Anda di halaman 1dari 66

TEKNIK RADIOGRAFI DASAR I SHOULDER JOINT, CLAVICULA, & SCAPULA

Trisna Budiwati, S.Si

Tujuan Pembelajaran
Menyebutkan anatomi shoulder joint, clavicula, dan scapula Menyebutkan indikasi pemeriksaan Menyebutkan proyeksi yang digunakan dalam teknik radiografi shoulder joint, clavicula, dan scapula Mendeskripsikan proyeksi yang digunakan dalam teknik radiografi shoulder joint, clavicula, dan scapula Mengevaluasi radiograf shoulder joint, calvicula, dan scapula

Shoulder girdle dibentuk oleh dua tulang: Clavicula dan Scapula Fungsi menghubungkan ekstremitas atas dengan tubuh Bagian anteriornya terhubung ke sternum bagian atas Shoulder girdle dan upper limb (prox.humerus) membentuk shoulder joint

Proximal Humerus
Bagian proksimal dari humerus terdiri dari: Head Neck Body Prominen proc.greater&lesser tubercles Intertubercular Groove

Artikulasi
Artikulasi yang terletak diantara prox.humerus, scapula, dan clavicula adalah: Scapulohumeral Joint dibentuk oleh scapula dengan prox.humerus Acromioclavicular Joint dibentuk oleh acromion (pada scapula) dengan clavicula Sternoclavicular Joint dibentuk oleh sternum dengan clavicula

Artikulasi Shoulder, Clavicula, dan Scapula

Scapulohumeral Joint

Clavicula
Berbentuk tulang panjang pada bid.horisontal Memiliki dua artikulasi ekstremitas Membentuk bagian depan dari shoulder girdle Aspek lateral memiliki artikulasi dengan processus acromion dari scapula Aspek Medial memiliki artikulasi dengan manubrium dari sternum dan first costal cartilago Pada umumnya kelengkungan clavicula pada laki-laki lebih besar daripada perempuan

Gambar Clavicula dari Aspek Superior

Scapula
Berbentuk tulang pipih dan membentuk bagian posterior dari shoulder girdle Berbentuk segitiga dan memiliki: 2 permukaan anterior dan posterior 3 batas superior, medial, dan lateral 3 sudut superior, inferior, dan lateral Terletak pada superoposterior dari thorax, antara ribs ke -2 dan ke-7 Batas medial scapula sejajar dengan vertebra

Scapula dari Posterior

Scapula dari Anterior

Indikasi Pemeriksaan
Dislokasi Acromioclavicular Joint displacement bagian ujung dari clavicula Brankart Lesion Bursitis Impingement syndrome Rheumatoid Lesion fraktur Osteoarthritis degenerasi sendi Osteoporosis berkurangnya kepadatan tulang Hill Sach Defect fraktur kompresi pada permukaan humeral head Tendonitis peradangan pada tendon

*Pada proyeksi shoulder joint, clavicula, dan scapula; 1. Kaset yang digunakan dapat berukuran: - 18x24 cm - 24x 30 cm disesuaikan dengan luas objeknya 2. Dapat menggunakan grid (sesuai yang ada dalam teori). Sedangkan dalam prakteknya (di lapangan), ada yang menggunakan grid, ada yang tidak. Jika menggunakan grid, faktor eksposi yang digunakan lebih tinggi daripada tidak menggunakan grid.

PROYEKSI SHOULDER JOINT

Non Trauma
AP Eksternal Rotation (AP)

Basic
AP Internal Rotation (Lateral)
Inferouperior Axial (Lawrence Method)

Khusus

Inferosuperior Axial (West Method)

Proyeksi Tangensial (Fisk Method) Posterior Oblique (Grashey Method)

Trauma
AP Neutral Rotation (AP)

Basic

Transthoracic Lateral (lawrence Method) Scapular Y Lateral Proyeksi Tangensial (Neer Method) Aplical Oblique (Garth Method)

Khusus

AP Shoulder External Rotation (Non Trauma)


Kaset : 18x24 atau 24x30 cm melebar atau memanjang (untuk menampakkan setengah prox.humerus) PP : Berdiri atau supine di atas meja pemeriksaan PO : Lengan abduksi, rotasi eksternal. Bahu menempel kaset. CP : 2,5 cm inferior proc.coracoid CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm Respirasi : Tahan Nafas

Kriteria Radiograf
Full external rotation ditunjukkan dengan tampak greater turbecle di aspek lateral dari prox.humerus. Lesser tubercle bertumpuk dengan humeral head.

AP Internal Rotation (Proyeksi Lateral)-Non Trauma


Kaset : 24x30 cm melebar atau memanjang (untuk menampakkan setengah prox.humerus) PP : Berdiri atau supine PO : Lengan abduksi dan rotasi internal. Bahu menempel kaset. CP : 2,5 cm inferior Proc. Coracoid CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm Respirasi : Tahan Nafas

Kriteria Radiograf
Full internal rotation ditunjukkan dengan tampak lesser tubercle pada medial aspek prox.humerus. Batas greater tubercle superimposed dengan humeral head

Proyeksi InferoSuperior Axial (Lawrence Method)-Non trauma


Kaset : 18x24 cm melebar. Vertikal diatas meja, sedekat mungkin dengan leher. PP : Supine, bahu diangkat 5cm diatas meja diganjal PO : Tangan abduksi dan eksternal rotation CP : Axilla dan humeral head CR : Horisontal, 25-30 ke medial, jika abduksi <90 maka penyudutan 15-20 FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
Indikasi penyudutan tepat yaitu batas superior dan inferior dari glenoid cavity superimposed

Indikasi : Hill Sachs Defects dan Brankart Fractures. Kaset : 18x24 cm melebar. Vertikal menempel superior shoulder. PP : Prone, bahu yang diperiksa diganjal7,5 cm dari meja. Kepala menengok ke arah yang berlawanan. PO : Tangan abduksi 90 CP : 5 inch inferior dan 1,5 inch medial dari acromial edge dan keluar melalui glenoid cavity CR : Horisontal, 25 ke arah anterior dan medial FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
Humeral head terbebas dari proc.coracoid Acromion superimposed dengan posterior portion dari humeral head

Proyeksi AP Obliq (Grashey Method)Non Trauma


Kaset : 18x24 cm melebar. Batas atas5cm diatas shoulder, batas samping5cm dari lateral border humerus PP : Erect atau supine PO : Tubuh rotasi 35-45 kearah yang sakit CP : Scapulohumeral Joint (5 cm inferior dan medial dari superolateral border shoulder) CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
Scapulohumeral Joint space lebih terbuka Anterior dan superior rims dari glenoid cavity superimposed

Proyeksi Supine Tangensial (Fisk Method)Non Trauma


Kaset : 18x24 cm melebar. Vertikal menempel superior bahu dan leher PP : Supine PO : Tangan disamping, supinasi CP : Groove (pada mid anterior margin of humeral head) CR : Horisontal, 10-15 ke arah posterior FFD : 100 cm

Proyeksi Erect Tangensial (Fisk Method)Non Trauma


Kaset : 18x24 cm PP : Pasien berdiri menghadap tepi meja , elbow flexi, posterior surface dari antebrachi menempel meja. Tangan menggenggam kaset. Kepala menengok ke arah yang berlawanan. PO : Humerus 10-15 dari vertikal CP : Daerah groove (pada mid anterior margin of humeral head) CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
Penyudutan yang tepat ditunjukkan dengan intertubular groove dan tubercle tidak superposisi dengan proc.acromion

Proyeksi AP Neutral Rotation-Trauma


Kaset : 18x24 atau 24x30 cm melebar atau memanjang (utk menampakkan setengah prox.humerus) PP : Berdiri atau supine PO : Lengan abduksi dan rotasi netral (epicondyles 45 terhadap kaset) CP : Mid scapulohumeral joint (2cm inferior dan lateral proc.coracoid) CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf

Dengan neutral rotation, greater dan lesser tubercle superposisi dengan humeral head

Proyeksi Lateral Transthoracic (Lawrence Method)-Trauma Berdiri


Indikasi : Fraktur maupun dislokasi prox.humerus. Kaset : 24x30 cm membujur PP : Berdiri menyamping. PO : Lengan yg sakit menempel kaset dan lurus disamping tubuh dan rotasi netral. Tangan yang tidak sakit diangkat diatas kepala. CP : Setinggi surgical neck pada MCP. CR : Tegak lurus, atau 10-15 cephalad( jika pasien tdk bisa mengangkat tangan) FFD : 100 cm

Proyeksi Lateral Transthoracic (Lawrence Method)-Trauma Supine


Indikasi : Fraktur maupun dislokasi prox.humerus Kaset : 24x30 cm melebar dan vertikal. PP : Supine PO : Objek yg sakit menempel kaset. Tangan yg tdk sakit diangkat diatas kepala CP : Setinggi surgical neck pada MCP CR : Horisontal tegak lurus FFD: 100 cm Respirasi : Nafas pendek

Kriteria Radiograf
Rib dan lungs tampak kabur karena teknik respirasi, tetapi batas tulang humerus tajam sebagai tanda bahwa tidak ada pergerakan pada humerus.

Scapula Y Lateral-PA Oblique


Kaset : 24x30 cm memanjang PP : Berdiri atau recumbant menghadap kaset, lalu rotasikan tubuh 45-60 PO : Bahu yang sakit menempel bucky. Lengan abduksi. CP : Scapulohumeral Joint (5-6 cm dibawah top shoulder) CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm

Kriteria radiograf
Acromion dan proc.coracoid tampak simetris dengan upper limb,seperti huruf Y Jika tidak terjadi dislokasi, humeral head superposisi dengan base of Y

Proyeksi Tangensial-Supraspinartus Otlet -Trauma(Neer Method)


Kaset : 24x30 cm memanjang PP : Berdiri atau recumbent menghadap kaset, lalu rotasikan 45-60 PO : Bahu yang sakit menempel kaset, lengan disamping tubuh dan sedikit abduksi (tanpa rotasi) CP : Superior margin of humeral head CR : 10-15 caudad FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
Prox.humerus superposisi dengan scapula Acromion dan proc.coracoid hampir simetris dengan upper limb, membentuk seperti huruf Y

Proyeksi AP Axial Obliq-Trauma (Garth Method)


Indikasi : Dislokasi scapulohumeral, fraktur glenoid, dan kalsifikasi soft tissue Kaset : 18x24 cm memanjang PP : Berdiri atau supine, badan oblik 45 PO : Bahu yang sakit menempel kaset. Elbow fleksi. CP : Scapulohumeral Joint CR : 45 caudad FFD : 100 cm Respirasi : Tahan nafas

Kriteria Radiograf
Scapulohumeral joint, humeral head, head dan neck of scapula bebas dari superposisi Proc.coracoid tergambar pada humeral head yang mengalami elongasi Acromion dan AC joint tergambar lebih ke superior dari humeral head

PROYEKSI CLAVICULA

Proyeksi AP
Indikasi : Fraktur atau dislokasi Kaset : 24x30 cm melebar PP : Berdiri atau supine. Tidak rotasi tubuh. Dagu ditengahkan. PO : Atur clavicula&kaset pada pertengahan CR. CP : Mid clavicula CR : Tegak Lurus Kaset FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
AC Joint dan sternoclavicular Joint tampak

Proyeksi AP Axial
Kaset : 24x30 cm melebar PP : Berdiri atau supine, tidak ada rotasi tubuh. Bahu belakang menempel meja atau meja. PO : Bahu belakang menempel pada kaset atau meja pemeriksaan CP : Mid clavicula CR : 15-30 cephalad FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf

Perbedaan dengan AP 0 yaitu body of clavicula lebih terlempar keatas, dan hanya bagian medialnya yang superposisi dengan costae 1-2

Proyeksi AP Bilateral With And Without Weight


Indikasi : AC Joint separation Kaset : 35x43 cm melintang atau 18x24 melintang (dua buah, tiap sisi satu kaset) PP : Berdiri, lengan disamping tubuh, tidak ada rotasi bahu dan pelvis PO : Batas atas kaset 5 cm diatas bahu. CR pada pertengahan antara AC Joint CP : Pertengahan antara kedua AC Joint, atau 2,5 cm diatas Jugular Notch CR : Tegak lurus FFD : 180 cm

Setelah without weight, setelah itu foto with weight Untuk pasien dewasa, beban 8-10 lb diikatkan pada masing-masing wrist, dengan shoulder relaks. Pada pasien athenic, berat beban 5-8 lb. Sedangkan pada pasien hypersthenic, berat beban akan lebih banyak

Kriteria Radiograf

Proyeksi PA
Kaset : 24x30 cm melebar Keuntungan : Objek lebih dekat dgn kaset PP : Berdiri, dagu ditengadahkan PO : Dada menempel kaset, tidak ada rotasi bahu CP : Pertengahan clavicula CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf

Proyeksi AP Axial (Lordotic)


Kaset : 18x24 atau 24x30 cm melintang PP : Berdiri 1 langkah didepan bucky stand PO : Bahu belakang menempel kaset, clavicula pada pertengahan kaset CP : Pertengahan clavicula CR : 0-15 cephalad

Kriteria Radiograf

PA Axial
Kaset : 18x24 cm melintang PP : Prone menghadap kaset, tangan disamping tubuh. Kepala menengok ke arah yang berlawanan PO : Dada menempel kaset, tidak ada rotasi CP : Pertengahan clavicula CR : 15-30 caudad

Kriteria Radiograf

PROYEKSI SCAPULA

Proyeksi AP
Indikasi : Fraktur scapula Kaset : 24x30 cm membujur. Batas atas kaset 5 cm diatas shoulder, dan batas samping kaset 5 cm dari lateral margin rib cage PP : Erect atau supine PO : Lengan dari scapula yang sakit abduksi 90 dan supinasi CP : Mid Scapula (5 cm inferior proc.coracoid atau 5 cm ke medial dari batas lateral tubuh setinggi axilla CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
Lengan abduksi dan supinasi menghasilkan lateral border yang terbebas dari superposisi

Proyeksi Lateral (Posisi RAO/LAO)


Kaset : 24x30 membujur PP : Berdiri menghadap kaset atau recumbent. Bahu dari scapula yang diperiksa menempel kaset. A. Badan dirotasikan sehinga oblik 60 B. Badan obliq 45 PO : A. Elbow fleksi di belakang punggung (Untuk melihat proc.coracoid dan acromion) B. Telapak tangan menyilang didepan dada dan memegang shoulder yang lain (Untuk meliat body of scapula) CP : Mid vertebral border of scapula CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
RAO LAO

True lateral ditandai dengan adanya superposisi antara vertebral border dengan lateral border Body of scapula harus terbebas dari superposisi dengan ribs

Proyeksi Lateral-(RPO/LPO)
Indikasi : Fraktur of scapula Kaset : 24x30 cm membujur PP : Recumbent PO : Lengan dari sisi yang sakit menyilang didepan dada. Badan dirotasikan ke arah yang akan difoto sejauh 30 atau sesuai kebutuhan hingga scapula true lateral. CP : Midscapula Lateral Border CR : Tegak lurus kaset FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
True lateral ditunjukkan dengan adanya superposisi antara vertebral border dan lateral border Body of scapula terbebas dari superposisi dengan ribs Sebisa mungkin diusahakan agar humerus tidak superposisi dengan daerah scapula yang ingin dilihat

Proyeksi AP Axial
Kaset : 24x30 cm melintang Tujuan: untuk melihat Proc.Coracoid PP : Supine diatas meja pemeriksaan. Lengan disamping tubuh dan supinasi PO : Scapula menempel meja, dan berada dipertengahan kaset CP : Processus coracoid CR : 15-45 cephalad FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf
Gambaran axial bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara head of humerus ke glenoid cavity. Proyeksi ini berguna untuk melihat dislokasi posterior Tampak scapulohumeral joint, prox.humerus, dan clavicula diatas superior angle of scapula

Proyeksi Tangensial (LaquerrierePierquin Methode)


Kaset : 18x24 cm melintang PP : Supine, lengan disamping tubuh PO : Shoulder berada di pertengahan kaset CP : Daerah posterosuperior dari shoulder CR : 45 caudad FFD : 100 cm

Kriteria Radiograf

MATURNUWUN

Anda mungkin juga menyukai