Anda di halaman 1dari 6

Pencegahan TBC Pada Anak Pembimbing, dr. Dalan K. Keliat, Sp.

PENCEGAHAN TBC PADA ANAK

PENDAHULUAN Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit yang masih sering di temui dinegara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Baik pada anak maupun pada orang dewasa yang juga dapat menjadi sumber infeksi dari penularan penyakit tuberculosis. Walaupun pada umumnya penyakit tuberculosis (TBC) yang baru di diagnosis dapat disembuhkan bila diobati dengan tepat, tapi pengobatan TBC ini memerlukan pengobatan yang teratur dan dalam jangka waktu yang lama (:: 18 bulan). Dengan demikian penderita yang mendapat OAT (Obat Anti Tubeculosis) bisa menjadi sembuh dan mencegah terjadinya penularan penyakit pada orang lain, sehingga hal ini dapat mengurangi penyebaran penyakit di masyarakat. Penyakit TBC biasanya berkembang secara perlahan-lahan, sehingga sukar menentukan saat timbulnya gejala pertama. Kadang-kadang

tuberculosis ditemukan pada anak tanpa keluhan dan gejala, atau gejalanya hanya berupa demam yang tidak diketahui sebabnya dan sering diikuti dengan gejala lain seperti batuk dan pilek. Tuberculosis pada anak harus di obati sedini mungkin dan setepat-tepatnva untuk menghindari komplikasi

FK - UNMAL

Pencegahan TBC Pada Anak Pembimbing, dr. Dalan K. Keliat, Sp.A yang berat dan memungkinkan terjadinva infeksi berulang pada waktu dewasa.

DEFINISI Infeksi tuberculosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh kuman TBC (basil tahan asam) yang sebagian besar menyerang paru-paru dan organ tubuh lainnya.

Bagaimana kuman TBC sampai ketubuh anak sehat ? Sebagian besar kuman yang ditularkan berasal dari batuk orang dewasa yang menderita penyakit TBC, saat penderita itu batuk sejumlah tetesan cairan (ludah) tersembur ke udara yang mana tetesan cairan ludah tersebut banyak mengandung kuman TBC. Tetesan yang paling besar akan jatuh ketanah, namun tetesan yang paling kecil yang tidak dapat dilihat tetap berada diudara. Sernua orang yang berada diruangan yang sama dan beresiko untuk menghirup kuman TBC. Resiko yang paling tinggi bagi mereka yang berada paling dekat dengan orang batuk tersebut (orang yang terinfeksi oleh TBC). Anak kecil yang terinfeksi hampir selalu ditularkan oleh anggota keluarganya seperti ayah, ibu dan saudara-saudaranya yang menderita penyakit TBC atau bisa juga didapatkan dari tetangga terdekat dan teman sepermainan anak tersebut. Bila anak yang lebih besar telah terinfeksi tetapi

FK - UNMAL

Pencegahan TBC Pada Anak Pembimbing, dr. Dalan K. Keliat, Sp.A tidak ditemukan sumber infeksinya, kemungkinan infeksinya didapat dari lingkungan luar. Pada situasi ini kuman TBC tersebut akan sampai ke paru-paru anak sehat, apabila jumlah kuman TBC ini banyak dan daya tahan anak rendah maka anak akan jatuh sakit, dikarenakan daya tahan tubuh si anak tidak sanggup lagi menghancurkan kuman TBC yang banyak tersebut dan sebaliknya bila kuman ini sedikit maka kuman ini dapat dihancurkan oleh daya tahan sianak maka anak tersebut tidak menjadi sakit. Selain melalui udara penularan dapat peroral (melalui mulut), misaInya minum susu yang mengandung kuman TBC dan dapat juga terjadi dengan kontak langsung misaInya melalui luka atau lecet dikulit. Tuberculosis yang dibawa dari lahir atau keturunan kasusnya sangat jarang ditemukan.

GEJALA KLINIS 1. Dernam lama dan berulang lebih dari 1-2 minggu, demam tidak terlalu tinggi dan tanpa penyebab yang jelas. 2. Batuk-batuk yang lama, berdahak dan kadanng-kadang disertai dengan batuk darah. 3. Nafsu makan menurun, lemah, lesu dan kurang bersemangat. 4. Berat badan anak turun tanpa sebab yang jelas. 5. Kadang-kadang sesak nafas, dan nyeri dada. 6. Anak sering berkeringat pada malam hari.

FK - UNMAL

Pencegahan TBC Pada Anak Pembimbing, dr. Dalan K. Keliat, Sp.A PERAWATAN 1. Pengobatan yang teratur yang sesuai dengan lamanya pengobatan. 2. Adanya orang yang selalu mengawasi penderita untuk minum obat karena pengobatannya memerlukan jangka waktu yang lama dan terus-menerus (periksa secara teratur ke dokter). 3. Tidak boleh putus obat karena dapat menyebabkan kuman-kuman tidak lagi peka terhadap obat yang diberikan. 4. Makan-makanan yang bergizi. Makanan yang bergizi bertujuan untuk meningkatkan daya tahan atau. kekebalan tubuh sianak, sehingga anak tersebut mampu melawan kuman yang masuk dalam. tubuhnya.

PENCEGAHAN Anak dan orang dewasa yang berkontak dekat dengan orang dewasa yang menderita tuberkulosis aktif harus diperiksa dengan uji kulit tuberkulin, dan diperiksa sesegera mungkin. Rata-rata 30 50% orang yang berkontak erat dengan penderita TBC aktif yang dalam tahapan menular hasil test tuberkulin memberikan hasil positif, dan 1 % sudah menderita penyakit yang jelas. Pencegahan TBC dapat dilakukan 1. Usaha kebersihan lingkungan disekitar rumah a. Ventilasi yang baik b. Pencahayaan rumah yang baik 2. Usaha terhadap manusia

FK - UNMAL

Pencegahan TBC Pada Anak Pembimbing, dr. Dalan K. Keliat, Sp.A a. Imunisasi khusus penyakit TBC, yaitu imunisasi BCG yang dilakukan pada anak umur 0-2 bulan. b. Menjaga kebersihan lingkungan dan diri pribadi. c. Menghindari kontak dengan penderita. d. Penderita TBC tidak membuang dahak sembarangan tapi dahak ditampung pada tempat yang tertutup. e. Periksa secara teratur dan makan obat secara teratur.

KESIMPULAN Penyakit TBC dapat diobati walaupun dengan jangka waktu yang lama dengan cara periksa secara teratur dan makan obat secara teratur. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian imunisasi BCG, dengan meningkatkan kebersihan pribadi dan menjaga kebersihan lingkungan disekitar dapat mencegah penularan penyakit TBC.

FK - UNMAL

Pencegahan TBC Pada Anak Pembimbing, dr. Dalan K. Keliat, Sp.A

DAFTAR RUJUKAN

1. Behrman, Kiegman, Arvin, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Nelson, edisi 15 volume 2. Penerbi Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2000 2. Mansjoer A, Wardhani W.I, Kapia Seleka Kedokteran, Edisi 3, Jilid 2, Menerbit Media Aesculapius FKUI, Jakarta, 2000. 3. Saf Pengajar Ilmu Kesehaan Anak, Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 2, Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1985.

FK - UNMAL