Anda di halaman 1dari 8

PENGGUNAAN SEPEDA SEBAGAI SALAH SATU ALAT DALAM GAYA HIDUP MASYARAKAT URBAN DI INDONESIA

PROPOSAL TESIS Proposal pengajuan judul dan topik bahasan dalam penelitian untuk memperoleh gelar magister dari Institut Teknologi Bandung

Oleh ARIE KURNIAWAN NIM : 27111066 Program Studi Magister Desain

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

Abstrak Alat transportasi masyarakat perkotaan di Indonesia kian bergam seiring dengan perkembangan teknologi dan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Mulai dari alat tanspotasi publik hingga kepemilikan pribadi kendaraan bermotor sudah mulai memenuhi kepadatan masyarakat perkotaan. Diantara maraknya kendaraan bermotor, masih nampak pengguna sepeda di wilayah perkotaan. Konsumsi sepeda di Indonesia terutama di wilayah perkotaan semakin meningkat diantara pergerakan teknologi di dunia transportasi. Bagi masyarakat urban di Indonesia sepeda sudah menjadi salah satu alat dalam gaya hidup. Sepeda mengalami kematangan desain dan engineering dengan berbagai pilihan sesuai fungsi utilitasnya.Munculnya berbagai jenis sepeda menawarkan berbagai pilihan pada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan olah raga. Sepeda mengalami metamorfosis dimana sepeda sebagai alat transportasi dan olahraga menjadi sarana hiburan dan komunikasi, yang akhirnya bermetamorfosis menjadi salah satu alat dalam gaya hidup masyarakat. Terdapat variabel penunjang dimana sepeda bergeser menjadi bagian dari gaya hidup. Munculnya kegiatan bersepeda untuk lingkungan, terbentuknya komunitas sepeda, fenomena penggunaan jenis sepeda yang tidak sesuai dengan medan jalan, pemilihan jenis dan merek sepeda guna merefleksikan strata sosial sesorang merupakan beberapa fenomena yang mengiringi metamorfosis fungsi sepeda menjadi alat gaya hidup. Fenomena-fenomena yang menjadi pendukung terjadinya metamorfosis fungsi sepeda akan dideskripsikan dalam penelitian ini. Penelitian ini berusaha mengartikulasikan antara gaya hidup masyarakat perkotaan di Indonesia dengan jenis sepeda yang digunakan sebagai pendukung gaya hidupnya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan data dari masyarakat perkotaan, data dari nara sumber terkait dan produsen sepeda di Indonesia. Data yang diperoleh diklasifikasikan, dideskripsikan dan dianalisis guna melihat dan memahami pemaknaan sepeda dalam konteksnya terhadap gaya hidup masyarakat kota. Hasil yang diharapkan adalah mendeskripsikan keputusan masyarakat dalam menggunakan jenis sepeda tertentu, mengetahui motif pembentukan komunitas sepeda serta memahami fungsi sepeda sebagai salah satu alat gaya hidup masyarakat urban di Indoneisa. Pemahaman akan metamorfosis fungsi sepeda ini dapat dijadikan rekomendasi dalam mengembangkan desain sepeda tertentu yang dapat diterima masyarakat sebagai alat dalam gaya hidup di perkotaan Indonesia Kata kunci : gaya hidup, masyarakat urban, pemaknaan sepeda

Daftar Isi

Abstrak Daftar Isi BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1 I.1 Latar Belakang ............................................................................................................................ 1 I.2 Rumusan Masalah....................................................................................................................... 5 I.3 Batasan Masalah ......................................................................................................................... 5 I.4 Tujuan Penelitian ........................................................................................................................ 5 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................................... 7 II.1 Definisi Sepeda ......................................................................................................................... 7 II.2 Perkembangan Jenis Sepeda di Indonesia ................................................................................. 7 II.3 Gaya Hidup ............................................................................................................................... 9 II.4 Masyarakat Kota di Indonesia ................................................................................................... 9 II.5 Sepeda dalam Konteks Gaya Hidup Masyarakat Kota.............................................................. 10 II.6 Asumsi dan Hipotesis ................................................................................................................ 11 BAB III. METODE PENELITIAN ................................................................................................. 12 III.1 Rancangan Penelitian ............................................................................................................... 12 III.2 Kerangka Penelitian ................................................................................................................. 12 III.3 Peran Peneliti ........................................................................................................................... 13 III.4 Strategi Pengumpulan Data ...................................................................................................... 13 Daftar Pustaka

Daftar Pustaka Abbott, John. 1996. Sharing the City-Community Participation in Urban Management. London : Earthscan Chaney, David. 2011. Lifestyle-Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra Dormer, Peter. 2008. Makna Desain Modern-Budaya Material, Konsumerisme, (Peng)Gaya(an). Yogyakarta & Bandung : Jalasutra ECBIS.2012. Prospek Industri dan Pemasaran Sepeda di Indonesia 2011-2015. Jakarta : ECBIS Rescon Hall, Stuart. 1990. Cultural Identity and Diaspora, dalam J. Rutherford (ed.), identity, Community, Culture, Difference. London : Lawrence and Wishart. Herlyhai, D.V. 2004. Bicycle: The History. United State of America : Quebecor World Ibrahim, Idi Subandy.1997. Ecstasy Gaya Hidup-Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Bandung: Penerbit Mizan. Ibrahim, Idi Subandy. 2004. Kamu Bergaya Maka Kamu Ada-Pengantar dalam Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra. Jelantik, Bismo. 2007. Tesis Desain-Desain Sepeda Alternatif untuk Komunitas Pekerja Kantor yang Bersepeda. Bandung: Magister Desain Insitut Teknologi Bandung Khasali, Renald. 2007. Membidik Pasar Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Khasali, Renald. 2010. Cracking Zone-Bagaimana Memetakan Perubahan Di Abad 21 dan Keluar dari Perangkap Comfort Zone. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Kidder, Jeffrey. 2008. Appropriating The City-Space, Theory, and Bike Messengers. California : Springer. Martinus, Yannes. 2008. Jurnal Ilmu Desain, Vol 3.no1 2008. Bandung : ITB Piliang, Yasraf. 2010. Dunia yang Dilipat-Tamsya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Bandung : Matahari Wiyancoko, Dudy. 2010. Desain Sepeda Indonesia. Jakarta : Kepustakaan Pupuler Gramedia. Woodward, Kathryn. 1997. Identity and Differences. London : SAGE Publications. Ritzer, George. 2004. Teori Sosiologi Modern. Jakarta : Prenada Media. Sastropoetro, Santoso. 1982. Komunikasi Sosial. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Saunders, Peter. 1984. Social Theory and Urban Question. London :Hutchinson Vihma, Susann dan Vakeva, Seppo. Semiotika dan Semantika Produk. Yogyakarta: Jalasutra

Anotasi Bibliografi

Abbott, John. 1996. Sharing the City-Community Participation in Urban Management. London : Earthscan Salah satu penelitian yang dilakukan di London yang membahas komunitas dalam masyarakat urban dan managemen sosial di dalamnya. Pembahasan memang cenderung ke arah tata kota dan arsitektural, namun memaparkan sejumlah managemen sosial dalam masyarakat kota, gaya hidup dan komunitas dalam ruang perkotaan. Chaney, David. 2011. Lifestyle-Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra Buku yang membahas permasalahan gaya hidup secara sistematik, komprehensif, dan terpadu. Dalam dunia modern gaya hidup kita membantu mendefinisikan sikap, nilai-nilai, dan menunjukkan kekayaan serta posisi sosial kita. Tedapat penjelasan sosiologis untuk menunjuk pada bentuk masyarakat modern. Gaya hidup mengungkapkan bagaimana kita harus mengklasifikasikannya, bagaimana istilah tersebut menjadi semakin penting, dan apa persisnya gaya hidup itu. Creswell, John W. 2010. Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Buku panduan dalam emnyajikan kerangka kerja, proses, dan aneka pendekatan dalam penelitian. Menjelaskan secara terperinci unsur unsur kunci dalam proses penelitian pada umumnya: menulis pendahuluan, menegaskan tujuan penelitian, mengidentifikasi rumusan masalah serta menerapkan metode-metode dan prosedur-prosedur di dalam pengumpulan dan analisis data. Dormer, Peter. 2008. Makna Desain Modern-Budaya Material, Konsumerisme, (Peng)Gaya(an). Yogyakarta & Bandung : Jalasutra Makna desain modern dimulai dengan pembedaan antara desain di atas dan dibawah garis, memisahkan desain dalam kategori gaya dan kategori rekayasa. Memansu dalam membuat jalur yang jernih melewati berbagai gaya kontemporer yang membingungkan. Bagaimana memilih sesuatu yang terlihat bagus, melihat fenomena desainer yang mendorong jauh selera publik atau di dalam era kesadaran ekologis bersikap acuh tak acuh terhadap keprihatinan publik, serta melihat strategi desainer menggunakan berbagai penggayaan dalam produk. ECBIS.2012. Prospek Industri dan Pemasaran Sepeda di Indonesia 2011-2015. Jakarta: ECBIS Rescon Buku yang dikomersilkan oleh Economic Business Reasearch & Consulting Service (ECBIS Rescon) sebagai konsultan yang mengamati perkembangan perindustrian di Indonesia. Pihak manufaktur sepeda membeli buku ini untuk mengamati perkembangan akan industri sepeda di Indonesia. Buku ini tidak diperjual belikan secara bebas dan harganya sangat mahal. Memaparkan data kuantitatif laju

pergerakan industri sepeda baik dunia maupun di Indonesia. Gaya hidup tidak dibahas di buku ini namun peningkatan jumlah eksport dan import sepeda tergambar jelas dalam grafik dan memprediksi perkembangan perindustrian sepeda lebih lanjut hingga tahun 2015 Hall, Stuart. 1990. Cultural Identity and Diaspora, dalam J. Rutherford (ed.), identity, Community, Culture, Difference. London : Lawrence and Wishart. Memaparkan teori-teori budaya modern dan fenomena kebudayaan dalam masyarakat. Isi buku ini tidak jauh berbeda dengan pembahasan tentang kebudayaan kontemporer yang didalamnya terkandung teori kehidupan dari kacamata budaya modern. Pembahasan detail menyakup tentang gaya hidup dalam komunitas dan masyarakat Herlyhai, D.V. 2004. Bicycle: The History. United State of America : Quebecor World Buku ini memaparkan sejarah perkembangan sepeda di dunia. Pembahasan detailnya adalah perkembangan desain sepeda di Amerika namun pembahasan sejarah dan perkembangan sepeda di dunia dijabarkan dalam alur yang menarik. Ibrahim, Idi Subandy.1997. Ecstasy Gaya Hidup-Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Bandung: Penerbit Mizan. Buku yang membahas pergerakan gaya hidup secara global dilihat dari mata kebudayaan modern. Gaya hidup dijadikan komoditas oleh masyarakat Indonesia. Paparan mendasar disajikan dengan berbagai teori pendukung yang memungkinkan menelisisk lebih dalam dalam sebuah fenomena gaya hidup dan modernitas. Ibrahim, Idi Subandy. 2004. Kamu Bergaya Maka Kamu Ada-Pengantar dalam Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra. Mendeskripsikan fenomena gaya hidup masyarakat menjadi sebuah budaya dimana gaya hidup dijadikan komoditi dalam budaya citra dan budaya cita rasa. Jelantik, Bismo. 2007. Tesis Desain-Desain Sepeda Alternatif untuk Komunitas Pekerja Kantor yang Bersepeda. Bandung: Magister Desain Insitut Teknologi Bandung Tesis proyek Magister Desain Institut Teknologi Bandung. Dalam tesisnya bismo, mengemukakan pentingnya alternatif desain sepeda untuk memenuhi nilai utilitas dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Bismo juga mengemukakan bahwa dilihat dari fungsinya bersepeda dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu yang bersepeda untuk sarana transportasi dan bersepeda untuk sarana olahraga. Pemaknaan sepeda dalam konteks gaya hidup tidak dijabarkan terlebih kebutuhan akan eksistensi diri, identitas dan struktur sosial dalam komunitas masyarakat. Khasali, Renald. 2007. Membidik Pasar Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Buku yang memaparkan tentang pemasaran dan segmentasi di dalamnya. Segmentasi merupakan cara berpikir dari sudut pandang pemasaran produk dimana dalam pandangannya masyarakat dianggap

sebagai suatu pasar yang mendiami sejumlah segmen. Hal menarik terdapat pada pembahasan bab psikografi, dalam bab ini khasali memaparkan sejumlah fenomena tentang segmentasi berdasarkan gaya hidup masyarakat. Karakteristik masyarakat Indonesia yang menjadi risetnya dalam beberapa tahun disajikan dalam pembahasan praktis dengan mengklasifikasikan berdasarkan gaya hidup masyarakat. Khasali, Renald. 2010. Cracking Zone-Bagaimana Memetakan Perubahan Di Abad 21 dan Keluar dari Perangkap Comfort Zone. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Buku yang memaparkan secara gamblang perubahan perubahan di abad 21 terutama tentang perkembangan gaya hidup masyarakat urban. Meski berlandaskan teori pemasaran buku ini membantu dalam meraba dan memahami perubahan serta gaya hidup dengan contoh-contoh yang ada di kehidupan sehari hari. Kidder, Jeffrey. 2008. Appropriating The City-Space, Theory, and Bike Messengers. California : Springer. Penelitian ini membahas tentang pesan dan makna sepeda oleh pengguna sepeda di wilayah perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengkaji peran sepeda dalam tatanan perkotaan. Penelitian ini cenderung mengarah ke pembahasan ruang kota untuk pengguna sepeda di California. Martinus, Yannes. 2008. Jurnal Ilmu Desain, Vol 3.no1 2008. Bandung : ITB Menyebutkan bahwa gaya hidup masyarakat perkotaan Indonesia memiliki karakter yang khas yakni menginginkan nilai kebaruan dan cenderung memilih alat transportasi tertentu sebagai investasi. Karakteristik masyarakat perkotaan ini mendorong adanya perkembangan dalam desain dan jumlah pengguna kendaraan terutama kendaraan bermotor. Piliang, Yasraf. 2010. Dunia yang Dilipat-Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Bandung : Matahari Membahas empat bahasan besar dalam kehidupan yaitu : melipat waktu, melipat ruang, melipat tanda dan melipat budaya. Berbagai fenomena budaya kontemporer dibedah dan dianalisis menggunakan berbagai teori yang bisa dikatakan belum lama diperkenalkan kepada publik Indonesia. Pembahasan menarik yang menyangkut topik penelitian adalah pembahasan mengenai gaya hidup masyarakat kota dan fenomena yang terjadi di dalamnya. Paparan mendasar disajikan dengan berbagai teori pendukung yang memungkinkan menelisisk lebih dalam dalam sebuah fenomena gaya hidup dan modernitas. Wiyancoko, Dudy. 2010. Desain Sepeda Indonesia. Jakarta : Kepustakaan Pupuler Gramedia. Buku yang membahas dengan detail tentang desain sepeda di Indonesia. Dengan berorientasi pada perkembangan desain dan merek sepeda Polygon, Penulis berusaha menyajikan peranan desain pada

sepeda dan makna penting yang bisa diperoleh dari desain sepeda. Memaparkan sejumlah fenomena sepeda sebagai gaya hidup masyarakat perkotaan. Sepeda memiliki nilai dan makna yang mendorong masyarakat dalam memilih dan menggunakan sepeda tertentu. Woodward, Kathryn. 1997. Identity and Differences. London : SAGE Publications. Buku yang mengetengahkan Identitas dan differensisi dalam budaya. Buku ini penting didalami karena untuk membahas gaya hidup tidak akan terlepas dari identitas dan perbedaan. Dua hal tersebut adalah dua fondasi utama dari gaya hidup. Gaya hidup dibangun sebagai cara untuk memperlihatkan identitas, sekaligus melepaskan hasrat untuk berbeda. Di dalam praktik sosial, diperlukan mekanisme dalam membangun perbedaan atau pembedaan sosial. Gaya hidup adalah salah satu mekanisme pembedaan sosial itu, yang melaluinya masyarakat dibedakan atas kelompok-kelompok gaya hidup, yang masing masing membangun identitas kelompoknya, dalam rangka membedakannya dengan identitas-identitas kelompok lainnya. Saunders, Peter. 1984. Social Theory and Urban Question. London :Hutchinson Buku yang membahas detail tentang teori sosial dalam masyarakat urban. Selain dari sudut pandang sosial masyarakat, pembahasan juga mengarah pada fenomena budaya modern yang ada dalam masyarakat perkotaan. Sistem sosial,kritik sosial, ideologi hingga spatial structur dalam kehidupan masyarakat urban dibahas dengan teori teori yang memadai dan terperinci. Vihma, Susann dan Vakeva, Seppo. Semiotika dan Semantika Produk. Yogyakarta: Jalasutra Buku yang membahas tentang semiotika dan semantika produk. Buku ini sangat membantu penelitian meskipun teori teorinya tidak digunakan secara langsung. Dimana dalam desain terdapat tanda dan penanda yang memungkinkan penikmat dan pengguna desain memaknai desain yang dikonsumsinya.