Anda di halaman 1dari 20

TUGAS AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK KELOMPOK 1 Bagian Pertama: Pengantar Akuntansi Sektor Publik

Disusun oleh : 1. Maharani Wahyu Pinasti 2. Muhammad Rahadian Edo


3. Tegar Sejati 4. Aldo Egi Ibrahim

11/311767/EK18274 11/311583/EK/18250 11/312002/EK/18308 11/312156/EK/18336 11/312212/EK/18347 11/320111/EK/18673

5. Mohamad Alim Safiro 6. Kinanti Panglaras Arsy

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

2012
A. DEFINISI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Akuntansi Sektor Publik dapat kita telaah artinya berdasarkan komponen katanya, yaitu Akuntansi dan Sektor Publik. Akuntansi adalah suatu tahapan proses pengumpulan, pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian/pelaporan dari transaksi-transaksi keuangan serta penafsiran hasilnya guna pengambilan keputusan (Sunyanto, 1999). Sektor Publik adalah sektor yang ada dalam kehidupan bermasyarakat dimana organisasi pelaksananya merupakan organisasi yang tujuan utamanya tidak mencari keuntungan (Bastian, 2010). Akuntansi Sektor Publik sendiri dapat didefinisikan dalam berbagai pengertian menurut para ahli, diantaranya adalah: Akuntansi sektor publik adalah mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen di bawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM, dan yayasan sosial, maupun pada proyek kerja sama sektor publik serta swasta (Bastian, 1999). Akuntansi sektor publik adalah mekanisme akuntansi swasta yang diberlakukan dalam praktek organisasi publik. (Anglo Amerika). Akuntansi sektor publik memiliki kaitan yang erat dengan penerapan dan perlakuan akuntansi pada sektor publik (Mardiasmo, 2002). Dengan demikian, dapat kita simpulkan Akuntansi Sektor Publik adalah proses (pengumpulan, pegindentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian laporan keuangan) dan implementasi akuntansi pada kegiatan organisasi yang ada dalam kehidupan masyarakat berorientasi nirlaba sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. Peranan Akuntansi Sektor Publik Akuntansi sektor publik adalah bidang pembelajaran yang memiliki peranan penting bagi kita sebagai pemahaman terkait organisasi sektor publik. Kita sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain, bersama, hidup bermasyarakat, tentunya akan banyak berinteraksi dengan organisasi sektor publik di masa depan. Pemahaman akuntansi sektor publik sangat diperlukan untuk mengetahui kinerja operasional keuangan serta pertanggungjawaban dari organisasi sektor publik
2

itu sendiri sehingga fungsi pengawasan masyarakat terhadap kinerja organisasi sektor publik dapat berjalan dengan baik. Fenomena Akuntansi Sektor Publik Banyak hal menarik yang terjadi dan dapat kita temui dalam pembelajaran kita terkait Akuntansi Sektor Publik. Fenomena yang terjadi dalam Akuntansi Sektor Publik itu sendiri antara lain: 1. Reformasi Birokrasi Reformasi Birokrasi adalah upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur. Reformasi birokrasi di Indonesia menempatkan pentingnya rasionalisasi birokrasi yang menciptakan efesiensi, efektifitas, dan produktifitas melalui pembagian kerja hirarkikal dan horizontal yang seimbang, diukur dengan rasio antara volume atau beban tugas dengan jumlah sumber daya disertai tata kerja formalistic dan pengawasan yang ketat. Reformasi birokrasi ini menjadi isu yang sangat seksi dan ramai diperbincangkan sebagai salah satu program yang dijalankan oleh Departemen Keuangan sebagai pelaksana dan perencana anggaran untuk mewujudkan kinerja operasional birokrasi yang bersih, efisien, efektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
2.

Tata Kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance) Tata Kelola Pemerintahan yang baik adalah tujuan atau sasaran yang

hendak dicapai dalam reformasi birokrasi yang dijalankan oleh suatu pemerintahan. Good Governance adalah mekanisme pengelolaan sumber daya ekonomi dan sosial yang substansial dan penerapannya untuk menunjang pembangunan yang stabil dengan syarat utama efisien) dan (relatif) merata
B. RUANG LINGKUP AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Akuntansi Sektor Publik memiliki ruang lingkup sebagai turunan dari perkembangan pemikiran Akuntansi Sektor Publik itu sendiri. Pada pengembangannya di Indonesia, Akuntansi Sektor Publik mencakup beberapa bidang utama yakni: a. Akuntansi Pemerintah Daerah

Akuntansi Pemerintah Daerah adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan penggolongan, peringkasan, dan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pemerintah (PP No.24 tahun 2005). Dengan demikian akuntansi pemerintah daerah adalah proses dan implementasi akuntansi pada operasional keuangan pemerintah sebagai dasar pelaporan kinerja pemerintah daerah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. b. Akuntansi Partai Politik Akuntansi Partai Politik adalah proses akuntansi mulai dari pengumpulan, pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian/pelaporan dari transaksi-transaksi keuangan dalam kegiatan operasional partai politik sebagai bahan pertanggungjawaban atas transaksi yang dilakukan. Penerapan akuntansi partai politik ini sendiri masih belum sempurna mengingat UU Partai Politik No 2 tahun 2011 hanya mewajibkan partai politik melaporkan sumber pemerolehan dananya saja, tidak pada penggunaan dana itu sendiri. c. Akuntansi LSM Akuntansi LSM adalah proses akuntansi yang diterapkan dalam kegiatan operasional Lembaga Sosial Masyarakat baik dalam sumber pemerolehan dana dan penggunaan dana LSM itu sendiri. Mengingat karakteristik LSM sebagai lembaga swadaya masyarakat, maka kontribusi dananya bersifat sukarela dari internal maupun eksternal LSM itu sendiri sehingga pertanggungjawaban keuangan melalui akuntansi menjadi sesuatu yang harus dilaksanakan. d. Akuntansi Yayasan Akuntansi Yayasan adalah proses akuntansi yang diterapkan pada kegiatan operasional yayasan terakit sumber pemerolehan dan penggunaan dana. Karakteristik yayasan yang mirip LSM dalam hal sumber pemerolehan dana yang tidak pasti dan berasal dari pengelola maupun eksternal tentu membutuhkan pertanggungjawaban keuangan yang baik melalui penerapan akuntansi yayasan. e. Akuntansi Pendidikan Akuntansi Pendidikan adalah proses akuntansi yang diterapkan dalam organisasi sektor publik bidang pendidikan, seperti sekolah dan perguruan tinggi. f. Akuntansi Kesehatan

Akuntansi Sektor Kesehatan adalah proses akuntansi yang diterapkan dalam organisasi sektor publik bidang kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dll. g. Akuntansi Tempat Peribadatan Akuntansi Tempat Peribadatan adalah proses akuntansi yang diterapkan pada tempat peribadatan, masjid, gereja, pura, vihara, dll. Masyarakat yang menjadikan tempat ibadah sebagai sarana untuk beramal dan mendistribusikan kekayaannya kepada masyarakat kurang mampu membutuhkan transparansi pengelolaan keuangan melalui akuntansi tempat peribadatan ini.
C. ELEMEN-ELEMEN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Ada 7 elemen akuntansi sektor publik yang sering disebut juga siklus akuntansi sektor publik, yaitu:
1. Perencanaan publik

Menurut UU No. 25 tahun 2004, perencanaan adalah Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Sedangkan menurut Bastian (2010), Perencanaan publik adalah perumusan dan cara untuk mencapai tujuan kesejahteraan publik dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada. Pihak yang bekerja dan mempunyai kewenangan pada entitas sektor publik melakukan proses perumusan tujuan yang ingin dicapai, yaitu bagaimana mewujudkan kondisi masyrakat yang sejahtera, yang mungkin selama ini masih belum bisa direalisasikan, terutama di Indonesia. Dalam perumusan dan cara untuk mencapai tujuan ini, biasanya entitas publik melibatkan banyak pihak yang bisa berasal dari dalam sektor publik itu sendiri ataupun juga dari masyarakat umum. Diharapkan, dengan adanya partisipasi masyarakat secara langsung maka cara pandang (perspektif) lembaga ini bisa lebih luas dan bisa muncul gagasan-gagasan baru sehingga tujuan yang ingin dicapai kemungkinan juga akan berhasil.
2. Penganggaran publik

Menurut Bastian (2010), yang dimaksud dengan penganggaran publik adalah memberikan rencana yang mendetail atas penerimaan dan pengeluaran agar pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan. Setiap tahun, entitas sektor publik, misalnya pemerintah selalu menganggarkan berapa besarnya penerimaan dan pengeluaran yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan publik. Penganggaran ini dapat kita lihat dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja yang disusun oleh entitas sektor publik tersebut. Dengan adanya rencana anggaran ini, diharapakan entitas sektor publik akan lebih matang dalam menjalankan kegiatannya demi mensejahterakan seluruh masyarakat dan akan lebih transparan dan akuntabel terutama nanti dalam proses pelaporan kepada masyarakat.
3. Realisasi Anggaran publik

Menurut Bastian (2010), realisasi anggaran publik adalah pencairan anggaran, realisasi pendapatan, dan pelaksanaan program dimulai dengan persiapan, proses pelaksanaan, dan penyelesaian. Anggaran yang telah disusun oleh suatu entitas sektor publik pertamatama disetujui oleh pihak ataupun lembaga yang mempunyai kewenangan untuk memberikan dana anggaran tersebut. Misalnya pada kementerian tertentu. Anggaran yang telah disusun oleh kementerian tersebut lalu disetujui dan dicairkan oleh pemerintah. Berapa jumlah realisasi pendapatan yang diperoleh mungkin akan berbeda jumlahnya terhadap apa yang sudah dianggarkan oleh kementerian tersebut. Selanjutnya, adalah pelaksanaan program yang dimulai dengan persiapan kegiatan, proses pelaksanaan, dan terakhir adalah penyelesaian program. Proses akuntansinya harus jelas. 4. Pengadaan barang dan jasa publik Pengadaan barang dan jasa publik adalah proses, cara serta tindakan dalam menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat. Entitas sektor publik melakukan belanja barang dan jasa publik setiap tahun yang berasal dana anggaran pendapatan dan belanja yang telah disetujui. Tujuan dari entitas sektor publik melakukan belanja barang dan jasa publik ini
6

adalah untuk melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan fasilitas ataupun jasa yang memadai, sehingga diharapkan dengan ini masyarakat menjadi sejahtera. Dalam pengadaan barang publik, pencatatan dan proses akuntansi harus jelas, sesuai dengan kenyataan dalam pengadaannya.

5. Pelaporan keuangan sektor publik

Menurut Bastian (2010), pelaporan keuangan sektor publik adalah penggambaran tentang pencapaian kinerja program dan kegiatan, kemajuan realisasi pencapaian target pendapatan, realisasi penyerapan belanja, dan pembiayaan. Setiap entitas diharuskan membuat laporan keuangan entitasnya selama satu tahun yang telah dilalui. Tak terkecuali dengan entitas sektor publik. Laporan keuangan menyajikan berbagai informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders). Laporan keuangan yang dibuat oleh entitas publik memuat pencapaian kinerja program dan kegiatan, kemajuan realisasi pencapaian target pendapatan, realisasi penyerapan tenaga kerja, serta realisasi pembiayaan. Komponen laporan keuangan entitas publik terdiri dari Neraca, Laporan Kinerja Keuangan (Surplus Defisit), laporan Perubahan dalam Aktiva/Ekuitas Neto, Laporan Arus Kas, dan dilengkapi dengan catatan atas Laporan Keuangan atau laporan tambahan lainnya, seperti laporan tahunan dan prospektus.
6. Audit sektor publik

Audit sektor publik adalah proses sistematik yang objektif untuk menyediakan dan mengevaluasi bukti berkenaan dengan penilaian kegiatan dan kejadian ekonomi untuk memastikan tingkat hubungan antar penilaian dengan ketentuan kriteria dan mengkomunikasikannya pada pihak yang berkepentingan (Bastian 2010).

Audit yang dilakukan oleh auditor independen bertujuan untuk memberikan opini atas laporan keuangan sebuah entitas publik. Dengan adanya opini yang diberikan oleh auditor diharapkan laporan yang disajikan sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku umum. Laporan keuangan entitas publik yang dikeluarkan oleh entitas tersebut perlu diaudit agar masyarakat dapat menilai apakah laporan keuangan yang diterbitkan tersebut dapat menjadi rujukan dalam menilai entitas publik dan pengambilan keputusan penting. Selain itu, laporan keuangan yang diaudit dapat diketahui hasilnya apakah sudah sesuai dengan prinsip akuntansi atau belum.

7. Pertanggungjawaban publik

Pertanggung jawaban publik adalah proses yang dilakukan oleh kepala organisasi sektor publik dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada pemberi amanat. Pertanggungjawaban kepada publik ini perlu karena sebagian masyarakat bertindak sebagai stakeholder atau pihak yang mempunyai kepentingan terhadap entitas publik tersebut.

D. LINGKUP ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

Dalam perkembangan akuntansi, banyak orang sering menganggab bahwa akuntansi merupakan sebuah produk dari kemajuan budaya dalam organisasi semata. Namun lebih dari itu, sebenarnya akuntansi berkembang dari sebuah pencatatan transaksi dari organisasi itu sendiri. Oleh sebab itu, ketika ingin mempelajari suatu topic akuntansi kita jangan mengesampingkan pembahasan dari organisasi/entitas terkait. Hal ini juga berlaku ketika kita ingin mempelajari topik akuntansi sektor publik bahwasannya kita juga harus mendalami topik organisasi sektor publik. Pengertian dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik Organisasi sektor publik diartikan sebagai suatu organisasi yang kegiatannya menggunakan dana masyarakat (Bastian, 2010). Namun dari banyak sumber
8

disebutkan bahwa organisasi sektor publik merupakan suatu entitas yang kegiatannya berkenaan dengan proses penyediaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutukan dan hak publik, dimana sumber dana berasal dari publik. Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwasannya paling tidak terdapat dua pihak penting didalam kegiatan organisasi sektor publik yaitu masyarakat dan organisasi sektor publik itu sendiri. Proses bagaimana organisasi sektor publik menghimpun/mendapatkan dana dari masyarakat, memprosesnya dan akhirnya disalurkan kembali menjadi produk/jasa publik, menjadi kunci kesuksesan suatu organisasi sektor publik. Di Indonesia terdapat 8 organisasi sektor publik yang dikenal, antara lain (Bastian, 2010): 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Organisasi Pemeritah Pusat Organisasi Pemerintah Daerah Organisasi Partai Politik Organisasi LSM Organisasi Yayasan Organisasi Pendidikan seperti Sekolah Organisasi Kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit Organisasi Tempat Peribadatan seperti Masjid, Gereja, Vihara, Pura

Dari kedelapan organisasi sektor publik diatas mempunyai karakteristik Organisasi yang secara umum sama, yaitu : 1. Tujuan Tujuan dari organissasi sektor publik bersifat nonprofit motive yaitu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik yang mendasar, umum, jasmani dan rohani, dengan berbagai produk publik yang dihasilkan, yang harapannya dapat mensejahterakan masyarakat. 2. Aktivitas Aktivitas dari organisasi sektor publik adalah menyediakan pelayanan publik baik dalam bentuk barang atau jasa. 3. Sumber Pembiayaan

Dana dari organisasi sektor publik berasal dari berbagai sumber, yang terbesar adalah dari masyarakat dalam bentuk pajak dan retribusi. Sumber dana lainnya antara lain berasal dari laba perusahaan Negara, pinjaman pemerintah dan sumber-sumber lain yang tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Pola Pertanggungjawaban Organisasi sektor publik bertanggung jawab kepada/melalui lembaga perwalian masyarakat. 5. Kultur Organisasi Organisasi sektor publik secara umum memiliki budaya yang birokratis, formal dan berjenjang. 6. Penyusunan Anggaran Penyusunan anggaran organisasi sektor publik dilakukan saat perencanaan program dimana masyarakat ikut serta didalamnya. Pempublikasian dari anggaran publik yang turun untuk diketahui, ditinjau, dikritisi dan didiskusikan masyarakat. Program anggaran akhirnya disahkan oleh lembaga perwakilan masyarakat. 7. Stakeholder Stakeholder dari organisasi sektor publik tentunya banyak untuk dirinci satu persatu, namun diantaranya adalah masyarakat, kreditor, investor, lembaga donor dan lembaga internasional. Sejarah dan Perkembangan Organisasi Sektor Publik Sejarah dan perkembangan organisasi sektor publik serta praktek akuntansi sektor publik telah dimulai sejak ribuan tahun sebelum masehi seperti yang diilustrasikan oleh Vernon Kam (1989) via Bastian (2010). Dalam praktek tersebut, berbagai elemen masyarakat saling berinteraksi dan membentuk kekuatan sosial kemasyarakatan yang berbentuk pemerintahan-organisasi sektor publik. Kekuatan sosial masyarakat diatas kemudian diklasifikasiakan menjadi semangat kapitalisasi, peristiwa politik dan ekonomi, serta inovasi teknologi.
10

Menilik dari perkembangan sejarah, organisasi sektor publik dan praktek sistem pecatatan telah ada zaman Babilonia dan Mesir Kuno, kemudian zaman Yunani, zaman Romawi, berlanjut ke zaman Gereja, Islam, Eropa, dan sampailah ke zaman kita sekarang. 1. Mesir Kuno a. Organisasi kementrian didirikan untuk mengadministrasikan laporan

untuk perdana menteri b. pajak. c. Distrik yang dipimpin oleh seorang Gubernur, menyimpan catatan Menteri membuat laporan bulanan terkait dengan hasil pemungutan

kekayaan sebagai dasar pemungutan pajak. 2. Babilonia a. Praktik pencatatan telah dilakukan dalam berbagai kegiatan untuk

menghasilkan pendapatan dan produksi 3. Yunani dan Romawi a. Pemerintah membagi secara adil sumber pendapatan yang diterima

oleh Phartenon b. Telah mengembangkan berbagai metode pencatatan barang yang

berharga. c. d. Praktik akuntansi digunakan untuk mendukung mekanisme pajak Pencatatan transaksi di Genoa transaksi keuangan antar

pemerintah yang berkuasa dan rakyat 4. Gereja


a.

Administrasi keuangan gereja telah dilakukan dengan rapi. Hal yang

mendasari praktek ini adalah sikap perlawanan terhadap kaum kapitalis yang berorientasi mencari keuntungan pribadi. 5. Islam

11

a. Pencatatan

kekayaan

mendukung

penghitungan

zakat

pada

zaman

pemerintahan khalifah b. Baitul mal sebagai bendahara / keuangan negara telah memiliki pencatatan yang rapi. 6. Inggris (Abad 15)
a. b.

Pemerintah berusaha melakukan mengatur semua perdagangan. Pelaporan keuangan dirinci lebih rinci tenaga kerja, metode

produksi, tipe dan kualitas barang, harga penjualan dan metode pemasaran 7. Abad 18 a. b.
c.

Inisiatif individu lebih dihargai dan diberi peluang seluas-luasnya Revoluasi industri Pengembangan akuntansi keuangan dan manajemen di perusahaan

lebih dipicu oleh perkembangan praktik akuntansi sektor publik. 8. Abad 19-20 a. Mulai menyamakan akuntansi sektor publik sebagai proses

pencatatan pajak yang dipungut oleh pemerintah. b. Pejabat publik sebagai penanggungjawab pengumpulan pajak dan

pembelanjaannya. c. d. Dimulainya praktik audit atas dana pemerintah Namun pejabat pemerintah yang mengaudit juga memiliki tanggung

jawab administrasi lain. Skala dan Cakupan Organisasi Sektor Publik Kita tahu bahwa setiap entitas atau organisasi mempunyai wilayahnya sendirisendiri, hal ini juga berlaku bagi organisasi sektor publik. Suatu organisasi sektor publik mempunyai ruang cakupan yang bervariasi, sebagai contoh cakupan organisasi sektor publik di setiap kota/provinsi, mereka sangat penting peranannya bukan hanya penyerapan tenaga kerjanya namun lebih dari itu adalah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.
12

Organisasi sektor publik umumnya bergerak di dalam lingkungan yang kompleks dan variatif, memiliki aktivitas yang bermacam-macam, bersifat mandiri atau lepas dari mekanisme pasar murni, dal lain sebagainnya. Selain itu, suatu organisasi sektor publik dalam bergerak selalu dipengaruhi berbagai faktor, seperti faktor ekonomi, faktor politik, faktor kultural dan faktor demografi.
E. PROFESI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Pentingnya Akuntansi Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan keuangan merupakan produk utama dalam mekanisme pasar modal. Efektivitas dan ketepatan waktu dari informasi keuangan yang transparan yang dapat dibandingkan dan relevan dibutuhkan oleh semua stakeholder Para stakeholder ini bukan sekadar ingin mengetahui informasi keuangan dari satu perusahaan saja, melainkan dari banyak perusahaan dari seluruh belahan dunia untuk diperbandingkan satu dengan lainnya. Menurut Hertanto dalam bukunya Panduan Akuntansi Syariah, bahwa akuntansi memiliki peranan penting dalam suatu lembaga yang melakukan bisnis atau non bisnis (mencari keuntungan atau tidak). Lembaga memerlukan pencatatan guna mendokumentasikan dan mempertanggung jawabkan aktivitas-aktivitas keuangan sebagai acuan pengambilan keputusan. Oleh karena itu lah profesi akuntan dan disiplin ilmunya dianggap sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis. Praktek akuntansi sudah berlangsung lama dan menjadi bagian dari sifat manusia. Disiplin ilmu ini muncul dari dunia praktek bukan dari laboratorium sosial di universitas. Karena itu profesi akuntan harus dipahami dari kondisi praktek akuntansi. Kekuatan terbesar bidang akuntansi menjadi kelemahan utamnya. Uang merupakan \alata tukar penengah dan sumber kekayaan. Interpretasi akuntasi sebagai uang ternyata membawa kelemahan utama. Perubahan nilai nominal uang antarwaktu dan antarmata uang negara yang berbeda menyebabkan interpretasi peran akuntansi tergantung pada karakter pasar. Akuntansi sangat bergantung pada waktu dan tempat. Akuntansi dipergunakan sebagai landasan penilaian atau pengambilan keputusan dalam organisasi. Maka,
13

karakter konsisten dan entitas perlu dikembangakn dalam berbagai aktivitas pengambilan keputusan. Perkembangan Akuntansi Sektor Publik Di dunia praktis, akuntansi sukses berkompetisi dengan konsultan manajemen sehingga memunculkan batas-batas disiplin ilmu akuntansi. Para akademisi bekerja untuk mengobservasi penggunaan akuntansi dalam mengleola perusahaan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat. Dan ini berarti fungsi akuntansi menjadi semakin penting. Di Inggris, pada akhir abad ke-19, perusahaan didirikan oleh pemerintah kota praja untuk memnuhi kebutuhan masyarakat. Proses pelayanan ini menjadi sektor publik terbesar. Pada pertengahan abad ke-12, dengan pertimbangan efisiensi, perusahaan kota praja disatukan ke dalam industri nasional dan sistem pelayanan nasional seperti kesehatan. Kondisi ini memperkuat akuntansi sektor publik dan akhirnya dieksplorasi ke pengelolaan perusahaan secara profesional dan bersifat global. Proses sertifikasi mulai dilakukan pada tahun 1926 dan audit laporan keuangan diatur dengan peraturan pemerintah dimana audit harus dilakukan oleh akuntan bersertifikat. Pada awal tahun 1970-an, profesi akuntan di Inggris mulai menurun namun istilah sektor publik menjadi lebih disukai. Istilah ini menjadi representasi akuntan profesional di luar sekot swaswa dan berakibat akuntansi sektor publik menjadi wadah interdisipliner tentang materi kesejahteraan masyarakat. Perkembangan profesi akuntan sektor publik di Indonesia belumlah semaju di Inggris maupun akuntan sektor swasta. Hal ini berkaitan dengan sistem sentralisasi pemerintahan yang berdampak terhadap pada penggunaan sistem dan prosedur pelaporan keuangan yang seragam dan terpusat. Berdirinya Ikatan Akuntan Indonesia yang mulai memunculkan Kompartemen Akuntan Sektor Publik karena adanya perubahan orientasi politik dan ekonomi di era reformasi. Kompartemen ini mewadahi para pekerja bidang akuntansi dan akuntan yang bekerja di organisasi sektor publik. Proses pengembangan bidang akuntansi sektor publik sangat dipengaruhi oleh kapasistas dan tujuan kebijakan ekonomi, sehingga aspek budaya, sosial, dan politik ekonomi menjadi dominan. Orientasi pengelolaan organisasi sektor publik juga akan mengubah arah pengembangan organisasi akuntansi. Kunci pemecahan permasalahan
14

akuntansi sektor publik adalah penyederhanaan yang logis dalam pengelolaan sekor publik. F. FITUR IDEOLOGI DALAM MANAJEMEN ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Perlakuan terhadap organisasi sektor publik semakin berkembang sesuai dengan konsep yang diterapkan. Pada awalnya organisasi sektor ekonomi diperlakukan sebagai sektor ekonomi yang mengarahkan pada fokus terhadap penataan arus program yang dijalankan serta sistem dan sumber penganggaran dana. Namun kini semakin berkembang pula konsep sektor publik sebagai reinventing government yang memperlakukan sektor publik sebagai sebuah organisasi. Keduanya memiliki pandangan dan titik fokus yang berbeda. Masing-masing akan dijabarkan dalam kaitannya dengan fungsi dan tujuan sektor publik itu sendiri. 1. konsep sektor ekonomi: Organisasi sektor publik dapat dibedakan tergantung pada bagaiamana organisasi itu mendapat pendanaan tergantung alur operasional yang dibiayai dan kebutuhannya kebutuhannya berkaitan dengan aktivitas organisasi. Sebagai contoh, pada sistem pemerintahan, kegiatan penyediaan pelayanan masyarakat Dinas Kesehatan dibiayai oleh APBN. Namun tidak menutup kemungkinan keikutsertaan pihak swasta untuk turut berperan dalam penyediaan kebutuhan penyediaan layanan dalam bentuk kontrak. Hal ini akan menyebabkan pada munculnya pemasukan individu. Dampak selanjutnya adalah munculnya kegagalan pasar yang dapat terjadi apabila mekanisme pasar tidak dapat berfungsi secara efisien dalam mengalokasikan sumber-sumber ekonomi yang ada dalam masyarakat. Campur tangan pemerintah berperan penting untuk menciptakan perekonomian yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Dalam kaitannya dengan sistem anggaran, setiap organisasi sektor publik memiliki berbagai macam sumber pendanaan. Salah satunya adalah pemenuhan pendanaan eksternal yang tergantung pada proses penentuan standart pelayanan. Hal ini akan meningkatkan perhatian dan kepercayaan masyarakat pada perusahaan penyedia layanan. Hal ini penting, karena pendanaan masuk itu berasal dari dana bantuan pemerintah, dan dana masyarakat pengguna jasa layanan maupun IPO. Selain itu, penyedia layanan mendapat sumber dana eksternal lain yakni pinjaman luar negeri yang pengendaliannya sering disebut pinjaman modal. Sumber pendanaan ini
15

didapatkan oleh pemerintah daerah yang harus dilaporkan dan mendapat izin pemerintah pusat. 2. konsep yang kedua adalah perlakuan terhadap organisasi sektor ekonomi sebagai reinventing government. Artinya perlakuan terhadap organisasi sektor publik khususnya pemerintah yang dijalankan dengan lebih lebih akuntabel, penerapan administrasi yang lebih baik, dan tidak mengambil keputusan secara absolut. Penerapan langsungnya adalah dengan melibatkan pihak lain seperti nonpemerintah, kewargaan, dan keagamaan dalam beberapa hal yakni penyediaan layanan, menstimulasi penciptaan dan pertumbuhan inovasi ekonomi, penciptaan layanan kerja, dan penyelesaianmasalah kriminalitas. Seluruh komponen harus terlibat dalam pengambilan keputusan karena hal ini menyangkut banyak pihak. Konsep ini sesuai dengan konsep reinventing government oleh osborne dan Gaebler: 1. Pemerintah katalis: pihak swasta memiliki peran aktif dalam penyediaan layanan, sedangkan pemerintah berperan dalam memberi arahan dan menyediakan layanan yg belum dipenuhi oleh pihak nonpemerintah. Contohnya, Dewan-dewan industri swasta yang ditetapkan UU Kemitraan Pelatih Kerja Pusat menyatukan pemimpin rakyat dan swasta daerah untuk bersama-sama mengelola kegiatan. 2. Pemerintah adalah milik masyarakat: pemerintah melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat sehingga masyarakat dapat melakukan selfhelp community dalam bentuk memberikan wewenang penuh untuk menyelesaikan tanggungjawab masing-masing pihak. 3. Pemerintah yang kompetitif: pemerintah secara aktif menyuntikkan semangat persaingan karena dengan adanya persaingan akan secara tidak langsung meningkatkan kualitas produk dan pelayanan tanpa perlu meningkatkan pengeluaran biaya. Contoh : melakukan relokasi aset industri. 4. Pemerintah yang digerakkan oleh misi: dalam pencapaian misi, pemerintah membuat berbagai macam aturan. Misalnya pemerintah daerah propinsi DKI Jakarta menerbitkan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum untuk mewujudkan misinya menciptakan tata kota Jakarta yang lebih tertib, aman dan sejahtera.

16

5. Pemerintah yang berorientasi pada hasil: untuk mendukung usaha non pemerintah, pemerintah ciptakan suatu standart yang baik untuk menilai kinerja usaha. Kinerja baik yang memenuhi standart akan meningkatkan alokasi pemerintah untuk pendanaannya. 6. Pemerintah yang berorientasi pelanggan: dengan berorientasi pada pelanggan, pemerintah memiliki sistem pertanggungjawaban ganda yakni pertanggungjawaban kepada legislatif dan masyarakat. 7. Pemerintah wirausaha: Pemerintah sebagai pusat pendapatan dengan menyediakan layanan publik. Contohnya dengan adanya bagian laba BUMN, pajak, program swadaya masyarakat dan menjadi pihak penyedia informasi yang dapat digunakan sebagai sumber penelitian seperti BPS dan Bapeda. 8. Pemerintah antisipatif: pemerintah menjalankan berbagai program antisipatif dengan adanya perencanaan strategis. Hal ini dilakukan untuk melakukan antisipasi perkiraan masa depan. 9. Pemerintahan Desentralisasi: Pemerintah melibatkan berbagai pihak yakni masyarakat, asosiasi, pelanggan, LSM, untuk baerpaertisipasi aktif dalam proses pembuatan keputusan, hal ini dikarenakan keputusan yang dihasilkan nantinya akan dijalankan oleh semua pihak, sehingga keterlibatan ini akan mengurangi tingkat ketidakpuasan dan meningkatkan rasa tanggung jawab untuk menjalankan keputusan yang telah disepakati bersama. 10. Pemerintahan yang berorientasi pada mekanisme pasar: Terkait dengan pemerintah wirausaha, pemrintah tidak hanya sekedar memberikan perintah. Hal ini dikarenakan mekanisme pasar difungsikan untuk mengalokasikan sumber daya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, pemerintah juga menerapkan sistem insentif yang mendorong para pihak untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat. Insentif yang diberikan bervariasi tergantung kebijakan yang diterapkan. Keseluruhan konsep lebih menekankan pada adanya proses pemecahan masalah bersama dan mempertemukan kebutuhan masyarakat. Hal ini diterapkan dengan mewirausahakan OSP ( sebagai instrumen)
G. PERUBAHAN PEMIKIRAN ORDE BARU KE ORDE REFORMASI 17

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mengalami perubahan yang pesat dan besar. Keinginan tersebut ditandai dengan meningkatnya permintaan akan akuntabilitas dan transparansi kinerja terhadap pengelolaan sektor publik. Masyarakat reformasi lebih menekankan adanya pembangunan nilai yang diungkap dalam good governance. Ungkapan pemerintahan yang bersih dapat diinterprestasikan sebagai perwujudan indikator kejujuran pemerintah. Dua puluh tahun yang lalu, saat Soeharto menjabat menjadi presiden, kejujuran pemerintah diartikan sebagai stabilitas pemerintah. Kemudian, di masa reformasi, masyarakat lebih menekankan kejujuran yaitu sebagai pemerintah yang bersih. Ini disebabkan oleh tidak adanya transparansi Fungsi akuntansi saat ini diharapkan menjadi tujuan bagi perkembangan tuntutan masyarakat terhadap bidang akuntansi demi memajukan sektor publik. Pada awal reformasi, bidang akuntansi mengalami kehinaan yaitu ketika terbuktinya skandal-skalndal dan berbagai sektor publik ketika melakukan due dilligance oleh akuntan asing. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya kredibilitas akuntan indonesia, termasuk akuntan sektor publik, di mata dunia internasional. Praktek kejujuran akuntansi harus ditingkatkan. Penegakan etika profesi akuntan pemeriksa saat ini menjadi suatu hal yang mendesak. Profesionalisme profesi, yang terkait dengan keahlian dan kejujuran pribadi telah dituntut agar dapat dibawa sebagai kredibilitas profesi di mata prosedur hukum masyarakat. Akuntan sebagai suatu profesi diminta untuk terlibat secara aktif terkait dengan pelaksanaan transparansi ekonomi. Akuntansi sektor publik diharapkan lebih ditekankan pada sistem dan pelaksanaan akuntansi. Sistem akuntansi sektor publik yang selama ini dikembangkan lebih melayani karakteristik persaingan pasar. Ini merupakan kesalahan besar, dikarenakan karakter dan evaluasi kinerja publik sangat berbeda dengan yang ada di swasta. Pengukuran prestasi atau kinerja sektor publik merupakan titik utama pengembangan akuntansi sektor publik. Penekanan pada efektivitas managemen dan efisiensi keuangan akan menjadi dua fokus pengembangan managemen sektor publik ini.

18

SUMBER REFERENSI Bastian, Indra. 2010. Akuntansi Sektor Publik: suatu pengantar. Jakarta: Erlangga, edisi 2. Mardiasmo. 2002. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Penerbit Andi. Mangkoesoebroto Guritno. 1993. Ekonomi Publik. Yogyakarta: BPFEYogyakarta. PP No. 24 Tahun 2005 : Standar Akuntansi Pemerintahan
19

http://www.slideshare.net/nastalisti/laporan-keuangan-sektor-publik-danelemennya-16481251. Diakses tanggal 16 Februari 2013 pukul 13.20 WIB http://www.bappenas.go.id/node/26/18/. Diakses tanggal 16 Februari 2013 pukul 13.28 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/Barang_publik. Diakses tanggal 16 Februari 2013 http://pustaka.ut.ac.id. Diakses tanggal 16 Februari 2013 maswig.blogspot.com. Diakses tanggal 16 Februari 2013 http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/kegagalan-pasar-dan-campur-tanganpemerintah/. Diakses tanggal 16 Februari 2013 http://birokrasi.kompasiana.com/2011/10/04/reformasi-birokrasi-di-indonesia398477.html. Diakses tanggal 16 Februari 2013 Blog-akuntansi.blogspot.com/2010/02/teori-akuntansi-sejarahdan.html. tanggal 16 Februari 2013 Ria-setiani.blogspot.com/2012/10/sejarah-akuntansi.html. Diakses tanggal 16 Februari 2013 Diakses

20