Anda di halaman 1dari 1

Discussion 1.

Saat ini, intervensi efektif awal yang digunakan untuk pasien ptsd lebih banyak berpusat pada terapi cbt sbagai pilihan pertama. Namun di China, pengobatan asd dan ptsd lebih sering menggunakan terapi medikasi. Penggunaan medikasi obat-obatan psikoaktif perlu memerlukan waktu yang lama, sehingga sebagian besar korban gempa menolak untuk diberikan terapi medikasi tersebut yang mengakibatkan sulitnya tercapai kesembuhan dari ptsd yang terjadi di daerah yang terkena bencana tersebut. Setelah terjadinya gempa bumi di Wenchuan, intervensi psikologis secara signifikan dianggap mempunyai peranan penting untuk mengembalikan kesehatan psikis dan menurunkan PTSD bagi para korban gempa bumi. 2. Pengobatan awal ptsd menggunakan cbt secara nyata dapat memperbaiki kognitif dan menghilangkan gejala-gejala dari ptsd, namun hal ini juga menyebabkan pasien teringat kembali peristiwa mengancam yang dialami sehingga pasien mengalami reaksi emosional dan disfungsi saraf vegetative bahkan kondisi yang tidak terkontrol. Oleh karena itu hal tersebut perlu didampingi dan diatasi oleh ahli. Pada kondisi bencana gempa yang membutuhkan banyak orang untuk diterapi secara mendesak, tidak memungkinkan untuk mendatangkan banyak ahli professional. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak dari terapi cbt diatas, terdapat metode baru yaitu terapi acupoint. Terapi acupoint dan terapi cbt secara bersamaan pada ptsd dapat mengurangi agitasi, ketakutan dan kecemasan dalam waktu yang singkat. 3. Penggunaan intervensi psikologis berupa cbt dengan stimulasi acupoint secara bersamaan dapat digunakan untuk untuk menyembuhkan kondisi psikologis bagi korban bencana gempa bumi. Intervensi stimulasi acupoint secara efektif mengontrol proses dari terapi kognitif-perilaku dan penggunaan kedua intervensi secara bersamaan tersebut menunjukkan kemajuan yang pesat dalam memulihkan kondisi psikologis korban bencana gempa.

Beri Nilai