Anda di halaman 1dari 29

Hepatitis B

Oleh : MH. Yuda Alhabsy

Pendahuluan
Manifestasi dan komplikasinya merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius Dalam bentuk karier dapat menjadi sumber penularan pada lingkungan Penderita di perkirakan lebih dari 300 juta orang (hampir 74% penderita bermukim di Asia) Di Indonesia menurut penelitian WHO termasuk endemis sedang-berat (3,5-20%)

Definisi
Hepatitis B adalah penyakit nekroinflamasi hepar yang di sebabkan oleh virus hepatitis B Virus menyerang hati masuk melalui darah ataupun cairan tubuh dari seseorang yang terinfeksi seperti halnya pada virus HIV Virus ini tidak menyebabkan kerusakan langsung pada sel hepar tetapi bersifat menyerang sistem kekebalan tubuh yang akan menyebabkan radang dan kerusakan pada hepar

Anatomi Hepar

Merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia yang beratnya sekitar 1200-1600 gram Terletak di hipokondriaka dextra kanan dan melebar melalui daerah epigastrika sampai hipokondrium kiri. Hepar difiksasi secara erat oleh tekanan intra abdominal dan di bungkus oleh peritonium, kecuali di daerah posterosuperior yang berdekatan dengan vena cava inferior yang mengadakan kontak langsung dengan diafragma

Ligamentum falciformis membagi hepar membagi hepar secara topografi bukan secara anatomis menjadi lobus kanan dan lobus kiri

Etiologi dan Patogenensis


Di sebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang merupakan DNA virus Masa inkubasi Virus Hepatitis B adalah 45-80 hari, rata-rata 80-90 hari.

VHB berupa partikel 2 lapis berukuran 42 nm yang disebut Partikel Dane. Lapisan terluar terdiri atas antigen HBsAG yang membungkus partikel inti (Core) Pada partikel inti terdapat DNA VHB polimeraseyang mengandung Hepatitis B core antigen (HBcAG) dan Hepatitis B e antigen (HBeAG)

Patogenesis
Mula-mula VHB melekat pada reseptor spesifik di membran sel hepar kemudian mengalami penitrasi ke dalam sitoplasma sel hepar Dalam sitoplasma VHB melepaskan mantelnya sehingga nukleokapsid terlepas dan menembus dinding hati Nukleopsid kemudian akan menempel pada DNA hospes dan berintegerasi pada DNA tersebut

DNA VHB akan memerintahkan sel hati untuk membentuk protein bagi virus dan akan terjadi pembentukan virus baru yang berkelanjutan Virus akan dilepaskan ke peredarah darah, mekanisme terjadinya kerusakan hati yang kronis di sebabkan karena respon dari imun pendertia terhadap infeksi

Faktor Predisposisi
Faktor Host ( Penjamu)
Umur
Menyerang semua golongan umur. Resiko untuk menjadi kronis semakin menurun dengan bertambahnya umur dimana pada anak bayi 90% akan menjadi kronis pada anak usia sekolah 23-46% dan pada orang dewasa 3-10%. Hal ini berkaitan dengan terbentuk antibodi dalam jumlah yang cukup.

Jenis Kelamin
Wanita 3X lebih sering terinfeksi hepatitis B dibanding lakilaki

Mekanisme Pertahanan Tubuh


Bayi yang belum mendapat imunisasai hepatitis B pada 2 bulan pertama setelah lahir lebih sering terinfeksi virus hepatitis B

Kebiasaan Hidup Aktivitas Seksual, Homoseksual, pecandu obat narkotika suntukan, Pemakaian tatto, pemakaian akupuntur

Pekerjaan
Dokter, dokter bedah, dokter gigi, perawat, bidan, petugas kamar operasi, petugas laboratorium

Faktor Agent
Hepatitis B terdiri dari 3 jenis antigen yaitu HBsAG, HBcAG dan HBeAG Bedasar sifat imunologik protein pada HBsAG dibagi menjadi 4 subtipe yaitu adw ( Eropa, Amerika dan Australia), adr (Jepang dan China) ayw (Afrika Utara dan Asfrika Selatan) dan ayr Sedangkang untuk kawasan Malaysia, Thailan dan Indonesia banyak ditemukan subtipe adw dan adr

Faktor Lingkungan
Lingkungan sanitasi jelek Daerah dengan angka prevalensi tinggi Daerah unit pembedahan Daerah unit laboratorium Daerah unit bank darah Daerah tempat pembersihan Daerah dialisa dan transplantasi Daerah unit perawtan penyakit dalam

Sumber dan Cara Penularan


Sumber penularan
Darah Saliva Kontak dengan mukosa penderita hepatitis B Faces dan Urine Lain-lain (Sisir, pisau cukur, selimut, alat makan, alat kodkteran yang terkontaminasi, dan di curigai penularan melalui nyamuk atau serangga penghisap darah)

Cara Penularan
Parenteral terjadi penembusan kulit atau mukosa Non Parenteral persentuhan yang erat dengan benda yang tercemar virus hepatitis B Penularan vertikal Penularan virus hepatitis B dari ibu yang HBsAG positif kepada anak yang dilahirkan yang terjadi selama masa perinatal. Resiko bayi terinfeksi mencapai 50-60%

Manifestasi Klinis
Hepatitis B akut
Hepatitis B akut yang khas

Fase Preikterik (Prodromal)


Gejala tidak spesifik, permulaan penyakit tidak jelas, demam tinggi, anoreksia, mual, nyeri di daerah hati, perubahan warna air seni menjadi lebih gelap. Pemeriksaan laboratorium kadar bilirubin serum, SGOT dan SGPT, Fosfatase alkali akan meningkat semua

Fase Ikterik
Gejala demam dan gastrointestinal tambah hebat disertai hepatomegali dan splenomegali. Ikterus semakin hebat dengan puncak pada minggu kedua. Setelah ikterus muncul, gejala akan menurun dan pemeriksaan laboratorium tes fungsi hati abnormal

Fase Peneyembuhan Ditandai dengan menurunnya kadar enzim aminotranferase, Pembesaran hati masih ada tetapi tidak terasa nyeri, pemeriksaan laboratorium menjadi normal

Hepatitis Fluminan
Bentuk ini sekitar 1% dengan gambaran sakit yang berat dan sebagian besar mempunyai prognosa yang buruk, dalam 7-10 hari 50% akan berakhir dengan kematian Adakalanya penderita belum menunjukan gejala ikterus yang berat, tetapi pemeriksaan SGOT memberikan hasil yang tinggi, pada pemeriksaan klinis hati menjadi lebih kecil, kesadaran menurun akibat koma hepatikum, mual muntah yang hebat di sertai gelisah dan terjadi gagal ginjal akut dengan anuria dan uremia

Hepatitis B kronis
Adalah manifestasi sistem imunologik yang kurang sempurna sehingga mekanisme untuk menghilangkan VHB tidak efektif dan terjadi koeksistensi dengan VHB Sekitar 5-10% penderita hepatitis B akut akan mengalami Hepatitis B kronik Hepatitis ini terjadi jika setelah 6 bulan tidak menunjukan perbaikan

Diagnosis
1. Tes antigen-antibodi virus hepatitis B
- HBsAG (Antigen permukaan virus hepatitis B) - Anti HBs (Antibodi terhadap HBsAG) - HBeAG (Antigen enylope virus hepatitis B) - Anti Hbe (Antibodi HBeAG) - HBcAG (Antigen core virus hepatitis B) - Anti HBc (Antibodi terhadap antigen inti hepatitis B)

2. Viral load HBV-DNA 3. Faal hati SGOT dan SGPT 4. Alfa fetoprotein (AFP) 5. USG 6. CT scan dan MRI 7. Biopsi Hati

Perjalanan Penyakit
Immune tolerance
Ditandai dengan keberadaan HBeAG positif, kadar HBV DNA tinggi, kadar ALT normal dan gambaran histologi hati yang normal atau perubahan yang minimal Fase ini dapat berlangsung 1-4 dekade Fase ini biasanya berlangsung lama pada penderita yang terinfeksi perinatal dan biasanya serokonveksi spontan jarang terjadi dan terapi untuk menginduksi serokonveksi HBeAG biasanya tidak efektif. Fase ini biasanya tidak memberikan gejala klinis

Immune clearance
Ditandai dengan HBeAG positif, kadar HBV DNA yang tinggi, kadar ALT yang meningkat dan gambaran histologi hati menunujukan keradangan aktif Pada bebrapa kasus akan menjadi sirosis hati Pada fase ini biasanya saat yang tepat untuk diterapi

Inactive HBsAG carrier state


Biasanya bersifat ringan (70-80%) ditandai dengan HBeAG negative, anti Hbe positif, kadar HBV DNA yang rendah atau tidak terdeteksi, gambaran histologi menunjukan fibrosis hati yang minimal atau hepatitis yang ringan. Lama fase ini tidak dapat dipastikan dan biasanya menunjukan prognosis yang baik bila cepat dicapai oleh penderita

Reactivation
Terjadi pada sebagian penderita secara spontan dimana kembalinya replikasi virus HBV DNA, ditandai dengan HBeAG negative, Anti HBe positif, kadar HBV DNA positif atau dapat terdeteksi, ALT yang meningkat serta gambaran histologi hati menunjukan proses nekroinflamasi yang aktif