Anda di halaman 1dari 9

BIOMOL Mengenai ekspresi gen pada prokariota, semua pernyataan dibawah ini benar, kecuali (B) a. b. c. d. e.

sebagian urutan nukleotida pada gen tak mengalami transkripsi sebagian urutan nukleotida pada mRNA tak mengalami translasi ekspresi sejumlah gen dikendalikan bersama ujung 5 mRNA ditandai dengan tiga gugusan fosfat mRNA menyandi lebih dari satu protein

Konsep dogma sentral pertama kali dikemukakan oleh (D) a. Morgan, dkk b. Avery, Mc Leod dan Mc Carthy c. Watson dan Crick d. Crick e. De Vries Bahwa gen menentukan suatu protein pertama kali dibuktikan oleh (A) a. Pauling b. De Vries c. Sutton d. Garrod e. Beadle dan Tatum Replikasi DNA prokariota tak memerlukan (E) a. DNA polimerase I b. DNA polimerase III c. DNA ligase d. Primase e. Telomerase Sel T Sitotoksik (Tc) membunuh sel sasaran karena mensekresi (A) a. IL-2 (interleukin-2) b. IL-4 (interleukin-4) c. IFN (interferon) d. Fas-L (Fas-ligand) e. TNF (tumor necrosis factor )

Receptor insulin termasuk : (C) a. cytocolic receptor b. catalytic receptor c. G Protein linked receptor d. Channel linked receptor e. Enzyme linked receptor Reseptor hormon ini termasuk reseptor sitosolik, kecuali (D) a. progesterone b. testosteron c. kortison d. adrenalin e. tiroksin Protein kinase-C adalah enzym yang aktivitasnya dipacu oleh (A) a. cAMP b. cGMP c. IP3 d. PIP2 e. DAG Virion adalah : (B) a. virus yang tak pernah dijumpai diluar sel b. bentuk virus diluar sel inang c. bentuk virus di dalam sel inang d. virus yang memerlukan virus lain untuk kelangsungan hidupnya e. bukan salah satu diatas Viroid adalah : (E) a. virus yang menginfeksi bakteri b. virus yang memiliki selubung lipid ganda c. virus cacat yang memiliki genoma DNA d. virus yang hanya dapat meninggalkan sel inangnya bila ada virus lain yang cocok e. virus cacat yang tak dapat meninggalkan sel inangnya

Senyawa berikut bukan suatu biomolekul (D) a. ATP b. Glukosa c. Kloramfenikol d. Klorpropamida e. Sianokobalamin Ikatan utama yang berperan dalam membran sel adalah ikatan (C) a. hidrogen b. hidrofobik c. van der Waals d. ionik e. kovalen Semua ikatan berikut ikut terlibat dalam interaksi lemah antar molekul, kecuali (D) a. ikatan hidrogen b. ikatan hidrofobik c. ikatan van der Waals d. ikatan peptida e. ikatan ionik Ikatan fosfodiester adalah ikatan yang menghubungkan dua (B) a. rantai DNA b. nukleotida c. monosakarida d. asam amino e. asam lemah Yang berikut ini tak ditemukan pada sel prokariota (C) a. DNA b. RNA c. Polisom d. Nukleosom e. Ribosom

Sel organisme berikut tak mengandung inti (D) a. ascaris lumbricoides b. aedes aegypti c. necator americanus d. neisseria gonorrhoea e. plasmodium falcifarum Insersi dapat terjadi karena : (D) 1. depurinisasi 2. deaminasi 3. pengikatan bulky adduct 4. pengikatan intercalating agent Enzim berikut ikut berperan dalam perbaikan mutasi titik : (E) 1. DNA polymerase 2. glikosilase 3. DNA ligase 4. AP endonuklease Enzim berikut berperan dalam perbaikan kerusakan DNA oleh sinar UV : (C) 1. DNA polimerasi 2. DNA ligase 3. Eksinuklease 4. Eksonuklease Anti-onkogen adalah gen yang menyandi protein yang : (C) 1. memicu pertumbuhan 2. memicu apoptosis 3. memicu siklus sel 4. menghambat siklus sel

Proto-onkogen adalah gen yang menyandi protein yang : (B) 1. memicu pertumbuhan 2. memicu apoptosis 3. memicu siklus sel 4. menghambat siklus sel Reseptor interferon termasuk golongan : (D) 1. G protein linked receptor 2. enzyme linked receptor 3. cytosolic receptor 4. enzyme associated receptor Reseptor adrenalin termasuk golongan : (D) 1. catalic receptor 2. enzyme associated receptor 3. enzyme linked receptor 4. G protein linked receptor Asetil kolin adalah molekul sinyal yang menggunakan modus : (D) 1. Endokrin 2. Parakrin 3. Otokrin 4. Sinaptik Virus berikut memiliki enzim reverse transcriptase : (B) 1. HIV (Human immunodeficiency Virus) 2. HPV (Human Papilloma Virus) 3. HBV (Human Hepatitis B Virus) 4. HDV (Human Hepatitis D Virus) Organisme berikut tergolong virusoid : (D) 1. HIV 2. HPV 3. HBV 4. HDV

Sel organisme berikut tak mengandung mitokondria : (B) 1. Staphylococcus aureus 2. Plasmodium falcifarum 3. Salmonella typhi 4. Entamoeba histolytica Dogma sentral tak berlaku sepenuhnya pada organisme ini : (D) 1. HBV 2. HPV 3. HIV 4. E. coli Molekul berikut bukan merupakan bagian dari kompleks transkripsi basal : (D) 1. TBP (TATA box binding protein) 2. Koaktivator 3. Faktor basal 4. Faktor transkripsi Molekul ini tak terikat langsung pada unsur cis : (D) 1. faktor transkripsi 2. faktor basal 3. TBP 4. Koaktivator Mutasi titik dapat terjadi karena : (A) 1. depurinisasi 2. deaminasi 3. pengikatan bulky adduct 4. pengikatan intercalating agent

Delesi dapat terjadi karena : (B) 1. depurinisasi 2. deaminasi 3. pengikatan bulky adduct 4. pengikatan intercalating agent Kanker lebih sering timbul pada usia lanjut SEBAB (A) Untuk dapat menimbulkan kanker, diperlukan mutasi pada banyak gen Kanker yang melibatkan mutasi anti-onkogen dapat diwariskan SEBAB (C) Kanker hanya timbul apabila kedua allela mengalami mutasi Mutasi pada kodon ke-3 asam amino triptofan tak membawa perubahan struktur maupun fungsi suatu protein SEBAB (B / D) kebanyakan asam amino memiliki lebih dari 1 kodon mRNA prokariota lebih panjang dari protein yang dihasilkan SEBAB (A) mRNA prokariota adalah polikistronik Panjang mRNA yang dihasilkan oleh suatu gen eukariota bervariasi SEBAB (B) Transkripsi gen eukariota berakhir secara acak mRNA eukariota lebih pendek dari gen yang menghasilkan SEBAB (A) Gen eukariota mengandung intron Jumlah tRNA lebih sedikit dibanding dengan jumlah kodon asam amino SEBAB (D) Dengan adanya anti-codon wobble, ada kemungkinan satu tRNA mengikat lebih dari 1 kodon asam amino

Sintesis protein memerlukan energi SEBAB (C) Inisiasi, elongasi, dan terminasi memerlukan GTP Spliseosom hanya ditemukan pada eukariota SEBAB (B) Gen eukariota bersifat monokistronik Mutasi titik tak mungkin menghasilkan protein yang tak berfungsi SEBAB (D) Mutasi titik hanya mengganti satu nukleotida dengan nukleotida lain Insersi dan delesi akan mengubah urutan asam amino suatu protein SEBAB (A) Insersi atau delesi menggeser kerangka baca Mutasi pada intron tak mungkin mengubah urutan nukleotida pada mRNA SEBAB (E) Pada pemprosesan pra-mRNA urutan yang sesuai dengan intron akan dihilangkan Pada prokariota, ekskresi sejumlah gen dikendalikan secara bersama SEBAB (A) mRNA eukariota bersifat polikistronik Pada peristiwa induksi, adanya suatu modulator akan memicu ekspresi gen SEBAB (A) Pada peristiwa induksi, gen regulator menghasilkan repressor yang tak aktif Pada eukariota, ekspresi gen tak dapat dikendalikan secara bersama-sama SEBAB (C) mRNA eukariota bersifat monokistronik

Pemberian histidin pada biakan E. coli berakibat sintesis histidin berhenti SEBAB (A) Pengikatan histidin pada repressor menyebabkan aktivasi repressor yang semula tak aktif Sinar UV dapat menimbulkan mutasi SEBAB (B) Basa timin dalam dimmer timidin terdapat dalam bentuk enol, bukan keto Virus HIV mudah mengalami mutasi SEBAB (A) Gen retrovirus berupa RNA