Anda di halaman 1dari 8

Borang Portofolio No. ID dan Nama Peserta : No.

ID dan Nama Wahana : Topik : Tanggal (kasus) : Nama Pasien : Tanggal Presentasi : Tempat Presentasi : Objektif Presentasi : Keilmuan Diagnostik Neonatus Deskripsi : Tujuan : Bahan Bahasan : Cara Membahas : Bayi Keterampilan Manajemen Anak Remaja Penyegaran Masalah Dewasa Tinjauan Pustaka Istimewa Lansia Bumil Malaria 16 Januari 2013 Tn. U 7 Februari 2013 No. RM : Pendamping : 0964/13 dr. Aan Widhi Aningrum dr. Darmantho Sundary dr. Karniela Ayuni Putri dr. Melly Novia RSUD H Damanhuri Barabai

RSUD H Damanhuri

Seorang laki-laki, 20 tahun, dengan keluhan demam sejak 2 minggu yang lalu, naik turun, demam terutama pada malam hari disertai menggigil. Nafsu makan berkurang sejak 1 minggu yang lalu. Menegakkan diagnosis dan tatalaksana pada pasien malaria Tinjauan Pustaka Diskusi Riset Kasus E-mail Audit Pos

Presentasi dan Diskusi

Data Pasien :

Tn. U Telp :

No. Registrasi : 1240/13 Terdaftar sejak :16 Januari 2013

Nama Klinik : Ruang Zamrud Data Utama untuk Bahan Diskusi : 1. Diagnosis / Gambaran Klinis : -

Demam sejak 2 minggu yang lalu, naik turun, demam terutama pada malam hari disertai menggigil.

Nafsu makan berkurang sejak 1 minggu yang lalu Riwayat bepergian ke daerah endemis Malaria ada Nyeri persendian (+) Lidah kotor (-)

2. Riwayat Pengobatan : Pasien sebelumnya belum pernah berobat untuk mengatasi keluhan ini 3. Riwayat Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang mengeluhkan keluhan yang sama dengan pasien 4. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik : Tinggal bersama ayah dan ibu 5. Lain-lain : Sosial ekonomi kurang Daftar Pustaka : 1. Harijanto P.N. 2006. Malaria dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta. FKUI. Hal 1754 1770 2. Laihad, Dr. Ferdinand. 2009. Draft Guideline For Malaria Control/Treatment In Emergencies. Jakarta. Ministry of Health Indonesia. Hasil Pembelajaran : 1. Diagnosis Malaria 2. Tatalaksana Malaria 3. Edukasi untuk penderita Malaria

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio 1. Subjektif Demam sejak 2 minggu yang lalu, naik turun, demam terutama pada malam hari disertai menggigil dan berkeringat. Nafsu makan berkurang sejak 1 minggu yang lalu Riwayat bepergian kedaerah endemis Malaria ada Nyeri persendian (+)

Nyeri kepala (+) Mual (-), muntah (-), nafsu makan tidak ada 1 minggu ini Badan terlihat agak kuning sejak 1 minggu ini, BAK berwarna teh pekat.

2. Objektif : Keadaan Umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Frek. Nafas Suhu : lemah :Compos mentis Cooperative : 90/60 mmHg : 80 x/menit : 24x/menit : 38,4C

PEMERIKSAAN FISIK Anemis Sianosis Edema Kepala Kulit Mata THT Leher Thoraks Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Simetris kiri kanan : fremitus sama kiri dan kanan : sonor : Suara nafas vesikuler, ronki -/-, wheezing -/: anemis (+) : tidak ada : edema tungkai -/: Normochepal : Tidak ada kelainan : konjungtiva anemis, sklera sub ikterik : Tidak ada kelainan : KGB tidak membesar :

Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : iktus kordis tidak tampak : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V : Atas : RIC II
3

Kanan : Linea parasternalis dekstra Kiri : 1 jari medial LMCS RIC V Auskultasi : Irama teratur, bising (-) : : tidak tampak distensi : hepar teraba 2 jari bawah arcus costarum, lien tidak teraba : timpani :bising usus (+) normal : tidak ada kelaianan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : Akral hangat, perfusi baik Edema tungkai -/Laboratorium 16 Januari 2013 Hb Leukosit Ht Trombosit Eritrosit GDS Hitungjenis Gol.Darah : 3,5 g/dL : 2900/mm3 : 12% : 40.000/mm3 : 1,24 juta/mm
:

Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

Punggung Alat kelamin Anus Ekstremitas

12 mg/dl

: 0/0/0/31/58/11 :B

Pemeriksaan darah tepi : Plasmodium Vivax (+)

3. Assessment (Penalaran klinik) Malaria adalah penyakit infeksi yang dapat bersifat akut maupun kronik, disebabkan oleh protozoa genus plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan demam, menggigil, anemia, dan splenomegali.

Plasmodium malaria yang sering dijumpai ialah plasmodium vivax yang menyebabkan malaria tertiana (Benign Malaria) dan plasmodium falciparum yang menyebabkan malaria tropika (Malignan Malaria).

Manifestasi klinis malaria tergantung pada imunitas penderita, tingginya transmisi infeksi malaria. Berat/ ringannya infeksi dipengaruhi oleh jenis plasmodium (P. falciparum sering memberikan komplikasi), daerah asal infeksi (pola resistensi terhadap pengobatan), umur (usia lanjut dan bayi sering lebih berat), ada dugaan konstitusi genetic, keadaan kesehatan dan nutrisi, kemoprofilaktis dan pengobatan sebelumnya. Malaria mempunyai gambaran karakteristik demam periodic, anemia dan splenomegali. Masa inkubai bervariasi pada masing-masing plasmodium. Keluhan prodromal dapat berupa : kelesuan, malaise, sakit kepala, merasa dingin di punggung, nyeri sendi dan tulang, demam ringan, anoreksia, perut tak enak, diare ringan dan kadang-kadang dingin. Keluhan prodromal sering pada P. vivax dan ovale. Sedang pada P. falciparum dam malariae keluhan prodromal tidak jelas bahkan gejala dapat mendadak. Gejala klasik yaitu terjadinya triase malaria secara berurutan : Periode dingin (15-60 menit) : mulai menggigil, penderita sering membungkus diri dengan selimut atau sarung dan pada saat menggigil sering seluruh badan bergetar dan gigi-gigi saling terantuk, diikuti dengan meningkatnya temperature, Periode panas : muka penderita merah, nadi cepat, dan panas badan tetap tinggi beberapa jam, diikuti dengan keadaan berkeringat, Periode berkeringat : penderita berkeringat banyak dan temperature turun, dan penderita merasa sehat. DIAGNOSIS A. Anamnesis - Riwayat demam intermitten atau terus-menerus - Riwayat dari atau pergi ke daerah endemik malaria - Trias Malaria - Diare ( dapat merupakan gejala utama )
5

B. Pemeriksaan fisik - Konjungtiva pucat - Sclera ikterik - Splenomegali C. Laboratorium Pemeriksaan tetes darah Tetesan preparat darah tebal : cara terbaik menemukan parasit malaria. Tetesan preparat darah tipis : digunakan untuk identifikasi jenis plasmodium.

Tes antigen : P-F test Mendeteksi antigen dari P. falciparum ( Histidine Rich Protein II ). Tes serologi Mendeteksi adanya antibody spesifik terhadap malaria atau pada keadaan dimana parasit sangat minimal. Pemeriksaan PCR ( Polymerase Chain Reaction ) Sangat peka dengan teknologi amplifikasi DNA, waktu dipakai cukup cepat dan sensitivitasmaupun spesifisitas nya tinggi. PENGOBATAN Secara global WHO telah menetapkan pengobatan malaria dengan ACT ( Artemisinin

base Combination Therapy ). Kombinasi obat ini dapat berupa kombinasi obat tetap ( fixed dose ) atau kombinasi tidak tetap ( non-fixed dose ). Kombinasi dosis tetap lebih memudahkan pemberian pengobatan. Contohnya ialah Co-Artem, Artekin. Kombinasi tidak tetap misalnya Artesunat + meflokuin, Artecom + primakuin ( CV8 ), Artesunat + klorokuin, dll. Infeksi P. vivax atau P. ovale a. Daerah sensitif klorokuin Klorokuin basa 150 mg Hari I : 4 tablet + 2 tablet ( 6 jam kemudian ) Hari II dan III : 2 tablet atau Hari I dan II Hari III : 4 tablet, : 2 tablet

Terapi radikal : + primakuin 1x15 mg selama 14 hari


6

Bila gagal dengan terapi klorokuin, beri kina sulfat 3x400-600 mg/hari selama 7 hari. b. Daerah resisten klorokuin Kina 3x400-600 mg selama 7 hari Terapi radikal : + primakuin 1x15 mg selama 14 hari. Infeksi P. falciparum ringan/sedang, infeksi campur P. falciparum dan P. vivax Artemisin Hari I : 4 tablet (200 mg) Hari II : 4 tablet Hari III: 4 tablet Amodiaquin Hari I : 4 tablet (600 mg) Hari II : 4 tablet Hari III: 2 tablet

Klorokuin basa 150 mg Hari I : 4 tablet + 2 tablet ( 6 jam kemudian ) Hari II : 2 tablet Hari III: 2 tablet atau Hari I : 4 tablet Hari II : 4 tablet Hari III: 2 tablet

Terapi radikal : + primakuin 45 mg ( 3 tablet ). Dosis tunggal ; infeksi campur : primakuin 1x15 mg selama 14 hari

Bila resisten dengan pengobatan tersebut : SP 3 tablet ( dosis tunggal ) matau kina sulfat 3x400-600 mg/hari selama 7 hari.

Malaria berat Artesunat iv/im 2,4 mg/kgBB diberikan pada jam ke-0, 12, 24, dilanjutkan satu kali perhari. Drip kina HCl 500 mg ( 10 mb/kgBB ) dalam 250-500 ml D5% diberikan dalam 6-8 jam ( maksimum 2000 mg ) dengan pemantauan EKG dan kadar gula darah 8-12 jam.

Kombinasi kina dengan tetrasiklin 94 mg/kgBB 4 x sehari atau doksisiklin 3 mg/kgBB 1 x sehari.

4. Plan Diagnosis : Malaria tertiana

Pengobatan : Istirahat IVFD RL/D5% 28 tetes/menit Paracetamol 3 x 500 mg Obat malaria: Darplex 1 x 4 tab (selama 3 hari) Tranfusi PRC Neurodex 3 x 1 tab Primakuin 1 x1 tab (selama 14 hari)

Edukasi : Pencegahan terhadap gigitan nyamuk. Penggunaan obat profilaksis malaria bila akan berpergian ke daerah endemis. Memberi penjelasan tentang kemungkinan relaps dari malaria yang dapat terjadi pada masa akan datang.