Anda di halaman 1dari 7

Gambaran Dislipidemia pada Pasien Stroke Akut

Cut Amelia Putri Anna1, Syahrul2, Basri A.Gani3


1) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala; 2) Bagian Saraf Universitas Syiah Kuala/RSUDZA Banda Aceh; 3) Bagian Oral Biologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala

ABSTRAK

Stroke merupakan penyakit yang tingkat mortalitas dan morbiditasnya tinggi. Salah satu faktor risiko stroke adalah dislipidemia yaitu kadar profil lipid yang abnormal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dislipidemia yang terjadi pada pasien stroke akut. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian terdiri atas 45 orang pasien stroke yang dirawat di Ruang Rawat Inap Saraf Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin. Hasil penelitian yang diperoleh dari 31 orang pasien stroke iskemik dan 14 pasien stroke hemoragik yaitu gambaran dislipidemia yang lebih sering terjadi pada stroke iskemik adalah peningkatan kadar kolesterol total dan LDL masing-masing sebanyak 19 kasus (61,3%) yang identik terjadi secara bersamaan. Sedangkan pada penderita stroke hemoragik tidak ditemukan keadaan dislipidemia yang dominan. Kata Kunci : Stroke, faktor risiko, dislipidemia

ABSTRACT

Stroke is a disease with high level of mortality and morbidity. One of risk factor of stroke is dyslipidemia which is defined as abnormal lipid profile levels. The purpose of this research is to know the description of dyslipidemia that occurs on acute stroke patient. This study was descriptive with cross sectional design. The subject of research consists of 45 stroke patients that were hospitalized in Department of Neurology in Zainoel Abidin hospital. The obtained result of 31 ischemic stroke and 14 hemorrhagic stroke patients shows the description of dyslipidemia that occurs more frequently in ischemic stroke is the increase of total cholesterol level and LDL is respectively 19 cases (61,3%) that occur identically altogether. Meanwhile, dominant dyslipidemia state in hemorrhagic stroke was not found. Keywords : Stroke, risk factor, dyslipidemia

PENDAHULUAN Stroke merupakan gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak Serangan ini dapat menyebabkan sel-sel

otak menjadi mati dan kerusakan berupa paralisis, gangguan bicara, hilangnya sensasi, memori dan masalah penalaran, koma, bahkan kematian (Spencer et al., 2009). Berdasarkan data World Health Organization (WHO), jumlah penderita stroke di dunia pada tahun 1990 lebih 38 juta
1

orang dan pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 61 juta orang dengan prediksi setiap tahun mencapai 15 juta orang. Selain itu, stroke menyebabkan 5,7 juta penderita meninggal pada tahun 2005, dan diperkirakan meningkat menjadi 6,5 juta orang pada tahun 2015, serta 7,8 juta orang pada tahun 2030 (Mackay et al., 2004). Menurut WSO (World Stroke Organization), stroke merupakan penyebab utama hilangnya kemampuan kerja dan mengakibatkan kualitas hidup yang buruk. Kecacatan akibat stroke tidak hanya berdampak bagi para penderitanya, namun bersifat turunan. Selain itu, beban ekonomi yang timbul akibat stroke mempengaruhi pasien dan keluarganya (Pinzon, 2009). Stroke merupakan penyakit cerebrovaskular (pembuluh darah otak) yang menjadi penyebab kematian utama yaitu menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian di rumah sakit di Indonesia (Suseno, 2009). Menurut Yayasan Stroke Indonesia, angka kejadian stroke di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Saat ini Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia dengan jumlah total diperkirakan 500.000 tiap tahun dan pada tahun 2020 diprediksikan akan meningkat dua kali lipat. Sepertiga dari jumlah tersebut dapat pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang menyebabkan penderita tidak mampu melakukan aktivitas ringan sekalipun. Hanya 10-15% penderita stroke bisa kembali hidup normal, sisanya mengalami cacat, sehingga penderita stroke menderita stres akibat kecacatan yang ditimbulkan pasca serangan stroke tersebut (Suyono, 2009). Nanggroe Aceh Darussalam merupakan provinsi yang prevalensi strokenya tertinggi di Indonesia yaitu 16,6% atau 16,6 per 1.000 penduduk, sementara papua prevalensi strokenya terendah yaitu 3,8% atau 3,8 per 1.000 penduduknya (Suseno, 2009).

Pemahaman akan faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan akan sangat membantu upaya pencegahan stroke. Salah satu faktor risiko stroke yang banyak mengemuka akhir-akhir ini adalah dislipidemia yang dapat diartikan sebagai profil lemak yang abnormal. Profil lemak seseorang ditentukan oleh kadar kolesterol darah, kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), kolesterol HDL (High Density Lipiprotein), dan trigliserida. Gangguan berupa kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan kadar dari profil lemak tersebut yang dinamakan dislipidemia (Pinzon, 2009). Dislipidemia dapat disebabkan karena asupan (intake) lemak yang tinggi, faktor genetik dan pola hidup yang juga berperan penting. Berbagai penelitian epidemiologi secara konsisten menghubungkan peningkatan risiko stroke pada penderita dislipidemia. Peningkatan 1 mmol/L (38,7 mg/dL) kadar kolesterol darah total akan meningkatkan risiko stroke sebesar 25%. Sementara itu, peningkatan 1 mmol/L kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) akan menurunkan risiko stroke sebesar 47% (Pinzon, 2009). Berdasarkan hal di atas, maka penelitian untuk mengetahui gambaran dislipidemia pada penderita rawat inap di Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin perlu dilakukan. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional untuk melihat gambaran dislipidemia yang terjadi pada pasien stroke (Pratiknya, 2008; Sastroasmoro et al., 2006). Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke seluruh pasien stroke, baik stroke iskemik maupun stroke hemoragik pada yang dirawat pada bagian bagian Saraf RSUD Dr. Zainoel Abidin dari bulan Oktober Desember 2010 dengan
2

teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengambil kasus yang tersedia (Notoatmodjo, 2005). Alat / Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku kerja dan format pengumpulan data untuk mendata rekam medis pasien dan hasil pemeriksaan laboratorium. Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat. Analisis univariat adalah analisis yang dilakukan terhadap tiap variabel dalam hasil penelitian dan hasil dari analisis adalah distribusi dan persentase dari tiap variabel serta disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Pasien Berdasarkan data pada tabel 4.1 berikut dapat diketahui bahwa, ditinjau dari umur pasien dalam penelitian ini distribusi pasien stroke pada kelompok usia 40-49 tahun yaitu berjumlah 10 orang (22,3%), pasien stroke yang berumur antara 50-59 tahun berjumlah 13 orang (28,9%) dan kelompok usia 60-69 tahun serta kelompok usia 70 tahun masing-masing berjumlah 11 orang (24,4%). Bila ditinjau dari jenis kelamin pasien maka diketahui bahwa jumlah pasien laki-laki sebanyak 28 orang (62,2%) dan jumlah pasien yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 17 orang (37,8%). Tabel 4.1. Karakteristik pasien menurut kelompok usia
Kelompok Usia 40-49 tahun 50-59 tahun 60-69 tahun 70 tahun Total Frekuensi 10 13 11 11 45 Persentase 22,3 28,9 24,4 24,4 100

Tabel 4.2. Karakteristik pasien menurut jenis kelamin


Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Frekuensi 28 17 45 Persentase 62,2 37,8 100

B. Gambaran Dislipidemia Pasien a. Kolesterol Total Berdasarkan hasil penelitian, dari 31 jumlah pasien stroke iskemik, pasien dengan kadar kolesterol total normal yaitu <200 mg/dl sebanyak 12 orang (38,7%), dan pasien yang menunjukkan peningkatan kadar kolesterol total sebanyak 19 orang (61,3%). Sedangkan dari 14 orang pasien stroke hemoragik dengan kadar kolesterol <200 mg/dl sebanyak 9 orang (64,3%), dan pasien yang menunjukkan peningkatan kadar kolesterol total sebanyak 5 orang (35,7% b. Kolesterol HDL Berdasarkan hasil penelitian, jumlah pasien stroke iskemik dengan kadar HDL rendah yaitu < 40 mg/dl sebanyak 4 orang (12,9%) dan kadar HDL normal yaitu 40 mg/dl sebanyak 27 orang (87,1%). Sedangkan jumlah pasien stroke hemoragik dengan kadar HDL < 40 mg/dl sebanyak 2 orang (14,3%) dan kadar HDL 40 mg/dl sebanyak 12 orang (85,7%). c. Kolesterol LDL Berdasarkan hasil penelitian, jumlah pasien stroke iskemik dengan kadar LDL optimal yaitu <100 mg/dl sebanyak 7 orang (22,6%), kadar LDL mendekati optimal yaitu 100-129 mg/dl sebanyak 5 orang (16,1%), sedangkan pasien dengan peningkatan kadar LDL sebanyak 19 orang (61,3%). Sedangkan jumlah pasien stroke hemoragik dengan kadar LDL <100 mg/dl sebanyak 4 orang (28,7%), kadar LDL 100129 mg/dl sebanyak 7 orang (50%), sedangkan pasien dengan peningkatan kadar LDL sebanyak 3 orang (21,3%).

d. Trigliserida Berdasarkan hasil penelitian, jumlah pasien stroke iskemik dengan kadar trigliserida normal yaitu <150 mg/dl sebanyak 17 orang (54,8%), dan pasien dengan peningkatan kadar trigliserida sebanyak 14 orang (45,2%). Tabel 4.3. Gambaran dislipidemia pasien
Dislipidemia (mg/dl) 1. Peningkatan kadar kolesterol total a. Ya b. Tidak 2. Penurunan kadar kolesterol HDL a. Ya b. Tidak 3. Peningkatan kadar kolesterol LDL a. Ya b. Tidak 4. Peningkatan kadar trigliserida a. Ya b. Tidak

Sedangkan jumlah pasien stroke hemoragik dengan kadar trigliserida <150 mg/dl sebanyak 13 orang (92,9%), dan pasien dengan peningkatan kadar trigliserida hanya 1 orang (7,1%).

Stroke Iskemik (n=31) n 19 12 4 27 19 12 14 17 % 61,3 38,7 12,9 87,1 61,3 38,7 45,2 54,8

Stroke Hemoragik (n=14) n 5 9 2 12 3 11 1 13 % 35,7 64,3 14,3 85,7 21,3 78,7 7,1 92,9

PEMBAHASAN Usia merupakan faktor risiko penting terjadinya stroke. Insiden stroke meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Setelah 55 tahun, risiko stroke meningkat dua kali lipat tiap dekade (Goldstein et al., 2001; Asplund et al., 2009). Demikian juga yang terlihat dari hasil penelitian Rambe 2003 dan Siswanto 2004 yang menunjukkan semakin bertambahnya usia berdasarkan pembagian kelompok usia di atas, risiko terkena stroke semakin meningkat. Hal ini dapat dihubungkan dengan tingkat ketahanan, yaitu semakin tua seseorang maka tingkat ketahanan dan outcome fungsionalnya semakin buruk (Rasmussen, 1992). Stroke dapat terjadi baik pada lakilaki maupun perempuan. Laki-laki lebih cenderung terkena stroke dibandingkan perempuan, dengan perbandingan 1,3 : 1 kecuali pada usia lanjut yang hampir tidak

berbeda (Wolf, 2004). Hal ini juga terlihat dari penelitian Siregar 2005 yang dilakukan di Rumah Sakit Adam Malik Medan dan penelitian Al Rasyid 2008 yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yaitu menunjukkan jumlah pasien stroke yang lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Hal ini dihubungkan dengan keadaan otak dan saraf pada perempuan yang kurang sensitif terhadap iskemik dan toksik dibandingkan laki-laki. Keadaan dan proporsi ketahanan ini dikaitkan dengan perlindungan saraf endogen oleh estradiol dan fungsi estrogen yang melindungi otak (Zhang, 2003). Selain itu, dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi. Dislipidemia ini dapat berupa peningkatan kadar kolesterol total, kadar kolesterol LDL yang tinggi dan kolesterol HDL yang rendah serta kadar tigliserida plasma yang tinggi (Anwar, 2004).
4

Kolesterol merupakan zat di dalam aliran darah, jika jumlah kolesterol dalam darah makin tinggi, maka semakin besar kemungkinan dari kolesterol tersebut tertimbun pada dinding pembuluh darah. Hal ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih sempit sehingga mengganggu suplai darah ke otak yang dapat berisiko terjadinya stroke, terutama stroke iskemik (Shahar et al., 2003). Hal ini juga tercantum dalam penelitian Pujarini 2009 yang menyebutkan adanya keadaan abnormal dari profil lipid pada pasien stroke. Menurut National Cholesterol Education Program, kadar kolesterol total normal yaitu <200 mg/dl, kadar normal LDL <130 mg/dl, kadar ttigliserida <150 mg/dl dan peningkatan lebih dari kadar tersebut menunjukkan suatu keadaan dislipidemia, sedangkan kadar HDL normal yaitu 40 mg/dl, penurunan dari kadar tersebut juga menunjukkan adanya kelainan metabolisme lipid yang disebut dislipidemia (Cipla, 2005). Dari penelitian ini terlihat bahwa keadaan dislipidemia yang lebih sering terjadi adalah keadaan kadar kolesterol total dan kadar LDL yang meningkat. Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetik, diet tinggi lemak, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan merokok. Kadar LDL yang tinggi juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obatobatan, seperti steroid atau pil kontrasepsi (Laine et al., 2007). Kadar kolesterol dan LDL dapat diturunkan dengan memperbaiki pola hidup. Hal ini meliputi menjaga berat badan ideal, olahraga teratur dan konsumsi makanan dengan kadar lemak jenuh serta kolesterol rendah. Pemberian obat penurun kolesterol dilakukan jika perubahan gaya hidup tidak mampu menurunkan kadar kolesterol. Obat yang paling efektif dan sering digunakan adalah statin yang mampu membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL, mengurangi perkembangan bahkan memulihkan aterosklerosis serta memperlebar arteri (Wijayanti, 2009).

Mengetahui kadar kolesterol merupakan hal yang penting. Keadaan dislipidemia sebagian besar tidak menunjukkan gejala, oleh karenanya dianjurkan melakukan pemeriksaan minimal setahun sekali. Pemeriksaan kadar kolesterol juga membantu memperkirakan risiko aterosklerosis yaitu berdasarkan rumus perbandingan total kolesterol: kolesterol HDL. Nilai rujukan perbandingan tersebut kurang dari 4 (Wijayanti, 2009; Leiter et al., 2006). Berdasarkan perhitungan rasio perbandingan total kolesterol terhadap HDL terhadap 45 jumlah pasien stroke pada penelitian ini didapatkan sebanyak 24 orang (53,3%) yang berisiko terjadi aterosklerosis sehingga memudahkan terjadinya stroke berulang jika tidak ditangani, yaitu 16 orang (35,5%) stroke iskemik dan 8 orang (17,8%) stroke hemoragik. KESIMPULAN Jumlah pasien stroke laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan dengan distribusi frekuensi dominan pada kelompok usia dekade keenam. Gambaran dislipidemia lebih sering terjadi pada pasien stroke iskemik berupa peningkatan kadar kolesterol total dan LDL. Jumlah pasien yang berisiko aterosklerosis dari perhitungan rasio kadar kolesterol total terhadap kadar HDL sebanyak 24 orang dari 45 pasien stroke. SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut : 1. Kepada pihak Fakultas Kedokteran agar memperbanyak bahan belajar di perpustakaan fakultas maupun perpustakaan online mengenai dislipidemia dan stroke. 2. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai inspirasi, data dasar maupun sebagai acuan untuk melakukan penelitian lainnya secara lebih mendalam.
5

3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang gambaran dislipidemia pada pasien stroke akut untuk mengetahui hubungan di antara keduanya sekaligus riwayat penyebabnya. 4. Saran untuk pihak rumah sakit diharapkan penulisan rekam medis lebih lengkap, jelas dan terdokumentasi dengan rapi sehingga memudahkan penelitianpenelitian selanjutnya. 5. Bagi seluruh tenaga kesehatan diharapkan agar dapat meningkatkan pelayanan kepada pasien stroke serta dapat memberikan edukasi tentang pengontrolan kadar profil lipid kepada pasien dan keluarganya DAFTAR PUSTAKA Al Rasyid. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Trombus Jantung pada Stroke Iskemik. Neurona 25:8-10

Notoatmodjo S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta. PT Rineka Cipta. Pinzon R. 2009. Dislipidemia dan Risiko Stroke.http://artikelindonesia.com/disli pidemia-dan-risiko-stroke.html [diakses 20 Mei 2010]. Pratiknya AW. 2008. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Pujarini LA. 2009. Dislipidemia pada Penderita Stroke dengan Demensia di RS DR. Sardjito Jogjakarta. Biomedika 1: 17-23 Rambe AS. 2003. Kadar Lipoprotein pada Penderita Stroke Iskemik Fase Akut dan pada Non Stroke. Usu Digital Library Rasmussen D, Kohler O, Petersen WS, Blegvad N, Jacobsen HL, et al. 1992. Computed Tomography in Prognostic Stroke Evaluation. Journal of The American Heart Association 23:506510. Sastroasmoro S, Ismael S. 2008. DasarDasar Metodologi Penelitian Klinis. Sagung Seto Shahar E, Chambless LE, Rosamond WD, Boland LL, Ballantyne CM, et al. 2003. Plasma Lipid Profile and Incident Ischemic Stroke The Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC) Study. Journal of The American Heart Association 34:623631. Siregar FA. 2005. Determinan Kejadian Stroke pada Penderita Rawat Inap RSUP Haji Adam Malik Medan. USU Journals 9:1-6 Siswanto Y. 2004. Beberapa Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kejadian Stroke Berulang (Studi Kasus di Rs Dr. Kariadi Semarang).
6

Anwar TB. 2004. Dislipidemia sebagai Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner. USU Repository Asplund K, Karvanen J, Giampaoli S, Jousilahti P, Niemela M, et al. 2009. Relative Risks for Stroke by Age, Sex, and Population Based on Follow-Up of 18 European Populations in the MORGAM Project. Journal of The American Heart Association 40;23192326 Goldstein LB, Adams R, Becker K, Furberg CD, Gorelick PB et al, 2001. Primary Prevention of Ischemic Stroke A Statement for Healthcare Professionals From the Stroke Council of the American Heart Association. Journal of The American Heart Association 32:280-299 Mackay J, Mensah GA. 2004. The Atlas of Heart Disease and Stroke. WHO Geneva.

Spencer CD, Karceski S. 2009. About Stroke. Neurology 72:e113. Suseno U. 2009. Profil Kesehatan Indonesia 2008. Depkes RI. Jakarta. Suyono H. 2009. Tahun 2020, Penderita Stroke Meningkat Dua Kali http://www.yastroki.or.id/read.php?id= 319 [diakses 20 Mei 2010]. Wijayanti D. 2009. Cara Mudah Mengatasi Problem Kolesterol. Bangkit. Yogjakarta. Wolf PA. 2004. Epidemiology of Stroke p:13 In: Mohr JP, Choi DW, Grotta JC, Weir B, Wolf PA. Stroke Pathophysiology, Diagnosis, and Management Fourth Edition. Churchill Livingstone.

Zhang L, Li PP, Feng X, Barker JL, Smith SV, Rubinow DR. 2003. Sex-related differences in neuronal cell survival and signaling in rats. Neurosci Lett 337:658