Anda di halaman 1dari 6

CARA PELAPISAN LOGAM (CHROME)

a. Electroplating

Dalam teknologi pengerjaan logam, secara sederhana, electroplating dapat diartikan sebagai proses pelapisan logam, dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis.

Pelapisan logam dapat berupa lapis seng (zink), galvanis, perak, emas, brass, tembaga, nikel dan krom. Penggunaan lapisan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan masingmasing material. Proses electroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat teknologi suatu material. Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis dengan nikel adalah bertambahnya daya tahan material tersebut terhadap korosi, serta bertambahnya kapasitas konduktifitasnya. Adapun dalam sifat mekanik, terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya.

Karena itu, tujuan pelapisan logam tidak luput dari tiga hal, yaitu untuk meningkatkan sifat teknis/mekanis dari suatu logam, yang kedua melindungi logam dari korosi, dan ketiga memperindah tampilan (decorative) b. Proses Elektroplating 1. Butting yaitu proses penghalusan permukaan barang yang akan dilapisi. dalam proses penghalusan tersebut menggunakan emery (amplas) yang berupa kain 120-130 kali putaran. .

2. Preparasi yaitu proses inspeksi keseluruhan kondisi barang yang akan di elektroplating. setelah inspeksi dilakukan, barang yang akan diplating ditempatkan pada rig yang disesuaikan dengan bentuk dan dimensi barang tersebut. . 3. Degreding yaitu proses pembersihana dari kotoran, minyak, cat, ataupun lemak. dalam proses pembersihan ini digunakan larutan NaOH (air sabun) sebagai metalcleaner. alat yang digunakan dalam proses ini adalah bak yang terbuat dari plat seng yang didalamnya berisi larutan NaOH yang dipanaskan selama 30-60 menit dengan suhu 60-70 derajat, dengan konsentrasi larutan 20 gr/liter-100 gr/liter. Bak yang digunakan 150x120x70 Cm. setelah pelaksanaan proses ini, lalu dilaksanakan proses pembilasan dengan menggunakan air. 4. Pickling. yaitu proses pencelupan setelah degreding ke larutan picking yang terbuat dari asam Klorida (HCL) 32% yang berfungsi untuk menghilangkan koral pada permukaan barang. proses ini dilakukan selama 3-5 menit lalu dibilas dengan air sebanyak 3 kali ditempat yang berbeda. 5. Etching yaitu proses pembukaan pori-pori dengan menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4 10%) yang digunakan untuk mempercepat proses pelapisan nickel chrome. proses ini dilakukan selama 3-5 menit. lalu dibilas dengan menggunakan air yang mengalir. 6. Nickel Plating yaitu proses pelapisan logam dengan menggunakan logam nickel sebagai pelapisnya. Tujuannya adalah untuk melindungi logam dasar dari serangan korosi larutan elektrolit. Bahan yang digunakan adalah nickel sulfat. benda yang akan dilapisi dicelupkan dalam larutan elektrolit selama 15 menit dengan temperatur 55-65 derajat celcius. 7. Chrome Plating yaitu proses finishing pada proses elektroplating Nickel. Fungsinya sebagai usaha untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi, aus, dan anti gores, serta meningkatkan aspek dekoratif terhadap benda yang dihasilkan sehingga menjadi mengkilat dan halus permukaannya. pencelupan selama 15-60 menit pada temperatur 40-55 derajat celcius dalam larutan chromic acid. 8. Drying yaitu proses pengeringan dari chromplating yang terdiri dari 2 cara : dengan media pencelupan air panas suhu 60 derajat celcius untuk pembersihan dan dengan cara menganealing (mengoven) barang yang sudah dilapisi

c.

Prinsip Dasar Electroplating

Kita mengenal istilah anoda, katoda, larutan elektrolit. Ketiga istilah tersebut digunakan seluruh literatur yang berhubungan dengan pelapisan material khususnya logam dan diilustrasikan seperti pada Gambar 1.

Gambar 1. Anoda, Katoda dan elektrolit Anoda adalah terminal positif, dihubungkan dengan kutub positif dari sumber arus listrik. Anoda dalam larutan elektrolit ada yang larut dan ada yang tidak. Anoda yang tidak larut berfungsi sebagai penghantar arus listrik saja., sedangkan anoda yang larut berfungsi selain penghantar arus listrik, juga sebagai bahan baku pelapis. Katoda dapat diartikan sebagai benda kerja yang akan dilapisi, dihubungkan dengan kutub negatif dari sumber arus listrik. Elektrolit berupa larutan yang molekulnya dapat larut dalam air dan terurai menjadi partikel-partikel yang bermuatan positf atau negatif.

Karena electroplating adalah suatu proses yang menghasilkan lapisan tipis logam di atas permukaan logam lainnya dengan cara elektrolisis, maka perlu kita ketahui skema proses electroplating tersebut. d. Skema Proses Electroplating

Perpindahan ion logam dengan bantuan arus listrik melalui larutan elektrolit sehinnga ion logam mengendap pada benda padat yang akan dilapisi. Ion logam diperoleh dari elektrolit maupun berasal dari pelarutan anoda logam di dalam elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kerja yang berlaku sebagai katoda.

Gambar 2. Skema Proses Elektropating

Zinc Electroplating
Zinc Electroplating ini adalah pelapisan seng , biasanya untuk penyepuhan besi yang baru di produksi, agar jangan sampai cepat karat sebelum terjual. Yang kami tulis ini bukan untuk keperluan proteksi barang baru saja, tapi barangkali anda punya benda kesayangan yang terbuat dari logam besi dan ingin dilapisi dengan seng atau anda punya dekorasi yang terbuat dari logam besi dan masih ingin memajangnya, coba dilapisi seng. Warna dari zinc plating ini menurut kami bagus, dengan warna putih kebiru-biruan dan berpelangi. Zinc Electroplating ini selain untuk proteksi bisa juga untuk keperluan dekorasi.

BAHAN dan CARA MEMBUAT LARUTAN ZINC PLATING;

Larutan Natrium Cyanide. - Natrium Cyanide ..........................= 50 gram. - Aqquades .................................= 1 liter. - panaskan air pada suhu 50*c. - Hancurkan natrium cyanida dam campurkan ke air sambil diaduk.

Larutan Zinc Electrolite (A). - Zinc Oksida .............................= 35 gram. - Natrium Cyanide .........................= 35 gram.

- Natrium Hidroksida ......................= 65 gram. - Sharing Bright ..........................= 7,5 cc. - Aqqoades ................................= 975 cc. - Panaskan air pada suhu 70*c. - Masukan reagent-reagent tersebut diatas satu per satu, sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur. - Tuang Shring Bright ke dalam air sambil diaduk sampai tercampur. - Jika kurang dari satu liter airnya ditambah. - Catatan; Zinc electrolite A ini kebanyakan di gunakan di pabrik-pabrik pengecoran/pemcetakan besi.

Larutan Zinc Electrolite (B) - Zinc Oksida ......................= 35 gram. - Natrium Cyanida ..................= 35 gram. - Natrium Hidroksida ...............= 65 gram. - Nikel sulphate ...................= 10 gram. - Blue Passivation .................= 20 gram. - Yellow Passivation ...............= 20 gram. - Sharing Bright ...................= 7,5 cc. - Aqquades .........................= 950 cc. - Panaskan air pada suhu 70*c. - Campurkan semua bahan di atas satu persatui sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai tercampur. - Tambah air jika kurang dari satu liter. Larutan Zinc Electrolite B ini untuk keperluan Dekorasi dan bisa juga untuk asessoris.

PROCESSING; Proses plating di pabrik besi tidak melalui proses clearing, karena besinya baru di cetak dan bersih. - Dicelupkan dulu ke larutan Natrium Cyanida sebentar. - Masukan ke larutan zinc electrolite A. - Sambung kabel Katoda pada benda kerja. - Sambung kabel Anoda Pada pancingan seng murni/stainles steel. - Sambung stop contact pada jalur AC PLN. - Hidupkan adaptor. - Putar voltase pada 9 volt. - Biarkan selama 30 menit. - Putar voltase pada posisi 0 volt. - Matikan adaptor. - Cabut stop contact dari jalur AC.

- Lepas kabel Katoda. - Angkat Besi kerja dan bilas sampai 3 kali. - Selesai.

Untuk Dekorasi dan asessoris melalui proses sebagai berikut; - Neating. - Polishing. - Buffing. - Clearing. - Degreasing. - Pickling. - Sikat dengan air klerek. - Gantungkan dikawat stainles steel. - Bilas. - Copper plating dasar. - Bilas. - Nickel plating dasar. - Bilas. - celup dilarutan Natrium Cyanida sebentar. - Panaskan larutan electrolite B pada suhu 50*c. - Pompa angin dihidupkan. - Masukan benda kerja ke larutan zinc electrolite B. - Sambung kabel Katoda ke kawat gantungan. - Sambung kawat Anoda ke Pancingan seng murni/stailes steel sebanyak mungkin. - Sambung stop contact ke jalur AC PLN. - Hidupkan adaptor dan putar voltasenya pada posisi 9 volt. - Biarkan selama 30 menit. - Putar voltase pada posisi 0 volt. - Matikan adaptor. - Cabut stop contact dari jalur AC. - Lepas kabel Katoda. - Angkat dan bilas benda kerja dengan air bersih 3 kali. - Keringkan. - Celup di laqquer. - Keringkan. - Proses selasai.

Perhatian ; Gunakanlah perlengkapan saffety agar terhindar dari polusi dan terkena cairan kimia.