STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 

 

(SOP) 
     
BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I ‐ V 

 
 
       

DEPARTEMEN AGAMA RI  INSPEKTORAT JENDERAL  TAHUN 2009 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, dapat disusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Penyusunan SOP ini dilandasi suatu pemikiran bahwa tantangan yang dihadapi Departemen Agama dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi masih cukup berat. Dalam rangka percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Agama, telah dikeluarkan Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Departemen Agama. Pada instruksi kedua adalah agar seluruh unit kerja melakukan penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Inspektorat Jenderal sebagai salah satu unit eselon I di Departemen Agama juga telah menyusun SOP. Diharapkan SOP yang telah disusun ini menjadi pedoman atau acuan kerja bagi pejabat dan pelaksana pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar, efektif, dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaannya. Semoga SOP ini bermanfaat dalam rangka sumbangsih Inspektorat Jenderal dalam percepatan reformasi birokrasi guna mewujudkan akuntabilitas kinerja di lingkungan Departemen Agama.

Jakarta, Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

H. M. SUPARTA NIP.195407071984021001

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... SURAT KEPUTUSAN INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA ........................ BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. A. Latar Belakang ............................................................................... B. Maksud dan Tujuan ......................................................................... C. Ruang Lingkup ................................................................................ D. Manfaat............................................................................................ E. Sistematika ..................................................................................... i ii

iii 1 1 1 1 2 2 4 4 5 6 7 66 90 116 189 229 275 313 354 379 423 468 496 554

BAB II PENJELASAN DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP ....................... A. Isi Form SOP ................................................................................... B. Prinsip Pelaksanaan SOP ............................................................... BAB III SOP PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEP. AGAMA ................... A. Lampiran 1 SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan ................. B. Lampiran 2 SOP Subbag Keuangan ............................................. C. Lampiran 3 SOP Subbag Evaluasi & Pelaporan ............................ D. Lampiran 4 SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian ........................ E. Lampiran 5 SOP Subbag Ortala ..................................................... F. Lampiran 6 SOP Subbag Hukum & Perundang-undangan ........... G. Lampiran 7 SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan ............. H. Lampiran 8 SOP Subbag AHP Eksternal & Dumas ....................... I. Lampiran 9 SOP Subbag Data & Informasi HASWAS ................... J. Lampiran 10 SOP Bagian Umum ................................................... K. Lampiran 11 SOP Subbag Rumah Tangga ................................... L. Lampiran 12 SOP Subbag Perlengkapan ...................................... M. Lampiran 13 SOP Inspektur Wilayah ............................................. BAB IV PENUTUP ............................................................................................

ii

mam KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA NOMOR IJ/252/2009 TENTANG STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA,

Menimbang

: a. bahwa dalam rangka menjaga konsistensi dan kinerja bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama, dipandang perlu menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas pegawai; b. bahwa berdasarkan point a di atas perlu ditetapkan dengan surat keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama RI. : 1. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama;

Mengingat

iii

6. Keputusan Menteri Agama Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2008 tentang Reformasi Birokrasi; 8. Keputusan Inspektur Jenderal Nomor IJ/147/ 2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas, dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN INSPEKTUR JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana tersebut dalam lampiran 1 sampai dengan 13 Keputusan ini. : Standar Operasional Prosedur pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU di atas merupakan pedoman pelaksanaan tugas bagi para pejabat dan pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama dan merupakan satu kesatuan dengan surat keputusan ini. : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal Oktober 2009 INSPEKTUR JENDERAL,

KESATU

KEDUA

KETIGA

H.M. SUPARTA NIP 195407071984021001

iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Reformasi Birokrasi yang digulirkan oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan pemerintahan bersih sudah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sehingga semua departemen dituntut untuk melakukan pembenahan birokrasi di jajarannya baik di pusat maupun di daerah. Salah satu langkah dari reformasi birokrasi adalah penataan organisasi dan ketatalaksanaan untuk memodernisasi organisasi melalui pemisahan, penggabungan, dan penajaman tugas dan fungsi organisasi. Untuk itu perlu memperhatikan analisis dan evaluasi jabatan, analisis beban kerja melalui job descriptions dan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) guna peningkatan pelayanan publik. Departemen Agama sebagai bagian dari birokrasi pemerintah juga mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Inspektorat Jenderal merupakan salah satu unit eselon satu di Departemen Agama mempunyai tugas meyelenggarakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen Agama. Kegiatan pengawasan dilakukan agar mampu menjamin bahwa kegiatan yang dilakukan oleh satuan organisasi/kerja di lingkungan Departemen Agama berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan, dan kebijakan yang telah digariskan dapat menjadi alat kendali dan alat ukur terhadap proses dan hasil kerja yang ingin dicapai oleh Departemen Agama. Upaya Inspektorat Jenderal Departemen Agama dalam memudahkan pelaksanaan tugas dan melaksanakan salah satu langkah reformasi birokrasi adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) B. Maksud dan Tujuan Maksud Standar Operasional Prosedur (SOP) dimaksudkan sebagai tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja. Tujuan: 1. Terwujudnya pedoman dan standar kerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama RI; 2. Terwujudnya persamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan; 3. Terwujudnya alur tugas, wewenang, dan tanggungjawab dari pelaksanaaan tugas;

1

C. Ruang Lingkup SOP ini digunakan untuk seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. D. Manfaat Manfaat SOP dalam lingkup pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal Departemen Agama meliputi antara lain: 1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pejabat dan pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. 2. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang dalam menyelesaikan tugas. 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pejabat dan pelaksana dan organisasi secara keseluruhan. 4. Meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan tugas. 5. Menciptakan ukuran standar kinerja pejabat dan pelaksana dalam memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan. 6. Memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berlangsung dalam berbagai situasi, secara efektif, efisien, dan akuntabel. 7. Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 8. Memberikan informasi bagi upaya peningkatan kompetensi pejabat dan pelaksana. 9. Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya. 10. Sebagai instrumen yang dapat melindungi pejabat dan pelaksana dari kemungkinan tuntutan hukum karena tuduhan melakukan penyimpangan. 11. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas dan fungsi. E. Sistematika Sistematika penulisan buku Standar Operasonal Prosedur (SOP) ini terdiri dari empat bab. Pada Bab I Pendahuluan berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup, manfaat dan sistematika penulisan. Pada bab ini membahas tentang latar belakang mengapa buku SOP ini ditulis, maksud dan tujuan yang hendak dicapai, manfaat yang akan diperoleh, ruang lingkup permasalahan apa yang dikemukakan dalam buku ini serta sistematika penulisan. Sementara itu, pada Bab II berisi tentang penjelasan dan prinsip pelaksanaan SOP yang meliputi isi form SOP dan prinsip pelaksanaan sop. Pada bab ini akan di bahas tentang Isi form SOP yang memuat informasi dan istilah-istilah tentang SOP dan beberapa prinsip dadsar yang harus dipenuhi dalam penyusunan SOP. Selanjutnya, pada Bab III berisi SOP pada Inspektorat Jenderal Departeman Agama. Bab ini akan membahas tentang uraian Standar Operasioanal Prosedur yang ada 2

di lingkungan Itjen Departemen Agama, yang meliputi bagian-bagian atau unit kerja yang ada, yaitu: SOP Bagian Perencanaan dan Keuangan; SOP Bagian Ortala dan Kepegawaian; SOP Bagian Pengolahan Hasil Pengawasan; SOP Bagian Umum; dan SOP Inspektur Wilayah I sampai dengan V; Dan terakhir, pada Bab IV yaitu, Penutup yang berisi kata akhir.

3

BAB II PENJELASAN FORM DAN PRINSIP PELAKSANAAN SOP A. Isi Form SOP Dokumen SOP merupakan dokumen yang berisi prosedur-prosedur yang distandarkan, yang secara keseluruhan prosedur-prosedur tersebut membentuk satu kesatuan proses. Adapun informasi yang dimuat dalam dokumen SOP antara lain sebagai berikut: 1. Nama SOP: nama prosedur yang di-SOP-kan; 2. 3. 4. 5. 6. 7. Satuan Kerja/Unit Kerja: Inspektorat Jenderal; Nomor SOP: nomor prosedur yang di-SOP-kan; Tanggal Pembuatan: tanggal pertama kali SOP dibuat; Tanggal Revisi: tanggal SOP Prosedur direvisi; Tanggal Efektif: tanggal mulai diberlakukan; Disahkan Oleh: Pengesahan oleh pejabat yang berkompeten pada tingkat satuan kerja; Dasar Hukum: peraturan perundang-undangan yang mendasari prosedur; Keterkaitan: memberikan penjelasan mengenai keterkaitan prosedur yang distandarkan dengan prosedur lain yang distandarkan.

8. 9.

10. Peringatan: memberikan penjelasan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika prosedur dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. Peringatan memberikan indikasi berbagai permasalahan yang mungkin muncul dan berada di luar kendali pelaksana ketika prosedur dilaksanakan, serta berbagai dampak lain yang ditimbulkan. Dalam hal ini dijelaskan pula bagaimana cara mengatasinya. 11. Kualifikasi Pelaksana: memberikan penjelasan mengenai kualifikasi pegawai yang dibutuhkan dalam melaksanakan perannya pada prosedur yang distandarkan. 12. Peralatan dan Perlengkapan: memberikan penjelasan mengenai daftar peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. 13. Pencatatan: memuat berbagai hal yang perlu didata dan dicatat oleh setiap pejabat dan pelaksana yang berperan dalam pelaksanaan prosedur yang telah distandarkan. Dalam kaitan ini, perlu dibuat formulir-formulir tertentu yang akan diisi oleh setiap pejabat dan pelaksana yang terlibat dalam proses (Misalnya formulir 4

yang menunjukkan perjalanan sebuah proses pengolahan dokumen pelayanan perijinan. Atas formulir dasar ini akan diketahui apakah prosedur sudah sesuai dengan mutu baku yang ditetapkan dalam SOP). Setiap pegawai yang ikut berperan dalam proses, diwajibkan untuk mencatat dan mendata apa yang sudah dilakukannya, dan memberikan pengesahan bahwa langkah yang ditanganinya dapat dilanjutkan pada langkah selanjutnya. Pendataan dan pencatatan akan menjadi dokumen yang memberikan informasi penting mengenai “apakah prosedur telah dijalankan dengan benar”. 14. Uraian SOP: menjelaskan langkah-langkah kegiatan secara terinci dan sistematis dari prosedur yang distandarkan. Agar SOP ini terkait dengan kinerja, maka setiap aktivitas hendaknya mengidentifikasikan mutu baku tertentu, seperti: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan persyaratan/kelengkapan yang diperlukan (standar input) dan outputnya. Mutu baku ini akan menjadi alat kendali mutu sehingga produk akhirnya (end product) dari sebuah proses benar-benar memenuhi kualitas yang diharapkan, sebagaimana ditetapkan dalam standar pelayanan. B. Prinsip pelaksanaan SOP Pelaksanaan SOP harus memenuhi prinsip sebagai berikut: 1. Konsisten SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapa pun dan dalam kondisi apa pun oleh seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Komitmen SOP harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dari seluruh jajaran organisasi, dari level yang paling rendah sampai yang tertinggi. 3. Perbaikan berkelanjutan Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap segala penyempurnaan untuk memperoleh prosedur yang benar-benar efisien dan efektif. 4. Mengikat SOP harus mengikat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan. 5. Seluruh unsur memiliki peran penting Seluruh pegawai berperan dalam setiap prosedur yang distandarkan. Jika ada pegawai yang tidak melaksanakan perannya dengan baik, maka akan mengganggu keseluruhan proses, yang akhirnya juga berdampak pada proses penyelenggaraan pemerintahan. 6. Didokumentasikan dengan baik Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus didokumentasikan dengan baik, sehingga dapat selalu dijadikan referensi.

5

BAB III  
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)  PADA INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMAN AGAMA 

 
           

BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN  BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN  BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN  BAGIAN UMUM  TATA USAHA INSPEKTUR WILAYAH I – V 

 

6

Lampiran 1        STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN        1. SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN                  7 . SUBBAG KEUANGAN  3. SUBBAG PERENCANAAN PROGRAM  2.

17.      STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)  SUBBAG PERENCANAAN DAN PROGRAM    1. 13. 7. 10. 9. 6. 19. 12. 16. 14. 15. 8. 4. 20. 5. 11. 2. 3. 18. SOP Evaluasi Action Plan  SOP Administrasi Surat Masuk dan Keluar  SOP Pengecekan SPPD  SOP Kalender Kegiatan  SOP Kompilasi DIPA dan RKA‐KL 5 Wilayah  SOP Kompilasi Surat Tugas  SOP Panduan PPA  SOP Penyusunan Rekonsiliasi RKAT  SOP Penyusunan Jangkauan Audit  SOP Penyusunan Buku KPKPI  SOP Penyusunan Buku Non PKPT  SOP Penyusunan Buku Penetapan Kinerja  SOP Penyusunan Buku RKAT  SOP Penyusunan Direktori Obyek Audit  SOP Penyusunan Tim Monitoring dan Evaluasi  SOP Penyusunan RKAT  SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan  SOP Penyusunan Usulan RKAT  SOP Penyusunan RKA‐KL  SOP Standar Biaya Khusus                8 .

5. Memiliki kemampuan mengevaluasi kegiatan. 1 2 3 4 5 Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Staf Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag 1 2 Pencatatan dan Pendataan: 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 Jam 40 menit 5 Menit 15 menit 1 Jam Ket. 2. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 6. Mengajukan SK. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. Modul Sosialisasi PPA. Laptop. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. SOP Workshop PPA Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. maka tidak diketahui kelemahan-kelemahan hasil pelaksanaan Sosialisasi PPA tahun yang lalu Pelaksana No. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Peralatan/Perlengkapan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI ACTION PLAN Dasar Hukum: 1. 2. 7. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Bahan tayang. TOR. 3. SOP TOT PPA. Meja. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). Kasubbag untuk ditandatangani Membuat rekap Action Staf Plan dari Lokasi Sosialisasi PPA Membuat Draft pedoman/Panduan Staf Ses 6 Pelaksanaan Program Sosialisasi PPA 3 hari 9 . 3. Kursi. 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. 2. ATK. LCD. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. Memahami PPA secara keseluruhan. Keterkaitan: 1. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

dan Subbag Per-UU-an 11 Melaksanakan Staf evaluasi Action Plan Telah ditandatangani oleh Sekretaris Itjen 1 jam Kasubbag Kabag Buku Panduan. Kasubbag Ses 8 9 Staf Kasubbag Ses Mendistribusikan surat Staf tugas dan panduan kepada petugas pelaksana Action Plan PPA 10 Menyerahkan copy Staf rekap surat tugas. dan laporan Sosialisasi PPA tahun sebelumnya Terlaksana Evaluasi Action Plan 3 Hari 10 . Modul Sosialisasi. SK dan TOR ke Subbag Keuangan. Subbag Evalap. 7 Aktivitas Meminta persetujuan pimpinan tentang pedoman Membuat surat tugas Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 jam 45 Menit 1 jam Ket.Pelaksana No.

Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan kegiatan SELESAI 11 . dan TOR ke Subbag Keuangan. SK.FLOW CHART SOP EVALUASI ACTION PLAN MULAI Menyusun TOR Periksa TOR dan SK Diterima Ditolak Memaraf SK dan TOR Menandatangi SK dan TOR Membuat Rekap Sosialisasi PPA Menyusun Panduan Meminta Persetujuan Panduan Periksa Tor dan SK Ditolak Diterima Membuat Surat Tugas Mendistribusikan Surat Tugas dan Panduan Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas.

12 .Tersusun1 an Dinas nya rekapiJam tulasi surat masuk dan keluar 1 TersusunMinggu nya laporan surat masuk dan keluar Ket. 6.Tertatanya an Dinas administrasi menit surat 15 Buku pencata. Uraian Tugas. Peralatan/Perlengkapan: 1. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Buku Pencatatan Surat. Pelaksana No. maka akan kesulitan melacak surat yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pimpinan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR Dasar Hukum: 1. 1 Aktivitas 1 2 Kasubbag 3 Staf 2.Tercatatnya tan surat surat masuk menit dan surat keluar Tata Persurat. Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak disusun. Memiliki kemampuan mengadministrasikan surat. Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT Kualifikasi Pelaksana: 1.Tersusun30 an Dinas nya surat menit keluar dan terarsipkannya surat masuk Tata Persurat. Menerima surat Kabag masuk yang didisposisikan pimpinan Mencatat surat Staf masuk dan surat keluar Kabag Mengarsipkan surat masuk dan membuat surat keluar sesuai isi disposisi pimpinan Memberi nomor Staf surat masuk dan surat keluar Staf Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan Surat Masuk dan Surat Keluar dalam kurun waktu 1 tahun Staf Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Tata Persurat. Tata Persuratan Dinas. Komputer. 3 Kasubbag Staf 4 5. 3. Memiliki kecermatan dan Ketelitian. 2. Alat Tulis Kantor. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Printer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.Terdapat15 an Dinas nya nomor menit surat masuk dan keluar Tata Persurat. 2.

FLOW CHART SOP ADMINISTRASI SURAT MASUK DAN KELUAR MULAI Menerima Surat Masuk Menindaklanjuti apabila Surat Keluar Mengarsipkan apabila Surat Masuk Pencatatan dan Penomoran dalam buku Pencatatan dan Penomoran dalam buku Merekapitulasi Surat Masuk dan Surat Keluar Membuat Laporan dalam Kurun Waktu 1 Tahun SELESAI 13 .

Keterkaitan: SOP Surat Tugas PKPT. Pencatatan dan Pendataan: PELAKSANA No Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag Perencanaan 2 3 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGECEKAN SPPD Dasar Hukum: 1. 3. Teliti dan Cermat. Pengesahan SPPD MUTU BAKU Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Sesuai 1 Berkas RAB dan Menit SPPD Kegiatan diterima Sesuai Selesai 1 RAB dan Pengecek Jam Kegiatan -an SPPD Ket. mengoperasikan Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/279/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata persuratan Dinas pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memiliki kemampuan komputer. 2. Redaksi SPPD. dan dasar penerbitan SPPD 3. Meja. Pelaksana Subbag Perencanaan Kasubbag Perencanaan SPPD telah selesai Paraf Disetujui 30 detik 5 Menit 14 . Rincian Anggaran Biaya. Golongan/ Pangkat. maka kesalahan dalam administrasi jawabannya. Alat Tulis Kantor. Mengajukan kepada Pimpinan 4. Mesin Fotocopy. NIP. Peringatan: Jika tidak dilaksanakan. 2. Menerima SPPD dari subbagian Rumah Tangga 2. akan terjadi pertanggungKualifikasi Pelaksana: 1. Memeriksa Berkas berdasarkan Nama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/281/2006 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Inspektorat Jenderal Departemen Agama.

FLOW CHART SOP PENGECEKAN SPPD MULAI SPPD dari Rumah Tangga Menerima SPPD Memeriksa SPPD SPPD BENAR Tidak Ya Mengajukan Kepada Pimpinan Pengesahan SELESAI 15 .

Buku Rencana Kinerja. kertas.Buku Renca. laptop. 4. Mengoreksi draft kalender kegiatan Kasubbag Kabag 5.Terkoreksina Kinerja nya draft . printer. 3. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KALENDER KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Mengajukan kepada pimpinan Menggandakan buku kalender kegiatan Kasubbag Kabag Ses Itjen 6. 2. UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.Buku PO tulasi progDIPA RKA-KL ram kegiatan . Kualifikasi Pelaksana: 1.Buku Renca. Alat tulis kantor.Tersusunnya analisa na Kinerja program .Buku PO DIPA RKA-KL laksanaan kegiatan . 4.Buku PO DIPA RKA-KL kegiatan .Buku Renca. SOP Penyusunan Usulan RKAT. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. 1 hari 1 hari 40 menit 1 hari 1 minggu 16 . Perpres Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2004-2009.Buku Renca.Tersusunnya draft na Kinerja jadwal pe. Buku POK DIPA RKA-KL. komputer. 2. Pencatatan dan Pendataan: 2. 3. SOP Penyusunan Database Perencanaan. Staf MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan . Mempunyai kompetensi dalam mengoperasikan komputer. Keterkaitan: 1. 2. Aktivitas Menganalisa Staf program kegiatan hasil pembahasan RKT Merekap program Staf kegiatan hasil pembahasan RKT sesuai Bagian dan Irwil Menyusun draft Staf kalender kegiatan. maka akan terjadi benturan penjadwalan program kegiatan dalam waktu 1 tahun PELAKSANA No 1.Tersusunna Kinerja nya rekapi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Peringatan: Jika tidak disusun. 2.Buku PO kalender DIPA RKA-KL kegiatan Draf kalender Draft Buku yang terkoreksi Kalender di setujui Tercetaknya Buku Kalender Kegiatan Waktu 1 hari Ket. 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Memiliki kemampuan menyusun kalender kegiatan.

FLOWCHART SOP KALENDER KEGIATAN MULAI Analisa Program Kegiatan dalam Penyusunan RKT Merekapitulasi Program Kegiatan Menyusun Draft Kalender Kegiatan Koreksi Ditolak Diterima Mengajukan ke Pimpinan Kalender Kegiatan SELESAI 17 .

8.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009. 3. SOP Surat Masuk dan Keluar Peringatan: Jika tidak disusun. Pencatatan dan Pendataan: Waktu 15 menit Ket. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. SOP RKA-KL.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan. 3. 2 Kasubbag Kabag 30 menit 45 menit 1 minggu 3 Kasubbag Kabag 4. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. 6. 2. Memahami dalam membaca DIPA dan RKAKL 2. maka akan kekurangan data dukung audit keuangan PELAKSANA No. Penelaahan. SOP PO DIPA. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 4. Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. PMK Nomor 96/PMK. Alat Tulis Kantor. 2. Memahami tentang anggaran 3. RKA-KL. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH Dasar Hukum: 1. 3. PMK Nomor 08/PMK. Printer. 7. 1 Aktivitas Menyusun konsep surat keluar permohonan DIPA RKAKL. PMK Nomor 105/ PMK. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Komputer. Mendistribusikan surat Staf keluar ke Satker Departemen Agama 18 . Software Program Microsof Acces. Keterkaitan: 1. Standar Biaya Umum. 5.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007. Mengajukan konsep surat keluar untuk dikoreksi Mengajukan kepada pimpinan Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Tata PersuTersusunratan Dinas nya draft konsep surat keluar Draft konsep surat keluar Ses Itjen Konsep surat keluar yang dikoreksi Surat Keluar yang disetujui Tersusunnya konsep surat keluar Tersusunnya surat keluar Terdistribusikannya surat keluar Kualifikasi Pelaksana: 1. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. 2.

PELAKSANA No. Kasubbag Kabag 45 menit 10. 5. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses. 6. Aktivitas Mengadakan koordinasi dengan Ditjen Perbendaharaan Mengumpulkan data DIPA RKA-KL dari satker Depag baik pusat maupun daerah Mengolah data dari satker Depag dan Ditjen Perbendaharaan Mengoreksi draft kompilasi DIPA Staf 1 2 3 MUTU BAKU Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Terdapatyang disetujui nya data DIPA RKAKL Terdapatnya data DIPA RKAKL PO DIPA TersusunRKA-KL nya draft kompilasi DIPA Draft KompiTerkoreksilasi DIPA nya draft\ Kompilasi DIPA Draft Buku Draft Kompilasi DIPA yang Kompilasi DIPA dikoreksi disetujui Buku Kompilasi DIPA Waktu 1 hari Ket. Itjen 30 menit 11. Staf 1 minggu 7. Mencetak dan menggandakan draft Kompilasi DIPA Staf 1 minggu 19 . Staf 3 hari 8.

Agama Mengolah Data DIPA Mencetak Draft Kompilasi Mengoreksi Draft Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mencetak/Menggandakan Pendistribusian SELESAI 20 .FLOWCHART SOP KOMPILASI DIPA DAN RKA-KL 5 WILAYAH MULAI Membuat Surat Keluar (Dinas) ke Sator/Satker tentang Permintaan DIPA Mengkoreksi Surat Keluar Mengajukan kepada Pimpinan Disetujui Tidak disetujui Mendistribusikan Surat Koordinasi dan meminta DIPA seluruh Sator/Satker di Departemen Agama Mengumpulkan Data Dipa dari Sator/Satker di lingkungan Dep.

3. maka kesulitan dalam melacak hilangnya surat-surat yang dibutuhkan pimpinan. 1. 2. SOP Surat Masuk dan Keluar. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Pelaksana No. Surat Tugas Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: 3. Peralatan/Perlengkapan: 1. 3. 2. Kasubbag Kabag Ses Itjen 7. Data Auditor 4. Staf 21 . 2. Jika tidak disusun. 4. Keterkaitan: 1. SOP Surat Tugas PKPT. dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Staf 5. Ket. Komputer. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Uraian Tugas. 2. SOP Usulan RKAT. Printer. maka kesulitan dalam pengumpulan angka kredit auditor. 3. Jika tidak disusun. Memiliki kemampuan dalam mengkompilasi surat tugas. SOP Penyusunan Pemantauan. Mempunyai kompetensi dalam pengoperasian komputer 2. 4. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Alat Tulis Kantor.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI SURAT TUGAS Dasar Hukum: 1. Data Obyek Audit. Kasubbag Kabag 6. 1 2. Aktivitas Menginventarisir surat-surat tugas Merekapitulasi surat–surat tugas Menyusun draft kompilasi surat tugas Mengoreksi draft kompilasi surat tugas Mengajukan Draft Kompilasi pada pimpinan Menggandakan Kompilasi Surat Tugas Staf Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Tugas Terkumpulnya 2 Surat Tugas jam 2 Surat tugas Tersusunnya jam rekapitulasi surat tugas Surat Tugas Tersusunnya 1 Draft Kompihari lasi Surat Tugas Surat Tugas Terkoreksi40 nya Draft menit Kompilasi Surat Tugas Draft Kompilasi Draft Kompi15 lasi Surat Surat Tugas menit yang dikoreksi Tugas disetujui Draf Kompilasi Surat Tugas Buku Kompilasi Surat Tugas 1 minggu Kualifikasi Pelaksana: 1. maka kesulitan dalam memberikan informasi kepada pemeriksa eksternal. Jika tidak disusun.

FLOWCHART SOP KOMPILASI SURAT TUGAS MULAI Inventarisasi Surat Tugas Audit Merekapitulasi jumlah surat tugas sesuai jenisnya Menyusun draft kompilasi surat tugas Koreksi Tidak Ya Mengajukan pada Pimpinan Menggandakan SELESAI 22 .

SOP Workshop PPA. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 3. 3. PMA Nomor 8 tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Meja. Pencatatan dan Pendataan: 1. Waktu 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 1 hari 3 hari 1 hari 5. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 1. Bahan tayang. Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. Menguasai Program Pengawasan Agama. 2. 7. 2. LCD. SOP Action Plan PPA. TOR. untuk ditandatangani Membuat Draft Panduan PPA Membuat undangan pembahasan panduan PPA Membahas draft Panduan PPA Meminta persetujuan dari pimpinan 1 Pelaksana Kasubbag Kasubbag Kasubbag Kabag Kabag Ses 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kursi. 3. 4. Laptop. Pelaksana Kasubbag Kabag Ses Draft Panduan PPA selesai 23 . 2. Memiliki kemampuan menyusun panduan. Aktivitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan Memeriksa TOR dan SK Memaraf TOR dan SK Mengajukan SK. SOP Pelaksanaan Survey Lokasi PPA. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PANDUAN PPA Dasar Hukum: 1. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Modul Sosialisasi PPA. Pelaksana Pelaksana Kasubbag Ses 7. 8. 4. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. 5. 2. 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. ATK. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Ket. 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851). Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. 6. maka kesulitan dalam pelaksanaan sosialisasi PPA di lokasi Pelaksana No. Peringatan: Jika tidak disusun.

11 Aktivitas Mencetak buku panduan PPA Mendistribusikan buku Menyerahkan copy rekap surat tugas. dan Subbag PerUUan Melaksanakan Evaluasi Action Plan 1 Pelaksana Pelaksana Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu 1 minggu 1 hari 1 hari Ket. PPA 12 Pelaksana Kasubbag Kabag 3 hari 24 .Pelaksana No. Telah ditanda tangani oleh Sekretaris Itjen Buku Panduan. Subbag Evalap. 9. 10 . SK dan TOR ke Subbag Keuangan.

Subbag Evalap dan Subbag Perundang-undangan Melaksanakan Kegiatan SELESAI 25 .FLOW CHART SOP PANDUAN PPA MULAI Menyusun TOR dan SK Periksa Tor dan SK Ya Memaraf SK dan TOR Tidak Menandatangani SK dan TOR Membuat Draft Panduan Sosialisasi PPA Membuat Undangan Membahas draft Meminta Persetujuan Pimpinan Disetujui Tidak Ya Menyerahkan Copy Rekap Surat Tugas. SK. dan TOR ke Subbag Keuangan.

Rekapitulasi Jangkauan Audit. Agama dengan BPKP Pelaksana No. Kualifikasi Pelaksana: 1. Pencatatan dan Pendataan: 2. SOP Buku URKAT. 3. Buku Direktori Obyek Audit. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Melakukan Koordinasi Sekretaris dengan BPKP dan Menpan tentang rencana Rekonsiliasi RKAT Itjen Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi RKAT Kabag/ Kasubbag BPKP 4. Surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: B/85/DIV. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Jika tidak ada Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan maka Pelaksanaan Audit akan tumpang tindih antara Itjen Dep. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Merumuskan hasil Rekonsiliasi RKAT Itjen BPKP Mutu Baku Ket. Printer. SOP Penyusunan RKAT 2. Aktivitas Menerima Surat Edaran Rekonsiliasi dari Menpan 1 Sekretaris 2 Kabag/ Kasubbag Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor. 6. Menpan Hasil 3 Naskah Rekonsiliasi Hari Berita Acara dan Doku- 26 . SOP Buku RKAT. Buku URKAT. 5. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT Dasar Hukum: 1. 4. 5. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Komputer. 4. Buku Peta Wilayah Pengawasan.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. 3. Keterkaitan: 1. garanya Buku Direktori Hari Rekonsiliasi Obyek Audit. 2. 3. 2. RKAT Buku Peta Wilayah dan Rekapitulasi Jangkauan Audit. 3. Persyaratan/ 3 Waktu Output Perlengkapan Staf Surat EdarDiterimaan Rekonnya Surat siliasi Edaran Rekonsiliasi Staf Buku URKAT 1 TerkoordiMinggu nasikannya pelaksanaan Rekonsiliasi RKAT 3 TerselengMenpan Buku URKAT. 2. 1. Memiliki kemapuan menyusun rekonsiliasi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.

Mendistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT ke MenPan. Staf Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT 2 Hari 1 Hari Terdistribusikannya Buku hasil Rekonsiliasi RKAT. BPKP. 5. Menggandakan Naskah Berita Acara Rekonsiliasi RKAT beserta dokumen lampirannya Staf 6. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output men hasil Rekonsiliasi Buku hasil Rekonsiliasi RKAT Ket.Pelaksana No. dan Irwil. 27 .

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN REKONSILIASI RKAT MULAI Menerima Surat dari Menpan Melakukan Koordinasi dengan BPKP dan Menpan Menyelenggarakan Kegiatan Rekonsiliasi Menggandakan Naskah Rekonsiliasi Mendistribusikan Buku SELESAI 28 .

Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). maka kesulitan dalam pemenuhan informasi bagi pemeriksan eksternal. Pelaksana No. Buku Audit Khusus. Direktori Obyek Audit. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Peringatan: 1. 2. Staf 5. Komputer. Printer. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT Dasar Hukum: 1. 6. Jika tidak disusun. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Pencatatan dan Pendataan: 2. 4. Melakukan kompilasi data audit Staf 2 Hari 6. Buku RKAT. SOP Penyusunan Buku URKAT. SOP Direktori Obyek Audit. SOP Penyusunan Buku RKAT. Menganalisa Direktori Obyek Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 PO DIPA Hari dan Buku RKAT serta URKAT 2 Buku Hari Direktori Obyek Audit Buku Kompilasi Audit Kasus Buku Kompilasi Audit Khusus Kompilasi draft Jangkauan Audit Draft buku 2 Hari 2 Hari Output Terdapatnya data anggaran PKPT Terdapatnya data Obyek Audit Terdapatnya data audit kasus Terdapatnya data audit khusus Tersusunnya draft buku jangkauan audit Terkoreksi Ket. 3. 3. Memiliki pengetahuan tentang wilayah audit. 2. Alat Tulis Kantor. Kualifikasi Pelaksana: 1. Jika tidak disusun. 3. Buku URKAT. 2. Memiliki kemampuan menyusun jangkauan audit. 2. Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Staf 4. Tugas. maka kesulitan dalam pengajuan kenaikan anggaran. 3. Mengoreksi draft Kasubbag Kabag 40 29 . 1. Aktivitas Menganalisa program PKPT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Kewenangan. SOP Penyusunan RKAT. Keterkaitan: 1. Jika tidak disusun. maka tidak dapat diperoleh informasi bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan. Buku Audit Kasus. 2. Fungsi. Keppres RI Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. 3.

Aktivitas buku jangkauan audit 1 2 3 7. 30 .Pelaksana No. dikoreksi Draft Buku 1 Buku Jangkauan Minggu Jangkauan Audit yang Audit disetujui Ket. Mengajukan kepada pimpinan Kasubbag Kabag Ses Itjen 8. Mencetak dan menggandakan Buku Jangkauan Audit Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan jangkauan Menit nya draft audit buku jangkauan audit 30 Draft Buku Draft buku Menit Jangkauan jangkauan Audit yang audit yang disetujui.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN JANGKAUAN AUDIT MULAI Menganalisa program PKPT Menganalsia Direktori Obyek Audit Menganalisa Audit Kasus Menganalisa Audit Khusus Kompilasi Data Dikoreksi Tidak Ya Mencetak Buku SELESAI 31 .

SOP Rekonsiliasi PKPT. 4. 2. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Buku Usulan PKPT. Buku Non PKPT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Staf 3. SOP Penyusunan Buku Usulan PKPT. maka akan kesulitan dalam penetapan arah dan kebijakan pengawasan di lingkungan Itjen Dep. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 2. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan Buku PKPT. 3. Peringatan: Jika tidak disusun. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data).INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI Dasar Hukum: 1. SOP Penyusunan Buku Non PKPT. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan.Agama Pelaksana No. 6. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Buku PKPT. 8. Fungsi. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku 2 DiperolehUPKPT Jam nya data Usulan PKPT Buku PKPT 2 DiperolehJam nya data PKPT Buku Non 2 Terperoleh PKPT Jam nya data Non PKPT Dokumen 2 Diperolehhasil RekonJam nya data siliasi PKPT kebijakan PKPT Ket. Staf 4. Pencatatan dan Pendataan: 2. 5. 3. Kewenangan. Tugas. Memiliki kemampuan menyusun buku KPKPI. 2. 7. 32 . Alat Tulis Kantor. 4. 1. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Kursi. Komputer. Aktivitas Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Program PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsilisasi PKPT Staf 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Meja. 5. 3. Fungsi. Inpres RI Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kewenangan. Printer. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Tugas.

Aktivitas Kompilasi data Staf 1 2 3 6. 5.Pelaksana No. 33 . Penggandaan buku Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 TersusunJam nya kompilasi data PKPT 2 TersusunJam nya buku KPKPI Ket.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU KPKPI MULAI Mempelajari dan Menelaah Buku Usulan PKPT Mempelajari dan Menelaah Buku PKPT Mempelajari dan Menelaah Rekonsiliasi PKPT Kompilasi data Penggandaan SELESAI 34 .

Menentukan obyek pemantauan Staf 3. 3. Tugas. 2. 4. Alat Tulis Kantor. Kewenangan. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Memiliki kemampuan menyusun Buku. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Standar Biaya Umum. 3. Program Non PKPT hasil RKT. Aktivitas Menganalisa Program Non PKPT hasil RKT Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 1. SOP Direktori Obyek Audit 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT Dasar Hukum: 1. 5. Memiliki kemampuan pengetahuan tentang monitoring. 35 . Pelaksana No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Tugas. 4. 7. Menyusun formasi jumlah staf yang akan diberangkatkan Menggabungkan data obyek pemantauan dengan formasi staf Staf Staf 5. Mengajukan kepada pimpinan Mencetak dan Kasubbag Staf Kabag Ses Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TerdapatRencana Hari nya data Kinerja obyek peTahunan mantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya draft obyek pemantauan RKT 2 TersusunPO DIPA Jam nya forData Staf masi staf RKT 1 TersusunData Staf Jam nya draf kompilasi buku non pkpt RKT 40 Draft Data Staf Menit kompilasi non pkpt terkoreksi Draft kompi30 Kompilasi lasi non PKPT Menit Non PKPT Kompilasi 30 Buku Ket. Komputer. Keterkaitan: 1. Printer. Fungsi. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Fungsi. Data staf Pencatatan dan Pendataan: 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Peringatan: Jika tidak disusun. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. maka kesulitan dalam menyediakan data bagi pemeriksa eksternal. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). 3. SOP Penyusunan Pemantauan Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Kewenangan. Mengoreksi draft kompilasi non pkpt Kasubbag Kabag 6. 2.

36 . Aktivitas menggandakan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Non PKPT Menit Kompilasi Non PKPT Ket.Pelaksana No.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU NON PKPT MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Khusus Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Non PKPT Mempelajari dan Menelaah Program Data Pendukung Kompilasi Data Penggandaan Buku SELESAI 37 .

2. Memiliki pemahaman penetapan kinerja. 6. 1. Meja. maka akan kesulitan dalam penentuan kinerja program dan kegiatan Pelaksana No. 4. 2. Peringatan: Jika tidak disusun. Printer. Mengajukan Draft Ke Pimpinan Penggandaan Staf Staf Kabag Sekreta ris Draft selesai 45 Menit 2 Hari 38 . Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PP Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. 4. 3. 2. 2. Aktivitas Mempelajari dan Staf menelaah DIPA tahun berjalan Mempelajari dan Staf Menelaah Kegiatan yang ada dalam DIPA 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan menyusun buku pentapan kinerja. Kursi Pencatatan dan Pendataan: Form pengisian output dan outcome Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan DIPA tahun 2 berjalan Jam 2 Jam Output Ket. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Peralatan/Perlengkapan: 1. Telah dipahami Kegiatan dalam DIPA 3. 5. Komputer. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama. Alat Tulis Kantor. 7. 3. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA Dasar Hukum: 1. Membuat Form/Matrik Staf Penetapan Kinerja Mengisi Form/Matrik Kompilasi Staf Staf Output dan Outcome Kegiatan 1 Jam 2 Jam 2 Hari Selesainya Input Tersusunnya Draft Penkin Draft di setujui Tersusunnya buku Penetapan Kinerja.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU PENETAPAN KINERJA MULAI Mempelajari dan Menelaah DIPA Mempelajari dan Menelaah Kegiatan dalam DIPA Membuat Form/Matrik Mengisi Form Menyusun Draft Meminta persetujuan Pimpinan Penggandaan SELESAI 39 .

4. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Data Obyek Audit.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT Dasar Hukum: 1. 9. Inpres R. SOP Direktori Obyek Audit.I. Aktivitas Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Peralatan/Perlengkapan: 1. Keppres RI Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Kode Wilayah dan Kode Auditan. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data) Peringatan: Apabila Buku RKAT tidak pelaksanaan audit tidak terarah. Data Auditor Pencatatan dan Pendataan: disusun maka Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 3 Berita Acara Buku Hari Rekonsiliasi URKAT. 3. Memiliki pemahaman tentang jangkauan audit. Sekretaris Kasubbag /Kabag 40 . 3.PAN/I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Kewenangan. Fungsi. Keterkaitan: 1. 3. No. Standar Biaya Umum. 7. Buku Usulan PKPT 4. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 031 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Fungsi. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. 2. Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. RKAT beKebijakan serta dokuPengawasmen laman Menpan pirannya Pelaksana 1 2 3 Staf Ket. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Tugas. Tugas. Printer. 8. 10. 5. 6. 2. SOP Penyusunan RKAT. 2. SOP Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 1. Memiliki kemampuan menusun buku. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Kewenangan. Memiliki kemampuan berkoordinasi. 4. 6. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Komputer. Alat Tulis Kantor. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 5.

Mengirimkan Susunan Tim RKAT kepada Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Irwil TU Irwil Staf Form RKAT. Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Irwil TU Irwil Staf Form RKAT 30 Menit 2 Hari 4. 9. Mendistribusikan Form RKAT ke Irwil Menyusun Tim RKAT 1 2 3 Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Dokumen Hari RKAT hasil rekonsiliasi dan data auditor Output Terdistribusikannya Dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi Terdistribusikanya Form RKAT Tersusunnya Tim RKAT Ket. rekap Tim Audit tahun sebelumnya dan Data Auditor Susunan Tim RKAT Susunan Tim RKAT 1 Jam 1 Hari Sekretaris Kasubbag Staf /Kabag 7. 8. Menyusun RKAT berdasarkan Hasil Telahaan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT Kabag Kasubbag Staf Staf Staf Susunan Tim RKAT Hasil Telahaan Naskah RKAT Buku RKAT 1 Hari Terkirimnya Susunan Tim RKAT Hasil Telaahan Susunan Tim RKAT.Pelaksana No. Aktivitas Mendistribusikan dokumen RKAT hasil Rekonsiliasi kepada Para Irwil sebagai bahan Penyusunan Tim RKAT. 2. Tersusunnya Naskah RKAT Buku RKAT Terdistribusikanya Buku RKAT 2 Hari 1 Jam 41 . 3. 6. 5.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN BUKU RKAT MULAI Melakukan Rekonsiliasi dengan BPKP dan Menpan Mendistribusikan Hasil Rekonsiliasi dengan Menpan dan BPKP ke Para Irwil Mendistribusikan Form RKAT ke Para Irwil Menyusun Tim RKAT Mengirimkan Susunan Tim RKAT ke Sekretaris Menelaah Susunan Tim RKAT Menyusun RKAT berdasarkan hasil Tela’ahan Susunan Tim RKAT Menggandakan Naskah RKAT Mendistribusikan Buku RKAT SELESAI 42 .

2. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT Dasar Hukum: 1. Pemutakhiran data auditi Staf 3. 2. SOP Peta Wilayah.Sator/Satker Depag. 5. Memahami Tugas dan Fungsi Itjen. 2. Data auditi 3 Draft Hari Kompilasi Direktori data auditi Kompilasi 1 Terkoreksi Direktori Hari nya Data data auditi Direktori Draft Buku 1 Draft Buku Direktori Hari Direktori yang disetujui terkoreksi Ses 1 TercetakMinggu nya Buku Ket. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.Biro Keuang an lembaga an dan IKN di lingkung.Ditjen an Dep. Aktivitas Menginventarisasi data yang berkaitan dengan pemekaran wilayah dan pengembangan lembaga baru Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 3. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mengoreksi Data Direktori Mengajukan pada Pimpinan Kasubbag 4. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Data PemeData dari: . Pendis Agama . Printer.Biro Perenc. 3. Keterkaitan: 1.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP).. 1. ngembang. Penggandaan buku Direktori Obyek Audit Staf 43 . Memiliki kemampuan mengoperasikan computer. Pelaksana No. Surat Keputusan tentang pengembangan lembaga di lingkungan Departemen Agama. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03. Data Pemekaran wilayah dan Pengembangan Lembaga Pencatatan dan Pendataan: . Memiliki kemampuan dalam mengolah data.Biro Ortala Minggu karan wilayah dan pe. Peringatan: Jika tidak ada Direktori Obyek Audit maka akan kesulitan menetapkan Obyek Audit dan Monev. SOP Penyusunan Tim Monev. 2. . Komputer. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. 4. 3. Kualifikasi Pelaksana: 1. Kasubbag Kabag Ses Itjen 5.Ditjen Bimas Islam. Alat Tulis Kantor.

Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Direktori Obyek Audit Terdistribu sinya Buku Direktori Ket.Pelaksana No. 6. Pendistribusian Buku Staf Buku Direktori 1 Jam 44 .

FLOW CHART SOP DIREKTORI OBYEK AUDIT MULAI Data Direktori Yang lama Data Pemekaran Lembaga Inventarisasi data Bandingkan data Mengupdate/ menyempunakan Kompilasi data Koreksi Diterima Mengajukan Ke Pimpinan Tidak SELESAI 45 .

SOP Penyusunan Peta Wilayah. Fungsi. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 4.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Printer. Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai PO 2 Memahami DIPA dan Jam POK kaitanRKT nya dengan Monev 2 Bahan data Direktori. Memiliki kemampuan untuk menganalisa data. Kewenangan. Form/ blangko. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 2. Standar Biaya Umum. Keterkaitan: 1. Alat Tulis Kantor. 2. SOP Penyusunan Direktori. Fungsi. Data Pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. data Jam pendukung pegawai di lingkungan Sekretariat. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Pencatatan dan Pendataan: Kuesioner/Form/Matrik MONEV. Data Direktori. 5. Peringatan: Apabila tidak ada SOP Monev. 46 . Tugas. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. 1. 8. 3. Aktivitas Mempelajari alokasi anggaran Monitoring dan Evaluasi Mempersiapkan bahan pendukung Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Buku Non RKAT. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. 6. Kualifikasi Pelaksana: 1. Kewenangan. pelaksanaan tugas Monitoring dan Evaluasi tidak terarah. 3. Pelaksana No. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 7. 5. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 2. Tugas. instrumen Monev Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI Dasar Hukum: 1. 2. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. Rencana Kinerja Tahunan. SBU.

3. Staf Surat Tugas 1 Jam Terdistribu sinya Surat Tugas 47 . Kasubbag Kabag Ses Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Disposisi 2 Sekretaris Hari Disepakati 2 Para Kabag Hari dan TU Irwil Konsep Tim 1 Monev Jam Output Draft Tim Monev Susunan Tim Konsep disetujui oleh Sekretaris Surat Tugas Monev Ket. 6.Pelaksana No. Staf Kasubbag Ses dan Kabag Sesuai dengan Susunan Tim yang disetujui oleh Ses 1 Hari 7. Mengajukan konsep Tim Monev pada Sekretaris Menerbitkan Surat Tugas (staf membuat surat tugas .dikoreksi dan diparaf oleh Kasubbag dan kabag selanjutnya ditandatangani oleh Sekretaris) Pendistribusian Surat Tugas Kasubbag Kabag 1 2 3 5. 4. Aktivitas Menyusun Tim Monev Staf Melakukan koreksi terhadap draft susunan Tim.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM MONITORING DAN EVALUASI MULAI Mempelajari Alokasi Anggaran Mempersiapkan Bahan Pendukung Penilaian terhadap Petugas Pemantau Menyusun Jadwal dan Daftar Petugas Mengajukan Konsep Disetujui Tidak Ya Distribusikan Surat Tugas Selesai 48 .

9. 8. maka akan terjadi kesulitan dalam penetapan obyek audit dan penugasan tim audit.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan. Keterkaitan: 1. 4. 5. 3.. Peringatan: Jika tidak disusun. 2. SOP Penyusunan Buku Direktori Obyek Audit. 4. Staf 49 . Kualifikasi Pelaksana: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. Aktivitas Mempelajari dan menelaah kebijakan Pengawasan Nasional yang ditetapkan oleh Menpan Mempelajari dan menelaah kebijakan Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. 2. Pelaksana No. Peraturan Menteri Negara PAN Nomor 03. Kewenangan. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Data Obyek Audit. Komputer. 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Printer. 6. SOP Penyusunan RKT. Memiliki kemampuan menyusun buku. 2. 3. Edaran Menpan. Kewenangan. Alat Tulis Kantor. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. 2. Tugas. SOP Penyusunan Usulan RKAT. Fungsi. 7. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdapat2 Edaran dari Jam nya inforMenpan masi kebijakan pengawasan Edaran dari BPKP 2 Jam Terdapatnya infor- Ket. Data Auditor. Memiliki Kompetensi dengan Program Komputer (Mengolah Data). Rencana Kinerja Tahunan. 10.PAN/ I/2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. 3. 1. Tugas. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN RKAT Dasar Hukum: 1.

SBU .Obrik 1 . Mempelajari dan menelah kebijakan yang tertulis dalam RKT tahun berjalan Staf 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output masi kebijakan pengawasan Terdapatnya informasi kebijakan pengawasan Tersusunnya data bahan pendukung Ket.PO DIPA .Pelaksana No.Data auditor Hari .Buku UPKPT Sesuai 1 TersusunUsulan Irwil Minggu nya Draft RKAT 3 Tersusun-Draft Hari nya Konsep menjadi Rencana Bahan Audit Kerja RKAT. Tahunan Ditandatangani oleh Irjen Draft RKAT 1 Jam Terkirimnya RKAT Itjen Kasubbag Kabag 8. RKT tahun berjalan 2 Jam 4. Menyiapkan bahan pendukung Staf 5.Kode wilayah & Kode Auditan . Melakukan Rekonsi.Staf liasi dengan BPKP didampingi oleh MENPAN Kabag Ses Itjen dan Irjen Kasubbag 3 Hari RKAT Itjen Departemen Agama 50 .Form/ blangko . Melakukan Pembahasan RKAT dengan Inspektur Wilayah dalam Pembahasan RKT Mengirim Konsep RKAT ke MENPAN Staf Kasubbag Kabag . Menyusun RKAT Staf Kasubbag Kabag 6. Aktivitas pengawasan oleh BPKP 3. 7.

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN RKAT MULAI Kebijakan Menpan tentang Pengawasan Kebijakan BPKP Data dukung Dipelajari dan ditelaah Draft dibahas dengan Irwil I -V Menyusun Draft RKAT Mengirim Draft RKAT ke Menpan Rekonsiliasi dengan BPKP didampingi Menpan Rencana Kerja Audit Tahunan ITJEN Dep. Agama SELESAI 51 .

PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Memiliki kompetensi dalam menganalisa rencana.Indikator Kinerja Output. Aktivitas Menyusun form rencana kinerja Staf 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: 1. 4. Pencatatan dan Pendataan: Form usulan kegiatan bagian/irwil. UU. 4. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN Dasar Hukum: 1. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 3.Sasaran. Kualifikasi Pelaksana: 1. RPJMN berjalan.Anggaran Form 15 Terbaginya Rencana menit Form Kerja Rencana Tahunan Kinerja Tahunan 1 Terisinya Usulan hari data setiap Bagian dan bagian/irwil Irwil Form RKT 1 Terkumpultelah terisi Jam nya usulan Form RKT Draft RKT yang telah terisi 3 Hari Draft RKT Ket.Indikator Kinerja Outcome . . 2. ATK. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan FormTerdiri: 1 Tersusun. Meja. 1.Nomor hari nya Form .Program Rencana Utama Kinerja . Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah. kebijakankebijakan pemerintah. Kursi. Keterkaitan: SOP Penyusunan Renstra. Komputer dan printer. 2. 3. Menteri dan Inspektur Jenderal. Kasubbag dan Kabag Irwil I-V Ses Itjen 52 . . maka sasaran pelaksanaan tugas dan fungsi instansi tidak berjalan Pelaksana No. Peringatan: Jika tidak dibuat. Pelaksana pada Subag Perencanaan. mesin tik. 2. Renstra. Membagikan form rencana kinerja kepada Para Kepala Bagian dan para Inspektur Wilayah Mengisi form Rencana Kinerja Tahunan Melakukan kompilasi atas hasil usulan kegiatan bagian/irwil Membahas Usulan Form RKT Staf Kasubbag TU Irwil Staf 5.

Penggandaan Staf Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft RKT 15 Tersosialimenit sasikannya hasil pembahasan 2 Draft Hari Buku Rencana Kerja Draft Buku 1 Buku RKT Rencana Minggu Itjen Kerja Ket. 53 . Aktivitas Melaporkan hasil pembahasan pada Inspektur Wilayah melalui Sekretaris Melakukan kompilasi hasil pembahasan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Ses Itjen 7. 6. Staf 8.Pelaksana No.

FLOW CHART SOP RENCANA KINERJA TAHUNAN MULAI Mempersiapkan Form/Matrik RKT Mengirimkan Form/Matrik RKT Mengisi dan Mengevaluasi Menyusun Form/ Matrik RKT Membahas Konsep Form/Matrik RKT melalu Sidang Komisi Melaporkan Hasil pada Irwil Melakukan Kompilasi Hasil Penggandaan Hasil Kompilasi SELESAI 54 .

Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag 3. 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: Form/Blanko Usulan RKAT Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Form URKAT 30 Form Menit URKAT Surat Pengantar dan Form URKAT Form URKAT dan Direktori 1 Jam Terkirimnya Form URKAT Draft URKAT Ket. 6. 1. 3. Tugas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen yang telah disempurnakan terakhir dengan Keppres RI Nomor 22 Tahun 2004. 2. Data Auditor. Tugas. 2. Memahami perencanaan pengawasan. maka tidak tersusun program RKAT Pelaksana No. Printer. Komputer. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kode Wilayah dan Kode Auditan. Fungsi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 4. SOP Direktori Obyek Audit. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 03. Kewenangan. 4. 2. Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 7. Fungsi.PAN/I /2006 tentang Penyusunan Kebijakan Pengawasan dan Program Kerja Pengawasan APIP Pusat Tahun 2006. Keppres Nomor 45 Tahun 2002 tentang Kedudukan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT Dasar Hukum: 1. 8. Kualifikasi Pelaksana: 1. Kewenangan. 2. 9. program Program Peringatan: Jika tidak ada usulan RKAT. Keterkaitan: 1. Alat Tulis Kantor. Data Obyek Audit. 2. Irwil TU Irwil Staf 2 Hari 55 . PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit di lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama.1 tahun 2007 tentang Kebijakan Pengawasan Nasional Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP). Surat Kementerian PAN Nomor: B/85/DIV. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Non Departemen. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Standar Biaya Umum. Memiliki Kompetensi dengan Komputer (Mengolah Data). SOP Peta Wilayah. 3. 10. 5. Aktivitas Membuat Form Usulan rencana kerja audit tahunan Mengedarkan Form URKAT pada TU Irwil dengan surat pengantar Mengisi form URKAT 1 Kabag 2 Kasubbag 3 Staf Peralatan/Perlengkapan: 1.

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

4.

5

Mengirim draft URKAT ke Sekretaris Menelaah draft URKAT dari Irwil

Irwil

TU Irwil

Staf

Kabag

Kasubbag Staf

6.

Menyusun URKAT

Kabag

Kasubbag Staf

7. 8.

Menggandakan naskah URKAT Mendistribusikan buku URKAT kepada para Irwil

Staf Sekretaris Kabag/ Staf Kasubbag

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan para Irwil Obyek Audit, Rekap Audit Tahun Lalu Draft URKAT 30 TerkirimMenit nya URKAT Draft Draft URKAT 1 URKAT para Irwil; Hari telah Direktori ditelaah Obyek Audit; Rekap Audit Tahun sebelumnya Draft URKAT 2 Naskah hasil telaahHari URKAT an Naskah 2 Buku URKAT Hari URKAT Buku URKAT 30 TerdistribuMenit sikannya buku URKAT

Ket.

56

FLOW CHART SOP PENYUSUNAN USULAN RKAT

MULAI

Membuat Form/Matrik UPKPT

Mengirim Form/Blanko ke Irwil I-V

Entry data Form/Blangko

Form dikembalikan ke Bagian Perencanaan Up. Subbag Perencanaan

Penelahaan UPKPT

Subbag Perencanaan melakukan Kompilasi UPKPT

Penggandaan UPKPT

SELESAI

57

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/ 2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.05/2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKT; 2. SOP PO DIPA RKA-KL Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang anggaran; 2. Mempunyai kompetensi dalam operasian komputer

peng-

Peringatan: Jika tidak dibuat, maka program dan kegiatan tidak berjalan. Pelaksana No. 1 Aktivitas Memenuhi data tentang analisis kebutuhan jumlah anggaran yang diminta oleh Sekretariat Jenderal c.q Biro Perencanaan meliputi jumlah pegawai, inventaris kantor, jumlah kegiatan dan program dalam satu tahun, serta jumlah unit kerja instansi. Menerima infromasi mengenai pagu indikatif Departemen Agama per program Staf 1 2 3

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. Software Program RKA-KL; 3. Standar Biaya Umum; 4. RKT Tahun 2010. Pencatatan dan Pendataan:

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 45 TerpenuhiSesuai menit nya infordengan data masi mesetiap bagian ngenai data tentang Inspektorat Jenderal Dep.Agama

Ket.

2

Staf

Kasubbag

Kabag

30 menit

Terdapatnya informasi anggaran

58

Pelaksana No. Aktivitas 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Itjen Dep. Agama

Ket.

3

4.

5.

6.

7.

anggaran, untuk kemudian dianalisa oleh para pimpinan. Staf Mengajukan usulan anggaran untuk biaya program dan kegiatan dalam tahun anggaran yang direncanakan, beserta prakiraan maju berupa implikasi kebutuhan dana untuk pelaksanannya bedasarkan pagu indikatif yang telah diterima Mengkonfirmasikan Staf prakiraan maju yang telah disetujui oleh Biro Perencanaan menjadi dasar penyusunan usulan kegiatan anggaran Inspektorat Jenderal Dep.Agama pada tahun anggaran berikutnya. Menyusun anggaran Staf Inspektorat Jenderal Dep.Agama berdasarkan usulan program, kegiatan dan jenis dari setiap bagian dan inspektur wilayah disesuaikan dengan Pagu Indikatif dari Biro perencanaan Dep. Agama untuk menghasilkan RKAKL Pagu Indikatif Staf Mengkoreksi RKAKL Pagu Indikatif yang telah disusun harus berdasarkan anggaran berbasis kinerja dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk output dan outcome. Mengadakan Staf pembahasan dengan Komisi VIII DPR tentang kondisi

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja Itjen Dep. Agama

1 jam

Tersajinya data tentang program dan kegiatan Itjen Dep.Agama

Kasubbag dan Kabag

1 jam

Tersusunnya usulan anggaran yang proporsional

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan Renja dan Per Menkeu

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Renja dan Per Menkeu

45 menit

Terkoreksinya RKAKL Pagu Indikatif

Kasubbag Irjen dan RKA-KL dan Kabag Ses.Itjen Pagu Indikatif

1 hari

Terbahasnya data RKA-KL Pagu

59

Pelaksana No. Aktivitas internal Inspektorat Jenderal Dep.Agama untuk mengetahui besaran anggaran yang akan dialokasikan oleh Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Menyerahkan hasil pembahasan yang telah disetujui oleh Komisi VIII DPR kepada Sekretaris Jenderal Dep.Agama c.q. Biro Perencanaan untuk menetapkan Pagu Sementara Inpsektorat Jenderal Dep.Agama Mendapatkan Pagu Sementara dari Biro Perencanaan Menyusun RKA-KL Pagu Sementara Inspektorat Jenderal Dep. Agama berdasar kan usulan program, kegiatan dan jenis belanja dari setiap bagian dan inspektur wilayah. Mengadakan pembahasan dan pengkoreksian terhadap RKA-KL Pagu Sementara bersama dengan Ditjen Anggaran Depkeu Menerima pagu definitif dari Sekretariat Jenderal c.q. Biro Perencanaan Mengadakan penyusunan dan pembahasan untuk menetapkan finalisasi RKA-KL Inspektorat Jenderal Pagu Definitif Mengadakan pembahasan bersama dengan Ditjen Anggaran sesuai Pagu Definitif 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan

Output Indikatif

Ket.

8.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan hasil Komisi VIII DPR

1 hari

Tersusunnya rekomendasi pagu sementara Itjen Dep. Agama

9.

10.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dan Kabag dengan usulan progam dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

3 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Sementara

11.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan 3 dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masingmasing bagian dan irwil

12.

Staf

Kasubbag dan Kabag

Sesuai dengan Surat Sekretariat Jenderal

30 menit

13.

Staf

3 Kasubbag Ses.Itjen Sesuai dengan dan Kabag usulan progam hari dan kegiatan masing-masing bagian dan Irwil Kasubbag dan Kabag 1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

14.

Staf

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif

60

No. 15.

Aktivitas Menyerahkan hasil pembahasan untuk dikoreksi oleh seluruh Kabag dan Kasubbag Mengajukan hasil koreksi dari Kabag dan Kasubbag untuk disetujui oleh pimpinan

1 Staf

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Perlengkapan Kasubbag Ses.Itjen 45 dan Kabag menit

Pelaksana

Output

Ket.

16.

Staf

Kasubbag Ses.Itjen dan Kabag

45 menit

17.

Mencetak dan mendistribusikan RKA-KL terakhir kepada pihak terkait

Staf

1 hari

Tersusunnya RKAKL Pagu Definitif hasil persetujuan pimpinan Terdistribusikannya RKA-KL Pagu Definitif Terkirimnya konsep DIPA Terbahasny a konsep DIPA Terkoreksinya konsep DIPA oleh pimpinan Terkirimnya konsep DIPA

18.

19.

20.

21.

22.

Mengajukan konsep DIPA kepada Dirjen Perbendaharaan Mengadakan pembahasan DIPA dengan Ditjen Perbendaharaan Menyerahkan konsep DIPA hasil pembahasan untuk ditandatangani pimpinan Mengembalikan konsep DIPA untuk ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan Mengambil DIPA RKA-KL pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Staf

Kasubbag dan Kabag Kasubbag dan Kabag

SAPSK Itjen Dep. Agama Konsep DIPA Itjen Dep. Agama

3 hari 1 hari

Staf

Staf

Kasubbag Ses.Itjen Konsep DIPA dan Kabag hasil pembahasan

1 hari

Staf

Konsep DIPA yang telah dikoreksi

1 hari

Staf

1 hari

Tersusunnya konsep DIPA RKA-KL

61

FLOW CHART SOP RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
MULAI

B

Data Analis Kebutuhan

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Sementara

Pagu Indikatif turun dari ROCAN

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu sementara

Mengajukan Usulan Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pagu Definitif turun dari ROCAN

Konfirmasi ke ROCAN tentang Prakiran Maju ITJEN Dep. Agama

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Menyusun Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Pembahasan dengan DJA tentang Rincian Anggaran berdasarkan Pagu Definitif

Ya Menelaah dan Mengkoreksi Anggaran berdasarkan Pagu Indikatif

Menyerahkan Pembahasan Kepada Para Kepala Bagian dan Kasubbag

Pengajuan Hasil Koreksi ke Pimpinan

Tidak
Disetujui

Mencetak dan Mendistribusikan ke Pihak terkait

Mengajukan Konsep di DIPA ke DJPB Ya Rapat dengan Komisi VIII DPR tentang Anggaran yang dibutuhkan ITJEN Departemen Agama Melakukan Pembahasan DIPA dengan DJPB

A
Menyerahkan hasil Pembahasan kepada Pimpinan

Menyerahkan Hasil Rapat ke ROCAN untuk mendapatkan Pagu Sementara

Mengembalikan Konsep DIPA ke DJPB untuk Disahkan

Mengambil DIPA RKA-KL ke DJPB Pagu Sementara dari ROCAN

62

SELESAI

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP STANDAR BIAYA KHUSUS
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 4. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 5. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 6. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Juklak Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Organisasi/Kerja di Lingkungan Departemen Agama; 7. PMA Nomor 2 Tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkungan Departemen Agama; 8. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 9. PMK Nomor 96/PMK.02/2006 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2007; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/2009 tentang Standar Biaya Anggaran Tahun 2009; 11. PMK Nomor 105/PMK.05/ 2008 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2009. Keterkaitan: 1. SOP Penyusunan RKA-KL; 2. SOP Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami tentang proses penyusunan anggaran. 2. Memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer.

Peringatan:

Peralatan/Perlengkapan: 1. Alat Tulis Kantor, Printer, Komputer; 2. RKA-KL 3. DIPA 4. SBU 5. RKT 6. Peraturan DJA tentang Penyusunan SBK Pencatatan dan Pendataan: Form kegiatan yang ingin di jadikan SBK

Pelaksana No. 1. Aktivitas Membentuk Tim Penyusun 1 Eselon II

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon III Pelaksana PO DIPA 1 Terbentuk& IV RKA-KL hari nya tim penyusunan

Ket.

63

No. 2.

3.

4.

5.

6.

7.

8. 9.

Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Output Perlengkapan Eselon II Eselon III Pelaksana Rencana 1 TersusunMenentukan & IV Hari nya ProgProgram/Kegiatan Kinerja ram yang yang di SBK-Kan Tahunan Ingin di SBK-Kan Mengajukan kepada Kasubbag Kabag Ses Draft 30 Draft & pimpinan Itjen Program & menit Program Kegiatan Kegiatan Menyusun Program Staf Draft 3 Draft SBK dan Anggaran yang Program & hari akan dikeluarkan Kegiatan Staf Kasubbag Kabag SBU 3 Draft SBK Melakukan Peraturan hari Hasil PemPembahasan tentang SBK bahasan dengan Dirjen Anggaran Staf Kasubbag Ses Draft hasil 30 TersusunMengajukan hasil & Kabag Itjen SBK Hasil Menit nya konsep Pembahasan untuk Pembahasan SBK disetujui oleh pimpinan TerkirimKasubbag Kabag Ses Konsep SBK Mengajukan Dratf nya SBK Itjen Hasil SBK ke DJA cq Biro Pembahasan Perencanaan Dep. Agama Penelahaan SBK Tim DJA Konsep SBK SBK telah oleh DJA disetujui SBK telah Dimasukan Ditandatangani oleh Tim DJA disetujui dalam SK pimpinan untuk Menteri disetujui oleh Keuangan Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di seluruh Indonesia Aktivitas

Pelaksana

Ket.

64

FLOWCHART SOP STANDAR BIAYA KHUSUS MULAI

Membentuk Tim

Menentukan Program yang di SBK-Kan

Mengajukan pada Pimpinan
Tidak

Disetujui Ya

Menyusun Program dan Anggaran

Pembahasan dengan DJA

Mengajukan ke Pimpinan

Disetujui Ya

Tidak

Mengajukan Draft SBK ke DJA cq Rocan

Penelahaan oleh Tim SBK DJA

SK Menteri Keuangan tentang SBK Departemen di Indonesia

SELESAI

65

Lampiran 2 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)
SUBBAG KEUANGAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. SOP Pencairan Anggaran SOP Pengelolaan Keuangan SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan SOP Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SOP Pencairan Anggaran-LS SOP Pengelolaan Pajak SOP Pembukuan Kas Umum SOP Pengelolaan Buku Pembantu SOP Laporan Keuangan

66

Pelaksana bidang keuangan. 6. Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Aplikasi SPM Terisinya 30 SPM menit 2 SPM yang Dokumen jam harus lengkap. 5. Kasubbag Keuangan. Pejabat Penguji Tagihan. SPM Harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. 5. Pelaksana No 1. SOP Pencairan Anggaran-LS. 2. 3. komputer. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. Aktivitas Input SPM Pemeriksaan SPM 1 Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Penerbitan SP2D/Pencairan dana lewat bank persepsi Pencairan uang ke bank Petugas KPPN Mutu Baku Ket. ATK. BKU. 2. 4. SP2D. PMK Nomor 134/PMK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1. 4. Bendahara. Keterkaitan: 1. kursi. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/ Lembaga. SOP Pengelolaan Keuangan. Bendahara Menyimpan Dana di brankas Dana yang telah diambil 15 menit 67 . SPM. 4. Pencairan harus melalui rekening yang telah disetujui. Kuasa Pengguna Anggaran. 3. 3. Peringatan: 1. 4. 3. 4. telepon. Buku-buku pembantu. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. kalkulator.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. telah di verifikasi Tanda pengenal Dana telah 2 Transfer SPM telah cair hari ke rekediverifikasi ning Itjen dengan benar Dana telah cair ke rekening Itjen Pengambilan uang sesuai cek yang telah ditandatangani Dana siap didistribusikan 3 jam Uang telah siap diambil setelah konfirmasi ke pihak bank Pelaksana bidang keuangan Bendahara KPA 5. 2. penelaahan. 3. sarana transportasi. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. Pejabat Pembuat Komitmen.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. 2. brankas. 2. PMK Nomor 96/PMK.

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN Mulai Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Pemeriksa an SPM Ditolak Ditolak Diterima Penerbitan SP2D Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 68 .

SSBP. brankas. Uang tunai dalam brankas tidak boleh melebihi ketentuan yang berlaku. SOP Buku Kas Umum. SOP Pencairan Anggaran. SSP. PMK Nomor 134/PMK. ATK. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen Kasubbag Keuangan Bendahara Peralatan/Perlengkapan: Meja. Meneliti tersedianya dana yang bersangkutan 6. Buku Pembantu Kas Tunai. 4. komputer. Aplikasi SAI. 5. 7. 4. 69 . 3. Menandatangani dan mempertanggungjawabkan semua dokumen pengeluaran yang dikelolanya. 4.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang pelaksanaan penyusunan. 4. 3. Menyusun Rencana pelaksanaan anggaran sesuai DIPA. Pencatatan dan Pendataan: 1. menyetor. 3. SOP Pencairan Anggaran-LS. Kuasa Pengguna Anggaran harus mengawasi pelaksanaan anggaran satuan kerja. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. BKU. mesin tik. 7. 2. Membayar tagihan setelah mendapat persetujuan pejabat pembuat komitmen. 5. 3. KMK Nomor 563/KMK. 9. kursi. Melakukan pembukuan sesuai ketentuan yang berlaku. 8. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. Keterkaitan: 1. kalkulator Peringatan: 1. 9. 6. 2.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran dan Belanja Negara. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. Memotong dan/atau memungut. 8. LRA. Menyusun laporan realisasi anggaran.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. Buku Pembantu Pajak. Buku Pembantu Kas Persediaan. Buku Pembantu Bank. 6. 3. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN. SOP Buku-buku pembantu. Laporan keuangan kementerian/lembaga tahun anggaran 2005. penyetoran dan pelaporannya. 2. 4. penelaahan. menyetorkan dan melaporkan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. telepon. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. PMK Nomor 96/PMK. 7.

Pelaksana No 1.Bendahara Atasan jawaban langsung bendahara Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Uang yang Tersimpan15 telah diambil nya uang menit dengan baik Uang telah Tersusunnya 1 tersimpan rencana hari dengan baik pengeluaran anggaran 3 Tersusunnya Kesepahamjam an tentang rencana pengeluaran alokasi dana yang akan Anggaran digunakan Kesepaham. Pertanggung. Bendahara Pelaksana kegiatan 5. Kasubbag keuangan 3. telah siap di minggu pertanggungkwitansi jawabkan 70 . Bendahara Memungut pajak dan menyetorkannya 6.Dana telah 1 an tentang sampai hari alokasi dana kepada yang yang akan berhak digunakan Memungut Dana telah 1 disampaikan dan/atau hari kepada yang memotong pajak dan berhak melaporkan sesuai ketentuan Dokumen Bukti-bukti 1 pengeluaran. Pengelola kegiatan 4. Aktivitas Menyimpan uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran anggaran Koordinasi dengan seluruh Pengelola kegiatan Pendistribusian dana 1 Bendahara 2 3 2.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN KEUANGAN Mulai Penyimpanan Uang di Brankas Membuat rencana pengeluaran A Koordinasi dengan seluruh Pemakai A Pendistribusian Dana Memungut/Menyetorkan Pajak Pertanggung jawaban Selesai 71 .

4. PP Nomor 21 tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga. RAB. Aktivitas Persiapan dokumen pencairan 1 Pelaksana kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. SK.oleh subbag bag Hukum Evalap dan Per-UU 1 Telah ditanda Sekretaris Dokumen Itjen yang telah di tangani oleh hari disposisi oleh Sekretaris subbag Evalap Dana Bendahara Kasubbag Dokumen 1 keuangan yang telah di diterima hari tandatangani pelaksana kegiatan oleh Ses. pengajuan hari TOR anggaran telah siap 1 Dokumen pe. Memverifikasi kegiatan dan harus sudah sesuai dengan PO. mesin tik.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 2.Telah di beri Subbag ngajuan yang nomor dan di hari hukum telah siap disposisi dan Peroleh subbag UU hukum dan Per-UU 1 Telah diberi Subbag Dokumen hari Evalap yang telah di. 3. 2. komputer. Rencana pengeluaran. 2. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke Sekretaris SK. TOR. 2. TOR. PMK Nomor 134/PMK. SOP Pencairan Anggaran 2. Keppres Nomor 42 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan APBN.disposisi disposisi Sub. 3.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Hukum dan Per-UU 3. TOR. 2. Dokumen 1 Kwitansi. Kuasa Pengguna Anggaran. 5. 4. SPM sudah disetujui oleh KPPN. kursi. 3. Faktur. SK. Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan SK. brankas. Peralatan/Perlengkapan: Meja. TOR. Pelaksana No 1. 6. TOR. SK. 3. ATK. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: 1. Bendahara. Dana di Bank telah tersedia dan siap diambil oleh keuangan. Kasubbag Keuangan. Pengeluaran dana harus sesuai perjanjian. RAB Pelaksana diajukan ke kegiatan Subbag Keuangan 5. Pelaksana bidang keuangan. RAB Pelaksana kegiatan diajukan ke subbag Evalap 4. Ket 72 . Keterkaitan: 1. telepon. Petunjuk operasional. RAB. 4. Kwitansi. 5. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. kalkulator Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. Pengeluaran harus disetujui oleh KPA.

FLOW CHART SOP PENGAJUAN ANGGARAN KEGIATAN Mulai Persiapan Pencairan Dokumen Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Evalap Ditolak Dokumen diajukan ke Subbag Hukum dan Per-UU Dokumen diajukan ke Sekretaris Itjen Dokumen diajukan ke Subbag Keuangan Selesai 73 .

3. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. UU Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara.06/2007 tentang sistem Akuntansi dan pelaporan keuangan Pemerintah Pusat. Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Depag Operator Pelaksana SAI Biro Keuangan Mutu Baku Ket Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SP2D. 2. 3. Rekonsiliasi harus sesuai dengan periode waktu berjalan. 4. Pelaksana bidang keuangan yang telah mengikuti Diklat SAI. Data yang diinput di SAK dan SIMAK-BMN harus sesuai dengan data yang ada di SP2D. Pelaksana bidang perlengkapan yang telah mengikuti Diklat SAI. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. PMK Nomor 171/PMK. 4. agar rekonsiliasi antara SAK dan SIMAK-BMN dilakukan 1 bulan sekali. 5. 3. 2. 3. Aplikasi SIMAK-BMN 2. Pelaksana bidang keuangan yang memahami alur proses pertanggungjawaban keuangan. PP Nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja Instansi pemerintah.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Dasar Hukum: 1. Data yang ada di Aplikasi SAI harus sudah melalui proses rekonsiliasi dengan pihak KPPN Pelaksana No 1. kursi. kalkulator. Aplikasi SAK 2. komputer.BMN SIMAK-BMN hari sesuai yang telah di telah direkondengan input siliasi pencairan dana/Aset yang tercantum di neraca 1 SAI yang telah SAI telah dihari direkonsiliasi rekonsiliasi dengan Biro Keuangan 74 . Untuk memudahkan penggabungan. Operator Operator SAI SIMAKBMN Operator Operator SAI SIMAKBMN 2. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang standar Akuntansi Pemerintahan. mesin tik. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. brankas. Aktivitas Menginput Data SAI dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. telepon.dokumen Terinputnya 1 pengadaan data di SAI bulan dan SIMAKBMN SAK dan SAK dan 1 harus SIMAK . Keterkaitan: SOP Laporan Keuangan Peringatan: 1.

FLOW CHART SOP REKONSILIASI SAK DAN SIMAK-BMN Mulai Input SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Tidak sama Rekonsiliasi SAI dengan Biro Keuangan Sama sama Selesai 75 .

SPM harus ditandatangani dan diparaf oleh pejabat yang berwenang.06/2005 tentang petunjuk penyusunan. kursi. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. 4. 5. SOP Pengelolaan Anggaran 2. 3. Kasubbag Keuangan. ATK. SSP. Aktivitas Verifikasi dokumen 1 Pelaksana bidang keuangan Pelaksana keuangan Petugas KPPN 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. Pencairan dana langsung ke pihak ketiga/ rekanan atau rekening Bendahara. Input SPM 3. Pejabat Penandatangan SPM. SPP. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. 3. 5. 6. SP2D. PMK Nomor 96/PMK. di dalam pengajuan ke KPPN harus disertakan Resume Kontrak. 5. nilai Pembelian harus dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. 4. telepon. Jika menyangkut pencairan dana pihak ketiga/ rekanan. Peralatan/Perlengkapan: Meja. penelahaan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Dasar Hukum: 1. sarana transportasi. SPM.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam pelaksanaan APBN. kalkulator. komputer. 2. PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian Negara/Lembaga. Pejabat Pembuat Komitmen. BKU. Pelaksana No 1. Harus melalui KPPN yang telah ditentukan. 2. 2. 4. Tidak melebihi nilai dari ketentuan Pagu yang ditetapkan. Pemeriksaan SPM Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Dokumen Dokumen peng1 Pengadaan. 3. adaan sesuai Jam dengan PO DIPA 15 Dokumen yang Terinputnya menit sesuai dengan SPM PO DIPA SPM yang Terverifikasinya 2 sudah diinput data SPM jam SPM yang telah disetujui Dana telah cair/ transfer ke 2 hari Ket Penerbitan Petugas SP2D/Pencairan KPPN 76 . 2. 4. Pelaksana bidang keuangan. Pejabat Penguji Tagihan. Pencairan anggaran harus sesuai DIPA yang telah ditetapkan dan sesuai dengan PO operasional. Transaksi yang berlangsung dengan pihak ketiga/rekanan. Kuasa Pengguna Anggaran. Pengesahan dan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2006. 5. PMK Nomor 134/PMK. 3. 6. SOP Pencairan Anggaran Peringatan: 1. Keterkaitan: 1. Keppres Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. 4.

Pencairan uang ke bank Pelaksana Bendahara bidang keuangan KPA Dana telah ditransfer ke rekening Itjen 3 Jam Uang telah siap di ambil setelah konfirmasi ke pihak bank 6. Menyimpan Dana di brankas Bendahara Dana yang telah diambil Dana siap distribusikan di 15 menit 77 .Pelaksana No Aktivitas dana lewat bank persepsi 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output rekening itjen/ transfer ke rekening pihak ketiga/rekanan Pengambilan Dana sesuai cek yang telah ditandatangani Waktu Ket 5.

FLOW CHART SOP PENCAIRAN ANGGARAN-LS Mulai Verifikasi Dokumen Input SPM Koreksi Proses ke KPPN Ditolak Pemeriksaan SPM Diterima Penerbitan SP2D Transfer ke Rekening Pihak ketiga/Rekanan Pencairan Uang ke Bank Menyimpan Dana di Brankas Selesai 78 .

2. Aktivitas Menerima Faktur pajak dari rekanan Menghitung Pajak 1 Bendaharawan Bendaharawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. penyetoran dan pelaporannya. Memungut pajak Penyetoran Pajak Bendaharawan Bendaharawan Pelaksana Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 SSP SSP sesuai Jam dengan nilai pembelian 1 SSP yang se. 5. Pajak yang dipungut harus disetorkan ke bank persepsi atau kantor pos. 3. 2. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN PAJAK Dasar Hukum: 1. dan melaporkan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah beserta tata cara pemungutan. 4.Pajak yang Jam suai dengan telah dihinilai pembelitung an Pajak yang Telah dipo1 telah dihitung tongnya pajak jam Pajak hasil Pajak telah 2 Faktur pajak pemotongan disetorkan jam ditanda- 79 . Pelaksana Bidang keuangan. 3. Pemungutan pajak dilakukan pada saat pembayaran oleh bendaharawan kepada rekanan pemerintah. kursi. 6. Dasar pemungutan pajak adalah jumlah pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan sebagaimana tersebut dalam SPM. mesin tik. KMK Nomor 563/KMK. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. 2. 4.03/2003 tentang Penunjukan bendaharawan pemerintah dan kantor perbendaharaan dan kas negara untuk memungut. 4. SSP. Faktur pajak dan SSP merupakan bukti pemungutan dan penyetoran PPN dan PPh. menyetor. kalkulator. Buku pembantu pajak. Pelaksana No 1. Semua pembayaran yang dilakukan oleh bendaharawan pemerintah harus dipungut PPN dan atau PPn BM. ATK. komputer. kecuali yang tercantum dalam pasal 4 ayat (1) KMK Nomor 563/KMK. BKU. Keterkaitan: SOP Pengelolaan Anggaran Peringatan: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Bendahara. 3. 2. SSP harus di cantumkan NPWP pihak ketiga. Faktur pajak. Pencatatan dan Pendataan: 1. sarana transportasi. 4.03/2003.

..Pelaksana No Aktivitas 1 2 bidang keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan tangani oleh bendahara dan pada lembar faktur pajak wajib di bubuhi cap “disetor tanggal.. Pelaporan Pajak Bendaharawan Pajak yang telah disetorkan Telah dilaporkannya pajak 3 jam 80 .” 5.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN PAJAK Mulai Menerima Faktur Pajak Menghitung Pajak Memungut Pajak Menyetorkan Pajak Melaporkan Pajak Selesai 81 .

SOP Pengelolaan Keuangan. SPTB. 4. SPM. 3. Pembukuan BKU harus sesuai isinya dengan SPTB. nya buktiFaktur Pajak bukti pembayaran Bukti-bukti pembayaran Telah dicocokkannya bukti pembayaran dengan SPTB Transaksi yang telah dibukukan Waktu 1 Jam Keterangan 2. Bendahara. 2. 5. Semua transaksi keuangan harus dibukukan dalam BKU. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 6. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. kursi. komputer. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kwitansi Terkumpulpembayaran. Buku Kas Umum. Pulpen. 3. Keterkaitan: 1. BKU. SP2D. 5. 2. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER-21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005. 4. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Dasar Hukum: 1. SOP Pembukuan buku pembantu. ATK.Akhir datangani oleh bulan 82 . Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. 7. Pembukuan BKU waktunya sesudah ada bukti transaksi. 5. 6. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. Mencocokkan bukti pembayaran dengan SPTB Pembukuan awal bulan dan pembukuan selanjutnya Penutupan BKU 3.06/2004. 2. Peringatan: 1. Pelaksana No 1. Rekening Koran. Aktivitas Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran 1 Bendahara 2 Pelaksana bidang keuang an 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. KMK Nomor332/M/V/9/1968 tentang buku kas umum dan cara mengerjakannya. 4. Tertib admintrasi keuangan. Penutupan register BKU harus ditandatangani oleh atasan langsung bendahara. kalkulator. Kwitansi Pembayaran. 4. 2. PMK Nomor 606/PMK. Pelaks ana bidang keuang an BendaPelakharawan sana bidang Pelaksana bidang keuang an Bendahara 3 jam Bukti-bukti yang telah dicocokkan Setiap ada transaksi Saldo di BKU harus dicocokkan KPA Transaksi yang telah dibukukan BKU telah Setiap ditutup/ditan. Buku Cek. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 keuang an 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bendahara dan atasan langsung Bendahara Waktu Keterangan jumlahnya dengan saldo bank dan buku kas tunai 83 .

FLOW CHART SOP PEMBUKUAN BUKU KAS UMUM Mulai Mengumpulkan bukti-bukti pembayaran Entry SPTB Pengisian Lembar Pertama BKU Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan BKU Selesai 84 .

Pelaksana No 1. ATK. Untuk pengklasifikasian jenis dana. Perdirjen perbendaharaan Nomor PER21/PB/2005 tentang Pelaksanaan penyusunan Laporan keuangan Kementrian/Lembaga tahun anggaran 2005 Keterkaitan: 1. 3. kursi. Pensil Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Penggunaan buku pembantu adalah untuk memudahkan dalam pengawasan anggaran. Bukubuku pembantu. 3. Penutupan pembukuan Bendahara Pelaksana bidang keuangan Hasil pembukuan Setiap Transaksi yang telah ada tranditutup saksi 85 . kalkulator. Pelaksana bidang keuangan yang mengerti tata cara pembukuan. Pencatatan arus kas keuangan. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. 2. Pulpen. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Bukti-bukti Terkumpul1 transaksi nya buktijam bukti transaksi 1 Bukti-bukti Bukti-bukti transaksi yang telah hari di bukukan Keterangan Format buku-buku pembantu adalah Staffel kecuali buku pembantu pajak yang formatnya scontro 3. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. komputer. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Buku Pajak. Buku Kas Persediaan. 3. 3. 5. Penggunaan buku-buku pembantu juga untuk memudahkan dalam melakukan pertanggungjawaban anggaran. Buku Bank.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. Buku Kas Tunai. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. PMK Nomor 134/PMK. 4. Administrasi keuangan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 10 Juli 2009 SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Dasar Hukum: 1. 4. Bendahara. 2. Peringatan: 1. Tertib Administrasi. Peralatan/Perlengkapan: Meja. MengumpulBendahara Pelaksana kan bukti-bukti bidang transaksi keuangan Bendahara Pelaksana Pembukuan bidang awal bulan keuangan dan pembukuan selanjutnya 2. 2. 2.

FLOW CHART SOP PENGELOLAAN BUKU PEMBANTU Mulai Mengumpulkan Bukti Transaksi Pembukuan Awal Bulan dan Selanjutnya Penutupan Pembukuan Selesai 86 .

Keppres Nomor 42 tentang Pedoman pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara. PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. semesteran dan tahunan. Biro Keuangan Depag. Bendahara. Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN SAI yang telah direkonsiliasi dengan KPPN 1 hari 4. kalkulator. LRA. Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Pelaksana bidang keuangan Pelaksana Pelaksana bidang bidang keuangan perlengkapan Pelaksana bidang keuangan Pelaksana bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Terinputnya SP2D SP2D yang telah diinput SAK dan SIMAKBMN telah direkonsiliasi SAI telah sesuai dengan KPPN SAI telah sesuai dengan Biro Keuangan Waktu 1 jam 1 hari Keterangan 3. 2. 5. Pulpen. Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Depag 1 hari 87 . Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER24/PB/2006 Tentang pelaksanaan penyusunan laporan keuangan Kementerian Negara/ Lembaga. 2.06/2005 tentang pedoman pembayaran dalam pelaksanaan anggaran dan belanja negara. 3. SAI. 2. Kasubbag Keuangan. 4. Pensil. 6. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Periode Laporan keuangan adalah 1 bulan. 4. komputer. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh 01 10 Juli 2009 SOP LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. 3. Pejabat Pembuat Komitmen. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Neraca. Pelaksana bidang keuangan. 2. 2. KPPN. 3. Keterkaitan: 1. kursi. 2. alat transportasi Peringatan: Pencatatan dan Pendataan: 1. Ditjen Perbendaharaan. Pelaksana No 1. Isi Laporan keuangan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Triwulan. Aktivitas Entry SP2D 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 5. Ditjen Anggaran. 1. 4. 3. Laporan Keuangan tidak boleh melebihi batas waktu ketentuan. PMK Nomor 134/PMK. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan Negara. Kuasa Pengguna Anggaran. Bukubuku pembantu.

Pelaksana No 5. Aktivitas Pembuatan Buku Laporan Keuangan 1 Pelaksana bidang keuangan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerwujudSAI yang nya buku sesuai laporan dengan Biro keuangan Keuangan yang telah ditandatangani oleh KPA Waktu 3 hari Keterangan Pembuatan buku yaitu Triwulan. semester. dan tahunan 88 .

FLOW CHART SOP LAPORAN KEUANGAN Mulai Entry SP2D Tidak sama Rekonsiliasi SAK dan SIMAK-BMN Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi dengan Biro Keuangan Pembuatan Buku Laporan Keuangan Selesai 89 .

5. 6.Lampiran 3  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)        SUBBAG EVALUASI DAN PELAPORAN    1. 2. 3. SOP Evaluasi Realisasi Kinerja  SOP Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Itjen  SOP Monitoring Perjalanan Dinas  SOP Penerbitan SK Kegiatan  SOP Realisasi PKPT  SOP Sinkronisasi Realisasi Anggaran Kegiatan  SOP Monitoring SK Kegiatan  SOP Verifikasi Anggaran  90 . 8. 4. 7.

Pendataan realisasi anggaran per bagian. 2. ATK Komputer PC POK Renja Laporan realisasi anggaran (SAI) Laporan realisasi anggaran per bagian Peringatan: 1. Persyaratan/ 3 Perlengkapan Subbag 1. Keterkaitan: 1. Seluruh kegiatan yang sudah dipertanggungjawabkan harus dituangkan ke dalam laporan SAI. 2. karena kalau tidak dibuat laporannya maka tidak akan jelas berapa anggaran yang telah dikeluarkan dari pihak penanggungjawab kegiatan tersebut. Mutu Baku Output Terkumpulnya semua bahan evaluasi Terukurnya keberhasilan kinerja setiap bagian dan Irwil Waktu 3 hari Ket. Mampu/memahami dokumen Rencana Kinerja. SP2D. Lap RA&K 1. SOP Pelaksanaan Kegiatan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pelaksana No 1. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. RKT. 4. 2. 2. 2. 2. 2. 3. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA Dasar Hukum: 1. SAI. Aktifitas Mengumpulkan bahan dari masing Subbag dan Irwil Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan Irwil per triwulan 1 Subbag dan Irwil Subbag Evalap 2 Subbag Keuang an Pencatatan dan Pendataan: 1. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. dan juga tidak akan dapat dilakukannya evaluasi kinerja. Pencatatan hasil evaluasi anggaran sementara. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 3. 3. SOP Laporan Keuangan. Lap RA&K 5 hari 91 . Mampu/memahami dokumen RKA-KL. Peralatan/Perlengkapan: 1. Setiap bagian atau penanggungjawab kegiatan wajib membuat laporan realisasi anggaran. jika tidak maka dianggap anggaran belum terserap. 4. Evalap 2. 2. karena kalau tidak dibuatkan Renja tersebut maka tidak akan memperoleh anggaran yang tepat. 5. 3. 5. Setiap awal tahun anggaran selalu dibuatkan Rencana Kinerja Tahunan oleh setiap Satker. SOP Kalender Kegiatan. 6. 3. RKT. Mampu melakukan analisa/evaluasi terhadap kinerja anggaran. Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 4.

Subbag Evalap 2 Laporan Evaluasi Realisa. Subbag Evalap 6. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya Menyusun Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 1 Subbag Evalap 2 3 4. 4.hari si Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan 92 . Lakip hari 3. Terukurnya 5 2. SAI. 5. Lap RA&K Rencana Kinerja Tahunan 1. SP2D. SP2D. SAI. Lap RA&K. SP2D. RKT. Aktifitas Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen Per triwulan Menganalisis hasil kinerja. RKT. 4. SAI. Kalender Kegiatan Kalender Kegiatan 3 hari Ket. Draft PKK 5 2.Pelaksana No 3. daya serap hari anggaran Itjen per triwulan 1. 5. Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1. 2. 3.

SAI. 3. 1. 4. Lap. 1. Draft Pengukuran Kinerja (PKK) LAKIP Kalender Kegiatan Menyusun laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran dan Kegiatan per triwulan Arsip Laporan Evaluasi Realisasi Kinerja Anggaran Laporan Diserahkan untuk Sekretaris dan Setiap Bagian SELESAI 93 . Mengukur tingkat keberhasilan kinerja dari setiap bagian dan irwil per triwulan. untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan per triwulan. SP2D. Menjabarkan program dan kegiatan untuk triwulan berikutnya.FLOWCHART SOP PELAKSANAAN EVALUASI REALISASI KINERJA MULAI Mengumpulkan Bahan Dari Setiap Subbag dan Irwil 1. RA & K. RKT. 3. 5. 2. Mengukur kinerja penyerapan anggaran itjen per triwulan. 2. 6. Menganalisis hasil kinerja.

Pelaksana NO 1. 3. IV masing Evalap Subbag Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Laporan Laporan bulan Realisasi realisasi Anggaran anggaran dan Kegiatan Ket. 3. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.bagian keuangan terlambat dalam penyusunan laporan keuangan (SAI) maka juga akan menghambat proses pertanggungjawaban laporan konsolidasi per kegiatan dan program untuk tingkat unit eselon I pusat. maka akan menghambat proses penyusunan laporan keuangan (SAI). 2. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 3. 2. Pencatatan laporan konsolidasi Bagian I Masing.d. 4. Keterkaitan: 1. Apabila pada masing-masing bagian (penanggungjawab kegiatan) tidak membuat laporan realisasi anggaran per bulan. Subbag Subbag Keuang. Agama secara bulanan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan dan program Meminta data realisasi anggaran yang sudah diinput ke dalam aplikasi SAI per bulan 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. 3. Agama cq Biro Perencanaan maka satker tersebut dianggap tidak melaksanakan suatu kegiatan dan anggaran tersebut tidak terserap. ATK Komputer PC Laporan SAI RKA-KL/DIPA/POK Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. Pencatatan laporan realisasi anggaran SAI. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT. 2. Apabila laporan konsolidasi program dan kegiatan tidak dibuat dan diserahkan ke Sekjen Dep. 5. Apabila sub.Evalap an Laporan realisasi anggaran Laporan SAI 1 bulan 94 . Memahami dan mempunyai kemampuan dalam hal membaca dokumen RKAKL/DIPA/POK. Mampu mengoperasikan Komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. Mampu menganalisa laporan realisasi keuangan. Aktifitas Masing-masing Bagian di lingkungan Itjen Dep. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP LAPORAN KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN Dasar Hukum: 1. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI.Subbag s. 2. 3. SOP Pengelolaan Keuangan.

Melakukan pencocokan data realisasi anggaran dari masing-masing bagian dengan data SAI Menyusun laporan Subbag laporan konsolidasi Evalap Program dan Kegiatan Pengesahan laporan konsolidasi oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan diketahui oleh Sekretaris Itjen Dep. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. Subbag Evalap Biro Perencana an 95 . Sekreta.Laporan 1 an Konsolidasi Konsolidasi hari Program dan Program Kegiatan dan Kegiatan per triwulan. 4. Konsep La.hari solidasi Program dan Kegiatan Konsep Lapor. Laporan realisasi anggaran 2. 1 hari 1. Agama Melakukan pengiriman laporan konsolidasi ke biro perencanaan melalui email atau surat.1 poran Kon.Kabag Subbag ris Itjen Program Evalap 5. Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per triwulan.Pelaksana NO 3. Laporan SAI 6.

V Bagian I Subbag Evalap MULAI Membuat LRA & Kegiatan 1 Meminta data realisasi keuangan yang sudah disusun ke dalam SAI (dr Subbag Keuangan) Subbag Keuangan Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s.d. IV dan Irwil I s. LRA & Kegiatan Sudah Membuat Lap. V) Dokumen LRA & Kegiatan dan Dokumen SAI Melakukan konfirmasi data apabila terjadi ketidakcocokkan antara data LRA dengan SAI Proses Penge cekan Belum Proses Penco cokan Belum Sudah Dok. IV Dan TU Irwil I s. Konsolidasi Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Penyerahan Dokumen LRA kepada Subbag Evalap Dokumen Laporan Konsolidasi Program dan Kegiatan per trwiulan Arsip 1 Persetujuan Laporan Konsolidasi Program & Kegiatan Itjen Depag per triwulan oleh Kabag I dan ditandatangani oleh Sekretaris.d.FLOWCHART SOP KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN ITJEN DEP. AGAMA Bagian I s. Pengiriman Laporan Konsolidasi ke Biro Perencanaan melalui Email SELESAI 96 .d.d.

2. SPTB (Surat Pertanggungjawaban) Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan Data Kegiatan Audit. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. dan Kegiatan non Audit. dan Rekap Surat Tugas untuk kegiatan Audit dan Monev Permintaan data RAB untuk kegiatan non Audit dan Monev 1 2 3 Subbag Subbag Program Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan RAB audit dan RAB Perja1 monev lanan Dinas hari kegiatan audit dan monev Ket. monitoring perjalanan dinas. 3. Komputer PC 3. Surat tugas dan SK Kegiatan belum dibuat maka kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan. IV Subbag Evalap RAB kegiatan RAB Perjanon audit dan lanan Dinas kegiatan monev non audit 1 hari 97 .d. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. SOP Realisasi PKPT dan Non PKPT 3. Verifikasi Perjalanan Dinas. Monev. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka program audit akan tidak jelas. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Bagian I s. Memahami dalam hal penyusunan program audit. Surat Tugas 4. 2. Apabila setiap auditor dan pegawai yang telah melakukan perjalanan dinas (kembali ke Jakarta) tidak segera membuat/ menyelesaikan verifikasi perjalanan dinas maka akan menghambat proses laporan realisasi anggaran. ATK 2. 4. 5. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. SOP penerbitan SK Tim dan SK Kegiatan 2. 2. Perencanaan Audit. 3. Peringatan: 1. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas. Pelaksana NO 1. SK Kegiatan 5. dan pelaksanaan kegiatan lainnya untuk bulan berikutnya. SK. Aktifitas Permintaan data. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. 6. Kualifikasi Pelaksana: 1. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: 1. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Renca-na Pembangunan. 2.

dan monev Permintaan data Tim Veri.Subbag Monitoring fikasi Perjatoring perjalanan Evalap hari Perjalanan Dinas dinas lanan Dinas 2 hari 3 hari 98 . Evalap perjalanan verifikasi an dinas kegiatan jalanan dan Irwil I dinas perjalanan audit dan monev Dinas s. 3. V dinas kemaupun kegiatan giatan/non non audit dan audit dan monev monev Permintaan data Subbag Tim Veri. IV. 5.Rumah fikasi Per.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu 3 hari Ket.Bagian I Subbag Data realisasi Laporan realisasi perjalan.s.Keuang.Laporan Entry data moni.perjalanan verifikasi an dinas Tangga jalanan an dinas Perjalanan Dinas Dinas Laporan Veri.Subbag Data realisasi Laporan verifikasi perjalan.fikasi Per.d.d. 4.

Surat Tugas. SPTB. dan Verifikasi PD Perencanaan Audit (Subbag Program) Surat Tugas (Subbag Program) SK Kegiatan (Bagian I s. 2. SK. 3. IV) Verifikasi PD (Subbag RT) SPTB (Subbag Keuangan) 1. 4. SK Kegiatan. 5. Melakukan Entry Data Perjalanan Dinas berdasarkan data yang telah dikumpulkan Dokumen Laporan Monitoring Perjalanan Dinas Itjen Per Triwulan SELESAI 99 .d. Verifikasi PD. Surat Tugas. SPTB.FLOWCHART SOP MONITORING PERJALANAN DINAS MULAI Permintaan Data Perencanaan Audit. Perencanaan Audit.

Komputer PC 3. SK Kegiatan Pencatatan dan Pendataan: 1. 1. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: Apabila setiap kegiatan tidak dibuatkan SK Kegiatan. Waktu & tempat pelaksanaan kegiatan SK Panitia. Yang mampu memahami dalam penelahaan dokumen RKA-KL dan POK. dan RAB maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah (tidak diperbolehkan) dan anggaran kegiatan tersebut tidak akan cair (keluar). 2. 3. naradan TOR sumber. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 2. RKA-KL 4. Bagian 3 Ket. 3. hal Peralatan/Perlengkapan: 1. Keterkaitan: 1. Jumlah per. IV 2. Mampu mengoperasikan komputer. jumlah personil panitia. Pencatatan TOR dan SK Kegiatan (jumlah anggaran. Jumlah anggaran kegiatan. 1. Pengecekan per. dan TOR 2. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Panitia.3 sonil (panitia. Ketepatan dalam penulisan sesuai aturan dalam bahasa Indonesia. Pencatatan jenis kegiatan kedalam buku kendali kegiatan. baru. dan moderator). Adanya proses pencoco kan data dengan RKAKL/POK. Kegiatan tersebut ada di hari SK Kegiatan. 2. moderator) ke dalam buku kendali TOR dan SK. dalam RKA-KL Pelaksana No Aktifitas 1 2 Masingmasing sub. 3. hari SK Kegiatan peserta. peserta. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian & Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan.Subbag aturan-peraturan Per-UU(dasar hukum) an 3. narasumber. Kualifikasi Pelaksana: 1. TOR Kegiatan. SOP Kalender Kegiatan 2. SOP SK Kegiatan 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 1. Pengajuan TOR Bagian I dan SK Kegiatan s. Pemeriksaan data Subbag atau pagu anggaran Evalap Subbag Keuangan 100 . 1. Peraturan lama 1 diganti yang hari SK Kegiatan.d. maksud dan tujuan 1 SK Panitia. 2. Ketepatan dalam penulisan latar. ATK 2. biaya honor. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP.

3.Subbag tangani Sekretaris Itjen Subbag Evalap Subbag Keuang an Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan TOR. Kesesuaian komponen kegiatan dalam rincian biaya. UU-an. 1. Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK. Pengesahan/persetujuan pelaksanaan kegiatan Subbag Evalap Subbag Per-UUan Pejabat KPA (Sekretaris Itjen) 5. 5. Pengiriman arsip MasingSK dan TOR yang masing sudah ditanda. Subbag Keuangan. dan dan POK. 3. subbag PerTOR. Lembar memo persetujuan 1 SK Panitia. 2. Ketepatan RAB jumlah anggaran dengan RKA-KL dan POK. 2. Subbag Evalap. jawaban Pelaksadan data naan Kegiatan hasil dari kegiatan tersebut Ket.Pertanggunghari an. SK dan TOR Kegiatan disetujui dan ditanda tangani oleh Sekretaris SK Panitia. TOR. Subbag Per-UUan. Memo persetujuan dari hari SK Kegiatan. Buku Laporan 4 SK Kegiat. Diserahkan kepada Sekretaris Itjen. 101 .Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 4. Memo persetujuan dari Subbag Evalap. 4.

FLOWCHART SOP PENERBITAN TOR DAN SK KEGIATAN Bagian I s.d.d. TOR & SK (Draft) 1 Dok. TOR & SK (Draft) Dok.d.Bag Per-UU 1 Bagian I Subbag. TOR & SK (Draft) Tdk 2 3 DISETUJUI SELESAI 102 . V Bagian II Sub. TOR & SK (Draft) Ya Dok. TOR & SK (Draft) Dilakukan Koreksi oleh Masing-masing Pimpinan satker (Bagian I s.d. IV Dan TU Irwil I s. IV dan Irwil I s. Evalap 2 MULAI Membuat TOR & SK Dok. V Pengecekan Peraturan – peraturan yang berlaku Pengecekan/ Pencocokan terhadap kesesuaian dengan Pagu di POK Tdk Proses Tdk Ya Proses Pemberian No SK Proses Penge sahan Ya Dok.

d. TOR & SK (Final) SELESAI 103 . TOR & SK (Final) Penandatanganan Subbag Per-UU Subbag Evalap Subbag Keuangan Dok. IV dan TU Irwil I s. V Disertai dengan lembar pengesahan dari Per-UU dan Evalap Dok. Agama 3 Di kembalikan kepada yang bersangkutan dalam hal ini Bagian I s.Sekretaris Itjen Dep. TOR & SK (Draft) Dok.d.

hari Evalap dan Non Realisasi PKPT dan Non PKPT. 3. 2. Keterkaitan: 1. 2. SOP Kalender Kegiatan SOP SK Kegiatan SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Pelaksanaan Kegiatan Kualifikasi Pelaksana: 1. RAB Audit tidak dibuat maka tidak dapat membandingkan antara perencanaan anggaran dengan realisasi anggaran. Rekap Subbag Tim Permintaan data hari verifikasi sementara verifikasi perjalan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT Dasar Hukum: 1. Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan Permintaan data Subbag Data Rekap Laporan 1 rekap PKPT dan PerencaPKPT dan rekap PKPT hari Non PKPT naan Non PKPT dan Non PKPT 1 Laporan Subbag. Lap. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaks. Penyusunan LAKIP. 4. Pencatatan rekap rencana PKPT. 4. 2. 3. NO 1. Rekap PKPT Laporan Entry Data realisasi Subbag. selain itu juga akan dapat menghambat proses penyerapan anggaran. 2. Mampu mengoperasikan komputer. 3. 5. Peralatan/Perlengkapan: 1. 104 .Rumah Verifikasi Evalap perjalanan Verifikasi Tangga Perjalanan dinas dinas perjalanan an Dinas dinas 2 1.Non PKPT kasi Perja. PKPT PKPT dan 2. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. ATK Komputer PC RAB Verifikasi Perjalanan Dinas Peringatan: 1. Verifi. 3. 4. 2. 2. Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: 1. Mempunyai kemampuan dalam administrasi. Apabila verifikasi perjalanan dinas tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dibuat. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Apabila perencanaan program audit tidak dibuat maka laporan realisasi PKPT tidak dapat dilakukan/dibuat. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. 2. Pendataan verifikasi perjalanan dinas yang sudah selesai. 5.(sementara) lanan Dinas Aktifitas Ket. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 3.

Pelaksana NO 4.d. 3. Rekap Surat Tugas. 105 . Rekap PKPT dan Non TU Irwil I Evalap PKPT. s. Laporan Verifikasi Perjalanan Dinas Mutu Baku Output Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT (final) Waktu 2 hari Ket. 1. V 2. Aktifitas Konfirmasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor 1 Auditor Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Subbag Subbag.

3. Perencanaan Audit Rekap Surat Tugas Hasil Konfimasi SPTB Penyusunan Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT sesuai dengan data yang diperoleh Laporan Realisasi PKPT dan Non PKPT triwulan SELESAI 106 . 2.FLOWCHART SOP REALISASI PKPT DAN NON PKPT MULAI Permintaan Data Pendukung Program Audit dari Subbag Program Permintaan Data SPTB dari Subbag Keuangan Dokumen Perencanaan Audit dan Surat Tugas Melakukan konfimasi ulang dengan auditor tentang auditi dan auditor Dokumen SPTB (Surat Pertanggungjawaban Belanja) 1. 4.

RAB. Peralatan/Perlengkapan: 1. Laporan realisasi sasi. 2. Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Pengelolaan Keuangan 2. IV kegiatan 2.1. RAB. Laporan dan LPJ Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). Apabila pagu anggaran suatu kegiatan yang diajukan pada masing-masing bagian tidak sesuai dengan dokumen RKA-KL dan DIPA maka hasil akhir laporan realisasi anggaran kegiatan tidak akan sama dengan data SAI yang ada di Sub. Adanya proses pencocokan data dengan RKA-KL/ POK.Evalap isian formulir realisasi anggaran Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Form. 1. PMA No. 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. RAB 4. Permintaan formulir Kabag I realisasi dan LPJ s. 3. Laporan realisasi Waktu 1 hari Ket. Pengisian formulir Kabag I Seluruh Kasubag realisasi anggaran s. Bagian Keuangan. Komputer PC 3. Memahami masalah laporan realisasi anggaran kegiatan Itjen Dep. ATK 2. IV kepada penanggungjawab kegiatan 3. Formulir Laporan realisasi Form anggaran Realisasi kegiatan Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan Form Reali. 2.d. Setelah pelaksanaan kegiatan 1 hari 1 hari 107 . Pencatatan waktu pelaksanaan kegiatan. SOP Verifikasi Penyerapan Anggaran 3. 2. PP No. 2. Keterkaitan: 1. anggaran dan LPJ dari subbag keuangan . Bagi masing-masing Bagian sebagai penanggungjawab kegiatan tidak membuat laporan realisasi anggaran maka akan memperlambat proses laporan realisasi anggaran kegiatan. Kepres No. Data Pendukung Lainnya Pencatatan dan Pendataan: 1.Subbag patan dalam peng. Pencatatan realisasi anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). 2. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. SOP Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Pemeriksaan kete.d. Memahami dan mampu membaca dokumen RKA-KL dan POK. Agama.

SAI. 1 Laporan hasil hari evaluasi realisasi anggaran kegiatan. Pencatatan atau entry data realisasi Subbag Evalap Subbag Keuangan Form Realisasi. dan laporan evaluasi realisasi anggaran Laporan Rea. dan data pendukung lainnya anggaran dari penanggu ngjawab kegiatan. 4. Pencocokan RAB Subbag dengan Pagu Evalap Anggaran RKA-KL. Subbag Evalap Form Realisasi.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. SAI.1 lisasi Penye. Melakukan perbandingan data realisasi anggaran kegiatan dari masingmasing penanggungjawab kegiatan dengan laporan realisasi anggaran (SAI) 6.hari rapan Anggaran Kegiatan dan non Kegiatan per bulan/ triwulan 108 . RAB. 1 Laporan hari Form Realisasi Anggaran per Mata Anggaran Kegiatan (MAK). POK. RAB. dan Form Realisasi 5.

IV dan TU Irwil I s. (Subbag Evalap) Bagian I s.FLOWCHART SOP SINKRONISASI REALISASI ANGGARAN Bagian I.d.d. V Form Realisasi MULAI Pembuatan Form Realisasi Penyusunan from realisasi anggaran & Kegiatan Form Realisasi Form Realisasi LRA dan LPJ MULAI Pengisian formulir realisasi anggaran kegiatan Permintaan Laporan Realisasi Angggaran kegiatan kepada masing-masing Bagian Pemeriksaan formulir realisasi anggaran Pencocokan RAB dengan Pagu Anggaran Melakukan perbandingan data/laporan realisasi anggaran kegiatan Pencatatan atau entry data realisasi SELESAI 109 .

3. Moderator. Aktifitas Penerimaan SK Kegiatan Penelahaan SK Kegiatan dengan dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan bahwa SK tersebut telah sesuai dengan POK 1 Bagian I s. Panitia. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1.SK Kegiatan (final) an. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Kegiatan Konsep SK Kegiatan SK KegiatDokumen an dan POK pengesahan SK 1. Mampu/memahami dokumen POK. Juga tidak akan dapat dikendalikan dari segi namanama personilnya. SOP Kalender Kegiatan. SK harus dilampir -kan lembar pengesahan dari 110 . 3. Dalam suatu pelaksanaan kegiatan kepada masing penanggungjawab kegiatan wajib membuat SK Kegiatan. ATK Komputer PC POK SK Peringatan: 1. 2. SK Kegiat. Mampu mengoperasikan computer. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pelaksana No 1. apabila tidak dibuatkan maka akan sulit untuk mengendalikan kegiatan tersebut apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak. 4. apabila kegiatan yang akan dilaksanakan tidak dibuatkan SK maka kegiatan tersebut dianggap tidak sah. SOP SK Kegiatan. POK. Keterkaitan: 1.d. Lembar pengesahan Waktu 1 hari 1 hari 1 hari Ket. IV Subbag Evalap Kasubbag Evalap 2 Subbag Evalap 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. 5. 3. 2. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. 2. Pendataan Jumlah SK Kegiatan yang masuk atau yang akan dilaksanakan. 2. 2. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING SK KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Memahami peraturan dalam hal penyusunan SK Kegiatan. 3. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 4. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. 3. SK Kegiatan didalamnya harus disertakan atau di tulis jumlah maupun nama-nama personil yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Pencatatan jumlah personil (Peserta. dan Narasumber). PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI.

subbag Evalap untuk dilanjutkan ke Sekretaris untuk ditanda tangani 4.Pelaksana No Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. 3. Pencatatan SK Kegiatan yang sudah selesai ke dalam buku kendali SK Kegiatan Subbag Evalap Tim Monitoring SK 1. 2.SK Kegiatan.Lembar pengesahan Laporan Monitoring SK Kegiatan per bulan 3 hari 111 .POK.

d. IV (Pelaksana Kegiatan) Penelaahan SK Kegiatan dengan Dokumen POK Pengesahan SK Kegiatan oleh Kasubag Evalap Pencatatan SK Kegiatan ke dalam buku kendali SK Kegiatan) SELESAI 112 .FLOWCHART SOP MONITORING SK KEGIATAN MULAI Penerimaan SK Kegiatan dari masing-masing Bagian I s.

2.Kegiatan. SOP Kalender Kegiatan. Realisasi Anggaran berdasarkan SAI. Memahami verifikasi anggaran. Bukti pengeluaran. V) setelah kegiatan tersebut dilaksanakan tidak membuat laporan realisasi anggaran kegiatannya maka anggaran kegiatan tersebut tidak dapat dikendalikan oleh Subbag Evalap. 5. 3.s. IV masing ran Kegiatan Sub. 4. 7. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Dasar Hukum: 1.d. IV dan TU Irwil I s. SOP Pelaksanaan Kegiatan. Apabila seluruh penanggungjawab kegiatan (Bagian I s. 3. SOP SK Kegiatan. Keterkaitan: 1. 3. Mampu dan memahami dokumen RKA-KL/ DIPA dan POK.d. Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. 8. ATK Komputer PC SAI Copyan SPM Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan/pemilahan per Program. PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara RI. dan data pendukung lainnya Kualifikasi Pelaksana: 1. Bagian 113 . Apabila SAI tidak dibuat maka tidak dapat mengetahui realisasi anggaran yang sudah dipertanggungjawabkan di KPPN dan untuk sebagai bahan evaluasi anggaran. 5. Peringatan: 1. Peralatan/Perlengkapan: 1. Realisasi Anggaran berdasarkan pelaksanaan kegiatan. SOP Riksus. 2. 3. 2. PP Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Keppres Nomor 72 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara. Mutu Baku Output Laporan Realisasi Anggaran Kegiatan Waktu 2 hari Ket. 2. PMA Nomor 21 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan LAKIP. RAB 2. dan Sub. SOP Pelaksanaan PKAT. 4. Apabila SPM tidak diuji oleh pejabat penguji SPM dan dicopy untuk diserahkan ke Subbag Evalap maka tidak dapat dilakukannya verifikasi penyerapan anggaran antara data keuangan dengan pelaksana kegiatan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.d. 3. Mampu mengoperasikan komputer. SPM dari Keuangan. Setelah pelaksanaan Kegiatan tersebut Permintaan data Bagian I MasingRealisasi Angga. Kabag Perencanaan dan Program harus melakukan pengujian SPM dari Keuangan. Kegiatan. 4. Pelaksana NO 1. 6.

SPM per Triwulan Subbag Evalap Subbag Evalap 1. Aktifitas Permintaan SAI 1 2 3 data Subbag. anggaran 3. Sub. Laporan Draft lapor5 Realisasi. SAI. Melakukan Verifikasi Data Laporan Realisasi Anggaran Entry Data hasil verifikasi realisasi anggaran Subbag Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Ket. Kegiatan. SAI. SPM Draft Laporan Verifikasi Draft Laporan Verifikasi 3 hari Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran per Triwulan (final) 2 hari 114 . Permintaan copyan SPM 4. 3. 6. an realisasi hari 2. Perlengkapan Dokumen SAI Laporan SAI 2 Data hari setelah di SPJ–kan di KPPN SPM Copyan 1 Dokumen SPM hari didapat setelah dilakukan pengujian SPM oleh Kabag I (Penguji SPM) 1. Pengelompokan Anggaran berdasarkan Program. Subbag Keuang Evalap an Kabag Subbag Perenca Keuang -naan an dan Keuang an Subbag Evalap 3. Kegiatan. Laporan Realisasi. dan Per MAK. 2.Pelaksana NO 2. 5.

SAI Dilakukannya Verifikasi Anggaran terhadap LRAK dan SAI Entry data yang telah diverifikasi Laporan Verifikasi Penyerapan Anggaran SELESAI 115 . R A K Lap.d. V Form R A K MULAI Membuat Form Realisasi Anggaran & Kegiatan (RAK) Megisi Form Realisasi Anggaran & Kegiatan Form R A K Proses Penge cekan blm Lap. Evalap) Bagian I s.FLOWCHART SOP MONITORING VERIFIKASI PENYERAPAN ANGGARAN Bagian I (Subbag. R A K Lap. SAI (Subbag Keuangan) sdh Lap. IV TU Irwil I s.d.

Lampiran 4  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN ORTALA DAN KEPEGAWAIAN 1. SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN 116 . SUBBAG ORGANISASI DAN TATALAKSANA 3. SUBBAG KEPEGAWAIAN 2.

18. 14. 11. 20. 9. 3. 16. 6. TASPEN SOP Pengangkatan ke Dalam Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengangkatan CPNS Menjadi PNS SOP Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor SOP Pengajuan Pensiun SOP Ujian Dinas UPKP 117 . 17. 10.1  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG KEPEGAWAIAN 1. 23. THT. 21. 2. 8. 19. SOP Rekapitulasi Absensi Pegawai SOP Rapat Baperjakat SOP Proses Cuti SOP Pemutakhiran Database Kepegawaian SOP Pembuatan DP3 SOP Izin/ Tugas Belajar SOP Mutasi Kenaikan Pangkat SOP Kenaikan Gaji Berkala SOP Mutasi Jabatan Struktural SOP Mutasi Tempat Tugas Pegawai di Lingkungan Inspektorat Jenderal SOP Pelantikan Pejabat SOP Penetapan Peserta Diklat SOP Pengadaan CPNS SOP Pembuatan Kartu Istri/Kartu Suami SOP Pengajuan Kartu ASKES SOP Pembuatan Kartu Pegawai SOP Pembuatan Kartu Taspen SOP Pengajuan Satya Lancana Karyasatya SOP Pengajuan Pembayaran Pensiun Pertama. dan Asuransi Kematian PT. 12.Lampiran 2. 13. 24. 15. 4. 7. 5. 22.

Surat Permohonan Cuti 2. maka akan menghambat proses pembayaran uang makan pegawai. Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai mengisi daftar hadir melalui Finnger Print setiap hari kerja jam 07. maka tidak dapat dibuat data informasi kehadiran pegawai kepada pimpinan. Rekapitulasi Daftar Absen Pegawai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Setiap Data Absen 1. 2. Finger Print Hari 2. Surat Ijin 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. Mesin Tik. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Filling Kabinet. Ruang Kerja. 2 Pegawai Pengadministrasi Umum Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Setiap Surat Ijin/ Hari Surat Kerja Tugas/ Surat Cuti 3 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Fingger Print 1 Jam Data Absen Fingger Print Data hasil rekonsiliasi 4 Database Fingger Print dan Surat Ijin/ Surat Tugas/ Surat Cuti Data Hasil rekonsiliasi 1 Hari 5 Pengadministrasi Umum 1 Hari Rekapitulasi Absen Pegawai 118 . Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan tepat waktu. ATK.30 dan 16. Buku Daftar Kerja Hadir Ket. Kursi.00 Pegawai yang tidak masuk menyerahkan surat ijin/surat tugas/ surat cuti ke subbag kepegawaian Mengambil data fingger print (Awal Bulan) Mencocokan data fingger print dengan surat ijin/surat tugas/ surat cuti Merekapitulasi hasil rekonsiliasi data absen 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pengolahan absensi pegawai Peralatan/Perlengkapan: Meja. Dalam hal rekapitulasi absensi pegawai tidak dilakukan. Kartu Cuti 3. Lemari Arsip. Finger Printer. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. 2. Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: SOP Proses Cuti Peringatan: 1. Surat Tugas 5.

119 .Pelaksana No 6 Aktivitas Menyampaikan rekapitulasi absen ke pimpinan dan Subbag rumah tangga 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Rekapitulasi 1 Jam Rekapitulasi Absen Pegawai Absen Pegawai Ket.

00 PEGAWAI YANG TIDAK MASUK MENYERAHKAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/ SURAT CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGAMBIL DATA FINGGER PRINT (AWAL BULAN) MENCOCOKAN DATA FINGGER PRINT DENGAN SURAT IJIN/SURAT TUGAS/SURAT CUTI MEREKAPITULASI HASIL PENCOCOKAN DATA ABSEN MENYAMPAIKAN REKAPITULASI ABSEN KE PIMPINAN DAN SUBBAG RUMAH TANGGA SELESAI 120 .30 DAN 16.FLOWCHART SOP REKAPITULASI DAFTAR HADIR PEGAWAI MULAI PEGAWAI ABSEN MELALUI FINNGER PRINT SETIAP HARI KERJA JAM 07.

Pencatatan dan Pendataan: 1. Sarana Transportasi. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal SOP tidak dilaksanakan. Ruang. Draft Surat Keputusan/ Surat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan No 1 Aktivitas 1 2 3 Output Ket. Kursi. Agama. 2 3 4 Menyiapkan bahan Baperjakat Meneliti bahan Baperjakat Membuat dan menyampaikan undangan Rapat Baperjakat Melaksanakan Rapat Baperjakat Menyiapkan memorandum tentang laporan hasil Rapat Baperjakat untuk menyampaikan Rancangan Keputusan dan konsep surat Membuat rancangan keputusan Penandatanganan surat keputusan Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Database Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Pejabat Eselon II 2 Buku Daftar Jam Urut Kepegawaian Buku Daftar Urut 3 Rekapitulasi Kepegawaian Jam Bahan Baperjakat Daftar Undangan 3 Surat Jam Undangan disampaiakan kepada undangan 3 Notulen Hasil Rekapitulasi Jam Sidang bahan Baperjakat Baperjakat Notulen Hasil Sidang Baperjakat 3 Jam Laporan Hasil Sidang Baperjakat 5 Pengadministrasi Umum 6 Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 7 Laporan Hasil sidang Baperjakat Draft Surat Keputusan/ draft surat 1 Jam 1 Jam Rancangan keputusan Surat Keputusan/ Surat 121 . KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mesin Tik. Komputer. 2. KMA Nomor 350 tahun 1998 tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT BAPERJAKAT Dasar Hukum: 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. maka akan menghambat proses kegiatan dan atau putusan yang akan diambil pimpinan Pelaksana Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat Peralatan/Perlengkapan: Meja. Filling Kabinet. Notulen 2. 3. Lemari Arsip.

FLOWCHART SOP RAPAT BAPERJAKAT MULAI MENYIAPKAN BAHAN BAPERJAKAT MENELITI BAHAN BAPERJAKAT MEMBUAT DAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN SELESAI 122 .

UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. KMA Nomor 234 Tahun 1987 tentang Pendelegasian Wewenang Pemberian Cuti PNS di Lingkungan Dep. ATK. Mesin Tik. Agama Nomor 6 Tahun 1988. Keterkaitan: 1. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Pegawai yang tidak melaksanakan proses cuti dianggap tidak masuk tanpa ijin Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai meminta kartu kendali cuti ke Subbag Kepegawaian Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan ijin cuti ke atasan langsung Atasan langsung menelaah surat permohonan Ijin cuti pegawai dan memberikan catatan pertimbangan pada surat pengajuan Meneruskan surat permohonan ijin cuti ke pejabat yang berwenang memberikan cuti Pejabat yang berwenang memberikan 1 Pengadminis trasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Cuti Pegawai. Kursi. SE BAKN Nomor 01/SE/1977 tentang Cuti.Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROSES CUTI Dasar Hukum: 1. Surat Cuti Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 10 Kartu Kendali Menit cuti Buku Ekspedisi Ket. Lemari Arsip. PP Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti. Output Kartu Kendali Cuti diserahkan ke Pegawai Surat permohonan Ijin Cuti 2 Pegawai Pemohon Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 3 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 1 Jam Surat permohonan ijin cuti telah diberi catatan 4 Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat permohonan ijin cuti 10 Menit draft surat ijin cuti 5 Pejabat yang berwenang Draft Surat Ijin Cuti 1 Jam Surat Ijin Cuti 123 . SOP Data Base Kepegawaian 2. tentang Juklak Pelaksanaan Cuti PNS. 5. Komputer. 2. SE Sekjen Dep. 4. Filling Kabinet. Kartu Kendali Cuti 2. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3. Ruang.

Pelaksana No Aktivitas cuti memberikan putusan dan menandatangani Surat Ijin Cuti Putusan disampaikan kepada Atasan langsung pegawai Atasan langsung memberi paraf memberi catatan pada Kartu Kendali Cuti Pegawai Pemohon Cuti memberikan Surat Cuti kepada pegawai dan Subbag Kepegawaian Subbag kepegawaian menerima surat ijin cuti dan kartu kendali cuti kemudian mengarsipkan 1 memberikan cuti 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 6 7 Pejabat yang berwenang memberikan cuti Atasan Langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti 30 Menit Surat Ijin Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 30 Menit Ijin Cuti dicatat pada Kartu Kendali cuti 8 Atasan langsung Pegawai Pemohon Cuti Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diterima Subbag Kepegawaian Surat Ijin Cuti dan Kartu Kendali Cuti diarsipkan 9 Pengadministrasi Umum Surat Ijin Cuti Kartu Kendali Cuti 10 Menit 124 .

FLOWCHART SOP PROSES CUTI MULAI PEGAWAI MEMINTA KARTU KENDALI CUTI KE SUBBAG KEPEGAWAIAN PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI KE ATASAN LANGSUNG ATASAN LANGSUNG MENELAAH SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI PEGAWAI DAN MEMBERIKAN CATATAN PERTIMBANGAN PADA SURAT PENGAJUAN ATASAN LANGSUNG MENERUSKAN SURAT PERMOHONAN IJIN CUTI DAN MEMBUAT DRAFT SURAT IJIN CUTI KE PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI MEMBERIKAN PUTUSAN DAN MENANDATANGANI SURAT IJIN CUTI PUTUSAN DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN LANGSUNG PEGAWAI ATASAN LANGSUNG MEMBERI CATATAN PADA KARTU KENDALI CUTI DAN MENYAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN ATASAN LANGSUNG MEMBERIKAN SURAT CUTI KEPADA PEGAWAI DAN SUBBAG KEPEGAWAIAN SUBBAG KEPEGAWAIAN MENERIMA SURAT IJIN CUTI DAN KARTU KENDALI CUTI KEMUDIAN MENGARSIPKAN SELESAI 125 .

Ruang. Komputer/Laptop. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima foto kopi perubahan data kepegawaian Menginput data terbaru ke dalam Database Kepegawaian Merekapitulasi data pegawai Memberikan rekapitulasi data kepegawaian terbaru kepada pimpinan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penataan Database Kepegawaian. ATK. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakannya SOP di atas maka data pegawai tidak akurat. Kursi. Pencatatan dan Pendataan: Database Kepegawaian Mutu Baku Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ada perubahan 1 Hari Foto kopi data pegawai perubahan data kepegawaian Foto kopi 5 Menit Perubahan data perubahan data /data pegawai kepegawaian terinput ke database Perubahan data 30 Rekapitulasi pegawai terinput Menit Data Pegawai ke database 15 Rekapitulasi Perubahan data Menit Data Pegawai pegawai terinput diterima ke database Pimpinan 2 3 4 126 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. Server.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATABASE KEPEGAWAIAN MULAI MENERIMA FOTO KOPI PERUBAHAN DATA KEPEGAWAIAN MENGINPUT DATA TERBARU KE DALAM DATABASE KEPEGAWAIAN MEREKAPITULASI DATA PEGAWAI MEMBERIKAN REKAPITULASI DATA KEPEGAWAIAN TERBARU KEPADA PIMPINAN SELESAI 127 .

Komputer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN DP3 Dasar Hukum: 1. Filling Kabinet. tentang Pembuatan DP-3 di Lingkungan Departemen Agama. 4. 5. Peralatan/Perlengkapan: Meja. SE BAKN Nomor 30/SE/1985 tentang Perubahan SE BAKN Nomor 02/SE/1980. 2 3 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Blangko DP3 1 Hari 4 Pejabat Penilai/Atasan Langsung Pegawai Dinilai Blangko DP3 telah di isi 2 Jam Blangko DP3 diparaf 5 Pegawai Dinilai Blangko DP3 diparaf 3 Jam DP 3 128 . Mesin Tik. ATK. 2. Kursi. Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1985. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Pencatatan dan Pendataan: DP-3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Blangko DP3 Jam 1 Hari Blangko DP3 diterima atasan langsung masing2 pegawai Blangko DP3 telah di isi Ket. SE BAKN Nomor 02/SE/1979 tentang Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. 6. Sarana Transportasi. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal pembuatan DP3 tidak dilaksanakan. tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) PNS. Lemari Arsip. KMA Nomor 57 Tahun 1980 tentang Pembuatan DP-3. 3. PP Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS. Ruang. maka pengembangan karier pegawai akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Blangko DP3 Menyampaikan Blangko DP3 kepada atasan langsung dari pegawai pada akhir bulan Desember Pejabat penilai/ Atasan langsung memberi nilai pada blangko DP3 Pejabat penilai/ Atasan langsung memberikan paraf konsep nilai DP3 dan memberikan ke masing-masing pegawai untuk diketik ulang rangkap 3 Pegawai mengisi pada kolom 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang pembuatan DP3.

Filling Kabinet 10 Menit Arsip DP3 129 .Pelaksana No Aktivitas keberatan jika merasa keberatan dengan nilai yang diberikan Pegawai yang dinilai menyerahkan kembali DP3 kepada pejabat penilai untuk ditanda tangani DP3 disampaikan kepada atasan pejabat penilai untuk ditandatangani Pegawai menyampaikan DP3 yang sudah ditandatangani ke Subbagian Kepegawaian Menyimpan Arsip DP3 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 6 Pegawai Dinilai Pejabat Penilai/Atas an Langsung DP3 1 Jam DP3 ditandatangani pejabat penilai 7 Pejabat Penilai/Atas an Langsung Pegawai Dinilai Atasan Pejabat Penilai DP3 ditanda1 tangani pejabat Jam penilai DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 8 Pengadministrasi Umum DP3 ditandatangani atasan pejabat penilai 2 Jam Subbag kepegawaian menerima DP3 dan diarsipkan 9 Pengadmini strasi Umum 1. DP3 yang ditandatangani atasan pejabat penilai 2.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN DP3 MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI SESUAI SUBBAG DAN BAGIAN MENYIAPKAN BLANGKO DP3 MENYAMPAIKAN BLANGKO DP3 KEPADA ATASAN LANGSUNG DARI PEGAWAI PADA AWAL BULAN JANUARI PEJABAT PENILAI/ATASAN LANGSUNG MENGISI BLANGKO DP3 PEJABAT PENILAI/ ATASAN LANGSUNG MEMARAF KONSEP NILAI DP3 DAN MEMBERIKAN KE MASING-MASING PEGAWAI UNTUK DIKETIK ULANG RANGKAP 3 PEGAWAI MENGISI PADA KOLOM KEBERATAN JIKA MERASA KEBERATAN DENGAN NILAI YANG DIBERIKAN PEGAWAI YANG DINILAI MENYERAHKAN KEMBALI DP3 KEPADA PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN PEJABAT PENILAI UNTUK DITANDATANGANI DP3 DISAMPAIKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN UNTUK DIARSIPKAN SELESAI 130 .

SOP Data Base Kepegawaian 2. 2 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Ijin/ Tugas Belajar lengkap Surat Pengantar 3 4 Pengadministrasi Umum Surat pengantar dan Berkas pengajuan 6 jam Surat pengantar dan berkas diterima Biro Kepegawaian 5 Kepala Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Minggu Surat Ijin/ Tugas Belajar 6 Pengadmi nistrasi Umum Surat Ijin/ Tugas Belajar 1 Jam Surat Ijin/ Tugas Belajar didistribusikan dan diarsipkan 131 . FC SK Terkhir 3. Peralatan/Perlengkapan: Meja. FC SK PNS Hari 2. dan berkas ke Biro Kepegawaian Kepala Biro menerbitkan Surat Ijin/ Tugas Belajar dan dikirimkan ke Inspektorat Jenderal Menyampaikan Surat Ijin/ Tugas Belajar kepada pegawai dan mengarsipkan. Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat Pengantar.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR Dasar Hukum: UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Keterkaitan: 1. Filling Kabinet. Surat Keterangan dari PT dan Jadwal Kuliah Surat permohon3 an ijin/ Tugas Jam Belajar Berkas Pengajuan 1 Jam Output Surat Permohonan Ket. Ruang. FC DP3 dua tahun terakhir 4. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 1. Komputer. Lemari Arsip. Mesin Tik. 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ijin/Tugas Belajar. ATK. Kursi. Surat permohonan. SOP DP3 Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan ijin/tugas belajar maka Ijasah tidak diakui secara kedinasan Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengajukan surat permohonan Ijin/Tugas Belajar ke Sekretaris Memeriksa Berkas Ijin/ Tugas Belajar Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq.

DAN BERKAS KE BIRO KEPEGAWAIAN KEPALA BIRO MENERBITKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR DAN DIKIRIMKAN KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYAMPAIKAN SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR KEPADA PEGAWAI DAN MENGARSIPKAN SELESAI 132 .FLOWCHART SOP SURAT IJIN/TUGAS BELAJAR MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGAJUKAN SURAT PERMOHONAN IJIN/TUGAS BELAJAR KE SEKRETARIS MEMERIKSA BERKAS IJIN/TUGAS BELAJAR LENGKAP ? Ya Tidak MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ. SURAT PERMOHONAN. KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR.

5. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar Kepegawaian Jam pegawai yang akan naik pangkat 2 Berkas 1. Komputer. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. Formulir D2. 5. 2. SOP Data Base Kepegawaian. Persetujuan. SOP Penetapan Peserta Diklat. SOP Penilaian Angka Kredit. SOP Pengajuan Kartu Pegawai. Telepon. Peringatan: 1. Biro Kepegawaian dan BKN. PP Nomor 100 Tahun 2000 jo. 4. SK KP terakhir. Faximile. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. Formulir D2. SOP Baperjakat. DP3 2 Tahun Hari Kenaikan Terakhir.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT Dasar Hukum: 1. Lulus Ujian dinas bagi Gol II ke III. 4. Keterkaitan: 1. ATK. 2. dan pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. SK Jabatan (jika menjabat) 5. 4. Karpeg. 6. SOP Ujian Dinas/UPKP. 6. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural. Pangkat 2. baik di Subbag Kepegawaian. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan naik pangkat. 7. 3. Lemari Arsip. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. 3. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan naik pangkat Pegawai menyiapkan bahan naik pangkat dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian 1 Kasubbag Kepegawaian Pegawai yang akan naik pangkat 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan tentang Kenaikan Pangkat. 4. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Mesin Tik. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP DP3. Kursi. 2. 3. Filling Kabinet. Ruang. Sarana Transportasi. Penetapan angka Kredit (PAK) bagi Pejabat Ket. 2. 2 133 . Papan Pengumuman Pencatatan dan Pendataan: 1. Nota BKN. 3.

IV/c ke atas terkirim ke Setneg Nota Persetuju3 SK Kenaikan an BKN Hari Pangkat III/c s/d IV/b Surat Pengantar.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 3 4 Memeriksa kelengkapan bahan kenaikan pangkat Mengisi Formulir D II Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Fungsional.Kepegaan pangkat ke waian Biro Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 7 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 8 Proses di BKN BKN 9 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 10 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian 11 Untuk Pangkat di atas IV/c Biro Kepegawaian Surat Pengantar. Formulir D II & Berkas Kenaikan 1 Hari Kewenangan Biro Kepegawaian Kewenangan BKN Kewenangan BKN Kewenangan Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Peng. STTPP Diklatpim.Keweantar & Nota nangan 134 . IV/c ke atas Nota BKN dan 1 Nota BKN Persetujuan Hari terkirim ke Teknis untuk Biro KepeGol. Forantar. Formulir D II & Berkas Kenaikan Pangkat terkirim ke Biro Kepegawaian 2 Surat PengSurat PengHari antar. 8. IV/c ke atas gawian dan Persetujuan Teknis untuk Gol. Berkas Kenaik2 Berkas an Pangkat Jam Kenaikan Pangkat lengkap Berkas Kenaik2 Terisinya an Pangkat Jam Formulir D II Formulir D II 1 Jam Surat Pengantar Ket. 7. Surat Pernyataan Pelantikan. Per berkas 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Kasubbag Mengirimkan bahan kenaik. Formulir Minggu dan PerD II & Berkas setujuan Kenaikan Teknis untuk Gol. Formulir mulir D II & D II & Berkas Berkas KeKenaikan naikan Pangkat terkirim ke BKN Surat Peng1 Nota BKN antar.

dan didistrusikan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Persetujuan BKN Ket.Pelaksana No Aktivitas nota BKN dan Surat Pengantar dari Kepala Biro dan disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Untuk Pangkat sampai III/b Nota BKN dan Surat Pengantar diteruskan ke Inspektorat Jenderal Membuat Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Gol III/b ke bawah Surat Keputusan Kenaikan Pangkat di sampaikan ke Pegawai. Biro Kepegawaian 12 Sekretariat Negara Surat Pengantar 2 SK Kenaikan Kewe& Nota PerBulan Pangkat nangan setujuan BKN IV/c ke atas Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 1 Hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN 13 Biro Kepegawaian 14 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota Persetujuan BKN 2 Jam SK Kenaikan Pangkat s/d III/b 15 Kasubbag Kepegawaian SK Kenaikan Pangkat 1 Jam Sk Kenaikan Pangkat terdistribusi 135 .

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN PANGKAT MULAI Membuat Daftar Pegawai Yang Akan Naik Pangkat Pegawai Menyiapkan Bahan Naik Pangkat dan Menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa Kelengkapan Bahan Kenaikan Pangkat Lengkap ? Tidak Ya Membuat Surat Pengantar Dari Sekretaris Yang Ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan Surat Pengantar dan Berkas Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Berkas Kenaikan Pangkat Biro Kepegawaian Mengirimkan Berkas ke BKN BKN Menerbitkan Nota Kenaikan pangkat BKN mengirimkan Nota BKN ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN Tidak Ya Gol IV/b ke bawah ? Tidak Biro Kepegawaian Membuat Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN dan Membuat Surat Pengantar ke Setneg Biro Kepegawaian Mengirim Surat Pengantar Persetujuan Teknis ke BKN BKN Membuat Persetujuan Teknis BKN mengirim persetujuan teknis ke Setneg dengan tembusan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian mengirm surat pengantar dan berkas kenaikan pangkat ke Setneg Gol III/b Kebawah ? Ya Setneg menerima berkas kenaikan pangkat dari biro kepegawaian dan menerima nota persetujuan Teknis dari BKN Setneg Membuat SK Kenaikan Pangkat Untuk Golongan IV/c ke Atas Setneg Mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Mengirim Nota BKN ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Membuat SK Kenaikan Pangkat Golongan III/b ke Bawah Biro Kepegawaian membuat SK Kenaikan Pangkat untuk Golongan III/c s/d IV/b Biro Kepegawaian mengirim SK Kenaikan Pangkat ke Inspektorat Jenderal Subbag Kepegawaian Menyampaikan SK Kenaikan Pangkat ke Pegawai SELESAI 136 .

Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal kegiatan ini tidak dilaksanakan. 2. Ruang. PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002. Kursi. Draft SK KGB 2. Lemari Arsip. Mesin Tik. 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Membuat Pengadmidaftar pegawai nistrasi yang akan naik Umum naik gaji berkala Menyiapkan bahan kenaikan gaji berkala Membuat draft SK Kenaikan Gaji Berkala Memeriksa draft SK Kenaikan Gaji Berkala Membuat SK Kenaikan Gaji Berkala Menandatangani SK Kenaikan Gaji Berkala Mendistribusikan SK Kenaikan Gaji Berkala dan pencatatan pada buku kendali KGB Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian 2 3 4 5 SK Kenaikan Gaji Berkala Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris 1 Jam 2 Jam Berkas Kenaikan Pangkat Draft SK Kenaikan Gaji Berkala Draft SK Kenaikan Gaji Berkala telah benar SK Kenaikan Gaji Berkala SK Kenaikan Gaji Berkala yang sudah ditandatanga ni SK KGB terdistribusi dan tercatat pada buku kendali KGB 6 7 Pengadministrasi Umum SK KGB 1 Jam 137 . Komputer. Filling Kabinet. 3. maka pegawai yang akan naik gaji berkalanya akan terhambat Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Kenaikan Gaji Berkala. Buku Kendali KGB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pegawai yang 1 sudah 2 tahun Jam belum naik gaji berkala Database Kepegawaian 1 1. Daftar Gaji 2 Jam Draft SK KGB Output Daftar pegawai yang akan naik gaji berkala Ket. ATK. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. SK KGB Jam Terakhir.

FLOWCHART SOP MUTASI KENAIKAN GAJI BERKALA MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN NAIK GAJI BERKALA MENYIAPKAN BAHAN KENAIKAN GAJI BERKALA MEMBUAT DRAFT SK KENAIKAN GAJI BERKALA BENAR ? Ya Tidak MEMBUAT SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENANDATANGANI SK KENAIKAN GAJI BERKALA MENDISTRIBUSIKAN SK KENAIKAN GAJI BERKALA SELESAI 138 .

ATK. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000. 2. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Database 2 Daftar pejaKepegawaian Jam bat struktural dan calon pejabat struktural. SOP Baperjakat 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Daftar jabatan Daftar pejabat 1 Bahan Rapat struktural dan Hari Baperjakat calon pejabat struktural. Keterkaitan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL Dasar Hukum: 1. 1998. 3. 5. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Strurktural. daftar jabatan Bahan rapat 3 Laporan Baperjakat Jam Hasil Sidang Baperjakat 1 Rancangan Laporan Hasil Jam Surat Sidang Keputusan Baperjakat Rancangan 1 Surat Surat Keputusan Jam Keputusan Undangan 2 Hari 3 Jam Undangan terkirim Pejabat telah dilantik 2 Mempersiapkan sidang Baperjakat Pengadmini strasi Umum 3 4 5 6 Melaksanakan Sidang Baperjakat Membuat rancangan Surat Keputusan Penandatanganan Surat Keputusan Persiapan Pelantikan Melaksanakan Pelantikan Kasubbag Kepala KepegaBagian waian Pengadmini strasi Umum Inspektur Jenderal Pengadmini strasi Umum Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon I & II 7 Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Keputusan 139 . Ruang. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Baperjakat. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. Agama. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. PP Nomor 100 th 2000. KMA Nomor 350 th. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. Komputer. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Mutasi Jabatan. Mesin Tik. 6. tentang Perubahan PP Nomor 100 Tahun 2000. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Ket. Kursi. SOP Pelantikan Peringatan: Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Bahan Mutasi Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: 1. 4. PP Nomor 13 th 2002.

SPP. SPMT 2 Jam 140 . SPMT terdistribusikan Ket. 9 10 Pengadmini strasi Umum SK. SPP.Pelaksana No 8 Aktivitas Penyiapan SPP dan SPMT Penyampaian salinan dan petikan Surat Keputusan Penyiapan memorandum permohonan pembayaran Tunjangan Jabatan Struktural 1 Pengadmini strasi Umum Pengadmini strasi Umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Draft SPP dan 1 SPP dan SPMT Jam SPMT Surat Keputusan 1 Jam Surat Keputusan terdistribusikan SK.

FLOWCHART SOP MUTASI JABATAN STRUKTURAL MULAI MENYIAPKAN BAHAN MUTASI JABATAN STRUKTURAL MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MELAKSANAKAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN PENANDATANGANAN SURAT KEPUTUSAN PERSIAPAN PELANTIKAN PENYIAPAN SPP DAN SPMT PENYAMPAIAN SALINAN DAN PETIKAN SURAT KEPUTUSAN PENYIAPAN MEMORANDUM PERMOHONAN PEMBAYARAN TUNJANGAN JABATAN STRUKTURAL SELESAI 141 .

Ruang. Kursi. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Kabag. Pencatatan dan Pendataan: 1. Telepon. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang mutasi pegawai. KMA RI Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. 3. 2. Mesin Tik. Lemari Arsip. Daftar Usulan Pegawai 2. ATK. Surat Keputusan Mutasi Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Disposisi 1 Hari Surat EdarPimpinan an/Memorandum/ Nota Dinas Ket. Faximile. 4. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2 3 4 PengadMembuat surat ministrasi edaran/memoUmum randum/nota dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan mutasi pegawai PengadPimpinan unit ministrasi kerja (KasubUmum bag. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mutasi Membuat daftar Pengadministrasi pegawai yang Umum diusulkan akan mutasi Mempersiapkan Kasubbag rapat pimpinan Kepegawaian Melaksanakan rapat pimpinan Membuat ranKepala Subbagian PengadKepala Bagian Pejabat Eselon I & II Surat Edaran/ 3 Hari Memorandum/ Nota Dinas Usulan Mutasi 5 6 Daftar pegawai yang akan diusulkan mutasi 2 Jam Daftar pegaDaftar pegawai yang wai yang diusulkan diusulkan mutasi mutasi Daftar pegawai 3 Jam Laporan/Notulen Hasil yang diusulkan Rapim mutasi Laporan/Notu2 Rancangan Database Kepegawaian Usulan Mutasi 2 Jam 142 . KMA RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. Filling Kabinet.. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL Dasar Hukum: 1. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.

Pelaksana No Aktivitas cangan Surat Keputusan mutasi Membuat Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi didistribusikan ke pihak terkait 1 ministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Pengadministrasi Umum Sekretaris Inspektur Jenderal 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan len Hasil Rapat Jam Surat KepuPimpinan tusan Mutasi Rancangan Surat Keputusan Mutasi Surat Keputusan Mutasi 2 Jam Surat Keputusan Mutasi Ket. 7 8 1 Jam Surat Keputusan Mutasi terdistribusi Selesai 143 .

KABAG. IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MUTASI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MUTASI MELAKSANAKAN RAPAT PIMPINAN MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MUTASI MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN MUTASI SURAT KEPUTUSAN MUTASI DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 144 .FLOWCHART SOP MUTASI TEMPAT TUGAS PEGAWAI DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT JENDERAL MULAI MEMBUAT SURAT EDARAN/MEMORANDUM/ NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN MUTASI PEGAWAI PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG.

5. Filling Kabinet. 4. SOP Baperjakat Peringatan: Dalam hal salah satu aktivitas tidak dilaksanakan akan menghambat pelaksanaan pelantikan Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan dilantik Menyiapkan Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan Menyiapkan surat permohonan menjadi saksi pelantikan Menyiapkan surat permohonan rohaniawan Menyiapkan memorandum permohonan untuk tempat. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Stuktural. Petugas Keamanan penyelengKet. PP Nomor 13 th 2002. SOP Data Base Kepegawaian 2. Ruang. PP Nomor 100 th 2000. Lemari Arsip. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Jamuan. Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 1 Pejabat yang Keputusan Jam akan dilantik mendapat undangan Daftar pejabat 2 Jam Undangan bagi pejabat yang akan menghadiri pelantikan surat permohonan menjadi saksi pelantikan surat permohonan rohaniawan Tempat. tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. 3. jamuan. Kursi. 6. Agama. Komputer. 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pelantikan Pejabat. KMA Nomor 350 Tahun 1998. Sarana Transportasi. Keputusan Kepala BKN Nomor 12 th 2001. Undangan 2. tentang Ketentuan Pelaksanaan PP Nomor 100 th 2000 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural. ATK. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELANTIKAN PEJABAT Dasar Hukum: 1. tentang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan di Lingkungan Dep. Mesin Tik. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. tentang Perubahan PP Nomor 100 th 2000. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2 Pengadministrasi Umum 3 Pengadministrasi Umum Daftar pejabat 1 Jam 4 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Konsep surat permohonan rohaniawan Surat memorandum 1 Jam 5 1 Jam 145 . Keterkaitan: 1. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja.

memorandum 1 Hari 9 Melaksanakan Kasubbag Pelantikan Kepegawaian Surat Keputusan. Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 8 Pengadministrasi Umum Kepala Bagian Pejabat Eselon I & II Undangan. memorandum 2 jam Draft Berita Acara dan Pengambilan Sumpah Undangan dan memorandum terkirim Pejabat telah dilantik.Pelaksana No Aktivitas petugas keamanan penyelenggaraan pelantikan ke Kabag Umum Menyiapkan susunan acara pelantikan dan naskah sumpah jabatan Menyiapkan berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah Penyampaian Undangan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output garaan pelantikan siap Ket. Surat Keputusan. Draft Berita Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah jabatan 3 Jam 146 . 6 Pengadministrasi Umum 2 Jam Susunan Acara Pelantikan 7 Pengadministrasi Umum Undangan.

FLOWCHART SOP PELANTIKAN PEJABAT MULAI MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN DILANTIK MENYIAPKAN UNDANGAN BAGI PEJABAT YANG AKAN MENGHADIRI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN MENJADI SAKSI PELANTIKAN MENYIAPKAN SURAT PERMOHONAN ROHANIAWAN MENYIAPKAN MEMORANDUM PERMOHONAN UNTUK TEMPAT. JAMUAN. PETUGAS KEAMANAN PENYELENGGARAAN PELANTIKAN KE KABAG UMUM MENYIAPKAN SUSUNAN ACARA PELANTIKAN DAN NASKAH SUMPAH JABATAN MENYIAPKAN BERITA ACARA PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH PENYAMPAIAN UNDANGAN MELAKSANAKAN PELANTIKAN SELESAI 147 .

. Surat Penetapan/Tugas Peserta Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Permintaan 1 MemoranPeserta Diklat Jam dum/nota dinas Ket. Agama. 4. 3. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ Nota Dinas 3 Hari Usulan Peserta Diklat 3 Pengadministrasi Umum Usulan peserta Diklat 3 Jam Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi Rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 4 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat 3 Jam 6 Pengadministrasi Umum Daftar pegawai yang akan mengikuti Diklat telah diverifikasi 1 Jam 148 . Filling Kabinet. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Irwil) mengusulkan pegawai yang akan mengikuti Diklat Membuat daftar pegawai yang diusulkan akan mengikuti Diklat Melakukan verifikasi daftar yang akan mengikuti diklat Membuat rancangan Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Diklat Pegawai. Mesin Tik. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Keppres Nomor 5 Tahun 1996. tentang Diklat Jabatan. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini akan timbul ketidakpuasan pimpinan unit dan juga pegawai tersebut Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/ Nota Dinas kepada pimpinan unit untuk mengusulkan Calon Peserta Diklat Pimpinan unit kerja (Kasubbag. Komputer. PP Nomor 101 Tahun 2000. Faximile. tentang Diklat Prajabatan PN. Kabag. KMA Nomor 192 Tahun 1992. Daftar Usulan Calon Peserta Diklat 2. Lemari Arsip. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Ruang. tentang Juklak Diklat Bagi PNS Di Lingkungan Dep. Telepon.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT Dasar Hukum: 1. Kursi. ATK.

Pelaksana No 7 Aktivitas 1 2 Kabag Ortala & Kepegawaian 3 Sekretaris 8 Kasubbag Membuat KepegaSurat Penetapan/ Surat waian Tugas Diklat PengadmiSurat Surat nistrasi Penetapan/ Umum Surat Tugas Diklat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 Rancangan Jam Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat 2 Surat Surat PeJam netapan/ Surat Tugas Diklat Output Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat Surat Surat Penetapan/ Surat Tugas Diklat terdistribusi Ket. Selesai 149 .

IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG DIUSULKAN AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMVERIFIKASI DAFTAR YANG AKAN MENGIKUTI DIKLAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT MEMBUAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SURAT PENETAPAN/ SURAT TUGAS DIKLAT SELESAI 150 .FLOWCHART SOP PENETAPAN PESERTA DIKLAT MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT UNTUK MENGUSULKAN CALON PESERTA DIKLAT PIMPINAN UNIT KERJA (KASUBBAG. KABAG.

Mempunyai SK Panitia. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Dalam hal tidak dilaksanakan salah satu kegiatan akan menghambat proses penerimaan CPNS Kualifikasi Pelaksanaan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. Nota BKN 8. Pelaksana No 1 Aktivitas Menerima Jadwal dan formasi Penerimaan CPNS dari Biro Kepegawaian Membuat SK Tim Panitia Pengadaan CPNS Melakukan Rapat Panitia Persiapan Mengumumkan Pengadaan CPNS 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Kasubbag Kepegawaian Panitia 3 Kabag Ortala & Kepegaw aian Pimpinan Sekretaris Database Kepegawaian 2 Jam SK Panitia Pengadaan CPNS Notulen Hasil Rapat 4 Panitia Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 3 Jam 1 PengumumMinggu an Pengadaan CPNS 151 . Tugas. Pencatatan dan Pendataan: 1. Susunan Organisasi. Kartu Ujian 4. 3. Surat Keputusan CPNS Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Jadwal & Jam Formasi Pengadaan CPNS Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN CPNS Dasar Hukum: 1. Sarana Transportasi. 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Lemari Arsip. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Mesin Tik. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. ATK. Fungsi. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Komputer. Kursi. Ruang. Mempunyai SK Penempatan di Subbag Kepegawaian. Jadwal & Formasi Pengadaan CPNS 2. Tanda Terima Berkas 3. Filling Kabinet. 4. 3. Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengadaan CPNS. Lembar Jawaban Ujian 6. Soal Ujian 5. Pengumuman Peserta yang diterima 7.

Berkas Pendaftar Melakukan rapat evaluasi hasil pemberkasan dan persiapan ujian tertulis Pengadaan CPNS 8 Melaksanakan Ujian Tertulis dan melakukan pengawasan ujian 9 Menyerahkan Lembar Jawaban ke Biro Kepegawaian untuk di scanning 10 Menerima Hasil Scanning Ujian Tertulis 11 Melaksanakan rapat persiapan persiapan psikotes dan wawancara 12 Melaksanakan Psikotes dan wawancara 7 Pimpinan Berkas Pendaftar 1 Berkas Minggu Pendaftar yang Lulus Berkas dan Kartu Ujian 3 Notulen Jam Hasil Rapat & Pelaksanaan Ujian tertulis telah siap Panitia Kartu Ujian. Soal Ujian & lembar jawab 1 Hari Lembar Jawaban Panitia Lembar Jawaban 2 Jam Lembar jawaban diterima Biro kepegawaian Hasil Scanning ujian tertulis diterima Panitia Notulen Hasil Rapat Pengadministrasi Umum Hasil Scanning ujian tertulis 1 Jam Panitia Pimpinan Hasil Scanning ujian tertulis dan SK Panitia 3 Jam 13 Mengadakan rapat evaluasi hasil psikotes dan wawancara 14 Melaksanakan Panitia pengumuman CPNS yang diterima 15 Melakukan Pemberkasan Pengadaan CPNS 16 Mengajukan berkas CPNS ke BKN Panitia Peserta yang lulus Ujian Tertulis Panitia Panitia Tim Penguji Soal Psikotes dan Wawancara 2 Hari Hasil Psikotes dan Wawancara Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Pengumum an Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Berkas CPNS Hasil Psikotes dan Wawancara 3 Jam Daftar Peserta Ujian yang dinyatakan diterima Data dan berkas CPNS 3 Jam 3 Hari Pengadministrasi Umum Panitia Berkas CPNS 3 Jam Surat Usulan dan Berkas CPNS 152 .Pelaksana No 5 Aktivitas 1 2 Panitia 3 6 Melaksanakan Peserta Pendaftaran Pengadaan CPNS Melaksanakan Panitia Pemberkasan Pengadaan CPNS Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tanda Terima 1 Berkas Berkas Minggu Pendaftar Ket.

Pelaksana No Aktivitas melalui Biro Kepegawaian Menerima Nota BKN CPNS Membuat SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Membuat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Membuat Surat Penempatan Tugas CPNS 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. 17 18 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Nota BKN 1 Jam 2 Hari Nota BKN diterima Surat Keputusan CPNS selesai Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) Surat Penempatan Tugas 19 Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris Kabag Ortala & Kepegaw aian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Nota BKN & Konsep Surat Keputusan Konsep Surat Keputusan 1 Jam 20 Kasubbag Kepegawaian Konsep Surat Penempatan Tugas 1 Jam 153 .

FLOWCHART SOP PENGADAAN CPNS MULAI MENERIMA JADWAL DAN FORMASI PENERIMAAN CPNS DARI BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SK TIM PANITIA PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT PANITIA PERSIAPAN MELAKSANAKAN PENGUMUMAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PENDAFTARAN PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MELAKUKAN RAPAT EVALUASI HASIL PEMBERKASAN DAN PERSIAPAN UJIAN TERTULIS PENGADAAN CPNS MELAKSANAKAN UJIAN TERTULIS DAN MELAKUKAN PENGAWASAN UJIAN MENYERAHKAN LEMBAR JAWABAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DISCANNING MENERIMA HASIL SCANNING UJIAN TERTULIS MELAKSANAKAN RAPAT PERSIAPAN PERSIAPAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PSIKOTES DAN WAWANCARA MENGADAKAN RAPAT EVALUASI HASIL PSIKOTES DAN WAWANCARA MELAKSANAKAN PENGUMUMAN CPNS YANG DITERIMA MELAKUKAN PEMBERKASAN PENGADAAN CPNS MENGAJUKAN BERKAS CPNS KE BKN MELALUI BIRO KEPEGAWAIAN MENERIMA NOTA BKN CPNS MEMBUAT SK CALON PEGAWAI MEMBUAT SURAT PERYATAAN MELAKSANAKAN TUGAS (SPMT) MEMBUAT SURAT PENEMPATAN TUGAS CPNS SELESAI 154 .

Filling Kabinet. FC sah Kutipan Akta Nikah 3. BAKN Nomor 115 a/Kep/1983. SE BAKN Nomor 01/SE/1975. Kartu Istri / Kartu Suami Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu istri / kartu suami Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Istri/ Kartu Suami. 2 3 4 5 Pengadmi Sekretaris Membuat Surat nistrasi Pengantar dari Umum Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Pengadmi Menyampaikan Surat pengantar nistrasi Umum dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Biro Kepegawaia Kepegawaian n memproses pengajuan Karis/Karsu ke BKN BKN BKN memproses pengajuan Karis/ Karsu dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Kartu Istri / Minggu kartu Pegawai 155 . FC sah Kartu Hari persyaratan Keluarga 2. tentang Kartu Isteri/Kartu Suami PNS. Kursi. Komputer. 2. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas Pengajuan 1 Surat Jam Pengantar Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI Dasar Hukum: 1. Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. 3. Surat Pengantar 2. tentang Petunjuk Permintaan. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Lemari Arsip. Keputusan Kep. Ruang. Mesin Tik.

Pelaksana No 6 Aktivitas Biro Kepegawaian menyampaikan Karis /Karsu ke Inspektorat Jenderal Menyerahkan Karis/Karsu ke Pegawai yang bersangkutan 1 Biro Kepegawai an 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Kartu Istri / kartu 1 Hari Pegawai Output Kartu Istri/ kartu Pegawai diterima Inspektorat Jenderal Kartu Istri / kartu Pegawai diterima yang bersangkutan Ket. 7 Pengadmini strasi Umum Kartu Istri / kartu Pegawai 1 Jam 156 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU ISTRI / KARTU SUAMI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES PENGAJUAN BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARIS/KARSU DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARIS/ KARSU KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARIS/KARSU KEPADA PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 157 .

Kursi. Mesin Tik. 2. tentang Asuransi Sosial PNS (Askes). Ruang. Filling Kabinet. Kartu Askes Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Blangko Hari ASKES 1. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar (Suami istri dan anak di atas 5 tahun) 5. FC sah SK pertama dan Terakhir 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Lemari Arsip. 2 Menyiapkan PengadmiBlangko ASKES nistrasi Umum Pegawai yang Pegawai bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 3 4 Mengisi Blangko ASKES dan meminta tanda tangan atasan langsung Menyampaikan Blangko Askes dan berkas pengajuan ke kantor cabang Pegawai Atasan Langsung 1 Jam Blangko dan Berkas Pegajuan Pegawai Blangko dan Berkas Pengajuan 1 Hari Blangko dan Berkas Pengajuan diterima PT Askes 158 . Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. FC Akte Kelahiran anak Berkas Pengajuan 1 Hari Berkas persyaratan Ket. FC sah KTP Suami Istri 3. FC sah Kutipan Surat Nikah 6. Keterkaitan: 1. ATK. SOP Data Base Kepegawaian 2. PP Nomor 25 th 1981. FC sah daftar gaji 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN KARTU ASKES Dasar Hukum: 1. FC sah Kartu Keluarga 4. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu ASKES Pelaksana No 1 Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Askes. Surat Pengantar 2.

Pelaksana No Aktivitas PT Askes sesuai domisili PT ASKES memproses pengajuan Kartu ASKES dan menyampaikan Pegawai 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. ASKES Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Kartu ASKES diterima Pegawai Sel es ai 159 . 5 PT.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN KARTU ASKES MULAI MENYIAPKAN BLANGKO ASKES MENGISI BLANGKO ASKES DAN MEMINTA TANDA TANGAN ATASAN LANGSUNG MENYAMPAIKAN BLANGKO ASKES DAN BERKAS PENGAJUAN KE KANTOR CABANG PT ASKES SESUAI DOMISILI PT ASKES MEMPROSES PENGAJUAN KARTU ASKES DAN MENYAMPAIKAN KEPADA PEGAWAI SELESAI 160 .

Mesin Tik.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI Dasar Hukum: 1. Lemari Arsip. Surat Pengantar 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Kursi. SE BAKN Nomor 01/SE/1975 tentang Petunjuk Permintaan. Ruang. FC SK CPNS Hari persyaratan 2. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Data Base kepegawaian 2. FC SK PNS 3. Pas Foto ukuran 2X3 hitam putih 2 lembar Berkas 1 Surat Pengantar Pengajuan Jam 2 3 4 5 6 Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke Sekjen cq Kepala Biro Kepegawaian Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian memproses pengajuan Kartu Pegawai ke BKN BKN memproses pengajuan Kartu Pegawai dan menyampaikan hasilnya ke Biro kepegawaian Biro Kepegawaian menyampaikan Kartu Pegawai ke Pengadministrasi Umum Sekretaris Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Surat pengantar dan berkas diterima BKN Kartu Pegawai BKN Surat pengantar dan Berkas pengajuan 1 Hari Biro Kepegawaian Kartu Pegawai 1 Hari Kartu Pegawai di terima Inspektorat Jenderal 161 . Penetapan dan Penggunaan Nomor Induk PNS dan Kartu PNS. Komputer. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 Berkas 1. Keterkaitan: 1. Filling Kabinet. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Kartu Pegawai Mutu Baku Ket. 2. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu pegawai Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. FC DP3 satu tahun terakhir 4.

7 Pengadministrasi Umum Kartu Pegawai Kartu Pegawai di terima yang bersangkutan 162 .Pelaksana No Aktivitas Inspektorat Jenderal Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU PEGAWAI MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE SEKJEN CQ KEPALA MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS BIRO KEPEGAWAIAN MEMPROSES BKN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU PEGAWAI BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN KARTU PEGAWAI KE INSPEKTORAT JENDERAL MENYERAHKAN KARTU PEGAWAI KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 163 .

ATK. SOP Data Base Kepegawaian 2. Kartu TASPEN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1. Kursi. Lemari Arsip. Berkas Pengajuan 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN Dasar Hukum: UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. SOP Pengangkatan CPNS menjadi PNS Peringatan: Jika pegawai tidak mengajukan Kartu Pegawai tidak akan mendapat kartu TASPEN Pelaksana No 1 Aktivitas Pegawai yang bersangkutan mengumpulkan berkas persyaratan Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris Itjen ke PT TASPEN Menyampaikan Surat pengantar dan berkas pengajuan ke PT TASPEN PT TASPEN memproses pengajuan Kartu TASPEN dan menyampaikan hasilnya ke Subbag Kepegawaian Menyerahkan Kartu pegawai ke Pegawai yang bersangkutan 1 Pegawai 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Kartu Pegawai. Filling Kabinet. FC SK CPNS 1 Berkas 2. sarana transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. FC SK PNS Hari persyaratan Ket. Komputer. Mesin Tik. Ruang. 2 Pengadministrasi Umum Sekretaris Berkas Pengajuan 1 Jam Surat Pengantar 3 Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan 1 Hari 4 PT TASPEN Surat pengantar dan Berkas pengajuan Surat Pengantar dan Berkas Pengajuan diterima PT TASPEN 1 Kartu Hari TASPEN 5 Pengadministrasi Umum Kartu PT TASPEN Kartu TASPEN di terima yang bersangkutan 164 . Surat Pengantar 3. Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Meja.

FLOWCHART SOP PEMBUATAN KARTU TASPEN MULAI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS ITJEN KE PT TASPEN MENYAMPAIKAN SURAT PENGANTAR DAN BERKAS PENGAJUAN KE PT TASPEN PT TASPEN MEMPROSES PENGAJUAN KARTU TASPEN DAN MENYAMPAIKAN HASILNYA KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENYERAHKAN KARTU TASPEN KE PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN SELESAI 165 .

UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Mempersiapkan 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. 1994 tentang Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Lemari Arsip. Peringatan: Dalam hal tidak terlaksanakannya SOP ini tidak ada pegawai yang mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat memorandum/n ota dinas kepada pimpinan unit (Kabag & Irwil) untuk mengusulkan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 3. Ruang. Telepon. Daftar Usulan Calon Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Satyalancana Karya Satya. Sarana transportasi. Filling Kabinet. 2 Pengadministrasi Umum Memorandum/ nota dinas 3 Hari Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Mesin Tik. 2. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Hari Output Memorandum/ nota dinas Ket. Kursi. 2. Faximile. Komputer. ATK. Pencatatan dan Pendataan: 1. Membuat daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 3 Pengadministrasi Umum Usulan Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Memorandum/ 3 Jam 4 Pengadmi- 3 Jam Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA Dasar Hukum 1. Memorandum/ 166 . Pimpinan unit kerja (Kabag & Irwil) mengusulkan pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. PP Nomor 25 th. Keputusan Kepala BKN Nomor 02/2005 tentang ketentuan pelaksanaan penganugrahan Satyalancana Karya Satya.

Pelaksana No Aktivitas rapat pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Memorandum/ Nota Dinas 2 Jam Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 5 Kasubbag Kepegawaian Pejabat Eselon II & III Daftar pegawai Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. 6 1 Minggu Berkas persyaratan 7 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Rancangan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas persyaratan 2 Jam Surat Pengantar 8 3 Jam Selesai 167 . Membuat memorandum/n ota dinas kepada Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Untuk menyampaikan persyaratan Membuat Surat Pengantar ke Biro Kepegawaian Menyampaikan Berkas Pengajuan ke Biro Kepegawaian untuk Diproses ke Setneg 1 nistrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Nota Dinas Mutu Baku Waktu Output Nota Dinas terkirim Ket. Rapat Pimpinan untuk membahas Calon Penerima Anugerah Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SATYALANCANA KARYASATYA MULAI MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA PIMPINAN UNIT (KABAG & IRWIL) UNTUK MENGUSULKAN CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA PIMPINAN UNIT KERJA (KABAG & IRWIL) MENGUSULKAN PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMPERSIAPKAN RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA RAPAT PIMPINAN UNTUK MEMBAHAS CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA MEMBUAT MEMORANDUM/NOTA DINAS KEPADA CALON PENERIMA ANUGERAH TANDA KEHORMATAN UNTUK MENYAMPAIKAN PERSYARATAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENYAMPAIKAN BERKAS PENGAJUAN KE BIRO KEPEGAWAIAN UNTUK DIPROSES KE SETNEG SELESAI 168 .

AKT 2. AKT 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. AKT 1. Telepon. Kursi. AKT 2. AKT 2. SK Pensiun 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SKPP 3. KPPP. Lemari Arsip. AKT 3. Ruang. baik di Subbag Kepegawaian. Mesin Tik. Faximile. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN Dasar Hukum 1. AKT4 dan SPTB Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan SK Pensiun/ Pemberhentian SK Pensiun/ Pemberhentian Output Ket. SP4B. 3. Pelaksana No A 1 Aktivitas Persiapan Penggandaan SK pensiun/ pemberhentian Penyampaian tembusan SK Pensiun/pember hentian ke KPPN melalui Subbag RT. Komputer. 2. PT TASPEN. SP4B. 4. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. SP4B. 2. AKT4 dan SPTB 4 Pengadministrasi Umum SKPP 1 Hari SKPP diterima pegawai 169 . Keterkaitan: 1. AKT 2. 2 15 Copy SK Menit Pensiun/ Pemberhentian 15 SK Pensiun/ Menit Pemberhentian 3 Pegawai Pengadmin istrasi Umum Formulir SP4A. THT dan Asuransi PT TASPEN. AKT 3. Filling Kabinet. AKT4 dan SPTB) untuk ke Taspen Pengambilan SKPP yang telah diterbitkan 1 Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan tentang Pengajuan Taspen. SOP Pensiun Peringatan: 1. SOP Data Base Kepegawaian 2. SP3R. ATK. untuk diterbitkan SKPP Penyiapan dan pengisian formulir-formulir (SP4A. AKT4 dan SPTB 3 Hari SP4A. Sarana Transportasi. AKT 1. SP3R. pengetahuan Peralatan/Perlengkapan: Meja. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. AKT 1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. AKT 1. Biro Kepegawaian. SP4B. AKT 3. Formulir SP4A. SP3R. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. SP3R. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi.

THT dan Asuransi Kematian kepada PNS/ penerima pensiun untuk diusulkan ke Taspen oleh yang bersangkutan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. SP4B. AKT 3. SP4A. AKT 2. SP3R. AKT4 dan SPTB 1 Hari Pembayaran pensiun pertama. 5 Pegawai SKPP. THT dan asuransi terbayarkan 170 . AKT 1.Pelaksana No Aktivitas oleh KPPN melalui Subbag RT Penyiapan dan penyampaian kelengkapan persyaratan administrasi pembayaran pensiun pertama.

SP3R. THT DAN ASURANSI KEMATIAN KEPADA PNS/ PENERIMA PENSIUN UNTUK DIUSULKAN KE TASPEN OLEH YANG BERSANGKUTAN SELESAI 171 . AKT 1. AKT4 DAN SPTB) UNTUK KE TASPEN PENGAMBILAN SKPP YANG TELAH DITERBITKAN OLEH KPPN MELALUI SUBBAG RT KARIS/KARSU KE BKN PENYIAPAN DAN PENYAMPAIAN KELENGKAPAN PERSYARATAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. AKT 3.FLOWCHART SOP PENGAJUAN PEMBAYARAN PENSIUN PERTAMA. UNTUK DITERBITKAN SKPP PENYIAPAN DAN PENGISIAN FORMULIR-FORMULIR (SP4A. SP4B. AKT 2. THT DAN ASURANSI KEMATIAN PT TASPEN MULAI PENGGANDAAN SK PENSIUN/ PEMBERHENTIAN PENYAMPAIAN TEMBUSAN SK PENSIUN/PEMBERHENTIAN KE KPPN MELALUI SUBBAG RT.

SK CPNS 5. Lemari Arsip.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. Filling Kabinet. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Surat Persetujuan Teknis 4. SK KP Terakhir. Sarana Transportasi. Keterkaitan: 1. Surat Pengajuan Pengangkatan 3. Telepon. Keputusan Bersama BKN. 4. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. 5. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). SK Jabatan 2 Berkas usulan Minggu Auditor 172 . Kursi. SOP Penilaian Angka Kredit Peringatan: 1. 2 Pegawai 1. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. 2. Karpeg. Peralatan/Perlengkapan: Meja. ATK. Ruang. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193. Mesin Tik. 7. 3. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Surat Keputusan Mutu Baku Waktu 2 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Ket. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. maka akan menghambat proses Pengangkatan Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat daftar pegawai yang akan diusulkan menjadi Auditor Pegawai menyiapkan bahan usulan pengajuan dan menyerahkan ke Subbag 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan Auditor. Faximile. 2.. 4. Komputer. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Data Base kepegawaian 2. 3. DP3 Tahun Terakhir. Daftar Usulan PAK 2. 2. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. BPKP 6. baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP.

Pengadministrasi Umum Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 hari 5 Surat Pengantar dan Berkas DUPAK Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP 1 Surat Bulan Persetujuan Teknis 6 Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Surat Persetujuan Teknis 1 Hari Disposisi Sekretaris 7 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawaian Kabag Ortala & Kepega waian Pejabat Eselon I & II 8 Melaksanakan Kasubbag Sidang KepegaBaperjakat waian Pengadministrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawaian Surat Persetujuan Teknis dan Disposisi Sekretaris Bahan Rapat Baperjakat 2 Hari Bahan Rapat Baperjakat 1 Hari Laporan Hasil Sidang Baperjakat Rancangan Surat Keputusan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Membuat rancangan Surat Keputusan 10 Membuat Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor 9 Laporan Hasil Sidang Baperjakat Sekretaris Irjen Rancangan Surat Keputusan 2 Hari 2 Hari 173 . Pegawai yang Lulus Ujian Jabatan Fungsional Auditor atau PNS Formasi Calon Auditor 7.Pelaksana No Aktivitas Kepegawaian 1 2 3 3 4 Membuat surat pengantar ke kepala BPKP dan rekapitulasi pegawai yang diusulkan Mengirimkan Berkas usulan dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP Pusbin JFA BPKP memproses Persetujuan Teknis Pengangkatan Auditor Melaporkan hasil persetujuan teknis pengangkatan Auditor kepada Sekretaris Mempersiapkan sidang baperjakat Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan (jika menjabat) 6. Daftar Usulan PAK Berkas usulan 1 Surat Hari Pengantar Ket.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor Mutu Baku Waktu 1 Hari Output Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Fungsional Auditor terdistribusi Ket. Sel es ai Pengadmini 11 Surat strasi Keputusan Pengangkatan Umum Ajabatan Fungsional Auditor didistribusikan ke pihak terkait 174 .

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN KE DALAM JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR MULAI MEMBUAT DAFTAR PEGAWAI YANG AKAN DIUSULKAN MENJADI AUDITOR PEGAWAI MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT PENGANTAR KE KEPALA BPKP DAN REKAPITULASI PEGAWAI YANG DIUSULKAN MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR MELAPORKAN HASIL PERSETUJUAN TEKNIS PENGANGKATAN AUDITOR KEPADA SEKRETARIS MEMPERSIAPAN SIDANG BAPERJAKAT MEMBUAT RANCANGAN SURAT KEPUTUSAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DIDISTRIBUSIKAN KE PIHAK TERKAIT SELESAI 175 .

Sarana Transportasi. 2. 4. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Tugas. Surat Tanda Tamat Pelatihan Prajabatan 4. Mesin Tik. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. Surat Perintah Melaksanakan Tugas 3. Peralatan/Perlengkapan: Meja. PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. maka akan menghambat proses pembayaran pensiun pertama. Hasil General Chek Up 5. Susunan Organisasi. 2 Kabag Ortala & Kepegawai an Sekretaris Daftar CPNS 3 Pengadministrasi Umum Surat Panggilan Diklat 1 Jam 176 . Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Penetapan Peserta Diklat Peringatan: 1. Kursi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. Ruang. Pelaksana No 1 Aktivitas Menginventarisir CPNS Mengusulkan daftar CPNS ke Badan Litbang & Diklat Menerima surat panggilan prajabatan dari Balai Diklat 1 Pengadministrasi Umum Kasubbag Kepegawai an 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pengangkatan CPNS menjadi PNS. Keterkaitan: 1. SOP Pengadaan CPNS 3. 3. Surat Keputusan CPNS 2. ATK. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Lemari Arsip. Biro Kepegawaian. KPPP. 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Data Base Kepegawaian 2. Fungsi.PP Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dan disempurnakan dengan PP Nomor 54 Tahun 2003. PT TASPEN. baik di Subbag Kepegawaian. Filling Kabinet. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS Dasar Hukum 1. Komputer. THT dan Asuransi PT TASPEN. Surat Keputusan PNS Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Database Kepegawaian Waktu 1 Jam 1 Jam Output Daftar CPNS Daftar CPNS diterima Badan Litbang & Diklat Surat Pangilan Diklat Prajabatan Ket.

STTPP 3. Hasil Tes Kesehatan 4. SPMT Konsep Surat Keputusan 2 Minggu 1 Jam Surat Tugas Tes Kesehatan Hasil Tes Kesehatan Konsep Surat Keputusan 7 8 2 Hari 1 Hari 9 Menandatang Kasubbag ani Surat Kepegawai Keputusan an dan mendistribusik an Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris 1 Hari Surat Keputusan Pegawai dan pihak terkait menerima SK Acara pengambil an sumpah siap dilaksanakan Berita Acara Pengambilan Sumpah PNS 10 Mempersiapkan acara pengambilan sumpah PNS Surat Keputusan 3 Hari 11 Melaksanakan CPNS Pengambilan Sumpah PNS Pimpinan Surat Keputusan Naskah Sumpah PNS Konsep Berita Acara 3 Jam 177 . 5 CPNS 6 Kasubbag Kepegawai an CPNS Pengadmin istrasi Umum Kabag Ortala & Kepegawai an Sekreta ris Surat Tugas Diklat Prajabatan CPNS yang lulus Diklat Prajabatan Surat Tugas Tes Kesehatan 1.Pelaksana No 4 Aktivitas Menugaskan CPNS mengikuti Diklat Prajabatan Diklat Prajabatan Menugaskan CPNS mengikuti Tes Kesehatan Mengikuti Tes Kesehatan Membuat Konsep Surat Keputusan Pengangkatan CPNS menjadi PNS 1 Kasubbag Kepegawai an 2 Kabag Ortala & Kepegawai an 3 Sekreta ris Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Surat Panggilan Diklat Prajabatan Waktu 1 Jam Output Surat Tugas Dikat Prajabatan STTPP Ket. Telah melaksanakan tugas minimal 1 Tahun 2.

FLOWCHART SOP PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MULAI MENGINVENTARISIR CPNS MENGUSULKAN DAFTAR CPNS KE BADAN LITBANG & DIKLAT MENERIMA SURAT PANGGILAN PRAJABATAN DARI BALAI DIKLAT MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI DIKLAT PRAJABATAN DIKLAT PRAJABATAN MENUGASKAN CPNS MENGIKUTI TES KESEHATAN MENGIKUTI TES KESEHATAN MEMBUAT KONSEP SURAT KEPUTUSAN PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN DAN MENDISTRIBUSIKAN MEMPERSIAPKAN ACARA PENGAMBILAN SUMPAH PNS MELAKSANAKAN PENGAMBILAN SUMPAH PNS SELESAI 178 .

UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. baik di Subbag Kepegawaian dan BPKP. 2. Telepon. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama. 7. Keterkaitan: SOP Data Base Kepegawaian Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Penilaian Angka Kredit Auditor. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22). 3. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Ruang. Kursi.. Lemari Arsip. 4. Surat Penetapan Angka Kredit 4. 5. Daftar Usulam PAK 2. Faximile. ATK. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. 2 Kasubbag Kepegawaian Pegawai Kabag Ortala & Kepegaw aian Sekretaris 3 DUPAK 2 Berkas Minggu usulan DUPAK 179 . Keputusan MENPAN Nomor 220 Tahun 2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 193. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4014). Surat Keputusan Tim Penilai Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 2 Nota Dinas Surat BPKP & Hari Jadwal Pengumpulan DUPAK ( Bulan Januari dan Juli) 1 Hari Surat Keputusan Ket. Keputusan Bersama BKN. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Dasar Hukum: 1. Peringatan: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Sarana Transportasi. 2. maka akan menghambat proses karier Auditor Pelaksana No 1 Aktivitas Membuat Nota Dinas ke Inspektur Wilayah tentang pengumpulan DUPAK Auditor Membuat Surat Keputusan Tim Penilai Angka Kredit Auditor menyiapkan bahan usulan peng1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Meja. BPKP 6. Mesin Tik. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. Surat Pengantar 3. PP Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Filling Kabinet.

5 Mendistribusi.4 Membuat Draft Penetapan Angka Kredit B.4 Menerima Penetapan PAK Tim Penilai Pusbin JFA Surat Pengantar dan Berkas DUPAK 1 Bulan Rekapitulasi DUPAK Surat Pengantar Surat Pengantar dan Berkas DUPAK terkirim ke Pusbin JFA BPKP Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Pengadministrasi Umum A. ajuan DUPAK dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian DUPAK 1 4 Mengelompokk PengadmiMinggu nistrasi an Daftar Umum Usulan Penetapan Angka Kredit A.3 Pusbin JFA BPKP memproses DUPAK dan menetapkan angka kredit (PAK) A. DUPAK Auditor Ahli Madya dan Ahli Utama DUPAK Auditor 1 A. DUPAK Auditor Trampil dan Ahli Pertama serta Ahli Muda Berkas DUPAK 1 Rekapitulasi PengadmiMinggu Kertas Kerja nistrasi Tim Penilai Umum Pengadministrasi Umum 3 Hari Pelaksanaan Penghitungan Siap Pengadministrasi Umum Tim Penilai Berkas DUPAk dan Rekapitulasi Kertas Kerja Tim Penilai Kertas Kerja Tim Penilai 3 hari Kertas Kerja tim Penilai Pengadministrasi Umum Tim Penilai 1 Hari 1 Sekretaris Inspektur Draft Penetapan Draft Penetapan angka Kredit Penetapan 180 .1 Merekap DUPAK masing-masing Auditor sesuai format Kertas Kerja Tim Penilai B.5 Menanda- B.2 Mempersiapkan Kegiatan Pelaksanaan Penilaian angka Kredit B.Pengadmikan dan nistrasi mengarsipkan Umum Surat Penetapan PAK Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan B.2 Mengirimkan Hari dan Berkas Berkas usulan nistrasi DUPAK Umum DUPAK dan surat pengantar ke Pusbin JFA BPKP A.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Auditor Ket.3 Menyelenggarakan Kegiatan penetapan Angka Kredit B.1 Membuat Surat Ahli Madya dan Hari Pengantar Ahli Utama DUPAK ke BPKP 1 Surat Pengantar PengadmiA.

Pengadmikan dan meng. Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) 1 Hari Surat Penetapan Angka Kredit (PAK) terdistribusi dan terarsipkan 181 .nistrasi arsipkan Surat Umum Penetapan PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Angka Kredit Hari Angka Kredit Ket.6 Mendistribusi.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Jenderal tangani Surat Keputusan Penetapan Angka Kredit B.

FLOWCHART SOP PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Mulai MEMBUAT NOTA DINAS KE INSPEKTUR WILAYAH TENTANG PENGUMPULAN DUPAK AUDITOR MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN TIM PENILAI ANGKA KREDIT AUDITOR MENYIAPKAN BAHAN USULAN PENGAJUAN DUPAK DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MENGELOMPOKKAN DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT AUDITOR AHLI Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DUPAK KE BPKP MENGIRIMKAN BERKAS USULAN DUPAK DAN SURAT PENGANTAR KE PUSBIN JFA BPKP PUSBIN JFA BPKP MEMPROSES DUPAK DAN MENETAPKAN ANGKA KREDIT (PAK) MENERIMA PENETAPAN PAK Tidak MEREKAP DUPAK MASING-MASING AUDITOR SESUAI FORMAT KERTAS KERJA TIM PENILAI MEMPERSIAPKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENILAIAN ANGKA KREDIT MENYELENGGARAKAN KEGIATAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MEMBUAT KONSEP PENETAPAN ANGKA KREDIT MENANDATANGANI SURAT KEPUTUSAN PENETAPAN ANGKA KREDIT MENDISTRIBUSIKAN DAN MENGARSIPKAN SURAT PENETAPAN PAK SELESAI 182 .

Filling Kabinet. 2. Biro Kepegawaian dan BKN. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PENSIUN Dasar Hukum: 1. baik di Subbag Kepegawaian. Keterkaitan: 1. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 4. SOP Pengajuan TASPEN Peringatan: 1. Komputer. maka akan menghambat proses Pensiun. Faximile. Nota BKN 3. Lemari Arsip. 3. Sarana Transportasi. Ruang. SOP Data Base Kepegawaian 2. Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Pensiun. Pencatatan dan Pendataan: 1. Telepon. UU Nomor 11 Tahun 1968 tentang Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Janda/Dudanya. Kursi. Dalam hal salah satu persyaratan tidak terpenuhi. Mesin Tik. Rekapitulasi daftar pegawai yang akan Pensiun 2. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Untuk berkas persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses. 1 2 3 4 5 Membuat memorandum /Nota Dinas pemberitahuan kepada PNS yang mencapai BUP Pegawai menyiapkan berkas Pensiun dan menyerahkan ke Subbag Kepegawaian Memeriksa kelengkapan berkas pensiun Membuat Surat Pengantar dari Sekretaris yang ditujukan ke Biro Kepegawaian Mengirimkan berkas pensiun ke Biro Kepegawaian Pegawai Memorandum/ Nota Dinas 2 Hari Berkas Pensiun Kasubbag Kepegawaian Kasubbag Kepegawaian Berkas Pensiun 2 Hari 1 Hari Kabag Ortala & Kepegawaian Sekretaris Draft Surat Pengantar Berkas Pensiun lengkap Surat Pengantar Kasubbag Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pensiun 1 Hari Surat Pengantar & Berkas Pensiun ter- 183 . Persetujuan Teknis BKN Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Database Kepegawaian 2 Hari Output Memorandum/ Nota Dinas Ket. ATK.

IV/c ke atas terkirim ke Setneg 3 SK Pensiun Kewena Nota Hari Gol. IV/c ke atas diterima Biro Kepegawaian SK Pensiun Gol. IV/c keatas diterima Pegawai 184 . IV/c keatas 2 SK Pensiun Bulan Gol. IV/c keatas Kewena 1 Nota BKN Nota BKN dan ngan Hari terkirim ke Persetujuan Biro Kepega. IV/c ke atas Kewena ngan Sekretar iat Negara Sekretariat Negara 1 Hari Biro Kepegawai an Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. III/c s/d IV/b diterima pegawai Biro Kepegawaian Nota Persetujuan BKN 2 hari Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN Kewena ngan Biro Kepega waian Sekretariat Negara Surat Pengantar & Nota Persetujuan BKN SK Pensiun Gol.BKN Teknis untuk waian dan Gol. 6 Proses di Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian 7 Proses di BKN BKN 8 Persetujuan/ Nota dari BKN dikirimkan ke Biro Kepegawaian BKN 9 10 11 12 13 14 Untuk Pangkat diatas III/c s/d IV/b SK Kenaikan Pangkat di buat oleh Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Untuk Pangkat diatas IV/c Pertimbangan Teknis BKN disampaikan ke Sekretariat Negara Sekretariat Negara Membuat Surat Keputusan Pensiun Surat Keputusan Pensiun di sampaikan ke Biro Kepegawaian SK Pensiun disampaikan ke Pegawai melalui Subbag Kepegawaian Biro Kepegawaian kirim ke Biro Kepegawaian Surat Pengantar 2 Surat Usul & Kewena& Berkas Hari Berkas ngan Pensiun Pensiun Biro terkirim ke Kepega BKN waian Surat Usul & 1 Nota BKN Kewena Berkas Pensiun Minggu dan ngan Persetujuan BKN Teknis untuk Gol.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. IV/c ke atas Persetujuan Teknis untuk Gol. III/c s/d IV/b 1 Hari SK Pensiun Gol. III/c s/d ngan Persetujuan Biro IV/b BKN Kepega waian Biro Kepegawaian Subbag Kepegaw aian SK Pensiun Gol. IV/c keatas 1 Hari SK Pensiun Gol.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN PENSIUN Mulai MEMBUAT MEMORANDUM / NOTA DINAS PEMBERITAHUAN KEPADA PNS YANG MENCAPAI BUP PEGAWAI MENYIAPKAN BERKAS PENSIUN DAN MENYERAHKAN KE SUBBAG KEPEGAWAIAN MEMERIKSA KELENGKAPAN BERKAS PENSIUN Tidak LENGKAP? Ya MEMBUAT SURAT PENGANTAR DARI SEKRETARIS YANG DITUJUKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIRIMKAN BERKAS PENSIUN KE BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BIRO KEPEGAWAIAN PROSES DI BKN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN/PERTIMBANGAN TEKNIS Tidak Gol IV/c Ya PERTIMBANGAAN TEKNIS BKN DISAMPAIKAN KE SEKRETARIAT NEGARA SEKRETARIAT NEGARA MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN DI SAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN PERSETUJUAN/NOTA DARI BKN DISAMPAIKAN KE BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEPEGAWAIAN MEMBUAT SURAT KEPUTUSAN PENSIUN SK PENSIUN DISAMPAIKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 185 .

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Ijazah 2. SOP Data Base Kepegawaian 2. 4. 2. Mesin Tik. maka akan menghambat proses kenaikan pangkat/penyesuaian ijazah pegawai. Jika izin tugas belajar belum terpenuhi. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Agama. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Fungsi. PP Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Finger Printer. Lemari Arsip. Filling Kabinet. Tugas. KMA Nomor 172 Tahun 1988 tentang Pedoman Ujian Dinas di Lingkungan Departemen Agama. 7. 1 Inventarisasi pegawai yang akan diajukan untuk mengikuti Ujian Dinas/UPKP 186 . Kursi. Perpres Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 6. ATK. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian yang telah diubah dan disempurnakan dengan UU Nomor 43 Tahun 1999. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Sarana Tranportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. atau salah satu kegiatan belum terpenuhi. Ruang. KMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. maka akan menghambat proses penyesuaian ijazah pegawai Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Kualifikasi Pelaksanaan: Mempunyai kemampuan dan pengetahuan tentang Ujian Dinas/ UPKP. Pemindahan. 2. Jika kelengkapan data base pegawai tidak lengkap. SOP Izin Tugas Belajar Peringatan: 1. 5. Surat Izin Tugas Belajar 3. Database Kepegawaian 2. KMA Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan. Surat Pengantar Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1. PP Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP UJIAN DINAS/UPKP Dasar Hukum: 1. Pegawai yang mempunyai ijazah setingkat lebih tinggi 1 Hari Output Daftar pegawai yang akan diusulkan Ujian dinas/ UPKP Ket. Komputer. Keterkaitan: 1. Kenaikan pangkat dari Gol II ke Gol III 3.

Pelaksana No 2 Aktivitas Mengumpulkan berkas persyaratan. 3 4 Pengadministrasi Umum Mengirimkan Pengadmiberkas dan surat nistrasi pengantar ke Umum Biro Kepegawaian Surat Pengantar & Berkas Pengajuan 1 Hari 5 Mengikuti Ujian Tertulis Mengikuti Ujian Karya Tulis Mengikuti Ujian Kompetensi Biro Kepegawaian menerbitkan Sertifikat Lulus Ujian Dinas/ UPKP Sertifikat di serahkan ke pegawai melalui Subbag Kepegawaian Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Biro Kepegawaian Hasil Ujian 6 7 8 Sertifikat Lulus 9 Pengadministrasi Umum Sertifikat Lulus Sertifikat Lulus diterima pegawai 187 . membuat karya tulis Membuat Surat Pengantar 1 Pegawai 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Minggu Konsep Surat Pengantar 1 Minggu Output Berkas Persyaratan Surat Pengantar Surat Pengantar & Berkas Pengajuan diterima Biro Kepegawaian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Pegawai mengikuti Ujian Ket.

MEMBUAT KARYA TULIS MEMBUAT SURAT PENGANTAR MENGIRIMKAN BERKAS DAN SURAT PENGANTAR KE BIRO KEPEGAWAIAN MENGIKUTI UJIAN TERTULIS MENGIKUTI UJIAN KARYA TULIS MENGIKUTI UJIAN KOPETENSI Tidak LULUS ? Ya BIRO KEPEGAWAIAN MENERBITKAN SERTIFIKAT LULUS UJIAN DINAS/UPKP SERTIFIKAT DI SERAHKAN KE PEGAWAI MELALUI SUBBAG KEPEGAWAIAN SELESAI 188 .FLOWCHART SOP UJIAN DINAS/UPKP MULAI INVENTARISASI PEGAWAI YANG AKAN DIAJUKAN UNTUK MENGIKUTI UJIAN DINAS/UPKP MENGUMPULKAN BERKAS PERSYARATAN.

9. SOP Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan SOP Keortalaan SOP Notulen Rapat SOP Pelaksanaan Kegiatan SOP Pelaksanaan Rapat SOP Pelaporan Kegiatan SOP Pembuatan TOR Kegiatan SOP Pembukaan Kegiatan SOP Penerbitan Majalah SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen SOP Perekrutan Pemantau Haji SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 189 . 5. 11. 4. 8. 10. 3.Lampiran 5  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG ORTALA 1. 7. 12. 6. 2.

Keterkaitan: 1. PP No. LCD. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kegiatan dianggap fiktif. Pelaksanaan kegiatan c. layar. printer. Kegiatan tidak optimal. 1. Inpres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.Umum giatan 3. Mempersiapkan hasil. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan 3. Tempat Acara d. SOP Penyusunan TOR Kegiatan 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Data-data yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. 2. 4. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan/kompetensi dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Konsumsi Kasubbag Kasubbag Kasubbag e. 5. Memeriksa kelengministrasi kapan hasil-hasil penyelenggaraan ke. 2. PMA No. Pelaksana No. Pengelolaan Keuangan f. Perlengkapan Kasubbag Kasubbag g. 3.Pengadmi hasil penyelenggara. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah. SOP Pelaporan Kegiatan Peringatan: 1. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui.nistrasi Umum an kegiatan Pengad2. PMA No. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. ATK. Acara Pembukaan Kasubbag b. Laporan hasil kegiatan. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. Mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan. 2. Inpres No. 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Laporan Ke1 Bahan evaluasi giatan Jam penyelenggaraan kegiatan Bahan 1 Terperiksanya evaluasi Jam kelengkapan kegiatan bahan evaluasi kegiatan Ket. meliputi: a. Transportasi Kasubbag 15 Terevaluasinya menit Acara Pembukaan Hasil 1 Terevaluasi Kegiatan jam Pelaksanaan Kegiatan Tempat 15 Terevaluasinya Acara menit Tempat Acara Konsumsi 15 Terevaluasinya menit penyediaan konsumsi SPJ 1 Terevaluasinya Keuangan Jam SPJ Keuangan 15 Terevaluasinya Perlengkapan menit penggunaan yang perlengkapan digunakan 15 Terevaluasinya Transportasi menit penggunaan yang transportasi digunakan Dokumentasi pembukaan 190 . SOP Pelaksanaan Kegiatan 4.

Pelaksana No. Mengoreksi draft surat hasil evaluasi kegiatan Menandatangani surat hasil evaluasi kegiatan Kabag 7. 6. Menyampaikan surat Pengadministrasi hasil evaluasi Umum kegiatan pada Sekretaris Mutu baku Persyaratan/ Waktu Output perlengkapan Dokumentasi 30 Terevaluasinya Kegiatan menit kelengkapan dokumentasi Hasil evaluasi 2 Tersusunnya pelaksanaan Jam draft surat hasil kegiatan evaluasi kegiatan Draft surat 30 Koreksi surat evaluasi Menit hasil evaluasi kegiatan kegiatan Surat hasil 10 Surat hasil evaevaluasi Menit luasi kegiatan kegiatan yang telah ditandatangani 5 Diterimanya Surat hasil Menit surat hasil evaevaluasi luasi kegiatan. kegiatan Ket. Membuat surat hasil evaluasi kegiatan Pengadministrasi Umum Kasubbag 5. 191 . Aktivitas h. Dokumentasi 1 Kasubbag 2 3 4.

FLOWCHART SOP EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MENELITI KELENGKAPAN BAHAN EVALUASI PENYELENGGARAAN KEGIATAN MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP: ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN TEMPAT ACARA KONSUMSI PENGELOLAAN KEUANGAN PERLENGKAPAN TRANSPORTASI DOKUMENTASI MEMBUAT DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENGOREKSI DRAFT SURAT HASIL EVALUASI MENANDATANGANI SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN MENYAMPAIKAN SURAT HASIL EVALUASI KEGIATAN SELESAI 192 .

mekanisme dan tata kerja yg ada dan yg diperlukan Hasil analisa tugas. Pelaksanaan kegiatan pada Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. mekanisme dan tata kerja di lingkungan Itjen akan mengganggu keortalaan di Itjen. Mengidentifikasi kebutuhan pengorganisasian pada Itjen 4. 3 Identifikasi Hari kebutuhan organisasi 3 Hasil analisa Hari tugas.Tim analisis ortala organisasian Itjen sesuai hasil analisa Itjen 6. mekanisme dan tata kerja yang ada dengan yang dibutuhkan. Mekanisme dan tata kerja yg diperlukan Perbandingan tugas. Pelaksana No Aktivitas 1 Tim analisis ortala Itjen 2 3 1. Peringatan: 1. 2. Tugas. Tidak adanya struktur organisasi yang jelas/ sesuai akan menyebabkan hambatan dalam organisasi. Membuat draft peng. Waktu minimal yg dibutuhkan. Fungsi. 3. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. Tidak terlaksananya tugas. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memahami keortalaan. mekanisme dan tata kerja yang Kualifikasi Pelaksana: 1. mekanisme dan tata kerja 2.penyeganisasian Itjen suaian 193 . Membuat laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Tim analisis ortala Itjen 3 Draft tugas. Pelaksanaan kegiatan setiap bagian pada Sekretariat 2. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Peraturan dan kebijakan pengorganisasian Itjen Tugas. Memahami tugas dan fungsi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Mekanisme dan tata kerja Itjen yg ada Tugas. mekanisme dan tata kerja Itjen. PMA No. mekanisme dan tata kerja Draft tugas. Usulan 2 Laporan hasil Jam analisa pengor. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEORTALAAN Dasar Hukum: 1. Keterkaitan: 1. printer. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 3 Hasil telaah Hari tugas. 2. ATK. Tugas Mekanisme dan Tata Kerja di Lingkungan Inspektorat Jenderal. Struktur organisasi Inspektorat Jenderal. 2. Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen Tim analisis ortala Itjen 2 Bahan penyuHari sunan uraian tugas. Menelaah tugas. Mengumpulkan bahan untuk penyusunan uraian tugas. mekanisme dan tata kerja. 2. Hari mekanisme dan tata kerja yang tidak tumpang. Menganalisa antara tugas. mekanisme dan tata kerja Itjen yang ada 3. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PMA No. mekanisme dan tata kerja 5.

Menyampaikan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen pada pimpinan. Mengajukan SK tentang keortalaan pada Irjen 15. beban tugas dan fungsi pada Itjen 10 Diterimanya Menit hasil kesepakatan 2 Konsep SK Irjen Jam Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 30 Hasil koreksi Menit Konsep SK Irjen 15 Konsep SK Irjen Menit yang telah disetujui dan diparaf Subbag Ortala Subbag Ortala Kepala Bagian Ortapeg 16.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen Tim anali.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 tidak tumpang Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen Hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. beban tugas dan fungsi pada Itjen 3 DitandatanganiHari nya konsep uraian jabatan. 7.Pejabat Pejabat Fungsisis ortala Strukonal tural Itjen 3 Hasil diskusi/ Hari pembahasan analisa pengorganisasian Itjen 1 Kesepakatan Jam hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Tidak adanya tumpang tindih dalam pengorganisasi an Itjen 10. Menyelenggarakan pembahasan laporan hasil analisa pengorganisasian Itjen 9. beban tugas dan fungsi Tim analisis ortala Itjen Subbag Ortala hasil kesepakatan Hasil kesepakatan analisis organisasi Konsep SK Irjen tentang organisasi Koreksi konsep SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang organisasi SK Irjen tentang Keortalaan Konsep uraian jabatan. Mengajukan Konsep SK Irjen tentang keortalaan pada Kepala Bagian untuk disetujui 14. Menyampaikan hasil kesepakatan pada pimpinan 11. 8. Membuat kesepakatan hasil pembahasan analisa pengorganisasian Itjen Ketua tim analisis 15 TersampaikanMenit nya laporan Tim anali. Mengajukan konsep Subbag Ortala uraian jabatan. Membuat konsep uraian jabatan. Membuat konsep keputusan Irjen tentang (penyesuaian) pengorganisasian 12. beban tugas dan fungsi pada Itjen 194 . Mengoreksi konsep SK Irjen tentang keortalaan 13. beban tugas dan fungsi pada pimpinan 1 SK Irjen yang Hari telah ditandatangani 3 Konsep uraian Hari jabatan.

BEBAN TUGAS DAN FUNGSI PADA PIMPINAN MEMBUAT KONSEP KEPUTUSAN IRJEN TENTANG (PENYESUAIAN) PENGORGANISASIAN SELESAI 195 . BEBAN TUGAS DAN FUNGSI MENYAMPAIKAN HASIL KESEPAKATAN PADA PIMPINAN MENGAJUKAN KONSEP URAIAN JABATAN. MEMBUAT DRAFT PENGORGANISASIAN ITJEN SESUAI HASIL ANALISA MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGOREKSI KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN MENYAMPAIKAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN PADA PIMPINAN. MEKANISME DAN TATA KERJA MENELAAH TUGAS. MEKANISME DAN TATA KERJA ITJEN YANG ADA MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGORGANISASIAN PADA ITJEN MENGANALISA ANTARA TUGAS.FLOWCHART SOP KEORTALAAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN UNTUK PENYUSUNAN URAIAN TUGAS. MENGAJUKAN KONSEP SK IRJEN TENTANG KEORTALAAN PADA KEPALA BAGIAN UNTUK DISETUJUI MENYELENGGARAKAN PEMBAHASAN LAPORAN HASIL ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MENGAJUKAN SK TENTANG KEORTALAAN PADA IRJEN MEMBUAT KESEPAKATAN HASIL PEMBAHASAN ANALISA PENGORGANISASIAN ITJEN MEMBUAT KONSEP URAIAN JABATAN. MEKANISME DAN TATA KERJA YANG ADA DENGAN YANG DIBUTUHKAN.

Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. ATK. Fungsi. Mampu menyimpulkan pendapat dan usulan dengan baik. Mampu mengetik dengan cepat. 4. Mencatat hasilhasil akhir keputusan rapat Menyerahkan hasil akhir keputusan rapat kepada pimpinan rapat untuk dibacakan sebelum rapat ditutup Notulen 4. Hasil akhir rapat 3. 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Aktivitas 1 2 3 Meminta agenda Notulen rapat dari pimpinan rapat 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP NOTULEN RAPAT Dasar Hukum: 1. 5. 3. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 6. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 5 Diterimanya menit apa saja agenda yang akan dibahas dalam rapat Komputer atau Selama Tercatatnya semua Laptop rapat berlang usulan dan pendapat sung dari para peserta selama rapat berlang-sung Komputer atau Selama Tercatatnya hasil-hasil Laptop rapat berlang akhir keputusan rapat sung 5 Dibacakannya Komputer atau Laptop dan menit hasil akhir keputusan rapat printer oleh pimpinan rapat Pelaksana No 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Notulen 196 . Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terlaksana notulen rapat Kualifikasi Pelaksana: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 3. dan lain-lain. Tugas. Pendokumentasian hasil-hasil rapat Mutu Baku Ket. Mencatat semua usulan dan pendapat dari para peserta rapat selama rapat berlangsung Notulen 3. Printer. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Usulan dan masukan dari para peserta 2. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Notulen Mutu Baku Ket. Aktivitas Menggandakan hasil akhir keputusan rapat 1 Notulen 2 3 6. Mendistribusikan hasil keputusan rapat kepada para peserta rapat Mengarsipkan hasil keputusan rapat Notulen 7. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Mesin fotokopi 10 Tergandakan menit nya hasil akhir keputusan rapat Hasil keputus10 Terdistribusian rapat yang menit kan nya hasil sudah diganda keputusan kan rapat kepada para peserta rapat 2 Diarsipkannya menit hasil-hasil keputusan rapat 197 .Pelaksana No 5.

FLOWCHART SOP NOTULEN RAPAT MULAI MEMINTA AGENDA RAPAT DARI PIMPINAN RAPAT MENCATAT SEMUA USULAN DAN PENDAPAT DARI PARA PESERTA RAPAT SELAMA RAPAT BERLANGSUNG MENCATAT HASIL-HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENYERAHKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT KEPADA PIMPINAN RAPAT UNTUK DIBACAKAN SEBELUM RAPAT DITUTUP MENGGANDAKAN HASIL AKHIR KEPUTUSAN RAPAT MENDISTRIBUSIKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT MENGARSIPKAN HASIL KEPUTUSAN RAPAT SELESAI 198 .

Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. SOP Permintaan Barang 5. mesin foto copy. dan Kendaraan roda empat. 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 4. LCD. 6. Mampu menganalisis materi-materi kegiatan 3. 2. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. 5. Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. Pelaksana No 1. 4. Tugas. Arahan Pimpinan. 3. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan. dan Tabel Tag Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an. Keterkaitan: 1. Spanduk.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Laptop. 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Laporan Panitia. Spanduk. dan Do’a Paparan dari Narasumber 1 jam Tempat acara yang siap untuk digunakan Terselenggaranya acara pembukaan 1 jam 3 hari Terselenggaranya acara kegiatan 199 . Palu. ATK. Palu. SOP Pencairan Anggaran 4. Sound system. Tabel Tag. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. 5. Layar. Pelaksanaan Narasumber Moderator Acara Layar. Memahami tugas dan fungsinya Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Acara Pembukaan Panitia/MC Pimpinan 3. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. SOP Penyusunan TOR kegiatan. Aktivitas Penyiapan Tempat Acara 1 Panitia 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Daftar hadir 2. mesin tik. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. Fungsi. Rincian keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Sound system. printer. LCD. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kegiatan tidak optimal 3. Lagu Indonesia Raya. 2. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2.

Laporan Panitia dan Arahan Penutup 1 jam Terselenggar anya acara penutupan 200 .Pelaksana No 4. Aktivitas Acara Penutupan 1 Panitia Pelaksana Kegiatan 2 Pimpinan 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN KEGIATAN MULAI PENYIAPAN TEMPAT ACARA ACARA PEMBUKAAN PELAKSANAAN ACARA ACARA PENUTUPAN SELESAI 201 .

SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris 4. Mampu mengoperasikan Laptop dan LCD 4. Komputer. Menit siap untuk Kertas. Pencatatan dan Pendataan: 1. Menyiapkan Pelaksana surat undangan dan absen Mendistribu. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Bahan Rapat 2. LCD. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tidak tersedianya ruang untuk rapat 3. 5. Memiliki kemampuan memahami masalah yang akan dibahas dalam rapat 3. Tidak tersdianya sarana untuk rapat 4. ATK. SOP Notulen Rapat Peringatan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Tidak tercatatnya hasil rapat Pelaksana No 1. Layar. Mesin didistriFoto Copy. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.Pelaksana sikan surat undangan Menyiapkan Pelaksana tempat rapat 3. Sound System. 5. busikan Stempel Surat undangan 20 Surat undangyang sudah menit an diterima digandakan seluruh peserta 30 Tempat rapat LCD. Daftar hadir 2. 2. Meja. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mencatat hasil-hasil rapat dengan cepat Peralatan/Perlengkapan: Kursi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. Tidak tersEdianya konsumsi rapat 2. Keterkaitan: 1. menit siap untuk digunakan Daftar Absen Kehadiran.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN RAPAT Dasar Hukum: 1. Layar. Dll Para peserta 5 Dimulainya telah hadir menit rapat Diikuti para Kondi. Membuka rapat Pelaksanaan rapat Pimpinan rapat Pimpinan rapat Peserta rapat Notulen Mutu Baku Ket. Printer. SOP Permintaan Konsumsi 2.Waktu peserta rapat sional nya rapat tergantung agenda rapat 202 . 4. 3. Printer. SOP Pemakaian ruang dan peralatan 3. 6. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Fungsi. Memiliki Kewenangan Menetapkan Peraturan dan Kebijakan 2. Sound System. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.Terlaksana. Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 30 Undangan Laptop.

Menutup rapat Pimpinan rapat Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Notulen rapat 10 Kesimpulan menit hasil-hasil rapat diketahui seluruh peserta agenda rapat Rapat selesai 5 telah selesai menit dibicarakan Ket. 203 .Pelaksana No 6. Aktivitas 1 2 3 Pembacaan Pimpinan rapat hasil-hasil rapat 7.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN RAPAT MULAI PENYIAPAN SURAT UNDANGAN DAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENYIAPAN TEMPAT RAPAT PEMBUKAAN RAPAT PELAKSANAAN RAPAT PEMBACAAN HASIL-HASIL PENUTUPAN RAPAT SELESAI 204 .

3. 4. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan Kegiatan. 2. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 4. Pelaksana No 1. 3. Kendaraan roda empat. dan Hotel Pencatatan dan Pendataan: 1. Tidak ada yang dilaaporkan. SOP Pembuatan TOR kegiatan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Bahan Narasumber. Mutu Baku Waktu 1 jam Output Terkumpulnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah selesai dilaksanakan Ket. Spanduk. Tugas. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 3. SK Kegiatan dalam menyusun Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Kegiatan tidak optimal. 2. mesin foto copy. 3. Mengumpul. Palu. LCD. mesin tik.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Fungsi. 2. Daftar Hadir. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. printer. Memiliki kemampuan laporan 2. 6. 3. 2. 2. Sound system. Peringatan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Tabel Tag. 5. Bahan Hasil Sidang Pleno.Pelaksana kan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan setelah kegiatan selesai dilaksanakan Pelaksana Menyusun bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan Mengoreksi Kasubbag bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kumpulan bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan Kabag Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 1 jam Tersusunnya bahan-bahan dan hasilhasil kegiatan Terkoreksinya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 jam 205 . Layar. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Bahan hasil sidang Komisi.

Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 2 Jam Tergandakannya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Sampainya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke Subbag Evalap 7. Sekretaris 5 menit Tertandatanga ninya bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 6. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit 8. Pelaksana Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5 menit Terdokumentasikannya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 206 .Pelaksana No 4. Bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah tersusun 5. Aktivitas Memaraf bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menandatangani bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menggandakan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Menyampaikan bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun ke subbag Evalap dan Subbag Keuangan Mendokumentasikan satu naskah bahanbahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun 1 Kasubbag 2 Kabag 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Waktu 5 menit Output Terparafnya bahan-bahan dan hasil-hasil kegiatan yang telah disusun Ket.

FLOWCHART SOP PELAPORAN KEGIATAN MULAI MENGUMPULAN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN SETELAH KEGIATAN SELESAI DILAKSANAKAN MENYUSUN BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN MENGOREKSI BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MEMARAF BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENANDATANGANI BAHAN-BAHAN DAN HASILHASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENGGANDAKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN MENYAMPAIKAN BAHANBAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN KE SUBBAG EVALAP DAN SUBBAG KEUANGAN MENDOKUMENTASIKAN SATU NASKAH BAHAN-BAHAN DAN HASIL-HASIL KEGIATAN YANG TELAH DISUSUN SELESAI 207 .

2 Kualifikasi Pelaksana: 1. Menandatangani TOR kegiatan 6. 2. Mengumpulkan bahan-bahan yang terkait dengan kegiatan yang akan dibuatkan TORnya 2. Menyerahkan TOR asli ke Sub Bagian Keuangan dan Evalap Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 10 menit Output Terkumpul nya bahanbahan untuk pembuatan TOR Terkumpul nya peraturan per-UU-an terkait Tersusunny a Konsep TOR Kegiatan Terkoreksin ya konsep TOR kegiatan Ditandatanganinya TOR Diterimany a TOR asli oleh Sub Bagian Keuangan dan Evalap Ket. Mampu menganalisis kegiatan yang akan dilaksanakan. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: Pelaksana No Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 1. Tidak adanya payung hukum dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Tumpang tindihnya kegiatan 2. sasaran. printer.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN Dasar Hukum: 1. Pengadministrasi Umum 10 menit Pengadministrasi Umum Kasubag Kepala Bagian Memuat latar belakang. Mengumpulkan peraturan perundangundangan terkait 3. Mengoreksi dan memaraf konsep TOR kegiatan 5. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. SOP Penerbitan SK Kegiatan Peringatan: 1. Mampu mengoperasikan komputer 2. SOP Kalender Kegiatan 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 3. dan tujuan Konsep TOR Kegiatan 15 menit 10 menit Sekretaris Itjen Pengadministrasi Umum TOR kegiatan 10 yang telah menit diparaf 5 menit 208 . SOP SK Kegiatan 3. Membuat konsep TOR kegiatan 4.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TOR KEGIATAN MULAI MENGUMPULKAN BAHAN MENGUMPULKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAHAN MENYUSUN KONSEP TOR KOREKSI KOREKSI DAN PEMARAFAN PENANDATANGANAN PENGGANDAAN DAN PENGARSIPAN PENYERAHAN TOR ASLI KE SUBBAG KEUANGAN SELESAI 209 .

2. SOP Penyusunan TOR kegiatan. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Absen peserta. 4. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. SOP Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Peringatan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu melaksanakan suatu kegiatan 3. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Fungsi. Tugas. menit susunan Soundsistem acara pembuka an Al Quran. Mampu menjadi MC Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Mampu mengoperasikan komputer 2. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya Laporan Panitia Arahan Pimpinan Panitia Ketua Panitia Pimpinan 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. 6. dan ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. 210 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUKAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 3. 5 Lantunan Soundsistem menit Ayat suci sesuai dengan kegiatan Soundsistem 5 Lantunan menit Lagu Indonesia Raya 10 Informasi Naskah Lapormenit tentang an. 6. Soundmenit Pimpinan sistem terhadap kegiatan 5 Doa menit Ket. Pembacaan Panitia susunan acara pembukaan Pembacaan Panitia Ayat Suci 2. printer. 3. Keterkaitan: 1. 5. Jadwal acara. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 2. 4. Doa Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Susunan 5 informasi Acara. Sound kegiatan sistem Naskah arah30 Arahan an. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kegiatan tidak optimal Pelaksana No 1.

FLOWCHART SOP PEMBUKAAN KEGIATAN MULAI PEMBACAAN SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN PEMBACAAN AYAT SUCI MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA LAPORAN PANITIA ARAHAN PIMPINAN DOA SELESAI 211 .

SOP Keortalaan. Mempunyai wawasan pengawasan 4. Mempunyai kemampuan menulis 2. 2. SOP Pelaksanaan Rapat. meliputi: 3. Tidak adanya susunan pengorganisasian yang sesuai maka Penyusunan Majalah FP tidak berjalan. Editing naskah. 3. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN MAJALAH FOKUS PENGAWASAN Dasar Hukum: PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. Mempunyai kemampuan komputer Peralatan/Perlengkapan: Flash disk. SK Dewan Penyunting Majalah FP. SOP Pencetakan Buku/Majalah. Mempunyai kemampuan desain grafis 3. Komputer PC. Aktivitas Mempersiapkan bahan rapat Mengadakan rapat pembahasan tema Mengumumkan tema majalah 1 Pelaksana Dewan Penyunting Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Mengentry Pelaksana naskah b. 2. ATK. Menyusun Lay out Pelaksana Naskah yang sesuai tema Internet atau foto kegiatan 5 hari 4 hari Pelaksana Naskah dan gambar/foto 3 hari 7. Bank Naskah Konsep tema Konsep Tema dan Bahan Rapat tema majalah 1 Hari 1 hari 50 hari 50 hari Bahan rapat majalah FP Hasil rapat dan Tema Majalah Informasi tema majalah Terkumpulnya naskah 3. printer. Menambah gambar/foto yg sesuai dengan tulisan c. 2. Pelaksana No 1. meja. Jika penyusunan Majalah FP tidak melalui Rapat yang sesuai SOP Pelaksanaan Rapat. maka dapat menghambat kegiatan. Menerima/Mengum Pelaksana pulkan naskah yang masuk Mensortir/klasifikasi Pelaksana naskah Naskah dari penulis 5. Selama naskah masuk 4. 3. Bank Naskah. 2. 3. Mendistribusikan Pelaksana Draft Majalah 1 Naskah yang dientry ke computer Gambar/foto sesuai dengan naskah Naskah dan gambar/foto yang telah di layout Terdistibusi- 212 . dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: 1. Peringatan: 1. Naskah yang masuk 2 hari Terkumpulnya naskah yang sesuai tema 6. Majalah tidak tercetak. Gambar/foto kegiatan Itjen. Kualifikasi Pelaksana: 1.

Pembuatan Design Cover Majalah 8. Memperbaiki naskah sesuai hasil perbaikan/koreksi 11. jam Mengoreksi draft majalah 9. Menyerahkan Majalah untuk dicetak ke Subbag Perlengkapan 15. Pencetakan majalah 16. Mendistribusikan hasil cetakan majalah Kasubag Ortala Kabag Sekre. Dewan Penyunting Pelaksana Draft Majalah Hasil koreksi draft majalah Hasil koreksi draft majalah Beberapa contoh design cover majalah 5 hari 1 hari 3 hari 3 hari Pelaksana nya draft majalah untuk dikoreksi dewan penyunting Hasil koreksi draft majalah Terkumpulnya hasil koreksi draft majalah Hasil editing Majalah Beberapa alternatif design cover majalah Cover majalah Pelaksana 12.Pelaksana No Aktivitas draft majalah ke dewan penyunting 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output Ket. Persetujuan cover majalah 13.alternatif Ortapeg taris design cover majalah Pelaksana Majalah Subag Ortala Subag Perlengkapan Soft copy dan hard copy Majalah Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah 1 Jam 1 hari 15 Meni t 10 hari Rekanan Print out majalah Diterimanya Soft copy dan hard copy Majalah Cetakan Majalah Terdistribusinya majalah Subag Perlengkapan Subag Tata Usaha 213 . Finalisasi majalah yang akan dicetak 14. Mengumpulkan hasil koreksi draft majalah 10.

FLOWCHART SOP MAJALAH FOKUS PENGAWASAN MULAI MEMPERSIAPKAN BAHAN RAPAT MENGADAKAN RAPAT PEMBAHASAN TEMA MENGUMUMKAN TEMA PENGUMPULAN GAMBAR/FOTO PENGUMPULAN NASKAH PEMILIHAN GAMBAR/FOTO MENSORTIR NASKAH MENGENTRY NASKAH KE DALAM KOMPUTER MENYUSUN LAY OUT DISTRIBUSI DRAFT MAJALAH KE DEWAN PENYUNTING KOREKSI OLEH DEWAN PENYUNTING DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI MENGUMPULKAN DRAFT MAJALAH YANG TELAH DIKOREKSI 214 .

PENGETIKAN PERBAIKAN NASKAH SESUAI HASIL PERBAIKAN/KOREKSI PEMBUATAN COVER MAJALAH SESUAI TEMA PERSETUJUAN COVER MAJALAH FINALISASI MAJALAH YANG AKAN DICETAK PENYERAHAN MAJALAH YANG SIAP CETAK KE SUBBAG PERLENGKAPAN PENCETAKAN MAJALAH PENDISTRIBUSIAN MAJALAH SELESAI 215 .

Tugas. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Pelaksanaan Kegiatan 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO IRJEN Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengkompilasi naskah pidato Ijen 2. Tidak tersedianya pidato Irjen 2. 2 Menggabung Pelaksana naskah-naskah pidato Irjen yang sudah terkumpul Membuat Lay Out naskahnaskah yang sudah tersusun Menyusun draft sambutan Sekretaris atas nama Irjen untuk buku kumpulan pidato tersebut Pelaksana 1 hari 3 1 hari 4 Pelaksana 2 jam 216 . Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 6. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Memiliki keahlian komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Printer. ATK. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Bagian lain 3. Tidak tercetaknya buku/majalah Pelaksana No 1 Aktivitas Mengumpulkan pidato Irjen dari seluruh Bagian 1 Pelaksana 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Flashdisk untuk copian filefilenya Naskah-naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Memuat tema umum dari seluruh arah kebijakan yang tertuang dalam pidato-pidato Irjen Kualifikasi Pelaksana: 1. dan lain-lain Pencatatan dan Pendataan: Menginventarisir kegiatan Irjen Mutu Baku Waktu 1 hari Output Kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Setingan kumpulan naskah pidato Irjen dalam bentuk buku Buku kumpulan naskah pidato Irjen pada berbagai kegiatan Tersusunnya draft sambutan sekretaris untuk buku kumpulan pidato Irjen Ket. 3. Keterkaitan: 1. 5. Fungsi. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mampu berkoodinasi dengan sub. SOP pencetakan buku/majalah Peringatan: 1.

217 .Pelaksana No 5 Aktivitas Mengoreksi dan memaraf draft kata sambutan Mengoreksi dan menandatangani draft sambutan Menyerahkan draft yang sudah ditandatangani ke subbag perlengkapan untuk digandakan 1 Kasubbag 2 Kabag 3 6 Sekretaris 7 Pelaksana Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terkoreksi dan Draft kumpulan terparafnya naskah pidatokata sambutan pidato Irjen Sekretaris berikut kata sambutannya Draft kumpulan 1 Terkoreksi dan naskah pidatojam ditandatanganipidato Irjen nya sambutan berikut kata Sekretaris sambutannya Draft kumpulan 1 Tergandakannaskah pidatomenit nya buku pidato Irjen yang kumpulan sudah ditandapidato Irjen tangani kata sambutannya oleh Sekretaris Ket.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN KUMPULAN PIDATO INSPEKTUR JENDERAL MULAI PENGUMPULAN NASKAH PIDATO IRJEN DARI SELURUH BAGIAN MENGGABUNG NASKAHNASKAH PIDATO IRJEN YANG SUDAH TERKUMPUL MEMBUAT LAY OUT NASKAH-NASKAH YANG SUDAH TERSUSUN MENYUSUN DRAFT SAMBUTAN SEKRETARIS ATAS NAMA INSPEKTUR JENDERAL UNTUK BUKU KUMPULAN PIDATO TERSEBUT MENGOREKSI DAN MEMARAF DRAFT KATA SAMBUTAN MENGOREKSI DAN MENANDATANGANI DRAFT SAMBUTAN MENYERAHKAN DRAFT YANG SUDAH DISETUJUI KE SUBBAG PERLENGKAPAN UNTUK DIGANDAKAN SELESAI 218 .

Memiliki Penilaian Kerja (DP3) minimal predikat “baik” dalam dua (2) tahun terakhir. UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. SOP Pelaksanaan Rapat 2. SOP Surat Tugas Pemantauan 4. dan Sarana Transportasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Peringatan: 1. SOP SPPD. Tidak tersedianya anggaran 5. Tidak terlaksana tugas pemantauan 4. Perpres Nomor 53 Tahun 2008 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1429 H/ 2008 M. SOP Pencairan Anggaran 5. Surat Penetapan calon petugas pemantau berupa Surat Tugas 3. Memahami tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal. Tidak pernah dikenakan sanksi PP 30. Rapat pimpinan penyaringan calon petugas pemantau 2.I dengan masa kerja minimal 10 tahun. Tidak tersedianya SPPD Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Irjen 4 Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK. Peralatan/Perlengkapan: Komputer/Laptop. 2. 6. 3. 5. 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI Dasar Hukum: 1. Pas Photo. 2. Visa. SOP Notulen Rapat 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tidak tersedianya petugas hasil seleksi 3. Tidak tersaringnya calon petugas pemantau haji yang sesuai dengan kualifikasi 2. KMA Nomor 396 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. 4. 3. 3. printer. Memiliki pangkat/jabatan minimal 3b/Penata Muda Tk. Penyusunan Program Kerja Pemantauan dan Uraian Tugas Para Para pimpinan Inspektur sekretariat Wilayah Subbag Perencanaan dan program Sekretaris Irjen Ditandatangani oleh Sekretaris/ Inspektur Jenderal Petugas pemantau Data tentang pelaksanaan pelayanan haji 1 (satu) Ditetapkanhari nya nama calon petugas pemantau melalui Surat Tugas 1 (satu) Tersusunhari nya Program Kerja Pemantauan beserta Uraian Tugasnya 219 . 5. Keterkaitan: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Paspor. 2. Tiket Pesawat. Biodata Petugas Pemantau. Surat Kesehatan. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Petugas 1 (satu) pemantau yang hari sesuai dengan kualifikasi Output Tersaringnya calon petugas pemantau haji Ket 1.

Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantauan ke Setneg 7 Menerima surat persetujuan dari Setneg Subbag TU Sekretaris Irjen Berkas petugas pemantau 2 (dua) hari Surat usulan penugasan ke Setneg Berkas petugas pemantau 1 (satu) Persetujuminggu an penugasan pemantauan Petugas Surat peman. Pengajuan Pelaksana berkas persetujuan penugasan pemantaua n ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri 6. Luar Negeri 1 (satu) Paspor minggu 9.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Sekret aris 4 Pembuatan surat pengusulan petugas pemantau ke Setjen Biro Hubungan Kerjasama Luar Negeri Pelaksana Kasubbag Kabag pada bagian perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 (satu) Surat Surat Usulan hari Usulan petugas petugas pemantau pemantau ke Setneg Ket 5. Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Visa 11.persetujuan tau dari Setneg 8. Pembuatan Pelaksana surat untuk pengajuan Paspor Persyaratan pegajuan Paspor 1 (satu) Kelengkap hari an berkas untuk petugas pemantau 1 (satu) Surat hari pengajuan Paspor ke Dep. Pengajuan Visa ke Kedubes Kerajaan Saudi Arabia 12. Pengajuan Pelaksana ke Departemen Luar Negeri 10. Pencairan dana pemantauan Pelaksana Surat pengajuan Paspor Persyaratan pembuatan Visa 1 (satu) Surat hari Pengajuan Visa Surat Pengajuan Visa 1 (satu) minggu Visa Subbag keuangan Petugas Pemantau SPPD 1 (satu) Diterimajam nya dana pemantauan 220 .

pemantau tauan 15. Penyusunan laporan Para pemantau Mutu Baku Ket Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Informasi tugas 1 (satu) Para Tim Pemantau hari pemantau memahami tugastugas pemantauan Pelayanan 30 TerpantauIbadah haji di Hari nya pelakArab Saudi sanaan haji Indonesia di Tanah Suci 1 (satu) DilaporkanMemuat hasilbulan nya hasilhasil pehasil pemantauan mantauan pelaksanaan haji Indohaji selama di nesia Tanah kepada Pimpinan 221 .Pelaksana No Aktivitas 1 Sekretaris Irjen 2 3 Para pemantau 4 13.Para an peman. Pelaksana. Pembekalan para pemantau 14.

FLOWCHART SOP PEREKRUTAN PETUGAS PEMANTAU HAJI MULAI RAPAT PENYARINGAN SURAT PENETAPAN CALON PETUGAS PEMANTAU BERUPA SURAT TUGAS PENYUSUNAN PROGRAM KERJA PEMANTAUAN DAN URAIAN TUGAS PEMBUATAN SURAT PENGUSULAN PETUGAS PEMANTAU KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SETJEN BIRO HUBUNGAN KERJASAMA LUAR NEGERI PENGAJUAN BERKAS PERSETUJUAN PENUGASAN PEMANTAUAN KE SEKRETARIAT NEGARA MENERIMA SURAT PERSETUJUAN DARI SEKRETARIAT NEGARA PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN PASPOR PENGAJUAN KE DEPARTEMEN LUAR NEGERI PEMBUATAN SURAT UNTUK PENGAJUAN VISA 222 .

PENGAJUAN VISA KE KEDUBES KERAJAAN SAUDI ARABIA PENCAIRAN DANA PEMANTAUAN PEMBEKALAN PARA PEMANTAU PELAKSANAAN PEMANTAUAN PENYUSUNAN LAPORAN SELESAI 223 .

2. 4. Form peminjaman kendaraan. Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 Kasubbag 3 Kepala Bagian Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Maksud dan tujuan kegiatan tidak dapat diketahui. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. SOP Pengajuan Anggaran Kegiatan. Penyiapan surat Pelaksana permohonan membuka acara 6. Pelaksana 3. 2. Mengarsipkan TOR dan SK Staf Pelaksana Setelah ditanda tangani oleh Sekretaris/Irjen Panitia 5. Penomoran SK kegiatan Subbag Kumdang 4. SOP Peminjaman Kendaraan Peringatan: 1. Alternatif Tempat Kegiatan Pengetikan/kom puter. mesin foto copy. mesin tik. Persiapan 1. printer 15 SK kegiatmenit an yang telah diberi nomor 2 Diarsipkanmenit nya TOR dan SK kegiatan 3 Pembagian jam Tugas Panitia 1 Hotel hari Tempat Kegiatan 15 Draft surat menit permohonan mem- 224 . 3. 3. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Draft Kepanitiaan TOR harus memuat latar belakang kegiatan berikut sasaran dan tujuannya SK Kegiatan 1 hari 3. Anggaran kegiatan tidak dapat dicairkan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN Dasar Hukum: 1. 4. Memiliki pengetahuan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan.5 jam Output Terbentuk nya kepanitiaan Terwujudnya TOR dan SK kegiatan Ket. SOP Peminjaman dan Pengembalian BarangBarang Inventaris. SOP Penyusunan TOR Kegiatan. 2. Memiliki kemampuan membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB). Tidak tersedianya barang-barang yang dibutuhkan. Keterkaitan: 1. printer. Membentuk Panitia Pembuatan TOR dan SK kegiatan 2. Mampu mengoperasikan komputer. Form peminjaman barang. 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Form pengeluaran barang. Rapat Panitia Panitia Pelaksana Hotel Pemesanan Tempat Kegiatan Penyiapan Administrasi Persuratan dan Naskah 1. 4. 3. Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Tidak tersedianya kendaraan yang dibutuhkan. ATK. Ceklis persiapan.

Penandatangan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. laporan panitia. printer Output Ket. laporan panitia. Penggandaan naskah Pelaksana Naskah yang akan digandakan Arahan. laporan panitia. 2. Koreksi suratsurat Kasubbag Kepala Bagian Draft surat buka acara 15 Draft surat hari undangan peserta. naskah. Pengumpulan naskah yang masuk dari narasumber Pelaksana Naskah yang masuk dari narasumber 10. naskah. Pengarsipan Arahan. Koreksi Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Kasubbag Kepala Bagian Draft Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 8.Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Pengetikan/kom puter. Pendistribusian surat Penyusunan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris Pelaksana 6. dan surat kegiatan Pelaksana 5 Tersimpanmenit nya arahan. dan narasumber 3. dan surat ke- 225 . moderator. dan narasumber yang siap untuk dikoreksi 10 Surat yang menit siap untuk ditandatangani 5 Surat yang menit sudah ditandatangani 5 Terdistribu menit sinya surat 30 Draft menit Laporan Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris 20 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekretaris yang telah dikoreksi 15 Laporan menit Panitia dan Arahan Irjen/Sekret aris yang telah ditandatangani 15 Naskah menit yang masuk dari narasumber untuk digandakan 1 hari Selesai dan tergandakan -nya naskah kegiatan 4.Surat yang siap ris untuk ditandatangani Surat yang sudah ditandatangani Bahan Laporan Panitia dan Arahan Irjen/ Sekretaris 5. moderator. Penandatanganan surat Kasubbag Kepala Bagian Sekreta. Penyiapan surat undangan peserta.Laporan Panitia ris dan Arahan Irjen/Sekretaris 9. dan surat kegiatan 11. naskah. Pelaksana 7.

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output giatan Ket. Panitia Para peserta Narasumber dan moderator 226 . Pencairan Anggaran dan Pelaksanaan Kegiatan 1. Pembuatan PUM RAB 2. Pencairan anggaran kegiatan Pelaksanaan kegiatan PUM Subbag Keuangan Rencana Anggaran Belanja Setelah RAB di SPJ-kan oleh bagian keuangan Setelah seluruh persiapan selesai 1 jam 10 menit Terwujudnya RAB Masuknya RAB ke subbag keuangan 30 Cairnya menit anggaran kegiatan 3 hari Terlaksana nya kegiatan 4. Pengajuan RAB PUM Kasubbag Kepala ke Subbag Bagian keuangan 3.

MODERATOR DAN NARASUMBER PELAKSANAAN KEGIATAN PENGARSIPAN PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER RAPAT PANITIA PENYUSUNAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PEMESANAN TEMPAT KEGIATAN KOREKSI DRAFT LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS PENANDATANGANAN LAPORAN PANITIA DAN ARAHAN IRJEN/SEKRETARIS 227 . MODERATOR DAN NARASUMBER PENCAIRAN ANGGARAN KEGIATAN KOREKSI DAN PEMARAFAN TOR & SK PENANDATANGANAN TOR & SK PENANDATANGANAN SURAT UNDANGAN PESERTA.FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSAAN KEGIATAN MULAI PERSIAPAN PEMBENTUKAN PANITIA PEMBUATAN TOR & SK PENYIAPAN ADMINISTRASI PERSURATAN DAN NASKAH PENCAIRAN ANGGARAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN KOREKSI TOR & SK PENYIAPAN SURAT PERMOHONAN MEMBUKA ACARA PEMBUATAN RAB PENGAJUAN TOR & SK KE SUBBAG EVALAP PENYIAPAN SURAT UNDANGAN PESERTA. MODERATOR DAN NARASUMBER PENGAJUAN RAB KE SUBBAG KEUANGAN PENOMORAN SK KOREKSI SURAT UNDANGAN PESERTA.

PENGUMPULAN NASKAHPENGUMPULAN NASKAHNASKAH DARI NARASUMBER NASKAH DARI NARASUMBER PENGGANDAAN NASKAH PENGGANDAAN NASKAH PENDISTRIBUSIAN PENDISTRIBUSIAN NASKAH UNTUK PESERTA NASKAH UNTUK PESERTA PENGARSIPAN SELESAI 228 .

11. 15. 14. 4. 10. 3. 16. 6. 9. 8. 5. SOP Entry Data Sirandang  SOP Entry Data Perpustakaan ke SIPUS  SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan  SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan  SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan  SOP Administrasi Perpustakaan  SOP Persiapan Sidang DPSTL  SOP Sidang DPSTL  SOP Pelaporan Sidang DPSTL  SOP Persiapan Sidang DPA  SOP Sidang DPA  SOP Pelaporan Sidang DPA  SOP Pengadministrasian Hasil Sidang DPSTL  SOP Penyusunan Yurisprudensi  SOP Penerbitan Nomor SK Tim  SOP Penyusunan Randang    229 . 7. 2.Lampiran 6  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG HUKUM DAN PERUNDANG‐UNDANGAN    1. 12. 13.

3. faksimili. meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA SISTEM INFORMASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. Entry data ke dalam Sistem Informasi Randang Pengadministrasi umum Randang 1 jam Terkelompokkannya Randang berdasarkan tingkatan urutan Randang Tersimpannya Randang ke dalam data Waktu 1 jam untuk masingmasing 230 . Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Peraturan 1 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru Peraturan 3 Peraturan perundanghari perundangundangan undangan terbaru 20 Peraturan Peraturan menit perundangperundangundangan undangan Keterangan 4. maka tidak dapat dilaksanakan entry data sirandang Pelaksana No 1. 81 Tahun 2007 tentang Juklak Waskat di Lingkungan Departemen Agama. Mengelompokkan Pengadmirandang sesuai nistrasi dengan tingkatan umum urutan randang Randang yang 3 dihasilkan dari jam inventarisasi dan download internet 6. Mennscanning produk randang yang berbentuk hardcopy Pengadministrasi umum Randang dalam bentuk hardcopy 30 Softcopy menit randang Waktu 20 menit untuk setiap satu download randang Waktu 30 menit untuk masingmasing randang 5. kursi. filling cabinet. komputer server. telepon. scanner. jaringan internet. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. SIM Randang. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. Memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang randang. 2. eksternal disk. KMA No. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada peraturan perundang-undangan (Randang). Memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. acces point. Aktivitas 1 2 3 Menghimpun Pengadmirandang terbaru nistrasi di lingkungan Itjen umum Menghimpun randang terbaru pada instansi/unit organisasi lain Mendownload randang melalui internet Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA No. printer. PMA No. lemari arsip. sarana transportasi.

Pendokumentasi an/penjilidan randang yang berbentuk hard copy Pengadministrasi umum 231 .Pelaksana No Aktivitas (SIRANDANG) 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan base sirandang Randang 3 hari Terdokume ntasi/terjilidnya randang dalam bentuk buku Keterangan randang 7.

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIRANDANG MULAI UNIT ORGANISASI/INSTANSI MENGHIMPUN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INTERNET HARD COPY SOFT COPY SCANNING PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENGELEMPOKAN JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN ENTRY DATA SIRANDANG DATA BASE SIRANDANG JILID SELESAI 232 .

meja dan kursi kerja.katalog manual Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Jika tidak ada buku baru. jaringan internet. 2. Entry data ke dalam database SIM Perpustakaan Pustakawan 15 menit Terinputnya data base buku ke dalam SIM Perpustakaan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 233 . buku kendali penerimaan. komputer. baik elektronik maupun manual Terlabelisasinya buku Keterangan Untuk masingmasing buku Untuk masingmasing buku 2. Melakukan pelabelan buku Pustakawan Label. Keppres No. SIM Perpustakaan. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. Aktivitas Menghimpun buku perpustakaan 1 Pustakawan 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Buku per15 Terhimpunpustakaan menit nya bukubuku perpustakaan Buku perpustakaan 10 menit Tercatatnya buku-buku perpustakaan ke dalam buku kendali penerimaan Tercatatnya buku-buku perpustakaan dalam katalog. ATK. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN Dasar Hukum: 1. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. buku perpustakaan Buku yang sudah berlabel 15 menit 5. Mencatat ke dalam buku kendali penerimaan Pustakawan 3. Mencatat ke dalam katalog manual Pustakawan Buku perpustakaan 10 menit Untuk masingmasing buku 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja.

FLOWCHART SOP ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

MULAI

PENGHIMPUNAN BUKU PERPUSTAKAAN

MENCATAT KE DALAM BUKU KENDALI PENERIMAAN

MENCATAT KE DALAM KATALOG MANUAL

PELABELAN BUKU

ENTRY DATA PERPUSTAKAAN

SELESAI

DATA BASE PERPUSTAKAAN

234

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Entry Data Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer (SIM Perpustakaan), komputer (elektronik katalog), manual katalog, printer, telepon, lemari arsip, buku pendaftaran anggota, buku tamu, kartu anggota, ATK Pencatatan dan Pendataan: Form pendaftaran anggota perpustakaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu, 10 ATK menit 10 Form menit pendaftaran anggota perpustakaan

Peringatan: Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi daftar tamu Menyiapkan form pendaftaran anggota perpustakaan 1 Pustakawan Pustakawan 2 3

Output Terisinya buku tamu Tersedianya form pendaftaran anggota perpustakaan

Ket.

3.

Mendata identitas pendaftar

Pustakawan

Buku pendaftaran anggota, ATK

4.

Menyiapkan kartu anggota Mengisi data pendaftar dalam kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

20 Tercatatnya menit data pendaftar baik secara manual maupun elektronik 5 Tersedianya menit kartu anggota 15 menit Tercatatnya nama pendaftar dalam kartu anggota Tersampaikannya kartu anggota kepada pendaftar

5.

Pustakawan

Kartu Anggota, ATK

6.

Menyerahkan kartu anggota

Pustakawan

Kartu anggota

5 menit

235

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENDAFTARAN ANGGOTA PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

236

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No. 1. 2. 3. Aktivitas Mengisi buku tamu Mendata buku yang akan dipinjam Mengecek data peminjaman buku Mencari buku yang dipinjam Mendata identitas peminjam 1 Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan Pustakawan 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, manual katalog, buku kendali peminjaman, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapa n Buku tamu Data buku yang dipinjam Buku kendali peminjaman buku Katalog buku, komputer Kartu Anggota, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam, komputer, buku kendali peminjaman Buku yang dipinjam Waktu 10 menit 15 menit 15 menit 15 menit 20 menit Output Terisinya buku tamu Data buku yang dipinjam Data peminjaman buku Data buku perpustakaan yang dipinjam Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dipinjam Ket.

4.

5.

6.

7.

Mencatat buku yang dipinjam ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali peminjaman Menyerahkan buku

Pustakawan

15 menit

Pustakawan

5 menit

Tersampaikannya buku yang dipinjam kepada peminjam

237

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI

238

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pendaftaran Anggota Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. 2. Aktivitas Mengisi buku tamu Menerima buku 1 Pustakawan Pustakawan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai perpustakaan. 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, meja dan kursi pengunjung, rak/lemari buku, lemari penitipan tas (locker), jaringan internet, komputer, buku kendali pengembalian, kartu anggota, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Kartu peminjaman

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Buku tamu 10 menit Buku yang 5 dipinjam menit Kartu anggota, komputer 20 menit

Output Terisinya buku tamu Diterimanya buku yang dikembalikan Tercatatnya data peminjam baik secara manual maupun elektronik Tercatatnya buku yang dikembalikan

Ket.

3.

Mendata identitas peminjam buku

Pustakawan

4.

5.

Mencatat buku yang dikembalikan ke dalam sistem perpustakaan dan buku kendali pengembalian Mengembalikan buku ke dalam lemari buku

Pustakawan

Komputer, buku yang dipinjam, buku kendali pengembalian

15 menit

Pustakawan

Buku yang dipinjam, lemari buku

10 menit

Tertatanya kembali buku dalam lemari buku

239

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN MULAI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN

PENCARIAN BUKU DALAM KATALOG (MANUAL/ ELEKTRONIK)

TERDAPAT DALAM KATALOG

TIDAK

YA PENCATATAN DATA PEMINJAM DAN BUKU YANG DIPINJAM

PENYERAHAN BUKU

TIDAK DILAKUKAN PEMINJAMAN BUKU

PENGEMBALIAN BUKU

PENEMPATAN BUKU KE DALAM LEMARI/ RAK BUKU

SELESAI 240

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN
Dasar Hukum: 1. Keppres No. 67 Tahun 2000 tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 3. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Entry Data Perpustakaan 2. SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan 3. SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan Peringatan: 1. Tanpa adanya SOP Entry Data Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 2. Tanpa adanya SOP Pelayanan Peminjaman Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan 3. Tanpa adanya SOP Pelayanan Pengembalian Buku Perpustakaan, maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan Pelaksana No 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengenai perpustakaan. dan pengetahuan

Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja, meja dan kursi petugas, rak/lemari buku, jaringan internet, komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK, buku tamu Pencatatan dan Pendataan: Form laporan

Mempersiapkan Pustakawan penatausahaan perpustakaan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Buku tamu, buku jam kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK Komputer, ATK 1 hari

Output Terdatanya jumlah pengunjung perpustakaan Terdatanya jumlah buku perpustakaan Data kecocokan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Terdatanya jumlah peminjam buku perpustakaan Terdatanya ketertiban pengembalian

Ket.

2.

Melakukan pendataan jumlah buku perpustakaan Mencocokkan antara data buku yang dipinjam dengan buku yang dikembalikan Melakukan pendataan peminjam Melakukan pendataan ketertiban pengembalian

Pustakawan

3.

Pustakawan

Komputer, buku kendali peminjaman, buku kendali pengembalian, ATK

1 hari

4.

Pustakawan

Buku kendali peminjaman, ATK Buku kendali pengembalian, ATK

2 jam

5.

Pustakawan

4 jam

241

Pelaksana No 6. Aktivitas Melakukan pendataan pengunjung perpustakaan Menyusun konsep laporan 1 Pustakawan 2 3

7.

Pustakawan

8.

9.

10.

11.

12.

Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Melakukan koreksi atas konsep laporan Menyempurnakan konsep laporan Membubuhkan paraf Menandatangani net laporan

Pustakawan

Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Terdatanya Buku tamu, ATK 4 jumlah jam pengunjung perpustakaan Komputer, 2 Konsep printer, ATK, jam laporan data hasil kegiatan Konsep laporan, 1 Hasil koreksi ATK jam Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Konsep laporan, ATK Komputer, printer, ATK, hasil koreksi Net laporan, ATK Net laporan, ATK 30 menit 1 jam 30 menit 5 menit 5 menit Konsep laporan Hasil koreksi

Ket.

Laporan bulan an

Pustakawan

Kabag

Pustakawan

Net laporan

Kasubag

13.

Kabag

14.

Menyampaikan laporan

Pengadministrasi umum

Laporan, buku ekspedisi

10 menit

Net laporan yang sudah diparaf Net laporan yang sudah ditandatangani Laporan

242

FLOWCHART SOP ADMINISTRASI PERPUSTAKAAN

MULAI

PENDATAAN PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN

PENDATAAN PEMINJAM

PENDATAAN JUMLAH BUKU PERPUSTAKAAN

PEMELIHARAAN PERPUSTAKAAN

SELESAI

243

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT
Dasar Hukum: 1. PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil; 2. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980; 3. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 6. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 7. KMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 2. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.

Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL), maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. Aktivitas Menyusun undangan DPSTL Menyampai kan undangan DPSTL 1 Pengadmi nistrasi umum Pengadmi nistrasi umum 2 3

Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang, meja, kursi, komputer/laptop, LCD, layar, sound system, printer, telepon, lemari arsip, ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Formulir undangan sidang DPSTL 2. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer, ATK Waktu 1 hari Output Undangan DPSTL Ket.

2.

Undangan DPSTL

20 menit

Tersampaikan nya undangan DPSTL kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

3.

4.

Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menyampai kan form

Pengadmi nistrasi umum

Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL

25 menit

Pengadmi nistrasi

Form daftar pegawai yang

20 menit

Tersampaikannya form daftar

244

Pengadmi nistrasi umum Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL 6. 5. ATK 1 hari Tersedianya bahan sidang DPSTL 7. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL. Menyiapkan ruang sidang DPSTL Pengadmi nistrasi umum Ruang sidang. LCD 1 jam 245 . sound system. Pengadmi nistrasi umum Bahan sidang DPSTL 15 menit Tersampaikan nya bahan sidang DPSTL kepada Ketua dan Sekretaris DPSTL Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8.Pelaksana No Aktivitas daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Menghimpu n dan mencatat bahan sidang DPSTL Menyampai kan bahan sidang DPTL 1 umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Waktu Output pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL kepada seluruh Ketua Tim 5 menit Diterimanya bahan sidang DPSTL Ket. komputer. lap top.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPSTL FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPSTL MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPSTL SES. DPSTL 246 .

Jika anggota DPSTL yang hadir tidak memenuhi quorum. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. meja. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. 2. KMA No. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Tersampaikannya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan 3. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. komputer/laptop. lemari arsip. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. KMA No. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. 3. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. kursi. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 2. telepon. layar. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. printer. sound system. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. KMA No. ATK Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPSTL menit Bahan sidang DPSTL 15 menit Output Keterangan 2. Aktivitas Membuka sidang DPSTL Memaparkan permasalahan 1 Ketua DPSTL Ketua Tim 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Membahas Tim permasala DPSTL han Bahan sidang DPSTL 20 menit 4. LCD. PMA No. Memutuskan hasil pembahas an Mencatat hasil pembahasan Ketua DPSTL Bahan sidang DPSTL 15 menit Pengadmi nistrasi umum Hasil pembahasan 20 menit Catatan hasil pembahasan 247 . PP No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. PMA No. Pelaksana No 1.

Aktivitas Menutup sidang DPSTL 1 Ketua DPSTL 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Catatan hasil 15 Terselesaipembahasan menit kannya sidang DPSTL Keterangan 248 .Pelaksana No 6.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMANAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL I IRWIL V IRWIL III IRWIL IV SELESAI 249 IRWIL II .

ATK 2 jam 1 jam Konsep laporan Net laporan Ket. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. KMA No. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPSTL Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuh kan paraf pada net laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. komputer/laptop. printer. sound system. LCD. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. KMA No. layar. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. 3. Kasubag Kumdang Pengadmi nistrasi umum Sekretaris DPSTL 3. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. KMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. ATK 15 menit Net laporan 250 . telepon. 2. ATK Konsep laporan. DPSTL ATK Konsep laporan. Pelaksana No 1. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. meja. 4. sidang komputer. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. lemari arsip. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. 2. PMA No. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. PP No. PMA No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. 2. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Net laporan. ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep 1 Hasil sidang laporan hasil hari DPSTL. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Komputer. PMA No.

ATK 3 jam Laporan 9. Pengadmi nistrasi umum Laporan 2 jam 251 .Pelaksana No 5. Kasubag Kumdang Sekretaris DPSTL Laporan. Itjen Membubuh kan paraf pada laporan Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Mengganda kan laporan yang sudah ditandatang ani Ketua DPSTL Mendistribu sikan laporan kepada pihak terkait Mendokumentasikan laporan 1 Pengadmi nistrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net laporan 10 Tersampaimenit kannya net laporan kepada Ketua DPSTL Net laporan. Ketua DPSTL Laporan. Komputer. Ketua DPSTL 7. ATK 15 menit Tertandatanganinya net laporan Ket. Aktivitas Menyampai kan net laporan kepada Ketua DPTSL Menandata ngani net laporan oleh Ketua DPSTL Menyampai kan laporan hasil sidang DPSTL kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPSTL Memperbai ki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses. ATK 15 menit Laporan 12. ATK 1 jam Laporan 10. Pengadmi nistrasi umum Laporan. Pengadmi nistrasi umum Laporan 30 menit 14. Pengadmi nistrasi umum Laporan 10 menit Tersampaikannya laporan hasil sidang DPSTL 8. Pengadmi nistrasi umum Laporan 1 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumentasikannya laporan 13. 6. ATK 15 menit Laporan 11. Sekretaris Itjen Inspektur Jenderal Laporan.

FLOWCHART SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPSTL ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPSTL PELAKSANAAN SIDANG DPSTL LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KPD SEKRETARIAT DPSTL PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KEPADA PARA IRWIL IRWIL II IRWIL I IRWIL IV IRWIL III IRWIL V SELESAI 252 .

PMA No. layar. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. PMA No. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. meja. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. ATK Ket. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. KMA No. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. ATK Pencatatan dan Pendataan: 1. Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Komputer. Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Pelaksana No 1. Formulir undangan sidang DPA 2. sound system. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. 4. KMA No. telepon. lemari arsip. 2. komputer/laptop. printer. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. KMA No. LCD. 3. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Menyiapkan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menyampaikan form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA 25 menit Tersampaikannya undangan DP kepada pihak terkait Tersedianya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Tersampaikannya form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA kepada seluruh Ketua Tim Pengadministrasi umum 20 menit 253 . Peringatan: Jika tidak ada bahan yang diajukan dalam sidang Dewan Pertimbangan Auditor (DPA). Undangan DPA 3. PMA No. PP No. kursi. Aktivitas Menyusun undangan DPA Menyampaikan undangan DPA 1 Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum Pengadministrasi umum 2 3 Waktu 1 hari 20 menit Output Undangan DPA 2.

LCD 1jam 254 . Pengadministrasi umum 1 hari Tersedianya bahan sidang DPA 7. komputer.Pelaksana No 5. Menyiapkan ruang sidang DPA Pengadministrasi umum Ruang sidang. Aktivitas Menerima form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Menghimpun dan mencatat bahan sidang DPA 1 Pengadministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Form daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Bahan sidang DPA. ATK Mutu Baku Waktu 5 menit Output Diterimanya bahan sidang DPA Ket. 6. sound system. Menyampaikan Pengadbahan sidang ministrasi DPTL umum Bahan sidang DPA 15 menit Tersampaikanny a bahan sidang DPA kepada Ketua dan Sekretaris DPA Tersedianya dan terpenuhinya kelengkapan persidangan 8. lap top.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MENYUSUN UNDANGAN MENYAMPAIKAN UNDANGAN ANGGOTA DPA FORM DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN KETUA TIM MENERIMA DATA PEGAWAI YANG DIAJUKAN MENCATAT BAHAN SIDANG PERSIAPAN RUANG SIDANG DPA MENYAMPAIKAN BAHAN SIDANG SELESAI KETUA DPA SES. DPA 255 .

PP No. komputer/laptop. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. KMA No. PMA No. PMA No. Memutuskan hasil pembahasan Mencatat hasil pembahasan Menutup sidang DPA Ketua DPA Bahan sidang DPA Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan 15 menit 20 menit 15 menit Tersampaikan nya permasalahan Tercapainya kesepakatan pengambilan keputusan Hasil pembahasan Catatan hasil pembahasan Terselesaikan nya sidang DPA Waktu 15 menit untuk setiap permasalahan Waktu 20 menit untuk setiap permasalahan Pengadminis trasi umum Ketua DPA 256 . Aktivitas Membuka sidang DPA 1 Ketua DPA 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. layar. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. telepon. Pencatatan dan Pendataan: Formulir daftar pegawai yang akan diajukan dalam sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Bahan sidang 15 DPA menit Bahan sidang DPA Bahan sidang DPA 15 menit 20 menit Output Keterangan 2. 5. Pelaksana No 1. 3. PMA No. Jika tidak ada SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. Keterkaitan: SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1. Jika anggota DPA yang hadir tidak memenuhi quorum. LCD. meja. lemari arsip. 2. ATK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. 6. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. KMA No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Memaparkan Ketua Tim permasalahan Tim DPA Membahas permasalahan 4. sound system. kursi. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. 2. 3. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. printer.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI MEMBUKA SIDANG MEMAPARKAN PERMASALAHAN MEMBAHAS PERMASALAHAN MEMUTUSKAN HASIL PEMBAHASAN MENCATAT HASIL PEMBAHASAN HASIL SIDANG MENUTUP SIDANG SELESAI 257 .

ATK Pencatatan dan Pendataan: Form hasil sidang DPA Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep laporan hasil sidang DPA Konsep laporan Net laporan Ket. 2. Memiliki kemampuan untuk menjaga rahasia dengan baik. Kasubbag Kumdang Pengadminis trasi umum 2 jam 1 jam 4. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. KMA No. 2. telepon. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. Pelaksana No 1. Tersampaikannya net 258 . 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. PMA No. 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. Aktivitas Menyusun konsep laporan hasil sidang DPA Meneliti konsep laporan Memperbaiki konsep laporan yang telah diteliti Membubuhkan paraf pada net laporan Menyampaikan net laporan 1 Pengadminis trasi umum 2 3 Hasil sidang DPA. KMA No. komputer. meja. ATK Sekretaris DPA Konsep laporan. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. Komputer. Jika tidak ada SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor. 3. PMA No. sound system. ATK Net laporan Kualifikasi Pelaksana: 1. layar. Jika tidak ada SOP Perisapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAPORAN SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR Dasar Hukum: 1. PMA No. PP No. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. 3. ATK Konsep laporan. komputer/laptop. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. Kasubag Kumdang Pengadminis trasi umum Sekretaris DPA 15 menit 10 menit Net laporan 5. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. kursi. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. KMA No. SOP Persiapan Sidang Dewan Pertimbangan Auditor 2. LCD. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hukuman disiplin. lemari arsip. Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. ATK Net laporan. printer. SOP Sidang Dewan Pertimbangan Auditor Peringatan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7.

Mendokumentasikan laporan Pengadminis trasi umum Laporan 2 jam Laporan yang sudah digandakan sesuai dengan kebutuhan Laporan yang didistribusikan kepada pihak-pihak terkait Terdokumen tasikannya laporan 259 . Pengadminis trasi umum Laporan 13. ATK Laporan 10. Laporan. Kasubag Kumdang Ketua DPA Sekretaris DPA Laporan. ATK Laporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu Output laporan kepada Ketua DPA Tertandata nganinya net laporan Tersampaikannya laporan hasil sidang DPA Ket. ATK Laporan 12. ATK 3 jam 1 jam Laporan 9. 15 menit 10 menit 7. Sekretaris Itjen Pengadminis trasi umum Inspektur Jenderal Laporan. ATK 15 menit 15 menit 1 jam Laporan 11. Pengadminis trasi umum 8. Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menyampaikan laporan hasil sidang DPA kepada Inspektur Jenderal dan Sekretaris Itjen Meneliti laporan hasil sidang DPA Memperbaiki laporan yang telah diteliti oleh Irjen dan Ses. Komputer. Pengadminis trasi umum Laporan 30 menit 14.Pelaksana No Aktivitas kepada Ketua DPTSL 6. Itjen Membubuhkan paraf pada laporan Menandatangani net laporan oleh Ketua DPA Menggandakan laporan yang sudah ditandatangani Ketua DPA Mendistribusikan laporan kepada pihak terkait Ketua DPA Net laporan. Laporan.

FLOWCHART SOP SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN AUDITOR MULAI PERSIAPAN PELAKSANAAN SIDANG DPA ENTRY DATA DAFTAR PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA DAFTAR NAMA-NAMA PEGAWAI YANG DIAJUKAN DALAM SIDANG DPA PELAKSANAAN SIDANG DPA LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYUSUNAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA PENYAMPAIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA INSPEKTUR JENDERAL PERSETUJUAN DAN DISPOSISI INSPEKTUR JENDERAL PENGEMBALIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KPD SEKRETARIAT DPA PENDISTRIBUSIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPA KEPADA PARA IRWIL IRWIL V SELESAI IRWIL I IRWIL II IRWIL III IRWIL IV 260 .

IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 6. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 7. daftar hadir. kursi. PMA No. LCD. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: Jika tidak ada SOP Pelaporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. sarana menjilid laporan 3 hari Terkompilasinya laporan hasil sidang DPSTL secara kompilasi Terjilidnya hasil kompilasi Dilaksanakan setiap satu tahun sekali Dilaksanakan setiap triwulan 261 . 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 2. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer. laporan hasil sidang DPSTL. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. maka SOP ini tidak dapat dilakanakan Pelaksana No 1. PMA No. sound system. printer. KMA No. PP No. layar. 2. ATK Pencatatan dan Pendataan: Hasil sidang DPSTL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 1 Formulir hari undangan. KMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 5. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 3. Melakukan penjilidan hasil kompilasi Pengadministrasi umum Hasil kompilasi laporan sidang DPSTL. KMA No. ATK Laporan hasil sidang DPSTL selama 1 tahun yang lalu 1 hari Output Terhimpun dan tersusunnya hasil sidang DPSTL Keterangan Dilaksanakan setiap satu bulan sekali 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT Dasar Hukum: 1. komputer/laptop. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 4. Aktivitas Menghimpun dan menyusun hasil sidang DPSTL 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. lemari arsip. Mengkompilasi laporan hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum 3. meja. komputer. telepon. formulir daftar nama pegawai yang disidang.

Aktivitas Melakukan Pengarsipan hasil kompilasi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 5 Hasil kompilasi menit laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Output Tersimpannya kompilasi laporan sidang DPSTL yang sudah dijilid Keterangan 262 .Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN HASIL SIDANG DEWAN PERTIMBANGAN SARAN TINDAK LANJUT MULAI PENATAUSAHAAN DOSIR SIDANG DPSTL PENGKOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL KOMPILASIAN LAPORAN HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL KOMPILASI PENGARSIPAN HASIL KOMPILASI SELESAI 263 .

meja. ATK Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 hari Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen. LCD. kursi. komputer/laptop. 2. Mengarsipkan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Pengadministrasi umum Yurisprudensi yang sudah dijilid 5 menit 264 . PMA No. Pengadministrasi umum Hasil sidang DPSTL yang telah disetujui Irjen Yurisprudensi DPSTL. Jika tidak ada SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. PMA No. printer. KMA No. telepon. Jika tidak ada SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut. ATK Output Tersedianya bahan yurisprudensi laporan hasil sidang DPSTL Keterangan Tahunan 2. Mampu menjaga rahasia dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Ruang sidang. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. lemari arsip. SOP Laporan Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut 2. sound system.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI Dasar Hukum: 1. 2. sarana menjilid laporan 10 hari Tersusunnya yurisprudensill aporan hasil sidang DPSTL Terjilidnya yurisprudensi hasil sidang DPSTL Tersimpannya yurisprudensi Penyebutan nama pegawai secara inisial 3. Aktivitas Mersiapkan penyusunan yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menyusun yurisprudensi hasil sidang DPSTL Menjilid hasil yurisprudensi 1 Pengadministrasi umum 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. maka SOP ini tidak dapat dilaksanakan. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 3. komputer. layar. PMA No. SOP Pengadministrasian Hasil Sidang Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut Peringatan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Pengadministrasi umum 3 hari 4. Pelaksana No 1. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN YURISPRUDENSI MULAI PERSIAPAN PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENYUSUNAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL PENJILIDAN HASIL YURISPRUDENSI PENGARSIPAN YURISPRUDENSI HASIL SIDANG DPSTL SELESAI 265 .

faksimili. eksternal disk. Memiliki kemampuan dan pengetahuan memahami peraturan perundang-undangan 2. ATK 20 menit Terselesaikannya penelitian konsep SK Tim Tersampaikannya konsep SK Tim kepada unit pengolah 4. PMA No. meja. jaringan internet. konsep SK Tim.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN NOMOR SURAT KEPUTUSAN TIM Dasar Hukum: 1. kursi. Pengad Mengemministrasi balikan konsep SK umum Tim kepada unit pengolah Konsep SK Tim yang sudah diteliti. buku ekspedisi 5 menit 266 . Perpres No. printer. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. Pengad ministrasi umum Komputer. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. KMA No. scanner. buku ekspedisi. komputer. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. Fungsi. telepon. UU No. buku kendali SK Tim. buku kendali peraturan perundang-undangan. filling cabinet. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. Aktivitas Membuat konsep Surat Keputusan Tim (SK Tim) Menerima dan mencatat konsep SK Tim dari unit pengolah Meneliti konsep SK Tim 1 Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Waktu 1 hari Output Konsep SK Tim Keterangan 2. ATK 5 menit Tercatatnya konsep SK Tim dalam buku kendali Untuk masingmasing konsep SK Tim 3. Kasubag Hukum dan Perundangundangan Pengad ministrasi umum Konsep SK Tim. lemari arsip. Tugas. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No 1. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2.

SK Tim yang sudah ditandatangani oleh Inspektur Jenderal. ATK 5 menit Terdokumentasinya SK Tim ke dalam lemari arsip 267 . 9. buku kendali penomoran SK Tim. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah dibubuhi paraf 5 menit Tercetaknya memo penomoran Tersampaikannya net SK Tim kepada unit pengolah Terbubuhinya paraf pada net SK Tim Tertandatanganinya net SK Tim 5 menit Lemari arsip.Pelaksana No 5. buku ekspedisi Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. ATK Komputer. Aktivitas Menerima konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki beserta konsep SK Tim yang sudah dikoreksi Meneliti kembali konsep net SK Tim Memberi nomor SK/SK Tim 1 Pengad ministrasi umum 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. 12. ATK Mutu Baku Waktu 3 menit Output Tercatatnya konsep net SK Tim ke dalam buku kendali penerimaan SK Tim Keterangan 6. Pengad ministrasi umum Konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. ATK 10 menit 7. buku kendali penerimaan SK Tim. Memberi memo penomoran Mengembalikan net SK Tim kepada unit pengolah Membubuh kan paraf oleh pejabat yang berwenang Menandatangani net SK Tim oleh pimpinan/pejabat yang berwenang Mendokumentasikan SK Tim Pengad ministrasi umum Pengad ministrasi umum 5 menit 5 menit Pejabat eselon IV Pejabat Eselon III Inspektur Jenderal atau Sekretaris Itjen Pengad ministrasi umum Net SK Tim yang sudah mendapatkan nomor. 10. konsep net SK Tim yang sudah diperbaiki. Pengad ministrasi umum 10 menit Terselesaikannya penelitian konsep net SK Tim Terselesaikannya pemberian nomor SK/SK Tim Untuk masingmasing konsep net SK Tim 8. ATK Komputer. 11.

FLOWCHART SOP PENERBITAN NOMOR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT KONSEP SK MEMBUAT KONSEP SK ADA PERBAIKAN MENELITI KONSEP SK PEMBERIAN NOMOR SK MEMBERIKAN MEMO SK MENGEMBALIKAN SK SUBAG EVALAP PENGENDALIAN SK MENERIMA SK YANG SUDAH DITANDA TANGANI PEMBUBUHAN PARAF PADA SK PENDOKUMENTA SIAN SK SK SELESAI PENANDATANGANAN PADA SK UNIT TERKAIT 268 .

aikan rancangan randang peraturan perundangundangan terkait. Aktivitas Menyusun rancangan peraturan perundangundangan (randang) 1 Unit pengolah 2 3 2. 4. kursi. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dasar Hukum: 1. scanner. buku kendali menit randang. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. UU No. ATK Konsep 15 Konsep awal menit awal randang randang Keteranga n Pengadministrasi umum Kasubbag Hukum dan Perundangundangan 5 Komputer. filling cabinet. printer. Tugas. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 4. Menerima bahan penyusunan peraturan perundangundangan (randang) Mencatat rancangan peraturan perundangundangan (randang) Meneliti rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan TerselesaiMeKomputer. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 3. Memiliki kemampuan dan pengetahuan akan peraturan-perundang-undangan. ATK Pencatatan dan Pendataan: Peringatan: Pelaksana No. ATK 20 Rancangan menit randang. telepon. buku ekspedisi. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Peundang-undangan 2.jaring an internet. komputer. faksimili. 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: Kualifikasi Pelaksana: 1. rancangan randang.nyesu kannya ber/referensi. eksternal disk. jaringan internet. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Ruang kerja. lemari arsip. Fungsi. printer. Perpres No. ATK Tercatatnya rancangan randang dalam buku kendali Terselesaikannya penelitian rancangan randang Untuk masingmasing konsep randang 269 . KMA No. 1. bahan sum. PMA No. meja.

menit nganinya ATK rancangan randang dalam bentuk telaahan Rancangan 15 Tersampairandang menit kannya rancangan randang Kabag Irwil Ses Itjen Rancangan randang 3 hari 12. 7. randang ATK yang sudah diteliti Rancangan 2 jam Terselesairandang. Pengadministrasi umum Rancangan randang. perbaikan ATK rancangan randang 10 TerbubuhiRancangan menit nya paraf randang. sound system Randangan randang. ATK. Menyampaikan rancangan randang dalam bentuk telaahan kepada pejabat terkait Menelaah dan memberikan masukan pada rancangan randang Pengadministrasi umum Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 2 hari TerselesaiRancangan kannya ranrandang. Aktivitas Membuat telaahan rancangan randang 1 Pengadministrasi umum 2 3 6. Kasubag Kumdang 9. cangan rancomputer. ATK 1 hari Terbahasnya rancangan randang 2 jam Terselesaikannya perbaikan rancangan randang 270 . 5. pada ATK rancangan randang Rancangan 10 Tertandatarandang. 13. computer. Kabag 10. kannya komputer. Memperbaiki rancangan randang setelah mendapat masukan dan telaahan dari para pejabat terkait Melakukan pembahasan terhadap rancangan randang Memperbaiki rancangan randang setelah dibahas Pengadministrasi umum Rancangan randang 1 hari Ditelaahnya dan tersampaikannya masukan oleh para pejabat terkait Terselesaik annya perbaikan rancangan randang Pejabat terkait Pengadministrasi umum 14. ruang sidang. Meneliti rancangan randang dalam bentuk telaahan Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Membubuhkan paraf pada rancangan randang dalam bentuk telaahan Menandatangani rancangan randang dalam bentuk telaahan Kasubag Kumdang Kabag Pengadministrasi umum 8. lap top.Pelaksana No. LCD. 11. dang dalam ATK bentuk telaahan Rancangan 1 hari Rancangan randang.

rancangan ATK randang 10 Tersampai Rancangan menit kannya randang. ATK 2 jam Net Randang 21. buku ekspedisi 25. Ses Itjen 18. Pengadministrasi umum Randang. 15. ATK Net randang. Memperbaiki rancangan randang yang sudah diteliti Irjen Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menandatangani net randang Mendistribusikan randang kepada para pejabat Pengadministrasi umum Kabag Ses Itjen 15 menit Net randang 23. Pengadministrasi umum 20. rancangan buku randang ekspedisi kepada pimpinan Rancangan 10 Tertandata randang. Mendokumentasi kan randang Pengadministrasi umum Randang 15 menit Terdisitribu sikannya randang kepada para pejabat Terdokumentasikannya Randang 271 . Aktivitas Membubuhkan paraf pada rancangan randang Menyampai-kan rancangan randang yang sudah diparaf kepada pimpinan Menandatangani rancangan randang Menyampaikan laporan rancangan randang kepada Irjen Meneliti rancangan randang 1 Kasubag Kumdang 2 Kabag 3 16. menit nganinya ATK rancangan randang 10 TersampaiLaporan menit kannya larancangan poran ranrandang cangan randang 1 Rancangan Rancangan hari randang randang. computer. Irjen Net randang 15 menit 30 menit Randang 24. yang sudah ATK diteliti Rancangan randang. Pengadministrasi umum 17.Pelaksana No. Irjen Mutu Baku Keteranga Persyaratan/ n Waktu Output Perlengkapan 15 Terbubuhin Rancangan menit ya randang. 22.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI UNIT PENGOLAH MENERIMA DAN MENCATAT RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENYUSUN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) MEMBUAT TELAAHAN RANCANGAN RANDANG ADA/TIDAK ADA PERBAIKAN MEMBUBUHKAN PARAF KASUBBAG 272 .

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MULAI 1 PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PENCATATAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (RANDANG) PENELITIAN RANCANGAN RANDANG PENGEMBALIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA UNIT PENGOLAH UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN RANCANGAN RANDANG KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENERIMAAN RANCANGAN RANDANG YANG SUDAH DIKOREKSI OLEH PIMPINAN PERBAIKAN TERHADAP RANCANGAN RANDANG PENELITIAN TERHADAP PERBAIKAN RANCANGAN RANDANG PEMBERIAN NOMOR SK/RANDANG PEMBERIAN MEMO PENOMORAN MEMO PENOMORAN 2 273 .

1 PEMBUBUHAN PARAF OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENYAMPAIAN NET RANDANG BESERTA KONSEP HASIL KOREKSI AWAL KEPADA PIMPINAN PIMPINAN PENANDATANGANAN NET RANDANG OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENERIMAAN RANDANG YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH PEJABAT YANG BERWENANG PENDOKUMENTASIAN RANDANG SELESAI 274 .

SUBBAG AHP INTERNAL  2. SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 275 . SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS  3.Lampiran 7  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    BAGIAN PENGOLAHAN HASIL PENGAWASAN       1.

3.1. 10.Lampiran 3. 8. 2. 7. 6. SOP Analisis Hasil Audit Khusus  SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif  SOP Entry Data Hukuman Disiplin  SOP Entry Data TPTGR  SOP Feedback  SOP Kompilasi Hasil RIKSUS  SOP Pemutakhiran Data TPTGR  SOP Pemutakhiran Hukuman Disiplin  SOP Penatausahaan STL  SOP Penatausahaan TL  276 .  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    SUBBAG AHP INTERNAL    1. 9. 4. 5.

IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mampu menganalisis permasalahan hasil audit khusus. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. komputer/laptop. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Kualifikasi Pelaksana: 1. SOP Penatausahaan STL. kursi. 2. 8. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. KMA No. ATK. Tugas. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 9. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Pengiriman LHA dan STL. SOP Riksus. 2. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. PMA No. 2. 277 . PP No. 4. PMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1980. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 6. 11. 13. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 5. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP entry data SIM-HP. PP No. 7. 14. UU No. Agama Keterkaitan: 1. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 10. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. 15. KMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. SOP Penatausahaan LHA. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. lemari arsip/filling cabinet printer. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 12. Fungsi. 4. Agama.

SOP entry data TPTGR Peringatan: 1. Analisis hasil audit khusus mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. 7. Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP KasubKetua bag AHP Tim/ Internal auditor 30 Buku catatan Terinventarisir dan tercatat. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL 7. Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan 4. Form Permasa-lahan dalam permasalahan LHA/STL LHA/STL terinventa-risir dan tercatat 30 menit 5.Kasublisis pada bag AHP Internal Subbag AHP Internal LHA/STL Khusus. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Khusus Waktu 15 menit 2. 2. SOP entry data hukuman disiplin.6. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. analisis Tersusunnya Form analisis 2 hari LHA/STL. Buku Kendali LHA/STL Ket. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. terutama temuan-temuannya. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan 6. analisis. Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Tindak Lanjut (STL) Khusus Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Sub-bab AHP Internal 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL khusus Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Khusus.menit permasalahan kegiatan analisis nya permasalahan dalam kegiatan analisis 30 Catatan Diterimanya permasalahan laporan dan menit catatan permasalahan dalam LHA/ STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan LHA/STL Permasalah-an 1 komprehenshif dalam LHA/ minggu STL terkonfirmasi Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi LHA/STL. Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Pengana. Pelaksana No Aktivitas 1 1. ekspedisi hasil LHA/STL dan buku hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit 278 . Membuat analisis 3.

Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP Penganali sis pada Subbag AHP Internal STL Khusus. Hasil analisis hasil analisis. kabinet filling Hasil analisis terarsip 15 menit 279 . dan STL buku ekspedisi sampai pada tim entri data hukdis Ket. Hasil analisis hasil analisis. Menyimpan hasil analisis file Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis. Waktu 15 menit 9.Pelaksana No Aktivitas 1 8. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan STL Khusus. Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10. Diterimanya buku ekspedisi kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11. dan copy STL/ buku ekspedisi LHA sampai pada tim entri data TPTGR 15 menit Penganalisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Khusus Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 280 .

Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 9. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Agama Keterkaitan: 1. 4. PMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSHIF Dasar Hukum: 1. Mampu menganalisis Hasil Pengawasan (AHP) Internal. 3. 3. 7. Analisis hasil audit yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit. 6. KMA No. 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana No 1. kursi. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. terutama temuan-temuannya. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. menyebabkan proses analisis tidak berjalan lancar. ATK. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mampu mengoperasikan komputer. Buku Kendali LHA/STL Ket. Agama. Output Diterima dan tercatatnya LHA/STL Komprehenshif Waktu 15 menit 281 . 5. lemari arsip/filling cabinet Peringatan: 1. KMA No. 6. 2. PMA No. Aktivitas 1 Menerima dan mencatat bahan analisis berupa Laporan Hasil Audit (LHA)/Saran Pengana -lisis pada Subbag AHP 2 Pengadministrasi LHA/ STL pada Subbab AHP 3 Pencatatan dan Pendataan: Analisis LHA/STL komprehensif Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan LHA/STL Koprehenshif. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 2. printer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. 7. komputer/laptop. 8. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan STL SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1.

Menginventarisir dan mencatat masalah dari bahan yang dianalisis ke dalam form permasalahan Menginventarisir dan mencatat permasalahan kegiatan analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal LHA/STL Komprehenshif. Menyampaikan permasalahan dalam LHA/STL dan permasalahan dalam kegiatan analisis kepada pimpinan Catatan permasalahan 30 menit 6. Output Waktu 2. Hasil analisis dan copy STL/LHA sampai pada 15 menit 282 . hasil analisis. 4. Buku ekspedisi Hasil analisis dan STL sampai pada tim entri data hukdis 15 menit STL Komprehens hif.Pelaksana No Aktivitas 1 Tindak Lanjut (STL) Komprehensif Membuat analisis Internal 2 Internal 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Ket. 3. Form analisis Tersusun-nya analisis 2 hari LHA/STL. Form permasalahan LHA/STL Permasalahan dalam LHA/STL terinventarisir dan tercatat Terinventarisir dan tercatatnya permasalahan dalam kegiatan analisis Diterima-nya laporan dan catatan permasalahan dalam LHA/STL dan atau kegiatan analisis oleh pimpinan Permasalahan dalam LHA/STL terkonfir-masi 30 menit Buku catatan permasalahan kegiatan analisis 30 menit 5. hasil analisis. Menyampaikan hasil analisis dan copy STL/LHA kepada tim entry Pengana -lisis pada Subbag Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi Tim entry data hukdis pada Subbag AHP Internal Tim entry data TPTGR LHA/STL. 7. buku ekspedisi LHA/STL dan hasil analisisnya sampai pada tim entri SIM HP 15 menit STL Komprehenshif. Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor apabila ditemukan permasalahan dalam LHA/STL Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIM HP Kasubbag AHP Internal Ketua Tim/ auditor LHA/STL komprehenshif 1 minggu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 8. hasil analisis. Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 9.

Menyimpan file hasil analisis Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Analisis. buku ekspedisi Diterima-nya kembali hasil analisis oleh penganali-sis 15 menit 11. filling kabinet Hasil analisis terarsip 15 menit 283 . Waktu Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal Hasil analisis.Pelaksana No Aktivitas 1 data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR 10 Menerima kembali hasil analisis yang telah dientry dalam SIM HP AHP Internal 2 pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan informasi 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan buku tim entri data ekspedisi TPTGR Ket.

FLOWCHART SOP ANALISIS HASIL AUDIT KOMPREHENSIF Mulai Menerima dan mencatat LHA/STL Ada masalah Membuat analisis Tidak ada masalah Menginventarisir dan mencatat permasalahan Menyampaikan permasalahan pada pimpinan Melakukan konfirmasi dengan ketua tim/auditor Menyampaikan hasil analisis dan STL kepada tim entry data hukdis jika terdapat temuan hukdis Menyampaikan hasil analisis dan LHA/STL kepada tim entry data SIMHP Menyampaikan hasil analisis dan copy LHA/STL kepada tim entry data TPTGR jika terdapat temuan TPTGR Menerima kembali hasil analisis Menyimpan file hasil analisis Selesai 284 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. PP No. Tugas. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 2. 11. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. KMA No. 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. lemari arsip/filling cabinet. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 7. 3. 13. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. KMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. printer. 4. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawa-san Melekat. computer. UU No. 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin. Agama. 9. Keterkaitan: 1. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. 4. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 10. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. PP No. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 5. SOP Pengiriman LHA dan STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif Kualifikasi Pelaksana: 1. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 6. 8. 2. Fungsi. PP No. ATK. kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 15. KMA No. 12. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. PMA No. 14. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Aplikasi data hukuman disiplin 285 .

Mengentry data Tim entry hukuman hukuman disiplin disiplin 3.hukuman ngan data hu. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut hukuman disiplin tidak terdokumentasi dengan baik. SOP Penatausaaan STL 7. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan temuan disiplin. Berita Acara Pemeriksaan. Berita hari nya Acara Pemeriksaan. berkas hukuman Buku Kendali disiplin Waktu 15 menit Ket 2. 2. SOP Analisis LHA/STL Khusus 6. Membuat rekap Tim entry dan perkemba. berkas TL. menyebabkan pemantauan tindak lanjut hukuman disiplin dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. SK. Tim entry hukuman disiplin 6. Tim entry Melakukan hukuman pengecekan disiplin fisik terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen hukuman disiplin secara berkala Terselesaikan 1 nya rekap dan hari perkembangan data hukuman disiplin Rekapitulasi Diterimanya 1 data hukuman rekap dan jam disiplin perkembangan data hukuman disiplin oleh pimpinan 15 STL. Pelaksana No 1. 5. hukuman disiplin Lemari Arsip/ Filling cabinet STL. Berkas TL. berkas TL. berkas TL. SIM hukuman disiplin Rekapitulasi data hukuman disiplin. Berita Acara Dokumen menit hukuman Pemeriksaan. keberadaan dokumen Rekap data hukuman disiplin. Rekap disiplin tersimpan data hukuman disiplin. Peringatan: 1. SIM hukuman disiplin Terinputnya data hukuman disiplin 1 hari 286 . Tanpa adanya penanganan hukuman disiplin secara khusus. Lemari Arsip/Filling cabinet 1 TerpantauSTL.5. Berita tercatatnya Acara Pemeriksaan. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan hukuman disiplin 1 Tim entry hukuman disiplin 2 Penga n-alisis pada Subba g AHP Internal 3 Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Diterima dan STL. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait.disiplin kuman disiplin Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin pada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Tim entry hukuman disiplin Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 4. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit.

FLOWCHART ENTRY DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menerima dan mencatat berkas hukuman disiplin Mengentry data hukuman disiplin Membuat rekap dan perkembangan data hukuman disiplin Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data hukuman disiplin kepada pimpinan Menyimpan berkas hukuman disiplin Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen hukuman disiplin Selesai 287 .

3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Tugas. 5. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. KMA No. 8. menyebabkan pemantauan tindak lanjut TPTGR dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. 2. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. 9. 2. Agama. Dumas SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausaaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 7. BPKP. PMA No. 4. Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. PP No. lemari arsip/filling cabinet. 3. PMA No. Tanpa adanya penanganan TPTGR secara khusus. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 6. 2. computer. 8. menyebabkan penyelesaian tindak lanjut TPTGR tidak terdokumentasi dengan baik. sehingga sulit diketahui sejauh mana penyelesaian temuan TPTGR. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 9. Agama Keterkaitan: 1. 5. Pencatatan dan Pendataan: Penanganan data temuan TPTGR 288 . Aplikasi data TPTGR Peringatan: 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Peralatan/Perlengkapan: Meja. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4. Fungsi. kursi. 6. printer. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ENTRY DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 2. ATK. KMA No.

Komputer. Rekap data TPTGR. Laporan BPK. Lemari Arsip/ Filling cabinet Terselesaikannya rekap dan perkembangan data TPTGR Diterimanya rekap dan perkembangan data TPTGR oleh pimpinan Dokumen TPTGR tersimpan 1 hari 1 jam 15 menit Terpantaunya keberadaan dokumen TPTGR 1 hari 289 . Laporan BPK. Lemari Arsip/Filling cabinet LHA/STL. SIM TPTGR Terinput-nya data TPTGR 1 hari 4. SIM TPTGR Mutu Baku Output Diterima dan tercatatnya berkas TPTGR. Tim Melakukan pengecekan fisik entry TPTGR terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TPTGR secara berkala. Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Komputer. Laporan data TPTGR. Waktu 15 menit Ke t 2. LHA/STL. Nota Dinas. Rekap data TPTGR. Laporan BPK Rekapitulasi dataTPTGR. SIM TPTGR. Laporan BPK. Surat Keluar. Nota Dinas. Mengentry data TPTGR Tim entry TPTGR Tim entry TPTGR 3. Menyampaikan/ melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR pada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Tim entry TPTGR Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Rekapitulasi data TPTGR Tim entry TPTGR 6. Surat Keluar.Pelaksana No 1. 5. Laporan data TPTGR. Buku Kendali. LHA/STL. Aktivitas Menerima dan mencatat berkas yang berkaitan dengan TPTGR 1 Tim entry TPTGR 2 Pengana -lisis pada Subbag AHP Internal 3 BPK Persyaratan/ Perlengkapan STL/LHA.

FLOWCHART ENTRY DATA TP/TGR Mulai Menerima dan mencatat berkas TPTGR Mengentry data TPTGR Membuat rekap dan perkembangan data TPTGR Menyampaikan/melaporkan rekap dan perkembangan data TPTGR kepada pimpinan Menyimpan berkas TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala terhadap dokumen TPTGR Selesai 290 .

5. PMA No. komputer. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Feedback hasil pengawasan mempermudah dan mempercepat memahami hasil audit berdasarkan klasifikasinya. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Form minggu nya bahan feedback feedback Ket. kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 4. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mempunyai kemampuan membuat Feedback hasil pengawasan dan mengoperasikan komputer. 3. 2. Aplikasi Hukdis. Agama No IJ/36/2002 tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Dep. Mesin foto copy. 3. 4. 291 . Agama. Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. 6. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR SOP Analisis Hasil audit Kmprehenshif SOP Analisis Hasil Audit Khusus SOP Penatausahaan Penyelsaian Hasil Audit Kualifikasi Pelaksana: 1. Mempunyai kemampuan membuat feedback hasil pengawasan. Mempunyai kemampuan mengoperasikan SIM HP. 6. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. KMA No. printer. Agama Keterkaitan: 1. lemari arsip/filling cabinet. 5. PMA No. menyebabkan Feedback hasil pengawasan tidak berjalan lancar. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Aplikasi TPTGR. ATK. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. analisis hasil audit Peringatan: 1. Mempunyai kemampuan mengadministrasikan data hukuman disiplin dan TPTGR 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 9. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. Pelaksana No 1 Aktivitas Menyiapkan bahan pembuatan laporan 1 Penganalisis pada Subbag 2 3 Pencatatan dan Pendataan: Pengolahan dan pengklasisfikasian hasil audit (LHA/STL) dan perkembangan tindak lanjutnya 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan 1 TersediaAnalisis hasil audit. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Agama. 10. 2. 2. 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. KMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 8. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. SIM HP. 7.

Membuat Laporan Feedback 1 AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Kasubba g AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal Penganalisis pada Subbag AHP Internal 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Ket. Laporan Feedback 1 hari 292 . tergandakan dan terdistribu sikannya Laporan Feedback Terdokumentasikannya berkas Feedback 15 menit 3. Analisis hasil audit. Laporan Feedback 7.Pelaksana No Aktivitas feedback 2. Menyampaikan Laporan Feedback kepada pimpinan 4. Form feedback Kasubbag Kabag AHP PHP Internal SES Itjen Laporan Feedback 2 Tersusunminggu nya Laporan feedback Diterimanya Laporan Feedback oleh pimpinan 1 Terkorekminggu sinya Laporan feedback 2 Laporan hari Feedback sudah diperbaiki 1 hari Tercetak. Form Feedback. menggandakan dan mendistribusikan Laporan Feedback Kabag PHP SES Itjen Laporan Feedback 5. Mendokumentasikan berkas Feedback Penganalisis pada Subbag AHP Internal Analisis Hasil Audit. Mengoreksi Laporan Feedback Memperbaiki feedback sesuai dengan perbaikan pimpinan Mencetak. Laporan Feedback 6.

menggandakan & mendistribusikan Laporan Feedback Mendokumentasikan Laporan Feedback Selesai 293 .FLOWCHART SOP FEEDBACK HASIL PENGAWASAN Mulai Mengumpulkan bahan feedback Membuat Laporan Feedback Menyerahkan Laporan Feedback kepada pimpinan Memeriksa Laporan Feedback Ada perbaikan Tidak ada perbaikan Memperbaiki Laporan Feedback Mencetak.

Aplikasi hukuman disiplin. SOP Pengiriman LHA-STL 2. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. PMA No. 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. Agama Keterkaitan: 1. PMA No. komputer. PP No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Mesin foto copy. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. printer. KMA No. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 6. kursi. Mempunyai kemampuan mengentry data SIMHP 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. SOP Riksus 3. SOP Surat Tugas Audit Kasus Kualifikasi Pelaksana: 1. SIMHP. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Mempunyai kemampuan mengentry data Hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA No. PP No. ATK. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. Agama 14. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. Fungsi. Mempunyai kemampuan membuat kompilasi hasil audit khusus. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. 3. UU No. Aplikasi TPTGR 294 . lemari arsip/filling cabinet. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. KMA No. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12.

5.4. 9. 7. Rekap realisasi audit khusus.Pelak kompilasi lisis pada sana pada Subbag TU AHP Sekret Internal Pelaksa na pada TU Itwil Rekap Surat tugas audit khusus. Pelaksana No 1 Aktivitas Mengambil daftar surat tugas audit khusus (riksus) yang dibuat Sub Bagian Perencanaan dan program Mengambil daftar realisasi audit khusus yang dibuat Sub bag. Waktu 1 jam Output Didapatnya daftar/rekap surat tugas audit khusus Petugas Pelaksa kompilasi na pada Subbag perenca -naan dan program Surat tugas audit khusus 2 Petugas Pelakkompilasi sana pada Subbag Evalap Petugas Pelaksa kompilasi -na pada Subbag Tata Usaha Sekretariat Petugas kompilasi Rekap realisasi audit khusus Didapatnya rekap realisasi audit khusus 1 jam 3. SOP Realisasi PKPT SOP Penatausahaan LHA SOP Penaausahaan STL SOP Entry Data SIMHP SOP Entry Data Hukuman Disiplin SOP Entry Data TPTGR Pencatatan dan Pendataan: LHA/STL khusus dan bukti bukti pendukung-nya Peringatan: 1. Tanpa adanya kompilasi hasil riksus menyebabkan hasil riksus tidak terdokumentasi dengan baik dan menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan. LHA/ STL audit khusus dan analisis serta lampirannya secara lengkap 1Min Terkumpulggu nya bahanbahan kompiilasi 295 . Evalap Mengambil daftar/rekap STL audit khusus yang dibuat Sub Bagian Tata Usaha Sekretariat Menginventarisir dan membuat rekapitulasi seluruh realisasi audit khusus beserta LHA/ STL dan analisis hasil audit khusus serta lampirannya secara lengkap Mengumpulkan bahanbahan kompilasi 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. 6. Rekap STL audit khusus Didapatnya daftar/rekap STL audit khusus 1 jam 4. 3. Rekap Surat tugas audit khusus. realisasi audit khusus. Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab proses kompilasi tidak berjalan lancar. Analisis riksus yang akurat mempermudah dan mempercepat memahami hasil riksus. Rekap STL audit khusus. 8. Rekap realisasi audit 2 Terinventarihari sir dan terselesaikannya rekap surat tugas audit khusus. BAP dan data pendukung hasil audit 5. Petugas Pengana. 2. STL.

menggandak kompilasi an dan mendistribusi kan kompilasi hasil audit khusus Petugas Mendokumentasikan kompilasi kompilasi hasil audit khusus Menyerahkan kompilasi pada pimpinan untuk dikoreksi Memeriksa kompilasi Petugas Kasubkompilasi bag AHP Internal SES khusus. Rekap STL audit khusus. tergandakan dan terdistribusikannya kompilasi hasil audit khusus Terdokumentasikannya kompilasi hasil audit khusus 2 hari 1 jam 296 . 8. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya. analisis hasil audit khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi tindak lanjutnya. 10 11. Waktu Output ariat 6. STL. Membuat kompilasi hasil audit khusus Petugas kompilasi 7.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Ket. BAP dan data pendukung hasil audit STL. KasubKabag bag PHP AHP Internal Memperbaiki Petugas kompilasi kompilasi sesuai dengan perbaikan pimpinan Petugas Mencetak. BAP dan data pendukung hasil audit Kompilasi hasil audit khusus Tersusunnya kompilasi hasil audit khusus 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tersampaikannya kompilasi pada pimpinan Terkoreksinya hasil kompilasi Kompilasi sudah diperbaiki 15 menit 1min ggu 2 hari Kompilasi hasil audit khusus Kompilasi hasil audit khusus Tercetak. 9.

menggandakan & mendistribusikan kompilasi Mendokumentasikan kompilasi hasil audit khusus Selesai 297 .FLOWCHART KOMPILASI HASIL AUDIT KHUSUS Mulai Meminta daftar surat tugas audit khusus Meminta daftar realisasi audit khusus Meminta rekap LHA/STL audit khusus Menginventarisasi dan membuat rekap realisasi audit khusus. LHA/STL dan dokumen pendukung lainnya Mengumpulkan bahan kompilasi Mengkompilasi hasil audit khusus Menyerahkan hasil kompilasi kepada pimpinan Ada perbaikan Memeriksa kompilasi Memperbaiki kompilasi Tidak ada perbaikan Mencetak.

Mempunyai kemampuan dalam menganalisis hukuman disiplin Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. PMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 9. Tugas. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Dasar Hukum: 1. bahan arahan Irjen. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. SPPD. 4. KMA No. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 3. SOP Pengiriman LHA-STL Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/064/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit Investigasi pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama 15. BPKP. Agama 14. materi nara sumber. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. dan Dumas 2. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama 13. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. KMA No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. PP No. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat 7. KMA No. Agama Keterkaitan: 1. SK kegiatan. 203 Tahun 2002 tentang Standarisasi Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 8. ruang sidang (meja 298 . PP No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama 10. surat undangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia 5. bahan laporan panitia. Termasuk dalam anggota DPSTL 2. PMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama 11. 6. Memamahami peraturan Kepegawaian 3. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data hukuman disiplin. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama 12. UU No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil 4. Fungsi. RAB.

Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data hukuman disiplin Membuat. komputer (laptop). SOP Entry Data hukuman disiplin Peringatan: 1. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. Aktivitas 1 2 3 kursi). Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Dep. 6. 2. bukti TL. 11. buku agenda surat keluar Bahan pemutakhiran. Bukti TL. 10. Menyusun TOR. berita acara hasil pemutakhiran. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut hukuman disiplin Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Tersiapkannya TOR. sound system. ATK. Tanpa adanya pemutakhiran data hukuman disiplin menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya. Fax.3. bahan pemutakhiran. 2. Pelaksana No. 4. LCD proyektor. Surat undangan. Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Terbuat. SK dan RAB kegiatan Tersiapkan dan tergandakannya bahanbahan pemutakhiran data hukuman disiplin Waktu 3 hari Ket. bahan pemutakhiranTPTG. 7. 3. SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP pengajuan Anggaran SOP Sidang DPSTL SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif SOP Analisis LHA/STL Khusus SOP Penatausahaan STL SOP Penatausahaan LHA SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. handycam. Menyiapkan ako.. Telp. 1. Panitia SK dan RAB pemutakhiran data hukuman disiplin Menyiapkan dan Panitia menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP Tersedianya anggaran Kabag PHP 3. 8.Panitia rimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Panitia Mengadakan acara pemutakhiran data hukuman disiplin LHA/STL yang berkaitan dengan temuan hukuman disiplin. sehingga hasilnya tidak optimal. ATK RAB kegiatan 3 hari 5. 9. Rekapitulasi hukuman disiplin. printer. 5. Agama 4. Tanpa adanya koordinasi antara bagianbagian yang terkait. Aplikasi hukuman disiplin. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik. 4. terkirim dan terkonfirmasinya undangan dan bahan pemutakhiran Terselenggarakannya acara pemutakhiran hukuman disiplin 3 hari 3 hari 3 hari 299 . mengi..

komputer (laptop). handycam Laporan yang dilampiri dengan dokumendokumen terkait 3 hari 3 hari 1 jam 2 jam 300 .Tergandakan dan terdistrian dan hasil busikannya pemutakhiran data hukuman laporan kegiatan dan hasil disiplin pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait Laporan yang Terdokumendilampiri detasikannya ngan dokumen. Menyusun laporan Panitia kegiatan. Mengadakan eva. ATK.Pelaksana No. 6. bahan arahan Irjen. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data hukuman disiplin Panitia Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran data hukuman disiplin Kasubbag Kabag AHP Internal PHP 7. LCD proyektor.hasil pemutadokumen khiran data terkait hukuman disiplin Laporan yang Terevaluasidilampiri denya kegiatan ngan dokumen. printer. ruang sidang (meja kursi).Panitia luasi kegiatan pemutakhiran data Tersusunnya laporan kegiatan. Mendokumentasik Panitia an hasil pemutakhiran data 9.pemutakhiran dokumen terkait SPPD. 8. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket. sound system. bahan laporan panitia. hasil dan pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat. materi nara sumber.

FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA HUKUMAN DISIPLIN Mulai Menyusun TOR. mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggarakan acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 301 . SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat.

PMA No. surat undangan. 4. SOP Penatausahaan STL 10. sound system. RAB. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. materi nara sumber. SK kegiatan. SOP Analisis LHA/STL Khusus 9. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. SOP Pencairan Anggaran 6. Mempunyai kewenangan yang ditunjuk oleh pimpinan (tertuang dalam SK Kepanitiaan).. SOP Analisis Hasil Audit Komprehenshif 8. 3. SOP Sidang DPSTL 7. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SPPD. BPKP. Tugas. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 3. bahan pemutakhiranTPTG. Fungsi. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjutnya. Telp. SOP Entry Data TPTGR Peringatan: 1. KMA No. Bahan Arahan Irjen. Fax. PP No. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. Keterkaitan: 1. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR menyebabkan sulitnya pemantauan tindak lanjutnya. KMA No. 2. ruang sidang (meja kursi). LCD proyektor. dan Dumas 2. Mempunyai kemampuan mengoperasikan aplikasi data TPTGR. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. ATK. SOP Pelaksanaan PKAT 5. komputer (laptop). 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Pengiriman LHA-STL 3. Tanpa adanya pemutakhiran data TPTGR meKualifikasi Pelaksana: 1. 7. 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit 12. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Tindak Lanjut BPK-RI. handycam. Keputusan Inspektur Jenderal Dep.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Dasar Hukum: 1. 9. SOP Riksus 4. berita acara hasil pemutakhiran Pencatatan dan Pendataan: Penyelesaian penanganan tindak lanjut TPTGR 302 . Mempunyai kemampuan mengadministrasi data TPTGR. Peralatan/Perlengkapan: TOR kegiatan. 2.. 5. 2. Agama. SOP Penatausahaan LHA 11. PMA No. Bahan laporan panitia. 6. 8. printer. Agama.

mengirimkan dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Mengadakan acara pemutakhiran data TPTGR Panitia 4. Panitia Kasubbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 2. Bukti TL.Tergandakan an dan hasil dan terdistribupemutakhiran sikannya lapor- Tersedianya anggaran 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 3 hari 303 . bahan kirim dan terpemutakhiran. ATK.Panitia modasi pelaksanaan pemutakhiran data TPTGR Membuat. Panitia Kabag PHP 3. bahan arahan Irjen. printer. bahan laporan panitia. nyebabkan timbulnya peluang ketidaksinkronan data penyelesaian dengan BPK-RI dan Biro Keuangan dan BMN Setjen Dep. Tanpa adanya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Aktivitas Menyusun TOR. Panitia 6. SPPD. Pelaksana Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan No. hasil dan pertanggungjawab an keuangan kegiatan pemutakhiran data TPTGR Menggandakan dan mendistribusikan laporan Panitia Kasubbag AHP Internal Kabag PHP 7. hasil dan dokumendokumen terkait pertanggungjawaban keuangan kegiatan pemutakhiran Laporan kegiat. rakannya acara pemutakhiran berita acara TPTGR hasil pemutakhiran.4. Agama.pemutakhiran data TPTGR kapitulasi TPTGR. ATK RAB kegiatan Adanya kepastian akomodasi/ tempat kegiatan Surat undangTerbuat. 1. Re. konfirmasinya buku agenda undangan dan surat keluar bahan pemutakhiran Bahan pemuta. teran. Tersiapkannya TOR.bahan si TPTGR. handycam Tersusunnya Laporan yang dilampiri dengan laporan kegiatan. 5. menyebabkan pemutakhiran data berjalan tidak secara baik. materi nara sumber. sound system. komputer (laptop). Aplika. Menyiapkan ako. sehingga hasilnya tidak optimal. LCD proyektor. SK dan RAB kegiatan LHA/STL yang Tersiapkan dan tergandakanberkaitan dengan temuan nya bahanTPTGR. bukti TL. ruang sidang (meja kursi). SK dan RAB pemutakhiran data TPTGR Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK 1 2 Output Waktu 3 hari Ket. Menyusun laporan Panitia kegiatan.Terselenggakhiran.

Aktivitas kegiatan dan hasil pemutakhiran data TPTGR 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output Waktu Ket.Pelaksana No. Mendokumentasikan hasil pemutakhiran data Panitia 1 jam 9. an kegiatan dan hasil pemutakhiran data pada pihak-pihak terkait TerdokumenLaporan yang tasikannya dilampiri hasil pemutadengan khiran data dokumendokumen terkait TPTGR TerevaluasiLaporan yang dilampiri dengan nya kegiatan pemutakhiran dokumendokumen terkait data TPTGR 8. Mengadakan Panitia evaluasi kegiatan pemutakhiran data 2 jam 304 .

SK dan RAB Menyiapkan dan menggandakan bahan pemutakhiran data serta ATK Menyiapkan akomodasi Membuat.FLOWCHART PEMUTAKHIRAN DATA TP/TGR Mulai Menyusun TOR. mengirim dan mengkonfirmasi undangan dan bahan pemutakhiran Menyelenggara acara pemutakhiran Menyusun laporan kegiatan & pertanggungjawaban keuangan Menggandakan dan mendistribusikan laporan kegiatan dan hasil pemutakhiran Mendokumentasikan hasil pemutakhiran Selesai 305 .

SOP Penerimaan Surat Masuk. PMA No. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. 4. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. STL Terinventarisirnya STL 1 hari 306 . Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 7. SOP Analisis Hasil Audit Khusus. SOP Pengiriman LHA-STL. 7. 9. lemari arsip/filling cabinet. 5. sehingga menyulitkan pencarian ketika dibutuhkan Pelaksana No 1. SOP Entry SIMHP. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mesin foto copy Peringatan: Kurangnya koordinasi antar subbag yang terkait menyebabkab penatausahaan STL bejalan tidak rapi dan STL tidak lengkap.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar nistrasi pada Sub. Agama Keterkaitan: 1. SOP Analisis Hasil audit Komprehenshif. SOP Pelaksanaan PKAT. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. ATK.pada Sub. printer. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 2. Kualifikasi Pelaksana: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN STL Dasar Hukum: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. SOP Riksus. Pengadmi. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. 6. PMA No. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. 3. Mempunyai kemampuan tata usaha 2.Pelaksana pada Subrekap/daftar STL nistrasi bag TU pada Subbag TU STL Sekretariat setiap bulan sekali Mengecek dan menginventari- Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Rekap/daftar Diterimanya STL daftar/rekap STL Waktu 1 hari Ket. 2. 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. 4. Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA No. Agama.STL. kursi. komputer. KMA No. 8. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: STL Mengambil Pengadmi. 5.

Melakukan pe. aplikasi hukdis dan aplikasi TPTGR 8. 1 memeriksa dan nistrasi pada Sub. buku TerdistribusiPengadmi.kendali diperiksa dan jam mencatat STL STL bag TU bag TU dicatat dalam pada buku buku kendali kendali STL STL. Mengentri data Pengadmikomputer data STL hari nistrasi STL pada STL aplikasi exel 15 STL.nistrasi kembangan Internal STL bangan data data STL STL pada pimpada pinan setiap pimpinan bulan sekali Aktivitas Pelaksana Ket.Pelaksana Pelaksana Rekap/daftar Diterimanya 1 pada Sub. 1 Komputer.No Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Waktu Perlengkapan sir STL yang STL bag TU bag TU yang belum belum masuk Irwil masuk 3. Dientrinya 1 5. Menerima. Mendistribusimenit kendali kannya STL lisis pada nistrasi kan STL pada pada Subbag pelaksana anali. buku STL diterima. filling nya keberahari ngecekan fisik STL kabiet daan STL terhadap keamanan dan ketertiban penyimpanan STL secara berkala. Menerima menit SIMHP kendali STL oleh nistrasi kembali STL PengadminisSTL yang telah trasi STL dientri pada SIMHP. Sampainya Pengadmi. Menyimpan STL PengadmiSTL. Membuat hari rekap STL laporan perAHP laporan perkem.Pengadministrasi STL.Tim entri 7.STL. rekap Terpantau1 10.pada Sub. 307 . Membuat rekap PengadmiKomputer. Pengadmi.STL Pelaksana AHP sis sesuai deanalisis Internal ngan wilayahnya 15 STL dan buku Diterimanya Pengadmi.Pengana6. filing Tersimpan15 nistrasi kabinet nya STL menit STL 9. Terekapnya 1 data STL setiap nistrasi rekap STL data STL hari bulan sekali STL STL.Kasubbag 11. STL STL oleh yang belum nistrasi minggu masuk di SubSTL bag TU bag TU pengadminisbag AHP InterIrwil trasi STL nal pada Subpada Subbag bag TU SekreAHP Internal tariat atau Subbag TU Irwil 4. Mengambil STL Pengadmi.pada Sub.Pelaksana Pelaksana STL.

FLOWCHART PENATAUSAHAAN STL Mulai Mengambil rekap/daftar STL Mengecek & menginventarisir STL yang masuk Mengambil STL yang belum masuk Menerima. memeriksa dan mencatat STL Mengentry data STL Mendistribusikan STL kepada penganalis Menerima kembali STL yang telah dienty pada SIMHP Menyimpan STL ARSIP Melakukan pengecekan berkala Merekapitulasi STL Membuat laporan kepada pimpinan Selesai 308 .

buku kendali Peringatan: Kurangnya koordinasi antara bagian-bagian yang terkait. Agama. Mempunyai kemampuan mengoperasikan Komputer SIMHP. lemari arsip/filling cabinet. KMA No. PMA No. 9. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA No. Agama No IJ/283/2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Pegawasan Pada Inspektorat Jenderal Dep. Aktivitas Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut 1 Pengadmi nistrasi surat masuk pada 2 Pengadministrasi surat masuk SES 3 Pencatatan dan Pendataan: Bukti Tindak Lanjut hasil audit Mutu Baku 4 Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Bukti TL. 6. 3. Mempunyai kemampuan mengoperasikan komputer. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama No. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. kursi. 4. 7.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Dasar Hukum: 1. menyebabkan proses analisis. Keputusan Inspektur Jenderal Dep. 3. pemantauan tindak lanjut dan pendokumentasiannya tidak berjalan lancar. Mesin foto copy. Agama. 2. Keterkaitan: 1. 4. 5. Mempunyai kemampuan entry data hukuman disiplin dan TPTGR Peralatan/Perlengkapan: Meja. komputer. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Pengiriman LHA-STL SOP Riksus SOP Pelaksanaan PKAT SOP Penatausahaan Surat Masuk Bagian PHP SOP Penatausahaan Surat Masuk Subbag AHP Internal SOP entry data SIMHP SOP entry data hukuman disiplin SOP entry data TPTGR Kualifikasi Pelaksana: 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 8. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 6. 7. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. printer. buku kendali Bukti penye15 lesaian TL menit diterima dan dicatat 309 . 5. PMA No. IJ/65/2006 tentang Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pelaksana No 1. Mempunyai kemampuan tata usaha 2. ATK. 4. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Dep. 2. 8.

Menelaah dan memberikan disposisi terhadap bukti TL yang masuk 4. isi disposisi sisi. isi disposisi Kabag PHP diterima dan dicatat Kasubbag AHP Internal Bukti TL. buku Kabag PHP kendali diterima dan dicatat Lembar disposisi. 6. lembar disposisi.Pelaksana No Aktivitas (TL) 2. Menerima dan mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Memberikan bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP kepada pengadminis trasi surat masuk pada Subbag AHP internal Mencatat bukti penyelesaian Tindak lanjut (TL) beserta disposisi Kabag PHP Menyerahkan bukti TL dan disposisi dari Kabag PHP pada Kasubbag AHP Internal Menelaah dan memberikan dis- Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP 1 Bukti penyehari lesaian TL diperiksa dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kabag PHP 15 Bukti penyeBukti TL. Bukti TL Pengadministrasi surat masuk pada Bagian PHP Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Bukti TL. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Bukti TL. 5. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan isi disposisi dari Kabag PHP diterima 7. lembar disposisi 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi. menit lembar dispo.lesaian TL. Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP 1 Bagian PHP Pengadmi nistrasi surat masuk pada Bagian PHP Kabag PHP 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Kabag PHP Bukti TL 15 Bukti penyemenit lesaian TL diterima oleh Kabag PHP 3. 8. Bukti TL Bukti penyelesaian TL diperiksa 1 hari 310 . lembar disposisi. buku kendali 15 Bukti penyemenit lesaian TL.

Pelaksalisis pada na yang Subbag ditunjuk AHP Inter. buku kendali Lembar disposisi.pimpinan nal Pengana.Pelaksana No Aktivitas posisi terhadap bukti TL yang masuk 1 2 3 4 Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan Output Waktu Ket Menerima dan mencatat disposisi dan bukti TL dari Kasubbag AHP Internal 10. Lembar disposisi. buku kendali dan ditindaklanjuti dengan pemberian disposisi oleh Kasubbag AHP Internal 15 Bukti penyemenit lesaian TL dan disposisi Kasubbag AHP Internal diterima dan dicatat 15 Diterimanya bukti penye.data HukHP dis tim entry data Subbag AHP SIMHP dan tim entry data Internal hukuman disiplin jika terdapat TL yang terkait dengan hukuman disiplin serta pada tim entry data TPTGR jika terkait dengan TL TPTGR 13. Hukdis dan TPTGR 15 menit Lembar disposisi.Tim entry Tim entry 12. Bukti TL. Bukti TL. Mendistribusikan bukti TL sesuai disposisi 9.data TPTGR dis HP 14. Bukti TL. Melakukan Tim entry Tim entry Tim entry pengecekan data TPdata data fisik terhadap TGR Hukdis SIMHP keamanan dan ketertiban penyimpanan dokumen TL secara berkala. buku kendali 11. Bukti TL. Bukti TL. Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Pengadministrasi surat masuk pada Subbag AHP Internal Kasubbag AHP Internal Lembar disposisi.menit lesaian TL dan lembar disposisi oleh penganalsis dan pelaksana lain yang ditunjuk oleh pimpinan Terpenuhi1 nya dispohari sisi pimpinan Bukti TL diterima oleh Tim entry data SIMHP. Bukti TL. buku kendali Tersimpannya bukti TL Terpantaunya dokumen TL 15 menit 1 hari 311 . Memenuhi disposisi pimpinan Pengana. Menyimpan Tim entry Tim entry Tim entry bukti TL data SIM.data Huk. Mengirim bukti TL pada lisis pada data SIM. buku kendali Tim entry data TPTGR Lembar disposisi. buku kendali Penganalisis yang memegang wilayahnya Pelaksana yang ditunjuk pimpinan Lembar disposisi.

Hukdis dan atau TPTGR Melakukan pengecekan secara berkala dokumen TL Menyimpan bukti tindak lanjut SELESAI 312 .FLOWCHART PENATAUSAHAAN PENYELESAIAN HASIL AUDIT Mulai Menerima dan mencatat bukti tindak lanjut (TL) Menyerahkan bukti TL pada Kabag PHP Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kabag PHP dan bukti TL Memberikan disposisi Kabag dan bukti TL pada Subbag AHP Internal Mencatat bukti TL dan disposisi dalam buku kendali di Subbag AHP Internal Menyerahkan bukti TL pada Kasubbag AHP Internal Menelaah bukti TL dan memberikan disposisi Menerima dan mencatat disposisi Kasubbag AHP Internal dan bukti TL Mendistribusikan bukti tindaklanjut sesuai disposisi Memenuhi disposisi pimpinan Mengirim bukti tindak lanjut kepada tim entry data SIMHP.

9. 11.Lampiran 8  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG AHP EKSTERNAL DAN DUMAS 1. 2. SOP Analisis BPKP SOP Pemutakhiran BPKP SOP Tindak Lanjut BPKP SOP Analisis BPK SOP Pemutakhiran BPK SOP Pra Pemutakhiran BPK SOP Tindak Lanjut BPK SOP Penanganan Dumas Non TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000 SOP Pemutakhiran Dumas TP 5000 SOP Penanganan Dumas TP 5000 SOP Tindak Lanjut Dumas TP 5000 313 . 12. 4. 5. 3. 8. 10. 7. 6.

ATK Komputer PC Lemari arsip LHP-BPK-RI temuan Peringatan: 1. 4. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. LHP-BPKRI 2. akibat serta rekomendasi Hasil pemeriksaan BPKRI. 3. 2. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas SOP Pembuatan Surat dinas Kualifikasi Pelaksana: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Perlengkapan 1. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Form Output Waktu Ket. nilai penyebab. akibat dan rekomendasi. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. Pelaksana pengolah LHP BPKRI Pelaksana pengolah LHP BPKRI LHP BPK-RI 15 teradministra. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana NO 1. 4. Keterkaitan: 1. 3. 4. 3.Menit sikan dengan baik Tersusunnya hasil analisis LHP BPK-RI 1 hari 2. Buku agenda surat masuk 1. Menganalisis LHP BPK-RI Kabag PHP 314 . Komputer PC 3. Meja. Tanpa adanya analisis LHP BPK-RI sulit diketahui jumlah dan nilai temuan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. 5. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian tindak lanjut atas rekomendasi BPK-RI. penyebab. Aktifitas Mengadministrasikan LHP BPK-RI 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. Tanpa adanya analisis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI tidak terdokumentasi dengan baik. 3. 2. 2. kursi. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. LHP BPKRI 2. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI.

Hasil anali sis LHP BPK-RI 3.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan analisis BPK-RI 1.15 tasikannya Menit hasil analisis LHP-BPK-RI dengan baik. Mutu Baku Output Waktu Ket. Mendistribusikan hasil analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4. Sekre-taris. 315 . Sekjen. Surat pengantar distribusi hasil analisis LHP BPKRI 2. Irjen. Menag. para Irwil. 3. Mendokumentasikan Hasil Analisis LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Terdistribusi1 kannya hasil hari analisis LHP BPK-RI ke stakeholder (BPK-RI. Lemari arsip 2. audit-an. Hasil Anali sis LHP BPKRI. unit kerja terkait) Terdokumen. Buku agen da surat ke luar 1.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN LHP-BPK-RI MENGANALISIS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN HASIL ANALISIS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASI HASIL ANALISIS LHP-BPK-RI SELESAI 316 .

Aktifitas Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas BPKP 1 Kabag PHP 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana NO 1. Lemari arsip 2. Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP atau hasil pengawasan BPKP 3. 2. nilai penyebab. SOP Tindak lanjut BPKP 2. 3. Surat Tersedianya 2 AHP Eks.pengolah laporan tri 2. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. Laptop/Komputer PC. Tanpa adanya analisis atas Laporan Hasil Audit (LHA) BPKP mengakibatkan temuan tidak terdokumentasi dengan baik. akibat serta rekomendasi hasil pengawasan BPKP.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP Dasar Hukum: 1. SOP Penyajian Data 3. akibat dan rekomendasi. Tanpa adanya hasil analisis yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelsaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. kursi. Buku ternal dan hasil Ket. Meja. Buku Tri wulan Dumas pengawas agenda hasil pengan BPKP surat ma. Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil peng- Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. 317 .pengolah tugas data laporan hari ternal dan hasil 2. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. ATK. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP. Tanpa adanya analisis hasil pengawasan BPKP sulit diketahui jumlah dan nilai temuan. 2. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.awasan suk BPKP berupa hardcopy dan softcopy 15 TeradminisKasubbag Pelaksana 1. penyebab. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan jenis temuan. Peralatan/Perlengkapan: 1. Keterkaitan: 1. LHAmenit trasikannya BPKP AHP Eks. temuan Peringatan: 1. 2.

BPKP terdislisis hasil tribusikan ke pengastakeholder wasan (Menag. dengan baik. 4. Komputer BPKP PC 3. Mengentry/Mendo wnload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP 5. SIM-HP BPKP 1.Pelaksana NO Aktifitas awasan BPKP 1 2 Dumas 3 pengawas an BPKP 3. Buku agenda surat keluar 15 Analisis hasil 1. Irjen. Hasil Sekretaris.auditan) ngawasan BPKP 3. 2. hasil pe. BPKP Sekjen. analisis para Irwil. 318 .Kabag PHP kan Analisis hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawas an BPKP Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan wulan atas agenda hasil pengsurat awasan masuk BPKP dengan baik 1. Analisis dokumenhasil pengawas tasikan an BPKP. Surat Hasil analisis 1 pengantar hasil penghari distribusi awasan hasil ana. Lemari pengawasan Menit arsip BPKP ter2. Mendokumentasi. Ket. Laporan Terinputnya 1 Tri wulan Analisis hasil hari hasil audit pengawasan 2.

FLOWCHART SOP ANALISIS ATAS LAPORAN HASIL PENGAWASAN BPKP MULAI Mendapatkan data/laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP dari Pusinfowas Mengadministrasikan Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mengentry/Mendownload ke dalam SIM-HP BPKP atas laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan analisis Laporan Tri wulan hasil pengawasan BPKP Mendokumentasi Analisis atas hasil pengawasan BPKP/Laporan triwulan BPKP SELESAI 319 .

SPPD 5. SOP Penyajian Data 3. 3. ATK. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1. 2. Buku agenDumas da surat an BPKP masuk Tindak lanjut 1 hari atas rekomendasi BPKP terhimpun dengan baik 320 . Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas temuan dan saran BPKP. mesin fotocopy 10. SOP Tindak lanjut BPKP 2. Bahan Laporan panitia 8. nilai temuan dan rekomendasi/saran.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pengawasan BPKP menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPKP dengan Inspektorat Jenderal Dep. SK kegiatan 3. Keterkaitan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. TOR kegiatan 2. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Aktifitas Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket. Pelaksana NO 1. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Bahan Arahan Irjen 7.Laptop. 4.printer. Agama maupun auditan. peralatan soundsystem. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. 2. Materi Narasumber 9.pengolah LHA-BPKP ternal dan hasil pengawas 2. Peringatan: 1. Bahan pemutakhiran data BPKP 11. RAB 4. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. Surat undangan 6.

Kabag kan Hasil PHP pemutakhiran data BPKP 1.pengolah 2. 321 . Bahan pemutakhiran 3. Ruang rapat 2. Bukti-bukti penggunaan anggaran. SPPD 1. Surat undangan 2. Program SIM-HP BPKP 1. Berita Acara pemutakhiran 3. Laptop. ATK 4. proyektor. Hasil pemutakhiran data BPKP 2. Surat pengantar pengiriman 3. Aktifitas Menyusun TOR dan SK Kegiatan. 4. Lemari arsip AHP Eks. Tersedia ternal dan hasil anggaran pengawas Dumas an BPKP 1. SK kegiatan. handycam. mesin fotocopy. Kasubbag Pelaksana 1. Berita Acara pemutakhira n data. 3 hari Tersusunnya laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 2 hari Terdistribu sikannya hasil pemutakhiran data BPKP kepada para auditan 2 hari Terdokumen 30 tasi dengan Menit baik hasil pemutakhiran data BPKP. Dokumen ternal dan hasil hasil pemuDumas pengawas takhiran data an BPKP BPKP. Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Menyelenggaraka n pemutakhiran data BPKP Panitia 1 hari 4. printer.Pelaksana NO 2. Buku agenda surat keluar Mutu Baku Output Tersusunnya TOR. 1 hari 3. sound sistem 5.pengolah 2. Panitia 5 Panitia Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP 7 Mendokumentasi. Bahan pemutakhiran 3. dan RAB Surat undangan di buat dan tersampaikan kepada para peserta rapat. Jumlah peserta AHP Eks. RAB 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Terselenggaranya pemutakhiran data BPKP Waktu Ket. Hasil pemutakhiran data BPKP 2.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL AUDIT BPKP MULAI Menghimpun Bahan Pemutakhiran Data BPKP Menyusun TOR dan SK Kegiatan. RAB Membuat undangan pemutakhiran data BPKP antara Inspektorat Jenderal dengan auditan serta BPKP Pusat/perwakilan Mengadakan acara pemutakhiran data BPKP Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Penggandaan dan pendistribusian hasil pemutakhiran data BPKP Pendokumentasian hasil pemutakhiran data BPKP SELESAI 322 .

Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada Kementrian Negara PAN dengan Inspektorat Jenderal Dep. 5. Laptop. 3.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. 2. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut surat pengaduan masyarakat. mesin fotocopy 10. Kabag 1. 2. Agama maupun auditan. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Menghimpun PHP Bahan Pemutakhiran penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 Bukti tindak hari lanjut atas penanganan pengaduan masyarakat 323 . 2.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. 4. Keterkaitan: 1. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. peralatan soundsystem. Bukti tindak lanjut atas penangana n pengaduan masyarakat TP Output Waktu Ket. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Kementrian Negara PAN Peralatan/Perlengkapan: 1. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Peringatan: 1. 7. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. 4. SOP Tindak lanjut Dumas 2. 5. SOP Penyajian Data 3. 6. 2. Pelaksana NO Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku 3 Persyaratan/ Perlengkapan 1. Bahan pemutakhiran data Dumas TP5000 11. 9. printer. Ruang Rapat. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. Mempunyai kemampuan analis Data Dumas TP 5000. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 8.

data ter. SPPD 2 1. Ruang rapat Terseleng hari 2. Buku agenda surat masuk Mutu Baku Output Waktu Ket. dan RAB Surat unda.stakeholder an data Du.TP 5000 riman hasil kepada pemutakhir.hasil pemutakhiran nanganan pengaduan data pemasyarakat nanganan pengaduan TP 5000 2. Panitia 4. prin. Berita Acara retaris. Hasil pemu.Irwil. 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian hasil pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 3 1. Laptop.masyarakat antar pengi. Ke 324 . Sek3. Tersedia anggaran 1. proyek. Hasil rapat Tersusun2 pemutakhi. Bukti-bukti keuangan penggunaan anggaran. Mengadakan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 TP 5000 sebagai bahan pemutakhiran terhimpun dengan baik Tersusun1 nya TOR.penangan tor. hari SK kegiatan. pemutakhir.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan 5000 2. 2. Membuat surat Panitia undangan pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 kepada Kementrian Negara PAN dan peserta. Bahan pemutakhiran 3.(Menag. Buku agenda surat keluar 3.Terdistribuhari sikannya takhiran data pe. Jumlah peserta 2. SK Kegiatan dan RAB Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Surat peng.nya lapohari ran data ran Dumas TP kegiatan 5000 dan 2. Berita Acara pertangpemutakhir.1 ngan dibuat hari dan tersampaikan kepada para peserta. 4.garanya mutakhiran pemutakhiran 3. masyarakat TP sound 5000 sistem 1. Menyusun TOR.gungjawaan ban 3. mesin an pengaduan fotocopy. mas TP 5000 Irjen. Surat undangan 2. ATK 4. handycam. Bahan pe.

7 MendokumentasiKabag kan hasil pemutaPHP khiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Dokumen hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000. mentrian Negara PAN.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan an data. Lemari arsip 2. instansi ter lapor dan instansi terkait lainnya) Terdoku30 mentasikan Menit nya hasil rapat pemutakhiran data penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 dengan baik 325 . Penanganan pengaduan masyarakat TP 5000 Mutu Baku Output Waktu Ket.

DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 KEPADA KEMENTRIAN NEGARA PAN DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP5000 PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 PENDOKUMENTASIAN HASIL PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 SELESAI ARSIP 326 . SK KEGIATAN.FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGHIMPUN BAHAN PEMUTAKHIRAN DATA DUMAS TP 5000 MENYUSUN TOR.

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. Laptop. 3. 2. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. Agama. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. nilai temuan dan rekomendasi/saran. mesin fotocopy 10. 4. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. 3. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 6. Peringatan: 1. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 9. 7. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. 5. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. printer. 2. 8. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. Bahan pemutakhiran data BPK-RI 11. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian pada BPK-RI dengan Inspektorat Jenderal Dep. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. Tanpa adanya pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI. 327 . 6. 4. 7. SOP Penyajian Data 3. soundsystem.

Buku pat. Bahan pe. SK hari pengolah peserta kegiat-an.PHP khiran Data BPKRI 2.BPK-RI terRI RI himpun dengan baik 2. 3. Jumlah nya TOR. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Kabag Menghimpun Bahan Pemuta.paikan kemutakhipada para ran peserta ra3.Kabag kan laporan hasil PHP Kasubbag AHP Eks- Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Waktu Perlengkapan Pelaksana 1. Laptop. ATK 4.Panitia an kegiatan dan pertanggungjawab an keuangan 6 Penggandaan dan Panitia pendistribusian laporan hasil rapat pemutakhiran data BPK-RI 7 Mendokumentasi.Pelaksana NO 1. Bukti 1 Tindak lanjut tindak pengolah atas reko. PHP RAB Membuat undang. Hasil Terdistribu2 rapat sikannya hari pemutahasil rapat khiran pemutakhirdata BPK. 2.jawaban RI keuangan 2. agen-da surat keluar 3 Terseleng1. 4. Hasil Tersusunnya hari rapat laporan pemutakegiatan dan khiran pertanggungdata BPK.2. Menyusun TOR Kabag dan SK Kegiatan. Bahan pe.Panitia an pemutakhiran data BPK-RI kepada BPK-RI dan peserta Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3. mesin fotocopy. 328 . Pelaksana 1.an data BPKRI RI kepada 2. handycam. LHP BPK. Bukti-bukti penggunaan anggaran. Sekretaris. proyektor. Surat Surat unda1 undangan dibuat hari ngan dan tersam2. Mengadakan rapat Panitia pemutakhiran data BPK-RI 5 Penyusunan lapor. Lemari Terdoku15 pengolah arsip mentasi Menit Ket. Surat para auditan. sound sistem 2 1. Buku agenda surat masuk Tersusun1 Pelaksana 1. SPPD 1. pengantar Irwil. printer.rapat pemutakhiran data muBPK-RI takhiran 3. Ruang hari garanya rapat.hari lanjut atas mendasi LHP BPKLHP-BPK. Tersedia anggaran dan RAB RI 1.

Pelaksana Ket. 329 .2. RI. Dokumen dengan baik rapat Dumas RI hasil rapat hasil pemutakhirpemutaan data BPKkhiran data BPK.NO Aktifitas rapat pemutakhiran data BPK-RI 1 Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan ternal dan LHP BPK.RI.

FLOWCHART SOP PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR. SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITOR BPK DAN PESERTA MENGADAKAN ACARA RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN LAPORAN HASIL RAPAT PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI SELESAI ARSIP 330 .

Buku eksnon TP pedisi 5000 surat masuk Pelaksana 1. Keterkaitan: 1. ATK.1 hari nya telaahan terhadap surat Dumas yang 331 . Lemari arsip 2. Surat pengaduan masyarakat 3. Penelaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Persyaratan/ 3 Perlengkapan Pelaksana 1. 2. Surat Dupengolah mas non Surat DuTP 5000 mas Non 2. 2. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. Surat Dumas pengolah non TP Surat 5000 Dumas 2. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas Non TP 5000. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi. Peraturan Menteri PAN Nomor Per/05/M. kursi. 3. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana NO 1. Komputer TP 5000 PC 15 Teradministrasikan menit nya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusun. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1. Laptop/Komputer PC.PAN/ 4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Peralatan/Perlengkapan: 1.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Mengadministra Kabag PHP sikan surat pengaduan masyarakat melalui Non TP 5000 2. Aktifitas 1 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Mutu Baku Output Waktu Ket. kolusi serta Nepotisme (KKN). 4. 2. 3. Meja. 2. Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M. Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengandung kadar pengawasan.

Kabag PHP sikan surat Dumas.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan Mutu Baku Output berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan Terdokumentasikannya surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Terpenuhin ya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Terkirimnya surat klarifikasi dumas kepada pimpinan satker terlapor Terinputnya surat dumas non TP 5000. Hasil telaahan surat Dumas 3. Mengusulkan Kabag audit khusus ter. Surat Dumas yang tidak berkadar pengawasan 2. Surat Dumas non TP 5000 2. Surat klarifikasi 3. Buku ekspedisi surat keluar 1. Buku ekspedisi surat keluar 1. Lemari arsip 2. Komputer 5-7 hari 2 jam 6 Pelaksana pengolah surat Dumas Non TP 5000 Subbag Tata Usaha 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Surat klarifikasi 3. surat Kasubbag AHP Eksternal dan Pelaksana pengolah surat Du- 1. Hasil telaahan surat Dumas 3. Telaahan usulan Riksus 15 menit 30 menit 8 Mendokumenta. Surat Du- 15 Menit 332 . Surat Dumas non TP 5000 2. 3. Surat Dumas non TP 5000 2.PHP hadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker terlapor yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry surat pengaduan masyarakat ke SIM dumas Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP5000 5 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. surat klarifikasi dan telaahan usulan Riksus kedalam SIM HP dumas Terdokume ntasikannya surat Waktu Ket. Surat tugas Riksus 4. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Pelaksana pengolah Surat Dumas Non TP 5000 1. Surat dumas non TP 5000 2. Lemari arsip 15 menit 4.

surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus. 333 . Waktu Ket. surat klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus dengan baik.Pelaksana NO Aktifitas klarifikasi dan telaahan usulan audit khusus 1 2 Dumas 3 mas Non TP 5000 Persyaratan/ Perlengkapan mas. Mutu Baku Output dumas non TP 5000.

surat klarifikasi.FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan surat pengaduan masyarakat Non TP 5000 Penelahaan Surat dumas non TP 5000 Mendokumentasikan surat dumas non TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan Audit Khusus Terhadap Surat Dumas non TP 5000 yang Berkadar Pengawasan Membuat surat klarifikasi terhadap surat Dumas non TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan satker yang punya kewenanganan menindaklanjuti Mengentry dalam SIM-HP Dumas Mendokumentasi Surat Dumas non TP 5000. telaahan usulan Riksus dan surat tugas Riksus SELESAI 334 .

kolusi serta Nepotisme (KKN).pengolah Dumas 2. 2. 2. Surat pengaduan masyarakat 3. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. 5. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Teradministrasikannya surat pengaduan masyarakat dengan baik Tersusunnya telaahan terhadap Waktu 15 menit Ket. 4.pengolah Dumas ternal dan Surat 2. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: Mempunyai kemampuan analis Penanganan Dumas TP 5000. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan menghambat terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas korupsi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif menghambat terciptanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintah dalam penanganan pengaduan masyarakat. Pelaksana NO 1. kursi. ATK. Laptop/Komputer PC. 3. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: 1.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Buku ternal dan Surat agenda Dumas Dumas surat masuk Kasubbag Pelaksana 1. Komputer 1 hari 335 . Pencatatan terhadap surat pengaduan masyarakat yang berkadar pengawasan dan tidak mengadung kadar pengawasan. Tanpa adanya penanganan pengaduan masyarakat yang baik serta efektif akan mengurangi peran masyarakat sebagai kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. 2. Pencatatan terhadap surat klarifikasi dan surat pengaduan masyarakat yang dilakukan audit khusus Peringatan: 1. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 2. Peralatan/Perlengkapan: 1. Surat AHP Eks. Meja. Surat AHP Eks. Lemari arsip 2. 4. MengadminisKabag trasikan surat PHP pengaduan masyarakat melalui TP 5000 Penelahaan surat pengaduan masyarakat Kabag PHP 2. Keterkaitan: 1. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. 3.

Surat Dumas. dan telaahan audit khusus. telaahan usulan audit khusus. Surat DuTerdokumen 15 mas yang tasikannya menit tidak bersurat Dumas kadar peng. Hasil telaahan surat Dumas 3. Surat Dumas 2. Komputer PC 1. surat klarifikasi.dung kadar sip pengawasan 1. Lemari ar. Tindak lanjut atas Dumas TP 5000 2.Pelaksana NO Aktifitas melalui TP 5000 1 2 Dumas 3 Dumas 3. 4. surat klarifikasi. Surat Dumas 2. 336 . surat klarifikasi.Kabag PHP sikan surat pengaduan Masyarakat TP 5000. Buku agenda surat keluar 1. Surat tugas Riksus 4. Buku agenda keluar 1. Terkirimnya surat klarifikasi kepada pimpinan Satker terlapor 1 jam 7 Pelaksana pengolah Surat Dumas 8 Mendokumenta. Surat Dumas 2.15 Menit tasi surat Dumas. Surat klarifikasi 3. Komputer Terpenuhinya usul audit khusus terhadap hasil telaahan surat Dumas 5-7 hari Ket. Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 5 Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Tersusunnya surat klarifkasi terhadap surat Dumas 2 jam 6 Pelaksana pengolah Surat Dumas Subbag Tata Usaha 1. Mendokumentasikan surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang tidak berkadar pengawasan Mengusulkan audit khusus terhadap terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan kepada Inspektur Jenderal Membuat surat klarifikasi terhadap surat pengaduan masyarakat TP 5000 yang berkadar pengawasan Mengirim surat klarifikasi kepada pimpinan Satker yang punya kewenangan menindaklanjuti Membuat rekapitulasi atas penanganan Dumas TP 5000 Pelaksana pengolah surat Dumas Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan PC surat Dumas yang berkadar pengawasan dan tidak berkadar pengawasan 1. dan telaahan usulan audit khusus Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas 3 Tersusunjam nya rekapitulasi penanganan Dumas TP 5000 Terdokumen.yang tidak awasan mengan2. Lemari arsip 2. Hasil telaahan surat Dumas 3.

FLOWCHART SOP PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN SURAT PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 PENELAHAAN SURAT DUMAS TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN SURAT DUMAS TP 5000 YANG TIDAK BERKADAR PENGAWASAN MENGUSULKAN AUDIT KHUSUS TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MEMBUAT SURAT KLARIFIKASI TERHADAP SURAT DUMAS TP 5000 YANG BERKADAR PENGAWASAN MENGIRIM SURAT KLARIFIKASI KEPADA SATKER YANG PUNYA KEWENANGANAN MENINDAKLANJUTI MENGENTRY KE DALAM SIM-HP DUMAS MEMBUAT REKAPITULASI ATAS PENANGANAN DUMAS TP 5000 ARSIP SIMDUMAS MENDOKUMENTASIKAN SELESAI 337 .

338 . 7. Keterkaitan: 1. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Ruang Rapat Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 2. TOR kegiatan SK kegiatan RAB SPPD Surat undangan Bahan Arahan Irjen Bahan Laporan panitia Materi Nara sumber ATK. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. 5. 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. 6. 9. mesin fotocopy 10. Peringatan: 1. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 2. Agama. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawas-an di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidakjelasan status penyelesaian tindak lanjut atas saran BPK-RI. 5. printer. Tanpa adanya pra pemutakhiran data hasil pemeriksaan BPK-RI menyebabkan ketidaksinkronan data penyelesaian di auditan dengan Inspektorat Jenderal Dep. 6. 3. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Laptop. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI. SOP Tindak lanjut BPK-RI 2. Bahan pra pemutakhiran data BPK-RI 11. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. SOP Penyajian Data 3. 2. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 7. soundsystem. 8. 3.

laporan kekhiran data giatan dan pertanggungBPK-RI 2. Menghimpun Bahan Rapat Pra Pemutakhiran Data BPK-RI 2. Tersedia anggaran RAB 1 1. Buku agenda surat masuk 1 Tersusunnya 1. Surat pe. SPPD 2 1. SK kepeserta giatan. proyektor. mesin fotocopy. dan instansi terkait) Ket.Surat undahari ngan dibuat dangan dan tersam2.der (Irjen. prin ter. Mengadakan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia 5 Penyusunan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan Panitia 6 Penggandaan dan pendistribusian laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPK-RI Panitia Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Tindak lanjut 1. pra pemutak hiran 4. Ruang rapat Terselengga3 2. Laptop.BPK-RI kepada stakeholngantar 3. Bukti hari atas rekotindak mendasi lanjut BPK-RI teratas himpun LHPdengan baik BPK-RI 2.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah LHP BPKRI 1. Bahan pra ranya rapat hari pemutakhi.an hasil rapat ran data pra pemutakhiran data BPK-RI 2. Laporan ha. Buku ekspe. Sekretaris.hari pemutakhi. Membuat surat undangan rapat pra pemutakhiran data BPK-RI kepada auditan dan peserta rapat Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Panitia 4. disi keluar.Terdistribusisil rapat pra kannya lapor. Irwil. dan 2. Buku agenda surat keluar 1. Bahan peserta rapat. Surat un. auditan.pra pemutaran khiran data 3. Nota paikan kepa Dinas da para 3. 3. peralatan sound sis tem 2 1. 339 . handycam. Hasil rapat Tersusunnya hari pra pemuta. Bukti-bukti jawaban penggunaan keuangan anggaran. Jumlah hari TOR. Menyusun TOR dan SK Kegiatan. RAB 3. ATK BPK-RI 4.

Lemari arsip Terdokumen30 tasikannya AHP Eks.NO 7 Aktifitas Mendokumentasikan Laporan hasil rapat pra pemutakhiran data BPKRI 1 Kabag PHP Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Dokumen Menit hasil rapat laporan hasil ternal dan LHP BPKRI Dumas pra pemuta rapat pra pemutakhiran data khiran data BPK-RI dengan BPK-RI. baik Pelaksana Ket. 340 .pengolah 2.

SK KEGIATAN DAN RAB MEMBUAT SURAT UNDANGAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI KEPADA AUDITAN DAN PESERTA RAPAT MENGADAKAN ACARA RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENYUSUNAN LAPORAN KEGIATAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI PENDOKUMENTASIAN HASIL RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI ARSIP SELESAI 341 .FLOWCHART SOP PRA PEMUTAKHIRAN DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGHIMPUN BAHAN RAPAT PRA PEMUTAKHIRAN DATA BPK-RI MENYUSUN TOR.

4. nilai temuan dan rekomendasi/saran. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. 3. Bukti tinAHP Eks. 5. Persyaratan/ 1 2 3 Perlengkapan Kabag PHP Kasubbag Pelaksana 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas rekomendasi BPK-RI. 2. Komputer PC 3. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPK-RI Peralatan/Perlengkapan: 1. UU Nomor 15 tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPK-RI SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. 2. Keterkaitan: 1. 2. Aktifitas Mengadministrasikan Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Mutu Baku Output Waktu Ket. Peringatan: 1. 3.pengolah dak lanjut ternal dan LHP BPKatas LHPDumas RI BPK-RI Tindak 15 lanjut atas Menit rekomenda si BPK-RI 342 . PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 4. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. Bukti tindak lanjut atas saran BPK-RI Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. penyebab. ATK 2. 6.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI Dasar Hukum: 1. Tanpa adanya laporan hasil analisis tindak lanjut LHP BPK-RI sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan. 7. Pelaksana NO 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. akibat serta rekomendasi. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI.

Mendokumentasikan Laporan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHP BPK-RI Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 2. Komputer nya laporan hasil PC 3.hasil analisil analisis sis tindak tindak lanjut lanjut atas atas LHP LHP-BPKRI terdokuBPK-RI. Laporan hasil Sekjen.tindak lanjut atas reRI komendasi BPK-RI 1. Mendistribusikan Kabag Laporan hasil ana. Bukti tin. auditatas LHP an dan BPK-RI 3.PHP lisis tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 4.Terinputdak lanjut nya tindak atas LHP lanjut dan tersusunBPK-RI 2. Buku ageninstansi terkait lainnya) da surat ke luar 1. Surat peng. Lemari arsip Laporan 2. Form ana. Waktu Ket. Sekanalisis tindak lanjut retaris.analisis lisis BPK. Laporan ha. Menganalisis bukti Kabag PHP tindak lanjut atas LHP BPK-RI Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah LHP BPKRI 3.Pelaksana NO Aktifitas 1 2 3 2. mentasi dengan baik. 1 hari 1 hari 15 Menit 343 .teradminisda surat trasikan dengan masuk baik 1. para Irwil.Hasil analisis LHP antar distriBPK-RI ter busi hasil distribusianalisis tinkan ke dak lanjut atas LHP stakeholder (Menag. Buku agen. BPK-RI 2. Irjen.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL PEMERIKSAAN BPK-RI MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENGANALISIS BUKTI TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI MENDISTRIBUSIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP BPK-RI MENDOKUMENTASIKAN LAPORAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS LHP-BPK-RI SELESAI 344 .

2. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket. 3. 2. Bukti tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPKP 3. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP sulit diketahui penyelesaian atas jumlah dan nilai temuan. Laptop/Komputer PC. Program SIM-HP BPKP Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan. 2. ATK. Mempunyai kemampuan analis Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP. 4. Keterkaitan: 1. penyebab. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut BPKP SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. akibat serta rekomendasi. Mengadminis.pengolah tindak ternal dan hasil pelanjut atas Dumas ngawasan hasil pengBPKP awasan BPKP 2. 3. Buku agenda surat masuk Tindak lanjut 15 Menit atas rekomendasi BPKP teradministrasikan dengan baik 345 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/156/2006 tentang Tata Cara Pelayanan Administrasi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Bukti AHP Eks. KMA Nomor 581 tahun 2006 tentang Penetapan Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. lemari arsip 2. nilai temuan dan rekomendasi/saran. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan BPKP Peralatan/Perlengkapan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP Dasar Hukum: 1.Kabag trasikan Tindak PHP Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Meja. 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/155/2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. kursi. Pelaksana NO 1. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP menyebabkan penyelesaian rekomendasi tidak terdokumentasi dengan baik. 4. 3. Peringatan: 1. Tanpa adanya hasil analisis tindak lanjut LHA BPKP yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas temuan dan rekomendasi BPKP. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/154/2006 tentang Prosedur dan Mekanisme Kerja Koordinator Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.

para Irwil. Hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 3. Sekjen. Buku agenda surat keluar 1. Irjen. Sekretaris. Program SIM-HP BPKP 1.Kabag kan/melakukan PHP konfirmasi hasil analisis tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 5. 3. Mutu Baku Output Teranalisisnya berkas tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Waktu 1 hari Ket.Pelaksana NO 2. Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA BPKP. Pusinfowas BPKP. Komputer PC 3. auditan) Hasil analisis tindak lanjut atas LHABPKP terdokumentasi dengan baik. SIM-HP BPKP 1. 1 hari 15 Menit 346 . Mendokumentasikan Analisis Tindak Lanjut hasil pengawasan BPKP Kabag PHP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Terinput-nya Analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP Hasil analisis tindak lanjut hasil pengawasan BPKP terdistribusikan ke stakeholder (Menag. Berkas tindak lanjut 2. Bukti tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP 2. Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP 4. Lemari arsip 2. Surat pengantar distribusi hasil analisis tindak lanjut atas LHA BPKP 2. Mendistribusi. Aktifitas Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP 1 Kabag PHP 2 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas 3 Pelaksana pengolah hasil pengawasan BPKP Persyaratan/ Perlengkapan 1. Komputer PC/ laptop 3.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS HASIL AUDIT BPKP MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut Atas hasil pengawasan BPKP Menganalisis Tindak Lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mengentry tindak lanjut atas hasil pengawasan BPKP Mendistribusikan/melakukan Konfirmasi Hasil Analisis Tindak lanjut atas LHA BPKP Mendokumentasikan Hasil Analisis Tindak Lanjut atas LHA-BPKP SELESAI 347 .

3. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. 2. lemari arsip 2. 3. Peringatan: 1. 2. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. Buku ekspedisi surat masuk Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. Bukti tindak lanjut atas AHP Eks. 3. kursi. SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Tindak lanjut Dumas SOP Penyajian Data SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Program SIM-HP 2. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas Non TP 5000. 4. 2. Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. Pelaksana NO 1. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000. Peraturan Menteri PAN No: Per/05/M. Aktifitas Mengadministrasikan tindak lanjut jawaban/ hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 1 Kabag PHP Mutu Baku Output Waktu Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TP 5000 Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Peralatan/Perlengkapan: 1. Bukti tindak lanjut atas pengolah Dumas Non Surat TP 5000 Dumas 2. ATK. Meja. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. 2. Menganalisis tindak Kabag lanjut jawaban/hasil PHP klarifikasi atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 15 Tindak lanjut atas Menit Dumas Non TP 5000 teradministra sikan dengan baik 1 Hasil analisis tindak hari lanjut atas Dumas Non TP 5000 348 . Keputusan Menteri PAN Nomor Kep/118M.PAN/4/ 2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Komputer PC/latop 3. Laptop/Komputer PC.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat Non TP 5000 3. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pihak terkait. Keterkaitan: 1.pengolah Dumas Non ternal dan Surat TP 5000 Dumas Dumas 2.

dll Tersusunn ya rekapitulasi penyelesaian atas Dumas Non TP 5000 Terdokum entasikannya penyelesaian tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 Waktu Ket. Surat jawaban pengolah Itjen atas hasil Surat tindak lanjut Dumas Dumas Non TP 5000 2.pengolah Non TP 5000 ternal dan Surat 2. Lemari arsip 2. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1 jam 6.Pelaksana NO Aktifitas 1 Kabag PHP Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Dumas Kasubbag Pelaksana 1. Membuat surat Kabag jawaban ke Instansi PHP terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana 1. Hasil tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 20 Menit 349 . KPK. Tindak lanjut atas Dumas Non TP 5000 2. Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas 4. Tindak lanjut atas Dumas AHP Eks. Komputer PC Mutu Baku Output Terinputnya hasil tindak lanjut atas penyelesaian Dumas Non TP 5000 terentry dengan baik Tersusun dan terkirimnya surat jawaban Itjen ke BKN. Komputer PC 1 jam 5. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 1. Program SIMDumas Dumas HP Dumas 3. 1 hari 3. Buku ekspedisi surat keluar 1.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT NON TROMOL POS 5000 MULAI Mengadministrasikan Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Menganalisis Tindak Lanjut jawaban atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mengentry tindak lanjut ke SIM-HP Dumas Membuat surat jawaban ke Instansi terkait atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat Non TP 5000 Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Non TP 5000 SELESAI 350 .

Peralatan/Perlengkapan: 1. Mempunyai kemampuan berkoordinasi dengan Pimpinan terkait. PMA Nomor 101 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Kabag Menganalisis tindak PHP lanjut jawaban/hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan Kasubbag Pelaksana 1. 3. Keterkaitan: 1. Meja. Program SIM-HP Dumas Pencatatan dan Pendataan: Pencatatan penyelesaian tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000.Menit nya tindak lanjut atas Dumas TP 5000 dengan baik 1 Teranalihari sisnya hasil tindak lanjut atas 351 . 2. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. lemari arsip 2. Bukti tindak AHP Eks. 2. SOP Penyajian Data 4. Peringatan: 1. 5. Aktifitas 1 Mutu Baku Output Waktu Ket.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 Dasar Hukum: 1. ATK. SOP Tindak lanjut Dumas 3. kursi. 2. Mengadministrasikan Kabag tindak lanjut jawaban/ PHP hasil klarifikasi atas pengaduan masyarakat TP 5000 2.pengolah tindak ternal dan Surat lanjut atas Dumas Dumas Dumas TP 5000 15 Teradmini strasikan. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/05/M. 3. KMA Nomor 256 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama. Mempunyai kemampuan analis Tindak Lanjut Dumas TP 5000.pengolah lanjut atas ternal dan Surat Dumas TP Dumas Dumas 5000 2. Pelaksana NO 1. Bukti tindak lanjut atas jawaban pengaduan masyarakat TP 5000 3. Buku agenda surat masuk Kasubbag Pelaksana 1. Tanpa adanya analisis tindak lanjut sulit diketahui penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000.PAN/4/2009 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah. SOP Statistik Haswas Kualifikasi Pelaksana: 1. Bukti AHP Eks. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/118M. Tanpa adanya analisis tindak lanjut menyebabkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 tidak terdokumentasi dengan baik. 4. SOP Pembuatan Surat Dinas 2. Laptop/Komputer PC. Tanpa adanya analisis tindak lanjut yang akurat akan menyulitkan penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000.PAN/8/2004 tentang Pedoman Umum Penanganan Pengaduan Masyarakat bagi Instansi Pemerintah.

Surat Tersusun 1 jawaban dan terjam Itjen atas kirimnya hasil tindak surat lanjut jawaban Dumas TP Itjen ke 5000 Menteri 2. Buku Negara agenda PAN surat keluar 1 Tersusun 1.Menit arsip 2. Komputer an atas Dumas TP PC 5000 20 Terdoku 1. Hasil tindak kannya lanjut atas penyeles Dumas TP aian tindak lan5000 jut atas Dumas TP 5000 352 . Mengentry tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 ke SIM-HP Dumas Kabag PHP 4. Tindak lanAHP Eks. Tindak jam lanjut atas rekapituDumas Tp lasi penyelesai5000 2. Membuat surat jawaban ke Menteri Negara PAN atas hasil penyelesaian pengaduan masyarakat TP 5000 Kabag PHP 5. Program SIM-HP Dumas 3. Program SIM-HP Dumas Kasubbag Pelaksana 1. 3. Komputer PC Kasubbag AHP Eksternal dan Dumas Pelaksana pengolah Surat Dumas Mutu Baku Output Dumas TP 5000 Waktu Ket. Mendokumentasi hasil analisis tindak lanjut atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas Terinput1 nya hasil hari tindak lanjut atas penyelesai an Dumas TP 5000 terentry dengan baik 1. Membuat rekapitulasi penyelesaian atas pengaduan masyarakat TP 5000 Pelaksana pengolah Surat Dumas 6. Komputer PC/latop 3. Lemari mentasi.pengolah jut atas duternal dan Surat mas TP Dumas Dumas 5000 2.Pelaksana NO Aktifitas 1 Persyaratan/ 2 3 Perlengkapan 2.

FLOWCHART SOP ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TROMOL POS 5000 MULAI MENGADMINISTRASIKAN TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENGENTRY TINDAK LANJUT SURAT DUMAS TP5000 KE SIM-HP DUMAS MEMBUAT SURAT JAWABAN KE MENTERI NEGARA PAN ATAS HASIL PENYELESAIAN PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MEMBUAT REKAPITULASI PENYELESAIAN ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 MENDOKUMENTASIKAN HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT ATAS PENGADUAN MASYARAKAT TP 5000 ARSIP SELESAI 353 .

4. 8. SOP Penyusunan Naskah Pidato Pimpinan SOP Entry Data LHA SOP Laporan Triwulan SOP Monev Laporan LHA SOP Pengadministrasian LHA SOP Penyajian Dataf SOP Profil Haswas SOP Statistik Haswas 354 . 2. 3. 6.Lampiran 9  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG DATA DAN INFORMASI HASWAS 1. 7. 5.

KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Jika data dan informasi belum memadai akan mengakibatkan informasi yang disampaikan kurang sempurna.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN Dasar Hukum: 1. SOP Penyusunan Buku Pidato Irjen. Keterkaitan: 1. Menyusun Kasubbag draft naskah Data dan Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 30 Diterimanya Surat permodisposisi dari menit honan materi pimpinan tendan disposisi tang rencana pimpinan penyajian materi 1 Bahan /data Terinventarihari sirnya bahan naskah Ket Draft naskah Tersusunnya draft naskah 1 hari 355 . Kabag PHP 2. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SOP Pembukaan Kegiatan. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Printer. Menyiapkan bahan naskah Kasubbag Data dan Info 3. 6. ATK. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Fungsi. 5. Kasubbag Data dan Informasi 3. Pelaksana No 1. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Menyusun skema sistematis atau outline naskah c. Kolusi dan Nepotisme. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Tugas. 8. Menarasikan data berdasarkan outline menjadi naskah d. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. USB Pencatatan dan Pendataan: Lembar disposisi. 2. buku ekspedisi surat keluar 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. buku kendali surat masuk. Jika materi naskah tidak sesuai dengan tema akan mengakibatkan kesalahan informasi yang disampaikan tidak tepat sasaran. Peringatan: 1. Mengoperasikan komputer dengan baik Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Aktivitas 1 2 Kasubbag Data dan Info 3 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi -Sekretaris Menerima disposisi dari -Kabag PHP pimpinan Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Mencari data yang dibutuhkan berdasarkan tema naskah b. 2. 7.

Pelaksana No Aktivitas Info 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

6.

7.

Subbag Data dan Informasi Kasubbag Mengkoreksi Pengolah data pada Data dan draft awal naskah oleh Subbag Da- Info ta dan Info atasan Mengkoreksi Kabag PHP Sekretaris draft final naskah oleh atasan Kasubag Pengolah Membuat dan mence- data pada Data dan Info Subbag tak materi Data dan penyajian Info (power point) berdasarkan naskah Kabag PHP Sekretaris Menyerahkan hasil penyusunan naskah dan bahan tayangan

Kabag PHP

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Draft naskah

Terkoreksinya draft naskah

2 jam

Naskah net

Tersajinya bahan penyajian/ tayangan naskah

2 jam

Inspektur Jenderal

Naskah dan bahan tayangan

Bahan penya- 15 menit jian naskah pimpinan

356

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN NASKAH PIMPINAN

MULAI

Penerimaan disposisi pimpinan

Penyiapan Bahan

Penyusunan Draft

Koreksi Ya Draft Naskah

Perbaikan Draft Naskah

Tidak Penyusunan tayangan pencetakan naskah

Penyerahan hasil naskah

SELESAI

357

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP ENTRY DATA SIMHP
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama; 7. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama; Keterkaitan: 1. SOP Penatausahaan LHA 2. SOP Analisis LHA/STL Khusus 3. SOP Penatausahaan Penyelesaian Hasil Audit Peringatan: 1. Jika analisis LHA belum dikirim ke subbag Data dan Info dalam waktu 3 hari per LHA/STL setelah tanggal penerimaan akan memperlambat proses pengentrian. 2. Jika hasil analisis tidak segera dientry mengakibatkan penyajian data tidak aktual. Pelaksana No 1. Aktivitas Menerima hasil analisis LHA 1 Penganalisis pada Subbag AHP Internal Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info 2 Pengolah data pada Subbag data dan info 3 Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. Memahami aplikasi SIMHP 2. Mampu mengoperasikan aplikasi SIMHP 3. Telah mengikuti pelatihan aplikasi SIMHP

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, lemari arsip, ATK, Buku kendali, buku petunjuk pengoperasian SIMHP, buku kodefikasi Pencatatan dan Pendataan: 1. Hasil analisis 2. Rekap data SIMHP

2.

Mengadministrasikan hasil analisis LHA ke dalam buku kendali 3. Menginput hasil analisis ke dalam aplikasi SIMHP sesuai

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 1. Hasil Analisis Terhimpunmenit nya data 2. LHA hasil analisis dan LHA 15 Teradminis1. LHA menit trasikannya 2. Buku hasil analisis kendali dan LHA

Ket

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

1. Hasil analisis Terinputnya 2. Aplikasi SIM- hasil analisis pada aplikasi HP SIMHP

1 hari

358

Pelaksana No Aktivitas prosedur baku entry data Mengendalikan entry data Mengkonfirmasikan data yang kurang jelas Mengembalikan analisis LHA yang telah dientry 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan

Waktu

Ket

4.

5.

Kasubbag Data dan Info Tim Audit

Kabag PHP

Aplikasi SIM HP Tim entry SIMHP LHA

Kasubbag Data dan Info Penganalisis pada Subbag AHP Internal

6.

Tim entry SIMHP pada Subbag data dan info

Hasil analisis

Terciptanya 1 pengendalihari an entry data Terciptanya 1 data entry hari yang valid & akuntabel 30 Terkirimnya hasil analisis menit LHA ke Subbag AHP Internal

359

FLOWCHART SOP ENTRY DATA SIMHP

MULAI

Penerimaan Hasil Analisis LHA

Pengadministrasian Hasil Analisis

SELESAI

Pengembalian Hasil Analisis

Entry Data Hasil Analisis

Pengendalian Entry Data

Konfirmasi Permasalahan Data ya

tidak

Kasubbag AHP Internal

Auditor

360

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP LAPORAN TRI WULAN HASIL PENGAWASAN
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. SOP Pelaksanaan PKAT SOP Riksus SOP Sidang DPSTL SOP Analisis BPK-RI, BPKP, dan Dumas SOP Penyajian Data SOP Pengadministrasian LHA Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data hasil kinerja pengawasan; b. Mengolah data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI, dan Dumas; c. Mengolah data pendukung pengawasan (perencanaan, keuangan, SDM, Kepegawaian, Tata Usaha)

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, printer, ATK, USB

Peringatan: 1. Agar masing-masing subbagian menyerahkan data ke subbagian Data dan Informasi Hawas paling lambat 7 hari setelah berakhirnya triwulan ybs. 2. Keterlambatan penyerahan data akan mengakibatkan terlambatnya penerbitan laporan triwulan. Pelaksana No 1. Aktivitas Mengumpulkan data dari bagian terkait 1 Kasubbag Data dan Info 2 1.Bag I 2.Bag II 3.BagIV 4.Irwil 3

Pencatatan dan Pendataan: Rekap data hasil pengawasan Itjen, BPKP, BPK-RI dan Dumas Kegiatan kesekretariatan Kegiatan Pimpinan Perkembangan SDM

Pengolah data pada subbag Data dan Informasi

2.

Mengolah data

Pengolah data pada

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Terkumpulnya 1. Surat hari permintaan data: - Realisasi 2. Instrumen PKPT 3. Telepon - Realisasi Non PKPT - Kepegawaian - Keuangan - Data hasil pengawasan Data dari Sub- Terolahnya 5 Sub Bagian data untuk hari

Ket

361

Pelaksana No Aktivitas 1 2 3

3.

4.

5.

6.

7.

8.

subbag Data dan Informasi Menyusun Pengolah draft naskah data pada laporan subbag Data dan Informasi MenyerahPengolah kan draft data pada naskah subbag laporan Data dan Informasi Mengoreksi 1.Kasubbag draft naskah di Bagian laporan PHP 2.Kasubbag TU Irwil 3.Kasubbag Evalap Memperbaiki Pengolah draft naskah data pada subbag yang telah Data dan dikoreksi Informasi Pengolah Mencetak draft naskah data pada final laporan subbag Data dan Informasi MenandataKabag PHP ngani naskah laporan Menggandakan laporan Rekanan percetakan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan draft naskah yang telah terkumpul, komputer Data dari Sub- Tersusunnya 3 sub bagian, draft naskah hari komputer laporan

Ket

Kasubbag Data dan Info

Kabag PHP

Draft naskah yang telah selesai dibuat

Diterimanya draft naskah laporan

20 menit

Kabag PHP

Sekretaris

Draft naskah laporan yang telah selesai dibuat

Terkoreksinya draft naskah laporan

2 hari

Draft naskah hasil koreksi

Terselesaikannya naskah laporan Tercetaknya draft naskah final laporan

1 hari

Draft naskah final laporan

1 jam

Sekretaris

Naskah final laporan

9.

Laporan yang telah ditandatangani 1. Laporan 2. Surat pengantar 3. Buku ekspedisi

10. Mendistribu- Pengolah sikan laporan data pada subbag Data dan Informasi

Ditandatanganinya naskah laporan Terealisasinya penggandaan laporan Terdistribusikannya laporan kepada pihak-pihak terkait

2 jam

2 hari

1 hari

362

FLOWCHART SOP LAPORAN TRIWULAN HASIL PENGAWASAN

MULAI

Pengumpulan Data

Pengolahan data

Penyusunan Draft Laporan

Koreksi Laporan

Tidak

Cetak Laporan

Penggandaan Laporan

Ya Perbaikan Draft Naskah Laporan Pendistribusian Laporan

SELESAI

363

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP MONITORING PENERBITAN LHA
Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan; 3. KMA Nomor 369 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 371 Tahun 2002 tentang Penye-lenggaraan Ibadah Haji dan Umrah; 4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama; 5. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama; 6. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/36/2002 Tentang Petunjuk Teknis Pelaporan di Lingkungan Departemen Agama. Keterkaitan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT; 2. SOP Pelaksanaan Riksus; 3. SOP Pengadministrasian LHA. Peringatan: Jika laporan monev penerbitan LHA tidak disusun mengakibatkan sulitnya membandingkan antara realisasi audit dengan realisasi penerbitan LHA Pelaksana No Aktivitas 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Info Pengolah data pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Perencanaan dan Program 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kabag PHP; 2. Kasubbag Data dan Informasi; 3. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang memiliki kemampuan: a. Menghimpun data penerbitan LHA; b. Mengkonfirmasikan data penerbitan LHA yang belum terbit kepada Subag TU Inspektur Wilayah; c. Mengolah dan menyajikan data penerbitan LHA; d. Mengoperasikan komputer.

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer, Printer, ATK

Pencatatan dan Pendataan: Realisasi PKAT per bulan; buku kendali LHA; Rekap RKAT per bulan

1. Menghimpun data auditan yang tercantum dalam RKAT perbulan 2. Menghimpun data realisasi PKAT bulan lalu 3. Menghimpun data realisasi penerbitan LHA 4. Mencatat dan menginput data auditan

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Data RKAT TerkumpulJam nya data auditan RKAT per bulan Data realisasi PKAT Terkumpulnya data realisasi PKAT Terhimpunnya data LHA terbit 1 Jam

Ket

Pelaksana pada Subbag Evalap

Para Kasubbag TU Irwil

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Data realisasi penerbitan LHA

1 Jam

Pengolah data pada Subbag

Data RKAT, Data realisasi PKAT,

Tercatat dan terinputnya data RKAT

2 jam

364

No

Aktivitas

1

Data dan yang tercanInfo tum dalam RKAT dan realisasi PKAT

5.

Membandingkan data realisasi PKAT yang telah diinput dengan realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

6.

Mengkoreksi rekap data monitoring realisasi penerbitan LHA

Kasubbag Data dan Info

7.

Mencetak data monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

8.

Menyampaikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Waktu Perlengkapan komputer , dan data Buku Kendali realisasi PKAT dalam buku kendali dan komputer -LHA Tersinkro1 -Buku Kendali nisasinya jam -Data realisasi data -PKAT realisasi PKAT dengan realisasi penerbitan LHA Kasubbag Pengolah Rekap data Terkoreksi1 TU Irwil data pada LHA terbit di nya rekap jam Subbag sekretariat, data Data dan rekap data monitoring Info LHA terbit di realisasi Irwil penerbitan LHA 1 TercetakRekap data Jam nya rekap monitoring data realisasi monitoring penerbitan realisasi LHA penerbitan LHA 30 Kasubbag Kabag PHP Rekap data Tersampaimenit Data dan Info monitoring kannya data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA kepada Sekretaris Terdokumentasikannya rekap data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA 15 menit

Pelaksana

Ket

9.

Mendokumentasikan data hasil monitoring realisasi penerbitan LHA

Pengolah data pada Subbag Data dan Info

365

FLOWCHART SOP MONITORING PENERBITAN LHA

MULAI

Penghimpunan Data RKAT

Penghimpunan Data Realisasi PKAT

Penghimpunan Data Realisasi Penerbitan LHA

Pencatatan Data RKAT dan realisasi PKPT

Pembandingan Data realisasi PKAT dg realisasi penerbitan LHA

Koreksi Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Cetak Data monitoring Realisasi penerbitan LHA

Penyampaian data monitoring realisasi penerbitan LHA

ARSIP

SELESAI

366

4. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. komputer. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADMINISTRASIAN LHA Dasar Hukum: 1. Fungsi. Buku kendali per Irwil 2. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Pelaksana No 1. SOP Analisis Hasil Audit Komprehensif. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. LHA 2. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Jika LHA tidak teradministrasi dengan baik akan menyulitkan pelayanan pada bagianbagian yang membutuhkan. 1. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. Tugas. Mampu mengadministrasikan LHA pada buku kendali 2. Ekspedisi LHA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 Tercatatnya 1. 5. Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal 3. 2. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. maka mendapat teguran dari atasan langsung. Jika pengembalian LHA yang telah dianalisis melebihi batas yang telah ditentukan. 6. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. 2. kursi. Peminjaman LHA 2. Buku kendali 7 hari 367 . LHA Terdistribusikannya LHA ke Subbag AHP Internal Tercatatnya LHA pada buku kendali 1 hari Ket 2. Memahami sistem pendokumentasian LHA Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Analisis LHA/STL Khusus. lemari arsip. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. LHA 1. Peringatan: 1. Buku kendali Pencatatan dan Pendataan: 1. Buku jam kendali per LHA pada buku kendali Irwil 2. 7. Aktivitas Menerima dan mencatat LHA dari TU Irwil Mendistribusikan LHA ke Subbag AHP Internal untuk dianalisis Menerima LHA yang telah dianalisis 1 Pelaksana TU Irwil 2 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi Pelaksana pada Subbag AHP Internal Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK. Keterkaitan: 1.

LHA Terdokumen jam 2. Almari arsip tasikannya LHA per Irwil pada almari arsip secara sistematis Ket 368 . Aktivitas Mendokumentasikan LHA 1 Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 2 1.Pelaksana No 4.

FLOWCHART SOP PENGADMINISTRASIAN LHA MULAI Penerimaan LHA Dari Irwil Pencatatan LHA Pendistribusian LHA untuk dianalisis Penerimaan LHA Hasil analisis Pendokumentasian LHA SELESAI 369 .

4 Menginventa. 3. 7. Fungsi. 5. 6. Keterkaitan: 1. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. SOP Analisis BPK-RI. komputer. Mampu melakukan pengolahan data 3. Printer. SOP Penyusunan Statistik Haswas Peringatan: Penyajian data dan informasi hasil pengawasan bersifat rahasia dan harus dapat dipastikan bahwa pengguna data ini merupakan pihak-pihak yang bertanggungjawab Pelaksana No 1. dan Dumas 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Penyusunan Profil Haswas 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Inpres Nomor 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2.Kabag PHP Kasubbag risir data yang Data dan dibutuhkan Informasi Hawas Menjalankan/ Pelaksana mengoperasi pada Subkan program bag Data aplikasi SIM. kursi. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan analisis SIMHP 2. Mampu menjalankan aplikasi SIMHP 2. KMA Nomor 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. PMA Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. Mampu menyajikan data dengan format yang benar Peralatan/Perlengkapan: Meja.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS Dasar Hukum: 1.dan Informasi HP Mensortir data Pelaksana berdasarkan pada Subpermintaan/ke bag Data dan Inforbutuhan masi Memeriksa Kasubbag format peData dan nyajian data Informasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Kertas dan Terinvenpulpen tarisirnya data yang dibutuhkan Program Komputer deaplikasi ngan aplikasi SIMHP SIM HP Waktu 1 jam Ket 5 menit Komputer dengan aplikasi SIMHP Tersortirnya data sesuai permintaan /kebutuhan Terperiksanya format laporan 5 menit Format laporan penyajian data 5 menit 370 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Perpres Nomor 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. BPKP. 4.

Mencetakan data sesuai dengan format yang telah dikoreksi Pelaksana pada Subbag Data dan Informasi 6.menit Printer Aplikasi SIMHP cetakan data dan informasi hasil pengawasan dengan baik sesuai kebutuhan Data dan Infor. Mendistribusi kan hasil pencetakan Kasubbag Data dan Informasi Kabag PHP Pengguna /pimpinan Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan penyajian data secara utuh dan benar 10 TerselesaiKertas kannya pen.Pelaksana No Aktivitas 1 2 3 5.Tersampai10 masi Hasil Pekannya hasil menit ngawasan penyajian data kepada pihak-pihak terkait Ket 371 .

FLOWCHART SOP PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI HASWAS MULAI Inventarisir Data Pengoperasian Program Aplikasi SIMHP Pensortiran Data Koreksi Format Data Tidak Ya Perbaikan Format Data Cetak Laporan Mendistribusikan Laporan SELESAI 372 .

Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 TerkumpulRekap data hari nya data Itjen. Dumas BPKP. Rekap data temuan BPKP. BPK RI dan dumas Terolahnya data temuan haswas 2 jam Data temuan/ rekap Itjen. Fungsi. 3. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. USB Pencatatan dan Pendataan: 1. BPKP. 4. 3. BPK-RI dan Dumas Menginventarisir data temuan 1 Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Penganalisis pada Subbag AHP eksternal dan Dumas 3 Penganalisis pada Subbag AHP internal Ket 2. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Peringatan: Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan dan pengolahan data. BPK RI dan Dumas Tersusunnya draft profil haswas 2 jam 373 . dan Dumas. Printer. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PROFIL HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. Pengolah data pada Subbag data dan info haswas Mengolah data Pengolah data pada temuan Subbag haswas data dan info haswas Penyusunan Pengolah profil haswas data pada Subbag data dan info haswas Data temuan/ rekap Itjen. 4. 4. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Penyajian Data. SOP Analisis BPK-RI. Rekap data temuan BPK-RI. Tugas. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. BPKRI. BPKP. BPKP. Mampu menyusun profil hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer. temuan hasil BPK RI dan audit Itjen. Aktivitas Mengumpulkan data temuan hasil audit Itjen. Keterkaitan: 1. dan Dumas 2 Terinvenjam tarisirnya data temuan Pelaksana No 1. 2. Rekap data temuan Itjen. ATK. BPK-RI dan Dumas 3. Kualifikasi Pelaksana: Pengolah data pada Subbag Data dan Informasi yang: 1. BPKP. Rekap data temuan Dumas. 2. BPKP. Mampu mengoperasikan komputer 2. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. BPKP.

Penyampaian profil haswas Kasubbag data dan info Kabag PHP Tersampai10 kannya profil menit haswas kepada Sekretaris 374 . Aktivitas Mengkoreksi draft profil haswas 1 Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada subbag data dan info haswas Pengolah data pada Subbag data dan info haswas 2 Kasubbag Data dan Info 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Draft profil Terkoreksinya draft profil haswas Waktu 30 menit Ket 6.Pelaksana No 5. Mencetak profil haswas Tercetaknya profil haswas 5 menit 7.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PROFIL PENGAWASAN MULAI Pengumpulan Data Penginventarisir Data Pengolahan Data Penyusunan Draft Profil Koreksi Profil tidak Cetak Profil ya Perbaikan Draft Penyampaian Hasil Profil SELESAI 375 .

2. Rekap data Dumas 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. SOP Penyajian Data. Rekap data Tersajinya data Itjen 2. 4. Rekap data BPKRI 4. Pelaksana No Aktivitas 1 Pelaksana pada Subbag Data dan Info 2 Pelaksana pada Subbag Analisis Haswas Eksternal dan Dumas 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. ATK Pencatatan dan Pendataan: Rekap data dan informasi haswas 1. Mampu menyusun statistik hasil pengawasan dalam bentuk grafik dan narasi Peralatan/Perlengkapan: Meja. Rekap data Terolahnya data dan Itjen 2. kursi. komputer. 3. 2. Rekap data haswas dalam BPKP 3. Tugas. SOP Analisis BPK-RI. Rekap data informasi haswas BPKP 3. Peringatan: 1. Rekap informasi data haswas BPKP 3. Perpres Nomor 20 Tahun 2009 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Jika koordinasi antar sub-sub bagian tidak berjalan dengan baik maka akan mempersulit proses pengumpulan data. Memahami ilmu statistik 3. BPKP. BPK-RI dan Dumas 2. Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan. Rekap data bentuk Waktu 1 hari Ket 2 hari 1 hari 376 . Menghimpun data dan informasi haswas 2. Jika data dan informasi yang dibutuhkan tidak lengkap dan akurat maka akan mempersulit proses pengolahan data. Mengolah data dan informasi haswas Pelaksana pada Subbag Data dan Info 3. Rekap nya data data Itjen dan 2. Printer. Rekap data Dumas 1. Fungsi. BPKP. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. KMA Nomor 207 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Menyajikan data dan informasi haswas dalam bentuk Pelaksana pada Subbag Data dan Info Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terhimpun 1. Mampu mengolah data hasil pengawasan Itjen. Rekap data BPK-RI 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. dan Dumas 2. Keterkaitan: 1.

Rekap data statistik Dumas Tersusun Rekap data nya laporan hasil pengstatistik awasan haswas Konsep laporan Terkoreksi statistik nya laporan statistik haswas TerselesaiKertas kannya Printer pencetakan File Laporan laporan Statistik statistik hasil pengawasan Buku laporan Terganda statistik kan dan terdistribusikannya laporan statistik Waktu Ket 10 hari 1 hari 1 hari 7. Menggandakan dan mendistribusikan laporan statistik kepada pihakpihak terkait Pelaksana pada Subbag Data dan Info 1 hari 377 . Menyusun laporan statistik haswas 5. Mengkoreksi laporan statistik haswas 6.Pelaksana No Aktivitas grafik dan statistik 4. Mencetak laporan statistik Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kasubbag Data dan Info Pelaksana pada Subbag Data dan Info Kabag pelaporan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan grafik dan BPK-RI 4.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN STATISTIK HASIL PENGAWASAN MULAI PENGHIMPUNAN DATA PENGOLAHAN DATA PENYAJIAN DATA PENYUSUNAN LAPORAN KOREKSI LAPORAN tidak ya PERBAIKAN LAPORAN PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN LAPORAN SELESAI 378 .

Lampiran 10  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM 1. SUBBAG RUMAH TANGGA 3. SUBBAG TATA USAHA 2. SUBBAG PERLENGKAPAN   379 .

  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG TATA USAHA 1. 6. 4. 11.1. 13. 2. 7. 12. 10. 5. SOP Verifikasi Perjalanan Dinas SOP Penggandaan Dokumen SOP Pembuatan Surat Dinas SOP Penomoran Surat SOP Penerimaan Faksimile SOP Penatausahaan Surat Masuk SOP Pengiriman Surat Khusus Dan Biasa SOP Pengiriman LHA-STL SOP Peminjaman Arsip SOP Retensi Arsip SOP Kliping Berita Pengawasan SOP Arsip Bersejarah SOP Penataan Berkas Arsip 380 .Lampiran 4. 9. 3. 8.

Aktivitas Pegawai yang melakukan perjalanan dinas memberikan bukti-bukti perjalanan dinasnya kepada tim verifikasi 1 Pegawai yang melakukan perjalanan dinas 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1.05/2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. meja. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS Dasar Hukum: 1. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. bukti perbukti hotel dll) jalanan dinas dari pegawai yang melakukan perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan 381 . 6. SOP Riksus 5. Pegawai Negeri. SOP SPPD 2. SOP Monev Peringatan: Bukti-bukti perjalanan tersebut kepada tim verifikasi paling lambat 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. ATK. 4. pensil. 3. Pegawai Negeri. SOP Pencairan Anggaran 3. 2. kursi. PMK Nomor 07/PMK. 5. Pencatatan dan Pendataan: Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Seluruh bukti Terkumpulperjalanan nya bukti dinas (tiket. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Kertas. dan Pegawai Tidak Tetap. 7.05/2008 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK. Komputer. UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Memiliki kemampuan verifikasi. SOP Pelaksanaan PKAT 4. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-37/PB/2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-34/PB/2007 tentang Petunjuk Pelaksaanaan Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor: IJ/148/2006 tentang Analisis Beban Tugas dan Uraian Jabatan pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2. Keterkaitan: 1. keterlambatan akan berakibat pada keterlambatan SPPD rampung dan penghitungan selisih lebih/kurang Pelaksana NO. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. dan Pegawai Tidak Tetap.

Bukti Riil pegawai Kuitansi.TU Irwil pulkan dan merekap berkas. menyetu-jui dan menandatangani Hasil Rekap Verifikasi Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas. bukti perRincian Awal jalanan dari Bendadinas dari hara.Tersele1 Hari saikan-nya 6.Hasil Rekap Subbag RT 382 .Verifikasi verifikasi berkasberkas perjalanan dinas pegawai dan auditor serta mengecek kembali Kewajaran.Pelaksana NO. Menerima. Selanjutnya hasil rekap verifikasi diberikan kepada Sekretaris Tim. . Sekretaris Tim memberiVerfikasi kan paraf pada Hasil Rekap verifikasi yang disetujui serta menyerahkan hasil Rekap Verifikasi ke Pejabat Pembuat Komitmen Pejabat Menerima Hasil Rekap Pembuat Komitmen Verifikasi. Kasubag mengum. Tiket. TerkumpulSurat Pernya buktinyataan. 5. yang meBoarding Pass lakukan perjalanan dan Invoice dinas Hotel Terverifikasinya berkas perjalanan dinas Waktu 2 hari kerja setelah melaksanakan tugas Keterangan Pelaksana Berkas KPPN perjalanan dinas 25 Menit Pelaksana Subbag RT Hasil rekap verifikasi Terevaluasinya kebenaran berkas rekap verifikasi sebelum disetujui Pejabat Pembuat Komitmen 30 Menit Hasil Rekap yang disetujui diberikan kepada Subbag Keuangan dan Subbag Rumah Tangga Hasil Rekap Verifikasi . Menerima. bukti-bukti perjalanan dinas auditor dan inspektur wilayah Menerima Tim dan mem. 2 Aktivitas 1 2 Pelaksana Subbag RT 3 3 4.

Terselesaikannya 1 Hari keuangan beserta masalah lebih/ kurangnya 7. .Menyelesaikan Keuangan yang terdapat selisih lebih/atau kurang harus disertai dengan kuitansi yang dikeluarkan oleh bendahara keuangan Memberitahukan kepada pegawai atau auditor hasil final rekap verifikasi untuk mengeta1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SPPD Rampung Waktu Keterangan .Terkumpulnya kuitansi yang telah ditandatangani oleh yg bersangkutan . Aktivitas Verifikasi diolah guna penyelesaian SPPD Rampung .Terdistribusikannya Kuitansi Riil kepada yang bersangkutan Subbag Keuangan SPPD Rampung.Pelaksana NO. Tim verifikasi Kuitansi Riil Tersampaikannya Kuitansi riil 1 hari • Tanggapan atas selisih kurang atau lebih diberikan waktu 1 hari setelah menerima 383 .Terdatanya rekap selisih lebih/ kurang .Membuat Kuitansi Riil Perjalanan Dinas. . Kuitansi Riil.Merekap Selisih Lebih/atau kurang.Mendistribusikan Kuitansi Riil Kepada Yang bersangku tan .Terwujudnya kuitansi Riil Perjalanan Dinas. . . .Menerima Kuitansi Riil Perjalanan Dinas setelah ditandatangani oleh yang bersangku tan.

384 . • Selisih kurang atau lebih harus diselesaikan paling lambat 3 hari setelah menerima kuitansi riil. Aktivitas hui adanya selisih kurang atau lebih 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan rekap pemberitahuan.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP VERIFIKASI PERJALANAN DINAS MULAI PEGAWAI/ AUDITOR KASUBAG TU IRWIL TOLAK TIM VERIFI KASI TERIMA SEKRETARIS TIM VERIFIKASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SUBBAG RUMAH TANGGA SUBBAG KEUANGAN TIM VERIFIKASI SELESAI 385 .

4. Pencatatan dan Pendataan: 1.Terwujudni Kasubag nya tanda sebagai bukti pemohon permohonan penggandaan dokumen. SOP Pengadaan barang 2. ATK. Mampu mengoperasikan Fotokopi 2. Mampu mengoperasikan Risograph Peralatan/Perlengkapan: Mesin fotokopi. Agenda penggandaan dokumen. Aktivitas Mengajukan Penggandaan Dokumen 1 Pemohon 2 Kasubbag Pemohon 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Kertas. kursi. Formulir peminjaman arsip 2 Memverifi. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. 7. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. 3. Terisinya Formulir formulir Penggandaan pengganDokumen daan yang telah dokumen ditandatanga 2. pensil.Kasubbag TU kasi permohonan penggandaan dokumen Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGGANDAAN DOKUMEN (FOTOKOPI/RISOGRAPH) Dasar Hukum: 1. formulir penggandaan dokumen. meja. TertandaFormulir tanganinya permohonan penggandaan Formulir permohondokumen an pengditandagandaan tangani barang. Kasubag TU Waktu 10 Menit Keterangan 5 Menit 386 . Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: 1. 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Risograph. SOP Permintaan Barang Persediaan Peringatan: Keterlambatan permintaan kertas pada kondisi kertas habis. Agenda arsip surat 2. 2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. dapat menghambat penggandaan dokumen Pelaksana NO. 6. 5.

Menghitung Pengadmijumlah nistrasi dokumen Umum yang digandakan 6. Mencatat Jumlah dokumen yang tellah digandakan 7.Pelaksana NO. Menggandakan Dokumen Pengadministrasi Umum 5. 3 Aktivitas Mencatat Permohonan Penggandaan Dokumen 1 Pengadministrasi Umum 2 3 4. Menyerahkan dokumen yang telah digandakan kepada pemohon Pengadministrasi Umum Pengadministrasi Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerdataFormulir Penggandaan nya informasi Dokumen. pemohon Agenda Penggandaan Penggandaan Dokumen Dokumen Dokumen Terlakyang akan sananya digandakan permohonan penggandaan Dokumen Dokumen Terpastiyang akan kannya digandakan jumlah dokumen yang digandakan Terkendali nya jumlah kertas yang terpakai Terlaksananya Permohonan Penggandaan dokumen Waktu 30 Menit Keterangan 10 Menit 10 Menit 5 Menit 2 Menit 387 .

FLOWCHART SOP PENGGANDAAN DOKUMEN MULAI PENGAJUAN PENGGANDAAN DOKUMEN PENCATAAN PERMOHONAN PENGGANDAAN DOKUMEN MENGGANDAKAN DOKUMEN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENGHITUNG JUMLAH DOKUMEN YANG DIGANDAKAN MENYERAHKAN DOKUMEN YANG TELAH DIGANDAKAN KEPADA PEMOHON SELESAI 388 .

Pensil. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 3. dan pemSurat yang STL berian paraf berurutan dapat secara Konsep dipertanghirarkis Surat gungjawab kan Aktivitas Keterangan 389 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBUATAN SURAT DINAS Dasar Hukum: 1. Konsep Surat. 3. 2 Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output Waktu 1 2 3 Perlengkapan 30 Dasar Konsep TerkonsepPembuatan PengadmiMenit Surat. TerciptaPejabat Penelitian Konsep LHA. 6. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. Buku Surat Keluar Pencatatan dan Pendataan: Buku Surat Keluar NO.nya konsep Menit terkait. Kualifikasi Pelaksana: 1. Dossier nya surat/ nistrasi Konsep LHA-STL LHA-STL Surat Biasa/ Umum Unit Pengolah LHA-STL 15 Konsep Surat. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 5. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. Konsep Surat diteliti kemudian diparaf oleh pejabat terkait sebelum ditandatangani oleh pejabat berwenang guna pertanggungjawaban surat. Printer. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peringatan: 1. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. 4. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Komputer. Pena. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. Kursi. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Peralatan/Perlengkapan: Meja.

NO. 3 Aktivitas Penandatanganan Surat Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Konsep Surat TersediaPejabat nya Surat yang telah yang berKeluar/ diparaf wenang LHA-STL yang telah ditandatangani Pejabat Waktu 15 Menit Keterangan 390 .

FLOWCHART SOP PEMBUATAN SURAT DINAS MULAI PEMBUATAN KONSEP SURAT PENELITIAN DAN PEMBERIAN PARAF KONSEP SURAT TOLAK TERIMA PENANDA TANGANAN SURAT TOLAK TERIMA SURAT DINAS ARSIP SELESAI 391 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENOMORAN SURAT Dasar Hukum: 1. Printer. Kursi. Pencatatan dan Pendataan: 1. Konsep Surat. Buku Kendali Surat Keluar. Penomoran dilaksanakan setelah surat ditandatangani agar tanggal dan pemberlakuan surat tidak ada selisih waktu yang terlalu lama 2. 1. 4. Agenda Arsip Surat Keluar Peringatan: 1. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Surat digandakan dalam rangkap sesuai dengan jumlah tujuan dan tembusan ditambah dua rangkap untuk Arsip TU Sekretariat dan Arsip pada Unit Pengolah. Agenda Arsip surat keluar. Kualifikasi Pelaksana: 1. Untuk LHA-STL ditambah tiga rangkap untuk TU Sekretaris. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. 5. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Buku Ekspedisi Surat 3. Pena. Pensil. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Peralatan/Perlengkapan: Meja. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Komputer. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. TU Irwil dan Bagian Pelaporan Hasil Pengawasan Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Pengajuan PengadmiPenomoran nistrasi Surat Umum Unit Pengolah 2 Pemilahan surat atas Jenis Penomoran Surat (Surat Keluar. Buku Kendali Surat Keluar 2. Nota Pengadministrasi Umum Unit Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 15 Surat Keluar/ Tersusunnya secara Menit LHA-STL urut suratyang telah surat yang ditandasiap detangani ngan penoPejabat moran sesuai kartu kendali 15 Surat Keluar/ Terklasifika -sinya surat Menit LHA-STL hingga peyang telah nomoranditandanya tangani Pejabat Keterangan 392 . Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. 6. 3.

SK. Nota Dinas. Surat Tugas) Penomoran PengadmiSurat nistrasi Umum Unit Tata Usaha Buku Kendali Surat Keluar. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3 Dinas. Penggandaan Surat guna pengarsipan Pengadministrasi Umum Unit Pengolah Surat Keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Terciptanya surat keluar yang telah ditandatangani dan memiliki tanggal dan nomor Surat Tersedianya Arsip Surat pada Unit Pengolah dan Unit tata Usaha 10 Menit 10 Menit 393 .Pelaksana NO. Surat Tugas 4. SK.

NOTA DINAS. SK. SURAT TUGAS) PENOMORAN SURAT PENGGANDAAN SURAT GUNA PENGARSIPAN ARSIP SELESAI 394 .FLOWCHART SOP PENOMORAN SURAT MULAI PENGAJUAN PENOMORAN SURAT KLASIFIKASI SURAT ATAS JENIS PENOMORAN SURAT (SURAT KELUAR.

TerpanMasuk. ATK. pensil. 4. faksimili. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. TerwuDaftar Faks judnya Masuk pengendalian nomor Surat PengadminisDaftar Masuk trasi Umum Surat TU Sekretriat 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. 1. 3. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Pelaksana NO. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. 1. Arsip Surat Masuk Peringatan: Kealpaan/keterlambatan permintaan nomor dan tanggal surat masuk atas facsimile yang diterima mengakibatkan kesalahan dalam pengagendaan surat masuk dan akan menjadi kendala ketika surat akan dimintakan kembali.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. agenda surat. taunya Alat PenoInformasi moran Surat Surat masuk Masuk Waktu 15 Menit Keterangan 15 Menit 10 Menit 395 . Faks Masuk. meja. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan faksimile Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. 6. 2. 5. Aktivitas Menerima Faks Masuk 1 Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks 2 2 Pemberian Nomor dan Tanggal Surat Masuk terhadap faks yang diterima Pengadministrasi Umum/ Penerima Faks Pengadministrasi Umum TU Sekretriat Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Daftar Faks Adanya Masuk Penanggung jawab Penerima Faks Masuk. komputer. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Pengagendaan surat masuk 2. kursi.

Aktivitas Penggandaan Surat guna pengarsipan 1 Pengadministrasi Umum Unit Pengolah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Keluar Tersedianya Arsip yang telah Surat pada ditandaUnit Pengtangani dan olah dan memiliki Unit tata tanggal dan nomor Surat Usaha Waktu 10 Menit Keterangan 396 . 3.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PENERIMAAN FAKS MASUK MULAI MENERIMA FAKS MASUK PEMBERIAN NOMOR DAN TANGGAL SURAT MASUK TERHADAP FAKS YANG DITERIMA ARSIP PENYAMPAIAN LEMBAR FAKS KEPADA PEJABAT TUJUAN FAKS SELESAI 397 .

Pengagendaan surat masuk 2. agenda surat. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis.terklasifikasi atas Surat kasi Surat Dinas dan Masuk Surat Pribadi. pensil. meja. ATK. Surat Masuk Daftar Klasifi. tanpa pemberian nomor surat masuk. Surat Pribadi cukup dicatat asal surat. komputer. dan tanggal masuk surat. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Terdatanya Pribadi Surat Pribadi dalam Agenda Waktu 10 Menit Keterangan 15 Menit 15 Menit 398 . PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Pelaksana NO. kursi. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Adanya PeMasuk nanggung jawab penerima Surat Masuk Surat Masuk. 2. Seluruh surat dinas selain surat dinas yang bersifat rahasia diperkenankan dibuka dan ditelaah isinya atas persetujuan Kepala Subbagian Tata Usaha. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan tentang tata persuratan Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Buku kendali surat masuk. 3. Keterlambatan surat atau paket oleh pihak pos atau ekspedisi mengakibatkan keterlambatan pengolahan surat. 4. lembar disposisi surat Pencatatan dan Pendataan: 1. 6. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERIMAAN FAKSIMILE Dasar Hukum: 1. tujuan surat. Surat PriAgenda Surat badi. faksimili. 3. Pengadministrasi Umum. 1. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Aktivitas Menerima Surat Masuk 1 Pengadministrasi Umum 2 3 2 Pemilahan Surat Pengagendaan Surat Pribadi Pengadministrasi Umum. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 5. Arsip Surat Masuk Peringatan: 1.

dikonsultasikan kepada Kasubbag TU atau Kabag Umum. terserahterimakan ke unit tujuan surat Buku Kendali Surat masuk Surat masuk 10 TerserahMenit Surat Dinas yang tidak Pengadmi nistrasi 399 .Pelaksana NO. Pengagendaan Surat Dinas Pengadministrasi Umum. Daftar Surat Dinas Menit Klasifikasi Masuk Surat Masuk mendapat nomor dan tanggal surat masuk 2. 4. Surat Dinas 1. Setiap 15 Masuk. Sekadministrasi retaris dan Khusus Para Irwil pada Unit tata usaha Terklasifi10 Urgensi Surat Dinas kasinya atas Menit surat: Masuk yang atas urgensi . atau yang Masuk Mesin ditujukan penting/ Photocopy kepada khusus. Pengadministrasi Umum. mendesak Surat Scanner. . Terdatanya Surat Dinas dalam Agenda Surat Dinas Masuk Surat Dinas Surat Dinas 10 Surat yang Masuk. Irjen. 5.Biasa Buku Agenda Surat Dinas Masuk 10 Untuk surat Adanya Surat Dinas Menit tertentu/ arsip/Copy Masuk penting/ arsip atas Penting. Pemilahan Surat Dinas Masuk berdasark an tujuan surat. Pemilahan Pengadmi Surat Dinas nistrasi Masuk ber. dipindai (scan)/ dicopy untuk pengarsipan Surat masuk.Rahasia. Serahterima PengadmiSurat ke nistrasi unit tujuan Khusus surat Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat Masuk Pribadi.Khusus dasarkan urgensi surat Arsiparis 6.Penting. Aktivitas 1 2 3 3. Surat 10 buku kendali masuk telah Menit surat masuk. Daftar Masuk Menit telah terKlasifikasi terklasifiklasifikasi Surat Masuk kasi atas diserahkan surat untuk pada pengIrjen. telah tersurat . klasifikasi.

Pelaksana NO. Serah terima disposisi surat ke unit pengolah Pengadministrasi Umum Unit tujuan surat Pengadmi nistrasi Umum Unit Pengolah Surat Buku Kendali Surat masuk Surat Masuk 10 Telah terMenit serahterimakan ke unit pengolah surat Surat masuk 10 Terserahteri Menit makan dari Pejabat Tujuan Surat ke pengolah surat untuk ditindaklanjuti 400 . selanjutnya disimpan sebagai arsip. Waktu Keterangan didisposisikan lebih lanjut oleh Irjen. Surat masuk. Aktivitas 1 2 Umum Unit tujuan surat 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan terimakan kepada Pejabat Tujuan Surat dengan melampirkan lembar disposisi. buku kendali surat masuk. Ses. 7. dan para Irwil.

FLOWCHART SOP PENATAUSAHAAN SURAT MASUK MULAI MENERIMA SURAT MASUK PEMILAHAN SURAT ATAS SURAT PRIBADI DAN SURAT DINAS PENGAGENDAAN SURAT PRIBADI PENGAGENDAAN SURAT DINAS PEMILAHAN SURAT BERDASARKAN TUJUAN SURAT (IRJEN. PARA IRWIL) ARSIP SURAT IRJEN PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT SURAT SES PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PARA IRWIL PEMILAHAN SURAT ATAS URGENSI SURAT PENYAMPAIAN SURAT PRIBADI KEPADA YBS PENYAMPAIAN SURAT KE IRJEN PENYAMPAIAN SURAT KE SES PENYAMPAIAN SURAT KE PARA IRWIL IRJEN SEKRETARIS PARA IRWIL PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH PENYAMPAIAN SURAT KE UNIT PENGOLAH S E L E S A I 401 . SEKRETARIS.

Pelaksana NO. TerkirimAgenda Surat nya Surat Keluar Kuitansi Terbayarkan nya biaya Waktu 10 Menit Keterangan 10 Menit 60 Menit 15 Menit 402 . Cara ini dilakukan bila . PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Tanggal dan Nomor surat keluar Daftar Arsip Adanya arsip Surat Keluar Surat keluar Surat Keluar. Surat berkualifikasi sangat rahasia. Hal surat. Keterlambatan atau penundaan pengiriman surat akan berakibat pada keterlambatan penyampaian surat. Agenda Surat Keluar 2. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. buku kendali surat keluar Pencatatan dan Pendataan: 1. Keterkaitan: SOP Penomoran Surat Masuk Peringatan: 1. Dikehendaki tanggapan segera . Pengiriman surat Khusus dalam kota (DKI Caraka/ Kurir Bendahara Itjen/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Daftar Surat Terdatanya Keluar Surat keluar. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 5.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA Dasar Hukum: 1. Surat khusus dalam Kota (Pusat dan DKI Jakarta) dibawa sendiri oleh petugas yang ditunjuk untuk menyelesaikan persoalan dalam surat tersebut. faksimili. Caraka/Kurir 2. Aktivitas 1 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. Bermaksud memberi penjelasan lebih lanjut tentang isi surat. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. 1. dengan Tujuan surat. 6. 3. 2. 4. agenda surat keluar. Buku Kendali Surat Keluar Mencatat Pengadmisurat keluar nistrasi siap kirim Umum dalam buku agenda surat keluar serta mengarsipkannya Arsiparis 2.

Pusat) 1 2 3 3. Bukti pengiriman surat Kuitansi. Pengadministrasi Umum Pengiriman Caraka/ Kurir atau surat PengadmiKhusus & nistrasi Biasa luar Umum kota Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pengiriman surat Surat Keluar.Pelaksana NO. Agenda Surat Keluar. Aktivitas Jakarta. Bukti pengiriman melalui jasa pos Waktu Keterangan 30 Menit Terbayarkannya biaya pos dan pengiriman surat 15 Menit Surat luar kota dikirim dengan jasa pos/telegram/ faksimile/jasa ekspedisi sesuai dengan urgensi surat 403 .

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA MULAI MENERIMA SURAT KELUAR ARSIP PENCATATAN SURAT KELUAR PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN SURAT KHUSUS DAN BIASA LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 404 .

Pelaksana NO. dikirim dengan kurir (caraka) yang ditunjuk secara khusus guna efektifitas dan keamanan. disampaikan langsung kepada pejabat terkait pada Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Departemen Agama 2. guna menjamin kepastian dan pengendalian penyampaian. LHA/STL Daerah dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi tercatat. Agenda Pengiriman LHA-STL 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGIRIMAN LHA-STL Dasar Hukum: 1. 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. PMA Nomor 16 Tahun 2006 tentang Tata Persuratan Dinas. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip di Lingkungan Departemen Agama. Pengiriman LHA-STL dalam kota Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Daftar LHATerdatanya Menit STL LHA-STL secara rinci. SOP Riksus 2. Keterkaitan: 1. menggunakan surat pengantar pengiriman disertai dengan ceklist/Berita Acara Pengiriman. Memiliki kemampuan tentang tata persuratan 2. 6. 3. SOP Sidang DPSTL Peringatan: 1. agenda pengiriman LHASTL. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Agenda Arsip LHA-STL Mencatat LHA-STL siap kirim dalam buku agenda LHA-STL serta mengarsipkannya 2. Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/279/2006 tentang Juklak Tata Persuratan di Lingkungan Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Pelaksanaan PKAT 3. Khusus terhadap pengiriman LHA/STL penjatuhan hukuman disiplin.LHA-STL STL 60 Menit 405 . LHA-STL untuk Pusat dan DKI Jakarta. Caraka/Kurir 2. 4. Aktivitas 1 Pengadministrasi Umum 2 3 Peralatan/Perlengkapan: Sarana transportasi. agenda Arsip LHA-STL. Agenda LHA. Daftar Arsip LHA-STL Adanya arsip LHASTL 10 Menit Keterangan Arsiparis Caraka/ Kurir Terkirimnya LHA-STL. 5. PMA Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1.

Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Pengiriman Caraka/ LHA-STL Kurir luar kota Kwitansi Terbayarkannya biaya pengiriman LHA-STL. 15 Menit Bendahara Itjen/ Pengadministrasi Umum bidang keuangan Surat Keluar. Bukti pengiriman surat Kwitansi. Bukti Terbayarkannya pengiriman melalui jasa biaya pos pengiriman pos LHA-STL 30 Menit 15 Menit 406 . Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 3. Agenda Surat Keluar.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PENGIRIMAN LHA-STL MULAI PENCATATAN LHA-STL ARSIP PENGIRIMAN LHA-STL DALAM KOTA DKI JAKARTA PENGIRIMAN LHA-STL LUAR KOTA DKI JAKARTA SELESAI 407 .

ATK. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Penerimaan PengadmiPengajuan nistrasi Peminjaman Umum arsip Arsiparis 2. formulir peminjaman arsip. Pelaksana NO. Pencatatan dan Pendataan: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. komputer. meja. Formulir peminjaman arsip 1. 3. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN ARSIP Dasar Hukum: 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip surat. 5. Agenda arsip surat 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis Keterkaitan: SOP Penataan Berkas arsip Peringatan: 1.Terwujudnya tanda bukti permohonan peminjam -an arsip Daftar Arsip/ Penemuan LHA-STL kembali arsip yang dibutuhkan Terdatanya Formulir informasi peminjaman arsip. kursi. Kartu Tanda Penduduk/Kartu Indentitas peminjam arsip agar ditinggal dalam buku peminjaman selama arsip belum dikembalikan sebagai jaminan pengembalian arsip. Agenda peminjam Waktu 10 Menit Keterangan 20 Menit 30 Menit 408 . Arsip dapat dipinjamkan dengan rentang waktu tidak lebih dari 3 jam. 4. 6. 7. Pencatatan Pengadmi Peminjaman nistrasi Umum Arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. 2. pensil. Terisinya Formulir formulir Peminjaman penimjam arsip -an arsip 2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. lebih dari itu dikhawatirkan arsip akan sulit dipertanggungjawabkan. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis.

Pelaksana NO. Dapat dipastikan arsip dalam keadaan baik dan lengkap Keterangan 409 . Folder yang tempat arsip dipinjam yang dipinjam dengan formulir yang telah diisi oleh peminjam arsip. Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Peminjaman arsip dan Arsip arsip yang dipinjam 15 Tergantikan Formulir Menit Peminjaman nya arsip arsip. Data 1. TerwuMenit Arsip/LHAjudnya STL pengembalian arsip pada folder/ tempat dimana arsip itu berasal 2. Menerima arsip yang telah dikembalikan Memeriksa kelengkapan dan keadaan arsip secara berkala Pengadmi nistrasi Umum 4.Terdatanya 10 ngembalian bahwa arsip Menit Arsip yang dipinjam telah dikembalikan 60 Arsip. Aktivitas 1 2 3 Arsiparis 3. Formulir Pe.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN ARSIP MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN ARSIP PENCATATAN PEMINJAMAN ARSIP PEMINJAM ARSIP PENCARIAN ARSIP OLEH ARSIPARIS MENERIMA ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN MEMERIKSA KELENGKAPAN ARSIP YANG TELAH DIKEMBALIKAN PENGEMBALIAN ARSIP KE PENYIMPANAN SEMULA SELESAI 410 .

lembar permohonan persetujuan pemusnahan arsip. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. Jadwal Retensi Arsip 3. 4. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2. alat penghancur kertas. Daftar Pertelaan Pemusnahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dimusnahkan. 6. Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip 4. 1. 3. lembar berita acara pemindahan arsip. 2. 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Pengecekan Arsiparis Arsip berda.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RETENSI ARSIP Dasar Hukum: 1. 7. SOP Penataan Berkas Arsip 2. Peringatan: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. TerdataRetensi Arsip nya arsip- Waktu 5 Tahun Sekali Keterangan 2 Jam 2 x 24 Jam 411 . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Pemusnahan Surat hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan. lembar jadwal retensi arsip. lembar berita acara pemusnahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. Berita Acara Pemusnahan Arsip. Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis 5. Pelaksana NO. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis.TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip Stasis. SOP Arsip Bersejarah Peralatan/Perlengkapan: Agenda Arsip Surat. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. ATK. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 3. Keterkaitan: 1. Terkumpul -nya arsip Berita Acara Pemindahan statis dari unit pengArsip olah ke unit arsiparis TU Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Acara PeArsip mindahan Arsip Jadwal 1.

Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. Pengisian Berita Acara Pemusnah an Arsip Pemusnahan Arsip Arsiparis TU 6. Terdatanya arsip statis yang bernilai sejarah 1 Jam Surat Permohonan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Subbag Tata Usaha Surat Permo1 Jam honan Persetujuan Pemusnahan Arsip yang ditujukan kepada Kabag Umum Terisinya Formulir Daftar Pertelaan Pemusnahan Pertelaan PemusArsip nahan Arsip Daftar Berita Terisinya Berita Acara Pemusnahan Acara PemusArsip nahan Arsip Termusna Persetujuan atasan. Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Pemusnaha n arsip Kepala Subbag Tata Usaha 4. Aktivitas sarkan Jadwal Retensi Arsip 1 2 3 3. 412 . Arsiparis TU Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan arsip berdasarkan urgensi dan jadwal retensinya 2. Arsip hkannya Arsip In in Aktif yang Aktif yang akan dimusnahkan telah tidak terpakai Waktu Keterangan Terpantaunya secara hirarkis arsiparsip yang akan dimusnahkan 15 Menit 15 Menit 1 Jam Arsip yang dimusnahkan harus benar-benar musnah.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP RETENSI ARSIP MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS IN-AKTIF PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN JADWAL RETENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PEMUSNAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PEMUSNAHAN ARSIP PEMUSNAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 413 .

majalah. lembar print-out pemberitaan internet yang menjadi bahan kliping yang memadai 15 Bahan 1. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. PengadmiMembaca dan Mencari nistrasi berita yang Umum/ Pengadberkaitan dengan Dep. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. Keterkaitan: 1. 7. Keterlambatan. Internet. minstrasi Teknis Agama Kliping Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 10 Bahan TerkumpulMenit Kliping. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. TerindenMenit Kliping. ATK tifikasinya bahanbahan kliping dari pem- Keterangan 414 . Agama. SOP Dumas Peringatan: Pemberitaan Pengawasan di lingkungan Dep.Umum/ bahan lain Pengadminstrasi Subbagian Teknis Perlengka Kliping pan 2. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 4. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. SOP Riksus 2. 2. Jadwal Retensi Arsip 3. lembar kendali. 1. ATK nya surat kabar. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Pengambilan Pengadmisurat kabar nistrasi dan bahan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN Dasar Hukum: 1. ATK. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pemahaman pengawasan analisis berita Peralatan/Perlengkapan: Koran. Agama di media massa mutlak diketahui seluruh pimpinan Inspektorat Jenderal Dep. Majalah. Pengantar Kepala Bagian Pencatatan dan Pendataan: 1. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. ketiadaan pengiriman kliping berita pengawasan dapat mempe-ngaruhi kinerja Inspektorat Jenderal Pelaksana NO. 3. 5. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Lembar Kendali. 6. 2.

Irjen. 5. ATK nya kliping Menit berita pengawasan Dep. serta dapat dipantau keterkirimannya secara berkelanjutan 20 Menit 415 . Aktivitas 1 2 3 3. 2. Tersedianya bahan kliping Bahan Terwujud15 Kliping. Pengadministrasi Umum/ Pengadminstrasi Teknis Kliping Mengganda.minstrasi antar Kepala Teknis Kliping Bagian Umum Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan beritaan yang telah dibaca. Surat Pengantar Kepala bagian Umum Terkendalinya pengiriman kliping pengawasan. . Agama Kliping.Para Irwil (5) PengadmiMengirim nistrasi kliping Umum/ dengan kartu kendali Pengaddan peng. Kartu Kendali. fotokopi Tersedian ya kliping berita pengawas an 20 Menit Keterangan Kliping. Dengan peruntukan : .Sekretaris.Para kabag (4) . .Pelaksana NO.Pengadmikan kliping nistrasi Umum/ tersebut Pengaddengan minstrasi fotokopi sebanyak 11 Teknis Kliping Eksp. Mengkliping Surat kabar. majalah pada blanko kliping yang telah dibuat 4.

FLOWCHART SOP KLIPING BERITA PENGAWASAN MULAI PENERIMAAN SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MEMBACA DAN MENCARI BERITA YANG BERKAITAN DENGAN DEPAG MENGKLIPING SURAT KABAR DAN BAHAN KLIPING PENGAWASAN MENGGANDAKAN KLIPING ARSIP MENGIRIM KLIPING SELESAI 416 .

lembar berita acara pemindahan arsip.Sesuai Arsip Stasis. Berita Acara Pemindahan Arsip 2. Daftar Pertelaan Pemindahan Arsip sebagai pertanggungjawaban arsiparis terhadap arsip yang dipindahkan ke ANRI.arsip Arsip olah ke unit arsiparis TU 2 Jam Berita Acara TerparafPemindahan nya Berita Arsip Acara Pemindahan Arsip Jadwal Terdatanya 2 x 24 Jam Retensi Arsip arsip statis yang bernilai sejarah Keterangan 417 . lembar permohonan persetujuan pemindahan arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. sarana transportasi. 5. Aktivitas 1 2 3 Pemindahan PengadmiArsip Statis nistrasi Umum Unit Pengolah Arsiparis TU 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH Dasar Hukum: 1. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. 7. ATK. nya arsip Berita Acara jadwal Pemindahan statis dari retensi unit peng. Jadwal Retensi Arsip digunakan sebagai pedoman penyusutan arsip. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.TU aran urgensi arsip Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terkumpul. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. 3. Jadwal Retensi Arsip 3. Permohonan Persetujuan Pemindahan Arsip Peringatan: 1. 3. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. 6. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis. 2. Keterkaitan: SOP Retensi Arsip Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Agenda arsip. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. Pelaksana NO. jadwal retensi Arsip. Pengecekan Arsiparis Arsip berda. Pemindahan arsip hanya dapat dilakukan atas persetujuan Kepala Bagian Umum sebagai Penanggung Jawab unit kearsipan 2. 1. 4.

(ANRI) tujuan Penyerahan Arsip yang ditujukan kepada Kepala Bagian Umum Formulir Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah Daftar Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah Persetujuan atasan. 3.Terpantaunya secara honan Persetujuan Pe.Pelaksana NO.yang akan diserahkan bag Tata ke Arsip Usaha Surat Permo. Aktivitas 1 2 3 Permohonan Arsiparis Persetujuan TU Penyerahan arsip Kepala Subbag Tata Usaha Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Permo. Arsiparis Pengisian Berita Acara TU Penyerahan Arsip Bersejarah Penyerahan Arsiparis TU Arsip Bersejarah 6. Terisinya 15 Daftar Menit Pertelaan Penyerahan Arsip Bersejarah 15 Terisinya Menit Berita Acara Penyerahan Arsip Bersejarah 1 Jam Terwujudnya Penyerahan Arsip Bersejarah ke Arsip Nasional (ANRI) 418 .hirarkis nyerahan Arsip arsip-arsip yang ditujukan bersejarah kepada Kasub. Pengisian Daftar Pertelaan Arsiparis TU 5. Arsip Bersejarah Waktu 1 Jam Keterangan 1 Jam 4.Nasional honan Perse.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN ARSIP BERSEJARAH MULAI FOLDER ARSIP PEMINDAHAN ARSIP STATIS PENGECEKAN ARSIP BERDASARKAN URGENSI ARSIP PENUNDAAN PERMOHONAN PERSETUJUAN PENYERAHAN ARSIP KE ANRI PENGISIAN DAFTAR PERTELAAN PENYERAHAN ARSIP PENGISIAN BERITA ACARA PENYERAHAN ARSIP PENYERAHAN ARSIP KEPALA BAGIAN UMUM TIDAK SETUJU SELESAI 419 .

Mengklasifi. Mengindeks PengadmiArsip nistrasi Umum/ Arsiparis 4. 7. 2. Pelaksana NO. doos/boks arsip Pencatatan dan Pendataan: 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 71 Tahun 1993 tentang Pedoman Umum Tata Persuratan. SOP Arsip Bersejarah Peringatan: Arsip disusun berdasarkan daftar klasifikasi surat. rak arsip.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENATAAN BERKAS ARSIP Dasar Hukum: 1. Keppres Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis. Daftar Terklasifika -sinya arsip klasifikasi berdasararsip kan klasifikasi arsip fasilitatif Arsip. UU Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan Pokok Kearsipan. 6. 5. 4. Terwujuddaftar indeks nya tanda arsip pengenal Waktu 15 Menit Keterangan 10 Menit 15 Menit 15 Menit 420 . Menentukan PengadmiIndeks nistrasi Berkas (titel) Umum/ Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Arsip. SOP Retensi Arsip 2. kartu kendali. agenda arsip. KMA Nomor 111 Tahun 1999 tentang Pedoman Jadwal Retensi Arsip. Daftar arsip 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan tentang arsiparis Peralatan/Perlengkapan: Dafftar klasifikasi arsip. 3. lembar Terbedaindeks arsip kannya arsip/ surat dengan yang lainnya dalam satu berkas Berkas arsip. UU Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Daftar Terkumpulnya arsip klasifikasi statis dari arsip unit pengolah ke unit arsiparis TU Arsip. folder. 1.Pengadmikasi Arsip nistrasi Umum/ Arsiparis 3. yang berisikan pengelompokan berdasarkan rincian masalah dan pelaksanaan fungsi dan kegiatan. Perpres Nomor 20 Tahun 1961 tentang Tugas Kewajiban dan Lapangan Pekerjaan Dokumentasi dan Perpustakaan dalam Lingkungan Pemerintah. Keterkaitan: 1. Daftar klasifikasi arsip Penerimaan PengadmiArsip Masuk nistrasi Umum/ Arsiparis 2. PMA Nomor 10 Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Kearsipan Arsip Dinamis.

Aktivitas 1 Arsiparis 2 3 5. Kode klasifikasi arsip 15 TerwujudMenit nya kartu kendali arsip guna mempermudah Pencarian arsip 421 . Tersusun30 boks arsip. 6. Penataan Arsip dalam doos/boks arsip serta penyusunan -nya pada rak arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Penyusunan kartu kendali Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan berkas yang tersesuaikan apakah dalam bentuk dossier. rubrik atau seri Berkas arsip.Pelaksana NO. nya penata.Menit rak arsip an arsip berdasarkan kode klasifikasi arsip Keterangan Pengadministrasi Umum/ Arsiparis Daftar arsip.

FLOWCHART SOP PENATAAN BERKAS ARSIP MULAI PENERIMAAN ARSIP MASUK MENGKLASIFIKASI ARSIP MENGINDEKS ARSIP MENENTUKAN INDEKS BERKAS (TITEL) PENATAAN BERKAS DALAM BOKS/DOOS BERDASARKAN KLASIFIKASI ARSIP PENYUSUNAN KARTU KENDALI ARSIP SELESAI 422 .

3. 9. 10. 11. 12. 8. 13. SOP Gaji SOP Pelayanan Tamu SOP Pemakaian Ruangan dan Peralatan SOP Pemeliharaan SOP Penayangan Berita Website SOP Pengamanan SOP Perbaikan Instalasi Listrik SOP Permintaan Konsumsi SOP Permintaan Perbaikan SOP Peminjaman Kendaraan SOP Protokoler SOP SPPD SOP Uang Makan 423 . 5. 4. 2. 6.Lampiran 11  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG RUMAH TANGGA 1. 7.

slip. Rekap gaji 2. membuat rekap. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. Daftar gaji Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 4 Dimulai Rekap. kursi. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. komputer/laptop. setiap tgl 5 amplop dan hari bulan sebenomor lumnya pengambilan 424 . amplop berserta nomor 1 Pelaksana Sub bag RT 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO. SOP Pengajuan Anggaran. Pejabat Negara. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. telepon. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. 2. 1. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. dan Penerima Pensiun/ Tunjangan 4. faksimile. slip. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. ATK. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar Hukum: 1. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1.

Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5. Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji 3 hari 2 jam 3. Aktivitas pengambilan Membuat Daftar Gaji 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan 2. Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG Terkirimnya daftar gaji SP2D PDG 7 hari Pelaksana Subbag RT Data pengambilan gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag Keuangan RT Tersedianya uang gaji di kantor 1 hari 425 .Pelaksana NO. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6. Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b. a.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANG Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 426 .

membuat rekap. kursi. maka gaji akan dibayarkan pada bulan yang akan datang Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. PP No 34 tahun 2007 tentang Pemberian Gaji/ Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas Dalam Tahun Anggaran 2007 Kepada Pegawai Negeri. Sub bag amplop RT dan nomor pengambilan Waktu 4 hari Keterangan Dimulai setiap tgl 5 bulan sebelumnya 427 . Dan Penerima Pensiun/Tunjangan 4. telepon. SOP Pengelolaan Keuangan Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera. PP No 14 tahun 2008 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 Keterkaitan: 1. Aktivitas Melakukan potonganpotongan. PP No 19 tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1985 Tentang Gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Dan Anggota Lembaga Tinggi Negara Serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1992 3. 1. amplop berserta nomor pengam- Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan Rekap. faksimile. komputer/laptop. Terakhir Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1992 2. slip. PP No 4 tahun 2007 tentang Penyesuaian gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005 ke dalam gaji pokok Pegawai Negeri Sipil menurut Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 5. Pelaksana slip.SATKER INSPEKTORAT JENDERAL Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PEMBAYARAN GAJI Dasar hukum: 1. SOP Pengajuan Anggaran. Pejabat Negara. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. ATK. Rekap gaji 2. PP No 10 tahun 2008 tentang Perubahan kesepuluh atas peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil 6. Daftar gaji NO. 2. PP No 15 Tahun 1993 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil Sebagaimana Telah Tiga Kali Diubah.

Mengambil uang ke bank untuk penggajian pegawai yang dibayarkan di kantor PDG 2 jam PDG 7 hari Pelaksan a Subbag RT Data pengambil an gaji 1 hari H-1 Pelaksana Kasubbag Keuangan/ Subbag RT Bendahara Data pegawai 10 menit Pelaksana Pelaksana Subbag Subbag KeuRT angan Tersedian ya uang gaji di kantor 1 hari 428 . Mengirimkan Daftar Gaji ke KPPN 4. Membuat Daftar Gaji Pelaksana Mutu Baku Pelaksana Pelaksana Pelaksana Persyaratan/ Output 1 2 3 Perlengkapan PDG Kasubbag Sekretaris RT dan PPK Daftar gaji Terkirimn ya daftar gaji SP2D Waktu 3 hari Keterangan 2. a. Menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 5. Aktivitas bilan. Mengkonfirmasi data pegawai untuk pangambilan gaji di kantor dan di bank 6. Menyiapkan data pegawai untuk pengambil an gaji yang di bank dan di kantor b.NO. 3.

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN GAJI MULAI DATA –DATA KEPEGAWAIAN POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR GAJI KPPN SP2D BANK 3 2 TUNAI VIA BANK BAGIAN KEUANGAN Transfer ke Rekening Pegawai AMPLOP UANG GAJI PEGAWAI SELESAI 429 .

INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN TAMU Dasar hukum: 1. ATK. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. 1. telepon Pencatatan dan Pendataan: Buku Tamu Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan DiketahuiKartu Idennya Kartu titas dan Identitas atau Surat dan atau Tugas Surat Tugas dari tamu yang datang Buku Tamu Tercatatnya Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Teridentifikasinya setiap tamu yang datang Waktu 5 menit Keterangan 2 Resepsionis 5 menit 3 Resepsionis Kartu Tamu 1 menit 4 5 Mengkomu nikasikan kepada pimpinan melalui staff pimpinan perihal kedatangan Tamu Mengkonfirmasikan kesediaan Resepsionis Telephone 5 menit Resepsionis Telephone Informasi kesediaan dan waktu 5 menit 430 . Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. SOP Pengamanan Peringatan: Setiap tamu yang datang harus menunjukkan Kartu Identitas dan atau Surat Tugas (kecuali untuk tamu VVIP) Pelaksana No. kursi. SOP Pengajuan Konsumsi 2. Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Aktivitas Meminta Kartu Identitas dan atau Surat Tugas dari setiap tamu yang datang Mencatat Identitas serta maksud dan tujuan dari tamu yang datang Memberikan Kartu Tamu 1 Satuan Pengamanan 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Umum Peralatan/Perlengkapan: Meja.

Waktu Keterangan 6 Satuan Pengamanan 5 menit 7 Staff Pimpinan Permintaan jamuan tamu 1 jam 8 Petugas Pengemudi Kasubbag Rumah Tangga Permintaan peminjaman kendaraan dinas 15 menit 431 . Aktivitas dan waktu pimpinan untuk menerima tamu Mengarahkan tamu ke ruang pimpinan Menyiapkan jamuan tamu pimpinan Menyiapkan kendaraan untuk transportasi tamu pimpinan 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan pimpinan untuk menerima tamu Tertujunya tamu pada pimpinan yang dimaksud Tersedian ya jamuan tamu Tersedianya kendaraan.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PELAYANAN TAMU MULAI MEMINTA KARTU IDENTITAS ATAU SURAT TUGAS TAMU MENCATAT IDENTITAS TAMU MEMBERIKAN KARTU TAMU MENGKOMUNIKASIKAN KEPADA PIMPINAN MELALUI STAFF PIMPINAN PERIHAL KEDATANGAN TAMU MENGARAHKAN TAMU KE RUANG PIMPINAN MENYIAPKAN JAMUAN TAMU PIMPINAN SELESAI 432 .

1. Surat/blanko permohonan penggunaan ruangan/peralatan 2. Menyiapkan ruangan/ peralatan dan Kasub bag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit Pelaksana Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Tercatatnya peminjaman ruangan/ peralatan di buku kendali Tersedianya ruangan/ peralatan yang siap untuk 5 menit Pemohon Ruangan / peralatan yang siap digunakan 1 jam 433 . Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN Dasar hukum: 1. meja. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Peminjaman/penggunaan ruangan dan peralatan dilayani jika tidak sedang digunakan dalam kegiatan lain. peralatan. Pelaksana NO. Buku kendali Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terkirimnya Blangko / blangko/ surat permohonan surat permohonan Waktu 1 jam Keterangan Mengajukan permohonan penggunaan ruangan/ peralatan ke Subbag Rumah Tangga 2 Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga 3 1. Mencatat peminjaman ruangan/ peralatan dalam Buku Kendali. kursi. ATK. komputer/ laptop. Aktivitas 1 Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang peralatan terkait Peralatan/Perlengkapan: Ruangan. 2. telepon. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Pencatatan dan Pendataan: 1.

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 4 menyerah kannya pada penanggung jawab dari pihak peminjam sesuai aturan yang berlaku Melaporkan Pemohon pemakaian ruang / tempat kepada Subbag Rumah Tangga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan digunakan Waktu Keterangan Kasubbag Rumah Tangga Laporan Kembalinya Ruangan dan peralatan dalam kondisi seperti semula 5 menit 434 .

FLOWCHART SOP PELAYANAN PEMAKAIAN TEMPAT / RUANGAN DAN PERALATAN MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON LAPORAN SELESAI KEGIATAN PEMOHON SELESAI 435 .

PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS Dasar hukum: 1. kursi. Penyedia Jasa Peringatan: Seluruh jenis pemeliharaan BMN harus dilaksanakan oleh Subbag Rumah Tangga dengan persetujuan PPK Pelaksana NO. SOP Pencairan dana LS 2. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja. mesin tik. terselesaikannya analisa disposisi Kabag Umum 2. faksimile. telepon.Tersampai kannya perintah pembuata n surat permintaan penawaran 1 jam 436 . KMA Nomor 324 tahun 2002 tentang Petunjuk pengadaan. Menganalisa surat yang telah didisposisi Kabag Umum 2. Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Mendispo.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN. 1.Kabag Umum sisi surat permintaan perbaikan kepada Kepala Subbagian Rumah Tangga (RT) untuk memproses pelaksanaan pekerjaan 2 1. Menugaskan pelaksana untuk membuat konsep surat permintaan penawaran harga Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Nota dinas Terdisposisinya Surat Permintaan perbaikan Wakt Keterangan u 1 jam Kasubbag RT Surat tugas/Memo 1. KENDARAAN DINAS. ATK. GEDUNG. SOP Pengadaan 3. komputer/laptop. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. KMA Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama 2.

Tersampaikannya perintah untuk mengirim surat permintaan penawaran kepada rekanan Pelaksana Surat RT Permintaan Penawaran Terkirimnya Surat Permintaan Penawaran 2 Jam 1 jam 437 . Menyampai kan Surat Permintaan Penawaran kepada penyedia barang/jasa Pelaksana Disposisi RT Kabag umum 1. 2. Tersiapkannya HPS 3. Konsep perminHPS taan penawaran 2. Mengana -lisa dan menanda -tangani konsep surat perminta an penawar an 2. 3 1. Konsep buhinya Surat tanda Permintaan tangan Penawaran pada surat 2.Pelaksana NO. Terselesaikannya konsep Surat Perminta an Penawaran 2. 5. 3. 3. 1. Meneliti HPS. Menugaskan pelaksan a untuk mengirim Surat Perminta an Penawar an kepada penyedia barang/ jasa. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Wakt Keterangan u kepada penyedia barang/ jasa terpilih. Terselesaikannya analisa HPS 3. Menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Terserah -kannya konsep HPS kepada Kasubbag RT 2 hari Kasubbag RT 1. Menyerahkan konsep Surat Permintaan Penawaran dan HPS kepada Kasubbag RT 4. Membuat konsep Surat Permintaan Penawaran. Terbu1.

Pelaksana NO. Aktivitas 1 Kasubbag RT 2 PPK 3

6. 1. Menerima, meneliti penawara n harga dari penyedia barang/ jasa. 2. Mengoreksi dan menegosiasi harga penawara n dengan penyedia barang/ jasa; 3. Membuat dan menyeles a-ikan Surat Perintah Kerja (SPK) 4. Meneliti kuitansi, faktur, SSP dan faktur pajak selanjutny a menugaskan pelaksana untuk membuat Bukti Kas Tetap (BKT) 7. Membuat konsep BKT dan menyampai kannya kepada Kasubbag RT 8 Meneliti dan memaraf BKT dan menyampaikannya kepada Kabag Umum/PPK 9 Meneliti dan menandatangani BKT

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 1. Surat 1. Kuitansi, Penafaktur, SSP waran dan faktur Harga pajak 2. Surat Pena- 2. SPK 3. Faktur waran 4. Kuitansi Harga, Berita Acara Pemenang Pemilihan Lelang

Wakt Keterangan u Maksimal 30 hari

Pelaksana RT

Setelah pekerjaan selesai

Kasubbag RT

BKT

Terbubuhinya paraf pada BKT

1 Jam

Kabag Umum

BKT

Terbubuhinya tanda

1 Jam

438

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3

dan menugaskan pelaksana untuk menyampaikannya kepada Bendahara Pengeluaran 10 Menyampaikannya BKT kepada bendahara pengeluaran

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan tangan pada BKT

Wakt Keterangan u

Pelaksana BKT RT

Tersampaikannya BKT kpd bendahara pengeluaran

1 jam

439

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN, GEDUNG, KENDARAAN DINAS, PERALATAN KANTOR DAN BARANG INVENTARIS

MULAI

PENGAJUAN

KONSEP SURAT PERMINTAAN PENAWARAN HARGA KEPADA PENYEDIA JASA

MENYIAPKAN HPS

MENYAMPAIKAN SURAT PERMINTAAN PENAWARAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA

ANALISA

SETUJU

DITOLAK

KONSEP BUKTI KAS TETAP

PPK

BENDAHARA PENGELUARAN SELESAI

440

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE
Dasar hukum: 1. PP No 09 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005 2. KMA No 137 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Informasi Keagamaan Departemen Agama Keterkaitan: SOP Kegiatan Peringatan: Berita tidak akan ditayangkan jika tidak melalui dewan penyunting Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Pelaksana yang menguasai jurnalistik dasar-dasar

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, komputer/laptop, Kamera, ATK, Alat Perekam Pencatatan dan Pendataan: Database berita website Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bahan berita Bahan berita

Waktu 2 jam

Keterangan

2

Pelaksana Mencari Itjen dan menulis berita Mengumpu Tim lkan berita Website

Materi Berita

3

Menyunting berita Menayangkan berita

Dewan penyunting Tim Website

4.

Disposisi Kabag umum Materi berita

Terkumpulnya bahan berita Tersuntingnya berita Tayangan berita

1 Jam

2 hari 2 jam

441

FLOWCHART SOP PENAYANGAN BERITA WEBSITE

MULAI

PENCARIAN & PENULISAN BERITA

PENGUMPULAN BERITA

PENYUNTINGAN BERITA

PENANYANGAN BERITA

SELESAI

442

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PENGAMANAN
Dasar Hukum: 1. UU Nomor 13 Tahun 1961 tentang ketentuanketentuan pokok kepolisian negara 2. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Ketentuanketentuan pokok-pokok kepegawaian Keterkaitan: 1. SOP SIMAK 2. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: Kualifikasi Pelaksana: Satuan Pengamanan yang mendapatkan Surat Tugas

Peralatan/Perlengkapan: Kamera CCTV, HT, Lampu Senter, Buku laporan, Metal Detektor, Pentungan. Pencatatan dan Pendataan: 1. Daftar absensi satuan pengamanan 2. Buku catatan peristiwa 3. Buku catatan keluar masuk barang dari kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat Tugas Terdapatnya perintah secara umum Surat Tugas Terdapatnya perintah harian dan terkoordinasikannya kegiatan harian Surat Tugas Terlaksananya tugas harian Satuan Pengamanan Ket

Pelaksana NO. 1. Aktivitas 1 2 3

Waktu 5 Menit 5 Menit

KomanMemberikan perintah secara dan Peleton umum 2 Mengeluarkan perintah harian dan mengkoordinasikan kegiatan harian 3 a. Melakukan tindakan pengaman-an gedung beserta barang inventaris kanto b. Melakukan pengamanan pada kendaraan dinas kantor da kendaraan pribadi c. Memberikan pelayanan kepada setiap pimpinan Inspektorat Jenderal d. Mengawasi keluar masuknya barang inventaris kanto e. Menutup dan mengunci seluruh pintu termasuk pintu gerbang pada

Koman dan Regu

Anggota

24 jam

443

Pelaksana NO. Aktivitas 1 2 3 Persyaratan/ Perlengkapan

Mutu Baku Output Waktu Ket

hari jum’at mulai pukul 12.00 sampai dengan 12.30 (sholat Jum’at) f. Mencatat Setiap kendaraan yang keluar masuk d lingkungan Inspektorat Jenderal g. Menanyakan dan memeriksa setiap tamu yang datang baik keperluan maupun tujuannya 4. Menerima laporan pelaksana perihal kehilangan barang, Mengeluarkan barang dari kantor, penitipan kendaraan bermotor 5. Menerima perintah: 1. Menginvestigasi kasus kehilangan (Pencu-rian) 2. Mendampingi pelaksana pada saat mengeluarka n barang dari kantor 3. Menjaga kendaraan bermotor 6 Melaporkan kasus Pencurian kepada Kabag Umum dan Mengkoordinasikan kasus pencurian/ Tindak pidana lainnya dengan Kepolisian Wilayah jika dibutuhkan

Koman dan regu

Laporan

Teridentifikasinya laporan

5 menit

Anggota

Perintah

a. Terinvestigasinya kasus kehilangan b. Terdampinginya pelaksa-na pada saat mengeluarkan barang c. Terja-ganya kenda-raan bermotor

-

Koman dan regu

Bukti

Terdapatnya laporan kepada Kabag Umum dan terkoordinasinya dengan polda

segera

444

FLOWCHART SOP PENGAMANAN

MULAI

PERINTAH UMUM KOMANDAN PELETON

PERINTAH HARIAN KOMANDAN REGU

PELAKSANAAN TUGAS PENGAMAN

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS

LAPORAN KASUS/TINDAK PIDANA KE POLDA

SELESAI

445

INSPEKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN AGAMA

Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh

Juli 2009

SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR
Dasar Hukum: 1. KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi, Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. SOP Permintaan Perbaikan 2. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. Prosedur ini tidak berlaku bagi perawatan rutin dan berkala. 2. Usulan perbaikan yang dilayani adalah untuk perbaikan ringan atau sifatnya betul-betul mendesak. Pelaksana NO. 1. Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik / air Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memeriksa tingkat kerusakan dan mencatatnya dalam Buku Kendali 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Keahlian dalam perbaikan instalasi listrik

Peralatan/Perlengkapan: Meja, kursi, ATK, telepon, peralatan tekhnisi Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat / blanko permohonan permintaan perbaikan instalasi listrik 2. Buku Kendali

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Blangko/ Terkirimsurat nya blangpermohonan ko/surat permohon an

Waktu 1 jam

Keterangan

2

Kasubbag Rumah Tangga

Blangko/ surat permohonan

Terdisposisinya blangko/ surat permohonan

5 menit

3

Pelaksana Subbag Rumah Tangga

Anggota

Disposisi Kasubbag Rumah Tangga

4.

Memperbaiki kerusakan

Teknisi

Petugas PLN / PAM

Bukti kerusakan

10 Terdetekmenit sinya tingkat kerusakan dan tercatatnya jenis kerusakan dalam Buku Kendali 1 jam Teratasiatau nya keterganrusakan

Jika tingkat kerusakan ringan

446

Pelaksana NO. Aktivitas instalasi listrik / air 1 2 3

Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan instalasi listrik / air

Waktu tung tingkat kerusa kan

Keterangan ditangani secara swakelola, tapi jika tidak mampu maka dilaporkan kepada PLN / PAM

5.

Melaporkan pelaksanaan perbaikan kepada Kasubbag Rumah Tangga

Teknisi

Anggota

Laporan

Adanya laporan pelaksanaan perbaikan

10 menit

447

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERBAIKAN INSTALASI LISTRIK / AIR

MULAI

SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT

KASUBBAG RUMAH TANGGA

PENGECEKAN DAN PENCATATAN TINGKAT KERUSAKAN

TEKHNISI SUBBAG RUMAH TANGGA

PETUGAS PLN

LAPORAN

SELESAI

448

Untuk permintaan konsumsi bagi lebih dari 50 orang. Penyedia jasa konsumsi Pelaksana Subbag Rumah Tangga Tanda Terima / Kuitansi Diterimanya konsumsi yang dipesan 10 menit 449 . Aktivitas Mengajukan permohonan permintaan konsumsi pada Subbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposi sikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Memesan konsumsi sesuai dengan permintaan pemohon Menerima konsumsi yang dipesan 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memiliki kemampuan mengatur menu Peralatan/Perlengkapan: ATK. Keputusan Menteri Agama Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. 1.nya blangko/ surat honan permohonan Waktu 1 jam Keterangan 2 Kasubbag Rumah Tangga Blangko / surat permohonan Terdisposisinya blangko/ surat permohonan 5 menit 3 Pelaksana Penyedia jasa Subbag konsumsi Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga Pesanan konsumsi 10 menit 4. telepon. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: SOP Rapat Peringatan: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Prosedur ini tidak berlaku bagi unit-unit kerja yang telah memiliki dana talangan konsumsi tersendiri. Surat / blanko permohonan permintaan konsumsi 2. direktori toko kue dan rumah makan Pencatatan dan Pendataan: 1. Pelaksana NO.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI Dasar Hukum: 1. 2. Surat Permohonan diajukan ke Subbag Rumah Tangga maksimal 1 hari sebelum hari H. Buku Kas Subbag RT Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerkirimBlangko / surat permo.

Aktivitas Menyerahkan pesanan konsumsi kepada pemohon.TercatatSubbag luaran Kas nya bukti Rumah dari Penyedia pengeTangga Jasa Konluaran di sumsi Buku Kas Subbag Waktu 5 menit Keterangan 5 menit 450 .Pelaksana NO. 5. Mencatat Bukti Pengeluaran di Buku Kas Subbag 1 2 6. Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan DiterimaPelaksana Pesanan konsumsi nya peSubbag sanan Rumah konsumsi Tangga oleh pemohon Pelaksana Bukti Penge.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PERMINTAAN KONSUMSI MULAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK PEMESANAN KONSUMSI KEPADA PENYEDIA JASA PEMOHON PENYERAHAN PESANAN KONSUMSI KEPADA PEMOHON PENCATATAN BUKTI PENGELUARAN KAS SELESAI 451 .

Kasubbag Laporan 2 Subbag Terkait Kerusakan terkait membuat surat permintaan perbaikan ditujukan kepada Kasubbag Rumah Tangga (RT). Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai Keahlian memperbaiki komputer dan alat-alat kantor Peralatan/Perlengkapan: Meja. SOP Pemeliharaan Peringatan: Jika tidak koordinasi dengan Subbag perlengkapan (SOP Pengadaan barang) maka tidak mendapatkan penggantian barang yang baru Pelaksana NO.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR Dasar Hukum: Keputusan Menteri Agama Nomor 492 tahun 2000 tentang petunjuk pelaksanaan pemeliharaan dan penghapusan barang milik/ kekayaan negara di lingkungan Departemen Agama Keterkaitan: 1. Melakukan RT Surat analisa Perbaikan awal terhadap 2. Disposisi 4. kursi. a. komputer/laptop. Terdapattingkat nya kerusakan barang alat olah inventaris data pada yang subbag rusak Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Bukti TersamKerusakan paikannya laporan kerusakan Waktu 5 menit Keterangan Terealisasinya pembuatan surat permintaan perbaikan 1 jam Terdisposisinya Surat permintaan perbaikan kepada Pelaksana Terselesaikannya perbaikan barang inventaris jika kerusakan ringan 5 menit 5 jam 452 . peralatan tehnisi Pencatatan dan Pendataan: Buku Kendali Melaporkan Pelaksana kerusakan terkait barang inventaris kepada Subbag terkait. 1. Kasubbag Surat 3 Kasubbag RT permintaan RT mendisperbaikan posisikan surat tersebut kepada Pelaksana RT Pelaksana 1. SOP Pengadaan barang 2.

Mengem -balikan alat olah data Barang inventaris mengalami kerusakan berat Pelaksana Surat izin RT mengeluarkan barang Terealisasinya pembuatan surat izin mengeluarkan barang Terselesaikannya perbaikan barang inventaris kantor 5 menit Jika Barang tersebut mengalami kerusakan berat 6 jam 453 . Melakukan perbaikan di Subbag RT C. Melakukan penggantian spare part jika perlu D. Memperbaiki barang inventaris di Subbag RT jika tingkat kerusakan berat. Sub-bag 5. Mengarsipkan surat tersebut B. Mengajukan pembelian spare part. Membuat laporan hasil kerja perbaika n olah data F. Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Waktu Keterangan terkait b. A. Membuat Terkait surat izin mengeluarkan barang kepada pelaksana RT 6.Pelaksana NO. Memperbaiki alat barang inventaris di subbag terkait jika tingkat kerusakan ringan c. E.

7. Aktivitas 1 2 8 Memberikan nota dinas rekomendasi penggantian barang inventaris jika sudah tidak layak pakai kepada Subbag terkait ditujukan kepada Subbag Perlengkapan Kasubbag Mengajuterkait kan permintaan alat olah data (sebagaimana diatur di dalam SOP Pengadaan barang No … tahun. ….) Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan TerealiPelaksana Barang sasinya RT inventaris nota tidak dapat dinas diperbaiki rekomendasi Waktu 5 menit Keterangan Nota Dinas rekomendasi penggantian barang baru 5 menit Terealisasinya penggantian barang baru 454 .Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PERMINTAAN PERBAIKAN INVENTARIS KANTOR MULAI LAPORAN KERUSAKAN KEPADA SUBBAG RUMAH TANGGA ANALISA TINGKAT KERUSAKAN RINGAN BERAT PELAKSANAAN PERBAIKAN DI SUBBAG TERKAIT SURAT IJIN MENGELUAR KAN BARANG PROSES PERBAIKAN DI SUBBAG RT LAPORAN PERBAIKAN MASIH LAYAK PAKAI TIDAK LAYAK PAKAI PENGEMBALIAN BARANG KE SUBBAG TERKAIT NOTA DINAS REKOMENDASI PENGGANTIAN BARANG SELESAI 455 .

Aktivitas Mengajukan permohonan penggunaan kendaraan dinas ke Kasubbag Rumah Tangga Meneliti dan mendisposisikan blangko/ surat permohonan kepada Pelaksana Subbag Rumah Tangga Mencatat peminjaman kendaraan dinas dalam Buku Kendali Menugaskan kepada 1 Pegawai atau Kasubbag terkait 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Jika terjadi kerusakan / kecelakaan / kehilangan maka menjadi tanggung jawab peminjam Pelaksana NO. Pengemudi atau Perintah atau serah 456 . kursi. meja. Buku kendali Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan 1 Blangko / Terkirimnya jam surat blangko/ permohonan surat permohonan 2 Kasubbag Rumah Tangga Kasubbag Terkait Blangko / surat permohonan 5 Terdispomenit sisinya blangko/ surat permohonan 3 Pelaksana Kasubbag RT Subbag Rumah Tangga Disposisi Kasubbag Rumah Tangga 5 Tercatatnya peminjaman menit kendaraan dinas di buku kendali Terselesaikannya 5 menit 4. Peminjaman/penggunaan kendaraan dinas dilayani jika kendaraan dinas tersedia dan dalam kondisi layak jalan. penggunaan dan pemeliharaan inventaris kendaraan dinas bermotor di lingkungan Departemen Agama 2. Keputusan Menteri Agama Nomor 324 tahun 2002 tentang petunjuk pengadaan. SOP Pemeliharaan Peringatan: 1. SOP Kegiatan 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Surat / blanko permohonan penggunaan kendaraan dinas 2. Mampu mengemudikan kendaraan mesin/ Peralatan/Perlengkapan: Kendaraan Dinas. telepon. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS Dasar Hukum: 1. komputer/laptop. 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. Memiliki pengetahuan tentang kendaraan 2. ATK.

Pengemu di atau pemohon Pelaksana PengembaRT lian kunci kendaraan + STNK Kembali-nya 5 kendaraan menit dinas dalam kondisi seperti semula 457 . Aktivitas pengemudi atau penanggung jawab dari pihak peminjam untuk mengemudikan kendaraan yang dipinjam Mengembalikan kendaraan kepada Subbag Rumah Tangga 1 pemohon 2 3 Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan serah terima terima kunci kendaraan + peminjaman kendaraan STNK dinas 5.Pelaksana NO.

FLOWCHART SOP PELAYANAN PENGGUNAAN KENDARAAN DINAS MULAI SURAT PERMOHONAN DARI PEGAWAI SURAT PERMOHONAN DARI KASUBBAG TERKAIT KASUBBAG RUMAH TANGGA YA TIDAK DIPROSES OLEH PELAKSANA SUBBAG RT PEMOHON PENGEMUDI PENGEMBALIAN PEMOHON SELESAI 458 .

KMA Nomor 155 tahun 2002 tentang Uraian Pekerjaan Inspektorat Jenderal Departemen Agama 2. Aktivitas Mendapatkan informasi kunjungan kerja pimpinan Membuat jadwal deskriptif keberangkatan dan kepulangan pimpinan dari daerah Menyiapkan petugas pendamping perjalanan pimpinan Berkoordinasi dengan sub bagian lain tentang materi dan arahan pimpinan di daerah Menyiapkan administrasi perjalanan dinas pimpinan dan pendam pingnya 1 Staff Pimpinan dan Petugas Protokoler Petugas Protokoler 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas Protokol Peralatan/Perlengkapan: HT. 1. ID Card.SPPD naan Tersedianya kelengkapan administrasi 1 hari 459 . Laptop. Keuangan Perenca.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP KEPROTOKOLERAN Dasar Hukum: 1. Uraian Tugas dan Mekanisme Kerja Inspektorat Jenderal Departemen Agama Keterkaitan: 1. Kasubbag RT Subbag terkait Soft copy dan print out materi dan arahan 1 hari 5. Buku Agenda. SOP SPPD Peringatan: Pelaksana NO. Kartu Pass Bandara. SOP Peminjaman Kendaraan 2. Kendaraan Operasional Pencatatan dan Pendataan: Buku Agenda Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Undangan / Informasi Surat Tugas kunjungan kerja pimpinan Keterangan Waktu 5 menit Kasubbag Kabag RT Umum 2 Kasubbag RT Laptop / komputer Jadwal 15 deskriptif menit keberangka an dan kepulangan pimpinan 3 Kasubbag RT Surat Tugas Adanya petugas pendamping pimpinan Materi dan arahan 1 jam 4. Keputusan Inspektur Jenderal Departemen Agama Nomor IJ/147/2006 tentang Visi dan Misi. Kasubbag RT Kasubbag Kasubbag Surat Tugas.

Petugas Protokoler daerah Petugas Kasubbag Telephone. Petugas Protokoler Kasubbag RT Laporan Adanya laporan pelaksanaan keprotokoleran 1 jam 460 . Protokoler RT Fax Informasi dan koordinasi 1 hari 8. 6.Pelaksana NO. Aktivitas Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan pimpinan dan pendamping ke daerah Melakukan konfirmasi dan koordinasi petugas protokoler daerah Menyiapkan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan di bandara/ stasiun keberangka tan Melaporkan ke Kabag Umum terkait pelaksanaan keprotokoleran 1 Petugas Protokoler Mutu Baku Persyaratan/ 2 3 Output Perlengkapan TersediaKasubbag Kasubbag Tiket nya tiket RT Keuangan/ Bendahara Waktu 1 hari Keterangan 7. Petugas Protokoler Kasubbag RT Kendaraan Kesiapan teknis keberangkatan dan kepulangan pimpinan 1 hari 9.

FLOWCHART SOP KEPROTOKOLERAN MULAI KABAG UMUM KASUBBAG RUMAH TANGGA PELAKSANA RUMAH TANGGA PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS KEPROTOKOLERAN LAPORAN SELESAI 461 .

SOP Pelaksanaan PKAT 2. dan Pegawai Tidak Tetap 4. 1. Pegawai Negeri.05/2007 Tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. faksimile. Rekap Tim/Individu 2. dan Pegawai Tidak Tetap 3. Pegawai Negeri. Aktivitas Membuat surat tugas perjalanan dinas 1 2 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Komputer/laptop. mesin tik. PMK Nomor 62 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK. SPPD yang sudah diparaf Terbubuhinya tanda tangan 1 hari 462 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENERBITAN SPPD Dasar Hukum: 1. Pegawai Negeri. dan Pegawai Tidak Tetap 6. PMK Nomor 45 Tahun 2007 tentang Perjalanan Dinas Jabatan dalam Negeri Bagi Pejabat Negara. Pencatatan dan Pendataan: 1. Form SPPD. Surat Tugas/ memo esselon III ke atas Keterangan 2 Membuat SPPD Memberik an paraf pada SPPD Memberikan tanda tangan pada SPPD . 2. SPPD Rampung 3. SOP Kegiatan Peringatan: Jika tidak mendapatkan surat tugas atau memo dari esseon III ke atas maka SPPD tidak akan diterbitkan Pelaksana NO. Inpres Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perjalanan Dinas Ke Luar Negeri. dan pegawai tidak tetap Keterkaitan: 1. Petunjuk Pelaksanaan Dirjen Perbendaharaan Nomor 21 tahun 2008 tentang perjalanan dinas jabatan dalam Negeri bagi Pejabat Negara. SOP Riksus 3.Pelaksana Kabag Subbag pe Perencan rencanaan aan . Petunjuk pelaksanaan Badan Kepegawaian Nasional Nomor 12 Tahun 2001 tentang Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri bagi Pejabat Negara. PMK Nomor 64 Tahun 2008 tentang Standar Biaya Umum tahun anggaran 2009 5. Pegawai Negeri. telepon.Subbag Perencanaan Pelaksana Subbag RT Kasubbag Perencanaan Sekretaris/ Irjen Kabag I Mutu Baku Persyaratan/ 3 Output Perlengkapan Sekretaris Nota dinas Terbitnya surat tugas Waktu 1 hari Surat tugas/ Memo SPPD Terbitnya SPPD Terbubuhinya paraf 1 hari 1 hari 3 4. ATK.

Menandatangani dan membubuhi stempel Memberi Nomor dan tanggal Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerbubuSPPD yang hinya sudah di bubuhi tanda stempel. 6. Mengklasifikasika n SPPD tersebut berdasar -kan tim 3. 1.Pelaksana NO. SPPD SPPD Rampung terbubuhi stempel Itjen dan tanda tangan Terisinya SPPD Yang Nomor sudah dan dibubuhi tanda tangan tanggal SPPD dan stempel satker 1 hari 1 minggu 463 . terklasifitangan kasinya dan terdistribusinya SPPD Waktu 1 hari Keterangan Pejabat obrik /satker yang dituju Pelaksana Subbag RT 7. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag RT 2 3 5. Mendistri -busikan SPPD kepada yang bersangkutan. Membubuhi stempel pada SPPD tersebut 2.

FLOWCHART SOP PENERBITAN SPPD MULAI SURAT TUGAS 1 SUBBAG RUMAH TANGGA 2 SPPD SPPD DIPARAF OLEH KASUBBAG PERENCANAAN & KABAG I 3 SPPD DITANDATANGANI OLEH SEKRETARIS ITJEN ATAU IRJEN SPPD DIDISTRIBUSIKAN KEPADA PEGAWAI / PEJABAT YANG BERTUGAS SPPD RAMPUNG 4 5 PEMBERIAN NOMOR SPPD RAMPUNG SELESAI 464 .

komputer/laptop. maka uang makan dibayarkan pada bulan yang akan datang Pelaksana NO. SOP Absensi Pegawai Peringatan: Jika tidak melakukan konfirmasi dengan KPPN dengan segera.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 3. amplop berserta nomor pengambilan b.05/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22/PMK. telepon. Membuat daftar uang makan c. ATK.02/2008 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2009 Keterkaitan: 1. Rekap uang makan 2. PMK Nomor 22/PMK. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN Dasar Hukum: 1. Mengirimkan daftar uang makan ke KPPN 3 Menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Pelaksana Subbag RT Rekap uang makan Terbitnya SP2D 4 hari Pelaksana KPPN Daftar uang makan Terbitnya SP2D 1 minggu 465 . kursi. SOP Pencairan Anggaran 2. Aktivitas 1 Pelaksana Subbag Kepegawaian 2 3 Kualifikasi Pelaksana: Menguasai MS Office Peralatan/Perlengkapan: Meja.05/2007 tentang Pemberian Uang Makan Bagi Pegawai Negeri Sipil 2. Printer Dot Metrik Pencatatan dan Pendataan: 1. Daftar uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Database Terkirimnya rekap finger print absensi Waktu 1 jam Keterangan Mengirimkan rekap absensi pegawai ke Subbag RT setiap awal bulan 2 a. Melakukan potonganpotongan. PMK Nomor 06/PMK. PMK Nomor 64/PMK. faksimile.

4. Mendistri busikan amplop uang makan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SP2D Tersampaikannya informasi tentang pencairan uang di Bank a. Memasu Pelaksana Subbag kkan RT uang makan ke dalam amplop masingmasing pegawai b.Pelaksana NO. Tersimb. Amplop 1. Daftar uang pannya makan uang c. Nomor makan Pengamdi dalam bilan amplop 2. a. Aktivitas Mengkonfirmasikan pencairan uang di Bank 1 2 Pelaksana Sub-bag RT 3 5. Terdistribusinya uang makan Waktu 1 hari Keterangan 1 hari 466 .

FLOWCHART SOP PEMBAYARAN UANG MAKAN MULAI REKAP ABSENSI PEGAWAI POTONGANPOTONGAN 1 SUBBAG RUMAH TANGGA DAFTAR UANG MAKAN KPPN SP2D BANK 2 BAGIAN KEUANGAN 3 AMPLOP UANG MAKAN PEGAWAI SELESAI 467 .

5. 9. 7. 10. 6.Lampiran 12  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SUBBAG PERLENGKAPAN 4. 11. SOP SIMAK SOP SIKAP SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris SOP Pengadaan Barang SOP Penghapusan Barang SOP Penggantian Barang Inventaris SOP Permintaan Barang Kebutuhan Sehari-hari SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN 468 . 8.

Mengikuti Diklat SAI-SIMAK BMN Peralatan/Perlengkapan: Komputer. SP2D.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. SOP Pengadaan barang. 4. 3. sehingga tidak terlewat saat SIMAK akan dilaporkan. 4. 5. Penginputan Petugas data input data SIMAK BMN 1. 6. Barang Persediaan Alat Tulis Kantor Bahan Komputer Alat Rumah Tangga Bahan Cetakan Barang inventaris kantor Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan Itjen atas Barang barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan Diperoleh SP2D 2. Keterkaitan: 1. Setiap Pengadaan harus segera diinput ke dalam aplikasi SIMAK BMN. SOP Pengelolaan dan Pndistribusian BMN. Saat laporan SIMAK BMN selesai perlu dilakukan rekonsiliasi antara SIMAK BMN dengan SAI sehingga data yang dilaporkan sinkron. 2. Data barang persediaan diinput masuk keluar per satuan barang 469 . 2. aplikasi SIMAK BMN Peringatan: 1. KMA Nomor 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. SOP Rekonsiliasi SAK-Simak. Kualifikasi Pelaksana: Paham Administrasi. SOP Penghapusan Barang. SOP SIKAP. Data barang nya data jenis SIMAK BMN penginventaris adaan diinput lengkap dgn penomoran & lokasi barang 3. printer. 5. 2. Aktivitas Pengadaan Barang 1 Panitia Pengadaan 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. Ter-update. PMA Nomor 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 3. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA Dasar Hukum: 1. PMK 59/PMK. 3.Sesuai 2. Pelaksana NO 1.

Penyiapan laporan semesteran dan laporan tahunan 4.Pelaksana NO Aktivitas 1 Petugas input data SIMAK BMN 2 3 3. Rekonsiliasi Laporan SAI dengan Laporan SIMAK BMN Petugas Input data SIMAK BMN Petugas input data SAI Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Tersajinya Seluruh kontrak/SPK laporan BMN dg & SP2D format dari semester aplikasi berjalan SIMAK BMN 1. Laporan laporan SAI SIMAK & SIMAK BMN BMN Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 3 hari 470 . Laporan Tersajinya SAI. kesesuaian 2.

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN AKUNTANSI MULAI DOKUMEN PENGADAAN SP2D INPUT DATA BARANG LAPORAN SEMESTERAN DAN LAPORAN TAHUNAN REKONSILIASI LAPORAN SAI DAN SIMAK BMN SELESAI 471 .

3. Peringatan: 1. SOP Pengadaan Barang. Ter2. Setiap 6 bulan sekali diadakan OFBI untuk pengecekan ulang. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN. Aplikasi SIMAK BMN. nya data Waktu Sesuai jenis pengadaan Keterangan 1. SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Inventaris. Data barang. 2. DIR. SIKAP harus di up date setiap saat. Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). 2. Data barang. Berita Acara Terlaksaserah terima nanya distribusi babarang. taris yang diperlukan 1. 6. Pendataan Barang inv. 3. Pendistribusian Barang inventaris.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) Dasar Hukum: 1.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 3. maka segera diisi data ruangan sesuai berita acara yang ada.Pengadmisian barang nistrasi barang inventaris inventaris Sesuai jumlah barang 4. 4. KMA 449 Thn 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. Kualifikasi Pelaksana: 1. Pelaksana NO. Pengadaan Barang inventaris kantor. Paham Administrasi 2. Pengadaan Panitia Barang Pengadaan 2. 2. PMK 59/PMK. Barang Persediaan. Mampu mengoperasikan Aplikasi Komputer SIKAP Peralatan/Perlengkapan: Komputer. di setiap ruangan. Terlaksana nya penda2. Keterkaitan: 1. Penomoran Pengadministrasi barang barang inventaris inventaris Sesuai dg jml pengadaan 3. Saat barang telah didistribusikan pada ruangan yang membutuhkan. 4. 3. PMA 3 Thn 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. rang inven2. SOP SIMAK. Input data barang inventaris Petugas input data SIKAP Sesuai jumlah barang 472 . agar DIR dan data dari SIKAP sinkron. taan barang sesuai nomor yang diberikan 1. Penomoran Barang inventaris. Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Terpenuhi Dokumen kebutuhan Pengadaan barang Barang inventaris dan barang kebutuhan sehari-hari kantor 1. Nomor updatebarang. 2. 5. Aktivitas 1 2 3 Pencatatan dan Pendataan: 1. Pendistribu. Urutan penomoran. printer.

Input data peminjaman Input data SIKAP barang mobile/ barang pinjam Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan 3. 4. Input data penggunaan barang persediaan Petugas input data SIKAP Petugas 8. barang per2. Aktivitas 1 2 3 Petugas . Up date DIR 1. Pengisian Terpenuhiform nya kebupermintaan tuhan barang.5 Input data barang per. Tanda sediaan tangan dari atasan pemohon. BMN dg 2. Barang nomor & Inventaris. Permintaan Pemohon barang persediaan Administrasi barang persediaan 7. 3. jenis barang 2.Pelaksana NO. Data SIMAK format BMN. Tersajinya kesesuaia n data SIKAP & SIMAK BMN Tersajinya 1. 2. Persetujuan dari kasubbag Perlengkapan Bon Permintaan 1.input data SIKAP sediaan 6. Form Pedata peminjaman minjam. Tersajinya kesesuaian data SIKAP & SIMAK BMN 1. Berita Acara SIKAP serah terima barang. Kartu Persediaan 2. Faktur nya lap barang. Data jumlah yang barang dipinjam mobile/ Tersajinya barang data terpinjam yang sebut dalam format tersedia aplikasi SIKAP Waktu Keterangan Sesuai jumlah barang 10 menit Sesuai jumlah pengeluaran barang 5 menit 473 . Tersaji1. SIKAP. TersajiBarang nya lap barang persediaan terakhir dg format SIKAP. 3.

FLOWCHART SOP SISTEM INFORMASI PERLENGKAPAN (SIKAP) MULAI PENGADAAN BARANG BARANG PERSEDIAAN INPUT DATA PERMINTAAN BARANG INPUT DATA BARANG INPUT DATA PENGELUARAN BARANG BARANG INVENTARIS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGISIAN FORM PEMINJAMAN INPUT DATA PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGEMBALIAN BARANG DISTRIBUSI BARANG INPUT DATA PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS SELESAI 474 .

449 Tahun 2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventaris Barang/Milik Kekayaan Negara di Lingkungan Departemen Agama. PP No. printer. SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. UU No. Form Isian Peminjaman Pencatatan dan Pendataan: Mobilitas Barang inventaris (peminjaman dan pengembalian). 1. Apabila terjadi kerusakan dan/atau kehilangan selama peminjaman. Peminjam wajib mengembalikan barang tersebut dalam keadaan semula 4. 3. 4. Barang tersedia 2. UU No. Persetujuan 10 menit Diketahui merek dan nomor barang Kasubbag Perlengkapan 1. Pelaksana NO Aktivitas 1 Penanggung jawab (Kasubbag) Pengadministrasi Barang Pinjam 2 Peminjam 3 Kualifikasi Pelaksana: Administrasi Peralatan/Perlengkapan: Komputer.00/0792/2008. Peminjaman harus dilakukan sesuai dengan prosedur. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Keterkaitan: 1. Tdk ada kebutuhan lain yang lebih 5 menit 475 . 5. KMA No.IJ/C/4/HM. 2. Pengecekan ketersediaan barang mobile/ barang pinjam 3. Surat Edaran Inspektur Jenderal Departemen Agama No. maka peminjam harus bertanggungjawab atas kerusakan dan atau kehilangan barang tersebut. 2. Pengajuan Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan TerpenuhiSurat Pernya surat mohonan Peminjaman permohonan peminBarang jaman Data Inventaris Gudang Barang Pinjam Kepastian mengenai tersedianya barang yang akan dipinjam Tervalidasi nya permohon an peminjama n Waktu 5 menit Keterangan 2. 3. 2. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. SOP SIKAP. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Petugas Administrasi Barang Pinjam dapat menarik barang sewaktu-waktu apabila barang tersebut dibutuhkan untuk kegiatan yang mendesak.

Pengembalian barang Peminjam barang 1. Up date data Inventaris barang mobile/ barang Pengadministrasi barang pinjam Mencatat barang yang telah kembali ke gudang barang Dikembalikannya barang pinjam sesuai waktu peminjaman yang tercantum dalam Formulir Terkembalikannya barang pinjam sesuai kondisi saat dipinjam. Waktu Peminjaman Peminjam Barang Maksimal peminjaman barang adalah 30 hari kalender Terpenuhi persyaratan peminjama n waktu maksimal 6. Kondisi barang sesuai pada saat dipinjam. akan ada peringatan pada komputer SIKAP 5 menit 5 menit 5 menit 476 . Pengisian Form Peminjaman Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Output Perlengkapan mendesak Terisinya Diketahui Formulir Peminjam PenangPeminjaman Formulir Barang gungjawab oleh Peminjam (Kasubbag Inspektur Barang an Barang Inventaris dan atau Wilayah Inventaris (pd Irwil) Kabag) Pelaksana Waktu 5 menit Keterangan 5. 1. Membawa Formulir Peminjaman Pengadministrasi barang pinjam Memeriksa barang yang dikembalikan oleh peminjam 8. dapat diperpanjang dgn mengisi kembali formulir peminjaman dengan catatan barang tersebut tidak dibutuhkan untuk kegiatan lain 3 Saat waktu menit peminjaman yg disepakati berakhir.NO Aktivitas 4. Kasubbag terkait 30 Bila masih hari dibutuhkan. Input data peminjaman ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Formulir Peminjaman Barang Inventaris Terinputnya data peminjama n dalam SIKAP 7. 2. Perlengkap an 8. Peminjam 9. Terdatanya barang yang telah Formulir rangkap 3. 7.

Terinput-nya 3 minjaman data menit Barang Inven. Input data pengembali an ke dalam SIKAP Tim input data SIKAP Mutu Baku Keterangan Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pinjam kembali.pengembataris yang lian dalam telah ditandai SIKAP oleh Pengadministrasi barang pinjam 477 . 2.Pelaksana NO Aktivitas pinjam 1 2 3 9. Terupdatenya data gudang barang pinjam apabila sewaktuwaktu dibutuhkan Formulir Pe.

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG TIDAK PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN YA PENGECEKAN KETERSEDIAAN BARANG INPUT DATA PEMINJAMAN KE SIKAP WAKTU PEMINJAMAN MAKSIMAL 30 HARI KURANG CUKUP PENGEMBALIAN BARANG PENGECEKAN BARANG OK UP DATE DATA BARANG MOBILE/BARANG PINJAM INPUT DATA PENGEMBALIAN KE SIKAP TIDAK OK HILANG = TGR RUSAK = PERBAIKAN SELESAI 478 .

6. 2. 50jt dengan Penunjukkan Langsung. 5. Pengadaan s. Keppres No. SOP SIMAK BMN. Survey harga. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. 479 . 4. Pengadaan harus sesuai dengan spesifikasi dan hal-hal lain yang dipersyaratkan/disepakati dalam kontrak/SPK.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGADAAN BARANG Dasar Hukum: 1. Apabila terdapat keterlambatan terhadap pelaksanaan penyediaan barang oleh Penyedia. 8. 4. 3. 3. SOP SIKAP Peringatan: 1. 4. 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Kontrak/Surat Perintah Kerja. kurs dollar dan jenis barang. 1. 5. Pembentukan Panitia Pengadaan dan Pemeriksa Barang. 3. 2. 7. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Memiliki pengetahuan tentang pengadaan barang Peralatan/Perlengkapan: Komputer. Panitia Survey harga dan Pengajenis barang daan 3. jaringan internet. Panitia Alokasi dana dalam Pengadaan DIPA 4. Pelaksana NO. Memiliki Sertifikat Pengadaan Barjas 2. 100jt dengan Pemilihan Langsung. Prosedur penga- Panitia Penga- Persetujuan Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk nya PaniJenderal tia PengDepag adaan dan Panitia Pemeriksa an Barang Brosur dan Terpenuhidaftar harga nya kelengkapan data untuk pembuatan OE dan rencana TerdapatOE tdk nya kepasmelebihi tian keteranggaran sediaan dalam DIPA dana Dipenuhinya Terpilihnya persyaratan rekanan Waktu 2 hari Keterangan 1 hari 10 menit Sesuai jenis 3 macam pengadaan. Ditetapkan oleh SK Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa 3. Penerimaan dan Pemeriksaan Barang. maka akan dikenai sanksi sesuai yang tercantum dalam Surat Perintah Kerja/Kontrak. Prosedur pengadaan. Keterkaitan: 1. Ketersediaan dana pada DIPA.d. PP No. Aktivitas Pembentukan Panitia Pengadaan & Pemeriksaan Barang 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Pengadaan s. UU No. Pengadaan di atas 100 jt dengan Lelang. printer. OE dan RKS.d. 2. Pembuatan rencana. Standar Harga Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Pengajuan Kwitansi ke Subbagian Keuangan 2. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. UU No.

SPK. Aktivitas daan 1 daan 2 Pejabat Pembuat Komitmen 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan yang me. Penerimaan Panitia dan peme. 480 . spesifikasi yang akan ada dalam diinginkan peringatan lampiran pada SPK atau komputer faktur. Terinput2.pengapengadaan nawarkan daan sesuai harga yang peraturan yang berlaku menguntungkan negara Keterangan 5. Berita Acara Pemeriksaan Barang Berita Acara Terlaksa. sesuai peraturan yang berlaku Kedua pihak Terpenuhi Sesuai Terdapat harus menya perjenis sanksi bila menuhi persyaratan penga.Pelaksana NO.Pemeriksa riksaan Barang barang Penyedia barang Pejabat Pembuat Komitmen masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. nya data pengadaan dalam SIKAP Seluruh 1. Surat Perintah Kerja/ Kontrak Pejabat Pembuat Komitmen (Pihak Pertama) Rekanan/ Penyedia Barang (Pihak Kedua) 6. Faktur.daan terlambat tercantum an barang dari waktu dalam SPK yang ditentukan a.5 menit Serah Terima nanya Pekerjaan pengadaan barang sesuai SPK/ kontrak Tersimpan nya barang hasil pengadaan di Gudang Perlengkapan 1. Kondisi Terkontrol 5 menit Saat waktu dan jumlah nya mutu peminjaman barang barang yg sesuai sesuai disepakati dengan spesifikasi berakhir. Input data Tim input peminjaman data ke dalam SIKAP SIKAP Pengumpul Panitia an dokuPengadaan men dan pengajuan pembayaran ke Subbagian Keuangan Sesuai jenis pengadaan Sesuai jenis pengadaan Barang diberi nomor inventaris terlebih dahulu 8.pengadaan syaratan yang pengada. Terpenu dokumen hinya pengadaan persyadari surat ratan permintaan kelengka penawaran pan harga sampai pengada Berita Acara an untuk Penerimaan diajukan Berita Acara Serah Penerimaan Barang 5 menit Pelaksana pada Subbagian Perlengkapan 7. SIKAP b.

Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan pembaBarang.Pelaksana NO. yarannya dilengkapi ke KPPN kuitansi dan faktur pajak 2. Terselesaikannya proses pengadaan barang dan jasa Keterangan 481 .

FLOWCHART SOP PENGADAAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA PANITIA PEMERIKSAAN PANITIA PENGADAAN SURVEY HARGA DAN JENIS BARANG (INTERNET & SURVEY ALOKASI DANA DIPA RENCANA (RKS) & OE/HPS PROSEDUR PENGADAAN PERSETUJUAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SURAT PERINTAH PENGIRIMAN BARANG PENGECEKAN BARANG BA PEMERIKSAAN PENERIMAAN BARANG OLEH PELAKSANA SUBBAG PERLENGKAPAN BA PENERIMAAN BA SERAH TERIMA PEKERJAAN INPUT DATA PENGADAAN KE SIKAP PENGUMPULAN DOKUMEN PENGAJUAN PEMBAYARAN SELESAI 482 .

4. 5. printer. PMK 59/PMK. 520 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penghapusan. 4. Peringatan: 1. 2. Pemanfaatan dan Tukar Menukar Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. Administrasi Umum 2. 5. Pemanfaatan. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Penghapusan data barang dari SIMAK BMN Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan SK Inspektur Terbentuk2 Jenderal nya Panitia hari Depag Penghapus an Pendokumen Terpenuhi1 tasian nya keleng.06/2006 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 7. Pembuatan Panitia Pengdaftar hapusan perkiraan 483 . 2. Aktivitas Pembentuk an Panitia Penghapus an Opname Fisik Barang Inventaris 1 Penanggung jawab (Sekretaris Itjen) Panitia Penghapu san 2 3 2. kamera Pencatatan dan Pendataan: 1. 6. KMA No. PP No. Persetujuan/penolakan/kekurangan data dari Departemen Keuanganfoto barang. Memahami prosedur penghapusan Peralatan/Perlengkapan: Komputer. UU No. SOP SIKAP. Pembentukan Panitia Penghapusan Barang. 3. 6.minggu barang yang kapan data hendak barang dihapuskan inventaris untuk pengajuan usul penghapus an TerpenuhiDilengkapi 1 nya keleng. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pelaksanaan Pelelangan dan penyetoran ke kas negara. UU No. 3. Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara. 2. Keterkaitan: 1.06/2007 tentang Tata Cara Penggunaan.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGHAPUSAN BARANG Dasar hukum: 1. 2.minggu data nilai perolehan kapan data Keterangan Pelaksana NO. 1. 8. jaringan internet. Pengajuan permohonan kepada Departemen Keuangan. Pelaksana Penghapusan Barang harus mengerti benar mengenai peraturan yang berlaku dan melaksanakan peraturan tersebut. PMK 96/PMK. Akan menjadi beban pengelola barang bila tidak dilakukan penghapusan Kualifikasi Pelaksana: 1. Opname Fisik Barang Inventarisasi (OFBI). Pembuatan Daftar Perkiraan Harga. SOP SIMAK BMN. Pengajuan Usul Penghapusan kepada Sekretariat Jenderal Departemen Agama disertai data pendukung yang diperlukan. 3.

2.nya peng. Penyetoran Panitia hasil lelang Pengke kas hapusan negara Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan barang barang & inventtaris tahun untuk pengpengadaan ajuan usul penghapusan Terpenuhi Sesuai 1. KIB. TerpeBundel nuhinya lampiran pengajuan yang telah diajukan oleh usul permoPanitia honan Penghapenghapusan pusan kepada Kuasa Pengguna Barang Terpenuhi Surat Persetujuan/ nya pengajuan penolakan/ usul kekurangan permodata dari honan Depkeu penghapusan kepada Kuasa Pengguna Barang 1 Berita Acara Terlakhari Pelelangan sananya proses pelelangan untuk penghapusan Bukti Penye.jenis ajuan usul pengan Pengpermohon adaan hapusan. Harga & thn Pengguna perolehan Barang dan nilai barang saat ini. Keteranga an pengn kondisi & hapusan kepada lokasi Kuasa barang. 4. Bila telah mendapat persetujuan dari Depkeu 484 .Pelaksana NO. Aktivitas harga 1 2 3 4. Dokumen kepemilikan. Persetujuan Departemen / penolakan Keuangan dari Departemen Keuangan 7. Surat Permohon. Pengajuan usul penghapusan kepada Setjen Depag Panitia Penghapu san . PelaksaPanitia naan PengPelelangan hapusan Penghapusan 8.5. 6. 3. Pengajuan Permohonan penghapusan kepada Departemen Keuangan Sekretariat Jenderal Departemen Agama 6.Terlaksa1 toran nanya hari penyetoran hasil Keterangan Bila tdk disetujui disertai alasan. Foto barang. 5.

Pelaksana NO. 2. Panitia PenghaPengpusan barang dari hapusan daftar inventaris/ SIMAK dan SIKAP Petugas Input data SIMAK. Petugas input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan lelang ke kas negara Dokumen penghapusan Waktu Keterangan 1 hari Dokumen 1. Aktivitas 1 2 3 9. Tersajipenghapusan nya data penghapusan pada Aplikasi. Tercantumnya data penghapusan pada laporan BMN Semesteran & Tahunan 1 hari 485 .

Harga saat ini 4. Harga & tahun perolehan 3. BIRO KEUANGAN DAN BMN PENGAJUAN PERMOHONAN PENGHAPUSAN KPD DEPKEU DATA LENGKAP PELAKSANAAN PELELANGAN PENGHAPUSAN PENYETORAN HASIL LELANG KE KAS NEGARA PENGHAPUSAN BARANG DARI DAFTAR BMN PENCANTUMAN LAPORAN PENGHAPUSAN PADA LAPORAN BMN SEMESTERAN DAN TAHUNAN (PENGHAPUSAN DARI SIMAK DAN SIKAP) ALASAN LAIN YANG MENYEBABKAN PENGHAPUSAN TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN. SESUAI PERATURAN SELESAI 486 . Dokumen kepemilikan 5.FLOWCHART SOP PENGHAPUSAN BARANG MULAI PEMBENTUKAN PANITIA OPNAME FISIK BARANG INVENTARIS 1. KIB 6. Foto PENGAJUAN USUL KEPADA SEKRETARIAT JENDERAL DEPAG UP. Kondisi dan lokasi barang 2.

Pengadaan barang.nuhinya surat honan perpermintaan mintaan &/ penggantian barang yang barang dibutuhkan inventaris Keterangan 3. Inspektur Wilayah (pd Irwil) PengadKeterministrasi sediaan dana pada Barang Inventaris DIPA Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Surat peng. Persetujuan Kabag Umum/ Sisa dana yang tersedia cukup utk pengadaan barang rutin yang telah direcanakan Surat pengajuan Terdapatnya kepastian ketersediaan dana Persetujuan 1 hari 1 hari 487 . Keterkaitan: 1. Surat pemohonan pengajuan permintaan dan atau penggantian barang Inventaris. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS Dasar Hukum: 1. UU No. 3. Pengajuan permintaan barang diluar rencana tahun berjalan dapat terpenuhi apabila dana tersedia atau kebutuhan atas barang tersebut benar-benar mendesak. 2. Pengajuan Pemohon Diketahui (kasubbag) oleh : permohonan a. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 2. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. Kabag permintaan (pd Se&/ penggankretatian barang riat). Pelaksana NO. 2. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. KMA No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. Pengajuan permintaan barang sesuai dengan rencana pengadaan tahun berjalan dapat segera dipenuhi apabila pengadaan telah dilaksanakan. 4. 4. SOP SIMAK.Terpeajuan permo. 5. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 479 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dan Pendistribusian Barang di Lingkungan Depag. SOP Pengadaan barang. 3. PP No.. Persetujuan dari Kabag Umum/PPK. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. printer. 5 Pendistribusian barang 2. KMA No. Peringatan: 1. SOP SIKAP. inventaris b. 2. Ketersediaan dana. SOP Pendistribusian barang. Administrasi Umum 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. UU No. 1. 4.

nya data penghonan. barang 3. sesuai peraturan yang berlaku Terdapat sanksi bila pengadaan terlambat dari waktu yang ditentukan 3 hari 488 . 2. Penomoran. masingmasing memiliki mekanisme pemilihan yang berbeda. Up date DIR Waktu Keterangan 1 hari Sesuai jenis pengadaan 3 macam pengadaan. Pendistribusian barang Pengadmi nistrasi Barang Inventaris Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan permohonan pengajuan mendapat perminnota taan &/ persetujuan penggansecara tian tertulis oleh barang Kabag inventaris Umum/PPK 1. Dokume Tersajin permo.5. Aktivitas PPK 1 2 3 4. Pengajuan Pengadaan Barang Pengadministrasi Barang Inventaris . Pengadaan Barang Panitia Pengadaan 6. Berita acara permintaan &/ penggan serah terima tian barang. 2. Input data Terlakbarang ke sananya pendisSIMAK & tribusian SIKAP. inventaris 4.Pelaksana NO. Daftar ajuan barang perminyang taan diminta barang kepada Panitia Pengadaan Terlaksananya pengadaan barang yang diminta sesuai dengan prosedur 1.

MENGETAHUI (KABAG/IRWIL) PENGECEKAN KETERSEDIAAN DANA DALAM DIPA TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK DISETUJUI PERSETUJUAN KABAG UMUM/PPK DISETUJUI PENGAJUAN PENGADAAN BARANG PENGADAAN BARANG PENDISTRIBUSIAN BARANG: Input data ke SIMAK & SIKAP. SELESAI 489 . 4.FLOWCHART SOP PENGAJUAN PERMINTAAN DAN/ ATAU PENGGANTIAN BARANG INVENTARIS MULAI PENGAJUAN PERMOHONAN PERMINTAAN &/ PENGGANTIAN BARANG INVETARIS: 1. 3. PEMOHON (KASUBBAG) 2. 2. Penomoran Berita Acara Serah Terima Up Date DIR 1.

Administrasi Umum 2. UU No.menit tian ketersediaan barang Keterangan Pelaksana NO. 3. Pengecekan ketersediaan barang yang diminta di Gudang Barang Persediaan. 3. Up date data pada SIMAK dan SIKAP. 2. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. SOP SIKAP. Keterkaitan: 1. Terdapat barang-barang tertentu yang peruntukannya hanya bagi pejabat eselon II ke atas. Form Bon Barang. Mutu Baku Persyaratan/ Output Waktu Perlengkapan Terpenuhi5 Form Bon menit Barang harus nya permintaan di tandabarang tangani oleh Kasubbag atau YMK Subbagian bersangkutan 5 Barang yang Terdapattersedia nya kepas. Kartu Persediaan Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. SOP Pendistribusian Barang. Aktivitas Pengisian Form Bon Barang 1 2 3 Pengambil Pemohon barang (Ka(Pelaksana) subbag) 2. 6. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 3. Persetujuan dari Kasubbag Perlengkapan. Pengecekan ketersediaan barang di Gudang Barang Persediaan Evaluasi kewajaran permintaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Pengadmi nistrasi Barang Persediaan Data kebutuhan sehari-hari setiap bagian Terlaksa2 nanya menit evaluasi permintaan dalam batas wajar 490 . 3. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. PP No. 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI Dasar Hukum: 1. 2. Pengisian Form Bon Barang yang ditandatangani oleh Kasubbag bersangkutan. Terdapat barang-barang tertentu yang perminta-annya dibatasi jumlah dan waktu. 5. 2. 4. Kualifikasi Pelaksana: 1. Peringatan: 1. printer. SOP Pengadaan Barang. Pemberian barang kebutuhan sehari-hari dengan item dan jumlah yang telah disetujui. 1. Pengevaluasian kewajaran permintaan bagi kebutuhan kantor sehari-hari. Pengadministrasi barang persediaan dapat mengurangi jumlah barang yang diminta apabila dinilai tidak wajar untuk kebutuhan sehari. KMA No. SOP SIMAK. 4. 7. Pengisian Kartu Persediaan. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. 3. UU No.

Petuga s input data SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Persetuju Form Bon an perBarang mintaan ditandabarang tangani seharihari Form Bon TerlaksaBarang: nanya a. Pengisian Pengadmi Kartu nistrasi Persediaan Barang Persediaan 7. Pemberian Barang Pengadmi nistrasi Barang Persediaan 6. tuhan b. dan SIKAP 2. tandapemetangan nuhan pemberi kebubarang.Pelaksana NO. 1. Petugas Up date Input data data SIMAK SIMAK. 4. ditandabarang tangani seharipenerima hari Form Bon TersajiBarang yang nya data telah pengelulengkap aran ditandatanga barang ni pihakkebutuhan pihak terkait sehari-hari Kartu Ter-up Persediaan date-nya data barang kebutuhan sehari-hari Waktu 1 menit Keterangan 5 menit 2 menit 2 menit 491 . Aktivitas 1 2 3 Persetujuan Kasubbag Perlengkapan 5.

FLOWCHART SOP PERMINTAAN BARANG KEBUTUHAN SEHARI-HARI MULAI PENGISIAN FORM BON BARANG DITANDATANGANI KASUBBAG/YMK BERSANGKUTAN PENGECEKAN KETERSEDIAAN DI GUDANG BARANG PERSEDIAAN TIDAK TERSEDIA TERSEDIA TIDAK WAJAR EVALUASI KEWAJARAN PERMINTAAN WAJAR PERSETUJUAN KASUBBAG PERLENGKAPAN TIDAK DISETUJUI DISETUJUI PEMBERIAN BARANG PENGISIAN KARTU PERSEDIAAN UP DATE DATA SIMAK & SIKAP SELESAI 492 .

3. PP No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN Dasar Hukum: 1. SOP Pengadaan Barang. printer. 3.. keter2. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas apabila jumlah barang tidak sebanding dengan permintaan. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Penomoran Barang Inventaris. inventaris sesuai kebutuhan Terdapat1. Jabatan pe. Up date DIR 6. 3. Penentuan pendistribusian dan skala prioritas Pengadministrasi Barang Inventaris 1 hari 3.Terpenuhinya honan permintaan permintaan barang barang inv.barang sesuai an yang jenis dan ada. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah. SOP SIKAP. Pengadaan barang sesuai kebutuhan. Up-date nya data daftar penomor. Pendistribusian barang sebaiknya segera dilakukan untuk menghindari penumpukan barang pada Gudang Perlengkapan. Pencatatan dan Pendataan: 1. Penomoran Pengadmi nistrasi Barang Barang Inventaris Inventaris 1 hari 493 . Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Surat permo. 2. 2. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. UU No. KMA No. UU No. Keterkaitan: 1. Tanggal nya surat kepastian permintaan barang. 2. 5. Pemberia nomor urutnya n label nomor di setiap barang Keterangan Pelaksana NO. Rekapitulasi barang inventaris. SOP SIMAK. Kualifikasi Pelaksana: 1. Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Komputer. 2. 4. Peringatan: 1. 1. Berita Acara Serah Terima Barang. Pendistribusian barang diajukan sesuai dengan pengajuan permohonan barang. 501 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembukuan dan Inventarisasi Barang Milik/Kekayaan Negara di Lingkungan Depag. 2.sediaan dan tujuan mohon pendistribusian barang Tersaji1. Aktivitas 1 2 3 Waktu Sesuai jenis pengadaan Pengadaan Panitia barang Pengadaan Barang 2. 4. Administrasi Umum 2.

barang ke Petugas dalam input SIMAK dan data SIKAP SIKAP Mutu Baku Persyaratan/ Output Perlengkapan Berita Acara TersajiSerah Terima nya data dokumen Barang. 2. Data Terpepenomoran. Aktivitas Penyerahan barang inventaris 1 Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 2 3 5. Berita acara sesuai serah dengan terima data barang. SIKAP Waktu 1 hari Keterangan 3 hari Di up-date sesuai kebutuhan. paling lama 6 bulan sekali 1 hari Sesuai jenis pengadaan 494 . Lokasi. Rekapitula si Barang Inventaris Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 7. dan lokasi 2. Berita barang acara pada serah Aplikasi terima SIMAK dan barang. Penomoran. Spesifikasi. Data penomoran data penomoran . Berita acara nya serah laporan terima kondisi barang. DIR secara riil dan tertib Tersajinya 1. 3. pendistriMencanbusian tumkan: 1. inventaris 3. nuhinya DIR yang 2. 1. Input data Petugas Input penomoran data dan lokasi SIMAK. 4. Up date DIR Pengadmi nistrasi Barang Inventaris 6.Pelaksana NO. Nomor. pendistribusian barang 1. Tersaji2.

FLOWCHART SOP PENGELOLAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BMN MULAI PENGADAAN BARANG PENENTUAN DISTRIBUSI BARANG DAN SKALA PRIORITAS PENOMORAN BARANG INVENTARIS PENYERAHAN BARANG INVENTARIS UP DATE DIR REKAPITULASI BARANG INVENTARIS INPUT DATA KE SIMAK DAN SIKAP SELESAI 495 .

4. 8. 7. 12. 5. 13. 11. 18. 2. 16. 10.Lampiran 13  STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR   (SOP)    PADA INSPEKTUR WILAYAH  I ‐ V          1. 17. 15. 9.   SOP Pengusulan Angka Kredit   SOP Pelaksanaan PKAT  SOP Pelaksanaan Reviu Meeting  SOP Rapat Pembekalan Inspektur Wilayah  SOP Pemeliharaan Sarana dan Prasarana  SOP Peminjaman Barang Inventaris Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Sarana dan Prasarana Inspektur Wilayah  SOP Pengajuan Tim Riksus Inspektur Wilayah   SOP Pengetikan dan Penggandaan LHA/STL   SOP Pengusulan Auditee PKAT   SOP Penyusunan PKA TIM   SOP Persiapan Pelaksanaan PKAT  SOP Protokoler Inspektur Wilayah  SOP Rapat Internal Inspektur Wilayah   SOP Usulan Penyusunan Hasil Reviu Laporan Keuangan   SOP Usulan Pelaksanaan Audit Khusus   SOP Tugas Supervisor   SOP Penyusunan Tim Audit  496 . 3. 6. 14.

3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 2. Peralatan/Perlengkapan: Meja. maka: 1. Surat Keputusan Menteri Negara PAN No. Mempunyai keahlian dalam bidang audit. KMA No. Formulir 1 PAK hari 2. Surat tugas Inspektur Jenderal 3. Formulir PAK 2. PMA No. Berkas pendukung angka kredit 1. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. Kursi. PMA No. Formulir hari PAK 2. Auditor kehilangan kesempatan untuk memperoleh nilai angkat kredit. Penandatanganan berkas usulan 7. 3. kalkulator. Surat tugas Inspektur Wilayah 4. Berkas pendukung PAK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat pem5 Terlaksana beritahuan menit nya penerimaan surat pemberitahuan Disposisi Irwil 10 menit Terinforma sikannya pemberita huan Terhitungnya angka kredit Pelaksana No. Surat pernyataan melaksanakan tugas 5. 3. Pengesahan usulan penghitungan angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 5. Daftar usulan penilaian angka kredit (DUPAK) 6. Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Berkas pendukung angka kredit 1. 220 Tahun 2008 tentang Penghitungan Angka Kredit Keterkaitan: SOP Penilaian Angka Kredit Kualifikasi Pelaksana: 1. 4. Mampu mengoperasikan Komputer Peringatan: Bila SOP ini tidak diikuti. Surat 5 usulan menit Inspektur Terlaksananya pengesahan penghitung an angka kredit Tersampai kannya surat usul- 497 . 2. Mesin Foto copy. ATK. Buku Panduan Penghitungan Angka Kredit. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT Dasar Hukum: 1. Aktivitas Menerima surat pemberitahuan batas waktu pengusulan dan penilaian angka kredit Menyampaikan informasi kepada seluruh auditor Menghitung angka kredit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Ket 2. Komputer. Auditor akan terlambat naik pangkat. Mengajukan usulan penilaian angka kredit Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 3 1. Mampu menghitung angka kredit. 1. Auditor 4. Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil 3.

Berkas penghitun gan angka kredit Output an pengajuan angka kredit Ket 498 . Aktivitas kepada tim Penilai Angka Kredit 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Wilayah 2.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN ANGKA KREDIT MULAI MENERIMA SURAT PEMBERITAHUAN PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL PEMBERITAHUAN KEPADA SELURUH AUDITOR SURAT PEMBERITAHUAN PENERIMAAN PENGAJUAN ANGKA KREDIT AUDITOR USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 499 .

Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. instrumen audit. SOP verifikasi perjalanan dinas. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 . Aktivitas Melaksanakan Entry Briefing 1 Supervisor 2 Tim audit 3 Auditi Kualifikasi Pelaksana: 1. SPPD. Peraturan perundang-undangan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. alat bantu audit. KMA No. 5. Mampu mengoperasikan komputer. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. LAKIP auditi 3. kamera. Dosir yang 1 terindikasi hari kan masingmasing bidang 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memahami bidang dan tugas fungsi. flashdisk. PMA No. Keterkaitan: 1. 3. 4. Dosir yang terindikasi kan 1. Inpres No. SOP perjalanan dinas. Lap top. Pencatatan dan Pendataan: 1. 3. 3. 4. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. PKAT tidak terealisasi. PMA No. 2. Lembar Temuan Audit. Mengumpulkan data sesuai bidang audit Menilai dan mencatat datadata yang diindikasikan dalam KKA Tim Audit Auditi 3. Tim audit 4. tape recorder. SOP pembuatan surat tugas PKAT . 2. printer. Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. 2. 4.Naskah entry 1 1. LAKIP auditi 7 1. Memiliki kemampuan audit.PKA . Dosir hari auditi 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 1. 3. 2. 3.Surat tugas jam . Mengidentifikasi masalah temuan hasil audit Tim audit Tercatatnya datadata yang diindikasikan dalam KKA 500 .INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 TU Irwil SOP PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. Jangkauan audit tidak tercapai.SPPD . ATK. KMA No. Program Kerja Audit. Kodefikasi temuan Output Terlaksananya entry briefing Terkumpul nya data auditi Terlaksananya penilaian kelayakan data Ket. SOP Analisis laporan hasil audit. 2. Pelaksana No. Dosir hari auditi 2. Dosir. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2.

KKA. 5. LTA masingmasing bidang. Ketua tim Supervisor 7. dan lembaran penunjang KKA LTA 2 jam 10. Menyusun bahan expose 13 Melaksanakan expose 14. ATK. Merevieu LTA Ketua tim Supervisor 9. Menerima tanggapan LTA dari auditi Auditi Tim audit Tanggapan LTA 15 menit 12. LTA. Memberikan LTA pada auditi Ketua tim Anggota tim Auditi 15 menit 11. Menyusun LTA Anggota tim Ketua tim Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA. LTA. Lampiran dosir yang terindikasi kan 1. 5 jam 3 jam 2 jam Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Terlaksananya penyerahan LTA Terlaksananya penerimaan tanggapan auditi Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA 501 . laptop. laptop.Pelaksana No. KKA LTA masingmasing bidang 2 jam Output Terganda kannya PKA Ket. Mempersiapkan penyusunan LHA Tim audit Supervisor Supervisor Supervisor Auditi Tim Audit Tim audit KKA. Lampiran jam penunjang KKA 1. Aktivitas Mengkomunikasi kan data yang terindikasikan kepada pihak pelaksana auditi Merevieu KKA 1 Tim audit 2 Auditi 3 6. printer. LCD. KKA hari 2. LTA 3 masingjam masing bidang 2. laptop Naskah expose. Terlaksa nanya reviu KKA Tersusun nya LTA 8. KKA 2 2. tanggapan.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR USULAN RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN USULAN RKAT PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 502 .

20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. PMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING Dasar Hukum: 1. Tidak akan ada kesamaan kriteria yang digunakan atas temuan yang sama. KMA No. Aktivitas Pembuatan surat undangan revieu meeting 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Memahami peraturan perundang-undangan yang terkait Peralatan/Perlengkapan: Meja. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. KMA No. Pembubuhan paraf surat undangan revieu meeting Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubag TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksaundangan menit nanya pembuatan surat undangan revieu meeting Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat undangan revieu meeting Surat undangan 10 menit Tertandata nganinya surat undangan revieu meeting Ket 3. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Memiliki kemampuan audit 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pencatatan dan Pendataan: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Mampu mengoperasikan komputer 3. Keppres No. Bahan revieu meeting 2. PMA No. 6. Mesin Foto copy. 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Komputer. 2. Penandatanganan Kasubbag TU Irwil surat undangan Revieu meeting Inspektur Wilayah 503 . Kursi. Inpres No. Fungsi. 2. Surat undangan 2. 7. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tugas. Keterkaitan: SOP Penyajian Data Peringatan: 1. Pelaksana NO 1. Tidak akan ada kesamaan rekomendasi pada temuan yang sama. Perpres No. 4. ATK.

Penyiapan bahan revieu meeting Pembuatan absen kehadiran revieu meeting Ketua Tim Audit 9. Pencatatan surat keluar Pengadministrasi TU Irwil 6. Aktivitas Penomoran surat keluar 1 Pengadministrasi TU Irwil 2 3 5. Penggandaan surat undangan Pengadmi nistrasi TU Irwil 7.Pelaksana NO 4. Penyampaian undangan revieu meeting Pengadmi. Pengadministrasi TU Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat undangan revieu meeting Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat undangan revieu meeting Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat undangan revieu meeting 1 jam TerwujudKonsep nya bahan LHA/STL revieu meeting Absen 15 Terwujudkehadiran menit nya absen revieu kehadiran meeting peserta revieu meeting Ket 504 .Auditor nistrasi TU Irwil 8.

FLOWCHART SOP PELAKSANAAN REVIEU MEETING MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN BAHAN REVIEU MEETING PENGUMPULAN BAHAN PELAKSANAAN SELESAI 505 .

KMA No. Memiliki kemampuan audit 2. PMA No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Kursi. Pembuatan surat Pengadministrasi undangan Subbag TU pembekalan Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Kasubbag surat pembekalan TU Irwil Pembubuhan paraf surat pembekalan Kasubag TU Irwil 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Fungsi. 2. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Meja. Aktivitas 1 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Inpres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. KMA No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Surat undangan 2. Inspektur Wilayah 4. Keterkaitan: 1. 3. 3. Komputer. SOP Permintaan Konsumsi Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. Penomoran surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil Pencatatan surat Pengadmikeluar nistrasi Subbag TU Irwil 506 . Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksana undangan menit nya pembuatan surat pembekalan Surat 10 Terbubuhiundangan menit nya paraf surat pembekalan Surat 10 Tertandata undangan menit nganinya surat pembekalan Surat 10 Ternomoriundangan menit nya surat pembekalan Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat pembekalan KET. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Pencatatan dan Pendataan: 1. 6. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 7. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 4. PMA No. ATK. 5. Perpres No. Keppres No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Bahan Pembekalan. SOP Pemakaian Ruang dan Peralatan 2. 5. Tugas. Pelaksana NO 1. Mesin Foto copy.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1.

8.Pelaksana NO 6. Aktivitas Penggandaan surat undangan pembekalan 1 2 3 7.Auditor pembekalan nistrasi Subbag TU Irwil Penyiapan bahan Ketua Tim pembekalan Audit 9. Pembuatan absen Pengadministrasi kehadiran pemSubbag TU bekalan Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat pembekalan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat pembekalan Berbagai per.3 jam Terwujudnya bahan masalahan pembekalan 15 TerwujudAbsen menit nya absen kehadiran kehadiran pembekalan peserta pembekalan KET. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penyampaian Pengadmi. 507 .

FLOWCHART SOP PEMBEKALAN INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN PENGGANDAAN/ PENDISTRIBUSIAN SURAT UNDANGAN PENGUMPULAN BAHAN PEMBEKALAN BAHAN PEMBEKALAN PELAKSANAAN SELESAI 508 .

Aktivitas Pendataan barang inventaris 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 6. KMA No.U. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian barang Inventaris Peringatan: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama.U. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 2. Koreksi dan revisi oleh Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan DiterimaKonsep jenis nya dan model konsep barang barang dan jenis barang Konsep & Tercatattata pemelinya haraan konsep l barang Terkorek sinya format konsep pemeliharaan barang Ketera ngan 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Koreksi dan Analisis 4. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. ATK. Komputer. Keppres No. Irwil 2. Mesin Foto copy. 3. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Fungsi. Irwil. Menginventarisir barang yang ada di Subbag T. Mesin Ketik Manual. 4. PMA No. 2. Kerusakan barang inventaris menjadi tanggung jawab T. 5. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. KMA No. 7. PMA No. Perpres No. Kursi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA Dasar Hukum: 1. Pencatatan dan Pendataan: 1. Agar menjaga dan merawat barang inventaris dengan baik dan benar Pelaksana No. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 509 . Pencatatan dalam buku agenda TU Irwil Koreksi dan paraf 3. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pencatatan dalam buku Agenda. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 3. Inpres No.

Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep jenis barang yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkorek sinya konsep jenis barang Ketera ngan 510 . 4.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN BARANG PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI SARANA NET KONSEP BARANG PRASARANA PENANDATANGANAN PENOMORAN SELESAI 511 .

Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS IRWIL Dasar Hukum: 1. Mampu mengoperasikan komputer 2. KMA No. Irwil Dikirim Ke Subag terkait. 3. 4. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Inpres No. 2.U. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Bertanggung jawab terhadap barang pinjaman Kualifikasi Pelaksana: 1. Pencatatan dalam buku 3. 1. Fungsi. Perpres No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Koreksi dan tanda tangan Net Surat Pengajuan pinjaman Barang 512 . 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 7. 5. Irwil Konsep barang pinjaman yang dibutuhkan Tercatatnya kebutuhan peminjaman barang Terkoreksinya format konsep Pelaksana No. Memiliki kemampuan administrasi Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana Irwil Pencatatan dan Pendataan: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 2.U. Keppres No. Keterkaitan: SOP Peminjaman dan Pengembalian Barang Peringatan: 1. 6. 6. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.U. 5. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Tugas. 3. 4. Menjaga keutuhan barang pinjaman. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 KET 2. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. PMA No. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag T.

4.Pelaksana No. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan pinjaman barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output Terkoreksinya konsep pengajuan pinjaman barang KET 513 ..

FLOWCHART SOP PEMINJAMAN BARANG INVENTARIS MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN PEMINJAMAN PENGIRIMAN SELESAI 514 .

Fungsi. Kualifikasi Pelaksana: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. telepon. ATK. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. kalkulator. Mutu Baku Keter Persyaratan/ angan Waktu Output Perlengkapan Sesuai dengan Diterimakebutuhan nya surat pengajuan Kasubbag TU Irwil Konsep barang yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Barang Konsep Tercatatnya kebutuhan barang Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi Pelaksana No. Koreksi dan tanda tangan Koreksi dan 4. 3. 2.U. 5. 4. 2. PMA No. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA IRWIL Dasar Hukum: 1. Mampu mengoperasikan komputer. Memiliki kemampuan administrasi. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 4. Aktivitas Penerimaan data kebutuhan 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Inpres No. 7.. Irwil Dikirim Ke Subag terkait. Keterkaitan: SOP Pengelolaan dan Pendistribusian BMN Peringatan: 1. sarana transportasi. Barang yang diajukan memang benar-benar dibutuhkan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 5. KMA No. 2. 6. PMA No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. brankas. Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pengahuan Barang berdasarkan prinsip chek and balance. kursi. 515 . Irwil Ditanda tangani oleh Kasubag T. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. komputer. Flasdisk Pencatatan dan Pendataan: 1. 2. Keppres No. 3. Mencatat kebutuhan Inspektur Wilayah Mencatat kebutuhan para Auditor Mencatat dalam bon pengajuan Koreksi oleh Kasubag T. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pencatatan dalam buku Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Inspektur 3. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. KMA No. Tugas. Perpres No.U. 6.

Aktivitas Revisi 1 Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan pengajuan barang dan ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Output nya konsep pengajuan barang Keter angan 516 .Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN SARANA DAN PRASARANA MULAI PENDATAAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI SARANA PENGETIKAN HASIL REVISI PRASARANA PENANDATANGANAN PENGAJUAN NET KONSEP PENGIRIMAN SELESAI 517 .

SOP Penanganan Dumas Non TP 5000. 5. KMA No. Irwil Tercatatnya kegiatan riksus Terkoreksinya format konsep 2. Irwil 5. Memahami peraturan perundangan berlaku 3. Mampu mengoperasikan komputer yang Peralatan/Perlengkapan: Sarana dan Prasarana kebutuhan Riksus Pencatatan dan Pendataan: 1. Pengajuan Tim harus melihat permasalahan kasus. SOP Penanganan Dumas TP 5000 3. Mengajukan Tim ke bagian 1 6. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama.U. KMA No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Koreksi dan paraf 518 . 3. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Disetujui oleh Inspektur Jenderal Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Sesuai dengan ajuan dari Inspektur Jenderal Konsep surat riksus yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan Tim Ketera ngan Pelaksana No. 2. 4. Fungsi. Keppres No. 2. Perpres No. 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Kasus yang diajukan harus memenuhi berbagai unsur. Menerima Surat Tugas 7. PMA No. 7. Peringatan: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Memiliki kemampuan audit 2. Aktivitas Penerimaan usulan kasus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya surat pengajuan kasubag T. Keterkaitan: 1. 4. 6. 2. Pencatatan dalam buku 3. Kualifikasi Pelaksana: 1. Tugas.U. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. PMA No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. Menerima usulan dari Inspektur Jenderal Konsultasi dengan Inspekur Wilayah Menelaah kasus yang akan di riksus Menganalisis kasus dimaksud oleh Kasubag T.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS IRWIL Dasar Hukum: 1. Inpres No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. SOP Penyajian Data 2.

Pelaksana No. Aktivitas Koreksi dan Revisi 1 Inspektur Wilayah 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep pengajuan Tim dan di paraf oleh Kasubag T.U. Irwil Output Terkoreksinya konsep surat Ketera ngan 519 . 4.

FLOWCHART SOP PENGAJUAN TIM RIKSUS MULAI PENERIMAAN USULAN KASUS PENCATATAN DALAM BUKU AGENDA ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL NET KONSEP SURAT TIM IRJEN PENANDATANGANAN SURAT TUGAS TIM SPPD PELAKSANAAN SELESAI 520 .

ATK. Aktivitas Penerimaan konsep dan berkas LHA/STL 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 Output Diterimanya konsep LHA/ STL dari ketua tim Tercatatnya konsep LHA yang diterima Subbag TU Irwil 2. Kartu kendali. LHA/STL tidak akan terdata secara formal (penomoran dan pengarsipan) serta terkirim kepada sasaran LHA termasuk tembusannya. Penandatanganan LHA/STL 7. 3. Konsep LHA/STL dan berkas-berkas pendukungnya dari ketua tim. Peringatan: 1. Pencatatan dalam buku kendali LHA 521 . 2. Keppres No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Keterkaitan: 1. 5. LHA/STL tidak akan masuk ke data SIMHP dan TLHP tidak akan terpantau. 7. Kursi. Pencatatan dalam buku kendali LHA/STL. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. BAP. Penomoran LHA/STL 8. Pencatatan dan Pendataan: 1. 4. Koreksi dan Paraf 4. Perpres No. 2. 2. map LHA. 1.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL Dasar Hukum: 1. 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Pengetikan revisi LHA/STL 6. Mesin Ketik Manual. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. KMA No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 6. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Mesin Foto copy. SOP Pengiriman surat khusus dan surat biasa. Tugas. Komputer. Buku kendali KET Pelaksana No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. LTA. Inpres No. Penggandaan LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Konsep LHA/ STL. KMA No. Fungsi. Surat Pernyataan Konsep LHA/ STL & berkasberkasnya. SOP Entry data LHA. PMA No. PMA No. Koreksi dan revisi 5. Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Peralatan/Perlengkapan: Meja.

BAP.Sesuai dengan kannya LHA/STL jumlah tujuan LHA. Penggandaan LHA/STL Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Itjen Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep LHA. Terkore LTA. Surat pernyataan Revisi konsep TerketikLHA/STL nya hasil revisi LHA/STL LHA Net Tertanda tanganinya LHA STL Net Tertanda tanganinya STL LHA/STL Net bertandatangan LHA/STL Net KET Terganda. Surat ksinya Pernyataan format konsep STL 2.Pelaksana No. Inspektur Jenderal 7. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan Inspektur LHA/STL Wilayah Inspektur Jenderal Pengetikan Revisi LHA/STL 9. LTA. 1. Terparaf nya konsep STL Konsep LHA Terkorek yang telah sinya dikoreksi konsep formatnya dan LHA diparaf oleh Kasubbag TU Irwil dan Ketua Tim. Terkore BAP. Aktivitas Koreksi dan paraf 1 Kasubbag TU Irwil 2 Ketua Tim 3 4. 1. Terparaf nya konsep LHA Konsep STL. Terkorek Konsep STL sinya yang telah dikonsep koreksi formatSTL nya dan diparaf oleh Inspektur Wilayah dan Sekretaris Itjen. BAP ksinya format konsep LHA 2. BAP. 3. 8. Inspektur Wilayah Sekretari s Itjen 5. dan arsip 522 . Penomoran LHA/STL 10 . tembus an. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 6.

LHA nistrasi nistrasi nistrasi Subbag Subbag Subbag Data dan TU Itjen TU Irwil Informasi Pelaksana Output KET 523 . 11 .No. Aktivitas Pengiriman LHA/STL Mutu Baku Persyaratan/ 1 2 3 Waktu Perlengkapan Pengadmi.Pengadmi.Pengadmi.

FLOWCHART SOP PENGETIKAN DAN PENGGANDAAN LHA/STL MULAI PENYERAHAN KONSEP LHA/STL PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI KOREKSI DAN PARAF KOREKSI DAN REVISI LHA PENGETIKAN HASIL REVISI STL PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGGANDAAN PENGIRIMAN SELESAI 524 .

Keppres No. Memiliki kemampuan audit 3. Tidak berulang-ulang auditee yang pernah di audit Kualifikasi Pelaksana: 1. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.U. 7. Koreksi dan Revisi Inspektur Wilayah 525 . 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Menganalisis auditee yang akan diaudit 3. Perpres No. Auditee harus benar valid dan akurat 2. Tugas. Fungsi. Mampu mengoperasikan komputer 2. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Aktivitas Membuat peta wilayah audit 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 2 3 2.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN AUDITEE PKAT Dasar Hukum: 1. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Irwil 5. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Memahami peraturan perundang-undangan Peralatan/Perlengkapan: Komputer Pencatatan dan Pendataan: 1. Membuat peta wilayah audit 2. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 4. PMA No. 5. Dikirim Ke Subbag terkait Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Auditee Sesuai tidak ber dengan ulangkebutuhan ulang Konsep audit yang dibutuhkan Net Surat Pengajuan auditee Konsep pengajuan auditee ditandatangani oleh Kasubbag TU Irwil Tercatatnya kebutuhan audit Terkoreksi nya format konsep Terkoreksi nya konsep pengajuan auditee KET Pelaksana No. Koreksi oleh Kasubag T. Keterkaitan: SOP Penyusulan Usulan RKAT Peringatan: 1. 6. Inpres No. Mengajukan ke Inspektur Wilayah 4. 2. Ditanda tangani oleh Inspektur Wilayah 6. KMA No. 1. Menganalisis auditee 3. PMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Mengajukan ke Kasubbag inspektur Wilayah TU Irwil 4.

Aktivitas Penandatanganan Irwil Pengiriman Kasubbag 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Net konsep Net auditee auditee KET 526 .Pelaksana No. 6. 5.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN AUDITEE MULAI MEMBUAT PETA WILAYAH AUDITEE MENGANALISIS AUDITEE ANALISIS KOREKSI KOREKSI DAN REVISI IRWIL PENGETIKAN HASIL REVISI KASUBBAG PENANDATANGANAN PENGIRIMAN SELESAI 527 .

2. Mesin Foto copy. Keppres No. Perpres No. Rekap Temuan Tahun lalu 1 jam 528 . 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. PMA No. 5. ATK. Buku Direktori Auditan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterimamenit nya surat tugas audit KET 2. 4. Tugas. KMA No. Surat Tugas 2. Hasil audit tidak maksimal Pelaksana NO 1. 3. Kursi. 5. Fungsi. PKA tidak tersusun sesuai prosedur. Aktivitas Menerima Surat Tugas audit 1 Pengadministrasi Subbag Perencana an Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadm inistrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. Komputer. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. KMA No. Inpres No. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKAT Peringatan: 1. 4. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PMA No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Menyampaikan rekap surat tugas audit kepada Inspektur Wilayah PengadmiMenyampaikan surat tugas audit nistrasi Subbag kepada auditor TU Irwil Mengadakan Ketua Tim rapat tim audit Inspektur Wilayah Rekap Surat Tugas audit 10 menit Auditor Surat Tugas 10 menit Anggota Tim Surat Tugas. 6. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Mencatat dalam buku kendali surat masuk Surat Tugas 10 menit Tercatatnya surat tugas Tersampai kannya rekap surat tugas audit Diterimanya Surat Tugas audit Terseleng garanya rapat tim audit dengan baik 3. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Mampu mengoperasikan komputer 2. Pencatatan dan Pendataan: 1. 7. 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN PKA TIM Dasar Hukum: 1. Memiliki kemampuan audit Peralatan/Perlengkapan: Meja.

8.Pelaksana NO 6.Staf nistrasi Sekretaris Subbag TU Irwil 529 . Aktivitas Menyusun PKA 1 Sekretaris tim 2 Ketua Tim 3 7. Menyampaikan PKA kepada Inspektur Wilayah Menyampaikan PKA kepada Sekretaris Itjen Ketua Tim Inspektur Wilayah Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Tipologi 3 Tersusunsatker jam nya PKA dengan baik PKA Tim 30 Tersampai menit kannya PKA Tim PKA Tim 10 menit Tersampai kannya PKA Tim KET Pengadmi.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN PKA TIM fc MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENCATAT DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK MENYAMPAIKAN REKAP SURAT TUGAS AUDIT KEPADA INSPEKTUR WILAYAH MENGADAKAN RAPAT TIM AUDIT Bahan Rapat MENYUSUN PKA Notulen Hasil Rapat MENYAMPAIKAN PKA KEPADA INSPEKTUR WILAYAH SELESAI 530 .

tape recorder. KMA No. 2. Anggaran pengawasan tidak terserap dengan baik. Mampu mengoperasikan komputer 2. 5. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. SPPD. 3. Memiliki kemampuan audit 3. Lap top. ATK. instrumen audit. Dumas PKA anggota 1 Terwujudtim hari nya PKA anggota tim PKA ketua 1 Terwujudtim jam nya PKA tim PKA tim 5 Terwujudmenit nya PKA yang telah disahkan PKA 3 Tergandajam kannya PKA PKA. 3.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT Dasar Hukum: 1. SOP pembuatan surat tugas PKAT 2. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Pengadministrasi TU Irwil Anggota tim Ketua Tim 2 Kasubbag TU Irwil 3 Auditor Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Pencatatan dan Pendataan: 1. alat bantu audit. LHA sebehari nya PKA lumnya 2. jam nya rapat LHA sebelumtim nya. Pengesahan PKA Supervisor Kasubbag TU Irwil Supervisor 5. Lembar Temuan Audit. printer. PKAT tidak terealisasi dengan baik. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Memiliki sertifikasi JFA 4. 4. Jangkauan audit tidak tercapai. 2. Program Kerja Audit 3. surat 3 Terlaksana tugas. SOP perjalanan dinas. Penggandaan PKA Rapat tim audit 6. SPPD. 1. SOP pencairan dana Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. Menyusun PKA Ketua tim 3. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Peraturan perundang-undangan 2. Inpres No. Dumas. 4. KMA No. Memahami peraturan perundangan berlaku yang Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas. flashdisk. Pelaksana No. PMA No. Dosir. kamera. PMA No. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Reviu PKA Anggota Tim Reviu PKA Ketua Tim 4. KET 2. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 15 Terlaksana menit nya penerimaan surat tugas 2 Tersusun1. Keterkaitan: 1. Pengadministrasi TU Irwil Supervisor Ketua tim Anggota tim Kasubbag TU 531 .

lumpsum. SPPD. tiket. Output Terlaksana nya persiapan pemberangkatan PKAT KET 532 . 7. surat tugas. Aktivitas Persiapan pemberangkatan PKAT 1 Ketua tim 2 Anggota tim 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan PKA.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP PERSIAPAN PELAKSANAAN PKAT MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 533 .

2. Pencatatan dan Pendataan: 1. Aktivitas Menerima Surat Tugas Supervisi Inspektur Wilayah Mencatat dalam buku kendali surat masuk 1 Pengadimi nistrasi Subbag Perencana an Pengadmi nistrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Memahami tugas protokol Peralatan/Perlengkapan: Meja. KMA No. 4. Keterkaitan: SOP SPPD Peringatan: Kegiatan Inspektur Wilayah tidak terencana/ terprogram. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Inpres No. 7. KMA No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Mesin Foto copy. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Komputer. PMA No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 6. Pelaksana NO 1. Membuat schedule kegiatan Inspektur Wilayah 2. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 3. PMA No. Menghubungi pihak-pihak terkait Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat Tugas 10 Diterima menit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tercatatmenit nya surat tugas Inspektur Wilayah Surat Tugas 10 Tersampai menit kannya surat tugas Inspektur Wilayah SPPD 10 Diterima menit nya SPPD Inspektur Wilayah 2. 5. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Tugas. Menerima SPPD Inspektur Wilayah Pengadmi nistrasi Subbag Rumah Tangga Pengadministrasi Subbag TU Irwil 534 . Kursi. 3. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. ATK. Keppres No. Perpres No. Menyampaikan surat tugas kepada Inspektur Wilayah 4. Fungsi. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.

Kasubbag TU Irwil Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Jadwal kebe10 Terjadwal rangkatan menit nya keberangkatan Inspektur Wilayah Tiket 30 Diperoleh pesawat/ menit nya tiket kereta/bus keberangk atan dan kepulangan 535 . Aktivitas Menentukan waktu keberangkatan Inspektur Wilayah Mendapatkan tiket keberangkatan dan kepulangan Inspektur Wilayah 1 Kasubbag TU Irwil 2 3 6.Pelaksana NO 5.

FLOWCHART SOP PROTOKOLER INSPEKTUR WILAYAH MULAI MENERIMA SURAT TUGAS MENERIMA SPPD PENJADWALAN KEBERANGKATAN MENCARIKAN TIKET BAHAN RAPAT MENYAMPAIKAN TIKET NOTULEN HASIL RAPAT BERANGKAT SELESAI 536 .

20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 3. Surat undangan 2. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. ATK. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 10 Terlaksan undangan menit anya pembuatan surat rapat Surat 10 Terbubuhi undangan menit nya paraf surat rapat Surat 10 Tertandaundangan menit tanganinya surat rapat Surat 10 Ternomori undangan menit nya surat rapat Surat 10 Tercatatundangan menit nya surat rapat Surat 10 Tergandaundangan menit kannya surat rapat Pelaksana Aktivitas 1. Penomoran surat keluar Pencatatan surat keluar Penggandaan surat undangan rapat 5. Mesin Foto copy. 5. Kursi. KMA No. Keppres No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH Dasar Hukum: 1. 6. Inpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. KMA No. Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil Pengadministrasi TU Irwil 537 . 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Komputer. Fungsi. Pencatatan dan Pendataan: 1. Bahan Rapat. PMA No. Tugas. PMA No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Mampu menganalisis permasalahan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Pembuatan surat undangan rapat 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil Kasubag TU Irwil 2 3 KET 2. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keterkaitan: SOP Pelaksanaan Rapat Peringatan: Tidak terjadi koordinasi. Pembubuhan paraf surat rapat 3. Kualifikasi Pelaksana: 1. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 2. Mampu mengoperasikan rapat 2. 6. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 7. Perpres No. Penandatanganan surat rapat Inspektur Wilayah 4. 4.

Pelaksana Aktivitas 7. Penyiapan bahan rapat Pembuatan absen kehadiran rapat 9. 538 . Penyampaian rapat 1 Pengadministrasi TU Irwil Ketua Tim Audit Pengadministrasi TU Irwil 2 Auditor 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat 15 Tersampai undangan menit kannya surat rapat Berbagai permasalahan Absen kehadiran rapat 3 jam 15 menit Terwujudnya bahan rapat Terwujudnya absen kehadiran peserta rapat KET 8.

FLOWCHART SOP RAPAT INTERNAL INSPEKTUR WILAYAH MULAI PEMBUATAN SURAT UNDANGAN PENCATATAN SURAT UNDANGAN PENOMORAN SURAT UNDANGAN Surat Undangan PENGGANDAAN DAN PENDISTRIBUSIAN Bahan Rapat PENGUMPULAN BAHAN RAPAT PELAKSANAAN SELESAI 539 .

KMA No. 3. Fungsi. Inpres No. SOP Entry Data LHA 2. 6. 2. Memiliki pengetahuan tentang Reviu Laporan Keuangan Peralatan/Perlengkapan: Meja. Komputer. Mesin Foto copy. Pencatatan dalam Pengadbuku kendali surat ministrasi masuk Subbag TU Irwil Koreksi konsep Kasubbag hasil revieu LK TU Irwil Inspektur Wilayah 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN Dasar Hukum: 1. Mampu mengoperasikan komputer 2. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. 1. kegiatan tidak teradministrasi Pelaksana Pencatatan dan Pendataan: Konsep hasil revieu LK Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil 10 Diterimanya revieu LK menit konsep hasil revieu LK Konsep hasil revieu LK 60 Terkorekmenit sinya konsep hasil revieu LK 30 Terselesaimenit kannya koreksi konsep hasil revieu 10 Ditandamenit tanganinya revieu LK Aktivitas Penerimaan konsep hasil revieu LK 1 Auditor 2 Pengadmistrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. PMA No. KMA No. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 3. SOP Pengadministrasian LHA Peringatan: Laporan hasil dengan baik No. Perbaikan konsep Kasubbag Pengadhasil revieu LK TU Irwil mistrasi Subbag TU Irwil Penandatanganan surat usulan audit khusus Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah Konsep hasil revieu LK 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. PMA No. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. Hasil revieu LK 540 . 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Keppres No. Keterkaitan: 1. 7. 5. Kursi. Tugas. Perpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. ATK. Kualifikasi Pelaksana: 1. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 4.

Aktivitas Penomoran hasil revieu LK 1 2 3 7.Hasil revieu nistrasi LK Subbag TU Itjen 541 . 6.Pelaksana No. Pengadmistrasi Subbag TU Irwil Pengiriman surat Pengadmistrasi usulan audit Subbag TU khusus Irwil Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Hasil revieu 10 TernomoriLK menit nya hasil revieu LK 10 Terkirimmenit nya hasil revieu LK KET Pengadministrasi Subbag Pelaporan Pengadmi.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN HASIL REVIEU LAPORAN KEUANGAN MULAI PENERIMAAN KONSEP HASIL REVIEU LK PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIKOREKSI IRWIL Konsep Hasil Revieu LK DIPERBAIKI SUBBAG TU IRWIL Konsep Hasil Revieu LK PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 542 .

KMA No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Surat pengaduan masyarakat 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. 3. Kursi. Surat nota dinas usulan audit khusus Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat Dumas 10 Diterimamenit nya Dumas Surat Dumas 10 menit Tercatatnya Dumas Terbaca dan terpahaminya surat Dumas Terbitnya disposisi Inspektur Wilayah Terselesai kannya telaah Dumas KET 2. 3. Aktivitas Penerimaan surat pengaduan masyarakat Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Membaca dan mengetahui isi Dumas 1 Pengadministrasi Subbag TU Itjen Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 Kualifikasi Pelaksana: Mampu mengoperasikan komputer Memahami peraturan perundangan yang berlaku Peralatan/Perlengkapan: Meja. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. 5. Terjadi tumpang tindih program non PKAT 2. Surat hasil telaah pengaduan masyarakat 3. 7. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 4. Keppres No. 6. PMA No. PMA No. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Inspektur Pemberian Wilayah disposisi oleh Inspektur Wilayah Pembuatan telaah atas Dumas Kasubbag TU Irwil Koordinator Kelompok Auditor Disposisi Inspektur Wilayah Konsep telaah Dumas 10 menit 5. Tidak tertib administrasi program non-PKAT Pelaksana No.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS Dasar Hukum: 1. Tugas. ATK. 2. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. Komputer. KMA No. Inspektur Wilayah Surat Dumas 30 menit 4. Pencatatan dan Pendataan: 1. Inpres No. Perpres No. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. Mesin Foto copy. Keterkaitan: SOP Penyusunan RKT Peringatan: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 30 menit 543 . 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 1. Fungsi.

6. Penomoran surat usulan audit khusus Pengiriman surat usulan audit khusus 9. Aktivitas Penyusunan surat usulan audit khusus 1 Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Kasubbag TU 3 7. Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag Perencanaan Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat usulan 15 Terselesai audit khusus menit kannya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Tertandaaudit khusus menit tanganinya surat usulan audit khusus Surat usulan 10 Ternomoaudit Khusus menit rinya surat audit khusus 10 TerkirimSurat usulan menit nya surat audit Khusus usulan Telaah audit Dumas khusus KET 544 .Pelaksana No. Penandatanganan surat usulan audit khusus Inspektur Wilayah 8.

FLOWCHART SOP USULAN PELAKSANAAN AUDIT KHUSUS MULAI PENERIMAAN DUMAS PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK DIBACA DAN DIKETAHUI IRWIL Telaah Dumas PENYUSUNAN TELAAH DUMAS OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Audit Khusus PENGETIKAN USULAN AUDIT KHUSUS PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 545 .

PMA No. 2.Surat tugas jam nanya . Laporan Hasil Audit. Dumas. Program Kerja Audit 3. 3. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Pelaksana No. SOP verifikasi perjalanan dinas. Inpres No. Memiliki kemampuan managerial 2. 7. 8. SOP Penyusunan Laporan Hasil Audit. Mutu hasil audit kurang maksimal. Pembinaan wilayah kurang maksimal. SOP Dewan Pertimbangan Saran Tindak Lanjut (DPSTL). 5. Pembinaan terhadap tim audit tidak berjalan. SPPD. Mutu Baku Ketera Persyaratan/ ngan Waktu Output Perlengkapan Surat tugas 5 Terlaksamenit nanya penerima an surat tugas PKA tim audit 1 Terlaksajam nanya reviu PKA tim audit 3 TerlaksaPKA. Kertas Kerja Audit. rapat perLHA sebelumsiapan tim nya. Lembar Temuan Audit. 4. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP TUGAS SUPERVISOR Dasar Hukum: 1. Tugas Supervisor tidak optimal. Aktivitas Menerima surat tugas 1 Kasubbag TU Irwil 2 Supervisor 3 Kualifikasi Pelaksana: 1. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. Pencatatan dan Pendataan: 1. SOP Pelaksanaan PKAT. 3.Naskah entry 2. ATK. Rapat persiapan tim audit Supervisor Ketua tim Anggota tim 4. 4. SOP perjalanan dinas.SPPD entry . 4. Peraturan perundang-undangan 2. 2. Mereviu PKA tim audit Supervisor 3. flashdisk. Melaksanakan Entry Briefing Supervisor Tim audit Auditi 546 . SPPD. 1. SOP Analisis laporan hasil audit. SOP persiapan pelaksanaan PKAT. 5. 5. surat jam nanya tugas. KMA No. PMA No. audit 2 Terlaksa. 2. SOP pembuatan surat tugas PKAT. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Lap top. Keterkaitan: 1. Memiliki pengetahuan tentang audit Peralatan/Perlengkapan: Surat tugas.PKA briefing . 3. instrumen audit. 4. KMA No. Peringatan: Apabila SOP ini tidak diikuti maka: 1. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 5.

LTA masingmasing bidang. Menyusun bahan Supervisor expose Melaksanakan expose Supervisor 5 jam 3 jam 2 jam 9. BAP. LTA. laptop Naskah expose. laptop. LTA. printer. BAP. Mempersiapkan Supervisor penyusunan LHA 11 . 2 jam 8. Merevieu LTA Supervisor Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan 2 1. Aktivitas Merevieu KKA 1 2 3 Supervisor Ketua tim 6. LCD. 5. lampiran penunjang KKA. Melaksanakan reviu meeting Supervisor Tim audit 1 hari 12 . KKA. ATK. tanggapan. lampiran penunjang LTA dan BAP. 10 . Lampiran penunjang KKA LTA masing2 masing bidang jam Output Terlaksananya reviu KKA Terlaksananya review LTA Terlaksananya rapat evaluasi kerja tim audit Tersusunnya bahan expose Terlaksananya expose Terlaksananya persiapan penyusun an LHA Terlaksananya reviu meeting Terwujudnya LHA final Ketera ngan 7. LTA. Supervisor Ketua tim dan auditor terkait Menyusun laporan Supervisor pelaksanaan tugas supervisor Dewan Pertimbangan STL 1 hari 2 jam Terlaksananya sidang DP STL Terwujudnya laporan tugas supervisor 547 . Finalisasi LHA/STL Supervisor Ketua dan Kasubbag Sekretaris TU Irwil tim 3 hari 13 . LTA. Catatan tugas tim dari Supervisor. lampiran penunjang KKA. dan lembaran penunjang KKA KKA. ATK. LHA. laptop. printer. Rapat evaluasi kerja tim Supervisor Ketua tim Anggota tim KKA. KKA jam 2. Mengikuti sidang DP STL 14 . LTA masingmasing bidang. laptop. rekap hasil DP STL. KKA. Temuan hasil audit.Pelaksana No.

FLOWCHART SOP TUGAS SUPERVISOR MULAI PENERIMAAN KONSEP RKAT S A S A A PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan RKAT PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan RKAT PENGETIKAN REVISI HASIL PEMBAHASAN PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 548 .

PMA No. PKAT. 3. 3. Lembar mintaan disposisi usulan Data auditor. 2. Anggaran pengawasan tidak akan terserap. 3. ya konsep RKAT. Surat per5 Tersampai mintaan menit kannya usulan surat per2. Menyampaikan surat permintaan usulan ke Irwil Kasubbag Inspektur TU Irwil Wilayah 3. peta wilayah. ketua. PMA No. Pembahasan konsep PKAT 5. Nama supervisor. 1. PKAT tidak dapat dilaksanakan. menit nya PKAT direktori. ATK. Data temuan tahun lalu yang belum ditindaklanjuti. Nama auditi.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENGUSULAN PKAT Dasar Hukum: 1. Peringatan: Apabila SOP tidak diikuti maka: 1. 30 Tersusun Data auditor. SOP Perjalanan Dinas. menit nya Nota printer. SOP Penyusunan PKAT. Memahami tugas dan fungsi. 549 . Pencatatan dan Pendataan: 1. Melaksanakan disposisi Irwil Kasubbag Kapok TU Irwil dan Auditor Kasubbag Kapok TU Irwil Irwil 4. Memilki kemampuan audit. peta PKAT wilayah. Laptop/komputer. sekretaris dan anggota tim. 2. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Itjen Departemen Agama. 2. Mampu mengoperasikan komputer. Direktori Pengawasan/data auditi. Kualifikasi Pelaksana: 1. Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Surat per5 Terlaksana mintaan menit nya peneusulan rimaan surat permintaan usulan PKAT 1. Membuat nota usulan PKAT Menyampaikan nota usulan PKAT Kasubbag Irwil TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6. 2. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. 1 hari Tersusunn direktori. Peralatan/Perlengkapan: 1. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Dumas 30 Terwujud Komputer. 2. 2. 2. Atlas. Aktivitas Menerima surat permintaan usulan PKAT dari Sekretariat 1 Pengadministrasi pada Subbag TU Irwil 2 3 Ket. 3. ATK usulan Buku eks05 Tersampai pedisi menit kannya nota usulan PKAT Pelaksana No. KMA No. Keterkaitan: 1.

FLOWCHART SOP PENGUSULAN PKAT MULAI MENERIMA SURAT PERMINTAAN USULAN PKAT DARI SEKRETARIAT MENERUSKAN SURAT PERMINTAAN USULAN KE IRWIL MENINDAKLANJUTI DISPOSISI IRWIL PENGAJUAN KONSEP USULAN KEPADA IRWIL MEMBUAT NOTA DAN DAFTAR USULAN KEPADA IRJEN PARAF/PENANDATANGAN SURAT USULAN PEMBERIAN NOMOR NOTA USULAN PENGIRIMAN NOTA USULAN NOTA USULAN DIARSIPKAN SELESAI 550 .

6. SOP Penyusunan PKAT 2. 2. Koreksi dan revisi 4.INSPEKTORAT JENDERAL DEPARTEMEN AGAMA Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disusun Oleh Disahkan Oleh Juli 2009 SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT Dasar Hukum: 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Program audit tidak sesuai rencana 2. Perpres No. 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan Melekat. PMA No. KMA No. ATK. KMA No. Tugas. Penomoran surat usulan Tim Audit 7. 20 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Perpres No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kursi. Keterkaitan: 1. Pengiriman surat usulan Tim Audit Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Output Perlengkapan Konsep usulan 10 Diterimausulan Tim menit nya konAudit sep usulan Tim Audit Irwil TercatatKonsep usulan 10 menit nya Tim Audit konsep Inspektur usulan tim willayah Audit 20 1. PMA No. Inpres No. Terkore Konsep menit ksinya usulan tim konsep Audit usulan Tim Audit Pelaksana No. Keppres No. Inspektur Wilayah 551 . Aktivitas Penerimaan konsep usulan Tim Audit bulan yang akan datang Pencatatan dalam buku kendali surat masuk Koreksi Inspektur Wilayah 1 Pengadministrasi Subbag Perencan aan Pengadministrasi Subbag TU Irwil Kasubbag TU Irwil 2 Pengadministrasi Subbag TU Irwil 3 KET 2. 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 3. Program audit tumpang tindih dengan audit eksternal Kualifikasi Pelaksana: 1. 3. Konsep susunan tim audit 2. Buku kendali penugasan auditor 3. Penandatanganan usulan Tim Audit 6. 8 Tahun 2007 tentang Pengawasan di Lingkungan Departemen Agama. Memilki kemampuan audit 3. Memahami tugas dan fungsi Peralatan/Perlengkapan: Meja. 4. 207 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama. Mampu mengoperasikan komputer 2. 7. Pencatatan dan Pendataan: 1. Fungsi. 5. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Mesin Foto copy. 81 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Melekat di Lingkungan Departemen Agama. 72 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Keppres No. 1. Pengetikan revisi susunan Tim Audit 5. SOP Perjalanan Dinas Peringatan: 1. Komputer.

Aktivitas 1 2 3 Mutu Baku Persyaratan/ Waktu Perlengkapan Output 2.Pelaksana No. Pengadministrasi Subbag TU Irwil 6. Terbitnya disposisi Inspektu r Wilayah Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit Terkorek sinya konsep usulan Tim Audit KET 4. Pengiriman surat usulan Tim Audit Pengadministrasi Subbag TU Irwil Pengadministrasi Subbag TU Irwil Konsep usulan 15 Tim Audit menit yang telah dikoreksi susunannya dan diparaf oleh Kasubbag TU Irwil 10 Susunan Tim menit Audit yang telah dikoreksi formatnya dan diparaf oleh Kasubbag. Penomoran surat usulan Tim Audit 8. Pembahasan dengan para Koordinator Kelompok Auditor Penyusunan revisi usulan Tim Audit Kasubbag TU Irwil Koordinat or Kelompo k Auditor Konsep usulan RKAT 30 menit 5. Tanda-tangan Inspektur Wilayah Surat usulan 5 tim Audit menit Ditandatanganinya surat usulan Tim Audit tersebut Surat usulan Tim Audit 10 menit Ternomori nya surat usulan Tim Audit Pengarsip an surat usulan Tim Audit 552 . Pengajuan tanda-tangan Inspektur Wilayah Kasubbag TU Irwil Inspektur Wilayah 7.

FLOWCHART SOP PENYUSUNAN TIM AUDIT MULAI PENERIMAAN SUSUNAN TIM AUDIT PENCATATAN DALAM BUKU KENDALI SURAT MASUK KOREKSI IRWIL Usulan Susunan Tim Audit PEMBAHASAN OLEH PARA KORPOK AUDITOR Usulan Susunan Tim Audit PENGETIKAN REVISI SUSUNAN TIM PENANDATANGANAN PENOMORAN PENGIRIMAN SELESAI 553 .

Oleh karena itu. memiliki peran penting dalam menciptakan pemerintahan yang efisien. Karena pentingnya SOP setiap jenis kegiatan memiliki SOP untuk menghindari kemungkinan terjadi penyimpangan dalam prosedur dan tumpang tindih aktivitas antara bagian yang satu dengan yang lain. memudahkan mereka dalam memantau hasil pekerjaan. efektif dan konsisten dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat. bekerja makin terarah.BAB IV PENUTUP Meskipun SOP merupakan bagian kecil dari aspek penyelenggaraan administrasi pemerintahan. 554 . SOP sebagai pedoman tentang langkah-langkah/proses pekerjaan yang harus dilakukan. SOP ini menjadi instrumen yang penting untuk mendorong setiap pejabat dan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan dengan efisien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful