Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Listrik merupakan hal yang esensial dalam masyarakat modern.

Di rumah,listrik digunakan untuk menonton televise, atau mendengarkan music dari radio. Di rumah sakit listrik digunakan untuk peralatan medis dan mesimesin. Tubuh kita menggunakan listrik untuk transmisiimpuls saraf dan membuat kontraksi otot. Hidup kita tidak aka nada tanpa listrik. Akan tetapi, listrik juga dapat membunuh, dan sejak kecil kita sudah diajarkan mengenai bahaya listrik dan bagaimana menggunakannya dengan aman. Pada makalah ini, kita akan membahas tentang listrik secara umum,pengaplikasian medis dari listrik dan bagaimana meminimalisasi risiko dalam penggunaannya. B. Rumusan masalah 1. Apa pengertian listrik? 2. Bagaimana Bentuk Arus Listrik? 3. Apa saja Istilah penting dalam listrik? 4. Apa hubungannya Listrik dan Tubuh? 5. Apa itu Elektrokusi (Kesetrum) ? 6. Apa itu Kejutan Listrik? 7. Bagaimana Keamanan Listrik? 8. Bagaimana Aplikasi Listrik dalm Medis? C. Tujuan penulisan 1. Untuk mengetahui Apa pengertian listrik 2. Untuk mengetahui Bagaimana Bentuk Arus Listrik 3. Untuk mengetahui Apa saja Istilah penting dalam listrik 4. Untuk mengetahui Apa hubungannya Listrik dan Tubuh 5. Untuk mengetahui Apa itu Elektrokusi (Kesetrum) 6. Untuk mengetahui Apa itu Kejutan Listrik 7. Untuk mengetahui Bagaimana Keamanan Listrik 8. Untuk mengetahui Bagaimana Aplikasi Listrik dalm Medis

BAB II ISI A. Pengertian Listrik adalah aliran atau pergerakan elektron-elektron. Electron adalah partikel bermuatan negative yang ditemukan pada semua atom. Benda yang meneruskan aliran electron disebut juga konduktor. Semua logam merupakan konduktor listrik yang baik, misalnya tembaga dan aluminium insulator adalah bahan yang menghambat aliran electron. Contoh insulator adalah karet, plastic, keramik, kayu dan gelas. Selubung myelin neuron (sel saraf) adalah insulator yang baik dan mencegah konduksi listrik antara neuron dan jaringan disekitarnya. Jika selubung myelin rusak atau hancur akan terjadi masalah pada konduksi impuls saraf. Contohnya pada penyakit sklerosis multiple. B. Bentuk Arus Listrik Terdapat dua bentuk arus listrik yaitu sebagai berikut: 1. Listrik Statik Seperti namanya, pada listrik statis terdapat tumpukan electron pada suatu tempat. Listrik static disebabkan oleh gesekan antara dua insulator. Jika dua zat saling bergesekan, maka electron akan ditrarik dari suatu zat dan dilemparkan ke zat yang lain. Hal ini akan menyebabkan tumpukan electron sehingga terjadi muatan negative pada salah satu benda, dan hilangnya electron pada benda yang lainnya sehingga terjadi muatan positif. Arah transfer electron tergantung dari bahan/materi yang digunakan.saat jumlah electron bertambah,maka muatan juga akan bertambah. Muatan akan hilang jika elektronmelompat kembali kedaerah bermuatan positif dan menghasilkan kilatan listrik atau syok. Hal ini menunjukkan bahwa ada dua jenis muatan, yaitu muatan positif (+) dan negative (-),dan bahwa muatan yang sama akan tolak menolak, muatan yang berbedaakan tarik-menarik. Kilat adalah salah satu bentuk pergerakan electron dari awan ke bumi.

Seorang perawat dapat tersetrum arus listrik ketika merapika tempat tidur. Tempat tidur diinsulasi menggunakan ban karet dan penumpukan muatan dapat terjadi. Seorang perawat dapat tersetrum jika ia menyentuh tempat tidur dan electron ditransfer ke perawat dan diteruskan ke bumi sehingga terjadi kejutan listrik. Oleh karena itu, lebih disukai selimut katun daripada selimut wol atau polister, karena wol maupun polister menyebabkan tumpukan listrik statis yang lebih banyak. Pada kamar operasi, listrik static dapat menjadi sumber percikan api pada ledakan anestesi, sehingga operator dan semua petugas harus mengenakan pakaian katun longgar dan alas kaki antistatic khusus. Selain itu, kamar operasi modern didesain untuk mencegah terjadinya tumpukan listrik dengan pengguanaan lantai dan peralatan khusus. 2. Listrik Dinamik Arus listrik dinamik melibatkan aliran electron atau ion. Aliran electron dan ion ini akan menghasilkan arus listrik. Pada logam,arus hanya dibawa oleh electron. Logam mengandung lautan electron yang bebas untuk membawa arus listrik. Inilah sebabnya logam adalah konduktor yang baik.elektrolit seperti natrium klorida adalah zat dengan ion positif dan ion negative dalam larutan dan ion-ion inilah yang mengalirkan dalam tubuh dibawa ion-ion. C. Istilah penting dalam listrik 1. Beda potensial Beda potensial adalah perbedaan muatan antara dua titik. Elektron hanya dapat mengalir dari tempat dengan konsentrasi elektron tinggi ke tempat dengan konsentrasi elektron rendah. Semakin besar beda konsebtrasi elektron (muatan) antara dua titik, maka beda potensial akan semakin besar. Aliran elektron dari satu titik ke titik lainnya akan menghasilkan arus listrik (I). Semakin besar beda potensial, maka arus yang terbentuk semakin besar. Satuan arus listrik adalah ampere atau amp (A). Jadi beda potensial adalah kekuatan yang mendorong arus, seperti tekanan listrik. Satuan beda potensial adalah volt (V). Beda potensial atau

voltase sumber listrik rumah adalah 240 V dan sumber listrik mobil adalah 12 V. Beda potensial dalam tubuh terjadi antara membran sel. Karena beda potensial dalam tubuh biasanya sangat kecil, maka digunakan satuan milivolt (mV), misalnya tergantung dari sel dan organismenya, potensial istirahat adalah antara -20 sampai -200 mV. Agar arus dapat mengalir, maka harus ada jalur atau sirkuit tempat arus listrik mengalir. 2. Resistensi Resistensi adalah tahanan aliran elektron dan satuannya adalah ohm (). Resistensi suatu benda tergantung pada: a. Temperatur tinggi akan meningkatkan resistensi, karena elektron mengalami tumbukan yang lebih banyak b. Panjang konduktor, semakin panjang suatu konduktor maka semakin resistensinya semakin besar c. Kemurnian konduktor semakin murni suatu konduktor, resistensinya semakin kecil. d. Ketebalan konduktor semakin tebal kabel maka resistennya semakin kecil Didalam tubuh, kulit, tulang,dan minyak yang disekresi kelenjar sebasea akan menghasilkan resistensi terhadap aliran listrik. Oleh karena itu, jika listrik digunakan pada tubuh seperti tindakan diagnostic seperti elektrokardiogram (EKG), maka digunakan gel khusus untuk menurunkan resistensi kulit. Membersihkan kulit (misalnya dengan sapuan alcohol) juga membantu menurunkan resistensi kulit. 3. Daya Daya adalah laju perubahan energi menjadi usaha, yaitu laju konsumsi listrik pada satuan waktu. Satuan daya adalah watt (W). Watt adalah satuan kecil, maka seringkali digunakan satuan kilowatt (kW) yaitu 1000 watt sama dengan 1 kilowatt.

4. Hubungan antara arus, voltase, resistensi dan daya Arus listrik (A) = Voltase atau I = V R Resistensi ()

Daya (watt) D. Listrik dan Tubuh

= voltase (volt) x arus listrik (amp)

1. Mekanisme impuls syaraf Sistem syaraf terbentuk dari sel-sel khusus. Neuron menghantarkan pesan dengan sangat cepat melalui serangkaian perubahan listrik yang disebut impuls syaraf atau potensial aksi. Neuron dalam keadaan istirahat bearti neuron tidak sedang menghantarkan impuls saraf. Akan tetapi,tetap ada beda potensial pada membrane sel. Normalnya fluida ekstraseluler mengandung 10 ion natrium untuk setiap ion kalium.didalm sel perbandingan ion tersebut terbalik, ion kalium lebih banyak. Membrane sel neuron relative tidak permeable terhadap kalium. Jadi, akan terjadi aliran natrium kedalam sel yang lambat dan aliran kalium ke luar sel secara difusi. Pompa natrium kalium membutuhkan energy dalam bentuk ATP. Akan tetapi, ion kalium yang dipompa akan berdifusi kembali keluar. Maka efek resultan dari dua proses ini adalah bagian luar membrane akson menjadi lebih positf. Dan bagian dalam membrane akson menjadi negative. Pada keadaan ini terdapat beda potensial didalam dan diluar membrane sebesar -70mV (tanda negative menandakan bahwa dalam membrane relative negative dibandingkan bagian luar membrane). Beda potensial didalam dan diluar membrane saat istirahat ini merupakan potensial membrane istirahat dan membrane disebut mengalami polarisasi. Pompa natrium/kalium akan menstabilkan potensial membrane istirahat dengan mempertahankan gradien difusi untuk ion natrium dan kalium. a. Potensial Aksi Stimulasi suatu neuron akan menghasilkan perubahan beda potensial didalam dan diluar membrane akson. Nilai negative -70 mV didalam sel akan menjadi positif +40 mV dengan singkat. Pembalikan potensial

membrane ini disebut potensial aksi dan akan menghasilkan transmisi impuls. Kunci perubahan polaritas adalah perubahan permeabilitas membrane saat diberikan stimulasi. Potensial aksi dipicu oleh terbukanya kanal ion natrium pada membrane secara singkat. Natrium akan memasuki sel dengan cepat sehingga bagian dalam membrane akan menjadi positif. Saat itu neuron dikatakan depolarisasi. b. Kembali kepontensial istrirahat Segera setelah depolarisasi, kanal natrium akan tertutup dank anal kalium terbuka. Kalium akan berdifusi keluar dari neuron dan pada saat yang sama, pompa natrium/kalium akan mengeluarkan ion natrium dari neuron dan memasukkan kalium. Hal ini akan membuat bagian dalam sel menjadi relative kurang positif atau lebih negativeawal repolarisasi dan kembali kepotensial istirahat semula. Jadi, potensial istirahat ditentukan terutama oleh ion kalium, tetapi potensial aksi ditentukan terutama oleh ion natrium. Sesungguhnya terdapat sedikit peningkatan tajam kenilai potensial yang lebih negative daripada nilai potensial membrane istirahat semula- hal ini disebut hiperpolarisasi dan disebabkan oleh kanal natrium. Peningkatan tajam ini akan dikoreksi oleh pompa natrium/kalium. Setelah terjadi potensial aksi, maka ada interval waktu singkat, kurang dari satu milidetik, dimana tidak dapat terbentuk potensial aksi baru. Periode ini disebut periode refrakter dan mematiskan impuls saraf hanya bergerak ke satu arah. Akan tetapi neuron akan tetap mampu mentransmisikan 500 impuls per detik.

c. Progasi (perambatan) Begitu potensial aksi terbentuk, maka potensial aksi akan bergerak sepanjang akson sebagai impuls saraf. Untuk ini, maka potensial aksi harus mengalami propagasi atau perambatan (transmisi). Propagansi terjadi karena efek ion natrium akan menghasilkan area bermuatan positif dan arus dapat mengalir dalam sirkuit local diantara area positif aktif ini dan area istirahat yang bermuatan negative pada akson tepat didepannya. Aliran arus local akan mendepolarisasikan membrane sel disebelahnya dan akan menyebabkan terbukanya kanal natrium dan terbentuknya potensial aksi baru. Depolarisasi berulang akan menghasilkan potensial aksi yang merambat sepanjang akson. 2. Sistem Konduksi Jantung

Jantung berdenyut 70 kali per menit saat istirahat, 100.000 denyut sehari atau 1825x109 denyut sepanjang hidup 50 tahun. Jantung berdenyut terus-menerus karena adanya sifat listrik jantung. Potensial aksi otot jantung serupa dengan neuron, akan tetapi terjadi lebih lama. Kontraksi jantung dimulai dari dalam jantung pada nodus sinoatrial (nodus SA). Nodus SA akan menetapkan kecepatan denyut jantung sehingga disebut juga pemacu denyut jantung (pacemaker). Tidak seperti otot rangka, otot jantung tidak membutuhkan stimulasi sistem saraf untuk berkontraksi. Stimulasi setiap denyut jantung berasal dari jantung itu sendiri dan merupakan stimulasi intrinstik dengan ritme yang khas yaitu ritme sinus. Karena itu, diluar tubuh, jantung akan tetap berdenyut hingga satu jam atau lebih tanpa adanya stimulus dari luar.

Segera setelah meninggalkan nodus SA, impuls listrik akan mencapai nodus atrioventrikuler (nodus AV). Nodus AV akan memperlambat konduksi impuls agar kedua atrium dapat menyelesaikan kontraksi sebelum ventrikel mulai berkontraksi. Dari nodus AV, impuls akan diteruskan lebih cepat melalui berkas his yang akan terbagi menjadi cabang ke tiap ventrikel. Begitu berkas his mencapai apeks setiap ventrikel maka sistem konduksi terbagi-bagi menjadi serabut otot jantung kecil terspesialisasi yang disebut purkinje. Pengaturan ini memungkinkan impuls berjalan melalui jalur yang pasti kesemua area jantung. Pada pemakaian alat pacu jantung, sistem konduksi jantung dapat mengalami kerusakan atau defek dan menyebabkan aritmia (denyut jantung yang ireguler), fibrilasi (denyut jantung yang tidak terkoordinasi, kacau atau hanya bergetar) dan blok jantung. Kerusakan pada nodus SA yang memacu jantung akan menyebabkan lambatnya denyut jantung (bradikardia) misalnya sick sinus syndrome, akan tetapi impuls tetap diteruskan keseluruh jantung. Jika terjadi kerusakan pada nodus AV, hanya sedikit atau bahkan tidak ada impuls yang dapat diteruskan dari atrium ke ventrikel dan terjadi blok jantung. Pada kasus ini digunakan alat pacu jantung buatan. Pada alat pacu jantung buatan, generator denyut yang menggunakan baterai diimplantasi subkutan. Denyut akan mencapai jantung melalui kawat yang dilewatkan ventrikel kanan jantung. Ada dua jenis alat pacu jantung : 1) Kecepatan tetap alat pacu jantung menghasilkan impuls dengan kecepatan konstan 2) Model yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan saat ini merupakan alat pacu jantung yang paling sering digunakan, hanya bekerja jika jantung tidak mentransmisikan impulsnya. Pasien dengan alat pacu jenis ini mungkin mengalami interferensi dari sumber radiasi elektromagnetik eksternal, misalnya alat pengamanan di bandara.

E. Elektrokusi (Kesetrum) Jika tubuh menjadi bagian sirkuit listrik, maka arus listrik yang mengalir melalui tubuh dapat menyebabkan kematian akibat elektrokusi. Bagaimana listrik dapat menyebabkan kematian masih belum diketahui dengan pasti, tetapi diperkirakan bahwa listrik menyebabkan kontraksi otot. Kontraksi otot menyebabkan efek menempel jika seseorang tersetrum listrik dan tidak mampu melepaskan sumber listrik. Terjadi juga kontraksi otot pernafasan sehingga korban tidak dapat bernafas dan terjadi kontraksi otot jantung yang mencegah aliran darah ke tubuh. Tersetrum listrik dapat menyebabkan henti jantung, umumnya akibat fibrilasi ventrikel. Dapat juga terjadi luka bakar pada tempat masuk dan keluarnya arus listrik ditubuh, dengan derajat luka bakar bervariasi tergantung besarnya arus. Jumlah kerusakan pada tubuh tergantung dari banyak faktor : a. Besar arus merupakan faktor utama. Arus kecil sebesar 1-5 mA akan memberikan kejutan listrik, sedangkan arus 30-200 mA secara teru menerusa dapat menyebabkan kematian. Arus listrik mA (milliampere) 0,1 0,5 1,0 10-20 Lebih dari 100 Efek pada tubuh Fibrilasi mikrosyok Ambang batas sensasi pada kulit Sensasi nyeri Spasme otot Fibrilasi jantung Lebih dari 1000 Otot terbakar ventrikel hingga henti

b. Beda potensial atau voltase voltase berperan penting hanya karena fakta bahwa beda potensial cukup untuk mendorong arus melalui tubuh. c. Jalur arus arus kecil pada area yang luas kan terasa berbeda dengan arus yang sama yang melewati area yang lebih kecil, misalnya arus yang berjalan melalui tubuh dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel, akan tetapi bila arus yang sama hanya melewati jari maka akan menyebabkan luka

bakar. Jumlah arus per satuan area disebut juga densitas arus, dan semakin besar densitas arus maka efek panasnya akan semakin besar. d. Frekuensi sumber listrik utama rumah memiliki frekuensi 50 Hz. Jantung sangat sensitif terhadap frekuensi ini. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan dalam diatermi, semakin besar kemungkinan

menyebabkan luka bakar dibandingkan kontraksi otot. e. Resistensi resistensi listrik pada tubuh dapat bervariasi. Kulit yang kering memiliki resistensi terhadap arus 1000 kali besar dibandingkan kulit yang basah. Jadi ingatlah untuk selalu mengeringkan tangan sebelum menyalakan peralatan listrik karena dengan beda potensial yang sama, kulit yang basah akan mengalami arus yang lebih besar. f. Durasi arus semakin lama arus mengalir maka efeknya pada tubuh akan semakin besar. F. Kejutan Listrik Di rumah sakit ada dua kejutan listrik makrosyok dan mikrosyok. Makrosyok terjadi melalui kontak listrik dengan permukaan kulit. Arus mengalir melalui seluruh tubuh dan tidak ada kontak langsung antara sumber arus dengan jantung. Makrosyok adalah suatu jenis kejutan listrik yang dialami oleh orang-orang di rumah atau kantor dan merupakan jenis kejutan listrik yang palin sering. Mikrosyok adalah aliran arus yang secara langsung ke jantung tanpa melalui seluruh tubuh. Salah satu contoh mikrosyok adalah ketika kabel pemacu jantung transvena diletakkan sebagai alat pacu sementara. Kabel pacu jantung akan melalui vena secara langsung menuju ventrikel kanan jantung, sementara ujung kabel yang lain akan tetap diluar tubuh melekat ke mesin pacu jantung. Pada keadaan ini bahkan arus yang sangat rendah, di bawah ambang rangsang sensasi kulit, dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel karena resistensi tubuh telah dilewati. Seorang perawat harus mencegah terjadinya sirkuit yang melibatkan pasien, misalnya tidak menyentuh pasien apabila sedang menggunakan peralatan listrik yang dapat mengkonduksi arus.

10

G. Keamanan Listrik Sebagian besar kejutan listrik dan cedera akibat listrik disebabkan kesalahan produk, kesalahan manusia, atau pelanggaran peraturan

keselamatan dan kesehatan kerja. Semua rumah sakit dan tempat lainnya harus memiliki peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang juga meliputi keamanan listrik, dan Anda harus membiasakan diri dengan peraturan umum ini. Berikut ini adalah beberapa pedoman umum : a. Air dan listrik tidak boleh bercampur b. Colokan listrik harus pas dengan sakelar dan tersambung dengan baik c. Semua peralatan listrik harus diuji secara periodik setiap rumah sakit akan memiliki peraturan yang berbeda d. Operasikan semua peralatan sesuai dengan penggunaan pakaian yang benar, dll. e. Cek peralatan listrik untuk setiap kerusakan dab laporkan setiap kekurangan ke staf yang bertanggung jawab. f. Semua perbaikan harus dilakukan oleh petugas listrik yang kompoten. H. Aplikasi Listrik dalm Medis 1. Elektrokardiogram (EKG) Tujuan mengetahui listrik dalam ekg, untuk mengetahui gangguan keseimbangan elektrolit khususnya kalium. Istilah penting dalam EKG: a. Pengertian ekg :elektrokardiogram adalah grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. b. Elektrokardiogragi: ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung yaitu perubgahan-perubajan potensial atau perubahan voltase yang terdapat jantung itu sendiri c. Elektrofisiologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik atau bioelctrika pada jantung sehingga jantung bisa menjalankan fungsinya secara optimal. Aktivitas listrik jantung dapat diukur dengan mudah dengan menggunakan instrumen elektrokardigraf (hasil yang terekam disebut elektrokardiogram). EKG yang normal terdiri dari tiga gelombang yang

11

disebut gelombang defleksi. Elektrokardiogram digunakan sebagai alat bantu diagnostik di rumah sakit, ukuran, frekuensi dan durasi gelombang normal yang terbentuk adalah konstan pada orang sehat. Perubahan apapun pada pola ge3elombang dapat mengindikasikan adanya masalah, misalnya blok jantung terlihat sebagai gelombang P yang tidak diikuti kompleks QRS; hilangnya gelombang P mengindikasikan bahwa nodus AV mengambil alih pacu jantung; dan fibrilasi ventrikel sebagai gelombang yang ireguler dan kacau. 2. Elektroensefalogram (EEG) EEG merupakan cara untuk menilai pola listrik pada permukaan kulit kepala dengan menggunakan elektroda. Pola yang terbentuk

mencerminkan aktifitas listrik otak. EEG sering digunakan untuk mendeteksi area kerusakan otak dengan menentukan lokasi area dimana terdapat perubahan pola gelombang. Kegunaan klinis terutama untuk mendiagnosis epilepsy, kematian otak, kanker otak, dan riset mengenai tidur. Gelombang otak terjadi pada berbagai frekuensi, ada yang cepat dan ada yang lambat. Empat pola gelombang otak yang jelas Alfa (8-10 Hz) cepat. Belombang alfa terjadi pada saat mata tertutup dan menggambarkan keadaan relaks tau tidak melakukan apa-apa. Gelombang Alfa menghilang jika seseorang banyak pikiran (keadaan mental sibuk) atau menjadi mengantuk. Beta (5-10 Hz) kecil dan cepat, waspada secara mental dan terstimulasi. Delta (1-2 Hz) gelombang yang lambat, tidur dalam dan pada bayi, kerusakan otak. Teta (4-6 Hz) lambat, pada keadaan tidur.

12

a. Tidur Ada dua jenis pola tidur, gelombang lambat (slow wafe, SW) dan gerakan mata cepat (Rapid Eye Movement,REM). Siklus tidur kita terdiri dari dua keadaan tersebut. EEG mencatat setidaknya empat tahapan tidur. 1) Tidur Fase Gelombang Lambat (Slowwafe Sleep) Saat kita mengantuk, gelombang alfa akan menghilang dan gelombang teta akan meningkat. Ini merupakan tahap pertama tidur. Saat tidur semakin dalam, terbentuk lonjakan gelombang cepat disebut spindel tidur, inilah tidur tahap 2. Tahap 3 memiliki karakteristik gelombang delta dengan amplitudo tinggi dan adanya kompleks K. Tahap 4 terdiri dari gelombang delta lambat yang cukup besar. Selama fase gelombang lambat ini terjadi penurunan gerakan mata dan tonus otot. 2) Gerakan Mata Cepat (REM) Selama tidur, EEG menunjukkan pola desinkronisasi yang menyerupai rekaman otak saat seseorang terjaga (mata bergerak dengan cepat), hal inilah fase gerakan mata cepat/REM. Pada fase ini seseorang lebih sulit dibangunkan dibandingkan tahap gelombang lambat, dan fase REM ini disertai tanda-tanda stress ataupun bergairah seperti adanya iregularitas respirasi, variasi tekanan darah dan nadi, ereksi penis dan mimpi. Tidur gelombang lambat penting untuk proses perbaikan tubuh, sementara tidur fase gerakan mata cepat digunakan untuk pemulihan kelelahan mental.

13

3. Stimulasi Saraf dengan Listrik Transkutan (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, TENS) TENS dapat digunakan untuk menghilangkan nyeri pada beberapa keadaan meliputi nyeri reumatik, skiatik, nyeri punggung dan nyeri saat persalinan. Unit TENS terdiri dari baterai kecil, atau unit listrik dan bantalan elektroda. Elektroda ini diletakkan pada sekitar daerah nyeri dan jika digunakan pasien akan merasakan getaran seperti tusukan jarum. Mekanisme kerjanya diperkirakan melalui penutupan gerbang transmisi nyeri dari serabut saraf kecil dengan menstimulusi serabut saraf besar. Stimulasi serabut saraf besar akan menutup jalur pesan nyeri keotak dan meningkatkan aliran darah ke area yang nyeri. TENS juga dapat menstimulasi produksi antinyeri alamiah tubuh (endorphin). Efektifitas TENS bervariasi untuk setiap pasien sehingga derajat hilangnya nyeri yang diinginkan dapat diatur. TENS tidak boleh digunakan pada seseorang dengan penyakit jantung, pengguna alat jantung atau pada kehamilan trimester pertama. 4. Defibrilator Defibrilator digunakan untuk terapi fibrilasi ventrikel (denyut jantung yang tidak terkoordinasi dan kacau yang dapat menyebabkan infark miokard, serangan jantung). Fibrilasi ventrikel dihentikan dengan memberikan kejutan listrik yang cukup besar melalui defibrillator. Dengan pemberian kejutan listrik ini diharapkan jantung akan berhenti begetar dengan terjadinya depolarisasi pada seluruh jantung sehingga

memungkinkan nodus SA untuk berfungsi kembali. Muatan listrik defibrillator disimpan dan dilepaskan secara terkontrol. Banyak tempat kerja, pesawat terbang, dan rumah sakit memiliki alat defibrillator dengan operator terlatih yang harus tau dimana alat ini disimpan. Komponen utama defibrillator adalah kapasitor (alat penyimpan muatan). Kapasitor dapat diberi muatan dari sumber listrik utama atau dari baterai internal, dan jika tidak digunakan defibrillator harus disambungkan

14

dengan sumber listrik utama. Kapasitor harus diisi daya hanya sebelum alat ini digunakan. Untuk terapi pasien, digunakan dua elektroda atau bantalan yang diletakkan didada pasien pada basis dan apeks jantung. Kedua bantalan memiliki tombol yang harus ditekan sebelum mengeluarkan muatan. Jika seorang pasien menjalani pembedahan jantung, maka digunakan bantalan steril dan diberikan muatan yang lebih kecil. 5. Diartermi Diatermi bekerja dengan memberikan arus listrik bolak-balik berfrekuensi tinggi (umumnya 1 MHz atau 1000 Hz) melalui tubuh. Tujuan diatermi adalah untuk memotong (pembedahan listrik) dan menutup pembuluh darah (elektrokauter). Ingatlah bahwa saraf dan jantung paling sensitif terhadap frekuensi rendah (50 Hz) sehingga diatermi frekuensi tinggi tidak mempengaruhi saraf dan jantung. Diatermi monopolar menggunakan dua elektroda terdiri dari satu plat netral pasien berukuran besar atau elektroda indiferen, dan satu elektroda aktif berukuran lebih kecil atau probe diatermi yang digunakan oleh ahli bedah untuk memotong dan menutup. Arus listrik yang sama mengalir melalui kedua elektroda akan tetapi, hanya elektroda probe diatermi yang digunakan oleh operator yang akan memanaskan dan membakar karena resistensinya yang tinggi. Pada plat netral pasien tidak akan terjadi pembakaran karena arus mengalir melalui area yang luas dengan resistensi rendah. Jika area kontak antara pasien dan plat berkurang maka dapat terjadi pembakaran pada pasien. Diatermi bipolar tidak menggunakan plat pasien tetapi kedua elektroda terletak didalam probe yang dipegang oleh operator bedah. Diatermi jenis ini digunakan untuk bedah saraf dan bedah plastic karena lebih sedikit menggunakan daya.

15

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Listrik adalah aliran atau pergerakan elektron-elektron. Terdapat dua bentuk aliran arus listrik yaitu arus listrik dinamis dan listrik statik. Hukum ohm menyatakan hubungan antara beda potensial, arus, dan resistensi. Daya adalah jumlah energi yang digunakan dalam satu detik dan diukur dalam satuan watt. Potensial aksi terjadi pada sel saraf dan jantung dan merupakan contoh listrik pada tubuh. Listrik dapat menyebabkan kematian untuk itu prosedur kerja yang aman harus diterapkan. Listrik dapat digunakan untuk tujuan diagnostik dan terapeutik. Aplikainya dapat dilihat dalam penggunaan EKG, EEG, Diatermi dan masih banyak lagi.

B. Saran Listrik merupakan kebutuhan hidup manusia yang sangat vital dan sangat perlu. Tidak ada orang yang bisa hidup tanpa mengguanakn listrik, kareana listrik sebenrnya ada dalam tubuh kita sendiri sebagai manusia. Untuk itu makalah Listrik ini sangatlah berguna bagi mahasiswa keperawatan khususnya dan para pembaca umumnya. Karena dapat memberikan pemahaman kita tentang listrik dan penggnaannya secara aman serta pengaplikasiaanya dibidang medis khususnya.

16

DAFTAR PUSTAKA James, Joyce dkk. 2002. Prinsip-Prinsip Sains untuk Keperawatan. Penerbit Erlangga: Jakarta

17