KEMUDI DAN REM

Untuk Lingkungan Sendiri

MECHANIC DEVELOPMENT PT PAMAPERSADA NUSANTARA 2004

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga dapat tersusun buku “ SISTEM KEMUDI DAN REM “ Buku ini disusun untuk melengkapi bahan pelatihan di lingkungan PT Pamapersada Nusantara khususnya Plant Departement. Buku ini disajikan dalam bentuk yang sederhana, dengan harapan dalam pemahamannya akan lebih mudah, khususnya bagi Calon Mekanik atau Junior Mekanik dibidang Alat-alat Berat. Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, maka dengan keterbatasan yang ada penyusun sangat mengharap kritik dan saran dari para pembaca untuk meningkatkan kesempurnaan buku ini sehingga tidak terjadi salah persepsi untuk pemahaman dari isi dan makna terhadap buku ini. Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terselesaikannya buku ini.

Jakarta, Januari 2004

Penyusun Mechanic Development

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. BEVEL GEER A. TYPE BEVEL GEAR……………………………………….. I B. PENYETELAN BEVEL GEAR & PINION………………… I 2 - 8 4 - 8 2 2 3 11 15 16 19 2123 23 23 27 34 34 46 53 2 2 11 13 26 28 31 36 36 43 36 49 57 80 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 59 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85

BAB II. STEERING CLUTCH A. LINKAGE & ROD SYSTEM……………………………….. II 1. Mechanical Type………………………………………….. II 2. Semi Hydraulic Type……………………………………... II 3. Full Hydraulic…………………………………………….. II B. ARTICULATED SYSTEM…………………………………..II 1. Follow Up Linkage……………………………………….. II 2. Orbitrol Type………………………………………………II C. CLUTCH SYSTEM…………………………………………..II 1. Klasifikasi & Proses Pengendalian……………………….. II 2. Mekanisme Pergerakan…………………………………… II a. Mechanical type………………………………………...II b. Semi hydraulic type……………………………………. II 3. Hydraulic Type…………………………………………….II 1.Spring loaded I………………………………………..II 2.Spring loaded II……………………………………… II 3.Full hydraulic…………………………………………II

BAB III. BRAKE SYSTEM A.BAND TYPE………………………………………………….III 1. Mechanism………………………………………………... III 2. Lining Brake………………………………………………. III 3. Control System……………………………………………. III B. CLUTCH TYPE………………………………………………III 1. Mechanism …………………………………………..…… III 2. Control System……………………………………………. III C. REM TYPE…………………………………………………...III 1. Shoe Type…………………………………………..…….. III 2. Disc Type…………………………………………………. III D. SISTEM CONTROL………………………………………… III 1. Hydraulic Type……………………………………..…….. III 2. Air Over Hydraulic Type………………………………… III 3. Air Brake Type…………………………………………….III BAB IV. TROUBLE SHOOTING A. D 85 ESS - 1…………………………………………………. IVB. HD 785 - 3…………………………………………………. IVA. WA 500 - 1…………………………………………………. IV-

1 - 8 4 - 8 6 - 8

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

PT Pamapersada Nusantara .BEVEL GEAR BAB I Mechanic Development.

PT Pamapersada Nusantara .2 Planetary pinion (24) No.2 Ring gear (81) No.1. Track 11.4 Sun gear (40) No.1 Ring gear (81) No.3 Sun gear (81) No. Universal joint 4.2 Planetary pinion (23) No. Torque converter 3. Steering brake 9.3 Planetary pinion (24) No. Sprocket 10.4 Planetary pinion (19) No. Transmission 5. Transmission control valve 6. Steering clutch 8.1 Planetary pinion (24) No. Engine 2. Mechanic Development. PTO P1 : Work equipment pump P2 : Torqflow pump P3 : Steering pump A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : No.4 Ring gear (81) Transfer drive gear (30) Transfer driven gear (24) Bevel pinion (21) Bevel gear (49) Final drive 1st pinion (12) Final drive 1st gear (45) Final drive 2nd pinion (12) Final drive 2nd gear (55) Gbr I . Power Train D 155.1 Sun gear (33) No. Bevel pinion 7.BEVEL GEAR I-1-8 1.3 Ring gear (81) No.2 Sun gear (21) No.

Type bevel gear ini giginya dibuat lurus dan dipakai hanya untuk mesin-mesin industri. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Bevel Gear.2. Gbr I . Plain Bevel Type.BEVEL GEAR I-2-8 Pada dasarnya bevel gear berfungsi untuk merubah putaran horisontal yang datang dari transmisi ( pinion gear ) dirubah menjadi putaran yang melintang selanjutnya diteruskan ke steering clutch yang memungkinkan unit bisa bergerak. Selain itu bevel gear juga berfungsi untuk mereduksi putaran yang datang dari pinion transmissi. TYPE BEVEL GEAR. 1. Umumnya ada 3 type bevel gear yang digunakan pada alat-alat berat maupun industri. A.

Plain Bevel Type.BEVEL GEAR I-3-8 Gbr I . PT Pamapersada Nusantara . Spiral Bevel Type. Gbr I . Untuk type ini. konstruksinya hampir sama dengan type spirall hanya saja pinionnya dibuat lebih besar. Aplikasinya pada Differential mobil . alat-alat berat.4. Mechanic Development.mobil modern. Spiral Bevel Type. 2.3. Type bevel gear ini dipakai untuk jenis putaran tinggi dan kokoh apabila terjadi perpindahan tenaga yang sangat besar dan gigi-giginya dibuat miring yang memungkinkan terjadinya perpindahan torque yang besar. posisi pinion lebih rendah dari garis tengah bevel gear. Hypoid Gear Type. Aplikasinya pada Tractor pertanian. Sehingga memungkinkan terjadinya putaran yang lebih tinggi. 3.

Oleh sebab itu harus diperhatikan betul metode adjustmentnya Ada 2 type adjustment untuk alat-alat berat merk Komatsu. Pre Load. Ada dua type pengukuran yaitu dengan pinion yang terpasang atau tanpa menggunakan pinion. shim. tapi pada dasarnya semua sama. Mechanic Development. Pada bevel gear dan pinion selalu diukur : pre load. bila kurang dari std kurangi shim sebaliknya bila lebih dari std. • Pasang shim pada kedua sisi flange dengan tebal yang sama agar bevel gear berada tepat ditengah . • Untuk yang menggunakan type nut. torque wrench & sigmat. Bila pinion tidak terpasang maka yang diukur adalah pre load memakai satuan kilogram (Kg). tambahkan shim pada kedua sisi flange dengan tebal yang sama. Urutan adjustment pre load bevel gear : • Siapkan tool pocket balance. • Ukur pre load ( rotating torque ) nya. Setiap komponen yang menggunakan cones bearing selalu diukur pre loadnya. yaitu dengan menggunakan nut dan menggunakan shim. Pre load. PT Pamapersada Nusantara . tinggal mengurangi dan menambahkan putaran nutnya pada kedua sisi flangenya. • Torque nut sesuai standar ( lihat shop manual ).BEVEL GEAR I-4-8 Gbr I . PENYETELAN BEVEL GEAR DAN PINION. B.tengah dengan tujuan adjustment blacklash lebih mudah.5. backlash dan tooth contact. Hypoid Gear Type. backlash dan tooth contact tersebut akan mempengaruhi mekanisme kerja dari bevel gear. 1. Bila pinion terpasang maka yang diukur adalah rolating torque memakai satuan kilogram meter ( Kgm ).

hal ini akan menyebabkan keausan yang tidak normal pada gigi-giginya. Demikian juga apabila backlash teralu kecil. hal ini akan menyebabkan keausan yang tidak normal pada gigi tersebut. Backlash tidak boleh terlalu besar dan juga tidak boleh terlalu kecil. shim. tinggal mengurangi dan menambahkan putaran nutnya pada kedua sisi flangenya. • Torque nut sesuai standar ( lihat shop manual ). • Ukur pre load ( rotating torque ) nya. maka akan terjadi ketukan yang berlebihan sehingga menyebabkan suara ribut dan cepat ausnya gigi tersebut apabila terjadi perpindahan speed dari maju ke mundur. torque wrench & sigmat.6. tambahkan shim pada kedua sisi flange dengan tebal yang sama. Pengukuran Pre load Urutan adjustment pre load bevel gear : • Siapkan tool pocket balance. • Untuk yang menggunakan type nut.BEVEL GEAR I-5-8 Gbr I . Bila backlash terlau besar. PT Pamapersada Nusantara . 2. • Pasang shim pada kedua sisi flange dengan tebal yang sama agar bevel gear berada tepat ditengah . Backlash. bila kurang dari std kurangi shim sebaliknya bila lebih dari std.tengah dengan tujuan adjustment blacklash lebih mudah. Backlash adalah hubungan ( contact ) kedua gigi. Mechanic Development. dalam hal ini adalah antara gigi bevel gear dan gigi pinion. Setiap contact gigi mempunyai standard masing-masing sesuai dengan specnya. beban gigi terlalu besar.

dial indicator. Kemudian putar bevel gear bolak balik sehingga mencapai contact yang sempurna . Penyetelan tooth contact hampur sama dengan penyetelan backlash yaitu dengan cara memindahkan shim. Procedure mencari tooth contact adalah sebagai berikut : Lumasi perukaan bevel gear dengan grease atau cat. Dengan catatan jangan dikurangi atau ditambahkan shim lagi karena akan mempengaruhi pre load 3. pindah . maka gigi akan cepat aus. Lihat permukaan yang contact pada bevel gear. Tooth contact adalah sentuhan gigi pinion terhadap gigi bevel gear dimana sentuhannya harus rata da 80 % dari permukaannya karena beban yang diterima sangat besar ( lebih besar dari 30 % ). • Setelah pre load didapat .BEVEL GEAR I-6-8 Gbr I . hal ini akan mengakibatkan unit cepat break down. Pengukuran Backlash Urutan adjustment pre load bevel gear : • Siapkan tool magnetic base. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. ukur backlash antara gear pinion dan gear bevel ( lihat std shop manual ) • Apabila terlalu besar atau kecil.pindahkan shim sebelah kiri atau sebelah kanan. Bila tooth contact lebih kecil. Tooth Contact.6.

Tindakannya gerakan pinion masuk dengan cara menambah shim pada cover transmisi. PT Pamapersada Nusantara . maka contact yang terjadi hanya sebagian pada permukaan bevel gear yaitu cenderung terkena di bagian sisi luar permukaan bevel gear. Tooth Contact yang bagus. Jika bevel pinion terlalu jauh dari bevel gear.9.BEVEL GEAR I-7-8 Gbr I . Toe Contact. Mechanic Development. kemudian pindahkan shim sebelah kanan dari bevel gear ke sebelah kiri dengan tebal yang sama dengan tebal shim di pinion tadi. Kemudian yang terjadi : a. Toe Contack.8. Gbr I .

25 . Unit D30.0.8 2.25 .17 D40.2 .0.1.1.5 .14 .33 0.Load ( kg ) Std Backlash ( mm ) Type Adjustment 0.0 .2.2 D60 / 65 .4 0.23 0.0.1.0 2. 65 D75S -3 D75S .0. maka contact yang terjadi hanya sebagian pada permukaan bevel gear.4 0.10.0.18 .0.3 1.0.0.25 .25 .9 1.6. 31 .35 .2 1. 45 D50.0 .4 .33 0. 85 D150. Tabel adjustmeny pre load dan backlash.3 .0.0.0 .0.25 .1 D155 .0. gerakan pinion keluar dengan cara mengurangi tebal shim pada cover transmisi.BEVEL GEAR I-8-8 b. kemudian pindahkan shim sebelah kiri dari bevel gear ke sebelah kanan dengan tebal yang sama dengan shim yang dikurangi. 57 D60.0 2.5 .23 0.2.2 1.33 0.5 .3 D375 .33 0.23 0.2.5 .0.0 1. Heel Contact.0.5 7.4 0.8 Std Pre .4.5 D80.4 .0 .16 D31 .3.33 0.20 .33 nut nut nut nut nut nut / shim shim nut / shim shim shim shim shim shim nut shim nut Mechanic Development. 155 D355 . 53.2 D85ESS .4 0.5 .8 1.7 0. 41. Tindakan.25 .0.25 .0 2.2 D475 .0.25 .1 D475 .33 0.2.33 0.33 0. yaitu cenderung terkena pada sisi bagian dalam bevel gear.90 .0 .24 1.3.3 . Terjadi apabila pinion terlalu masuk.0 1.3 . PT Pamapersada Nusantara .1.0 0.18 .0 3.0. Heel Contact.0. Gbr I .5 .25 .2.9.

STEERING SYSTEM BAB II Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .

Bermacam-macam type steering pada alat-alat berat. Steering pada alat-alat berat diklasifikasikan sebagai berikut : Mechanical Linkage& Rod system ( truck ) Semi hydraulic Semi integral type Integral type Combine type Orbital type Full hydraulic Follow up linkage Steering System Articulated System ( wheel Tractors ) Orbital type Full hydraulic Follow up linkage Mechanical Mechanical Clutch ( Crawler Tractor ) Semi hydraulic Spring loaded I Hydraulic Spring loaded II Full hydraulic Mechanic Development.STEERING SYSTEM II . Pergerakkannya dari 0 derajat sampai dengan 360 derajat. PT Pamapersada Nusantara . Baik yang menyangkut wheel tractor maupun crawler tractor.59 Sistem kemudi ( steering ) adalah suatu sistem pengendalian unit yang digunakan untuk membelokkan arah dari gerak lurus menjadi ke kiri atau ke kanan sesuai dengan kehendak operator.1 . Klasifikasi Steering System.

2. PT Pamapersada Nusantara .1. II . LINKAGE DAN ROD SYSTEM. Gbr II . Gearbox Mechanism.2 .59 Steering type ini yang dibelokkan adalah roda depan ( truck. Steering Gearbox Mechanism untuk Linkage & Rod System Mechanical Type. Mechanic Development. 1. motor grader atau roda belakang / forklift ). Mechanical. Linkage & Rod System Mechanical Type untuk Forklift.STEERING SYSTEM A. Gbr II .

Dengan berputarnya shaft maka ball nut sassy bergerak ke atas atau ke bawah. Apabila ball nut bergerak maka selector sahaft akan berputar sehingga pitman arm akan bergerak. Pada semi hydraulic type ini diklasifikasikan : Semi integral type Integral type Combine type a. PT Pamapersada Nusantara . Pada semi integral type di dalam gear box terdapat directional control valve untuk mengarahkan aliran oil dari pump ke cylinder ( sisi head atau sisi bottom ). Mechanic Development. Steering type ini mekanisme pergerakkan dibantu dengan tenga hydraulic sehingga operator akan menjadi lebih ringan pada saat memutar steering wheel. maka worm shaft akan ikut berputar. berfungsi untuk mentralkan kembali directional control valve ( proposional ).59 Cara kerja : Pada saat steering wheel diputar.STEERING SYSTEM II . Apabila ball nut bergerak maka selector shaft akan berputar sehingga pitman arm akan bergerak . 2. Semi Hydraulic Type.3 . tergantung kepada arah putaran steering wheel. agar cylinder tidak terus disupply oil dari pump ke cylinder pada saat gerakan steering wheel dihentikan. Sedangkan drag link yang dipasang pada rod cylinder dan piton arm. Semi Integral Type.

Semi Integral Type Structure. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development.STEERING SYSTEM II .4 .59 Gbr II . Semi Integral Type Steering. Gbr II .3.4.

Mechanic Development.59 Gbr II . Right turn.6.STEERING SYSTEM II .5 . PT Pamapersada Nusantara .

PT Pamapersada Nusantara .8.STEERING SYSTEM II .59 Gbr II .7. gear box assy terdiri atas komponen directional control valve ( control valve assembly ). Integral Type. piston dan gear box ( power cylinder assembly ) Gbr II . b. Integral Type Steering. Left Turn. Mechanic Development.6 . Pada integral type steering.

Left turn. maka akibatnya oil dari pump akan diarahkan oleh directional control valve ke chamber B (Upper cylinder chamber). Dengan demikian masuknya oil ke chamber.59 Cara kerja : Pada saat steering wheel tidak dibelokkan. Center position. sehingga akan mendorong ball screw kearah bawah ( ). PT Pamapersada Nusantara . Piston akan bergerak turun apabila beban pada sector shaft kecil akan tetapi apabila beban pada sector shaft besar maka worm shaft akan bergerak naik kearah atas ( ) begitu juga directional control valve akan bergerak kearah atas ( ).10. Sewaktu steering wheel diputar berlawanan dengan arah jarum jam ( kiri ) Gbr II . mak tekanman di chamber B menjadi naik.STEERING SYSTEM II . oil dari pump mengalir ke tank.7 .9. Gbr II . Mechanic Development.

11.59 Pada saat bersamaan oil dari chamber A akan didrain ke tank sewaktu ball screw piston akan bergerak kebawah. directional valve terpasang pada cylinder. sehingga akan berputar seperti pada gambar diatas.STEERING SYSTEM II . maka sector shaft akan didorong. Combined type Steering pada forklift. Pada combined type. Pada saat steering diputar kearah kanan. c. pada saat yang bersamaan juga directional control valve akan bergerak kearah bawah ( ) yang berfungsi untuk menetralkan kembali saluran oil pada directoional control valve agar jangan sampai oil disupply terus menerus ke chamber B ( harus proportional ).8 .. Mechanic Development. Combined Type. Gear box dipakai untuk mengerahkan pitman arm selanjutnyua pitman arm dipakai untuk menggerakkan directional control valve yang terletak pada hydraulic cylinder. PT Pamapersada Nusantara . maka kejadiannya akan berlawanan seperti yang telah diterangkan diatas. Gbr II .

Gbr II .STEERING SYSTEM II . Combined type Steering pada HD 200 Cara kerja : Pada saat steering wheel posisi seperti pada gambar diatas. PT Pamapersada Nusantara . Pada directional control valve karena posisi control valve sedang netral maka oil tersebut akan mengalir ke drain melewati port A dan B.9 .12.59 Gbr II . Mechanic Development. Right turn.13. maka oil dari pump akan melewati demand valve selanjutnya mengalir ke port C.

maka control valve akan dinetralkan kembali agar oil dari pump tidak disupply terus menerus ke port E ( proportional ).10 . PT Pamapersada Nusantara .14. Mechanic Development. maka roda depan berbelok kearah kanan ( seperti terlihat pada gambar ). maka cylinder akan bergerak kearah .59 Apabila steering wheel diputar seraah jarum jam. sehingga spool A akan terdorong kearah akibatnya port C akan mengarahkan oil ke chamber E dan port B akan berhubungan dengan chamber D. Gbr II . Gambar diatas menunjukkan apabila steering wheel diputar berlawanan dengan arah jarum jam. Karena oil masuk ke cahamber E. Sewaktu cylinder bergerak kearah . Left turn. Pada saat yang sama oil dari chamber D akan didrain ke tank melewati port B.STEERING SYSTEM II . maka pitman arm akan bergerak kearah .

15. II . Pada sistem ini roda depan digerakkan denga tenaga hidrolik sehingga apabila engine mati. agar jangan sampai disupply terus ke cylinder. Full Hydraulic.11 . PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Sedangkan fungsi dari follow up linkage adalah untuk menetralkan kembali steering control valve. Follow Up Linkage. a. Follow Up Linkage Steering HD. steering control valve serta cylinder terpisah satu sama lain. Lokasi antara gear box. Orbitroll. roda depan tidak akan dapat belok sekalipun steering wheel diputar ( kecuali apabila dilengkapi emergency pump. sehingga akan diperoleh gerakan yang selaras antara banyaknya putaran steering wheel dengan sudut belok roda depan ( proportional ).STEERING SYSTEM 3. Follow up linkage. digerakkan dengan tenaga listrik dari battery ) Gbr II .59 Pada rod dan linkage full hydraulic steering system terdiri dari dua type. yaitu : a. b.

Mekanisme follow up linkage steering HD.STEERING SYSTEM II .12 . Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .59 Gbr II .16.

STEERING SYSTEM

II - 13 - 59

Gbr II - 17. Lever B

Gbr II - 18. Steering wheel left turn Apabila steering wheel diputar berlawanan dengan arah jarum jam ( supaya roda depan belok kiri ), maka lever D akan bergerak kearah , sedangkan rod B diam, maka lever C akan mendorong rod A akan menggerakkan steering control valve, sehingga oli dari pump akan diarahkan ke port A. Selanjutnya masuk cylinder port A, sedangkan oli akan keluar dari cylinder melalui port B dan selanjutnya diarahkan oleh steering control valve ke drain.Selanjutnya masuk cylinder port A, sedangkan oli akan keluar dari cylinder melalui port B dan selanjutnya diarahkan oleh steering control valve ke drain.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

STEERING SYSTEM

II - 14 - 59

Gbr II - 19. Left turn. Karena oli masuk ke dalam cylinder port A, maka roda depan akan belok iri. Dengan beloknya roda maka posisi center lever akan berubah, perubahan dari center lever akan diteruskan ke lever B dari rod B. Dimana rod B akan bergerak kearah , akibatnya dari bergeraknya rod B kearah , maka rod A akan bergerak kearah untuk menetralkan kembali steering control valve ( proportional ). Pada saat rod B bergerak kearah dan rod A bergerak kearah , posisi lever D tidak berubah ( tetap diam ) lever D akan berubah posisi apabila gerakan steering wheel dirubah.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

STEERING SYSTEM

II - 15 - 59

b. Orbitrol Type Orbitrol type berfungsi sebagaiu directional control valve untuk mengarahkan aliran oli pada saat engine bekerja ( pump bekerja ), sedangkan saat engine mati orbitrol akan berfungsi sebagai hand pump dan directional control valve.

Gbr II - 20. Steering system orbitrol type untuk Motor Gradel Cara Kerja : Pada saat steering wheel diputar, maka valve orbitrol akan bergerak. Pergerakkan valve ini terbatas, karena adanya slot yang mengunci antara valve & Sleeve. Dengan pergerakkan tersebut. Maka posisi di valve akan berubah sesuai dengan pergerakkan steering wheel tadi. Sehingga oli yanng disupply oleh pump akan diarahkan dari valve ke trochoid selanjutnya ke cylinder. B. ARTICULATED SYSTEM. Pada steering articulated type, untuk membelokkan unit, dengan cara membelokkan badan unit itu sendiri. Agar supaya badan unti dapat berbelok maka salah satu rod cylinder diperpanjang dan rod cylinder sisi sebelahnya diperpendek. Steering system articulated type, terdapat pada unit wheel loader dan motor scraper.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

59 Gbr II . Gbr II . Follow Up Linkage.21. Cara Kerja Steering Articulated Type With Follow Up Linkage. II .STEERING SYSTEM 1. Mechanic Development.22. Steering Articulated Type With Follow Up Linkage Pada Wheel Loader. PT Pamapersada Nusantara .16 .

PT Pamapersada Nusantara . maka titik B akan pindah menjadi pada posisi B dan titik C berpindah posisi menjadi Csehingga steering C/V akan mengarahkan aliran oli agar berbelok kearah kiri. Cara Kerja Follow Up Linkage. Mechanic Development.23. juga posisi titik dari C akan bergerak lagi ke posisi C ( pada saat tersebut posisi B tidak berubah atau dengan kata lain steering wheel sedang posisi ditahan ). Sedangkan apabila steering wheel diputar kearah berlawanan dengan jarum jam ( belok kiri ).STEERING SYSTEM II . maka posisi A dan berpindah ke posisi A. Dengan berbeloknya badan unit. Pada saat A pindah ke posisi A.17 . Cara kerja : Apabila steering wheel tidak diputar maka posisi dari follow up linkage seperti pada gambar a.59 C C’ C’ C B B’ B’ B A A’ A’ A Gbr II . Pada saat posisi titik C berarti steering control valve pada posisi netral dan gerakan berbelok unit akan berhenti.

PT Pamapersada Nusantara . Gbr II . Kelebihan oli yang tidak diberikan ke sirkuit steering ini disalurkan ke work equipment.STEERING SYSTEM II . Dengan demikian jumlah oli yang dibutuhkan oleh sirkuit steering terpenuhi. Demand valve berfungsi untuk menjaga agar aliran oli yang sistim steering selalu konstan.59 Demand Valve. Sedangkan work equipment pump melayani work equipment circuit saja.24.18 . sirkuit steering disuply oleh steering pump dan sebagian dari work equipment pump ( switch pump ). Mechanic Development. Pada waktu engine putaran tinggi. Cara kerja demand valve : Pada saat putaran negine masih rendah sirkuit steering disupply oli dari steering pump dan work equipment pump ( switch pump ) sehingga jumlah oli yang dibutuhkan sirkuit steering akan terpenuhi. sirkuit steering harus disupply oleh steering pump. Pada saat putaran engine sedang ( medium ). Demand Valve.

Sirkuit System Steering Orbitroll Type Wheel Loader.19 . Orbitroll Type. PT Pamapersada Nusantara .59 Gbr II . II . Neutral.25. Mechanic Development.STEERING SYSTEM 2.

a.STEERING SYSTEM OPERATION. Gbr II . b. Steering Wheel turned to the left. Steering Wheel at Neutral. II . Mechanic Development.26.59 Gbr II .20 .27. Steering System Orbitroll Type Wheel Loader Posisi Neutral. System Steering Orbitroll Type Wheel Loader ( putar kiri ). PT Pamapersada Nusantara .

21 . tenaga diteruskan dari transmisi ke final drive.59 Type steering ini digunakan pada Bulldozer dan dozer Shovel.STEERING SYSTEM C. Dimana dalam pengendaliannya menggunakan clutch yang terdiri dari disc plate yang tersusun antara inner drum dan outer drum. Disengaged adalah suatu keadaan dimana disc dan plate tidak berhubungan ( tidak rapat ).28. agar unit dapat belok maka antara disc dan plate harus direnggangkan ( disengaged ). CLUTCH SYSTEM. Gbr II . Pada kondisi seperti ini. Sehingga putaran dan tenaga dari transmisi tidak diteruskan ke salah satu final drive. Mechanic Development. Prinsip Kerja Steering Type Clutch System. Engaged adalah suatu keadaan dimana disc dan plate berhubungan. Perenggangan ( disengaged ) dari clutch tersebut dapat dilakukan dengan bantuan tenaga hidrolik ataupun tenaga mekanis. Cara pengoperasian dari steering yang menggunakan type ini. PT Pamapersada Nusantara . II .

~ Area ( A ) tergantung dari luas tidaknya permukaan yang bergesekan 1. Power Train D59 AP.22 . Engine Main clutch Universal joint Transmission Steering clutch Steering brake Sprocket Track P. PT Pamapersada Nusantara .O P1 : Work equipment pump P2 : Main clutch pump and steering pump Gbr II . 8. 4. 7. 6. ~ Koefisien gesek ( u ) tergantung pada jenis material. 5. 9.T.29.STEERING SYSTEM II . Mechanic Development. 2. 3.59 Proses pemindahan tenaga pada steering clutch sangat tergantung kepada : ~ Gaya tekanan ( P ) yang diperoleh dari spring atau hidrolik.

16. Clutch System II .59 Mechanical Type Engaged : Spring Disengaged : Tenaga operator Semi Hydraulic Type Hydraulic Type Spring Load Engaged : Spring Disengage : Pressure Spring loader Engage : Spring + oiL pressure Disengage : Oil pressure 1. Mechanical Type. Klasifikasi dan Proses Pengendalian.STEERING SYSTEM 1. mechanical type kebanyakan dipakai unit .23 . PT Pamapersada Nusantara . D53 . Mekanisme pergerakkan sepenuhnya oleh tenaga operato. Mekanisme Pergerakkan.15.unit kecil yaitu D10.11. Full Hydraulic Engage : Oil pressure Disengage : Oil pressure 2. 15. a. Pada posisi normal spring selalu menekan pressure plate agar disc dan plate dalam keadaan engage. D31 .3. Mechanic Development. D20 . D30 .15. D50 . 3. sehingga apabila unit akan dibelokkan maka untuk meggerakkan pressure plate melawan kekuatan spring memakai tenaga operator itu sendiri. Engage : Spring Disengage : Tenaga operator + booster 2.

PT Pamapersada Nusantara . II . Disc ini berfungsi sebagai friction plate dan duduk pada spline outer drum. Komponen Steering Clutch Mechanical Type. bagian luar diberi lapisan bronze yang berguna untuk mengurangi keausan.24 . : Terbuat dari baja tahan karat serta tahan temperatur tinggi.59 Gbr II . Mechanic Development. DISC : Terbuat dari baja. PLATE INNER DRUM : Berfungsi sebagai tempat dudukan dari plate dan menerima putaran dari bevel gear shaft. yang diikat dengan perantaraan flange.STEERING SYSTEM Komponen utama sistem kemudi Mechanical Type. Plate ini berfungsi sebagai friction plate dan duduk pada spline inner drum.30.

: Berfungsi sebagai sumber kekuatan untuk menekan susunan plate dan disc dengan perantaraan pressure plate.STEERING SYSTEM OUTER DRUM II . : Berfungsi sebagai pengantar untuk menarik pressure plate. : Berfungsi sebagai tempat dudukan disc dan diikat dengan flange yang selanjutnya akan diteruskan ke pinion final drive. PT Pamapersada Nusantara .59 : Berfungsi sebagai tempat dudukan disc dan diikat dengan flange yang selanjutnya akan diteruskan ke pinion pada final drive. PRESSURE PLATE SPRING YOKE Mechanic Development.25 .

Retainer 15. Bevel gear shaft 9.STEERING SYSTEM II . Bevel gear ( 43 teeth ) 10. Inner drum 6.26 . Collar 12.31.2.59 1. Bolt 16. Disc 4. Plate 5. Hub nut of bevel gear shaft 14. Mekanisme Peregerakkan Steering Mechanical Type D10 . Hub of bevel gear shaft 13. Pressure plate 3. Spring Gbr II . PT Pamapersada Nusantara . Adjustment nut 11. Mechanic Development. Bearing cage 8. Outer drum ( brake drum ) 2. Release yoke 7.

Sirkuit Hidrolik Steering Clutch Semi Hidrolik D50S . Aplikasinya D31 .27 . D53 17.32. untuk menggerakkan yoke dibantu sengan booster.3.59 Pada type ini prinsip kerjanya hampir sama dengan type mechanical hanya pada type ini.STEERING SYSTEM b. Mechanic Development. D50 . Booster tersebut berfungsi untukmeringankan gaya operator pada saat menarik / menginjak pedal. D53S . D45 . Semi Hydraulic Type.16.17.8.16. PT Pamapersada Nusantara .16. II . Gbr II . D80 .

Control Valve dan Modulating Valve. berfungsi untuk mengatur variasi oil pressure yang ada di sistem steering sampai batas yang ditentukan yaitu sebesar 23kg/cm2. Mechanic Development. maka proses disengaged steering clutch dapat dilakukan dalam kondisi setengah engaged ( half clutch ). Gbr II . Hal ini tergantung pada tarikan terhadap lever steering.59 Modulating valve digunakan pada sistm steering. II . Dengan adanya tekanan oli yang dapat diatur secara bervariasi ini. PT Pamapersada Nusantara .28 .33.STEERING SYSTEM Modulating Valve.

29 . Pada saat seluruh oil dari pump didrain. maka gerakan piston h juga berhenti. Dengan bergeraknya piston maka lever akan menekan yoke. Mechanic Development. maka spool control valve RH akan mengarahkan aliran oli menuju ke booster sebelah kanan sehingga oil pressure akan masuk ke ruangan A. maka oil dari steering pump juga akan mengalir ke drain. selanjutnya akan mendorong piston booster kearah . Kekuatan spring F dipengaruhi oleh panjangnya gerakan valve kearah sedangkan panjang langkah gerakan valve D dipengaruhi panjangnya tarikan lever steering atau panjang injakan pedal steering Steering clutch dan booster. Gbr II .STEERING SYSTEM II . Dengan bergeraknya valve E kearah . spool G dan valve D akan bergerak kearah sehingga oli akan mengalir masuk dan mengisi ruangan B. Pada saat yang bersamaan. Cara kerja : Steering clutch kanan disengaged. Steering Clutch dan Booster. oil juga masuk mengisi ruangan I. Akibatnya pressure akan mendorong piston H maka clutch steering akan engage.59 Cara kerja : Ketika lever steering ditarik. Tekanan pada ruangan I dipakai untuk mendorong valve E kearah melewati kekuatan spring F.34. PT Pamapersada Nusantara . Apabila lever steering sebelah kanan ditarik.

Gbr II .59 Karena pressure plate diikat dengan yoke maka pressure plate akan ikut terbawa. B. Pada kondisi demikian disc dan plate dalam keadaan disengaged ( merenggang ). Booster piston 10. 3. Control valve left hand cavity oil pressure testing port C. 1. Steering case 9.H ) Modulating relief valve 8.Bevel gear A.Yoke 13. 2.H ) Steering valve Control valve ( R. PT Pamapersada Nusantara .35. 7.STEERING SYSTEM II . Control valve right hand cavity oil pressure testing port.Lever 11. 4. 5. Steering oil filter Steering oil pump Strainer Control valve ( L. P.Steering clutch 12. Circuit Hydraulic Type Semi Hydraulic D45 A. Control valve main cavity oil pressure testing port.30 . Mechanic Development. 6.

36. 53 AP . Circuit Hydraulic Type Semi Hydraulic D50.31 .17. Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .59 Gbr II .STEERING SYSTEM II .

Right steering clutch piston 9.59 Gbr II . Right steering clutch release yoke 12. C. 5. 53 AP . Steering Strainer (magnet type) Steering pump Steering filter Relief valve Steering control valve Brake valve Brake booster Plug Plug Plug Plug Plug for for for for for relief valve pressure left steering clutch pressure right steering clutch pressure left brake booster pressure right brake booster pressure 8. 1. D. 7. 2. Skematik Sirkuit Hidrolik D50.37. A.Right steering clutch 11. 3. 4. B. 6.17. PT Pamapersada Nusantara .Bevel gear 13. E. Right steering clutch lever 10.Steering case Mechanic Development.32 .STEERING SYSTEM II .

17. 1.33 . 3. 2. PT Pamapersada Nusantara . 4. 7. Piston Yoke Steering clutch Bevel gear Mechanic Development. Sirkuit Hidrolik type semi hydarulic D13 . 6. Transmission Steering pump Right steering control valve Left steering control valve Check valve 5.38.STEERING SYSTEM II . 8.59 Gbr II .

3. 2. 3. D355 . Adapun jenis ini dibagi dalam tiga type : 1.2. Gbr II . Hydraulic Type.6.STEERING SYSTEM II . 65 . steering clutchnya mempergunakan kekuatan spring sedangkan untuk disengaged memakai oil pressure. PT Pamapersada Nusantara . D375A . Steering Clutch Spring Loaded I D80. D70. 7.34 .59 c. Bevel gear 9. Spring Loaded I. 155 .8. 1. Sistem penggerakan type hidrolik ini mempergunakan oli bertekanan untuk mendisengagedkan steering clutch. Pada type spring loaded I ini proses engaged. 85 . D150.1. D59. 65 .39. D375 .18. Outer drum ( Brake drum ) Pressure plate Disc Plate Inner drum ( Clutch drum ) Bevel gear shaft hub Bearing 8. 85 -18. 4.Spring 12. Bevel gear shaft 10.1.Spring 13.3. D455 . D755 . type spring loaded ini dipakai antara lain pada unit D59. 5.Piston 11.Bolt Mechanic Development. 6.1.

Sirkuit Hidrolik S. PT Pamapersada Nusantara .40.L. 65 A .STEERING SYSTEM II .35 .59 Gbr II .I D60.P Mechanic Development.

65 A . Tap for left steering clutch pressure ( PT 1/8 ) C. Left clutch 8. 5.Steering case A.P. Magnetic strainer Steering pump Steering filter Left clutch spool Relief valve Right clutch spool 7. 2.L. Safety valve 10.59 Gbr II . 6.Transmission lubrication 12.STEERING SYSTEM II . Skematik Sirkuit Hidrolik S.I D60. Tap for main relief pressure ( PT 1/8 ) B. 1.36 . 4.41. Tap for right steering clutch pressure ( PT 1/8 ) Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . 3.Oil cooler 11. Right clutch 9.

Pada posisi netral. dengan demikian tenaga yang berasal dari bevel gear tidak dapat diteruskan ke final drive. selanjutnya oil dari steering system di reliefkan (didrain) melalui prot B sehingga tekanan oil pada steering system dipertahankan sebesar 12. ~ Disengaged. pada saat yang bersamaan juga ada oil yang masuk ke chamber E melewati port A.6 ). Mechanic Development.59 Cara kerja spring loaded : ~ Engaged. dimana spring akan menarik pressure plate untuk merapatkan disc dan plate.37 .H Steering Clutch posisi Engaged. steering clutch dalam keadaan engaged dengan kekuatan spring . oil pressure digunakan sebagai pengantara tenaga untuk menekan permukaan piston. Gerakan relief valve ( 12 ) kearah akan berhenti pada saat terjadi keseimbangan antara gaya dorong dari oil pressure kearah dengan gaya spring ( 13 ) kearah . ~ L.STEERING SYSTEM II . Posisi Spool Control Valve. Control Valve.42. Piston akan mendorong pressure plate.6 kg/cm2 ( untuk unit D59/65 . akibatnya unit bisa belok ke kiri atau ke kanan tergantung dari lever / pedal yang ditarik atau diinjak. Cara kerja : Oil dari pump masuk ke port A. karena relief valve bergerak kearah maka port A dan port B menjadi berhubungan. Oil yang masuk ke chamber E akan mendorong relief valve (12) kearah melawan gaya spring ( 13 ).H dan R. PT Pamapersada Nusantara . Gbr II . Pada proses disengaged.

43. Gaya spring ( 13 ) akan dipengaruhi oleh besarnya pergerakan valve ( 17 ). sehingga setting dari relief valve bervariasi antara 12.6 Kg/cm2.H melewati port A dan port C.38 .H dipakai untuk mendorong piston agar disc dan plate menjadi disengaged.59 ~ L. sehingga oil dari steering pump akan mengalir ke steering clutch L.H spool ( 14 ) dan valve ( 17 ) akan bergerak kearah karena dorongan dari lever ( 21 ). Pada saat yang bersamaan juga oil dari port A masuk ke chamber E melewati orifice A. Cara kerja : Ketika L.H steering lever ditarik. Sedangkan besarnya pergerakan valve ( 17 ) dipengaruhi oleh panjang tarikan lever steering.H Steering Clutch Engage. maka L. Dengan bergeraknya L. Mechanic Development.H spool ( 14 ) kearah maka port A akan berhubungan dengan port C. R.6 s/d 18. PT Pamapersada Nusantara . Gbr II . Oli yang masuk ke steering clutch L. Oil pada chamber E tersebut akan mendorong piston relief valve ( 12 ) kearah melawan gaya spring ( 13 ).H Steering Clutch Disengaged. Posisi Spool Control Valve.STEERING SYSTEM II .

STEERING SYSTEM
Fungsi Komponen Utama : 1. Oli 2. Tangki oli ( case ) 3. Strainer 4. Pompa

II - 39 - 59

: Berfungsi sebagai media pengantar untuk menekan permukaan piston melawan kekuatan spring. : Berfungsi sebagai penampung oli steering clutch dan juga tempat lokasi steering clutch. : Berfungsi sebagai saringan awal ( kasar ) sebelum oli masuk ke pompa steering. : Berfungsi untuk menghisap oli yang ada di case steering serta mengalirkan ke sistem steering dan brake. Jenis pompa steering pada umumnya adalah gear pump. : Berfungsi sebagai saringan yang lebih halus agar jangan sampai ada kotoran yang masuk ke dalam sistem.

5. Filter

6. Flow divider : Berfungsi sebagai pembagi jumlah flow oil ke steering circuit dan brake circuit, kapasitas aliran tergantung dari yang ditetapkan. 7. Relief valve : Berfungsi sebagai pembatas tekanan maximum di dalam sistem.

8. Control valve : Berfungsi sebagai pengatur arah aliran oil ke steering clutch ( piston ) LH/RH atau case, tergantung pengaturan operator kearah mana pembelokkan yang diinginkan. 9. Piston : Berfungsi meneruskan tenaga hidrolik untuk menekan atau menarik pressure plate, kekuatan tekan tersebut tergantung dari luas permukaan piston serta besarnya tekanan oli.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

STEERING SYSTEM

II - 40 - 59

Gbr II - 44. Sirkuit Hidrolik S.L.1 D80, 85 - 18

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

STEERING SYSTEM

II - 41 - 59

Gbr II - 45. Skematik Sirkuit Hidrolik Spring Loaded 1 D80, 85 - 18.
1. 2. 3. 4. 5. 6. Magnet strainer Steering pump ( FAR063 ) Steering filter Flow divider Main relief valve Left clutch spool 7. Right clutch spool 8. Left clutch 9. Right clutch 10. Steering case 11. Rotary servo booster

A. Clutch main pressure pickup plug ( PT 1/8 ) B. Left clutch pressure pickup plug ( PT 1/8 ) C. Right clutch pressure pickup plug ( PT 1/8 )

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

1 D150.46. Sirkuit Hidrolik S.42 .59 Gbr II .STEERING SYSTEM II . PT Pamapersada Nusantara . 155 A Mechanic Development.L.

Modulating valve 9. 6. 3. 2. Skematik Sirkuit Hidrolik Spring Loaded 1 D150. 4. Magnet strainer Steering pump ( FAR100 ) Steering filter Flow divider Main relief valve Left clutch spool 7. Plug for right clutch pressure ( PT 1/8 ) C.59 Gbr II .43 . 5.STEERING SYSTEM II . Left clutch piston 10. Plug for clutch main pressure ( PT 1/8 ) B. Right clutch piston 11. Plug for left clutch pressure ( PT 1/8 ) Mechanic Development. Right clutch spool 8. 1.47. 155 A. Steering case A. PT Pamapersada Nusantara .

each) 5. Bushing 22. Steering Shaft 10.STEERING SYSTEM II . Steering clutch dan steering brake D475 A . each) 14. Clutch plate (8 plate. Clutch disc (8 plate. each) 4. Clutch disc (9 discs each) 15.44 . Clutch Piston 2.Outer drum 12.Housing 20. Bearing cage 9. STEERING CLUTCH 1.Brake output shaft 21.Pin 23.Clutch plate (8 disc. Bevel gear (37 teeth) Mechanic Development.2. Bearing cage 24. Piston spring (Belleville spring) 19.Clutch piston 18.48. Cylinder 8. PT Pamapersada Nusantara .59 Gbr II . Inner drum STEERING BRAKE 17. Piston spring (Belleville spring) 11. Inner drum 7. Piston 3.Stopper 13. Stopper 6.

L. Pin ruler solenoid valve 11. Thermostat A. R.H steering brake 24.59 Gbr II .H steering brake pressure L.STEERING SYSTEM II .H steering valve 17. L. Skematik Sirkuit Hidrolik steering clutch dan steering brake D475 A . Oil tank 2.H brake valve 19. R.Steering control valve 16. Torque converter relief valve 10.2 1.R.L.H brake valve 18. Check valve 12. Plug Plug Plug Plug for for for for R. C. Steering clutch brake lubrication 21.H steering clutch 25. PT Pamapersada Nusantara .49.H steering clutch pressure 15. Power train oil filter 6. Power train lubrication oil filter 7. D.H steering brake 23. Scavenging pump 13. L. B. Steering case Mechanic Development.R. Strainer 3. Oil cooler 14.H steering valve 20. Power train pump 5. Lubrication pump 4.H steering clutch 22.H steering clutch pressure R.H steering clutch pressure L. Main relief valve 9. Transmission control valve 8.45 .

1. Gbr II . Spring Loaded II. 17.50. 85A -12.Piston seal ring 23.59 2. 85 . Type ini dipakai pada unit-unit : D80.STEERING SYSTEM II . D355 -1.Drive plate ( Plate ) 20. Pada type spring loaded II ini proses engaged dengan kekuatan spring ditambah dengan oil pressure. PT Pamapersada Nusantara .46 .Pressure 27. Brake drum ( Outer drum ) 18.Clutch spring 25.12.O-ring 22.Driven plate ( Disc ) 19. Steering Clutch Spring Loaded 2 D80.Piston nut Mechanic Development. Sedangkan untuk proses disengaged menggunakan oil pressure.Ring plate 26. D95S .Piston 24.Clutch drum ( Inner drum ) 21.

STEERING SYSTEM II . PT Pamapersada Nusantara .2 D80.47 .12 Mechanic Development. 85 A .59 Gbr II .L.51. Sirkuit Hidrolik S.

Oil pressure pickup point when right clutch is ENGAGED G. 7. 8. 6.2 1. Steering Filter E.59 Gbr II .Magnet strainer 11.STEERING SYSTEM II . 2. 5. PT Pamapersada Nusantara .52. Skematik Sirkuit Hidrolik S. Oil pressure pickup point when left clutch is ENGAGED Mechanic Development. 3. Steering case 10.L. Relief valve Piston Right valve spool Left valve spool Right lever shaf Left lever shaft Main relief valve ass’y Control valve ass’y 9. 4.Steering pump 12. Steering c lutch main relief pressure F.48 .

49 .53. PT Pamapersada Nusantara . sehingga disc dan plate menjadi disengaged.54. digunakan oil pressure. Dalam keadaan steering lever tidak ditarik. Posisi Steering Clutch Disengaged. Engaged steering clutch tersebut dengan kekuatan spring ditambah oil pressure yang menekan piston kearah sehingga pressure plate akan ditarik kearah Gbr II . maka steering clutch posisi engaged. maka pressure plate juga akan bergerak kearah yang sama.59 a.STEERING SYSTEM Cara kerja spring loaded II : II . Untuk mendisengaged steering clutch. b. Disengaged. Mechanic Development. Engaged. Gbr II . Posisi Steering Clutch Engaged. Oil pressure tersebut dipakai untuk mendorong piston kearah .

Tekanan oil di dalam steering circuit ini dibatasi oleh setting tekanan relief valve.59 ~ Steering Clutch kiri dan kanan Engaged ( Control Valve Hold ).H untuk mendorong piston ( membantu kekuatan spring ) melewati spool kanan ( Port F Port D Port H ). Mechanic Development. Gbr II . selanjutnya mengalir ke drain port L. Cara kerja : Oli dari pompa masuk ke control valve melalui port C selanjutnya : a.STEERING SYSTEM Control Valve.H untuk mendorong piston ( membantu kekuatan spring ) melewati spool kiri. b. Mengalir ke steering clutch L.H di drain melalui J.55. di drain melalui port K selanjutnya mengalir ke drain port L. Sedangkan oil pada sisi lain piston steering clutch R. PT Pamapersada Nusantara .H. ( Port G Port E Port I ). Posisi Control Valve Hold.50 . II . Mengalir ke steering clutch R. Sedangkan oli pada sisi lain piston steering clutch L.

Posisi Control Valve ketika Steering Clutch L. PT Pamapersada Nusantara . II . Cara kerja : Apabila steering lever LH dan RH ditarik. Mechanic Development. Tekanan oil di dalam steering circuit ini dibatasi oleh setting tekanan relief valve.H dan R. RH steering clutch untuk mendorong piston ( melawan kekuatan spring pada RH steering clutch ) melewati spool kanan ( Port E Port F Port J ).STEERING SYSTEM ~ Steering Clutch kiri dan kanan Disengaged. Sedangkan oil pada sisi lain piston RH steering clutch di drain melalui port H selajutnya mengalir ke drain port M. maka spool kanan dan kiri akan bergerak kearah sehingga oil dari pump yang masuk ke control valve melalui port C akan diarahkan ke : a. LH steering clutch untuk mendorong piston ( melawan kekuatan spring pada LH steering clutch ) melewati spool kiri ( Port E Port F Port J ).H Disengaged.59 Gbr. b. sedangkan oil pada sisi lain piston RH steering clutch di drain melalui port H selanjutnya mengalir ke drain port M. II .51 .56.

STEERING SYSTEM II .59 ~ Steering Clutch kiri Disengaged dan Steering Clutch kanan Engaged. Tekanan oil di dalam steering circuit ini dibatasi oleh setting tekanan relief valve. maka spool kiri akan bergerak kearah sehingga oil dari pump yang masuk ke control valve melalui port C akan diarahkan ke : a. b. PT Pamapersada Nusantara . Sedangkan oil pada sisi lain piston RH steering clutch di drain melalui port J selajutnya mengalir ke drain port L.57. Cara kerja : Apabila steering clutch lever LH ditarik. Gbr II . Posisi Spool Control Valve. sedangkan oil pada sisi lain piston steering clutch di drain melalui port J selanjutnya mengalir ke drain port L. RH steering clutch untuk mendorong piston ( membantu kekuatan spring steering clutch ) melewati spool kanan ( Port F Port D Port H ). LH steering clutch untuk mendorong piston ( melawan kekuatan spring pada LH steering clutch ) melewati spool kiri ( Port C Port G Port K ).52 . Mechanic Development.

Pada type hydraulic ini proses engaged & disenggaged mempergunakan tenaga hidrolik.53 .58.STEERING SYSTEM II .59 3.2. PT Pamapersada Nusantara . Disc 5. Full Hydraulic. Drum 6. Plate 4. 1. Adjust bolt 3. Type full hydraulic ini dipakai pada unit : D75 S . Brake band Mechanic Development. Sistem Kemudi Type Full Hidrolik D75 S .2 dan D 55. Brake cover 2. Gbr II . Type full hydraulic.

PT Pamapersada Nusantara .59.54 . Mechanic Development.2.59 Gbr II . Sirkuit Hidrolik Type full hydraulic D75 S .STEERING SYSTEM II .

Pada saat menutup aliran oil ke port X. sehingga antara disc dan plate menjadi disengaged.STEERING SYSTEM Cara kerja Full Hydraulic : II .55 . PT Pamapersada Nusantara . Posisi Steering Clutch Disengaged. Posisi Steering Clutch Engaged. Oli dari control valve masuk ke ruan A melalui port X selanjutnya oil pada ruang A akan mendorong piston ( 2 ) kearah . maka piston tidak akan mempunyai kekuatan dorong. Disengaged. maka disc dan plate pada steering clutch menjadi engaged.61. Gbr II .59 a. Gbr II . sehingga pressure plate ( 1 ) juga akan bergerak kearah yang sama. b. Begitu juga dengan pressure plate.59. Mechanic Development. Engaged.

Gbr II .59 ~ Kedua Pedal Steering tidak diinjak ( kedua Steering Clutch dalam keadaan Engaged ). Posisi Spool Control Valve. II . Posisi Spool Control Valve. LH steering clutch melalui port X. Cara kerja : Pada keadaan demikian maka oil dari steering pump yang masuk ke dalam control valve melewati port A. ~ Pedal Steering kanan diinjak. Pedal Steering kiri tidak diinjak ( belok kanan ).62. selanjutnya mengalir ke : a. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Gbr II . RH steering clutch melalui port Y.56 .STEERING SYSTEM Control Valve.63. b.

selanjutnya hanya mengalir ke LH steering clutch. amak spool ( 1 ) dan ( 2 ) akan bergerak kearah . Apabila kedua pedal steering diinjak.STEERING SYSTEM II . agar steering masih tetap pada keadaan engaged dan steering bekerja. Seperti terlihat pada gambar diatas.64. Gbr II . karena kedua steering clutch tersebut masih di supply oil melalui saluran silang M dan N pada control valve. sedangkan saluran oil ke RH steering clutch ditutup ( port A dan port Y tidak berhubungan ) Dengan bergerak spool ( 2 ) kearah maka port Y berhubungan dengan drain port B.59 Cara kerja : Pada keadaan demikian maka spool ( 2 ) akan bergerak kearah sehingga oil dari steeing pump yang masuk ke dalam control valve melewati port A. PT Pamapersada Nusantara . Dalam keadaan seperti ini steering clutch RH dan LH dalam keadaan engaged. sehingga oil yang sebelumnya dipakai untuk mendorong piston pada RH steering clutch akan di drain melalui drain port B. Tujuan dibuat demikian adalah untuk pengetesan torque converter .57 . ~ Kedua Pedal Steering diinjak. Posisi Spool Control Valve. Dalam keadaan demikian RH steering clutch keadaan disengaged. Mechanic Development.

2. Sirkuit full hydraulic D55 S . PT Pamapersada Nusantara .58 .65. Mechanic Development.STEERING SYSTEM II .59 Gbr II .

Stopper 12. Spring 14. Lock 11.59 Gbr II . 8. Filter 6.67. Steering Control valve 5. Pedal (right) Clutch rod (left) Brake rod (left) Cushion spring (Clutch lever) 5. Spring 13. 4. Steering hidrolik steering control D75 S .2. Oil pump 2. 1. Torque converter Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . Torqflow transmission 4.STEERING SYSTEM II . 6.59 . 1.66. 2. 9.Equalizer Gbr II . 7. Oil filter 3.2. 3. Skematik Hidrolik steering control D75 S . Clutch lever Brake lever Clutch control valve Brake cover Brake lever spring 10.

BRAKE SYSTEM BAB III Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .

PT Pamapersada Nusantara .BRAKE SYSTEM III .1 . diklasifikasikan sebagai berikut : Toggle Mechanism Anchor Dry Band Lining Wet Crawler Tractors Control Interconnected Pedal Mechanical Mechanism Booster Clutch Control Sistem rem ( brake system ) Fixed Anchor Pin Leading Trailling Shoe Shoe Duo Servo Single Acting Cyl Type Single Disc Wheel Multi Hydraulic Control Air Over Hydraulic Air Dual Leading Shoe Double Acting Cyl Joint Link Mechanic Development.85 Sistem rem ( brake system ) berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan gerak unit. Dilihat tipe dari sistem rem.

BRAKE SYSTEM SISTEM REM CRAWLER TRACTOR. 1.1. A. III .85 Sistem rem pada crawler tractors disamping berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan gerak unit.2 . Gbr III . Toggle Type. BAND TYPE. Brake band dipasang bagian luar dari outer drum. Ujung-ujung dari brake band berhubungan dengan End ( 6 ). PT Pamapersada Nusantara . juga berfungsi untuk memperkecil radius putar ( turning radius ) pada saat unit tersebut dibelokkan ( bekerja bersama-sama dengan steering clutch ). juga dihubungkan dengan spring terhadap housing agar brake band tidak dapat lepas terhadap End. Mechanic Development. Rem Tipe Toggle. Mechanism. Menurut mekanismenya dibedakan menjadi 2 type : a.

3 . maka lever ( 1 ) akan bergerak kearah dan akan menggerakkan bell crank ( 3 ). Efek pengereman pada toggle type terlihat seperti gambar dibawah ini : ~ Braking the drum in forward rotation. Akibat dari gerakkan link ( 5 ) makan End ( 6 ) akan menekan brake band yang selanjutnya brake band akan mengeram. Efek pengereman type toggle. ~ Braking the drum ini reverse rotation.BRAKE SYSTEM III . pada saat bell crank digerakkan oleh Icer ( 1 ) maka posisi bell crank akan bergerak memutar terhadap shaft ( 2 ). Pada saat pedal brake diinjak. Gbr.85 Cara kerja : Pada saat pedal brake tidak diinjak.2. gerakkan link ( 4 ) ini akan menggerakkan link ( 5 ) yaitu link A ke link B kearah . antara brake dan outer drum ada jarak ( clearance ). PT Pamapersada Nusantara . III . putaran outer drum. Digerakkan bell crank tersebut akan menarik link ( 4 ) kearah . Mechanic Development. Bell crank ( 3 ) duduk pada shaft ( 2 ).

4.Lever 15.85 Gbr III .BRAKE SYSTEM III . Steering brake D 355 . 9. 3. 2. 6.End 14.Stopper plate 18.Spring Mechanic Development. 7. 5. 8.3.Adjustment bolt 12.Wedge 13.3.Brake lining 16. 1. PT Pamapersada Nusantara .4 .Lever 11. Housing Support Link Lever Booster assembly Lever Link Spool Lever 10.Lever 19.Brake band 17.

Anchor Type. Anchor type dibagi menjadu dua tipe : Horizontal type Vertical type Mechanic Development.4. Komponen-komponen Steering Brake D355 A . PT Pamapersada Nusantara .BRAKE SYSTEM III .3 b.5 .85 Gbr III .

gerakan dari lever C tersebut akan menggerakkan lever D kearah. 1. sehingga pada saat lever D bergerak ke arah akan menyebabkan End ( 3 ) bergerak kearah dan mendorong brake band. Satu ujung dari brake ban dihubungkan pada End ( 3 ) sedangkan ujung yang lainnya dihubungkan pada Adjusting rod ( 4 ). akibatnya dari dorongan End terhadap brake band maka akan terjadi pengereman pada outer drum.BRAKE SYSTEM ~ Anchor Horizontal Type. Pin ( A ) Gbr III . Karena brake lever ( 5 ) dihubungkan dengan lever D dan juga bertumpu pada pin A (10). maka antara brake band dengan outer drum ada jarak ( clearance ). Rem Tipe Anchor Horizontal. PT Pamapersada Nusantara . maka lever C akan bergerak kearah . 8. Apabila pedal brake diinjak. 6. 2. 7. Adjusting nut Anchor End Adjustment Brake lever Spring Brake Brake band Pin ( B ) III . 9.6 .85 10. 3. Cara Kerja : Pada saat pedal brake diinjak. 5. Mechanic Development. 4.5.

7 . 18. Mechanic Development.1. tempat bertumpunya brake lever ( 5 ) pindah pada pin B ( 9 ). maka adjusting belt ( 4 ) akan bergerak kearah dan menarik brake band. Efek Pengereman Pada Type Anchor Horizontal. Sehingga pada saat terjadi pengereman. D80. 53 .17. Efek pengereman pada Anchor horizontal type seperti gambar di bawah ini : BRAKE OPERATION DURING FORWARD TURNING BRAKE OPERATION DURING REVERSE TURNING Gbr III .85 Bertumpuknya brake lever ( 5 ) pada pin A ( 10 ) terjadi pada saa outer drum berputar berlawanan arah jarum jam ( unit bergerak maju 0.16. 65 . Tipe anchor horizontal dipakai pada unit : D50. D60. PT Pamapersada Nusantara .6. ketika lever D bergerak ke arah .BRAKE SYSTEM III . D155 . sedangkan pada saat unit bergerak mundur ( outer drum berputar berlawanan terhadap jarum jam ) .

10. 6. 16. 7. 18. 14.7 . Cotter pin Bracket Gasket Bolt Washer Mechanic Development. Komponen Rem Anchor Horizontal Type. 12. 11. PT Pamapersada Nusantara . 5. 13. 4. Brake band Lining River Spring Bolt Nut End 8. 3. 19. 17. Pin Lever Pin Rod Nut Pin Washer 15.85 Gbr III . 1.BRAKE SYSTEM III . 9.7. 2.

Rod 11. Lining 12. Rem Tipe Anchor Vertical. Pengereman pada Tipe Anchor Vertical. Cover 6. Brake adjustment bolt 7.9. Brake bracket 5. III . 3. BRAKE OPERATION AT TIME OF FORWARD REVOLUTION BRAKE OPERATION AT TIME OF REVERSE REVOLUTION Gbr III . Brake band end 10. Mechanic Development. Brake band Gbr III .BRAKE SYSTEM ~ Anchor Vertical Type.85 1. Lever 8. PT Pamapersada Nusantara .8 . Block 9.8. 2. Pada tipe ini posisi dari brake lever dibuat tegak ( vertikal ). Brake cover Rod Brake band lift spring 4.

Mechanic Development. Pada saat putaran outer drum berputar berlawanan arah jarum jam ( unit bergerak maju ). 85 . Dengan tertariknya rod ( 10 ) maka shaft B akan ikut tertarik. sehingga apabila pedal brake diinjak maka shaft A akan mendorong brake band end ( 9 ) maka outer drum akan di rem. maka lever ( 7 ) bertumpu pada shaft A. karena lever ( 7 ) dihubungkan rod ( 2 ).85 Ketika brake lever diinjak maka rod 9 2 ) akan bergerak ke arah . Akibatnya outer drum akan direm. maka yang menjadi titik tumpu adalah shaft C.12. Sedangkan apabil outer drum berputar searah jarum jam ( unit bergerak mundur 0. dengan bergeraknya rod ( 2 ) ke arah .9 .BRAKE SYSTEM III . Tipe anchor vertikal ini dpakai pada unit : D80. sehingga shaft C akan menarik rod ( 10 ). maka lever ( 7 ) akan ikut tertarik. Efek pengereman untuk anchor vertical type ini terlihat seperti gambar di atas. PT Pamapersada Nusantara . Lever ( 7 ) bertumpu pada shaft A dan C.

29. Rod 6. Lock plate 10. Spring 5.Pin 18.Bracket LH 20. 28. Komponen Rem Anchor Vertical Type.Pin 19.Washer Spring 23. 1. 27.Cotter pin 14. 32. Brake band 2. PT Pamapersada Nusantara 12.End 17.Bracket RH 21.Washer 13.Bolt 11. 26. Rivet 4. Block 7. Bolt Nut Yoke Pin Washer Cotter pin Nut Yoke Pin Washer Cotter Pin . Adjusting bolt 8. 30.Bolt 22.10. Lining brake 3.85 Gbr III . Spring 9.Lever LH 15.Lever RH 16.Pin Mechanic Development.10 . 33. 31. 24.BRAKE SYSTEM III . 25.

Dry type b. Unit pemakainya : D10 .11 . PT Pamapersada Nusantara . Pada dry type atau tipe kering ini. lining brake yang dipakai pada unit dalam kondisi kering tanpa pelumasan. III . Gbr III .2. Mechanic Development. Wet type a.2. Dry Type. Lining Brake..BRAKE SYSTEM 2.85 Lining brake pada crawler tractors diklasifikasikan menjadi dua tipe : a.11. Steering Brake D10 .

18. D8. 5.12. 65 . 10. 1. 4. Anchor Lever End Brake lining Brake band Plate Lever 15. D150. lining brake pada unit menggunakan oli sebagai pelumasnya. 21. 17.3. 85 . Untuk wet type atau tipe basah ini. Unit pemakainya : D60. Steering Brake D50.17. 11. dimana lining brake selalu terendam oil yang ada di steering case. Brake Booster body Piston Spool Sleeve Spring Lever Brake cover 8.18.85 b. 85 . 16.1. D355 . PT Pamapersada Nusantara . 14.BRAKE SYSTEM III . 9.12 . 19. 20. 12. 2. D50. Wet Type.17. 3. 155A .6. 6. 53 . 7. 13. Mechanic Development. Lever Adjusting bolt Pin Rod Pin Adjusting nut Pin Gbr III . D80.12. 53 .

Control System. yang berarti akan mendisengagedkan steering clutch. juga brake akan berfungsi untuk pengereman unit.85 Untuk melaksanakan pengereman unit pada Crawler tractors dapat menggunakan : ~ Pedal / Brake. a.13 . III . PT Pamapersada Nusantara .BRAKE SYSTEM 3. Sistem kontrol pengereman yang menggunakan tipe pedal brake diklasifikasikan menjadi dua tipe : ~ Tipe Mekanikal ~ Tipe Booster Mechanic Development. Pedal / Brake. ~ Interconnected Menarik steering lever atau pedal steering. Dengan jalan menginjak pedal brake untuk pengereman.

85 Gbr III .BRAKE SYSTEM ~ Tipe Mekanikal.13.14 . Control Rem Tipe Mekanikal. Cara kerja : Ketika pedal diinjak lever ( 1 ) bergerak ke menggerakkan linkage ( 2 ) ke arah dan shaft ( 3 ) berputar ke arah yang mengakibatkan shaft ( 4 ) bergerak ke arah yang akhirnya akan meggerakkan lining brake untuk mengerem outer drum. Unit pemakaiannya : D10 . PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development.2 III .

untuk mengfungsikan hydraulic booster pada sistem kontrol pengereman yaitu dengan cara menginjak pedal rem.BRAKE SYSTEM III . Gbr III . PT Pamapersada Nusantara .18. Booster yang dipakai pada sistem rem adalah hydraulic booster.3. Mechanic Development. 85 . Unit pemakaiannya antara lain : D80.18. Booster berfungsi untuk membantu memperingan tenaga operator pada saat rem (brake) dioperasikan. Sirkuit Hidrolik Sistem Rem D80. D355A . 155A .14.1. 85 .15 . D150.85 ~ Tipe Booster.

Brake relief valve 7.18. Brake booster Pressure outlet (PT1/8) B.15. Right brake pressure outlet ( PT 1/8 ) C. Skema Sirkuit Sistem Hidrolik Brake D80. 1. Flow divider 6. 85 .BRAKE SYSTEM III . Left brake pressure outlet ( PT 1/8 ) Mechanic Development.16 . 10. Flow divider 5. 8. 9. 11.85 Gbr III . Magnet strainer 2. PT Pamapersada Nusantara . Brake booster Shaft Steering case Spool Rotary servo booster valve A. Steering pump ( FAR 063 ) 4.

Piston ( 8 ) bergerak ke arah membuka lagi saluran yang ke drain port apabila pedal brake diinjak lagi maka spool ( 5 ) akan bergerak ke arah menutup lagi saluran yang ke drain.18.17 . Oli mengalir melalui port antara lain spool ( 5 ) dan piston ( 8 ) ke steering case. Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .85 Gbr III . Steering Brake.BRAKE SYSTEM ~ Brake Booster Valve. III . Cara kerja : Oli dari pompa steering dialirkan ke port A menuju brake booster. sehingga akan mampu mendorong.16. Dalam kondisi netral ( pedal brake tidak diinjak ). Booster dan Relief Valve D80. 85 . diinjak lever ( 1 ) akan bergerak ke arah mendorong spool ( 5 ) kearah sehingga akan menutup saluran antar spool ( 5 ) dan piston ( 8 ) akibatnya tekanan oli yang masuk ke ruanagan booster mulai naik. Pada saat pedal.

BRAKE SYSTEM III .85 Jika kejadian di atas terjadi secara terus-menerus maka piston ( 5 ) akan mendorong lever ( 9 ) ke arah menyebabkan rod ( 10 ) tertarik ke arah dan akan menarik lever ( 11 ) kearah .3.17. Mechanic Development. Gbr III . Sirkuit Hidrolik Brake System D355 . PT Pamapersada Nusantara .18 . akibatnya End ( 12 ) akan terdorong ke arah menekan lining brake untuk melakukan pengereman terhadap outer drum.

BRAKE SYSTEM III . 1. 10. 4. Steering case Magnet strainer Steering pump Steering filter Steering brake 6. Right brake pressure outlet ( PT 1/8 ) Mechanic Development. Brake flow divider Brake relief valve Spool Brake booster Steering brake A. PT Pamapersada Nusantara . 7. Left brake pressure outlet ( PT 1/8 ) C.18. 2. 8. 5. Brake booster Pressure outlet (PT1/8) B.3.85 Gbr III . Diagram Sirkuit Sistem Hidrolik Brake D355 A . 3.19 . 9.

Plug for brake booster pressure (PT 1/8) I. 2. Magnet strainer Steering pump ( FAR 100 ) Steering filter Flow divider Flow divider Brake relief valve Brake booster Steering brake 9. 7. Plug for left brake pressure (PT 1/8) Mechanic Development.85 Gbr III .BRAKE SYSTEM III . 8. Steering case H. Steering case 10. 155A -1. 1. 6.19. 4. 3. PT Pamapersada Nusantara . 5. Diagram sirkuit hidrolik brake system D150.20 . Plug for right brake pressure (PT 1/8) J.

21 . Pada keadaan seperti diatas berarti steering clutch menjadi disengaged dan brake band akan melaksanakan pengereman. Mechanical Interconnected.20. Interconnected.85 b. Sistem control rem interconnected yaitu rem dapat berfungsi apabila steering lever ditarik terus.BRAKE SYSTEM III . ~ Hydraulic circuit. Gbr III . PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Interconnected system antara rem dan steering pada crawler tractor dibagi menjadi : ~ Mechanical.

PT Pamapersada Nusantara .20 . III .18.85 Gbr III .21.BRAKE SYSTEM Hydraulic Circuit Interconnected. Sirkuit Hidrolik Sistem Rem D80. Mechanic Development. 85 .

To servo valve and solenoid valves CL. Brake booster Mechanic Development. 6. Steering clutch 8.BRAKE SYSTEM III . To TORQFLOW circuit B. 2. To torque converter circuit C.H brake boost pressure 6A.H steering clutch pressure BR. 1.H steering clutch pressure BL. 4.2. 5.85 Gbr III .Plug R.20 .Plug for R.22. 3. Steering case Oil strainer Steering pump Steering oil filter Steering main relief valve Steering and brake control valve A.Plug for L. PT Pamapersada Nusantara . Skema Sirkuit Hydrolik Steering dan Brake D155A .Brake control valve 7.Steering control valve 6B.

Spring 11. Stopper 26.BRAKE SYSTEM Steering dan brake control valve III . Adjustment bolt 22.85 Gbr III .Plug 12. 7. 3.21 . 9.Valve body 17.Plug 13. Guide 21.Piston 15. Steering dan Brake Control Valve D155A .Spring 14. Spacer Mechanic Development. Valve body Lever Shaft Spring Stopper Spring Stopper Steering valve Piston 10. 8.2. 1. 4. Spring 25. PT Pamapersada Nusantara .Shaft 18. Stopper 24.Brake valve 16. 2.23.Spring 19. Spring 20. 6. Lever 23. 5.

BRAKE SYSTEM Pengoperasian Steering dan Brake. pada port A dan B karena steering lever tidak dioperasikan maka port A tidak berhubungan dengan port B ( steering clutch ) juga. Steering Lever tidak dioperasikan. PT Pamapersada Nusantara . III . Mechanic Development.24. Cara kerja : Oli dari steering pump masuk ke main relief valve ( 27 ) dan juga masuk ke steering control valve.85 Gbr III .22 . ~ Steering lever tidak dioperasikan. Port D tidak berhubungan dengan port ke brake chamber.

sehingga oli dari steering pump akan mengalir ke steering clutch.85 Gbr III . maka port A dan B saling berhubungan. Pada waktu yang bersamaan.BRAKE SYSTEM ~ Steering lever ditarik tidak penuh. maka brake valve belum berfungsi ( lever ( 22 ) tidak akan menggerakkan brake valve ) Mechanic Development. Tekanan oil pada steering clutch akan proportional dengan langkah steering lever ( setting tekanan oil pada steering clutch akan tergantung dari kekuatan spring ( 6 ) . Steering Lever ditarik tidak penuh. Cara kerja : Pada saat demikian. juga oil akan masuk ke ruangan C melalui orifice. Pada keadaan steering lever tidak ditarik penuh.23 .25. III . lever ( 22 ) akan mendorong shaft ( 3 ) ke arah mendorong spring ( 4 ) dan ( 6 ) serta melawan spring ( 8 ). Oil yang berada pada ruang C akan mendorong steering valve ( 8 ) ke arah melawan kekuatan spring ( 6 ) sehingga port A dan B menjadi tidak saling berhubungan lagi. PT Pamapersada Nusantara .

PT Pamapersada Nusantara .24 . pada lever ( 22 ) akan : 8 Mendorong shaft ( 3 ) ke arah disengaged.85 Gbr III .BRAKE SYSTEM ~ Steering lever ditarik penuh.26. III . Cara kerja : Pada keadaan demikian. Mechanic Development. berarti steering clutch menjadi 8 Mendorong shaft ( 17 ) ke arah sehingga port D akan berhubungan dengan port E ( saluran ke brake booster ) berarti brake akan berkerja. Steering Lever ditarik penuh.

BRAKE SYSTEM III .27.25 . Steering Lever ditarik penuh. Mechanic Development.85 Gbr III . Gbr III . Sedangkan apabila hanya menggerakkan brake pedal. Brake pedal diinjak. Cara kerja : Pada keadaan demikian ( brake pedal diinjak ). maka lever ( 2 ) akan mendorong spool ( 5 ) ke arah sehingga oil akan masuk ke ruang D dan selanjutnya oil tersebut akan mendorong piston ( 7 ). PT Pamapersada Nusantara . maka oil yang akan mendorong piston ( 7 ) pada brake valve datangnya lansung dari steering pump.28. Cara kerja : Pada keadaan seperti diatas ( steering lever ditarik penuh ) oil yang akan mendorong piston ( 7 ) pada brake booster datangnya dari brake lever.

Clutch plate (8 plate. Clutch disc (8 plate.85 Sistem rem tipe clutch ini menggunakan disc dan plate sebagai komponennya. Unit pemakainya : D375A . Clutch disc (9 discs each) 15. Steering Shaft 10. Pin 3. Inner drum 7. Cylinder STEERING BRAKE 17.Outer drum 12. Piston spring (Belleville spring) 11. CLUTCH TYPE. each) 5.Pin 23. Stopper 6.Clutch plate (8 disc.Brake output shaft 21.2. STEERING CLUTCH 1. D475A .Stopper 13. each) 14. Bearing cage 9.29. Bearing cage 24. each) 4. Bevel gear (37 teeth) Gbr III . Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . Clutch Piston 2. Bushing 22.Clutch piston 18.26 . Inner drum 16. Piston spring (Belleville spring) 19. Cylinder 8. III .BRAKE SYSTEM B. Steering dan Brake Type Clutch.2.Housing 20.

Scavenging 13. Strainer 3. Steering case A. Oil cooler 14. R.H steering valve 17. Check valve 12. Power train lubrication 7. Lubrication pump 4. Transmission Control valve 8.H steering valve 20. Torque converter relief valve 10. Power train pump 5.H Steering brake 24. Power train oil filter 6.R. D. Thermostat 15.H steering clutch 23.H steering clutch 25.H steering brake pressure Plug for L. R.L. 1. Oil tank 2. R.H steering clutch pressure .85 Gbr III . C.H steering brake pressure Plug for L.30. Main relief valve 9. L.Steering clutch.L.BRAKE SYSTEM III .L.27 .H steering clutch 22. Pin puller solenoid valve 11. Plug for R. brake lubrication 21. B.H steering clutch pressure Plug for R. Diagram Sirkuit Hidrolik steering clutch dan brake D 475.H brake valve 19.H brake valve Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara 18. Steering control valve 16.

Akibatnya disc ( 14 ) dan plate ( 13 ) merenggang ( disengaged ).31. PT Pamapersada Nusantara .28 . Steering Brake Disengaged. Steering Brake Disengaged. Cara kerja : Ketika steering lever dan pedal brake tidak dioperasikan dari steering control valve mendorong clutch piston ke arah melawan kekuatan believer spring.BRAKE SYSTEM 1. Putaran dari inner drum ( 15 ) diteruskan ke output shaft. Mechanism.85 Gbr III . Mekanisme pengeremannya adalah sebagai berikut : a. Mechanic Development. III .

III . PT Pamapersada Nusantara .32. Steering Brake Engaged.29 . sehingga clutch piston ( 17 ) akan terdorong kearah oleh gaya dorong dari piston spring ( 18 ). ~ Steering Lever ditarik maximum. Cara kerja : Pada saat steering clutch “ disengaged “ putaran dari steering shaft ( 9 ) tidak diteruskan inner drum ( 15 ) dari clutch brake.BRAKE SYSTEM b. Akibatnya disc ( 14 ) saling merapat ( engaged ) dengan stopper ( 12 ) sebagai penahan.85 Gbr III . Oli dari steering brake di drain. Mechanic Development. Steering Lever ditarik maximum.

85 Gbr III . Pedal Brake ditekan.BRAKE SYSTEM ~ Pedal Brake ditekan. Sedangkan oil pressure yang menuju ke steering brake di drain. Cara kerja : Pada kondisi pedal brake ditekan steering clutch kanan dari kiri masih tetap engaged. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. III .33. sehingga disc dan plate merapat ( engaged ). akibatnya piston spring ( 10 ) mampu mendorong clutch piston ( 17 ) ke arah menekan disc & plate.30 .

BRAKE SYSTEM 2. sedangkan oil dari steering clutch port C selanjutnya drain melalui port H. ( 27 ) dan ( 28 ) juga pada posisi netral. PT Pamapersada Nusantara .85 Sistem pengontrolan pengereman pada steering brake tipe clutch dilakukan oleh control valve steering clutch a. ( Clutch engaged. III . Steering Lever dan Brake Pedal netral. Cara kerja : Pada saat steering lever dalam keadaan netral ( tidak dioperasikan ).31 . ( 14 ) selanjutnya mengalir melewati port F dan mengalir ke brake piston untuk mendorong brake piston agar brake menjadi disengage. port B dari steering valve ( 5 ) dan ( 15 ) kemudian berhenti. Mechanic Development. brake released ) Gbr III .34. Lever ( 26 ). Control System. Oil mendorong check valve ( 20 ) selanjutnya masuk port E brake valve ( 10 ). Steering lever dan brake pedal netral. Oil dari power train pump masuk ke port A.

maka roller ( 25 ) pada lever ( 28 ) akan mulai menyentuh shaft ( 12 ) pada brake valve. Sedangkan apabila steering lever ditarik lebih lanjut. tekanan pada port C adalah 26 kg/cm2 dan steering clutch akan fully disengaged. Steering Lever ditarik. ( Clutch disengaged.35. Maka oil dari power train pump mengalir ke port B. brake released ). PT Pamapersada Nusantara . Ketika lever steering ditarik.32 .85 Gbr III .BRAKE SYSTEM b. III . Tekanan oil pada port C dipengaruhi oleh jarak tarikan steering lever ( setting pressure dipengaruhi oleh kekuatan spring ( 6 ) Mechanic Development. Steering Lever ditarik. pada saat yang sama oil yang masuk port D akan mendorong valve ( 15 ) ke arah dan akan menutup saluran antara port B dengan port C. roller ( 25 ) dari lever ( 28 ) mendorong shaft ( 7 ) mendorong modulating spring ( 6 ) sehingga steering valve ( 15 ) bergerak ke arah maka port B dan port C saling berhubungan. port c dan selanjutnya akan mendorong piston.

36. Penurunan tekanan oil pada port F tergantung dari panjang tarikan steering lever. sedangkan oil dari port F akan mengalir ke port H dan selanjutnya drain ke tank. maka roller ( 25 ) dari lever ( 28 ) mendorong shaft ( 12 ) ke arah yang selanjutnya akan menekan modulating spring ( 11 ) sehingga brake valve ( 14 ) akan bergerak ke arah akibatnya saluran antara port E dan F menjadi tertutup sedangkan saluran antara port F dan H menjadi saling berhubungan. PT Pamapersada Nusantara .33 . Mechanic Development.85 Gbr III .BRAKE SYSTEM c. Cara kerja : Sedangkan apabila steering lever lebih panjang lagi. brake applied ). Steering Lever ditarik maximum. Maka oil dari power train pump akan terhenti pada port E. Steering Lever ditarik maximum. ( Clutch disengaged. III .

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . maka tekanan pada port F akan turun lagi sehingga proses pengereman menjadi lebih besar dari seterusnya. sedangkan apabila ditarik lebih besar. sehingga pengereman tidak penuh. Oil pada port J yang berhubungan dengan prot F berfungsi sebagai booster pressure untuk membantu lever ( 28 ) mendorong output shaft ( 12 ) ke arah .85 Berarti juga tergantung dari spring force ( 11 ).34 . ada oil yang memberi sensor ke port G melalui orifice C yang akan memberikan reaksi terhadap spring force sehingga apablia steering lever ditarik ( setelah steering brake bekerja ) tidak terlalu besar maka tekanan pada port F masih relatif besar.BRAKE SYSTEM III . karena pada saat terjadi proses drain.

kedua roller ( 25 ) dari lever ( 27 ) akan mendorong shaft ( 12 ) kiri dan kanan ke arah ( proses keja brake valve seperti item 3 ). brake applied ) III . Pedal brake diinjak Cara kerja : Sewaktu brake pedal diinjak. PT Pamapersada Nusantara . Gaya pengereman tergantung dari panjang injakan pedal brake.BRAKE SYSTEM d. steering clutch tetap dalam posisi engage. ( Clutch disengaged. Pada saat brake pedal diinjak.35 . Mechanic Development. Pedal brake diinjak.37.85 Gbr III .

1. Shoe type. III .85 Sistem pengereman shoe type ini menggunakan lining brake sebagai alat untuk menghentikan laju unit.36 . PT Pamapersada Nusantara . b. Duo Servo. Disc type. III . Leading Trailing Shoe. Rem pada wheel tractors diklasifikasikan menjadi : 1. Dual Leading Shoe. REM TYPE. a. c. Shoe type terdiri dari beberapa jenis antara lain : a. 3. Double acting type Mechanic Development. Gbr. Leading Trailling Shoe ~ Fixed anchor pin. Shoe type.BRAKE SYSTEM C. Shoe type.38 . 2. ~ Fixed Anchor Pin. ~ Joint link.

BRAKE SYSTEM

III - 37 - 85

Gbr. III - 39 . Operation double acting type. Cara kerja : Pada saat pedal rem ditekan, oil yang berada pada cylinder akan: a. Mendorong piston ( 1 ) kearah , gerakan piston ini selanjutnya dipakai untuk menekan shoe A ( leading shoe ). b. Mendorong piston 2 kearah gerakan piston tersebut selanjutnya dipakai untuk menekan shoe B ( trailing shoe ). Sehingga akan menghasilkan gaya pengereman untuk menghentikan putaran. ~ Joint Link. Pada tipe joint link, piston brake yang digunakan adalah single acting type.

Gbr. III - 40 Single acting type.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

BRAKE SYSTEM

III - 38 - 85

Gbr. III -41. Operation single acting type Cara kerja: Pada saat pedal brake ditekan, oil yang ada didalam cylinder mendorong cylinder(sliding) kearah menekan shoe B ( trailing shoe ) serta mendorong piston cylinder kearah menekan shoe A ( leading shoe ), akibatnya antara leading shoe dan trailing shoe akan melakukan pengereman terhadap drum. Efek pengereman dari leading shoe dan trailing shoe terhadap drum seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gbr. III - 42. Efek gaya pengereman brake shoe.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

BRAKE SYSTEM
b. Dual Leading Shoe.

III - 39 - 85

Pada tipe dual leading shoe,cylinder brake yang digunakan ada dua macam, yaitu : ~ Single acting cylinder ( fixed ). ~ Double acting cylinder ( fixed ). ~ Single acting cylinder. ~ Single acting cylinder ( fixed ).

Gbr. III - 43. Single acting cylinder. Cara kerja : Ketika pedal brake diinjak, oli yang ada pada cylinder atas akan mendorong piston kearah menekan shoe A, pada saat yang sama oli yang ada pada cylinder bawah akan mendorong piston kearah menekan shoe B, dengan dernikian antara shoe A dan Shoe B akan melakukan pengereman dengan gaya yang sama pada drum.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

85 Efek pengereman pada dual leading shoe tipe single acting cylinder seperti gambar dibawah ini : Gbr. III .40 . ~ Double Acting Cylinder. Gbr.44. PT Pamapersada Nusantara . Gaya pengereman sepatu rem pada saat unit mundur seperti diperlihatkan dengan garis putus.BRAKE SYSTEM III .begit juga dengan oli yang ada pada cylinder bawah. Efek pengereman single acting cylinder. III . Cara kerja : Pada saat pedal brake ditekan oli yang ada pada cylinder atas mendorong piston Ice arah dan kearah menekan sepatu rem.putus.45 . Akibatnya sepatu rem akan melakukan pengereman terhadap drum. Double acting cylinder.oli akan mendorong piston kearah dan kearah menekan sepatu rem. Mechanic Development.

PT Pamapersada Nusantara . III .46. III . Efek pengereman duble acting cylinder. Mechanic Development. Gbr. Sepatu rem sebelah kiri dan kanan dihubungkan satu sama lain melalui adjuster.85 Gbr. ~ Duo Servo.41 .47. Pada duo servo type. seperti terlihat pada gambar dibawah ini : III .BRAKE SYSTEM Efek pengereman pada dual leading shoe tipe double acting cylinder. cylinder yang digunakan adalah double acting type. Operation duo servo type.

oli yang ada pads bagian silinder akan mendorong piston kearah dan kearah gerakan piston tersebut dipakai untuk mendorong brake shoe.85 Cara kerja : Ketika pedal brake diinjak. PT Pamapersada Nusantara . III . Garis putus. Efek pengereman duo servo type terlihat seperti gambar dibawah ini : Gbr.BRAKE SYSTEM III .42 . Pada saat terjadi pengereman dimana arah putaran coda berlawanan dengan yang seperti diatas.maka efek pengereman terjadi pada sepatu rem kiri atas lebih besar daripada sepatu rem kiri bagian bawah.48. Mechanic Development. begitu pula efek pengereman sepatu rem kanan bawah lebih besar dari pada sepatu rem kanan atas. maka bagian atas dari sepatu rem sebelah kiri yang akan ditahan oleh pin.putus menunjukan gaya pengereman pada saat unit mundur. Efek pengereman duo servo type. Bagian atas dari sepatu rem sebelah kanan ditahan oleh pin.

Single disc.85 Gbr. III . Gbr. Disc floating. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development.43 . Sistem rem tipe disc dibagi menjadi 2 macam : a. Caliper floating type.49. Single Disc. Multi disc. III . Disc Type.50. a. b. ~ Caliper floating type ( single cylinder ). Single disc ini diklasifikasikan menjadi : ~ Disc floating III .BRAKE SYSTEM 2.

PT Pamapersada Nusantara .51.44 .85 Gbr. Mechanic Development.BRAKE SYSTEM ~ Disc caliper fixed type ( opposite cylinder ). Disc fixed type. III . III .

1. Mechanic Development.85 Gbr. Differential housing. 1. PT Pamapersada Nusantara . 3.BRAKE SYSTEM ~ Travel Brake Single Disc Type.45 . Sun gear shaft. III . 2. 8. Inner ring. 6. Piston. Disc. 5. 7. Axle housing. III . Travel brake single disc type WA 180 . Bearing carrier. Outer ring. 4.52.

53. Dengan demikian disc ( 7 ) akan dapat berputar bebas. Pedal brake ditekan. ~ Pedal Brake dilepas. Pada saat pedal brake ditekan oli akan mengalir ke ruangan P. Pedal brake dilepas. III . III . Mechanic Development. Maka putaran disc ( 7 ) akan direm karena adanya gaya yang menekan tersebut.BRAKE SYSTEM • Travel Brake Single Disc Type. PT Pamapersada Nusantara . III . Gbr. piston ( 6 ) akan bergeser sedikit kearah karena adanya gaya balik dari o-ring ( 11 ) Akibatnya akan ada clearance antara inner ring ( 9 ) disc ( 7 ) dan outer ring ( 8 ). tekanan oli tersebut akan mendorong piston ( 6 ) kearah dorongan piston ( 6 ) diteruskan ke inner ring ( 9 ) sehingga disc ( 7 ) menjadi tertekan oleh inner ( 9 ) dan outer ring ( 8 ). Tekanan oli yang ada di ruangan P menjadi turun.85 Gbr. Cara kerja : ~ Pedal brake ditekan.46 .54.

III . ~ Plate.terpasang pada bagian yang berputar.55. Multi disc. ~ Piston.1. Rem tipe multi disc WA 500 .terpasang pada bagian yang tidak berputar. PT Pamapersada Nusantara . Pada rem multi disc type komponen utamanya terdiri dari : ~ Disc.BRAKE SYSTEM b. III . Mechanic Development.terpasang pada bagian yang tidak berputar.47 .85 Gbr.

48 . PT Pamapersada Nusantara .BRAKE SYSTEM Cara kerja : ~ Pedal brake ditekan. melalui rod. Pedal brake ditekan.56. sehingga antara disc dan plate menjadi disengaged. ~ Pedal brake dilepas. Pedal brake dilepas. Gbr. Pada saat pedal brake dilepas tekanan oli yang ada dibelakang brake piston ( 3 ) turun. Maka piston ( 3 ) akan bergerak kearah karena gaya tarik dari return spring ( 2 ).selanjutnya akan mendorong brake piston ( 3 ) kearah kemudian brake piston menekan disc ( 7 ) dan plate ( 6 ) sehingga menjadi merapat ( mengerem ).85 Gbr. III . III . III . Mechanic Development. Pada saat pedal brake ditekan oil masuk ke ruangan A.57.

Brake master cylinder. Brake pedal ( left ). 2. III . Mechanic Development. Rear axle. III . Front brake. Pada sistem kontrol dengan menggunakan hydraulic type berarti tenaga yang dipakai untuk mengembangkan posisi shoe brake atau untuk menekan disc agar terjadi pengereman dengan memakai tenaga hydraulic. 4.BRAKE SYSTEM D. 7. SISTEM KONTROL.58. 1. Brake oil tank. 5. Brake pedal ( right ). PT Pamapersada Nusantara . Gbr.85 Sistem kontrol pengereman pada wheel tractors diklasifikasikan menjadi beberapa type : 1.1.49 . 3. Hydraulic Type. Rear brake. Brake sistem WA 180 . 6. 8. Front axle.

3. III . Dust cover. 7. Return spring ( for connector ). Connector. 4. 2. 6. Mechanic Development. 9. III . PT Pamapersada Nusantara . Secondary piston. Relief valve. Spool. Return spring ( for power piston ). Power master Cylinder. 10. Reaction spring. 5. Cylinder cover.85 Gbr. Power piston. 1.59. Reaction piston.BRAKE SYSTEM Power Master Cylinder. 8.50 . 11.

III . Brake pedal diinjak. Gbr. III .85 Gbr. Brake pedal diinjak. Brake pedal netral. Brake pedal netral.saluran oil antara spool ( 2 ) dan power piston ( 5 ) terbuka. Oil dari pump dialirkan langsung ke transmission valve ( brake off ). PT Pamapersada Nusantara .51 .BRAKE SYSTEM Cara kerja power master cylinder. Pada kondisi brake pedal netral.61. Mechanic Development. III .60.

sehingga mampu mendorong conector ( 8 ) kearah untuk mengakibatkan secondary pi ton (11) guna menekan oil yang ada di master ke wheel brake. power piston ( 5 ) dan connector ( 8 ) akan terdorong kearah oleh return spring ( 6 ) dan ( 7 ) kembali oada posisi normal. III -62. Conector ( 8 ) akan ikut terdorong bersamaan dengan power piston ( 5 ) yang melawan kekuatan return spring ( 7 ). Tekanan oil di chamber A akan naik.BRAKE SYSTEM III . Pada saat pedal brake dilepas spool ( 2 ) akan terdorong kearah oleh reaction spring ( 9 ). Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara .52 . Dalam hal ini saluran oil antara power piston ( 5 ) dan spool ( 2 ) tertutup. Brake pedal dilepas.spool (2) akn terdorong kearah menekan reaction spring ( 9 ). Akibatnya perbedaan tekanan oil yang ada dibagian depan dan belakang power piston ( 5 ). Gbr. membuka saluran oil antara spool ( 2 ) dan power piston ( 5 ) ( dalam hal ini brake akan off ).85 Pada saat pedal brake diinjak.

1. A.63. Steering cylinder ( only LH steering Cylinder for E. 2.85 Bentuk lain dari hydraulic type yaitu seperti gambat dibawah ini : Gbr. PT Pamapersada Nusantara . K. Steering control valve. Hydraulic oil filter. L type machine ) 7. Flow divider. Mechanic Development. F. 3. Hydraulic and steering pump. B. J. III . Hydraulic tank.53 . 4. To hydraulic circuit. 5.1.BRAKE SYSTEM III . 6. Boost master. Brake circuit diagram . From hydraulic circuit.

Main piston.BRAKE SYSTEM Boost Master. Boost master GD 510 series. Relief valve. III . Spool. 7. Input spool. III . PT Pamapersada Nusantara . 4. Boot. Body.85 Gbr. 3. 2.54 . Mechanic Development. 1. Piston. 5.64. 8. 6. Boost piston.

BRAKE SYSTEM Cara kerja boost master. III – 65. Mechanic Development. Brake pedal dilepas. Akibatnya oil dari steering pump akan bisa mengalir lagi ke tank.85 Gbr.55 . III . Pada saat pedal brake dilepas Spool ( 2 ) akan bergerak kearah oleh gaya tekan spring ( 9 ) dan ( 10 ). Brake pedal dilepas. sehingga port A akan kembali terbuka. PT Pamapersada Nusantara .

input spool ( 2 ) bergerak kearah menutup port A tekanan oil di chamber B naik. sehingga mampu mendorong main piston ( 6 ) kearah menekan spool ( 8 ) kearah . tekanan oil yang ada di chamber B diatur oleh relief valve sebesar 20 kg/cm2. Brake pedal diinjak. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. III . Pada saat pedal brake ditekan.66.85 Gbr.BRAKE SYSTEM Brake pedal diinjak.56 . Dalam hal ini piston ( 7 ) akan ikut terdorong ke arah menekan brake oil ke luar dari chamber C menuju ke wheel brake. III .

III .67.BRAKE SYSTEM 2. Air Over Hydraulic Type. Mechanic Development.1. III . Sirkuit Brake Air hydraulic type WA 500 .57 . PT Pamapersada Nusantara .85 Gbr.

Brake. Brake Valve. Spring Cylinder. Mechanic Development. Parking Brake Solenoid valve.68.58 . III .BRAKE SYSTEM Komponen pada air over hydraulic brake type ialah : 1. PT Pamapersada Nusantara . Compressor berfungsi sebagai sumber supply udara yang digunakan didalam sistem pengereman. Gbr. Udara diisap compressor berasal dari udara luar dan berasal dari air governor apabila tekanan udara di dalam sistem sudah mencapai setting pressurenya. • Compressor. Compressor. Compressor. Two Way Valve. Parking Brake. Air Tank. Air Governor. 7. 9. Brake Chamber. 3. III . 10.85 Slack adjuster. 6. 8. 4. 5. 2. 11.

5. Compressor no-loaded Compresor tidak bekerja. 1.85 Specifications • Cut – out pressure : 8.70. Air governor berfungsi untuk menjaga agar tekanan udara pada sirkuit tetap konstant. 7. 2. III . Piston. Jika tekanan pada tanki basah ( 9 ) naik dan mencapai setting pressurenya ( cut out pressure ). 6. Filter. Inlet valve.0 1± 0. III . 8. Mechanic Development.69.3 1± 0.3 kg/cm2 Gbr. PT Pamapersada Nusantara . piston ( 3 ) terdorong ke atas melawan kekuatan spring ( 1 ). 4. Unloaded port.BRAKE SYSTEM • Air Governor. Gbr. sesuai batas yang ditetapkan.3 kg/cm2 • Cut – in pressure : 7. Air governor. Spring. 3. Exhaust stem. Tank port.59 . Exhaust port. III .

PT Pamapersada Nusantara . Apabila tekanan yang drop ini dibawah tekanan yang diizinkan ( cut Out pressure ) maka inlet valve ( 6 ) tertutup dan exhaust stem ( 5 ) terbuka. Jika ha! ini terjadi.am tanki basah mengalir dari saluran ( 7 ) melalui filter ( 8 ) dan bekerja dibagian bawah piston ( 3 ). Ini disebut kompressor tanpa beban. Tekanan dari tanki mengalir melalui inlet valve ( 6 ) dan saluran Loader ( 4 ) dan unloader valve pada compresor akan bekerja. Apabila teknan uadara didalam tanki turun maka piston ( 3 ) terdorong ke bawah oleh spring ( 1 ). sehingga mulai bekerja kembali.BRAKE SYSTEM III .85 Pada waktu piston ( 3) naik keatas. Bila tekanan udara di dalam tanki ( 9 ) dibawah standard ( cut out pressure ) maka piston ( 3 ) terdorong ke bawah oleh spring (1).71. Gbr. exhaust stem ( 5) tertutup dan inlet valve ( 6 ) terbuka. Mechanic Development. Tekanan udara dal. Cara kerja. Compressor Loaded. Tekanan pada saluran unloaded valve ( 4 ) mengalir ke atmosfer. III . udara pada saluran unloaded valve ( 4 ) lewat melalui exhaust stem ( 5 ) ke atmosfer dari compressor akan bekerja.60 .

. C. H.6 Maximum Pressure 9. Air tank. From air compressor. D. Air pressure sensor pick – up (PT 1/8). Drain valve (PT 1/8). To drain valve (PT ¼) G. Air tank diklasifikasikan menjadi dua type : .6 26.5 Kg/cm2 9. E.85 A.4 26. J. Air tank berfungsi untuk menampung udara yang dibutuhkan pada air circuit. To air tank (dry ) (Pt ½). Plug hole (PT 1/8). Safety valve dan air pressure sensor dipasang di wet tank. I. Mechanic Development. F.5 Kg/cm2 Gbr. Name Wet tank Dry tank (L) Dry tank (R) Capacity (ι ) 9. To air governor (PT ½). III . From air tank (wet) (PT ½).BRAKE SYSTEM • Air Tank. Plug mount (PT ¼). PT Pamapersada Nusantara . • Wet tank. • Dry tank.61 . To brake valve (PT 3/8).5 Kg/cm2 9. III . B.72.

Safety valve. Ball.85 Safety valve dipasang air tank berfungsi untuk menjaga tekanan udara di air circuit. PT Pamapersada Nusantara .BRAKE SYSTEM III . Relief valve 7. Lock nut 6. Adjustment nut 2. Cara kerja : Apabila air governor tidak berfungsi dengan baik dan tekanan didalam tank baik diatas set pressurenya ball ( 4 ) akan tertekan kearah dan udara akan dibuang ke atmosfer. Spring cage.73.62 . Spring. Mechanic Development. Body. 4. 3. 1. Gbr. III . 5.

From air tank. 7. III . Gbr. 1.BRAKE SYSTEM • Brake valve. 2. Inlet valve. 4. Inlet valve. Gbr. From air tank. Rubber spring. To rear brake chamber. III . Mechanic Development. D. 3. To front brake chamber. Brake valve. Piston. III . Piston. 6.75. C.85 Brake pedal. Plunger.74. A. 4 Pengoperasian pedal brake. Brake valve berfungsi untuk mengalirkan udara ke brake chamber dan mengoperasikan brake. 5. B.63 . PT Pamapersada Nusantara . Pedal brake dioperasikan.

plunger (2) den rubber spring (7) akan terdorong ke menekan piston (3) ke Pada saat piston bergerak ke bawah. Gbr.76. maka udara dari tanki udara akan mengalir dari port B ke port D. Ketika pedal brake ditekan.) bergerak ke dan udara dari tanki (11) mengalir dari port A ke port C. PT Pamapersada Nusantara .85 Cara kerja : Pada seat pedal brake (10) ditekan. inlet valve (4) akan ikut bergerak kebawah. ~ Keseimbangan dalam pengoperasian brake (pedal brake ditekan pada posisi tetap). 4 Pada bagian bawah. Mechanic Development. III . Dalam hal ini brake chamber depan akan bekerja. Dengan demikian brake chamber belakang akan bekerja. Keseimbangan brake saat operasi.BRAKE SYSTEM 4 Pada bagian atas.64 . Ketika piston (3) bergerak ke exhaust port (9) tertutup. Pada saat yang sama inlet valve (4. maka plunger (2) dan rubber spring (7) akan terdorong ke menekan piston (3). III .

Gbr. gaya penekanan terhadap piston (4) dan piston (5) ditiadakan piston return spring (6) akan terdorong piston (4) kearah membuka exhaust port (9) dan exhaust port (10). 4 Pedal Brake dilepas.BRAKE SYSTEM III . III . Setelah keseimbangan tekanan udara tercapai.85 Cara kerja : Tekanan udara yang masuk ke brake valve yang menuju ke brake chamber lama kelamaan tekananya akan naik. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. rubber spring (7) den piston (3) akan terdorong kearah menutup inlet valve (4) Piston (5) akan ikut terbawa sehingga inlet valve (6) menjadi menutup. Pedal brake di lepas. Selanjutnya udara yang ada di brake chamber dialirkan keluar.77. Cara kerja : Pada seat pedal brake (1) dilepas.65 . Dari kejadian diatas exhaust port (9) dan exhaust port (8) akan menutup. Dengan demikian brake akan disengaged. sedang tekanan udara yang menuju ke brake chamber dipertahankan untuk mengengagedkan brake.

Air Piston. 10.66 . Specifications. 6. Breather. Brake chamber WA 500 – 1. Piston.78. Air cylinder.85 1.5 mm : 3. Mechanic Development. Air cylinder. Cylinder bore Stroke Cylinder capacity 2. 7. Sensor. Rod. 4. Master cylinder. Spring. III . PT Pamapersada Nusantara . Master cylinder. 3. Body.600 cc : 68 mm : 132. 9. Piston valve. Brake chamber berfungsi merubah air pressure menjadi gerakan mekanik untuk menekan oil yang ada di slack adjuster guna pengoperasian brake. 5. 1.BRAKE SYSTEM • Brake chamber. 2. 8. Cylinder bore Stroke Cylinder capacity : 180 mm : 133. III .5 mm : 472 cc Gbr.

Cara kerja : Saat pedal brake ditekan pada posisi tetap. PT Pamapersada Nusantara . sehingga brake tetap engaged. III .tekanan oil yang ada dislack adjuster tetap. Kondisi Brake Chamber saat pedal brake ditekan.79. . III . Air piston (2) terdorong ke arah membawa rod (3) menekan piston (6) dari master cylinder (7) ke arah oli yang ada di slack adjuster terdorong oleh piston (6) untuk mengaktifkan brake.67 . 4 Pedal brake ditekan pada posisi tetap. Mechanic Development.85 Gbr. III .udara bertekanan di supply dari brake valve ke brake chamber.BRAKE SYSTEM 4 Pedal brake ditekan.Kondisi Brake Chamber saat pedal brake ditekan pada posisi tetap. Gbr.80. Cara kerja : Saat pedal brake ditekan.

Plug. • Two – way valve. Gbr. III . Cara kerja : Saat pedal brake dilepas. Akibatnya tekanan hydraulic di dalam master cylinder (7) akan drop. 1. . udara bertekanan yang disuplay ke air piston (2) dari brake chamber oleh brake valve. karena piston (2) terdorong oleh return spring (3) kearah . Two – way valve.BRAKE SYSTEM 4 Pedal brake dilepas. 2. Mechanic Development. Two – way valve berfungsi untuk mencegah aliran udara bertekanan ke salah satu brake valve pada saat valve yang lain ditekan.68 .81. 3. 4. cap 5.85 Gbr. III . III . tekananya akan turun. Seat. Body.82. Brake chamber. PT Pamapersada Nusantara . Kondisi Brake Chamber saat pedal brake ditekan.

Sehingga udara bertekanan hanya mengalir ke port C dan mengaktifkan brake chamber (5). PT Pamapersada Nusantara . Air circuit sebelah kiri dan kanan brake valve dihubungkan ke brake untuk mengoperasikan brake pada ke empat roda.BRAKE SYSTEM Cara kerja : III . Udara bertekanan masuk dari port A two way valve mendorong seat (2) ke arah menutup sirkuit yang ke port B. III .85 Gbr.69 . Operation Two way valve.83. Mechanic Development.

Gbr. A.84. Check valve. Spring.85. 4 Pedal brake ditekan. Kondisi Slack Adjuster saat pedal brake ditekan. Cara keria 1 : Oli dari brake chamber (6) mengalir melalui port P ke slack adjuster. Bleeder. 2. 5. Mechanic Development.85 Gbr. 4. 3. Outlet port. III . B. PT Pamapersada Nusantara .BRAKE SYSTEM • Slack adjuster. Inlet port.70 . Slack adjuster. Oli yang mengalir ke port E dialirkan ke cylinder (2) kiri dan kanan. 0li yang masuk ke port P takananya akan naik dan menekan piston (4) sejauh S kearah dan kearah . Operation slack adjuster. III . Piston. 1. Cylinder. III .

Mechanic Development. Pada kondisi ini penekanan brake piston (5) terhadap disc dan plate belum maximum. maka oli bertekanan yang melelui port E akan mampu menekan check valve (3) kearah dan kearah akibatnya oli akan mengalir melalui pilot circuit D untuk menambah tekanan oli diport C. III . Oli yang mengalir ke port E dialirkan ke cylinder (2) kiri dan kanan. Dari cara kerja 1 pada saat piston (4) bergerak kearah dan kearah sejauh S oli yang ada diport C akan tertekan selanjutnya mengalir ke brake cylinder (7).86.BRAKE SYSTEM III .85 Gbr. Cara kerja 3. Dengan demikian akan terjadi penambahan gaya penekanan brake piston (5) terhadap disc & plate untuk melakukan pengereman. Apabila tekanan di brake chamber (7) bertambah terus. Cara keria 2 : Oli dari brake chamber (6) mengalir melalui port P ke slack adjuster. Kondisi slack adjuster saat pedal brake ditekan. sehingga belum ada gaya pengereman.. PT Pamapersada Nusantara . 0li yang masuk ke port P takananya akan naik dan menekan piston (4) sejauh S kearah dan kearah .71 .87. Gbr.. III . Kondisi slack adjuster saat pedal brake ditekan.

BRAKE SYSTEM 4 Pedal brake dilepas. Pada kondisi ini disc dan plate brake akan kembali disengaged. Brake piston (5) akan mampu bergerak ke arah dan kearah karena gaya tekan dari return spring (8).88. PT Pamapersada Nusantara . Cara keria : Pada saat pedal brake dilepas tekanan udara yang di brake chamber (3) turun. III . Sedang oli yang ada di port D akan mendorong piston (4) ke arah dan kearah melawan kekuatan spring (6) sejauh S. Mechanic Development.72 . akibatnya tekanan oli yang ada di slack adjuster akan turun juga. Kondisi Slack Adjuster saat pedal brake dilepas. III .85 Gbr.

Brake. Brake piston. 4.85 1. III . Outer gear (teeth 164). 6. Detail Guide pin. Pedal brake ditekan Mechanic Development.89.BRAKE SYSTEM • Brake. Disc. III . Gbr. 4 Pedal brake ditekan. Inner gear (teeth 112). 2. Return spring.90. III . PT Pamapersada Nusantara . Gbr. Plate.73 . 5. 3. 7.

PT Pamapersada Nusantara . Disc (7) berputar bersama . Pedal brake dilepas.91. Cara kerja : Pada saat brake dilepas tekanan oil dibelakang piston (3) turun. III . akan akan mampu mendorong brake oil di master cylinder menuju ke slack adjuster untuk mengaktifkan brake.85 Cara kerja : Pada saat pedal brake ditekan udara bertekanan yang mengalir ke brake chamber. Brake piston (3) bergerak kearah menekan disc (7) dan (6) untuk saling merapat.BRAKE SYSTEM III . 4 Pedal brake dilepas. Gbr. sehingga pada saat disc (7) dan plate (6) engaged.sama dengan roda. putaran roda akan terhenti sekaligus menghentikan unit. Piston akan bergerak kearah oleh gaya tekan dari return spring (2) dan brake akan release.74 . Mechanic Development.

Gbr.85 Parking brake berfungsi sebagai pengaman agar unit tidak berjalan sendiri pada saat diparkir. III . Parking brake. PT Pamapersada Nusantara .BRAKE SYSTEM • Parking Brake.92. Mechanic Development.75 . III .

demikian juga lever (2) akan terdorong.76 . Brake dioperasikan. III . parking brake applied.93. Lever (20 memutar piston shaft (3) dan menggerakan piston (4) ke arah axial.94. udara dari spring cylinder dibuang ke atmosfer lewat antara valve den body. Brake release. Mechanic Development. Cara kerja : Pada seat parking brake switch lever posisi ON.Ill . solenoid valve bergerak dan udara dari tanki udara aliranya ditutup oleh valve. Karena nut. 4 Brake release.Pada saat yang sama. III . Gbr. piston dari spring cylinder (1) akan terdorong oleh spring. Dengan demikian pads akan mendorong disc.BRAKE SYSTEM 4 Brake dioperasikan. PT Pamapersada Nusantara . parking brake engaged.85 Gbr.

sehingga tidak dapat mengoperasikan brake dengan normal.BRAKE SYSTEM III . udara ditanki udara masuk lewat bagian atas dari piston spring cylinder (1). udara dari spring cylinder dibuang ke atmosfer lewat antara valve den body. masuk saluran B dan didrain. Mechanic Development. Cara kerja : Pada saat parking brake switch diputar pada posisi ON. Parking Brake ON. jika tekanan udara di dalam tank turun di bawah level.77 .95 .Pada saat yang sama. Dalam kondisi ini udara dari tanki masuk ke saluran C. solenoid valve switch OFF. Karena nut.menggerakan piston (4) den brake akan release. akibatnya udara tidak bisa mengalir.85 Cara kerja : Pada seat parking brake switch lever posisi ON. Udara dalam sekitar valve (5). Gbr.dan udara dari spring cylinder masukan saluran A.demikian juga lever (2) akan terdorong. Udara yang masuk ke spring cylinder menekan piston melawan kekuatan spring. piston dari spring cylinder (1) akan terdorong oleh spring. Dalam hal ini. solenoid valve tidak berfungsi dan valve menutup saluran exhaust. 4Parking Brake ON.lll . tetapi ditutup oleh valve (4). Pada saat yang sama. solenoid valve bergerak dan udara dari tanki udara aliranya ditutup oleh valve. PT Pamapersada Nusantara . Sirkuit spring cylinder akan release den parking brake akan berfungsi secara otomatis. Akibatnya rod (5) akan tertarik. Pada seat parking brake switch posisi OFF. pressure sensor yang dipasang solenoid valve. parking brake engaged.

• Parking Brake Solenoid Valve. Parking Brake OFF.lll . Parking Brake solenoid valve. Body. Udara dialirkan ke spring cylinder dan brake akan release. Pada saat parking brake switch diputar pada posisi ON. solenoid valve switch ON. 3. Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara . Valve (5) dihubungkan oleh rod. Inlet valve. dan valve (5) bergerak kearah . 6. tetapi valve (4) bergerak kearah . 5. 2. 1. Gbr. III . Coil. Inlet port. udara dari tanki masuk saluran C. Outlet port. sehinbgga udara akan mengalir disekitar valve (4) dan masuk ke saluran A. 4. sehingga valve (5) dan valve (4) keduanya akan bergerak kearah .78 . Exhaust port. Outer valve.96 .BRAKE SYSTEM 4Parking Brake OFF. 7.97 .lll .85 Gbr.

BRAKE SYSTEM • Spring Cylinder. 3. sehingga unit akan berhenti. 4. Spring. III . .79 .98.lll . Spring cylinder. Rod. Piston. Mechanic Development. Biasanya parking dioperasikan oleh spring (2). 2. Cylinder. Boost.85 1. Gbr. Udara bertekanan dari parking brake solenoid valve mendorong spring dan menekannya untuk mereleasekan parking brake. 5. PT Pamapersada Nusantara .

PT Pamapersada Nusantara . Unit pemakai : Nissan Diessel Gbr.99.80 .85 Air brake type ini menggunakan udara sebagai penggerak mekanisme pengeremannya. Air Brake Type. III .BRAKE SYSTEM 3. III . Gbr. Air brake piping.100. III . Wheel Brake Mechanic Development.

Valve spring ( inner ). 7. 6. PT Pamapersada Nusantara . III .81 .ring. Piston ( secondary ). 8. 9. 13. 4. III . 2. 10. 5. Feed valve (secondary ). Valve spring ( outer ). Return spring ( secondary ). Piston ( primary ). Exhaust pipe.85 1. Return spring. Pedal.BRAKE SYSTEM • Brake valve.101. Brake valve. Gbr. Valve body. Feed valve ( primary ). 12. Mechanic Development. 3. O . Cover. 11.

85 Gbr.82 . Cara kerja : Pada saat pedal brake ditekan plunger akan terdorong ke menekan primary piston ke . III . PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Posisi brake valve pada saat brake ditekan. Pada saat yang sama feed valve ( secondary ) juga terdorong oleh feed valve ( secondary ) ke membuka saluran udara yang menuju ke quick release valve.BRAKE SYSTEM Pengoperasian Brake valve 4 Pedal brake ditekan III .102. Feed valve ( primary ) juga akan tertekan ke membuka saluran udara yang menuju rear relay valve.

85 Gbr. Mechanic Development. begitu juga piston ( primary ) akan terdorong ke oleh return spring. udara yang ada di quick release valve dibuang lewat saluran antara feed valve ( secondary ) dan feed valve ( primary ) ke exhaust. Feed valve ( primary ) akan menutup kembali ke saluran udara yang menuju ke rear relay valve. III . Cara kerja : Pada saat pedal brake dilepas plunger akan bergerak ke oleh return spring. Pada saat yang sama feed valve ( secondary ) juga menutup saluran udara yang menuju quick release valve. PT Pamapersada Nusantara . III . Udara yang ada di rear valve dibuang lewat saluran antara piston ( primary ) dan feed valve ( primary ) ke exhaust.83 . Dengan demikian udara yang ada di brake chamber tekanannya turun sehingga brake kembali release.. Posisi brake valve pada saat brake dilepas.103.BRAKE SYSTEM 4 Pedal brake dilepas.

BRAKE SYSTEM
• Brake chamber.

III - 84 - 85

Gbr. III - 104. Brake chamber. Cara kerja : Udara yang berasal dari brake valve masuk ke brake chamber, mendorong diaphragm ke membawa push rod ke melawan push rod spring. Selanjutnya push rod akan menekan lever pada slack adjuster untuk melakukan pengereman terhadap lining brake. • Slack adjuster.

Gbr. III - 105. Slack adjuster. Slack adjuster berfungsi untuk mengatur stroke atau langkah push rod brake chamber akibat ausnya lining brake. Adjustment lining brake dapat dilakukan dengan memutar worm shaft.
Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

BRAKE SYSTEM

III - 85 - 85

Gbr. III - 106. Komponen slack adjuster.

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

TROUBLE SHOOTING

BAB IV

Mechanic Development. PT Pamapersada Nusantara

1 III .TROUBLE SHOOTING A. Tanyakan pada operator hal – hal berikut ini : • Apakah steering clutch secara tiba – tiba tidak bisa belok ? • Apakah terjadi suara – suara tidak normal pada saat kejadian ? Ya komponen pecah. ~ Skriii – 4 Catatan : X = Replace = Repair Y = Adjust C = Cuci Mechanic Development. D 85 ESS . Steering clutch tidak bisa disengaged. • Clutch relief pressure.1 . • Apakah jumlah oli transmisi dan oli steering dalam keadaan baik ? • Apakah brake bekerja dengan semestinya ? Check ketidaksesuaian. Pengecheckan sebelum melakukan trouble shooting.8 1. PT Pamapersada Nusantara .

• Operating force dari brake pedal dan lever.2 .TROUBLE SHOOTING 2. Gejala • Sisi samping clutch tidak normal. Clutch slip hanya satu sisi ( sisi atau kanan ). • Apakah ada suara tidak normal pada saat kejadian ? Ya komponen pecah. plate aus atau bengkok • Clutch cenderung disengaged ~ Operasi steering valve spool tidak normal 3.8 Steering brake tidak bekerja. Tanyakan pada operator hal – hal berikut ini : • Apakah steering brake secara tiba – tiba tidak bekerja ? Ya komponen pecah. Tindakan X X X X III . Pengecheckan sebelum trouble shooting : • Apakah jumlah oli transmisi dan steering dalam keadaan baik ? • Apakah penyetelan control linkage brake sesuai ? • Apakah penyetelan brake linkage clearance ? • Apakah linkage ada yang bengkok atau patah ? Check ketidaksesuaian • Tekanan relief. PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. ~ Spring sudah dalam keadaan rusak ~ Disc.

8 Mechanic Development.TROUBLE SHOOTING III .3 . PT Pamapersada Nusantara .

3 III .TROUBLE SHOOTING B.8 1. Mechanic Development. • Apakah jumlah oli pada hydraulic tank sesuai ? • Apakah terjadi kebocoran oli pada bagian luar antara demand valve steering ? • Apakah pergerakan roda steering sesuai ? Checkkan hal – hal berikut ini : • Steering wheel operating force • Waktu yang diperlukan saat roda di putar dari lock ke lock. • Tekanan oli relief valve pada steering sirkuit. HD 785 ..4 . Steering Wheel berat. PT Pamapersada Nusantara .

TROUBLE SHOOTING III .8 2. Cek sebelum trouble shooting : • Apakah jumlah oli pada hydraulic tank sesuai ? • Apakah terjadi kebocoran oli pada bagian luar antara pompa dengan steering valve ? • Apakah pergerakan steering wheel sesuai ? ~ Skriii – 4 Steering wheeel bergetar Mechanic Development.5 . Steering Wheel tidak berfungsi. PT Pamapersada Nusantara .

6 . PT Pamapersada Nusantara . III . Tanyakan pada operator hal – hal berikut ini : • Apakah steering wheel tiba – tiba tidak berputar ? ~ Kerusakan pada peralatan circuit steering. Steering Wheel tidak bisa berputar. WA 500 – 1. • Apakah steering wheel tidak terlihat tanda – tanda susah sewaktu – waktu ? ~ Keausan pada komponen steering atau kerusakan seal.TROUBLE SHOOTING C. • • • • Check sebelum trouble shooting : Apakah jumlah oli pada hydraulic tank dan type olinya sesuai dengan uang dianjurkan ? Adakah kerusakan pada steering gear box atau steering linkage ? Apakah safety bar sudah terlepas dari frame ? Apakah steering linkage penyetelannya sudah sesuai ? Mechanic Development.8 1.

~ Skriii – 4 Steering wheeel bergetar Mechanic Development. • Apakah steering wheel menunjukkan gejala susah bergerak sewaktu – waktu ? ~ Keausan pada komponen steering atau kerusakan seal. cylinder. Check sebelum trouble shooting : • Apakah jumlah dan type oli sesuai dengan yang dianjurkan ? • Apakah steering box ada yang tidak normal.8 2. valve. Steering Wheel susah bergerak.TROUBLE SHOOTING III . bushing pada centre hinge dan steering cylinder pin pada bushing ? • Check tekanan ban. Tanyakan pada operator hal – hal berikut ini : • Apakah steering wheel tiba – tiba susah bergerak ? ~ Kerusakan pada perlengkapan circuit steering. PT Pamapersada Nusantara .7 . bearing. mounting partnya atau batang linkage ? • Apakah penyetelan steering control valve sudah benar ? • Adakah kebocoran tekanan oli pada hose. dan lain – lain ? • Apakah terjadi kerusakan pada pin.

• Apakah jumlah dan type oli sesuai dengan yang dianjurkan ? • Apakah terjadi kerusakan pada steering gear box atau komponen yang lain seperti : mounting parts.8 4. 5.8 .TROUBLE SHOOTING 3. Check sebelum trouble shooting. • Posisi spool tidak betul. Steering Wheel bergerak berubah – ubah atau cenderung berkejut. • Apakah pesanan ban naik turun. • Kesimpulan steering kiri dan kanan di posisi stopper kiri dan kanan ( terdengar bunyi pada relief valve pada saat berbelok ). • Kebocoran oli pada steering cylinder. steering colomn atau linkage ? • Apakah langkah center pin hingga bearing atau cylinder pin bushing besar ? • Apakah kenaikan pressure naik turun ? III . PT Pamapersada Nusantara . Mechanic Development. Turning radius ke kiri dan kanan berada :: • Penyetealn steering linkage tidak betul. Setelah cenderung berbalik ke posisi netral pada traveling : Penyebab : • Kerusakan pada steering valve.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful