Anda di halaman 1dari 36

SAKLAR IMPULS

ada banyak jenis saklar yang ada, diantaranya adalah: a. Saklar tekan Saklar tekan atau push button umumnya digunakan pada rangkaian kontrol kontak sebagai pengunci secara elektrik. Saklar ini beroperasi ketika ditekan saja, jika dilepas maka akan kembali menjadi seperti semula. Jadi saklar ini memberikan daya yang sifatnya sementara, apabila dikombinasi dengan saklar impuls maka pada saat saklar dilepas hubungannnya dengan beban tetap ada karena saklar tersebut terkunci oleh impuls. b. Saklar tukar Saklar tukar atau saklar dua arah adalah saklar yang dapat mengontrol beban dari dua tempat secara terpisah. Sistem pengaturannya adalah dua arah dimana pengoperasiannya dapat dilakukan secara terpisah. c. Saklar silang Saklar ini adalah saklar yang dapat dipakai untuk mengontrol beban dari berbagai tempat yang dikombinasikan dengan saklar tukar. Sistem pengaturannya yaitu dapat dilakukan dengan dua buah saklar tukar untuk mendapatkan beberapa tempat pengoperasiannya dimana posisi saklar silang berada ditengah. d. Saklar pilih Saklar ini lebih dikenal dengan nama selektor yang merupakan jenis saklar putar. Saklar ini sering digunakan dalam rangkaian pengaturan, misalnya untuk dua posisi pengaturan (pengaturan manual dan otomatis). e. Saklar aliran Saklar jenis ini biasa ditempatkan dalam satu saluran air atau pipa. Saklar ini akan bekerja apabila terkena suatu aliran air pada kontak yang berada di dalamnya. Saklar jenis ini fungsinya sama dengan berbagai jenis saklar lainnya. Saklar ini bekerja berdasarkan adanya aliran. Apabila aliran yang melewati saklar ini baik itu merupakan aliran udara maupun zat cair, maka akan menyebabkan kontak dari saklar ini akan menutup sehingga system akan dapat bekerja. Bila aliran pada saklar terhenti, maka secara langsung serempak kontak dari saklar ini yang tadinya menutup kembali ke posisi semula ( membuka ) sehingga system akan terputus. Diposkan oleh elibronze 'black eyed peas' di 03:53

Saklar tukar atau terkadang ada yang menyebut dengan istilah saklar hotel. Fungsi dari saklar tukar disamping untuk penerangan juga untuk menghemat pemakaian listrik karena masing-masing saklar bisa meng ON/OFF kan saklar lainnya. Sebagai contoh apabila rumah kita tingkat dimana di tengah-tengah tangga ada lampu,kita dapat menyalakan maupun mematikan lampu penerangan tangga tersebut dari lantai bawah maupun lantai atas. Dari penjelasan tersebut maka saklar tukar sebenarnya terdiri dari 2 buah saklar yang dipasang pada daerah tangga bawah dan daerah tangga atas, sedangkan saklar yang digunakan adalah saklar tukar (saklar 2 arah).

Sakelar tukar fisiknya seperti sakelar-sakelar dinding biasa. Namun pada sakelar tukar tunggal (satu tuas) terdapat satu tuas dan 3 terminal kabel dengan kondisi seperti gambar di bawah.

Instalasi sakelar tukar ini membutuhkan satu pasang (2 buah) sakelar tukar. Instalasinya

ada beberapa versi seperti di bawah ini Sama semuanya juga bisa beroperasi sesuai kebutuhan tetapi biasanya perbedaannya hanya panjang kabelnya saja Keterangan : S1 = saklar 1 S2 = saklar 2 Lp = lampu N = Saluran Fasa Netral/Negatif ( tes menggunakan tespen tidak menyala ) L = Saluran Line/Fasa/Positif ( tes menggunakan tespen menyala )

Untuk yang ini, perhatikan dengan teliti sambungan kabel pada sakelar dan lampu. Sedikit saja salah atau tertukar, kemungkinan terjadi short sangat besar.

Kontrol Satu Lampu dengan Tiga Saklar Tunggal


Posted on December 27, 2009 19

1 Votes Suatu ketika atasan meminta kami, Geren dan saya, untuk merancang kontrol sebuah lampu dari tiga saklar. Lampu tersebut mesti bisa dihidupkan dan dimatikan dari ketiga saklar. Butuh waktu lebih dari satu hari untuk kami bisa menyelesaikannya. Malah bikin malu karena ada calon karyawan yang bisa menjawabnya dengan cepat. Lho, kenapa bisa lama gitu? Masalah pertama adalah karena kami masih bodoh belajar. Tapi bukan itu aja, masalahnya juga terletak pada permintaan akan kontrol menggunakan saklar tunggal, bukan saklar ganda. Nah lho, siapa yang tidak bingung jika diminta desain yang tidak biasa? Saklar ganda adalah jalan keluar terbaik untuk kontrol lampu lebih dari satu tempat. Misal anda menginginkan lampu ruangan teras bisa dimati/hidupkan dari tiga ruangan: ruangan tamu, kamar tidur, dan ruangan keluarga, cukup gunakan saklar ganda di setiap ruangan. Saklar tunggal ditujukan hanya untuk kontrol satu lampu saja. Jadi, bagaimana caranya agar saklar tunggal bisa digunakan untuk tujuan di atas? Beruntung bagi anda karena disini akan dibahas triknya.

Rancangan
Instalasi ini akan digunakan untuk sebuah rumah dengan satu kamar tamu dan 3 kamar pribadi. Penghuni rumah menginginkan lampu bisa dihidup/matikan dari tiga tempat yang berbeda. Gambar 1 berikut adalah usulan rancangan tata letak lampu dan saklar sesuai permintaan klien.

Gambar 1 Usulan tata letak lampu dan saklar

Logika
Secara logika, kondisi yang kita inginkan adalah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2 berikut ini. Dan pada Tabel 1 anda akan menemukan tabel kebenaran untuk operasi usulan rancangan. Lampu dirancang akan hidup saat salah satu saklar hidup (ON = 1) dan saat ketiganya hidup sedangkan kondisi lainnya adalah mati (OFF = 0). Logika ini memungkinkan kita untuk menghidup/matikan lampu dari ketiga ruangan.

Gambar 2 Logika usulan rancangan pengaturan 1 lampu dengan tiga saklar tunggal Tabel 1 Tabel kebenaran logika usulan A B C PL1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1

Implementasi
Sekarang kita akan mengimplementasikan rancangan ke dalam rangkaian listrik yang sebenarnya. Gambar 3 berikut ini adalah diagram pengawatan dari usulan rancangan. Kita membutuhkan tiga relai dengan spesifikasi:

Relai 1 dan 2 memiliki 2 kontak NC dan 1 kontak NO Relai 3 memiliki 1 kontak NC

Gambar 3 Diagram 2 kawat untuk rancangan penyaklaran satu lampu dari tiga saklar

Konfigurasi 1. S1 OFF, S2 OFF, S3 OFF


Posisi normal atau awal adalah saat ketiga saklar mati (OFF) dan lampu mati.

Konfigurasi 2. S1 ON, S2 OFF, S3 OFF


Seseorang dapat menghidupkan lampu dari salah satu saklar, disini kita contohkan dengan saklar S1. Saat S1 ditutup, maka akan mengalir arus listrik ke relai A karena rangkaiannya tertutup. Relai akan energized mengakibatkan anak kontaknya berubah kondisi dari NC menjadi OPEN dan NO menjadi CLOSE. Dari Gambar 3, A0 NO akan

menjadi CLOSE sedangkan A1 dan A2 yang NC akan menjadi OPEN. Arus akan mengalir ke lampu melalui hubungan seri S1 dengan B1 dan C1 sehingga lampu akan ON.

Konfigurasi 3. S1 ON, S2 ON, S3 OFF


Kita dapat mematikan lampu yang tadinya dihidupkan dari ruang 1 dengan menggunakan saklar 2 atau 3disini kita contohkan dengan menghidupkan saklar S2. Saat saklar S2 diON-kan relai B akan energized karena ada aliran arus melaluinya akibat rangkaiannya tertutup karena saklar S2 ditutup. Anak kontak B0 yang NO akan CLOSE dan anak kontak B1 dan B2 yang NC akan OPEN. Karena kontak B1 terbuka, aliran arus yang tadinya mengalir melalui hubungan seri S1, B1 dan C1 akan terputus karena rangkaiannya terbuka. Kondisi ini akan mematikan lampu yang sebelumnya hidup.

Konfigurasi 4. S1 ON, S2 ON, S3 ON


Saat ketiga saklar hidup, setelah kita hidupkan lewat S1 terus kita matikan lewat S2, dengan menekan S3, maka akan ada aliran arus melalui hubungan seri A0, B0, dan C0.

Kontrol Satu Lampu dengan Tiga Saklar Tunggal


Posted on December 27, 2009 19

1 Votes Suatu ketika atasan meminta kami, Geren dan saya, untuk merancang kontrol sebuah lampu dari tiga saklar. Lampu tersebut mesti bisa dihidupkan dan dimatikan dari ketiga saklar. Butuh waktu lebih dari satu hari untuk kami bisa menyelesaikannya. Malah bikin malu karena ada calon karyawan yang bisa menjawabnya dengan cepat. Lho, kenapa bisa lama gitu? Masalah pertama adalah karena kami masih bodoh belajar. Tapi bukan itu aja, masalahnya juga terletak pada permintaan akan kontrol menggunakan saklar tunggal, bukan saklar ganda. Nah lho, siapa yang tidak bingung jika diminta desain yang tidak biasa? Saklar ganda adalah jalan keluar terbaik untuk kontrol lampu lebih dari satu tempat. Misal anda menginginkan lampu ruangan teras bisa dimati/hidupkan dari tiga ruangan: ruangan tamu, kamar tidur, dan ruangan keluarga, cukup gunakan saklar ganda di setiap ruangan. Saklar tunggal ditujukan hanya untuk kontrol satu lampu saja. Jadi, bagaimana caranya agar saklar tunggal bisa digunakan untuk tujuan di atas? Beruntung bagi anda karena disini akan dibahas triknya.

Rancangan
Instalasi ini akan digunakan untuk sebuah rumah dengan satu kamar tamu dan 3 kamar pribadi. Penghuni rumah menginginkan lampu bisa dihidup/matikan dari tiga tempat yang berbeda. Gambar 1 berikut adalah usulan rancangan tata letak lampu dan saklar sesuai permintaan klien.

Gambar 1 Usulan tata letak lampu dan saklar

Logika
Secara logika, kondisi yang kita inginkan adalah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2 berikut ini. Dan pada Tabel 1 anda akan menemukan tabel kebenaran untuk operasi usulan rancangan. Lampu dirancang akan hidup saat salah satu saklar hidup (ON = 1) dan saat ketiganya hidup sedangkan kondisi lainnya adalah mati (OFF = 0). Logika ini memungkinkan kita untuk menghidup/matikan lampu dari ketiga ruangan.

Gambar 2 Logika usulan rancangan pengaturan 1 lampu dengan tiga saklar tunggal Tabel 1 Tabel kebenaran logika usulan A B C PL1

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1

Implementasi
Sekarang kita akan mengimplementasikan rancangan ke dalam rangkaian listrik yang sebenarnya. Gambar 3 berikut ini adalah diagram pengawatan dari usulan rancangan. Kita membutuhkan tiga relai dengan spesifikasi:

Relai 1 dan 2 memiliki 2 kontak NC dan 1 kontak NO Relai 3 memiliki 1 kontak NC

Gambar 3 Diagram 2 kawat untuk rancangan penyaklaran satu lampu dari tiga saklar

Konfigurasi 1. S1 OFF, S2 OFF, S3 OFF


Posisi normal atau awal adalah saat ketiga saklar mati (OFF) dan lampu mati.

Konfigurasi 2. S1 ON, S2 OFF, S3 OFF


Seseorang dapat menghidupkan lampu dari salah satu saklar, disini kita contohkan dengan saklar S1. Saat S1 ditutup, maka akan mengalir arus listrik ke relai A karena rangkaiannya tertutup. Relai akan energized mengakibatkan anak kontaknya berubah kondisi dari NC menjadi OPEN dan NO menjadi CLOSE. Dari Gambar 3, A0 NO akan

menjadi CLOSE sedangkan A1 dan A2 yang NC akan menjadi OPEN. Arus akan mengalir ke lampu melalui hubungan seri S1 dengan B1 dan C1 sehingga lampu akan ON.

Konfigurasi 3. S1 ON, S2 ON, S3 OFF


Kita dapat mematikan lampu yang tadinya dihidupkan dari ruang 1 dengan menggunakan saklar 2 atau 3disini kita contohkan dengan menghidupkan saklar S2. Saat saklar S2 diON-kan relai B akan energized karena ada aliran arus melaluinya akibat rangkaiannya tertutup karena saklar S2 ditutup. Anak kontak B0 yang NO akan CLOSE dan anak kontak B1 dan B2 yang NC akan OPEN. Karena kontak B1 terbuka, aliran arus yang tadinya mengalir melalui hubungan seri S1, B1 dan C1 akan terputus karena rangkaiannya terbuka. Kondisi ini akan mematikan lampu yang sebelumnya hidup.

Konfigurasi 4. S1 ON, S2 ON, S3 ON


Saat ketiga saklar hidup, setelah kita hidupkan lewat S1 terus kita matikan lewat S2, dengan menekan S3, maka akan ada aliran arus melalui hubungan seri A0, B0, dan C0.

Contoh Surat Penawaran Pekerjaan Pemasangan Instalasi Listrik

PT. ADIDAYA SEHAJTERA


Jl. Bhakti Pemuda No. 30, Semarang Telp/Fax. (024) 7613010
Nomor : 015/AS/05/12 Lamp : 2 lembar Hal : Pemasangan Instalasi Listrik

Yth. Pimpinan Proyek Bukit Wahid Regency Jl. Bukit Wahid Boulevard, Gedongsongo Raya, Semarang

SURAT PENAWARAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Alamat Jabatan Nama Perusahaan NPWP Akte Notaris Nomor / Tanggal Akte Dengan ini menyatakan : 1. Akan tunduk pada peraturan pelelangan terbatas untuk melaksanakan pekerjaan Pemasangan Instalasi Listrik di Bukit Wahid Regency Semarang, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. 2. Sanggup dan bersedia melaksanakan pekerjaan termasuk penyediaan bahan-bahan, tenaga kerja, dan peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan : Pekerjaan Lokasi Pada proyek : Pemasangan Instalasi Listrik 10 unit rumah : Bukit Wahid Regency Jl. Bukit Wahid Boulevard, Gedongsongo Raya, Semarang : Real Estate Bukit Wahid Regency Semarang : Muhammad Anwar Rahmanto : Jl.Bhakti Pemuda No. 30, Semarang : Direktur Utama : PT. Adidaya Sejahtera : 051.7765.07-000.30 : Pendirian PT. Adidaya Sejahtera : 051/ 30 Oktober 2009

Berdasarkan dokumen pelelangan dan penjelasan pekerjaan tersebut yang dilaksanakan di Kantor PT. Bukit Wahid Group, Jl. Bukit Wahid Boulevard, Gedongsongo Raya, Semarang. Pada hari / tanggal Dengan harga borongan : Selasa, 1 Mei 2012 : Rp 39.469.075

: Tiga puluh sembilan juta empat ratus enam puluh sembilan tujuh puluh lima rupiah

3. 4. 5.

Telah Menyerahkan jaminan penawaran pada proyek tersebut diatas sebesar Rp 2.000.000,00 ( Dua juta rupiah ) Surat Penawaran ini berlaku dan mengikat selama tiga bulan terhitung sejak tanggal pemasukan penawaran Bersedia dan sanggup menyelesaikan pekerjaan ini, serta melakukan penyerahan pertama pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal 10 Mei 2012

Semarang, 3 Mei 2012 PT. Adidaya Sejahtera

Muhammad Anwar Rahmanto Direktur Utama

KONSEP DASAR TEKNIK LISTRIK DAN ELEKTRONIKA

Untuk Sekolah Menengah Kejuruan


Bidang Keahlian : Teknik Elektro Program Keahlian : Teknik Instalasi Listrik Berdasarkan Kurikulum SMK yang Disempurnakan (Kurikulum SMK Edisi 1999)

Penyusun : Drs. Yusuf Setyabudi Editor : Drs. Nursalam Parham

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU TEKNOLOGI VOCATIONAL EDUCATION DEVELOPMENT CENTER


JL. Teluk Mandar, Arjosari, Tromol Pos 5 Malang, 65102, Telp. (0341) 491239, Fax. (0341) 491342

Te kn ik I nst a la si List rik

KATA PENGANTAR

Modul ini diterbitkan untuk menjadi bahan ajar pada SMK bidang keahlian teknik elektro, memenuhi tuntutan pelaksanaan kurikulum SMK yang disempurnakan (Kurikulum SMK edisi 1999). Nilai kegunaan modul ini terletak pada pemakaiannya, karena itu kepada semua organisasi dan manajemen Pendidikan Menengah Kejuruan, diharapkan dapat berusahan untuk mengoptimalkan pemakaian modul ini. Dalam pemakaian modul ini, tetap diharapkan berpegang kepada azas keluwesan, asas kesesuaian dan asas keterlaksanaan sesuai dengan karakteristik kurikulum SMK yang disempurnakan. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penulisan naskah bahan ajar ini.

Jakarta, Agustus 2001 Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan

Dr. Ir. Gatot Hari Priowiryanto NIP 130675814

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

Te kn ik I nst a la si List rik

PROFIL KOMPETENSI TAMATAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI LISTRIK


Kompetensi A. Menguasai gambar teknik elektro Sub Kompetensi A1. Menguasai jenis peralatan dan standarisasi gambar teknik A4. Menginterpretasikan gambar teknik B. Menguasai penggunaan peralatan tangan dan peralatan mesin untuk membuat bahan bantu listrik dan elektronika C. Menguasai dasar-dasar perakitan pesawat elektronika B1. Menguasai peraturan, norma, standar dan sistem keselamatan kerja B2. Menggunakan dan merawat peralatan tangan dan mesin B3. Menggunakan peralatan tangan dan mesin untuk membuat alat dari bahan logam dan non logam untuk keperluan teknik elektro C3. Merakit komponen dan menguji coba hasil rakitan

A2. Menguasai dasardasar proyeksi gambar teknik

A3. Menggambar rangkaian listrik dan elektronika

C1. Merencanakan tata letak komponen dan membuat jalur sambungan C4. Memahami penanggulangan dan daur ulang limbah

C2. Menguasai Teknik Pembuatan PRT C5. Memahami cara-cara melindungi alam sekitar D2. Menguasai karakteristik macammacam alat ukur listrik D5. Merawat dan memperbaiki alat ukur listrik E2. Menguasai dasar akumulator E5. Menguasai dasardasar mesin listrik AC/DC E8. Menguasai karakteristik dan penggunaan komponen semi konduktor F2. Menguasai gerbanggerbang dasar

D. Menguasai alat ukur listrik dan elektronika

D1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi peralatan ukur listrik D4. Menggunakan Alat Ukur Listrik dan Elektronika

D3. Menginterpretasikan buku petunjuk pemakaian alat ukur listrik

E. Menguasai konsep dasar teknik listrik dan elektronika

E1. Menguasai dasar elektrostatika dan kemagnetan E4. Menguasai hukum kelistrikan/rangkaian DC dan AC E7. Menguasai sifat dan macam bahan penghantar dan isolator

E3. Menguasai komponen pasif E6. Menguasai teori atom dan molekul

F. Menguasai dasar teknik digital dan aplikasi sederhana

F1. Menguasai Konversi bilangan F4. Menguasai aritmatika logik

F3. Menguasai Flip-Flop

G. Menguasai instalasi listrik sederhana sesuai peraturan dan keselamatan kerja H. Melaksanakan pekerjaan listrik penerangan dan tenaga

G1. Menguasai dasardasar peraturan umum dan keselamatan kerja H1. Menggambar instalasi listrik penerangan H4. Mengidentifikasi kebutuhan komponen

G2. Memasang instalasi listrik sederhana

H2. Menggambar instalasi tenaga/motor arus putar H5. Memasang instalasi penerangan dan tenaga sederhana I2. Mengidentifikasi

H3. Menggambar instalasi dengan menggunakan komputer H6. Mengujicoba instalasi penerangan dan tenaga sederhana I3. Memperbaiki kerusakan

I. Merawat dan

I1. Membaca gambar

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

ii

Te kn ik I nst a la si List rik


Kompetensi memperbaiki instalasi penerangan dan tenaga J. Mengoperasikan dan menguji mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator K. Mengukur energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik L. Merangkai rangkaian mesin pengendali listrik dan rangkaian dasar pneumatik Sub Kompetensi instalasi penerangan dan tenaga J1. Mengoperasikan mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator K1. Memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik L1. Menguasai prinsip pengaturan dan pengontrolan otomatis pada sistem tenaga listrik L4. Memahami pendistribusian udara dan minyak sebagai pembangkit pneumatik M. Menerapkan komponen-komponen elektronika dan dasardasar PLC dalam rangkaian kontrol M1. Mengidentifikasi kegunaan komponen elektronika daya untuk alat kontrol (triac, diac,fet, mosfet) M4. Mengidentifikasi keuntungan dan kerugian PLC N. Mengidentifikasi bentuk energi alternatif sebagai sumber tenaga listrik O. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi rumah tinggal N1. Mengklasifikasikan macam-macam bentuk energi alternatif O1. Merencanakan dan memasang instalasi rumah tinggal

kesalahan instalasi penerangan dan tenaga J2. Menguji mesin-mesin listrik AC/DC dan transformator K2. Menjelaskan prinsip kerja alat ukur yang digunakan L2. Menguasai peralatan kontrol otomatis pada sistem tenaga listrik L5. Mengidentifikasi macam-macam katup pneumatik M2. Memahami karakteristik komponen elektronik daya

instalasi penerangan dan tenaga

K3. Melaksanakan pengukuran energi, frekuensi, daya dan faktor daya listrik secara sistematis L3. Memasang rangkaian kontrol otomatis pada sistem tenaga listrik L6. Membuat rangkaian pneumatik sederhana dengan satu silinder dan dua silinder M3. Mengaplikasikan komponen elektronika daya kedalam sistim kontrol sederhana M6. Mengoperasikan hardware dan software sederhana. N3. Mengidentifikasi keuntungan dan kerugian macam-macam bentuk energi alternatif O3. Melakukan ujicoba instalasi rumah tinggal

M5. Mengenal hardware dan software PLC N2. Menjelaskan prinsip kerja dan bentuk-bentuk energi alternatif O2. Merencanakan dan memasang panel PHB 1 fasa/1grup

O4. Mencari kesalahan dan memperbaiki instalasi rumah tinggal P. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi bangunan bertingkat P1. Merencanakan dan memasang instalasi bangunan bertingkat

O5. Melakukan revisi dan pengembangan instalasi rumah tinggal P2. Merencanakan dan memasang panel PHB untuk bangunan bertingkat P3. Merencana dan memasang instalasi alarm

P4. Merencana dan memasang instalasi penangkal petir Q. Merencana, memasang, memperbaiki dan merevisi serta mengembangkan instalasi listrik industri Q1. Merencanakan dan memasang instalasi tenaga 1 fasa dan 3 fasa

P5. Melakukan ujicoba instalasi bangunan bertingkat Q2. Merencanakan dan memasang panel tenaga 1 fasa dan 3 fasa

P6. Melakukan pencarian kesalahan/kerusakan dan memperbaiki instalasi bangunan bertingkat Q3. Merencana dan memasang instalasi alarm

Q4. Merencana dan memasang instalasi penangkal petir

Q5. Melakukan ujicoba instalasi listrik industri

Q6. Melakukan pencarian kesalahan/kerusakan dan memperbaiki instalasi listrik industri

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

iii

Te kn ik I nst a la si List rik

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.. i Profil Kompetensi Tamatan ... ii Daftar Isi.. iv Pendahuluan.. vi Tujuan Umum Pembelajaran. vii Petunjuk Penggunaan Modul... viii Kegiatan Belajar 1 1. 2. 2.1. 2.2. 3. 3.1. 3.1.1. 3.1.2. 3.1.3. 3.2. 3.3. 3.3.1. 3.3.2. 3.4. 3.5. 3.6. 3.7. 3.8. 4. 4.1. 4.2. Pengertian dasar (tenaga) listrik... 1

Atom dan elektron ........................................................................... 1 Muatan listrik - Pembawa muatan ................................................... 2 Atom netral - Susunan atom ............................................................ 4 Ion .................................................................................................... 5 Arus listrik ........................................................................................ 5 Penghantar, bukan penghantar, semi penghantar .......................... 6 Penghantar - Mekanisme penghantar ............................................. 6 Bukan penghantar ........................................................................... 8 Semi penghantar ............................................................................. 9 Rangkaian listrik .............................................................................. 9 Arah arus ......................................................................................... 10 Arah arus elektron ........................................................................... 10 Arah arus secara teknik ................................................................... 11 Kuat arus ......................................................................................... 12 Muatan listrik ................................................................................... 13 Rapat arus didalam penghantar ...................................................... 14 Macam-macam arus ........................................................................ 15 Reaksi arus listrik ............................................................................ 17 Tegangan listrik ............................................................................... 20 Potensial ......................................................................................... 21 Arah tegangan ................................................................................ 23 iv

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

Te kn ik I nst a la si List rik

5. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4.

Tahanan listrik ................................................................................ 24 Tahanan jenis (spesifikasi tahanan) ................................................ 25 Tahanan listrik suatu penghantar .................................................... 26 Daya hantar dan hantar jenis .......................................................... 30 Tahanan tergantung pada suhu ...................................................... 32

Lampiran.. 39 Lembar Latihan/Evaluasi. 40 Lembar Jawaban... 44 Kegiatan Belajar 2 1. 1.1 2. 2.1. 2.2. 2.3. 3. 3.1. 4. 4.1. 4.2. 5. 5.1. 5.2. 5.3. Hukum rangkaian arus.... 50

Hukum Ohm .................................................................................... 50 Grafik tegangan fungsi arus (grafik tahanan) ....................... 52 Rangkaian seri tahanan .................................................................. 54 Pembagi tegangan tanpa beban ..................................................... 59 Tahanan depan ......................... ..................................................... 61 Tegangan jatuh pada penghantar ................................................... 63 Rangkaian parallel tahanan ............................................................. 65 Tahanan samping (tahanan shunt) ................................................. 72 Hukum Kirchhoff .............................................................................. 74 Hukum Kirchhoff kesatu (hukum titik simpul) .................................. 74 Hukum Kirchhoff kedua ............................... .................................. 75 Rangkaian campuran ...................................................................... 77 Rangkaian seri lanjutan .......... ........................................................ 77 Rangkaian parallel lanjutan ............................................................. 79 Pembagi tegangan berbeban .......................................................... 81

Jembatan tahanan ........................................................................ 83 Lembar Latihan/Evaluasi. 85 Lembar Jawaban...... 92 Umpan Balik.. 101 Daftar Pustaka.. 102

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

Te kn ik I nst a la si List rik

PENDAHULUAN

Siapa saja yang pada saat ini berkecimpung dibidang teknik, termasuk disini para siswa SMK, maka sedikit banyak tentu berhubungan dengan teknik listrik (elektronika) dan oleh karena itu maka harus memahaminya. Pengetahuan tersebut diawali dengan kesiapan dalam memahami suatu petunjuk peralatan dan penilaian atas fungsi-fungsi yang diberikan, kemudian melalui pembicaraan promosi secara profesional akhirnya mengetahui fungsi peralatan yang sesuai dengan keahliannya dan barangkali juga untuk mengenali atau bahkan untuk memperbaiki suatu kesalahan yang mungkin terjadi. Tetapi semua itu mensyaratkan dimilikinya pengetahuan teknik listrik yang mendasar. Selanjutnya untuk maksud tersebut harus tersedia suatu modul yang dapat menjadi perantara dalam mentransfer keterampilan dan pengetahuan teknik listrik yang diperlukan, yang pada akhirnya peserta didik mampu melatih diri pada pekerjaan dibidang elektronika atau bidang khusus lain dari teknik listrik. Modul ini secara metodik tersusun sedemikian rupa, untuk digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam memperoleh dasar-dasar teknik listrik di sekolah maupun belajar mandiri bagi siswa di semua bidang keahlian yang ada. Modul ini membatasi diri pada materi teknik listrik yang pokok. Uraian percobaan yang sederhana dan juga contoh-contoh mengantarkan ke masingmasing topik. Materi dipermudah sedemikian rupa dan ditunjukkan dengan percobaan. Melalui percobaan dan contoh-contoh diperoleh pengertian dan penafsiran sesuai dengan hukum ilmu fisika. Pada akhirnya penggunaan percobaan termasuk juga contoh-contoh perhitungan sangat membantu setiap topik teknik listrik, yang dapat digunakan sebagai bahan argumentasi untuk memperkuat pengertian yang diperolehnya. Pertanyaan dan soal-soal latihan yang dilengkapi dengan kunci jawaban memberikan suatu kemungkinan pada peserta didik untuk berlatih dan mengontrol sendiri hasil pekerjaannya. Dalam modul ini hanya ditemukan penggunaan besaran, satuan dan simbol yang telah ditetapkan melalui peraturan tentang satuan dalam hal pengukuran pada tanggal 2 Juli 1969.
Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

vi

Te kn ik I nst a la si List rik

TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN

1.

Peserta didik memiliki pengetahuan teknik listrik yang mendasar, yang pada akhirnya mampu melatih diri pada pekerjaan di bidang elektronika atau bidang khusus lain dari teknik listrik

2.

Peserta didik mengetahui simbol formula dan satuan besaran-besaran listrik dalam teknik listrik yang berlaku secara internasional

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

vii

Te kn ik I nst a la si List rik

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


1. Baca dan pahami kompetensi dan sub kompetensi modul ini dalam profil kompetensi tamatan program keahlian teknik instalasi listrik 2. Modul ini terbagi dalam 2 (dua) kegiatan belajar, masing-masing dengan judul pengertian dasar (tenaga) listrik dan hukum rangkaian arus 3. Pelajari dengan seksama dan pahami dengan benar isi materi. Bacalah beberapa kali hingga diperoleh pemahaman atas beberapa pengertian yang ada 4. Lakukan percobaan-percobaan yang ditunjukkan dalam modul ini untuk mendukung pemahaman isi materi 5. Kerjakan soal-soal latihan yang ada di bagian akhir setiap kegiatan belajar 6. Gunakan kunci jawaban untuk mengontrol kebenaran jawaban yang dibuat

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

viii

Te kn ik I nst a la si List rik

Kegiatan Belajar 1 PENGERTIAN DASAR (TENAGA) LISTRIK


Tujuan Khusus Pembelajaran Peserta dapat : Menjelaskan perbedaan antara atom dan elektron Mengetahui sifat-sifat muatan listrik (pembawa muatan) Memahami konsep dasar tentang arus, tegangan dan tahanan listrik

1.

Atom dan elektron

Kita potong-potong suatu benda padat, misalnya tembaga, kedalam bagian-bagian yang selalu lebih kecil, dengan demikian maka pada akhirnya kita dapatkan suatu atom. Kata atom berasal dari bahasa Yunani dan berarti tidak dapat dibagi. Dalam beberapa waktu kemudian barulah dapat ditemukan buktinya melalui percobaan, bahwa benda padat tersusun atas atom. Dari banyak hasil percobaan ahli fisika seperti Rutherford dan Bohr menarik kesimpulan, bahwa suatu atom harus tersusun mirip seperti sistim tata surya kita (gambar 1.1).

P la n e t L in t a s a n p la n e t M a ta h a ri

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

Te kn ik I nst a la si List rik

Gambar 1.1

Model sistim tata surya

Dari gambaran model ini atom terdiri atas matahari sebagai inti atom dan disekitar inti pada lintasan berbentuk lingkaran atau ellips beredar planet sebagai elektron-elektron. Lintasannya mengelilingi inti dan membentuk sesuatu yang disebut dengan kulit elektron (gambar 1.2).

E le k t r o n In t i a t o m L in t a s a n

Gambar 1.2

Model atom

Elektron-elektron pada kulit terluar disebut elektron valensi, mereka terletak paling jauh dari inti dan oleh karena itu paling baik untuk dipengaruhi dari luar.

2.

Muatan listrik - Pembawa muatan

Elektron mengelilingi inti atom dengan kecepatan yang sangat tinggi ( 2200 km/det.). Pada gerakan melingkar, meski berat elektron tidak seberapa, maka disini harus bertindak suatu gaya sentrifugal yang relatip besar, yang bekerja dan berusaha untuk melepaskan elektron keluar dari

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

10

Te kn ik I nst a la si List rik

lintasannya. Sekarang tenaga apakah yang menahan elektron tetap pada lintasannya mengitari inti ? Tenaga yang menahan bumi tetap pada lintasannya adalah grafitasi. Grafitasi antara elektron-elektron dan inti atom belum mencukupi, sebagaimana terbukti secara perhitungan, dan tidak dapat menahan elektron-elektron yang terjauh untuk tetap pada lintasannya. Oleh karena itu disini harus bertindak suatu tenaga lain, yaitu tenaga listrik.

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

11

Te kn ik I nst a la si List rik

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

12

Te kn ik I nst a la si List rik

Penerapan Konsep Dasar Listrik dan Elektronika

13

Anda mungkin juga menyukai