Anda di halaman 1dari 14

LEMBAR PENGESAHAN

TAK CUMA SEBAGAI KOMODITAS PEDAS YANG


MENGGOYANGKAN LIDAH
CABAI JUGA OBAT

Telah disetujui dan disahkan pada :


Hari :
Tanggal :
Tempat : Purwokerto

Menyetujui,
Guru Pembimbing

Drs. Wahyu Hidayat


NIP. 130671918

i
MOTTO

“Mencari ilmu adalah wajib sejak lahir sampai masuk liang lahat.”
(Hadist Nabi Muhammad SAW.)

“Orang yang jenius adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya dan
senantiasa beramal untuk hari sesudah matinya.”
(H.R. Bukhori-Muslim)

“Tidak ada kemelaratan lebih dari pada kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan)
yang lebih dari kesempurnaan akal.”
(Ulama)

“Time is money.”
(Filsafat)

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rakhmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Karya Tulis Ilmiah dengan judul ”Tak Cuma Sebagai Komoditas Pedas yang
Menggoyangkan Lidah Cabai Juga Obat”.
Dalam kesempatan yang baik ini, penulis akan menyampaikan ucapan
terima kasih kepada pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya pembuatan
karya tulis ilmiah ini :
1. Ayah dan bunda, yang selalu mendoakan dan mendukung saya.
2. Bapak Wahyu, selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sekaligus sebagai
pembimbing kami.
3. Bapak Drs. Muh. Khadziq, selaku wali kelas XI-IA3.
4. Ibu Sri Supriyanti, selaku Kepala SMA Negeri 3 Purwokerto.
5. Teman-teman kelas XI-IA3 pada khususnya dan SMA Negeri 3 pada umumnya.
6. Pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa karya tulis ini masih banyak
kekurangannya baik dalam penulisan maupun cara penyajian materinya. Untuk itu,
penulis harapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk pembaharuan yang
akan datang.
Akhir kata, semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat baik bagi
penulis secara khusus dan pembaca pada umumnya.

Purwokerto, 18 Mei 2007

Penulis
Agil Trisnasiwi

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................... i
MOTTO ................................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .............................................................................................. iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A. Latar Belakang..................................................................................................... 1
B. Permasalahan ....................................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan.................................................................................................. 1
D. Metode Penulisan................................................................................................. 2
BAB II CABAI SI PEDAS YANG BERMANFAAT.............................................. 3
BAB III TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN................................. 6
A. Deskripsi............................................................................................................... 6
B. Syarat Tumbuh...................................................................................................... 6
C. Pedoman Budidaya................................................................................................ 7
BAB III PENUTUP ................................................................................................. 9
A. Simpulan .............................................................................................................. 9
B. Saran ..................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 10

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banyak orang mengkonsumsi cabai hanya untuk penyedap dan
pelengkap masakan. Mereka hanya melihat dari segi keuntungan secara umum
saja.
Padahal cabai memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh kita.
Cabai memiliki kandungan vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Cabai juga dapat
menyembukan berbagai macam penyakit. Kebanyakan dari mereka tidak
mengetahui khasiat lain dari cabai yang dikonsumsi.
Dewasa ini, belum banyak orang tahu manfaat penting dari cabai itu
sendiri. Selain itu, media yang ada dalam masyarakat juga belum banyak
mempublikasikan tentang masalah ini. Oleh karena itu, penulis mencoba
memaparkan gambaran khusus tentang khasiat tersembunyi dari komoditas pedas
ini.

B. Permasalahan
Mendasarkan pada latar belakang maka kami mengidentifikasikan
masalah, dari data yang diperoleh kami menemukan bahwa orang awam belum
banyak yang tahu tentang khasiat cabai yang dapat menyembuhkan berbagai
macam penyakit, baik penyakit dalam ataupun luar serta khasiatnya yang dapat
menyehatkan tubuh karena kandungan vitamin yang ada di dalamnya.

C. Tujuan Penulisan
Secara umum penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan memberikan
informasi kepada pembaca sehingga pembaca dapat mengaplikasikannya di dalam
kehidupan sehari-hari. Secara khusus bagi penulis, karya tulis ilmiah ini bertujuan

v
agar kami dapat berpikir lebih kritis lagi terhadap bagaimana cara dan proses
dalam memanfaatkan sumber daya alam yang beraneka ragam dengan baik yang
ada di sekitar kita.
D. Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun karya ilmiah ini
adalah dengan metode studi pustaka serta metode observasi secara langsung.

vi
BAB II
CABAI SI PEDAS YANG BERMANFAAT

Dewasa ini obat-obatan tradisional yang dibuat dari bahan-bahan hasil


bumi dipandang sudah tidak manjur lagi. Masyarakat lebih memilih pergi ke dokter
dan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dalam resep dokter. Sesungguhnya
obat-obatan itu mengandung bahan kimia yang memiliki efek samping yang cukup
besar apabila kita mengkonsumsinya terus-menerus. Selain berisiko tinggi juga perlu
banyak biaya untuk mendapatkan kesehatan instan dari dokter. Sehat itu mahal. Bagi
mereka yang beruang tentu saja tidak masalah, tetapi dalam kenyataannya masyarakat
Indonesia 70% nya adalah masyarakat dalam ekonomi menengah ke bawah. Ada
solusi untuk sedikit menangani masalah kesehatan ini. Dari masyarakat untuk
masyarakat juga.
Ada yang menyebutnya lombok, jenisnya pun cukup banyak. Ada
lombok merah, lombok hijau dan lombok rawit. Tapi pada umumnya orang
mengenalnya dengan nama cabai dengan nama latinnya Capsicum anuum L.
Komoditas berasa pedas itu sering menjadi penambah selera makan.
Karena itu keberadaannya sering dimanfaatkan untuk melengkapi kelezatan aneka
masakan, baik di rumah keluarga maupun di rumah-rumah makan.
Sesungguhnya, cabai tak cuma pedas, tapi juga berkhasiat bagi
kesehatan. Selain sebagai penyedap dan penambah nikmat makanan, komoditas itu
juga bisa digunakan untuk pengobatan. Hanya saja masih sedikit orang mengetahui
hal itu, sehingga pemanfaatannya pun masih dominan untuk bumbu dapur dan
pelengkap menu masakan saja.
Tanaman ini termasuk familia Solanaceac. Tumbuh dengan tinggi bisa
mencapai satu meter. Berbatang basah berbulu pendek dan tipis pada bagian ujung.
Cabai memiliki sifat khas pedas, menghangatkan dan melancarkan peredaran darah.
Dalam hal kesehatan dan pegobatan, bagian yang digunakan adalah
buah dan daun muda. Buahnya mengandunga kimia kapsaisina, kapsisina, kapsantina,

vii
kapsarubina, lutein, kriptosantina, karotena, karotenoida, minyak kelapa serta vitamin
A, B dan C. Karena itu buah cabai memiliki khasiat stomakik, spasmolitik, karminatif
dan diafotretik. Ia dapat membangkitkan nafsu makan dan bisa digunakan untuk
menyembuhkan rematik dan nyeri otot (obat luar).
Getah daunnya yang muda dapat digunakan untuk mempermudah
persalinan serta menyembuhkan luka dan sakit gigi (obat luar).
Untuk penyembuhan luka, ramuan yang diperlukan adalah daun cabai
beberapa helai diolesi minyak kelapa, kemudian dilayukan di atas api kecil. Cara
pemakaiannya, ramuan itu ditempelkan di bagian kulit yang terluka dengan ketentuan
setiap tiga jam diperbarui.
Di Jawa Tengah sebagian anggota masyarakat juga mengenal cabai
jawa (Piper retrofractum Vahi) yang bersinonimkan Piper ion gum L, Piper
officanarum DC, Chuvica officinarum Miq dan Chuvica roxburghii.
Tanaman berfamilia Piperaceae itu, tumbuh dengan batang memanjat,
melilit atau melata. Daunnya berbentuk bundar telur sampai lonjong, bintik-bintik
dan kelenjar terdapat tenggelam di permukaan bawah. Bunganya berupa bulir tegak
atau merunduk, dan buahnya berbentuk bulat, lonjong, warna merah tua, serta bijinya
berukuran 2-3 mm.
Demam dan Lesu
Buah cabai juga mengandung bahan kimia minyak atsiri, pipenina,
pipenidina, hans, zat pall dan minyak lemak yang memiliki khasiat stomakik,
karminatif, ekspektoran, sudonifik, diuretik, dan kolagog. Dengan karakter seperti itu
cabai jawa dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan demam, tonik (kelesuan), sakit
kuning, rematik (obat luar), dan perawatan sesudah melahirkan (obat luar). Selain itu,
daunnya juga bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi (obat kumur).
Bagi penderita kelesuan (tonik) ramuan yang diperlukan 1-2 gram
buah cabai jawa, tujuh gram rimpang lempuyang gajah segar, dan air secukupnya.
Ramuan ini dibuat pipis, lalu diminum satu kali sehari ¼ cangkir, dan ampasnya
dibalurkan di bagian yang pegal, berulang-ulang sampai sembuh.

viii
Bila penderita sakit hati atau ginjal tidak teatur buang air besar dan
tinjanya berwarna hijau tua, untuk mempermudah ke belakang dapat pula minum
ramuan buah cabai jawa. Caranya, ambil tiga buah cabai jawa, lalu dipipis dengan
rimpang lempuyang, satu jari tangan empirit, dan air secukupnya. Ramuan itu
diminum satu kali sehari 100 ml, selama empat hari.

ix
BAB II

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN

A. Deskripsi
Herba tegak, 1 tahun atau menahun,
sering kuat dan bercabang lebar, tinggi 1-2,5
m. Bagian batang yang muda berambut halus.
Daun tersebar terdiri atas 2-3 helai yang
berbeda ukurannya satu sama lain, panjang
tangkai 0,5- 2,5 cm; bentuk daun bulat telur
memanjang atau ellips bentuk lanset, dengan
pangkal meruncing dan ujung runcing,
berukuran 1,5-12 x 1-5 cm. Bunga
mengangguk, tangkai 10-18 mm.
Tabung kelopak berusuk bentuk lonceng,
gundul, tinggi 2-3 mm. Mahkota bentuk
roda, terdiri dari 5 mahkota bunga.
Kepala sari semula ungu, kemudian
lama-kelamaan berubah menjadi hijau
perunggu. Buahnya berbentuk garis lanset, merah cerah, rasa pedas.

B. Syarat Tumbuh
Cabai dapat hidup pada daerah yang memiliki ketinggian antara 01.200 m
dpl. Berarti tanaman ini toleran terhadap dataran tinggi maupun dataran rendah.
Jenis tanah yang ringan ataupun yang berat tak ada masalah asalkan diolah
dengan baik. Namun, untuk pertumbuhan dan produksi terbaik, scbaiknya
ditanam pada tanah berstruktur remah atau gembur dan kaya bahan organik.
Sedang pH tanah yang dikehendaki antara 6,0-7,0.

x
C. Pedoman Budidaya
Benih cabai dapat diperoleh, dan bebas hama-
penyakit. Belahlah buah cabai secara memanjang.
Keluarkan bijinya dan dijemur. Biarkan hingga
kering. Biji seperti ini bisa langsung disemai. Apabila
ingin disimpan lama sebaiknya biarkan buah cabai
tetap utuh dan jemur hingga kering. Bila sudah ingin
disemai, bijinya yang kering dikeluarkan. Apabila
benih terlanjur lama disimpan maka sebelum
disemaikan direndam dahulu dalam air hangat.
Biarkan sebentar. Nanti akan terlihat sebagian biji
terendam dan sebagian mengapung. Biji yang mengapung dibuang karena biji
tersebut sudah rusak dan bila dipaksakan ditanam akan sulit tumbuh. Biji yang
terpilih untuk ditanam sebaiknya mengalami perlakuan benih dahulu. Benih
direndam dalam larutan kalium hipoklorit 10 % sekitar 10 menit. Tindakan ini
sebagai penangkal penyakit virus yang sering terdapat pada benih. Benih juga
dapat direndam dalam air hangat (suhu 50°C) selama semalam. Tujuan
perendaman agar benih cepat tumbuh. Kebutuhan benih cabai per hektar ialah
antara 200-500 g. Untuk cabai hibrida sebaiknya memakai benih yang langsung
dibeli di toko. Bila mengambil benih dari buah yang ditanam sendiri maka hasil
panen berikutnya akan jauh berkurang. Tanaman cabai sebaiknya ditanam dalam
bentuk bibit. Untuk itu diperlukan persemaian. Persemaian sederhana dengan atap
daun kelapa, daun pisang, atau alang-alang bisa dipakai. Pada daerah dataran
tinggi atau daerah yang sering ditiup angin kencang, sebaiknya dibuat atap yang
kekuatannya memadai. Misalnya, atap plastik yang lumayan kokoh. Arah
bedengan persemaian dibuat menghadap ke timur. Tanah bedengan diolah agar
gembur. Tambahkan pupuk kandang dengan dicampur merata. Tebarkan biji cabai
dan siram dengan sprayer halus agar tumbuh baik. Rawat dan siramilah bibit
secara teratlir. Setelah berumur 30-40 hari setelah semai bibit siap ditanam di
lahan. Penanaman Cabai bisa ditanam di lahan sawah atau tegalan. Bila ditanam

xi
di lahan sawah sebaiknya di akhir musim hujan sehingga jumlah air di lahan tidak
berlebihan. Sedangkan bila ditanam di tegalan saat yang tepat adalah musim
hujan. Pemilihan musim ini penting agar kebutuhan air tanaman cabai tersedia
dengan tepat. Tanah dibersihkan dari gulma dan dicangkul atau dibajak agar
gembur. Bila pH tanah kurang dari 5,5, tambahkan kapur. Untuk satu hektar tanah
asam dibutuhkan 1-1,5 ton kapur. Kapur akan memberikan pengaruh terbaik bila
diberikan 1 bulan sebelum tanam. Selanjutnya boleh dipilih apakah cabai akan
ditanam dengan sistem baris tunggal (single row) atau sistem beberapa baris pada
bedengan. Sistem baris tunggal banyak dipakai petani cabai dataran tinggi serta
dataran rendah yang tergolong medium karena cocok dengan tanah yang
bertekstur ringan atau sedang. Sistem beberapa baris pada bedengan lebih umum
digunakan petani dataran rendah karena sistem tanahnya yang bertekstur liat
hingga berat. Jarak tanam yang digunakan pada sistem baris tunggal adalah (60-
70 cm x 30-50 cm). Sedangkan untuk sistem bedengan, jarak tanamnya (40-50 cm
x 30-40 cm). Pada setiap titik dibuat lubang tanaman. Ukuran lubang tak perlu
besar yang penting bisa memuat benih sapihan beserta tanah yang membalut
perakarannya.

xii
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Dari uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa :
1. Buah serta daun cabai memiliki manfaat ganda, selain untuk penyedap dan
pelengkap aneka masakan yang banak digemari oleh masyarakat dari berbagai
golongan, cabai juga berfungsi sebagai obat tradisional yang murah meriah.
2. Cabai dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya rematik, demam,
tonik atau kelesuan, sakit gigi, perawatan sesudah melahirkan, nyeri otot, obat
luar untuk luka, sakit kuning dan membantu melancarkan buang air besar
serta melancarkan peredaran darah karena berfungsi menghangatkan.

B. Saran
Dari hasil temuan di atas penulis menyarankan kepada :
1. Seluruh lapisan masyarakat agar menerapkan gaya hidup sehat dan hemat,
dengan menggunakan ramuan obat tradisional yang terbuat dari cabai dan
tanaman obat yang lain.
2. Seluruh siswa SMA Negeri 3 Purwokerto, diharapkan untuk lebih
meningkatkan ilmu pengetahuan dengan terus belajar bersikap dan berpikir
kristis terhadap semua perubahan zaman yang terus meningkat.

xiii
DAFTAR PUSTAKA

Ikakusumiwi, Dyah. 2006. Si Pedas Menyenangkan. Semarang: Pustaka Sinar


Harapan
http:// www.Suara Merdeka.com harian/0404/05 ragam 7. htm
www.goegle.com

xiv