Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KASUS BEDAH ANAK SEORANG BAYI LAKI-LAKI BULAN DENGAN CURIGA HIPERTROFI PYLORUS STENOSIS

Oleh : Gilang Bagus Pratama 22010111200074

Pembimbing : Dr. Hermawan Adi Nugroho Prof. DR. Dr. Zainal Muttaqin, Sp. BS

KEPANITERAAN KLININ SENIOR ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

LAPORAN KASUS BEDAH ANAK IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Suku Masuk RSDK NO. CM : : : : : : : : An. Reymezza 23 hari Perempuan Tegal Islam Jawa 8 Februari 2013 C401209

DAFTAR MASALAH No 1. Problem Aktif Suspek Hipertrofi Pilorus Stenosis Tanggal Problem Pasif Tanggal

ANAMNESIS Alloanamnesis dengan ibu penderita dan catatan medis RSDK. Keluhan Utama : Muntah setelah makan dan minum Riwayat Penyakit Sekarang : 23 hari yang lalu lahir anak dari ibu G1P0A0, 28 tahun, hamil 9 bulan dilahirkan di bidan. Lahir dengan partus normal BBL 3700 gram. Anak lahir langsung menangis dan bisa langsung menetek ASI. Riwayat ibu minum obat- obatan selama hamil (-), perdarahan (-), trauma (-), minum jamu (-), bayi biru (-). Bayi muntah berawarna hijau sampai usia 2 hari. Setelah itu, bayi dibawa pulang

kerumah dan mulai terasa bahwa setiap diberi ASI selalu muntah berwarna putih, demam (-), BAB lancar namun semakin berkurang, kemudian bayi dibawa ke RS. Tegal selama 18 hari, dipasang selang dan dilakukan foto BNO dikatakan hipertrofi stenosis pilorus. Kemudian pasien dirujuk ke RSDK. Saat ini, pasien tampak kurus, BAB dan BAK kurang, kulit kering dan tampak keriput, demam (-), teerpasang Infus dan nangis sedang. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat sesak dan biru bila menangis atau saat minum susu disangkal Riwayat sering tersedak ketika minum susu (+) Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga sakit seperti ini. Tidak ada anggota keluarga yang menderita cacat sejak lahir. Riwayat Sosial Ekonomi : Ayah penderita bekerja sebagai buruh , ibu penderita tidak bekerja. Biaya pengobatan ditanggung oleh JAMKESMAS. Kesan : sosial ekonomi kurang. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Sadar, cukup aktif, perut kembung Tanda Vital : Nadi RR Suhu Kepala Mata Telinga Hidung Mulut Tenggorok : 130x/menit, isi dan tegangan cukup. : 40x/menit. : 37,80C (rektal)

: Mesosefal, UUB datar : konjungtiva palpebra anemis (-/ -), Skera ikterik (- / -). : discharge (- / -) : nafas cuping (- / -), discharge (- / -), saddle nose (-) : Bibir sianosis (-), Bibir kering (-) : T1-1, Faring hiperemis (-). 3

Leher Thorax

deviasi trakhea (-), pembesaran nnll (-) : Inspeksi Palpasi Perkusi : simetris, statis, dinamis. : stem fremitus kanan = kiri. : sonor semua lapangan paru. suara tambahan : Hantaran Ronki -/-/-

Paru :

Auskultasi : suara dasar : vesikuler

Wheezing - / Jantung : Inspeksi : ictus cordis tak tampak Palpasi : ictus cordis teraba di SIC V LMCS. Perkusi : batas atas : SIC II Linea parasternalis sinistra batas kanan : SIC IV Linea parasternal dextra batas bawah : sesuai ictus cordis Konfigurasi jantung dalam batas normal. Auskultasi : bunyi jantung I-II normal, bising (-), gallop (-). Abdomen : Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi : Frogs belly, venektasi (-), tampak cembung : Bising usus (+) normal. : Hipertimpani, pekak sisi (+) normal, Pekak alih (-). : Supel, hepar dan lien tak teraba, turgor kurang, nyeri Tekan (-), defans muskuler (-) Alat kelamin : Perempuan, labium mayus menutupi labium minor, Ekstremitas : Edema Akral dingin Sianosis Capillary refill Sindaktili Muscle Wasting superior -/-/-/<2 -/+/+ inferior -/-/-/<2 -/-/-

Tes minum : Muntah, berwarna sama seperti yang diminum. DIAGNOSIS Suspek Hipertrofi Stenosis Pilorus DD: Atresia Duodenum Atresia Esofagus

INITIAL PLAN Suspek Hipertrofi Stenosis Pilorus Ip Dx :S :O : Ba Meal (OMD), Darah rutin, Elektrilit, Ureum Creatinin, Kalsium, GDS Ip Tx : Pasang Nasogastric tube Infus D10 144/6/6 tpm mikrodrip Ip Mx : Keadaan Umum, tanda vital, tanda infeksi, balance cairan, darah (Hb, Leukosit, trombosit, ureum, creatinin), BAB Ip Ex : Menjelaskan kepada keluarga penderita tentang penyakit Menjelaskan pada orang tua bahwa tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki keadaan umum anak agar siap untuk dilakukan operasi, sekaligus menerangkan mengenai operasi yang akan dilakukan. Menjelaskan mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis yang pasti.