Anda di halaman 1dari 11

Kasus Mobilisasi Suatu hari ada sepasang suami istri pergi ke pasar memakai motor, tiba-tiba suami tersebut

mengoper gigi motornya dengan mendadak sehingga Istrinya terjatuh karena tidak berpegangan pada suaminya. Lalu istrinya tersebut jatuh dan di tolong warga untuk dibawa kerumah tersebut. Sesampainya dirumah: Ibu Bapak Ibu Bapak Ibu : Pak kaki ibu kok sakit banget ya pak! : Sakit yang sebelah mana bu ? : Kaki sebelah kanan ibu sakit banget : Ya udah Bu kita ke tukang urut aja : Ya udah Pak, sekarang aja kita ke tukang urutnya

Pasangan suami tersebut pun pergi ke tukang urut. Sesampainya di rumah tukang urut. Bapak Tukang urut Bapak Ibu : assalammualaikum ibu punten : mangga bapak ada apa ? : ini ma, istri saya sakit kakinya tadi istri saya jatuh dari motor : iya ma ini sakit, tapi pas saya jatuh saya merasa ga kesakitan, tapi ko kenapa sekarang saya ngerasa sakit sekali. Tukang urut Ibu : coba ya neng saya lihat dulu, maaf kakinya tolong di luruskan neng, : iya ma silahkan

Tukang urut pun mengurut bagian kaki ibu tersebut , dan ibu tersebut meringis kesakitan. Ibu Tukang urut : aaaaaghhrr ,,, sakit bangeet bu pelan-pelan (meringis) : ini juga udah pelan-pelan neng sabaar ya ga kan apa-apa biar sembuh besok kakinya udah ga sakit lagi Ibu : iya ma (meringis) Setelah selasai di urut bapak dan ibu tersebut pulang ke rumah. Keesokan harinya kaki ibu malah semakin parah bahkan untuk digerakan pun sangat sulit.

Ibu Bapak Ibu Bapak Ibu Bapak Ibu

: Pak kenapa kok kaki ibu tambah sakit ya ? : masa sih bu kemarin bukannya udah di urut : ya bapak liat saja sendiri kaki ibu (sambil memperlihatkan kakinya) : ohhh iya Bu kok malah makin bengkak ya Bu, ya udah kita ke RS : Tapi Ibu takut di amputasi : ya mudah-mudahan tidak seperti itu, ibu jangan punya pikiran buruk dulu : ya udah pak ibu mau di bawa kerumah sakit Pasangan Suami Istri itu pun ke esokan harinya pergi kerumah sakit. Tetapi di suatu

tempat ada seorang perawat yang berkompeten yang baru pulang dari tempat dinasnya. Perawat 1 : tok-tok-tok assalammualaikum mahh ini saya mahh ade (sambil mengetok pintu rumah) Mamah :waalaikum salam De, sebentar ya nak ibu bukain pintunya (ibunya pun membukakan pintu ) Perawat 1 Mamah :Ibu ade udah pulang, (sambil mencium tangan ibunya) iya De cepat sana mandi, shalat lalu makan, ibu udah nyiapin makanannya mumpung masih anget Perawat 1 :wahh makasih banyak Mah, mamah tau aja dehh Ade belum makan dan sedang capek dan laper.hehehe Mamah :ya udah sanah gihh

Perawat tersebutpun mandi, makan dan shalat Perawat 1 :(perawat shalat sesudah makan), alhamdulillah kenyang udah ditambah udah shalat, bikin hati tentram, besok udah siap lagi untuk merawat pasien-pasien nih (dengan semangatnya) Mamah : Ade cepat tidur besok ade kan dinas lagi de!!

Perawat 1

: Iya Mah ade mau tidur kok, ahhh sebelum tidur aku mau baca-baca dasardasar keperawatan gawat darurat, sama komunikasi terapeutik nanda. (sambil bergumam dan Seusai memabaca buku tersebut perawat merencanakan tindakan-tindakan untuk pasiennya). Tadi Keluarga pasien marah marah terus, Kira-kira besok ada pasien apalagi ya. Kalu misalkan lebih parah dari pasien yang tadi berarti harus lebih sabar lagi ya. Tapi semoga saja pasiennya kooperatip.

Setelah membaca dan komunikasi intrapersonal perawat 1pun tertidur lelap. Keesokan harinya pasangan suami Istri pun datang ke Rumah sakit Bapak Pak satpam : pak punten ini tolongin istri saya kakinya sakit tidak bisa jalan : oh iya iya pak saya bantu

Dengan bantuan satpam ibu di papah sampe ke depan lobby , dan perawat 1 datang dengan membawa kursi roda. Bapak Pak satpam : terimkasih ya pak bantuan nya : iya pak sama-sama

Ibu pun di larikan ke UGD dan di tangani oleh perawat Perawat 1 : selamat pagi ibu, kalo boleh tau ibu namanya siapa? (senyum penuh ramah) Ibu Perawat 1 Ibu : saya Mimin Suhaemin : ibu lebih suka di panggil siapa ? : panggil mimin aja sus, Sus kaki saya sakit banget dan ga bisa digerakkan?

(sambil meringis) Perawat 1 Ibu : sejak kapan kaki ibu tidak bisa digerakan?

: kemarin pagi saat saya mau kepasar saya jatuh dari motor , awalnya saya Cuma merasa kaki saya hanya linu jadi saya pikir tidak akan apa2, tapi pas esok harinya kaki saya malah tambah sakit dan susah untuk digerakan sus, nah suami saya membawa saya ke tukang urut, tapi bukannya sembuh ini malah

tambah parah dan benar-benar tidak bisa digerakan dan saya gga tau knpa seperti ini kaki saya Perawat : ooh seperti itu ya bu kronologis nya, ya sudah saya akan periksa dulu ya ibu . (perawat memeriksa Tanda tanda vital dahulu dan perawat mengkaji kaki dari kemerahan, bengkak dan rentang nyeri 5 pada pasien). Permisi ya bu saya raba dulu kaki ibu. Ibu : Awwww.. sakit sus.

Lalu dokter menghampiri ruangan. Dokter : Ada apa dengan ibu ini sus? (sambil melihat keadaan pasien dan memeriksa kembali keadaan pasien) Perawat 1 : Begini dok, begitu sampai di UGD ibu ini merasa kesakitan dan kakinya tidak bisa digerakkan. Sudah saya kaji tanda-tanda vitalny normal dan kakinya bengkak, warnanya agak kebiruan lalu rentang nyeri 5 , sebaiknya dok kita lakukan foto rontgen dahulu supaya bisa terlihat keadaan tulangnya . Dokter : Iya betul sus, ya sudah antarkan ibu ini ke ruang radiologi untuk foto rontgen sebentar saya ambil dulu suratnya. (sambil jalan menuju meja) Perawat 1 : Baik dok.

Perawat pun mengahmpiri pasien. Ibu Perawat : Sus bagaimna keadaan kaki saya? : Ibu mimin jadi begini saya sudah periksakan kondisi kaki ibu, tapi untuk lebih jelas ibu harus melakukan foto rontgen terlebih dahulu agar mengetahui keadaan tulang ibu. Ibu Perawat Ibu : ooo gitu ya sus, jadi saya harus di rontgen ya sus? : iya bu, supaya hasilnya lebih jelas dan pasti , bagaimana ibu bersedia ?

: ya sudah kalo itu yang terbaik , silahkan saja tapi suami saya belum diberi tahu, sus

Perawat

: iya bu sekalian menuju ruangan radiologi kita beritahu suami ibu.

Setelah keluar dari ruangan bapak pun lagnsung menghampiri istrinya. Suami Perawat 1 :Sus bagaimana keadaan istri saya? (dengan paniknya) : bapak sekarang istri bapak harus di rontgen dahulu untuk mengetahui keadaan tulangnya. Suami Perawat 1 Suami : Masalah biayanya rontgen dll nya gimana sus? : Bapak nanti bisa menanyakan ke Loket yang berada Lantai 1 :O begitu sus(dengan wajah aga melamun memikirkan biaya) Setelah menuju ruangan radiologi, Pasien pun melakukan foto rontgen. Setelah itu pasien kembali ke UGD. Dokter Perawat 1 Dokter : gimana hasilnya? : ini dok hasilnya. : Baik kita liat keadaan ibu mimin(sambil melihat foto rontgen ibu mimin), ibu ternyata kaki ibu mengalami patah tulang dan harus segera digips dan ibu mimin harus dirwat inap untuk perawatanya. Ibu : apa kaki saya patah dok???? Saya ga mau cacat pokonya? Lalu apa tidak bisa rawat jalan dok/ (sambil menangis) Dokter : tidak bisa bu, kalau ibu rawat jalan takutnya tidak bisa memantau keadaan tulang ibu dan ibu jangan terlalu banyak begerak. Ibu : baik dok sus, kalau itu bisa bikin kondisi saya lebih baik.

Dokter : baik bu kalau begitu. Lalu dokter memanggil perawat untuk melakukan pemasangan gips kepada ibu mimin. Setelah selesai memasang gips ibu mimin pun dipindahkan keruang perawatan untuk menjalankan rawat inap. Perawat 1 Ibu : gimana bu setelah dipasang gips dikaki ibu. : rasanya sakit sus dan terasa pegal.

Perawat 1 Ibu Bapak Perawat

: ya mungkin ibu baru pertama memakai gips, sabar aja ya bu. : Ya sus, lalu saya tidak akan cacat kan? : Hus ibu jangan ngomong yang ngga-ngga. : Tenang saja bu pak, tidak serumit yang ibu pikirkan. Banyak sekali orang yang patah tulang tidak sampai ga bisa jalan ko, pasti dengan berjalannya waktu kaki ibu bisa pulih kembali. Tetap semangat ya bu.

Bapak Perawat 1 Bapak Perawat 1 Bapak Perawat 1

: ya mudah-mudahan sus, sampai kapan istri saya dirawat ? : Mungkin kita lihat dahulu perkembanagn dari tulang ibu.. : baik sus. : apakah ada yang ditanyakan lagi pa, : tidak sus, terima kasih. : baik pa kalau begitu, ya pa jangan lupa mengurus administrasinya supaya ibu mimin bisa dikasih obat secepatnya. Kalau begitu saya tinggal dulu bila ada perlu yang lain tinggal tekan bel saja.

Bapak : baik sus. Keesokan harinya. dengan perawat yang berbeda. Perawat 2 Ibu Perawat 2 : selamat pagi bu. (memasang muka jutek) : pagi juga sus : saya akan memeriksa tanda-tanda vital dan ini obat ibu harus diminum ya, saya tinggal dulu nanti kalau ada apa-apa panggil saya saja. Ibu : iya sus saya akan minum obatnya sekarang Perawat pun meninggalkan ruangan tanpa berpamitan dan tanpa dijelaskan kembali tentang dosis obat yang diberikan pada pasien, tak lama kemudian suami ibu mimin datang. Bapak Ibu : assalammualaikum :waalaikumsalam pak

Bapak Ibu Bapak Ibu Bapak

: gimana ibu sekarang kondisi nya sekarang masih terasa sakit ? : terasa sakit sedikit pak, cuman pegal sekali rasanya pengen dicopot. : loh ko pengen dicopot kan biar cepet sembuh, ibu ini gimana seh. : oh ya pa, mudah2han ga lama ya pa digipsnya. : iya bu, tadi kata susternya gimana keadaan ibu masih harus dirawat atau tidak.

Ibu

: ga pak susternya ga bilang apa-apa kurang tahu katanya malah disuruh tanya dokter.

Bapak

: ya sudah ibu sekarang istirahat ya biar cepat sembuh, obatnya sudah diminum.

Ibu

: sudah diminum pak. Beberapa jam kemudian perawat 2 judes pun datang, mengontrol ibu mimin dan

memberi obat siangnya. Perawat 2 Bapak Perwat 2 : siang pak. : siang sus, gimana keadaan istri saya sus ? :saya kurang tau keadaan ibu mimin sekarang, besok ibu mimin harus dirontgen kembali untuk mengetahui keadaan tulang ibu, ini pak obatnya harus diminum sekarang pa. Bapak :baik sus, terima kasih Perawat pun meniggalkan ruangan tanpa pamit dan memasang muka jutek. Dan keesokan harinya perawat pun berbeda. Perawat 3 :selamat pagi ibu mimin, pak , ibu saya suster suparni saya yang akan merawat ibu dari jam 08.00 sampai jam 15.00 , untuk merawat ibu mimin. gimana kondisi kakinya sekarang ? masih kerasa sakit ga ? Ibu :sakit enggak sus cuman sedikit ngilu,

Perawat 3

:ooh begitu ya bu, saya periksa dulu ya kakinya . ( perawat memeriksakan kondisi ibu tersebut)

Bapak Perawat 3

:gimana sus kondisi nya skarang? :alhamdulilah mudah-mudahan lebih membaik iya pa, sekarang waktunya untuk meminum obat, obat yang kapsul ini 3x1 sehari sesudah makan, yang syrup 3x2 sehari sama sesudah makan.

Bapak Perawat 3

: baik sus. : oh ya pa, nanti saya akan kembali untuk memberikan obat ya bu, selamat istirahat kembali jangan lupa diminum obatnya ya bu.

Ibu

: iya sus, terima kasih. Perawat itu meninggalkan ruangan tersebut .beberapa jam kemudian perawat 3 datang

untuk mengantar ibu mimin foto rotngen. Perawat 3 Ibu : selamat siang bu, hari ini ibu foto rontgen mari bu saya antarkan : iya sus Perawat3 pun mengantar pasien ke ruang radiologi dan melakukan rontgen. Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen perawat dan ibu mimin menuju keruangan dokter untuk mengetahui keadaan tulang ibu mimin. Perawat 3 :siang dok, ini hasil foto rontgen ibu mimin.

Dokter : iya siang, mana saya lihat hasilnya. (dokter pun melihat foto rontgen ibu mimin) Ibu :gimana dok keadaan kaki saya ?

Dokter :ibu hasil foto rontgen hari ini perkembangan tulang ibu sudah mulai membaik. Ibu :alhamduliah, kapan saya bisa pulang dok?

Dokter :ibu besok boleh pulang tetapi ibu harus rajin kontrol supaya kita mengetahui keadaan kaki ibu dan ibu jangan terlalu banyak bergerak ya bu. Ibu :syukur dok, baik dok.

Perawat 3 Ibu Perawat 3 Dokter

:gimana ibu masih ada yang mau ditanyakan lagi kepada dokter ? :sudah sus, sudah cukup. :baik dok saya tinggal dulu, siang dok. :ya sus,

Setelah perawat3 dan ibu mimin keluar dari ruangan dokter dan perawat 3 mengatarkan ibu mimin ke ruanganya. Perawat 3 Ibu :mari bu, kita pindah ketempat tidur.

:baik sus, sus memangnya saya tidak boleh banyak bergerak, sampai kapan sus ? :baik bu, ibu tidak boleh banyak bergerak karena keaadaan tulang ibu belum pulih seperti semula, nanti apabila keadaan tulang ibu sudah membaik ibu harus perlahan2 digerakan.

Perawat 3

Ibu Perawat 3

:saya masih takut sus, takutnya tulang saya patah lagi. :tidak bu, kalau boleh saya kerumah ibu untuk membantu ibu tapi ibu juga harus rajin kontrol ya bu.

Ibu Perawat 3 Ibu Perawat 3

:dengan senang hati saya sus, iya sus saya akan rajin kontrol. :baik kalau begitu apakah ada yang mau ditanyakan lagi bu atau sudah jelas. :sudah sus saya sudah jelas, terima asih ya sus. :baik kalau begitu saya tinggal dulu ya bu nanti saya kembali lagi untuk mengantarkan obat ibu, apa bila ada apa-apa tinggal tekan bel saja ya bu. Ya bu sama-sama. Setelah perawat3 meninggalkan ruangannya ibu dan bapak tersebut

memperbincangkan tentang perbedaan sikap dari sikapperawat yang merawat dari kemaren sma sekarang. Ibu :Pak, ibu suka sama perawat 3. Ramah baik lagi beda jauh sama perawat 2 itu mah kan judes. Bapak :loh, emang kenapa bu?

Ibu

: ya perawat judes mah males dirawatnya juga pa, klo sama perawat 3 ibu seneng liatnya juga apalgi dirawat.

Bapak :Iya sih bu, bapak juga ngerasa, perawat yang barusan itu lebih sopan dan ramah, yasudah lah bu yang penting cepat sembuh Ibu :Ngga pak ibu jadi mikir kan kita punya anak laki-laki blum punya calon lagi, kayanya seneng kalau ibu punya mantu kaya perawat 3. Bapak :ah ibu suka ngomong macam-macam, lagian perawat 3 sama anak kita juga belum tentu cocok. Ibu : Eh si bapak mah ibu ngomong teh bukannya direspon positif malah jawab kaya gitu ibu pengen anak kita dapat jodoh yang terbaik. Lagi pula Sendi pulangya 2 hari lagi mereka kan bisa dipertemukan Bapak :Iya bapak ngerti tapi udahlah bu ga usah ngebahas itu yang penting ibu sembuh dulu. Keesokan harinya kondisi ibu pun membaik dan dokter sudah memperbolehkan ibu tersebut pulang. Perawat 3 pun datang keruangan ibu Mimin untuk memberitahu bahwa bu Mimin sudah bisa pulang kerumahnya. Perawat 3 Ibu :selamat pagi ibu Mimin, gimana kakinya masih sakit apa engga?

:pagi juga sus, sekarang kakinya udah ga sakit dan merasa masih pegal tapi saya masih ragu saja buat menggerakannya.

Perawat 3

:ga apa apa bu, nanti juga pegalnya hilang, saya datang kesini untuk memberitahu bahwa nanti siang ibu sudah bisa pulang kerumah, begini saja saya nanti kerumah ibu kalau ibu masih ragu untuk bergerak.

Bapak :yang betul sus, Alhamdulilah ya Allah, Ibbu akhirnya kita bisa pulang kerumah. Ya sus saya khawatir nanti istri saya jadi malas untuk bergerak karna takut patah lagi, ya sus dengan senang hati kalau sus kerumah Perawat :iya pak, sekarang bapak sudah bisa membereskan barang barang bapak untuk persiapan pulang kerumah oh ya ini obat ibu, yang kapsul ini 3x1 sehari sesudah makan, yang kapsul warna biru ini 3x2 sehari sesudah makan

nah kalau yang syrup 3x1 sehari sebelum makan ya pak, gimana bapa sudah mengerti atau masih ada yang ingin ditanyakan lagi. Bapak :iya sus, sebentar lagi saya akan bereskan, terimakasih ya sus sudah merawat istri saya, sudah sus saya sudah mengerti. Perawat : iya pak, sama sama kalau begitu saya permisi dulu.

Siang harinya Ibu Mimin dan Bapak pulang kerumah, dan keesokan harinya ibu mimin menelepon perawat 3 untuk membantu ibu mimin berjalan dan seminggu kemudian kondisi kaki Ibu Mimin telah pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa. Akhirnya rencana dari bu mimin untuk menjodohkan anaknya terwujud. Hubungan mreka semaikn dekat.