Anda di halaman 1dari 14

PEMERIKSAAN HEMORRHAGIC SCREENING TEST PADA IBU HAMIL MENJELANG MELAHIRKAN

Muhammad Rusda, Djafar Siddik, Herman Hariman, Ade Taufiq

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA RSUP.ADAM MALIK RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN

PENDAHULUAN
Kehamilan dan melahirkan menimbulkan resiko kesehatan yang besar, termasuk bagi perempuan yg tak punya masalah kesehatan sebelumnya. 40 % ibu hamil mengalami mslh kesehatan berkaitan dgn kehamilan . 15 % ibu hamil menderita komplikasi jangka panjang atau yang mengancam jiwa. WHO memperkirakan tahun 1995 515.000 ibu hamil meninggal karena komplikasi kehamilan & melahirkan.

Sebagian besar kematian tersebut tjd di negara berkembang , ok sering perempuan kurang mendapat akses thdp perawatan penyelamatan hidup (life-saving care).

Lebih separuh kematian ibu tjd dlm waktu 24 jam stlh melahirkan, sebagian besar krn terlalu banyak mengeluarkan darah.
Perdarahan hebat adalah penyebab kematian utama ibu di seluruh dunia. Proporsinya berkisar 10% - 60%. Meskipun wanita dpt bertahan hidup stlh mengalami PPP, namun ia akan menderita akibat kekurangan darah yg berat dan akan mengalami masalah kesehatan yg berkepanjangan.

Gambar : Penyebab Kematian Ibu

Abors i tak am an 13%

Seps is 15%

Eklam s ia 12% Penyebab tak langs ung lain** 20%

Pers alinan/partu s m acet 8% Penyebab langs ung lain* 8%

Perdarahan 24%

*Penyebab langsung lain meliputi kehamilan ektopik, emboli dan komplikasi anastesi. **Penyebab tak langsung meliputi anemia, malaria dan penyakit jantung.

Dalam upaya insidens PPP mencegah tentunya lebih baik daripada menangani timbulnya PPP tersebut. Mencegah timbulnya PPP dgn screening pemeriksaan laboratorium sebelum melahirkan sangat penting. Patogenesa PPP sgt berkaitan dgn trombogenesis maka screening PPP berkaitan erat pula dgn screening perkembangan trombus. Rangkaian tes ini tdd torniquette test , BT , full blood count, PT , aPTT , dan TT. Rangkaian tes ini akan mampu menggambarkan keadaan pembuluh darah , platelet dan koagulasi.

Tujuan Penelitian
Mengetahui kegunaan HST dalam upaya mencegah komplikasi PPP.

Metode Penelitian

Rancangan penelitian Double blind cohort prospektif analitik

Penelitian ini dilakukan di poliklinik dan ruang bersalin RSIA Rosiva serta sub bagian hematologi patologi klinik USU RSHAM pada tgl 15 Juni 2003 s/d 15 Nopember 2003.

Bahan dan Cara kerja

1.Pengambilan sampel darah

14 hingga 1 hari menjelang persalinan sampel darah diambil dari seluruh ibu hamil dari vena mediana , sebanyak 5 ml ; 1,8 ml untuk darah yg mgdg sitrat ( 0,2 ml , 0,11 mol / L trisodium sitrat + 1,8 ml WB ) dan 3 ml sisanya utk darah EDTA.

Darah yang mgdg sitrat diputar dgn kecepatan 5000 G selama 15 menit utk memperoleh platelet dgn sedikit plasma yg digunakan utk menentukan PT, aPTT dan TT.

2. Hemorrhagic Screening Test (HST)


Torniquette test (Hess Test)
Tes ini menggunakan bendungan darah vena ketika tensimeter diberi tekanan antara sistol dan diastol selama 5 menit Selama pembendungan, resistensi pembuluh darah dinilai. Secara tidak lgsg, tes ini juga menunjukkan fungsi platelet. Pembacaan hasil dilakukan 5 menit stlh bendungan dihentikan .

HST (+)
1. Keseluruhan dari 3 dibawah ini : PT > 1,5 x normal aPTT > 1,5 x normal TT > 1,5 x normal , atau 2. Satu atau lebih PT, aPTT, atau TT lebih dari 2 x normal, atau : 3. Jika torniquet test > +++ dan dihubungkan dgn BT > 7 menit, dgn atau tanpa memanjangnya waktu PT, aPTT, TT, atau : 4. BT > 10 menit dgn/atau tanpa torniquet test (+), atau dgn/tanpa memanjangnya waktu PT, aPTT, TT. 5. Jika platelet dibawah 100 x 109/uL, terlepas dari hasil hemostatik lainnya.

HASIL
Tabel 1. Karakteristik Peserta Penelitian
N Usia (tahun) < 20 20 24 25 29 30 34 > 35 > SMU < SMU 1 12 31 19 5 62 6 % 1,5 17,6 45,6 27,9 7,4 91,2 8,8

Pendidikan

Pekerjaan

IRT PNS Swasta


1 25

60 2 6
18 50

88,2 2,9 8,8


26,5 73,5

Graviditas

Paritas

0 13

21 47

30,9 69,1

Tabel 2. Hasil pemeriksaan BT, PT, aPTT, TT, Platelet dan Jumlah Darah
HSR Bleeding Time (detik) Prothrombine Time (detik) aPTT (detik) Thrombine Time (detik) Platelet (jumlah trombosit) Jumlah Darah (ml) Negatif Positif Negatif Positif Negatif Positif Negatif Positif Negatif Positif Negatif Positif N 60 8 60 8 60 8 60 8 60 8 60 8 Mean 184,50 476,25 11,30 12,45 28,22 31,75 11,77 17,26 248,683 211,250 224,58 693,75 SD 43,08 63,01 0,73 3,64 1,82 7,86 1,07 6,86 40,946 46,324 102,46 41,73 P p=0,000 p=0,404 p=0,246 p=0,058 p=0,02 p=0,000

Tabel 3. Hasil Pemeriksaan Hess Test


Hess Test HST Negative Positive Total p

(+) ve
(++) ve (+++) ve Total

N %
N % N % N %

58 96,7%
2 3,3 1 12,5% 7 87,5% 60 100.0% 8 100,0%

58 85,3%
3 4,4% 7 10,3% 68 100,0%

p=0,000

Tabel 4. Perbandingan antara HST (-) tetapi mengalami perdarahan dengan HST (+) mengalami perdarahan
Hess Test Negatif Positif Total N % N % N % 58 96,7% 2 3,3 60 100 HST Negative Positive 8 100 8 100 58 85,3 10 14,7 68 100 0,000 Total p

Tabel 5. Baku Emas


Perdarahan > 500 cc HASIL UJI HST (+) HST (-) JUMLAH 8 2 10 0 58 58 8 60 68 Perdarahan < 500 cc Jumlah

TP (True Positive) = 8 FP (False Positive) = 2

FN (False Negative) = 0 TN (True Negative) = 58

KESIMPULAN

1. HST mampu menskrining bumil menjelang persalinan yang beresiko untuk mengalami ppp. 2. Secara statistik dijumpai perbedaan bermakna antara HST (+) dengan HST (-) pada BT, Hess Test dan Platelet. Sementara itu pada komponen HST yang lain yaitu PT, aPTT dan TT meskipun dijumpai waktu yang memanjang pada kelompok HST (+) namun secara statistik tidak berbeda bermakna. 3. Secara statistik ditemukan perbedaan bermakna jumlah ppp antara kelompok HST (+) dibandingkan dengan kelompok HST (-).