Anda di halaman 1dari 2

ISOLASI PROTEIN KACANG MERAH

Penggunaan buffer selama proses ekstraksi dimaksudkan untuk mempertahankan pH selama ekstraksi. Perubahan, khususnya penurunan pH akan mempengaruhi jumlah protein yang akan terekstrak. Pemilihan suasanan basa (pH 8) sebagai pH selama ekstraksi berdasarkan pada kenyataan bahwa sebagian besar asam amino akan bermuatan negatif pada pH diatas titik isoelektriknya, muatan yang sejenis cenderung untuk tolak menolak. Hal ini menyebabkan minimumnya interaksi antara residu asam-asam amino, yang berarti kelarutan protein akan meningkat. Oleh sebab itu, kelarutan protein lebih besar pada suasana basa dibandingkan pada suasana asam. Prinsip yang digunakan untuk mengisolasi protein kacang adalah pengendapan pada titik isoelektriknya. Berdasarkan percobaan pendahuluan didapatkan bahwa titik isoelektrik untuk protein total kacang merah adalah 4,6. Isolat protein yang didapat setelah sentrifugasi masih merupakan isolat kasar, artinya masih bercampur dengan macam-macam ion yang lrut dalam air. Untuk menghilangkan ionion ini digunakan kantung dialisis protein. Kantung dialisis yang digunakan dapat menahan senyawa dengan berat molekul diatas 12000, dengan demikian molekul protein akan tertahan di dalam kantung sementara ion-ion akan berdifusi keluar kantung. Proses ini akan berlangsung sampai terjadi kesetimbangan konsentrasi ion di dalam dan di luar kantung. Kacang merah yang telah dikuliti Ditambah buffer fosfat 0,1 M pH 8 yang mengandung 0,5 M NaCl sebanyak 4 kali berat kacang Diblender selama 5 menit Susu kacang Disaring dengan kain saring Disentrifuse dengan kecepatan 2500 rpm selama 10 menit Presipitat pH diatur menjadi 4,6 (dengan HCl 0,5 N)

Disentrifuse dingin dengan kecepatan 10000 rpm selama 15 menit

Filtrat Isolat protein

Diagram Alir Isolasi Protein Kacang Merah