Anda di halaman 1dari 5

Perjanjian Kerja PK 000/SDP DIR/III/2008 Yang bertanda tangan dibawah ini, masing-masing : I. PT.

T. SURVINDO DWI PUTRA diwakili oleh : Nama : Ricky Wibowo Tjahjadi Jabatan : Direktur Utama Alamat : Wima Baja Lt. 3 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54 Jakarta 12950

Untuk selanjutnya disebut PERUSAHAAN atau -------------------------------------- PIHAK PERTAMA --------------------------------------II. Nama Jabatan Alamat : : : Dwi Hermawan

Dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri, selanjutnya disebut : ------------------------------------- PIHAK KEDUA ---- --------------------------------------PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerja Khusus Waktu Tertentu dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut : Pasal 1 Jenis Pekerjaan (1) PIHAK PERTAMA akan menempatkan PIHAK KEDUA dengan Jabatan sebagai .................................... (2) Status PIHAK KEDUA adalah karyawan dengan masa kontrak selama 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal ...................................... sampai dengan .............................. (3) Setelah lewat waktu yang disebutkan sebagaimana butir 2, PIHAK PERTAMA dapat mengganti atau memperbaharui status PIHAK KEDUA menjadi karyawan tetap melalui Surat Keputusan ataupun diputuskan lain sesuai kebijakan PIHAK PERTAMA.

Pasal 2 Upah dan Tunjangan (1) PERUSAHAAN memberikan Upah Tetap (THP) secara bulanan yang dibayarkan pada tanggal 27 setiap bulannya yang besarnya adalah Rp 5.000.000,- ( Lima Juta Rupiah ) per bulan, dengan perincian sebagai berikut : a. Gaji Pokok : Rp.3.250.000,b. Tunjangan jabatan : Rp 500.000,c. Tunjangan transportasi : Rp 500.000,d. Tunjangan perumahan: Rp 750.000,(2) PIHAK kedua mendapatkan fasilitas bantuan makan siang sebesar Rp 20.000,- (Dua puluh ribu rupiah) (3) Pajak Penghasilan ditanggung oleh PERUSAHAAN (4) Asuransi kecelakaan dengan pertanggungan Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) (5) PERUSAHAAN memberikan fasilitas berupa ; a. Biaya pengobatan (rawat jalan) kepada KARYAWAN melalui penggantian biaya pengobatan (re-imburcement) dengan melampirkan bukti/kwintasi maksimal sebesar 2 x Gaji Pokok atau Rp 6.500.000,(Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) per tahun dan sisa plafon tidak dibayarkan. b. Rawat inap dengan plafon kamar Rp.300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah) dengan penggantian maksimal sampai akhir kontrak sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) . sisa plafon tidak dibayarkan. (6) Apabila melakukan perjalanan dinas, maka diberikan uang harian menginap sebesar Rp150.000,-(Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) per hari dan apabila tidak menginap diberikan sebesar Rp 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) Pasal 3 Hak dan Kewajiban PERUSAHAAN (1) PERUSAHAAN berhak mendapatkan prestasi kerja yang baik dari KARYAWAN selama bekerja di dalam PERUSAHAANNYA. (2) PERUSAHAAN berhak melakukan evaluasi atas pekerjaan yang dilakukan oleh KARYAWAN. (3) PERUSAHAAN wajib membayar Upah Tetap, Bantuan Uang Makan serta Biaya Pengobatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pasal 4 Hak dan Kewajiban KARYAWAN (1) KARYAWAN berhak atas Upah Tetap, Bantuan Uang Makan dan fasilitas pengobatan (2) KARYAWAN wajib menjaga rahasia PERUSAHAAN selama dan sesudah menjalani masa percobaan dan oleh karenanya KARYAWAN

dilarang memberikan keterangan baik secara lisan maupun tertulis menyangkut rahasia PERUSAHAAN kepada pihak lain. (3) PIHAK KEDUA bersedia untuk bekerja lembur bilamana diperintahkan /diminta oleh atasannya untuk keadaan yang mendesak pada hari-hari libur nasional. Pasal 5 Waktu Kerja (1) Waktu dan Hari Kerja adalah ; Hari : Senin s/d Jumat Jam Kerja : 07.30 16.30 Waktu istirahat : Senin Kamis jam 12.00 13.00 Untuk hari Jumat, jam kerja adalah sebagai berikut : 07.30 12.00 12.00 13.30 (Jam Istirahat/ Makan Siang) 13.30 17.00 Sabtu : libur (kecuali PERUSAHAAN menentukan lain). Pasal 6 Fasilitas (1) PERUSAHAAN wajib mengasuransikan KARYAWAN demi keselamatan kerja apabila terjadi kecelakaan kerja melalui JAMSOSTEK atau asuransi lainnya. (2) KARYAWAN berhak mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya) yang perhitungannya sesuai dengan Peraturan Perusahaan dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) KARYAWAN diberikan hak cuti tahunan yang lamanya 12 (dua belas) hari kerja . (4) Apabila hak cuti tersebut tidak diambil, maka cuti tersebut menjadi gugur demi hukum. Pasal 7 Jangka Waktu Berlakunya Perjanjian (1) Perjanjian ini dapat diakhiri oleh salah satu pihak dengan pemberitahuan satu bulan sebelumnya. PERUSAHAAN dan KARYAWAN menyetujui apabila ada pekerjaan yang terhenti diluar kemampuan PERUSAHAAN, maka Pemutusan Hubungan Kerja diatur sesuai dengan Peraturan Perusahaan. (2) KARYAWAN diwajibkan mentaati peraturan dan tata tertib serta cara kerja yang berlaku diperusahaan dan KARYAWAN bersedia dikenakan tindakan disiplin yang dapat berakibat sewaktu-waktu diputuskannya hubungan kerja KARYAWAN dengan PERUSAHAAN tanpa adanya kewajiban bagi PERUSAHAAN untuk memberikan ganti rugi dalam bentuk apapun kepada KARYAWAN

(3) PERUSAHAAN dapat mengakhiri perjanjian ini sebelum berakhirnya jangka waktu perjanjian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) apabila KARYAWAN melakukan kesalahan berupa ; a. Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan; b. Mabuk, madat, memakai obat bius atau narkotika; c. Mencuri, menggelapkan, menipu atau melakukan kejahatan lainnya; d. Melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum dan atau kesusilaan di tempat kerja e. Dengan sengaja atau karena kecerobohannya merusak atau membiarkan barang-barang atau dokumen-dokumen milik atau yang berada dalam penguasaan milik Perusahaan sehingga terancam bahaya; f. Dengan sengaja walaupun sudah diperingatkan membiarkan dirinya atau teman sekerjanya dalam keadaan bahaya; g. Membongkar rahasia perusahaan; h. Tidak taan dengan peraturan kerja yang ditetapkan (Indislipiner) Pasal 8 Addendum Kedua belah pihak sepakat bahwa hal-hal yang tidak atau belum tercantum dalam Perjanjian Kerja ini, dapat dituangkan dalam perjanjian tambahan (addendum ) yang merupakan bagian tidak terpisahkan, dan perjanjian tambahan ini diatur berdasarkan Peraturan Perusahaan dan Peraturan Perundangan yang berlaku. Pasal 9 Penyelesaian Perselisihan Apabila dalam pelaksanaan perjanjian ini terdapat perselisihan maka kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara musyawarah dan hasilnya dituangkan dalam perjanjian tambahan (addendum) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 10 Penutup (1) Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan telah dibubuhi materai secukupnya dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama (2) Perjanjian ini ditandatangani di Jakarta pada hari ....... tanggal ............. PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

Ricky Wibowo Tjahjadi

Dwi Hermawan

Direktur Utama