Anda di halaman 1dari 6

NAMA NIM

: ANDRIANTO ABDULLAH : 841 410

KELAS : D KEPERAWATAN

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) BAYI PREMATUR A. PENGERTIAN Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang atau sama dengan 37 minggu, tanpa memperhatikan berat badan lahir. (Donna L Wong 2004) Bayi premature adalah bayi yang lahir sebelu minggu ke 37, dihitung dari mulai hari pertama menstruasi terakhir, dianggap sebagai periode kehamilan memendek. (Nelson. 1998 dan Sacharin, 1996) Bayi prematur dapat bertahan hidup tergantung pada berat badannya, umur kehamilan, dan penyakit atau abnormalitas.Prematur menyumbangkan 75% 80% angka kesakitan dan kematian neonatus. B. ETIOLOGI a. Faktor Maternal : Toksenia, hipertensi, malnutrisi / penyakit kronik, misalnya diabetes mellitus. kelahiran premature ini berkaitan dengan adanya kondisi dimana uterus tidak mampu untuk menahan fetus, misalnya pada pemisahan premature, pelepasan plasenta dan infark dari plasenta b. Faktor Fetal : Kelainan Kromosomal (misalnya trisomi antosomal), fetus multi ganda, cidera radiasi (Sacharin. 1996). c. Faktor yang berhubungan dengan kelahiran premature :

a) Kehamilan : Malformasi Uterus, Kehamilan ganda, TI. Servik Inkompeten, KPD, Pre eklamsia, Riwayat kelahiran premature b) Penyakit : Diabetes Maternal, Hipertensi Kronik, UTI, Penyakit akut lain c) Sosial Ekonomi : Tidak melakukan perawatan prenatal, Status sosial ekonomi rendah, Malnutrisi, Kehamilan remaja d. Faktor Resiko Persalinan Prematur : a) Resiko Demografik : Ras, Usia (<> 40 tahun), Status sosio ekonomi rendah, Belum menikah, Tingkat pendidikan rendah b) Resiko Medis : Persalinan dan kelahiran premature

sebelumnya, Abortus trimester kedua (lebih dari 2x abortus spontan atau elektif), Anomali uterus, Penyakit-penyakit medis (diabetes, hipertensi), Resiko kehamilan saat ini : Kehamilan multi janin, kenaikan BB kecil, masalah-masalah plasenta (misal : plasenta previa, solusio plasenta), pembedahan abdomen, infeksi (misal : pielonefritis, UTI). c) Resiko Perilaku dan Lingkungan : Nutrisi buruk, Merokok (lebih dari 10 rokok sehari), Penyalahgunaan alkohol dan zat lainnya (mis. kokain) d) Faktor Resiko Potensial : Stres, Iritabilitas uterus, Peristiwa yang mencetuskan kontraksi uterus, Perubahan serviks sebelum awitan persalinan, Ekspansi volume plasma yang tidak adekuat, Defisiensi progesterone, dan Infeksi C. PATOFISIOLOGI Berdasarkan beberapa etiologi diatas, hal itu akan menyebakan gangguan sirkulasi utero plasenta. Akibatnya, akan terjadi insufisiensi plasenta, yang menyebabkan suplai nutrisi dan oksigen ke janin tidak adekuat. Hal ini lamakelamaan akan menyebabkan gangguan pertumbuhan intra uteri dan lahirlah bayi BBLR.

Neonatus dengan imaturitas pertumbuhan dan perkembangan atau bayi BBLR tidak dapat menghasilkan kalori melalui peningkatan metabolisme. Hal ini disebabkan karena respon menggigil bayi tidak ada atau kurang, sehingga tidak dapat menambah aktivitas. Sumber utama kalori bila ada stress dingin atau suhu lingkungan rendah adalah thermogenesis nonshiver. Sebagai respon terhadap rangsangan dingin, tubuh bayi akan mengeluarkan norepinefrin yang menstimulus metabolisme lemak dari cadangan lemak coklat untuk menghasilkan kalori yang kemudian dibawa oleh darah ke jaringan. Stress dingin dapat menyebabkan hipoksia, metabolisme asidosis dan hipoglikemia. Peningkatan metabolisme sebagai respon terhadap stres dingin akan meningkatkan kebutuhan kalori dan oksigen. Bila oksigen yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan, tekanan oksigen berkurang (hipoksia) dan keadaan ini akan menjadi lebih buruk karena volume paru menurun akibat berkurangnya oksigen darah dan kelainan paru (paru yang imatur). Keadaan ini dapat sedikit tertolong oleh haemoglobin fetal (HbF) yang dapat mengikat oksigen lebih banyak sehingga bayi dapat bertahan lebih lama pada kondisi tekanan oksigen yang kurang. D. MANIFESTASI KLINIS 1. Berat lahir sama dengan atau kurang dari 2.500 gram 2. Panjang badan kurang atau sama dengan 45 cm 3. Lingkaran dada kurang dari 30 cm 4. Lingkaran kepala kurang dari 33 cm 5. Umur kehamilan kurang dari 37 minggu 6. Kepala relatif lebih besar dari badannya, kulit tipis, transparan, lanugonya banyak, lemak subkutan kurang, sering tampak peristaltik usus. 7. Tangisnya lemah dan jarang, pernafasan tidak teratur dan sering timbul apnea (gagal nafas) 8. Reflek tonik leher lemah dan refleks morro positif

9. Alat kelamin pada bayi laki- laki pigmentasi dan rugae pada skrotum kurang, testis belum turun kedalam skrotum. Untuk bayi perempuan klitoris menonjol, labia minora belum tertutup labia mayora 10. Tonus otot lemah, sehingga bayi kurang aktif dan

pergerakannnya lemah 11. Verniks kaseosa tidak ada atau sedikit 12. Fungsi saraf yang belum atau kurang matang mengakibatkan refleks hisap, menelan dan batuk masih lemah atau tidak efektif 13. Tulang rawan dan daun telinga belum sempurna

pertumbuhannya sehingga seolah- olah tidak teraba tulang rawan dan daun telinga 14. Otot-otot masih hipotonik 15. Pernapasan sekitar 45 sampai 50 kali per menit 16. Frekuensi nadi 100 sampai 140 kali per menit 17. Kepala tidak mampu tegak . E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Jumlah darah lengkap : Hb/Ht 2. Kalsium serum 3. Elektrolit (Na , K , U) : gol darah (ABO) 4. Gas Darah Arteri (GDA) : Po2, Pco2

F. PEMERIKSAAN FISIK Pemriksaan fisik bayi prematur umumnya sama dengan bayi cukup bulan, hanya pada bayi prematur pemeriksaan fisik harus dilakukan di bawah radiant heater dan harus lebih halus dan hati-hati karena bayi lemah. Pada waktu lahir bayi prematur mungkin belum menangis, baru menangis pada hari ke2 3 dengan nada tinggi (high pitch). Suhu masih labil, umumnya yang diperiksa adalah suhu aksila. Napas normal pada bayi prematur tidak teratur, mungkin tipe Cheyne Stokes, dengan laju napas 40 80 kali/menit.

G. PENATALAKSANAAN MEDIS Penatalaksanaan pada bayi berat badan lahir rendah atau prematur dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
1. Perawatan bayi dalam inkubator

Inkubator adalah suatu alat untuk membantu terciptanya suatu lingkungan yang optimal, dengan demikian dapat tercipta suhu lingkungan yang normal.
2. Perawatan post resusitasi

Dilakukan

untuk

mengatasi

terjadinya

asfiksia,

yang

dapat

memperburuk keadaan bayi lahir premature.


3. Perawatan bayi dengan terapi sinar

Dalam perawatan ini yang perlu diperhatikan tidak saja terapinya, tetapi juga perangkat yang digunakan. Lampu yang digunakan sebaiknya tidak dipergunakan lebih dari 500 jam, untuk menghindari turunnya energi yang dihasilkan oleh lampu yang dipergunakan.
4. Menyiapkan bayi untuk transfusi tukar

Yang dimaksud dengan transfusi tukar adalah mengeluarkan darah dari tubuh bayi untuk ditukar dengan darah yang tidak sesuai (patologis) untuk mencegah peningkatan kadar bilirubin dalam darah.
5. Menolong bayi dalam keadaan kejang

Dengan selalu bersikap teratur dalam sebisa mungkin menolong bayi dalam keadaan kejang

H. KOMPLIKASI Komplikasi langsung yang dapat terjadi pada bayi berat lahir rendah antara lain : 1. Hipoglikemia 2. Gangguan cairan dan elektrolit 3. Hiperbilirubinemia 4. Sindroma gawat nafas

5. Paten duktus arteriosus 6. Infeksi 7. Perdarahan intraventrikulerApnea of Prematurity 8. Anemia Masalah jangka panjang yang mungkin timbul pada bayi-bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) antara lain: 1. Gangguan perkembangan 2. Gangguan pertumbuhan 3. Gangguan penglihatan (Retinopati) 4. Gangguan pendengaran 5. Penyakit paru kronis 6. Kenaikan angka kesakitan dan sering masuk rumah sakit 7. Kenaikan frekuensi kelainan bawaan.