Anda di halaman 1dari 10

No.

60 / VIII / 1 Desember 2005

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

BULAN NOVEMBER 2005 INFLASI MENCAPAI 1,31 PERSEN


?? Pada bulan November 2005 terjadi inflasi 1,31 persen. Dari 45 kota tercatat 44 kota mengalami inflasi dan hanya satu kota yang mengalami deflasi yaitu Ternate 0,28 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Bandung sebesar 3,37 persen, dan inflasi terendah di Kediri 0,14 persen. ?? Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 2,47 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 2,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,64 persen, kelompok sandang 0,33 persen, kelompok kesehatan 0,59 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,29 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan yang mencapai 0,53 persen. ?? Laju inflasi tahun kalender (Januari-November) 2005 sebesar 17,17 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (November 2005 terhadap November 2004) sebesar 18,38 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 45 kota pada bulan November 2005 terjadi inflasi 1,31 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 135,15 pada bulan Oktober 2005 menjadi 136,92 pada bulan November 2005. Laju inflasi tahun kalender (Januari-November) 2005 sebesar 17,17 persen, sedangkan inflasi year on year (November 2005 terhadap November 2004) adalah 18,38 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok sebesar bahan makanan naik

2,47 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 2,06 persen, 1

Berita Resmi Statistik No.60 / VIII / 1 Desember 2005

kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,64 persen, kelompok sandang 0,33 persen, kelompok kesehatan 0,59 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,29 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan yang mencapai 0,53 persen.

Tabel 1. Laju Inflasi Gabungan 45 Kota Bulan November 2005, Tahun Kalender 2005 dan November 2005 Terhadap November 2004 Menurut Kelompok Pengeluaran (2002 = 100)

Kelompok Pengeluaran [1] U m u m 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi & Olah raga Transpor dan Komunikasi & Jasa Keuangan

IHK November 2004 [2] 115,66 108,53 114,65 123,09 112,71 112,24 126,15 114,20

IHK Desember 2004 [3] 116,86 111,10 115,70 124,19 113,36 113,06 126,20 114,25

IHK November 2005 [4] 136,92 128,27 130,72 141,00 120,25 119,29 136,63 165,32

Inflasi bulan November 2005 *) [5] 1,31 2,47 2,06 0,64 0,33 0,59 0,29 0,53

Laju Inflasi tahun Kalender 2005 **) [6] 17,17 15, 45 12,98 13,54 6,08 5,51 8,26 44,70

Inflasi Tahun ke tahun ***) [7] 18,38 18,19 14,02 14,55 6,69 6,28 8,31 44,76

*) Persentase perubahan IHK bulan November 2005 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan November 2005 terhadap IHK bulan Desember 2004. ***) Persentase perubahan IHK bulan November 2005 terhadap IHK bulan November 2004.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2005 antara lain: nasi beserta lauk, beras, daging ayam ras, bawang merah, mie, angkutan dalam kota, daging sapi, ikan segar, kontrak rumah, tomat sayur, cabe rawit, cabe merah, kelapa, bubur, semen, pembasmi nyamuk cair, telur ayam ras, buncis, kacang panjang, kangkung, petai, sawi hijau, kacang tanah, tempe, apel, jeruk, bawang putih, kerupuk udang, bubur kacang hijau, gado-gado, ketupat/lontong sayur, kue basah, kue kering berminyak, martabak, sate, soto, kopi bubuk, rokok kretek filter, keramik, upah tukang bukan mandor, gas elpiji, minyak tanah, sabun cream detergen, emas perhiasan, mobil dan jasa perpanjangan STNK. Komoditas yang mengalami penurunan harga goreng dan gula pasir. Pada bulan November 2005 kelompok-kelompok komoditi yang memberikan adalah: minyak

andil/sumbangan inflasi adalah sebagai berikut : kelompok bahan makanan sebesar 0,62 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,36 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,17 persen; kelompok sandang 0,02 persen; kelompok kesehatan 0,02 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,10 persen. 2 Berita Resmi Statistik No. 60 / VIII / 1 Desember 2005

Tabel 2. Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Nasional Bulan November 2005 (persen) Andil Inflasi (%) (2) 1,31 0,62 0,36 0,17 0,02 0,02 0,02 0,10

Kelompok Pengeluaran

(1) UMUM 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi & Olahraga Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Gambar 1. Perkembangan IHK 45 Kota (2002 =100), November 2004 - November 2005

160

150

140 INDEKS

130

120

110

100
Nov'04 Des'03 Jan'05 Feb'05 Maret'05 April'05 Mei'05 Juni'05 Juli'05 Agust'05 Sept'05 Okt'05 Nov'05

umum sandang

bhn makanan kesehatan

makanan jadi pendidikan

perumahan transpor

Berita Resmi Statistik No.60 / VIII / 1 Desember 2005

Gambar 2. Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Nasional Bulan November 2005
2,00 1,80 1,60 1,40 PERSEN 1,20 1,00 0,80 0,60 0,40 0,20 0,00

Umum 2. Makanan jadi 5. Kesehatan

3. Perumahan 6. Pendidikan

1. Bhn.makanan 4. Sandang 7. Transpor

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan Kelompok bahan makanan pada bulan November 2005 mengalami inflasi 2,47 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 125,18 pada bulan Oktober 2005 menjadi 128,27 pada bulan November 2005. Semua subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok sayur-sayuran yang mencapai 4,93 persen dan inflasi terendah pada subkelompok lemak dan minyak 0,63 persen. Kelompok ini pada bulan November 2005 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,62 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: beras 0,09 persen, daging ayam ras 0,08 persen, bawang merah 0,06 persen, ikan segar 0,05 persen, daging sapi 0,04 persen; tomat sayur, cabe rawit masing-masing 0,03 persen; cabe merah, kelapa masing-masing 0,02 persen; telur ayam ras, buncis, kacang panjang, kangkung, petai, sawi hijau, kacang tanah, tempe, apel, jeruk, bawang putih dan kerupuk udang masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah minyak goreng 0,01 persen. 4 Berita Resmi Statistik No. 60 / VIII / 1 Desember 2005

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Kelompok ini pada bulan November 2005 mengalami kenaikan indeks dari 128,08 pada bulan Oktober 2005 menjadi 130,72 terjadi inflasi 2,06 persen. Semua subkelompok yang ada dalam kelompok ini mengalami inflasi, masingmasing yaitu subkelompok makanan jadi 3,15 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,49 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,43 persen. Kelompok ini pada bulan November 2005 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,36 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah : nasi dengan lauk 0,16 persen, mie 0,06 persen, bubur 0,02 persen, bubur kacang hijau, gado-gado, ketupat/lontong sayur, kue basah, kue kering berminyak, martabak, sate, soto, kopi bubuk dan rokok kretek filter masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah gula pasir 0,01 persen. 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar Kelompok ini pada bulan November 2005 mengalami inflasi sebesar 0,64 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 140,10 pada bulan Oktober 2005 menjadi 141,00 pada bulan November 2005. Semua subkelompok yang ada dalam kelompok ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 1,03 persen dan inflasi terendah terjadi pada subkelompok bahan bakar, penerangan dan air yang mencapai 0,36 persen. Pada bulan November 2005 secara keseluruhan kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,17 persen. Jenis barang dan jasa yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: kontrak rumah 0,04 persen; semen, pada bulan November 2005 atau

pembasmi nyamuk cair masing-masing 0,02 persen; keramik, upah tukang bukan mandor, gas elpiji, minyak tanah dan sabun cream detergen masing-masing 0,01 persen. 4. S a n d a n g Kelompok sandang pada bulan November 2005 mengalami inflasi 0,33 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 119,86 pada bulan Oktober 2005 menjadi 120,25 pada bulan November 2005. Berita Resmi Statistik No.60 / VIII / 1 Desember 2005 5

Semua subkelompok yang ada dalam kelompok ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya 0,58 persen dan inflasi terendah terjadi pada subkelompok sandang anak-anak 0,02 persen. Kelompok ini pada bulan November 2005 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan

sumbangan inflasi adalah emas perhiasan 0,01 persen.

5. K e s e h a t a n Kelompok kesehatan pada bulan November 2005 mengalami inflasi 0,59 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 118,59 pada bulan Oktober 2005 menjadi 119,29 pada bulan November 2005. Semua subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok jasa obat-obatan 0,83 persen dan inflasi terendah terjadi pada subkelompok jasa kesehatan 0,27 persen. Kelompok ini pada bulan November 2005 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi 0,02 persen. Namun demikian komoditas-komoditas yang ada pada kelompok ini tidak ada yang menunjukkan sumbangan yang signifikan. 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami kenaikan indeks dari 136,23 pada bulan Oktober 2005 menjadi 136,63 pada bulan November 2005, atau terjadi inflasi sebesar 0,29 persen. Semua subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok rekreasi 0,75 persen dan inflasi terendah terjadi pada subkelompok jasa pendidikan 0,08 persen. Kelompok ini pada bulan November 2005 secara keseluruhan memberikan sumbangan /andil inflasi 0,02 persen. Komoditas-komoditas yang ada pada kelompok ini tidak ada yang menunjukkan sumbangan yang signifikan.

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan November 2005 mengalami inflasi yang mencapai 0,53 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 164,45 pada bulan Oktober 2005 menjadi 165,32 pada bulan November 2005. 6 Berita Resmi Statistik No. 60 / VIII / 1 Desember 2005

Dari empat subkelompok dalam kelompok ini tiga subkelompok mengalami inflasi, yaitu subkelompok transpor 0,61 persen, subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,02 persen dan subkelompok sarana dan penunjang transpor 1,34 persen. Sedangkan subkelompok jasa keuangan relatif stabil. Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan November 2005 memberikan sumbangan/andil inflasi 0,10 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah : angkutan dalam kota 0,06 persen; mobil, jasa perpanjangan STNK masing-masing 0,01 persen. PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN Laju inflasi tahun kalender sampai dengan bulan November 2005 sebesar 17,17 persen. Sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2003 dan 2004

masing-masing sebesar 4,08 persen dan 5,31 persen. Besarnya laju inflasi year on year untuk bulan November 2005 terhadap November 2004 sebesar 18,38 persen. Sedangkan laju inflasi year on year untuk bulan November 2003 terhadap November 2002 sebesar 5,33 persen dan terhadap November 2003 sebesar 6,18 persen. Tabel 3. Perbandingan Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2003-2005 Inflasi 1. November 2. Januari November (Tahun kalender) 3. November thd. November (year on year)
(tahun n) (tahun n-1)

November 2004

2003 1,01 4,08 5,33

2004 0,89 5,31 6,18

2005 1,31 17,17 18,38

Gambar 3. Perbandingan Inflasi Tahun Kalender 2003-2005

INFLASI (%)

15 10 5 0 Jan Jan-Feb Jan-Mrt Jan-Apr Jan-Mei Jan-Jun Jan-Jul Jan- Jan-Sept Jan-Okt Jan-Nov Agust

2003

2004

2005

Berita Resmi Statistik No.60 / VIII / 1 Desember 2005

Gambar 4. Perbandingan Inflasi Year On Year, 2003-2005


20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0
Jan-Jan Feb-Feb Mar-Mar Apr-Apr Mei-Mei Jun-Jun Jul-Jul Ags-Ags Sept-Sept Okt-Okt Nov-Nov

INFLASI (%)

2003 thd 2002

2004 thd 2003

2005 thd 2004

PERBANDINGAN ANTARKOTA Pada bulan November 2005 terjadi inflasi yang mencapai 1,31 persen. Dari 45 kota IHK, 44 kota mengalami inflasi dan hanya satu kota yang menglami deflasi yaitu Ternate 0,28 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Bandung yang mencapai 3,37 persen, dan inflasi terendah di Kediri 0,14 persen.

1. Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera Tabel 4. Perbandingan Indeks dan Inflasi bulan November 2005 Kota-kota di Pulau Sumatera dengan Nasional (2002=100) Kota 1. Lhokseumawe 2. Banda Aceh 3. Padang Sidempuan 4. Sibolga 5. Pematang Siantar 6. Medan 7. Padang 8. Pekanbaru 9. Batam 10. Jambi 11. Palembang 12. Bengkulu 13. Bandar Lampung 14. Pangkal Pinang Nasional November 2005 IHK 136,50 159,57 141,07 142,24 136,97 145,85 141,04 144,02 127,11 139,37 145,87 143,05 140,15 141,33 136,92 Inflasi (%) 2,38 2,35 2,75 3,02 1,64 1,89 2,11 2,47 1,95 1,74 1,17 2,24 0,73 1,76 1,31

Berita Resmi Statistik No. 60 / VIII / 1 Desember 2005

Pada bulan November 2005 kota-kota IHK di wilayah pulau Sumatera yang berjumlah 14 kota seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 3,02 persen dan inflasi terendah terjadi di Bandar Lampung 0,73 persen (lihat Tabel 4).

2. Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa Pada bulan November 2005 dari kota-kota IHK di pulau Jawa yang berjumlah 14 kota, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bandung 3,37 persen dan inflasi terendah terjadi di Kediri 0,14 persen (lihat Tabel 5).

Tabel 5. Perbandingan Indeks dan Inflasi bulan November 2005 Kota-kota di Pulau Jawa dengan Nasional (2002=100) Kota 1. Jakarta 2. Tasikmalaya 3. Bandung 4. Cirebon 5. Purwokerto 6. Surakarta 7. Semarang 8. Tegal 9. Yogyakarta 10. Jember 11. Kediri 12. Malang 13. Surabaya 14. Serang/Cilegon Nasional November 2005 IHK 134,47 140,45 141,59 130,71 131,06 128,16 139,04 133,73 137,37 135,53 133,03 134,12 133,70 136,74 136,92 Inflasi (%) 0,98 0,24 3,37 1,39 0,86 0,35 0,76 1,68 1,40 0,52 0,14 1,06 0,69 1,00 1,31

3. Perbandingan Antarkota di luar Pulau Jawa dan Sumatera Pada bulan November 2005 dari kota-kota IHK di wilayah ini yang berjumlah 17 kota, hanya satu kota yang mengalami deflasi yaitu Ternate sebesar 0,28 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo 2,46 persen dan inflasi terendah di Denpasar 0,42 persen (lihat Tabel 6 ).

Berita Resmi Statistik No.60 / VIII / 1 Desember 2005

Tabel 6. Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi bulan November 2005 Kota-kota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera dengan Nasional (2002=100) Kota 1. Denpasar 2. Mataram 3. Kupang 4. Pontianak 5. Sampit 6. Palangkaraya 7. Banjarmasin 8. Balikpapan 9. Samarinda 10. Manado 11. Palu 12. Makassar 13. Kendari 14. Gorontalo 15. Ambon 16. Ternate 17. Jayapura Nasional November 2005 IHK Inflasi/Deflasi (%) 132,43 0,42 133,85 0,99 137,96 1,43 131,05 0,46 127,76 1,52 130,38 1,70 136,64 1,53 141,58 1,70 137,32 2,07 133,99 1,59 137,08 2,13 132,08 0,68 142,56 0,59 133,87 2,46 127,54 0,51 135,72 -0,28 143,02 0,87 136,92 1,31

10

Berita Resmi Statistik No. 60 / VIII / 1 Desember 2005

Beri Nilai