Anda di halaman 1dari 2

Mengapa pada diabetes mellitus gestasional (DMG) dapat menyebabkan IUGR ?

Ibu dengan DMG (Diabetes Melitus Gestasional) dengan komplikasi vaskular akan memberikan bayi dengan berat badan rendah pada kehamilan 37-40 minggu karena perubahan metabolik ibu selama masa awal persalinan. (Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. (Hal.291)) Makin tua kehamilan, makin kurang mampu memberikan nutrisi kepada janinnya dan akan semakin gawat apabila terjadi penyakit/komplikasi hamil seperti Diabetes. (Bagus, Ida. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC. (Hal.120)) Ibu dengan DMG akan mengalami hiperglikemia, karena sel Pulau Langerhans tidak dapat memenuhi peningkatan kebutuhan insulin saat hamil. Sehingga janinnya lah yang mampu menghasilkan insulin dalam jumlah banyak, sedangkan efek insulin yang berlebih pada janin yang normal adalah dapat mengakibatkan hipoglikemia karena menurunnya produksi glukosa endogen yang nantinya akan dikonsumsi oleh janin. Sehingga janin akan terhambat pertumbuhannya. (Cunningham, F.Gary, dkk. 2005. Obstetri Williams Edisi 21. Jakarta: EGC. (Hal.830)) Ibu dengan DMG akan mengalami hiperglikemia, jika glukosa berlebih di dalam darahnya, maka O2 akan sulit masuk dalam aliran darah, terutama aliran darah dari plasenta ke janin. Akibatnya janin akan mengalami hipoxia, dan hipoxia adalah salah satu penyebab pertumbuhan janin terhambat. (Cunningham, F.Gary, dkk. 2005. Obstetri Williams Edisi 21. Jakarta: EGC. (Hal.835) Mengapa pada diabetes mellitus gestasional (DMG) dapat menyebabkan makrosomia ? Fetus normal mempunyai system yang belum matang dalam pengaturan kadar glukosa darah. Fetus normal adalah penerima pasif glukosa dari ibu. Glukosa melintasi barier plasenta melalui proses difusi dipermudah, dan kadar glukosa janin sangat mendekati kadar glukosa ibu. Mekanisme transport glukosa

melindungi janin terhadap kadar maternal yang tinggi, mengalami kejenuhan oleh kadar glukosa maternal sebesar 10 mmol/l atau lebih sehingga kadar glukosa janin mencapai puncak pada 8-9 mmol/l. hal ini menjamin bahwa pada kehanmilan normal pancreas janin tidak dirangsang secara berlebihan oleh puncak posprandial kadar glukosa darah ibu. Bila kadar glukosa ibu tinggi melebihi batas normal/ tidak terkontrol akan menyebabkan dalam jumlah besar glukosa dari ibu menembus plasenta menuju fetus dan terjadi hiperglikemia pada fetus. Tetapi kadar insulin ibu tidak dapat mencapai fetus, sehingga kadar glikosa ibulah yang mempengaruhi kadar glukosa fetus. Sel beta pancreas fetus kemudian akan menyesuaikan diri terhadap tingginya kadar glukosa darah. Hal ini akan menimbulkan fetal hiperinsulinemia yang sebandinga dengan kadar glukosa darah ibu dan fetus. Hiperinsulinemia yang bertanggung jawab terhadap terjadinya makrosomia / LGA oleh karena meningkatnya lemak tubuh.

Mengapa pemeriksaan femur length sangat penting pada kasus IUFD ? Dikarenakan femur janin yang mati tidak ikut dalam proses perubahan-perubahan dalam kematian. Pada janin mati dalam kehamilan yang mengalami proses perubahan yaitu tulang-tulang tengkorak, tulang punggung, tulang leher, dan kulit. Oleh karena itu , pemeriksaan femur length dapat digunakan untuk menentukan apakah femur length janin sesuai dengan usia kehamilan.