Anda di halaman 1dari 23

Mata Merah Visus Normal

AF

Mata Merah Visus Normal


Konjungtivitis Infeksi Konjungtivitis vernal Konjungtivitis alergi Skleritis Pterygium

Patogenesis
Berperan sbg homositropik yg mudah berikatan dg sel mast dan sel basofil

Antigen

Antibodi spesifik Ig E

Vasodilatasi, hipersekresi, eksudasi

Degranulasi dan dilepaskan mediator kimia seperti histamin, serotonin, bradikinin dan faktor trombosit

Konjungtiva
Adalah membran mukosa yg transparan & tipis yg membungkus permukaan posterior kelopak mata (konjungtiva palpebralis, dan permukaan anterior sklera (konjungtiva bulbaris) Diperdarahi oleh 2 arteri : a. Arteri siliaris anterior b. Arteri palpebralis Persarafan percabangan pertama N. V Secara histologis, lapisan sel konjungtiva terdiri dari 2-5 lapisan sel epitel silindris bertingkat, superfisial dan basal Sel epitel superfisial mengandung sel-sel goblet bulat / oval yg mensekresi mukus yg diperlukan utk dispersi air mata Sel epitel basal lebih pekat karena mengandung pigmen vughan

Konjungtivitis
Adalah peradangan pd konjungtiva Etiologi : bakteri, klamidia, alergi toksik, viral toksik, berkaitan dengan penyakit sistemik Dibedakan bentuk akut dan kronis GK hiperemi konjungtiva bulbi, lakrimasi eksudat dg sekret yg lbh nyata di pagi hari, pseudoptosis akibat kelopak membran bengkak, hipertrofi papil, mata merasa seperti ada benda asing

Gejala dan Tanda


Virus Purulen Kotoran Air mata Gatal Injeksi Eksudat Nodul pre aurikular Pewarnaan Usapan Sakit tenggorokan dan panas yg menyertai Sedikit Mengucur Sedikit Umum Jarang, air Lazim Monosit Limfosit Sewaktu-waktu Mengucur Sedang Sedikit Umum Purulent / Mukopurulen Jarang Bakteri PMN Jarang Lazim Bakteri PMN Lazim Biasanya negatif Bakteri Nonpurulen Sedikit Sedang Lokal Fungus & Parasit Sedikit Sedikit Lokal Alergi Sedikit Sedang Mencolok Umum Berserabut (lengket) putih Eosinofil -

Konjungtivitis Bakteri
Etiologi : N. gonnorhoeae, N kochii, N. meningitidis, S. pneumonia, H. aegyptyus, H. influena, E. coli Biasanya dimualai pd 1 mata dan dpt menyebar ke orang lain Biasanya terjadi pd orang yg terlalu sering kontak dg penderita, sinusitis, dan keadaan imunodefisiensi

Bakteri - Paling sering : Stapilokokus - Sekret : Muco purulen/purulen - Akut/kronis - Pemeriksaan Lab : - Sekret : Bakteri dan PMN (+) Kronis Perlu sensitivity Test Perhatikan : - Margo Palpebra - Pungtum Lakrimal

Konjungtivitis bakteri

Konjungtivitis bakteri Sekret mukopururulen Konjungtiva kemotik Injeksi konjungtiva

Konjungitivitis purulenta
Konjungtivitis purulenta gonorrhoe : Konjungtiva kemotik dan kasar Sekret purulen

EMERGENCY

Konjungtivitis Virus
Etiologi : Adenovirus, herpes simplex virus,Varicella zoster, dll Sering terjadi pd orang yg sering kontal dg penderita, dpt menyebar melalui droplet pernafasan, kontak dg benda, kolam renang yg terkontaminasi

Virus - Paling sering : Adenovirus - Penularan dari sekitar (+) - Akut : Merah, bengkak, berair - Sekret : serous - Pembesaran Kel. Lymphe preaurikuler (+) - Keadaan umum : Lemah, subfebris - Pemeriksaan Lab Sekret : Bakteri (-), Monosit (+)

Konjungtivitis virus
Konjungtivitis virus Injeksi konjungtival Sekret sereous Perdarahan subkonjungtiva ( subakut )

Konjungtivitis Alergi
Definisi Bentuk radang pada konjungtiva akibat reaksi alergi terhadap non infeksi, dapat berupa reaksi cepat seperti alergi biasa dan reaksi lambat sesudah beberapa hari kontak seperti pada reaksi terhadap obat, bakteri, dan toksik. Merupakan reaksi antibodi humoral terhadap alergen. Biasanya dengan riwayat atopi.

Etiologi & Jenis Konjungtivitis Alergi


Konjungtivitis vernal
Konjungtivitis akibat reaksi hipersensitivitas tipe I yang mengenai kedua mata dan bersifat rekuren Konjungtivitis flikten Konjungtivitis nodular yang disebabkan alergi (hipersensitivitas tipe IV) terhadap bakteri atau antigen tertentu Konjungtivitis iatrogenik

Konjungtivitis akibat pengobatan (efek samping obat) yang diberikan dokter.


Sindrom Steven Johnson Suatu penyakit eritema multiform yang berat (mayor), dengan predisposisi alergi terhadap obat sulfonamid, barbiturat, salisilat. Konjungtivitis atopik Reaksi alergi konjungtiva terhadap polen disertai demam

Patofisiologi

Etiologi Konjungtivitis Vermal Reaksi Hipersensitivitas tipe I

Gejala & Tanda -Ditemukan papil besar dgn permukaan rata pd konjungtiva nasal -rasa gatal berat - Pd kornea trdapat keratitis, neovaskularisasi, & tungkak endolen -Mata berair -Iritasi dgn rasa sakit - Fotofobia ringan-berat - Rasa silau disertai blefarospasme

Hasil Pemeriksaan -Sekret gelatin berisi eosinofi/granula eosinofil -Histologi: hiperplasi & hialin isasi jaringan ikat disertai proliferasi sel epitel & serbukan sel limfosit

Konjungtivitis Flikten

Alergi terhadap bakteri/antigen tertentu

- histopalogi: terlihat kumpulan sel leukosit netrofil dikelilingi sel limfosit, mkrofag & kadang sel datia berinti banyak

Konjungtivitis Iantrogenik Sindrom Steven Johnson

Akibat pengobatan yg diberikan Reaksi alergi pada org yg mempunyai predisposisi alergi pd obat sulfonamid, barbiturat & salisilat

- Mata merah -Lesi pada kulit & mukosa -Kelianan kulit berupa lesi eritema -Mata merah dgn demam & kelelahan - Sakit pada sendi - fesikel pada kulit & bula -Mata merah - Demam - Mata berair, Bengkak & belek berisi eosinofil

Konjungtivitis Atopik

Genetik

Definisi
Gangguan granulomatosa kronik yang ditandai dengan destruksi kolagen, sebukan sel dan kelainan vaskuler yang mengisyaratkan adanya vaskulitis Klasifikasi:
Skleritis anterior Skleritis posterior

Etiologi
Proses immunologi reaksi hipersensitivitas tipe III dan IV Penyakit autoimun SLE, RA, dll Penyakit granulomatosa TB, Lepra, Sifilis Gangguan metabolik Gout, penyakit jantung rematik, tirotoksikosis, dll Infeksi toxoplasmosis, Herpes zoster dan simplex, Aspergillus, Streptococcus Lain-lain fisik, kimia, mekanis

Manifestasi Klinis
Degenerasi enzim serat kolagen&invasi sel radang (sel T&Makrofag)
Inflamasi Sklera Iskemik& Nekrosis Penipisan sklera &perforasi bola mata

Inflamasi akibat kompleks imun pada kerusakan vaskuler (tipe 3)&kronik granulomatosa(tipe4)

Perforasi kapiler&venule post kapiler imun sel perantara

Deposisi kompleks imun pada pembuluh episklera&sklera

Patofisiologi
Mata merah Mata berair Bola mata bewarna ungu gelap (dilatasi vaskuler profunda sklera & episklera) Perasaan sakit mata yg memberat menyebar ke dahi, alis dan dagu Slitlamp : kelainan vaskuler Terbangun waktu tidur