Anda di halaman 1dari 1

http://www.fajar.co.

id/read-20111019131907-anak-indonesia-terancam-anemia Home Kesehatan Kesehatan Rabu, 19 Oktober 2011 | 13:19:07 WITA | 920 HITS Anak Indonesia Terancam Anemia Int Ilustrasi Berita Terkait: Senam Bokwa Masuk Indonesia Resep Alami Memulihkan Warna Rambut Beruban 2014 Jaminan Kesehatan Semesta Diberlakukan Tips Jaga Kesehatan Bibir dan Gigi bagi Perokok Bisa Menular JAKARTA -- Sebagian besar anak-anak usia sekolah dasar (SD) di Indonesia kurang mendapat asupan makanan yang mengandung zat besi dan zat zink sesuai kebutuhan m inimalnya yang dapat memicu timbulnya penyakit anemia. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Redinkesdas) 2007 yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan tahun 2007, 40% anak Indonesia usia 1-14 tahun menderita a nemia. Sementara hasil penelitian Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) terhadap 661 anak di lima sekolah dasar negeri di Jakarta Timur pada 2008, menunjukkan bahwa terdapat 85% anak sekolah yang mendapatkan asupan zat besi 80% dari rekomendasi harian. Selain itu ditemukan juga bahwa 98,6% anak mendapatkan asupan zat zink 80% dari rekomendasi harian. "Anak-anak dengan jumlah konsumsi zat besi di bawah kebutuhan, cenderung mengala mi anemua yang dapat mengakibatkan sulitnya berkonsentrasi, mudah lelah dan tamp ak lesu. Sedangkan anak-anak yang kekurangan zink dapat menderita gangguan dalam pertumbuhan," kata staf ahli dari Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) Jaya, Dr. Saptawati Bardosono, dalam acara Media Workshop PDGMI Jaya dan Danone Dairy, di Sahid Jaya Jakarta. Oleh karenanya, Sambung Dr. Tati, kondisi ini harus segera ditanggulangi karena usia sekolah dasar merupakan usia emas kedua bagi poertumbuhan anak-anak baik fi sik maupun mentalk yang sangat berpengaruh bagi masa depannya. Dr. Tati menjelaskan, anak usia pertumbuhan antara 6-12 tahun harus dibiasakan m engkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang karena kekurangan gizi dapat menye babkan terhambatnya pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh dan kemampuan otak lemah , bahkan sampai berdampak pada prilaku sosialnya. Kandungan zat besi pada makanan, menurut Dr. Tati banyak terdapat pada daging me rah, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta makanan yang difortifikasi. Sedangkan Zink Dapat diperoleh dengan mengkonsumsi daging, keju, telur, unggas, sayuran h ijau dan makanan yang difortifikasi. Sayangnya, berdasarkan survei bagian gizi FKUI, konsumsi daging dan ikan pada an ak-anak sekolah hanya 10 hingga 16% dari porsi makan sehari-hari. Sementara, ber dasarkan penelitian riset kesehatan dasar hanpir sebagian besar penduduk Indones ia, termasuk anak-anak kurang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Fungsi zat besi adalah membantu metabolisme energi serta meningkatkan konsentras i. Adapun fungsi zink. Adalah untuk membantu metabolisme energi, berperan dalam metabolisme Vitamin A, protein dan lemak serta berperan dalam kerja indera peras a. Kedua mineral ini bersama dengan vitamin dan mineral lainnya wajib dipenuhi d alan asupan gizi anak sehari-hari. (mor)