Anda di halaman 1dari 46

Name Plate

July 15, 2008 Motor listrik 39 Comments

Data Plat Nama sebagai data penting Plat Nama atau Name Plate memuat data2 spesifikasi mekanis dan elektris, sangat penting sebagai informasi yang diperlukan jika kita akan mengganti motor yang sudah ada, atau mengganti dengan merk lain atau spesifikasi lain. Mengganti ini bertujuan mencari merk berbeda yang lebih baik kwalitas / effisien / murah / power lebih kecil/besar dll, tetapi tidak merubah dan cocok dengan fondasi yang ada. Standard sangat penting untuk dipahami agar tidak mengakibatkan kesalahan fatal yang mengakitkan kerugian besar. Contoh plat nama
ELECTRIC MOTOR NAME PLATE Model 500 Single phase TOTALLY ENCLOED

FRAME 145

TYPE KC

INS CLASS J

IDENT. NO. 2531234567

HP 1 1/2

RPM 1725

VOLTS 115/230

AMPS 1.5/7.5

CYC 60

S.F 1.25

DESIGN CODE

PHASE

EFF

P.F

DRIVE END BEARING

SKF 6163

62%

75%

OPP.END BEARING

SKF 6162

DUTY : CONTINUOUS

AMB. 40C NO THERMAL PROTECTION

Data2 penting al : 1 . Data pabrikan Nomor Katalog Model motor Type 2. Data Elektrik Phase HP / KW Hz / Frequency RPM / putaran per menit Voltage / Tegangan Amperage (F.L.A) full load motor current

Power Factor Maximum ambient temperature in centigrade (+40.C = 104.F) Temperature Rise Service Factor Altitude Duty Rating Insulation Class Code indicate kVA / horsepower 3. Data mekanis Frame Contoh dari LESSON ELECTRIC MOTOR Penjelasan singkat sbb: 1. Data Pabrikan Nomor Katalog CAT.NO/PART.NO 120086.00 Nomor yang di buat oleh pabrikan motor berdasarkan standard penomoran pabrik itu sendiri yang berupa Katalog. Nomor ini untuk memudahkan pencarian data di catatan. Pada prinsipnya nomor tsb mewakili spesifikasi motor tsb, sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secala lengkap, Nomor katalog sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain. Model motor Model : C145T34FB2C Biasanya di tulis terdiri dari kumpulan angka dan huruf. Nomor ini di buat oleh pabrikan motor berdasarkan standard pabrik itu sendiri. Nomor ini untuk memudahkan komunikasi tehnik antara pabrikan dan pembeli. Pada prinsipnya nomor tsb mewakili semua spesifikasi motor tsb, sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secara lengkap, karena setiap angka atau huruf ada artinya. Nomor model sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain, karena masing2 mempunyai cara penulisan atau sistem yang berbeda-beda. 2. Data Elektrik * Phase Phase harus jelas di sebutkan jumlah, apakah 1 atau 3. Kebanyakan motor dibuat 3 phase dan juga di tulis hubungan dalam windingnya, star atau delta atau gabungan. Motor2 kecil dibawah I KW dibuat dengan 1 phase. * HP / KW Kapasitas keluaran tenaga mekanis pada putaran penuh motor. NEMA menyatakan dengan Hp sedang IEC lebih senang menyatakan dengan KW., atau kadang pabrikan menulis keduanya. Motor 746 watt memproduksi 1 Hp, jika motor dapat mencapai efisiensi 100%, tetapi motor hanya dapat mencapai efisiensi +/ 84% maka memerlukan konsumsi 100/84 x 746 = 888 watt. Jumlah watt yang terpakai sebesar 746 watt dan yang 142 watt merupakan kerugian akibat panas,friction dll. Out put Motor = 888 watt x 0,84 = 746 watt = 1 HP

* Hz / Frequency Hz 50/60 Artinya motor dapat dihubungkan dengan 50 Hz ataupun 60 Hz. Di Amerika frekwensi tenaga jaringan listrik memakai F = 60Hz sedangkan di Indonesia, Eropa, Jepang dan negara lain memakai F = 50Hz. Frekwensi berhubungan langsung dengan jumlah putaran yang dihasilkan oleh motor tsb. Oleh sebab itu haruslah hati2 dalam menentukan membeli motor. Bab khusus mengenai pengaruh pemakaian frekwensi yang berbeda dengan yang tertera di nameplate dibahas pada bab lain. * RPM / Putaran per menit RPM 3450 / 2850 Artinya jika motor dihubungkan dengan 60Hz menghasilkan putaran 3450 Rpm, dan jika dihubungkan dengan 50 Hz putaranya 2850 Rpm. Putaran motor ditentukan oleh jumlah kutub dan frekwensi jaringan listrik yang ada. Jadi meski yang tertulis di plat-nama 3600 Rpm, jika di pasang di jaringan berbeda frekwensi putaran akan berbeda. Tabel kutub vs frekwensi

Synchron speed 60 Hz 2 pole 4 pole 6 pole 8 pole 3450 1725 1140 850 50 Hz 2850 1425 950 700 60Hz 3600 1800 1200 900 50 Hz 3000 1500 1000 750

Rumus Rpm sinkron Ns=120xF/P -> Ns=12050/4=1500 Rpm . Ns = putaran sinkron F = frekwensi, misal 50 Hz P = jumlah kutub, misal 4 Catatan : putaran rotor dari motor induksi tidak mencapai sinkron, yang tertulis misal, 1450 Rpm, karena adanya Slip sebesar .50 Rpm * Voltage / Tegangan V 208 -230 / V 460 Artinya motor ini dapat dihubungkan pada tegangan 208 s/d 230 Volt, atau 460. Apa artinya ini.? Jika di

nameplate tidak ada gambar skema diagram winding, sebaiknya sebelum menyambung ke sumber perlu membaca manual , bagaimana menyambungnya. Kalau melihat angka voltage (yaitu 230 dan 460), maka terlihat bahwa didalam stator setiap phasenya terpasang 2 pasang winding yang harus dipasang seri dan parallel. Standard NEMA memperbolehkan motor dipasang pada tegangan 10% dibawah / diatas tegangan yang tertulis di motor. Jika tertulis di name plate 230 Volt maka : -10% x 230 = 23 volts, terendah yang boleh 230 13 = 207 volts +10% x 230 = 23 volts, tertinggi yang boleh 230+13 =253 volts Nominal system voltage Motor Nameplate voltage

Perihal pengaruh pemakaian voltase yang berbeda, dibahas pada bab khusus. Dibawah ini tabel perkiraan pengaruh perbedaan voltage terhadap performance lainya al: Tabel perkiraan pengaruh beda voltage

Misal : Motor 230V, RPM 1450, PF 0,8, current FLA 10A, temp.rise 40C, 1. Jika voltage yang ada 10% dibawah rated maka yang terjadi sbb: Slip bertambah 23%. Misal dari slip 50 Rpm menjadi 62 Rpm, artinya putaran motor turun dari 1450 menjadi 1438 Rpm Effisiensi berkurang 2% Power factor berkurang 3%

Arus bertambah 11% Panas yang timbul bertambah 7% Dst. * Amperage (F.L.A) Besar arus FLA (full load motor current) yang diperlukan pada kondisi motor sedang mengeluarkan daya sesuai dengan rated Hp/Kw pada supply tegangan voltage sesuai spesifikasinya. Ini perlu diketahui terutama untuk perencanaan besar kabel dan sistem proteksinya. Jika rated voltage nya dua macam, maka FLA juga ada dua harga. Misal : Voltage 115/230 maka FLA misal 15.0/7.5A. jika voltage yang tersedia lebih rendah/tinggi dari rated maka besar FLA juga berpengaruh (lihat tabel diatas) Dengan mengukur besar ampere, ini dapat menggambarkan berapa kira2 besar beban motor yang sedang di pikul. *Torque / torsi Force atau Kekuatan putar atau gaya putar yang digunakan oleh poros. Satuan torsi kgm. atau inchpounds, * Starting Torque : Force yang di hasilkan oleh motor untuk berputar dari keadaan diam dan acelerasi. Juga disebut locked rotor torque. * Full load Torque. Force yang di produksi operasi / running motor pada kondisi beban penuh, putaran penuh pada capasitas Hp rated. * Breakdown Torque Torsi maksimum motor yang dapat di produksi saat beban naik tanpa putaran dan tenaga jatuh turun . juga kadang disebut pull-out torque. * Pull-Up Torque Torsi minimum yang dihasilkan motor antara diam (nol rpm) ke Rpm rated. Sama dengan bebn maximum motor mampu acelerasi ke rated Rpm. * Power Factor / Pf Power factor yang tertulis di nameplate adalah power factor dari test beban penuh/full load. Power factor akan berubah sesuai dengan berapa persen beban yang dipikul motor, jika beban tidak penuh maka Pf operasi rendah. Pada umumnya motor kecil mempunyai Pf yang lebih rendah dari motor besar. Dibawah ini tabel korelasi antara beban dan power faktor

Saat ini hampir semua negara maju (USA, Jepang, India, negara2 Eropa dll) sudah memberlakukan undang2 atau peraturan, bahwa : semua pemakai motor listrik harus mengganti dengan motor dengan efisiensi tinggi (premium motor), setidak2nya jika motor lama rusak harus mengganti dengan motor premium. * Maximum ambient temperature derajat celcius (+40.C = 104.F) NEMA memberikan panduan bahwa suhu ruang untuk ruang tertutup maupun terbuka pemakaian motor maksimum 40.C. jika lebih dari harga tsb. Motor harus di derating, artinya kapasitas/beban harus diturunkan. Karena akan berpengaruh pada panasan motor winding, kalau tidak diturunkan maka winding akan mengalami panasan yang berlebihan/overheating. Akibatnya umur motor akan berkurang.(lihat di artikel lain) * Kenaikan /Temperature Rise Kenaikan Temperature atau sering ditulis di nameplate Temperature Rise misal 70.C . Artinya motor tsb windingnya akan mengalami kenaikan temperature sebesar 70.C, kenaikan ini diakibatkan oleh arus listrik yang mengalir dalam winding. Oleh sebab itu temperature harus di monitor, jika diukur lebih dari 70.C haruslah di investigasi penyebabnya. Pada umumnya pabrik memberikan angka aman 10.C. Temperature winding = temperature ruang + kenaikan Sebab2 kenaikan al: Sirkulasi ruang tidak baik, beban berlebihan, misalignment, filter kotor/buntu, dsb. * Service Factor / SF Menurut NEMA definisi dari SF ialah : berapa persen beban Hp/Kw atau ampere /FLA motor dapat dioperasikan melebihi yang tertera di name-plate yang dapat ditanggung oleh motor. Misal : 10 Hp dengan 1.25 SF maka motor dapat menanggung beban12.5Hp Menurut standard NEMA harga SF = 1.0 , 1.10 , 1.15 , 1.25 , 1.4 dsb Motor dengan SF >1.0 memiliki isolasi yang lebih bagus dari Class B *Altitude Tinggi diatas permukaan laut selalu diperhatikan jika memasang motor. Sebagai panduan NEMA memberi panduan untuk operasi normal motor dipasang maximum setinggi 3300 feet atau 1000 m, lebih dari itu motor harus di derating atau diturunkan kapasitasnya. Dibawah ini tabel panduan penurunan Hp sehubungan dengan altitute

Misal motor dengan servise factor 1.0 jika dipasang pada ketinggian lebih dari 1000 m, maka kapasitas harus diturunkan menjadi 93% * Duty Rating NEMA vs IEC Sifat pemakaian motor dirancang untuk dioperasikan sbb :

NEMA hanya membagi duty cycles dalam dua macam yaitu : Continue / terus -menerus , Intermittent / berkala dan special /khusus 1.Duty continue : artinya motor dirancang dapat dan tahan dioperasikan secara terus-menerus, tanpa berpengaruh terhadap panas winding, dan umur motor tidak akan berkurang. Motor operasi lebih dari 3 jam sudah termasuk kategori continue. 2. Intermittent duty: motor dirancang untuk dioperasikan dengan waktu tertentu, kemudian distop dengan waktu tertentu untuk kesempatan pendinginan, kemudian dijalankan lagi. Special ; pemakaian dengan mencantumkan waktu tertentu Misal: 5, 15 , 30 , 60 menit. Contoh: Motor buka/tutup pintu, IEC membagi duty cycles menjadi 8 yaitu 1. S1 Continous duty . Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap / waktu dan mencapai temperature equilibriumnya. 2. S2 Short-time duty. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap dengan waktu tidak lama untuk mencapai temperature equilibriumnya, kemudian periode istiharat cukup lama sampai dengan mencapai temperature ambient. 3. S3 Intermittent periodic duty. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap secara periodic jalan stop/istirhat. temperature equilibrium tidak pernah tercapai. Arus starting sangat kecil pengaruhnya terhadap timbulnya panas di stator. 4. S4 Intermittent periodic duty with starting. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap secara periodic jalan stop/istirhat. temperature equilibrium tidak pernah tercapai. Tetap arus starting ber pengaruh terhadap timbulnya panas di stator. 5. S5 - Intermittent periodic duty with electric breaking. Motor dioperasikan dengan sequen siklus starting running dengan beban tetap dan starting running dengan tanpa beban. Tidak ada waktu stop/istirahat. 6. S6 - Continuous operation with intermittent load. Motor dioperasikan dengan sequen siklus running dengan beban tetap dan running tanpa beban. Tidak ada waktu stop/istirahat. 7. S7 Continuous operation with electric braking. Sequential, identical cycles starting running at load constant and electric braking. Tidak ada periode istirahat. 8. S8 Continuous operation with periodic changes in load and speed. Motor operasi dengan siklus jalan dengan beban konstan dengan putaran tertentu kemudian jalan dengan beban tetap berbeda dengan putaran tertentu. * Insulation Class NEMA maupun IEC menggunakan tanda yang sama, tapi NEMA tidak mempunyai isolasi klas E. Winding dapat tahan pada temperature tsb. secara kontinu tanpa menurunkan ratingnya. Kebanyakan motor di Industri memakai klas isolasi B atau F Class A (105C / 221.F): cotton.silk,paper Class E 120C / 248.F Class B (130C / 266.F) : mica,fiberglass,asbestos Class F (155C / 311.F) : mica,fiberglass,asbestos Class H (180C / 356.F ): mica,fiberglass w silicon binder (Ref: NEMA standard MG 1.65 Desember 1980)

Tabel kenaikan

temperature Table: IEC vs NEMA temperature rise , derajat C * Code indicate kVA per horsepower 3. Data Mekanis Frame Frame F145T Frame menggambarkan ukuran fisik motor, dengan melihat tabel standard kita bisa mengetahui ukuran pisik secara lengkap al : tinggi shaft, jarak baut, diameter shaft, panjang shaft, tinggi/panjang motor . Frame tsb. diatas mengikuti standard NEMA, (National Electrical Manufacturing Association) yaitu standard yang dibuat oleh organisisi pembuat motor. Standard ini banyak diikuti pabrik2 motor dari Amerika. Standard IEC (International Electrotechnical Commission) standard ini banyak diikuti oleh pabrikan motor dari Eropa. Sebagian besar pabrikan membuat motor sesuai dengan standard yang diminta pembeli. Sebetulnya untuk frame itu dapat dikonversi satu terhadap yang lain, tetapi tidak persis sama, makin besar motor makin besar beda ukuran. Standard lain tentu masih banyak misal : JIS, Beberapa pedoman praktis frame NEMA : Umumnya terdiri : berupa huruf angka huruf misal EF145T Terdiri dari 2 digit/angka , untuk motor kecil atau kurang dari 1 Hp Terdiri dari 3 digit/angka , untuk motor 1 Hp dan lebih besar Huruf depan (prefix), merupakan angka khusus dari pabrikan. Huruf dibelakang (suffix), metode pemasangan standard NEMA. Ukuran frame Frame dengan Angka 2 digit, angka ini jika dibagi 16 merupakan (D) jarak antara center shaft ke titik tengah dasar dalam inchi Contoh : Frame 56 berarti ukuran D = 56 : 16 = 3 ½ Frame dengan Angka 3 digit, angka pertama kedua jika dibagi 4 sebagai ( D )jarak antara center shaft ke titik tengah dasar motor dalam inchi.

Contoh : Frame 145 berarti D= 14 : 4 = 3 ½ Angka Ketiga menyatakan jarak lubang baut parallel dasar Contoh : frame 145 angka 5 merupakan jarak ( E + E ) tetapi ini tidak mutlak. Standard IEC. Angka2 frame menyatakan jarak (D). misal frame IEC : 100L -> D = 100 mm, dan 90L -> D = 90 mm dst. Antara Frame IEC maupun NEMA ada kesamaan , meski ada sedikit perbedaan. Misal IEC 100L , D=100 mm hampir sama dengan NEMA 145T, D nya

Kesimpulan Dalam membeli Motor Listrik hal yang harus diperhatikan al: 1. Tidak perlu terpaku pada merk atau brand tertentu, tetapi harus sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan Data Elektrik Phase HP / KW Hz / Frequency

RPM / putaran per menit Voltage / Tegangan F.L.A = Amperage full load motor current PF Power Factor Maximum ambient temperature in centigrade (+40.C = 104.F) Temperature Rise SF= Service Factor Altitude Duty Rating Insulation Class Data mekanis Frame 2. Jika mungkin belilah yang Premium motor (efisiensi tinggi), karena eff. tinggi sangat menghemat pasokan tenaga listrik. (di banyak negara sudah membuat peraturan bagi Pembuat dan pembeli harus membuat/membeli motor eff. tinggi) 3. Pilihlah frequensi dan voltage yang sesuai dengan jaringan yang ada.(lihat pengaruh rugi perubahan voltage) 4. Sebaiknya ditest dulu Hp/Kw yang sesungguhnya diperlukan.Jika membeli terlalu besar Hp, merupakan kerugian tenaga listrik. Rumus praktis secara cepat untuk cek HP motor: Misal: Motor 100 HP, Rpm tertulis 1425 Rpm, Jalankan motor dan dengan stroboscope/rpm-meter kita lihat rpm actual misal 1470 Rpm. maka tenaga listrik yang diperlukan hanya 1425/1470 x 100 Hp = 96,9 HP 4.Pilihlah standard yang sesuai (IEC atau NEMA), meski ada persamaan antara kedua standard tsb.(ada sedikit perbedaan ukuran/lihat tabel dibawah) Pembahasan Frame lebih lanjut bab2 berikut (masih editing)

http://soemarno.org/2008/07/15/name-plate/

Data Sheet Motor Listrik


March 18, 2009 Motor listrik 29 Comments

Salah satu dari kelengkapan dari sistem dokumen pemeliharaan adalah Data Sheet mesin2 atau peralatan, terutama yang berupa unit misal Motor Listrik, Pompa , Kompressor ,Vessel , Heat Exchanger dll. Data lain al : histori /catatan perbaikan,penggantian atau pemeliharaan . Data sheet diusahakan mengandung banyak informasi yang berguna untuk keperluan pemeliharaan. Dengan informasi yang lengkap kita dapat secara cepat al membeli spare-part mesin tsb, bahkan dapat mencari penggantinya jika merk tsb sulit didapat, atau mencari yang lebih ber kwalitas, misal motor listrik buatan Abc diganti dengan merk Def dst. Format dapat di rancang dengan indah, informative dengan IT yang hebat.Tetapi isi lebih penting.

Isi al. Mengandung , berikut contoh isian sbb: (minimal atau lebih dari ini) Nama Perusahaan /Plant: PT Indonesia Raya DATA SHEET : Motor 3 phase Nomber Unit : U01/M101 (di atas kiri huruf besar) Fungsi : for Boiler Feed Water Pump Output : 75 HP (55kW) Frame : 404/5TS (NEMA Standard) Frequency : 50 Hz Pole : 2 Rated Speed : 2960 Rpm Slip : 1,33% Rated Voltage : 380/660 V Rated Current : 103/59,3 A L.R.Ampere : 721/415 A No Load Current : 20.0/11,5 A Rated Torque : 18,1 kgfm Locked rotor torque: 190% Breakdown torque : 230% Design : B Insulation Class : F Temperature raise : 40 C Locked rotor time : 22 s (hot) Service factor : 1.15 Duty cycle : S1 Ambient temp : 40 C Altitude ; 1000 m.a.s.l Enclosure : IP55 Efisiency % : 93,6 (100% load,pf 0.87) 93.0 (75% load,pf 0.85 ) 91.9 (50% load,pf0.81) Mounting : Horizontal Rotation : both Weight : aprox 600 kg Bearing front : 6314-C3 Bearing rear : 6314-C3 Regreasing amount : 27 g Grease grade : EP2 Brand/Manf : misal: Siemen Alternative : Toshiba/Us Motor/Relian/WEG dst

Isian ini dapat diambil dari Name plate dan data sheet dari manual book. Tentunya di isi yang paling penting dan ada sumber/datanya.

http://soemarno.org/2009/03/18/data-sheet-motor-listrik/#more-203

Jumlah Start-stop, mengapa harus di batasi?


November 27, 2008 Motor listrik 21 Comments

Ketika motor distart, motor memerlukan arus start yang sangat tinggi, mungkin dapat mencapai beberapa kali atau lebih dari 5 kali. Arus tinggi menimbulkan panas dan thermal shock, sehingga jika ini dilakukan ber-kali2 dan tanpa ada jedah waktu, maka berakibat sangat buruk terhadap winding motor, overheating. Sehingga sangatlah perlu mendapat perhatian serius perihal start dan stop semua motor listrik agar kerusakan fatal dapat dihindari. Tabel No dibawah ini memberi gambaran jumlah start dan stop operasi motor yang ada korelasinya dengan putaran dan rated Hp. Banyak dokumen perawatan motor mencatat bahwa kerusakan motor kebanyakan diakibatkan oleh pembebanan yang terlalu berlebihan. Umur pendek: al hubung pendek (short circuit) disebabkan karena terlalu sering start dan stop. Kuncinya ialah harus lebih dimonitor jumlah start dan stop, Tabel Starts vs Stops

A= maximum jumlah start / jam B= minimum waktu istirahat dalam detik jedah start. Artikel ini di ambil dari Baker dengan referensi NEMA. Sebaiknya di setiap motor perlu di catat dalam manual atau histori atau standard operating procedure perlu ditulis al: max start dan min jedah waktu.

http://soemarno.org/2008/11/27/jumlah-start-stop-mengapa-harus-di-batasi/#more165

Frequensi 60Hz atau 50Hz. apa pengaruhnya.


November 27, 2008 Motor listrik 39 Comments

Frekwensi merupakan salah spesikasi sumber tenaga listrik yang ada atau dipilih oleh suatu negara tertentu. Spesifkasi lain yalah tegangan atau voltage. Pemilihan ditentukan oleh standard apa yang dianut negara tsb. perbedaan yang dianut kedua standard tsb. Jika NEMA memakai 60 Hz maka IEC memalai 50 Hz. Pemakaian motor 60Hz ke supply listrik 50 Hz tentu ada pengaruh demikian pula sebaliknya. Frekwensi paling berpengaruh pada putaran motor yang disupply tenaga listrik tsb. Kita perlu tahu seberapa besar pegaruh tsb, apa pengaruhnya terhadap faktor daya guna, umur motor dan baik atau buruknya. NEMA dan IEC Standard NEMA dipakai di Amerika bagian utara, terutama Amerika Serikat tentunya ditambah negara yang yang memakai tehnologi atau membeli pabriknya dari Amerika Serikat. Sedangkan IEC dianut oleh sebagian negara di dunia selain di Amerika. Disamping standard lain seperti negara Inggris BS2613, Jerman VDE 0530 dan Jepang JIS. Biasanya standard lain mengadopsi IEC yang bersifat metrik. NEMA atau National Electrical Manufacturers Association berkantor di Amerika . IEC , International Electrotechnical Commission berpusat di Eropa. Spesifikasi Motor Dibawah ini contoh spesifikasi listrik dari sebuah motor sebagai contoh untuk pembahasan sehubungan dengan pemakaian frekwemsi. Yang sulit dihindari ialah kita membeli motor standard NEMA untuk dipasang dinegara yang memakai standard IEC atau sebaliknya. Sehingga diperlukan pengetahuan tentang spesikasi listril dan spesifikasi mekanis dari kedua standard tsb. Contoh : Motor 100HP, 230/460 V, 60 Hz, Pengertian dari spesifikasi tsb, sbb : NEMA menuliskan kapasitas dengan horse power, 100 HP sebagai kapasitas atau kemampuan motor menggerakan beban sebesar 100 horse power. Biasanya IEC menyatakan kapasitas dengan KW, (100 HP = 74,57 KW) 230V , winding motor terdiri dari dua set setiap phase dan dihubungkan secara parallel 460V, winding motor terdiri dari dua set setiap phase dan dihubungkan secara serie. 60Hz, adalah frequency jaringan listrik yang seharusnya tersedia untuk motor tsb.

Effek pada Motor 230/460 V, 60 Hz, jika di pasang pada frekwensi 50 Hz

( table tsb. Disalin dari Catalog Leeson Motor) Memasang motor 60 Hz di Freq 50 Hz Power-grid di Eropa dan dihampir semua negara lain menggunakan system freq 50Hz, kecuali Amerika bagian Utara menggunakan 60Hz. Apa efek performance, memasang motor 60Hz pada freq. 50Hz? Apakah cukup aman ? Jawabnya meragukan ya atau mungkin ya tidak. Motor 3 phase 60Hz dapat dioperasikan cukup memuaskan (sesuai dengan nameplate) pada power supply freq 50Hz jika tegangan/voltage di turunkan sama dengan rasio penurunan frequency. Jadi motor 60Hz,460V jika dipasang pada 50Hz,380V akan menghasilkan performance yang memuaskan sesuai nameplate horsepower, dan putaran poros hanya 50/60 dari putaran yang tertera di nameplate. Jadi jika 60Hz ke 50Hz, berarti seharusnya Voltage 5/6x460V=383V Motor 60Hz 230V jika dipasang di 50Hz 230V, mungkin tidak memuaskan tanpa menurunkan horsepower sebesar faktor 0,80-0,85. Jadi HP rated beban yang digerakan harus diturunkan, ini hubungannya dengan efek panas yang timbul di winding. Dengan panduan table tsb, dapat disimpulkan Motor 100HP, 230V/460V, 60 Hz, 1800Rpm motor winding terkoneksi 230V dipasang pada 220V / 50 Hz akan terjadi sbb: Torsi full load diperlukan 120% Putaran sinkron stator turun menjadi 5/6 atau 83,3% yaitu 0.8331800 Rpm = 1500 Rpm

Arus full load menjadi 115% Efisiensi saat full load turun 2% Power faktor turun 3-4% Locked rotor torque naik dari rated menjadi 130 135% Breakdown torque, naik dari rated menjadi 120 125% Arus locked rotor naik dari rated menjadi 106% Panas di motor naik menjadi 153% Magnetic noise bertambah. Kesimpulan dari kasus ini bahwa umur motor berkurang karena bertambahnya arus yang berarti bertambah panas.

http://soemarno.org/2008/11/27/frequensi-60hz-atau-50hz-apapengaruhnya/#more-163

KARAKTERISTIK MOTOR LISTRIK


Menggunakan motor dengan tepat sesuai dengan keperluan mesin motornya, maka sangat perlu sekali informasi yang jelas dan lengkap perihal data - data motor tersebut. Data - data motor dapat dilihat pada papan nama atau name plate yang ditempelkan pada body motor - motor listrik. Penjelasan mengenai name plate : 1.STYLE: Menunjukkan spesifikasi pabriknya, 2. FRAME: Didefinisikan oleh NAME. biasanya untuk motor - motor kecil. 3. PH: Menunjukkan type power, 1 fasa atau 3 fasa, biasanya 3 fasa 4. HP: Menujukkan daya kuda rata - rata motor pada kecepanan rata - rata 5. RPM: Menunjukkan kecepan motor dalam ' revolution per menit' 6. CYCLES: Menunjukkan frekuensi kerja darh motoq 7. VOLTS: Menujukkan pada tegangan berapa motor dioperasikan 8. AMPS: Menujukkan rata - rata arus pada beban penuh, teganan rata - rata, dan frekuensi rata - rata. 9. DEG.C / RISE: Menunjukkan suhu yang diijinkan bahwa motor dapat naik suhunya melebihi batas yang diijinkan pada beban dan kecepatan rata - rata 10. HOURS: Menunjukkan periode waktu yang diperbolehkan beroprasi tanpa adanya panas berlebih atau 'over heat'. pada motor - motor kecil ditunjukan sesuai

'continuously' 11. CODE: Menujukkan huruf kode NAME untuk locked rotor kilovolt amper ( KVA ) per horse power, sebagai contoh huruf M menujukan nilai 10 - 11,2 KVA per horse power 12. S.F. / AMPS: Menujukkan arus start pada beban penuh mulai jalan pada pembebanan penuh ' service factor'nya 13. SERVICE FACTOR: Menunjukkan suatu nilai bila motor dioperasikan pada kecepatan dan frekuensi rata - rata 14. HOUSING: Menujukkan rumah dari motor 15. TYPE: Menunjukan suatu kode tentang konstruksi motor dan power yang dipakai 16. SERIAL: Menunukkan kode pabrik pembuatan motor 17. TYPE: Menujukkan tipe thermoguard protector yang dipasang pada motor. misal : A menujukkan automatic reset M menujukkan manual reset.
http://listrik.jw.lt/karakteristik%20motor%20listrik

WELCOME

MOTOR LISTRIK
Motor listrik adalah suatu alat yang dapat merubah energi listrik menjadi energi gerak / mekanik

motor listrik diklasifikasikan sesuai type dari arus listrik untuk pengoprasiannya menjadi 2 : arus AC arus DC motor AC diklasifikasikan menjadi : - single phase - poly phase motor AC digunakan karena : arus AC lebih ekonomis, arus AC lebih mudah tersedia dan motor AC konstruksinya lebih sederhana. motor DC digunakan diindustri karena : operasi multispeed mesin, range yang luas DC torsi, breaking yang mudah, singkronisasi lebih mudah. penyediaan arus DC sekarang bukan hal yang sulit karena dengan perkembangan solid - state seperti SCR maka tidak diperlukan lagi generator DC. Bagian dari motor yaitu stator dan rotor. Dimana bagian yang bergerak adalah rotor dan yang diam disebut stator. Dari segi pemasanagan motor dibagi menjadi 2 yaitu : food mounted flange mnunted semua tentang motor listrik :

Karakteristik motor listrik Motor satu phasa Motor induktansi Motor tiga phasa Perawatan pada motor - motor listrik Penanganan terhadap motor listrik yang mengalami kerusakan
http://listrik.jw.lt/Motor%20listrik

Beberapa sebab kerusakan motor listrik


Posted on November 21, 2008 Filed Under Motor listrik | Kerusakan motor kebanyakan disebabkan oleh al 5 factor : . panas, kotor, lembab, vibrasi. Kwalitas supply listrik Dengan fokus pada faktor tsb. dapatlah di eliminir : jumlah kerusakan, kerugian, ongkos maintenance. Dibagi menurut asal sebab kerusakan : kerusakan dari luar motor : kwalitas masukan tenaga listrik, misalignment, kondisi lingkugan panas/lembab/tidak ada ventilasi, kondisi beban kerusan dari dalam motor : aging/penuaan, degradasi. Atau Kerusakan karena listrik :

Kerusakan mekanis. Panas /over-heating:Penyebab terbesar kerusakan motor sehingga motor tidak dapat mencapai umur pakai yang seharusnya ialah overheating atau panas berlebihan, Setiap mengalami Kenaikan temperature 10 derajat, dari temperature normalnya, berakibat memotong umur motor 50% , meskipun kenaikan terjadi hanya sementara. Sebab over-heating al: Memilih motor terlalu kecil, sehingga motor harus menderita over-current, berarti kondisi operasinya lebih panas. Tetapi jika memilh motor terlalu besar berakibat pemakaian listrik tidak efisien berarti pemborosan. Sistem starting, kebanyakan motor dipasang dengan direct starting . sistem ini menimbulkan arus Starting-current terlampau besar (5 kali lebih), sehingga menimbulkan panas yang besar, lebih2 jika sering start-stop. Untuk itu perlu dipasang sistem start al: stardelta, fluid-couplig, pengubah-frequensi, dll Start-stop terlalu sering tanpa memperhartikan jedah antar waktu start sangat menimbulkan kerusakan. (lihat tabel minmum jedah waktu) Environment - ambient temperature tinggi,, mengakibatkan operating temperture motor lebih tinggi dari seharusnya. Ventilasi ruang kurang bagus menimbulkan symtem pendinginan motor tidak baik. Mengakibatkan operating temperature motor naik. Kondisi motor: fan rusak, body motor kotor, saluran pendingin buntu/kotor dll. Mengganggu penginan. Kondisi beban : kopling misaligment, beban terlalu besar, beban tidak normal, Kotor Debu / Kotoran yg terakumulasi akan merusak komponen listrk maupun mekanical. Umumnya terakumulasi pada permukaan badan motor , saluran pendinginan, fin, fan mengakibatkan pendinginan terganngu dan panasan motor berlebih. Motor type ODP , kotoran

debu masuk dan terkumpul kedalam winding menimbulkan kerusakan isolasi / winding. Moisture / lembab Lembab atau embun juga merusak komponen listrik dan mekanikal, yang mengakibatkan pengkaratan pada poros, bearing, rotor, stator, laminasi. Jika penetrasi ke isolasi mengkaibatkan degradasi isolasi dan rusak. VibrasiVibrasi merupakan indikasi bahwa kondisi motor sedang mengalami masalah. Besar Vibrasi yang melebih harga yang diijinkan dapat menyebabka kerusakan yang lebih parah. Sumber vibrasi dpat dari motor atau dari mesin yang digerakan (load) bahkan mungki juga dari kedua2nya. Sebab vibrasi a.l dari kondisi : Misalignment motor terhadap load (mesin yang digerakan), Kendor pada fondasi nya Motor atau load Kondisi Soft-foot pada fondasi nya Motor atau load Rotor unbalance ( Motor atau load) Bearing aus atau rusak, meyebabkan poros berputar tidak sentris. Akumulasi karat atau kotoran pada komponen putar (rotor) Sewaktu memasang rotor/bearing motor sehabis overhaul/rewinding tidak aligment. Kwalitas Listrik Kwalitas suply tenaga sangat menentukan umur motor listrik, hal2 yang harus dihindari. al: Voltage sering naik -turun melebihi harga toleransi, under/over voltage dapat menimbulakan overheating didalam winding, berakibat umur motor menjadi pendek. Voltage spike akibat power swicthing atau serangan halilintar (lightning strikes) juga menyebabkan kerusakan isolasi winding. Voltage 3 phase tidak balance melebihi harga toleransi, sering terjadi sebagai sebab kerusakan winding. Beberapa sebab lain al: Pemilihan pelumas harus sesuai specifikasi, penggantian/penambahan dilakukan dan terjadwal dengan

baik. Pemilihan dan pemeliharaan kopling sama pentingnya dengan komponen lain. Seting bearing dan komponen lain harus sesuai dengan standard. Setelah kita mengetahui beberapa sebab kerusakan, kita dapat merencanakan program pemeliharaan dan langkah pelaksanaan yang sesuai. http://iwanservice.blogspot.com/2012/02/beberapa-sebab-kerusakanmotor-listrik.html

Name Plate Motor 3 Pasa


Pada umumnya name plate pada motor induksi 3 fasa terdapat hal hal penting tentang klasifikasi motor itu sendiri. Tetapi hal yang paling dasar yang perlu kita ketahui adalah Tegangan (Volt), Horse Power (HP), daya (KVA), kecepatan (RPM) dan wiring input.

Dalam kesempatan ini saya hanya akan membahas tentang tegangan dan wiring input yang terdapat pada nameplate-nya saja, karena saya sering menjumpai pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini.

Volts

380V

Motor induksi 3 fasa yang standard digunakan di Indonesia adalah untuk tegangan 380V saja, dan biasanya pada nameplate nya tertulis "Volts : 380V". Untuk motor yang berdaya diatas 5 HP harus dihubung star delta dan yang dibawah 5 HP bisa langsug dihubung delta.

gbr. ilustrasi umum gulungan motor 3 fasa

Pada motor ber nameplate seperti ini, saat start menggunakan suplay tegangan 380V, namun masingmasing fasanya hanya menerima 220V, dan pada saat delta fasanya akan menerima 380V. Maka rating motornya untuk delta adalah 380V, dan rating perfasanya (tegangan kerja) adalah 380V.

Volts

220V/380V

Untuk motor yang ber nameplate 220V/380V ini tidak dapat digunakan untuk star-Delta. Motor jenis ini menunjukan kalau motor dihubung delta suplaynya harus 220V, dan kalau dihubung star suplaynya harus 380V.

gbr. pengkabelan motor 220V/380V Hal ini disebabkan rating perfasa (tegangan kerja) motor tersebut adalah 220V.

Volts

220V/380V/440V/660V

Khusus untuk motor ini terdapat keistimewaan dalam gulungannya, karena terdapat 12 kabel dan bisa dioperasikan pada 4 macam tegangan input yaitu 220V, 380V, 440V dan 660V. Dapat dilihat ilustrasinya pada gambar dibawah ini:

gbr. ilustrasi gulungan motor 3 fasa 12 kabel Dan sistem pengkabelan-nya pun bervariasi, seperti pada gambar dibawah ini:

gbr. pengkabelan motor 3 fasa 12 kabel Demikian saja penjelasan dari saya.. semoga bermanfaat..

__________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/11/name-plate-motor-3-pasa.html

Pertanyaan Umum Teknik Listrik Industri


1 kva Berapa Amper ?

(Teori

Umum)

KVA adalah satuan bagi daya yang dihasilkan oleh tenaga listrik,yakni hasil kali antara tegangan llistrik(volt) dengan kuat arus(ampere)

jadi

1KVA

1000VA

jadi

bila maka =

voltasenya dalam 1000/380

sebesar 1KVA = 2,6

380

volt terdapat Ampere

bila maka =

voltasenya dalam 1000/220

sebesar 1KVA = 4,5

220

volt terdapat Ampere

dan maka =

bila

tegangan dalam 1000/100

diubah 1KVA =

ke

100

volt terdapat

10

Ampere

(Teori bila maka = = 1 voltasenya dalam / 1.52 (1.732) sebesar 1KVA / 380

Lain) volt terdapat 0.38 Amper

ket.

1.732

adalah

satuan

rumus

tetap

Ukuran

Milimeter

Kabel

CONTOH: kabel berapa 2,5 mm artinya kabel tersebut mempunyai luas penampang 2,5 mm

diameternya?

rumus L =

mencari p x

jari2nya: r

2,5 r r r = =

3,14 2,5 v2,5 = / /

r 3,14 3,14 0,89

maka d d d = = = 2 1,78 2 x x

diameternya r 0,89 mm

dan L = = = 3,14

Luasnya p x x

(kebalikannya) r 0,89 2,48

L r d K p =

= = = = 22/7

luas jari2 diameter keliling =

lingkaran lingkaran lingkaran lingkaran 3,14

K =

2 p

p x

r d

r = = (L 1/2 akar

= x dari x

1/2 (K (L 7/22)

x x x =

d 7/22) 7/22) r

d = (L akar x

= dari 7/22 (L

K x x 4)

x 7/22 = x

7/22 4) d

mm

Kabel

Untuk

Berapa

Amper

Ada 1 1 mm untuk mm 3 Amper

yang dan untuk ada juga 1.76 yang

mengatakan mengatakan Amper

kw

Berapa

HP

(Horse

Power)

Menurut konversi satuan international, 1.1 kW (kilo watt) adalah sama dengan 1.475 HP ... Ya, HP memang Horse Power .Istilah lain adalah PK (singkatan kata dari bahasa Belanda Paar Kraatt) 1 HP = 0.745 kW = 745 watt

________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/11/pertanyaan-umum-teknik-listrikindustri.html

Wiring Diagram Star Delta


Coba perhatikan lagi gambar hubung star delta yang bawah telah saya perjelas dari gambar ini: artikelsebelumnya di

gbr. wiring star dan delta Rangkaian star delta ini diawali dengan hubung star terlebih dahulu, setelah itu baru terhubung delta. Penggambarannya sebagai berikut:

gbr. wiring rangkaian utama star delta Penjelasan: Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa wiring star delta menggunakan 3 buah kontaktor utama yang terdiri dari K1 (input utama) K2 (hubung star) dan K3 (hubung delta). Dan semua itu disebut

jugaRangkaian

Utama,

yang pemahaman dasarnya telah dibahas pada artikel sebelumnya.

Pada gambar, ketika K1 dan K2 aktif atau berubah menjadi NC maka hubungan yang terjadi pada motor menjadi hubung star, dan ketika K2 menjadi NO maka K3 pada saat yang bersamaan menjadi NC. Dan perubahan ini menyebabkan rangkaian pada motor menjadi hubung delta.

Bagaimana kita membuat K1, K2 dan K3 bekerja secara otomatis merubah hubung motor menjadi star delta? Perhatikan gambar dibawah ini:

gbr. wiring diagram star delta

Gambar diatas adalah gambar wiring diagram star delta yang merupakan perpaduan antara interlock kontaktor dan fungsi NO dan NC dari timer. Perhatikan sekali lagi gambar di bawah ini, yang merupakan penjelasan dari gambar diatas.

gbr. penjelasan wiring diagram star delta

Pada kotak yang berwarna pink adalah wiring diagram dari interlock kontaktor, dan kotak yang berwarna hijau adalah kerja dan fungsi dari NO dan NC pada timer. Ketika tombol ON ditekan maka K1 akan bekerja, begitu juga T dan K2 (hubung star). Dalam hal ini K2 akan langsung bekerja karena terhubung pada NC dari T, disaat bersamaan T akan bekerja dan menghitung satuan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dimana setelah habis ketapan waktunya maka NCnya akan berubah menjadi NO begitu juga sebaliknya. Perubahan inilah yang dimanfaatkan untuk menghidupkan K3 (hubung delta). Dan wiring diagram tersebut dikenal juga sebagai Rangkaian

Pengendali.

Sebagai finalisasi wiring diagram star delta ini, maka saya tambahkan NC pada K2 dan K3 yang saling bertautan pada masing masing kontaktornya. Arus listrik akan mengalir terlebih dahulu pada NC K3 sebelum masuk koil K2, begitu juga sebaliknya. Hal ini semata-mata untuk menghindari terjadinya kedua kontaktor itu bekerja secara bersamaan bila terjadi hubung singkat, yang bisa menyebabkan kerusakan pada Rangkaian Utamanya, seperti pada gambar dibawah ini.

gbr. wiring rangkaian pengendali star delta

Cukup itu saja penjelasan dari saya tentang wiring diagram star delta ini. Semoga penjelasan ini menjadi gerbang pembuka untuk mempelajari dan membuat wiring diagram rangkaian otomatis lainnya termasuk dasar pemograman PLC.

Semoga bermanfaat.. __________________________________


Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/11/wiring-diagram-star-delta.html

Hubung Star Delta Motor Induksi 3 Fase


Sebelumnya klik disini untuk mempelajari simbol-simbol gambar teknik listrik. Kali ini saya akan membahas tentang hubung Bintang Segitiga motor induksi 3 fase dan wiring diagramnya. Perhatikan gambar dibawah ini:

gbr. motor induksi 3 fase

Dalam gambar diatas dijelaskan (dari kiri layar): motor induksi 3 fase single line diagram, three line diagram dan penggambaran lilitan motor induksi 3 fase (secara umum).

Tentunya kita juga sering mendengar tentang istilah hubung motor Star Delta atau Bintang Segitiga bukan?

Prinsipnya adalah saat sebuah motor 3 fase distart awal, motor tidak dikenakan nilai tegangan penuh dan hanya arus saja yang digunakan secara penuh. Tentunya motor induksi bertipikal seperti ini hanya motor induksi dengan daya diatas 5.5 HP (Horse Power), sedangkan 1 HP adalah bernilai 0.75 KW (kilowatt). Karena penggunaan arus mula yang lumayan besar ini, maka diperlukanlah hubungan bintang (star) untuk meminimalisir arus. Setelah motor berputar dan arus sudah mulai turun, barulah dipindahkan menjadi hubungan segitiga (delta) sehingga motor tersebut mendapatkan nilai tegangan secara penuh.

Sudah

jelas

khan??

Setelah melihat gambar pertama, maka penggambaran tentang hubung Bintang (star) dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

gbr. hubungan bintang

Dan sebuah hubung Segitiga (delta) dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

gbr. hubungan segitiga

Itu saja penjelasan dari saya tentang hubung Bintang Segitiga, dan untuk posting berikutnya adalah wiring hubung Star Delta. Klik disini untuk membacanya..

__________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/11/hubung-star-delta-motor-induksi-3fase.html

InterLock Kontaktor
Sebelumnya klik disini untuk mempelajari simbol-simbol gambar teknik listrik. Lalu perhatikan gambar dibawah ini:

Apa

yang

akan

terjadi

ketika

tombol

ditekan?

Pada gambar terlihat Kontaktor dan Relay saling terhubung, tetapi pada Relay terlebih dahulu terhubung pada NO dari Kontaktor. Ketika tombol ditekan maka arus listrik akan mengalir ke koil Kontaktor dan mengalir juga pada Relay karena NO dari Kontaktor akan berubah menjadi NC dan mengalirkan arus listrik ke koil Relay. Akan tetapi ketika tombol di lepas maka kedua peralatan tersebut (Kontaktor dan Relay) akan mati dan tidak bekerja.

Kesimpulannya:

semua

aktivitas

kerja

dua

peralatan

itu

tergantung

pada

kerja

tombol.

Perhatikan

kembali

gambar

di

bawah

ini..

Pada gambar tersebut NO dari Kontaktor saya pindahkan dan diparalelkan dengan tombol, dan Relay pun menjadi paralel dengan Kontaktor. Maka ketika tombol ditekan maka arus listrik akan menghidupkan Kontaktor, selain itu perhatikan NO dari Kontaktor.. YAHHH... NO Kontaktor menjadi NC dan mengalirkan juga arus listrik dari sumber. Maka ketika tombol dilepaspun arus listrik tetap akan mengalir pada rangkaian.

Kesimpulannya:

arus

listrik

aka

tetap

mengalir

pada

rangkaian

walaupun

tombol

dilepas.

Lalu

bagaimana

mematikan

arus

listriknya?

perhatikan

gambar

dibawah

ini

Yahhh... hanya butuh tombol pemutus NC yang terhubung sebelum arus listrik ke tombol penghubung. Karena pemutusan arus listrik sesaatpun bisa memutuskan arus listrik pada rangkaian..

_________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/interlock-kontaktor.html

Gambar Teknik Listrik 1


Simbol simbol gambar listrik untuk Single Line Diagram rangkaian pengendali.

Catatan: NO dan NC yang terdapat pada gambar adalah NO NC dari semua peralatan yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu: Kontaktor, Relay, Timer dan Tripper / Over Load. Tinggal bagaimana kita menamakannya, contoh: NOK, NCT, NOR atau NC OL.

_______________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/gambar-teknik-listrik-1.html

Saklar dan Tombol | Switch and Push Button


Berbagai macam saklar (zakelar, swtch) listrik dan elektronik yang umum digunakan berikut simbolnya ditampilkan dalam daftar berikut. Secara mendasar semua saklar melakukan kontak nyala | padam (on | off) dalam berbagai cara berbeda, tapi tiap saklar melakukan tugas sama, yakni membuka dan menutup sirkuit listrik.

Beberapa saklar yang melakukan kontak berbeda, dinamakan sesuai dengan bentuk, fungsi, dan atau cara operasinya.Misal, tombol atau kancing-tekan (push button) adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan bisa melakukan dua fungsi berbeda, yakni menutup sirkuit bila ditekan, atau justeru membuka sirkuit bila ditekan. Jika tekanan dilepaskan atau terjadi tekanan berikutnya, maka akan menormalkan kembali tombol ke posisi semula dan sirkuit kembali ke status semula.

simbol saklar (zakelar, switch) dan tombol-tekan (push button) tipe umum.]

SPST (single-pole single-throw) swith Saklar kutub-tunggal lemparan-tunggal.

SPST rocker switch Saklar sederhana dan paling umum digunakan, untuk mengubah status dari padam (off) ke nyala (on), dimana bila ditekan ke satu arah, saklar memutus sambungan sehingga sirkuit membuka, dan bila ditekan ke arah sebaliknya, saklar mengubungkan sambungan sehingga sirkuit menutup.Banyak digunakan pada berbagai perangkat listrik dan elektronik, terutama sebagai saklar daya (power switch) atau saklar nyala | padam utama (main on | off switch). Contohnya adalah seperti yang digunakan sebagai saklar catu daya (power supply) komputer., dan juga tipe saklar yang digunakan di dinding rumah.

SPST toggle switch Saklar SPST sederhana dan juga umum digunakan, untuk mengubah status dari padam (off) ke nyala (on), dimana bila ditekan ke satu arah, saklar memutus sambungan sehingga sirkuit membuka, dan bila ditekan ke arah sebaliknya, saklar mengubungkan sambungan sehingga sirkuit menutup. Kelebihan saklar ini adalah pengoperasiannya menggunakan tungkai (lever), shg bisa diperpanjang atau diperjauh jarak jamahnya.

SPST key switch Saklar ini hadir dalam berbagai bentuk. Berfungsi untuk melakukan pengamanan terbatas (limited security). Contohnya adalah seperti yang digunakan sebagai saklar kunci kontak sepedamotor dan mobil.

SPST DIP (dual in-line package) switch Saklar ini umumnya digunakan pada PCB (printed circuit board) | papan rangkaian tercetak elektronik, untuk meilih berbagai konfigurasi operasi. Contohnya adalah seperti yang digunakan pada PCB komputer.

PTM (push to make) switch | NOPB (normaly-open push-button)

PTB (push to-break) switch) | NCPB (normaly-close push-button)

Saklar tekan, tombol atau kancing-tekan (push button) adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan jenis berbeda melakukan dua fungsi berbeda, dimana, PTM (push to make) switch | NOPB (normaly-open push-button) adalah tombol menutup sirkuit bila ditekan, dan PTB (push to-break) switch) | NCPB (normaly-close push-button) adalah tombol yang membuka sirkuit bila ditekan. Jika tekanan dilepaskan atau terjadi tekanan berikutnya, maka akan menormalkan kembali tombol ke posisi semula dan sirkuit kembali ke status semula. Contoh tombol PTM | NOPB adalah seperti yang digunakan sebagai tombol klakson sepedamotor dan mobil. Contoh tombol PTB | NCPB adalah seperti yang digunakan sebagai tombol penyala lampu penerangan-dalam pada pintu kulkas dan pintu mobil, dimana lampu padam bila pintu ditutup dan sebaliknya menyala bila pintu dibuka..

SPDT (single-pole double-throw) switch | SPSS (single-pole selector switch) Saklar kutub-tunggal lemparan-ganda.Umumnya digunakan sebagai saklar pemilih (selector) dua sirkuit, atau sebagai pengganti pasangan dua saklar SPST untuk efisiensi. com = common | shared contact point, atau titik kontak umum | bersama.

SPDT rocker switch

SPDT toggle switch

SPDT slide switch

SPDT micro switch Saklar mikro bisa sangat kecil. Biasanya dipasang pada suatu lengan yang ketika tertekan karena dipegang membuat klik saklar sehingga sirkuit menutup. Saklar ini meski sangat kecil tapi sangat berguna dalam berbagai perangkat listrik dan elektronik, antara lain sebagai saklar keselamatan (safety switch) yang menghindarkan dan mencegah peguna dari sengatan listrik yang tak perlu terjadi dan menahan arus listrik terus-menerus mengalir ketika tak diperlukan. Ketika saklar mikro membuka dengan sendirinya sirkuit listrik pun

terputus.

DPST (doube-pole single-throw) switch Saklar kutub-ganda lemparan-tunggal. Digunakan untuk memutus atau menghubungkan sambung dua jalur kelistrikan sekaligus. Biasanya satu kutub untuk listrik positiv dan satu kutub untuk listrik negativ.

DPST rocker switch

DPDT (double-pole double-throw) switch | DPSS (double-pole selector switch) Saklar kutub-ganda lemparan-ganda.Umumnya digunakan sebagai saklar pemilih (selector) dua sirkuit, atau sebagai pengganti pasangan dua saklar SPDT atau sebagai pengganti pasangan dua saklar DPST untuk efisiensi.

DPDT slide switch Saklar geser kutub-ganda lemparan-ganda.

Contoh saklar geser DPDT adalah seperti yang digunakan sebagai saklar pemilih lampu belok (turn lampu, sign lamp) sepedamotor.

TPST (triple-pole single-throw) switch Saklar kutub-tiga lemparan-tunggal. Digunakan untuk menghubungkan sambung tiga jalur kelistrikan sekaligus. memutus atau

MPST (multi-pole single-throw) switch | push-button Saklar | tombol kutub-rangkap. Digunakan untuk memutus menghubungkan sambung beberapa jalur kelistrikan sekaligus. atau

______________________________
Sumber: heribudi.blogspot.com

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/saklar-dan-tombol-switch-andpush.html

Prinsip Kerja Elektro Mekanis Magnetik (dasar NO & NC)


Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai Time Delay Relay (Timer), Thermal Over Load Relay (Tripper Over Load), Relay Contactor (Relay), dan Magnetic Contactor (Kontaktor), Sebaiknya kita mempelajari sistem kerjanya terlebih dahulu. agar mampu memahami suatu fungsi rangkaian kerja otomatis.

Relay

dan

Kontaktor

(Relay

and

Magnetic

Contactor)

Prinsipnya kerjanya adalah rangkaian pembuat magnet untuk menggerakkan penutup dan pembuka saklar internal didalamnya. Yang membedakannya dari kedua peralatan tersebut adalah kekuatan saklar internalnya dalam menghubungkan besaran arus listrik yang melaluinya.

Pemahaman sederhananya adalah bila kita memberikan arus listrik pada coil relay atau kontaktor, maka saklar internalnya juga akan terhubung. Selain itu juga ada saklar internalnya yang terputus. Hal tersebut sama persis pada kerja tombol push button, hanya berbeda pada kekuatan untuk menekan tombolnya.Klik disini untuk mempelajari Tombol

Saklar internal inilah yang disebut sebagai kontak

NO (Normally

Open= Bila coil contactor atau relay

dalam keadaan tak terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi terbuka atau tak terhubung) dan kontak NC (Normally Close= Sebaliknya dengan Normally Open). Seperti dijelaskan pada gambar dibawah ini.

Relay dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push Button) dan saklar (Switch)., yang hanya bekerja pada arus kecil 1A s/d 5A. Sedangkan Kontaktor dapat di analogikan juga sebagai sebagai Breaker untuk sirkuit pemutus dan penghubung tenaga listrik pada beban. Karena pada Kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC juga terdapat 3 buah kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang telah ditetapkan pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A, 50Amper dan seterusnya. Seperti pada gambar dibawah ini.

gambar kontak internal pada Kontaktor

gambar kontak internal pada relay

Penyambungan

sederhana

rangkaian

kontaktor:

Perhatikan bagaimana lampu akan menyala ketika switch saklar dihubungkan ke sumber listrik. Mengapa begitu repot menggunakan kontaktor untuk menyalakan sebuah lampu bohlam? Mengapa rangkain ini menggunakan dua buah sumber listrik yang berbeda?

Itulah

yang

disebut Rangkain

Pengendali dan Rangkain

Utama.

Time Delay Relay (Timer) dan Thermal Over Load Relay (Tripper) Sebagaimana yang telah diterangkan diatas, maka pada kedua komponen ini Timer dan Tripper juga mempunyai kontak NO dan NC. Dan yang membedakannya hanya pada kondisi pengaktifannya saja.

Kontak NO dan NC pada Timer (Time Delay Relay) akan bekerja ketika timer diberi ketetapan waktunya, ketetapan waktu ini dapat kita tentukan pada potensiometer yang terdapat pada timer itu sendiri. Misalnya ketika kita telah menetapkan 10 detik, maka kontak NO dan NC akan bekerja 10 detik setelah kita menghubungkan timer dengan sumber arus listrik. Perhatikan gambar Timer di bawah ini.

Sedikit berbeda dengan kontak NO dan NC yang terdapat di Timer, padaTripper (Thermal Over Load Relay) kontak NO dan NC nya bekerja karena mendapat daya tekan dari bimetal trip yang terdapat di dalamnya. Bimetal Trip ini akan melengkung apabila resistance wire dilewati arus lebih besar dari nominalnya dan menekan lengan kontak, sehingga kontak NC berubah menjadi kontak NO.

Kegunaan

NO

dan

NC

Setelah paham bagaimana kerja kontak NO dan NC yang terdapat pada peralatan tersebut diatas, maka saya sarankan untuk mempelajari bagaimana kontak NO NC tersebut digunakan semaksimal mungkin untuk sebuah rangkaian pengendali pada rangkaian utama.

______________________________
Sumber: electric-mechanic.blogspot.com

http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/prinsip-kerja-elektro-mekanismagnetik.html