Anda di halaman 1dari 1

P r o l o g : Realitas Benar dan Salah Pada jaman dahulu, magnet yang kita kenal sekarang ini pernah dianggap

sebagai batu ajaib dikarenakan kemampuannya dapat menarik benda-benda lain yang mengandung unsur besi. Fenomena pada sejenis batu kehitaman bernama batuan magnet (lodestone) yang dapat menarik jenis logam tertentu, pada jaman itu dianggap aneh karena berbeda dengan benda lainnya, seperti jenis batu lain dan besi biasa, kayu, daun, kain, dll., yang tidak memiliki daya tarik seperti halnya magnet. Dan keanehan pada magnet di kala itu menimbulkan respon sebagian masyarakat secara tak kalah anehnya pula. Yakni dianggap sebagai batu bertuah, besi klenik, dst., hingga disakralkan. Barangkali mirip dengan yang terjadi kini, yaitu pola mitologis terhadap batu akik berbentuk perhiasan cincin dan kalung. Konon uraian awal yang agak ilmiah tentang magnet ditulis pada tahun 1269 oleh orang Perancis bernama Petrus Peregrinus. Tapi hingga lebih dari 300 tahun setelah itu, olah persepsi manusia terhadap magnet cenderung stagnan. Di tahun 1600, William Gilbert (1544-1603) fisikawan Inggris yang merangkap dokter pribadi ratu Elizabeth I, melakukan penelitian pada magnet. Hasilnya ia tuang jadi sebuah buku berjudul Latin : De Magnete, Magneticisque Corporibus, et De Magno Magnete Tellure (Magnet, Elemen-elemen Magnetik, dan Magnet Besar Bumi). Buku itu telah memicu penelitian yang lebih mendalam oleh para ilmuwan dari generasi-generasi berikutnya. Sehingga kini telah diperoleh gambaran yang jauh lebih jelas akan sifat-sifat magnet, a.l. berupa karakter komplementernya dengan fenomena (arus) listrik, yang kemudian kian memperluas pemanfaatannya karena dapat direkayasa menjadi energi penerangan dan energi gerak.