Anda di halaman 1dari 12

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

KOMPONEN ELEKTRONIKA
1.
1.

RESISTOR
JENIS RESISTOR Resistor sering disebut juga tahanan, hambatan atau pelawan. Resistor merupakan komponen dalam sistem listrik yang bersifat menghambat aliran arus listrik. Resistor yang digunakan dalam sistem listrik dibedakan dalam dua kategori utama : A. B. Resistor Linear Resistor jenis ini bekerja sesuai dengan hukum ohm Resistor Nonlinear. Resistor dari kategori ini yang sering dipakai antara lain:

Foto resistor, ialah resistor yang peka terhadap cahaya sehingga


nilai tahanannya akan berubah bila padanya berubah. Thermistor, merupakan resistor yang nilainya berubah sesuai dengan perubahan temperature. Voltage Dependent transistor (VDR), ialah resistor yang nilai tahanannya akan berubah apabila tegangan yang bekerja mengalami perubahan. A. Resistor Linear Resistor jenis ini yang sangat lazim dipakai. Nilai tahanan resistor jenis ini umumnya bersifat tetap sehingga kadang dikategorikan pula sebagai fixed resistor. Resistor dibuat dari bahan yang mempunyai nilai tahanan jenis besar, misalnya nikelin, karbon, keramik, atau campuran dari beberapa bahan Adapula resistor yang terbuat dari lilitan kawat, pita, film metal, film oksida metal, atau cermet. Dalam sirkuit listrik, resistor linear disimbolkan sebagai berikut : atau Nilai tahanan nominal resistor dinyatakan dalam satuan Ohm (). Meskipun resistor jenis ini mempunyai nilai nominal tahanan tertentu, tetapi sebenarnya ada batas minimum dan maksimum (range). Nilai minimum dan maksimumnya diketahui dari nilai nominal dan prosentase intensitas cahaya yang jatuh

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

toleransi. Metode yang dipergunakan untuk menunjukkan besarnya toleransi ada dua macam, yakni sistem huruf dan sistem warna. Besarnya toleransi yang menggunakan kode huruf sebagai berikut : F G J = = = 1% 2% 5% K M = = 10 % 20 %

Sedangkan metode warna akan dikemukakan di bagian berikutnya. Nilai tahanan nominal resistor ada yang dituliskan dengan angka, namun ini biasanya untuk resistor yang berdaya agak besar. Sedangkan resistor yang berdaya kecil (umumnya digunakan dlam elektronika) nilai tahanannya dibuat dalam kode pita/gelang warna. Contoh penulisan nilai tahanan : 4K7 = 4,7 K 6R8 = 4700 = 6,8 3M3 = 3,3 M = 3 300 000

gelang ke-4 (toleransi) gelang ke-3 (faktor pengali = 10x) gelang ke-2 (angka) gelang ke-1 (angka) Adapun arti warna yang terdapat pada resistor sebagai berikut : NILAI TOLERANSI Hitam 0 Coklat 1 1% Merah 2 2% JIngga/Orange 3 Kuning 4 Hijau 5 Biru 6 Ungu/violet 7 Abu-abu 8 Putih 9 Emas 5% Perak 10 % Polos/tak berwarna 20 % Banyaknya gelang/pita wrna tidak selalu empat,ada kalanya lima. Jika demikian patokannya umumnya adalah gelang terakhir yang merupakan kode toleransi, satu gelang didepannya merupakan factor penggali, dan gelang-gelang di depannya berupa kode angka. Contoh : WARNA

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

Emas ( 5%) Merah (102) Abu-abu (8) Coklat (1) Nilai tahanan resistor tersebut = 1K8 5 % = 1710 s/d 1890 ohm. B. Resistor Nonlinear a. Fotoresistor Resistor ini biasanya dibuat dari Kadmium sulfida yang mempunyai karakteristik nilai tahanannya akan membesar bila tidak terkena sinar dan sebaliknya. Besarnya tahanan fotoresistor dalam kegelapan mencapai jutaan ohm, dan dalam kondisi terang turun hingga beberapa ratus ohm. Dalam sirkuit fotoresistor disimbolkan sebagai berikut :

atau b. Termistor Termistor dikenal dalam dua jenis :

Negative Temperature Coefisient (NTC) : ialah termistor yang nilai tahanannya berkurang bila temperaturnya bertambah, dan sebaliknya. Simbolnya dalam sirkuit :

-t oC

Positive Temperature Coefisient (PTC) : ialah termistor yang nilai tahanannya bertambah bila temperaturnya bertambah, dan sebaliknya. Simbol dalam sirkuit :

+t oC

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

c. Voltage Dependent Resistor (VDR) Nilai tahanan VDR akan berkurang apabila tegangan yang bekerja bertambah. Hanya saja penurunan tahanan ini tidak linear. VDR umumnya digunakan untuk melindungi sirkuit dari kenaikan tegangan secara drastic. Simbol voltage dependent resistor dalam sirkuit adalah :

2.

Penghitungan nilai tahanan yang dalam rangkaian Apabila lebih dari sebuah resistor dirangkai dalam satu sirkuit, maka mereka akan memiliki nilai tahanan gabungan. Pada dasarnya ada dua macam rangkaian, yakni rangkaian seri dan rangkaian parallel. Dalam rangkaian seri nilai total/gabungan resistors dirumuskan sebagai berikut : Rtotal = R1+R2+R3+R4+. Sedangkan dalam rangkaian parallel nilai tahanan totalnya adalah : 1 R
total

= 1 + 1 + 1 + 1 R1 R2 R3 Rn

3.

Daya Hal lain yang sangat penting dalam tahanan adalah besar daya (Watt) sebuah resistor. Karena bila daya resistor tidak sama dengan daya yang bekerja pada sirkuit dimana resistor dipasangkan, maka kemungkinan resistor akan rusak. Daya resistor yang tersedia di pasaran umumnya 1/8, ,1/2, 1, 2, 5, 10 Watt atau lebih.

2.
1.

DIODE
Struktur dan fungsi Diode Diode terbuat dari bahan utama yang bersifat sebagai bahan semi konduktor, yakni material yang memiliki electron valensi 4. Umumnya bahan yang digunakan adalah Germanium dan Silikon yang didoping dengan bahan lain, sehingga akan terbentuk bahan campuran yang tidak lagi memiliki

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

electron valensi 4. Bahan yang digunakan sebagai bahan pencampur biasanya yang memiliki electron valensi 5, misalnya Arsenikum, Phospor dan Antimon yang akan menghasilkan bahan tipe N (Negatif). Sedangkan Germanium yang dicampur dengan bahan yang mempunyai electron valensi 3, --misalnya Indium, Boron dan Galium -- akan menghasilkan bahan semikonduktor tipe P (Positif). Konstruksi Biode merupakan penggabungan dari bahan hasil oplosan tersebut, dimana satu bagian merupakan bahan semikonduktor tipe N dan sebagai yang lain berupa bahan semi konduktor tipe P, secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut :

Symbol :
P
00 0

N
---

Anoda

Katoda

Pada gambar diatas terlihat bahwa bahan semi konduktor tipe P mempunyai banyak hole yang siap ditempati oleh electron bebas, sedangkan pada bahan tipe N terjadi kelebihan electron (bebas). Dengan struktur bahan seperti digambarkan diatas, Diode mempunyai sifat hanya dapat mengalirkan arus listrik dalam satu arah saja. Oleh karena itu Diode banyak digunakan sebagai komponen penyearah/pengubah arus AC menjadi DC. Berikut contoh fisik beberapa macam Diode :
K A

A K

K A

.
A

2.

Diode dalam rangkaian Diode hanya bias mengalirkan arus dalam satu arah saja, kecuali Diode Zener yang mendapat arus reverse bias yang mempunyai tegangan melampaui breakdown voltage-nya. Apabila mendapatkan forward bias Diode akan dapat dialiri arus listrik bila arus tersebut mempunyai tegangan minimal 0,6 Volt (untuk Diode yang terbuat dari bahan Silikon), atau minimal 0,2 0,3

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

Volt (untuk Diode yang terbuat dari bahan Germanium). Dengan demikian tegangan tersebut dapat juga disebut sebagai forward breakover voltage of Diode bila diberikan forward bias. Berikut digambarkan aliran electron pada rangkaian sederhana.

000000000 000000000

-------------

000000000 000000000

------------elektron

elektron

(a). Diode diberi forward bias, sehingga ada aliran electron (b). Diode diberi reverse bias, sehingga tidak terjadi aliran electron

3.

Macam-macam Diode A. Diode Zener Pada Diode biasa bila diberikan reverse bias dengan tegangan tertentu akan terjadi aliran arus listrik, hanya saja artinya diode ini rusak, karena dapat dialiri arus listrik dengan arah bolak-balik. Tetapi ada Diode yang dapat dialiri arus listrik dalam dua arah yakni Diode Zener. Diode Zener adalah Diode yang dapat mengalirkan arus listrik dalam reverse bias bila tegangan yang bekerja telah mencapai breakdown voltage-nya (tegangan tembus) dalam kerja normal, artinya tidak terjadi kerusakan. Symbol Diode Zener adalah sebagai berikut :

B.

Light Emiting Diode (LED) LED adalah Diode yang apabila diberikan forward bias maka junction-nya akan memancarkan cahaya. Diode ini dibuat dari bahan Galiun, Arsenikum atau Phosphor. Forward voltagenya berkisar antara 1,5 hingga 2 Volt, sedangkan forward current-nya 5 sampai dengan 20 mA. Symbol:

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

C.

Silicon Controlled Rectifier (SRC) SRC adalah Diode yang mengalirkan arus listrik dalam forward bias bila Gate-nya diberikan polaritas positif. Bila Gate tidak diberi polaritas positif, maka Diode tidak bias dialiri arus listrik. Symbol :
A K

Gate

Dalam

perkembangannya

banyak

dibuat

multi

diode

yang

menghasilkan komponen baru misalnya Diac, Triac, yang banyak digunakan pada rangkaian control. 4. Pengetesan Diode Disini akan dikemukakan cara pengetasan diode biasa, sedangkan untuk jenis diode yang lain analog dengan metode ini dengan mempertimbangkan cara kerja jenis diode yang bersangkutan. Pada prinsipnya diode akan mengalirkan arus listrik apabila tegangan sumber minimumnya terpenuhi dan kaki Anoda diberi polaritas positif serta kaki Katoda diberi polaritas negative. Berikut dicontohkan cara pengetesan dengan menggunakan Analog Multimeter/Multitester bila diode dalam kondisi baik.
A K A K

hitam

merah

merah

hitam

3.
1.

TRANSISTOR

Struktur dan fungsi Transistor merupakan komponen elektronika yang juga terbuat dari bahan semikonduktor. Secara konstruktif dapat pula dikatakan bahwa transistor merupakan perkembangan konstruksi diode. Karena konstruksinya,

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

maka transistor mempunyai karakteristik yang dapat melakukan fungsi sebagai berikut :

Mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) -rectifying Menguatkan arus DC atau AC -- amplifying Membangkitkan getaran listrik -- osilating Sebagai saklar elektronik -- switching

Seperti halnya diode, transistor tersusun dari bahan P dan N. Ditinjau dari susunan material P dan N, transistor dikategorikan sebagai berikut :

Bi-junction transistor adalah transistor yang terdapat dua buah bagian sambungan antara material P dengan N. Sedangkan NPN dan PNP menunjukkan susunan materialnya. Uni-junction transistor berupa material N yang pada satu bagian kecilnya didoping dengan material tipe P. Perhatikan ilustrasi berikut :

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

Uni-junction transistor sedikit pemakaiannya, sehingga kurang populer dibandingkan dengan bi-junction transistor. Yang termasuk dalam kategori Uni-junction transistor ini antara lain JFET (Junction Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxid Semiconductor Field Transistor). Sedangkan pemakaiannya antara lain pada radio frekuency, voltage regulator, current limiter dll. Dalam pembahasan selanjutnya akan dibicarakan mengenai bi-junction transistor. 2. Menentukan nama kaki transistor Transistor mempunyai tiga buah kaki, yang masing-masing C (Colector), B (Base) dan E (Emitter). Pada saat memasang transistor dalam rangkaian listrik posisi kaki tidak boleh tertukar, karena transistor tidak akan bekerja atau bahkan rusak. Disisi lain nama kaki transistor tidakselalu diberikan tanda/tulisan yang jelas. Oleh karena itu perlu diketahui cara mencari nama kaki transistor, dengan bantuan Multimeter tipe digital maupun analog, seperti berikut : mudah seperti gambar pada halaman 7. Bila Multimeter memiliki kemampuan untuk mengukur hfe () transistor, maka pasang transistor pada multimeter hingga pada dispay atau jarum penunjuk menunjukkan nilai Bila kaki-kaki transistor membentuk formasi tertentu maka dapat diketahui dengan tertentu. Bila tidak menunjuk berarti kaki transistor tidak terpasang dengan benar. Selanjutnya nama kaki transistor sesuai dengan yang tertulis pada multimeter pada saat terukur nilai hfe-nya.

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

Bila Multimeter tidak ada fasilitas pengukuran hfe, lakukan pengukuran resistance antar kaki-kaki transistor. Kaki yang berhubungan dengan kedua kaki yang lain adalah kaki B. Kaki yang resistance-nya dengan B lebih kecil adalah C. Untuk menentukan tipe transistor (PNP atau NPN) dengan menggunakan prinsip pengukuran diode.

3.

Prinsip kerja transistor Transistor akan dapat bekerja dalam rangkaian listrik (sirkuit tertutup) bila transistor diberi polaritas yang benar. Polaritas dimaksud adalah C harus dibias reverse, B dibias forward dan E dibias forward. Bila kaki-kaki transistor sudah mendapat polaritas yang benar maka arus listrik akan mengalir dari C ke E atau dari E ke C (tergantung tipe transistornya). Arus tersebut akan terhenti bila polaritas yang diberikan kepada B dihentikan. Agar lebih jelasnya perhatikan gambar transistor NPN berikut :

4.
1.

CAPASITOR
Struktur dan Fungsi Capasitor (kapasitor) sering disebut juga condenser (kondensator). Capasitor terbuat dari dua buah plat penghantar yang satu sama lain disekat dengan menggunakan bahan yang bersifat sebagai isolator, misalnya udara, kertas, mika, keramik dll. Bahan penyekat yang terdapat di ruangan tersebut dinamakan bahan dielektrikum. Kedua plat tersebut masing-masing disambungkan kawat sehingga memiliki dua buah terminal.
Plat penghantar A

Dielektrikum Plat penghantar B

Symbol

10

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta

Basic Electric Code : BA 007001

Nama kapasitor biasanya diambilkan dari bahan dielektrimnya, sehingga ada kapasitor mika, kapasitor keramik dll. Jenis-jenis kapasitor tersebut polaritasnya dapat dibolak-balik. Hal ini berbeda dengan electrolit condenser (elco), dimana plat positifnya berupa cairan oksida aluminium dan negatifnya berupa plat aluminium. Dengan demikian kondensator/kapasitor tipe ini polaritasnya tertentu. Ada pula kapasitor yang kapasitasnya variatif/dapat disetel, yang lazim disebut variable condenser (varco). Contoh varco adalah yang digunakan sebagai tuning pada pesawat radio transistor. Secara simbolis kapasitor elektrolit dan varco berbeda dengan kondensator biasa.

_ Variable Condenser

Electrolit Condenser

Dalam rangkaian listrik dengan arus DC kapasitor berfungsi semacam battery, yakni dapat menampung muatan listrik. Pada rangkaian tersebut kapasitor tidak dapat meneruskan aliran arus listrik. Sebaliknya dalam rangkaian listrik AC kapasitor dapat meneruskan aliran arus listrik. Karakteristik kapasitor yang dapat menyimpan muatan listrik tersebut dapat dimanfaatkan untuk meratakan tegangan DC yang tidak murni. 2. Kapasitas Kapasitor

Kapasitas Kapasitor dapat dinyatakan sebagai banyaknya muatan listrik yang mampu disimpan oleh kapasitor. Satuan kapasitas ini dinyatakan dalam satuan Farad. Sebuah kapasitor mempunyai kapasitas satu Farad (1 f) bila kapasitor dapat menyimpan muatan listrik sebanyak 1 Coulomb ( 1 x 10 18 elektron ) jikalau diantara plat kapasitor diberikan tegangan sebesar 1 Volt. Dalam sistem elektronika (termasuk didalamnya sistem control alat berat) kapasitas kapasitor jauh dibawah 1 F. Oleh karena itu pada halaman berikut diberikan konversi dari F ke satuan yang lebih besar/kecil. 1 1 1 1 Giga Farad Mega Farad Killo Farad Milli Farad = = = = 109F 106F 103F 10-3F 1 1 1 1 Mikro F Nano F Piko F Femto F = 10-6F = 10-9F = 10-12F = 10-15F

Secara konstruktif hal-hal yang mempengaruhi kapasitas kapasitor adalah sebagai berikut : Luas keping/plat penghantar Jarak antara kedua keping/plat penghantar Jenis bahan dielektrikum yang digunakan Kapasitor dalam rangkaian listrik bila dihubung seri, parallel atau seriparalel dengan satu atau lebih kapasitor, maka total kapasitas kapasitornya dihitung dengan formula sebagai berikut : Hubung Seri 1 /Cn = 1 +1 +1 +1 C1 C2 C3 Cn

11

PT United Tractors Tbk Training Centre Site Sangatta


Cn Hubung Paralel = C1 + C2 + C3 + Cn

Basic Electric Code : BA 007001

Kapasitas kapasitor biasanya tertera pada kapasitor ybs. Dengan menggunakan kode. Contoh : 22 mF / 10 224 K 630 3. Kapasitor berkapasitas 22 mikro Farad, dengan tegangan kerja maksimum 10 Volt Kapasitar 220 000 piko Farad dengan tegangan kerja maksimum 630 Volt.

Pengujian kapasitor Untuk memastikan baik atau tidaknya kapasitor perlu dilakukan pengetesan dengan cara sebagai berikut : Hubungkan test lead analog multimeter ke terminal kapasitor dengan polaritas yang benar (khusus elko) dengan posisi selector switch pada . Bila jarum bergerak kemudian kembali lagi berarti kapasitas masih baik. Apabila kapasitor sudah tidak baik maka kemungkinan kejadiannya adalah : Jarum tidak bergerak, atau Jarum bergerak dan tidak kembali lagi.

12