Anda di halaman 1dari 1

Saya, Mohammad Mersa Bayu Wibisono (FTMD ITB 12 - 16912035), saya memilih Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara

karena dari awal saya suka mekanika dan fisika, selain itu ketika SMA saya pernah mengikuti lomba mekanika yang diadakan oleh sebuah institusi teknik mesin lain di kota metropolitan kedua di Indonesia. Pada perlombaan itu saya tidak hanya mengikuti lomba saja namun diberi penyuluhan mengenai teknik mesin dan mobil Sapu Angin yang kala itu sedang berjaya. Hal tersebut yang membuat saya sangat tertarik terhadap FTMD, teknik mesin utamanya, dan saya sangat tidak menyesal memilih fakultas ini karena saya merasakan insyaAllah saya bisa berbuat lebih di tempat yang benar-benar saya idam-idamkan selama ini. Target saya insyaAllah lulus dari Teknik Mesin ITB 2012 maksimal 5 tahun, setelah lulus yang ingin lakukan pertama kali yaitu mencari pekerjaan di perusahaan yang bergerak dalam bidang otomotif dan sejenisnya, karena sejak awal saya telah menekankan bahwa saya sangat senang dengan hal-hal berbau mekanika danindustri-industrinya. Tujuan saya lebih memilih bekerja terlebih dahulu ketimbang langsung mengambil S2 karena saya cenderung ingin mencari pengalaman kerja terlebih dahulu. Setelah 2-3 tahun dengan berjalannya kerja saya, saya ingin mencari beasiswa untuk mendapatkan S2. Dalam range 5 tahun setelah masa awal-awal saya bekerja, yakni 3-... tahun setelah lulus S1, saya ingin membangun suatu usaha sendiri di bidang otomotif yang akan membuat dinasti baru dalam bidang otomotif karena dari awal saya memang ingin bergelut di bidang ini. Usaha yang ingin saya buat kelak lebih cenderung untuk membuat suatu pabrikan mobil baru yang membuat inovasi-inovsi yang lebih beda dari mobil-mobil monoton seperti yang ada sekarang, monoton disini yakni terlalu terpacu kepada dua atau tiga pabrikan yang sebenarnya dengan model yang sama namun dengan casing yang berbeda. Untuk Bangsa Indonesia sendiri, memiliki suatu pabrikan yang abru bukanlah hal asing, namun di generasi saya ini saya ingin mengulangi kegagalan pada era 90.an yang dikarenakan politik masa itu sangat tidak mendukung kemajuan dalam bidang otomotif tersebut.