Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi semua manusia karena

tanpa kesehatan yang baik, maka setiap manusia akan sulit dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan

meningkatkan kesehatan yang bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif), yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan

berkesinambungan. Puskesmas adalah pusat kesehatan masyarakat yang bertempat di

kecamatan-kecamatan dimaksudkan sebagai pengganti keberadaan Rumah Sakit dan klinik-klinik kesehatan yang bertanggung jawab atas kesehatan rakyat. Puskesmas tak hanya menjadi pengganti Rumah Sakit namun juga bertanggung jawab atas peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan. Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten/ kota. Secara umum, puskesmas harus memberikan pelayanan preventif, promotif, kuratif sampai dengan rehabilitatif baik melalui upaya kesehatan perorangan (UKP) atau upaya kesehatan masyarakat (UKM). Upaya yang dilakukan puskesmas cukup banyak yaitu promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana, perbaikan gizi masyarakat, upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan.

1.2

Tujuan Praktek Kerja Lapangan 1. Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang nantinya akan berguna disaat terjun di lingkungankerja 2. Untuk mengaplikasikan teori yang telah didapat selama pembelajaran dengan lingkungan kerja 3. Agar dapat bersosialisasi secara langsung dengan masyarakat dalam dunia kerja 4. Untuk memperkenalkan situasi kerja yang sebenarnya, sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan diri pada saat terjun di tengah-tengah lingkungan Puskesmas 5. Untuk memenuhi syarat kurikulum pembelajaran di Jurusan Farmasi

1.3

Manfaat Praktek Kerja Lapangan 1. Dapat melatih kemampuan diri dalam dunia kerja secara nyata 2. Dapat mempersiapkan diri untuk terjun langsung dalam dunia kerja 3. Dapat membandingkan antara teori dan praktek yang diperoleh selama praktek kerja lapangan 4. Dapat membina mental mahasiswa terhadap lingkungan kerja yang sesungguhnya.

1.4

Waktu dan Lokasi Pelaksaan Praktek Kerja Lapangan a) Waktu pelaksanaan Waktu pelaksanaan PKL di bagi menjadi dua gelombang, yaitu : a. b. b) Gelombang Pertama Gelombang Kedua : Tanggal 3 8 Desember 2012 : Tanggal 10 15 Desember 2012

Lokasi Pelaksanaan Lokasi pelaksanaan PKL bertempat di Puskesmas Wenang, Kelurahan

Teling Bawah Kecamatan Wenang.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

PengertianPuskesmas Menurut Depkes 1991, Suatu kesatuan organisasi fungsional yang

merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah Kabupaten atau Kota yang bertangung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja. 1. Sebagai unit pelaksana teknis Daerah Kabupaten atau Kota (UPTD), Puskesmas berperan menyelengarakan sebagaian dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia. 2. Pembangunan kesehatan Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh

bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. a) Pertanggung jawaban penyelenggaraan Penanggung jawab utama peyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di wilayah kabupaten atau kota, sedangkan puskesmas bertanggung jawab hanya untuk sebagaian upaya pembangunan kesehatan dibebankan oleh Dinas Kesehatan atau sesuai dengan kemampuan. b) Wilayah Kerja Secara nasional, standar wilayah Puskesmas adalah satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas, dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan/RW). Masing-masing puskesmas tersebut secara

operasional bertangung jawab kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.

2.2

Fungsi Puskesmas

1. Pusat pembangunan berwawasan kesehatan Puskesmas selalu berupaya menyelenggarakan dan memantau pembangunan lintas sector termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping itu, Puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari peyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya.

Khususnya untuk pembangunan kesehatan dan pencegahan penyakit dan pemulihan kesehatan. 2. Pusat pemberdayaan Masyarakat Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan, pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggerakan dengan

memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat. 3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata pertama Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi: a) Pelayanan Kesehatan Perorangan Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (Private Goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap. b) Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pelayanan Kesehatan Masyarakat adalah pelayanan yang bersifat umum dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan dan pemulihan

kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain adalah promosi kesehatan, memberantas penyakit, kesehatan lingkungan, perbikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berancana, kesehatan jiwa serta berbagai program kesehartan masyarakat lainnya.

2.3 Visi Dan Misi Puskesmas 2.3.1 Visi Puskesmas Visi puskesmas adalah mewujudkan kecamatan sehat menuju tercapainya Indonesia sehat 2015. Dalam menentukan keberhasilan mewujudkan visi tersebut, perlu di tetapkan indikator kecamatan sehat antara lain sebagai berikut: 1. Indikator lingkungan sehat 2. Indikator perilaku sehat 3. Indikator pelayanan kesehatan yang bermutu. 4. Indikator derajat kesehatan yang optimal Indikator yang ditetapkan hendaknya mempertimbangkan kaidah sederhana, mudah diperoleh, mudah diinterpretasikan, sensitif dan spesifik. 2.3.2 Misi Puskesmas Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional. Misi tersebut adalah : 1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas akan selalu mengerakkan pembangunan sektor lain yang diselenggarakan diwilayah kerjanya agar memperhatikan aspek kesehatan, yaitu pembangunan yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan , setidak-tidaknya terhadap lingkungan dan perilaku masyarakat. 2. Mendorong akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya semakin berdaya dibidang kesehatan, melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan menuju kemandirian untuk hidup sehat.

3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar memuaskan masyarakat,

mengupayakan pemeratan pelayanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dan sehingga dapat dijangkau oleh seluruh anggota masyarakat. 4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. Puskesmas akan selalu berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat yang berkunjung dan yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya, tanpa diskriminasi dan dengan menerapkan kemajuan dan teknologi kesehatan yang sesuai upaya pemeliharaan dan peningkatan yang dilakukan puskesmas di lingkungan wilayah kerjanya.

2.4 2.4.1

Program Pokok Puskesmas Promosi Kesehatan (Promkes) a. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat b. Sosialisasi Program Kesehatan c. Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)

2.4.2

Pencegahan Penyakit Menular (P2M) : a. Surveilens Epidemiologi b. Pelacakan Kasus : TBC, Kusta, DBD, Malaria, Flu Burung, ISPA, Diare, IMS (Infeksi Menular Seksual), Rabies

2.4.3

Program Pengobatan : a. Rawat Jalan Poli Umum b. Rawat Jalan Poli Gigi c. Unit Rawat Inap : Keperawatan, Kebidanan d. Unit Gawat Darurat (UGD) e. Puskesmas Keliling (Puskel)

2.4.4

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) a. ANC (Ante Natal Care), PNC (Post Natal Care), KB (Keluarga Berencana), b. Persalinan, Rujukan Bumil Resti, Kemitraan Dukun

2.4.5 Upaya Peningkatan Gizi Penimbangan, Pelacakan Gizi Buruk, Penyuluhan Gizi 2.4.6 Kesehatan Lingkungan : a. Pengawasan SPAL (saluran pembuangan air limbah), SAMI-JAGA (sumber air minum-jamban keluarga), TTU (tempat-tempat umum), Institusi pemerintah b. Survey Jentik Nyamuk 2.4.7 Pencatatan dan Pelaporan : Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)

2.5 Tujuan dan Tugas Puskesmas 2.5.1 Tujuan Puskesmas Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran , kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal diwilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi -tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010. 2.5.2 Tugas Puskesmas Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)

kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu , dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods). Puskesmas melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan.

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok. Jenis pelayanan kesehatan disesuaikan dengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas. Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah (Basic Six): a. Upaya promosi kesehatan b. Upaya kesehatan lingkungan c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana d. Upaya perbaikan gizi masyarakat e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular f. Upaya pengobatan

BAB III TINJAUAN KHUSUS PUSKESMAS WENANG

3.1

Visi dan Misi

a. Visi : Kecamatan Wenang sehat menuju Manado sebagai kota model ekowisata dunia. b. Misi : Mewujudkan masyarakat serta lingkungan Kecamatan Wenang yang bersih, sehat melalui pemberdayaan masyarakat dan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.

3.2

Geografi Puskesmas Wenang Kecamatan Wenang Kota Manado yang terletak di

Kelurahan Teling Bawah, bertanggung jawab atas 12 kelurahan dalam wilayah kerja yang terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Kelurahan Teling Bawah Kelurahan Tikala Kumaraka Kelurahan Komo Dalam Kelurahan Komo Luar Kelurahan Mahakeret Barat Kelurahan Mahakeret Timur Kelurahan Wenang Utara Kelurahan Wenang Selatan Kelurahan Istiqlal Kelurahan Bumi Beringin Kelurahan Pinaesaan Kelurahan Calaca

3.3

Kependudukan Berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari profil PuskesmasWenang

2010, jumlah penduduk yang ada pada wilayah kerja Puskesmas Wenang adalah 37.351 jiwa, yang terdiri dari :

a. Laki-laki b. Perempuan

: 18.768 jiwa : 18.583 jiwa

c. Jumlah Kepala Keluarga (KK) : 9.029 jiwa 3.4 Program/KegiatanPuskesmasWenang

3.4.1 Rehabilitasi fisik PuskesmasWenang 3.4.2 Promosi kesehatan Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 3.4.3 Kesehatan lingkungan a. Klinik sanitasi b. Penyehatan lingkungan pemukiman 3.4.4 Kesehatan keluarga dan reproduksi a. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal Pelayanan bumil dan nifas b. Pelayanan kesehatan balita Deteksi dini dan tumbuh kembang balita c. Pelayanan kesehatan anak dan usia sekolah 1. Penjaringan kesehatan 2. Pembinaan UKS 3. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 3.4.5 Program Gizi a. Posyandu b. Penimbangan c. Pemantauan hasil penimbangan 3.4.6 Program penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2M) a. b. Tuberculosis Paru dan Kusta Malaria

3.4.7 Pengobatan a. b. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Wenang Pembinaan dan pemberdayaan apotek dan toko obat di Kecamatan Wenang c. Pendistribusian obat di Puskesmas Pembantu
10

3.5

PelayananKesehatan

3.5.1 Ketenagaan Jumlah pegawai yang ada di Puskesmas Wenang berjumlah 28 orang, yang terdiri dari 1 orang dokter sebagai Kepala Puskesmas, 1 orang Kepala Tata Usaha, 2 orang dokter staf, 1 orang farmasi, 2 orang perawat gigi, 4 orang bidan, 13 perawat, 2 orang gizi, dan 2 orang sanitasi. 3.5.2 Sarana Kesehatan Saranakesehatan yang ada di PuskesmasWenang, yaitu 1 Puskesmas Induk, 6 Puskesmas Pembantu.

3.6

Apotek Puskesmas Wenang memiliki apotek yang dikelola oleh seorang assisten

apoteker yang bertugas sebagai penanggung jawab apotek sekaligus penanggung jawab gudang obat. Penyediaan obat di Puskesmas Wenang umumnya adalah obat generik, namun ada juga beberapa obat paten. Persediaan obat-obatan diperoleh dari Instalasi Farmasi Manado. Untuk mendapatkan obat-obatan tersebut, Puskesmas harus menyediakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) agar pihak Instalasi Farmasi Manado dapat mengetahui jumlah obatobatan yang akan didistribusikan ke Puskesmas berdasarkan jumlah pemakaian obat pada bulan sebelumnya.

11

BAB IV PEMBAHASAN

Puskesmas Wenang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Kota Manado yang bertanggung jawab

menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas Wenang memberikan pelayanan terhadap pasien baik pasien umum, Jamkesmas, Jamkesda dan Askes. Resep yang diperoleh diberikan langsung oleh dokter kepada pasien yang kemudian dibawa ke apotek untuk memperoleh pelayanan obat. Kefarmasian Puskesmas Wenang dikelola oleh seorang assisten apoteker yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pendistribusian obat di gudang obat dan pelayanan kefarmasian di apotek. Pelayanan obat diPuskesmas Wenang pada umumnya adalah obat generik, namun Puskesmas juga menyediakan beberapa obat paten. Persediaan obat diperoleh langsung dari Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Manado. Untuk memperoleh obat-obatan tersebut pihak Puskesmas terlebih dahulu harus mengisi Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat atau yang lebih dikenal dengan LPLPO, yang kemudian diserahkan ke gudang farmasi dengan tujuan agar gudang dapat mengetahui jumlah permintaan obat menurut jumlah pemakaian obat pada bulan sebelumnya. LPLPO memuat tentang ketersediaan obat mulai dari stock awal, penerimaan, persediaan, sisa stock, dan permintaan obat selama satu bulan berjalan. LPLPO dibuat oleh penanggung jawab gudang apotek puskesmas wenang dibawah pengawasan Kepala Puskesmas. Penanggung jawab apotek juga bertugas untuk membuat laporan pemakaian obat bulanan dan tahunan. Laporan tersebut ditujukan kepada Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Manado dan Instalasi Farmasi Manado. Dari pengamatan kami selama menjalani kegiatan PKL di Puskesmas Wenang, Setiap harinya obat yang keluar berdasarkan resep yang masuk, kemudian dicatat di buku laporan pemakaian obat bulanan. Untuk obat racikan langsung ditangani oleh petugas apotek sesuai dengan aturan seni atau lege artis

12

(l.a). Gudang obat di tempatkan bersamaan dengan apotek dikarenakan tidak tersedianya ruangan untuk gudang obat dan untuk mempermudah pengambilan obat apabila persediaan obat di apotek habis. Menurut aturannya, gudang obat harus memiliki ruangan tersendiri dan tidak boleh bersamaan dengan apotek. Untuk gudang obat Puskesmas Wenang dipertanggung jawabkan oleh penanggung jawab pemegang gudang obat puskesmas wenang kepada kepala Puskesmas. Dalam pelayanan resep di Puskesmas Wenang, obat diberikan langsung kepada pasien dan tak lupa juga disertai dengan Pemberian Informasi Obat oleh petugas apotek yang menyerahkan obat, dikarenakan ada beberapa obat yang memiliki pemakaian khusus seperti obat antibiotik, obat analgesik dan antipiretik, bahkan ada sediaan sirup kering (dry syrup) yang pemakaiannya harus dicampur terlebih dahulu dengan aquadest dan penggunaanya tidak boleh lebih dari seminggu. Sediaan obat yang diberikan umumnya berupa tablet, sirup, dan puyer, kapsul, salep, larutan desinfektan, bedak, dan lain-lain. Sedangkan untuk penyimpanan obat, obat disimpan dalam lemari dan di urut berdasarkan abjad. Untuk obat psikotropika dan narkotik disimpan dalam laci terkunci. Untuk pendistribusian obat, penanggung jawab gudang obat Puskesmas Wenang mengajukan permintaan berdasarkan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) kepada Instalasi Dinas Kesehatan Manado. Kemudian obat keluar untuk gudang obat Puskesmas Wenang yang akan disalurkan lagi kepada apotek, poli gigi, dan puskesmas pembantu yang terdiri dari Puskesmas Pembantu Lawangirung, Puskesmas Pembantu Komo Luar, Puskesmas Pembantu Istiglal, Puskesmas Pembantu Wenang Utara, Puskesmas Pembantu Wenang Selatan, dan Puskesmas Pembantu Mahakeret Barat. Berikut merupakan skema pendistibusian obat di Puskesmas Wenang:

13

Gudang Obat Puskemas Wenang LPLPO Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Obat Gudang Obat Puskesmas Wenang Apotek, Poli Gigi, Puskesmas Pembantu

Obat yang berasal dari Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Manado, hanya diperuntukkan bagi pasien Jamkesmas dan PKD. Untuk pasien Jamkesmasda, obat yang digunakan berasal dari dana Jamkesmasda Manado yang dibayarkan setiap akhir tahun. Sedangkan untuk obat pasien Askes obat yang digunakan diperoleh dari dana Askes yang dibayarkan setiap triwulan.

14

BAB V PENUTUP

5.1

Kesimpulan Berdasarkan pengamatan kami selama mengikuti praktek kerja lapangan

kami dapat menyimpulkan bahwa antara teori selama pembelajaran dan praktek kerja lapangan terdapat beberapa perbedaan diantaranya tidak tersedianya ruang gudang penyimpanan obat. Dimana menurut aturannya gudang penyimpanan obat harus memiliki ruang tersendiri. Untuk penyerahan obat kepada pasien sudah sesuai dengan prosedur yang ada, dimana harus disertai dengan informasi penggunaan obat.

5.2

Saran Selama kegiatan Praktek Kerja Lapangan berlangsung, kami

mengemukakan beberapa saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk kemajuan pelayanan kesehatan di Puskesmas Wenang, yang antara lain: 1. Diharapkan dapat menyediakan ruang tersendiri untuk gudang penyimpanan obat. 2. Untuk senantiasa memberikan informasi obat kepada pasien agar dapat meningkatkan kepatuhan penggunaan obat. 3. Penambahan tenaga kefarmasian sehingga pelayanannya dapat ditingkatkan dan memberikan kepuasan kepada pasien.

15

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Definisi, Fungsi, Tujuan dan Tugas Puskesmas. http://wikimedya.blogspot.com/2011/03/defini-fungsi-tujuan-dan-tugas.html Anonim. 2011. Laporan Puskesmas http://www.scribd.com/doc/74040544/contoh-LAPORAN-PUSKESMAS Anonim. 2011. Puskesmas, Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/03/16/puskesmas-ujungtombak-pelayanan-kesehatan/ Anonim. 2009. Pelayanan, Program Puskesmas. http://puskelinfo.wordpress.com/pelayanan/program-puskesmas/ Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1991.

16