Anda di halaman 1dari 2

Pengendalian penyakit campak Pencegahan penyakit campak dengan : a. Menghindari kontak dengan penderita. b. Menjaga kebersihan lingkungan. c.

Menjaga daya tahan tubuh. Rajin berolahraga, makan makanan yang sehat, dan istirahat yang cukup. d. Imunisasi campak. Pemberantasan Penyakit Campak Pemberantasan campak meliputi beberapa tahapan, dengan criteria pada tiap tahap yang berbeda-beda. 1. Tahap Reduksi Tahap reduksi penyakit campak dibagi dalam 2 tahap, yaitu : a. Tahap Pengendalian Campak Pada tahap ini terjadi penurunan kasus dan kematian, cakupan imunisasi sebesar 80%, dan interval terjadinya KLB berkisar antara 4-8 tahun. b. Tahap Pencegahan KLB Pada tahap ini cakupan imunisasi dapat dipertahankan tinggi dan merata, terjadi penurunan tajam kasus dan kematian, dan interval terjadinya KLB relative panjang. Reduksi campak bertujuan menurunkan angka insidens campak sebesar 90% dan angka kematian campak sebesar 95% dari angka sebelum program imunisasi campak dilaksanakan. Di Indonesia, tahap reduksi campak diperkirakan dengan insiden menjadi 50/10.000 balita, dan kematian 2/10.000 (berdasarkan SKRT tahun 1982). 2. Tahap Eliminasi Pada tahap eliminasi, cakupan imunisasi sudah sangat tinggi ( > 90%), dan daerah-daerah dengan cakupan imunisasi rendah sudah sangat kecil jumlahnya. Kasus campak sudah jarang dan KLB hampir tidak pernah

terjadi. Anak-anak yang dicurigai tidak terlindung (suspectible) harus diselidiki dan mendapat imunisasi tambahan. 3. Tahap Eradikasi Pada tahap ini, cakupan imunisasi sudah tinggi dan merata, kasus campak sudah tidak ditemukan. Transmisi virus sudah dapat diputus. Amerika Serikat merupakan salah satu Negara yang telah mencapai tahap eliminasi.