P. 1
Presentasi PTI Second UI - Ibu Nurhayati.pdf

Presentasi PTI Second UI - Ibu Nurhayati.pdf

|Views: 311|Likes:
Dipublikasikan oleh Handy Suberlin
Presentasi PTI Second UI - Ibu Nurhayati.pdf
Presentasi PTI Second UI - Ibu Nurhayati.pdf

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Handy Suberlin on Feb 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2013

pdf

text

original

Perkembangan & Peran Kosmetik Halal Dalam Mendukung Industri Nasional

Oleh :
Dra. Nurhayati Subakat, S.Farm, Apt. PT.Paragon Technology and Innovation 12 Februari 2013

Sekilas PTI
• PT.PTI berdiri sejak 1985 dengan nama PT.Pusaka Tradisi Ibu. Pada akhir 2012, PTI berganti nama menjadi PT.Paragon Technology and Innovation • Merupakan salah satu cosmetic manufacturer terbesar di Indonesia dengan angka pertumbuhan positif setiap tahunnya mencapai 50% per tahun (5 tahun terakhir) • PT.PTI memiliki 2 unit bisnis : contract manufacturer dan memproduksi brand sendiri • Salah satu brand terbesar adalah Wardah Cosmetics • Saat ini, PTI telah memiliki 26 Distribution Centre di seluruh Indonesia yang dikelola sendiri

Wardah sebagai Pionir Kosmetik Halal di Indonesia
• Terinspirasi dari keinginan untuk menciptakan suatu produk yang dapat memenuhi kebutuhan wanita dengan rasa aman dan nyaman, dibuatlah suatu brand yg mengakomodasi salah satu syarat penting : Halal • Mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, maka diciptakanlah Wardah • Saat itu, Wardah merupakan satu-satunya kosmetik halal di Indonesia yang telah mendapat sertifikasi MUI

Apa itu Kosmetik Halal?
Konsep halal, yang berarti "diperbolehkan" dalam bahasa Arab, terutama diterapkan untuk makanan. Daging babi dan produk hewan yang tidak disembelih menurut prosedur Al-Quran dan alkohol semua "haram" atau dilarang. Kosmetik Halal berarti semua produk kosmetik yang tidak terbuat dari bahan-bahan yang tidak diperbolehkan. Adapun bahan-bahan yg rentan tidak halal dan sebaiknya dihindari antara lain :
- Gliserin, gliserol, as. lemak, as. stearat, dll (lemak & turunannya). - Gelatin (ekstrak kulit dan tulang). - Sodium heparin (diambil dari jaringan mukosa di permukaan usus hewan). - Kolagen, elastin, ekstrak plasenta, air ketuban (amnion), hormon estrogen, melatonin. - Zat penstabil vitamin dan vitamin golongan steroid (kalsiferol/vit D dan tokoferol/vit E, golongan retinoid/vit A)

Komitmen PTI sebagai produsen Wardah : Sistem Jaminan Halal
• Untuk mendapatkan sertifikasi halal, maka suatu produsen harus memastikan seluruh rangkaian proses produksi mulai dari bahan baku hingga proses produksi memenuhi syarat-syarat Halal yg ditetapkan oleh MUI • PTI menjamin karena sudah memiliki Sistem Jaminan Halal dari MUI

Apa itu Sistem Jaminan Halal (SJH) SJH adalah suatu sistem manajemen yang disusun, diterapkan dan dipelihara oleh perusahaan pemegang sertifikat halal untuk menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan ketentuan LPPOM MUI.

Atas inovasinya World Halal Council menganugerahkan Halal Award kepada Wardah sebagai pelopor kosmetika halal dunia.
Pastikan kosmetik yang kita gunakan telah mendapat sertifikat halal resmi dari LPPOM-MUI.

7

Penerapan SJH

Sebagai kosmetik berstandar kualitas internasional, para ahli farmasi Wardah selalu menggunakan bahan baku yang berasal dari tumbuhan (natural/alami) Wardah juag selalu memastikan setiap pemasok bahan baku memberikan surat sertifikasi halal/surat pernyataan bahwa bahan yang dipakai tidak berasal dari hewan Semua proses produksi yang berlangsung dipastikan halal dan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan MUI dalam SJH

Perkembangan Industri Halal Dunia

(1) Label Halal semakin populer di industri kosmetik Asia
• The Halal label is gaining popularity in the Asian cosmetics industry. Targeted at the growing Muslim population, adoption rates are rising. Asia, which hosts more than 60% of the world’s Muslim population, is one of the first market for Halal cosmetics, together with the Middle East, (in particular Saudi Arabia and the United Arab Emirates). The Halal label has been gaining popularity in the cosmetics industry since the Malaysian government introduced the Halal cosmetics standard (MS 2200: 2008) in June 2010. The Halal label is given to cosmetic and personal care products that meet the strict rules of Sharia law. Like natural / organic standards, the Halal standard has a permitted and prohibited set of ingredients.
Source : Organic Monitor

(2) Potensi pasar Halal sangat besar dan terus tumbuh
• Saat ini, umat Muslim merupakan populasi terbesar di dunia yang tersebar di 57 negara. Diperkirakan bahwa pasar Halal sendiri memiliki potensi yang berkisar 2.1 triliun USD per tahun dan terus berkembang 500 milyar USD setiap tahunnya.
(Sumber : The Economist, www.theeconomist.com)

Menurut Organic Monitor, penjualan tahunan global kosmetik halal diperkirakan 5-14 miliar dolar AS. Berfokus pada produk kosmetik bersetifikat Halal sendiri, diperkirakan penjualannya di atas 5 miliar.
(Sumber : http://www.organic-market.info/web/News_in_brief/AssociationsInstitutions/Halal/176/178/0/13470.html

(3) Menjadi Global Trend
• Tak hanya semakin populer di negara-negara Muslim saja seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam atau Mesir, tapi juga di negara Eropa dan Amerika seperti diungkap pada data berikut : “ Nearly a quarter of the world's population are Muslims and the global halal business, estimated by a Malaysian research company to be worth 635 billion dollars a year, has expanded from Islamic countries to Western nations with growing Muslim populations. The halal cosmetics business - estimated to be worth 560 million dollars globally - is seen by analysts as next in line for growth after the lucrative halal food and Islamic finance sectors.” (Source : http://www.independent.co.uk/life-style/fashion/global-halalcosmetics-market-booms-1969747.html)

(3-2)Halal is being global trend & keep growing
• Konsumen Muslim adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat. Industri halal, terutama kosmetik akan semakin berkembang.
“Now, according to Asif International, the emerging Halal cosmetics and toiletries sector has enormous potential given that Muslims are the world's fastest growing consumer segment, comprising approximately 1.8 billion people worldwide. While Dr.Mah Hussain-Gambles, founder of UK-based Saaf Pure Skincare, a Halal-certified skincare range told CosmeticsDesign.com USA, “ As consumers in Europe are educated about greener lifestyle products; they also represent a potentially huge market for Halal products.”
http://www.cosmeticsdesign.com/Market-Trends/Halal-cosmetics-proves-to-be-a-market-trend-in-the-US : 16/092/2012

Perkembangan dan Peranan Industri halal di Indonesia
• Sebagai negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar, Indonesia siap menjadi pusat halal dunia serta pelopor dalam sertifikasi Halal. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Agama dalam sambutan yang dibacakan dalam “The 2nd International Seminar on Halalness and Safety of Food and Pharmaceutical Products” (17/10). Sedemikian besarnya perhatian pemerintah pada perkembangan industri halal dalam negeri akan semakin mendorong produsen industri untuk terus berkarya.

Perkembangan dan Peranan Industri halal di Indonesia (2)
• Bisa dibayangkan, dengan potensi penduduk Muslim sebesar itu dan juga pertumbuhan pasar Halal dunia, jika digarap dengan maksimal, industri Halal bisa menjadi salah satu kontributor terbesar dalam perekonomian Indonesia • Apalagi kosmetik sebagai produk life-style, pertumbuhan kosmetik bisa terbilang lebih cepat. Dalam survei AC Nielsen (2010), kosmetik bertumbuh rata-rata 20% lebih tinggi dibandingkan industri lain • Saat ini, hampir semua brand kosmetik lokal berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat Halal seperti yang sudah dilakukan oleh Wardah.

Halal Branding & Positioning
• Bagi umat Islam, Halal bukan hanya elemen merek. Sebaliknya, itu adalah bagian dari sistem kepercayaan dan filosofi dalam kehidupan sehari-hari. • Menggunakan produk Halal, membuat kita merasa tenang dan nyaman

Strategi yang dilakukan
• Industri Halal harus bersinergi lebih baik dengan lembaga-lembaga keuangan syariah, terutama Bank-bank Syariah • Peranan dalam membantu aspek kapital dan pembinaan terutama untuk industri/ unit usaha baru Halal

Looks Good, Feel Good

Terima Kasih

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->