Anda di halaman 1dari 6

Kompetensi Dasar : Pemeriksaan dan penyetelan klep 1.

Pemeriksaan Tekanan Kompresi Tujuan tekanan dilakukan pemeriksaan kondisi tekanan tekanan kompresi kompressi pemeriksaan dari mesin

untuk

mengetahui

tersebut.Apabila hasil dari pemeriksaan tekanan kompresi ini terlihat jelas terdapat kelainan dari batas pengukuran yang telah ditentukan, hal ini terjadi akibat adanya gangguan terhadap beberapa faktor pendukung operasional sistim kompressi tersebut. Gangguan Yang Terjadi Pada Tekanan Kompresi 1. Apabila tekanan kompresi di bawah standar : a. Gangguan pada sistim mekanisme klep : Jarak renggang klep terlalu rapat Daun klep gompal/grepes Dudukan klep aus atau tidak rata Sistim tertib klep (Valve Timing) tidak benar Per klep patah

b. Gangguan pada Cylinder Head Permukaan Cylinder Head retak Gasket bocor c. Gangguan pada Cylinder dan Piston Piston Ring aus Piston dan dinding Cylinder aus/baret Piston Ring nyangkut pada ring gro

2. Apabila tekanan kompresi di atas standar : Hal ini akibat terjadinya endapan arang (carbon) yang berlebihan pada kepala piston dan dinding ruang bakar.

Alat Tester:Compresion Gauge (Kompresi Meter) Cara Pemeriksaan Tekanan Kompresi 1. Panaskan mesin terlebih dahulu sampai mencapai normal. 2. Matikan mesin, kemudian buka busi 3. Masukkan alat pengukur kompressi, yaitu KOMPRESI METER pada lubang busi 4. Putar gas pada posisi putaran penuh, serta posisi Chuck terbuka 5. Engkol mesin dengan berulang-ulang sampai jarum pada kompresi meter tidak bergerak lagi. Ukuran Standard: 10 - 13 kg/cm2 + 1 kg/cm2 suhu kerja yang

2. Pemeriksaan renggangan klep Jarak renggang klep diperlukan untuk mengatasi perubahan renggang klep akibat panas yang dialirkan dari ruang bakar.Bila jarak terlalu renggang, akan terjadi bunyi mesin yang tidak normal (tappe noise) dan bila berlalu rapat, katup/klep menjadi tertekan terus selama

mesin berputar, sehingga mengakibatkan kompresi berkurang, bahkan ada kemungkinan klep terbakar.

1. Pemeriksaan dan penyesuaian renggang klep dilakukan pada kondisi mesindingin(dibawah 35- C/95- F). 2. Pemeriksaan dan penyesuaian renggang klep harus dilakukan pada saat piston dititik mati atas pada langkah kompresi.

Cara Mencari Langkah Top Kompresi Putar rotor magnit (fly wheel) searah putaran mesin, sambil melihat klep "IN". Apabila terlihat pelatuk klep "IN" turun kemudian naik kembali, berarti piston sudah pada langkah kompresi. Tepatkan tanda garis "T" pada rotor magnit dengan tanda pada crank case cover left.

Perhatian

Pada mesin yang menggunakan sistim dekompresi posisi crank shaft tidak boleh diputar ke arah kanan, pada saat menempatkan piston pada posisi TMA langkah kompresi. Cara penyetelan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Posisikan piston dalam langkah Top Kompresi

2. Longgarkan mur pengikat (lock nut) 3. Putar adjusting screw ke arah merenggang secukupnya 4. 5. Masukkan feeler gauge dengan ukuran Penyetelan dapat dianggap benar, bila seret 6. Kencangkan kembali mur pengikat bila kerenggangan sudah tepat, dengan posisi feeler gauge masih terpasang. standart sesuai type feeler gauge ditarik agak

Format penilaian hasil praktek mesin bubut konvensional siswa


SMKN 1 TELUK KUANTAN Progra m Keahlia n SEM Teknik Kendaraan Ringan ............................ ....... ............................ ...... Aspek Penilaian MEMBUBUT BERTINGKAT Proses Mesin Bubut LEMBAR PENILAIAN No. Dokum en Nama Siswa NIS Skor Nilai Skor Maks Skor ................... . ................... . ................... ................... Jumlah

Waktu

Bobot

. A. PROSES 1. Penggunaan alat 20 % 2. Langkah kerja 3. Keselamatan kerja 4. Disiplin kerja B. PRODUK Hasil Kerja 8 6,5 6,5 6,5 6,5 7,5 6,5 6,5 6,5 10 5 5 5 5

Hasil

1. Panjang 100 2. Panjang 40 3. Panjang 25 4. Panjang 20 70 % 5. Panjang 15 6. Diameter 22 7. Diameter 16 8. Diameter 12 9. Diameter 8 10. Kehalusan C. WAKTU 10 % 1. Tepat waktu 2. Lebih cepat 3. Lebih lambat 100 % NILAI TOTAL