Anda di halaman 1dari 7

UNIDO

UNITED NATIONS INDUSTRIAL DEVELOPMENT ORGANIZATION

Nama kelompok : 1. Wiji Lestari 2. Mega Juwita 3. Yulia Krisdiafanti 4. Fitria Ningsih 5. Ayu Puspita 6. Rosidawati Adelade

UNIDO
UNITED NATIONS INDUSTRIAL DEVELOPMENT ORGANIZATION

United Nations Industrial Development Organization

Org type Acronyms Head Status Established Headquarters Website

UN specialized agency UNIDO Kandeh Yumkella active 1966 (converted to a specialized agency in 1985) Vienna, Austria www.unido.org

UNIDO adalah badan khusus PBB yang dibawahi langsung oleh Koffi Anan (Sekretaris Jendral PBB) yang didirikan untuk membantu negara-negara yang secara memiliki komitmen untuk mengembangkan industri dalam skala kecil dan menengah, seperti agrikultur, beras, jagung, coklat, dan lain-lain. UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) adalah badan khusus (specialized agency) PBB dengan fungsi utama untuk meningkatkan proses industrialisasi di negara-negara berkembang. Saat ini UNIDO memiliki 169 negara anggota. Sebagai badan khusus PBB, UNIDO bertanggung jawab untuk mendesain dan melaksanakan kerjasama teknis dalam rangka mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan (sustainable industrial development) di negara-negara anggotanya, terutama negara berkembang dan negara dengan perekonomian dalam masa transisi. Direktur Jenderal UNIDO saat ini adalah Mr. Carlos Magarinos dari Argentina (mantan Menteri Perindustrian Argentina), yang menduduki masa jabatan untuk yang kedua kalinya sejak keputusan General Conference pada Desember 2001. Dan konsultan UNIDO bagi Indonesia saat ini adalah

Shafiq Dhanani. UNIDO termasuk ke dalam badan subsider PBB yang merupakan policy making organs yang keanggotannya terdiri atas negara anggota PBB yang terpilih. Selain itu juga termasuk ke dalam kesatuan UNDP (United Nations Development Programme) menurut keputusan Menteri Keuangan No. 89/KMK.04/2002. UNIDO adalah organisasi khusus dalam united nations (PBB) di bidang pengembangan industri. Organisasi yang berkantor pusat di vienna,ibu kota Austria ini Tujuan utamanya adalah mempercepat pembangunan industri di Negara_negara berkembang dan Negara dengan ekonomi transisi.organisasi yang beranggotakan 173 negara ini bertanggung jawab untuk mendesain dan melaksanakan kerjasama teknis dalam rangka mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan (sustainable industrial development) di negaranegara anggotanya, terutama negara berkembang dan negara dengan perekonomian dalam masa transisi.

1. bidang kegiatan UNIDO UNIDO sebagai organisasi khusus PBB membidangi urusan perindustrian khususnya industri Negara-negara berkembang yang bertujuan mendorong industry Negara berkembang untuk mengentaskan kemiskinan ,globalisasi inklusif dan pelestarian lingkungan.

2). latar belakang didirikan UNIDO Latar belakang UNIDO United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dapat diawali dengan serangkaian studi pada program industrialisasi yang pesat dari negara-negara berkembang oleh Sekretariat PBB di awal 1950-an atas permintaan Perserikatan BangsaBangsa Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC). Penelitian ini memuncak dalam sebuah program bekerja pada industrialisasi dan produktivitas yang telah disusun oleh Sekretaris Jenderal PBB pada tahun 1956 dan diratifikasi tahun berikutnya oleh ECOSOC dan Majelis Umum. Pada saat itu, diusulkanlah badan khusus untuk menangani masalah khusus industrialisasi.

3). markas besar UNIDO Telah di singgung sebelumnya organisasi yang khusus menangani industry ini bermarkas atau berkantor pusat di viena ibukota Negara Austria.

4). pemipin UNIDO Semenjak didirikan hingga 1985 UNIDO telah dipimpin oleh dua orang UNIDO Executive Directors yakni Ibrahim helmi abdel-rahman dari mesir yang mengawali kepemimpinana atas UNIDO mulai 1967 sampai 1974 dan 1975-1985 abd-el rahman khane dari Algeria menggantikan Ibrahim helmi abdel-rahman sebagai UNIDO Executive Directors. Setelah tahun 1985 sampai sekarang UNIDO dipimpin oleh UNIDO Directors-General yaitu pada tahun 19851992 oleh domingo L.siazon jr.dari Filipina, 19931997 Mauricio de maria ymauriciocampos dari meksiko ,19982005 carlos alfredo magarinos dari argentina dan mulai desember 2005 sampai sekarang adalah kandeh yumkella dari Sierra Leone.

5).Tujuan UNIDO didirikan untuk mempromosikan dan mempercepat pembangunan industri negara berkembang dalam rangka mendukung terciptanya tata ekonomi dunia baru. Selain itu untuk mempromosikan pembangunan dan kerjasama industri baik di tingkat global, regional, nasional maupun sektoral. Untuk mencapai tujuan tersebut, UNIDO antara lain menyediakan bantuan dan kerja sama teknik kepada negara berkembang dan negara dalam ekonomi peralihan.

6).keanggotaan indonesia dalam UNIDO Pada 28 September 1950 indonesia resmi menjadi anggota PBB dan pada tahun 1967 Indonesia resmi menjadi anggota UNIDO sebagai organisasi internasional dari PBB. Sejak itu telah banyak bantuan UNIDO yang dinikmati Indonesia melalui beberapa kegiatan proyek kerjasama teknis terutama berkaitan dengan peningkatan kemampuan teknologi industri, peningkatan kualitas lingkungan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

7).instalasi indonesia yang mewakili indonesia UNIDO. Departemen perindustian adalah instalasi resmi dari Indonesia yang menjadi anggota UNIDO sejak tahun 1967 sampai sekarang dan aktif didalamnya ,UNIDO juga memiliki UNIDO Representative di Indonesia yaitu Mr. Imran farooque yang beralamatkan di jalan thamrin kav 3 ,Menara Thamrin lantai 10 jakarta pusat.

Landasan pembangunan Menurut Djauhari, KTT Johannesburg menyepakati tiga dokumen utama. Yaitu deklarasi politik "Johannesburg Declaration on Sustainable Development", program aksi dengan target waktu dan sarana implementasi ("Johannesburg Plan on Implementation"), dan peluncuran inisiatif kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. UNIDO beserta badan-badan PBB lainnya (UNDP, UNEP, FAO, dan WHO) menjadikan ketiga dokumen tersebut sebagai landasan dan panduan bagi upaya bersama masyarakat dunia untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan di masa mendatang. 8). Operasi proyek pembangunan 1. UNIDO telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1967 dan memiliki kantor perwakilan (UNIDO Representative) yang merupakan bagian dari kantor PBB di Jakarta. UNIDO telah melaksanakan berbagai program atau proyek kerjasama teknis di Indonesia berupa saran kebijakan, alih teknologi dan dukungan investasi kepada Pemerintah Indonesia. Saat ini prioritas proyek-proyek UNIDO di Indonesia adalah : - Formulasi kebijakan dan strategi untuk meningkatkan pemulihan sektor industri paska krisis ekonomi. - Pembentukkan kemitraan teknologi dan investasi internasional khususnya industri yang berbasis pertanian dan sumber daya alam. - Meningkatkan efisiensi dan daya saing industri kecil dan menengah. - Meningkatkan efisiensi energi sektor industri serta pengembangan industri yang berwawasan lingkungan. 2. Organisasi Pengembangan Industri PBB (United Nations Industrial Development Organization/UNIDO) membagi perkembangan industri Indonesia pada era pascarevolusi hingga sebelum krisis menjadi tiga fase, yakni fase stabilisasi dan pembaruan (1965- 1975), fase industrialisasi yang didanai dari devisa minyak pada era oil bonanza (1975-1981), dan fase industrialisasi yang dimotori ekspor (1982-1997). 3. Desember 2003, Sri Sultan seusai open house mengatakan bahwa DIY memang mendapatkan undangan resmi dari Dirjen UNIDO, salah satu organisasi PBB, untuk mempresentasikan program pengentasan masalah kemiskinan DIY dengan pola Yogyakarta Incorporated antara peran pemerintah, swasta, dan kampus dalam memberdayakan masyarakat miskin di Konferensi UNIDO.

4. Penggunaan bahan beracun, seperti pestisida, tributyltin (TBT), merkuri, sianida, formalin, masih menjadi masalah bagi kita di daerah ini, karena penggunaannya dapat mencemari kesehatan masyarakat dengan cara mengkontaminasi sumberdaya makanan (perikanan), baik perikanan darat maupun perikanan laut. Hal ini menjadi pembicaraan yang serius oleh UNIDO guna secara aktif meningkatkan bantuannya dalam membantu negara-negara berkembang dalam mengatasi masalah merkuri. 5. UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) atau Badan PBB di bidang Pembangunan Industri sudah sejak awal tahun 1980-an menerbitkan beberapa laporan tentang potensi singkong atau ubi kayu atau manioc, terutama di negara berkembang seperti di Indonesia yang memiliki lahan luas dan memungkinkan, karena permintaan pasar produk singkong tersebut dalam bentuk gaplek, tepung gaplek, dan terutama tepung tapioka, sangat tinggi. 6. Di Wina pada tanggal 18 Februari 2005 United Nations Industrial Development (UNIDO) bersama Dubes Samodra selaku Ketua Kelompok-77 dan China Chapter Wina mengkoordinasikan joint declaration, program aksi, mencari kesepakatan tentang topik-topik khusus, menyiapkan statement, mensponsori dan merundingkan resolusi dan keputusankeputusan pada persidangan-persidangan internasioanal badan-badan PBB dan organisasi international yang ada kaitannya dengan PBB lainnya. 7. Pada tanggal 8 Maret 2005, Menteri Perindustrian Andung A. Nitimihardja mengadakan pertemuan dengan Dr. Carlos Magarinos, Direktur Jenderal UNIDO. Kunjungan Dirjen UNIDO kali ini dimaksudkan untuk menjajaki kemungkinan bantuan UNIDO dalam proses rekonstruksi di Aceh dan Sumatera Utara serta membicarakan kerjasama atau proyek UNIDO di Indonesia. Selain mengadakan pembicaraan dengan Menteri Perindustrian, Dirjen UNIDO juga direncanakan akan mengadakan serangkaian pembicaraan dengan Menko Kesra, Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan dan Menteri Dalam Negeri. 8. Sebelumnya Dirjen UNIDO telah dua kali melakukan kunjungan dinas ke Indonesia, yaitu pada tahun 2000 dan 2002. Pada kunjungan tahun 2002 lalu telah ditandatangani dokumen Country Service Framework for Indonesia (CSFI) tahap I oleh Dirjen UNIDO dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. 9. Selanjutnya Menteri Perindustrian Andung A. Nitimihardja sangat mengharapkan bahwa CSFI tahap II periode tahun 2005 2007 dapat segera dilaksanakan mengingat bantuan dan

dukungan UNIDO masih sangat diperlukan bagi sektor-sektor industri tertentu di Indonesia, khususnya dalam membantu rekonstruksi dan rehabilitasi provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang baru saja terkena bencana alam tsunami. Pembangunan sektor industri baik di Kawasan Timur Indonesia maupun saat ini di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam memerlukan perencanaan yang lebih terstruktur dengan didukung oleh sistem yang memenuhi persyaratan internasional, sehingga sangat diharapkan bahwa UNIDO dapat turut membantu perencanaan yang dimaksud dan juga pelaksanaannya. 10. Departemen Perindustrian sangat mengharapkan bantuan UNIDO dalam rangka capacity building serta transfer of know-how terhadap Balai-Balai Besar dan Balai Industri yang ada di Indonesia dalam hal peningkatan kemampuan untuk mendisain dan mengembangkan industri pembuatan rumah murah (low-cost housing manufacturing industry). Yang dimaksud dengan rumah murah adalah model-model rumah murah Pre-fabricated dengan menggunakan bahan-bahan baku lokal murah atau limbah pabrik yang masih dapat digunakan yang tersedia di Indonesia. Dalam hal ini pada tahap pertama dapat didorong untuk capacity building Balai Besar di Aceh dan Bandung, selanjutnya keahlian dibidang ini digunakan dalam rangka pembangunan perumahan murah di Aceh, dan dalam jangka panjang dapat digunakan untuk pembangunan rumah murah di seluruh Indonesia. 11. Dalam pertemuan dengan Dirjen UNIDO, Menteri Perindustrian menyampaikan ucapan terima kasih atas besarnya perhatian Dirjen UNIDO terhadap Indonesia, hal mana terbukti dari kunjungannya ke Indonesia yang telah berlangsung sebanyak 3 kali serta mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan UNIDO selama ini dalam pengembangan dan pembangunan industri di Indonesia, antara lain melalui program CSFI tahap I yang ditandatangani pada bulan November 2002 di Jakarta. 12. Disamping hal-hal tersebut di atas, bantuan UNIDO untuk daerah-daerah lain di Indonesia juga sangat diharapkan. Diantaranya pembangunan di Gorontalo, Sulawesi. Kemudian pengembangan business partnership and network promotion tahap ke II di Sulawesi serta pengembangan sektor swasta paska krisis di Maluku.