Anda di halaman 1dari 7

AIR SUSU IBU (ASI) Air susu ibu (disingkat ASI) adalah susu yang diproduksi oleh manusia

untuk

konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Menyusui adalah memberi makan bayi atau anak muda dengan ASI langsung dari payudara manusia perempuan (yaitu, melalui laktasi) bukan dari botol bayi atau wadah lainnya. Menyusui harus dilakukan sesegera mungkin setelah kelahiran, yang tergantung dari kemampuan bayi untuk mentoleransi dari nutrisi enteral. Hal ini tidak hanya untuk menjaga kehidupan transisi extrauterine akan tetapi menjaga keterikatan maternal-bayi. Kebanyakan bayi dapat mulai untuk menyusui pada 4-6 jam pertama kelahiran. Pola menyusui Pada akhir minggu pertama, bayi yang sehat menyusui sekitar 6-9 kali per 24 jam, selama 4 jam, atau sebanyak 2-3 jam. Kebanyakkan bayi akan menyusui sebanyak 80-90 mL per menyusui pada akhir minggu pertama. Bayi akan bangun tengah malam untuk menyusui pada umur 3- 6 minggu. Sekitar umur 4-8 bulan kebanyakkan bayi akan mulai kehilangan keinginan untuk menyusui Pada umur 9-12 bulan bayi akan terpuaskan dengan 3 kali makan per hari di sertai cemilan. Keuntungan dari Menyusui ASI merupakan makanan alami untuk bayi aterm selama bulan pertama kelahiran. ASI disediakkan dengan suhu yang cocok dan tidak membutuhkan persiapan waktu. ASI merupakan makanan bayi yang segar dan bebas dari kontaminasi bakteri, maka dari itu mengurangi kemungkinnan terkena gangguan pencernaan. ASI mengandung bakteri dan viral antibody, terdapat konsentrasi tinggi IgA yang dapat mencegah mikroorganisme untuk menempel pada mukosa pencernaan. ASI juga diketahui memiliki substansi untuk mencegah perkembangan dari virus pada umumnya.

Antibody pada ASI diketahui juga memberikan imunitas pada pencernaan untuk melawan organisme yang memasuki tubuh melalui jalur ini. Hal ini dapat menurunkan insidensi dari diare, otitis media, pneumonia, bakteremia, dan meningitis selama 1 tahun pertama kehidupan dibandingkan dengan pemberian dari susu formula.

Makrofag pada ASI mensintesis komplemen, lysozyme, dan lactoferin. ASI yang mengandung lactoferrin berperan sebagai iron-binding whey protein yang secara normal nya terlarut dengan satu per tiga dari besi dan memiliki kemampuan sebagai penghambat perumbuhan dari Escherichia coli pada saluran pencernaan.

ASI juga mengandung dari bile salt-stimulated lipase yang dapat membunuh Giardia lamblia dan Entamoeba histolytica. Kandungan nutrisi ASI tergantung dari suplai nutrisi ibu yang cukup dan seimbang terkecuali fluoride, dan setelah beberapa bulan yaitu vitamin D. apabila suplai air tidak cukup mengandung fluorid (<0,3 ppm), maka ASI harus mendapat sekurangkurangnya 10 g fluoride per hari. Kemudian apabila kurangnya pemasukan maternal akan vitamin D dan bayi kurang terpapar dari sinar matahari, maka ibu harus mendapatkan 10 g per 24 jam. Kemudian apabila terdapat defisiensi dari zat besi, maka ibu diberikan suplemen dari iron-fortified complementary foods.

ASI memiliki kandungan vitamin K yang cukup rendah, dimana berfungsi untuk mencegah dari hemorrhagic disease dari bayi yang baru lahir.

Teknik Pemberian ASI Pada saat menyusui bayi haruslah lapar, haus, dengan suhu yang tidak terlalu dingin atau hangat. Bayi harus di gendong dengan senyaman mungkin, dengan posisi semi-sitting untuk mencegah muntah dan sendawa. Ibu juga harus merasa senyaman mungkin dan mudah. Bangku yang cukup rendah dengan siku tangan (armrest), sandaran kaki untuk menaikkan lutut pada saat menyusui. Bayi harus disokong senyaman mungkin dengan wajah menghadap dekat dengan payudara ibu dengan satu tangan dimana tangan yang satu nya lagi menyokong payudara, untuk memudahkan kases dari puting ibu ke mulut bayi tanpa adanya obstruksi dari nasal breathing.

Bibir bayi juga harus menempel pada bagian areola dan puting.

ASI vs. Susu Formula Salah satu keputusan ibu yang ideal harus diputuskan sebelum bayi lahir, apakah bayi akan diberikan ASI atau Susu Formula. Susu manusia memiliki kemampuan adaptasi yang unik terhadap kebutuhan bayi, karena ASI memang susu yang cocok untuk bayi manusia. kemudian menyusui memiliki keuntungan fisik dan kejiwaan. Maka dari itu ibu harus memiliki keinginan untuk menyusui bayi nya.

KEUNTUNGAN ASI 1. Mengandung nutrisi yang sempurna 2. Mudah dicerna dan efesien dikonsumsi 3. Proteksi terhadap infeksi 4. Membantu pertumbuhan 5. Membantu kehamilan baru yang tertunda (sebagai kontrasepsi alami) 6. Melindungi ibu supaya tetap sehat ASI merupakan pilihan tepat sebagai sumber gizi bayi. Pemberian ASI secara ekslusif selama 4-6 bulan pertama kehidupan sangat menunjang kebutuhan tersebut. ASI ekslusif adalah pemberian ASI saja termasuk kolostrum tanpa tambahan makanan apapun sejak lahir sampai umur 6 bulan. Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan. 1. Aspek Gizi Manfaat Kolostrum Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare dan alergi. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada harihari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.

Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.

Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan. Kaya akan Antibodi Banyak Sel darah putih Purgative : untuk melindungi dari infeksi dan allergy : proteksi terhadap infeksi : membersihkan meconium untuk mencegah terjadinya jaundice Growth factor : membantu intestine untuk mature,

mencegah alergi, dan intolerance Kaya akan Vit. A : mengurangi infeksi, mencegah penyakit mata

Komposisi ASI ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut. ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap. Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata. Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat

mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat). 2. Aspek Imunologik ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan. Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu. Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan. 3. Aspek Psikologik Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI. Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim. 4. Aspek Kecerdasan

Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

5. Aspek Neurologis Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna. 6. Aspek Ekonomis Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya. 7. Aspek Penundaan Kehamilan Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL). Pola pemberian makan pada anak usia 0-5 tahun Bayi Baru Lahir

Segera susui bayi dalam waktu 30 menit. Jika ASI belum keluar, jangan berhenti menyusui, karena isapan bayi akan merangsang pembentukan ASI sekaligus merangsang rahim untuk mengecil (kontraksi). Kontraksi rahim akan mengurangi pendarahan.

ASI yang pertama keluar (kolostrum) segera diberikan pada bayi, jangan dibuang, karena banyak mengandung zat gizi dan zat kekebalan tubuh bagi bayi.

Umur 1 6 bulan

Selanjutnya, susui bayi sesering mungkin setiap kali bayi menginginkannya (on demand). Pemberian ASI minimal 8 kali sehari semalam.

Jangan memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI, bahkan air putih sekalipun. ASI mengandung zat gizi yang cukup untuk kebutuhan bayi hingga umur 6

bulan (ASI Eksklusif). Kekhawatiran bayi akan kurang gizi dan terganggu pertumbuhannya akibat mendapat ASI Eksklusif tidak terbukti. Selain itu, bayi yang mendapat ASI Eksklusif jarang terkena penyakit saluran pencernaan seperti muntah dan diare.

Susui bayi dengan payudara kiri dan kanan secara bergantian.

Umur 6 12 bulan

Teruskan pemberian ASI. ASI diberikan lebih dahulu baru kemudian makanan pendamping ASI.

Makanan pendamping ASI diberikan 3 kali sehari. Makanan pendamping ASI dapat berupa bubur nasi yang dicampur telur, ayam, ikan, tempe, tahu, daging sapi, wortel, bayam, kacang hijau, santan, atau minyak. Saat ini, di toko-toko juga tersedia makanan pendamping ASI buatan pabrik.

Makanan selingan seperti kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari, dll diberikan 2 kali sehari diantara waktu makan.

Ajari bayi makan sendiri dengan menggunakan piring dan sendok.

Umur 1 2 tahun

Teruskan pemberian ASI sampai umur 2 tahun. Beri nasi lunak yang ditambah dengan telur, ayam, ikan, tempe, tahu, daging sapi, wortel, bayam, kacang, hijau, dll, 3 kali sehari.

Beri makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan. Bantu anak untuk makan sendiri.

Umur 2 5 tahun

Beri makanan yang biasa dimakan oleh keluarga 3 kali sehari yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, dan buah.

Beri makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan.