masuk barang dari kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas Terdapatnya perintah secara umum Surat Tugas Terdapatnya perintah harian dan terkoordinasikannya kegiatan harian Surat Tugas Terlaksananya tugas harian Satuan Pengamanan Ket

Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3

Waktu 5 Menit 5 Menit

KomanMemberikan perintah secara dan Peleton umum 2 Mengeluarkan perintah harian dan mengkoordinasikan kegiatan harian 3 a. Melakukan tindakan pengaman-an gedung beserta barang inventaris kanto b. Melakukan pengamanan pada kendaraan dinas kantor da kendaraan pribadi c. Memberikan pelayanan kepada setiap pimpinan Inspektorat Jenderal d. Mengawasi keluar masuknya barang inventaris kanto e. Menutup dan mengunci seluruh pintu termasuk pintu gerbang pada

Koman dan Regu

Anggota

24 jam

443

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan

Mutu Baku Output Waktu Ket

hari jum’at mulai pukul 12.00 sampai dengan 12.30 (sholat Jum’at) f. Mencatat Setiap kendaraan yang keluar masuk d lingkungan Inspektorat Jenderal g. Menanyakan dan memeriksa setiap tamu yang datang baik keperluan maupun tujuannya 4. Menerima laporan pelaksana perihal kehilangan barang, Mengeluarkan barang dari kantor, penitipan kendaraan bermotor 5. Menerima perintah: 1. Menginvestigasi kasus kehilangan (Pencu-rian) 2. Mendampingi pelaksana pada saat mengeluarka n barang dari kantor 3. Menjaga kendaraan bermotor 6 Melaporkan kasus Pencurian kepada Kabag Umum dan Mengkoordinasikan kasus pencurian/ Tindak pidana lainnya dengan Kepolisian Wilayah jika dibutuhkan

Koman dan regu

Laporan

Teridentifikasinya laporan

5 menit

Anggota

Perintah

a. Terinvestigasinya kasus kehilangan b. Terdampinginya pelaksa-na pada saat mengeluarkan barang c. Terja-ganya kenda-raan bermotor

-

Koman dan regu

Bukti

Terdapatnya laporan kepada Kabag Umum dan terkoordinasinya dengan polda

segera

444

FLOWCHART SOP PENGAMANAN

MULAI

PERINTAH UMUM KOMANDAN PELETON

PERINTAH HARIAN KOMANDAN REGU

PELAKSANAAN TUGAS PENGAMAN

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS

LAPORAN KASUS/TINDAK PIDANA KE POLDA

SELESAI

445

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR
Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Permintaan Perbaikan 2. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. Prosedur ini tidak berlaku bagi perawatan rutin dan berkala. 2. Usulan perbaikan yang dilayani adalah untuk perbaikan ringan atau sifatnya betul-betul mendesak. Pelaksana NO. 1. Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik / air Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memeriksa tingkat kerusakan dan mencatatnya dalam Buku Kendali 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Keahlian dalam perbaikan instalasi listrik

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, ATK, telepon, peralatan tekhnisi Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat / blanko permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik 2. Buku Kendali

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Blangko/ Terkirimsurat nya blangpermohonan ko/surat permohon an

Waktu 1 jam

Keterangan

2

Kasubbag Rumah Tangga

Blangko/ surat permohonan

Terdisposisinya blangko/ surat permohonan

5 menit

3

Pelaksana Subbag Rumah Tangga

Anggota

Disposisi Kasubbag Rumah Tangga

4.

Memperbaiki kerusakan

Teknisi

Petugas PLN / PAM

Bukti kerusakan

10 Terdetekmenit sinya tingkat kerusakan dan tercatatnya jenis kerusakan dalam Buku Kendali 1 jam Teratasiatau nya keterganrusakan

Jika tingkat kerusakan ringan

446

Pelaksana NO. Aktivitas instalasi listrik / air 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan instalasi listrik / air

Waktu tung tingkat kerusa kan

Keterangan ditangani secara swakelola, tapi jika tidak mampu maka dilaporkan kepada PLN / PAM

5.

Melaporkan pelaksanaan perbaikan kepada Kasubbag Rumah Tangga

Teknisi

Anggota

Laporan

Adanya laporan pelaksanaan perbaikan

10 menit

447

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR

MULAI

SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT

KASUBBAG RUMAH TANGGA

PENGECEKAN DAN PENCATATAN TINGKAT KERUSAKAN

TEKHNISI SUBBAG RUMAH TANGGA

PETUGAS PLN

LAPORAN

SELESAI

448

Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Surat Permohonan diajukan ke Subbag Rumah Tangga maksimal 1 hari sebelum hari H. 1. Pelaksana NO. direktori toko kue dan rumah makan Pencatatan dan Pendataan: 1. Untuk permintaan konsumsi bagi lebih dari 50 orang. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Rapat Peringatan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI Dasar Hukum: 1. Surat / blanko permohonan permintaan konsumsi 2. telepon. Prosedur ini tidak berlaku bagi unit-unit kerja yang telah memiliki dana talangan konsumsi tersendiri.nya blangko/ surat honan permohonan Waktu 1 jam Keterangan 2 Kasubbag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit 3 Pelaksana Penyedia jasa Subbag konsumsi Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Pesanan konsumsi 10 menit 4. Buku Kas Subbag RT Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerkirimBlangko / surat permo. Penyedia jasa konsumsi Pelaksana Subbag Rumah Tangga Tanda Terima / Kuitansi Diterimanya konsumsi yang dipesan 10 menit 449 . Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan konsumsi pada Subbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memesan konsumsi sesuai dengan permintaan pemohon Menerima konsumsi yang dipesan 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengatur menu Peralatan/Perlengkapan: ATK.

Pelaksana NO. Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan DiterimaPelaksana Pesanan konsumsi nya peSubbag sanan Rumah konsumsi Tangga oleh pemohon Pelaksana Bukti Penge.TercatatSubbag luaran Kas nya bukti Rumah dari Penyedia pengeTangga Jasa Konluaran di sumsi Buku Kas Subbag Waktu 5 menit Keterangan 5 menit 450 . Mencatat Bukti Pengeluaran di Buku Kas Subbag 1 2 6. 5. Aktivitas Menyerahkan pesanan konsumsi kepada pemohon.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK PEMESANAN KONSUMSI KEPADA PENYEDIA JASA PEMOHON PENYERAHAN PESANAN KONSUMSI KEPADA PEMOHON PENCATATAN BUKTI PENGELUARAN KAS SELESAI 451 .

komputer/laptop. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai Keahlian memperbaiki komputer dan alat-alat kantor Peralatan/Perlengkapan: Meja. Terdapattingkat nya kerusakan barang alat olah inventaris data pada yang subbag rusak Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bukti TersamKerusakan paikannya laporan kerusakan Waktu 5 menit Keterangan Terealisasinya pembuatan surat permintaan perbaikan 1 jam Terdisposisinya Surat permintaan perbaikan kepada Pelaksana Terselesaikannya perbaikan barang inventaris jika kerusakan ringan 5 menit 5 jam 452 . a.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR Dasar Hukum: Keputusan Menteri Agama Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/ kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Pengadaan barang 2. peralatan tehnisi Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Melaporkan Pelaksana kerusakan terkait barang inventaris kepada Subbag terkait. Disposisi 4. Kasubbag Laporan 2 Subbag Terkait Kerusakan terkait membuat surat permintaan perbaikan ditujukan kepada Kasubbag Rumah Tangga (RT). 1. Kasubbag Surat 3 Kasubbag RT permintaan RT mendisperbaikan posisikan surat tersebut kepada Pelaksana RT Pelaksana 1. Melakukan RT Surat analisa Perbaikan awal terhadap 2. kursi. SOP Pemeliharaan Peringatan: Jika tidak koordinasi dengan Subbag perlengkapan (SOP Pengadaan barang) maka tidak mendapatkan penggantian barang yang baru Pelaksana NO.

E. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan terkait b. Membuat laporan hasil kerja perbaika n olah data F. Melakukan perbaikan di Subbag RT C. A. Memperbaiki barang inventaris di Subbag RT jika tingkat kerusakan berat.Pelaksana NO. Mengarsipkan surat tersebut B. Mengem -balikan alat olah data Barang inventaris mengalami kerusakan berat Pelaksana Surat izin RT mengeluarkan barang Terealisasinya pembuatan surat izin mengeluarkan barang Terselesaikannya perbaikan barang inventaris kantor 5 menit Jika Barang tersebut mengalami kerusakan berat 6 jam 453 . Memperbaiki alat barang inventaris di subbag terkait jika tingkat kerusakan ringan c. Mengajukan pembelian spare part. Sub-bag 5. Melakukan penggantian spare part jika perlu D. Membuat Terkait surat izin mengeluarkan barang kepada pelaksana RT 6.

Pelaksana NO. …. 7.) Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan TerealiPelaksana Barang sasinya RT inventaris nota tidak dapat dinas diperbaiki rekomendasi Waktu 5 menit Keterangan Nota Dinas rekomendasi penggantian barang baru 5 menit Terealisasinya penggantian barang baru 454 . Aktivitas 1 2 8 Memberikan nota dinas rekomendasi penggantian barang inventaris jika sudah tidak layak pakai kepada Subbag terkait ditujukan kepada Subbag Perlengkapan Kasubbag Mengajuterkait kan permintaan alat olah data (sebagaimana diatur di dalam SOP Pengadaan barang No … tahun.

FLOWCHART SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR MULAI LAPORAN KERUSAKAN KEPADA SUBBAG RUMAH TANGGA ANALISA TINGKAT KERUSAKAN RINGAN BERAT PELAKSANAAN PERBAIKAN DI SUBBAG TERKAIT SURAT IJIN MENGELUAR KAN BARANG PROSES PERBAIKAN DI SUBBAG RT LAPORAN PERBAIKAN MASIH LAYAK PAKAI TIDAK LAYAK PAKAI PENGEMBALIAN BARANG KE SUBBAG TERKAIT NOTA DINAS REKOMENDASI PENGGANTIAN BARANG SELESAI 455 .

Jika terjadi kerusakan / kecelakaan / kehilangan maka menjadi tanggung jawab peminjam Pelaksana NO. Memiliki pengetahuan tentang kendaraan 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. komputer/laptop. telepon. ATK. 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat / blanko permohonan penggunaan kendaraan dinas 2. Mampu mengemudikan kendaraan mesin/ Peralatan/Perlengkapan: Kendaraan Dinas. 2. meja. SOP Kegiatan 2. Peminjaman/penggunaan kendaraan dinas dilayani jika kendaraan dinas tersedia dan dalam kondisi layak jalan. Buku kendali Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Blangko / Terkirimnya jam surat blangko/ permohonan surat permohonan 2 Kasubbag Rumah Tangga Kasubbag Terkait Blangko / surat permohonan 5 Terdispomenit sisinya blangko/ surat permohonan 3 Pelaksana Kasubbag RT Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga 5 Tercatatnya peminjaman menit kendaraan dinas di buku kendali Terselesaikannya 5 menit 4. kursi. Keputusan Menteri Agama Nomor 324 tahun 2002 tentang petunjuk pengadaan. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama 2. Pengemudi atau Perintah atau serah 456 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS Dasar Hukum: 1. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. Aktivitas Mengajukan permohonan penggunaan kendaraan dinas ke Kasubbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Mencatat peminjaman kendaraan dinas dalam Buku Kendali Menugaskan kepada 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.

Aktivitas pengemudi atau penanggung jawab dari pihak peminjam untuk mengemudikan kendaraan yang dipinjam Mengembalikan kendaraan kepada Subbag Rumah Tangga 1 pemohon 2 3 Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan serah terima terima kunci kendaraan + peminjaman kendaraan STNK dinas 5.Pelaksana NO. Pengemu di atau pemohon Pelaksana PengembaRT lian kunci kendaraan + STNK Kembali-nya 5 kendaraan menit dinas dalam kondisi seperti semula 457 .

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS MULAI SURAT PERMOHONAN DARI PEGAWAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON PENGEMUDI PENGEMBALIAN PEMOHON SELESAI 458 .

Kasubbag RT Kasubbag Kasubbag Surat Tugas. SOP SPPD Peringatan: Pelaksana NO. 1. Keuangan Perenca. Laptop. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.SPPD naan Tersedianya kelengkapan administrasi 1 hari 459 . SOP Peminjaman Kendaraan 2. Kendaraan Operasional Pencatatan dan Pendataan: Buku Agenda Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Undangan / Informasi Surat Tugas kunjungan kerja pimpinan Keterangan Waktu 5 menit Kasubbag Kabag RT Umum 2 Kasubbag RT Laptop / komputer Jadwal 15 deskriptif menit keberangka an dan kepulangan pimpinan 3 Kasubbag RT Surat Tugas Adanya petugas pendamping pimpinan Materi dan arahan 1 jam 4. ID Card. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Kasubbag RT Subbag terkait Soft copy dan print out materi dan arahan 1 hari 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEPROTOKOLERAN Dasar Hukum: 1. Kartu Pass Bandara. Buku Agenda. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. Aktivitas Mendapatkan informasi kunjungan kerja pimpinan Membuat jadwal deskriptif keberangkatan dan kepulangan pimpinan dari daerah Menyiapkan petugas pendamping perjalanan pimpinan Berkoordinasi dengan sub bagian lain tentang materi dan arahan pimpinan di daerah Menyiapkan administrasi perjalanan dinas pimpinan dan pendam pingnya 1 Staff Pimpinan dan Petugas Protokoler Petugas Protokoler 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas Protokol Peralatan/Perlengkapan: HT.

Petugas Protokoler Kasubbag RT Kendaraan Kesiapan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan 1 hari 9. 6. Protokoler RT Fax Informasi dan koordinasi 1 hari 8. Petugas Protokoler Kasubbag RT Laporan Adanya laporan pelaksanaan keprotokoleran 1 jam 460 . Aktivitas Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan pimpinan dan pendamping ke daerah Melakukan konfirmasi dan koordinasi petugas protokoler daerah Menyiapkan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan di bandara/ stasiun keberangka tan Melaporkan ke Kabag Umum terkait pelaksanaan keprotokoleran 1 Petugas Protokoler Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Perlengkapan TersediaKasubbag Kasubbag Tiket nya tiket RT Keuangan/ Bendahara Waktu 1 hari Keterangan 7.Pelaksana NO. Petugas Protokoler daerah Petugas Kasubbag Telephone.

FLOWCHART SOP KEPROTOKOLERAN MULAI KABAG UMUM KASUBBAG RUMAH TANGGA PELAKSANA RUMAH TANGGA PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS KEPROTOKOLERAN LAPORAN SELESAI 461 .

dan Pegawai Tidak Tetap 4. ATK. telepon. Petunjuk pelaksanaan Badan Kepegawaian Nasional Nomor 12 Tahun 2001 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara.05/2007 Tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. faksimile. 1. dan Pegawai Tidak Tetap 3. PMK Nomor 62 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. Pegawai Negeri. PMK Nomor 45 Tahun 2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. Surat Tugas/ memo esselon III ke atas Keterangan 2 Membuat SPPD Memberik an paraf pada SPPD Memberikan tanda tangan pada SPPD . SOP Kegiatan Peringatan: Jika tidak mendapatkan surat tugas atau memo dari esseon III ke atas maka SPPD tidak akan diterbitkan Pelaksana NO. Pegawai Negeri. dan Pegawai Tidak Tetap 6. SPPD Rampung 3. Pegawai Negeri.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN SPPD Dasar Hukum: 1. Rekap Tim/Individu 2. Inpres Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri. dan pegawai tidak tetap Keterkaitan: 1. Petunjuk Pelaksanaan Dirjen Perbendaharaan Nomor 21 tahun 2008 tentang perjalanan dinas jabatan dalam Negeri bagi Pejabat Negara. Form SPPD. PMK Nomor 64 Tahun 2008 tentang Standar Biaya Umum tahun anggaran 2009 5. Pegawai Negeri. Aktivitas Membuat surat tugas perjalanan dinas 1 2 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Komputer/laptop. Pencatatan dan Pendataan: 1.Pelaksana Kabag Subbag pe Perencan rencanaan aan . SOP Pelaksanaan PKAT 2. SOP Riksus 3. 2. SPPD yang sudah diparaf Terbubuhinya tanda tangan 1 hari 462 . mesin tik.Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag RT Kasubbag Perencanaan Sekretaris/ Irjen Kabag I Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Sekretaris Nota dinas Terbitnya surat tugas Waktu 1 hari Surat tugas/ Memo SPPD Terbitnya SPPD Terbubuhinya paraf 1 hari 1 hari 3 4.

terklasifitangan kasinya dan terdistribusinya SPPD Waktu 1 hari Keterangan Pejabat obrik /satker yang dituju Pelaksana Subbag RT 7. 1. Membubuhi stempel pada SPPD tersebut 2.Pelaksana NO. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag RT 2 3 5. SPPD SPPD Rampung terbubuhi stempel Itjen dan tanda tangan Terisinya SPPD Yang Nomor sudah dan dibubuhi tanda tangan tanggal SPPD dan stempel satker 1 hari 1 minggu 463 . Mengklasifikasika n SPPD tersebut berdasar -kan tim 3. Menandatangani dan membubuhi stempel Memberi Nomor dan tanggal Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerbubuSPPD yang hinya sudah di bubuhi tanda stempel. Mendistri -busikan SPPD kepada yang bersangkutan. 6.

FLOWCHART SOP PENERBITAN SPPD MULAI SURAT TUGAS 1 SUBBAG RUMAH TANGGA 2 SPPD SPPD DIPARAF OLEH KASUBBAG PERENCANAAN & KABAG I 3 SPPD DITANDATANGANI OLEH SEKRETARIS ITJEN ATAU IRJEN SPPD DIDISTRIBUSIKAN KEPADA PEGAWAI / PEJABAT YANG BERTUGAS SPPD RAMPUNG 4 5 PEMBERIAN NOMOR SPPD RAMPUNG SELESAI 464 .

kursi. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. Rekap uang makan 2. PMK Nomor 22/PMK. komputer/laptop. telepon. PMK Nomor 64/PMK. maka uang makan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO. Membuat daftar uang makan c. PMK Nomor 06/PMK.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 2. Melakukan potonganpotongan. faksimile. SOP Pencairan Anggaran 2. Mengirimkan daftar uang makan ke KPPN 3 Menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Pelaksana Subbag RT Rekap uang makan Terbitnya SP2D 4 hari Pelaksana KPPN Daftar uang makan Terbitnya SP2D 1 minggu 465 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN Dasar Hukum: 1. amplop berserta nomor pengambilan b. Daftar uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Database Terkirimnya rekap finger print absensi Waktu 1 jam Keterangan Mengirimkan rekap absensi pegawai ke Subbag RT setiap awal bulan 2 a. 1. ATK. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 3.02/2008 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2009 Keterkaitan: 1. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Kepegawaian 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja.05/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22/PMK.

Aktivitas Mengkonfirmasikan pencairan uang di Bank 1 2 Pelaksana Sub-bag RT 3 5. Daftar uang pannya makan uang c. a. Mendistri busikan amplop uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Tersampaikannya informasi tentang pencairan uang di Bank a. Terdistribusinya uang makan Waktu 1 hari Keterangan 1 hari 466 . 4. Nomor makan Pengamdi dalam bilan amplop 2. Amplop 1. Memasu Pelaksana Subbag kkan RT uang makan ke dalam amplop masingmasing pegawai b. Tersimb.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN MULAI REKAP ABSENSI PEGAWAI POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR UANG MAKAN KPPN SP2D BANK 2 BAGIAN KEUANGAN 3 AMPLOP UANG MAKAN PEGAWAI SELESAI 467 .

11. 10. SOP SIMAK SOP SIKAP SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris SOP Pengadaan Barang SOP Penghapusan Barang SOP Penggantian Barang Inventaris SOP Permintaan Barang Kebutuhan Sehari-hari SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN 468 . 5. 7. 8.Lampiran 12  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG PERLENGKAPAN 4. 6. 9.

aplikasi SIMAK BMN Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA Dasar Hukum: 1. 6. Barang Persediaan Alat Tulis Kantor Bahan Komputer Alat Rumah Tangga Bahan Cetakan Barang inventaris kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan Itjen atas Barang barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan Diperoleh SP2D 2. Mengikuti Diklat SAI-SIMAK BMN Peralatan/Perlengkapan: Komputer. PMK 59/PMK. SOP Pengelolaan dan Pndistribusian BMN. SOP Rekonsiliasi SAK-Simak.Sesuai 2. SP2D. 5. Data barang persediaan diinput masuk keluar per satuan barang 469 . Aktivitas Pengadaan Barang 1 Panitia Pengadaan 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. Saat laporan SIMAK BMN selesai perlu dilakukan rekonsiliasi antara SIMAK BMN dengan SAI sehingga data yang dilaporkan sinkron.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 3. sehingga tidak terlewat saat SIMAK akan dilaporkan. printer. SOP Penghapusan Barang. SOP Pengadaan barang. 4. Data barang nya data jenis SIMAK BMN penginventaris adaan diinput lengkap dgn penomoran & lokasi barang 3. Penginputan Petugas data input data SIMAK BMN 1. Setiap Pengadaan harus segera diinput ke dalam aplikasi SIMAK BMN. SOP SIKAP. Pelaksana NO 1. 2. 2. Ter-update. 2. 3. Keterkaitan: 1. Kualifikasi Pelaksana: Paham Administrasi. PMA Nomor 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. 2. 4. 5. KMA Nomor 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama.

Laporan laporan SAI SIMAK & SIMAK BMN BMN Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 3 hari 470 . kesesuaian 2. Laporan Tersajinya SAI. Penyiapan laporan semesteran dan laporan tahunan 4.Pelaksana NO Aktivitas 1 Petugas input data SIMAK BMN 2 3 3. Rekonsiliasi Laporan SAI dengan Laporan SIMAK BMN Petugas Input data SIMAK BMN Petugas input data SAI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Tersajinya Seluruh kontrak/SPK laporan BMN dg & SP2D format dari semester aplikasi berjalan SIMAK BMN 1.

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI MULAI DOKUMEN PENGADAAN SP2D INPUT DATA BARANG LAPORAN SEMESTERAN DAN LAPORAN TAHUNAN REKONSILIASI LAPORAN SAI DAN SIMAK BMN SELESAI 471 .

Pengadaan Barang inventaris kantor. Penomoran Barang inventaris. Pengadaan Panitia Barang Pengadaan 2. 3.Pengadmisian barang nistrasi barang inventaris inventaris Sesuai jumlah barang 4. printer. Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). rang inven2. 2. SOP SIMAK. SOP Pengadaan Barang. Aplikasi SIMAK BMN. Pendistribusian Barang inventaris. Peringatan: 1. Pendistribu. SIKAP harus di up date setiap saat. 3. Data barang. 4. PMA 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. taan barang sesuai nomor yang diberikan 1. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN. SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan barang Barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari kantor 1. 6. Barang Persediaan. Kualifikasi Pelaksana: 1. taris yang diperlukan 1. Saat barang telah didistribusikan pada ruangan yang membutuhkan. 4. KMA 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. 3. Input data barang inventaris Petugas input data SIKAP Sesuai jumlah barang 472 . Paham Administrasi 2. Ter2. 2. Data barang. 5. Pendataan Barang inv. Pelaksana NO. 2. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) Dasar Hukum: 1. Terlaksana nya penda2. maka segera diisi data ruangan sesuai berita acara yang ada. 3. di setiap ruangan. agar DIR dan data dari SIKAP sinkron. Setiap 6 bulan sekali diadakan OFBI untuk pengecekan ulang. Urutan penomoran. Berita Acara Terlaksaserah terima nanya distribusi babarang. Nomor updatebarang.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. nya data Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 1. 2. PMK 59/PMK. Mampu mengoperasikan Aplikasi Komputer SIKAP Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Keterkaitan: 1. DIR. Penomoran Pengadministrasi barang barang inventaris inventaris Sesuai dg jml pengadaan 3.

input data SIKAP sediaan 6. 3. Data SIMAK format BMN. Form Pedata peminjaman minjam. Pengisian Terpenuhiform nya kebupermintaan tuhan barang. Permintaan Pemohon barang persediaan Administrasi barang persediaan 7. jenis barang 2.5 Input data barang per. barang per2. 2. Tersaji1. BMN dg 2. Tanda sediaan tangan dari atasan pemohon. SIKAP. Tersajinya kesesuaian data SIKAP & SIMAK BMN 1. Up date DIR 1. TersajiBarang nya lap barang persediaan terakhir dg format SIKAP. Input data penggunaan barang persediaan Petugas input data SIKAP Petugas 8. Barang nomor & Inventaris. Berita Acara SIKAP serah terima barang. Aktivitas 1 2 3 Petugas . Faktur nya lap barang. Tersajinya kesesuaia n data SIKAP & SIMAK BMN Tersajinya 1. Persetujuan dari kasubbag Perlengkapan Bon Permintaan 1. Input data peminjaman Input data SIKAP barang mobile/ barang pinjam Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 3. Data jumlah yang barang dipinjam mobile/ Tersajinya barang data terpinjam yang sebut dalam format tersedia aplikasi SIKAP Waktu Keterangan Sesuai jumlah barang 10 menit Sesuai jumlah pengeluaran barang 5 menit 473 . Kartu Persediaan 2. 4. 3.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) MULAI PENGADAAN BARANG BARANG PERSEDIAAN INPUT DATA PERMINTAAN BARANG INPUT DATA BARANG INPUT DATA PENGELUARAN BARANG BARANG INVENTARIS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGISIAN FORM PEMINJAMAN INPUT DATA PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGEMBALIAN BARANG DISTRIBUSI BARANG INPUT DATA PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS SELESAI 474 .

Surat Edaran Inspektur Jenderal Departemen Agama No. printer. KMA No. Apabila terjadi kerusakan dan/atau kehilangan selama peminjaman. 3. Form Isian Peminjaman Pencatatan dan Pendataan: Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). Pengajuan Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerpenuhiSurat Pernya surat mohonan Peminjaman permohonan peminBarang jaman Data Inventaris Gudang Barang Pinjam Kepastian mengenai tersedianya barang yang akan dipinjam Tervalidasi nya permohon an peminjama n Waktu 5 menit Keterangan 2. Pengecekan ketersediaan barang mobile/ barang pinjam 3. SOP SIKAP. 4.IJ/C/4/HM. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. 3. UU No. 1. Petugas Administrasi Barang Pinjam dapat menarik barang sewaktu-waktu apabila barang tersebut dibutuhkan untuk kegiatan yang mendesak. UU No. PP No. 449 Tahun 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana NO Aktivitas 1 Penanggung jawab (Kasubbag) Pengadministrasi Barang Pinjam 2 Peminjam 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. maka peminjam harus bertanggungjawab atas kerusakan dan atau kehilangan barang tersebut.00/0792/2008. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1. Barang tersedia 2. Keterkaitan: 1. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Persetujuan 10 menit Diketahui merek dan nomor barang Kasubbag Perlengkapan 1. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 5. Tdk ada kebutuhan lain yang lebih 5 menit 475 . Peminjam wajib mengembalikan barang tersebut dalam keadaan semula 4. Peminjaman harus dilakukan sesuai dengan prosedur. 2.

Membawa Formulir Peminjaman Pengadministrasi barang pinjam Memeriksa barang yang dikembalikan oleh peminjam 8. dapat diperpanjang dgn mengisi kembali formulir peminjaman dengan catatan barang tersebut tidak dibutuhkan untuk kegiatan lain 3 Saat waktu menit peminjaman yg disepakati berakhir. Perlengkap an 8.NO Aktivitas 4. Waktu Peminjaman Peminjam Barang Maksimal peminjaman barang adalah 30 hari kalender Terpenuhi persyaratan peminjama n waktu maksimal 6. 7. Kondisi barang sesuai pada saat dipinjam. Pengembalian barang Peminjam barang 1. Kasubbag terkait 30 Bila masih hari dibutuhkan. Input data peminjaman ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Formulir Peminjaman Barang Inventaris Terinputnya data peminjama n dalam SIKAP 7. Up date data Inventaris barang mobile/ barang Pengadministrasi barang pinjam Mencatat barang yang telah kembali ke gudang barang Dikembalikannya barang pinjam sesuai waktu peminjaman yang tercantum dalam Formulir Terkembalikannya barang pinjam sesuai kondisi saat dipinjam. 2. akan ada peringatan pada komputer SIKAP 5 menit 5 menit 5 menit 476 . Peminjam 9. Terdatanya barang yang telah Formulir rangkap 3. 1. Pengisian Form Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Perlengkapan mendesak Terisinya Diketahui Formulir Peminjam PenangPeminjaman Formulir Barang gungjawab oleh Peminjam (Kasubbag Inspektur Barang an Barang Inventaris dan atau Wilayah Inventaris (pd Irwil) Kabag) Pelaksana Waktu 5 menit Keterangan 5.

2.Pelaksana NO Aktivitas pinjam 1 2 3 9.Terinput-nya 3 minjaman data menit Barang Inven.pengembataris yang lian dalam telah ditandai SIKAP oleh Pengadministrasi barang pinjam 477 . Input data pengembali an ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pinjam kembali. Terupdatenya data gudang barang pinjam apabila sewaktuwaktu dibutuhkan Formulir Pe.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG TIDAK PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN YA PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG INPUT DATA PEMINJAMAN KE SIKAP WAKTU PEMINJAMAN MAKSIMAL 30 HARI KURANG CUKUP PENGEMBALIAN BARANG PENGECEKAN BARANG OK UP DATE DATA BARANG MOBILE/BARANG PINJAM INPUT DATA PENGEMBALIAN KE SIKAP TIDAK OK HILANG = TGR RUSAK = PERBAIKAN SELESAI 478 .

4. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Prosedur pengadaan. 7. 3. 8. Pengadaan di atas 100 jt dengan Lelang. Keterkaitan: 1. UU No. 5. SOP SIMAK BMN.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN BARANG Dasar Hukum: 1. 4. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Prosedur penga- Panitia Penga- Persetujuan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk nya PaniJenderal tia PengDepag adaan dan Panitia Pemeriksa an Barang Brosur dan Terpenuhidaftar harga nya kelengkapan data untuk pembuatan OE dan rencana TerdapatOE tdk nya kepasmelebihi tian keteranggaran sediaan dalam DIPA dana Dipenuhinya Terpilihnya persyaratan rekanan Waktu 2 hari Keterangan 1 hari 10 menit Sesuai jenis 3 macam pengadaan. 3. 100jt dengan Pemilihan Langsung.d. jaringan internet. 4. maka akan dikenai sanksi sesuai yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja/Kontrak. Panitia Survey harga dan Pengajenis barang daan 3. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2. 479 . 50jt dengan Penunjukkan Langsung. Pelaksana NO. Standar Harga Pencatatan dan Pendataan: 1. Memiliki pengetahuan tentang pengadaan barang Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Pembentukan Panitia Pengadaan dan Pemeriksa Barang. 5.d. 2. Ketersediaan dana pada DIPA. Keppres No. Pengadaan s. 1. Pembuatan rencana. kurs dollar dan jenis barang. printer. PP No. OE dan RKS. Panitia Alokasi dana dalam Pengadaan DIPA 4. SOP SIKAP Peringatan: 1. Pengadaan harus sesuai dengan spesifikasi dan hal-hal lain yang dipersyaratkan/disepakati dalam kontrak/SPK. 2. 3. Aktivitas Pembentukan Panitia Pengadaan & Pemeriksaan Barang 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Apabila terdapat keterlambatan terhadap pelaksanaan penyediaan barang oleh Penyedia. Pengadaan s. Penerimaan dan Pemeriksaan Barang. Pengajuan Kwitansi ke Subbagian Keuangan 2. 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 6. Kontrak/Surat Perintah Kerja. Memiliki Sertifikat Pengadaan Barjas 2. Ditetapkan oleh SK Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa 3. UU No. Survey harga.

Terpenu dokumen hinya pengadaan persyadari surat ratan permintaan kelengka penawaran pan harga sampai pengada Berita Acara an untuk Penerimaan diajukan Berita Acara Serah Penerimaan Barang 5 menit Pelaksana pada Subbagian Perlengkapan 7. SPK. Berita Acara Pemeriksaan Barang Berita Acara Terlaksa.daan terlambat tercantum an barang dari waktu dalam SPK yang ditentukan a. Surat Perintah Kerja/ Kontrak Pejabat Pembuat Komitmen (Pihak Pertama) Rekanan/ Penyedia Barang (Pihak Kedua) 6. spesifikasi yang akan ada dalam diinginkan peringatan lampiran pada SPK atau komputer faktur.5 menit Serah Terima nanya Pekerjaan pengadaan barang sesuai SPK/ kontrak Tersimpan nya barang hasil pengadaan di Gudang Perlengkapan 1.Pemeriksa riksaan Barang barang Penyedia barang Pejabat Pembuat Komitmen masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Input data Tim input peminjaman data ke dalam SIKAP SIKAP Pengumpul Panitia an dokuPengadaan men dan pengajuan pembayaran ke Subbagian Keuangan Sesuai jenis pengadaan Sesuai jenis pengadaan Barang diberi nomor inventaris terlebih dahulu 8. Penerimaan Panitia dan peme.pengapengadaan nawarkan daan sesuai harga yang peraturan yang berlaku menguntungkan negara Keterangan 5. nya data pengadaan dalam SIKAP Seluruh 1. Kondisi Terkontrol 5 menit Saat waktu dan jumlah nya mutu peminjaman barang barang yg sesuai sesuai disepakati dengan spesifikasi berakhir. sesuai peraturan yang berlaku Kedua pihak Terpenuhi Sesuai Terdapat harus menya perjenis sanksi bila menuhi persyaratan penga.pengadaan syaratan yang pengada. 480 . SIKAP b. Faktur.Pelaksana NO. Terinput2. Aktivitas daan 1 daan 2 Pejabat Pembuat Komitmen 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan yang me.

yarannya dilengkapi ke KPPN kuitansi dan faktur pajak 2. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pembaBarang. Terselesaikannya proses pengadaan barang dan jasa Keterangan 481 .Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PENGADAAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA PANITIA PEMERIKSAAN PANITIA PENGADAAN SURVEY HARGA DAN JENIS BARANG (INTERNET & SURVEY ALOKASI DANA DIPA RENCANA (RKS) & OE/HPS PROSEDUR PENGADAAN PERSETUJUAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SURAT PERINTAH PENGIRIMAN BARANG PENGECEKAN BARANG BA PEMERIKSAAN PENERIMAAN BARANG OLEH PELAKSANA SUBBAG PERLENGKAPAN BA PENERIMAAN BA SERAH TERIMA PEKERJAAN INPUT DATA PENGADAAN KE SIKAP PENGUMPULAN DOKUMEN PENGAJUAN PEMBAYARAN SELESAI 482 .

Pembuatan Daftar Perkiraan Harga. Penghapusan data barang dari SIMAK BMN Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk2 Jenderal nya Panitia hari Depag Penghapus an Pendokumen Terpenuhi1 tasian nya keleng. 520 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penghapusan. 2. PMK 96/PMK.minggu barang yang kapan data hendak barang dihapuskan inventaris untuk pengajuan usul penghapus an TerpenuhiDilengkapi 1 nya keleng. Keterkaitan: 1. 4.minggu data nilai perolehan kapan data Keterangan Pelaksana NO. UU No. 2. 5. Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara. Administrasi Umum 2. 5. PP No. 1. KMA No. UU No. Pengajuan Usul Penghapusan kepada Sekretariat Jenderal Departemen Agama disertai data pendukung yang diperlukan. 2. kamera Pencatatan dan Pendataan: 1.06/2007 tentang Tata Cara Penggunaan. Pembuatan Panitia Pengdaftar hapusan perkiraan 483 . Pelaksana Penghapusan Barang harus mengerti benar mengenai peraturan yang berlaku dan melaksanakan peraturan tersebut. Pengajuan permohonan kepada Departemen Keuangan. 7. 6. Pemanfaatan. SOP SIKAP. PMK 59/PMK. Pembentukan Panitia Penghapusan Barang. 6. 3. jaringan internet. SOP SIMAK BMN.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGHAPUSAN BARANG Dasar hukum: 1. Akan menjadi beban pengelola barang bila tidak dilakukan penghapusan Kualifikasi Pelaksana: 1. Peringatan: 1. Persetujuan/penolakan/kekurangan data dari Departemen Keuanganfoto barang. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Memahami prosedur penghapusan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 8. 4.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 3. Opname Fisik Barang Inventarisasi (OFBI). 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Pemanfaatan dan Tukar Menukar Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. 3. 2. printer. Aktivitas Pembentuk an Panitia Penghapus an Opname Fisik Barang Inventaris 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) Panitia Penghapu san 2 3 2. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pelaksanaan Pelelangan dan penyetoran ke kas negara.

2.5. Bila telah mendapat persetujuan dari Depkeu 484 .Terlaksa1 toran nanya hari penyetoran hasil Keterangan Bila tdk disetujui disertai alasan.nya peng. 6. Harga & thn Pengguna perolehan Barang dan nilai barang saat ini. Foto barang. Dokumen kepemilikan. Keteranga an pengn kondisi & hapusan kepada lokasi Kuasa barang. Aktivitas harga 1 2 3 4. Surat Permohon. 3. KIB. 5. PelaksaPanitia naan PengPelelangan hapusan Penghapusan 8. Penyetoran Panitia hasil lelang Pengke kas hapusan negara Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan barang barang & inventtaris tahun untuk pengpengadaan ajuan usul penghapusan Terpenuhi Sesuai 1. Pengajuan usul penghapusan kepada Setjen Depag Panitia Penghapu san . TerpeBundel nuhinya lampiran pengajuan yang telah diajukan oleh usul permoPanitia honan Penghapenghapusan pusan kepada Kuasa Pengguna Barang Terpenuhi Surat Persetujuan/ nya pengajuan penolakan/ usul kekurangan permodata dari honan Depkeu penghapusan kepada Kuasa Pengguna Barang 1 Berita Acara Terlakhari Pelelangan sananya proses pelelangan untuk penghapusan Bukti Penye. Pengajuan Permohonan penghapusan kepada Departemen Keuangan Sekretariat Jenderal Departemen Agama 6.jenis ajuan usul pengan Pengpermohon adaan hapusan. 4.Pelaksana NO. Persetujuan Departemen / penolakan Keuangan dari Departemen Keuangan 7.

Tersajipenghapusan nya data penghapusan pada Aplikasi. Tercantumnya data penghapusan pada laporan BMN Semesteran & Tahunan 1 hari 485 . Petugas input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan lelang ke kas negara Dokumen penghapusan Waktu Keterangan 1 hari Dokumen 1. Panitia PenghaPengpusan barang dari hapusan daftar inventaris/ SIMAK dan SIKAP Petugas Input data SIMAK. Aktivitas 1 2 3 9. 2.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PENGHAPUSAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA OPNAME FISIK BARANG INVENTARIS 1. Kondisi dan lokasi barang 2. Harga & tahun perolehan 3. KIB 6. Dokumen kepemilikan 5. BIRO KEUANGAN DAN BMN PENGAJUAN PERMOHONAN PENGHAPUSAN KPD DEPKEU DATA LENGKAP PELAKSANAAN PELELANGAN PENGHAPUSAN PENYETORAN HASIL LELANG KE KAS NEGARA PENGHAPUSAN BARANG DARI DAFTAR BMN PENCANTUMAN LAPORAN PENGHAPUSAN PADA LAPORAN BMN SEMESTERAN DAN TAHUNAN (PENGHAPUSAN DARI SIMAK DAN SIKAP) ALASAN LAIN YANG MENYEBABKAN PENGHAPUSAN TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN. SESUAI PERATURAN SELESAI 486 . Harga saat ini 4. Foto PENGAJUAN USUL KEPADA SEKRETARIAT JENDERAL DEPAG UP.

3. UU No. Pencatatan dan Pendataan: 1. Pelaksana NO. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. printer. Inspektur Wilayah (pd Irwil) PengadKeterministrasi sediaan dana pada Barang Inventaris DIPA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat peng. Pengajuan permintaan barang diluar rencana tahun berjalan dapat terpenuhi apabila dana tersedia atau kebutuhan atas barang tersebut benar-benar mendesak. SOP Pengadaan barang. 3. Pengadaan barang. SOP SIKAP. Surat pemohonan pengajuan permintaan dan atau penggantian barang Inventaris. SOP SIMAK. Peringatan: 1. 2.Terpeajuan permo. SOP Pendistribusian barang. 3. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Keterkaitan: 1.. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Pengajuan permintaan barang sesuai dengan rencana pengadaan tahun berjalan dapat segera dipenuhi apabila pengadaan telah dilaksanakan. 2. Persetujuan dari Kabag Umum/PPK. KMA No. Administrasi Umum 2. inventaris b. Pengajuan Pemohon Diketahui (kasubbag) oleh : permohonan a. PP No. 4. 5.nuhinya surat honan perpermintaan mintaan &/ penggantian barang yang barang dibutuhkan inventaris Keterangan 3. 4. Kabag permintaan (pd Se&/ penggankretatian barang riat). 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. 5 Pendistribusian barang 2. 479 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dan Pendistribusian Barang di Lingkungan Depag. Persetujuan Kabag Umum/ Sisa dana yang tersedia cukup utk pengadaan barang rutin yang telah direcanakan Surat pengajuan Terdapatnya kepastian ketersediaan dana Persetujuan 1 hari 1 hari 487 . 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. 2. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Ketersediaan dana. 2. KMA No. UU No. 4.

Pengadaan Barang Panitia Pengadaan 6. Daftar ajuan barang perminyang taan diminta barang kepada Panitia Pengadaan Terlaksananya pengadaan barang yang diminta sesuai dengan prosedur 1. sesuai peraturan yang berlaku Terdapat sanksi bila pengadaan terlambat dari waktu yang ditentukan 3 hari 488 . Input data Terlakbarang ke sananya pendisSIMAK & tribusian SIKAP. Aktivitas PPK 1 2 3 4. 2. 2. Up date DIR Waktu Keterangan 1 hari Sesuai jenis pengadaan 3 macam pengadaan. masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Dokume Tersajin permo. barang 3.5. inventaris 4. Penomoran.nya data penghonan. Berita acara permintaan &/ penggan serah terima tian barang. Pendistribusian barang Pengadmi nistrasi Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan permohonan pengajuan mendapat perminnota taan &/ persetujuan penggansecara tian tertulis oleh barang Kabag inventaris Umum/PPK 1. Pengajuan Pengadaan Barang Pengadministrasi Barang Inventaris .Pelaksana NO.

PEMOHON (KASUBBAG) 2. SELESAI 489 .FLOWCHART SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN/ ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PERMOHONAN PERMINTAAN &/ PENGGANTIAN BARANG INVETARIS: 1. 2. Penomoran Berita Acara Serah Terima Up Date DIR 1. 4. 3. MENGETAHUI (KABAG/IRWIL) PENGECEKAN KETERSEDIAAN DANA DALAM DIPA TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK DISETUJUI PERSETUJUAN KABAG UMUM/PPK DISETUJUI PENGAJUAN PENGADAAN BARANG PENGADAAN BARANG PENDISTRIBUSIAN BARANG: Input data ke SIMAK & SIKAP.

Kartu Persediaan Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: 1. SOP SIMAK. Kualifikasi Pelaksana: 1.menit tian ketersediaan barang Keterangan Pelaksana NO. Pemberian barang kebutuhan sehari-hari dengan item dan jumlah yang telah disetujui. UU No. 7. 2. SOP SIKAP. 4. 4. Terdapat barang-barang tertentu yang peruntukannya hanya bagi pejabat eselon II ke atas. UU No. Form Bon Barang. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2. 3. Up date data pada SIMAK dan SIKAP. SOP Pengadaan Barang. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Pengadministrasi barang persediaan dapat mengurangi jumlah barang yang diminta apabila dinilai tidak wajar untuk kebutuhan sehari. Pengevaluasian kewajaran permintaan bagi kebutuhan kantor sehari-hari. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. KMA No. Terdapat barang-barang tertentu yang perminta-annya dibatasi jumlah dan waktu. 1. 4. Persetujuan dari Kasubbag Perlengkapan. printer. 3. Peringatan: 1. Administrasi Umum 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI Dasar Hukum: 1. 6. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 3. SOP Pendistribusian Barang. Pengecekan ketersediaan barang di Gudang Barang Persediaan Evaluasi kewajaran permintaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Data kebutuhan sehari-hari setiap bagian Terlaksa2 nanya menit evaluasi permintaan dalam batas wajar 490 . Pengecekan ketersediaan barang yang diminta di Gudang Barang Persediaan. 2. 2. 3. Pengisian Kartu Persediaan. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terpenuhi5 Form Bon menit Barang harus nya permintaan di tandabarang tangani oleh Kasubbag atau YMK Subbagian bersangkutan 5 Barang yang Terdapattersedia nya kepas. 5. 3. Pengisian Form Bon Barang yang ditandatangani oleh Kasubbag bersangkutan. PP No. Aktivitas Pengisian Form Bon Barang 1 2 3 Pengambil Pemohon barang (Ka(Pelaksana) subbag) 2.

ditandabarang tangani seharipenerima hari Form Bon TersajiBarang yang nya data telah pengelulengkap aran ditandatanga barang ni pihakkebutuhan pihak terkait sehari-hari Kartu Ter-up Persediaan date-nya data barang kebutuhan sehari-hari Waktu 1 menit Keterangan 5 menit 2 menit 2 menit 491 . dan SIKAP 2. tandapemetangan nuhan pemberi kebubarang.Pelaksana NO. Petuga s input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Persetuju Form Bon an perBarang mintaan ditandabarang tangani seharihari Form Bon TerlaksaBarang: nanya a. Pengisian Pengadmi Kartu nistrasi Persediaan Barang Persediaan 7. 1. Aktivitas 1 2 3 Persetujuan Kasubbag Perlengkapan 5. Petugas Up date Input data data SIMAK SIMAK. 4. Pemberian Barang Pengadmi nistrasi Barang Persediaan 6. tuhan b.

FLOWCHART SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI MULAI PENGISIAN FORM BON BARANG DITANDATANGANI KASUBBAG/YMK BERSANGKUTAN PENGECEKAN KETERSEDIAAN DI GUDANG BARANG PERSEDIAAN TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK WAJAR EVALUASI KEWAJARAN PERMINTAAN WAJAR PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN TIDAK DISETUJUI DISETUJUI PEMBERIAN BARANG PENGISIAN KARTU PERSEDIAAN UP DATE DATA SIMAK & SIKAP SELESAI 492 .

KMA No. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. Up date DIR 6. SOP SIKAP. Pemberia nomor urutnya n label nomor di setiap barang Keterangan Pelaksana NO. Pengadaan barang sesuai kebutuhan. Tanggal nya surat kepastian permintaan barang. Berita Acara Serah Terima Barang. keter2. Peringatan: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Aktivitas 1 2 3 Waktu Sesuai jenis pengadaan Pengadaan Panitia barang Pengadaan Barang 2. SOP SIMAK. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 5. 2. 2. printer.barang sesuai an yang jenis dan ada. UU No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. inventaris sesuai kebutuhan Terdapat1. Rekapitulasi barang inventaris. Pendistribusian barang sebaiknya segera dilakukan untuk menghindari penumpukan barang pada Gudang Perlengkapan. 3. 3. Penomoran Barang Inventaris. 2.sediaan dan tujuan mohon pendistribusian barang Tersaji1. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2. 4.. Penomoran Pengadmi nistrasi Barang Barang Inventaris Inventaris 1 hari 493 . 3. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. PP No. Jabatan pe. Keterkaitan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat permo. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas Pengadministrasi Barang Inventaris 1 hari 3. Kualifikasi Pelaksana: 1. UU No. 2. SOP Pengadaan Barang.Terpenuhinya honan permintaan permintaan barang barang inv. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas apabila jumlah barang tidak sebanding dengan permintaan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN Dasar Hukum: 1. Administrasi Umum 2. 1. 4. Up-date nya data daftar penomor. Pendistribusian barang diajukan sesuai dengan pengajuan permohonan barang.

nuhinya DIR yang 2. 4. pendistriMencanbusian tumkan: 1. 2. Aktivitas Penyerahan barang inventaris 1 Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 2 3 5. Data penomoran data penomoran . Data Terpepenomoran. DIR secara riil dan tertib Tersajinya 1. Tersaji2. dan lokasi 2. Berita barang acara pada serah Aplikasi terima SIMAK dan barang. Up date DIR Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 6. paling lama 6 bulan sekali 1 hari Sesuai jenis pengadaan 494 . Nomor. barang ke Petugas dalam input SIMAK dan data SIKAP SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Berita Acara TersajiSerah Terima nya data dokumen Barang. SIKAP Waktu 1 hari Keterangan 3 hari Di up-date sesuai kebutuhan. Berita acara nya serah laporan terima kondisi barang. Rekapitula si Barang Inventaris Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 7. Lokasi. inventaris 3. 3. Spesifikasi. pendistribusian barang 1. 1. Penomoran.Pelaksana NO. Input data Petugas Input penomoran data dan lokasi SIMAK. Berita acara sesuai serah dengan terima data barang.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN MULAI PENGADAAN BARANG PENENTUAN DISTRIBUSI BARANG DAN SKALA PRIORITAS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PENYERAHAN BARANG INVENTARIS UP DATE DIR REKAPITULASI BARANG INVENTARIS INPUT DATA KE SIMAK DAN SIKAP SELESAI 495 .

13. 16. 10. 11. 17. 4.   SOP Pengusulan Angka Kredit   SOP Pelaksanaan PKAT  SOP Pelaksanaan Reviu Meeting  SOP Rapat Pembekalan Inspektur Wilayah  SOP Pemeliharaan Sarana dan Prasarana  SOP Peminjaman Barang Inventaris Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Sarana dan Prasarana Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Tim Riksus Inspektur Wilayah   SOP Pengetikan dan Penggandaan LHA/STL   SOP Pengusulan Auditee PKAT   SOP Penyusunan PKA TIM   SOP Persiapan Pelaksanaan PKAT  SOP Protokoler Inspektur Wilayah  SOP Rapat Internal Inspektur Wilayah   SOP Usulan Penyusunan Hasil Reviu Laporan Keuangan   SOP Usulan Pelaksanaan Audit Khusus   SOP Tugas Supervisor   SOP Penyusunan Tim Audit  496 . 8. 7. 6. 12. 2.Lampiran 13  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    PADA INSPEKTUR WILAYAH  I ‐ V          1. 15. 14. 3. 9. 18. 5.

Aktivitas Menerima surat pemberitahuan batas waktu pengusulan dan penilaian angka kredit Menyampaikan informasi kepada seluruh auditor Menghitung angka kredit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Ket 2. Mengajukan usulan penilaian angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 3 1. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 4. 3. Surat 5 usulan menit Inspektur Terlaksananya pengesahan penghitung an angka kredit Tersampai kannya surat usul- 497 . Surat Keputusan Menteri Negara PAN No. Mampu mengoperasikan Komputer Peringatan: Bila SOP ini tidak diikuti. 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. Auditor 4. kalkulator. Pengesahan usulan penghitungan angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. Berkas pendukung PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat pem5 Terlaksana beritahuan menit nya penerimaan surat pemberitahuan Disposisi Irwil 10 menit Terinforma sikannya pemberita huan Terhitungnya angka kredit Pelaksana No. Surat pernyataan melaksanakan tugas 5. Surat tugas Inspektur Wilayah 4. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT Dasar Hukum: 1. Berkas pendukung angka kredit 1. Formulir hari PAK 2. Formulir PAK 2. Formulir 1 PAK hari 2. Auditor akan terlambat naik pangkat. Penandatanganan berkas usulan 7. Buku Panduan Penghitungan Angka Kredit. Berkas pendukung angka kredit 1. 1. 3. Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil 3. Mempunyai keahlian dalam bidang audit. Surat tugas Inspektur Jenderal 3. Mampu menghitung angka kredit. KMA No. 220 Tahun 2008 tentang Penghitungan Angka Kredit Keterkaitan: SOP Penilaian Angka Kredit Kualifikasi Pelaksana: 1. Daftar usulan penilaian angka kredit (DUPAK) 6. Auditor kehilangan kesempatan untuk memperoleh nilai angkat kredit. PMA No. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA No. maka: 1. Mesin Foto copy. Kursi.

Aktivitas kepada tim Penilai Angka Kredit 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Wilayah 2.Pelaksana No. Berkas penghitun gan angka kredit Output an pengajuan angka kredit Ket 498 .

FLOWCHART SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT MULAI MENERIMA SURAT PEMBERITAHUAN PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL PEMBERITAHUAN KEPADA SELURUH AUDITOR SURAT PEMBERITAHUAN PENERIMAAN PENGAJUAN ANGKA KREDIT AUDITOR USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 499 .

3. 4. PKAT tidak terealisasi. 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. Pelaksana No. 2. LAKIP auditi 3. Keterkaitan: 1. 5. 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Analisis laporan hasil audit. Dosir hari auditi 2.SPPD .Surat tugas jam . SOP perjalanan dinas. Mengumpulkan data sesuai bidang audit Menilai dan mencatat datadata yang diindikasikan dalam KKA Tim Audit Auditi 3. Memiliki kemampuan audit. alat bantu audit. Program Kerja Audit. 2. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 . Tim audit 4. 2. Aktivitas Melaksanakan Entry Briefing 1 Supervisor 2 Tim audit 3 Auditi Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Dosir. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Dosir yang terindikasi kan 1. Mengidentifikasi masalah temuan hasil audit Tim audit Tercatatnya datadata yang diindikasikan dalam KKA 500 . 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP pembuatan surat tugas PKAT . Inpres No.PKA . Mampu mengoperasikan komputer. Memahami bidang dan tugas fungsi. Peraturan perundang-undangan. 3. 3. ATK. PMA No. LAKIP auditi 7 1. 3. SPPD. kamera. 4. Lembar Temuan Audit. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1.Naskah entry 1 1. tape recorder. SOP verifikasi perjalanan dinas. PMA No. instrumen audit. Jangkauan audit tidak tercapai. Dosir hari auditi 2. flashdisk. Lap top.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 TU Irwil SOP PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. Dosir yang 1 terindikasi hari kan masingmasing bidang 2. 2. Kodefikasi temuan Output Terlaksananya entry briefing Terkumpul nya data auditi Terlaksananya penilaian kelayakan data Ket. Pencatatan dan Pendataan: 1. KMA No. KMA No. printer.

Lampiran dosir yang terindikasi kan 1. KKA. Ketua tim Supervisor 7. LTA. 5 jam 3 jam 2 jam Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Terlaksananya penyerahan LTA Terlaksananya penerimaan tanggapan auditi Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA 501 . tanggapan. KKA LTA masingmasing bidang 2 jam Output Terganda kannya PKA Ket. laptop. Lampiran jam penunjang KKA 1. laptop. Mempersiapkan penyusunan LHA Tim audit Supervisor Supervisor Supervisor Auditi Tim Audit Tim audit KKA. Terlaksa nanya reviu KKA Tersusun nya LTA 8. LCD. Memberikan LTA pada auditi Ketua tim Anggota tim Auditi 15 menit 11. Merevieu LTA Ketua tim Supervisor 9. Aktivitas Mengkomunikasi kan data yang terindikasikan kepada pihak pelaksana auditi Merevieu KKA 1 Tim audit 2 Auditi 3 6. LTA. KKA 2 2. 5. ATK.Pelaksana No. Menyusun bahan expose 13 Melaksanakan expose 14. dan lembaran penunjang KKA LTA 2 jam 10. Menerima tanggapan LTA dari auditi Auditi Tim audit Tanggapan LTA 15 menit 12. KKA hari 2. laptop Naskah expose. Menyusun LTA Anggota tim Ketua tim Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. LTA 3 masingjam masing bidang 2. printer. LTA masingmasing bidang. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR USULAN RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN USULAN RKAT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 502 .

72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 6. Tidak akan ada kesamaan rekomendasi pada temuan yang sama. Pelaksana NO 1. ATK. 3. Mesin Foto copy. 2. Surat undangan 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Keterkaitan: SOP Penyajian Data Peringatan: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA No. 4. Keppres No. Penandatanganan Kasubbag TU Irwil surat undangan Revieu meeting Inspektur Wilayah 503 . PMA No. Komputer. Memahami peraturan perundang-undangan yang terkait Peralatan/Perlengkapan: Meja. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Bahan revieu meeting 2. KMA No. Perpres No. Pembubuhan paraf surat undangan revieu meeting Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubag TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksaundangan menit nanya pembuatan surat undangan revieu meeting Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat undangan revieu meeting Surat undangan 10 menit Tertandata nganinya surat undangan revieu meeting Ket 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING Dasar Hukum: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mampu mengoperasikan komputer 3. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pencatatan dan Pendataan: 1. 7. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Tidak akan ada kesamaan kriteria yang digunakan atas temuan yang sama. Tugas. Inpres No. Memiliki kemampuan audit 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA No. 2. Kursi. Aktivitas Pembuatan surat undangan revieu meeting 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.

Penyampaian undangan revieu meeting Pengadmi. Pengadministrasi TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat undangan revieu meeting Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat undangan revieu meeting 1 jam TerwujudKonsep nya bahan LHA/STL revieu meeting Absen 15 Terwujudkehadiran menit nya absen revieu kehadiran meeting peserta revieu meeting Ket 504 .Pelaksana NO 4. Pencatatan surat keluar Pengadministrasi TU Irwil 6.Auditor nistrasi TU Irwil 8. Penggandaan surat undangan Pengadmi nistrasi TU Irwil 7. Aktivitas Penomoran surat keluar 1 Pengadministrasi TU Irwil 2 3 5. Penyiapan bahan revieu meeting Pembuatan absen kehadiran revieu meeting Ketua Tim Audit 9.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN BAHAN REVIEU MEETING PENGUMPULAN BAHAN PELAKSANAAN SELESAI 505 .

PMA No. Keppres No. PMA No. ATK. Penomoran surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil Pencatatan surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil 506 . Komputer. 5. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 4. 6. 3. Tugas. Surat undangan 2. Pelaksana NO 1. Memiliki kemampuan audit 2. SOP Pemakaian Ruang dan Peralatan 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Perpres No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres No. Inspektur Wilayah 4. Keterkaitan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. Pembuatan surat Pengadministrasi undangan Subbag TU pembekalan Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Kasubbag surat pembekalan TU Irwil Pembubuhan paraf surat pembekalan Kasubag TU Irwil 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 3. 7. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. KMA No. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksana undangan menit nya pembuatan surat pembekalan Surat 10 Terbubuhiundangan menit nya paraf surat pembekalan Surat 10 Tertandata undangan menit nganinya surat pembekalan Surat 10 Ternomoriundangan menit nya surat pembekalan Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat pembekalan KET. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mesin Foto copy. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. SOP Permintaan Konsumsi Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. Kursi. Fungsi. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA No. Bahan Pembekalan.

Pembuatan absen Pengadministrasi kehadiran pemSubbag TU bekalan Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat pembekalan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat pembekalan Berbagai per. 8.Pelaksana NO 6. 507 .3 jam Terwujudnya bahan masalahan pembekalan 15 TerwujudAbsen menit nya absen kehadiran kehadiran pembekalan peserta pembekalan KET. Aktivitas Penggandaan surat undangan pembekalan 1 2 3 7. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penyampaian Pengadmi.Auditor pembekalan nistrasi Subbag TU Irwil Penyiapan bahan Ketua Tim pembekalan Audit 9.

FLOWCHART SOP PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENGUMPULAN BAHAN PEMBEKALAN BAHAN PEMBEKALAN PELAKSANAAN SELESAI 508 .

Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 509 . Perpres No. 2. 6. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA Dasar Hukum: 1. Keppres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris Peringatan: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Inpres No. Tugas. 7. ATK. 3. KMA No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Pencatatan dalam buku agenda TU Irwil Koreksi dan paraf 3.U. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. KMA No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Fungsi. Koreksi dan revisi oleh Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan DiterimaKonsep jenis nya dan model konsep barang barang dan jenis barang Konsep & Tercatattata pemelinya haraan konsep l barang Terkorek sinya format konsep pemeliharaan barang Ketera ngan 2. Irwil 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Pencatatan dalam buku Agenda. 4. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Meja. 5. PMA No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Komputer. Agar menjaga dan merawat barang inventaris dengan baik dan benar Pelaksana No. Koreksi dan Analisis 4. Irwil. Aktivitas Pendataan barang inventaris 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 1. Menginventarisir barang yang ada di Subbag T. Kerusakan barang inventaris menjadi tanggung jawab T. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mesin Foto copy. PMA No.U. Mesin Ketik Manual. 3.

4.Pelaksana No. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep jenis barang yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkorek sinya konsep jenis barang Ketera ngan 510 .

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN BARANG PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI SARANA NET KONSEP BARANG PRASARANA PENANDATANGANAN PENOMORAN SELESAI 511 .

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag T. Bertanggung jawab terhadap barang pinjaman Kualifikasi Pelaksana: 1. Perpres No. PMA No. 5. Koreksi dan tanda tangan Net Surat Pengajuan pinjaman Barang 512 . KMA No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS IRWIL Dasar Hukum: 1. Irwil Konsep barang pinjaman yang dibutuhkan Tercatatnya kebutuhan peminjaman barang Terkoreksinya format konsep Pelaksana No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 2. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Peringatan: 1. Pencatatan dalam buku 3. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Irwil Dikirim Ke Subag terkait. 2.U. KMA No. 1. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana Irwil Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA No. Keppres No. Mampu mengoperasikan komputer 2. 6. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.U. 4.U. Tugas. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 KET 2. 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 6. 4. 3. Menjaga keutuhan barang pinjaman. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres No. Fungsi. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 5. 2.

Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan pinjaman barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkoreksinya konsep pengajuan pinjaman barang KET 513 .Pelaksana No.. 4.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN PEMINJAMAN PENGIRIMAN SELESAI 514 .

PMA No. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. KMA No. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. Fungsi. Keppres No. Memiliki kemampuan administrasi. KMA No.U. 2. 2. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 7. PMA No. 6. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. kursi. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 515 .. Mutu Baku Keter Persyaratan/ angan Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag TU Irwil Konsep barang yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Barang Konsep Tercatatnya kebutuhan barang Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi Pelaksana No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.U. 5. Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. Kualifikasi Pelaksana: 1. Koreksi dan tanda tangan Koreksi dan 4. 3. Mampu mengoperasikan komputer. ATK. sarana transportasi. Inpres No. Pencatatan dalam buku Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Inspektur 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 5. Barang yang diajukan memang benar-benar dibutuhkan. kalkulator. Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA IRWIL Dasar Hukum: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. 4. Irwil Dikirim Ke Subag terkait. Keterkaitan: SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1. 3. 1. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2. 2. brankas. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pengahuan Barang berdasarkan prinsip chek and balance. komputer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. Tugas. telepon. Perpres No.

Aktivitas Revisi 1 Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan pengajuan barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output nya konsep pengajuan barang Keter angan 516 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN NET KONSEP PENGIRIMAN SELESAI 517 .

Perpres No. KMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Disetujui oleh Inspektur Jenderal Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Sesuai dengan ajuan dari Inspektur Jenderal Konsep surat riksus yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Tim Ketera ngan Pelaksana No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Mampu mengoperasikan komputer yang Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana kebutuhan Riksus Pencatatan dan Pendataan: 1. Memahami peraturan perundangan berlaku 3. Irwil Tercatatnya kegiatan riksus Terkoreksinya format konsep 2. Menerima usulan dari Inspektur Jenderal Konsultasi dengan Inspekur Wilayah Menelaah kasus yang akan di riksus Menganalisis kasus dimaksud oleh Kasubag T. SOP Penanganan Dumas TP 5000 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS IRWIL Dasar Hukum: 1. SOP Penanganan Dumas Non TP 5000.U.U. Kasus yang diajukan harus memenuhi berbagai unsur. 1. 6. 5. PMA No. Menerima Surat Tugas 7. Keppres No. Keterkaitan: 1. Inpres No. 2. Tugas. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. Pencatatan dalam buku 3. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Mengajukan Tim ke bagian 1 6. 4. Peringatan: 1. Koreksi dan paraf 518 . 7. Fungsi. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Aktivitas Penerimaan usulan kasus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya surat pengajuan kasubag T. 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Irwil 5. 4. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. KMA No. Pengajuan Tim harus melihat permasalahan kasus. SOP Penyajian Data 2. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. 2. Memiliki kemampuan audit 2.

Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan Tim dan di paraf oleh Kasubag T. 4.Pelaksana No.U. Irwil Output Terkoreksinya konsep surat Ketera ngan 519 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS MULAI PENERIMAAN USULAN KASUS PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL NET KONSEP SURAT TIM IRJEN PENANDATANGANAN SURAT TUGAS TIM SPPD PELAKSANAAN SELESAI 520 .

8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL Dasar Hukum: 1. 2. Peringatan: 1. Fungsi. 6. Keppres No. Penggandaan LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep LHA/ STL. Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 1. Tugas. ATK. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Aktivitas Penerimaan konsep dan berkas LHA/STL 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya konsep LHA/ STL dari ketua tim Tercatatnya konsep LHA yang diterima Subbag TU Irwil 2. Mesin Foto copy. Penomoran LHA/STL 8. SOP Pengiriman surat khusus dan surat biasa. Kursi. Kartu kendali. Surat Pernyataan Konsep LHA/ STL & berkasberkasnya. PMA No. map LHA. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. SOP Entry data LHA. 2. 3. Konsep LHA/STL dan berkas-berkas pendukungnya dari ketua tim. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Koreksi dan revisi 5. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. LTA. 7. Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pencatatan dan Pendataan: 1. Inpres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 2. PMA No. KMA No. Penandatanganan LHA/STL 7. Mesin Ketik Manual. LHA/STL tidak akan terdata secara formal (penomoran dan pengarsipan) serta terkirim kepada sasaran LHA termasuk tembusannya. Pencatatan dalam buku kendali LHA/STL. 2. KMA No. Pencatatan dalam buku kendali LHA 521 . Koreksi dan Paraf 4. Komputer. Pengetikan revisi LHA/STL 6. 5. Keterkaitan: 1. BAP. Buku kendali KET Pelaksana No. LHA/STL tidak akan masuk ke data SIMHP dan TLHP tidak akan terpantau. 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.

1. BAP. Aktivitas Koreksi dan paraf 1 Kasubbag TU Irwil 2 Ketua Tim 3 4. 1. tembus an. Terparaf nya konsep STL Konsep LHA Terkorek yang telah sinya dikoreksi konsep formatnya dan LHA diparaf oleh Kasubbag TU Irwil dan Ketua Tim.Sesuai dengan kannya LHA/STL jumlah tujuan LHA. Terkore BAP. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 6. Terkore LTA. dan arsip 522 . LTA. Inspektur Jenderal 7. Surat ksinya Pernyataan format konsep STL 2. Surat pernyataan Revisi konsep TerketikLHA/STL nya hasil revisi LHA/STL LHA Net Tertanda tanganinya LHA STL Net Tertanda tanganinya STL LHA/STL Net bertandatangan LHA/STL Net KET Terganda. Terparaf nya konsep LHA Konsep STL. Penggandaan LHA/STL Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep LHA. Inspektur Wilayah Sekretari s Itjen 5. BAP ksinya format konsep LHA 2. Terkorek Konsep STL sinya yang telah dikonsep koreksi formatSTL nya dan diparaf oleh Inspektur Wilayah dan Sekretaris Itjen. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Inspektur LHA/STL Wilayah Inspektur Jenderal Pengetikan Revisi LHA/STL 9. BAP. Penomoran LHA/STL 10 .Pelaksana No. 3. 8.

Aktivitas Pengiriman LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Perlengkapan Pengadmi.LHA nistrasi nistrasi nistrasi Subbag Subbag Subbag Data dan TU Itjen TU Irwil Informasi Pelaksana Output KET 523 . 11 .No.Pengadmi.Pengadmi.

FLOWCHART SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL MULAI PENYERAHAN KONSEP LHA/STL PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI LHA PENGETIKAN HASIL REVISI STL PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGGANDAAN PENGIRIMAN SELESAI 524 .

9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PMA No. 6. Ditanda tangani oleh Inspektur Wilayah 6. Irwil 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Membuat peta wilayah audit 2. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 525 . KMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN AUDITEE PKAT Dasar Hukum: 1. Perpres No. Mengajukan ke Inspektur Wilayah 4. Inpres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 1. Tugas. KMA No. Menganalisis auditee 3. Memahami peraturan perundang-undangan Peralatan/Perlengkapan: Komputer Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Koreksi oleh Kasubag T. Auditee harus benar valid dan akurat 2. 4. Menganalisis auditee yang akan diaudit 3. Mengajukan ke Kasubbag inspektur Wilayah TU Irwil 4. Keterkaitan: SOP Penyusulan Usulan RKAT Peringatan: 1. Memiliki kemampuan audit 3. 7. 3. Mampu mengoperasikan komputer 2. Fungsi.U. Aktivitas Membuat peta wilayah audit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dikirim Ke Subbag terkait Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Auditee Sesuai tidak ber dengan ulangkebutuhan ulang Konsep audit yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan auditee Konsep pengajuan auditee ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Tercatatnya kebutuhan audit Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi nya konsep pengajuan auditee KET Pelaksana No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keppres No. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tidak berulang-ulang auditee yang pernah di audit Kualifikasi Pelaksana: 1.

Aktivitas Penandatanganan Irwil Pengiriman Kasubbag 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net konsep Net auditee auditee KET 526 . 5. 6.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN AUDITEE MULAI MEMBUAT PETA WILAYAH AUDITEE MENGANALISIS AUDITEE ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL PENGETIKAN HASIL REVISI KASUBBAG PENANDATANGANAN PENGIRIMAN SELESAI 527 .

Menyampaikan rekap surat tugas audit kepada Inspektur Wilayah PengadmiMenyampaikan surat tugas audit nistrasi Subbag kepada auditor TU Irwil Mengadakan Ketua Tim rapat tim audit Inspektur Wilayah Rekap Surat Tugas audit 10 menit Auditor Surat Tugas 10 menit Anggota Tim Surat Tugas. Inpres No. Tugas. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PKA TIM Dasar Hukum: 1. Mesin Foto copy. ATK. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Perpres No. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKAT Peringatan: 1. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 5. Keppres No. KMA No. Surat Tugas 2. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 5. Komputer. Aktivitas Menerima Surat Tugas audit 1 Pengadministrasi Subbag Perencana an Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadm inistrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. KMA No. Memiliki kemampuan audit Peralatan/Perlengkapan: Meja. Hasil audit tidak maksimal Pelaksana NO 1. 2. 4. Mencatat dalam buku kendali surat masuk Surat Tugas 10 menit Tercatatnya surat tugas Tersampai kannya rekap surat tugas audit Diterimanya Surat Tugas audit Terseleng garanya rapat tim audit dengan baik 3. 4. Rekap Temuan Tahun lalu 1 jam 528 . 6. Buku Direktori Auditan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterimamenit nya surat tugas audit KET 2. Fungsi. PMA No. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PKA tidak tersusun sesuai prosedur. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Mampu mengoperasikan komputer 2. Kursi.

Menyampaikan PKA kepada Inspektur Wilayah Menyampaikan PKA kepada Sekretaris Itjen Ketua Tim Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tipologi 3 Tersusunsatker jam nya PKA dengan baik PKA Tim 30 Tersampai menit kannya PKA Tim PKA Tim 10 menit Tersampai kannya PKA Tim KET Pengadmi.Pelaksana NO 6. Aktivitas Menyusun PKA 1 Sekretaris tim 2 Ketua Tim 3 7.Staf nistrasi Sekretaris Subbag TU Irwil 529 . 8.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PKA TIM fc MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENCATAT DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK MENYAMPAIKAN REKAP SURAT TUGAS AUDIT KEPADA INSPEKTUR WILAYAH MENGADAKAN RAPAT TIM AUDIT Bahan Rapat MENYUSUN PKA Notulen Hasil Rapat MENYAMPAIKAN PKA KEPADA INSPEKTUR WILAYAH SELESAI 530 .

PKAT tidak terealisasi dengan baik. Peraturan perundang-undangan 2. surat 3 Terlaksana tugas. Penggandaan PKA Rapat tim audit 6. 3. ATK. Dosir. Lap top. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Pengadministrasi TU Irwil Anggota tim Ketua Tim 2 Kasubbag TU Irwil 3 Auditor Kualifikasi Pelaksana: 1. Pelaksana No. KET 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 15 Terlaksana menit nya penerimaan surat tugas 2 Tersusun1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. flashdisk. 1. SPPD. SOP pembuatan surat tugas PKAT 2. 4. SOP perjalanan dinas. KMA No. 2. Lembar Temuan Audit. Reviu PKA Anggota Tim Reviu PKA Ketua Tim 4. Memiliki kemampuan audit 3. alat bantu audit. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Dumas PKA anggota 1 Terwujudtim hari nya PKA anggota tim PKA ketua 1 Terwujudtim jam nya PKA tim PKA tim 5 Terwujudmenit nya PKA yang telah disahkan PKA 3 Tergandajam kannya PKA PKA. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. Inpres No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP pencairan dana Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PMA No. Dumas. LHA sebehari nya PKA lumnya 2. 3. Jangkauan audit tidak tercapai. Memiliki sertifikasi JFA 4. printer. 5. jam nya rapat LHA sebelumtim nya. Pengadministrasi TU Irwil Supervisor Ketua tim Anggota tim Kasubbag TU 531 . Keterkaitan: 1. 4. instrumen audit. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. SPPD. Mampu mengoperasikan komputer 2. Pengesahan PKA Supervisor Kasubbag TU Irwil Supervisor 5. KMA No. kamera. tape recorder. Program Kerja Audit 3. PMA No. Menyusun PKA Ketua tim 3. 2. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas.

SPPD. lumpsum. Output Terlaksana nya persiapan pemberangkatan PKAT KET 532 . tiket. surat tugas.Pelaksana No. Aktivitas Persiapan pemberangkatan PKAT 1 Ketua tim 2 Anggota tim 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan PKA. 7.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 533 .

Perpres No. Menyampaikan surat tugas kepada Inspektur Wilayah 4. Keterkaitan: SOP SPPD Peringatan: Kegiatan Inspektur Wilayah tidak terencana/ terprogram. 4. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. Tugas. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Mesin Foto copy. Menghubungi pihak-pihak terkait Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterima menit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tercatatmenit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tersampai menit kannya surat tugas Inspektur Wilayah SPPD 10 Diterima menit nya SPPD Inspektur Wilayah 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. KMA No. 5. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. Aktivitas Menerima Surat Tugas Supervisi Inspektur Wilayah Mencatat dalam buku kendali surat masuk 1 Pengadimi nistrasi Subbag Perencana an Pengadmi nistrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas protokol Peralatan/Perlengkapan: Meja. Menerima SPPD Inspektur Wilayah Pengadmi nistrasi Subbag Rumah Tangga Pengadministrasi Subbag TU Irwil 534 . Komputer. Pencatatan dan Pendataan: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Membuat schedule kegiatan Inspektur Wilayah 2. Keppres No. 3. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 7. Fungsi. Inpres No. Pelaksana NO 1. ATK. PMA No. Kursi.

Pelaksana NO 5. Kasubbag TU Irwil Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Jadwal kebe10 Terjadwal rangkatan menit nya keberangkatan Inspektur Wilayah Tiket 30 Diperoleh pesawat/ menit nya tiket kereta/bus keberangk atan dan kepulangan 535 . Aktivitas Menentukan waktu keberangkatan Inspektur Wilayah Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan Inspektur Wilayah 1 Kasubbag TU Irwil 2 3 6.

FLOWCHART SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENERIMA SPPD PENJADWALAN KEBERANGKATAN MENCARIKAN TIKET BAHAN RAPAT MENYAMPAIKAN TIKET NOTULEN HASIL RAPAT BERANGKAT SELESAI 536 .

Mesin Foto copy. 7. Kursi. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. ATK. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keppres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Mampu menganalisis permasalahan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Mampu mengoperasikan rapat 2. 6. Penomoran surat keluar Pencatatan surat keluar Penggandaan surat undangan rapat 5. KMA No. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. Tugas. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. 4. Surat undangan 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Pembubuhan paraf surat rapat 3. 5. Bahan Rapat. 6. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Inpres No. Kualifikasi Pelaksana: 1. Pembuatan surat undangan rapat 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Kasubag TU Irwil 2 3 KET 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. Fungsi. KMA No. Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil 537 . Perpres No. PMA No. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksan undangan menit anya pembuatan surat rapat Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat rapat Surat 10 Tertandaundangan menit tanganinya surat rapat Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat rapat Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat rapat Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat rapat Pelaksana Aktivitas 1. Penandatanganan surat rapat Inspektur Wilayah 4. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.

Penyiapan bahan rapat Pembuatan absen kehadiran rapat 9.Pelaksana Aktivitas 7. Penyampaian rapat 1 Pengadministrasi TU Irwil Ketua Tim Audit Pengadministrasi TU Irwil 2 Auditor 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat rapat Berbagai permasalahan Absen kehadiran rapat 3 jam 15 menit Terwujudnya bahan rapat Terwujudnya absen kehadiran peserta rapat KET 8. 538 .

FLOWCHART SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN Surat Undangan PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN Bahan Rapat PENGUMPULAN BAHAN RAPAT PELAKSANAAN SELESAI 539 .

8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. 3. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mesin Foto copy. kegiatan tidak teradministrasi Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: Konsep hasil revieu LK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil revieu LK 60 Terkorekmenit sinya konsep hasil revieu LK 30 Terselesaimenit kannya koreksi konsep hasil revieu 10 Ditandamenit tanganinya revieu LK Aktivitas Penerimaan konsep hasil revieu LK 1 Auditor 2 Pengadmistrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. Pencatatan dalam Pengadbuku kendali surat ministrasi masuk Subbag TU Irwil Koreksi konsep Kasubbag hasil revieu LK TU Irwil Inspektur Wilayah 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. 7. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. KMA No. Keterkaitan: 1. 6. 3. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Komputer. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 1. 4. Keppres No. Kursi. ATK. Inpres No. 5. Mampu mengoperasikan komputer 2. SOP Entry Data LHA 2. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Memiliki pengetahuan tentang Reviu Laporan Keuangan Peralatan/Perlengkapan: Meja. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Hasil revieu LK 540 . Tugas. Kualifikasi Pelaksana: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Perpres No. Perbaikan konsep Kasubbag Pengadhasil revieu LK TU Irwil mistrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan surat usulan audit khusus Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah Konsep hasil revieu LK 5. Fungsi. SOP Pengadministrasian LHA Peringatan: Laporan hasil dengan baik No. PMA No. KMA No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No.

Pengadmistrasi Subbag TU Irwil Pengiriman surat Pengadmistrasi usulan audit Subbag TU khusus Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Hasil revieu 10 TernomoriLK menit nya hasil revieu LK 10 Terkirimmenit nya hasil revieu LK KET Pengadministrasi Subbag Pelaporan Pengadmi. 6.Pelaksana No.Hasil revieu nistrasi LK Subbag TU Itjen 541 . Aktivitas Penomoran hasil revieu LK 1 2 3 7.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN MULAI PENERIMAAN KONSEP HASIL REVIEU LK PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIKOREKSI IRWIL Konsep Hasil Revieu LK DIPERBAIKI SUBBAG TU IRWIL Konsep Hasil Revieu LK PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 542 .

Kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. KMA No. Surat hasil telaah pengaduan masyarakat 3. Tugas. PMA No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Aktivitas Penerimaan surat pengaduan masyarakat Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Membaca dan mengetahui isi Dumas 1 Pengadministrasi Subbag TU Itjen Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Memahami peraturan perundangan yang berlaku Peralatan/Perlengkapan: Meja. Terjadi tumpang tindih program non PKAT 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. PMA No. ATK. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Inspektur Pemberian Wilayah disposisi oleh Inspektur Wilayah Pembuatan telaah atas Dumas Kasubbag TU Irwil Koordinator Kelompok Auditor Disposisi Inspektur Wilayah Konsep telaah Dumas 10 menit 5. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 30 menit 543 . 7. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT Peringatan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 1. Inspektur Wilayah Surat Dumas 30 menit 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tidak tertib administrasi program non-PKAT Pelaksana No. 6. 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Komputer. Keppres No. Surat nota dinas usulan audit khusus Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Dumas 10 Diterimamenit nya Dumas Surat Dumas 10 menit Tercatatnya Dumas Terbaca dan terpahaminya surat Dumas Terbitnya disposisi Inspektur Wilayah Terselesai kannya telaah Dumas KET 2. Surat pengaduan masyarakat 2. Inpres No. 3. Mesin Foto copy. Pencatatan dan Pendataan: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 5. 4. 3. Perpres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.

Penandatanganan surat usulan audit khusus Inspektur Wilayah 8. Penomoran surat usulan audit khusus Pengiriman surat usulan audit khusus 9. 6. Aktivitas Penyusunan surat usulan audit khusus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Kasubbag TU 3 7.Pelaksana No. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag Perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat usulan 15 Terselesai audit khusus menit kannya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Tertandaaudit khusus menit tanganinya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Ternomoaudit Khusus menit rinya surat audit khusus 10 TerkirimSurat usulan menit nya surat audit Khusus usulan Telaah audit Dumas khusus KET 544 .

FLOWCHART SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS MULAI PENERIMAAN DUMAS PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL Telaah Dumas PENYUSUNAN TELAAH DUMAS OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Audit Khusus PENGETIKAN USULAN AUDIT KHUSUS PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 545 .

Mutu hasil audit kurang maksimal. Inpres No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. rapat perLHA sebelumsiapan tim nya. PMA No. flashdisk. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.SPPD entry . SOP perjalanan dinas. Pencatatan dan Pendataan: 1. instrumen audit.Surat tugas jam nanya . Mereviu PKA tim audit Supervisor 3. ATK. Pembinaan terhadap tim audit tidak berjalan. SPPD. 3. Peraturan perundang-undangan 2. Rapat persiapan tim audit Supervisor Ketua tim Anggota tim 4. Laporan Hasil Audit. Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 5 Terlaksamenit nanya penerima an surat tugas PKA tim audit 1 Terlaksajam nanya reviu PKA tim audit 3 TerlaksaPKA. 4. 5. Tugas Supervisor tidak optimal.PKA briefing .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP TUGAS SUPERVISOR Dasar Hukum: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 4. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Memiliki kemampuan managerial 2. Program Kerja Audit 3. audit 2 Terlaksa. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. surat jam nanya tugas. Keterkaitan: 1. 3. SOP verifikasi perjalanan dinas. SOP Penyusunan Laporan Hasil Audit. Lap top. 3. 2. SOP Pelaksanaan PKAT. SOP Analisis laporan hasil audit. 5. SOP Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL). SOP persiapan pelaksanaan PKAT. Lembar Temuan Audit. 8. 2. Pelaksana No. 2. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. SOP pembuatan surat tugas PKAT. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Kasubbag TU Irwil 2 Supervisor 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.Naskah entry 2. Memiliki pengetahuan tentang audit Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. 5. KMA No. KMA No. Dumas. 1. PMA No. Melaksanakan Entry Briefing Supervisor Tim audit Auditi 546 . 5. 4. Pembinaan wilayah kurang maksimal. SPPD. Kertas Kerja Audit. 7.

BAP. ATK. 10 . 2 jam 8. BAP. printer. rekap hasil DP STL. laptop Naskah expose. LCD. Mempersiapkan Supervisor penyusunan LHA 11 . lampiran penunjang KKA. LTA masingmasing bidang. lampiran penunjang KKA. Catatan tugas tim dari Supervisor. 5. Merevieu LTA Supervisor Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. Melaksanakan reviu meeting Supervisor Tim audit 1 hari 12 . LTA masingmasing bidang. Menyusun bahan Supervisor expose Melaksanakan expose Supervisor 5 jam 3 jam 2 jam 9. ATK. dan lembaran penunjang KKA KKA.Pelaksana No. printer. lampiran penunjang LTA dan BAP. LTA. Temuan hasil audit. Aktivitas Merevieu KKA 1 2 3 Supervisor Ketua tim 6. LHA. laptop. Mengikuti sidang DP STL 14 . Supervisor Ketua tim dan auditor terkait Menyusun laporan Supervisor pelaksanaan tugas supervisor Dewan Pertimbangan STL 1 hari 2 jam Terlaksananya sidang DP STL Terwujudnya laporan tugas supervisor 547 . Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA. KKA jam 2. KKA. LTA. tanggapan. KKA. Lampiran penunjang KKA LTA masing2 masing bidang jam Output Terlaksananya reviu KKA Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA Terlaksananya reviu meeting Terwujudnya LHA final Ketera ngan 7. laptop. LTA. Finalisasi LHA/STL Supervisor Ketua dan Kasubbag Sekretaris TU Irwil tim 3 hari 13 . LTA. laptop.

FLOWCHART SOP TUGAS SUPERVISOR MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT S A S A A PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 548 .

3. 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. Memahami tugas dan fungsi. SOP Perjalanan Dinas. menit nya PKAT direktori. 3. Keterkaitan: 1. 3. ketua. PMA No. Nama supervisor. Atlas. KMA No. 2. Direktori Pengawasan/data auditi. Surat per5 Tersampai mintaan menit kannya usulan surat per2. Data temuan tahun lalu yang belum ditindaklanjuti. Peringatan: Apabila SOP tidak diikuti maka: 1. ATK usulan Buku eks05 Tersampai pedisi menit kannya nota usulan PKAT Pelaksana No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN PKAT Dasar Hukum: 1. Membuat nota usulan PKAT Menyampaikan nota usulan PKAT Kasubbag Irwil TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6. Memilki kemampuan audit. PMA No. Aktivitas Menerima surat permintaan usulan PKAT dari Sekretariat 1 Pengadministrasi pada Subbag TU Irwil 2 3 Ket. sekretaris dan anggota tim. 1 hari Tersusunn direktori. Pencatatan dan Pendataan: 1. Dumas 30 Terwujud Komputer. Kualifikasi Pelaksana: 1. Mampu mengoperasikan komputer. Anggaran pengawasan tidak akan terserap. Menyampaikan surat permintaan usulan ke Irwil Kasubbag Inspektur TU Irwil Wilayah 3. peta wilayah. Nama auditi. 2. 2. Laptop/komputer. 2. Melaksanakan disposisi Irwil Kasubbag Kapok TU Irwil dan Auditor Kasubbag Kapok TU Irwil Irwil 4. 549 . PKAT tidak dapat dilaksanakan. PKAT. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat per5 Terlaksana mintaan menit nya peneusulan rimaan surat permintaan usulan PKAT 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Lembar mintaan disposisi usulan Data auditor. 2. menit nya Nota printer. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyusunan PKAT. ya konsep RKAT. 3. Pembahasan konsep PKAT 5. 30 Tersusun Data auditor. peta PKAT wilayah. ATK. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN PKAT MULAI MENERIMA SURAT PERMINTAAN USULAN PKAT DARI SEKRETARIAT MENERUSKAN SURAT PERMINTAAN USULAN KE IRWIL MENINDAKLANJUTI DISPOSISI IRWIL PENGAJUAN KONSEP USULAN KEPADA IRWIL MEMBUAT NOTA DAN DAFTAR USULAN KEPADA IRJEN PARAF/PENANDATANGAN SURAT USULAN PEMBERIAN NOMOR NOTA USULAN PENGIRIMAN NOTA USULAN NOTA USULAN DIARSIPKAN SELESAI 550 .

Keterkaitan: 1. Tugas. Inpres No. KMA No. Terkore Konsep menit ksinya usulan tim konsep Audit usulan Tim Audit Pelaksana No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Penyusunan PKAT 2. Konsep susunan tim audit 2. 3. Program audit tidak sesuai rencana 2. PMA No. Mesin Foto copy. 1. Perpres No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT Dasar Hukum: 1. Penomoran surat usulan Tim Audit 7. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mampu mengoperasikan komputer 2. 7. SOP Perjalanan Dinas Peringatan: 1. Keppres No. Buku kendali penugasan auditor 3. Koreksi dan revisi 4. Penandatanganan usulan Tim Audit 6. Pengetikan revisi susunan Tim Audit 5. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 5. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3. 4. Fungsi. Program audit tumpang tindih dengan audit eksternal Kualifikasi Pelaksana: 1. Pengiriman surat usulan Tim Audit Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep usulan 10 Diterimausulan Tim menit nya konAudit sep usulan Tim Audit Irwil TercatatKonsep usulan 10 menit nya Tim Audit konsep Inspektur usulan tim willayah Audit 20 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Pencatatan dan Pendataan: 1. Memilki kemampuan audit 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Aktivitas Penerimaan konsep usulan Tim Audit bulan yang akan datang Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Koreksi Inspektur Wilayah 1 Pengadministrasi Subbag Perencan aan Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. Inspektur Wilayah 551 . 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memahami tugas dan fungsi Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Kursi. KMA No. 6. ATK.

Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6. Penomoran surat usulan Tim Audit 8.Pelaksana No. Pembahasan dengan para Koordinator Kelompok Auditor Penyusunan revisi usulan Tim Audit Kasubbag TU Irwil Koordinat or Kelompo k Auditor Konsep usulan RKAT 30 menit 5. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output 2. Tanda-tangan Inspektur Wilayah Surat usulan 5 tim Audit menit Ditandatanganinya surat usulan Tim Audit tersebut Surat usulan Tim Audit 10 menit Ternomori nya surat usulan Tim Audit Pengarsip an surat usulan Tim Audit 552 . Pengajuan tanda-tangan Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 7. Terbitnya disposisi Inspektu r Wilayah Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit KET 4. Pengiriman surat usulan Tim Audit Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Konsep usulan 15 Tim Audit menit yang telah dikoreksi susunannya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil 10 Susunan Tim menit Audit yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT MULAI PENERIMAAN SUSUNAN TIM AUDIT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan Susunan Tim Audit PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Susunan Tim Audit PENGETIKAN REVISI SUSUNAN TIM PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 553 .

Karena pentingnya SOP setiap jenis kegiatan memiliki SOP untuk menghindari kemungkinan terjadi penyimpangan dalam prosedur dan tumpang tindih aktivitas antara bagian yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu. efektif dan konsisten dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat. bekerja makin terarah. memiliki peran penting dalam menciptakan pemerintahan yang efisien. SOP ini menjadi instrumen yang penting untuk mendorong setiap pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan dengan efisien. memudahkan mereka dalam memantau hasil pekerjaan. 554 .BAB IV PENUTUP Meskipun SOP merupakan bagian kecil dari aspek penyelenggaraan administrasi pemerintahan. SOP sebagai pedoman tentang langkah-langkah/proses pekerjaan yang harus dilakukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful