Anda di halaman 1dari 4

STRATEGI PELAKSANAAN 1 PASIEN

Membina hubungan saling percaya: mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan cara memenuhi kebituhan: memperaktekkan pemenuhan kebutuhan. FASE ORIENTASI Selamat pagi mbak, perkenalkan nama saya Dipto, saya perawat yang dinas di ruang Srikandi. Saya dinas dari jam 7 sampai jam 2 siang nanti, saya akan merawat mbak hari ini. Nama mbak siapa, senang dipanggil apa? Boleh kita berbincang-bincang tantang apa yang mbak Dian rasakan sekarang? Berapa lama mbak Dian mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 30 menit? Di mana enaknya kita berbincang-bincang, mbak? Disini atau di depan dekat ruang terbuka. FASE KERJA Saya mengerti mbak merasa bahwa mbak adalah seorang yang bisa berbicara dan bertemu langsung dengan Tuhan, tetapi sulit bagi saya untuk memercayainya karena setahu saya belum pernah ada orang yang pernah melakukannya. Bisa kita lanjutkan pembicaraan yang tadi putus mbak? Tampaknya mbak Dian gelisah sekali, bisa mbak Dian ceritakan apa yang mbak rasakan? O... jadi mbak dian merasa takut nanti diatur-atur oleh orang lain dan tidak punya hak untuk mengatur diri mbak sendiri? Siapa menurut mbak yang sering mengatur-atur diri mbak? Jadi, papi yang terlalu mengatur-atur ya mbak, juga mami mbak? Kalu mbak sendiri, inginnya seperti apa? Bagus, mbak sudah punya rencana dan jadwal untuk diri sendiri! Coba kita tuliskan rencana dan jadwal tersebut B! Wah bagus sekali! Jadi setiap harinya B ingin ada kegiatan diluar rumah karena bosan selalu dirumah terus ya?

FASE TERMINASI Bagaimana perasaan mbak setelah berbincang-bincang dengan saya? Apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus! Bagaimana kalau jadwal ini coba mbak lakukan, setuju? Bagaimana kalau saya datang besok lagi? Kalu kita bercakap-cakap tantang kemampuan yang pernah mbak miliki? Mau dimana kita bercakap-cakap? Bagaimana kalau di sini lagi?

STRATEGI PELAKSANAAN 2 PASIEN


Mengidentifikasi kemampuan positif pasien dan membantu mempraktikkannya ORIENTASI Selamat pagi mbak, bagaimana perasaannya saat ini? Bagus! Apakah mbak sudah mengingat-ingat apa saja hobi mbak? Bagaimana kalau kita bicarakan hobi tersebut sekarang? Dimana enaknya kita berbincang-bincang tentang hobi B tersebut? Berapa lama mbak mau kita berbicang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit? FASE KERJA Apa saja hobi mbak? Saya catat ya mbak, terus apa lagi? Wah, rupanya mbak pandai main bola voli ya, tidak semua orang bisa bermain bola voli seperti itu lho mbak. Dapatkah mbak ceritakan kepada saya kapan pertama kali belajar main voli, siapa yang dulu mengajarkannya kepada mbak, diman? Dapatkah mbak peragakan kepada saya bagaimana bermain voli yang baik itu? Wah, baik sekali permainannya. Coba kita buat jadwal untuk kemampuan mbak ini ya, berapa kali sehari/seminggu mbak mau bermain bola voli?

Apa yang mbak harapkan dari kemampuan bermain voli ini? Ada tidak hobi mbak yang lain selain voli? Fase Terminasi Bagaimana perasaan mbak setelah kita bercakap-cakap tentang hobi dan kemampuan B? Setelah ini, coba mbak lakukan latihan voli sesuai dengan jadwal yang telah kita buat ya! Besok kita ketemu lagi ya mbak? Bagaimana kalau nanti sebelum makan siang? Di kamar makan saja ya? Nanti kita akan membicarakan tentang obat yang harus mbak minum, setuju?

STRATEGI PELAKSANAAN 3 PASIEN


Mengajarkan dan melatih cara minum obat yang benar FASE ORIENTASI Selamat pagi mbak! Bagaimana mbak sudah coba latihan volinya? Bagus sekali! Sesuai dengan janji kita dua hari yang lalu, bagaimana kalau sekarang kita membicarakan tentang obat yang B minum? Dimana kita mau berbicara? Berapa lama mbak mau kita berbicara? Bagaimana kalau 30 menit? FASE KERJA mbak, berapa macam obat yang diminum? Jam berapa saja obat diminum? B perlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang, tidurnya juga tenang. Obatnya ada tiga macam, yang berwarna orange namanya CPZ gunanya untuk menenangkan, yang berwarna putih ini namanya THP gunanya agar rileks, dan yang warna merah jambu ini namanya HLP gunanya agar pikiran tenang. Semua ini diminum 3 kali seahri jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam. Jika nanti setelah minum obat mulut B terasa kering, untuk membantu mengatasinya

mbak bisa banyak minum dan mengisap-isap es batu. Sebelum minum obat ini, mbak mengecek dulu label di kotak obat apakah benar nama mbak tertulis disitu, berapa dosis atau butir yang harus diminum, jam berapa saja harus diminum. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar! Obat-obat ini harus diminum secara teratur dan kemungkinan besar harus diminum dalam waktu yang lama. Agar tidak kambuh lagi, sebaiknya mbak tidak menghentikan sendiri obat yang harus diminum sebelum membicarakannya dengan dokter. FASE TERMINASI Bagaimana perasaan mbak setelah kita bercakap-cakap tentang obat yang mbak minum? Apa saja nama obatnya? Jam berapa minum obat? Mari kita masukkan pada jadwal kegiatan mbak. Jangan lupa minum obatnya dan nanti saat makan minta sendiri obatnya pada suster. Jadwal yang telah kita buat kemarin dilanjutkan ya mbak! Mbak, besok kita ketemu lagi untuk melihat jadwal kegiatan yang telah dilaksanakan. Bagaimana kalau seperti biasa, jam 10 pagi dan ditempat yang sama? Sampai besok!