IMUNISASI

2. 4. 3. BCG HEPATITIS B POLIO DTP CAMPAK . 5.1.

Untuk ketahanan terhadap peny TBC berkaitan dgn keberadaan Microbacterium Tubercolosis . agar memiliki kekebalan aktif dimasukan jenis basil tak berbahya ke dalam tubuh alias vaksin BCG(Bacillus Calmete Guerin) .

Cukup satu kali saja tdk perlu diulang.05 ml Usia pemberian: Dibawah 2 bulan . sebab vaksin BCG berisi kuman hidup sehingga antibodi yg dihasilkan tinggi terus Dosis pemberian : 0.

Lengan kanan atas sesuai anjuran WHO Efek samping: Umumnya tidak ada Tanda keberhasilan: Muncul bisul kecil dan bernanah didaerah bekas suntikan setelah 4-6 minggu. b isul akan sembuh sendiri dan meninggalkan luka parut .

 Bila penyuntikan terlalu dalam bisa menimbulkan reaksi berupa TBC Kulit. .

Jika bisul tak muncul tak usah cemas. antibodi tetap terbentuk hanya dalam kadar rendah. jadi imunisasi tak perlu diulang Kontra indikasi: Tak dapat diberikan pada anak yang berpenyakit TB atau menunjukan mantoux positif .

Jumlah pemberian: Sebanyak 3 kali dgn interval 4 minggu antara suntikan . sangan mungkin terjadi serosis atau pengerutan hati(kerusakan hati yang berat) bahkan kanker hati.Hepatitis B dapat menyebabkan kelainan yang dibawanya sejak lahir sampai dewasa.

5 ml Lokasi penyuntikan Pd paha lewat antero lateral (antero=otot-otot bagian depan. tak ada gg pada paruparu dan jantung. lateral=otot bagian luar) .Sekurang-kurangnya 12 jam setelah lahir. dgn syarat kondisi bayi stabil.6 bulan Dosis pemberian: 0. Dilanjutkan pada usia 1 bln dan usia 3.

Umumnya tidak terjadi Tanda keberhasilan: Tak ada tanda klinis yg dpt dijadikan patokan Tingkat kekebalan: Cukup tinggi antara 94-96% Kontra indikasi Tdk dapat diberikan pada anak yng menderita sakit berat. .

Belum ada pengobatan efektif untuk membasmi polio. Penularannya lewat makanan atau minuman yang tercemar virus polio. peny ini dpt menyebabkan kelumpuhan disebabkan oleh virus Poliomyelitis yg sangat menular. bisa jg lewat percikan ludah/air liur pend polio Masa in kubasi: 6-10 hari .

4 kali dengan interval 4 mgg. 4. mengingat adanya imunisasi polio masal. . Cara pemberian:lewat mulut/oral.6 bln.tp jumlah yg berlebihan ini tdk berdampak buruk. bisa lebih dr jadwal yg ditentukan. Usia pemberian: Saat lahir(0 bln) dan berikutnya usia 2.

Tingkat kekebalan: hampir mencapai 90%. sedang menjalani pengobatan steroid dan pengobatan radiasi umum serta anak dgn mekanisme kekebalan terganggu . Kontra indikasi: tdk dpt diberiakn pd anak yg menderita peny akut atau demam tinggi (diatas 38 derajat celcius). HIV /AIDS. muntah atau diare peny kanker atau kegananasa.

tetanus dan pertusis menyingkir jauh dari tubuh sikecil.Dengan pemberian DP diharapkan peny difteri. Dan diusia 6 dan12 tahun diberikan imunisasi TT/DT . Usia dan Jumlah pemberian: Sebanyak 3 kali diusia bayi(2-6bln) interval 4 mgg.

jk demam tinggi tak kunjung reda setelah 2 hr segera bawa ke dokter. disebabkan suatu penyakit seperti epilepsi. menderita kelainan saraf berat atau infeksi otak dan alergi DPT . Kontra indikasi: Tidak dpt diberikan pd bayi yg kejang. jk tdk demam bukan berarti imunisasi gagal.Umumnya muncul demam dpt atasi dgn obat penurun panas.

Masa inkubasi : 10-12 hari . antibodi dr siibu semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak Peny campak mudah menular.Sebenarnya by sdh mendapatkan kekebalan campak dr siibu namun seiring bertambah usia. penularan terjadi lewat udara atau air ludah penderita yg terhirup melalui mulut atau hidung.

2 kali usia 9 bln. usia 6 thn Dosisi pemberian : 0. .5 ml Efek samping: Umumnya tidak ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful