Anda di halaman 1dari 2

Nama NIM Kelas

: Nurul Azizah : 103234207 : Kimia B 2010

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN KIMIA IDENTIFIKASI MASALAH Indonesia merupakan Negara agraris sehingga banyak industry pertanian contohnya industry gula. Industry menghasilkan limbah molase (produk

sampingan dari pemutihan gula) yang sering mencemari lingkungan sekitar perindustrian. Limbah molase diekspor ke luar negeri dengan harga yang relative murah, sehingga tidak seberapa menghasilkan keuntungan. Seiring dengan perkembangan jaman kebutuhan bahan bakar semakin meningkat, padahal minyak bumi yang berasal dari fosil merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, oleh karena itu energy alternative sangat dibutuhkan. Harga minyak bumi yang semakin lama semakin naik. Perkembangan bioenergy alternative masih kurang diperhatikan, padahal potensi Indonesia untuk mengmbangkan bioenergy cukup besar.

LIHAT TEORI / HASIL PENELITIAN Limbah molase masih banyak mengandung gula (glukosa dan fruktosa) dan asam-asam organic. Kandungan gula pada molase sekitar 40-55%. Kandungan ini cukup banyak sehingga dapat digunakan sabagai bahan pembuatan ethanol dengan metode fermentasi. Mikroorganisme yang digunakan untuk proses fermentasi ini adalah

saccarhomyses serevisiae.

Saccarhomyses serevisiae menghasilkan enzim zimase dan invertase, enzim zimase untuk memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, sedangkan enzim invertase berguna untuk mengunah glukosa menjadi ethanol. Glucose Yeast Peptone (GYP) merupakan media pertumbuhan bakteri Saccarhomyses serevisia. Konsentrasi GYP berpengaruh pada : Kadar gula fermentasi pH molase Kadar ethanol (alcohol) setelah fermentasi Kadar ethanol (alcohol) setelah destilasi Rendemen ethanol (alcohol)

Ethanol dapat digunakan sebagai bioenergy alternative

JUDUL PENELITIAN Pengaruh Konsentrasi Glucose Yeast Peptone (GYP) terhadap Pembuatan Etanol dari Limbah Gula (Molase).