Anda di halaman 1dari 1

RINGKASAN PENGGUNAAN METODE SUPERKRITIS AIR UNTUK GASIFIKASI BIOMASSA

Krisis energi yang melanda Indonesia mengakibatkan perrnasalahan yang bersifat multidimensi, mulai terjadinya kelangkaan baban bakar minyak, naiknya harga bahan bakar minyak yang diikuti oleh kenaikan barga kebutuban pokok dan naiknya biaya operasional industri. Oleh karena itu, Indonesia sudah saatnya mengembangkan sumber-sumber energi alternatif sebagai jalan keluar dari permasalahan energi tersebut. Salah satu energi alternatif tersebut adalah biomassa. Biomassa bisa dalam bentuk kering maupun basah baik yang berasal dari limbah rumah tangga, maupun limbah pertanian dan industri. Untuk mengubah biomassa menjadi energi membutuhkan metode yang tepat, salah satu cara mengubah biomassa menjadi energi adalah melalui metode gasifikasi superkritis air seperti yang dimuat dalam karya tulis ini. Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah bagaimana metode superkritis air dapat menjadi media gasifikasi pada biomassa, bagaimana efisiensi gasifikasi superkritis air, dan apakah produk dari gasifikasi superkritis air. Karya tulis ini dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana proses gasifikasi biomassa dengan menggunakan superkritis air untuk menghasilkan gas sintesis, seperti gas alam dan keuntungan metode ini sebagai media gasifikasi. Ide yang terkandung dalam karya tulis ini menjadi sangat penting karena di samping dapat menghasilkan energi dalam bentuk gas sintesis, ini merupakan salah satu jalan keluar dari permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia. Superkritis air merupakan kondisi air berada di atas titik kritis (374 oC dan 22,1 MPa), pada kondisi ini air memiliki sifat solvasi khusus, untuk menghancurkan limbah-limbah organik. Gasifikasi superkritis air pada biomassa memanfaatkan sifat-sifat khusus air pada kondisi superkritis untuk mengubah biomassa menjadi kaya hidrogen dan produk gas seperti metana. Proses superkritis air dibagi mejadi empat tahap yaitu, Feed Preparation dan Pressuarization, Reaction, salt Separation dan Depressurization dan heat recovery. Efisiensi energi pada gasifikasi biomassa superkritis air sebesar 70% termasuk listrik dan kehilangan panas pada penukar panas. Metode superkritis air sudah dikembangakan di dunia industri, karena sifatnya yang ramah lingkungan. Di samping itu, gasifikasi dengan superkritis air tidak perlu pengeringan lama seperti proses gasifikasi kovensional (biasa), juga memiliki reaksi yang cepat dan kompleks sehingga sangat tepat untuk gasifikasi bimassa terutama biomassa basah.