P. 1
pembentukan urin

pembentukan urin

|Views: 30|Likes:
Dipublikasikan oleh Velda Sowandi
meknisme
meknisme

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Velda Sowandi on Feb 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2013

pdf

text

original

1. Jelaskan secara singkat tentang pembentukan urin !

Jawab: Unit terkecil dari ginjal yang dapat melakukan fungsi ginjal (membersihkan darah) disebut nefron. Nefron menyaring darah di pembuluh darah dan menghasilkan urin yang berisi produk yang hendak dibuang untuk diekskresikan ke lingkungan external memlalui proses miksi. Darah masuk ke ginjal melalui arteri renalis, kemudian bercabang-cabang hingga membentuk arteriole afferen di kortex renalis. Darah dari arteriole afferen akan mengalami proses filtrasi di kumparan arteriol yang disebut glomerulus, melewati endotel glomerulus, membran basal serta sel podosit yang merupakan lapisan viseral dari kapsula Bowmann yang membungkus glomerulus. Sel – sel darah serta sebgaian besar protein tertahan di glomerulus karena ukurannya tidak cukup kecil unruk melewati dan menembus kapsula Bowmann. Sedangkan protein kecil seperti albumin tidak tersaring karena bermuatan sama dengan membran basal. Darah yang tidak tersaring melanjutkan ke arteriole afferen dan kapiler peritubuler, sedangkan filtrat melanjutkan ke tubulus proximal, ansa Henle, tubulus distal, lalu ke tubulus koligentes dan akhirnya ke ureter, vesica urinaria, dan urethra. Selain filtrasi, terjadi juga reabsorpsi zat-zat yang dibutuhkan serta sekresi lebih lanjut zat-zat yang tidak sempat difiltrasi. Di tubulus proximalis terjadi reabsorpsi air, Na+, K+, glukosa, urea, Cl- , secara tidak terkontrol (obligatorik). Kemudian di pars ascendens ansa Henle terjadi reabsorpsi Na+, yang diimbangi oleh reabsorpsi H2O di pars descendens, membentuk gradien konsentrasi vertikal di korteks dan medulla yang berperan penting dalam memekatkan urin di tubulus selanjutnya. Di tubulus distal dan koligentes terjadi reabsorpsi Na+ (aldosteron) dan H2O (ADH/ vasopresin) yang terkontrol, yakni dipengaruhi oleh aa tidaknya hormon yang bekerja. Di tubulus distal juga terjadi sekresi K+ yang juga diengaruhi oleh aldosteron. Sekresi H+ dan zat-zat yang bersifat toksik bagi tubuh terjadi di sepanjang tubulus.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->