P. 1
SOP

SOP

|Views: 1,483|Likes:
Dipublikasikan oleh Yanuar Pudjihardjo
SOP Itjen Depag 2009
SOP Itjen Depag 2009

More info:

Published by: Yanuar Pudjihardjo on Feb 12, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 

 

(SOP) 
     
BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I ‐ V 

 
 
       

DEPARTEMEN AGAMA RI  INSPEKTORAT JENDERAL  TAHUN 2009 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, dapat disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Penyusunan SOP ini dilandasi suatu pemikiran bahwa tantangan yang dihadapi Departemen Agama dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi masih cukup berat. Dalam rangka percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Agama, telah dikeluarkan Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Departemen Agama. Pada instruksi kedua adalah agar seluruh unit kerja melakukan penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Inspektorat Jenderal sebagai salah satu unit eselon I di Departemen Agama juga telah menyusun SOP. Diharapkan SOP yang telah disusun ini menjadi pedoman atau acuan kerja bagi pejabat dan pelaksana pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar, efektif, dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaannya. Semoga SOP ini bermanfaat dalam rangka sumbangsih Inspektorat Jenderal dalam percepatan reformasi birokrasi guna mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan Departemen Agama.

Jakarta, Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

H. M. SUPARTA NIP.195407071984021001

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... SURAT KEPUTUSAN INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA ........................ BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. A. Latar Belakang ............................................................................... B. Maksud dan Tujuan ......................................................................... C. Ruang Lingkup ................................................................................ D. Manfaat............................................................................................ E. Sistematika ..................................................................................... i ii

iii 1 1 1 1 2 2 4 4 5 6 7 66 90 116 189 229 275 313 354 379 423 468 496 554

BAB II PENJELASAN DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP ....................... A. Isi Form SOP ................................................................................... B. Prinsip Pelaksanaan SOP ............................................................... BAB III SOP PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEP. AGAMA ................... A. Lampiran 1 SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan ................. B. Lampiran 2 SOP Subbag Keuangan ............................................. C. Lampiran 3 SOP Subbag Evaluasi & Pelaporan ............................ D. Lampiran 4 SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian ........................ E. Lampiran 5 SOP Subbag Ortala ..................................................... F. Lampiran 6 SOP Subbag Hukum & Perundang-undangan ........... G. Lampiran 7 SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan ............. H. Lampiran 8 SOP Subbag AHP Eksternal & Dumas ....................... I. Lampiran 9 SOP Subbag Data & Informasi HASWAS ................... J. Lampiran 10 SOP Bagian Umum ................................................... K. Lampiran 11 SOP Subbag Rumah Tangga ................................... L. Lampiran 12 SOP Subbag Perlengkapan ...................................... M. Lampiran 13 SOP Inspektur Wilayah ............................................. BAB IV PENUTUP ............................................................................................

ii

mam KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA,

Menimbang

: a. bahwa dalam rangka menjaga konsistensi dan kinerja bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama, dipandang perlu menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pegawai; b. bahwa berdasarkan point a di atas perlu ditetapkan dengan surat keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama RI. : 1. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama;

Mengingat

iii

6. Keputusan Menteri Agama Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2008 tentang Reformasi Birokrasi; 8. Keputusan Inspektur Jenderal Nomor IJ/147/ 2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas, dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana tersebut dalam lampiran 1 sampai dengan 13 Keputusan ini. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU di atas merupakan pedoman pelaksanaan tugas bagi para pejabat dan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama dan merupakan satu kesatuan dengan surat keputusan ini. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

KESATU

KEDUA

KETIGA

H.M. SUPARTA NIP 195407071984021001

iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Reformasi Birokrasi yang digulirkan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan pemerintahan bersih sudah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sehingga semua departemen dituntut untuk melakukan pembenahan birokrasi di jajarannya baik di pusat maupun di daerah. Salah satu langkah dari reformasi birokrasi adalah penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Departemen Agama sebagai bagian dari birokrasi pemerintah juga mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Inspektorat Jenderal merupakan salah satu unit eselon satu di Departemen Agama mempunyai tugas meyelenggarakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen Agama. Kegiatan pengawasan dilakukan agar mampu menjamin bahwa kegiatan yang dilakukan oleh satuan organisasi/kerja di lingkungan Departemen Agama berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan, dan kebijakan yang telah digariskan dapat menjadi alat kendali dan alat ukur terhadap proses dan hasil kerja yang ingin dicapai oleh Departemen Agama. Upaya Inspektorat Jenderal Departemen Agama dalam memudahkan pelaksanaan tugas dan melaksanakan salah satu langkah reformasi birokrasi adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) B. Maksud dan Tujuan Maksud Standar Operasional Prosedur (SOP) dimaksudkan sebagai tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja. Tujuan: 1. Terwujudnya pedoman dan standar kerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama RI; 2. Terwujudnya persamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan; 3. Terwujudnya alur tugas, wewenang, dan tanggungjawab dari pelaksanaaan tugas;

1

C. Ruang Lingkup SOP ini digunakan untuk seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. D. Manfaat Manfaat SOP dalam lingkup pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal Departemen Agama meliputi antara lain: 1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pejabat dan pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. 2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang dalam menyelesaikan tugas. 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pejabat dan pelaksana dan organisasi secara keseluruhan. 4. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas. 5. Menciptakan ukuran standar kinerja pejabat dan pelaksana dalam memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan. 6. Memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berlangsung dalam berbagai situasi, secara efektif, efisien, dan akuntabel. 7. Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 8. Memberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi pejabat dan pelaksana. 9. Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 10. Sebagai instrumen yang dapat melindungi pejabat dan pelaksana dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan. 11. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas dan fungsi. E. Sistematika Sistematika penulisan buku Standar Operasonal Prosedur (SOP) ini terdiri dari empat bab. Pada Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, manfaat dan sistematika penulisan. Pada bab ini membahas tentang latar belakang mengapa buku SOP ini ditulis, maksud dan tujuan yang hendak dicapai, manfaat yang akan diperoleh, ruang lingkup permasalahan apa yang dikemukakan dalam buku ini serta sistematika penulisan. Sementara itu, pada Bab II berisi tentang penjelasan dan prinsip pelaksanaan SOP yang meliputi isi form SOP dan prinsip pelaksanaan sop. Pada bab ini akan di bahas tentang Isi form SOP yang memuat informasi dan istilah-istilah tentang SOP dan beberapa prinsip dadsar yang harus dipenuhi dalam penyusunan SOP. Selanjutnya, pada Bab III berisi SOP pada Inspektorat Jenderal Departeman Agama. Bab ini akan membahas tentang uraian Standar Operasioanal Prosedur yang ada 2

di lingkungan Itjen Departemen Agama, yang meliputi bagian-bagian atau unit kerja yang ada, yaitu: SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan; SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian; SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan; SOP Bagian Umum; dan SOP Inspektur Wilayah I sampai dengan V; Dan terakhir, pada Bab IV yaitu, Penutup yang berisi kata akhir.

3

BAB II PENJELASAN FORM DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP A. Isi Form SOP Dokumen SOP merupakan dokumen yang berisi prosedur-prosedur yang distandarkan, yang secara keseluruhan prosedur-prosedur tersebut membentuk satu kesatuan proses. Adapun informasi yang dimuat dalam dokumen SOP antara lain sebagai berikut: 1. Nama SOP: nama prosedur yang di-SOP-kan; 2. 3. 4. 5. 6. 7. Satuan Kerja/Unit Kerja: Inspektorat Jenderal; Nomor SOP: nomor prosedur yang di-SOP-kan; Tanggal Pembuatan: tanggal pertama kali SOP dibuat; Tanggal Revisi: tanggal SOP Prosedur direvisi; Tanggal Efektif: tanggal mulai diberlakukan; Disahkan Oleh: Pengesahan oleh pejabat yang berkompeten pada tingkat satuan kerja; Dasar Hukum: peraturan perundang-undangan yang mendasari prosedur; Keterkaitan: memberikan penjelasan mengenai keterkaitan prosedur yang distandarkan dengan prosedur lain yang distandarkan.

8. 9.

10. Peringatan: memberikan penjelasan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika prosedur dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. Peringatan memberikan indikasi berbagai permasalahan yang mungkin muncul dan berada di luar kendali pelaksana ketika prosedur dilaksanakan, serta berbagai dampak lain yang ditimbulkan. Dalam hal ini dijelaskan pula bagaimana cara mengatasinya. 11. Kualifikasi Pelaksana: memberikan penjelasan mengenai kualifikasi pegawai yang dibutuhkan dalam melaksanakan perannya pada prosedur yang distandarkan. 12. Peralatan dan Perlengkapan: memberikan penjelasan mengenai daftar peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. 13. Pencatatan: memuat berbagai hal yang perlu didata dan dicatat oleh setiap pejabat dan pelaksana yang berperan dalam pelaksanaan prosedur yang telah distandarkan. Dalam kaitan ini, perlu dibuat formulir-formulir tertentu yang akan diisi oleh setiap pejabat dan pelaksana yang terlibat dalam proses (Misalnya formulir 4

yang menunjukkan perjalanan sebuah proses pengolahan dokumen pelayanan perijinan. Atas formulir dasar ini akan diketahui apakah prosedur sudah sesuai dengan mutu baku yang ditetapkan dalam SOP). Setiap pegawai yang ikut berperan dalam proses, diwajibkan untuk mencatat dan mendata apa yang sudah dilakukannya, dan memberikan pengesahan bahwa langkah yang ditanganinya dapat dilanjutkan pada langkah selanjutnya. Pendataan dan pencatatan akan menjadi dokumen yang memberikan informasi penting mengenai “apakah prosedur telah dijalankan dengan benar”. 14. Uraian SOP: menjelaskan langkah-langkah kegiatan secara terinci dan sistematis dari prosedur yang distandarkan. Agar SOP ini terkait dengan kinerja, maka setiap aktivitas hendaknya mengidentifikasikan mutu baku tertentu, seperti: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan persyaratan/kelengkapan yang diperlukan (standar input) dan outputnya. Mutu baku ini akan menjadi alat kendali mutu sehingga produk akhirnya (end product) dari sebuah proses benar-benar memenuhi kualitas yang diharapkan, sebagaimana ditetapkan dalam standar pelayanan. B. Prinsip pelaksanaan SOP Pelaksanaan SOP harus memenuhi prinsip sebagai berikut: 1. Konsisten SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapa pun dan dalam kondisi apa pun oleh seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Komitmen SOP harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dari seluruh jajaran organisasi, dari level yang paling rendah sampai yang tertinggi. 3. Perbaikan berkelanjutan Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap segala penyempurnaan untuk memperoleh prosedur yang benar-benar efisien dan efektif. 4. Mengikat SOP harus mengikat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan. 5. Seluruh unsur memiliki peran penting Seluruh pegawai berperan dalam setiap prosedur yang distandarkan. Jika ada pegawai yang tidak melaksanakan perannya dengan baik, maka akan mengganggu keseluruhan proses, yang akhirnya juga berdampak pada proses penyelenggaraan pemerintahan. 6. Didokumentasikan dengan baik Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus didokumentasikan dengan baik, sehingga dapat selalu dijadikan referensi.

5

BAB III  
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)  PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMAN AGAMA 

 
           

BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I – V 

 

6

Lampiran 1        STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN        1. SUBBAG KEUANGAN  3. SUBBAG PERENCANAAN PROGRAM  2. SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN                  7 .

19. 15. SOP Evaluasi Action Plan  SOP Administrasi Surat Masuk dan Keluar  SOP Pengecekan SPPD  SOP Kalender Kegiatan  SOP Kompilasi DIPA dan RKA‐KL 5 Wilayah  SOP Kompilasi Surat Tugas  SOP Panduan PPA  SOP Penyusunan Rekonsiliasi RKAT  SOP Penyusunan Jangkauan Audit  SOP Penyusunan Buku KPKPI  SOP Penyusunan Buku Non PKPT  SOP Penyusunan Buku Penetapan Kinerja  SOP Penyusunan Buku RKAT  SOP Penyusunan Direktori Obyek Audit  SOP Penyusunan Tim Monitoring dan Evaluasi  SOP Penyusunan RKAT  SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan  SOP Penyusunan Usulan RKAT  SOP Penyusunan RKA‐KL  SOP Standar Biaya Khusus                8 . 10. 20. 9. 11. 6. 8.      STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)  SUBBAG PERENCANAAN DAN PROGRAM    1. 13. 3. 14. 17. 7. 2. 5. 12. 16. 4. 18.

1 2 3 4 5 Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Staf Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag 1 2 Pencatatan dan Pendataan: 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 Jam 40 menit 5 Menit 15 menit 1 Jam Ket. 2. TOR. ATK. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). Mengajukan SK. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. LCD. 6. Kursi. 7. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. Keterkaitan: 1. 3. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. 2. 2. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. Bahan tayang. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI ACTION PLAN Dasar Hukum: 1. Laptop. Modul Sosialisasi PPA. SOP Workshop PPA Kualifikasi Pelaksana: 1. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 4. Memiliki kemampuan mengevaluasi kegiatan. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Meja. Memahami PPA secara keseluruhan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Kasubbag untuk ditandatangani Membuat rekap Action Staf Plan dari Lokasi Sosialisasi PPA Membuat Draft pedoman/Panduan Staf Ses 6 Pelaksanaan Program Sosialisasi PPA 3 hari 9 . maka tidak diketahui kelemahan-kelemahan hasil pelaksanaan Sosialisasi PPA tahun yang lalu Pelaksana No. SOP TOT PPA. Peralatan/Perlengkapan: 1.

Kasubbag Ses 8 9 Staf Kasubbag Ses Mendistribusikan surat Staf tugas dan panduan kepada petugas pelaksana Action Plan PPA 10 Menyerahkan copy Staf rekap surat tugas. dan laporan Sosialisasi PPA tahun sebelumnya Terlaksana Evaluasi Action Plan 3 Hari 10 . 7 Aktivitas Meminta persetujuan pimpinan tentang pedoman Membuat surat tugas Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 jam 45 Menit 1 jam Ket.Pelaksana No. Modul Sosialisasi. SK dan TOR ke Subbag Keuangan. dan Subbag Per-UU-an 11 Melaksanakan Staf evaluasi Action Plan Telah ditandatangani oleh Sekretaris Itjen 1 jam Kasubbag Kabag Buku Panduan. Subbag Evalap.

dan TOR ke Subbag Keuangan. Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan kegiatan SELESAI 11 . SK.FLOW CHART SOP EVALUASI ACTION PLAN MULAI Menyusun TOR Periksa TOR dan SK Diterima Ditolak Memaraf SK dan TOR Menandatangi SK dan TOR Membuat Rekap Sosialisasi PPA Menyusun Panduan Meminta Persetujuan Panduan Periksa Tor dan SK Ditolak Diterima Membuat Surat Tugas Mendistribusikan Surat Tugas dan Panduan Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas.

Printer. Menerima surat Kabag masuk yang didisposisikan pimpinan Mencatat surat Staf masuk dan surat keluar Kabag Mengarsipkan surat masuk dan membuat surat keluar sesuai isi disposisi pimpinan Memberi nomor Staf surat masuk dan surat keluar Staf Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan Surat Masuk dan Surat Keluar dalam kurun waktu 1 tahun Staf Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Tata Persurat. Tata Persuratan Dinas.Tersusun30 an Dinas nya surat menit keluar dan terarsipkannya surat masuk Tata Persurat. 3 Kasubbag Staf 4 5.Terdapat15 an Dinas nya nomor menit surat masuk dan keluar Tata Persurat. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.Tercatatnya tan surat surat masuk menit dan surat keluar Tata Persurat. 2. Memiliki kecermatan dan Ketelitian. 2. Alat Tulis Kantor. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.Tersusun1 an Dinas nya rekapiJam tulasi surat masuk dan keluar 1 TersusunMinggu nya laporan surat masuk dan keluar Ket. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT Kualifikasi Pelaksana: 1. maka akan kesulitan melacak surat yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pimpinan. 12 . Uraian Tugas. 6. Memiliki kemampuan mengadministrasikan surat. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama.Tertatanya an Dinas administrasi menit surat 15 Buku pencata. Buku Pencatatan Surat. Peralatan/Perlengkapan: 1. Komputer. Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak disusun.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR Dasar Hukum: 1. Pelaksana No. 1 Aktivitas 1 2 Kasubbag 3 Staf 2. 2. 3.

FLOW CHART SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR MULAI Menerima Surat Masuk Menindaklanjuti apabila Surat Keluar Mengarsipkan apabila Surat Masuk Pencatatan dan Penomoran dalam buku Pencatatan dan Penomoran dalam buku Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan dalam Kurun Waktu 1 Tahun SELESAI 13 .

3. akan terjadi pertanggungKualifikasi Pelaksana: 1. Redaksi SPPD. Mengajukan kepada Pimpinan 4. Memiliki kemampuan komputer. 2. Teliti dan Cermat. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. Pengesahan SPPD MUTU BAKU Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Sesuai 1 Berkas RAB dan Menit SPPD Kegiatan diterima Sesuai Selesai 1 RAB dan Pengecek Jam Kegiatan -an SPPD Ket. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dan dasar penerbitan SPPD 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/281/2006 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Golongan/ Pangkat. 2. maka kesalahan dalam administrasi jawabannya. Memeriksa Berkas berdasarkan Nama. Menerima SPPD dari subbagian Rumah Tangga 2. Mesin Fotocopy. Alat Tulis Kantor.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGECEKAN SPPD Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: PELAKSANA No Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag Perencanaan 2 3 1. Meja. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pelaksana Subbag Perencanaan Kasubbag Perencanaan SPPD telah selesai Paraf Disetujui 30 detik 5 Menit 14 . Rincian Anggaran Biaya. NIP. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT. mengoperasikan Peralatan/Perlengkapan: 1.

FLOW CHART SOP PENGECEKAN SPPD MULAI SPPD dari Rumah Tangga Menerima SPPD Memeriksa SPPD SPPD BENAR Tidak Ya Mengajukan Kepada Pimpinan Pengesahan SELESAI 15 .

Buku PO DIPA RKA-KL laksanaan kegiatan . 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Penyusunan Database Perencanaan. Memiliki kemampuan menyusun kalender kegiatan. Peringatan: Jika tidak disusun. Aktivitas Menganalisa Staf program kegiatan hasil pembahasan RKT Merekap program Staf kegiatan hasil pembahasan RKT sesuai Bagian dan Irwil Menyusun draft Staf kalender kegiatan. laptop.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KALENDER KEGIATAN Dasar Hukum: 1. komputer.Tersusunna Kinerja nya rekapi. 3.Buku PO tulasi progDIPA RKA-KL ram kegiatan .Buku PO kalender DIPA RKA-KL kegiatan Draf kalender Draft Buku yang terkoreksi Kalender di setujui Tercetaknya Buku Kalender Kegiatan Waktu 1 hari Ket.Buku Renca. 4.Buku Renca. kertas. Buku POK DIPA RKA-KL. 3. Mengajukan kepada pimpinan Menggandakan buku kalender kegiatan Kasubbag Kabag Ses Itjen 6. Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Alat tulis kantor. maka akan terjadi benturan penjadwalan program kegiatan dalam waktu 1 tahun PELAKSANA No 1. 4. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah.Terkoreksina Kinerja nya draft .Buku Renca. Mempunyai kompetensi dalam mengoperasikan komputer. Staf MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan .Buku PO DIPA RKA-KL kegiatan .Tersusunnya draft na Kinerja jadwal pe. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.Tersusunnya analisa na Kinerja program . Pencatatan dan Pendataan: 2. 2. 2. Mengoreksi draft kalender kegiatan Kasubbag Kabag 5. UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Buku Rencana Kinerja. 2. 3. Perpres Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2004-2009.Buku Renca. printer. 1 hari 1 hari 40 menit 1 hari 1 minggu 16 . SOP Penyusunan Usulan RKAT. Keterkaitan: 1.

FLOWCHART SOP KALENDER KEGIATAN MULAI Analisa Program Kegiatan dalam Penyusunan RKT Merekapitulasi Program Kegiatan Menyusun Draft Kalender Kegiatan Koreksi Ditolak Diterima Mengajukan ke Pimpinan Kalender Kegiatan SELESAI 17 .

2. SOP PO DIPA. Komputer. Memahami tentang anggaran 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan. Standar Biaya Umum. 3. 1 Aktivitas Menyusun konsep surat keluar permohonan DIPA RKAKL. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 2 Kasubbag Kabag 30 menit 45 menit 1 minggu 3 Kasubbag Kabag 4. Mendistribusikan surat Staf keluar ke Satker Departemen Agama 18 . 7. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Pencatatan dan Pendataan: Waktu 15 menit Ket. 3. Software Program Microsof Acces. 8. Alat Tulis Kantor. Penelaahan. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Keterkaitan: 1.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. SOP RKA-KL. PMK Nomor 08/PMK. 6. Memahami dalam membaca DIPA dan RKAKL 2. 4. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH Dasar Hukum: 1. 5. 3.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009. 2. Printer. Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Mengajukan konsep surat keluar untuk dikoreksi Mengajukan kepada pimpinan Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Tata PersuTersusunratan Dinas nya draft konsep surat keluar Draft konsep surat keluar Ses Itjen Konsep surat keluar yang dikoreksi Surat Keluar yang disetujui Tersusunnya konsep surat keluar Tersusunnya surat keluar Terdistribusikannya surat keluar Kualifikasi Pelaksana: 1. PMK Nomor 96/PMK. SOP Surat Masuk dan Keluar Peringatan: Jika tidak disusun. RKA-KL. maka akan kekurangan data dukung audit keuangan PELAKSANA No. PMK Nomor 105/ PMK. 4.

Mencetak dan menggandakan draft Kompilasi DIPA Staf 1 minggu 19 . Aktivitas Mengadakan koordinasi dengan Ditjen Perbendaharaan Mengumpulkan data DIPA RKA-KL dari satker Depag baik pusat maupun daerah Mengolah data dari satker Depag dan Ditjen Perbendaharaan Mengoreksi draft kompilasi DIPA Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Terdapatyang disetujui nya data DIPA RKAKL Terdapatnya data DIPA RKAKL PO DIPA TersusunRKA-KL nya draft kompilasi DIPA Draft KompiTerkoreksilasi DIPA nya draft\ Kompilasi DIPA Draft Buku Draft Kompilasi DIPA yang Kompilasi DIPA dikoreksi disetujui Buku Kompilasi DIPA Waktu 1 hari Ket. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses. Staf 3 hari 8. Kasubbag Kabag 45 menit 10. Itjen 30 menit 11.PELAKSANA No. 6. 5. Staf 1 minggu 7.

Agama Mengolah Data DIPA Mencetak Draft Kompilasi Mengoreksi Draft Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mencetak/Menggandakan Pendistribusian SELESAI 20 .FLOWCHART SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH MULAI Membuat Surat Keluar (Dinas) ke Sator/Satker tentang Permintaan DIPA Mengkoreksi Surat Keluar Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mendistribusikan Surat Koordinasi dan meminta DIPA seluruh Sator/Satker di Departemen Agama Mengumpulkan Data Dipa dari Sator/Satker di lingkungan Dep.

Staf 5. maka kesulitan dalam pengumpulan angka kredit auditor. 2. Data Auditor 4. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Pelaksana No. Kasubbag Kabag Ses Itjen 7. SOP Penyusunan Pemantauan. Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Jika tidak disusun. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer 2. Surat Tugas Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: 3. 4. maka kesulitan dalam memberikan informasi kepada pemeriksa eksternal.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI SURAT TUGAS Dasar Hukum: 1. 4. Keterkaitan: 1. 2. Komputer. 3. 3. Kasubbag Kabag 6. SOP Surat Tugas PKPT. Aktivitas Menginventarisir surat-surat tugas Merekapitulasi surat–surat tugas Menyusun draft kompilasi surat tugas Mengoreksi draft kompilasi surat tugas Mengajukan Draft Kompilasi pada pimpinan Menggandakan Kompilasi Surat Tugas Staf Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Tugas Terkumpulnya 2 Surat Tugas jam 2 Surat tugas Tersusunnya jam rekapitulasi surat tugas Surat Tugas Tersusunnya 1 Draft Kompihari lasi Surat Tugas Surat Tugas Terkoreksi40 nya Draft menit Kompilasi Surat Tugas Draft Kompilasi Draft Kompi15 lasi Surat Surat Tugas menit yang dikoreksi Tugas disetujui Draf Kompilasi Surat Tugas Buku Kompilasi Surat Tugas 1 minggu Kualifikasi Pelaksana: 1. Jika tidak disusun. 4. 1 2. Memiliki kemampuan dalam mengkompilasi surat tugas. maka kesulitan dalam melacak hilangnya surat-surat yang dibutuhkan pimpinan. SOP Surat Masuk dan Keluar. Ket. 3. 1. 2. Data Obyek Audit. SOP Usulan RKAT. Printer. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Staf 21 . PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Jika tidak disusun. Uraian Tugas.

FLOWCHART SOP KOMPILASI SURAT TUGAS MULAI Inventarisasi Surat Tugas Audit Merekapitulasi jumlah surat tugas sesuai jenisnya Menyusun draft kompilasi surat tugas Koreksi Tidak Ya Mengajukan pada Pimpinan Menggandakan SELESAI 22 .

3. 2. 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Kursi. Memiliki kemampuan menyusun panduan. Waktu 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 3 hari 1 hari 5. TOR. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. 2. Peringatan: Jika tidak disusun. 4. 5. Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Mengajukan SK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PANDUAN PPA Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: 1. Meja. 2. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. Menguasai Program Pengawasan Agama. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 1. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. Modul Sosialisasi PPA. SOP Workshop PPA. Pelaksana Pelaksana Kasubbag Ses 7. ATK. SOP Pelaksanaan Survey Lokasi PPA. 3. Pelaksana Kasubbag Kabag Ses Draft Panduan PPA selesai 23 . Bahan tayang. SOP Action Plan PPA. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. maka kesulitan dalam pelaksanaan sosialisasi PPA di lokasi Pelaksana No. 3. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. 6. 2. 8. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Laptop. untuk ditandatangani Membuat Draft Panduan PPA Membuat undangan pembahasan panduan PPA Membahas draft Panduan PPA Meminta persetujuan dari pimpinan 1 Pelaksana Kasubbag Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag Ses 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. LCD. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Ket. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Peralatan/Perlengkapan: 1. 7.

10 . PPA 12 Pelaksana Kasubbag Kabag 3 hari 24 . 9.Pelaksana No. SK dan TOR ke Subbag Keuangan. Telah ditanda tangani oleh Sekretaris Itjen Buku Panduan. 11 Aktivitas Mencetak buku panduan PPA Mendistribusikan buku Menyerahkan copy rekap surat tugas. Subbag Evalap. dan Subbag PerUUan Melaksanakan Evaluasi Action Plan 1 Pelaksana Pelaksana Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 minggu 1 hari 1 hari Ket.

dan TOR ke Subbag Keuangan.FLOW CHART SOP PANDUAN PPA MULAI Menyusun TOR dan SK Periksa Tor dan SK Ya Memaraf SK dan TOR Tidak Menandatangani SK dan TOR Membuat Draft Panduan Sosialisasi PPA Membuat Undangan Membahas draft Meminta Persetujuan Pimpinan Disetujui Tidak Ya Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas. Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan Kegiatan SELESAI 25 . SK.

4. Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Melakukan Koordinasi Sekretaris dengan BPKP dan Menpan tentang rencana Rekonsiliasi RKAT Itjen Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi RKAT Kabag/ Kasubbag BPKP 4. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Aktivitas Menerima Surat Edaran Rekonsiliasi dari Menpan 1 Sekretaris 2 Kabag/ Kasubbag Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Buku URKAT. Buku Peta Wilayah Pengawasan. Surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: B/85/DIV. SOP Buku RKAT. Agama dengan BPKP Pelaksana No. RKAT Buku Peta Wilayah dan Rekapitulasi Jangkauan Audit. 1. 2. Pencatatan dan Pendataan: 2. Memiliki kemapuan menyusun rekonsiliasi. SOP Penyusunan RKAT 2. Buku Direktori Obyek Audit. 4. 5. Rekapitulasi Jangkauan Audit. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Jika tidak ada Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan maka Pelaksanaan Audit akan tumpang tindih antara Itjen Dep. 3. Komputer. garanya Buku Direktori Hari Rekonsiliasi Obyek Audit. Alat Tulis Kantor. Kualifikasi Pelaksana: 1. Persyaratan/ 3 Waktu Output Perlengkapan Staf Surat EdarDiterimaan Rekonnya Surat siliasi Edaran Rekonsiliasi Staf Buku URKAT 1 TerkoordiMinggu nasikannya pelaksanaan Rekonsiliasi RKAT 3 TerselengMenpan Buku URKAT. Printer. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT Dasar Hukum: 1.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP).PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. 3. 2. 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Merumuskan hasil Rekonsiliasi RKAT Itjen BPKP Mutu Baku Ket. 3. Buku URKAT. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. Menpan Hasil 3 Naskah Rekonsiliasi Hari Berita Acara dan Doku- 26 .

Pelaksana No. 5. Menggandakan Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Staf 6. BPKP. 27 . Mendistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT ke MenPan. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output men hasil Rekonsiliasi Buku hasil Rekonsiliasi RKAT Ket. Staf Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT 2 Hari 1 Hari Terdistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT. dan Irwil.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT MULAI Menerima Surat dari Menpan Melakukan Koordinasi dengan BPKP dan Menpan Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi Menggandakan Naskah Rekonsiliasi Mendistribusikan Buku SELESAI 28 .

Jika tidak disusun. Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Penyusunan RKAT. Pelaksana No. Buku URKAT. Peringatan: 1. Memiliki kemampuan menyusun jangkauan audit. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 4. Printer. SOP Penyusunan Buku RKAT. 2. Jika tidak disusun. 3. 2. SOP Direktori Obyek Audit. maka tidak dapat diperoleh informasi bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan. 3. maka kesulitan dalam pemenuhan informasi bagi pemeriksan eksternal. Jika tidak disusun. Direktori Obyek Audit. Fungsi. 5. Pencatatan dan Pendataan: 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 6. Aktivitas Menganalisa program PKPT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Buku Audit Khusus. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Kewenangan. 3. Keppres RI Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Memiliki pengetahuan tentang wilayah audit. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 2. Komputer. Staf 5. Menganalisa Direktori Obyek Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 PO DIPA Hari dan Buku RKAT serta URKAT 2 Buku Hari Direktori Obyek Audit Buku Kompilasi Audit Kasus Buku Kompilasi Audit Khusus Kompilasi draft Jangkauan Audit Draft buku 2 Hari 2 Hari Output Terdapatnya data anggaran PKPT Terdapatnya data Obyek Audit Terdapatnya data audit kasus Terdapatnya data audit khusus Tersusunnya draft buku jangkauan audit Terkoreksi Ket. 4. Mengoreksi draft Kasubbag Kabag 40 29 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT Dasar Hukum: 1. maka kesulitan dalam pengajuan kenaikan anggaran. Alat Tulis Kantor. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. SOP Penyusunan Buku URKAT. Tugas. Buku Audit Kasus. 3. 4. 1. Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Staf 4. 3. Buku RKAT. 3. 2. Melakukan kompilasi data audit Staf 2 Hari 6.

Pelaksana No. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses Itjen 8. 30 . Mencetak dan menggandakan Buku Jangkauan Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan jangkauan Menit nya draft audit buku jangkauan audit 30 Draft Buku Draft buku Menit Jangkauan jangkauan Audit yang audit yang disetujui. Aktivitas buku jangkauan audit 1 2 3 7. dikoreksi Draft Buku 1 Buku Jangkauan Minggu Jangkauan Audit yang Audit disetujui Ket.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT MULAI Menganalisa program PKPT Menganalsia Direktori Obyek Audit Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Kompilasi Data Dikoreksi Tidak Ya Mencetak Buku SELESAI 31 .

4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 32 . 4. SOP Penyusunan Buku PKPT. Pencatatan dan Pendataan: 2. 5. 6. 4. 2. 3. Kewenangan. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Peralatan/Perlengkapan: 1. Buku Non PKPT. Staf 3. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 3. maka akan kesulitan dalam penetapan arah dan kebijakan pengawasan di lingkungan Itjen Dep. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Staf 4. 7. Peringatan: Jika tidak disusun. 2. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku 2 DiperolehUPKPT Jam nya data Usulan PKPT Buku PKPT 2 DiperolehJam nya data PKPT Buku Non 2 Terperoleh PKPT Jam nya data Non PKPT Dokumen 2 Diperolehhasil RekonJam nya data siliasi PKPT kebijakan PKPT Ket. Kewenangan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Inpres RI Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Buku PKPT. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Kursi. Tugas. SOP Penyusunan Buku Usulan PKPT. Alat Tulis Kantor. Fungsi. Printer. 1. Tugas. SOP Rekonsiliasi PKPT. Aktivitas Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Program PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsilisasi PKPT Staf 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Buku Usulan PKPT. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 8. SOP Penyusunan Buku Non PKPT. Komputer. Keterkaitan: 1. 3. 2. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan menyusun buku KPKPI. 2. 5. Fungsi.Agama Pelaksana No. Meja.

Penggandaan buku Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 TersusunJam nya kompilasi data PKPT 2 TersusunJam nya buku KPKPI Ket.Pelaksana No. Aktivitas Kompilasi data Staf 1 2 3 6. 33 . 5.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI MULAI Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Buku PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsiliasi PKPT Kompilasi data Penggandaan SELESAI 34 .

Komputer. 4. Fungsi. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Kewenangan. 4. 1. Alat Tulis Kantor. Fungsi. Tugas. 2. Pelaksana No. Mengajukan kepada pimpinan Mencetak dan Kasubbag Staf Kabag Ses Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TerdapatRencana Hari nya data Kinerja obyek peTahunan mantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya draft obyek pemantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya forData Staf masi staf RKT 1 TersusunData Staf Jam nya draf kompilasi buku non pkpt RKT 40 Draft Data Staf Menit kompilasi non pkpt terkoreksi Draft kompi30 Kompilasi lasi non PKPT Menit Non PKPT Kompilasi 30 Buku Ket. Memiliki kemampuan menyusun Buku. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 2. Peringatan: Jika tidak disusun. 3. Memiliki kemampuan pengetahuan tentang monitoring. Keterkaitan: 1. Printer. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. Tugas. 35 . PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Data staf Pencatatan dan Pendataan: 2. 2. Menyusun formasi jumlah staf yang akan diberangkatkan Menggabungkan data obyek pemantauan dengan formasi staf Staf Staf 5. Kewenangan. 5. SOP Direktori Obyek Audit 2. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). SOP Penyusunan Pemantauan Kualifikasi Pelaksana: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Menentukan obyek pemantauan Staf 3. 3. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Program Non PKPT hasil RKT. 7. 4. maka kesulitan dalam menyediakan data bagi pemeriksa eksternal. Aktivitas Menganalisa Program Non PKPT hasil RKT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Mengoreksi draft kompilasi non pkpt Kasubbag Kabag 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT Dasar Hukum: 1. Standar Biaya Umum.

Pelaksana No. 36 . Aktivitas menggandakan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Non PKPT Menit Kompilasi Non PKPT Ket.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Khusus Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Data Pendukung Kompilasi Data Penggandaan Buku SELESAI 37 .

3. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 4. Peringatan: Jika tidak disusun. Meja. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. 4. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Membuat Form/Matrik Staf Penetapan Kinerja Mengisi Form/Matrik Kompilasi Staf Staf Output dan Outcome Kegiatan 1 Jam 2 Jam 2 Hari Selesainya Input Tersusunnya Draft Penkin Draft di setujui Tersusunnya buku Penetapan Kinerja. Komputer. 5. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA Dasar Hukum: 1. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 6. maka akan kesulitan dalam penentuan kinerja program dan kegiatan Pelaksana No. Mengajukan Draft Ke Pimpinan Penggandaan Staf Staf Kabag Sekreta ris Draft selesai 45 Menit 2 Hari 38 . 3. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kursi Pencatatan dan Pendataan: Form pengisian output dan outcome Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan DIPA tahun 2 berjalan Jam 2 Jam Output Ket. 2. Memiliki kemampuan menyusun buku pentapan kinerja. Memiliki pemahaman penetapan kinerja. Alat Tulis Kantor. 1. Telah dipahami Kegiatan dalam DIPA 3. 7. 2. 2. Aktivitas Mempelajari dan Staf menelaah DIPA tahun berjalan Mempelajari dan Staf Menelaah Kegiatan yang ada dalam DIPA 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. Printer.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Mempelajari dan Menelaah Kegiatan dalam DIPA Membuat Form/Matrik Mengisi Form Menyusun Draft Meminta persetujuan Pimpinan Penggandaan SELESAI 39 .

Data Auditor Pencatatan dan Pendataan: disusun maka Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 3 Berita Acara Buku Hari Rekonsiliasi URKAT. 3. 5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. Memiliki kemampuan berkoordinasi.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Direktori Obyek Audit. Fungsi. Printer. 10. 4. 4. Memiliki kemampuan menusun buku. Buku Usulan PKPT 4. Aktivitas Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Peralatan/Perlengkapan: 1. RKAT beKebijakan serta dokuPengawasmen laman Menpan pirannya Pelaksana 1 2 3 Staf Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT Dasar Hukum: 1. 3. 5. 9. 2. 6. Alat Tulis Kantor. 3. Tugas. 2. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Komputer. 2. Kewenangan. Keterkaitan: 1. 8. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Tugas. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 031 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 6. SOP Penyusunan RKAT. 1. SOP Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Kualifikasi Pelaksana: 1. Sekretaris Kasubbag /Kabag 40 . KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Apabila Buku RKAT tidak pelaksanaan audit tidak terarah. Standar Biaya Umum. 3.I. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memiliki pemahaman tentang jangkauan audit. Data Obyek Audit. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Inpres R. 7. No. Kewenangan. Fungsi. 2. Kode Wilayah dan Kode Auditan.

Pelaksana No. Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Irwil TU Irwil Staf Form RKAT 30 Menit 2 Hari 4. Tersusunnya Naskah RKAT Buku RKAT Terdistribusikanya Buku RKAT 2 Hari 1 Jam 41 . 9. 3. 6. Mendistribusikan Form RKAT ke Irwil Menyusun Tim RKAT 1 2 3 Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Dokumen Hari RKAT hasil rekonsiliasi dan data auditor Output Terdistribusikannya Dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi Terdistribusikanya Form RKAT Tersusunnya Tim RKAT Ket. 5. 8. Aktivitas Mendistribusikan dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi kepada Para Irwil sebagai bahan Penyusunan Tim RKAT. rekap Tim Audit tahun sebelumnya dan Data Auditor Susunan Tim RKAT Susunan Tim RKAT 1 Jam 1 Hari Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag 7. Menyusun RKAT berdasarkan Hasil Telahaan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT Kabag Kasubbag Staf Staf Staf Susunan Tim RKAT Hasil Telahaan Naskah RKAT Buku RKAT 1 Hari Terkirimnya Susunan Tim RKAT Hasil Telaahan Susunan Tim RKAT. 2. Mengirimkan Susunan Tim RKAT kepada Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Irwil TU Irwil Staf Form RKAT.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT MULAI Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Mendistribusikan Hasil Rekonsiliasi dengan Menpan dan BPKP ke Para Irwil Mendistribusikan Form RKAT ke Para Irwil Menyusun Tim RKAT Mengirimkan Susunan Tim RKAT ke Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Menyusun RKAT berdasarkan hasil Tela’ahan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT SELESAI 42 .

Keterkaitan: 1.Sator/Satker Depag.Ditjen Bimas Islam. Pemutakhiran data auditi Staf 3. SOP Penyusunan Tim Monev. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03.Biro Ortala Minggu karan wilayah dan pe. 3.. Penggandaan buku Direktori Obyek Audit Staf 43 .Biro Perenc. Alat Tulis Kantor. 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Printer. 2. . ngembang. 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Pendis Agama . 3. Mengoreksi Data Direktori Mengajukan pada Pimpinan Kasubbag 4. SOP Peta Wilayah. Aktivitas Menginventarisasi data yang berkaitan dengan pemekaran wilayah dan pengembangan lembaga baru Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Peringatan: Jika tidak ada Direktori Obyek Audit maka akan kesulitan menetapkan Obyek Audit dan Monev.Biro Keuang an lembaga an dan IKN di lingkung. 5. Memahami Tugas dan Fungsi Itjen. Kasubbag Kabag Ses Itjen 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT Dasar Hukum: 1. 3. Data Pemekaran wilayah dan Pengembangan Lembaga Pencatatan dan Pendataan: . 4. Memiliki kemampuan mengoperasikan computer. 2. 2. Memiliki kemampuan dalam mengolah data. Surat Keputusan tentang pengembangan lembaga di lingkungan Departemen Agama.Ditjen an Dep. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Data PemeData dari: . Pelaksana No. Data auditi 3 Draft Hari Kompilasi Direktori data auditi Kompilasi 1 Terkoreksi Direktori Hari nya Data data auditi Direktori Draft Buku 1 Draft Buku Direktori Hari Direktori yang disetujui terkoreksi Ses 1 TercetakMinggu nya Buku Ket. Komputer.

6. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Direktori Obyek Audit Terdistribu sinya Buku Direktori Ket.Pelaksana No. Pendistribusian Buku Staf Buku Direktori 1 Jam 44 .

FLOW CHART SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT MULAI Data Direktori Yang lama Data Pemekaran Lembaga Inventarisasi data Bandingkan data Mengupdate/ menyempunakan Kompilasi data Koreksi Diterima Mengajukan Ke Pimpinan Tidak SELESAI 45 .

2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 1. Aktivitas Mempelajari alokasi anggaran Monitoring dan Evaluasi Mempersiapkan bahan pendukung Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 4. 2. Komputer. 2. SOP Penyusunan Direktori. data Jam pendukung pegawai di lingkungan Sekretariat. Alat Tulis Kantor. Fungsi. Keterkaitan: 1. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. SOP Penyusunan Peta Wilayah. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai PO 2 Memahami DIPA dan Jam POK kaitanRKT nya dengan Monev 2 Bahan data Direktori. Form/ blangko. 5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. pelaksanaan tugas Monitoring dan Evaluasi tidak terarah. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Kewenangan. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Fungsi. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. SOP Buku Non RKAT. 2. Data Pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Data Direktori. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. Pencatatan dan Pendataan: Kuesioner/Form/Matrik MONEV. 2. 6. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 3. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI Dasar Hukum: 1. Tugas.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Printer. Peringatan: Apabila tidak ada SOP Monev. Kewenangan. SBU. Memiliki kemampuan untuk menganalisa data. 46 . 3. Rencana Kinerja Tahunan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 7. instrumen Monev Ket. Pelaksana No. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Standar Biaya Umum. 8. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Tugas.

Mengajukan konsep Tim Monev pada Sekretaris Menerbitkan Surat Tugas (staf membuat surat tugas . 4. Aktivitas Menyusun Tim Monev Staf Melakukan koreksi terhadap draft susunan Tim. Staf Kasubbag Ses dan Kabag Sesuai dengan Susunan Tim yang disetujui oleh Ses 1 Hari 7.Pelaksana No. Kasubbag Kabag Ses Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Disposisi 2 Sekretaris Hari Disepakati 2 Para Kabag Hari dan TU Irwil Konsep Tim 1 Monev Jam Output Draft Tim Monev Susunan Tim Konsep disetujui oleh Sekretaris Surat Tugas Monev Ket. Staf Surat Tugas 1 Jam Terdistribu sinya Surat Tugas 47 .dikoreksi dan diparaf oleh Kasubbag dan kabag selanjutnya ditandatangani oleh Sekretaris) Pendistribusian Surat Tugas Kasubbag Kabag 1 2 3 5. 3. 6.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI MULAI Mempelajari Alokasi Anggaran Mempersiapkan Bahan Pendukung Penilaian terhadap Petugas Pemantau Menyusun Jadwal dan Daftar Petugas Mengajukan Konsep Disetujui Tidak Ya Distribusikan Surat Tugas Selesai 48 .

Rencana Kinerja Tahunan. Tugas. SOP Penyusunan Usulan RKAT. Memiliki kemampuan menyusun buku. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Data Obyek Audit. Fungsi. Peringatan: Jika tidak disusun. Aktivitas Mempelajari dan menelaah kebijakan Pengawasan Nasional yang ditetapkan oleh Menpan Mempelajari dan menelaah kebijakan Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. Fungsi. 1. Printer. Keterkaitan: 1. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 2. Kewenangan. Staf 49 .1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. SOP Penyusunan RKT. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdapat2 Edaran dari Jam nya inforMenpan masi kebijakan pengawasan Edaran dari BPKP 2 Jam Terdapatnya infor- Ket. 6.. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 5. 4. SOP Penyusunan Buku Direktori Obyek Audit. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03. 3. maka akan terjadi kesulitan dalam penetapan obyek audit dan penugasan tim audit. 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. 3. 4. 8. 7. Kewenangan. Data Auditor. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 2. 3. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana No. 2. 10. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Komputer. 2. 9. Edaran Menpan. Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN RKAT Dasar Hukum: 1. Tugas. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.PAN/ I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Alat Tulis Kantor.

Melakukan Rekonsi.SBU .Data auditor Hari . Tahunan Ditandatangani oleh Irjen Draft RKAT 1 Jam Terkirimnya RKAT Itjen Kasubbag Kabag 8. Aktivitas pengawasan oleh BPKP 3.PO DIPA .Buku UPKPT Sesuai 1 TersusunUsulan Irwil Minggu nya Draft RKAT 3 Tersusun-Draft Hari nya Konsep menjadi Rencana Bahan Audit Kerja RKAT. Mempelajari dan menelah kebijakan yang tertulis dalam RKT tahun berjalan Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output masi kebijakan pengawasan Terdapatnya informasi kebijakan pengawasan Tersusunnya data bahan pendukung Ket.Staf liasi dengan BPKP didampingi oleh MENPAN Kabag Ses Itjen dan Irjen Kasubbag 3 Hari RKAT Itjen Departemen Agama 50 .Form/ blangko .Kode wilayah & Kode Auditan .Obrik 1 . 7. RKT tahun berjalan 2 Jam 4. Melakukan Pembahasan RKAT dengan Inspektur Wilayah dalam Pembahasan RKT Mengirim Konsep RKAT ke MENPAN Staf Kasubbag Kabag .Pelaksana No. Menyiapkan bahan pendukung Staf 5. Menyusun RKAT Staf Kasubbag Kabag 6.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN RKAT MULAI Kebijakan Menpan tentang Pengawasan Kebijakan BPKP Data dukung Dipelajari dan ditelaah Draft dibahas dengan Irwil I -V Menyusun Draft RKAT Mengirim Draft RKAT ke Menpan Rekonsiliasi dengan BPKP didampingi Menpan Rencana Kerja Audit Tahunan ITJEN Dep. Agama SELESAI 51 .

. mesin tik. Kasubbag dan Kabag Irwil I-V Ses Itjen 52 . kebijakankebijakan pemerintah. 1. Pelaksana pada Subag Perencanaan. Komputer dan printer. Pencatatan dan Pendataan: Form usulan kegiatan bagian/irwil. 2.Sasaran. Meja. ATK. Renstra. Membagikan form rencana kinerja kepada Para Kepala Bagian dan para Inspektur Wilayah Mengisi form Rencana Kinerja Tahunan Melakukan kompilasi atas hasil usulan kegiatan bagian/irwil Membahas Usulan Form RKT Staf Kasubbag TU Irwil Staf 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. UU. maka sasaran pelaksanaan tugas dan fungsi instansi tidak berjalan Pelaksana No. 4. Kursi.Nomor hari nya Form . 2. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN Dasar Hukum: 1. . 3. 2.Indikator Kinerja Outcome . RPJMN berjalan.Anggaran Form 15 Terbaginya Rencana menit Form Kerja Rencana Tahunan Kinerja Tahunan 1 Terisinya Usulan hari data setiap Bagian dan bagian/irwil Irwil Form RKT 1 Terkumpultelah terisi Jam nya usulan Form RKT Draft RKT yang telah terisi 3 Hari Draft RKT Ket. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. 4.Indikator Kinerja Output. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. Menteri dan Inspektur Jenderal. Aktivitas Menyusun form rencana kinerja Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan FormTerdiri: 1 Tersusun. Kualifikasi Pelaksana: 1. Peringatan: Jika tidak dibuat. 2. Keterkaitan: SOP Penyusunan Renstra. 3.Program Rencana Utama Kinerja . Memiliki kompetensi dalam menganalisa rencana.

6. Penggandaan Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft RKT 15 Tersosialimenit sasikannya hasil pembahasan 2 Draft Hari Buku Rencana Kerja Draft Buku 1 Buku RKT Rencana Minggu Itjen Kerja Ket.Pelaksana No. 53 . Staf 8. Aktivitas Melaporkan hasil pembahasan pada Inspektur Wilayah melalui Sekretaris Melakukan kompilasi hasil pembahasan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Ses Itjen 7.

FLOW CHART SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN MULAI Mempersiapkan Form/Matrik RKT Mengirimkan Form/Matrik RKT Mengisi dan Mengevaluasi Menyusun Form/ Matrik RKT Membahas Konsep Form/Matrik RKT melalu Sidang Komisi Melaporkan Hasil pada Irwil Melakukan Kompilasi Hasil Penggandaan Hasil Kompilasi SELESAI 54 .

1. Irwil TU Irwil Staf 2 Hari 55 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. maka tidak tersusun program RKAT Pelaksana No. Pencatatan dan Pendataan: Form/Blanko Usulan RKAT Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Form URKAT 30 Form Menit URKAT Surat Pengantar dan Form URKAT Form URKAT dan Direktori 1 Jam Terkirimnya Form URKAT Draft URKAT Ket. Kode Wilayah dan Kode Auditan.PAN/I /2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. Keterkaitan: 1. 2. 9. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 5. Printer. program Program Peringatan: Jika tidak ada usulan RKAT. Komputer. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. Tugas. Fungsi. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 4. Data Auditor. Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Direktori Obyek Audit. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Memiliki Kompetensi dengan Komputer (Mengolah Data). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 3. Kewenangan. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Data Obyek Audit. 2. Kewenangan. 6. Alat Tulis Kantor. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. Aktivitas Membuat Form Usulan rencana kerja audit tahunan Mengedarkan Form URKAT pada TU Irwil dengan surat pengantar Mengisi form URKAT 1 Kabag 2 Kasubbag 3 Staf Peralatan/Perlengkapan: 1. 7. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Standar Biaya Umum. 2. 10. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. SOP Peta Wilayah. 4. Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag 3. Tugas. 8. Memahami perencanaan pengawasan. 3.

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

4.

5

Mengirim draft URKAT ke Sekretaris Menelaah draft URKAT dari Irwil

Irwil

TU Irwil

Staf

Kabag

Kasubbag Staf

6.

Menyusun URKAT

Kabag

Kasubbag Staf

7. 8.

Menggandakan naskah URKAT Mendistribusikan buku URKAT kepada para Irwil

Staf Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan para Irwil Obyek Audit, Rekap Audit Tahun Lalu Draft URKAT 30 TerkirimMenit nya URKAT Draft Draft URKAT 1 URKAT para Irwil; Hari telah Direktori ditelaah Obyek Audit; Rekap Audit Tahun sebelumnya Draft URKAT 2 Naskah hasil telaahHari URKAT an Naskah 2 Buku URKAT Hari URKAT Buku URKAT 30 TerdistribuMenit sikannya buku URKAT

Ket.

56

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT

MULAI

Membuat Form/Matrik UPKPT

Mengirim Form/Blanko ke Irwil I-V

Entry data Form/Blangko

Form dikembalikan ke Bagian Perencanaan Up. Subbag Perencanaan

Penelahaan UPKPT

Subbag Perencanaan melakukan Kompilasi UPKPT

Penggandaan UPKPT

SELESAI

57

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/ 2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKT; 2. SOP PO DIPA RKA-KL Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang anggaran; 2. Mempunyai kompetensi dalam operasian komputer

peng-

Peringatan: Jika tidak dibuat, maka program dan kegiatan tidak berjalan. Pelaksana No. 1 Aktivitas Memenuhi data tentang analisis kebutuhan jumlah anggaran yang diminta oleh Sekretariat Jenderal c.q Biro Perencanaan meliputi jumlah pegawai, inventaris kantor, jumlah kegiatan dan program dalam satu tahun, serta jumlah unit kerja instansi. Menerima infromasi mengenai pagu indikatif Departemen Agama per program Staf 1 2 3

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. Software Program RKA-KL; 3. Standar Biaya Umum; 4. RKT Tahun 2010. Pencatatan dan Pendataan:

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 45 TerpenuhiSesuai menit nya infordengan data masi mesetiap bagian ngenai data tentang Inspektorat Jenderal Dep.Agama

Ket.

2

Staf

Kasubbag

Kabag

30 menit

Terdapatnya informasi anggaran

58

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Itjen Dep. Agama

Ket.

3

4.

5.

6.

7.

anggaran, untuk kemudian dianalisa oleh para pimpinan. Staf Mengajukan usulan anggaran untuk biaya program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan, beserta prakiraan maju berupa implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanannya bedasarkan pagu indikatif yang telah diterima Mengkonfirmasikan Staf prakiraan maju yang telah disetujui oleh Biro Perencanaan menjadi dasar penyusunan usulan kegiatan anggaran Inspektorat Jenderal Dep.Agama pada tahun anggaran berikutnya. Menyusun anggaran Staf Inspektorat Jenderal Dep.Agama berdasarkan usulan program, kegiatan dan jenis dari setiap bagian dan inspektur wilayah disesuaikan dengan Pagu Indikatif dari Biro perencanaan Dep. Agama untuk menghasilkan RKAKL Pagu Indikatif Staf Mengkoreksi RKAKL Pagu Indikatif yang telah disusun harus berdasarkan anggaran berbasis kinerja dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk output dan outcome. Mengadakan Staf pembahasan dengan Komisi VIII DPR tentang kondisi

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja Itjen Dep. Agama

1 jam

Tersajinya data tentang program dan kegiatan Itjen Dep.Agama

Kasubbag dan Kabag

1 jam

Tersusunnya usulan anggaran yang proporsional

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja dan Per Menkeu

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Renja dan Per Menkeu

45 menit

Terkoreksinya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag Irjen dan RKA-KL dan Kabag Ses.Itjen Pagu Indikatif

1 hari

Terbahasnya data RKA-KL Pagu

59

Pelaksana No. Aktivitas internal Inspektorat Jenderal Dep.Agama untuk mengetahui besaran anggaran yang akan dialokasikan oleh Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Menyerahkan hasil pembahasan yang telah disetujui oleh Komisi VIII DPR kepada Sekretaris Jenderal Dep.Agama c.q. Biro Perencanaan untuk menetapkan Pagu Sementara Inpsektorat Jenderal Dep.Agama Mendapatkan Pagu Sementara dari Biro Perencanaan Menyusun RKA-KL Pagu Sementara Inspektorat Jenderal Dep. Agama berdasar kan usulan program, kegiatan dan jenis belanja dari setiap bagian dan inspektur wilayah. Mengadakan pembahasan dan pengkoreksian terhadap RKA-KL Pagu Sementara bersama dengan Ditjen Anggaran Depkeu Menerima pagu definitif dari Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Mengadakan penyusunan dan pembahasan untuk menetapkan finalisasi RKA-KL Inspektorat Jenderal Pagu Definitif Mengadakan pembahasan bersama dengan Ditjen Anggaran sesuai Pagu Definitif 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Indikatif

Ket.

8.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan hasil Komisi VIII DPR

1 hari

Tersusunnya rekomendasi pagu sementara Itjen Dep. Agama

9.

10.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan usulan progam dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Sementara

11.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan 3 dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

12.

Staf

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Surat Sekretariat Jenderal

30 menit

13.

Staf

3 Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masing-masing bagian dan Irwil Kasubbag dan Kabag 1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

14.

Staf

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

60

No. 15.

Aktivitas Menyerahkan hasil pembahasan untuk dikoreksi oleh seluruh Kabag dan Kasubbag Mengajukan hasil koreksi dari Kabag dan Kasubbag untuk disetujui oleh pimpinan

1 Staf

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Perlengkapan Kasubbag Ses.Itjen 45 dan Kabag menit

Pelaksana

Output

Ket.

16.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen dan Kabag

45 menit

17.

Mencetak dan mendistribusikan RKA-KL terakhir kepada pihak terkait

Staf

1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif hasil persetujuan pimpinan Terdistribusikannya RKA-KL Pagu Definitif Terkirimnya konsep DIPA Terbahasny a konsep DIPA Terkoreksinya konsep DIPA oleh pimpinan Terkirimnya konsep DIPA

18.

19.

20.

21.

22.

Mengajukan konsep DIPA kepada Dirjen Perbendaharaan Mengadakan pembahasan DIPA dengan Ditjen Perbendaharaan Menyerahkan konsep DIPA hasil pembahasan untuk ditandatangani pimpinan Mengembalikan konsep DIPA untuk ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan Mengambil DIPA RKA-KL pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Staf

Kasubbag dan Kabag Kasubbag dan Kabag

SAPSK Itjen Dep. Agama Konsep DIPA Itjen Dep. Agama

3 hari 1 hari

Staf

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Konsep DIPA dan Kabag hasil pembahasan

1 hari

Staf

Konsep DIPA yang telah dikoreksi

1 hari

Staf

1 hari

Tersusunnya konsep DIPA RKA-KL

61

FLOW CHART SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
MULAI

B

Data Analis Kebutuhan

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Sementara

Pagu Indikatif turun dari ROCAN

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu sementara

Mengajukan Usulan Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pagu Definitif turun dari ROCAN

Konfirmasi ke ROCAN tentang Prakiran Maju ITJEN Dep. Agama

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Ya Menelaah dan Mengkoreksi Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Menyerahkan Pembahasan Kepada Para Kepala Bagian dan Kasubbag

Pengajuan Hasil Koreksi ke Pimpinan

Tidak
Disetujui

Mencetak dan Mendistribusikan ke Pihak terkait

Mengajukan Konsep di DIPA ke DJPB Ya Rapat dengan Komisi VIII DPR tentang Anggaran yang dibutuhkan ITJEN Departemen Agama Melakukan Pembahasan DIPA dengan DJPB

A
Menyerahkan hasil Pembahasan kepada Pimpinan

Menyerahkan Hasil Rapat ke ROCAN untuk mendapatkan Pagu Sementara

Mengembalikan Konsep DIPA ke DJPB untuk Disahkan

Mengambil DIPA RKA-KL ke DJPB Pagu Sementara dari ROCAN

62

SELESAI

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP STANDAR BIAYA KHUSUS
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 6. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama; 7. PMA Nomor 2 Tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkungan Departemen Agama; 8. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 9. PMK Nomor 96/PMK.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 11. PMK Nomor 105/PMK.05/ 2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKA-KL; 2. SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang proses penyusunan anggaran. 2. Memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer.

Peringatan:

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. RKA-KL 3. DIPA 4. SBU 5. RKT 6. Peraturan DJA tentang Penyusunan SBK Pencatatan dan Pendataan: Form kegiatan yang ingin di jadikan SBK

Pelaksana No. 1. Aktivitas Membentuk Tim Penyusun 1 Eselon II

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon III Pelaksana PO DIPA 1 Terbentuk& IV RKA-KL hari nya tim penyusunan

Ket.

63

No. 2.

3.

4.

5.

6.

7.

8. 9.

Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon II Eselon III Pelaksana Rencana 1 TersusunMenentukan & IV Hari nya ProgProgram/Kegiatan Kinerja ram yang yang di SBK-Kan Tahunan Ingin di SBK-Kan Mengajukan kepada Kasubbag Kabag Ses Draft 30 Draft & pimpinan Itjen Program & menit Program Kegiatan Kegiatan Menyusun Program Staf Draft 3 Draft SBK dan Anggaran yang Program & hari akan dikeluarkan Kegiatan Staf Kasubbag Kabag SBU 3 Draft SBK Melakukan Peraturan hari Hasil PemPembahasan tentang SBK bahasan dengan Dirjen Anggaran Staf Kasubbag Ses Draft hasil 30 TersusunMengajukan hasil & Kabag Itjen SBK Hasil Menit nya konsep Pembahasan untuk Pembahasan SBK disetujui oleh pimpinan TerkirimKasubbag Kabag Ses Konsep SBK Mengajukan Dratf nya SBK Itjen Hasil SBK ke DJA cq Biro Pembahasan Perencanaan Dep. Agama Penelahaan SBK Tim DJA Konsep SBK SBK telah oleh DJA disetujui SBK telah Dimasukan Ditandatangani oleh Tim DJA disetujui dalam SK pimpinan untuk Menteri disetujui oleh Keuangan Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di seluruh Indonesia Aktivitas

Pelaksana

Ket.

64

FLOWCHART SOP STANDAR BIAYA KHUSUS MULAI

Membentuk Tim

Menentukan Program yang di SBK-Kan

Mengajukan pada Pimpinan
Tidak

Disetujui Ya

Menyusun Program dan Anggaran

Pembahasan dengan DJA

Mengajukan ke Pimpinan

Disetujui Ya

Tidak

Mengajukan Draft SBK ke DJA cq Rocan

Penelahaan oleh Tim SBK DJA

SK Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di Indonesia

SELESAI

65

Lampiran 2 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)
SUBBAG KEUANGAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. SOP Pencairan Anggaran SOP Pengelolaan Keuangan SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan SOP Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SOP Pencairan Anggaran-LS SOP Pengelolaan Pajak SOP Pembukuan Kas Umum SOP Pengelolaan Buku Pembantu SOP Laporan Keuangan

66

kursi. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. PMK Nomor 134/PMK. Pejabat Penguji Tagihan. SOP Pencairan Anggaran-LS. SPM Harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang. 5. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/ Lembaga. 4. telah di verifikasi Tanda pengenal Dana telah 2 Transfer SPM telah cair hari ke rekediverifikasi ning Itjen dengan benar Dana telah cair ke rekening Itjen Pengambilan uang sesuai cek yang telah ditandatangani Dana siap didistribusikan 3 jam Uang telah siap diambil setelah konfirmasi ke pihak bank Pelaksana bidang keuangan Bendahara KPA 5. 4. Pencairan harus melalui rekening yang telah disetujui. brankas. Keterkaitan: 1. 3. 5. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Kuasa Pengguna Anggaran. 4. 2. sarana transportasi. Pelaksana bidang keuangan. PMK Nomor 96/PMK. Penerbitan SP2D/Pencairan dana lewat bank persepsi Pencairan uang ke bank Petugas KPPN Mutu Baku Ket. BKU. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. 6. kalkulator. Pelaksana No 1. telepon. 2. Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Aplikasi SPM Terisinya 30 SPM menit 2 SPM yang Dokumen jam harus lengkap. 4. Kasubbag Keuangan. 2. Pejabat Pembuat Komitmen. 2. penelaahan.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. SPM. SP2D. komputer. 3. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Peringatan: 1. 2. 3. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. ATK. 3. Buku-buku pembantu. 3. Bendahara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. Aktivitas Input SPM Pemeriksaan SPM 1 Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. Bendahara Menyimpan Dana di brankas Dana yang telah diambil 15 menit 67 . 2. SOP Pengelolaan Keuangan. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. 4.

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN Mulai Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Pemeriksa an SPM Ditolak Ditolak Diterima Penerbitan SP2D Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 68 .

2. Membayar tagihan setelah mendapat persetujuan pejabat pembuat komitmen. SSBP. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. SOP Buku Kas Umum. 3. Buku Pembantu Bank. ATK.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. Menyusun laporan realisasi anggaran. SOP Buku-buku pembantu. LRA.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. Buku Pembantu Kas Tunai. Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: 1. 6. KMK Nomor 563/KMK. Laporan keuangan kementerian/lembaga tahun anggaran 2005. 5. BKU. Uang tunai dalam brankas tidak boleh melebihi ketentuan yang berlaku. mesin tik. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 3. 2. 7. 4. Menandatangani dan mempertanggungjawabkan semua dokumen pengeluaran yang dikelolanya. 8. 2. 3. 7. telepon. 8. SSP. brankas. 4. menyetorkan dan melaporkan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Kuasa Pengguna Anggaran harus mengawasi pelaksanaan anggaran satuan kerja. penyetoran dan pelaporannya. 5. 7. 9. 6. Buku Pembantu Kas Persediaan. 4. SOP Pencairan Anggaran-LS. menyetor. 9. Buku Pembantu Pajak. 5. Meneliti tersedianya dana yang bersangkutan 6. PMK Nomor 96/PMK. 3. kalkulator Peringatan: 1. 2. kursi. 2. 69 . Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang pelaksanaan penyusunan. PMK Nomor 134/PMK. 4.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. Menyusun Rencana pelaksanaan anggaran sesuai DIPA. Melakukan pembukuan sesuai ketentuan yang berlaku. Kualifikasi Pelaksana: 1. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. Aplikasi SAI. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen Kasubbag Keuangan Bendahara Peralatan/Perlengkapan: Meja. penelaahan. 3. 4.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara. Memotong dan/atau memungut. komputer. SOP Pencairan Anggaran. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN.

Kasubbag keuangan 3. Bendahara Memungut pajak dan menyetorkannya 6. telah siap di minggu pertanggungkwitansi jawabkan 70 .Dana telah 1 an tentang sampai hari alokasi dana kepada yang yang akan berhak digunakan Memungut Dana telah 1 disampaikan dan/atau hari kepada yang memotong pajak dan berhak melaporkan sesuai ketentuan Dokumen Bukti-bukti 1 pengeluaran. Aktivitas Menyimpan uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran anggaran Koordinasi dengan seluruh Pengelola kegiatan Pendistribusian dana 1 Bendahara 2 3 2. Pengelola kegiatan 4. Pertanggung.Bendahara Atasan jawaban langsung bendahara Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Uang yang Tersimpan15 telah diambil nya uang menit dengan baik Uang telah Tersusunnya 1 tersimpan rencana hari dengan baik pengeluaran anggaran 3 Tersusunnya Kesepahamjam an tentang rencana pengeluaran alokasi dana yang akan Anggaran digunakan Kesepaham. Bendahara Pelaksana kegiatan 5.Pelaksana No 1.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Mulai Penyimpanan Uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran A Koordinasi dengan seluruh Pemakai A Pendistribusian Dana Memungut/Menyetorkan Pajak Pertanggung jawaban Selesai 71 .

TOR. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Evalap 4. 3. Dokumen 1 Kwitansi. SK. 4. RAB. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke Sekretaris SK. mesin tik. 4.oleh subbag bag Hukum Evalap dan Per-UU 1 Telah ditanda Sekretaris Dokumen Itjen yang telah di tangani oleh hari disposisi oleh Sekretaris subbag Evalap Dana Bendahara Kasubbag Dokumen 1 keuangan yang telah di diterima hari tandatangani pelaksana kegiatan oleh Ses. TOR. Dana di Bank telah tersedia dan siap diambil oleh keuangan. 2. kursi. Memverifikasi kegiatan dan harus sudah sesuai dengan PO. 2. SOP Pencairan Anggaran 2. kalkulator Pencatatan dan Pendataan: 1. Faktur. Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan SK. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. pengajuan hari TOR anggaran telah siap 1 Dokumen pe.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. Kuasa Pengguna Anggaran. komputer. Pelaksana No 1. Pelaksana bidang keuangan. Pengeluaran harus disetujui oleh KPA. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Hukum dan Per-UU 3. 4. PMK Nomor 134/PMK. 6. 5. Kwitansi. Bendahara. 3. 2. PP Nomor 21 tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. SK. SK. TOR. 3. Aktivitas Persiapan dokumen pencairan 1 Pelaksana kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: 1. Pengeluaran dana harus sesuai perjanjian. brankas.disposisi disposisi Sub. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN. RAB Pelaksana diajukan ke kegiatan Subbag Keuangan 5. 2.Telah di beri Subbag ngajuan yang nomor dan di hari hukum telah siap disposisi dan Peroleh subbag UU hukum dan Per-UU 1 Telah diberi Subbag Dokumen hari Evalap yang telah di. 3. TOR. ATK. Ket 72 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. telepon. Kasubbag Keuangan. Petunjuk operasional. 4. RAB. SPM sudah disetujui oleh KPPN. TOR. Rencana pengeluaran. 5.

FLOW CHART SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Mulai Persiapan Pencairan Dokumen Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Evalap Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Hukum dan Per-UU Dokumen diajukan ke Sekretaris Itjen Dokumen diajukan ke Subbag Keuangan Selesai 73 .

Data yang ada di Aplikasi SAI harus sudah melalui proses rekonsiliasi dengan pihak KPPN Pelaksana No 1. Untuk memudahkan penggabungan. 3. Pelaksana bidang keuangan yang memahami alur proses pertanggungjawaban keuangan. telepon.06/2007 tentang sistem Akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. agar rekonsiliasi antara SAK dan SIMAK-BMN dilakukan 1 bulan sekali. Operator Operator SAI SIMAKBMN Operator Operator SAI SIMAKBMN 2. brankas. Data yang diinput di SAK dan SIMAK-BMN harus sesuai dengan data yang ada di SP2D. Pelaksana bidang perlengkapan yang telah mengikuti Diklat SAI. Rekonsiliasi harus sesuai dengan periode waktu berjalan. 2. kursi. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja Instansi pemerintah. 5. PMK Nomor 171/PMK. 4. Pelaksana bidang keuangan yang telah mengikuti Diklat SAI. 2. Aplikasi SIMAK-BMN 2.BMN SIMAK-BMN hari sesuai yang telah di telah direkondengan input siliasi pencairan dana/Aset yang tercantum di neraca 1 SAI yang telah SAI telah dihari direkonsiliasi rekonsiliasi dengan Biro Keuangan 74 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. kalkulator.dokumen Terinputnya 1 pengadaan data di SAI bulan dan SIMAKBMN SAK dan SAK dan 1 harus SIMAK . UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 3. komputer. 3. Keterkaitan: SOP Laporan Keuangan Peringatan: 1. Aktivitas Menginput Data SAI dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang standar Akuntansi Pemerintahan. Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Depag Operator Pelaksana SAI Biro Keuangan Mutu Baku Ket Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SP2D. 4. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. mesin tik. Aplikasi SAK 2.

FLOW CHART SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Mulai Input SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Tidak sama Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Sama sama Selesai 75 .

3. 5. 2. Aktivitas Verifikasi dokumen 1 Pelaksana bidang keuangan Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. SPM. Pejabat Pembuat Komitmen. SP2D. Input SPM 3. 4. 2. kalkulator. Pelaksana No 1. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. penelahaan. SPM harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. kursi. 4. 7. 4. SOP Pencairan Anggaran Peringatan: 1. Pejabat Penguji Tagihan. 6. adaan sesuai Jam dengan PO DIPA 15 Dokumen yang Terinputnya menit sesuai dengan SPM PO DIPA SPM yang Terverifikasinya 2 sudah diinput data SPM jam SPM yang telah disetujui Dana telah cair/ transfer ke 2 hari Ket Penerbitan Petugas SP2D/Pencairan KPPN 76 . 5. Pencairan dana langsung ke pihak ketiga/ rekanan atau rekening Bendahara. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Dasar Hukum: 1. 5. Keppres Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. ATK. 3. SPP. telepon. Transaksi yang berlangsung dengan pihak ketiga/rekanan. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. 5. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. 4. Pejabat Penandatangan SPM. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Kasubbag Keuangan. 6. nilai Pembelian harus dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaksana bidang keuangan. PMK Nomor 134/PMK. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. Keterkaitan: 1. komputer. sarana transportasi. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. 2.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. Kuasa Pengguna Anggaran. di dalam pengajuan ke KPPN harus disertakan Resume Kontrak. SOP Pengelolaan Anggaran 2. Pemeriksaan SPM Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Dokumen Dokumen peng1 Pengadaan. SSP. BKU. 3. Jika menyangkut pencairan dana pihak ketiga/ rekanan. 3. PMK Nomor 96/PMK. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga.

Pencairan uang ke bank Pelaksana Bendahara bidang keuangan KPA Dana telah ditransfer ke rekening Itjen 3 Jam Uang telah siap di ambil setelah konfirmasi ke pihak bank 6.Pelaksana No Aktivitas dana lewat bank persepsi 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output rekening itjen/ transfer ke rekening pihak ketiga/rekanan Pengambilan Dana sesuai cek yang telah ditandatangani Waktu Ket 5. Menyimpan Dana di brankas Bendahara Dana yang telah diambil Dana siap distribusikan di 15 menit 77 .

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Mulai Verifikasi Dokumen Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Ditolak Pemeriksaan SPM Diterima Penerbitan SP2D Transfer ke Rekening Pihak ketiga/Rekanan Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 78 .

Faktur pajak dan SSP merupakan bukti pemungutan dan penyetoran PPN dan PPh.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Aktivitas Menerima Faktur pajak dari rekanan Menghitung Pajak 1 Bendaharawan Bendaharawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. kecuali yang tercantum dalam pasal 4 ayat (1) KMK Nomor 563/KMK.03/2003. 2. mesin tik. 4. ATK. komputer. kursi. 4. Keterkaitan: SOP Pengelolaan Anggaran Peringatan: 1. Bendahara. SSP harus di cantumkan NPWP pihak ketiga. Buku pembantu pajak. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. Pemungutan pajak dilakukan pada saat pembayaran oleh bendaharawan kepada rekanan pemerintah. 3. Semua pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan pemerintah harus dipungut PPN dan atau PPn BM. Peralatan/Perlengkapan: Meja. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. 2. BKU. menyetor. 2. Faktur pajak. 5.Pajak yang Jam suai dengan telah dihinilai pembelitung an Pajak yang Telah dipo1 telah dihitung tongnya pajak jam Pajak hasil Pajak telah 2 Faktur pajak pemotongan disetorkan jam ditanda- 79 . kalkulator. Pajak yang dipungut harus disetorkan ke bank persepsi atau kantor pos. 3. Dasar pemungutan pajak adalah jumlah pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan sebagaimana tersebut dalam SPM. sarana transportasi. penyetoran dan pelaporannya. Pelaksana Bidang keuangan. Pelaksana No 1. 3. KMK Nomor 563/KMK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN PAJAK Dasar Hukum: 1. SSP. 3. 2. Memungut pajak Penyetoran Pajak Bendaharawan Bendaharawan Pelaksana Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 SSP SSP sesuai Jam dengan nilai pembelian 1 SSP yang se. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 6. 4.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 bidang keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan tangani oleh bendahara dan pada lembar faktur pajak wajib di bubuhi cap “disetor tanggal..” 5.. Pelaporan Pajak Bendaharawan Pajak yang telah disetorkan Telah dilaporkannya pajak 3 jam 80 ..

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN PAJAK Mulai Menerima Faktur Pajak Menghitung Pajak Memungut Pajak Menyetorkan Pajak Melaporkan Pajak Selesai 81 .

06/2004. KMK Nomor332/M/V/9/1968 tentang buku kas umum dan cara mengerjakannya. 4. Semua transaksi keuangan harus dibukukan dalam BKU.Akhir datangani oleh bulan 82 . nya buktiFaktur Pajak bukti pembayaran Bukti-bukti pembayaran Telah dicocokkannya bukti pembayaran dengan SPTB Transaksi yang telah dibukukan Waktu 1 Jam Keterangan 2. Rekening Koran. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Keterkaitan: 1. SPM. Penutupan register BKU harus ditandatangani oleh atasan langsung bendahara. Pembukuan BKU harus sesuai isinya dengan SPTB. Buku Cek. Bendahara. Peringatan: 1. SP2D. SOP Pembukuan buku pembantu. Pembukuan BKU waktunya sesudah ada bukti transaksi. SOP Pengelolaan Keuangan. komputer. Mencocokkan bukti pembayaran dengan SPTB Pembukuan awal bulan dan pembukuan selanjutnya Penutupan BKU 3. 4. Pelaksana No 1. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. kalkulator. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kwitansi Terkumpulpembayaran. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. BKU.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Dasar Hukum: 1. 5. Pulpen. 3. 6. 2. kursi. 4. 3. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 4. 3. 5. 2. Tertib admintrasi keuangan. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER-21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005. Aktivitas Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran 1 Bendahara 2 Pelaksana bidang keuang an 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. 2. 7. 6. SPTB. Kwitansi Pembayaran. 5. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. 2. Pelaks ana bidang keuang an BendaPelakharawan sana bidang Pelaksana bidang keuang an Bendahara 3 jam Bukti-bukti yang telah dicocokkan Setiap ada transaksi Saldo di BKU harus dicocokkan KPA Transaksi yang telah dibukukan BKU telah Setiap ditutup/ditan. PMK Nomor 606/PMK. Buku Kas Umum.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bendahara dan atasan langsung Bendahara Waktu Keterangan jumlahnya dengan saldo bank dan buku kas tunai 83 .

FLOW CHART SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Mulai Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran Entry SPTB Pengisian Lembar Pertama BKU Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan BKU Selesai 84 .

3. Buku Kas Tunai. Peringatan: 1. 2. 2. Penggunaan buku pembantu adalah untuk memudahkan dalam pengawasan anggaran. 2. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Buku Kas Persediaan. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. 2. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Bukti-bukti Terkumpul1 transaksi nya buktijam bukti transaksi 1 Bukti-bukti Bukti-bukti transaksi yang telah hari di bukukan Keterangan Format buku-buku pembantu adalah Staffel kecuali buku pembantu pajak yang formatnya scontro 3. 4. kursi. Untuk pengklasifikasian jenis dana. Tertib Administrasi. 3. komputer. Pulpen. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Buku Pajak. Pelaksana No 1. MengumpulBendahara Pelaksana kan bukti-bukti bidang transaksi keuangan Bendahara Pelaksana Pembukuan bidang awal bulan keuangan dan pembukuan selanjutnya 2. Bukubuku pembantu. ATK. Buku Bank. Penutupan pembukuan Bendahara Pelaksana bidang keuangan Hasil pembukuan Setiap Transaksi yang telah ada tranditutup saksi 85 . Perdirjen perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005 Keterkaitan: 1. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. PMK Nomor 134/PMK. 2. 5. Pencatatan arus kas keuangan. Administrasi keuangan. kalkulator.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Dasar Hukum: 1. Penggunaan buku-buku pembantu juga untuk memudahkan dalam melakukan pertanggungjawaban anggaran. Bendahara. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. 3.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 3.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Mulai Mengumpulkan Bukti Transaksi Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan Pembukuan Selesai 86 .

06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. semesteran dan tahunan. 2. 3. komputer. 2. Pensil. 2. kalkulator.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Periode Laporan keuangan adalah 1 bulan. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. PMK Nomor 134/PMK. Neraca. 4. Kuasa Pengguna Anggaran. SAI. alat transportasi Peringatan: Pencatatan dan Pendataan: 1. Kasubbag Keuangan. 2. Bukubuku pembantu. 2. Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Pelaksana bidang keuangan Pelaksana Pelaksana bidang bidang keuangan perlengkapan Pelaksana bidang keuangan Pelaksana bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Terinputnya SP2D SP2D yang telah diinput SAK dan SIMAKBMN telah direkonsiliasi SAI telah sesuai dengan KPPN SAI telah sesuai dengan Biro Keuangan Waktu 1 jam 1 hari Keterangan 3. Ditjen Anggaran. 5. 3. Triwulan. kursi. 6. Pulpen. LRA. Bendahara. Pelaksana bidang keuangan. Ditjen Perbendaharaan. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER24/PB/2006 Tentang pelaksanaan penyusunan laporan keuangan Kementerian Negara/ Lembaga. 3. 5. 4. 1. ATK. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Biro Keuangan Depag. Laporan Keuangan tidak boleh melebihi batas waktu ketentuan. 3. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. 4. Keterkaitan: 1. 3. Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SAI yang telah direkonsiliasi dengan KPPN 1 hari 4. Pejabat Pembuat Komitmen. Pelaksana No 1. Aktivitas Entry SP2D 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. KPPN. Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Depag 1 hari 87 . Isi Laporan keuangan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku.

dan tahunan 88 .Pelaksana No 5. semester. Aktivitas Pembuatan Buku Laporan Keuangan 1 Pelaksana bidang keuangan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerwujudSAI yang nya buku sesuai laporan dengan Biro keuangan Keuangan yang telah ditandatangani oleh KPA Waktu 3 hari Keterangan Pembuatan buku yaitu Triwulan.

FLOW CHART SOP LAPORAN KEUANGAN Mulai Entry SP2D Tidak sama Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Pembuatan Buku Laporan Keuangan Selesai 89 .

Lampiran 3  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)        SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN    1. 2. 6. 3. 7. 4. 8. 5. SOP Evaluasi Realisasi Kinerja  SOP Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Itjen  SOP Monitoring Perjalanan Dinas  SOP Penerbitan SK Kegiatan  SOP Realisasi PKPT  SOP Sinkronisasi Realisasi Anggaran Kegiatan  SOP Monitoring SK Kegiatan  SOP Verifikasi Anggaran  90 .

Aktifitas Mengumpulkan bahan dari masing Subbag dan Irwil Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan Irwil per triwulan 1 Subbag dan Irwil Subbag Evalap 2 Subbag Keuang an Pencatatan dan Pendataan: 1. Pendataan realisasi anggaran per bagian. jika tidak maka dianggap anggaran belum terserap. dan juga tidak akan dapat dilakukannya evaluasi kinerja. 2. 3. Persyaratan/ 3 Perlengkapan Subbag 1. 2. 4. 3. Mampu/memahami dokumen Rencana Kinerja. 4. Seluruh kegiatan yang sudah dipertanggungjawabkan harus dituangkan ke dalam laporan SAI. Lap RA&K 5 hari 91 . PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. Mampu/memahami dokumen RKA-KL. Mutu Baku Output Terkumpulnya semua bahan evaluasi Terukurnya keberhasilan kinerja setiap bagian dan Irwil Waktu 3 hari Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 4. RKT. 2. Pencatatan hasil evaluasi anggaran sementara. 5. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. SP2D. 3. Setiap bagian atau penanggungjawab kegiatan wajib membuat laporan realisasi anggaran. Pelaksana No 1. 3. SAI. Lap RA&K 1. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan Kegiatan. 2. Setiap awal tahun anggaran selalu dibuatkan Rencana Kinerja Tahunan oleh setiap Satker. 3. 2. SOP Laporan Keuangan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. karena kalau tidak dibuat laporannya maka tidak akan jelas berapa anggaran yang telah dikeluarkan dari pihak penanggungjawab kegiatan tersebut. karena kalau tidak dibuatkan Renja tersebut maka tidak akan memperoleh anggaran yang tepat. 2. SOP Kalender Kegiatan. 5. 6. Evalap 2. 3. Mampu melakukan analisa/evaluasi terhadap kinerja anggaran. RKT. ATK Komputer PC POK Renja Laporan realisasi anggaran (SAI) Laporan realisasi anggaran per bagian Peringatan: 1. Kualifikasi Pelaksana: 1. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 2.

SP2D. Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1. Subbag Evalap 6. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya Menyusun Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 1 Subbag Evalap 2 3 4. Lap RA&K. 4. Kalender Kegiatan Kalender Kegiatan 3 hari Ket. 2. SAI. Subbag Evalap 2 Laporan Evaluasi Realisa. Aktifitas Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen Per triwulan Menganalisis hasil kinerja. RKT. 4. SAI. RKT. 5. SP2D. Lakip hari 3. 3. Draft PKK 5 2. Lap RA&K Rencana Kinerja Tahunan 1. SAI. SP2D. Terukurnya 5 2.Pelaksana No 3. 5.hari si Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 92 . daya serap hari anggaran Itjen per triwulan 1.

Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya. 2. 6. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan. Lap. Menganalisis hasil kinerja. 3. 5. 2. RKT. Draft Pengukuran Kinerja (PKK) LAKIP Kalender Kegiatan Menyusun laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan Arsip Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran Laporan Diserahkan untuk Sekretaris dan Setiap Bagian SELESAI 93 . SP2D. RA & K. 1. SAI. Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan irwil per triwulan. Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen per triwulan.FLOWCHART SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA MULAI Mengumpulkan Bahan Dari Setiap Subbag dan Irwil 1. 1. 3. 4.

Pencatatan laporan realisasi anggaran SAI. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Keterkaitan: 1. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 3.Subbag s. 5. Pencatatan laporan konsolidasi Bagian I Masing. 3. 3.bagian keuangan terlambat dalam penyusunan laporan keuangan (SAI) maka juga akan menghambat proses pertanggungjawaban laporan konsolidasi per kegiatan dan program untuk tingkat unit eselon I pusat. maka akan menghambat proses penyusunan laporan keuangan (SAI). Pelaksana NO 1. Memahami dan mempunyai kemampuan dalam hal membaca dokumen RKAKL/DIPA/POK. 4. 2. Aktifitas Masing-masing Bagian di lingkungan Itjen Dep. Mampu menganalisa laporan realisasi keuangan. 2. Mampu mengoperasikan Komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. 3.Evalap an Laporan realisasi anggaran Laporan SAI 1 bulan 94 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN Dasar Hukum: 1. 2. 2. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. IV masing Evalap Subbag Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Laporan Laporan bulan Realisasi realisasi Anggaran anggaran dan Kegiatan Ket. 3. Apabila pada masing-masing bagian (penanggungjawab kegiatan) tidak membuat laporan realisasi anggaran per bulan. SOP Pengelolaan Keuangan. Apabila laporan konsolidasi program dan kegiatan tidak dibuat dan diserahkan ke Sekjen Dep. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. ATK Komputer PC Laporan SAI RKA-KL/DIPA/POK Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. 2. 2. Agama cq Biro Perencanaan maka satker tersebut dianggap tidak melaksanakan suatu kegiatan dan anggaran tersebut tidak terserap. 2. Subbag Subbag Keuang. Apabila sub. Agama secara bulanan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dan program Meminta data realisasi anggaran yang sudah diinput ke dalam aplikasi SAI per bulan 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.d.

Melakukan pencocokan data realisasi anggaran dari masing-masing bagian dengan data SAI Menyusun laporan Subbag laporan konsolidasi Evalap Program dan Kegiatan Pengesahan laporan konsolidasi oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan diketahui oleh Sekretaris Itjen Dep. Konsep La.1 poran Kon.Kabag Subbag ris Itjen Program Evalap 5. Sekreta. 1 hari 1. Subbag Evalap Biro Perencana an 95 . Laporan realisasi anggaran 2. Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per triwulan.hari solidasi Program dan Kegiatan Konsep Lapor. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket.Pelaksana NO 3. 4. Laporan SAI 6. Agama Melakukan pengiriman laporan konsolidasi ke biro perencanaan melalui email atau surat.Laporan 1 an Konsolidasi Konsolidasi hari Program dan Program Kegiatan dan Kegiatan per triwulan.

LRA & Kegiatan Sudah Membuat Lap. V Bagian I Subbag Evalap MULAI Membuat LRA & Kegiatan 1 Meminta data realisasi keuangan yang sudah disusun ke dalam SAI (dr Subbag Keuangan) Subbag Keuangan Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s.d. AGAMA Bagian I s.d. Pengiriman Laporan Konsolidasi ke Biro Perencanaan melalui Email SELESAI 96 .FLOWCHART SOP KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN DEP. V) Dokumen LRA & Kegiatan dan Dokumen SAI Melakukan konfirmasi data apabila terjadi ketidakcocokkan antara data LRA dengan SAI Proses Penge cekan Belum Proses Penco cokan Belum Sudah Dok.d.d. Konsolidasi Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Penyerahan Dokumen LRA kepada Subbag Evalap Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Arsip 1 Persetujuan Laporan Konsolidasi Program & Kegiatan Itjen Depag per triwulan oleh Kabag I dan ditandatangani oleh Sekretaris. IV dan Irwil I s. IV Dan TU Irwil I s.

6. ATK 2. SK Kegiatan 5. Surat Tugas 4. 2. Perencanaan Audit. SK. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT 3. Surat tugas dan SK Kegiatan belum dibuat maka kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan. 5. monitoring perjalanan dinas. dan pelaksanaan kegiatan lainnya untuk bulan berikutnya. Monev. Pelaksana NO 1. 2. 2.d. SOP penerbitan SK Tim dan SK Kegiatan 2. 3. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. 2. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka program audit akan tidak jelas. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Renca-na Pembangunan. Peringatan: 1. dan Rekap Surat Tugas untuk kegiatan Audit dan Monev Permintaan data RAB untuk kegiatan non Audit dan Monev 1 2 3 Subbag Subbag Program Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan RAB audit dan RAB Perja1 monev lanan Dinas hari kegiatan audit dan monev Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. dan Kegiatan non Audit. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. IV Subbag Evalap RAB kegiatan RAB Perjanon audit dan lanan Dinas kegiatan monev non audit 1 hari 97 . Bagian I s. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. SPTB (Surat Pertanggungjawaban) Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan Data Kegiatan Audit. 4. Verifikasi Perjalanan Dinas. Komputer PC 3. Aktifitas Permintaan data. Memahami dalam hal penyusunan program audit. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Kualifikasi Pelaksana: 1. Apabila setiap auditor dan pegawai yang telah melakukan perjalanan dinas (kembali ke Jakarta) tidak segera membuat/ menyelesaikan verifikasi perjalanan dinas maka akan menghambat proses laporan realisasi anggaran.

d. V dinas kemaupun kegiatan giatan/non non audit dan audit dan monev monev Permintaan data Subbag Tim Veri.Laporan Entry data moni. IV.s.d.Subbag Data realisasi Laporan verifikasi perjalan.Keuang.Subbag Monitoring fikasi Perjatoring perjalanan Evalap hari Perjalanan Dinas dinas lanan Dinas 2 hari 3 hari 98 . dan monev Permintaan data Tim Veri.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu 3 hari Ket. 3.fikasi Per.perjalanan verifikasi an dinas Tangga jalanan an dinas Perjalanan Dinas Dinas Laporan Veri.Bagian I Subbag Data realisasi Laporan realisasi perjalan. 5. 4.Rumah fikasi Per. Evalap perjalanan verifikasi an dinas kegiatan jalanan dan Irwil I dinas perjalanan audit dan monev Dinas s.

SPTB. 3. Verifikasi PD. SK Kegiatan. 5. SK. IV) Verifikasi PD (Subbag RT) SPTB (Subbag Keuangan) 1. dan Verifikasi PD Perencanaan Audit (Subbag Program) Surat Tugas (Subbag Program) SK Kegiatan (Bagian I s. Surat Tugas. Surat Tugas. Melakukan Entry Data Perjalanan Dinas berdasarkan data yang telah dikumpulkan Dokumen Laporan Monitoring Perjalanan Dinas Itjen Per Triwulan SELESAI 99 . 2. Perencanaan Audit.d. SPTB.FLOWCHART SOP MONITORING PERJALANAN DINAS MULAI Permintaan Data Perencanaan Audit. 4.

dalam RKA-KL Pelaksana No Aktifitas 1 2 Masingmasing sub. narasumber. Waktu & tempat pelaksanaan kegiatan SK Panitia. Pencatatan jenis kegiatan kedalam buku kendali kegiatan. Yang mampu memahami dalam penelahaan dokumen RKA-KL dan POK. 2. Jumlah anggaran kegiatan. Keterkaitan: 1. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Pemeriksaan data Subbag atau pagu anggaran Evalap Subbag Keuangan 100 . Bagian 3 Ket. Pencatatan TOR dan SK Kegiatan (jumlah anggaran. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. SOP SK Kegiatan 3. 3. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: Apabila setiap kegiatan tidak dibuatkan SK Kegiatan.Subbag aturan-peraturan Per-UU(dasar hukum) an 3. IV 2. Kegiatan tersebut ada di hari SK Kegiatan. biaya honor. dan moderator). 1. 1.d. Ketepatan dalam penulisan latar. jumlah personil panitia. dan TOR 2. dan RAB maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah (tidak diperbolehkan) dan anggaran kegiatan tersebut tidak akan cair (keluar). naradan TOR sumber. 1. moderator) ke dalam buku kendali TOR dan SK.3 sonil (panitia. Mampu mengoperasikan komputer. 2. Pengajuan TOR Bagian I dan SK Kegiatan s. Peraturan lama 1 diganti yang hari SK Kegiatan. 3. peserta. Jumlah per. 2. SK Kegiatan Pencatatan dan Pendataan: 1. hal Peralatan/Perlengkapan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Panitia. SOP Kalender Kegiatan 2. ATK 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. maksud dan tujuan 1 SK Panitia. 2. Ketepatan dalam penulisan sesuai aturan dalam bahasa Indonesia. Pengecekan per.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 3. hari SK Kegiatan peserta. TOR Kegiatan. RKA-KL 4. Komputer PC 3. 1. baru. Adanya proses pencoco kan data dengan RKAKL/POK.

Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK. 3. jawaban Pelaksadan data naan Kegiatan hasil dari kegiatan tersebut Ket. Kesesuaian komponen kegiatan dalam rincian biaya. Subbag Per-UUan. 2.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 4. Pengesahan/persetujuan pelaksanaan kegiatan Subbag Evalap Subbag Per-UUan Pejabat KPA (Sekretaris Itjen) 5. 5. SK dan TOR Kegiatan disetujui dan ditanda tangani oleh Sekretaris SK Panitia. 3.Pertanggunghari an. TOR. 1. Lembar memo persetujuan 1 SK Panitia. Diserahkan kepada Sekretaris Itjen. Memo persetujuan dari hari SK Kegiatan. Ketepatan RAB jumlah anggaran dengan RKA-KL dan POK. Subbag Evalap. UU-an. dan dan POK.Subbag tangani Sekretaris Itjen Subbag Evalap Subbag Keuang an Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan TOR. Pengiriman arsip MasingSK dan TOR yang masing sudah ditanda. 4. 101 . subbag PerTOR. Subbag Keuangan. Memo persetujuan dari Subbag Evalap. 2. Buku Laporan 4 SK Kegiat.

TOR & SK (Draft) Tdk 2 3 DISETUJUI SELESAI 102 .FLOWCHART SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Bagian I s. IV dan Irwil I s.Bag Per-UU 1 Bagian I Subbag. V Pengecekan Peraturan – peraturan yang berlaku Pengecekan/ Pencocokan terhadap kesesuaian dengan Pagu di POK Tdk Proses Tdk Ya Proses Pemberian No SK Proses Penge sahan Ya Dok. TOR & SK (Draft) Dok. TOR & SK (Draft) Ya Dok. TOR & SK (Draft) 1 Dok.d.d. TOR & SK (Draft) Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s. IV Dan TU Irwil I s. V Bagian II Sub.d.d. Evalap 2 MULAI Membuat TOR & SK Dok.

d.d. IV dan TU Irwil I s. Agama 3 Di kembalikan kepada yang bersangkutan dalam hal ini Bagian I s. TOR & SK (Final) SELESAI 103 . TOR & SK (Draft) Dok. V Disertai dengan lembar pengesahan dari Per-UU dan Evalap Dok. TOR & SK (Final) Penandatanganan Subbag Per-UU Subbag Evalap Subbag Keuangan Dok.Sekretaris Itjen Dep.

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT Dasar Hukum: 1.Rumah Verifikasi Evalap perjalanan Verifikasi Tangga Perjalanan dinas dinas perjalanan an Dinas dinas 2 1. Pencatatan rekap rencana PKPT. 3. 5. Apabila verifikasi perjalanan dinas tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dibuat. 5. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaks. ATK Komputer PC RAB Verifikasi Perjalanan Dinas Peringatan: 1. Rekap Subbag Tim Permintaan data hari verifikasi sementara verifikasi perjalan. 3. Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2.Non PKPT kasi Perja. Lap. Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: 1. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dilakukan/dibuat. hari Evalap dan Non Realisasi PKPT dan Non PKPT. 4. 3. 104 . Pendataan verifikasi perjalanan dinas yang sudah selesai. Mampu mengoperasikan komputer. Rekap PKPT Laporan Entry Data realisasi Subbag. 2. 2.(sementara) lanan Dinas Aktifitas Ket. 4. NO 1. Penyusunan LAKIP. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Mempunyai kemampuan dalam administrasi. RAB Audit tidak dibuat maka tidak dapat membandingkan antara perencanaan anggaran dengan realisasi anggaran. selain itu juga akan dapat menghambat proses penyerapan anggaran. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 2. PKPT PKPT dan 2. 2. 3. Verifi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. SOP Kalender Kegiatan SOP SK Kegiatan SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Pelaksanaan Kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. 2. Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan Permintaan data Subbag Data Rekap Laporan 1 rekap PKPT dan PerencaPKPT dan rekap PKPT hari Non PKPT naan Non PKPT dan Non PKPT 1 Laporan Subbag. 2.

Rekap Surat Tugas. 3. s.d. V 2.Pelaksana NO 4. Rekap PKPT dan Non TU Irwil I Evalap PKPT. 105 . Laporan Verifikasi Perjalanan Dinas Mutu Baku Output Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT (final) Waktu 2 hari Ket. Aktifitas Konfirmasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor 1 Auditor Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Subbag Subbag. 1.

Perencanaan Audit Rekap Surat Tugas Hasil Konfimasi SPTB Penyusunan Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT sesuai dengan data yang diperoleh Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT triwulan SELESAI 106 . 3. 2. 4.FLOWCHART SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT MULAI Permintaan Data Pendukung Program Audit dari Subbag Program Permintaan Data SPTB dari Subbag Keuangan Dokumen Perencanaan Audit dan Surat Tugas Melakukan konfimasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor Dokumen SPTB (Surat Pertanggungjawaban Belanja) 1.

Laporan realisasi Waktu 1 hari Ket. 2. Pengisian formulir Kabag I Seluruh Kasubag realisasi anggaran s. Bagi masing-masing Bagian sebagai penanggungjawab kegiatan tidak membuat laporan realisasi anggaran maka akan memperlambat proses laporan realisasi anggaran kegiatan. 2. ATK 2. 3. Bagian Keuangan. Agama. Kepres No.1. 1. Formulir Laporan realisasi Form anggaran Realisasi kegiatan Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan Form Reali. IV kepada penanggungjawab kegiatan 3. Komputer PC 3. Keterkaitan: 1. PMA No.d. Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Laporan realisasi sasi. PP No. Permintaan formulir Kabag I realisasi dan LPJ s. anggaran dan LPJ dari subbag keuangan . RAB. 2. Memahami masalah laporan realisasi anggaran kegiatan Itjen Dep. Adanya proses pencocokan data dengan RKA-KL/ POK. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. SOP Pengelolaan Keuangan 2. Memahami dan mampu membaca dokumen RKA-KL dan POK. Setelah pelaksanaan kegiatan 1 hari 1 hari 107 . Pencatatan realisasi anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). Data Pendukung Lainnya Pencatatan dan Pendataan: 1. Laporan dan LPJ Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). 2. Pemeriksaan kete. Peralatan/Perlengkapan: 1. Apabila pagu anggaran suatu kegiatan yang diajukan pada masing-masing bagian tidak sesuai dengan dokumen RKA-KL dan DIPA maka hasil akhir laporan realisasi anggaran kegiatan tidak akan sama dengan data SAI yang ada di Sub.Subbag patan dalam peng.Evalap isian formulir realisasi anggaran Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Form. 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. RAB 4. 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Pencatatan waktu pelaksanaan kegiatan.d. SOP Verifikasi Penyerapan Anggaran 3. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. 2. IV kegiatan 2. RAB.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1.

SAI. dan Form Realisasi 5. RAB. Pencatatan atau entry data realisasi Subbag Evalap Subbag Keuangan Form Realisasi. SAI. RAB. dan laporan evaluasi realisasi anggaran Laporan Rea.hari rapan Anggaran Kegiatan dan non Kegiatan per bulan/ triwulan 108 . Melakukan perbandingan data realisasi anggaran kegiatan dari masingmasing penanggungjawab kegiatan dengan laporan realisasi anggaran (SAI) 6.1 lisasi Penye. 1 Laporan hari Form Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). Subbag Evalap Form Realisasi. dan data pendukung lainnya anggaran dari penanggu ngjawab kegiatan.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. POK. 4. 1 Laporan hasil hari evaluasi realisasi anggaran kegiatan. Pencocokan RAB Subbag dengan Pagu Evalap Anggaran RKA-KL.

(Subbag Evalap) Bagian I s.FLOWCHART SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN Bagian I. V Form Realisasi MULAI Pembuatan Form Realisasi Penyusunan from realisasi anggaran & Kegiatan Form Realisasi Form Realisasi LRA dan LPJ MULAI Pengisian formulir realisasi anggaran kegiatan Permintaan Laporan Realisasi Angggaran kegiatan kepada masing-masing Bagian Pemeriksaan formulir realisasi anggaran Pencocokan RAB dengan Pagu Anggaran Melakukan perbandingan data/laporan realisasi anggaran kegiatan Pencatatan atau entry data realisasi SELESAI 109 .d. IV dan TU Irwil I s.d.

apabila kegiatan yang akan dilaksanakan tidak dibuatkan SK maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah. 3. 3. Pelaksana No 1. 2. SK harus dilampir -kan lembar pengesahan dari 110 . 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: 1. 2. Moderator. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. SK Kegiatan didalamnya harus disertakan atau di tulis jumlah maupun nama-nama personil yang akan mengikuti kegiatan tersebut. IV Subbag Evalap Kasubbag Evalap 2 Subbag Evalap 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. Memahami peraturan dalam hal penyusunan SK Kegiatan. Pendataan Jumlah SK Kegiatan yang masuk atau yang akan dilaksanakan. 2. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 4. Kualifikasi Pelaksana: 1. POK. apabila tidak dibuatkan maka akan sulit untuk mengendalikan kegiatan tersebut apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak. 2. 5. SOP Kalender Kegiatan.SK Kegiatan (final) an. dan Narasumber). Panitia. Mampu/memahami dokumen POK. Juga tidak akan dapat dikendalikan dari segi namanama personilnya. 4. Peralatan/Perlengkapan: 1. ATK Komputer PC POK SK Peringatan: 1. SK Kegiat. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Kegiatan Konsep SK Kegiatan SK KegiatDokumen an dan POK pengesahan SK 1. 2. Mampu mengoperasikan computer. 3. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Lembar pengesahan Waktu 1 hari 1 hari 1 hari Ket. Aktifitas Penerimaan SK Kegiatan Penelahaan SK Kegiatan dengan dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan bahwa SK tersebut telah sesuai dengan POK 1 Bagian I s. 3.d. Pencatatan jumlah personil (Peserta. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 2. 3. Dalam suatu pelaksanaan kegiatan kepada masing penanggungjawab kegiatan wajib membuat SK Kegiatan. SOP SK Kegiatan.

POK. 2.Lembar pengesahan Laporan Monitoring SK Kegiatan per bulan 3 hari 111 . Pencatatan SK Kegiatan yang sudah selesai ke dalam buku kendali SK Kegiatan Subbag Evalap Tim Monitoring SK 1. subbag Evalap untuk dilanjutkan ke Sekretaris untuk ditanda tangani 4.SK Kegiatan. 3.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket.

FLOWCHART SOP MONITORING SK KEGIATAN MULAI Penerimaan SK Kegiatan dari masing-masing Bagian I s.d. IV (Pelaksana Kegiatan) Penelaahan SK Kegiatan dengan Dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan oleh Kasubag Evalap Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK Kegiatan) SELESAI 112 .

Keterkaitan: 1. dan data pendukung lainnya Kualifikasi Pelaksana: 1. Bagian 113 . SOP Kalender Kegiatan. 4. Apabila SPM tidak diuji oleh pejabat penguji SPM dan dicopy untuk diserahkan ke Subbag Evalap maka tidak dapat dilakukannya verifikasi penyerapan anggaran antara data keuangan dengan pelaksana kegiatan. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. SOP Riksus. 3. Mutu Baku Output Laporan Realisasi Anggaran Kegiatan Waktu 2 hari Ket.d. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 3. Kabag Perencanaan dan Program harus melakukan pengujian SPM dari Keuangan. Memahami verifikasi anggaran. Peralatan/Perlengkapan: 1.d.s. Mampu dan memahami dokumen RKA-KL/ DIPA dan POK. SOP SK Kegiatan. SOP Pelaksanaan PKAT. Apabila seluruh penanggungjawab kegiatan (Bagian I s. V) setelah kegiatan tersebut dilaksanakan tidak membuat laporan realisasi anggaran kegiatannya maka anggaran kegiatan tersebut tidak dapat dikendalikan oleh Subbag Evalap. Realisasi Anggaran berdasarkan pelaksanaan kegiatan. 3. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Pelaksana NO 1. IV dan TU Irwil I s. 7. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. 2. 5. Kegiatan. 2. IV masing ran Kegiatan Sub. 2. Apabila SAI tidak dibuat maka tidak dapat mengetahui realisasi anggaran yang sudah dipertanggungjawabkan di KPPN dan untuk sebagai bahan evaluasi anggaran. SOP Pelaksanaan Kegiatan. 2. 5. Peringatan: 1. SPM dari Keuangan. 6. Bukti pengeluaran. Setelah pelaksanaan Kegiatan tersebut Permintaan data Bagian I MasingRealisasi Angga. 4. 3. dan Sub. 2. 8.d. ATK Komputer PC SAI Copyan SPM Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan/pemilahan per Program. 3.Kegiatan. 4. Mampu mengoperasikan komputer. Realisasi Anggaran berdasarkan SAI. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. RAB 2.

Kegiatan. Melakukan Verifikasi Data Laporan Realisasi Anggaran Entry Data hasil verifikasi realisasi anggaran Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Ket. SPM per Triwulan Subbag Evalap Subbag Evalap 1. dan Per MAK. anggaran 3. Kegiatan. 3. an realisasi hari 2. 6. 2. Sub. SAI. SAI.Pelaksana NO 2. Laporan Draft lapor5 Realisasi. Perlengkapan Dokumen SAI Laporan SAI 2 Data hari setelah di SPJ–kan di KPPN SPM Copyan 1 Dokumen SPM hari didapat setelah dilakukan pengujian SPM oleh Kabag I (Penguji SPM) 1. Subbag Keuang Evalap an Kabag Subbag Perenca Keuang -naan an dan Keuang an Subbag Evalap 3. Permintaan copyan SPM 4. Aktifitas Permintaan SAI 1 2 3 data Subbag. Pengelompokan Anggaran berdasarkan Program. 5. Laporan Realisasi. SPM Draft Laporan Verifikasi Draft Laporan Verifikasi 3 hari Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran per Triwulan (final) 2 hari 114 .

V Form R A K MULAI Membuat Form Realisasi Anggaran & Kegiatan (RAK) Megisi Form Realisasi Anggaran & Kegiatan Form R A K Proses Penge cekan blm Lap. R A K Lap.FLOWCHART SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Bagian I (Subbag. IV TU Irwil I s. SAI (Subbag Keuangan) sdh Lap.d. R A K Lap.d. Evalap) Bagian I s. SAI Dilakukannya Verifikasi Anggaran terhadap LRAK dan SAI Entry data yang telah diverifikasi Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran SELESAI 115 .

SUBBAG ORGANISASI DAN TATALAKSANA 3. SUBBAG KEPEGAWAIAN 2.Lampiran 4  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN 1. SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN 116 .

17. 23. 18. 8. 3. 22. 24. THT. 5. 10. SOP Rekapitulasi Absensi Pegawai SOP Rapat Baperjakat SOP Proses Cuti SOP Pemutakhiran Database Kepegawaian SOP Pembuatan DP3 SOP Izin/ Tugas Belajar SOP Mutasi Kenaikan Pangkat SOP Kenaikan Gaji Berkala SOP Mutasi Jabatan Struktural SOP Mutasi Tempat Tugas Pegawai di Lingkungan Inspektorat Jenderal SOP Pelantikan Pejabat SOP Penetapan Peserta Diklat SOP Pengadaan CPNS SOP Pembuatan Kartu Istri/Kartu Suami SOP Pengajuan Kartu ASKES SOP Pembuatan Kartu Pegawai SOP Pembuatan Kartu Taspen SOP Pengajuan Satya Lancana Karyasatya SOP Pengajuan Pembayaran Pensiun Pertama. 14. 11. 20. 21. 19. 7. TASPEN SOP Pengangkatan ke Dalam Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengangkatan CPNS Menjadi PNS SOP Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengajuan Pensiun SOP Ujian Dinas UPKP 117 . dan Asuransi Kematian PT. 6. 2. 16. 13. 15. 12. 9.Lampiran 2. 4.1  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG KEPEGAWAIAN 1.

Kartu Cuti 3.30 dan 16. Surat Ijin 4. maka akan menghambat proses pembayaran uang makan pegawai. Buku Daftar Kerja Hadir Ket. Surat Permohonan Cuti 2. Filling Kabinet. Finger Print Hari 2. Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan tepat waktu. maka tidak dapat dibuat data informasi kehadiran pegawai kepada pimpinan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Kursi. Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai mengisi daftar hadir melalui Finnger Print setiap hari kerja jam 07. Komputer. 2.00 Pegawai yang tidak masuk menyerahkan surat ijin/surat tugas/ surat cuti ke subbag kepegawaian Mengambil data fingger print (Awal Bulan) Mencocokan data fingger print dengan surat ijin/surat tugas/ surat cuti Merekapitulasi hasil rekonsiliasi data absen 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pengolahan absensi pegawai Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keterkaitan: SOP Proses Cuti Peringatan: 1. Ruang Kerja. Surat Tugas 5. Lemari Arsip. Mesin Tik. Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Finger Printer. 2. 2 Pegawai Pengadministrasi Umum Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Setiap Surat Ijin/ Hari Surat Kerja Tugas/ Surat Cuti 3 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Fingger Print 1 Jam Data Absen Fingger Print Data hasil rekonsiliasi 4 Database Fingger Print dan Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Data Hasil rekonsiliasi 1 Hari 5 Pengadministrasi Umum 1 Hari Rekapitulasi Absen Pegawai 118 . Rekapitulasi Daftar Absen Pegawai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Setiap Data Absen 1. ATK. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.

Pelaksana No 6 Aktivitas Menyampaikan rekapitulasi absen ke pimpinan dan Subbag rumah tangga 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Rekapitulasi 1 Jam Rekapitulasi Absen Pegawai Absen Pegawai Ket. 119 .

30 DAN 16.00 PEGAWAI YANG TIDAK MASUK MENYERAHKAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/ SURAT CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGAMBIL DATA FINGGER PRINT (AWAL BULAN) MENCOCOKAN DATA FINGGER PRINT DENGAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/SURAT CUTI MEREKAPITULASI HASIL PENCOCOKAN DATA ABSEN MENYAMPAIKAN REKAPITULASI ABSEN KE PIMPINAN DAN SUBBAG RUMAH TANGGA SELESAI 120 .FLOWCHART SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI MULAI PEGAWAI ABSEN MELALUI FINNGER PRINT SETIAP HARI KERJA JAM 07.

UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. ATK. Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT BAPERJAKAT Dasar Hukum: 1. Filling Kabinet. Sarana Transportasi. Draft Surat Keputusan/ Surat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan No 1 Aktivitas 1 2 3 Output Ket. maka akan menghambat proses kegiatan dan atau putusan yang akan diambil pimpinan Pelaksana Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA Nomor 350 tahun 1998 tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. Ruang. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2 3 4 Menyiapkan bahan Baperjakat Meneliti bahan Baperjakat Membuat dan menyampaikan undangan Rapat Baperjakat Melaksanakan Rapat Baperjakat Menyiapkan memorandum tentang laporan hasil Rapat Baperjakat untuk menyampaikan Rancangan Keputusan dan konsep surat Membuat rancangan keputusan Penandatanganan surat keputusan Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Pejabat Eselon II 2 Buku Daftar Jam Urut Kepegawaian Buku Daftar Urut 3 Rekapitulasi Kepegawaian Jam Bahan Baperjakat Daftar Undangan 3 Surat Jam Undangan disampaiakan kepada undangan 3 Notulen Hasil Rekapitulasi Jam Sidang bahan Baperjakat Baperjakat Notulen Hasil Sidang Baperjakat 3 Jam Laporan Hasil Sidang Baperjakat 5 Pengadministrasi Umum 6 Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 7 Laporan Hasil sidang Baperjakat Draft Surat Keputusan/ draft surat 1 Jam 1 Jam Rancangan keputusan Surat Keputusan/ Surat 121 . Mesin Tik. Lemari Arsip. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal SOP tidak dilaksanakan. Notulen 2. Agama. Kursi. 3.

FLOWCHART SOP RAPAT BAPERJAKAT MULAI MENYIAPKAN BAHAN BAPERJAKAT MENELITI BAHAN BAPERJAKAT MEMBUAT DAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN SELESAI 122 .

Agama. Output Kartu Kendali Cuti diserahkan ke Pegawai Surat permohonan Ijin Cuti 2 Pegawai Pemohon Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 3 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 1 Jam Surat permohonan ijin cuti telah diberi catatan 4 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 10 Menit draft surat ijin cuti 5 Pejabat yang berwenang Draft Surat Ijin Cuti 1 Jam Surat Ijin Cuti 123 . SE BAKN Nomor 01/SE/1977 tentang Cuti. Pencatatan dan Pendataan: 1. Komputer. PP Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti. Surat Cuti Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 10 Kartu Kendali Menit cuti Buku Ekspedisi Ket. Mesin Tik. SE Sekjen Dep. KMA Nomor 234 Tahun 1987 tentang Pendelegasian Wewenang Pemberian Cuti PNS di Lingkungan Dep. tentang Juklak Pelaksanaan Cuti PNS. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROSES CUTI Dasar Hukum: 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Pegawai yang tidak melaksanakan proses cuti dianggap tidak masuk tanpa ijin Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai meminta kartu kendali cuti ke Subbag Kepegawaian Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan ijin cuti ke atasan langsung Atasan langsung menelaah surat permohonan Ijin cuti pegawai dan memberikan catatan pertimbangan pada surat pengajuan Meneruskan surat permohonan ijin cuti ke pejabat yang berwenang memberikan cuti Pejabat yang berwenang memberikan 1 Pengadminis trasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Cuti Pegawai. Kursi. 2. Lemari Arsip. Kartu Kendali Cuti 2. 4. 3. SOP Data Base Kepegawaian 2. ATK. Agama Nomor 6 Tahun 1988. Filling Kabinet. Ruang. 5.

Pelaksana No Aktivitas cuti memberikan putusan dan menandatangani Surat Ijin Cuti Putusan disampaikan kepada Atasan langsung pegawai Atasan langsung memberi paraf memberi catatan pada Kartu Kendali Cuti Pegawai Pemohon Cuti memberikan Surat Cuti kepada pegawai dan Subbag Kepegawaian Subbag kepegawaian menerima surat ijin cuti dan kartu kendali cuti kemudian mengarsipkan 1 memberikan cuti 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 6 7 Pejabat yang berwenang memberikan cuti Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti 30 Menit Surat Ijin Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 30 Menit Ijin Cuti dicatat pada Kartu Kendali cuti 8 Atasan langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diterima Subbag Kepegawaian Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diarsipkan 9 Pengadministrasi Umum Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 124 .

FLOWCHART SOP PROSES CUTI MULAI PEGAWAI MEMINTA KARTU KENDALI CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI KE ATASAN LANGSUNG ATASAN LANGSUNG MENELAAH SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI PEGAWAI DAN MEMBERIKAN CATATAN PERTIMBANGAN PADA SURAT PENGAJUAN ATASAN LANGSUNG MENERUSKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI DAN MEMBUAT DRAFT SURAT IJIN CUTI KE PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI MEMBERIKAN PUTUSAN DAN MENANDATANGANI SURAT IJIN CUTI PUTUSAN DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN LANGSUNG PEGAWAI ATASAN LANGSUNG MEMBERI CATATAN PADA KARTU KENDALI CUTI DAN MENYAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN ATASAN LANGSUNG MEMBERIKAN SURAT CUTI KEPADA PEGAWAI DAN SUBBAG KEPEGAWAIAN SUBBAG KEPEGAWAIAN MENERIMA SURAT IJIN CUTI DAN KARTU KENDALI CUTI KEMUDIAN MENGARSIPKAN SELESAI 125 .

Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ada perubahan 1 Hari Foto kopi data pegawai perubahan data kepegawaian Foto kopi 5 Menit Perubahan data perubahan data /data pegawai kepegawaian terinput ke database Perubahan data 30 Rekapitulasi pegawai terinput Menit Data Pegawai ke database 15 Rekapitulasi Perubahan data Menit Data Pegawai pegawai terinput diterima ke database Pimpinan 2 3 4 126 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakannya SOP di atas maka data pegawai tidak akurat. Pencatatan dan Pendataan: Database Kepegawaian Mutu Baku Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. ATK. Server. Ruang. Kursi. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima foto kopi perubahan data kepegawaian Menginput data terbaru ke dalam Database Kepegawaian Merekapitulasi data pegawai Memberikan rekapitulasi data kepegawaian terbaru kepada pimpinan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penataan Database Kepegawaian. Komputer/Laptop.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN MULAI MENERIMA FOTO KOPI PERUBAHAN DATA KEPEGAWAIAN MENGINPUT DATA TERBARU KE DALAM DATABASE KEPEGAWAIAN MEREKAPITULASI DATA PEGAWAI MEMBERIKAN REKAPITULASI DATA KEPEGAWAIAN TERBARU KEPADA PIMPINAN SELESAI 127 .

SE BAKN Nomor 02/SE/1979 tentang Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. Mesin Tik. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 5. Lemari Arsip. SE BAKN Nomor 30/SE/1985 tentang Perubahan SE BAKN Nomor 02/SE/1980. Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1985. 3. Komputer. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN DP3 Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: DP-3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Blangko DP3 Jam 1 Hari Blangko DP3 diterima atasan langsung masing2 pegawai Blangko DP3 telah di isi Ket. PP Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS. Ruang. KMA Nomor 57 Tahun 1980 tentang Pembuatan DP-3. tentang Pembuatan DP-3 di Lingkungan Departemen Agama. Sarana Transportasi. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal pembuatan DP3 tidak dilaksanakan. ATK. 2 3 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Blangko DP3 1 Hari 4 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Pegawai Dinilai Blangko DP3 telah di isi 2 Jam Blangko DP3 diparaf 5 Pegawai Dinilai Blangko DP3 diparaf 3 Jam DP 3 128 . tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. maka pengembangan karier pegawai akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Blangko DP3 Menyampaikan Blangko DP3 kepada atasan langsung dari pegawai pada akhir bulan Desember Pejabat penilai/ Atasan langsung memberi nilai pada blangko DP3 Pejabat penilai/ Atasan langsung memberikan paraf konsep nilai DP3 dan memberikan ke masing-masing pegawai untuk diketik ulang rangkap 3 Pegawai mengisi pada kolom 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pembuatan DP3. Filling Kabinet. 4. 6. Kursi.

6 Pegawai Dinilai Pejabat Penilai/Atas an Langsung DP3 1 Jam DP3 ditandatangani pejabat penilai 7 Pejabat Penilai/Atas an Langsung Pegawai Dinilai Atasan Pejabat Penilai DP3 ditanda1 tangani pejabat Jam penilai DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 8 Pengadministrasi Umum DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 2 Jam Subbag kepegawaian menerima DP3 dan diarsipkan 9 Pengadmini strasi Umum 1. DP3 yang ditandatangani atasan pejabat penilai 2. Filling Kabinet 10 Menit Arsip DP3 129 .Pelaksana No Aktivitas keberatan jika merasa keberatan dengan nilai yang diberikan Pegawai yang dinilai menyerahkan kembali DP3 kepada pejabat penilai untuk ditanda tangani DP3 disampaikan kepada atasan pejabat penilai untuk ditandatangani Pegawai menyampaikan DP3 yang sudah ditandatangani ke Subbagian Kepegawaian Menyimpan Arsip DP3 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN DP3 MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI SESUAI SUBBAG DAN BAGIAN MENYIAPKAN BLANGKO DP3 MENYAMPAIKAN BLANGKO DP3 KEPADA ATASAN LANGSUNG DARI PEGAWAI PADA AWAL BULAN JANUARI PEJABAT PENILAI/ATASAN LANGSUNG MENGISI BLANGKO DP3 PEJABAT PENILAI/ ATASAN LANGSUNG MEMARAF KONSEP NILAI DP3 DAN MEMBERIKAN KE MASING-MASING PEGAWAI UNTUK DIKETIK ULANG RANGKAP 3 PEGAWAI MENGISI PADA KOLOM KEBERATAN JIKA MERASA KEBERATAN DENGAN NILAI YANG DIBERIKAN PEGAWAI YANG DINILAI MENYERAHKAN KEMBALI DP3 KEPADA PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN UNTUK DIARSIPKAN SELESAI 130 .

Lemari Arsip. Mesin Tik. Ruang. FC SK Terkhir 3. FC DP3 dua tahun terakhir 4. SOP Data Base Kepegawaian 2. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 1. 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ijin/Tugas Belajar. FC SK PNS Hari 2. ATK. 2 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Ijin/ Tugas Belajar lengkap Surat Pengantar 3 4 Pengadministrasi Umum Surat pengantar dan Berkas pengajuan 6 jam Surat pengantar dan berkas diterima Biro Kepegawaian 5 Kepala Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Minggu Surat Ijin/ Tugas Belajar 6 Pengadmi nistrasi Umum Surat Ijin/ Tugas Belajar 1 Jam Surat Ijin/ Tugas Belajar didistribusikan dan diarsipkan 131 . Surat permohonan. Filling Kabinet. Komputer. Kursi. Surat Keterangan dari PT dan Jadwal Kuliah Surat permohon3 an ijin/ Tugas Jam Belajar Berkas Pengajuan 1 Jam Output Surat Permohonan Ket. dan berkas ke Biro Kepegawaian Kepala Biro menerbitkan Surat Ijin/ Tugas Belajar dan dikirimkan ke Inspektorat Jenderal Menyampaikan Surat Ijin/ Tugas Belajar kepada pegawai dan mengarsipkan. SOP DP3 Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan ijin/tugas belajar maka Ijasah tidak diakui secara kedinasan Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan Ijin/Tugas Belajar ke Sekretaris Memeriksa Berkas Ijin/ Tugas Belajar Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq. Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR Dasar Hukum: UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Keterkaitan: 1. Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat Pengantar.

KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR. SURAT PERMOHONAN.FLOWCHART SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN/TUGAS BELAJAR KE SEKRETARIS MEMERIKSA BERKAS IJIN/TUGAS BELAJAR LENGKAP ? Ya Tidak MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ. DAN BERKAS KE BIRO KEPEGAWAIAN KEPALA BIRO MENERBITKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR DAN DIKIRIMKAN KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYAMPAIKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR KEPADA PEGAWAI DAN MENGARSIPKAN SELESAI 132 .

Formulir D2. Telepon. 3. 2. Ruang. Nota BKN. 6. 3. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. 5. SOP Penilaian Angka Kredit. SOP Baperjakat. ATK. 2 133 . dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar Kepegawaian Jam pegawai yang akan naik pangkat 2 Berkas 1. SOP Data Base Kepegawaian. DP3 2 Tahun Hari Kenaikan Terakhir. Lemari Arsip. 3. Kursi. 2. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Biro Kepegawaian dan BKN. Papan Pengumuman Pencatatan dan Pendataan: 1. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. 2. SOP Pengajuan Kartu Pegawai. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan naik pangkat. baik di Subbag Kepegawaian. Formulir D2. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan naik pangkat Pegawai menyiapkan bahan naik pangkat dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian 1 Kasubbag Kepegawaian Pegawai yang akan naik pangkat 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Kenaikan Pangkat. Sarana Transportasi. Peringatan: 1. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. 5. Pangkat 2. 3. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT Dasar Hukum: 1. PP Nomor 100 Tahun 2000 jo. Mesin Tik. SK KP terakhir. SOP DP3. Karpeg. Komputer. SK Jabatan (jika menjabat) 5. Filling Kabinet. 2. Faximile. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. Penetapan angka Kredit (PAK) bagi Pejabat Ket. Persetujuan. Lulus Ujian dinas bagi Gol II ke III. SOP Penetapan Peserta Diklat. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural. 4. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. 4. Keterkaitan: 1. SOP Ujian Dinas/UPKP. 4. 6.

Per berkas 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Kasubbag Mengirimkan bahan kenaik. Surat Pernyataan Pelantikan. 8. IV/c ke atas gawian dan Persetujuan Teknis untuk Gol. Berkas Kenaik2 Berkas an Pangkat Jam Kenaikan Pangkat lengkap Berkas Kenaik2 Terisinya an Pangkat Jam Formulir D II Formulir D II 1 Jam Surat Pengantar Ket. Formulir mulir D II & D II & Berkas Berkas KeKenaikan naikan Pangkat terkirim ke BKN Surat Peng1 Nota BKN antar. STTPP Diklatpim. 7. IV/c ke atas terkirim ke Setneg Nota Persetuju3 SK Kenaikan an BKN Hari Pangkat III/c s/d IV/b Surat Pengantar.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 3 4 Memeriksa kelengkapan bahan kenaikan pangkat Mengisi Formulir D II Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Fungsional. Formulir Minggu dan PerD II & Berkas setujuan Kenaikan Teknis untuk Gol. IV/c ke atas Nota BKN dan 1 Nota BKN Persetujuan Hari terkirim ke Teknis untuk Biro KepeGol. Formulir D II & Berkas Kenaikan 1 Hari Kewenangan Biro Kepegawaian Kewenangan BKN Kewenangan BKN Kewenangan Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Peng. Forantar.Keweantar & Nota nangan 134 . Formulir D II & Berkas Kenaikan Pangkat terkirim ke Biro Kepegawaian 2 Surat PengSurat PengHari antar.Kepegaan pangkat ke waian Biro Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 7 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 8 Proses di BKN BKN 9 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 10 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian 11 Untuk Pangkat di atas IV/c Biro Kepegawaian Surat Pengantar.

Biro Kepegawaian 12 Sekretariat Negara Surat Pengantar 2 SK Kenaikan Kewe& Nota PerBulan Pangkat nangan setujuan BKN IV/c ke atas Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 1 Hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 13 Biro Kepegawaian 14 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota Persetujuan BKN 2 Jam SK Kenaikan Pangkat s/d III/b 15 Kasubbag Kepegawaian SK Kenaikan Pangkat 1 Jam Sk Kenaikan Pangkat terdistribusi 135 .Pelaksana No Aktivitas nota BKN dan Surat Pengantar dari Kepala Biro dan disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Untuk Pangkat sampai III/b Nota BKN dan Surat Pengantar diteruskan ke Inspektorat Jenderal Membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Gol III/b ke bawah Surat Keputusan Kenaikan Pangkat di sampaikan ke Pegawai. dan didistrusikan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Persetujuan BKN Ket.

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT MULAI Membuat Daftar Pegawai Yang Akan Naik Pangkat Pegawai Menyiapkan Bahan Naik Pangkat dan Menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa Kelengkapan Bahan Kenaikan Pangkat Lengkap ? Tidak Ya Membuat Surat Pengantar Dari Sekretaris Yang Ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan Surat Pengantar dan Berkas Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Berkas Kenaikan Pangkat Biro Kepegawaian Mengirimkan Berkas ke BKN BKN Menerbitkan Nota Kenaikan pangkat BKN mengirimkan Nota BKN ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN Tidak Ya Gol IV/b ke bawah ? Tidak Biro Kepegawaian Membuat Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN dan Membuat Surat Pengantar ke Setneg Biro Kepegawaian Mengirim Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN BKN Membuat Persetujuan Teknis BKN mengirim persetujuan teknis ke Setneg dengan tembusan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian mengirm surat pengantar dan berkas kenaikan pangkat ke Setneg Gol III/b Kebawah ? Ya Setneg menerima berkas kenaikan pangkat dari biro kepegawaian dan menerima nota persetujuan Teknis dari BKN Setneg Membuat SK Kenaikan Pangkat Untuk Golongan IV/c ke Atas Setneg Mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Mengirim Nota BKN ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Membuat SK Kenaikan Pangkat Golongan III/b ke Bawah Biro Kepegawaian membuat SK Kenaikan Pangkat untuk Golongan III/c s/d IV/b Biro Kepegawaian mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Menyampaikan SK Kenaikan Pangkat ke Pegawai SELESAI 136 .

Mesin Tik. 2. ATK. Buku Kendali KGB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pegawai yang 1 sudah 2 tahun Jam belum naik gaji berkala Database Kepegawaian 1 1. Membuat Pengadmidaftar pegawai nistrasi yang akan naik Umum naik gaji berkala Menyiapkan bahan kenaikan gaji berkala Membuat draft SK Kenaikan Gaji Berkala Memeriksa draft SK Kenaikan Gaji Berkala Membuat SK Kenaikan Gaji Berkala Menandatangani SK Kenaikan Gaji Berkala Mendistribusikan SK Kenaikan Gaji Berkala dan pencatatan pada buku kendali KGB Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian 2 3 4 5 SK Kenaikan Gaji Berkala Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 1 Jam 2 Jam Berkas Kenaikan Pangkat Draft SK Kenaikan Gaji Berkala Draft SK Kenaikan Gaji Berkala telah benar SK Kenaikan Gaji Berkala SK Kenaikan Gaji Berkala yang sudah ditandatanga ni SK KGB terdistribusi dan tercatat pada buku kendali KGB 6 7 Pengadministrasi Umum SK KGB 1 Jam 137 . Lemari Arsip. Komputer. Daftar Gaji 2 Jam Draft SK KGB Output Daftar pegawai yang akan naik gaji berkala Ket. Ruang. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. Kursi. Draft SK KGB 2. Filling Kabinet. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pencatatan dan Pendataan: 1. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. maka pegawai yang akan naik gaji berkalanya akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Kenaikan Gaji Berkala. 2. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal kegiatan ini tidak dilaksanakan. SK KGB Jam Terakhir.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA Dasar Hukum: 1.

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN NAIK GAJI BERKALA MENYIAPKAN BAHAN KENAIKAN GAJI BERKALA MEMBUAT DRAFT SK KENAIKAN GAJI BERKALA BENAR ? Ya Tidak MEMBUAT SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENANDATANGANI SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENDISTRIBUSIKAN SK KENAIKAN GAJI BERKALA SELESAI 138 .

Agama. 1998. 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. tentang Perubahan PP Nomor 100 Tahun 2000.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL Dasar Hukum: 1. Ruang. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Ket. 5. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. 3. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Strurktural. 6. Daftar jabatan Daftar pejabat 1 Bahan Rapat struktural dan Hari Baperjakat calon pejabat struktural. ATK. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar pejaKepegawaian Jam bat struktural dan calon pejabat struktural. Kursi. PP Nomor 13 th 2002. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat. Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Pelantikan Peringatan: Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Bahan Mutasi Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: 1. 4. Keterkaitan: 1. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. PP Nomor 100 th 2000. SOP Baperjakat 2. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Mutasi Jabatan. KMA Nomor 350 th. daftar jabatan Bahan rapat 3 Laporan Baperjakat Jam Hasil Sidang Baperjakat 1 Rancangan Laporan Hasil Jam Surat Sidang Keputusan Baperjakat Rancangan 1 Surat Surat Keputusan Jam Keputusan Undangan 2 Hari 3 Jam Undangan terkirim Pejabat telah dilantik 2 Mempersiapkan sidang Baperjakat Pengadmini strasi Umum 3 4 5 6 Melaksanakan Sidang Baperjakat Membuat rancangan Surat Keputusan Penandatanganan Surat Keputusan Persiapan Pelantikan Melaksanakan Pelantikan Kasubbag Kepala KepegaBagian waian Pengadmini strasi Umum Inspektur Jenderal Pengadmini strasi Umum Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon I & II 7 Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Keputusan 139 . tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. Mesin Tik. Komputer.

SPMT terdistribusikan Ket. SPP. 9 10 Pengadmini strasi Umum SK. SPMT 2 Jam 140 .Pelaksana No 8 Aktivitas Penyiapan SPP dan SPMT Penyampaian salinan dan petikan Surat Keputusan Penyiapan memorandum permohonan pembayaran Tunjangan Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum Pengadmini strasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft SPP dan 1 SPP dan SPMT Jam SPMT Surat Keputusan 1 Jam Surat Keputusan terdistribusikan SK. SPP.

FLOWCHART SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL MULAI MENYIAPKAN BAHAN MUTASI JABATAN STRUKTURAL MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN PERSIAPAN PELANTIKAN PENYIAPAN SPP DAN SPMT PENYAMPAIAN SALINAN DAN PETIKAN SURAT KEPUTUSAN PENYIAPAN MEMORANDUM PERMOHONAN PEMBAYARAN TUNJANGAN JABATAN STRUKTURAL SELESAI 141 .

Surat Keputusan Mutasi Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Disposisi 1 Hari Surat EdarPimpinan an/Memorandum/ Nota Dinas Ket. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Pencatatan dan Pendataan: 1. Kursi. Lemari Arsip. Telepon. Komputer. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Mesin Tik. Daftar Usulan Pegawai 2. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mutasi Membuat daftar Pengadministrasi pegawai yang Umum diusulkan akan mutasi Mempersiapkan Kasubbag rapat pimpinan Kepegawaian Melaksanakan rapat pimpinan Membuat ranKepala Subbagian PengadKepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Edaran/ 3 Hari Memorandum/ Nota Dinas Usulan Mutasi 5 6 Daftar pegawai yang akan diusulkan mutasi 2 Jam Daftar pegaDaftar pegawai yang wai yang diusulkan diusulkan mutasi mutasi Daftar pegawai 3 Jam Laporan/Notulen Hasil yang diusulkan Rapim mutasi Laporan/Notu2 Rancangan Database Kepegawaian Usulan Mutasi 2 Jam 142 . ATK. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. Filling Kabinet. KMA RI Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan.. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang mutasi pegawai. Kabag. 2 3 4 PengadMembuat surat ministrasi edaran/memoUmum randum/nota dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan mutasi pegawai PengadPimpinan unit ministrasi kerja (KasubUmum bag. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL Dasar Hukum: 1. Faximile. KMA RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Ruang. 2. 4.

Pelaksana No Aktivitas cangan Surat Keputusan mutasi Membuat Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi didistribusikan ke pihak terkait 1 ministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan len Hasil Rapat Jam Surat KepuPimpinan tusan Mutasi Rancangan Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi 2 Jam Surat Keputusan Mutasi Ket. 7 8 1 Jam Surat Keputusan Mutasi terdistribusi Selesai 143 .

IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MUTASI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MUTASI MELAKSANAKAN RAPAT PIMPINAN MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MUTASI MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN MUTASI SURAT KEPUTUSAN MUTASI DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 144 . KABAG.FLOWCHART SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL MULAI MEMBUAT SURAT EDARAN/MEMORANDUM/ NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN MUTASI PEGAWAI PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG.

Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. 4. Komputer. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keterkaitan: 1. Sarana Transportasi. 2. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. 2 Pengadministrasi Umum 3 Pengadministrasi Umum Daftar pejabat 1 Jam 4 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Konsep surat permohonan rohaniawan Surat memorandum 1 Jam 5 1 Jam 145 . Lemari Arsip. Undangan 2. 5. ATK. Petugas Keamanan penyelengKet. SOP Data Base Kepegawaian 2. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. Jamuan. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. Ruang. tentang Perubahan PP Nomor 100 th 2000. 3. 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pelantikan Pejabat. Mesin Tik. jamuan. PP Nomor 13 th 2002. Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 1 Pejabat yang Keputusan Jam akan dilantik mendapat undangan Daftar pejabat 2 Jam Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan surat permohonan menjadi saksi pelantikan surat permohonan rohaniawan Tempat. PP Nomor 100 th 2000. KMA Nomor 350 Tahun 1998. Pencatatan dan Pendataan: 1. 6. SOP Baperjakat Peringatan: Dalam hal salah satu aktivitas tidak dilaksanakan akan menghambat pelaksanaan pelantikan Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan dilantik Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan Menyiapkan surat permohonan menjadi saksi pelantikan Menyiapkan surat permohonan rohaniawan Menyiapkan memorandum permohonan untuk tempat. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELANTIKAN PEJABAT Dasar Hukum: 1. Filling Kabinet. Agama. Kursi.

Draft Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 3 Jam 146 . memorandum 1 Hari 9 Melaksanakan Kasubbag Pelantikan Kepegawaian Surat Keputusan. Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 8 Pengadministrasi Umum Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Undangan. 6 Pengadministrasi Umum 2 Jam Susunan Acara Pelantikan 7 Pengadministrasi Umum Undangan. Surat Keputusan. memorandum 2 jam Draft Berita Acara dan Pengambilan Sumpah Undangan dan memorandum terkirim Pejabat telah dilantik.Pelaksana No Aktivitas petugas keamanan penyelenggaraan pelantikan ke Kabag Umum Menyiapkan susunan acara pelantikan dan naskah sumpah jabatan Menyiapkan berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah Penyampaian Undangan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output garaan pelantikan siap Ket.

PETUGAS KEAMANAN PENYELENGGARAAN PELANTIKAN KE KABAG UMUM MENYIAPKAN SUSUNAN ACARA PELANTIKAN DAN NASKAH SUMPAH JABATAN MENYIAPKAN BERITA ACARA PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH PENYAMPAIAN UNDANGAN MELAKSANAKAN PELANTIKAN SELESAI 147 .FLOWCHART SOP PELANTIKAN PEJABAT MULAI MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN DILANTIK MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN MENGHADIRI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN MENJADI SAKSI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN ROHANIAWAN MENYIAPKAN MEMORANDUM PERMOHONAN UNTUK TEMPAT. JAMUAN.

Kursi. 2. Kabag..INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT Dasar Hukum: 1. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ Nota Dinas 3 Hari Usulan Peserta Diklat 3 Pengadministrasi Umum Usulan peserta Diklat 3 Jam Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi Rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 4 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat 3 Jam 6 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi 1 Jam 148 . tentang Juklak Diklat Bagi PNS Di Lingkungan Dep. KMA Nomor 192 Tahun 1992. Pencatatan dan Pendataan: 1. Ruang. Surat Penetapan/Tugas Peserta Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Permintaan 1 MemoranPeserta Diklat Jam dum/nota dinas Ket. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Daftar Usulan Calon Peserta Diklat 2. tentang Diklat Jabatan. Lemari Arsip. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/ Nota Dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan Calon Peserta Diklat Pimpinan unit kerja (Kasubbag. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mengikuti Diklat Membuat daftar pegawai yang diusulkan akan mengikuti Diklat Melakukan verifikasi daftar yang akan mengikuti diklat Membuat rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Diklat Pegawai. Faximile. Komputer. Telepon. tentang Diklat Prajabatan PN. PP Nomor 101 Tahun 2000. 4. Mesin Tik. Keppres Nomor 5 Tahun 1996. ATK. Filling Kabinet. 3. Agama.

Pelaksana No 7 Aktivitas 1 2 Kabag Ortala & Kepegawaian 3 Sekretaris 8 Kasubbag Membuat KepegaSurat Penetapan/ Surat waian Tugas Diklat PengadmiSurat Surat nistrasi Penetapan/ Umum Surat Tugas Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Rancangan Jam Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 2 Surat Surat PeJam netapan/ Surat Tugas Diklat Output Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat terdistribusi Ket. Selesai 149 .

FLOWCHART SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN CALON PESERTA DIKLAT PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG. KABAG. IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMVERIFIKASI DAFTAR YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT MEMBUAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SELESAI 150 .

Surat Keputusan CPNS Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Jadwal & Jam Formasi Pengadaan CPNS Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN CPNS Dasar Hukum: 1. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Mesin Tik. Pencatatan dan Pendataan: 1. Kartu Ujian 4. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. 2. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima Jadwal dan formasi Penerimaan CPNS dari Biro Kepegawaian Membuat SK Tim Panitia Pengadaan CPNS Melakukan Rapat Panitia Persiapan Mengumumkan Pengadaan CPNS 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Kasubbag Kepegawaian Panitia 3 Kabag Ortala & Kepegaw aian Pimpinan Sekretaris Database Kepegawaian 2 Jam SK Panitia Pengadaan CPNS Notulen Hasil Rapat 4 Panitia Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 3 Jam 1 PengumumMinggu an Pengadaan CPNS 151 . Ruang. Pengumuman Peserta yang diterima 7. Komputer. Tugas. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 2. ATK. Tanda Terima Berkas 3. Mempunyai SK Panitia. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakan salah satu kegiatan akan menghambat proses penerimaan CPNS Kualifikasi Pelaksanaan: 1. Soal Ujian 5. Fungsi. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengadaan CPNS. Sarana Transportasi. Kursi. 3. Filling Kabinet. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Mempunyai SK Penempatan di Subbag Kepegawaian. 3. Lembar Jawaban Ujian 6. 4. Nota BKN 8. Susunan Organisasi. 2. Lemari Arsip.

Pelaksana No 5 Aktivitas 1 2 Panitia 3 6 Melaksanakan Peserta Pendaftaran Pengadaan CPNS Melaksanakan Panitia Pemberkasan Pengadaan CPNS Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tanda Terima 1 Berkas Berkas Minggu Pendaftar Ket. Soal Ujian & lembar jawab 1 Hari Lembar Jawaban Panitia Lembar Jawaban 2 Jam Lembar jawaban diterima Biro kepegawaian Hasil Scanning ujian tertulis diterima Panitia Notulen Hasil Rapat Pengadministrasi Umum Hasil Scanning ujian tertulis 1 Jam Panitia Pimpinan Hasil Scanning ujian tertulis dan SK Panitia 3 Jam 13 Mengadakan rapat evaluasi hasil psikotes dan wawancara 14 Melaksanakan Panitia pengumuman CPNS yang diterima 15 Melakukan Pemberkasan Pengadaan CPNS 16 Mengajukan berkas CPNS ke BKN Panitia Peserta yang lulus Ujian Tertulis Panitia Panitia Tim Penguji Soal Psikotes dan Wawancara 2 Hari Hasil Psikotes dan Wawancara Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Pengumum an Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Berkas CPNS Hasil Psikotes dan Wawancara 3 Jam Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Data dan berkas CPNS 3 Jam 3 Hari Pengadministrasi Umum Panitia Berkas CPNS 3 Jam Surat Usulan dan Berkas CPNS 152 . Berkas Pendaftar Melakukan rapat evaluasi hasil pemberkasan dan persiapan ujian tertulis Pengadaan CPNS 8 Melaksanakan Ujian Tertulis dan melakukan pengawasan ujian 9 Menyerahkan Lembar Jawaban ke Biro Kepegawaian untuk di scanning 10 Menerima Hasil Scanning Ujian Tertulis 11 Melaksanakan rapat persiapan persiapan psikotes dan wawancara 12 Melaksanakan Psikotes dan wawancara 7 Pimpinan Berkas Pendaftar 1 Berkas Minggu Pendaftar yang Lulus Berkas dan Kartu Ujian 3 Notulen Jam Hasil Rapat & Pelaksanaan Ujian tertulis telah siap Panitia Kartu Ujian.

17 18 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Nota BKN 1 Jam 2 Hari Nota BKN diterima Surat Keputusan CPNS selesai Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Surat Penempatan Tugas 19 Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota BKN & Konsep Surat Keputusan Konsep Surat Keputusan 1 Jam 20 Kasubbag Kepegawaian Konsep Surat Penempatan Tugas 1 Jam 153 .Pelaksana No Aktivitas melalui Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN CPNS Membuat SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Membuat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Membuat Surat Penempatan Tugas CPNS 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PENGADAAN CPNS MULAI MENERIMA JADWAL DAN FORMASI PENERIMAAN CPNS DARI BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SK TIM PANITIA PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT PANITIA PERSIAPAN MELAKSANAKAN PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PENDAFTARAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT EVALUASI HASIL PEMBERKASAN DAN PERSIAPAN UJIAN TERTULIS PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN UJIAN TERTULIS DAN MELAKUKAN PENGAWASAN UJIAN MENYERAHKAN LEMBAR JAWABAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DISCANNING MENERIMA HASIL SCANNING UJIAN TERTULIS MELAKSANAKAN RAPAT PERSIAPAN PERSIAPAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MENGADAKAN RAPAT EVALUASI HASIL PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PENGUMUMAN CPNS YANG DITERIMA MELAKUKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MENGAJUKAN BERKAS CPNS KE BKN MELALUI BIRO KEPEGAWAIAN MENERIMA NOTA BKN CPNS MEMBUAT SK CALON PEGAWAI MEMBUAT SURAT PERYATAAN MELAKSANAKAN TUGAS (SPMT) MEMBUAT SURAT PENEMPATAN TUGAS CPNS SELESAI 154 .

Keputusan Kep. Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. 3. ATK. BAKN Nomor 115 a/Kep/1983. Filling Kabinet. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. tentang Petunjuk Permintaan. Ruang. 2 3 4 5 Pengadmi Sekretaris Membuat Surat nistrasi Pengantar dari Umum Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Pengadmi Menyampaikan Surat pengantar nistrasi Umum dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Biro Kepegawaia Kepegawaian n memproses pengajuan Karis/Karsu ke BKN BKN BKN memproses pengajuan Karis/ Karsu dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Kartu Istri / Minggu kartu Pegawai 155 . Kartu Istri / Kartu Suami Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. Kursi. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu istri / kartu suami Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Istri/ Kartu Suami. SE BAKN Nomor 01/SE/1975. FC sah Kutipan Akta Nikah 3. 2. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas Pengajuan 1 Surat Jam Pengantar Ket. tentang Kartu Isteri/Kartu Suami PNS. Mesin Tik. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Surat Pengantar 2. FC sah Kartu Hari persyaratan Keluarga 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI Dasar Hukum: 1. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Lemari Arsip.

7 Pengadmini strasi Umum Kartu Istri / kartu Pegawai 1 Jam 156 .Pelaksana No 6 Aktivitas Biro Kepegawaian menyampaikan Karis /Karsu ke Inspektorat Jenderal Menyerahkan Karis/Karsu ke Pegawai yang bersangkutan 1 Biro Kepegawai an 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Kartu Istri / kartu 1 Hari Pegawai Output Kartu Istri/ kartu Pegawai diterima Inspektorat Jenderal Kartu Istri / kartu Pegawai diterima yang bersangkutan Ket.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES PENGAJUAN BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARIS/KARSU DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARIS/ KARSU KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARIS/KARSU KEPADA PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 157 .

Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN KARTU ASKES Dasar Hukum: 1. Mesin Tik. FC Akte Kelahiran anak Berkas Pengajuan 1 Hari Berkas persyaratan Ket. Kartu Askes Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Blangko Hari ASKES 1. FC sah SK pertama dan Terakhir 2. 2. Surat Pengantar 2. ATK. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu ASKES Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Askes. Ruang. Lemari Arsip. FC sah Kutipan Surat Nikah 6. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Filling Kabinet. SOP Data Base Kepegawaian 2. PP Nomor 25 th 1981. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Keterkaitan: 1. FC sah KTP Suami Istri 3. tentang Asuransi Sosial PNS (Askes). Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar (Suami istri dan anak di atas 5 tahun) 5. Kursi. Peralatan/Perlengkapan: Meja. FC sah Kartu Keluarga 4. FC sah daftar gaji 7. 2 Menyiapkan PengadmiBlangko ASKES nistrasi Umum Pegawai yang Pegawai bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 3 4 Mengisi Blangko ASKES dan meminta tanda tangan atasan langsung Menyampaikan Blangko Askes dan berkas pengajuan ke kantor cabang Pegawai Atasan Langsung 1 Jam Blangko dan Berkas Pegajuan Pegawai Blangko dan Berkas Pengajuan 1 Hari Blangko dan Berkas Pengajuan diterima PT Askes 158 .

5 PT.Pelaksana No Aktivitas PT Askes sesuai domisili PT ASKES memproses pengajuan Kartu ASKES dan menyampaikan Pegawai 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. ASKES Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Kartu ASKES diterima Pegawai Sel es ai 159 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN KARTU ASKES MULAI MENYIAPKAN BLANGKO ASKES MENGISI BLANGKO ASKES DAN MEMINTA TANDA TANGAN ATASAN LANGSUNG MENYAMPAIKAN BLANGKO ASKES DAN BERKAS PENGAJUAN KE KANTOR CABANG PT ASKES SESUAI DOMISILI PT ASKES MEMPROSES PENGAJUAN KARTU ASKES DAN MENYAMPAIKAN KEPADA PEGAWAI SELESAI 160 .

Lemari Arsip. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI Dasar Hukum: 1. 2. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. FC SK PNS 3. Ruang. Komputer. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu pegawai Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. FC DP3 satu tahun terakhir 4. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas 1 Surat Pengantar Pengajuan Jam 2 3 4 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian memproses pengajuan Kartu Pegawai ke BKN BKN memproses pengajuan Kartu Pegawai dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Biro Kepegawaian menyampaikan Kartu Pegawai ke Pengadministrasi Umum Sekretaris Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Kartu Pegawai BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Kartu Pegawai 1 Hari Kartu Pegawai di terima Inspektorat Jenderal 161 . Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. Surat Pengantar 2. Kursi. FC SK CPNS Hari persyaratan 2. Kartu Pegawai Mutu Baku Ket. Filling Kabinet. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Mesin Tik. SOP Data Base kepegawaian 2. Keterkaitan: 1. SE BAKN Nomor 01/SE/1975 tentang Petunjuk Permintaan.

Pelaksana No Aktivitas Inspektorat Jenderal Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 7 Pengadministrasi Umum Kartu Pegawai Kartu Pegawai di terima yang bersangkutan 162 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU PEGAWAI BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARTU PEGAWAI KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARTU PEGAWAI KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 163 .

sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. 2 Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Pengajuan 1 Jam Surat Pengantar 3 Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari 4 PT TASPEN Surat pengantar dan Berkas pengajuan Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima PT TASPEN 1 Kartu Hari TASPEN 5 Pengadministrasi Umum Kartu PT TASPEN Kartu TASPEN di terima yang bersangkutan 164 . Mesin Tik. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Filling Kabinet. Ruang. ATK. Keterkaitan: 1. FC SK CPNS 1 Berkas 2. Kursi. FC SK PNS Hari persyaratan Ket. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu TASPEN Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke PT TASPEN Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke PT TASPEN PT TASPEN memproses pengajuan Kartu TASPEN dan menyampaikan hasilnya ke Subbag Kepegawaian Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. Lemari Arsip. Surat Pengantar 3. Kartu TASPEN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1. Berkas Pengajuan 2. SOP Data Base Kepegawaian 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE PT TASPEN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE PT TASPEN PT TASPEN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU TASPEN DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENYERAHKAN KARTU TASPEN KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 165 .

Filling Kabinet. Mesin Tik. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini tidak ada pegawai yang mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/n ota dinas kepada pimpinan unit (Kabag & Irwil) untuk mengusulkan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Daftar Usulan Calon Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. PP Nomor 25 th. Pimpinan unit kerja (Kabag & Irwil) mengusulkan pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 1994 tentang Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Satyalancana Karya Satya. Lemari Arsip. 2. 2. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ nota dinas 3 Hari Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Keputusan Kepala BKN Nomor 02/2005 tentang ketentuan pelaksanaan penganugrahan Satyalancana Karya Satya. Telepon. Membuat daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. ATK. Kursi. Ruang. Memorandum/ 166 . Komputer. 3. Mempersiapkan 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA Dasar Hukum 1. 3 Pengadministrasi Umum Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Memorandum/ 3 Jam 4 Pengadmi- 3 Jam Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Hari Output Memorandum/ nota dinas Ket. Sarana transportasi. Pencatatan dan Pendataan: 1. Faximile.

5 Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon II & III Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Rapat Pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Membuat memorandum/n ota dinas kepada Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Untuk menyampaikan persyaratan Membuat Surat Pengantar ke Biro Kepegawaian Menyampaikan Berkas Pengajuan ke Biro Kepegawaian untuk Diproses ke Setneg 1 nistrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Nota Dinas Mutu Baku Waktu Output Nota Dinas terkirim Ket. Memorandum/ Nota Dinas 2 Jam Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 6 1 Minggu Berkas persyaratan 7 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Rancangan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas persyaratan 2 Jam Surat Pengantar 8 3 Jam Selesai 167 .Pelaksana No Aktivitas rapat pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT (KABAG & IRWIL) UNTUK MENGUSULKAN CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA PIMPINAN UNIT KERJA (KABAG & IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMPERSIAPKAN RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN UNTUK MENYAMPAIKAN PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DIPROSES KE SETNEG SELESAI 168 .

PT TASPEN. AKT 3. baik di Subbag Kepegawaian. Lemari Arsip. Ruang. AKT 3. Telepon. AKT 3. 4. Faximile. AKT4 dan SPTB 4 Pengadministrasi Umum SKPP 1 Hari SKPP diterima pegawai 169 . Pencatatan dan Pendataan: 1. Sarana Transportasi. SP4B. SOP Data Base Kepegawaian 2. SOP Pensiun Peringatan: 1. SP4B. 2. 2. SP4B. ATK. SK Pensiun 2. SP4B. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. KPPP. SP3R.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. Formulir SP4A. Mesin Tik. AKT 1. SP3R. AKT 1. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. 3. SP3R. untuk diterbitkan SKPP Penyiapan dan pengisian formulir-formulir (SP4A. AKT4 dan SPTB 3 Hari SP4A. AKT4 dan SPTB) untuk ke Taspen Pengambilan SKPP yang telah diterbitkan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pengajuan Taspen. Filling Kabinet. 2 15 Copy SK Menit Pensiun/ Pemberhentian 15 SK Pensiun/ Menit Pemberhentian 3 Pegawai Pengadmin istrasi Umum Formulir SP4A. AKT 2. Komputer. THT dan Asuransi PT TASPEN. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Pelaksana No A 1 Aktivitas Persiapan Penggandaan SK pensiun/ pemberhentian Penyampaian tembusan SK Pensiun/pember hentian ke KPPN melalui Subbag RT. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. SP3R. AKT 2. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keterkaitan: 1. AKT 1. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. AKT 1. AKT 3. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN Dasar Hukum 1. SKPP 3. Kursi. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Biro Kepegawaian. AKT 2. AKT4 dan SPTB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan SK Pensiun/ Pemberhentian SK Pensiun/ Pemberhentian Output Ket. AKT 2.

SP4B. THT dan Asuransi Kematian kepada PNS/ penerima pensiun untuk diusulkan ke Taspen oleh yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. SP3R. AKT 1. AKT 3. 5 Pegawai SKPP. AKT4 dan SPTB 1 Hari Pembayaran pensiun pertama.Pelaksana No Aktivitas oleh KPPN melalui Subbag RT Penyiapan dan penyampaian kelengkapan persyaratan administrasi pembayaran pensiun pertama. THT dan asuransi terbayarkan 170 . SP4A. AKT 2.

THT DAN ASURANSI KEMATIAN KEPADA PNS/ PENERIMA PENSIUN UNTUK DIUSULKAN KE TASPEN OLEH YANG BERSANGKUTAN SELESAI 171 . AKT 1.FLOWCHART SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. AKT 3. AKT4 DAN SPTB) UNTUK KE TASPEN PENGAMBILAN SKPP YANG TELAH DITERBITKAN OLEH KPPN MELALUI SUBBAG RT KARIS/KARSU KE BKN PENYIAPAN DAN PENYAMPAIAN KELENGKAPAN PERSYARATAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. SP4B. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN MULAI PENGGANDAAN SK PENSIUN/ PEMBERHENTIAN PENYAMPAIAN TEMBUSAN SK PENSIUN/PEMBERHENTIAN KE KPPN MELALUI SUBBAG RT. AKT 2. UNTUK DITERBITKAN SKPP PENYIAPAN DAN PENGISIAN FORMULIR-FORMULIR (SP4A. SP3R.

UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. 5. Komputer. DP3 Tahun Terakhir. Telepon. Keterkaitan: 1. Kursi. 2 Pegawai 1. Surat Pengajuan Pengangkatan 3. 7. Ruang. Pencatatan dan Pendataan: 1. Lemari Arsip. baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Mesin Tik. Peralatan/Perlengkapan: Meja. BPKP 6. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. SK KP Terakhir.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1.. ATK. Karpeg. Filling Kabinet. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). Faximile. SOP Data Base kepegawaian 2. Keputusan Bersama BKN. 2. 4. 3. Sarana Transportasi. Surat Keputusan Mutu Baku Waktu 2 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Ket. Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. SK Jabatan 2 Berkas usulan Minggu Auditor 172 . 2. SK CPNS 5. Daftar Usulan PAK 2. SOP Penilaian Angka Kredit Peringatan: 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). 3. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. maka akan menghambat proses Pengangkatan Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Pegawai menyiapkan bahan usulan pengajuan dan menyerahkan ke Subbag 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan Auditor. Surat Persetujuan Teknis 4. 4. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.

Pelaksana No Aktivitas Kepegawaian 1 2 3 3 4 Membuat surat pengantar ke kepala BPKP dan rekapitulasi pegawai yang diusulkan Mengirimkan Berkas usulan dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP Pusbin JFA BPKP memproses Persetujuan Teknis Pengangkatan Auditor Melaporkan hasil persetujuan teknis pengangkatan Auditor kepada Sekretaris Mempersiapkan sidang baperjakat Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan (jika menjabat) 6. Daftar Usulan PAK Berkas usulan 1 Surat Hari Pengantar Ket. Pegawai yang Lulus Ujian Jabatan Fungsional Auditor atau PNS Formasi Calon Auditor 7. Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 hari 5 Surat Pengantar dan Berkas DUPAK Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP 1 Surat Bulan Persetujuan Teknis 6 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Surat Persetujuan Teknis 1 Hari Disposisi Sekretaris 7 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Pejabat Eselon I & II 8 Melaksanakan Kasubbag Sidang KepegaBaperjakat waian Pengadministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Surat Persetujuan Teknis dan Disposisi Sekretaris Bahan Rapat Baperjakat 2 Hari Bahan Rapat Baperjakat 1 Hari Laporan Hasil Sidang Baperjakat Rancangan Surat Keputusan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Membuat rancangan Surat Keputusan 10 Membuat Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor 9 Laporan Hasil Sidang Baperjakat Sekretaris Irjen Rancangan Surat Keputusan 2 Hari 2 Hari 173 .

Sel es ai Pengadmini 11 Surat strasi Keputusan Pengangkatan Umum Ajabatan Fungsional Auditor didistribusikan ke pihak terkait 174 .Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Mutu Baku Waktu 1 Hari Output Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor terdistribusi Ket.

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN DIUSULKAN MENJADI AUDITOR PEGAWAI MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE KEPALA BPKP DAN REKAPITULASI PEGAWAI YANG DIUSULKAN MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR MELAPORKAN HASIL PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR KEPADA SEKRETARIS MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 175 .

Lemari Arsip. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Pelaksana No 1 Aktivitas Menginventarisir CPNS Mengusulkan daftar CPNS ke Badan Litbang & Diklat Menerima surat panggilan prajabatan dari Balai Diklat 1 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawai an 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan CPNS menjadi PNS. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Surat Perintah Melaksanakan Tugas 3. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS Dasar Hukum 1. Ruang. Surat Tanda Tamat Pelatihan Prajabatan 4. Biro Kepegawaian. 2. Mesin Tik. Komputer. 2. SOP Pengadaan CPNS 3. SOP Data Base Kepegawaian 2. Kursi. Tugas. 2 Kabag Ortala & Kepegawai an Sekretaris Daftar CPNS 3 Pengadministrasi Umum Surat Panggilan Diklat 1 Jam 176 . Pencatatan dan Pendataan: 1.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. Fungsi. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. ATK. baik di Subbag Kepegawaian. Susunan Organisasi. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. THT dan Asuransi PT TASPEN. SOP Penetapan Peserta Diklat Peringatan: 1. 4. Sarana Transportasi. Filling Kabinet. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Surat Keputusan PNS Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Jam 1 Jam Output Daftar CPNS Daftar CPNS diterima Badan Litbang & Diklat Surat Pangilan Diklat Prajabatan Ket. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Surat Keputusan CPNS 2. 3. Peralatan/Perlengkapan: Meja. PT TASPEN. KPPP. Keterkaitan: 1. Hasil General Chek Up 5.

Telah melaksanakan tugas minimal 1 Tahun 2. 5 CPNS 6 Kasubbag Kepegawai an CPNS Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris Surat Tugas Diklat Prajabatan CPNS yang lulus Diklat Prajabatan Surat Tugas Tes Kesehatan 1. SPMT Konsep Surat Keputusan 2 Minggu 1 Jam Surat Tugas Tes Kesehatan Hasil Tes Kesehatan Konsep Surat Keputusan 7 8 2 Hari 1 Hari 9 Menandatang Kasubbag ani Surat Kepegawai Keputusan an dan mendistribusik an Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris 1 Hari Surat Keputusan Pegawai dan pihak terkait menerima SK Acara pengambil an sumpah siap dilaksanakan Berita Acara Pengambilan Sumpah PNS 10 Mempersiapkan acara pengambilan sumpah PNS Surat Keputusan 3 Hari 11 Melaksanakan CPNS Pengambilan Sumpah PNS Pimpinan Surat Keputusan Naskah Sumpah PNS Konsep Berita Acara 3 Jam 177 . Hasil Tes Kesehatan 4. STTPP 3.Pelaksana No 4 Aktivitas Menugaskan CPNS mengikuti Diklat Prajabatan Diklat Prajabatan Menugaskan CPNS mengikuti Tes Kesehatan Mengikuti Tes Kesehatan Membuat Konsep Surat Keputusan Pengangkatan CPNS menjadi PNS 1 Kasubbag Kepegawai an 2 Kabag Ortala & Kepegawai an 3 Sekreta ris Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Surat Panggilan Diklat Prajabatan Waktu 1 Jam Output Surat Tugas Dikat Prajabatan STTPP Ket.

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MULAI MENGINVENTARISIR CPNS MENGUSULKAN DAFTAR CPNS KE BADAN LITBANG & DIKLAT MENERIMA SURAT PANGGILAN PRAJABATAN DARI BALAI DIKLAT MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI DIKLAT PRAJABATAN DIKLAT PRAJABATAN MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI TES KESEHATAN MENGIKUTI TES KESEHATAN MEMBUAT KONSEP SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN DAN MENDISTRIBUSIKAN MEMPERSIAPKAN ACARA PENGAMBILAN SUMPAH PNS MELAKSANAKAN PENGAMBILAN SUMPAH PNS SELESAI 178 .

Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP. 7. Faximile.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Peringatan: 1. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. 2. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). 4. 3. Komputer. Daftar Usulam PAK 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penilaian Angka Kredit Auditor. 5. Telepon. Surat Keputusan Tim Penilai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Nota Dinas Surat BPKP & Hari Jadwal Pengumpulan DUPAK ( Bulan Januari dan Juli) 1 Hari Surat Keputusan Ket.. maka akan menghambat proses karier Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat Nota Dinas ke Inspektur Wilayah tentang pengumpulan DUPAK Auditor Membuat Surat Keputusan Tim Penilai Angka Kredit Auditor menyiapkan bahan usulan peng1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. BPKP 6. Lemari Arsip. Pencatatan dan Pendataan: 1. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193. Surat Pengantar 3. Mesin Tik. ATK. Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. Kursi. 2. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). Filling Kabinet. Sarana Transportasi. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Ruang. Surat Penetapan Angka Kredit 4. 2 Kasubbag Kepegawaian Pegawai Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris 3 DUPAK 2 Berkas Minggu usulan DUPAK 179 . Keputusan Bersama BKN.

ajuan DUPAK dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian DUPAK 1 4 Mengelompokk PengadmiMinggu nistrasi an Daftar Umum Usulan Penetapan Angka Kredit A.2 Mengirimkan Hari dan Berkas Berkas usulan nistrasi DUPAK Umum DUPAK dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP A.3 Pusbin JFA BPKP memproses DUPAK dan menetapkan angka kredit (PAK) A.3 Menyelenggarakan Kegiatan penetapan Angka Kredit B.Pengadmikan dan nistrasi mengarsipkan Umum Surat Penetapan PAK Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan B. DUPAK Auditor Ahli Madya dan Ahli Utama DUPAK Auditor 1 A.5 Mendistribusi. DUPAK Auditor Trampil dan Ahli Pertama serta Ahli Muda Berkas DUPAK 1 Rekapitulasi PengadmiMinggu Kertas Kerja nistrasi Tim Penilai Umum Pengadministrasi Umum 3 Hari Pelaksanaan Penghitungan Siap Pengadministrasi Umum Tim Penilai Berkas DUPAk dan Rekapitulasi Kertas Kerja Tim Penilai Kertas Kerja Tim Penilai 3 hari Kertas Kerja tim Penilai Pengadministrasi Umum Tim Penilai 1 Hari 1 Sekretaris Inspektur Draft Penetapan Draft Penetapan angka Kredit Penetapan 180 .2 Mempersiapkan Kegiatan Pelaksanaan Penilaian angka Kredit B.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Auditor Ket.1 Merekap DUPAK masing-masing Auditor sesuai format Kertas Kerja Tim Penilai B.1 Membuat Surat Ahli Madya dan Hari Pengantar Ahli Utama DUPAK ke BPKP 1 Surat Pengantar PengadmiA.5 Menanda- B.4 Membuat Draft Penetapan Angka Kredit B.4 Menerima Penetapan PAK Tim Penilai Pusbin JFA Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 Bulan Rekapitulasi DUPAK Surat Pengantar Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Pengadministrasi Umum A.

Pengadmikan dan meng.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Jenderal tangani Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit B.nistrasi arsipkan Surat Umum Penetapan PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Angka Kredit Hari Angka Kredit Ket. Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan 181 .6 Mendistribusi.

FLOWCHART SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Mulai MEMBUAT NOTA DINAS KE INSPEKTUR WILAYAH TENTANG PENGUMPULAN DUPAK AUDITOR MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN TIM PENILAI ANGKA KREDIT AUDITOR MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DUPAK DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGELOMPOKKAN DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT AUDITOR AHLI Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DUPAK KE BPKP MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DUPAK DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES DUPAK DAN MENETAPKAN ANGKA KREDIT (PAK) MENERIMA PENETAPAN PAK Tidak MEREKAP DUPAK MASING-MASING AUDITOR SESUAI FORMAT KERTAS KERJA TIM PENILAI MEMPERSIAPKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENILAIAN ANGKA KREDIT MENYELENGGARAKAN KEGIATAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MEMBUAT KONSEP PENETAPAN ANGKA KREDIT MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MENDISTRIBUSIKAN DAN MENGARSIPKAN SURAT PENETAPAN PAK SELESAI 182 .

ATK. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: 1. baik di Subbag Kepegawaian. Pencatatan dan Pendataan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Mesin Tik. Ruang. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PENSIUN Dasar Hukum: 1. Sarana Transportasi. Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pensiun. Telepon. 4. SOP Data Base Kepegawaian 2. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. SOP Pengajuan TASPEN Peringatan: 1. Biro Kepegawaian dan BKN. 2. 3. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Kursi. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. 2. 1 2 3 4 5 Membuat memorandum /Nota Dinas pemberitahuan kepada PNS yang mencapai BUP Pegawai menyiapkan berkas Pensiun dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa kelengkapan berkas pensiun Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan berkas pensiun ke Biro Kepegawaian Pegawai Memorandum/ Nota Dinas 2 Hari Berkas Pensiun Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Berkas Pensiun 2 Hari 1 Hari Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Draft Surat Pengantar Berkas Pensiun lengkap Surat Pengantar Kasubbag Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pensiun 1 Hari Surat Pengantar & Berkas Pensiun ter- 183 . Komputer. Nota BKN 3. Persetujuan Teknis BKN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Database Kepegawaian 2 Hari Output Memorandum/ Nota Dinas Ket. Filling Kabinet. Faximile. maka akan menghambat proses Pensiun. Lemari Arsip. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan Pensiun 2.

IV/c ke atas diterima Biro Kepegawaian SK Pensiun Gol.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. IV/c ke atas Persetujuan Teknis untuk Gol. IV/c keatas 2 SK Pensiun Bulan Gol. IV/c ke atas terkirim ke Setneg 3 SK Pensiun Kewena Nota Hari Gol. IV/c keatas Kewena 1 Nota BKN Nota BKN dan ngan Hari terkirim ke Persetujuan Biro Kepega. IV/c keatas diterima Pegawai 184 . IV/c ke atas Kewena ngan Sekretar iat Negara Sekretariat Negara 1 Hari Biro Kepegawai an Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. III/c s/d IV/b diterima pegawai Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN Kewena ngan Biro Kepega waian Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN SK Pensiun Gol.BKN Teknis untuk waian dan Gol. III/c s/d ngan Persetujuan Biro IV/b BKN Kepega waian Biro Kepegawaian Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. IV/c keatas 1 Hari SK Pensiun Gol. 6 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 7 Proses di BKN BKN 8 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 9 10 11 12 13 14 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Untuk Pangkat diatas IV/c Pertimbangan Teknis BKN disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara Membuat Surat Keputusan Pensiun Surat Keputusan Pensiun di sampaikan ke Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Biro Kepegawaian kirim ke Biro Kepegawaian Surat Pengantar 2 Surat Usul & Kewena& Berkas Hari Berkas ngan Pensiun Pensiun Biro terkirim ke Kepega BKN waian Surat Usul & 1 Nota BKN Kewena Berkas Pensiun Minggu dan ngan Persetujuan BKN Teknis untuk Gol. III/c s/d IV/b 1 Hari SK Pensiun Gol.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN PENSIUN Mulai MEMBUAT MEMORANDUM / NOTA DINAS PEMBERITAHUAN KEPADA PNS YANG MENCAPAI BUP PEGAWAI MENYIAPKAN BERKAS PENSIUN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMERIKSA KELENGKAPAN BERKAS PENSIUN Tidak LENGKAP? Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS YANG DITUJUKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIRIMKAN BERKAS PENSIUN KE BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BKN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN/PERTIMBANGAN TEKNIS Tidak Gol IV/c Ya PERTIMBANGAAN TEKNIS BKN DISAMPAIKAN KE SEKRETARIAT NEGARA SEKRETARIAT NEGARA MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN DI SAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN DISAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SK PENSIUN DISAMPAIKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 185 .

Pemindahan. Tugas. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 4. Jika izin tugas belajar belum terpenuhi. Lemari Arsip. Peralatan/Perlengkapan: Meja. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 1 Inventarisasi pegawai yang akan diajukan untuk mengikuti Ujian Dinas/UPKP 186 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP UJIAN DINAS/UPKP Dasar Hukum: 1. Sarana Tranportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Data Base Kepegawaian 2. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Agama. Ijazah 2. KMA Nomor 172 Tahun 1988 tentang Pedoman Ujian Dinas di Lingkungan Departemen Agama. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat/penyesuaian ijazah pegawai. atau salah satu kegiatan belum terpenuhi. Kenaikan pangkat dari Gol II ke Gol III 3. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 5. 2. PP Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Ruang. maka akan menghambat proses penyesuaian ijazah pegawai Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ujian Dinas/ UPKP. Komputer. Jika kelengkapan data base pegawai tidak lengkap. Filling Kabinet. SOP Izin Tugas Belajar Peringatan: 1. 3. 6. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2. Surat Izin Tugas Belajar 3. ATK. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1. Fungsi. Kursi. Database Kepegawaian 2. Finger Printer. Keterkaitan: 1. Mesin Tik. Pegawai yang mempunyai ijazah setingkat lebih tinggi 1 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan Ujian dinas/ UPKP Ket. 7.

Pelaksana No 2 Aktivitas Mengumpulkan berkas persyaratan. 3 4 Pengadministrasi Umum Mengirimkan Pengadmiberkas dan surat nistrasi pengantar ke Umum Biro Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pengajuan 1 Hari 5 Mengikuti Ujian Tertulis Mengikuti Ujian Karya Tulis Mengikuti Ujian Kompetensi Biro Kepegawaian menerbitkan Sertifikat Lulus Ujian Dinas/ UPKP Sertifikat di serahkan ke pegawai melalui Subbag Kepegawaian Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Biro Kepegawaian Hasil Ujian 6 7 8 Sertifikat Lulus 9 Pengadministrasi Umum Sertifikat Lulus Sertifikat Lulus diterima pegawai 187 . membuat karya tulis Membuat Surat Pengantar 1 Pegawai 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Minggu Konsep Surat Pengantar 1 Minggu Output Berkas Persyaratan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Ket.

MEMBUAT KARYA TULIS MEMBUAT SURAT PENGANTAR MENGIRIMKAN BERKAS DAN SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIKUTI UJIAN TERTULIS MENGIKUTI UJIAN KARYA TULIS MENGIKUTI UJIAN KOPETENSI Tidak LULUS ? Ya BIRO KEPEGAWAIAN MENERBITKAN SERTIFIKAT LULUS UJIAN DINAS/UPKP SERTIFIKAT DI SERAHKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 188 .FLOWCHART SOP UJIAN DINAS/UPKP MULAI INVENTARISASI PEGAWAI YANG AKAN DIAJUKAN UNTUK MENGIKUTI UJIAN DINAS/UPKP MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN.

Lampiran 5  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG ORTALA 1. SOP Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SOP Keortalaan SOP Notulen Rapat SOP Pelaksanaan Kegiatan SOP Pelaksanaan Rapat SOP Pelaporan Kegiatan SOP Pembuatan TOR Kegiatan SOP Pembukaan Kegiatan SOP Penerbitan Majalah SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen SOP Perekrutan Pemantau Haji SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 189 . 4. 6. 5. 12. 9. 10. 11. 7. 3. 2. 8.

2. Memeriksa kelengministrasi kapan hasil-hasil penyelenggaraan ke. Pengelolaan Keuangan f. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 5. Data-data yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. Konsumsi Kasubbag Kasubbag Kasubbag e. Laporan hasil kegiatan. Transportasi Kasubbag 15 Terevaluasinya menit Acara Pembukaan Hasil 1 Terevaluasi Kegiatan jam Pelaksanaan Kegiatan Tempat 15 Terevaluasinya Acara menit Tempat Acara Konsumsi 15 Terevaluasinya menit penyediaan konsumsi SPJ 1 Terevaluasinya Keuangan Jam SPJ Keuangan 15 Terevaluasinya Perlengkapan menit penggunaan yang perlengkapan digunakan 15 Terevaluasinya Transportasi menit penggunaan yang transportasi digunakan Dokumentasi pembukaan 190 .Umum giatan 3. ATK. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 3. meliputi: a. 4. Keterkaitan: 1. 2.nistrasi Umum an kegiatan Pengad2. Tempat Acara d. PMA No. Acara Pembukaan Kasubbag b. Inpres No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PMA No. Pelaksanaan kegiatan c.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan/kompetensi dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Inpres No. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. Kegiatan tidak optimal. 3.Pengadmi hasil penyelenggara. SOP Pelaporan Kegiatan Peringatan: 1. 3. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kegiatan dianggap fiktif. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah. Perlengkapan Kasubbag Kasubbag g. SOP Pelaksanaan Kegiatan 4. 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. printer. LCD. Mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Penyusunan TOR Kegiatan 2. PP No. layar. Mempersiapkan hasil. Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Laporan Ke1 Bahan evaluasi giatan Jam penyelenggaraan kegiatan Bahan 1 Terperiksanya evaluasi Jam kelengkapan kegiatan bahan evaluasi kegiatan Ket. Pelaksana No. 1.

191 . 6. Dokumentasi 1 Kasubbag 2 3 4.Pelaksana No. Membuat surat hasil evaluasi kegiatan Pengadministrasi Umum Kasubbag 5. Mengoreksi draft surat hasil evaluasi kegiatan Menandatangani surat hasil evaluasi kegiatan Kabag 7. kegiatan Ket. Aktivitas h. Menyampaikan surat Pengadministrasi hasil evaluasi Umum kegiatan pada Sekretaris Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Dokumentasi 30 Terevaluasinya Kegiatan menit kelengkapan dokumentasi Hasil evaluasi 2 Tersusunnya pelaksanaan Jam draft surat hasil kegiatan evaluasi kegiatan Draft surat 30 Koreksi surat evaluasi Menit hasil evaluasi kegiatan kegiatan Surat hasil 10 Surat hasil evaevaluasi Menit luasi kegiatan kegiatan yang telah ditandatangani 5 Diterimanya Surat hasil Menit surat hasil evaevaluasi luasi kegiatan.

FLOWCHART SOP EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MENELITI KELENGKAPAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP: ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN TEMPAT ACARA KONSUMSI PENGELOLAAN KEUANGAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DOKUMENTASI MEMBUAT DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENGOREKSI DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENANDATANGANI SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN MENYAMPAIKAN SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN SELESAI 192 .

Tugas Mekanisme dan Tata Kerja di Lingkungan Inspektorat Jenderal. Usulan 2 Laporan hasil Jam analisa pengor. mekanisme dan tata kerja Draft tugas. mekanisme dan tata kerja di lingkungan Itjen akan mengganggu keortalaan di Itjen. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. mekanisme dan tata kerja 2. Peraturan dan kebijakan pengorganisasian Itjen Tugas. Hari mekanisme dan tata kerja yang tidak tumpang. Keterkaitan: 1. Memahami keortalaan. mekanisme dan tata kerja yang Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. 2. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Fungsi. mekanisme dan tata kerja 5. Tidak adanya struktur organisasi yang jelas/ sesuai akan menyebabkan hambatan dalam organisasi. Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen 2 Bahan penyuHari sunan uraian tugas. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pelaksanaan kegiatan pada Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Membuat laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Tim analisis ortala Itjen 3 Draft tugas. Mekanisme dan tata kerja Itjen yg ada Tugas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEORTALAAN Dasar Hukum: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. mekanisme dan tata kerja Itjen yang ada 3.Tim analisis ortala organisasian Itjen sesuai hasil analisa Itjen 6.penyeganisasian Itjen suaian 193 . PMA No. mekanisme dan tata kerja. mekanisme dan tata kerja yang ada dengan yang dibutuhkan. Waktu minimal yg dibutuhkan. 3 Identifikasi Hari kebutuhan organisasi 3 Hasil analisa Hari tugas. Menganalisa antara tugas. Pelaksana No Aktivitas 1 Tim analisis ortala Itjen 2 3 1. Struktur organisasi Inspektorat Jenderal. Pelaksanaan kegiatan setiap bagian pada Sekretariat 2. PMA No. Membuat draft peng. Memahami tugas dan fungsi di lingkungan Inspektorat Jenderal. 2. 2. printer. 3 Hasil telaah Hari tugas. mekanisme dan tata kerja yg ada dan yg diperlukan Hasil analisa tugas. mekanisme dan tata kerja Itjen. Menelaah tugas. Tugas. Mengumpulkan bahan untuk penyusunan uraian tugas. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Mekanisme dan tata kerja yg diperlukan Perbandingan tugas. Mengidentifikasi kebutuhan pengorganisasian pada Itjen 4. Tidak terlaksananya tugas. ATK. Peringatan: 1.

beban tugas dan fungsi pada Itjen 3 DitandatanganiHari nya konsep uraian jabatan. 8.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 tidak tumpang Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Mengajukan konsep Subbag Ortala uraian jabatan. beban tugas dan fungsi Tim analisis ortala Itjen Subbag Ortala hasil kesepakatan Hasil kesepakatan analisis organisasi Konsep SK Irjen tentang organisasi Koreksi konsep SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang Keortalaan Konsep uraian jabatan.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen Tim anali. Mengoreksi konsep SK Irjen tentang keortalaan 13. Mengajukan Konsep SK Irjen tentang keortalaan pada Kepala Bagian untuk disetujui 14. Mengajukan SK tentang keortalaan pada Irjen 15. Menyampaikan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen pada pimpinan. Menyampaikan hasil kesepakatan pada pimpinan 11. beban tugas dan fungsi pada Itjen 194 . beban tugas dan fungsi pada pimpinan 1 SK Irjen yang Hari telah ditandatangani 3 Konsep uraian Hari jabatan.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen 3 Hasil diskusi/ Hari pembahasan analisa pengorganisasian Itjen 1 Kesepakatan Jam hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Tidak adanya tumpang tindih dalam pengorganisasi an Itjen 10. Membuat kesepakatan hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Ketua tim analisis 15 TersampaikanMenit nya laporan Tim anali. Menyelenggarakan pembahasan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen 9. Membuat konsep uraian jabatan. Membuat konsep keputusan Irjen tentang (penyesuaian) pengorganisasian 12. 7. beban tugas dan fungsi pada Itjen 10 Diterimanya Menit hasil kesepakatan 2 Konsep SK Irjen Jam Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 30 Hasil koreksi Menit Konsep SK Irjen 15 Konsep SK Irjen Menit yang telah disetujui dan diparaf Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 16.

MEKANISME DAN TATA KERJA YANG ADA DENGAN YANG DIBUTUHKAN. MEMBUAT DRAFT PENGORGANISASIAN ITJEN SESUAI HASIL ANALISA MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGOREKSI KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN MENYAMPAIKAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN PADA PIMPINAN. MEKANISME DAN TATA KERJA ITJEN YANG ADA MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGORGANISASIAN PADA ITJEN MENGANALISA ANTARA TUGAS. MEKANISME DAN TATA KERJA MENELAAH TUGAS.FLOWCHART SOP KEORTALAAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN UNTUK PENYUSUNAN URAIAN TUGAS. BEBAN TUGAS DAN FUNGSI PADA PIMPINAN MEMBUAT KONSEP KEPUTUSAN IRJEN TENTANG (PENYESUAIAN) PENGORGANISASIAN SELESAI 195 . BEBAN TUGAS DAN FUNGSI MENYAMPAIKAN HASIL KESEPAKATAN PADA PIMPINAN MENGAJUKAN KONSEP URAIAN JABATAN. MENGAJUKAN KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN PADA KEPALA BAGIAN UNTUK DISETUJUI MENYELENGGARAKAN PEMBAHASAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGAJUKAN SK TENTANG KEORTALAAN PADA IRJEN MEMBUAT KESEPAKATAN HASIL PEMBAHASAN ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MEMBUAT KONSEP URAIAN JABATAN.

Mampu mengetik dengan cepat. Hasil akhir rapat 3. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mampu menyimpulkan pendapat dan usulan dengan baik. dan lain-lain. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terlaksana notulen rapat Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Usulan dan masukan dari para peserta 2. Notulen 196 . Printer. Pendokumentasian hasil-hasil rapat Mutu Baku Ket. Aktivitas 1 2 3 Meminta agenda Notulen rapat dari pimpinan rapat 2. Mencatat hasilhasil akhir keputusan rapat Menyerahkan hasil akhir keputusan rapat kepada pimpinan rapat untuk dibacakan sebelum rapat ditutup Notulen 4. 5. 3. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 5 Diterimanya menit apa saja agenda yang akan dibahas dalam rapat Komputer atau Selama Tercatatnya semua Laptop rapat berlang usulan dan pendapat sung dari para peserta selama rapat berlang-sung Komputer atau Selama Tercatatnya hasil-hasil Laptop rapat berlang akhir keputusan rapat sung 5 Dibacakannya Komputer atau Laptop dan menit hasil akhir keputusan rapat printer oleh pimpinan rapat Pelaksana No 1. Tugas. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. Mencatat semua usulan dan pendapat dari para peserta rapat selama rapat berlangsung Notulen 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 6. Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. Fungsi. ATK. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP NOTULEN RAPAT Dasar Hukum: 1.

Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Mesin fotokopi 10 Tergandakan menit nya hasil akhir keputusan rapat Hasil keputus10 Terdistribusian rapat yang menit kan nya hasil sudah diganda keputusan kan rapat kepada para peserta rapat 2 Diarsipkannya menit hasil-hasil keputusan rapat 197 . Notulen Mutu Baku Ket. Mendistribusikan hasil keputusan rapat kepada para peserta rapat Mengarsipkan hasil keputusan rapat Notulen 7.Pelaksana No 5. Aktivitas Menggandakan hasil akhir keputusan rapat 1 Notulen 2 3 6.

FLOWCHART SOP NOTULEN RAPAT MULAI MEMINTA AGENDA RAPAT DARI PIMPINAN RAPAT MENCATAT SEMUA USULAN DAN PENDAPAT DARI PARA PESERTA RAPAT SELAMA RAPAT BERLANGSUNG MENCATAT HASIL-HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENYERAHKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT KEPADA PIMPINAN RAPAT UNTUK DIBACAKAN SEBELUM RAPAT DITUTUP MENGGANDAKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENDISTRIBUSIKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT MENGARSIPKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT SELESAI 198 .

Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. 3. mesin tik. SOP Permintaan Barang 5. Palu. Sound system. Aktivitas Penyiapan Tempat Acara 1 Panitia 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Pelaksanaan Narasumber Moderator Acara Layar. Palu. 4. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. Layar. printer. 2. Keterkaitan: 1. dan Kendaraan roda empat. Arahan Pimpinan. Pelaksana No 1. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tabel Tag. SOP Penyusunan TOR kegiatan. 4. SOP Pencairan Anggaran 4. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. LCD. Sound system. Lagu Indonesia Raya. 3. Laporan Panitia. LCD.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Spanduk. dan Do’a Paparan dari Narasumber 1 jam Tempat acara yang siap untuk digunakan Terselenggaranya acara pembukaan 1 jam 3 hari Terselenggaranya acara kegiatan 199 . Pencatatan dan Pendataan: 1. Daftar hadir 2. Mampu menganalisis materi-materi kegiatan 3. 2. Tugas. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. Acara Pembukaan Panitia/MC Pimpinan 3. 5. 6. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 2. 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. Rincian keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. mesin foto copy. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Memahami tugas dan fungsinya Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Kegiatan tidak optimal 3. dan Tabel Tag Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. 2. Spanduk. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Laptop. ATK.

Aktivitas Acara Penutupan 1 Panitia Pelaksana Kegiatan 2 Pimpinan 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.Pelaksana No 4. Laporan Panitia dan Arahan Penutup 1 jam Terselenggar anya acara penutupan 200 .

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI PENYIAPAN TEMPAT ACARA ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN ACARA ACARA PENUTUPAN SELESAI 201 .

2. Memiliki Kewenangan Menetapkan Peraturan dan Kebijakan 2. Mampu mengoperasikan Laptop dan LCD 4. Memiliki kemampuan memahami masalah yang akan dibahas dalam rapat 3. Layar. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Layar. Printer. Tidak tersdianya sarana untuk rapat 4. Keterkaitan: 1.Waktu peserta rapat sional nya rapat tergantung agenda rapat 202 . LCD. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 30 Undangan Laptop. 6. 5. ATK. 5. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Tidak tercatatnya hasil rapat Pelaksana No 1. Dll Para peserta 5 Dimulainya telah hadir menit rapat Diikuti para Kondi. busikan Stempel Surat undangan 20 Surat undangyang sudah menit an diterima digandakan seluruh peserta 30 Tempat rapat LCD. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Sound System. Pencatatan dan Pendataan: 1. Tidak tersEdianya konsumsi rapat 2. menit siap untuk digunakan Daftar Absen Kehadiran. Printer. Fungsi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Sound System. SOP Pemakaian ruang dan peralatan 3. SOP Notulen Rapat Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN RAPAT Dasar Hukum: 1. 4. Tugas.Terlaksana. Membuka rapat Pelaksanaan rapat Pimpinan rapat Pimpinan rapat Peserta rapat Notulen Mutu Baku Ket. Daftar hadir 2. 4. SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris 4. Mesin didistriFoto Copy. Menyiapkan Pelaksana surat undangan dan absen Mendistribu. Tidak tersedianya ruang untuk rapat 3. Komputer. Menit siap untuk Kertas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.Pelaksana sikan surat undangan Menyiapkan Pelaksana tempat rapat 3. Bahan Rapat 2. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mampu mencatat hasil-hasil rapat dengan cepat Peralatan/Perlengkapan: Kursi. Meja. SOP Permintaan Konsumsi 2.

Pelaksana No 6. 203 . Aktivitas 1 2 3 Pembacaan Pimpinan rapat hasil-hasil rapat 7. Menutup rapat Pimpinan rapat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Notulen rapat 10 Kesimpulan menit hasil-hasil rapat diketahui seluruh peserta agenda rapat Rapat selesai 5 telah selesai menit dibicarakan Ket.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN RAPAT MULAI PENYIAPAN SURAT UNDANGAN DAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENYIAPAN TEMPAT RAPAT PEMBUKAAN RAPAT PELAKSANAAN RAPAT PEMBACAAN HASIL-HASIL PENUTUPAN RAPAT SELESAI 204 .

Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. Fungsi. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Memiliki kemampuan laporan 2. printer. 2. Bahan hasil sidang Komisi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Peringatan: 1. Layar. dan Hotel Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Pembuatan TOR kegiatan. LCD. 4. Bahan Hasil Sidang Pleno. SK Kegiatan dalam menyusun Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Tabel Tag. Mengumpul. Kendaraan roda empat. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Bahan Narasumber. 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 4. 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 2. mesin foto copy. 2. ATK. 3.Pelaksana kan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan setelah kegiatan selesai dilaksanakan Pelaksana Menyusun bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan Mengoreksi Kasubbag bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kumpulan bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kabag Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 1 jam Tersusunnya bahan-bahan dan hasilhasil kegiatan Terkoreksinya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 jam 205 . PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 5. Keterkaitan: 1. 2. Kegiatan tidak optimal. SOP Pelaksanaan Kegiatan. Tugas. Sound system. 6. 3. Palu. Tidak ada yang dilaaporkan. 2. Pelaksana No 1. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. mesin tik. Daftar Hadir.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Spanduk. Mutu Baku Waktu 1 jam Output Terkumpulnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah selesai dilaksanakan Ket.

Pelaksana No 4. Sekretaris 5 menit Tertandatanga ninya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 6. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 2 Jam Tergandakannya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Sampainya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke Subbag Evalap 7. Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit Terdokumentasikannya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 206 . Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit 8. Aktivitas Memaraf bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menandatangani bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menggandakan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menyampaikan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke subbag Evalap dan Subbag Keuangan Mendokumentasikan satu naskah bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Waktu 5 menit Output Terparafnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Ket.

FLOWCHART SOP PELAPORAN KEGIATAN MULAI MENGUMPULAN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN SETELAH KEGIATAN SELESAI DILAKSANAKAN MENYUSUN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN MENGOREKSI BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MEMARAF BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENANDATANGANI BAHAN-BAHAN DAN HASILHASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENGGANDAKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENYAMPAIKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN KE SUBBAG EVALAP DAN SUBBAG KEUANGAN MENDOKUMENTASIKAN SATU NASKAH BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN SELESAI 207 .

sasaran. Mengumpulkan bahan-bahan yang terkait dengan kegiatan yang akan dibuatkan TORnya 2. printer. Mengumpulkan peraturan perundangundangan terkait 3. dan tujuan Konsep TOR Kegiatan 15 menit 10 menit Sekretaris Itjen Pengadministrasi Umum TOR kegiatan 10 yang telah menit diparaf 5 menit 208 . PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Menandatangani TOR kegiatan 6. Mampu menganalisis kegiatan yang akan dilaksanakan. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: 1. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 1. 2 Kualifikasi Pelaksana: 1. Mampu mengoperasikan komputer 2. Tidak adanya payung hukum dari kegiatan yang akan dilaksanakan. 3. Pengadministrasi Umum 10 menit Pengadministrasi Umum Kasubag Kepala Bagian Memuat latar belakang. SOP Kalender Kegiatan 2. 2. SOP SK Kegiatan 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mengoreksi dan memaraf konsep TOR kegiatan 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Menyerahkan TOR asli ke Sub Bagian Keuangan dan Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 10 menit Output Terkumpul nya bahanbahan untuk pembuatan TOR Terkumpul nya peraturan per-UU-an terkait Tersusunny a Konsep TOR Kegiatan Terkoreksin ya konsep TOR kegiatan Ditandatanganinya TOR Diterimany a TOR asli oleh Sub Bagian Keuangan dan Evalap Ket. Membuat konsep TOR kegiatan 4. Tumpang tindihnya kegiatan 2.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN MENGUMPULKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAHAN MENYUSUN KONSEP TOR KOREKSI KOREKSI DAN PEMARAFAN PENANDATANGANAN PENGGANDAAN DAN PENGARSIPAN PENYERAHAN TOR ASLI KE SUBBAG KEUANGAN SELESAI 209 .

Pembacaan Panitia susunan acara pembukaan Pembacaan Panitia Ayat Suci 2. Mampu melaksanakan suatu kegiatan 3. SOP Penyusunan TOR kegiatan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. menit susunan Soundsistem acara pembuka an Al Quran. Tugas. Menyanyikan lagu Indonesia Raya Laporan Panitia Arahan Pimpinan Panitia Ketua Panitia Pimpinan 5. Mampu menjadi MC Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keterkaitan: 1. Soundmenit Pimpinan sistem terhadap kegiatan 5 Doa menit Ket. 2. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUKAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 4. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 210 . Fungsi. Absen peserta. 2. 3. Kegiatan tidak optimal Pelaksana No 1. 6. Doa Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Susunan 5 informasi Acara. printer. Sound kegiatan sistem Naskah arah30 Arahan an. 5 Lantunan Soundsistem menit Ayat suci sesuai dengan kegiatan Soundsistem 5 Lantunan menit Lagu Indonesia Raya 10 Informasi Naskah Lapormenit tentang an. Mampu mengoperasikan komputer 2. Jadwal acara. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 2. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. 6.

FLOWCHART SOP PEMBUKAAN KEGIATAN MULAI PEMBACAAN SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN PEMBACAAN AYAT SUCI MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA LAPORAN PANITIA ARAHAN PIMPINAN DOA SELESAI 211 .

3. Mempunyai kemampuan komputer Peralatan/Perlengkapan: Flash disk. Peringatan: 1. Selama naskah masuk 4. Bank Naskah. 2. Majalah tidak tercetak. meja. Menambah gambar/foto yg sesuai dengan tulisan c. 3. Mempunyai wawasan pengawasan 4. Keterkaitan: 1. Tidak adanya susunan pengorganisasian yang sesuai maka Penyusunan Majalah FP tidak berjalan. Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Keortalaan. meliputi: 3. Jika penyusunan Majalah FP tidak melalui Rapat yang sesuai SOP Pelaksanaan Rapat. 2. Mendistribusikan Pelaksana Draft Majalah 1 Naskah yang dientry ke computer Gambar/foto sesuai dengan naskah Naskah dan gambar/foto yang telah di layout Terdistibusi- 212 . Gambar/foto kegiatan Itjen. Pelaksana No 1. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. printer. Naskah yang masuk 2 hari Terkumpulnya naskah yang sesuai tema 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN MAJALAH FOKUS PENGAWASAN Dasar Hukum: PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. SK Dewan Penyunting Majalah FP. 2. Mengentry Pelaksana naskah b. Komputer PC. SOP Pelaksanaan Rapat. Editing naskah. SOP Pencetakan Buku/Majalah. Aktivitas Mempersiapkan bahan rapat Mengadakan rapat pembahasan tema Mengumumkan tema majalah 1 Pelaksana Dewan Penyunting Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 2. Mempunyai kemampuan menulis 2. Bank Naskah Konsep tema Konsep Tema dan Bahan Rapat tema majalah 1 Hari 1 hari 50 hari 50 hari Bahan rapat majalah FP Hasil rapat dan Tema Majalah Informasi tema majalah Terkumpulnya naskah 3. Mempunyai kemampuan desain grafis 3. maka dapat menghambat kegiatan. kursi. Menerima/Mengum Pelaksana pulkan naskah yang masuk Mensortir/klasifikasi Pelaksana naskah Naskah dari penulis 5. Menyusun Lay out Pelaksana Naskah yang sesuai tema Internet atau foto kegiatan 5 hari 4 hari Pelaksana Naskah dan gambar/foto 3 hari 7.

Pelaksana No Aktivitas draft majalah ke dewan penyunting 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.alternatif Ortapeg taris design cover majalah Pelaksana Majalah Subag Ortala Subag Perlengkapan Soft copy dan hard copy Majalah Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah 1 Jam 1 hari 15 Meni t 10 hari Rekanan Print out majalah Diterimanya Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah Terdistribusinya majalah Subag Perlengkapan Subag Tata Usaha 213 . Dewan Penyunting Pelaksana Draft Majalah Hasil koreksi draft majalah Hasil koreksi draft majalah Beberapa contoh design cover majalah 5 hari 1 hari 3 hari 3 hari Pelaksana nya draft majalah untuk dikoreksi dewan penyunting Hasil koreksi draft majalah Terkumpulnya hasil koreksi draft majalah Hasil editing Majalah Beberapa alternatif design cover majalah Cover majalah Pelaksana 12. Pembuatan Design Cover Majalah 8. Mendistribusikan hasil cetakan majalah Kasubag Ortala Kabag Sekre. Menyerahkan Majalah untuk dicetak ke Subbag Perlengkapan 15. Pencetakan majalah 16. jam Mengoreksi draft majalah 9. Memperbaiki naskah sesuai hasil perbaikan/koreksi 11. Finalisasi majalah yang akan dicetak 14. Mengumpulkan hasil koreksi draft majalah 10. Persetujuan cover majalah 13.

FLOWCHART SOP MAJALAH FOKUS PENGAWASAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN RAPAT MENGADAKAN RAPAT PEMBAHASAN TEMA MENGUMUMKAN TEMA PENGUMPULAN GAMBAR/FOTO PENGUMPULAN NASKAH PEMILIHAN GAMBAR/FOTO MENSORTIR NASKAH MENGENTRY NASKAH KE DALAM KOMPUTER MENYUSUN LAY OUT DISTRIBUSI DRAFT MAJALAH KE DEWAN PENYUNTING KOREKSI OLEH DEWAN PENYUNTING DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI MENGUMPULKAN DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI 214 .

PENGETIKAN PERBAIKAN NASKAH SESUAI HASIL PERBAIKAN/KOREKSI PEMBUATAN COVER MAJALAH SESUAI TEMA PERSETUJUAN COVER MAJALAH FINALISASI MAJALAH YANG AKAN DICETAK PENYERAHAN MAJALAH YANG SIAP CETAK KE SUBBAG PERLENGKAPAN PENCETAKAN MAJALAH PENDISTRIBUSIAN MAJALAH SELESAI 215 .

5. SOP pencetakan buku/majalah Peringatan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Fungsi. Memiliki keahlian komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. SOP Pelaksanaan Kegiatan 2. 2 Menggabung Pelaksana naskah-naskah pidato Irjen yang sudah terkumpul Membuat Lay Out naskahnaskah yang sudah tersusun Menyusun draft sambutan Sekretaris atas nama Irjen untuk buku kumpulan pidato tersebut Pelaksana 1 hari 3 1 hari 4 Pelaksana 2 jam 216 . Bagian lain 3. Tidak tercetaknya buku/majalah Pelaksana No 1 Aktivitas Mengumpulkan pidato Irjen dari seluruh Bagian 1 Pelaksana 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Flashdisk untuk copian filefilenya Naskah-naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Memuat tema umum dari seluruh arah kebijakan yang tertuang dalam pidato-pidato Irjen Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. ATK. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: Menginventarisir kegiatan Irjen Mutu Baku Waktu 1 hari Output Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Setingan kumpulan naskah pidato Irjen dalam bentuk buku Buku kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Tersusunnya draft sambutan sekretaris untuk buku kumpulan pidato Irjen Ket. Printer. Mampu berkoodinasi dengan sub. Keterkaitan: 1. Tidak tersedianya pidato Irjen 2. 2. Mampu mengkompilasi naskah pidato Ijen 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO IRJEN Dasar Hukum: 1.

217 .Pelaksana No 5 Aktivitas Mengoreksi dan memaraf draft kata sambutan Mengoreksi dan menandatangani draft sambutan Menyerahkan draft yang sudah ditandatangani ke subbag perlengkapan untuk digandakan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 6 Sekretaris 7 Pelaksana Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terkoreksi dan Draft kumpulan terparafnya naskah pidatokata sambutan pidato Irjen Sekretaris berikut kata sambutannya Draft kumpulan 1 Terkoreksi dan naskah pidatojam ditandatanganipidato Irjen nya sambutan berikut kata Sekretaris sambutannya Draft kumpulan 1 Tergandakannaskah pidatomenit nya buku pidato Irjen yang kumpulan sudah ditandapidato Irjen tangani kata sambutannya oleh Sekretaris Ket.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO INSPEKTUR JENDERAL MULAI PENGUMPULAN NASKAH PIDATO IRJEN DARI SELURUH BAGIAN MENGGABUNG NASKAHNASKAH PIDATO IRJEN YANG SUDAH TERKUMPUL MEMBUAT LAY OUT NASKAH-NASKAH YANG SUDAH TERSUSUN MENYUSUN DRAFT SAMBUTAN SEKRETARIS ATAS NAMA INSPEKTUR JENDERAL UNTUK BUKU KUMPULAN PIDATO TERSEBUT MENGOREKSI DAN MEMARAF DRAFT KATA SAMBUTAN MENGOREKSI DAN MENANDATANGANI DRAFT SAMBUTAN MENYERAHKAN DRAFT YANG SUDAH DISETUJUI KE SUBBAG PERLENGKAPAN UNTUK DIGANDAKAN SELESAI 218 .

I dengan masa kerja minimal 10 tahun. 4. Tidak tersedianya SPPD Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Irjen 4 Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. Penyusunan Program Kerja Pemantauan dan Uraian Tugas Para Para pimpinan Inspektur sekretariat Wilayah Subbag Perencanaan dan program Sekretaris Irjen Ditandatangani oleh Sekretaris/ Inspektur Jenderal Petugas pemantau Data tentang pelaksanaan pelayanan haji 1 (satu) Ditetapkanhari nya nama calon petugas pemantau melalui Surat Tugas 1 (satu) Tersusunhari nya Program Kerja Pemantauan beserta Uraian Tugasnya 219 . Peringatan: 1. 2. Surat Kesehatan. 3. UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Peralatan/Perlengkapan: Komputer/Laptop. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Petugas 1 (satu) pemantau yang hari sesuai dengan kualifikasi Output Tersaringnya calon petugas pemantau haji Ket 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Perpres Nomor 53 Tahun 2008 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1429 H/ 2008 M. Tidak tersedianya anggaran 5. Surat Penetapan calon petugas pemantau berupa Surat Tugas 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI Dasar Hukum: 1. Memahami tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal. 2. Tidak tersedianya petugas hasil seleksi 3. 2. 4. Paspor. Pas Photo. Rapat pimpinan penyaringan calon petugas pemantau 2. 5. KMA Nomor 396 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Memiliki pangkat/jabatan minimal 3b/Penata Muda Tk. Tidak terlaksana tugas pemantauan 4. 4. 5. Visa. 3. SOP Pencairan Anggaran 5. SOP Notulen Rapat 3. 6. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. SOP Surat Tugas Pemantauan 4. SOP SPPD. Memiliki Penilaian Kerja (DP3) minimal predikat “baik” dalam dua (2) tahun terakhir. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan Rapat 2. 3. Tidak tersaringnya calon petugas pemantau haji yang sesuai dengan kualifikasi 2. Tidak pernah dikenakan sanksi PP 30. Biodata Petugas Pemantau. Tiket Pesawat. dan Sarana Transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1.

Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Visa 11. Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantaua n ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri 6. Pencairan dana pemantauan Pelaksana Surat pengajuan Paspor Persyaratan pembuatan Visa 1 (satu) Surat hari Pengajuan Visa Surat Pengajuan Visa 1 (satu) minggu Visa Subbag keuangan Petugas Pemantau SPPD 1 (satu) Diterimajam nya dana pemantauan 220 . Pengajuan Visa ke Kedubes Kerajaan Saudi Arabia 12.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Sekret aris 4 Pembuatan surat pengusulan petugas pemantau ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri Pelaksana Kasubbag Kabag pada bagian perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 (satu) Surat Surat Usulan hari Usulan petugas petugas pemantau pemantau ke Setneg Ket 5. Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Paspor Persyaratan pegajuan Paspor 1 (satu) Kelengkap hari an berkas untuk petugas pemantau 1 (satu) Surat hari pengajuan Paspor ke Dep. Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantauan ke Setneg 7 Menerima surat persetujuan dari Setneg Subbag TU Sekretaris Irjen Berkas petugas pemantau 2 (dua) hari Surat usulan penugasan ke Setneg Berkas petugas pemantau 1 (satu) Persetujuminggu an penugasan pemantauan Petugas Surat peman. Pengajuan Pelaksana ke Departemen Luar Negeri 10. Luar Negeri 1 (satu) Paspor minggu 9.persetujuan tau dari Setneg 8.

Pelaksana.Pelaksana No Aktivitas 1 Sekretaris Irjen 2 3 Para pemantau 4 13. Pembekalan para pemantau 14. Penyusunan laporan Para pemantau Mutu Baku Ket Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Informasi tugas 1 (satu) Para Tim Pemantau hari pemantau memahami tugastugas pemantauan Pelayanan 30 TerpantauIbadah haji di Hari nya pelakArab Saudi sanaan haji Indonesia di Tanah Suci 1 (satu) DilaporkanMemuat hasilbulan nya hasilhasil pehasil pemantauan mantauan pelaksanaan haji Indohaji selama di nesia Tanah kepada Pimpinan 221 .Para an peman.pemantau tauan 15.

FLOWCHART SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI MULAI RAPAT PENYARINGAN SURAT PENETAPAN CALON PETUGAS PEMANTAU BERUPA SURAT TUGAS PENYUSUNAN PROGRAM KERJA PEMANTAUAN DAN URAIAN TUGAS PEMBUATAN SURAT PENGUSULAN PETUGAS PEMANTAU KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SEKRETARIAT NEGARA MENERIMA SURAT PERSETUJUAN DARI SEKRETARIAT NEGARA PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN PASPOR PENGAJUAN KE DEPARTEMEN LUAR NEGERI PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN VISA 222 .

PENGAJUAN VISA KE KEDUBES KERAJAAN SAUDI ARABIA PENCAIRAN DANA PEMANTAUAN PEMBEKALAN PARA PEMANTAU PELAKSANAAN PEMANTAUAN PENYUSUNAN LAPORAN SELESAI 223 .

4. SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan. 2. 3. 2. Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. 2. printer. 3. 2. Persiapan 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Ceklis persiapan. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 3. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. 3. Memiliki kemampuan membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB). Form peminjaman barang. printer 15 SK kegiatmenit an yang telah diberi nomor 2 Diarsipkanmenit nya TOR dan SK kegiatan 3 Pembagian jam Tugas Panitia 1 Hotel hari Tempat Kegiatan 15 Draft surat menit permohonan mem- 224 . Form pengeluaran barang. Keterkaitan: 1. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Draft Kepanitiaan TOR harus memuat latar belakang kegiatan berikut sasaran dan tujuannya SK Kegiatan 1 hari 3. Pelaksana 3. SOP Peminjaman dan Pengembalian BarangBarang Inventaris. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. Mampu mengoperasikan komputer. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. Penomoran SK kegiatan Subbag Kumdang 4. SOP Penyusunan TOR Kegiatan. Mengarsipkan TOR dan SK Staf Pelaksana Setelah ditanda tangani oleh Sekretaris/Irjen Panitia 5. Form peminjaman kendaraan. Memiliki pengetahuan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. mesin tik. Rapat Panitia Panitia Pelaksana Hotel Pemesanan Tempat Kegiatan Penyiapan Administrasi Persuratan dan Naskah 1. 4. Membentuk Panitia Pembuatan TOR dan SK kegiatan 2. 4.5 jam Output Terbentuk nya kepanitiaan Terwujudnya TOR dan SK kegiatan Ket. Penyiapan surat Pelaksana permohonan membuka acara 6. Alternatif Tempat Kegiatan Pengetikan/kom puter. 2. mesin foto copy. Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 Kasubbag 3 Kepala Bagian Kualifikasi Pelaksana: 1.

naskah. 2. dan surat kegiatan 11. dan narasumber 3. dan surat kegiatan Pelaksana 5 Tersimpanmenit nya arahan. Penyiapan surat undangan peserta. dan narasumber yang siap untuk dikoreksi 10 Surat yang menit siap untuk ditandatangani 5 Surat yang menit sudah ditandatangani 5 Terdistribu menit sinya surat 30 Draft menit Laporan Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris 20 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris yang telah dikoreksi 15 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekret aris yang telah ditandatangani 15 Naskah menit yang masuk dari narasumber untuk digandakan 1 hari Selesai dan tergandakan -nya naskah kegiatan 4.Surat yang siap ris untuk ditandatangani Surat yang sudah ditandatangani Bahan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 5. Pengumpulan naskah yang masuk dari narasumber Pelaksana Naskah yang masuk dari narasumber 10. moderator. Koreksi suratsurat Kasubbag Kepala Bagian Draft surat buka acara 15 Draft surat hari undangan peserta. laporan panitia.Laporan Panitia ris dan Arahan Irjen/Sekretaris 9. dan surat ke- 225 . moderator. Koreksi Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 8. Pengarsipan Arahan. Penggandaan naskah Pelaksana Naskah yang akan digandakan Arahan. naskah. laporan panitia. Pelaksana 7. laporan panitia.Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pengetikan/kom puter. Penandatangan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. printer Output Ket. naskah. Penandatanganan surat Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. Pendistribusian surat Penyusunan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Pelaksana 6.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output giatan Ket. Pengajuan RAB PUM Kasubbag Kepala ke Subbag Bagian keuangan 3. Pembuatan PUM RAB 2. Pencairan anggaran kegiatan Pelaksanaan kegiatan PUM Subbag Keuangan Rencana Anggaran Belanja Setelah RAB di SPJ-kan oleh bagian keuangan Setelah seluruh persiapan selesai 1 jam 10 menit Terwujudnya RAB Masuknya RAB ke subbag keuangan 30 Cairnya menit anggaran kegiatan 3 hari Terlaksana nya kegiatan 4. Panitia Para peserta Narasumber dan moderator 226 . Pencairan Anggaran dan Pelaksanaan Kegiatan 1.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSAAN KEGIATAN MULAI PERSIAPAN PEMBENTUKAN PANITIA PEMBUATAN TOR & SK PENYIAPAN ADMINISTRASI PERSURATAN DAN NASKAH PENCAIRAN ANGGARAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KOREKSI TOR & SK PENYIAPAN SURAT PERMOHONAN MEMBUKA ACARA PEMBUATAN RAB PENGAJUAN TOR & SK KE SUBBAG EVALAP PENYIAPAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER RAPAT PANITIA PENYUSUNAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PEMESANAN TEMPAT KEGIATAN KOREKSI DRAFT LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PENANDATANGANAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS 227 . MODERATOR DAN NARASUMBER PENCAIRAN ANGGARAN KEGIATAN KOREKSI DAN PEMARAFAN TOR & SK PENANDATANGANAN TOR & SK PENANDATANGANAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER PELAKSANAAN KEGIATAN PENGARSIPAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER PENGAJUAN RAB KE SUBBAG KEUANGAN PENOMORAN SK KOREKSI SURAT UNDANGAN PESERTA.

PENGUMPULAN NASKAHPENGUMPULAN NASKAHNASKAH DARI NARASUMBER NASKAH DARI NARASUMBER PENGGANDAAN NASKAH PENGGANDAAN NASKAH PENDISTRIBUSIAN PENDISTRIBUSIAN NASKAH UNTUK PESERTA NASKAH UNTUK PESERTA PENGARSIPAN SELESAI 228 .

6. 12. 2. 9. SOP Entry Data Sirandang  SOP Entry Data Perpustakaan ke SIPUS  SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan  SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan  SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan  SOP Administrasi Perpustakaan  SOP Persiapan Sidang DPSTL  SOP Sidang DPSTL  SOP Pelaporan Sidang DPSTL  SOP Persiapan Sidang DPA  SOP Sidang DPA  SOP Pelaporan Sidang DPA  SOP Pengadministrasian Hasil Sidang DPSTL  SOP Penyusunan Yurisprudensi  SOP Penerbitan Nomor SK Tim  SOP Penyusunan Randang    229 . 8. 13. 4. 3. 14. 16. 15. 7. 5. 10.Lampiran 6  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG‐UNDANGAN    1. 11.

Mengelompokkan Pengadmirandang sesuai nistrasi dengan tingkatan umum urutan randang Randang yang 3 dihasilkan dari jam inventarisasi dan download internet 6. komputer server. KMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. Entry data ke dalam Sistem Informasi Randang Pengadministrasi umum Randang 1 jam Terkelompokkannya Randang berdasarkan tingkatan urutan Randang Tersimpannya Randang ke dalam data Waktu 1 jam untuk masingmasing 230 . Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Peraturan 1 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru Peraturan 3 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru 20 Peraturan Peraturan menit perundangperundangundangan undangan Keterangan 4. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. faksimili. 81 Tahun 2007 tentang Juklak Waskat di Lingkungan Departemen Agama. 3. maka tidak dapat dilaksanakan entry data sirandang Pelaksana No 1. 2. jaringan internet. eksternal disk. Mennscanning produk randang yang berbentuk hardcopy Pengadministrasi umum Randang dalam bentuk hardcopy 30 Softcopy menit randang Waktu 20 menit untuk setiap satu download randang Waktu 30 menit untuk masingmasing randang 5. PMA No. SIM Randang. PMA No. printer. acces point. Memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang randang. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada peraturan perundang-undangan (Randang). 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. sarana transportasi. lemari arsip. kursi. meja. telepon. Aktivitas 1 2 3 Menghimpun Pengadmirandang terbaru nistrasi di lingkungan Itjen umum Menghimpun randang terbaru pada instansi/unit organisasi lain Mendownload randang melalui internet Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2. scanner. filling cabinet. 2. 3. Memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja.

Pelaksana No Aktivitas (SIRANDANG) 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan base sirandang Randang 3 hari Terdokume ntasi/terjilidnya randang dalam bentuk buku Keterangan randang 7. Pendokumentasi an/penjilidan randang yang berbentuk hard copy Pengadministrasi umum 231 .

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIRANDANG MULAI UNIT ORGANISASI/INSTANSI MENGHIMPUN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INTERNET HARD COPY SOFT COPY SCANNING PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENGELEMPOKAN JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ENTRY DATA SIRANDANG DATA BASE SIRANDANG JILID SELESAI 232 .

Aktivitas Menghimpun buku perpustakaan 1 Pustakawan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku per15 Terhimpunpustakaan menit nya bukubuku perpustakaan Buku perpustakaan 10 menit Tercatatnya buku-buku perpustakaan ke dalam buku kendali penerimaan Tercatatnya buku-buku perpustakaan dalam katalog. meja dan kursi kerja. Melakukan pelabelan buku Pustakawan Label. Mencatat ke dalam katalog manual Pustakawan Buku perpustakaan 10 menit Untuk masingmasing buku 4. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1.katalog manual Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada buku baru. komputer. jaringan internet. 2. buku kendali penerimaan. Keppres No. Mencatat ke dalam buku kendali penerimaan Pustakawan 3. buku perpustakaan Buku yang sudah berlabel 15 menit 5. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. ATK. baik elektronik maupun manual Terlabelisasinya buku Keterangan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Entry data ke dalam database SIM Perpustakaan Pustakawan 15 menit Terinputnya data base buku ke dalam SIM Perpustakaan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 233 . SIM Perpustakaan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan.

FLOWCHART SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

MULAI

PENGHIMPUNAN BUKU PERPUSTAKAAN

MENCATAT KE DALAM BUKU KENDALI PENERIMAAN

MENCATAT KE DALAM KATALOG MANUAL

PELABELAN BUKU

ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

SELESAI

DATA BASE PERPUSTAKAAN

234

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Entry Data Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer (SIM Perpustakaan), komputer (elektronik katalog), manual katalog, printer, telepon, lemari arsip, buku pendaftaran anggota, buku tamu, kartu anggota, ATK Pencatatan dan Pendataan: Form pendaftaran anggota perpustakaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu, 10 ATK menit 10 Form menit pendaftaran anggota perpustakaan

Peringatan: Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi daftar tamu Menyiapkan form pendaftaran anggota perpustakaan 1 Pustakawan Pustakawan 2 3

Output Terisinya buku tamu Tersedianya form pendaftaran anggota perpustakaan

Ket.

3.

Mendata identitas pendaftar

Pustakawan

Buku pendaftaran anggota, ATK

4.

Menyiapkan kartu anggota Mengisi data pendaftar dalam kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

20 Tercatatnya menit data pendaftar baik secara manual maupun elektronik 5 Tersedianya menit kartu anggota 15 menit Tercatatnya nama pendaftar dalam kartu anggota Tersampaikannya kartu anggota kepada pendaftar

5.

Pustakawan

Kartu Anggota, ATK

6.

Menyerahkan kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

5 menit

235

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

236

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No. 1. 2. 3. Aktivitas Mengisi buku tamu Mendata buku yang akan dipinjam Mengecek data peminjaman buku Mencari buku yang dipinjam Mendata identitas peminjam 1 Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, manual katalog, buku kendali peminjaman, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapa n Buku tamu Data buku yang dipinjam Buku kendali peminjaman buku Katalog buku, komputer Kartu Anggota, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam Waktu 10 menit 15 menit 15 menit 15 menit 20 menit Output Terisinya buku tamu Data buku yang dipinjam Data peminjaman buku Data buku perpustakaan yang dipinjam Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dipinjam Ket.

4.

5.

6.

7.

Mencatat buku yang dipinjam ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali peminjaman Menyerahkan buku

Pustakawan

15 menit

Pustakawan

5 menit

Tersampaikannya buku yang dipinjam kepada peminjam

237

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

238

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi buku tamu Menerima buku 1 Pustakawan Pustakawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, buku kendali pengembalian, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu 10 menit Buku yang 5 dipinjam menit Kartu anggota, komputer 20 menit

Output Terisinya buku tamu Diterimanya buku yang dikembalikan Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dikembalikan

Ket.

3.

Mendata identitas peminjam buku

Pustakawan

4.

5.

Mencatat buku yang dikembalikan ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali pengembalian Mengembalikan buku ke dalam lemari buku

Pustakawan

Komputer, buku yang dipinjam, buku kendali pengembalian

15 menit

Pustakawan

Buku yang dipinjam, lemari buku

10 menit

Tertatanya kembali buku dalam lemari buku

239

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI 240

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengenai perpustakaan. dan pengetahuan

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, rak/lemari buku, jaringan internet, komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Form laporan

Mempersiapkan Pustakawan penatausahaan perpustakaan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Buku tamu, buku jam kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK Komputer, ATK 1 hari

Output Terdatanya jumlah pengunjung perpustakaan Terdatanya jumlah buku perpustakaan Data kecocokan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Terdatanya jumlah peminjam buku perpustakaan Terdatanya ketertiban pengembalian

Ket.

2.

Melakukan pendataan jumlah buku perpustakaan Mencocokkan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Melakukan pendataan peminjam Melakukan pendataan ketertiban pengembalian

Pustakawan

3.

Pustakawan

Komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK

1 hari

4.

Pustakawan

Buku kendali peminjaman, ATK Buku kendali pengembalian, ATK

2 jam

5.

Pustakawan

4 jam

241

Pelaksana No 6. Aktivitas Melakukan pendataan pengunjung perpustakaan Menyusun konsep laporan 1 Pustakawan 2 3

7.

Pustakawan

8.

9.

10.

11.

12.

Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Membubuhkan paraf Menandatangani net laporan

Pustakawan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdatanya Buku tamu, ATK 4 jumlah jam pengunjung perpustakaan Komputer, 2 Konsep printer, ATK, jam laporan data hasil kegiatan Konsep laporan, 1 Hasil koreksi ATK jam Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Konsep laporan, ATK Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Net laporan, ATK Net laporan, ATK 30 menit 1 jam 30 menit 5 menit 5 menit Konsep laporan Hasil koreksi

Ket.

Laporan bulan an

Pustakawan

Kabag

Pustakawan

Net laporan

Kasubag

13.

Kabag

14.

Menyampaikan laporan

Pengadministrasi umum

Laporan, buku ekspedisi

10 menit

Net laporan yang sudah diparaf Net laporan yang sudah ditandatangani Laporan

242

FLOWCHART SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN

MULAI

PENDATAAN PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN

PENDATAAN PEMINJAM

PENDATAAN JUMLAH BUKU PERPUSTAKAAN

PEMELIHARAAN PERPUSTAKAAN

SELESAI

243

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT
Dasar Hukum: 1. PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 2. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980; 3. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 6. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 7. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 2. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.

Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL), maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. Aktivitas Menyusun undangan DPSTL Menyampai kan undangan DPSTL 1 Pengadmi nistrasi umum Pengadmi nistrasi umum 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang, meja, kursi, komputer/laptop, LCD, layar, sound system, printer, telepon, lemari arsip, ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Formulir undangan sidang DPSTL 2. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer, ATK Waktu 1 hari Output Undangan DPSTL Ket.

2.

Undangan DPSTL

20 menit

Tersampaikan nya undangan DPSTL kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

3.

4.

Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menyampai kan form

Pengadmi nistrasi umum

Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

25 menit

Pengadmi nistrasi

Form daftar pegawai yang

20 menit

Tersampaikannya form daftar

244

LCD 1 jam 245 . lap top. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL 15 menit Tersampaikan nya bahan sidang DPSTL kepada Ketua dan Sekretaris DPSTL Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. ATK 1 hari Tersedianya bahan sidang DPSTL 7. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL. Menyiapkan ruang sidang DPSTL Pengadmi nistrasi umum Ruang sidang. Pengadmi nistrasi umum Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL 6. komputer.Pelaksana No Aktivitas daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menghimpu n dan mencatat bahan sidang DPSTL Menyampai kan bahan sidang DPTL 1 umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Waktu Output pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL kepada seluruh Ketua Tim 5 menit Diterimanya bahan sidang DPSTL Ket. 5. sound system.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPSTL FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPSTL MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPSTL SES. DPSTL 246 .

KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. KMA No. Jika anggota DPSTL yang hadir tidak memenuhi quorum. printer. 3. komputer/laptop. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. PP No. telepon. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. lemari arsip. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. layar. kursi. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. sound system. PMA No. PMA No. Tersampaikannya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan 3. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. Membahas Tim permasala DPSTL han Bahan sidang DPSTL 20 menit 4. 5. Aktivitas Membuka sidang DPSTL Memaparkan permasalahan 1 Ketua DPSTL Ketua Tim 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. LCD. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Pelaksana No 1. PMA No. 2. meja. ATK Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPSTL menit Bahan sidang DPSTL 15 menit Output Keterangan 2. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Memutuskan hasil pembahas an Mencatat hasil pembahasan Ketua DPSTL Bahan sidang DPSTL 15 menit Pengadmi nistrasi umum Hasil pembahasan 20 menit Catatan hasil pembahasan 247 . maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1.

Aktivitas Menutup sidang DPSTL 1 Ketua DPSTL 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Catatan hasil 15 Terselesaipembahasan menit kannya sidang DPSTL Keterangan 248 .Pelaksana No 6.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMANAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL I IRWIL V IRWIL III IRWIL IV SELESAI 249 IRWIL II .

sound system. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPSTL Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuh kan paraf pada net laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep 1 Hasil sidang laporan hasil hari DPSTL. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. PMA No. komputer/laptop. ATK 15 menit Net laporan 250 . PMA No. 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. KMA No. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. lemari arsip. ATK Konsep laporan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. 4. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. meja. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. DPSTL ATK Konsep laporan. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 2. PMA No. kursi. ATK 2 jam 1 jam Konsep laporan Net laporan Ket. KMA No. PP No. sidang komputer. KMA No. Kasubag Kumdang Pengadmi nistrasi umum Sekretaris DPSTL 3. 2. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Net laporan. LCD. telepon. Komputer. 3. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. layar.

Sekretaris Itjen Inspektur Jenderal Laporan. ATK 15 menit Tertandatanganinya net laporan Ket. Aktivitas Menyampai kan net laporan kepada Ketua DPTSL Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Menyampai kan laporan hasil sidang DPSTL kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPSTL Memperbai ki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses. ATK 1 jam Laporan 10. Pengadmi nistrasi umum Laporan 30 menit 14. Pengadmi nistrasi umum Laporan 10 menit Tersampaikannya laporan hasil sidang DPSTL 8. Ketua DPSTL Laporan. 6. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Laporan. Pengadmi nistrasi umum Laporan 1 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumentasikannya laporan 13. Pengadmi nistrasi umum Laporan 2 jam 251 . ATK 15 menit Laporan 12. Komputer. ATK 3 jam Laporan 9. Itjen Membubuh kan paraf pada laporan Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Mengganda kan laporan yang sudah ditandatang ani Ketua DPSTL Mendistribu sikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net laporan 10 Tersampaimenit kannya net laporan kepada Ketua DPSTL Net laporan. ATK 15 menit Laporan 11. Pengadmi nistrasi umum Laporan. Ketua DPSTL 7.Pelaksana No 5.

FLOWCHART SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL II IRWIL I IRWIL IV IRWIL III IRWIL V SELESAI 252 .

Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menyampaikan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA 25 menit Tersampaikannya undangan DP kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Tersampaikannya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA kepada seluruh Ketua Tim Pengadministrasi umum 20 menit 253 . 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Pelaksana No 1. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 4. printer. Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Auditor (DPA). kursi. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. Aktivitas Menyusun undangan DPA Menyampaikan undangan DPA 1 Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2 3 Waktu 1 hari 20 menit Output Undangan DPA 2. meja. sound system. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. 2. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. LCD. telepon. komputer/laptop. lemari arsip. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Formulir undangan sidang DPA 2. ATK Ket. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer. layar. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. KMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. KMA No. PMA No. PP No. Undangan DPA 3. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. ATK Pencatatan dan Pendataan: 1.

sound system. Pengadministrasi umum 1 hari Tersedianya bahan sidang DPA 7. 6. Menyampaikan Pengadbahan sidang ministrasi DPTL umum Bahan sidang DPA 15 menit Tersampaikanny a bahan sidang DPA kepada Ketua dan Sekretaris DPA Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. ATK Mutu Baku Waktu 5 menit Output Diterimanya bahan sidang DPA Ket. LCD 1jam 254 . Menyiapkan ruang sidang DPA Pengadministrasi umum Ruang sidang. komputer. Aktivitas Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menghimpun dan mencatat bahan sidang DPA 1 Pengadministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Bahan sidang DPA.Pelaksana No 5. lap top.

DPA 255 .FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPA FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPA MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPA SES.

kursi. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. ATK. PMA No. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. meja. 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Aktivitas Membuka sidang DPA 1 Ketua DPA 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. LCD. KMA No. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. PMA No. telepon. Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPA menit Bahan sidang DPA Bahan sidang DPA 15 menit 20 menit Output Keterangan 2. Memutuskan hasil pembahasan Mencatat hasil pembahasan Menutup sidang DPA Ketua DPA Bahan sidang DPA Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan 15 menit 20 menit 15 menit Tersampaikan nya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan Terselesaikan nya sidang DPA Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan Pengadminis trasi umum Ketua DPA 256 . 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. 2. 5. KMA No. 6. lemari arsip. Jika anggota DPA yang hadir tidak memenuhi quorum. Memaparkan Ketua Tim permasalahan Tim DPA Membahas permasalahan 4. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. komputer/laptop. Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Pelaksana No 1. 2. printer. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. sound system. PP No. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. layar. 3.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MEMBUKA SIDANG MEMAPARKAN PERMASALAHAN MEMBAHAS PERMASALAHAN MEMUTUSKAN HASIL PEMBAHASAN MENCATAT HASIL PEMBAHASAN HASIL SIDANG MENUTUP SIDANG SELESAI 257 .

Kasubbag Kumdang Pengadminis trasi umum 2 jam 1 jam 4. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor 2. ATK Net laporan Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK Net laporan. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. Pelaksana No 1. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. ATK Sekretaris DPA Konsep laporan. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1. printer. sound system. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. kursi. lemari arsip. KMA No. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. meja. Komputer. komputer. LCD. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. PP No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. Kasubag Kumdang Pengadminis trasi umum Sekretaris DPA 15 menit 10 menit Net laporan 5. ATK Konsep laporan. komputer/laptop. Tersampaikannya net 258 . PMA No. layar. KMA No. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep laporan hasil sidang DPA Konsep laporan Net laporan Ket. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. KMA No. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPA Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuhkan paraf pada net laporan Menyampaikan net laporan 1 Pengadminis trasi umum 2 3 Hasil sidang DPA. telepon. 2. 2. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. 2. PMA No. 3. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor.

ATK Laporan 12. ATK Laporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu Output laporan kepada Ketua DPA Tertandata nganinya net laporan Tersampaikannya laporan hasil sidang DPA Ket.Pelaksana No Aktivitas kepada Ketua DPTSL 6. Pengadminis trasi umum 8. Kasubag Kumdang Ketua DPA Sekretaris DPA Laporan. 15 menit 10 menit 7. ATK 15 menit 15 menit 1 jam Laporan 11. Laporan. Sekretaris Itjen Pengadminis trasi umum Inspektur Jenderal Laporan. ATK Laporan 10. Laporan. Komputer. Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menyampaikan laporan hasil sidang DPA kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPA Memperbaiki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses. Mendokumentasikan laporan Pengadminis trasi umum Laporan 2 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumen tasikannya laporan 259 . ATK 3 jam 1 jam Laporan 9. Itjen Membubuhkan paraf pada laporan Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menggandakan laporan yang sudah ditandatangani Ketua DPA Mendistribusikan laporan kepada pihak terkait Ketua DPA Net laporan. Pengadminis trasi umum Laporan 30 menit 14. Pengadminis trasi umum Laporan 13.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPA ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA PELAKSANAAN SIDANG DPA LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KPD SEKRETARIAT DPA PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA PARA IRWIL IRWIL V SELESAI IRWIL I IRWIL II IRWIL III IRWIL IV 260 .

sound system. formulir daftar nama pegawai yang disidang. sarana menjilid laporan 3 hari Terkompilasinya laporan hasil sidang DPSTL secara kompilasi Terjilidnya hasil kompilasi Dilaksanakan setiap satu tahun sekali Dilaksanakan setiap triwulan 261 . lemari arsip. PP No. ATK Pencatatan dan Pendataan: Hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Formulir hari undangan. layar. Melakukan penjilidan hasil kompilasi Pengadministrasi umum Hasil kompilasi laporan sidang DPSTL. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. daftar hadir. LCD. Mengkompilasi laporan hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum 3. komputer/laptop. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: Jika tidak ada SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. 2. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. maka SOP ini tidak dapat dilakanakan Pelaksana No 1. meja. PMA No. KMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. komputer. PMA No. KMA No. printer. Aktivitas Menghimpun dan menyusun hasil sidang DPSTL 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA No. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. ATK Laporan hasil sidang DPSTL selama 1 tahun yang lalu 1 hari Output Terhimpun dan tersusunnya hasil sidang DPSTL Keterangan Dilaksanakan setiap satu bulan sekali 2. kursi. KMA No. laporan hasil sidang DPSTL. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. telepon.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1.

Aktivitas Melakukan Pengarsipan hasil kompilasi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 5 Hasil kompilasi menit laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Output Tersimpannya kompilasi laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Keterangan 262 .Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PENATAUSAHAAN DOSIR SIDANG DPSTL PENGKOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL KOMPILASI PENGARSIPAN HASIL KOMPILASI SELESAI 263 .

2. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Aktivitas Mersiapkan penyusunan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menyusun yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menjilid hasil yurisprudensi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA No. Mengarsipkan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum Yurisprudensi yang sudah dijilid 5 menit 264 . sound system. LCD. ATK Output Tersedianya bahan yurisprudensi laporan hasil sidang DPSTL Keterangan Tahunan 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. Jika tidak ada SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. telepon. kursi. sarana menjilid laporan 10 hari Tersusunnya yurisprudensill aporan hasil sidang DPSTL Terjilidnya yurisprudensi hasil sidang DPSTL Tersimpannya yurisprudensi Penyebutan nama pegawai secara inisial 3. Pelaksana No 1. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 2. meja. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. KMA No. PMA No. PMA No. lemari arsip. SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. komputer/laptop. Pengadministrasi umum 3 hari 4. Pengadministrasi umum Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen Yurisprudensi DPSTL. SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. ATK Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 hari Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen. printer. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Jika tidak ada SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI Dasar Hukum: 1. komputer. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 2. layar.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI MULAI PERSIAPAN PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL YURISPRUDENSI PENGARSIPAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL SELESAI 265 .

konsep SK Tim. meja. buku kendali SK Tim. ATK 5 menit Tercatatnya konsep SK Tim dalam buku kendali Untuk masingmasing konsep SK Tim 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. Fungsi. printer. Pengad Mengemministrasi balikan konsep SK umum Tim kepada unit pengolah Konsep SK Tim yang sudah diteliti. Pengad ministrasi umum Komputer. buku kendali peraturan perundang-undangan. telepon.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN NOMOR SURAT KEPUTUSAN TIM Dasar Hukum: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Aktivitas Membuat konsep Surat Keputusan Tim (SK Tim) Menerima dan mencatat konsep SK Tim dari unit pengolah Meneliti konsep SK Tim 1 Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep SK Tim Keterangan 2. lemari arsip. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. Kasubag Hukum dan Perundangundangan Pengad ministrasi umum Konsep SK Tim. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2. komputer. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No 1. buku ekspedisi 5 menit 266 . Tugas. UU No. KMA No. PMA No. PMA No. ATK 20 menit Terselesaikannya penelitian konsep SK Tim Tersampaikannya konsep SK Tim kepada unit pengolah 4. Perpres No. buku ekspedisi. Memiliki kemampuan dan pengetahuan memahami peraturan perundang-undangan 2. filling cabinet. kursi. scanner. eksternal disk. faksimili. jaringan internet. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja.

ATK Komputer. 12. Aktivitas Menerima konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki beserta konsep SK Tim yang sudah dikoreksi Meneliti kembali konsep net SK Tim Memberi nomor SK/SK Tim 1 Pengad ministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. Pengad ministrasi umum Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. 11. ATK Mutu Baku Waktu 3 menit Output Tercatatnya konsep net SK Tim ke dalam buku kendali penerimaan SK Tim Keterangan 6. konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. ATK 10 menit 7. SK Tim yang sudah ditandatangani oleh Inspektur Jenderal. 9. Memberi memo penomoran Mengembalikan net SK Tim kepada unit pengolah Membubuh kan paraf oleh pejabat yang berwenang Menandatangani net SK Tim oleh pimpinan/pejabat yang berwenang Mendokumentasikan SK Tim Pengad ministrasi umum Pengad ministrasi umum 5 menit 5 menit Pejabat eselon IV Pejabat Eselon III Inspektur Jenderal atau Sekretaris Itjen Pengad ministrasi umum Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. ATK 5 menit Terdokumentasinya SK Tim ke dalam lemari arsip 267 . buku kendali penerimaan SK Tim. Pengad ministrasi umum 10 menit Terselesaikannya penelitian konsep net SK Tim Terselesaikannya pemberian nomor SK/SK Tim Untuk masingmasing konsep net SK Tim 8. buku kendali penomoran SK Tim. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah dibubuhi paraf 5 menit Tercetaknya memo penomoran Tersampaikannya net SK Tim kepada unit pengolah Terbubuhinya paraf pada net SK Tim Tertandatanganinya net SK Tim 5 menit Lemari arsip. ATK Komputer. 10. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor.Pelaksana No 5.

FLOWCHART SOP PENERBITAN NOMOR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT KONSEP SK MEMBUAT KONSEP SK ADA PERBAIKAN MENELITI KONSEP SK PEMBERIAN NOMOR SK MEMBERIKAN MEMO SK MENGEMBALIKAN SK SUBAG EVALAP PENGENDALIAN SK MENERIMA SK YANG SUDAH DITANDA TANGANI PEMBUBUHAN PARAF PADA SK PENDOKUMENTA SIAN SK SK SELESAI PENANDATANGANAN PADA SK UNIT TERKAIT 268 .

ATK 20 Rancangan menit randang. buku ekspedisi. kursi. bahan sum. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. eksternal disk. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. Fungsi. 2. lemari arsip. Perpres No. KMA No. ATK Tercatatnya rancangan randang dalam buku kendali Terselesaikannya penelitian rancangan randang Untuk masingmasing konsep randang 269 . ATK Konsep 15 Konsep awal menit awal randang randang Keteranga n Pengadministrasi umum Kasubbag Hukum dan Perundangundangan 5 Komputer. telepon. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan-perundang-undangan. meja. komputer.nyesu kannya ber/referensi. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. aikan rancangan randang peraturan perundangundangan terkait.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. UU No. rancangan randang. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2.jaring an internet. scanner. faksimili. printer. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. Menerima bahan penyusunan peraturan perundangundangan (randang) Mencatat rancangan peraturan perundangundangan (randang) Meneliti rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan TerselesaiMeKomputer. filling cabinet. 3. 4. Tugas. PMA No. jaringan internet. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No. buku kendali menit randang. Aktivitas Menyusun rancangan peraturan perundangundangan (randang) 1 Unit pengolah 2 3 2.

pada ATK rancangan randang Rancangan 10 Tertandatarandang. cangan rancomputer. perbaikan ATK rancangan randang 10 TerbubuhiRancangan menit nya paraf randang. computer. Pengadministrasi umum Rancangan randang. dang dalam ATK bentuk telaahan Rancangan 1 hari Rancangan randang.Pelaksana No. 13. Kasubag Kumdang 9. Meneliti rancangan randang dalam bentuk telaahan Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Membubuhkan paraf pada rancangan randang dalam bentuk telaahan Menandatangani rancangan randang dalam bentuk telaahan Kasubag Kumdang Kabag Pengadministrasi umum 8. kannya komputer. sound system Randangan randang. Menyampaikan rancangan randang dalam bentuk telaahan kepada pejabat terkait Menelaah dan memberikan masukan pada rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 2 hari TerselesaiRancangan kannya ranrandang. 7. LCD. 5. lap top. ATK 1 hari Terbahasnya rancangan randang 2 jam Terselesaikannya perbaikan rancangan randang 270 . Aktivitas Membuat telaahan rancangan randang 1 Pengadministrasi umum 2 3 6. ATK. ruang sidang. Memperbaiki rancangan randang setelah mendapat masukan dan telaahan dari para pejabat terkait Melakukan pembahasan terhadap rancangan randang Memperbaiki rancangan randang setelah dibahas Pengadministrasi umum Rancangan randang 1 hari Ditelaahnya dan tersampaikannya masukan oleh para pejabat terkait Terselesaik annya perbaikan rancangan randang Pejabat terkait Pengadministrasi umum 14. 11. Kabag 10. menit nganinya ATK rancangan randang dalam bentuk telaahan Rancangan 15 Tersampairandang menit kannya rancangan randang Kabag Irwil Ses Itjen Rancangan randang 3 hari 12. randang ATK yang sudah diteliti Rancangan 2 jam Terselesairandang.

Mendokumentasi kan randang Pengadministrasi umum Randang 15 menit Terdisitribu sikannya randang kepada para pejabat Terdokumentasikannya Randang 271 . Irjen Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 15 Terbubuhin Rancangan menit ya randang. Pengadministrasi umum Randang. Ses Itjen 18. Aktivitas Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menyampai-kan rancangan randang yang sudah diparaf kepada pimpinan Menandatangani rancangan randang Menyampaikan laporan rancangan randang kepada Irjen Meneliti rancangan randang 1 Kasubag Kumdang 2 Kabag 3 16. Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Irjen Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menandatangani net randang Mendistribusikan randang kepada para pejabat Pengadministrasi umum Kabag Ses Itjen 15 menit Net randang 23. buku ekspedisi 25. ATK Net randang. Irjen Net randang 15 menit 30 menit Randang 24. rancangan buku randang ekspedisi kepada pimpinan Rancangan 10 Tertandata randang. Pengadministrasi umum 17. 15. menit nganinya ATK rancangan randang 10 TersampaiLaporan menit kannya larancangan poran ranrandang cangan randang 1 Rancangan Rancangan hari randang randang.Pelaksana No. computer. 22. rancangan ATK randang 10 Tersampai Rancangan menit kannya randang. ATK 2 jam Net Randang 21. yang sudah ATK diteliti Rancangan randang. Pengadministrasi umum 20.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENYUSUN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) MEMBUAT TELAAHAN RANCANGAN RANDANG ADA/TIDAK ADA PERBAIKAN MEMBUBUHKAN PARAF KASUBBAG 272 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI 1 PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENCATATAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) PENELITIAN RANCANGAN RANDANG PENGEMBALIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA UNIT PENGOLAH UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENERIMAAN RANCANGAN RANDANG YANG SUDAH DIKOREKSI OLEH PIMPINAN PERBAIKAN TERHADAP RANCANGAN RANDANG PENELITIAN TERHADAP PERBAIKAN RANCANGAN RANDANG PEMBERIAN NOMOR SK/RANDANG PEMBERIAN MEMO PENOMORAN MEMO PENOMORAN 2 273 .

1 PEMBUBUHAN PARAF OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENYAMPAIAN NET RANDANG BESERTA KONSEP HASIL KOREKSI AWAL KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENANDATANGANAN NET RANDANG OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENERIMAAN RANDANG YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENDOKUMENTASIAN RANDANG SELESAI 274 .

SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 275 . SUBBAG AHP INTERNAL  2. SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS  3.Lampiran 7  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN       1.

SOP Analisis Hasil Audit Khusus  SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif  SOP Entry Data Hukuman Disiplin  SOP Entry Data TPTGR  SOP Feedback  SOP Kompilasi Hasil RIKSUS  SOP Pemutakhiran Data TPTGR  SOP Pemutakhiran Hukuman Disiplin  SOP Penatausahaan STL  SOP Penatausahaan TL  276 . 5.  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG AHP INTERNAL    1.1. 2. 10. 7.Lampiran 3. 6. 3. 8. 4. 9.

2. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1980. 8. SOP Pengiriman LHA dan STL. KMA No. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Fungsi. Mampu menganalisis permasalahan hasil audit khusus. Peralatan/Perlengkapan: Meja. PP No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. kursi. lemari arsip/filling cabinet printer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. komputer/laptop. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. KMA No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. PMA No. 6. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. UU No. 7. SOP Penatausahaan STL. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 9. PP No. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. 4. 5. SOP Penatausahaan LHA. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. SOP Riksus. Agama Keterkaitan: 1. 14. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 12. 15. 13. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. SOP entry data SIM-HP. 5. 2. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. KMA No. 4. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Agama. 3. 277 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. 10. ATK. PMA No. 11.

Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Khusus Waktu 15 menit 2. Pelaksana No Aktivitas 1 1. SOP entry data TPTGR Peringatan: 1. SOP entry data hukuman disiplin. Membuat analisis 3. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL 7. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan 6. ekspedisi hasil LHA/STL dan buku hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit 278 . Analisis hasil audit khusus mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. Form Permasa-lahan dalam permasalahan LHA/STL LHA/STL terinventa-risir dan tercatat 30 menit 5. terutama temuan-temuannya. 7. Buku Kendali LHA/STL Ket.6. Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP KasubKetua bag AHP Tim/ Internal auditor 30 Buku catatan Terinventarisir dan tercatat. analisis Tersusunnya Form analisis 2 hari LHA/STL.menit permasalahan kegiatan analisis nya permasalahan dalam kegiatan analisis 30 Catatan Diterimanya permasalahan laporan dan menit catatan permasalahan dalam LHA/ STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan LHA/STL Permasalah-an 1 komprehenshif dalam LHA/ minggu STL terkonfirmasi Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi LHA/STL. Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Tindak Lanjut (STL) Khusus Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Sub-bab AHP Internal 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL khusus Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Khusus. 2. Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Pengana. analisis. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan 4.Kasublisis pada bag AHP Internal Subbag AHP Internal LHA/STL Khusus.

dan copy STL/ buku ekspedisi LHA sampai pada tim entri data TPTGR 15 menit Penganalisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis. dan STL buku ekspedisi sampai pada tim entri data hukdis Ket. Diterimanya buku ekspedisi kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11. kabinet filling Hasil analisis terarsip 15 menit 279 . Waktu 15 menit 9. Menyimpan hasil analisis file Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis. Hasil analisis hasil analisis. Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10. Hasil analisis hasil analisis. Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP Penganali sis pada Subbag AHP Internal STL Khusus. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan STL Khusus.Pelaksana No Aktivitas 1 8.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Khusus Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 280 .

Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 6. komputer/laptop. ATK. 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Mampu menganalisis Hasil Pengawasan (AHP) Internal. Agama. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. kursi. 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSHIF Dasar Hukum: 1. 9. 2. Analisis hasil audit yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. 7. Aktivitas 1 Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Pengana -lisis pada Subbag AHP 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Subbab AHP 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL komprehensif Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Koprehenshif. 5. 3. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. KMA No. Pelaksana No 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan STL SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA No. 3. 4. 2. Buku Kendali LHA/STL Ket. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 7. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 8. 4. 6. Agama Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mampu mengoperasikan komputer. 5. KMA No. printer. PMA No. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. terutama temuan-temuannya. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Komprehenshif Waktu 15 menit 281 . lemari arsip/filling cabinet Peringatan: 1.

3. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan Catatan permasalahan 30 menit 6. Buku ekspedisi Hasil analisis dan STL sampai pada tim entri data hukdis 15 menit STL Komprehens hif. Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry Pengana -lisis pada Subbag Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR LHA/STL. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 9. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP Kasubbag AHP Internal Ketua Tim/ auditor LHA/STL komprehenshif 1 minggu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 8. Output Waktu 2. Form permasalahan LHA/STL Permasalahan dalam LHA/STL terinventarisir dan tercatat Terinventarisir dan tercatatnya permasalahan dalam kegiatan analisis Diterima-nya laporan dan catatan permasalahan dalam LHA/STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan Permasalahan dalam LHA/STL terkonfir-masi 30 menit Buku catatan permasalahan kegiatan analisis 30 menit 5. 4. 7. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal LHA/STL Komprehenshif. hasil analisis. hasil analisis.Pelaksana No Aktivitas 1 Tindak Lanjut (STL) Komprehensif Membuat analisis Internal 2 Internal 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Ket. buku ekspedisi LHA/STL dan hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit STL Komprehenshif. hasil analisis. Hasil analisis dan copy STL/LHA sampai pada 15 menit 282 . Form analisis Tersusun-nya analisis 2 hari LHA/STL.

Pelaksana No Aktivitas 1 data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10 Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP AHP Internal 2 pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan buku tim entri data ekspedisi TPTGR Ket. buku ekspedisi Diterima-nya kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11. Waktu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis. filling kabinet Hasil analisis terarsip 15 menit 283 . Menyimpan file hasil analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Analisis.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSIF Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 284 .

printer. 4. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. KMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. kursi. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. KMA No. PP No. 11. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 8. Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawa-san Melekat. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 12. 13. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Fungsi. 3. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. 15. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Peralatan/Perlengkapan: Meja. UU No. lemari arsip/filling cabinet. ATK. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin. PP No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 6. 14. Tugas. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. PMA No. 3. Aplikasi data hukuman disiplin 285 . 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 9. 7. 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 10. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. PP No. 5. 2. Agama. KMA No. 2. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. computer.

Tanpa adanya penanganan hukuman disiplin secara khusus.disiplin kuman disiplin Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin pada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Tim entry hukuman disiplin Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 4. berkas hukuman Buku Kendali disiplin Waktu 15 menit Ket 2. Pelaksana No 1. Peringatan: 1. Tim entry Melakukan hukuman pengecekan disiplin fisik terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen hukuman disiplin secara berkala Terselesaikan 1 nya rekap dan hari perkembangan data hukuman disiplin Rekapitulasi Diterimanya 1 data hukuman rekap dan jam disiplin perkembangan data hukuman disiplin oleh pimpinan 15 STL. SIM hukuman disiplin Rekapitulasi data hukuman disiplin. berkas TL. Berita Acara Dokumen menit hukuman Pemeriksaan. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut hukuman disiplin tidak terdokumentasi dengan baik. SIM hukuman disiplin Terinputnya data hukuman disiplin 1 hari 286 . 5. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan hukuman disiplin 1 Tim entry hukuman disiplin 2 Penga n-alisis pada Subba g AHP Internal 3 Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Diterima dan STL. 2. hukuman disiplin Lemari Arsip/ Filling cabinet STL. Tim entry hukuman disiplin 6. Mengentry data Tim entry hukuman hukuman disiplin disiplin 3. berkas TL. SOP Penatausaaan STL 7. Berkas TL. SK.5. Lemari Arsip/Filling cabinet 1 TerpantauSTL. berkas TL.hukuman ngan data hu. Berita hari nya Acara Pemeriksaan. SOP Analisis LHA/STL Khusus 6. Membuat rekap Tim entry dan perkemba. Rekap disiplin tersimpan data hukuman disiplin. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Berita Acara Pemeriksaan. Berita tercatatnya Acara Pemeriksaan. menyebabkan pemantauan tindak lanjut hukuman disiplin dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit. keberadaan dokumen Rekap data hukuman disiplin. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan temuan disiplin.

FLOWCHART ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menerima dan mencatat berkas hukuman disiplin Mengentry data hukuman disiplin Membuat rekap dan perkembangan data hukuman disiplin Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin kepada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen hukuman disiplin Selesai 287 .

Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. KMA No. Tanpa adanya penanganan TPTGR secara khusus. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. KMA No. 8. 9. Tugas. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. computer. 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1. 3. PP No. Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan TPTGR 288 . 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. 2. Aplikasi data TPTGR Peringatan: 1. 6. printer. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 3. kursi. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan TPTGR. 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. menyebabkan pemantauan tindak lanjut TPTGR dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. 2. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Agama. 7. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Agama Keterkaitan: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. lemari arsip/filling cabinet. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 7. Dumas SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausaaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. PMA No. 9. 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. ATK. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut TPTGR tidak terdokumentasi dengan baik. BPKP. PMA No. 8. Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. Fungsi.

Lemari Arsip/Filling cabinet LHA/STL. Nota Dinas. Laporan BPK Rekapitulasi dataTPTGR. Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Komputer. Mengentry data TPTGR Tim entry TPTGR Tim entry TPTGR 3. LHA/STL. Waktu 15 menit Ke t 2. Komputer. Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR pada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Tim entry TPTGR Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Rekapitulasi data TPTGR Tim entry TPTGR 6. 5. SIM TPTGR Terinput-nya data TPTGR 1 hari 4. LHA/STL. Tim Melakukan pengecekan fisik entry TPTGR terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TPTGR secara berkala. Laporan BPK. Laporan BPK. Surat Keluar. SIM TPTGR. Nota Dinas. Lemari Arsip/ Filling cabinet Terselesaikannya rekap dan perkembangan data TPTGR Diterimanya rekap dan perkembangan data TPTGR oleh pimpinan Dokumen TPTGR tersimpan 1 hari 1 jam 15 menit Terpantaunya keberadaan dokumen TPTGR 1 hari 289 . SIM TPTGR Mutu Baku Output Diterima dan tercatatnya berkas TPTGR. Laporan data TPTGR. Laporan data TPTGR. Surat Keluar. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan TPTGR 1 Tim entry TPTGR 2 Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 3 BPK Persyaratan/ Perlengkapan STL/LHA. Buku Kendali. Rekap data TPTGR.Pelaksana No 1. Laporan BPK. Rekap data TPTGR.

FLOWCHART ENTRY DATA TP/TGR Mulai Menerima dan mencatat berkas TPTGR Mengentry data TPTGR Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR kepada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen TPTGR Selesai 290 .

KMA No. Aplikasi TPTGR. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 4. 2. Agama No IJ/36/2002 tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Dep. PMA No. PMA No. Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan bahan pembuatan laporan 1 Penganalisis pada Subbag 2 3 Pencatatan dan Pendataan: Pengolahan dan pengklasisfikasian hasil audit (LHA/STL) dan perkembangan tindak lanjutnya 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TersediaAnalisis hasil audit. 2. Aplikasi Hukdis. komputer. 9. 4. SIM HP. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. 7. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR SOP Analisis Hasil audit Kmprehenshif SOP Analisis Hasil Audit Khusus SOP Penatausahaan Penyelsaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Mempunyai kemampuan mengoperasikan SIM HP. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. 3. 5. printer. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. lemari arsip/filling cabinet. 6. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. Form minggu nya bahan feedback feedback Ket. 3. Feedback hasil pengawasan mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit berdasarkan klasifikasinya. ATK. analisis hasil audit Peringatan: 1. 10. 291 . Agama. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Agama. Mempunyai kemampuan membuat Feedback hasil pengawasan dan mengoperasikan komputer. Agama Keterkaitan: 1. KMA No. 3. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 6. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 8. menyebabkan Feedback hasil pengawasan tidak berjalan lancar. 5. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin dan TPTGR 4. Mempunyai kemampuan membuat feedback hasil pengawasan. Mesin foto copy. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No.

Laporan Feedback 1 hari 292 . Mengoreksi Laporan Feedback Memperbaiki feedback sesuai dengan perbaikan pimpinan Mencetak. Laporan Feedback 6. Mendokumentasikan berkas Feedback Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis Hasil Audit. tergandakan dan terdistribu sikannya Laporan Feedback Terdokumentasikannya berkas Feedback 15 menit 3. Membuat Laporan Feedback 1 AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Kasubba g AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ket. Form feedback Kasubbag Kabag AHP PHP Internal SES Itjen Laporan Feedback 2 Tersusunminggu nya Laporan feedback Diterimanya Laporan Feedback oleh pimpinan 1 Terkorekminggu sinya Laporan feedback 2 Laporan hari Feedback sudah diperbaiki 1 hari Tercetak. Menyampaikan Laporan Feedback kepada pimpinan 4. Form Feedback. Laporan Feedback 7. menggandakan dan mendistribusikan Laporan Feedback Kabag PHP SES Itjen Laporan Feedback 5.Pelaksana No Aktivitas feedback 2. Analisis hasil audit.

menggandakan & mendistribusikan Laporan Feedback Mendokumentasikan Laporan Feedback Selesai 293 .FLOWCHART SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Mulai Mengumpulkan bahan feedback Membuat Laporan Feedback Menyerahkan Laporan Feedback kepada pimpinan Memeriksa Laporan Feedback Ada perbaikan Tidak ada perbaikan Memperbaiki Laporan Feedback Mencetak.

Agama Keterkaitan: 1. Mempunyai kemampuan membuat kompilasi hasil audit khusus. lemari arsip/filling cabinet. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. Aplikasi hukuman disiplin. Fungsi. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 6. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. PP No. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. SOP Pengiriman LHA-STL 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. ATK. KMA No. SOP Riksus 3. Tugas. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Surat Tugas Audit Kasus Kualifikasi Pelaksana: 1. printer. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. 3. UU No. PMA No. SIMHP. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. Mempunyai kemampuan mengentry data Hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. Mesin foto copy. Agama 14. PP No. KMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Mempunyai kemampuan mengentry data SIMHP 4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. komputer. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. Aplikasi TPTGR 294 . 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. 2. KMA No.

Evalap Mengambil daftar/rekap STL audit khusus yang dibuat Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat Menginventarisir dan membuat rekapitulasi seluruh realisasi audit khusus beserta LHA/ STL dan analisis hasil audit khusus serta lampirannya secara lengkap Mengumpulkan bahanbahan kompilasi 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. 6. 5. Rekap realisasi audit khusus. 7. LHA/ STL audit khusus dan analisis serta lampirannya secara lengkap 1Min Terkumpulggu nya bahanbahan kompiilasi 295 . Rekap realisasi audit 2 Terinventarihari sir dan terselesaikannya rekap surat tugas audit khusus. Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab proses kompilasi tidak berjalan lancar. 3. SOP Realisasi PKPT SOP Penatausahaan LHA SOP Penaausahaan STL SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR Pencatatan dan Pendataan: LHA/STL khusus dan bukti bukti pendukung-nya Peringatan: 1. Waktu 1 jam Output Didapatnya daftar/rekap surat tugas audit khusus Petugas Pelaksa kompilasi na pada Subbag perenca -naan dan program Surat tugas audit khusus 2 Petugas Pelakkompilasi sana pada Subbag Evalap Petugas Pelaksa kompilasi -na pada Subbag Tata Usaha Sekretariat Petugas kompilasi Rekap realisasi audit khusus Didapatnya rekap realisasi audit khusus 1 jam 3. Rekap STL audit khusus Didapatnya daftar/rekap STL audit khusus 1 jam 4. Rekap STL audit khusus. Analisis riksus yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil riksus. Tanpa adanya kompilasi hasil riksus menyebabkan hasil riksus tidak terdokumentasi dengan baik dan menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan.4.Pelak kompilasi lisis pada sana pada Subbag TU AHP Sekret Internal Pelaksa na pada TU Itwil Rekap Surat tugas audit khusus. Pelaksana No 1 Aktivitas Mengambil daftar surat tugas audit khusus (riksus) yang dibuat Sub Bagian Perencanaan dan program Mengambil daftar realisasi audit khusus yang dibuat Sub bag. BAP dan data pendukung hasil audit 5. Petugas Pengana. 9. 2. 8. STL. Rekap Surat tugas audit khusus. realisasi audit khusus.

menggandak kompilasi an dan mendistribusi kan kompilasi hasil audit khusus Petugas Mendokumentasikan kompilasi kompilasi hasil audit khusus Menyerahkan kompilasi pada pimpinan untuk dikoreksi Memeriksa kompilasi Petugas Kasubkompilasi bag AHP Internal SES khusus. 9. Membuat kompilasi hasil audit khusus Petugas kompilasi 7. KasubKabag bag PHP AHP Internal Memperbaiki Petugas kompilasi kompilasi sesuai dengan perbaikan pimpinan Petugas Mencetak. Waktu Output ariat 6. STL. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya. BAP dan data pendukung hasil audit Kompilasi hasil audit khusus Tersusunnya kompilasi hasil audit khusus 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tersampaikannya kompilasi pada pimpinan Terkoreksinya hasil kompilasi Kompilasi sudah diperbaiki 15 menit 1min ggu 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tercetak. tergandakan dan terdistribusikannya kompilasi hasil audit khusus Terdokumentasikannya kompilasi hasil audit khusus 2 hari 1 jam 296 . BAP dan data pendukung hasil audit STL. Rekap STL audit khusus. 10 11. 8.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya.

menggandakan & mendistribusikan kompilasi Mendokumentasikan kompilasi hasil audit khusus Selesai 297 . LHA/STL dan dokumen pendukung lainnya Mengumpulkan bahan kompilasi Mengkompilasi hasil audit khusus Menyerahkan hasil kompilasi kepada pimpinan Ada perbaikan Memeriksa kompilasi Memperbaiki kompilasi Tidak ada perbaikan Mencetak.FLOWCHART KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Meminta daftar surat tugas audit khusus Meminta daftar realisasi audit khusus Meminta rekap LHA/STL audit khusus Menginventarisasi dan membuat rekap realisasi audit khusus.

Agama Keterkaitan: 1. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. bahan laporan panitia. Mempunyai kemampuan dalam menganalisis hukuman disiplin Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. BPKP. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. bahan arahan Irjen. PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. PMA No. ruang sidang (meja 298 . Tugas. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. PMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Fungsi. SOP Pengiriman LHA-STL Kualifikasi Pelaksana: 1. Memamahami peraturan Kepegawaian 3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. materi nara sumber. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. PP No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. RAB. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. Agama 14. dan Dumas 2. SPPD. surat undangan. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. KMA No. SK kegiatan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. KMA No. KMA No. UU No. Termasuk dalam anggota DPSTL 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. 6. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4.

Menyiapkan ako. ATK RAB kegiatan 3 hari 5. bahan pemutakhiranTPTG. Rekapitulasi hukuman disiplin. handycam. 3. 5. Surat undangan. 4. 4. Bukti TL.. Panitia SK dan RAB pemutakhiran data hukuman disiplin Menyiapkan dan Panitia menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Tersedianya anggaran Kabag PHP 3. 8. 2. printer. 10. Aplikasi hukuman disiplin. Pelaksana No. 7.Panitia rimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Panitia Mengadakan acara pemutakhiran data hukuman disiplin LHA/STL yang berkaitan dengan temuan hukuman disiplin. Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Terbuat. Aktivitas 1 2 3 kursi).Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data hukuman disiplin Membuat. mengi. bukti TL. SOP Entry Data hukuman disiplin Peringatan: 1. buku agenda surat keluar Bahan pemutakhiran. Agama 4. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Tersiapkannya TOR. Menyusun TOR. bahan pemutakhiran. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya.3. Fax. 11. sound system.. SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP pengajuan Anggaran SOP Sidang DPSTL SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausahaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. Tanpa adanya koordinasi antara bagianbagian yang terkait. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. berita acara hasil pemutakhiran. SK dan RAB kegiatan Tersiapkan dan tergandakannya bahanbahan pemutakhiran data hukuman disiplin Waktu 3 hari Ket. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Dep. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik. 9. 2. 6. sehingga hasilnya tidak optimal. Telp. LCD proyektor. komputer (laptop). terkirim dan terkonfirmasinya undangan dan bahan pemutakhiran Terselenggarakannya acara pemutakhiran hukuman disiplin 3 hari 3 hari 3 hari 299 . 1. ATK.

hasil pemutadokumen khiran data terkait hukuman disiplin Laporan yang Terevaluasidilampiri denya kegiatan ngan dokumen.Tergandakan dan terdistrian dan hasil busikannya pemutakhiran data hukuman laporan kegiatan dan hasil disiplin pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait Laporan yang Terdokumendilampiri detasikannya ngan dokumen. bahan laporan panitia. hasil dan pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat. bahan arahan Irjen.Panitia luasi kegiatan pemutakhiran data Tersusunnya laporan kegiatan. handycam Laporan yang dilampiri dengan dokumendokumen terkait 3 hari 3 hari 1 jam 2 jam 300 . Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. materi nara sumber. Menyusun laporan Panitia kegiatan.pemutakhiran dokumen terkait SPPD. Mengadakan eva. LCD proyektor. sound system. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data hukuman disiplin Panitia Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran data hukuman disiplin Kasubbag Kabag AHP Internal PHP 7. 8. komputer (laptop). printer. ATK. ruang sidang (meja kursi). 6.Pelaksana No. Mendokumentasik Panitia an hasil pemutakhiran data 9.

mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggarakan acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 301 .FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menyusun TOR. SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat.

sound system. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. printer. 3. Telp. SOP Pengiriman LHA-STL 3. bahan pemutakhiranTPTG. surat undangan. KMA No. Bahan Arahan Irjen. 8. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. PMA No. SOP Analisis LHA/STL Khusus 9. Fungsi. PMA No. ATK. SOP Entry Data TPTGR Peringatan: 1. SOP Penatausahaan LHA 11. SPPD. BPKP. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut TPTGR 302 . 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. dan Dumas 2. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya. materi nara sumber.. RAB. Mempunyai kewenangan yang ditunjuk oleh pimpinan (tertuang dalam SK Kepanitiaan). 3. 9. SOP Pelaksanaan PKAT 5. PP No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. komputer (laptop). SOP Tindak Lanjut BPK-RI. SK kegiatan.. 3. Tugas. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. LCD proyektor. SOP Penatausahaan STL 10. handycam. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Fax. SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif 8. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR meKualifikasi Pelaksana: 1. Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1. Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Bahan laporan panitia. Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. 2. SOP Sidang DPSTL 7. 6. SOP Riksus 4. Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Pencairan Anggaran 6. 2. ruang sidang (meja kursi). Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. KMA No. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 7. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 5.

Terselenggakhiran. Panitia Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 2. ruang sidang (meja kursi). materi nara sumber. sehingga hasilnya tidak optimal. mengirimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Mengadakan acara pemutakhiran data TPTGR Panitia 4. sound system. Bukti TL. bahan laporan panitia. 5. hasil dan dokumendokumen terkait pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat. Tanpa adanya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. printer. 1. Pelaksana Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan No. bahan arahan Irjen. komputer (laptop). Aktivitas Menyusun TOR. Re. SK dan RAB pemutakhiran data TPTGR Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK 1 2 Output Waktu 3 hari Ket. Agama. SPPD. bahan kirim dan terpemutakhiran.4. ATK RAB kegiatan Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Surat undangTerbuat. Panitia 6. Panitia Kabag PHP 3. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data TPTGR Menggandakan dan mendistribusikan laporan Panitia Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 7. Aplika. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik. konfirmasinya buku agenda undangan dan surat keluar bahan pemutakhiran Bahan pemuta.Tergandakan an dan hasil dan terdistribupemutakhiran sikannya lapor- Tersedianya anggaran 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 303 . bukti TL. nyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan BPK-RI dan Biro Keuangan dan BMN Setjen Dep. teran. rakannya acara pemutakhiran berita acara TPTGR hasil pemutakhiran. ATK. SK dan RAB kegiatan LHA/STL yang Tersiapkan dan tergandakanberkaitan dengan temuan nya bahanTPTGR. handycam Tersusunnya Laporan yang dilampiri dengan laporan kegiatan.pemutakhiran data TPTGR kapitulasi TPTGR. LCD proyektor.Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data TPTGR Membuat. Menyusun laporan Panitia kegiatan.bahan si TPTGR. Menyiapkan ako. Tersiapkannya TOR.

Mendokumentasikan hasil pemutakhiran data Panitia 1 jam 9.Pelaksana No. Mengadakan Panitia evaluasi kegiatan pemutakhiran data 2 jam 304 . Aktivitas kegiatan dan hasil pemutakhiran data TPTGR 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. an kegiatan dan hasil pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait TerdokumenLaporan yang tasikannya dilampiri hasil pemutadengan khiran data dokumendokumen terkait TPTGR TerevaluasiLaporan yang dilampiri dengan nya kegiatan pemutakhiran dokumendokumen terkait data TPTGR 8.

mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggara acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 305 . SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat.FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Mulai Menyusun TOR.

7. printer.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar nistrasi pada Sub. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Agama Keterkaitan: 1.STL.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN STL Dasar Hukum: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Analisis Hasil Audit Khusus. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. SOP Riksus. STL Terinventarisirnya STL 1 hari 306 . Pengadmi. 3. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. 2. kursi.Pelaksana pada Subrekap/daftar STL nistrasi bag TU pada Subbag TU STL Sekretariat setiap bulan sekali Mengecek dan menginventari- Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Rekap/daftar Diterimanya STL daftar/rekap STL Waktu 1 hari Ket. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 7. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 8. SOP Analisis Hasil audit Komprehenshif. 4. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: STL Mengambil Pengadmi. SOP Entry SIMHP. SOP Pelaksanaan PKAT.pada Sub. 2. PMA No. komputer. sehingga menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan Pelaksana No 1. 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. 2. SOP Pengiriman LHA-STL. ATK. Agama. Mesin foto copy Peringatan: Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab penatausahaan STL bejalan tidak rapi dan STL tidak lengkap. Kualifikasi Pelaksana: 1. 6. PMA No. 4. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. KMA No. KMA No. 6. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 5. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 9. 5. SOP Penerimaan Surat Masuk. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. lemari arsip/filling cabinet.

rekap Terpantau1 10. Mengambil STL Pengadmi.Pengadministrasi STL.Kasubbag 11.STL. buku TerdistribusiPengadmi. Sampainya Pengadmi.nistrasi kembangan Internal STL bangan data data STL STL pada pimpada pinan setiap pimpinan bulan sekali Aktivitas Pelaksana Ket. Dientrinya 1 5.Pelaksana Pelaksana STL. Menerima menit SIMHP kendali STL oleh nistrasi kembali STL PengadminisSTL yang telah trasi STL dientri pada SIMHP. Menyimpan STL PengadmiSTL. filling nya keberahari ngecekan fisik STL kabiet daan STL terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan STL secara berkala. 1 Komputer. buku STL diterima. filing Tersimpan15 nistrasi kabinet nya STL menit STL 9. Terekapnya 1 data STL setiap nistrasi rekap STL data STL hari bulan sekali STL STL. Pengadmi. Menerima.No Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan sir STL yang STL bag TU bag TU yang belum belum masuk Irwil masuk 3. Melakukan pe.pada Sub. 1 memeriksa dan nistrasi pada Sub. Mengentri data Pengadmikomputer data STL hari nistrasi STL pada STL aplikasi exel 15 STL. Membuat rekap PengadmiKomputer.Pengana6. Membuat hari rekap STL laporan perAHP laporan perkem.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar Diterimanya 1 pada Sub.pada Sub. STL STL oleh yang belum nistrasi minggu masuk di SubSTL bag TU bag TU pengadminisbag AHP InterIrwil trasi STL nal pada Subpada Subbag bag TU SekreAHP Internal tariat atau Subbag TU Irwil 4. aplikasi hukdis dan aplikasi TPTGR 8.kendali diperiksa dan jam mencatat STL STL bag TU bag TU dicatat dalam pada buku buku kendali kendali STL STL. Mendistribusimenit kendali kannya STL lisis pada nistrasi kan STL pada pada Subbag pelaksana anali. 307 .Tim entri 7.STL Pelaksana AHP sis sesuai deanalisis Internal ngan wilayahnya 15 STL dan buku Diterimanya Pengadmi.

FLOWCHART PENATAUSAHAAN STL Mulai Mengambil rekap/daftar STL Mengecek & menginventarisir STL yang masuk Mengambil STL yang belum masuk Menerima. memeriksa dan mencatat STL Mengentry data STL Mendistribusikan STL kepada penganalis Menerima kembali STL yang telah dienty pada SIMHP Menyimpan STL ARSIP Melakukan pengecekan berkala Merekapitulasi STL Membuat laporan kepada pimpinan Selesai 308 .

KMA No. 7. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Dasar Hukum: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. kursi. 6. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 5. Keterkaitan: 1. KMA No. 9. Agama. lemari arsip/filling cabinet. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Agama. 4. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Pelaksana No 1. buku kendali Bukti penye15 lesaian TL menit diterima dan dicatat 309 . Mempunyai kemampuan mengoperasikan Komputer SIMHP. Mempunyai kemampuan entry data hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. 8. 2. komputer. 7. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan Surat Masuk Bagian PHP SOP Penatausahaan Surat Masuk Subbag AHP Internal SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. printer. PMA No. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. buku kendali Peringatan: Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. pemantauan tindak lanjut dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 8. Mesin foto copy. menyebabkan proses analisis. 4. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 6. 2. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 5. Aktivitas Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut 1 Pengadmi nistrasi surat masuk pada 2 Pengadministrasi surat masuk SES 3 Pencatatan dan Pendataan: Bukti Tindak Lanjut hasil audit Mutu Baku 4 Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Bukti TL. ATK. 3.

buku Kabag PHP kendali diterima dan dicatat Lembar disposisi. 8. lembar disposisi. Menelaah dan memberikan disposisi terhadap bukti TL yang masuk 4. Bukti TL Bukti penyelesaian TL diperiksa 1 hari 310 . isi disposisi sisi. 5. Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP 1 Bagian PHP Pengadmi nistrasi surat masuk pada Bagian PHP Kabag PHP 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Kabag PHP Bukti TL 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kabag PHP 3. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan isi disposisi dari Kabag PHP diterima 7. Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Memberikan bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP kepada pengadminis trasi surat masuk pada Subbag AHP internal Mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Menyerahkan bukti TL dan disposisi dari Kabag PHP pada Kasubbag AHP Internal Menelaah dan memberikan dis- Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP 1 Bukti penyehari lesaian TL diperiksa dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kabag PHP 15 Bukti penyeBukti TL. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Bukti TL.Pelaksana No Aktivitas (TL) 2. lembar disposisi. isi disposisi Kabag PHP diterima dan dicatat Kasubbag AHP Internal Bukti TL. Bukti TL Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Bukti TL. lembar disposisi 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. 6. menit lembar dispo.lesaian TL.

Pelaksana No Aktivitas posisi terhadap bukti TL yang masuk 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Menerima dan mencatat disposisi dan bukti TL dari Kasubbag AHP Internal 10.Tim entry Tim entry 12. Lembar disposisi. Melakukan Tim entry Tim entry Tim entry pengecekan data TPdata data fisik terhadap TGR Hukdis SIMHP keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TL secara berkala. buku kendali Tersimpannya bukti TL Terpantaunya dokumen TL 15 menit 1 hari 311 . Memenuhi disposisi pimpinan Pengana. Mengirim bukti TL pada lisis pada data SIM. buku kendali 11. buku kendali Lembar disposisi.data TPTGR dis HP 14. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. buku kendali Tim entry data TPTGR Lembar disposisi. Bukti TL. Menyimpan Tim entry Tim entry Tim entry bukti TL data SIM.Pelaksalisis pada na yang Subbag ditunjuk AHP Inter.data Huk. Bukti TL.menit lesaian TL dan lembar disposisi oleh penganalsis dan pelaksana lain yang ditunjuk oleh pimpinan Terpenuhi1 nya dispohari sisi pimpinan Bukti TL diterima oleh Tim entry data SIMHP. Bukti TL. Bukti TL. Bukti TL. buku kendali dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kasubbag AHP Internal 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan disposisi Kasubbag AHP Internal diterima dan dicatat 15 Diterimanya bukti penye. Bukti TL. buku kendali Penganalisis yang memegang wilayahnya Pelaksana yang ditunjuk pimpinan Lembar disposisi.data HukHP dis tim entry data Subbag AHP SIMHP dan tim entry data Internal hukuman disiplin jika terdapat TL yang terkait dengan hukuman disiplin serta pada tim entry data TPTGR jika terkait dengan TL TPTGR 13. Hukdis dan TPTGR 15 menit Lembar disposisi. Mendistribusikan bukti TL sesuai disposisi 9.pimpinan nal Pengana.

FLOWCHART PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Mulai Menerima dan mencatat bukti tindak lanjut (TL) Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kabag PHP dan bukti TL Memberikan disposisi Kabag dan bukti TL pada Subbag AHP Internal Mencatat bukti TL dan disposisi dalam buku kendali di Subbag AHP Internal Menyerahkan bukti TL pada Kasubbag AHP Internal Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kasubbag AHP Internal dan bukti TL Mendistribusikan bukti tindaklanjut sesuai disposisi Memenuhi disposisi pimpinan Mengirim bukti tindak lanjut kepada tim entry data SIMHP. Hukdis dan atau TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala dokumen TL Menyimpan bukti tindak lanjut SELESAI 312 .

12. 7. 9. SOP Analisis BPKP SOP Pemutakhiran BPKP SOP Tindak Lanjut BPKP SOP Analisis BPK SOP Pemutakhiran BPK SOP Pra Pemutakhiran BPK SOP Tindak Lanjut BPK SOP Penanganan Dumas Non TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000 SOP Pemutakhiran Dumas TP 5000 SOP Penanganan Dumas TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas TP 5000 313 . 11.Lampiran 8  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS 1. 6. 10. 5. 2. 8. 4. 3.

Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Pelaksana NO 1. LHP BPKRI 2. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. akibat serta rekomendasi Hasil pemeriksaan BPKRI. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3.ATK Komputer PC Lemari arsip LHP-BPK-RI temuan Peringatan: 1. Pelaksana pengolah LHP BPKRI Pelaksana pengolah LHP BPKRI LHP BPK-RI 15 teradministra. Komputer PC 3. 2. 2. Keterkaitan: 1. Meja. 3. Buku agenda surat masuk 1. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. kursi. penyebab. Form Output Waktu Ket. nilai penyebab. 2. 2. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian tindak lanjut atas rekomendasi BPK-RI. 3. LHP-BPKRI 2. Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan 1. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Tanpa adanya analisis LHP BPK-RI sulit diketahui jumlah dan nilai temuan. 5. Menganalisis LHP BPK-RI Kabag PHP 314 . 3. SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas SOP Pembuatan Surat dinas Kualifikasi Pelaksana: 1. akibat dan rekomendasi. Tanpa adanya analisis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI tidak terdokumentasi dengan baik. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Aktifitas Mengadministrasikan LHP BPK-RI 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1.Menit sikan dengan baik Tersusunnya hasil analisis LHP BPK-RI 1 hari 2.

Lemari arsip 2. Sekjen. 3. Mendokumentasikan Hasil Analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Terdistribusi1 kannya hasil hari analisis LHP BPK-RI ke stakeholder (BPK-RI.15 tasikannya Menit hasil analisis LHP-BPK-RI dengan baik. Menag. para Irwil. Mutu Baku Output Waktu Ket. Mendistribusikan hasil analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. Sekre-taris. Hasil Anali sis LHP BPKRI. Buku agen da surat ke luar 1.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan analisis BPK-RI 1. audit-an. Hasil anali sis LHP BPK-RI 3. 315 . Surat pengantar distribusi hasil analisis LHP BPKRI 2. unit kerja terkait) Terdokumen. Irjen.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN LHP-BPK-RI MENGANALISIS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN HASIL ANALISIS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASI HASIL ANALISIS LHP-BPK-RI SELESAI 316 .

Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. Aktifitas Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas BPKP 1 Kabag PHP 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP. 2. SOP Tindak lanjut BPKP 2. Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP atau hasil pengawasan BPKP 3. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. 4. Pelaksana NO 1. akibat dan rekomendasi. Meja. temuan Peringatan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelsaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 2. Surat Tersedianya 2 AHP Eks. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. Tanpa adanya analisis atas Laporan Hasil Audit (LHA) BPKP mengakibatkan temuan tidak terdokumentasi dengan baik.pengolah laporan tri 2. akibat serta rekomendasi hasil pengawasan BPKP. SOP Penyajian Data 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP Dasar Hukum: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. ATK. nilai penyebab. Lemari arsip 2. penyebab. kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.awasan suk BPKP berupa hardcopy dan softcopy 15 TeradminisKasubbag Pelaksana 1.pengolah tugas data laporan hari ternal dan hasil 2. Buku Tri wulan Dumas pengawas agenda hasil pengan BPKP surat ma. Laptop/Komputer PC. 317 . SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. Buku ternal dan hasil Ket. LHAmenit trasikannya BPKP AHP Eks. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil peng- Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Tanpa adanya analisis hasil pengawasan BPKP sulit diketahui jumlah dan nilai temuan. 3.

auditan) ngawasan BPKP 3. SIM-HP BPKP 1.Pelaksana NO Aktifitas awasan BPKP 1 2 Dumas 3 pengawas an BPKP 3. Lemari pengawasan Menit arsip BPKP ter2. Surat Hasil analisis 1 pengantar hasil penghari distribusi awasan hasil ana. dengan baik. analisis para Irwil. Mengentry/Mendo wnload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP 5. Irjen. Mendokumentasi. Laporan Terinputnya 1 Tri wulan Analisis hasil hari hasil audit pengawasan 2. Ket. hasil pe. Hasil Sekretaris. 318 . Analisis dokumenhasil pengawas tasikan an BPKP.Kabag PHP kan Analisis hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan wulan atas agenda hasil pengsurat awasan masuk BPKP dengan baik 1. Buku agenda surat keluar 15 Analisis hasil 1. 4. 2. Komputer BPKP PC 3.BPKP terdislisis hasil tribusikan ke pengastakeholder wasan (Menag. BPKP Sekjen.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP MULAI Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mengentry/Mendownload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendokumentasi Analisis atas hasil pengawasan BPKP/Laporan triwulan BPKP SELESAI 319 .

Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.pengolah LHA-BPKP ternal dan hasil pengawas 2. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. 4. Materi Narasumber 9. mesin fotocopy 10.Laptop. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SK kegiatan 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. Pelaksana NO 1. SOP Penyajian Data 3. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Aktifitas Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. 2. Buku agenDumas da surat an BPKP masuk Tindak lanjut 1 hari atas rekomendasi BPKP terhimpun dengan baik 320 . Agama maupun auditan. Surat undangan 6. Keterkaitan: 1. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPKP dengan Inspektorat Jenderal Dep. SOP Tindak lanjut BPKP 2. TOR kegiatan 2. Bahan Laporan panitia 8. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Bahan Arahan Irjen 7. Bahan pemutakhiran data BPKP 11. RAB 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. peralatan soundsystem. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas temuan dan saran BPKP. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1. SPPD 5. ATK. 3. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. 2. Peringatan: 1.printer.

3 hari Tersusunnya laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 2 hari Terdistribu sikannya hasil pemutakhiran data BPKP kepada para auditan 2 hari Terdokumen 30 tasi dengan Menit baik hasil pemutakhiran data BPKP. Berita Acara pemutakhiran 3.Pelaksana NO 2. Ruang rapat 2. mesin fotocopy. handycam.Kabag kan Hasil PHP pemutakhiran data BPKP 1. Aktifitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan. Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Menyelenggaraka n pemutakhiran data BPKP Panitia 1 hari 4. sound sistem 5. Bahan pemutakhiran 3. Surat undangan 2. SPPD 1. SK kegiatan. Hasil pemutakhiran data BPKP 2. Surat pengantar pengiriman 3. printer. Dokumen ternal dan hasil hasil pemuDumas pengawas takhiran data an BPKP BPKP. 4. Jumlah peserta AHP Eks. dan RAB Surat undangan di buat dan tersampaikan kepada para peserta rapat. Berita Acara pemutakhira n data.pengolah 2. Kasubbag Pelaksana 1. Bukti-bukti penggunaan anggaran. 1 hari 3. ATK 4. Laptop.pengolah 2. proyektor. Panitia 5 Panitia Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP 7 Mendokumentasi. Bahan pemutakhiran 3. Tersedia ternal dan hasil anggaran pengawas Dumas an BPKP 1. RAB 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Lemari arsip AHP Eks. 321 . Buku agenda surat keluar Mutu Baku Output Tersusunnya TOR. Hasil pemutakhiran data BPKP 2. Program SIM-HP BPKP 1. Terselenggaranya pemutakhiran data BPKP Waktu Ket.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP MULAI Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP Menyusun TOR dan SK Kegiatan. RAB Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Mengadakan acara pemutakhiran data BPKP Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Penggandaan dan pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP Pendokumentasian hasil pemutakhiran data BPKP SELESAI 322 .

mesin fotocopy 10.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Kabag 1. SOP Tindak lanjut Dumas 2. 3.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Mempunyai kemampuan analis Data Dumas TP 5000. 2. Ruang Rapat. 3. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut surat pengaduan masyarakat. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. 5. 4. 7. 2. Keterkaitan: 1. peralatan soundsystem. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada Kementrian Negara PAN dengan Inspektorat Jenderal Dep. Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. Menghimpun PHP Bahan Pemutakhiran penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 Bukti tindak hari lanjut atas penanganan pengaduan masyarakat 323 . PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. printer. Agama maupun auditan. 5. Bukti tindak lanjut atas penangana n pengaduan masyarakat TP Output Waktu Ket. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 8. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. 2. 6. 2. Bahan pemutakhiran data Dumas TP5000 11. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Kementrian Negara PAN Peralatan/Perlengkapan: 1. 4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. Laptop.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. Pelaksana NO Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. SOP Penyajian Data 3. Peringatan: 1. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 9. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M.

Irwil. hari SK kegiatan. Laptop. Ruang rapat Terseleng hari 2. SPPD 2 1.gungjawaan ban 3. Jumlah peserta 2.stakeholder an data Du. Surat undangan 2. 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 3 1. Panitia 4. Sek3.TP 5000 riman hasil kepada pemutakhir. SK Kegiatan dan RAB Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Hasil rapat Tersusun2 pemutakhi. Buku agenda surat masuk Mutu Baku Output Waktu Ket. mas TP 5000 Irjen.Terdistribuhari sikannya takhiran data pe. pemutakhir. dan RAB Surat unda. Berita Acara retaris. proyek.1 ngan dibuat hari dan tersampaikan kepada para peserta. Bahan pe. Bukti-bukti keuangan penggunaan anggaran.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 5000 2.masyarakat antar pengi. Surat peng. handycam. Mengadakan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 TP 5000 sebagai bahan pemutakhiran terhimpun dengan baik Tersusun1 nya TOR. Bahan pemutakhiran 3.data ter. masyarakat TP sound 5000 sistem 1.nya lapohari ran data ran Dumas TP kegiatan 5000 dan 2. ATK 4. Buku agenda surat keluar 3. Tersedia anggaran 1. Membuat surat Panitia undangan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 kepada Kementrian Negara PAN dan peserta. Ke 324 .(Menag. Hasil pemu. Menyusun TOR. 4.hasil pemutakhiran nanganan pengaduan data pemasyarakat nanganan pengaduan TP 5000 2. mesin an pengaduan fotocopy.garanya mutakhiran pemutakhiran 3.penangan tor. prin. Berita Acara pertangpemutakhir. 2.

Dokumen hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. instansi ter lapor dan instansi terkait lainnya) Terdoku30 mentasikan Menit nya hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 dengan baik 325 . Penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Mutu Baku Output Waktu Ket. mentrian Negara PAN.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan an data. 7 MendokumentasiKabag kan hasil pemutaPHP khiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Lemari arsip 2.

SK KEGIATAN.FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGHIMPUN BAHAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 MENYUSUN TOR. DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 KEPADA KEMENTRIAN NEGARA PAN DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP5000 PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 PENDOKUMENTASIAN HASIL PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 SELESAI ARSIP 326 .

UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. 8. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 6. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. 5. 6. Agama. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI. nilai temuan dan rekomendasi/saran. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. SOP Penyajian Data 3. printer. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. soundsystem. 5. 7. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. mesin fotocopy 10.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 9. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Peringatan: 1. 327 . 2. Keterkaitan: 1. 2. 4. Bahan pemutakhiran data BPK-RI 11. 4. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 2. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPK-RI dengan Inspektorat Jenderal Dep. 7. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Laptop. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.

rapat pemutakhiran data muBPK-RI takhiran 3.jawaban RI keuangan 2. agen-da surat keluar 3 Terseleng1. Mengadakan rapat Panitia pemutakhiran data BPK-RI 5 Penyusunan lapor. sound sistem 2 1. Menyusun TOR Kabag dan SK Kegiatan. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kabag Menghimpun Bahan Pemuta. 3. ATK 4. Lemari Terdoku15 pengolah arsip mentasi Menit Ket. Bukti-bukti penggunaan anggaran. SPPD 1. Tersedia anggaran dan RAB RI 1. LHP BPK.2.PHP khiran Data BPKRI 2. Surat para auditan. Buku agenda surat masuk Tersusun1 Pelaksana 1. Bukti 1 Tindak lanjut tindak pengolah atas reko. Laptop. SK hari pengolah peserta kegiat-an. Buku pat. PHP RAB Membuat undang. 4. printer. Hasil Terdistribu2 rapat sikannya hari pemutahasil rapat khiran pemutakhirdata BPK. 2. Pelaksana 1.Kabag kan laporan hasil PHP Kasubbag AHP Eks- Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Waktu Perlengkapan Pelaksana 1. Sekretaris. Surat Surat unda1 undangan dibuat hari ngan dan tersam2.Pelaksana NO 1. pengantar Irwil.BPK-RI terRI RI himpun dengan baik 2.an data BPKRI RI kepada 2. Ruang hari garanya rapat. Hasil Tersusunnya hari rapat laporan pemutakegiatan dan khiran pertanggungdata BPK.paikan kemutakhipada para ran peserta ra3. proyektor. handycam.hari lanjut atas mendasi LHP BPKLHP-BPK.Panitia an pemutakhiran data BPK-RI kepada BPK-RI dan peserta Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3. Jumlah nya TOR.Panitia an kegiatan dan pertanggungjawab an keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian laporan hasil rapat pemutakhiran data BPK-RI 7 Mendokumentasi. Bahan pe. mesin fotocopy. 328 . Bahan pe.

Dokumen dengan baik rapat Dumas RI hasil rapat hasil pemutakhirpemutaan data BPKkhiran data BPK. 329 .RI. Pelaksana Ket.NO Aktifitas rapat pemutakhiran data BPK-RI 1 Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan ternal dan LHP BPK.2. RI.

SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITOR BPK DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN LAPORAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI SELESAI ARSIP 330 .FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR.

2. Keterkaitan: 1. Laptop/Komputer PC. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat. Surat pengaduan masyarakat 3. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku Output Waktu Ket. 2. kursi. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.1 hari nya telaahan terhadap surat Dumas yang 331 . 3. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Meja. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengandung kadar pengawasan. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Komputer TP 5000 PC 15 Teradministrasikan menit nya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusun. Buku eksnon TP pedisi 5000 surat masuk Pelaksana 1. kolusi serta Nepotisme (KKN).INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. 3.PAN/ 4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas Non TP 5000. Peralatan/Perlengkapan: 1. 4. Surat Dumas pengolah non TP Surat 5000 Dumas 2. Pelaksana NO 1. Lemari arsip 2. 2. Surat Dupengolah mas non Surat DuTP 5000 mas Non 2. Mengadministra Kabag PHP sikan surat pengaduan masyarakat melalui Non TP 5000 2. 2. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Penelaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Persyaratan/ 3 Perlengkapan Pelaksana 1. ATK.

Lemari arsip 2. surat klarifikasi dan telaahan usulan Riksus kedalam SIM HP dumas Terdokume ntasikannya surat Waktu Ket. Surat klarifikasi 3. Surat Dumas yang tidak berkadar pengawasan 2. Surat Dumas non TP 5000 2. Hasil telaahan surat Dumas 3. Surat tugas Riksus 4. Surat klarifikasi 3. Telaahan usulan Riksus 15 menit 30 menit 8 Mendokumenta. Surat Dumas non TP 5000 2.Kabag PHP sikan surat Dumas. Surat dumas non TP 5000 2.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan Terdokumentasikannya surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Terpenuhin ya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Terkirimnya surat klarifikasi dumas kepada pimpinan satker terlapor Terinputnya surat dumas non TP 5000. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Buku ekspedisi surat keluar 1. Surat Dumas non TP 5000 2. Lemari arsip 15 menit 4. Hasil telaahan surat Dumas 3. 3. Buku ekspedisi surat keluar 1. Surat Du- 15 Menit 332 . Komputer 5-7 hari 2 jam 6 Pelaksana pengolah surat Dumas Non TP 5000 Subbag Tata Usaha 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1.PHP hadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker terlapor yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry surat pengaduan masyarakat ke SIM dumas Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP5000 5 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Mengusulkan Kabag audit khusus ter. surat Kasubbag AHP Eksternal dan Pelaksana pengolah surat Du- 1.

Waktu Ket.Pelaksana NO Aktifitas klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus 1 2 Dumas 3 mas Non TP 5000 Persyaratan/ Perlengkapan mas. 333 . surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus dengan baik. surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus. Mutu Baku Output dumas non TP 5000.

telaahan usulan Riksus dan surat tugas Riksus SELESAI 334 .FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Penelahaan Surat dumas non TP 5000 Mendokumentasikan surat dumas non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan Audit Khusus Terhadap Surat Dumas non TP 5000 yang Berkadar Pengawasan Membuat surat klarifikasi terhadap surat Dumas non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry dalam SIM-HP Dumas Mendokumentasi Surat Dumas non TP 5000. surat klarifikasi.

Surat AHP Eks. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Teradministrasikannya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusunnya telaahan terhadap Waktu 15 menit Ket. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Buku ternal dan Surat agenda Dumas Dumas surat masuk Kasubbag Pelaksana 1. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengadung kadar pengawasan. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat pengaduan masyarakat 3. 3. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. 3. 2. kolusi serta Nepotisme (KKN). SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas TP 5000. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. 4. 2. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat. 5.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. MengadminisKabag trasikan surat PHP pengaduan masyarakat melalui TP 5000 Penelahaan surat pengaduan masyarakat Kabag PHP 2. 2.pengolah Dumas ternal dan Surat 2.pengolah Dumas 2. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Pelaksana NO 1. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Surat AHP Eks. Meja. 3. 4.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Komputer 1 hari 335 . Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. ATK. kursi. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Laptop/Komputer PC. Lemari arsip 2. 2. Peralatan/Perlengkapan: 1.

Tindak lanjut atas Dumas TP 5000 2. 336 . Surat klarifikasi 3. Surat tugas Riksus 4. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan audit khusus terhadap terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan Satker yang punya kewenangan menindaklanjuti Membuat rekapitulasi atas penanganan Dumas TP 5000 Pelaksana pengolah surat Dumas Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan PC surat Dumas yang berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan 1. Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 5 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat Dumas 2 jam 6 Pelaksana pengolah Surat Dumas Subbag Tata Usaha 1. Lemari ar. surat klarifikasi. Hasil telaahan surat Dumas 3.yang tidak awasan mengan2. Buku agenda surat keluar 1. surat klarifikasi. Surat Dumas 2. Komputer Terpenuhinya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat Dumas 5-7 hari Ket. Surat DuTerdokumen 15 mas yang tasikannya menit tidak bersurat Dumas kadar peng. 4. Surat Dumas 2. dan telaahan audit khusus. Hasil telaahan surat Dumas 3.dung kadar sip pengawasan 1. Komputer PC 1. telaahan usulan audit khusus. Buku agenda keluar 1. dan telaahan usulan audit khusus Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 3 Tersusunjam nya rekapitulasi penanganan Dumas TP 5000 Terdokumen.Pelaksana NO Aktifitas melalui TP 5000 1 2 Dumas 3 Dumas 3.15 Menit tasi surat Dumas. Lemari arsip 2. surat klarifikasi. Surat Dumas 2.Kabag PHP sikan surat pengaduan Masyarakat TP 5000. Terkirimnya surat klarifikasi kepada pimpinan Satker terlapor 1 jam 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas 8 Mendokumenta. Surat Dumas.

FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN SURAT PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 PENELAHAAN SURAT DUMAS TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN SURAT DUMAS TP 5000 YANG TIDAK BERKADAR PENGAWASAN MENGUSULKAN AUDIT KHUSUS TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MEMBUAT SURAT KLARIFIKASI TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MENGIRIM SURAT KLARIFIKASI KEPADA SATKER YANG PUNYA KEWENANGANAN MENINDAKLANJUTI MENGENTRY KE DALAM SIM-HP DUMAS MEMBUAT REKAPITULASI ATAS PENANGANAN DUMAS TP 5000 ARSIP SIMDUMAS MENDOKUMENTASIKAN SELESAI 337 .

7. 4. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Bahan pra pemutakhiran data BPK-RI 11. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian di auditan dengan Inspektorat Jenderal Dep. 9. 2. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawas-an di Lingkungan Departemen Agama. printer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 5. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 2. 338 . mesin fotocopy 10. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. 8. Agama. Laptop. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. soundsystem. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. 5. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. SOP Penyajian Data 3. 4. 6. Peringatan: 1. 2. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Keterkaitan: 1. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI.

prin ter.an hasil rapat ran data pra pemutakhiran data BPK-RI 2. Tersedia anggaran RAB 1 1. auditan. SPPD 2 1. Jumlah hari TOR. Menyusun TOR dan SK Kegiatan. Laptop. Sekretaris. Hasil rapat Tersusunnya hari pra pemuta. Ruang rapat Terselengga3 2. Bukti hari atas rekotindak mendasi lanjut BPK-RI teratas himpun LHPdengan baik BPK-RI 2. Buku agenda surat masuk 1 Tersusunnya 1. Irwil. Laporan ha. Buku ekspe. SK kepeserta giatan. mesin fotocopy. Surat un.Terdistribusisil rapat pra kannya lapor. 339 . Bukti-bukti jawaban penggunaan keuangan anggaran. Bahan peserta rapat. Nota paikan kepa Dinas da para 3.hari pemutakhi. 3. RAB 3.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah LHP BPKRI 1.laporan kekhiran data giatan dan pertanggungBPK-RI 2. pra pemutak hiran 4. handycam. dan 2. proyektor. peralatan sound sis tem 2 1. Menghimpun Bahan Rapat Pra Pemutakhiran Data BPK-RI 2.Surat undahari ngan dibuat dangan dan tersam2. ATK BPK-RI 4. Surat pe. disi keluar. Membuat surat undangan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI kepada auditan dan peserta rapat Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Panitia 4.pra pemutaran khiran data 3. Bahan pra ranya rapat hari pemutakhi. Mengadakan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan pendistribusian laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Tindak lanjut 1.der (Irjen. Buku agenda surat keluar 1.BPK-RI kepada stakeholngantar 3. dan instansi terkait) Ket.

Dokumen Menit hasil rapat laporan hasil ternal dan LHP BPKRI Dumas pra pemuta rapat pra pemutakhiran data khiran data BPK-RI dengan BPK-RI. Lemari arsip Terdokumen30 tasikannya AHP Eks.pengolah 2. baik Pelaksana Ket. 340 .NO 7 Aktifitas Mendokumentasikan Laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPKRI 1 Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1.

SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITAN DAN PESERTA RAPAT MENGADAKAN ACARA RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI ARSIP SELESAI 341 .FLOWCHART SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR.

Persyaratan/ 1 2 3 Perlengkapan Kabag PHP Kasubbag Pelaksana 1. penyebab. 3. Bukti tinAHP Eks. 2. 2.pengolah dak lanjut ternal dan LHP BPKatas LHPDumas RI BPK-RI Tindak 15 lanjut atas Menit rekomenda si BPK-RI 342 . Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. 2. 3. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. 6. 4. Keterkaitan: 1. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Bukti tindak lanjut atas saran BPK-RI Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. Aktifitas Mengadministrasikan Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Mutu Baku Output Waktu Ket. 4. 3. akibat serta rekomendasi. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Peringatan: 1. Komputer PC 3. Pelaksana NO 1. 2. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK 2. 7. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas rekomendasi BPK-RI.

tindak lanjut atas reRI komendasi BPK-RI 1.teradminisda surat trasikan dengan masuk baik 1. Form ana. para Irwil. auditatas LHP an dan BPK-RI 3. Surat peng. Buku ageninstansi terkait lainnya) da surat ke luar 1. Laporan ha. Waktu Ket. Mendistribusikan Kabag Laporan hasil ana. Buku agen.hasil analisil analisis sis tindak tindak lanjut lanjut atas atas LHP LHP-BPKRI terdokuBPK-RI.Hasil analisis LHP antar distriBPK-RI ter busi hasil distribusianalisis tinkan ke dak lanjut atas LHP stakeholder (Menag. mentasi dengan baik. Bukti tin. Menganalisis bukti Kabag PHP tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 3. Laporan hasil Sekjen. Mendokumentasikan Laporan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 2.analisis lisis BPK. Lemari arsip Laporan 2. Irjen.Terinputdak lanjut nya tindak atas LHP lanjut dan tersusunBPK-RI 2. 1 hari 1 hari 15 Menit 343 . Sekanalisis tindak lanjut retaris.PHP lisis tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. BPK-RI 2. Komputer nya laporan hasil PC 3.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 2.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENGANALISIS BUKTI TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI SELESAI 344 .

Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket. ATK. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan. 3. Keterkaitan: 1. akibat serta rekomendasi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Buku agenda surat masuk Tindak lanjut 15 Menit atas rekomendasi BPKP teradministrasikan dengan baik 345 . 2. Peringatan: 1. penyebab. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. kursi. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 3.pengolah tindak ternal dan hasil pelanjut atas Dumas ngawasan hasil pengBPKP awasan BPKP 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1. 4. Pelaksana NO 1. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPKP SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. 2. Bukti AHP Eks. 2. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. Laptop/Komputer PC. Mengadminis. Meja. lemari arsip 2.Kabag trasikan Tindak PHP Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. 2. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Bukti tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPKP 3. 4.

1 hari 15 Menit 346 .Pelaksana NO 2. auditan) Hasil analisis tindak lanjut atas LHABPKP terdokumentasi dengan baik. Sekjen. Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA BPKP. Berkas tindak lanjut 2. Sekretaris. 3. para Irwil. Irjen.Kabag kan/melakukan PHP konfirmasi hasil analisis tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 5. Aktifitas Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ Perlengkapan 1. Mendokumentasikan Analisis Tindak Lanjut hasil pengawasan BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Terinput-nya Analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP Hasil analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP terdistribusikan ke stakeholder (Menag. Mendistribusi. Surat pengantar distribusi hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 2. Buku agenda surat keluar 1. Program SIM-HP BPKP 1. Komputer PC/ laptop 3. Mutu Baku Output Teranalisisnya berkas tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Waktu 1 hari Ket. Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP 4. Komputer PC 3. SIM-HP BPKP 1. Lemari arsip 2. Bukti tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 2. Hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 3. Pusinfowas BPKP.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut Atas hasil pengawasan BPKP Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan/melakukan Konfirmasi Hasil Analisis Tindak lanjut atas LHA BPKP Mendokumentasikan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA-BPKP SELESAI 347 .

Peringatan: 1. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat Non TP 5000 3.PAN/4/ 2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Pelaksana NO 1.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. lemari arsip 2. ATK. Laptop/Komputer PC. 2. kursi. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M. 2. 4. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pihak terkait. 2. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. 3. 3. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Bukti tindak lanjut atas pengolah Dumas Non Surat TP 5000 Dumas 2. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. 3. Program SIM-HP 2. Meja. Menganalisis tindak Kabag lanjut jawaban/hasil PHP klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 15 Tindak lanjut atas Menit Dumas Non TP 5000 teradministra sikan dengan baik 1 Hasil analisis tindak hari lanjut atas Dumas Non TP 5000 348 . Komputer PC/latop 3. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000. Aktifitas Mengadministrasikan tindak lanjut jawaban/ hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. 2. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000.pengolah Dumas Non ternal dan Surat TP 5000 Dumas Dumas 2. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Buku ekspedisi surat masuk Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. Peraturan Menteri PAN No: Per/05/M.

Komputer PC Mutu Baku Output Terinputnya hasil tindak lanjut atas penyelesaian Dumas Non TP 5000 terentry dengan baik Tersusun dan terkirimnya surat jawaban Itjen ke BKN. Membuat surat Kabag jawaban ke Instansi PHP terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. Tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 2.pengolah Non TP 5000 ternal dan Surat 2. Program SIMDumas Dumas HP Dumas 3. Surat jawaban pengolah Itjen atas hasil Surat tindak lanjut Dumas Dumas Non TP 5000 2. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Buku ekspedisi surat keluar 1. 1 hari 3. Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas 4. Komputer PC 1 jam 5. Lemari arsip 2. KPK.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Dumas Kasubbag Pelaksana 1. dll Tersusunn ya rekapitulasi penyelesaian atas Dumas Non TP 5000 Terdokum entasikannya penyelesaian tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 Waktu Ket. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 jam 6. Tindak lanjut atas Dumas AHP Eks. Hasil tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 20 Menit 349 .

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Menganalisis Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas Membuat surat jawaban ke Instansi terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 SELESAI 350 .

KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. 3.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Meja. Keterkaitan: 1. Laptop/Komputer PC. 4. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000. Buku agenda surat masuk Kasubbag Pelaksana 1. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas TP 5000. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. SOP Tindak lanjut Dumas 3. 2. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Mengadministrasikan Kabag tindak lanjut jawaban/ PHP hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 2. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000. 5. SOP Penyajian Data 4. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1.pengolah lanjut atas ternal dan Surat Dumas TP Dumas Dumas 5000 2. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. Pelaksana NO 1. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pimpinan terkait. Bukti AHP Eks. SOP Pembuatan Surat Dinas 2. Kabag Menganalisis tindak PHP lanjut jawaban/hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. ATK. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat TP 5000 3. 2.Menit nya tindak lanjut atas Dumas TP 5000 dengan baik 1 Teranalihari sisnya hasil tindak lanjut atas 351 . PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.pengolah tindak ternal dan Surat lanjut atas Dumas Dumas Dumas TP 5000 15 Teradmini strasikan. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. kursi. 3. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000. Peringatan: 1. lemari arsip 2. Bukti tindak AHP Eks.

Hasil tindak kannya lanjut atas penyeles Dumas TP aian tindak lan5000 jut atas Dumas TP 5000 352 . Program SIM-HP Dumas Kasubbag Pelaksana 1. Buku Negara agenda PAN surat keluar 1 Tersusun 1. Lemari mentasi. Program SIM-HP Dumas 3. Tindak jam lanjut atas rekapituDumas Tp lasi penyelesai5000 2.Pelaksana NO Aktifitas 1 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan 2.Menit arsip 2. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 6. Tindak lanAHP Eks. Komputer an atas Dumas TP PC 5000 20 Terdoku 1. 3. Komputer PC/latop 3. Komputer PC Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Mutu Baku Output Dumas TP 5000 Waktu Ket. Membuat surat jawaban ke Menteri Negara PAN atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat TP 5000 Kabag PHP 5.pengolah jut atas duternal dan Surat mas TP Dumas Dumas 5000 2. Mengentry tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 ke SIM-HP Dumas Kabag PHP 4. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas Terinput1 nya hasil hari tindak lanjut atas penyelesai an Dumas TP 5000 terentry dengan baik 1. Surat Tersusun 1 jawaban dan terjam Itjen atas kirimnya hasil tindak surat lanjut jawaban Dumas TP Itjen ke 5000 Menteri 2.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGENTRY TINDAK LANJUT SURAT DUMAS TP5000 KE SIM-HP DUMAS MEMBUAT SURAT JAWABAN KE MENTERI NEGARA PAN ATAS HASIL PENYELESAIAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MEMBUAT REKAPITULASI PENYELESAIAN ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 ARSIP SELESAI 353 .

Lampiran 9  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 1. SOP Penyusunan Naskah Pidato Pimpinan SOP Entry Data LHA SOP Laporan Triwulan SOP Monev Laporan LHA SOP Pengadministrasian LHA SOP Penyajian Dataf SOP Profil Haswas SOP Statistik Haswas 354 . 4. 2. 8. 7. 3. 5. 6.

5. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. buku ekspedisi surat keluar 2. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Printer. Menyusun Kasubbag draft naskah Data dan Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 30 Diterimanya Surat permodisposisi dari menit honan materi pimpinan tendan disposisi tang rencana pimpinan penyajian materi 1 Bahan /data Terinventarihari sirnya bahan naskah Ket Draft naskah Tersusunnya draft naskah 1 hari 355 . ATK. Keterkaitan: 1. UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. buku kendali surat masuk. Menarasikan data berdasarkan outline menjadi naskah d. Menyiapkan bahan naskah Kasubbag Data dan Info 3. USB Pencatatan dan Pendataan: Lembar disposisi. Jika materi naskah tidak sesuai dengan tema akan mengakibatkan kesalahan informasi yang disampaikan tidak tepat sasaran. 3. 7. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Jika data dan informasi belum memadai akan mengakibatkan informasi yang disampaikan kurang sempurna. Fungsi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN Dasar Hukum: 1. Kasubbag Data dan Informasi 3. Menyusun skema sistematis atau outline naskah c. 2. Pelaksana No 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 6. Kolusi dan Nepotisme. Mengoperasikan komputer dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Pembukaan Kegiatan. SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen. Tugas. Peringatan: 1. 4. 2. 8. Mencari data yang dibutuhkan berdasarkan tema naskah b. Aktivitas 1 2 Kasubbag Data dan Info 3 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi -Sekretaris Menerima disposisi dari -Kabag PHP pimpinan Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kabag PHP 2.

Pelaksana No Aktivitas Info 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

6.

7.

Subbag Data dan Informasi Kasubbag Mengkoreksi Pengolah data pada Data dan draft awal naskah oleh Subbag Da- Info ta dan Info atasan Mengkoreksi Kabag PHP Sekretaris draft final naskah oleh atasan Kasubag Pengolah Membuat dan mence- data pada Data dan Info Subbag tak materi Data dan penyajian Info (power point) berdasarkan naskah Kabag PHP Sekretaris Menyerahkan hasil penyusunan naskah dan bahan tayangan

Kabag PHP

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Naskah net

Tersajinya bahan penyajian/ tayangan naskah

2 jam

Inspektur Jenderal

Naskah dan bahan tayangan

Bahan penya- 15 menit jian naskah pimpinan

356

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN

MULAI

Penerimaan disposisi pimpinan

Penyiapan Bahan

Penyusunan Draft

Koreksi Ya Draft Naskah

Perbaikan Draft Naskah

Tidak Penyusunan tayangan pencetakan naskah

Penyerahan hasil naskah

SELESAI

357

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ENTRY DATA SIMHP
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; Keterkaitan: 1. SOP Penatausahaan LHA 2. SOP Analisis LHA/STL Khusus 3. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Peringatan: 1. Jika analisis LHA belum dikirim ke subbag Data dan Info dalam waktu 3 hari per LHA/STL setelah tanggal penerimaan akan memperlambat proses pengentrian. 2. Jika hasil analisis tidak segera dientry mengakibatkan penyajian data tidak aktual. Pelaksana No 1. Aktivitas Menerima hasil analisis LHA 1 Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info 2 Pengolah data pada Subbag data dan info 3 Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. Memahami aplikasi SIMHP 2. Mampu mengoperasikan aplikasi SIMHP 3. Telah mengikuti pelatihan aplikasi SIMHP

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, lemari arsip, ATK, Buku kendali, buku petunjuk pengoperasian SIMHP, buku kodefikasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Hasil analisis 2. Rekap data SIMHP

2.

Mengadministrasikan hasil analisis LHA ke dalam buku kendali 3. Menginput hasil analisis ke dalam aplikasi SIMHP sesuai

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 1. Hasil Analisis Terhimpunmenit nya data 2. LHA hasil analisis dan LHA 15 Teradminis1. LHA menit trasikannya 2. Buku hasil analisis kendali dan LHA

Ket

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

1. Hasil analisis Terinputnya 2. Aplikasi SIM- hasil analisis pada aplikasi HP SIMHP

1 hari

358

Pelaksana No Aktivitas prosedur baku entry data Mengendalikan entry data Mengkonfirmasikan data yang kurang jelas Mengembalikan analisis LHA yang telah dientry 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

Kasubbag Data dan Info Tim Audit

Kabag PHP

Aplikasi SIM HP Tim entry SIMHP LHA

Kasubbag Data dan Info Penganalisis pada Subbag AHP Internal

6.

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

Hasil analisis

Terciptanya 1 pengendalihari an entry data Terciptanya 1 data entry hari yang valid & akuntabel 30 Terkirimnya hasil analisis menit LHA ke Subbag AHP Internal

359

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIMHP

MULAI

Penerimaan Hasil Analisis LHA

Pengadministrasian Hasil Analisis

SELESAI

Pengembalian Hasil Analisis

Entry Data Hasil Analisis

Pengendalian Entry Data

Konfirmasi Permasalahan Data ya

tidak

Kasubbag AHP Internal

Auditor

360

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP LAPORAN TRI WULAN HASIL PENGAWASAN
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Sidang DPSTL SOP Analisis BPK-RI, BPKP, dan Dumas SOP Penyajian Data SOP Pengadministrasian LHA Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data hasil kinerja pengawasan; b. Mengolah data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI, dan Dumas; c. Mengolah data pendukung pengawasan (perencanaan, keuangan, SDM, Kepegawaian, Tata Usaha)

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, ATK, USB

Peringatan: 1. Agar masing-masing subbagian menyerahkan data ke subbagian Data dan Informasi Hawas paling lambat 7 hari setelah berakhirnya triwulan ybs. 2. Keterlambatan penyerahan data akan mengakibatkan terlambatnya penerbitan laporan triwulan. Pelaksana No 1. Aktivitas Mengumpulkan data dari bagian terkait 1 Kasubbag Data dan Info 2 1.Bag I 2.Bag II 3.BagIV 4.Irwil 3

Pencatatan dan Pendataan: Rekap data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI dan Dumas Kegiatan kesekretariatan Kegiatan Pimpinan Perkembangan SDM

Pengolah data pada subbag Data dan Informasi

2.

Mengolah data

Pengolah data pada

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Terkumpulnya 1. Surat hari permintaan data: - Realisasi 2. Instrumen PKPT 3. Telepon - Realisasi Non PKPT - Kepegawaian - Keuangan - Data hasil pengawasan Data dari Sub- Terolahnya 5 Sub Bagian data untuk hari

Ket

361

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3

3.

4.

5.

6.

7.

8.

subbag Data dan Informasi Menyusun Pengolah draft naskah data pada laporan subbag Data dan Informasi MenyerahPengolah kan draft data pada naskah subbag laporan Data dan Informasi Mengoreksi 1.Kasubbag draft naskah di Bagian laporan PHP 2.Kasubbag TU Irwil 3.Kasubbag Evalap Memperbaiki Pengolah draft naskah data pada subbag yang telah Data dan dikoreksi Informasi Pengolah Mencetak draft naskah data pada final laporan subbag Data dan Informasi MenandataKabag PHP ngani naskah laporan Menggandakan laporan Rekanan percetakan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan draft naskah yang telah terkumpul, komputer Data dari Sub- Tersusunnya 3 sub bagian, draft naskah hari komputer laporan

Ket

Kasubbag Data dan Info

Kabag PHP

Draft naskah yang telah selesai dibuat

Diterimanya draft naskah laporan

20 menit

Kabag PHP

Sekretaris

Draft naskah laporan yang telah selesai dibuat

Terkoreksinya draft naskah laporan

2 hari

Draft naskah hasil koreksi

Terselesaikannya naskah laporan Tercetaknya draft naskah final laporan

1 hari

Draft naskah final laporan

1 jam

Sekretaris

Naskah final laporan

9.

Laporan yang telah ditandatangani 1. Laporan 2. Surat pengantar 3. Buku ekspedisi

10. Mendistribu- Pengolah sikan laporan data pada subbag Data dan Informasi

Ditandatanganinya naskah laporan Terealisasinya penggandaan laporan Terdistribusikannya laporan kepada pihak-pihak terkait

2 jam

2 hari

1 hari

362

FLOWCHART SOP LAPORAN TRIWULAN HASIL PENGAWASAN

MULAI

Pengumpulan Data

Pengolahan data

Penyusunan Draft Laporan

Koreksi Laporan

Tidak

Cetak Laporan

Penggandaan Laporan

Ya Perbaikan Draft Naskah Laporan Pendistribusian Laporan

SELESAI

363

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP MONITORING PENERBITAN LHA
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 369 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 tentang Penye-lenggaraan Ibadah Haji dan Umrah; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT; 2. SOP Pelaksanaan Riksus; 3. SOP Pengadministrasian LHA. Peringatan: Jika laporan monev penerbitan LHA tidak disusun mengakibatkan sulitnya membandingkan antara realisasi audit dengan realisasi penerbitan LHA Pelaksana No Aktivitas 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Perencanaan dan Program 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data penerbitan LHA; b. Mengkonfirmasikan data penerbitan LHA yang belum terbit kepada Subag TU Inspektur Wilayah; c. Mengolah dan menyajikan data penerbitan LHA; d. Mengoperasikan komputer.

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, Printer, ATK

Pencatatan dan Pendataan: Realisasi PKAT per bulan; buku kendali LHA; Rekap RKAT per bulan

1. Menghimpun data auditan yang tercantum dalam RKAT perbulan 2. Menghimpun data realisasi PKAT bulan lalu 3. Menghimpun data realisasi penerbitan LHA 4. Mencatat dan menginput data auditan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Data RKAT TerkumpulJam nya data auditan RKAT per bulan Data realisasi PKAT Terkumpulnya data realisasi PKAT Terhimpunnya data LHA terbit 1 Jam

Ket

Pelaksana pada Subbag Evalap

Para Kasubbag TU Irwil

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Data realisasi penerbitan LHA

1 Jam

Pengolah data pada Subbag

Data RKAT, Data realisasi PKAT,

Tercatat dan terinputnya data RKAT

2 jam

364

No

Aktivitas

1

Data dan yang tercanInfo tum dalam RKAT dan realisasi PKAT

5.

Membandingkan data realisasi PKAT yang telah diinput dengan realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

6.

Mengkoreksi rekap data monitoring realisasi penerbitan LHA

Kasubbag Data dan Info

7.

Mencetak data monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

8.

Menyampaikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan komputer , dan data Buku Kendali realisasi PKAT dalam buku kendali dan komputer -LHA Tersinkro1 -Buku Kendali nisasinya jam -Data realisasi data -PKAT realisasi PKAT dengan realisasi penerbitan LHA Kasubbag Pengolah Rekap data Terkoreksi1 TU Irwil data pada LHA terbit di nya rekap jam Subbag sekretariat, data Data dan rekap data monitoring Info LHA terbit di realisasi Irwil penerbitan LHA 1 TercetakRekap data Jam nya rekap monitoring data realisasi monitoring penerbitan realisasi LHA penerbitan LHA 30 Kasubbag Kabag PHP Rekap data Tersampaimenit Data dan Info monitoring kannya data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA kepada Sekretaris Terdokumentasikannya rekap data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA 15 menit

Pelaksana

Ket

9.

Mendokumentasikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

365

FLOWCHART SOP MONITORING PENERBITAN LHA

MULAI

Penghimpunan Data RKAT

Penghimpunan Data Realisasi PKAT

Penghimpunan Data Realisasi Penerbitan LHA

Pencatatan Data RKAT dan realisasi PKPT

Pembandingan Data realisasi PKAT dg realisasi penerbitan LHA

Koreksi Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Cetak Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Penyampaian data monitoring realisasi penerbitan LHA

ARSIP

SELESAI

366

Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Buku jam kendali per LHA pada buku kendali Irwil 2. kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 5. Memahami sistem pendokumentasian LHA Peralatan/Perlengkapan: Meja. Peringatan: 1. lemari arsip. 4. Pelaksana No 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN LHA Dasar Hukum: 1. Buku kendali 7 hari 367 . ATK. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal 3. 7. LHA Terdistribusikannya LHA ke Subbag AHP Internal Tercatatnya LHA pada buku kendali 1 hari Ket 2. Mampu mengadministrasikan LHA pada buku kendali 2. Aktivitas Menerima dan mencatat LHA dari TU Irwil Mendistribusikan LHA ke Subbag AHP Internal untuk dianalisis Menerima LHA yang telah dianalisis 1 Pelaksana TU Irwil 2 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Jika pengembalian LHA yang telah dianalisis melebihi batas yang telah ditentukan. maka mendapat teguran dari atasan langsung. LHA 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Jika LHA tidak teradministrasi dengan baik akan menyulitkan pelayanan pada bagianbagian yang membutuhkan. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Tugas. LHA 2. Ekspedisi LHA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Tercatatnya 1. komputer. 2. Buku kendali per Irwil 2. 2. 6. 3. 1. Buku kendali Pencatatan dan Pendataan: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keterkaitan: 1. 2. Peminjaman LHA 2. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. SOP Analisis LHA/STL Khusus.

LHA Terdokumen jam 2. Aktivitas Mendokumentasikan LHA 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 1.Pelaksana No 4. Almari arsip tasikannya LHA per Irwil pada almari arsip secara sistematis Ket 368 .

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN LHA MULAI Penerimaan LHA Dari Irwil Pencatatan LHA Pendistribusian LHA untuk dianalisis Penerimaan LHA Hasil analisis Pendokumentasian LHA SELESAI 369 .

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.Kabag PHP Kasubbag risir data yang Data dan dibutuhkan Informasi Hawas Menjalankan/ Pelaksana mengoperasi pada Subkan program bag Data aplikasi SIM. SOP Analisis BPK-RI. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tugas. SOP Penyusunan Statistik Haswas Peringatan: Penyajian data dan informasi hasil pengawasan bersifat rahasia dan harus dapat dipastikan bahwa pengguna data ini merupakan pihak-pihak yang bertanggungjawab Pelaksana No 1. SOP Penyusunan Profil Haswas 3. 7. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Mampu menyajikan data dengan format yang benar Peralatan/Perlengkapan: Meja. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mampu melakukan pengolahan data 3. Mampu menjalankan aplikasi SIMHP 2. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan analisis SIMHP 2. Printer. kursi. 2. Fungsi. Keterkaitan: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3. dan Dumas 2. komputer. 4 Menginventa. 6.dan Informasi HP Mensortir data Pelaksana berdasarkan pada Subpermintaan/ke bag Data dan Inforbutuhan masi Memeriksa Kasubbag format peData dan nyajian data Informasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kertas dan Terinvenpulpen tarisirnya data yang dibutuhkan Program Komputer deaplikasi ngan aplikasi SIMHP SIM HP Waktu 1 jam Ket 5 menit Komputer dengan aplikasi SIMHP Tersortirnya data sesuai permintaan /kebutuhan Terperiksanya format laporan 5 menit Format laporan penyajian data 5 menit 370 . 4. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. BPKP. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.

Mencetakan data sesuai dengan format yang telah dikoreksi Pelaksana pada Subbag Data dan Informasi 6.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 5.Tersampai10 masi Hasil Pekannya hasil menit ngawasan penyajian data kepada pihak-pihak terkait Ket 371 . Mendistribusi kan hasil pencetakan Kasubbag Data dan Informasi Kabag PHP Pengguna /pimpinan Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan penyajian data secara utuh dan benar 10 TerselesaiKertas kannya pen.menit Printer Aplikasi SIMHP cetakan data dan informasi hasil pengawasan dengan baik sesuai kebutuhan Data dan Infor.

FLOWCHART SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS MULAI Inventarisir Data Pengoperasian Program Aplikasi SIMHP Pensortiran Data Koreksi Format Data Tidak Ya Perbaikan Format Data Cetak Laporan Mendistribusikan Laporan SELESAI 372 .

Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. SOP Analisis BPK-RI. dan Dumas 2 Terinvenjam tarisirnya data temuan Pelaksana No 1. BPKP. BPKP.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PROFIL HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. BPK-RI dan Dumas 3. 3. USB Pencatatan dan Pendataan: 1. BPKP. 2. temuan hasil BPK RI dan audit Itjen. Keterkaitan: 1. Mampu mengoperasikan komputer 2. BPK-RI dan Dumas Menginventarisir data temuan 1 Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Penganalisis pada Subbag AHP eksternal dan Dumas 3 Penganalisis pada Subbag AHP internal Ket 2. Mampu menyusun profil hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. BPKP. Fungsi. Printer. BPKRI. Dumas BPKP. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. 3. Peringatan: Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan dan pengolahan data. Tugas. BPK RI dan Dumas Tersusunnya draft profil haswas 2 jam 373 . 3. 2. BPK RI dan dumas Terolahnya data temuan haswas 2 jam Data temuan/ rekap Itjen. Aktivitas Mengumpulkan data temuan hasil audit Itjen. ATK. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Rekap data temuan Itjen. dan Dumas. Rekap data temuan BPK-RI. BPKP. 2. Pengolah data pada Subbag data dan info haswas Mengolah data Pengolah data pada temuan Subbag haswas data dan info haswas Penyusunan Pengolah profil haswas data pada Subbag data dan info haswas Data temuan/ rekap Itjen. BPKP. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 TerkumpulRekap data hari nya data Itjen. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. Rekap data temuan Dumas. Rekap data temuan BPKP. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Penyajian Data.

Pelaksana No 5. Penyampaian profil haswas Kasubbag data dan info Kabag PHP Tersampai10 kannya profil menit haswas kepada Sekretaris 374 . Mencetak profil haswas Tercetaknya profil haswas 5 menit 7. Aktivitas Mengkoreksi draft profil haswas 1 Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Kasubbag Data dan Info 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Draft profil Terkoreksinya draft profil haswas Waktu 30 menit Ket 6.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PROFIL PENGAWASAN MULAI Pengumpulan Data Penginventarisir Data Pengolahan Data Penyusunan Draft Profil Koreksi Profil tidak Cetak Profil ya Perbaikan Draft Penyampaian Hasil Profil SELESAI 375 .

Rekap data Terolahnya data dan Itjen 2. dan Dumas 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. BPKP. Rekap data bentuk Waktu 1 hari Ket 2 hari 1 hari 376 . Rekap nya data data Itjen dan 2. Mampu menyusun statistik hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Meja. Rekap data BPK-RI 4. Mengolah data dan informasi haswas Pelaksana pada Subbag Data dan Info 3. Jika data dan informasi yang dibutuhkan tidak lengkap dan akurat maka akan mempersulit proses pengolahan data. BPKP. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Rekap data informasi haswas BPKP 3. 2. BPK-RI dan Dumas 2. Peringatan: 1. komputer. Menghimpun data dan informasi haswas 2. Rekap data BPKRI 4. SOP Penyajian Data. Rekap data Dumas 1. Fungsi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 3. Rekap informasi data haswas BPKP 3. kursi. Menyajikan data dan informasi haswas dalam bentuk Pelaksana pada Subbag Data dan Info Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terhimpun 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Memahami ilmu statistik 3. 4. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan informasi haswas 1. Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana pada Subbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Analisis Haswas Eksternal dan Dumas 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. Rekap data haswas dalam BPKP 3. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Rekap data Dumas 1. Printer. Tugas. Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan data. 2. Rekap data Tersajinya data Itjen 2. SOP Analisis BPK-RI.

Menyusun laporan statistik haswas 5. Rekap data statistik Dumas Tersusun Rekap data nya laporan hasil pengstatistik awasan haswas Konsep laporan Terkoreksi statistik nya laporan statistik haswas TerselesaiKertas kannya Printer pencetakan File Laporan laporan Statistik statistik hasil pengawasan Buku laporan Terganda statistik kan dan terdistribusikannya laporan statistik Waktu Ket 10 hari 1 hari 1 hari 7. Menggandakan dan mendistribusikan laporan statistik kepada pihakpihak terkait Pelaksana pada Subbag Data dan Info 1 hari 377 .Pelaksana No Aktivitas grafik dan statistik 4. Mengkoreksi laporan statistik haswas 6. Mencetak laporan statistik Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kabag pelaporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan grafik dan BPK-RI 4.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN MULAI PENGHIMPUNAN DATA PENGOLAHAN DATA PENYAJIAN DATA PENYUSUNAN LAPORAN KOREKSI LAPORAN tidak ya PERBAIKAN LAPORAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN LAPORAN SELESAI 378 .

SUBBAG PERLENGKAPAN   379 .Lampiran 10  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM 1. SUBBAG TATA USAHA 2. SUBBAG RUMAH TANGGA 3.

5.  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG TATA USAHA 1. 11.Lampiran 4. 6. 4. 7. 13. 10. 8. 12. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas SOP Penggandaan Dokumen SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Penomoran Surat SOP Penerimaan Faksimile SOP Penatausahaan Surat Masuk SOP Pengiriman Surat Khusus Dan Biasa SOP Pengiriman LHA-STL SOP Peminjaman Arsip SOP Retensi Arsip SOP Kliping Berita Pengawasan SOP Arsip Bersejarah SOP Penataan Berkas Arsip 380 . 9. 3.1. 2.

SOP Pencairan Anggaran 3. meja. dan Pegawai Tidak Tetap. Keterkaitan: 1. 7. SOP SPPD 2. Memiliki kemampuan verifikasi. dan Pegawai Tidak Tetap.05/2008 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK. 4. Aktivitas Pegawai yang melakukan perjalanan dinas memberikan bukti-bukti perjalanan dinasnya kepada tim verifikasi 1 Pegawai yang melakukan perjalanan dinas 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. SOP Pelaksanaan PKAT 4.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Seluruh bukti Terkumpulperjalanan nya bukti dinas (tiket. bukti perbukti hotel dll) jalanan dinas dari pegawai yang melakukan perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan 381 . Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-37/PB/2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-34/PB/2007 tentang Petunjuk Pelaksaanaan Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. PMK Nomor 07/PMK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. pensil. SOP Monev Peringatan: Bukti-bukti perjalanan tersebut kepada tim verifikasi paling lambat 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas. 3. kursi. keterlambatan akan berakibat pada keterlambatan SPPD rampung dan penghitungan selisih lebih/kurang Pelaksana NO. 6. 2. ATK. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Riksus 5. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Kertas. Pegawai Negeri. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 1. Komputer. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/148/2006 tentang Analisis Beban Tugas dan Uraian Jabatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 5. Pegawai Negeri.

Hasil Rekap Subbag RT 382 . bukti-bukti perjalanan dinas auditor dan inspektur wilayah Menerima Tim dan mem. Sekretaris Tim memberiVerfikasi kan paraf pada Hasil Rekap verifikasi yang disetujui serta menyerahkan hasil Rekap Verifikasi ke Pejabat Pembuat Komitmen Pejabat Menerima Hasil Rekap Pembuat Komitmen Verifikasi. yang meBoarding Pass lakukan perjalanan dan Invoice dinas Hotel Terverifikasinya berkas perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan Pelaksana Berkas KPPN perjalanan dinas 25 Menit Pelaksana Subbag RT Hasil rekap verifikasi Terevaluasinya kebenaran berkas rekap verifikasi sebelum disetujui Pejabat Pembuat Komitmen 30 Menit Hasil Rekap yang disetujui diberikan kepada Subbag Keuangan dan Subbag Rumah Tangga Hasil Rekap Verifikasi . bukti perRincian Awal jalanan dari Bendadinas dari hara. 2 Aktivitas 1 2 Pelaksana Subbag RT 3 3 4.Tersele1 Hari saikan-nya 6.Pelaksana NO. 5. Bukti Riil pegawai Kuitansi. . Tiket. Kasubag mengum. Menerima.Verifikasi verifikasi berkasberkas perjalanan dinas pegawai dan auditor serta mengecek kembali Kewajaran.TU Irwil pulkan dan merekap berkas. Selanjutnya hasil rekap verifikasi diberikan kepada Sekretaris Tim. Menerima. TerkumpulSurat Pernya buktinyataan. menyetu-jui dan menandatangani Hasil Rekap Verifikasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas.

Kuitansi Riil.Terkumpulnya kuitansi yang telah ditandatangani oleh yg bersangkutan . . . . .Terdistribusikannya Kuitansi Riil kepada yang bersangkutan Subbag Keuangan SPPD Rampung. Aktivitas Verifikasi diolah guna penyelesaian SPPD Rampung .Pelaksana NO.Menyelesaikan Keuangan yang terdapat selisih lebih/atau kurang harus disertai dengan kuitansi yang dikeluarkan oleh bendahara keuangan Memberitahukan kepada pegawai atau auditor hasil final rekap verifikasi untuk mengeta1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SPPD Rampung Waktu Keterangan .Menerima Kuitansi Riil Perjalanan Dinas setelah ditandatangani oleh yang bersangku tan.Merekap Selisih Lebih/atau kurang.Terwujudnya kuitansi Riil Perjalanan Dinas.Terdatanya rekap selisih lebih/ kurang . .Membuat Kuitansi Riil Perjalanan Dinas.Terselesaikannya 1 Hari keuangan beserta masalah lebih/ kurangnya 7. Tim verifikasi Kuitansi Riil Tersampaikannya Kuitansi riil 1 hari • Tanggapan atas selisih kurang atau lebih diberikan waktu 1 hari setelah menerima 383 .Mendistribusikan Kuitansi Riil Kepada Yang bersangku tan .

Pelaksana NO. 384 . • Selisih kurang atau lebih harus diselesaikan paling lambat 3 hari setelah menerima kuitansi riil. Aktivitas hui adanya selisih kurang atau lebih 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan rekap pemberitahuan.

FLOWCHART SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS MULAI PEGAWAI/ AUDITOR KASUBAG TU IRWIL TOLAK TIM VERIFI KASI TERIMA SEKRETARIS TIM VERIFIKASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SUBBAG RUMAH TANGGA SUBBAG KEUANGAN TIM VERIFIKASI SELESAI 385 .

4.Terwujudni Kasubag nya tanda sebagai bukti pemohon permohonan penggandaan dokumen. Pencatatan dan Pendataan: 1. Formulir peminjaman arsip 2 Memverifi. ATK. dapat menghambat penggandaan dokumen Pelaksana NO. pensil. Mampu mengoperasikan Risograph Peralatan/Perlengkapan: Mesin fotokopi. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. 7. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGGANDAAN DOKUMEN (FOTOKOPI/RISOGRAPH) Dasar Hukum: 1. TertandaFormulir tanganinya permohonan penggandaan Formulir permohondokumen an pengditandagandaan tangani barang. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 2.Kasubbag TU kasi permohonan penggandaan dokumen Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. SOP Pengadaan barang 2. 1. Kertas. SOP Permintaan Barang Persediaan Peringatan: Keterlambatan permintaan kertas pada kondisi kertas habis. Terisinya Formulir formulir Penggandaan pengganDokumen daan yang telah dokumen ditandatanga 2. Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. kursi. Risograph. formulir penggandaan dokumen. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. Mampu mengoperasikan Fotokopi 2. meja. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 3. 6. Agenda penggandaan dokumen. Aktivitas Mengajukan Penggandaan Dokumen 1 Pemohon 2 Kasubbag Pemohon 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kasubag TU Waktu 10 Menit Keterangan 5 Menit 386 . Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: 1. Agenda arsip surat 2. 5.

Mencatat Jumlah dokumen yang tellah digandakan 7.Pelaksana NO. Menyerahkan dokumen yang telah digandakan kepada pemohon Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerdataFormulir Penggandaan nya informasi Dokumen. pemohon Agenda Penggandaan Penggandaan Dokumen Dokumen Dokumen Terlakyang akan sananya digandakan permohonan penggandaan Dokumen Dokumen Terpastiyang akan kannya digandakan jumlah dokumen yang digandakan Terkendali nya jumlah kertas yang terpakai Terlaksananya Permohonan Penggandaan dokumen Waktu 30 Menit Keterangan 10 Menit 10 Menit 5 Menit 2 Menit 387 . 3 Aktivitas Mencatat Permohonan Penggandaan Dokumen 1 Pengadministrasi Umum 2 3 4. Menghitung Pengadmijumlah nistrasi dokumen Umum yang digandakan 6. Menggandakan Dokumen Pengadministrasi Umum 5.

FLOWCHART SOP PENGGANDAAN DOKUMEN MULAI PENGAJUAN PENGGANDAAN DOKUMEN PENCATAAN PERMOHONAN PENGGANDAAN DOKUMEN MENGGANDAKAN DOKUMEN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENYERAHKAN DOKUMEN YANG TELAH DIGANDAKAN KEPADA PEMOHON SELESAI 388 .

5. TerciptaPejabat Penelitian Konsep LHA. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN SURAT DINAS Dasar Hukum: 1. Dossier nya surat/ nistrasi Konsep LHA-STL LHA-STL Surat Biasa/ Umum Unit Pengolah LHA-STL 15 Konsep Surat. Printer. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peringatan: 1. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. 2. Konsep Surat. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. Kursi. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Buku Surat Keluar Pencatatan dan Pendataan: Buku Surat Keluar NO. Komputer. 1. Pena. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. dan pemSurat yang STL berian paraf berurutan dapat secara Konsep dipertanghirarkis Surat gungjawab kan Aktivitas Keterangan 389 . Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. 6. Pensil. 3. 2 Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output Waktu 1 2 3 Perlengkapan 30 Dasar Konsep TerkonsepPembuatan PengadmiMenit Surat. Konsep Surat diteliti kemudian diparaf oleh pejabat terkait sebelum ditandatangani oleh pejabat berwenang guna pertanggungjawaban surat. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 3. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan.nya konsep Menit terkait.

3 Aktivitas Penandatanganan Surat Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Konsep Surat TersediaPejabat nya Surat yang telah yang berKeluar/ diparaf wenang LHA-STL yang telah ditandatangani Pejabat Waktu 15 Menit Keterangan 390 .NO.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN SURAT DINAS MULAI PEMBUATAN KONSEP SURAT PENELITIAN DAN PEMBERIAN PARAF KONSEP SURAT TOLAK TERIMA PENANDA TANGANAN SURAT TOLAK TERIMA SURAT DINAS ARSIP SELESAI 391 .

Buku Ekspedisi Surat 3. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENOMORAN SURAT Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Agenda Arsip surat keluar. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 2. 6. Kualifikasi Pelaksana: 1. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Nota Pengadministrasi Umum Unit Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 Surat Keluar/ Tersusunnya secara Menit LHA-STL urut suratyang telah surat yang ditandasiap detangani ngan penoPejabat moran sesuai kartu kendali 15 Surat Keluar/ Terklasifika -sinya surat Menit LHA-STL hingga peyang telah nomoranditandanya tangani Pejabat Keterangan 392 . Buku Kendali Surat Keluar. Aktivitas 1 2 3 Pengajuan PengadmiPenomoran nistrasi Surat Umum Unit Pengolah 2 Pemilahan surat atas Jenis Penomoran Surat (Surat Keluar. Printer. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. 4. Pena. Pensil. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. 5. 3. Konsep Surat. Buku Kendali Surat Keluar 2. Agenda Arsip Surat Keluar Peringatan: 1. 1. Komputer. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Pelaksana NO. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peralatan/Perlengkapan: Meja. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama.

Surat Tugas 4. Nota Dinas. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3 Dinas. Penggandaan Surat guna pengarsipan Pengadministrasi Umum Unit Pengolah Surat Keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Terciptanya surat keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Tersedianya Arsip Surat pada Unit Pengolah dan Unit tata Usaha 10 Menit 10 Menit 393 . Surat Tugas) Penomoran PengadmiSurat nistrasi Umum Unit Tata Usaha Buku Kendali Surat Keluar.Pelaksana NO. SK. SK.

SURAT TUGAS) PENOMORAN SURAT PENGGANDAAN SURAT GUNA PENGARSIPAN ARSIP SELESAI 394 . SK. NOTA DINAS.FLOWCHART SOP PENOMORAN SURAT MULAI PENGAJUAN PENOMORAN SURAT KLASIFIKASI SURAT ATAS JENIS PENOMORAN SURAT (SURAT KELUAR.

Faks Masuk. Pelaksana NO. TerwuDaftar Faks judnya Masuk pengendalian nomor Surat PengadminisDaftar Masuk trasi Umum Surat TU Sekretriat 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan faksimile Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. 6. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. kursi. taunya Alat PenoInformasi moran Surat Surat masuk Masuk Waktu 15 Menit Keterangan 15 Menit 10 Menit 395 . 3. agenda surat. Arsip Surat Masuk Peringatan: Kealpaan/keterlambatan permintaan nomor dan tanggal surat masuk atas facsimile yang diterima mengakibatkan kesalahan dalam pengagendaan surat masuk dan akan menjadi kendala ketika surat akan dimintakan kembali. 1. Pengagendaan surat masuk 2. Aktivitas Menerima Faks Masuk 1 Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks 2 2 Pemberian Nomor dan Tanggal Surat Masuk terhadap faks yang diterima Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks Pengadministrasi Umum TU Sekretriat Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Daftar Faks Adanya Masuk Penanggung jawab Penerima Faks Masuk. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. TerpanMasuk. 2. 4. 1. pensil. ATK. meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. faksimili. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. komputer. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1.

Pelaksana NO. 3. Aktivitas Penggandaan Surat guna pengarsipan 1 Pengadministrasi Umum Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Tersedianya Arsip yang telah Surat pada ditandaUnit Pengtangani dan olah dan memiliki Unit tata tanggal dan nomor Surat Usaha Waktu 10 Menit Keterangan 396 .

FLOWCHART SOP PENERIMAAN FAKS MASUK MULAI MENERIMA FAKS MASUK PEMBERIAN NOMOR DAN TANGGAL SURAT MASUK TERHADAP FAKS YANG DITERIMA ARSIP PENYAMPAIAN LEMBAR FAKS KEPADA PEJABAT TUJUAN FAKS SELESAI 397 .

tanpa pemberian nomor surat masuk. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Pengadministrasi Umum.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. Surat PriAgenda Surat badi. agenda surat. meja. ATK. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. tujuan surat. dan tanggal masuk surat. pensil. 3. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. 6.terklasifikasi atas Surat kasi Surat Dinas dan Masuk Surat Pribadi. faksimili. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Adanya PeMasuk nanggung jawab penerima Surat Masuk Surat Masuk. Surat Masuk Daftar Klasifi. Aktivitas Menerima Surat Masuk 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Pemilahan Surat Pengagendaan Surat Pribadi Pengadministrasi Umum. Terdatanya Pribadi Surat Pribadi dalam Agenda Waktu 10 Menit Keterangan 15 Menit 15 Menit 398 . 3. 2. Keterlambatan surat atau paket oleh pihak pos atau ekspedisi mengakibatkan keterlambatan pengolahan surat. Surat Pribadi cukup dicatat asal surat. 5. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Pelaksana NO. komputer. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Arsip Surat Masuk Peringatan: 1. Seluruh surat dinas selain surat dinas yang bersifat rahasia diperkenankan dibuka dan ditelaah isinya atas persetujuan Kepala Subbagian Tata Usaha. 1. 4. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. kursi. Pengagendaan surat masuk 2.

Daftar Surat Dinas Menit Klasifikasi Masuk Surat Masuk mendapat nomor dan tanggal surat masuk 2. 5. Pengadministrasi Umum. Surat Dinas 1. terserahterimakan ke unit tujuan surat Buku Kendali Surat masuk Surat masuk 10 TerserahMenit Surat Dinas yang tidak Pengadmi nistrasi 399 .Khusus dasarkan urgensi surat Arsiparis 6. Sekadministrasi retaris dan Khusus Para Irwil pada Unit tata usaha Terklasifi10 Urgensi Surat Dinas kasinya atas Menit surat: Masuk yang atas urgensi . Daftar Masuk Menit telah terKlasifikasi terklasifiklasifikasi Surat Masuk kasi atas diserahkan surat untuk pada pengIrjen. dikonsultasikan kepada Kasubbag TU atau Kabag Umum. klasifikasi. dipindai (scan)/ dicopy untuk pengarsipan Surat masuk. atau yang Masuk Mesin ditujukan penting/ Photocopy kepada khusus.Rahasia. mendesak Surat Scanner.Pelaksana NO. Pengagendaan Surat Dinas Pengadministrasi Umum. Serahterima PengadmiSurat ke nistrasi unit tujuan Khusus surat Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Masuk Pribadi. Terdatanya Surat Dinas dalam Agenda Surat Dinas Masuk Surat Dinas Surat Dinas 10 Surat yang Masuk.Biasa Buku Agenda Surat Dinas Masuk 10 Untuk surat Adanya Surat Dinas Menit tertentu/ arsip/Copy Masuk penting/ arsip atas Penting. Aktivitas 1 2 3 3. telah tersurat .Penting. Pemilahan Surat Dinas Masuk berdasark an tujuan surat. Pemilahan Pengadmi Surat Dinas nistrasi Masuk ber. Setiap 15 Masuk. Surat 10 buku kendali masuk telah Menit surat masuk. 4. Irjen. .

7. Ses. Waktu Keterangan didisposisikan lebih lanjut oleh Irjen. dan para Irwil.Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 Umum Unit tujuan surat 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan terimakan kepada Pejabat Tujuan Surat dengan melampirkan lembar disposisi. selanjutnya disimpan sebagai arsip. Serah terima disposisi surat ke unit pengolah Pengadministrasi Umum Unit tujuan surat Pengadmi nistrasi Umum Unit Pengolah Surat Buku Kendali Surat masuk Surat Masuk 10 Telah terMenit serahterimakan ke unit pengolah surat Surat masuk 10 Terserahteri Menit makan dari Pejabat Tujuan Surat ke pengolah surat untuk ditindaklanjuti 400 . buku kendali surat masuk. Surat masuk.

PARA IRWIL) ARSIP SURAT IRJEN PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT SURAT SES PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PARA IRWIL PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PENYAMPAIAN SURAT PRIBADI KEPADA YBS PENYAMPAIAN SURAT KE IRJEN PENYAMPAIAN SURAT KE SES PENYAMPAIAN SURAT KE PARA IRWIL IRJEN SEKRETARIS PARA IRWIL PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH S E L E S A I 401 . SEKRETARIS.FLOWCHART SOP PENATAUSAHAAN SURAT MASUK MULAI MENERIMA SURAT MASUK PEMILAHAN SURAT ATAS SURAT PRIBADI DAN SURAT DINAS PENGAGENDAAN SURAT PRIBADI PENGAGENDAAN SURAT DINAS PEMILAHAN SURAT BERDASARKAN TUJUAN SURAT (IRJEN.

dengan Tujuan surat. 3. Agenda Surat Keluar 2. faksimili. Surat khusus dalam Kota (Pusat dan DKI Jakarta) dibawa sendiri oleh petugas yang ditunjuk untuk menyelesaikan persoalan dalam surat tersebut. Buku Kendali Surat Keluar Mencatat Pengadmisurat keluar nistrasi siap kirim Umum dalam buku agenda surat keluar serta mengarsipkannya Arsiparis 2. TerkirimAgenda Surat nya Surat Keluar Kuitansi Terbayarkan nya biaya Waktu 10 Menit Keterangan 10 Menit 60 Menit 15 Menit 402 . PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Caraka/Kurir 2. Dikehendaki tanggapan segera . agenda surat keluar. Cara ini dilakukan bila . Bermaksud memberi penjelasan lebih lanjut tentang isi surat. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. 5. Pengiriman surat Khusus dalam kota (DKI Caraka/ Kurir Bendahara Itjen/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Terdatanya Keluar Surat keluar. Hal surat. Pelaksana NO. Tanggal dan Nomor surat keluar Daftar Arsip Adanya arsip Surat Keluar Surat keluar Surat Keluar.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA Dasar Hukum: 1. buku kendali surat keluar Pencatatan dan Pendataan: 1. 6. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Peringatan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Keterlambatan atau penundaan pengiriman surat akan berakibat pada keterlambatan penyampaian surat. Kualifikasi Pelaksana: 1. Surat berkualifikasi sangat rahasia. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. 4.

Pelaksana NO. Bukti pengiriman surat Kuitansi. Bukti pengiriman melalui jasa pos Waktu Keterangan 30 Menit Terbayarkannya biaya pos dan pengiriman surat 15 Menit Surat luar kota dikirim dengan jasa pos/telegram/ faksimile/jasa ekspedisi sesuai dengan urgensi surat 403 . Aktivitas Jakarta. Agenda Surat Keluar. Pusat) 1 2 3 3. Pengadministrasi Umum Pengiriman Caraka/ Kurir atau surat PengadmiKhusus & nistrasi Biasa luar Umum kota Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pengiriman surat Surat Keluar.

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA MULAI MENERIMA SURAT KELUAR ARSIP PENCATATAN SURAT KELUAR PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 404 .

PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. disampaikan langsung kepada pejabat terkait pada Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Departemen Agama 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN LHA-STL Dasar Hukum: 1. 5. 1. agenda pengiriman LHASTL. Pengiriman LHA-STL dalam kota Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Daftar LHATerdatanya Menit STL LHA-STL secara rinci. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana NO. LHA-STL untuk Pusat dan DKI Jakarta. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Sidang DPSTL Peringatan: 1. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. guna menjamin kepastian dan pengendalian penyampaian. menggunakan surat pengantar pengiriman disertai dengan ceklist/Berita Acara Pengiriman. Keterkaitan: 1. 6. 4. Agenda Arsip LHA-STL Mencatat LHA-STL siap kirim dalam buku agenda LHA-STL serta mengarsipkannya 2. Agenda Pengiriman LHA-STL 2. Daftar Arsip LHA-STL Adanya arsip LHASTL 10 Menit Keterangan Arsiparis Caraka/ Kurir Terkirimnya LHA-STL. Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. SOP Pelaksanaan PKAT 3. Caraka/Kurir 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Agenda LHA. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 3. SOP Riksus 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. LHA/STL Daerah dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi tercatat. Khusus terhadap pengiriman LHA/STL penjatuhan hukuman disiplin. 3. agenda Arsip LHA-STL. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. dikirim dengan kurir (caraka) yang ditunjuk secara khusus guna efektifitas dan keamanan.LHA-STL STL 60 Menit 405 .

Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Pengiriman Caraka/ LHA-STL Kurir luar kota Kwitansi Terbayarkannya biaya pengiriman LHA-STL.Pelaksana NO. Agenda Surat Keluar. 15 Menit Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Surat Keluar. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3. Bukti pengiriman surat Kwitansi. Bukti Terbayarkannya pengiriman melalui jasa biaya pos pengiriman pos LHA-STL 30 Menit 15 Menit 406 .

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN LHA-STL MULAI PENCATATAN LHA-STL ARSIP PENGIRIMAN LHA-STL DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN LHA-STL LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 407 .

Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. formulir peminjaman arsip. 3. 6. Pencatatan Pengadmi Peminjaman nistrasi Umum Arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. ATK. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. Arsip dapat dipinjamkan dengan rentang waktu tidak lebih dari 3 jam. Terisinya Formulir formulir Peminjaman penimjam arsip -an arsip 2. Agenda peminjam Waktu 10 Menit Keterangan 20 Menit 30 Menit 408 . kursi. 4. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. Agenda arsip surat 2. Pelaksana NO. 5.Terwujudnya tanda bukti permohonan peminjam -an arsip Daftar Arsip/ Penemuan LHA-STL kembali arsip yang dibutuhkan Terdatanya Formulir informasi peminjaman arsip. Pencatatan dan Pendataan: 1. meja. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Penerimaan PengadmiPengajuan nistrasi Peminjaman Umum arsip Arsiparis 2. pensil. komputer. Formulir peminjaman arsip 1. 7. 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip surat. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Kartu Tanda Penduduk/Kartu Indentitas peminjam arsip agar ditinggal dalam buku peminjaman selama arsip belum dikembalikan sebagai jaminan pengembalian arsip. 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: SOP Penataan Berkas arsip Peringatan: 1. lebih dari itu dikhawatirkan arsip akan sulit dipertanggungjawabkan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN ARSIP Dasar Hukum: 1.

Terdatanya 10 ngembalian bahwa arsip Menit Arsip yang dipinjam telah dikembalikan 60 Arsip. TerwuMenit Arsip/LHAjudnya STL pengembalian arsip pada folder/ tempat dimana arsip itu berasal 2.Pelaksana NO. Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Peminjaman arsip dan Arsip arsip yang dipinjam 15 Tergantikan Formulir Menit Peminjaman nya arsip arsip. Data 1. Formulir Pe. Folder yang tempat arsip dipinjam yang dipinjam dengan formulir yang telah diisi oleh peminjam arsip. Dapat dipastikan arsip dalam keadaan baik dan lengkap Keterangan 409 . Aktivitas 1 2 3 Arsiparis 3. Menerima arsip yang telah dikembalikan Memeriksa kelengkapan dan keadaan arsip secara berkala Pengadmi nistrasi Umum 4.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN ARSIP MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN ARSIP PENCATATAN PEMINJAMAN ARSIP PEMINJAM ARSIP PENCARIAN ARSIP OLEH ARSIPARIS MENERIMA ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN MEMERIKSA KELENGKAPAN ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN PENGEMBALIAN ARSIP KE PENYIMPANAN SEMULA SELESAI 410 .

Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2. TerdataRetensi Arsip nya arsip- Waktu 5 Tahun Sekali Keterangan 2 Jam 2 x 24 Jam 411 . Pengecekan Arsiparis Arsip berda. SOP Arsip Bersejarah Peralatan/Perlengkapan: Agenda Arsip Surat. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. lembar jadwal retensi arsip. 3. Terkumpul -nya arsip Berita Acara Pemindahan statis dari unit pengArsip olah ke unit arsiparis TU Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Acara PeArsip mindahan Arsip Jadwal 1. lembar berita acara pemindahan arsip. Peringatan: 1.TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip Stasis. SOP Penataan Berkas Arsip 2. ATK. lembar berita acara pemusnahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis 5. 6. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 2. 7. Pemusnahan Surat hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip 4. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RETENSI ARSIP Dasar Hukum: 1. 4. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. Berita Acara Pemusnahan Arsip. Keterkaitan: 1. Pelaksana NO. 1. lembar permohonan persetujuan pemusnahan arsip. Daftar Pertelaan Pemusnahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dimusnahkan. alat penghancur kertas. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. 3. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Jadwal Retensi Arsip 3. 2. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan.

Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Pemusnaha n arsip Kepala Subbag Tata Usaha 4. Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. 412 . Aktivitas sarkan Jadwal Retensi Arsip 1 2 3 3. Pengisian Berita Acara Pemusnah an Arsip Pemusnahan Arsip Arsiparis TU 6. Arsip hkannya Arsip In in Aktif yang Aktif yang akan dimusnahkan telah tidak terpakai Waktu Keterangan Terpantaunya secara hirarkis arsiparsip yang akan dimusnahkan 15 Menit 15 Menit 1 Jam Arsip yang dimusnahkan harus benar-benar musnah. Arsiparis TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan arsip berdasarkan urgensi dan jadwal retensinya 2.Pelaksana NO. Terdatanya arsip statis yang bernilai sejarah 1 Jam Surat Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Subbag Tata Usaha Surat Permo1 Jam honan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kabag Umum Terisinya Formulir Daftar Pertelaan Pemusnahan Pertelaan PemusArsip nahan Arsip Daftar Berita Terisinya Berita Acara Pemusnahan Acara PemusArsip nahan Arsip Termusna Persetujuan atasan.

FLOWCHART SOP RETENSI ARSIP MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS IN-AKTIF PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN JADWAL RETENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PEMUSNAHAN ARSIP PEMUSNAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 413 .

Agama. Pengantar Kepala Bagian Pencatatan dan Pendataan: 1. Lembar Kendali. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. SOP Dumas Peringatan: Pemberitaan Pengawasan di lingkungan Dep.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. 7. Internet. PengadmiMembaca dan Mencari nistrasi berita yang Umum/ Pengadberkaitan dengan Dep. majalah. Agama di media massa mutlak diketahui seluruh pimpinan Inspektorat Jenderal Dep. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. 1. 3.Umum/ bahan lain Pengadminstrasi Subbagian Teknis Perlengka Kliping pan 2. lembar print-out pemberitaan internet yang menjadi bahan kliping yang memadai 15 Bahan 1. TerindenMenit Kliping. Keterlambatan. ATK nya surat kabar. Keterkaitan: 1. Jadwal Retensi Arsip 3. 6. ketiadaan pengiriman kliping berita pengawasan dapat mempe-ngaruhi kinerja Inspektorat Jenderal Pelaksana NO. lembar kendali. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pemahaman pengawasan analisis berita Peralatan/Perlengkapan: Koran. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. minstrasi Teknis Agama Kliping Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Bahan TerkumpulMenit Kliping. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. 2. 5. ATK. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Pengambilan Pengadmisurat kabar nistrasi dan bahan. Majalah. ATK tifikasinya bahanbahan kliping dari pem- Keterangan 414 . 2. 4. SOP Riksus 2.

Pengadministrasi Umum/ Pengadminstrasi Teknis Kliping Mengganda. majalah pada blanko kliping yang telah dibuat 4.Para kabag (4) . 2. serta dapat dipantau keterkirimannya secara berkelanjutan 20 Menit 415 .minstrasi antar Kepala Teknis Kliping Bagian Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan beritaan yang telah dibaca.Para Irwil (5) PengadmiMengirim nistrasi kliping Umum/ dengan kartu kendali Pengaddan peng. .Pengadmikan kliping nistrasi Umum/ tersebut Pengaddengan minstrasi fotokopi sebanyak 11 Teknis Kliping Eksp.Sekretaris. Agama Kliping. 5. Aktivitas 1 2 3 3. ATK nya kliping Menit berita pengawasan Dep. Tersedianya bahan kliping Bahan Terwujud15 Kliping. Mengkliping Surat kabar. Surat Pengantar Kepala bagian Umum Terkendalinya pengiriman kliping pengawasan. Kartu Kendali.Irjen. Dengan peruntukan : . fotokopi Tersedian ya kliping berita pengawas an 20 Menit Keterangan Kliping.Pelaksana NO. .

FLOWCHART SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN MULAI PENERIMAAN SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MEMBACA DAN MENCARI BERITA YANG BERKAITAN DENGAN DEPAG MENGKLIPING SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MENGGANDAKAN KLIPING ARSIP MENGIRIM KLIPING SELESAI 416 .

4. 6. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. jadwal retensi Arsip. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. 7. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Peringatan: 1.TU aran urgensi arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terkumpul. 3. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Daftar Pertelaan Pemindahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dipindahkan ke ANRI. lembar permohonan persetujuan pemindahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip Statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Pengecekan Arsiparis Arsip berda. 2. 1. Jadwal Retensi Arsip 3. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis.arsip Arsip olah ke unit arsiparis TU 2 Jam Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Arsip Acara Pemindahan Arsip Jadwal Terdatanya 2 x 24 Jam Retensi Arsip arsip statis yang bernilai sejarah Keterangan 417 . Berita Acara Pemindahan Arsip 2. Pemindahan arsip hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan 2. ATK.Sesuai Arsip Stasis. lembar berita acara pemindahan arsip. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH Dasar Hukum: 1. sarana transportasi. Pelaksana NO. Keterkaitan: SOP Retensi Arsip Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip. 3. nya arsip Berita Acara jadwal Pemindahan statis dari retensi unit peng.

(ANRI) tujuan Penyerahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Bagian Umum Formulir Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah Daftar Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah Persetujuan atasan. Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. Arsip Bersejarah Waktu 1 Jam Keterangan 1 Jam 4.Terpantaunya secara honan Persetujuan Pe. 3.hirarkis nyerahan Arsip arsip-arsip yang ditujukan bersejarah kepada Kasub. Aktivitas 1 2 3 Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Penyerahan arsip Kepala Subbag Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Permo.Nasional honan Perse.yang akan diserahkan bag Tata ke Arsip Usaha Surat Permo.Pelaksana NO. Terisinya 15 Daftar Menit Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah 15 Terisinya Menit Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah 1 Jam Terwujudnya Penyerahan Arsip Bersejarah ke Arsip Nasional (ANRI) 418 . Arsiparis Pengisian Berita Acara TU Penyerahan Arsip Bersejarah Penyerahan Arsiparis TU Arsip Bersejarah 6.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN URGENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PENYERAHAN ARSIP KE ANRI PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PENYERAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PENYERAHAN ARSIP PENYERAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 419 .

doos/boks arsip Pencatatan dan Pendataan: 1.Pengadmikasi Arsip nistrasi Umum/ Arsiparis 3. Daftar Terklasifika -sinya arsip klasifikasi berdasararsip kan klasifikasi arsip fasilitatif Arsip. Daftar klasifikasi arsip Penerimaan PengadmiArsip Masuk nistrasi Umum/ Arsiparis 2. SOP Arsip Bersejarah Peringatan: Arsip disusun berdasarkan daftar klasifikasi surat. SOP Retensi Arsip 2. folder. Daftar arsip 2. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. Mengindeks PengadmiArsip nistrasi Umum/ Arsiparis 4. Terwujuddaftar indeks nya tanda arsip pengenal Waktu 15 Menit Keterangan 10 Menit 15 Menit 15 Menit 420 . Daftar Terkumpulnya arsip klasifikasi statis dari arsip unit pengolah ke unit arsiparis TU Arsip. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. rak arsip. Keterkaitan: 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Dafftar klasifikasi arsip. 4. 5. 3. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 1. Pelaksana NO. Mengklasifi. 2. agenda arsip. 7. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. kartu kendali. Menentukan PengadmiIndeks nistrasi Berkas (titel) Umum/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAAN BERKAS ARSIP Dasar Hukum: 1. 6. yang berisikan pengelompokan berdasarkan rincian masalah dan pelaksanaan fungsi dan kegiatan. lembar Terbedaindeks arsip kannya arsip/ surat dengan yang lainnya dalam satu berkas Berkas arsip.

Pelaksana NO. 6. Aktivitas 1 Arsiparis 2 3 5. nya penata.Menit rak arsip an arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Keterangan Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Daftar arsip. Kode klasifikasi arsip 15 TerwujudMenit nya kartu kendali arsip guna mempermudah Pencarian arsip 421 . Penataan Arsip dalam doos/boks arsip serta penyusunan -nya pada rak arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Penyusunan kartu kendali Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan berkas yang tersesuaikan apakah dalam bentuk dossier. Tersusun30 boks arsip. rubrik atau seri Berkas arsip.

FLOWCHART SOP PENATAAN BERKAS ARSIP MULAI PENERIMAAN ARSIP MASUK MENGKLASIFIKASI ARSIP MENGINDEKS ARSIP MENENTUKAN INDEKS BERKAS (TITEL) PENATAAN BERKAS DALAM BOKS/DOOS BERDASARKAN KLASIFIKASI ARSIP PENYUSUNAN KARTU KENDALI ARSIP SELESAI 422 .

12. 8. 13. 5. 7. 4. 2. 11. SOP Gaji SOP Pelayanan Tamu SOP Pemakaian Ruangan dan Peralatan SOP Pemeliharaan SOP Penayangan Berita Website SOP Pengamanan SOP Perbaikan Instalasi Listrik SOP Permintaan Konsumsi SOP Permintaan Perbaikan SOP Peminjaman Kendaraan SOP Protokoler SOP SPPD SOP Uang Makan 423 . 9. 3. 10.Lampiran 11  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG RUMAH TANGGA 1. 6.

Pejabat Negara. Rekap gaji 2. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. faksimile. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar Hukum: 1. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah. dan Penerima Pensiun/ Tunjangan 4. slip. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. SOP Pengajuan Anggaran. membuat rekap. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. komputer/laptop. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. Daftar gaji Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 4 Dimulai Rekap. slip. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. setiap tgl 5 amplop dan hari bulan sebenomor lumnya pengambilan 424 . kursi. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. 2. amplop berserta nomor 1 Pelaksana Sub bag RT 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. telepon. 1. ATK.

Pelaksana NO. Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG Terkirimnya daftar gaji SP2D PDG 7 hari Pelaksana Subbag RT Data pengambilan gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag Keuangan RT Tersedianya uang gaji di kantor 1 hari 425 . a. Aktivitas pengambilan Membuat Daftar Gaji 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 2. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6. Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b. PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji 3 hari 2 jam 3. Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANG Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 426 .

Sub bag amplop RT dan nomor pengambilan Waktu 4 hari Keterangan Dimulai setiap tgl 5 bulan sebelumnya 427 . ATK.SATKER INSPEKTORAT JENDERAL Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar hukum: 1. SOP Pengajuan Anggaran. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. kursi. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. Rekap gaji 2. membuat rekap. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. 2. Pejabat Negara. Daftar gaji NO. telepon. 1. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. Pelaksana slip. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. faksimile. amplop berserta nomor pengam- Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Rekap. slip. komputer/laptop. Dan Penerima Pensiun/Tunjangan 4. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri.

Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b. 3.NO. Aktivitas bilan. Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG 2 jam PDG 7 hari Pelaksan a Subbag RT Data pengambil an gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag KeuRT angan Tersedian ya uang gaji di kantor 1 hari 428 . Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5. Membuat Daftar Gaji Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji Terkirimn ya daftar gaji SP2D Waktu 3 hari Keterangan 2. Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6. a.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANGAN Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 429 .

ATK. 1. Aktivitas Meminta Kartu Identitas dan atau Surat Tugas dari setiap tamu yang datang Mencatat Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Memberikan Kartu Tamu 1 Satuan Pengamanan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Umum Peralatan/Perlengkapan: Meja. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Pengamanan Peringatan: Setiap tamu yang datang harus menunjukkan Kartu Identitas dan atau Surat Tugas (kecuali untuk tamu VVIP) Pelaksana No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN TAMU Dasar hukum: 1. kursi. telepon Pencatatan dan Pendataan: Buku Tamu Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan DiketahuiKartu Idennya Kartu titas dan Identitas atau Surat dan atau Tugas Surat Tugas dari tamu yang datang Buku Tamu Tercatatnya Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Teridentifikasinya setiap tamu yang datang Waktu 5 menit Keterangan 2 Resepsionis 5 menit 3 Resepsionis Kartu Tamu 1 menit 4 5 Mengkomu nikasikan kepada pimpinan melalui staff pimpinan perihal kedatangan Tamu Mengkonfirmasikan kesediaan Resepsionis Telephone 5 menit Resepsionis Telephone Informasi kesediaan dan waktu 5 menit 430 . Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. SOP Pengajuan Konsumsi 2.

Pelaksana No. Waktu Keterangan 6 Satuan Pengamanan 5 menit 7 Staff Pimpinan Permintaan jamuan tamu 1 jam 8 Petugas Pengemudi Kasubbag Rumah Tangga Permintaan peminjaman kendaraan dinas 15 menit 431 . Aktivitas dan waktu pimpinan untuk menerima tamu Mengarahkan tamu ke ruang pimpinan Menyiapkan jamuan tamu pimpinan Menyiapkan kendaraan untuk transportasi tamu pimpinan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pimpinan untuk menerima tamu Tertujunya tamu pada pimpinan yang dimaksud Tersedian ya jamuan tamu Tersedianya kendaraan.

FLOWCHART SOP PELAYANAN TAMU MULAI MEMINTA KARTU IDENTITAS ATAU SURAT TUGAS TAMU MENCATAT IDENTITAS TAMU MEMBERIKAN KARTU TAMU MENGKOMUNIKASIKAN KEPADA PIMPINAN MELALUI STAFF PIMPINAN PERIHAL KEDATANGAN TAMU MENGARAHKAN TAMU KE RUANG PIMPINAN MENYIAPKAN JAMUAN TAMU PIMPINAN SELESAI 432 .

kursi. ATK. Mencatat peminjaman ruangan/ peralatan dalam Buku Kendali. meja. komputer/ laptop. Menyiapkan ruangan/ peralatan dan Kasub bag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit Pelaksana Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Tercatatnya peminjaman ruangan/ peralatan di buku kendali Tersedianya ruangan/ peralatan yang siap untuk 5 menit Pemohon Ruangan / peralatan yang siap digunakan 1 jam 433 . peralatan. telepon. Surat/blanko permohonan penggunaan ruangan/peralatan 2. Buku kendali Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terkirimnya Blangko / blangko/ surat permohonan surat permohonan Waktu 1 jam Keterangan Mengajukan permohonan penggunaan ruangan/ peralatan ke Subbag Rumah Tangga 2 Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga 3 1. Pelaksana NO. Aktivitas 1 Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang peralatan terkait Peralatan/Perlengkapan: Ruangan. 1. 2. Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN Dasar hukum: 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Peminjaman/penggunaan ruangan dan peralatan dilayani jika tidak sedang digunakan dalam kegiatan lain. Pencatatan dan Pendataan: 1.

Aktivitas 1 2 3 4 menyerah kannya pada penanggung jawab dari pihak peminjam sesuai aturan yang berlaku Melaporkan Pemohon pemakaian ruang / tempat kepada Subbag Rumah Tangga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan digunakan Waktu Keterangan Kasubbag Rumah Tangga Laporan Kembalinya Ruangan dan peralatan dalam kondisi seperti semula 5 menit 434 .Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON LAPORAN SELESAI KEGIATAN PEMOHON SELESAI 435 .

KENDARAAN DINAS. SOP Pencairan dana LS 2. KMA Nomor 324 tahun 2002 tentang Petunjuk pengadaan. PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS Dasar hukum: 1. Penyedia Jasa Peringatan: Seluruh jenis pemeliharaan BMN harus dilaksanakan oleh Subbag Rumah Tangga dengan persetujuan PPK Pelaksana NO. faksimile. 1. kursi. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. komputer/laptop. Menganalisa surat yang telah didisposisi Kabag Umum 2. mesin tik.Kabag Umum sisi surat permintaan perbaikan kepada Kepala Subbagian Rumah Tangga (RT) untuk memproses pelaksanaan pekerjaan 2 1. KMA Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama 2. SOP Pengadaan 3.Tersampai kannya perintah pembuata n surat permintaan penawaran 1 jam 436 . Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Mendispo. GEDUNG.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN. ATK. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. telepon. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat permintaan penawaran harga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Nota dinas Terdisposisinya Surat Permintaan perbaikan Wakt Keterangan u 1 jam Kasubbag RT Surat tugas/Memo 1. terselesaikannya analisa disposisi Kabag Umum 2.

Terselesaikannya analisa HPS 3. Menyampai kan Surat Permintaan Penawaran kepada penyedia barang/jasa Pelaksana Disposisi RT Kabag umum 1. 3 1. Meneliti HPS. Menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Terselesaikannya konsep Surat Perminta an Penawaran 2. Tersiapkannya HPS 3. Membuat konsep Surat Permintaan Penawaran. Tersampaikannya perintah untuk mengirim surat permintaan penawaran kepada rekanan Pelaksana Surat RT Permintaan Penawaran Terkirimnya Surat Permintaan Penawaran 2 Jam 1 jam 437 . 1. Menyerahkan konsep Surat Permintaan Penawaran dan HPS kepada Kasubbag RT 4. Terserah -kannya konsep HPS kepada Kasubbag RT 2 hari Kasubbag RT 1. 5. Menugaskan pelaksan a untuk mengirim Surat Perminta an Penawar an kepada penyedia barang/ jasa. 2. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Wakt Keterangan u kepada penyedia barang/ jasa terpilih. Terbu1.Pelaksana NO. 3. 3. Konsep buhinya Surat tanda Permintaan tangan Penawaran pada surat 2. Konsep perminHPS taan penawaran 2. Mengana -lisa dan menanda -tangani konsep surat perminta an penawar an 2.

Pelaksana NO. Aktivitas 1 Kasubbag RT 2 PPK 3

6. 1. Menerima, meneliti penawara n harga dari penyedia barang/ jasa. 2. Mengoreksi dan menegosiasi harga penawara n dengan penyedia barang/ jasa; 3. Membuat dan menyeles a-ikan Surat Perintah Kerja (SPK) 4. Meneliti kuitansi, faktur, SSP dan faktur pajak selanjutny a menugaskan pelaksana untuk membuat Bukti Kas Tetap (BKT) 7. Membuat konsep BKT dan menyampai kannya kepada Kasubbag RT 8 Meneliti dan memaraf BKT dan menyampaikannya kepada Kabag Umum/PPK 9 Meneliti dan menandatangani BKT

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Surat 1. Kuitansi, Penafaktur, SSP waran dan faktur Harga pajak 2. Surat Pena- 2. SPK 3. Faktur waran 4. Kuitansi Harga, Berita Acara Pemenang Pemilihan Lelang

Wakt Keterangan u Maksimal 30 hari

Pelaksana RT

Setelah pekerjaan selesai

Kasubbag RT

BKT

Terbubuhinya paraf pada BKT

1 Jam

Kabag Umum

BKT

Terbubuhinya tanda

1 Jam

438

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3

dan menugaskan pelaksana untuk menyampaikannya kepada Bendahara Pengeluaran 10 Menyampaikannya BKT kepada bendahara pengeluaran

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan tangan pada BKT

Wakt Keterangan u

Pelaksana BKT RT

Tersampaikannya BKT kpd bendahara pengeluaran

1 jam

439

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN, GEDUNG, KENDARAAN DINAS, PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS

MULAI

PENGAJUAN

KONSEP SURAT PERMINTAAN PENAWARAN HARGA KEPADA PENYEDIA JASA

MENYIAPKAN HPS

MENYAMPAIKAN SURAT PERMINTAAN PENAWARAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA

ANALISA

SETUJU

DITOLAK

KONSEP BUKTI KAS TETAP

PPK

BENDAHARA PENGELUARAN SELESAI

440

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE
Dasar hukum: 1. PP No 09 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 2. KMA No 137 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Informasi Keagamaan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Kegiatan Peringatan: Berita tidak akan ditayangkan jika tidak melalui dewan penyunting Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai jurnalistik dasar-dasar

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer/laptop, Kamera, ATK, Alat Perekam Pencatatan dan Pendataan: Database berita website Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bahan berita Bahan berita

Waktu 2 jam

Keterangan

2

Pelaksana Mencari Itjen dan menulis berita Mengumpu Tim lkan berita Website

Materi Berita

3

Menyunting berita Menayangkan berita

Dewan penyunting Tim Website

4.

Disposisi Kabag umum Materi berita

Terkumpulnya bahan berita Tersuntingnya berita Tayangan berita

1 Jam

2 hari 2 jam

441

FLOWCHART SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE

MULAI

PENCARIAN & PENULISAN BERITA

PENGUMPULAN BERITA

PENYUNTINGAN BERITA

PENANYANGAN BERITA

SELESAI

442

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENGAMANAN
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 13 Tahun 1961 tentang ketentuanketentuan pokok kepolisian negara 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Ketentuanketentuan pokok-pokok kepegawaian Keterkaitan: 1. SOP SIMAK 2. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: Kualifikasi Pelaksana: Satuan Pengamanan yang mendapatkan Surat Tugas

Peralatan/Perlengkapan: Kamera CCTV, HT, Lampu Senter, Buku laporan, Metal Detektor, Pentungan. Pencatatan dan Pendataan: 1. Daftar absensi satuan pengamanan 2. Buku catatan peristiwa 3. Buku catatan keluar masuk barang dari kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas Terdapatnya perintah secara umum Surat Tugas Terdapatnya perintah harian dan terkoordinasikannya kegiatan harian Surat Tugas Terlaksananya tugas harian Satuan Pengamanan Ket

Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3

Waktu 5 Menit 5 Menit

KomanMemberikan perintah secara dan Peleton umum 2 Mengeluarkan perintah harian dan mengkoordinasikan kegiatan harian 3 a. Melakukan tindakan pengaman-an gedung beserta barang inventaris kanto b. Melakukan pengamanan pada kendaraan dinas kantor da kendaraan pribadi c. Memberikan pelayanan kepada setiap pimpinan Inspektorat Jenderal d. Mengawasi keluar masuknya barang inventaris kanto e. Menutup dan mengunci seluruh pintu termasuk pintu gerbang pada

Koman dan Regu

Anggota

24 jam

443

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan

Mutu Baku Output Waktu Ket

hari jum’at mulai pukul 12.00 sampai dengan 12.30 (sholat Jum’at) f. Mencatat Setiap kendaraan yang keluar masuk d lingkungan Inspektorat Jenderal g. Menanyakan dan memeriksa setiap tamu yang datang baik keperluan maupun tujuannya 4. Menerima laporan pelaksana perihal kehilangan barang, Mengeluarkan barang dari kantor, penitipan kendaraan bermotor 5. Menerima perintah: 1. Menginvestigasi kasus kehilangan (Pencu-rian) 2. Mendampingi pelaksana pada saat mengeluarka n barang dari kantor 3. Menjaga kendaraan bermotor 6 Melaporkan kasus Pencurian kepada Kabag Umum dan Mengkoordinasikan kasus pencurian/ Tindak pidana lainnya dengan Kepolisian Wilayah jika dibutuhkan

Koman dan regu

Laporan

Teridentifikasinya laporan

5 menit

Anggota

Perintah

a. Terinvestigasinya kasus kehilangan b. Terdampinginya pelaksa-na pada saat mengeluarkan barang c. Terja-ganya kenda-raan bermotor

-

Koman dan regu

Bukti

Terdapatnya laporan kepada Kabag Umum dan terkoordinasinya dengan polda

segera

444

FLOWCHART SOP PENGAMANAN

MULAI

PERINTAH UMUM KOMANDAN PELETON

PERINTAH HARIAN KOMANDAN REGU

PELAKSANAAN TUGAS PENGAMAN

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS

LAPORAN KASUS/TINDAK PIDANA KE POLDA

SELESAI

445

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR
Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Permintaan Perbaikan 2. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. Prosedur ini tidak berlaku bagi perawatan rutin dan berkala. 2. Usulan perbaikan yang dilayani adalah untuk perbaikan ringan atau sifatnya betul-betul mendesak. Pelaksana NO. 1. Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik / air Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memeriksa tingkat kerusakan dan mencatatnya dalam Buku Kendali 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Keahlian dalam perbaikan instalasi listrik

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, ATK, telepon, peralatan tekhnisi Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat / blanko permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik 2. Buku Kendali

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Blangko/ Terkirimsurat nya blangpermohonan ko/surat permohon an

Waktu 1 jam

Keterangan

2

Kasubbag Rumah Tangga

Blangko/ surat permohonan

Terdisposisinya blangko/ surat permohonan

5 menit

3

Pelaksana Subbag Rumah Tangga

Anggota

Disposisi Kasubbag Rumah Tangga

4.

Memperbaiki kerusakan

Teknisi

Petugas PLN / PAM

Bukti kerusakan

10 Terdetekmenit sinya tingkat kerusakan dan tercatatnya jenis kerusakan dalam Buku Kendali 1 jam Teratasiatau nya keterganrusakan

Jika tingkat kerusakan ringan

446

Pelaksana NO. Aktivitas instalasi listrik / air 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan instalasi listrik / air

Waktu tung tingkat kerusa kan

Keterangan ditangani secara swakelola, tapi jika tidak mampu maka dilaporkan kepada PLN / PAM

5.

Melaporkan pelaksanaan perbaikan kepada Kasubbag Rumah Tangga

Teknisi

Anggota

Laporan

Adanya laporan pelaksanaan perbaikan

10 menit

447

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR

MULAI

SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT

KASUBBAG RUMAH TANGGA

PENGECEKAN DAN PENCATATAN TINGKAT KERUSAKAN

TEKHNISI SUBBAG RUMAH TANGGA

PETUGAS PLN

LAPORAN

SELESAI

448

Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Untuk permintaan konsumsi bagi lebih dari 50 orang. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI Dasar Hukum: 1. Pelaksana NO.nya blangko/ surat honan permohonan Waktu 1 jam Keterangan 2 Kasubbag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit 3 Pelaksana Penyedia jasa Subbag konsumsi Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Pesanan konsumsi 10 menit 4. Surat Permohonan diajukan ke Subbag Rumah Tangga maksimal 1 hari sebelum hari H. Buku Kas Subbag RT Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerkirimBlangko / surat permo. Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan konsumsi pada Subbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memesan konsumsi sesuai dengan permintaan pemohon Menerima konsumsi yang dipesan 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengatur menu Peralatan/Perlengkapan: ATK. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 2. Penyedia jasa konsumsi Pelaksana Subbag Rumah Tangga Tanda Terima / Kuitansi Diterimanya konsumsi yang dipesan 10 menit 449 . direktori toko kue dan rumah makan Pencatatan dan Pendataan: 1. telepon. Prosedur ini tidak berlaku bagi unit-unit kerja yang telah memiliki dana talangan konsumsi tersendiri. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Rapat Peringatan: 1. Surat / blanko permohonan permintaan konsumsi 2.

Pelaksana NO. 5.TercatatSubbag luaran Kas nya bukti Rumah dari Penyedia pengeTangga Jasa Konluaran di sumsi Buku Kas Subbag Waktu 5 menit Keterangan 5 menit 450 . Aktivitas Menyerahkan pesanan konsumsi kepada pemohon. Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan DiterimaPelaksana Pesanan konsumsi nya peSubbag sanan Rumah konsumsi Tangga oleh pemohon Pelaksana Bukti Penge. Mencatat Bukti Pengeluaran di Buku Kas Subbag 1 2 6.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK PEMESANAN KONSUMSI KEPADA PENYEDIA JASA PEMOHON PENYERAHAN PESANAN KONSUMSI KEPADA PEMOHON PENCATATAN BUKTI PENGELUARAN KAS SELESAI 451 .

SOP Pengadaan barang 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR Dasar Hukum: Keputusan Menteri Agama Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/ kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Kasubbag Surat 3 Kasubbag RT permintaan RT mendisperbaikan posisikan surat tersebut kepada Pelaksana RT Pelaksana 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai Keahlian memperbaiki komputer dan alat-alat kantor Peralatan/Perlengkapan: Meja. Melakukan RT Surat analisa Perbaikan awal terhadap 2. kursi. SOP Pemeliharaan Peringatan: Jika tidak koordinasi dengan Subbag perlengkapan (SOP Pengadaan barang) maka tidak mendapatkan penggantian barang yang baru Pelaksana NO. komputer/laptop. peralatan tehnisi Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Melaporkan Pelaksana kerusakan terkait barang inventaris kepada Subbag terkait. a. Terdapattingkat nya kerusakan barang alat olah inventaris data pada yang subbag rusak Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bukti TersamKerusakan paikannya laporan kerusakan Waktu 5 menit Keterangan Terealisasinya pembuatan surat permintaan perbaikan 1 jam Terdisposisinya Surat permintaan perbaikan kepada Pelaksana Terselesaikannya perbaikan barang inventaris jika kerusakan ringan 5 menit 5 jam 452 . 1. Disposisi 4. Kasubbag Laporan 2 Subbag Terkait Kerusakan terkait membuat surat permintaan perbaikan ditujukan kepada Kasubbag Rumah Tangga (RT).

Melakukan penggantian spare part jika perlu D. Mengem -balikan alat olah data Barang inventaris mengalami kerusakan berat Pelaksana Surat izin RT mengeluarkan barang Terealisasinya pembuatan surat izin mengeluarkan barang Terselesaikannya perbaikan barang inventaris kantor 5 menit Jika Barang tersebut mengalami kerusakan berat 6 jam 453 . Melakukan perbaikan di Subbag RT C. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan terkait b. Sub-bag 5. Mengarsipkan surat tersebut B. Memperbaiki alat barang inventaris di subbag terkait jika tingkat kerusakan ringan c.Pelaksana NO. Membuat laporan hasil kerja perbaika n olah data F. Memperbaiki barang inventaris di Subbag RT jika tingkat kerusakan berat. E. Mengajukan pembelian spare part. A. Membuat Terkait surat izin mengeluarkan barang kepada pelaksana RT 6.

Pelaksana NO.) Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan TerealiPelaksana Barang sasinya RT inventaris nota tidak dapat dinas diperbaiki rekomendasi Waktu 5 menit Keterangan Nota Dinas rekomendasi penggantian barang baru 5 menit Terealisasinya penggantian barang baru 454 . Aktivitas 1 2 8 Memberikan nota dinas rekomendasi penggantian barang inventaris jika sudah tidak layak pakai kepada Subbag terkait ditujukan kepada Subbag Perlengkapan Kasubbag Mengajuterkait kan permintaan alat olah data (sebagaimana diatur di dalam SOP Pengadaan barang No … tahun. …. 7.

FLOWCHART SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR MULAI LAPORAN KERUSAKAN KEPADA SUBBAG RUMAH TANGGA ANALISA TINGKAT KERUSAKAN RINGAN BERAT PELAKSANAAN PERBAIKAN DI SUBBAG TERKAIT SURAT IJIN MENGELUAR KAN BARANG PROSES PERBAIKAN DI SUBBAG RT LAPORAN PERBAIKAN MASIH LAYAK PAKAI TIDAK LAYAK PAKAI PENGEMBALIAN BARANG KE SUBBAG TERKAIT NOTA DINAS REKOMENDASI PENGGANTIAN BARANG SELESAI 455 .

Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Keputusan Menteri Agama Nomor 324 tahun 2002 tentang petunjuk pengadaan. komputer/laptop. SOP Kegiatan 2. Memiliki pengetahuan tentang kendaraan 2. Aktivitas Mengajukan permohonan penggunaan kendaraan dinas ke Kasubbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Mencatat peminjaman kendaraan dinas dalam Buku Kendali Menugaskan kepada 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Peminjaman/penggunaan kendaraan dinas dilayani jika kendaraan dinas tersedia dan dalam kondisi layak jalan. telepon. Pengemudi atau Perintah atau serah 456 . Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. meja. Surat / blanko permohonan penggunaan kendaraan dinas 2. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. kursi. Mampu mengemudikan kendaraan mesin/ Peralatan/Perlengkapan: Kendaraan Dinas. Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. 2. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS Dasar Hukum: 1. Buku kendali Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Blangko / Terkirimnya jam surat blangko/ permohonan surat permohonan 2 Kasubbag Rumah Tangga Kasubbag Terkait Blangko / surat permohonan 5 Terdispomenit sisinya blangko/ surat permohonan 3 Pelaksana Kasubbag RT Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga 5 Tercatatnya peminjaman menit kendaraan dinas di buku kendali Terselesaikannya 5 menit 4. 1. Jika terjadi kerusakan / kecelakaan / kehilangan maka menjadi tanggung jawab peminjam Pelaksana NO.

Pelaksana NO. Pengemu di atau pemohon Pelaksana PengembaRT lian kunci kendaraan + STNK Kembali-nya 5 kendaraan menit dinas dalam kondisi seperti semula 457 . Aktivitas pengemudi atau penanggung jawab dari pihak peminjam untuk mengemudikan kendaraan yang dipinjam Mengembalikan kendaraan kepada Subbag Rumah Tangga 1 pemohon 2 3 Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan serah terima terima kunci kendaraan + peminjaman kendaraan STNK dinas 5.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS MULAI SURAT PERMOHONAN DARI PEGAWAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON PENGEMUDI PENGEMBALIAN PEMOHON SELESAI 458 .

Keuangan Perenca. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. 1. Aktivitas Mendapatkan informasi kunjungan kerja pimpinan Membuat jadwal deskriptif keberangkatan dan kepulangan pimpinan dari daerah Menyiapkan petugas pendamping perjalanan pimpinan Berkoordinasi dengan sub bagian lain tentang materi dan arahan pimpinan di daerah Menyiapkan administrasi perjalanan dinas pimpinan dan pendam pingnya 1 Staff Pimpinan dan Petugas Protokoler Petugas Protokoler 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas Protokol Peralatan/Perlengkapan: HT. SOP SPPD Peringatan: Pelaksana NO. ID Card.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEPROTOKOLERAN Dasar Hukum: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Kartu Pass Bandara. Kasubbag RT Subbag terkait Soft copy dan print out materi dan arahan 1 hari 5. Laptop. Buku Agenda.SPPD naan Tersedianya kelengkapan administrasi 1 hari 459 . Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. Kendaraan Operasional Pencatatan dan Pendataan: Buku Agenda Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Undangan / Informasi Surat Tugas kunjungan kerja pimpinan Keterangan Waktu 5 menit Kasubbag Kabag RT Umum 2 Kasubbag RT Laptop / komputer Jadwal 15 deskriptif menit keberangka an dan kepulangan pimpinan 3 Kasubbag RT Surat Tugas Adanya petugas pendamping pimpinan Materi dan arahan 1 jam 4. SOP Peminjaman Kendaraan 2. Kasubbag RT Kasubbag Kasubbag Surat Tugas.

Petugas Protokoler Kasubbag RT Laporan Adanya laporan pelaksanaan keprotokoleran 1 jam 460 . Petugas Protokoler Kasubbag RT Kendaraan Kesiapan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan 1 hari 9. Aktivitas Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan pimpinan dan pendamping ke daerah Melakukan konfirmasi dan koordinasi petugas protokoler daerah Menyiapkan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan di bandara/ stasiun keberangka tan Melaporkan ke Kabag Umum terkait pelaksanaan keprotokoleran 1 Petugas Protokoler Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Perlengkapan TersediaKasubbag Kasubbag Tiket nya tiket RT Keuangan/ Bendahara Waktu 1 hari Keterangan 7. Petugas Protokoler daerah Petugas Kasubbag Telephone. 6.Pelaksana NO. Protokoler RT Fax Informasi dan koordinasi 1 hari 8.

FLOWCHART SOP KEPROTOKOLERAN MULAI KABAG UMUM KASUBBAG RUMAH TANGGA PELAKSANA RUMAH TANGGA PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS KEPROTOKOLERAN LAPORAN SELESAI 461 .

SPPD yang sudah diparaf Terbubuhinya tanda tangan 1 hari 462 . Rekap Tim/Individu 2. Pegawai Negeri. 2. ATK. Petunjuk Pelaksanaan Dirjen Perbendaharaan Nomor 21 tahun 2008 tentang perjalanan dinas jabatan dalam Negeri bagi Pejabat Negara. SOP Kegiatan Peringatan: Jika tidak mendapatkan surat tugas atau memo dari esseon III ke atas maka SPPD tidak akan diterbitkan Pelaksana NO.Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag RT Kasubbag Perencanaan Sekretaris/ Irjen Kabag I Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Sekretaris Nota dinas Terbitnya surat tugas Waktu 1 hari Surat tugas/ Memo SPPD Terbitnya SPPD Terbubuhinya paraf 1 hari 1 hari 3 4. Aktivitas Membuat surat tugas perjalanan dinas 1 2 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Komputer/laptop. dan Pegawai Tidak Tetap 3. SOP Riksus 3. faksimile. Petunjuk pelaksanaan Badan Kepegawaian Nasional Nomor 12 Tahun 2001 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. Pegawai Negeri. dan pegawai tidak tetap Keterkaitan: 1.05/2007 Tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. SOP Pelaksanaan PKAT 2. PMK Nomor 45 Tahun 2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN SPPD Dasar Hukum: 1. SPPD Rampung 3. PMK Nomor 62 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. mesin tik. Inpres Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri. PMK Nomor 64 Tahun 2008 tentang Standar Biaya Umum tahun anggaran 2009 5. telepon. Form SPPD. 1. Pegawai Negeri. dan Pegawai Tidak Tetap 4. Pegawai Negeri. Surat Tugas/ memo esselon III ke atas Keterangan 2 Membuat SPPD Memberik an paraf pada SPPD Memberikan tanda tangan pada SPPD . dan Pegawai Tidak Tetap 6. Pencatatan dan Pendataan: 1.Pelaksana Kabag Subbag pe Perencan rencanaan aan .

SPPD SPPD Rampung terbubuhi stempel Itjen dan tanda tangan Terisinya SPPD Yang Nomor sudah dan dibubuhi tanda tangan tanggal SPPD dan stempel satker 1 hari 1 minggu 463 . Menandatangani dan membubuhi stempel Memberi Nomor dan tanggal Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerbubuSPPD yang hinya sudah di bubuhi tanda stempel. 1. 6. Mengklasifikasika n SPPD tersebut berdasar -kan tim 3. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag RT 2 3 5. Mendistri -busikan SPPD kepada yang bersangkutan. Membubuhi stempel pada SPPD tersebut 2.Pelaksana NO. terklasifitangan kasinya dan terdistribusinya SPPD Waktu 1 hari Keterangan Pejabat obrik /satker yang dituju Pelaksana Subbag RT 7.

FLOWCHART SOP PENERBITAN SPPD MULAI SURAT TUGAS 1 SUBBAG RUMAH TANGGA 2 SPPD SPPD DIPARAF OLEH KASUBBAG PERENCANAAN & KABAG I 3 SPPD DITANDATANGANI OLEH SEKRETARIS ITJEN ATAU IRJEN SPPD DIDISTRIBUSIKAN KEPADA PEGAWAI / PEJABAT YANG BERTUGAS SPPD RAMPUNG 4 5 PEMBERIAN NOMOR SPPD RAMPUNG SELESAI 464 .

komputer/laptop. Membuat daftar uang makan c. amplop berserta nomor pengambilan b. kursi. ATK. PMK Nomor 22/PMK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN Dasar Hukum: 1. Rekap uang makan 2. SOP Pencairan Anggaran 2. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. PMK Nomor 64/PMK. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Kepegawaian 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. Daftar uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Database Terkirimnya rekap finger print absensi Waktu 1 jam Keterangan Mengirimkan rekap absensi pegawai ke Subbag RT setiap awal bulan 2 a. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. Mengirimkan daftar uang makan ke KPPN 3 Menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Pelaksana Subbag RT Rekap uang makan Terbitnya SP2D 4 hari Pelaksana KPPN Daftar uang makan Terbitnya SP2D 1 minggu 465 . PMK Nomor 06/PMK. faksimile.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 3. 1.02/2008 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2009 Keterkaitan: 1. Melakukan potonganpotongan.05/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22/PMK.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 2. telepon. maka uang makan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO.

Mendistri busikan amplop uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Tersampaikannya informasi tentang pencairan uang di Bank a. Terdistribusinya uang makan Waktu 1 hari Keterangan 1 hari 466 . Daftar uang pannya makan uang c. Nomor makan Pengamdi dalam bilan amplop 2.Pelaksana NO. Memasu Pelaksana Subbag kkan RT uang makan ke dalam amplop masingmasing pegawai b. 4. Amplop 1. Aktivitas Mengkonfirmasikan pencairan uang di Bank 1 2 Pelaksana Sub-bag RT 3 5. a. Tersimb.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN MULAI REKAP ABSENSI PEGAWAI POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR UANG MAKAN KPPN SP2D BANK 2 BAGIAN KEUANGAN 3 AMPLOP UANG MAKAN PEGAWAI SELESAI 467 .

8. 9. 6. 11. 5. SOP SIMAK SOP SIKAP SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris SOP Pengadaan Barang SOP Penghapusan Barang SOP Penggantian Barang Inventaris SOP Permintaan Barang Kebutuhan Sehari-hari SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN 468 . 7.Lampiran 12  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG PERLENGKAPAN 4. 10.

2. 4. SOP SIKAP. aplikasi SIMAK BMN Peringatan: 1. KMA Nomor 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. Ter-update. Kualifikasi Pelaksana: Paham Administrasi. Barang Persediaan Alat Tulis Kantor Bahan Komputer Alat Rumah Tangga Bahan Cetakan Barang inventaris kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan Itjen atas Barang barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan Diperoleh SP2D 2. 3. 4. 2. 3. Data barang persediaan diinput masuk keluar per satuan barang 469 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA Dasar Hukum: 1. Mengikuti Diklat SAI-SIMAK BMN Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 3. 6. Penginputan Petugas data input data SIMAK BMN 1. SOP Rekonsiliasi SAK-Simak. Keterkaitan: 1. 5. SOP Pengadaan barang. Pelaksana NO 1. sehingga tidak terlewat saat SIMAK akan dilaporkan. SOP Pengelolaan dan Pndistribusian BMN. Setiap Pengadaan harus segera diinput ke dalam aplikasi SIMAK BMN. SP2D. Aktivitas Pengadaan Barang 1 Panitia Pengadaan 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. PMK 59/PMK. 2. SOP Penghapusan Barang. Data barang nya data jenis SIMAK BMN penginventaris adaan diinput lengkap dgn penomoran & lokasi barang 3. 5. printer. Saat laporan SIMAK BMN selesai perlu dilakukan rekonsiliasi antara SIMAK BMN dengan SAI sehingga data yang dilaporkan sinkron. 2. PMA Nomor 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.Sesuai 2.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.

kesesuaian 2. Laporan Tersajinya SAI. Penyiapan laporan semesteran dan laporan tahunan 4.Pelaksana NO Aktivitas 1 Petugas input data SIMAK BMN 2 3 3. Rekonsiliasi Laporan SAI dengan Laporan SIMAK BMN Petugas Input data SIMAK BMN Petugas input data SAI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Tersajinya Seluruh kontrak/SPK laporan BMN dg & SP2D format dari semester aplikasi berjalan SIMAK BMN 1. Laporan laporan SAI SIMAK & SIMAK BMN BMN Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 3 hari 470 .

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI MULAI DOKUMEN PENGADAAN SP2D INPUT DATA BARANG LAPORAN SEMESTERAN DAN LAPORAN TAHUNAN REKONSILIASI LAPORAN SAI DAN SIMAK BMN SELESAI 471 .

SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN. SOP Pengadaan Barang. 4.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 3. Data barang. Nomor updatebarang. 3. Pelaksana NO. SOP SIMAK.Pengadmisian barang nistrasi barang inventaris inventaris Sesuai jumlah barang 4. Pendataan Barang inv. Data barang. SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris. di setiap ruangan. Terlaksana nya penda2. nya data Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 1. Paham Administrasi 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. PMK 59/PMK. 5. Keterkaitan: 1. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. Setiap 6 bulan sekali diadakan OFBI untuk pengecekan ulang. agar DIR dan data dari SIKAP sinkron. Saat barang telah didistribusikan pada ruangan yang membutuhkan. Urutan penomoran. rang inven2. 2. SIKAP harus di up date setiap saat. Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). Pengadaan Panitia Barang Pengadaan 2. KMA 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. 2. Ter2. 2. Penomoran Barang inventaris. Penomoran Pengadministrasi barang barang inventaris inventaris Sesuai dg jml pengadaan 3. Barang Persediaan. DIR. Aplikasi SIMAK BMN. Input data barang inventaris Petugas input data SIKAP Sesuai jumlah barang 472 . 2. 3. taris yang diperlukan 1. Pendistribu. Berita Acara Terlaksaserah terima nanya distribusi babarang.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) Dasar Hukum: 1. Pendistribusian Barang inventaris. Pengadaan Barang inventaris kantor. 6. 4. printer. taan barang sesuai nomor yang diberikan 1. Mampu mengoperasikan Aplikasi Komputer SIKAP Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan barang Barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari kantor 1. 3. PMA 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. maka segera diisi data ruangan sesuai berita acara yang ada. Peringatan: 1.

Input data peminjaman Input data SIKAP barang mobile/ barang pinjam Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 3. Berita Acara SIKAP serah terima barang. Barang nomor & Inventaris. barang per2. Data jumlah yang barang dipinjam mobile/ Tersajinya barang data terpinjam yang sebut dalam format tersedia aplikasi SIKAP Waktu Keterangan Sesuai jumlah barang 10 menit Sesuai jumlah pengeluaran barang 5 menit 473 . Tanda sediaan tangan dari atasan pemohon. 2. Permintaan Pemohon barang persediaan Administrasi barang persediaan 7. Data SIMAK format BMN. jenis barang 2. Aktivitas 1 2 3 Petugas . SIKAP. Input data penggunaan barang persediaan Petugas input data SIKAP Petugas 8. Kartu Persediaan 2.5 Input data barang per. BMN dg 2. Tersaji1. Pengisian Terpenuhiform nya kebupermintaan tuhan barang.Pelaksana NO. Form Pedata peminjaman minjam.input data SIKAP sediaan 6. TersajiBarang nya lap barang persediaan terakhir dg format SIKAP. Tersajinya kesesuaian data SIKAP & SIMAK BMN 1. 3. Faktur nya lap barang. 4. Tersajinya kesesuaia n data SIKAP & SIMAK BMN Tersajinya 1. Up date DIR 1. 3. Persetujuan dari kasubbag Perlengkapan Bon Permintaan 1.

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) MULAI PENGADAAN BARANG BARANG PERSEDIAAN INPUT DATA PERMINTAAN BARANG INPUT DATA BARANG INPUT DATA PENGELUARAN BARANG BARANG INVENTARIS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGISIAN FORM PEMINJAMAN INPUT DATA PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGEMBALIAN BARANG DISTRIBUSI BARANG INPUT DATA PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS SELESAI 474 .

UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 5. SOP SIKAP. Form Isian Peminjaman Pencatatan dan Pendataan: Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). 2. Keterkaitan: 1. Persetujuan 10 menit Diketahui merek dan nomor barang Kasubbag Perlengkapan 1. 2. Pelaksana NO Aktivitas 1 Penanggung jawab (Kasubbag) Pengadministrasi Barang Pinjam 2 Peminjam 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. maka peminjam harus bertanggungjawab atas kerusakan dan atau kehilangan barang tersebut. PP No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. UU No. Petugas Administrasi Barang Pinjam dapat menarik barang sewaktu-waktu apabila barang tersebut dibutuhkan untuk kegiatan yang mendesak. Peminjam wajib mengembalikan barang tersebut dalam keadaan semula 4. Apabila terjadi kerusakan dan/atau kehilangan selama peminjaman. Barang tersedia 2. 3. Surat Edaran Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 3. 449 Tahun 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. Peminjaman harus dilakukan sesuai dengan prosedur. 4. Tdk ada kebutuhan lain yang lebih 5 menit 475 . 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. printer. 2.00/0792/2008.IJ/C/4/HM. 1. KMA No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Pengajuan Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerpenuhiSurat Pernya surat mohonan Peminjaman permohonan peminBarang jaman Data Inventaris Gudang Barang Pinjam Kepastian mengenai tersedianya barang yang akan dipinjam Tervalidasi nya permohon an peminjama n Waktu 5 menit Keterangan 2. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1. Pengecekan ketersediaan barang mobile/ barang pinjam 3.

1. Terdatanya barang yang telah Formulir rangkap 3. Membawa Formulir Peminjaman Pengadministrasi barang pinjam Memeriksa barang yang dikembalikan oleh peminjam 8.NO Aktivitas 4. dapat diperpanjang dgn mengisi kembali formulir peminjaman dengan catatan barang tersebut tidak dibutuhkan untuk kegiatan lain 3 Saat waktu menit peminjaman yg disepakati berakhir. Waktu Peminjaman Peminjam Barang Maksimal peminjaman barang adalah 30 hari kalender Terpenuhi persyaratan peminjama n waktu maksimal 6. Pengisian Form Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Perlengkapan mendesak Terisinya Diketahui Formulir Peminjam PenangPeminjaman Formulir Barang gungjawab oleh Peminjam (Kasubbag Inspektur Barang an Barang Inventaris dan atau Wilayah Inventaris (pd Irwil) Kabag) Pelaksana Waktu 5 menit Keterangan 5. akan ada peringatan pada komputer SIKAP 5 menit 5 menit 5 menit 476 . Perlengkap an 8. Kondisi barang sesuai pada saat dipinjam. Peminjam 9. 2. Up date data Inventaris barang mobile/ barang Pengadministrasi barang pinjam Mencatat barang yang telah kembali ke gudang barang Dikembalikannya barang pinjam sesuai waktu peminjaman yang tercantum dalam Formulir Terkembalikannya barang pinjam sesuai kondisi saat dipinjam. 7. Input data peminjaman ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Formulir Peminjaman Barang Inventaris Terinputnya data peminjama n dalam SIKAP 7. Pengembalian barang Peminjam barang 1. Kasubbag terkait 30 Bila masih hari dibutuhkan.

Pelaksana NO Aktivitas pinjam 1 2 3 9.pengembataris yang lian dalam telah ditandai SIKAP oleh Pengadministrasi barang pinjam 477 . Terupdatenya data gudang barang pinjam apabila sewaktuwaktu dibutuhkan Formulir Pe.Terinput-nya 3 minjaman data menit Barang Inven. 2. Input data pengembali an ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pinjam kembali.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG TIDAK PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN YA PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG INPUT DATA PEMINJAMAN KE SIKAP WAKTU PEMINJAMAN MAKSIMAL 30 HARI KURANG CUKUP PENGEMBALIAN BARANG PENGECEKAN BARANG OK UP DATE DATA BARANG MOBILE/BARANG PINJAM INPUT DATA PENGEMBALIAN KE SIKAP TIDAK OK HILANG = TGR RUSAK = PERBAIKAN SELESAI 478 .

d. Kontrak/Surat Perintah Kerja. Pembentukan Panitia Pengadaan dan Pemeriksa Barang. Pengadaan di atas 100 jt dengan Lelang. 4. PP No. 1. 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 5. Memiliki Sertifikat Pengadaan Barjas 2. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Memiliki pengetahuan tentang pengadaan barang Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. Standar Harga Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Ketersediaan dana pada DIPA. Aktivitas Pembentukan Panitia Pengadaan & Pemeriksaan Barang 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. maka akan dikenai sanksi sesuai yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja/Kontrak. Prosedur pengadaan. kurs dollar dan jenis barang. 50jt dengan Penunjukkan Langsung. 4. 6. SOP SIKAP Peringatan: 1. Pengadaan s. 4. printer. Pembuatan rencana. Keterkaitan: 1. Prosedur penga- Panitia Penga- Persetujuan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk nya PaniJenderal tia PengDepag adaan dan Panitia Pemeriksa an Barang Brosur dan Terpenuhidaftar harga nya kelengkapan data untuk pembuatan OE dan rencana TerdapatOE tdk nya kepasmelebihi tian keteranggaran sediaan dalam DIPA dana Dipenuhinya Terpilihnya persyaratan rekanan Waktu 2 hari Keterangan 1 hari 10 menit Sesuai jenis 3 macam pengadaan. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN BARANG Dasar Hukum: 1. Pengajuan Kwitansi ke Subbagian Keuangan 2. 3. Panitia Alokasi dana dalam Pengadaan DIPA 4. Keppres No. 3. jaringan internet. Pelaksana NO. 2. Panitia Survey harga dan Pengajenis barang daan 3. Pengadaan s. OE dan RKS. UU No. 7. Pengadaan harus sesuai dengan spesifikasi dan hal-hal lain yang dipersyaratkan/disepakati dalam kontrak/SPK.d. Survey harga. Ditetapkan oleh SK Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa 3. 479 . 2. Apabila terdapat keterlambatan terhadap pelaksanaan penyediaan barang oleh Penyedia. 5. SOP SIMAK BMN. UU No. 100jt dengan Pemilihan Langsung. Penerimaan dan Pemeriksaan Barang. 8.

Kondisi Terkontrol 5 menit Saat waktu dan jumlah nya mutu peminjaman barang barang yg sesuai sesuai disepakati dengan spesifikasi berakhir. Surat Perintah Kerja/ Kontrak Pejabat Pembuat Komitmen (Pihak Pertama) Rekanan/ Penyedia Barang (Pihak Kedua) 6.daan terlambat tercantum an barang dari waktu dalam SPK yang ditentukan a. sesuai peraturan yang berlaku Kedua pihak Terpenuhi Sesuai Terdapat harus menya perjenis sanksi bila menuhi persyaratan penga. Terinput2. nya data pengadaan dalam SIKAP Seluruh 1. Terpenu dokumen hinya pengadaan persyadari surat ratan permintaan kelengka penawaran pan harga sampai pengada Berita Acara an untuk Penerimaan diajukan Berita Acara Serah Penerimaan Barang 5 menit Pelaksana pada Subbagian Perlengkapan 7. 480 . Penerimaan Panitia dan peme. Aktivitas daan 1 daan 2 Pejabat Pembuat Komitmen 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan yang me. Input data Tim input peminjaman data ke dalam SIKAP SIKAP Pengumpul Panitia an dokuPengadaan men dan pengajuan pembayaran ke Subbagian Keuangan Sesuai jenis pengadaan Sesuai jenis pengadaan Barang diberi nomor inventaris terlebih dahulu 8. SIKAP b.5 menit Serah Terima nanya Pekerjaan pengadaan barang sesuai SPK/ kontrak Tersimpan nya barang hasil pengadaan di Gudang Perlengkapan 1.pengapengadaan nawarkan daan sesuai harga yang peraturan yang berlaku menguntungkan negara Keterangan 5. Berita Acara Pemeriksaan Barang Berita Acara Terlaksa. spesifikasi yang akan ada dalam diinginkan peringatan lampiran pada SPK atau komputer faktur.Pelaksana NO.Pemeriksa riksaan Barang barang Penyedia barang Pejabat Pembuat Komitmen masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Faktur.pengadaan syaratan yang pengada. SPK.

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pembaBarang. Terselesaikannya proses pengadaan barang dan jasa Keterangan 481 . yarannya dilengkapi ke KPPN kuitansi dan faktur pajak 2.

FLOWCHART SOP PENGADAAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA PANITIA PEMERIKSAAN PANITIA PENGADAAN SURVEY HARGA DAN JENIS BARANG (INTERNET & SURVEY ALOKASI DANA DIPA RENCANA (RKS) & OE/HPS PROSEDUR PENGADAAN PERSETUJUAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SURAT PERINTAH PENGIRIMAN BARANG PENGECEKAN BARANG BA PEMERIKSAAN PENERIMAAN BARANG OLEH PELAKSANA SUBBAG PERLENGKAPAN BA PENERIMAAN BA SERAH TERIMA PEKERJAAN INPUT DATA PENGADAAN KE SIKAP PENGUMPULAN DOKUMEN PENGAJUAN PEMBAYARAN SELESAI 482 .

6. Administrasi Umum 2. 2.minggu barang yang kapan data hendak barang dihapuskan inventaris untuk pengajuan usul penghapus an TerpenuhiDilengkapi 1 nya keleng. 8. 3. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGHAPUSAN BARANG Dasar hukum: 1. Akan menjadi beban pengelola barang bila tidak dilakukan penghapusan Kualifikasi Pelaksana: 1. Pelaksana Penghapusan Barang harus mengerti benar mengenai peraturan yang berlaku dan melaksanakan peraturan tersebut. Pengajuan permohonan kepada Departemen Keuangan. Pembuatan Panitia Pengdaftar hapusan perkiraan 483 . 7. Pelaksanaan Pelelangan dan penyetoran ke kas negara. 4. Pemanfaatan dan Tukar Menukar Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. PP No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Memahami prosedur penghapusan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. PMK 96/PMK. 4. 1. Aktivitas Pembentuk an Panitia Penghapus an Opname Fisik Barang Inventaris 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) Panitia Penghapu san 2 3 2. 3. Pembuatan Daftar Perkiraan Harga. SOP SIMAK BMN. 520 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penghapusan. 3.minggu data nilai perolehan kapan data Keterangan Pelaksana NO. 2. Keterkaitan: 1. 5. UU No. Opname Fisik Barang Inventarisasi (OFBI). jaringan internet. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. printer. KMA No. Pemanfaatan. kamera Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP SIKAP. Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara. Penghapusan data barang dari SIMAK BMN Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk2 Jenderal nya Panitia hari Depag Penghapus an Pendokumen Terpenuhi1 tasian nya keleng. 2.06/2007 tentang Tata Cara Penggunaan. 5. Pembentukan Panitia Penghapusan Barang. Pengajuan Usul Penghapusan kepada Sekretariat Jenderal Departemen Agama disertai data pendukung yang diperlukan.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. UU No. 2. PMK 59/PMK. Peringatan: 1. Persetujuan/penolakan/kekurangan data dari Departemen Keuanganfoto barang.

3. Pengajuan Permohonan penghapusan kepada Departemen Keuangan Sekretariat Jenderal Departemen Agama 6. KIB. Persetujuan Departemen / penolakan Keuangan dari Departemen Keuangan 7. Dokumen kepemilikan. PelaksaPanitia naan PengPelelangan hapusan Penghapusan 8.5. Bila telah mendapat persetujuan dari Depkeu 484 .Pelaksana NO.nya peng. Pengajuan usul penghapusan kepada Setjen Depag Panitia Penghapu san . Foto barang.jenis ajuan usul pengan Pengpermohon adaan hapusan. Harga & thn Pengguna perolehan Barang dan nilai barang saat ini. 4. 2. Surat Permohon. 6. Aktivitas harga 1 2 3 4. 5. Penyetoran Panitia hasil lelang Pengke kas hapusan negara Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan barang barang & inventtaris tahun untuk pengpengadaan ajuan usul penghapusan Terpenuhi Sesuai 1.Terlaksa1 toran nanya hari penyetoran hasil Keterangan Bila tdk disetujui disertai alasan. Keteranga an pengn kondisi & hapusan kepada lokasi Kuasa barang. TerpeBundel nuhinya lampiran pengajuan yang telah diajukan oleh usul permoPanitia honan Penghapenghapusan pusan kepada Kuasa Pengguna Barang Terpenuhi Surat Persetujuan/ nya pengajuan penolakan/ usul kekurangan permodata dari honan Depkeu penghapusan kepada Kuasa Pengguna Barang 1 Berita Acara Terlakhari Pelelangan sananya proses pelelangan untuk penghapusan Bukti Penye.

Pelaksana NO. Tercantumnya data penghapusan pada laporan BMN Semesteran & Tahunan 1 hari 485 . Petugas input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan lelang ke kas negara Dokumen penghapusan Waktu Keterangan 1 hari Dokumen 1. Tersajipenghapusan nya data penghapusan pada Aplikasi. Panitia PenghaPengpusan barang dari hapusan daftar inventaris/ SIMAK dan SIKAP Petugas Input data SIMAK. Aktivitas 1 2 3 9. 2.

Foto PENGAJUAN USUL KEPADA SEKRETARIAT JENDERAL DEPAG UP. Dokumen kepemilikan 5. Harga saat ini 4. Kondisi dan lokasi barang 2. KIB 6.FLOWCHART SOP PENGHAPUSAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA OPNAME FISIK BARANG INVENTARIS 1. Harga & tahun perolehan 3. SESUAI PERATURAN SELESAI 486 . BIRO KEUANGAN DAN BMN PENGAJUAN PERMOHONAN PENGHAPUSAN KPD DEPKEU DATA LENGKAP PELAKSANAAN PELELANGAN PENGHAPUSAN PENYETORAN HASIL LELANG KE KAS NEGARA PENGHAPUSAN BARANG DARI DAFTAR BMN PENCANTUMAN LAPORAN PENGHAPUSAN PADA LAPORAN BMN SEMESTERAN DAN TAHUNAN (PENGHAPUSAN DARI SIMAK DAN SIKAP) ALASAN LAIN YANG MENYEBABKAN PENGHAPUSAN TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN.

SOP SIKAP. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. UU No. 4. Surat pemohonan pengajuan permintaan dan atau penggantian barang Inventaris.Terpeajuan permo. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. KMA No. 5. Pelaksana NO. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. inventaris b. Kabag permintaan (pd Se&/ penggankretatian barang riat). Pengajuan Pemohon Diketahui (kasubbag) oleh : permohonan a. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Pengadaan barang. Keterkaitan: 1. 2. 5 Pendistribusian barang 2. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.nuhinya surat honan perpermintaan mintaan &/ penggantian barang yang barang dibutuhkan inventaris Keterangan 3. Persetujuan Kabag Umum/ Sisa dana yang tersedia cukup utk pengadaan barang rutin yang telah direcanakan Surat pengajuan Terdapatnya kepastian ketersediaan dana Persetujuan 1 hari 1 hari 487 . 479 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dan Pendistribusian Barang di Lingkungan Depag. 4. 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. SOP SIMAK. UU No.. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pengadaan barang. Administrasi Umum 2. SOP Pendistribusian barang. 1. 3. 3. Ketersediaan dana. printer. Peringatan: 1. Inspektur Wilayah (pd Irwil) PengadKeterministrasi sediaan dana pada Barang Inventaris DIPA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat peng. PP No. Pengajuan permintaan barang diluar rencana tahun berjalan dapat terpenuhi apabila dana tersedia atau kebutuhan atas barang tersebut benar-benar mendesak. KMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. 2. Pengajuan permintaan barang sesuai dengan rencana pengadaan tahun berjalan dapat segera dipenuhi apabila pengadaan telah dilaksanakan. 3. Persetujuan dari Kabag Umum/PPK.

masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Dokume Tersajin permo. inventaris 4. 2. Pendistribusian barang Pengadmi nistrasi Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan permohonan pengajuan mendapat perminnota taan &/ persetujuan penggansecara tian tertulis oleh barang Kabag inventaris Umum/PPK 1. Pengadaan Barang Panitia Pengadaan 6. Pengajuan Pengadaan Barang Pengadministrasi Barang Inventaris .Pelaksana NO. Berita acara permintaan &/ penggan serah terima tian barang.5. Up date DIR Waktu Keterangan 1 hari Sesuai jenis pengadaan 3 macam pengadaan.nya data penghonan. Input data Terlakbarang ke sananya pendisSIMAK & tribusian SIKAP. Penomoran. Aktivitas PPK 1 2 3 4. Daftar ajuan barang perminyang taan diminta barang kepada Panitia Pengadaan Terlaksananya pengadaan barang yang diminta sesuai dengan prosedur 1. sesuai peraturan yang berlaku Terdapat sanksi bila pengadaan terlambat dari waktu yang ditentukan 3 hari 488 . 2. barang 3.

3. MENGETAHUI (KABAG/IRWIL) PENGECEKAN KETERSEDIAAN DANA DALAM DIPA TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK DISETUJUI PERSETUJUAN KABAG UMUM/PPK DISETUJUI PENGAJUAN PENGADAAN BARANG PENGADAAN BARANG PENDISTRIBUSIAN BARANG: Input data ke SIMAK & SIKAP. SELESAI 489 . 4.FLOWCHART SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN/ ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PERMOHONAN PERMINTAAN &/ PENGGANTIAN BARANG INVETARIS: 1. PEMOHON (KASUBBAG) 2. 2. Penomoran Berita Acara Serah Terima Up Date DIR 1.

Pengisian Kartu Persediaan. 3. SOP Pengadaan Barang. SOP SIMAK. 3. Pengevaluasian kewajaran permintaan bagi kebutuhan kantor sehari-hari. printer. Kualifikasi Pelaksana: 1. Terdapat barang-barang tertentu yang perminta-annya dibatasi jumlah dan waktu. SOP Pendistribusian Barang. 4. Up date data pada SIMAK dan SIKAP.menit tian ketersediaan barang Keterangan Pelaksana NO. 2. Terdapat barang-barang tertentu yang peruntukannya hanya bagi pejabat eselon II ke atas. UU No. KMA No. 4. 3. 7. 6. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 3. Administrasi Umum 2. UU No. 3. 2. Form Bon Barang. Peringatan: 1. SOP SIKAP. 2. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Pengecekan ketersediaan barang di Gudang Barang Persediaan Evaluasi kewajaran permintaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Data kebutuhan sehari-hari setiap bagian Terlaksa2 nanya menit evaluasi permintaan dalam batas wajar 490 . 2. Pengecekan ketersediaan barang yang diminta di Gudang Barang Persediaan. Pemberian barang kebutuhan sehari-hari dengan item dan jumlah yang telah disetujui. PP No. 4. 1. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Aktivitas Pengisian Form Bon Barang 1 2 3 Pengambil Pemohon barang (Ka(Pelaksana) subbag) 2. Kartu Persediaan Pencatatan dan Pendataan: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terpenuhi5 Form Bon menit Barang harus nya permintaan di tandabarang tangani oleh Kasubbag atau YMK Subbagian bersangkutan 5 Barang yang Terdapattersedia nya kepas. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. Keterkaitan: 1. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI Dasar Hukum: 1. Persetujuan dari Kasubbag Perlengkapan. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Pengisian Form Bon Barang yang ditandatangani oleh Kasubbag bersangkutan. Pengadministrasi barang persediaan dapat mengurangi jumlah barang yang diminta apabila dinilai tidak wajar untuk kebutuhan sehari.

Aktivitas 1 2 3 Persetujuan Kasubbag Perlengkapan 5. Pengisian Pengadmi Kartu nistrasi Persediaan Barang Persediaan 7. Petuga s input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Persetuju Form Bon an perBarang mintaan ditandabarang tangani seharihari Form Bon TerlaksaBarang: nanya a. tuhan b. Pemberian Barang Pengadmi nistrasi Barang Persediaan 6. 4. dan SIKAP 2. Petugas Up date Input data data SIMAK SIMAK.Pelaksana NO. 1. tandapemetangan nuhan pemberi kebubarang. ditandabarang tangani seharipenerima hari Form Bon TersajiBarang yang nya data telah pengelulengkap aran ditandatanga barang ni pihakkebutuhan pihak terkait sehari-hari Kartu Ter-up Persediaan date-nya data barang kebutuhan sehari-hari Waktu 1 menit Keterangan 5 menit 2 menit 2 menit 491 .

FLOWCHART SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI MULAI PENGISIAN FORM BON BARANG DITANDATANGANI KASUBBAG/YMK BERSANGKUTAN PENGECEKAN KETERSEDIAAN DI GUDANG BARANG PERSEDIAAN TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK WAJAR EVALUASI KEWAJARAN PERMINTAAN WAJAR PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN TIDAK DISETUJUI DISETUJUI PEMBERIAN BARANG PENGISIAN KARTU PERSEDIAAN UP DATE DATA SIMAK & SIKAP SELESAI 492 .

SOP Pengadaan Barang. Tanggal nya surat kepastian permintaan barang. Jabatan pe. 4. 2.barang sesuai an yang jenis dan ada. Up-date nya data daftar penomor. 3. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. printer. Administrasi Umum 2. Pengadaan barang sesuai kebutuhan. inventaris sesuai kebutuhan Terdapat1.Terpenuhinya honan permintaan permintaan barang barang inv. SOP SIMAK. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat permo. Up date DIR 6. keter2. Keterkaitan: 1. 2. Penomoran Pengadmi nistrasi Barang Barang Inventaris Inventaris 1 hari 493 . KMA No. Aktivitas 1 2 3 Waktu Sesuai jenis pengadaan Pengadaan Panitia barang Pengadaan Barang 2. 1. UU No. 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2.sediaan dan tujuan mohon pendistribusian barang Tersaji1. Pendistribusian barang diajukan sesuai dengan pengajuan permohonan barang. 2. Rekapitulasi barang inventaris. Berita Acara Serah Terima Barang. SOP SIKAP. UU No. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas Pengadministrasi Barang Inventaris 1 hari 3. 2. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas apabila jumlah barang tidak sebanding dengan permintaan. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 3. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Peringatan: 1. Pemberia nomor urutnya n label nomor di setiap barang Keterangan Pelaksana NO. Pendistribusian barang sebaiknya segera dilakukan untuk menghindari penumpukan barang pada Gudang Perlengkapan. 5. Penomoran Barang Inventaris. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag.. PP No. Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN Dasar Hukum: 1.

Berita acara sesuai serah dengan terima data barang. dan lokasi 2. SIKAP Waktu 1 hari Keterangan 3 hari Di up-date sesuai kebutuhan. nuhinya DIR yang 2. Aktivitas Penyerahan barang inventaris 1 Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 2 3 5. Tersaji2. inventaris 3. 1. Nomor. Rekapitula si Barang Inventaris Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 7. 2. Up date DIR Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 6. Input data Petugas Input penomoran data dan lokasi SIMAK. Berita acara nya serah laporan terima kondisi barang. 3.Pelaksana NO. Lokasi. pendistribusian barang 1. barang ke Petugas dalam input SIMAK dan data SIKAP SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Berita Acara TersajiSerah Terima nya data dokumen Barang. DIR secara riil dan tertib Tersajinya 1. paling lama 6 bulan sekali 1 hari Sesuai jenis pengadaan 494 . Penomoran. Data Terpepenomoran. Data penomoran data penomoran . Spesifikasi. 4. pendistriMencanbusian tumkan: 1. Berita barang acara pada serah Aplikasi terima SIMAK dan barang.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN MULAI PENGADAAN BARANG PENENTUAN DISTRIBUSI BARANG DAN SKALA PRIORITAS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PENYERAHAN BARANG INVENTARIS UP DATE DIR REKAPITULASI BARANG INVENTARIS INPUT DATA KE SIMAK DAN SIKAP SELESAI 495 .

3. 15. 7. 14. 9. 5. 17. 16. 11. 4. 10. 8. 18. 13. 12. 6.Lampiran 13  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    PADA INSPEKTUR WILAYAH  I ‐ V          1.   SOP Pengusulan Angka Kredit   SOP Pelaksanaan PKAT  SOP Pelaksanaan Reviu Meeting  SOP Rapat Pembekalan Inspektur Wilayah  SOP Pemeliharaan Sarana dan Prasarana  SOP Peminjaman Barang Inventaris Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Sarana dan Prasarana Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Tim Riksus Inspektur Wilayah   SOP Pengetikan dan Penggandaan LHA/STL   SOP Pengusulan Auditee PKAT   SOP Penyusunan PKA TIM   SOP Persiapan Pelaksanaan PKAT  SOP Protokoler Inspektur Wilayah  SOP Rapat Internal Inspektur Wilayah   SOP Usulan Penyusunan Hasil Reviu Laporan Keuangan   SOP Usulan Pelaksanaan Audit Khusus   SOP Tugas Supervisor   SOP Penyusunan Tim Audit  496 . 2.

2. KMA No. Pengesahan usulan penghitungan angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 5. PMA No. Mempunyai keahlian dalam bidang audit. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. Komputer. Aktivitas Menerima surat pemberitahuan batas waktu pengusulan dan penilaian angka kredit Menyampaikan informasi kepada seluruh auditor Menghitung angka kredit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Ket 2. ATK. kalkulator. Mampu menghitung angka kredit. Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil 3. Penandatanganan berkas usulan 7. maka: 1. Mesin Foto copy. Berkas pendukung PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat pem5 Terlaksana beritahuan menit nya penerimaan surat pemberitahuan Disposisi Irwil 10 menit Terinforma sikannya pemberita huan Terhitungnya angka kredit Pelaksana No. Buku Panduan Penghitungan Angka Kredit. Formulir hari PAK 2. Berkas pendukung angka kredit 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Surat 5 usulan menit Inspektur Terlaksananya pengesahan penghitung an angka kredit Tersampai kannya surat usul- 497 . Surat tugas Inspektur Wilayah 4. 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Formulir PAK 2. 4. Formulir 1 PAK hari 2. Surat Keputusan Menteri Negara PAN No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Berkas pendukung angka kredit 1. Mampu mengoperasikan Komputer Peringatan: Bila SOP ini tidak diikuti. Mengajukan usulan penilaian angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 3 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT Dasar Hukum: 1. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Kursi. Surat pernyataan melaksanakan tugas 5. Surat tugas Inspektur Jenderal 3. Auditor 4. Daftar usulan penilaian angka kredit (DUPAK) 6. 2. Auditor kehilangan kesempatan untuk memperoleh nilai angkat kredit. 3. 2. PMA No. 220 Tahun 2008 tentang Penghitungan Angka Kredit Keterkaitan: SOP Penilaian Angka Kredit Kualifikasi Pelaksana: 1. Auditor akan terlambat naik pangkat.

Pelaksana No. Berkas penghitun gan angka kredit Output an pengajuan angka kredit Ket 498 . Aktivitas kepada tim Penilai Angka Kredit 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Wilayah 2.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT MULAI MENERIMA SURAT PEMBERITAHUAN PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL PEMBERITAHUAN KEPADA SELURUH AUDITOR SURAT PEMBERITAHUAN PENERIMAAN PENGAJUAN ANGKA KREDIT AUDITOR USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 499 .

Peraturan perundang-undangan. LAKIP auditi 7 1. Program Kerja Audit. Mampu mengoperasikan komputer.Surat tugas jam . tape recorder. 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Analisis laporan hasil audit. Kodefikasi temuan Output Terlaksananya entry briefing Terkumpul nya data auditi Terlaksananya penilaian kelayakan data Ket. Dosir hari auditi 2. Lap top. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik.Naskah entry 1 1. 3. flashdisk. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Dosir. Jangkauan audit tidak tercapai. Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. SOP perjalanan dinas. Dosir yang terindikasi kan 1. 4. 3. 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP pembuatan surat tugas PKAT . Dosir yang 1 terindikasi hari kan masingmasing bidang 2. 2. Aktivitas Melaksanakan Entry Briefing 1 Supervisor 2 Tim audit 3 Auditi Kualifikasi Pelaksana: 1. Keterkaitan: 1. 3. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 TU Irwil SOP PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. alat bantu audit. Memahami bidang dan tugas fungsi. 2. instrumen audit. Dosir hari auditi 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA No. ATK. KMA No. SPPD.SPPD . 3.PKA . 2. KMA No. Tim audit 4. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. PKAT tidak terealisasi. SOP verifikasi perjalanan dinas. LAKIP auditi 3. 3. Mengumpulkan data sesuai bidang audit Menilai dan mencatat datadata yang diindikasikan dalam KKA Tim Audit Auditi 3. PMA No. Mengidentifikasi masalah temuan hasil audit Tim audit Tercatatnya datadata yang diindikasikan dalam KKA 500 . Inpres No. 4. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. printer. 2. Lembar Temuan Audit. Memiliki kemampuan audit. 5. 2. 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. kamera. Pelaksana No.

Merevieu LTA Ketua tim Supervisor 9. tanggapan. Ketua tim Supervisor 7. LTA masingmasing bidang. LTA. Aktivitas Mengkomunikasi kan data yang terindikasikan kepada pihak pelaksana auditi Merevieu KKA 1 Tim audit 2 Auditi 3 6. laptop. laptop Naskah expose. laptop. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA. ATK. dan lembaran penunjang KKA LTA 2 jam 10. KKA.Pelaksana No. KKA LTA masingmasing bidang 2 jam Output Terganda kannya PKA Ket. Mempersiapkan penyusunan LHA Tim audit Supervisor Supervisor Supervisor Auditi Tim Audit Tim audit KKA. 5 jam 3 jam 2 jam Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Terlaksananya penyerahan LTA Terlaksananya penerimaan tanggapan auditi Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA 501 . LTA. LTA 3 masingjam masing bidang 2. Menyusun bahan expose 13 Melaksanakan expose 14. LCD. Menyusun LTA Anggota tim Ketua tim Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. 5. printer. Menerima tanggapan LTA dari auditi Auditi Tim audit Tanggapan LTA 15 menit 12. Memberikan LTA pada auditi Ketua tim Anggota tim Auditi 15 menit 11. Lampiran dosir yang terindikasi kan 1. Terlaksa nanya reviu KKA Tersusun nya LTA 8. KKA hari 2. Lampiran jam penunjang KKA 1. KKA 2 2.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR USULAN RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN USULAN RKAT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 502 .

Kursi. Penandatanganan Kasubbag TU Irwil surat undangan Revieu meeting Inspektur Wilayah 503 . 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Pencatatan dan Pendataan: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Aktivitas Pembuatan surat undangan revieu meeting 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Tidak akan ada kesamaan rekomendasi pada temuan yang sama. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. ATK. 4. Memahami peraturan perundang-undangan yang terkait Peralatan/Perlengkapan: Meja. Surat undangan 2. PMA No. Pelaksana NO 1. 2. 7. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Tidak akan ada kesamaan kriteria yang digunakan atas temuan yang sama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 6. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mesin Foto copy. KMA No. Keterkaitan: SOP Penyajian Data Peringatan: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Bahan revieu meeting 2. Inpres No. 2. Perpres No. 3. Memiliki kemampuan audit 2. Mampu mengoperasikan komputer 3. Pembubuhan paraf surat undangan revieu meeting Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubag TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksaundangan menit nanya pembuatan surat undangan revieu meeting Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat undangan revieu meeting Surat undangan 10 menit Tertandata nganinya surat undangan revieu meeting Ket 3. PMA No. 5. Keppres No. Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING Dasar Hukum: 1. Tugas. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No.

Auditor nistrasi TU Irwil 8. Aktivitas Penomoran surat keluar 1 Pengadministrasi TU Irwil 2 3 5. Penggandaan surat undangan Pengadmi nistrasi TU Irwil 7. Pencatatan surat keluar Pengadministrasi TU Irwil 6. Penyiapan bahan revieu meeting Pembuatan absen kehadiran revieu meeting Ketua Tim Audit 9.Pelaksana NO 4. Penyampaian undangan revieu meeting Pengadmi. Pengadministrasi TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat undangan revieu meeting Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat undangan revieu meeting 1 jam TerwujudKonsep nya bahan LHA/STL revieu meeting Absen 15 Terwujudkehadiran menit nya absen revieu kehadiran meeting peserta revieu meeting Ket 504 .

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN BAHAN REVIEU MEETING PENGUMPULAN BAHAN PELAKSANAAN SELESAI 505 .

20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Bahan Pembekalan. Komputer. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pencatatan dan Pendataan: 1. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Meja. PMA No. Pelaksana NO 1. 5. ATK. Surat undangan 2. Tugas. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Kursi. Fungsi. Penomoran surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil Pencatatan surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil 506 . 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Inpres No. Mesin Foto copy. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Perpres No. Memiliki kemampuan audit 2. 5. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 2. KMA No. Inspektur Wilayah 4. Keterkaitan: 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Pembuatan surat Pengadministrasi undangan Subbag TU pembekalan Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Kasubbag surat pembekalan TU Irwil Pembubuhan paraf surat pembekalan Kasubag TU Irwil 2. 7. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksana undangan menit nya pembuatan surat pembekalan Surat 10 Terbubuhiundangan menit nya paraf surat pembekalan Surat 10 Tertandata undangan menit nganinya surat pembekalan Surat 10 Ternomoriundangan menit nya surat pembekalan Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat pembekalan KET. SOP Pemakaian Ruang dan Peralatan 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. KMA No. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Permintaan Konsumsi Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. Keppres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 6. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.

8.3 jam Terwujudnya bahan masalahan pembekalan 15 TerwujudAbsen menit nya absen kehadiran kehadiran pembekalan peserta pembekalan KET.Auditor pembekalan nistrasi Subbag TU Irwil Penyiapan bahan Ketua Tim pembekalan Audit 9. Aktivitas Penggandaan surat undangan pembekalan 1 2 3 7. Pembuatan absen Pengadministrasi kehadiran pemSubbag TU bekalan Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat pembekalan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat pembekalan Berbagai per. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penyampaian Pengadmi. 507 .Pelaksana NO 6.

FLOWCHART SOP PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENGUMPULAN BAHAN PEMBEKALAN BAHAN PEMBEKALAN PELAKSANAAN SELESAI 508 .

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. KMA No. Koreksi dan revisi oleh Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan DiterimaKonsep jenis nya dan model konsep barang barang dan jenis barang Konsep & Tercatattata pemelinya haraan konsep l barang Terkorek sinya format konsep pemeliharaan barang Ketera ngan 2. Menginventarisir barang yang ada di Subbag T. Keppres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Aktivitas Pendataan barang inventaris 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA No. 2. 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Kursi. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris Peringatan: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Irwil. Inpres No. ATK. PMA No. Pencatatan dalam buku Agenda. 7.U. Tugas. 3. Komputer. Pencatatan dan Pendataan: 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Kerusakan barang inventaris menjadi tanggung jawab T. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 6. Koreksi dan Analisis 4. Pencatatan dalam buku agenda TU Irwil Koreksi dan paraf 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. 5.U.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA Dasar Hukum: 1. Perpres No. 1. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 509 . Agar menjaga dan merawat barang inventaris dengan baik dan benar Pelaksana No. Mesin Ketik Manual. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mesin Foto copy. Fungsi. Irwil 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 3. 2.

Pelaksana No. 4. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep jenis barang yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkorek sinya konsep jenis barang Ketera ngan 510 .

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN BARANG PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI SARANA NET KONSEP BARANG PRASARANA PENANDATANGANAN PENOMORAN SELESAI 511 .

6. Bertanggung jawab terhadap barang pinjaman Kualifikasi Pelaksana: 1. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 KET 2. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana Irwil Pencatatan dan Pendataan: 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PMA No. KMA No. 5. Pencatatan dalam buku 3. PMA No. Perpres No. Fungsi. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. Inpres No. 2. Tugas. 1. 5. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag T. Irwil Konsep barang pinjaman yang dibutuhkan Tercatatnya kebutuhan peminjaman barang Terkoreksinya format konsep Pelaksana No. Mampu mengoperasikan komputer 2.U. 4. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. Menjaga keutuhan barang pinjaman. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS IRWIL Dasar Hukum: 1. Irwil Dikirim Ke Subag terkait. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 2. 2. 7. Keppres No. Koreksi dan tanda tangan Net Surat Pengajuan pinjaman Barang 512 . 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.U. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Peringatan: 1.U. 6. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia.

.Pelaksana No. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan pinjaman barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkoreksinya konsep pengajuan pinjaman barang KET 513 . 4.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN PEMINJAMAN PENGIRIMAN SELESAI 514 .

Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2.U. 4. 2. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA IRWIL Dasar Hukum: 1. KMA No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. kalkulator. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. sarana transportasi. Keppres No. 1. ATK. PMA No. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. Memiliki kemampuan administrasi. Koreksi dan tanda tangan Koreksi dan 4. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 3. 2.. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. brankas. Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. KMA No. Pencatatan dalam buku Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Inspektur 3. Perpres No. 4. 6. telepon. PMA No. Tugas. 5. 2. 7. Pengahuan Barang berdasarkan prinsip chek and balance. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Irwil Dikirim Ke Subag terkait.U. 5. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1. Mutu Baku Keter Persyaratan/ angan Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag TU Irwil Konsep barang yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Barang Konsep Tercatatnya kebutuhan barang Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi Pelaksana No. Inpres No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 515 . Mampu mengoperasikan komputer. komputer. Fungsi. 6. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Barang yang diajukan memang benar-benar dibutuhkan. kursi.

Pelaksana No. Aktivitas Revisi 1 Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan pengajuan barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output nya konsep pengajuan barang Keter angan 516 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN NET KONSEP PENGIRIMAN SELESAI 517 .

Mengajukan Tim ke bagian 1 6.U. Fungsi. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Irwil Tercatatnya kegiatan riksus Terkoreksinya format konsep 2. Perpres No. Disetujui oleh Inspektur Jenderal Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Sesuai dengan ajuan dari Inspektur Jenderal Konsep surat riksus yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Tim Ketera ngan Pelaksana No. KMA No. SOP Penanganan Dumas Non TP 5000. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Mampu mengoperasikan komputer yang Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana kebutuhan Riksus Pencatatan dan Pendataan: 1. Aktivitas Penerimaan usulan kasus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya surat pengajuan kasubag T. 7. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 4. Keppres No.U. Irwil 5. Memahami peraturan perundangan berlaku 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Peringatan: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kasus yang diajukan harus memenuhi berbagai unsur. Koreksi dan paraf 518 . Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Penanganan Dumas TP 5000 3. KMA No. Memiliki kemampuan audit 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1. 3. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS IRWIL Dasar Hukum: 1. PMA No. 4. PMA No. 3. Inpres No. 6. 5. Menerima Surat Tugas 7. 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Keterkaitan: 1. SOP Penyajian Data 2. Pengajuan Tim harus melihat permasalahan kasus. Menerima usulan dari Inspektur Jenderal Konsultasi dengan Inspekur Wilayah Menelaah kasus yang akan di riksus Menganalisis kasus dimaksud oleh Kasubag T. 2. Tugas. Pencatatan dalam buku 3.

4.Pelaksana No.U. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan Tim dan di paraf oleh Kasubag T. Irwil Output Terkoreksinya konsep surat Ketera ngan 519 .

FLOWCHART SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS MULAI PENERIMAAN USULAN KASUS PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL NET KONSEP SURAT TIM IRJEN PENANDATANGANAN SURAT TUGAS TIM SPPD PELAKSANAAN SELESAI 520 .

Koreksi dan Paraf 4. KMA No. Aktivitas Penerimaan konsep dan berkas LHA/STL 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya konsep LHA/ STL dari ketua tim Tercatatnya konsep LHA yang diterima Subbag TU Irwil 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 4. PMA No. ATK. Kartu kendali. Buku kendali KET Pelaksana No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. LHA/STL tidak akan masuk ke data SIMHP dan TLHP tidak akan terpantau. BAP. Tugas. Mesin Ketik Manual. Kursi. 2. Perpres No. 3. Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL Dasar Hukum: 1. Koreksi dan revisi 5. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Surat Pernyataan Konsep LHA/ STL & berkasberkasnya. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Pengiriman surat khusus dan surat biasa. KMA No. map LHA. Penandatanganan LHA/STL 7. LHA/STL tidak akan terdata secara formal (penomoran dan pengarsipan) serta terkirim kepada sasaran LHA termasuk tembusannya. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pencatatan dalam buku kendali LHA 521 . 1. Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Meja. 5. Penggandaan LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep LHA/ STL. PMA No. Pencatatan dalam buku kendali LHA/STL. 7. 3. Pengetikan revisi LHA/STL 6. Konsep LHA/STL dan berkas-berkas pendukungnya dari ketua tim. Peringatan: 1. 6. Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: 1. SOP Entry data LHA. Mesin Foto copy. Inpres No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. 2. 2. Fungsi. Keppres No. Penomoran LHA/STL 8. LTA. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No.

Terkore BAP. Penggandaan LHA/STL Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep LHA. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 6. 1. BAP. Terkore LTA. 1. Inspektur Wilayah Sekretari s Itjen 5. BAP. Penomoran LHA/STL 10 . 3. dan arsip 522 . 8. Aktivitas Koreksi dan paraf 1 Kasubbag TU Irwil 2 Ketua Tim 3 4. BAP ksinya format konsep LHA 2. tembus an. Inspektur Jenderal 7. LTA. Terkorek Konsep STL sinya yang telah dikonsep koreksi formatSTL nya dan diparaf oleh Inspektur Wilayah dan Sekretaris Itjen. Terparaf nya konsep LHA Konsep STL. Surat ksinya Pernyataan format konsep STL 2.Pelaksana No. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Inspektur LHA/STL Wilayah Inspektur Jenderal Pengetikan Revisi LHA/STL 9. Terparaf nya konsep STL Konsep LHA Terkorek yang telah sinya dikoreksi konsep formatnya dan LHA diparaf oleh Kasubbag TU Irwil dan Ketua Tim.Sesuai dengan kannya LHA/STL jumlah tujuan LHA. Surat pernyataan Revisi konsep TerketikLHA/STL nya hasil revisi LHA/STL LHA Net Tertanda tanganinya LHA STL Net Tertanda tanganinya STL LHA/STL Net bertandatangan LHA/STL Net KET Terganda.

Pengadmi.Pengadmi. Aktivitas Pengiriman LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Perlengkapan Pengadmi.LHA nistrasi nistrasi nistrasi Subbag Subbag Subbag Data dan TU Itjen TU Irwil Informasi Pelaksana Output KET 523 . 11 .No.

FLOWCHART SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL MULAI PENYERAHAN KONSEP LHA/STL PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI LHA PENGETIKAN HASIL REVISI STL PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGGANDAAN PENGIRIMAN SELESAI 524 .

Perpres No. 2. 1. Mengajukan ke Kasubbag inspektur Wilayah TU Irwil 4. 5. 6. 3. Auditee harus benar valid dan akurat 2. Menganalisis auditee yang akan diaudit 3. 4. Koreksi oleh Kasubag T. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Memiliki kemampuan audit 3. Fungsi. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 525 . Irwil 5.U. 7. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Tugas. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mengajukan ke Inspektur Wilayah 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres No. Dikirim Ke Subbag terkait Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Auditee Sesuai tidak ber dengan ulangkebutuhan ulang Konsep audit yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan auditee Konsep pengajuan auditee ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Tercatatnya kebutuhan audit Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi nya konsep pengajuan auditee KET Pelaksana No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. KMA No. Aktivitas Membuat peta wilayah audit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN AUDITEE PKAT Dasar Hukum: 1. Memahami peraturan perundang-undangan Peralatan/Perlengkapan: Komputer Pencatatan dan Pendataan: 1. Ditanda tangani oleh Inspektur Wilayah 6. Tidak berulang-ulang auditee yang pernah di audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Keppres No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. KMA No. Keterkaitan: SOP Penyusulan Usulan RKAT Peringatan: 1. Mampu mengoperasikan komputer 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. PMA No. Membuat peta wilayah audit 2. Menganalisis auditee 3.

6. Aktivitas Penandatanganan Irwil Pengiriman Kasubbag 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net konsep Net auditee auditee KET 526 . 5.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN AUDITEE MULAI MEMBUAT PETA WILAYAH AUDITEE MENGANALISIS AUDITEE ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL PENGETIKAN HASIL REVISI KASUBBAG PENANDATANGANAN PENGIRIMAN SELESAI 527 .

PKA tidak tersusun sesuai prosedur. Tugas. Mampu mengoperasikan komputer 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 3. 4. 6. Hasil audit tidak maksimal Pelaksana NO 1. Kursi. KMA No. Buku Direktori Auditan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterimamenit nya surat tugas audit KET 2. Fungsi. Komputer. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKAT Peringatan: 1. ATK. Menyampaikan rekap surat tugas audit kepada Inspektur Wilayah PengadmiMenyampaikan surat tugas audit nistrasi Subbag kepada auditor TU Irwil Mengadakan Ketua Tim rapat tim audit Inspektur Wilayah Rekap Surat Tugas audit 10 menit Auditor Surat Tugas 10 menit Anggota Tim Surat Tugas. Surat Tugas 2. 5. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Aktivitas Menerima Surat Tugas audit 1 Pengadministrasi Subbag Perencana an Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadm inistrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PKA TIM Dasar Hukum: 1. KMA No. PMA No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Rekap Temuan Tahun lalu 1 jam 528 . Mencatat dalam buku kendali surat masuk Surat Tugas 10 menit Tercatatnya surat tugas Tersampai kannya rekap surat tugas audit Diterimanya Surat Tugas audit Terseleng garanya rapat tim audit dengan baik 3. Memiliki kemampuan audit Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Inpres No. Keppres No. 4. 5. Mesin Foto copy. Perpres No. 7. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.

8.Staf nistrasi Sekretaris Subbag TU Irwil 529 . Menyampaikan PKA kepada Inspektur Wilayah Menyampaikan PKA kepada Sekretaris Itjen Ketua Tim Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tipologi 3 Tersusunsatker jam nya PKA dengan baik PKA Tim 30 Tersampai menit kannya PKA Tim PKA Tim 10 menit Tersampai kannya PKA Tim KET Pengadmi. Aktivitas Menyusun PKA 1 Sekretaris tim 2 Ketua Tim 3 7.Pelaksana NO 6.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PKA TIM fc MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENCATAT DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK MENYAMPAIKAN REKAP SURAT TUGAS AUDIT KEPADA INSPEKTUR WILAYAH MENGADAKAN RAPAT TIM AUDIT Bahan Rapat MENYUSUN PKA Notulen Hasil Rapat MENYAMPAIKAN PKA KEPADA INSPEKTUR WILAYAH SELESAI 530 .

Lap top. LHA sebehari nya PKA lumnya 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. alat bantu audit. surat 3 Terlaksana tugas. Pengadministrasi TU Irwil Supervisor Ketua tim Anggota tim Kasubbag TU 531 . Inpres No. Dumas. SOP pembuatan surat tugas PKAT 2. 5. PMA No. flashdisk. KMA No. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. Keterkaitan: 1. Reviu PKA Anggota Tim Reviu PKA Ketua Tim 4. 1. Peraturan perundang-undangan 2. SOP pencairan dana Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. PMA No. PKAT tidak terealisasi dengan baik. Jangkauan audit tidak tercapai. Pelaksana No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pengesahan PKA Supervisor Kasubbag TU Irwil Supervisor 5. Program Kerja Audit 3. Memiliki kemampuan audit 3. Memiliki sertifikasi JFA 4. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 15 Terlaksana menit nya penerimaan surat tugas 2 Tersusun1. Penggandaan PKA Rapat tim audit 6. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. instrumen audit. Menyusun PKA Ketua tim 3. Lembar Temuan Audit. Dumas PKA anggota 1 Terwujudtim hari nya PKA anggota tim PKA ketua 1 Terwujudtim jam nya PKA tim PKA tim 5 Terwujudmenit nya PKA yang telah disahkan PKA 3 Tergandajam kannya PKA PKA. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Pengadministrasi TU Irwil Anggota tim Ketua Tim 2 Kasubbag TU Irwil 3 Auditor Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. SOP perjalanan dinas. 3. 3. ATK. tape recorder. Mampu mengoperasikan komputer 2. 3. 4. jam nya rapat LHA sebelumtim nya. SPPD. 4. printer. KET 2. 2. KMA No. Pencatatan dan Pendataan: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. Dosir. SPPD. kamera.

surat tugas. Aktivitas Persiapan pemberangkatan PKAT 1 Ketua tim 2 Anggota tim 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan PKA. Output Terlaksana nya persiapan pemberangkatan PKAT KET 532 .Pelaksana No. 7. SPPD. tiket. lumpsum.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 533 .

Membuat schedule kegiatan Inspektur Wilayah 2. Menerima SPPD Inspektur Wilayah Pengadmi nistrasi Subbag Rumah Tangga Pengadministrasi Subbag TU Irwil 534 . 7. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Inpres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3. 5. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: SOP SPPD Peringatan: Kegiatan Inspektur Wilayah tidak terencana/ terprogram. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Fungsi. 3. ATK. Aktivitas Menerima Surat Tugas Supervisi Inspektur Wilayah Mencatat dalam buku kendali surat masuk 1 Pengadimi nistrasi Subbag Perencana an Pengadmi nistrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas protokol Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. Keppres No. KMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. KMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. Komputer. 6. Pencatatan dan Pendataan: 1. Perpres No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Menyampaikan surat tugas kepada Inspektur Wilayah 4. Menghubungi pihak-pihak terkait Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterima menit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tercatatmenit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tersampai menit kannya surat tugas Inspektur Wilayah SPPD 10 Diterima menit nya SPPD Inspektur Wilayah 2. 4. PMA No. Mesin Foto copy. Kursi. Pelaksana NO 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.

Pelaksana NO 5. Aktivitas Menentukan waktu keberangkatan Inspektur Wilayah Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan Inspektur Wilayah 1 Kasubbag TU Irwil 2 3 6. Kasubbag TU Irwil Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Jadwal kebe10 Terjadwal rangkatan menit nya keberangkatan Inspektur Wilayah Tiket 30 Diperoleh pesawat/ menit nya tiket kereta/bus keberangk atan dan kepulangan 535 .

FLOWCHART SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENERIMA SPPD PENJADWALAN KEBERANGKATAN MENCARIKAN TIKET BAHAN RAPAT MENYAMPAIKAN TIKET NOTULEN HASIL RAPAT BERANGKAT SELESAI 536 .

6. 7. Bahan Rapat. Mesin Foto copy. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. ATK. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. 4. Penandatanganan surat rapat Inspektur Wilayah 4. Fungsi. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 5. Pencatatan dan Pendataan: 1. KMA No. Pembubuhan paraf surat rapat 3. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA No. Perpres No. Pembuatan surat undangan rapat 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Kasubag TU Irwil 2 3 KET 2. Tugas. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. 3. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksan undangan menit anya pembuatan surat rapat Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat rapat Surat 10 Tertandaundangan menit tanganinya surat rapat Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat rapat Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat rapat Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat rapat Pelaksana Aktivitas 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mampu mengoperasikan rapat 2. 2. KMA No. 6. Surat undangan 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil 537 . 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kursi. Keppres No. Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres No. Penomoran surat keluar Pencatatan surat keluar Penggandaan surat undangan rapat 5. Komputer. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Mampu menganalisis permasalahan Peralatan/Perlengkapan: Meja.

Penyiapan bahan rapat Pembuatan absen kehadiran rapat 9. 538 . Penyampaian rapat 1 Pengadministrasi TU Irwil Ketua Tim Audit Pengadministrasi TU Irwil 2 Auditor 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat rapat Berbagai permasalahan Absen kehadiran rapat 3 jam 15 menit Terwujudnya bahan rapat Terwujudnya absen kehadiran peserta rapat KET 8.Pelaksana Aktivitas 7.

FLOWCHART SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN Surat Undangan PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN Bahan Rapat PENGUMPULAN BAHAN RAPAT PELAKSANAAN SELESAI 539 .

207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pencatatan dalam Pengadbuku kendali surat ministrasi masuk Subbag TU Irwil Koreksi konsep Kasubbag hasil revieu LK TU Irwil Inspektur Wilayah 4. KMA No. 2. 3. Mampu mengoperasikan komputer 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. Keppres No. Komputer. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. ATK. 3. Perbaikan konsep Kasubbag Pengadhasil revieu LK TU Irwil mistrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan surat usulan audit khusus Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah Konsep hasil revieu LK 5. Memiliki pengetahuan tentang Reviu Laporan Keuangan Peralatan/Perlengkapan: Meja. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Hasil revieu LK 540 . KMA No. Kursi. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Entry Data LHA 2. 5. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Keterkaitan: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. 1. kegiatan tidak teradministrasi Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: Konsep hasil revieu LK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil revieu LK 60 Terkorekmenit sinya konsep hasil revieu LK 30 Terselesaimenit kannya koreksi konsep hasil revieu 10 Ditandamenit tanganinya revieu LK Aktivitas Penerimaan konsep hasil revieu LK 1 Auditor 2 Pengadmistrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. PMA No. Tugas. SOP Pengadministrasian LHA Peringatan: Laporan hasil dengan baik No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mesin Foto copy. Inpres No. 4. 6. 7. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Perpres No.

Aktivitas Penomoran hasil revieu LK 1 2 3 7. Pengadmistrasi Subbag TU Irwil Pengiriman surat Pengadmistrasi usulan audit Subbag TU khusus Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Hasil revieu 10 TernomoriLK menit nya hasil revieu LK 10 Terkirimmenit nya hasil revieu LK KET Pengadministrasi Subbag Pelaporan Pengadmi.Pelaksana No.Hasil revieu nistrasi LK Subbag TU Itjen 541 . 6.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN MULAI PENERIMAAN KONSEP HASIL REVIEU LK PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIKOREKSI IRWIL Konsep Hasil Revieu LK DIPERBAIKI SUBBAG TU IRWIL Konsep Hasil Revieu LK PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 542 .

9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 6. Keppres No. PMA No. 5. KMA No. Terjadi tumpang tindih program non PKAT 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Inspektur Wilayah Surat Dumas 30 menit 4. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT Peringatan: 1. Mesin Foto copy. 7. Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. Tidak tertib administrasi program non-PKAT Pelaksana No. Aktivitas Penerimaan surat pengaduan masyarakat Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Membaca dan mengetahui isi Dumas 1 Pengadministrasi Subbag TU Itjen Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Memahami peraturan perundangan yang berlaku Peralatan/Perlengkapan: Meja. 30 menit 543 . Perpres No. Surat hasil telaah pengaduan masyarakat 3. Surat pengaduan masyarakat 2. KMA No. Fungsi. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 3. Kursi. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. ATK. PMA No. 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. Inpres No. Inspektur Pemberian Wilayah disposisi oleh Inspektur Wilayah Pembuatan telaah atas Dumas Kasubbag TU Irwil Koordinator Kelompok Auditor Disposisi Inspektur Wilayah Konsep telaah Dumas 10 menit 5. Surat nota dinas usulan audit khusus Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Dumas 10 Diterimamenit nya Dumas Surat Dumas 10 menit Tercatatnya Dumas Terbaca dan terpahaminya surat Dumas Terbitnya disposisi Inspektur Wilayah Terselesai kannya telaah Dumas KET 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. 3. 2.

Pelaksana No. 6. Aktivitas Penyusunan surat usulan audit khusus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Kasubbag TU 3 7. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag Perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat usulan 15 Terselesai audit khusus menit kannya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Tertandaaudit khusus menit tanganinya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Ternomoaudit Khusus menit rinya surat audit khusus 10 TerkirimSurat usulan menit nya surat audit Khusus usulan Telaah audit Dumas khusus KET 544 . Penomoran surat usulan audit khusus Pengiriman surat usulan audit khusus 9. Penandatanganan surat usulan audit khusus Inspektur Wilayah 8.

FLOWCHART SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS MULAI PENERIMAAN DUMAS PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL Telaah Dumas PENYUSUNAN TELAAH DUMAS OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Audit Khusus PENGETIKAN USULAN AUDIT KHUSUS PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 545 .

SPPD. Pencatatan dan Pendataan: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP TUGAS SUPERVISOR Dasar Hukum: 1. Pembinaan terhadap tim audit tidak berjalan. 5. 3. Mereviu PKA tim audit Supervisor 3. 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Lap top. 5.Surat tugas jam nanya . KMA No. Peraturan perundang-undangan 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8. instrumen audit. Memiliki kemampuan managerial 2.Naskah entry 2. Inpres No. SOP Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL). PMA No. 2. audit 2 Terlaksa. 4. flashdisk. Memiliki pengetahuan tentang audit Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. SPPD. Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 5 Terlaksamenit nanya penerima an surat tugas PKA tim audit 1 Terlaksajam nanya reviu PKA tim audit 3 TerlaksaPKA. surat jam nanya tugas. SOP persiapan pelaksanaan PKAT.PKA briefing . 5. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Lembar Temuan Audit. Dumas. Program Kerja Audit 3. 1.SPPD entry . SOP Analisis laporan hasil audit. 3. Rapat persiapan tim audit Supervisor Ketua tim Anggota tim 4. SOP pembuatan surat tugas PKAT. 5. Keterkaitan: 1. 7. Pembinaan wilayah kurang maksimal. SOP Penyusunan Laporan Hasil Audit. 4. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. Laporan Hasil Audit. Tugas Supervisor tidak optimal. SOP perjalanan dinas. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Kasubbag TU Irwil 2 Supervisor 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. ATK. SOP verifikasi perjalanan dinas. KMA No. Kertas Kerja Audit. Pelaksana No. Mutu hasil audit kurang maksimal. SOP Pelaksanaan PKAT. PMA No. rapat perLHA sebelumsiapan tim nya. 4. 3. Melaksanakan Entry Briefing Supervisor Tim audit Auditi 546 . 2.

Melaksanakan reviu meeting Supervisor Tim audit 1 hari 12 . lampiran penunjang LTA dan BAP. Mempersiapkan Supervisor penyusunan LHA 11 . LHA. LTA. Merevieu LTA Supervisor Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. rekap hasil DP STL. Finalisasi LHA/STL Supervisor Ketua dan Kasubbag Sekretaris TU Irwil tim 3 hari 13 . printer. BAP. KKA. LTA.Pelaksana No. 2 jam 8. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA. ATK. Supervisor Ketua tim dan auditor terkait Menyusun laporan Supervisor pelaksanaan tugas supervisor Dewan Pertimbangan STL 1 hari 2 jam Terlaksananya sidang DP STL Terwujudnya laporan tugas supervisor 547 . Mengikuti sidang DP STL 14 . LTA. printer. 5. laptop Naskah expose. lampiran penunjang KKA. LCD. Menyusun bahan Supervisor expose Melaksanakan expose Supervisor 5 jam 3 jam 2 jam 9. ATK. Lampiran penunjang KKA LTA masing2 masing bidang jam Output Terlaksananya reviu KKA Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA Terlaksananya reviu meeting Terwujudnya LHA final Ketera ngan 7. laptop. LTA masingmasing bidang. dan lembaran penunjang KKA KKA. BAP. Catatan tugas tim dari Supervisor. Aktivitas Merevieu KKA 1 2 3 Supervisor Ketua tim 6. laptop. KKA jam 2. LTA. lampiran penunjang KKA. laptop. tanggapan. LTA masingmasing bidang. Temuan hasil audit. KKA. 10 .

FLOWCHART SOP TUGAS SUPERVISOR MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT S A S A A PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 548 .

Peringatan: Apabila SOP tidak diikuti maka: 1. SOP Perjalanan Dinas. 2. PKAT. Keterkaitan: 1. 1. Memilki kemampuan audit. menit nya PKAT direktori. PMA No. Nama auditi. ketua. 3. Direktori Pengawasan/data auditi. 2. Pembahasan konsep PKAT 5. menit nya Nota printer. Nama supervisor. Kualifikasi Pelaksana: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 30 Tersusun Data auditor. Surat per5 Tersampai mintaan menit kannya usulan surat per2. Mampu mengoperasikan komputer. Data temuan tahun lalu yang belum ditindaklanjuti. KMA No. PKAT tidak dapat dilaksanakan. 1 hari Tersusunn direktori. 2. PMA No. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat per5 Terlaksana mintaan menit nya peneusulan rimaan surat permintaan usulan PKAT 1. 2. Membuat nota usulan PKAT Menyampaikan nota usulan PKAT Kasubbag Irwil TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6. Melaksanakan disposisi Irwil Kasubbag Kapok TU Irwil dan Auditor Kasubbag Kapok TU Irwil Irwil 4. Aktivitas Menerima surat permintaan usulan PKAT dari Sekretariat 1 Pengadministrasi pada Subbag TU Irwil 2 3 Ket. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. 3. ya konsep RKAT. peta PKAT wilayah. ATK usulan Buku eks05 Tersampai pedisi menit kannya nota usulan PKAT Pelaksana No. Anggaran pengawasan tidak akan terserap. Memahami tugas dan fungsi. Menyampaikan surat permintaan usulan ke Irwil Kasubbag Inspektur TU Irwil Wilayah 3. SOP Penyusunan PKAT. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Atlas.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN PKAT Dasar Hukum: 1. 2. 549 . 2. 3. Lembar mintaan disposisi usulan Data auditor. sekretaris dan anggota tim. 3. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Dumas 30 Terwujud Komputer. Laptop/komputer. peta wilayah. ATK. Pencatatan dan Pendataan: 1.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN PKAT MULAI MENERIMA SURAT PERMINTAAN USULAN PKAT DARI SEKRETARIAT MENERUSKAN SURAT PERMINTAAN USULAN KE IRWIL MENINDAKLANJUTI DISPOSISI IRWIL PENGAJUAN KONSEP USULAN KEPADA IRWIL MEMBUAT NOTA DAN DAFTAR USULAN KEPADA IRJEN PARAF/PENANDATANGAN SURAT USULAN PEMBERIAN NOMOR NOTA USULAN PENGIRIMAN NOTA USULAN NOTA USULAN DIARSIPKAN SELESAI 550 .

Fungsi. ATK. Kursi. Pencatatan dan Pendataan: 1. Penandatanganan usulan Tim Audit 6. 4. Penomoran surat usulan Tim Audit 7. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT Dasar Hukum: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Memilki kemampuan audit 3. Tugas. Memahami tugas dan fungsi Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Inpres No. Perpres No. PMA No. 6. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengoperasikan komputer 2. Program audit tumpang tindih dengan audit eksternal Kualifikasi Pelaksana: 1. 1. Keterkaitan: 1. Keppres No. PMA No. SOP Penyusunan PKAT 2. Aktivitas Penerimaan konsep usulan Tim Audit bulan yang akan datang Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Koreksi Inspektur Wilayah 1 Pengadministrasi Subbag Perencan aan Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. KMA No. Pengiriman surat usulan Tim Audit Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep usulan 10 Diterimausulan Tim menit nya konAudit sep usulan Tim Audit Irwil TercatatKonsep usulan 10 menit nya Tim Audit konsep Inspektur usulan tim willayah Audit 20 1. Komputer. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mesin Foto copy. 5. 7. Program audit tidak sesuai rencana 2. Terkore Konsep menit ksinya usulan tim konsep Audit usulan Tim Audit Pelaksana No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Koreksi dan revisi 4. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Pengetikan revisi susunan Tim Audit 5. Inspektur Wilayah 551 . Konsep susunan tim audit 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. KMA No. Buku kendali penugasan auditor 3. SOP Perjalanan Dinas Peringatan: 1. 3. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No.

Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6. Tanda-tangan Inspektur Wilayah Surat usulan 5 tim Audit menit Ditandatanganinya surat usulan Tim Audit tersebut Surat usulan Tim Audit 10 menit Ternomori nya surat usulan Tim Audit Pengarsip an surat usulan Tim Audit 552 . Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output 2. Pengajuan tanda-tangan Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 7. Terbitnya disposisi Inspektu r Wilayah Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit KET 4. Penomoran surat usulan Tim Audit 8.Pelaksana No. Pengiriman surat usulan Tim Audit Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Konsep usulan 15 Tim Audit menit yang telah dikoreksi susunannya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil 10 Susunan Tim menit Audit yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag. Pembahasan dengan para Koordinator Kelompok Auditor Penyusunan revisi usulan Tim Audit Kasubbag TU Irwil Koordinat or Kelompo k Auditor Konsep usulan RKAT 30 menit 5.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT MULAI PENERIMAAN SUSUNAN TIM AUDIT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan Susunan Tim Audit PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Susunan Tim Audit PENGETIKAN REVISI SUSUNAN TIM PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 553 .

BAB IV PENUTUP Meskipun SOP merupakan bagian kecil dari aspek penyelenggaraan administrasi pemerintahan. 554 . efektif dan konsisten dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu. SOP sebagai pedoman tentang langkah-langkah/proses pekerjaan yang harus dilakukan. SOP ini menjadi instrumen yang penting untuk mendorong setiap pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan dengan efisien. memiliki peran penting dalam menciptakan pemerintahan yang efisien. memudahkan mereka dalam memantau hasil pekerjaan. bekerja makin terarah. Karena pentingnya SOP setiap jenis kegiatan memiliki SOP untuk menghindari kemungkinan terjadi penyimpangan dalam prosedur dan tumpang tindih aktivitas antara bagian yang satu dengan yang lain.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->