Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kegiatan Industri merupakan salah satu sektor penting yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sebuah Negara. Selain memberikan kontribusi dan sumbangan yang besar untuk perkembangan dan pendapatan daerah, industri juga menghasilkan produk yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Seiring dengan perkembangan masyarakat, kebutuhan produk yang semakin beraneka ragam, berkualitas tinggi, tapi terjangkau oleh daya beli masyarakat menjadi suatu tuntutan yang harus dipenuhi oleh industri. Fenomena tersebut merupakan suatu peluang bagi munculnya sebuah industri baru, sehingga menimbulkan persaingan yang semakin ketat. Terlebih lagi setelah memasuki era globalisasi, persaingan tersebut tidak hanya terjadi dalam lingkup industri lokal, tetapi juga mencakup industri regional maupun global, sehingga industri dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas produknya agar memiliki daya saing. Peningkatan efektifitas dan efisiensi produksi, agar mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Disinilah diperlukan sumber daya manusia yang handal, unggul, dan profesional.

Mahasiswa teknik kimia sebagai intelektual muda yang akan menjadi aset sumber daya manusia masa depan merupakan kader potensial yang diharapkan dapat memajukan sektor industri. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk menjadi seorang yang siap menjadi tenaga profesional. Perguruan tinggi Universitas Lampung (UNILA) sebagai salah satu institusi yang memberikan pendidikan kepada mahasiswa memiliki peranan penting dalam menjawab tuntutan itu. Adapun lingkupan dari pembelajaran kejuruan Teknik Kimia

adalah mengenai proses-proses dalam industri, baik yang terjadi secara fisika (alat industri) ataupun secara kimia (proses terjadinya reaksi), akan tetapi Paket pendidikan yang diberikan dan telah disesuaikan dengan kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah belum cukup untuk mencapai hal tersebut, karena kurikulum yang digunakan masih menitikberatkan pada kemampuan teoritis/akademis sebagai tolak ukur utama keberhasilan mahasiswa. Padahal, untuk menjadi lulusan yang profesional, selain kemampuan akademis diperlukan juga kemampuan pendukung lainnya seperti komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, manajemen, keterampilan, dan hubungan interpersonal yang tidak didapat pada bangku perkuliahan. Untuk memenuhi kemampuan di atas perlu diadakan proses belajar diluar kampus, salah satunya adalah kerja praktek. Kerja praktek merupakan salah satu mata kuliah wajib di Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung. Hal yang

melatarbelakangi penulis melakukan kerja praktek adalah untuk memenuhi salah satu mata kuliah wajib sebagai syarat untuk menjadi sarjana Teknik Kimia. Kerja praktek ini dilaksanakan di suatu pabrik selama 1-2 bulan dengan tujuan mengenal keadaan pabrik secara keseluruhan. Selain itu kerja praktek juga bertujuan untuk melatih keterampilan dan mengaplikasikan Dalam

materi yang diterima selama perkuliahan dalam industri.

pelaksanaanya mahasiswa diharapkan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dalam perkuliahan.

PT. Semen Baturaja (Persero) merupakan pabrik yang bergerak dalam bidang industri semen. Peranan industri semen berbanding lurus dengan tingkat perekonomian di suatu negara. Perkembangan industri semen di Indonesia umumnya di mulai dari industri hilir menuju industri antara. PT. Semen Baturaja (Persero) di bangun dengan pemikiran yang panjang, serta landasan yang kokoh untuk memenuhi kebutuhan bahan semen di Indonesia. PT. Semen Baturaja (Persero) merupakan salah satu pabrik yang cocok untuk dijadikan tempat untuk kerja praktek Karena ada berbagai proses produksi dan perencanaan teknik yang baik.

Dengan latar belakang tersebut, saya memilih PT. Semen Baturaja (Persero) sebagai tempat untuk melaksanakan kerja praktek, karena memiliki keterkaitan dengan ilmu Teknik Kimia serta dinilai mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa selama kerja praktek.

1.2 Tujuan dan Manfaat Kegiatan 1.2.1 Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan kerja praktek yang dilakukan adalah: 1. Mendapatkan gambaran nyata tentang wujud dan pengoperasian sistem pemrosesan. 2. Mendapatkan gambaran nyata tentang organisasi kerja dan penerapannya dalam upaya mengoperasikan suatu sarana produksi atau pembangunan. 3. Memahami masukan-masukan proses produksi meliputi masukan utama maupun penunjang. 4. Memahami keluaran proses yang mencakup produk dan limbah. Memahami diagram alir proses dan sistem pemroses.

1.2.2

Manfaat Kegiatan Pelaksanaan Kerja Praktek ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang lingkungan industri yang penuh dengan dinamika. Mulai dari mengenal, memahami wujud dan karakteristik perangkatperangkat proses termasuk alat ukur dan alat kendali, cara pengoperasian peralatan tersebut, mengetahui bagaimana proses dapat berjalan dan pengendalian proses tersebut, kendala-kendala yang

sering dihadapi, serta sampai mendapatkan gambaran nyata tentang organisasi kerja dan penerapannya termasuk praktek-praktek

pengelolaan dan peraturan- peraturan kerja dalam perusahaan.

Selain itu, dengan kegiatan ini dimungkinkan untuk mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan yang penulis dapat dari

kegiatan perkuliahan untuk menganalisa jalannya proses dan atau

memecahkan persoalan nyata yang ada dalam kegiatan pengoperasian sarana produksi.

1.3 Lingkup Kegiatan Adapun ruang lingkup dari kerja praktek ini adalah : 1. Pengenalan perusahaan secara keseluruhan mulai dari bagian diklat, keamanan, keselamatan kerja, umum dan personalia, penyediaan bahan mentah, biro pemeliharaan, dan biro produksi melalui orientasi umum. 2. Pengenalan struktur proses, system pemroses serta pengoperasiannya melalui orientasi operasional yang dilakukan di Laboratorium Proses dan CCR (Central Controlling Room). 3. Pengenalan identifikasi masalah dan penyelesaian melalui orientasi proses engineering dan pelaksanaan tugas khusus.

1.4 Waktu Dan Tempat Kegiatan Kerja Praktek di laksanakan di PT. Semen Baturaja (Persero) side Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada tanggal 28 Januari 2013 sampai 28 Februari 2013. Penulis melaksanakan kerja praktek di pabrik Baturaja dan di tempatkan di Departemen Operasi pada Biro Perencanaan Teknik Pabrik yang berada di bawahnya. Kegiatan di mulai dari pukul 07.30 WIB sampai dengan 16.30 WIB dari hari Senin sampai Jumat dengan waktu istirahat selama 45 menit.

1.5 Sistematika Penulisan Laporan Dalam pelaksanaan kerja praktek, mahasiswa menulis laporan yang berisi tentang : 1. Bab I Pendahuluan Merupakan penjelasan dari latar belakang kegiatan kerja praktek, manfaat dari pelaksanaan, waktu dan tempat pelaksanaan, dan sistematika penulisan laporan.

2. Bab II Tinjauan Perusahaan Merupakan deskripsi dari sejarah, struktur organisasi, lokasi berdirinya pabrik, proses produksi, dan pemasaran PT. Semen Baturaja (Persero).

3. Bab III Landasan Teori Merupakan penjelasan dari tugas khusus yaitu pengertian evaluasi,, neraca massa dan neraca energi, penjelasan mengenai Raw Mill, komponen pada Raw Mill, serta sistematika perhitungan.

4. Bab IV Pelaksanaan Kegiatan Merupakan bagian dari pengumpulan data yang dibutuhkan pada proses di Raw Mill, perhitungan dan analisa proporsi bahan baku dan perhitungan efisiensi alat.

5. Bab V Kesimpulan Dan Saran Merupakan inti pokok dari jawaban permasalahan yang disimpulkan dari tugas khusus, serta masukan yang membangun untuk perusahaan.